MAKALAH
SEJARAH PEMINATAN
“PERADABAN YUNANI”
Disusun oleh :
1. Doris Agusnita (07)
2. Renaldy Widhi Anggara (21)
3. Umar Shobirin (28)
SMA NEGERI 2 PATI
Tahun Pelajaran 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas semua nikmatnya sehingga kami
dapat mengerjakan makalah ini. Makalah ini selesai tak luput dari kerjasama
anggota kelompok yang telah bekerjasama dengan baik. Makalah ini membahas
tentang kehidupan yunani yang amat menarik untuk kita bahas.Semoga makalah
ini dapat membantu pembaca memahami sejarah tentang peradaban yunani yang
disajikan secara sistematis sehingga mempermudah pembaca untuk
memahaminya. Diakhir materi disajikan kesimpulan dari seluruh pembahasan.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih amatlah jauh dari
kesempurnaan apalagi bila dinilai sebagai sebuah makalah yang sempurna
sesuai dengan ketentuan.Setidaknya kami telah berusaha semaksimal mungkin
untuk mengerjakan makalah ini dengan seminim mungkin kesalahan. Akhir
kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini, masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami
nantikan demi kesempurnaan makalah.
Pati, 29 Maret 2016
Penulis,
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN……...………………………………………………….……1
Awal peradaban masyarakat yunani………………………….............................1
Peradaban minos…………...……………………………………………............1
Peradaban Mycenae…………...…………………………………………...........1
BAB II 2
Sistem pemerintahan…………………...………………………………………..2
Athena………………………...………………………………………….........2-3
Spartha……………………...……………………………………………........3-4
Corak masyarakat…………………………………...………………………...4-5
Ilmu pengetahuan dan teknologi…………………………………...……............5
Kebudayaan yunani……………………………………………………...............6
Seni bangunan dan seni pahat…………………………………………...............6
Seni sastra…………………………………………………………………...…..6
Filsafat…………………………………………………...………………...........6
Ilmu pengetahuan ……………………………………………………………….6
Kebudayaan hellenisme…………………………………………………………6
Kepercayaan masyarakat yunani……………………………………………......7
Keruntuhan peradaban yunani………………………………………………..7-8
BAB III
KESIMPULAN………………….…………………………………………........9
BAB IV
PENUTUP…………………………………………………………………........9
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………10
BAB 1
PENDAHULUAN
PERADABAN YUNANI
AWAL PERADABAN MASYARAKAT YUNANI
1. Peradaban Minos (pulau kreta)
Perkembangan peradaban Yunani kuno dimulai dari perkembangan peradaban
mayarakat di pulau Kreta. Pulau Kreta terletak didaerah perairan laut tengah bagian
timur. Letaknya sangat strategis, sehingga menjadi pusat aktivitas didaerah perairan
laut tengah bagian timur. Pulau Kreta merupakan daerah penghubung antara daerah-
daerah pusat perdagangan dipulau Sicilia, Mesir, Pantai Levant, Bizantium dan Yunni.
Sumber-sumber berita tentang sejarah kerajaan Kreta ini diperoleh antara lain dari
syair-syair pujangga Homerus terutama dalam kitab Illyas dan Odyssea, cerita-cerita
rakyat di Yunani yang lebih bersifat mitologi, hasil-hasil penggalian arkeologi yang
menemukan sisa-sisa bangunan kota kuno seperti ibu kota Knossos.
Pulau Kreta terletak dipersimpangan jalan pelayaran antara Mesir dan Yunani,
serta antara daerah-daerah Italia dan Punisia. Masyarakat pulau Kreta adalah
Masyarakat maritim dengan kehidupan pokok berdagang dan berlayar dilaut tengah.
Masyarakat pulau Kreta telah mengenal bentuk tulisan yang disebut dengan tulisan
Minos. Nama minos berasal dari dari nama seorang Raja besar dari kerajaan ini, yaitu
Raja Minos. Namun, tulisan Minos sampai sekarang belum berhasil dibaca sehingga
sejarah kerajaan pulau Kreta belum terungkap dengan jelas. Kepercayaan masyarakat
Kreta bersifat Polytheisme dan memuja kekuatan-kekuatan alam. Dewa tidak
berfungsi sebagai pencipta malapetaka, tetapi berfungsi sebagai pelindung dan
pemberi berkah. Pada abad ke-15 SM, kerajaan pulau Kreta mengalami keruntuhan
karena mundurnya perdagangan, lepasnya daerah-daerah koloni, akibat bencana alam.
Akan tetapi, sejak abad ke-15 SM (1500 SM) terjadi invasi dan gelombang
penyerbuan bangsa-bangsa Indo-Jerman dari asia tengah memasuki daerah
semenanjung Yunani dan akhirnya merebut Pulau Kreta.
2. Peradaban Pulau Mycenae
Pulau Mycenae dahulunya merupakan peradaban minos, yang membedakan
adalah bangunan yang ditemukan pada tahun 1981 lebih kokoh.
BAB II
SISTEM PEMERINTAHAN YUNANI
Secara umum perkembangan Yunani dapat dibagi menjadi 4 periode, yaitu sebagai
berikut :
1. Fase pembentukan negara-negara kota (Polis) yang berlangsung antara 1000-800
SM.
2. Fase ekspansi negara-negara kota atau fase kolonisasi polis-polis Yunani. Ekspansi
polis-polis Yunani ke arah barat sampai ke Italia Selatan, sedangkan ke arah Timur
sampai ke Asia Kecil (Troya)
3. Masa kejayaan polis-polis Yunani (600-400SM)
4. Masa Keruntuhan Yunani (400-300 SM), tetapi kebudayaan Yunani berkembang
di luar daerah Yunani itu sendiri.
Antara wilayah- wilayah di Yunani tersebut sulit untuk berhubungan yang
disebabkan oleh alam yang berbukit-bukit, sehingga jadilah kota-kota yang disebut
Polis. Ada dua polis yang terkenal:
 Athena
Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu
diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di
tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang
Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah
Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon. Athena banyak
menghasilkan para filosof yang pemikirannya sangat berpengaruh pada kehidupan
manusia hingga dewasa ini. Para Filosof itu antara lain sebagai berikut:
a) Tahles: Dia terkenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Thales
dikenal dengan perhitungannya tentang gerhana, menghitung ketinggian
piramida dan menghitung bayangannya. Selain itu Thales berpendapat bahwa
bumi ini berasal dari air.
b) Anaximander: Dia berpendapat bahwa segala apa yang ada di dunia ini berasal
dari bahan tunggal yang bukan air. Selain itu, Anaximander berpendapat bahwa
bumi itu seperti silinder yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada matahari.
c) Pytagoras: Dia terkenal sebagai ahli matematika, dia percaya bahwa segala
sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan tertentu. Sehubungan dengan hal itu,
Pytagoras berpendapat bahwa melalui pengetahuan tentang bilangan, kita akan
memahami tentang kenyataan.
d) Heraclitus: Dia adalah seorang filosof mengembangkan pemikiran tentang logika.
e) Parmenindes: Filosof ini mengemukakan pentingnya logika
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
f) Hippocartus: Dia adalah seorang filosof yang ahli dalam bidang kedokteran.
g) Socrates: Filosof ini mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa manusia dan
lingkungannya merupakan subjek untuk mendapatkan pengetahuan tentang
kebenaran.
h) Plato: Filosof ini berpendapat bahwa orang bisa berperilaku baik jika ia telah
mempunyai persepsi perilaku apa yang disebut baik dan jahat. Plato juga
berpendapat bahwa sumber kekuasaan adalah pengetahuan.
i) Aristoteles: Filosof ini mengembangkan ajaran tentang politik dan etika. Menurut
Aritoteles, pada dasarnya setiap manusia memiliki hak yang sama yang harus
diakui. Kebahagian menurut Aristoteles adalah terpenuhinya semua kebutuhan
kita. Di bidang logika, Aristoteles mengembangkan silogisme. Lahirnya tradisi
intelektual dari bangsa Yunani disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :
 Faktor geografis dari Yunani bergunung-gunung dan tidak subur. Hal ini
memacu para penduduknya untuk berpikir dan berkreasi agar mampu bertahan
hidup.
 Orang Yunani membangun hubungan dengan bangsa-bangsa lain seperti Mesir,
Babylonia, dan yang lainnya, sehingga terjadi tukar-menukar pengetahuan
 Penduduk Yunani memiliki hak otonomi kemerdekaan dan kemakmuran di
bidang ekonomi, sehingga mereka lebih berkonsentrasi untuk
menumbuhkembangkan pengetahuan.
 Bangsa Yunani menghargai logika dan cara berpikir yang rasional.
 Bangsa Yunani selalu terlibat aktif dalam urusan politik, ekonomi, dan sosial.
Hal itu membuat mereka selalu berusaha untuk mencari pemecahan dalam
setiap masalah yang muncul.
 Spartha
Pemerintahan Spartha didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola
ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua
orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama
Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia
lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada
dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara
fisik dan mental, dijadikan tentara. Keberadaan polis-polis di Yunani mengakibatkan
mereka saling bersaing dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan atas wilayah
Yunani. Sehingga tidaklah mengherankan apabila di Yunani selalu terjadi peperangan
di antara sesama polis-polis tersebut. Tetapi, datang tentara Persia yang akan
menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Spharta
dan Athena, bersatu untuk menghadapi Persia tersebut. Pertempuran antara Yunani
dan Persia terjadi beberapa kali.
 Perang Persia Yunani I (492 SM). Peperangan antara Yunani dan
Persia tidak terjadi karena armada tempur Persia dihancurkan oleh badai
dan terpaksa harus pulang kembali.
 Perang Persia Yunani II (490 SM). Pertempuran terjadi di
Marathon, pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh bangsa Yunani. Para
prajurit Yunani harus lari sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena
dalam rangka berkonsolidasi dan meminta bantuan.
 Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia datang kembali, dan
pasukan Yunani menghadapinya di Termopile. Persia dapat dipukul
mundur, namun Raja Spartha terbunuh dalam pertempuran itu.
Pada tahun 448 SM diadakan perdamaian antara Yunani dan Persia. Dengan
menangnya Yunani atas Persia, maka hal ini membuat kemajuan, seperti pada
kesenian dan ilmu pengetahuan serta adanya filosof-filosof. Hal ini membuat Sparta
iri sehingga terjadi perang Peloponessos yang membuat Athena kalah sehingga
membuat yunani terpecah-pecah. Dengan lemahnya Yunani ditaklukkan oleh kerajaan
Macedonia di bawah pimpinan Philipus pada 338 SM.
Perjuangan Philipus untuk menguasai Persia diteruskan anaknya Iskandar
Zulkarnaen (Alexander Agung 336-323 SM) dan ia berhasil menguasai Tunisia,
Palestina, Mesir, dan di Mesir mendirikan kota yang bernama Iskandariyah. Niatnya
menguasai India tak terkabul karena prajuritnya yang tidak mematuhi perintahnya.
Setelah Iskandar meninggal, maka kerajaannya terpisah-pisah menjadi:
 Kerajaan Macedonia (Jenderal Antigonus)
 Kerajaan Syria (Jenderal Seuleueos)
 Kerajaan Mesir (Jenderal Ptelomeus)
 CORAK MASYARAKAT
Bangsa asli yang mendiami wilayah Yunani adalah bangsa Akaia, beberapa lama
kemudian berdatangan secara bergelombang bangsa-bangsa dari wilayah lain,
sepertiAchean (1500-1300 SM), Aeolia (2000 SM), Ionia (1400 SM)
dan Doria (1150 SM). Sebelum kedatangan bangsa asing, Akaia telah memiliki
peradaban yang maju, di antaranya dikenal dengan nama Peradaban Minos (Minoa)
dan Mikena (Mycenae).Percampuran bangsa Achean dengan bangsa Akaia
menghasilkan kebudayaan kuno yang berpengaruh terhadap kebudayaan pada generasi
berikutnya dan meluas ke berbagai wilayah di Eropa, salah satunya adalah
kepercayaan kepada banyak dewa.
Bangsa Yunani merupakan keturunan bangsa India-Jerman yang masuk ke
wilayah itu sekitar tahun 2000 SM. Pulau kereta yang merupakan asal peradaban
wilayah itu di duduki sekitar tahun 1250 SM.
Tempat tinggal bangsa Yunani terpecah oleh pegunungan yang banyak terdapat
di negaranya. Ada 3 golongan besar penduduk Yunani, yaitu bangsa Ionia, bangsa
Aiolia, dan bangsa Doria. Bangsa Ionia tinggal di Jazirah Attoi dan kepulauan
sekitarnya dengan pusatnya di Athena. Bangsa Aiolia tinggal di bagian utara Yunani
dengan pusatnya di Olympia dan Delphi. Sedangkan bangsa Doria tinggal di daerah
Peloponesos dengan pusatnya di Sparta.
 ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Bangsa yunani telah memiliki berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang
tinggi, yakni:
o Menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi laut
tengah dan menghubungkan daratan yunani dengan daerah-daerah pantai timur
pulau sicilia.
o Membuat barang-barang dari tanah liat.
o Menghasilkan karya arsitektur yang megah seperti kuil zeus, kuil partenon dan
gedung teater raksasa.
o Mengembangkan industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik
yang bentuknya beraneka ragam dan dihiasi dengan indah.
o Menghasilkan karya-karya benda logam berkembang pesat terutama untuk
menyediakan alat-alat perang
Kemajuan bangsa Yunani di bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat dari deretan
ilmuwan sebagai berikut:
 Pythagoras : ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku-siku.
 Hipokrates : bapak kedokteran. Ia dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakit
dan cara mengobatinya yang ditulis dalam buku berjudul Aphorismendan
Prognose. Sumbangannya yang terkenal adalah sumpah dokter yang
berlaku sampai sekarang. Hipocrates sebagai pelopor ilmu kedokteran
 Thucydides: Ahli sejarah yang menulis tentang perang Peloponesos.
 Archimedes : menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung.
 Thales dengan pendapatnya: alam fisik terdiri dari satu bahan dasar yaitu air.
 Analisagoras dengan pendapatnya: materi terdiri dari beraneka ragam zat renik.
 Democritus: ahli atom.
 Euclid: ahli ilmu ukur.
 Herodotus: Bapak sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis.
 KEBUDAYAAN YUNANI
1. Seni Bangunan dan Seni Pahat
Seni pahat dan bangunan menjadi salah satu kebanggaan Yunani masa lalu dan
sekarang. Karya seni ini diperuntukan sebagai pengabdian terhadap dewa – dewi
seperti : Kuil Parthenob, Kuil Erectheum. Peninggalan seni bangunan dibangun
dengan gaya arsitektur yang tinggi juga kokoh, misalnya Acropolis yang dibangun
pada masa peradaban Mycenae, Epidaurus (gedung kesenian) dan Kuil Pathenon (Kuil
Dewi Athena).
2. Seni Sastra
Seni sastra di tulis untuk mengingat jasa para pahlawan atau menceritakan tentang
perjuangan (heroik).Yang terkenal seperti : Homerus dengan karya kitab
Illyas(penyerbuan ke Troya, sekitar tahun 11194 SM) dan Odyssea (pengembaraan
Odyssea setelah perang Troya), cerita perang Yunani dan Persia karya Herodotus dan
cerita tentang perang Sparta dan Athena karya Thuchydiades. Tidak jarang pula
ditemukan sastra yang berisi cerita lucu karya Aristofane, dan cerita tragedi karya
Aiskhilos dan Sofokles. Dan ada penulis sejarah yang terkenal seperti Herodatus dan
Thucydiades. Herodatus dianggap sebagai Bapak Sejarah.
3. Filsafat
Dalam bidang ilmu pengetahuan, orang Yunani yang menjadikan konsep alam dan
hidup keseharian manusia ke dalam bentuk filsafat. Filsafat ini berisi penalaran dalam
bentuk metode yang masuk akal (logis), ilmu fikir (logika), ilmu alam (physica), ilmu
kesusilaan (Ethica), dan ilmu negara (politica).
4. Ilmu Pengetahuan
Pada masa kekuasaan Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia, kebudayaan
campuran antara Asia dan Eropa atau kebudayaan Hellenisme berkembang dengan
cepat dan sangat maju bila dibandingkan dengan kebudayaan asalnya. Kota
Iskandariyah merupakan pusat kebudayaan yang dibuat oleh Iskandar Zulkarnaen
mengasilkan ahli filsafat yang termasyhur yaitu Erastothenes dan Aristarchus,
keduanya merupakan ahli dalam bidang astronomi dan geografi.
Bangsa Yunani merupakan peletak utama ilmu pengetahuan seperti :
· Sudah mengenal bumi bulat dan berputar pada porosnya.
· Rumus Phytagoras : a2 = b2 + c2
· Hipocrates sebagai pelopor ilmu kedokteran.
5. Kebudayaan hellenisme
Kebudayaan hellenisme merupakan hasil pencampuran 2 kebudayaan, yaitu
kebudayaan hellas dengan kebudayaan mesir dan persia. Hellenisme meliputi wilayah
yang sangat luas yang pernah dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen. Berlangsung kurang
lebih 6 abad dan berpusat di Iskandariyah.
 KEPERCAYAAN MASYARAKAT YUNANI
Bangsa yunani percaya kepada adanya dewa-dewi yang bertubuh seperti
manusia , tetapi lebih indah, lebih besar,dan tak dapat mati.para dewa-dewi
mempunyai sifat-sifat seperti manusia biasa, seperti sifat-sifat yang baik maupun yang
buruk. Dewa dewi ini pun berkeluarga dan mempunyai keturunan. Mereka saling
berperang dan bersaing untuk memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Disamping
itu, terdapat juga para hero atau tokoh tokoh setengah dewa yang meskipun sakti tapi
dapat mati. Hero yang terkenal adalah archiles dan herakles (hercules).
Menurut kepercayaan bangsa yunani, dewa dewi itu tinggal di Bukit Olymphus
di bawah pimpinan Dewa Zeus, dewa tertinggi. Berikut adalah nama dewa dewi yang
dipercaya bangsa yunani:
· Dewa Ares : dewa perang
· Dewi Artemis : dewi perburuan
· Dewa Hermes : dewa perniagaan
· Dewa Poseidon : dewa laut
· Dewa Apollo : dewa kesenian dan matahari
· Dewi pallas Athena : dewi keselamatan
· Dewi Aphrodite : dewi kecantikan
 KERUNTUHAN PERADABAN YUNANI
Meskipun tidak benar-benar akurat, peta yang digambar oleh H.G. Wells ini dapat
menunjukkan pola migrasi orang Yunani kuno beserta kaum-kaum lainnya. Orang
Yunani kuno terbagi menjadi tiga kaum, bangsa Doria, Aiolia, dan Ionia. Sekitar 1100
SM, bangsa Doria yang tinggal di utara, mulai menyerang Mikenai. Seluruh kota
Mikenai dihancurkan dan dijarah. Peradaban Mikenai akhirnya runtuh dan Yunani
mengalami suatu periode yang disebut Zaman Kegelapan Yunani.
Banyak teori mengenai penyebab keruntuhan bangsa Mikenai. Bencana alam
mungkin melemahkan ekonomi Mikenai, yang bersandar pada pertanian, sehingga
mereka digantikan oleh bangsa Doria. Bangsa Doria mengembangkan perdagangan di
penjuru Mediterania untuk menggantikan ekonomi lama. Daerah Attika (termasuk
Athena) mulai muncul sebagai daerah yang dominan sebagai pusat perdagangan.
Meskpin begitu, perubahan ini tidak terjadi dengan cepat karena seluruh Yunani butuh
pemulihan pasca keruntuhan Mikenai. Namun kontak Yunani dengan bangsa dari luar
ini membawa dampak yang sangat drastis bagi masa depan Yunani.
Penyebaran dialek Yunani Kuno sekitar 400 SM. Bangsa Doria berwarna coklat,
Ionia ungu, dan Aiolia kuning.
Perubahan paling drastis di Yunani pada periode ini adalah menghilangnya tulisan.
Tidak ada catatan tertulis dari periode ini, dan tulisan dari peridoe setelah ini amatlah
berbeda dibandingkan periode sebelum ini. Bangsa Doria menuturkan dialek yang
berbeda dibanding bangsa Mikenai, dan hanya sedikit diketahui mengenai bahasa
mereka. Semua dialek Yunani modern berakar dari Yunan Attika (Yunani Klasik),
dengan satu pengecualian: dialek Tsakonia, yang berasal dari dialek Doria.
Bangsa Doria melakukan kontak dengan bangsa Funikia, bangsa penjelajah laut
dari Levant. Bangsa Yunani lalu mengadaptasi konsep alfabet dari bangsa Funikia dan
terciptalah alfabet Yunani. Alfabet Yunai tersebar melalui perdagangan ke seluruh
Mediterania. Alfabet Yunani ini adalah yang pertama mempergunakan huruf vokal.
Setelah sekian lama, akhirnya tulisan kembali ada di Yunani.
Bangsa Doria suka berperang. Seiring Yunani memasuki Zaman besi, maka besi
pun secara luas dipakai untuk membuat senjata, menggantikan penggunaan perunggu.
Dengan besi, senjata menajdi lebih murah, lebih kuat, dan lebih efektif dalam
pertempuran. Pada periode ini, pasukan infantri menjadi sangat populer, dan Hoplite
adalah nama untuk prajurit infantri Yunani kuno.
Bangsa Doria tidak menaklukan setiap wilayah menjadi wilayah mereka, sehingga
pada Zaman Kegelapan, polis(negara kota), mulai berkembang. Daerah Yunani yang
berpegunungan menjadikan sulit untuk meunculnya satu kekuasaaan tunggal yang
meliputi seluruh Yunani. Akibatnya kota-kota menguasai lanskap di sekelilingnya,
dan menjadi unit politik mandiri. Setiap negara kota secara alami dilindungi oleh
gunung di dekatnya.
Setelah Invasi Doria, sistem pemerintahan kerajaan muncul hampir di semua
negara kota. Walaupun raja memegang posisi keagamaan yang tinggi, namun tidak
dalam pemerintahan. Sebagian besar pemerintahan di beberapa polis didominasi oleh
aristokrasi. Tiran juga muncul pada peridoe ini. Seorang Tiran adalah aristokrat yang
memperoleh cukup kekuasaan untuk mengendalikan polis. Mereka didukung oleh
pasukan hoplite pribadi, dan membuat pemerintahan otokrasi.
Meskipun gunung-gunung menyebabkan Yunani sulit bersatu, namun polis-polis
saling berbagi budaya, agama, dan bahasa yang sana. Pada peridoe inilah, orang
Yunani mulai mengidentifikasi diri mereka sebagai bangsa Hellen. Meskipun berada
pada polis yang berbeda, orang Hellen menuturkan bahasa yang sama, berpakaian
dengan gaya yang sama, dan membuat arsitektur dengan gaya yang sama. Hal inilah
yang menyatukan mereka sebagai bangsa Hellen.
BAB III
KESIMPULAN
Peradaban yunani dimulai dari perkembangan peradaban masyarakat pulau kreta.
Dimulai sekuitar abad ke-15 SM, pada abad itu pula kejayaan pulau kreta runtuh
karena serangan indo-jerman. Yunani mengalami pasang surut kejayaan selama
beberapa kali karena banyaknya peperangan yang terjadi dan perbedaan pemimpin
masa Sparta dan Athena.
Peradaban yunani telah melahirkan para pemikir yang ahli dalam bidang filsafat,
hukum, tata negara, sampai dengan matematika , serta sebagai perintis demokrasi dan
juga melahirkan berbagai macam arsitektur bangunan yang megah dengan design
klasik.Bangsa yunani menganut kepercayaan kepada dewa dan dewi.
Awal kemunduran athena ditandai dengan terjadinya perselisihan antara polis
Corinthus dan Coryca, sedangkan Corinthus membantu liga Pelopponnessos. Kedua
kekuatan polis di Yunani saling bersaing dan terjadilah perang Pelopponnessos (431-
404 SM). Tetapi yunani tidak mengalami keruntuhan sepenuhnya. Melainkan hanya
sebagian dan mengalami kemunduran, yunani mengalami perkembangan kembali
setelah mengalami zaman kegelapan.
BAB IV
PENUTUP
Terima kasih atas ketersediaan pembaca yang telah membaca makalah yang
kami buat ini. Semoga isi dari makalah ini memberikan inspirasi, motivasi, dan
manfaat kepada para pembacanya.
Makalah ini hampir sempurna tetapi pasti tidak luput dari kesalahan . tetapi
yang kami harapkan adalah makalah ini dapat memberikan banyak manfaat edukasi
kepada para pembaca yang telah bersedia membaca isi dari makalah ini. Kami pula
dapat menerima kritikan yang akan disampaikan berkaitan dengan makalah ini dengan
tujuan agar lebih membangun kemampuan kami dalam membuat suatu makalah. Kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya.
Daftar pustaka
http://id.wikibooks.org/wiki/Yunani_Kuno/Sparta_dan_Athena
http://fersyhana.wordpress.com/2011/12/20/peradaban-yunani-kuno/
http://id.wikibooks.org/wiki/Yunani_Kuno/Zaman_Kegelapan_Yunani
|Ringkasan_Peradaban_Yunani_Kuno_by_Fitri_Susanto_2010
http://whitneyvelyn.wordpress.com/2011/03/28/peradaban-sejarah-yunani-kuno-
makalah-sejarah/
http://www.slideshare.net/AdeliaSakina/sejarah-x-peradaban-yunani
http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2012/11/peradaban-yunani-kuno.html
perpustakaancyber.blogspot.com
kelompok-oryzasativa.blogspot.com
http://id.wikibooks.org/
http://www.scribd.com
http://perpustakaancyber.blogspot.com

Makalah Peradaban Yunani

  • 1.
    MAKALAH SEJARAH PEMINATAN “PERADABAN YUNANI” Disusunoleh : 1. Doris Agusnita (07) 2. Renaldy Widhi Anggara (21) 3. Umar Shobirin (28) SMA NEGERI 2 PATI Tahun Pelajaran 2015/2016
  • 2.
    KATA PENGANTAR Puji syukurkehadirat Allah SWT atas semua nikmatnya sehingga kami dapat mengerjakan makalah ini. Makalah ini selesai tak luput dari kerjasama anggota kelompok yang telah bekerjasama dengan baik. Makalah ini membahas tentang kehidupan yunani yang amat menarik untuk kita bahas.Semoga makalah ini dapat membantu pembaca memahami sejarah tentang peradaban yunani yang disajikan secara sistematis sehingga mempermudah pembaca untuk memahaminya. Diakhir materi disajikan kesimpulan dari seluruh pembahasan. Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih amatlah jauh dari kesempurnaan apalagi bila dinilai sebagai sebuah makalah yang sempurna sesuai dengan ketentuan.Setidaknya kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakan makalah ini dengan seminim mungkin kesalahan. Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan makalah. Pati, 29 Maret 2016 Penulis,
  • 3.
    Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN……...………………………………………………….……1 Awalperadaban masyarakat yunani………………………….............................1 Peradaban minos…………...……………………………………………............1 Peradaban Mycenae…………...…………………………………………...........1 BAB II 2 Sistem pemerintahan…………………...………………………………………..2 Athena………………………...………………………………………….........2-3 Spartha……………………...……………………………………………........3-4 Corak masyarakat…………………………………...………………………...4-5 Ilmu pengetahuan dan teknologi…………………………………...……............5 Kebudayaan yunani……………………………………………………...............6 Seni bangunan dan seni pahat…………………………………………...............6 Seni sastra…………………………………………………………………...…..6 Filsafat…………………………………………………...………………...........6 Ilmu pengetahuan ……………………………………………………………….6 Kebudayaan hellenisme…………………………………………………………6 Kepercayaan masyarakat yunani……………………………………………......7 Keruntuhan peradaban yunani………………………………………………..7-8 BAB III KESIMPULAN………………….…………………………………………........9 BAB IV PENUTUP…………………………………………………………………........9 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………10
  • 4.
    BAB 1 PENDAHULUAN PERADABAN YUNANI AWALPERADABAN MASYARAKAT YUNANI 1. Peradaban Minos (pulau kreta) Perkembangan peradaban Yunani kuno dimulai dari perkembangan peradaban mayarakat di pulau Kreta. Pulau Kreta terletak didaerah perairan laut tengah bagian timur. Letaknya sangat strategis, sehingga menjadi pusat aktivitas didaerah perairan laut tengah bagian timur. Pulau Kreta merupakan daerah penghubung antara daerah- daerah pusat perdagangan dipulau Sicilia, Mesir, Pantai Levant, Bizantium dan Yunni. Sumber-sumber berita tentang sejarah kerajaan Kreta ini diperoleh antara lain dari syair-syair pujangga Homerus terutama dalam kitab Illyas dan Odyssea, cerita-cerita rakyat di Yunani yang lebih bersifat mitologi, hasil-hasil penggalian arkeologi yang menemukan sisa-sisa bangunan kota kuno seperti ibu kota Knossos. Pulau Kreta terletak dipersimpangan jalan pelayaran antara Mesir dan Yunani, serta antara daerah-daerah Italia dan Punisia. Masyarakat pulau Kreta adalah Masyarakat maritim dengan kehidupan pokok berdagang dan berlayar dilaut tengah. Masyarakat pulau Kreta telah mengenal bentuk tulisan yang disebut dengan tulisan Minos. Nama minos berasal dari dari nama seorang Raja besar dari kerajaan ini, yaitu Raja Minos. Namun, tulisan Minos sampai sekarang belum berhasil dibaca sehingga sejarah kerajaan pulau Kreta belum terungkap dengan jelas. Kepercayaan masyarakat Kreta bersifat Polytheisme dan memuja kekuatan-kekuatan alam. Dewa tidak berfungsi sebagai pencipta malapetaka, tetapi berfungsi sebagai pelindung dan pemberi berkah. Pada abad ke-15 SM, kerajaan pulau Kreta mengalami keruntuhan karena mundurnya perdagangan, lepasnya daerah-daerah koloni, akibat bencana alam. Akan tetapi, sejak abad ke-15 SM (1500 SM) terjadi invasi dan gelombang penyerbuan bangsa-bangsa Indo-Jerman dari asia tengah memasuki daerah semenanjung Yunani dan akhirnya merebut Pulau Kreta. 2. Peradaban Pulau Mycenae Pulau Mycenae dahulunya merupakan peradaban minos, yang membedakan adalah bangunan yang ditemukan pada tahun 1981 lebih kokoh.
  • 5.
    BAB II SISTEM PEMERINTAHANYUNANI Secara umum perkembangan Yunani dapat dibagi menjadi 4 periode, yaitu sebagai berikut : 1. Fase pembentukan negara-negara kota (Polis) yang berlangsung antara 1000-800 SM. 2. Fase ekspansi negara-negara kota atau fase kolonisasi polis-polis Yunani. Ekspansi polis-polis Yunani ke arah barat sampai ke Italia Selatan, sedangkan ke arah Timur sampai ke Asia Kecil (Troya) 3. Masa kejayaan polis-polis Yunani (600-400SM) 4. Masa Keruntuhan Yunani (400-300 SM), tetapi kebudayaan Yunani berkembang di luar daerah Yunani itu sendiri. Antara wilayah- wilayah di Yunani tersebut sulit untuk berhubungan yang disebabkan oleh alam yang berbukit-bukit, sehingga jadilah kota-kota yang disebut Polis. Ada dua polis yang terkenal:  Athena Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon. Athena banyak menghasilkan para filosof yang pemikirannya sangat berpengaruh pada kehidupan manusia hingga dewasa ini. Para Filosof itu antara lain sebagai berikut: a) Tahles: Dia terkenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Thales dikenal dengan perhitungannya tentang gerhana, menghitung ketinggian piramida dan menghitung bayangannya. Selain itu Thales berpendapat bahwa bumi ini berasal dari air. b) Anaximander: Dia berpendapat bahwa segala apa yang ada di dunia ini berasal dari bahan tunggal yang bukan air. Selain itu, Anaximander berpendapat bahwa bumi itu seperti silinder yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada matahari. c) Pytagoras: Dia terkenal sebagai ahli matematika, dia percaya bahwa segala sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan tertentu. Sehubungan dengan hal itu, Pytagoras berpendapat bahwa melalui pengetahuan tentang bilangan, kita akan memahami tentang kenyataan. d) Heraclitus: Dia adalah seorang filosof mengembangkan pemikiran tentang logika. e) Parmenindes: Filosof ini mengemukakan pentingnya logika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. f) Hippocartus: Dia adalah seorang filosof yang ahli dalam bidang kedokteran.
  • 6.
    g) Socrates: Filosofini mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa manusia dan lingkungannya merupakan subjek untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran. h) Plato: Filosof ini berpendapat bahwa orang bisa berperilaku baik jika ia telah mempunyai persepsi perilaku apa yang disebut baik dan jahat. Plato juga berpendapat bahwa sumber kekuasaan adalah pengetahuan. i) Aristoteles: Filosof ini mengembangkan ajaran tentang politik dan etika. Menurut Aritoteles, pada dasarnya setiap manusia memiliki hak yang sama yang harus diakui. Kebahagian menurut Aristoteles adalah terpenuhinya semua kebutuhan kita. Di bidang logika, Aristoteles mengembangkan silogisme. Lahirnya tradisi intelektual dari bangsa Yunani disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :  Faktor geografis dari Yunani bergunung-gunung dan tidak subur. Hal ini memacu para penduduknya untuk berpikir dan berkreasi agar mampu bertahan hidup.  Orang Yunani membangun hubungan dengan bangsa-bangsa lain seperti Mesir, Babylonia, dan yang lainnya, sehingga terjadi tukar-menukar pengetahuan  Penduduk Yunani memiliki hak otonomi kemerdekaan dan kemakmuran di bidang ekonomi, sehingga mereka lebih berkonsentrasi untuk menumbuhkembangkan pengetahuan.  Bangsa Yunani menghargai logika dan cara berpikir yang rasional.  Bangsa Yunani selalu terlibat aktif dalam urusan politik, ekonomi, dan sosial. Hal itu membuat mereka selalu berusaha untuk mencari pemecahan dalam setiap masalah yang muncul.  Spartha Pemerintahan Spartha didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental, dijadikan tentara. Keberadaan polis-polis di Yunani mengakibatkan mereka saling bersaing dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan atas wilayah Yunani. Sehingga tidaklah mengherankan apabila di Yunani selalu terjadi peperangan di antara sesama polis-polis tersebut. Tetapi, datang tentara Persia yang akan menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Spharta dan Athena, bersatu untuk menghadapi Persia tersebut. Pertempuran antara Yunani dan Persia terjadi beberapa kali.
  • 7.
     Perang PersiaYunani I (492 SM). Peperangan antara Yunani dan Persia tidak terjadi karena armada tempur Persia dihancurkan oleh badai dan terpaksa harus pulang kembali.  Perang Persia Yunani II (490 SM). Pertempuran terjadi di Marathon, pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh bangsa Yunani. Para prajurit Yunani harus lari sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena dalam rangka berkonsolidasi dan meminta bantuan.  Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia datang kembali, dan pasukan Yunani menghadapinya di Termopile. Persia dapat dipukul mundur, namun Raja Spartha terbunuh dalam pertempuran itu. Pada tahun 448 SM diadakan perdamaian antara Yunani dan Persia. Dengan menangnya Yunani atas Persia, maka hal ini membuat kemajuan, seperti pada kesenian dan ilmu pengetahuan serta adanya filosof-filosof. Hal ini membuat Sparta iri sehingga terjadi perang Peloponessos yang membuat Athena kalah sehingga membuat yunani terpecah-pecah. Dengan lemahnya Yunani ditaklukkan oleh kerajaan Macedonia di bawah pimpinan Philipus pada 338 SM. Perjuangan Philipus untuk menguasai Persia diteruskan anaknya Iskandar Zulkarnaen (Alexander Agung 336-323 SM) dan ia berhasil menguasai Tunisia, Palestina, Mesir, dan di Mesir mendirikan kota yang bernama Iskandariyah. Niatnya menguasai India tak terkabul karena prajuritnya yang tidak mematuhi perintahnya. Setelah Iskandar meninggal, maka kerajaannya terpisah-pisah menjadi:  Kerajaan Macedonia (Jenderal Antigonus)  Kerajaan Syria (Jenderal Seuleueos)  Kerajaan Mesir (Jenderal Ptelomeus)  CORAK MASYARAKAT Bangsa asli yang mendiami wilayah Yunani adalah bangsa Akaia, beberapa lama kemudian berdatangan secara bergelombang bangsa-bangsa dari wilayah lain, sepertiAchean (1500-1300 SM), Aeolia (2000 SM), Ionia (1400 SM) dan Doria (1150 SM). Sebelum kedatangan bangsa asing, Akaia telah memiliki peradaban yang maju, di antaranya dikenal dengan nama Peradaban Minos (Minoa) dan Mikena (Mycenae).Percampuran bangsa Achean dengan bangsa Akaia menghasilkan kebudayaan kuno yang berpengaruh terhadap kebudayaan pada generasi berikutnya dan meluas ke berbagai wilayah di Eropa, salah satunya adalah kepercayaan kepada banyak dewa. Bangsa Yunani merupakan keturunan bangsa India-Jerman yang masuk ke wilayah itu sekitar tahun 2000 SM. Pulau kereta yang merupakan asal peradaban wilayah itu di duduki sekitar tahun 1250 SM. Tempat tinggal bangsa Yunani terpecah oleh pegunungan yang banyak terdapat di negaranya. Ada 3 golongan besar penduduk Yunani, yaitu bangsa Ionia, bangsa
  • 8.
    Aiolia, dan bangsaDoria. Bangsa Ionia tinggal di Jazirah Attoi dan kepulauan sekitarnya dengan pusatnya di Athena. Bangsa Aiolia tinggal di bagian utara Yunani dengan pusatnya di Olympia dan Delphi. Sedangkan bangsa Doria tinggal di daerah Peloponesos dengan pusatnya di Sparta.  ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bangsa yunani telah memiliki berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang tinggi, yakni: o Menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi laut tengah dan menghubungkan daratan yunani dengan daerah-daerah pantai timur pulau sicilia. o Membuat barang-barang dari tanah liat. o Menghasilkan karya arsitektur yang megah seperti kuil zeus, kuil partenon dan gedung teater raksasa. o Mengembangkan industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik yang bentuknya beraneka ragam dan dihiasi dengan indah. o Menghasilkan karya-karya benda logam berkembang pesat terutama untuk menyediakan alat-alat perang Kemajuan bangsa Yunani di bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat dari deretan ilmuwan sebagai berikut:  Pythagoras : ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku-siku.  Hipokrates : bapak kedokteran. Ia dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakit dan cara mengobatinya yang ditulis dalam buku berjudul Aphorismendan Prognose. Sumbangannya yang terkenal adalah sumpah dokter yang berlaku sampai sekarang. Hipocrates sebagai pelopor ilmu kedokteran  Thucydides: Ahli sejarah yang menulis tentang perang Peloponesos.  Archimedes : menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung.  Thales dengan pendapatnya: alam fisik terdiri dari satu bahan dasar yaitu air.  Analisagoras dengan pendapatnya: materi terdiri dari beraneka ragam zat renik.  Democritus: ahli atom.  Euclid: ahli ilmu ukur.  Herodotus: Bapak sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis.
  • 9.
     KEBUDAYAAN YUNANI 1.Seni Bangunan dan Seni Pahat Seni pahat dan bangunan menjadi salah satu kebanggaan Yunani masa lalu dan sekarang. Karya seni ini diperuntukan sebagai pengabdian terhadap dewa – dewi seperti : Kuil Parthenob, Kuil Erectheum. Peninggalan seni bangunan dibangun dengan gaya arsitektur yang tinggi juga kokoh, misalnya Acropolis yang dibangun pada masa peradaban Mycenae, Epidaurus (gedung kesenian) dan Kuil Pathenon (Kuil Dewi Athena). 2. Seni Sastra Seni sastra di tulis untuk mengingat jasa para pahlawan atau menceritakan tentang perjuangan (heroik).Yang terkenal seperti : Homerus dengan karya kitab Illyas(penyerbuan ke Troya, sekitar tahun 11194 SM) dan Odyssea (pengembaraan Odyssea setelah perang Troya), cerita perang Yunani dan Persia karya Herodotus dan cerita tentang perang Sparta dan Athena karya Thuchydiades. Tidak jarang pula ditemukan sastra yang berisi cerita lucu karya Aristofane, dan cerita tragedi karya Aiskhilos dan Sofokles. Dan ada penulis sejarah yang terkenal seperti Herodatus dan Thucydiades. Herodatus dianggap sebagai Bapak Sejarah. 3. Filsafat Dalam bidang ilmu pengetahuan, orang Yunani yang menjadikan konsep alam dan hidup keseharian manusia ke dalam bentuk filsafat. Filsafat ini berisi penalaran dalam bentuk metode yang masuk akal (logis), ilmu fikir (logika), ilmu alam (physica), ilmu kesusilaan (Ethica), dan ilmu negara (politica). 4. Ilmu Pengetahuan Pada masa kekuasaan Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia, kebudayaan campuran antara Asia dan Eropa atau kebudayaan Hellenisme berkembang dengan cepat dan sangat maju bila dibandingkan dengan kebudayaan asalnya. Kota Iskandariyah merupakan pusat kebudayaan yang dibuat oleh Iskandar Zulkarnaen mengasilkan ahli filsafat yang termasyhur yaitu Erastothenes dan Aristarchus, keduanya merupakan ahli dalam bidang astronomi dan geografi. Bangsa Yunani merupakan peletak utama ilmu pengetahuan seperti : · Sudah mengenal bumi bulat dan berputar pada porosnya. · Rumus Phytagoras : a2 = b2 + c2 · Hipocrates sebagai pelopor ilmu kedokteran. 5. Kebudayaan hellenisme Kebudayaan hellenisme merupakan hasil pencampuran 2 kebudayaan, yaitu kebudayaan hellas dengan kebudayaan mesir dan persia. Hellenisme meliputi wilayah yang sangat luas yang pernah dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen. Berlangsung kurang lebih 6 abad dan berpusat di Iskandariyah.
  • 10.
     KEPERCAYAAN MASYARAKATYUNANI Bangsa yunani percaya kepada adanya dewa-dewi yang bertubuh seperti manusia , tetapi lebih indah, lebih besar,dan tak dapat mati.para dewa-dewi mempunyai sifat-sifat seperti manusia biasa, seperti sifat-sifat yang baik maupun yang buruk. Dewa dewi ini pun berkeluarga dan mempunyai keturunan. Mereka saling berperang dan bersaing untuk memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Disamping itu, terdapat juga para hero atau tokoh tokoh setengah dewa yang meskipun sakti tapi dapat mati. Hero yang terkenal adalah archiles dan herakles (hercules). Menurut kepercayaan bangsa yunani, dewa dewi itu tinggal di Bukit Olymphus di bawah pimpinan Dewa Zeus, dewa tertinggi. Berikut adalah nama dewa dewi yang dipercaya bangsa yunani: · Dewa Ares : dewa perang · Dewi Artemis : dewi perburuan · Dewa Hermes : dewa perniagaan · Dewa Poseidon : dewa laut · Dewa Apollo : dewa kesenian dan matahari · Dewi pallas Athena : dewi keselamatan · Dewi Aphrodite : dewi kecantikan  KERUNTUHAN PERADABAN YUNANI Meskipun tidak benar-benar akurat, peta yang digambar oleh H.G. Wells ini dapat menunjukkan pola migrasi orang Yunani kuno beserta kaum-kaum lainnya. Orang Yunani kuno terbagi menjadi tiga kaum, bangsa Doria, Aiolia, dan Ionia. Sekitar 1100 SM, bangsa Doria yang tinggal di utara, mulai menyerang Mikenai. Seluruh kota Mikenai dihancurkan dan dijarah. Peradaban Mikenai akhirnya runtuh dan Yunani mengalami suatu periode yang disebut Zaman Kegelapan Yunani. Banyak teori mengenai penyebab keruntuhan bangsa Mikenai. Bencana alam mungkin melemahkan ekonomi Mikenai, yang bersandar pada pertanian, sehingga mereka digantikan oleh bangsa Doria. Bangsa Doria mengembangkan perdagangan di penjuru Mediterania untuk menggantikan ekonomi lama. Daerah Attika (termasuk Athena) mulai muncul sebagai daerah yang dominan sebagai pusat perdagangan. Meskpin begitu, perubahan ini tidak terjadi dengan cepat karena seluruh Yunani butuh pemulihan pasca keruntuhan Mikenai. Namun kontak Yunani dengan bangsa dari luar ini membawa dampak yang sangat drastis bagi masa depan Yunani. Penyebaran dialek Yunani Kuno sekitar 400 SM. Bangsa Doria berwarna coklat, Ionia ungu, dan Aiolia kuning. Perubahan paling drastis di Yunani pada periode ini adalah menghilangnya tulisan. Tidak ada catatan tertulis dari periode ini, dan tulisan dari peridoe setelah ini amatlah berbeda dibandingkan periode sebelum ini. Bangsa Doria menuturkan dialek yang berbeda dibanding bangsa Mikenai, dan hanya sedikit diketahui mengenai bahasa
  • 11.
    mereka. Semua dialekYunani modern berakar dari Yunan Attika (Yunani Klasik), dengan satu pengecualian: dialek Tsakonia, yang berasal dari dialek Doria. Bangsa Doria melakukan kontak dengan bangsa Funikia, bangsa penjelajah laut dari Levant. Bangsa Yunani lalu mengadaptasi konsep alfabet dari bangsa Funikia dan terciptalah alfabet Yunani. Alfabet Yunai tersebar melalui perdagangan ke seluruh Mediterania. Alfabet Yunani ini adalah yang pertama mempergunakan huruf vokal. Setelah sekian lama, akhirnya tulisan kembali ada di Yunani. Bangsa Doria suka berperang. Seiring Yunani memasuki Zaman besi, maka besi pun secara luas dipakai untuk membuat senjata, menggantikan penggunaan perunggu. Dengan besi, senjata menajdi lebih murah, lebih kuat, dan lebih efektif dalam pertempuran. Pada periode ini, pasukan infantri menjadi sangat populer, dan Hoplite adalah nama untuk prajurit infantri Yunani kuno. Bangsa Doria tidak menaklukan setiap wilayah menjadi wilayah mereka, sehingga pada Zaman Kegelapan, polis(negara kota), mulai berkembang. Daerah Yunani yang berpegunungan menjadikan sulit untuk meunculnya satu kekuasaaan tunggal yang meliputi seluruh Yunani. Akibatnya kota-kota menguasai lanskap di sekelilingnya, dan menjadi unit politik mandiri. Setiap negara kota secara alami dilindungi oleh gunung di dekatnya. Setelah Invasi Doria, sistem pemerintahan kerajaan muncul hampir di semua negara kota. Walaupun raja memegang posisi keagamaan yang tinggi, namun tidak dalam pemerintahan. Sebagian besar pemerintahan di beberapa polis didominasi oleh aristokrasi. Tiran juga muncul pada peridoe ini. Seorang Tiran adalah aristokrat yang memperoleh cukup kekuasaan untuk mengendalikan polis. Mereka didukung oleh pasukan hoplite pribadi, dan membuat pemerintahan otokrasi. Meskipun gunung-gunung menyebabkan Yunani sulit bersatu, namun polis-polis saling berbagi budaya, agama, dan bahasa yang sana. Pada peridoe inilah, orang Yunani mulai mengidentifikasi diri mereka sebagai bangsa Hellen. Meskipun berada pada polis yang berbeda, orang Hellen menuturkan bahasa yang sama, berpakaian dengan gaya yang sama, dan membuat arsitektur dengan gaya yang sama. Hal inilah yang menyatukan mereka sebagai bangsa Hellen.
  • 12.
    BAB III KESIMPULAN Peradaban yunanidimulai dari perkembangan peradaban masyarakat pulau kreta. Dimulai sekuitar abad ke-15 SM, pada abad itu pula kejayaan pulau kreta runtuh karena serangan indo-jerman. Yunani mengalami pasang surut kejayaan selama beberapa kali karena banyaknya peperangan yang terjadi dan perbedaan pemimpin masa Sparta dan Athena. Peradaban yunani telah melahirkan para pemikir yang ahli dalam bidang filsafat, hukum, tata negara, sampai dengan matematika , serta sebagai perintis demokrasi dan juga melahirkan berbagai macam arsitektur bangunan yang megah dengan design klasik.Bangsa yunani menganut kepercayaan kepada dewa dan dewi. Awal kemunduran athena ditandai dengan terjadinya perselisihan antara polis Corinthus dan Coryca, sedangkan Corinthus membantu liga Pelopponnessos. Kedua kekuatan polis di Yunani saling bersaing dan terjadilah perang Pelopponnessos (431- 404 SM). Tetapi yunani tidak mengalami keruntuhan sepenuhnya. Melainkan hanya sebagian dan mengalami kemunduran, yunani mengalami perkembangan kembali setelah mengalami zaman kegelapan. BAB IV PENUTUP Terima kasih atas ketersediaan pembaca yang telah membaca makalah yang kami buat ini. Semoga isi dari makalah ini memberikan inspirasi, motivasi, dan manfaat kepada para pembacanya. Makalah ini hampir sempurna tetapi pasti tidak luput dari kesalahan . tetapi yang kami harapkan adalah makalah ini dapat memberikan banyak manfaat edukasi kepada para pembaca yang telah bersedia membaca isi dari makalah ini. Kami pula dapat menerima kritikan yang akan disampaikan berkaitan dengan makalah ini dengan tujuan agar lebih membangun kemampuan kami dalam membuat suatu makalah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya.
  • 13.