Pengantar  Psikopatologi  Anak Fakultas Psikologi UI 2010
Kompetensi yang diharapkan Mahasiswa Mampu Memahami prinsip psikopatologi perkembangan Membedakan tingkahlaku patologis dan yang non patologis  mengidentifikasi gejala gangguan menurut klasifikasi diagnostiknya. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya gangguan (faktor risiko, protektif dll) Menjelaskan etiologi, perkembangan gangguan
Tim  Pengajar Dra. H.S.  Shinto  Sukirna, M.Sc., psikolog  Dra.  Fenny  Hartiani, M.Psi.,psikolog Eko Handay ani , M. Psi, psikolog Efriyani Djuw ita , M.Si., psikolog
Metode pembelajaran Ceramah Tanya jawab Menjawab kuis tertulis Menulis makalah  Presentasi makalah Poster makalah
Bacaan rujukan DeGangi, G. (2000).  Pediatric Disorders  of Regulation in Affect and Behavior . London: Academic Press Ltd.  Haugaard, J.J. (2008).  Child Psychopathology . NY: McGraw-Hill Mash, E. J. & Wolfe, D.A. (2005).  Abnormal Child psychology.  3 rd  edition. Thomson-Wadsworth. Wenar, C, & Kerig, P. (year).  Developmental Psychopathology. From Infancy through Adolescence . McGraw-Hill.
Jadwal  Kuliah Pengantar MR, LD Communication Disorder (Delayed Speech, expressive dis, mix receptive-expressive dis, stuttering, phonological dis) Elimination disorder  (enuresis, encopresis, konstipasi) + eating disorder (pica-picky eater-rumination) Autism – Sensory Processing Problem, sensory integrative disfunction, Asperger, Rett ADHD - Attentional dis
ODD + CD Phobia, SAD, GAD ASD, PTSD Somatoform : Somatisasi Undifferentiated Disorder of regulation : Sleep, eating, mood, sensory etc)  Reactive Attachment Disorder
Psikopatologi anak Mempelajari gangguan psikologis atau tingkahlaku patologis pada anak dan remaja. Berbeda dengan gangguan psikologis pada orang dewasa:    penjelasan etiologi, diagnosis dan prognosis dilakukan dengan perspektif perkembangan.     penyimpangan dari perkembangan umum (normal)
Psikopatologi perkembangan ? Cabang psikologi yang mempelajari gangguan tingkahlaku pada anak dengan menggunakan perspektif perkembangan. integrasi perspektif psikologi klinis dan psikologi perkembangan dalam usaha memahami dan menjelaskan gangguan psikologis atau keadaan patologis pada anak. Mengintegrasikan berbagai teori atau pendekatan dalam usaha memahami gangguan psikologis.
Sejarah Gangguan psikologis/mental pada zaman dulu sering dikaitkan dengan “kesurupan”, faktor keturunan, karma dll.  Treatment: dipasung, dikurung,  excorcism , rukyah dll John Locke (1632-1704): anak memiliki hak pribadi sebagai makhluk sensitif yang harus diperlakukan dengan penuh kasih dan kepedulian serta diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Sejarah Jean-Marc Itard (1775-1838): berusaha mendidik Victor yang mengalami keterlambatan perkembangan yang amat parah  (“mental defectives ”), dan bukan memasukkannya ke semacam RSJ Leta Hollingworth (1886-1939): banyak anak dengan  mental defectives  menderita masalah emosional mau pun tingkahlaku akibat perlakuan tidak tepat dari orang dewasa dan kurangnya stimulasi intelektual yang diberikan kepada mereka.
Sejarah Usaha membedakan anak terbelakang mental dan yang mengalami gangguan mental (antara “ imbeciles ” dan “ lunatics ” ). Pritchard (1837): gangguan psikologis pada anak dianggap sebagai “ moral insanity”     gangguan pada kepribadian atau karakter Benjamin Rush (1745-1813): dg istilah “ moral insanity ” secara implisit mengakui bahwa gangguan mental bukan gangguan intelektual
Sejarah Pendekatan biologis memandang gangguan psikologis sebagai penyakit yang harus dicegah perkembangannya dengan cara  eugenics   dan institusionalisasi. Pendekatan psikoanalitik (Freud): Gangguan berakar pada interaksi antara proses perkembangan dan situasi pengalaman di masa kanak-kanak yang senantiasa berubah. Pendekatan behavioristik: John Watson (1878-1958) tingkahlaku merupakan hasil  conditioning Pendekatan teoretis modern, integratif    menuju psikopatologi perkembangan
Model  teoretis  psikopatologi model apa yang berkembang proses utk perkembangan definisi psikopatologi Sebab terjadi psikopatologi Medical model biologi maturation Mental illness Organic dysfunction Psikoanalisis klasik Ego,superego, seksualitas Conflict, anxiety, equilibration Fiksasi, regresi  Defense mech. Konflik antar bagian struktur kepribadian Social learning behavioral behavior Imbalan-hukuman, meniru (imitasi)  Conditioning dll Tingkahlaku inappropriate Deficit-excessive reinforcement atau modeling maladaptive behavior Cognitive dev. skemata Asimilasi, akomodasi equilibration Asimilasi dan akomodasi tidak seimbang Over-under stimulation Ego psychology Ego strength Interaksi sosial Tidak mampu atasi masalah tahapan perkembangan Pengalaman gagal/ tidak mampu  Object relations Hubungan diri-orang lain attachment Separation-individuation Gagal maju dalam perkembangan Affective splitting, internalisasi hubungan - yang-buruk Family system Kemampuan adaptif Belonging-separateness Inappropriate family structure Boundary dissolution, triangulation Psikopatolo-gi perkemb Anak seutuhnya Hirarki, organisasi, integrasi, adaptasi Perkembangan menyimpang Risk, vulnerabilities, potentiating, transactional, protective processes
Psikopatologi  Perkembangan Pendekatan integratif yang merangkum berbagai pandangan teoretis yang berbeda dalam rangka memahami perkembangan psikopatologi atau kesehatan mental anak secara menyeluruh. Meneliti kontribusi variabel tingkahlaku, kognisi, alam bawah sadar dll. dalam kaitan dengan terbentuknya psikopatologi atau kesehatan emosional seseorang.
Pendekatan  integratif Mengintegrasikan berbagai sudut pandang atau pendekatan, serta keterkaitan antara variabel-variabel tsb dalam mendeskripsikan gangguan, etiologi dan dampak gangguan. Definisi gangguan mengikuti sistem klasifikasi DSM-IV-TR ( nosologis, medical model ), Keterkaitan antara gejala gangguan dan faktor biologis, serta pengalaman dalam kehidupan     relationship-based disorder, trauma-related disorder (abuse, traumatic events)
Definisi  psikopatologi “ Clinically significant behavioral or psychological syndrome or pattern that occurs in an individual and that is associated with a present distress (e.g. a painful symptom) or disability (i.e. impairment in one or more areas of functioning) or with a significantly increased risk of suffering death, pain, disability, or an important loss of freedom ….must not be merely an expectable and culturally sanctioned response to a particular event …. Neither  deviant behavior (e.g. political, religious or sexual) nor conflicts that are primarily between individual and society are behavioral or emotional disorders”   ( DSM-IV-TR, p.xxxi)
Kriteria  tingkahlaku abnormal - psikopatologis Mengakibatkan  distress : mis: kecemasan, kesedihan, kemarahan.  Mengganggu, membatasi fungsi atau kegiatan dalam kehidupan sehari-hari: fisik, sosial, emosional, tindakan, kognitif. Meningkatkan risiko penderitaan, kehilangan kebebasan tidak tepat atau tidak pantas menurut acuan normatif sosial-budaya Tidak sesuai usia   (Mash & Wolfe, 2005, Gelfand & Drew, 2003)
Pandangan  mengenai Psikopatologi Developmental delay Regression : kembali ke taraf lebih rendah Asynchrony : perkembangan aspek tidak seimbang, ada yang amat terlambat Precocity : terlalu cepat Deviation : perbedaan kualitas, intensitas  Adaptational failure .
Prinsip-prinsip  psikopatologi perkembangan Memandang manusia secara  holistik, seutuhnya , merupakan sistem dinamik yang terintegrasi, dengan setiap area perkembangan - kognitif, sosial, emosional, biologis – yang senantiasa berinteraksi secara sinambung Memperhatikan peningkatan kecanggihan dan organisasi psikologis, masalah atau isu penting setiap tahap perkembangan sebagai  variabel yang mungkin menimbulkan psikopatologi .
Prinsip-prinsip psikopatologi perkembangan Perkembangan normal dan abnormal ada pada satu kontinum ( kesinambungan ) Gangguan psikologis merupakan perkembangan yang amat  menyimpang keluar dari jalur normal /perkembangan sehat . 4.  Multideterminism : psikopatologi disebabkan faktor etiologi yang majemuk
Prinsip-prinsip psikopatologi perkembangan 4.  Equifinality   :  berbagai jalur perkembangan yang berbeda bermuara pada suatu psikopatologi yang sama. Faktor yang berbeda berdampak sama. 5.  Multifinality :  suatu faktor risiko dapat memberi dampak berbeda, tergantung pada konteks kehidupan, kompetensi dan kemampuan anak .  Pengalaman yang sama berdampak berbeda 6.  Komorbiditas :  terjadinya dua gangguan atau psikopatologi pada masa yang bersamaan .
Istilah  penting  psikopatologi perkembangan 1.  Faktor risiko : kondisi atau situasi yang  meningkatkan kemungkinan terjadinya atau berkembangnya suatu psikopatologi. Tidak ada hubungan kausal yang linier, sederhana . 2. Vulnerabilities factors  (kerentanan): faktor pada diri anak yang meningkatkan kemungkinan berkembangnya psikopatologi pada anak tersebut.
Istilah  penting  psikopatologi perkembangan 3.  Potentiating factors  (faktor penguat): faktor yang memperparah dampak suatu risiko. mis: Hubungan yang tidak akrab dengan tetangga memperparah dampak situasi lingkungan yang tidak aman.
Istilah  penting  psikopatologi  perkembangan 4.  Protective factors  (faktor pelindung): faktor yang mempertahankan atau meningkatkan perkembangan psikologis yang sehat.  5.  Protective mechanism : mekanisme yang membuat suatu faktor memiliki kekuatan sebagai faktor pelindung
Hubungan konteks – risiko – faktor - mekanisme Konteks Risiko Vulnerability Potentiating Faktor protektif Mekanisme protektif biologis Kelainan genetik Prenatal, masalah neurologis, gizi  Temperamen sulit ( difficult ) Temperamen mudah ( easy ) meliputi  semua  konteks individual Inteligensi rendah Self esteem rendah Self control lemah Gender Planning ability  Sociability lemah Inteligensi, kom-petensi, daya tarik fisik- kepribadian  minimalkan: Dampak risiko Reaksi berantai neg. keluarga Insecure atachment Konflik ortu, violence, Abuse, neglect, batas tak jelas Hub ortu-anak  Tak ada kepedulian atau kehangatan Positive, stable care, model kompeten, pengawasan ortu, hargai anak Self efficacy Coping skills Beri kesempatan sosial Teman antisosial Keterampilan sosial rendah teman sebaya ok Model dewasa ok kultural Kemiskinan, racism, prejudice, community violence Karakteristik pribadi tak sesuai budaya Nilai budaya positif Identitas etnik pos. Toleransi perbedaan
Istilah  penting  psikopatologi perkembangan 6. Developmental pathways   (jalur perkembangan): rangkaian saat-saat atau titik-titik di sepanjang masa kehidupan ketika suatu psikopatologi berkembang atau terjadi    di masa/tahap perkembangan mana dan bagaimana anak berkembang menjadi anak yang memiliki psikopatologi tertentu. 7. Developmental course   (arah perkembangan): menunjukkan perkembangan psikopatologi atau gangguan yang dialami anak di masa yang akan datang    prognosis
Istilah  penting  psikopatologi perkembangan 8.   Developmental transformation :  perubahan perwujudan tingkahlaku yang berkaitan dengan suatu gangguan dari waktu ke waktu.  Gangguan yang mendasarinya tetap sama ( continue ), tapi tingkahlaku yang tampil berubah. 9.  Transactional  :  psikopatologi berkembang akibat serangkaian transaksi dinamis, timbal balik antara anak dan konteks sosialnya
Contoh Proses Transaksional Orangtua cemas overprotective permissive Disiplin tidak konsisten, Terlalu menuntut Model kurang adekuat Anak tunggal  sering sakit Anak manja Kurang kontrol diri Ego sentris, kurang PD Anak  sulit diatur Gejala  conduct disorder
kelekatan kognitif biologis moral self Gender seksualitas emosional kultural sosial keluarga individual Wenar & Kerig Interaksi dinamis konteks dan variabel dari masa ke masa usia
PSIKOPATOLOGI  PERKEMBANGAN Genetics Infeksi Neurologis Biokimiawi Neurotransmiter Reinforcement Modeling Operant respondent perkemb. Psikoseksual Struktur kepribadian Detreminant bawah-sadar Teori anomie Teori budaya kelas bawah Masalah anak sebagai gejala stres keluarga Faktor keluarga sbg penyebab anorexia Aliran Piaget Pemrosesan informasi Kognisi sosial biomedis behavioral psikodinamik sosiologis Sistem  keluarga kognitif Paradigma mikro teori Achenbach, 1990
Perspektif  biologis Gangguan psikologis didasari fungsi otak dan sistem persyarafan. interaksi biokimia dan hormon mempengaruhi pengalaman psikologis individu. Neural plasticity: pengalaman menentukan  jejaring hubungan yang terbentuk di otak, berubah sesuai pengalaman dan penggunaan. Transaksi ( nature-nurture ) antara otak yang sedang berkembang dan pengalaman dalam lingkungan.
Perspektif  biologis Fungsi bagian-bagian otak: thalamus, hypothalamus    atur emosi, tindakan. Sistem limbik: hippocampus, cingulate gyrus, septum, amygdala    mengatur pengalaman dan ekspresi emosi, kendali dorongan seks, aggresivitas, lapar, haus Sistem endokrin: produksi adrenalin sebagai respons terhadap stres, berkaitan dengan kecemasan, depresi, mood disorder.
Neuro transmiter Fungsi normal Implikasi bagi psikopatologi Benzodia-zepin Meredakan arousal, respon emosional: marah, agresi, hostility Berkaitan dengan anxiety, discomfort Gangguan kecemasan dopamin Tuas pengatur neurotransmiter lain menghambat atau perlancar emosi, tindakan. exploratory, extroverted, pleasure-seeking activities. Schizophrenia Mood disorder ADHD norepinefrin Perlancar atau kendalikan reaksi terhadap keadaan bahaya, kegawatan. Mengatur emosi dan tindakan Secara umum m’atur kecenderungan tingkahlaku serotonin Pemrosesan info dan koordinasi gerak Menghambat eksplorasi Mengatur: makan, tidur, ekspresi marah Gangguan makan, tidur OCD, Schizophrenia, mood disorder
Perspektif  Psikologis Emosi dan ekspresi afektif merupakan elemen inti dari pengalaman individu. Emosi merupakan bentuk komunikasi yang memungkinkan anak menjelajah dunianya secara semakin mandiri. Reaktivitas emosi: ambang dan intensitas pengalaman emosional    indikasi tingkat distres dan kepekaan terhadap lingkungan
Perspektif  Psikologis Regulasi emosi meliputi mengatur peningkatan, mempertahankan, menghambat timbulnya emosi untuk tujuan tertentu. Masalah regulasi: kontrol lemah Masalah disregulasi: kontrol maladaptif Temperamen:  Positive affect & approach: easy Fearful & inhibited: slow to warm up Negative affect & iiritability: difficult
Klasifikasi  dan  diagnosis Klasifikasi: memilah dan menggolongkan dimensi atau kategori utama psikopatologi yang tampil dan keterkaitan antar kategori tersebut. Diagnosis: menetapkan kategori atau klasifikasi bagi suatu gejala atau sindrom (sekumpulan gejala yang sering ada bersama dan mengikuti jalur perkembangan yang sama)
Kategori  dan  dimensi Klasifikasi kategoris : setiap gangguan secara jelas berbeda dan memiliki penyebab yang jelas. (mis: depresi, anxiety)    praktisi klinis Klasifikasi dimensional : banyak dimensi atau trait tingkahlaku yang bersifat independen dan semua anak memilikinya dengan kadar yang berbeda-beda. Mis: pada dimensi withdrawal S berada di atas rata-rata (clinical range).   penelitian
DSM – IV – TR  (APA, 2000) Sistem diagnostik multiaksial (5 aksis): Axis I  Clinical disorder   Other conditions that may be a focus of clinical attention Axis II  Personality disorder    Mental retardation Axis III  General medical conditions Axis IV  Psychosocial & environmental problems Axis V  Global assessment of functioning
ICD-10 International Classification of Diseases Axis I  Clinical Psychiatric Syndrome Axis II  Specific Disorders of psychological Development Axis III  Intellectual level Axis IV  Medical condition Axis V  Associated Abnormal Psychosocial Situations Axis VI  Global Assessment of Psychological  Disability
ICDL – DMIC  (ICDL, 2005) Diagnostic Manual for Infancy and Early Childhood  Interdisciplinary Council on Developmental and Learning Disorder
ICDL - DMIC Axis I  Primary diagnosis Axis II Functional Emotional Developmental Capacities Axis III Regulatory-Sensory Processing   Capacities Axis IV Language Capacities Axis V Visuospatial Capacities Axis VI Child Caregiver and Family Patterns Axis VII Stress Axis VIII Other Medical and Neurological Disorder

Pengantar Psikopatologi Anak

  • 1.
    Pengantar Psikopatologi Anak Fakultas Psikologi UI 2010
  • 2.
    Kompetensi yang diharapkanMahasiswa Mampu Memahami prinsip psikopatologi perkembangan Membedakan tingkahlaku patologis dan yang non patologis mengidentifikasi gejala gangguan menurut klasifikasi diagnostiknya. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya gangguan (faktor risiko, protektif dll) Menjelaskan etiologi, perkembangan gangguan
  • 3.
    Tim PengajarDra. H.S. Shinto Sukirna, M.Sc., psikolog Dra. Fenny Hartiani, M.Psi.,psikolog Eko Handay ani , M. Psi, psikolog Efriyani Djuw ita , M.Si., psikolog
  • 4.
    Metode pembelajaran CeramahTanya jawab Menjawab kuis tertulis Menulis makalah Presentasi makalah Poster makalah
  • 5.
    Bacaan rujukan DeGangi,G. (2000). Pediatric Disorders of Regulation in Affect and Behavior . London: Academic Press Ltd. Haugaard, J.J. (2008). Child Psychopathology . NY: McGraw-Hill Mash, E. J. & Wolfe, D.A. (2005). Abnormal Child psychology. 3 rd edition. Thomson-Wadsworth. Wenar, C, & Kerig, P. (year). Developmental Psychopathology. From Infancy through Adolescence . McGraw-Hill.
  • 6.
    Jadwal KuliahPengantar MR, LD Communication Disorder (Delayed Speech, expressive dis, mix receptive-expressive dis, stuttering, phonological dis) Elimination disorder (enuresis, encopresis, konstipasi) + eating disorder (pica-picky eater-rumination) Autism – Sensory Processing Problem, sensory integrative disfunction, Asperger, Rett ADHD - Attentional dis
  • 7.
    ODD + CDPhobia, SAD, GAD ASD, PTSD Somatoform : Somatisasi Undifferentiated Disorder of regulation : Sleep, eating, mood, sensory etc) Reactive Attachment Disorder
  • 8.
    Psikopatologi anak Mempelajarigangguan psikologis atau tingkahlaku patologis pada anak dan remaja. Berbeda dengan gangguan psikologis pada orang dewasa:  penjelasan etiologi, diagnosis dan prognosis dilakukan dengan perspektif perkembangan.  penyimpangan dari perkembangan umum (normal)
  • 9.
    Psikopatologi perkembangan ?Cabang psikologi yang mempelajari gangguan tingkahlaku pada anak dengan menggunakan perspektif perkembangan. integrasi perspektif psikologi klinis dan psikologi perkembangan dalam usaha memahami dan menjelaskan gangguan psikologis atau keadaan patologis pada anak. Mengintegrasikan berbagai teori atau pendekatan dalam usaha memahami gangguan psikologis.
  • 10.
    Sejarah Gangguan psikologis/mentalpada zaman dulu sering dikaitkan dengan “kesurupan”, faktor keturunan, karma dll. Treatment: dipasung, dikurung, excorcism , rukyah dll John Locke (1632-1704): anak memiliki hak pribadi sebagai makhluk sensitif yang harus diperlakukan dengan penuh kasih dan kepedulian serta diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.
  • 11.
    Sejarah Jean-Marc Itard(1775-1838): berusaha mendidik Victor yang mengalami keterlambatan perkembangan yang amat parah (“mental defectives ”), dan bukan memasukkannya ke semacam RSJ Leta Hollingworth (1886-1939): banyak anak dengan mental defectives menderita masalah emosional mau pun tingkahlaku akibat perlakuan tidak tepat dari orang dewasa dan kurangnya stimulasi intelektual yang diberikan kepada mereka.
  • 12.
    Sejarah Usaha membedakananak terbelakang mental dan yang mengalami gangguan mental (antara “ imbeciles ” dan “ lunatics ” ). Pritchard (1837): gangguan psikologis pada anak dianggap sebagai “ moral insanity”  gangguan pada kepribadian atau karakter Benjamin Rush (1745-1813): dg istilah “ moral insanity ” secara implisit mengakui bahwa gangguan mental bukan gangguan intelektual
  • 13.
    Sejarah Pendekatan biologismemandang gangguan psikologis sebagai penyakit yang harus dicegah perkembangannya dengan cara eugenics dan institusionalisasi. Pendekatan psikoanalitik (Freud): Gangguan berakar pada interaksi antara proses perkembangan dan situasi pengalaman di masa kanak-kanak yang senantiasa berubah. Pendekatan behavioristik: John Watson (1878-1958) tingkahlaku merupakan hasil conditioning Pendekatan teoretis modern, integratif  menuju psikopatologi perkembangan
  • 14.
    Model teoretis psikopatologi model apa yang berkembang proses utk perkembangan definisi psikopatologi Sebab terjadi psikopatologi Medical model biologi maturation Mental illness Organic dysfunction Psikoanalisis klasik Ego,superego, seksualitas Conflict, anxiety, equilibration Fiksasi, regresi Defense mech. Konflik antar bagian struktur kepribadian Social learning behavioral behavior Imbalan-hukuman, meniru (imitasi) Conditioning dll Tingkahlaku inappropriate Deficit-excessive reinforcement atau modeling maladaptive behavior Cognitive dev. skemata Asimilasi, akomodasi equilibration Asimilasi dan akomodasi tidak seimbang Over-under stimulation Ego psychology Ego strength Interaksi sosial Tidak mampu atasi masalah tahapan perkembangan Pengalaman gagal/ tidak mampu Object relations Hubungan diri-orang lain attachment Separation-individuation Gagal maju dalam perkembangan Affective splitting, internalisasi hubungan - yang-buruk Family system Kemampuan adaptif Belonging-separateness Inappropriate family structure Boundary dissolution, triangulation Psikopatolo-gi perkemb Anak seutuhnya Hirarki, organisasi, integrasi, adaptasi Perkembangan menyimpang Risk, vulnerabilities, potentiating, transactional, protective processes
  • 15.
    Psikopatologi PerkembanganPendekatan integratif yang merangkum berbagai pandangan teoretis yang berbeda dalam rangka memahami perkembangan psikopatologi atau kesehatan mental anak secara menyeluruh. Meneliti kontribusi variabel tingkahlaku, kognisi, alam bawah sadar dll. dalam kaitan dengan terbentuknya psikopatologi atau kesehatan emosional seseorang.
  • 16.
    Pendekatan integratifMengintegrasikan berbagai sudut pandang atau pendekatan, serta keterkaitan antara variabel-variabel tsb dalam mendeskripsikan gangguan, etiologi dan dampak gangguan. Definisi gangguan mengikuti sistem klasifikasi DSM-IV-TR ( nosologis, medical model ), Keterkaitan antara gejala gangguan dan faktor biologis, serta pengalaman dalam kehidupan  relationship-based disorder, trauma-related disorder (abuse, traumatic events)
  • 17.
    Definisi psikopatologi“ Clinically significant behavioral or psychological syndrome or pattern that occurs in an individual and that is associated with a present distress (e.g. a painful symptom) or disability (i.e. impairment in one or more areas of functioning) or with a significantly increased risk of suffering death, pain, disability, or an important loss of freedom ….must not be merely an expectable and culturally sanctioned response to a particular event …. Neither deviant behavior (e.g. political, religious or sexual) nor conflicts that are primarily between individual and society are behavioral or emotional disorders” ( DSM-IV-TR, p.xxxi)
  • 18.
    Kriteria tingkahlakuabnormal - psikopatologis Mengakibatkan distress : mis: kecemasan, kesedihan, kemarahan. Mengganggu, membatasi fungsi atau kegiatan dalam kehidupan sehari-hari: fisik, sosial, emosional, tindakan, kognitif. Meningkatkan risiko penderitaan, kehilangan kebebasan tidak tepat atau tidak pantas menurut acuan normatif sosial-budaya Tidak sesuai usia (Mash & Wolfe, 2005, Gelfand & Drew, 2003)
  • 19.
    Pandangan mengenaiPsikopatologi Developmental delay Regression : kembali ke taraf lebih rendah Asynchrony : perkembangan aspek tidak seimbang, ada yang amat terlambat Precocity : terlalu cepat Deviation : perbedaan kualitas, intensitas Adaptational failure .
  • 20.
    Prinsip-prinsip psikopatologiperkembangan Memandang manusia secara holistik, seutuhnya , merupakan sistem dinamik yang terintegrasi, dengan setiap area perkembangan - kognitif, sosial, emosional, biologis – yang senantiasa berinteraksi secara sinambung Memperhatikan peningkatan kecanggihan dan organisasi psikologis, masalah atau isu penting setiap tahap perkembangan sebagai variabel yang mungkin menimbulkan psikopatologi .
  • 21.
    Prinsip-prinsip psikopatologi perkembanganPerkembangan normal dan abnormal ada pada satu kontinum ( kesinambungan ) Gangguan psikologis merupakan perkembangan yang amat menyimpang keluar dari jalur normal /perkembangan sehat . 4. Multideterminism : psikopatologi disebabkan faktor etiologi yang majemuk
  • 22.
    Prinsip-prinsip psikopatologi perkembangan4. Equifinality : berbagai jalur perkembangan yang berbeda bermuara pada suatu psikopatologi yang sama. Faktor yang berbeda berdampak sama. 5. Multifinality : suatu faktor risiko dapat memberi dampak berbeda, tergantung pada konteks kehidupan, kompetensi dan kemampuan anak . Pengalaman yang sama berdampak berbeda 6. Komorbiditas : terjadinya dua gangguan atau psikopatologi pada masa yang bersamaan .
  • 23.
    Istilah penting psikopatologi perkembangan 1. Faktor risiko : kondisi atau situasi yang meningkatkan kemungkinan terjadinya atau berkembangnya suatu psikopatologi. Tidak ada hubungan kausal yang linier, sederhana . 2. Vulnerabilities factors (kerentanan): faktor pada diri anak yang meningkatkan kemungkinan berkembangnya psikopatologi pada anak tersebut.
  • 24.
    Istilah penting psikopatologi perkembangan 3. Potentiating factors (faktor penguat): faktor yang memperparah dampak suatu risiko. mis: Hubungan yang tidak akrab dengan tetangga memperparah dampak situasi lingkungan yang tidak aman.
  • 25.
    Istilah penting psikopatologi perkembangan 4. Protective factors (faktor pelindung): faktor yang mempertahankan atau meningkatkan perkembangan psikologis yang sehat. 5. Protective mechanism : mekanisme yang membuat suatu faktor memiliki kekuatan sebagai faktor pelindung
  • 26.
    Hubungan konteks –risiko – faktor - mekanisme Konteks Risiko Vulnerability Potentiating Faktor protektif Mekanisme protektif biologis Kelainan genetik Prenatal, masalah neurologis, gizi Temperamen sulit ( difficult ) Temperamen mudah ( easy ) meliputi semua konteks individual Inteligensi rendah Self esteem rendah Self control lemah Gender Planning ability Sociability lemah Inteligensi, kom-petensi, daya tarik fisik- kepribadian minimalkan: Dampak risiko Reaksi berantai neg. keluarga Insecure atachment Konflik ortu, violence, Abuse, neglect, batas tak jelas Hub ortu-anak Tak ada kepedulian atau kehangatan Positive, stable care, model kompeten, pengawasan ortu, hargai anak Self efficacy Coping skills Beri kesempatan sosial Teman antisosial Keterampilan sosial rendah teman sebaya ok Model dewasa ok kultural Kemiskinan, racism, prejudice, community violence Karakteristik pribadi tak sesuai budaya Nilai budaya positif Identitas etnik pos. Toleransi perbedaan
  • 27.
    Istilah penting psikopatologi perkembangan 6. Developmental pathways (jalur perkembangan): rangkaian saat-saat atau titik-titik di sepanjang masa kehidupan ketika suatu psikopatologi berkembang atau terjadi  di masa/tahap perkembangan mana dan bagaimana anak berkembang menjadi anak yang memiliki psikopatologi tertentu. 7. Developmental course (arah perkembangan): menunjukkan perkembangan psikopatologi atau gangguan yang dialami anak di masa yang akan datang  prognosis
  • 28.
    Istilah penting psikopatologi perkembangan 8. Developmental transformation : perubahan perwujudan tingkahlaku yang berkaitan dengan suatu gangguan dari waktu ke waktu. Gangguan yang mendasarinya tetap sama ( continue ), tapi tingkahlaku yang tampil berubah. 9. Transactional : psikopatologi berkembang akibat serangkaian transaksi dinamis, timbal balik antara anak dan konteks sosialnya
  • 29.
    Contoh Proses TransaksionalOrangtua cemas overprotective permissive Disiplin tidak konsisten, Terlalu menuntut Model kurang adekuat Anak tunggal sering sakit Anak manja Kurang kontrol diri Ego sentris, kurang PD Anak sulit diatur Gejala conduct disorder
  • 30.
    kelekatan kognitif biologismoral self Gender seksualitas emosional kultural sosial keluarga individual Wenar & Kerig Interaksi dinamis konteks dan variabel dari masa ke masa usia
  • 31.
    PSIKOPATOLOGI PERKEMBANGANGenetics Infeksi Neurologis Biokimiawi Neurotransmiter Reinforcement Modeling Operant respondent perkemb. Psikoseksual Struktur kepribadian Detreminant bawah-sadar Teori anomie Teori budaya kelas bawah Masalah anak sebagai gejala stres keluarga Faktor keluarga sbg penyebab anorexia Aliran Piaget Pemrosesan informasi Kognisi sosial biomedis behavioral psikodinamik sosiologis Sistem keluarga kognitif Paradigma mikro teori Achenbach, 1990
  • 32.
    Perspektif biologisGangguan psikologis didasari fungsi otak dan sistem persyarafan. interaksi biokimia dan hormon mempengaruhi pengalaman psikologis individu. Neural plasticity: pengalaman menentukan jejaring hubungan yang terbentuk di otak, berubah sesuai pengalaman dan penggunaan. Transaksi ( nature-nurture ) antara otak yang sedang berkembang dan pengalaman dalam lingkungan.
  • 33.
    Perspektif biologisFungsi bagian-bagian otak: thalamus, hypothalamus  atur emosi, tindakan. Sistem limbik: hippocampus, cingulate gyrus, septum, amygdala  mengatur pengalaman dan ekspresi emosi, kendali dorongan seks, aggresivitas, lapar, haus Sistem endokrin: produksi adrenalin sebagai respons terhadap stres, berkaitan dengan kecemasan, depresi, mood disorder.
  • 34.
    Neuro transmiter Fungsinormal Implikasi bagi psikopatologi Benzodia-zepin Meredakan arousal, respon emosional: marah, agresi, hostility Berkaitan dengan anxiety, discomfort Gangguan kecemasan dopamin Tuas pengatur neurotransmiter lain menghambat atau perlancar emosi, tindakan. exploratory, extroverted, pleasure-seeking activities. Schizophrenia Mood disorder ADHD norepinefrin Perlancar atau kendalikan reaksi terhadap keadaan bahaya, kegawatan. Mengatur emosi dan tindakan Secara umum m’atur kecenderungan tingkahlaku serotonin Pemrosesan info dan koordinasi gerak Menghambat eksplorasi Mengatur: makan, tidur, ekspresi marah Gangguan makan, tidur OCD, Schizophrenia, mood disorder
  • 35.
    Perspektif PsikologisEmosi dan ekspresi afektif merupakan elemen inti dari pengalaman individu. Emosi merupakan bentuk komunikasi yang memungkinkan anak menjelajah dunianya secara semakin mandiri. Reaktivitas emosi: ambang dan intensitas pengalaman emosional  indikasi tingkat distres dan kepekaan terhadap lingkungan
  • 36.
    Perspektif PsikologisRegulasi emosi meliputi mengatur peningkatan, mempertahankan, menghambat timbulnya emosi untuk tujuan tertentu. Masalah regulasi: kontrol lemah Masalah disregulasi: kontrol maladaptif Temperamen: Positive affect & approach: easy Fearful & inhibited: slow to warm up Negative affect & iiritability: difficult
  • 37.
    Klasifikasi dan diagnosis Klasifikasi: memilah dan menggolongkan dimensi atau kategori utama psikopatologi yang tampil dan keterkaitan antar kategori tersebut. Diagnosis: menetapkan kategori atau klasifikasi bagi suatu gejala atau sindrom (sekumpulan gejala yang sering ada bersama dan mengikuti jalur perkembangan yang sama)
  • 38.
    Kategori dan dimensi Klasifikasi kategoris : setiap gangguan secara jelas berbeda dan memiliki penyebab yang jelas. (mis: depresi, anxiety)  praktisi klinis Klasifikasi dimensional : banyak dimensi atau trait tingkahlaku yang bersifat independen dan semua anak memilikinya dengan kadar yang berbeda-beda. Mis: pada dimensi withdrawal S berada di atas rata-rata (clinical range).  penelitian
  • 39.
    DSM – IV– TR (APA, 2000) Sistem diagnostik multiaksial (5 aksis): Axis I Clinical disorder Other conditions that may be a focus of clinical attention Axis II Personality disorder Mental retardation Axis III General medical conditions Axis IV Psychosocial & environmental problems Axis V Global assessment of functioning
  • 40.
    ICD-10 International Classificationof Diseases Axis I Clinical Psychiatric Syndrome Axis II Specific Disorders of psychological Development Axis III Intellectual level Axis IV Medical condition Axis V Associated Abnormal Psychosocial Situations Axis VI Global Assessment of Psychological Disability
  • 41.
    ICDL – DMIC (ICDL, 2005) Diagnostic Manual for Infancy and Early Childhood Interdisciplinary Council on Developmental and Learning Disorder
  • 42.
    ICDL - DMICAxis I Primary diagnosis Axis II Functional Emotional Developmental Capacities Axis III Regulatory-Sensory Processing Capacities Axis IV Language Capacities Axis V Visuospatial Capacities Axis VI Child Caregiver and Family Patterns Axis VII Stress Axis VIII Other Medical and Neurological Disorder