Morfologi, Struktur dan
Fisiologi Bakteri
PROGRAM STUDI DIII
TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
UNIVERSITAS MEGA REZKY MAKASSAR
Bakteri ???
 Mikroorganisme 5 kelompok besar
(Bakteri, protozoa, virus, algae, fungi
mikroskopis)
 Mikroorganisme uniseluler prokaryotik,
yg berkaitan erat dengan kehidupan
manusia.
 Abad 1 SM, Varro : Penyakit tertentu
disebabkan oleh udara yg masuk
melalui hidung dan mulut.
 Fracastorius : Pengamatan ttg penyakit
Pes, cacar, TB ( menyimpulkan benih
dapat menular dari 1 orang ke orang
lain)
 Abad 18, Louis Pasteur , Menyimpulkan
perubahan kimia pd bahan makanan
disebabkan oleh m.o
 Abad 19, orang memahami bahwa
penyakit disebabkan oleh suatu m.o
tertentu (ditemukan mikroskop)
 1840, Jacob Henle – Robert Koch ( Suatu
penyakit tertentu disebabkan oleh
suatu m.o tertentu pula.
 Wollstein, menggesekkan sesuatu dari
hidung kuda yg pilek kepada kuda
sehat (tertular)
 1850 Pallender & Davaine, Menemukan ada m.o dalam
darah ternak yg menderita antraks (dapat menyerang
ternak sehat)
 Robert Koch : Bapak Bakteriologi Modern (Postulat
Koch)
 M.o yg dicurigai harus segera diselidiki agar diketahui bila
penyakit sedang terjangkit
 M.o tsb diambil dan ditumbuhkan jd biakan murni
 Jika biakan murni tsb, disuntuikkan pd hewan sehat (tertular)
 M.o yg telah disuntikkan dpt diperoleh kembali melalui
prosedur Lab.
PERBANDINGAN SEL EUKARIOTA
DAN PROKARIOTA
Pembeda Eukariot Prokariot
Struktur Organel
Nukleus
Berbagai tipe
selalu ada
Membran
nukleus
Tidak pernah ada
DNA berhubungan
dengan sitoplasma
Komposisi Lipida
Sterol
Dinding sel
Umum
Selalu
Tidak ada atau
dari selulose
Sangat jarang
Hanya ada
mikroplasma
Peptidoglikan dg
asam muramat
Organisas
i genetik
Kromosom
Diploidi
Histon atau Nukleosom
Perpapasan transkipsi
dan translasi
Banyak
Biasanya diploid
Ada
Terpisah dlm
waktu dan
1 lingkaran
(+plasmid)
Haploid
Tidak ada
Berpasangan dan
MORFOLOGI
 Mikroskop Anthony van Leeuwenhoek : penampilan sederhana
bakteri.
MORFOLOGI KASAR (Ukuran, bentuk, penataan) & MORFOLOGI
HALUS (Struktur luar dan dalam dinding sel)
 1940, mikroskop elektron tersedia, memungkinkan utk mengenali
bagian2 struktural sel.
 Teknik semakin berkembang, sehingga struktur halus bakteri
dapat diamati.
MORFOLOGI KASAR
 UKURAN
 Satuan ukuran bakteri adalah mikrometer (µm) /1000
mm
 Paling umum berukuran 0,5x1 – 2,0x5,0 µm, coccus
diameter 0,75-1,25 µm, basil PxL (2-3 µm x 0,5-1
µm), mikoplasma 0,1 – 0,3 µm.
 Walaupun berukuran kecil, dapat d ukur dengan
mudah. Pd. Mikroskop terdapat mikrometer okular.
 BENTUK
Coccus
 Berbentuk bola atau elips, muncul dlm beberapa penataan yg
khas, tergantung spesiesnya.
Bacilus
 Berbentuk silindris atau batang, juga muncul dlm beberapa
penataan khas. Ada perbedaan bentuk pd ujung.
Spirillum
 Dijumpai sebagai individu yg tidak saling melekat
Coccus
Bakteri bentuk bulat (bola) atau
kokus dpt dibedakan mjd:
 Monokokus yaitu bakteri berbentuk
bola tunggal, misal Monococcus
gonorhoe penyebab penyakit kencing
nanah.
 Diplokokus yaitu bakteri berbentuk
bola bergandengan dua-dua, misal
Diplococcus pneumoniae penyebab
penyakit pneumonia (radang, paru-
paru).
 Streptokokus
yaitu bakteri berbentuk bola yang
berkelompok memanjang berbentuk
rantai, misal Streptococcus lactis,)
• Stafilokokus
yaitu bakteri berbentuk bola yang
berkoloni seperti buah anggur, misal
Stafilokokus aureus,
BENTUK2 BAKTERI BASIL(BATANG)
Bakteri bentuk batang dikenal
sebagai basil (berasal dari kata
bacillus yang berarti batang). Bentuk
ini dapat dibedakan mjd :
 Monobasil,yaitu bakteri yang hanya
berbentuk satu batang tunggal.
Contoh: Salmonella typhosa
penyebab penyakit tipus,
 Diplobasil yaitu bakteri berbentuk
basil yang bergandengan dua-dua
 Streptobasil yaitu bakteri berbentuk
basil yang bergandengan
memanjang berbetuk rantai, misal
Bacillus anthracis penyebab penyakit
antraks
Bentuk Spirilia
Ada tiga macam bakteri bantuk
spiral yaitu:
 Spiral, yaitu golongan bakteri
yang bentuknya seperti spiral,
misalnya Spirillum.
 Vibrio atau bentuk koma yang
dianggap sebagai bentuk spiral
tak sempurna misalnya Vibrio
cholerae penyebab penyakit
kolera.
 Spiroseta yaitu golongan
bakteri berbentuk spiral yang
dapat bergerak misal:
Spirochaeta palida, penyebab
penyakit sifilis.
Morfologi
Morfologi Kasar
Morfologi Halus
1. Ukuran
2. Bentuk
3. Penataan
1. Struktur diluar
dinding sel
2. Struktur d idalam
dinding sel
 Struktur d luar dinding Sel
1. Flagelum : mirip rambut yg sangat tipis yg
menyebabkan pergerakan pd bakteri yg
terbuat dari subunit-subunit protein Flagelin.
 Terdapat banyak pd. Bakteri basil dan
spirilum, jarang pd cocus
 Letaknya berbeda-beda tergantung kepada
spesiesnya.
BERDASARKAN LETAK DAN JUMLAH FLAGEL YANG DIMILIKI MAKA BAKTERI
DIBEDAKAN MENJADI:
 Monotrik:
yaitu bakteri yang
memiliki sebuah flagel
pada satu ujungnya.
 Lopotrik :
yaitu bakteri yang pada
satu ujungnya memiliki
lebih dari satu flagel.
 Amfitrik :
yaitu bakteri yang
pada kedua ujungnya
hanya terdapat satu
buah flagel.
 Peritrik :
yaitu bakteri yang
memiliki flagel pada
seluruh permukaan
tubuhnya.
2. Pili (fimbriae) : struktur yg mirip flagel namun lebih
pendek, lebih kecil dan lebih banyak, d miliki bakteri
gram negatif.
 Tidak berfungsi sebagai pergerakan.
 Fungsinya antara lain, Pilus seks, sbg pintu gerbang
masuknya bahan genetik proses reproduksi dan
sebagai alat perlekatan pd berbagai permukaan.
3. Kapsul : Lapisan berbahan kental yg terdiri dari
polisakarida, yg terletak diluar dinding sel. Dimiliki
Bakteri yang patogen berfungsi mempertahankan diri
dari antitoksin yang dihasilkan sel inang, sbg
perlekatan dan cadangan makanan.
Memiliki arti penting bagi bakteri.
STRUKTUR BAKTERI
Struktur dalam
1.Dinding sel tersusun atas
mukopolisakarida dan
peptidoglikan (murein),
struktur kaku yg memberi
bentuk bakteri
▪ Tebal berkisar 10-35 nm
▪ Berperan dlm pertumbuhan
dan pebelahan sel.
 Komposisi Kimia Dinding Sel
 Struktur yg membuat kaku Peptidoglikan
 Mengandung komponen kimia lain , as.tekoat, protein, polisakarida,
lipoprotein yg teriat dgn peptidoglikan.
 Peptidoglikan + as.tekoat djumpai pd prokariota (namun bervariasi
antar spesies)
 Perbedaan komposisi dan struktur inilah yg membuat : GRAM
POSITIF & GRAM NEGATIF
Ciri Gram Positif Gram negatif
Struktur dinding sel Tebal (10-80 nm)
Berlapis tunggal
Tipis (10-15 nm)
Berlapis tiga
Komposisi dinding sel Lipid rendah (1-4 %)
Peptidoglikan sbg
Lap. Tunggal
Jumlah banyak
Asam tekoat
Lipid rendah (1o-4 o%)
Peptidoglikan ada dlm
Lap. Kaku sebelah
dalam
Jumlah sedikit
Tidak ada Asam tekoat
Kerentanan thd Penisilin Rentan Kurang rentan
2. Membran sel
Tersusun atas lemak dan protein,
bersifat semipermeable, tebal 7,5
nm, berfungsi untuk mengatur
keluar masuknya zat ke dalam
sel dengan cara Difusi aktif dan
Angkutan aktif.
a. Difusi aktif : tidak spesifik.
Bekerja untuk menyamakan
konsentrasi solut dikedua sisi
membran
b. Angkutan aktif : spesifik.
Konsentrasi solut dalam sel
lebih tinggi.
STRUKTUR DALAM DINDING SEL
BAKTERI
3. Sitoplasma
Merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik.
Terbagi (1) daerah sitoplasma, (2) nukleus, (3) bagian zat alir
1. Daerah sitoplasma, mengandung banyak ribosom (t4 sintesis
protein)
2. Daerah nulkeus, mengandung DNA teriat pd mesosom, berperan
sbg pewarisan sifat.
3. Bagian zat alir, mengandung nutrien terlarut (lipid, glikogen,
polioposfat) (tubuh inklusi)
SPORA, terbagi atas Endospora dan Eksospora
Pd kondisi yg kurang menguntungkan, dapat mempertahankan
diri dengan membentuk spora. Dalam keadaan normal tumbuh
menadi 1 sel bakteri
1. Eksospora : eksternal. Ex. Streptomyces menghasilkan spora
(konidia)
2. Endospora : merupakan tubuh berdinding tebal, sangat
refratif dan sangat resisten. (Bacillus, Clostridium, Sporosarcina)
Endospora ini jauh lebih tahan terhadap pengaruh luar yang
buruk dari pada bakteri biasa yaitu bakteri dalam bentuk
vegetatif ( yang hidup aktif)
Kedudukan spora
 Terminal : terletak di bagian ujung
 Subterminal : antara bagian ujung dan tengah
 Equatorial: pada bagian tengah
 Sferikal : bila keadaan tidak baik,menyelubungi diri seluruhnya
dan bila keadaan membaik,melepaskan diri dari spor
Proses Pembentukan Spora
MACAM-MACAM BAKTERI
 Berdasarkan sumber oksigen yang
diperlukan dalam proses respirasi, bakteri
dikelompokan sebagai berikut:
1. Bakteri aerob
yaitu bakteri yang menggunakan
oksigen bebas dalam proses
respirasinya.
Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas
dan Nitrobacter.
2. Bakteri anaerob
yaitu bakteri yang tidak
menggunakan oksigen bebas dalam
proses respirasinya.
Misal: Streptococcus lactis
STREPTOCOCCUS LACTIS
NITROSOCOCCUS
 Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen, bakteri
dikelompokkan menjadi:
1. Bakteri aerob obligat
yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana
mengandung oksigen.
Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas.
2. Bakteri anaerob obligat
yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana
tanpa oksigen.
Misal: Clostridium tetani.
Clostridium tetani
3. Bakteri anaerob fakulatif
yaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa
oksigen.
Misal: Escherichia coli, Salmonella thypose dan
Shigella.
Nitrobacter
 Berdasarkan cara memperoleh
makanannya, bakteri dapat
digolongkan menjadi dua
golongan yaitu :
1. Bakteri heterotrof
2. Bakteri autotrof
1. Bakteri Heterotrof
 Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan
berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak
dapat menyusun sendiri zat organik yang
dibutuhkannya.
a. Bakteri Heterotrof yg bersifat saprofit
 Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah,
kotoran, bangkai dan juga sisa makanan.
 Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan
menjadi zat anorganik, yaitu CO2, H2O, energi dan
mineral.
Lanjutan....
 Di dalam lingkungan
bekteri pembusuk ini
berfungsi sebagai pengurai
dan penyedia nutrisi bagi
tumbuhan.
 Sedangkan dalam usus
manusia terdapat juga
bakteri yang hidup secara
saprofit (menguraikan
serat-serat pada makanan)
dan menguntungkan
adalah bakteri Escherichia
coli.
Escherichia coli
 Keterangan:
1. Selaput lendir
2. Dinding sel
3. Ribosom
4. Daerah inti
5. Flagellum
6. Sitoplasma
b. Bakteri Heterotrof yg bersifat parasit
Bakteri ini merugikan baik pada manusia, hewan
maupun tumbuhan. Bakteri ini menyebabkan sakit
(patogen). Beberapa contoh bakteri yang patogen
di antaranya:
No. Bakteri Penyakit yang ditimbulkan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
Vibrio comma
Treponema palidum
Salmonella thyposa
Pasteurella pestis
Neisseria gonorhoe
Mycobacterium tuberculose
Bordetella pertusis
Cytophoga colimnaris
Salmonella pollurum
Xanthomono citri
Penyakit kolera
Sifilis
Tifus
Pes/sampar
Kencing nanah
TBC
Batuk rejan
Parasit pada ikan
Berak kapur pada ayam
Kanker pohon jeruk
2. Bakteri Autotrof
 Bakteri Autotrof adalah
bakteri yang dapat
menyusun zat makanan
sendiri dari zat anorganik
yang ada.
 Dari sumber energi yang
digunakannya, bakteri
autotrof (auto = sendiri,
trophein = makanan)
dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu: bakteri
fotoautotrof dan bakteri
kemoautotrof
a. Bakteri fotoautrotof
yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya
sebagai energi untuk mengubah zat
anorganik menjadi zat organik melalui
proses fotosintesis. Contoh : bakteri hijau,
bakteri ungu.
b. Bakteri kemoautrotof
yaitu bakteri yang menggunakan energi
kimia yang diperolehnya pada saat terjadi
perombakan zat kimia dari molekul yang
kompleks menjadi molekul yang
sederhana dengan melepaskan hidrogen.
Contoh : Nitrosomonas, Nitrosococcus,
Nitrobacter , Rhizobium
(terdapat pd bintil-bintil akar
tanaman kacang-kacangan) Nitrosomonas
BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT PADA
MANUSIA
No. Bakteri Penyakit yang ditimbulkan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Vibrio comma
Treponema palidum
Salmonella thyposa
Pasteurella pestis
Neisseria gonorhoe
Mycobacterium tuberculose
Bordetella pertusis
Staphylococcus saprophyticus
Neisseria meningitidis
Yersinia pestis
Clostridium tetani
Mycobacterium leprae
Leptospira interrogans
Penyakit kolera
Sifilis
Tifus
Pes/sampar
Kencing nanah
TBC
Batuk rejan
Infeksi saluran kencing pd
wanita
Meningitis
Black Plaque (penyakit usus)
Tetanus
Lepra
Fisiologi dan Struktur Bakter dan morfologi bakteri i.pptx

Fisiologi dan Struktur Bakter dan morfologi bakteri i.pptx

  • 1.
    Morfologi, Struktur dan FisiologiBakteri PROGRAM STUDI DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK UNIVERSITAS MEGA REZKY MAKASSAR
  • 2.
    Bakteri ???  Mikroorganisme5 kelompok besar (Bakteri, protozoa, virus, algae, fungi mikroskopis)  Mikroorganisme uniseluler prokaryotik, yg berkaitan erat dengan kehidupan manusia.
  • 3.
     Abad 1SM, Varro : Penyakit tertentu disebabkan oleh udara yg masuk melalui hidung dan mulut.  Fracastorius : Pengamatan ttg penyakit Pes, cacar, TB ( menyimpulkan benih dapat menular dari 1 orang ke orang lain)  Abad 18, Louis Pasteur , Menyimpulkan perubahan kimia pd bahan makanan disebabkan oleh m.o
  • 4.
     Abad 19,orang memahami bahwa penyakit disebabkan oleh suatu m.o tertentu (ditemukan mikroskop)  1840, Jacob Henle – Robert Koch ( Suatu penyakit tertentu disebabkan oleh suatu m.o tertentu pula.  Wollstein, menggesekkan sesuatu dari hidung kuda yg pilek kepada kuda sehat (tertular)
  • 5.
     1850 Pallender& Davaine, Menemukan ada m.o dalam darah ternak yg menderita antraks (dapat menyerang ternak sehat)  Robert Koch : Bapak Bakteriologi Modern (Postulat Koch)  M.o yg dicurigai harus segera diselidiki agar diketahui bila penyakit sedang terjangkit  M.o tsb diambil dan ditumbuhkan jd biakan murni  Jika biakan murni tsb, disuntuikkan pd hewan sehat (tertular)  M.o yg telah disuntikkan dpt diperoleh kembali melalui prosedur Lab.
  • 7.
    PERBANDINGAN SEL EUKARIOTA DANPROKARIOTA Pembeda Eukariot Prokariot Struktur Organel Nukleus Berbagai tipe selalu ada Membran nukleus Tidak pernah ada DNA berhubungan dengan sitoplasma Komposisi Lipida Sterol Dinding sel Umum Selalu Tidak ada atau dari selulose Sangat jarang Hanya ada mikroplasma Peptidoglikan dg asam muramat Organisas i genetik Kromosom Diploidi Histon atau Nukleosom Perpapasan transkipsi dan translasi Banyak Biasanya diploid Ada Terpisah dlm waktu dan 1 lingkaran (+plasmid) Haploid Tidak ada Berpasangan dan
  • 8.
    MORFOLOGI  Mikroskop Anthonyvan Leeuwenhoek : penampilan sederhana bakteri. MORFOLOGI KASAR (Ukuran, bentuk, penataan) & MORFOLOGI HALUS (Struktur luar dan dalam dinding sel)  1940, mikroskop elektron tersedia, memungkinkan utk mengenali bagian2 struktural sel.  Teknik semakin berkembang, sehingga struktur halus bakteri dapat diamati.
  • 9.
    MORFOLOGI KASAR  UKURAN Satuan ukuran bakteri adalah mikrometer (µm) /1000 mm  Paling umum berukuran 0,5x1 – 2,0x5,0 µm, coccus diameter 0,75-1,25 µm, basil PxL (2-3 µm x 0,5-1 µm), mikoplasma 0,1 – 0,3 µm.  Walaupun berukuran kecil, dapat d ukur dengan mudah. Pd. Mikroskop terdapat mikrometer okular.
  • 10.
     BENTUK Coccus  Berbentukbola atau elips, muncul dlm beberapa penataan yg khas, tergantung spesiesnya. Bacilus  Berbentuk silindris atau batang, juga muncul dlm beberapa penataan khas. Ada perbedaan bentuk pd ujung. Spirillum  Dijumpai sebagai individu yg tidak saling melekat
  • 11.
    Coccus Bakteri bentuk bulat(bola) atau kokus dpt dibedakan mjd:  Monokokus yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misal Monococcus gonorhoe penyebab penyakit kencing nanah.  Diplokokus yaitu bakteri berbentuk bola bergandengan dua-dua, misal Diplococcus pneumoniae penyebab penyakit pneumonia (radang, paru- paru).  Streptokokus yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok memanjang berbentuk rantai, misal Streptococcus lactis,) • Stafilokokus yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni seperti buah anggur, misal Stafilokokus aureus,
  • 12.
    BENTUK2 BAKTERI BASIL(BATANG) Bakteribentuk batang dikenal sebagai basil (berasal dari kata bacillus yang berarti batang). Bentuk ini dapat dibedakan mjd :  Monobasil,yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal. Contoh: Salmonella typhosa penyebab penyakit tipus,  Diplobasil yaitu bakteri berbentuk basil yang bergandengan dua-dua  Streptobasil yaitu bakteri berbentuk basil yang bergandengan memanjang berbetuk rantai, misal Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks
  • 13.
    Bentuk Spirilia Ada tigamacam bakteri bantuk spiral yaitu:  Spiral, yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral, misalnya Spirillum.  Vibrio atau bentuk koma yang dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna misalnya Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera.  Spiroseta yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang dapat bergerak misal: Spirochaeta palida, penyebab penyakit sifilis.
  • 14.
    Morfologi Morfologi Kasar Morfologi Halus 1.Ukuran 2. Bentuk 3. Penataan 1. Struktur diluar dinding sel 2. Struktur d idalam dinding sel
  • 15.
     Struktur dluar dinding Sel 1. Flagelum : mirip rambut yg sangat tipis yg menyebabkan pergerakan pd bakteri yg terbuat dari subunit-subunit protein Flagelin.  Terdapat banyak pd. Bakteri basil dan spirilum, jarang pd cocus  Letaknya berbeda-beda tergantung kepada spesiesnya.
  • 16.
    BERDASARKAN LETAK DANJUMLAH FLAGEL YANG DIMILIKI MAKA BAKTERI DIBEDAKAN MENJADI:  Monotrik: yaitu bakteri yang memiliki sebuah flagel pada satu ujungnya.  Lopotrik : yaitu bakteri yang pada satu ujungnya memiliki lebih dari satu flagel.
  • 17.
     Amfitrik : yaitubakteri yang pada kedua ujungnya hanya terdapat satu buah flagel.  Peritrik : yaitu bakteri yang memiliki flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.
  • 18.
    2. Pili (fimbriae): struktur yg mirip flagel namun lebih pendek, lebih kecil dan lebih banyak, d miliki bakteri gram negatif.  Tidak berfungsi sebagai pergerakan.  Fungsinya antara lain, Pilus seks, sbg pintu gerbang masuknya bahan genetik proses reproduksi dan sebagai alat perlekatan pd berbagai permukaan.
  • 19.
    3. Kapsul :Lapisan berbahan kental yg terdiri dari polisakarida, yg terletak diluar dinding sel. Dimiliki Bakteri yang patogen berfungsi mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan sel inang, sbg perlekatan dan cadangan makanan. Memiliki arti penting bagi bakteri.
  • 20.
    STRUKTUR BAKTERI Struktur dalam 1.Dindingsel tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan (murein), struktur kaku yg memberi bentuk bakteri ▪ Tebal berkisar 10-35 nm ▪ Berperan dlm pertumbuhan dan pebelahan sel.
  • 21.
     Komposisi KimiaDinding Sel  Struktur yg membuat kaku Peptidoglikan  Mengandung komponen kimia lain , as.tekoat, protein, polisakarida, lipoprotein yg teriat dgn peptidoglikan.  Peptidoglikan + as.tekoat djumpai pd prokariota (namun bervariasi antar spesies)  Perbedaan komposisi dan struktur inilah yg membuat : GRAM POSITIF & GRAM NEGATIF
  • 22.
    Ciri Gram PositifGram negatif Struktur dinding sel Tebal (10-80 nm) Berlapis tunggal Tipis (10-15 nm) Berlapis tiga Komposisi dinding sel Lipid rendah (1-4 %) Peptidoglikan sbg Lap. Tunggal Jumlah banyak Asam tekoat Lipid rendah (1o-4 o%) Peptidoglikan ada dlm Lap. Kaku sebelah dalam Jumlah sedikit Tidak ada Asam tekoat Kerentanan thd Penisilin Rentan Kurang rentan
  • 23.
    2. Membran sel Tersusunatas lemak dan protein, bersifat semipermeable, tebal 7,5 nm, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel dengan cara Difusi aktif dan Angkutan aktif. a. Difusi aktif : tidak spesifik. Bekerja untuk menyamakan konsentrasi solut dikedua sisi membran b. Angkutan aktif : spesifik. Konsentrasi solut dalam sel lebih tinggi. STRUKTUR DALAM DINDING SEL BAKTERI
  • 24.
    3. Sitoplasma Merupakan tempatberlangsungnya reaksi metabolik. Terbagi (1) daerah sitoplasma, (2) nukleus, (3) bagian zat alir 1. Daerah sitoplasma, mengandung banyak ribosom (t4 sintesis protein) 2. Daerah nulkeus, mengandung DNA teriat pd mesosom, berperan sbg pewarisan sifat. 3. Bagian zat alir, mengandung nutrien terlarut (lipid, glikogen, polioposfat) (tubuh inklusi)
  • 25.
    SPORA, terbagi atasEndospora dan Eksospora Pd kondisi yg kurang menguntungkan, dapat mempertahankan diri dengan membentuk spora. Dalam keadaan normal tumbuh menadi 1 sel bakteri 1. Eksospora : eksternal. Ex. Streptomyces menghasilkan spora (konidia) 2. Endospora : merupakan tubuh berdinding tebal, sangat refratif dan sangat resisten. (Bacillus, Clostridium, Sporosarcina) Endospora ini jauh lebih tahan terhadap pengaruh luar yang buruk dari pada bakteri biasa yaitu bakteri dalam bentuk vegetatif ( yang hidup aktif)
  • 26.
    Kedudukan spora  Terminal: terletak di bagian ujung  Subterminal : antara bagian ujung dan tengah  Equatorial: pada bagian tengah  Sferikal : bila keadaan tidak baik,menyelubungi diri seluruhnya dan bila keadaan membaik,melepaskan diri dari spor
  • 27.
  • 28.
    MACAM-MACAM BAKTERI  Berdasarkansumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi, bakteri dikelompokan sebagai berikut: 1. Bakteri aerob yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter. 2. Bakteri anaerob yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Streptococcus lactis STREPTOCOCCUS LACTIS NITROSOCOCCUS
  • 29.
     Berdasarkan kebutuhanterhadap oksigen, bakteri dikelompokkan menjadi: 1. Bakteri aerob obligat yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas. 2. Bakteri anaerob obligat yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa oksigen. Misal: Clostridium tetani. Clostridium tetani 3. Bakteri anaerob fakulatif yaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Misal: Escherichia coli, Salmonella thypose dan Shigella. Nitrobacter
  • 30.
     Berdasarkan caramemperoleh makanannya, bakteri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu : 1. Bakteri heterotrof 2. Bakteri autotrof
  • 31.
    1. Bakteri Heterotrof Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. a. Bakteri Heterotrof yg bersifat saprofit  Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah, kotoran, bangkai dan juga sisa makanan.  Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik, yaitu CO2, H2O, energi dan mineral.
  • 32.
    Lanjutan....  Di dalamlingkungan bekteri pembusuk ini berfungsi sebagai pengurai dan penyedia nutrisi bagi tumbuhan.  Sedangkan dalam usus manusia terdapat juga bakteri yang hidup secara saprofit (menguraikan serat-serat pada makanan) dan menguntungkan adalah bakteri Escherichia coli. Escherichia coli
  • 33.
     Keterangan: 1. Selaputlendir 2. Dinding sel 3. Ribosom 4. Daerah inti 5. Flagellum 6. Sitoplasma
  • 34.
    b. Bakteri Heterotrofyg bersifat parasit Bakteri ini merugikan baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Bakteri ini menyebabkan sakit (patogen). Beberapa contoh bakteri yang patogen di antaranya: No. Bakteri Penyakit yang ditimbulkan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 Vibrio comma Treponema palidum Salmonella thyposa Pasteurella pestis Neisseria gonorhoe Mycobacterium tuberculose Bordetella pertusis Cytophoga colimnaris Salmonella pollurum Xanthomono citri Penyakit kolera Sifilis Tifus Pes/sampar Kencing nanah TBC Batuk rejan Parasit pada ikan Berak kapur pada ayam Kanker pohon jeruk
  • 35.
    2. Bakteri Autotrof Bakteri Autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada.  Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof (auto = sendiri, trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof
  • 36.
    a. Bakteri fotoautrotof yaitubakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Contoh : bakteri hijau, bakteri ungu. b. Bakteri kemoautrotof yaitu bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh : Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter , Rhizobium (terdapat pd bintil-bintil akar tanaman kacang-kacangan) Nitrosomonas
  • 37.
    BAKTERI PENYEBAB PENYAKITPADA MANUSIA No. Bakteri Penyakit yang ditimbulkan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Vibrio comma Treponema palidum Salmonella thyposa Pasteurella pestis Neisseria gonorhoe Mycobacterium tuberculose Bordetella pertusis Staphylococcus saprophyticus Neisseria meningitidis Yersinia pestis Clostridium tetani Mycobacterium leprae Leptospira interrogans Penyakit kolera Sifilis Tifus Pes/sampar Kencing nanah TBC Batuk rejan Infeksi saluran kencing pd wanita Meningitis Black Plaque (penyakit usus) Tetanus Lepra