Ubi ungu berasal dari Amerika Selatan dan dapat tumbuh di iklim tropis. Memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan. Dapat diolah menjadi berbagai produk seperti tepung, mie, pewarna makanan, dan lainnya.
Gambaran Umum
• Berasaldari Amerika Selatan dan dapat tumbuh pada suhu tropis.
• Suhu optimum 21-27oC dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun dan kelembaban
udaranya 60-80%.
• Memerlukan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari.
• Sangat tahan terhadap kondisi kering pada musim kemarau (jenis tanaman xerofit) dan bisa
tetap hidup tanpa disiram dalam waktu yang cukup lama.
• Dapat dipanen ketika berumur 3,5-4 bulan.
• Daerah penghasil ubi ungu : Nangroe Aceh Darussalam, Bali, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi,
Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, NTB, Riau, Sumatera Barat,
Sumatera Utara, Papua, dan Jawa Tengah.
3.
• Jenis tanamanyang menjalar atau merambat
pada permukaan tanah dan berbuah pada
umbi akar dalam tanah.
• Bentuk ubi jalar ungu biasanya bulat sampai
lonjong dengan permukaan rata hingga tidak
rata.
• Kulit ubi jalar ungu berwarna ungu
kemerahan, dan daging umbinya berwarna
keunguan.
• Di Indonesia, budidaya ubi ungu mencapai
produktivitas paling optimal bila ditanam di
dataran rendah hingga ketinggian 500 meter
dari permukaan laut (mdpl). Namun, masih
dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian
di atas 1000 mdpl, hanya saja jangka waktu
untuk pemanenan dari waktu tanam menjadi
lebih panjang.
Gambaran Umum
4.
Klasifikasi
Ubi
Ungu
Kingdom : Plantae
Divisi: Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Convolvulales
Famili : Convulvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea batatas L.
5.
Persiapan Bibit
Menyiapkan bibitdapat dilakukan dengan 2 cara
Pilih umbi berkualitas baik dan sehat, umbi kemudian diiris menjadi 2 bagian.
Umbi yang telah diiris ditusuk dengan sebagai penyanga.
Setengah dari bakal bibit ditaruh didalam air, setengah lagi diatas permukaan
(untuk tunas barunya), atur sedemikian rupa.
Persiapkan wadah berisi air, wadah bisa seperti bekas gelas air mineral / bak untuk
menaruh banyak umbi yang sudah diskat.
Cara Generatif
6.
Taruh wadahyang sudah berisi umbi di
tempat teduh (tetap terkena
cahaya matahari secukupnya) hingga
tunasnya keluar 2-4 minggu dan sudah
muncul sedikit akar.
Setelah tunas tumbuh dan muncul akar
yang kecil, dipindahkan ke tempat khusus
seperti polibag /mangkuk kecil, siram setiap
hari dengan air secukupnya selama 2-3 hari
hingga daun tunas terlihat segar dan akar
tumbuh lebih banyak.
7.
• Memilih batangindukan, yaitu tanaman
yang sudah berumur diatas 2 bulan
dengan ruas batang pendek dan besar
(bisa batang bisa pucuk dari batang).
• Potong dengan panjang sekitar 20-25 cm,
setiap potongan minimal memiliki dua
ruas. Lakukan pemotongan batang untuk
bibit pada pagi hari.
• Batang yang sudah dipotong diberishkan
dan dibuang daun-daun yang masih ada
diruas batang untuk mengurangi
penguapan yang berlebihan, kemudian
kumpulkan batang-batang pilihan dan ikat
dengan tali (bisa rafia) per 100
batang/stek
• simpan ditempat yang teduh dan sejuk
dalam posisi berdiri (tidak boleh
bertumpukan) selama 7 hari. Setelah itu,
bibit ini siap untuk ditanam.
Cara Vegetatif
8.
Persiapan lahan
Kondisi tanahyang cocok : tanah lempung berpasir, gembur, banyak mengandung
hara, dan memiliki drainase yang baik. Budidaya pada tanah kering dan retak-retak,
akan menurunkan imunitas tanaman, mudah terserang hama, dan penyakit.
Sebaliknya bila ditanam ditempat becek atau basah, umbinya akan kerdil, mudah
busuk dan bentuknya benjol.
Derajat keasaman tanah yang ideal sekitar 5,5-7,5.
Setelah menemukan lahan yang cocok, selanjutnya ditaburi pupuk kandang sebagai
pupuk dasar, dengan dosis 20 ton atau sekitar 4 truk per hektar. Sebelum dibajak
lahan sebaiknya diairi sampai terendam dan biarkan satu malam. Lahan lalu dibajak
dengan traktor atau sapi agar gembur dan pupuk bercampur sempurna.
Guludan dibuat memanjang lahan dengan lebar 60-100 cm, tinggi sekitar 30 cm, dan
jarak antar guludan 80 cm-100 cm, Buat saluran kecil sedalam 5 cm diatas guludan
dan taburi pupuk NPK lalu timbun lagi dengan tanah. Kebutuhan pupuk NPK sekitar
100 kg (2 karung) per hektar.
9.
Penanaman Ubi Jalar
Ubijalar ditanam dengan cara membenamkan
2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu
bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak
antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan
jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36
ribu batang untuk lahan seluas satu hektar.
Pemeliharaan
1. Pengairan
Meskipun tanaman ubi jalar tahan
terhadap kekeringan, fase awal
pertumbuhan memerlukan
ketersediaan air tanah yang
memadai. Seusai tanam, tanah
atau guludan tempat pertanaman
ubi jalar harus diairi, selama 15-30
menit hingga tanah cukup basah,
kemudian airnya dialirkan
keseluruh pembuangan. Pengairan
berikutnya masih diperlukan
secara kontinu hingga tanaman
berumur 1-2 bulan. Pada periode
pembentukan dan perkembangan
ubi, yaitu umur 2-3 minggu
sebelum panen, pengairan
dikurangi atau dihentikan.
10.
Selama 3 (tiga)minggu setelah ditanam, penanaman
ubi jalar harus harus diamati kontinu, terutama bibit
yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang
mati harus segera disulam.
Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore
hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu terik dan
suhu udara tidak terlalu panas. Bibit untuk
penyulaman ditanam ditempat yang teduh.
Lahan penanaman ubi jalar biasanya
mudah ditumbuhi rumput liar (gulma).
Gulma merupakan pesaing tanaman ubi
jalar, terutama dalam pemenuhan
kebutuhan akan air, unsur hara, dan
sinar matahaari. Oleh karena itu, gulma
harus segera disiangi.
2. Penyulaman
3. Penyaingan
11.
Pemanenan
Pemanenan ubi jalarbisa dilakukan pada umur
3,5-4 bulan. Ciri-ciri ubi jalar yang siap panen ialah
warna batang dan daunnya mulai banyak yang
menguning, jika tanaman dibongkar umbinya
sudah sebesar lebih dari kepalan tangan orang
dewasa. pemanenan dilakukan dengan cara
membongkar guludan dengan cangkul secara hati-
hati karena bisa melukai umbi ubi jalar.
Perhatikan cuaca saat menjelang
panen. Umbi siap panen yang tiba-
tiba tertimpa hujan deras biasanya
akan membusuk. Hal ini terjadi
pada budidaya ubi jalar yang
dilakukan di musim kemarau.
Apabila terjadi hal tersebut segera
lakukan pemanenan, maksimal 7
hari setelah hujan.
12.
Secara umum ubiyang baik dan tidak terserang hama akan menghasilkan umbi
25-40 ton per hektar. Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian
masukkan dalam karung dan simpan ditempat kering sebelum dijual.
Lahan bekas panen ubi jalar dapat digunakan lagi dengan cara membuat guludan
baru tanpa pemupukan lagi. Penggunaan lahan untuk penanaman ubi jalar ini bisa
dilakukan selama 3 kali dalam setahun berturut-turut dengan pemberian pupuk
cukup 1 kali yakni saat tanaman pertama. Setelah 3 kali pemakaian maka tanah
sudah banyak kehilangan unsur haranya sehingga berlu diselingi dengan tanaman
palawija kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang tunggak, kacang panjang,
kedelai atau jagung.
13.
TEPUNG
Produk antara yangterbuat dari ubi
ungu adalah tepung.
Tepung ubi ungu terbuat dari ubi
ungu yang dihaluskan kemudian
dikeringkan.
Manfaat tepung ini yaitu dapat
digunakan sebagai bahan utama
pembutan kue sekaligus dengan
khasiat dan manfaat dalam ubi ungu
dapat mencegah tubuh dari berbagai
penyakit.
PRODUK ANTARA UBI UNGU
14.
BAHAN DASAR PEMBUATAN
MIE
Selainsebagai tepung ubi ungu
juga dapat dibuat menjadi mie
ubi ungu. Mie yang berwarna
ungu dapat menambah selera
dan nilai jual kepada
masyarakat.
Saat ini sedang dikembangkan
mie instan ubi ungu yang aman
untuk kesehatan dimana mie
ungu menjadi bahan dasarnya.
Bahan-bahan yang digunakan
juga bebas dari pengawet
perasa dan pewarna.
15.
Pewarna makanan
Pigmen antosianinyang ada dapat
digunakan sebagai pewarna alami
dalam bahan pangan.
Zat warna dalam ubi ungu dapat
diekstraksi menggunakan larutan
HCL dalam etanol.
Larutan HCL akan mengeluarkan
pigmen antosianin pada ubi dan larut
kedalam HCL karena memiliki sifat
kepolaran yang sama.
16.
BERBAGAI PRODUK TURUNAN
UBIUNGU YANG DAPAT
DIKEMBANGKAN :
1. Pengembangan ubi ungu segar
(Rebus, goreng, bakar)
2. Pengembangan ubi ungu siap
santap (Keripik, Kue, Ice Cream)
3. Produk ubi ungu siap masak (Mie)
4. Pengembangan produk ubi ungu
setengah jadi untuk bahan baku
makanan (Gula fruktosa, Alkohol,
Aneka tepung, Pati).
Ubi jalarungu mengandung lisisn, Cu,
Mg, K, Zn.
Sumber karbohidrat dan sumber kalori
yang cukup tinggi.
Sumber vitamin dan mineral, antara
lani vitamin A, C, thianin (vitamin B1),
dan riboflavin. Sedangkan mineral pada
ubi jalar di antaranya zat besi (Fe),
fosfor (P), dan kalsium (Ca). Kandungan
lainya adalah protein lemak.
Total kandungan pigmen warna ungu
(antosianin) bervariasi berkisar antara
20 mg/100gr sampai 600mg/100gr
berat basah.
Mengandung serat dan pektin yang
baik untuk mencegah gangguan
pencernaan.
Dalam setiap 100 gr mengandung
betakaroten sebanyak 7.700 SI.
Kandungan gizi