JURUSAN TARBIYAH PRODI PGMI
KELAS C SEMESTER 1
STAIN PEKALONGAN
2016
1. Amir Salman 2023116126
2. Khalaya Nur Imami 2023116127
3. Arina 2023116128
4. Latifatur Rochmah 2023116129
1. Pengertian Fana dan Baqa
Fana adalah lenyapnya sifat-sifat basyariah, akhlak
yang tercela, kebodohan dan perbuatan maksiat dari diri
manusia.
Sedangkan Baqa adalah kekalnya sifat-sifat ketuhanan,
akhlak yang terpuji, ilmu pengetahuan dan kebersihan diri
dari dosa dan maksiat.
Untuk mencapai baqa ini perlu dilakukan usaha-usaha seperti
bertaubat, berdzikir, beribadah, dan menghiasi diri dengan
ahklak yang terpuji.
2. Tujuan dan kedudukan Fana dan
Baqa
Tujuan fana dan baqa adalah mencapai
persatuan secara rohaniah dan batiniah dengan
Tuhan, sehingga yang disadarinya hanya Tuhan
dalam dririnya.
Kedudukan fana dan baqa adalah merupakan
hal, karena hal yang demikian tidak terjadi terus-
menerus dan juga karena dilimpahkan oleh Tuhan.
3. Tokoh yang mengembangkan fana
Abu Yazid al-Bustami (vw.874 M) adalah sufi
yang pertama kali memperkenalkan paham fana dan
baqa. Ajaran-ajaran Abu Yazid al-Bustami diantaranya
yaitu fana, baqa dan ittihad.
4. Fana /Baqa dan Ittihad dalam pandangan
Al-Qur’an
Fana dan baqa merupakan jalan menuju
berjumpa dengan Tuhan. Hal ini sejalan dengan firman
Allah yang artinya:
“Barangsiapa yang mengharapkan penjumpaan dengan
Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang
saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun
dalam beribadah kepadanya”(QS.al-Kahfi 18:110).
Al-Hulul
Secara harfiah hulul berarti Tuhan mengambil tempat dalam
tubuh manusia tertentu/ yaitu manusia yang telah dapat
melenyapkan sifat-sifat kemanusiaannya melalui fana.
Al-Hulul dapat diartikan sebagai suatu tahap di mana manusia dan
Tuhan bersatu secara rohaniah.
Tujuan dari Al-Hulul adalah mencapai prsatuan secara
batin. Untuk itu Hamka mengatakan/ bahwa al-Hulul adalah
ktuhanan(lahut) menjelma ke dalam diri insan(nasut), dan hal ini
terjadi pada saat kebatinan seseorang insan telah suci bersih dalam
menempuh perjalanan hidup kebatinan.
Al-Hallaj adalah tokoh yang mengembangkan
paham al-Hulul.Nama lengkapnya adalah Husein bin
Mansur al-Hallaj. Ia lahir tahun 244 H.di negeri
Baidha,Persia.
Dalam paham al-Hulul yang dikemukakan al-
Hallaj tersebut ada dua hal yang dapat dicacat. Pertama,
bahwa paham al-hulul merupakan pengembangan atau
bentuk lain dari paham mahabbah sebagaimana
disebutkan dibawa Rabi’ah al-Adawiyah. Kedua al-Hulul
juga menggambarkan adanya ittihad atau kesatuan
rohaniah dengan Tuhan.
Kata “Wahdat Al-Wujud” berarti
kesatuan wujud.
Di kalangan ulama klasik ada yang mengartikan
wahdah sebagai sesuatu yang zatnya tidak dapat
dibagi-bagi pada bagian yang lebih kecil.
Paham wahdatul wujud menginsyaratkan
bahwa pada manusia ada unsur lahir dan batin,
dan pada Tuhan pun ada unsur lahir dan batin.
Unsur lahir manusia adalah wujud fisiknya yang
tampak, sedangkan unsur batinnya adalah roh
atau jiwanya yang tidak tampak. Unsur lahir pada
Tuhan adalah sifat-sifat ketuhanannya yang
tampak di alam ini, dan unsur batinnya adalah
zat Tuhan.
Dalam wahdatul wujud ini yang terjadi
adalah bersatunya wujud batin manusia dengan
wujud lahir Tuhan/atau bersatunya unsur lahut
yang ada pada manusia dengan unsur nasut yang
ada padaTuhan sebagaimana dikemukakan dalam
paham hulul.
Paham wahdatul wujud dibawa oleh
Muhyiddin Ibn Arabi yang lahir di Murcia/Spanyol
tahun 1165 M.Pada tahun 1202 M ia pergi ke
mekkah dan meninggal di Damaskus tahun 1240 M.
Selain sebagai sufi/ Ibn Arabi juga dikenal sebagai
penulis yang produktif. Jumlah buku yang
dikarangnya menurut perhitungan mencapai lebih
dari 200 buku.
Buku yang termasyhur ialah Fusus al-Hikam yang
berisi tentang tasawuf.
Ppt tentang akhalak
Ppt tentang akhalak

Ppt tentang akhalak

  • 1.
    JURUSAN TARBIYAH PRODIPGMI KELAS C SEMESTER 1 STAIN PEKALONGAN 2016
  • 2.
    1. Amir Salman2023116126 2. Khalaya Nur Imami 2023116127 3. Arina 2023116128 4. Latifatur Rochmah 2023116129
  • 3.
    1. Pengertian Fanadan Baqa Fana adalah lenyapnya sifat-sifat basyariah, akhlak yang tercela, kebodohan dan perbuatan maksiat dari diri manusia. Sedangkan Baqa adalah kekalnya sifat-sifat ketuhanan, akhlak yang terpuji, ilmu pengetahuan dan kebersihan diri dari dosa dan maksiat. Untuk mencapai baqa ini perlu dilakukan usaha-usaha seperti bertaubat, berdzikir, beribadah, dan menghiasi diri dengan ahklak yang terpuji.
  • 4.
    2. Tujuan dankedudukan Fana dan Baqa Tujuan fana dan baqa adalah mencapai persatuan secara rohaniah dan batiniah dengan Tuhan, sehingga yang disadarinya hanya Tuhan dalam dririnya. Kedudukan fana dan baqa adalah merupakan hal, karena hal yang demikian tidak terjadi terus- menerus dan juga karena dilimpahkan oleh Tuhan.
  • 5.
    3. Tokoh yangmengembangkan fana Abu Yazid al-Bustami (vw.874 M) adalah sufi yang pertama kali memperkenalkan paham fana dan baqa. Ajaran-ajaran Abu Yazid al-Bustami diantaranya yaitu fana, baqa dan ittihad. 4. Fana /Baqa dan Ittihad dalam pandangan Al-Qur’an Fana dan baqa merupakan jalan menuju berjumpa dengan Tuhan. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang artinya: “Barangsiapa yang mengharapkan penjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepadanya”(QS.al-Kahfi 18:110).
  • 6.
    Al-Hulul Secara harfiah hululberarti Tuhan mengambil tempat dalam tubuh manusia tertentu/ yaitu manusia yang telah dapat melenyapkan sifat-sifat kemanusiaannya melalui fana. Al-Hulul dapat diartikan sebagai suatu tahap di mana manusia dan Tuhan bersatu secara rohaniah. Tujuan dari Al-Hulul adalah mencapai prsatuan secara batin. Untuk itu Hamka mengatakan/ bahwa al-Hulul adalah ktuhanan(lahut) menjelma ke dalam diri insan(nasut), dan hal ini terjadi pada saat kebatinan seseorang insan telah suci bersih dalam menempuh perjalanan hidup kebatinan.
  • 7.
    Al-Hallaj adalah tokohyang mengembangkan paham al-Hulul.Nama lengkapnya adalah Husein bin Mansur al-Hallaj. Ia lahir tahun 244 H.di negeri Baidha,Persia. Dalam paham al-Hulul yang dikemukakan al- Hallaj tersebut ada dua hal yang dapat dicacat. Pertama, bahwa paham al-hulul merupakan pengembangan atau bentuk lain dari paham mahabbah sebagaimana disebutkan dibawa Rabi’ah al-Adawiyah. Kedua al-Hulul juga menggambarkan adanya ittihad atau kesatuan rohaniah dengan Tuhan.
  • 8.
    Kata “Wahdat Al-Wujud”berarti kesatuan wujud. Di kalangan ulama klasik ada yang mengartikan wahdah sebagai sesuatu yang zatnya tidak dapat dibagi-bagi pada bagian yang lebih kecil. Paham wahdatul wujud menginsyaratkan bahwa pada manusia ada unsur lahir dan batin, dan pada Tuhan pun ada unsur lahir dan batin. Unsur lahir manusia adalah wujud fisiknya yang tampak, sedangkan unsur batinnya adalah roh atau jiwanya yang tidak tampak. Unsur lahir pada Tuhan adalah sifat-sifat ketuhanannya yang tampak di alam ini, dan unsur batinnya adalah zat Tuhan.
  • 9.
    Dalam wahdatul wujudini yang terjadi adalah bersatunya wujud batin manusia dengan wujud lahir Tuhan/atau bersatunya unsur lahut yang ada pada manusia dengan unsur nasut yang ada padaTuhan sebagaimana dikemukakan dalam paham hulul. Paham wahdatul wujud dibawa oleh Muhyiddin Ibn Arabi yang lahir di Murcia/Spanyol tahun 1165 M.Pada tahun 1202 M ia pergi ke mekkah dan meninggal di Damaskus tahun 1240 M. Selain sebagai sufi/ Ibn Arabi juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Jumlah buku yang dikarangnya menurut perhitungan mencapai lebih dari 200 buku. Buku yang termasyhur ialah Fusus al-Hikam yang berisi tentang tasawuf.