Oleh      :
1.   Sae Gita A.D
2.   Sevira Nur J
3.   Thamzez N A
4.   Yanayir Ahmad
Longwall Method

Longwall mining merupakan metode tambang
batubara bawah tanah . Total batubara yg
diambil bisa mencapai 80% dari total sumberdaya
yang ada. Metode ini merupakan metode dari
Europa dan di adopsi US pada mid-1950. Sebelum
ini, tambang batubara US menggunakan metode
room-and-pillar.
Syarat-syarat

   Lapisan batubara memiliki dip yang datar
   Mempunyai ketebalan batubara sekitar 2m
   Khusus tambang batubara bawah tanah
   Memiliki kedalaman kurang lebih 100-300 m
   Kondisi geologi yang aman
Alat alat

    continuous miner (CM).
    Shearer
    PRS (Power Roof Support)
    Armoured Face Conveyor (AFC)
    belt conveyor
Proses Kerja
Keuntungan

1. mining recovery tinggi (70 – 90%)
2. produktivitas tinggi (± 107 tons/man-shift),
3. laju produksi tinggi,
4. produksi berkelanjutan terus – menerus,
5. dapat dilakukan pada tambang dengan
   kedalaman yang ekstrim dan kondisi atap
   lemah.
Kekurangan
1. Persiapannya yang cukup lama,
2. modal awal yang yang tinggi (US$ 59.000 –
   US$ 80.000/m),
3. tidak fleksibel terhadap perubahan rencana
   apabila salah satu panel sudah ditambang
TERIMA KASIH

Longwall mining

  • 1.
    Oleh : 1. Sae Gita A.D 2. Sevira Nur J 3. Thamzez N A 4. Yanayir Ahmad
  • 2.
    Longwall Method Longwall miningmerupakan metode tambang batubara bawah tanah . Total batubara yg diambil bisa mencapai 80% dari total sumberdaya yang ada. Metode ini merupakan metode dari Europa dan di adopsi US pada mid-1950. Sebelum ini, tambang batubara US menggunakan metode room-and-pillar.
  • 3.
    Syarat-syarat  Lapisan batubara memiliki dip yang datar  Mempunyai ketebalan batubara sekitar 2m  Khusus tambang batubara bawah tanah  Memiliki kedalaman kurang lebih 100-300 m  Kondisi geologi yang aman
  • 4.
    Alat alat  continuous miner (CM).  Shearer  PRS (Power Roof Support)  Armoured Face Conveyor (AFC)  belt conveyor
  • 6.
  • 7.
    Keuntungan 1. mining recoverytinggi (70 – 90%) 2. produktivitas tinggi (± 107 tons/man-shift), 3. laju produksi tinggi, 4. produksi berkelanjutan terus – menerus, 5. dapat dilakukan pada tambang dengan kedalaman yang ekstrim dan kondisi atap lemah.
  • 8.
    Kekurangan 1. Persiapannya yangcukup lama, 2. modal awal yang yang tinggi (US$ 59.000 – US$ 80.000/m), 3. tidak fleksibel terhadap perubahan rencana apabila salah satu panel sudah ditambang
  • 9.