PID
(pelvic inflamatory dissease)
DEDEK PUTRAWAN
Vulva
• Vulva terdiri atas; mons veneris, labia
mayora dan minora, klitoris, dan
festibulum dengan orifisium urethrae
externum
• Infeksi pada vvulva itu disebut vulvitis
• Pada radang vulva, vulva akan
membengkak, merah dan agak nyeri,
kadang-kadang disertai dengan gatal
• Vulvulitis dibagi dalam 3 golongan
– Yang bersifat lokal
– Yang timbul bersama-sama atau sebagai
akibat vaginitis
– Yang merupakan permulaan atau
manifestasi dari penyakit umum
yang termasuk vulvulitis lokal adalah
• Infeksi pada kulit, rambut, kelenjar
sebacea dan kelenjar keringat. Infeksi ini
timbul karena trauma luka atau sebab
lain, dan dapat menimbulkan folikulitis,
furunkulosis, hidradenitis dan sebagainya
• Infeksi pada oriifisium uretrha
externeum, glandula para urethralis.
Infeksi ini biasanya disebabkan oleh GO
• Infeksi pada glandula bartholini
Dalam golongan vulvulitis sebagai
permulaan atau manifestasi penyakit
Umum adalah
• Penyakit kelamin, GO dan NGO
• Tuberkulosis
• Vulvulitis virus, dari herpes genitalis
dan kndiloma akuminata
• Vulvulitis pada DM
Vagina
• Infeksi pada vagina disebut vaginitis
• Vaginitis nonspesifik: streptokokus,
stafilokokus, e.coli
• Vaginitis specifik: trikomonas, kandida,
hemofilus vaginalis
• Gejala umum pada vaginitis adalah
leukorea, biasanya disertai rasa gatal dan
terbakar
• Vaginitis biasanya disertai dengan
vulvulitis
Trikomoniasis
• Disebabkan oleh trikomonas vaginalis
• Penularan dengan jalan coitus ialah
cara yang paling sering terdapat
• Leukorea encer sampai kental,
bewarna agak kekuningan dan agak
berbau, lalu ada gatal dengan rasa
yang membakar
• Terapi metronidazole
Kandidiasis
• Disebabkan oleh infeksi kandida albicans
• Kandida mengandung glikogen
• Dapat tumbuh dengan cepat pada wanita hamil, wanita
yang minum pil kontrasepsi hormonal, wanita yang diberi
trerapi antibiotika sspektrum luas, wanita dengan
diabetes dan wanita dengan keadaan imun yang
t=rendah
• Leukorea berwarna keputih-putihan dan terasa sangat
gatal, pada dinding dalam vagina juga terdapat membran
kecil bewarna putih dan jika diangkat akan meninggalkan
bekas yang agak berdarah
• Terapi menggunakan nystatin
Hemofilus vaginalis vaginitis
• 90% kasus vaginitis nonspesifik
disebabkan oleh kuman ini
• Leukorea berwarna putih bersemu
kelabu, kadang-kadang kekuningan
ddengan bau yang tidak sedap, lalu
menimbulkan perasaan yang sangat
gatal
• Terapi ampisilin
(vulvo)-vaginitis-atrofikans
• Terjadi pada wanita sesudah
menopause, epitel vagina menjadi
atrofi dan tinggal epitel basal yang
mudah terkena infeksi
• Penyakit yang mengenai membuat
leukorea, rasa gatal dan pedih
• Terapi esterogen per os
Vaginitis emfisematosa
• Penyakit ini jarang terdapat, dan pada
umumnya dijumpai pada wanita hamil
• Ditemukan radang dengan gelembung-
gelembung kecil berisi gas pada
dinding vagina dan porsio uteri
Serviks Uteri
• Adalah penghalang penting bagi
masuknya kuman kedalam genital
interna
• Pada beberapa penyakit: GO, sifilis,
ulkus mole dan granuloma inguinale
dan pada TBCdapat ditemukan radang
pada serviks
• Dibagi atas servitis akuta dan servitis
kronika
Servitis akuta
• Infeksi yang diawali di endoserviks dan
ditemukan pada GO dan pada infeksi
pospartum, yang disebabkan oleh
streptokokus, stafilokokus dan lain-lain
• Serviks merah bengkak dan mengeluarkan
cairan mukopurulen
• Penyakit berlanjut, akan menyeebabkan
menjadi kronika
Servitis kronika
• Dijumpai pada sebagian besar wanita
yang pernah melahirkan
• Disebakan luka kecil atau besar pada
serviks, memudahkan kuman masuk
kedalam endoserviks dan kelenjarnaya
dan menyebabkan infekssi menahun
• Serviks kelihatan normal, porsio uteri
disekitar ostium uteri eksternum tampak
daerah kemerahan, mengeluaran sekret
mukus bercampur nanah
Terapi
• Pengobatan terbaik dengan cara
kauterisasi-radial degan termokauter
atau dengan karioterapi
• Jika radang jauh sampai ke kanalis
servikalis, perlu dilakukan konisasi
Korpus Uteri
• Radang yang mengenai daerah ini akan
cepat meluas, dan bisa sampai seluruh
organ genital interna
• Radang dari endometrium disebut
endometritis
• Radang pada miometrium disebut
miometritis atau metritis
• Radang perritonium disebut perimetritis
• Radang pada daerah uterus sering
disebabkan oleh GO, atau akibat infeksi
pada abortus atau infeksi puerperal
Endometritis akuta
• Disini endometrium mengalami edema
dan hiperemi
• Penyebab paling penting adalah GO
dan infeksi pada abortus dan partus
• Bisa juga disebabkan oleh kuretase,
memasukan radium kedalam uterus,
memasukan IUD
Endometritis kronika
• endometritis ditemukan pada TBC,
tertinggal sisal abortus atau partus,
terdapat korpus alienum di kavum
uteri, polip uterus dengan infeksi,
tumor ganas uterus, dan salpingo-
ooforitis dan sellulitis pelvik
Piometra
• Pengumpulan nanah di kavum uteri
karena stenosis kanalis servikalis oleh
salah satu sebab: karsinoma, servitis
uteri, amputasi serviks, radiasi,
endometritis tuberkulosa dan
penutupan ostium uteri internum
karena involusi uterus sesudah
menopause
Metritis
• Terdapat pada abortus septik atau
infeksi postpartum
• Penyakit ini merupakan bagian dari
infeksi yang luas
• Berupa pembengkakkan dan infilterasi
sel-sel radang
Perimetritis
• Radang serosa yang meliputi uterus
Tuba Falopi &
jaringan sekitarnya(ovarium)
• Disebut juga salpingo-ooforitis
• Infeksi sering bersamaan karena organ
yang bersangkutan sangat berdekatan
• Penyebab paling banyak ialah: GO dan
infeksi puerpural, dan postpartum
• Dan 10% bisa disebabkan oleh TBC
• Bisa dari akibat tindakan (kuretase,
laparatomi, pemasangan IUD)
• Bisa dari perluasan radang dari
sekitarnya, misaknya apendisitis
Salpingo-ooforitis akuta
• Infeksi dari GO dapat mencapai ke tuba dari uterus melalui mukosa
• Pada endosalping tampak edema sera hiperemi dan infiltrsi leukosit
• Pada infeksi ringan, epitel masih utuh, jika infeksi sudah berat, bisa
mengakibatkan degenerasi epitel
• Bisa terjadi piosalping
• Bisa juga disebabkan oleh kuman lain seperti sterptookokus,
stafilokokus, E.coli, klostridium
• Gejalanya adalah demam, leukositosis dan rasa nyeri disebelah kanan
atau kiri ueterus, dan tidak menutup kemungkinan keduanya
• Terapi: istirahat baring, perawatan umum, pemberian antibiotika dan
analgetika
• Pembedahan bisa dipikirkan untuk: ruptur salping atau ovarium
Salpingo-ooforotis kronika
Terdiri dari:
• Hidrosalping, bisa terjadi penutupan ostium tuba abdominalis
• Piosalping, tuba berisi penuh dengan nanah, dan biasanya
terdapat perlekatan dengan ajringan sekitar
• Salpingitis intertisialis kronika, terjadi fibrosis dinding tuba
dan dapat pula ditemukan pengumpulan nanah ditengah otot
• Abses ovarial
• Salpingitis tuberkulaosa
Untuk terapi dapat diberikan antibiotik spektrum luas, dan
terapi operatif bisa dipikirkan jika :
• Gagal terapi obat
• Reaktivasi
• Ada tumor disebelah uterus
• Infertil yang sebabnya di tuba

Pid

  • 1.
  • 2.
    Vulva • Vulva terdiriatas; mons veneris, labia mayora dan minora, klitoris, dan festibulum dengan orifisium urethrae externum • Infeksi pada vvulva itu disebut vulvitis • Pada radang vulva, vulva akan membengkak, merah dan agak nyeri, kadang-kadang disertai dengan gatal
  • 3.
    • Vulvulitis dibagidalam 3 golongan – Yang bersifat lokal – Yang timbul bersama-sama atau sebagai akibat vaginitis – Yang merupakan permulaan atau manifestasi dari penyakit umum
  • 4.
    yang termasuk vulvulitislokal adalah • Infeksi pada kulit, rambut, kelenjar sebacea dan kelenjar keringat. Infeksi ini timbul karena trauma luka atau sebab lain, dan dapat menimbulkan folikulitis, furunkulosis, hidradenitis dan sebagainya • Infeksi pada oriifisium uretrha externeum, glandula para urethralis. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh GO • Infeksi pada glandula bartholini
  • 5.
    Dalam golongan vulvulitissebagai permulaan atau manifestasi penyakit Umum adalah • Penyakit kelamin, GO dan NGO • Tuberkulosis • Vulvulitis virus, dari herpes genitalis dan kndiloma akuminata • Vulvulitis pada DM
  • 6.
    Vagina • Infeksi padavagina disebut vaginitis • Vaginitis nonspesifik: streptokokus, stafilokokus, e.coli • Vaginitis specifik: trikomonas, kandida, hemofilus vaginalis • Gejala umum pada vaginitis adalah leukorea, biasanya disertai rasa gatal dan terbakar • Vaginitis biasanya disertai dengan vulvulitis
  • 7.
    Trikomoniasis • Disebabkan olehtrikomonas vaginalis • Penularan dengan jalan coitus ialah cara yang paling sering terdapat • Leukorea encer sampai kental, bewarna agak kekuningan dan agak berbau, lalu ada gatal dengan rasa yang membakar • Terapi metronidazole
  • 8.
    Kandidiasis • Disebabkan olehinfeksi kandida albicans • Kandida mengandung glikogen • Dapat tumbuh dengan cepat pada wanita hamil, wanita yang minum pil kontrasepsi hormonal, wanita yang diberi trerapi antibiotika sspektrum luas, wanita dengan diabetes dan wanita dengan keadaan imun yang t=rendah • Leukorea berwarna keputih-putihan dan terasa sangat gatal, pada dinding dalam vagina juga terdapat membran kecil bewarna putih dan jika diangkat akan meninggalkan bekas yang agak berdarah • Terapi menggunakan nystatin
  • 9.
    Hemofilus vaginalis vaginitis •90% kasus vaginitis nonspesifik disebabkan oleh kuman ini • Leukorea berwarna putih bersemu kelabu, kadang-kadang kekuningan ddengan bau yang tidak sedap, lalu menimbulkan perasaan yang sangat gatal • Terapi ampisilin
  • 10.
    (vulvo)-vaginitis-atrofikans • Terjadi padawanita sesudah menopause, epitel vagina menjadi atrofi dan tinggal epitel basal yang mudah terkena infeksi • Penyakit yang mengenai membuat leukorea, rasa gatal dan pedih • Terapi esterogen per os
  • 11.
    Vaginitis emfisematosa • Penyakitini jarang terdapat, dan pada umumnya dijumpai pada wanita hamil • Ditemukan radang dengan gelembung- gelembung kecil berisi gas pada dinding vagina dan porsio uteri
  • 12.
    Serviks Uteri • Adalahpenghalang penting bagi masuknya kuman kedalam genital interna • Pada beberapa penyakit: GO, sifilis, ulkus mole dan granuloma inguinale dan pada TBCdapat ditemukan radang pada serviks • Dibagi atas servitis akuta dan servitis kronika
  • 13.
    Servitis akuta • Infeksiyang diawali di endoserviks dan ditemukan pada GO dan pada infeksi pospartum, yang disebabkan oleh streptokokus, stafilokokus dan lain-lain • Serviks merah bengkak dan mengeluarkan cairan mukopurulen • Penyakit berlanjut, akan menyeebabkan menjadi kronika
  • 14.
    Servitis kronika • Dijumpaipada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan • Disebakan luka kecil atau besar pada serviks, memudahkan kuman masuk kedalam endoserviks dan kelenjarnaya dan menyebabkan infekssi menahun • Serviks kelihatan normal, porsio uteri disekitar ostium uteri eksternum tampak daerah kemerahan, mengeluaran sekret mukus bercampur nanah
  • 15.
    Terapi • Pengobatan terbaikdengan cara kauterisasi-radial degan termokauter atau dengan karioterapi • Jika radang jauh sampai ke kanalis servikalis, perlu dilakukan konisasi
  • 16.
    Korpus Uteri • Radangyang mengenai daerah ini akan cepat meluas, dan bisa sampai seluruh organ genital interna • Radang dari endometrium disebut endometritis • Radang pada miometrium disebut miometritis atau metritis • Radang perritonium disebut perimetritis • Radang pada daerah uterus sering disebabkan oleh GO, atau akibat infeksi pada abortus atau infeksi puerperal
  • 17.
    Endometritis akuta • Disiniendometrium mengalami edema dan hiperemi • Penyebab paling penting adalah GO dan infeksi pada abortus dan partus • Bisa juga disebabkan oleh kuretase, memasukan radium kedalam uterus, memasukan IUD
  • 18.
    Endometritis kronika • endometritisditemukan pada TBC, tertinggal sisal abortus atau partus, terdapat korpus alienum di kavum uteri, polip uterus dengan infeksi, tumor ganas uterus, dan salpingo- ooforitis dan sellulitis pelvik
  • 19.
    Piometra • Pengumpulan nanahdi kavum uteri karena stenosis kanalis servikalis oleh salah satu sebab: karsinoma, servitis uteri, amputasi serviks, radiasi, endometritis tuberkulosa dan penutupan ostium uteri internum karena involusi uterus sesudah menopause
  • 20.
    Metritis • Terdapat padaabortus septik atau infeksi postpartum • Penyakit ini merupakan bagian dari infeksi yang luas • Berupa pembengkakkan dan infilterasi sel-sel radang
  • 21.
    Perimetritis • Radang serosayang meliputi uterus
  • 22.
    Tuba Falopi & jaringansekitarnya(ovarium) • Disebut juga salpingo-ooforitis • Infeksi sering bersamaan karena organ yang bersangkutan sangat berdekatan • Penyebab paling banyak ialah: GO dan infeksi puerpural, dan postpartum • Dan 10% bisa disebabkan oleh TBC • Bisa dari akibat tindakan (kuretase, laparatomi, pemasangan IUD) • Bisa dari perluasan radang dari sekitarnya, misaknya apendisitis
  • 23.
    Salpingo-ooforitis akuta • Infeksidari GO dapat mencapai ke tuba dari uterus melalui mukosa • Pada endosalping tampak edema sera hiperemi dan infiltrsi leukosit • Pada infeksi ringan, epitel masih utuh, jika infeksi sudah berat, bisa mengakibatkan degenerasi epitel • Bisa terjadi piosalping • Bisa juga disebabkan oleh kuman lain seperti sterptookokus, stafilokokus, E.coli, klostridium • Gejalanya adalah demam, leukositosis dan rasa nyeri disebelah kanan atau kiri ueterus, dan tidak menutup kemungkinan keduanya • Terapi: istirahat baring, perawatan umum, pemberian antibiotika dan analgetika • Pembedahan bisa dipikirkan untuk: ruptur salping atau ovarium
  • 24.
    Salpingo-ooforotis kronika Terdiri dari: •Hidrosalping, bisa terjadi penutupan ostium tuba abdominalis • Piosalping, tuba berisi penuh dengan nanah, dan biasanya terdapat perlekatan dengan ajringan sekitar • Salpingitis intertisialis kronika, terjadi fibrosis dinding tuba dan dapat pula ditemukan pengumpulan nanah ditengah otot • Abses ovarial • Salpingitis tuberkulaosa Untuk terapi dapat diberikan antibiotik spektrum luas, dan terapi operatif bisa dipikirkan jika : • Gagal terapi obat • Reaktivasi • Ada tumor disebelah uterus • Infertil yang sebabnya di tuba