LOGO
PELUMASPELUMAS
Hamid AdillahHamid Adillah
Pendahuluan
 Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan di antara dua 
benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Zat ini merupakan fraksi hasil 
destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat celcius. Pelumas 
berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang 
berhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat 
tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesin yang 
dipakai pada mesin pembakaran dalam.
Sejarah Pelumas
- Pelumas di gunakan sejak 4000 SM di daerah Mesopotamia, dimana daerah tersebut 
adalah merupakan salah satu pusat peradaban Dunia yang paling awal Sebelum Masehi. 
Untuk Bantalan Sederhana
- Di Mesir/Egyp ; pada tahun 1400 SM, di gunakan pada Roda kereta/ kendaraan perang 
yang menggunakan pelumas campuran yang berasal dari campuran lemak hewan dan 
minyak nabati
- Peradapan Yunani - Romawi ; Untuk Roda Gigi, derek dan bantalan bola dan rol
- Di Inggris Abad 18 ( sekitar tahun 1760 M ); ketika Revolusi industri berlangsung selama 
80 Tahun, menggunakan minyak nabati ( sawit, zaitun dan kacang tanah ) dan Minyak 
hewani ( lemak babi, lemak sapi, sperma ikan paus ) dan pelumas padat/ semi ( grafit, 
talk, gemuk dari soda dan minyak hewani ditambah kapur )
- Di Canada, Rusia, dan Romania pada tahun 1852 abad 19, Pelumas sudah menggunakan 
minyak bumi.
- Di Indonesia ; Awal produksi sudah menggunakan Minyak Bumi.
- Abad 20  ;  Peningkatan mutu pelumas di gunakan untuk kebutuhan perkembangan 
Motor Bakar/ sepeda Motor salah satunya ( Otomotif )
- Tahun 1905 ; Di dirikannya SAE ( Society of Engineers ) di New York
Fungsi dan tujuan pelumasan
1. Tugas pokok pelumas
Pada dasarnya yang menjadi tugas pokok pelumas adalah mencegah atau mengurangi 
keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara permukaan logam yang satu 
dengan permukaan logam lain terus menerus bergerak. 
2. Selain keausan dapat dikurangi, permukaan logam yang terlumasi akan mengurangi 
besar tenaga yang diperlukan akibat terserap gesekan, dan panas yang ditimbulkan 
oleh gesekan akan berkurang.
Fungsi dan tujuan pelumasan
2. Tugas tambahan pelumas
Selain mempunyai tugas pokok, pelumas juga berfungsi sebagai penghantar panas. Pada
mesin mesin dengan kecepatan putaran tinggi, panas akan timbul pada bantalan bantalan
sebagai akibat dari adanya gesekan yang banyak. Dalam hal ini pelumas berfungsi sebagai
penghantar panas dari bantalan untuk mencegah peningkatan temperatur atau suhu
mesin.
Suhu yang tinggi akan merusak daya lumas. Apabila daya lumas berkurang, maka maka
gesekan akan bertambah dan selanjutnya panas yang timbul akan semakin banyak
sehingga suhu terus bertambah. Akibatnya pada bantalan bantalan tersebut akan terjadi
kemacetan yang secara otomatis mesin akan berhenti secara mendadak. Oleh karena itu,
mesin mesin dengan kecepatan tinggi digunakan pelumas yang titik cairnya tinggi,
sehingga walaupun pada suhu yang tinggi pelumas tersebut tetap stabil dan dapat
melakukan pelumasan dengan baik.
Jenis jenis pelumas
1. Dilihat dari bentuk fisiknya :
a. Minyak pelumas
b. Gemuk pelumas
c. Cairan pelumas
2. Dilihat dari bahan dasarnya :
a. Pelumas dari bahan nabati
b. Pelumas dari bahan hewani
c. Pelumas sintetis
3. Dilihat dari penggunaannya :
a. Pelumas kendaraan
b. Pelumas industri
c. Pelumas perkapalan
d. Pelumas penerbangan
Kode Pelumas
 AE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers, suatu asosiasi yang
mengatur standarisasi di berbagai bidang seperti bidang rancang desain teknik,
manufaktur, dll
 Tulisan seperti ini : SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50 , adalah standarisasi
yang dikeluarkan oleh pihak SAE untuk kualitas dari kekentalan oli.
 Angka di sebelah kiri tanda W adalah nilai kekentalan oli ketika mesin dingin.
 Kemudian angka di sebelah kanan W adalah nilai kekentalan oli ketika mesin beroperasi
pada suhu kerjanya.
 Semakin besar angkanya (baik kiri maupun kanan) itu artinya adalah semakin kental
pada kondisinya.
 Misalnya ada yang sama-sama 15W, tetapi kalau yang satu 15W-40 yang satunya lagi
15W-50, maka keduanya memang punya kekentalan sama saat mesin dingin, tetapi
ketika mesin beroperasi, yang 15W-40 akan lebih encer dari pada 15W-50.
Kode Pelumas
Kode Pelumas
 Mesin bensin dan diesel punya kode API yang berbeda. Pada mesin bensin kodenya
dimulai dengan huruf “S”, sedangkan diesel “C”.
 Biasanya pada mesin bensin, kode oli yang tertera SA, SB, SC, SD, SE, atau SF.
Semakin besar menurut abjad huruf kedua berarti digunakan untuk mesin yang bekerja
lebih berat (modern).
Kode Pelumas
 Klasifikasi API untuk mesin bensin
SA = Minyak murni tanpa bahan tambahan (aditif).
SB = Digunakan untuk mesin operasi ringan yang sedikit anti oxidant.
SC = Oli yang mengandung detergen, dispersant, anti oxidant.
SD = Digunakan untuk mesin beroperasi dengan temperatur tinggi,
mengandung resisting agent, anti oxidant, dan lain-lain.
SE = Digunakan untuk mesin beroperasi sedang dengan mengandung resisting
agent dan anti oxidant yang lebih banyak.
SF = Tingkat aliran tinggi dengan pemakaisn daya tahan (resistance) tinggi.
 Klasifikasi API untuk mesin diesel:
CA =Digunakan untuk mesin diesel operasi ringan.
CB = Digunakan untuk mesin diesel operasi sedang.
CC = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbochargerdengan operasi
temperatur sedang.
CD = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakan turbochargerdengan
kandungan sulfur sedikit.
Perbedaan Oli Sintetik dan Mineral
 Oli Sintetik
 Oli sintetik pertama kali dikembangkan pada abad ke-20 oleh Dr. Hermann Zorn dari
IG Farben, Jerman dan Dr. WA Zisman dari Naval Research Laboratory, Amerika
Serikat. Pada dasarnya oli jenis ini merupakan peluimas artifisial, yang diproses
menggunakan formula terbaru. Oli sintetik biasanya terdiri
dari Polyalphaolifins, senyawa yang hasil pemilahan terbersih dari oli mineral, yaitu gas.
Senyawa inilah yang nantinya dicampur dengan oli mineral.
 Oli Sintetik pertama kali muncul di Amerika Serikat, oli ini menggunakan bahan
dasar polyolefin. Seiring dengan berkembangnya teknologi, para produsen oli terus
mengembangkan produk mereka menggunakan bahan dasar yang beragam mulai
dari poliester, polyglycos, sintetis non-PAO, ester,nafalena dan benzena alkilasi, saat ini
para insinyur mekanik dan ahli kimia terus berusaha membuat formula yang lebih baik
untuk memberikan sistem pelumasan terbaik.
Perbedaan Oli Sintetik dan Mineral
 Oli Mineral
 Berbeda dengan oli sintetik, oli mineral pada dasarnya merupakan produk atau varian
yang berasal dari minyak bumi. Oli mineral merupakan hasil turunan dari proses
penyulingan fraksional minyak bumi. Oli jenis ini terdiri dari unsur alam
seperti alkaline dan cyclic paraffin. Sebelum ditemukan pengembangan oli sintetik, oli
mineral sempat mendominasi pasar pelumas mesin.
Perbedaan Oli Sintetik dan Mineral
Keunggulan oli sintetik:
Oli sintetik cenderung lebih stabil pada termperatur tinggi (less volatile) sehingga memiliki kadar penguapan yang rendah.
Dapat mengendalikan atau mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
Melumasi dan melapisi logam lebih baik sehingga mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin
Lebih awet (tahap terhadap oksidasi)
Menjaga mesin lebih dingin (mengurangi gesekan)
Dapat membersihkan mesin dari kerak oli mineral
Kekurangan oli sintetik:
Harganya yang cukup mahal (2-4 kali lipat harga oli mineral)
Keunggulan oli mineral:
Saat mesin (piston dan blok piston) dalam keadaan baru dianjurkan untuk menggunakan oli mineral. Struktur molekul oli
mineral yang tidak rata dapat membuat komponen dan suku cadang mobil saling menggikis satu sama lain sehingga
komponen mesin baru bisa bertaut dengan pas dan beradapatasi dengan mekanisme.
Harganya yang jauh lebih murah dibandingkan oli sintetik
Kekurangan oli mineral:
Stuktur molekul yang tidak seimbang
Meninggalkan kerak pada komponen mesin
Thank You
Kingsoft Office
published by www.Kingsoftstore.com @Kingsoft_Office
kingsoftstore

Pelumas dan Pelumasan