Media Informasi Air Minum
      dan Penyehatan Lingkungan
                                               Dari Redaksi                                                                      1

          Diterbitkan oleh:
                                               Suara Anda                                                                        2
       Kelompok Kerja Air Minum                Laporan Utama
      dan Penyehatan Lingkungan
             (Pokja AMPL)                             Mengenal Beragam Jejaring                                                  3
                                                      Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL)                        5
      Penasihat/Pelindung:
    Direktur Jenderal Cipta Karya              TSI
  DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM                           Seputar Tahun Sanitasi Internasional                                       9
         Penanggung Jawab:                     Wawancara
 Direktur Permukiman dan Perumahan,                   Berjejaring Membangun AMPL                                                11
               BAPPENAS
    Direktur Penyehatan Lingkungan,            Peraturan
                DEPKES                                UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah                         14
  Direktur Pengembangan Air Minum,
          Dep. Pekerjaan Umum                  Wawasan
 Direktur Pengembangan Penyehatan                     Teknologi Pengolahan Sampah di PLTSa Gede Bage Bandung                    16
        Lingkungan Permukiman,
          Dep. Pekerjaan Umum                         Unsur Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Bawah Tanah                           18
 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan                   Lima Tahun Mendatang Desa Tetaf Menjadi Desa Makmur                       20
  Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI
      Direktur Penataan Ruang dan                     Mengenal Pembelajaran Partisipatif Singkat (PPS)                          22
     Lingkungan Hidup, DEPDAGRI                Inovasi
         Pemimpin Redaksi:                            Ecoplas, Tas Ramah Lingkungan dari Singkong                               25
           Oswar Mungkasa                      Tamu Kita
           Dewan Redaksi:                             Ully Sigar Rusady Membuat Konservasi Air                                  26
             Zaenal Nampira,                   Reportase
            Indar Parawansa,
           Bambang Purwanto                           Kunjungan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste                        28
                                               Inspirasi
       Redaktur Pelaksana:
 Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy,                Kota yang Tak Berkelanjutan                                               30
  Raymond Marpaung, Bowo Leksono               Cermin
           Desain/Ilustrasi:                          Toilet Kering untuk Permukiman Padat dan Wilayah Kurang Air               31
             Rudi Kosasih
                                               Seputar ISSDP                                                                    32
               Produksi:                       Seputar WASPOLA                                                                  34
               Machrudin
                                               Seputar WES-UNICEF                                                               36
         Sirkulasi/Distribusi:                 Seputar STBM                                                                     38
             Agus Syuhada
                                               Seputar Jejaring                                                                 39
            Alamat Redaksi:                    Seputar AMPL                                                                     40
Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat.
       Telp./Faks.: (021) 31904113
                                               Program
           http://www.ampl.or.id                      SToP! (Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi)                             47
    e-mail: redaksipercik@yahoo.com
            redaksi@ampl.or.id
                                               Klinik IATPI                                                                     48
          oswar@bappenas.go.id                 Info CD                                                                          49
         Redaksi menerima kiriman              Info Buku                                                                        50
    tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan   Info Situs                                                                       51
dengan air minum dan penyehatan lingkungan
     dan belum pernah dipublikasikan.          Pustaka AMPL                                                                     52
        Panjang naskah tak dibatasi.
                                               Agenda
           Sertakan identitas diri.
        Redaksi berhak mengeditnya.
      Silahkan kirim ke alamat di atas.

           Cover: Rudi Kosasih
                 Ide: OM                                    Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
DARI REDAKSI



S
        etiap tahun kita memperingati beragam jenis tema               kemudian menindaklanjutinya pun secara sendiri-sendiri. Kon-
        peringatan yang terkait dengan air minum dan penye-            disi ini yang dalam beberapa tahun terakhir mulai meng-
        hatan lingkungan mulai dari Hari Air Dunia, Hari Toilet,       khawatirkan. Pembangunan air minum dan penyehatan ling-
Hari Lingkungan Hidup, Hari Bumi dan banyak hari-hari lain-            kungan hasilnya menjadi kurang optimal. Cakupan layanan se-
nya. Belum terhitung setiap tahun kita juga memperingati               perti jalan di tempat sementara investasi yang dikucurkan oleh
beragam tema dan kebetulan tahun ini temanya terkait air               banyak pihak sudah sedemikian banyak.
minum dan penyehatan ling-                                                                                  Dibutuhkan kerja bersama
kungan yaitu Tahun Sanitasi                                                                             diantara pemangku kepen-
Internasional.                                                                                          tingan. Tema ini yang kemudi-
    Kegiatan peringatan ini ke-                                                                         an menjadi topik utama Percik
mudian menjadi paradoks. Ide                                                                            kali ini. Bagaimana semua
awal setiap peringatan tersebut                                                                         pihak bekerjasama dalam pem-
tentunya untuk mengingatkan                                                                             bangunan AMPL. Pada saat ini
kita semua tentang banyak hal                                                                           di Indonesia telah terbentuk
penting yang mungkin terlupa                                                                            Jejaring Air Minum dan Penye-
akibat kesibukan kita sehari-                                                                           hatan Lingkungan (Jejaring
hari. Namun kemudian pe-                                                                                AMPL), yang merupakan wa-
ringatan yang dilakukan seta-                                                                           dah untuk mensinergikan po-
hun sekali tersebut kemudian                                                                            tensi informasi, pengetahuan
juga tergelincir menjadi bagian                                                                         dan komunikasi antarpemang-
dari rutinitas kita. Gaungnya                                                                           ku kepentingan dalam kerja-
sebatas bagaimana mempe-                                                                                sama yang memberi manfaat
ringati dan bukannya bagai-                                                                             kepada semua pihak dalam
mana memulai sesuatu agar                                                                               pembangunan AMPL. Tentu-
peringatan tersebut menjadi                                                                             nya kita semua berharap tujuan
bermakna. Kita sibuk dengan                                                                             ini dapat tercapai. Untuk itu,
bagaimana menyiapkan pa-                                                                                kisah perjalanan pembentukan
meran, bagaimana menyiap-                                                                               Jejaring AMPL, wawancara de-
kan pencanangan oleh presi-                                                                             ngan pemrakarsa, dan kiprah
den atau menteri, dan banyak                                                                            Jejaring AMPL selama ini men-
bagaimana lainnya.                                                                                      jadi sorotan kali ini. Dilengkapi
    Hal ini kemudian tercer-                                                                            pula dengan contoh jejaring di
min dari kondisi cakupan la-                                                                            mancanegara.
yanan air minum dan penye-                                                                                  Selain itu, juga diketengah-
hatan lingkungan Indonesia                                                                              kan beberapa contoh nyata
yang masih belum beranjak ja-                                                                           kegiatan dari pelaku pemba-
uh dari angka 50 persen untuk                                                                           ngunan AMPL seperti Ully
air minum, dan 65 persen                                                                                Sigar Rusadi dengan komit-
untuk sanitasi dasar. Masih se-                                                                         mennya melakukan konservasi
kitar 70-100 juta penduduk In-                                                                          alam, Neni Sintawardani de-
donesia belum terlayani de-                                                                             ngan inovasinya berupa toilet
ngan air minum dan sanitasi                                                          Foto: Bowo Leksono kering, dan inovasi terbaru
yang layak. Padahal kita telah                                                                          berupa tas plastik dari daun
memperingati Hari Air Dunia untuk kesekian kalinya. Telah ba-          singkong keluaran Dana Mitra Lingkungan.
nyak pencanangan dan janji yang diucapkan pada setiap kali                 Bahasan menarik lainnya adalah tentang Undang-Undang
Hari Air diperingati.                                                  Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Undang-
    Peringatan tersebut menjadi suatu rutinitas saja. Diperlukan su-   undang ini merupakan upaya pemerintah memberikan jaminan
atu perubahan sikap agar kita semua baik pemerintah, non-pe-           kehidupan yang baik dan sehat bagi masyarakat Indonesia. Per-
merintah, masyarakat, bersama-sama menjadikan setiap tema              ingatan Hari Lingkungan dan Hari Bumi juga mendapat porsi.
peringatan tersebut awal dari langkah-langkah nyata bersama.           Tentunya dengan harapan kita semua dapat menjadikannya se-
    Gaung dari setiap peringatan tersebut sebenarnya cukup ter-        bagai sumber inspirasi. Sebagaimana kata orang bijak "Menjaga
lihat. Namun kemudian setiap pemangku kepentingan berlom-              bumi tetap nyaman adalah sebaik-baik warisan untuk anak cucu
ba-lomba secara sendiri-sendiri untuk memperingatinya dan              kita". OM.


                                                                                                                         Percik
                                                                                                                  Agustus 2008     1
SUARA ANDA


      Menambah Wawasan                                tang lingkungan. Saya sangat berminat            up to date sehingga kami pandang perlu
                                                      mendapatkan majalah Percik. Dengan               untuk mengakses majalah tersebut.
    Saat meliput kegiatan Pokja AMPL di               ini saya mencantumkan alamat lengkap:
                                                                                                                                       Untung Junendar
Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi                        Jl. Gurami No 63a, RT 11 RW 04,                  Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat Surakarta
Selatan, saya mendapat hadiah tiga edisi              Kelurahan Seketeng Sumbawa Besar                        Jl. Anggur 1 No. 15 Kerten Surakarta 57147
Percik dan beberapa brosur disertai janji             (NTB) 84311
'akan mengirim edisi berikut'. Majalah                    Besar harapan saya untuk menda-                 Yth. Bp Untung Junendar,
tersebut telah menambah wawasan kami                  patkan majalah Percik. Atas perhatian               SD di Kabupaten Administrasi Ke-
mengenal lebih jauh kegiatan Pokja                    bapak saya ucapkan banyak terimakasih.           pulauan Seribu, DKI Jakarta sudah
AMPL. Majalah bersama brosur tersebut                                                                  menerapkan sekolah hijau pada mata
                                                                                     Mukhlis, ST
setelah saya baca, saya serahkan sebagai                                     Sumbawa Besar - NTB
                                                                                                       pelajaran muatan lokal (mulok).
koleksi kepada Taman Bacaan Iqra,
sebuah taman bacaan masyarakat yang                      Yth Bp Mukhlis,
kami bina bersama beberapa rekan di                      segera kami tindaklanjuti untuk pe-                   Percik Edisi Lama
Kelurahan Tuwung Kecamatan Barru                      ngiriman majalah Percik.
Kabupaten Barru. Semoga bacaan terse-                                                                      Kami dari NGO Perancis bekerjasama
but dapat memberi manfaat lebih jauh                        SD yang Menerapkan                         dengan Departemen Kesehatan, tertarik
kepada masyarakat tentang pentingnya                                                                   untuk mendapatkan edisi-edisi lama
sanitasi dan penyehatan lingkungan.                            Sekolah Hijau                           majalah Percik, atau bahkan berlang-
    Seterusnya, saya berharap taman                                                                    ganan, karena banyaknya data dan
bacaan kami dapat memperoleh Percik                       Saya tertarik membaca artikel Percik         bahasan terkait bidang kesehatan yang
tiap terbit. Demikian pula bacaan-bacaan              edisi tahun 2007 mengenai sekolah hijau.         kami geluti (WASH, gizi, dll). Mohon
lain yang berkaitan dengan AMPL untuk                 Dan yang jadi pertanyaan, adakah seko-           infonya. Bila perlu saya bisa datang
menambah koleksi. Demikian informasi                  lah yang tingkatannya sekolah dasar yang         kekantor. Terimakasih.
kami, atas bantuan Bapak sebelumnya                   sudah mengadopsi sistem sekolah hijau?               Cheers
kami ucapkan terima kasih.                                Kebetulan saya bagian dari organisasi
                                                                                                                                               Rayendra
                                                      mahasiswa Kalimantan Barat yang                            Assistant Head of Mission ACF Indonesia
                                 Badaruddin Amir
             Wartawan majalah Dunia Pendidikan
                                                      memiliki program pengembangan pen-                                            Office 6221 7220775
                                                                                                                                     Mobile 0816 903793
                   Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel   didikan tingkat dasar untuk daerah pe-
                      Pembina Taman Bacaan Iqra
                       Jl. Pramuka No. 108 Barru,
                                                      dalaman khususnya Kalimantan yang
                   Provinsi Sulawesi Selatan 90711    berbasis lingkungan. Isu global mengenai            Yth. Bp Rayendra,
        Telp 0427-322752, mobile : 081342138499
            email : tamanbacaaniqra@yahoo.co.id
                                                      lingkungan yang dibahas di Percik cukup             akan lebih baik bila Bapak datang
                            badarsaja@yahoo.co.id                                                      langsung ke kantor redaksi kami untuk
                                                                                                       mendapatkan sendiri edisi-edisi Percik
   Yth. Bp Badaruddin,                                                                                 sebelumnya.
   kami akan berusaha mengirim
materi-materi terkait AMPL ke alamat
yang Bapak cantumkan. Terima kasih.                                                                    Majalah Percik untuk Perpus

                                                                                                          Yth. Redaksi Majalah Percik
       Susah Memperoleh                                                                                   Nama saya Darman Eka Saputra,
        Info Lingkungan                                                                                guru SD N Sukaresmi Kampung Talaga
                                                                                                       RT 02/04 Desa Cigunungherang Cika-
    Dengan hormat,                                                                                     longkulon Cianjur. Saya mohon Majalah
    Saya alumni teknik lingkungan Se-                                                                  Percik dikirim kepada kami untuk
kolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna                                                                    menambah perpustakaan SD.
Jakarta. Saya telah membaca majalah                                                                                               Darman Eka Saputra
Percik dari teman edisi November 2007.                                                                                   SDN Sukaresmi Kampung talaga
                                                                                                                                              Cianjur
Ternyata majalah Percik sangat baik
untuk mendapatkan informasi mengenai                                                                      Yth Bp Darman,
lingkungan, sanitasi dan lain-lain. Di                                                                    akan kami kirimkan Majalah Percik
daerah saya yaitu Sumbawa Besar sangat                                                                 sesuai dengan permohonan. Semoga
susah sekali mendapatkan informasi ten-                                      ILustrasi: Rudi Kosasih   bermanfaat.



 2      Percik
        Agustus 2008
L A P O R A N U TA M A



    Mengenal BERAGAM JEJARING
PHILIPPINE ECOLOGICAL SANITATION NETWORK (PEN)                     tinggi (UP-National Engineering Center, College of Chemical
                                                                   Engineering/Environmental Engineering Program), lembaga
Apa itu PEN?                                                       donor (German Technical Assistance/GTZ, Water and
PEN merupakan sebuah jejaring informal yang teroganisir ter-       Sanitation Program-East Asia Pacific/WSP-EAP), LSM (BNS-
diri dari instansi pemerintah pusat, legislatif, pemerintah dae-   Borda), asosiasi (Solid Waste Management Association of the
rah, lembaga donor, program/proyek, perguruan tinggi dan           Philippines/SWAPP), perusahaan (Manila Water Sewerage
LSM.                                                               System/MWSS), proyek (LWUA, ECO-ASIA-Linaw Projects,
                                                                   Waste Water Projects, Sustainable Coastal Tourism/SCO-
Sejarah Pembentukan                                                TIA).
   Pada tahun 2004 diselenggarakan The 1st International
Symposium on Low-cost Technology Options for Water Supply          Peran Saat Ini
and Sanitation di Bohol, Pilipina, yang dalam penyiapannya             Peluncuran TSI 2008 di Pilipina dimotori oleh PEN. Selain
mendorong terjadinya kerjasama diantara pemangku ke-               itu, PEN juga berperan dalam mengembangkan Program
pentingan mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat,          Sustainable Sanitation for East Asia (SuSEA)-Komponen Pili-
LSM, swasta, dan akademisi.                                        pina Tahun 2007-2010. SuSEA merupakan proyek yang didanai
   Ecosan dipresentasikan pada simposium tersebut. Sebuah          oleh SIDA dengan tujuan mempercepat pencapaian target air
Kelompok Kerja dibentuk untuk mempersiapkan draf awal ren-         dan sanitasi MDGs di Indonesia dan Pilipina.
cana aksi pengelolaan aktifitas terkait pertukaran pengetahuan,
proyek percontohan ecosan, dan pembentukan PEN.                    UGANDA WATER AND SANITATION NETWORK (UWASNET)
Kiprah Awal                                                           UWASNET merupakan organisasi payung nasional dari LSM
    Kiprah PEN diawali ketika Clean Water Act of 2004              dan organisasi berbasis masyarakat di sektor air minum dan
Implementing Rules and Regulations sedang disusun. Ketika          sanitasi Uganda. Didirikan pada Februari 2000 dengan du-
itu, dibutuhkan masukan tentang pilihan sanitasi selain sanitasi   kungan the Directorate of Water Development (DWD), Danida,
konvensional yaitu sanitasi ekologis (ecological sanitation/eco-   Water Aid dan sebuah kelompok kerja gabungan 11 LSM, untuk
san). Selain itu, PEN juga berperan sebagai motor penggerak        memanfaatkan potensi keberadaan LSM dan lembaga berbasis
penyelenggaraan Philippine Sanitation Summit 2007 di Manila.       masyarakat dalam berkontribusi mencapai target MDGs.
Selanjutnya PEN juga membantu Departemen Kesehatan
menyelenggarakan Southern Philippine Sanitation Summit             Motto
2007.                                                                 Bekerja menuju tercapainya akses air minum dan sanitasi
                                                                   bagi semua di Uganda melalui koordinasi efektif, kolaborasi
Bentuk Organisasi                                                  yang lebih baik, dan kemitraan strategik.
   Pada tahap awal PEN masih berbentuk informal dan meru-
pakan organisasi advokasi yang tidak ketat, tetapi setelah dua     Misi
tahun dengan pertimbangan meningkatkan efektifitas kemu-               Uwasnet bertujuan memperkuat koordinasi, kolaborasi dan
dian diputuskan untuk memformalkan dan mencatatkannya              jaringan LSM dan organisasi berbasis masyarakat dengan
pada pihak berwenang sebagai organisasi nirlaba. Diharapkan        pemangku kepentingan lainnya di sektor air minum dan sanitasi
mobilisasi sumber daya menjadi lebih optimal.                      Uganda.
   Untuk itu, disepakati menunjuk beberapa orang sebagai
pelaksana harian yang menjabat sebagai presiden, wakil presi-      Visi
den, sekretaris, bendahara, dan dilengkapi badan pengawas.            Berkontribusi mengurangi kemiskinan melalui peningkatan
                                                                   akses air minum dan sanitasi melalui koordinasi efektif dari
Anggota                                                            LSM dan organisasi berbasis masyarakat dalam sektor air mi-
    Secara resmi organisasi yang menjadi anggota adalah legis-     num dan sanitasi ganda.
latif (House of Representatives Committee on Ecology), lemba-
ga pemerintah (National Water Resources Board/NWRB),               Kelompok Kerja
(Departemen Kesehatan), pusat studi (Center for Advanced               UWASNET melingkupi 4 Kelompok Kerja (Pokja) yaitu (i)
Philippine Studies/CAPS, Institute for the Development of          Pokja Higinitas dan Sanitasi/Hygiene and Sanitation Working
Educational and Ecological Alternatives/IDEAS), perguruan          Group (HSWG). Tujuannya adalah mendorong terciptanya dia-


                                                                                                                 Percik
                                                                                                          Agustus 2008     3
L A P O R A N U TA M A


log diantara pemangku kepentingan demi terciptanya pening-              Tujuan SuSanA
katan kepedulian terhadap higinitas dan sanitasi; (ii) Pokja Tek-           Berkontribusi terhadap pencapaian MDGs melalui promosi
nologi Air Minum dan Sanitasi/Water and Sanitation Tech-                    sanitasi berkelanjutan.
nologies Working Group (WSTWG). Tujuannya adalah menjadi                    Meningkatkan kepedulian terhadap solusi sanitasi berke-
media bertukar ide dan pengalaman tentang teknologi yang                    lanjutan dan mempromosikan dalam skala besar.
tepat guna; (iii) Pokja Air Minum dan Sanitasi Perkota-                     Menunjukkan peran penting sanitasi dalam pencapaian
an/Urban Water and Sanitation Working Group (UWSWG).                        keseluruhan target MDGs.
Tujuan utamanya adalah mendorong timbulnya perhatian ter-                   Merubah paradigma sanitasi melalui promosi pendekatan
hadap penyediaan air minum dan sanitasi bagi penduduk mis-                  sanitasi berorientasi penggunaan kembali (reuse oriented
kin perkotaan; dan (iv) Water and Sanitation for Women and                  sanitation approaches) tanpa membahayakan kesehatan.
Children Working Group (WSWCWG). Tujuannya adalah untuk
mendorong timbulnya perhatian terhadap kepentingan wanita               Fokus Utama
dan anak-anak dalam pembangunan air minum dan sanitasi.                     Fokus utama SuSanA adalah mempromosikan implementasi
                                                                        sanitasi berkelanjutan dalam program air dan sanitasi skala besar.
Program dan Proyek
    Untuk memaksimalkan hasil kerja LSM Air Minum dan                   Sasaran Khusus
Sanitasi, UWASNET mengembangkan dua program inti yaitu:                      Mengumpulkan dan mengompilasi informasi, yang mem-
     1. Program Koordinasi, Informasi dan Jaringan                           bantu pengambil keputusan untuk menilai beragam
     Program ini ditujukan untuk mempercepat terjadinya koor-                teknologi dan sistem sanitasi dengan memperhatikan kri-
dinasi, kolaborasi, dan jaringan efektif diantara LSM air minum              teria keberlanjutan.
dan sanitasi dengan pemangku kepentingan lain. Diharapkan                    Mendemonstrasikan sanitasi yang berorientasi penggu-
anggota UWASNET dapat mempengaruhi dan menanggapi                            naan kembali.
kebijakan, strategi dan implementasi melalui jaringan dan per-               Mengumpulkan dan menampilkan contoh praktik terbaik
tukaran informasi.                                                           sanitasi dalam rangka TSI 2008.
    Sasaran program diantaranya adalah (i) memungkinkan                      Mengidentifikasi dan menggambarkan mekanisme untuk
anggota bertukar ide dan pengalaman dengan pemangku                          mereplikasi implementasi sanitasi berkelanjutan termasuk
kepentingan lain terkait kebijakan, strategi, dan implementasi;              instrumen pembiayaan penyediaan sanitasi pro-poor.
(ii) menyediakan focal point informasi tentang UWASNET                       Mengembangkan visi bagaimana pendekatan berkelanjut-
maupun isu terkait air minum dan sanitasi; (iii) menjamin                    an dapat berkontribusi dalam pencapaian MDGs.
keberlanjutan UWASNET.                                                     Dalam rangka pencapaian sasaran khusus ini, road map
    Kegiatan terkait program ini adalah (i) keterlibatan dalam proses   bersama untuk TSI 2008 telah berhasil disusun.
pengambilan keputusan, (ii) kontribusi penulisan artikel di media
massa; (iii) mengelola pusat data dan informasi; (iv) menyediakan       Bentuk Organisasi
jasa konsultansi bagi anggota; (v) menerbitkan newsletter berkala.          SuSanA bukan organisasi baru, tetapi lebih merupakan jejaring
    2. Program Peningkatan Kapasitas                                    organisasi yang tidak mengikat yang bekerja bersama dan bersifat
    Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas LSM              terbuka dan aktif mempromosikan sanitasi berkelanjutan. SuSanA
sehingga akan terbangun jaringan LSM yang mandiri, dinamis,             didukung oleh beberapa kelompok kerja tematik. OM dari berbagai
dan efektif, yang akan menjadi mitra kerja pemerintah. Dengan           sumber.
demikian diharapkan LSM dapat berperan aktif dalam turut
mencapai target MDGs, mempunyai kemampuan menanggapi                                 SEKILAS PRINSIP SANITASI BERKELANJUTAN
kebijakan pemerintah, dan mampu melaksanakan kegiatan air
minum dan sanitasi yang inovatif.                                          B    eberapa tahun lalu prinsip sanitasi berkelanjutan telah disepakati oleh
                                                                                Water Supply and Sanitation Collaborative Council yang dikenal seba-
                                                                           gai "Bellagio Principles for Sustainable Sanitation" pada Global Forum ke-
THE SUSTAINABLE SANITATION ALLIANCE (SUSANA)                               5, November 2000, yaitu:
                                                                           (i) Harga diri manusia, kualitas hidup dan keamanan lingkungan tempat
                                                                                 tinggal seharusnya menjadi dasar semua pendekatan sanitasi.
Dasar Pembentukan                                                          (ii) Sejalan dengan prinsip kepemerintahan yang baik, pengambilan
   Motivasi utama pembentukan SuSanA adalah keputusan                            keputusan sebaiknya melibatkan partisipasi seluruh pemangku
Sidang Umum PBB untuk mendeklarasikan Tahun 2008                                 kepentingan, khususnya konsumen dan penyedia layanan.
                                                                           (iii) Limbah sebaiknya dipertimbangkan sebagai sumber daya dan pe-
sebagai Tahun Sanitasi Internasional, yang kemudian ditin-                       ngelolaannya sebaiknya terpadu dan bagian dari sumber daya air ter-
daklanjuti pada tahun 2007 oleh berbagai organisasi yang                         padu dan proses pengelolaan limbah.
berkecimpung dalam pembangunan sanitasi untuk memben-                      (iv) Penyelesaian masalah sanitasi lingkungan sebaiknya dilakukan pada
tuk jejaring sanitasi berkelanjutan yang terbuka untuk men-                      ukuran minimum yang dapat dikelola (rumah tangga, lingkungan,
                                                                                 kota, daerah tangkapan air). (sumber: WSSCC).
dukung TSI 2008.



 4      Percik
        Agustus 2008
L A P O R A N U TA M A




           JEJARING
  AIR MINUM DAN PENYEHATAN
     LINGKUNGAN (AMPL)
P
        embentukan Jejaring berangkat
        dari keprihatinan beberapa pihak
        yang menyadari bahwa isu air
minum dan penyehatan lingkungan sela-
ma ini masih menjadi arus pinggiran
sehingga belum menjadi perhatian dan
komitmen dari para pengambil keputus-
an ditingkat nasional maupun daerah.
    Disisi lain, kebijakan pemerintah
dalam pembangunan AMPL masih belum
terpadu. Banyak program sering tum-
pang tindih, para pemangku kepentingan
yang peduli terhadap AMPL masih ber-
jalan sendiri-sendiri, sementara di ting-
kat masyarakat kesadaran terhadap peri-
laku hidup bersih dan sehat masih ren-
dah.                                                              Penandatanganan pembentukan Jejaring AMPL
    Dibutuhkan koordinasi dan integrasi                        pada 8 Oktober 2007 di Jakarta. Foto: Bowo Leksono.
yang lebih strategis dari berbagai pihak
pemangku kepentingan untuk saling           lalu, akhirnya menghasilkan draf konsep       informasi dan komunikasi AMPL yang
berkoordinasi dan membangun kekuatan        dan arahan strategis Jejaring AMPL ke         efektif untuk mendukung partisipasi
bersama yang lebih besar. Untuk itu         depan. Konsep ini kemudian yang menja-        pemangku kepentingan (pemerintah,
dibutuhkan suatu jaringan yang dapat        di dasar dari pernyataan bersama ang-         swasta dan masyarakat) dalam proses
mengkomunikasikan kebutuhan dan             gota Jejaring yang disepakati pada 8          pembangunan Nasional di Indonesia.
kepentingan dari berbagai pihak sehing-     Oktober 2007 dan menjadi mandat untuk             Sedangkan misinya mensinergikan
ga setiap pihak mampu mempunyai             dilaksanakan oleh tim pengarah.               program yang strategis dan implemen-
wadah untuk dapat berkontribusi dan                                                       tatif melalui penerapan prinsip ke-
saling bersinergi untuk mempercepat         Nama dan Pengertian Jejaring                  mitraan, pengembangan kerjasama pe-
pencapaian tujuan bersama dalam pem-            Jejaring AMPL atau Watsan Net-            ngelolaan air minum dan penyehatan
bangunan AMPL.                              working-INA merupakan wadah untuk             lingkungan, peningkatan kapasitas lem-
    Maka sejak pertemuan pertama            mensinergikan potensi informasi, penge-       baga dan sumber daya manusia, serta pe-
Jejaring AMPL pada 27 Februari 2007 di      tahuan dan komunikasi antarpemangku           ningkatan penyediaan dana pemba-
Bappenas yang membuahkan kesepa-            kepentingan (stakeholder) dalam ker-          ngunan AMPL.
katan untuk membangun Jejaring Ko-          jasama yang memberikan manfaat kepa-
munikasi antarpemangku kepentingan di       da semua pihak.                               Keanggotaan
sektor ini, dilanjutkan pertemuan yang          Adapun visi dari Jejaring AMPL ada-           Secara umum Jejaring bersifat terbu-
lebih intensif pada Juli dan Agustus 2007   lah menjadikan jejaring sebagai wadah         ka, inklusif dan independen. Siapa saja


                                                                                                                       Percik
                                                                                                                Agustus 2008    5
L A P O R A N U TA M A


dapat menjadi anggota Jejaring:               anggota; (ii) Komite Pengarah, yang ber-         Gugus Tugas
    Perorangan, terbuka bagi perseo-          fungsi menjaga agar organisasi tetap berja-       Gugus Tugas dibentuk mengingat
    rangan dengan kewarganegaraan             lan sesuai dengan keinginan anggota; (iii)     adanya beberapa isu pokok dalam kon-
    apapun.                                   Ketua Pelaksana Harian, yang dibantu oleh      teks AMPL seperti air minum, pengelo-
    Lembaga Swadaya Masyarakat                sekretaris umum dan gugus tugas, yang          laan sampah, sanitasi dan perilaku hidup
    (LSM), lembaga non-pemerintah,            menjalankan roda organisasi sehari-hari.       bersih. Keempat isu tersebut memiliki
    lembaga pemerintah atau institusi                                                        permasalahan dan pendekatan tersendiri
    akademis yang memiliki program               Komite Pengarah Jejaring                    untuk pengelolaannya. Atas dasar kera-
    dan/atau memiliki minat dalam                 Terdiri dari sembilan lembaga yang         gaman itu, maka dibentuk gugus tugas,
    bidang pendidikan dan lingkungan.         mewakili berbagai pihak, yaitu peme-           agar setiap permasalahan di atas dapat
    Lembaga Internasional.                    rintah, LSM, donor, perguruan tinggi,          dibahas secara lebih terfokus. Adapun
    Proyek/program yang dikelola pe-          perusahaan, manajemen tim proyek/              gugus tugas tersebut adalah Gugus Tugas
    merintah maupun non-pemerintah.           program di bidang AMPL sebagai beri-           Pengelolaan Sampah (GTPS), Gugus Tu-
                                              kut: Pokja AMPL, WASPOLA, JAS/                 gas Sanitasi (GTS), Gugus Tugas Air Mi-
Struktur Organisasi                           GTZ, Air Kita/Europromocap IWAT,               num, dan Gugus Tugas Kesehatan dan
   Struktur organisasi terdiri dari (i)       IHE Indonesia, Plan Indonesia, ISSDP,          Higienitas.
anggota sebagai penentu arah kebijakan        Jurusan Teknik Lingkungan Univer-
Jejaring melalui keputusan rapat              sitas Trisakti, dan PDAM Tirta Pakuan.         Program Kerja Jejaring
                                                                                              1. Pusat Sumber Daya Informasi
                                                                                                 Membangun Program Integrasi Data,
                                        ANGGOTA                                                  Informasi Pengetahuan, dan Program
                                                                                                 AMPL dalam Bentuk Data Base.
                                                                                              2. Program Penguatan Kapasitas
                                    KOMITE PENGARAH                                              Mewujudkan penguatan dan pember-
                                                                                                 dayaan masyarakat dalam pemba-
                                                                                                 ngunan AMPL yang berkelanjutan
                                          KETUA
                                    PELAKSANA HARIAN
                                                                                                 melalui sharing kapasitas antar-
                                Pokja AMPL (Oswar Mungkasa)                                      anggota Jejaring dan pihak lain di luar
                                                                                                 yang terkait, melalui pelatihan/work-
                                                                                                 shop/seminar mengenai metodologi
                                                                                                 dan praktik-praktik terbaik AMPL.
                                                          SEKRETARIS UMUM                     3. Program Pengembangan Kemitraan
       GUGUS TUGAS                                     ISSDP (Syarif Puradimadja)                Mengembangkan kemitraan inter-
            AIR MINUM:                                                                           nal antarsesama anggota Jejaring
         Dit. PAM, Dep. PU                                                                       dan eksternal dengan menjalin ker-
       (Bambang Purwanto)
                 &
                                                                                                 jasama dan hubungan baik dengan
       FORKAMI (Abdullah)                                                                        pihak-pihak di luar jejaring komuni-
                                              BIDANG                   SEKRETARIAT:
                                                                         Pokja AMPL              tas AMPL untuk mendukung pro-
                                               DATA &                  (Dini Haryati) &
                                             INFORMASI:
                                                                                                 gram-program di atas.
                                                                       Air Kita (Indriati)
     PENGELOLAAN SAMPAH:                   Tim Pokja AMPL                                     4. Advokasi
             DML
         (Kemal Taruc)
                                                                                                 Mendorong isu AMPL menjadi pri-
                                             PENGUATAN:
                                          Jurusan TL Trisakti                                    oritas pemerintahan maupun publik
                                            (Rositayanti) &                                      dengan serangkaian kegiatan ad-
                                             IHE Indonesia
              SANITASI:                   (Hendra Murtidjaja)
                                                                                                 vokasi yang melibatkan berbagai
        ISSDP (Eri Trinurini)                                                                    pihak untuk membangun dukungan,
                  &
          Dit. PLP, Dep. PU
                                              ADVOKASI:                                          penetapan kebijakan, pola pen-
                                               Waspola
          (Handy Legowo)                  (Sofyan Iskandar) &                                    danaan, strategi kampanye dan
                                         JAS (Manfred Oepen)                                     kajian solusi di bidang AMPL.

         KESEHATAN DAN                       KEMITRAAN:
           HIGIENITAS:                   Plan Indonesia & ESP
                                                                                             Gugus Tugas Pengelolaan Sampah
          Dit. PL, Depkes                   (Alwis Rustam)                                   (GTPS)
         (Zainal Nampira)
                                                                                                 Untuk memfasilitasi para anggota Je-
                                                                                             jaring yang mempunyai minat di bidang



 6     Percik
       Agustus 2008
L A P O R A N U TA M A


persampahan maka dibentuklah Gugus
Tugas Pengelolaan Sampah (GTPS) atau
Solid Waste Management Task Force
(SWM-TF). Gugus Tugas ini adalah bagi-
an dari Jejaring AMPL yang merupakan
wadah untuk mensinergikan potensi in-
formasi, pengetahuan dan komunikasi
antaranggota Jejaring AMPL di bidang
persampahan dalam kerjasama yang
memberikan manfaat kepada semua
pihak.
    Koordinator GTPS yang juga Direktur
Eksekutif Dana Mitra Lingkungan
(DML), Kemal Taruc, kepada Percik
mengatakan fokus dari gugus tugas ini
pada kegiatan yang berkaitan dengan
                                              Gugus Tugas Pengelolaan Sampah-Jejaring AMPL menggelar lokakarya “Pengelolaan Sampah Berbasis
pengelolaan sampah berbasis masyarakat
                                                        Masyarakat” pada tanggal 16-17 Januari 2008 di Jakarta. Foto: Bowo Leksono.
skala kecil. Sementara untuk sasaran
strategisnya, jelas Kemal, yaitu terinte-    masyarakat sebagai upaya penting yang            Gugus Tugas Sanitasi (GTS)
grasinya data, informasi, pengetahuan        harus mendapat pengakuan publik dan                  Koordinator GTS Eri Trinurini Adhi
dan program gugus tugas pengelolaan          dukungan politis (yang berarti anggaran,         mengatakan seperti halnya gugus tugas
sampah, tersedianya fasilitas situs seba-    kebijakan, dan sebagainya). "Bukan               lainnya, yang terlibat dalam GTS adalah
gai sarana untuk mengakses informasi         seperti sekarang yang hanya sekedar              organisasi dan individu yang tertarik
yang berkualitas bagi seluruh anggota        menjadi kegiatan hobi para pengelola             dengan isu-isu sanitasi baik untuk
Jejaring AMPL pada umumnya dan               sampah di RT-RW, kelurahan, maupun               kepentingan organisasi maupun individu.
khususnya gugus tugas pengelolaan sam-       kompleks perumahan," ujarnya.                    "Sebuah organisasi atau individu dapat
pah, serta terwujudnya penguatan dan                                                          saja bergabung dengan lebih dari satu
pemberdayaan masyarakat dalam pe-              Kegiatan GTPS                                  gugus tugas," katanya.
ngelolaan sampah yang berkelanjutan.             Hingga saat ini, GTPS telah melak-               GTS saat ini terus menggalang keang-
                                             sanakan berbagai kegiatan diantaranya            gotaannya. Tidak seperti isu persampah-
   Keanggotaan                               Lokakarya Persampahan Berbasis Ma-               an, isu sanitasi (air limbah) memang
    Anggota gugus tugas ini adalah per-      syarakat pada pertengahan Januari                belum banyak disentuh oleh banyak orga-
orangan ataupun lembaga seperti DML,         2008. Sesuai dengan semangat kebersa-            nisasi. Meskipun demikian kesadaran
ESP, Mercy Corps, dan lainnya, yang juga     maan Jejaring AMPL, kegiatan tersebut            sanitasi sudah mulai banyak diperhatikan
merupakan bagian dari Jejaring AMPL.         diselenggarakan atas sinergi banyak pi-          oleh banyak lembaga baik secara khusus
Menurut Kemal, pihak-pihak yang terli-       hak diantaranya JBIC dan Mercy Corps.            maupun bergabung dengan isu lain yang
bat dalam GTPS adalah semua pelaku,              Baru-baru ini, GTPS menyeleng-               relevan seperti air minum dan ling-
pemerhati, penggemar, pengamat, pe-          garakan pertemuan di kantor ESP untuk            kungan, kesehatan dan pendidikan.
ngomentar, pengkritik, pembuat kebi-         membahas Undang-Undang Pengelolaan
jakan, pelaksana kebijakan, dan pengusul     Sampah yang baru saja disahkan DPR                  Kegiatan GTS
kebijakan. "Semuanya terbuka bagi siapa      awal April 2008 lalu. Fokusnya bukan                 Pada prinsipnya, Jejaring AMPL
saja yang berkenan dengan pengelolaan        membedah undang-undang tersebut pa-              adalah sebuah jaringan komunikasi.
sampah dan berbasis masyarakat," ung-        sal per pasal, tetapi lebih melihat peratur-     Dengan demikian membuka dan memeli-
kapnya.                                      an perundangan yang diamanatkan,                 hara komunikasi dengan semua stake-
    GTPS merintis kerja sama dalam ben-      terutama peraturan pemerintah.                   holder merupakan sesuatu yang harus
tuk pertukaran informasi melalui milis           "Untuk ke depannya, selain dalam             dilakukan.
dan situs serta informasi yang bisa saling   bentuk pertemuan yaitu saling meng-                  Kerjasama antarorganisasi baik se-
dipertukarkan antaranggota, dan tentu        undang dan saling mengajak partisi-              sama anggota maupun organisasi lain di
saja kesempatan untuk memperluas             pasi dalam acara yang diprakarsai                luar Jejaring AMPL merupakan sesuatu
jaringan rekan kerja dan apa saja yang       salah satu anggota. Nantinya diharap-            yang jamak bagi GTS untuk menjalankan
bisa dilahirkan dari situ.                   kan adanya kegiatan bersama yang                 misinya. Misalnya lokakarya simplified
    Menurut Kemal, kegiatan bersama          sedang dicari bentuknya yang paling              sewerage yang baru saja di lakukan pada
berupa pengelolaan sampah berbasis           tepat," tutur Kemal.                             bulan Mei 2008. Kegiatan ini merupakan


                                                                                                                           Percik
                                                                                                                    Agustus 2008       7
L A P O R A N U TA M A


kerjasama antara Tim Teknis Sanitasi               Pengembangan Sanitasi (ISSDP), adalah                  Untuk itu pada 26-27 Mei 2008 atas
Nasional, ISSDP, WSP-EAP dan Gugus                 terbentuknya pusat data serta kerjasama            kerjasama Bappenas dan Departemen
Tugas Sanitasi.                                    yang baik dengan organisasi, program               Kesehatan, diselenggarakan Lokakarya
    GTS disini berperan sebagai pelak-             dan individu yang memiliki komitmen                Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Bo-
sana kegiatan tersebut dengan steering             terhadap pembangunan sanitasi. "Pro-               gor. Kesempatan tersebut juga digunakan
commitee dari Tim Teknis Sanitasi dan              gram kerjanya antara lain menyusun data            sebagai momen peluncuran Gugus Tugas
ISSDP. GTS juga secara aktif mem-                  base anggota gugus tugas, melakukan                Kesehatan dan Higienitas, salah satu gu-
berikan dukungan kepada DitJen Cipta               penelitian, dan melaksanakan lokakar-              gus tugas di bawah Jejaring AMPL. Gu-
Karya Departemen Pekerjaan Umum                    ya," ungkapnya.                                    gus tugas ini berada di bawah koordinasi
dalam pelaksanaan Tahun Sanitasi                                                                      Direktorat Penyehatan Lingkungan,
Internasional 2008 dan Hari Air Dunia.             Gugus Tugas Kesehatan dan Higi-                    Departemen Kesehatan.
    Menurut Eri, fokus GTS adalah per-             nitas (GTKH)                                           Dalam lokakarya STBM ini juga di-
tukaran pembelajaran antarpemangku                     Pembangunan AMPL tidak hanya ter-              sampaikan presentasi rancangan Strategi
kepentingan terhadap pendekatan dan                fokus pada pembangunan fisik, tetapi               Nasional STBM oleh Kasubdit Penye-
model-model pendekatan sanitasi perde-             perubahan perilaku juga merupakan                  hatan Air yang juga koordinator Gugus
saan dan perkotaan yang selama ini                 bagian yang tidak terpisahkan. Pada saat           Tugas Kesehatan dan Higinitas, Zainal
berkembang. "Selama ini sudah banyak               ini, pemangku kepentingan AMPL                     Nampira. Terdapat 6 komponen strategi,
model terutama sistem setempat (on site)           sedang bergiat mendorong perubahan                 yaitu penciptaan lingkungan kondusif,
yang dikembangkan, tetapi baru dalam               perilaku melalui pendekatan Sanitasi               peningkatan kebutuhan, peningkatan
tingkat proyek percontohan" tuturnya.              Total Berbasis Masyarakat (STBM).                  penyediaan, pengelolaan pengetahuan,
    Antarprogram ini harus selaku mela-            Untuk menghindari program yang tum-                pembiayaan, monitoring dan evaluasi.
kukan pembelajaran, sehingga dapat mun-            pang tindih, perlu disinergikan gerakan            Strategi Nasional juga dilengkapi dengan
cul inovasi baru. Lebih jauh, GTS ingin            STBM. Melalui Jejaring AMPL, Gugus                 rencana kerja dan indikator.
mendorong agar model yang sudah dikem-             Tugas Kesehatan dan Higienitas ini men-
bangkan tersebut dapat diadaptasi untuk            jadi wadah untuk meningkatkan sinergi                 Rencana Kegiatan
kawasan yang lebih luas lagi oleh pemangku         pembangunan AMPL melalui gerakan                        Kegiatan Gugus Tugas Kesehatan dan
kepentingan lain dan pemerintah.                   STBM. Langkah-langkah yang dilakukan               Higinitas, saat ini lebih difokuskan pada
    Sasaran GTS, ujar Eri yang juga men-           bersama diharapkan menjadi lebih efektif           kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masya-
jabat Asisten Team Manager Program                 dan efisien.                                       rakat. Terdapat lima pilar utama kegiatan
                                                                                                      STBM, yaitu Open Defecation Free
                                                                                                      (ODF), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS),
                                                                                                      Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga
                                                                                                      (PAM RT), Pengelolaan Air Limbah
                                                                                                      Rumah Tangga, dan Pengelolaan Sampah
                                                                                                      Rumah Tangga.
                                                                                                           Untuk tahun 2008 ini, dari April
                                                                                                      hingga Desember, serangkaian kegiatan
                                                                                                      terkait akan dilaksanakan Gugus Tugas
                                                                                                      Kesehatan dan Higienitas. Mulai dari fa-
                                                                                                      silitasi pelaksanaan gerakan STBM, pe-
                                                                                                      nyusunan panduan-panduan hingga fa-
                                                                                                      silitasi klinik sanitasi di daerah.
                                                                                                           Ke depan diharapkan Gugus Tugas
                                                                                                      Kesehatan dan Higienitas ini dapat mem-
                                                                                                      berikan kontribusi yang nyata dalam
                                                                                                      pembangunan AMPL di Indonesia,
                                                                                                      khususnya kegiatan STBM. Partisipasi
                                                                                                      aktif Gugus Tugas Kesehatan dan
                                                                                                      Higienitas dalam gerakan STBM diharap-
                                                                                                      kan akan mengurangi angka kematian
                                                                                                      karena diare dan penyakit lainnya yang
Diskusi “Simplified Sewerage” diselenggarakan oleh Gugus Tugas Sanitasi-Jejaring AMPL di Departemen
                                                                                                      berhubungan dengan kondisi sanitasi di
                     Pekerjaan Umum, Jumat 25 April 2008. Foto: Bowo Leksono.                         Indonesia. BW/DH



 8      Percik
        Agustus 2008
TSI



             Seputar Tahun Sanitasi
                 Internasional
    Pencanangan Tahun Sanitasi
 Internasional di tingkat nasional
    pada tanggal 27 Maret 2008
  oleh Menteri Pekerjaan Umum,
     ternyata cukup bergaung.
    Beberapa daerah kemudian
      menindaklanjuti dengan
  melakukan pencanangan Tahun
       Sanitasi Internasional
     dengan beragam kegiatan.
      Berikut ini cuplikannya


  PERESMIAN PROYEK PEKERJAAN
     UMUM DI PROPINSI BALI

S    ebagai rangkaian dari pencanangan
     Tahun Sanitasi Internasional di In-
donesia, pada tanggal 14 Juni 2008, De-     Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan
partemen Pekerjaan Umum menyeleng-                 proyek-proyek infrastruktur pekerjaan umum dan penyerahan bantuan langsung Program
                                             Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri serta kredit usaha rakyat untuk Provinsi Bali di Denpasar.
garakan serangkaian kegiatan di Den-                                                Foto: Repro Kompas.
pasar, Bali. Dimulai dengan penyerahan
hadiah bagi pemenang lomba pidato anak                                                          nya bahwa pariwisata tidak lagi hanya
dan lomba lukisan anak bertema sela-                                                            menyangkut 5 S yaitu sun, sand, sea,
matkan air dan lingkungan oleh Menteri                    Tanpa sanitasi                        smile tapi juga S yang lain yaitu sanita-
PU. Kemudian dilanjutkan dengan peres-                   yang baik maka                         tion. Tanpa sanitasi yang baik maka pari-
mian Denpasar Sewerage Development                          pariwisata                          wisata tidak akan berkembang. OM
Project (DSDP) dan Trash-Rack Tukad                         tidak akan
Badung dan Tukad Mati oleh Presiden.                                                               PENCANANGAN TAHUN SANITASI
                                                          berkembang.
    Pembangunan DSDP dimulai segera                                                              INTERNASIONAL DI NANGROE ACEH
setelah terjadinya peristiwa sejumlah wi-                                                                  DARUSSALAM
satawan Jepang terkena Disentri di Bali
yang berakibat jumlah wisatawan Jepang
ke Bali berkurang 50 persen. Diharapkan
                                            dapat menurun, selain estetika ling-
                                            kungan juga terganggu. Pembangunan
                                                                                                S    elepas Tsunami 2004, banyak peru-
                                                                                                     bahan yang terjadi di NAD, termasuk
                                                                                                pembangunan AMPL. Hal ini terutama
setelah terbangunnya DSDP maka kualitas     Trash-Rack dimaksudkan untuk me-                    terkait dengan banyaknya dukungan dari
lingkungan perairan akan lebih baik, se-    nangkap sampah di sungai dan kemudian               lembaga donor maupun LSM yang ber-
hingga peristiwa terjangkutnya Disentri     diangkat keluar dari badan sungai. Diha-            kiprah membantu penyediaan kebutuhan
dapat dicegah. Dengan demikian, citra       rapkan hal ini dapat membantu mence-                dasar diantaranya layanan air minum,
pariwisata Bali akan menjadi lebih baik.    gah penurunan kualitas lingkungan aki-              sanitasi dan sampah. Tanggap akan kon-
    Fakta lain yang juga dapat menurun-     bat pembuangan sampah sembarangan                   disi ini, kemudian Gubernur NAD me-
kan kualitas lingkungan adalah masya-       ke sungai.                                          lalui Surat Keputusan No. 699/66/ 2008
rakat yang masih menjadikan sungai se-          Peresmian kedua proyek ini dimak-               tanggal 13 Maret 2008 menetapkan Tim
bagai tempat pembuangan sampah. Kon-        sudkan untuk mengingatkan kepada kita               Koordinasi Penyelenggara Program Na-
disi ini dapat mengakibatkan pendang-       semua tentang keterkaitan yang erat an-             sional AMPL atau dikenal sebagai Kelom-
kalan sungai dan mengakibatkan banjir.      tara sanitasi dan pariwisata. Hal ini               pok Kerja AMPL (Pokja AMPL). Kebera-
Akibatnya derajat kesehatan masyarakat      ditekankan oleh Presiden dalam pidato-              daan Pokja ini diharapkan dapat mem-


                                                                                                                              Percik
                                                                                                                       Agustus 2008        9
TSI


bantu mensinergikan pembangunan                                                                     wil, PSDA, Pokja AMPL bekerjasama
AMPL di NAD.                                                                                        dengan UNICEF dan WASPOLA melak-
                                                               Diharapkan
    Sebagai bagian sosialisasi keberadaan                                                           sanakan Deklarasi Hari Air Dunia dan
Pokja AMPL NAD, pemerintah Propinsi
                                                            Tahun Sanitasi                          Tahun Sanitasi Internasional pada tang-
NAD bekerjasama dengan UNICEF, BRR,                          Internasional                          gal 29 Mei 2008 dipusatkan di Kabu-
dan GTZ menyelenggarakan kegiatan                        menjadi bagian dari                        paten Kendal.
Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional                 kepedulian masyarakat                           Acara berlangsung meriah dengan
2008 dan Program Pembangunan Pokja                          secara umum,                            rangkaian agenda antara lain sarasehan
AMPL Propinsi NAD, bertempat di                                                                     "Air Minum dan Sanitasi" dihadiri lebih
                                                       bukan hanya pemerintah
Banda Aceh pada tanggal 12 Juni 2008.                                                               dari 300 peserta dari seluruh Jawa Te-
Pertemuan tersebut dibuka oleh Asisten
                                                                  saja.                             ngah, lomba poster air minum dan sani-
Daerah Propinsi NAD, dan dihadiri oleh                                                              tasi, lomba menggambar dan mewarnai
lembaga donor, LSM, dinas terkait, dan                                                              bertema "Lingkungan Sehat" yang diikuti
media massa. Selain mensosialisaikan              Sanitasi oleh GTZ.                                sekitar 60 anak. Tidak lupa juga dilang-
Keputusan Gubernur tentang Pokja                      Menariknya, pada sudut jalan utama            sungkan pameran bertema air minum
AMPL Propinsi NAD, sekaligus juga                 dipasang baliho besar dan spanduk ten-            dan sanitasi.
dilakukan sosialisasi Kebijakan Nasional          tang acara ini. Diharapkan Tahun Sa-                  Puncak acara ditandai dengan sam-
Pembangunan AMPL Berbasis Masya-                  nitasi Internasional menjadi bagian dari          butan dan pernyataan deklarasi serta
rakat oleh Pokja AMPL Nasional. Untuk             kepedulian masyarakat secara umum,                diikuti dengan penanaman pohon oleh
melengkapi, Mardan dari Pokja AMPL                bukan hanya pemerintah saja. (Sofyan)             Gubernur Propinsi Jawa Tengah, Guber-
Kabupaten Solok berkesempatan menje-                                                                nur berpesan pentingnya pelestarian
laskan pengalamannya selama ini dalam                DEKLARASI HARI AIR DUNIA DAN                   sumber air minum melalui konservasi
melakukan implementasi kebijakan na-                 TAHUN SANITASI INTERNASIONAL                   dan sanitasi lingkungan. (SBR)
sional tersebut di daerahnya. Acara                     PROPINSI JAWA TENGAH
                                                                                                        RAPAT KOORDINASI AIR MINUM
kemudian ditutup dengan penjelasan
tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem                P    emerintah Propinsi Jawa Tengah de-
                                                       ngan dimotori oleh Dinas Kimpras-                DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
                                                                                                          DAN PENCANANGAN TAHUN
                                                                                                           SANITASI PROPINSI NUSA
                                                                                                              TENGGARA BARAT

                                                                                                    B    ertempat di Hotel Lombok Raya Ma-
                                                                                                         taram tanggal 22-23 Mei 2008, dise-
                                                                                                    lenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor)
                                                                                                    AMPL dan Pencanangan Tahun Sanitasi
                                                                                                    Nusa Tenggara Barat. Mungkin ini adalah
                                                                                                    Rakor AMPL yang pertama kali di Indo-
                                                                                                    nesia yang diselenggarakan oleh Peme-
                                                                                                    rintah Propinsi melalui Pokja AMPL Pro-
                                                                                                    pinsi dengan mengundang dinas terkait
                                                                                                    dari masing-masing kabupaten/kota.
                                                                                                    Pada kesempatan tersebut juga sekaligus
                                                                                                    dilakukan pencanangan Tahun Sanitasi
                                                                                                    Internasional oleh Kepala Bappeda Pro-
                                                                                                    pinsi NTB, Lalu Fathurrahman, sekaligus
                                                                                                    membuka acara. Beberapa agenda kegiat-
                                                                                                    an tahun Sanitasi Internasional telah di-
                                                                                                    persiapkan. Dalam Rakor tersebut diba-
                                                                                                    has beberapa agenda utama seperti pena-
                                                                                                    jaman Renstra AMPL kabupaten, dan pe-
                                                                                                    netapan rencana kerja kegiatan WES
                                                                                                    UNICEF. (OM)
Gubernur provinsi Jawa Tengah Ali Mufiz menanam pohon menandai Deklarasi Hari Air Dunia dan Tahun
                                Sanitasi Internasional. Foto: Sobari.




10      Percik
        Agustus 2008
WAWA N C A R A


                   Berjejaring Membangun AMPL
       Pada 8 Oktober 2007, sekitar 40 lembaga yang terdiri dari pemerintah, lembaga internasional, LSM, proyek terkait,
           perguruan tinggi, PDAM, badan regulator dan asosiasi profesi telah menyatakan kesepakatan bersama untuk
    pembentukan Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). Jejaring ini terdiri dari sembilan Tim Pengarah yaitu
              Pokja AMPL, WASPOLA, JAS/GTZ, Air Kita/ Europromocap IWAT, IHE Indonesia, Plan Indonesia, ISSDP,
         Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, dan PDAM Tirta Pakuan. Berikut ini kami sarikan pandangan dari
                masing-masing anggota tim pengarah terhadap perlunya Jejaring AMPL dan harapan-harapannya.


                       Mengapa perlu membuat                      Apa yang hendak dilakukan                        Apa yang diharapkan
                           Jejaring AMPL?                           untuk Jejaring AMPL?                            dari Jejaring AMPL?

                       Pembentukan     Jejaring   AMPL              Pada saat ini jejaring masih bersifat        Banyak harapan yang ditujukan
                   berangkat dari keprihatinan beberapa        informal karena belum terdaftar secara       kepada Jejaring ini. Beberapa peran yang
                   pihak yang menyadari bahwa isu AMPL         resmi di notaris maupun di Departemen        diharapkan dari jejaring diantaranya
                   selama ini masih di arus pinggiran          Hukum dan HAM. Hal ini memang se-            adalah (i) meningkatkan koordinasi pem-
                   sehingga belum menjadi perhatian dan        ngaja dilakukan untuk memberi kesem-         bangunan AMPL di Indonesia; (ii) menja-
                   komitmen dari para pengambil kepu-          patan kepada semua anggota jejaring          di pusat pembelajaran (resource center)
                   tusan.                                      untuk berkiprah dahulu dalam wadah ini.      termasuk juga menjadi wadah penyedia
                                                               Setelah dua atau tiga tahun kita akan        bahan advokasi, bahkan melakukan
                                                               berembuk kembali seperti apa bentuk          sendiri advokasi tersebut, best practice
                                                               formal dari jejaring ini. Walaupun           AMPL; (iii) menjadi focal point pemba-
Oswar Mungkasa                                                 demikian kita sudah menyiapkan               ngunan AMPL di Indonesia; (iv) menjadi
  (Pokja AMPL)                                                 AD/ART Jejaring berikut kode etiknya.        garda depan pelaksanaan kampanye
                                                               Termasuk juga bentuk organisasinya.          publik. Semua harapan tersebut sebe-
                                                               Seperti diketahui dalam wadah jejaring       narnya dalam rangka menjawab isu pem-
                                                               ini terdapat empat gugus tugas (gugus        bangunan AMPL di Indonesia seperti (i)
                                                               tugas pengelolaan sampah/GTPS, gugus         data AMPL yang tidak berkesesuaian
                                                               tugas sanitasi/GTS, gugus tugas kese-        satu sama lain; (ii) kesulitan memperoleh
                                                               hatan dan higienitas, dan gugus tugas air    informasi menyangkut pembelajaran dan
                                                               minum) dibawah koordinasi wakil ketua        best practice AMPL; (iii) banyaknya
                                                               pelaksana, dan empat bidang kerja (data      pelaku pembangunan AMPL sementara
                                                               dan informasi, penguatan kapasitas,          dilain pihak terlihat kurangnya koordinasi
                                                               pengembangan kemitraan, serta komu-          diantara pelaku pembangunan AMPL; (iv)
                                                               nikasi dan advokasi) dibawah koordinasi      kampanye publik yang masih belum
                                                               sekretaris umum. Bidang-bidang ini men-      mendapat perhatian selayaknya.
                                                               dukung pelaksanaan kegiatan oleh ma-
                                                               sing-masing gugus tugas. Pengawasan
                                                               sendiri dilaksanakan oleh komite peng-
                                                               arah yang terdiri dari sembilan institusi
                                                               yang menjadi penggagas berdirinya jeja-
                                                               ring. Dalam waktu dekat kita akan mulai
                                                               menyusun rencana kerja untuk tahun
                                                               2009. Sementara ini sampai tahun
                                                               2008, masih bersifat darurat sehingga
                                                               banyak kegiatan yang dilakukan masih
                                                               bersifat sporadis.



                        Ini penting, untuk pengembangan            WASPOLA berkomitmen mendorong                Sebagai wadah stakeholders yang
                   jaringan sektor AMPL dalam kerangka         proses sharing knowledge antar-stake-        sangat lengkap, Jejaring diharapkan
                   percepatan reformasi Kebijakan sektor       holders, termasuk memfasilitasi perte-       menjadi media percepatan adopsi dan
                   AMPL menuju pelayanan AMPL yang             muan dan pertukaran informasi. Ter-          implementasi Kebijakan Nasional,
                   efektif dan tepat sasaran serta berkelan-   utama untuk pengembangan kapasitas,          khususnya berbasis masyarakat sekali-
                   jutan. Relasi dan komunikasi antar-         reformasi kelembagaan dan rising aware-      gus menjadi media sharing sekaligus
                   stakeholders dalam Jejaring akan mem-       ness.                                        pressure advocacy terhadap komitmen
                   bentuk komitmen percepatan pemba-                                                        berbagai pihak untuk pembangunan
                   ngunan AMPL, termasuk pembagian                                                          AMPL.
                   peran yang lebih jelas, transparan dan
 Gary D. Swisher   akuntabel.
    (WASPOLA)



                                                                                                                                   Percik
                                                                                                                            Agustus 2008       11
WAWA N C A R A


                          Mengapa perlu membuat                        Apa yang hendak dilakukan                     Apa yang diharapkan
                              Jejaring AMPL?                             untuk Jejaring AMPL?                         dari Jejaring AMPL?



                          Bidang AMPL di Indonesia masih ter-            Koordinasi kegiatan, menyusun              Kami, sebagai anggota jejaring,
                      abaikan dari persoalan investasi, per-        data, membuat modul pelatihan, peneli-     mengharapkan ada koordinasi yang ba-
                      aturan yang melingkupi, kebijakan serta       tian, membuat isu legal, standar teknis    ik. Kami berharap bekerjasama dalam
                      kesadaran bersama. Dalam Jejaring             dan sebagainya. Disamping itu menga-       pembiayaan dan mengatur kegiatan
                      AMPL harus ada komitmen secara profe-         jak kerjasama dengan pengambil kebi-       dengan mempertimbangkan strategi.
                      sional di bidangnya. Karena itu, komit-       jakan diberbagai bidang seperti politik    Kerjasama juga ditujukan untuk mem-
                      men kita dibutuhkan sebagai bentuk            dan ekonomi.                               bantu mengatasi bidang AMPL yang ter-
                      kepedulian kita terhadap bidang air                                                      abaikan.
                      minum dan sanitasi.
   Manfred
      (JAS)




                          Untuk organisasi asing yang ingin             Saya mau mencoba merubah cara              Saya tidak menginginkan apa-apa.
                      membantu bidang lingkungan di In-             berpikir orang Indonesia karena kesan di   Saya hanya ingin membantu, saya tidak
                      donesia, sampai sekarang tidak ada            luar negeri masih perlu diperbaiki. Saya   mengharapkan apapun.
                      koordinasi dan susah mencari jalannya.        mau mencoba memotivasi donatur,
                      Kami bingung memilih partner, Depkes,         membuat sinergi, dan kredibilitas.
                      Bappenas, Departemen PU, atau PDAM?
                      Jejaring AMPL adalah alat yang paling
                      cepat dan paling efektif.


   Didier Perez
       (Air Kita
 Europromacap/IWAT)




                           Sebuah langkah untuk kepentingan              Menyumbangkan pikiran dan ide.            Saya berharap dengan jejaring ini
                      bersama tidak bisa dilakukan secara           Karena Jejaring memiliki program pe-       akan membangun budaya yang benar-
                      individu dan berjalan sendiri-sendiri. Kita   nguatan kapasitas Jejaring AMPL dalam      benar cinta lingkungan. Sebuah pengab-
                      harus berpikir bersama dan berjalan           hal ini fokus pada sharing kapasitas       dian dan perhatian sepenuhnya untuk
                      bersama secara berkesinambungan,              antaranggota Jejaring dan pihak lain di    kesinambungan lingkungan yang bebas
                      sekalipun kesadaran itu harus datang          luar yang terkait melalui seminar, work-   dari pencemaran. Kedepannya Jejaring
                      dari per individu yang berbeda.               shop, dialog, diskusi tematik, dan         AMPL menjadi lebih terintegrasi dan
                                                                    kajian. Dan mendistribusikan penga-        berkelanjutan.
                                                                    laman, kajian, strategi, dan praktik-
    Jan Yap                                                         praktik terbaik AMPL.
       (IHE)




                          Karena keterbatasan sumber da-      Menguatkan partnership dan sharing                   Implementasi AMPL di Indonesia
                      ya/dana dalam meningkatkan kualitas lesson learn dengan lembaga lain dibi-               yang lebih terintegrasi saling mengu-
                      dan cakupan kegiatan AMPL di Plan dang AMPL dalam meningkatkan pro-                      atkan dan menghindari perulangan
                      Indonesia.                          gram AMPL di area Plan.                              strategi implementasi yang tidak
                                                                                                               berhasil.




Tofik Rochman
 (Plan Indonesia)




12    Percik
      Agustus 2008
WAWA N C A R A


                            Mengapa perlu membuat                 Apa yang hendak dilakukan                   Apa yang diharapkan
                                Jejaring AMPL?                      untuk Jejaring AMPL?                       dari Jejaring AMPL?


                             Untuk menjalin dan mengem-            Ada tiga fokus kegiatan; bagi            Pengenalan antara semua stakehol-
                        bangkan komunikasi efektif secara tim-     pengembangan kemitraan, penguat-         der yang terlibat dibidang AMPL
                        bal-balik dari semua anggota dan stake-    an kapasitas dan peningkatan             sehingga dapat diketahui seberapa
                        holders dalam peningkatan layanan air      komunikasi melalui advokasi serta        besar terwujudnya kebersamaan
                        minum dan penyehatan lingkungan.           pembentukan dan penguatan bank           tindak yang lebih bermanfaat.
                        Melalui jalinan komunikasi dalam ben-      data AMPL.                               Saling mendukung kegiatan dan
                        tuk wadah jejaring akan sangat me-         Ada juga fokus program yang bersi-       program antarpemerintah dan non-
                        mungkinkan terjadinya sinergi dan          fat sektor dibidang pengembangan         pemerintah untuk mewujudkan
                        komitmen bersama dalam menyatukan          gugus sanitasi persampahan dan           social objectives yang semakin ter-
                        visi yang lebih terfokus.                  perubahan perilaku dalam upaya           konsolidasi.
    Syarif                                                         membantu peningkatan layanan             Terbentuknya pemetaan berbagai
 Puradimadja                                                       yang lebih efektif dan efisien.          kegiatan di bidang yang sama di
      (ISSDP)                                                                                               berbagai sektor dan wilayah sehing-
                                                                                                            ga dapat diketahui base line yang
                                                                                                            dapat dijadikan umpan balik bagi
                                                                                                            tersusunnya suatu rekonsolidasi
                                                                                                            kebijakan dan strategi pengem-
                                                                                                            bangan AMPL di tingkat nasional.
                                                                                                            Pemberian dukungan bagi pena-
                                                                                                            jaman program di sisi pemerintah
                                                                                                            sehingga terdapat prioritas pengem-
                                                                                                            bangan program yang terjamin
                                                                                                            tingkat pelaksanaannya (workable)
                                                                                                            dan pendanaannya secara politis.
                                                                                                            Terciptanya harmonisasi, ker-
                                                                                                            jasama, dan kolaborasi antar-stake-
                                                                                                            holders dalam        memfokuskan
                                                                                                            sasaran layanan yang ditujukan
                                                                                                            pada target pemihakan pada
                                                                                                            masyarakat miskin.



                            Supaya setiap kegiatan AMPL yang       Menyusun, melaksanakan, serta me-        Memperoleh sinergi dan kemitraan
                        dilakukan para anggotanya dapat lebih ngevaluasi kegiatan AMPL sesuai kapa-     yang lebih luas dalam pelaksanaan
                        terarah, tepat sasaran, dan luas ca- sitas dan program kerja Jurusan Teknik     kegiatan AMPL di Jurusan TL Usakti.
                        kupannya. Selain itu, melalui jejaring Lingkungan Universitas Trisakti.
                        diharapkan isu AMPL menjadi perhatian
                        penting dalam kebijakan Nasional.



  Rositayanti
     (Jurusan
 Teknik Lingkungan
Universitas Trisakti)




                             Jejaring AMPL sangat diperlukan       Menyampaikan ide-ide/gagasan, ino-        Pelatihan dan informasi terkini
                        sebagai media komunikasi dan sosial- vasi, pengalaman atau praktik terbaik di    dibidang AMPL.
                        isasi tentang kegiatan yang menyangkut bidang AMPL untuk meningkatkan AMPL
                        air minum dan penyehatan lingkungan, secara nasional.
                        bagi para pelaku AMPL, praktisi,
                        akademisi dan masyarakat.



Henry Darwin
(PDAM Tirta Pakuan
   Kota Bogor)
                                                                                                                                            BW



                                                                                                                             Percik
                                                                                                                      Agustus 2008      13
P E R AT U R A N



      Undang-Undang Nomor 18 Tahun
     2008 Tentang Pengelolaan Sampah
S
      udah sejak 2003 masyarakat yang mendambakan
      lingkungan bersih dan sehat menanti kehadiran undang-
      undang persampahan. Penantian panjang itu akhirnya
berakhir juga. Pada 9 April 2008, Rancangan Undang-Undang
(RUU) tentang Pengelolaan Sampah disetujui Sidang Paripurna
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
   Undang-undang hasil naskah akademis tim dari
Kementerian Lingkungan Hidup ini bernama Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. UU ini
merupakan upaya pemerintah dalam memberikan jaminan
kehidupan yang baik dan sehat kepada masyarakat Indonesia.

Latar Belakang Terbitnya UU Pengelolaan Sampah
    Seiring pertambahan penduduk, sampah yang dihasilkan
semakin bertambah. Namun, pertambahan sampah tersebut
tidak terbatas pada volume semata karena mencakup juga jenis
dan kualitasnya. Sementara metode pengelolaan sampah saat
ini pada umumnya masih dengan cara membuang sampah
secara langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
    Bermacam masalah pun hadir tak sekedar persoalan keber-
sihan dan pencemaran lingkungan, namun sudah masuk ke
wilayah sosial yaitu perselisihan antarwarga di sekitar TPA.
Parahnya, hampir semua kota di Indonesia, baik kota besar
maupun kota kecil, tidak memiliki penanganan sampah yang
baik.
    Penanganan kebanyakan dengan manajemen yang sama,
kumpul-angkut-buang. Suatu pengaturan klasik yang sudah
seharusnya diakhiri. Karena terbukti cara ini memiliki kelemah-
an dan cenderung merugikan. Tidak hanya bagi lingkungan tapi
juga bagi masyarakat di sekitar lokasi pembuangan.                                                            Foto: Bowo Leksono
    Tentu kita masih ingat bencana ledakan di TPA sampah di
Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang menelan korban ratusan        Revolusi Pengelolaan Sampah
orang. Belum lagi konflik masyarakat di sekitar lokasi tempat         Istilah ini muncul dari Menteri Negara Lingkungan Hidup
pengolahan sampah terpadu (TPST) Bojong, Bogor, Jawa Barat        Rachmat Witoelar yang mengatakan bahwa UU Pengelolaan
atau TPA Bantar Gebang di Bekasi yang sudah kerap menghiasi       Sampah merupakan revolusi pengelolaan sampah yang diharap-
media massa. Belum lagi beberapa persoalan persampahan di         kan dalam waktu yang tidak lama, masyarakat mendapatkan
kota-kota lain. Hal ini tidak hanya berdampak pada satu kota      lingkungan yang bersih dan sehat.
saja tapi berkaitan antarkota.                                        Seperti yang terdapat pada Pasal 4 yang mengatakan bahwa
    Untuk itu, penting segera diterbitkan UU persampahan.         "Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
Dengan diundangkannya Undang-Undang tentang Pengelolaan           masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah
Sampah ini dimaksudkan untuk mewujudkan sistem pengelo-           sebagai sumber daya".
laan sampah yang berhasil guna dan berdaya guna, sehat, aman          Dengan diberlakukannya UU Pengelolaan Sampah sejak
dan ramah lingkungan. Hal penting yang diatur dalam UU ini        diundangkannya dalam lembaran negara, penanganan sampah
adalah perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah yang          di Indonesia diatur dengan paradigma baru. Semua pihak
semula sekedar mengumpulkan, mengangkut dan membuang              bertanggung jawab terhadap sampah, baik masyarakat, peme-
sampah ke TPA berganti menjadi pengelolan sampah dengan           rintah maupun pemangku kepentingan yang berkaitan dengan
menerapkan prinsip 4 R (reduce, reuse, recycle, recover).         keberadaan sampah.



14     Percik
       Agustus 2008
P E R AT U R A N


    Seperti diketahui, selama ini sebagian besar masyarakat
dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan
dengan metode kumpul-angkut-buang. Paradigma baru
memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai
nilai ekonomi, misalnya untuk energi, kompos, pupuk ataupun
untuk bahan baku industri.

Tanggung Jawab Pengelolaan Sampah
    Dalam undang-undang ini, tidak hanya pemerintah saja
yang bertanggung jawab terhadap persoalan persampahan.
Masyarakat (rumah tangga) dan pihak swasta (produsen sam-
pah) pun wajib mengelola sampah dengan aturan yang sudah
ditentukan.
    Aturan ini terdapat pada Pasal 12 ayat (1) yang mengatakan
bahwa "Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga
dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi
dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan ling-
kungan".
    Sementara pada Pasal 13 menyebutkan "Pengelola kawasan
permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan
khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya
wajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah".
    Dengan kata lain, undang-undang itu memaksa masyarakat
untuk melakukan daur ulang dalam pengelolaan sampah. Tentu
bila tidak mengelola sampah akan dikenai sanksi sesuai peratur-
annya.
    Hal lain yang menarik dalam undang-undang sampah ini
berkenaan aturan bagi para produsen seperti yang tercantum
dalam Pasal 14 dan 15. Seperti kewajiban yang dibebankan pada
masyarakat, produsen pun diwajibkan mengelola kemasan dari
barang yang diproduksi yang tidak dapat atau sulit terurai oleh
                                                                                                                Foto: Bowo Leksono
alam. Pemerintah akan melakukan mekanisme punishment and
reward kepada perusahaan yang melanggar dan tidak men-            memaksa pemimpin daerah mengelola sampah bila tak ingin
jalankan pengolahan sampah. Tak terkecuali pada masyarakat        digugat atau terkena sanksi. Aturan ini mewajibkan pemerintah
baik secara individu maupun komunitas.                            daerah menangani sampah di wilayahnya.
                                                                      Pada Pasal 5 disebutkan "Pemerintah dan pemerintah dae-
Kewajiban Pemerintah Daerah                                       rah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah
    Sebelum diundangkannya UU No. 18 Tahun 2008, tidak ada        yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai dengan tujuan
standar aturan yang tegas mengenai pengelolaan sampah di          sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini".
setiap kabupaten/kota atau provinsi di Indonesia. Semua dae-          Kondisi bersih dan sehatnya suatu daerah dari persoalan
rah berpegangan pada peraturan daerah masing-masing,              sampah memang bergantung pada niat dan minat pemimpin
sehingga penanganan sampah pun berbeda-beda.                      daerahnya. Untuk urusan pengawasan pengelolaan sampah
    Parahnya, pemerintah daerah terjebak pada masalah re-         dalam undang-undang ini diatur dengan cara pengawasan ber-
tribusi dan sanksi-sanksi (denda) untuk meningkatkan penda-       tingkat seperti yang tercantum pada Pasal 30 ayat (1) dan ayat
patan daerah masing-masing dibanding tanggung jawab mana-         (2). Sederet kewajiban bagi pemerintah dan pemerintah daerah
jemen pengolahan sampah untuk kepentingan bersama.                berkenaan dengan pengelolaan sampah terdapat dalam undang-
    Melalui undang-undang inilah konsep dasar berkaitan pem-      undang yang pertama kali mengatur soal sampah ini.
benahan penanganan sampah di Indonesia bisa terwujud                  Tentu semua pihak berharap, dengan diberlakukannya
segera. Tentu setelah diterbitkannya peraturan pemerintah         undang-undang mengenai pengelolaan sampah akan mampu
sebagai pedoman pelaksana undang-undang tersebut. Untuk           mengurangi persoalan sampah di seluruh wilayah Nusantara.
kemudian diikuti peraturan daerah yang berpedoman pada            Semoga dimasa yang akan datang, Indonesia menjadi negara
aturan yang lebih tinggi tingkatannya.                            yang tidak lagi meributkan soal sampah tapi justru mampu
    Secara tersurat Undang-Undang Pengelolaan Sampah              membuka peluang kerja dari pengelolaan sampah ini. BW


                                                                                                                 Percik
                                                                                                          Agustus 2008    15
WAWA S A N



  Teknologi Pengolahan Sampah
  di PLTSa Gede Bage Bandung
      oleh Sandhi Eko Bramono, S.T., MEnvEngSc. *)




P
        embangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Gede Bage
        yang akan dibangun di Kabupaten Bandung, rupanya
        telah banyak menimbulkan pro dan kontra dalam ren-
cana pembangunannya. Sebagian masyarakat menolak, seba-
gian lagi menerima, meskipun telah diterbitkannya studi
kelayakan dari pengoperasian PLTSa oleh tim dari Institut
Teknologi Bandung (ITB).
    Masyarakat berhak untuk mengetahui mengenai proses yang
diterapkan di PLTSa, mengingat penanganan sampah juga
dapat menimbulkan kerawanan akan friksi sosial. Informasi
yang tidak akurat atau bahkan menyesatkan, justru dapat men-
jadi bumerang bagi pemerintah sendiri dalam menerapkan
PLTSa ini.
    Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang saat ini,
                                                                          Sebuah spanduk dukungan pembangunan PLTSa Gede Bage
kiranya masyarakat perlu mengetahui, bahwa pengolahan yang                    di depan Pasar Balubur Bandung. Foto: Istimewa
akan diterapkan di PLTSa Gede Bage, merupakan pengolahan
yang terintegrasi. Pengolahan yang tidak sekedar membakar             Untuk membuatnya menjadi konsisten, mengapa tidak dina-
sampah, namun juga menghasilkan produk berupa listrik, abu        makan sebagai Instalasi Pengolahan Sampah (IPS)? Selain itu,
sisa pembakaran yang dapat dimanfaatkan, hingga dampak            IPS lebih bertujuan mengolah sampah sebagai tujuan utamanya,
sosial baik lainnya, seperti penyerapan tenaga kerja. Namun di    bukan untuk memproduksi listrik. Produksi listrik atau produk
sisi lain, jika pengoperasian tidak dilakukan dengan benar,       yang bermanfaat lainnya, hanya merupakan hasil samping dari
maka dapat pula menyebabkan kerusakan lingkungan secara           pengolahan sampah itu sendiri. Dengan pengistilahan menjadi
lokal dan regional di kawasan tersebut, yang akhirnya berakhir    IPS, maka fungsi dari pengolahan sampah tersebut menjadi
dengan biaya sosial yang mahal yang harus dibayar masyarakat.     lebih umum, yaitu untuk mengolah sampah.

Istilah PLTSa                                                     Pembakaran Terkontrol
     Istilah ini diciptakan karena adanya proses pembangkitan          Teknologi yang akan digunakan dalam PLTSa Gede Bage
energi dari sampah yang diolah dalam PLTSa. Sesungguhnya          adalah pembakaran secara terkontrol. PLTSa dirancang untuk
istilah ini cukup beresiko, mengingat besarnya peluang ketidak-   mengolah dengan kapasitas 500 ton/hari atau setara dengan
mampuan pengolahan sampah yang menghasilkan listrik secara        pelayanan 850 ribu jiwa penduduk Kota Bandung. Sementara
ekonomis. Hal ini dapat dimengerti, karena tingginya kadar air    sampah yang dihasilkan di Kota Bandung dengan penduduk
dalam sampah di Indonesia (yang rata-rata dapat mencapai 60-      sekitar 2,6 juta jiwa (tahun 2007) adalah sekitar 1.600 ton/hari.
80 persen), yang akan menurunkan nilai kalor dan energi yang           Dalam hal ini, PLTSa Gede Bage akan mengolah sekitar 30
dapat dibangkitkan dari sampah tersebut.                          persen sampah yang diproduksi Kota Bandung setiap harinya.
     Seperti saat musim penghujan, dimana kadar air sampah        Pemerintah Kota Bandung masih harus memikirkan untuk
dapat semakin tinggi, maka peluang untuk PLTSa untuk mem-         mengolah 70 persen sampah yang belum dapat diolah oleh
produksi listrik akan menurun, justru PLTSa akan menjadi          PLTSa tersebut.
pengkonsumsi energi yang lebih banyak untuk dapat mengolah             Sampah dari lokasi timbulan sampah, seperti di permuki-
sampah.                                                           man, kawasan komersial, kawasan perkantoran, kawasan indus-
     Dalam istilah infrastruktur yang berkenaan dengan hal ini,   tri, hingga kawasan pariwisata, akan diangkut dengan menggu-
terdapat istilah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi     nakan truk pengangkut sampah. Pengumpulan sampah yang
Pengolahan Air Limbah (IPAL).                                     umumnya dilakukan oleh gerobak sampah, akan dibawa ke



16     Percik
       Agustus 2008
WAWA S A N


Lokasi Penampungan Sementara (LPS) sampah.                         rasi mengacu pada Keputusan KABAPEDAL Nomor Keputusan
    Truk-truk sampah akan mengangkut sampah yang sudah             03/BAPEDAL/09/1995 tentang baku mutu emisi untuk sumber
terkumpul ke PLTSa Gede Bage untuk diolah. Terdapat zonasi         diam kegiatan lain-lain, termasuk insinerator.
daerah pelayanan sampah yang sampahnya akan diolah ke                  Baku mutu utama dari polutan yang diatur adalah partikulat
PLTSa, sementara sebagian lagi yang belum terlayani akan           (harus kurang dari 350 mg/m3), oksida nitrogen dalam bentuk
dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bandung.              nitrogen dioksida (harus kurang dari 1.000 mg/m3), oksida sul-
    Sampah yang masuk ke dalam PLTSa akan ditampung dalam          fur dalam bentuk sulfur dioksida (harus kurang dari 800
bak besar penampung sementara sampah, yang berperan seper-         mg/m3), serta tingkat kepekatan asap atau yang dikenal sebagai
ti reservoir. Sampah akan diletakkan di sana selama 2-3 hari,      opasitas (harus kurang dari 35 persen).
untuk menjamin suplai sampah ke dalam PLTSa dapat berlang-             Seluruh pembakaran sampah yang beroperasi di Indonesia,
sung secara terus-menerus dalam laju yang konstan. Tanpa           harus mengacu pada peraturan ini, agar dapat memberikan
adanya bak penampung sampah ini, maka suplai sampah akan           dampak lingkungan yang relatif minimum bagi kesehatan
fluktuatif kadang sangat banyak, kadang sangat sedikit. Hal ini    manusia, menurut standar yang ditetapkan oleh Pemerintah
harus dihindari, sehingga kinerja proses dapat dipertahankan.      Indonesia.
    Setelah masuk bak penampung sampah, sampah akan dica-
cah agar ukurannya lebih kecil dan seragam, sebelum diangkut       Dampak Lingkungan
masuk ke ruang bakar. Setelah pencacahan, sampah akan                   Setiap aktifitas manusia dipastikan akan memberikan
memasuki ruang bakar pertama dengan suhu 600-800 derajat           dampak lingkungan, baik yang merugikan maupun bermanfaat
celcius untuk mereduksi volume sampah menjadi abu dengan           bagi lingkungan. Pengoperasian PLTSa yang tidak sesuai kaidah
volume tersisa hanya 10 persen saja. Dilanjutkan dengan masuk      teknis serta hukum yang berlaku, akan menyebabkan PLTSa
ruang bakar kedua dengan suhu 800-1.000 derajat celcius            menjadi sumber polutan baru yang membahayakan kesehatan
untuk menjamin kesempurnaan gas hasil pembakaran dari              manusia dan lingkungan.
ruang bakar pertama.                                                    Dampak akibat gas buang yang tidak terolah dengan baik,
    Di dalam ruang-ruang bakar tersebut pula, sampah selain        akan menjadi pencemar udara yang membahayakan. Namun
ditiup dari bawah dan atas untuk suplai udara, juga akan           jika PLTSa dioperasikan dengan benar, maka permasalahan
diangkat dan digerakkan oleh semacam stoker untuk mencam-          sampah dapat tertangani dengan baik, lapangan kerja terbuka
purkan sampah, udara, dan lidah api yang terdapat di ruang         dan menyerap banyak tenaga kerja, ahli-ahli persampahan
bakar tersebut. Abu yang terbentuk dari proses pembakaran di       dapat mempraktikkan ilmunya untuk pengembangan dunia per-
kedua ruang bakar akan terkumpul di bagian bawah ruang             sampahan Indonesia yang masih carut-marut, mampu mempro-
bakar, dan digerakkan dengan semacam ban berjalan untuk            duksi listrik dan abu sisa pembakaran yang dapat dimanfaatkan
dikumpulkan di tempat terpisah, dan dibuang ke TPA.                sebagai agregat jalan, serta lingkungan yang terselamatkan.
    Sekitar 90 persen volume sampah telah terkonversi menjadi           Dengan kata lain, PLTSa dapat menjadi bumerang untuk
gas yang mungkin masih mengandung polutan yang memba-              lingkungan, namun bisa pula menjadi penyelamat lingkungan.
hayakan. Oleh karenanya gas yang terbentuk dialirkan ke dalam      Kini bagaimana Pemerintah Kota Bandung beserta masyarakat
unit pengendali pencemaran udara, untuk mengurangi kadar           mau berperan serta aktif dalam menyukseskan pengoperasian
partikulat, gas karbon monoksida (CO), gas sulfur oksida (SOx),    PLTSa ini.
gas nitrogen oksida (NOx), serta berbagai logam berat yang ter-         Di tengah pro dan kontra masalah pembangunan PLTSa
dapat di sana (Hg, Cu, Zn, dan lain - lain).                       Gede Bage ini, ada baiknya kita melihat adanya niat baik
    Partikulat akan ditangkap oleh cyclone dan wet scrubber        Pemerintah Kota Bandung dalam keseriusannya menangani
yang akan menangkap partikulat secara sentrifugasi dan kontak      sampah. Sejumlah teknologi yang telah dicoba terapkan di masa
dengan air. Hal ini akan menyisihkan partikulat hingga 90          lalu, harus diakui belum cukup berhasil membantu penanganan
persen. Gas seperti SOx, NOx, serta logam-logam berat akan         sampah di kota ini, yang sempat mendapat predikat kota terko-
dikurangi kadarnya pada kedua alat pengendali pencemaran           tor dari Kementerian Lingkungan Hidup, karena masalah daru-
udara.                                                             rat sampah pada tahun 2006.
    Kinerja penyisihan polutan-polutan tersebut semakin di-             Sejauh ada keseriusan Pemerintah Kota Bandung, profesio-
tingkatkan dengan adanya bag house filter yang akan menya-         nalitas dari pengelolaan PLTSa, serta kajian ilmiah yang obyek-
ring partikel yang masih tersisa, sehingga kualitas gas buang      tif dan jujur mengenai tingkat kesiapan teknis-teknologis-sosio-
akan semakin bersih. Sedangkan gas CO akan dikendalikan di         ekonomi-budaya dari PLTSa Gede Bage, mengapa kita harus
ruang pembakaran dengan pengaturan suhu, pengaturan jum-           tidak siap untuk menyaksikan PLTSa sebagai terobosan baru
lah udara yang ditiup, hingga pengadukan sampah yang lebih         dalam dunia persampahan Indonesia?
intensif.
                                                                       *) penulis adalah mahasiswa program doktoral di Division of Environmental
    Dari kacamata hukum di Indonesia, pembakaran sampah               Science and Engineering, National University of Singapore (NUS), Singapura.
secara terkontrol atau seringkali dikenal sebagai proses insine-                                            Kontak penulis: sandhieb@yahoo.com



                                                                                                                            Percik
                                                                                                                     Agustus 2008       17
WAWA S A N



Unsur Besi (Fe) dan Mangan
  (Mn) Air Bawah Tanah
                       Oleh: Ir. Iyus Yusup                                    Dari pengalaman penulis selama melakukan penelitian,
                KaSubag. Laboratorium Kualitas Air                        pemeriksaan, serta analisa kualitas air bawah tanah, baik itu
              PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi
                                                                          secara fisik, kimia, maupun bakteriologi, air bawah tanah juga
                                                                          hampir mirip dengan air permukaan dalam hal kapasitas dan
                                                                          kualitas air. Kapasitas air sumur semakin cepat menurun pada
                                                                          saat musim kemarau, demikian pula kualitas air saat ini relatif
                                                                          sudah banyak tercemar. Pada gambar foto terlihat air sumur
                                                                          begitu jernih secara fisik pada saat pengambilan sampel (sam-
                                                                          pling), namun setelah dilakukan uji secara kimia ternyata kan-
                                                                          dungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup tinggi, dan tidak
                                                                          memenuhi syarat sebagai air bersih/air minum.
                                                                              Indikasi pencemaran sepengetahuan penulis terutama dari
                                                                          parameter analisa bakteriologi selalu ditandai adanya sejumlah
                                                                          bakteri golongan Coli dan Eschericia. Coli. Demikian pula
                                                                          berdasarkan hasil pemeriksaan dari parameter kimia selalu
                                                                          kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) terlarut didalamnya,
                                                                          yang kadarnya bervariasi tergantung daerah titik lokasi
                                                                          pengambilan sumber air tanah.
                                                                              Ketiadaan (nihil) unsur Besi dan Mangan dalam air biasanya
                                                                          diikuti pula oleh kandungan unsur-unsur kimia lainnya yang
                                                                          masih memenuhi persyaratan kualitas air bersih/minum,
                                                                          artinya air baku tersebut relatif belum tercemar secara kimia.
                                                                              Secara teoritis kandungan Besi umumnya hampir terdapat
  Seorang petugas PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi sedang mengambil
               air baku di lokasi pengolahan. Foto: Istimewa.
                                                                          pada semua air tanah, sedangkan unsur Mangan tidak
                                                                          demikian, tetapi biasanya keberadaan unsur Besi selalu diikuti



S
        urvei dan analisa terhadap pencarian sumber air baku              adanya unsur Mangan. Air yang mengandung unsur Besi dan
        baru untuk konsumsi konsumen, harus selalu dipertim-              Mangan tidak mengapa dimanfaatkan orang sebagai air ber-
        bangkan hal yang berhubungan dengan kualitas air, di-             sih/minum, jika memang masih dibawah syarat batas standar
samping perolehan kapasitas (debit) air maksimal. Pertim-                 maksimum kesehatan yang diperbolehkan (lihat: Tabel ).
bangan kualitas akan memberikan informasi mengenai sifat air
baku secara fisik, kimia, maupun bakteriologi, yang dapat saja                  BATAS STANDAR MAKSIMUM KANDUNGAN BESI                     DAN      MANGAN
akan menimbulkan dampak permasalahan baik dalam segi                                          DALAM AIR BERSIH/MINUM
kesehatan konsumsi konsumen, atau pun akan menambah
biaya produksi (cost pruduction) karena harus melakukan per-               No Parameter pemeriksaan                      Standar minimum/maksimum
                                                                                                                      Air minum            Air bersih
baikan kualitas air berkelanjutan.
                                                                           1.    pH (tingkat keasaman)                 6,5 - 8,5                6,5 - 8,5
    Dalam tulisan ini penulis hanya membahas pertimbangan
                                                                           2.    Kadar Besi (ppm)                         0,3                      1,0
uraian sebatas pelibatan pengambilan air baku yang berhu-
                                                                           3.    Kadar Mangan (ppm)                       0,1                      0,5
bungan dengan kualitas air baku bawah tanah (air sumur) untuk              4.    Secara visual                          Jernih                   Jernih
konsumsi/pendistribusian/penjualan konsumen. Barangkali                   Sumber SK.Menkes No.907/Menkes/SK /2002 untuk Air Bersih dan Air Minum
tulisan ini cocok sebagai informasi kondisi kuantitas sumber
air saat ini yang kian hari semakin terbatas, disebabkan sumber              Dapat dijelaskan pula bahwa unsur Besi dan Mangan dalam
air permukaan semakin langka dan tercemar dan pada akhirnya               bentuk mineral yang semula tidak larut (Fe3+ dan Mn4+), maka
orang mencari alternatif air baku terutama di perkotaan tertuju           dalam kondisi anaerob di dalam tanah (oksigen rendah) unsur-
kepada sumber air bawah tanah (sumur).                                    unsur tersebut akan tereduksi menjadi ion bervalensi Fe2+ dan



18      Percik
        Agustus 2008
WAWA S A N


Mn4+ sehingga larut dalam air (lihat:
                                                              Struktur Bagan Bentuk Unsur-unsur Besi di Dalam Air
Struktur Bagan Bentuk Unsur-Unsur Besi
di dalam air).                                                                                  Besi Total
    Dari hasil beberapa literatur peneli-
tian sering ditemukan juga Fe2+ dan
Mn2+ dapat bersenyawa dengan Bi-
karbonat, Sulfat, dan Hidrogen Sulfida
                                                                     Besi II                                                     Besi III
(H2S), sehingga dari segi estetika teruta-
ma warna dan baunya kurang disenangi
dan menjadi keluhan para pemakai air.
    Unsur Besi dan Mangan jika besaran
konsentrasi (mg/l) relatif cukup besar di                    Bebas                                 Bentuk Kompleks                              Bebas
dalam air akan memberikan dampak
pada sistem penyedian air individu,
industri, maupun perusahaan adalah                  Endapan       Terlarut Komplek Mineral                       Komplek Organik            Endapan
sebagai berikut:                                    - FeS2        - Fe2+   - Silikat                             - Asam humus               - Fe(OH)3
  1. Akan menimbulkan penyumbatan                   - FeCO3       - FeOH+ - Fosfat                               - Asam fulfik              - Endapan lain
     pada sistem instalasi pipa dise-               - Fe(OH)2
     babkan secara langsung oleh endap-
                                                                               Besi terlarut/terdispersi halus
     an besi (deposit), dan secara tidak                                       (lolos dari saringan)
     langsung adanya perkembangbiakan
     kumpulan bakteri besi. Kumpulan                                     Besi endapan (tertahan pada saringan)
     bakteri besi ini akan meninggikan
     gaya gesek (losses) sehingga kebu-              2. Unsur Besi dan Mangan dalam kon-                     3. Pada proses ion exchanger (per-
     tuhan energi akan meningkat. Jika                  sentrasi yang lebih besar beberapa                      tukaran ion), endapan Besi dan
     terjadi degradasi akan menye-                      mg/l (parts per million/ppm) akan                       Mangan yang terbentuk, dapat me-
     babkan bau dan rasa tidak enak                     memberikan rasa logam atau bau                          ngakibatkan penyumbatan atau
     pada air.                                          obat.                                                   menyelubungi media pertukaran ion
                                                                                                                (resin) yang akibatnya hilangnya
                                                                                                                kapasitas pertukaran ion.
                                                                                                             4. Menyebabkan keluhan para kon-
                                                                                                                sumen (seperti terjadi pada kasus red
                                                                                                                water) bila endapan Besi dan Mangan
                                                                                                                yang terakumulasi di dalam pipa, ter-
                                                                                                                suspensi kembali disebabkan oleh
                                                                                                                adanya kenaikan debit atau kenaikan
                                                                                                                tekanan di dalam pipa sistem pendis-
                                                                                                                tribusian, sehingga endapan akan ter-
                                                                                                                bawa ke konsumen.
                                                                                                             5. Keberadaan unsur Besi dan Mangan
                                                                                                                akan memberikan kenampakan keruh
                                                                                                                dan berwarna pada air dan me-
                                                                                                                ninggalkan noda pada pakaian yang
                                                                                                                dicuci oleh air ini, oleh karena itu sangat
                                                                                                                tidak diharapkan oleh pemakai air.
                                                                                                             6. Meninggalkan noda kecoklatan dise-
                                                                                                                babkan unsur Besi dan noda kehi-
                                                                                                                taman oleh unsur Mangan pada bak
                                                                                                                mandi dan peralatan lainnya.
                                                                                                             7. Endapan logam ini juga dapat men-
                                                                                                                datangkan permasalahan pada sistem
   Sistem perpipaan untuk mengambil air baku dari sumber air untuk dialirkan ke bak penampungan.                penyediaan air individu, industri,
                                       Foto: Bowo Leksono.                                                      maupun perusahaan seperti PDAM.


                                                                                                                                        Percik
                                                                                                                                 Agustus 2008        19
WAWA S A N



     Lima Tahun Mendatang Desa
      Tetaf Menjadi Desa Makmur
A
        da yang membanggakan dan bisa                 Oleh Alma Arief dan                ngunan, perencanaan pembangunan,
        menjadi inspirasi bagi daerah                 Dormaringan Saragih                pembangunan sarana, dan paskapemba-
        lain untuk tetap berteguh hati                Konsultan WASPOLA                  ngunan sarana (pemeliharaan sarana).
bahwa pembangunan AMPL akan                                                                  Karena sasarannya lebih pada pem-
mampu menjadi faktor pengungkit              tidak nampak, sebab seluas mata             berdayaan masyarakat melalui pemba-
tingkat kesejahteraan masyarakat.            memandang yang nampak adalah ta-            ngunan AMPL, tidaklah mengherankan
Artinya, pembangunan AMPL yang pada          naman hijau menghampar yang                 bila pada fase penyiapan masyarakat
dasarnya memberikan kemudahan akses-         mengindikasikan kesuburan tanah dan         memerlukan waktu lama-jauh lebih lama
apakah hanya sekedar mendekatkan             hasil pertanian yang berlimpah. Akan        dari fase kontruksi fisik- karena kegiatan
jangkauan mendapatkan air atau mem-          tetapi, pada kenyataannya masyarakat di     fasilitasi masyarakat memang lebih ditu-
berikan layanan sampai ke rumah tang-        Desa Tetaf secara umum masih terbe-         jukan untuk merubah alam pikiran,
ga-akan memberikan hasil langsung            lenggu kemiskinan. Pendapatan serta         sikap, dan perilaku masyarakat, uta-
maupun tak langsung yang mampu               tingkat konsumsi sehari-hari mereka         manya pemahaman (affectif), sikap (cog-
meningkatkan pendapatan masyarakat,          (asupan gizi), masih pada level yang ren-   nitif), dan perilaku (psikomotoric) dalam
kesehatan masyarakat, pendidikan             dah. Anak-anak sekolah di desa ini, seba-   hubungannya dengan air bersih sebagai
masyarakat, dan sebagainya.                  gian besar masih telanjang kaki, bebera-    benda ekonomi dan benda sosial, serta
    Keluaran pembangunan sarana air          pa diantaranya ingusan sebagai indikasi     pengelolaan untuk keberlanjutannya.
minum tersebut, yang dari perhitungan        rendahnya pendapatan dan kurangnya              ProAir di NTT sudah dimulai sejak
diatas kertas akan mampu meningkatkan        asupan gizi.                                akhir 2003 di tiga kabupaten, yaitu
kesejahteraan, secara nyata telah nampak         Bangunan rumah mereka bisa              Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur,
dari pembangunan sarana air minum di         dikatakan masih menggunakan bahan-          dan Timor Tengah Selatan. Pada awalnya
desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah           bahan sederhana; atap dari dedaunan         program pembangunan ini cukup sulit
Selatan (TTS) yang di fasilitasi program     (rumbia), tiang-tiang dari kayu kasar,      diterapkan karena memang merupakan
ProAir, bantuan hibah pemerintah             dan lantai dari tanah. Hanya sebagian       program pembangunan yang menerap-
Jerman. Artikel ini merupakan oleh-oleh      kecil rumah penduduk yang berdinding        kan prinsip tanggap kebutuhan yang
dari perjalanan tim pembuat film doku-       semen (tembok), beratap seng, dan           didalamnya terkandung gagasan untuk
mentasi Operasionalisasi Kebijakan           berlantai ubin. Inilah gambaran umum        mengarusutamakan peran masyarakat
AMPL ke Kabupaten TTS yang sebagian          tingkat kesejahteraan penduduk Desa         sebagai aktor utama pembangunan. Prin-
besar pengambilan gambarnya diambil di       Tetaf.                                      sip-prinsip Kebijakan Nasional Pem-
Desa Tetaf, Kecamatan Amanuban Barat,                                                    bangunan AMPL yang secara lengkap ada
Kabupaten Timor Tengah Selatan.              Program Air Bersih ProAir                   11 butir, diterapkan dengan konsisten.
                                                Program Air Minum dan Penyehatan             Adapun yang menjadi masalah,
Desa Tetaf yang Miskin                       Lingkungan yang didanai pemerintah          bahwa masyarakat di NTT yang menjadi
    Desa Tetaf secara umum bisa dikate-      Jerman melalui GTZ dan KFW dengan           sasaran pembangunan adalah masya-
gorikan miskin. Sandaran mata penca-         sangat teliti-kriterianya antara lain       rakat miskin, sedangkan pihak ProAir
harian masyarakat adalah bertani dengan      ketersediaan sumber air, kesediaan          secara ketat menetapkan syarat bahwa
tanaman semusim seperti jagung sebagai       untuk memberikan kontribusi tunai           masyarakat harus memberikan kon-
tanaman utama dan sayur mayur seperti        untuk biaya pemeliharaan, pernyataan        tribusi tunai sebagai dana pemeliharaan
terong, cabe, kool, selada, dan seba-        minat untuk difasilitasi, dan sebagainya-   sarana. Dalam kebijakan nasional, ini
gainya. Masyarakat juga menanam kela-        memilih Desa Tetaf untuk difasilitasi       merujuk pada prinsip pemulihan biaya
pa, sirih, pisang, mangga, mahoni, akasia,   pembangunan sarana AMPL.                    (cost recovery).
yang sebagian tumbuh dengan sendirinya          Program yang lebih dikenal dengan            Keharusan memberikan kontribusi
dan sebagian lain memang ditanam.            nama ProAir ini, secara konsisten me-       tunai tersebut pada masa awal kegiatan
    Sesungguhnya, ketika memasuki            nerapkan prinsip-prinsip kebijakan          ProAir telah menimbulkan perbedaan
Desa Tetaf, kesan kemiskinan sama sekali     nasional baik dalam fase inisiasi pemba-    pendapat. Disatu sisi ada pihak yang



20      Percik
        Agustus 2008
WAWA S A N


berpendapat bahwa "masyarakat akan mampu membayar kon-
tribusi tunai (incash)" sedangkan di pihak lain berpendapat
"masyarakat tidak akan mampu membayar kontribusi tunai
karena kemiskinannya".
    Pihak yang berpendapat bahwa masyarakat miskin tidak
mampu membayar, meminta agar sumbangan tunai masyarakat
bisa dipenuhi dengan mengkonversi sumbangan tenaga dan
material lokal menjadi rupiah, sedangkan pada sisi lain, yang
menyatakan bahwa masyarakat mampu, bersikukuh bahwa
masyarakat bisa menyisihkan penghasilannya atau kekayaannya
baik dalam bentuk uang maupun barang (hewan, hasil mene-
nun, dan sebagainya) sedikit demi sedikit.
    Kemudian, apa yang dilakukan ProAir ternyata memang bisa
menunjukkan bahwa masyarakat memang mampu. Namun untuk
mengubah paradigma dari yang semula selalu "menerima paket
instan" menjadi "terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap
tahapan pembangunan, bahkan dimintai kontribusi tunai", ternyata
memerlukan waktu lama. Berbagai fasilitasi untuk menjelaskan
mengenai cara mengajukan usulan untuk difasilitasi pembangunan
sarana air minum dan syarat-syaratnya, penjelasan mengenai man-                                                       Foto: Dok/ProAir
faat pembangunan sarana air, keharusan memberikan iuran tunai       bersamaan masuknya program Dinas Pertanian untuk mem-
untuk pemeliharaan sarana, pelatihan teknis pemeliharaan sarana,    fasilitasi bibit jeruk Keprok (dikenal sebagai jeruk Soe).
kampanye PHBS untuk mengubah perilaku hidup, pemanfaatan                 Sinergi yang seperti itu (apakah kebetulan atau memang
waktu dan tenaga setelah air mudah diakses, dan sebagainya,         direncanakan) tentu saja ditangkap masyarakat yang kini memi-
diberikan secara intensif.                                          liki kelebihan waktu dan tenaga. Di Desa Tetaf, masyarakat kini
    Di seluruh desa yang difasilitasi, ProAir bisa mengumpulkan     menanam jeruk Keprok di areal seluas 70 hektar dengan tanam-
kontibusi tunai dan juga iuran bulanan. Di TTS jumlah uang          an jeruk sebanyak 30 ribu batang, sedangkan di Dusun OeUe,
yang dikumpulkan baik dari kontribusi tunai sebelum kontruksi       kelompok tani OeUe yang beranggotakan 20 KK, kini menanam
dimulai dan iuran bulanan sampai bulan september 2007               7.200 pohon di areal seluas 18 hektar.
adalah sbb :
                                                                    Penutup
No     Nama Kelompok/Desa          Jumlah per September 2007
                                                                        Pembangunan sarana air, apakah sekedar mendekatkan
 1     Nekmese-OeUe (Desa Tetaf)         Rp 16.547.054
                                                                    jangkauan pengambilan air maupun memberikan layanan sam-
 2     Heimituin-Oemofun                 Rp 15.597.991
                                                                    pai ke rumah tangga, memang mempunyai daya ungkit untuk
 3     Kofi Tel - Nefokoko               Rp 40.211.395              meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Desa Tetaf,
                                                                    Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan,
    Kesediaan masyarakat miskin memberikan kontribusi tunai         setelah masyarakat memiliki sisa waktu dan tenaga, dengan
dan iuran rutin bulanan sekaligus meruntuhkan mitos bahwa           bergembira merespon ajakan pemerintah (Dinas Pertanian)
masyarakat miskin tidak mampu membayar. Dengan fasilitasi           menanam jeruk di lahan mereka.
intensif, pengorganisasian semua kegiatan secara terstruktur            Rasanya tinggal menunggu saat saja untuk menyaksikan pen-
dan dengan pengadministrasian yang benar, semua permasa-            duduk memanen jeruk dengan hati berbunga-bunga sambil menye-
lahan bisa diatasi. Masyarakat di desa-desa yang difasilitasi       nandungkan lagu daerah. Anak-anak sekolah berangkat dipagi hari,
ProAir, apakah mereka yang tinggal di TTS, di Sumba Timur,          berbaju rapih dan bersepatu pula. Namun kegembiraan itu masih
dan di Sumba Barat, mampu melaksanakan semua butir-butir            menyisakan pertanyaan; sudah siapkah masyarakat menyambut
kebijakan nasional. Dan kini, mereka sudah mulai merasakan          hasil panen berlimpah tersebut? Apakah teknologi pascapanen
hasil pembangunan sarana air tersebut.                              sudah disiapkan? Apakah kelembagaan pascapanen sudah disiap-
                                                                    kan? Bagaimana dengan daya serap pasar, dan dimana? Bagaimana
Bersinergi dengan Dinas Pertanian                                   mengatasi persaingan dengan hasil produksi daerah lain? Apakah
   Ketika akses terhadap air bersih mulai dinikmati                 masyarakat cukup terlindungi dari permainan harga tengkulak
masyarakat, mereka kemudian menjadi memiliki sisa waktu dan         yang konon memborong secara ijon hasil pertanian mereka dan
tenaga dibanding pada masa lalu dimana sebagian besar waktu         mereka itu berasal dari Kupang? Masih banyak pertanyaan lain-
dan tenaga dihabiskan untuk mendapatkan air bersih bagi             nya, yang intervensi kebijakannya perlu mensinergikan potensi
pemenuhan kebutuhannya. Perubahan yang seperti itu                  instansi terkait.


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2008     21
WAWA S A N



   Mengenal Pembelajaran
   Partisipatif Singkat (PPS)
P
         embelajaran yang partisipatif                          oleh                   selama proses berlangsung. Situasi yang
         umumnya dipercaya sebagai                       Risang Rimbatmaja             komunikatif akan membuat partisipan
         proses yang memakan waktu pan-         (Peneliti di JHU/CCP Indonesia)        merasa nyaman untuk berpartisipasi dan
jang dimana untuk memfasilitasinya, pa-                                                menerima pengetahuan baru hasil
ling tidak, dibutuhkan waktu berhari-hari   Singkat tapi Partisipastif                 diskusi. Pada saat situasi komunikatif
atau bahkan berminggu-minggu. Pada              Meski singkat, PPS menjunjung tinggi   terbangun, partisipasi individual lebih
kenyataannya, banyak program tidak          prinsip partisipasi dalam proses pembe-    mudah muncul.
memiliki waktu sepanjang itu. Banyak        lajaran dengan dasar pemikiran bahwa           Saat partisipasi individual sudah
program hanya mampu mengalokasikan          ruang partisipasi akan menguak lebih       memadai, proses refleksi bersama dapat
waktu satu hari atau bahkan kurang dari     banyak pengetahuan warga untuk kemu-       dilakukan dengan ramai sehingga akan
satu hari untuk memperkenalkan sekali-      dian disirkulasi antarsesama partisipan    memperkaya warga dengan penge-
gus mendapatkan persetujuan awal dari       termasuk kepada fasilitator, ruang par-    tahuan-pengetahuan alternatif. Pada
warga komunitas.                            tisipasi akan membangun penerimaan         akhirnya, agar pengetahuan alternatif itu
    Dalam kondisi demikian, kebanyakan      warga atas pengetahuan alternatif yang     tetap menempel diingatan, partisipan
fasilitator lapangan akhirnya memilih       diidentifikasi bersama. Penerimaan         dibantu untuk mengingat pengetahuan
jalur non-partisipatif ketika berbicara     pengetahuan itu kemudian akan banyak       alternatif yang mereka gali dari penga-
kepada kelompok warga. Mereka meng-         membantu dalam membangun rasa              laman dan pengetahuan mereka sendiri.
undang warga lalu berceramah. Bila          memiliki (sense of ownership) pada pro-
kemampuan public speaking fasilitator       gram.                                      Tahapan PPS
belum secanggih Bung Karno, Gede                PPS memiliki empat komponen pen-       a. Bangun situasi yang komunikatif
Prama, AA Gym ataupun para pembicara        ting, yakni situasi komunikasi yang kon-       Bangun komunikasi informal se-
hebat lainnya, tak pelak, banyak warga      dusif, partisipasi individual, refleksi        belum sesi diskusi dimulai. Bila
yang kemudian mulai menguap sejak           bersama, dan penguatan daya ingat              tidak mungkin mendekati semua
menit kelima.                               bersama. Keempat komponen itu harus-           partisipan, fokuskan pada sejumlah
    Pembelajaran Partisipatif Singkat       lah dikembangkan secara sistematis dan         kecil partisipan (sekitar 1/5 dari toal
(PPS) adalah sebuah metode belajar          terpadu, seperti diilustrasikan sebagai        partisipan)
kelompok warga yang dikembangkan            berikut;                                       Kenalkan diri dan tim secara singkat
oleh Johns Hopkins University/Center                                                       dan sampaikan tujuan dan pesan
for Communication Program Indonesia                                                        yang umumnya disampaikan teman-
(JHU/CCP Indonesia) sejak 2006 dari                                                        teman fasilitator seperti, sesi ini
berbagai pengalaman fasilitasi diskusi            Bangun Situasi Komunikatif               adalah sesi belajar bersama, semua
kelompok warga, baik yang                                                                  guru dan semua murid.
                                                               Dorong
                                                                Dorong
dilakukan CCP maupun mitra-                                   partisipasi                      Sepanjang diskusi tunjukkan
                                                             partisipasi
mitranya.                                                     individual
                                                             individual                      penghargaan pada partisipan
    PPS sebetulnya banyak belajar                                                             sebagai sumber pengetahuan.
dari teknik-teknik partisipatif yang         Refleksi                       Perkuat
                                                                             Perkuat           Ikuti arus diskusi sambil secara
telah banyak dikenal terlebih dahu-           Refleksi                       ingatan       elegan mengajak para pendiam
                                             bersama
                                             bersama
                                                                            ingatan
                                                                             bersama
lu. Perbedaannya adalah PPS juga                                            bersama        membuka suara dan mengendalikan
ditujukan      untuk    mengakomodasi                                                      yang terlalu banyak bicara.
kepentingan program untuk secara cepat                                                     Setelah diskusi, bangun komunikasi
mengenalkan sejumlah pesan pada                                                            informal dengan partisipan yang
kelompok warga serta mendapatkan per-          Seperti terlihat dalam diagram, mem-        lebih banyak.
setujuan awal atas program yang akan        bangun situasi yang komunikatif adalah         Ucapkan terimakasih atas proses
diimplementasikan.                          komponen yang perlu dikembangkan               belajar bersama ini.



22      Percik
        Agustus 2008
WAWA S A N


b. Dorong partisipasi individual
    Lontarkan pertanyaan menarik yang
    mudah dijawab semua partisipan,
    semisal hal-hal yang baru saja mere-
    ka alami. Lakukan 2-3 kali lontaran
    pertanyaan mudah sebelum melon-
    tarkan pertanyaan yang agak sulit
    (seputar pengetahuan ataupun si-
    kap).
    Gunakan gambar dan alat bantu lain
    untuk memfasilitasi penilaian indi-
    vidual.

c. Refleksi bersama
    Munculkan permainan dan berbagai
    gambar untuk memunculkan penge-
    tahuan alternatif secara tidak lang-
    sung.
    Ajak partisipan untuk memprak-                 Seorang peserta pembelajaran partisipasif sedang belajar memberi materi pada peserta lain.
                                                                                      Foto: Bowo Leksono
    tikkan, menganalisa, dan mengin-
    terpretasikan pengetahuan alter-
    natif.                                   Contoh Aplikasi PPS                                        Sampaikan pesan bahwa pertemuan
    Ajak partisipan membandingkan                PPS dapat diaplikasikan pada berba-                    ini bertujuan untuk belajar bersama
    pengetahuan yang lazim dengan            gai inovasi seperti air, sanitasi, higienitas              tentang air minum.
    hasil interpretasi mereka sendiri ter-   dan juga isu-isu kesehatan dan                             Pertanyaan awal: Apakah undangan
    hadap berbagai permainan dan             kemasyarakatan lainnya. Perlu diper-                       mendadak? Siapa yang menyam-
    gambar yang menginspirasi penge-         hatikan dalam mengaplikasikan PPS                          paikan undangan? Mulai identifikasi
    tahuan alternatif.                       adalah kemampuan memfasilitasi diskusi                     yang agak enggan bicara.
                                             dan stok pengetahuan berkenaan isu-isu                     Selenggarakan permainan mem-
d. Perkuat ingatan bersama                   yang akan diangkat. Pemahaman isu                          perkenalkan diri yang dapat diikuti
    Ajak partisipan mencatat dan             yang diangkat menjadi penting untuk                        partisipan secara nyaman (partisi-
    memampangkan         hasil  belajar      mengalirkan diskusi yang berlangsung.                      pan memilih pasangan yang tidak
    bersama. Meta-plan dapat digu-           Tanpa pemahaman yang memadai,                              dikenal dan mengenalkan nama,
    nakan bila partisipan merasa nya-        diskusi akan mengalir ke arah yang tidak                   asal, jumlah anggota keluarga, dan
    man atau fasilitator dapat memban-       diinginkan.                                                kesukaannya)
    tu mencatatkan.
    Bila perlu, gunakan permainan dan        Komponen 1: Bangun situasi yang                      Komponen 2: Dorong partisipasi
    kuis untuk menguatkan ingatan.           komunikatif                                          individual
                                                Sebelum acara dimulai, sapalah                        Pertanyaan pertama: tanyakan kon-
    Seperti dipaparkan di atas, untuk           sejumlah ibu dan tanya tentang                        disi kesehatan anak-anak dan
mengaplikasikan MPPS, diperlukan                kabar mereka, suami dan anak-anak                     suami. Ajak partisipan menjawab
sejumlah alat bantu, khususnya gambar-          mereka. Tanya pula di mana mereka                     bergiliran.
gambar yang dapat menyampaikan pesan            tinggal dan bagaimana mereka men-                     Pertanyaan kedua: tanyakan sakit
secara lebih mudah ketimbang kata-kata          capai tempat pertemuan. Fokuskan                      apa yang diderita akhir-akhir ini.
yang abstrak. Selain itu, PPS pun mem-          pada satu atau dua dari berbagai                      Ajak partisipan untuk menjawab
butuhkan sentuhan pendekatan hiburan            kumpulan ibu-ibu dan mulai                            bergiliran. Bila diare tidak muncul,
(edu-entertainment), khususnya untuk            hapalkan nama.                                        tanyakan sakit pada anak kecil
memperkuat ingatan bersama. Karena-             Mulai acara dengan salam dan ucap-                    anggota keluarga mereka (anak atau
nya, sejumlah permainan dan kuis perlu          an terimakasih atas kehadiran para                    cucu-cucu mereka).
disiapkan sebelumnya. Dari sisi jumlah          kader.                                                Gali lebih jauh cerita partisipan ten-
partisipan, PPS akan lebih efektif bila         Perkenalkan diri (nama, organisasi                    tang diare/kolera/tipus/sakit perut
diaplikasikan dalam kelompok dengan             tempat kerja: tempat kita tinggal,                    dengan pertanyaan apa yang menja-
partisipan sejumlah 15-20 orang.                status pernikahan dan jumlah anak).                   di penyebab-penyebabnya. Tunjuk-


                                                                                                                                Percik
                                                                                                                         Agustus 2008       23
WAWA S A N


                                                kecenderungan pilihan partisipan.            dilakukan.
                                                Tunjukkan dengan cara membuat                Praktikkan aplikasi metode-metode
                                                dua macam air di atas. Air bening            itu.
                                                adalah air mentah. Sementara, air            Diskusikan bagaimana metode-
                                                kecoklatan adalah air matang yang            metode itu dapat membunuh
                                                diberi air coklat kopi. Minta partisi-       kuman. Tuliskan hasil diskusi di
                                                pan memlih dengan meletakkan                 kertas plano.
                                                kertas.                                      Ajak partisipan untuk rehat kopi
                                                Kembali lagi ke kertas plano berisi          dan makanan ringan.
                                                catatan tentang kriteria. Minta par-
                                                tisipan untuk meninjau kembali, apa      Komponen 4: Perkuatan ingatan
                                                yang perlu diperbaiki, ditambah,         bersama
                                                atau dikurangi?                              Tanyakan pada partisipan, apa hal
                                                Tuliskan kriteria baru (air minum            yang telah dipelajari? Metaplan
                                                harus diolah secara benar seperti            digunakan pada saat partisipan
                                                merebus).                                    merasa nyaman atau fasilitator
                                                                                             dapat membantu mencatatkan.
                                            Komponen 3: Refleksi bersama 2                   Lemparkan pertanyaan-pertanyaan
                                               Minta partisipan mengelilingi kom-            tentang hal-hal yang dipelajari dan
                                               por. Demonstrasikan: air mentah               berikan hadiah bagi yang dapat
                                               yang ada dipanci direbus dan ketika           menjawabnya. Usahakan agar
                                               sudah ada gelembung, matikan                  semua partisipan kebagian.
                                               langsung. Tanyakan, apakah air                Sampaikan leaflet atau brosur berisi
                                               yang sudah direbus baik untuk                 cara, data/fakta terkait metode-
                                               diminum? (Jawabannya kemung-                  metode pembuatan air minum yang
    kan sejumlah gambar penyebab               kinan besar adalah tidak). Tanyakan           benar dan penyimpanannya.
    diare dan klarifikasi bersama gam-         kenapa? Balik lagi ke kertas plano            Sampaikan terimakasih.
    bar-gambar itu agar semua memiliki         berisi kriteria air minum yang
    persepsi yang sama.                        bagus. Tanyakan apakah perlu di-
    Bagikan kertas yang berisi berbagai        tambah atau diubah? Tulis tambah-
    macam gambar penyebab diare.               an atau perubahannya.
    Minta masing-masing partisipan             Sampaikan pesan tentang tenggat
    menandai gambar yang merupakan             waktu menunggu air yang tengah
    penyebab diare.                            mendidih, yakni 1-3 menit.
    Ulangi bahwa salah satu sebab              Lanjutkan merebus sampai men-
    adalah air yang diminum (kemung-           didih antara 1-3 menit. Setelah itu,
    kinan besar itu adalah salah satu          matikan api dan biarkan air
    jawaban      partisipan).    Tanya         mendingin. Tanyakan apakah mere-
    bagaimana partisipan menilai kuali-        ka bersedia meminum air yang dire-
    tas air minum. Apa kriteria air            bus itu sambil menciduk air dengan
    minum yang bagus? Tulis di kertas          cangkir dan tangan menyentuh air.
    plano dan klarifikasi pada partisi-        Tanyakan kenapa? Balik lagi ke ker-
    pan.                                       tas plano berisi kriteria air minum
                                               yang bagus. Tanyakan apakah perlu
Komponen 3: Refleksi bersama 1                 ditambah atau diubah? Tulis tam-
   Munculkan dua gelas berisi air. Satu        bahan atau perubahannya.
   air bening dan satu lagi air kecoklat-
   an. Minta partisipan memilih mana        Komponen 3: Refleksi bersama 3
   yang lebih bagus untuk diminum?             Tunjukkan gambar-gambar tentang
   Bagikan satu kertas kecil berwarna          cara membuat air minum (merebus,
   dan minta partisipan meletakkan             sodis-solar disinfection, filter
   didekat gelas mana yang dia pilih.          keramik, klorinasi). Ceritakan
   Hitung jumlah kertas dan tunjukkan          bagaimana metode-metode itu



24      Percik
        Agustus 2008
I N O VA S I




ECOPLAS
Tas Ramah
Lingkungan
dari Singkong
P
        ersoalan sampah tak semata terkait soal kuantitas atau
        banyaknya tumpukan sampah. Namun mencakup juga
        kualitas atau jenis sampah. Kebanyakan sampah keluar-
ga, khususnya dari jenis sampah anorganik, adalah berupa plas-
tik pembungkus makanan yang dikonsumsi setiap hari.
    Seperti yang sudah diketahui masyarakat, plastik adalah
bahan yang sangat sulit terurai. Sementara setiap keluarga tidak
bisa terlepas dari sampah plastik setiap harinya. Untuk itu perlu
ada solusi dan tidak sekedar bagi para konsumen (masyarakat),
                                                                                                                   Foto: Bowo Leksono
namun juga para produsen (pengusaha) agar menghindari atau
mengurangi penggunaan plastik sebagai alat pembungkus pro-          "Hal ini berdasarkan         laporan   tes   yang    dilakukan
duk tertentu.                                                       Sucofindo/SGS," tuturnya.
    Salah satu tindakan mengurangi penggunaan plastik dalam
kehidupan sehari-hari adalah dengan pemakaian produk plastik        Pemasaran Ecoplas
ramah lingkungan. Salah satu LSM Indonesia yaitu Dana Mitra              DMI menyediakan dua tipe Ecoplas yaitu die cut dan soft
Lingkungan (DML) telah meluncurkan produk plastik ramah             loop. Terdapat perbedaan ketebalan dan harga pada kedua tipe
lingkungan bernama Ecoplas. Sebelumnya Ecoplas ini bernama          tersebut. Soft loop lebih tebal dan pada bagian pegangan (han-
BioBag yang telah terlebih dahulu dikenal masyarakat.               dle) lebih kuat dari die cut. Sementara harga untuk tipe die
                                                                    cut/pack (isi 50 pcs) adalah Rp 42.000 dan tipe soft loop/pack
Ramah Lingkungan                                                    (isi 50 Pcs) Rp 60.000.
    Ecoplas adalah kantong ramah lingkungan yang merupakan               Spesifikasi Ecoplas yaitu ukuran: 39,5cm x 31cm x 11cm (P x
inovasi baru dengan rancangan yang menarik dan harga ter-           L x gussets/lipatan bawah). Berat: 1,1 kg/pack atau 22 gr/pcs.
jangkau yang dibuat dengan menggunakan bahan resin BE+.             Tas ramah lingkungan ini dapat diperoleh melalui Dana Mitra
Tas jenis ini diproduksi dengan penghematan bahan                   Lingkungan dengan menghubungi nomor telepon (021)
bakar/energi.                                                       724.8884.
    BE+ atau Biodegradable Resin adalah resin baru yang                  Menurut Eko, Ecoplas dapat dikirim ke seluruh wilayah di
dikembangkan dan diciptakan di Indonesia oleh putra                 Indonesia. "Ongkos kirim akan ditambahkan pada harga
Indonesia yang mengandung 50 persen tepung singkong                 Ecoplas yang disesuaikan dengan jarak dan pilihan prioritas
Indonesia beserta sumber-sumber alami lain yang ramah               pengiriman," ungkapnya.
lingkungan dan dapat diperbaharui. Resin BE+ sudah                       Eko mengatakan, saat ini tidak ada yang bisa melarang
dipatenkan dan diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif          orang menggunakan plastik sebagai bahan yang tidak mudah
selain resin-resin lain yang sudah dikenal masyarakat.              terurai. "Untuk itu perlu ada solusi, yaitu menciptakan plastik
    Reseach Management Coordinator DML Eko Junaedi kepa-            yang mudah terurai," jelasnya.
da Percik mengatakan, tas plastik pada umumnya memerlukan                Dengan menggunakan Ecoplas atau kantong ramah ling-
waktu 1000 tahun untuk terurai, sementara Ecoplas hanya             kungan lainnya, berarti kita turut berpartisipasi menjaga
memerlukan waktu 10 pekan untuk terurai dalam tanah tropik.         kelestarian lingkungan sekitar kita. BW


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2008    25
Tamu Kita


           Membuat Konservasi Air
                di Sindang Kahuripan
S
       iapa tak mengenal Ully Sigar          Garuda Nusantara (Gabungan Rumpun            nungan," ungkap Ully mengawali perbin-
       Rusady? Perempuan yang juga           Pemuda Nusantara) pada 14 Februari           cangan di kantor redaksi Percik seusai
       pelantun lagu-lagu balada ini         1985. Yayasan ini merupakan wadah            menghadiri penganugerahan Kalpataru
sudah lebih dari 30 tahun berkiprah di bi-   kreativitas remaja dengan pengabdian         di Istana Negara, 5 Juni 2008.
dang lingkungan hidup. Segudang penga-       pada alam dan lingkungan.                        Agar kelestarian ekosistem pegu-
laman dan penghargaan pun dikan-                                                          nungan tetap terjaga dan ancaman keru-
tonginya.                                    Program Konservasi Air                       sakannya dapat dikurangi, ujar Ully, di-
   Kepedulian kakak kandung aktris               Sudah puluhan program dijalankan         perlukan adanya suatu pengelolaan yang
berparas ayu Paramitha Rusady ini terli-     Yayasan Garuda Nusantara, mulai dari         terpadu dari seluruh kalangan masya-
                           hat    ketika     diklat, posko relawan, perlombaan, hing-     rakat desa dan kota. "Tak terkecuali
                              mendiri-       ga program konservasi. Sudah banyak          masyarakat kota-kota besar sangat diha-
                                kan Ya-      wilayah di Nusantara ini yang menjadi        rapkan partisipasi aktifnya dalam me-
                                  yasan      obyek konservasi yang dilakukan Ully         lestarikan ekosistem pegunungan sebagai
                                             dan teman-temannya.                          kawasan hulu, mengingat hutan pegu-
                                                 Saat ini, Ully Hary Rusady (nama         nunganlah yang membuat masyarakat
                                             Hary diambil dari suaminya) sedang kon-      luas menikmati pasokan air bersih," tutur
                                             sentrasi pada konservasi air di wilayah      penerima Global 500 Award dari PBB
                                             Sindang Kahuripan yang terletak di           tahun 2007 yang gemar memakai ikat
                                             Kawah Merah Gunung Pancar, Kampung           kepala.
                                             Cimandala, Karang Tengah, Sentul,                Sebagai areal percontohan, kurang
                                             Bogor, Jawa Barat.                           lebih 11 tahun silam, Yayasan Garuda
                                                 Lokasi konservasi ini seluas kurang      Nusantara menetapkan kawasan atau
                                             lebih 30 hektar tepat di kaki dua buah       lokasi Sindang Kahuripan sebagai tempat
                                             gunung, yaitu Gunung Astana dan              merealisasikan program-program kon-
                                             Gunung Pancar, Bogor. "Gunung itu            servasi air, alam dan lahan-lahan kurang
                                             menara air kita, menara air bagi bumi,       terawat.
                                             karena air berasal dari pegunungan.              Dilandasi hasil penelitian dan penga-
                                               Karena itu, sangat penting untuk kita      matan khusus, program ini selaras de-
                                                         melindungi ekosistem pegu-       ngan program-program dari Pemerintah




                                                                          Foto: Istimewa/ design: Rudi Koz
Provinsi Jawa Barat khususnya dan
sesuai dalam menjalankan program-pro-
gram penghijauan untuk konservasi
lahan dan air sehubungan banyaknya
bukit dan lahan gundul yang dapat
menimbulkan tanah longsor dan banjir.
   "Kawasan konservasi alam Sindang
Kahuripan merupakan areal pegunungan
yang sangat luas," kata perempuan
bernama kecil Rulany Indra Gartika ini.
Dengan program-program penghijauan
berkala di kawasan ini, lanjut Ully,
diharapkan dapat melestarikan air dan
mata air di kawasan hulu (DAS), sekali-
gus dapat turut serta mengurangi
dampak pemanasan bumi (global warm-
ing) yang sedang melanda dunia.

                                                      Para anggota yayasan Garuda Nusantara di lokasi Sindang Kahuripan. Foto: Istimewa.
Kegiatan di Sindang Kahuripan
    Menurut Ully, tujuan dari konservasi
di Sindang Kahuripan ini selain menghi-       jalan yang ramah lingkungan, dan tempat            yang peduli terhadap alam dan lingkung-
jaukan lahan-lahan kritis dan kurang ter-     ibadah/mushola alam.                               an. Paket ini mengangkat wawasan kon-
awat di pegunungan demi mengatasi                 "Kita berharap kelak akan terbentuk            servasi alam dan lingkungan hidup de-
tanah longsor ini, juga untuk me-             masyarakat yang bersahabat dengan                  ngan lokasi kegiatan di Sindang Kahu-
lestarikan air dan mata air di kawasan        alam serta peduli pada alam dan ling-              ripan," tutur penerima Penghargaan Kal-
hulu (DAS). "Sekaligus mengajak peran         kungan secara nyata," ujar pegiat lingkungan       pataru dari Menteri Negara Lingkungan
serta masyarakat lokal dan kota melalui       kelahiran Garut, 4 Januari 1952 ini.               Hidup tahun 2001.
diklat-diklat dalam melestarikan sumber                                                               Kawasan Sindang Kahuripan memi-
daya alam yang berkelanjutan,"                     Paket Sahabat Alam                            liki landscape berkontur naik dan turun
tutur pendiri dan pimpinan                                     Ully bersama yayasan              yang di kelilingi perbukitan, lereng, lem-
Yayasan Sindang Ka-                                             yang dipimpinnya tidak           bah, hutan pinus dengan terasering
huripan.                                                            hanya menjadikan             sawah, menjadikan tempat ini semakin
    Beragam                                                           S i n d a n g              memesona, unik dan indah. Lokasi ini
kegiatan dila-                                                           Kahuripan               tepat sebagai sasaran kegiatan konservasi
kukan di Sin-                                                             sekedar tempat         alam dan lingkungan hidup melalui wisa-
dang Kahu-                                                                 konservasi            ta pendidikan (eko turisme).
ripan antara                                                                u n t u k                 Sudah banyak kalangan yang menco-
lain, konser-                                                               kepentingan          ba berwisata, menggali pengalaman,
vasi ekosis-                                                                masyarakat           sekaligus belajar di alam terbuka.
tem pegu-                                                                   setempat dan         Kebanyakan dari mereka adalah para
nungan,                                                                     kelompok-            pelajar dan mahasiswa, organisasi pecin-
konservasi                                                                 nya. Lebih da-        ta alam, LSM, peniliti hingga keluarga.
hutan, lahan,                                                             ri itu, ia meng-            Menurut Ully, program Sahabat
air dan mata                                                             ajak masyarakat         Alam ini merupakan wujud nyata dari
air, serta pe-                                                         seluas-luasnya            kepedulian seluruh kalangan terhadap
ningkatan SDM pe-                                                   dari berbagai kalan-         usaha-usaha pelestarian alam dan ling-
tani di seputar hutan.                                           gan untuk turut menik-          kungan secara nyata. "Kami mempu-
    Sementara kegiatan                                      mati dan belajar di alam ter-        nyai tujuan bagaimana menjadikan ke-
                                       Foto: BW
yang dalam perencanaan, tutur                        buka.                                       giatan ini sebagai tren dan gaya hidup
Ully adalah pembuatan sarana-sarana               Ajakan Ully ini dikemas dalam sebuah           dalam mencintai dan bersahabat de-
atau balai pendidikan dan pelatihan           kegiatan bernama Paket Sahabat Alam.               ngan alam," ujar anggota Dewan Per-
kehutanan dan lingkungan hidup, sarana        "Paket kegiatan di alam terbuka ini dapat          timbangan Penghargaan Kalpataru dan
kesehatan, saluran dan penampung air,         diikuti berbagai kalangan masyarakat               Kehati Award. Bowo Leksono


                                                                                                                          Percik
                                                                                                                   Agustus 2008     27
R E P O RTA S E



       Kunjungan Delegasi
     Republik Demokratik Timor
        Leste ke Indonesia
P
        elaksanaan program Community               Tata Kota Januario Perreiro da Costa.        Banten pada Rabu, 23 April 2008.
        Lead Total Sanitation (CLTS)                  Rombongan diterima langsung oleh              Pada kunjungan di Kabupaten
        yang kemudian diadopsi menjadi             Gubernur Sumatera Selatan dengan             Tangerang, delegasi diterima langsung
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat                 didampingi Bupati Muara Enim. Pada           Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten
(STBM) di Indonesia, ternyata menarik              kesempatan kunjungan tersebut, delegasi      Tangerang. Sempat pula digelar dialog
beberapa negara lain mengunjungi                   berkesempatan berdialog langsung de-         kedua-belah pihak yang dipimpin lang-
Indonesia untuk bertukar pengalaman.               ngan masyarakat. Para tamu terlihat sa-      sung Bupati Ismet Iskandar.
Jika tahun 2007, delegasi pemerintah               ngat antusias dengan sambutan dari               Kunjungan ke Kabupaten Tangerang
India, Pakistan dan Bangladesh telah               masyarakat yang demikian meriah. Bah-        dimaksudkan untuk mendapatkan pem-
berkunjung ke Jawa Timur, Indonesia,               kan di tiap desa, masyarakat menyambut       belajaran implementasi kegiatan sanitasi
maka pada tanggal 20-25 April 2008 de-             dengan tarian dan kasidahan.                 dan higinitas yang dilaksanakan bersama
legasi Timor Leste yang berkesempatan                 Setelah dua hari menyambangi lokasi       pemerintah dengan LSM.
untuk mempelajari STBM langsung pada               keberhasilan      penerapan    program           Januario mengakui menemui banyak
beberapa desa di Kecamatan Lembak,                 Community Lead Total Sanitation              kesulitan dalam membenahi bidang air
Kabupaten Muara Enim, Sumatera                     (CLTS) yang kemudian diadopsi menjadi        bersih dan sanitasi di negaranya. "Karena
Selatan.                                           Sanitasi Total Berbasis Masyarakat           itu, kami perlu datang ke Indonesia yang
    Rombongan berjumlah 25 orang yang              (STBM) di Kabupaten Muara Enim,              telah berhasil dalam menerapkan CLTS
terdiri dari pejabat lintas sektor, LSM,           Provinsi Sumatera Selatan, delegasi Re-      untuk melihat langsung dan mengambil
dan perwakilan negara donor yang di-               publik Demokratik Timor Leste mengun-        pengalaman masyarakat di Indonesia,"
pimpin Menteri Muda Listrik, Air, dan              jungi Kabupaten Tangerang, Provinsi          ujarnya.
                                                                                                    Menurut Ismet, rendahnya derajat
                                                                                                kesehatan merupakan pokok permasa-
                                                                                                lahan daerah yang menjadi permasalah-
                                                                                                an bersama. "Kami telah membangun
                                                                                                pola kemitraan dengan pihak swasta dan
                                                                                                masyarakat dalam rangka menurunkan
                                                                                                insiden kejadian penyakit yang berbasis
                                                                                                lingkungan," tuturnya.

                                                                                                Kunjungan MCK Plus++ di Keca-
                                                                                                matan Sepatan
                                                                                                    Seusai berdialog, rombongan berge-
                                                                                                rak ke Kecamatan Sepatan, tepatnya di
                                                                                                Kampung Pisangan Periuk untuk me-
                                                                                                nyaksikan MCK Plus++ dengan teknologi
                                                                                                pengolahan air limbah dewats dan biogas
                                                                                                digester.
                                                                                                    Tak jauh dari lokasi MCK, rombongan
                                                                                                delegasi menyaksikan praktik cuci tangan
    Delegasi Republik Demokratik Timor Leste saat diterima Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.   pakai sabun (CTPS) yang dilakukan pela-
                                      Foto: Bowo Leksono                                        jar sekolah dasar. Tak hanya itu, rom-



28 Percik 2008
   Agustus
R E P O RTA S E


bongan disuguhi lomba jingle hidup                                                        tempat cuci tangan yang higienis di seko-
sehat dan hiburan musik dangdut.                     Program CTPS ini                     lah-sekolah maupun di lingkungan ke-
   Keesokan harinya, Kamis, 24 April               melakukan road show                    luarga atau di lingkungan RT. "CARE
2008, delegasi Timor Leste bersemuka            ke sekolah-sekolah bekerja                mendanai pengadaan material infra-
dengan stakeholder dan berbagai pro-                                                      struktur dan masyarakat menyiapkan
                                                  sama dengan seksi UKS
gram berkenaan sektor air minum dan                                                       lahan, kontribusi minimal 5 persen ba-
penyehatan lingkungan di kantor                    pada bagian Promkes,                   han dan tenaga untuk pembangunannya
Bappenas untuk kembali bertukar penga-               Dinas Kesehatan                      bagi kegiatan yang prioritas dengan pola
laman dan informasi.                                  masing-masing.                      padat karya pangan," ungkapnya.
                                                                                              Lebih lanjut, Marcel mengatakan,
Program CTPS di Tangerang                                                                 CARE juga melakukan pendampingan
    Tepuk tangan riuh ibu-ibu di Desa        Dinas Kesehatan masing-masing. Dengan        atau memfasilitasi pelaksanaan musrem-
Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Ka-           memberikan kepercayaan penuh kepada          bang desa/kelurahan agar kebutuhan in-
bupaten Tangerang, Banten mengiringi         kader-kader dan komite didampingi pi-        frastruktur lainnya dapat terakomodir
penampilan kelompok-kelompok pe-             hak Puskesmas, kecamatan dan kelurah-        dalam pembiayaan pemerintah (APBD).
nyanyi jingle 'kebiasaan hidup bersih dan    an serta fasilitator dari CARE. Total ter-   "Pemerintah Kabupaten Tangerang pada
sehat' di sebuah panggung. Penampilan        dapat 24 sekolah dasar pada 12 Kelu-         tahun anggaran 2008 menganggarkan ti-
mereka sekaligus menyambut kunjungan         rahan di Kota Tangerang dan 40 sekolah       ga tempat CTPS per sekolah pada 40 SD
delegasi Timor Leste.                        dasar pada 8 desa di Kabupaten Ta-           bersama kegiatan kampanye".
    Sebelumnya, anak-anak sekolah da-        ngerang.                                         Sampai saat ini, sekitar 90 persen ma-
sar secara massal mempraktikkan ke-                                                       syarakat telah sadar bahwa dengan ber-
biasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS).      Kendala                                      perilaku hidup bersih dan sehat akan ter-
Semua kegiatan itu merupakan bagian             Menurut Marcel, kendala yang di-          hindar dari berbagai penyakit. Semoga
dari kampanye CTPS hasil dari pendam-        hadapi berupa kurangnya infrastruktur        tak terulang kembali wabah diare di wila-
pingan CARE International Indonesia.         seperti sumber air bersih dan tempat-        yah Tangerang. BW
    Health Environment Project Mana-
ger CARE Marcel Beding kepada Percik
memaparkan program ini bertujuan                      WAWANCARA BERSAMA MENTERI MUDA LISTRIK , A IR ,
menurunkan angka malnutrisi pada bali-
ta, ibu hamil dan ibu menyusui serta                   DAN TATA KOTA JANUARIO PERREIRO DA COSTA
angka kejadian diare pada keluarga ter-
utama balita. "Di Tangerang bekerjasama
dengan pemerintah Kota Tangerang pada                                           Apa pandangan Anda selama kunjungan ke
12 Kelurahan dan Kabupaten Tangerang                                        Indonesia?
pada 8 Desa, 2 diantaranya berada di                                            Saya merasakan bagaimana masyarakat Indonesia
wilayah Kecamatan Sepatan yakni Desa                                        sendiri bisa mengorganisir dan menyosialisasikan
                                                                            hidup bersih sehingga masyarakat bisa merubah pe-
Sarakan dan Desa Kayu Agung dengan
                                                                            rilakunya. Ini yang saya pikir tidak mudah. Seperti
sumber dana dari USAID," tuturnya.                                          yang terjadi di Muara Enim, hanya dalam waktu 24
    Program yang dimulai Februari 2006                                      hari mampu membuat jamban secara mandiri. Perlu
ini mempunyai tiga strategi utama yaitu                                     kerja keras dan betul-betul meluangkan waktu untuk
gizi masyarakat, kesehatan lingkungan                                       melakukan aktifitas itu.
dan pelayanan kesehatan. Khusus untuk                                           Kondisi sektor air minum dan sanitasi di Timor
kegiatan kampanye cuci tangan pakai sa-                                      Leste sendiri seperti apa?
bun, kata Marcel, kegiatan ini dilakukan             Untuk sanitasi baru sekitar 40 persen dan kebutuhan air bersih baru ter-
setelah memberikan pelatihan kepada              penuhi 50 persen. Kami mempunyai penduduk tidak lebih dari 1 juta, yaitu se-
kader-kader dan anggota komite kesehat-          kitar 945 ribu jiwa. Hanya saja perilaku masyarakatnya susah apalagi terkadang
an sampai mempunyai kemampuan fasi-              terjadi kerusuhan. Itu susahnya. Untuk itu, bagaimana kami dapat mengambil
                                                 hikmah dari pengalaman yang ada di Indonesia.
litasi yang baik, pelatihan tentang teknik
membuat proposal yang baik dan pelatih-              Setelah kunjungan ini, apa yang hendak Anda lakukan?
an tentang event organizer.                          Setelah ini, apa yang kami lihat dan alami selama berkunjung ke Indonesia,
    Program CTPS ini melakukan road              akan kami terapkan sebagai pembelajaran bagi masyarakat di Timor Leste. Ini
                                                 satu pengalaman yang sangat berharga. Bowo Leksono
show ke sekolah-sekolah bekerja sama
dengan seksi UKS pada bagian Promkes,


                                                                                                                    Percik
                                                                                                             Agustus 2008    29
INSPIRASI



Kota yang Tak Berkelanjutan
S
       eminar sehari pada 24 April 2008 bertema "Kota yang
       Berkelanjutan: Tantangan bagi Indonesia dan Swedia"
       yang diselenggarakan Kedutaan Besar Swedia beker-
jasama dengan Kementrian Negara Lingkungan Hidup dengan
dukungan SIDA (Swedish International Development Corpo-
ration Agency), SENSA (Swedish Environmental Secretariat
for Asia) dan SBA (Swedish Business Association) telah
mengingatkan kita pada kondisi perkotaan di Indonesia.
    Kita selama ini terfokus pada masalah kemacetan, polusi
lingkungan, dan permasalahan detil didalamnya sehingga kita,
sadar atau tidak, mulai terlepas dari kerangka besar permasa-
lahan perkotaan di Indonesia.
    Seringkali penanganan suatu masalah dilakukan tanpa meli-
hat keterkaitan dengan isu lain atau isu yang lebih besar. Kali-
mat pembangunan perkotaan yang terpadu akhirnya hanya                                                             Foto: Bowo Leksono

menjadi jargon tanpa makna. Tidak ada tindak lanjut yang           dan kebijakan yang tidak jelas ditambah tidak adanya penga-
nyata. Kalaupun ada, sebagian besar hanya sebatas rencana tin-     wasan dan pengendalian.
dak lanjut tanpa ada pihak yang bertanggung jawab untuk                Fakta berikutnya berkaitan dengan lingkungan. Berlawanan
mengawal sampai dituntaskannya rencana tersebut.                   dengan fungsinya sebagai pendukung utama keberlanjutan
    Sadarkah kita bahwa kondisi perkotaan di Indonesia se-         suatu kota (paru-paru kota), lingkungan seringkali diabaikan.
makin terpuruk dengan berbagai masalah seperti banjir, kema-       Adanya pemikiran bahwa kita harus melestarikan lingkungan
cetan, daya dukung lingkungan yang rendah, penyediaan infra-       agar tidak terdegradasi lebih parah menjadi terbalik. Perlu di-
struktur yang tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan        perhatikan bahwa lingkungan apapun kondisinya, baik rusak
lain sebagainya?                                                   atau gersang, akan tetap ada. Dilain pihak, manusialah yang
                                                                   tidak akan dapat bertahan dengan lingkungan yang sudah rusak.
Fakta Ketidakberlanjutan Kota di Indonesia
    Kota seberapapun kecilnya, akan berkembang sampai suatu        Langkah ke Depan
saat menjadi megapolitan. Contohnya Jakarta, Surabaya,                 Berbagai fakta rendahnya tingkat keberlanjutan kota tidak
Makassar, Bandung dan kota-kota lainnya. Pada dasarnya, kota-      hanya berlaku di perkotaan di Indonesia saja, tetapi di berbagai
kota di Indonesia, dengan berbagai variasi karakteristiknya,       belahan dunia, termasuk negara yang sudah maju. Bedanya,
mempunyai permasalahan yang kurang lebih sama, yaitu pem-          negara maju sudah melakukan tindakan intensif mengenai hal
bangunan kota yang acak (urban sprawl development).                tersebut. Di Jerman, konon pernah dilakukan evakuasi pen-
    Ibarat membangun rumah, letak dapur terpencar, demikian        duduk di salah satu kota secara besar-besaran untuk dilakukan
juga dengan kamar mandi, ruang tidur dan lain sebagainya. Tata     penataan ulang kota.
kota yang kita miliki saat ini tidak lebih dari sekedar peman-         Pembenahan tata kota mau tidak mau harus dilaksanakan
faatan ruang yang sporadis. Dari fakta ini, sudah dapat dike-      secara bertahap. Melihat apa yang terjadi di Indonesia, diper-
tahui fungsi-fungsi yang tidak berjalan sebagaimana harusnya.      lukan sebuah rencana induk tata kota baru yang didukung per-
Peraturan dan kebijakan yang tidak diaplikasikan dengan baik,      aturan, pengawasan dan pengendalian yang sangat tegas.
dan fungsi pengawasan dan pengendalian yang dapat dikatakan            Usaha-usaha tersebut di atas bukannya tidak dilakukan oleh
tidak ada.                                                         pemerintah, akan tetapi seringkali yang menjadi masalah adalah
    Dalam hal penyediaan layanan air minum dan penyehatan          caranya. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan
lingkungan (AMPL), kendala yang sama terjadi juga. Letak per-      melalui pengalaman, pendanaan dan sebagainya sangat diper-
mukiman yang tidak terkonsentrasi membuat sulitnya perenca-        lukan.
naan dan pelaksanaan pembangunan sektor AMPL. Belum lagi               Dengan demikian isu terbesar saat ini adalah keberanian
adanya masalah persampahan di perkotaan, penyediaan sarana         melakukan langkah tersebut, bukan sekadar komitmen.
pengelolaan sampah juga seringkali mengalami hambatan.             Sehingga permasalahan perkotaan tidak sekedar menjadi
    Ruwetnya sistem transportasi publik di sebagian besar          pengetahuan umum, tetapi suatu tantangan untuk diatasi.
perkotaan di Indonesia pada dasarnya diawali dengan kesalahan      Mungkin akan terjadi kesalahan dalam proses pelaksanaannya,
yang sama dengan persoalan tata kota di atas, yaitu peraturan      tapi kita tidak akan tahu sebelum hal itu dilakukan. FW



30      Percik
        Agustus 2008
CERMIN



 Toilet Kering untuk Permukiman Padat
         dan Wilayah Kurang Air
S
        alah satu kenyamanan hidup                                                                       Neni bersama timnya menerap-
        adalah ketika persoalan 'be-                                                                  kan penggunaan toilet kering di
        lakang' tidak lagi menjadi per-                                                               daerah padat penduduk di Kiara
soalan. Ada toilet, bersih, tidak harus                                                               Condong, Kota Bandung sejak lima
mewah, dan mudah diakses. De-                                                                         tahun silam. "Tidak mudah me-
mikian mungkin ukuran hidup yang                                                                      mang, karena yang paling sulit
ideal untuk dapat merasakan kenya-                                                                    adalah merubah perilaku yang
manan.                                                                                                menjadi tantangan terbesar," jelas
    Namun, tak semua masyarakat                                                                       Kepala Biro Kerjasama dan Pe-
berkesempatan dan mampu me-                                                                           masyarakatan Iptek LIPI ini.
nikmati hidup ideal yang dimaksud.
Masih banyak masyarakat seperti di                                                                     Awal Penciptaan Toilet Kering
permukiman         padat      penduduk                                                                     Awalnya pada 1998, Neni
maupun di wilayah yang cenderung                                                                       Sintawardani menciptakan alat
kekurangan air, tidak terdapat toilet                                                                  sederhana untuk pengolahan sam-
yang ideal bahkan bisa jadi tak ada                                                                    pah dapur. Dengan sebuah kotak
toilet sama sekali.                                                                                    kecil yang dirancang sedemikian
    Mereka buang air besar (BAB) di                                                                    rupa, para ibu rumah tangga bisa
tempat-tempat terbuka. Sungai atau                                                                     langsung mengolah sampah seusai
                                                    Dr Neni Sintawardani. Foto: Bowo Leksono
kebon, atau di toilet yang kotor dan                                                                   memasak dengan cara memilah
kurang air. Tapi mereka tetap merasa            tanpa air ini diperuntukkan bagi ka-             sampah organik.
nyaman. Ini persoalan perilaku, per-            langan menengah ke bawah. "Kebutuhan                 Baru pada 2003 penelitian merambah
soalan kebiasaan masyarakat.                    air bersih untuk masyarakat menengah             ke pengolahan limbah manusia yaitu
    Seorang peneliti dari Lembaga Ilmu          ke bawah sangat banyak, namun kemam-             dengan penciptaan toilet kering. "Dasar
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Neni            puannya yang kurang," tutur alumni               dari penciptaan toilet kering ini ya dari
Sintawardani, berhasil menciptakan dan          Universitas Hohenheim, Stuttgart, Jer-           alat pengolahan sampah dapur yang
mengenalkan teknologi sederhana beru-           man ini.                                         sama-sama diolah menjadi pupuk or-
pa toilet kering atau yang kerap dikenal                                                         ganik," ujar Neni.
sebagai bio toilet.                                                                                  Neni mengakui, memang tidak murah
    "Prinsip toilet kering ini ya toilet yang                                                    untuk membuat toilet kering ini. Me-
tanpa air. Jadi bahannya terbuat dari ser-                                                       nurutnya, satu bangunan toilet yang bisa
buk kayu sebagai matrik untuk me-                                                                dipergunakan untuk 40 orang per hari
nangkap kotoran untuk kemudian diolah                                                            mencapai Rp 40 juta. Namun sudah tidak
di tempat atau di cubluk yang terbuat                                                            berhitung kerugian polutannya. "Kesan
dari baja," ungkap Neni saat ditemui                                                             mahal ini memang pada bahan tabung
Percik di tempat kerjanya.                                                                       baja atau logam untuk reaktornya," kata
                                                                                                 ibu dua anak ini.
Potensial untuk Permukiman Padat                                                                     Kesan mahal tentu akan bisa ditutup
     Toilet kering ini sangat potensial                                                          dengan melihat fungsi jangka panjang.
untuk dikembangkan pada permukiman                                                               Betapa jauh lebih mahal akibat-akibat
padat penduduk. Karena di lokasi pen-                                                            dari buruknya sanitasi bila tidak dari
duduk padat biasanya sarana sanitasi dan                                                         sekarang mengatasinya. Sampai saat
air bersih sangat kurang. Toilet jenis ini                                                       ini, apa yang diciptakan Neni belum
juga tepat diterapkan pada daerah kering                                                         banyak diterapkan karena membu-
atau daerah yang cenderung kekurangan                                                            tuhkan berbagai pihak, baik pemerintah
air.                                                                                             maupun swasta, yang mau berinvestasi
     Dari sisi sasaran, menurut Neni, toilet                                                     dengan toilet kering. Bowo Leksono
                                                                                Foto: Istimewa


                                                                                                                           Percik
                                                                                                                    Agustus 2008    31
S E P U TA R I S S D P



  Persiapan Sebelum
Memasuki ISSDP Tahap II
T
        ak terasa program pengembangan
        sanitasi bernama Indonesia Sani-
        tation Sector Development Pro-
gram (ISSDP) telah berjalan selama
kurang lebih dua tahun. Program ini akan
memasuki tahap II pada pertengahan
Mei 2008. Pada ISSDP Tahap I, banyak
hal yang telah dilakukan dan dihasilkan
terutama di kota-kota mitra. Terben-
tuknya Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi
tingkat kota merupakan hasil upaya pem-
benahan kelembagaan dalam pengelo-
laan pembangunan sektor sanitasi di dae-
rah.
    Dokumen Buku Putih merupakan sa-
lah satu produk yang dihasilkan Pokja
dengan fasilitasi ISSDP. Buku ini berisi
gambaran umum kondisi sanitasi yang
dapat diperbaharui setiap tahunnya un-
tuk mengetahui perkembangan kondisi
sanitasi kota. Dokumen lainnya adalah
Strategi Sanitasi Kota (SSK) sebagai pro-
duk utama yang telah berhasil disusun
Pokja Kota.                                               Diskusi kelompok review pelaksanaan ISSDP tahap I. Foto: Dok/ISSDP.
    SSK memuat rencana tindak yang
merupakan pertemuan antara pende-           panye sanitasi untuk meningkatkan                Tahap II, pendekatan program di tingkat
katan top down dan bottom up, dimana        kesadaran akan pentingnya sanitasi dan           provinsi akan dilakukan secara lebih
visi dan misi pemerintah kota dalam         perilaku hidup sehat. Strategi kampanye          intensif dengan porsi yang lebih besar.
pembangunan sanitasi bertemu dengan         ini terbagi lima desain berdasarkan                  Melalui peran provinsi ini diharapkan
kebutuhan nyata (real demand) masya-        kelompok sasaran, yaitu pengambil kebi-          akan terjadi perluasan cakupan program
rakat akan fasilitas sanitasi.              jakan di tingkat pusat, pengambil kebi-          ke kota-kota lain berupa replikasi ISSDP.
    Adapun di tingkat pusat telah           jakan di tingkat daerah, masyarakat              Untuk itu, ISSDP Tahap II akan mem-
dihasilkan berbagai rekomendasi men-        umum, masyarakat miskin, dan sektor              berikan bantuan advisory secara lebih
dukung arah kebijakan nasional dalam        swasta. Strategi ini direncanakan akan           efektif kepada pemerintah provinsi.
pembangunan sanitasi di Indonesia.          diterapkan pada tahun ini sesuai agenda          Bentuk fasilitas kepada pemerintah
Rekomendasi ini meliputi bidang kelem-      ISSDP tahap II.                                  provinsi akan diwujudkan melalui
bagaan, hukum, dan pendanaan. Untuk             Program ISSDP Tahap I telah mem-             serangkaian pelaksanaan peningkatan
menyinergikan       seluruh    pemangku     berikan masukan yang cukup signifikan            kapasitas, penelitian serta pendampingan
kepentingan dalam penyelenggaraan           dalam upaya pembentukan kerangka                 sehingga mekanisme perencanaan, pe-
pembangunan sanitasi, ISSDP pada            kerja pengelolaan sanitasi yang berkelan-        laksanaan, monitoring dan evaluasi pe-
tahap I telah turut berperan dalam pem-     jutan di kota-kota mitranya. Salah satu          ngelolaan sanitasi di tingkat provinsi
bentukan Jejaring Air Minum dan             masukan tersebut adalah pentingnya               dapat terbentuk dan terselenggara de-
Penyehatan Lingkungan (AMPL).               peran provinsi dalam pengelolaan sani-           ngan optimal.
    Produk lainnya adalah strategi kam-     tasi sehingga pada pelaksanaan ISSDP                 Adanya keterlibatan provinsi dalam



32      Percik
        Agustus 2008
S E P U TA R I S S D P


ISSDP Tahap II tentu saja perlu disiap-        mengikuti ISSDP. Berbagai capaian dan             Pemerintah provinsi dapat berperan
kan dengan matang. Informasi yang              tantangan selama dua tahun tentunya           sebagai penyelenggara pengembangan
komprehensif tentang ISSDP Tahap I dan         dapat menjadi salah satu referensi            program sanitasi di daerah. Hal ini
rencana pelaksanaan ISSDP Tahap II             provinsi untuk terlibat dalam ISSDP yang      memungkinkan apabila berdasarkan kri-
perlu disampaikan kepada pemerintah            akan datang.                                  teria urusan penyelenggaraan pemerin-
provinsi.                                         Pada akhirnya, Lokakarya ini diha-         tah, dampak pengembangan program
    Untuk mencapai maksud tersebut             rapkan dapat merangkum kembali peran          sanitasi di daerah memiliki dampak yang
perlu dilakukan suatu lokakarya yang           provinsi dalam pengelolaan sanitasi           bersifat lintas kabupaten/kota dan/atau
melibatkan Tim Teknis Pembangunan              perkotaan, merumuskan serta menyiap-          regional, atau jika pengembangan pro-
Sanitasi sebagai pengelola pembangunan         kan langkah-langkah operasional ISSDP         gram sanitasi di daerah yang bersangkut-
sanitasi tingkat nasional, Pokja Sanitasi      Tahap II yang mencakup pembentukan            an akan lebih berdayaguna apabila di-
Kota yang selama ini menjadi mitra             kelompok kerja, penggalangan sumber           tangani pemerintah provinsi.
ISSDP, dan tentunya pemerintah provin-         daya serta penyediaan pendanaan, dan              Untuk memperjelas pernyataan di
si sendiri.                                    menyiapkan kriteria untuk pemilihan           atas, peranan pemerintah provinsi adalah
    Pada Lokakarya ini, Tim Teknis             kota-kota mitra ISSDP Tahap II.               menyelenggarakan pelayanan dasar di
Pembangunan Sanitasi dapat mem-                                                              bidang sanitasi yang belum dapat dilak-
berikan gambaran mengenai pelaksanaan          Peran Provinsi dalam Pemba-                   sanakan oleh kabupaten/kota. Dalam hal
ISSDP Tahap I secara komprehensif ter-         ngunan Sanitasi                               ini sanitasi dapat diartikan sebagai
masuk hasil-hasil yang telah dicapai, baik         Untuk pengembangan sanitasi di            pelayanan dasar yang mengacu pada PP
di tingkat pusat maupun kota. Kemudian         Indonesia, wewenang, peran dan fungsi         No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman
dapat menyampaikan rencana besar               masing-masing susunan pemerintahan            Penyusunan dan Penerapan Standar
ISSDP Tahap II terutama berkaitan de-          perlu dikaji secara terperinci. Hingga saat   Pelayanan Minimal (SPM). Pada pasal 3
ngan rencana perluasan program melalui         ini, peran pemerintah provinsi belum          peraturan ini, disebutkan bahwa SPM
replikasi.                                     optimal dalam penanganan program sa-          disusun sebagai alat pemerintah dan
    Pokja Kota sebagai stakeholder dae-        nitasi. Pada sisi lain, kerangka kebijakan    pemerintah daerah untuk menjamin
rah dapat menyampaikan pengalaman-             provinsi yang ada, belum menunjang            akses dan mutu pelayanan dasar kepada
nya dalam pengelolaan sanitasi selama          pembangunan sanitasi.                         masyarakat secara merata dalam penye-
                                                                                             lenggaraan urusan wajib.
                                                                                                 Peranan pemerintah provinsi dalam
                                                                                             penyelenggaraan pelayanan dasar sani-
                                                                                             tasi dapat dijalankan dengan dua cara,
                                                                                             yaitu menyelenggarakan sendiri pemba-
                                                                                             ngunan sanitasi di daerah kabupaten/
                                                                                             kota yang bersangkutan atau menugaskan
                                                                                             pemerintah daerah kabupaten/kota ber-
                                                                                             dasarkan azas tugas pembantuan.
                                                                                                 Selain itu diperlukan juga peran aktif
                                                                                             provinsi untuk melancarkan mekanisme
                                                                                             pengembangan sanitasi di daerah atau
                                                                                             sinergitas peran provinsi dan kabupa-
                                                                                             ten/kota. Hal tersebut dapat dilakukan
                                                                                             dengan pengintensifan komunikasi de-
                                                                                             ngan kabupaten/kota mengenai pengem-
                                                                                             bangan program sanitasi. Tujuannya
                                                                                             adalah membuat suatu pemetaan kebu-
                                                                                             tuhan pengembangan sanitasi di kabu-
                                                                                             paten/kota yang dinaunginya. Peta kebu-
                                                                                             tuhan pengembangan sanitasi dapat
                                                                                             dikombinasikan dengan komitmen kabu-
                                                                                             paten/kota bersangkutan, sehingga tar-
                                                                                             get alokasi pengembangan sanitasi pro-
                                                                                             vinsi dapat lebih optimal.      Tim Sekre-
                    Bangunan toilet umum yang sederhana. Foto: Dok/ISSDP
                                                                                             tariat ISSDP


                                                                                                                       Percik
                                                                                                                Agustus 2008    33
S E P U TA R WA S P O L A


    Dari Media Rakyat Hingga Pemasaran Sosial
        Suatu Strategi Komunikasi Kebijakan

P
         endopo Kecamatan Poncowarno, salah satu kecamatan
         di Kabupaten Kebumen, tampak semarak. Selama empat
         hari, 3-6 Maret 2008, digelar "Pelatihan Media Rakyat
untuk Sosialisasi AMPL" yang difasilitasi Kelompok Kerja
AMPL Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan WASPOLA.
     Pelatihan ini juga dalam rangka mempersiapkan 16 keca-
matan yang pada tahun ini akan mendapat bantuan AMPL di
desanya. Sesuai tema AMPL berbasis masyarakat maka pelatih-
an dilaksanakan di lingkungan terdekat dari masyarakat itu
sendiri, karena dalam prosesnya akan banyak praktik di ling-
kungan warga setempat.
     Pelibatan masyarakat langsung mendapatkan dukungan po-
sitif dari Bupati Kebumen Rustriningsih. "Potensi masyarakat
sangat dibutuhkan dalam pembangunan AMPL dan pelatihan
ini harus dilanjutkan" katanya.
     Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk melibatkan
masyarakat, termasuk kaum perempuan untuk berpartisipasi
sejak awal perencanaan pembangunan AMPL termasuk sosiali-
sasi dan membangun kesepakatan-kesepakatan yang dilaksana-
kan antarwarga sendiri.
     Dalam pelatihan ini masyarakat menggali bersama penting-
nya partisipasi semua pihak dalam keberlanjutan AMPL dan                Para peserta pelatihan Media Rakyat untuk sosialisasi AMPL.
kuncinya adalah strategi komunikasi yang tepat sasaran sehing-                             Foto: Dok/WASPOLA
ga membuat semua orang semangat untuk terlibat. Peserta di-
ajak merancang media komunikasi dari hasil pemetaan isu,         grasi kegiatan dan pemberdayaan sampai di tingkat pemerin-
mendata potensi media yang bisa dilibatkan, kemudian menye-      tahan yang terkecil di masyarakat.
leksi media yang akan digunakan. Dipilihlah media dagelan (la-
wakan) yang dipentaskan di kecamatan, siaran iklan layanan       Membangun Masyarakat yang Peduli AMPL
AMPL di radio In FM, cerita bergambar atau cergam, poster dan        Pada 19-21 Februari 2008, di Pangkal Pinang juga diseleng-
iklan layanan televisi.                                          garakan pelatihan kelanjutan dari Workshop Strategi Komu-
     Kemudian dibuatlah naskah dan latihan sebelum diproduk-     nikasi AMPL yang menghasilkan Strategi Advokasi Penyelamat-
si. Dengan didampingi tim WASPOLA dan tim media dari Stu-        an Lingkungan untuk Air Minum.
dio Audio Visual PUSKAT Yogyakarta dibuatlah produksi pro-           Acara ini dibuka Setda Provinsi Bangka Belitung Imam Mar-
gram pendek. Disamping itu, pementasan dagelan kesenian rak-     di Nugroho yang menyatakan komunikasi adalah kunci penting
yat dan menayangkan hasil produksi media yang mereka buat di     dalam pembangunan AMPL. "Keterampilan ini yang justru se-
depan masyarakat.                                                ring tidak diperhatikan dalam pembangunan AMPL yang ber-
     Peserta mempraktikkan metode media kelompok untuk           orientasi pada fisik dan lupa menekankan pada perubahan peri-
membangun diskusi yang dinamis, sehingga menjadi daya tarik      laku," ujarnya. Imam berharap dari pelatihan ini akan diha-
untuk perbincangan warga. Dari hasil pelatihan, enam kecamat-    silkan strategi yang tepat sasaran sehingga banyak pihak terlibat
an merencanakan sosialisasi serentak yang akan dilakukan di      dalam menyelamatkan lingkungan Bangka Belitung untuk kese-
masing-masing kecamatan dan menggunakan media-media              jahteraan masyarakat.
AMPL yang telah mereka buat sendiri.                                 Permasalahan air minum dan penyehatan lingkungan di
     Sementara radio In FM dan Mas FM serta Ratih TV akan        Bangka Belitung, berkaitan dengan penambangan timah yang
menayangkan hasil produksi kepada publik. Hal ini dilakukan      kian marak tanpa memperhatikan konservasi lingkungan
dalam rangka persiapan penerimaan bantuan AMPL yang akan         sehingga mengakibatkan penurunan mutu kualitas air maupun
turun pada tahun ini. Disampaikan pentingnya forum Pokja         mulai mengurangi kuantitasnya. Masyarakat sekitar sudah
AMPL ini dibentuk di tingkat kecamatan sehingga proses inte-     mulai merasakan akibatnya dan terganggu kesehatannya. Maka



34     Percik
       Agustus 2008
S E P U TA R WA S P O L A


tema-tema kerusakan lingkungan men-
jadi judul dari empat produksi media
yang mereka buat antara lain foto esai
untuk surat kabar, artikel, cergam, iklan
layanan di radio dan televisi (video).
    Tema-tema produksi yang dilakukan
dengan logat bahasa daerah ini dibuat
oleh peserta sendiri, dari brainstorming
ide, penulisan naskah, pemotretan dan
memainkan peran.
    Acara yang berkesan menurut peserta
adalah kunjungan ke kantor media se-
tempat yaitu Babel Post dan Radio Repu-
blik Indonesia (RRI) Bangka Belitung.
Selain ingin menambah wawasan dalam
hal media massa, kunjungan ini juga di-
maksudkan untuk membangun hubung-
an baik dan kerjasama dengan media
massa setempat untuk advokasi AMPL.
RRI menawarkan kerjasama yang meng-
untungkan kedua belah pihak, karena
permasalahan air minum akhir-akhir ini                 Bupati Kebumen Rustriningsih saat beraksi di depan kamera. Foto: Dok/WASPOLA.

menjadi isu hangat di publik.
    Sedangkan Babel Post termasuk me-        Hari Air Dunia dan Launching Tahun                domestik, kelompok menyepakati target
dia yang peduli dengan masalah AMPL.         Sanitasi Indonesia 2008 yang dilanjut-            adalah warga di sekitar sungai dan ma-
Mereka merencanakan penulisan artikel        kan acara talkshow. Terungkap permasa-            syarakat secara umum. Tema yang diang-
berseri AMPL dalam edisi-edisinya. De-       lahan AMPL ternyata bukan permasalah-             kat mengenai pencemaran sungai yang
mikian juga video dan cergam yang di-        an fisik, justru permasalahan perilaku            menjadi tempat pembuangan sampah
buat akan dipasang di situs Babel Post se-   dari berbagai pihak tidak hanya masyara-          dan BAB sehingga lingkungan menjadi ti-
hingga bisa disimak publik lebih luas. Hal   kat tetapi juga pemerintah dan pihak-pi-          dak sehat. Video yang dibuat singkat dan
lain yang dirasa penting adalah perintis-    hak lain. Rendahnya tingkat partisipasi           mengena memperlihatkan akibat sungai
an forum advokasi masyarakat peduli          dan pengelolaan yang tidak berkelanjut-           yang sangat kotor di tengah permukiman
AMPL di Bangka Belitung, sehingga apa        an dikarenakan saat ini sosialisasi masih         masyarakat dengan kata kunci "limbah-
yang dilakukan dalam workshop ini akan       menggunakan model lama yang terlalu               mu, harimaumu yang siap mengancam
terus berlanjut dan adanya sinergi dari      satu arah. Di sisi lain kebiasaan yang tu-        kehidupanmu". Produksi yang dibuat pa-
berbagai pihak.                              run temurun susah diubah.                         ra peserta cukup informatif dan kaya
                                                 Dari strategi yang dirancang, setiap          akan makna-makna kebijaksanaan lokal
Inisiatif Melibatkan Berbagai Pe-            sektor mempunyai target audiens yang              yang sebenarnya sangat dekat dalam ke-
mangku Kepentingan AMPL                      dirasa berpengaruh dalam berbagai per-            hidupan masyarakat Minang.
    Provinsi Sumatera Barat termasuk sa-     soalan yang muncul, antara lain lemah-                Diakhir lokakarya, peserta Kabupa-
lah satu provinsi yang bersemangat da-       nya lembaga pengelola air di tingkat na-          ten/Kota merancang acara sosialiasasi
lam menyosialisasikan AMPL di diwila-        gari. Maka dibuat drama pendek di radio           yang bisa dilakukan di wilayahnya de-
yahnya. Dengan menggunakan dana              dengan pesan kunci "lembaga kuat, tala-           ngan menggunakan media-media yang
APBD, Pokja AMPL Provinsi Sumatera           go sehat".                                        telah dibuat sendiri oleh mereka. Se-
Barat berinisiatif menyelenggarakan              Sedangkan dari kelompok sampah se-            dangkan kabupaten/kota yang baru akan
Strategi Pemasaran AMPL melalui Stra-        pakat bahwa target adalah ibu rumah               menggunakan media tersebut dalam
tegi Komunikasi yang Efektif dengan          tangga, pembantu rumah tangga dan ke-             memotivasi pembentukan Pokja AMPL di
mengundang kabupaten/kota baik yang          lompok perempuan. Ada dua poster yang             wilayahnya. Kelompok dari media akan
sudah memulai program AMPL maupun            dihasilkan dengan tema membuang sam-              menayangkan hasil produksi dalam
yang baru akan memulai program AMPL.         pah sembarangan akan mendatangkan                 siaran mereka masing-masing untuk me-
Acara diselenggarakan di Kota Padang,        bibit penyakit dan anda menzalimi te-             motivasi kesadaran publik agar tidak
pada 25-27 April 2008.                       tangga dan lingkungan sekitar.                    mencemari sumber air minum dan men-
    Acara ini sekaligus sebagai peringatan       Sedangkan dikelompok limbah cair              jaga kesehatan lingkungan. WH


                                                                                                                             Percik
                                                                                                                      Agustus 2008     35
S E P U TA R W E S - U N I C E F


     Pembelajaran Program WES-UNICEF
  dalam Penguatan Kapasitas Pemerintah dan
           Persiapan Masyarakat

P
        ada tahun 2006 telah disepakati     Bukan Sekedar Melibatkan Masya-              menjadi sangat penting dalam men-
        perjanjian kerjasama antara pe-     rakat                                        dampingi masyarakat yang sudah mulai
        merintah    Indonesia     dengan        Penguatan kapasitas pemerintah dae-      mandiri tersebut. Untuk itu, kapasitas
UNICEF yang kemudian dituangkan ke          rah dimulai dengan dibentuknya Pokja         pemerintah perlu dikuatkan agar dapat
dalam Country Program Action Plan           AMPL tingkat provinsi dan kabupaten di       mengimbangi perkembangan dari pem-
(CPAP). Kerjasama tersebut dilaksanakan     setiap lokasi program. Diharapkan Pokja      berdayaan masyarakat.
pada beberapa bidang salah satunya adalah   AMPL yang telah terbentuk akan dapat
program berbasis masyarakat Water and       mengkoordinasikan berbagai kegiatan          Tahapan Pelaksanaan Program
Environmental Sanitation (WES).             yang terkait dengan AMPL, dimana WES         WES: Sebuah Proses
    Program WES dimulai tahun 2006          adalah salah satunya. Melalui program            Dikarenakan luasnya rentang kendali
berakhir pada tahun 2010 dengan target      WES ini, serangkaian penguatan kapa-         program WES batch II ini, Pokja AMPL
membangun 180 desa, 500 sekolah dasar,      sitas Pokja AMPL daerah dilakukan de-        dan UNICEF sepakat untuk menyusun
dan 70.000 penduduk kawasan kumuh.          ngan bantuan teknis dari Pokja AMPL          sebuah Project Implementation Do-
Pada batch I (2006-2007), pelaksanaan       Nasional, seperti Training on Trainers       cument (PID) atau petunjuk pelaksanaan
dilakukan di NTT, NTB, Jawa Tengah dan      (TOT) Perencanaan Strategis (Renstra)        (Juklak) program. PID tersebut disepa-
Yogyakarta.                                 AMPL, MPA/PHAST, Community Led               kati sebagai dokumen yang "hidup" dan
    Program WES di Yogyakarta telah         Total Sanitation (CLTS), promosi kese-       diharapkan akan menjadi dokumen yang
selesai pelaksanaannya di tahun 2007,       hatan, fasilitasi sekolah dan monitoring     dapat mengakomodir berbagai hasil pem-
sedangkan untuk NTT, NTB dan Jawa           dan evaluasi partisipatif.                   belajaran dari pelaksanaan program di
Tengah, pelaksanaannya dilanjutkan              Dalam hal persiapan masyarakat, khu-     lapangan. Sehingga pada akhir masa pro-
pada batch II. Pada batch II (2007-         susnya untuk perubahan perilaku ma-          gram didapatkan PID yang dapat
2010), dengan adanya dukungan dari          syarakat, terdapat beberapa hal yang dise-   dijadikan panduan pelaksanaan bagi pro-
pemerintah Belanda dan Swedia               pakati untuk dilaksanakan, yaitu perlu       gram sejenis lainnya.
(Swedish International Development          adanya kampanye kesehatan sebelum, sela-         Secara garis besar, pelaksanaan pro-
Corporation Agency/SIDA), Program           ma dan sesudah masa konstruksi. Hal ini      gram WES terbagi menjadi 6 tahapan,
WES diperluas pelaksanaannya di 25          ditujukan agar seiring dengan adanya         yaitu (i) tahap Roadshow; (ii) tahap per-
kabupaten, dan 5 kota yang tersebar di 6    perubahan perilaku secara bertahap, maka     siapan kelembagaan; (iii) tahap pengu-
provinsi, yaitu Papua, Papua Barat,         akan tercipta kebutuhan akan sarana air      atan kapasitas pemerintah daerah; (iv)
Maluku, NTT, NTB dan Sulawesi Selatan.      minum dan sanitasi dari masyarakat.          tahap pemilihan lokasi program (desa,
    Dalam pelaksanaan batch II, UNICEF      Dengan demikian sarana yang akan terba-      sekolah dan kawasan kumuh); (v) per-
bekerjasama dengan Pokja Air Minum          ngun akan sesuai dengan kebutuhan -- bu-     siapan masyarakat; dan (vi) tahap pelak-
dan Penyehatan Lingkungan (AMPL)            kan keinginan -- masyarakat. Selain itu,     sanaan program. Kegiatan monitoring
Nasional mengkoordinasikan pelaksa-         diharapkan akan terdapat rasa kepemilikan    dan evaluasi sudah terintegrasi dalam
naan program WES tersebut. Belajar dari     terhadap sarana yang cukup tinggi.           masing-masing tahapan.
pengalaman disepakati fokus dari pro-           Pelibatan masyarakat mempunyai               Program WES batch II dimulai de-
gram WES bukan hanya pada pemba-            dua makna penting yaitu pengambilan          ngan serangkaian roadshow untuk menen-
ngunan fasilitas AMPL, tetapi juga pada     keputusan dan tanggung jawab.                tukan daerah yang berminat dan mem-
perubahan perilaku masyarakat dan pe-           Pengambilan keputusan dilakukan          punyai komitmen dalam melaksanakan
nguatan kapasitas pemerintah daerah.        karena masyarakat sudah dapat membe-         program tersebut. Seperti yang telah dise-
    Pengalaman selama ini menunjukkan       dakan pilihan yang terbaik untuk             butkan di atas, pada batch ini didapatkan
bahwa pembangunan sarana AMPL tanpa         memenuhi kebutuhan mereka. Sedang-           25 kabupaten dan 5 kota yang tersebar di
didukung dengan perubahan perilaku          kan tanggung jawab adalah komitmen           6 provinsi. Dari rangkaian roadshow ter-
masyarakat, menyebabkan penggunaan          masyarakat dalam menanggung segala           sebut, kemudian disepakati beberapa hal
sarana yang tidak maksimal dan bahkan       konsekuensi dari pilihan yang telah dite-    yang akan menjadi tindak lanjut, yaitu
tidak digunakan sama sekali.                tapkan. Peran pemerintah kemudian            penyerahan surat komitmen dari setiap



36     Percik
       Agustus 2008
S E P U TA R W E S - U N I C E F


daerah, perekrutan konsultan pendamping tingkat provinsi                  Sedangkan untuk provinsi Papua, sampai saat ini pelak-
(Project Officer), pembentukan Pokja AMPL daerah.                      sanaan kegiatan masih pada tahap persiapan kelembagaan.
    Beberapa tindak lanjut yang telah direncanakan, dalam              Direncanakan dalam waktu dekat provinsi Papua akan melak-
pelaksanaannya mengalami beberapa kendala, terutama terkait            sanakan proses penguatan kapasitas pemerintah daerah.
dengan penyusunan PID. PID tersebut mengalami keterlambat-
an dalam penyusunannya, sehingga mengakibatkan terjadinya              Pembelajaran Program
pemahaman program yang berlainan antara lokasi satu dengan                 Berdasarkan kendala yang ada, kemudian Pokja AMPL dan
lokasi lainnya. Sementara, kegiatan terus dilaksanakan                 UNICEF mencoba untuk menata kembali mekanisme pengelo-
berdasarkan pengalaman daerah dalam mengelola program. Hal             laan program melalui pertemuan tinjauan Paruh Waktu pro-
ini menyebabkan kesulitan bagi Pokja AMPL Pusat dan UNICEF             gram WES yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2008.
dalam mengkoordinasikan kegiatan.                                      Terdapat tiga hal utama yang diidentifikasi sebagai akar per-
    Terlepas dari kesulitan dalam hal koordinasi, pelaksanaan          masalahan, yaitu (i) waktu pelaksanaan program yang terlalu
program di keenam provinsi masih berjalan sesuai dengan prin-          singkat untuk program berbasis masyarakat dimana penekanan
sip pelaksanaan program secara umum. Sampai saat ini, pro-             pada penguatan kapasitas dan persiapan masyarakat adalah
vinsi NTT merupakan provinsi yang paling maju pelaksanaan-             sangat penting; (ii) perlu adanya pemahaman yang sama me-
nya dibandingkan kelima provinsi lainnya. Dikatakan paling             ngenai tahapan pelaksanaan program; dan (iii) pengalokasian
maju bukan hanya dalam hal tahapan, tetapi juga dalam proses-          anggaran yang berdasarkan kebutuhan dari setiap daerah.
nya. Sebagai contoh, proses pemilihan lokasi desa dan sekolah              Terkait waktu, pelaksanaan batch II, diperkirakan akan sele-
yang tahun ini direncanakan sebagai lokasi pilot project,              sai sekitar pertengahan tahun 2009. Diusulkan agar pada tahun
dilakukan melalui serangkaian proses yang ideal, yaitu melalui         2008, telah dilakukan pemilihan sisa target desa untuk dilak-
proses long list, roadshow tingkat kabupaten dan penetapan             sanakan pada tahun 2009, yaitu 4 desa dukungan UNICEF dan
lokasi. Hal ini patut dijadikan pembelajaran bagi provinsi lain-       2 desa replikasi oleh pemerintah kabupaten. Hal ini dimaksud-
nya bukan semata karena prosesnya saja tetapi dampak yang              kan agar sisa target desa tersebut dapat dilaksanakan dalam
dihasilkan dengan adanya minat dan komitmen yang besar dari            waktu 2 tahun, yaitu tahun pertama untuk penguatan kapasitas
desa dan sekolah yang terpilih. NTT saat ini sudah mulai mem-          pemerintah daerah dan persiapan masyarakat, dan tahun kedua
persiapkan kegiatan penyusunan rencana kerja masyarakat                untuk pembangunan sarana AMPL.
(RKM) di tingkat desa. Diperkirakan NTT akan dapat menyele-                Untuk mendapatkan pemahaman yang sama terhadap
saikan pilot project ini pada awal tahun 2009.                         tahapan pelaksanaan program, akan dilakukan sosialisasi PID
    Provinsi Maluku, dan Papua Barat sampai saat ini telah berhasil    pada akhir bulan Juni 2008 sekaligus sosialisasi pada semua
melaksanakan tahap persiapan kelembagaan dan penguatan kapa-           pemangku kepentingan. Selain itu, akan dilakukan pula pene-
sitas pemerintah daerah. Tahap persiapan kelembagaan di Maluku         gasan komitmen daerah untuk melakukan replikasi program di
dan Papua Barat dilaksanakan melalui pembentukan Pokja AMPL            tahun 2009 dengan memastikan dialokasikannya anggaran
provinsi dan kabupaten. Sedangkan untuk tahap penguatan kapa-          untuk replikasi tersebut pada APBD tahun 2009.
sitas, kedua provinsi tersebut telah melaksanakan beberapa TOT             Pembelajaran yang dipetik selama ini adalah perlunya
yang dipersyaratkan untuk melaksanakan program WES atau pro-           pemahaman mendasar mengenai filosofi konsep berbasis
gram sejenis lainnya. Walaupun proses pelaksanaan penguatan            masyarakat dalam pembangunan AMPL. Pentingnya alokasi
kapasitas pemerintah daerah di Papua Barat terkesan sangat ter-        waktu yang memadai untuk memastikan proses penguatan ka-
batas dalam hal waktu dan biaya, tetapi diharapkan proses pe-          pasitas pemerintah lokal dan persiapan masyarakat untuk
nguatan kapasitas yang telah dilaksanakan dapat ditindaklanjuti        merubah perilaku, menjadi suatu keniscayaan dalam menjamin
dengan baik. Menurut informasi yang telah disampaikan kepada           tidak terulangnya berbagai kegagalan yang telah dilakukan
Pokja AMPL Pusat dan UNICEF, saat ini kabupaten terpilih di            sepuluh tahun yang lalu yang terabadikan melalui ratusan
Papua Barat sedang menyusun Renstra AMPL.                              bahkan ribuan "monumen" AMPL. Pemahaman ini tentunya
    Provinsi Sulawesi Selatan dan NTB pada dasarnya telah melak-       berlaku bagi seluruh pemangku kepentingan.
sanakan tahap persiapan kelembagaan. Hal ini dikarenakan seba-             Pembelajaran lain yang dapat dipetik adalah perlunya pema-
gian besar kabupaten terpilih di kedua provinsi tersebut adalah dae-   haman yang sama terhadap tahapan pelaksanaan program,
rah binaan WASPOLA. Dua kabupaten baru di Sulawesi Selatan,            khususnya program dengan rentang kendali yang sangat luas.
kabupaten Luwu Utara dan Barru, juga telah menyusul kabupaten          Keberadaan lokasi program yang tersebar di Indonesia Timur
lainnya dengan membentuk Pokja AMPL dimasing-masing kabupa-            juga merupakan pembelajaran lain yang perlu mendapat perha-
ten. Sampai saat ini, kedua provinsi tersebut masih belum memasuki     tian. Kondisi geografis, budaya dan pemahaman konsep berba-
tahap penguatan kapasitas pemerintah daerah dikarenakan bebera-        sis masyarakat dalam pembangunan AMPL yang masih dapat
pa hal, yaitu mengenai kejelasan proses penguatan kapasitas dan        dikatakan paradigma baru, ditambah lagi dengan adanya kebi-
tahapan berikutnya, dan, khususnya NTB, fokus pelaksanaan              jakan desentralisasi, memerlukan strategi khusus dalam me-
kegiatan masih pada penyelesaian batch I.                              ngelola dan mengkoordinasikan program. FW


                                                                                                                       Percik
                                                                                                                Agustus 2008    37
S E P U TA R S T B M


              Deklarasi Bebas BAB sembarangan

C
        ommunity-Led Total Sanitation (CLTS) atau yang           para fasilitator tidak lantas merasa menjadi ahli dalam hal
        diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia menjadi Sanitasi    pemicuan. Banyak fasilitator yang dimobilisasi masih merasa
        Total Berbasis Masyarakat (STBM), sekali lagi menun-     kurang percaya diri, dengan demikian masih terus dibutuhkan
jukkan kesuksesannya. Terbangunnya jamban di setiap rumah        kegiatan pendampingan.
tangga menandai tercapainya kondisi dimana tidak ada lagi
individu yang melakukan buang air besar (BAB) di sembarang
tempat secara terbuka.
   Kali ini, delapan desa di Kecamatan Tugu, Kabupaten
Trenggalek mendeklarasikan kemerdekaannya dari perilaku
buang air besar sembarangan. Pada 14 Mei 2008, warga
bersama aparat pemerintah berkumpul di Balai Desa Tumpuk
untuk mendengarkan pembacaan deklarasi bebas buang air
besar secara terbuka (Open Defecation Free/ODF).
   Delapan desa di Kecamatan Tugu yang telah merdeka dari
buang air besar sembarangan adalah Desa Tumpuk, Desa
Winong, Desa Puru, Desa Gembleb, Desa Ngulan Kulon, Desa
Wonokerto, Desa Panggungsari, serta Desa Tegaren. Sebagai
apresiasi atas keberhasilan Desa Tumpuk menjadi yang pertama
bebas buang air besar sembarangan, maka acara deklarasi ODF
pun dilakukan di Balai Desa Tumpuk.
   Kemeriahan yang diselenggarakan warga desa dengan ban-                                                    Foto: Dyota Condrorini
tuan dana dari pemerintah ini merupakan sebuah reward
(penghargaan) atas jerih payah warga untuk mengubah perilaku         Tidak hanya untuk mendampingi para fasilitator melakukan
buang air besar secara terbuka menjadi buang air besar di jam-   pemicuan, kegiatan pendampingan ini juga memiliki banyak
ban.                                                             manfaat dalam pencapaian kondisi ODF. Melalui pendamping-
                                                                 an, kegiatan verifikasi akses sanitasi masyarakat menjadi lebih
Strategi Pemicuan dengan Metode Percepatan                       mudah untuk dilaksanakan. Selain itu, pendampingan juga
    Pendekatan STBM sudah luas dikenal sebagai salah satu        membantu pengumpulan dan pelaporan data sarana sanitasi
pendekatan perubahan perilaku melalui metode pemicuan ter-       (jamban) yang tersedia. Kegiatan pendampingan juga berperan
hadap aspek rasa jijik, rasa malu, harga diri dan aspek agama.   untuk menjembatani komunikasi kabupaten dengan pemerin-
Meskipun demikian, warga yang dipicu tidak selalu langsung       tah pusat.
menunjukkan perubahan perilaku. Terkadang ada saja warga             Namun, sangat disayangkan karena masa pendampingan ini
yang membandel atau tidak menggubris pemicuan tersebut.          dirasakan masih terlalu singkat. Oleh karena itu, diharapkan ke
Oleh karena itu, di Kabupaten Trenggalek ini, pemicuan tidak     depannya masa pendampingan dibuat lebih panjang untuk
dilakukan sekali saja. Pemicuan dilakukan sampai empat kali di   dapat memaksimalkan program.
setiap desa.
    Melalui metode percepatan ini, masukan berupa dana dari      Rencana Tindak Lanjut
APBD untuk program STBM sebesar Rp 150.641.500 dalam                 Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kabupaten
waktu 5 bulan dalam bentuk kegiatan fasilitasi telah meng-       Trenggalek tidak akan berhenti setelah berhasil membuat dela-
hasilkan keluaran berupa dana pembangunan jamban oleh            pan desa bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.
masyarakat sebesar Rp 1.528. 500.000.                            Kabupaten Trenggalek memiliki visi untuk menjadikan kabu-
    Selain itu, satu hal yang cukup membanggakan dari program    paten ini bebas buang air besar sembarangan pada 2009 dan
STBM yang berlangsung di Kecamatan Tugu, Kabupaten               mencapai Trenggalek Sehat pada 2010.
Trenggalek ini adalah cakupan bebas buang air besar di delapan       Untuk itu, Kabupaten Trenggalek telah menyiapkan pelatih-
desa mencapai 20 komunitas dari 30 komunitas sasaran.            an untuk menciptakan fasilitator-fasilitator baru sejumlah 29
Hebatnya, terdapat tambahan empat komunitas yang mencapai        fasilitator. Pengajuan anggaran untuk melakukan pemicuan
ODF yang awalnya tidak menyatakan peminatan.                     berikutnya pun menjadi agenda mengembangkan program
                                                                 STBM. Sehingga, target seluruh desa di Kabupaten Trenggalek
Pendampingan dari Pusat                                          telah memperoleh pemicuan pada akhir Desember 2008 akan
  Meskipun sudah dibekali pelatihan dan praktek uji coba,        terwujud. Dyota Condrorini



38     Percik
       Agustus 2008
S E P U TA R J E J A R I N G


 Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan
 Peluncuran Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas
S    anitasi Total Berbasis Masyarakat
     (STBM) merupakan sebuah gerakan
perubahan menuju pola hidup yang ber-
                                                                                                sentasi mengenai draft strategi nasional
                                                                                                STBM. Presentasi dilakukan oleh Ka-
                                                                                                subdit Penyehatan Air, Zainal Nampira.
sih dan sehat. Terdapat lima pilar dalam                                                        Presentasi singkat tersebut ditindaklan-
gerakan STBM ini, yaitu perilaku buang                                                          juti dengan diskusi terfokus yang meru-
air besar di jamban, cuci tangan pakai sa-                                                      pakan agenda acara berikutnya.
bun, pengolahan air minum skala rumah                                                               Di dalam draft Strategi Nasional
tangga, pengolahan air limbah skala ru-                                                         STBM, dinyatakan bahwa terdapat 6
mah tangga dan pengolahan sampah ska-                                                           komponen strategi, yaitu: (i) Penciptaan
la rumah tangga. Kelima pilar ini telah                                                         Lingkungan yang Kondusif; (ii) Pe-
banyak dilaksanakan oleh berbagai pi-                                                           ningkatan Kebutuhan; (iii) Peningkatan
hak, namun pelaksanaannya sendiri ma-          Para peserta Lokakarya Sanitasi Total Berbasis   Penyediaan; (iv) Pengelolaan Penge-
                                                Masyarakat (STBM), Puncak 26-27 Mei 2008.
sih belum terkoordinasi dengan baik.                      Foto: Dyota Condrorini                tahuan; (v) Pembiayaan; (vi) Monitoring
    Terkait dengan hal tersebut, telah di-                                                      dan Evaluasi.
susun suatu strategi nasional STBM yang       Lingkungan, Departemen Kesehatan secara               Dalam lokakarya ini disusun pula ren-
akan menjadi landasan gerak para pelaku       resmi membuka lokakarya tersebut.                 cana kerja STBM selama tahun 2008.
STBM. Pada lokakarya STBM ini, strategi           Pada kesempatan ini, diluncurkan pu-          Rencana kerja ini merupakan rencana
nasional STBM tersebut disosialisasikan ke-   la salah satu gugus tugas dari Jejaring Air       kerja bersama, yang berarti di dalamnya
pada para stakeholder STBM dengan tu-         Minum dan Penyehatan Lingkungan                   tidak hanya terdapat rencana kerja dari
juan untuk memperoleh masukan-masuk-          (AMPL), yaitu Gugus Tugas Kesehatan               instansi pemerintah, namun juga dari
an dari para pelaksana STBM itu sendiri.      dan Higienitas (GTKH). Gugus Tugas ini            para pelaku lainnya seperti organisasi
    Acara lokakarya ini diawali dengan        berada di bawah koordinasi Direktorat             nonpemerintah maupun institusi pen-
sambutan oleh Oswar Mungkasa yang             Pengendalian Penyakit dan Penyehatan              didikan. Dengan demikian diharapkan
mewakili Direktur Permukiman dan Peru-        Lingkungan, Departemen Kesehatan.                 tercipta koordinasi, kerjasama dan kola-
mahan Bappenas selaku Ketua Kelompok              Setelah pengenalan mengenai Je-               borasi antar pemangku kepentingan,
Kerja Air Minum dan Penyehatan Ling-          jaring AMPL dan peluncuran Gugus Tu-              demi peningkatan profil AMPL di In-
kungan. Selanjutnya, Direktur Penyehatan      gas GTKH, acara dilanjutkan dengan pre-           donesia. DYO/DHA



                  Pertemuan Gugus Tugas Pengelolaan Sampah:
       Prioritas PP terhadap UU Persampahan
S   etelah diluncurkan Januari lalu
    pada saat Lokakarya Persampahan,
Gugus Tugas Pengelolaan Sampah
                                              dilakukan dengan cara memberikan nilai
                                              terhadap rencana sebelas peraturan
                                              pemerintah dan mengurutkan berda-
                                                                                                Peraturan pemerintah mengenai pembi-
                                                                                                ayaan penyelenggaraan pengelolaan sam-
                                                                                                pah dan peran masyarakat dalam pe-
(GTPS) kembali mengadakan perte-              sarkan rangking dengan poin terbanyak.            ngelolaan sampah mendapatkan poin
muan pada tanggal 9 Mei 2008. Per-            Kriteria prioritisasi disusun berdasarkan         tertinggi dan menempati tingkat skala
temuan yang diadakan di kantor ESP/           dampak terhadap kualitas kesehatan dan            prioritas yang pertama.
USAID tersebut dihadiri oleh perwa-           sosial masyarakat, pertumbuhan ekono-                 Hasil dari pertemuan GTPS ini, seba-
kilan dari berbagai lembaga seperti           mi rakyat, kualitas daya dukung ling-             gai tindak lanjut, akan disampaikan
Dana Mitra Lingkungan (DML), Ya-              kungan dan kapasitas kelembagaan dae-             dalam bentuk rekomendasi kepada para
yasan Perisai, IATPI, ISSDP, Mercy            rah dengan skala 1 sampai 5.                      pengambil keputusan dalam suatu perte-
Corps, Pokja AMPL dan ESP.                        Setelah melakukan identifikasi, dilan-        muan khusus yang akan dilakukan dalam
    Pada pertemuan itu dibahas menge-         jutkan dengan diskusi yang cukup pan-             waktu dekat. Upaya ini dilakukan sebagai
nai prioritisasi peraturan pemerintah ter-    jang, pertemuan tersebut menghasilkan             salah satu bentuk dukungan GTPS untuk
hadap UU No. 18 tahun 2008 tentang            prioritisasi rencana sebelas peraturan            mewujudkan Indonesia yang terbebas
Persampahan. Prioritisasi tersebut            pemerintah terhadap UU Persampahan.               dari permasalahan sampah. DHA


                                                                                                                          Percik
                                                                                                                   Agustus 2008    39
S E P U TA R A M P L


                                                                                                  2    3




                         1
                                                                                                  4



                                (1) Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memberikan sambut-
                                 an pada Hari Air Dunia 2008. (2) Menteri Pekerjaan Umum Djoko
                                 Kirmanto, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, dan bebe-
                                  rapa pejabat eselon menghadiri peringatan HAD 2008. (3) Lomba
                                   pemilahan sampah antardirektorat Departemen Pekerjaan
                                   Umum. (4) Penyanyi balada, Nugie, turut menyemarakkan HAD
                                    2008. Foto-foto: Dini Haryati



            Acara Puncak
         HARI AIR DUNIA 2008

A
        cara Puncak Hari Air Dunia 2008         merupakan        motor    penggerak
        diselenggarakan pada Jum'at, 16         pembangunan sanitasi saat ini.
        Mei 2008 di halaman kantor              Pemerintah pusat hanya membantu
Departemen Pekerjaan Umum, Jl.                  pemerintah daerah yang betul-betul
Pattimura No. 20-27, Kebayoran Baru,            ingin membangun dan memelihara.
Jakarta Selatan. Acara ini diawali dengan           Usai sambutan, rentetan acara
laporan oleh Ketua Panitia Nasional HAD         yang berhubungan dengan Hari Air
2008, Staf Ahli I Departemen Pekerjaan          ditampilkan, diantaranya kampanye
Umum Mochamad Amron.                            "Cuci Tangan Pakai Sabun" oleh Pejabat                    Acara yang dikemas dengan cukup
    Setelah laporan Ketua Panitia               Tingkat Eselon 1.                                     menarik ini setidaknya dapat mening-
Nasional HAD 2008, disampaikan                      Dengan diiringi lagu Cuci Tangan                  galkan pesan sekaligus peringatan bagi
sambutan      dari    Menteri      Negara       Pakai Sabun, dalam kampanye tersebut                  kita semua. Bahwa ketersediaan sumber
Pemberdayaan Perempuan dan dilan-               para pejabat eselon 1, dengan didampingi              daya air saat ini telah mengalami
jutkan dengan sambutan dari Menteri             oleh murid SDI Al Azhar, Jakarta Selatan,             degradasi akibat pencemaran yang terja-
Pekerjaan Umum. Dalam sambutannya,              diminta untuk menunjukkan cara cuci                   di secara terus menerus. Tentunya hal ini
Djoko Kirmanto mengingatkan pada                tangan pakai sabun dengan baik dan                    menjadi tanggung jawab bersama untuk
semua pihak akan pentingnya sanitasi            benar.                                                menjaga dan memperbaikinya. Manfaat
dalam menjaga kelangsungan ketersedi-               Selain itu, diadakan pula lomba pemi-             yang diperoleh tentu tidak dapat lang-
aan air bersih dan masalah sanitasi yang        lahan        sampah       antardirektorat             sung dirasakan oleh kita. Akan tetapi ada
merupakan permasalahan bersama                  Departemen Pekerjaan Umum, parodi                     yang lebih penting. Siapa lagi kalau
sehingga sudah tidak harus diselesaikan         bertemakan "Sanitasi Jawabannya" dan                  bukan anak cucu kita. Jika kita membuat
secara sektoral.                                penampilan penyanyi ibukota, Nugie,                   saluran sanitasi yang bagus sejak seka-
    Lebih lanjut dalam sambutannya, ia          yang menyanyikan lagu-lagu bertemakan                 rang, maka air tanah di masa yang akan
mengatakan bahwa inisiatif daerah               lingkungan.                                           datang tidak akan pernah tercemar. DH



40      Percik
        Agustus 2008
S E P U TA R A M P L



             Hari Lingkungan Hidup
                     Sedunia
H
         ari Lingkungan Hidup Sedunia          setempat untuk membicarakan topik se-         belahan kutub. Kota yang menjadi tuan
         (HLHS) pada tahun 2008 ini            putar pendidikan, makanan, trans-             rumah perayaan HLHS saat itu adalah
         telah menginjak usia yang ke-         portasi, energi dan peningkatan kesadar-      Tromse, Norway yaitu sebuah kota yang
36 sejak dicetuskan pertama kali tahun         an publik.                                    terkenal sebagai pintu gerbang menuju
1972 melalui konferensi PBB. Tema pe-              Selama 36 tahun perayaan Hari Ling-       kutub utara.
rayaan tiap tahun pun beragam. Tahun           kungan Hidup Sedunia, topik yang diu-             Adapun agenda besarnya bagaimana
2008 perayaan HLHS direncanakan                sung cukup beragam dan biasanya dise-         menghadapkan pada semua orang isu
berlangsung di ibukota New Zealand,            suaikan dengan isu hangat yang berkem-        lingkungan hidup sekaligus menjadikan
Wellington, dengan mengusung tema              bang pada tahun tersebut. Untuk menge-        masyarakat dunia sebagai agen dalam
"CO2, Kick the Habit! Towards a Low            tahui bagaimana tindak lanjut perayaan        mewujudkan pembangunan yang seim-
Carbon Economy".                               HLHS pada tahun sebelumnya, maka              bang dan berkelanjutan sehingga dapat
   Pemilihan New Zealand sebagai tem-          akan diulas secara singkat topik-topik pe-    mengubah perilaku untuk selalu berpe-
pat penyelenggaraan dikarenakan New            rayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia          gang teguh pada prinsip-prinsip keles-
Zealand merupakan negara pertama yang          pada dua tahun terakhir.                      tarian lingkungan.
berjanji menjadikan wilayahnya bebas                                                             Acara perayaan juga diramaikan pa-
dari gas karbon dan sangat fokus pada          Hari Lingkungan Hidup Sedunia                 rade sepeda, konser "hijau", perlombaan
manajemen hutan sebagai tools untuk            2007                                          membuat artikel dan poster lingkungan
mereduksi efek rumah kaca.                        Topik Hari Lingkungan Hidup pada           hidup yang diadakan di sekolah-sekolah,
   Perayaan pada 5 juni 2008 ini akan          tahun itu "Melting Ice-A Hot Topic" ("Es      menanam pohon dan kampanye daur
dipenuhi beragam aktivitas. Diantaranya        Mencair. Waspadalah!"). Tahun itu, pera-      ulang.
presentasi dari rumah ke rumah yang            yaan difokuskan pada isi perubahan iklim
akan dilakukan organisasi lingkungan           yang akan memicu mencairnya es di             Hari Lingkungan Hidup Sedunia
                                                                                             2006
                                                                                                 Tahun 2006 tema yang diusung
      Penganugerahan Kalpataru dan Adipura                                                   "Don't Desert Dryland". Menyusutnya
                                                                                             padang pasir dan lahan kering memang

  T
        epat pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2008, Presiden Susilo
        Bambang Yudhoyono menganugerahkan penghargaan pelestarian lingkungan atau            sudah mengkhawatirkan. Tidak seperti
        Kalpataru kepada sembilan orang dari berbagai provinsi dan tiga LSM di Istana        air dan udara yang notabene dapat diber-
  Negara, Jakarta, Kamis, 5 Juni 2008.                                                       sihkan maka kerusakan tanah membu-
      Kalpataru dibagi dalam empat kategori, yaitu perintis lingkungan, pengabdi lingkung-
  an, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan. Untuk kategori perintis lingkungan,     tuhkan ribuan tahun untuk memper-
  diserahkan kepada Cukup Rudiyanto dari Indramayu Jawa Barat, Sriyatun dari Surabaya        baikinya.
  Jawa Timur, Abu Wenna dari Wajo Sulawesi Selatan, Theresia Mia Tobi dari Flores Timur          Sebagai informasi tambahan bahwa
  Nusa Tenggara Timur, dan Abbas H Usman dari Indragiri Hilir Riau.
      Kategori pengabdi lingkungan diberikan kepada Jadjit Bustami dari Bondowoso Jawa       40 persen permukaan bumi diliputi lahan
  Timur, Lalu Selamat dari Dompu Nusa Tenggara Timur, dan Muthalib Ahmad dari Banda Aceh     kering dan padang pasir. Oleh karena itu
  Nangroe Aceh Darussalam.                                                                   perayaan yang dilangsungkan di Algeria
      Kategori penyelamat lingkungan diberikan kepada masyarakat dari Desa Pekraman
  Buahan Bangli Provinsi Bali, kelompok tani Argo Mulyo dari Madiun Jawa Timur, dan LSM      ini memfokuskan pada topik tersebut.
  Bahtera Melayu dari Bengkalis Provinsi Riau. Sedangkan kategori pembina lingkungan
  diberikan kepada Angerius Takalapeta dari Alor Nusa Tenggara Timur.                        Tindak Lanjut Perayaan HLHS: Apa
      Selain Kalpataru, juga diberikan penghargaan Adipura. Untuk kategori kota
  Metropolitan diberikan pada Kota Palembang, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Surabaya,      dan Bagaimana Lingkungan Kita
  Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat.                                                          Kini?
      Kategori kota besar diberikan kepada Pekanbaru, Padang, dan Batam. Untuk kategori         Setidaknya itulah isu yang diangkat
  kota sedang ada 28 kota penerima penghargaan Adipura dan kategori kota kecil terdapat
  57 kota.                                                                                   pada perayaan Hari Lingkungan Hidup
      Menurut data Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), sejak Kalpataru diberikan      Sedunia selama dua tahun terakhir. Isu
  kepada perseorangan dan kelompok masyarakat yang memperjuangkan lingkungan hidup           beragam yang diangkat disesuaikan de-
  pada tahun 1980, sedikitnya 240 orang dan kelompok telah menerima penghargaan ini.
  BW/dari berbagai sumber                                                                    ngan topik yang sedang booming pada
                                                                                             waktu itu.


                                                                                                                      Percik
                                                                                                               Agustus 2008    41
S E P U TA R A M P L


    Dua tahun telah berlalu sejak pera-        noksida. Emisi gas buang ini yang mem-        tengah dari yang tersisa masih terancam
yaaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di         buat kenaikan suhu permukaan bumi,            kebakaran, penebangan komersial, dan
tahun 2006 dengan tema Cegah Me-               termasuk kerusakan lapisan ozon di at-        pembukaan hutan untuk kebun kelapa
nyusutnya Padang Pasir dan Lahan               mosfer bumi.                                  sawit.
Kering. Perbaikan 40 persen permukaan              Dunia industri membabat habis se-             Penghancuran hutan inilah sumber
bumi tersebut belum juga tuntas. Justru        mua sumber daya yang ada di bumi. Tak         malapetaka sebenarnya. Oksigen yang
semakin diperparah dengan adanya efek          hanya sumber bahan bakar fosil seperti        merupakan elemen penting bagi hidup
rumah kaca dan pemanasan global.               minyak bumi, tapi juga hutan. Hingga          manusia mulai menipis. Kenyataan itu
Masalah baru muncul: es mencair, dan           saat ini hutan yang masih tersisa tak lebih   berbanding terbalik dengan semakin
permukaan air naik. Kedua permasalah-          dari enam persen dari permukaan bumi,         tinggi gas emisi rumah kaca yang justru
an ini memicu akibat yang sama: berku-         dan merupakan rumah bagi 30 juta spe-         berpotensi menghancurkan kehidupan.
rangnya lahan hidup bagi penghuni              sies dan menyediakan 20 persen hingga             Tunggu apalagi, mari kita mulai sejak
dunia.                                         30 persen oksigen bagi dunia.                 saat ini. Mulailah dari hal-hal sekecil
    Pencairan es di permukaan bumi                   Pada tahun ini buku rekor dunia         mungkin. Seperti membuang sampah
menjadi sorotan dalam Hari Lingkungan          Guiness akan memasukkan Indonesia se-         pada tempatnya atau dengan mengurangi
Hidup Sedunia 2007. United Nations             bagai negara dengan tingkat penghancur-       penggunaan kendaraan bermotor. Kita
Environment Program (UNEP) mengu-              an hutan tercepat di antara negara-ne-        jadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
sung tema "Es Mencair, Waspadalah!".           gara yang memiliki 90 persen dari sisa        di tahun 2008 ini menjadi titik awal yang
Peringatan puncaknya telah digelar di          hutan dunia. Greenpeace mencatat, se-         tak akan berkesudahan untuk menjaga
Tromso, Norwegia. Sama halnya dengan           tiap jam Indonesia menghancurkan luas         kelestarian lingkungan hidup. Selamat
udara, air, dan tanah, es juga memiliki        hutan yang setara dengan 300 lapangan         Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
peran penting dalam membentuk ling-            sepak bola. Sebanyak 72 persen dari hu-                             Willy dari berbagai sumber
kungan di planet ini.                          tan asli Indonesia telah musnah dan se-
    Es, dalam bentuk lautan, gletser,
bongkahan, atau salju memantulkan pa-
nas matahari. Sebaliknya permukaan laut
yang kelam serta permukaan tanah yang
                                                 S  ejak dirayakan pertama kali pada tahun
                                                    1972, topik-topik yang diangkat adalah
                                                 sebagai berikut:
                                                                                             1996 - Our Earth, Our Habitat, Our Home
                                                                                             1995 - We the Peoples: United for the
                                                                                                    Global Environment
tidak tertutup es menyimpan panas, dan           2007 - Melting Ice-a Hot Topic?             1994 - One Earth One Family
menaikkan suhu bumi. Bila lapisan es             2006 - Deserts and Desertification-Don't    1993 - Poverty and the Environment-
                                                        Desert Drylands!                            Breaking the Vicious Circle
menghilang, bumi akan terus menyimpan            2005 - Green Cities-Plan for the Planet!    1992 - Only One Earth, Care and Share
panas matahari. Semakin tinggi suhu              2004 - Wanted! Seas and Oceans-Dead or      1991 - Climate Change. Need for
bumi, kian banyak es yang akan terus                    Alive?                                      Global Partnership
                                                 2003 - Water-Two Billion People are         1990 - Children and the Environment
mencair, dan akan terus memicu pema-                    Dying for It!                        1989 - Global Warming; Global Warning
nasan global.                                    2002 - Give Earth a Chance                  1988 - When People Put the Environment
    Kenaikan suhu bumi memang sudah              2001 - Connect with the World Wide                 First, Development Will Last
                                                        Web of Life                          1987 - Environment and Shelter: More Than
diramalkan banyak pihak. Penggunaan              2000 - The Environment Millennium-                 A Roof
bahan bakar yang terus meningkat sejak                  Time to Act                          1986 - A Tree for Peace
menggeliatnya dunia industri di berbagai         1999 - Our Earth-Our Future-Just Save It!   1985 - Youth: Population and the
                                                 1998 - For Life on Earth-Save Our Seas             Environment
belahan bumi memicu emisi gas buang              1997 - For Life on Earth                    1984 - Desertification
seperti karbon dioksida dan karbon mo-                                                       1983 - Managing and Disposing Hazardous
                                                                                                    Waste: Acid Rain and Energy
                                                                                             1982 - Ten Years After Stockholm (Renewal
                                                                                                    of Environmental Concerns)
                                                                                             1981 - Ground Water; Toxic Chemicals in
                                                                                                    Human Food Chains
                                                                                             1980 - A New Challenge for the New Decade:
                                                                                                    Development Without Destruction
                                                                                             1979 - Only One Future for Our Children-
                                                                                                    Development Without Destruction
                                                                                             1978 - Development Without Destruction
                                                                                             1977 - Ozone Layer Environmental Concern;
                                                                                                    Lands Loss and Soil Degradation
                                                                                             1976 - Water: Vital Resource for Life
                                                                                             1975 - Human Settlements
                                                                                             1974 - Only one Earth
          Kota Wellington, New Zealand dilihat dari atas. (Sumber: www.wikipedia.com)




42     Percik
       Agustus 2008
S E P U TA R A M P L



         Hari Bumi
                2008
T
        anggal 22 April adalah sebuah tanggal dalam setahun
        yang tidak semua orang ingat ada apa pada tanggal
        tersebut. Mungkin untuk para penggiat lingkungan tang-
gal tersebut tidaklah asing bagi mereka.
    Sejak Tahun 1970 sudah didengung-dengungkan himbauan
untuk melestarikan lingkungan air, bumi dan udara, serta aksi-
aksi di seluruh dunia yang intinya bagaimana cara membuat
bumi menjadi lebih sehat.
    "Hari Bumi". Ya, begitu mereka menyebutnya. Diharapkan
disetiap perayaan Hari Bumi, bumi tidak semakin bertambah                                                        Foto: Bowo Leksono
"sakit" akibat ulah para penghuninya sendiri.
    Hari Bumi diperingati untuk lebih menyadarkan kita akan       pada tahun 1969 di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu, ia meng-
perilaku sehari-hari terhadap bumi tempat tinggal kita.           usulkan agar diberlakukan secara nasional apa yang disebut
    Banyak hal tidak baik yang dilakukan terhadap bumi, seper-    teach in, yaitu sesi kuliah tambahan yang membahas tema-tema
ti penebangan hutan yang tidak terkontrol, penggunaan bahan-      kontroversial yang sedang hangat, khususnya tema lingkungan
bahan kimia yang berbahaya bagi ozon, pemborosan sumber           hidup.
energi seperti air dan minyak bumi, serta pembuangan limbah           Gagasan Nelson mendapat dukungan luar biasa dari masya-
secara sembarangan.                                               rakat sipil. Inilah embrio lahirnya Hari Bumi. Karena setahun
    Pada hari tersebut kita diingatkan akan dampak negatif dari   kemudian tepatnya 22 April 1970, jutaan orang turun ke jalan,
perlakuan kita sendiri terhadap keberadaan planet yang kita       berdemonstrasi memadati Fifth Avenue, New York. Tidak
singgahi. Dampak yang paling dirasakan saat ini adalah yang       kurang 1500 perguruan tinggi dan 10 ribu sekolah berpartisipasi
sering disebut pemanasan global atau global warming.              berunjuk rasa di New York, Washington, dan San Fransisco.
    Pemanasan global terjadi karena adanya efek gas rumah             Majalah Time menulis sekitar 20 juta orang turun ke jalan
kaca. Konsentrasi gas rumah kaca ini menghambat pantulan          pada hari itu, bersama-sama mencanangkan Hari Bumi dan
radiasi matahari dari bumi ke angkasa, maka akumulasi radiasi     menyerukan protes untuk memulai sebuah "revolusi hijau".
panas ini terjebak di udara yang menyebabkan panas berlebih.      Peringatan Hari Bumi pertama kali pada tahun 1970 dinilai
    Banyak cara untuk dapat menekan emisi gas rumah kaca,         merupakan puncak kejayaan gerakan lingkungan hidup era
diantaranya dengan mengurangi kadar karbondioksida (CO2) di       1960-an.
udara. Salah satu caranya dengan menggunakan kendaraan                Fenomena gerakan Hari Bumi pertama kali Amerika Serikat
yang bebas polusi sesering mungkin atau menggunakan               tersebut, lahirlah berbagai kelompok besar pelestari lingkungan
kendaraan yang ramah lingkungan dan juga hemat energi.            hidup, antara lain Environmental Action (di Washington, 1970),
    Tapi yang lebih penting lagi adalah perubahan perilaku        kelompok Greenpeace (kelompok pelestari lingkungan yang di-
manusia penghuni bumi ini. Mulailah berhemat air, daur ulang      kenal radikal dan militan, lahir pada 1971), Environmentalist
sampah, hentikan penebangan hutan ilegal, efisiensikan peng-      for Full Employment (kelompok penentang industrialisasi, lahir
gunaan sumber energi seperti listrik dan BBM, jangan menggu-      1975), Worldwatch Institute (pusat penelitian dan studi yang
nakan bahan perusak ozon, serta jangan membuang limbah            mengumpulkan berbagai informasi ancaman lingkungan global,
sembarangan.                                                      1975), dan masih banyak lagi kelompok pemerhati lingkungan
    Dengan demikian, kita sudah ikut serta mengurangi             yang lain.
kerusakan di bumi ini. Semoga di tahun mendatang, kita masih          Gerakan yang monumental ini menurut Nelson, yang me-
bisa memperingati Hari Bumi di bumi yang masih sehat dan          ninggal pada 4 Juli 2005 di usia 89 tahun, sebagai "ledakan akar
menjadi dambaan semua penghuninya.                                rumput yang sangat mencengangkan". Tak salah bila Nelson
                                                                  disebut sebagai Bapak Hari Bumi Internasional. Dan hingga saat
Sejarah Hari Bumi                                                 ini, setiap 22 April, negara-negara di seluruh dunia mem-
   Berawal dari pidato Senator Wisconsin, Gaylord Nelson          peringatinya. MCH


                                                                                                                  Percik
                                                                                                           Agustus 2008    43
S E P U TA R A M P L



          Peletakan Batu Pertama
             Jamban Sekolah
P    eletakan batu pertama percontohan
     jamban sekolah dalam rangka pening-
katan fasilitas sanitasi sekolah dan ling-
                                                                                                      sudah dilakukan pemerintah pusat pada
                                                                                                      daerahnya.

kungan dipusatkan di SD N Sepatan I Ka-                                                               Pancingan bagi Pemda
bupaten Tangerang pada Rabu, 7 Mei 2008.                                                                  Rombongan dari pusat terdiri dari SIKIB
Selain SD N Sepatan I, juga SD N Sepatan IV                                                           dan Departemen PU. Tampak Ketua SIKIB
dan V, serta SD N Kedaung I dan III.                                                                  Murniati Widodo AS, Lis Djoko Kirmanto,
    Kegiatan dalam rangka Seabad Ke-                                                                  Erna Budi Yuwono, dan Erna Witoelar. Turut
bangkitan Nasional dan Tahun Sanitasi                                                                 hadir Dirjen Cipta Karya Ir. Budi Yuwono.
Internasional 2008 ini digelar Solidaritas                                                                Koordinator Program Indonesia
Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB)                                                               Hijau dan Bersih SIKIB Erna Witoelar
melalui Program Indonesia Hijau dan                                                                   mengatakan memilih Sepatan karena
Bersih bekerja sama dengan Departemen                                                                 daerah ini rawan soal kebersihan dan
Pekerjaan Umum.                                                                                       kerap terjadi wabah kolera dan demam
    Wakil Bupati Tangerang H. Rano Kar-                                                               berdarah. "Di sini kepedulian soal sani-
no mengungkapkan kebahagiaan namun                                                                    tasi kurang diperhatikan terutama di
juga rasa malu. "Daerah di sini termasuk            Ketua SIKIB Murniati Widodo AS didampingi Wakil   sekolah-sekolah," ujarnya.
daerah bolbon, be'ol di kebon," katanya                     Bupati Tangerang H. Rano Karno                Erna mengharapkan bantuan satu unit
                                                    meletakkan batu pertama. Foto: Bowo Leksono.
yang diikuti tawa ratusan warga sekolah.                                                              jamban senilai Rp 150 juta ini sebagai
    Namun, lanjut Bang Rano, panggilan              di bawah pohon," tegasnya yang kembali            pancingan bagi pemerintah daerah untuk
akrab wakil bupati yang sekaligus aktor             terdengar riuh tawa penghuni sekolah.             kemudian melanjutkan pembangunan jam-
ini merasa yakin bila kita masih mempu-                 Bang Rano yang mewakili Bupati Ta-            ban di sekolah-sekolah lainnya yang mem-
nyai rasa malu berarti masih mempunyai              ngerang mengharapkan bantuan jamban               butuhkan. "Selain itu yang lebih penting
rasa tanggung jawab. "Setelah jamban                sekolah bermanfaat bagi peningkatan               adalah jamban benar-benar dipakai dan
sekolah kalian nanti berdiri, bapak tidak           pendidikan di lingkungan sekolah. Pihak-          dipelihara kebersihannya," tuturnya. BW
ingin mendengar anak laki-laki kencing              nya akan berusaha meneruskan apa yang




                           Jamban Sekolah yang Kotor dan Bau
     S     inta yang masih duduk di bangku
           kelas II SD N Sepatan V, tersipu keti-
     ka ditanya dimana buang air besar saat di
                                                      airnya kadang juga tidak ada," ungkap
                                                      Husni. Kondisi yang diungkapkan Husni
                                                      inilah yang menyebabkan ia dan semua
     sekolah? Ia pun terpaksa pulang ke               penghuni sekolah merasa tidak nyaman
     rumah yang jaraknya tak jauh dari seko-          dalam membuang hajat.
     lah.                                                 Terakhir, kondisi di SD N Sepatan I,
          Berbeda dengan Husni dan kedua              tidak ada jamban bagi siswa dan guru.
     temannya yang tampak akrab. Husni                Siswa buang air di belakang sekolah,
     yang bersekolah di SD Sepatan I dan              sementara guru numpang di kantor
     duduk di bangku kelas III dan teman-             PGRI. Sementara SD N Sepatan V yang
     teman laki-lakinya ini akan lari ke be-          memang satu kompleks dengan SD N
     lakang sekolah setiap kali hendak buang          Sepatan I, terdapat enam jamban namun
     air besar.                                       tidak berfungsi karena mampet dan
                                                                                                          Para dokter kecil dari SDN Sepatan I
          "WC di sekolah kotor, bau, terus            penuh. BW                                             Tangerang. Foto: Bowo Leksono




44 Percik 2008
   Agustus
S E P U TA R A M P L



          Lokalatih Penyusunan Renstra
            AMPL di Kabupaten Barru
                                                                                                     melalui misi i) meningkatkan cakupan
                                                                                                     pelayanan AMPL, ii) meningkatkan
                                                                                                     peran serta masyarakat dan iii) membu-
                                                                                                     dayakan perilaku hidup bersih dan sehat.
                                                                                                         Untuk menentukan isu dan kebijakan
                                                                                                     strategis, peserta melakukan analisa
                                                                                                     mendalam terhadap kondisi internal dan
                                                                                                     eksternal      pembangunan        AMPL.
                                                                                                     Identifikasi dan analisa kekuatan dan
                                                                                                     kelemahan dilakukan untuk mengetahui
                                                                                                     kondisi internal, sedangkan kondisi
                                                                                                     ekternal diketahui dengan melakukan
                                                                                                     identifikasi dan analisa peluang dan tan-
                                                                              Foto: Dok/WASPOLA      tangan.
                                                                                                         Analisa ini dikenal sebagai analisis



P
      entingnya sinergitas pengelolaan       masi sektor di Indonesia. Kegiatan                      SWOT (Strength, Weakness, Opportu-
      dan koordinasi sektor AMPL men-        lokalatih ini sendiri merupakan ker-                    nity and Threat). Hasilnya, antara lain
      jadi hal yang sangat mendesak          jasama Kelompok Kerja (Pokja) AMPL                      pada tabel berikut:
dilakukan di Kabupaten Barru agar
                                                                   INTERNAL                                           EKSTERNAL
tujuan optimal pembangunan air minum               K E K U ATA N               KELEMAHAN                  PELUANG                     ANCAMAN

dan penyehatan lingkungan (AMPL) yang          Jumlah SDM tersedia       Rendahnya kapasitas apa-    Adanya kebijakan Peme-       Konflik kepentingan da-
berkelanjutan dapat tercapai. Hal ini          Potensi sumber daya air   rat fungsional dalam pe-    rintah Pusat tentang        lam pemanfaatan sumber
                                               tersedia                  ngelolaan program AMPL      AMPL                        daya air
terungkap dalam lokakarya dan pelatihan        Komitmen pemerintah       yang berkelanjutan          Peluang kemitraan de-       Kebijakan AMPL tidak ja-
(lokalatih) penyusunan rencana strategis       daerah dalam melak-       Keterbatasan dana           ngan swasta dan lembaga     lan/tidak direspon
                                               sanakan program AMPL      Belum adanya kebijakan      honor                        Sarana AMPL yang tidak
(Renstra) AMPL di Kabupaten Barru,             Iklim kepemimpinan yang   daerah yang mengatur        Kebutuhan pemenuhan         berkelanjutan
Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan sela-      kondusif                  keberlanjutan       AMPL    air minum yang semakin       Semakin besarnya kebu-
                                                                         Berbasis Masyarakat         meningkat                   tuhan investasi untuk pe-
ma 5 hari, 14-18 April 2008, di Pare-pare.                               Lemahnya       koordinasi   Dukungan masyarakat         menuhan layanan AMPL
     Lokalatih Renstra AMPL ini dibuka                                   dalam pengelolaan pro-      terhadap program pem-       penduduk yang semakin
                                                                         gram AMPL yang berke-       bangunan AMPL yang ber-     meningkat.
Kepala Bappeda Kamil R yang menyata-                                     lanjutan                    kelanjutan                  Produktivitas layanan air
kan kegiatan AMPL memerlukan keterli-                                                                                            minum semakin menurun.
batan multipihak dan perlu dipayungi
perencanaan yang komprehensif dan ter-       Kabupaten Barru, Pokja AMPL Pusat dan                       Dari hasil analis SWOT, peserta
integrasi. "Renstra SKPD masih sektoral,     WES-Unicef.                                             mengembangkan isu strategi, kebijakan
untuk itu kita memerlukan Renstra pro-           Hasil   diskusi   peserta     ketika                strategis dan program strategis. Empat pro-
gram terutama AMPL," katanya.                melakukan identifikasi dan analisa per-                 gram strategis yang disepakati dalam pela-
    Tujuan pelatihan membekali anggota       masalahan AMPL yaitu tidak sekedar                      tihan ini dikembangkan lebih lanjut dalam
Pokja AMPL Kabupaten Barru dengan            sarana yang tidak berfungsi, tetapi juga                kegiatan strategis. Kegiatan strategis ini
metode penyusunan Renstra AMPL,              tidak adanya koordinasi dengan baik.                    akan dijadikan acuan dalam penyusunan
kemampuan analisa masalah sektor             Hasil dari diskusi dipetakan menjadi                    program dan kegiatan dalam SKPD terkait.
AMPL dan sekaligus mampu menyusun            tujuan    pembangunan      AMPL       di                    Untuk merumuskan dan finalisasi
Renstra AMPL.                                Kabupaten Barru. Hasilnya rumusan visi                  Renstra, disepakati dibentuk tim peru-
    Lokalatih yang dikembangkan dengan       misi.                                                   mus yang dikoordinasi Bappeda.
metode partisipatif, pendidikan orang            Adapun visi yang ingin dituju, yaitu                Anggotanya lintas sektor/instansi. Selain
dewasa dan dinamis ini difasilitasi          "terpenuhinya air minum dan lingkungan                  itu pada lokalatih ini dirumuskan keang-
WASPOLA, yaitu program yang berfokus         sehat yang berkelanjutan Kabupaten                      gotaan dan struktur Pokja AMPL
pada pembangunan kebijakan dan refor-        Barru 2015" yang akan diwujudkan                        Kabupaten Barru. DHS


                                                                                                                                      Percik
                                                                                                                               Agustus 2008       45
S E P U TA R A M P L


    Pelatihan STBM                         sedangkan implementasinya dilakukan         sehat sejak dini, termasuk cuci tangan
 bagi Calon Mahasiswa                      melalui SKPD terkait.                       pakai sabun (CTPS).
                                               Untuk mendukung program ini,                Upaya lanjutan yang sedang digagas
       KKN UGM                             Pokja Banten telah bekerjasama de-          Pokja AMPL Banten adalah kerjasama

P    elatihan Sanitasi Total Berbasis
     Masyarakat (STBM) bagi mahasiswa
KKN UGM Yogyakarta dan Waterplant
                                           ngan Project Concern Indonesia (PCI),
                                           Pokja AMPL Pusat, WASPOLA dan
                                           Universitas Tirtayasa. Kemajuan ini
                                                                                       dengan program Danamon Peduli, tetapi
                                                                                       lebih difokuskan pada penanganan sam-
                                                                                       pah perkotaan. Nantinya program ini
Community berlangsung pada 25-27           menjadikan Banten dijadikan mitra           juga akan dikembangkan dengan pola-
April 2008 di Ruang Sidang LPPM UGM.       Pokja AMPL Nasional dalam pengem-           pola partisipasi dan pemicuan STBM.
    Pelatihan ini merupakan kerjasama      bangan STBM. Saat ini Pokja AMPL
antara WASPOLA, Pokja AMPL Pusat           Pusat membantu pendanaan pengem-            Kunjungan Lapangan
dan Waterplant Community UGM.              bangan STBM di Provinsi Banten me-               Setelah pertemuan, dilakukan kun-
Waterplant Community merupakan             lalui skema pendanaan bersama pusat,        jungan ke Desa Taktakan, Kecamatan
komunitas yang memfokuskan bidang          provinsi dan kabupaten.                     Taktakan kurang lebih 30 menit dari
pengembangan community development                                                     ibukota provinsi, untuk melihat hasil
dalam mendukung tercapainya sustain-                                                   penerapan STBM. Di lokasi ini Pokja
able development dalam lingkup penye-                                                  Sumbar disambut Camat Taktakan dan
diaan air bersih di wilayah perdesaan.                                                 berdialog dengan masyarakat. Hingga
    Materi pelatihan termasuk praktik                                                  saat ini kepemilikan dan akses jamban di
lapangan langsung di desa. Kerjasama                                                   Taktakan telah meningkat sejak di-
dengan universitas UGM merupakan ker-                                                  lakukan pemicuan oleh Universitas Tir-
jasama kedua dengan perguruan tinggi                                                   tayasa, yang saat itu hanya 20 persen.
setelah Universitas Tirtayasa Banten.                                                       Masyarakat juga telah menyusun pro-
    Direncanakan akan dilaksanakan ker-                                                gram kerja untuk mempersiapkan STBM
jasama pelatihan STBM antara Pokja                                                     dan bebas dari buang air. Untuk percepatan
AMPL Pusat dengan berbagai perguruan                                                   BAB ini bekerjasama dengan Puskesmas
tinggi dalam rangka mempercepat imple-                                                 yang bersedia menyediakan anggaran untuk
                                               Kunjungan Pokja AMPL Sumatera Barat
mentasi STBM guna mencapai tujuan                                                      fasilitor bidan desa dan tenaga sanitarian.
                                                 di Sekretariat Pokja AMPL Pusat.
MDGs sanitasi 2015.                                       Foto: Istimewa                    Inovasi Pokja Banten mendapat perha-
                                                                                       tian Pokja Sumbar. Strategi Banten akan
    Cross Learning                             Hingga saat ini telah dilakukan
                                           pelatihan untuk masyarakat dalam pe-
                                                                                       diadopsi dan diimplementasikan dalam pro-
                                                                                       gram kerja Pokja Sumbar tahun depan.
Pokja Sumbar ke Pokja                      ngelolaan AMPL dan berbagai kelompok        Pada 2009, Pokja Sumbar rencananya
        Banten                             lainnya. Pelatihan ini akan terus berlan-   mengembangkan STBM di 10 kabupaten.
                                           jut dan menjangkau kelompok sasaran

D    isela kesibukan mempersiapkan
     perencanaan pembangunan daerah
2009, Pokja AMPL Provinsi Sumatera
                                           yang lebih luas. Pelaksana lapangan dan
                                           desainnya sepenuhnya dikembangkan
                                           oleh Pokja AMPL Banten.
                                                                                       Kunjungan ke Pokja AMPL Nasio-
                                                                                       nal
                                                                                          Pada kunjungan kerja ini, Pokja
Barat melakukan kunjungan pembela-             Untuk mempertahankan sekaligus          Sumbar mengagendakan pertemuan de-
jaran (cross learning) ke Pokja AMPL       mempercepat pelaksanaan STBM, Pokja         ngan Pokja AMPL Nasional dan WASPO-
Provinsi Banten pada 24-25 April 2008.     AMPL Banten juga membidik anggota           LA. Pertemuan itu mendiskusikan
Kunjungan bertujuan saling bertukar        masyarakat dan lembaga yang bisa men-       perkembangan program AMPL Provinsi
informasi tentang pelaksanaan program      jadi pelopor. Pelopor inilah yang akan      Sumbar, strategi pelaksanan program
AMPL di kedua provinsi, terutama pelak-    dikader dan dibina terus-menerus seba-      2009, dukungan Pokja AMPL Nasional
sanaan program Sanitasi Total Berbasis     gai agen perubahan perilaku sanitasi di     ke daerah dan keberlanjutan dukungan
Masyarakat (STBM).                         tingkat masyarakat.                         WASPOLA di Sumatera Barat.
    Dalam kesempatan itu dibahas strate-       Pokja AMPL Banten secara aktif             Secara khusus pertemuan ini memba-
gi pengembangan STBM di Provinsi           memproduksi leaflet, brosur dan piranti     has tindak lanjut kegiatan WSLIC di
Banten dan implementasi di tingkat         komunikasi lainnya untuk STBM. Be-          Sumatera Barat pascaproyek. Dalam
kabupaten. Di Banten, STBM pada tahap      berapa sekolah menggunakan dana BOS         waktu dekat, Provinsi Sumatera Barat
ekspansi melibatkan Pokja kabupaten,       untuk produksi leaflet yang sesuai untuk    akan melakukan lokakarya untuk mem-
LSM, perguruan tinggi dan sekolah.         anak sekolah, sebagai sarana kampanye       bahas rencana aksi provinsi dan daerah
Desain program disiapkan Pokja Banten,     perubahan perilaku hidup bersih dan         lokasi WSLIC. dhs/pur/syaf



46     Percik
       Agustus 2008
PROGRAM




                                              SToPS
 Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi
S
        anitasi Total dan Pemasaran Sanitasi (StoPS) atau Total
        Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM) meru-
        pakan program pertama di Indonesia yang mener-
jemahkan dalam skala luas strategi baru Pemerintah Indonesia
mengenai sanitasi berbasis masyarakat.
    Program SToPS adalah sebuah program kemitraan antara
Pemerintah Indonesia, Water and Sanitation Program (WSP),
dan Bill and Melinda Gates Foundation. Dana sejumlah US 1,9
juta dolar dari Bill and Melinda Gates Foundation digunakan
untuk mengembangkan pendekatan tersebut secara kompre-
hensif.
    Belajar dari pengalaman CLTS maupun pemasaran sanitasi,
Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melaksanakan pro-
gram SToPS di seluruh kabupaten yang berjumlah 29 kabupaten
di Provinsi Jawa Timur pada periode 2007-2009. Ini dilakukan
sebagai upaya peningkatan akses pada sanitasi yang aman dan
sehat serta perilaku higienis secara cepat dan berkelanjutan.
    Apa yang dapat dilakukan kabupaten untuk mendapatkan
manfaat dari Program SToPS?
     Kabupaten dapat menyelaraskan program-program sani-
     tasi yang sudah ada dengan pendekatan Program SToPS.
     Meniadakan dana subsidi pembangunan jamban keluarga              Sebuah kakus di samping rumah yang berada di atas kolam ikan.
                                                                                          Foto: Bowo Leksono
     dan mengalihkannya menjadi program alternatif seperti
     untuk menyediakan reward/penghargaan bagi masyarakat             mentasi bagi Pemda (Dinkes, Bappeda, dan lembaga mitra
     atas pencapaian perubahan perilaku kolektif, melak-              terkait) untuk mengelola penciptaan kebutuhan (demand),
     sanakan kompetisi antardesa dan kecamatan dalam penca-           peningkatan penawaran (supply), dan pemantauan kema-
     paian status bebas dari BAB sembarangan, pengembangan            juan implementasi pelaksanaan dan hasil yang dicapai.
     pasar sanitasi lokal, dan melakukan promosi perilaku
     higienis, penciptaan demand, dan seterusnya.                 Apa yang ingin dicapai Program SToPS di Indonesia?
     Mengadopsi dan mengembangkan pendekatan SToPS pada              Diharapkan pada tahun 2009 (akhir masa program),
     wilayah yang lebih luas, mengingat program ini hanya         Program SToPS akan:
     dilaksanakan pada wilayah dan waktu yang terbatas.               Meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses
     Membentuk tim kerja kabupaten.                                   pada fasilitas sanitasi yang aman dan higienis setidaknya
                                                                      sebanyak 1,4 juta jiwa di Jawa Timur.
Keuntungan bagi kabupaten yang berpartisipasi dalam                   Mendapatkan pembelajaran mengenai penerapan pen-
program SToPS                                                         dekatan secara berkelanjutan dalam skala yang lebih luas
   Kabupaten yang berpartisipasi dalam Program SToPS akan             di Indonesia, dalam upaya mencapai target MDG bagi sa-
mendapatkan bantuan teknis untuk:                                     nitasi perdesaan sebelum atau pada tahun 2015.
    Penguatan komitmen politik untuk upaya perluasan (scale           Mengembangkan kontribusi pembelajaran bagi pema-
    up), di kalangan pimpinan dan tokoh daerah seperti bupati,        haman global yang akan memungkinkan replikasi pen-
    DPRD/politisi/parpol, pimpinan ormas, tokoh LSM,                  dekatan ini di 5-15 negara lainnya, serta akan menuntun
    camat, media lokal, dan sebagainya.                               pada peningkatan akses sanitasi yang aman dan higienis
    Pengembangan kapasitas institusi dan dukungan imple-              bagi lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2015. BW


                                                                                                                       Percik
                                                                                                                Agustus 2008     47
K L I N I K I AT P I
               Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik.
                                Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan.

                                                      Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik
                                    Kontributor: Sandhi Eko Bramono (Sandhieb@yahoo.com), Lina Damayanti (Ldamayanti@yahoo.com)




     Reaktor Gas Metan                            jadi sulfur, yang seharusnya menjadi ciri                      Jawab

S   aya mencoba mengolah limbah dari
    industri makanan (berupa sisa ma-
kanan) dalam reaktor anaerobik untuk
                                                  proses anaerobik, dimana limbah akan
                                                  menjadi berwarna kehitaman. Hal ini pu-
                                                  lalah yang menandakan turunnya pro-
                                                                                                                     Penyisihan merkuri umumnya dila-
                                                                                                                 kukan dengan menggunakan proses ad-
                                                                                                                 sorpsi. Penggunaan karbon aktif dapat
menghasilkan gas metan, yang sudah sa-            duksi metan.                                                   mengurangi kadar merkuri hingga di atas
ya manfaatkan untuk memproduksi lis-                  Untuk mengatasi hal tersebut, ada ba-                      90 persen. Unit adsorpsi dapat diletak-
trik untuk keperluan internal instalasi           iknya mencampur basa kuat sebagai ne-                          kan pada bagian akhir unit operasi sete-
tersebut. Produksi gas yang                                                                                             lah proses filtrasi, dengan meng-
dihasilkan sangat tinggi pada                                                                                           gunakan Granular Activated
awalnya, namun setelah ber-                                                                                             Carbon (GAC).
jalan sekitar setahun, produksi                                                                                             Dalam beberapa IPA, ter-
gasnya cenderung menurun.                                                                                               kadang penggunaan GAC dija-
Saat sampah selesai diolah                                                                                              dikan satu dalam unit saringan
dalam reaktor (sekitar 20                                                                                               pasir cepat. Hal ini akan meng-
hari), ternyata terjadi perubah-                                                                                        hemat luas lahan yang dibu-
an warna dari sampah ma-                                                                                                tuhkan. Namun akan terdapat
kanan yang umumnya berwar-                                                                                              kesulitan dalam melakukan rege-
na kehitaman di dalam reaktor                                                                                           nerasi GAC, karena GAC tidak
dan saat ini menjadi sedikit ke-                                                                                        dapat dibersihkan dengan pencu-
abu-abuan. Sebagai informasi,                                                                                           cian saringan filter biasa, karena
untuk mengatur pH, saya                                                                                                 mekanismenya bukan penya-
menggunakan natrium bikar-                                                                                              ringan (straining) seperti pada
bonat. Apa yang harus saya                          Kolam Pengelolaan Air Limbah (PD PAL Jaya)
                                                                                                                        media pasir, melainkan mekanis-
lakukan untuk meningkatkan                       di daerah Setiabudi, Jakarta. Foto: Bowo Leksono                       me adsorpsi, dimana dibutuhkan
kembali kinerja reaktor saya?                                                                                           regenerasi secara khusus dan ter-
Apakah kadar natrium bikarbonat yang                                                                             pisah.
saya berikan terlalu berlebih?                    tralisan (seperti natrium hidroksida),                             Modifikasi proses koagulasi dengan
                          (Sukamto, Jakarta)      yang dicampur dengan natrium bikarbo-                          menggunakan bahan koagulan dalam
                                                  nat. Hal ini akan mengurangi akumulasi                         jumlah yang berlebih (enhanced coagu-
Jawab                                             senyawa natrium, karena kebutuhan                              lation) dapat menyisihkan merkuri,
    Penggunaan senyawa natrium bikar-             natrium hidroksida yang dibutuhkan le-                         meskipun kinerjanya tidak akan setinggi
bonat untuk mengatur pH umumnya di-               bih kecil ketimbang natrium bikarbonat.                        pada proses adsorpsi. Penggunaan koa-
lakukan pada instalasi berkapasitas be-               Untuk mengembalikan kinerja reak-                          gulan dalam jumlah berlebih (bisa men-
sar, untuk mengatur pH pada pH opti-              tor Anda, disarankan untuk menguras                            capai 120 mg/l, dimana koagulasi umum-
mum proses anaerobik, yaitu 7,0-7,2.              sekitar setengah volume dari sampah                            nya membutuhkan hanya sekitar 40-50
    Sangat memungkinkan telah terjadi             yang terdapat dalam reaktor, kemudian                          mg/l saja) akan menggumpalkan partikel
akumulasi senyawa natrium dalam reak-             dilakukan kembali stabilisasi sistem dan                       beserta merkuri dalam proses koagulasi
tor, karena natrium karbonat dalam                pengatur pH diubah dari natrium bikar-                         yang saling memperkuat, dan akhirnya
jumlah yang sangat banyak dalam reak-             bonat menjadi natrium hidroksida, de-                          akan mengikat merkuri bersama flok,
tor. Kadar natrium di atas 3,5-5,5                ngan sedikit tambahan natrium bikar-                           menjadi flok yang lebih padat, akhirnya
gram/liter dapat dikatakan toksik untuk           bonat.                                                         terendapkan pada unit sedimentasi.
mikroorganisme       penghasil    metan                                                                          Mikroflok yang mengandung merkuri
(methanogen bacteria). Warna dari sam-                                                                           yang tidak terendapkan pada unit sedi-
pah makanan dalam reaktor yang telah                Instalasi Pengolahan Air                                     mentasi, akan terbawa dan tersaring
berubah menjadi abu-abu, menandakan                  Dalam Instalasi Pengolahan Air                              pada unit saringan pasir cepat.
reaksi proses anaerob yang tidak berjalan         (IPA), bagaimana memodifikasi unit                                  * pengasuh adalah mahasiswa program doktoral
sempurna.                                         proses atau unit operasi untuk menyi-                                      di Division of Environmental Science and
                                                                                                                         Engineering, National University of Singapore
    Warna ini diakibatkan karena kega-            sihkan senyawa merkuri (Hg)?                                                                      (NUS), Singapura.
galan proses reduksi senyawa sulfat men-                                                (Tatang, Bandung)                     Kontak pengasuh: sandhieb@yahoo.com




48 Percik 2008
   Agustus
INFO CD


                              Film Dokumenter MDGs
M      endekati separuh jalan menuju batas pen-
       capaian Millennium Development
Goals (MDGs) pada 2015, kinerja penca-
                                                                  singkat dan mudah dipahami. Selain itu, sebagai
                                                                      alat bantu, film dokumenter ini dilengkapi
                                                                          dengan buklet sebagai penjelasan tertulis.
paian Indonesia masih kurang meng-                                              Film yang merupakan hasil ker-
gembirakan, bahkan cenderung me-                                              jasama BAPPENAS dengan Plan
nurun. Sangat jelas bahwa tan-                                                  Indonesia ini merupakan bagian dari
tangan Indonesia untuk mencapai                                                  upaya menyebarluaskan informasi
target 10 pada tujuan nomor 7                                                     mengenai MDGs. Film ini mem-
yaitu mengurangi separuh, pada                                                     fokuskan pada realita pencapaian
tahun 2015, dari proporsi pen-                                                     tujuan ketujuh MDGs khususnya
duduk yang tidak memiliki akses                                                     pada pencapaian akses air minum
terhadap air minum dan sanitasi                                                    dan sanitasi dasar.
dasar, merupakan tugas yang                                                            Dalam film berdurasi 20 menit
sangat berat.                                                                     ini dilengkapi data berupa tabel-
    Salah satu kendala utama                                                     tabel pencapaian setiap tujuan yang
adalah masih kurangnya pema-                                                    berjumlah delapan. Disamping itu
haman dari pengambil keputusan                                                dilengkapi pidato Mantan Duta MDGs
khususnya di kalangan pemerintah                                            untuk Asia Pasifik Erna Witoelar serta
daerah tentang MDGs. Untuk itu dipan-                                     wawancara dengan Bupati Boalemo Iwan
dang perlu menjelaskan MDGs dalam bentuk                               Bokings menanggapi soal MDGs. Film ini ter-
film dokumenter yang diberi judul "Menuju                         sedia di perpustakaan Pokja AMPL, Jalan Cianjur
Indonesia 2015". Isinya terutama sengaja dikemas secara     Nomor 4 Menteng, Jakarta Pusat. BW



             Film Dokumenter "Sang Pawang Air"
"S     ang Pawang Air", film dokumenter dari Purbalingga,
       Jawa Tengah ini menampilkan satu solusi
menarik akan permasalahan air di masyarakat.
                                                            Awalnya, di Desa Baseh, kerap terjadi perebutan air bersih
                                                                diantara warga. Adanya bak penampung dan saluran
                                                                      air pun tak luput dari perusakan warga. Hal ini
Inisiasi masyarakat dalam mengatasi per-                                  yang melatarbelakangi Mujamil mencip-
soalannya secara kolektif merupakan                                          takan alat pembagi air agar terjadi ke-
gambaran menarik di dalam film                                                 adilan diantara warga dalam mengon-
berdurasi 18 menit ini.                                                          sumsi air bersih.
    Secara teknis, demikian menu-                                                     Penciptaan alat yang sempat
rut penilaian dewan juri, film                                                     ditentang Pemkab setempat ini
besutan sutradara Bowo Leksono                                                      berdasarkan teknik bejana ber-
ini pun tampil dengan baik yang                                                     hubungan. Menjadi tidak penting
kemudian mengantarkan sebagai                                                       legalitas pemerintah karena saat
pemenang kedua pada Kompetisi                                                       itu yang sangat mendesak adalah
Film Dokumenter 2008 bertema                                                        kebutuhan warga akan air bersih
"Manusia dan Air" yang diseleng-                                                   yang tidak bisa ditunda lagi.
garakan FORKAMI.                                                                      Setelah berdirinya alat pembagi
    Mujamil, Sang Pawang Air itu,                                               air ini, tidak hanya persoalan
bukanlah seorang insinyur apalagi pro-                                         pemenuhan kebutuhan air bersih yang
fesor. Ia hanya seorang guru agama di                                       teratasi namun juga pembagian yang adil
sebuah SD dan SMP di Desa Baseh, Ke-                                      dan merata. Pantas Mujamil dijuluki 'Sang
camatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.                             Pawang Air'. DVD film dokumenter ini tersedia di
Namun, kepedulian pada masyarakat mampu men-                   Perpustakaan Pokja AMPL. BW
dorongnya menciptakan alat pembagi air bersih.


                                                                                                       Percik
                                                                                                Agustus 2008    49
INFO BUKU


    Gambaran Pembangunan AMPL di Indonesia
                                                                 tasian praktik-praktik pembangunan AMPL sebagai suatu
                                                                 pengalaman. Pemilihan lokasi dan kegiatan tidak dilakukan
                                                                 dengan kriteria ketat tapi lebih pada hasil penjaringan 'dari
                                                                 mulut ke mulut', yang kemudian ditindaklanjuti kunjungan
                                                                 lapangan.
                                                                     Kerangka buku yang edisi pertamanya terbit pada April
                                                                 2008 ini terdiri dari tiga bagian dan terbagi menjadi delapan
                                                                 bab. Pada bagian pertama; memotret sekilas gambaran kondisi
                                                                 AMPL di Indonesia, bagian kedua; menguak pembelajaran pem-
                                                                 bangunan AMPL dengan fokus benang merah pembelajaran
                                                                 yang bisa ditarik dari hasil kunjungan lapangan yang kemudian
                                                                 ditulis lengkap pada bagian lampiran.
                                                                     Pada bagian penutup; yang merupakan rangkuman keselu-
                                                                 ruhan pembelajaran secara lengkap. Sementara pada bagian
                                                                 lampiran; disajikan laporan kunjungan lapangan dari masing-
                                                                 masing lokasi dilengkapi daftar narasumber berikut alamatnya.

B    uku ini mengupas tentang pembelajaran (lessons learned)
     dan praktik terbaik (best practice) berkaitan dengan pem-
bangunan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) di
                                                                     Buku yang tersedia di perpustakaan Pokja AMPL, Jl. Cianjur
                                                                 No. 4, Menteng, Jakarta Pusat ini merupakan bagian dari ker-
                                                                 jasama Bappenas dan Plan Indonesia. Salah satu tujuan utama
Indonesia. Memang, telah banyak buku sejenis yang telah diter-   dari kerjasama tersebut adalah pengembangan manajemen
bitkan. Namun, buku setebal 163 halaman ini sedikit berbeda.     pengetahuan (knowledge management) dan pusat informasi
Dimana letak perbedaannya?                                       (resource centre) AMPL. Setidaknya dengan adanya buku ini
    Perbedaan terletak pada kerangka dan proses pendokumen-      menambah referensi dalam bidang AMPL. BW




                                           Buklet MDGs
                                                                     MDGs atau Tujuan Pembangunan Milenium merupakan tar-
                                                                 get kuantitatif dan terjadwal dalam upaya penanggulangan
                                                                 kemiskinan global serta dimensi kemiskinan lainnya seperti
                                                                 kelaparan, penyakit, penyediaan infrastruktur dasar (peruma-
                                                                 han dan permukiman) serta mempromosikan persamaan jen-
                                                                 der, pendidikan, dan lingkungan berkelanjutan. MDGs juga
                                                                 merupakan upaya pemenuhan hak asasi manusia seperti yang
                                                                 tercantum dalam Deklarasi Milenium PBB.
                                                                     Adapun kedelapan Tujuan MDGs yaitu; memberantas
                                                                 kemiskinan dan kelaparan ekstrim, mewujudkan pendidikan
                                                                 dasar untuk semua, mendorong kesetaraan jender dan pem-
                                                                 berdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak,
                                                                 meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV dan AIDS,
                                                                 malaria, serta penyakit lainnya, memastikan kelestarian
                                                                 lingkungan, serta mengembangkan kemitraan global untuk

B    uklet sederhana Millenium Development Goals (MDGs) ini
     dibuat untuk memberi penjelasan tertulis terhadap film
dokumenter MDGs yang diterbitkan atas kerjasama BAPPENAS
                                                                 pembangunan.
                                                                     Penjelasan dalam buklet ini, difokuskan pada tujuan ketu-
                                                                 juh, yaitu memastikan kelestarian lingkungan yang didalamnya
dengan Plan Indonesia. Berisi tentang delapan Tujuan MDGs        terdapat target untuk menurunkan separuh proporsi penduduk
dengan 18 target dan 40 indikator. Tujuan MDGs ini sedianya      yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air
tercapai pada tahun 2015.                                        minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015. BW



50     Percik
       Agustus 2008
INFO SITUS


                                             ngenai adanya media yang berfungsi se-
                                             bagai tempat untuk sharing informasi
                                             dan pengalaman mengenai penyediaan
                                             air bersih di perdesaan. Itu sebabnya, ke-
                                             anggotaannya berasal dari multidisiplin
                                             seperti instansi pemerintah, organisasi
                                             multirateral, badan donor, LSM hingga
                                             perusahaan swasta.
                                                 Pertukaran informasi di kalangan pe-
                                             mangku kepentingan adalah vital dalam
                                             melakukan sinergi sebagai upaya penca-
      FRESHWATER ACTION                      paian target MDG. Sejak awal pendirian-
        NETWORK (FAN)                        nya, RWSN sudah menetapkan agenda              artikel singkat mengenai berbagai macam
       http://freshwateraction.net           pentingnya yaitu penyediaan air bersih         masalah kesehatan dan penyakit dapat
    Freshwater Action Network (FAN)          dan sanitasi bagi penduduk miskin me-          menambah pengetahuan.
adalah sebuah situs networking yang di-      lalui teknologi tepat guna yang berkelan-          Terdapat rubrik "Air dan Kita" yang
sahkan melalui Forum Air Minum               jutan yang mampu menjawab kebutuhan            menyuguhkan beragam informasi dan
Sedunia, Maret 2000. Tujuan utama situs      dan terjangkau bagi masyarakat kelas           artikel berkenaan dengan air bersih untuk
ini untuk memastikan agar seluruh            bawah.                                         kebutuhan kita. Selain itu, informasi ber-
organisasi kemasyarakatan atau LSM                                                          kenaan dengan lingkungan melengkapi
yang bergerak di bidang air minum dan                                                       situs ini.
sanitasi dapat menyuarakan aspirasinya,
khususnya pada forum-forum penentu                                                                         DIMSUM
kebijakan masalah air minum dan sani-                                                                http://dimsum.its.ac.id
tasi di tingkat internasional.                                                                  Dimsum adalah suatu lembaga riset
    Untuk mencapai tujuan tersebut                                                          dalam sistem air bersih dan sanitasi di
maka melalui situs ini, FAN mengundang                                                      daerah bantaran sungai. Wilayah kerja
seluruh LSM yang bergerak pada bidang                                                       lembaga ini adalah negara-negara
air minum dan sanitasi untuk menjadi                                                        berkembang seperti Nepal, Malaysia,
anggota aktif. Manfaat yang diperoleh                                                       India, dan Indonesia. Di Indonesia,
adalah FAN akan memberikan informasi                                                        Dimsum bekerjasama dengan Institut
terkini dalam bentuk buletin dan news-           Hingga kini telah tercatat ada se-         Teknologi Surabaya (ITS) dengan wilayah
letter mengenai kebijakan air minum dan      banyak 500 individu dan institusi yang         kerja di bantaran Sungai Brantas.
sanitasi. Selain itu FAN juga bisa mem-      telah menjadi anggota diantaranya WSP,             Dimsum Indonesia memiliki situs
berikan pelatihan dan advokasi bagi para     UNICEF, WaterAid, Departemen Air dan           sendiri yang juga menyambungkan de-
anggotanya.                                  Kehutanan Afrika Selatan, IRC (Belanda)        ngan situs Dimsum Internasional dan si-
    Keanggotaan FAN bersifat terbuka         dan lainnya. RWSN saat ini memiliki be-        tus-situs lain terkait bidang air minum
bagi LSM manapun yang peduli pada            berapa tool sebagai media pertukaran pe-       dan penyehatan lingkungan. Bermacam
masalah air minum dan sanitasi. Saat ini     ngetahuan dan informasinya yaitu news-         informasi seputar program air minum
FAN telah memiliki anggota sebanyak          letter, situs interaktif, diskusi elektronik   dan penyehatan lingkungan sedikit ba-
400 yang berasal dari seluruh belahan        (e-conference), pertemuan, pelatihan dan       nyak dapat diakses di situs ini. WL/BW
dunia, termasuk beberapa LSM asal            kunjungan langsung ke lapangan. Hingga
Indonesia.                                   tahun 1992-2005 kegiatan penyediaan air
                                             bersih bagi penduduk miskin telah dila-
     RWSN (RURAL WATER                       kukan di berbagai negara seperti India,
   SANITATION NETWORKING)                    Pakistan, Afrika Selatan dan beberapa
          http://www.rwsn.ch/                negara lainnya.
   RWSN (Rural Water Sanitation
Networking) adalah situs global yang                   KELUARGA SEHAT
berisikan informasi mengenai praktik                http://keluargasehat.com
penyediaan air bersih di perdesaan.             Situs Keluarga Sehat adalah situs yang
   Situs yang berdiri sejak tahun 1992 ini   menyediakan informasi terkini berke-
diawali dengan adanya kebutuhan me-          naan dengan kesehatan dan gizi. Berbagai


                                                                                                                      Percik
                                                                                                               Agustus 2008    51
P U S TA K A A M P L


PETUNJUK                                                     PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM TERPADU
BIKIN PUPUK YUK...                                           Penerbit: Yayasan Kemitraan Air Indonesia
Penerbit: Klub Pengembangan Diri SMA Semen Gresik,           (KAI), Jakarta, Oktober 2007
Juni 2007
                                                             PENGALAMAN MEMBANGUN
DRAFT RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN AMPL-BM                  SARANA AIR BERSIH:
KABUPATEN CILACAP 2008-2012                                  CASE STUDY PRO AIR DI
Penerbit: Pemerintah Kabupaten Cilacap, 2007                 DESA PRAIBAKUL DAN
                                                             TARAMANU SUMBA BARAT
                                                             Penerbit: NTT, Mitra
P E R AT U R A N                                             Samya - Pro Air GTZ
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 21/PRT/M/2006         Sumba Barat NTT,
                           TENTANG KEBIJAKAN DAN             Juni 2007
                           STRATEGI NASIONAL
                            PENGEMBANGAN SISTEM              MAJALAH
                            PENGELOLAAN PERSAMPAHAN          PERCIK
                               UNDANG-UNDANG REPUBLIK        Edisi 20, Oktober 2007
                               INDONESIA NOMOR 26            (Versi Inggris)
                                TAHUN 2007 TENTANG           PERCIK
                                 PENATAAN RUANG              Edisi 22, Maret 2008
                                 PERATURAN BUPATI SOLOK      Newsletter WSLIC-2
                                 NOMOR 48 TAHUN 2006         Edisi 11, 2007
                                  TENTANG RENCANA
                                  STRATEGIS PEMBANGUNAN      Newsletter WSLIC-2
                               DAN PENGELOLAAN AMPL-BM       Edisi 12, 2007
                               TAHUN 2005-2015               Newsletter AMPL
                                                             Edisi Maret, 2008
                                 B U K U
                               ROMANTIKA TUKANG LEDENG       Newsletter AMPL
                               Penerbit: Majalah Air Minum   Edisi April, 2008
                                Perpamsi, Jakarta, 2005      Tekno Limbah
                                 SUMBER DAYA AIR DAN         Edisi 7, 2008
                                 LINGKUNGAN: POTENSI,        Greeners
                             DEGRADASI, DAN MASA DEPAN       Edisi 02, Februari 2008
                             Penerbit: LIPI Press,
                              Jakarta, 2007                  ESP News
                                                             Edisi 25, Februari 2008
                            PENGELOLAAN DAS DARI
                      WACANA AKADEMIS HINGGA                 Kiprah
        PRAKTIK LAPANGAN                                     Edisi 26, Maret 2008
Penerbit: LIPI Press,                                        Air Minum
Jakarta, 2007                                                Edisi 151, April 2008
KEGIATAN AIR BERSIH DAN SANITASI UNTUK MASYARAKAT
BERPENGHASILAN RENDAH (WSLIC-2)                              CD
Penerbit: Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan        WATER PLANT COMMUNITY:
Lingkungan, Depkes, 2005                                     WATER FOR PEOPLE
                                                             Penerbit: LPPM UGM-Departemen PU, Yogyakarta, 2008
KIAT KERJA SANITASI DI KAWASAN KUMUH:
PETIKAN HASIL STUDI SANITASI MASYARAKAT                      INTERNATIONAL WORKSHOP ON CONSULTATIONS AND STRATEGIC
BERPENGHASILAN RENDAH DI PERKOTAAN                           COMMUNICATIONS IN THE WATER AND SANITATION SECTOR
Penerbit: Bappenas - Depdagri - Depkes - Dep.PU - Dep.       Penerbit: Water and Sanitation Program (WSP)-PPIAF, 2008
Perindustrian - KLH - WSP- EAP, Jakarta, November 2007




52 Percik 2008
   Agustus
AGENDA


NO. WAKTU                                                          K E G I A T A N
1    3 April 2008       Pertemuan Koordinasi Komite Pengarah dan Pelaksana Harian, diselenggarakan di Jakarta oleh Jejaring AMPL
2    7 April 2008       Lokakarya "Melindungi Kesehatan dari Dampak Perubahan Iklim", diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Kesehatan
3    7 April 2008       Sosialisasi Kebijakan AMPL-BM dan Program WES Kabupaten Belu, diselenggarakan di Atambua oleh Pemerintah Kabupaten Belu dan UNICEF
4    8 April 2008       Wrap-up Meeting Proyek WSLIC-2, diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Kesehatan
5    10-11 April 2008   Lokakarya "Masa depan Pembangunan Sektor Air Minum dan Antisipasi Ketahanannya Terhadap Dampak Perubahan Iklim Global",
                        diselenggarakan di Jakarta oleh PERPAMSI
6    11 April 2008      Seminar Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan ITB & Stakeholders "Menuju Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia", diselenggarakan
                        di Bandung atas kerjasama ITB dengan Departemen Pekerjaan Umum
7    12 April 2008      Pencanangan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Sanimas dalam Peringatan Hari Air Dunia 2008, diselenggarakan di Kota Tangerang,
                        Banten oleh Departemen Pekerjaan Umum
8    14-19 April 2008   Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Kabupaten Barru, diselenggarakan di Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Kabupaten Barru dan UNICEF
9    17 April 2008      Lokakarya Pengelolaan Aset/National Asset Management Program Assessment (NAMPA), diselenggarakan di Jakarta oleh WASPOLA dan
                        Pokja AMPL
10   18-20 April 2008   Jakarta Go Green Festival, diselenggarakan di Parkir Timur Senayan oleh Green Initiative Forum (GIF)
11   21-26 April 2008   Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Kabupaten Luwu Utara, diselenggarakan di Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara
                        dan UNICEF
12   21-23 April 2008   Kunjungan Lapangan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste ke Muara Enim dan Sepatan
13   24 April 2008      Pertemuan dan Diskusi AMPL dengan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS
14   24 April 2008      Seminar Sustainable Cities Challanges for Indonesian and Sweden, diselenggarakan di Jakarta oleh Kedutaan Besar Swedia dan Kementerian
                        Negara Lingkungan Hidup
15   27-30 April 2008   Lokakarya Review Pembelajaran Program Total Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM), diselenggarakan di Surabaya atas kerjasama
                        Pemerintah Indonesia dengan WSP-EAP Bank Dunia dan Bill and Melinda Gates Foundation
16   5-9 Mei 2008       Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Provinsi Papua Barat, diselenggarakan di Sorong oleh Pokja AMPL Provinsi Papua Barat dan UNICEF
17   6-9 Mei 2008       Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS
18   9 Mei 2008         Diskusi UU Persampahan: Prioritisasi Peraturan Pemerintah, diselenggarakan di Jakarta oleh Gugus Tugas Pengelolaan Sampah
19   13 Mei 2008        Lokakarya Kick Off ISSDP 2, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS
20   13-16 Mei 2008     Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi NTT, diselenggarakan oleh UNICEF
21   15 Mei 2008        Roadshow Pokja AMPL dalam Rangka Sosialisasi Kebijakan Nasional AMPL-BM, diselenggarakan di Kota Serang oleh Pemerintah Kota Serang
22   15 Mei 2008        Forum Diskusi Forkami "Perlunya Konservasi Air Tanah untuk Mengurangi Penurunan Volume Air Tanah", diselenggarakan
                        di Jakarta oleh Forkami
23   16 Mei 2008        Acara Puncak Hari Air Dunia XVI tahun 2008, diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Pekerjaan Umum
24   19-23 Mei 2008     Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi Maluku, diselenggarakan di Ambon oleh UNICEF
25   5-19 Mei 2008      Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi Papua Barat, diselenggarakan di Sorong oleh UNICEF
26   21 Mei 2008        Lokakarya Pencapaian Millenium Development Goals, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS
27   22-23 Mei 2008     Rakor Program AMPL dan Pencanangan Tahun Sanitasi Provinsi NTB, diselenggarakan di Lombok, Mataram, oleh Pokja AMPL Propinsi NTB
28   26-27 Mei 2008     Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Peluncuran Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas, diselenggarakan di Puncak, Bogor, atas
                        kerjasama Jejaring AMPL dan Departemen Kesehatan
29   27-30 Mei 2008     Lokalatih Program Air Bersih, Sanitasi dan Higienitas, diselenggarakan di Ambon oleh UNICEF
30   27 Mei 2008        Rapat TIM Kota dan Evaluasi Kegiatan Proyek HP3/Lestari - Mercy Corps, diselenggarakan di Jakarta oleh Mercy Corps
31   28 Mei 2008        Pembahasan Study on Economic Impacts of Sanitation, diselenggarakan di Jakarta oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi
32   29 Mei 2008        Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional Provinsi Jawa Tengah, diselenggarakan di Kabupaten Kendal oleh Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah
33   2 Juni 2008        Pertemuan Mid Term Review (MTR) Program WES-UNICEF, diselenggarakan di Jakarta oleh Pokja AMPL Pusat
34   5-8 Juni 2008      Pekan Lingkungan Indonesia, diselenggarakan di Jakarta oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup
35   7 Juni 2008        Lokakarya Pengelolaan Sampah Sesuai UU No. 18 tahun 2008, diselenggarakan di Jakarta oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup
36   9-12 Juni 2008     Sosialisasi Manual Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, diselenggarakan di Bandung oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan
                        Masyarakat Desa, Departemen Dalam Negeri
37   12 Juni 2008       Diskusi Panel Media dan Kampanye Penyehatan Lingkungan, diselenggarakan di Jakarta oleh Jejaring AMPL
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2008 Tema Jejaring AMPL

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2008 Tema Jejaring AMPL

  • 2.
    Media Informasi AirMinum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Diterbitkan oleh: Suara Anda 2 Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Mengenal Beragam Jejaring 3 Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) 5 Penasihat/Pelindung: Direktur Jenderal Cipta Karya TSI DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Seputar Tahun Sanitasi Internasional 9 Penanggung Jawab: Wawancara Direktur Permukiman dan Perumahan, Berjejaring Membangun AMPL 11 BAPPENAS Direktur Penyehatan Lingkungan, Peraturan DEPKES UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah 14 Direktur Pengembangan Air Minum, Dep. Pekerjaan Umum Wawasan Direktur Pengembangan Penyehatan Teknologi Pengolahan Sampah di PLTSa Gede Bage Bandung 16 Lingkungan Permukiman, Dep. Pekerjaan Umum Unsur Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Bawah Tanah 18 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Lima Tahun Mendatang Desa Tetaf Menjadi Desa Makmur 20 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Direktur Penataan Ruang dan Mengenal Pembelajaran Partisipatif Singkat (PPS) 22 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Inovasi Pemimpin Redaksi: Ecoplas, Tas Ramah Lingkungan dari Singkong 25 Oswar Mungkasa Tamu Kita Dewan Redaksi: Ully Sigar Rusady Membuat Konservasi Air 26 Zaenal Nampira, Reportase Indar Parawansa, Bambang Purwanto Kunjungan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste 28 Inspirasi Redaktur Pelaksana: Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy, Kota yang Tak Berkelanjutan 30 Raymond Marpaung, Bowo Leksono Cermin Desain/Ilustrasi: Toilet Kering untuk Permukiman Padat dan Wilayah Kurang Air 31 Rudi Kosasih Seputar ISSDP 32 Produksi: Seputar WASPOLA 34 Machrudin Seputar WES-UNICEF 36 Sirkulasi/Distribusi: Seputar STBM 38 Agus Syuhada Seputar Jejaring 39 Alamat Redaksi: Seputar AMPL 40 Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Telp./Faks.: (021) 31904113 Program http://www.ampl.or.id SToP! (Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi) 47 e-mail: redaksipercik@yahoo.com redaksi@ampl.or.id Klinik IATPI 48 oswar@bappenas.go.id Info CD 49 Redaksi menerima kiriman Info Buku 50 tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Info Situs 51 dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Pustaka AMPL 52 Panjang naskah tak dibatasi. Agenda Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Cover: Rudi Kosasih Ide: OM Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
  • 3.
    DARI REDAKSI S etiap tahun kita memperingati beragam jenis tema kemudian menindaklanjutinya pun secara sendiri-sendiri. Kon- peringatan yang terkait dengan air minum dan penye- disi ini yang dalam beberapa tahun terakhir mulai meng- hatan lingkungan mulai dari Hari Air Dunia, Hari Toilet, khawatirkan. Pembangunan air minum dan penyehatan ling- Hari Lingkungan Hidup, Hari Bumi dan banyak hari-hari lain- kungan hasilnya menjadi kurang optimal. Cakupan layanan se- nya. Belum terhitung setiap tahun kita juga memperingati perti jalan di tempat sementara investasi yang dikucurkan oleh beragam tema dan kebetulan tahun ini temanya terkait air banyak pihak sudah sedemikian banyak. minum dan penyehatan ling- Dibutuhkan kerja bersama kungan yaitu Tahun Sanitasi diantara pemangku kepen- Internasional. tingan. Tema ini yang kemudi- Kegiatan peringatan ini ke- an menjadi topik utama Percik mudian menjadi paradoks. Ide kali ini. Bagaimana semua awal setiap peringatan tersebut pihak bekerjasama dalam pem- tentunya untuk mengingatkan bangunan AMPL. Pada saat ini kita semua tentang banyak hal di Indonesia telah terbentuk penting yang mungkin terlupa Jejaring Air Minum dan Penye- akibat kesibukan kita sehari- hatan Lingkungan (Jejaring hari. Namun kemudian pe- AMPL), yang merupakan wa- ringatan yang dilakukan seta- dah untuk mensinergikan po- hun sekali tersebut kemudian tensi informasi, pengetahuan juga tergelincir menjadi bagian dan komunikasi antarpemang- dari rutinitas kita. Gaungnya ku kepentingan dalam kerja- sebatas bagaimana mempe- sama yang memberi manfaat ringati dan bukannya bagai- kepada semua pihak dalam mana memulai sesuatu agar pembangunan AMPL. Tentu- peringatan tersebut menjadi nya kita semua berharap tujuan bermakna. Kita sibuk dengan ini dapat tercapai. Untuk itu, bagaimana menyiapkan pa- kisah perjalanan pembentukan meran, bagaimana menyiap- Jejaring AMPL, wawancara de- kan pencanangan oleh presi- ngan pemrakarsa, dan kiprah den atau menteri, dan banyak Jejaring AMPL selama ini men- bagaimana lainnya. jadi sorotan kali ini. Dilengkapi Hal ini kemudian tercer- pula dengan contoh jejaring di min dari kondisi cakupan la- mancanegara. yanan air minum dan penye- Selain itu, juga diketengah- hatan lingkungan Indonesia kan beberapa contoh nyata yang masih belum beranjak ja- kegiatan dari pelaku pemba- uh dari angka 50 persen untuk ngunan AMPL seperti Ully air minum, dan 65 persen Sigar Rusadi dengan komit- untuk sanitasi dasar. Masih se- mennya melakukan konservasi kitar 70-100 juta penduduk In- alam, Neni Sintawardani de- donesia belum terlayani de- ngan inovasinya berupa toilet ngan air minum dan sanitasi Foto: Bowo Leksono kering, dan inovasi terbaru yang layak. Padahal kita telah berupa tas plastik dari daun memperingati Hari Air Dunia untuk kesekian kalinya. Telah ba- singkong keluaran Dana Mitra Lingkungan. nyak pencanangan dan janji yang diucapkan pada setiap kali Bahasan menarik lainnya adalah tentang Undang-Undang Hari Air diperingati. Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Undang- Peringatan tersebut menjadi suatu rutinitas saja. Diperlukan su- undang ini merupakan upaya pemerintah memberikan jaminan atu perubahan sikap agar kita semua baik pemerintah, non-pe- kehidupan yang baik dan sehat bagi masyarakat Indonesia. Per- merintah, masyarakat, bersama-sama menjadikan setiap tema ingatan Hari Lingkungan dan Hari Bumi juga mendapat porsi. peringatan tersebut awal dari langkah-langkah nyata bersama. Tentunya dengan harapan kita semua dapat menjadikannya se- Gaung dari setiap peringatan tersebut sebenarnya cukup ter- bagai sumber inspirasi. Sebagaimana kata orang bijak "Menjaga lihat. Namun kemudian setiap pemangku kepentingan berlom- bumi tetap nyaman adalah sebaik-baik warisan untuk anak cucu ba-lomba secara sendiri-sendiri untuk memperingatinya dan kita". OM. Percik Agustus 2008 1
  • 4.
    SUARA ANDA Menambah Wawasan tang lingkungan. Saya sangat berminat up to date sehingga kami pandang perlu mendapatkan majalah Percik. Dengan untuk mengakses majalah tersebut. Saat meliput kegiatan Pokja AMPL di ini saya mencantumkan alamat lengkap: Untung Junendar Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Jl. Gurami No 63a, RT 11 RW 04, Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat Surakarta Selatan, saya mendapat hadiah tiga edisi Kelurahan Seketeng Sumbawa Besar Jl. Anggur 1 No. 15 Kerten Surakarta 57147 Percik dan beberapa brosur disertai janji (NTB) 84311 'akan mengirim edisi berikut'. Majalah Besar harapan saya untuk menda- Yth. Bp Untung Junendar, tersebut telah menambah wawasan kami patkan majalah Percik. Atas perhatian SD di Kabupaten Administrasi Ke- mengenal lebih jauh kegiatan Pokja bapak saya ucapkan banyak terimakasih. pulauan Seribu, DKI Jakarta sudah AMPL. Majalah bersama brosur tersebut menerapkan sekolah hijau pada mata Mukhlis, ST setelah saya baca, saya serahkan sebagai Sumbawa Besar - NTB pelajaran muatan lokal (mulok). koleksi kepada Taman Bacaan Iqra, sebuah taman bacaan masyarakat yang Yth Bp Mukhlis, kami bina bersama beberapa rekan di segera kami tindaklanjuti untuk pe- Percik Edisi Lama Kelurahan Tuwung Kecamatan Barru ngiriman majalah Percik. Kabupaten Barru. Semoga bacaan terse- Kami dari NGO Perancis bekerjasama but dapat memberi manfaat lebih jauh SD yang Menerapkan dengan Departemen Kesehatan, tertarik kepada masyarakat tentang pentingnya untuk mendapatkan edisi-edisi lama sanitasi dan penyehatan lingkungan. Sekolah Hijau majalah Percik, atau bahkan berlang- Seterusnya, saya berharap taman ganan, karena banyaknya data dan bacaan kami dapat memperoleh Percik Saya tertarik membaca artikel Percik bahasan terkait bidang kesehatan yang tiap terbit. Demikian pula bacaan-bacaan edisi tahun 2007 mengenai sekolah hijau. kami geluti (WASH, gizi, dll). Mohon lain yang berkaitan dengan AMPL untuk Dan yang jadi pertanyaan, adakah seko- infonya. Bila perlu saya bisa datang menambah koleksi. Demikian informasi lah yang tingkatannya sekolah dasar yang kekantor. Terimakasih. kami, atas bantuan Bapak sebelumnya sudah mengadopsi sistem sekolah hijau? Cheers kami ucapkan terima kasih. Kebetulan saya bagian dari organisasi Rayendra mahasiswa Kalimantan Barat yang Assistant Head of Mission ACF Indonesia Badaruddin Amir Wartawan majalah Dunia Pendidikan memiliki program pengembangan pen- Office 6221 7220775 Mobile 0816 903793 Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel didikan tingkat dasar untuk daerah pe- Pembina Taman Bacaan Iqra Jl. Pramuka No. 108 Barru, dalaman khususnya Kalimantan yang Provinsi Sulawesi Selatan 90711 berbasis lingkungan. Isu global mengenai Yth. Bp Rayendra, Telp 0427-322752, mobile : 081342138499 email : tamanbacaaniqra@yahoo.co.id lingkungan yang dibahas di Percik cukup akan lebih baik bila Bapak datang badarsaja@yahoo.co.id langsung ke kantor redaksi kami untuk mendapatkan sendiri edisi-edisi Percik Yth. Bp Badaruddin, sebelumnya. kami akan berusaha mengirim materi-materi terkait AMPL ke alamat yang Bapak cantumkan. Terima kasih. Majalah Percik untuk Perpus Yth. Redaksi Majalah Percik Susah Memperoleh Nama saya Darman Eka Saputra, Info Lingkungan guru SD N Sukaresmi Kampung Talaga RT 02/04 Desa Cigunungherang Cika- Dengan hormat, longkulon Cianjur. Saya mohon Majalah Saya alumni teknik lingkungan Se- Percik dikirim kepada kami untuk kolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna menambah perpustakaan SD. Jakarta. Saya telah membaca majalah Darman Eka Saputra Percik dari teman edisi November 2007. SDN Sukaresmi Kampung talaga Cianjur Ternyata majalah Percik sangat baik untuk mendapatkan informasi mengenai Yth Bp Darman, lingkungan, sanitasi dan lain-lain. Di akan kami kirimkan Majalah Percik daerah saya yaitu Sumbawa Besar sangat sesuai dengan permohonan. Semoga susah sekali mendapatkan informasi ten- ILustrasi: Rudi Kosasih bermanfaat. 2 Percik Agustus 2008
  • 5.
    L A PO R A N U TA M A Mengenal BERAGAM JEJARING PHILIPPINE ECOLOGICAL SANITATION NETWORK (PEN) tinggi (UP-National Engineering Center, College of Chemical Engineering/Environmental Engineering Program), lembaga Apa itu PEN? donor (German Technical Assistance/GTZ, Water and PEN merupakan sebuah jejaring informal yang teroganisir ter- Sanitation Program-East Asia Pacific/WSP-EAP), LSM (BNS- diri dari instansi pemerintah pusat, legislatif, pemerintah dae- Borda), asosiasi (Solid Waste Management Association of the rah, lembaga donor, program/proyek, perguruan tinggi dan Philippines/SWAPP), perusahaan (Manila Water Sewerage LSM. System/MWSS), proyek (LWUA, ECO-ASIA-Linaw Projects, Waste Water Projects, Sustainable Coastal Tourism/SCO- Sejarah Pembentukan TIA). Pada tahun 2004 diselenggarakan The 1st International Symposium on Low-cost Technology Options for Water Supply Peran Saat Ini and Sanitation di Bohol, Pilipina, yang dalam penyiapannya Peluncuran TSI 2008 di Pilipina dimotori oleh PEN. Selain mendorong terjadinya kerjasama diantara pemangku ke- itu, PEN juga berperan dalam mengembangkan Program pentingan mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, Sustainable Sanitation for East Asia (SuSEA)-Komponen Pili- LSM, swasta, dan akademisi. pina Tahun 2007-2010. SuSEA merupakan proyek yang didanai Ecosan dipresentasikan pada simposium tersebut. Sebuah oleh SIDA dengan tujuan mempercepat pencapaian target air Kelompok Kerja dibentuk untuk mempersiapkan draf awal ren- dan sanitasi MDGs di Indonesia dan Pilipina. cana aksi pengelolaan aktifitas terkait pertukaran pengetahuan, proyek percontohan ecosan, dan pembentukan PEN. UGANDA WATER AND SANITATION NETWORK (UWASNET) Kiprah Awal UWASNET merupakan organisasi payung nasional dari LSM Kiprah PEN diawali ketika Clean Water Act of 2004 dan organisasi berbasis masyarakat di sektor air minum dan Implementing Rules and Regulations sedang disusun. Ketika sanitasi Uganda. Didirikan pada Februari 2000 dengan du- itu, dibutuhkan masukan tentang pilihan sanitasi selain sanitasi kungan the Directorate of Water Development (DWD), Danida, konvensional yaitu sanitasi ekologis (ecological sanitation/eco- Water Aid dan sebuah kelompok kerja gabungan 11 LSM, untuk san). Selain itu, PEN juga berperan sebagai motor penggerak memanfaatkan potensi keberadaan LSM dan lembaga berbasis penyelenggaraan Philippine Sanitation Summit 2007 di Manila. masyarakat dalam berkontribusi mencapai target MDGs. Selanjutnya PEN juga membantu Departemen Kesehatan menyelenggarakan Southern Philippine Sanitation Summit Motto 2007. Bekerja menuju tercapainya akses air minum dan sanitasi bagi semua di Uganda melalui koordinasi efektif, kolaborasi Bentuk Organisasi yang lebih baik, dan kemitraan strategik. Pada tahap awal PEN masih berbentuk informal dan meru- pakan organisasi advokasi yang tidak ketat, tetapi setelah dua Misi tahun dengan pertimbangan meningkatkan efektifitas kemu- Uwasnet bertujuan memperkuat koordinasi, kolaborasi dan dian diputuskan untuk memformalkan dan mencatatkannya jaringan LSM dan organisasi berbasis masyarakat dengan pada pihak berwenang sebagai organisasi nirlaba. Diharapkan pemangku kepentingan lainnya di sektor air minum dan sanitasi mobilisasi sumber daya menjadi lebih optimal. Uganda. Untuk itu, disepakati menunjuk beberapa orang sebagai pelaksana harian yang menjabat sebagai presiden, wakil presi- Visi den, sekretaris, bendahara, dan dilengkapi badan pengawas. Berkontribusi mengurangi kemiskinan melalui peningkatan akses air minum dan sanitasi melalui koordinasi efektif dari Anggota LSM dan organisasi berbasis masyarakat dalam sektor air mi- Secara resmi organisasi yang menjadi anggota adalah legis- num dan sanitasi ganda. latif (House of Representatives Committee on Ecology), lemba- ga pemerintah (National Water Resources Board/NWRB), Kelompok Kerja (Departemen Kesehatan), pusat studi (Center for Advanced UWASNET melingkupi 4 Kelompok Kerja (Pokja) yaitu (i) Philippine Studies/CAPS, Institute for the Development of Pokja Higinitas dan Sanitasi/Hygiene and Sanitation Working Educational and Ecological Alternatives/IDEAS), perguruan Group (HSWG). Tujuannya adalah mendorong terciptanya dia- Percik Agustus 2008 3
  • 6.
    L A PO R A N U TA M A log diantara pemangku kepentingan demi terciptanya pening- Tujuan SuSanA katan kepedulian terhadap higinitas dan sanitasi; (ii) Pokja Tek- Berkontribusi terhadap pencapaian MDGs melalui promosi nologi Air Minum dan Sanitasi/Water and Sanitation Tech- sanitasi berkelanjutan. nologies Working Group (WSTWG). Tujuannya adalah menjadi Meningkatkan kepedulian terhadap solusi sanitasi berke- media bertukar ide dan pengalaman tentang teknologi yang lanjutan dan mempromosikan dalam skala besar. tepat guna; (iii) Pokja Air Minum dan Sanitasi Perkota- Menunjukkan peran penting sanitasi dalam pencapaian an/Urban Water and Sanitation Working Group (UWSWG). keseluruhan target MDGs. Tujuan utamanya adalah mendorong timbulnya perhatian ter- Merubah paradigma sanitasi melalui promosi pendekatan hadap penyediaan air minum dan sanitasi bagi penduduk mis- sanitasi berorientasi penggunaan kembali (reuse oriented kin perkotaan; dan (iv) Water and Sanitation for Women and sanitation approaches) tanpa membahayakan kesehatan. Children Working Group (WSWCWG). Tujuannya adalah untuk mendorong timbulnya perhatian terhadap kepentingan wanita Fokus Utama dan anak-anak dalam pembangunan air minum dan sanitasi. Fokus utama SuSanA adalah mempromosikan implementasi sanitasi berkelanjutan dalam program air dan sanitasi skala besar. Program dan Proyek Untuk memaksimalkan hasil kerja LSM Air Minum dan Sasaran Khusus Sanitasi, UWASNET mengembangkan dua program inti yaitu: Mengumpulkan dan mengompilasi informasi, yang mem- 1. Program Koordinasi, Informasi dan Jaringan bantu pengambil keputusan untuk menilai beragam Program ini ditujukan untuk mempercepat terjadinya koor- teknologi dan sistem sanitasi dengan memperhatikan kri- dinasi, kolaborasi, dan jaringan efektif diantara LSM air minum teria keberlanjutan. dan sanitasi dengan pemangku kepentingan lain. Diharapkan Mendemonstrasikan sanitasi yang berorientasi penggu- anggota UWASNET dapat mempengaruhi dan menanggapi naan kembali. kebijakan, strategi dan implementasi melalui jaringan dan per- Mengumpulkan dan menampilkan contoh praktik terbaik tukaran informasi. sanitasi dalam rangka TSI 2008. Sasaran program diantaranya adalah (i) memungkinkan Mengidentifikasi dan menggambarkan mekanisme untuk anggota bertukar ide dan pengalaman dengan pemangku mereplikasi implementasi sanitasi berkelanjutan termasuk kepentingan lain terkait kebijakan, strategi, dan implementasi; instrumen pembiayaan penyediaan sanitasi pro-poor. (ii) menyediakan focal point informasi tentang UWASNET Mengembangkan visi bagaimana pendekatan berkelanjut- maupun isu terkait air minum dan sanitasi; (iii) menjamin an dapat berkontribusi dalam pencapaian MDGs. keberlanjutan UWASNET. Dalam rangka pencapaian sasaran khusus ini, road map Kegiatan terkait program ini adalah (i) keterlibatan dalam proses bersama untuk TSI 2008 telah berhasil disusun. pengambilan keputusan, (ii) kontribusi penulisan artikel di media massa; (iii) mengelola pusat data dan informasi; (iv) menyediakan Bentuk Organisasi jasa konsultansi bagi anggota; (v) menerbitkan newsletter berkala. SuSanA bukan organisasi baru, tetapi lebih merupakan jejaring 2. Program Peningkatan Kapasitas organisasi yang tidak mengikat yang bekerja bersama dan bersifat Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas LSM terbuka dan aktif mempromosikan sanitasi berkelanjutan. SuSanA sehingga akan terbangun jaringan LSM yang mandiri, dinamis, didukung oleh beberapa kelompok kerja tematik. OM dari berbagai dan efektif, yang akan menjadi mitra kerja pemerintah. Dengan sumber. demikian diharapkan LSM dapat berperan aktif dalam turut mencapai target MDGs, mempunyai kemampuan menanggapi SEKILAS PRINSIP SANITASI BERKELANJUTAN kebijakan pemerintah, dan mampu melaksanakan kegiatan air minum dan sanitasi yang inovatif. B eberapa tahun lalu prinsip sanitasi berkelanjutan telah disepakati oleh Water Supply and Sanitation Collaborative Council yang dikenal seba- gai "Bellagio Principles for Sustainable Sanitation" pada Global Forum ke- THE SUSTAINABLE SANITATION ALLIANCE (SUSANA) 5, November 2000, yaitu: (i) Harga diri manusia, kualitas hidup dan keamanan lingkungan tempat tinggal seharusnya menjadi dasar semua pendekatan sanitasi. Dasar Pembentukan (ii) Sejalan dengan prinsip kepemerintahan yang baik, pengambilan Motivasi utama pembentukan SuSanA adalah keputusan keputusan sebaiknya melibatkan partisipasi seluruh pemangku Sidang Umum PBB untuk mendeklarasikan Tahun 2008 kepentingan, khususnya konsumen dan penyedia layanan. (iii) Limbah sebaiknya dipertimbangkan sebagai sumber daya dan pe- sebagai Tahun Sanitasi Internasional, yang kemudian ditin- ngelolaannya sebaiknya terpadu dan bagian dari sumber daya air ter- daklanjuti pada tahun 2007 oleh berbagai organisasi yang padu dan proses pengelolaan limbah. berkecimpung dalam pembangunan sanitasi untuk memben- (iv) Penyelesaian masalah sanitasi lingkungan sebaiknya dilakukan pada tuk jejaring sanitasi berkelanjutan yang terbuka untuk men- ukuran minimum yang dapat dikelola (rumah tangga, lingkungan, kota, daerah tangkapan air). (sumber: WSSCC). dukung TSI 2008. 4 Percik Agustus 2008
  • 7.
    L A PO R A N U TA M A JEJARING AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN (AMPL) P embentukan Jejaring berangkat dari keprihatinan beberapa pihak yang menyadari bahwa isu air minum dan penyehatan lingkungan sela- ma ini masih menjadi arus pinggiran sehingga belum menjadi perhatian dan komitmen dari para pengambil keputus- an ditingkat nasional maupun daerah. Disisi lain, kebijakan pemerintah dalam pembangunan AMPL masih belum terpadu. Banyak program sering tum- pang tindih, para pemangku kepentingan yang peduli terhadap AMPL masih ber- jalan sendiri-sendiri, sementara di ting- kat masyarakat kesadaran terhadap peri- laku hidup bersih dan sehat masih ren- dah. Penandatanganan pembentukan Jejaring AMPL Dibutuhkan koordinasi dan integrasi pada 8 Oktober 2007 di Jakarta. Foto: Bowo Leksono. yang lebih strategis dari berbagai pihak pemangku kepentingan untuk saling lalu, akhirnya menghasilkan draf konsep informasi dan komunikasi AMPL yang berkoordinasi dan membangun kekuatan dan arahan strategis Jejaring AMPL ke efektif untuk mendukung partisipasi bersama yang lebih besar. Untuk itu depan. Konsep ini kemudian yang menja- pemangku kepentingan (pemerintah, dibutuhkan suatu jaringan yang dapat di dasar dari pernyataan bersama ang- swasta dan masyarakat) dalam proses mengkomunikasikan kebutuhan dan gota Jejaring yang disepakati pada 8 pembangunan Nasional di Indonesia. kepentingan dari berbagai pihak sehing- Oktober 2007 dan menjadi mandat untuk Sedangkan misinya mensinergikan ga setiap pihak mampu mempunyai dilaksanakan oleh tim pengarah. program yang strategis dan implemen- wadah untuk dapat berkontribusi dan tatif melalui penerapan prinsip ke- saling bersinergi untuk mempercepat Nama dan Pengertian Jejaring mitraan, pengembangan kerjasama pe- pencapaian tujuan bersama dalam pem- Jejaring AMPL atau Watsan Net- ngelolaan air minum dan penyehatan bangunan AMPL. working-INA merupakan wadah untuk lingkungan, peningkatan kapasitas lem- Maka sejak pertemuan pertama mensinergikan potensi informasi, penge- baga dan sumber daya manusia, serta pe- Jejaring AMPL pada 27 Februari 2007 di tahuan dan komunikasi antarpemangku ningkatan penyediaan dana pemba- Bappenas yang membuahkan kesepa- kepentingan (stakeholder) dalam ker- ngunan AMPL. katan untuk membangun Jejaring Ko- jasama yang memberikan manfaat kepa- munikasi antarpemangku kepentingan di da semua pihak. Keanggotaan sektor ini, dilanjutkan pertemuan yang Adapun visi dari Jejaring AMPL ada- Secara umum Jejaring bersifat terbu- lebih intensif pada Juli dan Agustus 2007 lah menjadikan jejaring sebagai wadah ka, inklusif dan independen. Siapa saja Percik Agustus 2008 5
  • 8.
    L A PO R A N U TA M A dapat menjadi anggota Jejaring: anggota; (ii) Komite Pengarah, yang ber- Gugus Tugas Perorangan, terbuka bagi perseo- fungsi menjaga agar organisasi tetap berja- Gugus Tugas dibentuk mengingat rangan dengan kewarganegaraan lan sesuai dengan keinginan anggota; (iii) adanya beberapa isu pokok dalam kon- apapun. Ketua Pelaksana Harian, yang dibantu oleh teks AMPL seperti air minum, pengelo- Lembaga Swadaya Masyarakat sekretaris umum dan gugus tugas, yang laan sampah, sanitasi dan perilaku hidup (LSM), lembaga non-pemerintah, menjalankan roda organisasi sehari-hari. bersih. Keempat isu tersebut memiliki lembaga pemerintah atau institusi permasalahan dan pendekatan tersendiri akademis yang memiliki program Komite Pengarah Jejaring untuk pengelolaannya. Atas dasar kera- dan/atau memiliki minat dalam Terdiri dari sembilan lembaga yang gaman itu, maka dibentuk gugus tugas, bidang pendidikan dan lingkungan. mewakili berbagai pihak, yaitu peme- agar setiap permasalahan di atas dapat Lembaga Internasional. rintah, LSM, donor, perguruan tinggi, dibahas secara lebih terfokus. Adapun Proyek/program yang dikelola pe- perusahaan, manajemen tim proyek/ gugus tugas tersebut adalah Gugus Tugas merintah maupun non-pemerintah. program di bidang AMPL sebagai beri- Pengelolaan Sampah (GTPS), Gugus Tu- kut: Pokja AMPL, WASPOLA, JAS/ gas Sanitasi (GTS), Gugus Tugas Air Mi- Struktur Organisasi GTZ, Air Kita/Europromocap IWAT, num, dan Gugus Tugas Kesehatan dan Struktur organisasi terdiri dari (i) IHE Indonesia, Plan Indonesia, ISSDP, Higienitas. anggota sebagai penentu arah kebijakan Jurusan Teknik Lingkungan Univer- Jejaring melalui keputusan rapat sitas Trisakti, dan PDAM Tirta Pakuan. Program Kerja Jejaring 1. Pusat Sumber Daya Informasi Membangun Program Integrasi Data, ANGGOTA Informasi Pengetahuan, dan Program AMPL dalam Bentuk Data Base. 2. Program Penguatan Kapasitas KOMITE PENGARAH Mewujudkan penguatan dan pember- dayaan masyarakat dalam pemba- ngunan AMPL yang berkelanjutan KETUA PELAKSANA HARIAN melalui sharing kapasitas antar- Pokja AMPL (Oswar Mungkasa) anggota Jejaring dan pihak lain di luar yang terkait, melalui pelatihan/work- shop/seminar mengenai metodologi dan praktik-praktik terbaik AMPL. SEKRETARIS UMUM 3. Program Pengembangan Kemitraan GUGUS TUGAS ISSDP (Syarif Puradimadja) Mengembangkan kemitraan inter- AIR MINUM: nal antarsesama anggota Jejaring Dit. PAM, Dep. PU dan eksternal dengan menjalin ker- (Bambang Purwanto) & jasama dan hubungan baik dengan FORKAMI (Abdullah) pihak-pihak di luar jejaring komuni- BIDANG SEKRETARIAT: Pokja AMPL tas AMPL untuk mendukung pro- DATA & (Dini Haryati) & INFORMASI: gram-program di atas. Air Kita (Indriati) PENGELOLAAN SAMPAH: Tim Pokja AMPL 4. Advokasi DML (Kemal Taruc) Mendorong isu AMPL menjadi pri- PENGUATAN: Jurusan TL Trisakti oritas pemerintahan maupun publik (Rositayanti) & dengan serangkaian kegiatan ad- IHE Indonesia SANITASI: (Hendra Murtidjaja) vokasi yang melibatkan berbagai ISSDP (Eri Trinurini) pihak untuk membangun dukungan, & Dit. PLP, Dep. PU ADVOKASI: penetapan kebijakan, pola pen- Waspola (Handy Legowo) (Sofyan Iskandar) & danaan, strategi kampanye dan JAS (Manfred Oepen) kajian solusi di bidang AMPL. KESEHATAN DAN KEMITRAAN: HIGIENITAS: Plan Indonesia & ESP Gugus Tugas Pengelolaan Sampah Dit. PL, Depkes (Alwis Rustam) (GTPS) (Zainal Nampira) Untuk memfasilitasi para anggota Je- jaring yang mempunyai minat di bidang 6 Percik Agustus 2008
  • 9.
    L A PO R A N U TA M A persampahan maka dibentuklah Gugus Tugas Pengelolaan Sampah (GTPS) atau Solid Waste Management Task Force (SWM-TF). Gugus Tugas ini adalah bagi- an dari Jejaring AMPL yang merupakan wadah untuk mensinergikan potensi in- formasi, pengetahuan dan komunikasi antaranggota Jejaring AMPL di bidang persampahan dalam kerjasama yang memberikan manfaat kepada semua pihak. Koordinator GTPS yang juga Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan (DML), Kemal Taruc, kepada Percik mengatakan fokus dari gugus tugas ini pada kegiatan yang berkaitan dengan Gugus Tugas Pengelolaan Sampah-Jejaring AMPL menggelar lokakarya “Pengelolaan Sampah Berbasis pengelolaan sampah berbasis masyarakat Masyarakat” pada tanggal 16-17 Januari 2008 di Jakarta. Foto: Bowo Leksono. skala kecil. Sementara untuk sasaran strategisnya, jelas Kemal, yaitu terinte- masyarakat sebagai upaya penting yang Gugus Tugas Sanitasi (GTS) grasinya data, informasi, pengetahuan harus mendapat pengakuan publik dan Koordinator GTS Eri Trinurini Adhi dan program gugus tugas pengelolaan dukungan politis (yang berarti anggaran, mengatakan seperti halnya gugus tugas sampah, tersedianya fasilitas situs seba- kebijakan, dan sebagainya). "Bukan lainnya, yang terlibat dalam GTS adalah gai sarana untuk mengakses informasi seperti sekarang yang hanya sekedar organisasi dan individu yang tertarik yang berkualitas bagi seluruh anggota menjadi kegiatan hobi para pengelola dengan isu-isu sanitasi baik untuk Jejaring AMPL pada umumnya dan sampah di RT-RW, kelurahan, maupun kepentingan organisasi maupun individu. khususnya gugus tugas pengelolaan sam- kompleks perumahan," ujarnya. "Sebuah organisasi atau individu dapat pah, serta terwujudnya penguatan dan saja bergabung dengan lebih dari satu pemberdayaan masyarakat dalam pe- Kegiatan GTPS gugus tugas," katanya. ngelolaan sampah yang berkelanjutan. Hingga saat ini, GTPS telah melak- GTS saat ini terus menggalang keang- sanakan berbagai kegiatan diantaranya gotaannya. Tidak seperti isu persampah- Keanggotaan Lokakarya Persampahan Berbasis Ma- an, isu sanitasi (air limbah) memang Anggota gugus tugas ini adalah per- syarakat pada pertengahan Januari belum banyak disentuh oleh banyak orga- orangan ataupun lembaga seperti DML, 2008. Sesuai dengan semangat kebersa- nisasi. Meskipun demikian kesadaran ESP, Mercy Corps, dan lainnya, yang juga maan Jejaring AMPL, kegiatan tersebut sanitasi sudah mulai banyak diperhatikan merupakan bagian dari Jejaring AMPL. diselenggarakan atas sinergi banyak pi- oleh banyak lembaga baik secara khusus Menurut Kemal, pihak-pihak yang terli- hak diantaranya JBIC dan Mercy Corps. maupun bergabung dengan isu lain yang bat dalam GTPS adalah semua pelaku, Baru-baru ini, GTPS menyeleng- relevan seperti air minum dan ling- pemerhati, penggemar, pengamat, pe- garakan pertemuan di kantor ESP untuk kungan, kesehatan dan pendidikan. ngomentar, pengkritik, pembuat kebi- membahas Undang-Undang Pengelolaan jakan, pelaksana kebijakan, dan pengusul Sampah yang baru saja disahkan DPR Kegiatan GTS kebijakan. "Semuanya terbuka bagi siapa awal April 2008 lalu. Fokusnya bukan Pada prinsipnya, Jejaring AMPL saja yang berkenan dengan pengelolaan membedah undang-undang tersebut pa- adalah sebuah jaringan komunikasi. sampah dan berbasis masyarakat," ung- sal per pasal, tetapi lebih melihat peratur- Dengan demikian membuka dan memeli- kapnya. an perundangan yang diamanatkan, hara komunikasi dengan semua stake- GTPS merintis kerja sama dalam ben- terutama peraturan pemerintah. holder merupakan sesuatu yang harus tuk pertukaran informasi melalui milis "Untuk ke depannya, selain dalam dilakukan. dan situs serta informasi yang bisa saling bentuk pertemuan yaitu saling meng- Kerjasama antarorganisasi baik se- dipertukarkan antaranggota, dan tentu undang dan saling mengajak partisi- sama anggota maupun organisasi lain di saja kesempatan untuk memperluas pasi dalam acara yang diprakarsai luar Jejaring AMPL merupakan sesuatu jaringan rekan kerja dan apa saja yang salah satu anggota. Nantinya diharap- yang jamak bagi GTS untuk menjalankan bisa dilahirkan dari situ. kan adanya kegiatan bersama yang misinya. Misalnya lokakarya simplified Menurut Kemal, kegiatan bersama sedang dicari bentuknya yang paling sewerage yang baru saja di lakukan pada berupa pengelolaan sampah berbasis tepat," tutur Kemal. bulan Mei 2008. Kegiatan ini merupakan Percik Agustus 2008 7
  • 10.
    L A PO R A N U TA M A kerjasama antara Tim Teknis Sanitasi Pengembangan Sanitasi (ISSDP), adalah Untuk itu pada 26-27 Mei 2008 atas Nasional, ISSDP, WSP-EAP dan Gugus terbentuknya pusat data serta kerjasama kerjasama Bappenas dan Departemen Tugas Sanitasi. yang baik dengan organisasi, program Kesehatan, diselenggarakan Lokakarya GTS disini berperan sebagai pelak- dan individu yang memiliki komitmen Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Bo- sana kegiatan tersebut dengan steering terhadap pembangunan sanitasi. "Pro- gor. Kesempatan tersebut juga digunakan commitee dari Tim Teknis Sanitasi dan gram kerjanya antara lain menyusun data sebagai momen peluncuran Gugus Tugas ISSDP. GTS juga secara aktif mem- base anggota gugus tugas, melakukan Kesehatan dan Higienitas, salah satu gu- berikan dukungan kepada DitJen Cipta penelitian, dan melaksanakan lokakar- gus tugas di bawah Jejaring AMPL. Gu- Karya Departemen Pekerjaan Umum ya," ungkapnya. gus tugas ini berada di bawah koordinasi dalam pelaksanaan Tahun Sanitasi Direktorat Penyehatan Lingkungan, Internasional 2008 dan Hari Air Dunia. Gugus Tugas Kesehatan dan Higi- Departemen Kesehatan. Menurut Eri, fokus GTS adalah per- nitas (GTKH) Dalam lokakarya STBM ini juga di- tukaran pembelajaran antarpemangku Pembangunan AMPL tidak hanya ter- sampaikan presentasi rancangan Strategi kepentingan terhadap pendekatan dan fokus pada pembangunan fisik, tetapi Nasional STBM oleh Kasubdit Penye- model-model pendekatan sanitasi perde- perubahan perilaku juga merupakan hatan Air yang juga koordinator Gugus saan dan perkotaan yang selama ini bagian yang tidak terpisahkan. Pada saat Tugas Kesehatan dan Higinitas, Zainal berkembang. "Selama ini sudah banyak ini, pemangku kepentingan AMPL Nampira. Terdapat 6 komponen strategi, model terutama sistem setempat (on site) sedang bergiat mendorong perubahan yaitu penciptaan lingkungan kondusif, yang dikembangkan, tetapi baru dalam perilaku melalui pendekatan Sanitasi peningkatan kebutuhan, peningkatan tingkat proyek percontohan" tuturnya. Total Berbasis Masyarakat (STBM). penyediaan, pengelolaan pengetahuan, Antarprogram ini harus selaku mela- Untuk menghindari program yang tum- pembiayaan, monitoring dan evaluasi. kukan pembelajaran, sehingga dapat mun- pang tindih, perlu disinergikan gerakan Strategi Nasional juga dilengkapi dengan cul inovasi baru. Lebih jauh, GTS ingin STBM. Melalui Jejaring AMPL, Gugus rencana kerja dan indikator. mendorong agar model yang sudah dikem- Tugas Kesehatan dan Higienitas ini men- bangkan tersebut dapat diadaptasi untuk jadi wadah untuk meningkatkan sinergi Rencana Kegiatan kawasan yang lebih luas lagi oleh pemangku pembangunan AMPL melalui gerakan Kegiatan Gugus Tugas Kesehatan dan kepentingan lain dan pemerintah. STBM. Langkah-langkah yang dilakukan Higinitas, saat ini lebih difokuskan pada Sasaran GTS, ujar Eri yang juga men- bersama diharapkan menjadi lebih efektif kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masya- jabat Asisten Team Manager Program dan efisien. rakat. Terdapat lima pilar utama kegiatan STBM, yaitu Open Defecation Free (ODF), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM RT), Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Untuk tahun 2008 ini, dari April hingga Desember, serangkaian kegiatan terkait akan dilaksanakan Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas. Mulai dari fa- silitasi pelaksanaan gerakan STBM, pe- nyusunan panduan-panduan hingga fa- silitasi klinik sanitasi di daerah. Ke depan diharapkan Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas ini dapat mem- berikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan AMPL di Indonesia, khususnya kegiatan STBM. Partisipasi aktif Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas dalam gerakan STBM diharap- kan akan mengurangi angka kematian karena diare dan penyakit lainnya yang Diskusi “Simplified Sewerage” diselenggarakan oleh Gugus Tugas Sanitasi-Jejaring AMPL di Departemen berhubungan dengan kondisi sanitasi di Pekerjaan Umum, Jumat 25 April 2008. Foto: Bowo Leksono. Indonesia. BW/DH 8 Percik Agustus 2008
  • 11.
    TSI Seputar Tahun Sanitasi Internasional Pencanangan Tahun Sanitasi Internasional di tingkat nasional pada tanggal 27 Maret 2008 oleh Menteri Pekerjaan Umum, ternyata cukup bergaung. Beberapa daerah kemudian menindaklanjuti dengan melakukan pencanangan Tahun Sanitasi Internasional dengan beragam kegiatan. Berikut ini cuplikannya PERESMIAN PROYEK PEKERJAAN UMUM DI PROPINSI BALI S ebagai rangkaian dari pencanangan Tahun Sanitasi Internasional di In- donesia, pada tanggal 14 Juni 2008, De- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan partemen Pekerjaan Umum menyeleng- proyek-proyek infrastruktur pekerjaan umum dan penyerahan bantuan langsung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri serta kredit usaha rakyat untuk Provinsi Bali di Denpasar. garakan serangkaian kegiatan di Den- Foto: Repro Kompas. pasar, Bali. Dimulai dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba pidato anak nya bahwa pariwisata tidak lagi hanya dan lomba lukisan anak bertema sela- menyangkut 5 S yaitu sun, sand, sea, matkan air dan lingkungan oleh Menteri Tanpa sanitasi smile tapi juga S yang lain yaitu sanita- PU. Kemudian dilanjutkan dengan peres- yang baik maka tion. Tanpa sanitasi yang baik maka pari- mian Denpasar Sewerage Development pariwisata wisata tidak akan berkembang. OM Project (DSDP) dan Trash-Rack Tukad tidak akan Badung dan Tukad Mati oleh Presiden. PENCANANGAN TAHUN SANITASI berkembang. Pembangunan DSDP dimulai segera INTERNASIONAL DI NANGROE ACEH setelah terjadinya peristiwa sejumlah wi- DARUSSALAM satawan Jepang terkena Disentri di Bali yang berakibat jumlah wisatawan Jepang ke Bali berkurang 50 persen. Diharapkan dapat menurun, selain estetika ling- kungan juga terganggu. Pembangunan S elepas Tsunami 2004, banyak peru- bahan yang terjadi di NAD, termasuk pembangunan AMPL. Hal ini terutama setelah terbangunnya DSDP maka kualitas Trash-Rack dimaksudkan untuk me- terkait dengan banyaknya dukungan dari lingkungan perairan akan lebih baik, se- nangkap sampah di sungai dan kemudian lembaga donor maupun LSM yang ber- hingga peristiwa terjangkutnya Disentri diangkat keluar dari badan sungai. Diha- kiprah membantu penyediaan kebutuhan dapat dicegah. Dengan demikian, citra rapkan hal ini dapat membantu mence- dasar diantaranya layanan air minum, pariwisata Bali akan menjadi lebih baik. gah penurunan kualitas lingkungan aki- sanitasi dan sampah. Tanggap akan kon- Fakta lain yang juga dapat menurun- bat pembuangan sampah sembarangan disi ini, kemudian Gubernur NAD me- kan kualitas lingkungan adalah masya- ke sungai. lalui Surat Keputusan No. 699/66/ 2008 rakat yang masih menjadikan sungai se- Peresmian kedua proyek ini dimak- tanggal 13 Maret 2008 menetapkan Tim bagai tempat pembuangan sampah. Kon- sudkan untuk mengingatkan kepada kita Koordinasi Penyelenggara Program Na- disi ini dapat mengakibatkan pendang- semua tentang keterkaitan yang erat an- sional AMPL atau dikenal sebagai Kelom- kalan sungai dan mengakibatkan banjir. tara sanitasi dan pariwisata. Hal ini pok Kerja AMPL (Pokja AMPL). Kebera- Akibatnya derajat kesehatan masyarakat ditekankan oleh Presiden dalam pidato- daan Pokja ini diharapkan dapat mem- Percik Agustus 2008 9
  • 12.
    TSI bantu mensinergikan pembangunan wil, PSDA, Pokja AMPL bekerjasama AMPL di NAD. dengan UNICEF dan WASPOLA melak- Diharapkan Sebagai bagian sosialisasi keberadaan sanakan Deklarasi Hari Air Dunia dan Pokja AMPL NAD, pemerintah Propinsi Tahun Sanitasi Tahun Sanitasi Internasional pada tang- NAD bekerjasama dengan UNICEF, BRR, Internasional gal 29 Mei 2008 dipusatkan di Kabu- dan GTZ menyelenggarakan kegiatan menjadi bagian dari paten Kendal. Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional kepedulian masyarakat Acara berlangsung meriah dengan 2008 dan Program Pembangunan Pokja secara umum, rangkaian agenda antara lain sarasehan AMPL Propinsi NAD, bertempat di "Air Minum dan Sanitasi" dihadiri lebih bukan hanya pemerintah Banda Aceh pada tanggal 12 Juni 2008. dari 300 peserta dari seluruh Jawa Te- Pertemuan tersebut dibuka oleh Asisten saja. ngah, lomba poster air minum dan sani- Daerah Propinsi NAD, dan dihadiri oleh tasi, lomba menggambar dan mewarnai lembaga donor, LSM, dinas terkait, dan bertema "Lingkungan Sehat" yang diikuti media massa. Selain mensosialisaikan Sanitasi oleh GTZ. sekitar 60 anak. Tidak lupa juga dilang- Keputusan Gubernur tentang Pokja Menariknya, pada sudut jalan utama sungkan pameran bertema air minum AMPL Propinsi NAD, sekaligus juga dipasang baliho besar dan spanduk ten- dan sanitasi. dilakukan sosialisasi Kebijakan Nasional tang acara ini. Diharapkan Tahun Sa- Puncak acara ditandai dengan sam- Pembangunan AMPL Berbasis Masya- nitasi Internasional menjadi bagian dari butan dan pernyataan deklarasi serta rakat oleh Pokja AMPL Nasional. Untuk kepedulian masyarakat secara umum, diikuti dengan penanaman pohon oleh melengkapi, Mardan dari Pokja AMPL bukan hanya pemerintah saja. (Sofyan) Gubernur Propinsi Jawa Tengah, Guber- Kabupaten Solok berkesempatan menje- nur berpesan pentingnya pelestarian laskan pengalamannya selama ini dalam DEKLARASI HARI AIR DUNIA DAN sumber air minum melalui konservasi melakukan implementasi kebijakan na- TAHUN SANITASI INTERNASIONAL dan sanitasi lingkungan. (SBR) sional tersebut di daerahnya. Acara PROPINSI JAWA TENGAH RAPAT KOORDINASI AIR MINUM kemudian ditutup dengan penjelasan tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem P emerintah Propinsi Jawa Tengah de- ngan dimotori oleh Dinas Kimpras- DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN DAN PENCANANGAN TAHUN SANITASI PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT B ertempat di Hotel Lombok Raya Ma- taram tanggal 22-23 Mei 2008, dise- lenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) AMPL dan Pencanangan Tahun Sanitasi Nusa Tenggara Barat. Mungkin ini adalah Rakor AMPL yang pertama kali di Indo- nesia yang diselenggarakan oleh Peme- rintah Propinsi melalui Pokja AMPL Pro- pinsi dengan mengundang dinas terkait dari masing-masing kabupaten/kota. Pada kesempatan tersebut juga sekaligus dilakukan pencanangan Tahun Sanitasi Internasional oleh Kepala Bappeda Pro- pinsi NTB, Lalu Fathurrahman, sekaligus membuka acara. Beberapa agenda kegiat- an tahun Sanitasi Internasional telah di- persiapkan. Dalam Rakor tersebut diba- has beberapa agenda utama seperti pena- jaman Renstra AMPL kabupaten, dan pe- netapan rencana kerja kegiatan WES UNICEF. (OM) Gubernur provinsi Jawa Tengah Ali Mufiz menanam pohon menandai Deklarasi Hari Air Dunia dan Tahun Sanitasi Internasional. Foto: Sobari. 10 Percik Agustus 2008
  • 13.
    WAWA N CA R A Berjejaring Membangun AMPL Pada 8 Oktober 2007, sekitar 40 lembaga yang terdiri dari pemerintah, lembaga internasional, LSM, proyek terkait, perguruan tinggi, PDAM, badan regulator dan asosiasi profesi telah menyatakan kesepakatan bersama untuk pembentukan Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). Jejaring ini terdiri dari sembilan Tim Pengarah yaitu Pokja AMPL, WASPOLA, JAS/GTZ, Air Kita/ Europromocap IWAT, IHE Indonesia, Plan Indonesia, ISSDP, Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, dan PDAM Tirta Pakuan. Berikut ini kami sarikan pandangan dari masing-masing anggota tim pengarah terhadap perlunya Jejaring AMPL dan harapan-harapannya. Mengapa perlu membuat Apa yang hendak dilakukan Apa yang diharapkan Jejaring AMPL? untuk Jejaring AMPL? dari Jejaring AMPL? Pembentukan Jejaring AMPL Pada saat ini jejaring masih bersifat Banyak harapan yang ditujukan berangkat dari keprihatinan beberapa informal karena belum terdaftar secara kepada Jejaring ini. Beberapa peran yang pihak yang menyadari bahwa isu AMPL resmi di notaris maupun di Departemen diharapkan dari jejaring diantaranya selama ini masih di arus pinggiran Hukum dan HAM. Hal ini memang se- adalah (i) meningkatkan koordinasi pem- sehingga belum menjadi perhatian dan ngaja dilakukan untuk memberi kesem- bangunan AMPL di Indonesia; (ii) menja- komitmen dari para pengambil kepu- patan kepada semua anggota jejaring di pusat pembelajaran (resource center) tusan. untuk berkiprah dahulu dalam wadah ini. termasuk juga menjadi wadah penyedia Setelah dua atau tiga tahun kita akan bahan advokasi, bahkan melakukan berembuk kembali seperti apa bentuk sendiri advokasi tersebut, best practice formal dari jejaring ini. Walaupun AMPL; (iii) menjadi focal point pemba- Oswar Mungkasa demikian kita sudah menyiapkan ngunan AMPL di Indonesia; (iv) menjadi (Pokja AMPL) AD/ART Jejaring berikut kode etiknya. garda depan pelaksanaan kampanye Termasuk juga bentuk organisasinya. publik. Semua harapan tersebut sebe- Seperti diketahui dalam wadah jejaring narnya dalam rangka menjawab isu pem- ini terdapat empat gugus tugas (gugus bangunan AMPL di Indonesia seperti (i) tugas pengelolaan sampah/GTPS, gugus data AMPL yang tidak berkesesuaian tugas sanitasi/GTS, gugus tugas kese- satu sama lain; (ii) kesulitan memperoleh hatan dan higienitas, dan gugus tugas air informasi menyangkut pembelajaran dan minum) dibawah koordinasi wakil ketua best practice AMPL; (iii) banyaknya pelaksana, dan empat bidang kerja (data pelaku pembangunan AMPL sementara dan informasi, penguatan kapasitas, dilain pihak terlihat kurangnya koordinasi pengembangan kemitraan, serta komu- diantara pelaku pembangunan AMPL; (iv) nikasi dan advokasi) dibawah koordinasi kampanye publik yang masih belum sekretaris umum. Bidang-bidang ini men- mendapat perhatian selayaknya. dukung pelaksanaan kegiatan oleh ma- sing-masing gugus tugas. Pengawasan sendiri dilaksanakan oleh komite peng- arah yang terdiri dari sembilan institusi yang menjadi penggagas berdirinya jeja- ring. Dalam waktu dekat kita akan mulai menyusun rencana kerja untuk tahun 2009. Sementara ini sampai tahun 2008, masih bersifat darurat sehingga banyak kegiatan yang dilakukan masih bersifat sporadis. Ini penting, untuk pengembangan WASPOLA berkomitmen mendorong Sebagai wadah stakeholders yang jaringan sektor AMPL dalam kerangka proses sharing knowledge antar-stake- sangat lengkap, Jejaring diharapkan percepatan reformasi Kebijakan sektor holders, termasuk memfasilitasi perte- menjadi media percepatan adopsi dan AMPL menuju pelayanan AMPL yang muan dan pertukaran informasi. Ter- implementasi Kebijakan Nasional, efektif dan tepat sasaran serta berkelan- utama untuk pengembangan kapasitas, khususnya berbasis masyarakat sekali- jutan. Relasi dan komunikasi antar- reformasi kelembagaan dan rising aware- gus menjadi media sharing sekaligus stakeholders dalam Jejaring akan mem- ness. pressure advocacy terhadap komitmen bentuk komitmen percepatan pemba- berbagai pihak untuk pembangunan ngunan AMPL, termasuk pembagian AMPL. peran yang lebih jelas, transparan dan Gary D. Swisher akuntabel. (WASPOLA) Percik Agustus 2008 11
  • 14.
    WAWA N CA R A Mengapa perlu membuat Apa yang hendak dilakukan Apa yang diharapkan Jejaring AMPL? untuk Jejaring AMPL? dari Jejaring AMPL? Bidang AMPL di Indonesia masih ter- Koordinasi kegiatan, menyusun Kami, sebagai anggota jejaring, abaikan dari persoalan investasi, per- data, membuat modul pelatihan, peneli- mengharapkan ada koordinasi yang ba- aturan yang melingkupi, kebijakan serta tian, membuat isu legal, standar teknis ik. Kami berharap bekerjasama dalam kesadaran bersama. Dalam Jejaring dan sebagainya. Disamping itu menga- pembiayaan dan mengatur kegiatan AMPL harus ada komitmen secara profe- jak kerjasama dengan pengambil kebi- dengan mempertimbangkan strategi. sional di bidangnya. Karena itu, komit- jakan diberbagai bidang seperti politik Kerjasama juga ditujukan untuk mem- men kita dibutuhkan sebagai bentuk dan ekonomi. bantu mengatasi bidang AMPL yang ter- kepedulian kita terhadap bidang air abaikan. minum dan sanitasi. Manfred (JAS) Untuk organisasi asing yang ingin Saya mau mencoba merubah cara Saya tidak menginginkan apa-apa. membantu bidang lingkungan di In- berpikir orang Indonesia karena kesan di Saya hanya ingin membantu, saya tidak donesia, sampai sekarang tidak ada luar negeri masih perlu diperbaiki. Saya mengharapkan apapun. koordinasi dan susah mencari jalannya. mau mencoba memotivasi donatur, Kami bingung memilih partner, Depkes, membuat sinergi, dan kredibilitas. Bappenas, Departemen PU, atau PDAM? Jejaring AMPL adalah alat yang paling cepat dan paling efektif. Didier Perez (Air Kita Europromacap/IWAT) Sebuah langkah untuk kepentingan Menyumbangkan pikiran dan ide. Saya berharap dengan jejaring ini bersama tidak bisa dilakukan secara Karena Jejaring memiliki program pe- akan membangun budaya yang benar- individu dan berjalan sendiri-sendiri. Kita nguatan kapasitas Jejaring AMPL dalam benar cinta lingkungan. Sebuah pengab- harus berpikir bersama dan berjalan hal ini fokus pada sharing kapasitas dian dan perhatian sepenuhnya untuk bersama secara berkesinambungan, antaranggota Jejaring dan pihak lain di kesinambungan lingkungan yang bebas sekalipun kesadaran itu harus datang luar yang terkait melalui seminar, work- dari pencemaran. Kedepannya Jejaring dari per individu yang berbeda. shop, dialog, diskusi tematik, dan AMPL menjadi lebih terintegrasi dan kajian. Dan mendistribusikan penga- berkelanjutan. laman, kajian, strategi, dan praktik- Jan Yap praktik terbaik AMPL. (IHE) Karena keterbatasan sumber da- Menguatkan partnership dan sharing Implementasi AMPL di Indonesia ya/dana dalam meningkatkan kualitas lesson learn dengan lembaga lain dibi- yang lebih terintegrasi saling mengu- dan cakupan kegiatan AMPL di Plan dang AMPL dalam meningkatkan pro- atkan dan menghindari perulangan Indonesia. gram AMPL di area Plan. strategi implementasi yang tidak berhasil. Tofik Rochman (Plan Indonesia) 12 Percik Agustus 2008
  • 15.
    WAWA N CA R A Mengapa perlu membuat Apa yang hendak dilakukan Apa yang diharapkan Jejaring AMPL? untuk Jejaring AMPL? dari Jejaring AMPL? Untuk menjalin dan mengem- Ada tiga fokus kegiatan; bagi Pengenalan antara semua stakehol- bangkan komunikasi efektif secara tim- pengembangan kemitraan, penguat- der yang terlibat dibidang AMPL bal-balik dari semua anggota dan stake- an kapasitas dan peningkatan sehingga dapat diketahui seberapa holders dalam peningkatan layanan air komunikasi melalui advokasi serta besar terwujudnya kebersamaan minum dan penyehatan lingkungan. pembentukan dan penguatan bank tindak yang lebih bermanfaat. Melalui jalinan komunikasi dalam ben- data AMPL. Saling mendukung kegiatan dan tuk wadah jejaring akan sangat me- Ada juga fokus program yang bersi- program antarpemerintah dan non- mungkinkan terjadinya sinergi dan fat sektor dibidang pengembangan pemerintah untuk mewujudkan komitmen bersama dalam menyatukan gugus sanitasi persampahan dan social objectives yang semakin ter- visi yang lebih terfokus. perubahan perilaku dalam upaya konsolidasi. Syarif membantu peningkatan layanan Terbentuknya pemetaan berbagai Puradimadja yang lebih efektif dan efisien. kegiatan di bidang yang sama di (ISSDP) berbagai sektor dan wilayah sehing- ga dapat diketahui base line yang dapat dijadikan umpan balik bagi tersusunnya suatu rekonsolidasi kebijakan dan strategi pengem- bangan AMPL di tingkat nasional. Pemberian dukungan bagi pena- jaman program di sisi pemerintah sehingga terdapat prioritas pengem- bangan program yang terjamin tingkat pelaksanaannya (workable) dan pendanaannya secara politis. Terciptanya harmonisasi, ker- jasama, dan kolaborasi antar-stake- holders dalam memfokuskan sasaran layanan yang ditujukan pada target pemihakan pada masyarakat miskin. Supaya setiap kegiatan AMPL yang Menyusun, melaksanakan, serta me- Memperoleh sinergi dan kemitraan dilakukan para anggotanya dapat lebih ngevaluasi kegiatan AMPL sesuai kapa- yang lebih luas dalam pelaksanaan terarah, tepat sasaran, dan luas ca- sitas dan program kerja Jurusan Teknik kegiatan AMPL di Jurusan TL Usakti. kupannya. Selain itu, melalui jejaring Lingkungan Universitas Trisakti. diharapkan isu AMPL menjadi perhatian penting dalam kebijakan Nasional. Rositayanti (Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti) Jejaring AMPL sangat diperlukan Menyampaikan ide-ide/gagasan, ino- Pelatihan dan informasi terkini sebagai media komunikasi dan sosial- vasi, pengalaman atau praktik terbaik di dibidang AMPL. isasi tentang kegiatan yang menyangkut bidang AMPL untuk meningkatkan AMPL air minum dan penyehatan lingkungan, secara nasional. bagi para pelaku AMPL, praktisi, akademisi dan masyarakat. Henry Darwin (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor) BW Percik Agustus 2008 13
  • 16.
    P E RAT U R A N Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah S udah sejak 2003 masyarakat yang mendambakan lingkungan bersih dan sehat menanti kehadiran undang- undang persampahan. Penantian panjang itu akhirnya berakhir juga. Pada 9 April 2008, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Sampah disetujui Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Undang-undang hasil naskah akademis tim dari Kementerian Lingkungan Hidup ini bernama Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. UU ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan jaminan kehidupan yang baik dan sehat kepada masyarakat Indonesia. Latar Belakang Terbitnya UU Pengelolaan Sampah Seiring pertambahan penduduk, sampah yang dihasilkan semakin bertambah. Namun, pertambahan sampah tersebut tidak terbatas pada volume semata karena mencakup juga jenis dan kualitasnya. Sementara metode pengelolaan sampah saat ini pada umumnya masih dengan cara membuang sampah secara langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bermacam masalah pun hadir tak sekedar persoalan keber- sihan dan pencemaran lingkungan, namun sudah masuk ke wilayah sosial yaitu perselisihan antarwarga di sekitar TPA. Parahnya, hampir semua kota di Indonesia, baik kota besar maupun kota kecil, tidak memiliki penanganan sampah yang baik. Penanganan kebanyakan dengan manajemen yang sama, kumpul-angkut-buang. Suatu pengaturan klasik yang sudah seharusnya diakhiri. Karena terbukti cara ini memiliki kelemah- an dan cenderung merugikan. Tidak hanya bagi lingkungan tapi juga bagi masyarakat di sekitar lokasi pembuangan. Foto: Bowo Leksono Tentu kita masih ingat bencana ledakan di TPA sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang menelan korban ratusan Revolusi Pengelolaan Sampah orang. Belum lagi konflik masyarakat di sekitar lokasi tempat Istilah ini muncul dari Menteri Negara Lingkungan Hidup pengolahan sampah terpadu (TPST) Bojong, Bogor, Jawa Barat Rachmat Witoelar yang mengatakan bahwa UU Pengelolaan atau TPA Bantar Gebang di Bekasi yang sudah kerap menghiasi Sampah merupakan revolusi pengelolaan sampah yang diharap- media massa. Belum lagi beberapa persoalan persampahan di kan dalam waktu yang tidak lama, masyarakat mendapatkan kota-kota lain. Hal ini tidak hanya berdampak pada satu kota lingkungan yang bersih dan sehat. saja tapi berkaitan antarkota. Seperti yang terdapat pada Pasal 4 yang mengatakan bahwa Untuk itu, penting segera diterbitkan UU persampahan. "Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan Dengan diundangkannya Undang-Undang tentang Pengelolaan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah Sampah ini dimaksudkan untuk mewujudkan sistem pengelo- sebagai sumber daya". laan sampah yang berhasil guna dan berdaya guna, sehat, aman Dengan diberlakukannya UU Pengelolaan Sampah sejak dan ramah lingkungan. Hal penting yang diatur dalam UU ini diundangkannya dalam lembaran negara, penanganan sampah adalah perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah yang di Indonesia diatur dengan paradigma baru. Semua pihak semula sekedar mengumpulkan, mengangkut dan membuang bertanggung jawab terhadap sampah, baik masyarakat, peme- sampah ke TPA berganti menjadi pengelolan sampah dengan rintah maupun pemangku kepentingan yang berkaitan dengan menerapkan prinsip 4 R (reduce, reuse, recycle, recover). keberadaan sampah. 14 Percik Agustus 2008
  • 17.
    P E RAT U R A N Seperti diketahui, selama ini sebagian besar masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan dengan metode kumpul-angkut-buang. Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi, misalnya untuk energi, kompos, pupuk ataupun untuk bahan baku industri. Tanggung Jawab Pengelolaan Sampah Dalam undang-undang ini, tidak hanya pemerintah saja yang bertanggung jawab terhadap persoalan persampahan. Masyarakat (rumah tangga) dan pihak swasta (produsen sam- pah) pun wajib mengelola sampah dengan aturan yang sudah ditentukan. Aturan ini terdapat pada Pasal 12 ayat (1) yang mengatakan bahwa "Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan ling- kungan". Sementara pada Pasal 13 menyebutkan "Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya wajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah". Dengan kata lain, undang-undang itu memaksa masyarakat untuk melakukan daur ulang dalam pengelolaan sampah. Tentu bila tidak mengelola sampah akan dikenai sanksi sesuai peratur- annya. Hal lain yang menarik dalam undang-undang sampah ini berkenaan aturan bagi para produsen seperti yang tercantum dalam Pasal 14 dan 15. Seperti kewajiban yang dibebankan pada masyarakat, produsen pun diwajibkan mengelola kemasan dari barang yang diproduksi yang tidak dapat atau sulit terurai oleh Foto: Bowo Leksono alam. Pemerintah akan melakukan mekanisme punishment and reward kepada perusahaan yang melanggar dan tidak men- memaksa pemimpin daerah mengelola sampah bila tak ingin jalankan pengolahan sampah. Tak terkecuali pada masyarakat digugat atau terkena sanksi. Aturan ini mewajibkan pemerintah baik secara individu maupun komunitas. daerah menangani sampah di wilayahnya. Pada Pasal 5 disebutkan "Pemerintah dan pemerintah dae- Kewajiban Pemerintah Daerah rah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah Sebelum diundangkannya UU No. 18 Tahun 2008, tidak ada yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai dengan tujuan standar aturan yang tegas mengenai pengelolaan sampah di sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini". setiap kabupaten/kota atau provinsi di Indonesia. Semua dae- Kondisi bersih dan sehatnya suatu daerah dari persoalan rah berpegangan pada peraturan daerah masing-masing, sampah memang bergantung pada niat dan minat pemimpin sehingga penanganan sampah pun berbeda-beda. daerahnya. Untuk urusan pengawasan pengelolaan sampah Parahnya, pemerintah daerah terjebak pada masalah re- dalam undang-undang ini diatur dengan cara pengawasan ber- tribusi dan sanksi-sanksi (denda) untuk meningkatkan penda- tingkat seperti yang tercantum pada Pasal 30 ayat (1) dan ayat patan daerah masing-masing dibanding tanggung jawab mana- (2). Sederet kewajiban bagi pemerintah dan pemerintah daerah jemen pengolahan sampah untuk kepentingan bersama. berkenaan dengan pengelolaan sampah terdapat dalam undang- Melalui undang-undang inilah konsep dasar berkaitan pem- undang yang pertama kali mengatur soal sampah ini. benahan penanganan sampah di Indonesia bisa terwujud Tentu semua pihak berharap, dengan diberlakukannya segera. Tentu setelah diterbitkannya peraturan pemerintah undang-undang mengenai pengelolaan sampah akan mampu sebagai pedoman pelaksana undang-undang tersebut. Untuk mengurangi persoalan sampah di seluruh wilayah Nusantara. kemudian diikuti peraturan daerah yang berpedoman pada Semoga dimasa yang akan datang, Indonesia menjadi negara aturan yang lebih tinggi tingkatannya. yang tidak lagi meributkan soal sampah tapi justru mampu Secara tersurat Undang-Undang Pengelolaan Sampah membuka peluang kerja dari pengelolaan sampah ini. BW Percik Agustus 2008 15
  • 18.
    WAWA S AN Teknologi Pengolahan Sampah di PLTSa Gede Bage Bandung oleh Sandhi Eko Bramono, S.T., MEnvEngSc. *) P embangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Gede Bage yang akan dibangun di Kabupaten Bandung, rupanya telah banyak menimbulkan pro dan kontra dalam ren- cana pembangunannya. Sebagian masyarakat menolak, seba- gian lagi menerima, meskipun telah diterbitkannya studi kelayakan dari pengoperasian PLTSa oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Masyarakat berhak untuk mengetahui mengenai proses yang diterapkan di PLTSa, mengingat penanganan sampah juga dapat menimbulkan kerawanan akan friksi sosial. Informasi yang tidak akurat atau bahkan menyesatkan, justru dapat men- jadi bumerang bagi pemerintah sendiri dalam menerapkan PLTSa ini. Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang saat ini, Sebuah spanduk dukungan pembangunan PLTSa Gede Bage kiranya masyarakat perlu mengetahui, bahwa pengolahan yang di depan Pasar Balubur Bandung. Foto: Istimewa akan diterapkan di PLTSa Gede Bage, merupakan pengolahan yang terintegrasi. Pengolahan yang tidak sekedar membakar Untuk membuatnya menjadi konsisten, mengapa tidak dina- sampah, namun juga menghasilkan produk berupa listrik, abu makan sebagai Instalasi Pengolahan Sampah (IPS)? Selain itu, sisa pembakaran yang dapat dimanfaatkan, hingga dampak IPS lebih bertujuan mengolah sampah sebagai tujuan utamanya, sosial baik lainnya, seperti penyerapan tenaga kerja. Namun di bukan untuk memproduksi listrik. Produksi listrik atau produk sisi lain, jika pengoperasian tidak dilakukan dengan benar, yang bermanfaat lainnya, hanya merupakan hasil samping dari maka dapat pula menyebabkan kerusakan lingkungan secara pengolahan sampah itu sendiri. Dengan pengistilahan menjadi lokal dan regional di kawasan tersebut, yang akhirnya berakhir IPS, maka fungsi dari pengolahan sampah tersebut menjadi dengan biaya sosial yang mahal yang harus dibayar masyarakat. lebih umum, yaitu untuk mengolah sampah. Istilah PLTSa Pembakaran Terkontrol Istilah ini diciptakan karena adanya proses pembangkitan Teknologi yang akan digunakan dalam PLTSa Gede Bage energi dari sampah yang diolah dalam PLTSa. Sesungguhnya adalah pembakaran secara terkontrol. PLTSa dirancang untuk istilah ini cukup beresiko, mengingat besarnya peluang ketidak- mengolah dengan kapasitas 500 ton/hari atau setara dengan mampuan pengolahan sampah yang menghasilkan listrik secara pelayanan 850 ribu jiwa penduduk Kota Bandung. Sementara ekonomis. Hal ini dapat dimengerti, karena tingginya kadar air sampah yang dihasilkan di Kota Bandung dengan penduduk dalam sampah di Indonesia (yang rata-rata dapat mencapai 60- sekitar 2,6 juta jiwa (tahun 2007) adalah sekitar 1.600 ton/hari. 80 persen), yang akan menurunkan nilai kalor dan energi yang Dalam hal ini, PLTSa Gede Bage akan mengolah sekitar 30 dapat dibangkitkan dari sampah tersebut. persen sampah yang diproduksi Kota Bandung setiap harinya. Seperti saat musim penghujan, dimana kadar air sampah Pemerintah Kota Bandung masih harus memikirkan untuk dapat semakin tinggi, maka peluang untuk PLTSa untuk mem- mengolah 70 persen sampah yang belum dapat diolah oleh produksi listrik akan menurun, justru PLTSa akan menjadi PLTSa tersebut. pengkonsumsi energi yang lebih banyak untuk dapat mengolah Sampah dari lokasi timbulan sampah, seperti di permuki- sampah. man, kawasan komersial, kawasan perkantoran, kawasan indus- Dalam istilah infrastruktur yang berkenaan dengan hal ini, tri, hingga kawasan pariwisata, akan diangkut dengan menggu- terdapat istilah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi nakan truk pengangkut sampah. Pengumpulan sampah yang Pengolahan Air Limbah (IPAL). umumnya dilakukan oleh gerobak sampah, akan dibawa ke 16 Percik Agustus 2008
  • 19.
    WAWA S AN Lokasi Penampungan Sementara (LPS) sampah. rasi mengacu pada Keputusan KABAPEDAL Nomor Keputusan Truk-truk sampah akan mengangkut sampah yang sudah 03/BAPEDAL/09/1995 tentang baku mutu emisi untuk sumber terkumpul ke PLTSa Gede Bage untuk diolah. Terdapat zonasi diam kegiatan lain-lain, termasuk insinerator. daerah pelayanan sampah yang sampahnya akan diolah ke Baku mutu utama dari polutan yang diatur adalah partikulat PLTSa, sementara sebagian lagi yang belum terlayani akan (harus kurang dari 350 mg/m3), oksida nitrogen dalam bentuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bandung. nitrogen dioksida (harus kurang dari 1.000 mg/m3), oksida sul- Sampah yang masuk ke dalam PLTSa akan ditampung dalam fur dalam bentuk sulfur dioksida (harus kurang dari 800 bak besar penampung sementara sampah, yang berperan seper- mg/m3), serta tingkat kepekatan asap atau yang dikenal sebagai ti reservoir. Sampah akan diletakkan di sana selama 2-3 hari, opasitas (harus kurang dari 35 persen). untuk menjamin suplai sampah ke dalam PLTSa dapat berlang- Seluruh pembakaran sampah yang beroperasi di Indonesia, sung secara terus-menerus dalam laju yang konstan. Tanpa harus mengacu pada peraturan ini, agar dapat memberikan adanya bak penampung sampah ini, maka suplai sampah akan dampak lingkungan yang relatif minimum bagi kesehatan fluktuatif kadang sangat banyak, kadang sangat sedikit. Hal ini manusia, menurut standar yang ditetapkan oleh Pemerintah harus dihindari, sehingga kinerja proses dapat dipertahankan. Indonesia. Setelah masuk bak penampung sampah, sampah akan dica- cah agar ukurannya lebih kecil dan seragam, sebelum diangkut Dampak Lingkungan masuk ke ruang bakar. Setelah pencacahan, sampah akan Setiap aktifitas manusia dipastikan akan memberikan memasuki ruang bakar pertama dengan suhu 600-800 derajat dampak lingkungan, baik yang merugikan maupun bermanfaat celcius untuk mereduksi volume sampah menjadi abu dengan bagi lingkungan. Pengoperasian PLTSa yang tidak sesuai kaidah volume tersisa hanya 10 persen saja. Dilanjutkan dengan masuk teknis serta hukum yang berlaku, akan menyebabkan PLTSa ruang bakar kedua dengan suhu 800-1.000 derajat celcius menjadi sumber polutan baru yang membahayakan kesehatan untuk menjamin kesempurnaan gas hasil pembakaran dari manusia dan lingkungan. ruang bakar pertama. Dampak akibat gas buang yang tidak terolah dengan baik, Di dalam ruang-ruang bakar tersebut pula, sampah selain akan menjadi pencemar udara yang membahayakan. Namun ditiup dari bawah dan atas untuk suplai udara, juga akan jika PLTSa dioperasikan dengan benar, maka permasalahan diangkat dan digerakkan oleh semacam stoker untuk mencam- sampah dapat tertangani dengan baik, lapangan kerja terbuka purkan sampah, udara, dan lidah api yang terdapat di ruang dan menyerap banyak tenaga kerja, ahli-ahli persampahan bakar tersebut. Abu yang terbentuk dari proses pembakaran di dapat mempraktikkan ilmunya untuk pengembangan dunia per- kedua ruang bakar akan terkumpul di bagian bawah ruang sampahan Indonesia yang masih carut-marut, mampu mempro- bakar, dan digerakkan dengan semacam ban berjalan untuk duksi listrik dan abu sisa pembakaran yang dapat dimanfaatkan dikumpulkan di tempat terpisah, dan dibuang ke TPA. sebagai agregat jalan, serta lingkungan yang terselamatkan. Sekitar 90 persen volume sampah telah terkonversi menjadi Dengan kata lain, PLTSa dapat menjadi bumerang untuk gas yang mungkin masih mengandung polutan yang memba- lingkungan, namun bisa pula menjadi penyelamat lingkungan. hayakan. Oleh karenanya gas yang terbentuk dialirkan ke dalam Kini bagaimana Pemerintah Kota Bandung beserta masyarakat unit pengendali pencemaran udara, untuk mengurangi kadar mau berperan serta aktif dalam menyukseskan pengoperasian partikulat, gas karbon monoksida (CO), gas sulfur oksida (SOx), PLTSa ini. gas nitrogen oksida (NOx), serta berbagai logam berat yang ter- Di tengah pro dan kontra masalah pembangunan PLTSa dapat di sana (Hg, Cu, Zn, dan lain - lain). Gede Bage ini, ada baiknya kita melihat adanya niat baik Partikulat akan ditangkap oleh cyclone dan wet scrubber Pemerintah Kota Bandung dalam keseriusannya menangani yang akan menangkap partikulat secara sentrifugasi dan kontak sampah. Sejumlah teknologi yang telah dicoba terapkan di masa dengan air. Hal ini akan menyisihkan partikulat hingga 90 lalu, harus diakui belum cukup berhasil membantu penanganan persen. Gas seperti SOx, NOx, serta logam-logam berat akan sampah di kota ini, yang sempat mendapat predikat kota terko- dikurangi kadarnya pada kedua alat pengendali pencemaran tor dari Kementerian Lingkungan Hidup, karena masalah daru- udara. rat sampah pada tahun 2006. Kinerja penyisihan polutan-polutan tersebut semakin di- Sejauh ada keseriusan Pemerintah Kota Bandung, profesio- tingkatkan dengan adanya bag house filter yang akan menya- nalitas dari pengelolaan PLTSa, serta kajian ilmiah yang obyek- ring partikel yang masih tersisa, sehingga kualitas gas buang tif dan jujur mengenai tingkat kesiapan teknis-teknologis-sosio- akan semakin bersih. Sedangkan gas CO akan dikendalikan di ekonomi-budaya dari PLTSa Gede Bage, mengapa kita harus ruang pembakaran dengan pengaturan suhu, pengaturan jum- tidak siap untuk menyaksikan PLTSa sebagai terobosan baru lah udara yang ditiup, hingga pengadukan sampah yang lebih dalam dunia persampahan Indonesia? intensif. *) penulis adalah mahasiswa program doktoral di Division of Environmental Dari kacamata hukum di Indonesia, pembakaran sampah Science and Engineering, National University of Singapore (NUS), Singapura. secara terkontrol atau seringkali dikenal sebagai proses insine- Kontak penulis: sandhieb@yahoo.com Percik Agustus 2008 17
  • 20.
    WAWA S AN Unsur Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Bawah Tanah Oleh: Ir. Iyus Yusup Dari pengalaman penulis selama melakukan penelitian, KaSubag. Laboratorium Kualitas Air pemeriksaan, serta analisa kualitas air bawah tanah, baik itu PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi secara fisik, kimia, maupun bakteriologi, air bawah tanah juga hampir mirip dengan air permukaan dalam hal kapasitas dan kualitas air. Kapasitas air sumur semakin cepat menurun pada saat musim kemarau, demikian pula kualitas air saat ini relatif sudah banyak tercemar. Pada gambar foto terlihat air sumur begitu jernih secara fisik pada saat pengambilan sampel (sam- pling), namun setelah dilakukan uji secara kimia ternyata kan- dungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup tinggi, dan tidak memenuhi syarat sebagai air bersih/air minum. Indikasi pencemaran sepengetahuan penulis terutama dari parameter analisa bakteriologi selalu ditandai adanya sejumlah bakteri golongan Coli dan Eschericia. Coli. Demikian pula berdasarkan hasil pemeriksaan dari parameter kimia selalu kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) terlarut didalamnya, yang kadarnya bervariasi tergantung daerah titik lokasi pengambilan sumber air tanah. Ketiadaan (nihil) unsur Besi dan Mangan dalam air biasanya diikuti pula oleh kandungan unsur-unsur kimia lainnya yang masih memenuhi persyaratan kualitas air bersih/minum, artinya air baku tersebut relatif belum tercemar secara kimia. Secara teoritis kandungan Besi umumnya hampir terdapat Seorang petugas PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi sedang mengambil air baku di lokasi pengolahan. Foto: Istimewa. pada semua air tanah, sedangkan unsur Mangan tidak demikian, tetapi biasanya keberadaan unsur Besi selalu diikuti S urvei dan analisa terhadap pencarian sumber air baku adanya unsur Mangan. Air yang mengandung unsur Besi dan baru untuk konsumsi konsumen, harus selalu dipertim- Mangan tidak mengapa dimanfaatkan orang sebagai air ber- bangkan hal yang berhubungan dengan kualitas air, di- sih/minum, jika memang masih dibawah syarat batas standar samping perolehan kapasitas (debit) air maksimal. Pertim- maksimum kesehatan yang diperbolehkan (lihat: Tabel ). bangan kualitas akan memberikan informasi mengenai sifat air baku secara fisik, kimia, maupun bakteriologi, yang dapat saja BATAS STANDAR MAKSIMUM KANDUNGAN BESI DAN MANGAN akan menimbulkan dampak permasalahan baik dalam segi DALAM AIR BERSIH/MINUM kesehatan konsumsi konsumen, atau pun akan menambah biaya produksi (cost pruduction) karena harus melakukan per- No Parameter pemeriksaan Standar minimum/maksimum Air minum Air bersih baikan kualitas air berkelanjutan. 1. pH (tingkat keasaman) 6,5 - 8,5 6,5 - 8,5 Dalam tulisan ini penulis hanya membahas pertimbangan 2. Kadar Besi (ppm) 0,3 1,0 uraian sebatas pelibatan pengambilan air baku yang berhu- 3. Kadar Mangan (ppm) 0,1 0,5 bungan dengan kualitas air baku bawah tanah (air sumur) untuk 4. Secara visual Jernih Jernih konsumsi/pendistribusian/penjualan konsumen. Barangkali Sumber SK.Menkes No.907/Menkes/SK /2002 untuk Air Bersih dan Air Minum tulisan ini cocok sebagai informasi kondisi kuantitas sumber air saat ini yang kian hari semakin terbatas, disebabkan sumber Dapat dijelaskan pula bahwa unsur Besi dan Mangan dalam air permukaan semakin langka dan tercemar dan pada akhirnya bentuk mineral yang semula tidak larut (Fe3+ dan Mn4+), maka orang mencari alternatif air baku terutama di perkotaan tertuju dalam kondisi anaerob di dalam tanah (oksigen rendah) unsur- kepada sumber air bawah tanah (sumur). unsur tersebut akan tereduksi menjadi ion bervalensi Fe2+ dan 18 Percik Agustus 2008
  • 21.
    WAWA S AN Mn4+ sehingga larut dalam air (lihat: Struktur Bagan Bentuk Unsur-unsur Besi di Dalam Air Struktur Bagan Bentuk Unsur-Unsur Besi di dalam air). Besi Total Dari hasil beberapa literatur peneli- tian sering ditemukan juga Fe2+ dan Mn2+ dapat bersenyawa dengan Bi- karbonat, Sulfat, dan Hidrogen Sulfida Besi II Besi III (H2S), sehingga dari segi estetika teruta- ma warna dan baunya kurang disenangi dan menjadi keluhan para pemakai air. Unsur Besi dan Mangan jika besaran konsentrasi (mg/l) relatif cukup besar di Bebas Bentuk Kompleks Bebas dalam air akan memberikan dampak pada sistem penyedian air individu, industri, maupun perusahaan adalah Endapan Terlarut Komplek Mineral Komplek Organik Endapan sebagai berikut: - FeS2 - Fe2+ - Silikat - Asam humus - Fe(OH)3 1. Akan menimbulkan penyumbatan - FeCO3 - FeOH+ - Fosfat - Asam fulfik - Endapan lain pada sistem instalasi pipa dise- - Fe(OH)2 babkan secara langsung oleh endap- Besi terlarut/terdispersi halus an besi (deposit), dan secara tidak (lolos dari saringan) langsung adanya perkembangbiakan kumpulan bakteri besi. Kumpulan Besi endapan (tertahan pada saringan) bakteri besi ini akan meninggikan gaya gesek (losses) sehingga kebu- 2. Unsur Besi dan Mangan dalam kon- 3. Pada proses ion exchanger (per- tuhan energi akan meningkat. Jika sentrasi yang lebih besar beberapa tukaran ion), endapan Besi dan terjadi degradasi akan menye- mg/l (parts per million/ppm) akan Mangan yang terbentuk, dapat me- babkan bau dan rasa tidak enak memberikan rasa logam atau bau ngakibatkan penyumbatan atau pada air. obat. menyelubungi media pertukaran ion (resin) yang akibatnya hilangnya kapasitas pertukaran ion. 4. Menyebabkan keluhan para kon- sumen (seperti terjadi pada kasus red water) bila endapan Besi dan Mangan yang terakumulasi di dalam pipa, ter- suspensi kembali disebabkan oleh adanya kenaikan debit atau kenaikan tekanan di dalam pipa sistem pendis- tribusian, sehingga endapan akan ter- bawa ke konsumen. 5. Keberadaan unsur Besi dan Mangan akan memberikan kenampakan keruh dan berwarna pada air dan me- ninggalkan noda pada pakaian yang dicuci oleh air ini, oleh karena itu sangat tidak diharapkan oleh pemakai air. 6. Meninggalkan noda kecoklatan dise- babkan unsur Besi dan noda kehi- taman oleh unsur Mangan pada bak mandi dan peralatan lainnya. 7. Endapan logam ini juga dapat men- datangkan permasalahan pada sistem Sistem perpipaan untuk mengambil air baku dari sumber air untuk dialirkan ke bak penampungan. penyediaan air individu, industri, Foto: Bowo Leksono. maupun perusahaan seperti PDAM. Percik Agustus 2008 19
  • 22.
    WAWA S AN Lima Tahun Mendatang Desa Tetaf Menjadi Desa Makmur A da yang membanggakan dan bisa Oleh Alma Arief dan ngunan, perencanaan pembangunan, menjadi inspirasi bagi daerah Dormaringan Saragih pembangunan sarana, dan paskapemba- lain untuk tetap berteguh hati Konsultan WASPOLA ngunan sarana (pemeliharaan sarana). bahwa pembangunan AMPL akan Karena sasarannya lebih pada pem- mampu menjadi faktor pengungkit tidak nampak, sebab seluas mata berdayaan masyarakat melalui pemba- tingkat kesejahteraan masyarakat. memandang yang nampak adalah ta- ngunan AMPL, tidaklah mengherankan Artinya, pembangunan AMPL yang pada naman hijau menghampar yang bila pada fase penyiapan masyarakat dasarnya memberikan kemudahan akses- mengindikasikan kesuburan tanah dan memerlukan waktu lama-jauh lebih lama apakah hanya sekedar mendekatkan hasil pertanian yang berlimpah. Akan dari fase kontruksi fisik- karena kegiatan jangkauan mendapatkan air atau mem- tetapi, pada kenyataannya masyarakat di fasilitasi masyarakat memang lebih ditu- berikan layanan sampai ke rumah tang- Desa Tetaf secara umum masih terbe- jukan untuk merubah alam pikiran, ga-akan memberikan hasil langsung lenggu kemiskinan. Pendapatan serta sikap, dan perilaku masyarakat, uta- maupun tak langsung yang mampu tingkat konsumsi sehari-hari mereka manya pemahaman (affectif), sikap (cog- meningkatkan pendapatan masyarakat, (asupan gizi), masih pada level yang ren- nitif), dan perilaku (psikomotoric) dalam kesehatan masyarakat, pendidikan dah. Anak-anak sekolah di desa ini, seba- hubungannya dengan air bersih sebagai masyarakat, dan sebagainya. gian besar masih telanjang kaki, bebera- benda ekonomi dan benda sosial, serta Keluaran pembangunan sarana air pa diantaranya ingusan sebagai indikasi pengelolaan untuk keberlanjutannya. minum tersebut, yang dari perhitungan rendahnya pendapatan dan kurangnya ProAir di NTT sudah dimulai sejak diatas kertas akan mampu meningkatkan asupan gizi. akhir 2003 di tiga kabupaten, yaitu kesejahteraan, secara nyata telah nampak Bangunan rumah mereka bisa Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, dari pembangunan sarana air minum di dikatakan masih menggunakan bahan- dan Timor Tengah Selatan. Pada awalnya desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah bahan sederhana; atap dari dedaunan program pembangunan ini cukup sulit Selatan (TTS) yang di fasilitasi program (rumbia), tiang-tiang dari kayu kasar, diterapkan karena memang merupakan ProAir, bantuan hibah pemerintah dan lantai dari tanah. Hanya sebagian program pembangunan yang menerap- Jerman. Artikel ini merupakan oleh-oleh kecil rumah penduduk yang berdinding kan prinsip tanggap kebutuhan yang dari perjalanan tim pembuat film doku- semen (tembok), beratap seng, dan didalamnya terkandung gagasan untuk mentasi Operasionalisasi Kebijakan berlantai ubin. Inilah gambaran umum mengarusutamakan peran masyarakat AMPL ke Kabupaten TTS yang sebagian tingkat kesejahteraan penduduk Desa sebagai aktor utama pembangunan. Prin- besar pengambilan gambarnya diambil di Tetaf. sip-prinsip Kebijakan Nasional Pem- Desa Tetaf, Kecamatan Amanuban Barat, bangunan AMPL yang secara lengkap ada Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program Air Bersih ProAir 11 butir, diterapkan dengan konsisten. Program Air Minum dan Penyehatan Adapun yang menjadi masalah, Desa Tetaf yang Miskin Lingkungan yang didanai pemerintah bahwa masyarakat di NTT yang menjadi Desa Tetaf secara umum bisa dikate- Jerman melalui GTZ dan KFW dengan sasaran pembangunan adalah masya- gorikan miskin. Sandaran mata penca- sangat teliti-kriterianya antara lain rakat miskin, sedangkan pihak ProAir harian masyarakat adalah bertani dengan ketersediaan sumber air, kesediaan secara ketat menetapkan syarat bahwa tanaman semusim seperti jagung sebagai untuk memberikan kontribusi tunai masyarakat harus memberikan kon- tanaman utama dan sayur mayur seperti untuk biaya pemeliharaan, pernyataan tribusi tunai sebagai dana pemeliharaan terong, cabe, kool, selada, dan seba- minat untuk difasilitasi, dan sebagainya- sarana. Dalam kebijakan nasional, ini gainya. Masyarakat juga menanam kela- memilih Desa Tetaf untuk difasilitasi merujuk pada prinsip pemulihan biaya pa, sirih, pisang, mangga, mahoni, akasia, pembangunan sarana AMPL. (cost recovery). yang sebagian tumbuh dengan sendirinya Program yang lebih dikenal dengan Keharusan memberikan kontribusi dan sebagian lain memang ditanam. nama ProAir ini, secara konsisten me- tunai tersebut pada masa awal kegiatan Sesungguhnya, ketika memasuki nerapkan prinsip-prinsip kebijakan ProAir telah menimbulkan perbedaan Desa Tetaf, kesan kemiskinan sama sekali nasional baik dalam fase inisiasi pemba- pendapat. Disatu sisi ada pihak yang 20 Percik Agustus 2008
  • 23.
    WAWA S AN berpendapat bahwa "masyarakat akan mampu membayar kon- tribusi tunai (incash)" sedangkan di pihak lain berpendapat "masyarakat tidak akan mampu membayar kontribusi tunai karena kemiskinannya". Pihak yang berpendapat bahwa masyarakat miskin tidak mampu membayar, meminta agar sumbangan tunai masyarakat bisa dipenuhi dengan mengkonversi sumbangan tenaga dan material lokal menjadi rupiah, sedangkan pada sisi lain, yang menyatakan bahwa masyarakat mampu, bersikukuh bahwa masyarakat bisa menyisihkan penghasilannya atau kekayaannya baik dalam bentuk uang maupun barang (hewan, hasil mene- nun, dan sebagainya) sedikit demi sedikit. Kemudian, apa yang dilakukan ProAir ternyata memang bisa menunjukkan bahwa masyarakat memang mampu. Namun untuk mengubah paradigma dari yang semula selalu "menerima paket instan" menjadi "terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap tahapan pembangunan, bahkan dimintai kontribusi tunai", ternyata memerlukan waktu lama. Berbagai fasilitasi untuk menjelaskan mengenai cara mengajukan usulan untuk difasilitasi pembangunan sarana air minum dan syarat-syaratnya, penjelasan mengenai man- Foto: Dok/ProAir faat pembangunan sarana air, keharusan memberikan iuran tunai bersamaan masuknya program Dinas Pertanian untuk mem- untuk pemeliharaan sarana, pelatihan teknis pemeliharaan sarana, fasilitasi bibit jeruk Keprok (dikenal sebagai jeruk Soe). kampanye PHBS untuk mengubah perilaku hidup, pemanfaatan Sinergi yang seperti itu (apakah kebetulan atau memang waktu dan tenaga setelah air mudah diakses, dan sebagainya, direncanakan) tentu saja ditangkap masyarakat yang kini memi- diberikan secara intensif. liki kelebihan waktu dan tenaga. Di Desa Tetaf, masyarakat kini Di seluruh desa yang difasilitasi, ProAir bisa mengumpulkan menanam jeruk Keprok di areal seluas 70 hektar dengan tanam- kontibusi tunai dan juga iuran bulanan. Di TTS jumlah uang an jeruk sebanyak 30 ribu batang, sedangkan di Dusun OeUe, yang dikumpulkan baik dari kontribusi tunai sebelum kontruksi kelompok tani OeUe yang beranggotakan 20 KK, kini menanam dimulai dan iuran bulanan sampai bulan september 2007 7.200 pohon di areal seluas 18 hektar. adalah sbb : Penutup No Nama Kelompok/Desa Jumlah per September 2007 Pembangunan sarana air, apakah sekedar mendekatkan 1 Nekmese-OeUe (Desa Tetaf) Rp 16.547.054 jangkauan pengambilan air maupun memberikan layanan sam- 2 Heimituin-Oemofun Rp 15.597.991 pai ke rumah tangga, memang mempunyai daya ungkit untuk 3 Kofi Tel - Nefokoko Rp 40.211.395 meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Desa Tetaf, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kesediaan masyarakat miskin memberikan kontribusi tunai setelah masyarakat memiliki sisa waktu dan tenaga, dengan dan iuran rutin bulanan sekaligus meruntuhkan mitos bahwa bergembira merespon ajakan pemerintah (Dinas Pertanian) masyarakat miskin tidak mampu membayar. Dengan fasilitasi menanam jeruk di lahan mereka. intensif, pengorganisasian semua kegiatan secara terstruktur Rasanya tinggal menunggu saat saja untuk menyaksikan pen- dan dengan pengadministrasian yang benar, semua permasa- duduk memanen jeruk dengan hati berbunga-bunga sambil menye- lahan bisa diatasi. Masyarakat di desa-desa yang difasilitasi nandungkan lagu daerah. Anak-anak sekolah berangkat dipagi hari, ProAir, apakah mereka yang tinggal di TTS, di Sumba Timur, berbaju rapih dan bersepatu pula. Namun kegembiraan itu masih dan di Sumba Barat, mampu melaksanakan semua butir-butir menyisakan pertanyaan; sudah siapkah masyarakat menyambut kebijakan nasional. Dan kini, mereka sudah mulai merasakan hasil panen berlimpah tersebut? Apakah teknologi pascapanen hasil pembangunan sarana air tersebut. sudah disiapkan? Apakah kelembagaan pascapanen sudah disiap- kan? Bagaimana dengan daya serap pasar, dan dimana? Bagaimana Bersinergi dengan Dinas Pertanian mengatasi persaingan dengan hasil produksi daerah lain? Apakah Ketika akses terhadap air bersih mulai dinikmati masyarakat cukup terlindungi dari permainan harga tengkulak masyarakat, mereka kemudian menjadi memiliki sisa waktu dan yang konon memborong secara ijon hasil pertanian mereka dan tenaga dibanding pada masa lalu dimana sebagian besar waktu mereka itu berasal dari Kupang? Masih banyak pertanyaan lain- dan tenaga dihabiskan untuk mendapatkan air bersih bagi nya, yang intervensi kebijakannya perlu mensinergikan potensi pemenuhan kebutuhannya. Perubahan yang seperti itu instansi terkait. Percik Agustus 2008 21
  • 24.
    WAWA S AN Mengenal Pembelajaran Partisipatif Singkat (PPS) P embelajaran yang partisipatif oleh selama proses berlangsung. Situasi yang umumnya dipercaya sebagai Risang Rimbatmaja komunikatif akan membuat partisipan proses yang memakan waktu pan- (Peneliti di JHU/CCP Indonesia) merasa nyaman untuk berpartisipasi dan jang dimana untuk memfasilitasinya, pa- menerima pengetahuan baru hasil ling tidak, dibutuhkan waktu berhari-hari Singkat tapi Partisipastif diskusi. Pada saat situasi komunikatif atau bahkan berminggu-minggu. Pada Meski singkat, PPS menjunjung tinggi terbangun, partisipasi individual lebih kenyataannya, banyak program tidak prinsip partisipasi dalam proses pembe- mudah muncul. memiliki waktu sepanjang itu. Banyak lajaran dengan dasar pemikiran bahwa Saat partisipasi individual sudah program hanya mampu mengalokasikan ruang partisipasi akan menguak lebih memadai, proses refleksi bersama dapat waktu satu hari atau bahkan kurang dari banyak pengetahuan warga untuk kemu- dilakukan dengan ramai sehingga akan satu hari untuk memperkenalkan sekali- dian disirkulasi antarsesama partisipan memperkaya warga dengan penge- gus mendapatkan persetujuan awal dari termasuk kepada fasilitator, ruang par- tahuan-pengetahuan alternatif. Pada warga komunitas. tisipasi akan membangun penerimaan akhirnya, agar pengetahuan alternatif itu Dalam kondisi demikian, kebanyakan warga atas pengetahuan alternatif yang tetap menempel diingatan, partisipan fasilitator lapangan akhirnya memilih diidentifikasi bersama. Penerimaan dibantu untuk mengingat pengetahuan jalur non-partisipatif ketika berbicara pengetahuan itu kemudian akan banyak alternatif yang mereka gali dari penga- kepada kelompok warga. Mereka meng- membantu dalam membangun rasa laman dan pengetahuan mereka sendiri. undang warga lalu berceramah. Bila memiliki (sense of ownership) pada pro- kemampuan public speaking fasilitator gram. Tahapan PPS belum secanggih Bung Karno, Gede PPS memiliki empat komponen pen- a. Bangun situasi yang komunikatif Prama, AA Gym ataupun para pembicara ting, yakni situasi komunikasi yang kon- Bangun komunikasi informal se- hebat lainnya, tak pelak, banyak warga dusif, partisipasi individual, refleksi belum sesi diskusi dimulai. Bila yang kemudian mulai menguap sejak bersama, dan penguatan daya ingat tidak mungkin mendekati semua menit kelima. bersama. Keempat komponen itu harus- partisipan, fokuskan pada sejumlah Pembelajaran Partisipatif Singkat lah dikembangkan secara sistematis dan kecil partisipan (sekitar 1/5 dari toal (PPS) adalah sebuah metode belajar terpadu, seperti diilustrasikan sebagai partisipan) kelompok warga yang dikembangkan berikut; Kenalkan diri dan tim secara singkat oleh Johns Hopkins University/Center dan sampaikan tujuan dan pesan for Communication Program Indonesia yang umumnya disampaikan teman- (JHU/CCP Indonesia) sejak 2006 dari teman fasilitator seperti, sesi ini berbagai pengalaman fasilitasi diskusi Bangun Situasi Komunikatif adalah sesi belajar bersama, semua kelompok warga, baik yang guru dan semua murid. Dorong Dorong dilakukan CCP maupun mitra- partisipasi Sepanjang diskusi tunjukkan partisipasi mitranya. individual individual penghargaan pada partisipan PPS sebetulnya banyak belajar sebagai sumber pengetahuan. dari teknik-teknik partisipatif yang Refleksi Perkuat Perkuat Ikuti arus diskusi sambil secara telah banyak dikenal terlebih dahu- Refleksi ingatan elegan mengajak para pendiam bersama bersama ingatan bersama lu. Perbedaannya adalah PPS juga bersama membuka suara dan mengendalikan ditujukan untuk mengakomodasi yang terlalu banyak bicara. kepentingan program untuk secara cepat Setelah diskusi, bangun komunikasi mengenalkan sejumlah pesan pada informal dengan partisipan yang kelompok warga serta mendapatkan per- Seperti terlihat dalam diagram, mem- lebih banyak. setujuan awal atas program yang akan bangun situasi yang komunikatif adalah Ucapkan terimakasih atas proses diimplementasikan. komponen yang perlu dikembangkan belajar bersama ini. 22 Percik Agustus 2008
  • 25.
    WAWA S AN b. Dorong partisipasi individual Lontarkan pertanyaan menarik yang mudah dijawab semua partisipan, semisal hal-hal yang baru saja mere- ka alami. Lakukan 2-3 kali lontaran pertanyaan mudah sebelum melon- tarkan pertanyaan yang agak sulit (seputar pengetahuan ataupun si- kap). Gunakan gambar dan alat bantu lain untuk memfasilitasi penilaian indi- vidual. c. Refleksi bersama Munculkan permainan dan berbagai gambar untuk memunculkan penge- tahuan alternatif secara tidak lang- sung. Ajak partisipan untuk memprak- Seorang peserta pembelajaran partisipasif sedang belajar memberi materi pada peserta lain. Foto: Bowo Leksono tikkan, menganalisa, dan mengin- terpretasikan pengetahuan alter- natif. Contoh Aplikasi PPS Sampaikan pesan bahwa pertemuan Ajak partisipan membandingkan PPS dapat diaplikasikan pada berba- ini bertujuan untuk belajar bersama pengetahuan yang lazim dengan gai inovasi seperti air, sanitasi, higienitas tentang air minum. hasil interpretasi mereka sendiri ter- dan juga isu-isu kesehatan dan Pertanyaan awal: Apakah undangan hadap berbagai permainan dan kemasyarakatan lainnya. Perlu diper- mendadak? Siapa yang menyam- gambar yang menginspirasi penge- hatikan dalam mengaplikasikan PPS paikan undangan? Mulai identifikasi tahuan alternatif. adalah kemampuan memfasilitasi diskusi yang agak enggan bicara. dan stok pengetahuan berkenaan isu-isu Selenggarakan permainan mem- d. Perkuat ingatan bersama yang akan diangkat. Pemahaman isu perkenalkan diri yang dapat diikuti Ajak partisipan mencatat dan yang diangkat menjadi penting untuk partisipan secara nyaman (partisi- memampangkan hasil belajar mengalirkan diskusi yang berlangsung. pan memilih pasangan yang tidak bersama. Meta-plan dapat digu- Tanpa pemahaman yang memadai, dikenal dan mengenalkan nama, nakan bila partisipan merasa nya- diskusi akan mengalir ke arah yang tidak asal, jumlah anggota keluarga, dan man atau fasilitator dapat memban- diinginkan. kesukaannya) tu mencatatkan. Bila perlu, gunakan permainan dan Komponen 1: Bangun situasi yang Komponen 2: Dorong partisipasi kuis untuk menguatkan ingatan. komunikatif individual Sebelum acara dimulai, sapalah Pertanyaan pertama: tanyakan kon- Seperti dipaparkan di atas, untuk sejumlah ibu dan tanya tentang disi kesehatan anak-anak dan mengaplikasikan MPPS, diperlukan kabar mereka, suami dan anak-anak suami. Ajak partisipan menjawab sejumlah alat bantu, khususnya gambar- mereka. Tanya pula di mana mereka bergiliran. gambar yang dapat menyampaikan pesan tinggal dan bagaimana mereka men- Pertanyaan kedua: tanyakan sakit secara lebih mudah ketimbang kata-kata capai tempat pertemuan. Fokuskan apa yang diderita akhir-akhir ini. yang abstrak. Selain itu, PPS pun mem- pada satu atau dua dari berbagai Ajak partisipan untuk menjawab butuhkan sentuhan pendekatan hiburan kumpulan ibu-ibu dan mulai bergiliran. Bila diare tidak muncul, (edu-entertainment), khususnya untuk hapalkan nama. tanyakan sakit pada anak kecil memperkuat ingatan bersama. Karena- Mulai acara dengan salam dan ucap- anggota keluarga mereka (anak atau nya, sejumlah permainan dan kuis perlu an terimakasih atas kehadiran para cucu-cucu mereka). disiapkan sebelumnya. Dari sisi jumlah kader. Gali lebih jauh cerita partisipan ten- partisipan, PPS akan lebih efektif bila Perkenalkan diri (nama, organisasi tang diare/kolera/tipus/sakit perut diaplikasikan dalam kelompok dengan tempat kerja: tempat kita tinggal, dengan pertanyaan apa yang menja- partisipan sejumlah 15-20 orang. status pernikahan dan jumlah anak). di penyebab-penyebabnya. Tunjuk- Percik Agustus 2008 23
  • 26.
    WAWA S AN kecenderungan pilihan partisipan. dilakukan. Tunjukkan dengan cara membuat Praktikkan aplikasi metode-metode dua macam air di atas. Air bening itu. adalah air mentah. Sementara, air Diskusikan bagaimana metode- kecoklatan adalah air matang yang metode itu dapat membunuh diberi air coklat kopi. Minta partisi- kuman. Tuliskan hasil diskusi di pan memlih dengan meletakkan kertas plano. kertas. Ajak partisipan untuk rehat kopi Kembali lagi ke kertas plano berisi dan makanan ringan. catatan tentang kriteria. Minta par- tisipan untuk meninjau kembali, apa Komponen 4: Perkuatan ingatan yang perlu diperbaiki, ditambah, bersama atau dikurangi? Tanyakan pada partisipan, apa hal Tuliskan kriteria baru (air minum yang telah dipelajari? Metaplan harus diolah secara benar seperti digunakan pada saat partisipan merebus). merasa nyaman atau fasilitator dapat membantu mencatatkan. Komponen 3: Refleksi bersama 2 Lemparkan pertanyaan-pertanyaan Minta partisipan mengelilingi kom- tentang hal-hal yang dipelajari dan por. Demonstrasikan: air mentah berikan hadiah bagi yang dapat yang ada dipanci direbus dan ketika menjawabnya. Usahakan agar sudah ada gelembung, matikan semua partisipan kebagian. langsung. Tanyakan, apakah air Sampaikan leaflet atau brosur berisi yang sudah direbus baik untuk cara, data/fakta terkait metode- diminum? (Jawabannya kemung- metode pembuatan air minum yang kan sejumlah gambar penyebab kinan besar adalah tidak). Tanyakan benar dan penyimpanannya. diare dan klarifikasi bersama gam- kenapa? Balik lagi ke kertas plano Sampaikan terimakasih. bar-gambar itu agar semua memiliki berisi kriteria air minum yang persepsi yang sama. bagus. Tanyakan apakah perlu di- Bagikan kertas yang berisi berbagai tambah atau diubah? Tulis tambah- macam gambar penyebab diare. an atau perubahannya. Minta masing-masing partisipan Sampaikan pesan tentang tenggat menandai gambar yang merupakan waktu menunggu air yang tengah penyebab diare. mendidih, yakni 1-3 menit. Ulangi bahwa salah satu sebab Lanjutkan merebus sampai men- adalah air yang diminum (kemung- didih antara 1-3 menit. Setelah itu, kinan besar itu adalah salah satu matikan api dan biarkan air jawaban partisipan). Tanya mendingin. Tanyakan apakah mere- bagaimana partisipan menilai kuali- ka bersedia meminum air yang dire- tas air minum. Apa kriteria air bus itu sambil menciduk air dengan minum yang bagus? Tulis di kertas cangkir dan tangan menyentuh air. plano dan klarifikasi pada partisi- Tanyakan kenapa? Balik lagi ke ker- pan. tas plano berisi kriteria air minum yang bagus. Tanyakan apakah perlu Komponen 3: Refleksi bersama 1 ditambah atau diubah? Tulis tam- Munculkan dua gelas berisi air. Satu bahan atau perubahannya. air bening dan satu lagi air kecoklat- an. Minta partisipan memilih mana Komponen 3: Refleksi bersama 3 yang lebih bagus untuk diminum? Tunjukkan gambar-gambar tentang Bagikan satu kertas kecil berwarna cara membuat air minum (merebus, dan minta partisipan meletakkan sodis-solar disinfection, filter didekat gelas mana yang dia pilih. keramik, klorinasi). Ceritakan Hitung jumlah kertas dan tunjukkan bagaimana metode-metode itu 24 Percik Agustus 2008
  • 27.
    I N OVA S I ECOPLAS Tas Ramah Lingkungan dari Singkong P ersoalan sampah tak semata terkait soal kuantitas atau banyaknya tumpukan sampah. Namun mencakup juga kualitas atau jenis sampah. Kebanyakan sampah keluar- ga, khususnya dari jenis sampah anorganik, adalah berupa plas- tik pembungkus makanan yang dikonsumsi setiap hari. Seperti yang sudah diketahui masyarakat, plastik adalah bahan yang sangat sulit terurai. Sementara setiap keluarga tidak bisa terlepas dari sampah plastik setiap harinya. Untuk itu perlu ada solusi dan tidak sekedar bagi para konsumen (masyarakat), Foto: Bowo Leksono namun juga para produsen (pengusaha) agar menghindari atau mengurangi penggunaan plastik sebagai alat pembungkus pro- "Hal ini berdasarkan laporan tes yang dilakukan duk tertentu. Sucofindo/SGS," tuturnya. Salah satu tindakan mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan pemakaian produk plastik Pemasaran Ecoplas ramah lingkungan. Salah satu LSM Indonesia yaitu Dana Mitra DMI menyediakan dua tipe Ecoplas yaitu die cut dan soft Lingkungan (DML) telah meluncurkan produk plastik ramah loop. Terdapat perbedaan ketebalan dan harga pada kedua tipe lingkungan bernama Ecoplas. Sebelumnya Ecoplas ini bernama tersebut. Soft loop lebih tebal dan pada bagian pegangan (han- BioBag yang telah terlebih dahulu dikenal masyarakat. dle) lebih kuat dari die cut. Sementara harga untuk tipe die cut/pack (isi 50 pcs) adalah Rp 42.000 dan tipe soft loop/pack Ramah Lingkungan (isi 50 Pcs) Rp 60.000. Ecoplas adalah kantong ramah lingkungan yang merupakan Spesifikasi Ecoplas yaitu ukuran: 39,5cm x 31cm x 11cm (P x inovasi baru dengan rancangan yang menarik dan harga ter- L x gussets/lipatan bawah). Berat: 1,1 kg/pack atau 22 gr/pcs. jangkau yang dibuat dengan menggunakan bahan resin BE+. Tas ramah lingkungan ini dapat diperoleh melalui Dana Mitra Tas jenis ini diproduksi dengan penghematan bahan Lingkungan dengan menghubungi nomor telepon (021) bakar/energi. 724.8884. BE+ atau Biodegradable Resin adalah resin baru yang Menurut Eko, Ecoplas dapat dikirim ke seluruh wilayah di dikembangkan dan diciptakan di Indonesia oleh putra Indonesia. "Ongkos kirim akan ditambahkan pada harga Indonesia yang mengandung 50 persen tepung singkong Ecoplas yang disesuaikan dengan jarak dan pilihan prioritas Indonesia beserta sumber-sumber alami lain yang ramah pengiriman," ungkapnya. lingkungan dan dapat diperbaharui. Resin BE+ sudah Eko mengatakan, saat ini tidak ada yang bisa melarang dipatenkan dan diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif orang menggunakan plastik sebagai bahan yang tidak mudah selain resin-resin lain yang sudah dikenal masyarakat. terurai. "Untuk itu perlu ada solusi, yaitu menciptakan plastik Reseach Management Coordinator DML Eko Junaedi kepa- yang mudah terurai," jelasnya. da Percik mengatakan, tas plastik pada umumnya memerlukan Dengan menggunakan Ecoplas atau kantong ramah ling- waktu 1000 tahun untuk terurai, sementara Ecoplas hanya kungan lainnya, berarti kita turut berpartisipasi menjaga memerlukan waktu 10 pekan untuk terurai dalam tanah tropik. kelestarian lingkungan sekitar kita. BW Percik Agustus 2008 25
  • 28.
    Tamu Kita Membuat Konservasi Air di Sindang Kahuripan S iapa tak mengenal Ully Sigar Garuda Nusantara (Gabungan Rumpun nungan," ungkap Ully mengawali perbin- Rusady? Perempuan yang juga Pemuda Nusantara) pada 14 Februari cangan di kantor redaksi Percik seusai pelantun lagu-lagu balada ini 1985. Yayasan ini merupakan wadah menghadiri penganugerahan Kalpataru sudah lebih dari 30 tahun berkiprah di bi- kreativitas remaja dengan pengabdian di Istana Negara, 5 Juni 2008. dang lingkungan hidup. Segudang penga- pada alam dan lingkungan. Agar kelestarian ekosistem pegu- laman dan penghargaan pun dikan- nungan tetap terjaga dan ancaman keru- tonginya. Program Konservasi Air sakannya dapat dikurangi, ujar Ully, di- Kepedulian kakak kandung aktris Sudah puluhan program dijalankan perlukan adanya suatu pengelolaan yang berparas ayu Paramitha Rusady ini terli- Yayasan Garuda Nusantara, mulai dari terpadu dari seluruh kalangan masya- hat ketika diklat, posko relawan, perlombaan, hing- rakat desa dan kota. "Tak terkecuali mendiri- ga program konservasi. Sudah banyak masyarakat kota-kota besar sangat diha- kan Ya- wilayah di Nusantara ini yang menjadi rapkan partisipasi aktifnya dalam me- yasan obyek konservasi yang dilakukan Ully lestarikan ekosistem pegunungan sebagai dan teman-temannya. kawasan hulu, mengingat hutan pegu- Saat ini, Ully Hary Rusady (nama nunganlah yang membuat masyarakat Hary diambil dari suaminya) sedang kon- luas menikmati pasokan air bersih," tutur sentrasi pada konservasi air di wilayah penerima Global 500 Award dari PBB Sindang Kahuripan yang terletak di tahun 2007 yang gemar memakai ikat Kawah Merah Gunung Pancar, Kampung kepala. Cimandala, Karang Tengah, Sentul, Sebagai areal percontohan, kurang Bogor, Jawa Barat. lebih 11 tahun silam, Yayasan Garuda Lokasi konservasi ini seluas kurang Nusantara menetapkan kawasan atau lebih 30 hektar tepat di kaki dua buah lokasi Sindang Kahuripan sebagai tempat gunung, yaitu Gunung Astana dan merealisasikan program-program kon- Gunung Pancar, Bogor. "Gunung itu servasi air, alam dan lahan-lahan kurang menara air kita, menara air bagi bumi, terawat. karena air berasal dari pegunungan. Dilandasi hasil penelitian dan penga- Karena itu, sangat penting untuk kita matan khusus, program ini selaras de- melindungi ekosistem pegu- ngan program-program dari Pemerintah Foto: Istimewa/ design: Rudi Koz
  • 29.
    Provinsi Jawa Baratkhususnya dan sesuai dalam menjalankan program-pro- gram penghijauan untuk konservasi lahan dan air sehubungan banyaknya bukit dan lahan gundul yang dapat menimbulkan tanah longsor dan banjir. "Kawasan konservasi alam Sindang Kahuripan merupakan areal pegunungan yang sangat luas," kata perempuan bernama kecil Rulany Indra Gartika ini. Dengan program-program penghijauan berkala di kawasan ini, lanjut Ully, diharapkan dapat melestarikan air dan mata air di kawasan hulu (DAS), sekali- gus dapat turut serta mengurangi dampak pemanasan bumi (global warm- ing) yang sedang melanda dunia. Para anggota yayasan Garuda Nusantara di lokasi Sindang Kahuripan. Foto: Istimewa. Kegiatan di Sindang Kahuripan Menurut Ully, tujuan dari konservasi di Sindang Kahuripan ini selain menghi- jalan yang ramah lingkungan, dan tempat yang peduli terhadap alam dan lingkung- jaukan lahan-lahan kritis dan kurang ter- ibadah/mushola alam. an. Paket ini mengangkat wawasan kon- awat di pegunungan demi mengatasi "Kita berharap kelak akan terbentuk servasi alam dan lingkungan hidup de- tanah longsor ini, juga untuk me- masyarakat yang bersahabat dengan ngan lokasi kegiatan di Sindang Kahu- lestarikan air dan mata air di kawasan alam serta peduli pada alam dan ling- ripan," tutur penerima Penghargaan Kal- hulu (DAS). "Sekaligus mengajak peran kungan secara nyata," ujar pegiat lingkungan pataru dari Menteri Negara Lingkungan serta masyarakat lokal dan kota melalui kelahiran Garut, 4 Januari 1952 ini. Hidup tahun 2001. diklat-diklat dalam melestarikan sumber Kawasan Sindang Kahuripan memi- daya alam yang berkelanjutan," Paket Sahabat Alam liki landscape berkontur naik dan turun tutur pendiri dan pimpinan Ully bersama yayasan yang di kelilingi perbukitan, lereng, lem- Yayasan Sindang Ka- yang dipimpinnya tidak bah, hutan pinus dengan terasering huripan. hanya menjadikan sawah, menjadikan tempat ini semakin Beragam S i n d a n g memesona, unik dan indah. Lokasi ini kegiatan dila- Kahuripan tepat sebagai sasaran kegiatan konservasi kukan di Sin- sekedar tempat alam dan lingkungan hidup melalui wisa- dang Kahu- konservasi ta pendidikan (eko turisme). ripan antara u n t u k Sudah banyak kalangan yang menco- lain, konser- kepentingan ba berwisata, menggali pengalaman, vasi ekosis- masyarakat sekaligus belajar di alam terbuka. tem pegu- setempat dan Kebanyakan dari mereka adalah para nungan, kelompok- pelajar dan mahasiswa, organisasi pecin- konservasi nya. Lebih da- ta alam, LSM, peniliti hingga keluarga. hutan, lahan, ri itu, ia meng- Menurut Ully, program Sahabat air dan mata ajak masyarakat Alam ini merupakan wujud nyata dari air, serta pe- seluas-luasnya kepedulian seluruh kalangan terhadap ningkatan SDM pe- dari berbagai kalan- usaha-usaha pelestarian alam dan ling- tani di seputar hutan. gan untuk turut menik- kungan secara nyata. "Kami mempu- Sementara kegiatan mati dan belajar di alam ter- nyai tujuan bagaimana menjadikan ke- Foto: BW yang dalam perencanaan, tutur buka. giatan ini sebagai tren dan gaya hidup Ully adalah pembuatan sarana-sarana Ajakan Ully ini dikemas dalam sebuah dalam mencintai dan bersahabat de- atau balai pendidikan dan pelatihan kegiatan bernama Paket Sahabat Alam. ngan alam," ujar anggota Dewan Per- kehutanan dan lingkungan hidup, sarana "Paket kegiatan di alam terbuka ini dapat timbangan Penghargaan Kalpataru dan kesehatan, saluran dan penampung air, diikuti berbagai kalangan masyarakat Kehati Award. Bowo Leksono Percik Agustus 2008 27
  • 30.
    R E PO RTA S E Kunjungan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste ke Indonesia P elaksanaan program Community Tata Kota Januario Perreiro da Costa. Banten pada Rabu, 23 April 2008. Lead Total Sanitation (CLTS) Rombongan diterima langsung oleh Pada kunjungan di Kabupaten yang kemudian diadopsi menjadi Gubernur Sumatera Selatan dengan Tangerang, delegasi diterima langsung Sanitasi Total Berbasis Masyarakat didampingi Bupati Muara Enim. Pada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten (STBM) di Indonesia, ternyata menarik kesempatan kunjungan tersebut, delegasi Tangerang. Sempat pula digelar dialog beberapa negara lain mengunjungi berkesempatan berdialog langsung de- kedua-belah pihak yang dipimpin lang- Indonesia untuk bertukar pengalaman. ngan masyarakat. Para tamu terlihat sa- sung Bupati Ismet Iskandar. Jika tahun 2007, delegasi pemerintah ngat antusias dengan sambutan dari Kunjungan ke Kabupaten Tangerang India, Pakistan dan Bangladesh telah masyarakat yang demikian meriah. Bah- dimaksudkan untuk mendapatkan pem- berkunjung ke Jawa Timur, Indonesia, kan di tiap desa, masyarakat menyambut belajaran implementasi kegiatan sanitasi maka pada tanggal 20-25 April 2008 de- dengan tarian dan kasidahan. dan higinitas yang dilaksanakan bersama legasi Timor Leste yang berkesempatan Setelah dua hari menyambangi lokasi pemerintah dengan LSM. untuk mempelajari STBM langsung pada keberhasilan penerapan program Januario mengakui menemui banyak beberapa desa di Kecamatan Lembak, Community Lead Total Sanitation kesulitan dalam membenahi bidang air Kabupaten Muara Enim, Sumatera (CLTS) yang kemudian diadopsi menjadi bersih dan sanitasi di negaranya. "Karena Selatan. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat itu, kami perlu datang ke Indonesia yang Rombongan berjumlah 25 orang yang (STBM) di Kabupaten Muara Enim, telah berhasil dalam menerapkan CLTS terdiri dari pejabat lintas sektor, LSM, Provinsi Sumatera Selatan, delegasi Re- untuk melihat langsung dan mengambil dan perwakilan negara donor yang di- publik Demokratik Timor Leste mengun- pengalaman masyarakat di Indonesia," pimpin Menteri Muda Listrik, Air, dan jungi Kabupaten Tangerang, Provinsi ujarnya. Menurut Ismet, rendahnya derajat kesehatan merupakan pokok permasa- lahan daerah yang menjadi permasalah- an bersama. "Kami telah membangun pola kemitraan dengan pihak swasta dan masyarakat dalam rangka menurunkan insiden kejadian penyakit yang berbasis lingkungan," tuturnya. Kunjungan MCK Plus++ di Keca- matan Sepatan Seusai berdialog, rombongan berge- rak ke Kecamatan Sepatan, tepatnya di Kampung Pisangan Periuk untuk me- nyaksikan MCK Plus++ dengan teknologi pengolahan air limbah dewats dan biogas digester. Tak jauh dari lokasi MCK, rombongan delegasi menyaksikan praktik cuci tangan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste saat diterima Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. pakai sabun (CTPS) yang dilakukan pela- Foto: Bowo Leksono jar sekolah dasar. Tak hanya itu, rom- 28 Percik 2008 Agustus
  • 31.
    R E PO RTA S E bongan disuguhi lomba jingle hidup tempat cuci tangan yang higienis di seko- sehat dan hiburan musik dangdut. Program CTPS ini lah-sekolah maupun di lingkungan ke- Keesokan harinya, Kamis, 24 April melakukan road show luarga atau di lingkungan RT. "CARE 2008, delegasi Timor Leste bersemuka ke sekolah-sekolah bekerja mendanai pengadaan material infra- dengan stakeholder dan berbagai pro- struktur dan masyarakat menyiapkan sama dengan seksi UKS gram berkenaan sektor air minum dan lahan, kontribusi minimal 5 persen ba- penyehatan lingkungan di kantor pada bagian Promkes, han dan tenaga untuk pembangunannya Bappenas untuk kembali bertukar penga- Dinas Kesehatan bagi kegiatan yang prioritas dengan pola laman dan informasi. masing-masing. padat karya pangan," ungkapnya. Lebih lanjut, Marcel mengatakan, Program CTPS di Tangerang CARE juga melakukan pendampingan Tepuk tangan riuh ibu-ibu di Desa Dinas Kesehatan masing-masing. Dengan atau memfasilitasi pelaksanaan musrem- Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Ka- memberikan kepercayaan penuh kepada bang desa/kelurahan agar kebutuhan in- bupaten Tangerang, Banten mengiringi kader-kader dan komite didampingi pi- frastruktur lainnya dapat terakomodir penampilan kelompok-kelompok pe- hak Puskesmas, kecamatan dan kelurah- dalam pembiayaan pemerintah (APBD). nyanyi jingle 'kebiasaan hidup bersih dan an serta fasilitator dari CARE. Total ter- "Pemerintah Kabupaten Tangerang pada sehat' di sebuah panggung. Penampilan dapat 24 sekolah dasar pada 12 Kelu- tahun anggaran 2008 menganggarkan ti- mereka sekaligus menyambut kunjungan rahan di Kota Tangerang dan 40 sekolah ga tempat CTPS per sekolah pada 40 SD delegasi Timor Leste. dasar pada 8 desa di Kabupaten Ta- bersama kegiatan kampanye". Sebelumnya, anak-anak sekolah da- ngerang. Sampai saat ini, sekitar 90 persen ma- sar secara massal mempraktikkan ke- syarakat telah sadar bahwa dengan ber- biasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kendala perilaku hidup bersih dan sehat akan ter- Semua kegiatan itu merupakan bagian Menurut Marcel, kendala yang di- hindar dari berbagai penyakit. Semoga dari kampanye CTPS hasil dari pendam- hadapi berupa kurangnya infrastruktur tak terulang kembali wabah diare di wila- pingan CARE International Indonesia. seperti sumber air bersih dan tempat- yah Tangerang. BW Health Environment Project Mana- ger CARE Marcel Beding kepada Percik memaparkan program ini bertujuan WAWANCARA BERSAMA MENTERI MUDA LISTRIK , A IR , menurunkan angka malnutrisi pada bali- ta, ibu hamil dan ibu menyusui serta DAN TATA KOTA JANUARIO PERREIRO DA COSTA angka kejadian diare pada keluarga ter- utama balita. "Di Tangerang bekerjasama dengan pemerintah Kota Tangerang pada Apa pandangan Anda selama kunjungan ke 12 Kelurahan dan Kabupaten Tangerang Indonesia? pada 8 Desa, 2 diantaranya berada di Saya merasakan bagaimana masyarakat Indonesia wilayah Kecamatan Sepatan yakni Desa sendiri bisa mengorganisir dan menyosialisasikan hidup bersih sehingga masyarakat bisa merubah pe- Sarakan dan Desa Kayu Agung dengan rilakunya. Ini yang saya pikir tidak mudah. Seperti sumber dana dari USAID," tuturnya. yang terjadi di Muara Enim, hanya dalam waktu 24 Program yang dimulai Februari 2006 hari mampu membuat jamban secara mandiri. Perlu ini mempunyai tiga strategi utama yaitu kerja keras dan betul-betul meluangkan waktu untuk gizi masyarakat, kesehatan lingkungan melakukan aktifitas itu. dan pelayanan kesehatan. Khusus untuk Kondisi sektor air minum dan sanitasi di Timor kegiatan kampanye cuci tangan pakai sa- Leste sendiri seperti apa? bun, kata Marcel, kegiatan ini dilakukan Untuk sanitasi baru sekitar 40 persen dan kebutuhan air bersih baru ter- setelah memberikan pelatihan kepada penuhi 50 persen. Kami mempunyai penduduk tidak lebih dari 1 juta, yaitu se- kader-kader dan anggota komite kesehat- kitar 945 ribu jiwa. Hanya saja perilaku masyarakatnya susah apalagi terkadang an sampai mempunyai kemampuan fasi- terjadi kerusuhan. Itu susahnya. Untuk itu, bagaimana kami dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang ada di Indonesia. litasi yang baik, pelatihan tentang teknik membuat proposal yang baik dan pelatih- Setelah kunjungan ini, apa yang hendak Anda lakukan? an tentang event organizer. Setelah ini, apa yang kami lihat dan alami selama berkunjung ke Indonesia, Program CTPS ini melakukan road akan kami terapkan sebagai pembelajaran bagi masyarakat di Timor Leste. Ini satu pengalaman yang sangat berharga. Bowo Leksono show ke sekolah-sekolah bekerja sama dengan seksi UKS pada bagian Promkes, Percik Agustus 2008 29
  • 32.
    INSPIRASI Kota yang TakBerkelanjutan S eminar sehari pada 24 April 2008 bertema "Kota yang Berkelanjutan: Tantangan bagi Indonesia dan Swedia" yang diselenggarakan Kedutaan Besar Swedia beker- jasama dengan Kementrian Negara Lingkungan Hidup dengan dukungan SIDA (Swedish International Development Corpo- ration Agency), SENSA (Swedish Environmental Secretariat for Asia) dan SBA (Swedish Business Association) telah mengingatkan kita pada kondisi perkotaan di Indonesia. Kita selama ini terfokus pada masalah kemacetan, polusi lingkungan, dan permasalahan detil didalamnya sehingga kita, sadar atau tidak, mulai terlepas dari kerangka besar permasa- lahan perkotaan di Indonesia. Seringkali penanganan suatu masalah dilakukan tanpa meli- hat keterkaitan dengan isu lain atau isu yang lebih besar. Kali- mat pembangunan perkotaan yang terpadu akhirnya hanya Foto: Bowo Leksono menjadi jargon tanpa makna. Tidak ada tindak lanjut yang dan kebijakan yang tidak jelas ditambah tidak adanya penga- nyata. Kalaupun ada, sebagian besar hanya sebatas rencana tin- wasan dan pengendalian. dak lanjut tanpa ada pihak yang bertanggung jawab untuk Fakta berikutnya berkaitan dengan lingkungan. Berlawanan mengawal sampai dituntaskannya rencana tersebut. dengan fungsinya sebagai pendukung utama keberlanjutan Sadarkah kita bahwa kondisi perkotaan di Indonesia se- suatu kota (paru-paru kota), lingkungan seringkali diabaikan. makin terpuruk dengan berbagai masalah seperti banjir, kema- Adanya pemikiran bahwa kita harus melestarikan lingkungan cetan, daya dukung lingkungan yang rendah, penyediaan infra- agar tidak terdegradasi lebih parah menjadi terbalik. Perlu di- struktur yang tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan perhatikan bahwa lingkungan apapun kondisinya, baik rusak lain sebagainya? atau gersang, akan tetap ada. Dilain pihak, manusialah yang tidak akan dapat bertahan dengan lingkungan yang sudah rusak. Fakta Ketidakberlanjutan Kota di Indonesia Kota seberapapun kecilnya, akan berkembang sampai suatu Langkah ke Depan saat menjadi megapolitan. Contohnya Jakarta, Surabaya, Berbagai fakta rendahnya tingkat keberlanjutan kota tidak Makassar, Bandung dan kota-kota lainnya. Pada dasarnya, kota- hanya berlaku di perkotaan di Indonesia saja, tetapi di berbagai kota di Indonesia, dengan berbagai variasi karakteristiknya, belahan dunia, termasuk negara yang sudah maju. Bedanya, mempunyai permasalahan yang kurang lebih sama, yaitu pem- negara maju sudah melakukan tindakan intensif mengenai hal bangunan kota yang acak (urban sprawl development). tersebut. Di Jerman, konon pernah dilakukan evakuasi pen- Ibarat membangun rumah, letak dapur terpencar, demikian duduk di salah satu kota secara besar-besaran untuk dilakukan juga dengan kamar mandi, ruang tidur dan lain sebagainya. Tata penataan ulang kota. kota yang kita miliki saat ini tidak lebih dari sekedar peman- Pembenahan tata kota mau tidak mau harus dilaksanakan faatan ruang yang sporadis. Dari fakta ini, sudah dapat dike- secara bertahap. Melihat apa yang terjadi di Indonesia, diper- tahui fungsi-fungsi yang tidak berjalan sebagaimana harusnya. lukan sebuah rencana induk tata kota baru yang didukung per- Peraturan dan kebijakan yang tidak diaplikasikan dengan baik, aturan, pengawasan dan pengendalian yang sangat tegas. dan fungsi pengawasan dan pengendalian yang dapat dikatakan Usaha-usaha tersebut di atas bukannya tidak dilakukan oleh tidak ada. pemerintah, akan tetapi seringkali yang menjadi masalah adalah Dalam hal penyediaan layanan air minum dan penyehatan caranya. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lingkungan (AMPL), kendala yang sama terjadi juga. Letak per- melalui pengalaman, pendanaan dan sebagainya sangat diper- mukiman yang tidak terkonsentrasi membuat sulitnya perenca- lukan. naan dan pelaksanaan pembangunan sektor AMPL. Belum lagi Dengan demikian isu terbesar saat ini adalah keberanian adanya masalah persampahan di perkotaan, penyediaan sarana melakukan langkah tersebut, bukan sekadar komitmen. pengelolaan sampah juga seringkali mengalami hambatan. Sehingga permasalahan perkotaan tidak sekedar menjadi Ruwetnya sistem transportasi publik di sebagian besar pengetahuan umum, tetapi suatu tantangan untuk diatasi. perkotaan di Indonesia pada dasarnya diawali dengan kesalahan Mungkin akan terjadi kesalahan dalam proses pelaksanaannya, yang sama dengan persoalan tata kota di atas, yaitu peraturan tapi kita tidak akan tahu sebelum hal itu dilakukan. FW 30 Percik Agustus 2008
  • 33.
    CERMIN Toilet Keringuntuk Permukiman Padat dan Wilayah Kurang Air S alah satu kenyamanan hidup Neni bersama timnya menerap- adalah ketika persoalan 'be- kan penggunaan toilet kering di lakang' tidak lagi menjadi per- daerah padat penduduk di Kiara soalan. Ada toilet, bersih, tidak harus Condong, Kota Bandung sejak lima mewah, dan mudah diakses. De- tahun silam. "Tidak mudah me- mikian mungkin ukuran hidup yang mang, karena yang paling sulit ideal untuk dapat merasakan kenya- adalah merubah perilaku yang manan. menjadi tantangan terbesar," jelas Namun, tak semua masyarakat Kepala Biro Kerjasama dan Pe- berkesempatan dan mampu me- masyarakatan Iptek LIPI ini. nikmati hidup ideal yang dimaksud. Masih banyak masyarakat seperti di Awal Penciptaan Toilet Kering permukiman padat penduduk Awalnya pada 1998, Neni maupun di wilayah yang cenderung Sintawardani menciptakan alat kekurangan air, tidak terdapat toilet sederhana untuk pengolahan sam- yang ideal bahkan bisa jadi tak ada pah dapur. Dengan sebuah kotak toilet sama sekali. kecil yang dirancang sedemikian Mereka buang air besar (BAB) di rupa, para ibu rumah tangga bisa tempat-tempat terbuka. Sungai atau langsung mengolah sampah seusai Dr Neni Sintawardani. Foto: Bowo Leksono kebon, atau di toilet yang kotor dan memasak dengan cara memilah kurang air. Tapi mereka tetap merasa tanpa air ini diperuntukkan bagi ka- sampah organik. nyaman. Ini persoalan perilaku, per- langan menengah ke bawah. "Kebutuhan Baru pada 2003 penelitian merambah soalan kebiasaan masyarakat. air bersih untuk masyarakat menengah ke pengolahan limbah manusia yaitu Seorang peneliti dari Lembaga Ilmu ke bawah sangat banyak, namun kemam- dengan penciptaan toilet kering. "Dasar Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Neni puannya yang kurang," tutur alumni dari penciptaan toilet kering ini ya dari Sintawardani, berhasil menciptakan dan Universitas Hohenheim, Stuttgart, Jer- alat pengolahan sampah dapur yang mengenalkan teknologi sederhana beru- man ini. sama-sama diolah menjadi pupuk or- pa toilet kering atau yang kerap dikenal ganik," ujar Neni. sebagai bio toilet. Neni mengakui, memang tidak murah "Prinsip toilet kering ini ya toilet yang untuk membuat toilet kering ini. Me- tanpa air. Jadi bahannya terbuat dari ser- nurutnya, satu bangunan toilet yang bisa buk kayu sebagai matrik untuk me- dipergunakan untuk 40 orang per hari nangkap kotoran untuk kemudian diolah mencapai Rp 40 juta. Namun sudah tidak di tempat atau di cubluk yang terbuat berhitung kerugian polutannya. "Kesan dari baja," ungkap Neni saat ditemui mahal ini memang pada bahan tabung Percik di tempat kerjanya. baja atau logam untuk reaktornya," kata ibu dua anak ini. Potensial untuk Permukiman Padat Kesan mahal tentu akan bisa ditutup Toilet kering ini sangat potensial dengan melihat fungsi jangka panjang. untuk dikembangkan pada permukiman Betapa jauh lebih mahal akibat-akibat padat penduduk. Karena di lokasi pen- dari buruknya sanitasi bila tidak dari duduk padat biasanya sarana sanitasi dan sekarang mengatasinya. Sampai saat air bersih sangat kurang. Toilet jenis ini ini, apa yang diciptakan Neni belum juga tepat diterapkan pada daerah kering banyak diterapkan karena membu- atau daerah yang cenderung kekurangan tuhkan berbagai pihak, baik pemerintah air. maupun swasta, yang mau berinvestasi Dari sisi sasaran, menurut Neni, toilet dengan toilet kering. Bowo Leksono Foto: Istimewa Percik Agustus 2008 31
  • 34.
    S E PU TA R I S S D P Persiapan Sebelum Memasuki ISSDP Tahap II T ak terasa program pengembangan sanitasi bernama Indonesia Sani- tation Sector Development Pro- gram (ISSDP) telah berjalan selama kurang lebih dua tahun. Program ini akan memasuki tahap II pada pertengahan Mei 2008. Pada ISSDP Tahap I, banyak hal yang telah dilakukan dan dihasilkan terutama di kota-kota mitra. Terben- tuknya Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi tingkat kota merupakan hasil upaya pem- benahan kelembagaan dalam pengelo- laan pembangunan sektor sanitasi di dae- rah. Dokumen Buku Putih merupakan sa- lah satu produk yang dihasilkan Pokja dengan fasilitasi ISSDP. Buku ini berisi gambaran umum kondisi sanitasi yang dapat diperbaharui setiap tahunnya un- tuk mengetahui perkembangan kondisi sanitasi kota. Dokumen lainnya adalah Strategi Sanitasi Kota (SSK) sebagai pro- duk utama yang telah berhasil disusun Pokja Kota. Diskusi kelompok review pelaksanaan ISSDP tahap I. Foto: Dok/ISSDP. SSK memuat rencana tindak yang merupakan pertemuan antara pende- panye sanitasi untuk meningkatkan Tahap II, pendekatan program di tingkat katan top down dan bottom up, dimana kesadaran akan pentingnya sanitasi dan provinsi akan dilakukan secara lebih visi dan misi pemerintah kota dalam perilaku hidup sehat. Strategi kampanye intensif dengan porsi yang lebih besar. pembangunan sanitasi bertemu dengan ini terbagi lima desain berdasarkan Melalui peran provinsi ini diharapkan kebutuhan nyata (real demand) masya- kelompok sasaran, yaitu pengambil kebi- akan terjadi perluasan cakupan program rakat akan fasilitas sanitasi. jakan di tingkat pusat, pengambil kebi- ke kota-kota lain berupa replikasi ISSDP. Adapun di tingkat pusat telah jakan di tingkat daerah, masyarakat Untuk itu, ISSDP Tahap II akan mem- dihasilkan berbagai rekomendasi men- umum, masyarakat miskin, dan sektor berikan bantuan advisory secara lebih dukung arah kebijakan nasional dalam swasta. Strategi ini direncanakan akan efektif kepada pemerintah provinsi. pembangunan sanitasi di Indonesia. diterapkan pada tahun ini sesuai agenda Bentuk fasilitas kepada pemerintah Rekomendasi ini meliputi bidang kelem- ISSDP tahap II. provinsi akan diwujudkan melalui bagaan, hukum, dan pendanaan. Untuk Program ISSDP Tahap I telah mem- serangkaian pelaksanaan peningkatan menyinergikan seluruh pemangku berikan masukan yang cukup signifikan kapasitas, penelitian serta pendampingan kepentingan dalam penyelenggaraan dalam upaya pembentukan kerangka sehingga mekanisme perencanaan, pe- pembangunan sanitasi, ISSDP pada kerja pengelolaan sanitasi yang berkelan- laksanaan, monitoring dan evaluasi pe- tahap I telah turut berperan dalam pem- jutan di kota-kota mitranya. Salah satu ngelolaan sanitasi di tingkat provinsi bentukan Jejaring Air Minum dan masukan tersebut adalah pentingnya dapat terbentuk dan terselenggara de- Penyehatan Lingkungan (AMPL). peran provinsi dalam pengelolaan sani- ngan optimal. Produk lainnya adalah strategi kam- tasi sehingga pada pelaksanaan ISSDP Adanya keterlibatan provinsi dalam 32 Percik Agustus 2008
  • 35.
    S E PU TA R I S S D P ISSDP Tahap II tentu saja perlu disiap- mengikuti ISSDP. Berbagai capaian dan Pemerintah provinsi dapat berperan kan dengan matang. Informasi yang tantangan selama dua tahun tentunya sebagai penyelenggara pengembangan komprehensif tentang ISSDP Tahap I dan dapat menjadi salah satu referensi program sanitasi di daerah. Hal ini rencana pelaksanaan ISSDP Tahap II provinsi untuk terlibat dalam ISSDP yang memungkinkan apabila berdasarkan kri- perlu disampaikan kepada pemerintah akan datang. teria urusan penyelenggaraan pemerin- provinsi. Pada akhirnya, Lokakarya ini diha- tah, dampak pengembangan program Untuk mencapai maksud tersebut rapkan dapat merangkum kembali peran sanitasi di daerah memiliki dampak yang perlu dilakukan suatu lokakarya yang provinsi dalam pengelolaan sanitasi bersifat lintas kabupaten/kota dan/atau melibatkan Tim Teknis Pembangunan perkotaan, merumuskan serta menyiap- regional, atau jika pengembangan pro- Sanitasi sebagai pengelola pembangunan kan langkah-langkah operasional ISSDP gram sanitasi di daerah yang bersangkut- sanitasi tingkat nasional, Pokja Sanitasi Tahap II yang mencakup pembentukan an akan lebih berdayaguna apabila di- Kota yang selama ini menjadi mitra kelompok kerja, penggalangan sumber tangani pemerintah provinsi. ISSDP, dan tentunya pemerintah provin- daya serta penyediaan pendanaan, dan Untuk memperjelas pernyataan di si sendiri. menyiapkan kriteria untuk pemilihan atas, peranan pemerintah provinsi adalah Pada Lokakarya ini, Tim Teknis kota-kota mitra ISSDP Tahap II. menyelenggarakan pelayanan dasar di Pembangunan Sanitasi dapat mem- bidang sanitasi yang belum dapat dilak- berikan gambaran mengenai pelaksanaan Peran Provinsi dalam Pemba- sanakan oleh kabupaten/kota. Dalam hal ISSDP Tahap I secara komprehensif ter- ngunan Sanitasi ini sanitasi dapat diartikan sebagai masuk hasil-hasil yang telah dicapai, baik Untuk pengembangan sanitasi di pelayanan dasar yang mengacu pada PP di tingkat pusat maupun kota. Kemudian Indonesia, wewenang, peran dan fungsi No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman dapat menyampaikan rencana besar masing-masing susunan pemerintahan Penyusunan dan Penerapan Standar ISSDP Tahap II terutama berkaitan de- perlu dikaji secara terperinci. Hingga saat Pelayanan Minimal (SPM). Pada pasal 3 ngan rencana perluasan program melalui ini, peran pemerintah provinsi belum peraturan ini, disebutkan bahwa SPM replikasi. optimal dalam penanganan program sa- disusun sebagai alat pemerintah dan Pokja Kota sebagai stakeholder dae- nitasi. Pada sisi lain, kerangka kebijakan pemerintah daerah untuk menjamin rah dapat menyampaikan pengalaman- provinsi yang ada, belum menunjang akses dan mutu pelayanan dasar kepada nya dalam pengelolaan sanitasi selama pembangunan sanitasi. masyarakat secara merata dalam penye- lenggaraan urusan wajib. Peranan pemerintah provinsi dalam penyelenggaraan pelayanan dasar sani- tasi dapat dijalankan dengan dua cara, yaitu menyelenggarakan sendiri pemba- ngunan sanitasi di daerah kabupaten/ kota yang bersangkutan atau menugaskan pemerintah daerah kabupaten/kota ber- dasarkan azas tugas pembantuan. Selain itu diperlukan juga peran aktif provinsi untuk melancarkan mekanisme pengembangan sanitasi di daerah atau sinergitas peran provinsi dan kabupa- ten/kota. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pengintensifan komunikasi de- ngan kabupaten/kota mengenai pengem- bangan program sanitasi. Tujuannya adalah membuat suatu pemetaan kebu- tuhan pengembangan sanitasi di kabu- paten/kota yang dinaunginya. Peta kebu- tuhan pengembangan sanitasi dapat dikombinasikan dengan komitmen kabu- paten/kota bersangkutan, sehingga tar- get alokasi pengembangan sanitasi pro- vinsi dapat lebih optimal. Tim Sekre- Bangunan toilet umum yang sederhana. Foto: Dok/ISSDP tariat ISSDP Percik Agustus 2008 33
  • 36.
    S E PU TA R WA S P O L A Dari Media Rakyat Hingga Pemasaran Sosial Suatu Strategi Komunikasi Kebijakan P endopo Kecamatan Poncowarno, salah satu kecamatan di Kabupaten Kebumen, tampak semarak. Selama empat hari, 3-6 Maret 2008, digelar "Pelatihan Media Rakyat untuk Sosialisasi AMPL" yang difasilitasi Kelompok Kerja AMPL Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan WASPOLA. Pelatihan ini juga dalam rangka mempersiapkan 16 keca- matan yang pada tahun ini akan mendapat bantuan AMPL di desanya. Sesuai tema AMPL berbasis masyarakat maka pelatih- an dilaksanakan di lingkungan terdekat dari masyarakat itu sendiri, karena dalam prosesnya akan banyak praktik di ling- kungan warga setempat. Pelibatan masyarakat langsung mendapatkan dukungan po- sitif dari Bupati Kebumen Rustriningsih. "Potensi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pembangunan AMPL dan pelatihan ini harus dilanjutkan" katanya. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk melibatkan masyarakat, termasuk kaum perempuan untuk berpartisipasi sejak awal perencanaan pembangunan AMPL termasuk sosiali- sasi dan membangun kesepakatan-kesepakatan yang dilaksana- kan antarwarga sendiri. Dalam pelatihan ini masyarakat menggali bersama penting- nya partisipasi semua pihak dalam keberlanjutan AMPL dan Para peserta pelatihan Media Rakyat untuk sosialisasi AMPL. kuncinya adalah strategi komunikasi yang tepat sasaran sehing- Foto: Dok/WASPOLA ga membuat semua orang semangat untuk terlibat. Peserta di- ajak merancang media komunikasi dari hasil pemetaan isu, grasi kegiatan dan pemberdayaan sampai di tingkat pemerin- mendata potensi media yang bisa dilibatkan, kemudian menye- tahan yang terkecil di masyarakat. leksi media yang akan digunakan. Dipilihlah media dagelan (la- wakan) yang dipentaskan di kecamatan, siaran iklan layanan Membangun Masyarakat yang Peduli AMPL AMPL di radio In FM, cerita bergambar atau cergam, poster dan Pada 19-21 Februari 2008, di Pangkal Pinang juga diseleng- iklan layanan televisi. garakan pelatihan kelanjutan dari Workshop Strategi Komu- Kemudian dibuatlah naskah dan latihan sebelum diproduk- nikasi AMPL yang menghasilkan Strategi Advokasi Penyelamat- si. Dengan didampingi tim WASPOLA dan tim media dari Stu- an Lingkungan untuk Air Minum. dio Audio Visual PUSKAT Yogyakarta dibuatlah produksi pro- Acara ini dibuka Setda Provinsi Bangka Belitung Imam Mar- gram pendek. Disamping itu, pementasan dagelan kesenian rak- di Nugroho yang menyatakan komunikasi adalah kunci penting yat dan menayangkan hasil produksi media yang mereka buat di dalam pembangunan AMPL. "Keterampilan ini yang justru se- depan masyarakat. ring tidak diperhatikan dalam pembangunan AMPL yang ber- Peserta mempraktikkan metode media kelompok untuk orientasi pada fisik dan lupa menekankan pada perubahan peri- membangun diskusi yang dinamis, sehingga menjadi daya tarik laku," ujarnya. Imam berharap dari pelatihan ini akan diha- untuk perbincangan warga. Dari hasil pelatihan, enam kecamat- silkan strategi yang tepat sasaran sehingga banyak pihak terlibat an merencanakan sosialisasi serentak yang akan dilakukan di dalam menyelamatkan lingkungan Bangka Belitung untuk kese- masing-masing kecamatan dan menggunakan media-media jahteraan masyarakat. AMPL yang telah mereka buat sendiri. Permasalahan air minum dan penyehatan lingkungan di Sementara radio In FM dan Mas FM serta Ratih TV akan Bangka Belitung, berkaitan dengan penambangan timah yang menayangkan hasil produksi kepada publik. Hal ini dilakukan kian marak tanpa memperhatikan konservasi lingkungan dalam rangka persiapan penerimaan bantuan AMPL yang akan sehingga mengakibatkan penurunan mutu kualitas air maupun turun pada tahun ini. Disampaikan pentingnya forum Pokja mulai mengurangi kuantitasnya. Masyarakat sekitar sudah AMPL ini dibentuk di tingkat kecamatan sehingga proses inte- mulai merasakan akibatnya dan terganggu kesehatannya. Maka 34 Percik Agustus 2008
  • 37.
    S E PU TA R WA S P O L A tema-tema kerusakan lingkungan men- jadi judul dari empat produksi media yang mereka buat antara lain foto esai untuk surat kabar, artikel, cergam, iklan layanan di radio dan televisi (video). Tema-tema produksi yang dilakukan dengan logat bahasa daerah ini dibuat oleh peserta sendiri, dari brainstorming ide, penulisan naskah, pemotretan dan memainkan peran. Acara yang berkesan menurut peserta adalah kunjungan ke kantor media se- tempat yaitu Babel Post dan Radio Repu- blik Indonesia (RRI) Bangka Belitung. Selain ingin menambah wawasan dalam hal media massa, kunjungan ini juga di- maksudkan untuk membangun hubung- an baik dan kerjasama dengan media massa setempat untuk advokasi AMPL. RRI menawarkan kerjasama yang meng- untungkan kedua belah pihak, karena permasalahan air minum akhir-akhir ini Bupati Kebumen Rustriningsih saat beraksi di depan kamera. Foto: Dok/WASPOLA. menjadi isu hangat di publik. Sedangkan Babel Post termasuk me- Hari Air Dunia dan Launching Tahun domestik, kelompok menyepakati target dia yang peduli dengan masalah AMPL. Sanitasi Indonesia 2008 yang dilanjut- adalah warga di sekitar sungai dan ma- Mereka merencanakan penulisan artikel kan acara talkshow. Terungkap permasa- syarakat secara umum. Tema yang diang- berseri AMPL dalam edisi-edisinya. De- lahan AMPL ternyata bukan permasalah- kat mengenai pencemaran sungai yang mikian juga video dan cergam yang di- an fisik, justru permasalahan perilaku menjadi tempat pembuangan sampah buat akan dipasang di situs Babel Post se- dari berbagai pihak tidak hanya masyara- dan BAB sehingga lingkungan menjadi ti- hingga bisa disimak publik lebih luas. Hal kat tetapi juga pemerintah dan pihak-pi- dak sehat. Video yang dibuat singkat dan lain yang dirasa penting adalah perintis- hak lain. Rendahnya tingkat partisipasi mengena memperlihatkan akibat sungai an forum advokasi masyarakat peduli dan pengelolaan yang tidak berkelanjut- yang sangat kotor di tengah permukiman AMPL di Bangka Belitung, sehingga apa an dikarenakan saat ini sosialisasi masih masyarakat dengan kata kunci "limbah- yang dilakukan dalam workshop ini akan menggunakan model lama yang terlalu mu, harimaumu yang siap mengancam terus berlanjut dan adanya sinergi dari satu arah. Di sisi lain kebiasaan yang tu- kehidupanmu". Produksi yang dibuat pa- berbagai pihak. run temurun susah diubah. ra peserta cukup informatif dan kaya Dari strategi yang dirancang, setiap akan makna-makna kebijaksanaan lokal Inisiatif Melibatkan Berbagai Pe- sektor mempunyai target audiens yang yang sebenarnya sangat dekat dalam ke- mangku Kepentingan AMPL dirasa berpengaruh dalam berbagai per- hidupan masyarakat Minang. Provinsi Sumatera Barat termasuk sa- soalan yang muncul, antara lain lemah- Diakhir lokakarya, peserta Kabupa- lah satu provinsi yang bersemangat da- nya lembaga pengelola air di tingkat na- ten/Kota merancang acara sosialiasasi lam menyosialisasikan AMPL di diwila- gari. Maka dibuat drama pendek di radio yang bisa dilakukan di wilayahnya de- yahnya. Dengan menggunakan dana dengan pesan kunci "lembaga kuat, tala- ngan menggunakan media-media yang APBD, Pokja AMPL Provinsi Sumatera go sehat". telah dibuat sendiri oleh mereka. Se- Barat berinisiatif menyelenggarakan Sedangkan dari kelompok sampah se- dangkan kabupaten/kota yang baru akan Strategi Pemasaran AMPL melalui Stra- pakat bahwa target adalah ibu rumah menggunakan media tersebut dalam tegi Komunikasi yang Efektif dengan tangga, pembantu rumah tangga dan ke- memotivasi pembentukan Pokja AMPL di mengundang kabupaten/kota baik yang lompok perempuan. Ada dua poster yang wilayahnya. Kelompok dari media akan sudah memulai program AMPL maupun dihasilkan dengan tema membuang sam- menayangkan hasil produksi dalam yang baru akan memulai program AMPL. pah sembarangan akan mendatangkan siaran mereka masing-masing untuk me- Acara diselenggarakan di Kota Padang, bibit penyakit dan anda menzalimi te- motivasi kesadaran publik agar tidak pada 25-27 April 2008. tangga dan lingkungan sekitar. mencemari sumber air minum dan men- Acara ini sekaligus sebagai peringatan Sedangkan dikelompok limbah cair jaga kesehatan lingkungan. WH Percik Agustus 2008 35
  • 38.
    S E PU TA R W E S - U N I C E F Pembelajaran Program WES-UNICEF dalam Penguatan Kapasitas Pemerintah dan Persiapan Masyarakat P ada tahun 2006 telah disepakati Bukan Sekedar Melibatkan Masya- menjadi sangat penting dalam men- perjanjian kerjasama antara pe- rakat dampingi masyarakat yang sudah mulai merintah Indonesia dengan Penguatan kapasitas pemerintah dae- mandiri tersebut. Untuk itu, kapasitas UNICEF yang kemudian dituangkan ke rah dimulai dengan dibentuknya Pokja pemerintah perlu dikuatkan agar dapat dalam Country Program Action Plan AMPL tingkat provinsi dan kabupaten di mengimbangi perkembangan dari pem- (CPAP). Kerjasama tersebut dilaksanakan setiap lokasi program. Diharapkan Pokja berdayaan masyarakat. pada beberapa bidang salah satunya adalah AMPL yang telah terbentuk akan dapat program berbasis masyarakat Water and mengkoordinasikan berbagai kegiatan Tahapan Pelaksanaan Program Environmental Sanitation (WES). yang terkait dengan AMPL, dimana WES WES: Sebuah Proses Program WES dimulai tahun 2006 adalah salah satunya. Melalui program Dikarenakan luasnya rentang kendali berakhir pada tahun 2010 dengan target WES ini, serangkaian penguatan kapa- program WES batch II ini, Pokja AMPL membangun 180 desa, 500 sekolah dasar, sitas Pokja AMPL daerah dilakukan de- dan UNICEF sepakat untuk menyusun dan 70.000 penduduk kawasan kumuh. ngan bantuan teknis dari Pokja AMPL sebuah Project Implementation Do- Pada batch I (2006-2007), pelaksanaan Nasional, seperti Training on Trainers cument (PID) atau petunjuk pelaksanaan dilakukan di NTT, NTB, Jawa Tengah dan (TOT) Perencanaan Strategis (Renstra) (Juklak) program. PID tersebut disepa- Yogyakarta. AMPL, MPA/PHAST, Community Led kati sebagai dokumen yang "hidup" dan Program WES di Yogyakarta telah Total Sanitation (CLTS), promosi kese- diharapkan akan menjadi dokumen yang selesai pelaksanaannya di tahun 2007, hatan, fasilitasi sekolah dan monitoring dapat mengakomodir berbagai hasil pem- sedangkan untuk NTT, NTB dan Jawa dan evaluasi partisipatif. belajaran dari pelaksanaan program di Tengah, pelaksanaannya dilanjutkan Dalam hal persiapan masyarakat, khu- lapangan. Sehingga pada akhir masa pro- pada batch II. Pada batch II (2007- susnya untuk perubahan perilaku ma- gram didapatkan PID yang dapat 2010), dengan adanya dukungan dari syarakat, terdapat beberapa hal yang dise- dijadikan panduan pelaksanaan bagi pro- pemerintah Belanda dan Swedia pakati untuk dilaksanakan, yaitu perlu gram sejenis lainnya. (Swedish International Development adanya kampanye kesehatan sebelum, sela- Secara garis besar, pelaksanaan pro- Corporation Agency/SIDA), Program ma dan sesudah masa konstruksi. Hal ini gram WES terbagi menjadi 6 tahapan, WES diperluas pelaksanaannya di 25 ditujukan agar seiring dengan adanya yaitu (i) tahap Roadshow; (ii) tahap per- kabupaten, dan 5 kota yang tersebar di 6 perubahan perilaku secara bertahap, maka siapan kelembagaan; (iii) tahap pengu- provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, akan tercipta kebutuhan akan sarana air atan kapasitas pemerintah daerah; (iv) Maluku, NTT, NTB dan Sulawesi Selatan. minum dan sanitasi dari masyarakat. tahap pemilihan lokasi program (desa, Dalam pelaksanaan batch II, UNICEF Dengan demikian sarana yang akan terba- sekolah dan kawasan kumuh); (v) per- bekerjasama dengan Pokja Air Minum ngun akan sesuai dengan kebutuhan -- bu- siapan masyarakat; dan (vi) tahap pelak- dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) kan keinginan -- masyarakat. Selain itu, sanaan program. Kegiatan monitoring Nasional mengkoordinasikan pelaksa- diharapkan akan terdapat rasa kepemilikan dan evaluasi sudah terintegrasi dalam naan program WES tersebut. Belajar dari terhadap sarana yang cukup tinggi. masing-masing tahapan. pengalaman disepakati fokus dari pro- Pelibatan masyarakat mempunyai Program WES batch II dimulai de- gram WES bukan hanya pada pemba- dua makna penting yaitu pengambilan ngan serangkaian roadshow untuk menen- ngunan fasilitas AMPL, tetapi juga pada keputusan dan tanggung jawab. tukan daerah yang berminat dan mem- perubahan perilaku masyarakat dan pe- Pengambilan keputusan dilakukan punyai komitmen dalam melaksanakan nguatan kapasitas pemerintah daerah. karena masyarakat sudah dapat membe- program tersebut. Seperti yang telah dise- Pengalaman selama ini menunjukkan dakan pilihan yang terbaik untuk butkan di atas, pada batch ini didapatkan bahwa pembangunan sarana AMPL tanpa memenuhi kebutuhan mereka. Sedang- 25 kabupaten dan 5 kota yang tersebar di didukung dengan perubahan perilaku kan tanggung jawab adalah komitmen 6 provinsi. Dari rangkaian roadshow ter- masyarakat, menyebabkan penggunaan masyarakat dalam menanggung segala sebut, kemudian disepakati beberapa hal sarana yang tidak maksimal dan bahkan konsekuensi dari pilihan yang telah dite- yang akan menjadi tindak lanjut, yaitu tidak digunakan sama sekali. tapkan. Peran pemerintah kemudian penyerahan surat komitmen dari setiap 36 Percik Agustus 2008
  • 39.
    S E PU TA R W E S - U N I C E F daerah, perekrutan konsultan pendamping tingkat provinsi Sedangkan untuk provinsi Papua, sampai saat ini pelak- (Project Officer), pembentukan Pokja AMPL daerah. sanaan kegiatan masih pada tahap persiapan kelembagaan. Beberapa tindak lanjut yang telah direncanakan, dalam Direncanakan dalam waktu dekat provinsi Papua akan melak- pelaksanaannya mengalami beberapa kendala, terutama terkait sanakan proses penguatan kapasitas pemerintah daerah. dengan penyusunan PID. PID tersebut mengalami keterlambat- an dalam penyusunannya, sehingga mengakibatkan terjadinya Pembelajaran Program pemahaman program yang berlainan antara lokasi satu dengan Berdasarkan kendala yang ada, kemudian Pokja AMPL dan lokasi lainnya. Sementara, kegiatan terus dilaksanakan UNICEF mencoba untuk menata kembali mekanisme pengelo- berdasarkan pengalaman daerah dalam mengelola program. Hal laan program melalui pertemuan tinjauan Paruh Waktu pro- ini menyebabkan kesulitan bagi Pokja AMPL Pusat dan UNICEF gram WES yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2008. dalam mengkoordinasikan kegiatan. Terdapat tiga hal utama yang diidentifikasi sebagai akar per- Terlepas dari kesulitan dalam hal koordinasi, pelaksanaan masalahan, yaitu (i) waktu pelaksanaan program yang terlalu program di keenam provinsi masih berjalan sesuai dengan prin- singkat untuk program berbasis masyarakat dimana penekanan sip pelaksanaan program secara umum. Sampai saat ini, pro- pada penguatan kapasitas dan persiapan masyarakat adalah vinsi NTT merupakan provinsi yang paling maju pelaksanaan- sangat penting; (ii) perlu adanya pemahaman yang sama me- nya dibandingkan kelima provinsi lainnya. Dikatakan paling ngenai tahapan pelaksanaan program; dan (iii) pengalokasian maju bukan hanya dalam hal tahapan, tetapi juga dalam proses- anggaran yang berdasarkan kebutuhan dari setiap daerah. nya. Sebagai contoh, proses pemilihan lokasi desa dan sekolah Terkait waktu, pelaksanaan batch II, diperkirakan akan sele- yang tahun ini direncanakan sebagai lokasi pilot project, sai sekitar pertengahan tahun 2009. Diusulkan agar pada tahun dilakukan melalui serangkaian proses yang ideal, yaitu melalui 2008, telah dilakukan pemilihan sisa target desa untuk dilak- proses long list, roadshow tingkat kabupaten dan penetapan sanakan pada tahun 2009, yaitu 4 desa dukungan UNICEF dan lokasi. Hal ini patut dijadikan pembelajaran bagi provinsi lain- 2 desa replikasi oleh pemerintah kabupaten. Hal ini dimaksud- nya bukan semata karena prosesnya saja tetapi dampak yang kan agar sisa target desa tersebut dapat dilaksanakan dalam dihasilkan dengan adanya minat dan komitmen yang besar dari waktu 2 tahun, yaitu tahun pertama untuk penguatan kapasitas desa dan sekolah yang terpilih. NTT saat ini sudah mulai mem- pemerintah daerah dan persiapan masyarakat, dan tahun kedua persiapkan kegiatan penyusunan rencana kerja masyarakat untuk pembangunan sarana AMPL. (RKM) di tingkat desa. Diperkirakan NTT akan dapat menyele- Untuk mendapatkan pemahaman yang sama terhadap saikan pilot project ini pada awal tahun 2009. tahapan pelaksanaan program, akan dilakukan sosialisasi PID Provinsi Maluku, dan Papua Barat sampai saat ini telah berhasil pada akhir bulan Juni 2008 sekaligus sosialisasi pada semua melaksanakan tahap persiapan kelembagaan dan penguatan kapa- pemangku kepentingan. Selain itu, akan dilakukan pula pene- sitas pemerintah daerah. Tahap persiapan kelembagaan di Maluku gasan komitmen daerah untuk melakukan replikasi program di dan Papua Barat dilaksanakan melalui pembentukan Pokja AMPL tahun 2009 dengan memastikan dialokasikannya anggaran provinsi dan kabupaten. Sedangkan untuk tahap penguatan kapa- untuk replikasi tersebut pada APBD tahun 2009. sitas, kedua provinsi tersebut telah melaksanakan beberapa TOT Pembelajaran yang dipetik selama ini adalah perlunya yang dipersyaratkan untuk melaksanakan program WES atau pro- pemahaman mendasar mengenai filosofi konsep berbasis gram sejenis lainnya. Walaupun proses pelaksanaan penguatan masyarakat dalam pembangunan AMPL. Pentingnya alokasi kapasitas pemerintah daerah di Papua Barat terkesan sangat ter- waktu yang memadai untuk memastikan proses penguatan ka- batas dalam hal waktu dan biaya, tetapi diharapkan proses pe- pasitas pemerintah lokal dan persiapan masyarakat untuk nguatan kapasitas yang telah dilaksanakan dapat ditindaklanjuti merubah perilaku, menjadi suatu keniscayaan dalam menjamin dengan baik. Menurut informasi yang telah disampaikan kepada tidak terulangnya berbagai kegagalan yang telah dilakukan Pokja AMPL Pusat dan UNICEF, saat ini kabupaten terpilih di sepuluh tahun yang lalu yang terabadikan melalui ratusan Papua Barat sedang menyusun Renstra AMPL. bahkan ribuan "monumen" AMPL. Pemahaman ini tentunya Provinsi Sulawesi Selatan dan NTB pada dasarnya telah melak- berlaku bagi seluruh pemangku kepentingan. sanakan tahap persiapan kelembagaan. Hal ini dikarenakan seba- Pembelajaran lain yang dapat dipetik adalah perlunya pema- gian besar kabupaten terpilih di kedua provinsi tersebut adalah dae- haman yang sama terhadap tahapan pelaksanaan program, rah binaan WASPOLA. Dua kabupaten baru di Sulawesi Selatan, khususnya program dengan rentang kendali yang sangat luas. kabupaten Luwu Utara dan Barru, juga telah menyusul kabupaten Keberadaan lokasi program yang tersebar di Indonesia Timur lainnya dengan membentuk Pokja AMPL dimasing-masing kabupa- juga merupakan pembelajaran lain yang perlu mendapat perha- ten. Sampai saat ini, kedua provinsi tersebut masih belum memasuki tian. Kondisi geografis, budaya dan pemahaman konsep berba- tahap penguatan kapasitas pemerintah daerah dikarenakan bebera- sis masyarakat dalam pembangunan AMPL yang masih dapat pa hal, yaitu mengenai kejelasan proses penguatan kapasitas dan dikatakan paradigma baru, ditambah lagi dengan adanya kebi- tahapan berikutnya, dan, khususnya NTB, fokus pelaksanaan jakan desentralisasi, memerlukan strategi khusus dalam me- kegiatan masih pada penyelesaian batch I. ngelola dan mengkoordinasikan program. FW Percik Agustus 2008 37
  • 40.
    S E PU TA R S T B M Deklarasi Bebas BAB sembarangan C ommunity-Led Total Sanitation (CLTS) atau yang para fasilitator tidak lantas merasa menjadi ahli dalam hal diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia menjadi Sanitasi pemicuan. Banyak fasilitator yang dimobilisasi masih merasa Total Berbasis Masyarakat (STBM), sekali lagi menun- kurang percaya diri, dengan demikian masih terus dibutuhkan jukkan kesuksesannya. Terbangunnya jamban di setiap rumah kegiatan pendampingan. tangga menandai tercapainya kondisi dimana tidak ada lagi individu yang melakukan buang air besar (BAB) di sembarang tempat secara terbuka. Kali ini, delapan desa di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek mendeklarasikan kemerdekaannya dari perilaku buang air besar sembarangan. Pada 14 Mei 2008, warga bersama aparat pemerintah berkumpul di Balai Desa Tumpuk untuk mendengarkan pembacaan deklarasi bebas buang air besar secara terbuka (Open Defecation Free/ODF). Delapan desa di Kecamatan Tugu yang telah merdeka dari buang air besar sembarangan adalah Desa Tumpuk, Desa Winong, Desa Puru, Desa Gembleb, Desa Ngulan Kulon, Desa Wonokerto, Desa Panggungsari, serta Desa Tegaren. Sebagai apresiasi atas keberhasilan Desa Tumpuk menjadi yang pertama bebas buang air besar sembarangan, maka acara deklarasi ODF pun dilakukan di Balai Desa Tumpuk. Kemeriahan yang diselenggarakan warga desa dengan ban- Foto: Dyota Condrorini tuan dana dari pemerintah ini merupakan sebuah reward (penghargaan) atas jerih payah warga untuk mengubah perilaku Tidak hanya untuk mendampingi para fasilitator melakukan buang air besar secara terbuka menjadi buang air besar di jam- pemicuan, kegiatan pendampingan ini juga memiliki banyak ban. manfaat dalam pencapaian kondisi ODF. Melalui pendamping- an, kegiatan verifikasi akses sanitasi masyarakat menjadi lebih Strategi Pemicuan dengan Metode Percepatan mudah untuk dilaksanakan. Selain itu, pendampingan juga Pendekatan STBM sudah luas dikenal sebagai salah satu membantu pengumpulan dan pelaporan data sarana sanitasi pendekatan perubahan perilaku melalui metode pemicuan ter- (jamban) yang tersedia. Kegiatan pendampingan juga berperan hadap aspek rasa jijik, rasa malu, harga diri dan aspek agama. untuk menjembatani komunikasi kabupaten dengan pemerin- Meskipun demikian, warga yang dipicu tidak selalu langsung tah pusat. menunjukkan perubahan perilaku. Terkadang ada saja warga Namun, sangat disayangkan karena masa pendampingan ini yang membandel atau tidak menggubris pemicuan tersebut. dirasakan masih terlalu singkat. Oleh karena itu, diharapkan ke Oleh karena itu, di Kabupaten Trenggalek ini, pemicuan tidak depannya masa pendampingan dibuat lebih panjang untuk dilakukan sekali saja. Pemicuan dilakukan sampai empat kali di dapat memaksimalkan program. setiap desa. Melalui metode percepatan ini, masukan berupa dana dari Rencana Tindak Lanjut APBD untuk program STBM sebesar Rp 150.641.500 dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kabupaten waktu 5 bulan dalam bentuk kegiatan fasilitasi telah meng- Trenggalek tidak akan berhenti setelah berhasil membuat dela- hasilkan keluaran berupa dana pembangunan jamban oleh pan desa bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. masyarakat sebesar Rp 1.528. 500.000. Kabupaten Trenggalek memiliki visi untuk menjadikan kabu- Selain itu, satu hal yang cukup membanggakan dari program paten ini bebas buang air besar sembarangan pada 2009 dan STBM yang berlangsung di Kecamatan Tugu, Kabupaten mencapai Trenggalek Sehat pada 2010. Trenggalek ini adalah cakupan bebas buang air besar di delapan Untuk itu, Kabupaten Trenggalek telah menyiapkan pelatih- desa mencapai 20 komunitas dari 30 komunitas sasaran. an untuk menciptakan fasilitator-fasilitator baru sejumlah 29 Hebatnya, terdapat tambahan empat komunitas yang mencapai fasilitator. Pengajuan anggaran untuk melakukan pemicuan ODF yang awalnya tidak menyatakan peminatan. berikutnya pun menjadi agenda mengembangkan program STBM. Sehingga, target seluruh desa di Kabupaten Trenggalek Pendampingan dari Pusat telah memperoleh pemicuan pada akhir Desember 2008 akan Meskipun sudah dibekali pelatihan dan praktek uji coba, terwujud. Dyota Condrorini 38 Percik Agustus 2008
  • 41.
    S E PU TA R J E J A R I N G Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Peluncuran Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas S anitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan sebuah gerakan perubahan menuju pola hidup yang ber- sentasi mengenai draft strategi nasional STBM. Presentasi dilakukan oleh Ka- subdit Penyehatan Air, Zainal Nampira. sih dan sehat. Terdapat lima pilar dalam Presentasi singkat tersebut ditindaklan- gerakan STBM ini, yaitu perilaku buang juti dengan diskusi terfokus yang meru- air besar di jamban, cuci tangan pakai sa- pakan agenda acara berikutnya. bun, pengolahan air minum skala rumah Di dalam draft Strategi Nasional tangga, pengolahan air limbah skala ru- STBM, dinyatakan bahwa terdapat 6 mah tangga dan pengolahan sampah ska- komponen strategi, yaitu: (i) Penciptaan la rumah tangga. Kelima pilar ini telah Lingkungan yang Kondusif; (ii) Pe- banyak dilaksanakan oleh berbagai pi- ningkatan Kebutuhan; (iii) Peningkatan hak, namun pelaksanaannya sendiri ma- Para peserta Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Penyediaan; (iv) Pengelolaan Penge- Masyarakat (STBM), Puncak 26-27 Mei 2008. sih belum terkoordinasi dengan baik. Foto: Dyota Condrorini tahuan; (v) Pembiayaan; (vi) Monitoring Terkait dengan hal tersebut, telah di- dan Evaluasi. susun suatu strategi nasional STBM yang Lingkungan, Departemen Kesehatan secara Dalam lokakarya ini disusun pula ren- akan menjadi landasan gerak para pelaku resmi membuka lokakarya tersebut. cana kerja STBM selama tahun 2008. STBM. Pada lokakarya STBM ini, strategi Pada kesempatan ini, diluncurkan pu- Rencana kerja ini merupakan rencana nasional STBM tersebut disosialisasikan ke- la salah satu gugus tugas dari Jejaring Air kerja bersama, yang berarti di dalamnya pada para stakeholder STBM dengan tu- Minum dan Penyehatan Lingkungan tidak hanya terdapat rencana kerja dari juan untuk memperoleh masukan-masuk- (AMPL), yaitu Gugus Tugas Kesehatan instansi pemerintah, namun juga dari an dari para pelaksana STBM itu sendiri. dan Higienitas (GTKH). Gugus Tugas ini para pelaku lainnya seperti organisasi Acara lokakarya ini diawali dengan berada di bawah koordinasi Direktorat nonpemerintah maupun institusi pen- sambutan oleh Oswar Mungkasa yang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan didikan. Dengan demikian diharapkan mewakili Direktur Permukiman dan Peru- Lingkungan, Departemen Kesehatan. tercipta koordinasi, kerjasama dan kola- mahan Bappenas selaku Ketua Kelompok Setelah pengenalan mengenai Je- borasi antar pemangku kepentingan, Kerja Air Minum dan Penyehatan Ling- jaring AMPL dan peluncuran Gugus Tu- demi peningkatan profil AMPL di In- kungan. Selanjutnya, Direktur Penyehatan gas GTKH, acara dilanjutkan dengan pre- donesia. DYO/DHA Pertemuan Gugus Tugas Pengelolaan Sampah: Prioritas PP terhadap UU Persampahan S etelah diluncurkan Januari lalu pada saat Lokakarya Persampahan, Gugus Tugas Pengelolaan Sampah dilakukan dengan cara memberikan nilai terhadap rencana sebelas peraturan pemerintah dan mengurutkan berda- Peraturan pemerintah mengenai pembi- ayaan penyelenggaraan pengelolaan sam- pah dan peran masyarakat dalam pe- (GTPS) kembali mengadakan perte- sarkan rangking dengan poin terbanyak. ngelolaan sampah mendapatkan poin muan pada tanggal 9 Mei 2008. Per- Kriteria prioritisasi disusun berdasarkan tertinggi dan menempati tingkat skala temuan yang diadakan di kantor ESP/ dampak terhadap kualitas kesehatan dan prioritas yang pertama. USAID tersebut dihadiri oleh perwa- sosial masyarakat, pertumbuhan ekono- Hasil dari pertemuan GTPS ini, seba- kilan dari berbagai lembaga seperti mi rakyat, kualitas daya dukung ling- gai tindak lanjut, akan disampaikan Dana Mitra Lingkungan (DML), Ya- kungan dan kapasitas kelembagaan dae- dalam bentuk rekomendasi kepada para yasan Perisai, IATPI, ISSDP, Mercy rah dengan skala 1 sampai 5. pengambil keputusan dalam suatu perte- Corps, Pokja AMPL dan ESP. Setelah melakukan identifikasi, dilan- muan khusus yang akan dilakukan dalam Pada pertemuan itu dibahas menge- jutkan dengan diskusi yang cukup pan- waktu dekat. Upaya ini dilakukan sebagai nai prioritisasi peraturan pemerintah ter- jang, pertemuan tersebut menghasilkan salah satu bentuk dukungan GTPS untuk hadap UU No. 18 tahun 2008 tentang prioritisasi rencana sebelas peraturan mewujudkan Indonesia yang terbebas Persampahan. Prioritisasi tersebut pemerintah terhadap UU Persampahan. dari permasalahan sampah. DHA Percik Agustus 2008 39
  • 42.
    S E PU TA R A M P L 2 3 1 4 (1) Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memberikan sambut- an pada Hari Air Dunia 2008. (2) Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, dan bebe- rapa pejabat eselon menghadiri peringatan HAD 2008. (3) Lomba pemilahan sampah antardirektorat Departemen Pekerjaan Umum. (4) Penyanyi balada, Nugie, turut menyemarakkan HAD 2008. Foto-foto: Dini Haryati Acara Puncak HARI AIR DUNIA 2008 A cara Puncak Hari Air Dunia 2008 merupakan motor penggerak diselenggarakan pada Jum'at, 16 pembangunan sanitasi saat ini. Mei 2008 di halaman kantor Pemerintah pusat hanya membantu Departemen Pekerjaan Umum, Jl. pemerintah daerah yang betul-betul Pattimura No. 20-27, Kebayoran Baru, ingin membangun dan memelihara. Jakarta Selatan. Acara ini diawali dengan Usai sambutan, rentetan acara laporan oleh Ketua Panitia Nasional HAD yang berhubungan dengan Hari Air 2008, Staf Ahli I Departemen Pekerjaan ditampilkan, diantaranya kampanye Umum Mochamad Amron. "Cuci Tangan Pakai Sabun" oleh Pejabat Acara yang dikemas dengan cukup Setelah laporan Ketua Panitia Tingkat Eselon 1. menarik ini setidaknya dapat mening- Nasional HAD 2008, disampaikan Dengan diiringi lagu Cuci Tangan galkan pesan sekaligus peringatan bagi sambutan dari Menteri Negara Pakai Sabun, dalam kampanye tersebut kita semua. Bahwa ketersediaan sumber Pemberdayaan Perempuan dan dilan- para pejabat eselon 1, dengan didampingi daya air saat ini telah mengalami jutkan dengan sambutan dari Menteri oleh murid SDI Al Azhar, Jakarta Selatan, degradasi akibat pencemaran yang terja- Pekerjaan Umum. Dalam sambutannya, diminta untuk menunjukkan cara cuci di secara terus menerus. Tentunya hal ini Djoko Kirmanto mengingatkan pada tangan pakai sabun dengan baik dan menjadi tanggung jawab bersama untuk semua pihak akan pentingnya sanitasi benar. menjaga dan memperbaikinya. Manfaat dalam menjaga kelangsungan ketersedi- Selain itu, diadakan pula lomba pemi- yang diperoleh tentu tidak dapat lang- aan air bersih dan masalah sanitasi yang lahan sampah antardirektorat sung dirasakan oleh kita. Akan tetapi ada merupakan permasalahan bersama Departemen Pekerjaan Umum, parodi yang lebih penting. Siapa lagi kalau sehingga sudah tidak harus diselesaikan bertemakan "Sanitasi Jawabannya" dan bukan anak cucu kita. Jika kita membuat secara sektoral. penampilan penyanyi ibukota, Nugie, saluran sanitasi yang bagus sejak seka- Lebih lanjut dalam sambutannya, ia yang menyanyikan lagu-lagu bertemakan rang, maka air tanah di masa yang akan mengatakan bahwa inisiatif daerah lingkungan. datang tidak akan pernah tercemar. DH 40 Percik Agustus 2008
  • 43.
    S E PU TA R A M P L Hari Lingkungan Hidup Sedunia H ari Lingkungan Hidup Sedunia setempat untuk membicarakan topik se- belahan kutub. Kota yang menjadi tuan (HLHS) pada tahun 2008 ini putar pendidikan, makanan, trans- rumah perayaan HLHS saat itu adalah telah menginjak usia yang ke- portasi, energi dan peningkatan kesadar- Tromse, Norway yaitu sebuah kota yang 36 sejak dicetuskan pertama kali tahun an publik. terkenal sebagai pintu gerbang menuju 1972 melalui konferensi PBB. Tema pe- Selama 36 tahun perayaan Hari Ling- kutub utara. rayaan tiap tahun pun beragam. Tahun kungan Hidup Sedunia, topik yang diu- Adapun agenda besarnya bagaimana 2008 perayaan HLHS direncanakan sung cukup beragam dan biasanya dise- menghadapkan pada semua orang isu berlangsung di ibukota New Zealand, suaikan dengan isu hangat yang berkem- lingkungan hidup sekaligus menjadikan Wellington, dengan mengusung tema bang pada tahun tersebut. Untuk menge- masyarakat dunia sebagai agen dalam "CO2, Kick the Habit! Towards a Low tahui bagaimana tindak lanjut perayaan mewujudkan pembangunan yang seim- Carbon Economy". HLHS pada tahun sebelumnya, maka bang dan berkelanjutan sehingga dapat Pemilihan New Zealand sebagai tem- akan diulas secara singkat topik-topik pe- mengubah perilaku untuk selalu berpe- pat penyelenggaraan dikarenakan New rayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia gang teguh pada prinsip-prinsip keles- Zealand merupakan negara pertama yang pada dua tahun terakhir. tarian lingkungan. berjanji menjadikan wilayahnya bebas Acara perayaan juga diramaikan pa- dari gas karbon dan sangat fokus pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia rade sepeda, konser "hijau", perlombaan manajemen hutan sebagai tools untuk 2007 membuat artikel dan poster lingkungan mereduksi efek rumah kaca. Topik Hari Lingkungan Hidup pada hidup yang diadakan di sekolah-sekolah, Perayaan pada 5 juni 2008 ini akan tahun itu "Melting Ice-A Hot Topic" ("Es menanam pohon dan kampanye daur dipenuhi beragam aktivitas. Diantaranya Mencair. Waspadalah!"). Tahun itu, pera- ulang. presentasi dari rumah ke rumah yang yaan difokuskan pada isi perubahan iklim akan dilakukan organisasi lingkungan yang akan memicu mencairnya es di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2006 Tahun 2006 tema yang diusung Penganugerahan Kalpataru dan Adipura "Don't Desert Dryland". Menyusutnya padang pasir dan lahan kering memang T epat pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan penghargaan pelestarian lingkungan atau sudah mengkhawatirkan. Tidak seperti Kalpataru kepada sembilan orang dari berbagai provinsi dan tiga LSM di Istana air dan udara yang notabene dapat diber- Negara, Jakarta, Kamis, 5 Juni 2008. sihkan maka kerusakan tanah membu- Kalpataru dibagi dalam empat kategori, yaitu perintis lingkungan, pengabdi lingkung- an, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan. Untuk kategori perintis lingkungan, tuhkan ribuan tahun untuk memper- diserahkan kepada Cukup Rudiyanto dari Indramayu Jawa Barat, Sriyatun dari Surabaya baikinya. Jawa Timur, Abu Wenna dari Wajo Sulawesi Selatan, Theresia Mia Tobi dari Flores Timur Sebagai informasi tambahan bahwa Nusa Tenggara Timur, dan Abbas H Usman dari Indragiri Hilir Riau. Kategori pengabdi lingkungan diberikan kepada Jadjit Bustami dari Bondowoso Jawa 40 persen permukaan bumi diliputi lahan Timur, Lalu Selamat dari Dompu Nusa Tenggara Timur, dan Muthalib Ahmad dari Banda Aceh kering dan padang pasir. Oleh karena itu Nangroe Aceh Darussalam. perayaan yang dilangsungkan di Algeria Kategori penyelamat lingkungan diberikan kepada masyarakat dari Desa Pekraman Buahan Bangli Provinsi Bali, kelompok tani Argo Mulyo dari Madiun Jawa Timur, dan LSM ini memfokuskan pada topik tersebut. Bahtera Melayu dari Bengkalis Provinsi Riau. Sedangkan kategori pembina lingkungan diberikan kepada Angerius Takalapeta dari Alor Nusa Tenggara Timur. Tindak Lanjut Perayaan HLHS: Apa Selain Kalpataru, juga diberikan penghargaan Adipura. Untuk kategori kota Metropolitan diberikan pada Kota Palembang, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Surabaya, dan Bagaimana Lingkungan Kita Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Kini? Kategori kota besar diberikan kepada Pekanbaru, Padang, dan Batam. Untuk kategori Setidaknya itulah isu yang diangkat kota sedang ada 28 kota penerima penghargaan Adipura dan kategori kota kecil terdapat 57 kota. pada perayaan Hari Lingkungan Hidup Menurut data Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), sejak Kalpataru diberikan Sedunia selama dua tahun terakhir. Isu kepada perseorangan dan kelompok masyarakat yang memperjuangkan lingkungan hidup beragam yang diangkat disesuaikan de- pada tahun 1980, sedikitnya 240 orang dan kelompok telah menerima penghargaan ini. BW/dari berbagai sumber ngan topik yang sedang booming pada waktu itu. Percik Agustus 2008 41
  • 44.
    S E PU TA R A M P L Dua tahun telah berlalu sejak pera- noksida. Emisi gas buang ini yang mem- tengah dari yang tersisa masih terancam yaaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di buat kenaikan suhu permukaan bumi, kebakaran, penebangan komersial, dan tahun 2006 dengan tema Cegah Me- termasuk kerusakan lapisan ozon di at- pembukaan hutan untuk kebun kelapa nyusutnya Padang Pasir dan Lahan mosfer bumi. sawit. Kering. Perbaikan 40 persen permukaan Dunia industri membabat habis se- Penghancuran hutan inilah sumber bumi tersebut belum juga tuntas. Justru mua sumber daya yang ada di bumi. Tak malapetaka sebenarnya. Oksigen yang semakin diperparah dengan adanya efek hanya sumber bahan bakar fosil seperti merupakan elemen penting bagi hidup rumah kaca dan pemanasan global. minyak bumi, tapi juga hutan. Hingga manusia mulai menipis. Kenyataan itu Masalah baru muncul: es mencair, dan saat ini hutan yang masih tersisa tak lebih berbanding terbalik dengan semakin permukaan air naik. Kedua permasalah- dari enam persen dari permukaan bumi, tinggi gas emisi rumah kaca yang justru an ini memicu akibat yang sama: berku- dan merupakan rumah bagi 30 juta spe- berpotensi menghancurkan kehidupan. rangnya lahan hidup bagi penghuni sies dan menyediakan 20 persen hingga Tunggu apalagi, mari kita mulai sejak dunia. 30 persen oksigen bagi dunia. saat ini. Mulailah dari hal-hal sekecil Pencairan es di permukaan bumi Pada tahun ini buku rekor dunia mungkin. Seperti membuang sampah menjadi sorotan dalam Hari Lingkungan Guiness akan memasukkan Indonesia se- pada tempatnya atau dengan mengurangi Hidup Sedunia 2007. United Nations bagai negara dengan tingkat penghancur- penggunaan kendaraan bermotor. Kita Environment Program (UNEP) mengu- an hutan tercepat di antara negara-ne- jadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sung tema "Es Mencair, Waspadalah!". gara yang memiliki 90 persen dari sisa di tahun 2008 ini menjadi titik awal yang Peringatan puncaknya telah digelar di hutan dunia. Greenpeace mencatat, se- tak akan berkesudahan untuk menjaga Tromso, Norwegia. Sama halnya dengan tiap jam Indonesia menghancurkan luas kelestarian lingkungan hidup. Selamat udara, air, dan tanah, es juga memiliki hutan yang setara dengan 300 lapangan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. peran penting dalam membentuk ling- sepak bola. Sebanyak 72 persen dari hu- Willy dari berbagai sumber kungan di planet ini. tan asli Indonesia telah musnah dan se- Es, dalam bentuk lautan, gletser, bongkahan, atau salju memantulkan pa- nas matahari. Sebaliknya permukaan laut yang kelam serta permukaan tanah yang S ejak dirayakan pertama kali pada tahun 1972, topik-topik yang diangkat adalah sebagai berikut: 1996 - Our Earth, Our Habitat, Our Home 1995 - We the Peoples: United for the Global Environment tidak tertutup es menyimpan panas, dan 2007 - Melting Ice-a Hot Topic? 1994 - One Earth One Family menaikkan suhu bumi. Bila lapisan es 2006 - Deserts and Desertification-Don't 1993 - Poverty and the Environment- Desert Drylands! Breaking the Vicious Circle menghilang, bumi akan terus menyimpan 2005 - Green Cities-Plan for the Planet! 1992 - Only One Earth, Care and Share panas matahari. Semakin tinggi suhu 2004 - Wanted! Seas and Oceans-Dead or 1991 - Climate Change. Need for bumi, kian banyak es yang akan terus Alive? Global Partnership 2003 - Water-Two Billion People are 1990 - Children and the Environment mencair, dan akan terus memicu pema- Dying for It! 1989 - Global Warming; Global Warning nasan global. 2002 - Give Earth a Chance 1988 - When People Put the Environment Kenaikan suhu bumi memang sudah 2001 - Connect with the World Wide First, Development Will Last Web of Life 1987 - Environment and Shelter: More Than diramalkan banyak pihak. Penggunaan 2000 - The Environment Millennium- A Roof bahan bakar yang terus meningkat sejak Time to Act 1986 - A Tree for Peace menggeliatnya dunia industri di berbagai 1999 - Our Earth-Our Future-Just Save It! 1985 - Youth: Population and the 1998 - For Life on Earth-Save Our Seas Environment belahan bumi memicu emisi gas buang 1997 - For Life on Earth 1984 - Desertification seperti karbon dioksida dan karbon mo- 1983 - Managing and Disposing Hazardous Waste: Acid Rain and Energy 1982 - Ten Years After Stockholm (Renewal of Environmental Concerns) 1981 - Ground Water; Toxic Chemicals in Human Food Chains 1980 - A New Challenge for the New Decade: Development Without Destruction 1979 - Only One Future for Our Children- Development Without Destruction 1978 - Development Without Destruction 1977 - Ozone Layer Environmental Concern; Lands Loss and Soil Degradation 1976 - Water: Vital Resource for Life 1975 - Human Settlements 1974 - Only one Earth Kota Wellington, New Zealand dilihat dari atas. (Sumber: www.wikipedia.com) 42 Percik Agustus 2008
  • 45.
    S E PU TA R A M P L Hari Bumi 2008 T anggal 22 April adalah sebuah tanggal dalam setahun yang tidak semua orang ingat ada apa pada tanggal tersebut. Mungkin untuk para penggiat lingkungan tang- gal tersebut tidaklah asing bagi mereka. Sejak Tahun 1970 sudah didengung-dengungkan himbauan untuk melestarikan lingkungan air, bumi dan udara, serta aksi- aksi di seluruh dunia yang intinya bagaimana cara membuat bumi menjadi lebih sehat. "Hari Bumi". Ya, begitu mereka menyebutnya. Diharapkan disetiap perayaan Hari Bumi, bumi tidak semakin bertambah Foto: Bowo Leksono "sakit" akibat ulah para penghuninya sendiri. Hari Bumi diperingati untuk lebih menyadarkan kita akan pada tahun 1969 di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu, ia meng- perilaku sehari-hari terhadap bumi tempat tinggal kita. usulkan agar diberlakukan secara nasional apa yang disebut Banyak hal tidak baik yang dilakukan terhadap bumi, seper- teach in, yaitu sesi kuliah tambahan yang membahas tema-tema ti penebangan hutan yang tidak terkontrol, penggunaan bahan- kontroversial yang sedang hangat, khususnya tema lingkungan bahan kimia yang berbahaya bagi ozon, pemborosan sumber hidup. energi seperti air dan minyak bumi, serta pembuangan limbah Gagasan Nelson mendapat dukungan luar biasa dari masya- secara sembarangan. rakat sipil. Inilah embrio lahirnya Hari Bumi. Karena setahun Pada hari tersebut kita diingatkan akan dampak negatif dari kemudian tepatnya 22 April 1970, jutaan orang turun ke jalan, perlakuan kita sendiri terhadap keberadaan planet yang kita berdemonstrasi memadati Fifth Avenue, New York. Tidak singgahi. Dampak yang paling dirasakan saat ini adalah yang kurang 1500 perguruan tinggi dan 10 ribu sekolah berpartisipasi sering disebut pemanasan global atau global warming. berunjuk rasa di New York, Washington, dan San Fransisco. Pemanasan global terjadi karena adanya efek gas rumah Majalah Time menulis sekitar 20 juta orang turun ke jalan kaca. Konsentrasi gas rumah kaca ini menghambat pantulan pada hari itu, bersama-sama mencanangkan Hari Bumi dan radiasi matahari dari bumi ke angkasa, maka akumulasi radiasi menyerukan protes untuk memulai sebuah "revolusi hijau". panas ini terjebak di udara yang menyebabkan panas berlebih. Peringatan Hari Bumi pertama kali pada tahun 1970 dinilai Banyak cara untuk dapat menekan emisi gas rumah kaca, merupakan puncak kejayaan gerakan lingkungan hidup era diantaranya dengan mengurangi kadar karbondioksida (CO2) di 1960-an. udara. Salah satu caranya dengan menggunakan kendaraan Fenomena gerakan Hari Bumi pertama kali Amerika Serikat yang bebas polusi sesering mungkin atau menggunakan tersebut, lahirlah berbagai kelompok besar pelestari lingkungan kendaraan yang ramah lingkungan dan juga hemat energi. hidup, antara lain Environmental Action (di Washington, 1970), Tapi yang lebih penting lagi adalah perubahan perilaku kelompok Greenpeace (kelompok pelestari lingkungan yang di- manusia penghuni bumi ini. Mulailah berhemat air, daur ulang kenal radikal dan militan, lahir pada 1971), Environmentalist sampah, hentikan penebangan hutan ilegal, efisiensikan peng- for Full Employment (kelompok penentang industrialisasi, lahir gunaan sumber energi seperti listrik dan BBM, jangan menggu- 1975), Worldwatch Institute (pusat penelitian dan studi yang nakan bahan perusak ozon, serta jangan membuang limbah mengumpulkan berbagai informasi ancaman lingkungan global, sembarangan. 1975), dan masih banyak lagi kelompok pemerhati lingkungan Dengan demikian, kita sudah ikut serta mengurangi yang lain. kerusakan di bumi ini. Semoga di tahun mendatang, kita masih Gerakan yang monumental ini menurut Nelson, yang me- bisa memperingati Hari Bumi di bumi yang masih sehat dan ninggal pada 4 Juli 2005 di usia 89 tahun, sebagai "ledakan akar menjadi dambaan semua penghuninya. rumput yang sangat mencengangkan". Tak salah bila Nelson disebut sebagai Bapak Hari Bumi Internasional. Dan hingga saat Sejarah Hari Bumi ini, setiap 22 April, negara-negara di seluruh dunia mem- Berawal dari pidato Senator Wisconsin, Gaylord Nelson peringatinya. MCH Percik Agustus 2008 43
  • 46.
    S E PU TA R A M P L Peletakan Batu Pertama Jamban Sekolah P eletakan batu pertama percontohan jamban sekolah dalam rangka pening- katan fasilitas sanitasi sekolah dan ling- sudah dilakukan pemerintah pusat pada daerahnya. kungan dipusatkan di SD N Sepatan I Ka- Pancingan bagi Pemda bupaten Tangerang pada Rabu, 7 Mei 2008. Rombongan dari pusat terdiri dari SIKIB Selain SD N Sepatan I, juga SD N Sepatan IV dan Departemen PU. Tampak Ketua SIKIB dan V, serta SD N Kedaung I dan III. Murniati Widodo AS, Lis Djoko Kirmanto, Kegiatan dalam rangka Seabad Ke- Erna Budi Yuwono, dan Erna Witoelar. Turut bangkitan Nasional dan Tahun Sanitasi hadir Dirjen Cipta Karya Ir. Budi Yuwono. Internasional 2008 ini digelar Solidaritas Koordinator Program Indonesia Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Hijau dan Bersih SIKIB Erna Witoelar melalui Program Indonesia Hijau dan mengatakan memilih Sepatan karena Bersih bekerja sama dengan Departemen daerah ini rawan soal kebersihan dan Pekerjaan Umum. kerap terjadi wabah kolera dan demam Wakil Bupati Tangerang H. Rano Kar- berdarah. "Di sini kepedulian soal sani- no mengungkapkan kebahagiaan namun tasi kurang diperhatikan terutama di juga rasa malu. "Daerah di sini termasuk Ketua SIKIB Murniati Widodo AS didampingi Wakil sekolah-sekolah," ujarnya. daerah bolbon, be'ol di kebon," katanya Bupati Tangerang H. Rano Karno Erna mengharapkan bantuan satu unit meletakkan batu pertama. Foto: Bowo Leksono. yang diikuti tawa ratusan warga sekolah. jamban senilai Rp 150 juta ini sebagai Namun, lanjut Bang Rano, panggilan di bawah pohon," tegasnya yang kembali pancingan bagi pemerintah daerah untuk akrab wakil bupati yang sekaligus aktor terdengar riuh tawa penghuni sekolah. kemudian melanjutkan pembangunan jam- ini merasa yakin bila kita masih mempu- Bang Rano yang mewakili Bupati Ta- ban di sekolah-sekolah lainnya yang mem- nyai rasa malu berarti masih mempunyai ngerang mengharapkan bantuan jamban butuhkan. "Selain itu yang lebih penting rasa tanggung jawab. "Setelah jamban sekolah bermanfaat bagi peningkatan adalah jamban benar-benar dipakai dan sekolah kalian nanti berdiri, bapak tidak pendidikan di lingkungan sekolah. Pihak- dipelihara kebersihannya," tuturnya. BW ingin mendengar anak laki-laki kencing nya akan berusaha meneruskan apa yang Jamban Sekolah yang Kotor dan Bau S inta yang masih duduk di bangku kelas II SD N Sepatan V, tersipu keti- ka ditanya dimana buang air besar saat di airnya kadang juga tidak ada," ungkap Husni. Kondisi yang diungkapkan Husni inilah yang menyebabkan ia dan semua sekolah? Ia pun terpaksa pulang ke penghuni sekolah merasa tidak nyaman rumah yang jaraknya tak jauh dari seko- dalam membuang hajat. lah. Terakhir, kondisi di SD N Sepatan I, Berbeda dengan Husni dan kedua tidak ada jamban bagi siswa dan guru. temannya yang tampak akrab. Husni Siswa buang air di belakang sekolah, yang bersekolah di SD Sepatan I dan sementara guru numpang di kantor duduk di bangku kelas III dan teman- PGRI. Sementara SD N Sepatan V yang teman laki-lakinya ini akan lari ke be- memang satu kompleks dengan SD N lakang sekolah setiap kali hendak buang Sepatan I, terdapat enam jamban namun air besar. tidak berfungsi karena mampet dan Para dokter kecil dari SDN Sepatan I "WC di sekolah kotor, bau, terus penuh. BW Tangerang. Foto: Bowo Leksono 44 Percik 2008 Agustus
  • 47.
    S E PU TA R A M P L Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL di Kabupaten Barru melalui misi i) meningkatkan cakupan pelayanan AMPL, ii) meningkatkan peran serta masyarakat dan iii) membu- dayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk menentukan isu dan kebijakan strategis, peserta melakukan analisa mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal pembangunan AMPL. Identifikasi dan analisa kekuatan dan kelemahan dilakukan untuk mengetahui kondisi internal, sedangkan kondisi ekternal diketahui dengan melakukan identifikasi dan analisa peluang dan tan- Foto: Dok/WASPOLA tangan. Analisa ini dikenal sebagai analisis P entingnya sinergitas pengelolaan masi sektor di Indonesia. Kegiatan SWOT (Strength, Weakness, Opportu- dan koordinasi sektor AMPL men- lokalatih ini sendiri merupakan ker- nity and Threat). Hasilnya, antara lain jadi hal yang sangat mendesak jasama Kelompok Kerja (Pokja) AMPL pada tabel berikut: dilakukan di Kabupaten Barru agar INTERNAL EKSTERNAL tujuan optimal pembangunan air minum K E K U ATA N KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN dan penyehatan lingkungan (AMPL) yang Jumlah SDM tersedia Rendahnya kapasitas apa- Adanya kebijakan Peme- Konflik kepentingan da- berkelanjutan dapat tercapai. Hal ini Potensi sumber daya air rat fungsional dalam pe- rintah Pusat tentang lam pemanfaatan sumber tersedia ngelolaan program AMPL AMPL daya air terungkap dalam lokakarya dan pelatihan Komitmen pemerintah yang berkelanjutan Peluang kemitraan de- Kebijakan AMPL tidak ja- (lokalatih) penyusunan rencana strategis daerah dalam melak- Keterbatasan dana ngan swasta dan lembaga lan/tidak direspon sanakan program AMPL Belum adanya kebijakan honor Sarana AMPL yang tidak (Renstra) AMPL di Kabupaten Barru, Iklim kepemimpinan yang daerah yang mengatur Kebutuhan pemenuhan berkelanjutan Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan sela- kondusif keberlanjutan AMPL air minum yang semakin Semakin besarnya kebu- Berbasis Masyarakat meningkat tuhan investasi untuk pe- ma 5 hari, 14-18 April 2008, di Pare-pare. Lemahnya koordinasi Dukungan masyarakat menuhan layanan AMPL Lokalatih Renstra AMPL ini dibuka dalam pengelolaan pro- terhadap program pem- penduduk yang semakin gram AMPL yang berke- bangunan AMPL yang ber- meningkat. Kepala Bappeda Kamil R yang menyata- lanjutan kelanjutan Produktivitas layanan air kan kegiatan AMPL memerlukan keterli- minum semakin menurun. batan multipihak dan perlu dipayungi perencanaan yang komprehensif dan ter- Kabupaten Barru, Pokja AMPL Pusat dan Dari hasil analis SWOT, peserta integrasi. "Renstra SKPD masih sektoral, WES-Unicef. mengembangkan isu strategi, kebijakan untuk itu kita memerlukan Renstra pro- Hasil diskusi peserta ketika strategis dan program strategis. Empat pro- gram terutama AMPL," katanya. melakukan identifikasi dan analisa per- gram strategis yang disepakati dalam pela- Tujuan pelatihan membekali anggota masalahan AMPL yaitu tidak sekedar tihan ini dikembangkan lebih lanjut dalam Pokja AMPL Kabupaten Barru dengan sarana yang tidak berfungsi, tetapi juga kegiatan strategis. Kegiatan strategis ini metode penyusunan Renstra AMPL, tidak adanya koordinasi dengan baik. akan dijadikan acuan dalam penyusunan kemampuan analisa masalah sektor Hasil dari diskusi dipetakan menjadi program dan kegiatan dalam SKPD terkait. AMPL dan sekaligus mampu menyusun tujuan pembangunan AMPL di Untuk merumuskan dan finalisasi Renstra AMPL. Kabupaten Barru. Hasilnya rumusan visi Renstra, disepakati dibentuk tim peru- Lokalatih yang dikembangkan dengan misi. mus yang dikoordinasi Bappeda. metode partisipatif, pendidikan orang Adapun visi yang ingin dituju, yaitu Anggotanya lintas sektor/instansi. Selain dewasa dan dinamis ini difasilitasi "terpenuhinya air minum dan lingkungan itu pada lokalatih ini dirumuskan keang- WASPOLA, yaitu program yang berfokus sehat yang berkelanjutan Kabupaten gotaan dan struktur Pokja AMPL pada pembangunan kebijakan dan refor- Barru 2015" yang akan diwujudkan Kabupaten Barru. DHS Percik Agustus 2008 45
  • 48.
    S E PU TA R A M P L Pelatihan STBM sedangkan implementasinya dilakukan sehat sejak dini, termasuk cuci tangan bagi Calon Mahasiswa melalui SKPD terkait. pakai sabun (CTPS). Untuk mendukung program ini, Upaya lanjutan yang sedang digagas KKN UGM Pokja Banten telah bekerjasama de- Pokja AMPL Banten adalah kerjasama P elatihan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi mahasiswa KKN UGM Yogyakarta dan Waterplant ngan Project Concern Indonesia (PCI), Pokja AMPL Pusat, WASPOLA dan Universitas Tirtayasa. Kemajuan ini dengan program Danamon Peduli, tetapi lebih difokuskan pada penanganan sam- pah perkotaan. Nantinya program ini Community berlangsung pada 25-27 menjadikan Banten dijadikan mitra juga akan dikembangkan dengan pola- April 2008 di Ruang Sidang LPPM UGM. Pokja AMPL Nasional dalam pengem- pola partisipasi dan pemicuan STBM. Pelatihan ini merupakan kerjasama bangan STBM. Saat ini Pokja AMPL antara WASPOLA, Pokja AMPL Pusat Pusat membantu pendanaan pengem- Kunjungan Lapangan dan Waterplant Community UGM. bangan STBM di Provinsi Banten me- Setelah pertemuan, dilakukan kun- Waterplant Community merupakan lalui skema pendanaan bersama pusat, jungan ke Desa Taktakan, Kecamatan komunitas yang memfokuskan bidang provinsi dan kabupaten. Taktakan kurang lebih 30 menit dari pengembangan community development ibukota provinsi, untuk melihat hasil dalam mendukung tercapainya sustain- penerapan STBM. Di lokasi ini Pokja able development dalam lingkup penye- Sumbar disambut Camat Taktakan dan diaan air bersih di wilayah perdesaan. berdialog dengan masyarakat. Hingga Materi pelatihan termasuk praktik saat ini kepemilikan dan akses jamban di lapangan langsung di desa. Kerjasama Taktakan telah meningkat sejak di- dengan universitas UGM merupakan ker- lakukan pemicuan oleh Universitas Tir- jasama kedua dengan perguruan tinggi tayasa, yang saat itu hanya 20 persen. setelah Universitas Tirtayasa Banten. Masyarakat juga telah menyusun pro- Direncanakan akan dilaksanakan ker- gram kerja untuk mempersiapkan STBM jasama pelatihan STBM antara Pokja dan bebas dari buang air. Untuk percepatan AMPL Pusat dengan berbagai perguruan BAB ini bekerjasama dengan Puskesmas tinggi dalam rangka mempercepat imple- yang bersedia menyediakan anggaran untuk Kunjungan Pokja AMPL Sumatera Barat mentasi STBM guna mencapai tujuan fasilitor bidan desa dan tenaga sanitarian. di Sekretariat Pokja AMPL Pusat. MDGs sanitasi 2015. Foto: Istimewa Inovasi Pokja Banten mendapat perha- tian Pokja Sumbar. Strategi Banten akan Cross Learning Hingga saat ini telah dilakukan pelatihan untuk masyarakat dalam pe- diadopsi dan diimplementasikan dalam pro- gram kerja Pokja Sumbar tahun depan. Pokja Sumbar ke Pokja ngelolaan AMPL dan berbagai kelompok Pada 2009, Pokja Sumbar rencananya Banten lainnya. Pelatihan ini akan terus berlan- mengembangkan STBM di 10 kabupaten. jut dan menjangkau kelompok sasaran D isela kesibukan mempersiapkan perencanaan pembangunan daerah 2009, Pokja AMPL Provinsi Sumatera yang lebih luas. Pelaksana lapangan dan desainnya sepenuhnya dikembangkan oleh Pokja AMPL Banten. Kunjungan ke Pokja AMPL Nasio- nal Pada kunjungan kerja ini, Pokja Barat melakukan kunjungan pembela- Untuk mempertahankan sekaligus Sumbar mengagendakan pertemuan de- jaran (cross learning) ke Pokja AMPL mempercepat pelaksanaan STBM, Pokja ngan Pokja AMPL Nasional dan WASPO- Provinsi Banten pada 24-25 April 2008. AMPL Banten juga membidik anggota LA. Pertemuan itu mendiskusikan Kunjungan bertujuan saling bertukar masyarakat dan lembaga yang bisa men- perkembangan program AMPL Provinsi informasi tentang pelaksanaan program jadi pelopor. Pelopor inilah yang akan Sumbar, strategi pelaksanan program AMPL di kedua provinsi, terutama pelak- dikader dan dibina terus-menerus seba- 2009, dukungan Pokja AMPL Nasional sanaan program Sanitasi Total Berbasis gai agen perubahan perilaku sanitasi di ke daerah dan keberlanjutan dukungan Masyarakat (STBM). tingkat masyarakat. WASPOLA di Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu dibahas strate- Pokja AMPL Banten secara aktif Secara khusus pertemuan ini memba- gi pengembangan STBM di Provinsi memproduksi leaflet, brosur dan piranti has tindak lanjut kegiatan WSLIC di Banten dan implementasi di tingkat komunikasi lainnya untuk STBM. Be- Sumatera Barat pascaproyek. Dalam kabupaten. Di Banten, STBM pada tahap berapa sekolah menggunakan dana BOS waktu dekat, Provinsi Sumatera Barat ekspansi melibatkan Pokja kabupaten, untuk produksi leaflet yang sesuai untuk akan melakukan lokakarya untuk mem- LSM, perguruan tinggi dan sekolah. anak sekolah, sebagai sarana kampanye bahas rencana aksi provinsi dan daerah Desain program disiapkan Pokja Banten, perubahan perilaku hidup bersih dan lokasi WSLIC. dhs/pur/syaf 46 Percik Agustus 2008
  • 49.
    PROGRAM SToPS Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi S anitasi Total dan Pemasaran Sanitasi (StoPS) atau Total Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM) meru- pakan program pertama di Indonesia yang mener- jemahkan dalam skala luas strategi baru Pemerintah Indonesia mengenai sanitasi berbasis masyarakat. Program SToPS adalah sebuah program kemitraan antara Pemerintah Indonesia, Water and Sanitation Program (WSP), dan Bill and Melinda Gates Foundation. Dana sejumlah US 1,9 juta dolar dari Bill and Melinda Gates Foundation digunakan untuk mengembangkan pendekatan tersebut secara kompre- hensif. Belajar dari pengalaman CLTS maupun pemasaran sanitasi, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melaksanakan pro- gram SToPS di seluruh kabupaten yang berjumlah 29 kabupaten di Provinsi Jawa Timur pada periode 2007-2009. Ini dilakukan sebagai upaya peningkatan akses pada sanitasi yang aman dan sehat serta perilaku higienis secara cepat dan berkelanjutan. Apa yang dapat dilakukan kabupaten untuk mendapatkan manfaat dari Program SToPS? Kabupaten dapat menyelaraskan program-program sani- tasi yang sudah ada dengan pendekatan Program SToPS. Meniadakan dana subsidi pembangunan jamban keluarga Sebuah kakus di samping rumah yang berada di atas kolam ikan. Foto: Bowo Leksono dan mengalihkannya menjadi program alternatif seperti untuk menyediakan reward/penghargaan bagi masyarakat mentasi bagi Pemda (Dinkes, Bappeda, dan lembaga mitra atas pencapaian perubahan perilaku kolektif, melak- terkait) untuk mengelola penciptaan kebutuhan (demand), sanakan kompetisi antardesa dan kecamatan dalam penca- peningkatan penawaran (supply), dan pemantauan kema- paian status bebas dari BAB sembarangan, pengembangan juan implementasi pelaksanaan dan hasil yang dicapai. pasar sanitasi lokal, dan melakukan promosi perilaku higienis, penciptaan demand, dan seterusnya. Apa yang ingin dicapai Program SToPS di Indonesia? Mengadopsi dan mengembangkan pendekatan SToPS pada Diharapkan pada tahun 2009 (akhir masa program), wilayah yang lebih luas, mengingat program ini hanya Program SToPS akan: dilaksanakan pada wilayah dan waktu yang terbatas. Meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses Membentuk tim kerja kabupaten. pada fasilitas sanitasi yang aman dan higienis setidaknya sebanyak 1,4 juta jiwa di Jawa Timur. Keuntungan bagi kabupaten yang berpartisipasi dalam Mendapatkan pembelajaran mengenai penerapan pen- program SToPS dekatan secara berkelanjutan dalam skala yang lebih luas Kabupaten yang berpartisipasi dalam Program SToPS akan di Indonesia, dalam upaya mencapai target MDG bagi sa- mendapatkan bantuan teknis untuk: nitasi perdesaan sebelum atau pada tahun 2015. Penguatan komitmen politik untuk upaya perluasan (scale Mengembangkan kontribusi pembelajaran bagi pema- up), di kalangan pimpinan dan tokoh daerah seperti bupati, haman global yang akan memungkinkan replikasi pen- DPRD/politisi/parpol, pimpinan ormas, tokoh LSM, dekatan ini di 5-15 negara lainnya, serta akan menuntun camat, media lokal, dan sebagainya. pada peningkatan akses sanitasi yang aman dan higienis Pengembangan kapasitas institusi dan dukungan imple- bagi lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2015. BW Percik Agustus 2008 47
  • 50.
    K L IN I K I AT P I Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik. Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan. Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik Kontributor: Sandhi Eko Bramono (Sandhieb@yahoo.com), Lina Damayanti (Ldamayanti@yahoo.com) Reaktor Gas Metan jadi sulfur, yang seharusnya menjadi ciri Jawab S aya mencoba mengolah limbah dari industri makanan (berupa sisa ma- kanan) dalam reaktor anaerobik untuk proses anaerobik, dimana limbah akan menjadi berwarna kehitaman. Hal ini pu- lalah yang menandakan turunnya pro- Penyisihan merkuri umumnya dila- kukan dengan menggunakan proses ad- sorpsi. Penggunaan karbon aktif dapat menghasilkan gas metan, yang sudah sa- duksi metan. mengurangi kadar merkuri hingga di atas ya manfaatkan untuk memproduksi lis- Untuk mengatasi hal tersebut, ada ba- 90 persen. Unit adsorpsi dapat diletak- trik untuk keperluan internal instalasi iknya mencampur basa kuat sebagai ne- kan pada bagian akhir unit operasi sete- tersebut. Produksi gas yang lah proses filtrasi, dengan meng- dihasilkan sangat tinggi pada gunakan Granular Activated awalnya, namun setelah ber- Carbon (GAC). jalan sekitar setahun, produksi Dalam beberapa IPA, ter- gasnya cenderung menurun. kadang penggunaan GAC dija- Saat sampah selesai diolah dikan satu dalam unit saringan dalam reaktor (sekitar 20 pasir cepat. Hal ini akan meng- hari), ternyata terjadi perubah- hemat luas lahan yang dibu- an warna dari sampah ma- tuhkan. Namun akan terdapat kanan yang umumnya berwar- kesulitan dalam melakukan rege- na kehitaman di dalam reaktor nerasi GAC, karena GAC tidak dan saat ini menjadi sedikit ke- dapat dibersihkan dengan pencu- abu-abuan. Sebagai informasi, cian saringan filter biasa, karena untuk mengatur pH, saya mekanismenya bukan penya- menggunakan natrium bikar- ringan (straining) seperti pada bonat. Apa yang harus saya Kolam Pengelolaan Air Limbah (PD PAL Jaya) media pasir, melainkan mekanis- lakukan untuk meningkatkan di daerah Setiabudi, Jakarta. Foto: Bowo Leksono me adsorpsi, dimana dibutuhkan kembali kinerja reaktor saya? regenerasi secara khusus dan ter- Apakah kadar natrium bikarbonat yang pisah. saya berikan terlalu berlebih? tralisan (seperti natrium hidroksida), Modifikasi proses koagulasi dengan (Sukamto, Jakarta) yang dicampur dengan natrium bikarbo- menggunakan bahan koagulan dalam nat. Hal ini akan mengurangi akumulasi jumlah yang berlebih (enhanced coagu- Jawab senyawa natrium, karena kebutuhan lation) dapat menyisihkan merkuri, Penggunaan senyawa natrium bikar- natrium hidroksida yang dibutuhkan le- meskipun kinerjanya tidak akan setinggi bonat untuk mengatur pH umumnya di- bih kecil ketimbang natrium bikarbonat. pada proses adsorpsi. Penggunaan koa- lakukan pada instalasi berkapasitas be- Untuk mengembalikan kinerja reak- gulan dalam jumlah berlebih (bisa men- sar, untuk mengatur pH pada pH opti- tor Anda, disarankan untuk menguras capai 120 mg/l, dimana koagulasi umum- mum proses anaerobik, yaitu 7,0-7,2. sekitar setengah volume dari sampah nya membutuhkan hanya sekitar 40-50 Sangat memungkinkan telah terjadi yang terdapat dalam reaktor, kemudian mg/l saja) akan menggumpalkan partikel akumulasi senyawa natrium dalam reak- dilakukan kembali stabilisasi sistem dan beserta merkuri dalam proses koagulasi tor, karena natrium karbonat dalam pengatur pH diubah dari natrium bikar- yang saling memperkuat, dan akhirnya jumlah yang sangat banyak dalam reak- bonat menjadi natrium hidroksida, de- akan mengikat merkuri bersama flok, tor. Kadar natrium di atas 3,5-5,5 ngan sedikit tambahan natrium bikar- menjadi flok yang lebih padat, akhirnya gram/liter dapat dikatakan toksik untuk bonat. terendapkan pada unit sedimentasi. mikroorganisme penghasil metan Mikroflok yang mengandung merkuri (methanogen bacteria). Warna dari sam- yang tidak terendapkan pada unit sedi- pah makanan dalam reaktor yang telah Instalasi Pengolahan Air mentasi, akan terbawa dan tersaring berubah menjadi abu-abu, menandakan Dalam Instalasi Pengolahan Air pada unit saringan pasir cepat. reaksi proses anaerob yang tidak berjalan (IPA), bagaimana memodifikasi unit * pengasuh adalah mahasiswa program doktoral sempurna. proses atau unit operasi untuk menyi- di Division of Environmental Science and Engineering, National University of Singapore Warna ini diakibatkan karena kega- sihkan senyawa merkuri (Hg)? (NUS), Singapura. galan proses reduksi senyawa sulfat men- (Tatang, Bandung) Kontak pengasuh: sandhieb@yahoo.com 48 Percik 2008 Agustus
  • 51.
    INFO CD Film Dokumenter MDGs M endekati separuh jalan menuju batas pen- capaian Millennium Development Goals (MDGs) pada 2015, kinerja penca- singkat dan mudah dipahami. Selain itu, sebagai alat bantu, film dokumenter ini dilengkapi dengan buklet sebagai penjelasan tertulis. paian Indonesia masih kurang meng- Film yang merupakan hasil ker- gembirakan, bahkan cenderung me- jasama BAPPENAS dengan Plan nurun. Sangat jelas bahwa tan- Indonesia ini merupakan bagian dari tangan Indonesia untuk mencapai upaya menyebarluaskan informasi target 10 pada tujuan nomor 7 mengenai MDGs. Film ini mem- yaitu mengurangi separuh, pada fokuskan pada realita pencapaian tahun 2015, dari proporsi pen- tujuan ketujuh MDGs khususnya duduk yang tidak memiliki akses pada pencapaian akses air minum terhadap air minum dan sanitasi dan sanitasi dasar. dasar, merupakan tugas yang Dalam film berdurasi 20 menit sangat berat. ini dilengkapi data berupa tabel- Salah satu kendala utama tabel pencapaian setiap tujuan yang adalah masih kurangnya pema- berjumlah delapan. Disamping itu haman dari pengambil keputusan dilengkapi pidato Mantan Duta MDGs khususnya di kalangan pemerintah untuk Asia Pasifik Erna Witoelar serta daerah tentang MDGs. Untuk itu dipan- wawancara dengan Bupati Boalemo Iwan dang perlu menjelaskan MDGs dalam bentuk Bokings menanggapi soal MDGs. Film ini ter- film dokumenter yang diberi judul "Menuju sedia di perpustakaan Pokja AMPL, Jalan Cianjur Indonesia 2015". Isinya terutama sengaja dikemas secara Nomor 4 Menteng, Jakarta Pusat. BW Film Dokumenter "Sang Pawang Air" "S ang Pawang Air", film dokumenter dari Purbalingga, Jawa Tengah ini menampilkan satu solusi menarik akan permasalahan air di masyarakat. Awalnya, di Desa Baseh, kerap terjadi perebutan air bersih diantara warga. Adanya bak penampung dan saluran air pun tak luput dari perusakan warga. Hal ini Inisiasi masyarakat dalam mengatasi per- yang melatarbelakangi Mujamil mencip- soalannya secara kolektif merupakan takan alat pembagi air agar terjadi ke- gambaran menarik di dalam film adilan diantara warga dalam mengon- berdurasi 18 menit ini. sumsi air bersih. Secara teknis, demikian menu- Penciptaan alat yang sempat rut penilaian dewan juri, film ditentang Pemkab setempat ini besutan sutradara Bowo Leksono berdasarkan teknik bejana ber- ini pun tampil dengan baik yang hubungan. Menjadi tidak penting kemudian mengantarkan sebagai legalitas pemerintah karena saat pemenang kedua pada Kompetisi itu yang sangat mendesak adalah Film Dokumenter 2008 bertema kebutuhan warga akan air bersih "Manusia dan Air" yang diseleng- yang tidak bisa ditunda lagi. garakan FORKAMI. Setelah berdirinya alat pembagi Mujamil, Sang Pawang Air itu, air ini, tidak hanya persoalan bukanlah seorang insinyur apalagi pro- pemenuhan kebutuhan air bersih yang fesor. Ia hanya seorang guru agama di teratasi namun juga pembagian yang adil sebuah SD dan SMP di Desa Baseh, Ke- dan merata. Pantas Mujamil dijuluki 'Sang camatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Pawang Air'. DVD film dokumenter ini tersedia di Namun, kepedulian pada masyarakat mampu men- Perpustakaan Pokja AMPL. BW dorongnya menciptakan alat pembagi air bersih. Percik Agustus 2008 49
  • 52.
    INFO BUKU Gambaran Pembangunan AMPL di Indonesia tasian praktik-praktik pembangunan AMPL sebagai suatu pengalaman. Pemilihan lokasi dan kegiatan tidak dilakukan dengan kriteria ketat tapi lebih pada hasil penjaringan 'dari mulut ke mulut', yang kemudian ditindaklanjuti kunjungan lapangan. Kerangka buku yang edisi pertamanya terbit pada April 2008 ini terdiri dari tiga bagian dan terbagi menjadi delapan bab. Pada bagian pertama; memotret sekilas gambaran kondisi AMPL di Indonesia, bagian kedua; menguak pembelajaran pem- bangunan AMPL dengan fokus benang merah pembelajaran yang bisa ditarik dari hasil kunjungan lapangan yang kemudian ditulis lengkap pada bagian lampiran. Pada bagian penutup; yang merupakan rangkuman keselu- ruhan pembelajaran secara lengkap. Sementara pada bagian lampiran; disajikan laporan kunjungan lapangan dari masing- masing lokasi dilengkapi daftar narasumber berikut alamatnya. B uku ini mengupas tentang pembelajaran (lessons learned) dan praktik terbaik (best practice) berkaitan dengan pem- bangunan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) di Buku yang tersedia di perpustakaan Pokja AMPL, Jl. Cianjur No. 4, Menteng, Jakarta Pusat ini merupakan bagian dari ker- jasama Bappenas dan Plan Indonesia. Salah satu tujuan utama Indonesia. Memang, telah banyak buku sejenis yang telah diter- dari kerjasama tersebut adalah pengembangan manajemen bitkan. Namun, buku setebal 163 halaman ini sedikit berbeda. pengetahuan (knowledge management) dan pusat informasi Dimana letak perbedaannya? (resource centre) AMPL. Setidaknya dengan adanya buku ini Perbedaan terletak pada kerangka dan proses pendokumen- menambah referensi dalam bidang AMPL. BW Buklet MDGs MDGs atau Tujuan Pembangunan Milenium merupakan tar- get kuantitatif dan terjadwal dalam upaya penanggulangan kemiskinan global serta dimensi kemiskinan lainnya seperti kelaparan, penyakit, penyediaan infrastruktur dasar (peruma- han dan permukiman) serta mempromosikan persamaan jen- der, pendidikan, dan lingkungan berkelanjutan. MDGs juga merupakan upaya pemenuhan hak asasi manusia seperti yang tercantum dalam Deklarasi Milenium PBB. Adapun kedelapan Tujuan MDGs yaitu; memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrim, mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan jender dan pem- berdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV dan AIDS, malaria, serta penyakit lainnya, memastikan kelestarian lingkungan, serta mengembangkan kemitraan global untuk B uklet sederhana Millenium Development Goals (MDGs) ini dibuat untuk memberi penjelasan tertulis terhadap film dokumenter MDGs yang diterbitkan atas kerjasama BAPPENAS pembangunan. Penjelasan dalam buklet ini, difokuskan pada tujuan ketu- juh, yaitu memastikan kelestarian lingkungan yang didalamnya dengan Plan Indonesia. Berisi tentang delapan Tujuan MDGs terdapat target untuk menurunkan separuh proporsi penduduk dengan 18 target dan 40 indikator. Tujuan MDGs ini sedianya yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air tercapai pada tahun 2015. minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015. BW 50 Percik Agustus 2008
  • 53.
    INFO SITUS ngenai adanya media yang berfungsi se- bagai tempat untuk sharing informasi dan pengalaman mengenai penyediaan air bersih di perdesaan. Itu sebabnya, ke- anggotaannya berasal dari multidisiplin seperti instansi pemerintah, organisasi multirateral, badan donor, LSM hingga perusahaan swasta. Pertukaran informasi di kalangan pe- mangku kepentingan adalah vital dalam melakukan sinergi sebagai upaya penca- FRESHWATER ACTION paian target MDG. Sejak awal pendirian- NETWORK (FAN) nya, RWSN sudah menetapkan agenda artikel singkat mengenai berbagai macam http://freshwateraction.net pentingnya yaitu penyediaan air bersih masalah kesehatan dan penyakit dapat Freshwater Action Network (FAN) dan sanitasi bagi penduduk miskin me- menambah pengetahuan. adalah sebuah situs networking yang di- lalui teknologi tepat guna yang berkelan- Terdapat rubrik "Air dan Kita" yang sahkan melalui Forum Air Minum jutan yang mampu menjawab kebutuhan menyuguhkan beragam informasi dan Sedunia, Maret 2000. Tujuan utama situs dan terjangkau bagi masyarakat kelas artikel berkenaan dengan air bersih untuk ini untuk memastikan agar seluruh bawah. kebutuhan kita. Selain itu, informasi ber- organisasi kemasyarakatan atau LSM kenaan dengan lingkungan melengkapi yang bergerak di bidang air minum dan situs ini. sanitasi dapat menyuarakan aspirasinya, khususnya pada forum-forum penentu DIMSUM kebijakan masalah air minum dan sani- http://dimsum.its.ac.id tasi di tingkat internasional. Dimsum adalah suatu lembaga riset Untuk mencapai tujuan tersebut dalam sistem air bersih dan sanitasi di maka melalui situs ini, FAN mengundang daerah bantaran sungai. Wilayah kerja seluruh LSM yang bergerak pada bidang lembaga ini adalah negara-negara air minum dan sanitasi untuk menjadi berkembang seperti Nepal, Malaysia, anggota aktif. Manfaat yang diperoleh India, dan Indonesia. Di Indonesia, adalah FAN akan memberikan informasi Dimsum bekerjasama dengan Institut terkini dalam bentuk buletin dan news- Hingga kini telah tercatat ada se- Teknologi Surabaya (ITS) dengan wilayah letter mengenai kebijakan air minum dan banyak 500 individu dan institusi yang kerja di bantaran Sungai Brantas. sanitasi. Selain itu FAN juga bisa mem- telah menjadi anggota diantaranya WSP, Dimsum Indonesia memiliki situs berikan pelatihan dan advokasi bagi para UNICEF, WaterAid, Departemen Air dan sendiri yang juga menyambungkan de- anggotanya. Kehutanan Afrika Selatan, IRC (Belanda) ngan situs Dimsum Internasional dan si- Keanggotaan FAN bersifat terbuka dan lainnya. RWSN saat ini memiliki be- tus-situs lain terkait bidang air minum bagi LSM manapun yang peduli pada berapa tool sebagai media pertukaran pe- dan penyehatan lingkungan. Bermacam masalah air minum dan sanitasi. Saat ini ngetahuan dan informasinya yaitu news- informasi seputar program air minum FAN telah memiliki anggota sebanyak letter, situs interaktif, diskusi elektronik dan penyehatan lingkungan sedikit ba- 400 yang berasal dari seluruh belahan (e-conference), pertemuan, pelatihan dan nyak dapat diakses di situs ini. WL/BW dunia, termasuk beberapa LSM asal kunjungan langsung ke lapangan. Hingga Indonesia. tahun 1992-2005 kegiatan penyediaan air bersih bagi penduduk miskin telah dila- RWSN (RURAL WATER kukan di berbagai negara seperti India, SANITATION NETWORKING) Pakistan, Afrika Selatan dan beberapa http://www.rwsn.ch/ negara lainnya. RWSN (Rural Water Sanitation Networking) adalah situs global yang KELUARGA SEHAT berisikan informasi mengenai praktik http://keluargasehat.com penyediaan air bersih di perdesaan. Situs Keluarga Sehat adalah situs yang Situs yang berdiri sejak tahun 1992 ini menyediakan informasi terkini berke- diawali dengan adanya kebutuhan me- naan dengan kesehatan dan gizi. Berbagai Percik Agustus 2008 51
  • 54.
    P U STA K A A M P L PETUNJUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM TERPADU BIKIN PUPUK YUK... Penerbit: Yayasan Kemitraan Air Indonesia Penerbit: Klub Pengembangan Diri SMA Semen Gresik, (KAI), Jakarta, Oktober 2007 Juni 2007 PENGALAMAN MEMBANGUN DRAFT RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN AMPL-BM SARANA AIR BERSIH: KABUPATEN CILACAP 2008-2012 CASE STUDY PRO AIR DI Penerbit: Pemerintah Kabupaten Cilacap, 2007 DESA PRAIBAKUL DAN TARAMANU SUMBA BARAT Penerbit: NTT, Mitra P E R AT U R A N Samya - Pro Air GTZ PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 21/PRT/M/2006 Sumba Barat NTT, TENTANG KEBIJAKAN DAN Juni 2007 STRATEGI NASIONAL PENGEMBANGAN SISTEM MAJALAH PENGELOLAAN PERSAMPAHAN PERCIK UNDANG-UNDANG REPUBLIK Edisi 20, Oktober 2007 INDONESIA NOMOR 26 (Versi Inggris) TAHUN 2007 TENTANG PERCIK PENATAAN RUANG Edisi 22, Maret 2008 PERATURAN BUPATI SOLOK Newsletter WSLIC-2 NOMOR 48 TAHUN 2006 Edisi 11, 2007 TENTANG RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN Newsletter WSLIC-2 DAN PENGELOLAAN AMPL-BM Edisi 12, 2007 TAHUN 2005-2015 Newsletter AMPL Edisi Maret, 2008 B U K U ROMANTIKA TUKANG LEDENG Newsletter AMPL Penerbit: Majalah Air Minum Edisi April, 2008 Perpamsi, Jakarta, 2005 Tekno Limbah SUMBER DAYA AIR DAN Edisi 7, 2008 LINGKUNGAN: POTENSI, Greeners DEGRADASI, DAN MASA DEPAN Edisi 02, Februari 2008 Penerbit: LIPI Press, Jakarta, 2007 ESP News Edisi 25, Februari 2008 PENGELOLAAN DAS DARI WACANA AKADEMIS HINGGA Kiprah PRAKTIK LAPANGAN Edisi 26, Maret 2008 Penerbit: LIPI Press, Air Minum Jakarta, 2007 Edisi 151, April 2008 KEGIATAN AIR BERSIH DAN SANITASI UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (WSLIC-2) CD Penerbit: Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan WATER PLANT COMMUNITY: Lingkungan, Depkes, 2005 WATER FOR PEOPLE Penerbit: LPPM UGM-Departemen PU, Yogyakarta, 2008 KIAT KERJA SANITASI DI KAWASAN KUMUH: PETIKAN HASIL STUDI SANITASI MASYARAKAT INTERNATIONAL WORKSHOP ON CONSULTATIONS AND STRATEGIC BERPENGHASILAN RENDAH DI PERKOTAAN COMMUNICATIONS IN THE WATER AND SANITATION SECTOR Penerbit: Bappenas - Depdagri - Depkes - Dep.PU - Dep. Penerbit: Water and Sanitation Program (WSP)-PPIAF, 2008 Perindustrian - KLH - WSP- EAP, Jakarta, November 2007 52 Percik 2008 Agustus
  • 55.
    AGENDA NO. WAKTU K E G I A T A N 1 3 April 2008 Pertemuan Koordinasi Komite Pengarah dan Pelaksana Harian, diselenggarakan di Jakarta oleh Jejaring AMPL 2 7 April 2008 Lokakarya "Melindungi Kesehatan dari Dampak Perubahan Iklim", diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Kesehatan 3 7 April 2008 Sosialisasi Kebijakan AMPL-BM dan Program WES Kabupaten Belu, diselenggarakan di Atambua oleh Pemerintah Kabupaten Belu dan UNICEF 4 8 April 2008 Wrap-up Meeting Proyek WSLIC-2, diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Kesehatan 5 10-11 April 2008 Lokakarya "Masa depan Pembangunan Sektor Air Minum dan Antisipasi Ketahanannya Terhadap Dampak Perubahan Iklim Global", diselenggarakan di Jakarta oleh PERPAMSI 6 11 April 2008 Seminar Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan ITB & Stakeholders "Menuju Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia", diselenggarakan di Bandung atas kerjasama ITB dengan Departemen Pekerjaan Umum 7 12 April 2008 Pencanangan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Sanimas dalam Peringatan Hari Air Dunia 2008, diselenggarakan di Kota Tangerang, Banten oleh Departemen Pekerjaan Umum 8 14-19 April 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Kabupaten Barru, diselenggarakan di Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Kabupaten Barru dan UNICEF 9 17 April 2008 Lokakarya Pengelolaan Aset/National Asset Management Program Assessment (NAMPA), diselenggarakan di Jakarta oleh WASPOLA dan Pokja AMPL 10 18-20 April 2008 Jakarta Go Green Festival, diselenggarakan di Parkir Timur Senayan oleh Green Initiative Forum (GIF) 11 21-26 April 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Kabupaten Luwu Utara, diselenggarakan di Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan UNICEF 12 21-23 April 2008 Kunjungan Lapangan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste ke Muara Enim dan Sepatan 13 24 April 2008 Pertemuan dan Diskusi AMPL dengan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS 14 24 April 2008 Seminar Sustainable Cities Challanges for Indonesian and Sweden, diselenggarakan di Jakarta oleh Kedutaan Besar Swedia dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup 15 27-30 April 2008 Lokakarya Review Pembelajaran Program Total Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM), diselenggarakan di Surabaya atas kerjasama Pemerintah Indonesia dengan WSP-EAP Bank Dunia dan Bill and Melinda Gates Foundation 16 5-9 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Provinsi Papua Barat, diselenggarakan di Sorong oleh Pokja AMPL Provinsi Papua Barat dan UNICEF 17 6-9 Mei 2008 Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS 18 9 Mei 2008 Diskusi UU Persampahan: Prioritisasi Peraturan Pemerintah, diselenggarakan di Jakarta oleh Gugus Tugas Pengelolaan Sampah 19 13 Mei 2008 Lokakarya Kick Off ISSDP 2, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS 20 13-16 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi NTT, diselenggarakan oleh UNICEF 21 15 Mei 2008 Roadshow Pokja AMPL dalam Rangka Sosialisasi Kebijakan Nasional AMPL-BM, diselenggarakan di Kota Serang oleh Pemerintah Kota Serang 22 15 Mei 2008 Forum Diskusi Forkami "Perlunya Konservasi Air Tanah untuk Mengurangi Penurunan Volume Air Tanah", diselenggarakan di Jakarta oleh Forkami 23 16 Mei 2008 Acara Puncak Hari Air Dunia XVI tahun 2008, diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Pekerjaan Umum 24 19-23 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi Maluku, diselenggarakan di Ambon oleh UNICEF 25 5-19 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi Papua Barat, diselenggarakan di Sorong oleh UNICEF 26 21 Mei 2008 Lokakarya Pencapaian Millenium Development Goals, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS 27 22-23 Mei 2008 Rakor Program AMPL dan Pencanangan Tahun Sanitasi Provinsi NTB, diselenggarakan di Lombok, Mataram, oleh Pokja AMPL Propinsi NTB 28 26-27 Mei 2008 Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Peluncuran Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas, diselenggarakan di Puncak, Bogor, atas kerjasama Jejaring AMPL dan Departemen Kesehatan 29 27-30 Mei 2008 Lokalatih Program Air Bersih, Sanitasi dan Higienitas, diselenggarakan di Ambon oleh UNICEF 30 27 Mei 2008 Rapat TIM Kota dan Evaluasi Kegiatan Proyek HP3/Lestari - Mercy Corps, diselenggarakan di Jakarta oleh Mercy Corps 31 28 Mei 2008 Pembahasan Study on Economic Impacts of Sanitation, diselenggarakan di Jakarta oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi 32 29 Mei 2008 Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional Provinsi Jawa Tengah, diselenggarakan di Kabupaten Kendal oleh Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah 33 2 Juni 2008 Pertemuan Mid Term Review (MTR) Program WES-UNICEF, diselenggarakan di Jakarta oleh Pokja AMPL Pusat 34 5-8 Juni 2008 Pekan Lingkungan Indonesia, diselenggarakan di Jakarta oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup 35 7 Juni 2008 Lokakarya Pengelolaan Sampah Sesuai UU No. 18 tahun 2008, diselenggarakan di Jakarta oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup 36 9-12 Juni 2008 Sosialisasi Manual Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, diselenggarakan di Bandung oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa, Departemen Dalam Negeri 37 12 Juni 2008 Diskusi Panel Media dan Kampanye Penyehatan Lingkungan, diselenggarakan di Jakarta oleh Jejaring AMPL