Dinasti Abbasiyah berkuasa dari tahun 750-1258 M. Mereka membangun Kota Baghdad sebagai ibu kota dan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan ekonomi. Sistem administrasi pemerintahan dipusatkan di Baghdad di bawah kendali khalifah.
NAMA KELOMPOK 7:
>KHOIRUL ANWARI 33010210077
> M NASIRUL AHSAN 33010210070
Peradaban Islam Masa Bani Abbasyiah
2.
1
• Sejarah BerdirinyaBani Abbasyiah
2
•Sistem pemerintahan
3
•Administrasi Pemerintahan
4
•Perkembangan Lembaga Pendidikan, Ilmu pengetahuan, Arsitektur, Seni
rupa, dan Musik
3.
1. SEJARAH BERDIRINYABANI ABBASYIAH
Dinasti Abbasyah didirikan oleh Abdullah Al saffah ibn
Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn Al-Abass. Kekuasaannya
berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132
H (750 M) sampai dengan 656 H (1258 M). Tonggak berdirinya
dinasti Bani Abbas, berawal sejak merapuhnya sistem internal
dan kinerja penguasa Bani Umayyah yang berujung pada
keruntuhan dinasti Umayah di Damaskus, maka upaya untuk
menggantikannya dalam memimpin umat Islam adalah dari
kalangan bani Abbasiyah.
4.
Di saat terjadiperpindahan kekuasaan dari Umayyah ke
Abbasiyah, wilayah geografis dunia islam membentang dari timur
ke barat, meliputi Mesir, Sudan, Syam, Jazirah Arab, Iraq, Parsi
sampai ke Cina. Kondisi ini mengantarkan terjadinya interaksi
intensif antara daerah satu dengan daerah lainnya. Interaksi ini
memungkinkan proses asimilasi budaya dan peradaban setiap
daerah.
Selama kekuasaan mereka tersebut, peradaban Islam sangat
berkembang. Jika pada masa Bani Umayyah lebih dikenal dengan
upaya ekspansinya, maka pada masa Bani Abbasiyah yang lebih
dikenal adalah berkembangnya peradaban Islam. Kalau dinasti
Umayyah terdiri atas orang-orang ‘Arab Oriented’, dinasti
Abbasiyah lebih bersifat internasional, assimilasi corak pemikiran
dan peradaban Persia, Romawi Timur, Mesir dan sebagainya.
5.
2. SISTEM PEMERINTAHAN
Berdasarkanperubahan pola pemerintahan dan politik itu, para
sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi
lima priode
a) Periode Pertama (132 H/750 M - 232 H/847 M), disebut periode
pengaruh Persia pertama
b) Periode Kedua (232 H/847 M - 334 H/945 M), disebut masa
pengaruh Turki pertama
c) Periode Ketiga (334 H/945 M) - 447 H/1055 M), disebut masa
pengaruh Persia kedua
d) Periode Keempat (447 H/1055 M) - 590 H/1194 M), disebut masa
pengaruh Turki kedua
e) Periode Kelima (590 H/1194 M) – 655 H/1258 M), masa khalifah
bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasannya hanya efektif di
sekitar kota Bagdad.
6.
Pada zaman DinastiBani Abbasiyah, pola pemerintahan yang
diterapkan berbedabeda sesuai dengan perubahan politik, sosial,
ekonomi dan budaya. Sistem politik yang dijalankan oleh Daulah Bani
Abbasiyah I antara lain :
1. Para Khalifah tetap dari keturunan Arab, sedang para menteri,
panglima, Gubernur dan para pegawai lainnya dipilih dari keturunan
Persia dan mawali .
2. Kota Baghdad digunakan sebagai ibu kota negara, yang menjadi
pusat kegiatan politik, ekonomi sosial dan kebudayaan.
3. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu yang sangat penting
dan mulia.
4. Kebebasan berfikir sebagai HAM diakui sepenuhnya .
5. Para menteri turunan Persia diberi kekuasaan penuh untuk
menjalankan tugasnya dalam pemerintah (Hasjmy, 1993:213-214).
7.
ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Dalam bidangadministrasi negara, masa Daulah
Abbasiyyah tidak jauh berbeda dengan masa Umayyah.
Hanya saja, pada masa ini telah mengalami kemajuan-
kemajuan, perbaikan, dan penyempurnaan. Secara umum,
menurut Philip K. Hitti, krndali pemerintahan dipegang oleh
khalifah sendiri. Sementara dalam operasinya, yang
menyangkut urusa- urusan sipil dipegang oleh wazir
(menteri), masalah hukum diserahkan kepada qadi (hakim),
dan masalah militer dipegang oleh amir ( jenderal).88 Sistem
pemerintahan Abbasiyyah bersifat sentralisasi. Dalam
kesadaan darurat, sering khalifah menyerahkan pemerintahan
kepada panglima besar angkatan perang, dan diberi gelar
‘Amiru al-Umara’.
8.
Contoh Perkembangan Administarsiyaitu :
1. Perkembangan Politik
- Politik Periode 1
- Politik Periode 2
2. Perkembangan Ekonomi
- Sektor Pertanian
- Sektor Perindustria
- Sektor Perdagangan
9.
SEKTOR PERTANIAN
Di sektorpertanian, usaha-usaha yang dilakukannya antara lain:
1) memperlakukan ahl zimmah dan mawali denga perlakuan baik
dan adil, serta menjamin hak milik dan jiwa mereka, hingga
kembalilah mereka bertani di seluruh penjuru negeri.
2) mengambil tindakan keras terhadap para pejabat yang berlaku
kejam kepada para petani.
3) memperluas daerah-daerah di segnap wilayah negara.
4) membangun dan mentempurnakan sarana perhubungan ke
daerah-daerah pertanian, baik darat maupun air.
5) membangun bendungan-bendungan dan menggali kanal-kanal
baik besar maupun kecil, sehingga tidak ada daerah pertanian
yang tidak terjangkau irigasi.8
10.
LEMBAGA PENDIDIKAN
Dinasti Abbasiyahmerupakan Dinasti Islam yang sempat
membawa masa keemasan dan kejayaan umat Islam. Pada masa
ini pendidikan dan pengajaran berkembang sangat pesat, ditandai
dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam.
Tujuan pendidikan pada masa ini antara lain tujuan keagamaan
dan masyarakat, kemasyarakatan, cinta akan ilmu pengetahuan
dan kebendaan. Adapun kurikulum pendidikan Islam pada masa
ini dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan tingkatan pendidikan
masing-masing, Sedangkan metode yang digunakan adalah
metode lisan, hafalan dan tulisan. Kemudian pada masa ini ilmu
pengetahuan agama terus mengalami perkembangan dan
kemajuan, yaitu ilmu tafsir, ilmu hadist, ilmu kalam, ilmu fikih
dan ilmu tasawwuf.
11.
Di era DinastiAbbasiyah, ilmu pengetahuan Islam berkembang pesat.
Masa puncaknya ketika pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-
809 H) dan Khalifah Al-Ma'mun Ar-Rasyid (813-833 H).
1. Ilmu Tafsir
2. Ilmu Kalam atau Teologi Islam
3. Ilmu Tasawuf
4. Ilmu Geografi
5. Ilmu Kimia
6. Ilmu Kedokteran dan Farmasi
7. Ilmu Matematika
8. Sejarah