DISUSUN OLEH :
I GD ANDRIKA INDRAYOGA SENTHANU
15710048
LAPORAN KASUS
Pembimbing : dr.Zainuddin Hamidi,Sp.A
Identitas
 Nama : An. A
 Umur : 2 tahun 2 bulan
 BB : 13 kg
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Suku / Bangsa : Jawa/Indonesia
 Pekerjaan ortu : wiraswasta
 Agama : Islam
 Alamat : Malang
 Tanggal MRS : 8 Januari 2016
 Tanggal pemeriksaan : 8 Januari 2016
Anamnesa
 Keluhan Utama : tidak bisa berjalan
Anamnesa
 Riwayat Penyakit Sekarang :
1. Tidak bisa jalan sejak tadi hari selasa.
2. Awalnya panas di sertai sariawan sejak hari minggu
3. Hari senin, setelah di beri obat paracetamol panasnya ↓
4. Batuk (-), Pilek (-), sesak (-)
5. Pe↓ nafsu makan sejak hari minggu, minum ↑
6. Mual (-), muntah (-)
7. BAB (-) normal, BAK (+) banyak dan lancar
8. Riwayat kejang (-) , riwayat trauma (-)
Anamnesa
• Riwayat Penyakit Dahulu :
- sakit kuning :disangkal
- DM :disangkal
- HT :disangkal
- Jantung :disangkal
- Alergi :disangkal
Anamnesa
• Riwayat Penyakit Keluarga :
- penyakit serupa : tidak ada keluarga yang sakit seperti ini
- sakit kuning :disangkal
- DM :disangkal
- HT :disangkal
 Riwayat Pengobatan : Paracetamol
Hufagrip syrup
Riwayat Sosial Ekonomi
 Ayah bekerja sebagai wiraswasta, Ibu sebagai ibu
rumah tangga
Anamnesa
Anamnesa
Kehamilan dan Persalinan
Laki-laki, lahir aterm UK 39 minggu, lahir secara
pervaginam, langsung menangis , biru-biru (-), di
tolong bidan, berat lahir 3900 gram, panjang badan
lahir 49 cm
Riwayat Pemeliharaan Post natal
 Tali pusat dirawat oleh bidan, ASI ibu lancar, bayi
tidak kuning, tidak terjadi perdarahan pasca
kelahiran.
Anamnesa
Riwayat Imunisasi
 BCG : tidak ada data
 Polio : tidak ada data
 Hepatitis : tidak ada data
 DPT : tidak ada data
* Data imunisasi tidak bisa di ketahui, karena data
hanya di dapat dari ayah dan bibi pasien. Sedangkan
ibu pasien tidak ada selama pasien di rawat.
Anamnesa
Riwayat Makanan
 0 – 1 bln : ASI
 1 – 6 bln : ASI + susu formula, sejak umur 6
bulan makan bubur
 6 – 12 bln : ASI dan mulai umur 12 bulan
diberikan makan nasi team
Riwayat Pertumbuhan dan
Perkembangan
Duduk : 8 bulan
Berdiri : 11 bulan
Jalan dengan berpegangan : 12 bulan
Berbicara : 14 bulan
Status Gizi
BB = 13 kg
Umur 2 tahun  2n+8= (2x2)+ 8= 12 kg
BB/U= 13 x 100% / 12 = 108 % (gizi baik)
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
• Kesadaran : compos mentis
• GCS : 4,5,6
• Nadi : 112 x/menit, reguler
• Pernapasan : 32x/menit
• Temperatur : 36,3 °C axilla
Pemeriksaan fisik
 Kulit
 Warna : dbn
 Turgor : dbn
 Edema : -
Pemeriksaan Fisik
• Kepala
▫ Bentuk : mesocephal
▫ Rambut : dbn
▫ Mata :
▫ Cekung (-/-)
▫ konjungtiva: pucat (-/-),
▫ sklera: icteric (-/-),
▫ pupil: isokor (3mm/3mm)
▫ reflek cahaya (+/+), normal,
Pemeriksaan Fisik
▫ Telinga :
▫ sekret (-/-)
▫ darah (-/-)
▫ nyeri tekan mastoid (-/-)
▫ nyeri tekan tragus (-/-)
Pemeriksaan Fisik
 Hidung :
 deviasi septum nasi (-)
 epistaksis (-)
 pernafasan cuping hidung (-)
 sekret (-)
Pemeriksaan Fisik
 Mulut :
 cyanosis (-)
 Stomatitis (+)
 lidah kotor (-)
 bibir kering (-)
 perdarahan mukosa dan gusi(-)
 tenggorokan : tonsil: hiperemis (-)
Pemeriksaan Fisik
 Leher : simetris (+) , Pemb. KGB (-)
meningeal sign : kaku kuduk (-)
 Thorax
– Bentuk : normochest, simetris
– retraksi interkostalis (-)
 Jantung :
• I: ictus cordis tidak tampak
• P: ictus cordis tidak teraba
• P: batas jantung kesan normal
• A: S1 S2 reguler tunggal
 Pulmo :
 I: pernapasan simetris, retraksi (-)
 P: pergerakan kanan kiri simetris
 P: sonor, batas paru kesan normal
 A: suara nafas vesikuler
Rh Wh
- -
- -
- -
- -
- -
- -
 Abdomen
 I: flat (+)
 A: BU (+) N
 P: timpani
 P: nyeri tekan (-)
hepar dan lien tidak teraba
 Genito Urinaria: DBN
 Ekstremitas
- Akral hangat + +
+ +
- Edema - -
- -
Pemeriksaan Penunjang
normal
• 12,6
• 7800
• 324.000
• 40,0
• 139,2
• 3,77
• 107,7
Darah lengkap :
- Hb
- lekosit
-Trombosit
-PCV
Elektrolit :
-Natrium
-Kalium
-Chlorida
• (L 14,4-17,5) P(12,0-15,3) g/dl
• ( 4 - 10 ribu/cmm)
• ( 150 – 450 ribu)
• ( 40,0 – 50,0 %)
• ( 135 – 155 mmol/L)
• ( 3,6 – 5,5 mmol/L)
• ( 98 – 107 mmol/L)
Foto Thorax
Foto Lumbosacral
Resume
 Telah diperiksa seorang anak laki-laki, 2 tahun BB
13kg. Pada anamnesa didapatkan
 Tidak bisa jalan sejak tadi hari selasa.
 Awalnya panas di sertai sariawan sejak hari minggu
 Hari senin, setelah di beri obat paracetamol panasnya ↓
 Batuk (-), Pilek (-), sesak (-)
 Pe↓ nafsu makan sejak hari minggu, minum ↑
 Mual (-), muntah (-)
 BAB (-) normal, BAK (+) banyak dan lancar
 Riwayat kejang (-) , riwayat trauma (-)
Resume
Pada pemeriksaan fisik didapatkan :
Nadi : 112 x/menit, reguler
Pernapasan : 32 x/menit
Temperatur : 36,3 °C axilla
Stomatitis (+)
 Darah lengkap :
Hemoglobin : 12,6 mg/dl
Lekosit : 7.800
Trombosit : 324.000
PCV : 40.0%
 Serum Elektrolit :
Natrium : 139,2
Kalium : 3,77
Chlorida : 107,7
Diagnosa Banding
 Paraparese inferior susp GBS + Stomatitis
 Paraparese inferior susp Poliomyelitis + Stomatitis
Diagnosa Kerja
 Paraparese inferior susp Poliomyelitis + Stomatitis
Planning
 Planning diagnosa :
- Darah lengkap, SE , foto thorax, foto lumbosacral AP/lat
 Planning terapi :
- MRS
- Inf. D5 ½ NS 1100 cc/24 jam
- Drip Neurobion 1 amp/kolf
- Inj. Ranitidine 2 x 12 mg
- Nicolin 2 x 120 mg
- Inj. Dexamethason 2 amp extra
3 x ½ amp
08 Januari 2016
SUBJEKTIVE OBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING
•OT mengatakan
anaknya tidak mau
jalan
•Batuk (-) pilek (-)
•Demam (-)
• mual(-), muntah (-)
• makan (+) sedikit
• minum (+)
• BAB (-)
•BAK (+) lancar
•Riwayat kejang (-)
•Riwayat trauma (-)
•N: 100 x/i
• RR: 26 x/i
• S: 36,3˚C
• A/I/I/C/D : -/-/-/-
• Thorax
• Pulmo:
• Rh Wh
• Abd: BU (+) N, MET
(-)
• Eks : AH OD
Paraparese
inferior susp
GBS
• IVFD D5 ¼ NS
500 cc/24 jm
• Drip Neurobion 1
amp/kolf
•Inj dexamethason 2
amp (ext)
•Ranitidin 2 x 12mg
•Nicolin 3 x 120 mg
•Cek DL, SE, foto
thorax, foto
lumbosacral AP/lat
- -
- -
- -
+ +
+ +
- -
- -
- -
- -
- -
09 Januari 2016
SUBJEKTIVE OBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING
• OT mengatakan
anaknya tidak mau
jalan
• sariawan (+)
•Batuk (-) pilek (-)
•Demam (-)
• mual(-), muntah (-)
• makan (+) sedikit
• minum (+)
• BAB (-)
•BAK (+) lancar
• N: 110 x/i
• RR: 28 x/i
• S: 36,2 ˚C
• A/I/I/C/D : -/-/-/-
• Thorax
• Pulmo:
• Rh Wh
•Abd: BU (+) N, MET
(-)
• Eks : AH OD
Paraparese
inferior susp
GBS +
stomatitis
• IVFD D5 ¼ NS 500
cc/24 jm
• Drip Neurobion 1
amp/kolf
•Inj dexamethason 2
amp (ext)
3 x ½ amp
•Ranitidin 2 x 12mg
•Nicolin 3 x 120 mg
• konsul ortophedi
- -
- -
- -
+ +
+ +
- -
- -
- -
- -
- -
10 Januari 2016
SUBJEKTIVE OBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING
• OT mengatakan
anaknya sudah mau
jalan sejak kemarin
malam.
• sariawan (+)
•Batuk (-) pilek (-)
•Demam (-)
• mual(-), muntah (-)
• makan (+) sedikit
• minum (+)
• BAB (-)
•BAK (+) lancar
•N: 94 x/i
• RR: 30 x/i
• S: 36 ˚C
• A/I/I/C/D : -/-/-/-
• Thorax
• Pulmo:
• Rh Wh
• Abd: BU (+) N,
MET (-)
• Eks : AH OD
Paraparese
inferior susp
poliomyelitis +
stomatitis
•IVFD D5 ¼ NS 500
cc/24 jm
• Drip Neurobion 1
amp/kolf
•Inj dexamethason 2
amp (ext)
3 x ½ amp
•Ranitidin 2 x 12mg
•Nicolin 3 x 120 mg
• Candistatin drop
- -
- -
- -
- -
- -
- -
+ +
+ +
- -
- -
11 Januari 2016
SUBJEKTIVE OBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING
• OT mengatakan
anaknya sudah aktif
berjalan dan berlari
seperti biasanya
• sariawan (+)
•Batuk (-) pilek (-)
•Demam (-)
• mual(-), muntah (-)
• makan (+)
• minum (+)
• BAB (+)
•BAK (+) lancar
•N: 110 x/i
• RR: 32 x/i
• S: 36 ˚C
• A/I/I/C/D : -/-/-/-
• Thorax
• Pulmo:
• Rh Wh
• Abd: BU (+) N,
MET (-)
• Eks : AH OD
Paraparese
inferior susp
poliomyelitis +
stomatitis
•Off infus
•Candistatin drop
•KRS
OBAT YANG DIBAWA
PULANG :
• Encephabol ½ tab
m f pulv dtd no xx
s 3 dd 1
• San B plex
s 2 dd 0,5 cc
- -
- -
- -
- -
- -
- -
+ +
+ +
- -
- -
DISKUSI
Poliomyelitis
 Polio (poliomyelitis) adalah infeksi oleh enterovirus dari
famili Picornaviridae yang bermanifestasi dalam 4
bentuk: inapparent infection (90-95%), abortif/minor
illness (4-8%), poliomielitis nonparalitik (meningitis
aseptik), dan poliomyelitis paralitik (1-2%).
 Poliovirus adalah RNA virus yang ditransmisi melalui
orofekal atau tertelan air yang terkontaminasi. Terdiri dari
3 serotipe: 1, 2, dan 3 dengan masa inkubasi 5-35 hari.
Epidemiologi
 Sejak tahun 1988 kasus menurun >99%, dari estimasi
kasus 350000 namun dilaporkan 1604 kasus pada tahun
2009.
 Namun dalam tahun 2009-2010 23 negara yang
sebelumnya bebas polio mengalami reinfeksi karena virus
impor.
 Lebih sering mengenai anak < 5 tahun dengan frekuensi
anak laki-laki dan perempuan sama banyak.
Etiologi
 Virus poliomyelitis (virus RNA) tergolong dalam genus
enterovirus dan familipicornaviridae, mempunyai 3 Strain
yaitu tipe 1 (Brunhilde), tipe 2 (Lansing) dan tipe 3 (Leon).
 Epidemi yang luas dan ganas biasanya disebabkan oleh virus
tipe 1.
 Imunitas yang diperoleh setelah terinfeksi maupun imunisasi
bersifat seumur hidup dari spesifik untuk satu tipe.
Klasifikasi
Anamnesa dan Px Fisik
Teori :
 demam,
 anoreksia,
 muntah,
 nyeri perut,
 hiperemis orofaring,
 Sembuh 3-10 hari
Kasus :
 Datang dengan keluhan tidak bisa
jalan
 Awalnya di dahului dengan
demam (+) sejak hari minggu
 Batuk (-), Pilek (-),
 Pe↓ nafsu makan
 muntah (-)
 Setelah perawatan hari ke 6-7
pasien sembuh sendiri dan bisa
berjalan kembali.
Pemeriksaan Penunjang
Teori
Darah lengkap :
 Leukosit normal / sedikit
meningkat
 Peningkatan titer IgG 4x lipat atau
titer anti-IgM (+) pada stadium
akut
Kultur :
 Dilakukan pemeriksaan kultur
virus dari fese dan apus tenggorok,
pada pasien tersangka infeksi
poliomyelitis (pasien AFP)
Kasus
 leukosit normal
 pmx IgG dan anti-IgM tidak dilakukan
 pmx kultur tidak di lakukan
 foto thorax kesan normal
 foto lumbosacral AP kesan normal
Penatalaksanaan
Medikamentosa
 Tidak ada antivirus untuk terapi infeksi oleh virus polio
Bedah
 Diperlukan bantuan bedah ortopedi bila terjadi sekuele yang mengakibatkan
displasia atau kontraktur
Diit
 Keseimbangan cairan dan elektrolit sangat diperlukan, bilamana
memungkinkan diet tinggi serat untuk mencegah konstipasi
 Hindari terjadinya aspirasi
Suportif
 Pemberian antipiretik/analgetik bila terdapat keluhan demam, nyeri kepala,
atau nyeri otot
 Trakeostomi dilakukan pada pasien yang membutuhkan dukungan ventilasi
mekanik jangka panjang
 Rehabilitasi medis diperlukan pada kondisi paralisis untuk mencegah
terjadinya dekubitus, pneumonia akibat berbaring lama, serta latihan aktif serta
pasif untuk mencegah kontraktur
 Konstipasi diatasi dengan pemberian laksatif dan pemasangan kateter urin
TERIMA KASIH

Lapsus poliomyelitis

  • 1.
    DISUSUN OLEH : IGD ANDRIKA INDRAYOGA SENTHANU 15710048 LAPORAN KASUS Pembimbing : dr.Zainuddin Hamidi,Sp.A
  • 2.
    Identitas  Nama :An. A  Umur : 2 tahun 2 bulan  BB : 13 kg  Jenis Kelamin : Laki-laki  Suku / Bangsa : Jawa/Indonesia  Pekerjaan ortu : wiraswasta  Agama : Islam  Alamat : Malang  Tanggal MRS : 8 Januari 2016  Tanggal pemeriksaan : 8 Januari 2016
  • 3.
    Anamnesa  Keluhan Utama: tidak bisa berjalan
  • 4.
    Anamnesa  Riwayat PenyakitSekarang : 1. Tidak bisa jalan sejak tadi hari selasa. 2. Awalnya panas di sertai sariawan sejak hari minggu 3. Hari senin, setelah di beri obat paracetamol panasnya ↓ 4. Batuk (-), Pilek (-), sesak (-) 5. Pe↓ nafsu makan sejak hari minggu, minum ↑ 6. Mual (-), muntah (-) 7. BAB (-) normal, BAK (+) banyak dan lancar 8. Riwayat kejang (-) , riwayat trauma (-)
  • 5.
    Anamnesa • Riwayat PenyakitDahulu : - sakit kuning :disangkal - DM :disangkal - HT :disangkal - Jantung :disangkal - Alergi :disangkal
  • 6.
    Anamnesa • Riwayat PenyakitKeluarga : - penyakit serupa : tidak ada keluarga yang sakit seperti ini - sakit kuning :disangkal - DM :disangkal - HT :disangkal
  • 7.
     Riwayat Pengobatan: Paracetamol Hufagrip syrup
  • 8.
    Riwayat Sosial Ekonomi Ayah bekerja sebagai wiraswasta, Ibu sebagai ibu rumah tangga Anamnesa
  • 9.
    Anamnesa Kehamilan dan Persalinan Laki-laki,lahir aterm UK 39 minggu, lahir secara pervaginam, langsung menangis , biru-biru (-), di tolong bidan, berat lahir 3900 gram, panjang badan lahir 49 cm
  • 10.
    Riwayat Pemeliharaan Postnatal  Tali pusat dirawat oleh bidan, ASI ibu lancar, bayi tidak kuning, tidak terjadi perdarahan pasca kelahiran. Anamnesa
  • 11.
    Riwayat Imunisasi  BCG: tidak ada data  Polio : tidak ada data  Hepatitis : tidak ada data  DPT : tidak ada data * Data imunisasi tidak bisa di ketahui, karena data hanya di dapat dari ayah dan bibi pasien. Sedangkan ibu pasien tidak ada selama pasien di rawat. Anamnesa
  • 12.
    Riwayat Makanan  0– 1 bln : ASI  1 – 6 bln : ASI + susu formula, sejak umur 6 bulan makan bubur  6 – 12 bln : ASI dan mulai umur 12 bulan diberikan makan nasi team
  • 13.
    Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Duduk: 8 bulan Berdiri : 11 bulan Jalan dengan berpegangan : 12 bulan Berbicara : 14 bulan
  • 14.
    Status Gizi BB =13 kg Umur 2 tahun  2n+8= (2x2)+ 8= 12 kg BB/U= 13 x 100% / 12 = 108 % (gizi baik)
  • 15.
    Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum •Kesadaran : compos mentis • GCS : 4,5,6 • Nadi : 112 x/menit, reguler • Pernapasan : 32x/menit • Temperatur : 36,3 °C axilla
  • 16.
    Pemeriksaan fisik  Kulit Warna : dbn  Turgor : dbn  Edema : -
  • 17.
    Pemeriksaan Fisik • Kepala ▫Bentuk : mesocephal ▫ Rambut : dbn ▫ Mata : ▫ Cekung (-/-) ▫ konjungtiva: pucat (-/-), ▫ sklera: icteric (-/-), ▫ pupil: isokor (3mm/3mm) ▫ reflek cahaya (+/+), normal,
  • 18.
    Pemeriksaan Fisik ▫ Telinga: ▫ sekret (-/-) ▫ darah (-/-) ▫ nyeri tekan mastoid (-/-) ▫ nyeri tekan tragus (-/-)
  • 19.
    Pemeriksaan Fisik  Hidung:  deviasi septum nasi (-)  epistaksis (-)  pernafasan cuping hidung (-)  sekret (-)
  • 20.
    Pemeriksaan Fisik  Mulut:  cyanosis (-)  Stomatitis (+)  lidah kotor (-)  bibir kering (-)  perdarahan mukosa dan gusi(-)  tenggorokan : tonsil: hiperemis (-)
  • 21.
    Pemeriksaan Fisik  Leher: simetris (+) , Pemb. KGB (-) meningeal sign : kaku kuduk (-)  Thorax – Bentuk : normochest, simetris – retraksi interkostalis (-)  Jantung : • I: ictus cordis tidak tampak • P: ictus cordis tidak teraba • P: batas jantung kesan normal • A: S1 S2 reguler tunggal
  • 22.
     Pulmo : I: pernapasan simetris, retraksi (-)  P: pergerakan kanan kiri simetris  P: sonor, batas paru kesan normal  A: suara nafas vesikuler Rh Wh - - - - - - - - - - - -
  • 23.
     Abdomen  I:flat (+)  A: BU (+) N  P: timpani  P: nyeri tekan (-) hepar dan lien tidak teraba  Genito Urinaria: DBN
  • 24.
     Ekstremitas - Akralhangat + + + + - Edema - - - -
  • 25.
    Pemeriksaan Penunjang normal • 12,6 •7800 • 324.000 • 40,0 • 139,2 • 3,77 • 107,7 Darah lengkap : - Hb - lekosit -Trombosit -PCV Elektrolit : -Natrium -Kalium -Chlorida • (L 14,4-17,5) P(12,0-15,3) g/dl • ( 4 - 10 ribu/cmm) • ( 150 – 450 ribu) • ( 40,0 – 50,0 %) • ( 135 – 155 mmol/L) • ( 3,6 – 5,5 mmol/L) • ( 98 – 107 mmol/L)
  • 26.
  • 27.
  • 28.
    Resume  Telah diperiksaseorang anak laki-laki, 2 tahun BB 13kg. Pada anamnesa didapatkan  Tidak bisa jalan sejak tadi hari selasa.  Awalnya panas di sertai sariawan sejak hari minggu  Hari senin, setelah di beri obat paracetamol panasnya ↓  Batuk (-), Pilek (-), sesak (-)  Pe↓ nafsu makan sejak hari minggu, minum ↑  Mual (-), muntah (-)  BAB (-) normal, BAK (+) banyak dan lancar  Riwayat kejang (-) , riwayat trauma (-)
  • 29.
    Resume Pada pemeriksaan fisikdidapatkan : Nadi : 112 x/menit, reguler Pernapasan : 32 x/menit Temperatur : 36,3 °C axilla Stomatitis (+)
  • 30.
     Darah lengkap: Hemoglobin : 12,6 mg/dl Lekosit : 7.800 Trombosit : 324.000 PCV : 40.0%  Serum Elektrolit : Natrium : 139,2 Kalium : 3,77 Chlorida : 107,7
  • 31.
    Diagnosa Banding  Parapareseinferior susp GBS + Stomatitis  Paraparese inferior susp Poliomyelitis + Stomatitis
  • 32.
    Diagnosa Kerja  Parapareseinferior susp Poliomyelitis + Stomatitis
  • 33.
    Planning  Planning diagnosa: - Darah lengkap, SE , foto thorax, foto lumbosacral AP/lat  Planning terapi : - MRS - Inf. D5 ½ NS 1100 cc/24 jam - Drip Neurobion 1 amp/kolf - Inj. Ranitidine 2 x 12 mg - Nicolin 2 x 120 mg - Inj. Dexamethason 2 amp extra 3 x ½ amp
  • 34.
    08 Januari 2016 SUBJEKTIVEOBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING •OT mengatakan anaknya tidak mau jalan •Batuk (-) pilek (-) •Demam (-) • mual(-), muntah (-) • makan (+) sedikit • minum (+) • BAB (-) •BAK (+) lancar •Riwayat kejang (-) •Riwayat trauma (-) •N: 100 x/i • RR: 26 x/i • S: 36,3˚C • A/I/I/C/D : -/-/-/- • Thorax • Pulmo: • Rh Wh • Abd: BU (+) N, MET (-) • Eks : AH OD Paraparese inferior susp GBS • IVFD D5 ¼ NS 500 cc/24 jm • Drip Neurobion 1 amp/kolf •Inj dexamethason 2 amp (ext) •Ranitidin 2 x 12mg •Nicolin 3 x 120 mg •Cek DL, SE, foto thorax, foto lumbosacral AP/lat - - - - - - + + + + - - - - - - - - - -
  • 35.
    09 Januari 2016 SUBJEKTIVEOBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING • OT mengatakan anaknya tidak mau jalan • sariawan (+) •Batuk (-) pilek (-) •Demam (-) • mual(-), muntah (-) • makan (+) sedikit • minum (+) • BAB (-) •BAK (+) lancar • N: 110 x/i • RR: 28 x/i • S: 36,2 ˚C • A/I/I/C/D : -/-/-/- • Thorax • Pulmo: • Rh Wh •Abd: BU (+) N, MET (-) • Eks : AH OD Paraparese inferior susp GBS + stomatitis • IVFD D5 ¼ NS 500 cc/24 jm • Drip Neurobion 1 amp/kolf •Inj dexamethason 2 amp (ext) 3 x ½ amp •Ranitidin 2 x 12mg •Nicolin 3 x 120 mg • konsul ortophedi - - - - - - + + + + - - - - - - - - - -
  • 36.
    10 Januari 2016 SUBJEKTIVEOBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING • OT mengatakan anaknya sudah mau jalan sejak kemarin malam. • sariawan (+) •Batuk (-) pilek (-) •Demam (-) • mual(-), muntah (-) • makan (+) sedikit • minum (+) • BAB (-) •BAK (+) lancar •N: 94 x/i • RR: 30 x/i • S: 36 ˚C • A/I/I/C/D : -/-/-/- • Thorax • Pulmo: • Rh Wh • Abd: BU (+) N, MET (-) • Eks : AH OD Paraparese inferior susp poliomyelitis + stomatitis •IVFD D5 ¼ NS 500 cc/24 jm • Drip Neurobion 1 amp/kolf •Inj dexamethason 2 amp (ext) 3 x ½ amp •Ranitidin 2 x 12mg •Nicolin 3 x 120 mg • Candistatin drop - - - - - - - - - - - - + + + + - - - -
  • 37.
    11 Januari 2016 SUBJEKTIVEOBJEKTIVE ASSESMENT PLANNING • OT mengatakan anaknya sudah aktif berjalan dan berlari seperti biasanya • sariawan (+) •Batuk (-) pilek (-) •Demam (-) • mual(-), muntah (-) • makan (+) • minum (+) • BAB (+) •BAK (+) lancar •N: 110 x/i • RR: 32 x/i • S: 36 ˚C • A/I/I/C/D : -/-/-/- • Thorax • Pulmo: • Rh Wh • Abd: BU (+) N, MET (-) • Eks : AH OD Paraparese inferior susp poliomyelitis + stomatitis •Off infus •Candistatin drop •KRS OBAT YANG DIBAWA PULANG : • Encephabol ½ tab m f pulv dtd no xx s 3 dd 1 • San B plex s 2 dd 0,5 cc - - - - - - - - - - - - + + + + - - - -
  • 38.
  • 39.
    Poliomyelitis  Polio (poliomyelitis)adalah infeksi oleh enterovirus dari famili Picornaviridae yang bermanifestasi dalam 4 bentuk: inapparent infection (90-95%), abortif/minor illness (4-8%), poliomielitis nonparalitik (meningitis aseptik), dan poliomyelitis paralitik (1-2%).  Poliovirus adalah RNA virus yang ditransmisi melalui orofekal atau tertelan air yang terkontaminasi. Terdiri dari 3 serotipe: 1, 2, dan 3 dengan masa inkubasi 5-35 hari.
  • 40.
    Epidemiologi  Sejak tahun1988 kasus menurun >99%, dari estimasi kasus 350000 namun dilaporkan 1604 kasus pada tahun 2009.  Namun dalam tahun 2009-2010 23 negara yang sebelumnya bebas polio mengalami reinfeksi karena virus impor.  Lebih sering mengenai anak < 5 tahun dengan frekuensi anak laki-laki dan perempuan sama banyak.
  • 41.
    Etiologi  Virus poliomyelitis(virus RNA) tergolong dalam genus enterovirus dan familipicornaviridae, mempunyai 3 Strain yaitu tipe 1 (Brunhilde), tipe 2 (Lansing) dan tipe 3 (Leon).  Epidemi yang luas dan ganas biasanya disebabkan oleh virus tipe 1.  Imunitas yang diperoleh setelah terinfeksi maupun imunisasi bersifat seumur hidup dari spesifik untuk satu tipe.
  • 42.
  • 44.
    Anamnesa dan PxFisik Teori :  demam,  anoreksia,  muntah,  nyeri perut,  hiperemis orofaring,  Sembuh 3-10 hari Kasus :  Datang dengan keluhan tidak bisa jalan  Awalnya di dahului dengan demam (+) sejak hari minggu  Batuk (-), Pilek (-),  Pe↓ nafsu makan  muntah (-)  Setelah perawatan hari ke 6-7 pasien sembuh sendiri dan bisa berjalan kembali.
  • 45.
    Pemeriksaan Penunjang Teori Darah lengkap:  Leukosit normal / sedikit meningkat  Peningkatan titer IgG 4x lipat atau titer anti-IgM (+) pada stadium akut Kultur :  Dilakukan pemeriksaan kultur virus dari fese dan apus tenggorok, pada pasien tersangka infeksi poliomyelitis (pasien AFP) Kasus  leukosit normal  pmx IgG dan anti-IgM tidak dilakukan  pmx kultur tidak di lakukan  foto thorax kesan normal  foto lumbosacral AP kesan normal
  • 46.
    Penatalaksanaan Medikamentosa  Tidak adaantivirus untuk terapi infeksi oleh virus polio Bedah  Diperlukan bantuan bedah ortopedi bila terjadi sekuele yang mengakibatkan displasia atau kontraktur Diit  Keseimbangan cairan dan elektrolit sangat diperlukan, bilamana memungkinkan diet tinggi serat untuk mencegah konstipasi  Hindari terjadinya aspirasi
  • 47.
    Suportif  Pemberian antipiretik/analgetikbila terdapat keluhan demam, nyeri kepala, atau nyeri otot  Trakeostomi dilakukan pada pasien yang membutuhkan dukungan ventilasi mekanik jangka panjang  Rehabilitasi medis diperlukan pada kondisi paralisis untuk mencegah terjadinya dekubitus, pneumonia akibat berbaring lama, serta latihan aktif serta pasif untuk mencegah kontraktur  Konstipasi diatasi dengan pemberian laksatif dan pemasangan kateter urin
  • 48.