AGREGAT
KASAR
Maulidal husna
(1407450)
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
Pengertian agregat secara umum
Agregat adalah material yang dominan
dalam konstruksi kongkrit. Hampir 70% - 80
% lebih berat konstruksi kongkrit adalah
agregat. Agregat terdiri atas agregat kasar
(kerikil/batu baur) dan agregat halus (pasir),
dan jika diperlukan menggunakan bahan
pengisi atau filler.
Penegrtian agregat kasar
Agregat kasar adalah komponen utama
pembinaan struktur konkrit. Ia memainkan
peranan yang penting dalam proses membantu
konkrit.
Agregat kasar adalah terdiri daripada
serpihan batu yang ukurannya melebihi 5 mm
sehingga ukuran maksimum yang dibenarkan
untuk kerja – kerja konkrit yang tertentu,
biasanya tidak melebihi 50 mm. biasanya
diambil dari batu gunung, batu sungai (batu kali)
dan hasil smpingan proses penambangan.
Salah satu bahan jadi agregat ini adalah beton,
campuran ber aspal dan beton aspal.
KLASIFIKASI AGREGAT
Berdasarkan asalnya, agregat
digolongkan menjadi :
Agregat alam : Agregat yang
menggunakan bahan baku dari batu
alam atau penghancurannya.
Agregat Buatan : Agregat yang dibuat
dengan tujuan penggunaan khusus
(tertentu) karena kekurangan agregat
alam.
Berdasarkan berat jenisnya,
agregat digolongkan menjadi :
 Agregat berat : agregat yang mempunyai berat jenis lebih dari 2,8. Biasanya
digunakan untuk beton yang terkena sinar radiasi sinar X. Contoh agregat berat :
Magnetit, butiran besi.
 Agregat Normal : agregat yang mempunyai berat jenis 2,50 – 2,70.Beton dengan
agregat normal akan memiliki berat jenis sekitar 2,3 dengan kuat tekan 15 MPa –
40 MPa. Agregat normal terdiri dari : kerikil, pasir, batu pecah (berasal dari alam),
klingker, terak dapur tinggi (agregat buatan).
 Agregat ringan : agregat yang mempunyai berat jenis kurang dari 2,0. Biasanya
digunakan untuk membuat beton ringan. Terdiri dari : batu apung, asbes, berbagai
serat alam (alam), terak dapur tinggi dg gelembung udara, perlit yang
dikembangkan dengan pembakaran, lempung bekah, dll (buatan).
Agregat kasar
dibedakan atas 2 macam
Kerikil (dari batuan alam)
Kricak ( dari batuan alam
yang dipecah )
Menurut
asalnya kerikil
dibagi atas :
krikil galian
krikil sungaikrikil pantai
Menurut ukurannya, krikil/kricak dapat
dibedakan atas;
• Ukuran butir : 5 - 1 0 mm disebut krikil/kricak halus.
• Ukuran butir : 10-20 mm disebut krikil/kricak sedang.
• Ukuran butir : 20-40 mm disebut krikil/kricak kasar.
• Ukuran butir : 40-70 mm disebut krikil/kricak kasar
sekali.
• Ukuran butir >70 mm digunakan untuk konstruksi
beton siklop (cyclopen concreten).
FUNGSI AGREGAT
• Menghemat penggunaan Semen Portland.
• Menghasilkan kekuatan yang besar pada beton
• Mengurangi susut pengerasan beton.
• Mencapai susunan yang padat pada beton. Dengan gradasi yang baik maka
akan didapat beton yang padat.
• Mengontrol workability atau sifat dapat dikerjakan adukan beton. Dengan
gradasi yang baik, akan diperoleh sifat beton yang mudah untuk dikerjakan.
Agregat kasar yang digunakan untuk campuran beton memiliki
syarat-syarat yang harus dipenuhi. Menurut SK SNI S-04-1989-F
syaratsyarat tersebut adalah :
a. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori.
b. Bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-
pengaruh cuaca.
c. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1%,
apabila kadar lumpur melampaui 1% maka agregat kasar harus
dicuci.
d. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang reaktif terhadap
alkali.
e. Modulus halus butir antara 6 – 7,1 dengan variasi butir sesuai
standar gradasi.
KADAR AIR AGREGAT
kadar air
kering
tungku
Kadar air
kering udara
jenuh Kering
Permukaan
Kondisi
basah
GRADASI (SUSUNAN BUTIRAN)
AGREGAT
Gradasi agregat dapat dibedakan atas :
• Gradasi seragam (uniform graded) : Gradasi seragam adalah
gradasi agregat dengan ukuran butir yang hampir sama.
• Gradasi rapat (dense graded) : Gradasi rapat adalah gradasi
agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus,
sehingga sering juga disebut gradasi menerus, atau gradasi baik
(well graded).
• Gradasi senjang (gap graded) : Gradasi senjang adalah gradasi
agregat dimana ukuran agregat yang ada tidak lengkap atau ada
fraksi agregat yang tidak ada atau jumlahnya sedikit sekali.
Ppt agregat kasar
Ppt agregat kasar
Ppt agregat kasar
Ppt agregat kasar

Ppt agregat kasar

  • 1.
  • 2.
    Pengertian agregat secaraumum Agregat adalah material yang dominan dalam konstruksi kongkrit. Hampir 70% - 80 % lebih berat konstruksi kongkrit adalah agregat. Agregat terdiri atas agregat kasar (kerikil/batu baur) dan agregat halus (pasir), dan jika diperlukan menggunakan bahan pengisi atau filler.
  • 3.
    Penegrtian agregat kasar Agregatkasar adalah komponen utama pembinaan struktur konkrit. Ia memainkan peranan yang penting dalam proses membantu konkrit. Agregat kasar adalah terdiri daripada serpihan batu yang ukurannya melebihi 5 mm sehingga ukuran maksimum yang dibenarkan untuk kerja – kerja konkrit yang tertentu, biasanya tidak melebihi 50 mm. biasanya diambil dari batu gunung, batu sungai (batu kali) dan hasil smpingan proses penambangan. Salah satu bahan jadi agregat ini adalah beton, campuran ber aspal dan beton aspal.
  • 4.
    KLASIFIKASI AGREGAT Berdasarkan asalnya,agregat digolongkan menjadi : Agregat alam : Agregat yang menggunakan bahan baku dari batu alam atau penghancurannya. Agregat Buatan : Agregat yang dibuat dengan tujuan penggunaan khusus (tertentu) karena kekurangan agregat alam.
  • 5.
    Berdasarkan berat jenisnya, agregatdigolongkan menjadi :  Agregat berat : agregat yang mempunyai berat jenis lebih dari 2,8. Biasanya digunakan untuk beton yang terkena sinar radiasi sinar X. Contoh agregat berat : Magnetit, butiran besi.  Agregat Normal : agregat yang mempunyai berat jenis 2,50 – 2,70.Beton dengan agregat normal akan memiliki berat jenis sekitar 2,3 dengan kuat tekan 15 MPa – 40 MPa. Agregat normal terdiri dari : kerikil, pasir, batu pecah (berasal dari alam), klingker, terak dapur tinggi (agregat buatan).  Agregat ringan : agregat yang mempunyai berat jenis kurang dari 2,0. Biasanya digunakan untuk membuat beton ringan. Terdiri dari : batu apung, asbes, berbagai serat alam (alam), terak dapur tinggi dg gelembung udara, perlit yang dikembangkan dengan pembakaran, lempung bekah, dll (buatan).
  • 6.
    Agregat kasar dibedakan atas2 macam Kerikil (dari batuan alam) Kricak ( dari batuan alam yang dipecah )
  • 7.
    Menurut asalnya kerikil dibagi atas: krikil galian krikil sungaikrikil pantai
  • 8.
    Menurut ukurannya, krikil/kricakdapat dibedakan atas; • Ukuran butir : 5 - 1 0 mm disebut krikil/kricak halus. • Ukuran butir : 10-20 mm disebut krikil/kricak sedang. • Ukuran butir : 20-40 mm disebut krikil/kricak kasar. • Ukuran butir : 40-70 mm disebut krikil/kricak kasar sekali. • Ukuran butir >70 mm digunakan untuk konstruksi beton siklop (cyclopen concreten).
  • 9.
    FUNGSI AGREGAT • Menghematpenggunaan Semen Portland. • Menghasilkan kekuatan yang besar pada beton • Mengurangi susut pengerasan beton. • Mencapai susunan yang padat pada beton. Dengan gradasi yang baik maka akan didapat beton yang padat. • Mengontrol workability atau sifat dapat dikerjakan adukan beton. Dengan gradasi yang baik, akan diperoleh sifat beton yang mudah untuk dikerjakan.
  • 10.
    Agregat kasar yangdigunakan untuk campuran beton memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi. Menurut SK SNI S-04-1989-F syaratsyarat tersebut adalah : a. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori. b. Bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh- pengaruh cuaca. c. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1%, apabila kadar lumpur melampaui 1% maka agregat kasar harus dicuci. d. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang reaktif terhadap alkali. e. Modulus halus butir antara 6 – 7,1 dengan variasi butir sesuai standar gradasi.
  • 11.
    KADAR AIR AGREGAT kadarair kering tungku Kadar air kering udara jenuh Kering Permukaan Kondisi basah
  • 12.
    GRADASI (SUSUNAN BUTIRAN) AGREGAT Gradasiagregat dapat dibedakan atas : • Gradasi seragam (uniform graded) : Gradasi seragam adalah gradasi agregat dengan ukuran butir yang hampir sama. • Gradasi rapat (dense graded) : Gradasi rapat adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus, sehingga sering juga disebut gradasi menerus, atau gradasi baik (well graded). • Gradasi senjang (gap graded) : Gradasi senjang adalah gradasi agregat dimana ukuran agregat yang ada tidak lengkap atau ada fraksi agregat yang tidak ada atau jumlahnya sedikit sekali.