BAKTERI DAN ARCHAEA
Muhammad Iqbal Filayani S.Si., M.Si.
 Organisme prokariotik dikelompokkan
menjadi 2:
 Eubakteria
 Archaeabakteria
BAKTERI
 Morfologi Bakteri
o Coccus (Bulat)
o Bacillus (Batang)
o Berfilamen
o Vibrio
o Bakteri bertsngkai
4
3
2
1
1. Bacillus
Salmonella typhimurium
B. anthracis
2. Coccus
Staphylococcus aureus
Sarcina
3. Spiral
Spirillum
Vibrio
2. Other shapes
Streptomyces (filamentous)
Leptothrix
(sheathed)
Prosthecomicrobium (star-
shaped)
Yersinia pestis
(pleumorfic)
Alysiella filiformis
(tricome-shaped)
Galionella
Square
bacteria
Struktur sel bakteri
 Sebuah membran sel, yang selalu dikelilingi
dinding sel dan kadang-kadang oleh lapisan
luar tambahan
 Sitoplasma internal dengan ribosom, daerah
inti, dan ada beberapa yang memiliki granul
atau vesikula
 Berbagai ragam struktur luar seperti kapsul,
flagela dan pili
Dinding sel
1. Peptidoglikan (murein) polimer besar disakarida
yang dihubungkan oleh ikatan kovalen
 Tersusun atas monosakarida N-
acetylglucosamine (NAG) dan N-acetylmuramic
(NAM)
 NAG dan NAM melekat pada suatu peptida yang
terdiri dari 4 asam amino (L-alanin, D-alanin,
asam D-glutamat, (lisin atau asam
diaminopimelat)) saling berikatan dengan ikatan
β-1-4-glukosida membentuk rantai tetrapeptida
 Dinding sel bakteri Gram positif mengandung
banyak lapisan peptidoglikan (tebal dan
kaku), serta mengandung asam teikoat
(gliserol atua robitol dan fosfat)
 Asam teikoat ada 2 macam: asam lipoteikoat
dan wall teichoid acid
 Dinding sel bakteri Gram negatif
mengandung satu atu beberapa lapis
peptidoglikan dan outer membrane
 Peptidoglikan terikat pada lipoprotein pada
membran luar
 Terdapat daerah periplasma yang berisikan
enzim degradasi konsentrasi tinggi serta
protein-protein transpor
 Dinding sel bakteri Gram negatif tidak
mengandung asam teikoat
 Bakteri genus Mycoplasma tidak memilki
dinding sel dan tersusun atas sterol saja
untuk melindungi dari lisis
Membran Luar
 Pertama kali ditemukan pada bakteri Gram
negatif, membran berlapis dua
 Membentuk lapisan terluar dari dinding sel
dan melekat pada peptidoglikan
 Bertindak sebagai penyaring dan
memberikan kontrol terhadap gerakan
substansi yang keluar masuk sel
 Memiliki antigen permukaan dan reseptor
 Lipopolisakarida (LPS) dipakai untuk
mengidentifikasi bakteri Gram negatif
 LPS terdiri dari polisakarida dan Lipida A
 Karakteristik lain yg membedakan bakteri
adalah adanya celah diantara membran sel
(Ruang Periplasmik)
 Membran sel yang terletak di bawah
dinding sel
 Fungsi : mengendalikan lalu lalang sistem
kimiawi (ion-ion mineral, gula, asam
amino, elektron, metabolit lain) dalam sel
 Cara : difusi pasif dan transport aktif
Membran Plasma
MESOSOM
 Lanjutan membran sitoplasma ke arah dalam
/invaginasi ,membran sel kedalam sitoplasma
 Fungsi : sintetis dinding sel dan pembelahan
 Dijumpai bermula pada titik tempat membran
mulai invaginasi sebelum terjadinya pembelahan
 Melekat pada nukleus
Struktur di dalam sitoplasma
 Bahan yang dikandung dalam sitoplasma
 1. daerah sitoplasma
Granuler, kaya akan RNA
 2. daerah kromatin/nukleus
Kaya akan DNA
 3. tubuh inklusi
DAERAH SITOPLASMA
 Banyak mengandung partikel RNA –
protein, ribosom terkemas padat di
seluruh daerah sitoplasma
 Fungsi : biosintesa protein
DAERAH NUKLEUS
 Bahan nukleus/DNA di dalam sel bakteri
menempati posisi : dekat pusat sel, terikat pada
sistem mesosom sitoplasma
 Merupakan alat genetik/genom bakteri, yang
terdiri dari : kromosom tunggal dan bundar,
tempat semua genom berpautan
 Bahan nukleus bakteri : tubuh kromatin,
nukleoid, kromosom bakteri
Plasmids
INKLUSI SITOPLASMA
 Kumpulan berbagai substansi kimiawi yang
menumpuk dan membentuk granula serta
globul di dalam sitoplasma
 Contoh : bakteri belerang mempunyai inklusi
belerang
 Inklusi bisa berisi : polifospat, lipid, glikogen,
pati
Inklusi
PROTOPLAS
 Protoplas adalah isi sitoplasma yang dikelilingi
oleh membran sitoplasma
 Ciri protoplas adalah :
 tidak mempunyai dinding sel,
 tidak dapat membelah diri,
 tidak membentuk dinding sel,
 tidak rentan terhadap infeksi oleh bakteriofage
 Protoplas mengambil bentuk bola, karena tidak
memiliki dinding sel luar
SFEROPLAS
 Sferoplas isi sitoplasma yang dikelilingi oleh
membran sitoplasma, tetapi masih belum
terbebas dari bahan dinding sel
SPORA
 Bagian sel bakteri yang secara metabolik dorman,
dihasilkan pada fase yang lanjut dari pertumbuhan
sel
 Pada kondisi yang sesuai akan berkecambah dan
menghasilkan sel yang sama seperti aslinya (sel
vegetatif)
 Spora bersifat tahan terhadap banyak bahan fisik
dan kimiawi
 Ada 2 bentuk :
 Di luar sel vegetatif (eksospora) : Streptomyces
 Di dalam sel vegetatif (endospora ) : Bacillus
EKSOSPORA
 Spora eksternal
 Misal : Streptomyces menghasilkan serantaian
spora (konidia) yang disangga di ujung hifa,
suatu filamen vegetatif
 Proses pembentukan spora baketri serupa
dengan pada beberapa cendawan
Streptomyces sp dan berbagai
kapang
ENDOSPORA
 Hanya terdapat pada baketri
 Merupakan tubuh berdinding tebal, sangat refraktif, dan
sangat resisten
 Dihasilkan oleh semua spesies Bacillus, Chlostridium, dan
Sporosarcina
 Semua endospora bakteri mengandung sejumlah besar
asam dipikolinat, suatu substansi yang tidak terdeteksi pada
sel-sel vegetatif, dan kalsium
 Asam dipikolinat merupakan 5 -10 % dari berat kering
endospora
 Diduga lapisan korteks endospora terbuat dari kompleks Ca-
asam dipikolinat-peptidoglikan
ENDOSPORA
 Letak endospora di dalam sel serta ukurannya
selama pembentukannya tidak sama bagi semua
spesies.
 Contoh :
 Bacillus cereus ( spora eliptical, sentral)
 Chlostridium tetani (spora bola, terminal)
 Chlostridium subterminal (ovoid, subterminal)
 Spora sangat resisten terhadap kondisi fisik yang
kurang menguntungkan seperti suhu tinggi dan
kekeringan serta bahan kimia
Endospore Production
Struktur Endospora
Various types endospore
in bacteria
1.Round; 2. Ellipsoidal;
3. Ova; 4.Cylindrical;
5. Kidney shaped 6.
Banana shaped
Endospora pada bakteri
Struktur luar Bakteri
Flagellum Structure Flagela :
Struktur granuler tepat dibawah
membran sel di dalam sitoplasma
Fungsinya untuk motilitas
Tersusun dari 3 bagian :
tubuh dasar, struktur seperti kait,
sehelai filamen panjang di luar sel
Terdiri dari protein (flagelin)
Jumlah dan pola perlekatannya
menjadikan dasar klasifikasi bakteri
Bisa dilihat di mikroskop dengan
pewarnaan khusus,
Diamati pergerakannya dengan
preparat basah
Fili
 Disebut philus (jamak) /fimbrae
 Ukuran lebih kecil, lebih pendek, lebih banyak dari
flagela
 Hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron
 Tidak berfungsi untuk motilitas
 Dijumpai pada spesies motil dan non
 Fungsi : melekat pada permukaan
Pintu gerbang masuknya bahan genetik
By genetically altering the
adhesive tips of their pili,
certain bacteria are able to:
1) adhere to and colonize
different cell types with
different receptors, and
2) evade antibodies made
against the previous pili
Pili
Kapsul • Lapisan kental/lendir yang
mengelilingi bakteri
• Ukuran bergantung pada media
dan kondisi lingkungan
• Disekresikan oleh sel bakteri
• Tidak mudah lepas dari sel
• Fungsi :
melindungi sel bakteri
cadangan makanan
Virulensi (menginfeksi)
Kapsul
S. pneumoniae
DAMPAK KEBERADAAN BAKTERI
BERKAPSUL
Menyumbat filter
Berkembangnya lapisan yang tidak
dikehendaki pada perangkat/pipa
Mempengaruhi kualitas produk akhir
Lapisan lendir
SELONGSONG
 Selubung sel yang terdiri dari senyawa logam yang
tidak larut seperti feri dan mangan oksida,
mengendap disekitar sel sebagai produk dari
kegiatan metabolik bakteri
 Dibentuk oleh sel bakteri dari senyawa besi dan
mangan terlarut yang ada di lingkungan
 Sel yang terbungkus merupakan sel –sel tunggal
tetapi menyerupai filamen
 Dijadikan dasar pengelompokan bakteri
 Bakteri selongsong ditemukan di perairan tawar
yang kaya bahan organik, air kotor
Genus :
Sphaerotilus,
Leptothrix,
Haliscomenobacter
,
Lieskeella,
Phragmidiothrix,
Crenothrix
Bakteri Berselongsong
TANGKAI
 Pembentukan asesori setengah kaku yang
memanjang dari sel
 Diameter lebih kecil dari sel
 Tangkai mempunyai substansi yang lengket di
ujung yang jauh, berfungsi untuk melekatkan
pada permukaan padat
 Habitat : di lingkungan air (tawar dan asin)
 Contoh : Caulobacter sp.
Caulobacter sp.
Caulobacter crescentus dividing into a stalk daughter
cell (top) and a motile daughter cell with a flagellum
ARCHAEA
 Dibedakan dari bakteri lain (eubakteria)
perbedaan fenotipe yang sangat terspesialisasi
 Halobacteria ex: Halobacterium, Haloferax,
Halococcus. Bersifat aerob dan heterotrof,
pertumbuhan optimal pada kadar garam 3,5-5 M
NaCl.
 Termoasidofilik ex: Thermoplasma acidophilus
tdk memiliki dinding sel, tumbuh optimum pada
suhu 59 0C dan pH 1-2. Thermoproteales
optimum pada suhu 85-105 0C. Sulfolobus sp. pH
optimum 2 suhu 70 0C.
 Metanogenik kelompok yang anaerob dan
menghasilkan metan genus
Methanobacterium.
 Bentuk Archaea menyerupai eubakteria, ada
beberapa genus memiliki bentuk yang tidak
biasa ex Pyrodictium abyssi berbentuk serupa
cakram dengan jalinan benang-benang
tubulus disekitarnya
 Beberpa digolongkan Gram negatif
selebihnya Gram positif
Membran Plasma
 Memiliki kandungan protein yang sangat
tinggi , bermacam macam jenis lipid
(fosfolipid, sulfolipid, glikolipid dan non polar
isoprenoid lipid)
 Membran plasma lipid bilayer tersusun atas
lipid gliserol dieter yang analog dengan
eukariotik, namun beberapa ada yang
monolayer yang tersusun atas lipid gliserol
tetraeter
 Gliserol pada Archaea merupakan
stereoisomer dari gliserol pada sel bakteri
 Membran plasma tersusun atan L-gliserol
 Rantai samping yang ditambahkan pada
gliserol Archaea terikat menggunakan ikatan
eter
 Rantai samping untuk membentuk fosfolipid
Arcahea tidak menggunakan asam lemak tapi
menggunakan 20 atom karbon isoprena
Dinding Sel
 Dinding sel terdiri dari pseudopeptidoglikan
substansi serupa peptidoglikan yang
mengandung N-acetyltalosaminuronic acid ,
metanokondritin, protein, glikoprotein
 Tidak peka terhadap antibiotik pinisilin dan
sefalosporin

PEMBAHASAN MENGENAI BAKTERI DAN ARCHAEA.pptx

  • 1.
    BAKTERI DAN ARCHAEA MuhammadIqbal Filayani S.Si., M.Si.
  • 2.
     Organisme prokariotikdikelompokkan menjadi 2:  Eubakteria  Archaeabakteria
  • 3.
    BAKTERI  Morfologi Bakteri oCoccus (Bulat) o Bacillus (Batang) o Berfilamen o Vibrio o Bakteri bertsngkai
  • 5.
    4 3 2 1 1. Bacillus Salmonella typhimurium B.anthracis 2. Coccus Staphylococcus aureus Sarcina 3. Spiral Spirillum Vibrio
  • 6.
    2. Other shapes Streptomyces(filamentous) Leptothrix (sheathed) Prosthecomicrobium (star- shaped) Yersinia pestis (pleumorfic) Alysiella filiformis (tricome-shaped) Galionella Square bacteria
  • 7.
    Struktur sel bakteri Sebuah membran sel, yang selalu dikelilingi dinding sel dan kadang-kadang oleh lapisan luar tambahan  Sitoplasma internal dengan ribosom, daerah inti, dan ada beberapa yang memiliki granul atau vesikula  Berbagai ragam struktur luar seperti kapsul, flagela dan pili
  • 9.
    Dinding sel 1. Peptidoglikan(murein) polimer besar disakarida yang dihubungkan oleh ikatan kovalen  Tersusun atas monosakarida N- acetylglucosamine (NAG) dan N-acetylmuramic (NAM)  NAG dan NAM melekat pada suatu peptida yang terdiri dari 4 asam amino (L-alanin, D-alanin, asam D-glutamat, (lisin atau asam diaminopimelat)) saling berikatan dengan ikatan β-1-4-glukosida membentuk rantai tetrapeptida
  • 11.
     Dinding selbakteri Gram positif mengandung banyak lapisan peptidoglikan (tebal dan kaku), serta mengandung asam teikoat (gliserol atua robitol dan fosfat)  Asam teikoat ada 2 macam: asam lipoteikoat dan wall teichoid acid  Dinding sel bakteri Gram negatif mengandung satu atu beberapa lapis peptidoglikan dan outer membrane
  • 12.
     Peptidoglikan terikatpada lipoprotein pada membran luar  Terdapat daerah periplasma yang berisikan enzim degradasi konsentrasi tinggi serta protein-protein transpor  Dinding sel bakteri Gram negatif tidak mengandung asam teikoat
  • 14.
     Bakteri genusMycoplasma tidak memilki dinding sel dan tersusun atas sterol saja untuk melindungi dari lisis
  • 15.
    Membran Luar  Pertamakali ditemukan pada bakteri Gram negatif, membran berlapis dua  Membentuk lapisan terluar dari dinding sel dan melekat pada peptidoglikan  Bertindak sebagai penyaring dan memberikan kontrol terhadap gerakan substansi yang keluar masuk sel  Memiliki antigen permukaan dan reseptor
  • 16.
     Lipopolisakarida (LPS)dipakai untuk mengidentifikasi bakteri Gram negatif  LPS terdiri dari polisakarida dan Lipida A  Karakteristik lain yg membedakan bakteri adalah adanya celah diantara membran sel (Ruang Periplasmik)
  • 17.
     Membran selyang terletak di bawah dinding sel  Fungsi : mengendalikan lalu lalang sistem kimiawi (ion-ion mineral, gula, asam amino, elektron, metabolit lain) dalam sel  Cara : difusi pasif dan transport aktif Membran Plasma
  • 18.
    MESOSOM  Lanjutan membransitoplasma ke arah dalam /invaginasi ,membran sel kedalam sitoplasma  Fungsi : sintetis dinding sel dan pembelahan  Dijumpai bermula pada titik tempat membran mulai invaginasi sebelum terjadinya pembelahan  Melekat pada nukleus
  • 19.
    Struktur di dalamsitoplasma  Bahan yang dikandung dalam sitoplasma  1. daerah sitoplasma Granuler, kaya akan RNA  2. daerah kromatin/nukleus Kaya akan DNA  3. tubuh inklusi
  • 20.
    DAERAH SITOPLASMA  Banyakmengandung partikel RNA – protein, ribosom terkemas padat di seluruh daerah sitoplasma  Fungsi : biosintesa protein
  • 21.
    DAERAH NUKLEUS  Bahannukleus/DNA di dalam sel bakteri menempati posisi : dekat pusat sel, terikat pada sistem mesosom sitoplasma  Merupakan alat genetik/genom bakteri, yang terdiri dari : kromosom tunggal dan bundar, tempat semua genom berpautan  Bahan nukleus bakteri : tubuh kromatin, nukleoid, kromosom bakteri
  • 22.
  • 23.
    INKLUSI SITOPLASMA  Kumpulanberbagai substansi kimiawi yang menumpuk dan membentuk granula serta globul di dalam sitoplasma  Contoh : bakteri belerang mempunyai inklusi belerang  Inklusi bisa berisi : polifospat, lipid, glikogen, pati
  • 24.
  • 25.
    PROTOPLAS  Protoplas adalahisi sitoplasma yang dikelilingi oleh membran sitoplasma  Ciri protoplas adalah :  tidak mempunyai dinding sel,  tidak dapat membelah diri,  tidak membentuk dinding sel,  tidak rentan terhadap infeksi oleh bakteriofage  Protoplas mengambil bentuk bola, karena tidak memiliki dinding sel luar
  • 26.
    SFEROPLAS  Sferoplas isisitoplasma yang dikelilingi oleh membran sitoplasma, tetapi masih belum terbebas dari bahan dinding sel
  • 27.
    SPORA  Bagian selbakteri yang secara metabolik dorman, dihasilkan pada fase yang lanjut dari pertumbuhan sel  Pada kondisi yang sesuai akan berkecambah dan menghasilkan sel yang sama seperti aslinya (sel vegetatif)  Spora bersifat tahan terhadap banyak bahan fisik dan kimiawi  Ada 2 bentuk :  Di luar sel vegetatif (eksospora) : Streptomyces  Di dalam sel vegetatif (endospora ) : Bacillus
  • 28.
    EKSOSPORA  Spora eksternal Misal : Streptomyces menghasilkan serantaian spora (konidia) yang disangga di ujung hifa, suatu filamen vegetatif  Proses pembentukan spora baketri serupa dengan pada beberapa cendawan
  • 29.
    Streptomyces sp danberbagai kapang
  • 30.
    ENDOSPORA  Hanya terdapatpada baketri  Merupakan tubuh berdinding tebal, sangat refraktif, dan sangat resisten  Dihasilkan oleh semua spesies Bacillus, Chlostridium, dan Sporosarcina  Semua endospora bakteri mengandung sejumlah besar asam dipikolinat, suatu substansi yang tidak terdeteksi pada sel-sel vegetatif, dan kalsium  Asam dipikolinat merupakan 5 -10 % dari berat kering endospora  Diduga lapisan korteks endospora terbuat dari kompleks Ca- asam dipikolinat-peptidoglikan
  • 31.
    ENDOSPORA  Letak endosporadi dalam sel serta ukurannya selama pembentukannya tidak sama bagi semua spesies.  Contoh :  Bacillus cereus ( spora eliptical, sentral)  Chlostridium tetani (spora bola, terminal)  Chlostridium subterminal (ovoid, subterminal)  Spora sangat resisten terhadap kondisi fisik yang kurang menguntungkan seperti suhu tinggi dan kekeringan serta bahan kimia
  • 32.
  • 33.
    Struktur Endospora Various typesendospore in bacteria 1.Round; 2. Ellipsoidal; 3. Ova; 4.Cylindrical; 5. Kidney shaped 6. Banana shaped
  • 34.
  • 35.
  • 36.
    Flagellum Structure Flagela: Struktur granuler tepat dibawah membran sel di dalam sitoplasma Fungsinya untuk motilitas Tersusun dari 3 bagian : tubuh dasar, struktur seperti kait, sehelai filamen panjang di luar sel Terdiri dari protein (flagelin) Jumlah dan pola perlekatannya menjadikan dasar klasifikasi bakteri Bisa dilihat di mikroskop dengan pewarnaan khusus, Diamati pergerakannya dengan preparat basah
  • 37.
    Fili  Disebut philus(jamak) /fimbrae  Ukuran lebih kecil, lebih pendek, lebih banyak dari flagela  Hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron  Tidak berfungsi untuk motilitas  Dijumpai pada spesies motil dan non  Fungsi : melekat pada permukaan Pintu gerbang masuknya bahan genetik
  • 38.
    By genetically alteringthe adhesive tips of their pili, certain bacteria are able to: 1) adhere to and colonize different cell types with different receptors, and 2) evade antibodies made against the previous pili Pili
  • 39.
    Kapsul • Lapisankental/lendir yang mengelilingi bakteri • Ukuran bergantung pada media dan kondisi lingkungan • Disekresikan oleh sel bakteri • Tidak mudah lepas dari sel • Fungsi : melindungi sel bakteri cadangan makanan Virulensi (menginfeksi) Kapsul S. pneumoniae
  • 40.
    DAMPAK KEBERADAAN BAKTERI BERKAPSUL Menyumbatfilter Berkembangnya lapisan yang tidak dikehendaki pada perangkat/pipa Mempengaruhi kualitas produk akhir
  • 41.
  • 42.
    SELONGSONG  Selubung selyang terdiri dari senyawa logam yang tidak larut seperti feri dan mangan oksida, mengendap disekitar sel sebagai produk dari kegiatan metabolik bakteri  Dibentuk oleh sel bakteri dari senyawa besi dan mangan terlarut yang ada di lingkungan  Sel yang terbungkus merupakan sel –sel tunggal tetapi menyerupai filamen  Dijadikan dasar pengelompokan bakteri  Bakteri selongsong ditemukan di perairan tawar yang kaya bahan organik, air kotor
  • 43.
  • 44.
    TANGKAI  Pembentukan asesorisetengah kaku yang memanjang dari sel  Diameter lebih kecil dari sel  Tangkai mempunyai substansi yang lengket di ujung yang jauh, berfungsi untuk melekatkan pada permukaan padat  Habitat : di lingkungan air (tawar dan asin)  Contoh : Caulobacter sp.
  • 45.
    Caulobacter sp. Caulobacter crescentusdividing into a stalk daughter cell (top) and a motile daughter cell with a flagellum
  • 46.
    ARCHAEA  Dibedakan daribakteri lain (eubakteria) perbedaan fenotipe yang sangat terspesialisasi  Halobacteria ex: Halobacterium, Haloferax, Halococcus. Bersifat aerob dan heterotrof, pertumbuhan optimal pada kadar garam 3,5-5 M NaCl.  Termoasidofilik ex: Thermoplasma acidophilus tdk memiliki dinding sel, tumbuh optimum pada suhu 59 0C dan pH 1-2. Thermoproteales optimum pada suhu 85-105 0C. Sulfolobus sp. pH optimum 2 suhu 70 0C.
  • 47.
     Metanogenik kelompokyang anaerob dan menghasilkan metan genus Methanobacterium.  Bentuk Archaea menyerupai eubakteria, ada beberapa genus memiliki bentuk yang tidak biasa ex Pyrodictium abyssi berbentuk serupa cakram dengan jalinan benang-benang tubulus disekitarnya  Beberpa digolongkan Gram negatif selebihnya Gram positif
  • 48.
    Membran Plasma  Memilikikandungan protein yang sangat tinggi , bermacam macam jenis lipid (fosfolipid, sulfolipid, glikolipid dan non polar isoprenoid lipid)  Membran plasma lipid bilayer tersusun atas lipid gliserol dieter yang analog dengan eukariotik, namun beberapa ada yang monolayer yang tersusun atas lipid gliserol tetraeter
  • 49.
     Gliserol padaArchaea merupakan stereoisomer dari gliserol pada sel bakteri  Membran plasma tersusun atan L-gliserol  Rantai samping yang ditambahkan pada gliserol Archaea terikat menggunakan ikatan eter  Rantai samping untuk membentuk fosfolipid Arcahea tidak menggunakan asam lemak tapi menggunakan 20 atom karbon isoprena
  • 50.
    Dinding Sel  Dindingsel terdiri dari pseudopeptidoglikan substansi serupa peptidoglikan yang mengandung N-acetyltalosaminuronic acid , metanokondritin, protein, glikoprotein  Tidak peka terhadap antibiotik pinisilin dan sefalosporin