SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
LAPORAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FKIP
(perbaikan pembelajaran dan pemecahan masalah)
DISUSUN OLEH
AHMAD BADRI
NIM 858036846
PROGRAM STUDI S1 PGSD
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA
I
Lembar pengesahan
Judul : Perbaikan pembelajaran dan pemecahan masalah pada kasus cara
mengajar Pak Ali yang menjarkan materi IPA dengan tema “Makhluk
Hidup” di kelas 3
Nama : Ahmad Badri
NIM : 858036846
Program Studi : S1-PGSD
Mengetahui
Tutor TAP Penyusun
Hamola,S.Pd,.M.Pd Ahmad Badri
NIP. 197807062007011028 NIM. 858036846
II
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan
laporan perbaikan pembelajaran dalam kasus mengajar Pak Ali dari penyusun laporan
ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas dari tutor.
Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dari tutor dan dukungan
teman-teman maka perkenankan saya mengucapkan rasa terima kasih yang tak
terhingga kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga selesainya penyusunan
laporan ini.
Penulis berdoa semoga amal kebaikan para tutor dan teman-teman mendapat
imbalan yang melimpah dari Allah subhanahu wa ta'ala akhirnya penyusun berharap
semoga laporan yang sangat sederhana ini berguna bagi penyusun dan pembaca
umumnya.
Mahasiswa
AHMAD BADRI
NIM. 858036846
III
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG....................................................................... 1
BAB II KAJIAN TEORI............................................................................... 2
A. PENGERTIAN TAP.......................................................................... 2
B. TUJUAN TAP.................................................................................... 2
C. MATERI TAP.................................................................................... 2
D. BENTUK TAP................................................................................... 3
BAB III PEMBAHASAN.............................................................................. 5
A. PEMBAHASAN KASUS.................................................................. 5
BAB IV KESIMPULAN............................................................................... 8
LAMPIRAN RPP.......................................................................................... 9
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seiring dengan perubahan paradigma pendidikan, guru diharapkan mampu
mengambil keputusan, baik ketika merencanakan maupun ketika melaksanakan
pembelajaran, termasuk memecahkan masalah-masalah yang ditemukan dalam kegiatan
pembelajaran di sekolah. Agar mampu melaksanakan tugas tersebut, guru harus
menguasai kompetensi keguruan yang mencakup penguasaan bidang ilmu, pemahaman
tentang peserta didik, pembelajaran yang mendidik dan pengembangan kepribadian dan
keprofesionalan. Dari segi substansi, mata kuliah pendukung kompetensi keguruan ini
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu substansi yang berkaitan dengan bidang ilmu,
keguruan dan kependidikan, serta kepribadian dan keprofesionalan.
Bagi mahasiswa calon sarjana FKIP-UT, penguasaan kulminatif atas pelbagai
kompetensi tersebut dinilai melalui Tugas Akhir Program (TAP). TAP merupakan
evaluasi akhir program yang harus ditempuh para mahasiswa yang telah memenuhi
persyaratan akademik dan administrasi tertentu. Melalui TAP, mahasiswa yang telah
menjadi guru dilatih dan sekaligus diuji untuk menginternalisasi dan menghubungkan
berbagai konsep yang telah dipelajari dengan pengalaman dan situasi nyata yang
dihadapi, serta memecahkan masalah dan memperbaiki kualitas pembelajaran yang
dilakukan. Ini berarti, muatan TAP tidak hanya sekedar berkenaan dengan pemahaman
konseptual, tetapi lebih dari itu, mahasiswa dituntut untuk mampu menerapkan konsep-
konsep yang telah dipelajarinya dalam konteks pembelajaran nyata. Bahkan, lebih jauh
lagi mahasiswa dituntut untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran yang
secara kreatif memunculkan gagasan-gagasan dan inovasi baru untuk meningkatkan
mutu pembelajaran.
Mengingat karakteristik dan misi yang diemban dalam TAP tidak sederhana
maka diperlukan adanya panduan TAP bagi mahasiswa. Panduan ini menjelaskan
konsep, tujuan, prosedur pelaksanaan, mata kuliah pendukung TAP, kisi-kisi TAP,
contoh TAP, dan pedoman penskoran.
2
BAB II
KAJIAN TEORI
A. PENGERTIAN TAP
Konsep Tugas Akhir Program Tugas Akhir Program (TAP) adalah tugas yang harus
dikerjakan mahasiswa program sarjana (S) yang sudah memenuhi persyaratan baik
administrasi maupun akademik. TAP merupakan serangkaian tugas berbentuk
permasalahan, kasus-kasus, atau pertanyaan yang diangkat dari masalah nyata
pembelajaran bidang studi/bidang pengembangan yang harus dipecahkan oleh guru.
Tugas-tugas tersebut dimaksudkan untuk melatih, sekaligus menguji mahasiswa agar
dapat berpikir komprehensif berdasarkan teori dan praktek yang telah diikuti selama
menempuh program S Pendidikan Bahasa Inggris (PING), Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia (PINA), Pendidikan Matematika (PMAT), Pendidikan Kimia (PKIM),
Pendidikan Biologi (PBIO), Pendidikan Fisika (PFIS), Pendidikan Ekonomi (PEKO),
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), dan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD), dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD). Pada
akhirnya melalui pengerjaan tugas akhir program, mahasiswa dapat menunjukkan
profesionalismenya dalam memecahkan permasalahan dan memperbaiki pembelajaran
bidang studi/kegiatan pengembangan di kelasnya.
B. TUJUAN TAP
TAP bertujuan untuk mengukur penguasaan kompetensi akhir mahasiswa, melalui ujian
yang menuntut mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
diperolehnya dari berbagai mata kuliah dalam memecahkan masalah-masalah
pembelajaran secara komprehensif.
C. MATERI TAP
Materi TAP meliputi materi-materi yang berkaitan dengan penguasaan bidang ilmu,
pemahaman peserta didik, pembelajaran yang mendidik, serta pengembangan
kepribadian dan keprofesionalan yang dikemas dalam bentuk kasus. Dengan demikian,
soal dalam TAP memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. Menuntut Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi
Soal TAP tidak menguji jenjang berpikir yang bersifat ingatan atau hafalan,
melainkan menguji kemampuan mahasiswa di antaranya dalam menerapkan suatu
konsep atau teori untuk memecahkan masalahmasalah yang terdapat dalam kasus,
menganalisis penyebab suatu masalah, dan menyintesis informasi sehingga
membentuk kesatuan baru yang utuh atau memberikan evaluasi atas suatu kasus.
2. Substansi TAP Bersifat Problematik, Menyeluruh, dan Terbuka- Terarah Soal yang
bersifat problematik ialah soal-soal yang memuat permasalahan dan hanya dapat
dijawab bila mahasiswa menguasai konsep-konsep bidang ilmu, keguruan
kependidikan, kepribadian dan keprofesionalan secara memadai. Menyeluruh
3
artinya jawaban yang diminta menuntut kemampuan mahasiswa untuk mengaitkan
unsur-unsur keilmuan dari berbagai mata kuliah secara terpadu dengan fenomena
atau situasi nyata dalam pembelajaran. Terbuka-terarah artinya soalsoal TAP
memungkinkan mahasiswa menjawab dari sudut pandang yang berbeda berdasarkan
teori, prinsip, prosedur yang telah dipelajarinya.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. TAP merupakan ujian akhir program sarjana yang mengukur penguasaan
kompetensi mahasiswa atas suatu program yang diambilnya. Melalui soal TAP,
mahasiswa diuji kemampuannya untuk mengidentifikasi, menganalisis,
memecahkan masalah, memprediksi atau menilai suatu persoalan
pembelajaran/kegiatan pengembangan berdasarkan teori atau pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diperolehnya selama mengambil program S1.
2. Untuk memudahkan mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal TAP, setiap
mahasiswa hendaknya menguasai materi mata kuliah pendukung TAP.
D. BENTUK TAP
Soal TAP berbentuk uraian yang dikemas dalam kasus pembelajaran/ kegiatan
pengembangan dan dilengkapi dengan serangkaian pertanyaan. Kasus merupakan
peristiwa yang khas dan nyata yang terjadi dalam konteks pembelajaran/kegiatan
pengembangan di kelas. Kasus yang ditulis mencakup unsur-unsur: paparan peristiwa,
masalah yang menjadi fokus, dan informasi yang terkait dengan masalah.
Untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam kasus perlu dilakukan langkah-
langkah yang tergambar dalam skema sebagai berikut.
Kerangka Berpikir Memecahkan Kasus
 Membaca dan mempelajari kasus dengan cermat.
 Mengidentifikasi berbagai informasi kunci atau penting yang terdapat di dalam
kasus.
 Mengaitkan informasi-informasi tersebut sehingga muncul permasalahan atau
pertanyaan dari kasus tersebut.
 Menganalisis penyebab masalah dari kasus itu.
 Mengembangkan alternatif pemecahan masalah.
 Menganalisis kekuatan dan kelemahan setiap alternatif.
 Memilih satu alternatif yang dianggap paling efektif.
 Menyusun dan menuliskan jawaban dari masalah/kasus tersebut.
Langkah-langkah tersebut merupakan kerangka berpikir yang harus dimiliki seluruh
mahasiswa dalam memahami dan menganalisis kasus. Hal ini sangat penting dan harus
dipraktekkan oleh seluruh mahasiswa secara sendiri dan bersama-sama pembimbing
dalam kegiatan bimbingan TAP.
4
Hasil dari langkah-langkah dalam memahami dan menganalisis kasus seperti di atas,
bukan merupakan jawaban atas pertanyaan yang ada dalam soal TAP.
Contoh soal TAP berbasis kasus beserta pertanyaan dan jawaban untuk beberapa
program studi yang tertuang dalam Lampiran 3 pedoman ini, bukan merupakan satu set
utuh soal TAP, melainkan hanya sebagian saja.
5
BAB III
PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN KASUS
Pada suatu pagi, Pak Taulani sedang mengajar di kelas 4 SD di daerah pinggiran
Kota Jakarta dengan topik ‘Jenis-jenis kekayaan alam Indonesia dan Persebarannya’.
Pak Taulani adalah kepala sekolah di SD tersebut, di sela-sela kesibukannya, Pak
Taulani juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan kegiatan mengajar di kelas
selama 6 jam per minggunya. Pak Taulani merencanakan agar pelajaran IPS selesai
pada hari itu juga, karena pekerjaannya sebagai kepala sekolah cukup banyak dan cukup
menyita waktunya.
Pak Taulani merumuskan tujuan pembelajaran pada hari itu di papan tulis
sebagai berikut: ‘Agar siswa di kelas IV dapat menjelaskan kekayaan alam yang ada di
Indonesia dan di lingkungan sekitar siswa’. Pada kesempatan itu Pak Taulani memulai
proses pembelajaran dengan menempelkan gambar sawah, kebon karet, nelayan, pabrik
kilang minyak lepas pantai, tambang batu bara, hutan, danau, dan sebagainya di papan
tulis.
Pak Taulani mulai menjelaskan jenis-jenis kekayaan alam yang dapat
diperbaharui dan kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui. Pada saat pembelajaran
berlangsung, beberapa orang anak mengamati gambar yang ada di papan tulis dengan
serius. Sebagian anak ada yang bertanya seputar gambar yang kurang jelas. Pak Taulani,
terliht sekali-sekali bertanya kepada anak secara umum tentang materi yang sedang
topik/materi yang mereka pelajari pada hari itu.
Di akhir pelajaran Pak Taulani memberikan kesempatan kepada anak-anak
untuk bertanya bila ada hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa. Namun, tidak ada
anak yang merespon ataupun mengajukan pertanyaan: Pak Taulani mengambil
kesimpulan bahwa anak-anak sudah mengerti pelajaran ynag telah diberikan.
Pak Taulani kemudian membagikan LKS kepada anak-anak untuk dikerjakan
dalam kelompok, dan anak-anak diberikan waktu 20 menit untuk mendiskusikan
pertanyaaan yang ada dalam LKS tersebut. Setelah 20 menit kemudian, Pak Taulani
membahas sola-soal yang ada dalam LKS dan menuliskan jawabannya di papan tulis.
Anak-anak diminta untuk mencocokkan jawaban yang mereka buat dengan jawaban
yang ditulis oleh Pak Taulani di depan kelas.
a. Pertanyaan
1. Deskripsikan secara singkat, suasana pembelajaran yang terjadi di kelas Pak Taulani
dilihat dari sisi guru yang mengajar, dari sisi siswa yang belajar, dan dari sisi
interaksi guru-siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
6
2. Kembangkan alternatif solusi untuk mengatasi atau memperbaiki pembelajaran
tersebut. Beri alasan, mengapa alternatif tersebut yang Anda pilih. Rumuskan pula
masalah yang akan dijadikan acuan dalam perbaikan pembelajaran tersebut.
3. Berdasarkan jawaban pada nomor 2, kembangkan pokok-pokok Rencana
Perbaikan, yang minimal mencakup: tujuan pembelajaran, tujuan perbaikan
pembelajaran, materi, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi.
b. Jawaban
1. Dilihat dari sisi guru yang mengajar
Suasana pembelajaran Pak Taulany monoton, kurang menyenangkan karena Pak
Taulani tidak bersungguh-sungguh atau tidak sepenuh hati dalam mengajar yang
dipikirannya pembelajaran pada hari itu selesai secepatnya. Terdapat pada
alinea pertama yaitu “Taulani merencanakan agar pelajaran IPS selesai
pada hari itu juga Karena pekerjaannya sebagai kepala sekolah cukup
banyak dan cukup menghabiskan waktu. Pada awal pembelajaran Pak Taulany
merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari itu di papan tulis
tanpa kegiatan apresepsi sebelum menjelaskan materi, Pak Taulani menempelkan
beberapa gambar yang ditempelkan di papan tulis. Pak Taulany kurang
merespon siswanya pada saat pembelajaran berlangsung serta kurang
memperhatikan atau mendampingi siswanya pada saat diskusi titik Pak Taulany
tidak memberikan penilaian terhadap tugas yang diberikan kepada siswanya.
Dilihat dari sisi siswa yang belajar
Suasana pembelajaran membosankan sehingga membuat siswa-siswi jenuh dalam
menerima informasi. Aktivitas siswa mendengarkan dan menyimak apa
yang disampaikan oleh guru, Hal itu membuat siswa kurang aktif/pasif dalam
pembelajaran Meskipun begitu, pada saat penjelasan materi beberapa orang anak
mengamati gambar yang ada di papan tulis dengan serius dan sebagian anak ada
yang bertanya seputar gambar yang kurang jelas.
Dilihat dari sisi intraksi guru siswa siswi selama proses pembelajaran
berlangsung
Suasana interaksi guru dan siswa berdasarkan strategi pembelajaran tatap
muka dan pembelajaran melalui media kurang kondusif dan kurang terarah
variasi dalam pola interaksi pembelajaran hanya berlangsung satu arah. Pak
Taulani hanya sekedar menjelaskan materi kepada seluruh siswa dan siswi
hanya mendengarkan sekaligus menyimak tanpa ada Kegiatan tanya jawab.
Terdapat pada alinea ke-4 yaitu “di akhir pelajaran Pak Taulani memberikan
kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya bila ada hal hal yang belum
dimengerti oleh siswa. Namun tidak ada anak yang merespon”.
2. Alternatif solusi untuk mengatasi atau memperbaiki pembelajaran tersebut
yaitu
7
Menerapkan model pembelajaran kreatif produktif
Alasannya
Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan
mengacu kepada berbagai teori pembelajaran yang diasumsikan mampu
meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Teori dan pendekatan tersebut
antara lain belajar aktif, belajar kreatif pendekatan konstruktif, serta belajar
kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap teori atau
pendekatan tersebut disintegrasikan sehingga menghasilkan suatu model yang
kemungkinan siswa mengembangkan kreativitas serta menghasilkan sesuatu
sebagai produk yang bersumber dari pemahaman siswa terhadap konsep yang
sedang dikaji.
Dengan mengacu kepada karakteristik tersebut pembelajaran kreatif dan produktif
diasumsikan akan mampu memotivasi siswa dalam melaksanakan berbagai
kegiatan sehingga mereka merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya
secara kreatif oleh karena itu karakteristik yang seperti ini, model pembelajaran
kreatif dan produktif ini dapat diterapkan dalam pembelajaran berbagai bidang
studi dengan topik-topik yang bersifat terbuka baik yang bersifat abstrak maupun
yang bersifat konkret.
Selain menggunakan media gambar Pak Taulany juga dapat menggunakan media
peta atau audio visual untuk lebih memperjelas kepada siswa terkait jenis-jenis
kekayaan alam dan tempat persebaran kekayaan alam di Indonesia sehingga siswa
tidak hanya mengetahui macam-macam kekayaan alam tetapi juga mengetahui
tempat persebaran kekayaan alam di Indonesia.
Rumusan masalah yang dijadikan acuan dalam perbaikan pembelajaran
tersebut
“Bagaimana meningkatkan kreatifitas siswa kelas IV Sd terhadap konsep
jenis jenis kekayaan alam indonesia dan persebarannya melalui penggunaan
model pembelajaran kreatif –produktif?”.
8
BAB IV
Kesimpulan
Dari pembahasan kasus diatas dapat di simpulkan bahwa dengan Pembelajaran
kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan mengacu
kepada berbagai teori pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan
kualitas proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA . Teori dan
pendekatan tersebut antara lain belajar aktif, belajar kreatif pendekatan konstruktif,
serta belajar kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap teori
atau pendekatan tersebut disintegrasikan sehingga menghasilkan suatu model
yang kemungkinan siswa mengembangkan kreativitas serta menghasilkan
sesuatu sebagai produk yang bersumber dari pemahaman siswa terhadap
konsep yang sedang dikaji.
9
LAMPIRAN RPP
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
(model pembelajaran Kreatif-Produktif)
Mata Pelajaran : IPS
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 2 x 35
menit
Standar Kompetensi
Memahami sejarah, kenampakan alam, dn keragaman suku bangsa di lingkungan
kabupaten/kota dan propinsi
Kompetensi Dasar
Menunjukkan jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya
untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat.
Indikator
1. Menjelaskan sumber daya alam
2. Menjelaskan sumber daya alam yang dapat diperbaharui
3. Menjelaskan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
4. Mengidentifikasi persebaran sumber daya alam di Indonesia
5. Menyebutkan sumber daya alam
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:
1. menjelaskan sumber daya alam
2. menjelaskan sumber daya alam yang dapat diperbaharui
3. menjelaskan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
4. mengidentifikasi persebaran sumber daya alam di Indonesia
5. menyebutkan minimal 3 manfaat sumber daya alam
II. Materi Ajar
10
Sumber daya alam di Indonesia
III. Metode Pembelajaran
1. ceramah-tanya jawab
2. Diskusi-Presentasi
3. Pemberian tugas
4. Observasi
IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Orientasi
1. Siswa memperhatikan tujuan yang akan dicapai, topik yang akan dibahas,
waktu yang tersedia, langkah-langkah yang perlu dilakukan, penilaian yang akan
diterapkan.
2. Siswa menyampaikan pendapatnya tentang langkah kerja, hasil
akhir yang diharapkan, dan penilaian.
3. Siswa melakukan negosiasi dengan guru untuk memperoleh kesepakatan
tentang aspek-aspek langkah kerja, hasil akhir, dan penilaian yang akan
dilakukan.
b. Eksplorasi
1. Siswa membaca buku ajar, artikel, dan handout tentang sumber daya alam.
2. Siswa melakukan browsing (gambar dan artikel) di internet tentang sumber
daya alam.
3. Siswa melakukan observasi di sekitar sekolah tentang sumber daya alam.
4. Siswa secara berkelompok melakukan diskusi tentang sumber daya alam.
c. Interpretasi
1. Siswa melakukan tanya jawab sumber daya alam
2. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang sumber daya alam.
d. Re-kreasi
1. Siswa secara berkelompok membuat peta konsep/skema hasil pemahamannya
tentang sumber daya alam.
2. Siswa memajangkan hasil kreasinya pada papan halus (softboard)
yang telah disediakan Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran.
3. Siswa mengerjakan soal-soal sebagai pos tes secara tertulis.
4. Guru menutup kegiatan belajar.
V. Alat Peraga/Media/Sumber Belajar/Buku Sumber
a. Alat peraga/Media Pebelajaran/Sumber belajar:
1) gambar
2) internet
3) kartu berpasangan
4) lingkungan sekitar sekolah
11
5) papan pajangan
b. Buku Sumber: Winardi. 2008. IPS untuk SD kelas 4, Jakarta: Galaxy Puspa
Mega
VI. Evaluasi
a. Prosedur : proses dan postes
b. Jenis evaluasi : kinerja dan tertulis
c. Instrume : Lembar pengamatan dan soal (terlampir)
d. kriteria keberhasilan : Peserta didik dianggap berhasil apabila memperoleh
nilai minimal 7,5
Mahasiswa
AHMAD BADRI
NIM. 858036846

More Related Content

Similar to LAPORAN TUGAS TAP 3.docx

Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelasKonsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelaseli priyatna laidan
 
Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan KelasLangkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelasssuser07a10e
 
Laporan Bab Buku Models of Teaching
Laporan Bab Buku Models of TeachingLaporan Bab Buku Models of Teaching
Laporan Bab Buku Models of TeachingAni Mahisarani
 
Lk modul10-resume kb 4-asrofin-ski2
Lk  modul10-resume kb 4-asrofin-ski2Lk  modul10-resume kb 4-asrofin-ski2
Lk modul10-resume kb 4-asrofin-ski2muhammadaliasrofin
 
Membedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptx
Membedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptxMembedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptx
Membedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptxKaista Glow
 
membedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdf
membedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdfmembedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdf
membedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdfDwiRahayu257065
 
Implementasi penelitian tindakan kelas
Implementasi penelitian tindakan kelasImplementasi penelitian tindakan kelas
Implementasi penelitian tindakan kelassmkfarmasi
 
Modul kelompok 1
Modul kelompok 1Modul kelompok 1
Modul kelompok 115010107016
 
Prosedur pengembangan modul pdf
Prosedur pengembangan modul pdfProsedur pengembangan modul pdf
Prosedur pengembangan modul pdfambarlestari
 
pdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdf
pdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdfpdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdf
pdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdfAHMADYUSUP22
 
Penyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptx
Penyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptxPenyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptx
Penyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptxZakkiAttarmasie1
 
PPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptx
PPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptxPPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptx
PPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptxAiKartikaSari
 
Perencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptx
Perencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptxPerencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptx
Perencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptxHasanCkp
 
3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptx
3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptx3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptx
3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptxRisalNurdin1
 

Similar to LAPORAN TUGAS TAP 3.docx (20)

Bahan media
Bahan mediaBahan media
Bahan media
 
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelasKonsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
 
Teknik pembuatan lks kel.7
Teknik pembuatan lks kel.7Teknik pembuatan lks kel.7
Teknik pembuatan lks kel.7
 
Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan KelasLangkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
Langkah-langkah Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
 
Laporan Bab Buku Models of Teaching
Laporan Bab Buku Models of TeachingLaporan Bab Buku Models of Teaching
Laporan Bab Buku Models of Teaching
 
Lk modul10-resume kb 4-asrofin-ski2
Lk  modul10-resume kb 4-asrofin-ski2Lk  modul10-resume kb 4-asrofin-ski2
Lk modul10-resume kb 4-asrofin-ski2
 
Membedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptx
Membedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptxMembedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptx
Membedah Modul Ajar di Kurikulum Merdeka.pptx
 
membedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdf
membedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdfmembedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdf
membedahmodulajardikurikulummerdeka-220906124701-d3855143.pdf
 
Ptk
PtkPtk
Ptk
 
Implementasi penelitian tindakan kelas
Implementasi penelitian tindakan kelasImplementasi penelitian tindakan kelas
Implementasi penelitian tindakan kelas
 
Modul kelompok 1
Modul kelompok 1Modul kelompok 1
Modul kelompok 1
 
Prosedur pengembangan modul pdf
Prosedur pengembangan modul pdfProsedur pengembangan modul pdf
Prosedur pengembangan modul pdf
 
pdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdf
pdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdfpdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdf
pdf-aksi-nyata-merancang-modul-projek_compress (2).pdf
 
Penyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptx
Penyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptxPenyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptx
Penyusunan Modul Ajar-a.taufik.pptx
 
PPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptx
PPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptxPPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptx
PPT MODUL AJAR_TRISNAWATI.pptx
 
Kata pengantar
Kata pengantarKata pengantar
Kata pengantar
 
Bab 1 modul kb 8 menutup(1)
Bab 1 modul kb 8 menutup(1)Bab 1 modul kb 8 menutup(1)
Bab 1 modul kb 8 menutup(1)
 
Perencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptx
Perencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptxPerencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptx
Perencanaan Pembelajaran_BPIP Yogya v.2.pptx
 
3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptx
3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptx3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptx
3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptx
 
Latihan pembuatan ptk
Latihan pembuatan ptkLatihan pembuatan ptk
Latihan pembuatan ptk
 

LAPORAN TUGAS TAP 3.docx

  • 1. LAPORAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FKIP (perbaikan pembelajaran dan pemecahan masalah) DISUSUN OLEH AHMAD BADRI NIM 858036846 PROGRAM STUDI S1 PGSD FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA
  • 2. I Lembar pengesahan Judul : Perbaikan pembelajaran dan pemecahan masalah pada kasus cara mengajar Pak Ali yang menjarkan materi IPA dengan tema “Makhluk Hidup” di kelas 3 Nama : Ahmad Badri NIM : 858036846 Program Studi : S1-PGSD Mengetahui Tutor TAP Penyusun Hamola,S.Pd,.M.Pd Ahmad Badri NIP. 197807062007011028 NIM. 858036846
  • 3. II KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan laporan perbaikan pembelajaran dalam kasus mengajar Pak Ali dari penyusun laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas dari tutor. Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dari tutor dan dukungan teman-teman maka perkenankan saya mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga selesainya penyusunan laporan ini. Penulis berdoa semoga amal kebaikan para tutor dan teman-teman mendapat imbalan yang melimpah dari Allah subhanahu wa ta'ala akhirnya penyusun berharap semoga laporan yang sangat sederhana ini berguna bagi penyusun dan pembaca umumnya. Mahasiswa AHMAD BADRI NIM. 858036846
  • 4. III DAFTAR ISI KATA PENGANTAR....................................................................................II BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1 A. LATAR BELAKANG....................................................................... 1 BAB II KAJIAN TEORI............................................................................... 2 A. PENGERTIAN TAP.......................................................................... 2 B. TUJUAN TAP.................................................................................... 2 C. MATERI TAP.................................................................................... 2 D. BENTUK TAP................................................................................... 3 BAB III PEMBAHASAN.............................................................................. 5 A. PEMBAHASAN KASUS.................................................................. 5 BAB IV KESIMPULAN............................................................................... 8 LAMPIRAN RPP.......................................................................................... 9
  • 5. 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Seiring dengan perubahan paradigma pendidikan, guru diharapkan mampu mengambil keputusan, baik ketika merencanakan maupun ketika melaksanakan pembelajaran, termasuk memecahkan masalah-masalah yang ditemukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Agar mampu melaksanakan tugas tersebut, guru harus menguasai kompetensi keguruan yang mencakup penguasaan bidang ilmu, pemahaman tentang peserta didik, pembelajaran yang mendidik dan pengembangan kepribadian dan keprofesionalan. Dari segi substansi, mata kuliah pendukung kompetensi keguruan ini dikelompokkan menjadi tiga, yaitu substansi yang berkaitan dengan bidang ilmu, keguruan dan kependidikan, serta kepribadian dan keprofesionalan. Bagi mahasiswa calon sarjana FKIP-UT, penguasaan kulminatif atas pelbagai kompetensi tersebut dinilai melalui Tugas Akhir Program (TAP). TAP merupakan evaluasi akhir program yang harus ditempuh para mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi tertentu. Melalui TAP, mahasiswa yang telah menjadi guru dilatih dan sekaligus diuji untuk menginternalisasi dan menghubungkan berbagai konsep yang telah dipelajari dengan pengalaman dan situasi nyata yang dihadapi, serta memecahkan masalah dan memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan. Ini berarti, muatan TAP tidak hanya sekedar berkenaan dengan pemahaman konseptual, tetapi lebih dari itu, mahasiswa dituntut untuk mampu menerapkan konsep- konsep yang telah dipelajarinya dalam konteks pembelajaran nyata. Bahkan, lebih jauh lagi mahasiswa dituntut untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran yang secara kreatif memunculkan gagasan-gagasan dan inovasi baru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Mengingat karakteristik dan misi yang diemban dalam TAP tidak sederhana maka diperlukan adanya panduan TAP bagi mahasiswa. Panduan ini menjelaskan konsep, tujuan, prosedur pelaksanaan, mata kuliah pendukung TAP, kisi-kisi TAP, contoh TAP, dan pedoman penskoran.
  • 6. 2 BAB II KAJIAN TEORI A. PENGERTIAN TAP Konsep Tugas Akhir Program Tugas Akhir Program (TAP) adalah tugas yang harus dikerjakan mahasiswa program sarjana (S) yang sudah memenuhi persyaratan baik administrasi maupun akademik. TAP merupakan serangkaian tugas berbentuk permasalahan, kasus-kasus, atau pertanyaan yang diangkat dari masalah nyata pembelajaran bidang studi/bidang pengembangan yang harus dipecahkan oleh guru. Tugas-tugas tersebut dimaksudkan untuk melatih, sekaligus menguji mahasiswa agar dapat berpikir komprehensif berdasarkan teori dan praktek yang telah diikuti selama menempuh program S Pendidikan Bahasa Inggris (PING), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PINA), Pendidikan Matematika (PMAT), Pendidikan Kimia (PKIM), Pendidikan Biologi (PBIO), Pendidikan Fisika (PFIS), Pendidikan Ekonomi (PEKO), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD). Pada akhirnya melalui pengerjaan tugas akhir program, mahasiswa dapat menunjukkan profesionalismenya dalam memecahkan permasalahan dan memperbaiki pembelajaran bidang studi/kegiatan pengembangan di kelasnya. B. TUJUAN TAP TAP bertujuan untuk mengukur penguasaan kompetensi akhir mahasiswa, melalui ujian yang menuntut mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperolehnya dari berbagai mata kuliah dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran secara komprehensif. C. MATERI TAP Materi TAP meliputi materi-materi yang berkaitan dengan penguasaan bidang ilmu, pemahaman peserta didik, pembelajaran yang mendidik, serta pengembangan kepribadian dan keprofesionalan yang dikemas dalam bentuk kasus. Dengan demikian, soal dalam TAP memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. Menuntut Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Soal TAP tidak menguji jenjang berpikir yang bersifat ingatan atau hafalan, melainkan menguji kemampuan mahasiswa di antaranya dalam menerapkan suatu konsep atau teori untuk memecahkan masalahmasalah yang terdapat dalam kasus, menganalisis penyebab suatu masalah, dan menyintesis informasi sehingga membentuk kesatuan baru yang utuh atau memberikan evaluasi atas suatu kasus. 2. Substansi TAP Bersifat Problematik, Menyeluruh, dan Terbuka- Terarah Soal yang bersifat problematik ialah soal-soal yang memuat permasalahan dan hanya dapat dijawab bila mahasiswa menguasai konsep-konsep bidang ilmu, keguruan kependidikan, kepribadian dan keprofesionalan secara memadai. Menyeluruh
  • 7. 3 artinya jawaban yang diminta menuntut kemampuan mahasiswa untuk mengaitkan unsur-unsur keilmuan dari berbagai mata kuliah secara terpadu dengan fenomena atau situasi nyata dalam pembelajaran. Terbuka-terarah artinya soalsoal TAP memungkinkan mahasiswa menjawab dari sudut pandang yang berbeda berdasarkan teori, prinsip, prosedur yang telah dipelajarinya. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. TAP merupakan ujian akhir program sarjana yang mengukur penguasaan kompetensi mahasiswa atas suatu program yang diambilnya. Melalui soal TAP, mahasiswa diuji kemampuannya untuk mengidentifikasi, menganalisis, memecahkan masalah, memprediksi atau menilai suatu persoalan pembelajaran/kegiatan pengembangan berdasarkan teori atau pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperolehnya selama mengambil program S1. 2. Untuk memudahkan mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal TAP, setiap mahasiswa hendaknya menguasai materi mata kuliah pendukung TAP. D. BENTUK TAP Soal TAP berbentuk uraian yang dikemas dalam kasus pembelajaran/ kegiatan pengembangan dan dilengkapi dengan serangkaian pertanyaan. Kasus merupakan peristiwa yang khas dan nyata yang terjadi dalam konteks pembelajaran/kegiatan pengembangan di kelas. Kasus yang ditulis mencakup unsur-unsur: paparan peristiwa, masalah yang menjadi fokus, dan informasi yang terkait dengan masalah. Untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam kasus perlu dilakukan langkah- langkah yang tergambar dalam skema sebagai berikut. Kerangka Berpikir Memecahkan Kasus  Membaca dan mempelajari kasus dengan cermat.  Mengidentifikasi berbagai informasi kunci atau penting yang terdapat di dalam kasus.  Mengaitkan informasi-informasi tersebut sehingga muncul permasalahan atau pertanyaan dari kasus tersebut.  Menganalisis penyebab masalah dari kasus itu.  Mengembangkan alternatif pemecahan masalah.  Menganalisis kekuatan dan kelemahan setiap alternatif.  Memilih satu alternatif yang dianggap paling efektif.  Menyusun dan menuliskan jawaban dari masalah/kasus tersebut. Langkah-langkah tersebut merupakan kerangka berpikir yang harus dimiliki seluruh mahasiswa dalam memahami dan menganalisis kasus. Hal ini sangat penting dan harus dipraktekkan oleh seluruh mahasiswa secara sendiri dan bersama-sama pembimbing dalam kegiatan bimbingan TAP.
  • 8. 4 Hasil dari langkah-langkah dalam memahami dan menganalisis kasus seperti di atas, bukan merupakan jawaban atas pertanyaan yang ada dalam soal TAP. Contoh soal TAP berbasis kasus beserta pertanyaan dan jawaban untuk beberapa program studi yang tertuang dalam Lampiran 3 pedoman ini, bukan merupakan satu set utuh soal TAP, melainkan hanya sebagian saja.
  • 9. 5 BAB III PEMBAHASAN A. PEMBAHASAN KASUS Pada suatu pagi, Pak Taulani sedang mengajar di kelas 4 SD di daerah pinggiran Kota Jakarta dengan topik ‘Jenis-jenis kekayaan alam Indonesia dan Persebarannya’. Pak Taulani adalah kepala sekolah di SD tersebut, di sela-sela kesibukannya, Pak Taulani juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan kegiatan mengajar di kelas selama 6 jam per minggunya. Pak Taulani merencanakan agar pelajaran IPS selesai pada hari itu juga, karena pekerjaannya sebagai kepala sekolah cukup banyak dan cukup menyita waktunya. Pak Taulani merumuskan tujuan pembelajaran pada hari itu di papan tulis sebagai berikut: ‘Agar siswa di kelas IV dapat menjelaskan kekayaan alam yang ada di Indonesia dan di lingkungan sekitar siswa’. Pada kesempatan itu Pak Taulani memulai proses pembelajaran dengan menempelkan gambar sawah, kebon karet, nelayan, pabrik kilang minyak lepas pantai, tambang batu bara, hutan, danau, dan sebagainya di papan tulis. Pak Taulani mulai menjelaskan jenis-jenis kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui. Pada saat pembelajaran berlangsung, beberapa orang anak mengamati gambar yang ada di papan tulis dengan serius. Sebagian anak ada yang bertanya seputar gambar yang kurang jelas. Pak Taulani, terliht sekali-sekali bertanya kepada anak secara umum tentang materi yang sedang topik/materi yang mereka pelajari pada hari itu. Di akhir pelajaran Pak Taulani memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya bila ada hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa. Namun, tidak ada anak yang merespon ataupun mengajukan pertanyaan: Pak Taulani mengambil kesimpulan bahwa anak-anak sudah mengerti pelajaran ynag telah diberikan. Pak Taulani kemudian membagikan LKS kepada anak-anak untuk dikerjakan dalam kelompok, dan anak-anak diberikan waktu 20 menit untuk mendiskusikan pertanyaaan yang ada dalam LKS tersebut. Setelah 20 menit kemudian, Pak Taulani membahas sola-soal yang ada dalam LKS dan menuliskan jawabannya di papan tulis. Anak-anak diminta untuk mencocokkan jawaban yang mereka buat dengan jawaban yang ditulis oleh Pak Taulani di depan kelas. a. Pertanyaan 1. Deskripsikan secara singkat, suasana pembelajaran yang terjadi di kelas Pak Taulani dilihat dari sisi guru yang mengajar, dari sisi siswa yang belajar, dan dari sisi interaksi guru-siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  • 10. 6 2. Kembangkan alternatif solusi untuk mengatasi atau memperbaiki pembelajaran tersebut. Beri alasan, mengapa alternatif tersebut yang Anda pilih. Rumuskan pula masalah yang akan dijadikan acuan dalam perbaikan pembelajaran tersebut. 3. Berdasarkan jawaban pada nomor 2, kembangkan pokok-pokok Rencana Perbaikan, yang minimal mencakup: tujuan pembelajaran, tujuan perbaikan pembelajaran, materi, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi. b. Jawaban 1. Dilihat dari sisi guru yang mengajar Suasana pembelajaran Pak Taulany monoton, kurang menyenangkan karena Pak Taulani tidak bersungguh-sungguh atau tidak sepenuh hati dalam mengajar yang dipikirannya pembelajaran pada hari itu selesai secepatnya. Terdapat pada alinea pertama yaitu “Taulani merencanakan agar pelajaran IPS selesai pada hari itu juga Karena pekerjaannya sebagai kepala sekolah cukup banyak dan cukup menghabiskan waktu. Pada awal pembelajaran Pak Taulany merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari itu di papan tulis tanpa kegiatan apresepsi sebelum menjelaskan materi, Pak Taulani menempelkan beberapa gambar yang ditempelkan di papan tulis. Pak Taulany kurang merespon siswanya pada saat pembelajaran berlangsung serta kurang memperhatikan atau mendampingi siswanya pada saat diskusi titik Pak Taulany tidak memberikan penilaian terhadap tugas yang diberikan kepada siswanya. Dilihat dari sisi siswa yang belajar Suasana pembelajaran membosankan sehingga membuat siswa-siswi jenuh dalam menerima informasi. Aktivitas siswa mendengarkan dan menyimak apa yang disampaikan oleh guru, Hal itu membuat siswa kurang aktif/pasif dalam pembelajaran Meskipun begitu, pada saat penjelasan materi beberapa orang anak mengamati gambar yang ada di papan tulis dengan serius dan sebagian anak ada yang bertanya seputar gambar yang kurang jelas. Dilihat dari sisi intraksi guru siswa siswi selama proses pembelajaran berlangsung Suasana interaksi guru dan siswa berdasarkan strategi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran melalui media kurang kondusif dan kurang terarah variasi dalam pola interaksi pembelajaran hanya berlangsung satu arah. Pak Taulani hanya sekedar menjelaskan materi kepada seluruh siswa dan siswi hanya mendengarkan sekaligus menyimak tanpa ada Kegiatan tanya jawab. Terdapat pada alinea ke-4 yaitu “di akhir pelajaran Pak Taulani memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya bila ada hal hal yang belum dimengerti oleh siswa. Namun tidak ada anak yang merespon”. 2. Alternatif solusi untuk mengatasi atau memperbaiki pembelajaran tersebut yaitu
  • 11. 7 Menerapkan model pembelajaran kreatif produktif Alasannya Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai teori pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Teori dan pendekatan tersebut antara lain belajar aktif, belajar kreatif pendekatan konstruktif, serta belajar kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap teori atau pendekatan tersebut disintegrasikan sehingga menghasilkan suatu model yang kemungkinan siswa mengembangkan kreativitas serta menghasilkan sesuatu sebagai produk yang bersumber dari pemahaman siswa terhadap konsep yang sedang dikaji. Dengan mengacu kepada karakteristik tersebut pembelajaran kreatif dan produktif diasumsikan akan mampu memotivasi siswa dalam melaksanakan berbagai kegiatan sehingga mereka merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara kreatif oleh karena itu karakteristik yang seperti ini, model pembelajaran kreatif dan produktif ini dapat diterapkan dalam pembelajaran berbagai bidang studi dengan topik-topik yang bersifat terbuka baik yang bersifat abstrak maupun yang bersifat konkret. Selain menggunakan media gambar Pak Taulany juga dapat menggunakan media peta atau audio visual untuk lebih memperjelas kepada siswa terkait jenis-jenis kekayaan alam dan tempat persebaran kekayaan alam di Indonesia sehingga siswa tidak hanya mengetahui macam-macam kekayaan alam tetapi juga mengetahui tempat persebaran kekayaan alam di Indonesia. Rumusan masalah yang dijadikan acuan dalam perbaikan pembelajaran tersebut “Bagaimana meningkatkan kreatifitas siswa kelas IV Sd terhadap konsep jenis jenis kekayaan alam indonesia dan persebarannya melalui penggunaan model pembelajaran kreatif –produktif?”.
  • 12. 8 BAB IV Kesimpulan Dari pembahasan kasus diatas dapat di simpulkan bahwa dengan Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai teori pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA . Teori dan pendekatan tersebut antara lain belajar aktif, belajar kreatif pendekatan konstruktif, serta belajar kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap teori atau pendekatan tersebut disintegrasikan sehingga menghasilkan suatu model yang kemungkinan siswa mengembangkan kreativitas serta menghasilkan sesuatu sebagai produk yang bersumber dari pemahaman siswa terhadap konsep yang sedang dikaji.
  • 13. 9 LAMPIRAN RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (model pembelajaran Kreatif-Produktif) Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IV/1 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Standar Kompetensi Memahami sejarah, kenampakan alam, dn keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan propinsi Kompetensi Dasar Menunjukkan jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat. Indikator 1. Menjelaskan sumber daya alam 2. Menjelaskan sumber daya alam yang dapat diperbaharui 3. Menjelaskan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. 4. Mengidentifikasi persebaran sumber daya alam di Indonesia 5. Menyebutkan sumber daya alam I. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat: 1. menjelaskan sumber daya alam 2. menjelaskan sumber daya alam yang dapat diperbaharui 3. menjelaskan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. 4. mengidentifikasi persebaran sumber daya alam di Indonesia 5. menyebutkan minimal 3 manfaat sumber daya alam II. Materi Ajar
  • 14. 10 Sumber daya alam di Indonesia III. Metode Pembelajaran 1. ceramah-tanya jawab 2. Diskusi-Presentasi 3. Pemberian tugas 4. Observasi IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran a. Orientasi 1. Siswa memperhatikan tujuan yang akan dicapai, topik yang akan dibahas, waktu yang tersedia, langkah-langkah yang perlu dilakukan, penilaian yang akan diterapkan. 2. Siswa menyampaikan pendapatnya tentang langkah kerja, hasil akhir yang diharapkan, dan penilaian. 3. Siswa melakukan negosiasi dengan guru untuk memperoleh kesepakatan tentang aspek-aspek langkah kerja, hasil akhir, dan penilaian yang akan dilakukan. b. Eksplorasi 1. Siswa membaca buku ajar, artikel, dan handout tentang sumber daya alam. 2. Siswa melakukan browsing (gambar dan artikel) di internet tentang sumber daya alam. 3. Siswa melakukan observasi di sekitar sekolah tentang sumber daya alam. 4. Siswa secara berkelompok melakukan diskusi tentang sumber daya alam. c. Interpretasi 1. Siswa melakukan tanya jawab sumber daya alam 2. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang sumber daya alam. d. Re-kreasi 1. Siswa secara berkelompok membuat peta konsep/skema hasil pemahamannya tentang sumber daya alam. 2. Siswa memajangkan hasil kreasinya pada papan halus (softboard) yang telah disediakan Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran. 3. Siswa mengerjakan soal-soal sebagai pos tes secara tertulis. 4. Guru menutup kegiatan belajar. V. Alat Peraga/Media/Sumber Belajar/Buku Sumber a. Alat peraga/Media Pebelajaran/Sumber belajar: 1) gambar 2) internet 3) kartu berpasangan 4) lingkungan sekitar sekolah
  • 15. 11 5) papan pajangan b. Buku Sumber: Winardi. 2008. IPS untuk SD kelas 4, Jakarta: Galaxy Puspa Mega VI. Evaluasi a. Prosedur : proses dan postes b. Jenis evaluasi : kinerja dan tertulis c. Instrume : Lembar pengamatan dan soal (terlampir) d. kriteria keberhasilan : Peserta didik dianggap berhasil apabila memperoleh nilai minimal 7,5 Mahasiswa AHMAD BADRI NIM. 858036846