Perang Uhud terjadi setelah kaum musyrikin Mekah mengumpulkan pasukan untuk membalas kekalahan di Perang Badar, dengan Sufyan bin Harb sebagai komando. Meskipun awalnya strategi Rasulullah berhasil, kegagalan pasukan pemanah untuk mengikuti perintahnya menyebabkan kekalahan pasukan Muslim dengan 70 syuhada, sementara musuh kehilangan 23 pasukan. Unsur demokrasi terlihat dalam musyawarah Rasulullah untuk menentukan strategi perang, dimana keputusan diambil berdasarkan pendapat mayoritas sahabat.