Halusinasi adalah tanggapan ( persepsi )
pancaindera tanpa rangsangan dari luar
( eksternal )
 Halusinasi Pendengaran
 Halusinasi Penglihatan
 Halusinasi Penciuman
 Halusinasi Pengecapan
 Halusinasi Perabaan
 Menarik diri, menghindari orang lain
 Mudah tersinggung
 Tersenyum, berbicara sendiri
 Gelisah, ketakutan, wajah tegang
 Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk
akal
 Sikap curiga dan bermusuhan
 Menyalahkan diri sendiri/orang lain
 Dapat merusak diri, orang lain dan
lingkungan
 Tidak dapat membedakan hal yang nyata
dan tidak nyata
 Tidak dapat memusatkan
perhatian/konsentrasi
 sulit membuat keputusan
 Ketakutan
 Muka merah kadang pucat
 Tidak mau atau tidak mampu
melaksanakan asuhan mandiri seperti :
mandi, gosok gigi, ganti pakaian
HALUSINASI KLIEN BAGI
KELUARGA
 Mengadakan kontak sering dan singkat
secara bertahap
 Mengamati tingkah laku klien yang terkait
dengan halusinasinya seperti bicara dan
tertawa tanpa stimulus, memandang kekiri
kekanan seolah-olah ada teman bicara
 Membantu klien mengenal halusinasinya
dengan cara :
- Jika klien sedang mengalami
halusinasi tanyakan apakah ada suara
yang didengar dan apa yang dilihat
- Katakan bahwa keluarga mempercayai
klien mendengar suara itudan melihat
sesuatu namun keluarga sendiri tidak
mendengar dan melihatnya
- Katakan bahwa keluarga akan
membantu klien
 Memberikan klien kegiatan yang
bermanfaat yang dapat membuat klien
tidak memiliki banyak waktu untuk
melamun
 Tidak membiarkan klien sendirian
 Keluarga berperan aktif dalam hal
pemberian obat bagi klien
 Keluarga harus menepati waktu kontrol
klien
HAL – HAL YANG HARUS
DIPERHATIKAN OLEH KELUARGA
UNTUK MENCEGAH KLIEN
KAMBUH ULANG
 Jangan sampai klien telat minum obat
seandainya obat sudah habis, segeralah
kontrol dan jangan menunggu sampai obat
benar-benar habis
 Keluarga diharapkan dapat berperan
aktif dalam pemberian obat bagi klien,
misalnya dengan cara mengawasi klien
saat minum obat
 Keluarga memperhatikan prinsip
pemberian obat yang benar ( dosis,
waktu )
 Keluarga sebagai sumber pendukung harus
berperan aktif dalam menepati waktu
kontrol bagi klien
 Jika ada gejala-gejala yang tidak biasa,
segeralah periksakan klien meskipun
belum waktunya kontrol
Disusun Oleh :
Cecep Tamahaya S.Kep.,Ners
Endang Hulaepi S.Kep.,Ners
Fitri Rusfianti S.Kep.,Ners
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SETIKES BHAKTI KENCANA
BANDUNG
2014

Leaflet halusinasi

  • 1.
    Halusinasi adalah tanggapan( persepsi ) pancaindera tanpa rangsangan dari luar ( eksternal )  Halusinasi Pendengaran  Halusinasi Penglihatan  Halusinasi Penciuman  Halusinasi Pengecapan  Halusinasi Perabaan  Menarik diri, menghindari orang lain  Mudah tersinggung  Tersenyum, berbicara sendiri  Gelisah, ketakutan, wajah tegang  Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk akal  Sikap curiga dan bermusuhan  Menyalahkan diri sendiri/orang lain  Dapat merusak diri, orang lain dan lingkungan  Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan tidak nyata  Tidak dapat memusatkan perhatian/konsentrasi  sulit membuat keputusan  Ketakutan  Muka merah kadang pucat  Tidak mau atau tidak mampu melaksanakan asuhan mandiri seperti : mandi, gosok gigi, ganti pakaian HALUSINASI KLIEN BAGI KELUARGA  Mengadakan kontak sering dan singkat secara bertahap  Mengamati tingkah laku klien yang terkait dengan halusinasinya seperti bicara dan tertawa tanpa stimulus, memandang kekiri kekanan seolah-olah ada teman bicara  Membantu klien mengenal halusinasinya dengan cara : - Jika klien sedang mengalami halusinasi tanyakan apakah ada suara yang didengar dan apa yang dilihat - Katakan bahwa keluarga mempercayai klien mendengar suara itudan melihat sesuatu namun keluarga sendiri tidak mendengar dan melihatnya - Katakan bahwa keluarga akan membantu klien  Memberikan klien kegiatan yang bermanfaat yang dapat membuat klien tidak memiliki banyak waktu untuk melamun  Tidak membiarkan klien sendirian
  • 2.
     Keluarga berperanaktif dalam hal pemberian obat bagi klien  Keluarga harus menepati waktu kontrol klien HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH KELUARGA UNTUK MENCEGAH KLIEN KAMBUH ULANG  Jangan sampai klien telat minum obat seandainya obat sudah habis, segeralah kontrol dan jangan menunggu sampai obat benar-benar habis  Keluarga diharapkan dapat berperan aktif dalam pemberian obat bagi klien, misalnya dengan cara mengawasi klien saat minum obat  Keluarga memperhatikan prinsip pemberian obat yang benar ( dosis, waktu )  Keluarga sebagai sumber pendukung harus berperan aktif dalam menepati waktu kontrol bagi klien  Jika ada gejala-gejala yang tidak biasa, segeralah periksakan klien meskipun belum waktunya kontrol Disusun Oleh : Cecep Tamahaya S.Kep.,Ners Endang Hulaepi S.Kep.,Ners Fitri Rusfianti S.Kep.,Ners PROGRAM STUDI PROFESI NERS SETIKES BHAKTI KENCANA BANDUNG 2014