PROPOSAL USULAN PENELITIAN
TINDAKAN KELAS

Judul :
PENERAPAN KOLABORASIMODEL PEMBELAJARAAN PETA
KONSEP DAN NUMBERED HEAD TOGETHERUNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENDIAGNOSIS
PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PERSONAL COMPUTER
PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN
TKJ SMK JAKARTA

Disusunoleh:
Muhamadsaifilukman hakim
(5215117030)
Pendidikanelektronika
BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Ilmupengetahuanberkembangsangatpesatdansegalainformasimenjadiberlipatgandas
etiapdetiknya.

Hal

inieratkaitannyadenganteknologi

memberikanpeluangberkembangnyasains.Penggunaan

model

pembelajaran

bervariasidirasamampuuntukmeningkatkansemangatpesertadidikdalammengikuti

yang
yang
proses

belajarmengajar,
karenadenganpembelajaransecarakooperatifsemaksimalmungkinpartisipasisiswadalammem
perolehpengetahuansangatdiperlukan.

Metodapengajaran

yang

akanditerapkanharusmemperhatikansasaranatausubyekpelakutindakan.
SubyekpenelitianiniadalahsiswaSMK

(SekolahMenengahKejuruan)

dimanamerekatermasukdalamkategoriremaja.

Metodeceramah,

pembelajaranmasihdidominasioleh

guru

dankurangterpusatpadasiswa.
Siswahanyadiberitugasdanberdiskusipadabagianmateritertentusaja.

Hal

inimenyebabkansiswakurangmeresponselamakegiatanpembelajaranberlangsungkarenasisw
amerasabosan,

jenuh,

Siswamenganggapbahwaapa

mengantukdankurangdilibatkandalamkegiatanpembelajaran.
yang

disampaikan

sudahbanyaktanpamerekaberinisiatifuntukmencobamemecahkanmasalah,

guru
merekahanyabergantungpadapenyampaianmateri guru yang berlanjutsampaimereka lulus.
Hal

iniberpengaruhpadahasilbelajarsiswa

yang

kurang

optimal

dalammencapaiketuntasanbelajar.

B.

Rumusan Masalah
Penerapankolaborasi model pembelajarandiharapkansiswaakanmerasalebihdihargai di
dalam proses pembelajarankarena guru
berusahamemberikansuatutanggungjawabkepadamasingmasingsiswaatastugasataupertanyaan yang telahdiberikanoleh guru. Kolaborasi model
pembelajaranPetaKonsep&Number Head
Togethermerupakansuatukegiatanberkesinambungan,
setelahsiswamemahamimateridenganpetakonsep yang
adakemudianpengetahuansiswaakandiperkuatdengandiskusikelompokdimanamasingmasingsiswamemilikitanggungjawabmenjawabpertanyaan yang diberikanoleh guru
sebelummerekamelakukanpraktikum.

C.

TujuanPenelitian

TujuandaripenelitianiniadalahuntukmenerapkanpembelajaranPetaKonsep&Number
ed

Head

Together

dapatmeningkatkanhasilbelajarpadamaterimendiagnosispermasalahanpengoperasian
personal computer padasiswa X program keahlian TKJ SMK Jakarta.

D.

Manfaat Hasil Penelitian

Penelitianinidiharapkandapatbermanfaatkepadaberbagaipihaksebagaiberikut:

agar
1. Bagi SMK di Jakarta
Dapatmenjadibahanpertimbanganbagisekolahuntukmeningkatkanmutupendidikan

di

sekolahtersebut.

2. Bagi Guru
a. Dapatdigunakansebagaibahanpertimbangandanacuanuntukmenerapkandanmengembangk
an

model

pembelajaranpadamatapelajaran

KKPI

agar

dapatmengevaluasisiswaatasberhasilatautidaknyapembelajaran

yang

dapatmeningkatkanpemahamandanperanaktifsiswa.
b. Guru

sudahdilakukan.
Olehkarenaitudenganpenelitianinidiharapkandapatmeningkatkankualitaspembelajaran
guru.
3. BagiSiswa
a. Dapatmemotivasidanhasilbelajarsiswa.
b. Dapatmendorongsiswauntukberanimengemukakan

idea

tau

pendapatsertamerasaikutbertanggungjawabataspertanyaan yang diberikanoleh guru.
c. Dapatmenimbulkan

rasa

dimilikiolehmasing-masingsiswa.
4. BagiPeneliti

percayadiriterhadappotensiataukemampuan

yang
a. Dapatmemberikanpengalamanpadapenelitidalammenghadapipermasalahanpendidikan
yang

ada

di

lapangansebagaiacuan

yang

bisadigunakandalam

proses

mengajarpadakesempatan yang akan dating.
b. Dapatmemperolehinformasisecaralangsungmengenai proses danhasilpenerapan model
pembelajaranPetaKonsep&Numbered

Head

Togetherdilapangangunameningkatkanhasilbelajarsiswa.

BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut

Ibrahim,

dkk

(2002:2)

“pembelajarankooperatifditandaidenganadanyastrukturtugas,
danstrukturpenghargaan

(reward)”.

tujuan,
Siswa

yang

bekerjadalamsituasipembelajrankooperatifdidorongdanataudikehendakiuntukbekerjasam
apadasuatutugasbersama,
merekaharusmengkoordinasikanusahanyainimelaluipenggunaanpembelajaran.
Perbedaanantarmanusia

yang

tidakterkelolasecarabaikdapatmenimbulkanketersinggungandankesalahpahamanantarses
amanya.

Agar

manusiaterhindardarihal-haltersebutmakadiperlukaninteraksi

yang

salingasuhatautenggang rasa dansalingmenyayangi. Menurut Abdurrahman danBintoro
(dalamNurhadi

2004:61)

pembelajarankooperatifadalahpembelajaran

yang
secarasadardansistematismengembangkaninteraksi

yang

silihasah,

silihasih,

dansilihasuhantarsesamasiswasebagailatihanhidup di dalammasyarakatnyata.
MenurutNurhadi,
yang

dkk

(2004:61)”pembelajarankooperatifadalahpembelajaran

secarasadardansengajamengembangkaninteraksi

silihasuhuntukmenghindariketersinggungandankesalahpahaman

yang
yang

dapatmenimbulkanpermusuhan”.
Dari

pendapat

para

ahli

atasdapatdisimpulkanbahwapembelajarankooperatifadalahsuatucarapembelajaran

di
yang

dilakukansecarasengajadansistematis, yang bertujuanmengembangkaninteraksi yang
salahasah,

silihasihdansilihasuhsesamasiswasebagailatihanhidup

di

dalammasyarakatnyata

yang

bertujuanuntukmenghindariketersinggungandankesalahpahaman

yang

dapatmenimbulkanpermusuhan.
BAB III
METEDOLOGI PENELITIAN

Numbering
Guru membagisiswakedalamkelompok yang
beranggotakan 3-5
orang denganmasingmasinganggotadiberinomor 1-5

Tahap II

Questioning
Guru member pertanyaanataumasalah yang
akandibahsolehsiswa

Numbering
Tahap III

Siswaberdiskusidengankelompoknyauntukmenyat
ukanpendapatterhadapjawabandaripertanyaan
yang
diberikanoleh
guru
danmeyakinkanbahwatiapanggotadalamtim
mengetahuijawabantersebut.
Numbering
Tahap IV

Guru
menyebutkansatunomortertentu,
kemudiansiswa yang memegangnomor yang
dimaksudoleh
guru
mengacungkantangandanmencobauntukmenjawabp
ertanyaanuntukseluruhkelas.
Kemudian
guru
bertanyapadasiswa yang memilikinomor yang
samauntukmenanggapiataumenjawabpertanyaan
yang sama.

Gambar 2.1 TahapanPelaksanaanMetodePembelajaran THT
Kelebihanmetodestruktural

NHT

adalahmelibatkanlebihbanyaksiswadalamkegiatanpembelajaran.
Padasaatpertanyaandiajukankeseluruhkelas,

masing-

masinganggotakelompokmemilikikesempatan

yang

samauntukmewakilikelompokmemberikanjawabanmelaluipemanggilannomoranggotaseca
raacak. Wakilkelompok yang menjawabpertanyaan guru, tidakhanyaterfokuspadasiswa
yang

lebihmampuataudidasarkanpadakesepakatankelompok,

tetapisemuasiswamempunyaikesempatanuntukmewakilikelompoktanpadibeda-bedakan.
Selainitukelebihannyaadalahdapatmengubahstrukturkelas

traditional,

sepertimengacungkantanganterlebihdahulusebelumditunjuk

guru

untukmenjawabpertanyaan.
Kelemahandarimetode NHT adalahmembutuhkanwaktu yang cukup lama
bagisiswadan

guru

sehinggasulitmencapai

Selainitumembutuhkankemampuankhususbagi

guru

target

kurikulum.

dalammelakukanataumenerapkan
model

belajarkooperatifsertamenuntutsifattertentudarisiswa,

misalnyasifatsukabekerjasama.

DAFTAR PUSTAKA

Arikuntro,Suharsini, Donald Ary, danAriefFurchan, PengantarPenelitianDalamPendidikan,
Surabaya: Usaha Nasional, 1982

Nana Sudjana. (2005) PenilaianHasil Proses BelajarMengajar. Bandung: RosdaKarya.
SuharsimiArikuntodkk (2007) PenelitianTindakanKelas. Jakarta: BumiAksara.
Bambang Dharmaputra, "Penyusunan Silabus dalam KTSP SMK," Jurnal 8

Pendidikan, vol.3, No.4, 1-10 (Jakarta, April 2008).

Arikunto, S. 2001. Dasar-dasarevaluasipendidikan. Jakarta: BumiAksara.

Proposal usulan p enelitian ptk

  • 1.
    PROPOSAL USULAN PENELITIAN TINDAKANKELAS Judul : PENERAPAN KOLABORASIMODEL PEMBELAJARAAN PETA KONSEP DAN NUMBERED HEAD TOGETHERUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PERSONAL COMPUTER PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TKJ SMK JAKARTA Disusunoleh: Muhamadsaifilukman hakim (5215117030) Pendidikanelektronika
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar BelakangMasalah Ilmupengetahuanberkembangsangatpesatdansegalainformasimenjadiberlipatgandas etiapdetiknya. Hal inieratkaitannyadenganteknologi memberikanpeluangberkembangnyasains.Penggunaan model pembelajaran bervariasidirasamampuuntukmeningkatkansemangatpesertadidikdalammengikuti yang yang proses belajarmengajar, karenadenganpembelajaransecarakooperatifsemaksimalmungkinpartisipasisiswadalammem perolehpengetahuansangatdiperlukan. Metodapengajaran yang akanditerapkanharusmemperhatikansasaranatausubyekpelakutindakan. SubyekpenelitianiniadalahsiswaSMK (SekolahMenengahKejuruan) dimanamerekatermasukdalamkategoriremaja. Metodeceramah, pembelajaranmasihdidominasioleh guru dankurangterpusatpadasiswa. Siswahanyadiberitugasdanberdiskusipadabagianmateritertentusaja. Hal inimenyebabkansiswakurangmeresponselamakegiatanpembelajaranberlangsungkarenasisw amerasabosan, jenuh, Siswamenganggapbahwaapa mengantukdankurangdilibatkandalamkegiatanpembelajaran. yang disampaikan sudahbanyaktanpamerekaberinisiatifuntukmencobamemecahkanmasalah, guru
  • 3.
    merekahanyabergantungpadapenyampaianmateri guru yangberlanjutsampaimereka lulus. Hal iniberpengaruhpadahasilbelajarsiswa yang kurang optimal dalammencapaiketuntasanbelajar. B. Rumusan Masalah Penerapankolaborasi model pembelajarandiharapkansiswaakanmerasalebihdihargai di dalam proses pembelajarankarena guru berusahamemberikansuatutanggungjawabkepadamasingmasingsiswaatastugasataupertanyaan yang telahdiberikanoleh guru. Kolaborasi model pembelajaranPetaKonsep&Number Head Togethermerupakansuatukegiatanberkesinambungan, setelahsiswamemahamimateridenganpetakonsep yang adakemudianpengetahuansiswaakandiperkuatdengandiskusikelompokdimanamasingmasingsiswamemilikitanggungjawabmenjawabpertanyaan yang diberikanoleh guru sebelummerekamelakukanpraktikum. C. TujuanPenelitian TujuandaripenelitianiniadalahuntukmenerapkanpembelajaranPetaKonsep&Number ed Head Together dapatmeningkatkanhasilbelajarpadamaterimendiagnosispermasalahanpengoperasian personal computer padasiswa X program keahlian TKJ SMK Jakarta. D. Manfaat Hasil Penelitian Penelitianinidiharapkandapatbermanfaatkepadaberbagaipihaksebagaiberikut: agar
  • 4.
    1. Bagi SMKdi Jakarta Dapatmenjadibahanpertimbanganbagisekolahuntukmeningkatkanmutupendidikan di sekolahtersebut. 2. Bagi Guru a. Dapatdigunakansebagaibahanpertimbangandanacuanuntukmenerapkandanmengembangk an model pembelajaranpadamatapelajaran KKPI agar dapatmengevaluasisiswaatasberhasilatautidaknyapembelajaran yang dapatmeningkatkanpemahamandanperanaktifsiswa. b. Guru sudahdilakukan. Olehkarenaitudenganpenelitianinidiharapkandapatmeningkatkankualitaspembelajaran guru. 3. BagiSiswa a. Dapatmemotivasidanhasilbelajarsiswa. b. Dapatmendorongsiswauntukberanimengemukakan idea tau pendapatsertamerasaikutbertanggungjawabataspertanyaan yang diberikanoleh guru. c. Dapatmenimbulkan rasa dimilikiolehmasing-masingsiswa. 4. BagiPeneliti percayadiriterhadappotensiataukemampuan yang
  • 5.
    a. Dapatmemberikanpengalamanpadapenelitidalammenghadapipermasalahanpendidikan yang ada di lapangansebagaiacuan yang bisadigunakandalam proses mengajarpadakesempatan yangakan dating. b. Dapatmemperolehinformasisecaralangsungmengenai proses danhasilpenerapan model pembelajaranPetaKonsep&Numbered Head Togetherdilapangangunameningkatkanhasilbelajarsiswa. BAB II LANDASAN TEORI Menurut Ibrahim, dkk (2002:2) “pembelajarankooperatifditandaidenganadanyastrukturtugas, danstrukturpenghargaan (reward)”. tujuan, Siswa yang bekerjadalamsituasipembelajrankooperatifdidorongdanataudikehendakiuntukbekerjasam apadasuatutugasbersama, merekaharusmengkoordinasikanusahanyainimelaluipenggunaanpembelajaran. Perbedaanantarmanusia yang tidakterkelolasecarabaikdapatmenimbulkanketersinggungandankesalahpahamanantarses amanya. Agar manusiaterhindardarihal-haltersebutmakadiperlukaninteraksi yang salingasuhatautenggang rasa dansalingmenyayangi. Menurut Abdurrahman danBintoro (dalamNurhadi 2004:61) pembelajarankooperatifadalahpembelajaran yang
  • 6.
    secarasadardansistematismengembangkaninteraksi yang silihasah, silihasih, dansilihasuhantarsesamasiswasebagailatihanhidup di dalammasyarakatnyata. MenurutNurhadi, yang dkk (2004:61)”pembelajarankooperatifadalahpembelajaran secarasadardansengajamengembangkaninteraksi silihasuhuntukmenghindariketersinggungandankesalahpahaman yang yang dapatmenimbulkanpermusuhan”. Dari pendapat para ahli atasdapatdisimpulkanbahwapembelajarankooperatifadalahsuatucarapembelajaran di yang dilakukansecarasengajadansistematis,yang bertujuanmengembangkaninteraksi yang salahasah, silihasihdansilihasuhsesamasiswasebagailatihanhidup di dalammasyarakatnyata yang bertujuanuntukmenghindariketersinggungandankesalahpahaman yang dapatmenimbulkanpermusuhan. BAB III METEDOLOGI PENELITIAN Numbering Guru membagisiswakedalamkelompok yang beranggotakan 3-5 orang denganmasingmasinganggotadiberinomor 1-5 Tahap II Questioning Guru member pertanyaanataumasalah yang akandibahsolehsiswa Numbering Tahap III Siswaberdiskusidengankelompoknyauntukmenyat ukanpendapatterhadapjawabandaripertanyaan yang diberikanoleh guru danmeyakinkanbahwatiapanggotadalamtim mengetahuijawabantersebut.
  • 7.
    Numbering Tahap IV Guru menyebutkansatunomortertentu, kemudiansiswa yangmemegangnomor yang dimaksudoleh guru mengacungkantangandanmencobauntukmenjawabp ertanyaanuntukseluruhkelas. Kemudian guru bertanyapadasiswa yang memilikinomor yang samauntukmenanggapiataumenjawabpertanyaan yang sama. Gambar 2.1 TahapanPelaksanaanMetodePembelajaran THT Kelebihanmetodestruktural NHT adalahmelibatkanlebihbanyaksiswadalamkegiatanpembelajaran. Padasaatpertanyaandiajukankeseluruhkelas, masing- masinganggotakelompokmemilikikesempatan yang samauntukmewakilikelompokmemberikanjawabanmelaluipemanggilannomoranggotaseca raacak. Wakilkelompok yang menjawabpertanyaan guru, tidakhanyaterfokuspadasiswa yang lebihmampuataudidasarkanpadakesepakatankelompok, tetapisemuasiswamempunyaikesempatanuntukmewakilikelompoktanpadibeda-bedakan. Selainitukelebihannyaadalahdapatmengubahstrukturkelas traditional, sepertimengacungkantanganterlebihdahulusebelumditunjuk guru untukmenjawabpertanyaan. Kelemahandarimetode NHT adalahmembutuhkanwaktu yang cukup lama bagisiswadan guru sehinggasulitmencapai Selainitumembutuhkankemampuankhususbagi guru target kurikulum. dalammelakukanataumenerapkan
  • 8.
    model belajarkooperatifsertamenuntutsifattertentudarisiswa, misalnyasifatsukabekerjasama. DAFTAR PUSTAKA Arikuntro,Suharsini, DonaldAry, danAriefFurchan, PengantarPenelitianDalamPendidikan, Surabaya: Usaha Nasional, 1982 Nana Sudjana. (2005) PenilaianHasil Proses BelajarMengajar. Bandung: RosdaKarya. SuharsimiArikuntodkk (2007) PenelitianTindakanKelas. Jakarta: BumiAksara.
  • 9.
    Bambang Dharmaputra, "PenyusunanSilabus dalam KTSP SMK," Jurnal 8 Pendidikan, vol.3, No.4, 1-10 (Jakarta, April 2008). Arikunto, S. 2001. Dasar-dasarevaluasipendidikan. Jakarta: BumiAksara.