Dokumen ini menjelaskan berbagai perlawanan rakyat di Aceh, Ternate, Gowa, Bali, dan Banjar terhadap penjajahan Portugis dan Belanda dari abad ke-16 hingga abad ke-19. Perlawanan tersebut dilakukan dengan berbagai strategi, termasuk penguatan militer dan aliansi, namun sering kali diakhiri dengan penandatanganan perjanjian yang merugikan rakyat. Akhirnya, semua wilayah tersebut jatuh ke tangan Belanda meskipun perjuangan melawan penjajahan tetap berlangsung.