William Herbert Sheldon, seorang psikolog, mengembangkan teori somatotype yang mengaitkan tipe tubuh fisik (endomorfi, mesomorfi, dan ektomorfi) dengan sifat kepribadian dan temperamen individu. Teori ini menyatakan bahwa kondisi fisik mempengaruhi psikologi seseorang dan bahwa pendekatan pendidikan harus disesuaikan berdasarkan somatotype anak agar perkembangan sosial mereka optimal. Dalam penelitiannya, Sheldon juga mengidentifikasi komponen jasmani dan psikologis yang beragam, termasuk aspek estetika dan karakteristik temperamental.