Kelompok 6:
Oktarina Indrawati
Niko Dian Mahardika
Dwi Susilo Nugroho
 Media

audio adalah media yang

penyampaian pesannya hanya dapat
diterima oleh indera pendengaran.
 Menurut
 Media

Sadiman ( 2005:49 )

audio merupakan media untuk
menyampaikan pesan yang akan
disampaikan dalam bentuk lambanglambang auditif, baik verbal (kedalam katakata atau bahasa lisan ) maupun non
verbal.


Menurut Sudjana dan Rivai ( 2003 :129 )



Media audio untuk pengajaran adalah bahan yang

mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita
suara atau piringan suara), yang dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan

kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar
mengajar.
 Menurut

Arsyad (2003 : 44), beliau

mengutip pendapat Sudjana dan Rivai
(1991 : 130) adalah untuk melatih segala
kegiatan pengembangan keterampilan
terutama yang berhubungan dengan
aspek–aspek keterampilan pendengaran.
 Hal-hal

yang dapat dicapai dengan media
audio ialah berupa:
• Pemusatan perhatian dan mempertahankan

•
•
•
•
•

perhatian.
Mengikuti pengarahan.
Melatih daya analisis.
Menentukan arti dan konteks.
Memilah informasi dan gagasan.
Merangkum , mengingat kembali dan
menggali informasi.
1. Audio kaset
 Audio

kaset berupa pita magnetis (magnetic

tape recording) yang dapat menghasilkan

suara jika diputar dalam tape recorder.
 Dapat

digunakan untuk pembelajaran

bahasa, latihan membaca Al-Qur’an, dan
latihan-latihan yang bersifat verbal.
 Pita

rekaman dapat diputar berulang-

ulang.
 Rekaman

dapat dihapus secara otomatis

dan pitanya bisa dipakai lagi.
 Pita

rekaman dapat digunakan sesuai

jadwal yang ada.
 Program

kaset memberikan efisiensi

dalam pengajaran bahasa.
 Program

kaset dapat menyajikan kegiatan-

kegiatan atau hal-hal di luar sekolah (hasil
wawancara atau rekaman-rekaman
kegiatan).
 Daya

jangkaunya terbatas. Jika radio
sekali disiarkan dapat menyiarkan
pendengar yang massal tempat-tempat
yang berbeda, program kaset hanya
terbatas ditempat program disajikan saja.
 Dari segi biaya pengadannya lebih
mahal bila untuk sasaran yang banyak.
 Radio

merupakan media audio yang
disiarkan.
 Harganya

relatif murah dan variasi

programnya lebih banyak daripada
televisi.
 Mudah

dipindahkan (mobile).

 Siaran

lewat suara terbukti sangat tepat

atau cocok untuk mengajarkan musik,
bahasa, dan Al-Qur’an.
 Dapat

merangsang partisipasi aktif

pendengar.
 Radio

dapat mengerjakan hal-hal tertentu

secara lebih baik bila dibandingkan
dengan jika dikerjakan oleh guru.
 Sifat

komunikasinya hanya satu arah
(one way communication).
 Siarannya disentralisasikan sehingga
pengajar tidak dapat mengontrolnya.
 Program siaran lebih banyak hiburan,
sehingga tidak dapat diisi dengan
materi pelajaran dalam porsi yang
banyak.
 Kurang dapat membahas mata
pelajaran secara mendalam.
 Laboratorium

bahasa dikategorikan

sebagai media audio, karena media ini
menggunakan seperangkat “alat-alat
audio” yang berupa tape recorder dan
pita kaset yang disalurkan melalui kabel
pada headphone.


Latihan pendengaran.

 Latihan

pengucapan.

 Pembelajar

dapat membandingkan

ucapannya dengan ucapan pengajar.
 Pembelajar

dapat segera memperbaiki

kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
 Piringan

Hitam (PH)
 Kaset
 CD

dan DVD
 MP3
 Pembuatan

media audio pembelajaran

memerlukan beberapa tahapan
kegiatan. Tahapan kegiatan
tersebut, yaitu pra-produksi, produksi,
dan pasca produksi.
MEDIA AUDIO

MEDIA AUDIO

  • 1.
    Kelompok 6: Oktarina Indrawati NikoDian Mahardika Dwi Susilo Nugroho
  • 2.
     Media audio adalahmedia yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran.
  • 3.
     Menurut  Media Sadiman( 2005:49 ) audio merupakan media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambanglambang auditif, baik verbal (kedalam katakata atau bahasa lisan ) maupun non verbal.
  • 4.
     Menurut Sudjana danRivai ( 2003 :129 )  Media audio untuk pengajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar.
  • 5.
     Menurut Arsyad (2003: 44), beliau mengutip pendapat Sudjana dan Rivai (1991 : 130) adalah untuk melatih segala kegiatan pengembangan keterampilan terutama yang berhubungan dengan aspek–aspek keterampilan pendengaran.
  • 6.
     Hal-hal yang dapatdicapai dengan media audio ialah berupa: • Pemusatan perhatian dan mempertahankan • • • • • perhatian. Mengikuti pengarahan. Melatih daya analisis. Menentukan arti dan konteks. Memilah informasi dan gagasan. Merangkum , mengingat kembali dan menggali informasi.
  • 7.
    1. Audio kaset Audio kaset berupa pita magnetis (magnetic tape recording) yang dapat menghasilkan suara jika diputar dalam tape recorder.  Dapat digunakan untuk pembelajaran bahasa, latihan membaca Al-Qur’an, dan latihan-latihan yang bersifat verbal.
  • 9.
     Pita rekaman dapatdiputar berulang- ulang.  Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya bisa dipakai lagi.  Pita rekaman dapat digunakan sesuai jadwal yang ada.
  • 10.
     Program kaset memberikanefisiensi dalam pengajaran bahasa.  Program kaset dapat menyajikan kegiatan- kegiatan atau hal-hal di luar sekolah (hasil wawancara atau rekaman-rekaman kegiatan).
  • 11.
     Daya jangkaunya terbatas.Jika radio sekali disiarkan dapat menyiarkan pendengar yang massal tempat-tempat yang berbeda, program kaset hanya terbatas ditempat program disajikan saja.  Dari segi biaya pengadannya lebih mahal bila untuk sasaran yang banyak.
  • 12.
     Radio merupakan mediaaudio yang disiarkan.
  • 13.
     Harganya relatif murahdan variasi programnya lebih banyak daripada televisi.  Mudah dipindahkan (mobile).  Siaran lewat suara terbukti sangat tepat atau cocok untuk mengajarkan musik, bahasa, dan Al-Qur’an.
  • 14.
     Dapat merangsang partisipasiaktif pendengar.  Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru.
  • 15.
     Sifat komunikasinya hanyasatu arah (one way communication).  Siarannya disentralisasikan sehingga pengajar tidak dapat mengontrolnya.  Program siaran lebih banyak hiburan, sehingga tidak dapat diisi dengan materi pelajaran dalam porsi yang banyak.  Kurang dapat membahas mata pelajaran secara mendalam.
  • 16.
     Laboratorium bahasa dikategorikan sebagaimedia audio, karena media ini menggunakan seperangkat “alat-alat audio” yang berupa tape recorder dan pita kaset yang disalurkan melalui kabel pada headphone.
  • 18.
     Latihan pendengaran.  Latihan pengucapan. Pembelajar dapat membandingkan ucapannya dengan ucapan pengajar.  Pembelajar dapat segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
     Pembuatan media audiopembelajaran memerlukan beberapa tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan tersebut, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi.