Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
1
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan ikan
yang hidupnya di karang dan di dasar perairan berbatu, berdiam di lubang-
lubang untuk menunggu mangsa. Ikan kerapu macan (Epinephalus
Fuscoguttatus) umumnya dikenal dengan istilah “Goupers” dan merupakan
salah satu komoditas perikanan penting yang mempunyai nilai jual cukup
tinggi dan peluang ekonomi yang baik di pasaran domestik maupun pasar
Internasional dan selain itu nilai jualnya cukup tinggi.
Jenis kerapu ini asli Indonesia yang hidup tersebar di berbagaai
perairan berkarang di nusantara. kegiatan budidaya ikan kerapu macan sangat
berperan aktif dalam hal memenuhi kebutuhan ikan konsumsi. Peningkatan
permintaan pasar yang tinggi menghasilkan, lapangan kerja bagi masyarakat,
petani ikan maupun nelayan serta dapat bermanfaat dalam pelestarian sumber
daya ikan yang mulai langka.
Kerapu macan mempunyai sifat hidup yang soliter, dimana hidupnya
tidak bergerombol, baik saat mencari makan maupun dalam keadaan bahaya.
Namun pada saat akan memijah kerapu macan akan bergombol, ini terjadi
beberapa hari sebelum bulan purnama penuh pada malam hari. Budidaya
ikan kerapu macan pada umumnya dilakukan pada keramba jaring apung
(KJA) yang berada di perairan-perairan lepas pantai.
Ikan kerapu macan pada umumnya hidup pada air yang berkadar
garam 30 - 33 ppt, suhu antara 29 - 31ºc, PH berkisaran 7,8 - 8,0, oksigen
terlarut 7 3,5 ppm, kecepatan arus 15 - 30 cm dan kedalaman 75cm.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
2
B. Tujuan
Adapun tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang saya
ikuti adalah sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara teori dengan kenyataan yang terdapat di
lapangan.
2. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas dan lebih
baik.
3. Untuk dapat menciptakan lapangan kerja yang baru bagi saya sendiri dan
orang lain.
4. Untuk mendidik siswa/i agar mempunyai sifat kewirausahaan.
5. Untuk mendidik siswa/I supaya lebih beradaptasi dan komunikatif
terhadap masyarakat, khususnya para petani ikan payau sebagai mitra
usaha yang mampu menyebar luaskan teknologi di bidang perikanan.
C. Manfaat
Ada beberapa manfaat yang dapat saya pelajari dalam Praktek Kerja Lapangan
(PKL) adalah sebagai berikut:
1. Dapat meningkatkan ilmu pengetahuan lebih, selain ilmu yang diperoleh
dari sekolah.
2. Dapat menambah keterampilan dalam dunia budidaya perikanan.
3. Untuk dapat mengenal ilmu budidaya ikan secara tradisional
4. Dapat membina kerja sama antara sekolah SMK N 1 Peureulak
Kabupaten Aceh Timur dengan instansi pemerintah swasta terutama di
bidang perikanan.
D. Tempat dan waktu PKL
Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan selama 1 bulan di mulai dari
dimulai pada Selasa, 26 Agustus 2014 sampai dengan Jum’at, 26 September 2014
bertempat di desa Leugeu kecamatan Pereulak Kota,Kabupaten Aceh Timur.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Klasifikasi ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus)
Menurut (Mucharie,A : et. al- 1991), menjelaskan bahwa kerapu
macan (Epinephelus fuscoguttatus) diklasifikasikan sebagai berikut:
Pylum : Chordata
Subpylum : Vetebrata
Class : Osteihtyes
Subclass : Actinopterigi
Ordo : Percomorphi
Subordo : Percoidea
Family : Serranidae
Subfamily : epinephelinea
Genus : Epinephelinae
Spesies : epinephelus fuscoguttalus
B. Morfologi Ikan Kerapu Macan
Ikan kerapu macan mempunyai bentuk badan yang pipih memanjang
dan agak membulat. Mulut lebar ke atas dan bibir bawahnya menonjol ke
atas. Rahang bawah dan atas dilengkapi gigi-gigi geratan yang berderet-
deret, ujungnya lancip, dan kuat. Sementara itu, ujung luar bagian depan dari
gigi baris luar adalah gigi-gigi yang besar. Badan kerapu macan di tutupi
oleh sisik kecil yang menggilap dan bercak loreng mirip bulu macan. Ikan
kerapu bentuk tubuhnya agak rendah, moncong panjang memipih dan
menajam, maxillary lebar diluar mata, bagian sisi dan dentary 3 atau 4 baris,
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
4
terdapat bintik putih cokelat pada kepala, badan dan sirip, bintik hitam pada
bagian dorsal dan posterior(Anonimous, 2010).
Kerapu macan mempunyai sirip dorsal (punggung), sirip pectoral
(dada), sirip caudal (ekor), dan garis lateral (gurat sisi), sirip dorsal
memanjang hamper sebagian bagian punggung, dimana bagian jari-jari
kerasnya memiliki jumlah yang sama dengan jari-jari lunaknya. Jumlah jari-
jari adalah 13-15 buah. Sirip anal terdiri dari 3 buah jari-jari, sedangkan
jumlah jari-jari sirip ekor 15-17 dan bercabang dengan jumlah 13-15 buah.
Sisik yang menutupi seluruh permukaan tubuh berbentuk kecil, mengkilat
dengan bentuk sikloid. Warna dasar kerapu macan adalah cokelat, dengan
perut bewarna putih serta bercak hitam dan putih di sekujur tubuh yang
baraturan.
C. Kebiasaan hidup ikan kerapu macan
Perkembangan kehidupan ikan kerapu macan sangat dipengaruhi oleh
factor lingkungan tempat hidupnya. Faktor lingkungan tersebut antara lain :
suhu, cahaya, salinitas arus. Fluktuasi keadaan lingkungan mempunyai
pengaruh yang besar terhadap periode, migrasi musiman serta terhadapnya
ikan, keadaan perairan serta perubahannya juga mempengaruhi kehidupan
dan pertunbuhan ikan.
Bila suhu air terlalu tinggi tidak normal dan tidak stabil ternyata akan
mengurangi kecepatan makan ikan. Ada kalanya ikan yang berukuran besar
akan mencari makanan yang bersuhu lebih rendah dari pada ikan-ikan yang
berukuran lebih kecil dari jenisnya, hal tersebut mungkin disesuaikan dengan
kebutuhan fisiologisnya.
Perairan laut cenderung memiliki suhu yang konstan karena
mengandung jenis panas yang tinggi ikan kerapu menunjukkan pertumbuhan
yang baik pada kisaran suhu 27-28 ºc. Perubahan suhu yang sangat ekstrim
akan berpengaruh terhadap proses metabolism atau nafsu makan ikan ini.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
5
D. Habitat dan penyebaran
Ikan kerapu macan hidup di habitat yang berkarang sehingga disebut
juga ikan kerapu karang, penyebarannya mulai daerah tropis sampai sub
tropis. Di Indonesia ikan kerapu macan terdapat hamper di seluruh perairan
Indonesia seperti: teluk banten, ujung kulon, kepulauan Riau, kepulauan
seribu, kepulauan kariman jawa, Madura, Kalimantan dan Nusa
Tenggara.Selain terumbu karang lokasi kapal tenggelam juga menjadi
rumpon yang nyaman bagi ikan kerapu macan. Ikan-ikan tersebut akan
berdiam dalam lubang-lubang karam atau rumpon dengan aktifitas relatif
rendah.
Ikan kerapu macan pada umumnya hidup diperairan karang pantai
dengan kedalaman 0,53 - 3 m. Pada umumnya ikan kerapu macan
menyenangi air dengan salinitas 33-35 ppt. Suhu perairan di Indonesia tidak
menjadi masalah karena perubahan suhu,baik harian maupun tahunan sangat
kecil dan biasanya berkisar antara 27 - 32ºC. Pada permukaan air yang tidak
tercemar biasanya mengandung oksigen terlarut yang memadai untuk
pertumbuhan ikan. Kandungan oksigen terlarut dalam air laut minimal 4
ppm. Air laut memiliki pH berkisar antara 7,6 - 8,7 dan mempunyai daya
penyangga yang besar terhadap perubahan keasaman.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
6
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada tahap ini siswa melaksanakan tujuan dari pembesaran ikan
kerapu macan yang meliputi klasifikasi ikan kerapu macan, morfologi.
Kebiasaan hidup ikan kerapu macanfluktuasi keadaan lingkungan serta
perubahannya. Habitat penyebaran untuk ikan kerapu macan mulai
penyebaran daerah tropis sampai sub tropis. Siswa juga melakukan
pengumpulan data sekunder yaitu dengan studi pustaka dengan mencari
keterangan ilmiah yang mencakup masalah-masalah yang dihadapi.
Adapun hasil dan pembahasan dari pelaksaan kegiatan Praktek Kerja
Lapangan, pembesaran ikan kerapu macan di tambak menggunakan hapa
desa Leuge Kec. Peureulak Kab. Aceh Timur.
A. Persiapan lahan
Dalam melakukan persiapan lahan untuk pembesaran perlu adanya
pengetahuan mengenai kehidupan biologi ikan kerapu tersebut khususnya
lingkungan yang diperlukan untuk hidup dan kehidupannya. Hapa yang
digunakan untuk pembenihan ikan kerapu ini dapat berupa jaring, ukuran
jaring dapat bermacam-macam dan biasanya dapat menentukan kepadatan
dan ukuran benih yang akan di tebar.Hal yang harus diperhatikan adalah
kemudahan dalam pengaturan erosi dari pengelolaan air, jaring yang
digunakan untuk pembenihan kerapu ini dapat berbentuk bulat atau persegi
panjang.
Salah satu gambaran bentuk hapa yang digunakan untuk benih kerapu
adalah hapa dengan ukuran 1m x 1m pemasukan air ketambak, pembuatan
titi agar mudah saat pemberian pakan nantinya. Di tebar 50 ekor benih ikan
kerapu yang berukuran 5 inc supaya ikan lebih nyaman dan senang bermain
di kasih pohon mangrove di atas permukaan air agar ikan cepat beradaptasi
dan cepat besar saat benih mulai dipelihara.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
7
B. Pemasukan Air
Setelah melakukan pemilihan lokasi sampai dengan persiapan lahan
kemudian dilakukan pengisian air ke tambak melalui pipa pemasukan air dari
tambak yang lain ke tambak yang satu. Adapun kuantitas air harus terjamin
dan terjaga kebersihannya dibutuhkan pada ikan kerapu macan adalah
salinitas : 15 - 35 ppt, suhu air 27 - 32 ºc, PH 6 - 7, ammonia dan ritri t air c
0,1 ppm.
parameter kualitas air sekaligus, yaitu:
1. Penurunan oksigen dan peningkatan NH3 yang diakibatkan
penumpukan sampah, seperti sisa pakan yang tidak habis di
makan oleh ikan, hal ini dapat meningkatkan amoniak. Pergantian
air adalah salah satu cara mengatasi air yang miskin oksigen dan
kaya amoniak dan menggantinya dengan air yang kualitasnya
lebih baik.
2. Peningkatan dan penurunan salinitas. Pada saat panas air tambak
menguap menyebabkan salinitas tambak meningkat. Sebaliknya
ketika hujan turun dapat menyebabkan penurunan salinitas.
Perubahan salinitas yang terlampau tinggi dapat mengganggu
3. pH air rendah, pH rendah yang disebabkan karana kadar
keasaman tanah dan air tinggi. Dapat dilakukan dengan cara
pengapuran untuk menurunkan keasaman tanah dan air.
Sebelum mengganti air terlebih dahulu perlu mengetahui pola pasang
surut air. Masa pergantian air yang paling baik adalah pada saat pasang
purnama yang terjadi setiap 28 hari sekali. Pada saat itu kisaran pasang surut
sangat tinggi, sehingga volume air berganti besar. Ketika pasang sedang surut
saringan dipasang dan pintu air terbuka, sehingga air tambak keluar. Air
dibiarkan keluar hingga kedalaman air tinggal setengahnya. Sebaliknya
ketika sedang pasang naik air dibiarkan masuk dan setelah puncak pasang
tercapai segera pintu air ditutup kembali. Pergantian air ini dilakukan berkali-
kali pada hari lainnya. Masa pergantian air adalah 5 hari setiap bulannya.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
8
C. Pemasangan Hapa
Budidaya pembesaran ikan kerapu macan di hapa menggunakan
sarana dan prasarana sebagai berikut :
1. Titian
Titian merupakan sebagai tempat untuk memudahkah disaat
melakukan pemberian pakan ikan dan sebagainya. Bahan yang digunakan
untuk membuat titi sebaiknya menggunakan bahan yang tahan lama dan
harganya relatif murah. Hal ini dikarenakan titi yang akan di buat berada
diatas permukaan air yang selalu bergerak. Bahan yang digunakan untuk titi
terbuat dari bambu sebagai kerangka titi dengan panjang 6 m dan lebar 45cm
dengan jumlah bambu yang digunakan 5 kerangka.
2. Hapa
Hapa merupakan tempat untuk memelihara ikan. Kerapu macan yang
tertutup dari semua sisi sementara sirkulasi air tetap berlangsung dan sisa
dapat pakan terbawa arus. Untuk hapa pada umumnya mengalami tekanan
statis maupun dinamis. Tekanan statis merupakan tekanan vertical yang
terjadi karena beban dari hapa itu sendiri dan organisme-organisme yang
menempel, sedangkan untuk tekanan dinamis adalah pengaruh beban secara
horizontal yang disebabkan oleh angin.
Hapa yang digunakan terbuat dari bahan polyethylene. Untuk ukuran
hapa yaitu P 1m x L 1m x T 75cm digunakan untuk tempat pembesaran.
Pemasanagan hapa dengan dengan kayu yang di tancapkan ke tanah
dan hapa di ikat pada kayu tersebut. Berfungsi mempermudah kita dalam
melakukan sampling, greding, dan panen selektif. Penggantian hapa
dilakukan 1bulan sekali atau disesuaikan dengan kondisi perairan setempat.
Pergantian hapa dilakukan untuk menjaga sirkulasi air dan mecegah resiko
terkena penyakit. hapa yang kotor sebaiknya di jemur untuk memudahkan
dalam penyemprotan dan pembersihan hapa tersebut agar bisa digunakan
kembali.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
9
3. Serok
Serok digunakan sebagai alat untuk mengambil ikan mati dan juga
dapat membantu dalam melakukan sampling serta panen. Ini juga berfungsi
sebagai alat untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada dalam hapa
seperti sampah yang hanyut.
.4. Timbangan
Timbangan berfungsi untuk menghitung jumlah pakan yang akan
diberikan setiap melakukan pemberian pakan, digunakan sebagai alat untuk
sampling dan untuk menimbang hasil panen.
D. Penebaran Benih
Jumlah benih yang ditebarkan 50 ekor perpetak waring/ jaring.
Penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebelum benih
ditebarkan ke dalam jaring terlebih dahulu dilakukan penyesuaian diri yaitu
dengan cara memasukkan benih bersama kantong yang masih tertutup ke
dalam jaring. Setelah suhu air dalam kantong sesuai dengan suhu air dalam
waring, maka dilakukan penebaran benih dengan cara membuka kantong
plastic dan kemudian masukkan air dari sedikit demi sedikit dan setelah itu
kantong plastic tersebut dimiringkan perlahan-lahan kedalam jaring dan
biarkan ikan keluar dengan sendirinya
Gambar 1; penebaran
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
10
1. Pemeliharaan benih ikan kerapu macan
Pemeliharaan benih (gelondongan) di dalam hapa dilakukan kurang
lebih selama 1 bulan, yang mana setelah pemeliharaan 1 bulan tersebut ikan
kerapu telah mencapai ukuran 7-10 cm dengan berat 50-75 gram/ekor atau
sampai pemanenan
2. Seleksi benih
Kerapu yang didederkan di tambak di sortir 3 hari setiap kelambu ini
di sortir secara terpisah (a) dan kelas ukuran yang berbeda ditahan di nampan
plastic mengambang (b) sampai ikan-ikan dapat dikembalikan ke hapa.
Kanibalisme merupakan penyebab utama kematian dalam fase
pendederan utamanya species ikan laut yang bersirip termasuk barramundi/
kakap putih atau Asiaan seabass (Lates calcarifer).
Teknik-teknik utama yang digunakan untuk mengurangi kanibalisme adalah:
 Penyortiran untuk memastikan bahwa hanya ikan yang berukuran segram
yang disimpan ditiap hapa.
 Pengelolaan pakan untuk mengendalikan nafsu makan.
Gambar 2. Seleksi benih
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
11
3. Tabel pengelolaan kualitas air untuk pembesaran ikan kerapu macan
Prameter Kerapu macan (Epinephalus Fuscoguttatus)
Suhu 24-31 ºC
Salinitas 30-33 ppt
Kandungan
oksigen
terlarut
3,5 ppm
Ph 7,8-8
4. Pengendalian Penyakit
Pengobatan yang dilakukan praktek kerja lapangan (PKL) obat yang
digunakan secara tradisional yang diambil dari alam, ikan kerapu yang
terluka diberikan cocor bebek, dan kunyit di giling lalu di campur dengan air
dan dilarutkan kedalam fiber setelah itu masukkan ikan kerapu kedalamnya
lalu didiamkan selama 10 menit.
Pengobatan ikan yang terkenal lintah itu diobati dengan pengapuran
(dolamik) kapur tersebut ditebarkan ke dalam tambak secukupnya.
Gambar 3 :proses pengobatan
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
12
5. Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan adalah ikan-ikan kecil (ikan rucah) seperti
ikan bada atau teri. Apabila pakan berasal dari ikan-ikan yang besar, maka
ikan tersebut harus potong-potong agar lebih kecil. Dalam pemberian pakan
ini, sebaiknya jenis pakan yang diberikan beragam, jadi tidak hanya berasal
dari ikan saja, tetapi dapat juga cumi-cumi dan udang. Hal ini berhubungan
dengan memenuhi kebutuhan gizi ikan kerapu, sebab dengan jenis pakan
yang beragam ini, kebutuhan (asam-asam amino, asam-asam lemak, vitamin
dan mineral) ikan kerapu akan memperlancar masa pertumbuhan dalam
jangka waktu yang cepat. Pemberian pakan dilakukan dengan cara di gunting
kecil-kecil. Demikian seterusnya, dimana semakin besar ikan kerapu
peliharaan, maka ukuran pakan yang dapat di makan oleh ikan kerapu akan
semakin besar pula.
Pemberian pakan diberikan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.
Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit dengan cermat, sehingga
tidak ada pakan yang terbuang percuma kedalam air. Sebab hal ini dapat
menyebabkan buruknya kualitas air dalam hapa akibat dari pembusukan sisa
makanan tersebut. Pemberian pakan dihentikan setelah melihat benih ikan
kerapu tersebut tidak mau makan lagi. Kedalam pakan ikan sebaiknya
dilakukan penambahan multivitamin dan mineral, karena penambahan
vitamin dan mineral ini dapat menambah kekebalan tubuh ikan terhadap
serangan penyakit, menambah nafsu makan ikan, menambah kinerja atau
kesegaran tubuh ikan sehingga terlihat lebih agresif dan dapat menurunkan
angka kematian (mortalitas). Pemberian multivitamin ini dapat dilakukan
melalui pakan dengan selang waktu 2 (dua) kali dalam seminggu.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
13
Gambar 4: pemberian pakan
6. Pemanenan
Ikan kerapu akan mempunyai harga jual yang lebih tinggi apabila
dijual dalam keadaan masih hidup. Oleh karena itu tindakan pemanenan dan
pengemasan ikan kerapu dalam sebuah box polyfoam harus dilakuan dengan
cara tersendiri , hal ini dilakukan agar ikan kerapu macan tetap dalam
keadaan hidup meskipun direlokasikan ke tempat lain yang jauh.
Adapun langkah-langkah persiapan pemanenan meliputi, penyediaan
prasarana dan alat panen, seperti serok dan timbangan. Alat dan bahan sarana
harus dalam keadaan bersih.
Pada hari pemanenan pemberian pakan dihentikan, yang bertujuan
agar ikan tidak memuntahkan sisa-sisa pakan pada saat pengangkutan.
1. Melepaskan tali bagian bawah.
2. Mengangkat jaring keramba secara perlahan agar ikan tidak berontak atau
melawan.
3. Kemudian ikan sedikit demi sedikit di serok dengan menggunakan serok
yang mata jaringnya halus agar ikan tidak terluka.
4. Jumlah ikan yang di panen di dalam hapa berjumlah sekitar 50 X 7 = 350
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
14
6.1. Pembiusan.
Proses selanjutnya yang dilakukan adalah pembiusan, bertujuan untuk
agar ikan tidak melawan atau bergerak pada saat penimbangan. Adapun
perlengkapan yang harus disiapkan dalam proses pembiusan adalah bak fiber
glass serta obat bius.
Langkah-langkah pembiusan adalah sebagai berikut:
1. Masukkan air dingin (18-22 derjat celcius) ke dalam bak fiber glass dan
didiamkan dalam keadaan teraerasi.
2. Memasukkan obat bius sebanyak 5 tetes dan tunggu 5 menit untuk
melihat reaksi ikan kerapu, apabila dalam kurun waktu tertentu ikan
kerapu belum terbius, maka obat bius ditambahkan lagi sebanyak 5 tetes
sampai ikan kerapu macan terbius.
3. Kemudian ikan yang sudah terbius, diambil menggunakan serok untuk
ditimbang.
Gambar 5 : pembiusan
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
15
6.2. Pengemasan
Selanjutnya masuk dalam proses pengemasan ikan kerapu macan
didalam box polyfoam. Adapun persiapan dan proses pengemasan adalah
sebagai berikut:
1. Siapkan beberapa buah box polyfoam sesuai keperluan yang bersih dan
kering.
2. Siapkan plastic peking yang tebal yang mampu menampung air sebanyak
15 liter.
3. Masukkan air tambak atau laut bersuhu 18-22 celcius ke dalam peking
berlapis dua.
4. Masukkan ikan kerapu yang sudah di timbang tadi ke dalam plastic
peking dilanjutkan dengan memberikan oksigen kedalam kantong plastic
dengan perbandigan 1:3.
5. Ikat plastic peking lalu masukkan kedalam box polyfoam.
6. Letakkan es batu yang di belah kecil yang di bungkus dengan kertas
koran di sudut box polyfoam.
7. Kemudian tutup box polyfoamnya lalu rekatkan dengan plakban.
Gambar 6: hasil panen
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
16
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kegiatan lapangan yang telah dilakukan dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Untuk keberhasilan usaha pembesaran ikan kerapu yang terpenting
adalah ketersediaan benih dan kualitas yang baik.
2. Untuk persiapan lahan harus dilakukan dengan baik.
3. Untuk penyeleksi dilakukan agar tidak terjadi kanibalisme.
4. Dalam pemberian pakan cukup dengan ikan yang sudah di cincang
halus sesuai dengan ukuran mulut dengan ukuran mulut guna
mempercepat pemanenan.
B. Saran
1. Dalam penangganan larva ikan kerapu macan harus lebih berhati-hati
karena masa larva adalah masa yang sangat kritis dan mudah
mengalami kematian.
2. Menambah tenaga ahli dalam bidang pembenihan ikan kerapu macan
agar perawatan ikan dapat berjalan dengan baik.
3. Untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan pembenihan ikan
kerapu macan perlu diadakan pelatihan khusus mengenai teknologi
pembenihan yang berkembang pada saat ini.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
17
DAFTAR PUSTAKA
1. Akbar, S dan Sudaryanto, 2002. Pembenihan ikan kerapu macan,
penebaran swadaya.
2. Basyarie, A. 1989. Pengendalian hama dan penyakit ikan. Sub balai
penelian budidaya pantai. Bojonegoro.
3. Ghaufiran, M.2001, Usaha pembesaran ikan kerapu di tambak Jogjakarta.
4. Mayunar. P. T. Imanto, S. Diani, dan T. Yokohama. 1991. Pembenihan
ikan kerapu macan.
5. Murtidjo, B.A. 2002. Budidaya ikan kerapu dalam tambak. Canasius,
Jogjakarta.
6. Akbar, S. 2002. Meramu ikan kerapu macan. Penebaran swadaya,
Jakarta.
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
18
LAMPIRAN
JURNAL KEGIATAN PKL
DI DESA LEUGE KEC. PEUREULAK KAB. ACEH TIMUR
HARI /TANGGAL KEGIATAN KETERANGAN PARAF
26-8-2014
Persiapan lahan dan pemberian
pakan
27-8-2014 Pemasukan air
28-8-2014 Pembuatan titi dan hapa
29-8-2014 Menebar benih
30-8-2014
Mencari nener untuk dikasih
kepada ikan kerapu
1-9-2014 Menyeleksi benih
2-9-2014
Pembersihan hapa dan
pergantian air
3-9-2014
Melakukan cara pemotongan
ikan rucah untuk diberikan
kepada benih ikan kerapu
4-9-2014
Menyeleksi benih dan
Pemberian Pakan
5-9-2014
Pemberian Pakan dan
membersihkan hapa
6-9-2014 Pemberian Pakan
7-9-2014
Pemberian Pakan dan
pergantian air
8-9-2014
memotong ikan rucan
Pemberian Pakan
9-9-2014
Menyeleksi benih dan
Pemberian Pakan
10-9-2014 Pemberian Pakan
11-9-2014 Panen benih dan Pemberian
Laporan: Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Macan 2015
19
Pakan
12-9-2014
Pemberian Pakan dan
membersihkan hapa
13-9-2014 Pemberian Pakan
14-9-2014 Pemberian Pakan
15-9-2014
Pemberian Pakan dan
memindahkan benih
16-9-2014
Pemberian Pakan dan
menganti penyanggang titi
17-9-2014
Pemberian Pakan dan
menganti air
18-9-2014
Pemberian Pakan dan
membersihkan hapa
19-9-2014
Pemberian Pakan dan
menyeleksi benihh
20-9-2014
Pemberian Pakan dan
pemanenan
21-9-2014
Pemberian Pakan dan
pemanenan
22-9-2014 Pemberian Pakan
23-9-2014 Pemberian Pakan
24-9-2014 Pemberian Pakan
25-9-2014 Pemberian Pakan
26-9-2014 Pemjemputan oleh sekolah
Mengetahui Pembimbing
Efendi Abu Bakar

Pembahasan

  • 1.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan ikan yang hidupnya di karang dan di dasar perairan berbatu, berdiam di lubang- lubang untuk menunggu mangsa. Ikan kerapu macan (Epinephalus Fuscoguttatus) umumnya dikenal dengan istilah “Goupers” dan merupakan salah satu komoditas perikanan penting yang mempunyai nilai jual cukup tinggi dan peluang ekonomi yang baik di pasaran domestik maupun pasar Internasional dan selain itu nilai jualnya cukup tinggi. Jenis kerapu ini asli Indonesia yang hidup tersebar di berbagaai perairan berkarang di nusantara. kegiatan budidaya ikan kerapu macan sangat berperan aktif dalam hal memenuhi kebutuhan ikan konsumsi. Peningkatan permintaan pasar yang tinggi menghasilkan, lapangan kerja bagi masyarakat, petani ikan maupun nelayan serta dapat bermanfaat dalam pelestarian sumber daya ikan yang mulai langka. Kerapu macan mempunyai sifat hidup yang soliter, dimana hidupnya tidak bergerombol, baik saat mencari makan maupun dalam keadaan bahaya. Namun pada saat akan memijah kerapu macan akan bergombol, ini terjadi beberapa hari sebelum bulan purnama penuh pada malam hari. Budidaya ikan kerapu macan pada umumnya dilakukan pada keramba jaring apung (KJA) yang berada di perairan-perairan lepas pantai. Ikan kerapu macan pada umumnya hidup pada air yang berkadar garam 30 - 33 ppt, suhu antara 29 - 31ºc, PH berkisaran 7,8 - 8,0, oksigen terlarut 7 3,5 ppm, kecepatan arus 15 - 30 cm dan kedalaman 75cm.
  • 2.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 2 B. Tujuan Adapun tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang saya ikuti adalah sebagai berikut: 1. Dapat membedakan antara teori dengan kenyataan yang terdapat di lapangan. 2. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas dan lebih baik. 3. Untuk dapat menciptakan lapangan kerja yang baru bagi saya sendiri dan orang lain. 4. Untuk mendidik siswa/i agar mempunyai sifat kewirausahaan. 5. Untuk mendidik siswa/I supaya lebih beradaptasi dan komunikatif terhadap masyarakat, khususnya para petani ikan payau sebagai mitra usaha yang mampu menyebar luaskan teknologi di bidang perikanan. C. Manfaat Ada beberapa manfaat yang dapat saya pelajari dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah sebagai berikut: 1. Dapat meningkatkan ilmu pengetahuan lebih, selain ilmu yang diperoleh dari sekolah. 2. Dapat menambah keterampilan dalam dunia budidaya perikanan. 3. Untuk dapat mengenal ilmu budidaya ikan secara tradisional 4. Dapat membina kerja sama antara sekolah SMK N 1 Peureulak Kabupaten Aceh Timur dengan instansi pemerintah swasta terutama di bidang perikanan. D. Tempat dan waktu PKL Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan selama 1 bulan di mulai dari dimulai pada Selasa, 26 Agustus 2014 sampai dengan Jum’at, 26 September 2014 bertempat di desa Leugeu kecamatan Pereulak Kota,Kabupaten Aceh Timur.
  • 3.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) Menurut (Mucharie,A : et. al- 1991), menjelaskan bahwa kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) diklasifikasikan sebagai berikut: Pylum : Chordata Subpylum : Vetebrata Class : Osteihtyes Subclass : Actinopterigi Ordo : Percomorphi Subordo : Percoidea Family : Serranidae Subfamily : epinephelinea Genus : Epinephelinae Spesies : epinephelus fuscoguttalus B. Morfologi Ikan Kerapu Macan Ikan kerapu macan mempunyai bentuk badan yang pipih memanjang dan agak membulat. Mulut lebar ke atas dan bibir bawahnya menonjol ke atas. Rahang bawah dan atas dilengkapi gigi-gigi geratan yang berderet- deret, ujungnya lancip, dan kuat. Sementara itu, ujung luar bagian depan dari gigi baris luar adalah gigi-gigi yang besar. Badan kerapu macan di tutupi oleh sisik kecil yang menggilap dan bercak loreng mirip bulu macan. Ikan kerapu bentuk tubuhnya agak rendah, moncong panjang memipih dan menajam, maxillary lebar diluar mata, bagian sisi dan dentary 3 atau 4 baris,
  • 4.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 4 terdapat bintik putih cokelat pada kepala, badan dan sirip, bintik hitam pada bagian dorsal dan posterior(Anonimous, 2010). Kerapu macan mempunyai sirip dorsal (punggung), sirip pectoral (dada), sirip caudal (ekor), dan garis lateral (gurat sisi), sirip dorsal memanjang hamper sebagian bagian punggung, dimana bagian jari-jari kerasnya memiliki jumlah yang sama dengan jari-jari lunaknya. Jumlah jari- jari adalah 13-15 buah. Sirip anal terdiri dari 3 buah jari-jari, sedangkan jumlah jari-jari sirip ekor 15-17 dan bercabang dengan jumlah 13-15 buah. Sisik yang menutupi seluruh permukaan tubuh berbentuk kecil, mengkilat dengan bentuk sikloid. Warna dasar kerapu macan adalah cokelat, dengan perut bewarna putih serta bercak hitam dan putih di sekujur tubuh yang baraturan. C. Kebiasaan hidup ikan kerapu macan Perkembangan kehidupan ikan kerapu macan sangat dipengaruhi oleh factor lingkungan tempat hidupnya. Faktor lingkungan tersebut antara lain : suhu, cahaya, salinitas arus. Fluktuasi keadaan lingkungan mempunyai pengaruh yang besar terhadap periode, migrasi musiman serta terhadapnya ikan, keadaan perairan serta perubahannya juga mempengaruhi kehidupan dan pertunbuhan ikan. Bila suhu air terlalu tinggi tidak normal dan tidak stabil ternyata akan mengurangi kecepatan makan ikan. Ada kalanya ikan yang berukuran besar akan mencari makanan yang bersuhu lebih rendah dari pada ikan-ikan yang berukuran lebih kecil dari jenisnya, hal tersebut mungkin disesuaikan dengan kebutuhan fisiologisnya. Perairan laut cenderung memiliki suhu yang konstan karena mengandung jenis panas yang tinggi ikan kerapu menunjukkan pertumbuhan yang baik pada kisaran suhu 27-28 ºc. Perubahan suhu yang sangat ekstrim akan berpengaruh terhadap proses metabolism atau nafsu makan ikan ini.
  • 5.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 5 D. Habitat dan penyebaran Ikan kerapu macan hidup di habitat yang berkarang sehingga disebut juga ikan kerapu karang, penyebarannya mulai daerah tropis sampai sub tropis. Di Indonesia ikan kerapu macan terdapat hamper di seluruh perairan Indonesia seperti: teluk banten, ujung kulon, kepulauan Riau, kepulauan seribu, kepulauan kariman jawa, Madura, Kalimantan dan Nusa Tenggara.Selain terumbu karang lokasi kapal tenggelam juga menjadi rumpon yang nyaman bagi ikan kerapu macan. Ikan-ikan tersebut akan berdiam dalam lubang-lubang karam atau rumpon dengan aktifitas relatif rendah. Ikan kerapu macan pada umumnya hidup diperairan karang pantai dengan kedalaman 0,53 - 3 m. Pada umumnya ikan kerapu macan menyenangi air dengan salinitas 33-35 ppt. Suhu perairan di Indonesia tidak menjadi masalah karena perubahan suhu,baik harian maupun tahunan sangat kecil dan biasanya berkisar antara 27 - 32ºC. Pada permukaan air yang tidak tercemar biasanya mengandung oksigen terlarut yang memadai untuk pertumbuhan ikan. Kandungan oksigen terlarut dalam air laut minimal 4 ppm. Air laut memiliki pH berkisar antara 7,6 - 8,7 dan mempunyai daya penyangga yang besar terhadap perubahan keasaman.
  • 6.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 6 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahap ini siswa melaksanakan tujuan dari pembesaran ikan kerapu macan yang meliputi klasifikasi ikan kerapu macan, morfologi. Kebiasaan hidup ikan kerapu macanfluktuasi keadaan lingkungan serta perubahannya. Habitat penyebaran untuk ikan kerapu macan mulai penyebaran daerah tropis sampai sub tropis. Siswa juga melakukan pengumpulan data sekunder yaitu dengan studi pustaka dengan mencari keterangan ilmiah yang mencakup masalah-masalah yang dihadapi. Adapun hasil dan pembahasan dari pelaksaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan, pembesaran ikan kerapu macan di tambak menggunakan hapa desa Leuge Kec. Peureulak Kab. Aceh Timur. A. Persiapan lahan Dalam melakukan persiapan lahan untuk pembesaran perlu adanya pengetahuan mengenai kehidupan biologi ikan kerapu tersebut khususnya lingkungan yang diperlukan untuk hidup dan kehidupannya. Hapa yang digunakan untuk pembenihan ikan kerapu ini dapat berupa jaring, ukuran jaring dapat bermacam-macam dan biasanya dapat menentukan kepadatan dan ukuran benih yang akan di tebar.Hal yang harus diperhatikan adalah kemudahan dalam pengaturan erosi dari pengelolaan air, jaring yang digunakan untuk pembenihan kerapu ini dapat berbentuk bulat atau persegi panjang. Salah satu gambaran bentuk hapa yang digunakan untuk benih kerapu adalah hapa dengan ukuran 1m x 1m pemasukan air ketambak, pembuatan titi agar mudah saat pemberian pakan nantinya. Di tebar 50 ekor benih ikan kerapu yang berukuran 5 inc supaya ikan lebih nyaman dan senang bermain di kasih pohon mangrove di atas permukaan air agar ikan cepat beradaptasi dan cepat besar saat benih mulai dipelihara.
  • 7.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 7 B. Pemasukan Air Setelah melakukan pemilihan lokasi sampai dengan persiapan lahan kemudian dilakukan pengisian air ke tambak melalui pipa pemasukan air dari tambak yang lain ke tambak yang satu. Adapun kuantitas air harus terjamin dan terjaga kebersihannya dibutuhkan pada ikan kerapu macan adalah salinitas : 15 - 35 ppt, suhu air 27 - 32 ºc, PH 6 - 7, ammonia dan ritri t air c 0,1 ppm. parameter kualitas air sekaligus, yaitu: 1. Penurunan oksigen dan peningkatan NH3 yang diakibatkan penumpukan sampah, seperti sisa pakan yang tidak habis di makan oleh ikan, hal ini dapat meningkatkan amoniak. Pergantian air adalah salah satu cara mengatasi air yang miskin oksigen dan kaya amoniak dan menggantinya dengan air yang kualitasnya lebih baik. 2. Peningkatan dan penurunan salinitas. Pada saat panas air tambak menguap menyebabkan salinitas tambak meningkat. Sebaliknya ketika hujan turun dapat menyebabkan penurunan salinitas. Perubahan salinitas yang terlampau tinggi dapat mengganggu 3. pH air rendah, pH rendah yang disebabkan karana kadar keasaman tanah dan air tinggi. Dapat dilakukan dengan cara pengapuran untuk menurunkan keasaman tanah dan air. Sebelum mengganti air terlebih dahulu perlu mengetahui pola pasang surut air. Masa pergantian air yang paling baik adalah pada saat pasang purnama yang terjadi setiap 28 hari sekali. Pada saat itu kisaran pasang surut sangat tinggi, sehingga volume air berganti besar. Ketika pasang sedang surut saringan dipasang dan pintu air terbuka, sehingga air tambak keluar. Air dibiarkan keluar hingga kedalaman air tinggal setengahnya. Sebaliknya ketika sedang pasang naik air dibiarkan masuk dan setelah puncak pasang tercapai segera pintu air ditutup kembali. Pergantian air ini dilakukan berkali- kali pada hari lainnya. Masa pergantian air adalah 5 hari setiap bulannya.
  • 8.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 8 C. Pemasangan Hapa Budidaya pembesaran ikan kerapu macan di hapa menggunakan sarana dan prasarana sebagai berikut : 1. Titian Titian merupakan sebagai tempat untuk memudahkah disaat melakukan pemberian pakan ikan dan sebagainya. Bahan yang digunakan untuk membuat titi sebaiknya menggunakan bahan yang tahan lama dan harganya relatif murah. Hal ini dikarenakan titi yang akan di buat berada diatas permukaan air yang selalu bergerak. Bahan yang digunakan untuk titi terbuat dari bambu sebagai kerangka titi dengan panjang 6 m dan lebar 45cm dengan jumlah bambu yang digunakan 5 kerangka. 2. Hapa Hapa merupakan tempat untuk memelihara ikan. Kerapu macan yang tertutup dari semua sisi sementara sirkulasi air tetap berlangsung dan sisa dapat pakan terbawa arus. Untuk hapa pada umumnya mengalami tekanan statis maupun dinamis. Tekanan statis merupakan tekanan vertical yang terjadi karena beban dari hapa itu sendiri dan organisme-organisme yang menempel, sedangkan untuk tekanan dinamis adalah pengaruh beban secara horizontal yang disebabkan oleh angin. Hapa yang digunakan terbuat dari bahan polyethylene. Untuk ukuran hapa yaitu P 1m x L 1m x T 75cm digunakan untuk tempat pembesaran. Pemasanagan hapa dengan dengan kayu yang di tancapkan ke tanah dan hapa di ikat pada kayu tersebut. Berfungsi mempermudah kita dalam melakukan sampling, greding, dan panen selektif. Penggantian hapa dilakukan 1bulan sekali atau disesuaikan dengan kondisi perairan setempat. Pergantian hapa dilakukan untuk menjaga sirkulasi air dan mecegah resiko terkena penyakit. hapa yang kotor sebaiknya di jemur untuk memudahkan dalam penyemprotan dan pembersihan hapa tersebut agar bisa digunakan kembali.
  • 9.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 9 3. Serok Serok digunakan sebagai alat untuk mengambil ikan mati dan juga dapat membantu dalam melakukan sampling serta panen. Ini juga berfungsi sebagai alat untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada dalam hapa seperti sampah yang hanyut. .4. Timbangan Timbangan berfungsi untuk menghitung jumlah pakan yang akan diberikan setiap melakukan pemberian pakan, digunakan sebagai alat untuk sampling dan untuk menimbang hasil panen. D. Penebaran Benih Jumlah benih yang ditebarkan 50 ekor perpetak waring/ jaring. Penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebelum benih ditebarkan ke dalam jaring terlebih dahulu dilakukan penyesuaian diri yaitu dengan cara memasukkan benih bersama kantong yang masih tertutup ke dalam jaring. Setelah suhu air dalam kantong sesuai dengan suhu air dalam waring, maka dilakukan penebaran benih dengan cara membuka kantong plastic dan kemudian masukkan air dari sedikit demi sedikit dan setelah itu kantong plastic tersebut dimiringkan perlahan-lahan kedalam jaring dan biarkan ikan keluar dengan sendirinya Gambar 1; penebaran
  • 10.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 10 1. Pemeliharaan benih ikan kerapu macan Pemeliharaan benih (gelondongan) di dalam hapa dilakukan kurang lebih selama 1 bulan, yang mana setelah pemeliharaan 1 bulan tersebut ikan kerapu telah mencapai ukuran 7-10 cm dengan berat 50-75 gram/ekor atau sampai pemanenan 2. Seleksi benih Kerapu yang didederkan di tambak di sortir 3 hari setiap kelambu ini di sortir secara terpisah (a) dan kelas ukuran yang berbeda ditahan di nampan plastic mengambang (b) sampai ikan-ikan dapat dikembalikan ke hapa. Kanibalisme merupakan penyebab utama kematian dalam fase pendederan utamanya species ikan laut yang bersirip termasuk barramundi/ kakap putih atau Asiaan seabass (Lates calcarifer). Teknik-teknik utama yang digunakan untuk mengurangi kanibalisme adalah:  Penyortiran untuk memastikan bahwa hanya ikan yang berukuran segram yang disimpan ditiap hapa.  Pengelolaan pakan untuk mengendalikan nafsu makan. Gambar 2. Seleksi benih
  • 11.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 11 3. Tabel pengelolaan kualitas air untuk pembesaran ikan kerapu macan Prameter Kerapu macan (Epinephalus Fuscoguttatus) Suhu 24-31 ºC Salinitas 30-33 ppt Kandungan oksigen terlarut 3,5 ppm Ph 7,8-8 4. Pengendalian Penyakit Pengobatan yang dilakukan praktek kerja lapangan (PKL) obat yang digunakan secara tradisional yang diambil dari alam, ikan kerapu yang terluka diberikan cocor bebek, dan kunyit di giling lalu di campur dengan air dan dilarutkan kedalam fiber setelah itu masukkan ikan kerapu kedalamnya lalu didiamkan selama 10 menit. Pengobatan ikan yang terkenal lintah itu diobati dengan pengapuran (dolamik) kapur tersebut ditebarkan ke dalam tambak secukupnya. Gambar 3 :proses pengobatan
  • 12.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 12 5. Pemberian Pakan Jenis pakan yang diberikan adalah ikan-ikan kecil (ikan rucah) seperti ikan bada atau teri. Apabila pakan berasal dari ikan-ikan yang besar, maka ikan tersebut harus potong-potong agar lebih kecil. Dalam pemberian pakan ini, sebaiknya jenis pakan yang diberikan beragam, jadi tidak hanya berasal dari ikan saja, tetapi dapat juga cumi-cumi dan udang. Hal ini berhubungan dengan memenuhi kebutuhan gizi ikan kerapu, sebab dengan jenis pakan yang beragam ini, kebutuhan (asam-asam amino, asam-asam lemak, vitamin dan mineral) ikan kerapu akan memperlancar masa pertumbuhan dalam jangka waktu yang cepat. Pemberian pakan dilakukan dengan cara di gunting kecil-kecil. Demikian seterusnya, dimana semakin besar ikan kerapu peliharaan, maka ukuran pakan yang dapat di makan oleh ikan kerapu akan semakin besar pula. Pemberian pakan diberikan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit dengan cermat, sehingga tidak ada pakan yang terbuang percuma kedalam air. Sebab hal ini dapat menyebabkan buruknya kualitas air dalam hapa akibat dari pembusukan sisa makanan tersebut. Pemberian pakan dihentikan setelah melihat benih ikan kerapu tersebut tidak mau makan lagi. Kedalam pakan ikan sebaiknya dilakukan penambahan multivitamin dan mineral, karena penambahan vitamin dan mineral ini dapat menambah kekebalan tubuh ikan terhadap serangan penyakit, menambah nafsu makan ikan, menambah kinerja atau kesegaran tubuh ikan sehingga terlihat lebih agresif dan dapat menurunkan angka kematian (mortalitas). Pemberian multivitamin ini dapat dilakukan melalui pakan dengan selang waktu 2 (dua) kali dalam seminggu.
  • 13.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 13 Gambar 4: pemberian pakan 6. Pemanenan Ikan kerapu akan mempunyai harga jual yang lebih tinggi apabila dijual dalam keadaan masih hidup. Oleh karena itu tindakan pemanenan dan pengemasan ikan kerapu dalam sebuah box polyfoam harus dilakuan dengan cara tersendiri , hal ini dilakukan agar ikan kerapu macan tetap dalam keadaan hidup meskipun direlokasikan ke tempat lain yang jauh. Adapun langkah-langkah persiapan pemanenan meliputi, penyediaan prasarana dan alat panen, seperti serok dan timbangan. Alat dan bahan sarana harus dalam keadaan bersih. Pada hari pemanenan pemberian pakan dihentikan, yang bertujuan agar ikan tidak memuntahkan sisa-sisa pakan pada saat pengangkutan. 1. Melepaskan tali bagian bawah. 2. Mengangkat jaring keramba secara perlahan agar ikan tidak berontak atau melawan. 3. Kemudian ikan sedikit demi sedikit di serok dengan menggunakan serok yang mata jaringnya halus agar ikan tidak terluka. 4. Jumlah ikan yang di panen di dalam hapa berjumlah sekitar 50 X 7 = 350
  • 14.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 14 6.1. Pembiusan. Proses selanjutnya yang dilakukan adalah pembiusan, bertujuan untuk agar ikan tidak melawan atau bergerak pada saat penimbangan. Adapun perlengkapan yang harus disiapkan dalam proses pembiusan adalah bak fiber glass serta obat bius. Langkah-langkah pembiusan adalah sebagai berikut: 1. Masukkan air dingin (18-22 derjat celcius) ke dalam bak fiber glass dan didiamkan dalam keadaan teraerasi. 2. Memasukkan obat bius sebanyak 5 tetes dan tunggu 5 menit untuk melihat reaksi ikan kerapu, apabila dalam kurun waktu tertentu ikan kerapu belum terbius, maka obat bius ditambahkan lagi sebanyak 5 tetes sampai ikan kerapu macan terbius. 3. Kemudian ikan yang sudah terbius, diambil menggunakan serok untuk ditimbang. Gambar 5 : pembiusan
  • 15.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 15 6.2. Pengemasan Selanjutnya masuk dalam proses pengemasan ikan kerapu macan didalam box polyfoam. Adapun persiapan dan proses pengemasan adalah sebagai berikut: 1. Siapkan beberapa buah box polyfoam sesuai keperluan yang bersih dan kering. 2. Siapkan plastic peking yang tebal yang mampu menampung air sebanyak 15 liter. 3. Masukkan air tambak atau laut bersuhu 18-22 celcius ke dalam peking berlapis dua. 4. Masukkan ikan kerapu yang sudah di timbang tadi ke dalam plastic peking dilanjutkan dengan memberikan oksigen kedalam kantong plastic dengan perbandigan 1:3. 5. Ikat plastic peking lalu masukkan kedalam box polyfoam. 6. Letakkan es batu yang di belah kecil yang di bungkus dengan kertas koran di sudut box polyfoam. 7. Kemudian tutup box polyfoamnya lalu rekatkan dengan plakban. Gambar 6: hasil panen
  • 16.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 16 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan lapangan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Untuk keberhasilan usaha pembesaran ikan kerapu yang terpenting adalah ketersediaan benih dan kualitas yang baik. 2. Untuk persiapan lahan harus dilakukan dengan baik. 3. Untuk penyeleksi dilakukan agar tidak terjadi kanibalisme. 4. Dalam pemberian pakan cukup dengan ikan yang sudah di cincang halus sesuai dengan ukuran mulut dengan ukuran mulut guna mempercepat pemanenan. B. Saran 1. Dalam penangganan larva ikan kerapu macan harus lebih berhati-hati karena masa larva adalah masa yang sangat kritis dan mudah mengalami kematian. 2. Menambah tenaga ahli dalam bidang pembenihan ikan kerapu macan agar perawatan ikan dapat berjalan dengan baik. 3. Untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan pembenihan ikan kerapu macan perlu diadakan pelatihan khusus mengenai teknologi pembenihan yang berkembang pada saat ini.
  • 17.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 17 DAFTAR PUSTAKA 1. Akbar, S dan Sudaryanto, 2002. Pembenihan ikan kerapu macan, penebaran swadaya. 2. Basyarie, A. 1989. Pengendalian hama dan penyakit ikan. Sub balai penelian budidaya pantai. Bojonegoro. 3. Ghaufiran, M.2001, Usaha pembesaran ikan kerapu di tambak Jogjakarta. 4. Mayunar. P. T. Imanto, S. Diani, dan T. Yokohama. 1991. Pembenihan ikan kerapu macan. 5. Murtidjo, B.A. 2002. Budidaya ikan kerapu dalam tambak. Canasius, Jogjakarta. 6. Akbar, S. 2002. Meramu ikan kerapu macan. Penebaran swadaya, Jakarta.
  • 18.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 18 LAMPIRAN JURNAL KEGIATAN PKL DI DESA LEUGE KEC. PEUREULAK KAB. ACEH TIMUR HARI /TANGGAL KEGIATAN KETERANGAN PARAF 26-8-2014 Persiapan lahan dan pemberian pakan 27-8-2014 Pemasukan air 28-8-2014 Pembuatan titi dan hapa 29-8-2014 Menebar benih 30-8-2014 Mencari nener untuk dikasih kepada ikan kerapu 1-9-2014 Menyeleksi benih 2-9-2014 Pembersihan hapa dan pergantian air 3-9-2014 Melakukan cara pemotongan ikan rucah untuk diberikan kepada benih ikan kerapu 4-9-2014 Menyeleksi benih dan Pemberian Pakan 5-9-2014 Pemberian Pakan dan membersihkan hapa 6-9-2014 Pemberian Pakan 7-9-2014 Pemberian Pakan dan pergantian air 8-9-2014 memotong ikan rucan Pemberian Pakan 9-9-2014 Menyeleksi benih dan Pemberian Pakan 10-9-2014 Pemberian Pakan 11-9-2014 Panen benih dan Pemberian
  • 19.
    Laporan: Teknik PembesaranIkan Kerapu Macan 2015 19 Pakan 12-9-2014 Pemberian Pakan dan membersihkan hapa 13-9-2014 Pemberian Pakan 14-9-2014 Pemberian Pakan 15-9-2014 Pemberian Pakan dan memindahkan benih 16-9-2014 Pemberian Pakan dan menganti penyanggang titi 17-9-2014 Pemberian Pakan dan menganti air 18-9-2014 Pemberian Pakan dan membersihkan hapa 19-9-2014 Pemberian Pakan dan menyeleksi benihh 20-9-2014 Pemberian Pakan dan pemanenan 21-9-2014 Pemberian Pakan dan pemanenan 22-9-2014 Pemberian Pakan 23-9-2014 Pemberian Pakan 24-9-2014 Pemberian Pakan 25-9-2014 Pemberian Pakan 26-9-2014 Pemjemputan oleh sekolah Mengetahui Pembimbing Efendi Abu Bakar