Raudhatussyifa Asrianti
26216110
Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan
jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama
antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak
(kelompok atau organisasi) lain. Negosiasi juga diartikan
sebagai cara penyelesaian sengketa secara damai melalui
perundingan antara pihak yang berkara.
Sementara itu, yang harus diperhatikan bagi para
pihak yang melakukan perundingan secara negosiasi
harus mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan
dengan damai.
Negosiasi
Mediasi adalah salah satu bentuk negosiasi antara
pihak yang bersengketa dan melibatkan pihak ketiga
dengan tujuan membantu demi tercapainya penyelesaian
yang bersifat kompromistis.
Sementara itu, pihak ketiga yang ditunjuk
membantu menyelesaikan sengketa dinamakan sebagai
mediator. Tujuan utama mediasi adalah untuk mencapai
atau menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima
pihak-pihak yang bersengketa guna mengakhiri sengketa.
Mediasi
Nola Haley,A short term structurred task oriented,
partipatory invention process. Disputing parties work with a
neutral third party the mediator, to reach a mutually
acceptable agreement. (Proses terstruktur jangka pendek,
proses penemuan partisipatif. Pihak yang membantah
bekerja dengan pihak ketiga yang netral sebagai mediator,
untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama)
Kovach, facilitated negotiation it process by which a neutral
third party, the mediation, assist disputing parties in
reaching a mutually satisfaction. (Dengan memfasilitasi
negosiasi, proses yang dilakukan oleh pihak ketiga yang
netral, mediasi, membantu pihak-pihak yang bersengketa
untuk mencapai kepuasan bersama)
Pengertian Mediasi Menurut Para
Ahli
Dalam pasal 3 ayat 3 undang-undang nomor 14 tahun
1970, menyatakan bahwa penyelesaian perkara di luar pengadilan
atas dasar perdamaian atau melalui arbitrase teteap diperbolehkan.
Akan tetapi, putusan arbiter hanya mempunyai kekuatan
eksekutorial (executoir) setelah memproleh izin atau perintah
untuk dieksekusi dari pengadilan.
Penyelesaian sengketa melalui lembaga arbitrase lebih
disukai oleh pelaku ekonomi dalam kontrak bisnis yang bersifat
nasional maupun internasional dikarenakan sifat kerahasiannya,
prosedur sederhana, dan disebabkan putusan yang diberikan
bersifat final.
Arbitrase
Subekti, arbitrase
merupakan suatu
penyelesaian atau
pemutusan sengketa
oleh seseorang wasit
atau para wasit yang
berdasarkan
persetujuan bahwa
mereka akan tunduk
atau mentaati
keputusan yang akan
diberikan wasit atau
para wasit yang
mereka pilih atau
yang ditunjuk.
Abdulkadir
Muhammad,
arbitrase merupakan
badan peradilan
swasta diluar
lingkungan peradilan
umum yang dikenal
khusus dalam dunia
perusahaan.
Undang-undang
nomor 30 tahun
1999, arbitrase
merupakan cara
penyelesaian suatu
sengketa perdata di
luar pengadilan
umum yang
didasarkan
perjanjian yang
dibuat secara tertulis
oleh para pihak yang
bersengketa.
Pengertian Arbitrase menurut para
ahli dan hukum
Suatu perjanjian arbitrase tidak menjadi batal walaupun
disebabkan oleh keadaan, sebagai berikut
Sementara itu, sengketa yang dapat melalui arbitrase hanya sengketa
di bidang perdagangan dan mengenai hak yang menurut hukum dan
peraturan perundang-undangan dikuasi sepenuhnya oleh pihak yang
bersengketa.
Arbitrase
Meninggalnya salah
satu pihak,
Bangkrutnya salah
satu pihak
Novasi (pembaruan
utang)
Insolvensi (keadaan
tidak mampu
membayar) salah satu
pihak
Berakhirnya atau
batalnya perjanjian
pokok
Arbitrase Ad Hoc ( Ad Hoc
Arbitration ), yaitu arbitrase
perorangan atau arbitrase
volunteer. Dalam pasal 615 Rv
ayat (1) ialah arbitrase yang
dibentuk khusus untuk
menyelesaikan atau memutus
perselisihan tertentu.
Arbitrase institusional (
instituutional arbitration )
merupakan lembaga atau
badan arbitrase yang
bersifat “permanen”. Oleh
karena arbitrase institusional
merupakan badan yang
bersifat permanen, disebut
juga permanent arbitral body.
Nama itulah yang diberikan
pasal 1 ayat ( 2 ) Konvensi
NewYork 1958 terhadap
arbitrase institusional.
Jenis-jenis
Arbitrase
Proses Perundingan Arbitrase Litigasi
Yang mengatur Para pihak Arbiter Hakim
Prosedur Informal Agal formal sesuai dengan rule Sangat formal dan teknis
Jangka waktu Segera (3-6 minggu) Agak cepat (3-6 bulan) Lama (2 tahun lebih)
Biaya Murah (low cost) Terkadang sangat mahal Sangat mahal (expensive)
Aturan pembuktian Tidak perlu Agak informal Sangat formal dan teknis
Publikasi Konfidensial Konfidensial Terbuka untuk umum
Hubungan para
pihak
Kooperatif Antagonistis antagonistis
Fokus penyelesaian For the future Masa lalu (the past) Masa lalu (the past)
Metode negosiasi Kompromis Sama keras pada prinsip hukum Sama keras pada prinsip hukum
Komunikasi Memperbaiki yang
sudah lalu
Jalan buntu (blocked) Jalan buntu (blocked)
Result Win-win Win-lose Win-lose
Pemenuhan Sukarela Selalu ditolak dan mengajukan
oposisi
Ditolak dan mencari dalih
Suasana emosional Bebas emosi Emosional Emosi bergejolak
perundingan
Umumnya, pelaksanaan gugatan disebut litigasi. Gugatan
adalah suatu tindakan sipil yang dibawa di pengadilan hukum di
mana penggugat, pihak yang mengklaim telah mengalami
kerugian sebagai akibat dari tindakan terdakwa, menuntut upaya
hukum atau adil.
Terdakwa diperlukan untuk menanggapi keluhan
penggugat. Jika penggugat berhasil, penilaian akan diberikan
dalam mendukung penggugat, dan berbagai perintah pengadilan
mungkin dikeluarkan untuk menegakkan hak, kerusakan
penghargaan, atau memberlakukan perintah sementara atau
permanen untuk mencegah atau memaksa tindakan. Orang yang
memiliki kecenderungan untuk litigasi daripada mencari solusi
non-yudisial yang disebut sadar hukum.
Ligitasi/Gugatan
Elsi Kartika Sari, S.H.,2005, Hukum Dalam Ekonomi Edisi
Revisi, Grasindo;Jakarta.
Daftar Pustaka

Penyelesaian sengketa

  • 1.
  • 2.
    Negosiasi adalah prosestawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) lain. Negosiasi juga diartikan sebagai cara penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak yang berkara. Sementara itu, yang harus diperhatikan bagi para pihak yang melakukan perundingan secara negosiasi harus mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan dengan damai. Negosiasi
  • 3.
    Mediasi adalah salahsatu bentuk negosiasi antara pihak yang bersengketa dan melibatkan pihak ketiga dengan tujuan membantu demi tercapainya penyelesaian yang bersifat kompromistis. Sementara itu, pihak ketiga yang ditunjuk membantu menyelesaikan sengketa dinamakan sebagai mediator. Tujuan utama mediasi adalah untuk mencapai atau menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima pihak-pihak yang bersengketa guna mengakhiri sengketa. Mediasi
  • 4.
    Nola Haley,A shortterm structurred task oriented, partipatory invention process. Disputing parties work with a neutral third party the mediator, to reach a mutually acceptable agreement. (Proses terstruktur jangka pendek, proses penemuan partisipatif. Pihak yang membantah bekerja dengan pihak ketiga yang netral sebagai mediator, untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama) Kovach, facilitated negotiation it process by which a neutral third party, the mediation, assist disputing parties in reaching a mutually satisfaction. (Dengan memfasilitasi negosiasi, proses yang dilakukan oleh pihak ketiga yang netral, mediasi, membantu pihak-pihak yang bersengketa untuk mencapai kepuasan bersama) Pengertian Mediasi Menurut Para Ahli
  • 5.
    Dalam pasal 3ayat 3 undang-undang nomor 14 tahun 1970, menyatakan bahwa penyelesaian perkara di luar pengadilan atas dasar perdamaian atau melalui arbitrase teteap diperbolehkan. Akan tetapi, putusan arbiter hanya mempunyai kekuatan eksekutorial (executoir) setelah memproleh izin atau perintah untuk dieksekusi dari pengadilan. Penyelesaian sengketa melalui lembaga arbitrase lebih disukai oleh pelaku ekonomi dalam kontrak bisnis yang bersifat nasional maupun internasional dikarenakan sifat kerahasiannya, prosedur sederhana, dan disebabkan putusan yang diberikan bersifat final. Arbitrase
  • 6.
    Subekti, arbitrase merupakan suatu penyelesaianatau pemutusan sengketa oleh seseorang wasit atau para wasit yang berdasarkan persetujuan bahwa mereka akan tunduk atau mentaati keputusan yang akan diberikan wasit atau para wasit yang mereka pilih atau yang ditunjuk. Abdulkadir Muhammad, arbitrase merupakan badan peradilan swasta diluar lingkungan peradilan umum yang dikenal khusus dalam dunia perusahaan. Undang-undang nomor 30 tahun 1999, arbitrase merupakan cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar pengadilan umum yang didasarkan perjanjian yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa. Pengertian Arbitrase menurut para ahli dan hukum
  • 7.
    Suatu perjanjian arbitrasetidak menjadi batal walaupun disebabkan oleh keadaan, sebagai berikut Sementara itu, sengketa yang dapat melalui arbitrase hanya sengketa di bidang perdagangan dan mengenai hak yang menurut hukum dan peraturan perundang-undangan dikuasi sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa. Arbitrase Meninggalnya salah satu pihak, Bangkrutnya salah satu pihak Novasi (pembaruan utang) Insolvensi (keadaan tidak mampu membayar) salah satu pihak Berakhirnya atau batalnya perjanjian pokok
  • 8.
    Arbitrase Ad Hoc( Ad Hoc Arbitration ), yaitu arbitrase perorangan atau arbitrase volunteer. Dalam pasal 615 Rv ayat (1) ialah arbitrase yang dibentuk khusus untuk menyelesaikan atau memutus perselisihan tertentu. Arbitrase institusional ( instituutional arbitration ) merupakan lembaga atau badan arbitrase yang bersifat “permanen”. Oleh karena arbitrase institusional merupakan badan yang bersifat permanen, disebut juga permanent arbitral body. Nama itulah yang diberikan pasal 1 ayat ( 2 ) Konvensi NewYork 1958 terhadap arbitrase institusional. Jenis-jenis Arbitrase
  • 9.
    Proses Perundingan ArbitraseLitigasi Yang mengatur Para pihak Arbiter Hakim Prosedur Informal Agal formal sesuai dengan rule Sangat formal dan teknis Jangka waktu Segera (3-6 minggu) Agak cepat (3-6 bulan) Lama (2 tahun lebih) Biaya Murah (low cost) Terkadang sangat mahal Sangat mahal (expensive) Aturan pembuktian Tidak perlu Agak informal Sangat formal dan teknis Publikasi Konfidensial Konfidensial Terbuka untuk umum Hubungan para pihak Kooperatif Antagonistis antagonistis Fokus penyelesaian For the future Masa lalu (the past) Masa lalu (the past) Metode negosiasi Kompromis Sama keras pada prinsip hukum Sama keras pada prinsip hukum Komunikasi Memperbaiki yang sudah lalu Jalan buntu (blocked) Jalan buntu (blocked) Result Win-win Win-lose Win-lose Pemenuhan Sukarela Selalu ditolak dan mengajukan oposisi Ditolak dan mencari dalih Suasana emosional Bebas emosi Emosional Emosi bergejolak perundingan
  • 10.
    Umumnya, pelaksanaan gugatandisebut litigasi. Gugatan adalah suatu tindakan sipil yang dibawa di pengadilan hukum di mana penggugat, pihak yang mengklaim telah mengalami kerugian sebagai akibat dari tindakan terdakwa, menuntut upaya hukum atau adil. Terdakwa diperlukan untuk menanggapi keluhan penggugat. Jika penggugat berhasil, penilaian akan diberikan dalam mendukung penggugat, dan berbagai perintah pengadilan mungkin dikeluarkan untuk menegakkan hak, kerusakan penghargaan, atau memberlakukan perintah sementara atau permanen untuk mencegah atau memaksa tindakan. Orang yang memiliki kecenderungan untuk litigasi daripada mencari solusi non-yudisial yang disebut sadar hukum. Ligitasi/Gugatan
  • 12.
    Elsi Kartika Sari,S.H.,2005, Hukum Dalam Ekonomi Edisi Revisi, Grasindo;Jakarta. Daftar Pustaka