METABOLISME
Kuntarti, SKp
faal_metabolisme/ikun/2006 2
Pendahuluan
1. Sel mengekstraksi energi dari lingkungan
autotrof : mengambil energi dari sinar matahari
pada proses fotosintesis → tumbuh-tumbuhan
dan mikroorganisme berkhlorofil.
heterotrof : mengambil molekul
berenergi/organik dari substrat/makanan
diantaranya dari sel autotrof.
2. Sel mensintesis makromolekul untuk
menunjang aktifitas hidupnya (gerak dinamik,
pembelahan sel, reaksi-reaksi spesifik)
faal_metabolisme/ikun/2006 3
Pengertian
Kedua proses tsb dilakukan melalui reaksi-reaksi
yang terintgrasi & terorganisasi →
metabolisme
Metabolisme:keseluruhan reaksi yang terjadi di
dalam sel, meliputi proses penguraian & sintesis
molekul kimia yang menghasilkan &
membutuhkan panas (enegi) serta dikatalisis oleh
enzim
faal_metabolisme/ikun/2006 4
Pengertian
Metabolisme meliputi:
1) jalur sintesis (anabolisme/endorgenik)
⇒ menggabungkan molekul-molekul kecil menjadi
makromolekul yang lebih kompleks; memerlukan
energi yang disuplai dari hidrolisis ATP
2) jalur degradatif (katabolisme/eksorgenik)
⇒ memecah molekul kompleks menjadi molekul
yang lebih sederhana; melepaskan energi yang
dibutuhkan untuk mensintesis ATP.
faal_metabolisme/ikun/2006 5
Komponen sel
Makromolekul: komponen struktural &
fungsional utama sel, tdd:
1. Asam nukleat
2. Protein
3. Karbohidrat/ polisakarida
4. Lemak/ lipid
faal_metabolisme/ikun/2006 6
Struktur supramolekul
Protein asam nukleat polisakarida lipid
Asam amino nukleotida gula sederhana*) gliserol
asam lemak
α- ketoacids ribosa pyruvat(C3) asetat (C2)
C3, C4, C5 nitrogen pyruvat (C3)
Karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O)
Nitogen (N), fosfor (P), sulfur (S)
faal_metabolisme/ikun/2006 7
Bahan Makanan sbg
Sumber Energi
4 jenis nutrien utama, yaitu:
1. Makronutrien (karbohidrat, protein, lipid)
menyuplai energi bagi tubuh
2. Vitamin membantu penggunaan makronutrien
dan mempertahankan jaringan tubuh.
3. Mineral mempertahankan homeostasis, dan
4. Air sbg pelarut dalam tubuh, dan sbg alat
transport untuk mendistribusikan nutrien ke
jaringan.
faal_metabolisme/ikun/2006 8
DIET YANG SEHAT
 Seimbang
 Bervariasi
 Moderation (dalam jumlah yang cukup;
tidak kurang & berlebihan)
faal_metabolisme/ikun/2006 9
Fungsi Makronutrien
 Sumber energi
Energi yang dilepaskan dari ikatan kimia nutrien ialah
ATP, fosfokreatin, dan zat molekul berenergi tinggi.
Energi ini digunakan untuk transport dan kerja
mekanik.
 Sintesis
Makromolekul digunakan untuk mensintesis bahan
dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan
pertahanan sel dan jaringan.
 Simpanan
Jika makanan yang kita makan melebihi kebutuhan
tubuh untuk energi dan sintesis, kelebihan nutien
tersebut akan disimpan sebagai glikogen dan lemak.
Simpanan ini menyediakan energi saat puasa.
faal_metabolisme/ikun/2006 10
Metabolisme bahan makanan
• Absorptive-state: katabolisme → penguraian
molekul zat makanan yang besar menjadi
molekul yang lebih kecil; rx oksidasi;
melepaskan energi/panas; rx eksorgenik;
membebaskan elektron
• Post absorptive state/ fasted state: anabolisme →
sintesis molekul yang lebih kecil menjadi
molekul yang lebih besar; rx reduksi;
membutuhkan energi/panas; rx endorgenik;
menyerap elektron
faal_metabolisme/ikun/2006 11
karbohidrat lipid protein
Mulut: pencernaan mekanik & cairan ludah (enzim saliva)
poli/oligo/disakarida lipid prot &
polipeptida
Lambung: enzim pepsin & lipase; asam lambung (HCl)
poli/oligo/disakarida lipid/trigliserida prot & polipeptida
Usus halus: cairan pankreas (tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase, amilase,
lipase, ribonuklease, deoksiribonuklease, kolesterol esterase); cairan
empedu/hati; enzim kelenjar usus (aminopeptidase, dipeptidase, sukrase,
mltase, laktase, fosfatase, glukosidase); bakteri usus halus
monosakarida gliserol,as.lemak asam amino
(gluk,frukt,galaktosa) as.fosfat
faal_metabolisme/ikun/2006 12
Metabolisme Bahan Makanan
faal_metabolisme/ikun/2006 13
Nutrient pool
 Bentuk nutrien yang diabsorbsi
bergantung pada jenis makromolekulnya.
 Makromolekul dari diet akan diubah
menjadi 3 nutrient pools tubuh.
 Nutrient pools ialah nutrien yang tersedia
di dalam tubuh dan siap digunakan.
Bahan-bahan ini berada di dalam plasma.
faal_metabolisme/ikun/2006 14
Lipid/ Lemak
 Diabsorbsi terutama dalam bentuk asam lemak
dan gliserol.
 Asam lemak → bentuk utama lemak di dalam
darah.
 Asam lemak esensial yang harus disuplai dari
makanan ialah asam linoleat dan asam lenolenat.
⇒ sebagai prekursor untyuk prostaglandin,
tromboksan, dan leukotrien.
 Zat ini dapat digunakan sebagai sumber energi
oleh jaringan dan mudah disimpan sebagai
trigliserida di jaringan adiposa.
faal_metabolisme/ikun/2006 15
Lipid/lemak
 Proporsi lemak dalam diet dianjurkan
sebanyak 30% dari total kalori, berasal
dari saturated fat 10%, monosaturated
fat 10%, dan dari polisaturated fat 10%.
 Lipid yang kita makan dapat
meningkatkan palatability of food dan
menimbulkan rasa kenyang.
faal_metabolisme/ikun/2006 16
Karbohidrat
 Sebagian besar diabsorbsi dalam bentuk glukosa.
 Konsentrasi glukosa plasma paling penting →
karena hanya glukosa yang dapat dimetabolisme
oleh otak.
 Komposisi karbohidrat dalam diet dianjurkan
sebesar 55% dari total kalori.
 Karbohidrat yang kita makan ada 2 jenis, yaitu:
1) available carbohydrat yang dicerna, diabsorbsi,
dan digunakan sebagai sumber energi
2) unavailable carbohydrate yang menyuplai serat.
faal_metabolisme/ikun/2006 17
 Jika kadar glukosa darah dalam batas
normal → sebagian besar jaringan
menggunakan glukosa sebagai sumber
energi.
 Kelebihan glukosa akan disimpan sebagai
glikogen. Sintesis glikogen dari glukosa
disebut glikogenesis.
Glukosa
faal_metabolisme/ikun/2006 18
Glukosa
 Simpanan glikogen terbatas sehingga
kelebihan glukosa yang lain diubah
menjadi lemak (lipogenesis).
 Jika kadar glukosa darah turun, tubuh
mengubah glikogen kembali menjadi
glukosa (glikogenolisis)
faal_metabolisme/ikun/2006 19
 Dengan menyeimbangkan metabolisme
oksidatif, sintesis glikogen, pemecahan
glikogen, dan sintesis lemak, tubuh
dapat mempertahankan kadar glukosa
darah dalam batas normal.
 Jika homeostasis gagal dan glukosa
darah melebihi kadar kritis (pada
diabetes mellitus), kelebihan glukosa
akan diekskresi dalam urin.
 Ekskresi glukosa dalam urin hanya
terjadi jika ambang ginjal untuk
reabsorbsi glukosa terlampaui.
faal_metabolisme/ikun/2006 20
Protein
 Asam amino dalam tubuh terutama digunakan
untuk sintesis protein. Tetapi, jika asupan
glukosa rendah, asam amino dapat diubah
menjadi glukosa melalui jalur yang disebut
glukoneogenesis yaitu pembentukan glukosa
baru dari prekursor nonkarbohidrat.
 Proporsi protein sebagai sumber energi dalam
diet yang dianjurkan adalah sebesar 15%.
faal_metabolisme/ikun/2006 21
Protein
 Asam amino merupakan sumber utama
untuk glukosa melalui jalur
glukoneogenesis, tetapi gliserol dari
trigliserida juga dapat digunakan.
 Glukoneogenesis dan glikogenolisis
penting untuk memback up sumber
glukosa pada saat puasa.
faal_metabolisme/ikun/2006 22
JALUR BIOKIMIA PRODUKSI
ENERGI
faal_metabolisme/ikun/2006 23
KESEIMBANGAN ENERGI
Energi
Makanan Nutrien pool
Cadangan
energi
Kerja internal
Kerja eksternal
Energi panas
Asupan
Energi
Keluaran
Energi
faal_metabolisme/ikun/2006 24
Energi dari Bahan Makanan
 Energi yang berasal dari makanan dapat
diukur dengan cara langsung (direct
calorimetry) melalui oksidasi bahan
makanan di dalam suatu bomb
calorimeter.
 Makanan dibakar dalam alat tersebut,
panas yang dihasilkan dan terperangkap di
dalam alat tersebut kemudian diukur.
faal_metabolisme/ikun/2006 25
Energi dari Bahan Makanan
 Hasil dari pengukuran :
karbohidrat menghasilkan panas 4,1
kcal/g, lemak 9,3 kcal/g,
protein 4,1 kcal/g, dan alkohol 7,1 kcal/g.
 Kilocalori (kcal) ialah jumlah panas yang
dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 liter
air sebanyak 1°C. Satu kilocalori (kcal)
sama dengan 1 Calori.
faal_metabolisme/ikun/2006 26
 Produksi energi juga dapat diukur dengan
mengukur produk hasil oksidasi biologis
yang memproduksi energi, yaitu
karbondioksida, air, dan produk
metabolisme lain; atau dengan mengukur
konsumsi oksigen. Cara ini disebut dengan
indirect calorimetry.
Indirect calorimetry
faal_metabolisme/ikun/2006 27
Total Energy Expenditure
(TEE)
Total penggunaan energi /Total Energy
Expenditure (TEE) meliputi 3
komponen, yaitu:
1. Laju Metabolik Dasar (Basal Metabolic
Rate/BMR)
2. Diet-induced Thermogenesis (DIT) atau
specific dynamic action (SDA)
3. Activity energy cost.
faal_metabolisme/ikun/2006 28
Laju Metabolik Basal
(Basal Metabolic Rate/BMR)
Laju Metabolik Basal (Basal Metabolic
Rate/BMR) ialah energi yang dibutuhkan
untuk mempertahankan fungsi fisiologis
normal pada saat istirahat.
BMR = kcal/ m2/jam (kilokalori energi yang
digunakan per meter persegi permukaan
tubuh per jam)
faal_metabolisme/ikun/2006 29
BMR
Fungsi fisiologis normal tersebut meliputi:
1) lingkungan kimia internal tubuh, yaitu
gradient konsentrasi ion antara intrasel
dan ekstrasel
2) aktivitas elektrokimia sistem saraf
3) aktivitas elektromekanik sistem
sirkulasi
4) pengaturan suhu
faal_metabolisme/ikun/2006 30
Faktor-faktor yg
mempengaruhi BMR
 Makanan
Makanan kaya protein akan lebih
meningkatkan BMR daripada
makanan kaya lipid atau kaya
karbohidrat. Hal ini mungkin terjadi
karena deaminasi asam amino
terjadi relatif cepat.
faal_metabolisme/ikun/2006 31
Faktor-faktor yg
mempengaruhi BMR
 Status hormon tiroid
Hormon tiroid meningkatkan konsumsi
oksigen, sintesis protein, dan degradasi
yang merupakan aktivitas termogenesis.
Peningkatan BMR merupakan hal yang
klasik pada hipertiroid, dan menurun
pada penurunan kadar tiroid
faal_metabolisme/ikun/2006 32
Faktor-faktor yg
mempengaruhi BMR
 Aktivitas saraf simpatis.
Pemberian agonis simpatis β juga
meningkatkan BMR. Sistem saraf
simpatis secara langsung melalui
nervus vagus ke hati mengaktivasi
pembentukan glukosa dari
glikogen. Sehingga aktivitas saraf
simpatis meningkatkan BMR.
faal_metabolisme/ikun/2006 33
Faktor-faktor yg
mempengaruhi BMR
 Latihan
Latihan membutuhkan kalori ekstra dari
makanan. Jika s/ makanan lebih banyak
mengandung energi, maka berat badan
akan meningkat. Jika penggunaan
energi lebih banyak dari yg tersedia dlm
makanan, maka tubuh akan memakai
simpanan lemak yang ada dan mungkin
akan menurunkan berat badan.
faal_metabolisme/ikun/2006 34
Faktor-faktor yg
mempengaruhi BMR
 Umur & faktor lain
BMR seorang anak umumnya lebih
tinggi daripada orang dewasa, krn anak
memerlukan lebih banyak energi
selama masa pertumbuhan. Wanita
hamil & menyusui juga memiliki BMR
yang lebih tunggu.
Demam meningkatkan BMR. Orang yg
berotot memiliki BMR lebih tinggi
daripada orang yg gemuk
faal_metabolisme/ikun/2006 35
Diet-induced
Thermogenesis (DIT)
 Diet-induced Thermogenesis (DIT) atau specific
dynamic action (SDA) ialah energi yang digunakan
untuk metabolisme makanan yang menghasilkan panas.
 Setelah seseorang makan makanan campuran,
penggunaan energi meningkat selama 6 jam. Hal ini
mungkin digunakan untuk melakukan pencernaan
makanan, absorpsi, dan penyimpanan makronutien.
 DIT berkisar antara 8%-15% dari TEE pada individu
yang aktivitasnya sedang.
 Dari makanan yang kita konsumsi DIT lemak 2%-4%,,
karbohidrat 4%-7%, dan protein 18%-25%.
faal_metabolisme/ikun/2006 36
Metabolisme pada steady state
 Absorptive state ialah masa selama
nutrien yang kita makan masuk ke
peredaran darah dan beberapa nutrien tsb
menyuplai energi bagi tubuh.
 Post-absorptive state ialah masa selama
saluran pencernaan kosong dari nutrien dan
simpanan/ cadangan tubuh harus menyuplai
energi yang dibutuhkan.
faal_metabolisme/ikun/2006 37
Absorptive State
 Metabolisme yang terjadi ialah anabolisme.
 Nutrien yang diabsorbsi → untuk menyuplai energi,
sintesis, dan penyimpanan
 Karbohidrat dan protein diabsorbsi ke dalam darah
terutama dalam bentuk monosakarida dan asam
amino. Sedangkan lemak diabsorbsi dalam bentuk
triasilgliserol ke pembuluh limf.
 Karbohidrat yang diabsorbsi, selama masa
absorptive state, yang menjadi sumber energi
utama ialah glukosa, sebagian diubah menjadi
glikogen dan disimpan di otot rangka dan hati.
faal_metabolisme/ikun/2006 38
Absorptive State
 Di jaringan adiposa, glukosa diubah dan
disimpan sebagai lemak. Asam lemak
dalam bentuk kilomikron dilepaskan dalam
kapiler jaringan dan membentuk
triasilgliserol.
 Sebagian besar asam amino masuk ke
dalam sel dan digunakan untuk sintesis
protein, dan kelebihannya diubah menjadi
karbohidrat atau lemak.
faal_metabolisme/ikun/2006 39
Postabsorptive State
 Metabolisme yang terjadi ialah katabolisme.
 Setelah semua nutrien dicerna, diabsorbsi,
dan didistribusikan ke sel yang berbeda-
beda, kadar glukosa darah turun → sinyal
untuk mengubah keadaan dari absorptive
state menjadi post-absorptive state (fasted-
state).
 Tujuan dari fasted-state ialah
mempertahankan konsentrasi glukosa
dalam plasma dalam batas normal sehingga
otak dan sel saraf tetap terpenuhi
kebutuhannya.
faal_metabolisme/ikun/2006 40
Kadar Glukosa Darah
Kadar glukosa darah dipertahankan dengan
cara:
1. Glikogenolisis, yaitu hidrolisis simpanan
glikogen di hati dan otot rangka.
2. Lipolisis, yaitu katabolisme triasilgliserol
menjadi gliserol dan asam lemak di
jaringan adiposa. Gliserol yang mencapai
hati akan diubah menjadi glukosa.
3. Protein dikatabolisme menjadi glukosa
(gluconeogenesis)
faal_metabolisme/ikun/2006 41
Metabolisme post-absorptive state
Selamat
belajar

Metabolisme

  • 1.
  • 2.
    faal_metabolisme/ikun/2006 2 Pendahuluan 1. Selmengekstraksi energi dari lingkungan autotrof : mengambil energi dari sinar matahari pada proses fotosintesis → tumbuh-tumbuhan dan mikroorganisme berkhlorofil. heterotrof : mengambil molekul berenergi/organik dari substrat/makanan diantaranya dari sel autotrof. 2. Sel mensintesis makromolekul untuk menunjang aktifitas hidupnya (gerak dinamik, pembelahan sel, reaksi-reaksi spesifik)
  • 3.
    faal_metabolisme/ikun/2006 3 Pengertian Kedua prosestsb dilakukan melalui reaksi-reaksi yang terintgrasi & terorganisasi → metabolisme Metabolisme:keseluruhan reaksi yang terjadi di dalam sel, meliputi proses penguraian & sintesis molekul kimia yang menghasilkan & membutuhkan panas (enegi) serta dikatalisis oleh enzim
  • 4.
    faal_metabolisme/ikun/2006 4 Pengertian Metabolisme meliputi: 1)jalur sintesis (anabolisme/endorgenik) ⇒ menggabungkan molekul-molekul kecil menjadi makromolekul yang lebih kompleks; memerlukan energi yang disuplai dari hidrolisis ATP 2) jalur degradatif (katabolisme/eksorgenik) ⇒ memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana; melepaskan energi yang dibutuhkan untuk mensintesis ATP.
  • 5.
    faal_metabolisme/ikun/2006 5 Komponen sel Makromolekul:komponen struktural & fungsional utama sel, tdd: 1. Asam nukleat 2. Protein 3. Karbohidrat/ polisakarida 4. Lemak/ lipid
  • 6.
    faal_metabolisme/ikun/2006 6 Struktur supramolekul Proteinasam nukleat polisakarida lipid Asam amino nukleotida gula sederhana*) gliserol asam lemak α- ketoacids ribosa pyruvat(C3) asetat (C2) C3, C4, C5 nitrogen pyruvat (C3) Karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) Nitogen (N), fosfor (P), sulfur (S)
  • 7.
    faal_metabolisme/ikun/2006 7 Bahan Makanansbg Sumber Energi 4 jenis nutrien utama, yaitu: 1. Makronutrien (karbohidrat, protein, lipid) menyuplai energi bagi tubuh 2. Vitamin membantu penggunaan makronutrien dan mempertahankan jaringan tubuh. 3. Mineral mempertahankan homeostasis, dan 4. Air sbg pelarut dalam tubuh, dan sbg alat transport untuk mendistribusikan nutrien ke jaringan.
  • 8.
    faal_metabolisme/ikun/2006 8 DIET YANGSEHAT  Seimbang  Bervariasi  Moderation (dalam jumlah yang cukup; tidak kurang & berlebihan)
  • 9.
    faal_metabolisme/ikun/2006 9 Fungsi Makronutrien Sumber energi Energi yang dilepaskan dari ikatan kimia nutrien ialah ATP, fosfokreatin, dan zat molekul berenergi tinggi. Energi ini digunakan untuk transport dan kerja mekanik.  Sintesis Makromolekul digunakan untuk mensintesis bahan dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pertahanan sel dan jaringan.  Simpanan Jika makanan yang kita makan melebihi kebutuhan tubuh untuk energi dan sintesis, kelebihan nutien tersebut akan disimpan sebagai glikogen dan lemak. Simpanan ini menyediakan energi saat puasa.
  • 10.
    faal_metabolisme/ikun/2006 10 Metabolisme bahanmakanan • Absorptive-state: katabolisme → penguraian molekul zat makanan yang besar menjadi molekul yang lebih kecil; rx oksidasi; melepaskan energi/panas; rx eksorgenik; membebaskan elektron • Post absorptive state/ fasted state: anabolisme → sintesis molekul yang lebih kecil menjadi molekul yang lebih besar; rx reduksi; membutuhkan energi/panas; rx endorgenik; menyerap elektron
  • 11.
    faal_metabolisme/ikun/2006 11 karbohidrat lipidprotein Mulut: pencernaan mekanik & cairan ludah (enzim saliva) poli/oligo/disakarida lipid prot & polipeptida Lambung: enzim pepsin & lipase; asam lambung (HCl) poli/oligo/disakarida lipid/trigliserida prot & polipeptida Usus halus: cairan pankreas (tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase, amilase, lipase, ribonuklease, deoksiribonuklease, kolesterol esterase); cairan empedu/hati; enzim kelenjar usus (aminopeptidase, dipeptidase, sukrase, mltase, laktase, fosfatase, glukosidase); bakteri usus halus monosakarida gliserol,as.lemak asam amino (gluk,frukt,galaktosa) as.fosfat
  • 12.
  • 13.
    faal_metabolisme/ikun/2006 13 Nutrient pool Bentuk nutrien yang diabsorbsi bergantung pada jenis makromolekulnya.  Makromolekul dari diet akan diubah menjadi 3 nutrient pools tubuh.  Nutrient pools ialah nutrien yang tersedia di dalam tubuh dan siap digunakan. Bahan-bahan ini berada di dalam plasma.
  • 14.
    faal_metabolisme/ikun/2006 14 Lipid/ Lemak Diabsorbsi terutama dalam bentuk asam lemak dan gliserol.  Asam lemak → bentuk utama lemak di dalam darah.  Asam lemak esensial yang harus disuplai dari makanan ialah asam linoleat dan asam lenolenat. ⇒ sebagai prekursor untyuk prostaglandin, tromboksan, dan leukotrien.  Zat ini dapat digunakan sebagai sumber energi oleh jaringan dan mudah disimpan sebagai trigliserida di jaringan adiposa.
  • 15.
    faal_metabolisme/ikun/2006 15 Lipid/lemak  Proporsilemak dalam diet dianjurkan sebanyak 30% dari total kalori, berasal dari saturated fat 10%, monosaturated fat 10%, dan dari polisaturated fat 10%.  Lipid yang kita makan dapat meningkatkan palatability of food dan menimbulkan rasa kenyang.
  • 16.
    faal_metabolisme/ikun/2006 16 Karbohidrat  Sebagianbesar diabsorbsi dalam bentuk glukosa.  Konsentrasi glukosa plasma paling penting → karena hanya glukosa yang dapat dimetabolisme oleh otak.  Komposisi karbohidrat dalam diet dianjurkan sebesar 55% dari total kalori.  Karbohidrat yang kita makan ada 2 jenis, yaitu: 1) available carbohydrat yang dicerna, diabsorbsi, dan digunakan sebagai sumber energi 2) unavailable carbohydrate yang menyuplai serat.
  • 17.
    faal_metabolisme/ikun/2006 17  Jikakadar glukosa darah dalam batas normal → sebagian besar jaringan menggunakan glukosa sebagai sumber energi.  Kelebihan glukosa akan disimpan sebagai glikogen. Sintesis glikogen dari glukosa disebut glikogenesis. Glukosa
  • 18.
    faal_metabolisme/ikun/2006 18 Glukosa  Simpananglikogen terbatas sehingga kelebihan glukosa yang lain diubah menjadi lemak (lipogenesis).  Jika kadar glukosa darah turun, tubuh mengubah glikogen kembali menjadi glukosa (glikogenolisis)
  • 19.
    faal_metabolisme/ikun/2006 19  Denganmenyeimbangkan metabolisme oksidatif, sintesis glikogen, pemecahan glikogen, dan sintesis lemak, tubuh dapat mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal.  Jika homeostasis gagal dan glukosa darah melebihi kadar kritis (pada diabetes mellitus), kelebihan glukosa akan diekskresi dalam urin.  Ekskresi glukosa dalam urin hanya terjadi jika ambang ginjal untuk reabsorbsi glukosa terlampaui.
  • 20.
    faal_metabolisme/ikun/2006 20 Protein  Asamamino dalam tubuh terutama digunakan untuk sintesis protein. Tetapi, jika asupan glukosa rendah, asam amino dapat diubah menjadi glukosa melalui jalur yang disebut glukoneogenesis yaitu pembentukan glukosa baru dari prekursor nonkarbohidrat.  Proporsi protein sebagai sumber energi dalam diet yang dianjurkan adalah sebesar 15%.
  • 21.
    faal_metabolisme/ikun/2006 21 Protein  Asamamino merupakan sumber utama untuk glukosa melalui jalur glukoneogenesis, tetapi gliserol dari trigliserida juga dapat digunakan.  Glukoneogenesis dan glikogenolisis penting untuk memback up sumber glukosa pada saat puasa.
  • 22.
  • 23.
    faal_metabolisme/ikun/2006 23 KESEIMBANGAN ENERGI Energi MakananNutrien pool Cadangan energi Kerja internal Kerja eksternal Energi panas Asupan Energi Keluaran Energi
  • 24.
    faal_metabolisme/ikun/2006 24 Energi dariBahan Makanan  Energi yang berasal dari makanan dapat diukur dengan cara langsung (direct calorimetry) melalui oksidasi bahan makanan di dalam suatu bomb calorimeter.  Makanan dibakar dalam alat tersebut, panas yang dihasilkan dan terperangkap di dalam alat tersebut kemudian diukur.
  • 25.
    faal_metabolisme/ikun/2006 25 Energi dariBahan Makanan  Hasil dari pengukuran : karbohidrat menghasilkan panas 4,1 kcal/g, lemak 9,3 kcal/g, protein 4,1 kcal/g, dan alkohol 7,1 kcal/g.  Kilocalori (kcal) ialah jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 liter air sebanyak 1°C. Satu kilocalori (kcal) sama dengan 1 Calori.
  • 26.
    faal_metabolisme/ikun/2006 26  Produksienergi juga dapat diukur dengan mengukur produk hasil oksidasi biologis yang memproduksi energi, yaitu karbondioksida, air, dan produk metabolisme lain; atau dengan mengukur konsumsi oksigen. Cara ini disebut dengan indirect calorimetry. Indirect calorimetry
  • 27.
    faal_metabolisme/ikun/2006 27 Total EnergyExpenditure (TEE) Total penggunaan energi /Total Energy Expenditure (TEE) meliputi 3 komponen, yaitu: 1. Laju Metabolik Dasar (Basal Metabolic Rate/BMR) 2. Diet-induced Thermogenesis (DIT) atau specific dynamic action (SDA) 3. Activity energy cost.
  • 28.
    faal_metabolisme/ikun/2006 28 Laju MetabolikBasal (Basal Metabolic Rate/BMR) Laju Metabolik Basal (Basal Metabolic Rate/BMR) ialah energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi fisiologis normal pada saat istirahat. BMR = kcal/ m2/jam (kilokalori energi yang digunakan per meter persegi permukaan tubuh per jam)
  • 29.
    faal_metabolisme/ikun/2006 29 BMR Fungsi fisiologisnormal tersebut meliputi: 1) lingkungan kimia internal tubuh, yaitu gradient konsentrasi ion antara intrasel dan ekstrasel 2) aktivitas elektrokimia sistem saraf 3) aktivitas elektromekanik sistem sirkulasi 4) pengaturan suhu
  • 30.
    faal_metabolisme/ikun/2006 30 Faktor-faktor yg mempengaruhiBMR  Makanan Makanan kaya protein akan lebih meningkatkan BMR daripada makanan kaya lipid atau kaya karbohidrat. Hal ini mungkin terjadi karena deaminasi asam amino terjadi relatif cepat.
  • 31.
    faal_metabolisme/ikun/2006 31 Faktor-faktor yg mempengaruhiBMR  Status hormon tiroid Hormon tiroid meningkatkan konsumsi oksigen, sintesis protein, dan degradasi yang merupakan aktivitas termogenesis. Peningkatan BMR merupakan hal yang klasik pada hipertiroid, dan menurun pada penurunan kadar tiroid
  • 32.
    faal_metabolisme/ikun/2006 32 Faktor-faktor yg mempengaruhiBMR  Aktivitas saraf simpatis. Pemberian agonis simpatis β juga meningkatkan BMR. Sistem saraf simpatis secara langsung melalui nervus vagus ke hati mengaktivasi pembentukan glukosa dari glikogen. Sehingga aktivitas saraf simpatis meningkatkan BMR.
  • 33.
    faal_metabolisme/ikun/2006 33 Faktor-faktor yg mempengaruhiBMR  Latihan Latihan membutuhkan kalori ekstra dari makanan. Jika s/ makanan lebih banyak mengandung energi, maka berat badan akan meningkat. Jika penggunaan energi lebih banyak dari yg tersedia dlm makanan, maka tubuh akan memakai simpanan lemak yang ada dan mungkin akan menurunkan berat badan.
  • 34.
    faal_metabolisme/ikun/2006 34 Faktor-faktor yg mempengaruhiBMR  Umur & faktor lain BMR seorang anak umumnya lebih tinggi daripada orang dewasa, krn anak memerlukan lebih banyak energi selama masa pertumbuhan. Wanita hamil & menyusui juga memiliki BMR yang lebih tunggu. Demam meningkatkan BMR. Orang yg berotot memiliki BMR lebih tinggi daripada orang yg gemuk
  • 35.
    faal_metabolisme/ikun/2006 35 Diet-induced Thermogenesis (DIT) Diet-induced Thermogenesis (DIT) atau specific dynamic action (SDA) ialah energi yang digunakan untuk metabolisme makanan yang menghasilkan panas.  Setelah seseorang makan makanan campuran, penggunaan energi meningkat selama 6 jam. Hal ini mungkin digunakan untuk melakukan pencernaan makanan, absorpsi, dan penyimpanan makronutien.  DIT berkisar antara 8%-15% dari TEE pada individu yang aktivitasnya sedang.  Dari makanan yang kita konsumsi DIT lemak 2%-4%,, karbohidrat 4%-7%, dan protein 18%-25%.
  • 36.
    faal_metabolisme/ikun/2006 36 Metabolisme padasteady state  Absorptive state ialah masa selama nutrien yang kita makan masuk ke peredaran darah dan beberapa nutrien tsb menyuplai energi bagi tubuh.  Post-absorptive state ialah masa selama saluran pencernaan kosong dari nutrien dan simpanan/ cadangan tubuh harus menyuplai energi yang dibutuhkan.
  • 37.
    faal_metabolisme/ikun/2006 37 Absorptive State Metabolisme yang terjadi ialah anabolisme.  Nutrien yang diabsorbsi → untuk menyuplai energi, sintesis, dan penyimpanan  Karbohidrat dan protein diabsorbsi ke dalam darah terutama dalam bentuk monosakarida dan asam amino. Sedangkan lemak diabsorbsi dalam bentuk triasilgliserol ke pembuluh limf.  Karbohidrat yang diabsorbsi, selama masa absorptive state, yang menjadi sumber energi utama ialah glukosa, sebagian diubah menjadi glikogen dan disimpan di otot rangka dan hati.
  • 38.
    faal_metabolisme/ikun/2006 38 Absorptive State Di jaringan adiposa, glukosa diubah dan disimpan sebagai lemak. Asam lemak dalam bentuk kilomikron dilepaskan dalam kapiler jaringan dan membentuk triasilgliserol.  Sebagian besar asam amino masuk ke dalam sel dan digunakan untuk sintesis protein, dan kelebihannya diubah menjadi karbohidrat atau lemak.
  • 39.
    faal_metabolisme/ikun/2006 39 Postabsorptive State Metabolisme yang terjadi ialah katabolisme.  Setelah semua nutrien dicerna, diabsorbsi, dan didistribusikan ke sel yang berbeda- beda, kadar glukosa darah turun → sinyal untuk mengubah keadaan dari absorptive state menjadi post-absorptive state (fasted- state).  Tujuan dari fasted-state ialah mempertahankan konsentrasi glukosa dalam plasma dalam batas normal sehingga otak dan sel saraf tetap terpenuhi kebutuhannya.
  • 40.
    faal_metabolisme/ikun/2006 40 Kadar GlukosaDarah Kadar glukosa darah dipertahankan dengan cara: 1. Glikogenolisis, yaitu hidrolisis simpanan glikogen di hati dan otot rangka. 2. Lipolisis, yaitu katabolisme triasilgliserol menjadi gliserol dan asam lemak di jaringan adiposa. Gliserol yang mencapai hati akan diubah menjadi glukosa. 3. Protein dikatabolisme menjadi glukosa (gluconeogenesis)
  • 41.
  • 42.