POLARIMETER
by
Robby Candra Purnama, S.Farm., Apt., M.Kes.
PENDAHULUAN
• Cahaya merupakan gelombang tranversal
yang arah getarnya tegak lurus dengan
arah rambatnya.
• Setiap gelombang yang bergetar pada
bidang tertentu dapat dipisahkan ke
dalam komponen vertikal maupun
horizontal.
LANJUTAN…
• Apabila berkas cahaya melalui suatu
bidang polarisator maka hanya salah satu
dari komponen tersebut yang akan
dilewatkan dan hal ini disebut
terpolarisasi bidang.
• Cahaya terpolarisasi bidang adalah cahaya
yang getar gelombangnya telah tersaring
semua.
ROTASI OPTIK
• Rotasi optik merupakan suatu
perputaran cahaya terpolarisasi
bidang
• Kecepatan cahaya yang
dipolarisasikan bisa menjadi lebih
lambat atau lebih cepat apabila
melewati suatu zat.
LANJUTAN…
Pembagian senyawa berdasar
keaktifan optiknya :
• Senyawa yang bersifat aktif optis
• Senyawa yang bersifat tidak aktif
optis
SENYAWA BERSIFAT AKTIF OPTIS
• Senyawa yang termasuk golongan ini
adalah apabila cahaya terpolarisasi bidang
dilewatkan pada suatu cairan maka cahaya
tersebut akan mengalami putaran ke kiri
maupun ke kanan.
• Apabila zat tersebut mengalami
perputaran cahaya ke kanan, maka akan
menghasilkan sudut putar α dengan tanda
positif
LANJUTAN…
• Apabila zat tersebut mengalami
perputaran cahaya ke kiri, maka akan
menghasilkan sudut putar α dengan tanda
negatif
• Contoh senyawa : glukosa, maltosa, dan
sukrosa.
• Senyawa golongan ini memiliki sifat tidak
simetris
SENYAWA BERSIFAT TIDAK AKTIF OPTIS
• Senyawa yang termasuk golongan ini
adalah apabila cahaya perpolarisasi
bidang dilewatkan pada suatu cairan maka
cahaya tersebut tidak mengalami putaran.
• Dengan kata lain senyawa ini bersifat
simetris
POLARIMETER
• Polarimeter adalah alat yang digunakan
untuk mempelajari dampak dari macam-
macam senyawa dibawah cahaya yang
dipolarisasikan.
• Untuk mengetahui cara penentuan rotasi
jenis suatu zat, yang dinyatakan dalam
derajat
Contoh Gambar.
FUNGSI…
• Polarimeter di desain untuk melihat
kemampuan putaran suatu senyawa
dalam meneruskan suatu cahaya yang
dilewatkan melalui senyawa tersebut
• Hasil nya untuk mengukur tingkat
kestabilan suatu senyawa tersebut.
TERIMA KASIH

POLARIMETER

  • 1.
  • 2.
    PENDAHULUAN • Cahaya merupakangelombang tranversal yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya. • Setiap gelombang yang bergetar pada bidang tertentu dapat dipisahkan ke dalam komponen vertikal maupun horizontal.
  • 3.
    LANJUTAN… • Apabila berkascahaya melalui suatu bidang polarisator maka hanya salah satu dari komponen tersebut yang akan dilewatkan dan hal ini disebut terpolarisasi bidang. • Cahaya terpolarisasi bidang adalah cahaya yang getar gelombangnya telah tersaring semua.
  • 4.
    ROTASI OPTIK • Rotasioptik merupakan suatu perputaran cahaya terpolarisasi bidang • Kecepatan cahaya yang dipolarisasikan bisa menjadi lebih lambat atau lebih cepat apabila melewati suatu zat.
  • 5.
    LANJUTAN… Pembagian senyawa berdasar keaktifanoptiknya : • Senyawa yang bersifat aktif optis • Senyawa yang bersifat tidak aktif optis
  • 6.
    SENYAWA BERSIFAT AKTIFOPTIS • Senyawa yang termasuk golongan ini adalah apabila cahaya terpolarisasi bidang dilewatkan pada suatu cairan maka cahaya tersebut akan mengalami putaran ke kiri maupun ke kanan. • Apabila zat tersebut mengalami perputaran cahaya ke kanan, maka akan menghasilkan sudut putar α dengan tanda positif
  • 7.
    LANJUTAN… • Apabila zattersebut mengalami perputaran cahaya ke kiri, maka akan menghasilkan sudut putar α dengan tanda negatif • Contoh senyawa : glukosa, maltosa, dan sukrosa. • Senyawa golongan ini memiliki sifat tidak simetris
  • 8.
    SENYAWA BERSIFAT TIDAKAKTIF OPTIS • Senyawa yang termasuk golongan ini adalah apabila cahaya perpolarisasi bidang dilewatkan pada suatu cairan maka cahaya tersebut tidak mengalami putaran. • Dengan kata lain senyawa ini bersifat simetris
  • 9.
    POLARIMETER • Polarimeter adalahalat yang digunakan untuk mempelajari dampak dari macam- macam senyawa dibawah cahaya yang dipolarisasikan. • Untuk mengetahui cara penentuan rotasi jenis suatu zat, yang dinyatakan dalam derajat
  • 10.
  • 11.
    FUNGSI… • Polarimeter didesain untuk melihat kemampuan putaran suatu senyawa dalam meneruskan suatu cahaya yang dilewatkan melalui senyawa tersebut • Hasil nya untuk mengukur tingkat kestabilan suatu senyawa tersebut.
  • 12.