Ujian Skripsi, Yogyakarta 17 Juli 2013 
Oleh : Ya’ Asrul Kelana ( 09302249002) 
“PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN 
FISIKA BERBASIS METODE ILMIAH UNTUK 
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA 
DENGAN MODEL 4D PADA MATERI SUHU DAN 
KALOR DI SMA KELAS X SEMESTER 2” 
Dosen Pembimbing: Drs. H. Supriyadi
BAB I Pendahuluan 
A. Latar belakang 
Saat ini kualitas/mutu pendidikan di Indonesia 
sangat rendah. Rendahnya kualitas pendidikan 
ditandai oleh hasil belajar yang dicapai peserta 
didik. Menurut hasil penelitian BP3K salah satu 
penyebab rendahnya kualitas pendidikan ini adalah 
perencanaan pembelajaran serta model 
pembelajaran yang kurang baik di berbagai 
tingkat sekolah. 
Padahal kita tahu pendidikan mempunyai peran 
yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas 
SDM dan mewujudkan cita-cita bangsa dalam 
mewujudkan kesejahteraan bersama dan 
mencerdaskan kehidupan bangsa.
Upaya pemerintah untuk memperbaiki mutu 
pendidikan salah satunya dengan membenahi 
kurikulum yang berlaku, kurikulum merupakan 
seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran 
serta cara yang digunakan sebagai pedoman 
penyelengaraan KBM disekolah. 
Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu 
pendidikan saya turut berpartisipasi dalam 
membenahi kurikulum dengan mengembangkan 
perangkat pembelajaran berupa RPP&LKS khusus 
pada mata pelajaran fisika kelas X semester 2, yang 
nantinya diharapkan perangkat yang saya buat dapat 
meningkatkan hasil belajar peserta didik (di SMA N 
1 Imogiri).
B. Identifikasi Masalah 
1. RPP yang digunakan oleh pendidik dalam pembelajaran fisika masih kurang 
operasional. 
2. LKS yang digunakan oleh pendidik dalam pembelajaran fisika masih kurang 
mendukung tujuan dari RPP sehingga hasil belajar yang dicapai kurang maksimal. 
3. Masih terbatasnya perangkat pembelajaran berbasis metode ilmiah untuk tingkat 
SMA khususnya dikembangkan dengan model 4D dan perangkat pembelajaran yang 
beredar di pasaran belum pernah dilakukan uji kualitasnya. 
4. Pada umumnya tidak ada perencanaan yang baik terutama RPP yang dimiliki pendidik, 
sehingga indikator sering tidak terlihat pada saat proses pembelajaran. 
5. RPP dan LKS yang digunakan bersifat standar, kurang relevan dengan situasi dan 
kondisi materi dan keadaan sekolah. Sehingga banyak pendidik yang kurang kreatif 
mengembangkan perangkat pembelajaran tersebut sesuai dengan bahan ajar. 
6. Cara meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan membenahi kurikulum yang 
digunakan dan setiap sekolah berhak untuk mengembangkan kurikulum agar sesuai 
dengan kebutuhan lapangan, namun demikian ada sekolah yang belum menggunakan 
haknya untuk mengembangkannya. 
7. Strategi dasar yang paling penting di dalam pembelajaran fisika, peserta didik 
berinteraksi dengan obyek kongkrit serta diskusi dengan pembimbing saat proses 
belajar mengajar, namun srategi tersebut masih belum terlihat dalam perencanaan 
pembelajaran yang ada.
C. Pembatasan masalah 
Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini dibatasi pada hal-hal 
sebagai berikut: 
1. Perangkat pembelajaran Fisika SMA yang dikembangkan 
berupa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar 
Kerja Siswa (LKS) dengan model 4D. 
2. Materi pembelajaran dalam penelitian ini dibatasi pokok 
materinya suhu dan kalor pada pokok bahasan kalor. 
3. Perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah untuk 
meningkatkan hasil belajar Fisika dengan model 4D pada 
materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2 disusun dan 
dikembangkan sehingga memiliki kualitas yang baik dilihat dari 
komponen kelayakan materi/isi, penyajian, serta bahasa dan 
gambar.
D. Rumusan Masalah 
1. Bagaimana format RPP dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika 
berbasis metode ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan 
model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2 ? 
2. Bagaimana format LKS dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika 
berbasis metode ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan 
model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2? 
3. Bagaimanakah pengaruh penggunaan RPP dan LKS dalam pengembangan 
perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah yang digunakan untuk 
meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan 
kalor di SMA kelas X semester 2? 
E. Tujuan Penelitian 
1. Mengetahui format RPP dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika 
berbasis metode ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 
4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2 ? 
2. Mengetahui format LKS dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika 
berbasis metode ilmiah yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar 
fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2? 
3. Mengetahui pengaruh penggunaan RPP dan LKS dalam pengembangan perangkat 
pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah yang digunakan untuk meningkatkan 
hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X 
semester 2?
BAB II Kajian pustaka 
A. Hakikat Pembelajaran Fisika 
B. Perangkat Pembelajaran 
C. Pengembangan perangkat pembelajaran 
model 4D (four-D models) 
D. Pembelajaran berbasis metode ilmiah dengan 
strategi inquiry 
E. Kaitan prestasi belajar fisika dengan 
pengembangan Perangkat Pembelajaran 
F. Materi Fisika SMA kelas X semester genap 
(2) tentang kalor 
G. Penilaian Kualitas Perangkat Pembelajaran 
H.Penelitian yang Relevan 
I. Kerangka Berpikir
Kerangka Berpikir 
Peran pendidik masih mendominasi dalam KBM, peserta didik 
cenderung pasif, hanya mendengarkan, mencatat dan menghafal 
sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai secara optimal 
Pendidik harus membuat RPP & LKS dengan format-format yang 
sesuai dengan materi yang terkait dalam kurikulum yang berlaku 
dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. 
Pengembangan perangkat pembelajaran RPP & LKS berbasis 
metode ilmiah yang mengacu pada model 4-D (four-D models) 
menuntut peserta didik lebih efektif dan kreatif dalam KBM, 
sehingga dapat menghasilkan proses pembelajaran yang lebih 
optimal dan meningkatkan hasil belajar peserta didik
BAB III METODE PENELITIAN 
A. Model Pengembangan 
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan 
perangkat pembelajaran yang berorientasi terhadap metode 
ilmiah dan mengacu pada model 4D (four-D models), yaitu 
penelitian untuk mengembangkan perangkat pembelajaran 
berbasis metode ilmiah pada materi suhu dan kalor. 
Penilaian kualitas perangkat pembelajaran berbentuk 
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja 
Siswa (LKS) yang dihasilkan guru fisika berdasarkan instrumen 
penilaian yang disertakan. Data yang diperoleh, dianalisis 
untuk menentukan kualitas perangkat pembelajaran serta 
masukan/saran yang diberikan oleh para guru digunakan untuk 
perbaikan akhir perangkat pembelajaran.
B. Desain Pengembangan 
DEFINE 
DESIGN 
DEVELOP 
DISSEMINATE 
PERANGKAT 
PEMBELAJARAN 
IDENTIFKIASI MASALAH 
Permasalahan dalam 
pembelajaran fisika 
Pendefenisian kebutuhan 
pengajaran 
ANALISIS SITUASI 
Kondisi sekolah 
Kelengkapan media 
Keadaan siswa 
PERANCANGAN BENTUK 
Pemilihan media 
Seleksi format 
PRODUK 
Rancangan awal 
PENGARAHAN 
Dosen pembimbing 
Uji ahli 
PROSES 
Revisi 
PENERAPAN 
Uji coba 
PROSES 
Bimbingan 
Revisi 
Gambar bagan Desain Tahap Pengembangan
a. Jenis 
Data 
Data yang diperoleh terdiri dari dua jenis yaitu : 
1. Data kuantitatif berupa nilai dari aspek kognitif, afektif dan 
psikomotorik. 
2. Data kualitatif diperoleh dari komentar dosen pembimbing, dosen 
ahli dan tiga guru mata pelajaran fisika SMA N 1 Imogiri Bantul. 
Serta data penilaian guru dari kuantitatif menjadi kualitatif. 
b. Instrumen Pengumpulan Data 
Data proses pengembangan diperoleh dari hasil tinjauan dosen pembimbing, 
peer reviewer, dan ahli yang memberikan masukan terhadap perangkat 
pembelajaran dapat dinilai berdasarkan adaptasi dari instrumen berikut : 
•Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 
Penilaian kualitas perangkat pembelajaran fisika untuk komponen RPP terdiri 
dari 12 aspek yang di nilai dan dikembangkan berdasarkan adaptasi dari 
instrumen sertifikasi pendidik dalam jabatan 
•Lembar Kerja Siswa 
Penilaian kualitas komponen lembar kerja siswa terdiri dari 24 aspek yang 
dinilai dan dikembangkan berdasarkan adaptasi instrumen Fifi Angguntriani 
(2009)
C. Teknik Analisis Data 
Penyajian Data : 
Penyajian data yang berupa hasil 
pengisian angket oleh ketiga reviewer (guru) mata pelajaran fisika 
SMA N 1 Imogiri Bantul. 
Menarik kesimpulan: 
1. Mengubah data yang berupa kualitatif menjadi kuantitatif 
dengan skala likert 
SK (Sangat Kurang) = 1 
K (Kurang) = 2 
C (Cukup) = 3 
B (Baik) = 4 
SB (Sangat Baik) = 5 
2. Menghitung skor rata-rata untuk setiap komponen perangkat 
pembelajaran yaitu dengan rumus : 
n 
X 
X  
3. Mengubah skor rata-rata yang berupa data kuantitatif menjadi nilai 
kualitatif sesuai dengan kriteria penilaian 
No Rentang skor (i) Kuantitatif Kategori Kualitatif 
1 Sangat Baik (SB) 
(M 1,8Sb) i i 
X   
2 Baik (B) 
(M  0,6Sb)  X  (M  
1,8Sb) i i i i 
3 Cukup (C) 
(M  0,6Sb)  X  (M  
0,6Sb) i i i i 
(M  1,8Sb)  X  (M  
0,6Sb) i i i i 
4 Kurang (K) 
(M 1,8Sb) i i 
5 X   
Sangat Kurang (SK) 
Keterangan : 
M i:Rata-rata ideal 
Sbi :Simpangan baku ideal 
M =1/2 x (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) i 
Sb = (1/2x 1/3) x (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) i 
Skor maksimal ideal =Σ butir kriteria X skor tertinggi 
Skor maksimal ideal =Σ butir kriteria X skor terendah 
Persentase keidealan = x 100%
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 
Tabel 5. Kualitas Perangkat Pembelajaran Fisika berdasarkan keseluruhan 
No Produk Skor Skor Rata-rata 
Persentase 
(%) 
Kategori 
1 RPP 154 51,3 85,5 SB 
2 LKS 293 97,3 81,3 B 
Rata-rata persentase dan kualitas 74,3 83,4 B 
Kualitas Perangkat 
Pembelajaran 
85,5% 
81,3% 
86% 
84% 
82% 
80% 
RPP LKS 
Gambar 4. Diagram Kualitas perangkat pembelajaran berdasarkan penilaian ahli 
materi dan penilaian reviewer terhadap keseluruhan perangkat pembelajaran
Tabel 6. Hasil belajar aspek kognitif (Pretest dan Postest) 
No Pertemuan Jumlah skor Rata-rata 
Pretest Postest Pretest Postest 
1 I 2085 2445 63,1 74 
2 II 2155 2510 65,3 76 
74 76 
63.1 65.3 
80 
70 
60 
50 
40 
30 
20 
10 
0 
Pertemuan 1 Pertemuan 2 
Pretest 
postest 
Gambar 5. Diagram hasil belajar aspek kognitif (pretest dan postest) 
KEB 
E 
R 
H 
ASI 
L 
AN 
P 
R 
O 
DUK
Tabel 7. Hasil belajar aspek Afektif dan Psikomotorik 
No Pertemuan Jumlah skor Rata-rata 
Afektif Psikomotorik Afektif Psikomotorik 
1 I 2055 1920 62,2 58,1 
2 II 2630 2735 79,6 82,8 
62.2 
79.6 
58.1 
82.8 
90 
80 
70 
60 
50 
40 
30 
20 
10 
0 
Pertemuan 1 Pertemuan 2 
Afektif 
Psikomotorik 
Gambar 6. Diagram hasil belajar aspek afektif dan Psikomotorik 
KEB 
E 
R 
H 
ASI 
L 
AN 
P 
R 
O 
DUK
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 
KESIMPULAN 
& 
SARAN 
TERIMA KASIH

ppt skripsi

  • 1.
    Ujian Skripsi, Yogyakarta17 Juli 2013 Oleh : Ya’ Asrul Kelana ( 09302249002) “PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS METODE ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MODEL 4D PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI SMA KELAS X SEMESTER 2” Dosen Pembimbing: Drs. H. Supriyadi
  • 2.
    BAB I Pendahuluan A. Latar belakang Saat ini kualitas/mutu pendidikan di Indonesia sangat rendah. Rendahnya kualitas pendidikan ditandai oleh hasil belajar yang dicapai peserta didik. Menurut hasil penelitian BP3K salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikan ini adalah perencanaan pembelajaran serta model pembelajaran yang kurang baik di berbagai tingkat sekolah. Padahal kita tahu pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM dan mewujudkan cita-cita bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan bersama dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
  • 3.
    Upaya pemerintah untukmemperbaiki mutu pendidikan salah satunya dengan membenahi kurikulum yang berlaku, kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan KBM disekolah. Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu pendidikan saya turut berpartisipasi dalam membenahi kurikulum dengan mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP&LKS khusus pada mata pelajaran fisika kelas X semester 2, yang nantinya diharapkan perangkat yang saya buat dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik (di SMA N 1 Imogiri).
  • 4.
    B. Identifikasi Masalah 1. RPP yang digunakan oleh pendidik dalam pembelajaran fisika masih kurang operasional. 2. LKS yang digunakan oleh pendidik dalam pembelajaran fisika masih kurang mendukung tujuan dari RPP sehingga hasil belajar yang dicapai kurang maksimal. 3. Masih terbatasnya perangkat pembelajaran berbasis metode ilmiah untuk tingkat SMA khususnya dikembangkan dengan model 4D dan perangkat pembelajaran yang beredar di pasaran belum pernah dilakukan uji kualitasnya. 4. Pada umumnya tidak ada perencanaan yang baik terutama RPP yang dimiliki pendidik, sehingga indikator sering tidak terlihat pada saat proses pembelajaran. 5. RPP dan LKS yang digunakan bersifat standar, kurang relevan dengan situasi dan kondisi materi dan keadaan sekolah. Sehingga banyak pendidik yang kurang kreatif mengembangkan perangkat pembelajaran tersebut sesuai dengan bahan ajar. 6. Cara meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan membenahi kurikulum yang digunakan dan setiap sekolah berhak untuk mengembangkan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan lapangan, namun demikian ada sekolah yang belum menggunakan haknya untuk mengembangkannya. 7. Strategi dasar yang paling penting di dalam pembelajaran fisika, peserta didik berinteraksi dengan obyek kongkrit serta diskusi dengan pembimbing saat proses belajar mengajar, namun srategi tersebut masih belum terlihat dalam perencanaan pembelajaran yang ada.
  • 5.
    C. Pembatasan masalah Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut: 1. Perangkat pembelajaran Fisika SMA yang dikembangkan berupa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan model 4D. 2. Materi pembelajaran dalam penelitian ini dibatasi pokok materinya suhu dan kalor pada pokok bahasan kalor. 3. Perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar Fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2 disusun dan dikembangkan sehingga memiliki kualitas yang baik dilihat dari komponen kelayakan materi/isi, penyajian, serta bahasa dan gambar.
  • 6.
    D. Rumusan Masalah 1. Bagaimana format RPP dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2 ? 2. Bagaimana format LKS dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2? 3. Bagaimanakah pengaruh penggunaan RPP dan LKS dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2? E. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui format RPP dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2 ? 2. Mengetahui format LKS dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2? 3. Mengetahui pengaruh penggunaan RPP dan LKS dalam pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis metode ilmiah yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan model 4D pada materi suhu dan kalor di SMA kelas X semester 2?
  • 7.
    BAB II Kajianpustaka A. Hakikat Pembelajaran Fisika B. Perangkat Pembelajaran C. Pengembangan perangkat pembelajaran model 4D (four-D models) D. Pembelajaran berbasis metode ilmiah dengan strategi inquiry E. Kaitan prestasi belajar fisika dengan pengembangan Perangkat Pembelajaran F. Materi Fisika SMA kelas X semester genap (2) tentang kalor G. Penilaian Kualitas Perangkat Pembelajaran H.Penelitian yang Relevan I. Kerangka Berpikir
  • 8.
    Kerangka Berpikir Peranpendidik masih mendominasi dalam KBM, peserta didik cenderung pasif, hanya mendengarkan, mencatat dan menghafal sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai secara optimal Pendidik harus membuat RPP & LKS dengan format-format yang sesuai dengan materi yang terkait dalam kurikulum yang berlaku dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Pengembangan perangkat pembelajaran RPP & LKS berbasis metode ilmiah yang mengacu pada model 4-D (four-D models) menuntut peserta didik lebih efektif dan kreatif dalam KBM, sehingga dapat menghasilkan proses pembelajaran yang lebih optimal dan meningkatkan hasil belajar peserta didik
  • 9.
    BAB III METODEPENELITIAN A. Model Pengembangan Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berorientasi terhadap metode ilmiah dan mengacu pada model 4D (four-D models), yaitu penelitian untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis metode ilmiah pada materi suhu dan kalor. Penilaian kualitas perangkat pembelajaran berbentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dihasilkan guru fisika berdasarkan instrumen penilaian yang disertakan. Data yang diperoleh, dianalisis untuk menentukan kualitas perangkat pembelajaran serta masukan/saran yang diberikan oleh para guru digunakan untuk perbaikan akhir perangkat pembelajaran.
  • 10.
    B. Desain Pengembangan DEFINE DESIGN DEVELOP DISSEMINATE PERANGKAT PEMBELAJARAN IDENTIFKIASI MASALAH Permasalahan dalam pembelajaran fisika Pendefenisian kebutuhan pengajaran ANALISIS SITUASI Kondisi sekolah Kelengkapan media Keadaan siswa PERANCANGAN BENTUK Pemilihan media Seleksi format PRODUK Rancangan awal PENGARAHAN Dosen pembimbing Uji ahli PROSES Revisi PENERAPAN Uji coba PROSES Bimbingan Revisi Gambar bagan Desain Tahap Pengembangan
  • 11.
    a. Jenis Data Data yang diperoleh terdiri dari dua jenis yaitu : 1. Data kuantitatif berupa nilai dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. 2. Data kualitatif diperoleh dari komentar dosen pembimbing, dosen ahli dan tiga guru mata pelajaran fisika SMA N 1 Imogiri Bantul. Serta data penilaian guru dari kuantitatif menjadi kualitatif. b. Instrumen Pengumpulan Data Data proses pengembangan diperoleh dari hasil tinjauan dosen pembimbing, peer reviewer, dan ahli yang memberikan masukan terhadap perangkat pembelajaran dapat dinilai berdasarkan adaptasi dari instrumen berikut : •Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Penilaian kualitas perangkat pembelajaran fisika untuk komponen RPP terdiri dari 12 aspek yang di nilai dan dikembangkan berdasarkan adaptasi dari instrumen sertifikasi pendidik dalam jabatan •Lembar Kerja Siswa Penilaian kualitas komponen lembar kerja siswa terdiri dari 24 aspek yang dinilai dan dikembangkan berdasarkan adaptasi instrumen Fifi Angguntriani (2009)
  • 12.
    C. Teknik AnalisisData Penyajian Data : Penyajian data yang berupa hasil pengisian angket oleh ketiga reviewer (guru) mata pelajaran fisika SMA N 1 Imogiri Bantul. Menarik kesimpulan: 1. Mengubah data yang berupa kualitatif menjadi kuantitatif dengan skala likert SK (Sangat Kurang) = 1 K (Kurang) = 2 C (Cukup) = 3 B (Baik) = 4 SB (Sangat Baik) = 5 2. Menghitung skor rata-rata untuk setiap komponen perangkat pembelajaran yaitu dengan rumus : n X X  
  • 13.
    3. Mengubah skorrata-rata yang berupa data kuantitatif menjadi nilai kualitatif sesuai dengan kriteria penilaian No Rentang skor (i) Kuantitatif Kategori Kualitatif 1 Sangat Baik (SB) (M 1,8Sb) i i X   2 Baik (B) (M  0,6Sb)  X  (M  1,8Sb) i i i i 3 Cukup (C) (M  0,6Sb)  X  (M  0,6Sb) i i i i (M  1,8Sb)  X  (M  0,6Sb) i i i i 4 Kurang (K) (M 1,8Sb) i i 5 X   Sangat Kurang (SK) Keterangan : M i:Rata-rata ideal Sbi :Simpangan baku ideal M =1/2 x (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) i Sb = (1/2x 1/3) x (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) i Skor maksimal ideal =Σ butir kriteria X skor tertinggi Skor maksimal ideal =Σ butir kriteria X skor terendah Persentase keidealan = x 100%
  • 14.
    BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel 5. Kualitas Perangkat Pembelajaran Fisika berdasarkan keseluruhan No Produk Skor Skor Rata-rata Persentase (%) Kategori 1 RPP 154 51,3 85,5 SB 2 LKS 293 97,3 81,3 B Rata-rata persentase dan kualitas 74,3 83,4 B Kualitas Perangkat Pembelajaran 85,5% 81,3% 86% 84% 82% 80% RPP LKS Gambar 4. Diagram Kualitas perangkat pembelajaran berdasarkan penilaian ahli materi dan penilaian reviewer terhadap keseluruhan perangkat pembelajaran
  • 15.
    Tabel 6. Hasilbelajar aspek kognitif (Pretest dan Postest) No Pertemuan Jumlah skor Rata-rata Pretest Postest Pretest Postest 1 I 2085 2445 63,1 74 2 II 2155 2510 65,3 76 74 76 63.1 65.3 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pretest postest Gambar 5. Diagram hasil belajar aspek kognitif (pretest dan postest) KEB E R H ASI L AN P R O DUK
  • 16.
    Tabel 7. Hasilbelajar aspek Afektif dan Psikomotorik No Pertemuan Jumlah skor Rata-rata Afektif Psikomotorik Afektif Psikomotorik 1 I 2055 1920 62,2 58,1 2 II 2630 2735 79,6 82,8 62.2 79.6 58.1 82.8 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Afektif Psikomotorik Gambar 6. Diagram hasil belajar aspek afektif dan Psikomotorik KEB E R H ASI L AN P R O DUK
  • 17.
    BAB V KESIMPULANDAN SARAN KESIMPULAN & SARAN TERIMA KASIH