Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kespro infertilitas

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Kespro infertilitas

  1. 1. INFERTILITASINFERTILITAS
  2. 2. InfertilitasInfertilitas Definisi:Definisi: • Pasangan yang menjalaniPasangan yang menjalani hubungan seksual secarahubungan seksual secara teratur tanpa perlindunganteratur tanpa perlindungan selama 12 bulan (1 tahun) danselama 12 bulan (1 tahun) dan tidak terjadi kehamilan disebuttidak terjadi kehamilan disebut pasangan infertil.pasangan infertil.
  3. 3. InfertilitasInfertilitas Statistik menunjukkan bahwa:Statistik menunjukkan bahwa: - hanya 32,7% pasangan langsunghanya 32,7% pasangan langsung hamil dalam bulan pertama,hamil dalam bulan pertama, - 57,8% hamil dalam 3 bulan, dan57,8% hamil dalam 3 bulan, dan - 72,1% dalam 6 bulan masa72,1% dalam 6 bulan masa pernikahan.pernikahan. - Menginjak tahun pertama (12 bulan)Menginjak tahun pertama (12 bulan) angka tersebut naik menjadi 85,4%.angka tersebut naik menjadi 85,4%.
  4. 4. InfertilitasInfertilitas • Frekuensi hubungan seksual pentingFrekuensi hubungan seksual penting karena mempengaruhi kemungkinankarena mempengaruhi kemungkinan kehamilan.kehamilan. • Contoh: suatu pasangan yangContoh: suatu pasangan yang suaminya bekerja sebagai pelaut dansuaminya bekerja sebagai pelaut dan berlayar selama berbulan-bulan,berlayar selama berbulan-bulan, belum dapat dikatakan infertil bilabelum dapat dikatakan infertil bila istrinya tidak hamil dalam kurunistrinya tidak hamil dalam kurun waktu 1 tahun.waktu 1 tahun.
  5. 5. INFERTILITASINFERTILITAS Infertilitas :Infertilitas : 7 – 12% (± 3 juta psgn)7 – 12% (± 3 juta psgn)
  6. 6. Jenis InfertilitasJenis Infertilitas 1. Infertilitas Primer1. Infertilitas Primer • Belum hamil walaupun senggama rutinBelum hamil walaupun senggama rutin selama 12 bulan.selama 12 bulan. 2. Infertilitas Sekunder2. Infertilitas Sekunder • Pernah hamil, kemudian tidak,Pernah hamil, kemudian tidak, walaupun senggama rutin dalam 12walaupun senggama rutin dalam 12 bln.bln.
  7. 7. Kesuburan (fertilitas) dipengaruhiKesuburan (fertilitas) dipengaruhi 5 faktor penting :5 faktor penting : 1. 1. UsiaUsia :: - Untuk pria puncak kesuburan adalah usia- Untuk pria puncak kesuburan adalah usia 24-25 tahun dan 21-24 tahun untuk24-25 tahun dan 21-24 tahun untuk wanita, sebelum usia tersebut kesuburanwanita, sebelum usia tersebut kesuburan belum benar matang dan setelahnyabelum benar matang dan setelahnya berangsur menurun.berangsur menurun. 2.  2.  Frekuensi hubungan seksualFrekuensi hubungan seksual 3.  3.  LingkunganLingkungan :: - baik fisik, khemis maupun biologis- baik fisik, khemis maupun biologis (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol,(panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi, dll).infeksi, dll).
  8. 8. Kesuburan (fertilitas) dipengaruhiKesuburan (fertilitas) dipengaruhi 5 faktor penting :5 faktor penting : 4.  4.  Gizi dan nutrisiGizi dan nutrisi :: - terutama kekurangan protein dan- terutama kekurangan protein dan vitaminvitamin 5.  5.  Stress psikisStress psikis :: - mengganggu siklus haid,- mengganggu siklus haid, menurunkan libido & kualitasmenurunkan libido & kualitas spermatozoa, dll.spermatozoa, dll.
  9. 9. Penyebab infertilitas pada wanitaPenyebab infertilitas pada wanita berdasarkan anatomi organ danberdasarkan anatomi organ dan fungsinya:fungsinya: 1.1. Faktor Vagina :Faktor Vagina : -- Vaginismus (kejang otot vagina)Vaginismus (kejang otot vagina) - Vaginitis (radang/infeksi vagina), dll- Vaginitis (radang/infeksi vagina), dll 2.2. Faktor Uterus (rahim) :Faktor Uterus (rahim) : -- Myoma (tumor otot rahim)Myoma (tumor otot rahim) - Endometritis (radang sel. lendir rahim)- Endometritis (radang sel. lendir rahim) - Endometriosis (tumbuh sel.  ender rahim- Endometriosis (tumbuh sel.  ender rahim bukan pada tempatnya)bukan pada tempatnya) - Uterus bicornis, arcuatus, asherman’s- Uterus bicornis, arcuatus, asherman’s syndrome, retrofleksi (kelainan bentuksyndrome, retrofleksi (kelainan bentuk dan posisi rahim)dan posisi rahim) - Prolap (pemburutan, penyembulan rahim- Prolap (pemburutan, penyembulan rahim ke bawah).ke bawah).
  10. 10. Penyebab infertilitas pada wanitaPenyebab infertilitas pada wanita berdasarkan anatomi organ danberdasarkan anatomi organ dan fungsinya:fungsinya: 3.3. Faktor Cervix (Mulut Rahim) :Faktor Cervix (Mulut Rahim) : - Polip (tumor jinak)- Polip (tumor jinak) - Stenosis (kekakuan mulut rahim)- Stenosis (kekakuan mulut rahim) - Non Hostile Mucus (kualitas lendir- Non Hostile Mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek)mulut rahim jelek) - Anti Sperm Antibody (antibody- Anti Sperm Antibody (antibody terhadap sperma), dll.terhadap sperma), dll. 4.4. Faktor Tuba Fallopi (Saluran Telur) :Faktor Tuba Fallopi (Saluran Telur) : -- Pembuntuan, penyempitan,Pembuntuan, penyempitan, perlengketan saluran telur (bisa karenaperlengketan saluran telur (bisa karena infeksi atau kelainan bawaan).infeksi atau kelainan bawaan).
  11. 11. Penyebab infertilitas pada wanitaPenyebab infertilitas pada wanita berdasarkan anatomi organ danberdasarkan anatomi organ dan fungsinya;fungsinya; 5. Faktor Ovarium (Indung Telur) :5. Faktor Ovarium (Indung Telur) : - Tumor- Tumor - Cyste- Cyste - Gangguan menstruasi (Amenorhoe,- Gangguan menstruasi (Amenorhoe, Oligomenorhoe dengan/tanpa ovulasi).Oligomenorhoe dengan/tanpa ovulasi). 6.6. Faktor Lain :Faktor Lain : -- Prolactinoma (tumor pada Hipofisis)Prolactinoma (tumor pada Hipofisis) - Hiper/hypotroid (kelebihan/ kekurangan- Hiper/hypotroid (kelebihan/ kekurangan hormone tiroid), dll.hormone tiroid), dll.
  12. 12. Penyebab infertilitas pada priaPenyebab infertilitas pada pria berdasarkan anatomi organ danberdasarkan anatomi organ dan fungsinya:fungsinya: 1.1. Anatomi :Anatomi : - Hypo-epispadia (kelainan letak- Hypo-epispadia (kelainan letak lubang kencing)lubang kencing) - micropenis (penis sangat kecil)- micropenis (penis sangat kecil) - Undescencus Testis (testis masih- Undescencus Testis (testis masih dalam perut/lipat paha), dlldalam perut/lipat paha), dll 2.2. Gangguan fungsi :Gangguan fungsi : - Disfungsi Ereksi berat (Impotensi)- Disfungsi Ereksi berat (Impotensi) - Ejakulasi Retrogade (ejakulasi- Ejakulasi Retrogade (ejakulasi balik), dllbalik), dll
  13. 13. Penyebab infertilitas pada priaPenyebab infertilitas pada pria berdasarkan anatomi organ danberdasarkan anatomi organ dan fungsinya:fungsinya: 3. Gangguan spermatogenesia :3. Gangguan spermatogenesia : - Oligo/terato/asthenozoospermia- Oligo/terato/asthenozoospermia (kelainan jumlah, bentuk, gerak(kelainan jumlah, bentuk, gerak sperma)sperma) 4.4. Lain-lain :Lain-lain : - Hernia Scrotalis (Hernia berat- Hernia Scrotalis (Hernia berat sampai ke kantung testis)sampai ke kantung testis) - Varikokel (varises pembuluh darah- Varikokel (varises pembuluh darah balik testis), Imunologis, Infeksi,balik testis), Imunologis, Infeksi, dlldll
  14. 14. PEMERIKSAANPEMERIKSAAN LABORATORIUMLABORATORIUM INFERTILITAS PRIAINFERTILITAS PRIA PEMERIKSAANPEMERIKSAAN LABORATORIUMLABORATORIUM INFERTILITAS PRIAINFERTILITAS PRIA • Analisis semen (cairan sperma)Analisis semen (cairan sperma) • Analisis hormonalAnalisis hormonal • PemeriksaanPemeriksaan ⇒⇒ – Imunologi : antibodi antispermaImunologi : antibodi antisperma – Infeksi :Infeksi : TORCH, STDTORCH, STD – Analisis kromosomAnalisis kromosom
  15. 15. Parameter sperma normal adalahParameter sperma normal adalah sebagai berikut:sebagai berikut: • Volume = 2 ml atau lebihVolume = 2 ml atau lebih • pH = 7,2 — 8pH = 7,2 — 8 • Bau khasBau khas • Warna = kelabu pucatWarna = kelabu pucat • Konsentrasi = 20 juta per ml atauKonsentrasi = 20 juta per ml atau lebihlebih • Gerak (motilitas) = 50 % atau lebihGerak (motilitas) = 50 % atau lebih bergerak ke depanbergerak ke depan • Bentuk (morfologi) = 30% atau lebihBentuk (morfologi) = 30% atau lebih berbentuk normalberbentuk normal
  16. 16. TERMINOLOGI ANALISISTERMINOLOGI ANALISIS SPERMASPERMA TERMINOLOGI ANALISISTERMINOLOGI ANALISIS SPERMASPERMA • SpermaSperma : air mani: air mani • SpermatozoaSpermatozoa : sel-sel mani: sel-sel mani • FertilFertil : subur: subur • InfertilInfertil : tidak subur: tidak subur • SterilSteril : mandul: mandul • EjakulatEjakulat : seluruh jumlah air mani: seluruh jumlah air mani yang dikeluarkan saatyang dikeluarkan saat ejakulasiejakulasi • AspermiaAspermia : keadaan dimana saat: keadaan dimana saat ejakulasi tidak keluarejakulasi tidak keluar air maniair mani
  17. 17. • HypospermiaHypospermia : volume ejakulat < 2 ml: volume ejakulat < 2 ml • HyperspermiaHyperspermia : volume ejakulat > 6 ml: volume ejakulat > 6 ml • AzoospermiaAzoospermia : dalam air mani tidak: dalam air mani tidak terdapat sel-sel spermaterdapat sel-sel sperma • Necrozoospermia : tidak terdapatNecrozoospermia : tidak terdapat spermatozoa yangspermatozoa yang hidup/bergerak aktifhidup/bergerak aktif • Oligozoospermia : spermatozoa < 20 jt/mlOligozoospermia : spermatozoa < 20 jt/ml • Normozoospermia : jlh spermatozoaNormozoospermia : jlh spermatozoa normalnormal TERMINOLOGI ANALISISTERMINOLOGI ANALISIS SPERMASPERMA TERMINOLOGI ANALISISTERMINOLOGI ANALISIS SPERMASPERMA
  18. 18. • PolyzoospermiaPolyzoospermia : jlh spermatozoa > 60: jlh spermatozoa > 60 juta/mljuta/ml • Asthenozoospermia : jlh spermatozoaAsthenozoospermia : jlh spermatozoa hidup & bergerakhidup & bergerak aktif < normalaktif < normal • Teratozoospermia : jlh spermatozoaTeratozoospermia : jlh spermatozoa berbentuk abnormalberbentuk abnormal > 30%> 30% TERMINOLOGI ANALISISTERMINOLOGI ANALISIS SPERMASPERMA TERMINOLOGI ANALISISTERMINOLOGI ANALISIS SPERMASPERMA
  19. 19. Pemeriksaan Infertilitas padaPemeriksaan Infertilitas pada wanitawanita • UsiaUsia • Riwayat penyakit & operasiRiwayat penyakit & operasi • BBBB • Alkohol, Nikotin, Morfin, GanjaAlkohol, Nikotin, Morfin, Ganja • StressStress • Ggn hubungan SexualGgn hubungan Sexual – Penetrasi tidak sempurnaPenetrasi tidak sempurna – Jarang CoitusJarang Coitus – VaginismusVaginismus II.. AnamnesaAnamnesa
  20. 20. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ – Untuk mengkaji fungsi endokrinUntuk mengkaji fungsi endokrin pada aksis ovarium-hipofisis-pada aksis ovarium-hipofisis- hipotalamus.hipotalamus. IIII.. Analisa HormonAnalisa Hormon
  21. 21. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ A.A. PRL (prolaktin)PRL (prolaktin) →→ Ň : 5 – 25 ng/ml ambil antara jam 7 – 10Ň : 5 – 25 ng/ml ambil antara jam 7 – 10 pagi.pagi. – Stress + obat-abat psikofarmaka dapatStress + obat-abat psikofarmaka dapat meme  kadar prolaktin.kadar prolaktin. →→ 30 – 50 ng/ml30 – 50 ng/ml →→ os memakaios memakai tranqualizer & hipotiroid.tranqualizer & hipotiroid. →→ > 50 ng/ml + dengan/tanpa ggn haid> 50 ng/ml + dengan/tanpa ggn haid →→ tumor (prolaktinoma) di hipofisis.tumor (prolaktinoma) di hipofisis. IIII.. Analisa HormonAnalisa Hormon
  22. 22. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ B.B. T3 & T4T3 & T4 – Hypo/hypertiroidHypo/hypertiroid IIII.. Analisa HormonAnalisa Hormon Anovulasi s/dAnovulasi s/d amenoreamenore Sering abortusSering abortus
  23. 23. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ IIIIII. UPS (uji pasca senggama). UPS (uji pasca senggama) – 2 – 3 hari sebelum perkiraan2 – 3 hari sebelum perkiraan ovulasi.ovulasi. – Diambil setelah 2 – 12 Jam Coitus.Diambil setelah 2 – 12 Jam Coitus. – Spin barkeit :Spin barkeit : ≥ 5 Cm≥ 5 Cm – Gbrn daun pakis (mikroskop)Gbrn daun pakis (mikroskop)
  24. 24. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ IVIV. Penilaian Ovulasi. Penilaian Ovulasi – Suhu Basal Badan :Suhu Basal Badan : - 4 menit thermometer- 4 menit thermometer dibawahdibawah lidah.lidah. - pagi sblm matahari terbit.- pagi sblm matahari terbit. - OS tidak demam- OS tidak demam – USG transvaginalUSG transvaginal →→ φφ folikelfolikel ≥ 18 – 25 mm≥ 18 – 25 mm – Pemeriksaan hormon progesteron darahPemeriksaan hormon progesteron darah
  25. 25. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ IVIV. Penilaian Ovulasi. Penilaian Ovulasi – LH & 17LH & 17ββ estradiol darah :estradiol darah : • Ambil setiap hari mulai hari ke 10 s/d terjadiAmbil setiap hari mulai hari ke 10 s/d terjadi ovulasi.ovulasi. • PreovulatorikPreovulatorik →→  dan puncaknya 24 jam :dan puncaknya 24 jam : 150 – 300 pg/ml150 – 300 pg/ml • LH bs terlalu tinggi ok obat-obatan pemicuLH bs terlalu tinggi ok obat-obatan pemicu ovulasi :ovulasi : » Luteinisasi lebih cepatLuteinisasi lebih cepat » Korpus luteum terlalu cepat memproduksiKorpus luteum terlalu cepat memproduksi progesteron & perub endometrium lebih cepatprogesteron & perub endometrium lebih cepat nidasi terganggu⇛ nidasi terganggu⇛
  26. 26. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ IVIV. Penilaian Ovulasi. Penilaian Ovulasi – Ggn ovulasi idiopatik :Ggn ovulasi idiopatik : induksi ovulasi coba dengan carainduksi ovulasi coba dengan cara pemberian esterogen (feed backpemberian esterogen (feed back ⊕⊕)) atauatau anti estrogen (feed backanti estrogen (feed back ⊖⊖).). feed backfeed back ⊕⊕ →→ estradiol & LHestradiol & LH  feed backfeed back ⊖⊖ →→ beri klomifen sitrat 50 – 100beri klomifen sitrat 50 – 100 mg, mulai hari ke 5 – 9mg, mulai hari ke 5 – 9 →→ estradiol darahestradiol darah →→ gonadotropingonadotropin 
  27. 27. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ VV. Pemeriksaan Bakteriologi. Pemeriksaan Bakteriologi – Dari vagina & porsioDari vagina & porsio • Infeksi :Infeksi : - Chlamydia trakhomatis- Chlamydia trakhomatis - GO- GO - TORCH- TORCH
  28. 28. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ VIVI. ANALISIS FASE LUTEAL. ANALISIS FASE LUTEAL – Pemeriksaan progesteron pertengahanPemeriksaan progesteron pertengahan fase lutealfase luteal →→ normal : 10 ng/ml ; < 10normal : 10 ng/ml ; < 10 ng/mlng/ml →→ insufisensi korpus luteum.insufisensi korpus luteum. – Insuf korpus luteumInsuf korpus luteum →→ progesteronprogesteron alamiah : 50 – 200 mg, lebih baikalamiah : 50 – 200 mg, lebih baik pervaginal di banding peroral.pervaginal di banding peroral. – Kadar estradiolKadar estradiol  pada fase lutealpada fase luteal →→ menghambat implantasi.menghambat implantasi.
  29. 29. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ VIIVII. DIAGNOSIS TUBA FALLOPI. DIAGNOSIS TUBA FALLOPI a.a. Uji insuflasiUji insuflasi  Pada saat paruh pertama siklus haid.Pada saat paruh pertama siklus haid.  CoCo22 melalui canalis cervicalismelalui canalis cervicalis →→ perub tekperub tek dalam cav abddalam cav abd →→ tuba patent.tuba patent. a.a. HSGHSG  Paruh pertama siklus haid.Paruh pertama siklus haid.  Abstinensia 2 hari.Abstinensia 2 hari.  Tidak dilakukan pada pasien salfingitisTidak dilakukan pada pasien salfingitis a.a. USGUSG
  30. 30. Penanganan Infertilitas padaPenanganan Infertilitas pada ♀♀ VIIVII. DIAGNOSIS TUBA FALLOPI. DIAGNOSIS TUBA FALLOPI d.d. HidrotubasiHidrotubasi  Cairan + antibiotika kanamycin 1 gr,Cairan + antibiotika kanamycin 1 gr, dexamethason 5 mg & spasmodik cair (hiosindexamethason 5 mg & spasmodik cair (hiosin & metamizol)& metamizol) d.d. LaparaskopiLaparaskopi  Terbaik untuk menilai fungsi tubaTerbaik untuk menilai fungsi tuba  Bersama dengan HisteroskopiBersama dengan Histeroskopi  Jelas dapat menilai keadaan dalam ronggaJelas dapat menilai keadaan dalam rongga perutperut
  31. 31. 1.1. Pencegahan dini terhadap penyakitPencegahan dini terhadap penyakit infeksi yang berkaitan denganinfeksi yang berkaitan dengan Infertilitas.Infertilitas. 2.2. Konsultasi PsikologikKonsultasi Psikologik →→ ok ggnok ggn emosionalemosional →→ ini dapat menggangguini dapat mengganggu keseimbangan Hormonal.keseimbangan Hormonal. 3.3. Penyuluhan kesehatan reproduksiPenyuluhan kesehatan reproduksi →→ pepe  an frequensi coitus saatan frequensi coitus saat ovulasi.ovulasi. Pengobatan Infertilitas:Pengobatan Infertilitas:
  32. 32. Pengobatan Infertilitas :Pengobatan Infertilitas : 4.4. Sesuai dengan penyebabnyaSesuai dengan penyebabnya a. Medikamentosaa. Medikamentosa b. Non Spesifik (vitamin-vitamin)b. Non Spesifik (vitamin-vitamin) c. Pembedahanc. Pembedahan d. Assisted reproduktif teknologid. Assisted reproduktif teknologi  IVF (IVF (IN VITRO FERTILIZATION )IN VITRO FERTILIZATION ) = Bayi tabung= Bayi tabung
  33. 33. InfertilitasInfertilitas • Faktor penting yang diperlukan agarFaktor penting yang diperlukan agar kehamilan terjadi ialah keadaan kesuburan,kehamilan terjadi ialah keadaan kesuburan, baik pria maupun wanita.baik pria maupun wanita. • Kesuburan pria dan wanita ditentukan olehKesuburan pria dan wanita ditentukan oleh keadaan kesehatan sistem seksual dankeadaan kesehatan sistem seksual dan reproduksi.reproduksi. • Kalau kesehatan sistem seksual danKalau kesehatan sistem seksual dan reproduksi baik, maka keadaan kesuburanreproduksi baik, maka keadaan kesuburan juga baik.juga baik. • Sebaliknya, kalau kesehatan sistemSebaliknya, kalau kesehatan sistem seksual dan reproduksi terganggu, makaseksual dan reproduksi terganggu, maka kesuburan sangat mungkin terganggu.kesuburan sangat mungkin terganggu.
  34. 34. InfertilitasInfertilitas • Fokus utama mengenai kesuburan ialah selFokus utama mengenai kesuburan ialah sel telur (pada wanita) dan sperma (pada pria).telur (pada wanita) dan sperma (pada pria). • Walaupun sel telur dan sel spermatozoaWalaupun sel telur dan sel spermatozoa sama-sama merupakan sel benih, terdapatsama-sama merupakan sel benih, terdapat perbedaan yang nyata dalam waktu kapanperbedaan yang nyata dalam waktu kapan sel benih tersebut dikeluarkan.sel benih tersebut dikeluarkan. • Sel telur dikeluarkan pada masa suburSel telur dikeluarkan pada masa subur wanita.wanita. • Sedang sel spermatozoa dikeluarkan ketikaSedang sel spermatozoa dikeluarkan ketika pria mengalami ejakulasi pada puncakpria mengalami ejakulasi pada puncak reaksi seksual yang disebut orgasme.reaksi seksual yang disebut orgasme. • Berarti hubungan seksual yang dilakukan diBerarti hubungan seksual yang dilakukan di luar saat subur wanita, tidak mungkinluar saat subur wanita, tidak mungkin menimbulkan kehamilan.menimbulkan kehamilan.
  35. 35. Kapan saat subur wanita?Kapan saat subur wanita? • Wanita mempunyai suatu periode yangWanita mempunyai suatu periode yang dikenal dengan sebutan saat atau masadikenal dengan sebutan saat atau masa subur.subur. • Masa subur ialah masa hidup sel telur sejakMasa subur ialah masa hidup sel telur sejak dikeluarkan dari indung telur dan selamadikeluarkan dari indung telur dan selama bertahan hidup di dalam rahim.bertahan hidup di dalam rahim. • Sel telur dikeluarkan dari indung telur padaSel telur dikeluarkan dari indung telur pada 14 hari sebelum menstruasi yang akan14 hari sebelum menstruasi yang akan datang.datang. • Setelah dikeluarkan, sel telur masuk keSetelah dikeluarkan, sel telur masuk ke dalam rahim melalui saluran telur.dalam rahim melalui saluran telur. • Di dalam rahim, sel telur mampu hidupDi dalam rahim, sel telur mampu hidup selama 48 jam. Masa sejak sel telurselama 48 jam. Masa sejak sel telur dikeluarkan dan hidup di dalam rahim itulahdikeluarkan dan hidup di dalam rahim itulah yang disebut masa subur.yang disebut masa subur.
  36. 36. Ada beberapa cara untuk mengetahuiAda beberapa cara untuk mengetahui kesuburan wanita:kesuburan wanita: • PertamaPertama, dengan memperhatikan keluarnya lendir, dengan memperhatikan keluarnya lendir mulut rahim yang dapat diraba dengan jari. Padamulut rahim yang dapat diraba dengan jari. Pada saat subur keluarlah cairan bening seperti putihsaat subur keluarlah cairan bening seperti putih telur sehingga kelamin terkesan basah.telur sehingga kelamin terkesan basah. • KeduaKedua, dengan mengukur suhu tubuh setiap pagi, dengan mengukur suhu tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur selama beberapa bulan siklussebelum bangun tidur selama beberapa bulan siklus menstruasi.menstruasi. Kemudian dibuat grafik yang menghubungkan setiapKemudian dibuat grafik yang menghubungkan setiap angka yang menunjukkan suhu tubuh. Denganangka yang menunjukkan suhu tubuh. Dengan melihat perubahan grafik suhu tubuh, dapatmelihat perubahan grafik suhu tubuh, dapat ditentukan ada tidaknya saat subur.ditentukan ada tidaknya saat subur. Pada saat subur akan tampak penurunan suhu tubuhPada saat subur akan tampak penurunan suhu tubuh di bawah normal yang segera diikuti dengandi bawah normal yang segera diikuti dengan kenaikan di atas normal.kenaikan di atas normal.
  37. 37. Ada beberapa cara untuk mengetahuiAda beberapa cara untuk mengetahui kesuburan wanita:kesuburan wanita: • KetigaKetiga, dengan memeriksa lendir, dengan memeriksa lendir rahim di bawah mikroskop. Pada saatrahim di bawah mikroskop. Pada saat subur akan tampak bentukan sepertisubur akan tampak bentukan seperti daun pakis yang sempurna.daun pakis yang sempurna. • KeempatKeempat, dengan pemeriksaan USG, dengan pemeriksaan USG melalui vagina. Dengan pemeriksaanmelalui vagina. Dengan pemeriksaan USG melalui vagina dapat dilihatUSG melalui vagina dapat dilihat dengan jelas sel telur yang sudahdengan jelas sel telur yang sudah dilepaskan dari indung telur.dilepaskan dari indung telur.

×