PRAKTIKUM RANCANGAN PERCOBAAN
                       PERCOBAAN
           KASUS 4.2.1


      RAKL Faktorial dan Trend Comparison




   Jekri
   Jekri Kardo Silalahi         (E1J009143)
   Indresss                     (E1J009140)




                             Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Kasus !
Ultisol dikenal sebagai tanah marginal karena adanya
berbagai faktor pembatas. Agar lahan ultisol dapat
dimanfaatkan untuk produksi tanaman, maka perbaikan sifat
fisik maupun kimia tanah sangat diperlukan. Suatu penelitian
d
dilakukan untuk mempelajari pengaruh penambahan pupuk
      u     u u     e pe j      pe g u pe         b      pupu
kandang dan batuan fosfat terhadap hasil cabai merah. Dalam
aplikasinya pupuk kandang (K) diberikan dengan dosis 0
(K0), (K1),
(K0) 5 (K1) dan 10 (K2) ton /ha , sedangkan batuan fosfat (P)
diberikan dengan dosis 0 (P0), 200 (P1), 400 (P2), dan 600 (P3)
kg/ha dengan susunan faktorial dan 3 ulangan. Lahan
percobaan yang digunakan memiliki gradient kesuburan dari
Barat ke Timur dibagi menjadi plot-plot berukuran 3 m x 5 m
dengan jarak antar plot 0,5 m dan antar ulangan 1,0 m.
Berikut adalah data bobot buah cabai merah per petak
    i                                     i
(kg/plot) yang diperoleh dari percobaan tersebut.



                                    Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Pertanyaan !
1. Jawab dengan singkat pertanyaan berikut:
      a) Apakah tujuan percobaan tersebut?
      b) Apakah rancangan percobaan yang sesuai untuk percobaan tersebut?
      c) Apakah satuan percobaannya?
      d) Berapa banyak satuan percobaan yang diperlukan?
      e) Apakah perlakukannya?
      f) Apakah sifat (variable) yang diamati?
2. Buat denah percobaan yang menggambarkan tata letak percobaan lengkap
   dengan petunjuk arah mata-anginnya dan ukuran ukuran yang digunakan
                           mata anginnya      ukuran-ukuran     digunakan.
3. Buat model matematik yang sesuai untuk rencangan yang digunakan berikut
   artinya lambang yang digunakan.
4.
4 Susun hypothesis (Ho dan H1) yang diperlukan untuk percobaan tersebut.
                                                                  tersebut
5. Lakukan analisis keragaman dari data tersebut.
6. Susun tabel anava dan lakukan pengujian hipotesis.
7. Buat k i
7 B t kesimpulan tentang hasil pengujian hipotesis perlakuan.
                 l t t        h il       ji hi t i       l k
8. Lakukan analisis untuk mengetahui pola respon hasil cabai terhadap
   pemberian pupuk kandang dan batuan fosfat kemudian buat kesimpulan dari
   hasil
   h il analisis tersebut.
            li i t    b t

                                              Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Data
                      Ulangan
Perlakuan
             1           2                   3
  K0P0      6,12       3,85                 6,13

  K0P1      4,55       5,60                 7,17

  K0P2      6,12       6,30                 8,05

  K0P3      7,52       8,85                 8,40

  K1P0      8,87       11,55               10,68

  K1P1      12,25      9,80                13,65

  K1P2      11,90      9,63                32,65

  K1P3      12,60      11,55               12,60

  K2P0      10,32      9,80                12,42

  K2P1      35,00      11,90               15,90

  K2P2      14,70      31,47               33,50

  K2P3      9,80       12,25               16,45




                    Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Ulangan
Perlakuan                                       Yij           Yij
              1         2         3
  K0P0       6,12     3,85      6,13           16,1         5,3666
  K0P1       4,55
             4 55     5,60
                      5 60      7,17
                                7 17          17,32
                                              17 32         5,7733
                                                            5 7733
  K0P2       6,12     6,30      8,05          20,47         6,8233
  K0P3       7,52
             7 52     8,85
                      8 85      8,40
                                8 40          24,77
                                              24 77         8,2666
                                                            8 2666
  K1P0       8,87     11,55    10,68           31,1        10,3666
  K1P1      12,25
            12 25     9,80
                      9 80     13,65
                               13 65           35,7
                                               35 7          11,9
                                                             11 9
  K1P2      11,90     9,63     32,65          54,18          18,06
  K1P3      12,60
            12 60     11,55
                      11 55    12,60
                               12 60          36,75
                                              36 75          12,25
                                                             12 25
  K2P0      10,32     9,80     12,42          32,54        10,9333
  K2P1      35,00     11,90    15,90           62,8        20,9333
  K2P2      14,70     31,47    33,50          79,67        26,5566
  K2P3       9,80
              ,       12,25
                        ,      16,45
                                 ,             38,5
                                                 ,         12,8333
                                                             ,
  Y..k      139,75   132,55    177,6          449,9       150,0629
                               Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Tabel dua Arah

                  Batuan Fosfat (P)
 Pupuk
Kandang                                                   Yi..
                                                          Yi
  (K)      P0       P1       P2            P3

  K0      16,1     17,32    20,47        24,77           78,66

  K1      31,1
          31 1      35,7
                    35 7    54,18
                            54 18        36,75
                                         36 75          157,73
                                                        157 73

  K2      32,54
            ,       62,8
                      ,     79,67
                              ,           38,5
                                            ,           213,51
                                                           ,

  Y.j.    79,74    115,82   154,32      100,02           449,9


                               Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
1. a) untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk
     kandang (K) dan batuan fosfat (P) terhadap hasil
     caabai merah pada tanah ultisol
                              ultisol.
  b) percobaan faktorial RAKL
  c) Plot berukuran 3m x 5m
  d) 36 satuan percobaan
  e) - pupuk kandang dengan dosis 0 (K0), 5 (K1), dan 10
     (K2) ton/ha.
     -b t
      batuan f f t (P) d
              fosfat   dengan d i 0 (P0) 200 (P1) 400
                              dosis (P0),       (P1),
     (P2), dan          600 (P3) kg/ha.
  f) Bobot buah abai merah per petak (kg/plot)




                                 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Denah Percobaan
U1     U2     U3

K2P0   K1P0   K1P2

K0P1   K2P0   K2P2
                       U
K1P3   K0P1   K0P2
                              Keterangan :
                              K t
K1P4   K0P0   K1P1            Ukuran Plot 3m x 5m
                              Jarak antar plot 0,5m
K2P2   K1P1   K0P1
                              Jarak antar ulangan 1,0m
                              Jarak antar ulangan 1 0m
K1P0   K2P2   K2P3

K1P1   K2P1   K0P3

K0P0   K1P2   K1P3

K0P2   K0P2   K2P1
K2P1   K1P3   K1P0

K0P3   K0P3   K0P0

K2P3   K2P3   K2P0
                              Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
3. Model matematik

Yijk = µ + ∂i + ßj + ρk + (∂ß)ij + εijk

Keterangan :
Yijk = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan ke-j blok ke-k
                                    ke i  ke j      ke k
µ      = Rataan Umum
∂I     = Pengaruh perlakuan ke-i
ßj
 j     = Pengaruh perlakuan ke-j
             g    p            j
ρk     = Pengaruh blok ke-k
(∂ß)ij = Pengaruh perlakuan ke-I dan ke-j
εijk
  j    = Galat

4. Hipotesis
H0 : ρk = 0         ;   H1 : ρk = 0
H0 : (∂ß)ij = 0     ;   H1 : (∂ß)ij = 0
H0 : ∂i = 0         ;   H1 : ∂i = 0
H0 : ßj = 0         ;   H1 : ßj = 0


                                          Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Y 2 ...
Faktor koreksi:           =   5647, 021
                                  ,
                  abr
                   b

JK total        = Y211 + Y212 + Y213 + .        .     . + Y2pr – FK= 2249,6882

             Y2.1 + Y2.2 +Y2.3 + … + Y2.r
                           Y
JK kelompok = ----------------------------------- - FK = 97,6102
                          a.b

              Y21. + Y22. +Y23. + … + Y2p.
JK perlakuan = ----------------------------------- - FK = 1361,417
                              r
                        Y21 + Y22 +Y23
JKK                                                            =765,2221
              = ----------------------------------------- - FK =765,2221
                                   b.r
               Y21. + Y22. +Y23. + … + Y2b.
JK P          = ----------------------------------------- - FK =332,1001
                                                               =332,1001

                                   a.r



                                                    Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
JK K x P   = JK perlakuan – JK K – JK P = 264,0948



JK galat       = JK total – JK kelompok - JK perlakuan =
 790,661
    ,




                                     Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Tabel Anava Analisis
                Keragaman
                                                            Ftabel
   SK       db      JK         KT             Fhit
                                                            (5%)
  Blok       2    97,6102    48,8051        1,3579           3,44

Perlakuan   11    1361,417   123,7651

   K         2    765,2221   382,6110      10,6460           3,44

   P         3    332,1001   110,7000       3,0802           3,05

 KxP         6    264,0948
                   6 ,09 8   44,0158
                               ,0 58        1,2247
                                             ,   7           2,55
                                                              ,55

  Galat     22    790,661    35,9391

  Total     35   2249,6882
                               Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Kesimpulan :
   F hitung K > F tabel, maka H1 diterima, artinya terdapat
pengaruh nyata antara K (Dosis pupuk kandang) terhadap variabel
yang di amati (Hasil cabai merah per petak).
  F hitung P > F tabel, maka H0 di tolak, artinya terdapat pengaruh
nyata antara perlakuan P (dosis batuan pospat) terhadap variabel
yang di amati (Hasil cabai pr petak)




                                        Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
8. Uji Lanjut PO
                  O
   1) Hipotesis pangkat PO untuk pupuk kandang (K)
   Kuadratik      H0 : ß2= 0 ; H1 : ß2 = 0
   Linear
   Li             H0 : ß1 = 0 ; H1 : ß1 = 0

   Tabel Koefisien PO
                            Dosis
                            D i

    Pangkat    0 (K0)       5 (K1)   10 (K2)       ∑(Yi.Ci)2      ∑Ci2
               78,66        157,73   213,51

Linear           -1           0        1            134,85          2
Kuadratik        1            -2       1            -23,29          6


   JK Linear = 757,6884
   JK Kuadratik = 22,6010




                                           Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Tabel Anava

   SK            db          JK           KT            Fhit           Ftabel
                                                                       (5%)
                                                                       ( )
Blok              2       97,6102       48,8051       29,8776           3,44
Perlakuan        11      1361,417      123,7651
     K            2      765,2221      382,6110      234,2277           3,44
  Linear          1      757,6884       21,0825       12,9063           4,30
 Kuadratik        1       22,6010
                          22 6010       0,6288
                                        0 6288        0,3849
                                                      0 3849            4,30
                                                                        4 30
Galat            22       35,9391       1,6335
Total            35      2249,6882
                              ,

 Kesimpulan :
 -H0 untuk Kuadratik (ß2= 0) diterima, artinya respon hasil cabai per
                      (      )          ,     y     p                p
 petak terhadap dosis pupuk kandang (k) mengikuti kurva lebih rendah
 dari pangkat 2
 -H0 untuk Linear (ß3 = 0 ) ditolak, artinya respon hasil cabai perpetak
 terhadap dosis pupuk kandang (K) mengikuti kurva linear

                                             Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
2) Hipotesis pangkat PO untuk batuan Fosfat (P)
   Kubik                Ho : ß3 = 0 : H1 : ß3 = 0
   Kuadratik            H0 : ß2 = 0 ; H1 : ß2 = 0
   Linear               H0 : ß1 = 0 ; H1 : ß1 = 0

Tabel Koefisien PO
                        Dosis

  Pangkat   0 (P0)   200 (P1)   400 (P2)   600 (P3)     ∑(Yi.Ci)2    ∑Ci2
            79,74     157,73     154,32     100,02

Linear       -3         -1         1          3          99,34        20
Kuadratik     1         -1         -1         1          -90,38       4
Kubik        -1         3          -3         1         -195,24       20


JK Linear    = 274,1262
JK Kuadratik = 226,9040
JK Kubik     = 211,7703




                                                  Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
Tabel Anava

   SK           db            JK           KT            Fhit          Ftabel
                                                                       (5%)
Blok
Bl k            2          97,6102
                           97 6102      48,8051
                                        48 8051        1,3579
                                                       1 3579           3,44
                                                                        3 44
Perlakuan       11        1361,417      123,7651
     P          3         332,1001      110,7000       3,0802           3,05
  Linear        1         274,1262      274,1262       7,6275           4,30
Kuadratik       1         226,9040      226,9040       6,3135           4,30
  Kubik         1         211,7703      211,7703       5,8924           4,30
Galat           22         790,661      35,9391
Total           35

Kesimpulan :
-H0 untuk K bik (ß3 = 0 ) di i
 H0      k Kubik                diterima, artinya respon h il cabai perpetak
                                             i            hasil b i          k
terhadap dosis batuan fosfat (P) mengikuti kurva lebih rendah dari pangkat 3
-H0 untuk Kuadratik (ß3= 0) ditolak, artinya respon hasil cabai per petak
terhadap
terhada dosis bat an fosfat ( ) men ik ti k r a k adratik
               batuan        (p) mengikuti kurva kuadratik.

                                                 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
TERIMA K
  R    KASIH




        Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011

RAKL Faktorial dan Trend Comparison

  • 1.
    PRAKTIKUM RANCANGAN PERCOBAAN PERCOBAAN KASUS 4.2.1 RAKL Faktorial dan Trend Comparison Jekri Jekri Kardo Silalahi (E1J009143) Indresss (E1J009140) Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 2.
    Kasus ! Ultisol dikenalsebagai tanah marginal karena adanya berbagai faktor pembatas. Agar lahan ultisol dapat dimanfaatkan untuk produksi tanaman, maka perbaikan sifat fisik maupun kimia tanah sangat diperlukan. Suatu penelitian d dilakukan untuk mempelajari pengaruh penambahan pupuk u u u e pe j pe g u pe b pupu kandang dan batuan fosfat terhadap hasil cabai merah. Dalam aplikasinya pupuk kandang (K) diberikan dengan dosis 0 (K0), (K1), (K0) 5 (K1) dan 10 (K2) ton /ha , sedangkan batuan fosfat (P) diberikan dengan dosis 0 (P0), 200 (P1), 400 (P2), dan 600 (P3) kg/ha dengan susunan faktorial dan 3 ulangan. Lahan percobaan yang digunakan memiliki gradient kesuburan dari Barat ke Timur dibagi menjadi plot-plot berukuran 3 m x 5 m dengan jarak antar plot 0,5 m dan antar ulangan 1,0 m. Berikut adalah data bobot buah cabai merah per petak i i (kg/plot) yang diperoleh dari percobaan tersebut. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 3.
    Pertanyaan ! 1. Jawabdengan singkat pertanyaan berikut: a) Apakah tujuan percobaan tersebut? b) Apakah rancangan percobaan yang sesuai untuk percobaan tersebut? c) Apakah satuan percobaannya? d) Berapa banyak satuan percobaan yang diperlukan? e) Apakah perlakukannya? f) Apakah sifat (variable) yang diamati? 2. Buat denah percobaan yang menggambarkan tata letak percobaan lengkap dengan petunjuk arah mata-anginnya dan ukuran ukuran yang digunakan mata anginnya ukuran-ukuran digunakan. 3. Buat model matematik yang sesuai untuk rencangan yang digunakan berikut artinya lambang yang digunakan. 4. 4 Susun hypothesis (Ho dan H1) yang diperlukan untuk percobaan tersebut. tersebut 5. Lakukan analisis keragaman dari data tersebut. 6. Susun tabel anava dan lakukan pengujian hipotesis. 7. Buat k i 7 B t kesimpulan tentang hasil pengujian hipotesis perlakuan. l t t h il ji hi t i l k 8. Lakukan analisis untuk mengetahui pola respon hasil cabai terhadap pemberian pupuk kandang dan batuan fosfat kemudian buat kesimpulan dari hasil h il analisis tersebut. li i t b t Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 4.
    Data Ulangan Perlakuan 1 2 3 K0P0 6,12 3,85 6,13 K0P1 4,55 5,60 7,17 K0P2 6,12 6,30 8,05 K0P3 7,52 8,85 8,40 K1P0 8,87 11,55 10,68 K1P1 12,25 9,80 13,65 K1P2 11,90 9,63 32,65 K1P3 12,60 11,55 12,60 K2P0 10,32 9,80 12,42 K2P1 35,00 11,90 15,90 K2P2 14,70 31,47 33,50 K2P3 9,80 12,25 16,45 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 5.
    Ulangan Perlakuan Yij Yij 1 2 3 K0P0 6,12 3,85 6,13 16,1 5,3666 K0P1 4,55 4 55 5,60 5 60 7,17 7 17 17,32 17 32 5,7733 5 7733 K0P2 6,12 6,30 8,05 20,47 6,8233 K0P3 7,52 7 52 8,85 8 85 8,40 8 40 24,77 24 77 8,2666 8 2666 K1P0 8,87 11,55 10,68 31,1 10,3666 K1P1 12,25 12 25 9,80 9 80 13,65 13 65 35,7 35 7 11,9 11 9 K1P2 11,90 9,63 32,65 54,18 18,06 K1P3 12,60 12 60 11,55 11 55 12,60 12 60 36,75 36 75 12,25 12 25 K2P0 10,32 9,80 12,42 32,54 10,9333 K2P1 35,00 11,90 15,90 62,8 20,9333 K2P2 14,70 31,47 33,50 79,67 26,5566 K2P3 9,80 , 12,25 , 16,45 , 38,5 , 12,8333 , Y..k 139,75 132,55 177,6 449,9 150,0629 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 6.
    Tabel dua Arah Batuan Fosfat (P) Pupuk Kandang Yi.. Yi (K) P0 P1 P2 P3 K0 16,1 17,32 20,47 24,77 78,66 K1 31,1 31 1 35,7 35 7 54,18 54 18 36,75 36 75 157,73 157 73 K2 32,54 , 62,8 , 79,67 , 38,5 , 213,51 , Y.j. 79,74 115,82 154,32 100,02 449,9 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 7.
    1. a) untukmengetahui pengaruh penambahan pupuk kandang (K) dan batuan fosfat (P) terhadap hasil caabai merah pada tanah ultisol ultisol. b) percobaan faktorial RAKL c) Plot berukuran 3m x 5m d) 36 satuan percobaan e) - pupuk kandang dengan dosis 0 (K0), 5 (K1), dan 10 (K2) ton/ha. -b t batuan f f t (P) d fosfat dengan d i 0 (P0) 200 (P1) 400 dosis (P0), (P1), (P2), dan 600 (P3) kg/ha. f) Bobot buah abai merah per petak (kg/plot) Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 8.
    Denah Percobaan U1 U2 U3 K2P0 K1P0 K1P2 K0P1 K2P0 K2P2 U K1P3 K0P1 K0P2 Keterangan : K t K1P4 K0P0 K1P1 Ukuran Plot 3m x 5m Jarak antar plot 0,5m K2P2 K1P1 K0P1 Jarak antar ulangan 1,0m Jarak antar ulangan 1 0m K1P0 K2P2 K2P3 K1P1 K2P1 K0P3 K0P0 K1P2 K1P3 K0P2 K0P2 K2P1 K2P1 K1P3 K1P0 K0P3 K0P3 K0P0 K2P3 K2P3 K2P0 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 9.
    3. Model matematik Yijk= µ + ∂i + ßj + ρk + (∂ß)ij + εijk Keterangan : Yijk = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan ke-j blok ke-k ke i ke j ke k µ = Rataan Umum ∂I = Pengaruh perlakuan ke-i ßj j = Pengaruh perlakuan ke-j g p j ρk = Pengaruh blok ke-k (∂ß)ij = Pengaruh perlakuan ke-I dan ke-j εijk j = Galat 4. Hipotesis H0 : ρk = 0 ; H1 : ρk = 0 H0 : (∂ß)ij = 0 ; H1 : (∂ß)ij = 0 H0 : ∂i = 0 ; H1 : ∂i = 0 H0 : ßj = 0 ; H1 : ßj = 0 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 10.
    Y 2 ... Faktorkoreksi: = 5647, 021 , abr b JK total = Y211 + Y212 + Y213 + . . . + Y2pr – FK= 2249,6882 Y2.1 + Y2.2 +Y2.3 + … + Y2.r Y JK kelompok = ----------------------------------- - FK = 97,6102 a.b Y21. + Y22. +Y23. + … + Y2p. JK perlakuan = ----------------------------------- - FK = 1361,417 r Y21 + Y22 +Y23 JKK =765,2221 = ----------------------------------------- - FK =765,2221 b.r Y21. + Y22. +Y23. + … + Y2b. JK P = ----------------------------------------- - FK =332,1001 =332,1001 a.r Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 11.
    JK K xP = JK perlakuan – JK K – JK P = 264,0948 JK galat = JK total – JK kelompok - JK perlakuan = 790,661 , Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 12.
    Tabel Anava Analisis Keragaman Ftabel SK db JK KT Fhit (5%) Blok 2 97,6102 48,8051 1,3579 3,44 Perlakuan 11 1361,417 123,7651 K 2 765,2221 382,6110 10,6460 3,44 P 3 332,1001 110,7000 3,0802 3,05 KxP 6 264,0948 6 ,09 8 44,0158 ,0 58 1,2247 , 7 2,55 ,55 Galat 22 790,661 35,9391 Total 35 2249,6882 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 13.
    Kesimpulan : F hitung K > F tabel, maka H1 diterima, artinya terdapat pengaruh nyata antara K (Dosis pupuk kandang) terhadap variabel yang di amati (Hasil cabai merah per petak). F hitung P > F tabel, maka H0 di tolak, artinya terdapat pengaruh nyata antara perlakuan P (dosis batuan pospat) terhadap variabel yang di amati (Hasil cabai pr petak) Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 14.
    8. Uji LanjutPO O 1) Hipotesis pangkat PO untuk pupuk kandang (K) Kuadratik H0 : ß2= 0 ; H1 : ß2 = 0 Linear Li H0 : ß1 = 0 ; H1 : ß1 = 0 Tabel Koefisien PO Dosis D i Pangkat 0 (K0) 5 (K1) 10 (K2) ∑(Yi.Ci)2 ∑Ci2 78,66 157,73 213,51 Linear -1 0 1 134,85 2 Kuadratik 1 -2 1 -23,29 6 JK Linear = 757,6884 JK Kuadratik = 22,6010 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 15.
    Tabel Anava SK db JK KT Fhit Ftabel (5%) ( ) Blok 2 97,6102 48,8051 29,8776 3,44 Perlakuan 11 1361,417 123,7651 K 2 765,2221 382,6110 234,2277 3,44 Linear 1 757,6884 21,0825 12,9063 4,30 Kuadratik 1 22,6010 22 6010 0,6288 0 6288 0,3849 0 3849 4,30 4 30 Galat 22 35,9391 1,6335 Total 35 2249,6882 , Kesimpulan : -H0 untuk Kuadratik (ß2= 0) diterima, artinya respon hasil cabai per ( ) , y p p petak terhadap dosis pupuk kandang (k) mengikuti kurva lebih rendah dari pangkat 2 -H0 untuk Linear (ß3 = 0 ) ditolak, artinya respon hasil cabai perpetak terhadap dosis pupuk kandang (K) mengikuti kurva linear Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 16.
    2) Hipotesis pangkatPO untuk batuan Fosfat (P) Kubik Ho : ß3 = 0 : H1 : ß3 = 0 Kuadratik H0 : ß2 = 0 ; H1 : ß2 = 0 Linear H0 : ß1 = 0 ; H1 : ß1 = 0 Tabel Koefisien PO Dosis Pangkat 0 (P0) 200 (P1) 400 (P2) 600 (P3) ∑(Yi.Ci)2 ∑Ci2 79,74 157,73 154,32 100,02 Linear -3 -1 1 3 99,34 20 Kuadratik 1 -1 -1 1 -90,38 4 Kubik -1 3 -3 1 -195,24 20 JK Linear = 274,1262 JK Kuadratik = 226,9040 JK Kubik = 211,7703 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 17.
    Tabel Anava SK db JK KT Fhit Ftabel (5%) Blok Bl k 2 97,6102 97 6102 48,8051 48 8051 1,3579 1 3579 3,44 3 44 Perlakuan 11 1361,417 123,7651 P 3 332,1001 110,7000 3,0802 3,05 Linear 1 274,1262 274,1262 7,6275 4,30 Kuadratik 1 226,9040 226,9040 6,3135 4,30 Kubik 1 211,7703 211,7703 5,8924 4,30 Galat 22 790,661 35,9391 Total 35 Kesimpulan : -H0 untuk K bik (ß3 = 0 ) di i H0 k Kubik diterima, artinya respon h il cabai perpetak i hasil b i k terhadap dosis batuan fosfat (P) mengikuti kurva lebih rendah dari pangkat 3 -H0 untuk Kuadratik (ß3= 0) ditolak, artinya respon hasil cabai per petak terhadap terhada dosis bat an fosfat ( ) men ik ti k r a k adratik batuan (p) mengikuti kurva kuadratik. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011
  • 18.
    TERIMA K R KASIH Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2011