Jan Pieterzoon Coen, seorang gubernur jendral
VOC yang menggganti nama jayakarta menjadi
batavia sesuai dengan nama nenek moyang belanda
yaitu bangsa bataaf. Pada tahun 1620 dibangun
sebuah gedung untuk digunakan sebagai kantor
gubernur jendral VOC
Terkait adanya persaingan antarkongsi Belanda, maka Pemerintahan dan Parlemen Belanda
mengusulkan agar antarkongsi Belanda mendirikan sebuah perusahaan dagang yang lebih
besar. Pada tanggal 20 Maret 1602 secara resmi dibentuklah persekutuan kongsi dagang
Belanda yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). VOC didirikan di
Amsterdam. Adapun tujuannya ialah :
1.Menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kelompok/kongsi pedangang
Belanda yang telah ada.
2.Memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang
Negara lain.
3.Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang masih
menduduki Belanda.
4. Melaksakan sepenuhnya Hak yang diberikan pemerintah belanda, seperti : 
• Hak monopoli perdagangan rempah-rempah
• Hak untuk memiliki angktan perang
• Hak memerintah wilayah yang diduduki
• Hak untuk mencetak uang
• Hak untuk membantu keuangan pemerintah Belanda
• Hak untuk melaksanakan perjanjian dengan kerajaan di Indonesia, dan 
• Hak untuk melakukan peperangan
Pieter Both (1610 - 1614), sebagai jendral VOC pertama yang harus mulai
menata dagang dengan sebaik-baiknya agar harapan untuk mendapatkan
monopoli perdagangan Hindia Timur dapat diwujudkan. Pada tahun 1611 Pieter
Both berhasil mengadakan perjanjian dengan pengauasa Jayakarta dan selain
itu, Pieter Both juga berhasil mengadakan perjanjian dan menanamkan
pengaruhnnya di Maluku dan mendirikan pos perdagangan di Ambon.
Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain :
a)Verplichte Laverantie
   Yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yg telah ditetapkan oleh VOC,dan   
   melarang rakyat menjual hasil buminya selain kepada VOC.
b)Contingenten
   Yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.
c).Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh
   ditanam.
c)Ekstirpasi
   Yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi over
    produksi yg dapat menyebabkan harga rempah-rempah merosot.
d)Pelayaran Hongi
    Yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi
    pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.
Hasil bumi yang wajib diserahkan yaitu lada, kayu manis, beras,
ternak, nila, gula, dan kapas. Selain itu, VOC juga menerapkan
Prianger stelsel, yaitu aturan yang mewajibkan rakyat Priangan
menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada VOC.
Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both (1610-
1619). Pada mulanya Ambon di pilih sebagai pusat kegiatan VOC.
Pada periode berikutnya Jayakarta dipilih sebagai pusat kegiatan
VOC.
Orang-orang VOC mulai menampakkan sifatnya yang congkak,
kejam, dan ingin menang sendiri. VOC ingin mengeruk keuntungan
sebesar-besarnya melalui monopoli perdagangan.
VOC mulai ikut campur dalam berbagai konflik antara penguasa
yang satu dengan penguasa yang lain. Beberapa kerajaan di yang
Perubahan sikap VOC itu telah menimbulkan kekecewaan bagi
rakyat dan penguasa di Indonesia. Perubahan sikap itu terutama
sekali terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal VOC
yang kedua yaitu Jan Pieterzoon Coen.
Dengan dibangunnya benteng-benteng dan loji-loji sebagai
pusat kegiatan VOC, maka jalur-jalur perdagangan di kepulauan
Nusantara telah dikendalikan oleh VOC. Untuk mengendalikan
kegiatan monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia
bagian timur, khususnya Maluku, diadakan Pelayaran Hongi
7. Berkembangnya faham Liberalisme sehingga
monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak
sesuai lagi untuk diteruskan.
8. Pendudukan Perancis terhadap negara Belanda
pada tahun 1795.
Kemunduran dan kebangkrutan VOC terjadi sejak
awal abad ke-18 disebabkan oleh :
1.Banyak korupsi yg dilakukan oleh pegawai-pegawai
VOC.
2.Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat
makin luasnya wilayah kekuasaan VOC.
3.Biaya perang untuk memadamkan perlawanan
rakyat  terlalu besar.
4.Persaingan dengan konsi dagang negara
lain,misalnya  dengan EIC milik Inggris.
5.Hutang VOC yang sangat besar.
6.Pemberian deviden kepada pemegang saham
walaupun usahanyamengalami kemunduran
Kebangkrutan VOC ini terutama sekali terjadi karena para pegawainya
banyak yang melakukan korupsi. Waktu itu VOC sudah sangat merosot, kas
kosong, utang menumpuk dan tidak mampu lagi menciptakan pengawasan dan
keamanan atas wilayah Indonesia. Inilah sebabnya maka pada tanggal 31
Desember 1799, VOC dibubarkan. Setelah VOC dibubarkan kekuasaan
kolonial di Indonesia diambil alih Pemerintah Belanda.
Kongsi dagang voc

Kongsi dagang voc

  • 3.
    Jan Pieterzoon Coen,seorang gubernur jendral VOC yang menggganti nama jayakarta menjadi batavia sesuai dengan nama nenek moyang belanda yaitu bangsa bataaf. Pada tahun 1620 dibangun sebuah gedung untuk digunakan sebagai kantor gubernur jendral VOC
  • 4.
    Terkait adanya persainganantarkongsi Belanda, maka Pemerintahan dan Parlemen Belanda mengusulkan agar antarkongsi Belanda mendirikan sebuah perusahaan dagang yang lebih besar. Pada tanggal 20 Maret 1602 secara resmi dibentuklah persekutuan kongsi dagang Belanda yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). VOC didirikan di Amsterdam. Adapun tujuannya ialah : 1.Menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kelompok/kongsi pedangang Belanda yang telah ada. 2.Memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang Negara lain. 3.Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.
  • 5.
    4. Melaksakan sepenuhnya Hakyang diberikan pemerintah belanda, seperti :  • Hak monopoli perdagangan rempah-rempah • Hak untuk memiliki angktan perang • Hak memerintah wilayah yang diduduki • Hak untuk mencetak uang • Hak untuk membantu keuangan pemerintah Belanda • Hak untuk melaksanakan perjanjian dengan kerajaan di Indonesia, dan  • Hak untuk melakukan peperangan
  • 6.
    Pieter Both (1610- 1614), sebagai jendral VOC pertama yang harus mulai menata dagang dengan sebaik-baiknya agar harapan untuk mendapatkan monopoli perdagangan Hindia Timur dapat diwujudkan. Pada tahun 1611 Pieter Both berhasil mengadakan perjanjian dengan pengauasa Jayakarta dan selain itu, Pieter Both juga berhasil mengadakan perjanjian dan menanamkan pengaruhnnya di Maluku dan mendirikan pos perdagangan di Ambon.
  • 7.
    Peraturan-peraturan yang ditetapkanVOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain : a)Verplichte Laverantie    Yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yg telah ditetapkan oleh VOC,dan       melarang rakyat menjual hasil buminya selain kepada VOC. b)Contingenten    Yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi. c).Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh    ditanam. c)Ekstirpasi    Yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi over     produksi yg dapat menyebabkan harga rempah-rempah merosot. d)Pelayaran Hongi     Yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi     pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.
  • 8.
    Hasil bumi yangwajib diserahkan yaitu lada, kayu manis, beras, ternak, nila, gula, dan kapas. Selain itu, VOC juga menerapkan Prianger stelsel, yaitu aturan yang mewajibkan rakyat Priangan menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada VOC. Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both (1610- 1619). Pada mulanya Ambon di pilih sebagai pusat kegiatan VOC. Pada periode berikutnya Jayakarta dipilih sebagai pusat kegiatan VOC. Orang-orang VOC mulai menampakkan sifatnya yang congkak, kejam, dan ingin menang sendiri. VOC ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui monopoli perdagangan.
  • 9.
    VOC mulai ikutcampur dalam berbagai konflik antara penguasa yang satu dengan penguasa yang lain. Beberapa kerajaan di yang Perubahan sikap VOC itu telah menimbulkan kekecewaan bagi rakyat dan penguasa di Indonesia. Perubahan sikap itu terutama sekali terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal VOC yang kedua yaitu Jan Pieterzoon Coen. Dengan dibangunnya benteng-benteng dan loji-loji sebagai pusat kegiatan VOC, maka jalur-jalur perdagangan di kepulauan Nusantara telah dikendalikan oleh VOC. Untuk mengendalikan kegiatan monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia bagian timur, khususnya Maluku, diadakan Pelayaran Hongi
  • 10.
    7. Berkembangnya fahamLiberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan. 8. Pendudukan Perancis terhadap negara Belanda pada tahun 1795. Kemunduran dan kebangkrutan VOC terjadi sejak awal abad ke-18 disebabkan oleh : 1.Banyak korupsi yg dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC. 2.Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat makin luasnya wilayah kekuasaan VOC. 3.Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat  terlalu besar. 4.Persaingan dengan konsi dagang negara lain,misalnya  dengan EIC milik Inggris. 5.Hutang VOC yang sangat besar. 6.Pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanyamengalami kemunduran
  • 11.
    Kebangkrutan VOC initerutama sekali terjadi karena para pegawainya banyak yang melakukan korupsi. Waktu itu VOC sudah sangat merosot, kas kosong, utang menumpuk dan tidak mampu lagi menciptakan pengawasan dan keamanan atas wilayah Indonesia. Inilah sebabnya maka pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. Setelah VOC dibubarkan kekuasaan kolonial di Indonesia diambil alih Pemerintah Belanda.