Nama Kelompok
:
1. Ravito Bimo
2. Ridha Sakina Rahfiani
Kelas
:
XII IPA3
Faktor-faktor Penyebab Terjadinya
Perang Dingin
1. Kekuatan negara-negara Adikuasa

Meskipun Amerika Serikat dan Uni Soviet bersekutu ketika berlangsungnya Perang
Dunia II (1939 – 1945), tetapi setelah PD II tersebut berakhir kedua negara ini
tumbuh menjadi dua kekuatan raksasa yang berseberangan, karena pada dasarnya
ideologi keduanya bertolak belakang. Amerika Serikat menganut faham LiberalisKapitalis, sedangkan Uni Soviet berfahamkam Sosialis-Komunis.
Amerika Serikat beserta sekutunya atau disebut juga Blok Barat mendirikan NATO
(North Atlantic Treaty Organization) pada tahun 1949, anggotanya terdiri dari AS,
Kanada, Inggris, Perancis dan Italia. Dalam perkembangan berikutnya bertambah
pula dengan masuk Jerman Barat, Spanyol, Yunani, dan Turki. Uni Soviet pun tidak
mau ketinggalan, pada tahun 1955 mendirikan Pakta Warsawa bersama sekutunya
(Blok Timur) di Warsawa, anggotanya terdiri dari Uni Soviet, Jerman Timur,
Cekoslovakia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Albania, dan Polandia. Tetapi pada
tahun 1997 Polandia, Hongaria, dan Cekoslovakia pindah menjadi anggota NATO.
2. Perkembangan Perang Dingin
Kemunculan dua blok ini ditandai dengan persaingan-persaingan kepentingan
yang tajam. Ketegangan paling awal dari persaingan ini, yang kemudian dikenal
dengan sebutan Cold War (perang dingin), dimulai sejak pembagian Jerman
pasca Perang Dunia II itu berakibat pada pembagian kota Berlin menjadi Berlin
Barat dan Berlin Timur. Berlin Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan
Perancis,
sedangkan
Berlin
timur
dikuasai
oleh
Uni
Sovyet.
Doktrin Truman dicetuskan oleh Amerika Serikat untuk membendung
pengaruh komunis di negara-negara Eropa. Bantuan yang diberikan tersebut
tidak hanya berupa bantuan keuangan, tetapi juga bantuan militer dan
penasehat militer. Bantuan tersebut diberikan kepada Yunani dan Turki guna
menghadapi gerilyawan-gerilyawan komunis. Tujuan mempertahankan Yunani
dan Turki dari penetrasi komunis tidak lain adalah untuk menghambat jalur uni
Sovyet menuju ke selata, yang akan mengancam negara-negara barat. Sebab,
menurut Teori Domino, jika satu negara jauth maka akan berjatuhlah negaranegara tetangga lainnya, sehingga semua negara akan jatuh ke dalam pengaruh
komunis.
Persaingan kedua blok yang saling bertentangan ini mengakibatkan ramainya
kegiatan spionasi dan sistem aliansi di dunia.
a. Sistem Aliansi
Dalam perkembangan Perang Dingin muncul beberapa bentuk sistem aliansi, baik
aliansi yang dilakukan oleh negara-negara blok timur dibawah Uni Sovyet maupun
aliansi yang dilakukan oleh negara-negara blok Barat dipimpin Amerika Serikat.
Bentuk sistem aliansi itu adalah sebagai berikut:
Pembentukan Cominform (the Communist Information Bureau) pada tahun 1947.
Cominform adalah wadah kerja sama partai-partai komunis Eropa yang berpusat di
Beograd, Yugoslavia.
Pembentukan NATO tahun 1949.
Perjanjian antara RRC dan Uni Sovyet tahun 1955. Pakta warsawa merupakan kerja
sama diantara kedua negara guna menghadapi kemungkinan agresi jepang.
Pembentukan Pakta ANZUs, yaitu pakta pertahanan negara-negara Amerika
Serikat, Australia, dan Selandia Baru tahun 1951.
Pembentukan warwa pada tahun 1955. Pakta Warsawa merupakan kerja sama
pertahanan dan keamanan negara-negara komunis.
Pembentukan SEATO adalah kerja sama pertahanan antara negara-negara Asia
Tenggara dengan pihak Barat. Anggota SEATO antara lain, Amerika Serikat, Inggris,
Perancis, Filipinan, Singapura, dan Selandia Baru.
b. Kegiatan Spionase
Kegiatan spionase (mata-mata) juga turut mewarnai percaturan politik selama
Perang Dingin. Kegiatan spionase tersebut tercermin dari tingdakan-tindakan
yang dilaksanakan oleh agen-agen spionase kedua belah pihak, yaitu antara KGB
(Uni Sovyet) dengan CIA (Amerika Serikat). KGB (Komitet Gusudarstvennoy
Bezopasnosti) adalah dinas inteligen Agency) aalah dinas rahasia Amerika Serikat
yang bertugas mencari keterangan tentang negara-negara asing tertentu,
KGB dan CIA selalu berusaha untuk memperoleh informasi rahasia
mengenai segala hal menyangkut kedua belah pihak atau negara- negara yang
berada dibawah pengaruh kedua belah pihak. KGB dan CIA juga turut berperan
membantu terciptanya berbagai keterangan didunia. Misalnya CIA turut
membantu orang-orang Kuba di perantauan untuk melakukan serbuan ke Kuba
tahun 1961. Peristiwa itu lebih dikenal dengan Insiden Teluk Babi. Di pihak lain,
Uni Sovyet memberikan dukungan kepada Fidel Castro (presiden Kuba) dalam
menghadapi invasi tersebut.
3.

Dampak Perang Dingin

1. Bidang Politik
Amerika Serikat berusaha menjadikan negara-negara yang sedang berkembang
menjadi negara demokrasi agar hak asasi manusia dapat dijamin.
Uni Soviet dengan paham sosialis-kominunis mendengungkan pembangunan
negara dengan Rencana Lima Tahun. Cara tersebut dilakukan dengan ditaktor
bukan liberal.
2. Bidang Ekonomi
AS sebagai negara kreditor terbesar memberikan pinjaman atau bantuan
ekonomi kepada negara-negara yang sedang berkembang berupa Marshall Plan.
AS juga memberikan bantuan ”Grants in Aid” yaitu bantuan ekonomi dengan
kewajiban mengembalikan berupa dollar atau dengan membeli barang-barang
Amerika Serikat.
Dengan adanya perang dingin ini maka berbagai bentuk kerjasama yang saling
menguntungkan antara Eropa Timur dan Eropa Barat tidak dapat terjalin.
Kegiatan tersebut terhambat karena negara-negara Eropa merasa kawatir jika
suatu saat wilayahnya akan dijadikan sasaran adu kekuatan oleh kedua negara
adikuasa tersebut.
3. Bidang Militer
Perebutan pengaruh antara AS dan US dalam pakta pertahanan. Negara-negara
barat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) tahun 1949 sebagai
suatu organisasi pertahanan
Di Asia Tenggara dibentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) athun
1954 atas dasar South East Asia Collective Defence Treaty. Pakta pertahanan tersebut
ditujukan terhadap komunis di Asia Tenggara khususnya di Vietnam. SEATO bubar
pada tahun 1975.
Sementara Uni Soviet dengan negara-negara blok Timur membentuk Pakta
Warsawa (1955) atas dasar “Pact of Mutuaal Assistance and Unified Command”. Di
Asia Tenggara Uni Soviet memberikan bantuan peralatan militer dan teknisi kepada
Vietnam yang akhirnya dapat mendesak Amerika Serikat keluar dari negara
tersebut(1975).
4. Bidang Ruang Angkasa
Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet membawa pengaruh terhadap
penjelajahan ruang angkasa. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berebut
menguasai ruang angkasa karena dunia dirasa terlalu sempit untuk diperebutkan.
Berawal dari upaya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I dan Sputnik II yang
ditandingi AS dengan meluncurkan pesawat Explorer I dan Explorer II, Discovere dan
Vanguard.
Diikuti dengan usaha Uni Soviet untuk mendaratkan Lunik di bulan serta astronot
pertamanya Yuri Gagarin dengan pesawat Vostok I yang berhasil mengitari bumi
selama 108 menit. Sementara Amerika Serikat mengirim astronot pertamanya yaitu
Alan Bartlett Shepard yang berada di luar angkasa selama 15 menit.
Uni Soviet menunjukkan kelebihannya dengan meluncurkan Gherman Stepanovich
Titov yang mengitari bumi selama 25 jam dengan Vostok II. Disusul Amerika Serikat
meluncurkan WSJohn H. Glenn dengan pesawat Friendship VII yang berhasil
mengitari bumi sebanyak 3 kali.
4.

Peredaan Perang Dingin

Perang dingin di antara kedua negara adikuasa itu terus berlanjut. Keduanya selalu
terlibat dalam pameran persenjataan-persenjataan mutakhir. Puncak dari perang
dingin ini adalah dalam bentuk pemasangan rudal-rudal, baik yang berjarak dekat,
sedang, maupun jauh.
Berbagai upaya dilaksanakan untuk mencegah bahaya perang nuklir,diantara lain
diadakan perjanjian untuk mengurangi, membatasi, atau memusnahkan senjata
nuklir sebagi contoh,selama periode tahun 1968-1982 telah dilakukan perjanjian
berikut:
1. Perjanjian Non-Proliferasi nuklir atau Non-Poliferation treaty.
Tahun 1968 antara Uni Soviet,Amerika serikat,dan Inggris.Perjanjian ini berisi
kesepakatan untuk tidak menjual senjata nuklir atau memberikan informasi
kepada negara-negara Non-Nuklir.
2. Perjanjian Pembatasan Senjata-senjata Strategis atau Strategis Arms
Limitation Talks(SALTI).
Tahun 1972 yang berisi kesepakatan untuk membatasi persediaan senjata-senjata
nuklir strategis.
3. Perjanjian Pengurangan Senjata-senjata strategis atau strategis Arms
Reduction Treaty(START).
Tahun 1982 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.Perjanjian ini berisi
kesepakata untuk memusnahkan senjata nuklir yang berdaya jarak menengah.
Perkembangan Teknologi
Persenjataan dan Ruang Angkasa
1. Perlombaan Senjata Nuklir dan Bahayanya

Ketika reaktor nuklir Chernobyl meledak pada tanggal 26 April
1986, bencana itu telah mengakibatkan ratusan orang
terkontaminasi zat radio aktif, puluhan orang meninggal dunia
dan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi. Kontaminasi akibat
ledakan reaktor nuklir itu menyebabkan cacat kulit pada tubuh.
PBB merasa perlu untuk mengurangi meningkatnya
perlombaan senjata nuklir pada kedua belah pihak. PBB
kemudian membentuk Atomic Energy Commission yang
bertujuan mencari jalan dan cara untuk mengembangkan
penggunaan tenaga atom untuk maksud-maksud damai, serta
mencegah penggunaan untuk tujuan-tujuan perang.
Pada akhir Desember 1946, komisi itu menyetujui asal Amerika
Serikat untuk mengadakan pengawasan dan pengaturanpengaturan yang ketat dengan maksud mencegah produksi
senjata-senjata atom yang dilakukan secara diam-diam.

Uni Soviet keberatan dan mengemukakan usul pengurangan
persenjataan secara menyeluruh. Amerika Serikat tidak
menerima usul yang dilontarkan oleh Uni Soviet. Oleh karena
itu, Uni Soviet memveto usul Amerika Serikat pada sidang
Dewan Keamanan (1947). Pada tahun 1949, Uni Soviet
mengadakan uji coba peledakan bom atomnya yang pertama.
Tahun 1950, Presiden Amerika Serikat, Harry S.
Truman, memerintahkan pengadaan program darurat bagi
penelitian bom hidrogen. Penelitian itu berhasil dan
pengujiannya dilakukan pada bulan Nopember 1952. Namun
sembilan bulan kemudian Uni Soviet juga sudah mampu
membuat bom hidrogen sendiri.
2. Perbandingan Kekuatan Nuklir

Sampai tahun 1983, perbandingan kekuatan nuklir Uni Soviet
menunjukkan posisi yang unggul dibandingkan kekuatan
Amerika Serikat. Dalam hal kekuatan nuklir medan (theater
nuclear), yaitu rudal dan pesawat pengebom yang digunakan
untuk menyerang atau melindungi Eropa Barat, Uni Soviet
memiliki keunggulan yang nyata.

Keunggulan itu diperkuat dengan kemampuan dalam senjata
konvensial. Untuk setiap jenis senjata, kecuali rudal antitank,
Uni Soviet dan sekutunya, memiliki keunggulan yang
meyakinkan.
Perbandingan Persenjataan Nuklir antara Uni Soviet
dengan Amerika Serikat
Jenis Persenjataan

Uni Soviet

Amerika Serikat

Rudal Balistik berpangkatan di darat

1398

1052

Rudal yang dilontarkan dari kapal
selam

989

584

Pesawat pengebom berawak dengan
rudal

150

376

Kendaraan
bolak-balik
yang
bersasaran ledakan ganda bebas
(Multiple Independently Targettable
Reentry Vihicles/ MIRVS)

4872

6774

Kekuatan Nuklir Medan: Rudal

850

108

Kekuatan Nuklir Medan: Pesawat
Pengebom

860

218
Perbandingan Senjata Konvensional antara Pakta Warsawa
dengan NATO

Jenis Persenjataan

Pakta Warsawa

NATO

Tank

45.000

17.000

Senjata Artileri

19.400

9.500

Senjata Anti Pesawat Udara

6.500

6.300

Pelontar Rudal Darat ke Udara

6.300

1.800

Pelontar Rudal Darat ke Darat

1.200

350
2. Perlombaan Ruang Angkasa
Pada mulanya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I tanpa awak kapal (1957),
kemudian diikuti oleh Sputnik II yang membawa seekor anjing. Amerika Serikat
mengimbangi dengan meluncurkan Explorer I (1958), kemudian diikuti dengan
Explorer II, Discoverer dan Vanguard. Uni Soviet mengungguli dengan meluncurkan
Lunik yang berhasil didaratkan ke bulan, dan kemudian ditandingi oleh Amerika
Serikat dengan pendaratan manusia di Bulan.
Manusia angkasa (astronot) pertama yang diluncurkan Uni Soviet adalah Yuri Gagarin
(1934-1968) dengan mengendarai pesawat ruang angkasa Vostok I yang berhasil
mengitari bumi selama 108 menit (1961).
Amerika Serikat kemudian menyusul dengan astronotnya yang pertama adalah Alan
Bartlett Sheard, Jr (1923-1998) yang berada di ruang angkasa selama 15 menit (1961).
Uni Soviet menunjukkan kelebihannya yang meluncurkan Gherman Stepanovich
Titov (1935-2000) yang mengitari bumi selama 25 jam dengan pesawat Vostok II.
Disususl Amerika Serikat yang meluncurkan John H. Glenn dengan pesawat
Friendship VII yang berhasil mengitari bumi sebanyak 3 kali.
Dengan demikian, demi kepentingan politik, ekonomi, militer kedua negara adikuasa
tersebut menjalankan politik pecah belah.

Perang Dingin

  • 1.
    Nama Kelompok : 1. RavitoBimo 2. Ridha Sakina Rahfiani Kelas : XII IPA3
  • 2.
    Faktor-faktor Penyebab Terjadinya PerangDingin 1. Kekuatan negara-negara Adikuasa Meskipun Amerika Serikat dan Uni Soviet bersekutu ketika berlangsungnya Perang Dunia II (1939 – 1945), tetapi setelah PD II tersebut berakhir kedua negara ini tumbuh menjadi dua kekuatan raksasa yang berseberangan, karena pada dasarnya ideologi keduanya bertolak belakang. Amerika Serikat menganut faham LiberalisKapitalis, sedangkan Uni Soviet berfahamkam Sosialis-Komunis. Amerika Serikat beserta sekutunya atau disebut juga Blok Barat mendirikan NATO (North Atlantic Treaty Organization) pada tahun 1949, anggotanya terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Perancis dan Italia. Dalam perkembangan berikutnya bertambah pula dengan masuk Jerman Barat, Spanyol, Yunani, dan Turki. Uni Soviet pun tidak mau ketinggalan, pada tahun 1955 mendirikan Pakta Warsawa bersama sekutunya (Blok Timur) di Warsawa, anggotanya terdiri dari Uni Soviet, Jerman Timur, Cekoslovakia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Albania, dan Polandia. Tetapi pada tahun 1997 Polandia, Hongaria, dan Cekoslovakia pindah menjadi anggota NATO.
  • 3.
    2. Perkembangan PerangDingin Kemunculan dua blok ini ditandai dengan persaingan-persaingan kepentingan yang tajam. Ketegangan paling awal dari persaingan ini, yang kemudian dikenal dengan sebutan Cold War (perang dingin), dimulai sejak pembagian Jerman pasca Perang Dunia II itu berakibat pada pembagian kota Berlin menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur. Berlin Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, sedangkan Berlin timur dikuasai oleh Uni Sovyet. Doktrin Truman dicetuskan oleh Amerika Serikat untuk membendung pengaruh komunis di negara-negara Eropa. Bantuan yang diberikan tersebut tidak hanya berupa bantuan keuangan, tetapi juga bantuan militer dan penasehat militer. Bantuan tersebut diberikan kepada Yunani dan Turki guna menghadapi gerilyawan-gerilyawan komunis. Tujuan mempertahankan Yunani dan Turki dari penetrasi komunis tidak lain adalah untuk menghambat jalur uni Sovyet menuju ke selata, yang akan mengancam negara-negara barat. Sebab, menurut Teori Domino, jika satu negara jauth maka akan berjatuhlah negaranegara tetangga lainnya, sehingga semua negara akan jatuh ke dalam pengaruh komunis.
  • 4.
    Persaingan kedua blokyang saling bertentangan ini mengakibatkan ramainya kegiatan spionasi dan sistem aliansi di dunia. a. Sistem Aliansi Dalam perkembangan Perang Dingin muncul beberapa bentuk sistem aliansi, baik aliansi yang dilakukan oleh negara-negara blok timur dibawah Uni Sovyet maupun aliansi yang dilakukan oleh negara-negara blok Barat dipimpin Amerika Serikat. Bentuk sistem aliansi itu adalah sebagai berikut: Pembentukan Cominform (the Communist Information Bureau) pada tahun 1947. Cominform adalah wadah kerja sama partai-partai komunis Eropa yang berpusat di Beograd, Yugoslavia. Pembentukan NATO tahun 1949. Perjanjian antara RRC dan Uni Sovyet tahun 1955. Pakta warsawa merupakan kerja sama diantara kedua negara guna menghadapi kemungkinan agresi jepang. Pembentukan Pakta ANZUs, yaitu pakta pertahanan negara-negara Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru tahun 1951. Pembentukan warwa pada tahun 1955. Pakta Warsawa merupakan kerja sama pertahanan dan keamanan negara-negara komunis. Pembentukan SEATO adalah kerja sama pertahanan antara negara-negara Asia Tenggara dengan pihak Barat. Anggota SEATO antara lain, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Filipinan, Singapura, dan Selandia Baru.
  • 5.
    b. Kegiatan Spionase Kegiatanspionase (mata-mata) juga turut mewarnai percaturan politik selama Perang Dingin. Kegiatan spionase tersebut tercermin dari tingdakan-tindakan yang dilaksanakan oleh agen-agen spionase kedua belah pihak, yaitu antara KGB (Uni Sovyet) dengan CIA (Amerika Serikat). KGB (Komitet Gusudarstvennoy Bezopasnosti) adalah dinas inteligen Agency) aalah dinas rahasia Amerika Serikat yang bertugas mencari keterangan tentang negara-negara asing tertentu, KGB dan CIA selalu berusaha untuk memperoleh informasi rahasia mengenai segala hal menyangkut kedua belah pihak atau negara- negara yang berada dibawah pengaruh kedua belah pihak. KGB dan CIA juga turut berperan membantu terciptanya berbagai keterangan didunia. Misalnya CIA turut membantu orang-orang Kuba di perantauan untuk melakukan serbuan ke Kuba tahun 1961. Peristiwa itu lebih dikenal dengan Insiden Teluk Babi. Di pihak lain, Uni Sovyet memberikan dukungan kepada Fidel Castro (presiden Kuba) dalam menghadapi invasi tersebut.
  • 6.
    3. Dampak Perang Dingin 1.Bidang Politik Amerika Serikat berusaha menjadikan negara-negara yang sedang berkembang menjadi negara demokrasi agar hak asasi manusia dapat dijamin. Uni Soviet dengan paham sosialis-kominunis mendengungkan pembangunan negara dengan Rencana Lima Tahun. Cara tersebut dilakukan dengan ditaktor bukan liberal. 2. Bidang Ekonomi AS sebagai negara kreditor terbesar memberikan pinjaman atau bantuan ekonomi kepada negara-negara yang sedang berkembang berupa Marshall Plan. AS juga memberikan bantuan ”Grants in Aid” yaitu bantuan ekonomi dengan kewajiban mengembalikan berupa dollar atau dengan membeli barang-barang Amerika Serikat. Dengan adanya perang dingin ini maka berbagai bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara Eropa Timur dan Eropa Barat tidak dapat terjalin. Kegiatan tersebut terhambat karena negara-negara Eropa merasa kawatir jika suatu saat wilayahnya akan dijadikan sasaran adu kekuatan oleh kedua negara adikuasa tersebut.
  • 7.
    3. Bidang Militer Perebutanpengaruh antara AS dan US dalam pakta pertahanan. Negara-negara barat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) tahun 1949 sebagai suatu organisasi pertahanan Di Asia Tenggara dibentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) athun 1954 atas dasar South East Asia Collective Defence Treaty. Pakta pertahanan tersebut ditujukan terhadap komunis di Asia Tenggara khususnya di Vietnam. SEATO bubar pada tahun 1975. Sementara Uni Soviet dengan negara-negara blok Timur membentuk Pakta Warsawa (1955) atas dasar “Pact of Mutuaal Assistance and Unified Command”. Di Asia Tenggara Uni Soviet memberikan bantuan peralatan militer dan teknisi kepada Vietnam yang akhirnya dapat mendesak Amerika Serikat keluar dari negara tersebut(1975). 4. Bidang Ruang Angkasa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet membawa pengaruh terhadap penjelajahan ruang angkasa. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berebut menguasai ruang angkasa karena dunia dirasa terlalu sempit untuk diperebutkan. Berawal dari upaya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I dan Sputnik II yang ditandingi AS dengan meluncurkan pesawat Explorer I dan Explorer II, Discovere dan Vanguard.
  • 8.
    Diikuti dengan usahaUni Soviet untuk mendaratkan Lunik di bulan serta astronot pertamanya Yuri Gagarin dengan pesawat Vostok I yang berhasil mengitari bumi selama 108 menit. Sementara Amerika Serikat mengirim astronot pertamanya yaitu Alan Bartlett Shepard yang berada di luar angkasa selama 15 menit. Uni Soviet menunjukkan kelebihannya dengan meluncurkan Gherman Stepanovich Titov yang mengitari bumi selama 25 jam dengan Vostok II. Disusul Amerika Serikat meluncurkan WSJohn H. Glenn dengan pesawat Friendship VII yang berhasil mengitari bumi sebanyak 3 kali.
  • 9.
    4. Peredaan Perang Dingin Perangdingin di antara kedua negara adikuasa itu terus berlanjut. Keduanya selalu terlibat dalam pameran persenjataan-persenjataan mutakhir. Puncak dari perang dingin ini adalah dalam bentuk pemasangan rudal-rudal, baik yang berjarak dekat, sedang, maupun jauh. Berbagai upaya dilaksanakan untuk mencegah bahaya perang nuklir,diantara lain diadakan perjanjian untuk mengurangi, membatasi, atau memusnahkan senjata nuklir sebagi contoh,selama periode tahun 1968-1982 telah dilakukan perjanjian berikut: 1. Perjanjian Non-Proliferasi nuklir atau Non-Poliferation treaty. Tahun 1968 antara Uni Soviet,Amerika serikat,dan Inggris.Perjanjian ini berisi kesepakatan untuk tidak menjual senjata nuklir atau memberikan informasi kepada negara-negara Non-Nuklir. 2. Perjanjian Pembatasan Senjata-senjata Strategis atau Strategis Arms Limitation Talks(SALTI). Tahun 1972 yang berisi kesepakatan untuk membatasi persediaan senjata-senjata nuklir strategis. 3. Perjanjian Pengurangan Senjata-senjata strategis atau strategis Arms Reduction Treaty(START). Tahun 1982 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.Perjanjian ini berisi kesepakata untuk memusnahkan senjata nuklir yang berdaya jarak menengah.
  • 10.
    Perkembangan Teknologi Persenjataan danRuang Angkasa 1. Perlombaan Senjata Nuklir dan Bahayanya Ketika reaktor nuklir Chernobyl meledak pada tanggal 26 April 1986, bencana itu telah mengakibatkan ratusan orang terkontaminasi zat radio aktif, puluhan orang meninggal dunia dan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi. Kontaminasi akibat ledakan reaktor nuklir itu menyebabkan cacat kulit pada tubuh. PBB merasa perlu untuk mengurangi meningkatnya perlombaan senjata nuklir pada kedua belah pihak. PBB kemudian membentuk Atomic Energy Commission yang bertujuan mencari jalan dan cara untuk mengembangkan penggunaan tenaga atom untuk maksud-maksud damai, serta mencegah penggunaan untuk tujuan-tujuan perang.
  • 11.
    Pada akhir Desember1946, komisi itu menyetujui asal Amerika Serikat untuk mengadakan pengawasan dan pengaturanpengaturan yang ketat dengan maksud mencegah produksi senjata-senjata atom yang dilakukan secara diam-diam. Uni Soviet keberatan dan mengemukakan usul pengurangan persenjataan secara menyeluruh. Amerika Serikat tidak menerima usul yang dilontarkan oleh Uni Soviet. Oleh karena itu, Uni Soviet memveto usul Amerika Serikat pada sidang Dewan Keamanan (1947). Pada tahun 1949, Uni Soviet mengadakan uji coba peledakan bom atomnya yang pertama. Tahun 1950, Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman, memerintahkan pengadaan program darurat bagi penelitian bom hidrogen. Penelitian itu berhasil dan pengujiannya dilakukan pada bulan Nopember 1952. Namun sembilan bulan kemudian Uni Soviet juga sudah mampu membuat bom hidrogen sendiri.
  • 12.
    2. Perbandingan KekuatanNuklir Sampai tahun 1983, perbandingan kekuatan nuklir Uni Soviet menunjukkan posisi yang unggul dibandingkan kekuatan Amerika Serikat. Dalam hal kekuatan nuklir medan (theater nuclear), yaitu rudal dan pesawat pengebom yang digunakan untuk menyerang atau melindungi Eropa Barat, Uni Soviet memiliki keunggulan yang nyata. Keunggulan itu diperkuat dengan kemampuan dalam senjata konvensial. Untuk setiap jenis senjata, kecuali rudal antitank, Uni Soviet dan sekutunya, memiliki keunggulan yang meyakinkan.
  • 13.
    Perbandingan Persenjataan Nuklirantara Uni Soviet dengan Amerika Serikat Jenis Persenjataan Uni Soviet Amerika Serikat Rudal Balistik berpangkatan di darat 1398 1052 Rudal yang dilontarkan dari kapal selam 989 584 Pesawat pengebom berawak dengan rudal 150 376 Kendaraan bolak-balik yang bersasaran ledakan ganda bebas (Multiple Independently Targettable Reentry Vihicles/ MIRVS) 4872 6774 Kekuatan Nuklir Medan: Rudal 850 108 Kekuatan Nuklir Medan: Pesawat Pengebom 860 218
  • 14.
    Perbandingan Senjata Konvensionalantara Pakta Warsawa dengan NATO Jenis Persenjataan Pakta Warsawa NATO Tank 45.000 17.000 Senjata Artileri 19.400 9.500 Senjata Anti Pesawat Udara 6.500 6.300 Pelontar Rudal Darat ke Udara 6.300 1.800 Pelontar Rudal Darat ke Darat 1.200 350
  • 15.
    2. Perlombaan RuangAngkasa Pada mulanya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I tanpa awak kapal (1957), kemudian diikuti oleh Sputnik II yang membawa seekor anjing. Amerika Serikat mengimbangi dengan meluncurkan Explorer I (1958), kemudian diikuti dengan Explorer II, Discoverer dan Vanguard. Uni Soviet mengungguli dengan meluncurkan Lunik yang berhasil didaratkan ke bulan, dan kemudian ditandingi oleh Amerika Serikat dengan pendaratan manusia di Bulan. Manusia angkasa (astronot) pertama yang diluncurkan Uni Soviet adalah Yuri Gagarin (1934-1968) dengan mengendarai pesawat ruang angkasa Vostok I yang berhasil mengitari bumi selama 108 menit (1961). Amerika Serikat kemudian menyusul dengan astronotnya yang pertama adalah Alan Bartlett Sheard, Jr (1923-1998) yang berada di ruang angkasa selama 15 menit (1961). Uni Soviet menunjukkan kelebihannya yang meluncurkan Gherman Stepanovich Titov (1935-2000) yang mengitari bumi selama 25 jam dengan pesawat Vostok II. Disususl Amerika Serikat yang meluncurkan John H. Glenn dengan pesawat Friendship VII yang berhasil mengitari bumi sebanyak 3 kali. Dengan demikian, demi kepentingan politik, ekonomi, militer kedua negara adikuasa tersebut menjalankan politik pecah belah.