PERAWATAN
LUKA PADA PENDERITA
DIABETES MELLITUS
Abd.Ghofur P.W, Amd.Kep
UPTD PUSKESMAS SIMOLAWANG
1. PENDAHULUAN
• Diabetes Militus ( DM) adalah penyakit gangguan
metabolisme karbo-hidrat ditandai dengan peningkatan
kadar glukosa darah dengan berbagai komplikasi salah
satunya adalah luka ganggren komplikasi
kronis, umumnya terjadi pada kaki.
• Diabetes mellitus dibagi 2 tipe : DM tipe 1 dan DM tipe 2
• Diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena
sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan
menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.
Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi
kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab
di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti.
PENDAHULUAN , lanjutan……..
• Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum
terjadi. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia
mengidap diabetes tipe ini.
Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin
dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif
terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal
dengan istilah resistensi terhadap insulin.
• Study di USA 75% penyandang DM memiliki masalah pada
kaki yaitu ganggren dan 44% diantaranya harus menjalani
rawat mondok. Study tersebut juga menyebutkan 50 – 75%
beresiko menjalani amputasi ( Bruner and Sudrth 2001).
PENDAHULUAN , lanjutan……..
• Menurut Street, Edeyson and Webster ( 1996 )
menyebutkan perawatan luka ganggren
membutuhkan biaya yang mahal dengan waktu
penyembuhan luka sekitar 2-3 bulan
• DM melibatkan sistem multi organ yang akan
mempengaruhi proses penyembuhan luka
seperti : Hipertensi, hiperglikemia,
hiperkolesterolemia, gangguan kardiovaskular
(stroke, penyakit jantung koroner), gangguan
fungsi ginjal perlu dikendalikan
2. DEFINISI
Luka kaki merupakan kejadian yang sering terjadi pada
pasien DM, akibat Neuropati yang menyebabkan hilangnya
sensasi, bullae atau kallus, diikuti oleh penurunan sirkulasi
darah dan penurunan system imunitas tubuh ( Bruner and
Sudarth, 2001).
Ganggren atau pemakan luka didefinisikan sebagai
jaringan nekrotik atau jaringan mati yang disebabkan oleh
adanya emboli pembuluh darah besar arteri pada bagian
tubuh sehingga supplay darah terhenti, dapat terjadi
sebagai akibat proses implamasi yang memanjang,
perlukaan ( digigit serangga, kecelakaan kerja atau
terbakar), proses degenerative ( arteiosklerosisi) atau
gangguan metabolik seperti DM ( Tabet, 1990).
3. PATOFISIOLOGI LUKA GANGGREN
DIABETIS MELITUS
Neuropati P sistem imun Vaskuler
- Motorik Kemampuan leukosit makro
- sensorik membunuh bakteri arteriosklerosis penipisan dinding
- otonom
p Infeksi penyumbatan p aliran darah
aliran darah
iskemia edema
Neuropati P sistem imun Vaskuler
- Motorik Kemampuan leukosit makro mikro vakuler
- sensorik membunuh bakteri arteriosklerosis penipisan dinding
kapiler pemb darah
- otonom
p Infeksi penyumbatan p aliran darah
aliran darah
iskemia edema
Neuropati P sistem imun Vaskuler
- Motorik Kemampuan leukosit makro vaskuler mikro
- sensorik membunuh bakteri
- otonom
p Infeksi penyumbatan p aliran darah
aliran darah
iskemia edema
Ulserasi ganggren
Stadium Luka :
Secara umum stadium luka dibedakan sbb:
1) Berdasarkan anatomi kulit (Pressure ulcers panel, 1990)
stadium I, II,III, dan stadium IV
2) Berdasarkan warna dasar luka ( Netherlands
wounncare consultant society,1984) :
Red ,Yellow, Black
3) Stadium wagner ( khusus luka ganggren diabetic) :
a). Superficial ulcers:
Tidak terdapat lesi, kulit dalam keadaan
baik, tetapi dengan bentuk tulang kaki
yang menonjol / charcot arthropathies.
Stadium I: Hilangnya lapisan kulit hingga
dermis & kadang tampak tulang menonjol.
Stadium :0
Stadium :I
b. Deep Ulcers :
Lesi terbuka dengan penetrasi ke tulang atau
tendo disertai goa.
Stadium II
Penetrasi dalam, osteomylitis, plantar
abses atau infeksi hingga tendon
Stadium III
Ganggren
Seluruh kaki dalam kondisi nekrotik ( ganggren ).
Stadium IV
PENYEBAB LUKA PADA KAKI
• Sirkulasi darah yang tidak baik
Kerusakan pembuluh darah dimulai dari pembuluh-pembuluh darah
kecil, yang biasanya banyak terdapat di bagian tangan dan kaki.
Namun, bagian tubuh yang paling sering mengalami borokan (ulkus
diabetes) terjadi pada tubuh bagian bawah, hal ini disebabkan tubuh
bagian bawah seperti kaki jauh dari sirkulasi darah utama. Diketahui
bahwa sebesar 10-20% borokan yang terjadi pada penderita
diabetes terjadi di kaki bagian bawah
• Kerusakan saraf
Kerusakan saraf diakibatkan oleh tingginya gula darah pada penderita
diabetes. Gula merupakan bahan utama dalam metabolisme sel.
PENYEBAB LUKA PADA KAKI...LANJUTAN
• Lingkungan yg terinfeksi
Berhubungan dengan dua faktor sebelumnya, luka yang tidak sembuh
disebabkan oleh sirkulasi darah yang tidak baik dan gula tidak terasalurkan
dengan baik. Luka sulit sembuh dan menjadi tempat berkembangnya
bakteri dan virus.
• Penurunan Sistem Imun
Penderita diabetes memiliki sistem imunitas yang rendah, yang kemudian
menyebabkan luka semakin lama sembuh dan mudah terkena infeksi.
INGAT!!!!
LUKA PADA PENDERITA DIABETES
MELLITUS TIDAK SELALU TERASA
SAKIT
TIPS PERAWATAN LUKA
• Selalu mencuci luka dan bagian kaki lainnya menggunakan air hangat,
dengan tujuan untuk menghindari luka dari infeksi kuman.
• Alternatif lainnya adalah mencuci dengan air NaCl atau cairan infuse.
• Setelah kaki dicuci, keringkan dengan menggunakan kain yang steril (kain
kasa) secara perlahan-lahan hingga kering. Keringkan juga bagian sela-sela
jari agar tidak lembab. Biasanya kondisi yang lembab akan mudah memicu
tumbuhnya jamur dan menjadi sarang bakteri.
• Menutup luka dengan menggunakan kain kasa yang masih steril.
• Rekatkan dengan plaster dibagian ujung kain kasa, agar perban tidak lepas
dan luka tidak kotor.
• Setelah luka diperban, gunakan kaos kaki berbahan lembut yang juga
menyerap keringat agar penderita merasa nyaman.
• Jika luka berubah menjadi hitam atau kuning ada baiknya segera periksa
ke dokter untuk mendapatkan perawatan khusus agar luka tidak semakin
parah.
TERIMAKSIH , SEMOGA
BERMANFAAT

LUKA-GANGGREN-esa-unggul.pptx

  • 1.
    PERAWATAN LUKA PADA PENDERITA DIABETESMELLITUS Abd.Ghofur P.W, Amd.Kep UPTD PUSKESMAS SIMOLAWANG
  • 2.
    1. PENDAHULUAN • DiabetesMilitus ( DM) adalah penyakit gangguan metabolisme karbo-hidrat ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dengan berbagai komplikasi salah satunya adalah luka ganggren komplikasi kronis, umumnya terjadi pada kaki. • Diabetes mellitus dibagi 2 tipe : DM tipe 1 dan DM tipe 2 • Diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti.
  • 3.
    PENDAHULUAN , lanjutan…….. •Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia mengidap diabetes tipe ini. Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin. • Study di USA 75% penyandang DM memiliki masalah pada kaki yaitu ganggren dan 44% diantaranya harus menjalani rawat mondok. Study tersebut juga menyebutkan 50 – 75% beresiko menjalani amputasi ( Bruner and Sudrth 2001).
  • 4.
    PENDAHULUAN , lanjutan…….. •Menurut Street, Edeyson and Webster ( 1996 ) menyebutkan perawatan luka ganggren membutuhkan biaya yang mahal dengan waktu penyembuhan luka sekitar 2-3 bulan • DM melibatkan sistem multi organ yang akan mempengaruhi proses penyembuhan luka seperti : Hipertensi, hiperglikemia, hiperkolesterolemia, gangguan kardiovaskular (stroke, penyakit jantung koroner), gangguan fungsi ginjal perlu dikendalikan
  • 5.
    2. DEFINISI Luka kakimerupakan kejadian yang sering terjadi pada pasien DM, akibat Neuropati yang menyebabkan hilangnya sensasi, bullae atau kallus, diikuti oleh penurunan sirkulasi darah dan penurunan system imunitas tubuh ( Bruner and Sudarth, 2001). Ganggren atau pemakan luka didefinisikan sebagai jaringan nekrotik atau jaringan mati yang disebabkan oleh adanya emboli pembuluh darah besar arteri pada bagian tubuh sehingga supplay darah terhenti, dapat terjadi sebagai akibat proses implamasi yang memanjang, perlukaan ( digigit serangga, kecelakaan kerja atau terbakar), proses degenerative ( arteiosklerosisi) atau gangguan metabolik seperti DM ( Tabet, 1990).
  • 6.
    3. PATOFISIOLOGI LUKAGANGGREN DIABETIS MELITUS Neuropati P sistem imun Vaskuler - Motorik Kemampuan leukosit makro - sensorik membunuh bakteri arteriosklerosis penipisan dinding - otonom p Infeksi penyumbatan p aliran darah aliran darah iskemia edema Neuropati P sistem imun Vaskuler - Motorik Kemampuan leukosit makro mikro vakuler - sensorik membunuh bakteri arteriosklerosis penipisan dinding kapiler pemb darah - otonom p Infeksi penyumbatan p aliran darah aliran darah iskemia edema Neuropati P sistem imun Vaskuler - Motorik Kemampuan leukosit makro vaskuler mikro - sensorik membunuh bakteri - otonom p Infeksi penyumbatan p aliran darah aliran darah iskemia edema Ulserasi ganggren
  • 7.
    Stadium Luka : Secaraumum stadium luka dibedakan sbb: 1) Berdasarkan anatomi kulit (Pressure ulcers panel, 1990) stadium I, II,III, dan stadium IV 2) Berdasarkan warna dasar luka ( Netherlands wounncare consultant society,1984) : Red ,Yellow, Black 3) Stadium wagner ( khusus luka ganggren diabetic) :
  • 8.
    a). Superficial ulcers: Tidakterdapat lesi, kulit dalam keadaan baik, tetapi dengan bentuk tulang kaki yang menonjol / charcot arthropathies. Stadium I: Hilangnya lapisan kulit hingga dermis & kadang tampak tulang menonjol. Stadium :0 Stadium :I
  • 9.
    b. Deep Ulcers: Lesi terbuka dengan penetrasi ke tulang atau tendo disertai goa. Stadium II
  • 10.
    Penetrasi dalam, osteomylitis,plantar abses atau infeksi hingga tendon Stadium III
  • 11.
    Ganggren Seluruh kaki dalamkondisi nekrotik ( ganggren ). Stadium IV
  • 12.
    PENYEBAB LUKA PADAKAKI • Sirkulasi darah yang tidak baik Kerusakan pembuluh darah dimulai dari pembuluh-pembuluh darah kecil, yang biasanya banyak terdapat di bagian tangan dan kaki. Namun, bagian tubuh yang paling sering mengalami borokan (ulkus diabetes) terjadi pada tubuh bagian bawah, hal ini disebabkan tubuh bagian bawah seperti kaki jauh dari sirkulasi darah utama. Diketahui bahwa sebesar 10-20% borokan yang terjadi pada penderita diabetes terjadi di kaki bagian bawah • Kerusakan saraf Kerusakan saraf diakibatkan oleh tingginya gula darah pada penderita diabetes. Gula merupakan bahan utama dalam metabolisme sel.
  • 13.
    PENYEBAB LUKA PADAKAKI...LANJUTAN • Lingkungan yg terinfeksi Berhubungan dengan dua faktor sebelumnya, luka yang tidak sembuh disebabkan oleh sirkulasi darah yang tidak baik dan gula tidak terasalurkan dengan baik. Luka sulit sembuh dan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan virus. • Penurunan Sistem Imun Penderita diabetes memiliki sistem imunitas yang rendah, yang kemudian menyebabkan luka semakin lama sembuh dan mudah terkena infeksi.
  • 14.
    INGAT!!!! LUKA PADA PENDERITADIABETES MELLITUS TIDAK SELALU TERASA SAKIT
  • 15.
    TIPS PERAWATAN LUKA •Selalu mencuci luka dan bagian kaki lainnya menggunakan air hangat, dengan tujuan untuk menghindari luka dari infeksi kuman. • Alternatif lainnya adalah mencuci dengan air NaCl atau cairan infuse. • Setelah kaki dicuci, keringkan dengan menggunakan kain yang steril (kain kasa) secara perlahan-lahan hingga kering. Keringkan juga bagian sela-sela jari agar tidak lembab. Biasanya kondisi yang lembab akan mudah memicu tumbuhnya jamur dan menjadi sarang bakteri. • Menutup luka dengan menggunakan kain kasa yang masih steril. • Rekatkan dengan plaster dibagian ujung kain kasa, agar perban tidak lepas dan luka tidak kotor. • Setelah luka diperban, gunakan kaos kaki berbahan lembut yang juga menyerap keringat agar penderita merasa nyaman. • Jika luka berubah menjadi hitam atau kuning ada baiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan khusus agar luka tidak semakin parah.
  • 16.