MAKALAH 
ANALISIS DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM 
Oleh: Fajry Fuadah Mazamy 
(14110106) 
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN 
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM 
MALANG 2014
Daftar Isi 
DAFTAR ISI ................................................................................... 2 
2 
BAB I PENDAHULUAN 
1.1. Latar belakang ....................................................................... 3 
1.2. Rumusan masalah .................................................................. 3 
1.3. Tujuan penulisan.................................................................... 3 
BAB II PEMBAHASAN 
2.1. Istilah pendidikan dalam konteks islam ................................. 4 
2.2. Dasar-dasar pendidikan islam itu ........................................... 4 
2.3. Karakteristik pendidikan islam .............................................. 7 
2.4. Tujuan dari pendidikan agama islam ..................................... 8 
BAB III PENUTUP 
3.1. Kesimpulan ........................................................................... 10 
3.2. Kritik dan Saran .................................................................... 10 
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 11
BAB I 
Pendahuluan 
3 
1.1. Latar Belakang 
Istilah pendidikan islam sangat sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari 
kita sebagai masyarakat muslim, bahkan setiap waktu kita tidak pernah lepas dari istilah 
pendidikan islam yang notaben dari kita adalah pelajar/mahasisiwa. Pendidikan islam itu 
sendiri pasti juga memiliki dasar-dasar yang menjadi akar pendidikan dalam agama 
islam. Sebelum menjadi dasar-dasar pendidikan, dasar-dasar itu sendiri perlu dilakukan 
analisa agar menjadi suatu landasan yang dapat dipercaya, dilogika dan universal untuk 
seluruh masyarakat yang beragama islam maupun tidak. Dalam zaman globalisasi ini, 
manusia tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum jelas darimana asal landasannya. 
Maka dari itu disini penulis mencoba menjelaskan dasar-dasar pendidikan islam melalui 
makalah yang berjudul “analisis dasar-dasar pendidikan islam”. 
1.2. Rumusan Masalah 
a. Apakah istilah pendidikan dalam konteks islam ? 
b. Apakah dasar-dasar pendidikan islam itu ? 
c. Apa saja kerakteristik pendidikan islam ? 
d. Apa saja tujuan dari pendidikan agama islam ? 
1.3. Tujuan Penulisan 
a. Mengetahui istilah pendidikan dalam konteks islam. 
b. Mengetahui dasar-dasar pendidikan islam. 
c. Mengetahui karakteristik pendidikan islam. 
d. Mengetahui tujuan dari pendidikan agama islam.
BAB II 
Pembahasan 
2.1. Istilah pendidikan dalam konteks islam. 
Istilah pendidikan dalam konteks Islam lebih banyak dikenal dengan arti 
terminologi At-Tarbiyah, At-Ta’lim, At-Ta’dib, dimana term tersebut mempunyai 
makna yang berbeda. Dari ketiga istilah tersebut telah banyak menimbulkan perdebatan 
diantara para ahli mengenai istilah yang paling tepat. Dalam bukunya yang berjudul 
“Beberapa Aspek Pendidikan Islam” Abu Tauhid memberikan pemahaman tentang 
ketiga istilah di atas yaitu : kata At-Ta’lim yang lebih tepat ditujukan untuk istilah 
“pengajaran” yang hanya terbatas pada kegiatan menyampaikan atau memasukkan ilmu 
pengetahuan ke otak seseorang. Jadi lebih sempit dari istilah “pendidikan” yang 
dimaksud, dengan kata lain At-Ta’lim hanya sebagai bagian dari pendidikan. Dan kata 
At-Ta’dib lebih tepat ditujukan untuk istilah “pendidikan ahlak” semata, jadi sasarannya 
hanyalah pada hati dan tingkah laku (budi pekerti.) sedangkan kata At-Tarbiyah 
mempunyai pengertian yang lebih luas dari At-Ta’lim dan At-Ta’dib bahkan mencakup 
kedua istilah tersebut. Ketiga istilah ini mengandung makna yang mendalam 
menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan 
Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Istilah-istilah itu pula sekaligus menjelaskan 
ruang lingkup pendidikan Islam: informal, formal dan non formal. 
4 
2.2. Dasar-dasar pendidikan islam. 
Dasar adalah suatu landasan untuk melaksanakan setiap usaha dan kegiatan, 
maka dari itu pendidikan merupakan kegiatan yang esensial dilakukan oleh setiap insan 
dan juga sebagai alat untuk mendewasakan manusia dengan melalui pemikiran yang 
jernih. Dasar-dasar pendidikan Islam, secara prinsipil diletakkan pada dasar-dasar ajaran 
Islam dan seluruh perangkat kebudayaannya, karena memberikan prinsip yang penting 
bagi pendidikan yaitu penghormatan kepada akal, kewajiban menuntut ilmu. Dasar 
pendidikan Islam secara garis besar ada 3 yaitu: AlQuran, hadits, dan ijtihad atau 
perundang-undangan yang berlaku di Negara kita.
5 
a. Al Qur’an 
Sumber ajaran Islam yang utama adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada 
nabi Muhammad Saw. Alquran sendiri pada prinsipnya dapat dikatakan sebagai 
pedoman normatif-teoritis dalam pelaksanaan pendidikan Islam. Ayat-ayat yang 
tertuang dalam Alquran merupakan prinsip dasar yang kemudian diterjemahkan oleh 
para ahli menjadi suatu rumusan pendidikan Islam yang dapat mengantarkan pada tujuan 
pendidikan yang sebenarnya..AlQuran berasal dari bahasa arab,dalam bahasa Al Quran 
berarti bacaan,dan menurut istilah adalah bacaan atau wahyu Allah yang diturunkan 
kepada nabi Muhammad Saw. melalui malaikat jibril dan membacanya adalah ibadah. 
Islam adalah agama yang membawa misi agar umatnya menyelenggarakan pendidikan 
dan pengajaran. Oleh karena itu pendidikan harus menggunakan Al-Qur’am sebagai 
sumber utama dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan Islam. Allah 
berfirman: 
اادع الى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجدلهم بالتى هي أحسن ان ربك هو اعلم بمن ضل عن سبيله 
(وهواعلم بالمهتدين )الايه 
Artinya; 
“ajaklah kepada Agama Tuhanmu denga cara yang bijaksana dan dengan 
nasehat yang baik” (QS. An Nahl: 125). 
Mendakwahkan AlQuran kepada orang lainpada dasarnya adalah membantu 
mereka untuk keluar dari kebodohan, kelalaian,serta menyelamatkan mereka dari bahaya 
kesesatan. Nilai esensi dalam Al-qur’an selamanya abadi dan selalu relevan pada setiap 
waktu dan zaman dan terjaga dari perubahan apapun.Pendidikan islam yang ideal 
sepenuhnya mengacu pada nilai-nilai dasar al-qur’an tanpa sedikitpun menyimpang 
darinya. 
b. Hadist ( As Sunnah ) 
Ditinjau dari segi bahasa,sunnah berarti cara,jalan,kebiasaan dan tradisi. 
Kebiasaan dan tradisi mencakup yang baik dan buruk.Makna sunnah secara etimologi 
menurut Muhammad ‘Ajaj al-Khatib (1975) identik dengan hadits, yaitu informasi yang 
disandarkan kepada Rasululloh Saw. berupa ucapan, perbuatan atau keizinan.Hal ini 
ditegaskan pula oleh Asy-Syaukani dalam Al-irsyad (tt).
Corak pendidikan islam yang diturunkan dari sunnah nabi Muhammad saw, adalah; 
1) Disampaikan sebagai rahmat lil ‘alamin(rahmat bagi semua alam) 
2) Disampaikan secara utuh dan lengkap,yang memuat berita gembira dan peringatan 
pada umatnya 
3) Apa yang disampaikan merupakan kebenaran mutlaq dan terpelihara outentitasnya. 
4) Kehadirannya sebagai evaluator yang mampu mengawasi dan senantiasa bertanggung 
jawab atas aktivitas pendidikan 
5) Perilaku nabi tercermin sebagai uswah hasanah 
6) Dalam masalah teknik operasional dalam pelaksanaan pendidikan islam diserahkan 
penuh pada umatnya. 
6 
c. Ijtihad 
Ijtihad adalah derivasi dari kata jahada,artinya berusaha sungguh-sungguh. Dalam 
pengertian terminologi hukum,Mukti ali(1990)menyebutkan bahwa ijtihad adalah 
berusaha sekeras-kerasnya membentuk penilaian yang bebas tentang sesuatu masalah 
hukum.Ijtihad merupakan pekerjaan akal dalam memahami masalah dan menilainya 
berdasarkan isyarat-isyarat alQuran dan as-sunah kemudian menetapkan kesimpulan 
mengenai hukum masalah tersebut.Karena itu ijtihad dapat disebut pula sebagai upaya 
mencurahkan segenap kemampuan untuk mrumuskan hukum syara’ dengan cara istinbat 
dari AlQuran dan As-sunah.Maksudnya menggunakan kemampuan rasional guna 
merumuskan hukum yang tidak disebut secara eksplisit pada AlQuran dan As-sunnah. 
Dalam kata lain ijtihad berrti proses penelitian hukum secara ilmiah berdasarkan 
AlQuran dan As-sunnah. 
Obyek ijtihad 
adalah perbuatan yang secara eksplisit tidak terdapat dalam AlQuran dan As-sunnah, 
karena al-quran dan sunnah masih banyak mengandung arti yang umum,sehingga 
para ahli hukum menggunakan ijtihad untuk menetapkan hukum tersebut.Ijtihad 
dipandang sebagai aktivitas penelitian ilmiah karena itu bersifat relatif.Relativitas ijtihad 
ini menjadikannya sebagai sumber nilai yang bersifat dinamis.
7 
Metode ijtihad 
a) Qiyas,yaitu menerapkan hukum perbuatan tertentu kepada perbuatan lain yang 
memiliki kesamaan.Misalnya AlQuran melarang jual beli ketika jumat (al-jumu’ah 62:9) 
dan hukum perbuatan selain dagang juga terlarang,karena sama-sama mengganggu sholat 
jumat. 
b) Istihsan,yaitu menetapkan hukum suatu perbuatan berdasarkan prinsip-prinsip 
umum ajaran Islam,seperti prinsip keadilan dan kasih sayang.Misalnya,seseorang mesti 
memilih satu dari dua alternatif perbuatan yang sama-sama buruk.maka ia mengambil 
salah satu yang diyakini paling ringan keburukannya. 
c) Masalihul Mursalah,yaitu menetapkan hukum berdasarkan tinjauan kegunaan dan 
kemanfaatannya sesuai dengan tujuan syariat.Perbedaannya dengan istihsan adalah jika 
istihsan menggunakan konsiderasi hukum-hukum universal dari alQuran dan As-sunnah 
atau menggunakan dalil-dalil umum dari kedua sumber tersebut,sedangkan masalihul 
mursalah menitikberatkan kepada kemanfaatan perbuatan dan kaitannya dengan tujuan 
universal syariat Islam. Bahkan apabila dikaji secara teliti, Islam merupakan agama ilmu 
(akal) dan agama amal.Karena itu Islam selalu mendorong umatnya mempergunakan 
akalnya guna menuntut ilmu pengetahuan,agar demikian mereka dapat mengetahui dan 
membedakan mana yang benar dan yang salah. 
2.3. Karakteristik pendidikan islam 
a. Penekanan pada pencarian ilmu pengetahuan, penguasaan dan pengembangan atas 
dasar ibadah kepada Allah swt. 
b. Penekanan pada nilai-nilai akhlak. 
c. Pengakuan akan potensi dan kemampuan seseorang untuk berkembang dalam suatu 
kepribadian. 
d. Pengamalan ilmu pengetahuan atas dasr tanggung jawab kepada Tuhan dan 
masyarakat manusia.
2.4. Tujuan dari pendidikan agama islam. 
Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, 
yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepada-Nya, 
dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat. 
Ada beberapa macam tujuan dalam pendidikan, yakni: 
8 
1. Tujuan umum 
Tujuan yang akan dicapai dari semua kegiatan. Tujuan umum pendidikan Islam 
harus dikaitkan dengan tujuan pendidikan nasional dimana pendidikan Islam 
dilaksanakan. 
2. Tujuan akhir 
a. Tujuan normatif: tujuan yang ingin dicapai berdasarkan norma-norma yang mampu 
mengkristalisasikan nilai-nilai yang akan diinternalisasikan : 
1). Tujuan formatif: memberi persiapan dasar. 
2). Tujuan selektif: memberikan kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang 
salah. 
3). Tujuan deter-minatif: memberi kemampuan untuk menga-rahkan diri pada sasaran 
yang sejajar dengan proses kependidikan. 
4). Tujuan integratif: memberi kemampuan untuk memadukan fungsi psikis( pikiran, 
perasaan, kemauan, ingatan dan nafsu). 
5). Tujuan aplikatif: memberikan kemampuan penerapan segala pengetahuan yang 
telah diperoleh dalam pengalaman pendidikan. 
b. Tujuan fungsional: ditujukan untuk memfungsikan daya kognisi, afeksi, dan 
psikomotor : 
1) Tujuan individual: pemberian kemampuan individu untuk mengamalkan nilai-nilai 
yang telah diinterna- lisasikan kedalam pribadi berupa moral, intelektual dan skil. 
2) Tujuan sosial: pemberian kemampuan penga-malan nilai-nilai kedalam kehidupan 
sosial, interpersonal, dan interaksional dengan oang lain dalam masyarakat. 
3) Tujuan moral: pemberian kemampuan untuk berprilaku sesuai dengan tuntutan 
moral yang bersum-ber pada agama,sosial, dan biologis.
4) Tujuan profesional: pemberian kemampuan untuk mengamalkan keahlian sesuai 
dengan kompetensi. 
3. Tujuan operasional 
Tujuan yang mempunyai sasaran teknis manajerial: 
1). Tujuan umum: mengupayakan manusia kamil. 
2). Tujuan khusus: tujuan yang sesuai dengan kondisi tertentu (bakat kemampuan 
peserta didik). 
3). Tujuan insidentil: tujuan seketika. 
4). Tujuan sementara: tujuan yang dicapai pada fase-fase tertentu. 
5). Tujuan intermedier: untuk tercapainya tujuan sementara (belajar membaca, 
menulis, dll). 
9
BAB III 
Penutup 
10 
3.1. Kesimpulan 
Pada akhir tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa ada tiga hal yang menjadi 
dasar-dasar pendidikan islam, yakni dari Al quran, As sunnah dan dari ijtihad para 
ulama. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama islam diperoleh dari sbuah 
pedoman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia dan juga yang 
telah di uji kebenaran dan hukumnya. 
Jika telah diadakan mata pelajaran agama, para pelajar diharapkan dapat 
menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan agama, hal ini bertujuan 
untuk mengurangi hal-hal negatif yang terjadi saat ini. 
3.2. Kritik dan saran 
Dari makalah yang telah penulis buat ini mudah-mudahan kita semua dapat lebih 
mengetahui tentang dasar-dasar pendidikan islam, khususnya bagi penulis sendiri. Dan 
dari sini penulis berharap kita semua dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dalam 
bidang pendidikan islam. 
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa dalam makalah ini banyak terdapat 
kekurangan-kekurangan, untuk itu penulis berharap kepada pembaca agar dapat 
menyampaikan kritik dan sarannya demi kesempurnaan makalah ini.
11 
Daftar Pustaka 
Asrohah, Hanun, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999. cet. Ke-1 
Zuharini, et.al, Sejarah Pendidikan Islam, Jakata : Bumi Aksara, 2000. ket. Ke-6 
http://secercahcahaya06.blogspot.com/2013/12/analisis-dasar-dasar-pendidikan-islam_5.html 
http://zaldym.wordpress.com/2009/01/11/suatu-analisi-tentang-konsep-pendidikan-islam/ 
http://lokomotif-egaputra.blogspot.com/2011/10/menganalisis-dasar-dasar-pendidikan.html

Makalah ddpi

  • 1.
    MAKALAH ANALISIS DASAR-DASARPENDIDIKAN ISLAM Oleh: Fajry Fuadah Mazamy (14110106) JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2014
  • 2.
    Daftar Isi DAFTARISI ................................................................................... 2 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang ....................................................................... 3 1.2. Rumusan masalah .................................................................. 3 1.3. Tujuan penulisan.................................................................... 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Istilah pendidikan dalam konteks islam ................................. 4 2.2. Dasar-dasar pendidikan islam itu ........................................... 4 2.3. Karakteristik pendidikan islam .............................................. 7 2.4. Tujuan dari pendidikan agama islam ..................................... 8 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan ........................................................................... 10 3.2. Kritik dan Saran .................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 11
  • 3.
    BAB I Pendahuluan 3 1.1. Latar Belakang Istilah pendidikan islam sangat sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai masyarakat muslim, bahkan setiap waktu kita tidak pernah lepas dari istilah pendidikan islam yang notaben dari kita adalah pelajar/mahasisiwa. Pendidikan islam itu sendiri pasti juga memiliki dasar-dasar yang menjadi akar pendidikan dalam agama islam. Sebelum menjadi dasar-dasar pendidikan, dasar-dasar itu sendiri perlu dilakukan analisa agar menjadi suatu landasan yang dapat dipercaya, dilogika dan universal untuk seluruh masyarakat yang beragama islam maupun tidak. Dalam zaman globalisasi ini, manusia tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum jelas darimana asal landasannya. Maka dari itu disini penulis mencoba menjelaskan dasar-dasar pendidikan islam melalui makalah yang berjudul “analisis dasar-dasar pendidikan islam”. 1.2. Rumusan Masalah a. Apakah istilah pendidikan dalam konteks islam ? b. Apakah dasar-dasar pendidikan islam itu ? c. Apa saja kerakteristik pendidikan islam ? d. Apa saja tujuan dari pendidikan agama islam ? 1.3. Tujuan Penulisan a. Mengetahui istilah pendidikan dalam konteks islam. b. Mengetahui dasar-dasar pendidikan islam. c. Mengetahui karakteristik pendidikan islam. d. Mengetahui tujuan dari pendidikan agama islam.
  • 4.
    BAB II Pembahasan 2.1. Istilah pendidikan dalam konteks islam. Istilah pendidikan dalam konteks Islam lebih banyak dikenal dengan arti terminologi At-Tarbiyah, At-Ta’lim, At-Ta’dib, dimana term tersebut mempunyai makna yang berbeda. Dari ketiga istilah tersebut telah banyak menimbulkan perdebatan diantara para ahli mengenai istilah yang paling tepat. Dalam bukunya yang berjudul “Beberapa Aspek Pendidikan Islam” Abu Tauhid memberikan pemahaman tentang ketiga istilah di atas yaitu : kata At-Ta’lim yang lebih tepat ditujukan untuk istilah “pengajaran” yang hanya terbatas pada kegiatan menyampaikan atau memasukkan ilmu pengetahuan ke otak seseorang. Jadi lebih sempit dari istilah “pendidikan” yang dimaksud, dengan kata lain At-Ta’lim hanya sebagai bagian dari pendidikan. Dan kata At-Ta’dib lebih tepat ditujukan untuk istilah “pendidikan ahlak” semata, jadi sasarannya hanyalah pada hati dan tingkah laku (budi pekerti.) sedangkan kata At-Tarbiyah mempunyai pengertian yang lebih luas dari At-Ta’lim dan At-Ta’dib bahkan mencakup kedua istilah tersebut. Ketiga istilah ini mengandung makna yang mendalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Istilah-istilah itu pula sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam: informal, formal dan non formal. 4 2.2. Dasar-dasar pendidikan islam. Dasar adalah suatu landasan untuk melaksanakan setiap usaha dan kegiatan, maka dari itu pendidikan merupakan kegiatan yang esensial dilakukan oleh setiap insan dan juga sebagai alat untuk mendewasakan manusia dengan melalui pemikiran yang jernih. Dasar-dasar pendidikan Islam, secara prinsipil diletakkan pada dasar-dasar ajaran Islam dan seluruh perangkat kebudayaannya, karena memberikan prinsip yang penting bagi pendidikan yaitu penghormatan kepada akal, kewajiban menuntut ilmu. Dasar pendidikan Islam secara garis besar ada 3 yaitu: AlQuran, hadits, dan ijtihad atau perundang-undangan yang berlaku di Negara kita.
  • 5.
    5 a. AlQur’an Sumber ajaran Islam yang utama adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada nabi Muhammad Saw. Alquran sendiri pada prinsipnya dapat dikatakan sebagai pedoman normatif-teoritis dalam pelaksanaan pendidikan Islam. Ayat-ayat yang tertuang dalam Alquran merupakan prinsip dasar yang kemudian diterjemahkan oleh para ahli menjadi suatu rumusan pendidikan Islam yang dapat mengantarkan pada tujuan pendidikan yang sebenarnya..AlQuran berasal dari bahasa arab,dalam bahasa Al Quran berarti bacaan,dan menurut istilah adalah bacaan atau wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. melalui malaikat jibril dan membacanya adalah ibadah. Islam adalah agama yang membawa misi agar umatnya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu pendidikan harus menggunakan Al-Qur’am sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan Islam. Allah berfirman: اادع الى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجدلهم بالتى هي أحسن ان ربك هو اعلم بمن ضل عن سبيله (وهواعلم بالمهتدين )الايه Artinya; “ajaklah kepada Agama Tuhanmu denga cara yang bijaksana dan dengan nasehat yang baik” (QS. An Nahl: 125). Mendakwahkan AlQuran kepada orang lainpada dasarnya adalah membantu mereka untuk keluar dari kebodohan, kelalaian,serta menyelamatkan mereka dari bahaya kesesatan. Nilai esensi dalam Al-qur’an selamanya abadi dan selalu relevan pada setiap waktu dan zaman dan terjaga dari perubahan apapun.Pendidikan islam yang ideal sepenuhnya mengacu pada nilai-nilai dasar al-qur’an tanpa sedikitpun menyimpang darinya. b. Hadist ( As Sunnah ) Ditinjau dari segi bahasa,sunnah berarti cara,jalan,kebiasaan dan tradisi. Kebiasaan dan tradisi mencakup yang baik dan buruk.Makna sunnah secara etimologi menurut Muhammad ‘Ajaj al-Khatib (1975) identik dengan hadits, yaitu informasi yang disandarkan kepada Rasululloh Saw. berupa ucapan, perbuatan atau keizinan.Hal ini ditegaskan pula oleh Asy-Syaukani dalam Al-irsyad (tt).
  • 6.
    Corak pendidikan islamyang diturunkan dari sunnah nabi Muhammad saw, adalah; 1) Disampaikan sebagai rahmat lil ‘alamin(rahmat bagi semua alam) 2) Disampaikan secara utuh dan lengkap,yang memuat berita gembira dan peringatan pada umatnya 3) Apa yang disampaikan merupakan kebenaran mutlaq dan terpelihara outentitasnya. 4) Kehadirannya sebagai evaluator yang mampu mengawasi dan senantiasa bertanggung jawab atas aktivitas pendidikan 5) Perilaku nabi tercermin sebagai uswah hasanah 6) Dalam masalah teknik operasional dalam pelaksanaan pendidikan islam diserahkan penuh pada umatnya. 6 c. Ijtihad Ijtihad adalah derivasi dari kata jahada,artinya berusaha sungguh-sungguh. Dalam pengertian terminologi hukum,Mukti ali(1990)menyebutkan bahwa ijtihad adalah berusaha sekeras-kerasnya membentuk penilaian yang bebas tentang sesuatu masalah hukum.Ijtihad merupakan pekerjaan akal dalam memahami masalah dan menilainya berdasarkan isyarat-isyarat alQuran dan as-sunah kemudian menetapkan kesimpulan mengenai hukum masalah tersebut.Karena itu ijtihad dapat disebut pula sebagai upaya mencurahkan segenap kemampuan untuk mrumuskan hukum syara’ dengan cara istinbat dari AlQuran dan As-sunah.Maksudnya menggunakan kemampuan rasional guna merumuskan hukum yang tidak disebut secara eksplisit pada AlQuran dan As-sunnah. Dalam kata lain ijtihad berrti proses penelitian hukum secara ilmiah berdasarkan AlQuran dan As-sunnah. Obyek ijtihad adalah perbuatan yang secara eksplisit tidak terdapat dalam AlQuran dan As-sunnah, karena al-quran dan sunnah masih banyak mengandung arti yang umum,sehingga para ahli hukum menggunakan ijtihad untuk menetapkan hukum tersebut.Ijtihad dipandang sebagai aktivitas penelitian ilmiah karena itu bersifat relatif.Relativitas ijtihad ini menjadikannya sebagai sumber nilai yang bersifat dinamis.
  • 7.
    7 Metode ijtihad a) Qiyas,yaitu menerapkan hukum perbuatan tertentu kepada perbuatan lain yang memiliki kesamaan.Misalnya AlQuran melarang jual beli ketika jumat (al-jumu’ah 62:9) dan hukum perbuatan selain dagang juga terlarang,karena sama-sama mengganggu sholat jumat. b) Istihsan,yaitu menetapkan hukum suatu perbuatan berdasarkan prinsip-prinsip umum ajaran Islam,seperti prinsip keadilan dan kasih sayang.Misalnya,seseorang mesti memilih satu dari dua alternatif perbuatan yang sama-sama buruk.maka ia mengambil salah satu yang diyakini paling ringan keburukannya. c) Masalihul Mursalah,yaitu menetapkan hukum berdasarkan tinjauan kegunaan dan kemanfaatannya sesuai dengan tujuan syariat.Perbedaannya dengan istihsan adalah jika istihsan menggunakan konsiderasi hukum-hukum universal dari alQuran dan As-sunnah atau menggunakan dalil-dalil umum dari kedua sumber tersebut,sedangkan masalihul mursalah menitikberatkan kepada kemanfaatan perbuatan dan kaitannya dengan tujuan universal syariat Islam. Bahkan apabila dikaji secara teliti, Islam merupakan agama ilmu (akal) dan agama amal.Karena itu Islam selalu mendorong umatnya mempergunakan akalnya guna menuntut ilmu pengetahuan,agar demikian mereka dapat mengetahui dan membedakan mana yang benar dan yang salah. 2.3. Karakteristik pendidikan islam a. Penekanan pada pencarian ilmu pengetahuan, penguasaan dan pengembangan atas dasar ibadah kepada Allah swt. b. Penekanan pada nilai-nilai akhlak. c. Pengakuan akan potensi dan kemampuan seseorang untuk berkembang dalam suatu kepribadian. d. Pengamalan ilmu pengetahuan atas dasr tanggung jawab kepada Tuhan dan masyarakat manusia.
  • 8.
    2.4. Tujuan daripendidikan agama islam. Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepada-Nya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat. Ada beberapa macam tujuan dalam pendidikan, yakni: 8 1. Tujuan umum Tujuan yang akan dicapai dari semua kegiatan. Tujuan umum pendidikan Islam harus dikaitkan dengan tujuan pendidikan nasional dimana pendidikan Islam dilaksanakan. 2. Tujuan akhir a. Tujuan normatif: tujuan yang ingin dicapai berdasarkan norma-norma yang mampu mengkristalisasikan nilai-nilai yang akan diinternalisasikan : 1). Tujuan formatif: memberi persiapan dasar. 2). Tujuan selektif: memberikan kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang salah. 3). Tujuan deter-minatif: memberi kemampuan untuk menga-rahkan diri pada sasaran yang sejajar dengan proses kependidikan. 4). Tujuan integratif: memberi kemampuan untuk memadukan fungsi psikis( pikiran, perasaan, kemauan, ingatan dan nafsu). 5). Tujuan aplikatif: memberikan kemampuan penerapan segala pengetahuan yang telah diperoleh dalam pengalaman pendidikan. b. Tujuan fungsional: ditujukan untuk memfungsikan daya kognisi, afeksi, dan psikomotor : 1) Tujuan individual: pemberian kemampuan individu untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah diinterna- lisasikan kedalam pribadi berupa moral, intelektual dan skil. 2) Tujuan sosial: pemberian kemampuan penga-malan nilai-nilai kedalam kehidupan sosial, interpersonal, dan interaksional dengan oang lain dalam masyarakat. 3) Tujuan moral: pemberian kemampuan untuk berprilaku sesuai dengan tuntutan moral yang bersum-ber pada agama,sosial, dan biologis.
  • 9.
    4) Tujuan profesional:pemberian kemampuan untuk mengamalkan keahlian sesuai dengan kompetensi. 3. Tujuan operasional Tujuan yang mempunyai sasaran teknis manajerial: 1). Tujuan umum: mengupayakan manusia kamil. 2). Tujuan khusus: tujuan yang sesuai dengan kondisi tertentu (bakat kemampuan peserta didik). 3). Tujuan insidentil: tujuan seketika. 4). Tujuan sementara: tujuan yang dicapai pada fase-fase tertentu. 5). Tujuan intermedier: untuk tercapainya tujuan sementara (belajar membaca, menulis, dll). 9
  • 10.
    BAB III Penutup 10 3.1. Kesimpulan Pada akhir tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa ada tiga hal yang menjadi dasar-dasar pendidikan islam, yakni dari Al quran, As sunnah dan dari ijtihad para ulama. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama islam diperoleh dari sbuah pedoman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia dan juga yang telah di uji kebenaran dan hukumnya. Jika telah diadakan mata pelajaran agama, para pelajar diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan agama, hal ini bertujuan untuk mengurangi hal-hal negatif yang terjadi saat ini. 3.2. Kritik dan saran Dari makalah yang telah penulis buat ini mudah-mudahan kita semua dapat lebih mengetahui tentang dasar-dasar pendidikan islam, khususnya bagi penulis sendiri. Dan dari sini penulis berharap kita semua dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dalam bidang pendidikan islam. Penulis sepenuhnya menyadari bahwa dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan-kekurangan, untuk itu penulis berharap kepada pembaca agar dapat menyampaikan kritik dan sarannya demi kesempurnaan makalah ini.
  • 11.
    11 Daftar Pustaka Asrohah, Hanun, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999. cet. Ke-1 Zuharini, et.al, Sejarah Pendidikan Islam, Jakata : Bumi Aksara, 2000. ket. Ke-6 http://secercahcahaya06.blogspot.com/2013/12/analisis-dasar-dasar-pendidikan-islam_5.html http://zaldym.wordpress.com/2009/01/11/suatu-analisi-tentang-konsep-pendidikan-islam/ http://lokomotif-egaputra.blogspot.com/2011/10/menganalisis-dasar-dasar-pendidikan.html