 Kerajaan : Animalia
 Filum : Arthropoda
 Kelas : Insecta
 Ordo : Siphonaptera
 Famili : Pulicidae
 Genus : Pulex
 Spesies : Pulex irritans
Pulex irritans/ human flea/ pinjal manusia/ kutu kepala
adalah adalah sejenis parasit penghisap darah yang biasanya
hidup di bagian kepala. Kutu kepala menyebar dengan cepat
melalui sentuhan dengan rambut yang bermasalah. Ia juga
dapat melompat ke kepala melalui sisir, topi, bantal dan
handuk.
1. Telur
telur berwarna keputihan, bentuk bulat dan pendek
terlihat seperti ketombe tetapi tidak mudah dikeluarkan.
Panjang 1/50 inci
2. Larva
Bentuk ramping, warna keputihan, dengan panjang sekitar 1/60
inci
Kepala tampak pucat coklat tanpa mata dan kaki
tubuh memiliki segmen
ditutupi dengan rambut panjang
3. pupa
Ukuran sangat kecil
kokon warna sutra putih dan bentuk oval
memberikan penampilan yang kotor
Seperti ada partikel debu dan sampah yang melekat
4. Dewasa
ukuran 2,0-2,5 mm
badan pipih laterolateral (kanan-kiri)
warna coklat
tanpa sayap
Tidak memiliki baik ktenidia genal dan pronatal ktenidia
frons kepala membulat, tergit toraks lebih panjang dari pada tergit
abdominal
Kulit keras
bagian mulut untuk menusuk-isap
Antenna yang tersembunyi
makanan hanya darah
kaki yang besar untuk melompat
memiliki enam tungkai atau kaki yng kokoh dengan kuku yang besar
pada ujung tarsus yang bersama dengan tonjolan tibia berguna untuk
memegangi rambut inangnya.
ocular bristle di bawah mata
pulex irritans jantan kelihatan agak kurus ketimbang pulex irritan
betina, karena yang betina badan berbentuk gemuk dan bagian ekor
terlihat tumpul.
Pulex irritans mempunyai habitat di kulit kepala manusia.
Metamorfosis sempurna,
Pulex irritans betina mampu
bertelur enam buah sehari. Telur ini
selalu melekat dengan kuat pada
rambut. Telur-telur ini akan menetas
setelah kurang lebih 8 hari. Dari
dalam telur akan keluar larva
berbentuk seperti cacing bergerak
aktif untuk mencari makan berupa
bahan-bahan organik atau darah
yang mengering. Larva terdiri dari
14 segmen yang ditutupi oleh bulu-
bulu. Larva akan mengalami 3 kali
pergantian kulit dan yang terakhir
terjadi di dalam kokon. Didalam
kokon yang biasanya tertutup oleh
partikel kotoran, terbentuk pupa
yang berwarna keputihan dan
akhirnya terbentuk Pulex irritans
dewasa. Sampai terbentuknya kokon
itu diperlukan waktu 14-21 hari, lalu
menjadi dewasa.
 Sebagai hospes perantara untuk Dipylidium caninum
 sebagai vektor penyakit flea typhus dan pes (sampar)
Gigitannya menimbulkan rasa sakit dan gatal yang kuat
pada permukaan kepala. Ini disebabkan oleh zat yang
terkandung di dalam air liur kutu kepala.Tanda-tanda merah
pada permukaan kepala, leher dan belakang telinga. Tanda-
tanda bengkak terlihat di belakang telinga. Bila terjadi infeksi
sekunder dapat terbentuk ulkus. Terdapatnya telur-telur kutu
yang kecil. Ia nampak bersinar dan berwarna putih. Ia terlihat
seperti ketombe tetapi tidak mudah dikeluarkan.
Kutu kepala mudah berjangkit secara langsung dari kepala
melalui: Sisir, perhiasan rambut, handuk, topi, tudung kepala.
 Gunakan sisir kutu. sisir ini hendaklah direndam dalam cuka terlebih
dahulu supaya telur-telur mudah dikeluarkan.
 Cuci rambut menggunakan shampoo kepala, bila telah terinfeksi
gunakan shampoo khusus untuk membunuh kutu kepala.
 Rendam sikat-sikat dan perhiasan kepala seperti pengikat rambut dan
sebagainya. dengan obat kutu atau alkohol selama beberapa jam.
 Basuh cadar dan sebagainya dengan air panas
 Gunakan alat vakum untuk membersihkan karpet, jok mobil dsb.
 Gunakan obat untuk membunuh kutu dan telurnya.seperti Crotamiton,
Benzene hexachloride, Malathion
 Terapi Streptomisin (untuk pes)

Pulex irritans

  • 2.
     Kerajaan :Animalia  Filum : Arthropoda  Kelas : Insecta  Ordo : Siphonaptera  Famili : Pulicidae  Genus : Pulex  Spesies : Pulex irritans
  • 3.
    Pulex irritans/ humanflea/ pinjal manusia/ kutu kepala adalah adalah sejenis parasit penghisap darah yang biasanya hidup di bagian kepala. Kutu kepala menyebar dengan cepat melalui sentuhan dengan rambut yang bermasalah. Ia juga dapat melompat ke kepala melalui sisir, topi, bantal dan handuk.
  • 4.
    1. Telur telur berwarnakeputihan, bentuk bulat dan pendek terlihat seperti ketombe tetapi tidak mudah dikeluarkan. Panjang 1/50 inci
  • 5.
    2. Larva Bentuk ramping,warna keputihan, dengan panjang sekitar 1/60 inci Kepala tampak pucat coklat tanpa mata dan kaki tubuh memiliki segmen ditutupi dengan rambut panjang
  • 6.
    3. pupa Ukuran sangatkecil kokon warna sutra putih dan bentuk oval memberikan penampilan yang kotor Seperti ada partikel debu dan sampah yang melekat
  • 7.
    4. Dewasa ukuran 2,0-2,5mm badan pipih laterolateral (kanan-kiri) warna coklat tanpa sayap Tidak memiliki baik ktenidia genal dan pronatal ktenidia frons kepala membulat, tergit toraks lebih panjang dari pada tergit abdominal Kulit keras bagian mulut untuk menusuk-isap Antenna yang tersembunyi makanan hanya darah kaki yang besar untuk melompat memiliki enam tungkai atau kaki yng kokoh dengan kuku yang besar pada ujung tarsus yang bersama dengan tonjolan tibia berguna untuk memegangi rambut inangnya. ocular bristle di bawah mata
  • 10.
    pulex irritans jantankelihatan agak kurus ketimbang pulex irritan betina, karena yang betina badan berbentuk gemuk dan bagian ekor terlihat tumpul.
  • 11.
    Pulex irritans mempunyaihabitat di kulit kepala manusia.
  • 12.
    Metamorfosis sempurna, Pulex irritansbetina mampu bertelur enam buah sehari. Telur ini selalu melekat dengan kuat pada rambut. Telur-telur ini akan menetas setelah kurang lebih 8 hari. Dari dalam telur akan keluar larva berbentuk seperti cacing bergerak aktif untuk mencari makan berupa bahan-bahan organik atau darah yang mengering. Larva terdiri dari 14 segmen yang ditutupi oleh bulu- bulu. Larva akan mengalami 3 kali pergantian kulit dan yang terakhir terjadi di dalam kokon. Didalam kokon yang biasanya tertutup oleh partikel kotoran, terbentuk pupa yang berwarna keputihan dan akhirnya terbentuk Pulex irritans dewasa. Sampai terbentuknya kokon itu diperlukan waktu 14-21 hari, lalu menjadi dewasa.
  • 13.
     Sebagai hospesperantara untuk Dipylidium caninum  sebagai vektor penyakit flea typhus dan pes (sampar)
  • 14.
    Gigitannya menimbulkan rasasakit dan gatal yang kuat pada permukaan kepala. Ini disebabkan oleh zat yang terkandung di dalam air liur kutu kepala.Tanda-tanda merah pada permukaan kepala, leher dan belakang telinga. Tanda- tanda bengkak terlihat di belakang telinga. Bila terjadi infeksi sekunder dapat terbentuk ulkus. Terdapatnya telur-telur kutu yang kecil. Ia nampak bersinar dan berwarna putih. Ia terlihat seperti ketombe tetapi tidak mudah dikeluarkan. Kutu kepala mudah berjangkit secara langsung dari kepala melalui: Sisir, perhiasan rambut, handuk, topi, tudung kepala.
  • 15.
     Gunakan sisirkutu. sisir ini hendaklah direndam dalam cuka terlebih dahulu supaya telur-telur mudah dikeluarkan.  Cuci rambut menggunakan shampoo kepala, bila telah terinfeksi gunakan shampoo khusus untuk membunuh kutu kepala.  Rendam sikat-sikat dan perhiasan kepala seperti pengikat rambut dan sebagainya. dengan obat kutu atau alkohol selama beberapa jam.  Basuh cadar dan sebagainya dengan air panas  Gunakan alat vakum untuk membersihkan karpet, jok mobil dsb.  Gunakan obat untuk membunuh kutu dan telurnya.seperti Crotamiton, Benzene hexachloride, Malathion  Terapi Streptomisin (untuk pes)