SEJARAH 
DEFINISI 
TAHAP PERKEMBANGAN 
ALIRAN - ALIRAN 
IMPLEMENTASI
Psikologi Kognitif adalah ilmu 
yang menyelidiki pola pikir 
manusia.
428-348SM 
PLATO 
ARISTOTELES 
384-322SM 
EMPIRI 
S
1596 - 1650 1632 - 1704 
EMPIRI 
S 
RENE 
DESCRATES 
JOHN LOCKE
RASIONAL MAUPUN 
EMPIRIS 
HARUS BERSINERGI 
DALAM 
MEMBUKTIKAN 
PENGETAHUAN 
IMMANUEL KANT 
ABAD 18
Merupakan salah satu cabang dari psikologi umum yang mencakup studi 
ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental atau psikis yang berkaitan 
dengan cara manusia berpikir, seperti : 
MEMPEROLEH 
PENGETAHUAN 
MENGOLAH KESAN YANG 
MASUK MELALUI 
PENGINDRAAN 
MENGHADAPI MASALAH ATAU 
PROBLEM UNTUK MENCARI 
SUATU PENYELESAIAN 
MENGGALI DARI INGATAN PENGETAHUAN DAN PROSEDUR 
KERJA YANG DIBUTUHKAN DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN 
HIDUP
Khusus mempelajari gejala-gejala mental yang 
PSIKOLOGI KOGNITIF 
bersifat kognitif dan terkait dengan : 
Proses belajar mengajar di 
sekolah, yang memiliki hubungan 
erat dengan 
Psikologi belajar Psikologi pendidikan Psikologi pengajaran
TAHUN 1896 - 1980 
MENGATAKAN BAHWA ANAK DAPAT 
MEMBANGUN SECARA AKTIF DUNIA 
KOGNITIF MEREKA SENDIRI 
PIAGET YAKIN BAHWA ANAK-ANAK 
MENYESUAIKAN PEMIKIRAN MEREKA 
UNTUK MENGUASAI GAGASAN-GAGASAN 
BARU, KARENA INFORMASI TAMBAHAN 
AKAN MENAMBAH PEMAHAMAN TERHADAP 
MEREKA TENTANG DUNIA.
PIAGET MENGEMUKAKAN 4 TAHAPAN PERKEMBANGAN KOGNITIF INDIVIDU 
1. TAHAP SENSORI-MOTOR 
UMUR : 0 – 2 
TAHUN 
Masih bersifat primitive, namun 
merupakan intelegensi dasar yang 
amat berarti untuk menjadi fundasi 
tipe-tipe intelegensi tertentu yang 
akan dimiliki kelak 
Benda apapun yang tidak ia lihat, tidak ia sentuh, atau 
tidak ia dengar dianggap tidak ada meskipun 
sesungguhnya benda itu ada
2. TAHAP PRA OPERASIONAL 
UMUR : 2 – 7 
TAHUN 
Anak sudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnya suatu benda 
yang harus ada atau biasa ada, walaupun benda tersebut sudah ia 
tinggalkan atau sudah tak dilihat, didengar atau disentuh lagi.
3. TAHAP KONGKRET 
OPERASIONAL 
UMUR : 7 – 11 
TAHUN 
Ditandai oleh adanya tambahan kemampun yang 
disebut system of operation ( satuan langkah 
berpikir ) yang bermanfaat untuk mengkoordinasikan 
pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke 
dalam pemikiranya sendiri 
PADA PERIODE INI ANAK BARU MAMPU BERPIKIR SISTEMATIS 
MENGENAI BENDA – BENDA DAN PERISTIWA – PERISTIWA YANG 
KONGKRET
4. TAHAP FORMAL 
OPERASIONAL 
UMUR : 11 TAHUN - 
DEWASA 
Pada periode ini seorang remaja telah memiliki 
kemampuan mengkoordinasikan baik secara 
simultan maupun berurutan dua ragam kemampuan 
KAPASITAS MENGGUNAKAN 
HIPOTESIS 
kognitif yaitu 
KAPASITAS 
MENGGUNAKAN PRINSIP-PRINSIP 
ABSTRAK
Beberapa aliran yang terkait pada psikologi kognitif menurut 
Zuhairini : 
Aliran Progresivisme 
Aliran ini mengakui dan berusaha 
mengembangkan asas progesivisme 
dalam sebuah realita kehidupan agar 
manusia bisa bertahan dalam 
menghadapi semua tantangan hidup 
Aliran Esensialisme 
Aliran ini lebih fleksibel dan terbuka untuk 
perubahan, toleran, dan tidak ada 
ketertarikan dengan doktrin tertentu, 
aliran memandang bahwa “ pendidikan 
harus berpijak pada nilai-nilai yang 
memiliki kejelasan dan tahan lama, yang 
memberikan kestabilan dan nilai terpilih 
yang mempunyai tata yang jelas
Aliran Perennialisme 
Aliran ini berpendapat bahwa mencari 
dan menemukan arah tujuan yang lebih 
jelas merupakan tugas yang utama dari 
kehidupan. 
Aliran 
Rekonstruksionisme 
Aliran ini tidak jauh beda dengan aliran 
Perennialisme 
Aliran 
Eksisttensialisme 
suatu penolakan terhadap suatu 
pemikiran abstrak dan tidak logis.
Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang 
dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan 
menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir 
anak 
Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat 
menghadapi lingkungandengan baik. Guru harus 
membantu anak agar dapat berinteraksi dengan 
lingkungan sebaik-baiknya 
Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya 
dirasakan baru tetapi tidak asing. 
Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap 
perkembangannya. 
Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap 
perkembangannya.
Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikan

Psikologi pendidikan

  • 4.
    SEJARAH DEFINISI TAHAPPERKEMBANGAN ALIRAN - ALIRAN IMPLEMENTASI
  • 6.
    Psikologi Kognitif adalahilmu yang menyelidiki pola pikir manusia.
  • 7.
    428-348SM PLATO ARISTOTELES 384-322SM EMPIRI S
  • 8.
    1596 - 16501632 - 1704 EMPIRI S RENE DESCRATES JOHN LOCKE
  • 9.
    RASIONAL MAUPUN EMPIRIS HARUS BERSINERGI DALAM MEMBUKTIKAN PENGETAHUAN IMMANUEL KANT ABAD 18
  • 11.
    Merupakan salah satucabang dari psikologi umum yang mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental atau psikis yang berkaitan dengan cara manusia berpikir, seperti : MEMPEROLEH PENGETAHUAN MENGOLAH KESAN YANG MASUK MELALUI PENGINDRAAN MENGHADAPI MASALAH ATAU PROBLEM UNTUK MENCARI SUATU PENYELESAIAN MENGGALI DARI INGATAN PENGETAHUAN DAN PROSEDUR KERJA YANG DIBUTUHKAN DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN HIDUP
  • 12.
    Khusus mempelajari gejala-gejalamental yang PSIKOLOGI KOGNITIF bersifat kognitif dan terkait dengan : Proses belajar mengajar di sekolah, yang memiliki hubungan erat dengan Psikologi belajar Psikologi pendidikan Psikologi pengajaran
  • 15.
    TAHUN 1896 -1980 MENGATAKAN BAHWA ANAK DAPAT MEMBANGUN SECARA AKTIF DUNIA KOGNITIF MEREKA SENDIRI PIAGET YAKIN BAHWA ANAK-ANAK MENYESUAIKAN PEMIKIRAN MEREKA UNTUK MENGUASAI GAGASAN-GAGASAN BARU, KARENA INFORMASI TAMBAHAN AKAN MENAMBAH PEMAHAMAN TERHADAP MEREKA TENTANG DUNIA.
  • 16.
    PIAGET MENGEMUKAKAN 4TAHAPAN PERKEMBANGAN KOGNITIF INDIVIDU 1. TAHAP SENSORI-MOTOR UMUR : 0 – 2 TAHUN Masih bersifat primitive, namun merupakan intelegensi dasar yang amat berarti untuk menjadi fundasi tipe-tipe intelegensi tertentu yang akan dimiliki kelak Benda apapun yang tidak ia lihat, tidak ia sentuh, atau tidak ia dengar dianggap tidak ada meskipun sesungguhnya benda itu ada
  • 17.
    2. TAHAP PRAOPERASIONAL UMUR : 2 – 7 TAHUN Anak sudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnya suatu benda yang harus ada atau biasa ada, walaupun benda tersebut sudah ia tinggalkan atau sudah tak dilihat, didengar atau disentuh lagi.
  • 18.
    3. TAHAP KONGKRET OPERASIONAL UMUR : 7 – 11 TAHUN Ditandai oleh adanya tambahan kemampun yang disebut system of operation ( satuan langkah berpikir ) yang bermanfaat untuk mengkoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam pemikiranya sendiri PADA PERIODE INI ANAK BARU MAMPU BERPIKIR SISTEMATIS MENGENAI BENDA – BENDA DAN PERISTIWA – PERISTIWA YANG KONGKRET
  • 19.
    4. TAHAP FORMAL OPERASIONAL UMUR : 11 TAHUN - DEWASA Pada periode ini seorang remaja telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam kemampuan KAPASITAS MENGGUNAKAN HIPOTESIS kognitif yaitu KAPASITAS MENGGUNAKAN PRINSIP-PRINSIP ABSTRAK
  • 21.
    Beberapa aliran yangterkait pada psikologi kognitif menurut Zuhairini : Aliran Progresivisme Aliran ini mengakui dan berusaha mengembangkan asas progesivisme dalam sebuah realita kehidupan agar manusia bisa bertahan dalam menghadapi semua tantangan hidup Aliran Esensialisme Aliran ini lebih fleksibel dan terbuka untuk perubahan, toleran, dan tidak ada ketertarikan dengan doktrin tertentu, aliran memandang bahwa “ pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, yang memberikan kestabilan dan nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas
  • 22.
    Aliran Perennialisme Aliranini berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah tujuan yang lebih jelas merupakan tugas yang utama dari kehidupan. Aliran Rekonstruksionisme Aliran ini tidak jauh beda dengan aliran Perennialisme Aliran Eksisttensialisme suatu penolakan terhadap suatu pemikiran abstrak dan tidak logis.
  • 24.
    Bahasa dan caraberfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungandengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.