Defenisi
 Secara harpiah, neoplasma  pertumbuhan
sel baru
 Neoplasma  penyakit pertumbuhan sel
 Onkologi : ilmu yg mempelajari tentang
tumor baik jinak maupun ganas.
 Neoplasma  kumpulan sel abnormal yang
terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus
menerus secara tidak terbatas, tidak
berkondisi jaringan disekitarnya, dan tidak
berguna bagi tubuh.
 Willis, Neoplasma  “ massa jaringan
abnormal dengan pertubuhan yang
berlebihan dan tidak ada koordinasi dengan
pertumbuhan jaringan normnal dan tetap
tumbuh dengan cara yang berlebihan
setelah stimulus yang menimbulkan
perubahan berhenti”
 Ilmu patologik anatomi  tumor identik
dengan neoplasma, sedangkan dalam klinik
istilah tumor sering digunakan untuk semua
tonjolan dan diartikan sebagai
pembengkakan, bisa disebabkan karena
neoplasma atau radang.
 Kanker  suatu pertumbuhan sel-sel
abnormal yang cenderung menginvasi
jaringan disekitarnya dan menyebar
ketempat-tempat jauh. (Corwin, 2001)
Faktor yg mempengaruhi :
 Faktor kimia,
 Radiasi,
 Virus,
 Hormonal,
 Keadaan immun tertentu dan mutasi
yang diturunkan.
Faktor presipitasi :
1. Merokok: kanker parur-paru
2. Sinar matahari: kanker kulit
3. Diet : kanker kolon, kanker payudara
4. Faktor resiko hormonal: hormon
estrogen: kanker payudara
5. Faktor diwariskan
6. Virus onkogenik
Terutama golongan retrovirus, yang
mengandung RNA Onkogenik 
melakukan transpormasi sel-sel normal
7. Faktor parasit  parasit Schistosoma
hematobium mengakibatkan karsinoma
planoseluler, biasanya terjadi pada
tumor buli-buli
8. Sunat dan femosis.
FAKTOR PROTEKTIF TERHADAP
PEMBENTUKAN KANKER :
 Wanita menyusui selama paling kurang 6
bulan berturut-turut, serta wanita hamil
beberapa kali juga berkurang risikonya
terhadap kanker payudara.
 Olah raga secara teratur juga mengurangi
risiko terjadinya kanker payudar
 Faktor makanan  makanan yang
mengandung vitamin A, E dan C yang
terkandung dalam sayuran hijau, juga
mengurangi risiko terjadinya kanker, serta
pembatasan makanan berlemak juga
dianggap protektif timbulnya kanker.
PEMBAGIAN NEOPLASMA
Dalam bidang onkologi, neoplasma atau tumor
dibagi dalam kategori jinak (benigna) dan
ganas (maligna), yaitu :
1. Tumor jinak (benigna)
Suatu tumor disebut jinak  sel-sel tidak
menyebar ketempat lain, relatif tidak
berbahaya, bersifat terlokalisasi, mudah
diangkat  pembedahan minor secara lokal
saja, serta tidak menimbulkan kematian
2. Tumor ganas / kanker (maligna)
Dalam bahasa latin yang berari ”Kepiting”
 sifatnya melekat pada setiap bagian
dan mencengkeram dengan erat seperti
seekor kepiting.
Suatu neoplasma disebut ganas 
karena dapat menembus dan
menghancurkan struktur yang berdekatan
dan menyebar ketempat yang jauh
(metastase), dapat menyebabkan
kematian  metastase meluas organ
vital.
TATA NAMA NEOPLASMA
Semua tumor, baik jinak maupun ganas,
mempunyai dua komponn dasar, yaitu :
1. Parenkhim  tersusun oleh sel-sel
neoplastik yang berploroferasi Parenkhim
neoplasma akan berperan dalam
menentukan perilaku biologik neoplasma
dan merupakan komponen asal usul dari sel
tumor
2. Stroma penyanggah  tersusun oleh
jaringan ikat, pembuluh darah dan mungkin
juga pembuluh limfatik
Stroma neoplasma berperan dalam
membawa perbekalan darah dna
merupakan penyanggah untuk
pertumbuhan sel-sel kanker.
CIRI – CIRI TUMOR GANAS (KANKER)
1. Tumor ganas tumbuhnya infiltrat  yaitu
tumbuh bercabang-cabang kedalam jaringan
yang sehat disekitarnya, menyerupai jari-jari
kepiting (kanker). Sukar digerakkan dari
dasarnya (immobile)
Tumor jinak  tumbuhnya ekspansif, yaitu
mendesak jaringan sehat disekitarnya dan
jaringan sehat yang terdesak akan membentuk
simpai=kapsul dari tumor, sehingga tumor jinak
umumnya bersimpai atau berkapsul. Karena
tidak ada pertumbuhan infiltrat, maka biasanya
tumor jinak mudah digerakkan dari dasarnya
(mobile)
2. Residif (kambuh)
 Tumor ganas  setelah diangkat dan
penyinaran, sering tumor kambuh
kembali, karena masih ada sel-sel tumor
yang tertinggal, dan membentuk tumor
yang sama
 Tumor jinak  karena tumor jinak
bersimpai, sehingga bila diangkat mudah
dikeluarkan dan tidak ada jaringan yang
tetringgal
3. Metastase (anak sebar)
Umumnya tumor ganas sanggup menyebar
ketempat lain melalui peredaran darah,
cairan getah bening. Sedangkan tumor jinak
tidak mengadakan metastase ketampat lain.
4. Tumor ganas tumbuhnya cepat 
tumornya cepat membesar dan secara
mikroskopis banyak ditemukan mitosis, baik
mitosis normal (bipolar), atau abnormal
(atipik).
Tumor jinak  tumbuhnya lambat, sehingga
tumornya tidak cepat membesar, dan tidak
ditemukan gambaran sel abnormal
5. Tumor ganas jika tidak diobati  akan
menyebabkan kematian, walaupun
letaknya hanya dikaki atau ditangan saja.
Sedangkan tumor jinak  biasanya
tidak berbahaya dan tidak menyebabkan
kematian bila letaknya tidak pada alat
tubuh vital
GEJALA KLINIS
Beberapa gejala klinis umum yang biasa
diperhatikan oleh sebagian besar pengidap
kanker adalah :
1. Nyeri  Nyeri yang timbul biasanya akibat
kanker yang meluas menekan saraf dan
pembuluh darah disekitarnya.
 Penekanan pembuluh darah  iskemia 
hipoksia  penimbunan asam laktat 
nyeri meningkat. Jika Hipoksia yang lama
 nekrosis
 Selain itu, nyeri juga timbul, karena sel
kanker mengeluarkan enzim-enzim yang
dapat merusak sel
 Kecemasan dan ketakutan yang
berlebihan juga memperberat nyeri
2. Kakeksia  istilah yang sering digunakan
untuk menjelaskan berkurangnya secara
umum lemak dan protein seperti yang
dijumpai penderita kanker
 Kakeksia terjadi karena  hilangnya
nafsu makan, pencernaan yang
terganggu, peningkatan metabolisme
sel-sel kanker akibat pertumbuhan sel
yang berlebihan, sehingga metabolisme
bahan makanan seperti glukosa dna
protein terganggu.
3. Anemia  Penderita kanker metastasik
menderita anemia, karena sel-sel kanker
mempengaruhi fungsi pembentukan eritrosit
dan leukosit, terutama kanker yang
berhubungan dengan sel darah seperti
leukemia.
 Terdapat pula kanker yang dapat
menyebabkan perdarahan hebat , misalnya
kanker kolorektum atau kanker uterus
(rahim). Kelainan trombosit sering dijumpai
yang akan memperberat perdarahan.
 Bahkan sebagian kemoterapi dan terapi
radiasi dapat menekan sumsum tulang
belakang dan menyebabkan anemia.
4. Kelelahan  terjaid akibat nutrisi yang
buruk / jelek, gangguan oksigenasi
jaringan akibat anemia  metabolisme
menurun  produksi ATP juga menurun
 sehingga timbul kelelahan /
kelemahan fisik
PENYEBARAN TUMOR GANAS
Penyebaran tumor ganas dapat berlangsung :
 Penyebaran setempat  penjalaran dari sel-
sel tumor ke jaringan sekitarnya
 Penyebaran jauh (metastase)  pelepasan
sel-sel tumor dari tumor induk ke tempat lain
melalui sirkulasi darah atau cairan getah
bening  membentuk sel tumor baru atau
anak sebar.
Faktor yang menimbulkan terjadinya penyebaran
tumor ganas yaitu :
1. Pelepasan sel-sel tumor yang dapat hidup
autonomi.
 Sel-sel tumor ini akan menghasilkan enzim-
enzim seperti collagenase, hyaluronidase,
yang akan mempengaruhi janringan
disekitarnya.
 Kemudian sel tumor bergerak masuk kedalam
ruang-ruang antar sel atau menembus
sitoplasma  membentuk sel infiltrat pada
jaringan sel disekitarnya.
 Pada sel-sel tumor ganas ini, mampu hidup
secara autonomi ditempat yang jauh dari tumor
induknya, karena sel tumor ganas tidak
mengandung faktor antigen, sehingga tidak
dibentuk zat anti untuk menahan invasi sel
tumor tersebut (Green)
2. Penyebaran jauh (metastase), melalui 3
cara yaitu:
a. Pembuluh darah
 Disebut juga penyebaran hematogen,
terutama lebih spesifik pada sarkoma dan
karsinoma.
 Pembuluh darah vena dindingnya lebih
tipis, sehingga mudah ditembus oleh sel-
sel tumor  dalam vena sebagai
embolus akan diangkut oleh aliran darah
vena  masuk ke jantung, dan akan
tersangkut pada hepar, hati yang akan
membentuk anak sebar.
 Dapat juga sel-sel tumor yang berasal
dari rongga abdomen  masuk kedalam
pembuluh limfe  ductus thoracicus 
masuk kedalam darah vena (ductus
thoracicus bermuara pada vena
jungularis sinistra)  sel-sel tumor
sebagai embolus  masuk ke jantung
bagian kiri  sirkulasi pembuluh darah
arteri  akan terasngkut pada organ vital
lainnya seperti ginjal, sumsum tulang.
b. Pembuluh limfe
 Disebut penyebaran secara limfogen,
biasanya terjadi pada karsinoma.
 Sel-sel tumor yang telah menembus
pembuluh limfe  diangkut oleh cairan
getah bening sebagai embolus, dna
kemudian akan tersangkut pada kelenjar
getah bening regional.  terbentuk anak
sebar atau tumor yang baru.
c. Transplantasi langsung
 Penyebaran dengan transplantasi
langsung
 Cara penyebaran ini terjadi pada tumor-
tumor yang terletak pada rongga serosa
seperti rongga perut dan rongga pleura.
 Sebagai contoh, tumor ganas lambung,
sel-sel akan menembus serosa yang
kemudian karena gaya berat sel tumor
akan jatuh kedalam rongga pelvis 
kemudian sel-sel tumor akan akan melekat
pada serosa ovarium atau rektum dan
membentuk anak sebar
 Target Organ Metastase kanker  Hepar,
Paru-paru, Tulang, sumusum tulang
belakang, Otak, Saraf, Kulit, Pleura,
jaringan lunak
Pertahanan tubuh/imun thdp tumor :
Neoplasma yang telah berkembang dapat
mencetuskan reaksi immunitas dalam tubuh,
Ada empat kategori utama sistem immun yang
berperan seperti :
a. Sel-T sitotoksik yang secara khusus, mampu
mengenali antigen tumor yang berkaitan
dengan selaput
b. Sel pembunuh (K)
Terdapat reseptor Fc yang mampu
mengenali dan melisiskan sel tumor berlapis
antibodi dengan proses yang dinamakan
Sitotoksisitas Sel yang bergantung antibodi
c. Makrofag
Makrofag akan diaktifkan secara tidak khas
(mislanya endotoksin) dan diaktifkan oleh
Interferon-Gamma yang berasal dari sel-T
Immun, yang dapat membunuh sel tumor.
d. Sel pembunuh alami (NK)  mampu
menghancurkan sel tumor tanpa sensitisasi
khusus
TERIMAKASIH
Neoplasma, keganasan

Neoplasma, keganasan

  • 2.
    Defenisi  Secara harpiah,neoplasma  pertumbuhan sel baru  Neoplasma  penyakit pertumbuhan sel  Onkologi : ilmu yg mempelajari tentang tumor baik jinak maupun ganas.  Neoplasma  kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkondisi jaringan disekitarnya, dan tidak berguna bagi tubuh.
  • 3.
     Willis, Neoplasma “ massa jaringan abnormal dengan pertubuhan yang berlebihan dan tidak ada koordinasi dengan pertumbuhan jaringan normnal dan tetap tumbuh dengan cara yang berlebihan setelah stimulus yang menimbulkan perubahan berhenti”  Ilmu patologik anatomi  tumor identik dengan neoplasma, sedangkan dalam klinik istilah tumor sering digunakan untuk semua tonjolan dan diartikan sebagai pembengkakan, bisa disebabkan karena neoplasma atau radang.
  • 4.
     Kanker suatu pertumbuhan sel-sel abnormal yang cenderung menginvasi jaringan disekitarnya dan menyebar ketempat-tempat jauh. (Corwin, 2001)
  • 5.
    Faktor yg mempengaruhi:  Faktor kimia,  Radiasi,  Virus,  Hormonal,  Keadaan immun tertentu dan mutasi yang diturunkan.
  • 6.
    Faktor presipitasi : 1.Merokok: kanker parur-paru 2. Sinar matahari: kanker kulit 3. Diet : kanker kolon, kanker payudara 4. Faktor resiko hormonal: hormon estrogen: kanker payudara 5. Faktor diwariskan
  • 7.
    6. Virus onkogenik Terutamagolongan retrovirus, yang mengandung RNA Onkogenik  melakukan transpormasi sel-sel normal 7. Faktor parasit  parasit Schistosoma hematobium mengakibatkan karsinoma planoseluler, biasanya terjadi pada tumor buli-buli 8. Sunat dan femosis.
  • 8.
    FAKTOR PROTEKTIF TERHADAP PEMBENTUKANKANKER :  Wanita menyusui selama paling kurang 6 bulan berturut-turut, serta wanita hamil beberapa kali juga berkurang risikonya terhadap kanker payudara.  Olah raga secara teratur juga mengurangi risiko terjadinya kanker payudar  Faktor makanan  makanan yang mengandung vitamin A, E dan C yang terkandung dalam sayuran hijau, juga mengurangi risiko terjadinya kanker, serta pembatasan makanan berlemak juga dianggap protektif timbulnya kanker.
  • 9.
    PEMBAGIAN NEOPLASMA Dalam bidangonkologi, neoplasma atau tumor dibagi dalam kategori jinak (benigna) dan ganas (maligna), yaitu : 1. Tumor jinak (benigna) Suatu tumor disebut jinak  sel-sel tidak menyebar ketempat lain, relatif tidak berbahaya, bersifat terlokalisasi, mudah diangkat  pembedahan minor secara lokal saja, serta tidak menimbulkan kematian
  • 10.
    2. Tumor ganas/ kanker (maligna) Dalam bahasa latin yang berari ”Kepiting”  sifatnya melekat pada setiap bagian dan mencengkeram dengan erat seperti seekor kepiting. Suatu neoplasma disebut ganas  karena dapat menembus dan menghancurkan struktur yang berdekatan dan menyebar ketempat yang jauh (metastase), dapat menyebabkan kematian  metastase meluas organ vital.
  • 11.
    TATA NAMA NEOPLASMA Semuatumor, baik jinak maupun ganas, mempunyai dua komponn dasar, yaitu : 1. Parenkhim  tersusun oleh sel-sel neoplastik yang berploroferasi Parenkhim neoplasma akan berperan dalam menentukan perilaku biologik neoplasma dan merupakan komponen asal usul dari sel tumor
  • 12.
    2. Stroma penyanggah tersusun oleh jaringan ikat, pembuluh darah dan mungkin juga pembuluh limfatik Stroma neoplasma berperan dalam membawa perbekalan darah dna merupakan penyanggah untuk pertumbuhan sel-sel kanker.
  • 13.
    CIRI – CIRITUMOR GANAS (KANKER) 1. Tumor ganas tumbuhnya infiltrat  yaitu tumbuh bercabang-cabang kedalam jaringan yang sehat disekitarnya, menyerupai jari-jari kepiting (kanker). Sukar digerakkan dari dasarnya (immobile) Tumor jinak  tumbuhnya ekspansif, yaitu mendesak jaringan sehat disekitarnya dan jaringan sehat yang terdesak akan membentuk simpai=kapsul dari tumor, sehingga tumor jinak umumnya bersimpai atau berkapsul. Karena tidak ada pertumbuhan infiltrat, maka biasanya tumor jinak mudah digerakkan dari dasarnya (mobile)
  • 14.
    2. Residif (kambuh) Tumor ganas  setelah diangkat dan penyinaran, sering tumor kambuh kembali, karena masih ada sel-sel tumor yang tertinggal, dan membentuk tumor yang sama  Tumor jinak  karena tumor jinak bersimpai, sehingga bila diangkat mudah dikeluarkan dan tidak ada jaringan yang tetringgal
  • 15.
    3. Metastase (anaksebar) Umumnya tumor ganas sanggup menyebar ketempat lain melalui peredaran darah, cairan getah bening. Sedangkan tumor jinak tidak mengadakan metastase ketampat lain. 4. Tumor ganas tumbuhnya cepat  tumornya cepat membesar dan secara mikroskopis banyak ditemukan mitosis, baik mitosis normal (bipolar), atau abnormal (atipik). Tumor jinak  tumbuhnya lambat, sehingga tumornya tidak cepat membesar, dan tidak ditemukan gambaran sel abnormal
  • 16.
    5. Tumor ganasjika tidak diobati  akan menyebabkan kematian, walaupun letaknya hanya dikaki atau ditangan saja. Sedangkan tumor jinak  biasanya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kematian bila letaknya tidak pada alat tubuh vital
  • 17.
    GEJALA KLINIS Beberapa gejalaklinis umum yang biasa diperhatikan oleh sebagian besar pengidap kanker adalah : 1. Nyeri  Nyeri yang timbul biasanya akibat kanker yang meluas menekan saraf dan pembuluh darah disekitarnya.  Penekanan pembuluh darah  iskemia  hipoksia  penimbunan asam laktat  nyeri meningkat. Jika Hipoksia yang lama  nekrosis  Selain itu, nyeri juga timbul, karena sel kanker mengeluarkan enzim-enzim yang dapat merusak sel  Kecemasan dan ketakutan yang berlebihan juga memperberat nyeri
  • 18.
    2. Kakeksia istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan berkurangnya secara umum lemak dan protein seperti yang dijumpai penderita kanker  Kakeksia terjadi karena  hilangnya nafsu makan, pencernaan yang terganggu, peningkatan metabolisme sel-sel kanker akibat pertumbuhan sel yang berlebihan, sehingga metabolisme bahan makanan seperti glukosa dna protein terganggu.
  • 19.
    3. Anemia Penderita kanker metastasik menderita anemia, karena sel-sel kanker mempengaruhi fungsi pembentukan eritrosit dan leukosit, terutama kanker yang berhubungan dengan sel darah seperti leukemia.  Terdapat pula kanker yang dapat menyebabkan perdarahan hebat , misalnya kanker kolorektum atau kanker uterus (rahim). Kelainan trombosit sering dijumpai yang akan memperberat perdarahan.  Bahkan sebagian kemoterapi dan terapi radiasi dapat menekan sumsum tulang belakang dan menyebabkan anemia.
  • 20.
    4. Kelelahan terjaid akibat nutrisi yang buruk / jelek, gangguan oksigenasi jaringan akibat anemia  metabolisme menurun  produksi ATP juga menurun  sehingga timbul kelelahan / kelemahan fisik
  • 21.
    PENYEBARAN TUMOR GANAS Penyebarantumor ganas dapat berlangsung :  Penyebaran setempat  penjalaran dari sel- sel tumor ke jaringan sekitarnya  Penyebaran jauh (metastase)  pelepasan sel-sel tumor dari tumor induk ke tempat lain melalui sirkulasi darah atau cairan getah bening  membentuk sel tumor baru atau anak sebar.
  • 22.
    Faktor yang menimbulkanterjadinya penyebaran tumor ganas yaitu : 1. Pelepasan sel-sel tumor yang dapat hidup autonomi.  Sel-sel tumor ini akan menghasilkan enzim- enzim seperti collagenase, hyaluronidase, yang akan mempengaruhi janringan disekitarnya.  Kemudian sel tumor bergerak masuk kedalam ruang-ruang antar sel atau menembus sitoplasma  membentuk sel infiltrat pada jaringan sel disekitarnya.  Pada sel-sel tumor ganas ini, mampu hidup secara autonomi ditempat yang jauh dari tumor induknya, karena sel tumor ganas tidak mengandung faktor antigen, sehingga tidak dibentuk zat anti untuk menahan invasi sel tumor tersebut (Green)
  • 23.
    2. Penyebaran jauh(metastase), melalui 3 cara yaitu: a. Pembuluh darah  Disebut juga penyebaran hematogen, terutama lebih spesifik pada sarkoma dan karsinoma.  Pembuluh darah vena dindingnya lebih tipis, sehingga mudah ditembus oleh sel- sel tumor  dalam vena sebagai embolus akan diangkut oleh aliran darah vena  masuk ke jantung, dan akan tersangkut pada hepar, hati yang akan membentuk anak sebar.
  • 24.
     Dapat jugasel-sel tumor yang berasal dari rongga abdomen  masuk kedalam pembuluh limfe  ductus thoracicus  masuk kedalam darah vena (ductus thoracicus bermuara pada vena jungularis sinistra)  sel-sel tumor sebagai embolus  masuk ke jantung bagian kiri  sirkulasi pembuluh darah arteri  akan terasngkut pada organ vital lainnya seperti ginjal, sumsum tulang.
  • 25.
    b. Pembuluh limfe Disebut penyebaran secara limfogen, biasanya terjadi pada karsinoma.  Sel-sel tumor yang telah menembus pembuluh limfe  diangkut oleh cairan getah bening sebagai embolus, dna kemudian akan tersangkut pada kelenjar getah bening regional.  terbentuk anak sebar atau tumor yang baru.
  • 26.
    c. Transplantasi langsung Penyebaran dengan transplantasi langsung  Cara penyebaran ini terjadi pada tumor- tumor yang terletak pada rongga serosa seperti rongga perut dan rongga pleura.  Sebagai contoh, tumor ganas lambung, sel-sel akan menembus serosa yang kemudian karena gaya berat sel tumor akan jatuh kedalam rongga pelvis  kemudian sel-sel tumor akan akan melekat pada serosa ovarium atau rektum dan membentuk anak sebar
  • 27.
     Target OrganMetastase kanker  Hepar, Paru-paru, Tulang, sumusum tulang belakang, Otak, Saraf, Kulit, Pleura, jaringan lunak
  • 29.
    Pertahanan tubuh/imun thdptumor : Neoplasma yang telah berkembang dapat mencetuskan reaksi immunitas dalam tubuh, Ada empat kategori utama sistem immun yang berperan seperti : a. Sel-T sitotoksik yang secara khusus, mampu mengenali antigen tumor yang berkaitan dengan selaput b. Sel pembunuh (K) Terdapat reseptor Fc yang mampu mengenali dan melisiskan sel tumor berlapis antibodi dengan proses yang dinamakan Sitotoksisitas Sel yang bergantung antibodi
  • 30.
    c. Makrofag Makrofag akandiaktifkan secara tidak khas (mislanya endotoksin) dan diaktifkan oleh Interferon-Gamma yang berasal dari sel-T Immun, yang dapat membunuh sel tumor. d. Sel pembunuh alami (NK)  mampu menghancurkan sel tumor tanpa sensitisasi khusus
  • 31.