Permenakertrans No. 01/Men/I/2007
LATAR BELAKANG
• Pelaksanaan tata cara pengajuan, penilaian dan pemberian
penghargaan pengawasan ketenagakerjaan belum seragam
• Keputusan Dirjen No. 723 tentang Tata cara Penilaian Kecelakaan
Nihil dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan sehingga
perlu disempurnakan
• Mekanisme penilaian penghargaan perlu disempurnakan
• Penilaian penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident Award)
belum membedakan perusahaan dengan potensi bahaya dan risiko
maupun sektor ”prinsip apple to apple”
• Penghargaan yang sudah berjalan secara rutin baru penghargaan
kecelakaan nihil di tingkat perusahaan, untuk
gubernur/Bupati/Walikota sebagai pembina K3 dan karyawan
peduli K3 belum diatur dan belum ada dasar hukumnya
RUANG LINGKUP
1. Penghargaan
• Jenis
• Bentuk
• Pemberian penghargaan
2. Tata cara untuk memperoleh penghargaan
• Pengajuan dan penilaian kecelakaan nihil
• Pengajuan dan penilaian sertifikasi SMK3
• Pengajuan pemerduli K3
3. Kriteria Penilaian Penghargaan
• Kecelakaan Nihil
• SMK3
• Pembina K3
• Pemerduli K3
4. Pembiayaan
5. Penyelenggaraan
TUJUAN
Untuk memberikan apresiasi bagi perusahaan-
perusahaan, daerah propinsi/kabupaten/kota dan
tenaga kerja yang telah berhasil menerapkan
program keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
dan memberikan motivasi kepada yang lain
JENIS PENGHARGAAN
1. Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award)
2. SMK3 (sertifikat dan bendera)
3. Pembina K3
4. Pemerduli K3
BENTUK PENGHARGAAN
 SERTIFIKAT DAN BENDERA SMK3
 PIAGAM DAN PLAKAT PENGHARGAAN
KECELAKAAN NIHIL (ZERO ACCIDENT)
 TROPHY PENGHARGAAN KECELAKAAN
NIHIL TERBAIK
 MEDALI DAN LENCANA PEMBINA K3
 PIAGAM DAN PLAKAT PEMERDULI k3
KRITERIA PENILAIAN
No
Jenis
Penghargaan
Diberikan kpd Kriteria Penilaian
1 Kecelakaan
Nihil
Perusahaan  ∑ tenaga kerja
 KLUI
 Potensi bahaya dan tingkat resiko dengan
pembobotan 1 s/d 5
2 SMK3 Perusahaan  Kalsifikasi perusahaan besar, menengah,
kecil
 Tingkat resiko
 Kriteria audit
3 Pembina K3 Gubernur/
Bupati/
Walikota
 Rasio ∑ perusahaan yg menerima
penghargaan K3 tingkat nasional sebanyak
0.05 % ∑ perusahaan di wilayah ybs
4 Pemerduli K3 1. Tenaga
kerja
2. Anggota
masyarakat
 Prestasi di bidang K3 shg prsh ybs
mendapat penghargaan tingkat nasional
 Punya keperdulian, jasa dan prestasi
menggerakan penerapan K3
 Penyelenggaran penyerahan dpt dilaksanakan pihak-III
I. Pengelompokan Perusahaan
dikategorikan sebagai berikut :
1. Perusahaan besar, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang;
2. Perusahaan menengah, dengan jumlah tenaga kerja 50 s/d 100 orang;
3. Perusahaan kecil, dengan jumlah tenaga kerja s/d 49 orang.
KRITERIA PENILAIAN
PENGHARGAAN ZERO ACCIDENT
II. Sektor Usaha
Berdasarkan klasifikasi lapangan usaha Indonesia (KLUI) dan bobot risiko
terhadap variabel :
1. Mesin-mesin, pesawat-pesawat, alat-alat kerja, peralatan lainnya,
bahan-bahan dan sebagainya
2. Lingkungan
3. Sifat pekerjaan
4. Cara kerja
5. Proses produksi
Batasan Penilaian
a. Kecelakaan yang menghilangkan waktu kerja selama 2 x 24 jam
b. Kehilangan waktu kerja dihitung berdasarkan kenyataan tidak
mampu bekerja, bagian tubuh yang cacat dihitung sesuai ketentuan
berlaku
c. Kehilangan waktu kerja apabila korban kecelakaan kerja tidak dapat
bekerja kembali pada shift berikutnya
d. Telah mencapai jumlah jam kerja orang selama 3 tahun berturut-
turut sesuai dengan KLUI dan bobot risiko bahaya
e. Tdk diperhitungkan selama korban dalam proses medis, akibat
perang, bencana alam
f. Dihitung sejak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan angka 0
Persyaratan lain :
1. Perusahaan telah melaksanakan program SMK3 dan
Audit SMK3 sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun;
2. Perusahaan peserta Jamsostek;
3. Telah dilakukan verifikasi klaim Jamsostek (cross check)
sesuai periode perhitungan jam kerja.
Pemeriksaan dan verifikasi di perusahaan
oleh Tim Penilai daerah :
1. Dukungan dan kebijaksanaan manajemen secara
umum terhadap program K3 di dalam maupun di luar
perusahaan;
2. Organisasi dan administrasi K3
3. Pengendalian bahaya industri;
4. Pengendalian kebakaran dan hygiene industri;
5. Partisipasi, motivasi, pengawasan dan pelatihan;
6. Pendataan, pemeriksaan kecelakaan, statistik dan
prosedur pelaporan .
Penghargaan Pembina K3 :
Penghargaan sebagai Pembina K3 diberikan kepada
Gubernur/Bupati/Walikota yang telah berhasil
melaksanakan program pembinaan K3 kepada
perusahaan sehingga memperoleh penghargaan
kecelakaan nihil dan atau SMK3 sebanyak 0,05 % dari
jumlah perusahaan pada daerah tersebut .
Penghargaan Tenaga Kerja/Pekerja pemerduli
K3 :
1. Mempunyai prestasi dalam bidang K3 yang dapat
meningkatkan penerapan K3, dan mampu secara
signifikan dalam mendorong pelaksanaan K3 sehingga
perusahaan yang bersangkutan mendapatkan
penghargaan tingkat nasional atau
2. Mempunyai kepedulian, jasa dan prestasi yang dapat
menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan
penerapan K3
PERUSAHAAN
mengajukan ke Disnaker
setempat di
kabupaten/ kota
TATA CARA MEMPEROLEH PENGHARGAAN
TIM PENILAI PROPINSI
melakukan uji petik
TIM PENILAI KABUPATEN/KOTA
• melakukan verifikasi
• Berita Acara :
• Hari, Tanggal, Tahun, Nama & Alamat
• Jumlah TK, Jam Kerja Nihil, Periode
• Tanda tangan anggota Tim Penilai, Pengurus
Prsh
• Pejabat pengawasan ketenagakerjaan
TIM PENILAI PUSAT
melakukan uji petik
Prinsip “Apple to apple ”
Penilaian perusahaan didasarkan :
a. Jumlah TK denga klasifikasi perusahaan besar, menengah dan kecil
b. Dikelompokan berdasarkan kelompok usaha
c. Potensi bahaya dan tingkat resiko kecelakaan dengan variabel :
1. mesin, pesawat, alat kerja, peralatan lainnya, bahan-bahan dsb
2. lingkungan
3. sifat pekerjaan
4. cara kerja
5. proses produksi
d. Pembobotan resiko bahaya diberikan dari nilai 1 s/d 5 dengan
rumus penetapan standar minimal JKO
KALSIFIKASI
PERUSAHAAN
∑ TENAGA
KERJA
JAM/
MINGGU
MIINGGU/
TAHUN
TAHUN JKO
Besar 1000 40 50 3 6.000.000
Menengah 100 40 50 3 600.000
Kecil 50 40 50 3 300.000
RUMUS PENETAPAN STANDAR MINIMAL JAM
KERJA ORANG (JKO) PENGHARGAAN
KECELAKAAN NIHIL
STANDAR
MINIMAL
∑ JKO
BOBOT
RESIKO
JUMLAH TENAGA KERJA
BESAR MENENGAH KECIL
6.000.000 600.000 300.000
1 6.000.000 600.000 300.000
5/5 x 6.000.000 5/5 x 600.000 5/5 x 300.000
2 4.800.000 480.000 240.000
6.000.000 – (1/5x6.000.000) 600.000 – (1/5x600.000) 300.000 – (1/5x300.000)
3 3.600.000 360.000 180.000
6.000.000 – (2/5x6.000.000) 600.000 – (2/5x600.000) 300.000 – (2/5x300.000)
4 2.400.000 240.000 120.000
6.000.000 – (3/5x6.000.000) 600.000 – (3/5x600.000) 300.000 – (3/5x300.000)
5 1.200.000 120.000 60.000
6.000.000 – (4/5x6.000.000) 600.000 – (4/5x500.000) 300.000 – (4/5x300.000)
RUMUS PENETAPAN STANDAR MINIMAL JKO
PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL
∑ JAM KERJA ORANG (JKO) SELAMA 3 TAHUN
1
JKO tahun I = jumlah jam kerja nyata selama 1 tahun
( + ) jumlah jam lembur nyata ( - ) jumlah jam absen
(X) JKO
2
JKO tahun II = jumlah jam kerja nyata selama 1 tahun
( + ) jumlah jam lembur nyata ( - ) jumlah jam absen
(Y) JKO
3
JKO tahun II = jumlah jam kerja nyata selama 1 tahun
( + ) jumlah jam lembur nyata ( - ) jumlah jam absen
(Y) JKO
4
Jumlah JKO selama 3 tahun = JKO tahun I ( + ) JKO
tahun II ( + ) JKO tahun III
(XYZ) JKO
TABEL PENILAIAN PENGHARGAAN
Jenis Usaha Bobot
Jam Kerja Orang pada Perusahaan
Besar Menengah Kecil
1 1.1 Pertanian tanaman pangan 2 4,8 juta 480.000 240.000
1.2 Pertanian tanaman lainnya 2 4,8 juta 480.000 240.000
1.3 Jasa pertanian dan peternakan 2 4,8 juta 480.000 240.000
1.4 Kehutanan dan penebangan hutan 4 2,4 juta 240.000 120.000
1.5 Perburuan, pembiakan binatang liar 5 1,2 juta 120.000 60.000
1.6 Perikanan laut 4 2,4 juta 240.000 120.000
1.7 Perikanan darat 3 3,6 juta 360.000 180.000
2 2.1 Pertambangan batubara 5 1,2 juta 120.000 60.000
2.2 Pertambangan minyak dan gas bumi 5 1,2 juta 120.000 60.000
2.3 Pertambangan bijih logam 5 1,2 juta 120.000 60.000
2.4 Penggalian batu, tanah liat dan pasir 2 4,8 juta 480.000 240.000
2.5 Penambangan dan penggalian garam 1 6 juta 600.000 300.000
2.6 Pertambangan bahan kimia dan pupuk
mineral
5 1,2 juta 120.000 60.000
2.7 Pertambangan dan penggalian lain 2 4,8 juta 480.000 240.000
3 3.1 Industri makanan, minuman dan
tembakau
4 2,4 juta 240.000 120.000
3.2 Industri tekstil, pakaian jadi dan
kulit
4 2,4 juta 240.000 120.000
3.3 Industri kayu dan barang dari
kayu, termasuk perabot rumah
tangga
3 3,6 juta 360.000 180.000
3.4 Industri kertas, barang dari kertas,
percetakan dan penerbitan
5 1,2 juta 120.000 60.000
3.5 Industri kimia dan barang-barang
dari bahan kimia, minyak bumi,
batubara, karet dan plastik
5 1,2 juta 120.000 60.000
3.6 Industri barang galian bukan
logam, kecuali minyak dan
batubara
5 1,2 juta 120.000 60.000
3.7 Industri logam dasar 5 1,2 juta 120.000 60.000
3.8 Industri barang dari logam, mesin
dan peralatannya
4 2,4 juta 240.000 120.000
3.9 Industri pengolahan lainnya 4 2,4 juta 240.000 120.000
4 4.1 Listrik 5 1,2 juta 120.000 60.000
4.2 Gas dan uap 5 1,2 juta 120.000 60.000
4.3 Penjernihan, penyediaan dan
penyaluran air
2 4,8 juta 480.000 240.000
5 5.1 Bangunan sipil 5 1,2 juta 120.000 60.000
5.2 Bangunan listrik dan komunikasi 5 1,2 juta 120.000 60.000
6 6.1 Perdagangan besar 3 3,6 juta 360.000 180.000
6.2 Perdagangan eceran 2 4,8 juta 480.000 240.000
6.3 Rumah makan dan minum 1 6 juta 600.000 300.000
6.4 Hotel dan penginapan 2 4,8 juta 480.000 240.000
7 7.1 Angkutan darat, angkutan
dengan saluran pipa
4 2,4 juta 240.000 120.000
7.2 Angkutan air 4 2,4 juta 240.000 120.000
7.3 Angkutan udara 5 1,2 juta 120.000 60.000
7.4 Penggudangan dan jasa
penunjang angkutan
3 3,6 juta 360.000 180.000
7.5 komunikasi 2 4,8 juta 480.000 240.000
8 8.1 Lembaga keuangan 2 4,8 juta 480.000 240.000
8.2 Asuransi 2 4,8 juta 480.000 240.000
8.3 Usaha persewaan/jual beli tanah,
gedung dan jasa perusahaan
2 4,8 juta 480.000 240.000
9 9.1 Jasa pemerintahan dan
pertahanan keamanan
3 3,6 juta 360.000 180.000
9.2 Jasa kebersihan dan sejenisnya 2 4,8 juta 480.000 240.000
9.3 Jasa sosial dan kemasyarakatan 2 4,8 juta 480.000 240.000
9.4 Jasa hiburan dan kebudayaan 4 2,4 juta 240.000 120.000
9.5 Jasa perorangan dan rumah
tangga
2 4,8 juta 480.000 240.000
9.6 Badan international dan badan
ekstra teritorial
2 4,8 juta 480.000 240.000
10 00 Kegiatan yang belum jelas
batasannya
MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
Ttd/cap
Nama Jelas
DEPARTEMEN
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL
diberikan kepada :
NAMA PERUSAHAAN
Alamat
Utamakan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kerja
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : PER-
/MEN/ /200..... pada tanggal ........... diberikan Penghargaan Kecelakaan Nihil
(Zero Accident Award) atas prestasinya dalam melaksanakan program
keselamatan dan kesehatan kerja sehingga mencapai ......jam kerja orang tanpa
kecelakaan kerja, terhitung sejak tanggal .......... sampai dengan ................
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I
Nomor : Kep/ /Men/ /
Tanggal :
BENTUK PIAGAM DAN PLAKAT
PENGHARGAAN KECELAKAN NIHIL (ZERO ACCIDENT)
TROPHY PENGHARGAAN KECELAKAN NIHIL
TERBAIK PERSEKTOR
SERTIFIKAT SMK3
MEDALI DAN LENCANA PEMBINA K3
MEDALI PEMBINA K3 LENCANA PEMBINA K3
Penghargaan K3.ppt

Penghargaan K3.ppt

  • 1.
  • 2.
    LATAR BELAKANG • Pelaksanaantata cara pengajuan, penilaian dan pemberian penghargaan pengawasan ketenagakerjaan belum seragam • Keputusan Dirjen No. 723 tentang Tata cara Penilaian Kecelakaan Nihil dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan sehingga perlu disempurnakan • Mekanisme penilaian penghargaan perlu disempurnakan • Penilaian penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident Award) belum membedakan perusahaan dengan potensi bahaya dan risiko maupun sektor ”prinsip apple to apple” • Penghargaan yang sudah berjalan secara rutin baru penghargaan kecelakaan nihil di tingkat perusahaan, untuk gubernur/Bupati/Walikota sebagai pembina K3 dan karyawan peduli K3 belum diatur dan belum ada dasar hukumnya
  • 3.
    RUANG LINGKUP 1. Penghargaan •Jenis • Bentuk • Pemberian penghargaan 2. Tata cara untuk memperoleh penghargaan • Pengajuan dan penilaian kecelakaan nihil • Pengajuan dan penilaian sertifikasi SMK3 • Pengajuan pemerduli K3 3. Kriteria Penilaian Penghargaan • Kecelakaan Nihil • SMK3 • Pembina K3 • Pemerduli K3 4. Pembiayaan 5. Penyelenggaraan
  • 4.
    TUJUAN Untuk memberikan apresiasibagi perusahaan- perusahaan, daerah propinsi/kabupaten/kota dan tenaga kerja yang telah berhasil menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan memberikan motivasi kepada yang lain
  • 5.
    JENIS PENGHARGAAN 1. KecelakaanNihil (Zero Accident Award) 2. SMK3 (sertifikat dan bendera) 3. Pembina K3 4. Pemerduli K3
  • 6.
    BENTUK PENGHARGAAN  SERTIFIKATDAN BENDERA SMK3  PIAGAM DAN PLAKAT PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL (ZERO ACCIDENT)  TROPHY PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL TERBAIK  MEDALI DAN LENCANA PEMBINA K3  PIAGAM DAN PLAKAT PEMERDULI k3
  • 7.
    KRITERIA PENILAIAN No Jenis Penghargaan Diberikan kpdKriteria Penilaian 1 Kecelakaan Nihil Perusahaan  ∑ tenaga kerja  KLUI  Potensi bahaya dan tingkat resiko dengan pembobotan 1 s/d 5 2 SMK3 Perusahaan  Kalsifikasi perusahaan besar, menengah, kecil  Tingkat resiko  Kriteria audit 3 Pembina K3 Gubernur/ Bupati/ Walikota  Rasio ∑ perusahaan yg menerima penghargaan K3 tingkat nasional sebanyak 0.05 % ∑ perusahaan di wilayah ybs 4 Pemerduli K3 1. Tenaga kerja 2. Anggota masyarakat  Prestasi di bidang K3 shg prsh ybs mendapat penghargaan tingkat nasional  Punya keperdulian, jasa dan prestasi menggerakan penerapan K3  Penyelenggaran penyerahan dpt dilaksanakan pihak-III
  • 8.
    I. Pengelompokan Perusahaan dikategorikansebagai berikut : 1. Perusahaan besar, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang; 2. Perusahaan menengah, dengan jumlah tenaga kerja 50 s/d 100 orang; 3. Perusahaan kecil, dengan jumlah tenaga kerja s/d 49 orang. KRITERIA PENILAIAN PENGHARGAAN ZERO ACCIDENT II. Sektor Usaha Berdasarkan klasifikasi lapangan usaha Indonesia (KLUI) dan bobot risiko terhadap variabel : 1. Mesin-mesin, pesawat-pesawat, alat-alat kerja, peralatan lainnya, bahan-bahan dan sebagainya 2. Lingkungan 3. Sifat pekerjaan 4. Cara kerja 5. Proses produksi
  • 9.
    Batasan Penilaian a. Kecelakaanyang menghilangkan waktu kerja selama 2 x 24 jam b. Kehilangan waktu kerja dihitung berdasarkan kenyataan tidak mampu bekerja, bagian tubuh yang cacat dihitung sesuai ketentuan berlaku c. Kehilangan waktu kerja apabila korban kecelakaan kerja tidak dapat bekerja kembali pada shift berikutnya d. Telah mencapai jumlah jam kerja orang selama 3 tahun berturut- turut sesuai dengan KLUI dan bobot risiko bahaya e. Tdk diperhitungkan selama korban dalam proses medis, akibat perang, bencana alam f. Dihitung sejak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan angka 0
  • 10.
    Persyaratan lain : 1.Perusahaan telah melaksanakan program SMK3 dan Audit SMK3 sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun; 2. Perusahaan peserta Jamsostek; 3. Telah dilakukan verifikasi klaim Jamsostek (cross check) sesuai periode perhitungan jam kerja.
  • 11.
    Pemeriksaan dan verifikasidi perusahaan oleh Tim Penilai daerah : 1. Dukungan dan kebijaksanaan manajemen secara umum terhadap program K3 di dalam maupun di luar perusahaan; 2. Organisasi dan administrasi K3 3. Pengendalian bahaya industri; 4. Pengendalian kebakaran dan hygiene industri; 5. Partisipasi, motivasi, pengawasan dan pelatihan; 6. Pendataan, pemeriksaan kecelakaan, statistik dan prosedur pelaporan .
  • 12.
    Penghargaan Pembina K3: Penghargaan sebagai Pembina K3 diberikan kepada Gubernur/Bupati/Walikota yang telah berhasil melaksanakan program pembinaan K3 kepada perusahaan sehingga memperoleh penghargaan kecelakaan nihil dan atau SMK3 sebanyak 0,05 % dari jumlah perusahaan pada daerah tersebut .
  • 13.
    Penghargaan Tenaga Kerja/Pekerjapemerduli K3 : 1. Mempunyai prestasi dalam bidang K3 yang dapat meningkatkan penerapan K3, dan mampu secara signifikan dalam mendorong pelaksanaan K3 sehingga perusahaan yang bersangkutan mendapatkan penghargaan tingkat nasional atau 2. Mempunyai kepedulian, jasa dan prestasi yang dapat menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan penerapan K3
  • 14.
    PERUSAHAAN mengajukan ke Disnaker setempatdi kabupaten/ kota TATA CARA MEMPEROLEH PENGHARGAAN TIM PENILAI PROPINSI melakukan uji petik TIM PENILAI KABUPATEN/KOTA • melakukan verifikasi • Berita Acara : • Hari, Tanggal, Tahun, Nama & Alamat • Jumlah TK, Jam Kerja Nihil, Periode • Tanda tangan anggota Tim Penilai, Pengurus Prsh • Pejabat pengawasan ketenagakerjaan TIM PENILAI PUSAT melakukan uji petik
  • 15.
    Prinsip “Apple toapple ” Penilaian perusahaan didasarkan : a. Jumlah TK denga klasifikasi perusahaan besar, menengah dan kecil b. Dikelompokan berdasarkan kelompok usaha c. Potensi bahaya dan tingkat resiko kecelakaan dengan variabel : 1. mesin, pesawat, alat kerja, peralatan lainnya, bahan-bahan dsb 2. lingkungan 3. sifat pekerjaan 4. cara kerja 5. proses produksi d. Pembobotan resiko bahaya diberikan dari nilai 1 s/d 5 dengan rumus penetapan standar minimal JKO
  • 16.
    KALSIFIKASI PERUSAHAAN ∑ TENAGA KERJA JAM/ MINGGU MIINGGU/ TAHUN TAHUN JKO Besar1000 40 50 3 6.000.000 Menengah 100 40 50 3 600.000 Kecil 50 40 50 3 300.000 RUMUS PENETAPAN STANDAR MINIMAL JAM KERJA ORANG (JKO) PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL
  • 17.
    STANDAR MINIMAL ∑ JKO BOBOT RESIKO JUMLAH TENAGAKERJA BESAR MENENGAH KECIL 6.000.000 600.000 300.000 1 6.000.000 600.000 300.000 5/5 x 6.000.000 5/5 x 600.000 5/5 x 300.000 2 4.800.000 480.000 240.000 6.000.000 – (1/5x6.000.000) 600.000 – (1/5x600.000) 300.000 – (1/5x300.000) 3 3.600.000 360.000 180.000 6.000.000 – (2/5x6.000.000) 600.000 – (2/5x600.000) 300.000 – (2/5x300.000) 4 2.400.000 240.000 120.000 6.000.000 – (3/5x6.000.000) 600.000 – (3/5x600.000) 300.000 – (3/5x300.000) 5 1.200.000 120.000 60.000 6.000.000 – (4/5x6.000.000) 600.000 – (4/5x500.000) 300.000 – (4/5x300.000) RUMUS PENETAPAN STANDAR MINIMAL JKO PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL
  • 18.
    ∑ JAM KERJAORANG (JKO) SELAMA 3 TAHUN 1 JKO tahun I = jumlah jam kerja nyata selama 1 tahun ( + ) jumlah jam lembur nyata ( - ) jumlah jam absen (X) JKO 2 JKO tahun II = jumlah jam kerja nyata selama 1 tahun ( + ) jumlah jam lembur nyata ( - ) jumlah jam absen (Y) JKO 3 JKO tahun II = jumlah jam kerja nyata selama 1 tahun ( + ) jumlah jam lembur nyata ( - ) jumlah jam absen (Y) JKO 4 Jumlah JKO selama 3 tahun = JKO tahun I ( + ) JKO tahun II ( + ) JKO tahun III (XYZ) JKO
  • 19.
    TABEL PENILAIAN PENGHARGAAN JenisUsaha Bobot Jam Kerja Orang pada Perusahaan Besar Menengah Kecil 1 1.1 Pertanian tanaman pangan 2 4,8 juta 480.000 240.000 1.2 Pertanian tanaman lainnya 2 4,8 juta 480.000 240.000 1.3 Jasa pertanian dan peternakan 2 4,8 juta 480.000 240.000 1.4 Kehutanan dan penebangan hutan 4 2,4 juta 240.000 120.000 1.5 Perburuan, pembiakan binatang liar 5 1,2 juta 120.000 60.000 1.6 Perikanan laut 4 2,4 juta 240.000 120.000 1.7 Perikanan darat 3 3,6 juta 360.000 180.000 2 2.1 Pertambangan batubara 5 1,2 juta 120.000 60.000 2.2 Pertambangan minyak dan gas bumi 5 1,2 juta 120.000 60.000 2.3 Pertambangan bijih logam 5 1,2 juta 120.000 60.000 2.4 Penggalian batu, tanah liat dan pasir 2 4,8 juta 480.000 240.000 2.5 Penambangan dan penggalian garam 1 6 juta 600.000 300.000 2.6 Pertambangan bahan kimia dan pupuk mineral 5 1,2 juta 120.000 60.000 2.7 Pertambangan dan penggalian lain 2 4,8 juta 480.000 240.000
  • 20.
    3 3.1 Industrimakanan, minuman dan tembakau 4 2,4 juta 240.000 120.000 3.2 Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit 4 2,4 juta 240.000 120.000 3.3 Industri kayu dan barang dari kayu, termasuk perabot rumah tangga 3 3,6 juta 360.000 180.000 3.4 Industri kertas, barang dari kertas, percetakan dan penerbitan 5 1,2 juta 120.000 60.000 3.5 Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi, batubara, karet dan plastik 5 1,2 juta 120.000 60.000 3.6 Industri barang galian bukan logam, kecuali minyak dan batubara 5 1,2 juta 120.000 60.000 3.7 Industri logam dasar 5 1,2 juta 120.000 60.000 3.8 Industri barang dari logam, mesin dan peralatannya 4 2,4 juta 240.000 120.000 3.9 Industri pengolahan lainnya 4 2,4 juta 240.000 120.000
  • 21.
    4 4.1 Listrik5 1,2 juta 120.000 60.000 4.2 Gas dan uap 5 1,2 juta 120.000 60.000 4.3 Penjernihan, penyediaan dan penyaluran air 2 4,8 juta 480.000 240.000 5 5.1 Bangunan sipil 5 1,2 juta 120.000 60.000 5.2 Bangunan listrik dan komunikasi 5 1,2 juta 120.000 60.000 6 6.1 Perdagangan besar 3 3,6 juta 360.000 180.000 6.2 Perdagangan eceran 2 4,8 juta 480.000 240.000 6.3 Rumah makan dan minum 1 6 juta 600.000 300.000 6.4 Hotel dan penginapan 2 4,8 juta 480.000 240.000 7 7.1 Angkutan darat, angkutan dengan saluran pipa 4 2,4 juta 240.000 120.000 7.2 Angkutan air 4 2,4 juta 240.000 120.000 7.3 Angkutan udara 5 1,2 juta 120.000 60.000 7.4 Penggudangan dan jasa penunjang angkutan 3 3,6 juta 360.000 180.000 7.5 komunikasi 2 4,8 juta 480.000 240.000
  • 22.
    8 8.1 Lembagakeuangan 2 4,8 juta 480.000 240.000 8.2 Asuransi 2 4,8 juta 480.000 240.000 8.3 Usaha persewaan/jual beli tanah, gedung dan jasa perusahaan 2 4,8 juta 480.000 240.000 9 9.1 Jasa pemerintahan dan pertahanan keamanan 3 3,6 juta 360.000 180.000 9.2 Jasa kebersihan dan sejenisnya 2 4,8 juta 480.000 240.000 9.3 Jasa sosial dan kemasyarakatan 2 4,8 juta 480.000 240.000 9.4 Jasa hiburan dan kebudayaan 4 2,4 juta 240.000 120.000 9.5 Jasa perorangan dan rumah tangga 2 4,8 juta 480.000 240.000 9.6 Badan international dan badan ekstra teritorial 2 4,8 juta 480.000 240.000 10 00 Kegiatan yang belum jelas batasannya
  • 23.
    MENTERI TENAGA KERJA DANTRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Ttd/cap Nama Jelas DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL diberikan kepada : NAMA PERUSAHAAN Alamat Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kerja Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : PER- /MEN/ /200..... pada tanggal ........... diberikan Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award) atas prestasinya dalam melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja sehingga mencapai ......jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja, terhitung sejak tanggal .......... sampai dengan ................ Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I Nomor : Kep/ /Men/ / Tanggal : BENTUK PIAGAM DAN PLAKAT PENGHARGAAN KECELAKAN NIHIL (ZERO ACCIDENT)
  • 24.
    TROPHY PENGHARGAAN KECELAKANNIHIL TERBAIK PERSEKTOR
  • 25.
  • 26.
    MEDALI DAN LENCANAPEMBINA K3 MEDALI PEMBINA K3 LENCANA PEMBINA K3