BAB I
                                      Pendahuluan
A. Latar Belakang

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak juga diciptakan pemuas /
pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-pabrik industry sebagai
pengolah bahan mentah untuk kemudian diolah dengan sedemikian rupa menjadi barang
setengah jadi maupun barang siap pakai, untuk selanjutnya akan dikonsumsi masyarakat.
Dalam jumlah produksi yang sagat besar tiap harinya akan menghasilkan sisa-sisa hasil dari
proses pengolahan yang tidak terpakai. Sisa-sisa inilah (limbah) bila terakumulasi dalam
jangka waktu yang lama dapat mencemari lingkungan bila tidak ada penanganan khusus.

Kemudian, masyarakat yang sebagai pelaku konsumsi pun akan “mengeluarkan” limbah-
limbah sebagai hasil penggunaan hasil barang produksi tersebut. Limbah ini dinamakan
limbah rumah tangga. Meskipun sedikit lebih “aman”, bukan berarti dapat seenaknya saja
membiarkan limbah ini dibuang begitu saja. Karena limbah sekecil apapun bila dalam jumlah
yang besar dapat memberikan konstribusi besar dalam hal pengrusakan terhadap lingkungan.
Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat dalam pengolahan limbah-limbah industry
maupun limbah rumah tangga.

B. Tujuan
Pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan untuk :

   1. Mengurangi pengrusakan lingkungan oleh limbah-limbah rumah tangga
   2. Memberikan salah satu solusi cerdas pengolahan limbah rumah tangga secara tegas
   3. Mengolah limbah rumah tangga menjadi barang yang berdaya guna

C. Manfaat
Makalah ilmiah ini disusun, diharapkan dapat emberikan salah satu solusi penanganan limbah
rumah tangga sehingga meminimalisir terjadinya pengrusakan lingkungan oleh limbah-
limbah rumah tangga.
                                          BAB II
                                Limbah dan Seluk Beluknya
A. Apa itu limbah?
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan
proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industry, pertambangan, dll. Kehadiran
limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak
memiliki nilai ekonomis
Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Terdapat
sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk (balong), dan
pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah,
akan menyebabkan kualitas air menurun. Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah
telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku
mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan. (
sumber : pengelolaan limbah industry – Prof. Tjandra Setiadi, Wikipedia )
B. Bentuk-Bentuk Limbah
Pada dasarnya limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industry maupun domestic (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah). Limbah
merupakan buangan yang berbentuk cair, gas, dan padat. Limbah mengandung bahan kimia
yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat member kehidupan
bagi kuman-kumannpenyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Dengan konsentrasi dan
kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan terutama
bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat
bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik
limbah.
Berikut ini adalah karakteristik limbah :
1. Karakteristik limbah :

       berukuran mikro ataupun makro
       dinamis
       berdampak luas ( penyebarannya )
       berdampak generasi panjang ( antar generasi )

2. Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah

       Volume limbah
       kandungan bahan pencemar
       Frekuensi pembuangan limbah

3. Berdasarkan karakteristiknya, limbah industry dapat digolongkan menjadi 4 jenis:

       limbah cair
       limbah padat
       limbah gas & partikel
       limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun )

Diantara berbagai limbah diatas, jenis limbah B3 adalah limbah yang bersifat beracun atau
berbahaya. Suatu limbah digolongkan menjadi limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya
atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung dpat
merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.
Bahan limbah yang termasuk limbah B3 antara lain adlahbahan baku yang berbahaya dan
beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli
bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini
termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik mudah meledak, mudah
terbakar, besifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif , dll , yang bila diuji
dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Sedangkan limbah beracun dapat digolongkan menjadi :
a.    Limbah mudah meledak
b.    limbah mudah terbakar
c.    limbah reaktif ( menyebabkan kebakaran )
d.    limbah yang menyebabkan infeksi karena mengandung kuman
e.    limbah yang bersifat korosif ( menyebakan iritasi )
C. Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya
Selain limbah industri, pertambangan, dsb. Limbah rumah tangga memiliki kontribusi untuk
merusak lingkungan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari dapur , kamar mandi, limbah
bekas rumah tangga, sampah serta kotoran manusia. Penempatan saluran drainase dan saluran
limbah yang berdekatan dengan sumber mata air dapat merembes dan mengkontaminasi air.
Sehingga mutu air tersebut menjadi tidak layak minum, serta jika tetap dikonsumsi akan
menimbulkan penyakit berbahaya. Untuk itulah diperlukan penanganan serius terhadap
limbah ini.
Limbah rumah tangga terdiri dari limbah organic dan anorganik. Limbah organic lebih
mudah terurai oleh bakteri pengurai dan decomposer, sehingga penanganannya cukup mudah.
Pemanfaatannya pun cukup banyak, diantaranya pemuatan kompos dari sisa kulit pisang,
pembuatan eskrim dari ekstrak ikan, daur ulang kertas, dsb. Sedangkan limbah anorganik
sangat susah untuk diuraikan seperti plastic membutuhkan waktu >100 tahun untuk terurai.
Limbah anorganik mengandung senyawa-senyawa kimia berbahaya yang justru dapat
member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab disentri, tipus, koler, dll. Oleh karenanya
jika tidak ditangani dengan serius, dapat mengganggu stabilitas ekosistem. Untuk itulah
limbah ini harus di olah dengan berbagai cara. Misalnya dengan mendaur ulang plastic dan
kaleng bekas. Dapat juga dengan cara kreaif dengan metode TGS untuk masyarakat yang
ingin memperoleh nilai tambah ekonomis dari limbah. Contoh pemanfaatan limbah akan
dibahas di bab selanjutnya.
                                           BAB III
                                      Pengolahan Limbah
A. Pengolahan limbah
Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan
pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan
pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan
menjadi:

   1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
   2. pengolahan menurut karakteristik limbah

Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman
membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu
diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi
yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah,
seperti jamban misalnya.

   1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus.
   2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke
      unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka
      masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.
   3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan
      pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau
      truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan
sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah
      lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah
      dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya
      kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan
      bahan layak daur-ulang.
   4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan
      saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan
      mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar
      agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran
      drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.
   5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan
      dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
      makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan
      pembersihan lingkungan.

B. Pemakaian ulang Limbah RT ( reuse house waste ) dengan metode TGS
Telah disebutkan pada subbab sebelumnya mengenai pemanfaatan limbah RT bahwa limbah
RT dari jenis limbah anorganic, bila diolah dengan kreatif dengan metode TGS akan
menghasilkan limbah yang bernilai guna. Limbah ini seperti kaleng bekas, kotak kayu bekas,
hingga pipa bekas bangunan dapat digunakan sebagai bahan kerajinan. Bila pengolahan
limbah tersebut menerapkan metode TGS, yaitu metode Tepat, Guna, Sederhana mampu
memperoleh barang baru dengan tepat, berguna dan bermanfaat meskipun barang tsb sangat
sederhana. Dengan adanya pemakaian kembali limbah anorganik RT, dapat mengurangi efek
sampingan dari limbah.
Penggunaan limbah anorganik sangat dianjurkan sebagai salah satu penanganan terhadap
masalah pencemaran limbah. Karena limbah harus diolah agar tidak mencemari dan
membahayakan lingkungan. Pada makalah inilah, pemakaian kembali akan dilakukan
terhadap bungkus rokok untuk dijadikan asbak. Pengolahan menggunakan metode TGS.
C. Pemanfaatan Bungkus Rokok sebagai reuse House Waste
Bungkus rokok mudah untuk dijadikan barang daur ulang dengan mengikuti langkah sebagai
berikut :
a.    Bahan dan Alat :
       1. bungkus rokok 4 buah (sama)
       2. isolasi (perekat)
       3. Gunting
       4. karton
b.    Cara pembuatan :

   1. Siapkan alat dan bahan diatas
   2. Buka tutup bungkus rokok dan satukan dengan bungkus rokok yang lain dengan tegak
      lurus.
   3. Ulangi langkah no.2 dengan 2 bungkus rokok lainnya
   4. Kuatkan dengan perekat / isolasi
   5. Pada alasnya diberi alas karton

Bungkus rokok diatas tepat diolah menjadi asbak yang berguna untuk menampung abu
rokok,meskipun bentuknya sangat sederhana. Walupun sederhana, setidaknya mampu
meminimalisir dampak kerugian limbah.
                                      BAB IV
                                      Penutup
Kesimpulan :
Limbah sebagai hasil dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala industri,
pertambangan maupun skala rumah tangga, mampu merusak stabilitas ekosistem, mencemari
lingkungan serta memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit. Limbah rumah
tangga yang notabene dari masyarakat banyak memberi kontribusi efek negative dari
pembuangan limbah yang dibuang secara sembarangan. Senyawa-senyawa kimia yang
terkandung didalamnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itulah diperlukan
pengolahan atau daur ulang limbah sebagai cara untuk mangurangi resiko pencemaran
lingkungan.
Tujuan utama pengolahan limbah ialah untuk mengurangi kandungan bahan pencemar
didalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba pathogen dan senyawa
organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat dialam. Dengan
kemajuan terknologi seperti ini, kiranya tidak terlalu susah bagi kita untuk mengupayakan
pengolahan limbah RT sendiri.
Saran :
Limbah rumah tangga yang berjenis anorganik diharap mampu diolah kembali, meskipun
dengan sederhana. Serta menerapkan penempata limbah (sampah) dengan sesuai jenisnya,
apakah limbah organic atau anorganik, agar lebih mudah mendaur ulang.
                                        Daftar Pustaka
http://id.shvoong.com/humanities/1642371-mengolah-limbah-rumah-tangga/
http://id.wikipedia.org/wiki/limbah beracun

Limbah

  • 1.
    BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak juga diciptakan pemuas / pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-pabrik industry sebagai pengolah bahan mentah untuk kemudian diolah dengan sedemikian rupa menjadi barang setengah jadi maupun barang siap pakai, untuk selanjutnya akan dikonsumsi masyarakat. Dalam jumlah produksi yang sagat besar tiap harinya akan menghasilkan sisa-sisa hasil dari proses pengolahan yang tidak terpakai. Sisa-sisa inilah (limbah) bila terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat mencemari lingkungan bila tidak ada penanganan khusus. Kemudian, masyarakat yang sebagai pelaku konsumsi pun akan “mengeluarkan” limbah- limbah sebagai hasil penggunaan hasil barang produksi tersebut. Limbah ini dinamakan limbah rumah tangga. Meskipun sedikit lebih “aman”, bukan berarti dapat seenaknya saja membiarkan limbah ini dibuang begitu saja. Karena limbah sekecil apapun bila dalam jumlah yang besar dapat memberikan konstribusi besar dalam hal pengrusakan terhadap lingkungan. Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat dalam pengolahan limbah-limbah industry maupun limbah rumah tangga. B. Tujuan Pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan untuk : 1. Mengurangi pengrusakan lingkungan oleh limbah-limbah rumah tangga 2. Memberikan salah satu solusi cerdas pengolahan limbah rumah tangga secara tegas 3. Mengolah limbah rumah tangga menjadi barang yang berdaya guna C. Manfaat Makalah ilmiah ini disusun, diharapkan dapat emberikan salah satu solusi penanganan limbah rumah tangga sehingga meminimalisir terjadinya pengrusakan lingkungan oleh limbah- limbah rumah tangga. BAB II Limbah dan Seluk Beluknya A. Apa itu limbah? Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industry, pertambangan, dll. Kehadiran
  • 2.
    limbah pada suatusaat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah, akan menyebabkan kualitas air menurun. Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan. ( sumber : pengelolaan limbah industry – Prof. Tjandra Setiadi, Wikipedia ) B. Bentuk-Bentuk Limbah Pada dasarnya limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industry maupun domestic (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah). Limbah merupakan buangan yang berbentuk cair, gas, dan padat. Limbah mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat member kehidupan bagi kuman-kumannpenyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Berikut ini adalah karakteristik limbah : 1. Karakteristik limbah : berukuran mikro ataupun makro dinamis berdampak luas ( penyebarannya ) berdampak generasi panjang ( antar generasi ) 2. Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah Volume limbah kandungan bahan pencemar Frekuensi pembuangan limbah 3. Berdasarkan karakteristiknya, limbah industry dapat digolongkan menjadi 4 jenis: limbah cair limbah padat limbah gas & partikel limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun ) Diantara berbagai limbah diatas, jenis limbah B3 adalah limbah yang bersifat beracun atau berbahaya. Suatu limbah digolongkan menjadi limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung dpat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia. Bahan limbah yang termasuk limbah B3 antara lain adlahbahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, besifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif , dll , yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
  • 3.
    Sedangkan limbah beracundapat digolongkan menjadi : a. Limbah mudah meledak b. limbah mudah terbakar c. limbah reaktif ( menyebabkan kebakaran ) d. limbah yang menyebabkan infeksi karena mengandung kuman e. limbah yang bersifat korosif ( menyebakan iritasi ) C. Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya Selain limbah industri, pertambangan, dsb. Limbah rumah tangga memiliki kontribusi untuk merusak lingkungan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari dapur , kamar mandi, limbah bekas rumah tangga, sampah serta kotoran manusia. Penempatan saluran drainase dan saluran limbah yang berdekatan dengan sumber mata air dapat merembes dan mengkontaminasi air. Sehingga mutu air tersebut menjadi tidak layak minum, serta jika tetap dikonsumsi akan menimbulkan penyakit berbahaya. Untuk itulah diperlukan penanganan serius terhadap limbah ini. Limbah rumah tangga terdiri dari limbah organic dan anorganik. Limbah organic lebih mudah terurai oleh bakteri pengurai dan decomposer, sehingga penanganannya cukup mudah. Pemanfaatannya pun cukup banyak, diantaranya pemuatan kompos dari sisa kulit pisang, pembuatan eskrim dari ekstrak ikan, daur ulang kertas, dsb. Sedangkan limbah anorganik sangat susah untuk diuraikan seperti plastic membutuhkan waktu >100 tahun untuk terurai. Limbah anorganik mengandung senyawa-senyawa kimia berbahaya yang justru dapat member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab disentri, tipus, koler, dll. Oleh karenanya jika tidak ditangani dengan serius, dapat mengganggu stabilitas ekosistem. Untuk itulah limbah ini harus di olah dengan berbagai cara. Misalnya dengan mendaur ulang plastic dan kaleng bekas. Dapat juga dengan cara kreaif dengan metode TGS untuk masyarakat yang ingin memperoleh nilai tambah ekonomis dari limbah. Contoh pemanfaatan limbah akan dibahas di bab selanjutnya. BAB III Pengolahan Limbah A. Pengolahan limbah Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi: 1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan 2. pengolahan menurut karakteristik limbah Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya. 1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus. 2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK. 3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan
  • 4.
    sementara (TPS), tempatpembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang. 4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah. 5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan. B. Pemakaian ulang Limbah RT ( reuse house waste ) dengan metode TGS Telah disebutkan pada subbab sebelumnya mengenai pemanfaatan limbah RT bahwa limbah RT dari jenis limbah anorganic, bila diolah dengan kreatif dengan metode TGS akan menghasilkan limbah yang bernilai guna. Limbah ini seperti kaleng bekas, kotak kayu bekas, hingga pipa bekas bangunan dapat digunakan sebagai bahan kerajinan. Bila pengolahan limbah tersebut menerapkan metode TGS, yaitu metode Tepat, Guna, Sederhana mampu memperoleh barang baru dengan tepat, berguna dan bermanfaat meskipun barang tsb sangat sederhana. Dengan adanya pemakaian kembali limbah anorganik RT, dapat mengurangi efek sampingan dari limbah. Penggunaan limbah anorganik sangat dianjurkan sebagai salah satu penanganan terhadap masalah pencemaran limbah. Karena limbah harus diolah agar tidak mencemari dan membahayakan lingkungan. Pada makalah inilah, pemakaian kembali akan dilakukan terhadap bungkus rokok untuk dijadikan asbak. Pengolahan menggunakan metode TGS. C. Pemanfaatan Bungkus Rokok sebagai reuse House Waste Bungkus rokok mudah untuk dijadikan barang daur ulang dengan mengikuti langkah sebagai berikut : a. Bahan dan Alat : 1. bungkus rokok 4 buah (sama) 2. isolasi (perekat) 3. Gunting 4. karton b. Cara pembuatan : 1. Siapkan alat dan bahan diatas 2. Buka tutup bungkus rokok dan satukan dengan bungkus rokok yang lain dengan tegak lurus. 3. Ulangi langkah no.2 dengan 2 bungkus rokok lainnya 4. Kuatkan dengan perekat / isolasi 5. Pada alasnya diberi alas karton Bungkus rokok diatas tepat diolah menjadi asbak yang berguna untuk menampung abu rokok,meskipun bentuknya sangat sederhana. Walupun sederhana, setidaknya mampu meminimalisir dampak kerugian limbah. BAB IV Penutup
  • 5.
    Kesimpulan : Limbah sebagaihasil dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala industri, pertambangan maupun skala rumah tangga, mampu merusak stabilitas ekosistem, mencemari lingkungan serta memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit. Limbah rumah tangga yang notabene dari masyarakat banyak memberi kontribusi efek negative dari pembuangan limbah yang dibuang secara sembarangan. Senyawa-senyawa kimia yang terkandung didalamnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itulah diperlukan pengolahan atau daur ulang limbah sebagai cara untuk mangurangi resiko pencemaran lingkungan. Tujuan utama pengolahan limbah ialah untuk mengurangi kandungan bahan pencemar didalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba pathogen dan senyawa organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat dialam. Dengan kemajuan terknologi seperti ini, kiranya tidak terlalu susah bagi kita untuk mengupayakan pengolahan limbah RT sendiri. Saran : Limbah rumah tangga yang berjenis anorganik diharap mampu diolah kembali, meskipun dengan sederhana. Serta menerapkan penempata limbah (sampah) dengan sesuai jenisnya, apakah limbah organic atau anorganik, agar lebih mudah mendaur ulang. Daftar Pustaka http://id.shvoong.com/humanities/1642371-mengolah-limbah-rumah-tangga/ http://id.wikipedia.org/wiki/limbah beracun