Qadar
@YASHIRO CREATIF DESIGN
‫ا‬ ِ‫ــــــــــــــــــم‬ْ‫س‬ِ‫ب‬ِ‫ﷲ‬‫ا‬ ِ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ح‬َّ‫الر‬‫يم‬ ِ‫ح‬َّ‫ار‬
Qadar
 Dari segi bahasa Qadar berasal dari kata “Qodaro” yang artinya
memutuskan suatu perkara (hal), kadang pula disebut Takdir . Adapun
secara istilah Qadar adalah Keputusan Allah SWT, yang terjadi kepada
seseorang berdasarkan ketetapan dan usaha, serta do’a yang dilakukan
seseorang.
1
Qadar
 Seseorang dapat berubah takdirnya apabila ia berusaha dan memohon
dengan khusyuk, maka Allah akan mengabulkan do’anya. Seperti yang di
jelaskan dalam surat ar-Ra’du ayat 11.
ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ ٰ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ق‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ َ‫َل‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ۗ ... (١١)
Innallaha la yugayyiru ma biqaumin hatta yugayyiru ma bi’ anfusihim
Artinya : “"Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum
sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri “.
(Q.S. ar-Ra’du, 13:11)
2
Qadar
 Kematian, kelahiran, musibah, pasang surutnya air laut, terbitnya matahari,
tersusunnya alam semesta pada tempatnya bukankah suatu peristiwa
yang terjadi secara kebetulan melainkan hukum Allah SWT yang disebut
sunatullah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat al-Hadid
ayat 22.
(٢٢)‫ا‬َ‫م‬ِ‫ك‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫َل‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫َل‬ َ‫و‬ ِ‫ض‬ ْ‫األر‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ٍ‫ة‬َ‫ب‬‫ي‬ ِ‫ص‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫اب‬َ‫ص‬َ‫أ‬َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫أ‬ َ‫ْر‬‫ب‬َ‫ن‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ب‬‫َا‬‫ت‬
ۗ ٌ‫ير‬ِ‫س‬َ‫ي‬ ِ َّ‫اَّلل‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬
Ma asaba min musibatin fil-ardi wa la fi anfusikum illa fi kitabin min
qabli an nabra aha, inna zalika ‘alallahi yasir
Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan
(tidak pula) pada dirimu sendiri, melaikan telah tertulis dalam kitab
(Lauh Al Mahfuzh), sebelum kami menciptakan. Sesungguhnya yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah “.
(Q.S. al-Hadid, 57:22)
3
Takdir
 Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang
meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya,
tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang
terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia.
 Pada dasarnya semua yang terjadi di alam ini berdasarkan pada
ketentuan Allah SWT sejak zaman azali. Dengan kata lain qadar adalah
perwujudan dari qadha.
Takdir dibedakan menjadi dua, yaitu :
Takdir Mubran Takdir Muallaq
4
Takdir Mubran
 Takdir Mubran ialah ketentuan Allah SWT yang sudah pasti berlaku atas
manusia tanpa dapat dielakan lagi meskipun dengan usaha, usia ,
ataupun kelahiran dan Kematian. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an
surat Yunus ayat 49.
َ‫و‬ ۖ ً‫ة‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫س‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬ ِ‫خ‬ْ‫َأ‬‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ َ‫َل‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ل‬َ‫ج‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ۚ ٌ‫ل‬َ‫ج‬َ‫أ‬ ٍ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ ِ‫ل‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ون‬ُ‫م‬ِِْ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ َ‫َل‬ ... (٤٩)
Likuli umatin ajal(un), izaja’a ajaluhum fala yasta’khiruna sa’ ataw wa
la yatasqdimun.
Artinya : “” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang
ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang
sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya).“.
(Q.S. Yunus, 10:49)
5
Takdir Muallaq
 Takdir Muallaq, yaitu ketentuan Allah SWT, yang mungkin dapat diubah
oleh manusia dengan ikhitiarnya apabila Allah SWT, mengizinkan. Allah
hanya akan menunda keputusan dan menggantikannya sesuai dengan
usaha manusia itu sendiri. Allah SWT, beriman dalam Al-Qur’an surat ar-
Ra’du ayat 11.
ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ ٰ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ق‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ َ‫َل‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ۗ ... (١١)
Innallaha la yugayyiru ma biqaumin hatta yugayyiru ma bi’ anfusihim
Artinya : “"Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum
sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri “.
(Q.S. ar-Ra’du, 13:11)
6
Takdir Dalam Agama Islam
 Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan
yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam Rukun Iman. Penjelasan
tentang takdir hanya dapat dipelajari dari informasi Tuhan, yaitu informasi
Allah melalui Al-Qur’an dan Al Hadits. Secara keilmuan umat Islam dengan
sederhana telah mengartikan takdir sebagai segala sesuatu yang sudah
terjadi.
 Untuk memahami konsep takdir, jadi umat Islam tidak dapat melepaskan
diri dari dua dimensi pemahaman takdir. Kedua dimensi dimaksud ialah
dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan.
7
Hubungan Antara Qadha Dan
Qadar
 Qadha dan qadar selalu berhubungan erat. Qadha adalah ketentuan,
hukum atau rencana Allah SWT sejak zaman Azali. Sedangkan qadar
adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah SWT. Jadi hubungan
antara qadha dan qadar ibarat rencana dan perbuatan. Perbuatan Allah
SWT berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan.
 Di dalam surat Al-Hijr ayat 21 Allah SWT berfirman : ”Dan tidak sesuatupun
melainkan disisi kami-lah khazanahnya, dan kami tidak menurunkannya
melainkan dengan ukuran yang tertentu”. Orang kadang-kadang
menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah, yaitu qadar
atau takdir. Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebut
mengatakan, ”sudah takdir”, maksudnya qadha dan qadar.
8
Kewajiban Beriman Kepada
Qadha Dan Qadar
 Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi
kepada diri kita, baik yang baik maupun yang buruk adalah kehendak
Allah SWT. Sebagai seorang yang beriman, kita mesti ikhlas menerima
segala ketentuan Allah SWT atas apa yang telah ditentukannya kepada diri
kita.
 Di dalam sebuah hadits qudsi, Rosulullah SAW bersabda yang
artinya: ”Barangsiapa yang tidak ridha dengan qadha-Ku dan qadar-Ku,
dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka
hendaklah mencari Tuhan selain Aku”. (H.R.Tabrani) Takdir Allah SWT
merupakan iradah atau kehendak Allah SWT. Oleh sebab itu takdir tidak
selalu sesuai dengan keinginan kita. Ketika takdir yang kita alami tidak
menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima
dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada
hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah SWT maha
mengetahui atas apa yang diperbuatnya.
9
Dalil Percaya Kepada Qadha dan
Qadar
 Dalil adalah suatu penjelasan atau keterangan yang dijadikan
bukti/alasan suatu kebenaran. Dalil naqli adalah bukti kebenaran
yang berdasarkan kepada Al-Qur’an atau hadis.
َ‫ون‬ُ‫ر‬ ِ‫خ‬ْ‫َأ‬‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ل‬َ‫ج‬َ‫أ‬ ٍ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ق‬ِ‫ب‬ْ‫س‬َ‫ت‬ ‫ا‬َ‫م‬... (٥)
Ma tasbiku min ummatin azalaha wa ma yasta khiruna
Artinya : “Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului
ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya)“.
(Q.S. al-Hijr, 15:5)
10
Tanda-tanda Keimanan Kepada
Qadha dan Qadar
1. Menyadari dan meyakini bahwa segala apa yang diperoleh dan dialami
manusia baik berupa nikmat ataupun musibah pada hakikatnya
merupakan ketentuan dan kehendak Allah SWT.
2. Orang yang beriman kepada takdir menyadari bahwa ia tidak
mengetahui apa yang akan menimpa dirinya, apakah bencana ataukah
nikmat. Kewajiban manusia adalah berikhtiar dan bertawakal agar
memperoleh nikmat dan terhindar dari bencana.
11
Hikmah Iman Kepada Qadha
dan Qadar
• Memperkuat keyakinan bahwa Allah SWT pencipta alam semesta dan
Tuhan Yang Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Adil dan Maha Bijaksana
• Menumbuhkan kesadaran bahwa alam semesta dan segala isinya
berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT
• Meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT
• Menumbuhkan sikap dan perilaku terpuji, serta menghilangkan sikap dan
perilaku tercela
• Melatih diri untuk bersyukur dan bersabar
• Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
• Mendorong umat manusia untuk berusaha agar kualitas hidupnya
meningkat, sehingga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih
baik dari hari ini.
12
Contoh Qadha dan Qadar
Allah SWT
 Kan’an adalah putra Nabi Nuh A.S. Sebagai nabi dalam mengajak
umatnya kepada kebenaran, beliau sudah berusaha dengan sungguh-
sungguh lahir dan batin agar putranya menjadi anak yang beriman dan
saleh. Akan tetapi, Kan’an tetap menjadi kafir hingga meninggal dunia
 Ada seorang menderita penyakit ginjal selama 20 tahun. Selama itu pula ia
menjalani cuci darah. Dokter pun mengatakan kalau ia tidak dapat
diselamatkan lagi. Akan tetapi dengan kuasa Allah SWT, sampai sekarang
ia tetap hidup.
13
Fungsi Iman Kepada Qadha dan
Qadar
1. Manusia senantiasa berikhtiar
2. Giat beribadah dan berdoa
3. Membuat orang tidak takabur
4. Sabar menghadapi cobaan
5. Menumbuhkan sikap optimis
14
Hubungan Qadha dan Qadar
 Qadha adalah ketentuan atau ketetapan yang akan terjadi pada waktu
yang akan datang. Ketetapan dan ketentuan itu hanya Allah yang
membuat. Oleh karena itu hanya Allah saja yang tahu. Qadar adalah
pelaksanaan dari rencana Allah atau sering disebut dengan takdir, yaitu
keadaan terjadi yang menimpa makhluk Allah.
 Hubungan antara Qadha dan Qadar. Qadha mengacu pada hukum,
undang-undang, peraturan, dan ketetapan Allah yang berlaku atas semua
makhluknya sedangkan Qadar mengacu kepada pelaksanaan dari
rencana Allah atas hukum, undang-undang, dan ketetapan-Nya.
15
Sekian
‫العظيم‬ ‫هللا‬ ‫صِق‬ @Yashiro Creatif DesignChaerul Hisyam

Qadar

  • 1.
    Qadar @YASHIRO CREATIF DESIGN ‫ا‬ِ‫ــــــــــــــــــم‬ْ‫س‬ِ‫ب‬ِ‫ﷲ‬‫ا‬ ِ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ح‬َّ‫الر‬‫يم‬ ِ‫ح‬َّ‫ار‬
  • 2.
    Qadar  Dari segibahasa Qadar berasal dari kata “Qodaro” yang artinya memutuskan suatu perkara (hal), kadang pula disebut Takdir . Adapun secara istilah Qadar adalah Keputusan Allah SWT, yang terjadi kepada seseorang berdasarkan ketetapan dan usaha, serta do’a yang dilakukan seseorang. 1
  • 3.
    Qadar  Seseorang dapatberubah takdirnya apabila ia berusaha dan memohon dengan khusyuk, maka Allah akan mengabulkan do’anya. Seperti yang di jelaskan dalam surat ar-Ra’du ayat 11. ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ ٰ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ق‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ َ‫َل‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ۗ ... (١١) Innallaha la yugayyiru ma biqaumin hatta yugayyiru ma bi’ anfusihim Artinya : “"Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri “. (Q.S. ar-Ra’du, 13:11) 2
  • 4.
    Qadar  Kematian, kelahiran,musibah, pasang surutnya air laut, terbitnya matahari, tersusunnya alam semesta pada tempatnya bukankah suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan melainkan hukum Allah SWT yang disebut sunatullah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat al-Hadid ayat 22. (٢٢)‫ا‬َ‫م‬ِ‫ك‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫َل‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫َل‬ َ‫و‬ ِ‫ض‬ ْ‫األر‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ٍ‫ة‬َ‫ب‬‫ي‬ ِ‫ص‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫اب‬َ‫ص‬َ‫أ‬َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫أ‬ َ‫ْر‬‫ب‬َ‫ن‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ب‬‫َا‬‫ت‬ ۗ ٌ‫ير‬ِ‫س‬َ‫ي‬ ِ َّ‫اَّلل‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ Ma asaba min musibatin fil-ardi wa la fi anfusikum illa fi kitabin min qabli an nabra aha, inna zalika ‘alallahi yasir Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melaikan telah tertulis dalam kitab (Lauh Al Mahfuzh), sebelum kami menciptakan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah “. (Q.S. al-Hadid, 57:22) 3
  • 5.
    Takdir  Takdir adalahketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia.  Pada dasarnya semua yang terjadi di alam ini berdasarkan pada ketentuan Allah SWT sejak zaman azali. Dengan kata lain qadar adalah perwujudan dari qadha. Takdir dibedakan menjadi dua, yaitu : Takdir Mubran Takdir Muallaq 4
  • 6.
    Takdir Mubran  TakdirMubran ialah ketentuan Allah SWT yang sudah pasti berlaku atas manusia tanpa dapat dielakan lagi meskipun dengan usaha, usia , ataupun kelahiran dan Kematian. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 49. َ‫و‬ ۖ ً‫ة‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫س‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬ ِ‫خ‬ْ‫َأ‬‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ َ‫َل‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ل‬َ‫ج‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ۚ ٌ‫ل‬َ‫ج‬َ‫أ‬ ٍ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ ِ‫ل‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ون‬ُ‫م‬ِِْ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ َ‫َل‬ ... (٤٩) Likuli umatin ajal(un), izaja’a ajaluhum fala yasta’khiruna sa’ ataw wa la yatasqdimun. Artinya : “” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya).“. (Q.S. Yunus, 10:49) 5
  • 7.
    Takdir Muallaq  TakdirMuallaq, yaitu ketentuan Allah SWT, yang mungkin dapat diubah oleh manusia dengan ikhitiarnya apabila Allah SWT, mengizinkan. Allah hanya akan menunda keputusan dan menggantikannya sesuai dengan usaha manusia itu sendiri. Allah SWT, beriman dalam Al-Qur’an surat ar- Ra’du ayat 11. ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ ٰ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ق‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ر‬ِ‫َي‬‫غ‬ُ‫ي‬ َ‫َل‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ۗ ... (١١) Innallaha la yugayyiru ma biqaumin hatta yugayyiru ma bi’ anfusihim Artinya : “"Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri “. (Q.S. ar-Ra’du, 13:11) 6
  • 8.
    Takdir Dalam AgamaIslam  Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam Rukun Iman. Penjelasan tentang takdir hanya dapat dipelajari dari informasi Tuhan, yaitu informasi Allah melalui Al-Qur’an dan Al Hadits. Secara keilmuan umat Islam dengan sederhana telah mengartikan takdir sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi.  Untuk memahami konsep takdir, jadi umat Islam tidak dapat melepaskan diri dari dua dimensi pemahaman takdir. Kedua dimensi dimaksud ialah dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. 7
  • 9.
    Hubungan Antara QadhaDan Qadar  Qadha dan qadar selalu berhubungan erat. Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah SWT sejak zaman Azali. Sedangkan qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah SWT. Jadi hubungan antara qadha dan qadar ibarat rencana dan perbuatan. Perbuatan Allah SWT berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan.  Di dalam surat Al-Hijr ayat 21 Allah SWT berfirman : ”Dan tidak sesuatupun melainkan disisi kami-lah khazanahnya, dan kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu”. Orang kadang-kadang menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah, yaitu qadar atau takdir. Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebut mengatakan, ”sudah takdir”, maksudnya qadha dan qadar. 8
  • 10.
    Kewajiban Beriman Kepada QadhaDan Qadar  Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi kepada diri kita, baik yang baik maupun yang buruk adalah kehendak Allah SWT. Sebagai seorang yang beriman, kita mesti ikhlas menerima segala ketentuan Allah SWT atas apa yang telah ditentukannya kepada diri kita.  Di dalam sebuah hadits qudsi, Rosulullah SAW bersabda yang artinya: ”Barangsiapa yang tidak ridha dengan qadha-Ku dan qadar-Ku, dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku”. (H.R.Tabrani) Takdir Allah SWT merupakan iradah atau kehendak Allah SWT. Oleh sebab itu takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah SWT maha mengetahui atas apa yang diperbuatnya. 9
  • 11.
    Dalil Percaya KepadaQadha dan Qadar  Dalil adalah suatu penjelasan atau keterangan yang dijadikan bukti/alasan suatu kebenaran. Dalil naqli adalah bukti kebenaran yang berdasarkan kepada Al-Qur’an atau hadis. َ‫ون‬ُ‫ر‬ ِ‫خ‬ْ‫َأ‬‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ل‬َ‫ج‬َ‫أ‬ ٍ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ق‬ِ‫ب‬ْ‫س‬َ‫ت‬ ‫ا‬َ‫م‬... (٥) Ma tasbiku min ummatin azalaha wa ma yasta khiruna Artinya : “Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya)“. (Q.S. al-Hijr, 15:5) 10
  • 12.
    Tanda-tanda Keimanan Kepada Qadhadan Qadar 1. Menyadari dan meyakini bahwa segala apa yang diperoleh dan dialami manusia baik berupa nikmat ataupun musibah pada hakikatnya merupakan ketentuan dan kehendak Allah SWT. 2. Orang yang beriman kepada takdir menyadari bahwa ia tidak mengetahui apa yang akan menimpa dirinya, apakah bencana ataukah nikmat. Kewajiban manusia adalah berikhtiar dan bertawakal agar memperoleh nikmat dan terhindar dari bencana. 11
  • 13.
    Hikmah Iman KepadaQadha dan Qadar • Memperkuat keyakinan bahwa Allah SWT pencipta alam semesta dan Tuhan Yang Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Adil dan Maha Bijaksana • Menumbuhkan kesadaran bahwa alam semesta dan segala isinya berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT • Meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT • Menumbuhkan sikap dan perilaku terpuji, serta menghilangkan sikap dan perilaku tercela • Melatih diri untuk bersyukur dan bersabar • Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa • Mendorong umat manusia untuk berusaha agar kualitas hidupnya meningkat, sehingga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. 12
  • 14.
    Contoh Qadha danQadar Allah SWT  Kan’an adalah putra Nabi Nuh A.S. Sebagai nabi dalam mengajak umatnya kepada kebenaran, beliau sudah berusaha dengan sungguh- sungguh lahir dan batin agar putranya menjadi anak yang beriman dan saleh. Akan tetapi, Kan’an tetap menjadi kafir hingga meninggal dunia  Ada seorang menderita penyakit ginjal selama 20 tahun. Selama itu pula ia menjalani cuci darah. Dokter pun mengatakan kalau ia tidak dapat diselamatkan lagi. Akan tetapi dengan kuasa Allah SWT, sampai sekarang ia tetap hidup. 13
  • 15.
    Fungsi Iman KepadaQadha dan Qadar 1. Manusia senantiasa berikhtiar 2. Giat beribadah dan berdoa 3. Membuat orang tidak takabur 4. Sabar menghadapi cobaan 5. Menumbuhkan sikap optimis 14
  • 16.
    Hubungan Qadha danQadar  Qadha adalah ketentuan atau ketetapan yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Ketetapan dan ketentuan itu hanya Allah yang membuat. Oleh karena itu hanya Allah saja yang tahu. Qadar adalah pelaksanaan dari rencana Allah atau sering disebut dengan takdir, yaitu keadaan terjadi yang menimpa makhluk Allah.  Hubungan antara Qadha dan Qadar. Qadha mengacu pada hukum, undang-undang, peraturan, dan ketetapan Allah yang berlaku atas semua makhluknya sedangkan Qadar mengacu kepada pelaksanaan dari rencana Allah atas hukum, undang-undang, dan ketetapan-Nya. 15
  • 17.
    Sekian ‫العظيم‬ ‫هللا‬ ‫صِق‬@Yashiro Creatif DesignChaerul Hisyam