STACK DAN QUEU
             BY:
           JUMIATI
          092904035

Pendidikan Teknik Informatika &
           Komputer
   Pendidikan Teknik Elektro
  Universitas Negeri Makassar

          Powerpoint Templates
                                  Page 1
STACK FRAME
• Sekarang amatilah bagaimana stack digunakan dalam contoh pada
  Gambar 2.26. Selama eksekusi subroutine, enam lokasi pada puncak
  stack berisi entri yang diperlukan oleh subroutine tersebut. Lokasi ini
  merupakan ruang kerja privat untuk subroutine, dibuat pada saat
  subroutine dimasuki dan dikosongkan pada saat subroutine
  mengembalikan kontrol ke calling program. Ruang semacam itu
  disebut stack frame. Jika subroutine memerlukan lebih banyak ruang
  untuk variabel mernori lokal, maka dapat juga dialokasikan pada stack.




                          Powerpoint Templates
                                                                    Page 2
Powerpoint Templates
                       Page 3
SUBROUTINE
• Pada suatu program, seringkali perlu untuk melakukan subtask tertentu
    berulangkali pada nilai data yang berbeda. Subtask semacam itu biasanya
    disebut subroutine. Misalnya, suatu subroutine dapat mengevaluasi fungsi
    sinus atau mensortir suatu list nilai menjadi urutan meningkat atau
    menurun. Instruksi Call hanyalah instruksi branch khusus yang melakukan
    operasi berikut:
 • Menyimpan isi PC dalam link register
 • Branch ke alamat target yang ditetapkan oleh instruksi
 Instruksi Return adalah instruksi branch khusus yang melakukan operasi
berikut:
 • Branch ke alamat yang terdapat dalam link register.




                           Powerpoint Templates
                                                                      Page 4
SUBROUTINE NESTING DAN STACK
          PROSESOR

Praktek pemrograman umum, yang disebut subroutine nesting, adalah
menggunakan satu sub routine untuk memanggil subroutine lain. Dalam
hat ini, return address call yang kedua juga disimpan dalam link register,
menghancurkan isi sebelumnya.




                          Powerpoint Templates
                                                                     Page 5
PARAMETER PASSING
• Pada saat calling suatu subroutine, suatu program harus menyediakan
  parameter ke subroutine, yaitu operand atau alamatnya, yang akan
  digunakan dalam komputasi. Selanjutnya, subroutine mengembalikan
  parameter lain, dalam hal ini, hasil komputasi tersebut. Pertukaran
  informasi antara calling program dan subroutine disebut sebagai
  parameter passing. Parameter passing dapat dilakukan dengan beberapa
  cara. Parameter tersebut dapat ditempatkan dalam register atau dalam
  lokasi memori, sehingga dapat diakses oleh subroutine. Atau alternatif
  lainnya, parameter tersebut dapat ditempatkan pada stack prosesor yang
  digunakan untuk menyimpan return address




                         Powerpoint Templates
                                                                   Page 6
Powerpoint Templates
                       Page 7
Powerpoint Templates
                       Page 8
Powerpoint Templates
                       Page 9
Powerpoint Templates
                       Page 10
INSTRUKSI TAMBAHAN
• Sejauh ini kita telah memperkenalkan instruksi berikut:
  Move, Load, Store, Clear, Add, Subtract, Increment, Decrement, Branc
  h, Testbit, Compare, Call, dan Return. 13 Instruksi ini, bersama dengan
  mode pengalamatan dalam Tabel 2.1, telah memungkinkan kita untuk
  menuliskan routine untuk mengilustrasikan operasi memory-mapped
  I/O dasar.




                          Powerpoint Templates
                                                                    Page 11
a. INSTRUKSI LOGIKA

Operasi logika,seperti AND, OR, dan NOT yang diterapkan pada bit
individu, adalah blok bangunan dasar dari sirkuit digital, sebagaimana
dideskripsikan dalam Apendiks A. Juga akan menggunakan instruksi
yang menerapkan operasi ini ke semua bit word atau byte secara
mandiri dan paralel.


b. INSTRUKSI SHIF DAN ROTATE

Terdapat banyak aplikasi yang meminta bit suatu operand di-shift
sejumlah posisi bit tertentu ke kanan atau kiri. Detil bagaimana shift
tersebut dilakukan tergantung pada apakah operand tersebut adalah
bilangan bertanda atau beberapa informasi binary-code yang lebih
umum.
                         Powerpoint Templates
                                                                     Page 12
b. INSTRUKSI SHIF DAN ROTATE

Terdapat banyak aplikasi yang meminta bit suatu operand di-shift sejumlah
posisi bit tertentu ke kanan atau kiri. Detil bagaimana shift tersebut dilakukan
tergantung pada apakah operand tersebut adalah bilangan bertanda atau
beberapa informasi binary-code yang lebih umum.




                             Powerpoint Templates
                                                                            Page 13
SHIFT ARITMATIKA

Suatu studi tentang representasi bilangan biner 2’s-complement pada Gambar
2.1 menyatakan bahwa pergeseran posisi bit nomor satu ke kiri setara dengan
mengalikannya dengan 2; dan menggesernya ke kanan setara dengan
membaginya dengan 2.




OPERASI ROTASI

Pada operasi pergeseran, bit yang bergeser di luar operand hilang, kecuali
bit terakhir yang digeser akan disimpan dalam flag Carry C.




                           Powerpoint Templates
                                                                       Page 14
PROGRAM BYTE-SORTING


  Program byte-sorting menggunakan penyortiran straight-selection.
• Program bahasa-C untuk sorting
                  For        (j=n - 1 ; j > 0 ; j = j – 1)
                         {for (k = j – 1; k >= 0 ; k = k – 1)
                                   {if (LIST [k] > LIST [j]
                                         { TEMP = LIST [k];
                                            LIST[k] = LIST [j];
                                             LIST[j] = TEMP;
                                                  }
                                               }
                                           }
                           Powerpoint Templates
                                                                     Page 15
LINKED LIST
• Banyak program aplikasi nonnumerik mensyaratkan bahwa list
  informasi yang berurutan direpresentasikan dan disimpan
  dengan suatu cara srhingga mudah untuk menambahkan item ke
  list tersebut atau untuk menhapus item dari list pada posisi
  apapun dengan tetap menjaga urutan item yang diinginkan




                      Powerpoint Templates
                                                         Page 16
ENCODING INSTRUKSI MESIN

• Kita telah memperhatikan instruksi yang menjalankan operasi
  seperti
  penambahan, pengurangan, pemindahan, pergeseran, rotasi, da
  n branch. Instruksi ini dapat menggunkana operand dengan
  ukuran yang berbeda, seperti 32-bit dan 8-bit bilangan atau
  karakter 8-bit ASCII-encoded. Tipe operasi yang dilakukan dan
  tipe operand yang digunakan dapat ditentukan menggunakan
  pola biner ter-encode yang disebut sebagai OP code untuk
  instruksi tertentu.




                      Powerpoint Templates
                                                          Page 17
Sekian dan terima kasih




       Powerpoint Templates
                              Page 18

Pertemuan 3 stack dan queu

  • 1.
    STACK DAN QUEU BY: JUMIATI 092904035 Pendidikan Teknik Informatika & Komputer Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Makassar Powerpoint Templates Page 1
  • 2.
    STACK FRAME • Sekarangamatilah bagaimana stack digunakan dalam contoh pada Gambar 2.26. Selama eksekusi subroutine, enam lokasi pada puncak stack berisi entri yang diperlukan oleh subroutine tersebut. Lokasi ini merupakan ruang kerja privat untuk subroutine, dibuat pada saat subroutine dimasuki dan dikosongkan pada saat subroutine mengembalikan kontrol ke calling program. Ruang semacam itu disebut stack frame. Jika subroutine memerlukan lebih banyak ruang untuk variabel mernori lokal, maka dapat juga dialokasikan pada stack. Powerpoint Templates Page 2
  • 3.
  • 4.
    SUBROUTINE • Pada suatuprogram, seringkali perlu untuk melakukan subtask tertentu berulangkali pada nilai data yang berbeda. Subtask semacam itu biasanya disebut subroutine. Misalnya, suatu subroutine dapat mengevaluasi fungsi sinus atau mensortir suatu list nilai menjadi urutan meningkat atau menurun. Instruksi Call hanyalah instruksi branch khusus yang melakukan operasi berikut: • Menyimpan isi PC dalam link register • Branch ke alamat target yang ditetapkan oleh instruksi Instruksi Return adalah instruksi branch khusus yang melakukan operasi berikut: • Branch ke alamat yang terdapat dalam link register. Powerpoint Templates Page 4
  • 5.
    SUBROUTINE NESTING DANSTACK PROSESOR Praktek pemrograman umum, yang disebut subroutine nesting, adalah menggunakan satu sub routine untuk memanggil subroutine lain. Dalam hat ini, return address call yang kedua juga disimpan dalam link register, menghancurkan isi sebelumnya. Powerpoint Templates Page 5
  • 6.
    PARAMETER PASSING • Padasaat calling suatu subroutine, suatu program harus menyediakan parameter ke subroutine, yaitu operand atau alamatnya, yang akan digunakan dalam komputasi. Selanjutnya, subroutine mengembalikan parameter lain, dalam hal ini, hasil komputasi tersebut. Pertukaran informasi antara calling program dan subroutine disebut sebagai parameter passing. Parameter passing dapat dilakukan dengan beberapa cara. Parameter tersebut dapat ditempatkan dalam register atau dalam lokasi memori, sehingga dapat diakses oleh subroutine. Atau alternatif lainnya, parameter tersebut dapat ditempatkan pada stack prosesor yang digunakan untuk menyimpan return address Powerpoint Templates Page 6
  • 7.
  • 8.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    INSTRUKSI TAMBAHAN • Sejauhini kita telah memperkenalkan instruksi berikut: Move, Load, Store, Clear, Add, Subtract, Increment, Decrement, Branc h, Testbit, Compare, Call, dan Return. 13 Instruksi ini, bersama dengan mode pengalamatan dalam Tabel 2.1, telah memungkinkan kita untuk menuliskan routine untuk mengilustrasikan operasi memory-mapped I/O dasar. Powerpoint Templates Page 11
  • 12.
    a. INSTRUKSI LOGIKA Operasilogika,seperti AND, OR, dan NOT yang diterapkan pada bit individu, adalah blok bangunan dasar dari sirkuit digital, sebagaimana dideskripsikan dalam Apendiks A. Juga akan menggunakan instruksi yang menerapkan operasi ini ke semua bit word atau byte secara mandiri dan paralel. b. INSTRUKSI SHIF DAN ROTATE Terdapat banyak aplikasi yang meminta bit suatu operand di-shift sejumlah posisi bit tertentu ke kanan atau kiri. Detil bagaimana shift tersebut dilakukan tergantung pada apakah operand tersebut adalah bilangan bertanda atau beberapa informasi binary-code yang lebih umum. Powerpoint Templates Page 12
  • 13.
    b. INSTRUKSI SHIFDAN ROTATE Terdapat banyak aplikasi yang meminta bit suatu operand di-shift sejumlah posisi bit tertentu ke kanan atau kiri. Detil bagaimana shift tersebut dilakukan tergantung pada apakah operand tersebut adalah bilangan bertanda atau beberapa informasi binary-code yang lebih umum. Powerpoint Templates Page 13
  • 14.
    SHIFT ARITMATIKA Suatu studitentang representasi bilangan biner 2’s-complement pada Gambar 2.1 menyatakan bahwa pergeseran posisi bit nomor satu ke kiri setara dengan mengalikannya dengan 2; dan menggesernya ke kanan setara dengan membaginya dengan 2. OPERASI ROTASI Pada operasi pergeseran, bit yang bergeser di luar operand hilang, kecuali bit terakhir yang digeser akan disimpan dalam flag Carry C. Powerpoint Templates Page 14
  • 15.
    PROGRAM BYTE-SORTING Program byte-sorting menggunakan penyortiran straight-selection. • Program bahasa-C untuk sorting For (j=n - 1 ; j > 0 ; j = j – 1) {for (k = j – 1; k >= 0 ; k = k – 1) {if (LIST [k] > LIST [j] { TEMP = LIST [k]; LIST[k] = LIST [j]; LIST[j] = TEMP; } } } Powerpoint Templates Page 15
  • 16.
    LINKED LIST • Banyakprogram aplikasi nonnumerik mensyaratkan bahwa list informasi yang berurutan direpresentasikan dan disimpan dengan suatu cara srhingga mudah untuk menambahkan item ke list tersebut atau untuk menhapus item dari list pada posisi apapun dengan tetap menjaga urutan item yang diinginkan Powerpoint Templates Page 16
  • 17.
    ENCODING INSTRUKSI MESIN •Kita telah memperhatikan instruksi yang menjalankan operasi seperti penambahan, pengurangan, pemindahan, pergeseran, rotasi, da n branch. Instruksi ini dapat menggunkana operand dengan ukuran yang berbeda, seperti 32-bit dan 8-bit bilangan atau karakter 8-bit ASCII-encoded. Tipe operasi yang dilakukan dan tipe operand yang digunakan dapat ditentukan menggunakan pola biner ter-encode yang disebut sebagai OP code untuk instruksi tertentu. Powerpoint Templates Page 17
  • 18.
    Sekian dan terimakasih Powerpoint Templates Page 18