Penelitian Studi
Kasus
Mulyadi, Husnul Haniyah, Rifko Wahyu
Prasetyo, Eka Puspitasari
Studi Kasus (Case Study)
Studi kasus
merupakan
pendekatan penelitian
kualitatif yang
digunakan untuk
memahami suatu isu
atau permasalahan
dengan menggunakan
suatu kasus
Creswell, 2007
Case study atau studi
kasus adalah suatu
inkuiri empiris yang
menyelidiki fenomena
di dalam konteks
kehidupan nyata,
bilamana batas- batas
antara fenomena dan
konteks tak tampak
dengan tegas dan
dimana multisumber
bukti dimanfaatkan
Robert K.Yin, 2002
Stake (2005) mengungkapkan bahwa
penelitian studi kasus bertujuan untuk
mengungkap kekhasan atau keunikan
karakteristik yang terdapat di dalam kasus
yang diteliti. Kasus itu sendiri merupakan
penyebab dilakukannya penelitian studi kasus
oleh karena itu tujuan dan fokus utama dari
penelitian studi kasus adalah pada kasus yang
menjadi objek penelitian. Kasus yang
dimaksud itu bisa orang atau kelompok,
organisasi, komunitas, program, proses,
kebijakan, praktik, institusi dan kejadian
tertentu yang biasa dikaitkan dengan
keputusan
Tujuan Penelitian Studi
Kasus
1. Studi kasus intrinsik (intrinsic
case study) adalah kasus yang
dipelajari mendalam mengandung
banyak hal menarik yang akan
diteliti atau dipelajari (intrinsic
interest)
Jenis-Jenis Penelitian Studi
Kasus
Menurut Dewi dan Hidayah, (2019:7)
terdapat 3 jenis-jenis penelitian dalam
studi kasus
2. Studi kasus instrumental
(instrumental case study) adalah
kasus untuk memperbaiki atau
menyempurnakan suatu teori
baru, minat untuk mempelajarinya
terdapat diluar kasus (intrinsic
external)
Jenis-Jenis Penelitian Studi
Kasus
3. Studi kasus kolektif (collective
case study) adalah kasus yang
dipelajari secara mendalam tetapi
merupakan kasus dari beberapa
kelompok kasus
Menurut Suwartono, (2014:41)
pengumpulan data adalah berbagai cara
yang digunakan untuk mengumpulkan
data, menghimpun, mengambil atau
menjaring data penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Rahardjo, (2017:11) selain wawancara
mendalam ada lima jenis teknik
pengumpulan data pada studi kasus,
diantaranya dokumentasi, observasi
langsung, observasi terlibat (participant
observation) dan artifak fisik
Menurut Dewi dan Hidayah,
(2019 : 14) yaitu observasi,
wawancara, dan dokumentasi
Validasi data
Menurut Sugiono (2007:363) terdapat
dua macam validitas penelitian, yaitu
validitas internal dan validitas eksternal.
1. Triangulasi data
2. Member Checking
3. Waktu yang lama dan
observasi berulang di
lokasi penelitian
4. Pemeriksaan oleh
sesame peneliti (Peer
Examination)
5. Pola partisipatoris
Strategi-Strategi yang perlu di terapkan untuk mengukur
validitas data penelitian kualitatif
Validitas eksternal strategi utama yang dapat
di terapkan
3
menyediakan deskripsi yang
kaya, padat, dan terperinci
sehingga setiap orang yang
tertarik membaca hasil
penelitian memiliki
perbandingan kerangka kerja
di terapkan triangulasi dan
beberapa metode lain dalam
pengumpulan dan analisis
data, yang memperkuat
reliabilitas dan validitas
internal
strategi pengumpulan dan
analisis data harus di laporkan
secara detail untuk memberikan
gambaran yang jelas dan akurat
mengenai metode yang di
gunakan dalam penelitian, semua
tahan dalam penelitian harus di
periksa oleh seorang auditor luar,
yang sudah berpengalaman
dalam metode penelitian kualitatif.
1 2
Studi kasus merupakan
sarana utama bagi
penelitian etnik, yakni
menyajikan pandangan
subjek yang di teliti.
01
Studi kasus merupakan
sarana efektif untuk
menunjukan hubungan
antara peneliti dengan
subjek atau informan
03
Studi kasus menyajikan
uraian menyeluruh yang
mirip dengan yang di
alami pembaca dalam
kehidupan sehari-hari
02
Studi kasus memungkinkan
pembaca untuk menemukan
konsistensi internal yang tidak
hanya merupakan konsistensi
gaya dan konsistensi factual
tetapi juga keterpercayaan
04
Manfaat Penelitian
Studi Kasus
Studi kasus
memberikan”uraian
tebal” yang
diperlukan bagi
penilaian atas
transferabilitas
05
Studi kasus terbuka
bagi penilaian atas
konteks yang turut
berperan bagi
pemaknaan atas
fenomena dalam
konteks tersebut
06
Manfaat Penelitian
Studi Kasus
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN STUDI KASUS
Pemilihan Tema
Kasus
01
Pengumpulan Data dan
Penyempurnaan data
04
Kajian Literatur
02
Pengolahan Data dan
Analisis Data
05
Merumuskan Masalah
Penelitian
03
Dialog Teoritik
06
Triangulasi
Temuan
07
Simpulan Hasil
Penelitian
08
Laporan
Penelitian
09
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN STUDI KASUS
Kelebihan
Studi Kasus
Studi kasus mampu mengungkap hal-hal yang
spesifik, unik dan hal-hal yang amat mendetail yang
tidak dapat diungkap oleh studi yang lain. Studi kasus
mampu mengungkap makna di balik fenomena dalam
kondisi apa adanya atau natural.
01
Studi kasus tidak sekedar memberi laporan faktual,
tetapi juga memberi nuansa, suasana kebatinan dan
pikiran-pikiran yang berkembang dalam kasus yang
menjadi bahan studi yang tidak dapat ditangkap oleh
penelitian kuantitatif yang sangat ketat.
.
02
01
Dari kacamata penelitian kuantitatif, studi
kasus dipersoalkan dari segi validitas,
reliabilitas dan generalisasi. Namun studi
kasus yang sifatnya unik dan kualitatif
tidak dapat diukur dengan parameter
yang digunakan dalam penelitian
kuantitatif, yang bertujuan untuk mencari
generalisasi.
Kelemahan Studi Kasus
Penelitian Studi Kasus .pptx

Penelitian Studi Kasus .pptx

  • 1.
    Penelitian Studi Kasus Mulyadi, HusnulHaniyah, Rifko Wahyu Prasetyo, Eka Puspitasari
  • 2.
    Studi Kasus (CaseStudy) Studi kasus merupakan pendekatan penelitian kualitatif yang digunakan untuk memahami suatu isu atau permasalahan dengan menggunakan suatu kasus Creswell, 2007 Case study atau studi kasus adalah suatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas- batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas dan dimana multisumber bukti dimanfaatkan Robert K.Yin, 2002
  • 3.
    Stake (2005) mengungkapkanbahwa penelitian studi kasus bertujuan untuk mengungkap kekhasan atau keunikan karakteristik yang terdapat di dalam kasus yang diteliti. Kasus itu sendiri merupakan penyebab dilakukannya penelitian studi kasus oleh karena itu tujuan dan fokus utama dari penelitian studi kasus adalah pada kasus yang menjadi objek penelitian. Kasus yang dimaksud itu bisa orang atau kelompok, organisasi, komunitas, program, proses, kebijakan, praktik, institusi dan kejadian tertentu yang biasa dikaitkan dengan keputusan Tujuan Penelitian Studi Kasus
  • 4.
    1. Studi kasusintrinsik (intrinsic case study) adalah kasus yang dipelajari mendalam mengandung banyak hal menarik yang akan diteliti atau dipelajari (intrinsic interest) Jenis-Jenis Penelitian Studi Kasus Menurut Dewi dan Hidayah, (2019:7) terdapat 3 jenis-jenis penelitian dalam studi kasus
  • 5.
    2. Studi kasusinstrumental (instrumental case study) adalah kasus untuk memperbaiki atau menyempurnakan suatu teori baru, minat untuk mempelajarinya terdapat diluar kasus (intrinsic external) Jenis-Jenis Penelitian Studi Kasus 3. Studi kasus kolektif (collective case study) adalah kasus yang dipelajari secara mendalam tetapi merupakan kasus dari beberapa kelompok kasus
  • 6.
    Menurut Suwartono, (2014:41) pengumpulandata adalah berbagai cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, menghimpun, mengambil atau menjaring data penelitian Teknik Pengumpulan Data
  • 7.
    Rahardjo, (2017:11) selainwawancara mendalam ada lima jenis teknik pengumpulan data pada studi kasus, diantaranya dokumentasi, observasi langsung, observasi terlibat (participant observation) dan artifak fisik Menurut Dewi dan Hidayah, (2019 : 14) yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi
  • 8.
    Validasi data Menurut Sugiono(2007:363) terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal dan validitas eksternal.
  • 9.
    1. Triangulasi data 2.Member Checking 3. Waktu yang lama dan observasi berulang di lokasi penelitian 4. Pemeriksaan oleh sesame peneliti (Peer Examination) 5. Pola partisipatoris Strategi-Strategi yang perlu di terapkan untuk mengukur validitas data penelitian kualitatif
  • 10.
    Validitas eksternal strategiutama yang dapat di terapkan 3 menyediakan deskripsi yang kaya, padat, dan terperinci sehingga setiap orang yang tertarik membaca hasil penelitian memiliki perbandingan kerangka kerja di terapkan triangulasi dan beberapa metode lain dalam pengumpulan dan analisis data, yang memperkuat reliabilitas dan validitas internal strategi pengumpulan dan analisis data harus di laporkan secara detail untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai metode yang di gunakan dalam penelitian, semua tahan dalam penelitian harus di periksa oleh seorang auditor luar, yang sudah berpengalaman dalam metode penelitian kualitatif. 1 2
  • 11.
    Studi kasus merupakan saranautama bagi penelitian etnik, yakni menyajikan pandangan subjek yang di teliti. 01 Studi kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukan hubungan antara peneliti dengan subjek atau informan 03 Studi kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan yang di alami pembaca dalam kehidupan sehari-hari 02 Studi kasus memungkinkan pembaca untuk menemukan konsistensi internal yang tidak hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi factual tetapi juga keterpercayaan 04 Manfaat Penelitian Studi Kasus
  • 12.
    Studi kasus memberikan”uraian tebal” yang diperlukanbagi penilaian atas transferabilitas 05 Studi kasus terbuka bagi penilaian atas konteks yang turut berperan bagi pemaknaan atas fenomena dalam konteks tersebut 06 Manfaat Penelitian Studi Kasus
  • 13.
    LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN STUDI KASUS PemilihanTema Kasus 01 Pengumpulan Data dan Penyempurnaan data 04 Kajian Literatur 02 Pengolahan Data dan Analisis Data 05 Merumuskan Masalah Penelitian 03 Dialog Teoritik 06
  • 14.
  • 15.
    Kelebihan Studi Kasus Studi kasusmampu mengungkap hal-hal yang spesifik, unik dan hal-hal yang amat mendetail yang tidak dapat diungkap oleh studi yang lain. Studi kasus mampu mengungkap makna di balik fenomena dalam kondisi apa adanya atau natural. 01 Studi kasus tidak sekedar memberi laporan faktual, tetapi juga memberi nuansa, suasana kebatinan dan pikiran-pikiran yang berkembang dalam kasus yang menjadi bahan studi yang tidak dapat ditangkap oleh penelitian kuantitatif yang sangat ketat. . 02
  • 16.
    01 Dari kacamata penelitiankuantitatif, studi kasus dipersoalkan dari segi validitas, reliabilitas dan generalisasi. Namun studi kasus yang sifatnya unik dan kualitatif tidak dapat diukur dengan parameter yang digunakan dalam penelitian kuantitatif, yang bertujuan untuk mencari generalisasi. Kelemahan Studi Kasus