Perang Uhud
dan Demokrasi
Oleh : Kelompok 3
XII MIA 3
Ajeng Agustina
Fauzi Nur Noviansyah
Devin Kagiva
Mira Ismiyanti P.
M. Ikhlas
M. Rafdiansyah
SMA NEGERI 9 BANDUNG
Latar Belakang
• Setelah mengalami kekalahan di Perang
Badar, kaum musyirikin Mekah
mempersiapkan kekuatan dan dana
untuk membalaskan dendam kepada
kaum muslimin di Madinah.
• Hingga akhirnya mereka berhasil
mengumpulkan 3000 pasukan, 1000 unta
dan uang 50 ribu dinar.
Kronologis
• Komando umum dipegang oleh
Sufyan bin Harb, komandan
penunggang kuda yaitu Khalid bin
Walid dibantu oleh Ikrimah bin Abu
Jahal, bendera perang dipegang oleh
Bani Abduddar.
• Pasukan Quraisy mulai bergerak
menuju Madinah
• Ternyata di Madinah, Rasulullah telah
mendapat kabar dari pamannya, Abbas
bahwa pasukan Quraisy sedang bergerak
menuju Madinah.
• Rasulullah memerintahkan penduduk
Madinah agar selalu bersiaga. Bahkan,
para pemuda selalu menyandang senjata
saat mereka sedang shalat.
• Pasukan Quraisy terus
bergerak maju, hingga
akhirnya mereka
singgah di Jabal Uhud
• Di Madinah, Rasulullah
berembuk dengan
para sahabat tentang
bagaimana cara
menangkis serbuan
pasukan Kafir Quraisy.
• Pada awalnya, Rasulullah menawarkan
agar kaum Muslim bertahan di Madinah.
Dengan tujuan, saat kaum musyirikin
memasuki Madinah, kaum Muslimin
akan menghalau dari balik-balik lorong
dan kaum wanita dari atas rumah.
• Pendapat ini disetujui oleh Abdullah bin
Ubay (seorang munafik). Ia menyetujui
pendapat itu karena ia tidak ingin ikut
dalam peperangan.
• Tetapi,sebagian besar sahabat
Rasulullah tidak setuju. Mereka lebih
menghendaki untuk menghadang
musuh dari di luar kota.
• Akhirnya, diputuskan menghadang
musuh di luar kota. Seribu orang
pasukan muslim keluar kota untuk
menyongsong pasukan musuh.
• Tetapi, baru saja berangkat kaum
Munafik (jumlahnya hampir 1/3)
yang dipimpin oleh Abdullah bin
Ubay membelot dan tidak mengikuti
perang.
• Sisa pasukan yang setia, terus
berangkat menuju peperangan
bersama Rasulullah.
• Di kaki Bukit
Uhud (sebelah
timur laut Kota
Nabi), pada 15
syawal 3 H/30
Maret 625 M,
bertemulah
pasukan
muslimin dan
musyirikin.
• Pada awalnya, strategi perang yang
diterapkan Rasulullah berhasil.
Pasukan kaum Musyrik mengalami
kekalahan besar.
• Namun, ada satu kesalahan fatal,
yaitu para pemanah mengabaikan
pesan Rasulullah, mereka pergi dari
tempat mereka karena tergoda oleh
ghanimah (harta rampasan perang).
• Khalid bin Walid yang menyaksikan para
pemanah sedang lengah, memutar
haluan dan menyerang para pemanah.
Akibatnya, pasukan kaum Muslim porak-
poranda.
• Di tengah kekacauan, Rasulullah terus
mengarahkan kekuatan untuk melawan
pasukan lawan.
• Rasulullah dikelilingi oleh 9 orang
sahabat yang setia melindungi beliau.
Namun, satu demi satu dari mereka
berguguran. Hanya ada 2 orang yang
ebrtahan, yaitu Talhah bin Ubaidilah dan
Sa’ad bin Abi Waqash.
• Setelah, mendapat serangan yang
bertubi-tubi Rasulullah memperintahkan
pasukan yang tersisa untuk mundur
secara teratur.
• Pasukan Muslim mengalami kerugian
yang sangat besar dalam perang ini: 70
orang gugur sebagai syuhada,
sedangkan pasukan Musyrikin hanya
kehilangan 23 orang pasukannya.
Unsur Demokrasi
• Rasulullah mengadakan musyawarah
untuk menentukan strategi perang:
bertahan di dalam kota atau menyerang
di luar kota.
• Rasulullah memutuskan memilih gagasan
menyerang di luar kota, setelah sebagian
besar sahabat berpendapat bahwa lebih
baik jika menyerang di luar kota untuk
menghadapi musuh.
Perang uhud

Perang uhud

  • 1.
  • 2.
    Oleh : Kelompok3 XII MIA 3 Ajeng Agustina Fauzi Nur Noviansyah Devin Kagiva Mira Ismiyanti P. M. Ikhlas M. Rafdiansyah SMA NEGERI 9 BANDUNG
  • 3.
    Latar Belakang • Setelahmengalami kekalahan di Perang Badar, kaum musyirikin Mekah mempersiapkan kekuatan dan dana untuk membalaskan dendam kepada kaum muslimin di Madinah. • Hingga akhirnya mereka berhasil mengumpulkan 3000 pasukan, 1000 unta dan uang 50 ribu dinar.
  • 4.
    Kronologis • Komando umumdipegang oleh Sufyan bin Harb, komandan penunggang kuda yaitu Khalid bin Walid dibantu oleh Ikrimah bin Abu Jahal, bendera perang dipegang oleh Bani Abduddar. • Pasukan Quraisy mulai bergerak menuju Madinah
  • 5.
    • Ternyata diMadinah, Rasulullah telah mendapat kabar dari pamannya, Abbas bahwa pasukan Quraisy sedang bergerak menuju Madinah. • Rasulullah memerintahkan penduduk Madinah agar selalu bersiaga. Bahkan, para pemuda selalu menyandang senjata saat mereka sedang shalat.
  • 6.
    • Pasukan Quraisyterus bergerak maju, hingga akhirnya mereka singgah di Jabal Uhud • Di Madinah, Rasulullah berembuk dengan para sahabat tentang bagaimana cara menangkis serbuan pasukan Kafir Quraisy.
  • 7.
    • Pada awalnya,Rasulullah menawarkan agar kaum Muslim bertahan di Madinah. Dengan tujuan, saat kaum musyirikin memasuki Madinah, kaum Muslimin akan menghalau dari balik-balik lorong dan kaum wanita dari atas rumah. • Pendapat ini disetujui oleh Abdullah bin Ubay (seorang munafik). Ia menyetujui pendapat itu karena ia tidak ingin ikut dalam peperangan.
  • 8.
    • Tetapi,sebagian besarsahabat Rasulullah tidak setuju. Mereka lebih menghendaki untuk menghadang musuh dari di luar kota. • Akhirnya, diputuskan menghadang musuh di luar kota. Seribu orang pasukan muslim keluar kota untuk menyongsong pasukan musuh.
  • 9.
    • Tetapi, barusaja berangkat kaum Munafik (jumlahnya hampir 1/3) yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay membelot dan tidak mengikuti perang. • Sisa pasukan yang setia, terus berangkat menuju peperangan bersama Rasulullah.
  • 10.
    • Di kakiBukit Uhud (sebelah timur laut Kota Nabi), pada 15 syawal 3 H/30 Maret 625 M, bertemulah pasukan muslimin dan musyirikin.
  • 11.
    • Pada awalnya,strategi perang yang diterapkan Rasulullah berhasil. Pasukan kaum Musyrik mengalami kekalahan besar. • Namun, ada satu kesalahan fatal, yaitu para pemanah mengabaikan pesan Rasulullah, mereka pergi dari tempat mereka karena tergoda oleh ghanimah (harta rampasan perang).
  • 12.
    • Khalid binWalid yang menyaksikan para pemanah sedang lengah, memutar haluan dan menyerang para pemanah. Akibatnya, pasukan kaum Muslim porak- poranda. • Di tengah kekacauan, Rasulullah terus mengarahkan kekuatan untuk melawan pasukan lawan.
  • 13.
    • Rasulullah dikelilingioleh 9 orang sahabat yang setia melindungi beliau. Namun, satu demi satu dari mereka berguguran. Hanya ada 2 orang yang ebrtahan, yaitu Talhah bin Ubaidilah dan Sa’ad bin Abi Waqash. • Setelah, mendapat serangan yang bertubi-tubi Rasulullah memperintahkan pasukan yang tersisa untuk mundur secara teratur.
  • 14.
    • Pasukan Muslimmengalami kerugian yang sangat besar dalam perang ini: 70 orang gugur sebagai syuhada, sedangkan pasukan Musyrikin hanya kehilangan 23 orang pasukannya.
  • 15.
    Unsur Demokrasi • Rasulullahmengadakan musyawarah untuk menentukan strategi perang: bertahan di dalam kota atau menyerang di luar kota. • Rasulullah memutuskan memilih gagasan menyerang di luar kota, setelah sebagian besar sahabat berpendapat bahwa lebih baik jika menyerang di luar kota untuk menghadapi musuh.