PENJADWALAN
MULTIPROSESOR
Aufar Fajar – 1127019
Yosua Natanael – 1127017
Jefry Karundeng – 0827034
Multi-Processor Scheduling
 Sebagian besar algoritma didasarkan pada algoritma
uni-prosesor, dilengkapi dengan distribusi tugas diantara
prosesor-prosesor
 UTILIZATION BALANCING ALGORITHM
 NEXT-FIT ALGORITHM FOR RM-
SCHEDULING
Untuk tiap tugas Ti, lakukan
Alokasi 1 copy tugas Ti kepada prosesor yang paling tidak dimanfaatkan
(istirahat)
Update alokasi prosesor untuk menghitung alokasi tugas Ti
Untuk tiap tugas Ti, lakukan
Tetapkan tugas Ti ke kelas Ci
Jika Ti tidak RM-Schedulable untuk semua prosesor yang telah ditetapkan
pada kelas Ci, tetapkan prosesor tambahan ke Ci
Alokasikan tugas Ti ke kelas Ci
Multi-Processor Scheduling
 BIN-PACKING ALGORITHM FOR EDF
o Total pemanfaatan (utilisasi) ≤ Batas yang diberikan
(Threshold)
o Threshold : Algoritma penjadwalan uniprosesor dapat
menjadwalkan tugas-tugas yang telah ditetapkan pada
masing-masing prosesor
o Tugas diasumsikan bersifat preemptible
Multi-Processor Scheduling
 MYOPIC OFFLINE SCHEDULING
ALGORITHM
o Dapat mengatasi tugas yang bersifat non-preemptible
o Membangun sebuah pohon logika (logical tree): Tinggi
pohon merepresentasikan jumlah tugas
o Pencarian-mendalam berdasarkan :
Pemilihan tugas berdasarkan fungsi H : waktu
eksekusi, deadline, start time, kelemahan (laxity), dll.
Keputusan Pengembangan : feasibility yang kuat
Multi-Processor Scheduling
 FOCUSED ADRESSING AND BIDDING
ALGORITHM
o Tugas tiba pada prosesor tunggal
o Sebuah prosesor menemukan dirinya tidak dapat
menyelesaikan deadline sebuah tugas : mencoba untuk
membebankan tugas:
o Mengirim ke prosesor yang paling mungkin
o Memulai proses bidding
o Prosesor yang “tidak penuh” (underloaded)
mengumumkan dirinya sendiri bahwa ia berstatus
underloaded, kemudian menjawab bidding
Multi-Processor Scheduling
 BUDDY STRATEGY
o Mirip dengan algoritma FAB
o Target kepada multi-hope networks
o Status-dasar : underloaded, fully loaded, overloaded
o Pada status overloaded, pembebanan tugas dilakukan
kepada buddies.
o Buddies : sekumpulan prosesor yang berstatus
underloaded
Masalah Penjadwalan
 Critical sections :
 Sumber masalah inversi prioritas
 Warisan Prioritas : Pemilik dengan prioritas yang lebih
rendah dari sebuah sumber daya yang dibutuhkan oleh
tugas prioritas yang lebih tinggi segera didorong ke
prioritas yang lebih tinggi
o Tidak mencegah deadlocks pada sebuah program
dengan kunci dependensi yang sirkuler
o Rantai blocking dapat terjadi
 Priority Ceiling Protocol : berdasarkan pada warisan
prioritas, tetapi menggunakan priority ceiling untuk tiap
critical section
o Mencegah deadlock dan priority inversion
Masalah Penjadwalan
 Perubahan Mode
o Masalah : Kapan waktu yang tepat untuk menghapus
atau menambahkan tugas.
o Menghapus tugas pada akhir periode dari tugas yang
dijalankan terakhir kali.
o Tugas dapat ditambahkan kapanpun selama hasil akhir
bersifat RM-schedulable.
 Priority ceiling protocol :
o Semaphore ceiling harus update
o Jika semaphore terkunci, perubahan dilakukan ketika
semaphore dibebaskan.

Multiprocessor scheduling

  • 1.
    PENJADWALAN MULTIPROSESOR Aufar Fajar –1127019 Yosua Natanael – 1127017 Jefry Karundeng – 0827034
  • 2.
    Multi-Processor Scheduling  Sebagianbesar algoritma didasarkan pada algoritma uni-prosesor, dilengkapi dengan distribusi tugas diantara prosesor-prosesor  UTILIZATION BALANCING ALGORITHM  NEXT-FIT ALGORITHM FOR RM- SCHEDULING Untuk tiap tugas Ti, lakukan Alokasi 1 copy tugas Ti kepada prosesor yang paling tidak dimanfaatkan (istirahat) Update alokasi prosesor untuk menghitung alokasi tugas Ti Untuk tiap tugas Ti, lakukan Tetapkan tugas Ti ke kelas Ci Jika Ti tidak RM-Schedulable untuk semua prosesor yang telah ditetapkan pada kelas Ci, tetapkan prosesor tambahan ke Ci Alokasikan tugas Ti ke kelas Ci
  • 3.
    Multi-Processor Scheduling  BIN-PACKINGALGORITHM FOR EDF o Total pemanfaatan (utilisasi) ≤ Batas yang diberikan (Threshold) o Threshold : Algoritma penjadwalan uniprosesor dapat menjadwalkan tugas-tugas yang telah ditetapkan pada masing-masing prosesor o Tugas diasumsikan bersifat preemptible
  • 4.
    Multi-Processor Scheduling  MYOPICOFFLINE SCHEDULING ALGORITHM o Dapat mengatasi tugas yang bersifat non-preemptible o Membangun sebuah pohon logika (logical tree): Tinggi pohon merepresentasikan jumlah tugas o Pencarian-mendalam berdasarkan : Pemilihan tugas berdasarkan fungsi H : waktu eksekusi, deadline, start time, kelemahan (laxity), dll. Keputusan Pengembangan : feasibility yang kuat
  • 5.
    Multi-Processor Scheduling  FOCUSEDADRESSING AND BIDDING ALGORITHM o Tugas tiba pada prosesor tunggal o Sebuah prosesor menemukan dirinya tidak dapat menyelesaikan deadline sebuah tugas : mencoba untuk membebankan tugas: o Mengirim ke prosesor yang paling mungkin o Memulai proses bidding o Prosesor yang “tidak penuh” (underloaded) mengumumkan dirinya sendiri bahwa ia berstatus underloaded, kemudian menjawab bidding
  • 6.
    Multi-Processor Scheduling  BUDDYSTRATEGY o Mirip dengan algoritma FAB o Target kepada multi-hope networks o Status-dasar : underloaded, fully loaded, overloaded o Pada status overloaded, pembebanan tugas dilakukan kepada buddies. o Buddies : sekumpulan prosesor yang berstatus underloaded
  • 7.
    Masalah Penjadwalan  Criticalsections :  Sumber masalah inversi prioritas  Warisan Prioritas : Pemilik dengan prioritas yang lebih rendah dari sebuah sumber daya yang dibutuhkan oleh tugas prioritas yang lebih tinggi segera didorong ke prioritas yang lebih tinggi o Tidak mencegah deadlocks pada sebuah program dengan kunci dependensi yang sirkuler o Rantai blocking dapat terjadi  Priority Ceiling Protocol : berdasarkan pada warisan prioritas, tetapi menggunakan priority ceiling untuk tiap critical section o Mencegah deadlock dan priority inversion
  • 8.
    Masalah Penjadwalan  PerubahanMode o Masalah : Kapan waktu yang tepat untuk menghapus atau menambahkan tugas. o Menghapus tugas pada akhir periode dari tugas yang dijalankan terakhir kali. o Tugas dapat ditambahkan kapanpun selama hasil akhir bersifat RM-schedulable.  Priority ceiling protocol : o Semaphore ceiling harus update o Jika semaphore terkunci, perubahan dilakukan ketika semaphore dibebaskan.