BALAJAR & PEMBELAJARAN
BALAJAR& PEMBELAJARAN
Definisi Belajar (1)
Definisi Belajar (1)
1.
1. A natural process that leads to change in what
A natural process that leads to change in what
we know, what we can do, and how we behave
we know, what we can do, and how we behave
(R.M.Gagne)
(R.M.Gagne)
Suatu proses alami yang membawa perubahan
Suatu proses alami yang membawa perubahan
pada pengetahuan, tindakan, dan prilaku
pada pengetahuan, tindakan, dan prilaku
seseorang
seseorang
1.
1. Development of new knowledge, skills, or
Development of new knowledge, skills, or
attitudes as individual interact with learning
attitudes as individual interact with learning
resources (R.Heinich, et .al.)
resources (R.Heinich, et .al.)
3.
BALAJAR & PEMBELAJARAN
BALAJAR& PEMBELAJARAN
Definisi Belajar (2)
Definisi Belajar (2)
1.
1. Development of new knowledge, skills, or
Development of new knowledge, skills, or
attitudes as individual interact with learning
attitudes as individual interact with learning
resources (R.Heinich, et .al.)
resources (R.Heinich, et .al.)
Proses pengembangan pengetahuan,
Proses pengembangan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang terjadi jika
keterampilan, dan sikap yang terjadi jika
seseorang melakukan interaksi dengan
seseorang melakukan interaksi dengan
sumber belajar
sumber belajar
4.
Definisi Belajar (3)
DefinisiBelajar (3)
Gage dan Berliner (1984: 252) : “learning
may be defined as the process whereby an
organism changes its behaviour as a result
of experience”.
Ada tiga kondisi mendapat penekanan:
perubahan,
tingkah laku,
pengalaman.
5.
DEFINISI BELAJAR (4)
DEFINISIBELAJAR (4)
Belajar: Suatu aktivitas mental/psikis yang
Belajar: Suatu aktivitas mental/psikis yang
berlangsung dalam
berlangsung dalam interaksi aktif dengan
interaksi aktif dengan
lingkungan
lingkungan yang menghasilkan
yang menghasilkan perubahan
perubahan dalam
dalam
pengetahuan, keterampilan, dan nilai/sikap
pengetahuan, keterampilan, dan nilai/sikap.
.
Perubahan itu bersifat relatif konstan dan
Perubahan itu bersifat relatif konstan dan
berbekas (Winkel, 1996).
berbekas (Winkel, 1996).
Tidak masuk kategori belajar:
Tidak masuk kategori belajar:
1.
1.Perubahan akibat kelelahan fisik
Perubahan akibat kelelahan fisik
2.
2.Perubahan akibat obat
Perubahan akibat obat
3.
3.Perubahan akibat penyakit
Perubahan akibat penyakit
4.
4.Perubahan akibat pertumbuhan jasmani
Perubahan akibat pertumbuhan jasmani
6.
Definisi belajar (5)
Definisibelajar (5)
Hergenhahn dan Olson (1993: 7) mengemukakan
lima hal berkaitan dengan belajar, yaitu:
(1)belajar menunjuk suatu perubahan tingkah laku,
(2)perubahan tingkah laku tersebut relatif menetap,
(3)perubahan tingkah laku tidak segera terjadi
setelah mengikuti pengalaman belajar,
(4)perubahan tingkah laku merupakan hasil
pengalaman dan latihan, dan
(5)pengalaman dan latihan harus diberi penguatan.
7.
Definisi belajar (4)
Definisibelajar (4)
Brown, dan Knight (1994: 21) bahwa intisari
belajar pada hakekatnya adalah:
“changes in knowledge, understanding, skills,
and attitudes brought about by experience
and reflection upon that experience”.
Dengan kata lain, inti belajar adalah adanya
perubahan pengetahuan, pemahaman,
ketrampilan, dan sikap yang diperoleh melalui
pengalaman dan refleksi pengalaman.
8.
Definisi belajar (5)
Definisibelajar (5)
Merger (1984:8) menegaskan bahwa:
“No teaching goal can be reached unless each
student is influenced to become different in some
way than he or she was before the instruction
undertaken”
indikator:
(1)mengetahui lebih banyak dari sebelumnya,
(2)memahami sesuatu yang tidak dipahami sebelumnya,
(3)mengembangkan keterampilan yang belum
dikembangkan sebelumnya,
(4)merasakan sesuatu yang berbeda dari yang dipelajari
(5)mengembangkan penghargaan yang tdk ada
sebelumnya.
9.
PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN
1.
1. A setof events embedded in purposeful
A set of events embedded in purposeful
activities that facilitate learning (Gagne)
activities that facilitate learning (Gagne)
“
“serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan
serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan
dengan maksud untuk memudahkan terjadinya
dengan maksud untuk memudahkan terjadinya
proses belajar”
proses belajar”
2.
2. Pembelajaran berfokus pada kondisi
Pembelajaran berfokus pada kondisi
kepentingan pembelajar (
kepentingan pembelajar (learner centered
learner centered),
),
sedangkan pengajaran aktivitas berfokus pada
sedangkan pengajaran aktivitas berfokus pada
guru (
guru (teacher centered
teacher centered) (Y.H.Miarso)
) (Y.H.Miarso)
3.
3. Pembelajaran adalah proses yang sengaja
Pembelajaran adalah proses yang sengaja
dirancang untuk menciptakan aktivitas belajar
dirancang untuk menciptakan aktivitas belajar
(desain, model, implementasi, evaluasi).
(desain, model, implementasi, evaluasi).
10.
KOMPTENSI PEMBELAJARAN
KOMPTENSI PEMBELAJARAN
TheCondition of Learning (Gagne, 2005)
The Condition of Learning (Gagne, 2005)
1.
1.Informasi verbal
Informasi verbal
2.
2.Keterampilan motorik
Keterampilan motorik
3.
3.Sikap
Sikap
4.
4.Keterampilan individual
Keterampilan individual
5.
5.Strategi kognitif
Strategi kognitif
INTERAKSI SISTEM PEMBELAJARAN
INTERAKSISISTEM PEMBELAJARAN
Siswa
Siswa Tujuan
Tujuan
Umpan
Umpan Metode
Metode
Balik
Balik SP
SP
Evaluasi
Evaluasi Media
Media
Strategi
Strategi
13.
MODELDESAIN SISTEM
MODELDESAIN SISTEM
PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN
Gustafson& Branch (2002), membagi
Gustafson & Branch (2002), membagi
3 kelompok berdasarkan oritentasi
3 kelompok berdasarkan oritentasi
penggunaan model:
penggunaan model:
1.
1.Classroom oriented
Classroom oriented
2.
2.Product orietnted
Product orietnted
3.
3.System oriented
System oriented
14.
MODEL DESAIN SISTEM
MODELDESAIN SISTEM
PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN
Ragam Model
Ragam Model
1.
1.Model Dick & Carey
Model Dick & Carey
2.
2.Model ASSURE
Model ASSURE
3.
3.Model J.E.Kemp, dkk.
Model J.E.Kemp, dkk.
4.
4.Mo
Model ADDIE
del ADDIE
5.
5.Model PRPGRAMS
Model PRPGRAMS
6.
6.Model Konstruktivistik
Model Konstruktivistik
7.
7.Model Contextual
Model Contextual
15.
ASSURE
ASSURE
A
A nalyze Learners
nalyzeLearners
S
S tate Objectives
tate Objectives
S
S elect Methods, Media, Materials
elect Methods, Media, Materials
U
U tilize Media, Materials
tilize Media, Materials
R
R equires Learner Participation
equires Learner Participation
E
E valuate and Revise
valuate and Revise
PROGRAM
PROGRAM
P
P antau pesertadidik
antau peserta didik
R
R umuskan tujuan
umuskan tujuan
O
O lah materi/ isi
lah materi/ isi
G
G unakan media/ sb
unakan media/ sb
R
R enungkan sejenak
enungkan sejenak
A
A tur kegiatan peserta didik
tur kegiatan peserta didik
M
M enilai hasil
enilai hasil
Tugas Akhir Perkuliahan
TugasAkhir Perkuliahan
1.
1. Tugas kelompok:
Tugas kelompok:
Buat Makalah: Assure, Addie, Program,
Buat Makalah: Assure, Addie, Program,
Konstruktivistik, Kontekstual
Konstruktivistik, Kontekstual
2.
2. Tugas Individu:
Tugas Individu:
a.
a. Se
Setiap anggota kelompok memilih satu pokok
tiap anggota kelompok memilih satu pokok
bahasan Biologi di sekolah (SMP/SMA Kelas
bahasan Biologi di sekolah (SMP/SMA Kelas
1, Kurikulum 2013)
1, Kurikulum 2013)
b.
b. Membuat aktivitas guru dan siswa pada
Membuat aktivitas guru dan siswa pada
setiap tahapan model pembelajaran sesuai
setiap tahapan model pembelajaran sesuai
model yang dibahas
model yang dibahas
21.
Contoh: Model Assure
Contoh:Model Assure
Phase Condition Activities (TS)
A nalyze Learners
S tate Objectives
S elect Methods, Media,
Materials
U tilize Media, Materials
R equires Learner
Participation
E valuate and Revise
23.
Diskusi Desain Model
DiskusiDesain Model
Pembelajaran
Pembelajaran
MODEL DICK & CAREY
MODEL DICK & CAREY
Identifikasi Tujuan Pembelajaran
Identifikasi Tujuan Pembelajaran
Analisis Pembelajaran/ Kebutuhan
Analisis Pembelajaran/ Kebutuhan
Identifikasi karakteristik siswa
Identifikasi karakteristik siswa
Merumuskan Tujuan Performa
Merumuskan Tujuan Performa
Mengembangkan butir tes PAP
Mengembangkan butir tes PAP
Mengembangankan Strategi
Mengembangankan Strategi
Merevisi bahan pembelajaran
Merevisi bahan pembelajaran
Mendesain dan melaksanakan Ev.Sumatif
Mendesain dan melaksanakan Ev.Sumatif
24.
Diskusi Desain ModelPembelajaran
Diskusi Desain Model Pembelajaran
1.
1. Motede sistematis bukan pendekatan desain
Motede sistematis bukan pendekatan desain
sistematis (Dick Carey). Desain
sistematis (Dick Carey). Desain
harus
harus
berurut tdk bisa dilangkahi. Sedangkan DC
berurut tdk bisa dilangkahi. Sedangkan DC
bisa dari satu ke 3, 5, 9, dll.
bisa dari satu ke 3, 5, 9, dll.
2.
2. Tes sisipan (antara pretest dan posttest).
Tes sisipan (antara pretest dan posttest).
Diberikan pada saat pembel. Berlangsung.
Diberikan pada saat pembel. Berlangsung.
3.
3. Rubrik kinerja.
Rubrik kinerja.
Merangkai sesuai urutan 1
Merangkai sesuai urutan 1 2 3
2 3
4
4
Me
Me
25.
EVALUASI AKHIR SEMESTER
EVALUASIAKHIR SEMESTER
1.
1. Buatlah contoh aktivitas pembel.
Buatlah contoh aktivitas pembel.
yang mengakomodasi teori bel.
yang mengakomodasi teori bel.
Behavior, Kognitif, Humanis.
Behavior, Kognitif, Humanis.
-----------------------------------------
-----------------------------------------
Teori Bel Tujuan Aktiv Ev.
Teori Bel Tujuan Aktiv Ev.
------------------------------------------
------------------------------------------
2.
2. Buatlah matriks perbandingan
Buatlah matriks perbandingan
model desain/ perbedaan/persam
model desain/ perbedaan/persam
-------------------------------------------
-------------------------------------------
Dick& Carey Addie Assure Prog
Dick& Carey Addie Assure Prog
Jenis Data dalamPenelitian
Jenis Data dalam Penelitian
1.
1. Data Nominal
Data Nominal: Data yang hanya terpilah
: Data yang hanya terpilah
menjadi dua bagian, atau dua kategori yang
menjadi dua bagian, atau dua kategori yang
terpisah secara tegas.
terpisah secara tegas.
Contoh: laki-laki – perempuan; tua – muda;
Contoh: laki-laki – perempuan; tua – muda;
kota – desa; siang – malam, dll.
kota – desa; siang – malam, dll.
2.
2. Data Ordinal
Data Ordinal: Data yang menunjukkan
: Data yang menunjukkan
urutan, peringkat/ jenjang dan tidak
urutan, peringkat/ jenjang dan tidak
menunjukkan kuantitas obsolut.
menunjukkan kuantitas obsolut.
Contoh: Peringkat juara, jenjang pendidikan,
Contoh: Peringkat juara, jenjang pendidikan,
jenis kendaraan, pemeluk agama, dll.
jenis kendaraan, pemeluk agama, dll.
29.
Jenis Data (lanjutan)
JenisData (lanjutan)
1.
1. Data Interval
Data Interval: Data yang menunjukkan jarak
: Data yang menunjukkan jarak
yang memiliki ciri nominal dan ordinal.
yang memiliki ciri nominal dan ordinal.
Contoh: a
Contoh: a b
b c
c d
d e
e
1
1 2
2 3
3 4
4 5
5
(selalu, sering, kadang, jarang, tdk pernah)
(selalu, sering, kadang, jarang, tdk pernah)
2.
2. Data Rasio:
Data Rasio: Data yang menunjukkan
Data yang menunjukkan
adanya skala ordinal, nominal, interval, dan
adanya skala ordinal, nominal, interval, dan
memiliki nilai nol mutlak.
memiliki nilai nol mutlak.
Contoh:Skor 8 adalah prestasi 2 x lebih baik dari
Contoh:Skor 8 adalah prestasi 2 x lebih baik dari
skor 4, dalam satu mata pelajaran.
skor 4, dalam satu mata pelajaran.
30.
Teknik Pengumpulan Data
TeknikPengumpulan Data
1.
1. Teknik Tes
Teknik Tes
Kognitif
Kognitif
Bentuk: Subjective or Objective
Bentuk: Subjective or Objective
2.
2. Non – Tes
Non – Tes
Afektif & Psikomotor
Afektif & Psikomotor
-. Observasi
-. Observasi
-. Angket (Kuesioner)
-. Angket (Kuesioner)
-. Wawancara (Interview)
-. Wawancara (Interview)
-. Dokumentasi (Portfolio)
-. Dokumentasi (Portfolio)
31.
TEKNIK NON TES
TEKNIKNON TES
A.
A. Teknik Observasi (Pengamatan)
Teknik Observasi (Pengamatan)
Prinsip Observasi dalam PTK
Prinsip Observasi dalam PTK
1. Perencanaan bersama
1. Perencanaan bersama
2. Fokus pengamatan
2. Fokus pengamatan
3. Membangun kriteria
3. Membangun kriteria
4. Keterampilan observasi
4. Keterampilan observasi
5. Balikan (feedback)
5. Balikan (feedback)
Bentuk Observasi:
Bentuk Observasi:
1. Terbuka, 2. Terfokus, 3.Terstruktur
1. Terbuka, 2. Terfokus, 3.Terstruktur
4. Sistematik
4. Sistematik
32.
B
B. Teknik Kuesioner(Angket)
. Teknik Kuesioner (Angket)
Prinsip menyusun pernytaan/pertanyaan
Prinsip menyusun pernytaan/pertanyaan
1. Tidak bermakna ganda/ kalimat ganda
1. Tidak bermakna ganda/ kalimat ganda
2. Kalimat tegas tidak terlalu panjang
2. Kalimat tegas tidak terlalu panjang
3. Hindari kata “alasan” (sebab, karena,
3. Hindari kata “alasan” (sebab, karena,
jika, namun, dan sejenisnya).
jika, namun, dan sejenisnya).
4. Jika perlu buatkan rubrik
4. Jika perlu buatkan rubrik
5. Tentukan rentang skor
5. Tentukan rentang skor
C.
C. Teknik Wawancara (interview)
Teknik Wawancara (interview)
D.
D. Teknik Dokumen (prtfolio)
Teknik Dokumen (prtfolio)
33.
TEKNIK PEMBERIAN SKOR
TEKNIKPEMBERIAN SKOR
A.
A. Skor atau data mentah :
Skor atau data mentah : Acuan Patokan
Acuan Patokan
Angka yang diberikan sesuai hasil
Angka yang diberikan sesuai hasil
penyelesaian soal dalam tes.
penyelesaian soal dalam tes.
Σ
Σx
x
n = ------- x 100
n = ------- x 100
st
st
n = skor akhir
n = skor akhir
x
x = skor diperoleh
= skor diperoleh
st = skor total
st = skor total
34.
CONTOH:
CONTOH:
Seperangkat tes terdiriatas 20 butir PG,
Seperangkat tes terdiri atas 20 butir PG,
dan 5 soal esei (no 1 & 2 bobot 2, dan no
dan 5 soal esei (no 1 & 2 bobot 2, dan no
3,4,&5 bobot 4). Si A dapat skor 25.
3,4,&5 bobot 4). Si A dapat skor 25.
Σ
Σx
x 25
25
n = ------- x 100 = ------ x 100 = 69
n = ------- x 100 = ------ x 100 = 69
st
st 36
36
Catatan:
Catatan:
1.
1. Pilihan ganda biasanya diberi skor 1 pada jawaban
Pilihan ganda biasanya diberi skor 1 pada jawaban
benar
benar
2.
2. St = (20 x 1) + (2 x 2) + (3 x 4) = 36
St = (20 x 1) + (2 x 2) + (3 x 4) = 36
35.
LATIHAN - 1
LATIHAN- 1
Seperangkat tes terdiri atas: PG = 30 butir
Seperangkat tes terdiri atas: PG = 30 butir
bobot 1; esei tertutup 15 butir bobot 2; dan esei
bobot 1; esei tertutup 15 butir bobot 2; dan esei
terbuka 5 butir bobot 5. Hitunglah berapa siswa
terbuka 5 butir bobot 5. Hitunglah berapa siswa
yang tuntas jika KKM = 60%, dengan data sbb:
yang tuntas jika KKM = 60%, dengan data sbb:
Peserta skor n Ket. Peserta Skor n Ket.
Hadi 53 Romlah 65
Suyono 68 Imam 50
Jamil 61 Yoyok 60
Fatma 75 Nila 45
Joko 82 Tiyas 54
36.
B. Skor ataudata mentah :
B. Skor atau data mentah : Acuan Norma
Acuan Norma
Data Tunggal
Data Tunggal: Langkah:
: Langkah:
1. Menghitung skor rata-rata (means)
1. Menghitung skor rata-rata (means)
x = skor rerata
x = skor rerata
xi = skor siswa
xi = skor siswa
N = jumlah siswa
N = jumlah siswa
N
xi
x
37.
Acuan Norma (Lanjutan)
AcuanNorma (Lanjutan)
2. Menghitung standar deviasi
2. Menghitung standar deviasi
n
n = jumlah data (siswa)
= jumlah data (siswa)
Catatan Istilah:
Catatan Istilah:
Mean
Mean = skor rata-rata
= skor rata-rata
Median
Median = skor tengah
= skor tengah
Modus
Modus = skor paling banyak muncul
= skor paling banyak muncul
)
1
(
2
2
n
n
xi
xi
n
sd
38.
LATIHAN – 2
LATIHAN– 2
Hitunglah rerata dan standar deviasi data
Hitunglah rerata dan standar deviasi data
pada latihan 1.
pada latihan 1.
Peserta xi xi2
Peserta xi xi2
Hadi 53 Romlah 65
Suyono 68 Imam 50
Jamil 61 Yoyok 60
Fatma 75 Nila 45
Joko 82 Tiyas 54
Σ = …… ..........
39.
Skor rerata =61,3
Skor rerata = 61,3
61
61
Standar deviasi (sd) = 11,5
Standar deviasi (sd) = 11,5
12
12
Konversi skala 5
Konversi skala 5
--------------------------- A
--------------------------- A
Rerata + 1,5 sd
Rerata + 1,5 sd
61 + 1,5x12 = 79
61 + 1,5x12 = 79
---------------------------- B
---------------------------- B
Rerata + 0,5 sd
Rerata + 0,5 sd
dst
dst.
.
---------------------------- C
---------------------------- C
Rerata – 0,5 sd
Rerata – 0,5 sd
--------------------------- D
--------------------------- D
Rerata – 1,5 sd
Rerata – 1,5 sd
--------------------------- E
--------------------------- E
40.
Konversi ke Standar5
Konversi ke Standar 5
Peserta n Std. Peserta n Std.
Hadi Romlah
Suyono Imam
Jamil Yoyok
Fatma Nila
Joko Tiyas
41.
Konversi skala 10
Konversiskala 10
Rumus Hasil Standar Keterangan
Means +2,25 sd 62 + 2,25 x 12 = 89 10
Means +1,75 sd Dst. 9
Means +1,25 sd 8
Means +0,75 sd 7
Means +0,25 sd 6
Means -0,25 sd 5
Means -0,75 sd 4
Means -1,25 sd 3
Means -1,75 sd 2
Means -2,25 sd 1
42.
Konversi ke skala10
Konversi ke skala 10
Skor Hasil Keterangan
53
68
61
75
82
65
50
60
45
54
43.
PR
PR
Seperangkat tes terdiriatas: BS = 10 butir
Seperangkat tes terdiri atas: BS = 10 butir
bobot 1; PG = 20 butir bobot 2; dan esei 5 butir
bobot 1; PG = 20 butir bobot 2; dan esei 5 butir
bobot 4. Hitunglah berapa siswa yang tuntas
bobot 4. Hitunglah berapa siswa yang tuntas
jika KKM = 60%, dengan data sbb:
jika KKM = 60%, dengan data sbb:
Peserta skor n Ket. Peserta Skor n Ket.
Hadi 43 Romlah 65
Suyono 58 Imam 40
Jamil 61 Yoyok 60
Fatma 65 Nila 45
Joko 52 Tiyas 34
44.
C. Skor ataudata mentah :
C. Skor atau data mentah : Acuan Norma
Acuan Norma
Data Kelompok
Data Kelompok: Langkah:
: Langkah:
1. Menghitung skor rata-rata (means)
1. Menghitung skor rata-rata (means)
x = skor rerata
x = skor rerata
xi = skor siswa
xi = skor siswa
n = jumlah siswa
n = jumlah siswa
fi = frekuensi sesai xi
fi = frekuensi sesai xi
n
fixi
x
45.
Acuan Norma Kelompok(Lanjutan)
AcuanNorma Kelompok(Lanjutan)
2. Menghitung standar deviasi
2. Menghitung standar deviasi
n
n = jumlah data (siswa)
= jumlah data (siswa)
i
i = interval
= interval
fi
fi = frekuensi i
= frekuensi i
xi
xi = skor ke i
= skor ke i
n
fixi
n
fixi
i
sd
2
2
)
(
Langkah Perhitungan
1. Tentukanrentang (range). Skor ttg – skor trd
2. Tentukan banyak kelas interval (biasanya 5 –
15). Untuk n besar gunakan aturan Sturges:
banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log n
k = 1 + 3,3 log 80 = 1 + (3,3)(1,9031) = 7,28
3. Tentukan panjang kelas interval (p) = rentang
dibagi banyak kelas. 62:7,28 = 8,52 9
4. Buat kelas interval dimulai dari angka terkecil,
atau di bawahnya tetapi selisihnya harus
kurang dari panjang kelas interval