MAKALAH
METODE PENGEMBANGAN KOGNITIF
MODUL 3 DAN 4
KELOMPOK 2 :
PUPUT MELATI 856258023
AFNI ARZA 856256829
DEWI SARTIKA 856259254
ELNA NOFITA 856258933
IRA SISKA 856258618
UNIVERSITAS TERBUKA
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
TAHUN 2022
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah tugas mata kuliah Metode
Pengembangan Kognitif yang berjudul “Teori Perkembangan Kognitif Piaget dan
Teori perkembangan Kognitif Vygotsky”.
Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang bersifat integrasi dari
berbagai kemampuan dalam suatu kegiatan yang menyenangkan. Keberhasilan
pendidikan pada anak usia dini bergantung pada kemampuan para pendidik dalam
memahami karakteristik anak yang berbeda-beda. Untuk itu pendidik diharapkan
mempunyai dasar-dasar ilmu tentang anak itu sendiri, sehingga setiap masalah yang
terjadi baik antara anak dengan anak ataupun anak dengan guru dan yang lain dapat
terselesaikan secara proposional dan tidak memahami yang menjadikan tumpulnya
kreativitas anak.
Penulis menyadari sepenuhnya atas segala kekurangan pada makalah ini dan
penulis dengan senang hati dan akan menerima saran serta kritik demi kesempurnaan
makalah ini. Atas segala saran dan bantuan, penulis sampaikan terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan kognitif menunjukkan perkembangan cara anak berpikir yang dapat
dilihat dari kemampuan anak untuk mengkoordinasikan berbagai cara berpikir
untuk menyelesaikan masalah. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat
kecerdasan (intelegensi) yang menandai seorang dengan berbagai minat terutama
seklai ditujukan kepada ide-ide dan belajar.
Perkembangan kognitif anak merupakan perkembangan yang berkaitan
dengan kecerdasan anak yang diperlihatkan melalui kemampuan mengingat,
mengenal dan memahami berbagai obyek. Kemampuan untuk mengerti atau
memahami obyek ini sangat penting, karena hal itu akan menentukan jenis
penyesuaian pribadi dan social yang dilakukan anak. Anak akan mudah
menyesuaikan pribadi dan sosialnya jika merekan memiliki pengertiab dan
pemahaman yang cukup banyak tentang orang, peristiwa atau benda.
Aspek kognitif memegang peranan yang sangat penting dalam diri seseorang,
beberapa ahli pendidikan pun tertarik untuk mempelajari hal tersebut, diantaranya
Jean Piaget dan Vygotsky. Sebagaimana teori kognitif Piaget dan, teori sosiokultural
Vygotsky menekankan keterlibatan aktif anak dengan lingkungan mereka. Tapi,
sementara Piaget mendeskripsikan pikiran tunggal yang mengambil dan
menginterprestasikan informasi tentang dunia, sedangkan Vygotsky meihat
pertumbuhan kognitif sebagai sebuah proses kolaboratif. Anak-anak mengembangkan
konsep-konsep lebih sistematis, logis dan rasional sebagai akibat dari percakapan
dengan seorang penolong ahli.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
Modul 3 membahas :
Kegiatan Belajar 1
1. Penegrtian Kognisi
2. Perkembangan Kognitif
3. Tahapan Perkembangan Kognitif
Kegiatan Belajar 2
1. Pemrosesan Informasi
2. Pengetahuan Metakognisi
Modul 4 membahas :
Kegiatan Belajar 1
1. Fungsi Alat Berfikir (Tool of The Mind) Vygotsky tentang perkembangan
kognitif
2. Prinsip Belajar Vygotsky tentang perkembangan kognitif
Kegiatan Belajar 2
1. Implementasi Model Pembelajaran Vygotsky
C. TUJUAN
Tujuan makalah ini yaitu mengetahui teori perkembangan kognitif Piaget dan
teori perkembangan kognitif Vygotsky.
BAB II
PEMBAHASAN
MODUL 1
TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET
A. PENGERTIAN KOGNISI
Istilah kogntif mulai banyak dikemukakan ketika teori Jean Piaget banyak
ditulis dan dibicarakan lagi pada tahun 1960-an. Piaget mengemukakan bahwa
perkembangan kognitif bukan hanya hasil kematangan organisme, bukan pula
pengaruh lingkungan saja, melainkan interaksi antara keduanya. Dalam pandangan
ini organisme aktif mengadakan hubungan dengan lingkungan.
Otak manusi bekerja menerima informasi, memprosesnya kemudian memberi
jawaban. Proses jalannya informasi tersebut pada manusia disebut kognisi.
Sehingga kognisi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses memperoleh
pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali
sesuatu melalui pengalam sendiri. Tedjasaputra (2001) mengemukakan bahwa
kognisi adalah pengetahuan yang luas, daya nalar, kreativitas (daya cipta),
kemampuan berbahasa, serta daya ingat. Proses kognisi meliputi aspeksaspek
persepsi, ingatan, pikiran,symbol, penalaran dan pemecahan persoalan.
B. PROSES PERKEMBANGAN KOGNITIF
Proses yang membangun pengetahuan anak tersebut merupakan pertumbuhan
kognitif yang terjadi melalui empat proses dan saling berhubungan, yaitu:
1. Skema
Piaget mengatakan bahwa ketika seorang anak mulai membangun pemahaman
tentang dunia, otang yang berkembang pun membentuk skema. Ini merupakan
tindakan atau representasi mental yang mengorganisasikan pengetahuan.
Contohnya: seorang bayi memiliki skema sederhana berkenaan dengan
menyedot, akan tetapi beberapa saat kemudian mengembangkan beragam jenis
sedotan untuk payudara, botol, atau jari (Papalia, 2008).
2. Adaptasi
Adaptasi adalah istilah Piaget untuk cara anak memperlakukan informasi baru
dengan mempertimbangkan apa yang telah mereka ketahui. Adaptasi meliputi
dua langkah, yakni:
a. Asimilasi, terjadi ketika anak-anak memasukkan informasi baru ke dalam
skema-skema yang ada.
b. Akomodasi, terjadi ketika anak-anak menyesuaikan skema-skema mereka
dengan informasi dan pengalaman-pengalaman baru.
3. Organisasi
Menurut Piaget (Santrock, 2007) anak-anak memahami dunia mereka, amak
anak-anak secara sadar mengorganisasikan pengalaman-pengalaman mereka.
Organisasi adalah pengelompokan perilaku-perilaku dan pemikiran-pemikiran
yang terisolasi ke dalam system yang lebih teratur dan lebih tinggi.
4. Ekulibrasi (Equilibration) Penyeimbangan
Ekulibrasi merupakan suatu mekanisme yang diajukan Piaget untuk
menjelaskan bagaimana anak-anak berpindah dari satu tahapan pemikiran ke
tahapan pemikiran berikutnya. Perpindahan ini terjadi karena anak mengalami
konflik kognitif atau disequlibrium, dalam usahanya memahami dunua. Pada
akhirnya, anak akan menyelesaikan konflik tersebut dan mencapai suatu
keseimbangan (equilibrium) pemikiran.
C. TAHAPAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET
Cara anak-anak berpikir dalam satu tahaoan berbeda dengan cara mereka bepikir
pada tahapan yang lain (Mooney, 2006). Tahapan perkembangan kognitif Piaget
ada empat tahapan yaitu:
1. Tahap Sensorimotor (0-2 tahun)
Pada tahap ini, perkembangan mental ditandai dengan kemajuan yang besar
dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan
sesuai melalui gerakan-gerakan dan tindakan fisik-motorik, oleh karena itu
disebut “sensorimotor”. Piaget membagi tahapan sensorimotor menjadi enam
sub tahapan:
a. Lahir-1 bulan, yaitu reflek-reflek sederhana
b. 1-4 bulan, yaitu kebiasaan-kebiasaan (habits) yang pertama dan reaksi
srikuler primer
c. 4-8 bulan, yaitu reaksi sirkuler sekunder
d. 8-12 bulan, yaitu koordinasi skema sekunder
e. 12-18 bulan, yaitu reaksi sirkuler tersier, kesenangan baru dan
keingintahuan.
f. 18-24 bulan, yaitu skema-skema internalisasi, kombinasi mental
2. Tahap Pra-Operasional
Pemikiran pra-operasional adalah periode penantian yang nyaman untuk
menuju tahapan berikutnya, yakni pemikiran operasional konkret. Pra-
operasional menekankan bahwa anak pada tahap ini belum berpikir secara
operasional atau belum menunjukkan suatu operasi. Operasi adalah perangkat
tindakan terinternalisasi yang memungkinkan anak melakukan secara mental
apa yang telah dilakukan secara fisik sebelumnya.
Dua sub tahap pra-operasional perkembangan kognitif Piaget yaitu usia 2-4
tahun:
a. Fungsi simbolis
- Egosentrisme
- Animisme
b. Usia 4-7 tahun
- Pemikiran intutif
Ciri pra-operasional yang harus diperhatikan:
a. Perkembangan tentang pengetahuan berkenaan dengan pengalaman yang
dekat dengan dirinya dan gejala yang dapat diamatinya.
b. Eksplorasi dan manipulasi dari objek konkret
c. Belajar 3R (reading, writing, arithmetic) dan beberapa keterampilan dasar
lainnya
d. Pada masa pra-operasional, dalam pembelajaran berkenaan dengan:
1) Perkembangan kemampuan membedakan antara berbagai aspek penting
dalam lingkungan
2) Koordinasi dari berbagai pengetahuan dalam operasi yang bersifat
konkret
3) Pencapaian dari kemampuan berpikir sebab dan akibat (Semiawan, 2002)
3. Tahap Operasional Konkret
Tahap operasional konkret berlangsung di usia 7 hingga 11 tahun. Pada masa
ini anak dapat menggunakan operasi mental untuk memecahkan masalah
konkret (actual).
Tahapamn operasional konkret perkembangan kognitif Piaget yaitu:
a. Konservasi
b. Klasifikasi:
1) Class inclusion
2) Seriation
3) Transitivity
c. Penalaran:
1) Induktif
2) Dedukatif
4. Tahap Operasional Formal
Tahapan ini mencul di usia 11 hingga 15 tahun dan merupakan tahapan teori
Piaget yang terakhir. Individu bergerak melalui pengalaman-pengalaman
konkret dan berpikir dalam cara-cara yang abstrak dan logis. Dalam
menyelesaikan persoalan, para pemikir formal ini akan lebih sistematis dan
menggunakan pemikiran logis.
Tahapan operasional formal perkembangan kognitif Piaget adalah:
a. Pemikiran:
- Abstrak
- Idealis
- Logis
- Hipotesis-dedukatif
b. Kognisi sosial:
- Egosentris remaja
- Penonton imajinatif
- Fable personal
c. Pengambilan keputusan
PEMROSESAN INFORMASI DAN PENGUATAN METAKOGNISI
A. PEMROSESAN INFORMASI
Mekanisme pematangan mengasumsikan bahwa pertumbuhan bagian-bagian otak
memungkinkan munculnya bakat kognitif yang baru, misalnya kemampuan untuk
beroperasi secara serentak pada beberapa keeping informasi tampak berasal dari
pematangan system saraf sentral. Model pemrosesan informasi menggambarkan
otak memiliki tiga bagian:
1. Memori Sensoris (sensory memory) adalah system penyimpangan awal atau
“tangki penampungan” sementara bagi informasi sensori yang masuk.
2. Memori Kerja (sensory working) adalah sebuah “gudang” jangka pendek bagi
informasi yang sedang dikerjakan oleh seseorang pada saat ini dan informasi
tersebut adalah informasi yang berusaha untuk dipahami, diingatkan atau
dipikirkan.
3. Memori Jangka Panjang (long-term memory) adalah “gudang” dengan
kapasitas tak terbatas yang digunakan untuk menampang informasi dalam
jangka waktu yang panjang, dimana elemen memori bekerja yang mengontrol
pemrosesan informasi “memerintahka” informasi untuk ditransfer ke memori
jangka panjang.
B. PENGETAHUAN METAKOGNISI
Pengetahuan metakognisi adalah pengetahuan tentang pikiran manusia dan cara
kerjanya yang telah diakumulasikan oleh anak-anak melalui pengalaman, dan
disimpan di dalam memori jangka panjang. Bagian dari metakognisi adalah
metamori dan mnemonic. Ada empat strategi memori, yaitu:
1. Pengingat eksternal
2. Rehearsal
3. Organisasi
4. Elaborasi
1. Beberapa fungsi metakognisi
a. Formulasi masalah dan kemungkinan pemecahannya
b. Kesadaran akan proses kognitif yang diperlukan untuk pemecahan masalah
c. Aktivitas kaidah dan strategi kognitif
d. Fleksibilitas yang meningkat
e. Kontrol atas distraksi (penglihatan) adan ansietas (kegelisahan)
f. Pemantauan proses pemecahan masalah
g. Kesetiaan dalam pemikiran
h. Keinginan untuk pemecahan yang bagus
2. Pemakaian Kaidah
Penerapan kaidah merupakan proses kognitif yang melengkapi urutan
pemecahan masalah. Kaidah memberikan operasi yang harus dilakukan atas
informasi untuk menghasilkan informasi baru. Ketika anak usia 2-3 tahun,
anak-anak mulai memahami tiga tahapan mental, yaitu:
a. Persepsi, anak menyadari bahwa orang lain melihat apa yang ada didepan
mata orang itu, bukan semata-mata dari sudut pandang si anak.
b. Keiginan, anak memahami bahwa jika seseorang ingin sesuatu ia akan
berusaha mendapatkannya.
c. Emosi, anak dapat membedakan antara emosi-emosi positif dan negative.
Saat berusia 4-5 tahun, anak mulai memahamibahwa pikiran dapat
merepresentasikan objek-objek dan peristiwa-pereistiwa seacar akurat. Setelah
melewati tahun-tahun prasekolah, anak memiliki apresiasi yang menadalam
tentang pikiran itu sendiri.
MODUL 4
KEGIATAN BELAJAR 1:
TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF VYGOTSKY
A. PEMAHAMAN VYGOTSKY TENTANG KEGUNAAN ALAT BERPIIR
Fungsi alat berpikir (tool of the mind) adalah untuk mempermudah anak
memahami suatu fenomena, memecahkan masalah, mengingat dan berfikir. Secara
spesifik Vygotsky menjelaskan beberapa kegunaan dari alat berpikir, yaitu sebagai
berikut:
1. Membantu memecahkan masalah
Melalui alat berpikir ini seseorang dapat mencari jalan kluar terhadap
permasalahan yang dihadapinya. Kerangka berpikir yang terbentuk pada fungsi
pikir manusia akan menentukan keputusan yang diambilnya dalam pemecahan
masalah yang dihadapi.
2. Memudahkan dalam melakukan tindakan
Melalui alat berpikirnya, individu akan dapat memilih tindakan atau perbuatan
yang seefektif dan efesien mungkin dalam mencapai tujuan. Kepraktisan dalam
bertindak yang sering kali ditunjukkan oleh seseorang anak dalam melakukan
suatu aktivitas merupakan cerminan dari keberfungsian alat berpikirnya.
3. Memperluas kemampuan
Melalui keberfungsian dari alat berpikirlah setiap individu akan mampu
memperluas wawasan berpikirnya melalui berbagai aktivitas untuk mencari
dan menemukan berbagai pengetahuan yang ada disekitarnya.
4. Melakukan sesuatu sesuai dengan kapasitas alaminya
Konsep teori Vygotsky ada tiga yang membahas tentang perkembangan
kognitif sesuai teori revolusi-sosiokultural:
a. Hokum genetic tentang perkembangan (genetic law of development)
Vygotsky berpendapat bahwa belajar dan perkembangan merupakan
perubahan kualitatif dalam pandangan yang tidak hanya diperoleh melalui
akumulasi fakta-fakta dan keterampilan-keterampilan.
b. Zona perkembangan proksimal (Zone of proximal development, ZPD)
ZPD ialah istilah Vygotsky untuk tugas-tugas yang terlalu sulit
dikuasai sendiri oleh anak-anak., tetapi dapat dikuasai dengan bimbingan
dan bantuan dari orang-orang dewasa atau anak-anak yang lebih terampil.
ZPD diartikan sebagai fungsi-fungsi atau kemampuan yang belum matang
yang masih berada pada proses pematangan. Untuk menafsirkan konsep
ZPD ini kita dapat menggunakan scaffolding interpretation, yaitu
memandang ZPD sebagai perancah, sejenis wilayah peyangga atau batu
loncatan untuk mencaai taraf perkembangan yang semakin tinggi.
Scaffolding merupakan dukungan temporer yang diberikan orang tua,
guru, dan orang dewasa lainnya kepada anak untuk melakukan tugas
sampai anak tersebut dapat melakukannya sendiri. Selanjutnya Vygotsky
mengemukakan tentang empat tahapan ZPD yang terjadi dalam
perkembangan dan pembelajaran, yaitu:
1) Tindakan anak masih dipengaruhi atau dibantu orang lain.
2) Tindakan anak didasarkan atas inisiatif sendiri.
3) Tindakan anak berkembang spontan dan terinternalisasi.
4) Tindakan spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk
berpikir secara abstrak.
c. Private-Speech
Menurut Vygotsky, kunci utama untuk memahami proses social
psikologi adalah tanda-tanda atau lambing-lambang yang berfungsi sebagai
mediator. Tanda dan lambing tersebut merupakan produk dari lingkungan
sosiokultural di mana seseorang berada.
Struktur mental atau kognitif anaj terbentuk dari hubungan di antara
fungsi-fungsi mental. Hubungan antara bahasa dan pemikiran diyakini
sangat penting dalam kaitannya, kemahiran berbahasa dapat berfungsi
untuk:
1) Sumber berpikir
2) Mengetahui makna kata dan bentuk konsep
3) Konstruktivisme social
4) Perkembangan intelektual
Ada dua prinsip yang mempengaruhi penyatuan pemikiran dan bahasa:
1) Semua fungsi mental memiliki asal usul eksternal atau social.
2) Anak-anak harus berkomunikasi secara eksternal dan menggunakan
bahasa selama periode waktu yang lama sebelum transisi dari
kemampuan berbicara secara eksternal ke internal berlangsung.
Mendasari teori Vygotsky, maka terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam proses pembelajaran:
1) Dalam kegiatan pembelajaran hendaknya anak memperoleh kesempatan
yang luas untuk mengembangkan zona perkembangan prokmasimalnya
atau potensi melalui belajar dan berkembang.
2) Pembelajaran perlu lebih dikaitkan dengan tingkat perkembangan
potensialnya dari pada perkembangan aktualnya.
3) Pembelajaran lebih diarahkan pada penggunaan strategi untuk
mengembangkan kemampuan intermentalnya daripada kemampuan
intramentalnya.
4) Anak diberi kesempatan yang luas untuk mengintegrasikan pengetahuan
deklaratif yang telah dipelajarinya dengan pengetahuan procedural
untuk melakukan tugas-tugas dan memecahkan masalah.
5) Proses belajar dan pembelajaran tidak sekedar bersifat transferal tetapi
lebih merupakan ko-konstruksi.
B. PRINSIP DASAR PERKEMBANGAN KOGNITIF VYGOTSKY
Vygotsky membuat dua kerangka dasar yang menjadi prinsip dalam memahami
aspek psikologis pendidikan anak. Kedua prinsip yang dimaksud adalah:
1. Anak membangun berbagai pengetahuan
Menurut vygotsky, susunan kognitif selalu melibatkan perantara lingkungan
social yang dipengaruhi oleh pengalaman interaksi social pada masa yang
lampau.
2. Perkembangan kognitif tidak dapat dipisahkan dari konteks social
Kontek social terdiri atar beberapa tingkatan sebagai berikut:
a. Tingkatan interaksi perantara di mana setiap anak melakukan interaksi pada
saat-saat tertenru.
b. Tingkatan structural yang mencakup struktur-strktur social yang
berpengaruh pada anak-anak seperti keluarga dan sekolah.
c. Tingkatan social dan budaya secara umum yang mencakup ciri-ciri
masyarakat seperti bahasa, sitem numeric dan penggunaan teknologi.
KEGIATAN BELAJAR 2:
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VYGOTSKY
Vygotsky memberikan contoh bagaimana rencana kerja yang mungkin untuk
menerapkan pada aktivitas dalam pembelajaran di kelas-kelas anak usia dini. Pada
dasarnya aktivitas dalam semua konteks memerlukan perkembangan termasuk:
1. Aktivitas yang menggunakan otot besar atau kasar
2. Kecerdasan matematika
3. Permainan drama dan interaksi social
4. Waktu berkumpul atau pertemuan kelompok
Vygotsky menggunakan konsep aktivitas terprogram untuk menentukan model
interaksi antara anak-anak dengan lingkungan social yang mendasari pemenuhan
kebutuhan perkembangan. Suatu aktivitas terprogram merupakan model interaksi
yang akan:
1. Menghasilkan pemenuhan kebutuhan utama perkembangan
2. Memberikan dasar untuk aktivitas lainnya
3. Mendorong terciptanya proses mental baru dan penataan secara lebih matang.
Teori Vygotsky telah banyak dipakai oleh guru dalam strategi pengajaran di dunia
pendidikan (Santrock, 2007). Berikut ini beberapa langkah teori Vygotsky dapat
diterapkan di kelas:
1. Nilailah ZPD anak
2. Gunakan ZPD anak dalam mengajar
3. Manfaatkan lebih banyak teman sebaya yang terampil sebagai guru.
4. Awasi dan doronglah anak untuk memanfaatkan private speech
5. Tempatkan intruksi pada konteks yang bermakna
6. Ubahlah suasana kelas seperti teori Vygotsky
Dalam pengembangan berbagai potensi anak usia dini dapat dilakukan melalui
berbagai aktivitas yang terprogram unuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak.
Beberapa aktivitas yang dapat dirancang guru dalam ruangan kelas tersebut di
antaranya adalah:
1. Balok bangunan (block building)
Bangunan balok bertujuan membimbing pengaturan atau pengendalian diri,
perencanaan dan koordinasi berbagai peranan pada anak-anak prasekolah serta
memberikan sarana yang memperlihatkan ungkapan simbolik (gambaran) dan
manipulasi yang komkret. Ketika anak membuat bangunan balok secara
bersama-sama, mereka tidak menyadari bahwa telah melakukan aktivitas
berbagai prosedur atau tahapan kerja:
a. Menyatukan sebuah rencana
b. Mendorong anak bekerja dalam sebuah struktur bersama
c. Pemetaan (mapping)
d. Penyusunan pola (making pattern)
2. Permainan Dramatik (Dramatic Play)
Permainan dramatic merupakan suatu kegiatan mengungkapkan seluruh fungsi
mental tinggi, pengendalian diri dan berbagai fungsi simbolik.
3. Menyampaikan Cerita (Strory Telling)
Menyampaikan cerita biasanya membrikan keuntunham dalam
mengembangkan bahasa dan kreativitas untuk mendorong perkembangan
ketajaman ingatan, berpikir logis dan pengendalian diri.
4. Penulisan Jurnal (Journal Writring)
Penulisan jurnal merupakan suatu kegiatan yang memiliki banyak makna
dalam membantu anak-anak menguasai pembicaraan secara tertulis dan
memberikan makna untuk beajar keterampilan pemahaman secara khusus
seperti bunyi koresponden surat.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Otak manusia bekerja menerima informasi, memprosesnya kemudian
memberikan jawaban. Proses jalannya informasi tersebut pada manusia disebut
kognisi. Kognisi dapat diartikan sebagaimana pengetahuan yang luas, daya nalar,
kreativitas (daya cipta), kemampuan berbahasa, seta daya ingat. Proses kognisi
meliputi aspek-aspek persepsi, ingatan, pikiran, symbol, penalaran dan pemecahan
persoalan. Dalam psikologi kognitif, bahasa menjadi salah satu objek materialnya
karena bahasa merupakan perwujudan fungsi-fungsi kognitif.
Para psikologi melakukan pemrosesan informasi untuk memahami bagaiman
anak menafsirkan ,menyampaikan, mendapatkan kembali dan mengevaluasi
imformasi. Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan seorang anak mengenal dan
mengendalikan fungsi kognitif mereka sendiri. Salah satu jenis metakognitif adalah
metamemori. Ada 8 proses eksekutif atau fungsi metakognitif, yaitu:
a. Formulasi masalah dan kemungkinan pemecahannya
b. Kesadaran akan proses kognitif yang diperlukan untuk pemecahan masalah
c. Aktivitas kaidah dan strategi kognitif
d. Fleksibilitas yang meningkat
e. Control atas distraksi dan ansietas
f. Pemonitoran atas proses pemecahan masalah
g. Kesetiaan dalam pemikiran
h. Keinginan untuk pemecahan yang bagus
Vygotsky melihat pertumbuhan kognitif sebagai sebuah proses kolaboratif. Anak-
anak mengembangkan konsep-konsep lebih sistematis, logis dan rasional sebagai
akibat dari percakapan denganseorang ponolong ahli. Dengan kata lain, teori
Vygotsky menyatakan bahwa orang lain dan bahasa memegang peranan penting
dalam perkembangan kognitif anak.
Vygotsky mengatakan bahwa jalan ;pikiran seseorang harus dimengerti dari latar
social-budaya dan sejarahnya. Artinya, untuk memahami pikiran seseorang bukan
dengan cara menelusuri apa yang ada di balik otaknya dan pada kedalaman jiwanya,
melainkan dari asal-usul tindakan sadarnya dan dari interaksi social yang dilatari oleh
sejarah hidupnya (Moll & Greenberg, 1990).
Vygotsky mengemukakan bahwa peningkatan fungsi-fungsi mental seseorang
terutama dari kehidupan social atau kelompoknya, dan bukan sekedar dari individu itu
sendiri. Teori Vygotsky sebenarnya lebih tepat disebut sebagai pendekatan ko-
konstruktivisme (proses mengonstruksi pengetahuan baru seacar bersama-sama antara
semua pihak yang terlibat didalamnya). Konsep-konsep penting teori Vygotsky
tentang perkembangan kognitif yang sesuai dengan teori revolusi-sosiokultural adalah
hokum genetic tentang perkembangan (genetic law of development), zona
perkembangan proksimal (zone of proksimal development), dan private speech.
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan diatas, adapun saran-saran yang dapat penulis
sampaikan adalah sebagai berikut:
1. Semoga dengan adanya teori perkembangan Kognitif piaget dan Vygotsky
dapat meningkatkan perkembangan kognitif pada anak usia dini.
2. Dengan Teori perkembangan kognitif Piaget dan Vygotsky semoga
bermaanfaat dan dikembangkan lagi perkembangan kognitif anak sesuai
usianya.
3. Terima Kasih.
BAB IV
PENUTUP DAN SARAN
A. PENUTUP
Demikian makalah kami dari kelompok 2 mata kuliah Metode Pengembangan
Kognitif,
B. SARAN

MAKALAH kognitif klmpk 2.docx

  • 1.
    MAKALAH METODE PENGEMBANGAN KOGNITIF MODUL3 DAN 4 KELOMPOK 2 : PUPUT MELATI 856258023 AFNI ARZA 856256829 DEWI SARTIKA 856259254 ELNA NOFITA 856258933 IRA SISKA 856258618 UNIVERSITAS TERBUKA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TAHUN 2022
  • 2.
    KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb. Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah tugas mata kuliah Metode Pengembangan Kognitif yang berjudul “Teori Perkembangan Kognitif Piaget dan Teori perkembangan Kognitif Vygotsky”. Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang bersifat integrasi dari berbagai kemampuan dalam suatu kegiatan yang menyenangkan. Keberhasilan pendidikan pada anak usia dini bergantung pada kemampuan para pendidik dalam memahami karakteristik anak yang berbeda-beda. Untuk itu pendidik diharapkan mempunyai dasar-dasar ilmu tentang anak itu sendiri, sehingga setiap masalah yang terjadi baik antara anak dengan anak ataupun anak dengan guru dan yang lain dapat terselesaikan secara proposional dan tidak memahami yang menjadikan tumpulnya kreativitas anak. Penulis menyadari sepenuhnya atas segala kekurangan pada makalah ini dan penulis dengan senang hati dan akan menerima saran serta kritik demi kesempurnaan makalah ini. Atas segala saran dan bantuan, penulis sampaikan terima kasih.
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN A. LATARBELAKANG Perkembangan kognitif menunjukkan perkembangan cara anak berpikir yang dapat dilihat dari kemampuan anak untuk mengkoordinasikan berbagai cara berpikir untuk menyelesaikan masalah. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi) yang menandai seorang dengan berbagai minat terutama seklai ditujukan kepada ide-ide dan belajar. Perkembangan kognitif anak merupakan perkembangan yang berkaitan dengan kecerdasan anak yang diperlihatkan melalui kemampuan mengingat, mengenal dan memahami berbagai obyek. Kemampuan untuk mengerti atau memahami obyek ini sangat penting, karena hal itu akan menentukan jenis penyesuaian pribadi dan social yang dilakukan anak. Anak akan mudah menyesuaikan pribadi dan sosialnya jika merekan memiliki pengertiab dan pemahaman yang cukup banyak tentang orang, peristiwa atau benda. Aspek kognitif memegang peranan yang sangat penting dalam diri seseorang, beberapa ahli pendidikan pun tertarik untuk mempelajari hal tersebut, diantaranya Jean Piaget dan Vygotsky. Sebagaimana teori kognitif Piaget dan, teori sosiokultural Vygotsky menekankan keterlibatan aktif anak dengan lingkungan mereka. Tapi, sementara Piaget mendeskripsikan pikiran tunggal yang mengambil dan menginterprestasikan informasi tentang dunia, sedangkan Vygotsky meihat pertumbuhan kognitif sebagai sebuah proses kolaboratif. Anak-anak mengembangkan konsep-konsep lebih sistematis, logis dan rasional sebagai akibat dari percakapan dengan seorang penolong ahli. B. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam makalah ini adalah : Modul 3 membahas : Kegiatan Belajar 1 1. Penegrtian Kognisi 2. Perkembangan Kognitif 3. Tahapan Perkembangan Kognitif Kegiatan Belajar 2
  • 4.
    1. Pemrosesan Informasi 2.Pengetahuan Metakognisi Modul 4 membahas : Kegiatan Belajar 1 1. Fungsi Alat Berfikir (Tool of The Mind) Vygotsky tentang perkembangan kognitif 2. Prinsip Belajar Vygotsky tentang perkembangan kognitif Kegiatan Belajar 2 1. Implementasi Model Pembelajaran Vygotsky C. TUJUAN Tujuan makalah ini yaitu mengetahui teori perkembangan kognitif Piaget dan teori perkembangan kognitif Vygotsky.
  • 5.
    BAB II PEMBAHASAN MODUL 1 TEORIPERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET A. PENGERTIAN KOGNISI Istilah kogntif mulai banyak dikemukakan ketika teori Jean Piaget banyak ditulis dan dibicarakan lagi pada tahun 1960-an. Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif bukan hanya hasil kematangan organisme, bukan pula pengaruh lingkungan saja, melainkan interaksi antara keduanya. Dalam pandangan ini organisme aktif mengadakan hubungan dengan lingkungan. Otak manusi bekerja menerima informasi, memprosesnya kemudian memberi jawaban. Proses jalannya informasi tersebut pada manusia disebut kognisi. Sehingga kognisi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalam sendiri. Tedjasaputra (2001) mengemukakan bahwa kognisi adalah pengetahuan yang luas, daya nalar, kreativitas (daya cipta), kemampuan berbahasa, serta daya ingat. Proses kognisi meliputi aspeksaspek persepsi, ingatan, pikiran,symbol, penalaran dan pemecahan persoalan. B. PROSES PERKEMBANGAN KOGNITIF Proses yang membangun pengetahuan anak tersebut merupakan pertumbuhan kognitif yang terjadi melalui empat proses dan saling berhubungan, yaitu: 1. Skema Piaget mengatakan bahwa ketika seorang anak mulai membangun pemahaman tentang dunia, otang yang berkembang pun membentuk skema. Ini merupakan tindakan atau representasi mental yang mengorganisasikan pengetahuan. Contohnya: seorang bayi memiliki skema sederhana berkenaan dengan menyedot, akan tetapi beberapa saat kemudian mengembangkan beragam jenis sedotan untuk payudara, botol, atau jari (Papalia, 2008). 2. Adaptasi Adaptasi adalah istilah Piaget untuk cara anak memperlakukan informasi baru dengan mempertimbangkan apa yang telah mereka ketahui. Adaptasi meliputi dua langkah, yakni:
  • 6.
    a. Asimilasi, terjadiketika anak-anak memasukkan informasi baru ke dalam skema-skema yang ada. b. Akomodasi, terjadi ketika anak-anak menyesuaikan skema-skema mereka dengan informasi dan pengalaman-pengalaman baru. 3. Organisasi Menurut Piaget (Santrock, 2007) anak-anak memahami dunia mereka, amak anak-anak secara sadar mengorganisasikan pengalaman-pengalaman mereka. Organisasi adalah pengelompokan perilaku-perilaku dan pemikiran-pemikiran yang terisolasi ke dalam system yang lebih teratur dan lebih tinggi. 4. Ekulibrasi (Equilibration) Penyeimbangan Ekulibrasi merupakan suatu mekanisme yang diajukan Piaget untuk menjelaskan bagaimana anak-anak berpindah dari satu tahapan pemikiran ke tahapan pemikiran berikutnya. Perpindahan ini terjadi karena anak mengalami konflik kognitif atau disequlibrium, dalam usahanya memahami dunua. Pada akhirnya, anak akan menyelesaikan konflik tersebut dan mencapai suatu keseimbangan (equilibrium) pemikiran. C. TAHAPAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET Cara anak-anak berpikir dalam satu tahaoan berbeda dengan cara mereka bepikir pada tahapan yang lain (Mooney, 2006). Tahapan perkembangan kognitif Piaget ada empat tahapan yaitu: 1. Tahap Sensorimotor (0-2 tahun) Pada tahap ini, perkembangan mental ditandai dengan kemajuan yang besar dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sesuai melalui gerakan-gerakan dan tindakan fisik-motorik, oleh karena itu disebut “sensorimotor”. Piaget membagi tahapan sensorimotor menjadi enam sub tahapan: a. Lahir-1 bulan, yaitu reflek-reflek sederhana b. 1-4 bulan, yaitu kebiasaan-kebiasaan (habits) yang pertama dan reaksi srikuler primer c. 4-8 bulan, yaitu reaksi sirkuler sekunder d. 8-12 bulan, yaitu koordinasi skema sekunder e. 12-18 bulan, yaitu reaksi sirkuler tersier, kesenangan baru dan keingintahuan. f. 18-24 bulan, yaitu skema-skema internalisasi, kombinasi mental
  • 7.
    2. Tahap Pra-Operasional Pemikiranpra-operasional adalah periode penantian yang nyaman untuk menuju tahapan berikutnya, yakni pemikiran operasional konkret. Pra- operasional menekankan bahwa anak pada tahap ini belum berpikir secara operasional atau belum menunjukkan suatu operasi. Operasi adalah perangkat tindakan terinternalisasi yang memungkinkan anak melakukan secara mental apa yang telah dilakukan secara fisik sebelumnya. Dua sub tahap pra-operasional perkembangan kognitif Piaget yaitu usia 2-4 tahun: a. Fungsi simbolis - Egosentrisme - Animisme b. Usia 4-7 tahun - Pemikiran intutif Ciri pra-operasional yang harus diperhatikan: a. Perkembangan tentang pengetahuan berkenaan dengan pengalaman yang dekat dengan dirinya dan gejala yang dapat diamatinya. b. Eksplorasi dan manipulasi dari objek konkret c. Belajar 3R (reading, writing, arithmetic) dan beberapa keterampilan dasar lainnya d. Pada masa pra-operasional, dalam pembelajaran berkenaan dengan: 1) Perkembangan kemampuan membedakan antara berbagai aspek penting dalam lingkungan 2) Koordinasi dari berbagai pengetahuan dalam operasi yang bersifat konkret 3) Pencapaian dari kemampuan berpikir sebab dan akibat (Semiawan, 2002) 3. Tahap Operasional Konkret Tahap operasional konkret berlangsung di usia 7 hingga 11 tahun. Pada masa ini anak dapat menggunakan operasi mental untuk memecahkan masalah konkret (actual). Tahapamn operasional konkret perkembangan kognitif Piaget yaitu: a. Konservasi b. Klasifikasi: 1) Class inclusion
  • 8.
    2) Seriation 3) Transitivity c.Penalaran: 1) Induktif 2) Dedukatif 4. Tahap Operasional Formal Tahapan ini mencul di usia 11 hingga 15 tahun dan merupakan tahapan teori Piaget yang terakhir. Individu bergerak melalui pengalaman-pengalaman konkret dan berpikir dalam cara-cara yang abstrak dan logis. Dalam menyelesaikan persoalan, para pemikir formal ini akan lebih sistematis dan menggunakan pemikiran logis. Tahapan operasional formal perkembangan kognitif Piaget adalah: a. Pemikiran: - Abstrak - Idealis - Logis - Hipotesis-dedukatif b. Kognisi sosial: - Egosentris remaja - Penonton imajinatif - Fable personal c. Pengambilan keputusan
  • 9.
    PEMROSESAN INFORMASI DANPENGUATAN METAKOGNISI A. PEMROSESAN INFORMASI Mekanisme pematangan mengasumsikan bahwa pertumbuhan bagian-bagian otak memungkinkan munculnya bakat kognitif yang baru, misalnya kemampuan untuk beroperasi secara serentak pada beberapa keeping informasi tampak berasal dari pematangan system saraf sentral. Model pemrosesan informasi menggambarkan otak memiliki tiga bagian: 1. Memori Sensoris (sensory memory) adalah system penyimpangan awal atau “tangki penampungan” sementara bagi informasi sensori yang masuk. 2. Memori Kerja (sensory working) adalah sebuah “gudang” jangka pendek bagi informasi yang sedang dikerjakan oleh seseorang pada saat ini dan informasi tersebut adalah informasi yang berusaha untuk dipahami, diingatkan atau dipikirkan. 3. Memori Jangka Panjang (long-term memory) adalah “gudang” dengan kapasitas tak terbatas yang digunakan untuk menampang informasi dalam jangka waktu yang panjang, dimana elemen memori bekerja yang mengontrol pemrosesan informasi “memerintahka” informasi untuk ditransfer ke memori jangka panjang. B. PENGETAHUAN METAKOGNISI Pengetahuan metakognisi adalah pengetahuan tentang pikiran manusia dan cara kerjanya yang telah diakumulasikan oleh anak-anak melalui pengalaman, dan disimpan di dalam memori jangka panjang. Bagian dari metakognisi adalah metamori dan mnemonic. Ada empat strategi memori, yaitu: 1. Pengingat eksternal 2. Rehearsal 3. Organisasi 4. Elaborasi 1. Beberapa fungsi metakognisi a. Formulasi masalah dan kemungkinan pemecahannya b. Kesadaran akan proses kognitif yang diperlukan untuk pemecahan masalah c. Aktivitas kaidah dan strategi kognitif d. Fleksibilitas yang meningkat e. Kontrol atas distraksi (penglihatan) adan ansietas (kegelisahan) f. Pemantauan proses pemecahan masalah
  • 10.
    g. Kesetiaan dalampemikiran h. Keinginan untuk pemecahan yang bagus 2. Pemakaian Kaidah Penerapan kaidah merupakan proses kognitif yang melengkapi urutan pemecahan masalah. Kaidah memberikan operasi yang harus dilakukan atas informasi untuk menghasilkan informasi baru. Ketika anak usia 2-3 tahun, anak-anak mulai memahami tiga tahapan mental, yaitu: a. Persepsi, anak menyadari bahwa orang lain melihat apa yang ada didepan mata orang itu, bukan semata-mata dari sudut pandang si anak. b. Keiginan, anak memahami bahwa jika seseorang ingin sesuatu ia akan berusaha mendapatkannya. c. Emosi, anak dapat membedakan antara emosi-emosi positif dan negative. Saat berusia 4-5 tahun, anak mulai memahamibahwa pikiran dapat merepresentasikan objek-objek dan peristiwa-pereistiwa seacar akurat. Setelah melewati tahun-tahun prasekolah, anak memiliki apresiasi yang menadalam tentang pikiran itu sendiri.
  • 11.
    MODUL 4 KEGIATAN BELAJAR1: TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF VYGOTSKY A. PEMAHAMAN VYGOTSKY TENTANG KEGUNAAN ALAT BERPIIR Fungsi alat berpikir (tool of the mind) adalah untuk mempermudah anak memahami suatu fenomena, memecahkan masalah, mengingat dan berfikir. Secara spesifik Vygotsky menjelaskan beberapa kegunaan dari alat berpikir, yaitu sebagai berikut: 1. Membantu memecahkan masalah Melalui alat berpikir ini seseorang dapat mencari jalan kluar terhadap permasalahan yang dihadapinya. Kerangka berpikir yang terbentuk pada fungsi pikir manusia akan menentukan keputusan yang diambilnya dalam pemecahan masalah yang dihadapi. 2. Memudahkan dalam melakukan tindakan Melalui alat berpikirnya, individu akan dapat memilih tindakan atau perbuatan yang seefektif dan efesien mungkin dalam mencapai tujuan. Kepraktisan dalam bertindak yang sering kali ditunjukkan oleh seseorang anak dalam melakukan suatu aktivitas merupakan cerminan dari keberfungsian alat berpikirnya. 3. Memperluas kemampuan Melalui keberfungsian dari alat berpikirlah setiap individu akan mampu memperluas wawasan berpikirnya melalui berbagai aktivitas untuk mencari dan menemukan berbagai pengetahuan yang ada disekitarnya. 4. Melakukan sesuatu sesuai dengan kapasitas alaminya Konsep teori Vygotsky ada tiga yang membahas tentang perkembangan kognitif sesuai teori revolusi-sosiokultural: a. Hokum genetic tentang perkembangan (genetic law of development) Vygotsky berpendapat bahwa belajar dan perkembangan merupakan perubahan kualitatif dalam pandangan yang tidak hanya diperoleh melalui akumulasi fakta-fakta dan keterampilan-keterampilan. b. Zona perkembangan proksimal (Zone of proximal development, ZPD) ZPD ialah istilah Vygotsky untuk tugas-tugas yang terlalu sulit dikuasai sendiri oleh anak-anak., tetapi dapat dikuasai dengan bimbingan dan bantuan dari orang-orang dewasa atau anak-anak yang lebih terampil. ZPD diartikan sebagai fungsi-fungsi atau kemampuan yang belum matang
  • 12.
    yang masih beradapada proses pematangan. Untuk menafsirkan konsep ZPD ini kita dapat menggunakan scaffolding interpretation, yaitu memandang ZPD sebagai perancah, sejenis wilayah peyangga atau batu loncatan untuk mencaai taraf perkembangan yang semakin tinggi. Scaffolding merupakan dukungan temporer yang diberikan orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya kepada anak untuk melakukan tugas sampai anak tersebut dapat melakukannya sendiri. Selanjutnya Vygotsky mengemukakan tentang empat tahapan ZPD yang terjadi dalam perkembangan dan pembelajaran, yaitu: 1) Tindakan anak masih dipengaruhi atau dibantu orang lain. 2) Tindakan anak didasarkan atas inisiatif sendiri. 3) Tindakan anak berkembang spontan dan terinternalisasi. 4) Tindakan spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk berpikir secara abstrak. c. Private-Speech Menurut Vygotsky, kunci utama untuk memahami proses social psikologi adalah tanda-tanda atau lambing-lambang yang berfungsi sebagai mediator. Tanda dan lambing tersebut merupakan produk dari lingkungan sosiokultural di mana seseorang berada. Struktur mental atau kognitif anaj terbentuk dari hubungan di antara fungsi-fungsi mental. Hubungan antara bahasa dan pemikiran diyakini sangat penting dalam kaitannya, kemahiran berbahasa dapat berfungsi untuk: 1) Sumber berpikir 2) Mengetahui makna kata dan bentuk konsep 3) Konstruktivisme social 4) Perkembangan intelektual Ada dua prinsip yang mempengaruhi penyatuan pemikiran dan bahasa: 1) Semua fungsi mental memiliki asal usul eksternal atau social. 2) Anak-anak harus berkomunikasi secara eksternal dan menggunakan bahasa selama periode waktu yang lama sebelum transisi dari kemampuan berbicara secara eksternal ke internal berlangsung.
  • 13.
    Mendasari teori Vygotsky,maka terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran: 1) Dalam kegiatan pembelajaran hendaknya anak memperoleh kesempatan yang luas untuk mengembangkan zona perkembangan prokmasimalnya atau potensi melalui belajar dan berkembang. 2) Pembelajaran perlu lebih dikaitkan dengan tingkat perkembangan potensialnya dari pada perkembangan aktualnya. 3) Pembelajaran lebih diarahkan pada penggunaan strategi untuk mengembangkan kemampuan intermentalnya daripada kemampuan intramentalnya. 4) Anak diberi kesempatan yang luas untuk mengintegrasikan pengetahuan deklaratif yang telah dipelajarinya dengan pengetahuan procedural untuk melakukan tugas-tugas dan memecahkan masalah. 5) Proses belajar dan pembelajaran tidak sekedar bersifat transferal tetapi lebih merupakan ko-konstruksi. B. PRINSIP DASAR PERKEMBANGAN KOGNITIF VYGOTSKY Vygotsky membuat dua kerangka dasar yang menjadi prinsip dalam memahami aspek psikologis pendidikan anak. Kedua prinsip yang dimaksud adalah: 1. Anak membangun berbagai pengetahuan Menurut vygotsky, susunan kognitif selalu melibatkan perantara lingkungan social yang dipengaruhi oleh pengalaman interaksi social pada masa yang lampau. 2. Perkembangan kognitif tidak dapat dipisahkan dari konteks social Kontek social terdiri atar beberapa tingkatan sebagai berikut: a. Tingkatan interaksi perantara di mana setiap anak melakukan interaksi pada saat-saat tertenru. b. Tingkatan structural yang mencakup struktur-strktur social yang berpengaruh pada anak-anak seperti keluarga dan sekolah. c. Tingkatan social dan budaya secara umum yang mencakup ciri-ciri masyarakat seperti bahasa, sitem numeric dan penggunaan teknologi.
  • 14.
    KEGIATAN BELAJAR 2: IMPLEMENTASIMODEL PEMBELAJARAN VYGOTSKY Vygotsky memberikan contoh bagaimana rencana kerja yang mungkin untuk menerapkan pada aktivitas dalam pembelajaran di kelas-kelas anak usia dini. Pada dasarnya aktivitas dalam semua konteks memerlukan perkembangan termasuk: 1. Aktivitas yang menggunakan otot besar atau kasar 2. Kecerdasan matematika 3. Permainan drama dan interaksi social 4. Waktu berkumpul atau pertemuan kelompok Vygotsky menggunakan konsep aktivitas terprogram untuk menentukan model interaksi antara anak-anak dengan lingkungan social yang mendasari pemenuhan kebutuhan perkembangan. Suatu aktivitas terprogram merupakan model interaksi yang akan: 1. Menghasilkan pemenuhan kebutuhan utama perkembangan 2. Memberikan dasar untuk aktivitas lainnya 3. Mendorong terciptanya proses mental baru dan penataan secara lebih matang. Teori Vygotsky telah banyak dipakai oleh guru dalam strategi pengajaran di dunia pendidikan (Santrock, 2007). Berikut ini beberapa langkah teori Vygotsky dapat diterapkan di kelas: 1. Nilailah ZPD anak 2. Gunakan ZPD anak dalam mengajar 3. Manfaatkan lebih banyak teman sebaya yang terampil sebagai guru. 4. Awasi dan doronglah anak untuk memanfaatkan private speech 5. Tempatkan intruksi pada konteks yang bermakna 6. Ubahlah suasana kelas seperti teori Vygotsky Dalam pengembangan berbagai potensi anak usia dini dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang terprogram unuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak. Beberapa aktivitas yang dapat dirancang guru dalam ruangan kelas tersebut di antaranya adalah: 1. Balok bangunan (block building) Bangunan balok bertujuan membimbing pengaturan atau pengendalian diri, perencanaan dan koordinasi berbagai peranan pada anak-anak prasekolah serta memberikan sarana yang memperlihatkan ungkapan simbolik (gambaran) dan manipulasi yang komkret. Ketika anak membuat bangunan balok secara
  • 15.
    bersama-sama, mereka tidakmenyadari bahwa telah melakukan aktivitas berbagai prosedur atau tahapan kerja: a. Menyatukan sebuah rencana b. Mendorong anak bekerja dalam sebuah struktur bersama c. Pemetaan (mapping) d. Penyusunan pola (making pattern) 2. Permainan Dramatik (Dramatic Play) Permainan dramatic merupakan suatu kegiatan mengungkapkan seluruh fungsi mental tinggi, pengendalian diri dan berbagai fungsi simbolik. 3. Menyampaikan Cerita (Strory Telling) Menyampaikan cerita biasanya membrikan keuntunham dalam mengembangkan bahasa dan kreativitas untuk mendorong perkembangan ketajaman ingatan, berpikir logis dan pengendalian diri. 4. Penulisan Jurnal (Journal Writring) Penulisan jurnal merupakan suatu kegiatan yang memiliki banyak makna dalam membantu anak-anak menguasai pembicaraan secara tertulis dan memberikan makna untuk beajar keterampilan pemahaman secara khusus seperti bunyi koresponden surat.
  • 16.
    BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Otakmanusia bekerja menerima informasi, memprosesnya kemudian memberikan jawaban. Proses jalannya informasi tersebut pada manusia disebut kognisi. Kognisi dapat diartikan sebagaimana pengetahuan yang luas, daya nalar, kreativitas (daya cipta), kemampuan berbahasa, seta daya ingat. Proses kognisi meliputi aspek-aspek persepsi, ingatan, pikiran, symbol, penalaran dan pemecahan persoalan. Dalam psikologi kognitif, bahasa menjadi salah satu objek materialnya karena bahasa merupakan perwujudan fungsi-fungsi kognitif. Para psikologi melakukan pemrosesan informasi untuk memahami bagaiman anak menafsirkan ,menyampaikan, mendapatkan kembali dan mengevaluasi imformasi. Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan seorang anak mengenal dan mengendalikan fungsi kognitif mereka sendiri. Salah satu jenis metakognitif adalah metamemori. Ada 8 proses eksekutif atau fungsi metakognitif, yaitu: a. Formulasi masalah dan kemungkinan pemecahannya b. Kesadaran akan proses kognitif yang diperlukan untuk pemecahan masalah c. Aktivitas kaidah dan strategi kognitif d. Fleksibilitas yang meningkat e. Control atas distraksi dan ansietas f. Pemonitoran atas proses pemecahan masalah g. Kesetiaan dalam pemikiran h. Keinginan untuk pemecahan yang bagus Vygotsky melihat pertumbuhan kognitif sebagai sebuah proses kolaboratif. Anak- anak mengembangkan konsep-konsep lebih sistematis, logis dan rasional sebagai akibat dari percakapan denganseorang ponolong ahli. Dengan kata lain, teori Vygotsky menyatakan bahwa orang lain dan bahasa memegang peranan penting dalam perkembangan kognitif anak. Vygotsky mengatakan bahwa jalan ;pikiran seseorang harus dimengerti dari latar social-budaya dan sejarahnya. Artinya, untuk memahami pikiran seseorang bukan dengan cara menelusuri apa yang ada di balik otaknya dan pada kedalaman jiwanya, melainkan dari asal-usul tindakan sadarnya dan dari interaksi social yang dilatari oleh sejarah hidupnya (Moll & Greenberg, 1990).
  • 17.
    Vygotsky mengemukakan bahwapeningkatan fungsi-fungsi mental seseorang terutama dari kehidupan social atau kelompoknya, dan bukan sekedar dari individu itu sendiri. Teori Vygotsky sebenarnya lebih tepat disebut sebagai pendekatan ko- konstruktivisme (proses mengonstruksi pengetahuan baru seacar bersama-sama antara semua pihak yang terlibat didalamnya). Konsep-konsep penting teori Vygotsky tentang perkembangan kognitif yang sesuai dengan teori revolusi-sosiokultural adalah hokum genetic tentang perkembangan (genetic law of development), zona perkembangan proksimal (zone of proksimal development), dan private speech. B. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut: 1. Semoga dengan adanya teori perkembangan Kognitif piaget dan Vygotsky dapat meningkatkan perkembangan kognitif pada anak usia dini. 2. Dengan Teori perkembangan kognitif Piaget dan Vygotsky semoga bermaanfaat dan dikembangkan lagi perkembangan kognitif anak sesuai usianya. 3. Terima Kasih.
  • 18.
    BAB IV PENUTUP DANSARAN A. PENUTUP Demikian makalah kami dari kelompok 2 mata kuliah Metode Pengembangan Kognitif, B. SARAN