Peran Exercise untuk Preventif dan Kuratif
Siswanto
Departemen Fisiologi FKKMK UGM / RS Akademik UGM
Homeostasis
Agar berfungsi dengan baik, tubuh harus
mempertahankan lingkungan internal yang
relatif konstan meskipun terjadi perubahan
eksternal. Keseimbangan ini, disebut
homeostasis.
Karena tubuh harus melakukan perubahan
konstan untuk mempertahankan
keseimbangan, homeostasis sering disebut
sebagai menjaga keseimbangan dinamis.
Dinamis berarti "aktif", dan keseimbangan
berarti “seimbang”. Jika tubuh kehilangan
keseimbangan, penyakit atau bahkan
kematian akan terjadi.
Menjaga Homeostasis: We Survive and Life Continues
Yang telah menciptakan kamu lalu
menyempurnakan kejadianmu dan
menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. (QS
AL Infithar:7)
If homeostasis is successful, we survive and life
continues; if unsuccessful, our fragile balance is
disturbed and disease and possibly death can
occur” (Sieck GC, 2020)
https://journals.physiology.org/doi/full/10.1152/physiol.00025.2020
Peradangan
tingkat rendah
(SCI) yang
berlangsung
terus menerus
(kronik) adalah
bilang keladi
penyakit
Nature Medicine volume 25, pages 1822–1832 (2019)
Ritme circadian yang terganggu dapat menyebabkan penyakit,
demikian pula sebaliknya sehingga intervensi gaya hidup sesuai ritme
circadian tidak hanya diperlukan untuk mencegah namun juga
mengobati
•. 2017 Oct;39:59-67
Ageing Res Rev. 2017 Oct;39:59-67
Donald M. Lloyd-Jones. Circulation. Life’s Essential 8: Updating and Enhancing the American Heart Association’s Construct of Cardiovascular Health: A Presidential
Advisory From the American Heart Association, Volume: 146, Issue: 5, Pages: e18-e43, DOI: (10.1161/CIR.0000000000001078)
Penyakit muncul lewat
suatu proses bukan
kejadian mendadak
Orandum est ut sit mensana in
corpore sano: apa yang seharusnya
diminta ialah jiwa yang sehat dalam
badan yang sehat (Luvenalis)
Illness is the enemy
Illness is caused by
unbalanced energy
Likulli dain dawa’
SAKIT
Peran Exercise untuk Preventif
Peradangan
tingkat rendah
yang
Berlangsung
Terus Menerus
(kronik) adalah
Bilang Keladi
Penyakit
Nature Medicine volume 25, pages 1822–1832 (2019)
MANFAAT EXERCISE UNTUK PREVENTIF
Physical activity: applying All Our Health (Public Health England, 2018).
PHYSICAL
ACTIVITY
EXERCISE
SPORT
Aktifitas fisik
rutin
terprogram
EFEK EXERCISE PADA SISTEM TUBUH
• Otot
• Jumlah kapiler bertambah, menambah aliran
darah ke otot, mitokondria bertambah
• Menambah serat otot (iron-rich myoglobin)
• Jantung dan pembuluh darah
• Otot jantung bertambah ukurannya, kekuatan
pompa bertambah
12
EFEK EXERCISE PADA SISTEM TUBUH
• Tulang
• Kekuatan dan densitas tulang bertambah
• Hormon
• Meningkatkan epinefrin (denyut jantung naik, vasokontriksi, stimulasi
pembentukan gula dari simpanan lemak tubuh untuk membentuk
energi), Norepinephrine (mood), Endorphins (euphoria endurance).
• Sistem imun
• Menurunkan hormone stress, meningkatkan imun, meningkatkan
kemampuan tubuh melawan infeksi
13
2020
Manfaat exercise didapatkan jika
dilakukan secara rutin:
Intesitas sedang (moderate) 150-
300 menit per minggu
Intensitas berat (vigorous) 75-150
menit per minggu
+ penguatan otot-otot besar dua hari
per minggu
Ross R et. Canadian 24-Hour Movement Guidelines for Adults aged 18-64 years and Adults aged 65 years or older: an integration of physical activity, sedentary
behaviour, and sleep. Appl Physiol Nutr Metab. 2020 Oct;45
Manfaat Exercise untuk
berbagai penyakit
16
J Sport Health Sci. 2019 Sep; 8(5): 422–441.
EXERCISE MENAMBAH USIA HARAPAN HIDUP
17
Garcia-Valles et al. (2013) Longev Healthspan.
Menambah usia harapan hidup
karena: :
­ Menghambat penurunan sistem
fisiologis tubuh
­ Memperbaiki homeostasis
­ Menghambat penurunan proses
perburukan penyakit kronis
GAYA HIDUP SESUAI RITME CIRCADIAN
Exercise untuk kuratif
ALUR PENDAMPINGAN EXERCISE
• PAR-Q
• PAVS
• Anamnesis
Pre-exercise
screening
• Kapasitas fungsional
• Tujuan/target
olahraga
• Penentuan dosis
(FITTE)
Pertemuan
awal • Faktor risiko
• 3 bulan (12
minggu) uji
kapasitas
fungsional
• Motivasi
Monitoring
• Target
tercapai
• Penyesuaian
dosis
Evaluasi
KUESIONER KESIAPAN FISIK (PHYSICAL ACTIVITY READINESS
QUESSIONER (PAR-Q) 2002
1 Apakah sebelum ini dokter pernah menyatakan bahwa anda memiliki
gangguan jantung dan karenanya anda hanya boleh melakukan
aktivitas fisik yang direkomendasikan dokter?
(Ya /
Tidak)
2 Apakah anda merasakan nyeri dada ketika melakukan aktivitas fisik? (Ya /
Tidak)
3 Dalam sebulan terakhir, pernahkah anda merasakan nyeri dada ketika
anda sedang tidak melakukan aktivitas fisik atau sedang beristirahat?
(Ya /
Tidak)
4 Apakah anda kehilangan keseimbangan karena dizziness atau
pernahkah anda kehilangan kesadaran?
(Ya /
Tidak)
5 Apakah anda mengalami gangguan pada tulang atau persendian
(misalnya punggung, lutut, atau hip) yang dapat menjadi berat bila
anda mengubah aktivitas fisik yang biasa anda lakukan?
(Ya /
Tidak)
6 Apakah dokter anda saat ini minum atau seharusnya minum obat yang
diresepkan dokter untuk tekanan darah atau gangguan jantung?
(Ya /
Tidak)
7 Apakah anda mengetahui ada alasan lain sehingga anda sebaiknya
tidak melakukan aktivitas fisik?
(Ya /
Tidak)
Apabila semua jawabannya
adalah TIDAK, maka tes
kebugaran dapat dilakukan.
Apabila ada satu atau lebih
jawaban YA, maka sebaiknya
dikonsultasikan kepada dokter
ahli atau spesialis untuk
menangani permasalahan
tersebut.
Saran jenis tes kebugaran:
Rockport test / 6 minute walking
test
TES KEBUGARAN / KAPASITAS FUNGSIONAL
ROCKPORT WALKING TEST 6 MINUTE WALKING TEST
• Berjalan cepat (brisk walking) sejauh 1
mile (1,6 km)
• Cocok pria/Wanita 20-69 tahun
• Less strenuous maka cocok bagi lansia,
overwight dan sedentary.
• Berjalan cepat selama 6 menit
• Cocok anak (2-12 th), dewasa dan
lansia
• Dapat digunakan pada seseorang dg
gangguan kardiorespirasi,
neuromuskuler, metabolism, dll
PERESEPAN OLAHRAGA: PRINSIP FITTE
Aerobik Beban Fleksibilitas Neuromotor
Frekuensi 5x/mgg moderate atau
3x/mgg berat atau
kombinasi
Kelompok otot besar
2-3x/mgg
2-3 x/minggu 2-3x/minggu
Intensitas Ringan sampai berat Kekuatan 60%-70 1-RM;
ketahanan <50% 1-RM
Regangkan sampai
terasa kencang atau
agak tidak nyaman
-
Time 30-60 menit/hari
moderate atau 20-60
menit/hari berat atau <
20 menit pemula
Tidak ada ketentuan khusus Tahan regangan 10-30
detik
20-30 menit/hari
Type Melibatkan otot2 besar,
ritmis, terus menerus
Melibatkan kelompok-
kelompok otot tertentu;
menggunakan alat atau berat
badan
Aktif atau pasif static,
dinamik, balistik
Melibatkan ketrampilan
motorik (keseimbangan,
ketangkasan, koordinasi)
atau aktivitas yg lebih
kompleks (Yoga, Tai Chi)
Enjoyable Menyenangkan
Exercise untuk tetap
bugar
Physical Activity Guidelines for Americans, 2nd edition (health.gov)
Training Zone
Berdasarkan %HRR
•Karvonen formula
• HRmaks= 220 – usia atau 208-(0,7 x usia)
• Heart Rate Reserve (HRR) =HRmaks- HRistirahat
• Target HR = (HRR X training%) + HRistirahat
www.escardio.org/guidelines
©ESC
2020 ESC Guidelines on sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease
(European Heart Journal 2020 - doi/10.1093/eurheartj/ ehaa605)
Table 2 Indices of exercise intensity for endurance sports from
maximal exercise testing and training zones
Intensity
VO2max
(%)
HRmax
(%)
HRR
(%)
RPE
Scale
Training
Zone
Low intensity, light exercisea <40 <55 <40 10–11 Aerobic
Moderate intensity exercisea 40–69 55–74 40–69 12–13 Aerobic
High intensitya 70–85 75–90 70–85 14–16
Aerobic
+ lactate
Very high intense exercisea >85 >90 >85 17–19
Aerobic
+ lactate
+ anaerobic
aAdapted from Vanhees L et al (Eur JPrev Cardiol 2012PartI &II)using training zones related toaerobic and anaerobic thresholds. Low intensity exercise is below the aerobic threshold, moderate isabove the
aerobic threshold but not reaching the anaerobic zone; high intensity is close tothe anaerobic zone and very intense exercise isabove the anaerobic threshold. The duration of exercise will also largelyinfluence
this division in intensity.
Contoh menghitung
intensitas dengan
%HR
• Data: Tn Q, 40 tahun, sehat, tidak rajin berolahraga.
• HR istirahat = 70x/menit
• HR maksimal = 220-40 = 180x/menit
• HRR = HRmaks-HRistirahat = 180-70= 110 x/menit
• Intensitas yang diresepkan sesuai training zone :
70%-80%
• Karvonen Formula :
• Target HR = (HRR X training%) + HRistirahat
• Target HR= (110 x 0.7) + 70 = 147x/menit
• Target HR= (110 x 0.8) + 70 = 158x/menit
Zona Latihan: 147-158 x/menit
TAHAPAN OLAHRAGA YANG DIANJURKAN
• 5-10 menit intensitas rendah untuk aerobik
Pemanasan
• 30-60 menit intensitas sedang untuk aerobik
Latihan Inti
• Seperti pemanasan selama 5-10 menit
Pendinginan
• Selama 10 menit dilakukan setelah pemanasan dan
setelah pendinginan
Peregangan
CONTOH TAHAPAN BERSEPEDA UNTUK KEBUGARAN Tn Q
• 10 menit intensitas rendah bersepeda ( HR= 125-136
x/menit)
Pemanasan
• 30-60 menit intensitas sedang bersepeda (HR 147-
158 x/menit)
Latihan Inti
• 10 menit intensitas rendah bersepeda ( HR= 125-136
x/menit)
Pendinginan
• Selama 10 menit dilakukan setelah pemanasan dan
setelah pendinginan
Peregangan
Contoh Program 12W2FIT Tn J/45 th/IMT 26
• PAR-Q : siap
dan semangat
Pre-exercise
screening
• Kapasitas
fungsional: VO2
max 24 (very poor)
• Target olahraga:
VO2 max 40 (good)
• Penentuan dosis:
• F: 5x seminggu
• I: moderate-hard
zone (70-90 %)
• T: 30 menit
• T: lari/jogging
Pertemuan
awal
• 3 bulan (12
minggu) uji
kapasitas
fungsional
• Faktor risiko
• Motivasi
Monitoring
• Target
tercapai
• Penyesuaia
n dosis
Evaluasi
Ayo rancang resep latihanmu  Manfaatkan AI
Butuh bantuan nih! saya
seorang pria, 46 tahun, tidak
ada penyakit, tingkat kebugaran
baik/good berdasarkan VO2max
42 ml/kgbb/menit. Saya rencana
mengikuti race sepeda lipat
sejauh 150 km pada tanggal 23
Agustus 2025. Saya sudah
pernah mengikuti event 50 km,
75 km, 100 km, dan 145 km.
Dapatkah anda merancang
latihan fisik untuk saya meliputi
aerobik, penguatan otot, dan
keseimbangan?
If homeostasis is successful, we survive
and life continues; if unsuccessful, our
fragile balance is disturbed and disease and
possibly death can occur”
(Sieck GC, 2020)
َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫د‬َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ك‬‫َّا‬‫و‬َ‫س‬َ‫ف‬ َ‫ك‬َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬
: ‫اإلنفطار‬
7
Yang telah menciptakan kamu lalu
menyempurnakan kejadianmu
dan menjadikan (susunan
tubuh)mu seimbang. (QS AL
Infithar:7)

peran exercise untuk preventif dan kuratif.pptx

  • 1.
    Peran Exercise untukPreventif dan Kuratif Siswanto Departemen Fisiologi FKKMK UGM / RS Akademik UGM
  • 2.
    Homeostasis Agar berfungsi denganbaik, tubuh harus mempertahankan lingkungan internal yang relatif konstan meskipun terjadi perubahan eksternal. Keseimbangan ini, disebut homeostasis. Karena tubuh harus melakukan perubahan konstan untuk mempertahankan keseimbangan, homeostasis sering disebut sebagai menjaga keseimbangan dinamis. Dinamis berarti "aktif", dan keseimbangan berarti “seimbang”. Jika tubuh kehilangan keseimbangan, penyakit atau bahkan kematian akan terjadi.
  • 3.
    Menjaga Homeostasis: WeSurvive and Life Continues Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. (QS AL Infithar:7) If homeostasis is successful, we survive and life continues; if unsuccessful, our fragile balance is disturbed and disease and possibly death can occur” (Sieck GC, 2020) https://journals.physiology.org/doi/full/10.1152/physiol.00025.2020
  • 4.
    Peradangan tingkat rendah (SCI) yang berlangsung terusmenerus (kronik) adalah bilang keladi penyakit Nature Medicine volume 25, pages 1822–1832 (2019)
  • 5.
    Ritme circadian yangterganggu dapat menyebabkan penyakit, demikian pula sebaliknya sehingga intervensi gaya hidup sesuai ritme circadian tidak hanya diperlukan untuk mencegah namun juga mengobati •. 2017 Oct;39:59-67 Ageing Res Rev. 2017 Oct;39:59-67
  • 6.
    Donald M. Lloyd-Jones.Circulation. Life’s Essential 8: Updating and Enhancing the American Heart Association’s Construct of Cardiovascular Health: A Presidential Advisory From the American Heart Association, Volume: 146, Issue: 5, Pages: e18-e43, DOI: (10.1161/CIR.0000000000001078)
  • 7.
    Penyakit muncul lewat suatuproses bukan kejadian mendadak Orandum est ut sit mensana in corpore sano: apa yang seharusnya diminta ialah jiwa yang sehat dalam badan yang sehat (Luvenalis)
  • 8.
    Illness is theenemy Illness is caused by unbalanced energy Likulli dain dawa’ SAKIT
  • 9.
  • 10.
    Peradangan tingkat rendah yang Berlangsung Terus Menerus (kronik)adalah Bilang Keladi Penyakit Nature Medicine volume 25, pages 1822–1832 (2019)
  • 11.
    MANFAAT EXERCISE UNTUKPREVENTIF Physical activity: applying All Our Health (Public Health England, 2018). PHYSICAL ACTIVITY EXERCISE SPORT Aktifitas fisik rutin terprogram
  • 12.
    EFEK EXERCISE PADASISTEM TUBUH • Otot • Jumlah kapiler bertambah, menambah aliran darah ke otot, mitokondria bertambah • Menambah serat otot (iron-rich myoglobin) • Jantung dan pembuluh darah • Otot jantung bertambah ukurannya, kekuatan pompa bertambah 12
  • 13.
    EFEK EXERCISE PADASISTEM TUBUH • Tulang • Kekuatan dan densitas tulang bertambah • Hormon • Meningkatkan epinefrin (denyut jantung naik, vasokontriksi, stimulasi pembentukan gula dari simpanan lemak tubuh untuk membentuk energi), Norepinephrine (mood), Endorphins (euphoria endurance). • Sistem imun • Menurunkan hormone stress, meningkatkan imun, meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi 13
  • 14.
    2020 Manfaat exercise didapatkanjika dilakukan secara rutin: Intesitas sedang (moderate) 150- 300 menit per minggu Intensitas berat (vigorous) 75-150 menit per minggu + penguatan otot-otot besar dua hari per minggu
  • 15.
    Ross R et.Canadian 24-Hour Movement Guidelines for Adults aged 18-64 years and Adults aged 65 years or older: an integration of physical activity, sedentary behaviour, and sleep. Appl Physiol Nutr Metab. 2020 Oct;45
  • 16.
    Manfaat Exercise untuk berbagaipenyakit 16 J Sport Health Sci. 2019 Sep; 8(5): 422–441.
  • 17.
    EXERCISE MENAMBAH USIAHARAPAN HIDUP 17 Garcia-Valles et al. (2013) Longev Healthspan. Menambah usia harapan hidup karena: : ­ Menghambat penurunan sistem fisiologis tubuh ­ Memperbaiki homeostasis ­ Menghambat penurunan proses perburukan penyakit kronis
  • 18.
    GAYA HIDUP SESUAIRITME CIRCADIAN
  • 19.
  • 20.
    ALUR PENDAMPINGAN EXERCISE •PAR-Q • PAVS • Anamnesis Pre-exercise screening • Kapasitas fungsional • Tujuan/target olahraga • Penentuan dosis (FITTE) Pertemuan awal • Faktor risiko • 3 bulan (12 minggu) uji kapasitas fungsional • Motivasi Monitoring • Target tercapai • Penyesuaian dosis Evaluasi
  • 21.
    KUESIONER KESIAPAN FISIK(PHYSICAL ACTIVITY READINESS QUESSIONER (PAR-Q) 2002 1 Apakah sebelum ini dokter pernah menyatakan bahwa anda memiliki gangguan jantung dan karenanya anda hanya boleh melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan dokter? (Ya / Tidak) 2 Apakah anda merasakan nyeri dada ketika melakukan aktivitas fisik? (Ya / Tidak) 3 Dalam sebulan terakhir, pernahkah anda merasakan nyeri dada ketika anda sedang tidak melakukan aktivitas fisik atau sedang beristirahat? (Ya / Tidak) 4 Apakah anda kehilangan keseimbangan karena dizziness atau pernahkah anda kehilangan kesadaran? (Ya / Tidak) 5 Apakah anda mengalami gangguan pada tulang atau persendian (misalnya punggung, lutut, atau hip) yang dapat menjadi berat bila anda mengubah aktivitas fisik yang biasa anda lakukan? (Ya / Tidak) 6 Apakah dokter anda saat ini minum atau seharusnya minum obat yang diresepkan dokter untuk tekanan darah atau gangguan jantung? (Ya / Tidak) 7 Apakah anda mengetahui ada alasan lain sehingga anda sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik? (Ya / Tidak) Apabila semua jawabannya adalah TIDAK, maka tes kebugaran dapat dilakukan. Apabila ada satu atau lebih jawaban YA, maka sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter ahli atau spesialis untuk menangani permasalahan tersebut. Saran jenis tes kebugaran: Rockport test / 6 minute walking test
  • 22.
    TES KEBUGARAN /KAPASITAS FUNGSIONAL ROCKPORT WALKING TEST 6 MINUTE WALKING TEST • Berjalan cepat (brisk walking) sejauh 1 mile (1,6 km) • Cocok pria/Wanita 20-69 tahun • Less strenuous maka cocok bagi lansia, overwight dan sedentary. • Berjalan cepat selama 6 menit • Cocok anak (2-12 th), dewasa dan lansia • Dapat digunakan pada seseorang dg gangguan kardiorespirasi, neuromuskuler, metabolism, dll
  • 23.
    PERESEPAN OLAHRAGA: PRINSIPFITTE Aerobik Beban Fleksibilitas Neuromotor Frekuensi 5x/mgg moderate atau 3x/mgg berat atau kombinasi Kelompok otot besar 2-3x/mgg 2-3 x/minggu 2-3x/minggu Intensitas Ringan sampai berat Kekuatan 60%-70 1-RM; ketahanan <50% 1-RM Regangkan sampai terasa kencang atau agak tidak nyaman - Time 30-60 menit/hari moderate atau 20-60 menit/hari berat atau < 20 menit pemula Tidak ada ketentuan khusus Tahan regangan 10-30 detik 20-30 menit/hari Type Melibatkan otot2 besar, ritmis, terus menerus Melibatkan kelompok- kelompok otot tertentu; menggunakan alat atau berat badan Aktif atau pasif static, dinamik, balistik Melibatkan ketrampilan motorik (keseimbangan, ketangkasan, koordinasi) atau aktivitas yg lebih kompleks (Yoga, Tai Chi) Enjoyable Menyenangkan
  • 24.
    Exercise untuk tetap bugar PhysicalActivity Guidelines for Americans, 2nd edition (health.gov)
  • 25.
    Training Zone Berdasarkan %HRR •Karvonenformula • HRmaks= 220 – usia atau 208-(0,7 x usia) • Heart Rate Reserve (HRR) =HRmaks- HRistirahat • Target HR = (HRR X training%) + HRistirahat
  • 26.
    www.escardio.org/guidelines ©ESC 2020 ESC Guidelineson sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease (European Heart Journal 2020 - doi/10.1093/eurheartj/ ehaa605) Table 2 Indices of exercise intensity for endurance sports from maximal exercise testing and training zones Intensity VO2max (%) HRmax (%) HRR (%) RPE Scale Training Zone Low intensity, light exercisea <40 <55 <40 10–11 Aerobic Moderate intensity exercisea 40–69 55–74 40–69 12–13 Aerobic High intensitya 70–85 75–90 70–85 14–16 Aerobic + lactate Very high intense exercisea >85 >90 >85 17–19 Aerobic + lactate + anaerobic aAdapted from Vanhees L et al (Eur JPrev Cardiol 2012PartI &II)using training zones related toaerobic and anaerobic thresholds. Low intensity exercise is below the aerobic threshold, moderate isabove the aerobic threshold but not reaching the anaerobic zone; high intensity is close tothe anaerobic zone and very intense exercise isabove the anaerobic threshold. The duration of exercise will also largelyinfluence this division in intensity.
  • 27.
    Contoh menghitung intensitas dengan %HR •Data: Tn Q, 40 tahun, sehat, tidak rajin berolahraga. • HR istirahat = 70x/menit • HR maksimal = 220-40 = 180x/menit • HRR = HRmaks-HRistirahat = 180-70= 110 x/menit • Intensitas yang diresepkan sesuai training zone : 70%-80% • Karvonen Formula : • Target HR = (HRR X training%) + HRistirahat • Target HR= (110 x 0.7) + 70 = 147x/menit • Target HR= (110 x 0.8) + 70 = 158x/menit Zona Latihan: 147-158 x/menit
  • 28.
    TAHAPAN OLAHRAGA YANGDIANJURKAN • 5-10 menit intensitas rendah untuk aerobik Pemanasan • 30-60 menit intensitas sedang untuk aerobik Latihan Inti • Seperti pemanasan selama 5-10 menit Pendinginan • Selama 10 menit dilakukan setelah pemanasan dan setelah pendinginan Peregangan
  • 29.
    CONTOH TAHAPAN BERSEPEDAUNTUK KEBUGARAN Tn Q • 10 menit intensitas rendah bersepeda ( HR= 125-136 x/menit) Pemanasan • 30-60 menit intensitas sedang bersepeda (HR 147- 158 x/menit) Latihan Inti • 10 menit intensitas rendah bersepeda ( HR= 125-136 x/menit) Pendinginan • Selama 10 menit dilakukan setelah pemanasan dan setelah pendinginan Peregangan
  • 30.
    Contoh Program 12W2FITTn J/45 th/IMT 26 • PAR-Q : siap dan semangat Pre-exercise screening • Kapasitas fungsional: VO2 max 24 (very poor) • Target olahraga: VO2 max 40 (good) • Penentuan dosis: • F: 5x seminggu • I: moderate-hard zone (70-90 %) • T: 30 menit • T: lari/jogging Pertemuan awal • 3 bulan (12 minggu) uji kapasitas fungsional • Faktor risiko • Motivasi Monitoring • Target tercapai • Penyesuaia n dosis Evaluasi
  • 31.
    Ayo rancang reseplatihanmu  Manfaatkan AI Butuh bantuan nih! saya seorang pria, 46 tahun, tidak ada penyakit, tingkat kebugaran baik/good berdasarkan VO2max 42 ml/kgbb/menit. Saya rencana mengikuti race sepeda lipat sejauh 150 km pada tanggal 23 Agustus 2025. Saya sudah pernah mengikuti event 50 km, 75 km, 100 km, dan 145 km. Dapatkah anda merancang latihan fisik untuk saya meliputi aerobik, penguatan otot, dan keseimbangan?
  • 37.
    If homeostasis issuccessful, we survive and life continues; if unsuccessful, our fragile balance is disturbed and disease and possibly death can occur” (Sieck GC, 2020) َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫د‬َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ك‬‫َّا‬‫و‬َ‫س‬َ‫ف‬ َ‫ك‬َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ : ‫اإلنفطار‬ 7 Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. (QS AL Infithar:7)

Editor's Notes

  • #17 Frailty is a geriatric syndrome, defined by the presence of three or more of the following criteria: unintentional weight loss, self-reported exhaustion, weakness, slow walking speed and low physical activity