SISTEM
BASIS DATA
PERKENALAN ANGGOTA
Nur Aini Rojabiyah (220302048)
Lailatul Maghfiroh (220302069)
Venni Nur Elinda (220302075)
Sistem Manajemen Basis Data adalah perangkat lunak yang memungkinkan akses ke data
yang disimpan dalam basis data dan menyediakan metode yang mudah dan efektif , contoh :
• Mendefinisikan informasi.
• Menyimpan informasi.
• Memanipulasi informasi.
• Melindungi informasi dari kerusakan sistem atau pencurian data.
• Membedakan izin akses untuk pengguna yang berbeda.
STRUKTUR SISTEM KESELURUHAN
BASIS DATA
Sistem database dibagi menjadi tiga komponen: Prosesor Kueri, Manajer Penyimpanan, dan
Penyimpanan Disk.
1. Pemroses Kueri:
Menafsirkan permintaan (kueri) yang diterima dari pengguna akhir melalui program aplikasi
menjadi instruksi. Itu juga mengeksekusi permintaan pengguna yang diterima dari kompiler
DML. Pemroses Kueri berisi komponen berikut :
a. Kompiler DML
b. Penerjemah DDL
c. Pra-Kompiler DML Tertanam
d. Pengoptimal Kueri
2. Manajer Penyimpanan:
Manajer Penyimpanan adalah program yang menyediakan antarmuka antaradata yang
disimpan dalam database dan kueri yang diterima. Ia juga dikenal sebagai Sistem Kontrol Basis
Data. Ia menjaga konsistensi dan integritas database dengan menerapkan batasan dan
menjalankan pernyataan DCL . Bertanggung jawab untuk memperbarui, menyimpan,
menghapus, dan mengambil data dalam database. Manajer Penyimapanan berisi komponen
berikut :
a. Manajer Otorisasi
b. Manajer Integritas
c. Manajer Transaksi
d. Manajer File
e. Buffer Manager
3. Penyimpanan Disk:
Berisi komponen sebagai berikut :
• Kamus Data: Berisi informasi tentang struktur objek database apa
pun. Ini adalah gudang informasi yang mengatur metadata.
• File Data: Menyimpan Data
• Indeks: Menyediakan pengambilan item data yang lebih cepat.
Struktur Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) dapat dibagi menjadi tiga
komponen utama: Tingkat Internal, Tingkat Konseptual, dan Tingkat Eksternal.
1. Tingkat Internal: Tingkat ini mewakili penyimpanan fisik data dalam database.
Ini bertanggung jawab untuk menyimpan dan mengambil data dari perangkat
penyimpanan, seperti hard drive atau solid-state drive. Ini berkaitan dengan
detail implementasi tingkat rendah seperti kompresi data, pengindeksan, dan
alokasi penyimpanan.
2. Tingkat Konseptual: Tingkat ini mewakili pandangan logis dari database. Ini
berkaitan dengan keseluruhan organisasi data dalam database dan hubungan di
antara mereka. Ini mendefinisikan skema data, yang mencakup tabel, atribut, dan
hubungannya. Tingkat konseptual tidak bergantung pada DBMS tertentu dan dapat
diimplementasikan menggunakan DBMS yang berbeda.
3. Tingkat Eksternal: Tingkat ini mewakili pandangan pengguna terhadap
database. Ini berkaitan dengan bagaimana pengguna mengakses data dalam database.
Hal ini memungkinkan pengguna untuk melihat data dengan cara yang masuk akal
bagi mereka, tanpa mengkhawatirkan detail implementasi yang mendasarinya.
Tingkat eksternal menyediakan sekumpulan tampilan atau antarmuka ke database,
yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
Basis data merupakan komponen vital dalam ekosistem teknologi informasi di berbagai
organisasi. Data yang disimpan di dalamnya mencakup informasi penting, termasuk
data pelanggan, informasi keuangan, dan rincian operasional. Oleh karena itu, keamanan
basis data menjadi suatu keharusan mutlak untuk melindungi integritas, kerahasiaan,
dan ketersediaan informasi tersebut.
PENANGANAN BASIS DATA
A. ANCAMAN TERHADAP
KEMANAN BASIS DATA
a. Serangan SQL Injection
b. Serangan DDoS (Distributed Denial of Service)
c. Malware dan Ransomware
d. Insider Threats
B. SOLUSI EFEKTIF UNTUK
MENGATASI ANCAMAN KEAMANAN
a. Pemfilteran Input dan Penggunaan Parameterized Queries
b. Firewall yang Kuat
c. Pemantauan Keamanan Real-Time
d. Kebijakan Keamanan yang Ketat
e. Enkripsi Data
f. Pemulihan Data yang Efektif
g. Pembaruan Sistem dan Perangkat Lunak SecaraRutin
➢ Kelebihan pada sistem basis data yaitu:
1. Kecepatan dan kemudahan (speed)
Dengan menggunakan basis data, pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokan, mengurutkan bahkan perhitungan dengan
metematika. Dengan perancangan yang benar, maka penyajian informasi akan dapat dilakukan dengan
cepat dan mudah.
2. Pemusatan kontrol data
Karena cukup dengan satu basis data untuk banyak keperluan, pengontrolan terhadap data juga cukup
dilakuan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa misalnya, maka tidak perlu
kita meng-update semua data dimasing-masing bagian tetapi cukup hanya disatu basis data.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
PENGGUNAAN SISTEM BASIS
DATA
3. Efesiensi ruang penyimpanan (space)
Dengan pemakaian bersama, tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan di berbagai
tempat, tetapi cukup satu saja sehingga ini akan menghemat ruang penyimpanan data
yang dimiliki oleh sebuah organisasi.
4. Keakuratan (Accuracy)
Penerapan secara ketat aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara
data, dan lain-lain, dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data.
➢ Kekurangan pada sistem basis data yaitu:
1. Lebih Mahal
Sistem basis data membutuhkan sumber daya yang tinggi, terlebih untuk melakukan
perawatannya yang secara berkala.
2. Proses back up cukup memakan waktu.
Sistem basis data mencakup banyak file, sehingga jika dilakukan back up akan
menghabiskan waktu.
3. Bila ada akses yang tidak benar, kerusakan dapat terjadi.
Kesalahan dalam mengakses bisa menyebabkan berbagai masalah, terutama oleh
sembarang pengguna.
4. Sistem lebih rumit, sehingga memerlukan orang ahli.
Sistem basis data sangat kompleks, tidak sembarang orang bisa menanganinya.
Terutama dengan berbagai macam resiko, sehingga hanya orang ahli yang hanya bisa
menanganinya.
Sistem informasi yang menggunakan Sistem Manajemen Basis Data
(DBMS) untuk mengelola informasinya memiliki struktur tertentu, yang terdiridari
tiga komponen: Data, DBMS, dan perangkat lunak Aplikasi.
Komponen utama dari pendekatan basis data adalah DBMS. Perangkat lunak ini juga
disebut sebagai“mesin basis data” atau “back end”. Terkait dengan data yang
dikelolanya, ia mempunyai beberapa tanggung jawab antara lain sebagai berikut:
PENDEKATAN BASIS DATA
• Definisi Data: menyediakan cara untuk mendefinisikan dan membangun database
• Manipulasi Data: menyediakan cara untuk memasukkan dan memperbarui data
dalam database
• Eksekusi Query: mengambil informasi dari data di database
• Integritas Data: memastikan bahwa data yang disimpan terbentuk dengan baik
• Keamanan Data: menerapkan pembatasan tentang siapa yang dapat mengakses
data apa
• Asal: kemampuan logging untuk menyediakan jejak audit untuk perubahan data
• Multiuser Concurrency: mendukung aktivitas banyak pengguna dalam waktu
bersamaan
Menggunakan database memerlukan keahlian dan pengetahuan yang cukup tentang
DBMS spesifik yang digunakan. Beberapa DBMS yang lebih populer saat ini adalah
MySQL, Microsoft SQL Server, Oracle, PostgreSQL, Microsoft Access, dan DB2 IBM.
Komponen kedua dalam pendekatan basis data adalah data. Komponen terakhir dari
pendekatan basis data adalah aplikasi, yang juga disebut perangkat lunak “front end”.
Perangkat lunak aplikasi berinteraksi dengan DBMS untuk memberikan informasi
kepada pengguna.
TERIMA
KASIH

PPT SISTEM BASIS DATA , manajemen basis data.pptx

  • 1.
  • 2.
    PERKENALAN ANGGOTA Nur AiniRojabiyah (220302048) Lailatul Maghfiroh (220302069) Venni Nur Elinda (220302075)
  • 3.
    Sistem Manajemen BasisData adalah perangkat lunak yang memungkinkan akses ke data yang disimpan dalam basis data dan menyediakan metode yang mudah dan efektif , contoh : • Mendefinisikan informasi. • Menyimpan informasi. • Memanipulasi informasi. • Melindungi informasi dari kerusakan sistem atau pencurian data. • Membedakan izin akses untuk pengguna yang berbeda. STRUKTUR SISTEM KESELURUHAN BASIS DATA
  • 4.
    Sistem database dibagimenjadi tiga komponen: Prosesor Kueri, Manajer Penyimpanan, dan Penyimpanan Disk. 1. Pemroses Kueri: Menafsirkan permintaan (kueri) yang diterima dari pengguna akhir melalui program aplikasi menjadi instruksi. Itu juga mengeksekusi permintaan pengguna yang diterima dari kompiler DML. Pemroses Kueri berisi komponen berikut : a. Kompiler DML b. Penerjemah DDL c. Pra-Kompiler DML Tertanam d. Pengoptimal Kueri
  • 5.
    2. Manajer Penyimpanan: ManajerPenyimpanan adalah program yang menyediakan antarmuka antaradata yang disimpan dalam database dan kueri yang diterima. Ia juga dikenal sebagai Sistem Kontrol Basis Data. Ia menjaga konsistensi dan integritas database dengan menerapkan batasan dan menjalankan pernyataan DCL . Bertanggung jawab untuk memperbarui, menyimpan, menghapus, dan mengambil data dalam database. Manajer Penyimapanan berisi komponen berikut : a. Manajer Otorisasi b. Manajer Integritas c. Manajer Transaksi d. Manajer File e. Buffer Manager
  • 6.
    3. Penyimpanan Disk: Berisikomponen sebagai berikut : • Kamus Data: Berisi informasi tentang struktur objek database apa pun. Ini adalah gudang informasi yang mengatur metadata. • File Data: Menyimpan Data • Indeks: Menyediakan pengambilan item data yang lebih cepat.
  • 7.
    Struktur Sistem ManajemenBasis Data (DBMS) dapat dibagi menjadi tiga komponen utama: Tingkat Internal, Tingkat Konseptual, dan Tingkat Eksternal. 1. Tingkat Internal: Tingkat ini mewakili penyimpanan fisik data dalam database. Ini bertanggung jawab untuk menyimpan dan mengambil data dari perangkat penyimpanan, seperti hard drive atau solid-state drive. Ini berkaitan dengan detail implementasi tingkat rendah seperti kompresi data, pengindeksan, dan alokasi penyimpanan.
  • 8.
    2. Tingkat Konseptual:Tingkat ini mewakili pandangan logis dari database. Ini berkaitan dengan keseluruhan organisasi data dalam database dan hubungan di antara mereka. Ini mendefinisikan skema data, yang mencakup tabel, atribut, dan hubungannya. Tingkat konseptual tidak bergantung pada DBMS tertentu dan dapat diimplementasikan menggunakan DBMS yang berbeda. 3. Tingkat Eksternal: Tingkat ini mewakili pandangan pengguna terhadap database. Ini berkaitan dengan bagaimana pengguna mengakses data dalam database. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melihat data dengan cara yang masuk akal bagi mereka, tanpa mengkhawatirkan detail implementasi yang mendasarinya. Tingkat eksternal menyediakan sekumpulan tampilan atau antarmuka ke database, yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
  • 9.
    Basis data merupakankomponen vital dalam ekosistem teknologi informasi di berbagai organisasi. Data yang disimpan di dalamnya mencakup informasi penting, termasuk data pelanggan, informasi keuangan, dan rincian operasional. Oleh karena itu, keamanan basis data menjadi suatu keharusan mutlak untuk melindungi integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan informasi tersebut. PENANGANAN BASIS DATA
  • 10.
    A. ANCAMAN TERHADAP KEMANANBASIS DATA a. Serangan SQL Injection b. Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) c. Malware dan Ransomware d. Insider Threats
  • 11.
    B. SOLUSI EFEKTIFUNTUK MENGATASI ANCAMAN KEAMANAN a. Pemfilteran Input dan Penggunaan Parameterized Queries b. Firewall yang Kuat c. Pemantauan Keamanan Real-Time d. Kebijakan Keamanan yang Ketat e. Enkripsi Data f. Pemulihan Data yang Efektif g. Pembaruan Sistem dan Perangkat Lunak SecaraRutin
  • 12.
    ➢ Kelebihan padasistem basis data yaitu: 1. Kecepatan dan kemudahan (speed) Dengan menggunakan basis data, pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokan, mengurutkan bahkan perhitungan dengan metematika. Dengan perancangan yang benar, maka penyajian informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. 2. Pemusatan kontrol data Karena cukup dengan satu basis data untuk banyak keperluan, pengontrolan terhadap data juga cukup dilakuan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa misalnya, maka tidak perlu kita meng-update semua data dimasing-masing bagian tetapi cukup hanya disatu basis data. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PENGGUNAAN SISTEM BASIS DATA
  • 13.
    3. Efesiensi ruangpenyimpanan (space) Dengan pemakaian bersama, tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan di berbagai tempat, tetapi cukup satu saja sehingga ini akan menghemat ruang penyimpanan data yang dimiliki oleh sebuah organisasi. 4. Keakuratan (Accuracy) Penerapan secara ketat aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara data, dan lain-lain, dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data.
  • 14.
    ➢ Kekurangan padasistem basis data yaitu: 1. Lebih Mahal Sistem basis data membutuhkan sumber daya yang tinggi, terlebih untuk melakukan perawatannya yang secara berkala. 2. Proses back up cukup memakan waktu. Sistem basis data mencakup banyak file, sehingga jika dilakukan back up akan menghabiskan waktu.
  • 15.
    3. Bila adaakses yang tidak benar, kerusakan dapat terjadi. Kesalahan dalam mengakses bisa menyebabkan berbagai masalah, terutama oleh sembarang pengguna. 4. Sistem lebih rumit, sehingga memerlukan orang ahli. Sistem basis data sangat kompleks, tidak sembarang orang bisa menanganinya. Terutama dengan berbagai macam resiko, sehingga hanya orang ahli yang hanya bisa menanganinya.
  • 16.
    Sistem informasi yangmenggunakan Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) untuk mengelola informasinya memiliki struktur tertentu, yang terdiridari tiga komponen: Data, DBMS, dan perangkat lunak Aplikasi. Komponen utama dari pendekatan basis data adalah DBMS. Perangkat lunak ini juga disebut sebagai“mesin basis data” atau “back end”. Terkait dengan data yang dikelolanya, ia mempunyai beberapa tanggung jawab antara lain sebagai berikut: PENDEKATAN BASIS DATA
  • 17.
    • Definisi Data:menyediakan cara untuk mendefinisikan dan membangun database • Manipulasi Data: menyediakan cara untuk memasukkan dan memperbarui data dalam database • Eksekusi Query: mengambil informasi dari data di database • Integritas Data: memastikan bahwa data yang disimpan terbentuk dengan baik • Keamanan Data: menerapkan pembatasan tentang siapa yang dapat mengakses data apa • Asal: kemampuan logging untuk menyediakan jejak audit untuk perubahan data • Multiuser Concurrency: mendukung aktivitas banyak pengguna dalam waktu bersamaan
  • 18.
    Menggunakan database memerlukankeahlian dan pengetahuan yang cukup tentang DBMS spesifik yang digunakan. Beberapa DBMS yang lebih populer saat ini adalah MySQL, Microsoft SQL Server, Oracle, PostgreSQL, Microsoft Access, dan DB2 IBM. Komponen kedua dalam pendekatan basis data adalah data. Komponen terakhir dari pendekatan basis data adalah aplikasi, yang juga disebut perangkat lunak “front end”. Perangkat lunak aplikasi berinteraksi dengan DBMS untuk memberikan informasi kepada pengguna.
  • 19.