Menjadi Yang Terdepan 
Melalui Budaya Perusahaan 
Yang Kokoh Dan Transparan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Jika Pembaca hanya memiliki waktu 
beberapa menit saja untuk membaca 
Laporan Tahunan ini, silakan membuka 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 1 
halaman 4 dari Laporan Tahunan 
ini atau bagian Ringkasan Laporan 
Tahunan 2011.
Daftar Isi 
Misi, Visi dan Filosofi 
VISI , MISI DAN FILOSOFI 
RINGKASAN LAPORAN TAHUNAN 2011 
MENJADI YANG TERDEPAN MELALUI BUDAYA 
PERUSAHAAN YANG KOKOH DAN TRANSPARAN 
SAMBUTAN DARI MENTERI PARIWISATA DAN 
EKONOMI KREATIF 
TESTIMONI KONSUMEN 
TESTIMONI DISTRIBUTOR 
STRATEGI PERUSAHAAN 
NILAI-NILAI PERUSAHAAN 
SEKILAS ADIRA FINANCE 
POKOK-POKOK KINERJA 2011 
IKHTISAR KEUANGAN 
IKHTISAR SAHAM DAN OBLIGASI 
RANGKAIAN KEGIATAN DAN PENGHARGAAN 2011 
LAPORAN DARI KOMISARIS UTAMA 
LAPORAN DARI DIREKTUR UTAMA 
2 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
3 
5 
8 
12 
18 
24 
30 
34 
38 
42 
46 
54 
88 
98 
106 
120 
136 
140 
164 
174 
184 
294 
308 
312 
344 
354 
356 
368 
378 
488 
508 
510 
528 
TINJAUAN PASAR DAN STRATEGI 
LAPORAN USAHA 
• Operasional, Pemasaran dan dan Jaringan Usaha 
• Teknologi Informasi 
• Sumber Daya Manusia 
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 
MANAJEMEN RISIKO 
LAPORAN BERKELANJUTAN 
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN 
MENYONGSONG TAHUN 2012 
DATA PERUSAHAAN 
• Profil Dewan Komisaris dan Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris 
• Profil Direksi 
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN DAN LAPORAN KEUANGAN 
PEJABAT SENIOR 
STRUKTUR ORGANISASI 
ALAMAT JARINGAN USAHA PERUSAHAAN 
REFERENSI PERATURAN BAPEPAM DAN LK NO. X.K.6
Daftar Isi 
Misi, Visi dan Filosofi 
Misi: 
Mewujudkan impian esok pada hari ini untuk masyarakat 
Sebagai salah satu perusahaan yang menjalankan usahanya pada bidang industri jasa keuangan, 
khususnya jasa pembiayaan konsumen membuat Adira Finance mempunyai hubungan usaha 
yang sangat erat dengan masyarakat yang secara langsung menjadi konsumen Perusahaan. Adira 
Finance menyediakan fasilitas pembiayaan konsumen kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat 
mewujudkan impian mereka untuk memiliki kendaraan bermotor pada hari ini, tanpa harus menunggu 
hari esok. Masyarakat mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui Adira Finance untuk kepemilikan 
kendaraan bermotor, yang mana mereka tidak perlu menunggu hingga dana milik mereka tercukupi 
untuk memiliki kendaraan bermotor. Dengan adanya pembiayaan yang hanya membutuhkan uang muka 
yang relatif ringan dan terjangkau, masyarakat dapat mewujudkan impian mereka pada saat ini juga 
dalam memiliki kendaraan bermotor. 
Visi: 
Menjadi Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia 
Adira Finance bertekad untuk menjadi “Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia” yang keberadaannya 
sangat diperhitungkan baik oleh pesaing maupun pasar. Sebagai salah satu perusahaan 
pembiayaan terbesar di Indonesia saat ini, Adira Finance terus berusaha mewujudkan impiannya untuk 
menjadi “Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia”, yang mana Perusahaan telah mempunyai rencana 
strategis jangka pendek, menengah dan panjang untuk mewujudkan impian tersebut. Adira Finance 
terus berbenah diri, dimulai dari aspek pelayanan kepada konsumen, sumber daya manusia, teknologi 
informasi, kemampuan diversifikasi hingga kecukupan pendanaan untuk pembiayaan kosumen. 
Aspirasi Adira Finance adalah menjadi pilihan utama untuk berkarya bagi dan yang dihormati oleh 
konsumen, rekan usaha, karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan. Dengan perencanaan 
dan proses yang telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan sampai saat ini, Adira Finance yakin 
dapat menjadi Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia, yang mana Adira Finance tidak hanya dikenal 
dan disegani sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, namun juga sebagai 
perusahaan pembiayaan bertaraf internasional dengan sistem pembiayaan dan pelayanan kelas dunia, 
sehingga Adira Finance dapat turut memberikan kontribusi dan menjadi kebanggaan bagi Bangsa. 
Filosofi: 
Adira Finance percaya bahwa kerjasama yang berdasarkan saling percaya dan saling menghormati 
Untuk memberikan hasil kerja yang terbaik dan berkomitmen melalui 
kerjasama yang berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat 
akan memberikan hasil kerja yang optimal bagi seluruh karyawannya dan secara keseluruhan akan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 3 
memberikan kinerja yang terbaik bagi Perusahaan. 
Filosofi ini harus melekat pada seluruh karyawan dan menjadi kultur dalam lingkungan kerja Adira 
Finance, sehingga seluruh karyawan mempunyai kesamaan tekad dalam mencapai hasil kerja terbaik 
dan berkomitmen.
Ringkasan 
Laporan 
Tahunan 2011 
4 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Topeng atau benda yang dipakai di atas wajah, umumnya digunakan untuk 
menghormati sesembahan, berhubungan dengan roh-roh leluhur, ataupun 
memperjelas beragam watak manusia dalam suatu kesenian. 
Seni topeng telah masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke -16. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 5
Ringkasan Laporan 
Tahunan 2011 
Jika Bapak/Ibu hanya memiliki waktu beberapa menit saja untuk membaca Laporan Tahunan ini, maka berikut 
ini kami sajikan ringkasan Laporan Tahunan Adira Finance Tahun 2011. 
KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN 
Susunan Kepengurusan Adira Finance mengalami perubahan yaitu dengan pengunduran diri Erida Gunawan 
dalam susunan Direksi sebagai Direktur dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011. 
Susunan Dewan Komisaris Perusahaan mengalami perubahan, yang mana dalam RUPS Tahunan yang 
diadakan pada tanggal 28 April 2011, Theodore Permadi Rachmat telah mengundurkan diri dari jabatannya 
selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perusahaan, posisinya sebagai Komisaris Utama 
digantikan oleh Ho Hon Cheong yang sebelumnya adalah Komisaris Perusahaan. Selain itu, terdapat anggota 
baru dalam jajaran anggota Dewan Komisaris Perusahaan yaitu Pande Radja Silalahi sebagai Komisaris 
merangkap Komisaris Independen Perusahaan. 
Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan pada saat ini adalah: 
Direksi 
Direktur Utama 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Komisaris 
Komisaris Utama 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris 
Komisaris 
Komisaris 
KINERJA KEUANGAN 
Didukung oleh upaya yang kuat dan tiada henti untuk memberikan hasil terbaik yang ditandai dengan 
pencapaian: 
• Piutang pembiayaan konsumen yang dikelola manajemen meningkat sebesar 34,4% menjadi Rp 41,2 triliun. 
• Jumlah pembiayaan baru Adira Finance juga mengalami kenaikan sebesar 25,5% dibandingkan dengan 
tahun 2010 yaitu mencapai Rp 32,6 triliun. 
• Piutang pembiayaan konsumen bermasalah dapat dijaga pada tingkat yang wajar sebesar 1,3%. 
• Laba bersih Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 7,9% menjadi Rp 1,583 triliun. 
KINERJA OPERASIONAL 
• Jumlah jaringan usaha meningkat menjadi 653 jaringan usaha. 
• Jumlah konsumen baru tumbuh sebesar 23,2% atau mencapai lebih dari 3,5 juta konsumen. 
• Jumlah karyawan meningkat menjadi lebih dari 28.000 karyawan 
HARGA SAHAM 
Rata-rata harga saham ADMF di Bursa Efek Indonesia meningkat sebesar 19,3% pada akhir tahun 2011 dari 
rata-rata harga penutupan tahun 2010. Rata-rata volume perdagangan bulanan saham ADMF turun sebesar 
16,9% menjadi 541.250 transaksi dari 651.667 transaksi pada tahun 2010. 
6 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
: Stanley Setia Atmadja 
: Marwoto Soebiakno 
: Hafid Hadeli 
: Ho Lioeng Min 
: I Dewa Made Susila 
: Ho Hon Cheong 
: Djoko Sudyatmiko 
: Eng Heng Nee Philip 
: Pande Radja Silalahi 
: Muliadi Rahardja 
: Vera Eve Lim 
: Rajeev Kakar
Ringkasan Laporan 
Tahunan 2011 
KEBIJAKAN DIVIDEN 
Adira Finance telah berkomitmen untuk memberikan pengembalian investasi para pemegang saham dengan 
melakukan pembayaran dividen dengan jumlah sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 atau 
sebesar Rp 954,14 per saham. Pembagian dividen telah dilakukan Perusahaan pada tanggal 28 Juni 2011. 
TATA KELOLA PERUSAHAAN 
Adira Finance telah berupaya secara terus-menerus untuk meningkatkan penerapan praktik Tata Kelola 
Perusahaan yang Baik berdasarkan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan 
sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Selama tahun 
2011, Perusahaan telah melaksanakan beberapa upaya untuk meningkatkan praktik Tata Kelola Perusahaan 
yang Baik, termasuk menyiapkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan mensosialisasikannya 
kepada seluruh karyawan di dalam organisasi Perusahaan serta melakukan penilaian atas penerapan prinsip-prinsip 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 7 
Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
Untuk menjamin diterapkannya prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Direksi telah memiliki Komite 
Manajemen Risiko dan Komite Kepatuhan. Komite-komite ini beranggotakan anggota Direksi dan juga pejabat-pejabat 
senior Perusahaan. Selama tahun 2011, komite-komite ini telah memberikan rekomendasi-rekomendasi 
yang bermanfaat bagi peningkatan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 
Sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya, Adira Finance telah secara 
aktif melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial melalui berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan. 
Sebagai salah satu wujud dari komitmen Adira Finance atas tanggung jawab sosial Perusahaan, maka Laporan 
Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan kembali disajikan secara khusus dalam Laporan Tahunan 
2011 ini. 
PROSPEK USAHA 
Adira Finance memiliki optimisme yang cukup tinggi terhadap pertumbuhan dan perkembangan usaha 
Perusahaan. Optimisme tersebut didukung dengan perekonomian Indonesia yang relatif stabil, dengan 
pertumbuhan pada tahun 2012 yang diperkirakan akan mencapai 6% serta situasi politik dan keamanan yang 
sangat terjaga. Kondisi tersebut diperkirakan akan memicu potensi pertumbuhan dalam berbagai sektor industri 
pada tahun 2012, termasuk salah satunya adalah industri otomotif. Perkiraan akan kondisi makro ekonomi 
tersebut disambut dengan positif dan telah menumbuhkan optimisme dari pelaku usaha di industri otomotif, 
yang mana banyak dari kalangan pelaku usaha di industri otomotif memperkirakan penjualan nasional atas 
sepeda motor akan bertumbuh hingga mencapai 8,4 juta unit dan penjualan nasional atas mobil akan meningkat 
hingga sekitar 950 ribu unit pada tahun 2012. Dengan semakin tumbuhnya pasar kendaraan bermotor akan 
memberikan peluang bagi Perusahaan untuk terus mengembangkan usahanya. Selain peningkatan pasar 
kendaraan bermotor, kecenderungan penurunan suku bunga kredit perbankan juga memberikan peluang 
tambahan bagi Perusahaan. 
Dengan strategi yang telah disiapkan, didukung oleh kapasitas yang telah ada dalam Perusahaan dan 
kemampuan Perusahaan dalam menangkap setiap kesempatan, maka kami yakin bahwa Perusahaan akan 
tetap dapat menjalankan misinya untuk “Mewujudkan Impian Esok pada Hari ini bagi Masyarakat” dan dapat 
tetap menjadi pilihan utama karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, karyawan 
dan pemangku kepentingan Perusahaan.
Menjadi Yang Terdepan 
8 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Melalui Budaya 
Perusahaan yang 
Kokoh Dan Transparan
Tarian ini merupakan satu diantara rangkaian acara pada festival hari jadi kota Solok yang 
menampilkan budaya adat “baralek gadang” (pesta akbar) dari 13 adat dan budaya Solok 
termasuk Pawai Budaya dan Makan Baronjin, “batunduak”(sungkeman) dan seni tradisional 
lainnya seperti “saluang”, “gambus”dan “gamad”. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 9
Menjadi Yang Terdepan Melalui 
Budaya Perusahaan yang Kokoh 
dan Transparan 
Pencapaian pertumbuhan ekonomi dan daya tahan perekonomian Indonesia yang solid pada tahun 2011, 
tercermin dari indikator makro ekonomi yang membaik dan peringkat layak investasi dari Fitch Rating Agency 
dan Moody’s Rating dengan outlook ‘Stabil’. Hal ini tidak terlepas dari dukungan permintaan domestik yang 
sangat kuat serta prospek pertumbuhan masing-masing industri yang masih cukup cerah di Indonesia, juga 
didukung oleh kepercayaan para investor yang makin meningkat terhadap kinerja perusahaan-perusahaan di 
Indonesia, khususnya perusahaan-perusahaan publik. 
Pada sisi lainnya, segala perbaikan kondisi investasi di Indonesia tersebut, telah menuntut makin 
ditingkatkannya penerapan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik secara berkesinambungan, yang 
di Indonesia didasarkan pada prinsip-prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Tanggung Jawab, Independensi, 
dan Kewajaran. 
Tema laporan kami pada tahun 2011 ini mencoba mengedepankan prinsip Transparansi (Keterbukaan), yang 
telah menjadi salah satu landasan bagi Adira Finance untuk melaksanakan penerapan Tata Kelola Perusahaan 
yang Baik, yang juga telah menjadi budaya Perusahaan sejak dikembangkannya lebih dari dua dekade lalu. 
Melalui penerapan prinsip-prinsip keterbukaan yang tertanam di dalam budaya Perusahaan yang menghargai 
berbagai dinamika perubahan di dalam organisasi, namun tetap memiliki team synergy yang kokoh yang 
didasarkan atas nilai–nilai Culture Collective Leaders yang berkesinambungan dan sistem komunikasi yang 
telah berjalan baik secara internal dan eksternal, maka Adira Finance telah berhasil mengukir berbagai 
pertumbuhan yang membanggakan. Di sisi pasar, meningkatnya pilihan konsumen terhadap produk-produk 
jasa pembiayaan yang disediakan Perusahaan antara lain tercermin dari peningkatan jumlah asset 
kredit yang dikelola Perusahaan sebesar lebih dari 67 kali lipat menjadi Rp 41,2 Triliun sepanjang periode 
2000 - 2011, serta jumlah jaringan usaha yang bertumbuh lebih dari 16 kali lipat, mencapai 653 jaringan 
usaha. Pertumbuhan jangkauan penjualan ini telah berkontribusi terhadap peningkatan keuntungan bersih 
Perusahaan sebesar lebih dari 176 kali lipat menjadi lebih dari Rp 1,58 Triliun pada akhir tahun 2011. 
Pertumbuhan Aset dan Keuntungan yang tetap meningkat secara konsisten tersebut telah menjadikan 
Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor multi-brand terbesar di pasar domestik 
saat ini. 
10 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Menjadi Yang Terdepan Melalui 
Budaya Perusahaan yang Kokoh 
dan Transparan 
Melanjutkan berbagai keunggulan nilai-nilai budaya Perusahaan yang tercermin dalam berbagai pencapaian 
dan telah mendapat kepercayaan dan sambutan baik dari masyarakat sampai saat ini, merupakan landasan 
utama bagi Manajemen Perusahaan untuk terus mengembangkan penyajian informasi finansial dan non-finansial 
yang makin berkualitas dan dapat dipercaya, bagi kepentingan para Pemangku Kepentingan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 11 
(Stakeholders). 
Manajemen Perusahaan telah menyadari fungsi pelaksanaan prinsip Transparansi (Keterbukaan) bagi 
kepentingan para Pemangku Kepentingan untuk makin meningkatkan nilai Perusahaan di masa mendatang : 
• Pelaksanaan standar Keterbukaan yang tinggi pada akhirnya akan membantu menurunkan biaya 
investasi modal dan tersedianya informasi yang terpercaya akan meningkatkan kepercayaan para 
pengambil keputusan di dalam organisasi Perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat yang 
dapat meningkatkan pertumbuhan dan keuntungan Perusahaan; 
• Tersedianya informasi Perusahaan yang terpercaya juga akan membantu para Pemegang Saham, 
Investor dan Kreditor dalam memilih jenis investasi yang dapat mereka lakukan di Perusahaan dengan 
pemahaman yang tepat akan setiap resiko investasi tersebut; 
• Sebagai Perusahaan publik yang berpegang pada ketentuan otoritas Pasar Modal, maka Perusahaan juga 
akan senantiasa membantu konsumennya untuk mendapatkan berbagai informasi korporasi, termasuk 
perkembangan kebijakan pendanaan Perusahaan yang saling menguntungkan dan dapat membantu 
konsumen merealisasikan impian mereka untuk memperoleh kendaraan bermotor dengan cara yang 
mudah namun tetap berhati-hati; 
• Pelaksanaan prinsip keterbukaan informasi tentang kegiatan tanggung-jawab sosial yang selama 
ini dilakukan dan akan tetap dikembangkan Perusahaan juga akan membantu Komunitas di sekitar 
lingkungan operasional Perusahaan untuk memahami standar-standar etika serta memberi dukungan 
untuk tetap melestarikan lingkungan; dan 
• Pengembangan standar-standar manajemen resiko dan auditing yang baik yang telah dilakukan oleh 
Perusahaan dan tetap dikomunikasikan melalui pelaporan finansial dan non-finansial juga akan makin 
meningkatkan kemampuan Manajemen Perusahaan dalam mengenali setiap resiko atas kegiatan 
operasionalnya dan makin meningkatkan kompetensi Perusahaan sebagai Perusahaan yang terpercaya 
di pasar pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia.
Sambutan Dari Menteri 
12 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Pariwisata Dan 
Ekonomi Kreatif 
Republik Indonesia
Tenun tradisional Dayak Kalimantan Barat terdapat di beberapa daerah: 1. Tenun Sambas, 2. Tenun Belitang di Kumpang 
Ilong Kabupaten Sekadau, 3. Tenun Ensaid Panjang Kabupaten Sintang dan 4. Tenun Kapuas Hulu. Setiap tahapan 
pembuatan kain tenun dan pakaian adat telah melalui ritual-ritual tertentu. Motif-motif kain tenun Dayak tersebut berasal 
dari inspirasi, mimpi dan pengetahuan dari leluhur untuk memberi nasihat, pantangan dan semangat hidup. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 13
1144 || LLaappoorraann TTaahhuunnaann AAddiirraa FFiinnaannccee 22001111 
Mari Elka Pangestu 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia 
14 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 15
16 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Air Terjun(Curug) Cikaso, berada di kawasan Wisata Ujung Genteng, antara daerah Jampang Kulon dan Surade, 
dimana Cikaso adalah nama sungai yang mengalir di hulu air terjun ini yaitu di Sukabumi Utara, dan bermuara di 
pantai Selatan kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Dari hulu hingga muaranya, air sungai Cikaso ini mengaliri 
beberapa tebing sungai, sehingga membentuk curahan air terjun yang menakjubkan.
18 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Testimoni 
Konsumen
Merak Hijau atau Merak Jawa (Pavo Muticus) adalah satu dari tiga spesies merak dengan 
bulu-bulu Indah yang dipamerkan burung jantan saat musim berbiak. Burung carnivore yang 
pandai terbang dan jantan dewasanya dapat mencapai 300cm ini tersebar di hutan padang 
rumput terbuka di China, Indocina dan Jawa, Indonesia. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 19
Testimoni Konsumen 
20 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Faozanolo Zebua 
Pekerjaan: 
Pemilik Koperasi Cipta 
Usaha Mandiri 
Guna operasional usaha koperasi 
yang saya miliki, saya membutuhkan 
kendaraan bermotor untuk mencari 
nasabah, dan Adira Finance menjadi 
pilihan yang terbaik. Pelayanan 
yang diberikan Adira Finance Kantor 
Cabang Kelapa Gading sangat 
memuaskan, mudah dan sangat 
cepat. Proses pembayaran juga tidak 
sulit, apalagi kini saya bisa membayar 
melalui Kantor Pos, sehingga semakin 
memudahkan saya. Terima kasih 
Adira Finance, sukses selalu. 
Misbah 
Pekerjaan: Wirausaha 
Peralatan Memasak 
Bekerjasama dengan Adira Finance 
merupakan pilihan yang tepat bagi 
saya untuk mendukung usaha saya 
yang terus berkembang dengan pesat. 
Berkat Adira Finance, saat ini saya 
telah memiliki 7 unit sepeda motor 
dan 1 unit mobil untuk mendukung 
operasional usaha saya. Saya sangat 
puas dan terbantu dengan pelayanan 
Adira Finance, khususnya cabang 
Bandung selama ini. 
Setiarto 
Pekerjaan: 
Pedagang Tikar 
Untuk membantu perkembangan 
usaha saya berjualan tikar, saya 
mengajukan kredit sepeda motor 
di Adira Finance Ambarawa. Berkat 
sepeda motor tersebut, saya bisa 
memperbesar usaha saya hingga 
produk yang saya jual laku dipasarkan 
di beberapa kota di pulau Jawa, 
Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu, 
dengan kemudahan fasilitas kredit dari 
Adira Finance, saya pun mengajukan 
kredit mobil sebagai alat transportasi 
untuk membawa barang dagangan 
lebih banyak. Berkat kemitraan yang 
baik dengan Adira Finance, omset 
usaha saya terus meningkat. Siapapun 
bisa meraih impian, seperti saya 
bersama-sama Adira Finance! 
Pulang dan pergi bekerja dengan 
menggunakan transportasi umum memang 
membutuhkan biaya yang besar, karena itu, 
saya mempertimbangkan untuk membeli 
sepeda motor sendiri sehingga bisa lebih 
hemat, baik dari segi waktu maupun 
biaya. Akhirnya saya memutuskan untuk 
mengambil pembiayaan sepeda motor di 
Adira Finance karena proses persetujuan 
yang cepat, bunga yang terjangkau dan saya 
tahu BPKB pasti aman. Proses pembayaran 
angsuran pun mudah, bisa melalui kantor 
pos, mesin ATM, maupun di kasir kantor 
cabang Adira Finance. Saya pun menerima 
kartu ACM (Adira Club Member) yang 
bilamana digunakan di bengkel saat servis 
kendaraan ataupun ketika bertransaksi di 
merchant rekanan, saya bisa mendapatkan 
potongan harga. Semoga Adira Finance 
dapat meningkatkan lagi pelayanannya 
yang sudah baik sehingga dapat menjadi 
perusahaan terbesar dan nomor satu di 
Indonesia, serta semakin sukses. The best 
untuk Adira Finance! 
Maria Ulfa 
Pekerjaan: 
Karyawati Swasta
Testimoni Konsumen 
H. Gufron 
Pekerjaan: Pengusaha Songkok 
Sebagai pengusaha songkok, 
selama ini saya harus bergantung 
kepada jasa pengiriman 
untuk membeli bahan dan 
mendistribusikan songkok. Hingga 
satu waktu, saya memutuskan 
untuk membeli kendaraan sendiri 
guna mempercepat proses 
pengiriman. Saya membeli 
kendaraan bermotor dengan 
menggunakan pembiayaan 
melalui Adira Finance dan saya 
mengajukan aplikasi kepada 
Adira Finance yang ada di Gresik. 
Ternyata mengajukan pembiayaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 21 
Tata Kustiawan 
Pekerjaan: Pemilik Toko 
Kelontong “Toko Abah Yaya” 
Saya sangat berterima kasih kepada Adira Finance yang selama ini sangat 
membantu usaha toko saya yang menjadi sangat berkembang. Pelayanan 
dengan hati, keramahan para karyawan dan kedekatan yang sudah terjalin 
selama ini membuat saya sangat nyaman bekerjasama dengan Adira 
Finance. Terima kasih Adira Finance, semoga semakin maju dan bisa 
membantu lebih banyak lagi para pengusaha kecil seperti saya. 
kendaraan bermotor di Adira 
Finance merupakan keputusan 
yang tepat, proses aplikasi dan 
survei dijalankan dengan cepat dan 
tidak bertele-tele. Hingga saat ini, 
saya telah membeli dua kendaraan 
melalui jasa pembiayaan Adira 
Finance. Akhirnya usaha saya bisa 
lebih berkembang dengan adanya 
kendaraan sendiri sehingga 
pesanan yang saya terima pun 
bertambah karena semakin 
dipercaya oleh pembeli karena 
mampu mengantar pesanan tepat 
waktu. 
Adira Finance telah mengubah 
nasib saya, dari seorang penjual 
baju di pinggir pasar menjadi 
seorang pemilik 4 toko pakaian 
jadi, “Toko Fin Fik”. Berkat 
mengajukan kredit sepeda 
motor di Adira Finance, selama 
kurang lebih 9 tahun usaha saya 
berkembang pesat. Bagi saya, 
Adira Finance-Tegal khususnya 
adalah mitra usaha kerja yang 
terbaik. Pelayanan yang ramah, 
hubungan baik yang selama 
ini terjalin membuat saya 
menganggap Adira Finance adalah 
bagian dari keluarga saya sendiri. 
Terima kasih Adira Finance, 
sukses dan maju bersama selalu! 
Yardi Efi 
Pekerjaan: Pemilik Toko 
Pakaian “Toko Fin Fik”
Testimoni Konsumen 
22 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Runiek Andjarwani 
Pekerjaan: 
Pengusaha Properti 
“Terpercaya”, itulah opini saya 
mengenai Adira Finance, karena Adira 
Finance adalah salah satu perusahaan 
pembiayaan yang maju sehingga saya 
merasa aman menjadi nasabah Adira. 
Pelayanan yang saya terima dari Adira 
Finance Cabang Tangerang selama 
beberapa tahun menjadi nasabah 
Adira Finance pun sangat cepat dan 
tidak bertele-tele, sehingga di tengah 
kesibukan saya sebagai pemilik 
perusahaan yang bergerak di bidang 
properti menjadi sangat terbantu. 
Harapan saya bagi Adira Finance: 
maju terus! 
Damiri 
Pekerjaan: Pemilik Usaha 
Krupuk “SMG Mulia” 
Untuk menjalankan roda usaha saya, 
“SMG Mulia” (usaha krupuk), saya 
memberikan kepercayaan penuh 
kepada Adira Finance sebagai mitra 
dalam pengembangan usaha saya. 
Sejak tahun 2001 hingga saat ini, saya 
telah mengambil kredit kendaraan 
bermotor sebanyak 16 kali dengan 
catatan pembayaran yang baik yang 
merupakan bukti kepercayaan saya 
kepada Adira Finance. Bersama 
dengan Adira Finance, saya akan 
terus “bergandengan tangan” demi 
mencapai kesuksesan yang lebih 
besar. 
Adira Finance adalah salah satu perusahaan 
pembiayaan Sepeda motor dan mobil 
terbesar saat ini dan saya sebagai seorang 
pengusaha kecil-menengah sangat terbantu 
dengan keberadaan Adira Finance. Pada 
saat saya membutuhkan kendaraan 
operasional berupa Mitsubihi Pick Up 
T120ss, Adira Finance membantu saya 
mewujudkan keinginan memiliki kendaraan 
operasional yang baru tersebut sehingga 
mendukung bisnis saya di bidang material 
kayu bekas dan kusen. Menurut saya, 
pelayanan di Adira Finance Cabang Alam 
Sutera sangat profesional dan sangat 
membantu serta ringkas sehingga saya 
dapat memperoleh kendaraan operasional 
dalam waktu yang singkat pula. Harapan 
saya, tetap dipertahankan pelayanan yang 
sudah baik ini secara konsisten agar Adira 
Finance terus maju. Saya sangat berterima 
kasih kepada Adira Finance yang telah 
membantu saya. 
Deni Atmaja 
Pekerjaan: 
Pedagang Material 
Kayu Bekas 
Titin Sumarni 
Pekerjaan: 
Pemilik Toko Kelontong 
Mengelola toko kelontong tanpa kendaraan 
sendiri bukanlah hal yang mudah. Oleh 
karena itu, saya memutuskan untuk membeli 
sepeda motor secara kredit untuk berbelanja. 
Saat membeli kendaraan, saya memutuskan 
untuk mengajukan permohonan pembiayaan 
kepada Adira Finance karena Perusahaan ini 
mempunyai nama baik yang terpercaya. Selain 
itu, prosesnya pun terbilang cepat dan tidak 
berbelit-belit. Kantor Adira Finance-Bandung 5 
pun cukup dekat, sehingga memudahkan saya 
dalam membayar angsuran bulanan. Harapan 
saya, Adira Finance dapat semakin maju dan 
meningkatkan pelayanannya yang sudah 
sangat baik saat ini. Semoga sukses.
Testimoni Konsumen 
Asmat - Handycraft 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 23
Testimoni 
Distributor 
24 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Rumah adat asli Toraja berupa rumah panggung dari kayu disebut ‘Tongkonan’, artinya ‘duduk bersama-sama’, dan 
selalu dibuat menghadap ke utara, yang dipercaya sebagai sumber kehidupan. Atap tongkonan yang berbentuk perahu 
melambangkan nenek moyang orang Toraja yang datang dari Cina ke pulau Sulawesi dan di atap dipasang tanduk-tanduk 
kerbau yang melambangkan jumlah upacara penguburan yang pernah dilakukan keluarga pemilik tongkonan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 25
Testimoni Distributor 
26 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Johannes Loman 
Executive Vice President Director 
PT Astra Honda Motor (AHM) 
Adira Finance adalah salah satu perusahaan yang sudah memiliki 
wisdom 
Saya melihat Adira Finance adalah salah satu perusahaan yang sudah 
memiliki wisdom, tahu mau kemana, tahu apa kekuatan dan kelemahannya, 
sehingga selalu me-refresh kekuatannya dan mengurangi atau mengeliminir 
kelemahannya. Dari sisi risk management, saya akui Adira Finance adalah 
salah satu yang terbaik. Saya melihat coverage Adira Finance dari tahun ke 
tahun semakin baik, yang tadinya lebih konsentrasi di pulau Jawa dan di 
daerah-daerah tertentu saja, sekarang sudah ke luar pulau Jawa. 
Performance dan pelayanan Adira Finance tidak berfluktuasi, tetapi 
konsisten ke arah yang lebih baik 
Kami hampir tidak pernah mendapat keluhan-keluhan yang berarti 
mengenai pelayanan dari Adira Finance, karena Adira Finance sudah punya 
wisdom, maka boleh dibilang dari segi performance dan pelayanannya 
itu tidak berfluktuasi tetapi konsisten ke arah yang lebih baik. Sepeda 
motor merupakan produk yang menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia 
untuk transportasi yang murah. Oleh sebab itu, kami dari pabrik berusaha 
membuat produk semenarik mungkin. Dengan kiat berusaha sekompetitif 
mungkin, kami pun butuh dukungan dari finance company yang sejalan, 
artinya memiliki competitiveness, memiliki pelayanan yang baik, sehingga 
bisa mencapai filosofi ‘One Heart’ kami bersama dengan finance company. 
Bersama memberikan yang terbaik bagi pelanggan 
Harapan saya, kerjasama ini langgeng dan intinya bisa saling mengerti, 
artinya saling mendukung. Apa yang menjadi kekuatan Adira Finance bisa 
menjadi kekuatan Honda. Sehingga sama-sama kita bisa memberikan yang 
terbaik bagi pelanggan. 
Mengenai AHM 
AHM merupakan ATPM sepeda motor Honda di Indonesia yang didirikan 
pada tanggal 11 Juni 1971 dengan nama PT Federal Motor dan berganti 
nama menjadi AHM pada tahun 2000. Komposisi kepemilikan saham AHM 
yaitu sebesar 50,0% dimiliki oleh PT Astra International Tbk dan sebesar 
50,0% dimiliki oleh Honda Motor Co., Jepang. 
Saat ini, AHM merupakan pemimpin pasar sepeda motor Indonesia dengan 
jumlah karyawan sekitar 19.455 orang. Kapasitas produksi yang dimiliki di 
3 fasilitas pabrik perakitan mencapai 4,3 juta per tahun dengan didukung 
1.774 showroom dealer penjualan, 3.682 layanan service atau bengkel 
resmi AHASS (Astra Honda Authorized Service Station), serta 7.310 gerai 
suku cadang, yang siap melayani jutaan pengguna sepeda motor Honda di 
seluruh Indonesia, ditambah 146 pemasok serta ribuan jaringan lainnya. 
AHM akan terus berkarya dalam menghasilkan sepeda motor yang stylish, 
advance technology, dan hemat bahan bakar serta ramah lingkungan dengan 
harga yang terjangkau sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat 
Indonesia. Hingga akhir tahun 2011, AHM sudah memproduksi sekitar 
33 juta unit sepeda motor.
Testimoni Distributor 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 27 
Dyonisius Beti 
President Director 
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing - 
Yamaha Motor Kencana Indonesia (YIMM-YMKI) 
Adira Finance memberikan dukungan secara konsisten kepada rekan 
usaha 
Kerjasama Yamaha dengan Adira Finance sudah berlangsung cukup lama, 
dan selama ini kami melihat kerjasama ini betul-betul saling menguntungkan. 
Hal utama yang kami lihat adalah Adira Finance secara konsisten terus-menerus, 
dari waktu ke waktu mendukung Yamaha. Meskipun kondisi pasar 
itu bisa turun dan naik, tetapi Adira Finance tetap konsisten mendukung 
Yamaha. 
Adira Finance memiliki coverage area yang merata ke seluruh Indonesia 
Keunggulan yang dimiliki Adira Finance ialah coverage area yang bukan 
hanya menjamur di kota besar saja, tetapi merata ke seluruh Indonesia, 
bahkan sampai ke pelosok-pelosok area, sehingga 1.500 dealer Yamaha 
yang tersebar di seluruh Indonesia bisa bekerjasama dengan Adira secara 
penuh. 
Adira Finance memberikan kerjasama yang melebihi ekspektasi 
Selama tahun 2011 ini, kerjasama Yamaha dengan Adira Finance benar-benar 
melebihi ekspektasi kami, sebab hasil yang kami peroleh bisa 
melebihi target yang telah kami tetapkan di tahun 2010. Semoga kerjasama 
Yamaha dan Adira Finance bisa semakin terjalin dengan baik, sebab 
Yamaha membutuhkan dukungan, sebaliknya Adira Finance membutuhkan 
keuntungan dan kualitas konsumen yang baik. 
Mengenai YIMM-YMKI 
YIMM-YMKI merupakan ATPM dan Marketing sepeda motor Yamaha di 
Indonesia yang mulai beroperasi pada tanggal 6 Juli 1974. Kepemilikan 
sahamnya dikuasai oleh Yamaha Motor Co., Ltd. dan Mitsui & Co., Ltd. 
Dengan kapasitas penjualan sebanyak 3,4 juta unit per tahun yang akan 
ditingkatkan menjadi 3,7 juta unit pada tahun 2012. Dengan dukungan 
oleh sekitar 1.500 jaringan dealer 3S di seluruh Indonesia, Yamaha siap 
memberikan kepuasan konsumennya melebihi ekspetasinya. 
Selain memproduksi untuk kebutuhan domestik, YIMM-YMKI juga 
mengekspor produksi sepeda motor ke 26 negara. Prestasi demi prestasi 
telah diraih oleh YIMM-YMKI, yang mana kesemuanya tersebut tidak terlepas 
dari strategi YIMM-YMKI serta penerapan “Tujuh Komitmen Yamaha” untuk 
menuju kesempurnaan dalam memenangi persaingan. Salah satu jurus 
andalan YIMM-YMKI yaitu dengan terus berinovasi sehingga menciptakan 
produk berkualitas dengan standar dunia. 
YIMM-YMKI selalu meningkatkan pelayanan pasca jual dan memberikan 
beberapa fasilitas kemudahan yang lain demi kepuasan konsumen.
Testimoni Distributor 
28 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Davy Tuilan 
Director Sales & Marketing 4W 
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 
Paulus S. Firmanto 
Director Sales & Marketing 2W 
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 
Adira Finance selalu memiliki win-win solution selama bekerjasama 
dengan dealer 
Menurut kami, beberapa kunci sukses yang dimiliki Adira Finance dalam 
pembiayaan otomotif di Indonesia adalah jaringan penjualan, human 
resources, inovasi, kecepatan layanan, serta membangun relationship yang 
baik dengan dealer, dimana Adira Finance selalu memiliki win-win solution 
selama bekerjasama dengan dealer. Boleh dikatakan jaringan penjualan 
Adira Finance adalah yang terluas jika dibandingkan dengan yang lain. 
Keunggulan yang dimiliki Adira Finance tersebut tidak hanya sekedar 
fakta, tetapi juga dibuktikan dengan angka 
Beberapa keunggulan yang dimiliki Adira Finance tersebut tidak hanya 
sekedar fakta, tetapi juga dibuktikan dengan angka. Selain itu, sikap yang 
dimiliki karyawan Adira Finance pun selalu positif. Program-program dari 
ATPM tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya dukungan atau respon yang 
baik dari lembaga pembiayaan. 
Adira Finance perlu lebih memperhatikan penjualan di beberapa daerah 
seperti Indonesia Timur 
Seiring dengan makin meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat 
Indonesia yang ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 
masih kondusif dikisaran 6% pada tahun 2012, Adira Finance perlu lebih 
memperhatikan penjualan di beberapa kawasan Indonesia lainnya seperti 
Indonesia Timur. Adira Finance harus lebih jeli lagi dalam mengamati peluang 
yang ada. Sebab peluang pertumbuhan tersebut tentunya juga akan diikuti 
dengan kompetisi yang akan semakin ketat. Tetapi saya yakin Adira Finance 
pasti unggul karena memiliki base customer yang cukup besar dan database 
yang cukup kuat. 
Mengenai SIS 
SIS adalah distributor kendaraan bermotor merek Suzuki, baik untuk 
kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Dahulu perusahaan ini 
bernama PT Indomobil Niaga International dan sejak tahun 2008 berubah 
menjadi PT Suzuki Indomobil Sales, dengan pemegang saham utama adalah 
Suzuki Motor Corporation, Jepang. Adapun sebagai pabrikan dan ATPM dari 
produk Suzuki adalah PT Suzuki Indomobil Motor dengan pemegang saham 
utama yang sama dengan SIS.
Testimoni Distributor 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 29 
Nobutaka Otani 
Director of Marketing & Dealer Development 
PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) 
Adira Finance merupakan mitra bisnis yang tepat 
Pada dasarnya Adira Finance memiliki pola bisnis yang kuat, dan selama 
ini kami sangat puas bekerjasama dengan Adira Finance. Dukungan Adira 
Finance terhadap perusahaan kami sangat besar. Adira Finance mampu 
mengontrol proses pembiayaan produk kami oleh pelanggan dengan baik. 
Karena itu, kami percaya bahwa Adira Finance merupakan mitra bisnis yang 
tepat bagi kemajuan perusahaan kami. 
Adira Finance dapat merangkul dealer di wilayah Indonesia Timur 
Selama ini Adira Finance telah merangkul sejumlah dealer kami yang berada 
di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi dengan sangat baik. Dan kami pun puas 
akan dukungan yang diberikan Adira Finance hingga saat ini. 
Adira Finance memberi dukungan sejalan dengan perkembangan ATPM 
Kami berharap di masa mendatang Adira Finance bisa semakin mendukung 
kami yang sejalan dengan perkembangan dealer kami, baik di wilayah 
Kalimantan, Sumatera, maupun seluruh jaringan atau cabang kami. Terlebih 
kami memiliki target adanya kenaikan 40% dari penjualan kami pada tahun 
2012, kami sangat membutuhkan dukungan dari Adira Finance. 
Mengenai HMSI 
HMSI memulai operasinya secara komersial pada bulan Desember 1982 
dengan nama PT Hino Indonesia Manufacturing dan mulai berganti nama 
menjadi HMSI sejak bulan April 2003. Bisnis utama HMSI adalah sebagai 
distributor utama dari kendaraan dan suku cadang di Indonesia serta 
memberikan layanan purna jual. HMSI terus berusaha memberikan produk 
dan layanan terbaik untuk mejamin mutu, kehandalan, efisiensi dan 
kepuasan kepada para pengguna produk HMSI. Dukungan layanan purna 
jual dan teknisi HMSI di seluruh Indonesia yang dapat diandalkan menjadikan 
investasi dari seluruh pemilik produk HMSI menjadi lebih bernilai. 
Sebagai perusahaan pembuat truk dan bus yang terdepan, HMSI menjadi 
pelopor produksi kendaraan ramah lingkungan. Karenanya, semua model 
HMSI di Indonesia telah menggunakan mesin standar EURO2 sejak bulan 
Januari 2007. Saat ini, HMSI didukung oleh 140 karyawan dan komposisi 
kepemilikan saham dimiliki oleh Hino Motors, Ltd., Jepang sebesar 40%, 
PT Indomobil Sukses International Tbk sebesar 40% dan Sumitomo 
Corporation, Jepang sebesar 20%.
30 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Strategi 
Perusahaan
Pada awalnya tarian ini diciptakan untuk memberi persembahan kepada para dewa saat 
masa panen namun setelah masuknya agama Islam, tarian yang telah ada sejak jaman 
kerajaan Sriwijaya ini, lebih dilakukan saat terdapat acara penyambutan para raja atau 
pembesar negara, dan kemudian juga ditarikan saat upacara pernikahan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 31
STRATEGI PERUSAHAAN 
Fokus kepada Portofolio dengan Tingkat 
Pengembalian yang Tinggi 
Perusahaan memfokuskan aktivitas pembiayaannya pada aset dengan tingkat pengembalian 
yang tinggi, dengan tetap memperhatikan kualitas dari aset tersebut. 
Penerapan Manajemen Risiko Secara Hati‑Hati 
Kajian secara menyeluruh atas kemampuan finansial dari setiap calon konsumen dan 
mewajibkan pembayaran minimum atas uang muka. 
Komitmen untuk Produktifitas dan Efisiensi 
Penyempurnaan sistem dan prosedur secara terus menerus untuk meningkatkan 
produktifitas, mendukung aktivitas keuangan dan meningkatkan efisiensi. 
Hubungan yang Kuat dan Erat 
Perusahaan sangat menyadari bahwa hubungan yang kuat dan erat dengan konsumen 
dan rekan usaha merupakan salah satu kunci kesuksesan Perusahaan. Oleh karena itu, 
Perusahaan senantiasa berupaya menjaga hubungan baik serta meningkatkan kepercayaan 
dan kepuasan baik bagi konsumen maupun rekan usaha. 
Perluasan Jaringan Usaha 
Dalam upaya untuk menjangkau dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen 
dan rekan usaha, Perusahaan terus mengembangkan jaringan usahanya agar dapat semakin 
dekat dengan konsumen dan rekan usaha. 
Pengembangan Teknologi Informasi dan Sumber 
Daya Manusia 
Perusahaan sangat memahami bahwa teknologi informasi dan sumber daya manusia 
memegang peranan penting untuk mendukung pertumbuhan Perusahaan. Oleh karena itu, 
Perusahaan senantiasa berupaya untuk mengembangkan teknologi informasi dan sumber 
daya manusianya secara berkesinambungan. 
Sinergi dengan Perusahaan Induk, PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk 
Produk-produk gabungan, perluasan jaringan dan potensi usaha berbasis konsumen dari 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah menciptakan sinergi usaha yang strategis. 
Diversifikasi Sumber Pendanaan yang Seimbang 
Perusahaan selalu berusaha dalam mencari sumber pendanaan yang stabil dan kompetitif 
dalam mencukupi kebutuhan pendanaan, selain dengan dukungan penuh dari Induk 
Perusahaan, Adira Finance juga bergerak ke arah diversifikasi ke berbagai pilihan yang 
tersedia dalam pasar modal dalam upaya menangkap peluang bisnis yang ada sehingga 
akan terus terjaga struktur pendanaan yang efektif dan seimbang. 
32 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Festival Pasola adalah festival tahunan antar kampung di Sumba Barat, berupa adu ketangkasan berkuda 
sambil melempar tombak menyambut masa tanam dan memprediksi hasil panen. Festival yang dirayakan di 
tiga kecamatan yaitu Wanokaka, Lamboya dan Gaura ini didahului dengan tradisi ritual Pajura, yaitu adu tinju 
dengan sarung tinju terbuat dari alang-alang sampai berdarah, yang dilakukan dini hari. Semakin banyak darah 
keluar saat Pajura dan Pasola, diyakini akan memberi hasil panen yang semakin banyak pula.
34 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Nilai-Nilai 
Perusahaan
Terdapat beragam rumah adat Batak Toba, Karo, Simalungun dan Nias menurut 
keunikan bentuk arsitektur dan ragam motif hiasnya. Dinding rumah Batak 
yang miring menengadah berbentuk perahu menggambarkan nenek moyang 
suku Batak yang menggunakan perahu ke pulau Sumatera. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 35
Nilai-Nilai Perusahaan 
...ADIRA TOP selalu menjadi bagian dari nilai-nilai pribadi 
setiap karyawan Adira Finance dan merupakan suatu budaya 
yang menggerakkan aktivitas bisnis Perusahaan... 
(Advance) Keunggulan 
• Satu langkah lebih baik dan lebih cepat dibandingkan orang lain pada umumnya atau pesaing; 
• Mempunyai gambaran ke depan yang jelas dan terarah; dan 
• Handal mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dalam segala keadaaan. 
(Discipline) Disiplin 
• Mengarah kepada sesuatu yang lebih baik melalui proses perencanaan, pelaksanaan, 
pengawasan dan perbaikan secara terus-menerus; 
• Cara berpikir dan cara bersikap yang sesempurna mungkin; dan 
• Bersikap disiplin sesuai dengan norma organisasi. 
(Integrity) Integritas 
• Berkomitmen yang disertai dengan sikap yang konsisten; 
• Dapat dipercaya (jujur dan tulus); 
• Dapat menjaga etika usaha; 
• Mempunyai rasa memiliki yang tinggi; dan 
• Menjadi panutan bagi karyawan lainnya. 
(Reliable) Dapat Diandalkan 
• Mempunyai mental seorang juara, yang tercermin dari perilaku yang senantiasa berpikir positif 
dan cerdas; dan 
• Rasa tanggung jawab yang penuh terhadap segala sesuatu yang dilakukan. 
(Accountable) Akuntabilitas 
• Menyampaikan sesuatu berlandaskan pada data fakta; dan 
• Keterbukaan yang obyektif dan bijaksana. 
(Teamwork) Kerjasama 
• Sinergi; 
• Bersedia berkorban satu sama lain; dan 
• Tidak saling menyalahkan satu sama lain. 
(Obsessed) Motivasi Tinggi 
• Bekerja dengan proses yang benar dan berorientasi pada hasil yang optimal; 
• Motivasi yang tinggi dalam bentuk bersedia melakukan pekerjaan lebih dan bersikap proaktif; 
• Meningkatkan keahlian; dan 
• Saling menjaga atau memelihara satu sama lain. 
(Professional) Profesional 
• Berorientasi kepada konsumen; 
• Kemampuan memimpin yang handal; dan 
• Mempunyai jiwa kewirausahaan yang mampu mengkalkulasikan risiko, inovatif dan kreatif. 
36 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Nilai-Nilai Perusahaan 
AAAdddiiirrraaa CCCiiinnntttaaa IIInnndddooonnneeesssiiiaaa LLLaaapppooorrraaannn TTTaaahhhuuunnnaaannn AAAdddiiirrraaa FFFiiinnnaaannnccceee 222000111111 ||| 333777 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 37 
Mengalirlah seperti Air, Pacet - Mojokerto
38 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Sekilas 
Adira Finance
Tarian Lenggok Jakarta memiliki karakteristik hampir mirip dengan tarian sunda, mengandalkan 
gerak penari yang lincah dengan lenggok-lenggokan badan namun yang khas dari tarian betawi ini 
adalah ayunan serta seblakan selendangnya juga topeng yang seringkali menghiasi beberapa tarian. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 39
Sekilas Adira Finance 
…Adira Finance mengoperasikan 653 jaringan usaha 
40 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
di seluruh Indonesia... 
…menyentuh hati untuk menanamkan kebanggaan dan 
integritas dalam aktivitas bekerja… 
Dibangun dengan tekad yang kuat untuk menjadi perusahaan terbaik dan terpercaya di sektor pembiayaan 
konsumen kendaraan bermotor, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance” atau “Perusahaan”) 
yang didirikan sejak tahun 1990, telah menjadi perusahaan pembiayaan terbesar saat ini untuk pembiayaan 
berbagai merek otomotif di Indonesia berdasarkan ukuran pencapaian laba bersih, pencapaian pangsa 
pasar secara keseluruhan dan jumlah aset yang dikelola. 
Pada bulan Maret 2004, Adira Finance melakukan penawaran saham perdana, yang diikuti dengan 
pengalihan sebesar 75,0% kepemilikan saham dari pemegang saham pendiri melalui penempatan terbatas 
kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”), salah satu bank swasta nasional terbesar 
yang dimiliki oleh Grup Temasek dari Singapura. Pada bulan Juli 2009, Bank Danamon mengeksekusi opsi 
belinya atas saham Perusahaan sebesar 20,0% kepemilikan saham dari Mega Value Profits Limited sehingga 
kepemilikan Bank Danamon terhadap Adira Finance menjadi sebesar 95,0% kepemilikan saham. Dengan 
dukungan penuh dari Bank Danamon, Perusahaan terus mengembangkan usahanya dengan menciptakan 
keunggulan kompetitif yang dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi, baik bagi konsumen, dealer, 
rekan usaha maupun pemangku kepentingan Perusahaan. 
Sejalan dengan kemampuan utama Perusahaan dalam mengelola risiko pembiayaan secara retail, Adira 
Finance lebih memfokuskan pembiayaannya pada aset dengan tingkat pengembalian yang tinggi. Dengan 
dukungan dana yang besar dari Bank Danamon, serta profesionalisme dan dedikasi yang tinggi dari 
Manajemen dan seluruh karyawan, ditambah dengan kondisi ekonomi yang kondusif, maka Perusahaan 
kembali memecahkan rekor pembiayaan baru menjadi Rp 32,6 triliun, sebesar 62,7% berasal dari 
pembiayaan sepeda motor dan sebesar 37,3% berasal dari pembiayaan mobil. Perusahaan membiayai 
sebesar 15,8% dari seluruh penjualan nasional atas sepeda motor baru dan 6,6% dari seluruh penjualan 
nasional atas mobil baru di Indonesia selama tahun 2011. 
Kinerja tersebut diatas merupakan hal yang membanggakan, ditengah kondisi industri otomotif internasional 
yang terkonsolidasi sebagai imbas dari gangguan di sisi penawaran akibat tsunami Jepang dan bencana 
banjir di Thailand. 
Untuk membangun karyawan yang mempunyai kompetensi dan loyalitas yang tinggi tersebut, Perusahaan 
telah menerapkan suatu budaya, yang kami sebut “manajemen dengan hati” yaitu melalui komunikasi 
antar manajemen ataupun personel inti yang berkesinambungan dan kekeluargaan dengan karyawan, 
pemberian kompensasi yang memadai serta program pelatihan yang berkesinambungan yang menyentuh 
hati karyawan, rekan usaha dan komunitas secara umum. Keseluruhan upaya ini menghasilkan kebanggaan 
dan kecintaan terhadap Perusahaan. 
Adira Finance terus melebarkan sayapnya dengan terus melakukan inovasi atas produk-produk pembiayaan 
baru dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen, serta memperkokoh posisinya 
sebagai perusahaan pembiayaan yang dapat membiayai berbagai merek otomotif. Strategi ini terbukti efektif 
seiring dengan terus berkembangnya industri otomotif. Dengan dukungan lebih dari 28.000 karyawan dan 
653 jaringan usaha yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, Adira Finance telah memantapkan posisinya 
sebagai salah satu perusahaan pembiayaan konsumen kendaraan bermotor terkemuka di Indonesia.
Sekilas Adira Finance 
AAAdddiiirrraaa CCCiiinnntttaaa IIInnndddooonnneeesssiiiaaa LLLLaaaappppoooorrrraaaannnn Laporan TTTTaaaahhhhuuuunnnnaaaannnn Tahunan AAAAddddiiiirrrraaaa Adira FFFFiiiinnnnaaaannnncccceeee Finance 2222000011111111 2011 |||| | 44441111 
41
Pokok-Pokok 
Kinerja 2011 
42 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Kampung Waitabar adalah satu diantara tiga perkampungan adat di pulau Sumba dengan keaslian arsitektur rumah 
kayu beratap alang-alang dengan kubur batu di sekelilingnya. Rumah-rumah adat yang dapat menampung 60 orang ini 
terdiri dari tiga bagian; bagian paling bawah adalah kandang hewan peliharaan, diatasnya merupakan rumah tinggal 
dan di atap setinggi 8 meter terdapat ruangan untuk menyimpan cadangan makanan dan peralatan upacara. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 43
Pokok-Pokok Kinerja 2011 
Jumlah total pembiayaan baru meningkat sebesar 25,5% menjadi 
44 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
sebesar Rp 32,6 triliun. 
Jumlah pembiayaan baru untuk sepeda motor meningkat 
sebesar 18,6% menjadi sebesar Rp 20,4 triliun, sedangkan jumlah 
pembiayaan baru untuk mobil meningkat sebesar 39,2% menjadi 
sebesar Rp 12,2 triliun. 
Jumlah piutang pembiayaan konsumen yang dikelola manajemen 
meningkat sebesar 34,4% menjadi sebesar Rp 41,2 triliun. 
Piutang pembiayaan konsumen bermasalah (NPL) dapat 
dipertahankan pada tingkat yang relatif rendah yaitu 
sebesar 1,3%. 
Pangsa pasar dapat dipertahankan pada tingkat 15,8% untuk 
sepeda motor baru, sedangkan pangsa pasar untuk mobil baru 
meningkat dari sebesar 5,2% menjadi sebesar 6,6%. 
Laba bersih meningkat sebesar 7,9% dari sebesar Rp 1,47 triliun 
menjadi Rp 1,58 triliun. 
Jumlah jaringan usaha bertambah dari 550 Jaringan Usaha 
menjadi sebanyak 653 jaringan usaha. 
Jumlah konsumen tumbuh sebesar 23,2% mendekati 
3,5 juta konsumen.
Defile para abdi dalem prajurit Keraton Yogyakarta dengan diiringi musik umumnya dilakukan saat 
Upacara Sekaten sebagai kewajiban Sultan untuk menyebarkan dan melindungi agama Islam. Acara yang 
diadakan tiga kali dalam setahun ini disertai dengan upacara Grebeg, yaitu gunungan berkat bagi rakyat. 
Ada tiga kali upacara Grebeg: Grebeg Syawal, Grebeg Maulud dan Grebeg Besar.
46 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Ikhtisar 
Keuangan
Pantai Burung Mandi adalah satu-satunya pantai berpasir putih di Pulau Belitung yang 
dilatarbelakangi Gunung di timur laut Belitung. Keunikan lainnya adalah hamparan pasir putih 
dan ratusan pohon pinus, kita tidak menemukan satupun batu granit di pantai ini. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 47
Ikhtisar Keuangan 
Tabel berikut menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun 
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 2010, 2009, 2008 dan 2007, yang diaudit oleh Kantor Akuntan 
Publik Siddharta & Widjaja, sebelumnya bernama Kantor Akuntan Publik Siddharta Siddharta & Widjaja (a 
member firm of KPMG International), dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporannya masing-masing 
tertanggal 3 Pebruari 2012, 11 April 2011, 1 Pebruari 2010, 22 April 2009 dan 4 Pebruari 2008. 
48 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Miliar Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 
2007 
3.301,82 
2.077,21 
1.224,61 
3.301,82 
1.239,23 
- 
1.726,53 
758,02 
2.484,55 
1.683,73 
800,82 
241,11 
559,71 
560 
2008 
3.592,02 
1.642,02 
1.950,00 
3.592,02 
1.957,06 
- 
2.330,76 
1.048,55 
3.379,30 
1.959,98 
1.419,32 
399,09 
1.020,23 
1.020 
2009 
4.329,55 
1.677,15 
2.652,40 
4.329,55 
2.682,87 
0,65 
2.777,87 
1.166,90 
3.944,77 
2.286,42 
1.658,35 
445,95 
1.212,40 
1.212 
2010 
7.599,62 
3.804,86 
3.794,76 
7.599,62 
3.871,36 
0,65 
2.118,89 
1.778,30 
3.897,19 
1.965,46 
1.931,72 
463,82 
1.467,91 
1.468 
Keterangan 
NERACA 
Jumlah Aset 
Jumlah Kewajiban 
Jumlah Ekuitas 
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 
Modal Kerja Bersih 1) 
Jumlah Investasi 2) 
LAPORAN LABA RUGI 
Pembiayaan Konsumen 
Pendapatan lainnya 
Jumlah Pendapatan 
Beban 
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 
Beban Pajak Penghasilan 
Laba Bersih Tahun Berjalan 
Laba Bersih Per Saham (Dinyatakan Dalam Nilai Penuh Rupiah) 
2011 
16.889,45 
12.468,08 
4.421,37 
16.889,45 
4.532,89 
0,65 
3.008,35 
2.295,16 
5.303,51 
3.191,97 
2.111,54 
528,22 
1.583,32 
1.583 
Keterangan: 
1) Modal Kerja Bersih adalah selisih Jumlah Aset (tidak termasuk Aset Tetap - Nilai Buku dan Aset Tak Berwujud) dengan Jumlah Liabilitas (tidak termasuk Liabilitas 
Pajak Tangguhan - Bersih). 
2) Investasi adalah investasi dalam saham yang dilakukan oleh Perusahaan. Investasi dalam saham yang dilakukan Perusahaan pada tahun 2009, 2010 dan 2011 
adalah investasi dalam saham di PT Adira Quantum Multifinance. 
Pulau Lengkuas Belitung
Ikhtisar Keuangan 
100,0% 
100,0% 
100,0% 
Masyarakat Ir. Willy Suwandi 
67,4% 
32,6% 
Catatan: 
Informasi Struktur grup Perusahaan selain tentang informasi Perusahaan, diambil dari laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Asuransi Adira 
Dinamika, PT Adira Quantum Multifinance, masing-masing yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011dan 
prospektus obligasi berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I dengan tingkat bunga tetap tahap I Tahun 2011 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 
12 Desember 2011. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 49 
Temasek Holding 
Private Limited 
Fullerton 
Management Private 
Limited 
Fullerton 
Financial Holdings 
Private Limited 
Asia Financial 
(Indonesia) Private 
Limited 
Dharma 
PT Asuransi Adira 
Dinamika 
PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
PT Adira Dinamika 
Multi Finance Tbk 
PT Adira Quantum 
Multifinance 
90,0% 
99,0% 
10,0% 
95,0% 
4,6% 0,4% 
1,0% 
Struktur Grup Perusahaan
Ikhtisar Keuangan 
Rasio-Rasio Keuangan Secara Umum Dan Yang Relevan 
Dengan Industri Perusahaan 
Jumlah Aset (Rp Miliar) 16.889 
3.592 4.330 3.302 
2007 2008 2009 2010 2011 
50 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
2007 
17,0% 
45,7% 
22,5% 
1,0% 
0,4 
1,1 
1,7 
2008 
28,4% 
52,3% 
30,2% 
0,8% 
0,2 
0,4 
0,8 
2009 
28,0% 
45,7% 
30,7% 
0,9% 
0,2 
0,3 
0,6 
2010 
19,3% 
38,7% 
37,7% 
1,2% 
0,3 
0,7 
1,0 
Keterangan 
Profitabilitas 
Imbal Hasil Investasi 
Imbal Hasil Ekuitas 
Laba Bersih / Jumlah Pendapatan 
Aset Produktif 
Piutang Pembiayaan Konsumen Bermasalah / 
Piutang Pembiayaan Konsumen (NPL) 
Likuiditas 
Pinjaman yang Diterima dan Efek Utang Yang Diterbitkan - Bersih / 
Jumlah Aset (X) 
Risiko Penjaminan / Jumlah Ekuitas (Gearing Ratio) (X) 
Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas (X) 
2011 
9,4% 
35,8% 
29,9% 
1,3% 
0,6 
2,4 
2,8 
7.600 
Jumlah Kewajiban (Rp Miliar) 12.468 
3.805 
1.677 
1.642 
2.077 
2007 2008 2009 2010 2011
Ikhtisar Keuangan 
Tanjung Tinggi, Belitung 
Jumlah EKUITAS (Rp Miliar) 4.421 
3.795 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 51 
2.652 
1.950 
1.225 
2007 2008 2009 2010 2011 
Laba Bersih per Saham - Dasar (Rp) 1.583 
1.468 
1.212 
1.020 
560 
2007 2008 2009 2010 2011
Ikhtisar Keuangan 
Modal Kerja Bersih (Rp Miliar) 4.533 
52 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
3.871 
2.683 
1.957 
1.239 
2007 2008 2009 2010 2011
Ikhtisar Keuangan 
Harimau Sumatera dengan populasi liar antara 400-500 
ekor merupakan hewan yang tangguh mampu hidup 
di manapun, di dataran rendah atau pegunungan dan 
tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. 
Laporan LLLLaaaappppoooorrrraaaannnn Tahunan TTTTaaaahhhhuuuunnnnaaaannnn AAAAddddiiiirrrraaaa Adira FFFFiiiinnnnaaaannnncccceeee Finance 2011 2222000011111111 |||| | 55553333 
53
54 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Ikhtisar 
Saham dan 
Obligasi
Tari Rejang atau Ngeremas atau Sutri - Bali merupakan salah satu bentuk tarian sakral saat 
upacara dan ditarikan oleh gadis-gadis remaja dengan pakaian upacara putih kuning dan gerakan 
sederhana. Jenis-jenisnya: tari Rejang Palak, Rejang Ayodpadi, Rejang Galuh, Rejang Dewa. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 55
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Pergerakan Saham ADMF Tahun 2011 Dalam Grafik 
Jumlah Transaksi 
Harian 
(Jutaan Rupiah) 
5,0 
56 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah Transaksi (Jutaan Saham) Harga Saham (Rp) 
Harga Saham 
(Rp) 
16.000 
14.000 
12.000 
10.000 
8.000 
6.000 
4.000 
2.000 
Jan 09 Mar 09 Mei 09 Jul 09 Sep 09 Nop 09 Jan 10 Mar 10 Mei 10 Jul 10 Sep 10 Nop 10 Jan 11 Mar 11 Mei 11 Jul 11 Sep 11 Nop 11 Des 11 
4,5 
4,0 
3,5 
3,0 
2,5 
2,0 
1,5 
1,0 
0,5 
Kronologis Pergerakan Saham Perusahaan 
Tahun 2011 merupakan tahun yang dinamis bagi pasar saham di Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan 
(IHSG) mendapatkan begitu banyak tenaga yang membuat kinerjanya terus menanjak pada semester pertama 
tahun 2011, namun setelah itu IHSG sempat terhempas, yang selanjutnya berhasil stabil kembali pada kuartal 
akhir tahun 2011. Hal tersebut merupakan dampak dari krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara benua 
Eropa yang masih terus berlanjut semenjak dua tahun lalu. Pada akhir tahun 2011, IHSG ditutup pada posisi 
3.821 atau mengalami peningkatan tipis sebesar 3,2% jika dibandingkan penutupan pada akhir tahun 2010 
yang berada pada posisi 3.704. Meskipun dengan kinerja ini, IHSG masih menjadi salah satu indeks terbaik 
di dunia. Peningkatan IHSG tersebut tentunya berdampak positif bagi harga saham di Indonesia, termasuk 
harga saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang mempunyai kode emiten ADMF. Harga saham ADMF 
tetap stabil, bahkan juga mencetak peningkatan sebesar 19,2% selama tahun 2011. Kinerja saham ADMF 
ini bahkan lebih tinggi dibandingkan kinerja IHSG. Rata-rata harga saham ADMF masing-masing ditutup 
sebesar Rp 11.788 dan Rp 9.888 pada akhir tahun 2011 dan tahun 2010. Kisaran harga saham ADMF berada 
antara Rp 9.200 sampai dengan Rp 15.000 dengan jumlah transaksi rata-rata sebanyak 541.250 transaksi 
per bulan selama tahun 2011. 
Saham ADMF merupakan salah satu saham yang memberikan potensi keuntungan tertinggi di Bursa Efek 
Indonesia melalui kenaikan harga saham dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan 
kepercayaan investor yang tinggi atas kinerja dan pertumbuhan Perusahaan serta sebagai bukti keberhasilan 
Perusahaan dalam mengembangkan usahanya di industri pembiayaan konsumen. Namun demikian, jumlah 
transaksi pada saham ADMF relatif kecil dibandingkan dengan saham perusahaan lain karena jumlah saham 
ADMF yang mengambang hanya sebanyak 50 juta saham dan sebagian besar investor atau pemegang 
saham ADMF lebih berorientasi pada investasi jangka panjang.
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Harga Penutupan 
Jumlah Transaksi 
Pergerakan Saham Perusahaan Selama Tahun 2011 
Harga Saham per Triwulan Untuk Tahun 2007-2011 
Tahun (Unit) 
2007 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 57 
Bulan 
Januari 
Pebruari 
Maret 
April 
Mei 
Juni 
Juli 
Agustus 
September 
Oktober 
Nopember 
Desember 
Tertinggi 
(Rp) 
12.100 
12.000 
11.300 
12.700 
14.800 
15.000 
14.200 
13.550 
11.500 
12.000 
13.000 
12.700 
Terendah 
(Rp) 
11.250 
10.250 
10.500 
11.150 
12.450 
12.800 
13.300 
10.600 
9.200 
9.350 
10.650 
10.700 
Harga Penutupan 
(Rp) 
11.500 
10.500 
11.250 
12.500 
14.600 
13.200 
13.600 
11.100 
10.000 
11.000 
11.450 
12.700 
Jumlah Transaksi 
(Unit) 
203.500 
181.500 
145.500 
386.000 
1.390.500 
823.500 
774.000 
1.034.500 
603.000 
271.500 
336.000 
345.500 
Nilai Transaksi 
(Rp) 
2.326.400.000 
1.965.900.000 
1.559.700.000 
4.715.500.000 
18.686.000.000 
11.641.100.000 
10.717.350.000 
12.132.550.000 
6.208.250.000 
2.813.575.000 
4.090.775.000 
3.912.975.000 
Frekuensi 
(X) 
116 
147 
74 
223 
1.142 
712 
464 
679 
321 
289 
214 
203 
Kapitalisasi Pasar 
(Rp) 
11.500.000.000.000 
10.500.000.000.000 
11.250.000.000.000 
12.500.000.000.000 
14.600.000.000.000 
13.200.000.000.000 
13.600.000.000.000 
11.100.000.000.000 
10.000.000.000.000 
11.000.000.000.000 
11.450.000.000.000 
12.700.000.000.000 
Jumlah 
Pemegang Saham 
346 
358 
345 
344 
438 
453 
421 
465 
453 
449 
420 
430 
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI) 
Sumber: BEI 
Tertinggi 
(Rp) 
2.600 
2.800 
2.625 
2.400 
3.000 
2.800 
2.400 
1.900 
2.775 
5.000 
4.650 
6.950 
8.300 
9.650 
11.000 
13.450 
12.100 
15.000 
14.200 
13.000 
Triwulan 
I 
II 
III 
IV 
I 
II 
III 
IV 
I 
II 
III 
IV 
I 
II 
III 
IV 
I 
II 
III 
IV 
Terendah 
(Rp) 
2.200 
2.325 
1.900 
2.000 
2.075 
2.000 
1.900 
1.250 
1.320 
2.725 
3.400 
4.200 
6.800 
8.000 
9.250 
10.000 
10.500 
11.150 
9.200 
9.350 
2.350 
2.475 
2.300 
2.200 
2.750 
2.025 
1.900 
1.450 
2.750 
3.550 
4.500 
6.850 
8.100 
9.350 
10.100 
12.000 
11.250 
13.200 
10.000 
12.700 
(Rp) 
1.105.500 
3.310.000 
10.014.000 
1.264.000 
1.486.500 
10.214.000 
4.044.500 
2.081.500 
1.037.000 
15.603.000 
3.623.000 
4.524.500 
1.433.000 
4.567.500 
693.000 
1.126.500 
530.500 
2.600.000 
2.411.500 
953.000 
2008 
2009 
2010 
2011 
Tidak Terdapat Harga Saham Sebelum Perubahan Permodalan Terakhir Yang Wajib Disesuaikan 
Dalam Hal Terjadi Antara Lain Karena Pemecahan Saham, Dividen Saham dan Saham Bonus Selain 
Perkembangan Struktur Modal dan Kepemilikan Saham Perusahaan Yang Dijelaskan Di Bawah Ini.
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Tahun 2004 
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Seluruh Pemegang Saham PT Adira Dinamika Multi Finance 
No. 13 tanggal 26 Januari 2004, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: 
(i) disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat 
Keputusannya No. C-02207 HT 01.04 TH 2004 tanggal 29 Januari 2004 dan telah dilaporkan kepada 
Menteri yang sama sebagaimana dinyatakan dalam Surat Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran 
Dasar PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk No. C-02208 HT 01.04 TH 2004 tanggal 29 Januari 2004, 
(ii) didaftarkan pada tanggal 6 Pebruari 2004 dalam Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09.03.1.66.10384 pada 
Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kodya Jakarta Selatan selaku Kantor Pendaftaran Perusahaan 
Daerah Tingkat II No. 112 RUB.09.03/II/2004 dan (iii) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia 
(BNRI) No. 16 tanggal 24 Pebruari 2004, Tambahan No. 1990 (selanjutnya disebut “Akta No. 13/2004”), para 
pemegang saham Perusahaan pada tanggal 26 Januari 2004 antara lain telah menyetujui: (i) peningkatan 
modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 100.000.000.000 menjadi sebesar Rp 400.000.000.000 
dan (ii) pengubahan nilai nominal saham Perusahaan dari sebesar Rp 1.000 setiap saham menjadi sebesar 
Rp 100 setiap saham. 
Dengan demikian, struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan menjadi 
sebagai berikut: 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Berdasarkan Akta No. 13/2004, para pemegang saham Perusahaan pada tanggal 26 Januari 2004 antara lain 
juga telah menyetujui penjualan saham Perusahaan milik Theodore Permadi Rachmat yaitu sebesar 90,0% 
dari seluruh saham yang dimilikinya atau sebanyak 810.000.000 saham dan penjualan saham Perusahaan milik 
Stanley Setia Atmadja yaitu sebesar 10,0% dari seluruh saham yang dimilikinya atau sebanyak 90.000.000 
saham kepada investor strategis. 
Selanjutnya, berdasarkan Conditional Sale and Purchase Agreement tanggal 26 Januari 2004 (“CSPA”), yang 
dibuat di bawah tangan oleh Theodore Permadi Rachmat dan Stanley Setia Atmadja, keduanya selaku pihak 
penjual (“Para Penjual”) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, selaku pihak pembeli (“Pembeli”), segera 
setelah dicatatkannya saham-saham Perusahaan di BEJ dan BES (Company Listing) dan dipenuhinya 
prasyarat-prasyarat yang disepakati oleh Para Penjual dan Pembeli (termasuk diantaranya persetujuan Bank 
Indonesia kepada Pembeli), maka Para Penjual akan mengalihkan sebagian sisa kepemilikan saham mereka 
dalam Perusahaan yaitu sebanyak 750.000.000 saham yang mewakili 75,0% dari seluruh saham yang telah 
diambil bagian dan disetor penuh dalam Perusahaan kepada Pembeli melalui mekanisme penjualan secara 
langsung di luar bursa (Direct Placement). Estimasi nilai pengalihan saham tersebut sesuai dengan CSPA 
tersebut adalah sebesar Rp 850 miliar. 
Pada bulan Maret 2004, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Saham yaitu sebanyak 100.000.000 
saham yang merupakan saham yang dimiliki oleh para pemegang saham Perusahaan (saham divestasi) atau 
mewakili 10,0% dari seluruh saham yang telah diambil bagian dan disetor penuh dalam Perusahaan dengan 
nilai nominal Rp 100 setiap saham. Saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Saham ini terdiri dari 
saham yang dimiliki oleh Theodore Permadi Rachmat sebanyak 90.000.000 saham dan Stanley Setia Atmadja 
sebanyak 10.000.000 saham. 
58 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Rp 400.000.000.000, terbagi atas 4.000.000.000 saham 
dengan nilai nominal Rp 100 per saham. 
Rp 100.000.000.000, terbagi atas 1.000.000.000 saham 
dengan nilai nominal Rp 100 per saham. 
: 
:
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Sesuai dengan Pengumuman BES No. JKT-343/LIST-PENG/BES/III/2004 tanggal 29 Maret 2004, yang 
menunjuk surat Perusahaan No. 071/ADMF/CS/III/04 tanggal 25 Maret 2004 perihal Pencatatan Saham 
Perdana dan surat BES No. JKT-028/LIST-EMITEN/BES/III/2004 tanggal 29 Maret 2004 perihal Persetujuan 
Pencatatan Awal Saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, jumlah saham dalam Penawaran Umum Saham 
yang dicatatkan pada tanggal 31 Maret 2004 dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan 
saham dalam Perusahaan adalah sebagai berikut: 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
• Theodore Permadi Rachmat 
• Stanley Setia Atmadja 
• Masyarakat (masing-masing dengan 
kepemilikan di bawah 5%) 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saham Dalam Portepel 
Jumlah Saham 
4.000.000.000 
810.000.000 
90.000.000 
100.000.000 
1.000.000.000 
3.000.000.000 
Nilai Nominal (Rp) 
400.000.000.000 
81.000.000.000 
9.000.000.000 
10.000.000.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
% 
81,0 
9,0 
10,0 
100,0 
Jumlah Saham yang Diperdagangkan (Dicatatkan) dan Pengunaan Dana Hasil Penawaran Umum 
Saham 
Saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk didaftarkan dan ditawarkan untuk pertama kalinya kepada 
publik pada tanggal 31 Maret 2004 yang tercatat di BEJ dan BES dengan kode emiten ADMF sebanyak 
100.000.000 saham, dengan harga perdana sebesar Rp 2.325 per saham dari jumlah saham seluruhnya yang 
diterbitkan sebanyak 1.000.000.000 saham. 
Seluruh saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Saham ini merupakan saham divestasi milik 
pemegang saham pendiri, sehingga Perusahaan tidak menerima dana hasil penjualan saham. Saham 
Perusahaan tercatat di BEJ dan BES. Pada tanggal 30 Nopember 2007, BEJ dan BES bergabung menjadi 
BEI. Sampai dengan saat ini, saham ADMF diperdagangkan kepada publik melalui BEI sebanyak 100.000.000 
saham. 
100.000.000 saham 
900.000.000 saham 
1.000.000.000 saham 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 59 
Kronologis Pencatatan Saham 
• Saham yang berasal dari divestasi pemegang saham pendiri 
melalui Penawaran Umum Saham pada tahun 2004 
• Saham pendiri 
Jumlah 
Lebih lanjut, sesuai dengan Pengumuman BES No. JKT-166/LIST-PENG/BES/IV/2004 tanggal 13 April 
2004 yang mengumumkan laporan Perusahaan berdasarkan Surat No. 080/ADMF/CS/IV/04 tanggal 
13 April 2004 perihal Keterbukaan Informasi Sehubungan Dengan Pengambilalihan Saham PT Adira Dinamika 
Multi Finance Tbk pada tanggal 8 April 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk melakukan pengambilalihan 
melalui mekanisme penjualan secara langsung di luar bursa (Direct Placement) atas 750.000.000 saham 
dalam Perusahaan atau seluruhnya bernilai nominal sebesar Rp 75.000.000.000 atau mewakili 75,0% dari 
keseluruhan saham yang diterbitkan oleh Peusahaan, dari Theodore Permadi Rachmat dan Stanley Setia 
Atmadja berdasarkan Conditional Sale and Purchase Agreement tanggal 26 Januari 2004, sehingga susunan 
pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut:
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
• Theodore Permadi Rachmat 
• Stanley Setia Atmadja 
• Masyarakat (masing-masing dengan 
kepemilikan di bawah 5%) 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saham Dalam Portepel 
60 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
75,0% 
Masyarakat 
7,6% 
Jumlah Saham 
4.000.000.000 
750.000.000 
135.000.000 
15.000.000 
100.000.000 
1.000.000.000 
3.000.000.000 
Nilai Nominal (Rp) 
400.000.000.000 
75.000.000.000 
13.500.000.000 
1.500.000.000 
10.000.000.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
% 
75,0 
13,0 
2,0 
10,0 
100,0 
Sesuai dengan Pengumuman BES No. JKT-160/LIST-PENG/BES/I/2005 tanggal 12 Januari 2005 yang 
mengumumkan laporan Perusahaan berdasarkan Surat No. 002/ADMF/CS/I/05 tanggal 10 Januari 2005, 
Mega Value Profits Limited, suatu perusahaan yang didirikan dan dijalankan menurut hukum British Virgin 
Islands, membeli 150.000.000 saham dalam Perusahaan yang terdiri 135.000.000 saham milik Theodore 
Permadi Rachmat dan 15.000.000 saham milik Stanley Setia Atmadja, serta mengambil porsi kepemilikan 
saham masyarakat sebanyak 24.193.500 saham pada tanggal 5 Oktober 2004. Dengan demikian, Mega 
Value Profits Limited menjadi pemegang 174.193.500 saham dalam Perusahaan atau seluruhnya bernilai 
nominal sebesar Rp 17.419.350.000 atau mewakili 17,42% dari keseluruhan saham yang diterbitkan oleh 
Perusahaan, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan 
berubah menjadi sebagai berikut: 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
• Mega Value Profits Limited 
• Masyarakat (masing-masing dengan 
kepemilikan di bawah 5%) 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saham Dalam Portepel 
Jumlah Saham 
4.000.000.000 
750.000.000 
174.193.500 
75.806.500 
1.000.000.000 
3.000.000.000 
Nilai Nominal (Rp) 
400.000.000.000 
75.000.000.000 
17.419.350.000 
7.580.650.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
% 
75,0 
17,4 
7,6 
100,0 
Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2004 
Mega Value 
Profits Limited 
17,4%
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Melaut Pantai Papuma - Jember, Jawa Timur 
Tahun 2006 
Tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor penuh, 
kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2006. PT Asuransi 
Adira Dinamika, perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa, membeli saham Perusahaan sebanyak 
1.055.000 lembar dari masyarakat melalui BEJ pada tahun 2006, sehingga susunan pemegang saham dan 
komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
• Mega Value Profits Limited 
• PT Asuransi Adira Dinamika 
• Masyarakat (masing-masing dengan 
kepemilikan di bawah 5%) 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saham Dalam Portepel 
Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2006 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 61 
PT Asuransi 
AdiraDinamika 
Masyarakat 
7,5% 
0,1% 
PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
75,0% 
Mega Value 
Profits Limited 
17,4% 
Jumlah Saham 
4.000.000.000 
750.000.000 
174.193.500 
1.055.000 
74.751.500 
1.000.000.000 
3.000.000.000 
Nilai Nominal (Rp) 
400.000.000.000 
75.000.000.000 
17.419.350.000 
105.500.000 
7.475.150.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
% 
75,0 
17,4 
0,1 
7,5 
100,0
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Tahun 2008 
Tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor penuh, 
kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2008. PT Asuransi Adira 
Dinamika, perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa, kembali membeli saham Perusahaan sebanyak 
3.257.000 lembar dari masyarakat melalui BEI pada tahun 2008, sehingga susunan pemegang saham dan 
komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
• Mega Value Profits Limited 
• PT Asuransi Adira Dinamika 
• Masyarakat (masing-masing dengan 
kepemilikan di bawah 5%) 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saham Dalam Portepel 
Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2008 
PT Asuransi 
AdiraDinamika 
62 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah Saham 
4.000.000.000 
750.000.000 
174.193.500 
4.312.000 
71.494.500 
1.000.000.000 
3.000.000.000 
Nilai Nominal (Rp) 
400.000.000.000 
75.000.000.000 
17.419.350.000 
431.200.000 
7.149.450.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
% 
75,0 
17,4 
0,4 
7,2 
100,0 
Masyarakat 
7,2% 
0,4% 
PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
75,0% 
Mega Value 
Profits Limited 
17,4% 
Hening Pagi di Pantai Kenjeran - Surabaya
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Tahun 2009 
Tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor penuh, 
kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2009. Selama periode 
bulan Januari-Juni 2009, Mega Value Profits Limited menambah kepemilikan saham ADMF dari sebesar 
17,4% menjadi sebesar 20,0%, yang mana penambahan kepemilikan saham tersebut merupakan pembelian 
saham dari masyarakat melalui BEI. Penambahan tersebut menyebabkan perubahan kepemilikian saham 
Perusahaan, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan 
berubah menjadi sebagai berikut: 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
• Mega Value Profits Limited 
• PT Asuransi Adira Dinamika 
• Masyarakat (masing-masing dengan 
kepemilikan di bawah 5%) 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saham Dalam Portepel 
Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 30 Juni 2009 
PT Asuransi 
AdiraDinamika 
Pada tanggal 9 Juli 2009, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengeksekusi hak opsi belinya untuk membeli 
sebesar 20,0% kepemilikan saham ADMF atau setara dengan 200.000.000 saham dari Mega Value Profits 
Limited. Atas transaksi tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menambah kepemilikan saham Perusahaan 
dari sebesar 75,0% menjadi sebesar 95,0%. Jumlah transaksi pembelian saham tersebut sejumlah Rp 1.614 
miliar (atau Rp 8.070 per saham) dengan premi opsi beli atau pembayaran dimuka yang telah dibayarkan 
sebesar Rp 187 miliar. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 63 
Masyarakat 
4,6% 
0,4% 
PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
75,0% 
Mega Value 
Profits Limited 
20,0% 
Jumlah Saham 
4.000.000.000 
750.000.000 
200.000.000 
4.312.000 
45.688.000 
1.000.000.000 
3.000.000.000 
Nilai Nominal (Rp) 
400.000.000.000 
75.000.000.000 
20.000.000.000 
431.200.000 
4.568.800.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
% 
75,0 
20,0 
0,4 
4,6 
100,0
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Lebih lanjut, PT Asuransi Adira Dinamika, perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa, kembali 
membeli saham Perusahaan sebanyak 121.500 lembar dari masyarakat melalui BEI selama periode bulan 
Juni-Desember 2009. 
Transaksi yang terjadi tersebut telah menyebabkan kenaikan yang signifikan pada harga saham ADMF, yang 
mana melambung pada titik harga tertinggi sebesar Rp 3.975 per saham pada bulan Juli 2009. Memasuki 
bulan Oktober 2009, harga saham ADMF secara konsisten terus meningkat karena kinerja Perusahaan yang 
semakin membaik dan kepercayaan investor yang semakin pulih serta iklim investasi di Indonesia yang 
semakin kondusif, menyebabkan terjadinya aliran dana investasi yang signifikan ke dalam negeri, sehingga 
harga saham ADMF mencapai titik harga tertinggi selama tahun 2009 yakni sebesar Rp 6.950 per saham 
pada tanggal 14 Desember 2009. Lebih lanjut, harga saham ADMF ditutup sebesar Rp 6.850 per saham pada 
tanggal 31 Desember 2009, yang mana mengalami peningkatan sebesar 372,4% jika dibandingkan dengan 
posisi pada tanggal 31 Desember 2008 yang hanya sebesar Rp 1.450 per saham. 
Penambahan saham oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Asuransi Adira Dinamika tersebut 
menyebabkan perubahan kepemilikan saham Perusahaan, sehingga susunan pemegang saham dan 
komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
• PT Asuransi Adira Dinamika 
• Masyarakat (masing-masing dengan 
kepemilikan di bawah 5%) 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saham Dalam Portepel 
PT Asuransi 
AdiraDinamika 
64 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah Saham 
4.000.000.000 
950.000.000 
4.433.500 
45.566.500 
1.000.000.000 
3.000.000.000 
Nilai Nominal (Rp) 
400.000.000.000 
95.000.000.000 
443.350.000 
4.556.650.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
% 
95,0 
0,4 
4,6 
100,0 
Masyarakat 
4,6% 
0,4% 
PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
95,0% 
Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2009
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Tahun 2011 
Pada tanggal 31 Desember 2011, komposisi pemegang saham Perusahaan tidak mengalami perubahan 
dan masih tetap sama dengan komposisi pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010. 
Selanjutnya, tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal 
disetor penuh, kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2011. 
Berdasarkan laporan No. LBE-01/ADMF/012012 perihal Laporan Bulanan Tentang Komposisi Pemegang 
Saham Perseroan dari PT Adimitra Transferindo (Biro Administrasi Efek) pada tanggal 6 Januari 2012, 
kepemilikan saham Perusahaan oleh Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) selain 
kepemilikan oleh PT Asuransi Adira Dinamika adalah sebesar 4,6%. Berdasarkan laporan yang sama, 
kepemilikan saham tersebut dengan jumlah saham sebesar 0,10% atau lebih, dimiliki antara lain oleh J.P. 
Morgan Ireland (Nominees) Ltd. (2,38%), PT Prudential Life Assurance (0,19%) , DB Singapore-OCS S/A 
Pangolin Invest Management Pte. Ltd. (0,23%), Caceis Bank Lux-Client Account (0,24%), Rahadi Santoso 
(0,13%) dan RBH Boston S/A Brightsia Genesis Asean Opportunities (0,13%). Lebih lanjut, dalam laporan 
tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada anggota Dewan Komisaris ataupun Direksi yang memiliki saham 
Perusahaan. 
Hingga saat Laporan Tahunan 2011 ini diterbitkan, Perusahaan hanya memiliki satu jenis efek saham yang 
diterbitkan dan dicatat pada BEI. 
Sate Padang - Sumatera Barat 
Ikan Woku - Sulawesi Utara 
Ikan Papuyu Babanam - Kalimantan Selatan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 65
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Struktur Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2011 
100,0% 
100,0% 
100,0% 
Masyarakat Ir. Willy Suwandi 
67,4% 
32,6% 
Catatan: 
Informasi struktur pemegang saham Perusahaan selain tentang informasi Perusahaan, diambil dari laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah 
diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, laporan keuangan PT Asuransi Adira Dinamika yang telah diaudit pada tanggal 
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan prospektus Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance dengan tingkat bunga tetap 
Tahap I tahun 2011 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2011. 
66 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Temasek Holding 
Private Limited 
Fullerton 
Management Private 
Limited 
Fullerton 
Financial Holdings 
Private Limited 
Asia Financial 
(Indonesia) Private 
Limited 
Dharma 
PT Asuransi Adira 
Dinamika 
PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
PT Adira Dinamika 
Multi Finance Tbk 
90,0% 
10,0% 
95,0% 
4,6% 0,4%
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Keterangan Singkat Mengenai PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Pada saat Laporan Tahunan ini diterbitkan, Perusahaan mempunyai satu pemegang saham utama yang 
berbentuk badan hukum yaitu PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 
Akta Pendirian 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk berkedudukan di Jakarta, didirikan pada tanggal 16 Juli 1956 dengan nama 
PT Bank Kopra Indonesia berdasarkan akta notaris Meester Raden Soedja, S.H., No. 134. Akta pendirian 
ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/40/8 tanggal 
24 April 1957 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 664, pada BNRI No. 46 tanggal 7 Juni 1957. 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperoleh izin usaha sebagai bank umum, bank devisa dan bank yang 
melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah masing-masing berdasarkan surat keputusan dari Menteri 
Keuangan No. 161259/U.M.II tanggal 30 September 1958, surat keputusan Direksi Bank Indonesia No. 21/10/ 
Dis/UPPS tanggal 5 Nopember 1988 dan Surat Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan No. 3/744/ 
DPIP/Prz tanggal 31 Desember 2001. 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk sudah beroperasi usahanya semenjak izin usaha sudah diperoleh. 
Pada tanggal 8 Desember 1989, berdasarkan izin Menteri Keuangan No. SI-066/SHM/MK.10/1989 tertanggal 
24 Oktober 1989, PT Bank Danamon Indonesia Tbk melakukan Penawaran Umum Perdana atas 12.000.000 
saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Seluruh saham ini telah dicatatkan di BEJ (sekarang 
bernama BEI). 
Pengurusan dan Pengawasan 
Berdasarkan laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah diaudit pada tanggal 
31 Desember 2011, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 
tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 67 
Dewan Komisaris 
Komisaris Utama 
Wakil Komisaris Utama (Independen) 
Komisaris (Independen) 
Komisaris (Independen) 
Komisaris 
Komisaris (Independen) 
Komisaris 
Komisaris 
Direksi 
Direktur Utama 
Direktur Operasional 
Direktur Perbankan Korporasi dan Usaha Kecil, Menengah dan Komersial 
Direktur Syariah 
Direktur Keuangan 
Direktur Bidang Risiko 
Direktur Teknologi dan Informasi 
Direktur Kepatuhan dan Hukum 
Direktur Tresuri & Pasar Modal, Lembaga Keuangan & Transaksi Perbankan 
Direktur Retail Banking dan Kartu Kredit 
Direktur Usaha Perbankan Mikro 
Direktur Sumber daya Manusia 
Ng Kee Choe 
Johanes Berchmans Kristiadi Pudjosukanto 
Milan Robert Shuster 
Harry Arief Soepardi Sukadis 
Gan Chee Yen 
Manggi Taruna Habir 
Ernest Wong Yuen Weng 
Benedictus Raksaka Mahi 
Henry Ho Hon Cheong 
Muliadi Rahardja 
Ali Rukmijah (Ali Yong) 
Herry Hykmanto 
Vera Eve Lim 
Satinder Pal Singh Ahluwalia 
Kanchan Keshav Nijasure 
Fransiska Oei Lan Siem 
Pradip Chhadva 
Michellina Laksmi Triwardhanny 
Khoe Minhari Handikusuma 
Joseph Bataona 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
:
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Struktur Modal dan Komposisi Pemegang Saham 
Struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk berdasarkan 
laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2011 
adalah sebagai berikut: 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan bagian dari Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., dimana 
pemegang saham akhir adalah Temasek Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan 
di Singapura dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura. 
Asia Financial (Indonesia) Private Limited didirikan berdasarkan Company Registry No. 199005540H tanggal 
10 Nopember 1990, dahulu dikenal dengan nama ENV Corporation Private Limited dan berubah nama sejak 
tanggal 15 April 2003. Asia Financial (Indonesia) Private Limited merupakan perusahaan investment holding 
dengan pemegang saham pengendali adalah Fullerton Financial Holdings Private Limited 
Fullerton Financial Holdings Private Limited adalah suatu perusahaan induk investasi (investment holding), 
yang secara tidak langsung dimiliki seluruhnya oleh anak perusahaan Temasek Holdings Private Limited 
dengan kepemilikan saham di berbagai bank dan lembaga keuangan termasuk PT Bank Danamon Indonesia 
Tbk, Fullerton India Credit Corporation di India, Alliance Bank di Malaysia dan NIB Bank di Pakistan. 
Ruang Lingkup Kegiatan Usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PT Bank Danamon Indonesia Tbk, ruang lingkup kegiatan PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan sesuai dengan undang-undang 
dan peraturan yang berlaku, dan melakukan kegiatan perbankan lainnya berdasarkan prinsip Syariah. 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk mulai melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah tersebut sejak tahun 
2002. 
Sejak Maret 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mulai melakukan kegiatan usaha mikro dengan nama 
Danamon Simpan Pinjam. Pada tanggal 31 Desember 2011, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mempunyai 
79 kantor cabang domestik, 1.529 kantor cabang pembantu domestik dan Danamon Simpan Pinjam dan 
65 kantor cabang dan kantor cabang pembantu Syariah serta mempunyai 45.249 karyawan tetap, 17.017 
karyawan tidak tetap dan 8.683 karyawan outsource termasuk karyawan anak perusahaan dari PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk. 
68 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
% 
67,4 
6,2 
26,1 
0,3 
100,0 
Jumlah Saham 
Saham Seri A Saham Seri B 
22.400.000 
- 
- 
22.400.000 
- 
22.400.000 
- 
17.760.000.000 
6.457.558.472 
594,295,388 
2.484.519.233 
25.870.272 
9.562.243.365 
8.197.756.635 
Jumlah Nilai Nominal (Rp) 
Seri A @ Rp 50.000 Seri B @ Rp 500 
1.120.000.000.000 
- 
- 
1.120.000.000.000 
- 
1.120.000.000.000 
- 
8.880.000.000.000 
3.228.779.236.000 
297.147.694.000 
1.242.259.616.500 
12.935.136.000 
4.781.121.682.500 
4.098.878.317.500 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan 
Disetor Penuh: 
Asia Financial (Indonesia) 
Pte. Ltd. 
JPMCB - Franklin Templeton 
Investment Funds 
Masyarakat 
Komisaris dan Direksi PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk 
Jumlah Modal Ditempatkan 
dan Disetor Penuh 
Jumlah Saham Dalam Portepel
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Catatan: 
Informasi terkait PT Bank Danamon Indonesia Tbk diambil dari laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun 
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan prospektus obligasi berkelanjutan I Perusahaan dengan tingkat bunga tetap tahap I tahun 2011 yang diterbitkan 
di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2011. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 69 
Alamat Kantor Pusat 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Menara Bank Danamon Lantai 5 
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. E4 No. 6, Mega Kuningan 
Jakarta 12950 
Telepon: +62 21-57991001-3 
Facs: +62 21-57991160 
Website: www.danamon.co.id 
Keterangan Singkat Mengenai PT Asuransi Adira Dinamika 
Pada saat laporan tahunan ini diterbitkan, Perusahaan mengetahui satu pemegang saham minoritas yang 
berbentuk badan hukum yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan, selain PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk yaitu PT Asuransi Adira Dinamika. 
Akta Pendirian 
PT Asuransi Adira Dinamika, dahulu bernama PT Asuransi Kerugian Nexus, didirikan di Jakarta berdasarkan 
akta notaris Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., No. 106 tanggal 17 Juli 1996. Akta pendirian tersebut 
telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2- 
10988.HT.01.01.TH’96 tanggal 12 Desember 1996 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia 
No. 26 tanggal 31 Maret 2000, Tambahan No. 1631. 
Pengurusan dan Pengawasan 
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Asuransi Adira Dinamika pada tanggal 31 Desember 2010 adalah 
sebagai berikut: 
Dewan Komisaris 
Komisaris Utama : Stanley Setia Atmadja 
Wakil Komisaris Utama : Vera Eve Lim 
Komisaris Independen : Manggi Taruna Habir 
Komisaris Independen : Suhandoko Tjondromulyo 
Direksi 
Direktur Utama : Willy Suwandi Dharma 
Wakil Direktur Utama : Indra Baruna 
Direktur : Pratomo 
Struktur Modal dan Komposisi Pemegang Saham 
Struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham PT Asuransi Adira Dinamika berdasarkan laporan 
keuangan PT Asuransi Adira Dinamika yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai 
berikut:
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Struktur Modal, Jumlah Saham Beredar dan Pembayaran Dividen Perusahaan Selama 5 Tahun Terakhir 
70 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
% 
90,0 
10,0 
100,0 
Nilai Nominal Rp 1.000.000 per saham 
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) 
400.000 
90.000 
10.000 
100.000 
300.000 
400.000.000.000 
90.000.000.000 
10.000.000.000 
100.000.000.000 
300.000.000.000 
Keterangan 
Modal Dasar 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Ir. Willy Suwandi Dharma 
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Jumlah Saham Dalam Portepel 
Sejak Januari 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjadi pihak pengendali PT Asuransi Adira Dinamika. 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan bagian dari Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., dimana 
pemegang saham akhir adalah Temasek Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan 
di Singapura dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura. 
Ruang Lingkup Kegiatan Usaha PT Asuransi Adira Dinamika 
PT Asuransi Adira Dinamika memperoleh izin operasi dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusan 
No. KEP.462/KMK.017/1997 tanggal 8 September 1997. PT Asuransi Adira Dinamika memulai kegiatan 
operasi komersialnya pada tahun 1997. 
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PT Asuransi Adira Dinamika, ruang lingkup kegiatan usaha yang 
dilakukan oleh PT Asuransi Adira Dinamika adalah menjalankan usaha dalam bidang asuransi kerugian dan 
aktivitas kaitannya. Sejak 2004, PT Asuransi Adira Dinamika mengeluarkan produk asuransi syariah. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, PT Asuransi Adira Dinamika memiliki 8 kantor cabang yang berlokasi di 
Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Pekanbaru, Balikpapan dan Makassar; 1 kantor cabang 
khusus syariah yang berlokasi di Jakarta dan 29 kantor pemasaran yang berlokasi di beberapa kota di 
Indonesia serta mempunyai 841 karyawan. 
Catatan: 
Informasi terkait PT Asuransi Adira Dinamika diambil dari Laporan Keuangan PT Asuransi Adira Dinamika yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang 
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. 
2007 
174 
4.000.000.000 
400.000.000.000 
1.000.000.000 
100.000.000.000 
3.000.000.000 
300.000.000.000 
1.000.000.000 
232 
560 
50,0% 
-2,5% 
21 Mei 2007 
5 Juli 2007 
2008 
208 
4.000.000.000 
400.000.000.000 
1.000.000.000 
100.000.000.000 
3.000.000.000 
300.000.000.000 
1.000.000.000 
280 
1.020 
50,0% 
20,7% 
9 April 2008 
21 Mei 2008 
2009 
245 
4.000.000.000 
400.000.000.000 
1.000.000.000 
100.000.000.000 
3.000.000.000 
300.000.000.000 
1.000.000.000 
510 
1.212 
50,0% 
82,1% 
1 April 2009 
8 Mei 2009 
2010 
370 
4.000.000.000 
400.000.000.000 
1.000.000.000 
100.000.000.000 
3.000.000.000 
300.000.000.000 
1.000.000.000 
242,48 
1.468 
20,0% 
-52,5% 
7 April 2010 
16 Juni 2010 
2011 
430 
4.000.000.000 
400.000.000.000 
1.000.000.000 
100.000.000.000 
3.000.000.000 
300.000.000.000 
1.000.000.000 
954,14 
1.583 
65,0% 
293,5% 
28 April 2011 
28 Juni 2011 
Keterangan 
Jumlah Pemegang Saham 
Modal Dasar 
• Jumlah Saham 
• Jumlah Nominal (Rp) 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
• Jumlah Saham 
• Jumlah Nominal (Rp) 
Saham Belum Diterbitkan 
• Jumlah Saham 
• Jumlah Nominal (Rp) 
Saham yang Diterbitkan 
• Nominal Rp 100 per Saham 
Dividen Tunai 
• Atas Laba Bersih Tahun 
Sebelumnya (Rp) 
• Laba Bersih per Saham Dasar (Rp) 
• Persentase Dividen Kas Terhadap 
Laba Bersih Tahun Sebelumnya 
• Pertumbuhan Dividen Kas 
• Tanggal RUPS 
• Tanggal Pembayaran Dividen Tunai
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Kebijakan Pembagian Dividen Tunai Perusahaan 
Kebijakan pembagian dividen tunai Perusahaan telah disebutkan dan dijelaskan di dalam prospektus 
Penawaran Umum Saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2004. Kebijakan pembagian dividen tunai 
Perusahaan seperti yang disebutkan dalam prospektus tersebut adalah sebagai berikut: 
• Seluruh saham Perusahaan yang telah diambil bagian dan disetor penuh, termasuk saham yang ditawarkan 
dalam Penawaran Umum Saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2004, mempunyai hak yang sama 
dan sederajat dalam segala hal, termasuk hak atas dividen tunai. 
• Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, pembayaran dividen tunai harus disetujui oleh Rapat Umum 
Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perusahaan. 
• Dengan memperhatikan laba Perusahaan, kondisi likuiditas tahun berjalan serta dengan tidak mengurangi 
hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Aggaran Dasar 
Perusahaan, manajemen Perusahaan akan membagikan dividen tunai minimal sebesar 20,0% dari laba 
bersih tahun berjalan. 
Pada pelaksanaannya, Perusahaan sudah memenuhi kebijakan pembagian dividen yang sudah disebutkan 
yaitu dengan membagikan dividen tunai minimal sebesar 20,0% dari laba bersih tahun berjalan, seperti yang 
dijelaskan dibawah ini: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 71 
Dividen per 
saham (Rp) 
232,0 per saham 
280,0 per saham 
510,0 per saham 
242,5 per saham 
954,1 per saham 
Rasio Pembayaran 
Dividen 
50% 
50% 
50% 
20% 
65% 
Tanggal 
Pembayaran Tunai 
5 Juli 2007 
29 Mei 2008 
8 Mei 2009 
16 Juni 2010 
28 Juni 2011 
Tahun 
Laba tahun 2006 
Laba tahun 2007 
Laba tahun 2008 
Laba tahun 2009 
Laba tahun 2010 
Tanggal 
Persetujuan RUPS 
21 Mei 2007 
9 April 2008 
1 April 2009 
7 April 2010 
28 April 2011 
Jumlah Dividen 
(dalam Jutaan Rp) 
232.000 juta 
280.000 juta 
510.000 juta 
242.480 juta 
954.140 juta 
Tindakan Korporasi Perusahaan Selama Tahun 2011 
Mei 2011 
Penerbitan Obligasi 
Adira Dinamika Multi 
Finance IV Tahun 
2011 
Pada tanggal 31 Mei 2011, Perusahaan 
menerbitkan Obligasi Adira Dinamika 
Multi Finance V Tahun 2011, yang dicatat 
pada BEI. Jumlah obligasi yang diterbitkan 
sebesar Rp 2 triliun. 
Nopember 2011 
Penerbitan 
Medium-Term Notes I 
Adira Dinamika 
Multi Finance 
Tahun 2011 (MTN I) 
September 2011 
RUPS Luar Biasa 
Pada tanggal 10 Nopember 2011, 
Perusahaan menerbitkan Medium Term 
Notes I Adira Dinamika Multi FinanceI 
Tahun 2011. Jumlah MTN I yang 
diterbitkan sebesar Rp 400 miliar. 
Juni 2011 
Pembayaran Dividen 
Tunai 
Pada tanggal 28 Juni 2011, Perusahaan 
membayar dividen tunai sebesar 
Rp 954,14 miliar atau Rp 954,14 per 
saham. 
Pada tanggal 22 September 2011, Perusahaan mengadakan RUPS 
Luar Biasa untuk meminta persetujuan dari pemegang saham untuk 
menjaminkan piutang di atas 50% dari nilai ekuitas dari laporan 
keuangan audit yang terakhir. Adapun tujuan dari permintaan 
persetujuan adalah untuk meningkatkan pendanaan guna mencapai 
target pembiayaan pada tahun berjalan. 
Pada tanggal 28 April 2011, melalui 
RUPS, para pemegang saham menyetujui 
perubahan Komposisi Dewan Komisaris 
dan Direksi, pembagian dividen tunai 
sebesar Rp 954,14 per saham, yang 
merupakan 65,0% dari laba bersih 
Perusahaan pada tahun 2010 dan 
menambah cadangan umum sebesar 
Rp 14.679 juta. 
Pada tanggal 28 April 
2010, Perusahaan 
menyelenggarakan Paparan 
Publik di Hotel Borobudur, 
Jakarta, untuk memaparkan 
kinerja dan laporan 
keuangan Perusahaan pada 
tahun 2010. 
April 2011 
Rapat Umum Pemegang 
Saham (RUPS) dan 
Paparan Publik 
Desember 2011 
Penerbitan Obligasi 
Berkelanjutan I Adira 
Dinamika Multi Finance 
Dengan Tingkat 
Bunga Tetap Tahap I 
Tahun 2011 
Pada tanggal 16 Desember 2011, Perusahaan 
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika 
Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I 
Tahun 2011, yang dicatat pada BEI. Jumlah obligasi 
yang diterbitkan sebesar Rp 2.523 miliar.
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Jumlah Obligasi / Obligasi Konvertible Yang Diterbitkan Adira Finance Yang Masih Beredar 
Jumlah Nominal 
Seri (Rp) 
A 
B 
A 
B 
C 
A 
B 
C 
A 
B 
C 
D 
E 
A 
B 
C 
D 
A 
B 
C 
No. Terhutang (Rp) 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
Nama Obligasi 
Adira Finance I 
Adira Finance II 
Adira Finance III 
Adira Finance IV 
Adira Finance V 
Berkelanjutan I Adira 
Finance Tahap I 
63.000.000.000 
437.000.000.000 
570.000.000.000 
90.000.000.000 
90.000.000.000 
46.000.000.000 
51.000.000.000 
403.000.000.000 
229.000.000.000 
238.000.000.000 
577.000.000.000 
284.000.000.000 
672.000.000.000 
612.000.000.000 
160.000.000.000 
567.000.000.000 
1.161.000.000.000 
325.000.000.000 
665.000.000.000 
1.533.000.000.000 
Jumlah Medium Term Notes (MTN) Yang Diterbitkan Adira Finance Yang Masih Beredar 
Nama MTN 
MTN1 
Seri 
A 
B 
Jumlah Nominal Rp 
200.000.000.000 
200.000.000.000 
Tingkat Bunga 
8,40% 
8,65% 
Jumlah MTN Terhutang Sampai Dengan 31 Desember 2011 
Nilai Nominal 
Rp 570.000 juta 
Rp 90.000 juta 
Rp 90.000 juta 
Jangka Waktu 
18 Bulan 
24 Bulan 
Tingkat Bunga Tetap 
Tanggal Penerbitan 
10 Nopember 2011 
10 Nopember 2011 
Peringkat 
idAA+ 
idAA+ 
Jatuh Tempo 
8 Juni 2009 
8 Juni 2010 
8 Juni 2011 
No. 
1. 
Jumlah Terhutang (Rp) 
200.000.000.000 
200.000.000.000 
400.000.000.000 
Jatuh Tempo 
10 Mei 2013 
10 Nopember 2013 
Obligasi Cicilan Pokok Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
72 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tingkat 
Bunga 
14,125% 
14,125% 
14,40% 
14,50% 
14,60% 
12,55% 
13,55% 
14,60% 
7,60% 
8,25% 
8,70% 
9,00% 
9,25% 
8,00% 
8,80% 
9,60% 
10,00% 
7,75% 
8,00% 
9,00% 
Jangka Waktu 
60 Bulan 
60 Bulan 
36 Bulan 
48 Bulan 
60 Bulan 
370 Hari 
24 Bulan 
36 Bulan 
18 Bulan 
24 Bulan 
30 Bulan 
36 Bulan 
48 Bulan 
370 Hari 
24 Bulan 
36 Bulan 
48 Bulan 
24 Bulan 
36 Bulan 
60 Bulan 
Peringkat 
idA-idA-idA 
idA 
idA 
idAA-idAA-idAA-idAA 
idAA 
idAA 
idAA 
idAA 
idAA+ 
idAA+ 
idAA+ 
idAA+ 
idAA+ 
idAA+ 
idAA+ 
Tanggal Efektif 
Bapepam-LK 
23 April 2003 
23 April 2003 
24 Mei 2006 
24 Mei 2006 
24 Mei 2006 
4 Mei 2009 
4 Mei 2009 
4 Mei 2009 
21 Oktober 2010 
21 Oktober 2010 
21 Oktober 2010 
21 Oktober 2010 
21 Oktober 2010 
18 Mei 2011 
18 Mei 2011 
18 Mei 2011 
18 Mei 2011 
9 Desember 2011 
9 Desember 2011 
9 Desember 2011 
Jatuh Tempo 
6 Mei 2008 
6 Mei 2008 
8 Juni 2009 
8 Juni 2010 
8 Juni 2011 
18 Mei 2010 
13 Mei 2011 
13 Mei 2012 
29 April 2012 
29 Oktober 2012 
29 April 2013 
29 Oktober 2013 
29 Oktober 2014 
31 Mei 2012 
27 Mei 2013 
27 Mei 2014 
27 Mei 2015 
16 Desember 2013 
16 Desember 2014 
16 Desember 2016 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Jumlah 
403.000.000.000 
229.000.000.000 
238.000.000.000 
577.000.000.000 
284.000.000.000 
672.000.000.000 
612.000.000.000 
160.000.000.000 
567.000.000.000 
1.161.000.000.000 
325.000.000.000 
665.000.000.000 
1.533.000.000.000 
Jumlah Obligasi Terhutang Sampai Dengan 31 Desember 2011 7.426.000.000.000 
Perusahaan telah beberapa kali menerbitkan obligasi dan medium term notes yang digunakan seluruhnya 
untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor. Walaupun Perusahaan mendapatkan dukungan penuh 
atas pendanaan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, pemegang saham pengendali, namun Perusahaan 
tetap berupaya untuk melakukan diversifikasi pendanaannya. Salah satunya melalui penerbitan obligasi dan 
medium term notes dengan tujuan untuk menjaga hubungan baik dengan investor obligasi dan medium term 
notes Adira Finance. Kronologis pencatatan obligasi dan medium term notes Adira Finance dapat dilihat lebih 
rinci pada bagian dibawah ini. 
Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance II 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
14,40% 
14,50% 
14,60% 
Pada tanggal 24 Mei 2006, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam melalui surat 
No. S-137/BL/2006 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 
(Obligasi Adira Finance II) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 750.000.000.000, terbagi atas Seri A, Seri 
B dan Seri C yang dicatatkan di BES (sekarang digabung menjadi BEI) pada tanggal 9 Juni 2006. Dana yang 
diterima dari penerbitan Obligasi Adira Finance II telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan 
kendaraan bermotor dan dilaporkan ke Bapepam sesuai dengan surat No. 149/ADMF/IX/2006 pada tanggal
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
14 September 2006. Atas penerbitan Obligasi Adira Finance II, Pefindo memberikan peringkat “idA” (Single 
A; Stable Outlook) pada tanggal 18 April 2006 melalui surat No. 128/PEF-Dir/IV/2006. 
Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance II dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama 
pada tanggal 8 September 2006 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing 
seri Obligasi Adira Finance II. 
Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance II 
Seri A 
(Rp) 
Keterangan 
Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance II 
Tanggal 
Pembayaran 
8 Juni 2009 
8 Juni 2010 
8 Juni 2011 
Seri B 
(Rp) 
Seri B 
(Rp) 
Seri A 
(Rp) 
Seri C 
(Rp) 
Seri C 
(Rp) 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
Keterangan 
Perusahaan telah melunasi Obligasi Adira Finance II pada tanggal 8 Juni 2011, dengan pembayaran pokok 
obligasi terakhir yaitu untuk Obligasi Adira Finance II Seri C sejumlah Rp 90.000.000.000 beserta pembayaran 
terakhir atas bunga Obligasi Adira Finance II Seri C sebesar Rp 3.285.000.000 dengan menggunakan dana 
kas internal Perusahaan. Atas pelunasan Obligasi Adira Finance II ini, Perusahaan menerima surat tanda 
pelunasan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia pada tanggal 8 Juni 2011. 
Obligasi Cicilan Pokok Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 73 
Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance III 
- 
90.000.000.000 
- 
90.000.000.000 
570.000.000.000 
- 
- 
570.000.000.000 
- 
- 
90.000.000.000 
90.000.000.000 
570.000.000.000 
90.000.000.000 
90.000.000.000 
750.000.000.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Jumlah 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Nilai Nominal 
Rp 46.000 juta 
Rp 51.000 juta 
Rp 403.000 juta 
Tingkat Bunga Tetap 
12,55% 
13,55% 
14,60% 
Jatuh Tempo 
18 Mei 2010 
13 Mei 2011 
13 Mei 2012 
Tanggal 
Pembayaran 
8 September 2006 
8 Desember 2006 
8 Maret 2007 
8 Juni 2007 
8 September 2007 
8 Desember 2007 
8 Maret 2008 
8 Juni 2008 
8 September 2008 
8 Desember 2008 
8 Maret 2009 
8 Juni 2009 
8 September 2009 
8 Desember 2009 
8 Maret 2010 
8 Juni 2010 
8 September 2010 
8 Desember 2010 
8 Maret 2011 
8 Juni 2011 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
3.262.500.000 
- 
- 
- 
- 
52.200.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
3.285.000.000 
65.700.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
20.520.000.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
246.240.000.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.656.250.000 
17.378.164.063 
17.100.078.125 
16.821.992.188 
16.543.906.250 
16.265.820.313 
15.987.734.375 
15.709.648.438 
345.338.593.752 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-5 
Pembayaran ke-6 
Pembayaran ke-7 
Pembayaran ke-8 
Pembayaran ke-9 
Pembayaran ke-10 
Pembayaran ke-11 
Pembayaran ke-12 
Pembayaran ke-13 
Pembayaran ke-14 
Pembayaran ke-15 
Pembayaran ke-16 
Pembayaran ke-17 
Pembayaran ke-18 
Pembayaran ke-19 
Pembayaran ke-20 
Jumlah
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Pada tanggal 4 Mei 2009, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK melalui 
surat No. S-3485/BL/2009 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 
2009 (Obligasi Adira Finance III) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 500.000.000.000, terbagi atas Seri 
A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di BEI pada tanggal 14 Mei 2009. Dana yang diterima dari penerbitan 
Obligasi Adira Finance III telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor dan 
dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 074/ADMF/CS/VII/2009 pada tanggal 2 Juli 2009. 
Atas penerbitan Obligasi Adira Finance III, Pefindo memberikan peringkat “idAA-” (Double A minus; Stable 
Outlook) pada tanggal 16 Maret 2009 melalui surat No. 259/PEF-Dir/III/2009. 
Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance III dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama 
pada tanggal 13 Agustus 2009 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing 
seri Obligasi Adira Finance III. 
Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance III 
Tanggal 
Pembayaran 
13 Agustus 2009 
13 Nopember 2009 
13 Pebruari 2010 
13 Mei 2010 
18 Mei 2010 
13 Agustus 2010 
13 Nopember 2010 
13 Pebruari 2011 
13 Mei 2011 
13 Agustus 2011 
13 Nopember 2011 
13 Pebruari 2012 
13 Mei 2012 
Seri B 
(Rp) 
Seri C 
(Rp) 
Seri A 
(Rp) 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
Keterangan 
Seri B 
(Rp) 
Seri A 
(Rp) 
Seri C 
(Rp) 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
Keterangan 
Perusahaan telah melunasi Obligasi Adira Finance III Seri A pada tanggal 18 Mei 2010 sejumlah 
Rp 46.000.000.000 beserta pembayaran terakhir atas bunga Obligasi Adira Finance III Seri A sebesar 
Rp 1.523.430.760 dan Obligasi Adira Finance III Seri B pada tanggal 13 Mei 2011 sejumlah Rp 51.000.000.000 
beserta pembayaran terakhir atas bunga Obligasi Adira Finance III Seri B sebesar Rp 1.727.625.000 dengan 
menggunakan dana kas internal Perusahaan. Dengan pelunasan Obligasi Adira Finance III Seri A dan B, maka 
untuk Obligasi Adira Finance III yang tersisa adalah Seri C sejumlah Rp 403.000.000.000 yang jatuh tempo 
pada tanggal 13 Mei 2012. 
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Adira Finance III mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi 
oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen 
74 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
1.727.625.000 
1.727.625.000 
1.727.625.000 
1.727.625.000 
- 
1.727.625.000 
1.727.625.000 
1.727.625.000 
1.727.625.000 
- 
- 
- 
- 
13.821.000.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
- 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
176.514.000.000 
1.443.250.000 
1.443.250.000 
1.443.250.000 
- 
1.523.430.760 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
5.853.180.760 
17.880.375.000 
17.880.375.000 
17.880.375.000 
16.437.125.000 
1.523.430.760 
16.437.125.000 
16.437.125.000 
16.437.125.000 
16.437.125.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
14.709.500.000 
196.188.180.760 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-5 
Pembayaran ke-6 
Pembayaran ke-7 
Pembayaran ke-8 
Pembayaran ke-9 
Pembayaran ke-10 
Pembayaran ke-11 
Pembayaran ke-12 
Jumlah 
Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance III 
Tanggal 
Pembayaran 
18 Mei 2010 
13 Mei 2011 
13 Mei 2012 
- 
51.000.000.000 
- 
51.000.000.000 
46.000.000.000 
- 
- 
46.000.000.000 
- 
- 
403.000.000.000 
403.000.000.000 
46.000.000.000 
51.000.000.000 
403.000.000.000 
500.000.000.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Jumlah
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Pasar Beringharjo - Jogja 
sebesar 60% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 
rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara 
lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan penggabungan usaha serta 
menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan 
konsumen. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam 
Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi Adira Finance III sesuai 
dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan dapat 
melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi Adira Finance III sebelum 
tanggal jatuh tempo pelunasan pokok obligasi tersebut, dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat 
dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 
Nilai Nominal 
Rp 229.000 juta 
Rp 238.000 juta 
Rp 577.000 juta 
Rp 284.000 juta 
Rp 672.000 juta 
Tingkat Bunga Tetap 
Jatuh Tempo 
29 April 2012 
29 Oktober 2012 
29 April 2013 
29 Oktober 2013 
29 Oktober 2014 
Obligasi Cicilan Pokok Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 
Seri E 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 75 
Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance IV 
7,60% 
8,25% 
8,70% 
9,00% 
9,25% 
Pada tanggal 21 Oktober 2010, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK 
melalui surat No. S-9564/BL/2010 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV 
Tahun 2010 (Obligasi Adira Finance IV) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 2.000.000.000.000, terbagi 
atas Seri A, Seri B, Seri C, Seri D dan Seri E yang dicatatkan di BEI pada tanggal 29 Oktober 2010. Dana yang 
diterima dari penerbitan Obligasi Adira Finance IV telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan 
kendaraan bermotor dan dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 177/ADMF/CS/XII/10 pada 
tanggal 22 Desember 2010. Atas penerbitan Obligasi Adira Finance IV, Pefindo memberikan peringkat “idAA” 
(Double A; Stable Outlook) pada tanggal 6 Agustus 2010 melalui surat No. 1063/PEF-Dir/VIII/2010. 
Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance IV dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama 
pada tanggal 29 Januari 2011 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing 
seri Obligasi Adira Finance IV.
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance IV 
Tanggal 
Pembayaran 
29 Januari 2011 
29 April 2011 
29 Juli 2011 
29 Oktober 2011 
29 Januari 2012 
29 April 2012 
29 Juli 2012 
29 Oktober 2012 
29 Januari 2013 
29 April 2013 
29 Juli 2013 
29 Oktober 2013 
29 Januari 2014 
29 April 2014 
29 Juli 2014 
29 Oktober 2014 
Keterangan 
Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance IV 
Keterangan 
Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance V 
Nilai Nominal 
Rp 612.000 juta 
Rp 160.000 juta 
Rp 567.000 juta 
Rp 1.161.000 juta 
Tingkat Bunga Tetap 
Jatuh Tempo 
31 Mei 2012 
27 Mei 2013 
27 Mei 2014 
27 Mei 2015 
Obligasi Cicilan Pokok Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 
76 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Seri B 
(Rp) 
4.908.750.000 
4.908.750.000 
4.908.750.000 
4.908.750.000 
4.908.750.000 
4.908.750.000 
4.908.750.000 
4.908.750.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
39.270.000.000 
Seri C 
(Rp) 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
12.549.750.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
125.497.500.000 
Seri D 
(Rp) 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
6.390.000.000 
- 
- 
- 
- 
76.680.000.000 
Seri E 
(Rp) 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
248.640.000.000 
Seri A 
(Rp) 
4.351.000.000 
4.351.000.000 
4.351.000.000 
4.351.000.000 
4.351.000.000 
4.351.000.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
26.106.000.000 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
43.739.500.000 
43.739.500.000 
43.739.500.000 
43.739.500.000 
43.739.500.000 
43.739.500.000 
39.388.500.000 
39.388.500.000 
34.479.750.000 
34.479.750.000 
21.930.000.000 
21.930.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
15.540.000.000 
516.193.500.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-5 
Pembayaran ke-6 
Pembayaran ke-7 
Pembayaran ke-8 
Pembayaran ke-9 
Pembayaran ke-10 
Pembayaran ke-11 
Pembayaran ke-12 
Pembayaran ke-13 
Pembayaran ke-14 
Pembayaran ke-15 
Pembayaran ke-16 
Jumlah 
Tanggal 
Pembayaran 
29 April 2012 
29 Oktober 2012 
29 April 2013 
29 Oktober 2013 
29 Oktober 2014 
- 
Seri B 
(Rp) 
238.000.000.000 
- 
- 
- 
238.000.000.000 
- 
- 
Seri C 
(Rp) 
577.000.000.000 
- 
- 
577.000.000.000 
- 
- 
- 
Seri D 
(Rp) 
284.000.000.000 
- 
284.000.000.000 
- 
- 
- 
- 
Seri E 
(Rp) 
672.000.000.000 
672.000.000.000 
Seri A 
(Rp) 
229.000.000.000 
- 
- 
- 
- 
229.000.000.000 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
229.000.000.000 
238.000.000.000 
577.000.000.000 
284.000.000.000 
672.000.000.000 
2.000.000.000.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-5 
Jumlah 
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Adira Finance IV mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi 
oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen 
sebesar 60% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 
rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara 
lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan penggabungan usaha serta 
menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan 
konsumen. 
Pada tanggal 21 Pebruari 2011, Pefindo menaikkan peringkat Obligasi Adira Finance III dan IV serta peringkat 
Perusahaan dari “idAA” (Double A; Stable Outlook) menjadi “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) masing-masing 
melalui surat No. 217/PEF-Dir/II/2011 dan No. 221/PEF-Dir/II/2011. Peringkat “idAA+” (Double A Plus; 
Stable Outlook) merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo kepada perusahaan pembiayaan 
di Indonesia. 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
8,00% 
8,80% 
9,60% 
10,00% 
Pada tanggal 18 Mei 2011, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK melalui 
surat No. S-5474/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 
2011 (Obligasi Adira Finance V) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 2.500.000.000.000, terbagi atas
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D yang dicatatkan di BEI pada tanggal 30 Mei 2011. Dana yang diterima 
dari penerbitan Obligasi Adira Finance V telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan 
bermotor dan dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 087/ADMF/CS/VII/2011 pada tanggal 
18 Juli 2011. Atas penerbitan Obligasi Adira Finance V, Pefindo memberikan peringkat “idAA+” (Double A 
Plus; Stable Outlook) pada tanggal 21 Pebruari 2011 melalui surat No. 217/PEF-Dir/II/2011. 
Penawaran Umum atas Obligasi Adira Finance V dibantu oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal, 
antara lain sebagai berikut: 
• Wali Amanat 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 77 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 
Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi 
BNI Building Lantai 16 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 
Telepon: +62 21-5728256 
Facs.: +62 21-2511311 
Website: www.bni.co.id 
• Notaris 
Notaris Fathiah Helmi, SH 
Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C 
Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 
Telepon: +62 21-52907304 
Facs.: +62 21-5261136 
E-mail: fhchozie@gmail.com 
• Akuntan Publik 
Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) 
Wisma GKBI Lantai 33 
Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 
Telepon: +62 21-5742333 
Facs.: +62 21-5741777 
Website: www.kpmg.co.id 
• Konsultan Hukum 
Thamrin & Rachman 
Graha Niaga Lantai 7 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 
Telepon: +62 21-52971779 
Facs.: +62 21-52971787 
E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id 
• Pemeringkat Efek 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 
Panin Tower Senayan City Lantai 17 
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 
Telepon: +62 21-72782380 
Facs.: +62 21-72782370 
E-mail: corpcom@pefindo.co.id
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Perusahaan sampai saat ini masih berkerjasama dengan seluruh lembaga dan/atau profesi penunjang pasar 
modal diatas, kecuali dengan Notaris dan Konsultan Hukum. 
Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance V dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama 
pada tanggal 27 Agustus 2011 dan terakhir dilaku dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing 
seri Obligasi Adira Finance V. 
Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance V 
Tanggal 
Pembayaran 
27 Agustus 2011 
27 Nopember 2011 
27 Pebruari 2012 
27 Mei 2012 
31 Mei 2012 
27 Agustus 2012 
27 Nopember 2012 
27 Pebruari 2013 
27 Mei 2013 
27 Agustus 2013 
27 Nopember 2013 
27 Pebruari 2014 
27 Mei 2014 
27 Agustus 2014 
27 Nopember 2014 
27 Pebruari 2015 
27 Mei 2015 
Seri B 
(Rp) 
Seri C 
(Rp) 
Seri D 
(Rp) 
Seri A 
(Rp) 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
Keterangan 
Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance V 
Seri B 
(Rp) 
Seri C 
(Rp) 
Seri D 
(Rp) 
Seri A 
(Rp) 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
Keterangan 
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Adira Finance V mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi 
oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen 
sebesar 60% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 
rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara 
lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan penggabungan usaha serta 
menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan 
konsumen. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam 
Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi Adira Finance V sesuai 
dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan dapat 
melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi Adira Finance V sebelum 
tanggal jatuh tempo pelunasan pokok obligasi tersebut, dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat 
dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 
78 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
3.520.000.000 
3.520.000.000 
3.520.000.000 
3.520.000.000 
- 
3.520.000.000 
3.520.000.000 
3.520.000.000 
3.520.000.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
28.160.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
- 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
13.608.000.000 
- 
- 
- 
163.296.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
- 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
464.400.000.000 
12.240.000.000 
12.240.000.000 
12.240.000.000 
- 
12.784.000.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
49.504.000.000 
58.393.000.000 
58.393.000.000 
58.393.000.000 
46.153.000.000 
12.784.000.000 
46.153.000.000 
46.153.000.000 
46.153.000.000 
46.153.000.000 
42.633.000.000 
42.633.000.000 
42.633.000.000 
42.633.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
29.025.000.000 
705.360.000.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-5 
Pembayaran ke-6 
Pembayaran ke-7 
Pembayaran ke-8 
Pembayaran ke-9 
Pembayaran ke-10 
Pembayaran ke-11 
Pembayaran ke-12 
Pembayaran ke-13 
Pembayaran ke-14 
Pembayaran ke-15 
Pembayaran ke-16 
Jumlah 
Tanggal 
Pembayaran 
31 Mei 2012 
27 Mei 2013 
27 Mei 2014 
27 Mei 2015 
- 
160.000.000.000 
- 
- 
160.000.000.000 
- 
- 
567.000.000.000 
- 
567.000.000.000 
- 
- 
- 
1.161.000.000.000 
1.161.000.000.000 
612.000.000.000 
- 
- 
- 
612.000.000.000 
612.000.000.000 
160.000.000.000 
567.000.000.000 
1.161.000.000.000 
2.500.000.000.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Jumlah
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Udang Selingkuh, Lembah Baliem, Papua 
Kronologis Pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I 
Obligasi Cicilan Pokok Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
Pada tanggal 9 Desember 2011, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK 
melalui surat No. S-13196/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika 
Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 (Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance 
Tahap I) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 2.523.000.000.000, terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri 
C yang dicatatkan di BEI pada tanggal 19 Desember 2011. Dana yang diterima dari penerbitan Obligasi 
Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan 
bermotor dan dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 003/ADMF/CS/I/2012 pada tanggal 13 
Januari 2012. Atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I, Pefindo memberikan peringkat 
“idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) pada tanggal 23 September 2011 melalui surat No. 1215/PEF-Dir/ 
IX/2011. 
Penawaran Umum atas Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I dibantu oleh lembaga dan profesi 
penunjang pasar modal pada saat itu, antara lain sebagai berikut: 
• Wali Amanat 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 79 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 
Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi 
BNI Building Lantai 16 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 
Telepon: +62 21-5728256 
Facs.: +62 21-2511311 
Website: www.bni.co.id 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Nilai Nominal 
Rp 325.000 juta 
Rp 665.000 juta 
Rp 1.533.000 juta 
Tingkat Bunga Tetap 
7,75% 
8,00% 
9,00% 
Jatuh Tempo 
16 Desember 2013 
16 Desember 2014 
16 Desember 2016
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
• Notaris 
Notaris Fathiah Helmi, SH 
Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C 
Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 
Telepon: +62 21-52907304 
Facs.: +62 21-5261136 
E-mail: fhchozie@gmail.com 
• Akuntan Publik 
Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) 
Wisma GKBI Lantai 33 
Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 
Telepon: +62 21-5742333 
Facs.: +62 21-5741777 
Website: www.kpmg.co.id 
• Konsultan Hukum 
Thamrin & Rachman 
Graha Niaga Lantai 7 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 
Telepon: +62 21-52971779 
Facs.: +62 21-52971787 
E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id 
• Pemeringkat Efek 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 
Panin Tower Senayan City Lantai 17 
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 
Telepon: +62 21-72782380 
Facs.: +62 21-72782370 
E-mail: corpcom@pefindo.co.id 
80 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Perusahaan sampai saat ini masih berkerjasama dengan seluruh lembaga dan/atau profesi penunjang pasar 
modal diatas, kecuali dengan Notaris dan Konsultan Hukum. 
Pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I dibayarkan setiap triwulanan, dengan 
pembayaran pertama pada tanggal 16 Maret 2012 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan 
pokok masing-masing seri Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I. 
Seri C 
(Rp) 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 81 
Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I 
Tanggal 
Pembayaran 
16 Maret 2012 
16 Juni 2012 
16 September 2012 
16 Desember 2012 
16 Maret 2013 
16 Juni 2013 
16 September 2013 
16 Desember 2013 
16 Maret 2014 
16 Juni 2014 
16 September 2014 
16 Desember 2014 
16 Maret 2015 
16 Juni 2015 
16 September 2015 
16 Desember 2015 
16 Maret 2016 
16 Juni 2016 
16 September 2016 
16 Desember 2016 
Seri B 
(Rp) 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
13.300.000.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
159.600.000.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
689.850.000.000 
Seri A 
(Rp) 
6.296.875.000 
6.296.875.000 
6.296.875.000 
6.296.875.000 
6.296.875.000 
6.296.875.000 
6.296.875.000 
6.296.875.000 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
50.375.000.000 
54.089.375.000 
54.089.375.000 
54.089.375.000 
54.089.375.000 
54.089.375.000 
54.089.375.000 
54.089.375.000 
54.089.375.000 
47.792.500.000 
47.792.500.000 
47.792.500.000 
47.792.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
34.492.500.000 
899.825.000.000 
Keterangan 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-5 
Pembayaran ke-6 
Pembayaran ke-7 
Pembayaran ke-8 
Pembayaran ke-9 
Pembayaran ke-10 
Pembayaran ke-11 
Pembayaran ke-12 
Pembayaran ke-13 
Pembayaran ke-14 
Pembayaran ke-15 
Pembayaran ke-16 
Pembayaran ke-17 
Pembayaran ke-18 
Pembayaran ke-19 
Pembayaran ke-20 
Jumlah 
Pulau Lengkuas - Belitung
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I 
Tanggal 
Pembayaran 
16 Desember 2013 
16 Desember 2014 
16 Desember 2016 
Keterangan 
Kronologis Pencatatan Medium Term Notes I 
MTN I 
Seri A 
Seri B 
Jatuh Tempo 
10 Mei 2013 
10 Nopember 2013 
Nilai Nominal Tingkat Bunga Tetap 
Cicilan Pokok MTN 
Rp 200.000 juta 
Rp 200.000 juta 
82 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
- 
Seri B 
(Rp) 
665.000.000.000 
- 
665.000.000.000 
Seri A 
(Rp) 
325.000.000.000 
- 
- 
325.000.000.000 
- 
- 
Seri C 
(Rp) 
1.533.000.000.000 
1.533.000.000.000 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
325.000.000.000 
665.000.000.000 
1.533.000.000.000 
2.523.000.000.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Jumlah 
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I mengatur beberapa pembatasan 
yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar 
pembiayaan konsumen sebesar 50% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap 
ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan 
tidak diperkenankan, antara lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan 
penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk 
piutang lancar pembiayaan konsumen. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam 
Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan 
I Adira Finance Tahap I sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian 
Perwaliamanatan. Perusahaan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I sebelum tanggal jatuh tempo pelunasan pokok obligasi 
tersebut, dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak 
tanggal emisi. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, peringkat atas Perusahaan serta Obligasi Adira Finance III, IV, V dan 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I yang diberikan oleh Pefindo adalah “idAA+” (Double A Plus; 
Stable Outlook). Efek hutang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi 
yang diberikan, dan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek 
hutang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat. 
Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata 
kategori yang bersangkutan. 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 
8,40% 
8,65% 
Pada tanggal 9 Nopember 2011, Perusahaan telah menerbitkan Medium Term Notes I–ADMF Tahun 2011 
(MTN I) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 400.000.000.000, terbagi atas Seri A dan Seri B. Dana yang 
diterima dari penerbitan MTN I telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor. 
Atas penerbitan MTN I, Pefindo memberikan peringkat “idAA+” (Double A plus; Stable Outlook) pada tanggal 
18 Nopember 2011 melalui surat No. 1461/PEF-Dir/XI/2011.
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Penerbitan MTN I dibantu oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal pada saat itu, antara lain sebagai 
berikut: 
• Agen Pemantau 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 83 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 
Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi 
BNI Building Lantai 16 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 
Telepon: +62 21-5728256 
Facs.: +62 21-2511311 
Website: www.bni.co.id 
• Notaris 
Notaris Fathiah Helmi, SH 
Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C 
Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 
Telepon: +62 21-52907304 
Facs.: +62 21-5261136 
E-mail: fhchozie@gmail.com 
• Konsultan Hukum 
Thamrin & Rachman 
Graha Niaga Lantai 7 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 
Telepon: +62 21-52971779 
Facs.: +62 21-52971787 
E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id 
• Pemeringkat Efek 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 
Panin Tower Senayan City Lantai 17 
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 
Telepon: +62 21-72782380 
Facs.: +62 21-72782370 
E-mail: corpcom@pefindo.co.id 
Pengrajin gerabah, Pulutan - Sulawesi Utara
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Tanjung Binga - Belitung 
Perusahaan sampai saat ini sudah tidak berkerjasama dengan seluruh lembaga dan/atau profesi penunjang 
pasar modal diatas, kecuali dengan Agen Pemantau. 
Pembayaran bunga MTN I dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama pada tanggal 10 
Pebruari 2012 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri MTN I. 
Tabel Pembayaran Bunga MTN I 
Tanggal 
Pembayaran 
10 Pebruari 2012 
10 Mei 2012 
10 Agustus 2012 
10 Nopember 2012 
10 Pebruari 2013 
10 Mei 2013 
10 Agustus 2013 
10 Nopember 2013 
Keterangan 
Tabel Pembayaran Pokok MTN I 
Tanggal 
Pembayaran 
10 Mei 2013 
10 Nopember 2013 
Keterangan 
84 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Seri B 
(Rp) 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
34.600.000.000 
- 
Seri B 
(Rp) 
200.000.000.000 
200.000.000.000 
Seri A 
(Rp) 
4.200.000.000 
4.200.000.000 
4.200.000.000 
4.200.000.000 
4.200.000.000 
4.200.000.000 
- 
- 
25.200.000.000 
Seri A 
(Rp) 
200.000.000.000 
- 
200.000.000.000 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
8.525.000.000 
8.525.000.000 
8.525.000.000 
8.525.000.000 
8.525.000.000 
8.525.000.000 
4.325.000.000 
4.325.000.000 
59.800.000.000 
Jumlah Pembayaran 
(Rp) 
200.000.000.000 
200.000.000.000 
400.000.000.000 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Pembayaran ke-3 
Pembayaran ke-4 
Pembayaran ke-5 
Pembayaran ke-6 
Pembayaran ke-7 
Pembayaran ke-8 
Jumlah 
Pembayaran ke-1 
Pembayaran ke-2 
Jumlah 
Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 
2011 mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan 
jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok MTN I yang terhutang 
dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah pokok terutang 
MTN I belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain untuk melakukan penggabungan usaha 
serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan 
konsumen. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam 
Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011.
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Pada tanggal 31 Desember 2011, peringkat atas MTN I yang diberikan oleh Pefindo adalah “idAA+” (Double 
A Plus; Stable Outlook). Efek hutang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat 
tertinggi yang diberikan, dan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas 
efek hutang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat. 
Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata 
kategori yang bersangkutan. 
INSTITUSI-INSTITUSI YANG BEKERJASAMA DALAM PENCATATAN SAHAM DAN PENERBITAN 
OBLIGASI PERUSAHAAN 
Akuntan Perusahaan 
Pada saat ini, Perusahaan bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja, dahulu bernama 
Kantor Akuntan Publik Siddharta Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) yang melakukan 
audit atas laporan keuangan tahunan Perusahaan dengan rincian sebagai berikut: 
Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) 
Wisma GKBI Lantai 33 
Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 
Telepon: +62 21-5742333 
Facs.: +62 21-5741777 
Website: www.kpmg.co.id 
Tahun 2011 adalah tahun kelima bagi Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of 
KPMG International) sebagai auditor independen eksternal Perusahaan, yang mana biaya untuk jasa audit 
profesional tersebut adalah sebesar US$ 90.000 masing-masing untuk tahun 2011 dan 2010, sedangkan 
pada tahun 2009, 2008 dan 2007, masing-masing adalah sebesar, US$ 83.600, US$ 83.600 dan US$ 76.000. 
Selain itu, Perusahaan juga menggunakan jasa audit profesional Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja 
(a member firm of KPMG International) sebagai auditor independen untuk memeriksa dan memberikan opini 
atas laporan keuangan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 dengan 
beban jasa audit masing-masing sebesar US$ 50.000 dan US$ 48.000, serta sebagai profesi penunjang 
pasar modal dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Finance III, yang mana jasa profesional yang dibayarkan 
Perusahaan adalah sebesar US$ 45.000, sedangkan dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Finance IV, V 
dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I, jasa profesional yang dibayarkan adalah masing-masing 
sebesar US$ 35.000. Lebih lanjut Perusahaan juga bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik Siddharta 
& Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagai auditor independen, yang mana biaya untuk jasa 
pelaksanaan prosedur yang disepakati dalam sehubungan dengan pembayaran kewajiban kepada kreditur 
pinjaman yang diterima dan obligasi yang diterbitkan dalam rangka penawaran umum berkelanjutan untuk 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance tersebut adalah sebesar US$ 1.500. 
Akuntan Publik yang mewakili pelaksanaan audit laporan keuangan tahun 2011, 2009, 2008 dan 2007 (atau 4 
tahun), laporan keuangan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011, penerbitan Obligasi 
Adira Finance III serta Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I dan prosedur yang disepakati yang 
disebutkan diatas adalah Kusumaningsih Angkawijaya, CPA, sedangkan untuk audit laporan keuangan tahun 
2010 (atau 1 tahun), laporan keuangan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 serta 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 85
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
penerbitan Obligasi Adira Finance IV dan V adalah Elisabeth Imelda, CPA. Penjelasan yang lebih rinci dapat 
dilihat pada bagian Laporan Tata Kelola Perusahaan. 
Selain itu, institusi lainnya yang masih bekerjasama dengan Perusahaan dalam pencatatan saham, penerbitan 
obligasi dan MTN Perusahaan hingga tahun buku 2011 adalah sebagai berikut: 
• Biro Administrasi Efek 
PT Adimitra Transferindo 
Komplek Pertokoan Pulo Mas Blok VIII No. 1 
Jl. Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur 13210 
Telepon: +62 21-47881515 
Facs.: +62 21-4709697 
E-mail: adimitra-opr@adimitra-transferindo.co.id 
• Wali Amanat 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 
Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi 
BNI Building Lantai 16 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 
Telepon: +62 21-5728256 
Facs.: +62 21-2511311 
Website: www.bni.co.id 
• Notaris 
Notaris Fathiah Helmi, SH 
Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C 
Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 
Telepon: +62 21-52907304 
Facs.: +62 21-5261136 
E-mail: fhchozie@gmail.com 
• Akuntan Publik 
Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) 
Wisma GKBI Lantai 33 
Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 
Telepon: +62 21-5742333 
Facs.: +62 21-5741777 
Website: www.kpmg.co.id 
• Konsultan Hukum 
Thamrin & Rachman 
Graha Niaga Lantai 7 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 
Telepon: +62 21-52971779 
Facs.: +62 21-52971787 
E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id 
86 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Ikhtisar Saham dan Obligasi 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 87 
• Pemeringkat Efek 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 
Panin Tower Senayan City Lantai 17 
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 
Telepon: +62 21-72782380 
Facs.: +62 21-72782370 
E-mail: corpcom@pefindo.co.id 
• Agen Pembayaran (Saham dan Obligasi Tercatat serta MTN) 
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia 
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lantai 5 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 
Telepon: +62 21-52991099 
Facs.: +62 21-52991199 
Website: www.ksei.co.id 
• Saham dan Obligasi Tercatat 
PT Bursa Efek Indonesia 
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 
Telepon: +62 21-5210077 
Facs.: +62 21-5210078 
Website: www.idx.co.id 
Menumbuk jagung - Pulau Timor
88 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Rangkaian 
Kegiatan DAN 
Penghargaan 
2011
Kesenian asal barat laut Jawa Timur dan Ponorogo ini sarat dengan mistik dan ilmu kebatinan. Alur cerita pementasan 
Reog adalah tarian Warok yang dibawakan oleh 6-8 orang pria gagah berani bersosok singa dengan pakaian hitam, 
disusul Jatilan yaitu 6-8 gadis yang menaiki kuda dan Bujangganong, baru kemudian disusul adegan inti Singa Barong 
dengan topeng kepala singa dengan berat 50-60kg yang dibawa penarinya dengan kekuatan gigi. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 89
JANUARI 
14 Januari - Pelaksanaan kegiatan Adira Improvement 
Research (AIR), sebuah kegiatan yang dilaksanakan 
dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi kerja dan 
terus mengasah ide-ide kreatif dari para karyawan 
dalam menentukan suatu solusi perbaikan yang tepat 
guna dan sasaran, sehingga dapat menghasilkan 
benefit yang optimal bagi kemajuan Adira Finance. 
14 Januari - Penganugerahan penghargaan 
dan apresiasi kepada para karyawan yang telah 
menorehkan prestasi dan kinerja terbaik selama 
tahun 2011 melalui kegiatan Malam Penghargaan 
Admaxx 2011. Kegiatan ini diharapkan dapat terus 
memacu para karyawan untuk terus berkarya, 
berprestasi, dan senantiasa membawa Perusahaan 
untuk menjadi yang terdepan dan nomor 1. 
PEBRUARI 
9 & 17 Pebruari – kegiatan silaturahmi dan berkumpul 
antara Manajemen dengan para karyawan 
90 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
dilaksanakan melalui sebuah kegiatan Gemba, yang 
berlangsung di 2 (dua) area berbeda yaitu Jawa 
Tengah dan Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan 
wadah dan media komunikasi sehingga segala 
permasalahan dan kekurangan baik dari Perusahaan 
maupun pribadi karyawan Adira Finance dapat 
tersampaikan 
16 Pebruari- Kompetisi bagi para frontliner Adira 
Finance pada kegiatan Adira Frontliner Idol (AFI) 2011. 
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memotivasi 
serta meningkatkan kesadaran dan penerapan nilai-nilai 
CARE oleh jajaran karyawan frontliner di Kantor 
Cabang Adira Finance dalam melakukan pelayanan 
kepada pelanggan setiap harinya 
APRIL 
21 April - Dalam rangka penerbitan Obligasi Adira 
Dinamika Multi Finance V Tahun 2011, Perusahaan 
mengadakan Paparan Publik dan Due Diligence 
Meeting di Hotel Ritz Carlton.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 91 
26 April - Sebagai wujud kepedulian Adira Finance 
dalam hal perkembangan otomotif dan hasil karya 
anak negeri, Perusahaan turut serta mendukung 
penuh kegiatan pameran karya seni anak bangsa 
pada sebuah kegiatan yang bertajuk “The 1st 
Indonesia Art Motoring 2011” yang diselenggarakan 
di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. 
28 April - Guna menjalin hubungan baik antara 
Adira Finance dengan para dealer, Perusahaan 
mengadakan sebuah kegiatan olahraga Golf yang 
bertajuk “Adira Golf Club” di kota Bogor 
28 April - Perusahaan menyelenggarakan Rapat 
Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan 
Publik Tahunan yang bertempat di Hotel Borobudur, 
Jakarta. Di hari yang bersamaan, Perusahaan juga 
melakukan pembayaran bunga ke-2 Obligasi Adira 
Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 
MEI 
7 Mei - Perusahaan terus melakukan berbagai upaya 
untuk meningkatkan kemampuan dan kecerdasan 
para karyawan dari berbagai sisi, salah satunya 
dari sisi spiritual melalui kegiatan New Me di Kota 
Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh para karyawan 
Adira Finance yang beragama Kristiani 
20 - 21 Mei - Pelaksanaan Spritual Quotient Program 
for Hindu di Hotel Nikko, Bali, sebuah kegiatan untuk 
peningkatan sisi spiritual para karyawan khususnya 
bagi yang beragama Hindu 
21 Mei - Bersama dengan Danamon Group, 
perusahaan melaksanakan kegiatan peduli 
lingkungan yang bertemakan “Pantaiku bersih, Hijau, 
Sehat, Sejahtera”. Pada kegiatan ini ada 100 tempat 
sampah yang disebar di sekitar Pantai Kuta, 800 
benih pohon yang ditanam, 50 sapu sisir, serta 55 
tukik yang dilepaskan di Pantai Kuta
JUNI 
6 Juni - Seluruh Manager Area Nasional dan HO 
berkumpul dan menghadiri kegiatan National 
Meeting Marketing. Melalui kegiatan ini diharapkan 
terjalin kerjasama serta koordinasi yg lebih baik dari 
seluruh Manager, Kepala Wilayah, Kepala Divisi 
hingga jajaran Direktur. 
13 Juni - Perusahaan terus melaksanan kegiatan 
yang dapat meningkatkan ilmu dan pengetahuan 
seluruh karyawan. Salah satunya ialah kegiatan 
sharing knowledge dengan Hasnul Suhaimi, Direktur 
Utama PT XL Axiata Tbk di Gedung Adira Training 
Centre 
24 Juni - Sebagai wujud peningkatan pelayanan 
kepada seluruh nasabah, Adira Finance meluncurkan 
DERING ADIRA sebagai layanan call center 
Perusahaan. Cukup dengan menghubungi 500511, 
maka seluruh nasabah dapat menghubungi Custumer 
Service Adira Finance secara langsung 
92 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
24 Juni – Adira Finance bersama Yayasan Increso 
dan PMI – DKI Jakarta mengadakan kegiatan 
sosial “Donor Darah” sebagai wujud kepedulian 
Perusahaan kepada masyarakat 
JULI 
27 Juli – Perusahaan senantiasa memberikan 
apresiasi atas dedikasi tinggi para anggota Faculty 
Member Adira (trainer) yang tak kenal pamrih 
memberikan waktu, tenaga, serta pikirannya untuk 
mentransfer ilmu kepada para karyawan Adira dalam 
pelatihan-pelatihan internal Perusahaan. Apresiasi 
ini diberikan pada kegiatan “Celebrating Excellence 
Faculty Member Adira (FMA) Awards” yang 
berlangsung di Gedung Adira Training Centre (ATC) 
29 Juli - Peluncuran website www. 
adirafacesofindonesia.com sebagai dukungan 
Perusahaan dalam mempopulerkan pariwisata 
Indonesia serta sebagai wujud Adira Cinta Indonesia.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 93 
SEPTEMBER 
22 September - Bertempatkan di Hotel Nikko, 
Perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang 
Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang beragendakan 
persetujuan untuk menjadikan jaminan utang 
kekayaan Perseroan yang merupakan lebih dari 
50% (lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih 
Perseroan. 
OKTOBER 
15 Oktober - “Berbagi Kasih Bagi Bangsaku” 
merupakan tema Bakti Sosial tahun ini yang 
dilaksanakan oleh Adira Finance bekerja sama 
dengan Yayasan Increso. Kegiatan ini dilangsungkan 
di kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan 
NOPEMBER 
10 Nopember - Penerbitan Medium Term Notes 
dengan nilai Rp 400 miliar oleh Perusahaan 
13 Nopember – Perayaan ulang tahun Perusahaan 
yang telah memasuki usia 21 tahun 
16 Nopember - Paparan Publik dan Due Diligence 
Meeting yang berlangsung di Ritz Carlton Pacific 
Place, Jakarta dalam rangka penerbitan Obligasi 
Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Dengan 
Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011. 
16 Nopember – Sebagai wujud kepedulian 
Perusahaan kepada masyarakat yang kurang 
mampu, Perusahaan bersama dengan Yayasan 
Increso mengadakan bakti sosial yang bertajuk 
“Baksos Operasi Katarak Massal” yang berlangsung 
di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta 
DESEMBER 
16 Desember - Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I 
Adira Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga 
Tetap Tahap I Tahun 2011.
94 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 95
FEBRUARI 
- Penghargaan Perusahaan Idaman 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi 
- Penghargaan TOP BRAND AWARD 2011 untuk kategori 2 & 4 Wheels Automotive Leasing Company yang 
diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi 
MEI 
- Service Quality Golden Award 2011 untuk kategori Automotive Financing 2 & 4 Wheels Services yang 
diselenggarakan oleh Centre for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) bersama dengan Majalah Service 
Excellence 
- Penghargaan Automotive Finance Company of The Year dalam acara Frost & Sullivan Indonesia Automotive 
& Transportations Award yang diselenggarakan oleh Frost & Sullivan Indonesia 
JUNI 
- Penghargaan SWA 100: Indonesia Best Public Companies 2011 Based on WAITM (Wealth Added Index) 
Method untuk kategori Overall dan Diversified Financials yang diselenggarakan oleh Majalah SWA 
- Penghargaan The Best All Criteria, The Best for Employee net Promotor Score untuk kategori Financial 
Industry dan The Best Human Capital Index untuk kategori Financial Industry dalam acara Indonesia 
Human Capital Study Award 
JULI 
- Penghargaan sebagai Leasing Motor dan Leasing Mobil Terbaik dalam acara Solo Best Brand Index 
(SBBI) 2011 yang diselenggarakan oleh Harian Solo Pos 
- Penghargaan Indonesia Best Brand 2011 untuk kategori Car Financing yang diselenggarakan oleh Majalah 
SWA bekerjasama dengan Mars Consultant 
96 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
SEPTEMBER 
- Peringkat kedua untuk kategori Private Keuangan Listed dan peringkat kelima dalam kategori umum 
dalam Annual Report Award 2010 yang diselenggarakan oleh Bapepam dan LK, Direktorat Jenderal Pajak, 
Kementerian Negara BUMN, Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Komite Nasional Kebijakan 
Governance (KNKG) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) 
- Golden Trophy Award klasifikasi Multifinance Beraset Rp 1 Triliun ke atas Selama 5 Tahun Berturut-turut 
dan Multifinance dengan Kinerja Keuangan “Sangat Bagus” 2006-2010 dalam acara The 7th Infobank 
Multifinance Award 2011 
OKTOBER 
- Penghargaan sebagai The Best in Achieving Total Customer Satisfaction untuk kategori 2-Wheelers 
Automotive Leasing Company pada acara Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011 
- Net Promoter Leader 2011 untuk kategori Leasing Motorcycle yang diselenggarakan oleh Majalah SWA, 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 97 
Net Promoter dan Hachiko 
DESEMBER 
- Peringkat ketiga Perusahaan Pembiayaan Terbaik untuk kategori Perusahaan Pembiayaan dengan aset 
diatas Rp 500 miliar dalam acara Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI 2011 
- Penghargaan Penerbit Obligasi Terbaik 2011 Sektor Keuangan untuk Obligasi Adira Dinamika Multi 
Finance IV Seri C dalam acara Majalah Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2011 
- Penghargaan untuk Good Corporate Governance (GCG) pada kategori Best Right Equitable Treatment 
of Shareholders, yang dinilai oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), dengan score 
tertinggi dalam pengambilan keputusan sehingga memungkinkan partisipasi pemegang saham secara 
efektif.
Laporan Dari 
Komisaris 
98 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Utama
Masjid Agung Palembang didirikan pada tahun 1738 dan terletak di 
kawasan 19 Ilir Palembang dengan pengaruh arsitektur Indonesia, China 
dan Eropa, luas bangunan 5.520m2 dengan kapasitas 7.750 orang. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 99
Laporan Dari Komisaris Utama 
100 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Ho Hon Cheong Komisaris Utama
Laporan Dari Komisaris Utama 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 101 
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat, 
Pada tahun 2011, Dewan Komisaris Perusahaan telah memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi 
Perusahaan agar selalu konsisten dalam menerapkan strategi yang telah ditetapkan Perusahaan, 
baik untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, sehingga kinerja Perusahaan terus 
meningkat dan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan tetap terjaga. Kepercayaan yang 
tinggi dan dukungan yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan telah menempatkan Adira 
Finance sebagai salah satu perusahaan jasa keuangan terkemuka di Indonesia. 
Adira Finance telah menapaki tahun 2011 dengan cukup menggembirakan, baik dari segi pertumbuhan 
pembiayaan baru maupun laba bersih yang masih meningkat. Sejalan dengan makin meningkatnya 
perkembangan usaha Adira Finance tersebut, kami Dewan Komisaris Perusahaan menyadari akan makin 
beratnya tugas pengawasan yang harus dilakukan. Namun demikian, berkat dukungan dari semua pihak, 
dapat kami sampaikan bahwa pelaksanaan seluruh tugas dan tanggung jawab kami selaku Dewan Komisaris 
Perusahaan telah berjalan dengan baik selama tahun 2011. 
Pada tahun 2011, kami selaku Dewan Komisaris Perusahaan dengan pengalaman dan pengetahuan yang 
dimiliki oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas untuk mengawasi dan 
memberikan nasihat kepada Direksi dalam melakukan pengelolaan terhadap Perusahaan. Dalam rangka 
pelaksanaan fungsi pengawasan, kami mengadakan rapat rutin Dewan Komisaris dan rapat gabungan 
dengan Direksi, yang mana juga dihadiri oleh seluruh anggota Direksi Perusahaan. Sebagai bagian dari 
upaya Dewan Komisaris untuk terus meningkatkan kualitas tugasnya, kami juga membentuk Komite-Komite 
di bawah Dewan Komisaris yang terus bekerja keras untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Untuk 
menyesuaikan dengan tantangan yang semakin tinggi dan kompleks, maka pada tahun 2011, Dewan Komisaris 
telah memutuskan untuk memisahkan Komite Audit dan Manajemen Risiko menjadi Komite Audit dan Komite 
Manajemen Risiko agar masing-masing Komite dapat berkonsentrasi kepada tugas dan tanggung jawab 
masing-masing sesuai dengan pedoman kerja yang telah ditetapkan. Komite Audit telah membantu Dewan 
Komisaris dalam melakukan evaluasi atas sistem laporan keuangan dan pengawasan internal selama tahun 
berjalan, sedangkan Komite Manajemen Risiko telah membantu Dewan Komisaris dalam melakukan evaluasi 
atas pengelolaan atau manajemen risiko yang diterapkan oleh Perusahaan, sementara itu Komite Nominasi 
dan Remunerasi telah membantu Dewan Komisaris dalam menominasikan calon anggota Komisaris atau 
Direksi Perusahaan dan menentukan besarnya kompensasi untuk seluruh anggota Direksi. Kami berharap 
agar praktik terbaik seperti ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya di masa yang akan datang dalam rangka 
memelihara kepercayaan dari para pemegang saham dan para pemangku kepentingan. 
KINERJA USAHA ADIRA FINANCE 
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Adira Finance juga terus mencatatkan perkembangan yang 
menggembirakan pada tahun 2011 ini. Nilai pembiayaan baru tumbuh 26% dan mencapai Rp 32,6 triliun 
pada akhir tahun 2011 dengan jumlah pembiayaan yang dikelola mencapai Rp 41,2 triliun. Hal ini telah 
menempatkan Adira Finance sebagai salah satu pemain besar di industri pembiayaan kendaraan bermotor 
di Indonesia. Pangsa pasar Perusahaan terus berkembang dan mencapai 15,8% untuk pembiayaan sepeda 
motor baru dan 6,6% untuk pembiayaan mobil baru, suatu pencapaian yang membanggakan.
Laporan Dari Komisaris Utama 
Kegiatan usaha Adira Finance berkembang pesat pasca akuisisi saham mayoritas dari pendiri perusahaan ke 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) pada awal tahun 2004. Sinergi usaha dari bank komersial 
dengan kemampuan pendanaan yang kuat dengan Adira Finance yang memiliki pengalaman dalam industri 
pembiayaan kendaraan bermotor selama bertahun-tahun, telah menciptakan nilai tambah bagi seluruh 
pemangku kepentingan Perusahaan. 
Akuisisi Adira Finance merupakan salah satu prioritas strategis Bank Danamon dalam membangun dan 
mengembangkan bisnis-bisnis mass-market, selain melalui pembiayaan mikro dan pembiayaan elektronik. 
Bisnis mass-market ini sejalan dengan visi Bank Danamon untuk membantu jutaan orang mencapai 
kesejahteraan, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini berada di lapisan mass-market. Saat 
ini bisnis mass-market Bank Danamon telah menjadi bagian yang penting dan telah berkontribusi signifikan 
kepada kinerja Bank Danamon dan Adira Finance dengan posisi pasarnya yang dominan, akan senantiasa 
berperan penting bagi pengembangan bisnis Bank Danamon kedepannya. 
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO 
Seiring dengan makin meningkatnya perkembangan usaha Adira Finance tersebut, Dewan Komisaris 
berpandangan bahwa pengelolaan risiko pada Perusahaan harus semakin ditingkatkan. Oleh karena itu, 
pada tahun 2011, Dewan Komisaris mendapatkan laporan secara periodik berkaitan dengan penerapan 
manajemen risiko Perusahaan melalui Komite Manajemen Risiko yang melakukan pertemuan rutin dengan 
Komite Manajemen Risiko di bawah Direksi Perusahaan, Direktur Manajemen Risiko dan pejabat fungsional 
lainnya. Hasil laporan mengenai manajemen risiko Perusahaan tersebut untuk selanjutnya kami bahas dengan 
Direksi Perusahaan pada rapat Dewan Komisaris dan rapat gabungan dengan Direksi. 
Selama tahun 2011, kami melihat upaya manajemen untuk menjaga kualitas aktivanya yang sehat dengan 
menerapkan secara ketat praktik terbaik dalam manajemen risiko. Adira Finance mengacu pada kebijakan 
standar perbankan yang penuh kehati-hatian dalam memelihara kualitas aktivanya, yang mencerminkan 
bahwa Perusahaan telah satu langkah lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Upaya ini terbukti sukses 
karena Perusahaan berhasil menjaga tingkat kredit bermasalahnya (NPL) pada tingkat yang terjaga yaitu 
sebesar 1,3% pada akhir tahun 2011. 
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL 
Dalam rangka pengawasan audit internal Perusahaan, Komite Audit telah bekerjasama dengan erat dengan 
Unit Audit Internal Perusahaan, yang mana hasil pembahasannya dilaporkan kepada Dewan Komisaris 
Perusahaan. Selama tahun 2011, penerapan pengendalian internal Perusahaan yang dilakukan oleh Divisi 
Audit Internal telah dilakukan secara baik dan dapat mengurangi atau mengantisipasi risiko-risiko kerugian 
bagi Perusahaan. 
DIVIDEN 
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada tanggal 28 April 2011 menyetujui pembagian dividen 
sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 atau sebesar Rp 954,14 per saham. Pembagian dividen 
telah dilakukan Perusahaan pada tanggal 15 Juni 2011. Pembayaran dividen ini menunjukkan komitmen yang 
kuat dari Adira Finance untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan jangka pendek untuk memberikan 
imbalan kepada pemegang saham, dengan kepentingan jangka panjang untuk tetap berinvestasi dalam 
bisnis ini, serta menunjukkan eksistensi Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang kuat dalam 
industri jasa keuangan di Indonesia. 
102 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Dari Komisaris Utama 
PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 
Pencapaian kinerja Perusahaan ini didukung dengan komitmen untuk memegang teguh prinsip-prinsip 
Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Kami melihat penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang 
Baik selama tahun 2011 telah dilaksanakan dengan sangat baik. Dewan Komisaris juga selalu memberikan 
dukungan sepenuhnya kepada Direksi untuk melakukan penilaian atas penerapan Tata Kelola Perusahaan 
secara konsisten. Dengan penilaian ini, kami berharap dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai 
tingkat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang telah dicapai saat ini dan untuk selanjutnya dapat dilakukan 
peningkatan di masa yang akan datang. 
Pada tahun 2011, Perusahaan secara konsisten melakukan penilaian mandiri (self-assessment) atas Tata 
Kelola Perusahaan yang Baik, yang bermanfaat untuk mengetahui tingkat ketaatan Perusahaan kepada 
prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Penilaian mandiri ini dilakukan dengan menggunakan kriteria 
penilaian yang telah dipublikasikan oleh FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia), yang 
dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember 2011, dengan hasil nilai 
tertimbang yang diperoleh Perusahaan adalah sebesar 87,92 yang mana nilai tersebut dapat diintepretasikan 
bahwa nilai Tata Kelola Perusahaan secara keseluruhan adalah “Sangat Baik”. Perusahaan juga melakukan 
penilaian mandiri dengan menggunakan metode penilaian sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/ 
PBI/2006 tertanggal 5 Oktober 2006, walaupun terdapat beberapa persyaratan yang tidak dapat diaplikasikan 
sepenuhnya pada perusahaan pembiayaan. Hasil yang diperoleh dari penilaian dengan standar perbankan 
ini, Perusahaan mendapatkan nilai komposit 1,6 yang mana nilai tersebut termasuk dalam kategori “Baik”. 
Kami melaporkan bahwa Manajemen Adira Finance telah mematuhi hampir seluruh ketentuan dan peraturan 
yang berlaku yang telah dikeluarkan oleh pihak yang berwenang selama tahun 2011. 
Usaha yang terus dilakukan secara konsisten oleh Perusahaan telah mendapatkan hasilnya dengan 
diperolehnya posisi kedua dalam kategori Private Keuangan Listed dan posisi keenam untuk kategori Umum 
dalam Annual Report Award 2010. Pencapaian ini, berdasarkan data yang kami miliki juga merupakan 
pencapaian terbaik yang pernah diperoleh sebuah perusahaan pembiayaan sejak Annual Report Award 
diselenggarakan. Tentu ini menjadi kebanggaan dan menjadi pendorong bagi Perusahaan untuk dapat 
berbuat lebih baik lagi di tahun yang akan datang. 
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA 
Dewan Komisaris Adira Finance menyadari bahwa sumber daya manusia adalah faktor penting yang harus 
mendapatkan perhatian lebih dalam kegiatan usaha Perusahaan. Oleh sebab itu selama tahun 2011, kami 
telah memberikan persetujuan atas keputusan-keputusan Direksi Perusahaan dalam bidang sumber daya 
manusia yang kami yakini akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Perusahaan, termasuk 
diantaranya penyesuaian gaji para karyawan, pemberian insentif berupa bonus yang dikaitkan dengan hasil 
penilaian masing-masing karyawan, program-program pelatihan dan kegiatan lainnya. 
PROSPEK USAHA 
Di tengah krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat pada tahun 2007 sampai 2008 dan kemudian 
melanda Eropa pada tahun 2011, perekonomian Indonesia telah menunjukan kinerja yang membanggakan 
dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5%. Pertumbuhan ekonomi sebesar itu telah menempatkan 
Indonesia dalam tiga negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia bersama dengan Cina dan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 103
Laporan Dari Komisaris Utama 
India. Produk Domestik Bruto (PDB) nominal perkapita Indonesia tahun 2011 telah mencapai US$ 3,716 per 
tahun, berdasarkan data yang diumumkan oleh UNDP, atau sebesar kurang lebih Rp 3 juta perbulan bagi 
tiap penduduk Indonesia. Kondisi demografi Indonesia berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik pada tahun 
2011 menunjukan bahwa 50% dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun, dengan 
kelas menengah baru yang berdaya beli tinggi mencapai lebih dari 40% dan angka kemiskinan yang terus 
menurun dari tahun ke tahun. Hal ini merupakan peluang yang sangat besar bagi Adira Finance untuk terus 
mengembangkan usahanya. 
Saat ini Adira Finance telah menjadi bagian penting dari bisnis mass-market Bank Danamon. Ke depannya, 
Bank Danamon akan terus memperkuat kepemimpinan di bisnis mass-market, termasuk pembiayaan 
kendaraan melalui Adira Finance. Selama ini sinergi Adira Finance dengan Bank Danamon telah berjalan 
dengan baik, terutama dalam hal pendanaan dimana Bank Danamon mendanai lebih dari 70% pembiayaan 
Adira Finance tahun 2011. 
Dengan melihat prospek bisnis pembiayaan kendaraan di masa yang akan datang, dan posisi pasar Adira 
Finance saat ini, kami optimis bahwa Adira Finance memiliki kesempatan untuk terus berkembang di masa 
yang akan datang. 
Saat ini Adira Finance berkontribusi sekitar 40% dari total kredit yang disalurkan Bank Danamon. Meskipun 
demikian masih banyak yang harus dikerjakan agar Adira Finance dapat mempertahankan dan meningkatkan 
posisinya di pasar. Peningkatan pelayanan kepada nasabah dan mitra usaha terutama dealer harus terus 
ditingkatkan. Efisiensi biaya operasional menjadi keharusan ditengah tekanan terhadap marjin seiring dengan 
peningkatan persaingan di bisnis ini. Penerapan manajemen resiko yang berhati-hati harus terus dipertajam 
untuk menjaga kelangsungan usaha dan profitabilitas dari bisnis ini. Sinergi dengan perusahaan induk, selain 
melalui pembiayaan bersama, harus terus digali untuk terus meningkatkan daya saing di pasar dan menjadi 
faktor yang membuat Adira lebih unggul dibanding dengan pesaing lainnya. 
Dengan kapasitas yang dimiliki Perusahaan yang didukung oleh lebih dari 650 jaringan usaha dan lebih 
dari 28.000 karyawan serta kemampuan Perusahaan dalam menangkap setiap kesempatan, maka Dewan 
Komisaris memiliki keyakinan bahwa Perusahaan akan tetap dapat berkembang untuk menjalankan misinya 
yaitu “Mewujudkan Impian Esok pada Hari ini bagi Masyarakat” dan dapat tetap menjadi pilihan utama 
karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, karyawan dan pemangku kepentingan 
Perusahaan. Melalui kombinasi dari strategi yang terfokus, peningkatan produktivitas serta efisiensi dan 
efektivitas dalam proses, kemampuan internal yang terbaik disertai inovasi atas produk dan pelayanan, 
dukungan penuh dan sinergi dengan Perusahaan Induk, ekspansi jaringan usaha di sertai hubungan baik dan 
erat dengan dealer serta penerapan teknologi informasi yang dinamis dan penerapan manajemen risiko yang 
seimbang, Adira Finance akan mampu untuk terus meningkatkan kinerjanya ditengah situasi perekonomian di 
Indonesia yang diperkirakan masih kondusif pada tahun 2012. Adira Finance mempunyai komitmen yang kuat 
untuk terus bertumbuh di masa yang akan datang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk memenuhi 
harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan Perusahaan. 
PERUBAHAN SUSUNAN DEWAN KOMISARIS 
Pada tahun 2011, terdapat perubahan susunan dan keanggotaan dari Dewan Komisaris Perusahaan. Dalam 
RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011, Theodore Permadi Rachmat telah mengundurkan 
diri dari jabatan selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perusahaan. Kami mengucapkan 
104 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Dari Komisaris Utama 
selamat datang kepada anggota baru dalam jajaran anggota Dewan Komisaris Perusahaan yaitu Pande 
Radja Silalahi, sebagai Komisaris Independen. Kami atas nama Dewan Komisaris Perusahaan menyampaikan 
ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Theodore Permadi Rachmat atas 
jasa-jasa yang telah diberikan kepada Perusahaan selama menjabat di Perusahaan. Teriring doa, semoga 
diberikan kesuksesan selalu. 
UCAPAN TERIMA KASIH 
Pada saat yang baik ini, kami atas nama Dewan Komisaris mengucapkan banyak terima kasih kepada 
para anggota Komite di bawah Dewan Komisaris yang telah berkerja keras dan banyak membantu tugas 
pengawasan Dewan Komisaris atas pengelolaan Perusahaan. Kami mengucapkan banyak terima kasih juga 
kepada Direksi, termasuk juga kepada Erida Gunawan yang telah mengundurkan diri dari jabatannya selaku 
Direktur Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011, karena Perusahaan 
telah dikelola dengan sangat baik hingga meraih kinerja yang baik pada tahun 2011. Kami juga menyampaikan 
terima kasih kepada Pejabat Senior dan seluruh karyawan Adira Finance yang telah bekerja keras untuk 
memberikan kinerja yang luar biasa bagi Perusahaan. Ucapan terima kasih khusus juga diberikan kepada 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemegang saham mayoritas Perusahaan, karena pencapaian 
ini juga merupakan hasil dari sinergi Perusahaan dengan Perusahaan Induk, yang telah secara konsisten 
memberikan dukungan penuh dalam bentuk pendanaan yang stabil dan dapat diandalkan bagi Perusahaan. 
Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapepam 
dan LK, Bank Indonesia dan regulator lainnya, sehingga Adira Finance dapat menjalankan kegiatan usahanya 
dengan baik dan dapat tumbuh berkembang sampai dengan saat ini. 
Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada para konsumen, rekan usaha dan pemangku kepentingan 
Perusahaan yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Adira Finance hingga dapat 
mewujudkan kinerja usaha yang terbaik. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 105 
Untuk dan atas nama Dewan Komisaris 
Ho Hon Cheong 
Komisaris Utama
Laporan Dari 
Direktur 
106 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Utama
Bermula dari sifatnya yang sakral sebagai alat penghubung dengan roh nenek moyang, seni topeng 
Jawa mulai berkembang menjadi sarana kesenian sejak tahun 1586 oleh Sunan Kalijaga, putra 
Bupati Tuban yang gemar akan kesenian dan akhirnya menjadi salah seorang dari Wali Sanga. 
Pertunjukan topeng banyak mengambil tema lakon dari cerita Panji yang ditulis pada abad ke XIV. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 107
Laporan Dari Direktur Utama 
108 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Stanley Setia Atmadja Direktur Utama
Laporan Dari Direktur Utama 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 109 
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat, 
Tidak terasa kita telah melewati tahun 2011 dan Adira Finance telah berbisnis selama lebih dari dua 
dekade dalam perjalanan waktu yang dinamis dan diwarnai berbagai prestasi sejak berdirinya di tahun 
1990. Perjalanan Adira Finance bila dapat digambarkan, telah mengalami tiga langkah besar atau 
Giant Leap. Diawali dengan periode Survival and Growth dari awal berdiri sampai dengan tahun 2000 sebagai 
Giant Leap yang pertama, periode Journey to Excellence pada tahun 2001 sampai dengan 2008 sebagai 
Giant Leap yang kedua, dan periode Built to Last sejak tahun 2009 dan seterusnya sebagai Giant Leap 
yang ketiga. Pada awal berdirinya di tahun 1990, Adira Finance berfokus pada pembiayaan mobil. Adira 
Finance merupakan bagian dari Group Adira yang mengikuti dinamika pasar pada saat itu. Pada tahun 1998 
Indonesia mengalami krisis ekonomi yang juga menjalar menjadi krisis multidimensi. Sebagai salah satu 
perusahaan di bidang keuangan, Adira Finance juga terkena dampak negatif dari krisis tersebut. Pasca krisis 
Moneter tahun 1998 Adira terus mengembangkan usahanya untuk menjadi perusahaan keuangan terbaik di 
sektor multifinance. 
Bermodalkan dukungan yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, disertai kerja keras seluruh 
pimpinan dan karyawan Perusahaan yang tetap terjaga, maka pada tahun 2011 Adira Finance kembali 
menunjukkan kinerja usaha yang tetap baik, dengan pencapaian laba bersih tertinggi yaitu hampir 
mendekati Rp 1,6 triliun. 
Kita harus bersyukur kepada Tuhan YME karena atas berkat rahmat serta karuniaNya juga maka Adira Finance 
dapat menjadi besar seperti saat ini. Dengan berbagai kondisi perekonomian negara Indonesia serta kondisi 
persaingan bisnis yang terjadi, Adira Finance dapat melaluinya dengan sangat gemilang. Hal ini terlihat dari 
pencapaian Perusahaan dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2000 hingga tahun 2011, besar aset kredit 
yang dikelola tumbuh hampir 68 kali lipat mencapai total hampir Rp 41,2 triliun, jumlah jaringan usaha yang 
bertumbuh lebih dari 16 kali lipat mencapai 653 jaringan usaha, jumlah karyawan yang bertumbuh hampir 
28,6 kali mencapai lebih dari 28 ribu karyawan, kualitas pembiayaan atau Non-Performing Loan yang cukup 
stabil di kisaran 1,0%-1,3%, sehingga dapat diperoleh laba bersih yang meningkat hampir 177 kali lipat 
mendekati Rp 1,6 triliun di tahun 2011. 
Kinerja perusahaan yang terus meningkat tersebut juga telah menarik investor asing untuk mengakuisisi Adira 
Finance agar dapat berkembang lebih jauh lagi. Dengan dukungan dari pemegang saham yang memiliki 
kemampuan pendanaan yang lebih kuat, Adira Finance menetapkan visinya yang baru untuk menjadi 
perusahaan pembiayaan kelas dunia. 
Segala pencapaian dan kinerja perusahaan yang semakin meningkat untuk menjadi perusahaan kelas dunia 
tersebut dapat terjadi karena didukung oleh Culture Collective Leaders, suatu culture yang sangat kondusif 
sehingga menghasilkan Real Team Synergy yang sangat luar biasa. Culture yang sangat kondusif ini terjadi 
karena semua pemimpin di Adira Finance mengimplementasikan prinsip leadership berlandaskan Trust, 
Respect, Empowerment, Reward dan Punishment. 
Hasil dari kesinambungan real team synergy yang sangat baik tersebut tercermin pada kinerja perusahaan 
yang tetap terjaga baik pada tahun 2011 yang dapat kami laporkan sebagai berikut : 
• Jumlah pembiayaan sepeda motor maupun mobil baru pada tahun 2011 tumbuh 18% dari 1,7 juta unit 
menjadi 2,0 juta unit. Ini menempatkan Adira sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar baik 
di roda dua maupun roda empat dengan market share masing-masing sebesar 15,8% untuk pembiayaan
Laporan Dari Direktur Utama 
motor baru dan 6,6% untuk pembiayaan mobil baru. Dari sisi nilai pembiayaan, pembiayaan baru tumbuh 
26% menjadi Rp 32,6 triliun. Karenanya, jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen yang dikelola Perusahaan 
meningkat sebesar 34,4% menjadi Rp 41.2 triliun pada akhir 2011. 
• Dengan pertumbuhan pembiayaan baru ini, maka Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 
operasional sebesar 31% menjadi Rp 4.423 miliar dan laba bersih sebesar Rp 1.583 milyar, meningkat 8% 
dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya. Dengan demikian, Imbal Hasil atas Aset (ROAA) dan Imbal 
Hasil atas Ekuitas (ROAE) masing-masing menjadi sebesar 14% dan 40%. Pencapaian laba bersih ini 
sepanjang yang kami ketahui, juga merupakan laba bersih tertinggi yang pernah dicapai oleh perusahaan 
pembiayaan di Indonesia. 
• Jumlah konsumen baru tumbuh sebesar 23,2% atau mencapai hampir 3,5 juta konsumen, yang 
menunjukkan tingginya kepercayaan konsumen atau masyarakat kepada Perusahaan. 
• Piutang pembiayaan konsumen bermasalah dapat dijaga pada tingkat yang cukup rendah sebesar 1,3%, 
yang menunjukkan penerapan kebijakan manajemen risiko Perusahaan yang tetap dapat berjalan dengan 
baik, walaupun pembiayaan baru Perusahaan meningkat signifikan. 
Perkembangan Kegiatan Operasional Perusahaan Selama Tahun 2011 
Jasa Pembiayaan 
Salah satu faktor yang menyumbang kesuksesan kami adalah jaringan usaha yang luas serta hubungan yang 
erat dan sehat dengan para konsumen serta rekan usaha. Posisi kami untuk tetap independen dan tidak 
terafiliasi dengan salah satu prinsipal dalam industri otomotif, memungkinkan kami untuk lebih leluasa dalam 
melayani konsumen. Kami terus menerapkan sistem manajemen hubungan konsumen, yang mana sistem 
tersebut dapat diandalkan dan telah teruji di pasar. 
Sementara itu, meskipun terdapat peningkatan jumlah pembiayaan baru seiring dengan adanya peningkatan 
jaringan usaha, kami terus melanjutkan penerapan syarat yang ketat untuk setiap pengajuan kredit dan 
melakukan penilaian secara akurat dalam rangka mempertahankan kualitas aset Perusahaan. Hasilnya 
cukup menggembirakan karena kami berhasil menjaga tingkat kerugian atas agunan yang diambil alih, kredit 
bermasalah dan penghapusan piutang pada tingkat yang wajar selama tahun berjalan. 
Pelayanan Kepada Konsumen 
Pelayanan kepada Konsumen merupakan prioritas kami, oleh karena itu pada tahun 2011 kami terus 
melanjutkan usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada konsumen. Untuk memberikan 
layanan yang lebih baik kepada Konsumen, pada tahun 2011 kami telah membuka layanan call center “DERING 
ADIRA” yang mana hanya dengan menekan nomor tunggal 500511 (021-500511 dari telepon seluler), maka 
Konsumen yang berada diseluruh wilayah Indonesia dapat berhubungan dengan pelayanan konsumen kami 
dengan biaya lokal. Dengan membuka layanan ini, maka diharapkan akan semakin mendekatkan Konsumen 
dengan Perusahaan. 
Selain itu, untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen, kami telah membuka jaringan usaha baru yang 
tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selama tahun 2011, kami telah membuka 103 jaringan usaha baru atau 
18,7% lebih banyak dari jumlah jaringan usaha pada tahun 2010, dengan tujuan agar pelayanan pembiayaan 
kami dapat dengan mudah dijangkau oleh konsumen dan rekan usaha kami. Suatu jumlah jaringan usaha 
yang sangat besar dan hampir menyamai jumlah kantor cabang yang dimiliki oleh bank-bank papan atas di 
Indonesia. 
110 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Dari Direktur Utama 
Selain melakukan upaya untuk lebih dekat dengan konsumen, kami juga melakukan inovasi-inovasi baru pada 
produk pembiayaan kami dan melakukan investasi besar untuk meningkatkan sistem teknologi informasi 
agar usaha Perusahaan dapat lebih efisien dan efektif. 
Manajemen Resiko 
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pembiayaan, pengelolaan resiko adalah suatu keharusan. 
Manajemen Adira Finance memiliki komitmen penuh untuk menerapkan manajemen risiko secara 
komprehensif yang secara esensi adalah kecukupan kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko 
sehingga kegiatan usaha Perusahaan tetap terarah dan terkendali pada batas risiko yang dapat diterima serta 
tetap menguntungkan Perusahaan. 
Pada tahun 2011, kami tetap mempertahankan kebijakan penerapan manajemen risiko yang bertumpu kepada 
4 (empat) pilar manajemen risiko, karena kebijakan ini telah menunjukkan hasil yang sangat baik pada tahun-tahun 
sebelumnya. Penerapan kebijakan ini telah menghasilkan piutang pembiayaan konsumen bermasalah 
dapat terjaga pada tingkat yang cukup rendah. Kami akan terus meningkatkan sistem manajemen risiko ini 
sesuai dengan tantangan yang akan dihadapi Perusahaan di tahun yang akan datang. 
Manajemen Sumber Daya Manusia 
Adira Finance menyadari bahwa perusahaan akan terus tumbuh berkembang menjadi semakin besar apabila 
dioperasikan dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya. 
Seluruh jajaran pimpinan Adira Finance telah berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan dan menjaga 
sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional yang akan didedikasikan sepenuhnya bagi pelayanan 
yang terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. 
Sejalan dengan pengembangan budaya perusahaan di seluruh organisasi Adira Finance, kami senantiasa 
memperkuat talenta karyawan yang kami miliki dan menginvestasikannya untuk masa depan. Pada tahun 
2011, kami terus berkonsentrasi pada pengembangan keahlian karyawan baik melalui pelatihan-pelatihan 
internal maupun eksternal. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka Perusahaan telah 
membuka Adira Training Center pada bulan Januari 2011. Jumlah karyawan meningkat seiring pertumbuhan 
Perusahaan dari sekitar 24 ribu karyawan pada tahun 2010 menjadi lebih dari 28 ribu karyawan pada tahun 
2011. Kami yakin dengan kapasitas yang kuat dalam sumber daya manusia dapat menjadikan dasar yang 
kuat bagi kami untuk menjadi lebih baik. Selain itu, karyawan kami juga memiliki jenjang karir yang jelas dan 
transparan. 
PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 
Selama tahun 2011, Perusahaan telah melaksanakan beberapa upaya untuk meningkatkan praktik Tata 
Kelola Perusahaan yang Baik, termasuk menyiapkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan 
mensosialisasikannya kepada seluruh karyawan di dalam organisasi Perusahaan serta melakukan penilaian 
atas penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
Untuk menjamin diterapkannya prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Direksi telah memiliki 
Komite Manajemen Risiko dan Komite Kepatuhan. Komite-komite ini beranggotakan anggota Direksi dan juga 
pejabat-pejabat senior Perusahaan. Selama tahun 2011, komite-komite ini telah memberikan rekomendasi-rekomendasi 
yang bermanfaat bagi peningkatan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 111 
Baik.
Laporan Dari Direktur Utama 
Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik 
di Adira Finance, maka Manajemen Perusahaan merasa perlu melakukan penilaian mandiri secara konsisten 
atas praktik Tata Kelola Perusahaan di Adira Finance. Penilaian mandiri ini dilakukan dengan menggunakan 
kriteria penilaian yang telah dipublikasikan oleh FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Aspek 
penilaian meliputi antara lain penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan Tata Kelola Perusahaan, 
praktik-praktik Tata Kelola Perusahaan, pengungkapan (transparansi) dan sistem pengendalian (audit). 
Selama tahun 2011, penilaian telah dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada bulan Juni dan Desember 2011 
dengan hasil nilai tertimbang yang diperoleh Perusahaan adalah sebesar 87,92, yang mana nilai tersebut 
dapat diintepretasikan bahwa nilai Tata Kelola Perusahaan Perusahaan secara keseluruhan adalah “Sangat 
Baik”. Hasil nilai tertimbang ini sedikit lebih baik dibandingkan dengan hasil pada tahun sebelumnya, yang 
menunjukkan Perusahaan terus berusaha meningkatkan kualitas dari Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
Selain itu, Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk, juga 
berusaha untuk memenuhi standar Tata Kelola Perusahaan yang berlaku bagi bank sebagaimana diatur 
dalam Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tertanggal 5 Oktober 2006, walaupun dalam penilaian 
tersebut terdapat beberapa persyaratan yang tidak dapat diaplikasikan sepenuhnya pada perusahaan 
pembiayaan. Aspek yang dinilai sesuai Peraturan Bank Indonesia tersebut antara lain pelaksanaan tugas 
dan tanggung jawab Dewan Komisaris, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, kelengkapan dan 
pelaksanaan tugas komite, penanganan benturan kepentingan, penerapan fungsi kepatuhan Perusahaan, 
penerapan fungsi audit internal, penerapan fungsi audit eksternal, penerapan fungsi manajemen risiko dan 
pengendalian internal, penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana skala besar, transparansi 
kondisi keuangan dan non keuangan Perusahaan, laporan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik 
dan laporan internal, serta rencana strategis Perusahaan. Hasil yang diperoleh dari penilaian secara mandiri 
dengan standar perbankan ini mendapatkan nilai komposit 1,6, yang mana termasuk dalam kategori “Baik”. 
Nilai tersebut menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, mengingat Perusahaan menggunakan 
standar perbankan dalam penilaian tersebut. Namun demikian, kami yakin dapat terus meningkatkan nilai 
komposit tersebut di tahun-tahun yang akan datang. 
112 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Dari Direktur Utama 
Asmat - Handycraft 
Selama tahun 2011, kami laporkan bahwa Perusahaan maupun Manajemen Adira Finance telah mematuhi 
hampir seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku yang telah dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. 
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 
Sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya, Adira Finance telah 
secara aktif melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial yang secara garis besar terbagi dalam bidang 
sosial, pendidikan dan budaya, bidang ekonomi dan bidang lingkungan hidup. 
Bidang Sosial, Pendidikan dan Budaya 
Pada tahun 2011, Adira Finance telah melakukan kegiatan sosial membantu masyarakat yang terkena 
musibah bencana, termasuk diantaranya melanjutkan bantuan bagi korban bencana alam letusan gunung 
Merapi yang terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Perusahaan juga terus mendorong 
para Direksi, Manajemen dan karyawan Perusahaan untuk ikut aktif dalam kegiatan “Increso”, suatu 
lembaga kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial. Dalam bidang pendidikan, Perusahaan telah 
menyediakan bantuan bagi rehabilitasi sekolah-sekolah di daerah yang kurang layak digunakan, selain 
itu juga membantu menyediakan beasiswa dan peralatan penunjang pendidikan. Sedangkan kontribusi 
Perusahaan dalam mengembangkan kebudayaan nasional dilakukan antara lain dengan membuka website 
www.adirafacesofindonesia.com untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia dan menjadi 
sponsor utama beberapa pagelaran acara seni budaya daerah-daerah di Indonesia. 
Bidang Ekonomi 
Tanggung jawab sosial Perusahaan di bidang ekonomi ditunjukkan dengan memberikan kontribusi yang besar 
kepada pengembangan ekonomi kemasyarakatan dalam bentuk kemitraan dengan dealer yang merupakan 
kelompok pengusaha menengah dan kecil. Selain itu, Adira Finance juga menyampaikan laporan mengenai 
kontribusinya kepada Negara dalam bentuk pembayaran pajak. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 113
Laporan Dari Direktur Utama 
Bidang Lingkungan Hidup 
Untuk kepentingan jangka panjang, Adira Finance terus melanjutkan program-program pemeliharaan dan 
pelestarian lingkungan. Program pemeliharaan lingkungan dilaksanakan dengan melaksanakan bakti sosial 
kebersihan di seluruh jaringan usaha Perusahaan. Program pelestarian lingkungan dilakukan antara lain 
dengan terus menggalakkan penghijauan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, melaksanakan 
pembuatan biopori dan juga mengkampanyekan penggunaan kendaraan umum untuk mengurangi tingkat 
kepadatan kendaraan di DKI Jakarta. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, Perusahaan juga mengajak rekan-rekan 
usaha Perusahaan untuk ikut serta, sehingga diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi 
anggota masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa. 
Sebagai salah satu wujud dari komitmen Adira Finance atas tanggung jawab sosial Perusahaan, maka 
Laporan Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan disajikan secara khusus dalam Laporan Tahunan 
2011 ini. 
PROSPEK USAHA PADA TAHUN 2012 
Peluang 
Memasuki Tahun 2012, kami memiliki optimisme yang cukup tinggi bahwa usaha Perusahaan masih akan 
terus bertumbuh mengikuti momentum pertumbuhan industri otomotif nasional yang masih terus berlanjut. 
Optimisme tersebut didukung oleh perkiraan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang relatif masih cukup 
stabil di kisaran 6% pada tahun 2012, suku bunga perbankan yang dipertahankan tetap rendah dengan suku 
bunga acuan Bank Indonesia sebesar 5,75% saat ini, nilai tukar Rupiah per Dollar Amerika yang stabil di 
kisaran Rp 8.800 – 8.900, nilai inflasi yang dijaga tetap terkendali, serta didukung pula oleh situasi politik dan 
keamanan yang tetap terjaga. Perkiraan kondisi makro ekonomi yang masih cukup kondusif tersebut telah 
menumbuhkan optimisme pelaku usaha di industri otomotif nasional, yang memperkirakan penjualan sepeda 
motor domestik akan bertumbuh hingga mencapai sekitar 8,4 juta unit dan penjualan nasional atas mobil 
akan meningkat menjadi sekitar 950 ribu unit pada tahun 2012. Makin tumbuhnya pasar kendaraan bermotor 
akan memberikan peluang bagi Perusahaan untuk terus mengembangkan usahanya. 
Tantangan 
Walaupun momentum pertumbuhan industri otomotif nasional diperkirakan akan terus berlanjut sampai 
beberapa tahun ke depan, perusahaan pembiayaan yang berfokus pada pembiayaan otomotif akan 
menghadapi beberapa tantangan kedepannya. 
Persaingan di sektor pembiayaan kendaraan bermotor diperkirakan akan semakin ketat seiring dengan 
masuknya pemain-pemain baru yang didukung oleh pemegang saham yang kuat sehingga hal tersebut akan 
terus menekan marjin dari bisnis ini. Saat ini kebutuhan pendanaan bagi perusahaan pembiayaan sangat 
tergantung dari pasar obligasi dan pinjaman bank. Hal ini membuat biaya dana (cost of fund) perusahaan 
pembiayaan akan relatif lebih tinggi dari perbankan. Disamping itu ketersediaan likuiditas akan sangat 
dipengaruhi oleh kondisi pasar. 
Saat ini sekitar 70% - 80% penjualan otomotif nasional dibiayai oleh kredit, terutama oleh perusahaan 
pembiayaan dan bank. Dengan demikian pertumbuhan bisnis pembiayaan otomotif sangat erat kaitannya 
dengan pertumbuhan otomotif nasional. Seiring dengan peningkatan pendapatan konsumen (PDB per 
kapita), tingkat kenaikan atau pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua diperkirakan akan lebih melambat 
114 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Dari Direktur Utama 
dan kondisi tersebut akan terus berlanjut, karena dua hal: 
1. Penetrasi pasar yang relatif sudah cukup tinggi, dan 
2. Pergeseran pendapatan masyarakat yang diperkirakan telah mencapai US$ 3,500. 
Namun demikian di sisi lain, peningkatan pendapatan masyarakat per kapita tersebut juga memberi peluang 
bagi peningkatan penjualan kendaraan roda empat yang jangkauan pasarnya masih rendah, terutama di 
daerah luar Jawa. 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan daya beli masyarakat 
secara signifikan sehingga sebagian besar masyarakat (mass market) memiliki daya beli untuk membeli 
kendaraan bermotor terutama roda dua. Namun demikian, lapisan masyarakat ini masih rentan terhadap 
peningkatan biaya hidup karena pendapatannya yang relatif masih rendah. 
Resiko 
Resiko usaha yang dihadapi Perusahaan pada tahun 2012 adalah persaingan usaha yang semakin ketat, 
menurunnya kualitas aset piutang yang diberikan kepada konsumen, khususnya yang berada di segmen 
mass market, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kredit bermasalah (NPL). Selain hal tersebut, 
perubahan kebijakan Pemerintah, termasuk kebijakan perbankan yang dapat menghambat laju pertumbuhan 
kredit konsumsi, khususnya kredit kendaraan bermotor. 
Menghadapi tantangan dan resiko usaha pada tahun 2012, Perusahaan tetap konsisten memfokuskan 
perkembangan usahanya dengan mengambil tema: “Terdepan Melalui Budaya yang Kuat dan Sinergi 
Tim” (Leading Through Strong Culture and Team Synergy). Slogan perusahaan pada tahun 2012, yakni 
“Leading Through Strong Culture and Team Synergy” telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan pada 
tanggal 11 Januari 2012. Dan selanjutnya, Perusahaan akan terus-menerus mempertajam strateginya dalam 
menyongsong tahun 2012 dan beberapa diantaranya adalah penambahan jaringan usaha, terus meningkatkan 
kualitas sumber daya manusianya, inovasi produk dan pelayanan, diversifikasi sumber pendanaan, 
peningkatan efisiensi melalui pengembangan pada proses yang berkesinambungan, meningkatkan kualitas 
hubungan dengan dealer dan konsumen, teknologi informasi yang dinamis dan penerapan manajemen risiko 
yang seimbang. 
Dengan strategi-strategi ini, didukung oleh kapasitas yang telah ada dalam Perusahaan dan kemampuan 
Perusahaan dalam menangkap setiap kesempatan, maka kami yakin bahwa Perusahaan akan tetap dapat 
menjalankan misinya untuk “Mewujudkan Impian Esok pada Hari ini bagi Masyarakat” dan dapat tetap 
menjadi pilihan utama konsumen karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, 
karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan. 
PENGHARGAAN 
Pada tahun 2011 ini, kami kembali mendapatkan berbagai penghargaan dan posisi yang baik dalam 
beberapa penilaian, sebagai penghargaan atas prestasi kami di berbagai bidang selama tahun 2011. Antara 
lain, kami terpilih sebagai Perusahaan Idaman 2010 dalam acara pemilihan Perusahaan Idaman 2010 yang 
diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi, memperoleh penghargaan sebagai Top Brand Award 2011 untuk 
kategori 2 Wheels Automotive Leasing Company dan kategori 4 Wheels Automotive Leasing Company dalam 
acara Top Brand Award 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group, 
memperoleh penghargaan untuk kategori Automotive Financing 4W Services dan Automotive Financing 2W 
Services dalam acara Service Quality Golden Award 2011 yang diselenggarakan oleh Centre for Customer 
Satisfaction & Loyalty (CCSL) bersama dengan Majalah Service Excellence, memperoleh penghargaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 115
Laporan Dari Direktur Utama 
sebagai Automotive Finance Company of The Year dalam acara Frost & Sullivan Indonesia Automotive 
& Transportations Award yang diselenggarakan oleh Frost & Sullivan Indonesia, meraih penghargaan 
SWA 100: Indonesia Best Public Companies 2011 Based on WAITM (Wealth Added Index) Method untuk 
kategori Overall dan Diversified Financials dalam acara Indonesia SWA 100 Best Wealth Creators 2011 yang 
diselenggarakan oleh Majalah SWA, meraih penghargaan The Best All Criteria, The Best for Employee net 
Promotor Score untuk kategori Financial Industry dan The Best Human Capital Index untuk kategori Financial 
Industry dalam acara Indonesia Human Capital Study Award yang diselenggarakan oleh Majalah Bussines 
Review bersama dengan Dunamis Human Capital, meraih penghargaan sebagai Leasing Motor dan Leasing 
Mobil Terbaik dalam acara Solo Best Brand Index (SBBI) 2011 yang diselenggarakan oleh Harian Solo Pos, 
meraih penghargaan Indonesia Best Brand 2011 untuk kategori Car Financing dalam acara Indonesia Best 
Brand Award (IBBA) 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA bekerjasama dengan Mars Consultant, 
meraih penghargaan Golden Trophy Award klasifikasi Multifinance Beraset Rp 1 Triliun ke atas Selama 5 
Tahun Berturut-turut dan Multifinance dengan Kinerja Keuangan “Sangat Bagus” 2006-2010 dalam acara 
The 7th Infobank Multifinance Award 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank, meraih penghargaan 
sebagai The Best in Achieving Total Customer Satisfaction untuk kategori 2-Wheelers Automotive Leasing 
Company dan 4-Wheelers Automotive Leasing Company pada acara Indonesia Customer Satisfaction Award 
(ICSA) 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Swa dan Frontier Consulting Group, meraih penghargaan 
Net Promoter Leader 2011 untuk kategori Leasing Motorcycle dalam acara Customer Loyality Award 
Net Promoter Leader 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA, Net Promoter dan Hachiko, meraih 
penghargaan Master Service Award 2011 untuk kategori Pembiayaan Motor dalam acara Master Service 
Award 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Makassar Terkini, meraih peringkat ketiga Perusahaan 
Pembiayaan Terbaik untuk kategori Perusahaan Pembiayaan dengan aset diatas Rp 500 miliar dalam acara 
Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI 2011 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan 
Indonesia, meraih penghargaan sebagai Penerbit Obligasi Terbaik 2011 Sektor Keuangan untuk Obligasi 
Adira Dinamika Multi Finance IV Seri C dalam acara Majalah Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2011 
yang diselenggarakan oleh Majalah Investor, dan meraih peringkat kedua untuk kategori Private Keuangan 
Listed dan peringkat keenam dalam kategori umum dalam Annual Report Award 2010 yang diselenggarakan 
oleh Bapepam dan LK, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Negara BUMN, Bank Indonesia (BI), Bursa 
Efek Indonesia (BEI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 
116 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Lukisan prasejarah, Teluk Triton - Papua Barat
Laporan Dari Direktur Utama 
Penghargaan-penghargaan tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi Perusahaan, namun kebanggaan 
itu tidak akan membuat kami berhenti melakukan peningkatan dan penyempurnaan dalam operasional 
dan kinerja Perusahaan, justru penghargaan tersebut menjadi pendorong bagi kami untuk dapat berbuat 
lebih baik di tahun-tahun yang akan datang. Selain itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali 
menaikkan peringkat atas Perusahaan dan obligasi Perusahaan dari tingkat “idAA” (Double A; Stable Outlook) 
menjadi “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook), yang mana sesuai data yang kami miliki merupakan hasil 
pemeringkatan tertinggi yang pernah dikeluarkan Pefindo untuk perusahaan pembiayaan sampai dengan 
saat diterbitkannya Laporan Tahunan ini. 
PERUBAHAN SUSUNAN DIREKSI DI TAHUN 2011 
Pada tahun 2011, susunan Direksi Perusahaan mengalami perubahan yaitu dengan pengunduran diri Erida 
Gunawan dari jabatannya selaku Direktur Operasional Perusahaan dalam acara Rapat Umum Pemegang 
Saham (RUPS) Tahunan pada tanggal 28 April 2011. Atas nama Direksi, kami mengucapkan banyak terima 
kasih atas pengabdian yang telah diberikan kepada Perusahaan, dan atas legacy-nya dalam penyusunan 
kekuatan operasional, mengembangkan potensi dan menciptakan values di dalam team operasional Adira 
Finance. 
HARAPAN KE DEPAN 
Ke depannya saya memiliki harapan bahwa Pemerintah dan masyarakat akan terus mendukung bisnis 
pembiayaan ini. Industri pembiayaan ini menyerap banyak tenaga kerja dan pada akhir tahun 2011 Adira 
Finance sendiri mempekerjakan sekitar 28.272 karyawan. Saat ini sekitar 50% dari nasabah Adira adalah 
wirausaha (self-employed) yang membeli kendaraan untuk membantu usaha mereka ataupun untuk kebutuhan 
hidup, yaitu sebagai alat transportasi ke tempat kerja. 
UCAPAN TERIMA KASIH 
Pada saat yang baik ini, kami atas nama Direksi mengucapkan banyak terima kasih kepada Dewan Komisaris 
dan para anggota Komite Perusahaan atas pengawasan yang telah dilakukan, sehingga Perusahaan dapat 
terjaga dengan baik. Kami juga menyampaikan terima kasih atas upaya terbaik dari seluruh jajaran Direksi, 
Pejabat Senior dan seluruh karyawan Adira Finance yang telah bekerja keras untuk memberikan kinerja yang 
luar biasa bagi Perusahaan. Ucapan terima kasih khusus juga diberikan kepada PT Bank Danamon Indonesia 
Tbk sebagai pemegang saham mayoritas Perusahaan, karena pencapaian ini juga merupakan hasil dari 
sinergi Perusahaan dengan Perusahaan Induk, yang telah secara konsisten memberikan dukungan penuh 
dalam bentuk pendanaan yang stabil dan dapat diandalkan bagi Perusahaan. 
Kami atas nama Direksi juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusinya kepada 
Perusahaan dan rasa kehilangan atas pengunduran diri Bapak Theodore Permadi Rachmat dari jabatannya 
selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perusahaan pada RUPS Tahunan yang diadakan 
pada tanggal 28 April 2011. 
Kami juga mengucapkan selamat bergabung kepada Bapak Pande Radja Silalahi yang telah diangkat sebagai 
Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 
28 April 2011. Bapak Pande Radja Silalahi memiliki pengalaman yang sangat luas dalam bidang ekonomi dan 
keuangan, diharapkan senantiasa memberikan kontribusi terbaik kepada Perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 117
Laporan Dari Direktur Utama 
Kami juga secara khusus ingin menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 
Republik Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu, atas kesediaannya memberikan sambutan khusus dalam 
Laporan Tahunan 2011 Adira Finance ini, dan sebagai gambaran kecil atas Indonesia (‘Faces of Indonesia’) 
melalui berbagai program pengenalan budaya Indonesia, Adira Finance berupaya untuk terus mendukung 
kemajuan sektor pariwisata Indonesia dan menghargai warisan budaya Indonesia yang demikian beragam 
dan tidak ternilai harganya. 
Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapepam 
dan LK, Bank Indonesia dan regulator lainnya, sehingga Adira Finance dapat menjalankan kegiatan usahanya 
dengan baik dan dapat tumbuh berkembang sampai dengan saat ini. 
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang terdalam kepada seluruh konsumen, rekan 
usaha dan pemangku kepentingan Perusahaan yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada 
Adira Finance hingga tetap dapat mewujudkan kinerja usaha yang terbaik. Dengan dukungan dari seluruh 
pihak, kami percaya bahwa melalui collective leaders yang telah terbina selama ini, maka kepengurusan 
Perusahaan akan tetap dapat dilaksanakan dengan baik, bahkan ditingkatkan, sehingga Adira Finance tetap 
menjadi perusahaan yang terbaik dan terbesar di dalam industrinya. Semoga Tuhan memberkati! 
118 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Untuk dan atas nama Direksi 
Stanley Setia Atmadja 
Direktur Utama
Tarian penabuh tifa ini merupakan bagian dari acara Festival Asmat. Tifa merupakan identitas kaum lelaki, 
dan hanya boleh ditabuh oleh kaum lelaki saja. Alat musik tradisional Asmat ini bentuknya mirip gendang, 
terbuat dari kayu gelondongan dengan potongan bulat memanjang dan penutup salah satu sisinya terbuat dari 
kulit hewan biawak, dengan pegangannya berupa pola ukiran patung Bis, patung tersakral bagi suku Asmat.
120 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tinjauan 
Pasar Dan 
Strategi
Tarian yang dilakukan seirama dengan iringan alat-alat musik tradisional seperti gondang, suling, terompet 
batak ini merupakan bagian acara ritual pemanggilan roh-roh leluhur yang masuk ke patung-patung batu. 
Setidaknya ada tiga jenis tari tor tor, yaitu tor tor Pangurason (pembersihan) saat pesta akbar, tor tor Sipitu 
Cawan saat pengukuhan raja, dan tor tor Tunggal Panaluan untuk mengatasi musibah yang melanda desa. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 121
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Tinjauan Umum 
Tahun 2011 merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun sebelumnya, dimana Indonesia berhasil menjadi 
salah satu negara dengan kondisi perekonomian terbaik, yang mampu bertahan melewati krisis keuangan 
global yang terjadi pada akhir tahun 2008 hingga saat ini. Pemerintah berhasil menjaga kinerja perekonomian 
yang sangat baik pada tahun 2011 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%. Di tahun itu, tingkat bunga 
acuan Bank Indonesia (BI Rate) relatif stabil sebesar 6,0% pada akhir tahun 2011, serta nilai tukar Rupiah 
terhadap Dolar AS juga dapat dipertahankan sebesar Rp 9.068, serta inflasi mencapai level yang terendah 
sebesar 3,79% sejak krisis tahun 2008. PDB per kapita pun bertumbuh 17% dari tahun sebelumnya mencapai 
USD 3.520 dan semakin memberikan outlook makro ekonomi yang positif pada tahun ini. 
Kesemua indikator tersebut diatas telah menjadi generator pemacu roda perekonomian Indonesia di berbagai 
sektor industri, yang kemudian turut meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan daya beli masyarakat 
akan berdampak positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional. Hal ini karena bagi sebagian besar 
masyarakat Indonesia, kendaraan bermotor merupakan kebutuhan hidup, baik untuk kelancaran usaha 
maupun sebagai alat transportasi utama, mengingat belum optimalnya ketersediaan dan kondisi infrastruktur 
transportasi umum di Indonesia. 
Industri Sepeda Motor Indonesia 
-20.4% 
Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru (Dalam Ribuan Unit) Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) 
25.6% 25.8% 
Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru 
12.7% 
6.0% 
Pertumbuhan penjualan sepeda motor di Indonesia pada tahun 2011 sebesar 8,7% memang tidak sebesar 
tahun sebelumnya, namun pada tahun tersebut, penjualan nasional sepeda motor baru mencapai tingkat 
tertinggi yang melebihi 8,0 juta unit. 
122 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
8,044 
7,399 
5,852 
6.216 
4,688 
4,428 
5,074 
3.899 
2,810 
2.265 
1.801 1.576 
1.377 
984 
457 574 722 
36.3% 39.9% 
30.9% 
-76.0% 
125.4% 
64.4% 
26.4% 22.9% 
38.4% 
30.5% 
-12.8% 
32.7% 
-5.9% 
26.4% 
8.7% 
864 
434 488 
1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 
Sumber: Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru Tahun 2010 dan 2011 
Penjualan Tahun 2010 (Dalam Ribuan Unit) Penjualan Tahun 2011 (Dalam Ribuan Unit) 
Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) Pertumbuhan Bulanan Tahun 2011 (Dalam %) 
32,6% 
22,9% 
503 
667 
14,0% 17,4% 
-8,0% 
538 
16,3% 
714 
3,3% -1,6% 
51,1% 
6,2% -0,9% 
724 
8,2% 10,8% 
-0,6% 0,0% 
1,4% 
-6,7% 
11,9% 
5,9% 
-6,9% 
-7,9% 
-10,3% 
-14,6% 
-28,0% 
Sejak akhir tahun 2011, para pelaku usaha dalam industri otomotif telah memberikan pandangan yang positif 
terkait pertumbuhan penjualan nasional sepeda motor baru. Perekonomian nasional yang positif tercermin 
dalam pergerakan penjualan nasional sepeda motor baru, yang mana rata-rata pertumbuhan tahunan atas 
sepeda motor mencapai 8,7%, dengan rata-rata penjualan bulanan atas sepeda motor mencapai 670 ribu 
unit. Bahkan pada bulan Juli 2011, penjualan bulanan mencapai tingkat penjualan bulanan tertinggi baru yaitu 
sebanyak 740 ribu unit. 
Selama tahun 2011 ini, permintaan terhadap sepeda motor baru masih mengalami peningkatan yang 
cukup baik. Para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) menangkap peluang tersebut dan terus berupaya 
meningkatkan pangsa pasarnya, baik dengan jalan meningkatkan kapasitas produksi atas varian-varian yang 
sudah ada atau merilis varian-varian baru. Begitu responsifnya pasar, sehingga menjelang Lebaran terdapat 
beberapa varian, terutama sepeda motor tipe skuter otomatis, yang mengalami inden yang cukup lama. 
Berikut kapasitas unit produksi yang sudah atau akan terpasang dari empat ATPM sepeda motor asal Jepang 
(Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki) yang mewakili sekitar 99,0% dari seluruh penjualan sepeda motor 
baru di Indonesia: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 123 
Sumber: AISI 
608 
656 640 
652 661 
669 
740 732 
681 
479 
695 
718 
654 643 
543 
463 
709 709 
613 
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 
Merek 
Honda 
Yamaha 
Suzuki 
Kawasaki 
Jumlah 
2007 
2.500.000 
2.000.000 
800.000 
200.000 
5.500.000 
Δ % 
16,0 
20,0 
- 
- 
14,5 
Δ % 
3,5 
25,0 
25,0 
- 
14,3 
Δ % 
20,0 
6,7 
40,0 
- 
16,7 
Δ % 
11,1 
12,5 
- 
50,0 
10,7 
2008 
2.900.000 
2.400.000 
800.000 
200.000 
6.300.000 
2009 
3.000.000 
3.000.000 
1.000.000 
200.000 
7.200.000 
2010 
3.600.000 
3.200.000 
1.400.000 
200.000 
8.400.000 
2011 
4.000.000 
3.600.000 
1.400.000 
300.000 
9.300.000 
2012 
4.400.000 
3.960.000 
2.400.000 
450.000 
11.210.000 
Δ % 
10,0 
10,0 
71,4 
50,0 
20,5 
Sumber: 
1. Tahun 2012: www.republika.co.id dan www.datacon.co.id 
2. Tahun 2011: www.motor-modif.com dan www.bataviase.co.id 
3. Tahun 2007-2010: Diolah dari berbagai sumber 
(Dalam Unit)
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Merujuk dari tabel diatas terlihat optimisme ATPM yang cukup tinggi terhadap industri otomotif di Indonesia 
untuk tahun 2011 dan tahun 2012. Beberapa ATPM telah meningkatkan penanaman modalnya untuk 
meningkatkan kapasitas produksi pabrik, sebut saja PT Astra Honda Motor yang merupakan ATPM untuk 
sepeda motor merek Honda. ATPM tersebut telah meningkatkan kapasitas produksinya dari sebanyak 3,0 
juta unit pada tahun 2009 menjadi sebanyak 4,0 juta unit pada tahun 2011 dan akan ditingkatkan kembali 
menjadi sebanyak 4,4 juta unit pada tahun 2012. PT Yamaha Motor Kencana Indonesia juga tidak mau 
ketinggalan, yang mana ATPM Yamaha akan meningkatkan kapasitas produksi pada tahun 2012 menjadi 
sebanyak 3,96 juta unit, diikuti dengan ATPM Suzuki yakni PT Suzuki Indomobil Motor dan ATPM Kawasaki 
yakni PT Kawasaki Motor Indonesia masing-masing dengan kapasitas produksinya sebanyak 2,4 juta unit 
dan 0,45 juta unit. Pada tahun 2010, TVS yang merupakan anggota AISI termuda dan merupakan sepeda 
motor dengan merek India juga mulai merambah ke pasar Indonesia. Bahkan, Piaggio yang sempat menarik 
diri pun telah kembali memasuki pasar Indonesia dan berencana untuk menambah jumlah distributor dan 
dealer pada tahun 2012 mendatang. 
Sebagai perbandingan, tabel dibawah adalah penjualan sepeda motor baru di beberapa negara anggota 
ASEAN berdasarkan data dari ASEAN Automotive Federation (AAF) dan penjualan sepeda motor baru di 
Indonesia berdasarkan data dari AISI adalah sebagai berikut: 
Negara 
Indonesia 
Malaysia 
Filipina 
Singapura 
Thailand 
Jumlah 
Tahun 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
Jan 
667.124 
502.944 
32,6% 
39.249 
38.860 
1,0% 
53.241 
59.234 
-10,1% 
823 
781 
5,4% 
161.623 
153.312 
5,4% 
922.060 
755.131 
22,1% 
Peb 
613.449 
538.172 
14,0% 
35.329 
31.619 
11,7% 
57.786 
59.463 
-2,8% 
537 
601 
-10,6% 
167.331 
143.683 
16,5% 
874.432 
773.538 
13,0% 
Mar 
713.672 
608.151 
17,4% 
48.228 
41.165 
17,2% 
77.313 
70.473 
9,7% 
Menggeliatnya industri sepeda motor baru Tanah Air selama tahun 2011 ini telah membawa Indonesia 
menjadi pasar sepeda motor baru terbesar ketiga di dunia setelah China dan India, sedangkan di regional 
Asia Tenggara, Indonesia tetap berada pada posisi pertama. Bahkan, pangsa pasar sepeda motor Indonesia 
di regional Asia Tenggara (berdasarkan tabel diatas) meningkat menjadi sebesar 71,3% pada tahun 2011 dari 
sebelumnya sebesar 70,6% pada tahun 2010. 
124 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
658 
778 
-15,4% 
192.124 
169.420 
13,4% 
1.031.995 
889.987 
16,0% 
Apr 
709.177 
655.513 
8,2% 
43.737 
41.250 
6,0% 
54.079 
58.816 
-8,1% 
571 
710 
-19,6% 
150.213 
134.516 
11,7% 
957.777 
890.805 
7,5% 
Mei 
709.122 
639.994 
10,8% 
40.172 
35.527 
13,1% 
65.850 
64.146 
2,7% 
637 
650 
-2,0% 
187.778 
149.677 
25,5% 
1.003.559 
889.994 
12,8% 
Jun 
661.304 
652.488 
1,4% 
47.603 
35.324 
34,8% 
75.148 
65.417 
14,9% 
657 
666 
-1,4% 
221.837 
182.607 
21,5% 
1.006.549 
936.502 
7,5% 
Jul 
740.121 
698.863 
5,9% 
43.395 
42.753 
1,5% 
66.747 
62.956 
6,0% 
674 
780 
-13,6% 
178.069 
156.525 
13,8% 
1.029.006 
961.877 
7,0% 
Ags 
681.444 
731.832 
-6,9% 
44.552 
44.544 
0,0% 
65.512 
56.807 
15,3% 
688 
703 
-2,1% 
190.720 
162.516 
17,4% 
982.916 
996.402 
-1,4% 
Sep 
723.906 
479.240 
51,1% 
41.390 
34.569 
19,7% 
59.138 
72.079 
-18,0% 
737 
682 
8,1% 
172.176 
152.365 
13,0% 
997.347 
738.935 
35,0% 
Okt 
717.514 
694.885 
3,3% 
40.316 
45.068 
-10,5% 
55.816 
58.243 
-4,2% 
684 
631 
8,4% 
134.811 
139.150 
-3,1% 
949.141 
937.977 
1,2% 
Nop 
643.271 
653.732 
-1,6% 
36.312 
32.077 
13,2% 
45.167 
56.737 
-20,4% 
644 
605 
6,4% 
128.324 
144.220 
-11,0% 
853.718 
887.371 
-3,8% 
Des 
463.431 
542.830 
-14,6% 
34.303 
45.419 
-24,5% 
55.333 
75.478 
-26,7% 
736 
694 
6,1% 
122.377 
158.006 
-22,5% 
676.180 
822.427 
-17,8% 
Jumlah 
8.043.535 
7.398.644 
8,7% 
494.586 
468.175 
5,6% 
731.130 
759.849 
-3,8% 
8.046 
8.281 
-2,8% 
2.007.383 
1.845.997 
8,7% 
11.284.680 
10.480.946 
7,7% 
Sumber: AAF dan AISI 
(Dalam Unit) 
Sungai Liat - Bangka
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Pangsa Pasar Penjualan Sepeda Motor Baru ASEAN 
Industri sepeda motor baru nasional secara konsisten mencatat pertumbuhan penjualan, khususnya selama 
tahun 2000-2011 (walaupun pada tahun 2006 dan 2009 sempat mengalami penurunan). Penjualan sepeda 
motor baru di Indonesia sebelumnya lebih didominasi oleh merek-merek Jepang, namun kini semakin 
disemarakkan oleh masuknya sepeda motor buatan China dan India. Adapun pertumbuhan industri sepeda 
motor baru berdasarkan merek pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: 
Merek 
2007 
2008 
2009 
2010 
2011 
Pada tahun 2011, Honda masih mendominasi pasar sepeda motor baru nasional dengan pangsa pasar 
sebesar 53,2% dari jumlah pangsa pasar yang dikuasai oleh 8 merek yang tergabung di AISI. Yamaha dan 
Suzuki menempati urutan kedua dan ketiga dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 39,1% dan 6,1%. 
Semenjak tahun 2007, persaingan antar merek sepeda motor di Indonesia juga terus mengalami persaingan 
yang semakin ketat. Berdasarkan pangsa pasar, terlihat bahwa persaingan antara merek Honda dan Yamaha 
kian ketat. 
Penjualan skutik di Indonesia tumbuh signifikan, yang mana dari pangsa pasar sebesar 38,7% pada tahun 
2009 terus meningkat menjadi sebesar 45,6% pada tahun 2010 dan sebesar 51,6% pada tahun 2011. Hal 
ini menyebabkan pangsa pasar sepeda motor bebek menurun dari sebesar 53,1% pada tahun 2009 menjadi 
hanya sebesar 47,4% pada tahun 2010 dan sebesar 40,4% pada tahun 2011. Untuk sepeda motor sport, 
pangsa pasarnya terlihat meningkat dari 7,0% pada tahun 2010 menjadi 8,0% pada tahun 2011. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 125 
Thailand 
17,6% 
Indonesia 
70,6% 
Singapura 
0,1% 
Filipina 
7,6% 
Malaysia 
4,5% 
Thailand 
17,8% 
Indonesia 
71,3% 
Singapura 
0,1% 
Filipina 
7,6% 
Malaysia 
4,4% 
Tahun 2010 Tahun 2011 
Sumber: AAF dan AISI 
Honda 
Yamaha 
Suzuki 
Kawasaki 
TVS 1) 
Kanzen 
Kymco 
Piaggio 
Jumlah 
2.116.878 
1.853.718 
637.036 
41.164 
- 
29.137 
10.211 
119 
4.688.263 
45,2 
39,5 
13,6 
0,9 
- 
0,6 
0,2 
0,0 
100,0 
Unit 
% 
2.874.576 
2.465.546 
797.290 
44.672 
- 
32.128 
5.106 
61 
6.219.379 
46,2 
39,7 
12,8 
0,7 
- 
0,5 
0,1 
0,0 
100,0 
Unit 
% 
2.695.085 
2.656.111 
436.722 
60.343 
- 
3.280 
- 
- 
5.851.541 
46,1 
45,4 
7,5 
1,0 
- 
0,0 
- 
- 
100,0 
Unit 
% 
3.418.632 
3.345.680 
526.003 
87.004 
19.435 
1.890 
- 
- 
7.398.644 
46,2 
45,2 
7,1 
1,2 
0,3 
0,0 
- 
- 
100,0 
Unit 
% 
4.276.136 
3.147.873 
494.481 
100.673 
- 
- 
382 
23.990 
8.043.535 
53,2 
39,1 
6,1 
1,3 
- 
- 
0,0 
0,3 
100,0 
Unit 
% 
Sumber: AISI 
1) TVS baru bergabung dengan AISI pada tahun 2010.
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Pertumbuhan sepeda motor berdasarkan jenis sepeda motor pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: 
Jenis 
Bebek 
Skutik 
Sport 
Jumlah 
2007 
3.445.873 
873.894 
368.496 
4.688.263 
2008 
2009 
2010 
2011 
Prospek Usaha Sepeda Motor 
Peningkatan pada penjualan nasional sepeda motor baru sangat didukung oleh pendanaan dari lembaga 
keuangan non bank, yang biasanya adalah perusahaan pembiayaan. Diperkirakan sekitar 70-75% pembelian 
kendaraan bermotor menggunakan mekanisme kredit yang sebagian besar dibiayai oleh perusahaan 
pembiayaan. Hal tersebut didukung dengan tingkat bunga acuan yang cukup rendah dan stabil sepanjang 
tahun dan adanya desakan dari Pemerintah kepada perbankan untuk menurunkan bunga pinjamannya yang 
telah memberikan ruang bagi perusahaan pembiayaan menurunkan tingkat bunga kredit yang diberikan 
kepada konsumen. Penurunan tingkat bunga tersebut telah meningkatkan daya beli masyarakat untuk 
memiliki sepeda motor dengan mekanisme kredit melalui perusahaan pembiayaan. 
Pada tahun 2012, penjualan sepeda motor baru diramalkan tetap bertumbuh, walaupun mungkin tidak 
setinggi pertumbuhan pada tahun 2011 yang lalu. Berbagai pihak memperkirakan bahwa kondisi makro 
ekonomi Indonesia akan tetap kondusif walaupun terdapat beberapa kekhawatiran seperti kenaikan harga 
BBM, kenaikan inflasi, dan perubahan kebijakan Pemerintah. Namun demikian, penjualan sepeda motor 
nasional diperkirakan masih akan bertumbuh sekitar 5-8% dari penjualan nasional pada tahun 2011. 
Menangkap momentum pertumbuhan diatas, Adira Finance meneruskan strategi usahanya sebagai 
perusahaan pembiayaan untuk berbagai merek kendaraan bermotor. 
126 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
73,5 
18,6 
7,9 
100,0 
Unit 
% 
3.977.653 
1.613.661 
628.065 
6.219.379 
64,0 
25,9 
10,1 
100,0 
Unit 
% 
3.106.727 
2.273.017 
473.797 
5.851.541 
53,1 
38,7 
8,2 
100,0 
Unit 
% 
3.503.298 
3.376.541 
518.805 
7.398.644 
47,4 
45,6 
7,0 
100,0 
Unit 
% 
3.245.597 
4.150.614 
647.324 
8.043.535 
40,4 
51,6 
8,0 
100,0 
Unit 
% 
Sumber: AISI 
Tanjung Tinggi - Belitung
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Industri Mobil Indonesia 
Penjualan industri mobil di Indonesia secara umum mengalami tren peningkatan tiap tahunnya, walaupun 
terdapat penurunan penjualan pada tahun 1998-1999 sebagai imbas krisis ekonomi dunia, dan pada tahun 
2006 ketika terjadi kenaikan harga BBM yang cukup signifikan. Penurunan penjualan yang cukup tajam juga 
terjadi di tahun 2009 sebagai akibat dari krisis keuangan dunia di tahun 2008. 
Namun demikian, seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat sejak tahun 2010, penjualan 
mobil nasional terus meningkat dari 764 ribu unit menjadi 894 ribu unit pada tahun 2011. Penjualan ini juga 
melebihi target penjualan nasional mobil baru yang ditetapkan oleh GAIKINDO pada akhir tahun 2010 yang 
lalu yaitu sekitar 820 ribu unit. 
Penjualan Nasional Mobil Baru (Dalam Ribuan Unit) Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) 
894 
765 
486 
608 
433 
319 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 127 
Penjualan Nasional Mobil Baru 
534 
483 
354 
301 300 318 
58 94 
387 
323 
388 
326 
172 204 
17,1% 
57,2% 
-20,1% 
35,7% 40,4% 
-40,3% 
10,6% 
36,4% 
6,0% 11,7% 
4,9% 
223,9% 
51,7% 
-85,1% 
20,4% 
-16,8% 
19,0% 
59,8% 
18,6% 
-32,3% 
1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 
Sumber: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) 
Pulau Burung - Belitung
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
40,0% 
25,0% 25,4% 
6,9% -5,9% 
74 
53 
Sumber: GAIKINDO 
Tanjung Kelayang - Belitung 
Penjualan Nasional Mobil Baru Tahun 2010 dan 2011 
Penjualan Tahun 2010 (Dalam Ribuan Unit) Penjualan Tahun 2011 (Dalam Ribuan Unit) 
Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) Pertumbuhan Bulanan Tahun 2011 (Dalam %) 
-6,9% 0,9% 
-26,1% 
18,1% 
128 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
14,9% 
-0,3% 
70 70 
0,5% 
61 61 61 
65 
82 
66 
70 
56 
16,1% 
18,7% 
80 
-2,3% 
-21,6% 
62,4% 
24,9% 
8,9% 8,2% 
69 69 69 
80 
49 
23,5% 13,2% 
-17,7% 
73 
26,9% 
89 
72 
65 
86 
68 
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 
Penjualan bulanan selama tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang signifikan. Mulai dari awal tahun 2011 
hingga penutupannya, penjualan bulanan mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 18,5% dan rata-rata 
pertumbuhan bulanan sebesar 2,7%. Sama halnya dengan penjualan sepeda motor baru yang mencapai 
puncak penjualan pada bulan Juli 2011, puncak penjualan mobil baru pun terjadi pada bulan tersebut. 
Permintaan akan mobil baru untuk tahun 2011 ini memang menguat dibandingkan dengan tahun sebelumnya 
dengan alasan yang sama dengan peningkatan pada penjualan sepeda motor baru yaitu karena menguatnya 
daya beli masyarakat dan membaiknya harga komoditas di daerah-daerah. Para ATPM menangkap peluang 
ini dengan terus merilis beragam varian baru maupun melakukan facelift atas varian-varian yang sudah ada. 
Pada tahun 2011, penjualan nasional mobil baru berhasil mencapai 894 ribu unit atau meningkat sebesar 
17,1% dibandingkan dengan tahun 2010. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2011, 
penjualan mobil baru masih didominasi oleh mobil-mobil buatan Jepang, yang mana penjualannya mencapai 
lebih dari 90% dari seluruh penjualan mobil baru di Indonesia.
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Pulau Lengkuas - Belitung 
Tabel penjualan mobil baru di Indonesia untuk tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: 
2010 
2011 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 129 
Merek 
Toyota 
Daihatsu 
Mitsubishi 
Suzuki 
Nissan 
Honda 
Isuzu 
Hyundai 
Lain-lain 
Jumlah 
2007 
150.631 
51.957 
61.548 
58.095 
21.145 
40.000 
18.270 
5.182 
25.755 
432.583 
34,8 
12,0 
14,2 
13,4 
4,9 
9,3 
4,2 
1,2 
6,0 
100,0 
Unit 
% 
2008 
211.911 
78.041 
87.524 
73.066 
33.274 
52.500 
25.325 
5.823 
40.196 
607.660 
34,9 
12,8 
14,4 
12,0 
5,5 
8,6 
4,2 
1,0 
6,6 
100,0 
Unit 
% 
2009 
186.687 
39.570 
77.513 
61.741 
15.236 
44.689 
21.440 
2.667 
36.513 
486.056 
38,4 
16,0 
12,7 
9,2 
4,4 
8,1 
3,1 
0,6 
7,5 
100,0 
Unit 
% 
280.680 
118.591 
106.483 
71.210 
37.242 
61.336 
24.012 
3.700 
60.497 
763.751 
36,8 
15,5 
13,9 
9,3 
4,9 
8,0 
3,2 
0,5 
7,9 
100,0 
Unit 
% 
309.846 
136.394 
133.405 
94.428 
56.427 
49.267 
28.766 
4.786 
80.845 
894.164 
34,7 
15,3 
14,9 
10,6 
6,3 
5,5 
3,2 
0,5 
9,0 
100,0 
Unit 
% 
Sumber: GAIKINDO dan http://www.kompas.com 
Hingga tahun 2011 ini, Toyota masih menempati posisi pertama dalam perolehan pangsa pasar penjualan 
nasional mobil baru dengan menguasai 34,7% pangsa pasar. Sedangkan, Daihatsu dan Mitsubishi berhasil 
menempati posisi kedua dan ketiga dengan menguasai 15,3% dan 14,9% pangsa pasar. Posisi keempat dan 
kelima ditempati oleh Suzuki dan Nissan yang masing-masing menguasai 10,6% dan 6,3% pangsa pasar. 
Berikut adalah 10 (sepuluh) mobil segmen penumpang terlaris selama tahun 2011: 
Keterangan Jumlah Terjual (Unit) 
Toyota Avanza 
Daihatsu Xenia 
Toyota Innova 
Suzuki APV 
Nissan Grand Livina 
Toyota Rush 
Daihatsu Terios 
Honda Jazz 
Toyota Yaris 
Nissan March 
Sumber: http://www.detik.com 
162.367 
66.835 
54.762 
30.089 
25.324 
25.012 
22.416 
19.440 
16.448 
12.345 
Berdasarkan tipe mobil, kendaraan serbaguna atau multi-purpose vehicle (MPV) masih memimpin dalam 
penguasaan pangsa pasar, yang diikuti oleh tipe hatchback dan sport utility vehicle (SUV).
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Prospek Usaha Mobil 
Setelah sempat terpukul karena krisis keuangan global pada tahun 2009, industri otomotif di Indonesia bangkit 
kembali pada tahun 2010 dan terus bertumbuh pada tahun 2011. Perekonomian Indonesia yang kondusif dan 
kondisi politik yang stabil sepanjang tahun 2011 telah menempatkan Indonesia menduduki posisi pertama 
dalam regional Asia Tenggara dan menyalip Thailand, yang selama ini selalu menduduki posisi teratas. 
Tabel penjualan nasional mobil baru pada tahun 2010 dan 2011 di negara-negara ASEAN adalah sebagai 
berikut: 
Negara 
Brunei 
Indonesia 
Malaysia 
Filipina 
Singapura 
Thailand 
Vietnam 
Jumlah 
Tahun 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
2011 
2010 
Y-O-Y 
Jan 
1.100 
1.002 
9,8% 
73.987 
52.831 
40,0% 
54.781 
50.622 
8,2% 
11.046 
11.763 
-6,1% 
3.769 
7.247 
-48,0% 
68.398 
49.560 
38,0% 
10.424 
6.961 
49,7% 
223.505 
179.986 
24,2% 
Peb 
981 
869 
12,9% 
69.589 
55.688 
25,0% 
40.387 
40.654 
-0,7% 
11.472 
12.573 
-8,8% 
2.311 
4.712 
-51,0% 
77.213 
54.175 
42,5% 
7.889 
5.030 
56,8% 
209.842 
173.701 
20,8% 
Mar 
1.307 
1.078 
21,2% 
82.163 
65.555 
25,3% 
63.264 
56.139 
12,7% 
13.775 
14.373 
-4,2% 
3.651 
5.614 
-35,0% 
93.008 
63.067 
47,5% 
9.513 
9.298 
2,3% 
266.681 
215.124 
24,0% 
Walaupun penjualan nasional mobil baru berhasil tumbuh secara signifikan dan menduduki posisi teratas di 
dalam regional ASEAN, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk 
dapat mempertahankan posisi tersebut terhadap negara-negara tetangga yang bersaing ketat dengan 
Indonesia yaitu Thailand dan Malaysia. Industri otomotif Thailand sempat terpukul karena bencana banjir 
yang terjadi pada kuartal keempat tahun 2011, sehingga mengakibatkan industri otomotif Thailand sempat 
terhenti. Namun demikian, Thailand tetap mencatatkan penjualan nasional mobil baru sebesar 30,6% pangsa 
pasar ASEAN (berdasarkan tabel diatas), sedangkan Malaysia di posisi ketiga dengan kontribusi sebesar 
23,1% dari pangsa pasar ASEAN selama tahun 2011. Ketiga negara ini pun terus bersaing dalam menjadi 
negara pilihan basis produksi utama berbagai merek-merek besar dalam industri otomotif. 
130 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Apr 
1.267 
1.159 
9,3% 
60.726 
65.232 
-6,9% 
50.936 
48.812 
4,4% 
11.816 
14.254 
-17,1% 
3.781 
4.284 
-11,7% 
67.283 
57.128 
17,8% 
9.409 
9.551 
-1,5% 
205.218 
200.420 
2,4% 
Mei 
1.023 
1.215 
-15,8% 
61.053 
60.520 
0,9% 
46.045 
50.883 
-9,5% 
10.913 
13.995 
-22,0% 
3.440 
3.812 
-9,8% 
55.851 
62.205 
-10,2% 
7.661 
9.386 
-18,4% 
185.986 
202.016 
-7,9% 
Jun 
1.043 
1.230 
-15,2% 
70.154 
70.388 
-0,3% 
41.790 
54.005 
-22,6% 
10.978 
15.189 
-27,7% 
4.119 
4.479 
-8,0% 
70.259 
70.557 
-0,4% 
7.611 
10.052 
-24,3% 
205.954 
225.900 
-8,8% 
Jul 
1.205 
1.113 
8,3% 
89.056 
72.100 
23,5% 
50.252 
53.483 
-6,0% 
11.550 
15.972 
-27,7% 
3.550 
4.088 
-13,2% 
72.902 
65.672 
11,0% 
8.544 
9.439 
-9,5% 
237.059 
221.867 
6,8% 
Ags 
1.742 
1.385 
25,8% 
73.279 
64.779 
13,1% 
58.382 
55.208 
5,7% 
11.558 
14.335 
-19,4% 
2.792 
3.712 
-24,8% 
79.043 
65.724 
20,3% 
9.518 
8.775 
8,5% 
236.314 
213.918 
10,5% 
Sep 
1.258 
1.139 
10,4% 
79.832 
49.147 
62,4% 
44.407 
43.443 
2,2% 
12.555 
14.447 
-13,1% 
3.145 
3.753 
-16,2% 
87.012 
68.261 
27,5% 
10.031 
9.141 
9,7% 
238.240 
189.331 
25,8% 
Okt 
1.043 
1.122 
-7,0% 
86.345 
69.160 
24,8% 
53.615 
52.297 
2,5% 
13.489 
14.317 
-5,8% 
3.090 
3.580 
-13,7% 
42.873 
72.012 
-40,5% 
9.258 
10.421 
-11,2% 
209.713 
222.909 
-5,9% 
Nop 
1.217 
1.082 
12,5% 
67.655 
69.249 
-2,3% 
48.310 
44.845 
7,7% 
12.090 
13.523 
-10,6% 
2.961 
3.113 
-4,9% 
25.664 
78.874 
-67,5% 
8.865 
11.198 
-20,8% 
166.762 
221.884 
-24,8% 
Des 
1.369 
1.195 
14,6% 
80.325 
70.061 
14,7% 
47.954 
54.765 
-12,4% 
10.374 
13.749 
-24,5% 
2.961 
3.497 
-15,3% 
54.575 
93.122 
-41,4% 
10.937 
12.485 
-12,4% 
208.495 
248.874 
-16,2% 
Jumlah 
14.555 
13.589 
7,1% 
894.164 
764.710 
16,9% 
600.123 
605.156 
-0,8% 
141.616 
168.490 
-15,9% 
39.570 
51.891 
-23,7% 
794.081 
800.357 
-0,8% 
109.660 
111.737 
-1,9% 
2.593.769 
2.515.930 
3,1% 
Sumber: AAF dan GAIKINDO 
Tanjung Binga - Belitung
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Pangsa Pasar Penjualan Mobil Baru ASEAN 
Vietnam 
4,4% 
Vietnam 
4,2% 
Perusahaan Pembiayaan 
Pertumbuhan industri otomotif memiliki korelasi langsung dengan usaha pembiayaan konsumen di Indonesia, 
mengingat sebagian besar pembelian kendaraan bermotor di Indonesia, baik untuk sepeda motor maupun 
mobil, baik untuk tujuan pribadi maupun komersial, masih melalui pembelian secara kredit. Lebih lanjut, 
kondisi makro ekonomi dan tingkat bunga acuan merupakan faktor yang cukup sensitif bagi industri otomotif 
dan usaha pembiayaan konsumen. 
Perusahaan pembiayaan telah meningkat cukup pesat dengan munculnya perusahaan pembiayaan baru 
pada tahun 2011 ini, baik yang terafiliasi dengan perbankan, ATPM maupun yang independen. Melihat hal ini, 
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dari Kementerian Keuangan, yang 
berfungsi untuk memantau lembaga keuangan non bank memandang perlu untuk menertibkan perusahaan 
pembiayaan yang lalai dalam mentaati ketentuan yang diatur oleh Pemerintah. Salah satunya adalah melalui 
Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan 
Pembiayaan. Hingga akhir tahun 2011, tidak sedikit perusahaan pembiayaan telah dicabut izin usahanya oleh 
Bapepam dan LK. Hal ini merupakan langkah yang dipandang perlu untuk diambil mengingat pertumbuhan 
pesat yang sedang dialami oleh perusahaan pembiayaan nasional. Menurut data dari Bank Indonesia, hingga 
akhir tahun 2011 saja, aset perusahaan pembiayaan telah bertumbuh sebesar 24,3% dari sebesar Rp 230,3 
triliun pada akhir tahun 2010 menjadi sebesar Rp 286,2 triliun pada akhir tahun 2011. 
Pertumbuhan aset perusahaan pembiayaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Triliun Rupiah, kecuali %) 
Dari besaran pemberian kredit oleh perusahaan pembiayaan, sektor pembiayaan konsumen dalam lima tahun 
terakhir ini rata-rata bertumbuh sebesar 22% per tahun (CAGR). Dan pada akhir tahun 2011, khusus sektor 
pembiayaan konsumen mencatat aset senilai Rp 164,8 Triliun, atau setara 67% terhadap keseluruhan kredit 
dari perusahaan pembiayaan dan masih merupakan bisnis yang dominan bagi perusahaan pembiayaan di 
Indonesia. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 131 
Thailand 
31,8% 
Indonesia 
30,4% 
Malaysia 
24,1% 
Singapura 
2,1% 
Tahun 2010 
Filipina 
6,7% 
Brunei 
0,5% 
Thailand 
30,6% 
Indonesia 
34,5% 
Malaysia 
23,1% 
Singapura 
1,5% 
Tahun 2011 
Filipina 
5,5% 
Brunei 
0,6% 
Keterangan 
Aset 
2007 
127,3 
Δ% 
32,4 
Δ % 
3,6 
2008 
168,5 
Δ % 
32,0 
2009 
174,4 
Sumber: Bank Indonesia (BI) 
Δ % 
24,3% 
2010 
230,3 
2011 
286,2 
Sumber: AAF dan GAIKINDO
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Komposisi pemberian kredit perusahaan pembiayaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: 
Keterangan 
Pembiayaan Konsumen 
Sewa Guna Usaha 
Anjak Piutang 
Kartu Kredit 
Jumlah 
Rp 
Keterangan 
Bank dalam negeri 
Bank luar negeri 
Obligasi 
Non bank dalam negeri 
Non bank luar negeri 
Pinjaman Subordinasi 
dalam negeri 
Pinjaman Subordinasi 
luar negeri 
Jumlah 
Sumber: BI 
Rp 
36,7 
29,7 
12,8 
3,8 
6,7 
0,1 
0,5 
90,3 
132 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Triliun Rupiah, kecuali %) 
Sumber: BI 
2007 
67,6 
36,5 
2,2 
1,4 
107,7 
% 
62,8 
33,9 
2,0 
1,3 
100,0 
2008 
Rp 
83,2 
50,7 
2,2 
1,1 
137,2 
% 
60,6 
37,0 
1,6 
0,8 
100,0 
2009 
Rp 
93,1 
46,5 
2,0 
0,9 
142,5 
% 
65,3 
32,6 
1,4 
0,7 
100,0 
2010 
Rp 
130,0 
53,2 
2,3 
0,9 
186,4 
% 
69,8 
28,5 
1,2 
0,5 
100,0 
2011 
Rp 
164,8 
76,6 
3,9 
0,0 
245,3 
% 
67,2 
31,2 
1,6 
0,0 
100,0 
Sumber pendanaan perusahaan pembiayaan umumnya didominasi oleh pinjaman bank dan non bank (baik 
asing maupun domestik) dan obligasi. Sumber pendanaan yang diterima oleh perusahaan pembiayaan 
mengalami peningkatan dari sebesar Rp 163,7 triliun pada tahun 2010 menjadi sebesar Rp 217,9 triliun pada 
tahun 2011 atau meningkat sebesar 33,1%. Pinjaman dari bank dalam negeri telah memberikan kontribusi 
sebesar 46,5% dari jumlah pendanaan yang diterima oleh perusahaan pembiayaan. Selain itu, perusahaan 
pembiayaan pun melihat penerbitan obligasi maupun medium-term notes (MTN) sebagai sumber pendanaan 
yang potensial. Seiring dengan menurunnya suku bunga pinjaman pada tahun 2011, sumber pendanaan ini 
meningkat dari sebesar Rp 18,4 triliun pada tahun 2010 menjadi sebesar Rp 30,3 triliun pada tahun 2011 atau 
meningkat sebesar 64,7%. 
Komposisi pendanaan perusahaan pembiayaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Triliun Rupiah, kecuali %) 
2007 
% 
40,6 
32,9 
14,2 
4,2 
7,4 
0,1 
0,6 
100,0 
2008 
Rp 
52,0 
43,0 
11,5 
3,4 
10,5 
0,1 
0,8 
121,3 
% 
42,9 
35,4 
9,5 
2,8 
8,7 
0,1 
0,6 
100,0 
2009 
Rp 
53,1 
36,1 
13,6 
3,8 
8,2 
0,1 
0,6 
115,5 
% 
45,9 
31,3 
11,8 
3,3 
7,1 
0,1 
0,5 
100,0 
2010 
Rp 
79,3 
53,1 
18,4 
5,6 
6,8 
0,2 
0,3 
163,7 
% 
48,4 
32,4 
11,3 
3,4 
4,2 
0,1 
0,2 
100,0 
2011 
Rp 
101,4 
70,3 
30,3 
7,2 
8,3 
0,2 
0,1 
217,9 
% 
46,5 
32,3 
13,9 
3,3 
3,8 
0,1 
0,0 
100,0 
Peraturan Pemerintah Dalam Industri Otomotif 
Untuk mendukung sektor otomotif domestik, Pemerintah Indonesia saat ini menerapkan kebijakan yang 
lebih kondusif bagi pengembangan industri otomotif nasional, yaitu melalui pengurangan atas pembatasan 
kepemilikan asing, seperti halnya di Cina. Selain itu, kelonggaran kebijakan mengenai penggunaan muatan 
lokal dan insentif muatan lokal juga merangsang investor asing untuk melakukan usaha di Indonesia. 
Seperti yang diberitakan di berbagai media massa, dijelaskan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenprin) 
terus mempersiapkan insentif khusus untuk mendorong pengembangan mobil hemat energi dan ramah 
lingkungan (eco car) dalam upaya meningkatkan daya saing industri otomotif nasional. Skema yang 
dipertimbangkan oleh Kemenprin adalah pemberian insentif fiskal, pembebasan Pajak Penjualan atas Barang
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Mewah (PPnBM) dan bea masuk barang modal, bahan baku serta komponen yang akan dibutuhkan dalam 
industri. Adapun, program yang dicanangkan oleh Kemenprin pada tahun 2011 adalah antara lain: 
• Mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri dan memfasilitasi pengembangan desain 
Keterangan Tarif 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 133 
kendaraan bermotor buatan lokal; 
• Memfasilitasi pengembangan kendaraan serta peralatan hemat energi dan ramah lingkungan dengan 
harga yang terjangkau; dan 
• Memfasilitasi pemberian insentif fiskal, pembebasan PPnBM dan bea masuk barang modal, bahan baku 
dan komponen yang dibutuhkan industri. 
Selain itu, Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) pun mulai diberlakukan efektif sejak 
tahun 2011. Dalam perjanjian tersebut, ATPM dari Jepang akan mendapat hak untuk mengimpor mobil yang 
memiliki kapasitas mesin di atas 3.000cc yang diproduksi di Jepang dengan 40,0% komponen Jepang dan 
dikenakan pajak hanya sebesar 4,0%, yang mana akan menjadi bebas pajak pada tahun 2012. 
Pemerintah provinsi dan daerah pun mulai memberlakukan berbagai peraturan baru yang bertujuan untuk 
mengendalikan kepadatan kendaraan bermotor dan polusi di Indonesia terutama di Jakarta dan pada saat 
yang sama juga meningkatkan penerimaan pajak daerah, yang setelahnya dana yang didapat akan digunakan 
salah satunya untuk membangun infrastruktur transportasi umum. Adapun, dasar hukum ketiga peraturan 
tersebut adalah Undang-Undang No. 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah diubah menjadi 
Undang-Undang No. 28 Tahun 2009. Peraturan-peraturan yang mulai diberlakukan di Pemerintahan Provinsi 
DKI Jakarta pada tanggal 1 Januari 2011 adalah sebagai berikut: 
• Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 
BBNKB merupakan tarif yang diberlakukan atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor lebih dari 12 
bulan karena kegiatan jual-beli, tukar-menukar, hibah, warisan atau pemasukan ke dalam badan usaha. 
Besaran pajak yang dikenakan adalah perkalian tarif dengan harga jual kendaraan, yang mana penyerahan 
atas kendaraan pertama akan dikenakan tarif 10,0% dan untuk kendaraan kedua serta selanjutnya sebesar 
1,0%. Sedangkan untuk kendaraan bermotor alat berat dan besar yang tidak menggunakan jalan umum 
akan dikenakan tarif sebesar 0,75% pada penyerahan pertama dan sebesar 0,075% untuk penyerahan 
selanjutnya. 
• Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 
PKB dikenakan secara progresif dan dibayarkan setiap tahun. Dasar pengenaan pajak adalah perkalian 
nilai jual kendaraan bermotor dan persentase tarif. Tarif kepemilikan kendaraan pertama adalah sebagai 
berikut: 
Kendaraan pribadi Kendaraan pertama 1,50% 
Kendaraan kedua 1,75% 
Kendaraan ketiga 2,50% 
Kendaraan keempat dan selanjutnya 4,00% 
Kendaraan milik badan hukum 1,50% 
Kendaraan TNI, Polri, Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah 0,50% 
Kendaraan angkutan umum, ambulans, mobil pemadam kebakaran, mobil jenazah dan kendaraan 
organisasi sosial keagamaan 0,50% 
Kendaraan bermotor alat berat 0,20% 
Sumber: www.mediaindonesia.com
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
• Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 
PBBKB dibebankan kepada pegelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) saat membeli bahan 
bakar kepada PT Pertamina (Persero) Tbk. Adapun, besaran pajak yang dikenakan adalah sebesar 5,0%. 
Namun demikian, persentase ini dapat berubah jika terjadi kenaikan hingga mencapai sebesar 130,0% 
dari asumsi harga minyak dunia yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 
tahun berjalan. 
Meskipun berbagai peraturan diatas akan mempengaruhi penjualan sepeda motor dan mobil baru, namun 
diperkirakan hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena kendaraan bermotor masih merupakan 
kebutuhan konsumsi masyarakat yang dominan, baik untuk menjalankan usaha maupun sebagai alat 
transportasi utama. 
Prospek Usaha di Luar Negeri 
Hingga saat ini, Adira Finance belum melihat adanya prospek usaha untuk melakukan ekspansi ke luar Indonesia. 
Salah satu alasannya adalah Perusahaan melihat penjualan nasional kendaraan bermotor di Indonesia, baik 
sepeda motor maupun mobil masih sangat menjanjikan. Dengan sekitar 70-75% dari penjualan nasional 
kendaraan bermotor yang masih menggunakan mekanisme pembiayaan, maka Perusahaan yakin bahwa 
pembiayaan baru yang dapat diperoleh Perusahaan setiap tahun masih sangat besar. Hal lain, Perusahaan 
terus bertekad untuk membuat infrastruktur yang sangat kuat di Indonesia agar tetap dapat menjadi yang 
terdepan dan memiliki daya saing dengan kompetitor lokal di Indonesia. 
Adira Finance Menjadi Jawaban Bagi Masyarakat sebagai Penyedia Pembiayaan Berbagai Merek 
Kendaraan 
Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk dapat memiliki kendaraan bermotor, Adira Finance selalu 
berusaha melakukan inovasi dalam menawarkan produknya. Selain itu, Adira Finance juga mencari cara 
agar dapat selalu memberikan kemudahan-kemudahan di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk 
memiliki kendaraan bermotor. Salah satu cara yaitu dengan menerapkan strategi diversifikasi portofolio atas 
kepemilikan kendaraan bermotor berbagai merek baik baru maupun bekas, baik untuk sepeda motor maupun 
mobil. Dengan menerapkan strategi ini dalam melayani kebutuhan masyarakat untuk memiliki kendaraan 
bermotor, Adira Finance dapat menjadi fleksibel dan tidak perlu tergantung pada salah satu merek tertentu 
atau salah satu industri otomotif tertentu. Lebih lanjut, hal ini dimaksudkan juga, agar masyarakat dapat 
memiliki banyak pilihan di dalam memenuhi kebutuhannya untuk memiliki kendaraan bermotor. 
Memahami bahwa kebutuhan kendaraan bermotor tidak hanya dialami oleh masyarakat di pulau Jawa, maka 
Adira Finance saat ini meningkatkan portofolio pembiayaan kendaraan bermotornya dari 45% menjadi 50% 
untuk konsumen diluar pulau Jawa, yang daya belinya meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan 
dari sektor komoditas. Pada tahun 2011, jumlah outlet di luar Jawa meningkat sebesar 20,4% dari 309 
menjadi 372. 
Namun demikian, Perusahaan tetap melaksanakan tanggung jawabnya dalam menjaga kualitas aset 
dengan mengimplementasikan manajemen risiko yang seimbang sehingga kepentingan berbagai pemangku 
kepentingan Perusahaan akan tetap terjaga dengan baik. 
134 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Tinjauan Pasar Dan Strategi 
Proses tenun ikat Sumba Timur, NTT 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 135
136 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Laporan 
Usaha
Jembatan Ampera palembang diresmikan tahun 1965 oleh Presiden Soekarno 
dengan panjang 1.117 meter, lebar 22 meter, tinggi 62 meter, menghubungkan 
Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 137
Laporan Usaha 
LAPORAN OPERASI 
Ikhtisar Operasional Perusahaan 
Adira Finance masih mencatatkan tren pertumbuhan pada tahun 2011, walaupun Industri otomotif sempat 
dikhawatirkan oleh dua kejadian yang berimbas pada industri ini yaitu bencana tsunami yang terjadi di 
Jepang pada bulan Maret 2011 dan bencana banjir besar yang terjadi di Thailand pada bulan Oktober 
hingga Nopember 2011. Akibat kedua bencana tersebut, pasokan baik dalam bentuk kendaraan utuh, terurai 
maupun suku cadang sempat terbatas, namun kondisi tersebut dapat segera pulih. Dengan industri otomotif 
yang kembali mencatatkan pertumbuhan tertinggi, begitupun pembiayaan baru yang dicatatkan oleh Adira 
Finance. 
Pada tahun 2011, Perusahaan berhasil mencatatkan kembali kinerja yang gemilang. Keberhasilan tersebut 
tidak hanya disebabkan aktivitas bisnis di Perusahaan yang sangat baik, namun juga berkat didukung 
oleh kinerja Pemerintah dan daya ekonomi di pasar dalam negeri yang cukup kuat Perusahaan berhasil 
mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan konsumen yang memiliki kriteria 
reputasi terbaik di Indonesia, baik dari sisi kinerja keuangan, pengelolaan aset dan lainnya. Untuk dapat terus 
mendukung perkembangan Perusahaan di masa mendatang, Perusahaan melanjutkan dalam menerapkan 
beberapa strategi operasional sebagai berikut: 
- Melanjutkan pengembangan terhadap pengendalian operasional yang terintegrasi; 
- Melanjutkan implementasi manajemen risiko dengan prinsip kehati-hatian terkait persetujuan pembiayaan 
konsumen serta manajemen piutang pembiayaan konsumen yang akurat dan kompeten; dan 
- Terus menjaga integritas dan kualitas dari seluruh karyawan. 
138 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Rambu Solo, Toraja - Sulawesi Selatan
Laporan Usaha 
Portofolio Pembiayaan Adira Finance 
Pada tahun 2011 ini, Adira Finance masih berfokus pada strategi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, 
yaitu menyediakan jasa pembiayaan untuk kendaraan bermotor roda dua baik baru maupun bekas dan 
kendaraan bermotor roda empat baik baru maupun bekas untuk beragam merek. Strategi ini dipandang 
sebagai strategi yang masih relevan untuk dijalankan dan memampukan Perusahaan untuk beradaptasi 
secara fleksibel dalam mengikuti perkembangan industri otomotif pada umumnya. 
Hingga saat ini, portofolio sepeda motor masih merupakan portofolio terbesar yang mana kombinasi sepeda 
motor baru dan bekas telah memberikan kontribusi sebesar dari total 61,8% dan sisanya merupakan 
portofolio mobil baru dan bekas sebesar 38,2%. 
Sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, Perusahaan memahami adanya risiko pembiayaan 
yang mungkin terjadi dalam kegiatan usaha. Oleh sebab itu, Perusahaan terus mengambil langkah-langkah 
pencegahan untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko tersebut, salah satunya dengan melakukan 
diversifikasi pembiayaan konsumen berdasarkan wilayah, jenis profesi konsumen dan tingkat penghasilan. 
Berikut dibawah ini adalah komposisi jumlah konsumen berdasarkan wilayah selama tiga tahun terakhir. 
Wilayah 
Komposisi Jumlah Konsumen 
Sumatera 
Kalimantan 
Sulawesi 
Bali dan Nusa Tenggara 
Jabodetabekser 
Jawa Barat 
Jawa Tengah 
Jawa Timur 
Jumlah Nasabah 
2009 
17,9% 
7,2% 
5,8% 
4,1% 
15,6% 
13,1% 
16,6% 
19,7% 
2.226.418 
2010 
18,1% 
7,3% 
6,5% 
4,2% 
16,1% 
12,1% 
15,7% 
19,9% 
2.838.285 
2011 
14,1% 
8,4% 
13,4% 
4,0% 
17,4% 
11,9% 
16,9% 
13,9% 
3.496.460 
Pada tahun 2011 ini, kegiatan pembiayaan Perusahaan sudah semakin bergeser ke daerah luar pulau Jawa, 
yang mana pada tahun-tahun sebelumnya memang lebih terfokus di pulau Jawa. Hal ini terjadi seiring dengan 
pertumbuhan ekonomi yang memang mulai terjadi di kawasan tersebut karena adanya potensi dari hasil alam, 
terutama komoditas seperti kelapa sawit dan karet. Berdasarkan wilayah, dapat dilihat bahwa komposisi 
terbesar konsumen Adira Finance terdapat di wilayah Jabodetabekser sebesar 17,4%, diikuti dengan wilayah 
Jawa Tengah sebesar 16,9%, wilayah Sumatera sebesar 14,1%. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 139 
Sedangkan, komposisi jumlah konsumen berdasarkan profesi adalah sbb: 
Jenis 
Komposisi Jumlah Konsumen 
Karyawan 
Wiraswasta 
Lain-lain 
Jumlah 
2009 
43,9% 
52,4% 
3,7% 
2.226.418 
2010 
44,1% 
52,4% 
3,5% 
2.838.285 
2011 
43,6% 
53,4% 
3,0% 
3.496.460 
Dalam memberikan pembiayaan konsumen, Perusahaan juga menganalisa jenis profesi yang beragam dari 
konsumen. Perusahaan akan selalu menjaga agar profesi yang dijalani konsumen merupakan profesi yang 
sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan. Terlihat bahwa sebagian besar konsumen Perusahaan 
masuk di dalam profesi wiraswasta.
Laporan Usaha 
Festival Cap Go Meh Singkawang - Kalimantan Barat 
Lebih lanjut, komposisi jumlah konsumen berdasarkan tingkat pendapatan adalah sbb: 
Tingkat Pendapatan Per Bulan 
> Rp 10.000.000 
Rp 5.000.000 < dan ≥ Rp 
10.000.000 
≤ Rp 5.000.000 
Jumlah 
Komposisi Jumlah Konsumen 
Salah satu indikator yang dijadikan kriteria dalam menyetujui aplikasi pembiayaan adalah tingkat pendapatan 
konsumen, sehingga risiko gagal bayar akan dapat dikendalikan dengan baik. Melalui penerapan manajemen 
risiko yang pruden, risiko ini dapat terjaga pada tingkat yang bisa diterima oleh Perusahaan. 
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Adira Finance didukung oleh berbagai fungsi-fungsi yang memainkan 
peranan sangat penting, yang menempatkan Perusahaan pada posisi terbaik saat ini. Adapun, fungsi-fungsi 
pendukung tersebut dapat dilihat pada bagian Struktur Organisasi Perusahaan. Namun secara umum, fungsi-fungsi 
tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut: 
1. Operasional; 
2. Pemasaran; 
3. Teknologi Informasi; dan 
4. Sumber Daya Manusia. 
140 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
2009 
3,8% 
6,9% 
89,3% 
2.226.418 
2010 
4,7% 
8,3% 
87,0% 
2.838.285 
2011 
5,6% 
10,0% 
84,4% 
3.496.460
Laporan Usaha 
Operasional, Pemasaran, Teknologi Informasi dan Sumber Daya Manusia 
PROSES PERSETUJUAN 
APLIKASI PEMBIAYAAN BARU 
Initial 
Data Entry 
Kegiatan operasional Perusahaan menerapkan kebijakan pemisahan fungsi pemasaran oleh MO dan fungsi 
pemeriksa oleh CFO, yang mana MO memusatkan perhatian pada upaya mendapatkan pembiayaan baru 
dari dealer atau lainnya, sedangkan CFO fokus kepada upaya mendapatkan informasi yang memadai atas 
calon konsumen untuk mendukung analisa kelayakan kredit. 
Dalam pelaksanaannya, calon konsumen akan mendatangi dealer ataupun jaringan usaha Perusahaan 
untuk bertemu dengan MO dan kemudian mengisi Formulir Aplikasi Pengajuan Kredit yang berisi informasi 
mengenai data calon konsumen, kondisi pembiayaan dan rincian atas kendaraan bermotor yang akan 
dibiayai. Setelah lengkap, MO akan mengajukan Formulir Aplikasi Pengajuan Kredit ke cabang Adira Finance 
untuk dilakukan proses initial data entry sehingga dapat dilakukan pemeriksaan melalui sistem untuk melihat 
apakah calon konsumen masuk dalam daftar hitam (black list) Bank Indonesia (BI). Jika calon konsumen 
tidak termasuk ke dalam daftar hitam, cabang akan menugaskan CFO untuk melaksanakan proses survei 
(Survey Assignment) setelah terlebih dahulu membuat janji pertemuan dengan calon konsumen. CFO akan 
melakukan survei atas kebenaran data calon konsumen dengan mengunjungi tempat tinggal atau kantor/ 
tempat usahanya agar mendapatkan informasi yang memadai, yang akan digunakan untuk mendukung 
analisa kelayakan kredit. CFO juga akan mengumpulkan salinan dokumen persyaratan kredit yang diperlukan 
dari calon konsumen, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), bukti kepemilikan rumah 
dan bukti penghasilan. Hasil survei tersebut akan dimasukkan oleh CFO ke dalam perangkat elektronik yang 
bernama MS2 (Marketing Survey Mobile System) dan dapat diambil melalui sistem yang ada di kantor cabang 
secara real time. Kemudian Komite Kredit akan menganalisa kelayakan calon konsumen berdasarkan hasil 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 141 
OPERASIONAL 
Secara umum, kegiatan operasional pembiayaan baru Perusahaan dapat digambarkan sebagai berikut: 
Proses survei 
oleh Petugas 
Kredit 
Lapangan 
(CFO) 
Persetujuan 
Kredit 
oleh Komite 
Kredit 
Calon 
Konsumen 
Petugas 
Pemasaran (MO) 
di Dealer/ 
Jaringan Usaha 
Adira Finance
Laporan Usaha 
survei yang di-generate oleh sistem, memberikan rekomendasi dan keputusan apakah permohonan disetujui 
atau ditolak. 
Adira Finance menetapkan kebijakan bahwa persetujuan kredit diberikan oleh Komite Kredit yang memiliki 
kewenangan berjenjang (di cabang terdiri dari Analis Kredit dan Kepala Cabang). Atas dasar persetujuan dari 
Kredit Komite maka Perusahaan dapat mengeluarkan surat pesanan pembelian yang diberikan kepada dealer 
untuk pembiayaan kendaraan tersebut. 
Dalam rangka meningkatkan pelayanan, efisiensi dan kecepatan proses, Perusahaan telah memiliki Divisi 
Pengembangan Operasi. Namun seiring dengan semakin berkembangnya kegiatan usaha Adira Finance, 
Perusahaan memandang adalah perlu untuk lebih lagi melakukan perkembangan untuk mengikuti kondisi 
saat ini dan kedepannya. Untuk itu, pada pertengahan tahun 2010, sebuah divisi baru telah dibentuk yang 
merupakan pemisahan fungsi dari Divisi Pengembangan Operasi yang sudah ada yaitu Divisi Dukungan 
Operasi Bisnis untuk lebih meningkatkan pelayanan kantor pusat kepada cabang-cabang Adira Finance 
selaku garda terdepan bisnis kita. Sejak saat itu, pembagian tugas menjadi lebih spesifik bagi kedua divisi 
tersebut, yang mana Divisi Pengembangan Operasi dapat fokus pada fungsi utamanya yaitu mengembangkan 
proses usaha sehingga dapat tetap dinamis mengikuti pertumbuhan usaha, sedangkan Divisi Dukungan 
Operasi Bisnis bertanggung jawab di dalam mendukung operasional melalui pembuatan dan pengkinian 
standar administrasi kebijakan dan prosedur serta peningkatan pelayanan kepada konsumen. Hal ini 
sangat membantu fungsi lainnya yang terdapat dalam Perusahaan, terutama fungsi pemasaran agar dapat 
memusatkan perhatiannya secara penuh dalam mendapatkan pembiayaan baru. 
Hasil dari pemisahan fungsi tersebut dapat terlihat dari operasional Perusahaan yang dapat semakin 
ditingkatkan efisiensinya. Dalam hal komunikasi, upaya yang telah dilakukan antara lain: 
• Perluasan Call Center Adira Finance yang tidak hanya terbatas pada melayani konsumen, namun juga 
untuk melayani dealer dan mitra usaha lainnya; 
• Peningkatan fitur SMS Gateway untuk menyampaikan informasi kepada calon konsumen, konsumen dan 
dealer; 
• Pembangunan Dealer Gateway beserta fitur yang dibutuhkan untuk secara instan melayani kebutuhan 
dealer, baik itu berupa transaksi bisnis maupun penyampaian informasi yang real time; 
• Pembangunan Digital Community yang meliputi komunikasi melalui Web, Social Networking dan Instant 
Messaging untuk meningkatkan efektifitas komunikasi antara Adira Finance dengan seluruh anggota 
komunitasnya; dan 
• Pembangunan knowledge center dalam internal Perusahaan serta pengaplikasian Customer Relationship 
Management dalam setiap aspek relasi sebagai dasar bagi pencapaian tujuan perusahaan untuk 
memberikan layanan yang terbaik. 
Selain itu, Perusahaan terus menyederhanakan proses persetujuan kredit, antara lain dengan cara memangkas 
proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah, melakukan otomisasi serta mempercepat pemberian 
informasi kepada dealer mengenai status aplikasi calon konsumen yang mengajukan pembiayaan dari dealer 
yang bersangkutan. Semua ini dapat dimungkinkan dengan diterapkannya teknologi informasi yang semakin 
canggih dan dinamis, yang selama ini telah teruji dalam membantu proses operasional Perusahaan. Lebih 
lanjut, Perusahaan juga memberikan perlakuan khusus kepada dealer-dealer tertentu yang sudah sangat 
membantu dan memberikan kontribusi besar bagi Perusahaan. Perlakuan khusus ini diberikan dalam bentuk 
kemudahan bagi calon konsumen tertentu yang berasal dari dealer tersebut, misalnya persyaratan yang lebih 
mudah dan lain sebagainya. 
142 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
1 
2 
1. Divisi Dukungan Operasi Bisnis 
2. Divisi Pengembangan Operasi 
Pelayanan Konsumen yang Terbaik 
Perusahaan menyadari bahwa pelayanan yang terbaik bagi konsumen merupakan salah satu kunci penting 
dalam usaha peningkatan kinerja. Oleh sebab itu, Perusahaan merumuskan beberapa inisiatif kunci untuk 
mencapai pelayanan terbaik sebagai berikut: 
1. Nilai-nilai Pelayanan – CARE 
Nilai adalah fondasi dari kebudayaan yang hendak dibangun. Perusahaan menanamkan prinsip CARE 
yang merupakan singkatan dari Cekatan, Antusias, Ramah dan Empati. Nilai ini merupakan pencerminan 
dari pelayanan yang hendak diberikan bagi konsumen. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 143
Laporan Usaha 
2. Strategi Pelayanan 
Berdasarkan visi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sepanjang jangka waktu kreditnya, maka terdapat 
3 strategi pelayanan, yang mana Perusahaan bertumpu pada pembiayaan kendaraan bermotor secara 
retail sebagai bisnis inti dan mendiferensiasikan diri terhadap perusahaan lain dalam bentuk diferensiasi 
dari produk yang dibiayai yaitu kendaran bermotor dari berbagai merek (multi brand) baik kendaraan 
bermotor baru maupun bekas, diferensiasi dari pendekatan terhadap kosumen yaitu dari, dengan dan 
untuk konsumen serta diferensiasi dari sisi infrastruktur yaitu sumber daya manusia, teknologi informasi 
dan fasilitas pendukung lainnya. 
3. Cetak Biru Pelayanan 
Untuk memastikan adanya standarisasi pelayanan dari seluruh Front-liner (MO, Collector, Customer 
Service, Surveyor dan Teller) di seluruh jaringan usaha Adira Finance, Perusahaan telah menyusun dan 
mengkomunikasikan cetak biru pelayanan ke seluruh jaringan usaha, yang mana cetak biru pelayanan 
tersebut telah dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari. 
4. Pelatihan Pelayanan 
Sebelum mengimplementasikan nilai-nilai, strategi dan cetak biru pelayanan, Perusahaan menyediakan 
pelatihan yang memadai, mencakup modul pelayanan terbaik, nilai–nilai pelayanan, komunikasi dan cetak 
biru pelayanan sebagai bentuk dukungan yang diberikan oleh Manajemen Perusahaan kepada seluruh 
Front liner dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. 
5. Titik Pertemuan dengan Konsumen 
Perusahaan melihat bahwa titik pertemuan dengan konsumen merupakan titik-titik yang dilalui oleh 
konsumen atau titik-titik, yang mana terjadi interaksi antara konsumen dengan Perusahaan dan harus 
diperhatikan. Perusahaan telah membuat standarisasi atas kebersihan dan kerapihan di seluruh jaringan 
usaha Adira Finance serta etika yang baik dalam menerima telepon untuk bagian yang bersangkutan. 
Penampilan yang rapi dan tempat pelayanan yang bersih akan dapat membuat konsumen merasa nyaman 
pada saat dibantu dengan ramah oleh karyawan Adira Finance. 
6. Ketersediaan Pelayanan 
Perusahaan berusaha untuk selalu bisa hadir bagi konsumen maupun calon konsumen dimanapun juga. 
Untuk itu, Perusahaan terus mengembangkan inovasi untuk semakin mendekatkan diri kepada konsumen 
ataupun calon konsumen. Hal ini jelas terlihat dengan adanya penambahan dan perubahan status jaringan 
usaha konvensional (cabang, kantor perwakilan dan titik pelayanan), pembayaran secara on-line melalui 
lebih dari 12 ribu mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri), ribuan gerai dari kantor pos, ratusan dealer dan 
merchant di seluruh Indonesia serta inovasi baru dalam konsep outlet yang mulai dikembangkan sejak 
tahun 2009 yakni kios dan dealer outlet. 
7. SMS CARE 
Layanan Pesan Singkat (SMS) merupakan salah satu alternatif komunikasi yang sudah menjadi bagian 
dari masyarakat Indonesia. Perusahaan memanfaatkan hal ini dalam mengkomunikasikan berbagai 
informasi kepada konsumen dan rekan usaha, misalkan untuk menyampaikan persetujuan permohonan 
pembiayaan, informasi pengambilan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan jumlah Point 
Reward bagi dealer. Perusahaan menyediakan SMS CARE ini melalui nomor +628118115811. 
144 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 145 
8. Pusat Panggilan 
Kepuasan konsumen dan rekan usaha adalah fokus utama Adira Finance. Untuk itu, Perusahaan 
menyediakan wadah untuk menampung keluhan maupun menyediakan informasi melalui pusat panggilan. 
Konsumen, rekan usaha dan pihak lainnya dapat menghubungi nomor pusat panggilan Perusahaan 
melalui nomor +628041811811. 
9. Operation Help-Desk 
Kendala ataupun permasalahan dalam aktifitas operasional yang dapat ditangani dengan baik akan 
memberikan andil bagi kesuksesan Perusahaan. Untuk itu, Perusahaan melanjutkan strategi untuk 
menyediakan fasilitas Operation Help Desk pada tahun 2011, yang merupakan sistem untuk memantau 
progress penyelesaian permasalahan operasional yang ada di cabang. 
10. Tingkat Pelayanan Internal 
Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen, Adira Finance juga sudah 
memaksimalkan sistem pelayanan dari masing-masing karyawan (tingkat pelayanan internal) agar semua 
karyawan Perusahaan dapat bekerja secara lebih efisien, efektif dan berkualitas serta menerapkan 
nilai-nilai pelayanan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dalam seluruh interaksi guna menjalankan 
tanggung jawab masing-masing. 
11. Adira Front liner Idol (AFI), Super Care Branch dan Super Care Division 
Sebagai langkah untuk mensosialisasikan secara internal nilai-nilai pelayanan, cetak biru pelayanan dan 
standar-standar dari titik-titik pertemuan dengan konsumen serta untuk membangun antusiasme pada 
setiap fungsional Perusahaan dalam memberikan pelayanan konsumen yang terbaik, maka Perusahaan 
mengadakan beberapa acara, diantaranya adalah AFI untuk memberikan penghargaan bagi Front liner 
terbaik Perusahaan secara nasional, Super Care Branch sebagai penghargaan bagi cabang yang paling 
baik di dalam mengimplementasikan standar-standar dari titik-titik pertemuan dengan konsumen dan 
cetak biru pelayanan serta Super Care Division bagi divisi-divisi di kantor pusat dalam menyediakan 
pelayanan yang terbaik kepada cabang serta semua bagian terkait. 
12. Pelayanan Desk Collection Terpusat 
Salah satu upaya Perusahaan dalam menjaga tingkat kolektabilitas piutang dapat dilihat dari proses 
penagihan yang diimplementasikan dalam Adira Finance. Adapun proses penagihan telah dimulai 
sejak angsuran telah jatuh tempo pada hari pertamanya. Perusahaan melakukan penanganan terhadap 
setiap angsuran yang sudah jatuh tempo yang dibagi dalam beberapa periode berdasarkan tingkat 
kolektabilitasnya dengan sistem yang berbeda-beda untuk setiap periodenya. Untuk angsuran yang telah 
jatuh tempo selama 1-3 hari, Perusahaan memiliki personel Desk Collection yang akan menangani angsuran 
tersebut, yang mana selama ini dibawahi oleh masing-masing kantor cabang. Dalam meningkatkan 
profesionalisme dan standar pelayanan dalam penanganan Desk Collection, diselenggarakan layanan 
Desk Collection secara terpusat, oleh dua Desk Collection Center Adira Finance yaitu di Jakarta dan di 
Surabaya. 
Penyediaan Alternatif Fasilitas Pembayaran Angsuran 
Saat ini, Perusahaan telah memiliki 653 jaringan usaha yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. 
Sebelumnya, konsumen perlu melakukan pembayaran angsuran di jaringan usaha yang terdekat dengan 
lokasi konsumen. Perusahaan terus mengembangkan alternatif untuk sistem pembayaran angsuran tersebut 
dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Sampai saat ini, Perusahaan memiliki 
beberapa fasilitas pembayaran angsuran yakni melalui:
Laporan Usaha 
1. EDC 
Perusahaan bekerjasama dengan dealer-dealer terpilih dengan menyediakan mesin Electronic Data 
Capture (EDC) di tempat dealer-dealer tersebut, selain juga menyediakan mesin EDC di jaringan usaha 
Perusahaan. Dengan memanfaatkan jasa layanan ini, konsumen dapat melakukan pembayaran angsuran 
pembiayaan secara akurat, aman dan tepat waktu di dealer atau jaringan usaha yang terdekat. Jumlah 
transaksi EDC mengalami peningkatan pada tahun 2011 yaitu sebanyak 1.577.504 transaksi dari 
sebelumnya sebanyak 603.962 transaksi pada tahun 2010. Jumlah dealer terpilih dan jaringan usaha 
yang telah mempergunakan mesin EDC untuk melayani konsumen sudah mencapai 400 unit pada tahun 
2011 ini dari yang sebelumnya sebanyak 297 unit pada tahun 2010. 
2. ATM 
Perusahaan juga memperluas kerjasama dengan beberapa bank ternama dalam menyediakan jasa 
pembayaran angsuran melalui ATM seperti PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk 
dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, konsumen dapat 
melakukan pembayaran angsuran kapanpun dan dimanapun melalui mesin ATM dari bank-bank tersebut. 
Saat ini, konsumen Perusahaan sudah merasakan kemudahan atas penggunaan layanan ini. Hal ini 
terbukti dari peningkatan transaksi yang melakukan pembayaran angsuran dengan menggunakan mesin 
ATM menjadi sebanyak 1.179.370 transaksi pada tahun 2011 dari yang sebelumnya sebanyak 833.910 
transaksi pada tahun 2010. 
3. Kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) 
Perusahaan juga tetap bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk melayani konsumen 
Perusahaan yang secara lokasi bisa dijangkau oleh kantor pos, baik secara on-line maupun off-line 
tergantung pada tersedianya infrastruktur di wilayah tersebut. Volume penggunaan layanan pembayaran 
angsuran melalui PT Pos Indonesia (Persero) juga mengalami kenaikan yang signifikan. Jumlah transaksi 
yang dilakukan konsumen meningkat menjadi sebanyak 10.366.875 transaksi pada tahun 2011 dari 
sebelumnya sebanyak 8.117.101 transaksi pada tahun 2010. 
Keterangan 
Jenis Transaksi 
ATM 
EDC 
Kantor Pos 
Fasilitas EDC: 
Dealer 
Jaringan Usaha 
Transaksi 
146 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
2009 
733.264 
86.581 
6.648.415 
Jumlah Mesin 
115 
7 
833.910 
603.962 
8.117.101 
Jumlah Mesin 
167 
130 
Δ% 
13,7% 
597,6% 
22,1% 
Δ% 
45,2% 
1.757,1% 
2010 
Transaksi 
Δ% 
41,4% 
161,2% 
27,7% 
Δ% 
19,8% 
53,8% 
Transaksi 
1.179.370 
1.577.504 
10.366.875 
Jumlah Mesin 
200 
200 
2011
Laporan Usaha 
Upaya Pengembangan Operasional Pada Tahun 2012 
Kedekatan kepada nasabah maupun rekan usaha merupakan salah satu kunci yang paling penting bagi Adira 
Finance untuk menjadi yang terdepan dalam persaingan usaha dalam industri pembiayaan ini. Oleh karena 
itu, walaupun saat ini Perusahaan telah memiliki jaringan usaha yang sudah cukup banyak dan tersebar 
di pulau-pulau besar Indonesia, namun Adira Finance percaya bahwa masih terdapat ruang yang dapat 
dikembangkan dalam hal operasional. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 147 
1. Pengembangan Sentra Pelayanan 
Dengan pertumbuhan bisnis yang sedemikian tinggi, konfigurasi cabang yang ada pada saat ini dipandang 
perlu untuk dikembangkan menjadi unit-unit yang disebut Sentra Pelayanan agar semua proses 
pelayanan yang diberikan (baik bagi dealer maupun bagi nasabah) dapat dilaksanakan sedekat mungkin 
dan secepat mungkin dengan pihak yang dilayani. Pengembangan yang telah direncanakan dan mulai 
dikembangkan dari tahun sebelumnya terus disempurnakan pada tahun 2012 ini. Hal ini sekaligus juga 
bertujuan untuk membentuk fungsi pemasaran yang semakin dinamis dalam mengembangkan bisnis dan 
menangkap peluang-peluang yang ada. Kombinasi antara kekuatan yang dinamis dari fungsi pemasaran 
dan kecepatan serta kedekatan proses dari fungsi pelayanan adalah hal yang ingin dicapai dalam rangka 
memberikan yang terbaik bagi rekan bisnis dan nasabah Adira Finance. 
2. Penambahan Titik Pembayaran (Payment Point) 
Adira Finance selalu berupaya untuk menjawab kebutuhan mitra usaha dan nasabahnya. Salah satu upaya 
yang dipandang perlu adalah dengan menambah payment points untuk memudahkan nasabah dalam 
melakukan pembayaran angsuran, namun pada saat yang sama tetap efisien dalam biaya. Perluasan 
jaringan payment point dengan menggunakan teknologi tepat guna dan biaya minimal merupakan 
pengembangan yang dikerjakan pada tahun 2012. Tujuannya adalah agar nasabah dapat menjadi 
selangkah lebih dekat dalam melakukan pembayaran angsuran. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, 
Perusahaan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan ataupun mitra-mitra usaha yang bersinergi 
dengan Perusahaan selama ini. 
KOMUNITAS ADIRA FINANCE 
Pada bulan Pebruari 2009, Adira Finance meluncurkan kartu Adira Club Member (ACM), yang merupakan 
sebuah kartu yang diberikan kepada anggota komunitas Adira Finance sebagai bukti identitas keanggotaan 
dan berfungsi sebagai media untuk memperoleh kemudahan dan keuntungan yang disediakan oleh Adira 
Finance dan mitra-mitra Adira Club Member bagi setiap anggotanya. Ini merupakan salah satu langkah 
penting yang telah dikembangkan oleh Perusahaan untuk menjamin pertumbuhan Perusahaan di masa yang 
akan datang, yakni dengan mentransformasikan setiap nasabah agar dapat menjadi anggota Komunitas 
Adira Finance atau biasa disebut Adira Club Member. Lebih lanjut, Adira Club Member juga merupakan suatu 
brand community yang melingkupi antara lain Adira Finance, nasabah, dealer, Induk Perusahaan, perusahaan 
afiliasi serta mitra-mitra Adira Club Member, baik mitra strategis, mitra nasional maupun mitra lokal. Di dalam 
komunitas Adira Finance ini, Perusahaan berperan sebagai penghubung, koordinator dan fasilitator untuk 
membentuk kerjasama yang saling menguntungkan yang pada akhirnya akan terus-menerus memberikan 
berbagai kemudahan dan keuntungan kepada setiap nasabah. 
Bagi nasabah Adira Finance, kartu Adira Club Member dapat digunakan untuk memperoleh berbagai diskon 
dan melakukan transaksi pembayaran, khususnya di tempat-tempat yang terpasang mesin Electronic Data 
Captured (EDC) sesuai dengan ketentuan Perusahaan yang berlaku. Sedangkan keuntungan bagi mitra Adira 
Club Member adalah dapat menarik anggota komunitas untuk melakukan transaksi di outlet-outlet mitra
Laporan Usaha 
Adira Club Member melalui berbagai program promosi bersama. Sampai dengan akhir tahun 2011, sudah 
terdapat lebih dari 14 ribu mitra baik mitra strategis, mitra nasional maupun mitra lokal yang telah bergabung 
di dalam komunitas Adira Club Member ini, sedangkan pemilik kartu Adira Club Member sudah berjumlah 
lebih dari 4 juta nasabah . 
Untuk memastikan komunitas Adira Finance ini dikelola dengan lebih fokus, efisien dan efektif Perusahaan 
berinisiatif membentuk Divisi Komunitas yang saat ini bernaung di bawah Direktorat Pemasaran Pembiayaan 
Sepeda Motor dan Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil. Divisi ini berperan untuk mewujudkan komitmen 
serta kepedulian Perusahaan untuk secara berkesinambungan memberikan berbagai kemudahan dan 
keuntungan kepada semua pihak yang terjalin di dalam komunitas Adira Finance ini terutama kepada para 
nasabah. Adapun fungsi utama dari Divisi Komunitas adalah untuk mengembangkan kerjasama dengan 
mitra-mitra Adira Club Member atau perusahaan-perusahaan lain, kemudian memperbesar jumlah nasabah 
yang bergabung menjadi anggota komunitas, serta melakukan komunikasi secara terintegrasi dan intensif 
melalui media-media promosi dan kegiatan (event) Adira Club Member. Lebih lanjut, semua komunikasi dan 
kegiatan dalam Adira Club member tersebut akan melibatkan baik anggota komunitas Adira Finance maupun 
komunitas lainnya yang relevan serta masyarakat umum. Tujuan akhir yang ingin dicapai melalui Adira Club 
Member adalah untuk menunjang peningkatan usaha dan kesejahteraan bagi seluruh pihak yang tergabung 
dalam Adira Club Member serta membangun loyalitas nasabah dan menarik nasabah baru untuk melakukan 
pembiayaan kendaraan bermotor di Adira Finance. 
Melalui berbagai media publikasi, program promosi dan kegiatan menarik pun diselenggarakan dalam 
upaya mengkomunikasikan manfaat dari komunitas Adira Finance, yang merupakan wujud apresiasi kepada 
nasabah dan masyarakat, diantaranya adalah: 
1. Kegiatan (event) 
Pada dasarnya setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Perusahaan didasarkan atas empat hal, yaitu 
Branding, Selling, Entertainment & Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun beberapa kegiatan 
yang telah diselenggarakan selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
148 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Divisi Komunitas
Laporan Usaha 
− Pesta Hiburan Rakyat yang diadakan pada 85 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan diikuti 
oleh lebih dari 1.300 dealer, 800 mitra Adira Club Member dan sekitar 1.000 pengunjung sampai 
dengan 3.000 pengunjung turut serta pada setiap kegiatannya; 
− Grebek Nusantara yang diadakan pada 48 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia yang bekerjasama 
dengan stasiun televisi MNC TV dan diikuti oleh sekitar 3.000 pengunjung sampai dengan 5.000 
pengunjung pada setiap kegiatannya; 
− Indonesia Super League yang diadakan pada 10 Lokasi yang diikuti oleh sekitar 10.000 pengunjung 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 149 
sampai dengan15.000 pengunjung pada setiap kegiatannya; 
− Solo International Performing Arts (SIPA) yang diadakan di Kota Solo dan diikuti oleh sekitar 15.000 
pengunjung per hari. 
2. Promosi Bersama 
Adira Finance juga bekerjasama dengan mitra-mitra Adira Club Member dalam memberikan nilai tambah 
kepada nasabah serta mitra usahanya. Adapun beberapa promosi bersama yang dilakukan antara lain 
dengan restoran cepat saji McDonald’s melalui program penjualan ‘Itung Itung Beruntung’, dengan 
Pertamina dalam program ‘Diskon 20% Oli Enduro Pertamina’, serta dengan mitra-mitra otomotif lainnya 
dalam program ‘Otovaganza’. 
3. Sales Booster Program 
Pada tahun 2011 ini juga telah dilakukan uji coba untuk membuat program berbasis komunitas yang 
bisa menunjang peningkatan usaha mitra-mitra Adira Club Member dan telah memberikan hasil yang 
cukup baik. Program yang telah dijalankan adalah program ‘Oli Gratis Setahun’ melalui kerjasama dengan 
dealer-dealer mobil bekas yang selama ini telah menjadi rekan Adira Finance dan Oli Top 1. Program ini 
telah dilaksanakan bersama sekitar 180 dealer mobil bekas yang tersebar di Jakarta dan Bekasi. Selain 
itu, program uji coba yang kedua adalah program ‘Adira Beri Untung 2 Milyar’ yang merupakan program 
penjualan kepada nasabah Adira Finance di cabang-cabang Adira Finance di kota Bandung. 
4. Media Publikasi 
Perusahaan memanfaatkan berbagai media publikasi dalam mengkomunikasikan berbagai manfaat Adira 
Club Member. Adapun media utama yang digunakan selama tahun 2011 antara lain: 
- TV Adira yang saat ini sudah dipasang di kantor cabang dan kantor perwakilan Adira Finance yang 
tersebar seluruh Indonesia 
- Program TV Adira Motomaxx yang ditayangkan di stasiun televise swasta AN TV; 
- Majalah Adira Motomaxx; 
- Menyedikan sponsor untuk program televisi di beberapa stasiun televisi nasional papan atas; 
- Mini billboard; dan 
- Surat kabar, terutamanya surat kabar lokal. 
Perencanaan Adira Club Member Pada Tahun 2012 
Pada tahun 2012 mendatang, Perusahaan masih terus mengembangkan komunitas ini. Adapun pengembangan 
terutama akan difokuskan pada program-program sebagai berkut : 
• Menjalankan program-program berbasis komunitas untuk menunjang pemasaran pembiayaan secara 
langsung, seperti program ‘Adira Beri Untung 2 Milyar’; 
• Menjalankan program-program untuk meningkatkan loyalitas di antara nasabah; 
• Menjalankan program-program Promosi Bersama dengan mitra Adira Club Member; 
• Terus melakukan aktifitas-aktifitas ‘Branding & CSR’ secara berkesinambungan; dan 
• Meluncurkan Adira Club Member Website dan social media.
Laporan Usaha 
PEMASARAN 
Kegiatan pemasaran memegang peranan sangat penting dalam upaya memperluas basis konsumen, 
mempertahankan pangsa pasar dan menghadapi persaingan di masa yang akan datang. Dalam melaksanakan 
kegiatan pemasarannya, Perusahaan mengimplementasikan beberapa strategi: 
1. Dealer Relationship Management 
Langkah pemasaran atas produk pembiayaan Perusahaan yang terutama adalah pemasaran melalui 
referensi dealer. Langkah ini memberikan kontribusi paling besar dari seluruh fasilitas pembiayaan yang 
dibukukan Perusahaan. Maka Perusahaan berupaya untuk terus menjalin hubungan yang baik dan 
erat dengan dealer melalui berbagai macam program insentif yang diberikan kepada dealer. Program-program 
ini antara lain meliputi pemberian cindera mata kepada konsumen melalui dealer untuk setiap 
pembiayaan kendaraan pada periode tertentu, paket wisata ke luar negeri, gathering dengan dealer, 
komisi, insentif dan reward untuk dealer karena telah mencapai target tertentu yang telah ditentukan sejak 
awal oleh Perusahaan, serta pemberian subsidi kepada konsumen yang diberikan melalui dealer. Selain 
itu, Perusahaan juga memberikan pelatihan untuk karyawan dealer tentang bagaimana cara melakukan 
analisa survei yang baik. 
2. Penambahan dan Perubahan Status Jaringan Usaha 
Penambahan jaringan usaha dan perubahan status cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet 
bertujuan untuk dapat mencakup jaringan dealer yang lebih luas, terutama dealer sepeda motor dan mobil 
yang bekerjasama dengan Perusahaan. Perusahaan melakukan strategi ini dengan mempertimbangkan 
kondisi di masing-masing wilayah yaitu dengan memfokuskan penambahan jumlah jaringan usaha lebih 
banyak di wilayah luar pulau Jawa dibandingkan dengan wilayah pulau Jawa. 
3. Pembangunan Database atas Pasar yang Ditarget 
Sebagai bagian dari manajemen risiko, Perusahaan membangun database yang dimaksudkan untuk 
mampu mencakup berbagai aspek pasar, kemudian diolah menjadi source data untuk memberikan 
gambaran yang menyeluruh untuk pasar yang dapat menjadi fokus Perusahaan. Selain menganalisa 
kualitas konsumen dari wilayah yang menjadi target pemasaran, Perusahaan juga menganalisa tipe 
kendaraan dan sensitivitas pasar terhadap tingkat uang muka. Proses ini kemudian akan memberikan 
gambaran kepada Perusahaan bagaimana melakukan pendekatan yang paling optimal dalam pemasaran 
dan melakukan penyesuaian produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Hal ini 
memampukan Perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara membangun pangsa pasar dan kualitas 
aset Perusahaan. 
Dari sisi struktur fungsional, Adira Finance memisahkan beberapa fungsi di dalam organisasinya yang 
ditentukan berdasarkan besarnya pembiayaan dari masing-masing merek. Saat ini, Adira Finance memiliki 
Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Honda, Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Yamaha, 
Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Suzuki, Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Beragam 
Merek, Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Bekas, Divisi Pemasaran Pembiayaan Mobil, Divisi 
Pemasaran Pembiayaan Komersial, Divisi Pemasaran Pembiayaan Non Dealer dan Divisi Pengembangan 
Pemasaran. Pemisahan fungsi tersebut dimaksudkan agar masing-masing fungsi dapat lebih fokus terhadap 
pembiayaan dari masing-masing merek dan jenis pembiayaan, termasuk menjaga hubungan yang baik dan 
erat dengan dealer secara konsisten. 
150 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
Direktorat Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 
Berdasarkan merek, rincian pembiayaan baru sepeda motor pada tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
Keterangan 2009 
Sepeda Motor Baru 
Honda 
Yamaha 
Suzuki 
Lainnya 
Jumlah Sepeda Motor Baru 
Jumlah Sepeda Motor Bekas 
Jumlah Sepeda Motor 
Unit 
266.791 
349.365 
72.533 
84.706 
773.395 
289.776 
1.063.171 
Rp Miliar 
3.114 
3.815 
873 
803 
8.605 
2.133 
10.738 
2010 
Unit 
460.482 
513.608 
97.575 
88.467 
1.160.132 
477.479 
1.637.611 
Rp Miliar 
5.456 
5.961 
1.227 
964 
13.608 
3.595 
17.203 
Unit 
Rp Miliar 
Sebagai sebuah perusahaan pembiayaan yang menyediakan jasa pembiayaan kendaraan bermotor, Adira 
Finance selalu berusaha meningkatkan kinerja pemasarannya untuk setiap portofolio dan merek. Perusahaan 
fokus dalam pembiayaan sepeda motor baik sepeda motor baru maupun bekas. Selain itu, Perusahaan juga 
melayani pembiayaan untuk setiap merek dari sepeda motor. Pada tahun 2011 ini, Perusahaan memang 
mencatat pertumbuhan kinerja yang membanggakan. Terlihat dari pangsa pasar sepeda motor baru Adira 
Finance, yang setelah sempat menurun pada tahun 2009 sebesar 13,2%, namun pada tahun 2010 mengalami 
peningkatan yang cukup signifikan menjadi sebesar 15,7% dan dapat dipertahankan pada tahun 2011 yaitu 
sebesar 15,8%. 
15,8% 
6,6% 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 151 
Pangsa Pasar Adira Finance 
Sepeda Motor Baru Mobil Baru 
13,2% 
15,7% 
3,4% 5,2% 
2009 2010 2011 
Keterangan: Perhitungan pangsa pasar pembiayaan baru Adira Finance dibandingkan dengan penjualan industri berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor 
Indonesia (AISI) untuk sepeda motor baru dan Gabungan Industri Kendaraah Bermotor Indonesia (GAIKINDO) untuk mobil baru. 
2011 
561.446 
516.764 
100.303 
88.779 
1.267.292 
654.342 
1.921.634 
6.731 
6.354 
1.328 
1.084 
15.497 
4.910 
20.407
Laporan Usaha 
Lebih lanjut, Perusahaan tetap melakukan inisiatif-inisiatif dalam melakukan ekspansi untuk mengembangkan 
portofolio pembiayaan sepeda motor baik sepeda motor baru maupun bekas, yang mana salah satu inisiatif 
yang dilakukan yaitu dengan menawarkan paket pembiayaan yang inovatif dan beragam. Perusahaan juga 
mengembangkan aspek relationship management dengan dealer, mengadakan acara dealer summit dan 
menerapkan kebijakan untuk meningkatkan loyalitas konsumen serta memperluas cakupan jaringan usaha 
yang sudah ada. 
Sedangkan untuk pembiayaan mobil, Perusahaan juga sudah mulai mengembangkannya kembali sejak tahun 
2003. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mendiversifikasikan lini usaha Perusahaan. Pembiayaan 
mobil akan terus dimaksimalkan agar dapat mengimbangi pembiayaan sepeda motor, karena Perusahaan 
bertujuan agar masyarakat Indonesia juga akan mengenal Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan 
mobil. Saat ini, Adira Finance sudah mulai memaksimalkan pembiayaan mobil dan akan terus ditingkatkan. 
Salah satu cara yaitu meningkatkan kerjasama baru dengan banyak ATPM mobil. Perusahaan menyediakan 
pembiayaan untuk setiap merek mobil, baik mobil baru maupun mobil bekas. 
Pengembangan lainnya adalah melalui pembentukan jaringan usaha khusus untuk mobil. Pada tahun 2011 
sudah terdapat 31 jaringan usaha khusus mobil, yang mana meningkat sebanyak 13 jaringan usaha jika 
dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu 18 jaringan usaha khusus mobil, sedangkan tahun 2009 sebanyak 13 
jaringan usaha khusus mobil. Perusahaan mengetahui bahwa konsumen untuk pembiayaan mobil memiliki 
kebutuhan yang berbeda dengan konsumen sepeda motor antara lain kebutuhan akan pelayanan yang lebih 
profesional, namun tetap cepat dan aman. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut, maka Perusahaan 
berusaha mengimbangi dengan berbagai inovasi antara lain pelayanan secara terpisah melalui pembentukan 
jaringan usaha khusus untuk konsumen pembiayaan mobil. Namun demikian, bila dijumlahkan dengan 
jaringan usaha yang melayani baik pembiayaan sepeda motor maupun mobil, maka jumlah jaringan usaha 
yang melayani pembiayaan mobil adalah sebanyak 106 jaringan usaha pada akhir tahun 2011, sedangkan 
di akhir tahun 2010 yaitu 92 jaringan usaha. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 14 jaringan usaha. 
Sedangkan pada akhir tahun 2009 tercatat sebanyak 75 jaringan usaha. 
152 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil
Laporan Usaha 
Lebih lanjut, dalam menjawab kebutuhan calon konsumen maupun dealer rekanan yang sangat beragam, 
Adira Finance senantiasa berinovasi untuk menyediakan program yang dapat tepat sasaran pada kebutuhan-kebutuhan 
tersebut. Diluar pembiayaan kendaraan bermotor reguler, Perusahaan menawarkan program 
khusus, baik bagi calon konsumen maupun dealer, antara lain Program Dana Oto yang merupakan program 
kerjasama antara Adira Finance dan Induk Perusahaan (PT Bank Danamon Indonesia Tbk), dimana PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk memberikan pinjaman modal kerja dalam bentuk kredit berjangka kepada dealer 
rekanan sepeda motor bekas Adira Finance, dimana masing-masing pemilik sepeda motor dan pemilik mobil 
perorangan dapat menjual kendaraannya kepada calon pembeli dengan Adira Finance sebagai perusahaan 
pembiayaannya. 
Rp Miliar 
Unit 
Rp Miliar 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 153 
Keterangan 2009 
Mobil Baru 
Mitsubishi 
Suzuki 
Daihatsu 
Toyota 
Isuzu 
Honda 
Nissan 
Lainnya 
Jumlah Mobil Baru 
Jumlah Mobil Bekas 
Jumlah Mobil 
6.020 
3.706 
3.546 
2.043 
322 
90 
81 
843 
Unit 
16.651 
24.188 
40.839 
Rp Miliar 
853 
340 
397 
292 
56 
17 
13 
172 
2.140 
1.663 
3.803 
2010 
Unit 
11.842 
7.910 
9.737 
4.464 
1.746 
577 
234 
3.377 
39.887 
36.039 
75.926 
1.768 
818 
1.183 
682 
355 
127 
39 
815 
5.787 
2.948 
8.735 
2011 
18.542 
14.727 
12.344 
5.845 
3.129 
342 
160 
4.008 
59.097 
41.108 
100.205 
2.531 
1.431 
1.500 
960 
692 
74 
27 
1.153 
8.368 
3.788 
12.156 
Berdasarkan merek, rincian pembiayaan baru mobil pada tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
Pembiayaan mobil Perusahaan bertumbuh secara signifikan, yang mana pangsa pasar untuk mobil baru 
Perusahaan mengalami peningkatan. Pada tahun 2009, pangsa pasar Adira Finance atas pembiayaan mobil 
baru adalah sebesar 3,4% dan meningkat menjadi sebesar 5,2% pada akhir tahun 2010, kemudian meningkat 
kembali menjadi sebesar 6,6% pada akhir tahun 2011. 
Pencapaian baik untuk portofolio sepeda motor maupun mobil ini merupakan hasil dari inisiatif-inisiatif 
Perusahaan, baik melalui ekspansi infrastruktur dan tingkat bunga yang lebih terjangkau yang terlihat pada 
rata-rata tingkat bunga efektif. Hal lain yang mendukung pencapaian Perusahaan adalah upaya Perusahaan 
untuk terus melanjutkan konsolidasi internal, seperti mempererat relationship management dengan dealer 
melalui berbagai aktivitas yang tidak hanya berupa reward bagi dealer, namun juga yang bertujuan untuk 
meningkatkan sinergi antara dealer dan Adira Finance serta mempertajam competitive advantage dealer 
rekanan Adira Finance. Adapun inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan selama ini antara lain: 
1. Dealer gathering sebagai apresiasi 
Adira Finance menyadari bahwa dealer merupakan salah satu rekan bisnis yang memiliki peranan 
signifikan dalam mendukung lini usaha Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan mengadakan aktivitas 
dealer summit secara berkala. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sebuah wujud apresiasi Adira Finance 
kepada dealer yang telah memberikan kontribusi signifikan kepada Perusahaan, namun juga menjadi 
suatu wadah untuk meningkatkan sinergi antara dealer dan Adira Finance. 
2. Komunitas bagi dealer 
Adira Finance menyadari bahwa komunitas dapat memberikan identitas dan sense of belonging yang 
positif bagi anggota di dalamnya. Oleh karena itu, Adira Finance membentuk suatu komunitas bagi dealer
Laporan Usaha 
rekanannya yang disebut Adira Golf Club dan Adira Mokas Community. Kedua komunitas yang telah 
dimulai sejak tahun 2010 ini tidak hanya berperan sebagai suatu wadah aktivitas bersama bagi dealer 
anggotanya. Komunitas ini juga menjadi forum diskusi serta knowledge sharing bagi dealer dan Adira 
Finance yang bertujuan untuk memberikan keuntungan mutual dalam memajukan usaha bersama. 
Selain kedua inisiatif yang disebutkan di atas, Adira Finance terus berinovasi dalam mempererat hubungan 
dengan dealer, baik melalui kegiatan bersama maupun dukungan-dukungan lainnya yang disediakan bagi 
dealer rekanan. Diantaranya adalah dengan menyediakan sistem untuk melayani kebutuhan dealer secara 
instan baik itu berupa transaksi bisnis maupun penyampaian informasi yang real-time; mengadakan ajang 
kompetisi yang bersifat menyenangkan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha dealer rekanan; mendukung 
pengembangan infrastruktur dealer rekanan, terutamanya yang tergabung dalam komunitas Adira finance, 
dalam hal presentasi showroom ataupun kendaraan operasional dealer. 
Strategi Pemasaran Pada Tahun 2012 
Dengan kondisi persaingan yang semakin meningkat di industri pembiayaan kendaraan bermotor pada saat 
ini, Adira Finance menyadari pentingnya menjaga kinerja penyaluran pembiayaannya, yang mana strategi 
yang diterapkan tidak hanya fokus pada cara konvensional seperti strategi pricing, namun diperlukan juga 
strategi yang dinamis dan adaptif pada kondisi pasar maupun ekonomi. Sejauh ini, Adira Finance melihat 
bahwa langkah yang dilakukan selama ini telah konsisten dengan pencapaian yang ditetapkan, sehingga 
pada tahun 2012 ini, Perusahaan memutuskan untuk terus mengembangkan strategi-strategi yang sudah ada 
sehingga efisiensi dan efektifitas dapat terus dikejar antara lain dengan: 
• Terus membangun database pangsa pasar baik dalam hal permintaan pasar, kondisi geografi dan 
demografi untuk mendukung proses analisa pemasaran yang tajam sehingga memampukan Perusahaan 
untuk dapat meletakkan fokus pada peluang dengan profitabilitas yang tinggi dan kualitas yang terjaga; 
• Membangun hubungan melalui pendekatan interpersonal dan komunikasi yang semakin intensif 
dengan dealer rekanan oleh perwakilan-perwakilan Perusahaan hingga mencapai tahap pengertian dan 
mendukung yang bersifat mutual; dan 
• Meningkatkan kualitas individu tenaga pemasaran Perusahaan, yang tidak hanya mampu mengejar 
kuantitas, juga mampu menjaga kualitas pembiayaan secara efektif dan efisien. 
Dengan kondisi infrastruktur transportasi di Indonesia yang masih terus dikembangkan oleh Pemerintah, 
ketergantungan masyarakat akan kendaraan bermotor pribadi memang masih terbilang signifikan. Adira 
Finance berusaha untuk memposisikan diri sebagai jembatan antara dealer dan konsumen kendaraan 
bermotor, yang mana Perusahaan tidak hanya memperhatikan pertumbuhan kinerja Perusahaan saja, namun 
berupaya memberikan kerjasama yang akan memberikan kebaikan yang mutual kepada dealer rekanan juga, 
pada saat yang sama memfasilitasi masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor pribadi. Hal ini secara 
tidak langsung telah memampukan aktivitas produktif masyarakat dapat terus bergulir dan memperkokoh 
ekonomi dalam negeri. 
154 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
Sub Direktorat Operasi dan Kepala Wilayah 
Keterangan 2011 
139 
365 
126 
23 
653 
2010 
121 
306 
103 
20 
550 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 155 
JARINGAN USAHA 
Sebagai perusahaan pembiayaan yang terutama membidik segmen retail atau perorangan sebagai target 
usaha, Adira Finance berupaya untuk terus mengembangkan jaringan usaha yang dimilikinya dengan 
pengembangan cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet setiap tahunnya. Sampai saat ini, 
Perusahaan telah memiliki 139 cabang, 365 kantor perwakilan, 126 kios dan 23 dealer outlet yang tersebar 
di seluruh wilayah Indonesia. Proporsi jaringan usaha untuk wilayah Jawa dibandingkan dengan wilayah luar 
Jawa adalah sebesar 43% berbanding 57%. 
Perkembangan jaringan usaha Perusahaan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir disajikan dalam tabel sebagai 
berikut: 
Cabang 
Kantor Perwakilan 
Kios 
Dealer Outlet 
Jumlah Jaringan Usaha 
2009 
121 
185 
7 
6 
319 
Selama tahun 2009, Adira Finance terus melakukan rasionalisasi dan pengembangan jaringan usaha dalam 
rangka memastikan keberadaan jaringan usahanya di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. 
Perusahaan membuka 22 jaringan usaha baru di beberapa kota potensial, sementara di sisi lain menghentikan 
operasional dari 3 jaringan usaha yang kurang maksimal bagi Perusahaan. Dari jumlah jaringan usaha baru 
yang dibuka, sebanyak 10 jaringan usaha berada di wilayah Jawa dan Bali, sedangkan sebanyak 12 jaringan 
usaha berada di luar wilayah Jawa dan Bali. Jaringan usaha yang berhenti beroperasi pada tahun 2009 
sebanyak 2 jaringan usaha di wilayah Jawa dan Bali, serta 1 jaringan usaha di luar wilayah Jawa dan Bali. 
Kemudian, sepanjang tahun 2010, Adira Finance terus melakukan penambahan jaringan usaha sebagai 
salah satu strategi ekspansinya. Hanya saja, Perusahaan lebih memfokuskan pada penambahan jaringan 
usaha yang lebih kecil yaitu kios dan dealer outlet. Selama tahun 2010, penambahan bersih jaringan usaha 
Perusahaan adalah sebanyak 231 jaringan usaha. 
Lebih lanjut, selama tahun 2011, Adira Finance terus melakukan pengembangan jaringan usaha dalam rangka 
memastikan keberadaan jaringan usahanya di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.
Laporan Usaha 
Perusahaan membuka 103 jaringan usaha baru di beberapa kota potensial, yang mana penambahan jaringan 
usaha baik di pulau Jawa dan Bali maupun di luar daerah pulau Jawa dan Bali dilakukan dengan seimbang. 
Saat ini, seluruh cabang yang dimiliki Perusahaan telah memiliki ijin operasional. 
Rincian lokasi dari seluruh jaringan usaha yang terdiri dari cabang, kantor perwakilan, titik pelayanan, kios 
dan dealer outlet pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 
Wilayah 
Jabotabekser 
Jabar 
Kantor Cabang 
Jakarta I (Mampang) 
Ciledug 
Ciputat 
Jakarta 2 (Kelapa Gading) 
Jakarta 3 (Ketapang) 
Daan Mogot 
Jakarta 4 (Mobil) Pd Indah 
Jakarta 5 (Mobil)/ 
Kemayoran 
Cikarang 
Bekasi 1 
Pondok Gede 
Bekasi 2 (Bekasi Timur) 
Bekasi 3 Mobil 
Alam Sutra 1 
Cikupa 
Tangerang (Pasar Baru) 
Serang 
Rangkasbitung 
Cileungsi 
Depok 
Bogor 1 (Tajur) 
Bogor 2 (Mobil) 
Cibinong 
Bandung 1 (Suk-Hatta)/ 
Non Honda 
Bandung 2/Honda 
Bandung 3 ( Mobil) 
Bandung 4 
Bandung 5/Ujung Berung 
Sumedang 
Subang 
Karawang 1 
Karawang 2 (Purwakarta) 
Karawang 3 (Mobil) 
156 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Kantor Perwakilan 
Jakarta Barat (Mobil) 
Jakarta Timur (Mobil) 
Bekasi 4 
Bekasi 5 
Alam Sutra 2 (Mobil) 
Cilegon 
Labuan 
Malingping 
Cimanggis 
Bogor 3 
Soreang 
Banjaran 
Majalaya 
Bandung 6 (Mobil) 
Bandung 7 
Tanjung Sari 
Pamanukan 
Rengasdengklok 
Cikampek 
Kios 
Kramat Jati (PGC) 
CBD 
Pulogadung Trade Center 
Palmerah (Mangga Dua Mall) 
Mal Taman Palem 
Sentra Grosir Cikarang 
Mega Bekasi Hypermall (Giant) 
Plaza Taman Harapan Baru 
TAMINI Square 
Bekasi Trade Center 
Beringin Raya (Metropolis Mall) 
Pamulang 
Pasar Curug 
Kragilan 
Baros 
Cipanas 
Pandeglang 
Plasa Cibubur 
Jonggol 
ITC Depok 
Plaza Jambu Dua 
Bogor Trade Mall 
Leuwiliang 
ITC Cibinong 
Cilewer 
ITC Kebon Kelapa 
Soreang 
Bandung Trade Center 
Banjaran 
Mal Cimahi 
Jatinangor Town Square 
Sukamandi 
Kosambi 
Plered 
Dealer Outlet 
Anugrah Sejahtera, CV 
Jumlah 
2 
2 
1 
2 
2 
3 
2 
1 
2 
3 
2 
2 
3 
4 
2 
1 
4 
5 
3 
2 
6 
2 
3 
4 
4 
1 
2 
5 
2 
3 
3 
3 
1
Laporan Usaha 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 157 
Wilayah 
Jateng 
Kantor Cabang 
Tasikmalaya 
Garut 
Banjar 
Cirebon 
Indramayu/Jatibarang 
Sukabumi 
Semarang 1 
Kendal 
Ambarawa 
Semarang 2 (Mobil) 
Kudus 
Pati 
Purwodadi 
Tegal 
Pekalongan 
Purwokerto 
Solo 
Sragen 
Klaten 
Yogyakarta 1 
Magelang 
Kantor Perwakilan 
Ciawi 
Singaparna 
Karang Nunggal 
Pameungpeuk 
Limbangan 
Ciamis 
Pangandaran 
Ciledug 
Majalengka 
Kuningan 
Patrol 
Pelabuhan ratu 
Cianjur 
Tanggeung 
Demak 
Boja 
Weleri 
Limpung 
Ungaran 
Salatiga 
Semarang 3 
Jepara 
Rembang 
Blora 
Gubug 
Bumiayu 
Ketanggungan 
Brebes 
Pemalang 
Kajen 
Purbalingga 
Banjarnegara 
Cilacap 
Majenang 
Wonogiri 
Karang Anyar 
Boyolali 
Wonosari 
Yogyakarta 2 
Yogyakarta 3 (Mobil) 
Temanggung 
Purworejo 
Wonosobo 
Kebumen 
Muntilan 
Kios 
Mayasari Plaza Arcade 
Bungbulang 
Wanaraja 
Kawali 
Pagongan 
Indramayu 
Supermall 
Cicurug 
Sindangbarang 
Mranggen 
Mijen 
Kaliwungu 
Gunung Pati 
Banyumanik 
ADA Swalayan 
Bangsri 
Tayu 
Juwana 
Lasem 
Godong 
Cepu 
Wirosari 
Rita Mall 
Dedy Jaya Plaza Brebes 
Dedy Jaya Plaza Losari 
Slawi 
Plasa Pekalongan 
Batang 
Kedungwuni 
Pasar Ajibarang 
Pasar Wangon 
Pusat Grosir Solo 
Sukoharjo 
Gemolong 
Karangpandan 
Pedan 
Wates 
Gombong 
Dealer Outlet 
Jumlah 
5 
5 
4 
5 
3 
7 
4 
5 
5 
2 
4 
5 
6 
8 
6 
7 
4 
4 
3 
5 
7
Laporan Usaha 
Wilayah 
Jatim 
Sumatera 
Kantor Cabang 
Surabaya 1 (Diponegoro) 
Pamekasan 
Surabaya 2 
Surabaya 3 (Mobil) 
Sidoarjo 
Gresik 
Tuban 
Bojonegoro 
Mojokerto 
Jember 
Situbondo 
Lumajang 
Banyuwangi 
Kediri 
Madiun 
Ponorogo 
Tulungagung 
Blitar 
Malang 1 
Kepanjen 
Pasuruan 
Aceh 
Meulaboh 
Medan 1 ( Kota ) 
Binjai 
158 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Kantor Perwakilan 
Sumenep 
Sampang 
Bangkalan 
Krian 
Lamongan 
Jatirogo 
Purwosari 
Mojoagung 
Jombang 
Balung 
Mayang 
Bondowoso 
Besuki 
Probolinggo 
Genteng 
Nganjuk 
Ngawi 
Magetan 
Pacitan 
Trenggalek 
Wlingi 
Batu 
Malang 2 (Mobil) 
Turen 
Pandaan 
Lhokseumawe 
Bireun 
Sigli 
Idi 
Phanton Labu 
Kuala Simpang 
Langsa 
Lhoksukun 
Blangpidi 
Calang 
Subulussalam 
Tembung 
Kampung Lalang 
Marelan 
Kabanjahe 
Titi Kuning 
Pangkalan Brandan 
Stabat 
Bahorok 
Kios 
Kapas Krampung Plaza 
Dukuh Kupang 
Rungkut 
Waru 
BG Junction Mall 
Jembatan Merah 
City Of Tomorrow (CITO) 
Suncity Mall 
Babat 
Paragon Plaza 
Rengel 
Sumberrejo 
Mojosari 
Tanggul 
Kalisat 
Asembagus 
Diva Kraksaan 
Pasirian 
Jajag 
Kertosono 
Caruban 
Ngendingan (Ngawi) 
Nawangan 
Pulung 
Ngunut 
Srengat 
Malang Town Square (MATOS) 
Plaza Dieng 
Pakisaji 
Bangil 
Setiabudi 
Dealer Outlet 
Panji Perkasa Perdana 
Roda Mas, CV 
Gading Sakti Motor 
Sinar Baru, UD 
Cahya Persada Motor 
Eka Karunia 
Tirto Agung Krian 
CV Cahaya Bonanza 
Abadi 
CV Ramayana 
Cahya Sengkala 
UD Timbul Jaya Motor 
Cahya Jaya Sentosa 
Cahya Mitra Pratama 
Armada Pagora Jaya Motor 
Jumlah 
6 
6 
6 
1 
5 
6 
4 
3 
4 
5 
4 
4 
3 
5 
6 
4 
4 
3 
5 
3 
3 
9 
4 
7 
4
Laporan Usaha 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 159 
Wilayah 
Kantor Cabang 
Medan 2 (Mobil) 
Lubuk Pakam 
Kisaran 
Pematang Siantar 
Rantau Prapat 
Pekanbaru 
Rengat 
Bangkinang 
Dumai 
Kantor Perwakilan 
Tanjung Morawa 
Indrapura 
Galang 
Sei Rampah 
Tebing Tinggi 
Dolok Masihul 
Lima Puluh 
Sei Piring 
Tanjung Balai Asahan 
Balige 
Perdagangan 
Panguruan 
Serbelawan 
Kota Pinang 
Padang Sidempuan 
Sibuhuan 
Panyabungan 
Aek Kanopan 
Langga Payung 
Gunung Tua 
Koto Kampar 
Panam 
Perawang 
Pangkalan Kerinci 
Siak 
Ukui 
Sei Pakning 
Lubuk Dalam 
Sorek 
Pekanbaru 2 (Mobil) 
Taluk kuantan 
Belilas 
Air Molek 
Peranap 
Tembilahan 
Baserah 
Lubuk Jambi 
Ujung Batu Rokan 
Pasir Pangarayan 
Dalu-dalu 
Flamboyan 
Lipat Kain 
Kotogaro 
Kabun 
Rantau Kasai 
Bagan Batu 
Duri 
Bengkalis 
Ujung Tanjung 
Kandis 
Balam 
Pujud 
Pinggir 
Bukit Kapur 
Kios 
Kampung Pajak 
Tanjung Sarang Elang 
Dealer Outlet 
Graha Auto Perkasa 
Jumlah 
1 
7 
4 
5 
10 
11 
8 
9 
10
Laporan Usaha 
Wilayah 
Kantor Cabang 
Batam 
Padang 1 
Pasaman 
Padang 2 (Mobil) 
Solok 
Bukit tinggi 
Jambi 1 
Muara Bungo 
Palembang 
160 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Kantor Perwakilan 
Tanjung Pinang 
Tanjung Uban 
Painan 
Lubuk Alung 
Airhaji 
Lunang 
Lubuk Basung 
Tarusan 
Bawan 
Indropuro 
Tiku 
Kambang 
Pariaman 
Panti 
Ujung Gading 
Kinali 
Lubuk Sikaping 
Desa Baru 
Sawah Lunto (Pulau 
Punjung) 
Muara Laboh 
Kotobaru 
Sangir 
Sijunjung 
Alahan 
Batusangkar 
Payakumbuh 
Pangkalan 
Lintau 
Padang Panjang 
Muara Bulian 
Sorolangun 
Sungaibahar 
Mandiangin (Tembesi) 
Kuala tungkal 
Sangeti 
Merlung 
Tempino 
Kumpeh 
Singkut 
Jambi 2 (Mobil) 
Bangko 
Muaratebo 
Kuamang Kuning 
Hitam Ulu 
Jujuhan 
Rimbo Bujang 
Tugumulyo 
Sekayu 
Pkl Balai 
Kayu Agung 
Sungai Lilin 
Pendopo 
Indralaya 
Prabumulih 
Kios 
Lubuk Buaya 
Wiltrop Trade Center (WTC 
Palembang Trade Centre (PTC) 
Dealer Outlet 
Dealer Yamaha 
(Surantih) 
Jumlah 
4 
14 
6 
1 
7 
6 
13 
7 
10
Laporan Usaha 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 161 
Wilayah 
Kantor Cabang 
Batu Raja 
Palembang 2 (Mobil) 
Bangka/P.Pinang 
Bengkulu 1 
Lubuk Linggau 
Lampung 1 
Lampung 2 (Mobil) 
Bandar Jaya 
Samarinda 1 
Balikpapan 
Tarakan 
Banjarmasin 1 
Kantor Perwakilan 
Muara Enim 
Lahat 
Blitang 
Muara Dua 
Pagar Alam 
Belitung 
Sungai Liat 
Muntok 
Toboali 
Argamakmur 
Manna 
Muko-muko 
Curup 
Ketahun 
Kepahiang 
Muara Aman 
Bengkulu 2 (Mobil) 
Tebing Tinggi 
Kalianda 
Tanjung Bintang 
Kota Agung 
Sidomulyo 
Pringsewu 
Tulang Bawang 
Rumbia 
Daya Murni 
Rawajitu 
Way Kanan 
Kalirejo 
Liwa 
Kotabumi 
Mandala 
Brantasena 
Mesuji 
Krui 
Way Jepara 
Metro 
Bontang 
Tenggarong 
Melak 
Sangatta 
Samarinda 2 (Mobil) 
Petung 
Grogot 
Handil 
Simpang Pait 
Berau 
Nunukan 
Tanjung Selor 
Malinau 
Pelaihari 
Kapuas 
Marabahan 
Banjarmasin 2 (Mobil) 
Martapura 
Kios 
Plaza Mille 
Plaza Muara Rapak 
Landasan Ulin 
Dealer Outlet 
Jumlah 
6 
1 
5 
9 
2 
7 
1 
15 
6 
6 
5 
7 
Kalimantan
Laporan Usaha 
Wilayah 
Sulawesi 
Kantor Cabang 
Palangkaraya 
Sampit 
Barabai/Hulu sungai 
Tanjung 
Batu Licin 
Pontianak 1 
Singkawang 
Sintang 
Sanggau 
Ketapang 
Makassar 1 
Makassar 2 (Mobil) 
Palopo 
Pare-pare 1 
Kendari 
Palu 1 
162 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Kantor Perwakilan 
Kasongan 
Pulang Pisau 
Kuala Kurun 
Pangkalan Bun 
Parenggean 
Seruyan 
Pangkalan Banteng 
Rantau 
Amuntai 
Ampah 
Buntok 
Muara Teweh 
Kotabaru 
Sungai Danau 
Sungai Pinyuh 
Rasau Jaya 
Pontianak 2 (Mobil) 
Sambas 
Bengkayang 
Nangapinoh 
Ngabang 
Sekadau 
Sosok 
Pangkep 
Maros 
Bone 
Bulukumba 
Sinjai 
Bantaeng 
Makassar 3 
Takalar 
Makassar 4 (Mobil) 
Mangkutanah 
Toraja 
Belopa 
Masamba 
Sidrap 
Pinrang 
Barru 
Enrekang 
Pare-pare 2 (Mobil) 
Sengkang 
Soppeng 
Kolaka 
Bau - Bau 
Kolaka Utara 
Raha 
Konawe 
Konawe Selatan 
Parigi 
Toli-toli 
Pasangkayu 
Sibayu 
Beteleme 
Tentena 
Kios 
Tamiang Layang 
Matahari Pontianak Indah Mall 
Pasar Daya 
Tatura 
Dealer Outlet 
Sahuri Berlian Motor 
Sekura 
Jumlah 
5 
4 
3 
5 
3 
4 
1 
4 
2 
4 
1 
8 
4 
5 
8 
7 
11
Laporan Usaha 
Total 139 365 126 23 653 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 163 
Wilayah 
Bali dan 
Nusa 
Tenggara 
Kantor Cabang 
Luwuk 
Manado 
Gorontalo 
Mamuju 
Ambon 
Jayapura 
Denpasar 1 
Tabanan 
Gianyar 
Singaraja 
Denpasar 2 ( Mobil ) 
Lombok/Mataram 
Kupang 
Maumere (Flores) 
Kantor Perwakilan 
Kotaraya 
Palu 2 (Mobil) 
Poso 
Toili 
Bunta 
Ampana 
Kotamobagu 
Bitung 
Tomohon 
Airmadidi 
Tondano 
Dumoga 
Lolak 
Amurang 
Manado 2 (Mobil) 
Buol 
Marisa 
Kwandang 
Isimu 
Tilamuta 
Polmas 
Topoyo 
Majene 
Mamasa 
Sungai Piru 
Masohi 
Ternate 
Nusa Dua 
Kerobokan 
Negara 
Karangasem 
Klungkung 
Praya 
Tanjung 
Selong 
Soe 
Bima 
Sumbawa 
Ende 
Kios 
Mambal 
Mengwi 
Kesiman 
Bajera 
Melaya 
Sukawati 
Kintamani 
Seririt 
Kubutambahan 
Narmada 
Gerung 
Dealer Outlet 
Kintamani Putra 
Perkasa 
Waja Hayam Wuruk 
Bisma Tunas Jaya 
Sahabat Motor 
Waja Motor 
Jumlah 
4 
10 
6 
5 
4 
1 
9 
5 
6 
3 
1 
6 
4 
2 
Perusahaan terus-menerus berupaya untuk meningkatkan efektifitas jaringan usahanya dengan membentuk 
Divisi Distribusi Jaringan. Salah satu tugas utama divisi ini adalah melakukan pengkajian, analisa dan survei 
atas lokasi-lokasi jaringan usaha, baik jaringan usaha yang baru akan ditentukan maupun yang saat ini sudah 
beroperasi, yang mana kedepannya diharapkan akan dapat mengembangkan jaringan usaha Perusahaan 
menjadi lebih luas dan produktif.
Laporan Usaha 
Teknologi Informasi 
Perusahaan menyadari bahwa seiring dengan berkembangnya era teknologi, juga untuk bisa selangkah lebih 
maju dari yang lainnya dan dalam mencapai target Perusahaan untuk menjadi perusahaan pembiayaan kelas 
dunia, maka Perusahaan perlu menjadi sebuah Information Technology (IT)-Driven Company. Maka sejak 
tahun 2004, Adira Finance melakukan pengembangan bidang teknologi informasi secara lebih intensif dari 
sebelumnya untuk menunjang seluruh proses usaha. 
Persaingan diantara perusahaan pembiayaan yang semakin tinggi menuntut kemudahan dalam berinteraksi 
dengan mitra-mitra usaha Adira Finance yang loyal serta kecepatan pengambilan keputusan dalam 
menetapkan produk usaha yang tepat dan dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan termasuk institusi 
perbankan, merchant, bengkel, asuransi, pertokoan, rumah makan serta komunitas. 
Kebutuhan tersebut tertuang dalam cetak biru strategi teknologi informasi lima tahunan yang selalu 
diperbaharui secara berkala dan disesuaikan dengan strategi Perusahaan yang telah diseleksi berdasarkan 
urutan prioritas yang telah disepakati. Strategi tersebut meliputi pengembangan dan pemeliharaan aplikasi, 
infrastruktur, layanan teknis setelah peluncuran produk, data, keamanan, organisasi, anggaran biaya serta 
manajemen risikonya. Cetak biru strategi teknologi informasi tersebut memetakan seluruh inisiatif yang 
terkumpul di Perusahaan terhadap perkembangan dan ketersediaan teknologi informasi jangka panjang dan 
jangka pendek. 
Untuk merealisasi rencana-rencana yang telah tertuang di dalam cetak biru teknologi informasi tersebut, 
Subdirektorat Teknologi Informasi Adira Finance telah membangun organisasi yang lengkap dan kuat sehingga 
pengguna jasa dan produk teknologi informasi dapat menikmati produk dan layanan yang maksimal dalam 
waktu yang cepat. Seiring dengan perkembangan ragam dan kompleksitas pekerjaan yang mutlak harus ada 
di dalam organisasi, maka Subdirektorat Teknologi Informasi telah berkembang dan dapat disejajarkan dengan 
tingkatan Direktorat dengan 6 (enam) peran sub fungsi yang kritikal yaitu Business Support, Architecture & 
Planning, Solution, Services, Infrastructure dan Asset & Desktop Management. Seluruh fungsi dan kontrol yang 
berada dalam Subdirektorat Teknologi Informasi ini telah dibangun mengacu pada standar yang diterapkan 
164 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Sub Direktorat Teknologi Informasi
Laporan Usaha 
untuk bank yakni Control Objective for Information and related Technology (COBIT), Information Technology 
Library (ITIL) dan PBI No. 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi 
Informasi oleh Bank Umum. 
Secara umum, seluruh jaringan usaha Perusahaan terhubung dengan kantor pusat melalui media komunikasi 
dari beberapa perusahaan telekomunikasi dengan kapasitas sejumlah 45Mb, yang diyakini mampu mendukung 
operasi di seluruh jaringan usaha perusahaan. Jaringan komunikasi data ini memungkinkan pengguna 
sistem untuk mengakses berbagai aplikasi kantor yang tersedia secara terpusat termasuk dukungan untuk 
melakukan transaksi tunai di jaringan usaha maupun melalui berbagai jaringan pembayaran seperti Anjungan 
Tunai Mandiri (ATM) dari pihak bank yang bekerjasama, PT Pos Indonesia (Persero) maupun melalui perangkat 
EDC (Electronic Data Capture) yang tersebar di seluruh jaringan usaha Perusahaan. Disamping itu, jaringan 
komunikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyediakan data cadangan atas data jaringan usaha di 
pusat data kantor pusat yang selanjutnya digunakan untuk keperluan transaksi ke pihak penyedia dana dan 
juga sebagai bahan analisa Manajemen. 
Dukungan Subdirektorat Teknologi Informasi terhadap Aplikasi Usaha 
Aplikasi usaha yang digunakan di seluruh cabang Adira diberi nama Ad1Sys yang diinspirasi dari kata Adira 
One System dipisahkan menjadi dua aplikasi menurut kebutuhanya yaitu Ad1sys.HQ dan Ad1sys.Online. 
Ad1sys.HQ merupakan aplikasi usaha lain yang digunakan oleh kantor pusat untuk melakukan pengolahan 
data terkait sumber pendanaan. Sedangkan Ad1sys.Online merupakan aplikasi in-house yang terintegrasi 
dengan data terpusat yang khusus dibangun untuk menunjang kebutuhan utama (core business) Adira 
Finance dan digunakan di seluruh kantor cabang Adira Finance. Aplikasi ini menyederhanakan proses di 
cabang melalui otomasi seluruh rantai proses usaha (supply chain process) pengelolaan kredit, memudahkan 
pencatatan dan pelaksanaan pada proses akuisisi serta simulasi kredit, proses verikasi dan persetujuan 
kredit, proses pelunasan dealer, proses pemantauan data pelunasan konsumen, proses penagihan, sampai 
pada proses penyimpanan kolateral. Berbagai fitur dan modul baru telah dikembangkan untuk membantu 
menyederhanakan proses usaha sekaligus untuk meningkatkan produktifitas kerja termasuk penggunaan 
sistem mobile, sistem bar code untuk Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), sistem antrian untuk 
pembayaran konsumen di jaringan usaha, sistem Pesan Singkat (SMS) gateway untuk pemberitahuan kepada 
konsumen dan dealer serta Gapura Gateway untuk integrasi ke agen penagihan, seperti bank dan lainnya. 
Managemen teknologi informasi Adira Finance senantiasa membangun kerjasama dengan perusahaan-perusahaan 
pendukung sarana infrastruktur teknologi informasi yang digunakan dan memastikan 
diperolehnya layanan yang optimal. Subdirektorat Teknologi Informasi Adira Finance bekerja sama dengan 
beberapa operator telekomunikasi untuk menjamin kelangsungan layanan teknologi informasi kepada usaha 
di seluruh pelosok Tanah Air dan telah berhasil mengimplementasikan mobile system untuk petugas lapangan 
di bagian pemasaran dan surveyor sehingga mampu meningkatkan efisiensi layanan secara signifikan pada 
proses pengajuan aplikasi kredit baru untuk semua jenis produk kendaraan, baik sepeda motor maupun 
mobil. Mobile system ini telah merubah cara kerja petugas marketing dan surveyor di lapangan menjadi lebih 
efektif dan memungkinkan pengisian data aplikasi konsumen dilakukan di luar jaringan usaha Perusahaan 
yang ada. Hasil pengisian data dapat segera dikirim melalui media komunikasi Global Positioning Receiving 
Satelite (GPRS) dari setiap telepon genggam yang dimiliki petugas lapangan di bagian pemasaran ke petugas 
surveyor yang selanjutnya mengirim hasil survei ke bagian Credit Analyst yang akan melakukan persetujuan 
berdasarkan usulan dari sistem scoring untuk mempercepat pengambilan keputusan. Sistem ini telah berhasil 
mempercepat layanan kepada konsumen untuk memperoleh kendaraan bermotor dalam waktu yang sangat 
cepat. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 165
Laporan Usaha 
GETFOLD 
166 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
Aplikasi Ad1sys.Online dibangun di atas platform database pilihan (state-of-the-art) yang mampu mengikuti 
perubahan aplikasi yang terjadi karena mengikuti dinamika masing-masing divisi di Perusahaan yang selalu 
berusaha untuk bisa kompetitif dalam menghadapi persaingan pasar. Didukung oleh infrastruktur yang 
sesuai, seluruh kombinasi sistem yang dirancang oleh Subdirektorat Teknologi Informasi yang kompak ini, 
telah memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bisa mendukung rencana Perusahaan untuk agresif dalam 
menambah jumlah aset yang dikelola seiring dengan penambahan jumlah jaringan usaha Perusahaan. 
Ad1Sys.Online memiliki kelengkapan fitur yang dibutuhkan oleh cabang untuk melakukan transaksi harian 
dan pelaporan rutin yang bermanfaat untuk melakukan analisa pendapatan dan risiko. Lebih lanjut, sistem, 
modul-modul dan fitur penting di dalam Ad1Sys.Online lainnya dijabarkan sebagai berikut: 
• Modul Account Acquisition, Account Management, Collection Management, Collateral Management dan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 167 
General Ledger yang terintegrasi; 
• Sistem Antrian (Queuing System) yang mengatur antrian konsumen yang akan melakukan pembayaran di 
cabang dan merekam kinerja pelayanan karyawan di kantor pelayanan; dan 
• Aplikasi MS2 (Marketing Survey Mobile System) merupakan aplikasi on-line yang dirancang dan 
dikembangkan dengan memanfaatkan perpaduan teknologi telepon genggam dan teknologi infrastruktur/ 
jaringan komunikasi GPRS yang mampu memberikan jangkauan komunikasi yang cukup luas di seluruh 
wilayah Indonesia. Berbasis teknologi tersebut, aplikasi MS2 memungkinkan setiap petugas pemasaran 
di luar cabang untuk mengirim aplikasi atas permintaan konsumen yang diterimanya langsung ke petugas 
koordinator di lokasi cabang untuk ditindaklanjuti oleh pihak pemeriksa, serta dalam waktu singkat dapat 
memperoleh jawaban atas hasil penilaian aplikasi tersebut untuk segera disampaikan kepada konsumen 
yang bersangkutan. Penggunaan MS2 di seluruh cabang MS2 telah mampu meningkatkan efisiensi 
proses Order-to-Purchase Order dengan tetap menjaga kualitas aset. 
Dukungan sistem yang berbasis web dan data yang tersentralisasi telah memungkinkan pembukaan jaringan 
usaha dilakukan dengan biaya yang relatif kecil. Subdirektorat Teknologi Informasi bekerjasama dengan Divisi 
Pengembangan Operasi dalam mengimplementasikan program Dealer Outlet yang menitikberatkan pada 
kegiatan pemasaran, survei dan penerimaan angsuran di premis dealer. 
Aplikasi serupa lainnya adalah Ad1Gate yang menyederhanakan rantai proses akuisisi untuk memproses 
kredit pembiayaan. Aplikasi yang berbasis web ini dapat digunakan secara on-line oleh dealer untuk 
mengajukan permintaan pembiayaan kendaraan bermotor sendiri langsung ke Adira Finance termasuk 
pemantauan proses verifikasi dan persetujuan atas setiap permintaannya, dalam hal ini aplikasi pembiayaan 
calon konsumen. Ad1Gate memperpendek rantai proses akuisisi kredit dengan memberi kemudahan dan 
kenyamanan kepada dealer untuk melakukan permintaan pembiayaan tanpa melalui petugas pemasaran 
maupun surveyor dari Adira Finance. Melalui aplikasi ini, Purchase Order (PO) tidak perlu dicetak oleh cabang 
sehingga dapat menghemat kertas, tinta, tenaga dan waktu, bahkan pengiriman PO dapat dilakukan secara 
real time pada saat permintaan disetujui oleh Komite Kredit, dan PO tidak perlu dikirimkan secara manual 
melalui kurir, MO atau CMO sehingga menghemat biaya, tenaga dan waktu pegiriman. 
Lebih lanjut, untuk membantu proses pengambilan keputusan oleh manajemen di tingkat kantor cabang 
maupun kantor pusat, Subdirektorat Teknologi Informasi telah mengimplementasi Decision Support System 
untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan. Decision Support System mengolah transactional data menjadi 
bentuk informasi yang mudah untuk dianalisa dan membantu dalam melakukan pengambilan keputusan 
berdasarkan fakta atau data yang tepat dan terkini. Manfaat lain yang dapat dirasakan penggunaannya antara 
lain sebagai berikut:
Laporan Usaha 
1. Memberikan dan menjadikan satu sumber data dan informasi yang dapat diandalkan (reliable data and 
information) untuk kepentingan pelaporan Manajemen dan aktivitas analisa; 
2. Menyediakan data dan informasi secara tepat waktu (timely and up-to-date data & information) dengan 
meyakinkan ketersediaan data dan informasi yang terkini dan kemudahan memperoleh data dan informasi 
kapanpun dibutuhkan. Proses pembuatan laporan mulai dari kantor cabang, kantor area sampai dengan 
kantor pusat dapat dilakukan secara sistem dan tidak perlu membutuhkan waktu yang relatif lama serta 
hanya dibutuhkan beberapa karyawan saja untuk menyelesaikan proses ini; 
3. Menyediakan pemahaman data dan informasi yang sama (universal view) dengan standardisasi bentuk, 
struktur dan cara penyampaian data dan informasi di dalam Perusahaan. Hal ini diperlukan untuk 
meyakinkan pemahaman dan penyampaian data dan informasi dapat dipahami dan diterima pada saat 
bersamaan oleh setiap karyawan; dan 
4. Merubah paradigma dalam proses pembuatan laporan dimana kantor pusat menjadi pihak penyedia dan 
perancang laporan untuk digunakan oleh cabang memanfaatkan kemudahan akses serta kontrol data 
dan informasi yang terpusat. Decision Support System Cabang dan Decision Support System Korporasi, 
keduanya merupakan hasil dari sistem informasi manajemen yang dimiliki dan dikelola oleh Perusahaan. 
Ruang lingkup data dan informasi Decision Support System mencakup keseluruhan data tingkat nasional, 
area dan cabang yang memuat kumpulan laporan yang telah disusun dan disajikan dalam suatu rangkaian 
analisa (analytical guideline reports). Analisa ini dapat diakses dan dinikmati oleh seluruh jajaran manajerial 
Perusahaan untuk membantu dalam setiap pengambilan keputusan taktis dan operasional. 
Dukungan Subdirektorat Teknologi Informasi Terhadap Aplikasi Pendukung 
Untuk memenuhi kebutuhan operasional pada fungsi-fungsi pendukung usaha, Subdirektorat Teknologi 
Informasi membangun dan mengimplementasi aplikasi-aplikasi pendukung yang secara arsitektur terintegrasi 
dengan dengan aplikasi utama, beberapa diantaranya antara lain sebagai berikut: 
• Aplikasi Ad1Suites, merupakan aplikasi kolaborasi antara content publishing dan workflow. Fasilitas 
content publishing yang dimiliki oleh aplikasi ini dapat dengan mudah digunakan dan dimanfaatkan 
oleh seluruh fungsi atau divisi untuk berbagi informasi. Layanan yang bersifat self service ini dapat 
digunakan untuk berbagi informasi mengenai program-program pemasaran yang baru, program-program 
pengembangan, foto-foto kegiatan karyawan dan kelompok kerja baik yang ada di kantor pusat 
maupun diseluruh kantor cabang. Aplikasi workflow yang dibangun di atasnya memungkinkan untuk 
dilakukannya proses permohonan dan pemantauan proses persetujuan yang berjenjang secara on-line 
dengan sistem alert yang langsung dikirim ke alamat email penerima dokumen. Sistem workflow secara 
on-line ini telah berhasil menekan penggunaan kertas yang semula dibutuhkan pada proses-proses 
manual tanpa menghilangkan fungsi pengendalian. Hal ini telah menjadi bukti keseriusan Adira Finance 
dalam mendukung penghijauan (Go Green). Sistem ini juga telah berhasil mengotomasi proses-proses 
administrasi yang menyangkut pemberian kompensasi karyawan yang semakin beragam seiring dengan 
bertambahnya jumlah karyawan serta variasi dari posisi dan jabatannya. 
• FAMS (Sistem Pengelolaan Aset Tetap), merupakan aplikasi untuk membantu proses pengadaan 
secara on-line mencakup proses pengajuan pembelian, pengadaan, pemeliharaan, proses mutasi dan 
perhitungan depresiasi aset tetap. Aplikasi procurement berbasis workflow ini dikemas dengan teknologi 
barcode scanner yang dapat memvalidasi unit dengan cepat dengan tingkat kesalahan yang sangat 
rendah. Integrasi sistem FAMS dan barcode scanner memungkinkan proses perhitungan nilai aktiva tetap 
dan pengkinian data dilakukan dengan cara yang sangat efisien. 
168 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
Matahari Terbenam di Pulau Mahoro - Sulawesi Utara 
• E-admaxx, merupakan portal intranet Perusahaan yang dibangun untuk menampung kebutuhan seluruh 
divisi dalam hal bertukar data, informasi dan dokumentasi. Selain itu, E-admaxx juga dapat digunakan 
bagi seluruh pengguna intranet Perusahaan untuk penyimpanan dokumen, memberi informasi terkini 
mengenai kegiatan-kegiatan termasuk sebagai sarana diskusi di masing-masing divisi. 
• ServiceDesk, merupakan aplikasi berbasis web untuk menghubungkan karyawan pengguna produk dan 
jasa teknologi informasi (user) dengan penyedia jasa dan produk di Subdirektorat Teknologi Informasi. 
Melalui aplikasi ini, karyawan dapat berkonsultasi dan mengajukan permohonan bantuan maupun 
berkomunikasi dengan petugas Help Desk. Melalui catatan dan database permohonan yang masuk, 
Subdirektorat Teknologi Informasi dapat mengetahui setiap gejala permasalahan yang dihadapi oleh user. 
Melalui catatan (history) penangangan masalah yang tersimpan, Help Desk dapat dengan cepat melihat 
solusi yang disarankan dan mengkomunikasikannya kepada user. 
• Call Center. Adira Finance saat ini didukung oleh suatu sistem informasi yang akurat dan real time, 
yang memudahkan konsumen dalam mencari informasi terkait status aplikasi pembayarannya melalui 
telepon. Melalui layanan Call Center ini, konsumen Adira Finance cukup menghubungi call center untuk 
mengetahui status Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), angsuran, denda atau informasi untuk 
melakukan pelunasan dipercepat. 
• SMS Care Center, merupakan suatu media informasi dan komunikasi melalui SMS (Short Message 
Service). SMS Care Centre digunakan untuk pengiriman informasi kepada dealer dan konsumen atau 
calon konsumen terkait status aplikasi pembiayaan. Juga digunakan sebagai media komunikasi bagi 
konsumen untuk meminta informasi terkait transaksi pembiayaan atau menyampaikan keluhan pelayanan 
yang diterima. Lebih lanjut, SMS Care Center juga telah dimanfaatkan untuk mendukung Divisi Manajemen 
Pemulihan Aktiva untuk melacak dan menindaklanjuti aset pembiayaan yang berstatus hapus buku. 
• DRM (Dealer Relationship Management) menjadi bagian penting dalam strategi usaha pembiayaan, 
khususnya di Adira Finance. Menggunakan solusi dynamic software dari Microsoft, Adira Finance memulai 
proses CRM dari dealer yang merupakan bagian terpenting dalam usaha rantai proses pembiayaan 
perusahaan. 
• Ad1Flow, merupakan aplikasi workflow yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan dalam 
meningkatkan efisiensi proses yang terkait dengan permintaan persetujuan. Melalui implementasi aplikasi 
ini proses yang semula dilakukan secara manual selama ini (paper-based approval processes) dapat 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 169
Laporan Usaha 
digantikan dengan sistem termasuk proses persetujuan berjenjangnya. Secara keseluruhan, sistem 
workflow ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kontrol dan efisiensi karena seluruh prosesnya 
dilakukan secara elektronik sehingga transparan dan termonitor. Proses ini sangat membantu proses 
administrasi di seluruh divisi maupun departemen di Adira Finance dalam menyelesaikan proses 
persetujuan berjenjang yang melibatkan banyak divisi dan departemen. Ad1Flow telah terintegrasi baik 
dengan sistem Ad1Sys.Online dan Ad1Sys.HQ, sehingga proses jurnal sudah berjalan secara otomatis 
berdasarkan data yang dihasilkan oleh sistem workflow. Ad1Flow telah digunakan di Adira Finance untuk 
membantu kelancaran proses-proses sebagai berikut: 
- Proses Pengajuan Biaya (Payment Voucher Centralize) operasional kantor cabang; 
- Proses approval berjenjang pada pengajuan kebijakan internal; 
- Layanan ServiceDesk untuk seluruh permintaan terkait layanan yang diberikan oleh Divisi Dukungan 
Operasi dan Divisi Keuangan yang memungkinkan semua permintaan user ke Divisi Dukungan Operasi 
dan Divisi Keuangan dapat dimonitor secara jelas dan cepat. Setiap permintaan beserta solusinya 
akan tersimpan dan bermanfaat sebagai referensi untuk menangani permasalahan-permasalahan 
operasional yang terjadi di kantor cabang lainnya; 
- Proses pengawasan oleh Operation Risk Management System yang dirancang untuk mencatat 
dan mengawasi data mengenai kejadian-kejadian berisiko (Risk/Loss Event) oleh petugas yang 
bertanggung jawab, kepala bagian terkait, Internal Control/Quality Asssurance di area dan Unit Audit 
Internal; dan 
- Proses pengawasan secara terintegrasi oleh unit Quality Assurance dengan metode pengisian dan 
pelaporan hasil melalui sistem dan on-line berbasis web untuk merekam dan mengawasi secara 
nasional atas hal-hal yang memberi dampak terhadap kualitas produk dan layanan Adira Finance 
termasuk kejadian berisiko, ketidaksesuaian dokumen dan ketentuan Perusahaan yang dilanggar. 
Ketersediaan data tersebut akan menjadi alat analisa mengenai permasalahan yang terjadi sehingga 
bisa dirumuskan tindakan perbaikannya. 
Pencapaian atas proses-proses workflow telah berhasil menghemat biaya dalam jumlah yang signifikan, 
mempersingkat eksekusi proses pengajuan/permintaan dari masing-masing divisi serta mempersingkat 
waktu untuk menyelesaikan proses persetujuan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Service 
Level Standard yang disepakati. 
170 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Proses tenun ikat Sumba Timur - NTT
Laporan Usaha 
Untuk kelancaran operasional Perusahaan, beberapa aplikasi pendukung lainnya juga telah diterapkan 
dengan baik misalnya Sistem Informasi Sumber Daya Manusia untuk pengelolaan tenaga kerja, Sistem 
Pemeliharaan Dokumen untuk mendukung pengelolaan BPKB, Clementine untuk mendukung pembuatan 
model risiko yang terintegrasi, Sistem Informasi Eksekutif berbasis web dan tempat penyimpanan data, akses 
yang dapat berpindah-pindah dan sebagainya. 
Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum dengan didukung oleh Subdirektorat Teknologi Informasi 
telah bekerjasama dalam mengembangkan fasilitas baru yaitu Ad1SAP-ESS, yang berfungsi sebagai media 
penyedia informasi mengenai karyawan dan untuk melakukan penilaian kinerja secara on-line. Dengan fasilitas 
ini, memungkinkan pelaksanaan proses konsolidasi hasil secara terpusat dan menjadi sangat efisien. Setiap 
karyawan dapat melakukan akses dan mengetahui detil dari data-data tentang karyawan yang bersangkutan 
di Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum, serta dapat memperbaharuinya bilamana terdapat 
kekeliruan dari data tersebut. Sebelumnya, karyawan harus melaporkan terlebih dahulu kepada Subdirektorat 
Sumber Daya Manusia & Bagian Umum secara manual. 
Inisiatif Membangun Enterprise Architecture 
Adanya tantangan dalam pertumbuhan usaha yang semakin meningkat, peningkatan produktifitas, 
ketersediaan layanan teknologi informasi dan tata kelola teknologi informasi (IT Governance) yang diiringi 
dengan tantangan pada penurunan risiko usaha, cost per account dan kompleksitas yang relatif rendah, hal ini 
menuntut Adira Finance untuk membangun pondasi untuk strategi transformasi guna mencapai keunggulan 
operasional, konsolidasi aplikasi dan informasi, serta simplikasi teknologi infrastruktur. 
Pembangunan pondasi ini dilakukan melalui pengembangan Enterprises Architecture (EA) periode tahun 
2012-2014 yang merefleksikan semua key issue & initiatives selama periode tersebut diantaranya adalah 
perubahan arsitektur usaha, Core Application Systems Overhaul, Services Oriented Architecture, Predictive 
Enterprise, 3 DC Configurations, Lean Report Generation Process, Data Integration Improvement, Document 
Management System, Single Identification Management, Business Process Management, IT Information blue-print, 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 171 
Virtual Desktop dan Live SLA. 
Strategi transformasi yang dibangun ini bertujuan guna mencapai keunggulan operasional, kelincahan 
teknologi melalui standarisasi proses, konsolidasi aplikasi dan informasi, penyederhanaan infrastruktur 
teknologi, mengembangkan roadmap strategis dan solusi arsitektur yang memberdayakan usaha dan arah 
teknologi informasi, mengembangkan EA roadmap yang dapat meminimalisasi risiko, meningkatkan tata 
kelola teknologi informasi dan mengakselerasikan waktu terhadap nilai (time to value) untuk solusi enterprise 
yang sesuai perkembangan usaha (business driven), mengembangkan bentuk arsitektur masa depan yang 
konsisten dan berkualitas, mengeksplorasi semua area arsitektur yang relevan guna identifikasi atau mitigasi 
risiko dan menilai pengaruh terjadinya perubahan terhadap usaha, serta menyediakan panduan di awal untuk 
secara efisien bergerak maju dari visi arsitektur ke realisasi. 
Rencana Pemulihan Kerusakan 
Untuk menjaga kelangsungan usaha operasional Perusahaan dari bencana yang mungkin terjadi, baik yang 
disebabkan oleh bencana alam maupun karena gangguan atau kerusakan yang terjadi pada sistem produksi, 
maka Subdirektorat Teknologi Informasi telah membangun beberapa alternatif sistem pengaman yang antara 
lain dijabarkan sebagai berikut:
Laporan Usaha 
• Membangun konfigurasi server dan database yang handal dengan sistem clustering yang secara pintar 
mampu berjalan di saat sebagian perangkat tidak berfungsi normal; 
• Merancang redundant concept untuk hardware atau infrastruktur yang kritikal; 
• Membangun Pusat Pemulihan terhadap Bencana (Disaster Recovery Center) di lokasi dengan jarak dan 
kondisi menurut Standar Keamanan Perusahaan (ISO 27001) yang didukung oleh pelaksanaan ujicoba 
perencanaan pemulihan secara berkala yang memungkinkan diaktifkannya sarana cadangan di lokasi 
pemulihan dalam toleransi waktu yang telah disepakati; dan 
• Membangun rencana kelangsungan usaha untuk melindungi seluruh aset teknologi informasi termasuk 
personil dan mengujicobanya secara berkala. 
Keamanan dan Sentralisasi Sistem 
Sebagai komitmen Subdirektorat Teknologi Informasi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan atas 
jasa penyediaan data dan informasi kepada seluruh user, maka Subdirektorat Teknologi Informasi melakukan 
pengembangan dan perbaikan arsitektur jaringan Perusahaan dan mengimplementasikan sejumlah perangkat 
pengaman jaringan dengan kualitas yang memenuhi standar keamanan ISO 27001. Subdirektorat Teknologi 
Informasi juga telah bekerjasama dengan konsultan keamanan sistem terkemuka untuk mencapai tingkat 
keamanan jaringan yang ditentukan. Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan pengawasan, Subdirektorat 
Teknologi Informasi bekerjasama dengan Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Audit Internal PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk. 
Subdirektorat Teknologi Informasi juga secara aktif menyediakan informasi terkait cyber crime yang sedang 
marak saat ini. Dari waktu ke waktu, informasi terkait perkembangan kriminalitas ini dan langkah-langkah 
dalam menghindarinya akan disebarkan kepada karyawan Perusahaan melalui fasilitas e-mail. Dengan 
adanya edukasi ini, diharapkan akan membangun kesadaran karyawan untuk lebih berhati-hati sehingga 
dapat menghindari kerugian yang mungkin bisa terjadi baik kepada karyawan pribadi maupun Perusahaan. 
Terkait dengan proses sentralisasi data yang sudah berjalan dengan sempurna, Subdirektorat Teknologi 
Informasi secara berkesinambungan melakukan pemantauan atas proses tersebut. Dengan proses sentralisasi 
data ini, maka kemudahan, kecepatan dan ketepatan dalam beberapa prosedur seperti proses analisa kredit, 
pembiayaan baru, akuntansi dan lainnya akan dapat berjalan dengan lebih efisien. Sentralisasi yang sudah 
berjalan dengan baik ini telah memudahkan dan mempercepat proses-proses yang dilakukan di dalam 
Perusahaan dan juga dapat meningkatkan kualitas pekerjaan yang dilakukan masing-masing karyawan yang 
terlibat. 
Lebih lanjut, Perusahaan juga terus mengembangkan situs web yang dimiliki dengan menambahkan fitur-fitur 
baru yang dapat memberikan informasi dan kemudahan bagi masyarakat untuk mengetahui mengenai kondisi 
Perusahaan. Secara umum, situs web Perusahaan ini berguna dalam memberikan informasi mengenai posisi, 
kondisi, kinerja dan prospek keuangan serta hal-hal bukan keuangan lainnya, seperti perubahan struktur 
pemegang saham dan pedoman etika untuk memungkinkan dilakukannya analisa terbuka oleh masyarakat. 
Tujuannya adalah agar masyarakat diharapkan dapat mengakses situs web tersebut yang bisa memberikan 
informasi kompherensif mengenai kegiatan operasional, kinerja Perusahaan dan berbagai informasi lainnya 
yang juga berguna bagi masyarakat, pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. 
Masyarakat umum dapat mengakses informasi tentang Perusahaan di situs web www.adira.co.id. 
Untuk keperluan internal Perusahaan maupun untuk berbagi informasi dan pengetahuan diantara karyawan, 
Perusahaan memiliki jaringan intranet yang menyediakan informasi mengenai perkembangan operasional, 
keuangan dan administrasi di lingkungan Perusahaan. Jaringan intranet Perusahaan dapat diakses oleh 
seluruh karyawan Perusahaan. 
172 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
Sinar Sang Surya Tanjung Papuma - Jember 
Lebih lanjut, Perusahaan sudah menerapkan proses pelaporan dan pembayaran pajak yang dilakukan 
secara terpusat. Dengan teknologi informasi terkini, Perusahaan yang dibantu oleh konsultan eksternal telah 
melakukan kemudahan di dalam pelaporan dan pembayaran pajak kepada Negara melalui fasilitas sistem 
dokumentasi elektronik. Sejalan dengan penggunaan sistem dokumentasi elektronik yang telah berjalan 
sempurna, Perusahaan juga melakukan terobosan baru dalam pelaporan tahunan pajak kepada Negara 
melalui sistem elektronik SPT (e-SPT). Penggunaan sistem ini juga dibantu oleh konsultan eksternal. Seperti 
halnya dengan sistem dokumentasi elektronik, Perusahaan juga telah merasakan banyak manfaat dengan 
digunakannya sistem e-SPT ini, antara lain yaitu aktivitas menjadi lebih mudah, selain ketepatan waktu dan 
keakuratan angka menjadi lebih terjamin dengan satu langkah lebih maju di bidang teknologi informasi ini. 
Karyawan yang menangani proses perpajakan Perusahaan juga telah merasakan kemudahan penggunaan 
e-SPT ini. 
Perusahaan juga telah melakukan perubahan proses pelaporan perpajakan atas seluruh cabang yang dimiliki 
dengan menggunakan sistem TaxXpert. Dengan menggunakan sistem ini, seluruh pelaporan dapat diolah 
dan dikerjakan secara bersamaan oleh karyawan-karyawan di Departemen Pajak dan hasilnya kemudian 
dapat langsung dilaporkan kepada Direktorat Jendreral Pajak (DJP) melalui internet (e-filing). 
Kemudian Perusahaan sudah mengaplikasikan suatu sistem baru yang disebut e-tax yaitu suatu sistem 
yang mendukung dan memberikan keamanan, kemudahan dan keakuratan di dalam proses pembayaran 
seluruh kewajiban perpajakan Perusahaan melalui internet. Sistem e-tax ini merupakan hasil dari kerjasama 
Perusahaan dengan PT Bank OCBC NISP Tbk, yang dilakukan dengan mengakses langsung ke dalam modul 
yang sudah dipersiapkan oleh PT Bank OCBC NISP Tbk melalui web page Bank tersebut, yang selanjutnya 
pajak terhutang akan dibayarkan langsung kepada Kas Negara. Sistem baru ini telah memberikan manfaat 
di dalam proses penyelesaian kewajiban perpajakan Perusahaan, baik semenjak penyusunan dokumen 
pembayaran yaitu Surat Setoran Pajak (SSP) yang bersifat klerikal sampai dengan penyelesaian pembayaran 
kewajiban perpajakan, yang dapat dilakukan dari komputer saja tanpa beranjak dari tempat duduk. Semua 
proses tersebut dilakukan hanya dalam waktu 1 hari kerja, dimana sebelumnya proses tersebut memerlukan 
waktu 3 hari kerja (termasuk proses menunggu kembalinya SSP dari bank). 
Pencapaian lainnya yang didukung oleh Subdirektorat Teknologi Informasi adalah proses sentralisasi 
pembayaran ke dealer. Subdirektorat Teknologi Informasi telah menyiapkan aplikasi tambahan yang dapat 
mendukung kemudahan, kecepatan dan keakuratan di dalam pembayaran kepada sekitar 15.000 dealer yang 
menjalin kerjasama dengan Perusahaan. Sebelumnya, Perusahaan melakukan pembayaran ke dealer dengan 
mekanisme desentralisasi di cabang. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 173
Laporan Usaha 
174 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Sub Direktorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum 
Sumber Daya Manusia 
Dalam 5 tahun terakhir ini, saldo piutang pembiayaan konsumen yang dikelola Perusahaan mengalami 
pertumbuhan sebesar 32%, sedangkan secara laba bersih bertumbuh sebesar 30%. Walaupun suatu 
perusahaan mungkin memiliki strategi korporat yang efektif, struktur organisasi yang paling tepat dan sistem 
terkini, namun semua hal ini tetap perlu digerakkan oleh sumber daya manusia yang berkompeten dengan 
loyalitas yang tinggi. Perusahaan menyadari bahwa pengembangan sumber daya manusia memiliki korelasi 
langsung dengan pengembangan Perusahaan, maka sejak awal, Perusahaan telah memberikan perhatian 
yang besar dalam hal pengembangan sumber daya manusia. 
Secara garis besar, Perusahaan melihat adanya beberapa elemen penting dalam pengembangan sumber 
daya manusia. Elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut: 
• Leader-driven Enterprise, yang mana Perusahaan percaya bahwa collective leaders seharusnya tersebar 
merata di setiap tingkatan dalam Perusahaan. Perusahaan berupaya dalam membangun pemimpin 
sebanyak mungkin dan para pemimpin ini akan bekerjasama dalam menjalankan visi, misi dan filosofi 
Perusahaan; 
• Managing by Values, yang mana nilai-nilai budaya Perusahaan yang kokoh menjadi pegangan dan 
dilaksanakan oleh segenap karyawan sebagai perilaku keseharian dalam bekerja. Proses pengembangan 
sumber daya manusia dalam Adira Finance dimulai dari dasar yaitu penanaman nilai dan prinsip, yang 
ketika terbentuk dalam setiap individu tidak hanya membawa manfaat bagi Perusahaan, tetapi juga bagi 
individu itu sendiri. 
Filosofi dasar Perusahaan adalah “untuk memberikan hasil kerja yang sempurna dan berkomitmen 
melalui kerjasama yang berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat”, yang kemudian dijabarkan dalam 
8 Prinsip dasar yakni Advance, Discipline, Integrity, Reliability, Accountability, Teamwork, Obsessed dan
Laporan Usaha 
Professionalism (disingkat ADIRA TOP). Prinsip dasar ini kemudian membentuk sistem dan perilaku di 
tempat kerja, yang seiring dengan berjalannya waktu menjadi kebudayaan Perusahaan; 
• The Power of Team Synergy, yang hendak dibangun oleh Perusahaan adalah suatu tim yang kuat, karena 
dengan bekerjasama sebagai sebuah tim, hasil kerja akan jauh lebih baik dan lebih optimal dibandingkan 
dengan hasil kerja secara individu; 
• People-focused Execution, yang mana strategi harus ditindaklanjuti dengan eksekusi. Di dalam 
Perusahaan, eksekusi harus dikerjakan oleh setiap orang, baik pemimpin maupun orang yang dipimpin. 
Eksekusi harus ditopang oleh kekuatan potensi sumber daya manusia; 
• Winning Spirit, yang mana Perusahaan membangun orang-orang dengan mentalitas seorang pemenang. 
Perusahaan menanamkan keberanian di dalam lingkungan kerja untuk mengeksplorasi hal baru, umpan 
balik yang jujur dan tidak dibuat-buat serta keterbukaan; dan 
• Human Empathy, yang mana Perusahaan berusaha dalam memfasilitasi terwujudnya kehidupan yang 
seimbang bagi setiap karyawan. Peran Perusahaan adalah menjembatani agar karyawan tetap bisa 
beraktualisasi secara proporsional di seluruh kehidupan. 
Perusahaan selalu menjunjung tinggi persamaan kesempatan bagi seluruh karyawannya. Pengertian 
persamaan kesempatan adalah setiap karyawan diperlakukan secara profesional dan wajar di dalam upaya 
setiap karyawan untuk memperlihatkan hasil kerjanya demi mengembangkan dan meningkatkan karir 
dari karyawan yang bersangkutan. Lebih lanjut, Perusahaan tidak membedakan setiap karyawannya baik 
berdasarkan suku, ras, agama dan jenis kelamin melainkan perusahaan akan menilai hasil kerjanya sebagai 
dasar kenaikan karir karyawan yang bersangkutan. Bahkan, Perusahaan selalu memberikan dukungan dalam 
menunjang setiap karyawan untuk meningkatkan karirnya. 
Salah satu prakarsa penting yang terus dilanjutkan pada tahun 2011 adalah penerapan program talent 
management dan retensi karyawan. Dalam talent management, telah dipilih karyawan yang potensial 
dengan prestasi terbaik dan kepada mereka diberikan program pengembangan dan pelatihan khusus untuk 
pembekalan mereka sebagai penerus masa depan. Lebih lanjut, Perusahaan memberikan kesempatan bagi 
karyawan untuk dapat dipromosikan ke jabatan/posisi yang lebih tinggi. Subdirektorat Sumber Daya Manusia 
& Bagian Umum juga memastikan bahwa karyawan terpilih akan menerima remunerasi yang kompetitif 
dibandingkan dengan pasar tenaga kerja dan hal inilah yang dijalankan dalam program retensi karyawan. 
Di dalam program ini, karyawan yang terpilih diharapkan dapat meningkatkan loyalitas dan produktivitas 
mereka, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi kinerja Perusahaan. 
Rekrutmen dan Kualitas Sumber Daya Manusia 
Seiring dengan pengembangan struktur organisasi yang lebih fokus pada masing-masing fungsi, penambahan 
jaringan usaha dan banyaknya perubahan fungsi jaringan usaha, maka jumlah karyawan Adira Finance 
mengalami pertumbuhan bersih sebanyak 3.880 karyawan selama tahun 2011, sehingga jumlah karyawan 
Perusahaan telah mencapai lebih dari 28.272 ribu karyawan dengan beragam tingkat pendidikan, dengan 
mayoritas karyawan Perusahaan mempunyai gelar diploma dan sarjana. 
Proses rekrutmen di Adira Finance dilakukan secara sistematis di bawah sistem kerja yang disebut 
Strategic Human Capital and Organization Development. Dengan sistem kerja ini, diharapkan Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 175
Laporan Usaha 
dapat menjamin integrasi dan konsistensi yang berkelanjutan antara seluruh kebijakan maupun aktivitas 
pengembangan sumber daya manusia dengan kebijakan-kebijakan strategis Perusahaan. 
Pelatihan dan Potensi 
Untuk mempercepat pencapaian pengetahuan dasar Perusahaan yang efektif, Subdirektorat Sumber 
Daya Manusia & Bagian Umum menyadari pentingnya pelatihan dan pengembangan karyawan melalui 
peningkatan kompetensi yang berkesinambungan serta membentuk kelompok pembelajaran. Pembentukan 
kelompok pembelajaran ini diharapkan dapat menganalisa serta mengidentifikasikan kebutuhan Perusahaan 
dan karyawan, juga memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menyiapkan pelatihan yang dibutuhkan 
antara lain pelatihan bidang kredit, operasional dan teknologi informasi, serta kepemimpinan dan manajerial. 
Perusahaan sangat percaya bahwa karyawan yang kompeten, profesional, disiplin, mempunyai integritas dan 
motivasi yang tinggi akan menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan Perusahaan. 
Sejalan dengan strategi jangka panjang yang telah ditetapkan, pemberdayaan pembelajaran dalam rangka 
peningkatan kompetensi dan daya saing Perusahaan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari masing-masing 
kepala departemen/divisi, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh individu yang ada di dalam 
Perusahaan. Proses ini dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsisten melalui program pelatihan 
serta pengembangan yang tepat dan terstruktur. Pada akhirnya, kelompok pembelajaran yang terbentuk 
bersama dengan Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum diharapkan mampu menciptakan 
kultur belajar yang berkesinambungan dan akan terus berjalan secara efektif dan efisien di dalam kegiatan 
sehari-hari oleh masing-masing karyawan. 
Lebih lanjut, Adira Finance telah berhasil membangun struktur pengembangan karyawan dan manajemen 
karir baru yang telah diterapkan sejak tahun 2006. Perusahaan telah merestrukturisasi Divisi Sumber Daya 
Manusia & Bagian Umum, yang saat ini memfokuskan pada bidang ini dengan pembentukan departemen 
terkait yaitu Departemen Pengembangan Manajemen Karir. 
Selama 3 tahun ini, Perusahaan terus menyelenggarakan program pengembangan dan pelatihan karyawannya, 
dengan rincian jumlah karyawan yang dilatih dan beban pelatihan sebagai berikut: 
Keterangan 2011 
Jumlah peserta dalam total pelatihan 
Beban pelatihan dan pendidikan (dalam Miliar Rupiah) 
Perusahaan secara konsisten meningkatkan pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia untuk 
mengasah kemampuan dari tiap karyawan dan membangun karakter kepemimpinan dari tiap karyawan yang 
akhirnya akan melahirkan pemimpin yang kompeten. Pelatihan internal yang diadakan Perusahaan selama 
tahun 2011 antara lain adalah: 
1. Pelatihan Wajib (Orientasi Karyawan Baru dan Fungsi Baru) 
Merupakan pelatihan yang diperuntukkan bagi seluruh karyawan baru atau fungsi yang baru di lingkungan 
Adira Finance. Pelatihan ini telah dilaksanakan sebanyak 6 batch untuk tingkat staff dan 2 batch untuk 
tingkat kepala departemen ke atas. 
2. Pelatihan Fungsional 
Merupakan pelatihan mengenai teknikal sesuai dengan bidang pekerjaan/fungsi pekerjaan dan tingkat 
jabatan, seperti Customer Service, Interviewing Skill, Basic Excel, Train The Trainer, Motivational Training 
dan lainnya. 
176 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
30.012 
41,4 
2010 
32.485 
16,1 
2009 
8.546 
11,8
Laporan Usaha 
Rumah tradisional suku Bajo - Gorontalo 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 177 
3. Pelatihan Kualifikasi 
Merupakan pelatihan untuk menempati posisi baru yang lebih tinggi (promosi) melalui jalur Business 
Development Officer Training (BDOT) dan Adira Management Development Program (AMDP). 
4. Pelatihan Tambahan 
Berupa pelatihan umum untuk menambah pengetahuan dan wawasan karyawan yang berhubungan 
dengan industri Perusahaan dan pelatihan leadership untuk memperkuat aspek kepemimpinan bagi 
karyawan tingkat penyelia ke atas. Pelatihan tersebut, antara lain adalah: Emotional Spiritual Quotient 
(ESQ), Adversity Spiritual Quotient (ASQ), Pria Sejati, Wanita Bijak, Bahasa Inggris, Perencanaan 
Keuangan, Growing People dan lainnya. 
Adira Finance memiliki talent management yang merupakan suatu proses untuk menciptakan pemimpin 
di setiap tingkat dan memastikan adanya keahlian memimpin yang memadai untuk mendorong kinerja 
usaha dan memenangkan persaingan. Perusahaan juga menyadari mengenai kebutuhan akan pimpinan-pimpinan 
berkualitas di dalam memenuhi kebutuhan operasional Perusahaan yang terus berkembang, maka 
Perusahaan membuat suatu acuan mengenai standardisasi program promosi kaderisasi untuk tingkatan 
manajer. Hal ini dilakukan untuk terus menciptakan manajer yang berkualitas, tidak hanya dari sisi hard skill 
tetapi juga untuk memiliki kualitas kepemimpinan (leadership) yang handal. 
Pengembangan karir di Adira Finance disusun dengan menggunakan roadmap yang memberikan gambaran 
rinci mengenai pelatihan yang dibutuhkan terkait pengembangan karir sebagai tujuan utama. Adira Finance 
memberikan peluang untuk berkembang melalui beberapa program manajemen karir yang disebut ‘Program 
Pengembangan Karir Individu’ sebagai salah satu bagian dari penerapan talent management. Program ini 
menggambarkan pelatihan yang dibutuhkan agar dapat mendukung pelaksanaan kerja dan meningkatkan 
kemampuan dan kapabilitas masing-masing karyawan. 
Perusahaan juga telah mengembangkan dan menerapkan program kaderisasi (Management Trainee) yang 
berkesinambungan sejak tahun 2003 untuk memberikan peluang karir bagi karyawan yang berpotensi dan 
berprestasi, guna menciptakan pemimpin-pemimpin di masa depan bagi Perusahaan. Melalui program 
kaderisasi tersebut, Adira Finance telah melahirkan lebih dari 312 pemimpin baru.
Laporan Usaha 
Perusahaan melaksanakan program Adira Management Development Program (AMDP) yang terus 
disempurnakan dari tahun ke tahun yaitu pelatihan yang bersifat kualifikasi yang ditujukan untuk kenaikan 
jabatan atau promosi, yang mana pelatihan ini merupakan pembekalan dasar untuk karyawan-karyawan yang 
akan dipromosikan ke tingkat manajer. 
Kualitas pelatihan dan pembelajaran selalu dievaluasi secara berkala dan mengacu pada standar 
pengembangan sumber daya manusia serta keseluruhan investasi pelatihan dan pembelajaran yang terus 
dipantau untuk memastikan efektivitasnya, terutama dalam menciptakan iklim pelatihan dan pembelajaran 
yang kondusif. 
Lebih lanjut, Perusahaan juga terus mendukung para karyawan untuk ikut berpatisipasi dalam program 
Quality Control Circle (QCC) dalam rangka menyempurnakan proses internal secara berkesinambungan demi 
peningkatan produktifitas karyawan. Jumlah karyawan yang terlibat QCC untuk tahun 2011 sebanyak 3.464 
karyawan yang terkelompok menjadi 597 tim. 
Pada tahun 2011, tim QCC Adira Finance kembali diikutsertakan dalam Indonesia Quality Convention (IQC) 
pada bulan Desember 2011 di Balikpapan, yang mana perwakilan Perusahaan berhasil meraih 2 (dua) medali 
emas dalam ajang QCC tersebut. 
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia 
Perusahaan telah menggunakan sistem HRIS-MSS (Human Resources Information System - Manage Self 
Service) dalam operasionalnya. Dengan sistem ini, karyawan dapat mengakses langsung data karyawan dan 
struktur organisasi yang ada saat ini di Perusahaan. Selain itu, Manajemen Perusahaan dapat melakukan 
penilaian untuk memilih orang yang berkualitas untuk ditempatkan pada posisi tertentu dan mengelola 
pengembangan karir bagi karyawan serta menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan yang tepat untuk 
mereka. 
Sistem ini membantu Manajemen Perusahaan dalam melaksanakan penggantian atau suksesi pimpinan yang 
merupakan unsur sangat penting bagi Perusahaan dalam memenuhi misinya. Dengan adanya perangkat ini, 
Perusahaan mampu menjalankan strateginya dengan baik untuk mengatasi persaingan yang semakin sengit. 
Dalam rangka mengembangkan manajemen sumber daya manusia Perusahaan, Subdirektorat Sumber Daya 
Manusia & Bagian Umum memperkenalkan sistem Ad1Sap-ESS/MSS. Adanya sistem ini akan semakin 
mempermudah karyawan dalam memperoleh informasi mengenai dirinya sendiri yang terkait dengan data 
yang ada di divisi tersebut. 
Penilaian Kinerja Karyawan 
Perusahaan melakukan penilaian karyawan secara rutin setiap 6 bulan. Penilaian akhir dari masing-masing 
karyawan ditentukan dengan menghitung rata-rata dari penilaian semester pertama dan kedua pada tahun 
tersebut. Pedoman untuk mencapai prestasi-prestasi tertentu melalui Key Performance Indicator (KPI) 
ditentukan setiap awal tahun dan diinformasikan kepada masing-masing karyawan sesuai dengan fungsinya. 
Selanjutnya, seluruh Pejabat Senior akan melakukan pertemuan tahunan untuk menganalisa KPI yang 
diberikan kepada bawahan agar sesuai dengan kondisi saat ini dan relevan dalam 1 tahun ke depan. Seluruh 
kriteria di KPI disusun dengan pendekatan kuantitatif, yang mana seluruh kriteria yang disajikan dapat benar-benar 
objektif bagi setiap karyawan. 
178 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Usaha 
Rumah Panjang - Kalimantan Barat 
Penilaian dilakukan oleh masing-masing karyawan (self assessment), yang kemudian didiskusikan dengan 
atasannya melalui mekanisme Counseling. Dalam Counseling tersebut, atasan dari karyawan tersebut akan 
memberikan pengarahan dan nasihat kepada karyawan terkait untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Hal 
ini sangat diperlukan untuk saling memahami antara atasan dan bawahan terkait pekerjaan yang dilakukan 
guna mencapai proses dan hasil pekerjaan terbaik, meningkatkan kerjasama bawahan dan atasan dalam 
melakukan serta meningkatkan kualitas proses dan hasil pekerjaan. Karyawan juga diberikan kesempatan 
untuk memberikan penilaian kepada atasannya masing-masing. Hal ini menjadi nilai tambah dalam sistem 
penilaian kinerja Perusahaan karena atasan dan bawahan dapat saling menilai untuk memastikan komunikasi 
dan kerjasama antara atasan dan bawahan selalu terjalin dengan baik. 
Prestasi karyawan pada akhirnya akan menuju pada suatu kurva normal yang terbentuk dengan sendirinya. 
Hal ini terwujud bilamana KPI yang diberikan masih dapat diandalkan dan relevan, sehingga mencapai suatu 
tingkat objektivitas yang wajar. 
Penghargaan Karyawan dan Sanksi 
Adira Finance berupaya untuk menciptakan keselarasan antara kepentingan karyawan dengan kepentingan 
Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan berupaya untuk menyempurnakan kebijakan remunerasi yang ada 
dan menyesuaikan dengan kondisi pasar terutama pada industri yang sejenis. Kenaikan remunerasi ditentukan 
berdasarkan tingkat inflasi dan prestasi sesuai dengan indikator kinerja masing-masing bagian. Sebagian 
komponen remunerasi diterapkan dengan sistem insentif dan bonus yang mengacu pada kinerja dari setiap 
karyawan sehingga karyawan yang berprestasi akan memperoleh penghargaan yang sesuai dengan kinerja 
mereka, yang juga akan mendorong karyawan lain untuk mengikuti langkah mereka. Tunjangan-tunjangan 
karyawan lainnya, seperti tunjangan kesehatan, transportasi, komunikasi dan lainnya juga akan disesuaikan 
mengikuti kondisi yang ada saat ini. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 179
Laporan Usaha 
Pada tahun 2011, Perusahaan telah mencadangkan kewajiban atas imbalan kerja karyawan sebesar 
Rp 117,1 miliar, yang perhitungannya dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode 
projected unit credit. Sebagian dari cadangan juga telah dialokasikan untuk dana pensiun yang dimaksudkan 
untuk memberikan kepastian atas ketersediaan dana imbalan kerja kepada karyawan Perusahaan pada saat 
mereka pensiun. Perusahaan juga memberikan penghargaan Tunjangan Jasa Jangka Panjang bagi karyawan 
yang telah berdedikasi terhadap Perusahaan untuk masa kerja lebih dari 6 tahun. 
Selain itu, Perusahaan juga memberikan sanksi kepada karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap 
peraturan Perusahaan maupun kepada karyawan yang tidak berprestasi. Sanksi diberikan dalam bentuk 
surat peringatan, penurunan pangkat sampai dengan pemutusan hubungan kerja. Selama 3 tahun terakhir, 
sanksi yang telah diberikan Perusahaan adalah sebagai berikut: 
Keterangan 2011 
Surat Peringatan 
Penurunan Pangkat 
Pemutusan Hubungan Kerja 
Perubahan Struktur Organisasi 
Selama tahun 2011, Perusahaan masih terus melakukan beberapa penyempurnaan dalam struktur 
organisasinya dengan pengembangan atau perubahan nama pada divisi atau departemen terkait. Untuk 
menunjang peranan fungsional, dibentuklah beberapa subdirektorat dengan dikepalai oleh wakil direktur, 
yang mana telah dilakukan penambahan atas dua subdirektorat yaitu Subdirektorat Pemasaran Pembiayaan 
Sepeda Motor 3 untuk pembiayaan sepeda motor bekas dan Subdirektorat Kredit. Lebih lanjut, dilakukan 
juga pemisahan fungsi pemantauan kredit antara portofolio sepeda motor dan mobil menjadi 2 divisi yaitu 
Divisi Kredit Sepeda Motor dan Divisi Kredit Mobil. 
Pada tahun 2011 ini, dilakukan perubahan pada jalur pelaporan juga untuk meningkatkan efektifitas 
operasional yaitu Divisi Pemasaran Pembiayaan Non Dealer yang semula bertanggung jawab langsung 
kepada Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor dan Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil saat ini 
berada di bawah naungan Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Bekas. Divisi Manajemen Pemulihan 
Aset, Divisi Pemulihan dan Divisi Penagihan yang semula berada di bawah naungan Direktorat Operasi saat 
ini menjadi bagian dari Direktorat Manajemen Risiko. Divisi Komunitas yang semula merupakan bagian dari 
Direktorat Operasi saat ini menjadi berada di bawah naungan Direktorat Pemasaran Pembiayaan Sepeda 
Motor dan Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil. 
Pencapaian Selama Tahun 2011 
Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum melakukan pengembangan secara berkesinambungan. 
Dalam upaya mengembangkan pelayanan yang dapat disediakan kepada internal karyawan Perusahaan, 
Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum telah memiliki sistem on-line yang disebut Ad1SAP 
yang dapat diakses oleh karyawan Perusahaan secara nasional. Melalui sistem ini, beberapa aktivitas sudah 
berjalan saat ini adalah melihat data pribadi karyawan yang tersimpan di data Perusahaan, melihat slip gaji 
bulanan, penilaian kinerja, pengajuan izin, cuti, dan lain-lain. 
Beberapa pengembangan sistem Ad1SAP antara lain fitur pengelolaan password karyawan, fitur pengelolaan 
data pribadi dan status pajak, serta fitur klaim tunjangan karyawan telah dilakukan melalui sistem, sehingga 
dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses. 
180 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
1.904 
107 
60 
2010 
2.146 
43 
110 
2009 
1.345 
48 
109
Laporan Usaha 
Adira Training Center pun telah didirikan pada tahun 2011. Wadah ini memberikan berbagai pelatihan seperti 
on-the-job training , e-learning, hand book dan tools kit yang berhubungan dengan kompetensi utama (core 
competency) dan kompetensi teknis (technical competency) yang telah ditetapkan pada masing-masing 
fungsi. 
Survei atas Sumber Daya Manusia Adira Finance 
Pada tahun 2011, Perusahaan menerima hasil survey Employee Opinion Survey (EOS) yang telah dilakukan 
pada tahun 2010, yang mana hasil dari laporan yang diperoleh adalah saran peningkatan dalam aspek 
penghargaan antara sesama karyawan. Untuk itu, Subdirektorat HRDGA telah menginisiatifkan tindak lanjut 
atas hasil survey tersebut dengan mendorong setiap karyawan Perusahaan untuk memberikan apresiasi 
terhadap rekan kerjanya melalui lembar appreciation card yang dibagikan kepada semua karyawan 
Perusahaan. 
Pada akhir bulan Desember 2011, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk yang bekerjasama dengan institusi 
penyedia jasa konsultasi berskala internasional yaitu GALLUP, menyelenggarakan survei yang dilaksanakan 
di semua perusahaan yang tergabung dalam grup PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Adapun, survei yang 
dilaksanakan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Survei kali ini disebut Employee Engagement Survey 
(EES). Fokus dari survei ini terutama untuk melihat bagaimana karyawan dapat meningkatkan keterikatan di 
dalam unit kerja dan organisasi secara keseluruhan yang pada akhirnya diharapkan akan dapat memperbaiki 
lingkungan kerja dan meningkatkan kinerja organisasi. Hingga akhir tahun 2011, proses pengolahan hasil 
survei tersebut masih terus berlanjut. 
Manajemen percaya bahwa salah satu kunci pendorong berkembangnya kinerja positif adalah karena 
adanya keterbukaan dan kebebasan menyampaikan gagasan dan kritik secara terbuka di dalam organisasi, 
kesempatan yang sama yang diberikan oleh Perusahaan kepada setiap karyawan tanpa unsur diskriminasi, 
kerjasama tim yang solid, visi dan misi yang diterapkan sebagai panduan pembuatan keputusan dalam 
organisasi serta keteladanan atasan yang membangun integritas. Perusahaan juga berusaha dalam 
memberikan penghargaan kepada karyawan melalui sistem remunerasi yang berdasarkan pada kinerja 
karyawan. Atmosfir dan lingkungan kerja yang positif, kultur perusahaan yang kuat dan sehat, ruang untuk 
berkembang dan penghargaan yang seimbang menjadi motivasi bagi karyawan untuk memberikan kinerja 
yang maksimal dan menjadi salah satu aset penting Perusahaan. 
Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Tahun 2012 
Di tahun 2012 mendatang, sesuai dengan tema yang dicanangkan dalam Perusahaan yaitu “Leading 
Through Strong Culture and Team Synergy”, Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum akan 
terus melanjutkan dan mengembangkan program pembentukan budaya Perusahaan dan sinergi tim untuk 
mempertahankan budaya kerja yang telah terbentuk dengan baik di Adira Finance, diantaranya melalui: 
• pelaksanaan program culture and team synergy (CTS) di setiap tingkatan organisasi yang dimulai dari 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 181 
manajemen atas, manajemen tingkat menengah hingga staff; 
• Kegiatan Gerakan Manajemen Turun ke Bawah atau biasanya disingkat Gemba yang dijalankan di 
sembilan area di seluruh Indonesia guna memperoleh timbal balik dari karyawan; 
• pelaksanaan kegiatan management team building di seluruh divisi; 
• melaksanakan program regular culture development di kantor pusat dan seluruh jaringan usaha seperti 
doa pagi bersama, pemutaran video ADIRA TOP Sharing dari Manajemen; dan 
• kegiatan menghidupkan lingkungan kerja yang profesional namun tetap menyenagkan.
Laporan Usaha 
Tahun 2012 juga merupakan tahun Produktifitas, dimana dalam strategi Perusahaan, dicanangkan bahwa 
salah satu kegiatan utama yang hendak diimplementasikan adalah bagaimana seluruh divisi dapat 
mengembangkan program peningkatan produktifitas sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sejalan 
dengan program tersebut, Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum terus melakukan 
pemantauan terhadap produktifitas karyawan, menelaah dan membangun sistem reward and punishment 
yang berhubungan langsung dengan produktifitas karyawan, melakukan penelaaahan organisasi bersama 
dengan seluruh divisi untuk membuat suatu rancangan organisasi yang lebih efisien dan efektif. 
Lebih lanjut, dalam upaya mendukung bisnis Perusahaan pada tahun 2012, talent management di Adira 
Finance akan lebih disempurnakan dengan lebih mengarahkan kepada peningkatan kualitas sumber daya 
manusia. Program kaderisasi untuk membentuk pemimpin-pemimpin masa depan di Adira Finance akan terus 
ditingkatkan, baik dari kandidat internal maupun eksternal. Walaupun tetap mengutamakan kandidat internal 
dalam pengisian organisasi, namun kandidat eksternal tetap diberikan kesempatan untuk memperkaya 
wawasan dan memberi warna lain dalam organisasi. Adapun rasio kandidat internal dan eksternal dalam 
program kaderisasi tersebut adalah 85% internal berbanding 15% eksternal. 
Penghargaan yang Diterima oleh Adira Finance Terkait Fungsi-Fungsi Pendukungnya 
Adira Finance yakin bahwa dengan berkarya untuk memberikan hasil kerja yang sempurna dan berkomitmen 
terhadap segenap pemangku kepentingan, melalui kerjasama yang berdasarkan kepercayaan dan rasa 
hormat baik terhadap internal maupun eksternal Perusahaan. Selain kinerja secara keuangan terus bertumbuh, 
kualitas pelayanan dan fungsional pendukung Adira Finance pun menerima beberapa penghargaan terkait 
pencapaiannya yang dinilai membangun. Kultur dalam bekerja inilah yang kembali membawa Adira Finance 
untuk memenangkan penghargaan di bidang sumber daya manusia pada tahun 2011 ini. 
Pada tanggal 30 Juni 2011, Perusahaan meraih penghargaan dalam acara Indonesia Human Capital Study 
Award yang diselenggarakan oleh Majalah Business Review bersama dengan Dunamis Human Capital: 
• The Best All Criteria untuk kategori Financial Industry 
• The Best for Employee net Promotor Score untuk kategori Financial Industry 
• The Best Human Capital Index untuk kategori Financial Industry 
Dalam ajang yang sama, Stanley Setia Atmadja selaku presiden direktur Adira Finance pun menerima 
penghargaan The Best CEO Commitment. 
182 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Festival Asmat - Papua
Laporan Usaha 
Tingkat Pendidikan 
Sarjana 
Diploma 
SLTA dan Sederajat 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 183 
Direksi 
Wakil Direktur & Kepala Divisi 
Manajer 
Supervisor 
Staff 
Jabatan 
> 55 Th 
Usia 
46 - 55 Th 
36 - 45 Th 
26 - 35 Th 
18 - 25 Th 
SD, SLTP dan Sederajat 
13.178 
82,6% 
2009 
2.260 
14,2% 
464 
2,9% 
50 
5 0,3% 
0,0% 
2009 
2.630 
16,5% 
2 
0,0% 
46 
0,3% 
2009 
10.125 
63,5% 
2.277 
14,3% 
40 
0,3% 
31 
0,2% 
19 
0,2% 
20,420 
83,7% 
2010 
3.314 
13,6% 
593 
2,4% 
59 
0,3% 
0,06% 
2010 
17,753 
72,8% 
2.233 
9,2% 
2 
0,0% 
70 
0,3% 
5.521 
22,6% 
2010 
15.491 
63,5% 
3.349 
13,7% 
2011 
4.285 
15,2% 
665 
2,4% 
70 
5 0,2% 
0,0% 
2011 
3.274 
11,6% 
4.219 
17,7% 
3 
0,0% 
125 
0,4% 
2011 
4.355 
15,4% 
11.826 
74,1% 
4.334 
17,7% 
3.515 
22,0% 
1.453 
9,1% 
23.247 
82,2% 
20.651 
73,0% 
6.496 
23,0% 
17.402 
61,6%
Laporan 
Tata Kelola 
Perusahaan 
184 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Ada 7 jenis Tari Baris di seluruh daerah di Bali. Dari kata “Babarisan”atau pasukan, 
merupakan tari kepahlawanan dan tari upacara yang ditarikan 4 sampai 40 penari 
laki-laki dengan membawa tombak poleng (tangkainya hitam dan putih). 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 185
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
186 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tari Piring Lampu Togok - Sumatera Barat 
Adira Finance telah menerapkan standar yang tinggi dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan, karena 
menyadari bahwa sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa keuangan, keberlanjutan 
usaha Perusahaan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan dukungan yang tinggi dari seluruh 
pemangku kepentingan Perusahaan. Untuk mewujudkan tingkat kepercayaan dan dukungan yang tinggi 
tersebut, Perusahaan berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik 
secara terus menerus. Standar penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik terus ditingkatkan untuk 
menyesuaikan dengan kondisi terkini dan diterapkan secara berkesinambungan serta dengan melakukan 
evaluasi secara periodik untuk mendapatkan gambaran yang obyektif mengenai tingkat penerapan Tata Kelola 
Perusahaan yang Baik di Adira Finance. Seluruh pimpinan dan karyawan Perusahaan juga wajib menjunjung 
tinggi kode etik dan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. 
Penerapan standar tata kelola perusahaan yang tinggi di Adira Finance terbukti dapat menunjang pencapaian 
kinerja Perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan telah meningkatkan nilai Perusahaan di 
mata para investor lokal maupun internasional. 
Perapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dimaksudkan untuk dapat dipergunakan 
sebagai petunjuk dan rujukan praktis bagi setiap komponen di seluruh tingkatan Perusahaan dalam 
mengimplementasikan Tata Kelola Perusahaan yang Baik melalui hal-hal berikut ini: 
• Menetapkan tujuan strategis dan serangkaian nilai perusahaan yang dikomunikasikan dan 
diimplementasikan di seluruh organisasi perusahaan; 
• Menetapkan batasan-batasan tanggung jawab dan akuntabilitas yang jelas bagi organ-organ dalam 
perusahaan; 
• Menetapkan pedoman untuk aplikasi standar etika, nilai-nilai, tujuan, strategi dan lingkungan pengawasan; 
• Menyediakan pedoman sistem pengendalian internal yang kuat, termasuk fungsi audit internal dan 
eksternal, dengan fungsi manajemen risiko dan kepatuhan yang independen dari unit-unit bisnis dan 
dengan penerapan mekanisme checks and balances yang sesuai; 
• Menyediakan petunjuk pemantauan khusus atas risiko-risiko, dimana terdapat kemungkinan terjadinya 
benturan kepentingan, termasuk hubungan bisnis dengan afiliasi, para pemegang saham, para komisaris, 
para direktur dan para pejabat senior.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Semua yang disebutkan diatas dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: 
• Mengoptimalkan nilai-nilai perusahaan kepada setiap pimpinan dan karyawan Perusahaan melalui 
peningkatan transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, independensi dan kesetaraan serta kewajaran 
yang bertujuan untuk membantu Perusahaan mencapai tingkat kompetisi yang lebih baik di tingkat 
nasional maupun internasional, serta melalui penciptaan lingkungan yang kondusif bagi investasi; 
• Meningkatkan manajemen organisasi yang lebih profesional, transparan dan efisien, serta memperkuat 
semua fungsi dan meningkatkan sifat tidak berpihak kepada Dewan Komisaris, Direksi dan Rapat Umum 
Pemegang Saham sehingga dapat meningkatkan kinerja Perusahaan; 
• Mendorong para pemegang saham, para anggota Dewan Komisaris dan Direksi, dalam pengambilan 
keputusan dan tindakan, untuk menerapkan nilai moral yang tinggi dan ketaatan pada semua peraturan 
perundangan serta kesadaran mengenai tugas sosial perusahaan terhadap para pemangku kepentingan. 
• Mewujudkan kepuasan bagi seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. 
Selama ini, Perusahaan juga telah menjadikan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik sebagai salah 
satu indikator prestasi kerja, serta berupaya terus-menerus untuk menumbuhkan penerapan kode etik dan 
prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik sebagai nilai dan budaya Perusahaan yang melekat pada seluruh 
karyawan Perusahaan. 
PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA PERUSAHAAN ADIRA FINANCE 
Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik Adira Finance disahkan pada tahun 2007. Pedoman Tata Kelola 
Perusahaan yang Baik Adira Finance disusun dengan memperhatikan pedoman tata kelola perusahaan yang 
dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) revisi tahun 2006, peraturan perundang-undangan 
tentang perseroan terbatas, peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan, 
peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang 
relevan dengan kegiatan usaha Perusahaan serta dengan mengadopsi nilai-nilai Perusahaan yaitu ADIRA 
TOP. 
Sudah sejak lama Perusahaan menyadari bahwa peranan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam 
perkembangan Perusahaan sangat penting. Oleh sebab itu mulai dari tahun 2004, Perusahaan telah 
menerapkan kode etik yang harus ditaati oleh seluruh karyawan Perusahaan yang dinamakan “ADIRA TOP”. 
Kode etik tersebut harus dibaca, dimengerti dan ditandatangani oleh setiap karyawan Perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 187 
Prinsip-prinsip dasar ADIRA TOP adalah sebagai berikut: 
1. Advance 
Setiap anggota Manajemen dan karyawan dalam bersikap, melakukan kegiatan dan berpikir harus memiliki 
sikap mental yang “one step ahead” (mampu untuk berpikir dan mewujudkan satu langkah lebih baik 
serta lebih cepat dibandingkan orang lain pada umumnya atau pesaing); “visionary” (selalu memiliki visi/ 
gambaran ke depan yang jelas dan terarah yang menjadi pemicu untuk maju); “execution ability” (handal 
mengambil keputusan dalam segala keadaan dengan cepat dan tepat sehingga dapat mengurangi atau 
meniadakan efek samping yang buruk). 
2. Discipline 
Setiap anggota Manajemen dan karyawan dalam menjalankan kewajibannya harus mampu menerapkan 
sikap yang selalu “Plan, Do, Check and Action (PDCA) to improvement” (mengarah kepada sesuatu yang 
lebih baik melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan perbaikan secara terus-menerus),
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
disertai dengan cara berpikir dan cara bersikap yang sesempurna mungkin dan bersikap disiplin sesuai 
dengan norma organisasi. 
3. Integrity 
Setiap anggota Manajemen dan karyawan dalam seluruh kegiatan harus memiliki sikap yang selalu 
memegang teguh komitmen yang disertai dengan sikap yang konsisten, dapat dipercaya (jujur dan tulus), 
memiliki rasa memiliki yang tinggi dan mampu menjaga etika usaha sehingga dapat menjadi panutan bagi 
karyawan lainnya. 
4. Reliable 
Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus mampu mencerminkan sikap mental seorang juara, yang 
tercermin dari perilaku yang senantiasa berpikir positif dan cerdas serta didukung oleh rasa tanggung 
jawab penuh terhadap segala sesuatu yang dilakukannya. 
5. Accountability 
Seluruh tindakan yang dilakukan harus berlandaskan pada data fakta dan dilakukan dengan asas 
keterbukaan yang obyektif dan bijaksana. 
6. Team Work 
Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus memiliki keinginan untuk memperoleh hasil yang optimal 
secara bersama-sama, yang dilandasi oleh keinginan berkorban, tidak saling menyalahkan satu sama lain 
dan berupaya mencari solusi yang dilakukan dengan sinergi yang baik. 
7. Obsessed 
Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus bekerja dengan proses yang benar dan berorientasi pada 
hasil yang optimal, memiliki motivasi yang tinggi dalam bentuk bersedia melakukan pekerjaan lebih dan 
bersikap proaktif, selalu berupaya untuk meningkatkan keahlian serta saling menjaga atau memelihara 
satu sama lain. 
8. Professional 
Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus memiliki sikap mental yang mencerminkan jiwa 
kewirausahaan, yaitu mampu mengkalkulasikan risiko, inovatif dan kreatif, serta memiliki kemampuan 
memimpin yang handal dan berorientasi kepada konsumen. 
ADIRA TOP mewajibkan setiap anggota Manajemen dan karyawan Perusahaan untuk selalu mentaati hukum 
yang berlaku dalam menjalankan usahanya, baik hukum negara, pemerintah pusat, pemerintah daerah 
dan/atau hukum adat yang berlaku di daerah Perusahaan melakukan kegiatan usahanya. ADIRA TOP juga 
mengatur tanggung jawab dari anggota Manajemen dan karyawan Perusahaan. 
Perusahaan memberikan kesempatan kepada setiap karyawannya untuk menyampaikan laporan mengenai 
apa yang mungkin merupakan pelanggaran atas budaya dan etika Perusahaan (whistle blower), baik kepada 
masing-masing manajer, audit internal, sumber daya manusia, hukum, sekretaris perusahaan ataupun 
kepada manajemen yang lebih tinggi. ADIRA TOP juga mengatur mekanisme yang harus dilakukan untuk 
setiap laporan yang masuk. 
188 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
KODE ETIK 
Untuk memberikan pedoman yang lebih jelas kepada karyawan, maka Perusahaan telah memiliki kode etik 
yang berlaku baik bagi seluruh anggota Manajemen maupun karyawan Perusahaan. 
Kode etik ini dimuat dalam Buku Peraturan Perusahaan yang dibagikan kepada seluruh karyawan Perusahaan 
dan juga terdapat di intranet Perusahaan. Pengenalan terhadap kode etik dan budaya Perusahaan diberikan 
kepada seluruh karyawan baru Perusahaan. Selain itu setiap 2 (dua) tahun, tiap karyawan akan dibagikan 
buku yang sudah diperbaharui dan diwajibkan untuk menandatangani pernyataan komitmen untuk mematuhi 
kode etik yang berlaku. 
Status 
Disumbangkan kepada anak terlantar di Bekasi, Jawa Barat 
Disumbangkan disumbangkan masing-masing kepada Panti 
Asuhan Ma’hadul Aitam dan Yayasan Yatim Al Habibah serta 
tukang bakso, yang kesemuanya berada di Sidoarjo. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 189 
Kode Etik tersebut antara lain mengatur: 
Larangan Menerima Hadiah 
Seluruh karyawan Perusahaan dilarang menerima uang, barang, tip, komisi atau fasilitas lainnya, baik 
secara langsung maupun tidak langsung dari konsumen, rekan usaha atau pihak lain yang memiliki potensi 
terciptanya benturan kepentingan. 
Seperti yang telah dilakukan Perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya, maka Perusahaan kembali melakukan 
sosialisasi atas larangan ini kepada seluruh rekan usaha, konsumen dan masyarakat, melalui harian surat 
kabar yang memiliki peredaran luas di Indonesia, yaitu melalui iklan di Surat Kabar Harian KOMPAS pada 
tanggal 10 Agustus 2011 serta pemberitahuan melalui surat elektronik kepada seluruh karyawan Perusahaan. 
Langkah ini mendapatkan tanggapan yang positif dari rekan usaha dan konsumen, yang terbukti dari dukungan 
yang disampaikan oleh sebagian besar rekan usaha kepada Perusahaan dengan tidak memberikan bingkisan 
atau hadiah serta laporan penerimaan bingkisan yang disampaikan kepada Sekretaris Perusahaan. 
Meskipun sosialisasi larangan menerima hadiah ini telah dilakukan secara luas dan berkelanjutan, Perusahaan 
masih menemukan rekan usaha yang memberikan hadiah/bingkisan kepada karyawan Perusahaan sehingga 
Perusahaan merasa perlu melakukan tindakan pencegahan lainnya, yaitu dengan mewajibkan setiap 
karyawan yang menerima hadiah/bingkisan ataupun bentuk lainnya untuk mengembalikannya tanpa batasan 
nilai atau harga dari hadiah/bingkisan tersebut. Jumlah hadiah/bingkisan yang diterima Perusahaan pada 
tahun 2011 jauh menurun dibandingkan pada tahun 2010. 
Daftar hadiah/bingkisan yang diterima Perusahaan selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
Unit Penerima 
Divisi Keuangan 
Kantor Cabang Sidoarjo 
Jenis dan Jumlah 
1 (satu) bingkisan makanan 
5 (lima) bingkisan makanan 
No 
1. 
2. 
Selain dari daftar hadiah/bingkisan yang sudah disebutkan tersebut diatas, sebagian besar dari hadiah/ 
bingkisan tersebut berhasil dikembalikan oleh jaringan usaha, divisi atau departemen fungsional Perusahaan 
di Kantor Pusat. Pengembalian hadiah/bingkisan tersebut dilakukan dengan memberikan pengertian kepada 
pengirim sehingga hubungan usaha yang sudah terjalin baik dan erat selama ini dapat terus berlangsung.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Nepotisme 
Larangan melibatkan diri dalam pengambilan keputusan atas suatu transaksi, apabila karyawan memiliki 
hubungan saudara dengan rekan usaha, konsumen atau karyawan lainnya yang terlibat dalam transaksi 
tersebut. Jika karyawan memiliki hubungan keluarga dengan karyawan lain, maka karyawan yang bersangkutan 
wajib melapor kepada Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum yang akan mengatur masalah tersebut 
agar tidak terjadi benturan kepentingan. 
Usaha Pribadi 
Kegiatan yang berhubungan dengan usaha pribadi harus dihindari karena akan mengganggu aktivitas kerja di 
kantor dan berpotensi pada penyalahgunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. 
Kerahasiaan 
Setiap karyawan wajib merahasiakan seluruh informasi rahasia Perusahaan, termasuk rencana dan strategi 
Perusahaan, informasi mengenai konsumen, informasi keuangan, kegiatan operasional dan informasi lainnya 
yang dianggap penting oleh Perusahaan. Kewajiban tersebut timbul sejak karyawan masih dalam masa 
pelatihan, yang dilanjutkan selama bekerja pada Perusahaan dan setelah tidak menjadi karyawan Perusahaan. 
Persaingan yang Sehat 
Perusahaan mendukung adanya persaingan usaha yang sehat dalam melaksanakan seluruh kegiatan 
usahanya. Seluruh kegiatan usaha dan kegiatan karyawan harus berdasarkan persaingan yang sehat dan 
berlandaskan etika. Dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha yang sehat, Perusahaan senantiasa 
membuat berbagai pernyataan, baik yang terkait produk, jasa maupun kegiatan lainnya dalam bentuk iklan, 
berita atau bentuk lainnya. Karyawan wajib berupaya agar pernyataan tersebut dilaksanakan dan diwujudkan 
sesuai dengan apa yang telah diungkapkan karena pernyataan tersebut dapat mempengaruhi reputasi dan 
pertumbuhan Perusahaan. 
Pencegahan Praktik Pencucian Uang 
Sebagai perusahaan penyedia jasa keuangan, Perusahaan telah menerapkan Prinsip Mengenal 
Nasabah (PMN) sesuai dengan peraturan perundang-undangan termasuk Peraturan Menteri Keuangan 
No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi 
Lembaga Keuangan Non Bank. 
190 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Rumah Tradisional Banggai - Sulawesi
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Struktur Organisasi PMN di Adira Finance adalah sebagai berikut: 
Direktur Utama 
Stanley Setia Atmadja 
Pejabat PMN 
Sigit Hendra Gunawan 
Kepala Departemen PMN 
Daniel Adrian 
Kepala Departemen PMN 
Andreas Dwi Kurniawan 
Pejabat PMN ditunjuk oleh Direksi dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama. 
Pejabat PMN memiliki tugas antara lain: 
1. Menyusun dan memelihara Kebijakan dan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. 
2. Memastikan adanya pengembangan sistem dan prosedur identifikasi nasabah dan transaksi yang 
mencurigakan, termasuk memastikan bahwa formulir yang berkaitan dengan nasabah telah mencakup 
item data yang diharuskan oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 
2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank. 
3. Memantau pengkinian data dan profil nasabah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan 
No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi 
Lembaga Keuangan Non Bank. 
4. Melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 191 
Mengenal Nasabah oleh unit-unit kerja terkait. 
5. Menerima dan melakukan analisis atas laporan transaksi yang mencurigakan yang akan disampaikan 
kepada Menteri Keuangan atau Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK). 
6. Memantau, menganalisis dan merekomendasikan kebutuhan pelatihan tentang Prinsip Mengenal Nasabah 
bagi para pejabat dan pegawai Perseroan. 
Selama tahun 2011, dalam rangka pelaksanaan PMN, Perusahaan telah melakukan: 
• Revisi terhadap Kebijakan dan Pedoman Pelaksanaan Penerapan PMN untuk disesuaikan dengan 
ketentuan Peraturan Menteri Keuangan No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 2010 tentang 
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank dan Peraturan ketua Bapepam 
dan LK No. PER-05/BL/2011 tertanggal 30 Maret 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip 
Mengenal Nasabah Bagi Perusahaan Pembiayaan.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
• Memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh kepala cabang di Wilayah Sulawesi dan Jawa Barat. 
• Menyampaikan laporan atas transaksi keuangan mencurigakan yang ditemukan oleh Unit Khusus PMN 
Perusahaan, yang mana pada tahun 2011 terdapat 3 (tiga) transaksi keuangan mencurigakan yang telah 
dilaporkan kepada PPATK. 
Selain itu, Perusahaan juga telah beberapa kali mengikutsertakan karyawannya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan 
dan seminar-seminar yang diadakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), 
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Departemen Keuangan dan pihak lainnya. Hal 
ini bertujuan agar penerapan kebijakan pencegahan praktik pencucian uang di Perusahaan selalu mengikuti 
standar dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. 
Untuk mengawasi penerapan PMN di Perusahaan, pembahasan mengenai transaksi keuangan yang 
mencurigakan selalu menjadi salah satu agenda dalam setiap rapat Dewan Komisaris maupun rapat Direksi 
Perusahaan. Hal ini adalah bentuk tanggung jawab dari Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dalam 
penerapan PMN. 
Untuk melakukan pemantauan tingkat kepatuhan Adira Finance dalam menerapkan PMN, PPATK telah 
melakukan pemeriksaan pada bulan Maret 2011. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, PPATK memberikan 
penilaian tingkat kepatuhan Adira Finance dalam penerapan PMN pada tingkat “sedang”. 
Whistle Blower 
Untuk mendeteksi adanya pelanggaran yang dilakukan atas Kode Etik dan Peraturan Perusahaan serta 
tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Perusahaan 
telah menyiapkan sistem Whistle Blower. Sistem pengaduan ini sangat efektif untuk mendeteksi adanya 
pelanggaran atau kecurangan yang terjadi di dalam Perusahaan. 
Untuk setiap pengaduan atas terjadinya pelanggaran atau kecurangan, pihak manapun dapat menyampaikan 
pengaduannya ke alamat e-mail fraud@adira.co.id atau af.corsec@adira.co.id. Selain pengaduan melalui 
e-mail, pengaduan dapat pula disampaikan melalui telepon, faksimili ataupun surat. Selain itu, Direksi dan 
Dewan Komisaris juga dapat menerima pengaduan secara tertulis maupun melalui sarana telekomunikasi 
lainnya mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan usaha Perusahaan, termasuk juga pengaduan 
dugaan terjadinya pelanggaran atau kecurangan. Seluruh pengaduan yang masuk akan ditindaklanjuti ke 
bagian terkait dan dilaporkan kepada Komite Audit dan Manajemen Risiko Perusahaan secara periodik. Pihak 
pelapor akan dilindungi kerahasiaan keamanannya. 
Pada tahun 2011, jumlah pengaduan yang masuk dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 
Jenis Pengaduan 
Dugaan Kecurangan 
Lainnya 
Keterangan: 
• Pengaduan lainnya adalah pengaduan yang ternyata setelah diteliti tidak temasuk dalam kategori dugaan 
kecurangan, misalnya menyangkut layanan tenaga operasional di lapangan, penagihan dan lainnya. 
• Untuk pengaduan yang masih dalam proses adalah pengaduan yang sampai saat Laporan Tahunan ini 
diterbitkan sedang dalam proses penelitian lapangan untuk mencari fakta dan bukti yang diperlukan 
dalam menentukan cara penyelesaiannya. 
192 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah 
6 
3 
Telah Diselesaikan 
2 
3 
Masih dalam Proses 
4 
-
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Pedoman Penanganan Pelanggaran 
Untuk menangani setiap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh karyawan, Manajemen Perusahaan 
telah membuat ketentuan tertulis mengenai pedoman penanganan pelanggaran. Di dalam pedoman tersebut 
diatur mengenai penanganan pelanggaran yang dilakukan karwayan yang ditangani oleh atasan langsung 
karyawan, Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum dan Divisi Hukum. Setiap proses penanganan 
pelanggaran selalu dilaporkan kepada Direksi dan disampaikan pula kepada Unit Audit Internal, Divisi Hukum 
dan Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum. Ketentuan ini telah disampaikan dan disosialisasikan 
kepada seluruh karyawan, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan. 
Pengaduan Konsumen 
Perusahaan menyadari bahwa konsumen adalah bagian yang sangat penting dari jalannya usaha Perusahaan. 
Oleh karena itu, untuk menjamin pelayanan yang diberikan kepada konsumen tetap terjaga dengan baik, 
Perusahaan telah membuat sistem pengaduan konsumen. 
Atas setiap keluhan atau pengaduan yang akan disampaikan, konsumen dapat menyampaikannya secara 
langsung melalui Customer Service yang ada di setiap kantor Cabang atau dengan menghubungi layanan 
Dering Adira melalui nomor telepon 500511 (021-500511 dari ponsel) yang dapat dihubungi 6 hari dalam satu 
minggu (Senin–Jumat: 08.30–17.00 WIB dan Sabtu: 08.30–13.00 WIB). Permintaan informasi dan keluhan 
konsumen dapat pula disampaikan melalui email care (customercare@adira.co.id) dan layanan SMS CARE 
Adira Finance yang tersedia 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu, melalui nomor 0811-811- 
5811. Setiap pengaduan yang masuk akan secara otomatis direkam, sehingga proses tindak lanjut dan 
penyelesaiannya dapat selalu dimonitor setiap saat. Adanya sistem ini juga telah membantu Perusahaan 
untuk melakukan evaluasi atas kinerja pelayanan Perusahaan untuk selalu diperbaiki atau ditingkatkan di 
masa yang akan datang. 
Berikut ini adalah data pengaduan konsumen yang diterima Perusahaan pada tahun 2011: 
Jenis Pengaduan 
Berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan 
Tidak berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan 
Jumlah 
Jumlah Pengaduan 
1.746 
675 
2.421 
Jumlah yang Telah Diselesaikan 
1.746 
675 
2.421 
Keterangan: 
1. Pengaduan yang berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan misalnya adalah keterlambatan survey, 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 193 
keterlambatan pencairan, proses pembayaran dan lainnya. 
2. Pengaduan yang tidak berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan misalnya klaim asuransi atau 
kesalahan pengaduan karena kemiripan nama Perusahaan atau merek dagang. 
Untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap tingkat 
pelayanan di seluruh unit usaha Perusahaan dengan cara menghitung waktu yang diperlukan oleh setiap 
unit untuk menyelesaikan proses di unit tersebut sejak tahun 2010. Hasil penilaian ini disampaikan kepada 
seluruh unit usaha setiap bulannya. Dari hasil penilaian ini telah memberikan dorongan kepada seluruh unit 
usaha Perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya, baik dengan memperbaiki sistem yang ada maupun juga 
memberikan pelatihan-pelatihan yang relevan kepada karyawannya. 
Pada tahun 2011, biaya yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan untuk meningkatkan pelayanan kepada 
konsumen dengan menggunakan jasa pihak ketiga yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam 
pelayanan konsumen mencapai sebesar Rp 1,4 Miliar. Jumlah ini menunjukkan komitmen yang kuat dari 
Perusahaan untuk selalu memenuhi harapan dari para konsumennya.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
GETFOLD 
194 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Organ Perusahaan Memiliki wewenang yang tidak 
diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam 
batas yang ditentukan Undang-Undang No. 40 Tahun 
2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar 
Perusahaan. 
Organ Perusahaan yang bertugas melakukan 
pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai 
dengan Anggaran Dasar Perusahaan serta memberi 
nasehat kepada Direksi. 
Organ Perusahaan yang berwenang dan 
bertanggungjawab penuh atas pengurusan Perusahaan 
untuk kepentingan Perusahaan, sesuai dengan maksud 
dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan, baik 
di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan 
ketentuan Anggaran Dasar. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 195 
STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN 
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar 
Perusahaan, maka struktur Tata Kelola Perusahaan Adira Finance terdiri dari: 
Rapat Umum 
Pemegang Saham 
Dewan Komisaris 
Direksi 
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM 
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi Perusahaan yang memiliki wewenang 
antara lain untuk menyetujui perubahan Anggaran Dasar, mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan 
Komisaris dan Direksi, menyetujui laporan tahunan Perusahaan, menunjuk auditor eksternal, menentukan 
penggunaan laba bersih Perusahaan dan lain-lain, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan 
dan Anggaran Dasar Perusahaan. 
Selama tahun 2011, Perusahaan telah melaksanakan 1 (satu) kali RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 
dan 1 (satu) kali RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 September 2011. 
Proses Pelaksanaan RUPS 
RUPS Tahunan maupun RUPS Luar Biasa yang telah dilaksanakan dalam tahun 2011 telah dilaksanakan 
sesuai dengan perundang-undangan dan anggaran dasar Perusahaan yang berlaku, yaitu: 
RUPS Tahunan 
1. Pemberitahuan ke Bapepam dan LK disampaikan pada tanggal 22 Maret 2011 atau 7 hari kalender 
sebelum pengumuman rencana RUPS dilakukan oleh Perusahaan. 
2. Pengumuman rencana RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
tanggal 29 Maret 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pemanggilan RUPS dilakukan, tanpa 
memperhitungkan tanggal pengumuman dan tanggal pemanggilan. 
3. Pemanggilan RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 
13 April 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pelaksanaan RUPS, tanpa memperhitungkan tanggal 
pemanggilan dan tanggal pelaksanaan RUPS. 
4. Hasil RUPST disampaikan kepada Bapepam dan LK dan diumumkan di harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia pada tanggal 2 Mei 2011 atau 2 hari kerja setelah pelaksanaan RUPS. 
RUPS Luar Biasa 
1. Pemberitahuan ke Bapepam dan LK disampaikan pada tanggal 16 Agustus 2011 atau 7 hari kalender 
sebelum pengumuman rencana RUPS dilakukan oleh Perusahaan. 
2. Pengumuman rencana RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada 
tanggal 23 Agustus 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pemanggilan RUPS dilakukan, tanpa 
memperhitungkan tanggal pengumuman dan tanggal pemanggilan. 
3. Pemanggilan RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 
7 September 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pelaksanaan RUPS, tanpa memperhitungkan 
tanggal pemanggilan dan tanggal pelaksanaan RUPS. 
4. Hasil RUPST disampaikan kepada Bapepam dan LK dan diumumkan di harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia pada tanggal 26 September 2011 atau 2 hari kerja setelah pelaksanaan RUPS. 
Hasil RUPS 
RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut: 
Acara pertama Rapat: 
1. menyetujui laporan tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010; 
2. mengesahkan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan 
Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagaimana dimuat dalam Laporan 
Auditor Independen Nomor L.10 3263-11/II.01.001 tertanggal 1 Pebruari 2011 dan diterbitkan kembali 
dalam Laporan Auditor Independen Nomor L.10-3263-11/IV-11.002 tertanggal 11 April 2011, keduanya 
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian; 
3. mengesahkan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan tahun buku 2010; dan 
4. memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (“volledig acquit et decharge”) 
kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan yang dilakukan 
selama tahun buku 2010, sejauh tindakan kepengurusan dan pengawasan tersebut tercermin dalam 
laporan tahunan Perseroan tahun buku 2010. 
Acara kedua Rapat: 
Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2010 sebesar Rp 1.467.905.886.757 dengan 
rincian sebagai berikut: 
1. sekitar 1% dari laba bersih atau sebesar Rp 14.679.000.000 disisihkan sebagai Dana Cadangan yang 
hingga kini masih sejumlah Rp 44.934.000.000, sehingga seluruh Dana Cadangan Perseroan menjadi 
sejumlah Rp 59.613.000.000; 
2. sebesar Rp 954,14 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 954.140.000.000 yang merupakan sekitar 
65% dari laba bersih Perseroan, dibayarkan sebagai dividen tahun buku 2010, dengan ketentuan sebagai 
berikut: 
196 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
a. dividen akan dibayarkan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar 
Pemegang Saham pada tanggal 14 Juni 2011 Pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (selanjutnya 
disebut sebagai “Tanggal Pencatatan”) dan akan dibayarkan pada tanggal 28 Juni 2011 (selanjutnya 
disebut sebagai “Tanggal Pembayaran”); 
b. atas dividen tahun buku 2010 tersebut, Direksi akan memotong pajak dividen sesuai dengan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 197 
peraturan perpajakan yang berlaku terhadap pemegang saham; 
c. Direksi dengan ini diberi kuasa dan wewenang untuk menetapkan hal-hal yang mengenai atau 
berkaitan dengan pelaksanaan pembayaran dividen tahun buku 2010; 
3. sisa laba bersih Perseroan yang belum ditentukan penggunaannya yaitu sebesar Rp 499.086.886.757, 
dicatat sebagai Laba Ditahan Perseroan. 
Acara ketiga Rapat: 
Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk akuntan publik yang terdaftar 
di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) untuk melakukan audit laporan 
keuangan Perseroan untuk tahun buku 2011 serta menetapkan jumlah honorarium dan persyaratan lain 
penunjukkan akuntan publik tersebut. 
Acara keempat Rapat: 
1. a. menerima baik pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dari jabatannya sebagai Komisaris 
Utama merangkap Komisaris Independen Perseroan dan Erida Gunawan dari jabatannya sebagai 
Direktur Perseroan efektif terhitung sejak tanggal ditutupnya Rapat ini, dengan mengucapkan terima 
kasih atas jasa-jasa yang telah diberikan selama beliau menjabat jabatan tersebut; 
b. memberhentikan dengan hormat Ho Hon Cheong dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan 
terhitung sejak ditutupnya Rapat ini; 
2. menyetujui pengangkatan: 
a) Ho Hon Cheong selaku Komisaris Utama Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini; 
b) Pande Radja Silalahi selaku Komisaris merangkap Komisaris Independen Perseroan efektif terhitung 
sejak tanggal lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh Bapepam 
dan Lembaga Keuangan, 
sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut: 
Direksi 
Direktur Utama 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Komisaris 
Komisaris Utama 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris 
Komisaris 
Komisaris 
: Stanley Setia Atmadja 
: Marwoto Soebiakno 
: Hafid Hadeli 
: Ho Lioeng Min 
: I Dewa Made Susila 
: Ho Hon Cheong 
: Djoko Sudyatmiko 
: Eng Heng Nee Philip 
: Pande Radja Silalahi 
: Muliadi Rahardja 
: Vera Eve Lim 
: Rajeev Kakar
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
dengan masa jabatan yang akan berakhir sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham 
Tahunan Perseroan ke-3 (tiga) yaitu tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, yang 
dilaksanakan paling lambat bulan Juni 2012, dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang 
Saham untuk memberhentikannya (mereka) sewaktu-waktu. 
3. memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan keputusan Rapat ini dalam 
akta Pernyataan Keputusan Rapat yang dibuat di hadapan Notaris dan menyampaikan pemberitahuan 
perubahan data Perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 
Acara kelima Rapat: 
1. menyetujui pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan 
tunjangan serta tantieme untuk tahun buku 2011 bagi masing masing anggota Direksi Perseroan 
berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan Nomor 001/ADMF/KNR/IV/11 
tertanggal 30 Maret 2011; 
2. 
a. menetapkan besarnya gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantieme seluruh anggota Dewan 
Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2011 adalah sebesar Rp 3.134.559.156; dan 
b. memberikan wewenang kepada Komisaris Utama Perseroan untuk menetapkan pembagian 
jumlah gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantieme tersebut, bagi masing-masing anggota 
Dewan Komisaris Perseroan berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Nomor 
002/ADMF/KNR/IV/11 tertanggal 30 Maret 2011; 
3. pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara anggota Direksi Perseroan ditetapkan berdasarkan 
Keputusan Direksi Perseroan. 
Acara keenam Rapat: 
Laporan perubahan susunan Komite Audit Perseroan sebagai berikut: 
Ketua 
: Djoko Sudyatmiko 
Anggota 
: Eng Heng Nee Philip 
Anggota 
: Pande Radja Silalahi 
Anggota 
: Vera Eve Lim 
Anggota 
: Rajeev Kakar 
Anggota 
: Harry Kusnady 
Anggota 
: Diyah Sasanti 
Untuk tahun 2011 ini, RUPS Tahunan rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 7 Mei 2012. Lebih 
lanjut, paparan publik juga akan diselenggarakan pada tanggal yang sama dengan tanggal penyelenggaraan 
RUPS Tahunan tersebut. 
RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 September 2011 menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut: 
1. memberi persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk menjadikan jaminan utang kekayaan Perseroan 
berupa piutang Perseroan yang merupakan lebih dari 50% (lima puluh persen) akan tetapi tidak boleh 
melebihi 150% (seratus lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih Perseroan, guna menjamin pembayaran 
Obligasi yang akan diterbitkan Perseroan serta hutang lainnya dengan catatan bahwa asset pembiayaan 
bersama (joint financing) antara Perseroan dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk tidak termasuk di 
dalam aset yang dijaminkan; 
2. bahwa tindakan tersebut tidak melanggar ketentuan dan syarat yang termaktub dalam perjanjian-perjanjian 
antara Perseroan dengan pihak ketiga; dan 
198 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
3. memberi wewenang kepada Direksi Perseroan untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan 
sehubungan penjaminan piutang/tagihan Perseroan tersebut, termasuk akan tetapi tidak terbatas pada 
menandatangani akta jaminan fidusia di hadapan Notaris. 
Hak-Hak Pemegang Saham 
Pemegang saham memiliki hak untuk mengajukan usulan agenda dalam setiap RUPS Tahunan yang akan 
dilakukan oleh Perusahaan; mengusulkan dan mengangkat anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi 
Perusahaan dalam suatu RUPS; mendapatkan informasi-informasi yang terkait Perusahaan, terutama untuk 
tindakan-tindakan Perusahaan yang memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham sesuai 
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mendapatkan pemberitahuan dan 
panggilan untuk pelaksanaan RUPS, termasuk juga agenda yang akan dibicarakan dalam RUPS tersebut. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 199 
DEWAN KOMISARIS 
Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris 
1. Dewan Komisaris memiliki tugas utama untuk melakukan pengawasan atas jalannya kepengurusan 
Perusahaan yang dilakukan oleh Direksi dan memberikan nasihat kepada Direksi termasuk mengenai 
rencana kerja, pengembangan usaha, pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, 
Anggaran Dasar Perusahaan, keputusan-keputusan RUPS Tahunan dan/atau RUPS Luar Biasa serta 
peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
2. Melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, 
keputusan-keputusan RUPS Tahunan dan/atau RUPS Luar Biasa serta peraturan perundang-undangan 
yang berlaku. 
3. Menjaga kepentingan Perusahaan dengan memperhatikan kepentingan para pemegang saham dan 
bertanggung jawab kepada RUPS. 
4. Meneliti dan menelaah laporan tahunan dan rencana kerja tahunan yang disiapkan oleh Direksi serta 
menandatangani laporan tahunan dan rencana kerja tahunan tersebut. 
5. Memberikan pendapat dan saran atas rencana kerja dan anggaran tahunan yang diusulkan Direksi dan 
mengesahkannya sesuai ketentuan Anggaran Dasar. 
Upacara Adat Melastri - Bali
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Anggota Dewan Komisaris 
1. Ho Hon Cheong sebagai Komisaris Utama 
Ho Hon Cheong memiliki tugas utama mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan 
dengan: 
• Strategi dan pengembangan usaha Perusahaan; 
• Kebijakan nominasi dan remunerasi Perusahaan; 
• Mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan nominasi dan remunerasi atas Dewan Komisaris dan 
Direksi Perusahaan; serta 
• Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
2. Djoko Sudyatmiko sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Djoko Sudyatmiko memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi 
berkaitan dengan: 
• Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; 
• Regulasi dan hubungan dengan Pemerintah; 
• Kebijakan nominasi dan remunerasi; 
• Mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan nominasi dan remunerasi atas Dewan Komisaris dan 
Direksi Perusahaan; serta 
• Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
3. Eng Heng Nee Philip sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Eng Heng Nee Philip memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi 
berkaitan dengan: 
• Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; 
• Manajemen risiko; 
• Kegiatan operasional; dan 
• Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
4. Pande Radja Silalahi sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Pande Radja Silalahi memiliki tugas utama mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan 
dengan: 
• Strategi dan pengembangan usaha Perusahaan; 
• Kebijakan nominasi dan remunerasi Perusahaan; 
• Mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan nominasi dan remunerasi atas Dewan Komisaris dan 
Direksi Perusahaan; serta 
• Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
5. Muliadi Rahardja sebagai Komisaris 
Muliadi Rahardja memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi 
berkaitan dengan: 
• Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; 
• Kegiatan operasional; dan 
• Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
6. Vera Eve Lim sebagai Komisaris 
Vera Eve Lim memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan 
dengan: 
200 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 201 
• Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; 
• Manajemen risiko; 
• Kegiatan operasional; dan 
• Masalah anggaran. 
7. Rajeev Kakar sebagai Komisaris 
Rajeev Kakar memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan 
dengan: 
• Masalah-masalah ekonomi dan keuangan global; dan 
• Manajemen risiko. 
Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris 
Pengangkatan dan pemberhentian para anggota Dewan Komisaris dilakukan melalui RUPS. Masa jabatan 
masing-masing anggota Dewan Komisaris berakhir pada penutupan RUPS Tahunan ketiga setelah tanggal 
pengangkatan, tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan anggota Dewan Komisaris sewaktu-waktu 
sebelum berakhirnya masa jabatannya. 
Persyaratan Dewan Komisaris 
Anggota Dewan Komisaris Perusahaan wajib memenuhi seluruh persyaratan kemampuan dan kepatutan, 
sesuai dengan Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 tertanggal 30 Juni 2008. 
Persyaratan kemampuan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: 
• Memiliki pengetahuan yang memadai dan relevan dengan jabatannya. 
• Memiliki pemahaman tentang peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan dan 
peraturan perundang-undangan lain yang berhubungan dengan perusahaan pembiayaan. 
• Memiliki pengalaman di bidang perusahaan pembiayaan dan/atau bidang lainnya yang relevan dengan 
jabatannya. 
• Memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan perusahaan 
pembiayaan yang sehat. 
Persyaratan kepatutan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: 
• Memiliki akhlak dan moral yang baik. 
• Tidak pernah melakukan praktik-praktik tercela di bidang usaha pembiayaan dan/atau jasa keuangan 
lainnya. 
• Tidak pernah melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang usaha pembiayaan dan/ 
atau jasa keuangan lainnya. 
• Tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. 
• Tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau 
perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 
• Tidak pernah melanggar komitmen yang telah disepakati dengan instansi pembina dan pengawas 
perusahaan pembiayaan. 
• Tidak pernah memberikan keuntungan dan/atau manfaat lain secara tidak wajar kepada pemegang saham, 
direksi, komisaris, pegawai dan/atau pihak lainnya yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan 
konsumen dan/atau perusahaan pembiayaan. 
• Lulus uji kemampuan dan kepatutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Selain itu, seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan juga harus memahami peraturan perundang-undangan 
di bidang pasar modal. 
Kewajiban Pelaporan Dewan Komisaris 
Para anggota Dewan Komisaris harus melaporkan kepada Perusahaan secara periodik ataupun pada saat 
terjadinya perubahan dalam: 
• Kepemilikan saham mereka maupun keluarganya sebesar 5% atau lebih, baik dalam Adira Finance 
maupun pada perusahaan lain yang berdomisili di Indonesia ataupun di luar negeri. 
• Jabatan-jabatan yang dirangkapnya, baik dalam Adira Finance maupun pada perusahaan atau lembaga 
lain. 
Struktur, Komposisi dan Independensi Dewan Komisaris 
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, struktur Dewan Komisaris Perusahaan minimal terdiri dari 
3 (tiga) orang anggota Dewan Komisaris dengan susunan sebagai berikut: 
• 1 (satu) orang Komisaris Utama; 
• 2 (dua) orang Komisaris atau lebih, dengan ketentuan bahwa dari antara para anggota Dewan Komisaris, 
1 (satu) orang dapat diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama dan dari para anggota Dewan Komisaris 
dapat merangkap selaku Komisaris Independen yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, 
anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lainnya. 
Dewan Komisaris Perusahaan saat ini ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa pada tanggal 
9 April 2008, RUPS Tahunan pada tanggal 1 April 2009, RUPS Tahunan pada tanggal 7 April 2010, RUPS Luar 
Biasa pada tanggal 2 Desember 2010 dan RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011, terdiri dari 7 (tujuh) 
orang anggota dengan komposisi Dewan Komisaris sebagai berikut: 
• 1 (satu) orang Komisaris Utama dan 6 (enam) orang Komisaris. 
• 5 (lima) orang anggota dari 7 (tujuh) orang anggota Dewan Komisaris berdomisili di Indonesia. 
• 3 (tiga) orang anggota dari 7 (tujuh) orang anggota Dewan Komisaris atau 42,86% dari seluruh jumlah 
anggota Dewan Komisaris merupakan Komisaris Independen, yang mana telah sesuai dengan Peraturan 
Bapepam dan LK No. IX.I.5 (Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 
2004) dan Peraturan Bursa Efek Jakarta No. I-A tertanggal 19 Juli 2004. 
202 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Festival Baralek Solok - Sumatera Barat
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Susunan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai 
berikut: 
Nama 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 203 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi *) 
Muljadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Domisili 
Jakarta 
Jakarta 
Singapura 
Jakarta 
Jakarta 
Jakarta 
Uni Emirat Arab 
Jabatan 
Komisaris Utama 
Komisaris 
merangkap 
Komisaris 
Independen 
Komisaris 
merangkap 
Komisaris 
Independen 
Komisaris 
Komisaris 
Komisaris 
Komisaris 
Anggota Sejak 
2011 
2008 
2008 
2011 
2010 
2010 
2010 
Tahun Berakhir 
2012 
2012 
2012 
2012 
2012 
2012 
2012 
Jabatan Lain di Luar Perusahaan 
• Direktur Utama PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk 
• Komisaris PT Pakoakuina 
• Komisaris di PT Sarana Raharja 
Makmur 
• Wakil Ketua Eksekutif Hup Soon 
Global Corp. Ltd., Singapura 
• Direktur Singapore Health Services 
Pte. Ltd., Singapura 
• Direktur di Hup Soon Global Corp. 
Ltd., Singapura 
• Direktur di Hektar Asset Management 
Sdn. Bhd., Malaysia 
• Direktur di NTUC Income, Singapura 
• Direktur di OpenNet Pte. Ltd., 
Singapura 
• Ketua di Frasers Centrepoint Asset 
Management Ltd., Singapura 
• Ketua di MDR Ltd., Singapura 
• Direktur di Chinese Development 
Assistance Counsel, Singapura 
• Pengajar pada Pasca Sarjana 
Universitas Indonesia, Jakarta 
• Pengajar pada Sekolah Bisnis Prasetya 
Mulya, Jakarta 
• Pengajar pada Pusat Kajian Jepang, 
Universitas Indonesia, Jakarta 
• Staf pada Centre for Strategic and 
International Studies (CSIS), Jakarta 
• Direktur PT Bank Danamon Indonesia 
Tbk 
• Direktur PT Bank Danamon Indonesia 
Tbk 
• Wakil Komisaris Utama PT Asuransi 
Adira Dinamika 
• Executive Vice President Consumer 
Banking & Regional, Head Central 
& Eastern Europe, Middle East & 
Africa (CEEMA) di Fullerton Financial 
Holdings Pte., Ltd. 
Keterangan: 
*) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 
2011 dan efektif menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Bapepam dan LK pada tanggal 20 Juli 2011.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Status kelulusan Uji Kemampuan dan Kepatutan Anggota Dewan Komisaris pada tanggal diterbitkannya 
Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: 
Nama 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi *) 
Muljadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Tanggal Lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan 
Keterangan: 
*) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 
2011 dan efektif menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Bapepam dan LK pada tanggal 20 Juli 2011. 
Pada tahun 2011, terdapat satu kali perubahan anggota Dewan Komisaris Perusahaan yaitu sebagai berikut: 
Pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dari posisinya sebagai Komisaris Utama dan pengangkatan 
Ho Hon Cheong sebagai Komisaris Utama serta bergabungnya Pande Radja Silalahi sebagai Komisaris 
merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 2011, 
sehingga susunan Dewan Komisaris Perseroan sejak ditutupnya RUPS Tahunan menjadi sebagai berikut: 
Komisaris Utama 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Komisaris 
Komisaris 
Komisaris 
204 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
24 Juni 2010 
- 
- 
20 Juli 2011 
21 Desember 1999 
26 Juni 2006 
1 Juni 2010 
Keterangan 
Penyelenggara uji kemampuan dan 
kepatutan adalah Bank Indonesia, yang 
mana sesuai ketentuan Pasal 23 Ayat 1 
Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER- 
03/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 tentang 
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi 
Anggota Direksi dan Dewan Komisaris 
Perusahaan Pembiayaan. 
Anggota Dewan Komisaris telah menjabat 
sebagai Komisaris Perseroan sebelum 
Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. 
PER-03/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 
tentang Penilaian Kemampuan dan 
Kepatutan Bagi Anggota Direksi dan 
Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan 
diterbitkan, sehingga anggota Dewan 
Komisaris dalam kelompok ini tidak wajib 
mengikuti uji kemampuan dan kepatutan. 
Penyelenggara uji kemampuan dan 
kepatutan adalah Bapepam dan LK. 
Penyelenggara uji kemampuan dan 
kepatutan adalah Bank Indonesia, yang 
mana sesuai ketentuan Pasal 23 Ayat 1 
Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. 
PER-03/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 
tentang Penilaian Kemampuan dan 
Kepatutan Bagi Anggota Direksi dan Dewan 
Komisaris Perusahaan Pembiayaan. 
Penyelenggara uji kemampuan dan 
kepatutan adalah Bapepam dan LK. 
: Ho Hon Cheong 
: Djoko Sudyatmiko 
: Eng Heng Nee Philip 
: Pande Radja Silalahi 
: Muliadi Rahardja 
: Vera Eve Lim 
: Rajeev Kakar
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Hubungan Keluarga dan Keuangan Dewan Komisaris 
Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Dewan Komisaris Perusahaan dengan sesama anggota 
Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan pada tanggal diterbitkannya 
Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: 
Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan 
Keterangan 
Dewan Komisaris 
Theodore Permadi Rachmat*) 
Ho Hon Cheong**) 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi 
Muliadi Rahardja ***) 
Vera Eve Lim ***) 
Rajeev Kakar ****) 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Lainnya 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Pengendali 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
√ 
- 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
Keterangan: 
*) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang 
Kepengurusan dan Kepemilikan Saham pada Perusahaan Pembiayaan Lainnya oleh Dewan Komisaris 
Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 
29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, anggota Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan 
dilarang menjadi anggota Dewan Komisaris di lebih dari 2 perusahaan pembiayaan lainnya atau menjadi 
anggota Direksi di lebih dari 1 perusahaan pembiayaan lainnya. 
Tabel dibawah ini menunjukkan hubungan kepengurusan dan kepemilikan anggota Dewan Komisaris 
Perusahaan di perusahaan pembiayaan lain pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai 
berikut: 
Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain 
Sebagai Pemegang 
Saham 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 205 
diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011 
**) Ho Hon Cheong menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. 
***) Muliadi Rahardja dan Vera Eve Lim menjabat sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. 
****) Rajeev Kakar menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa di Fullerton 
Financial Holdings Pte. Ltd. yang masih merupakan bagian dari Grup Temasek dan pemegang saham pengendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 
Keterangan 
Dewan Komisaris 
Theodore Permadi Rachmat *) 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Ho Hon Cheong 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Pande Radja Silalahi 
Sebagai Anggota 
Dewan Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Sebagai Anggota 
Direksi 
Keterangan: 
*) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang 
diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Penjelasan Rinci 
Seluruh anggota 
Dewan Komisaris 
tidak memiliki 
hubungan 
kepengurusan 
dan kepemilikan 
di perusahaan 
pembiayaan lain.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Grafik perbandingan jumlah Komisaris Independen dibanding Komisaris biasa: 
Komisaris 
4 Orang 
57% 
206 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Komisaris 
Independen 
3 Orang 
43% 
Komisaris Komisaris Independen 
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: 
• Seluruh anggota Dewan Komisaris sejumlah 7 (tujuh) orang telah melebihi persyaratan minimal yang 
ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan. 
• Seluruh anggota Dewan Komisaris telah memenuhi persyaratan peraturan perusahaan pembiayaan. 
• Jumlah Anggota Dewan Komisaris melebihi jumlah anggota Direksi Perusahaan. 
• Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau hubungan darah sampai dengan 
derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi Perusahaan. 
• 3 (tiga) anggota Dewan Komisaris yaitu Ho Hon Cheong, Muliadi Rahardja dan Vera Eve Lim memiliki 
hubungan keuangan dengan pemegang saham pengendali karena menjabat sebagai anggota Direksi 
pemegang saham pengendali Perusahaan. 
• Komisaris Independen Perusahaan yaitu Djoko Sudyatmiko, Eng Heng Nee Philip dan Pande Radja Silalahi 
tidak memiliki hubungan keluarga atau hubungan darah sampai dengan derajat kedua dengan sesama 
anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi Perusahaan, tidak memiliki hubungan keuangan dan 
kepengurusan dengan pemegang saham, sehingga telah memenuhi persyaratan untuk menjadi komisaris 
independen. 
• Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki jabatan rangkap baik sebagai anggota Dewan Komisaris, 
sebagai Direksi maupun sebagai pemegang saham di perusahaan pembiayaan lain. 
• Komposisi jumlah Komisaris Independen sebesar 42,9%, yang mana telah memenuhi jumlah minimal 
yang disyaratkan dalam Peraturan Bapepam dan LK yaitu minimal 30% dari jumlah keseluruhan anggota 
Dewan Komisaris. 
Rapat Dewan Komisaris 
Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan sekurang-kurangnya setahun sekali, kecuali apabila dianggap perlu 
oleh 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris, atau atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau lebih 
anggota Direksi, atau atas permintaan 1 (satu) pemegang saham atau lebih bersama-sama memiliki 1/10 
bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perusahaan dengan hak suara yang sah. 
Rapat Dewan Komisaris hanya sah dan dapat mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 
bagian dari jumlah anggota Komisaris hadir atau diwakili dalam rapat tersebut.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Gusung Are - Belitung 
Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal 
keputusan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan suara 
setuju lebih dari 1/2 bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat tersebut. Apabila 
suara yang setuju dan suara yang tidak setuju seimbang, maka usulan dianggap ditolak. Setiap anggota 
Dewan Komisaris yang hadir dalam rapat tersebut berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) 
suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lainnya yang diwakilinya. 
Setiap anggota Dewan Komisaris yang secara pribadi dengan cara apapun baik langsung maupun tidak 
langsung mempunyai kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau usulan kontrak, yang mana Perusahaan 
menjadi salah satu pihaknya harus menyatakan sifat kepentingannya tersebut dalam suatu Rapat Dewan 
Komisaris dan tidak berhak untuk ikut dalam pengambilan suara terkait hal-hal yang berhubungan dengan 
transaksi atau kontrak tersebut, kecuali jika Rapat Dewan Komisaris menentukan lain. 
Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Dewan 
Komisaris, dengan ketentuan bahwa seluruh anggota Dewan Komisaris telah memberikan persetujuan atas 
usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil 
dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam 
Rapat Dewan Komisaris. 
Selama tahun 2011, Dewan Komisaris telah melakukan Rapat Dewan Komisaris sebanyak 4 (empat) kali, 
dengan tingkat kehadiran Komisaris rata-rata mencapai 100%. Tingkat kehadiran ini menunjukkan komitmen 
yang tinggi dari seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan. Seluruh rapat juga dihadiri oleh seluruh 
anggota Direksi Perusahaan dengan tingkat kehadiran mencapai 100%. 
Daftar hadir Rapat Dewan Komisaris selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
Nama 
Theodore Permadi Rachmat 1) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Pande Radja Silalahi 2) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 207 
27 Jan 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
28 Apr 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
28 Jul 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
24 Okt 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Jumlah kehadiran para anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Dewan Komisaris selama tahun 2011 adalah 
sebagai berikut: 
Rencana Rapat Dewan Komisaris Pada Tahun 2012 
Untuk tahun 2012, Dewan Komisaris berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 
1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 
2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 
3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 
4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. 
Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Dewan Komisaris tanggal 24 Oktober 2011. Namun 
demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Dewan 
Komisaris Perusahaan. 
208 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah Rapat 
2 
4 
4 
4 
4 
4 
4 
2 
Jumlah Kehadiran 
2 
4 
4 
4 
4 
4 
4 
2 
% Kehadiran 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
Nama 
Theodore Permadi Rachmat 1) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Pande Radja Silalahi 2) 
Alasan Ketidakhadiran 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Theodore Permadi Rachmat 1) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Pande Radja Silalahi 2) 
10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 
Keterangan: 
1) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan 
yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011. 
2) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan yang diselenggarakan 
pada tanggal 28 April 2011 dan efektif menjabat setelah lulus uji kemampuan dan Kepatutan dari Bapepam dan LK pada tanggal 20 Juli 2011. 
Pelatihan/Seminar Dewan Komisaris 
Jenis 
- 
Waktu 
- 
Nama 
- 
Biaya 
-
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Proses Tenun Samarinda Seberang - Kalimantan Timur 
Sebagian besar dari anggota Dewan Komisaris masih menjabat sebagai Direksi atau Komisaris di perusahaan 
lainnya sehingga untuk pelatihan/seminar dilakukan oleh perusahaan lain tersebut. 
Keputusan-Keputusan Dewan Komisaris pada tahun 2011 
1. Keputusan Dewan Komisaris tentang penetapan remunerasi bagi anggota Direksi Perusahaan untuk 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 209 
tahun buku 2011 tertanggal 28 April 2011. 
2. Keputusan Dewan Komisaris tentang Susunan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi tertanggal 
28 April 2011. 
3. Keputusan Dewan Komisaris tentang Pemisahan Komite Audit dan Manajemen Risiko menjadi Komite 
Audit dan Komite Manajemen Risiko tertanggal 28 April 2011. 
4. Keputusan Rapat Dewan Komisaris tentang penunjukkan Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja 
(a member firm of KPMG International) untuk memeriksa pembukuan Perusahaan untuk tahun buku 2011 
tertanggal 24 Oktober 2011. 
Persetujuan-Persetujuan Dewan Komisaris pada tahun 2011 
1. Persetujuan Dewan Komisaris atas penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 
tertanggal 27 Januari 2011. 
2. Persetujuan Dewan Komisaris atas perubahan Kepala Unit Audit Internal Perusahaan tertanggal 28 April 
2011. 
3. Persetujuan Dewan Komisaris kepada Direksi yang berkaitan dengan batas kewenangan Direksi sesuai 
Pasal 12 Ayat 4 Anggaran Dasar Perusahaan tertanggal 28 Juli 2011. 
4. Persetujuan Dewan Komisaris atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance 
tertanggal 22 September 2011. 
Rekomendasi-Rekomendasi Dewan Komisaris pada tahun 2011 
1. Memberikan rekomendasi atas rencana anggaran dan rencana tahunan yang diajukan Direksi. 
2. Memberikan rekomendasi atas pengembangan sumber daya manusia dan teknologi informasi Perusahaan. 
3. Memberikan rekomendasi kepada Komite Audit, Komite Manajemen Risiko dan Komite Nominasi & 
Remunerasi Perusahaan agar kinerja dan peranan Komite-Komite tersebut terus meningkat dari waktu ke 
waktu. 
4. Memberikan rekomendasi atas revisi Kebijakan dan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal 
Nasabah. 
5. Memberikan rekomendasi atas pencalonan anggota baru Dewan Komisaris Perusahaan.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris 
Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) Komite yaitu: 
a. Komite Audit. 
b. Komite Manajemen Risiko. 
c. Komite Nominasi dan Remunerasi. 
Komisaris Utama : Ho Hon Cheong 
Komisaris merangkap Komisaris Independen : Djoko Sudyatmiko 
Komisaris merangkap Komisaris Independen : Eng Heng Nee Philip 
Komisaris merangkap Komisaris Independen : Pande Radja Silalahi 
Komisaris : Muliadi Rahardja 
Komisaris : Vera Eve Lim 
Komisaris : Rajeev kakar 
210 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
DEWAN KOMISARIS 
KOMITE AUDIT 
Ketua : 
Anggota : 
Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
Vera Eve Lim (Komisaris) 
Rajeev Kakar (Komisaris) 
Harry Kusnady (Pihak Independen) 
Diyah Sasanti (Pihak Independen) 
Komite Manajemen Risiko 
Ketua : 
Anggota : 
Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
Vera Eve Lim (Komisaris) 
Rajeev Kakar (Komisaris) 
Komite Nominasi dan Remunerasi 
Ketua : 
Anggota : 
Ho Hon Cheong (Komisaris Utama) 
Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
Muliadi Rahardja (Komisaris) 
Laporan dari masing-masing komite dapat dilihat pada halaman berikutnya.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
: Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
: Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
: Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
: Vera Eve Lim (Komisaris) 
: Rajeev Kakar (Komisaris) 
: Harry Kusnady (Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang akuntansi, keuangan) 
: Diyah Sasanti (Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang tata kelola perusahaan, 
pasar modal dan hukum) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 211 
LAPORAN KOMITE AUDIT 
Kepada Yth., 
Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
Dalam rangka menjalankan fungsi kami sebagai salah satu komite yang membantu Dewan Komisaris dalam 
menjalankan fungsi pengawasannya terhadap kinerja Perusahaan, yang merupakan salah satu pilar utama 
dalam penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, seperti yang telah digariskan dalam 
Piagam (Tata Kerja) Komite Audit dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 (Keputusan Ketua Bapepam No. 
Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004) tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja 
Komite Audit, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 
2004, Peraturan Bursa Efek Jakarta No. 1-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di 
Bursa dan Lampiran Keputusan Ketua Bursa Efek Jakarta No. Kep 305/BEJ/07/2004 tertanggal 19 Juli 2004 
tentang Komite Audit. 
Pembentukan Komite Audit Perusahaan 
Komite Audit Perusahaan dibentuk pertama kali pada tanggal 30 Agustus 2004 dalam suatu Rapat Dewan 
Komisaris Perusahaan. 
Pada tanggal 29 Nopember 2005 berdasarkan keputusan Dewan Komisaris Perusahaan, Komite Audit dan 
Komite Manajemen Risiko digabungkan menjadi Komite Audit dan Manajemen Risiko. 
Dengan semakin berkembangnya usaha Perusahaaan dan semakin besarnya tantangan yang harus 
dihadapai oleh Komite Audit, maka dirasakan perlu adanya pemisahan Komite Audit dan Manajemen Risiko. 
Maka berdasarkan pertimbangan tersebut, pada tanggal 28 April 2011, Komite Audit dan Manajemen Risiko 
Perusahaan dipisahkan menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko. 
Perubahan Keanggotaan 
Pada tahun 2011, sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris tertanggal 28 April 2011, susunan Komite 
Audit adalah sebagai berikut: 
Ketua 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Independensi Komite Audit 
Untuk mengetahui independensi anggota Komite Audit Perusahaan, dapat dilihat dari data hubungan 
keluarga, keuangan, kepengurusan dan kepemilikan dari masing-masing anggota Komite Audit.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Komite Audit dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau 
anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: 
Keterangan: 
*) Vera Eve Lim menjabat sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. 
**) Rajeev Kakar menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa di Fullerton 
Financial Holdings Pte. Ltd. yang masih merupakan bagian dari Grup Temasek dan pemegang saham pengendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 
Grafik perbandingan anggota Komite Audit Perusahaan: 
212 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan 
Keterangan 
Komite Audit 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi 
Vera Eve Lim *) 
Rajeev Kakar **) 
Harry Kusnady 
Diyah Sasanti 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Lainnya 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Pengendali 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
√ 
- 
√ 
- 
- 
√ 
- 
√ 
Komisaris Biasa 
2 Orang 
29% 
Komisaris 
Independen 
dan Pihak 
Independen 
5 Orang 
71% 
Komisaris Biasa Komisaris Independen dan Pihak Independen
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kemilau di pagi hari tanjung Papuma - Jember 
Tabel dibawah ini menunjukkan hubungan kepengurusan dan kepemilikan anggota Komite Audit Perusahaan 
di perusahaan lain: 
Keterangan 
Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain 
Sebagai Anggota 
Dewan Komisaris 
Sebagai Anggota 
Direksi 
Sebagai Pemegang 
Saham 
Masa Tugas Komite Audit 
Sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 (Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 
tertanggal 24 September 2004), periode jabatan anggota Komite Audit tidak boleh lebih panjang dari 
periode jabatan anggota Dewan Komisaris dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode masa jabatan 
berikutnya. Apabila Ketua Komite Audit berhenti sebelum masa tugasnya, Komisaris Independen lain akan 
menggantikannya. 
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit 
Komite Audit harus melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta 
pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk 
kecukupan proses pelaporan keuangan. 
Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat profesional yang independen kepada Dewan 
Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris serta 
mengidentifikasikan hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, yang antara lain meliputi: 
1. Membuat rencana kegiatan tahunan yang disetujui oleh Dewan Komisaris. 
2. Melakukan penelaahan informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perusahaan seperti laporan keuangan, 
proyeksi dan informasi keuangan lainnya serta meyakinkan bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan 
standar akuntansi yang berlaku. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 213 
Komite Audit 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Harry Kusnady 
Diyah Sasanti 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Penjelasan Rinci 
Seluruh anggota 
Komite Audit 
tidak memiliki 
hubungan 
kepengurusan 
dan kepemilikan 
di perusahaan 
pembiayaan lain.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
3. Menganalisa atas ketaatan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal 
dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan. 
4. Mengevaluasi dan menganalisa rencana audit Perusahaan dan implementasinya. Memastikan bahwa 
audit telah dilaksanakan dalam frekuensi dan lingkup yang sesuai serta mengawasi tindak lanjut dari 
laporan-laporan audit. 
5. Menganalisa independensi dan obyektivitas akuntan publik serta kesesuaian pelaksanaan audit oleh 
Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan standar audit yang berlaku. 
6. Menganalisa kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP untuk memastikan semua risiko penting 
telah dipertimbangkan. 
7. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tindak lanjut Direksi atas hasil temuan Unit Audit Internal, KAP 
dan hasil pengawasan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK), guna 
memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. 
8. Komite wajib memberikan rekomendasi mengenai penunjukan akuntan publik dan KAP kepada Dewan 
Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS. 
9. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan 
Perusahaan. 
10. Menjaga kerahasiaan seluruh dokumen, data dan informasi Perusahaan yang dimilikinya. 
11. Membuat, mengkaji dan memperbaharui Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Audit. 
12. Menyelenggarakan dan memberikan kewenangan untuk melakukan investigasi dalam ruang lingkup 
tugasnya. 
13. Menjalin kerjasama dengan konsultan dari luar, akuntan atau pihak eksternal lainnya yang memberikan 
saran kepada Komite Audit atau memberi pengarahan sehubungan dengan investigasi, mencari berbagai 
informasi terkait dari karyawan, dari pihak-pihak yang bekerjasama atas dasar permintaan Komite Audit. 
Persyaratan Anggota Komite Audit 
1. Memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang memadai sesuai dengan 
latar belakang pendidikan serta mampu berkomunikasi dengan baik. 
2. Salah seorang dari anggota Komite Audit harus memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan 
keuangan. 
3. Memiliki pengetahuan yang cukup untuk membaca dan memahami laporan keuangan. 
4. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup dalam bidang manajemen risiko. 
5. Memiliki pengetahuan yang memadai tentang peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan 
peraturan perundang-undangan terkait lainnya. 
6. Bukan merupakan orang dalam kantor akuntan publik, kantor konsultan hukum atau pihak lain yang 
memberi jasa audit, jasa non audit dan/atau jasa konsultasi lain kepada Perusahaan dalam waktu 6 
(enam) bulan terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris. 
7. Bukan merupakan orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, 
memimpin atau mengendalikan kegiatan Perusahaan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum 
diangkat oleh Dewan Komisaris, kecuali bagi Komisaris Independen. 
8. Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan. 
9. Tidak mempunyai: 
a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal 
maupun vertikal dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pemegang Saham Pengendali 
Perusahaan; dan/atau 
b. Hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha 
Perusahaan. 
214 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Wewenang Komite Audit 
1. Mengakses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadap informasi tentang karyawan, dana, aset 
serta sumber daya Perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. 
2. Dalam melaksanakan wewenangnya, Komite Audit wajib bekerjasama dengan Unit Audit Internal dan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 215 
unit-unit lainnya yang dipandang perlu. 
Etika Kerja 
Setiap anggota Komite Audit wajib memiliki integritas, akhlak dan moral yang baik. 
Prosedur Pemilihan Anggota Komite Audit yang bukan berasal dari anggota Dewan Komisaris 
Perusahaan 
1. Ketua Komite Audit atau Direksi berhak mengusulkan nama-nama calon anggota Komite Audit yang 
berasal dari luar anggota Dewan Komisaris Perusahaan kepada Komite Nominasi dan Remunerasi 
Perusahaan. Calon yang diajukan harus memenuhi persyaratan kompetensi dan independensi yang 
diperlukan sebagai anggota Komite Audit. 
2. Komite Nominasi dan Remunerasi akan melakukan wawancara dan meneliti persyaratan calon yang 
diajukan. Setelah melakukan wawancara dan penilitian atas persyaratan calon, maka Komite Nominasi 
dan Remunerasi akan menyampaikan rekomendasi atas calon yang akan diangkat sebagai anggota 
Komite Audit kepada Dewan Komisaris. 
3. Dewan Komisaris akan mempelajari rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Jika rekomendasi 
disetujui, maka Dewan Komisaris akan menerbitkan surat pengangkatan sebagai anggota Komite Audit. 
Tembusan surat pengangkatan tersebut disampaikan juga kepada Direksi Perusahaan. 
4. Pengangkatan anggota baru Komite Audit akan dilaporkan oleh Ketua Komite Audit dalam RUPS pertama 
setelah pengangkatan dilakukan. 
Barong - Bali
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Komite Audit 
216 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
RUPS 
Dewan Komisaris 
Komite Nominasi dan 
Remunerasi 
4. Laporan Perubahan Keanggotaan 
2. Rekomendasi 
1. Usulan Calon 
1. Usulan Calon 
3. Pengangkatan 
Rapat Komite Audit 
Ketentuan mengenai Rapat Komite Audit Perusahaan: 
• Komite Audit akan menyelenggarakan Rapat sesuai dengan kebutuhan atau sekurang-kurangnya sama 
dengan ketentuan minimal Rapat Dewan Komisaris yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan. 
• Rapat Komite Audit hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 51% dari seluruh 
jumlah anggota termasuk satu orang Komisaris Independen dan satu Pihak Independen. 
• Keputusan Rapat Komite diambil berdasarkan musyawarah mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah 
mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. 
• Rapat Komite Audit dipimpin oleh Ketua Komite. 
• Jika Ketua Komite Audit tidak hadir, maka salah satu anggota Komite Audit yang hadir dalam Rapat 
ditunjuk untuk memimpin Rapat Komite Audit. 
• Hasil Rapat Komite Audit wajib dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara baik. 
• Perbedaan pendapat yang terjadi dalam Rapat Komite Audit wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah 
rapat beserta alasan perbedaan tersebut. 
Selama tahun 2011, Komite Audit telah melakukan 4 (empat) kali pertemuan dengan tingkat kehadiran 
anggota Komite Audit mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini menunjukkan komitmen yang 
tinggi dari seluruh anggota Komite Audit Perusahaan. 
Daftar hadir rapat Komite Audit selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
Nama 
27 Jan 
Djoko Sudyatmiko 
√ 
Eng Heng Nee Philip 
√ 
Pande Radja Silalahi *) 
Vera Eve Lim *) 
Rajeev Kakar *) 
Harry Kusnady 
√ 
Diyah Sasanti 
√ 
28 Apr 
√ 
√ 
√ 
√ 
28 Jul 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
24 Okt 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
DIREKSI
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Orang Utan, Pulau Kaja, Kalimantan Tengah 
Jumlah kehadiran anggota Komite Audit dalam Rapat Komite Audit dan Manajemen Risiko selama tahun 
2011 adalah sebagai berikut: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 217 
Jumlah Rapat 
4 
4 
2 
2 
2 
4 
4 
Jumlah Kehadiran 
4 
4 
2 
2 
2 
4 
4 
% Kehadiran 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
Nama 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi *) 
Vera Eve Lim *) 
Rajeev Kakar *) 
Harry Kusnady 
Diyah Sasanti 
Alasan Ketidakhadiran 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi *) 
Vera Eve Lim *) 
Rajeev Kakar *) 
Harry Kusnady 
Diyah Sasanti 
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 
Keterangan: 
*) Pande Radja Silalahi, Vera Eve Lim dan Rajeev Kakar diangkat menjadi anggota Komite Audit Perusahaan pada tanggal 28 April 2011.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan singkat aktivitas Komite Audit selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
1. Pada tanggal 27 Januari 2011, membahas antara lain: 
a. Laporan keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 
2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG 
International). Komite melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dipublikasikan oleh 
Perusahaan, termasuk laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2010 dan informasi keuangan lainnya, termasuk penelaahan atas kesesuaiannya dengan 
PSAK serta Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7. 
b. Temuan-temuan dari hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal selama tahun 2010. Komite menerima, 
mengkaji dan memberikan saran serta rekomendasi terhadap aktivitas dari Divisi Audit Internal. 
c. Penjelasan dari Corporate Secretary mengenai rencana penggantian Kepala Unit Audit Internal 
Perusahaan yang semula dijabat oleh Suang Siang Susanto digantikan oleh Ingrid Sri Komala Dewi 
dan rencana pemisahan Komite Audit dan Manajemen Risiko. 
2. Pada tanggal 27 April 2011, membahas antara lain: 
a. Penjelasan atas temuan-temuan dari hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal. Divisi Audit Internal 
menjelaskan mengenai pemeriksaan pada jaringan usaha Perusahaan serta kerjasama antara Divisi 
Audit Internal dengan Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam 
pemeriksaan fungsional tertentu sampai dengan bulan April 2011. 
b. Penjelasan dari Divisi Akuntansi mengenai kebutuhan pendanaan Perusahaan untuk tahun 2011 dan 
sumber pendanaan yang telah dan akan dipergunakan oleh Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan 
tersebut. 
3. Pada tanggal 28 Juli 2011, membahas antara lain: 
Penjelasan atas hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal. Divisi Audit Internal juga menjelaskan tentang 
perkembangan dan hasil audit yang dilakukan sampai dengan bulan Juli 2010, yang mana Unit Audit 
Internal telah melakukan 39 (tiga puluh sembilan) penugasan audit. 
4. Pada tanggal 24 Oktober 2011, membahas antara lain: 
a. Komite menerima, mengkaji dan memberikan saran serta rekomendasi terhadap aktivitas dari Divisi 
Audit Internal dan temuan-temuan dari hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal sampai dengan bulan 
September 2011. 
b. Komite membahas mengenai rencana rapat Komite yang akan dilaksanakan pada tahun 2012. 
Seluruh temuan, catatan dan rekomendasi dari hasil pelaksanaan kegiatan, penelaahan dan analisa Komite 
Audit dan Manajemen Risiko selama tahun 2011 telah dikomunikasikan dan didiskusikan dengan Manajemen 
Perusahaan dan Auditor Eksternal Independen, serta telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan 
untuk perbaikan dan tindak lanjut dari Manajemen Perusahaan. 
Rencana Rapat Komite Audit Pada Tahun 2012 
Untuk tahun 2012, Komite Audit berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 
1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 
2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 
3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 
4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. 
Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Komite Audit tanggal 24 Oktober 2011. Namun demikian, 
rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Komite Audit 
Perusahaan. 
218 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 219 
Jakarta, 12 Maret 2012 
Komite Audit 
Djoko Sudyatmiko 
Ketua 
Eng Heng Nee Philip 
Anggota 
Pande Radja Silalahi 
Anggota 
Vera Eve Lim 
Anggota 
Diyah Sasanti 
Anggota 
Harry Kusnady 
Anggota 
Rajeev Kakar 
Anggota
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
LAPORAN KOMITE MANAJEMEN RISIKO 
Kepada Yth., 
Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
Dalam rangka menjalankan fungsi kami sebagai salah satu komite yang membantu Dewan Komisaris dalam 
menjalankan fungsi pengawasannya terhadap kinerja Perusahaan, yang merupakan salah satu pilar utama 
dalam penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, seperti yang telah digariskan dalam 
Piagam (Tata Kerja) Komite Manajemen Risiko. 
Pembentukan Komite Manajemen Risiko Perusahaan 
Komite Manajemen Risiko Perusahaan dibentuk pertama kali pada tanggal 30 Agustus 2004 berdasarkan 
Keputusan Rapat Dewan Komisaris Perusahaan. 
Pada tanggal 29 Nopember 2005 berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisaris Perusahaan, Komite Audit 
dan Komite Manajemen Risiko digabungkan menjadi Komite Audit dan Manajemen Risiko. 
Dengan semakin berkembangnya usaha Perusahaaan dan semakin besarnya tantangan yang harus dihadapai 
oleh Komite Manajemen Risiko, maka dirasakan perlu adanya pemisahan Komite Audit dan Manajemen 
Risiko. Maka berdasarkan pertimbangan tersebut, pada tanggal 28 April 2011, Komite Audit dan Manajemen 
Risiko Perusahaan dipisahkan menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko. 
Perubahan Keanggotaan 
Pada tahun 2011, sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris tertanggal 28 April 2011, susunan Komite 
Manajemen Risiko adalah sebagai berikut: 
Ketua 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
: Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
: Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
: Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
: Vera Eve Lim (Komisaris) 
: Rajeev Kakar (Komisaris) 
220 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Ukiran Dayak - Kalimantan Timur
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Independensi Komite Manajemen Risiko 
Untuk mengetahui independensi anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan, dapat dilihat dari data 
hubungan keluarga, keuangan, kepengurusan dan kepemilikan dari masing-masing anggota Komite 
Manajemen Risiko. 
Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Komite Manajemen Risiko dengan anggota Dewan Komisaris 
dan/atau anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: 
Keterangan: 
*) Vera Eve Lim menjabat sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. 
**) Rajeev Kakar menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa di Fullerton 
Financial Holdings Pte. Ltd. yang masih merupakan bagian dari Grup Temasek dan pemegang saham pengendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 
Keterangan 
Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain 
Sebagai Anggota 
Dewan Komisaris 
Sebagai Anggota 
Direksi 
Sebagai Pemegang 
Saham 
Masa Jabatan Komite Manajemen Risiko 
Sesuai dengan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Manajemen Risiko Perusahaan tanggal 28 April 2011, 
periode jabatan anggota Komite Manajemen Risiko tidak boleh lebih panjang dari periode jabatan anggota 
Dewan Komisaris dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode masa jabatan berikutnya. Apabila Ketua 
Komite berhenti sebelum masa tugasnya, Komisaris Independen lain akan menggantikannya. 
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Manajemen Risiko 
Komite Manajemen Risiko memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemantauan dan evaluasi 
atas perencanaan dan pelaksanaan manajemen risiko Perusahaan. 
Komite Manajemen Risiko bertugas untuk memberikan pendapat profesional yang independen kepada 
Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris 
serta mengidentifikasikan hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, yang antara lain meliputi: 
1. Membuat rencana kegiatan tahunan yang disetujui oleh Dewan Komisaris. 
2. Melakukan evaluasi atas kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko Perusahaan dengan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 221 
pelaksanaannya. 
Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan 
Keterangan 
Komite Manajemen Risiko 
Eng Heng Nee Philip 
Djoko Sudyatmiko 
Pande Radja Silalahi 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Lainnya 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Pengendali 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
√ 
- 
√ 
- 
Komite Manajemen Risiko 
Eng Heng Nee Philip 
Djoko Sudyatmiko 
Pande Radja Silalahi 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Penjelasan Rinci 
Seluruh anggota 
Komite Manajemen 
Risiko tidak 
memiliki hubungan 
kepengurusan 
dan kepemilikan 
di perusahaan 
pembiayaan lain.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
3. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan manajemen risiko Perusahaan guna memberikan 
rekomendasi kepada Dewan Komisaris. 
4. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang dihadapi Perusahaan dan penerapan 
manajemen risiko oleh Direksi. 
5. Mengevaluasi kebijakan manajemen risiko Perusahaan, sekurang-kurangnya sekali setahun. 
6. Melakukan evaluasi pertanggungjawaban pelaksanaan kebijakan manajemen risiko Direksi, sekurang-kurangnya 
secara triwulanan. 
7. Menjaga kerahasiaan seluruh dokumen, data dan informasi Perusahaan yang dimilikinya. 
8. Membuat, mengkaji dan memperbaharui Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Manajemen Risiko. 
9. Menyelenggarakan dan memberikan kewenangan untuk melakukan investigasi dalam ruang lingkup 
tugasnya. 
10. Menjalin kerjasama dengan konsultan dari luar, akuntan atau pihak eksternal lainnya yang memberikan 
saran kepada Komite atau memberikan pengarahan sehubungan dengan investigasi, mencari berbagai 
informasi terkait dari karyawan dari pihak-pihak yang bekerjasama atas dasar permintaan Komite 
Manajemen Risiko. 
11. Tugas-tugas lain, selain disebutkan diatas yang diberikan oleh Dewan Komisaris kepada Komite 
Manajemen Risiko sesuai dengan fungsi dan tugasnya dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan. 
Wewenang Komite Manajemen Risiko 
1. Komite Manajemen Risiko Perusahaan berwenang untuk mengakses secara penuh, bebas dan tidak 
terbatas terhadap informasi tentang karyawan, dana, aset serta sumber daya Perusahaan lainnya yang 
berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. 
2. Dalam melaksanakan wewenangnya, Komite Manajemen Risiko wajib bekerjasama dengan unit 
manajemen risiko Perusahaan dan unit-unit lainnya yang dipandang perlu. 
Rapat Komite Manajemen Risiko 
Ketentuan mengenai Rapat Komite Manajemen Risiko Perusahaan: 
• Komite Manajeme Risiko akan menyelenggarakan Rapat sesuai dengan kebutuhan atau sekurang-kurangnya 
sama dengan ketentuan minimal Rapat Dewan Komisaris yang ditetapkan dalam Anggaran 
Dasar Perusahaan. 
• Rapat Komite Manajemen Risiko hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 
51% dari seluruh jumlah anggota termasuk satu orang Komisaris Independen. 
• Keputusan Rapat Komite diambil berdasarkan musyawarah mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah 
mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. 
• Rapat Komite Manajemen Risiko dipimpin oleh Ketua Komite. 
• Jika Ketua Komite Audit tidak hadir, maka salah satu anggota Komite Manajemen Risiko yang hadir dalam 
Rapat ditunjuk untuk memimpin Rapat Komite Manajemen Risiko. 
• Hasil Rapat Komite Manajemen Risiko wajib dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara 
baik. 
• Perbedaan pendapat yang terjadi dalam Rapat Komite Manajemen Risiko wajib dicantumkan secara jelas 
dalam risalah rapat beserta alasan perbedaan tersebut. 
Selama tahun 2011, Komite Manajemen Risiko telah melakukan 4 (empat) kali pertemuan dengan tingkat 
kehadiran anggota Komite Manajemen Risiko mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini 
menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan. 
222 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Daftar hadir rapat Komite Manajemen Risiko selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
Nama 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi *) 
Vera Eve Lim *) 
Rajeev Kakar *) 
27 Jan 
√ 
√ 
28 Apr 
√ 
√ 
28 Jul 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
24 Okt 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Jumlah kehadiran anggota Komite Manajemen Risiko dalam Rapat Komite Manajemen Risiko selama tahun 
2011 adalah sebagai berikut: 
Jumlah Rapat 
4 
4 
2 
2 
2 
Jumlah Kehadiran 
4 
4 
2 
2 
2 
% Kehadiran 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
Nama 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi *) 
Vera Eve Lim *) 
Rajeev Kakar *) 
Alasan Ketidakhadiran 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi *) 
Vera Eve Lim *) 
Rajeev Kakar *) 
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 
Keterangan: 
*) Pande Radja Silalahi, Vera Eve Lim dan Rajeev Kakar diangkat menjadi anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan pada tanggal 28 April 2011. 
Laporan singkat aktivitas Komite Manajemen Risiko selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
1. Pada tanggal 27 Januari 2011, membahas antara lain: 
- 
- 
- 
- 
- 
a. Komite melakukan diskusi dan pembahasan dengan Manajemen Risiko Perusahaan, yang mana 
dijelaskan oleh Ho Lioeng Min selaku Direktur Manajemen Risiko Perusahaan mengenai kinerja 
manajemen risiko Perusahaan sampai dengan bulan Desember 2011. 
b. Penjelasan dari Sekretaris Perusahaan mengenai rencana pemisahan Komite Audit dan Manajemen 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 223 
Risiko menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko. 
2. Pada tanggal 27 April 2011, membahas antara lain: 
Penjelasan atas manajemen risiko Perusahaan, yang mana dibahas tentang manajemen risiko Adira 
Finance sampai dengan bulan Maret 2011.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
3. Pada tanggal 28 Juli 2011, membahas antara lain: 
a. Penjelasan atas manajemen risiko Perusahaan, yang mana dibahas mengenai posisi risiko kredit 
Perusahaan dalam Semester 1 tahun 2011 serta kegiatan-kegiatan yang telah dan sedang dilakukan 
oleh Manajemen Risiko Perusahaan. 
b. Penjelasan dari Unit Khusus Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) mengenai pelaksanaan 
prinsip mengenal nasabah di Perusahaan termasuk diantaranya penjelasan mengenai pemeriksaan/ 
audit yang telah dilakukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), yang mana 
berdasarkan pemeriksaan/audit tersebut, PPATK memberikan penilaian tingkat kepatuhan Perusahaan 
pada tingkat yang “sedang”. Hasil ini sama dengan hasil pemeriksaan/audit pada tahun 2006 dan 
berdasarkan informasi yang kami miliki merupakan tingkat yang paling tinggi yang dapat dicapai oleh 
suatu perusahaan pembiayaan di Indonesia sampai saat ini. 
4. Pada tanggal 24 Oktober 2011, membahas antara lain: 
a. Penjelasan atas manajemen risiko Perusahaan, yang mana dibahas mengenai manajemen risiko 
Perusahaan sampai dengan bulan Oktober 2011 dan analisa-analisa yang telah dilakukan oleh 
Manajemen Risiko Perusahaan mengenai risiko-risiko yang akan dihadapi Perusahaan. 
Seluruh temuan, catatan dan rekomendasi dari hasil pelaksanaan kegiatan, penelaahan dan analisa 
Komite Manajemen Risiko selama tahun 2011 telah dikomunikasikan dan didiskusikan dengan Manajemen 
Perusahaan, serta telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan untuk perbaikan dan tindak lanjut 
dari Manajemen Perusahaan. 
Rencana Rapat Komite Manajemen Risiko Pada Tahun 2012 
Untuk tahun 2012, Komite Manajemen Risiko berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 
1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 
2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 
3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 
4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. 
Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Komite Manajemen Risiko tanggal 24 Oktober 2011. 
Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota 
Komite Manajemen Risiko Perusahaan. 
224 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jakarta, 12 Maret 2012 
Komite Manajemen Risiko 
Eng Heng Nee Philip 
Ketua 
Djoko Sudyatmiko 
Anggota 
Pande Radja Silalahi 
Anggota 
Vera Eve Lim 
Anggota 
Rajeev Kakar 
Anggota
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain 
Sebagai Pemegang 
Saham 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 225 
LAPORAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI 
Kepada Yth., 
Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
Komite Nominasi dan Remunerasi terdiri dari 3 (tiga) orang anggota Dewan Komisaris yang diketuai oleh 
Komisaris Utama Perusahaan dan 1 (satu) orang anggota adalah Komisaris Independen. 
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi sejak tanggal 28 April 2011 adalah sebagai berikut: 
Ketua 
Anggota 
Anggota 
Terdapat perubahan dalam susunan keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan pada 
tahun 2011, yaitu dengan pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dan pengangkatan Muliadi Rahardja 
sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Sehingga sejak tanggal 28 April 2011 sampai dengan 
saat ini adalah sebagai telah disampaikan di atas. 
Independensi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi 
Untuk mengetahui independensi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan, dapat dilihat dari 
data hubungan keluarga, keuangan, kepengurusan dan kepemilikan dari masing-masing anggota Komite 
Nominasi dan Remunerasi. 
Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dengan anggota Dewan 
Komisaris dan/atau anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: 
Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan 
Keterangan 
Komite Nominasi dan Remunerasi 
Ho Hon Cheong *) 
Djoko Sudyatmiko 
Muliadi Rahardja *) 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Lainnya 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Pengendali 
Ya 
Tidak 
√ 
- 
- 
√ 
√ 
- 
Keterangan: 
*) Ho Hon Cheong dan Muliadi Rahardja masing-masing menjabat sebagai Direktur Utama dan Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang 
merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. 
Keterangan 
Komite Nominasi dan Remunerasi 
Ho Hon Cheong *) 
Djoko Sudyatmiko 
Muliadi Rahardja *) 
Sebagai Anggota 
Dewan Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
Sebagai Anggota 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
Penjelasan Rinci 
Seluruh anggota Komite 
Nominasi dan Remunerasi 
tidak memiliki hubungan 
kepengurusan dan 
kepemilikan di perusahaan 
pembiayaan lain. 
: Ho Hon Cheong (Komisaris Utama) 
: Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) 
: Muliadi Rahardja (Komisaris)
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi 
Tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut: 
1. Menominasikan calon anggota Direksi Perusahaan. 
2. Menjabarkan petunjuk dan program pendidikan untuk Direksi. 
3. Memastikan agar Direksi menyetujui sistem yang berlaku dan penerapan prosedur untuk memfasilitasi 
sistem penilaian terhadap: 
a. Direktur Utama 
b. Direktur-Direktur 
c. Direksi secara keseluruhan 
4. Menetapkan kriteria anggota Direksi, keahlian yang diperlukan dan jumlah anggota Direksi. 
5. Menyiapkan rekomendasi kepada Direksi terkait dengan remunerasi yang memadai baik dari segi jumlah 
maupun komposisi untuk Direktur Utama dan direktur-direktur lainnya. 
6. Memastikan bahwa tingkat remunerasi disusun dengan memperhatikan risiko keuangan, permintaan dan 
persyaratan dari setiap tanggung jawab pada industri terkait. 
7. Merekomendasikan paket remunerasi Direksi berupa program insentif, seperti skema pembagian bonus 
Perusahaan. 
8. Mengelola serta memonitor kebijakan dan program remunerasi yang memadai. 
9. Memastikan bahwa keterbukaan informasi yang telah diketahui oleh publik sesuai dengan tujuan 
Perusahaan dan memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang 
berlaku dan akurat untuk rencana rekrutmen. 
10. Menyampaikan setiap rekomendasi dan laporan-laporan pelaksanaan kegiatan Komite Nominasi dan 
Remunerasi kepada Dewan Komisaris. 
Persyaratan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi 
1. Memiliki integritas dan akhlak yang baik. 
2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia. 
3. Memiliki pengetahuan yang memadai tentang peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan 
dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. 
Wewenang Komite Nominasi dan Remunerasi 
1. Mengakses catatan atau informasi tentang karyawan, dana, aset serta sumber daya Perusahaan lainnya 
yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. 
2. Memanggil dan meminta keterangan dari calon anggota Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Direksi 
dan/atau pejabat senior Perusahaan lainnya untuk dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan 
dan kelayakan calon anggota Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Direksi dan/atau pejabat senior 
Perusahaan. 
3. Berhak untuk merekomendasikan atau menolak Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Direksi dan/ 
atau pejabat senior Perusahaan yang diusulkan oleh pihak manapun juga. 
Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi 
Selama tahun 2011, Komite Nominasi dan Remunerasi telah melakukan 3 (tiga) kali pertemuan dengan tingkat 
kehadiran mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari 
seluruh anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan. Pada pertemuan tersebut, Komite melakukan 
evaluasi dan pengkajian atas nominasi calon anggota Komisaris dan/atau Direksi, sistem remunerasi untuk 
Dewan Komisaris dan Direksi, serta kepatuhan atas anggaran remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi 
yang telah disetujui dalam RUPS Tahunan. 
226 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Daftar hadir rapat Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
Nama 
Theodore Permadi Rachmat *) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Muliadi Rahardja **) 
Jumlah kehadiran dalam rapat Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
Laporan singkat aktivitas Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
1. Pada tanggal 27 Januari 2011, membahas antara lain: 
a. Evaluasi pelaksanaan tugas Komite sepanjang tahun 2010. 
b. Membahas mengenai pengunduran diri Juan Eugenio Sebastian Paredes Muirragui dari jabatannya 
sebagai Wakil Komisaris Utama dan Sng Eng Chua dari jabatannya sebagai Komisaris Perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 227 
2. Pada tanggal 13 Maret 2011, membahas antara lain: 
a. Merekomendasikan honorarium, tunjangan dan tantiem tahun 2011 bagi seluruh anggota Dewan 
Komisaris dan Direksi Perusahaan yang akan diusulkan dalam RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 
2011. 
b. Membahas mengenai pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dari jabatannya selaku Komisaris 
Utama merangkap sebagai Komisaris Independen Perusahaan dan Erida Gunawan dari jabatannya 
selaku Direktur Perusahaan. 
c. Membahas mengenai pencalonan Pande Radja Silalahi sebagai calon Komisaris Independen 
Perusahaan yang akan diusulkan dalam RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011. 
3. Pada tanggal 6 Desember 2011, membahas antara lain: 
a. Anggaran pelatihan atas seluruh anggota Direksi untuk tahun 2012. 
b. Melakukan penilaian atas kinerja individual anggota Direksi dan Dewan Komisaris selama tahun 2011. 
c. Gaji/honorarium, tunjangan, bonus dan tantiem atas seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi 
serta seluruh karyawan Perusahaan untuk tahun anggaran 2012. 
27 Jan 
√ 
√ 
√ 
13 Mar 
√ 
√ 
√ 
6 Des 
√ 
√ 
√ 
Jumlah Rapat 
2 
3 
3 
1 
Jumlah Kehadiran 
2 
3 
3 
1 
% Kehadiran 
100% 
100% 
100% 
100% 
Nama 
Theodore Permadi Rachmat *) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Muliadi Rahardja **) 
Alasan Ketidakhadiran 
- 
- 
- 
- 
Theodore Permadi Rachmat *) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Muliadi Rahardja**) 
- 20% 40% 60% 80% 100% 
Keterangan: 
*) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi pada tanggal 28 April 2011. 
**) Muliadi Rahardja menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan sejak tanggal 28 April 2011.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Seluruh laporan dan rekomendasi dari hasil pelaksanaan kegiatan, penelaahan dan analisa Komite Audit 
dan Manajemen Risiko selama tahun 2011 telah dikomunikasikan dan didiskusikan dengan Manajemen 
Perusahaan dan telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan untuk tindak lanjut dari Manajemen 
Perusahaan. 
Rencana Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Pada Tahun 2012 
Untuk tahun 2012, Komite Nominasi dan Remunerasi berencana mengadakan 2 (dua) kali rapat yaitu pada: 
1. Hari Selasa tanggal 3 April 2012. 
2. Hari Selasa tanggal 11 Desember 2012. 
Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 6 Desember 
2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas 
anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan. 
228 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jakarta, 12 Maret 2012 
Komite Nominasi dan Remunerasi 
Ho Hon Cheong 
Ketua 
Djoko Sudyatmiko 
Anggota 
Muliadi Rahadja 
Anggota
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 229 
DIREKSI 
Direksi sesuai ketentuan Pasal 12 Ayat 1 Anggaran Dasar Perusahaan adalah bertanggung jawab penuh 
dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya. 
Setiap anggota Direksi wajib, dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab, menjalankan tugasnya dengan 
mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perusahaan. 
Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Anggota Direksi 
1. Direktur Utama 
• Mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perusahaan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran 
Dasar dan Keputusan-Keputusan RUPS Perusahaan dengan mengindahkan ketentuan peraturan 
perundang-undangan yang berlaku. 
• Mengkoordinasikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan unit-unit di 
dalam Perusahaan yang terdiri dari Direktorat Operasi, Direktorat Pemasaran Pembiayaan Motor, 
Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil, Direktorat Manajemen Risiko, Direktorat Keuangan dan 
Direktorat Kepatuhan. 
• Mengarahkan dan mengawasi pengurusan yang dilakukan oleh unit-unit usaha Perusahaan agar tetap 
pada jalur strategi jangka panjang Perusahaan. 
• Mengarahkan proses-proses perbaikan dan perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan 
persaingan usaha dengan mendorong setiap unit usaha untuk mengembangkan produk-produk yang 
inovatif dan kompetitif. 
• Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di 
Perusahaan. 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan program tanggung jawab sosial Perusahaan. 
• Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. 
• Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan tugas-tugas dari Unit Audit Internal, Divisi Pengembangan 
Infrastruktur, Divisi Hukum dan Divisi Biro Direksi. 
Direktur Utama saat ini dijabat oleh Stanley Setia Atmadja. 
Asmat Handycraft - Papua
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
2. Direktur Operasi 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan dalam bidang 
operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi. 
• Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan 
kegiatan operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk jangka pendek, jangka 
menengah dan jangka panjang. 
• Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan 
pasar yang berkaitan dengan operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi. 
• Memimpin dan mengarahkan kegiatan operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi 
sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah ditetapkan. 
Sejak pengunduran diri Erida Gunawan dalam RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 sampai dengan 
tanggal Laporan Tahunan ini dibuat, tugas-tugas Direktur Operasional dirangkap oleh Direktur Utama. 
3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan dalam bidang 
pemasaran pembiayaan sepeda motor. 
• Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan 
kegiatan pemasaran pembiayaan sepeda motor untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka 
panjang. 
• Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan 
pasar yang berkaitan dengan pemasaran pembiayaan sepeda motor. 
• Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan pengembangan produk-produk pembiayaan 
sepeda motor yang terbaik dan memastikan bahwa produk yang dikembangkan tersebut akan mampu 
bersaing di pasar pembiayaan. 
• Memimpin dan mengkoordinasikan secara efektif kegiatan promosi produk pembiayaan sepeda motor 
sesuai dengan hasil survei dan segmen pasar. 
• Memimpin dan mengarahkan kegiatan pemasaran sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah 
ditetapkan dalam pemasaran pembiayaan sepeda motor secara benar. 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan program kemitraan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah 
ditetapkan. 
• Memelihara hubungan baik dengan rekan usaha Perusahaan. 
Direktur Pemasaran Pembiayaan Motor saat ini dijabat oleh Marwoto Soebiakno. 
4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan dalam bidang 
pemasaran pembiayaan mobil. 
• Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan 
kegiatan pemasaran pembiayaan mobil untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. 
• Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan 
pasar yang berkaitan dengan pemasaran pembiayaan mobil. 
• Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan pengembangan produk-produk pembiayaan mobil 
yang terbaik dan memastikan bahwa produk yang dikembangkan tersebut akan mampu bersaing di 
pasar pembiayaan. 
• Memimpin dan mengkoordinasikan secara efektif kegiatan promosi produk pembiayaan mobil sesuai 
dengan hasil survei dan segmen pasar. 
230 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
• Memimpin dan mengarahkan kegiatan pemasaran sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 231 
ditetapkan dalam pemasaran pembiayaan mobil secara benar. 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan program kemitraan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah 
ditetapkan. 
• Memelihara hubungan baik dengan rekan usaha Perusahaan. 
Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil saat ini dijabat oleh Hafid Hadeli. 
5. Direktur Manajemen Risiko 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat 
Manajemen Risiko. 
• Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan yang berhubungan dengan manajemen risiko. 
• Mengembangkan organisasi kerja manajemen risiko sehingga Perusahaan memiliki kebijakan, 
prosedur dan metode yang handal dalam menerapkan manajemen risiko. 
• Memonitor kepatuhan dan pelaksanaan pengawasan melekat pada semua unit kerja organisasi 
manajemen risiko. 
• Mengarahkan proses perbaikan dan perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan 
pasar agar Perusahaan dapat memasarkan jasa pembiayaannya dengan dinamis dan kompetitif. 
• Memimpin dan mengarahkan kegiatan manajemen risiko sesuai dengan standar prosedur kerja yang 
telah ditetapkan dalam pengelolaan manajemen risiko secara benar. 
Direktur Manajemen Risiko saat ini dijabat oleh Ho Lioeng Min. 
6. Direktur Keuangan 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi dalam bidang keuangan. 
• Memimpin dan mengarahkan penyusunan strategi usaha, tujuan dan target keuangan jangka pendek, 
jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perusahaan. 
• Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembukuan dan pelaporan keuangan Perusahaan agar memiliki 
sistem keuangan dengan pengawasan, kebijakan dan prosedur yang tepat untuk dapat menghasilkan 
informasi keuangan yang lengkap, konsisten, handal dan tepat waktu. 
• Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembelian dan pengadaan barang agar efektif dan efisien serta 
memastikan dokumen pembelian dan pengadaan tersimpan dengan aman dan tertib. 
• Memimpin dan mengarahkan aktifitas untuk mengekplorasi sumber-sumber pendanaan yang paling 
menguntungkan bagi dukungan jalannya usaha Perusahaan. 
• Memimpin dan mengarahkan kegiatan pengelolaan keuangan sesuai dengan standar prosedur kerja 
yang telah ditetapkan dalam pengelolaan keuangan secara benar. 
Direktur Keuangan saat ini dijabat oleh I Dewa Made Susila. 
7. Direktur Kepatuhan 
• Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi tugas Direktorat Kepatuhan. 
• Memimpin dan mengarahkan penyusunan pedoman-pedoman yang diperlukan untuk pelaksanaan 
tugas-tugas direktorat Kepatuhan. 
• Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
• Memantau dan menjaga agar kegiatan usaha Perusahaan tidak menyimpang dari ketentuan dan 
peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
• Memantau dan menjaga agar kepatuhan Perusahaan terhadap seluruh perjanjian atau komitmen yang 
telah dibuat Perusahaan dengan pihak eksternal.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
• Memantau tindak lanjut temuan dan rekomendasi dari auditor eksternal, hasil pengawasan Bapepam- 
LK dan/atau pengawasan otoritas lainnya. 
• Memimpin dan mengarahkan penerapan pelaksanaan prinsip mengenal nasabah sesuai dengan 
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
• Memimpin dan mengarahkan kegiatan kepatuhan sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah 
ditetapkan dalam pelaksanaan fungsi kepatuhan secara benar. 
Direktur Kepatuhan saat ini dijabat oleh I Dewa Made Susila. 
Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi 
Pengangkatan dan pemberhentian para anggota Direksi dilakukan melalui RUPS. Masa jabatan masing-masing 
anggota Direksi berakhir pada penutupan RUPS Tahunan ketiga setelah tanggal pengangkatan, tanpa 
mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan anggota Direksi sewaktu-waktu sebelum berakhirnya masa 
jabatannya. 
Persyaratan Direksi 
Anggota Direksi Perusahaan wajib memenuhi seluruh persyaratan kemampuan dan kepatutan, sesuai dengan 
Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 tertanggal 30 Juni 2008. 
Persyaratan kemampuan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Direksi adalah sebagai berikut: 
• Memiliki pengetahuan yang memadai dan relevan dengan jabatannya. 
• Memiliki pemahaman tentang peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan serta 
peraturan perundang-undangan lain yang berhubungan dengan perusahaan pembiayaan. 
• Memiliki pengalaman di bidang perusahaan pembiayaan dan/atau bidang lainnya yang relevan dengan 
jabatannya. 
• Memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan perusahaan 
pembiayaan yang sehat. 
Persyaratan kepatutan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Direksi adalah sebagai berikut: 
• Memiliki akhlak dan moral yang baik. 
• Tidak pernah melakukan praktik-praktik tercela di bidang usaha pembiayaan dan/atau jasa keuangan 
lainnya. 
• Tidak pernah melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang usaha pembiayaan dan/ 
atau jasa keuangan lainnya. 
• Tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. 
• Tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau 
perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 
• Tidak pernah melanggar komitmen yang telah disepakati dengan instansi pembina dan pengawas 
perusahaan pembiayaan. 
• Tidak pernah memberikan keuntungan dan/atau manfaat lain secara tidak wajar kepada pemegang saham, 
direksi, komisaris, pegawai dan/atau pihak lainnya yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan 
konsumen dan/atau perusahaan pembiayaan. 
• Lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) sesuai dengan peraturan perundang-undangan 
yang berlaku. 
Selain itu, seluruh anggota Direksi Perusahaan juga harus memahami peraturan perundang-undangan di 
bidang pasar modal. 
232 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kewajiban Pelaporan Direksi 
Para anggota Direksi harus melaporkan kepada Perusahaan secara periodik ataupun pada saat terjadinya 
Jabatan Lain di Luar Perusahaan 
• Direktur Utama PT Asco Automotive 
• Direktur PT Asco Capital 
• Komisaris Utama PT Asuransi Adira 
- 
- 
- 
- 
Dinamika 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 233 
perubahan dalam: 
• Kepemilikan saham mereka maupun keluarganya sebesar 5% atau lebih, baik dalam Adira Finance 
maupun pada perusahaan lain yang berdomisili di Indonesia ataupun di luar negeri. 
• Jabatan-jabatan yang dirangkapnya, baik dalam Adira Finance maupun pada perusahaan atau lembaga 
lain. 
Struktur, Susunan dan Independensi Direksi 
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, struktur Direksi minimal terdiri dari 3 (tiga) orang anggota Direksi 
dengan susunan sebagai berikut: 
• 1 (satu) orang Direktur Utama; 
• 2 (dua) orang Direktur atau lebih, dengan ketentuan bahwa dari antara para anggota Direksi, 1 (satu) orang 
dapat diangkat sebagai Wakil Direktur Utama. 
Direksi Perusahaan saat ini ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa pada tanggal 9 April 2008, 
RUPS Tahunan pada tanggal 1 April 2009, RUPS Tahunan pada tanggal 7 April 2010 dan RUPS Tahunan pada 
tanggal 28 April 2011, terdiri dari 5 (lima) orang anggota dengan komposisi Direksi sebagai berikut: 
• 1 (satu) orang Direktur Utama dan 4 (empat) orang Direktur. 
• Seluruh anggota Direksi berdomisili di Indonesia. 
• Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman dalam bidang keuangan atau perbankan lebih dari 5 (lima) 
tahun. 
Susunan Direksi Perusahaan pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: 
Nama 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Domisili 
Jakarta 
Jakarta 
Jakarta 
Jakarta 
Jakarta 
Jabatan 
Direktur Utama 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Anggota Sejak 
2008 
2008 
2008 
2009 
2010 
Tahun Berakhir 
2012 
2012 
2012 
2012 
2012 
Status kelulusan Uji Kemampuan dan Kepatutan Anggota Direksi pada tanggal diterbitkannya Laporan 
Tahunan ini adalah sebagai berikut: 
Nama 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Tanggal Lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan 
- 
- 
- 
21 April 2009 
6 Juli 2010 
Keterangan 
Anggota Direksi telah menjabat sebagai 
Direktur Perseroan sebelum Peraturan Ketua 
Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 
tanggal 30 Juni 2008 tentang Penilaian 
Kemampuan dan Kepatutan Bagi Anggota 
Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan 
Pembiayaan diterbitkan, sehingga anggota 
Direksi dalam kelompok ini tidak wajib 
mengikuti uji kemampuan dan kepatutan. 
Penyelenggara uji kemampuan dan 
kepatutan adalah Bapepam dan LK.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Hubungan Keluarga dan Keuangan Direksi 
Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Direksi dengan sesama anggota Direksi dan/atau anggota 
Dewan Komisaris serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: 
Kepengurusan dan Kepemilikan Saham pada Perusahaan Pembiayaan Lainnya oleh Direksi 
Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 
29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan anggota Direksi Perusahaan Pembiayaan dilarang 
menjadi anggota Dewan Komisaris di lebih dari 1 perusahaan pembiayaan lainnya atau menjadi anggota 
Direksi di perusahaan pembiayaan lainnya. 
Tabel dibawah ini menunjukkan hubungan kepengurusan dan kepemilikan anggota Dewan Komisaris 
Perusahaan di perusahaan pembiayaan lain: 
Keterangan 
Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain 
Sebagai Anggota 
Dewan Komisaris 
Sebagai Anggota 
Direksi 
Sebagai Pemegang 
Saham 
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: 
• Seluruh anggota Direksi sejumlah 5 (lima) orang telah melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan 
dalam Anggaran Dasar Perusahaan. 
• Seluruh anggota Direksi telah memenuhi persyaratan peraturan perusahaan pembiayaan. 
• Jumlah Anggota Direksi lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah anggota Dewan Komisaris Perusahaan. 
• Setiap anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga atau hubungan darah sampai dengan derajat 
kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi Perusahaan. 
• Setiap anggota Direksi tidak memiliki jabatan rangkap baik sebagai anggota Dewan Komisaris, sebagai 
Direksi maupun sebagai pemegang saham di perusahaan pembiayaan lain. 
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Direksi bertanggung jawab 
penuh atas pengurusan Perusahaan untuk memenuhi kepentingan dan tujuan Perusahaan serta mewakili 
Perusahaan baik di dalam maupun di luar Pengadilan. Dengan demikian, Direksi memiliki kewenangan untuk 
melakukan tindakan pengurusan dan mengikat Perusahaan dengan pihak lain. 
234 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan 
Keterangan 
Direksi 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Lainnya 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
Dewan 
Komisaris 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Direksi 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Pemegang 
Saham 
Pengendali 
Ya 
Tidak 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
- 
√ 
Direksi 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Ya 
- 
- 
- 
- 
- 
Tidak 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Penjelasan Rinci 
Seluruh anggota 
Direksi tidak 
memiliki hubungan 
kepengurusan 
dan kepemilikan 
di perusahaan 
pembiayaan lain.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Penari Reog Ponorogo - Jawa Timur 
Rapat Direksi 
Rapat Direksi dapat diadakan sekurang-kurangnya setahun sekali, kecuali apabila dianggap perlu oleh 1 
(satu) orang anggota Direksi, atau atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Komisaris, 
atau atas permintaan tertulis 1 (satu) pemegang saham atau lebih bersama-sama memiliki 1/10 bagian dari 
jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perusahaan dengan hak suara yang sah. Rapat Direksi 
hanya sah dan dapat mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 bagian dari jumlah anggota 
Direksi hadir atau diwakili dalam rapat tersebut. 
Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan 
musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan suara setuju lebih 
dari 1/2 bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat tersebut. Apabila suara yang 
setuju dan suara yang tidak setuju seimbang, maka usulan dianggap ditolak. Setiap anggota Direksi yang 
hadir dalam rapat tersebut berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap 
anggota Direksi lainnya yang diwakilinya. 
Setiap anggota Direksi yang secara pribadi dengan cara apapun baik langsung maupun tidak langsung 
mempunyai kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan, yang mana Perusahaan 
menjadi salah satu pihaknya harus menyatakan sifat kepentingannya tersebut dalam suatu Rapat Direksi dan 
tidak berhak untuk ikut dalam pengambilan suara terkait hal-hal yang berhubungan dengan transaksi atau 
kontrak tersebut, kecuali jika Rapat Direksi menentukan lain. 
Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Direksi, 
dengan ketentuan bahwa seluruh anggota Direksi telah memberikan persetujuan atas usul yang diajukan 
secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian 
mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi. 
Selama tahun 2011, Direksi telah melakukan Rapat Direksi sebanyak 12 (dua belas) kali, dengan tingkat 
kehadiran mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari 
seluruh anggota Direksi Perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 235
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Daftar kehadiran dalam Rapat Direksi pada tahun 2011: 
Nama 
Stanley Setia Atmadja 
Erida Gunawan*) 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
12 Jan 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Jumlah kehadiran para anggota Direksi dalam Rapat Direksi selama tahun 2010 adalah sebagai berikut: 
236 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
12 Jul 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
12 Apr 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
11 Okt 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
8 Peb 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
16 Ags 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
10 Mei 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
15 Nop 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
13 Des 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
8 Mar 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
13 Sep 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
14 Jun 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Jumlah Rapat 
12 
4 
12 
12 
12 
12 
Jumlah Kehadiran 
12 
4 
12 
12 
12 
12 
% Kehadiran 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
Nama 
Stanley Setia Atmadja 
Erida Gunawan*) 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Alasan Ketidakhadiran 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
0% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 
Stanley Setia Atmadja 
Erida Gunawan*) 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Keterangan: 
*) Erida Gunawan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Rencana Rapat Direksi Pada Tahun 2012 
Untuk tahun 2012, Direksi berencana mengadakan 12 (dua belas) kali rapat yaitu pada: 
1. Hari Selasa tanggal 10 Januari 2012. 
2. Hari Selasa tanggal 7 Pebruari 2012. 
3. Hari Selasa tanggal 13 Maret 2012. 
4. Hari Selasa tanggal 10 April 2012. 
5. Hari Selasa tanggal 8 Mei 2012. 
6. Hari Selasa tanggal 12 Juni 2012. 
7. Hari Selasa tanggal 10 Juli 2012. 
8. Hari Selasa tanggal 7 Agustus 2012. 
9. Hari Selasa tanggal 11 September 2012. 
10. Hari Selasa tanggal 9 Oktober 2012. 
11. Hari Selasa tanggal 13 Nopember 2012. 
12. Hari Selasa tanggal 11 Desember 2012. 
Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Direksi tanggal 13 Desember 2011. Namun demikian, 
rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Direksi Perusahaan. 
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi 
Secara ringkas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi pada tahun 2011 antara lain sebagai berikut: 
Bidang kepengurusan: 
1. Melakukan evaluasi dan selanjutnya menyusun laporan tahunan tahun buku 2010 untuk dilaporkan 
kepada Dewan Komisaris dan kepada RUPS dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 
2011. 
2. Membuat dan menetapkan rencana kerja dan rencana anggaran tahun 2011. 
3. Melakukan pengembangan produk dan jasa layanan Perusahaan. 
4. Malakukan pengembangan jaringan usaha Perusahaan. 
5. Melakukan pengembangan organisasi Perusahaan untuk menyesuaikan dengan strategi usaha dan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 237 
pengembangan jaringan usaha Perusahaan. 
Bidang Manajemen Risiko: 
1. Melakukan evaluasi dan penyempurnaan atas kebijakan manajemen risiko yang diterapkan Perusahaan. 
2. Menerapkan secara konsisten sistem manajemen risiko yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi 
setiap kemungkinan risiko yang akan dihadapi Perusahaan. 
3. Menyiapkan pengembangan sumber daya untuk menjalankan sistem manajemen risiko Perusahaan. 
Bidang Pengendalian: 
1. Melakukan pengendalian internal dengan mengefektifkan kinerja Unit Audit Internal dan Unit Kepatuhan 
Perusahaan. 
2. Memberikan arahan tindak lanjut atas hasil pengawasan yang dilakukan Unit Audit Internal dan Unit 
Kepatuhan Perusahaan dan memonitor penyelesaiannya. 
3. Melakukan komunikasi yang baik dengan Auditor Eksternal yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris 
Perusahaan, termasuk melakukan pembahasan-pembahasan atas temuan-temuan dari Auditor Eksternal. 
4. Menindaklanjuti setiap temuan dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh Auditor Eksternal maupun 
pihak otoritas yang berwenang untuk mengawasi Perusahaan. 
5. Menyelesaikan setiap pelanggaran yang dilakukan di dalam Perusahaan.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Pakaian Tradisional Toraja - Sulawesi Selatan 
Bidang Tata Kelola: 
1. Melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab tata kelola perusahaan sesuai dengan pedoman Tata 
Kelola Perusahaan yang telah ditetapkan bersama dengan Dewan Komisaris Perusahaan. 
2. Memastikan dilakukannya sosialisasi atas prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik kepada 
semua karyawan Perusahaan. 
Bidang Tanggung Jawab Sosial: 
1. Mengarahkan pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan agar dapat menyentuh seluas mungkin 
pemangku kepentingan Perusahaan. 
2. Menetapkan strategi dan kebijakan pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan untuk menjaga 
keberlanjutan kegiatan usaha Perusahaan. 
3. Melakukan evaluasi atas setiap pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan untuk melakukan 
perbaikan atau peningkatan di masa yang akan datang. 
Pelatihan/Seminar Direksi 
Nama 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
238 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jenis 
• Sebagai pembicara dalam Seminar CEO Forum yang diselenggarakan oleh ESQ pada 
tanggal 20 Juli 2011. 
• Sebagai nara sumber dalam HR Cafe Forum yang diselenggarakan oleh PT Kubik Kreasi 
Sisilain pada tanggal 17 Mei 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. 
• Seminar Nasional Peluang dan Tantangan Refinancing Dalam Industri Multifinance yang 
diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) pada tanggal 
26 Oktober 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. 
• Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 239 
DIREKSI 
Komite Kredit 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Operasi 
3. Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Sepeda Motor 
4. Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Mobil 
5. Direktur Manajemen Risiko 
6. Direktur Keuangan dan 
Direktur Kepatuhan 
7. Wakil Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Sepeda Motor 
8. Wakil Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Mobil 
9. Wakil Direktur Kredit 
10. Kepala Divisi Kredit 
11. Kepala Divisi Manajemen 
Risiko 
12. Kepala Divisi Hukum 
13. Kepala Divisi Keuangan 
KOMITE EKSEKUTIF 
Komite Manajemen Risiko 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Operasi 
3. Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Sepeda Motor 
4. Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Mobil 
5. Direktur Manajemen Risiko 
6. Direktur Keuangan dan 
Direktur Kepatuhan 
7. Kepala Divisi Manajemen Risiko 
8. Kepala Unit Audit Internal 
9. Kepala Divisi Hukum 
10. Sekretaris Perusahaan 
Komite Sumber Daya 
Manusia 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Operasi 
3. Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Sepeda Motor 
4. Direktur Pemasaran 
Pembiayaan Mobil 
5. Direktur Manajemen Risiko 
6. Direktur Keuangan dan 
Direktur Kepatuhan 
7. Wakil Direktur Sumber Daya 
Manusia & Bagian Umum 
Komite Kepatuhan 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Manajemen Risiko 
3. Direktur Kepatuhan 
4. Kepala Unit Audit Internal 
5. Sekretaris Perusahaan 
Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Direksi dibantu oleh 4 (empat) Komite Eksekutif yaitu: 
a. Komite Manajemen Risiko 
Komite Manajemen Risiko bertanggung jawab untuk memantau proses persetujuan pembiayaan 
dan mendukung peran pengawasan dari manajemen operasional senior. Komite ini menelusuri data 
permohonan pembiayaan, tingkat kemampuan pengembalian, jenis pembiayaan dan riwayat kredit dari 
pemohon. 
Komite Manajemen Risiko Perusahaan terdiri dari: 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Operasi 
3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 
4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
5. Direktur Manajemen Risiko 
6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 
7. Kepala Divisi Manajemen Risiko 
8. Kepala Unit Audit Internal 
9. Kepala Divisi Hukum 
10. Sekretaris Perusahaan 
Komite Manajemen Risiko berkewajiban membuat laporan bulanan mengenai risiko keuangan dan 
operasional di seluruh jajaran dan jaringan organisasi. Manajemen akan menelaah laporan tersebut untuk 
kemudian mengambil langkah dan tindakan yang perlu untuk mengawasi dan menekan risiko usaha 
Perusahaan. 
Selama tahun 2011, Komite ini telah berhasil menjaga risiko-risiko usaha Perusahaan, sehingga tingkat 
risiko atas piutang bermasalah di Perusahaan dapat berada pada tingkat yang wajar. Selain itu, Komite 
juga dapat menjaga keseimbangan agar jumlah pembiayaan yang bermasalah (non-performing loan) 
tetap terjaga dengan tetap memperhatikan pertumbuhan pembiayaan Perusahaan. Hal ini, terlihat dari 
saldo piutang pembiayaan yang bermasalah yang dapat dipertahankan pada akhir tahun 2011 sebesar 
1,3% dengan kenaikan pembiayaan baru sebesar 25,5%. 
b. Komite Kredit 
Komite Kredit berfungsi untuk melakukan perbaikan, penyempurnaan dan penyederhanaan proses dan 
prosedur pemberian pembiayaan. Berbagai laporan harian dibuat untuk mempermudah pemantauan 
kualitas pembiayaan serta untuk memformulasikan produk pembiayaan yang baru. Perusahaan selanjutnya 
menelaah kembali portofolio yang telah dikonsolidasikan, baik di kantor pusat maupun cabang dan juga 
dealer dengan kontrak yang telah ada. 
Divisi Kredit Adira Finance melakukan evaluasi terhadap risiko Perusahaan secara menyeluruh dengan 
Direksi, seluruh Kepala Wilayah dan Kepala Divisi terkait setiap bulan. Lebih lanjut, Divisi Kredit Adira 
Finance bersama dengan Divisi Kredit PT Bank Danamon Indonesia Tbk juga melakukan pertemuan 
secara berkala untuk memantau seluruh risiko dari portofolio pembiayaan. Dari berbagai kegiatan tersebut, 
selanjutnya Divisi Kredit Adira Finance menyusun dan menyajikan laporan kepada Direktur terkait untuk 
memastikan pengendalian yang memadai atas seluruh risiko yang mungkin terjadi. 
Komite Kredit terdiri dari: 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Operasi 
3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 
4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 
5. Direktur Manajemen Risiko 
6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 
7. Wakil Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 
8. Wakil Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 
9. Wakil Direktur Kredit 
10. Kepala Divisi Kredit 
11. Kepala Divisi Manajemen Risiko 
12. Kepala Divisi Hukum 
13. Kepala Divisi Keuangan 
240 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Selama tahun 2011, Komite ini telah menghasilkan berbagai kebijakan dalam pemberian pembiayaan dari 
Perusahaan kepada konsumen, termasuk diantaranya melakukan evaluasi atas prosedur dan tata cara 
penerimaan konsumen, penyederhanaan formulir dan prosedur, tingkat bunga dan lainnya. Perusahaan 
berhasil meningkatkan jumlah pembiayaannya secara signifikan yaitu naik sebesar 25,5% dibandingkan 
pada tahun 2010 dan menjaga risiko kreditnya secara keseluruhan yaitu sebesar 4,9% pada tahun 2011, 
sehingga secara keseluruhan kinerja laba bersih Perusahaan dapat dipertahankan dengan kenaikan 
sebesar 8%. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 241 
c. Komite Kepatuhan 
Komite Kepatuhan bertanggung jawab untuk merumuskan pedoman etika kerja dan Tata Kelola 
Perusahaan yang Baik. Selain itu, Komite ini juga bertugas untuk memonitor pelaksanaan prinsip Tata 
Kelola Perusahaan yang Baik dan kepatuhan Perusahaan kepada peraturan perundang-undangan yang 
berlaku. 
Komite Kepatuhan terdiri dari: 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Kepatuhan 
3. Direktur Manajemen Risiko 
4. Sekretaris Perusahaan 
5. Kepala Unit Audit Internal 
Selama tahun 2011, Komite ini telah melakukan sosialisasi atas peraturan-peraturan baru dan 
mendistribusikan peraturan-peraturan baru tersebut kepada pihak-pihak terkait serta melakukan 
pemantauan atas pelaksanaannya. Komite ini juga selalu memantau posisi kepatuhan Perusahaan 
atas ketentuan perundang-undangan dan melaporkannya kepada Direksi secara bulanan. Pencapaian 
yang diperoleh pada tahun 2011 adalah tidak terdapat sanksi yang nilainya signifikan dari instansi yang 
berwenang, yang diakibatkan oleh ketidaktaatan Perusahaan. 
d. Komite Sumber Daya Manusia 
Komite Sumber Daya Manusia berfungsi untuk menetapkan sasaran dan kebijakan sumber daya manusia 
Perusahaan, yang mana tugasnya antara lain merumuskan, memantau dan mengevaluasi program-program 
sumber daya manusia agar tetap sesuai dengan kebijakan Perusahaan. 
Komite ini berwenang untuk menetapkan rencana sumber daya manusia, termasuk juga promosi, 
pelatihan maupun perekrutan jabatan-jabatan penting di dalam Perusahaan. 
Komite Sumber Daya Manusia terdiri dari: 
1. Direktur Utama 
2. Direktur Operasi 
3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 
4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 
5. Direktur Manajemen Risiko 
6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 
7. Wakil Direktur Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Selama tahun 2011, Komite ini telah menetapkan berbagai kebijakan sumber daya manusia Perusahaan, 
termasuk diantaranya kebijakan penggajian, insentif, bonus, tunjangan, penghargaan, penilaian individual 
dan rekrutmen. Selain itu, Komite juga telah mengambil keputusan untuk memberikan sanksi kepada 
karyawan-karyawan yang telah melakukan pelanggaran, sesuai dengan Peraturan Perusahaan dan 
peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. 
Lebih lanjut, Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum bersama dengan Komite Sumber Daya Manusia 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk juga melakukan pertemuan secara rutin untuk menyelaraskan kebijakan 
Sumber Daya Manusia Adira Finance dengan kebijakan Sumber Daya Manusia PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk. 
Keanggotaan Direksi dalam Komite Eksekutif adalah sebagai berikut: 
Nama 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Komite Manajemen 
Risiko 
Ketua 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Komite Kredit 
Komite Kepatuhan 
Komite Sumber Daya 
Manusia 
Persentase kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Komite Eksekutif selama tahun 2010 adalah sebagai 
berikut: 
Nama 
Komite Manajemen 
Risiko 
Komite Kredit 
Komite Kepatuhan 
Komite Sumber Daya 
Manusia 
Alasan 
Ketidakhadiran 
RAPAT GABUNGAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS 
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 
memiliki kewajiban yang sama yaitu menjaga keberlanjutan usaha Perusahaan. Keberhasilan pelaksanaan 
kewajiban tersebut dapat dilihat dari: 
1. Terpeliharanya kinerja Perusahaan yang tercermin dari laporan keuangan yang diaudit oleh Kantor Akuntan 
Publik dan dipublikasikan kepada publik. 
2. Sistem pengendalian berjalan dengan baik dan manajemen risiko Perusahaan juga dapat dikelola dengan 
baik. 
3. Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik telah diterapkan oleh seluruh unit Perusahaan dengan 
baik dan konsisten. 
4. Kinerja usaha Perusahaan dapat dinikmati juga oleh pemegang saham dalam bentuk pembagian dividen 
oleh Perusahaan. 
5. Kepentingan semua pemangku kepentingan dapat dijaga secara seimbang dan wajar. 
242 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Ketua 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Ketua 
Bukan Anggota 
Bukan Anggota 
Bukan Anggota 
Anggota 
Ketua 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Anggota 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
Bukan Anggota 
Bukan Anggota 
Bukan Anggota 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
- 
- 
- 
- 
-
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Untuk menjamin terpeliharanya keberlanjutan usaha Perusahaan, Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan 
secara rutin melakukan rapat bersama/rapat gabungan untuk membicarakan kinerja Perusahaan dan 
membahas masalah-masalah yang timbul atau diperkirakan akan timbul agar dapat menemukan jalan keluar 
terbaik secara bersama. 
Sepanjang tahun 2011, Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan telah melakukan 4 (empat) kali rapat 
gabungan, dengan tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris dan Direksi mencapai 100%. Tingkat 
kehadiran yang tinggi ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Dewan Komisaris dan 
Direksi Perusahaan. 
Adapun daftar kehadiran dalam rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut: 
Jumlah kehadiran para anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan selama tahun 2011 
adalah sebagai berikut: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 243 
Nama 
Theodore Permadi Rachmat 1) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi 2) 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Stanley Setia Atmadja 
Erida Gunawan 1) 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
24 Okt 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
28 Jul 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
28 Apr 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
27 Jan 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
√ 
Jumlah Rapat 
2 
4 
4 
4 
2 
4 
4 
4 
4 
2 
4 
4 
4 
4 
Jumlah Kehadiran 
2 
4 
4 
4 
2 
4 
4 
4 
4 
2 
4 
4 
4 
4 
% Kehadiran 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
100% 
Nama 
Theodore Permadi Rachmat 1) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi 2) 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Stanley Setia Atmadja 
Erida Gunawan 1) 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Alasan Ketidakhadiran 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
-
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Theodore Permadi Rachmat 1) 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi 2) 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Stanley Setia Atmadja 
Erida Gunawan 1) 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
244 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
0% 20% 40% 60% 80% 100% 
Keterangan: 
1) Theodore Permadi Rachmat dan Erida Gunawan mengundurkan diri dari jabatan masing-masing selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen 
dan Direktur Perusahaan pada RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011. 
2) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 
2011 dan efektif menjabat 
Rencana Rapat Gabungan Pada Tahun 2012 
Untuk tahun 2012, Dewan Komisaris dan Direksi berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 
1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 
2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 
3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 
4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. 
Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi tanggal 24 Oktober 
2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika ada permintaan dari mayoritas anggota 
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Komite Nominasi dan Remunerasi mengumpulkan 
informasi mengenai standar remunerasi untuk jabatan 
dan industri sejenis di pasaran. Selanjutnya, Komite 
Nominasi dan Remunerasi membuat rekomendasi 
kepada Dewan Komisaris. 
Dewan Komisaris mempelajari rekomendasi dari 
Komite Nominasi dan Remunerasi untuk selanjutnya 
mengusulkan remunerasi Dewan Komisaris kepada 
Rapat Umum Pemegang Saham. 
Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan 
remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan 
memberikan kuasa kepada Komisaris Utama untuk 
pelaksanaan distribusinya. 
Komisaris Utama melaksanakan pembagian remunerasi 
sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang 
Saham. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 245 
KEBIJAKAN REMUNERASI 
Remunerasi Dewan Komisaris 
Mekanisme pemberian kompensasi bagi Dewan Komisaris ditentukan sebagai berikut: 
• Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan melakukan penelaahan atas kompensasi yang diberikan 
di pasar untuk pekerjaan yang bersangkutan pada perusahaan lainnya dengan bidang usaha dan status 
yang sama. 
• Dengan memperhitungkan kinerja dan kontribusi individu, kemudian dilakukan pembahasan oleh Komite 
Nominasi dan Remunerasi untuk menyiapkan rekomendasi. 
• Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dilakukan pembahasan lanjutan dan 
persetujuan. 
• Usulan remunerasi anggota Dewan Komisaris disampaikan kepada pemegang saham untuk pembahasan 
dan persetujuan dalam RUPS Tahunan. 
• RUPS Tahunan akan menentukan dan menetapkan remunerasi Dewan Komisaris. 
• Untuk pelaksanaan distribusi remunerasi, RUPS Tahunan dapat menunjuk Komisaris Utama untuk 
melakukan distribusi remunerasi bagi setiap anggota Dewan Komisaris. 
Komite Nominasi dan 
Remunerasi 
Dewan Komisaris 
Rapat Umum Pemegang 
Saham 
Komisaris Utama 
Pada tahun 2011, RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011 telah menetapkan jumlah gaji 
atau honorarium dan tunjangan serta tantiem yang dibayarkan kepada anggota Dewan Komisaris adalah 
sejumlah Rp 3.134.559.156. RUPS Tahunan juga menunjuk Komisaris Utama untuk menentukan pembagian 
jumlah gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantiem tersebut kepada masing-masing anggota Dewan 
Komisaris sesuai dengan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Rincian remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan pada tahun 2007-2011 adalah 
sebagai berikut: 
Jenis Remunerasi 
Honorarium 
Tantiem 
Tunjangan lain 
Jumlah 
2011 2010 2009 2008 2007 
7 
7 
7 
Jumlah Anggota Dewan Komisaris 
Dewan Komisaris 
246 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Jumlah Anggota) 
7 
7 
7 
6 
6 
6 
6 
6 
6 
6 
6 
6 
Jumlah Remunerasi Dewan Komisaris 
2011 2010 2009 2008 2007 
1.621 
521 
980 
3.122 
2.627 
1.080 
176 
3.883 
3.583 
1.080 
143 
4.806 
3.112 
843 
452 
4.407 
1.860 
478 
1.224 
3.562 
Remunerasi Direksi 
Mekanisme pemberian kompensasi bagi Direksi ditentukan sebagai berikut: 
• Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan melakukan penelaahan atas kompensasi yang diberikan di 
pasar untuk pekerjaan sebagai anggota Direksi pada perusahaan lainnya dengan bidang usaha dan status 
yang sama. 
• Dengan memperhitungkan kinerja usaha Perusahaan dan kontribusi individu, kemudian dilakukan 
pembahasan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi untuk menyiapkan rekomendasi. 
• Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dilakukan pembahasan lanjutan dan 
persetujuan. 
• Usulan remunerasi anggota Direksi disampaikan kepada pemegang saham untuk pembahasan dan 
persetujuan dalam RUPS Tahunan. 
• RUPS Tahunan dapat menentukan dan menetapkan memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris 
untuk menetapkan remunerasi Direksi dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi dan 
Remunerasi. 
Rapat Umum Pemegang 
Saham 
Komisaris Utama 
Komite Nominasi dan Remunerasi mengumpulkan 
informasi mengenai standar remunerasi untuk jabatan 
dan industri sejenis di pasaran. Selanjutnya, Komite 
Nominasi dan Remunerasi melakukan evaluasi atas 
pencapaian kinerja usaha Perusahaan dan memberikan 
rekomendasi kepada Dewan Komisaris . 
Dewan Komisaris mempelajari rekomendasi dari 
Komite Nominasi dan Remunerasi untuk selanjutnya 
mengusulkan remunerasi Direksi kepada Rapat Umum 
Pemegang Saham. 
Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan 
remunerasi bagi anggota Direksi dan memberikan 
kuasa kepada Komisaris Utama untuk pelaksanaan 
distribusinya. 
Dewan Komisaris melaksanakan pembagian remunerasi 
sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang 
Saham. 
Komite Nominasi dan 
Remunerasi
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Pada tahun 2011, RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011 telah memberikan wewenang 
kepada Komisaris Utama untuk menentukan pembagian jumlah gaji atau honorarium dan tunjangan serta 
tantiem bagi masing-masing anggota Direksi sesuai dengan rekomendasi dari Komite Nominasi dan 
Remunerasi. 
Rincian remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi Perusahaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai 
berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Jumlah Anggota) 
Honorarium 
Tantiem 
Tunjangan lain 
Jumlah 
5 
5 
5 
6 
6 
6 
5 
5 
5 
4 
4 
4 
4 
4 
4 
6.990 
21.997 
18.261 
47.248 
10.210 
30.272 
7.569 
48.051 
8.721 
14.514 
5.566 
28.801 
Remunerasi Anggota Komite di bawah Dewan Komisaris 
Mekanisme pemberian kompensasi bagi anggota Komite di bawah Dewan Komisaris ditentukan sebagai 
berikut: 
• Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan melakukan penelaahan atas kompensasi yang diberikan 
di pasar untuk pekerjaan sebagai anggota Komite pada perusahaan lainnya dengan bidang usaha dan 
status yang sama. 
• Dengan memperhitungkan kinerja dan kontribusi individu, kemudian dilakukan pembahasan oleh Komite 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 247 
Nominasi dan Remunerasi untuk menyiapkan rekomendasi. 
• Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dilakukan pembahasan lanjutan dan 
persetujuan. 
• Usulan remunerasi anggota Komite diputuskan oleh Dewan Komisaris Perusahaan. 
8.909 
14.000 
4.690 
27.559 
4.748 
9.270 
6.803 
20.821 
Jenis Remunerasi 
Jumlah Anggota Direksi 
2011 2010 2009 2008 2007 
Jumlah Remunerasi Direksi 
2011 2010 2009 2008 2007 
Dewan Komisaris 
Komite Nominasi dan 
Remunerasi 
Komite Nominasi dan Remunerasi mengumpulkan 
informasi mengenai standar remunerasi untuk jabatan 
dan industri sejenis di pasaran. Selanjutnya, Komite 
Nominasi dan Remunerasi membuat rekomendasi 
kepada Dewan Komisaris. 
Dewan Komisaris mempelajari rekomendasi dari 
Komite Nominasi dan Remunerasi untuk selanjutnya 
menentukan bagi anggota Komite yang berada di 
bawah Dewan Komisaris. 
Pelaksanakan pembagian remunerasi sesuai dengan 
hasil keputusan Dewan Komisaris. 
Komite Nominasi dan 
Remunerasi
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Rincian remunerasi anggota Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris (tidak termasuk anggota Komite yang 
merangkap sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan) pada tahun 2007–2011 adalah sebagai berikut: 
Jenis Remunerasi 
Honorarium 
Tantiem 
Tunjangan lain 
Jumlah 
2011 2010 2009 2008 2007 
2 
2 
2 
Remunerasi Per orang anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Komite 
Remunerasi per Orang dalam 1 (satu) Tahun 
Di atas Rp 5 miliar 
Di atas Rp 1 miliar-Rp 5 miliar 
Di bawah Rp 1 miliar 
248 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Jumlah Anggota) 
Jumlah Anggota Komite 
2 
2 
2 
2 
2 
2 
2 
2 
2 
2 
2 
2 
Jumlah Remunerasi Anggota Komite 
2011 2010 2009 2008 2007 
240 
- 
27 
267 
240 
- 
27 
267 
260 
- 
31 
291 
173 
- 
- 
173 
260 
- 
21 
281 
Dewan Komisaris Direksi Pihak Independen 
- 
- 
7 
Jumlah Anggota 
1 
5 
- 
- 
- 
3 
Keterangan: 
1. Remunerasi terdiri dari honorarium, tantiem, tunjangan perumahan, tunjangan transport, tunjangan 
kesehatan dan tunjangan handphone. 
2. Termasuk honorarium dan tantiem bagi 1 anggota Dewan Komisaris dan 1 anggota Direksi yang 
mengundurkan diri pada tahun 2011. 
3. Pihak Independen adalah pihak di luar Perusahaan yang merupakan anggota komite-komite di bawah 
Dewan Komisaris, namun tidak termasuk anggota komite yang merangkap sebagai anggota Dewan 
Komisaris Perusahaan. Pihak Independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan 
saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi dan/atau pemegang saham 
pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS, DIREKSI DAN PEJABAT SENIOR 
A. Penilaian Kinerja Dewan Komisaris 
Penilaian kinerja Dewan Komisaris dilakukan oleh pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 
Indikator penilaian kinerja Dewan Komisaris pada tahun 2011 adalah: 
1. Kontribusi dan dukungan Dewan Komisaris terhadap penerapan dan pelaksanaan budaya Perusahaan, 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 249 
visi, misi, filosofi, anggaran dan rencana kerja Perusahaan. 
2. Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
3. Pembentukan dan terlaksananya tugas-tugas Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris. 
4. Pemberian nasihat-nasihat dan saran-saran yang baik dan efektif kepada Direksi. 
5. Pemberian keputusan penting secara cepat, namun tetap dengan dasar pertimbangan yang terbaik. 
6. Penilaian dari para pemegang saham atas kinerja Dewan Komisaris. 
7. Tingkat kehadiran dalam rapat, baik dalam rapat Dewan Komisaris dan rapat Gabungan dengan 
Direksi. 
B. Penilaian Kinerja Direksi 
Penilaian kinerja masing-masing anggota Direksi dilakukan oleh Direktur Utama, dengan menggunakan 
kriteria antara lain: 
1. Konsisten dalam meningkatkan pengembalian investasi bagi pemegang saham. 
2. Kontribusi yang bermanfaat bagi strategi Perusahaan. 
3. Tingkat pemahaman terhadap risiko utama yang mempengaruhi Perusahaan. 
4. Memberikan arahan yang jelas kepada karyawan untuk mencapai tujuan Perusahaan. 
5. Kerja sama di antara sesama anggota Direksi. 
6. Komitmen atas waktu yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya dengan baik. 
7. Profesionalitas dan kemauan untuk mendengarkan dan menghormati ide dari direktur lain dan pejabat 
senior lainnya. 
Tenun Pandai Sikek - Sumatera Barat
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Penilaian kinerja Direktur Utama dan Direksi secara keseluruhan dilakukan oleh Dewan Komisaris dengan 
kriteria antara lain: 
1. Kontribusi dan peran aktif Direksi terhadap penerapan dan pelaksanaan budaya Perusahaan, visi, 
misi, filosofi, anggaran dan rencana kerja Perusahaan. 
2. Tingkat pencapaian target dan tujuan Perusahaan. 
3. Tingkat produktivitas rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. 
4. Hubungan yang erat antara Direksi dan pejabat senior. 
5. Pemberian keputusan penting secara cepat, dengan dasar pertimbangan yang terbaik. 
6. Tingkat kehadiran dan efektifitas dalam rapat, kertas kerja Direksi dan dukungan di bidang pelaksanaan 
Tata Kelola Perusahaan. 
C. Penilaian Kinerja Pejabat Senior 
Untuk penilaian pejabat senior Perusahaan dilakukan oleh Direksi. Indikator yang dipergunakan oleh 
Direksi adalah target pencapaian yang sudah ditetapkan Direksi sebelumnya, seperti laba bersih, jumlah 
pembiayaan baru, tingkat pelayanan kepada rekan usaha dan konsumen, serta tingkat risiko kredit 
bermasalah. 
KONTRAK MANAJEMEN 
Kontrak manajemen adalah kontrak pengelolaan Perusahaan oleh Direksi yang dibuat dan ditandatangani 
oleh Direktur Utama dengan pemegang saham pengendali. Sedangkan untuk anggota Direksi lainnya 
menandatangi kontrak manajemen dengan Direktur Utama. Kontrak manajemen tersebut berlaku sejak 
RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 1 April 2009 sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang 
diselenggarakan pada tahun 2012. Kontrak manajemen tersebut antara lain berisi kewajiban-kewajiban dari 
Direksi yang harus dipenuhi sampai dengan masa berlakunya kontrak, misalnya target laba bersih, kondisi 
kesehatan Perusahaan dan lainnya. Selain itu, kontrak manajemen juga mengatur hak-hak dan wewenang 
yang diberikan kepada Direksi. 
PERNYATAAN PENGENDALIAN INTERNAL 
Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi 
Dewan Komisaris dan Direksi berkomitmen untuk memastikan bahwa praktik-praktik Tata Kelola Perusahaan 
yang Baik dijalankan dengan baik sebagai dasar pencapaian tujuan untuk menjaga dan meningkatkan nilai 
Perusahaan. Salah satu implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik adalah memastikan bahwa sistem 
pengendalian internal telah dilaksanakan dengan memadai. 
Direksi memiliki tanggung jawab untuk menerapkan sistem pengendalian internal yang baik untuk mencapai 
tujuan Perusahaan. Sistem pengendalian internal Perusahaan dijalankan oleh Direksi, pejabat senior, Audit 
Internal dan seluruh karyawan Perusahaan. Sedangkan Dewan Komisaris memiliki tanggung jawab untuk 
melakukan pengawasan dalam rangka memastikan terselenggaranya pengendalian internal dalam setiap 
kegiatan usaha Perusahaan pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. 
Walaupun Perusahaan menyadari bahwa tidak terdapat sistem pengendalian internal yang dapat 
menghilangkan seluruh risiko usaha yang ada, akan tetapi Perusahaan berusaha untuk dapat mengelola dan 
mengendalikan risiko tersebut seminimal mungkin. Selama tahun 2011, Perusahaan menganggap bahwa 
sistem pengendalian internal yang telah diterapkan Perusahaan sudah sesuai dengan kebutuhan Perusahaan 
250 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
untuk menjamin tercapainya tujuan Perusahaan. Hal ini terlihat dari hasil penilaian dan rekomendasi dari 
Divisi Audit Internal yang menunjukkan perkembangan yang lebih baik, kecuali hasil pemeriksaan Divisi Audit 
Internal atas jaringan usaha Perusahaan yang baru berdiri, yang mana sampai saat ini masih dalam proses 
perbaikan dan penyempurnaan prosedur. 
Audit Internal 
Direksi Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membuat laporan keuangan dan mengatur proses 
pelaporannya. Disamping itu, Direksi juga bertanggung jawab dalam merancang sistem audit internal 
terhadap proses pelaporan internal yang mencakup mekanisme menyeluruh dari prosedur operasi standar, 
jalur pelaporan dan struktur akuntabilitas. 
Pedoman Unit Audit Internal yang direvisi pada tahun 2009 telah sesuai ketentuan dalam Peraturan Bapepam 
dan LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal (Surat 
Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008 tertanggal 28 Nopember 2008). Pedoman Unit 
Audit Internal Adira Finance telah disahkan oleh Direksi Perusahaan dan disetujui oleh Dewan Komisaris 
Perusahaan pada tanggal 24 Nopember 2009. 
Di dalam Pedoman Unit Audit Internal Perusahaan diatur antara lain: 
• Misi Unit Audit Internal yaitu memberikan keyakinan yang independen dan obyektif serta memberikan jasa 
konsultasi untuk menambah nilai dan meningkatkan kinerja operasional Perusahaan, melalui pendekatan 
yang sistematis dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas dari proses manajemen risiko, 
pengendalian dan proses tata kelola perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 251 
• Tujuan diadakannya Unit Audit Internal yaitu untuk dapat: 
a Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko signifikan serta memberikan kontribusi terhadap pengelolaan 
risiko dan sistem pengendalian internal; 
a Memelihara pengendalian internal yang efektif; 
a Menilai dan memberikan rekomendasi yang sesuai untuk meningkatkan proses tata kelola perusahaan; 
a Membantu meningkatkan dan memperkuat lingkungan pengendalian di Perusahaan untuk mencegah 
terjadinya kecurangan, melalui pengujian kecukupan dan keefektifan sistem pengendalian internal; 
a Memberikan pandangan yang independen kepada Manajemen dan Dewan Komisaris Perusahaan 
terhadap kecukupan pengendalian internal dan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur; dan 
a Menyediakan jasa konsultasi yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kinerja operasional 
Perusahaan. 
• Independensi Unit Audit Internal, yang mana Unit Audit Internal dianggap independen apabila dapat 
melaksanakan tugasnya secara bebas dan obyektif. 
• Pertanggungjawaban Unit Audit Internal, yang mana Unit Audit Internal mempertanggungjawabkan 
seluruh kegiatannya kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris melalui Komite Audit 
• Ruang Lingkup Unit Audit Internal, yang mana meliputi seluruh entitas audit (cabang, gudang, wilayah dan 
seluruh fungsional di kantor pusat). 
• Kewenangan Unit Audit Internal, yang mana Unit Audit Internal diberi akses yang tidak terbatas terhadap 
seluruh fungsi, pencatatan, kekayaan dan karyawan Perusahaan. 
• Tanggung Jawab Unit Audit Internal, antara lain: 
a Mengembangkan rencana audit tahunan yang fleksibel dengan metodologi berbasis risiko yang tepat, 
termasuk risiko dan pengendalian yang diidentifikasi oleh Manajemen dan menyerahkan rencana audit 
kepada Dewan Komisaris melalui Komite Audit untuk ditelaah dan disetujui sekaligus disempurnakan 
secara periodik;
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
a Mengimplementasikan rencana audit tahunan yang disetujui; 
a Membuat laporan hasil audit dan laporan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan tersebut; dan 
a Menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris serta pihak eksternal 
sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif 
tentang kegiatan yang diperiksa pada seluruh tingkatan Manajemen. 
• Kode Etik Unit Audit Internal yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh anggota dari Unit Audit 
Internal, kode etik ini meliputi integritas, obyektifitas, kerahasiaan dan kecakapan. 
• Persyaratan untuk menjadi anggota dari Unit Audit Internal, yaitu: 
a Memiliki perilaku yang profesional, independen, jujur dan obyektif; 
a Memiliki pengetahuan, keahlian dan kemampuan lain untuk melaksanakan tanggung jawabnya 
masing-masing; 
a Memiliki kecakapan untuk berinteraksi dan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan dengan 
efektif; 
a Wajib memenuhi kode etik audit internal; 
a Wajib menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan; 
a Memiliki pemahaman tentang prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik; dan 
a Bersedia secara terus-menerus meningkatkan kemahiran, efektifitas dan kualitas dari pekerjaannya. 
• Standar Pelaksanaan Audit Internal, yang mana dalam menjalankan tugasnya, Unit Audit Internal akan 
memenuhi atau melebihi standar sebagaimana dijabarkan dalam Standard for the Professional Practice of 
Internal Auditing dari the Institute of Internal Auditors. 
Penanggung jawab utama dari Audit Internal Perusahaan adalah Direktur Utama yang dalam pelaksanaannya 
dibantu oleh Unit Audit Internal. 
252 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tenun Mandar - Sulawesi Barat
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Pengangkatan Kepala Unit Audit Internal Perusahaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan 
Bapepam dan LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal 
(Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008 tertanggal 28 Nopember 2008) dan 
Pedoman Unit Audit Internal Perusahaan yaitu diangkat oleh Direktur Utama pada tanggal 29 April 2011 
setelah disetujui oleh Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 28 April 2011 serta dilaporkan kepada 
Bapepam dan LK pada tanggal 4 Mei 2011. Kepala Divisi Audit Internal Perusahaan saat ini dijabat oleh 
Inggrid Sri Komala Dewi. 
Ingrid Sri Komala Dewi 
Kepala Unit Audit Internal 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 253 
Tempat/Tanggal Lahir : 
Kewarganegaraan : 
Pendidikan Terakhir : 
Pengalaman Kerja : 
Pelatihan yang Diikuti : 
Sebagai Instruktur : 
Lampung/19 Mei 1971 
Indonesia 
Sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanagara 
pada tahun 1995 
• PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai 
Kepala Unit Audit Internal pada tahun 
2011-sekarang. 
• PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai 
Wakil Kepala Divisi Recovery dan Asset 
Management pada tahun 2009-2011. 
• PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai 
Kepala Departemen pada Unit Audit Internal 
pada tahun 2003-2009. 
• Kantor Akuntan Publik Ernst & Young pada 
tahun 1999-2000. 
• Kantor Akuntan Publik Deloitte Touche 
Tohmatsu pada tahun 1995-1999. 
• Training mengenai Prinsip Dasar Audit Internal, 
Teknik Interview dan Deteksi Fraud yang 
diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan 
Internal Audit pada tahun 20085. 
• Risk Based Audit Training yang 
diselenggarakan Bright Consulting pada tahun 
2005. 
• Team Mate Programme Training yang 
diselenggarakan Kantor Akuntan Publik Price 
Waterhouse Coopers pada tahun 2005 dan 
2006. 
• Know Your Customer – Adira Finance Training 
yang diselenggarakan PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk. pada tahun 2006. 
• Fraud Mitigation & Investigation Training yang 
diselenggarakan PT Bank Danamon Indonesia 
Tbk. pada tahun 2007. 
Berbagai program pelatihan yang diselenggarakan 
oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk pada 
tahun 2003-sekarang.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Dalam melaksanakan tugasnya, Divisi Audit Internal melaksanakan berbagai kegiatan antara lain audit 
operasional cabang, gudang, kustodian, wilayah dan fungsional lainnya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah 
untuk memastikan bahwa praktik manajemen risiko telah dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur 
tertulis Perusahaan serta peraturan eksternal. Divisi Audit Internal juga membantu menyempurnakan dan 
memperkuat pengendalian dan menyediakan jasa konsultasi untuk memberikan nilai tambah dan memperbaiki 
operasional organisasi. 
Cakupan kegiatan audit yang dilakukan meliputi evaluasi menyeluruh mulai dari validasi perjanjian kerjasama 
dengan dealer, aplikasi kredit, persetujuan kredit, pengelolaan jaminan, proses penagihan, pemulihan kredit 
or bermasalah dan proses pemasaran kembali, sampai dengan proses pembiayaan dan akuntansi termasuk 
sistem dokumentasi. Audit tersebut dilakukan dengan sistem matrik, yang mana untuk unit yang dinilai 
memiliki risiko tinggi, maka apapun hasil pemeriksaannya akan dilakukan audit 1 (satu) kali dalam setahun, 
untuk unit yang hasil pemeriksaan sebelumnya tidak memuaskan maka audit akan dilakukan 1 (satu) kali 
dalam setahun apapun tingkat risikonya, sedangkan unit yang memperoleh hasil pemeriksaan menengah 
atau berisiko rendah serta tidak termasuk dalam kategori tidak memuaskan maka akan diaudit setiap 2 (dua) 
tahun sekali. 
Struktur organisasi Unit Audit Internal adalah sebagai berikut: 
Komite Audit 
Dani Rachman 
Kepala Dept Audit Umum 1 
Eka Ratnawati 
Kepala Seksi Audit Umum 1 
Stanley Setia Atmadja 
Direktur Utama 
Inggrid Sri Komala Dewi 
Kepala Unit Audit Internal 
Perencanaan dan realisasi Audit Internal pada tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
A. Rencana Audit Internal 
Kepala Dept Jaminan Kualitas 
& Pengembangan Audit 
Kepala Seksi Manajemen Sistem 
Informasi & Admin Audit 
Berdasarkan urutan prioritas untuk tahun 2011, Audit Internal merencanakan 94 (sembilan puluh empat) 
penugasan audit, yang terdiri dari: 
1. 76 (tujuh puluh enam) cabang; 
2. 5 (lima) wilayah 
3. 1 (satu) kustodian; dan 
4. 12 (dua Belas) gudang. 
254 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tutuk Andiartika 
Supriadi 
Al Atmo Sampurno Hadi 
Kepala Seksi Jaminan Kualitas 
& Pengembangan Audit 
Tongan Tovendi Sihite 
Kepala Dept Audit Umum 2 
Erik Oktario Rachmat 
Kepala Seksi Audit Umum 2 
Tutuk Andiartika 
Kepala Dept Audit Umum 3 
Kries Prihantoro 
Nugroho 
Kepala Seksi Audit Umum 3
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 255 
B. Realisasi Audit Internal 
Realisasi audit selama tahun 2011 mencapai 94 (sembilan puluh empat) penugasan audit atau mencapai 
100% dari target audit 2011 sebanyak 94 (sembilan puluh empat) penugasan, yang terdiri dari: 
1. 76 (tujuh puluh enam) cabang; 
2. 5 (lima) wilayah 
3. 1 (satu) Custodian; dan 
4. 12 (dua Belas) gudang. 
C. Hasil Temuan Audit 
Dari pelaksanaan audit, terdapat hasil temuan audit antara lain adalah sebagai berikut: 
- Terdapat keterlambatan melakukan kunjungan ke nasabah yang terlambat membayar angsuran lebih 
dari 7 hari. 
- Hasil kunjungan ke nasabah tidak dicatat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 
- Administrasi pencatatan Surat Tugas Penarikan dan Surat Kuasa Penarikan yang kurang rapi. 
- Kesalahan pencatatan data BPKB. 
Setiap laporan hasil audit disampaikan kepada Manajemen Perusahaan dan pihak yang diaudit dilengkapi 
dengan rencana tindakan perbaikan, termasuk sanksi/pinalti apabila diperlukan. Kemajuan tindakan tersebut 
harus dilaporkan oleh pihak yang diaudit kepada Divisi Audit Internal setiap bulan untuk memastikan agar 
setiap pihak yang diaudit selalu berupaya melakukan penyempurnaan atau perbaikan. 
Sebagai anak perusahaan dari sebuah Bank, maka Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk juga telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa divisi fungsional di Adira Finance. 
Temuan-temuan yang dihasilkan dari pemeriksaan ini juga dilaporkan kepada Direktur Utama Perusahaan, 
yang selanjutnya juga disampaikan kepada Divisi Audit Internal Perusahaan untuk ditindaklanjuti. Pada tahun 
2011, SKAI PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah melakukan pemeriksaan atas 9 (sembilan) divisi fungsional 
di kantor pusat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak terdapat temuan yang berpengaruh secara material 
atau signifikan terhadap kinerja dan operasional Perusahaan. 
Auditor Eksternal Independen 
RUPS Tahunan yang memiliki hak untuk menunjuk Auditor Eksternal Independen, telah memberi kuasa 
kepada Komisaris untuk menunjuk Auditor Independen Eksternal dengan rekomendasi dari Komite Audit 
pada RUPS Tahunan tanggal 28 April 2011. Auditor Independen Eksternal yang ditunjuk tidak boleh berada 
dibawah kendali Dewan Komisaris, Direksi atau pihak-pihak berkepentingan lainnya dalam bentuk apapun. 
Auditor Eksternal Independen yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan 
laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan 
memberikan rekomendasi perbaikan atas pengendalian internal yang lemah di Perusahaan. 
Berdasarkan Rapat Dewan Komisaris pada tanggal 27 Juli 2011, Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja 
(a member firm of KPMG International) telah ditunjuk sebagai Auditor Independen Eksternal Perusahaan. 
Tugas Auditor Independen Eksternal adalah memeriksa dan memberikan opininya atas laporan keuangan 
Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. 
Tahun 2011 adalah tahun kelima bagi Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG 
International) sebagai Auditor Independen Eksternal Perusahaan, yang mana biaya untuk jasa audit 
profesional tersebut adalah sebesar US$ 90.000, sedangkan pada tahun 2010, 2009, 2008 dan 2007, masing-
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
masing adalah sebesar US$ 90.000, US$ 83.600, US$ 83.600 dan US$ 76.000. Selain itu, Perusahaan juga 
menggunakan jasa audit profesional Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG 
International) sebagai profesi penunjang pasar modal dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Dinamika 
Multi Finance V Tahun 2011 dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011, 
yang mana jasa profesional yang dibayarkan Perusahaan masing-masing adalah US$ sebesar 45.000 dan 
US$ 35.000. 
Akuntan Publik yang mewakili pelaksanaan audit laporan keuangan tahun 2011 dan penerbitan Obligasi 
Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap 
I Tahun 2011 adalah Kusumaningsih Angkawijaya, CPA. Laporan keuangan tahun 2010 dan periode enam 
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 serta penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV 
Tahun 2010 yang disebutkan diatas adalah Elizabeth Imelda, CPA. Sedangkan untuk audit laporan keuangan 
tahun 2009, 2008 dan 2007 serta penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 adalah 
Kusumaningsih Angkawijaya, CPA. 
Dalam menjalankan tugasnya, Auditor Independen Eksternal menyatakan tidak terjadi benturan kepentingan 
dalam pelaksanaan audit. 
KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SERTA HUBUNGAN DENGAN 
PEMASOK 
Untuk pengadaan barang dan jasa serta hubungan dengan pemasok, maka Adira Finance telah menerapkan 
kebijakan sebagai berikut: 
1. Menerapkan Memo Internal dan Sistem Prosedur Operasional untuk pengadaan barang dan jasa di 
Perusahaan. 
2. Semua proses pengadaan barang telah dilakukan secara on-line untuk mempermudah proses dan untuk 
menjaga ketepatan waktu pengiriman barang. 
3. Bagi pemasok utama, baik pemasok barang meupun jasa, diwajibkan untuk menyerahkan dokumen 
legalitas perusahaan secara lengkap, untuk menjamin bahwa pemasok barang dan jasa Perusahaan 
adalah benar-benar perusahaan yang memiliki kredibilitas yang baik dan bertanggung jawab. 
4. Dalam Kode Etik dan Peraturan Perusahaan telah diatur larangan bagi setiap karyawan untuk menerima 
janji atau pemberian dalam bentuk apapun dari pemasok. 
5. Perusahaan telah menyampaikan surat tertulis kepada semua pemasok untuk tidak memberikan janji 
atau hadiah kepada siapapun di Perusahaan. Jika terdapat pihak di dalam Perusahaan yang meminta 
imbalan atau hadiah, maka pihak tersebut diminta untuk menghubungi Sekretaris Perusahaan agar dapat 
ditindaklanjuti. 
Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut maka: 
1. Pengadaan barang telah dilakukan sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dibutuhkan, harga yang 
kompetitif, pengiriman yang tepat waktu dan pelayanan purna jual yang baik. 
2. Seluruh proses pengadaan barang dan proses pembayaran kepada pemasok dapat dimonitor, sehingga 
tetap terjaga dan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 
Pada tahun 2011, waktu yang diperlukan bagi Perusahaan untuk menyelesaikan pembayaran kepada 
pemasok secara rata-rata adalah sebanyak 9 (sembilan) hari kerja sejak dokumen diterima secara lengkap 
oleh Perusahaan. 
256 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Tari Petik Pala, Bandaneira - Maluku 
ASURANSI HARTA KEKAYAAN PERUSAHAAN 
Perusahaan menyadari bahwa dalam pengelolaan usaha selalu ada risiko yang akan dihadapi, khususnya 
berkaitan dengan harta kekayaan Perusahaan. Untuk mengurangi risiko kerugian atau kehilangan atas 
harta kekayaan Perusahaan, maka Perusahaan telah mengasuransikan harta kekayaan Perusahaan kepada 
perusahaan asuransi. 
Pada tahun 2011, Perusahaan mengasuransikan harta kekayaan Perusahaan berupa benda-benda bergerak 
maupun benda-benda tidak bergerak kepada PT Asuransi Adira Dinamika dengan rincian sebagai berikut: 
1. Polis Semua Risiko atas Properti 
Polis ini menjamin risiko yang mungkin terjadi atas perabotan dan peralatan kantor Perusahaan yang 
terletak di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 257 
2. Polis Gempa Bumi 
Polis ini menjamin risiko kerugian akibat gempa bumi atas perabotan, peralatan kantor dan bangunan 
yang terletak di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia, yang 
mana tidak termasuk dalam polis semua risiko atas properti. 
3. Polis Semua Risiko atas Barang Bergerak 
Polis ini menjamin risiko kehilangan atau kerusakan atas bermacam-macam benda bergerak Perusahaan 
(termasuk handphone, infocus, kamera dan lain-lain) yang terletak di Kantor Pusat maupun di seluruh 
jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia. 
4. Polis kendaraan bermotor 
Polis ini menjamin risiko kerugian atau kehilangan atas kendaraan-kendaraan bermotor roda dua maupun 
roda empat yang dimiliki dan/atau dikuasai oleh Perusahaan, yang terletak di Kantor Pusat maupun di 
seluruh jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
PT Asuransi Adira Dinamika dan Perusahaan adalah anak perusahaan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 
Namun demikian, Perusahaan tetap mendapatkan perlakuan yang wajar atau dengan syarat dan kondisi yang 
sama apabila dibandingkan dengan Perusahaan mengasuransikan kepada pihak ketiga. 
HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI) 
Perusahaan memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang telah di daftarkan di Direktorat Jenderal Hak 
Atas Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, yaitu: 
Judul/Nama HAKI 
Nomor/Tanggal 
Pendaftaran 
Nomor dan Tanggal Sertipikat 
Jangka Waktu 
Berlakunya 
KEPATUHAN 
Tujuan utama dari kepatuhan adalah agar setiap bagian di Adira Finance selalu memenuhi dan mematuhi 
peraturan-peraturan, hukum, etika bisnis dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Hal ini 
merupakan budaya Perusahaan yang telah ada sejak Perusahaan berdiri pada tahun 1990. 
Sebagai perwujudan atas perhatian yang besar dari Perusahaan untuk selalu memelihara kepatuhan, maka 
Perusahaan telah memiliki Direktorat Kepatuhan sejak tahun 2006. Melalui kepatuhan terhadap hukum dan 
peraturan perundang-undangan yang berlaku, Perusahaan akan dapat terus meningkatkan praktik Tata kelola 
Perusahaan yang Baik di seluruh aspek operasionalnya. 
Anggaran Dasar 
Sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-179/BL/2008 tertanggal 14 Mei 2009 
tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Efek Bersifat Ekuitas 
dan Perusahaan Publik, maka Perusahaan telah melakukan penyesuaian Anggaran Dasar Perusahaan 
sebagaimana tertuang dalam Akta No. 2 tertanggal 13 Maret 2009. Akta Perubahan Anggaran Dasar 
tersebut telah diterima pemberitahuannya oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia 
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasar PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
No. AHU-AH.01.10-03555 tertanggal 13 April 2009 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik 
Indonesia No. 61 Tambahan No. 603 tertanggal 31 Juli 2009. 
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 
Untuk melindungi kepentingan pemegang saham, Perusahaan memastikan bahwa RUPS Tahunan dan/atau 
Luar Biasa diselenggarakan pada waktunya dan dipersiapkan sesuai dengan ketentuan Pasal 21 Anggaran 
Dasar Perusahaan dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.1 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. 
Kep-60/PM/1996 tertanggal 17 Januari 1996). 
Ketaatan Sebagai Perusahaan Pembiayaan 
Sebagai Perusahaan Pembiayaan yang telah berdiri sejak tahun 1990, Perusahaan senantiasa taat kepada 
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan saat ini diatur 
dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 
2006 tentang Perusahaan Pembiayaan. 
258 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jenis 
Merek 
No. 
1. 532178/13-03-2003 
“Adira Finance” 
JOO-02-04280 dan 
13-03-2003 
10 tahun sejak 
tanggal 07-03-2002
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Tari Rapii Geleng - Aceh 
Dalam peraturan Menteri Keuangan tersebut terdapat beberapa ketentuan yang harus ditaati Perusahaan 
diantaranya adalah sebagai berikut: 
Perusahaan melakukan analisa secara bulanan untuk memastikan bahwa Perusahaan tetap mengikuti 
Peraturan Menteri Keuangan tersebut. Perusahaan juga menyiapkan laporan analisa bulanan yang diberikan 
kepada pemegang saham pengendali, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Hal ini merupakan bukti nyata atas 
niat dan tanggung jawab yang kuat dari Perusahaan untuk selalu tunduk dan patuh pada setiap peraturan 
perundang-undangan yang berlaku. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 259 
Status 
Memenuhi ketentuan 
Memenuhi ketentuan 
Memenuhi ketentuan 
Memenuhi ketentuan 
Memenuhi ketentuan 
Memenuhi ketentuan 
Keterangan 
Modal disetor minimum 
Modal sendiri minimum 
Pembatasan jabatan untuk Direktur 
Pembatasan jabatan untuk Komisaris 
Jumlah minimum piutang pembiayaan 
Jumlah pinjaman dibanding modal sendiri 
Catatan 
Modal disetor Perusahaan pada tanggal 31 Desember 
2011 adalah sebesar Rp 100 miliar, telah sesuai dengan 
syarat modal disetor minimum sebesar Rp 100 miliar 
untuk perusahaan swasta nasional atau patungan. 
Modal sendiri Perusahaan pada tanggal 31 Desember 
2011 adalah 4.435,0% dari modal disetor, ini jauh di atas 
syarat minimum modal sendiri yaitu sebesar 50% dari 
modal disetor. 
Berdasarkan dokumen dan data yang ada pada tanggal 
31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi 
syarat pembatasan jabatan untuk Direktur, karena tidak 
ada Direktur Perusahaan yang merangkap jabatan di 
perusahaan pembiayaan lain atau tidak menjadi Komisaris 
di lebih dari 1 (satu) perusahaan pembiayaan lain. 
Berdasarkan dokumen dan data yang ada pada tanggal 
31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi syarat 
pembatasan jabatan untuk Komisaris, karena dari seluruh 
anggota Dewan Komisaris Perusahaan tidak ada yang 
merangkap jabatan di lebih dari 3 (tiga) perusahaan 
pembiayaan lain. 
Jumlah piutang pembiayaan Perusahaan pada tanggal 
31 Desember 2011 adalah sebesar 79,2% dari jumlah 
aset. Rasio tersebut berada di atas syarat minimum jumlah 
piutang pembiayaan yang harus dimiliki yaitu sekurang-kurangnya 
40% dari jumlah aset. 
Jumlah pinjaman yang dimiliki Perusahaan pada tanggal 
31 Desember 2011 hanya sebesar 2,4 kali dari modal 
sendiri, masih jauh di bawah syarat maksimum jumlah 
pinjaman dibandingkan modal sendiri dan pinjaman 
subordinasi dikurangi penyertaan yaitu maksimum 10 kali, 
baik untuk pinjaman luar negeri maupun dalam negeri.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan-laporan yang disampaikan Perusahaan kepada Bapepam dan LK serta BI sesuai dengan Peraturan 
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang 
Perusahaan Pembiayaan adalah sebagai berikut: 
Nama Laporan 
Penyampaian Bukti Iklan Laporan Keuangan Tahunan 2010 
Laporan Keuangan Tahunan 2010 
Laporan Bulanan untuk bulan Januari 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan Pebruari 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan Maret 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan April 2011 
Laporan Perubahan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris 
Laporan Bulanan untuk bulan Mei 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan Juni 2011 
Laporan Kegiatan Usaha Semesteran untuk Semester 1 
tahun 2011 
Penyampaian Perubahan Pedoman Pelaksanaan 
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah 
Laporan Bulanan untuk bulan Juli 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan Agustus 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan September 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan Oktober 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan Nopember 2011 
Laporan Bulanan untuk bulan Desember 2011 
260 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Instansi 
Menteri Keuangan 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam- 
LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
Menteri Keuangan c.q. Bapepam 
dan LK serta BI 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
7. 
8. 
9. 
10. 
11. 
12. 
13. 
14. 
15. 
16. 
17. 
Tanggal Penyampaian 
4 Pebruari 2011 
4 Pebruari 2011 
10 Pebruari 2011 
10 Maret 2011 
11 April 2011 
10 Mei 2011 
8 Juni 2011 
10 Juni 2011 
11 Juli 2011 
28 Juli 2011 
9 Agustus 2011 
10 Agustus 2011 
12 September 2011 
10 Oktober 2011 
10 Nopember 2011 
9 Desember 2011 
10 Januari 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kepemilikan Saham oleh Pengurus 
Pada tanggal 31 Desember 2011, tidak terdapat kepemilikan saham Perusahaan baik oleh anggota Dewan 
Komisaris maupun Direksi (Pengurus). 
Daftar kepemilikan saham oleh Pengurus pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 
Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan Anggota 
Dewan Komisaris dan/atau Direksi lainnya dan/atau Pemegang Saham Pengendali 
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang memiliki hubungan keuangan dengan pemegang saham 
pengendali Perusahaan yaitu PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) adalah sebagai berikut: 
Selain Ho Hon Cheong, Muliadi Rahardja dan Vera Eve Lim yang memiliki hubungan keuangan dengan 
pemegang saham pengendali, seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Adira Finance tidak memiliki 
hubungan keuangan maupun hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi lainnya 
dan/atau pemegang saham pengendali Perusahaan. 
Benturan Kepentingan 
Untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Bapepam dan LK 
No. IX.E.1 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009 tertanggal 25 Nopember 2009) tentang 
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, di dalam Anggaran Dasar Perusahaan telah 
mengatur beberapa ketentuan untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, yaitu antara lain: 
• Dalam Pasal 12 Ayat 9 Anggaran Dasar Perusahaan diatur bahwa apabila Perusahaan memiliki kepentingan 
yang bertentangan dengan kepentingan pribadi salah satu anggota Direksi, maka yang berhak mewakili 
Perusahaan adalah anggota Direksi lainnya. Apabila Perusahaan memiliki kepentingan yang berbeda 
dengan kepentingan seluruh anggota Direksi, maka Perusahaan akan diwakili oleh Komisaris. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 261 
Jabatan 
Komisaris Utama 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen 
Komisaris 
Komisaris 
Komisaris 
Direktur Utama 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Direktur 
Jumlah Saham 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
% Kepemilikan Saham 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
Nama 
Ho Hon Cheong 
Djoko Sudyatmiko 
Eng Heng Nee Philip 
Pande Radja Silalahi 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim 
Rajeev Kakar 
Stanley Setia Atmadja 
Marwoto Soebiakno 
Hafid Hadeli 
Ho Lioeng Min 
I Dewa Made Susila 
Jabatan di Adira Finance 
Komisaris Utama 
Komisaris 
Komisaris 
Jabatan di Bank Danamon 
Direktur Utama 
Direktur 
Direktur 
Nama 
Ho Hon Cheong 
Muliadi Rahardja 
Vera Eve Lim
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
• Dalam Pasal 13 Ayat 10 huruf b Anggaran Dasar Perusahaan diatur bahwa anggota Direksi yang memiliki 
kepentingan atas suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan, tidak diperbolehkan untuk ikut 
dalam pengambilan suara terkait dengan hal yang berhubungan dengan transaksi tersebut, kecuali jika 
Rapat Direksi menentukan lain. 
• Dalam Pasal 16 Paragraph 10 huruf b Anggaran Dasar Perusahaan diatur bahwa anggota Dewan Komisaris 
yang memiliki kepentingan suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan, tidak diperbolehkan 
untuk ikut dalam pengambilan suara terkait dengan hal yang berhubungan dengan transaksi tersebut, 
kecuali jika Rapat Dewan Komisaris menentukan lain. 
Perusahaan selalu melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya benturan kepentingan atas setiap 
transaksi yang akan dilakukan, termasuk diantaranya dengan menerapkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan 
yang Baik, yang mana di dalamnya terdapat ketentuan-ketentuan untuk mencegah terjadinya benturan 
kepentingan. Pedoman ini berlaku baik bagi karyawan, pejabat senior, Direksi maupun Dewan Komisaris 
Perusahaan tanpa ada pengecualian. 
Selain itu dalam melakukan usahanya, untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, Perusahaan telah 
mengambil kebijakan untuk menggunakan jasa penilai dan konsultan independen untuk melakukan penilaian 
secara independen atas transaksi yang akan dilakukan antara pihak yang mempunyai hubungan istimewa 
dengan Perusahaan, yang dikhawatirkan mengandung benturan kepentingan. 
Tabel dibawah ini menjelaskan transaksi yang mengandung benturan kepentingan yang dilakukan oleh 
Perusahaan selama tahun 2011: 
Nama & Jabatan yang 
Memiliki Benturan 
Kepentingan 
- 
No. 
- 
Keterangan 
Jenis 
Transaksi 
Nama & Jabatan Pengambil 
Keputusan 
Transaksi Material 
Selama tahun 2011, Perusahaan tidak melakukan transaksi: 
• Pembelian saham termasuk dalam rangka pengambilalihan; 
• Penjualan saham; 
• Penyertaan dalam badan usaha, proyek dan/atau kegiatan usaha tertentu; 
• pembelian, penjualan, pengalihan, tukar-menukar atas segmen usaha atau aset selain saham; 
• sewa-menyewa aset; 
• Pinjam-meminjam dana; 
• Menjaminkan aset; dan/atau 
• Memberikan jaminan perusahaan; 
yang nilainya sama atau lebih besar dari 20% dari ekuitas, sebagaimana dimaksudkan dalam Peraturan 
Bapepam dan LK No. IX.E.2 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-413/BL/2009 tertanggal 
25 Nopember 2009) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. 
Tabel dibawah ini menjelaskan transaksi yang material yang dilakukan oleh Perusahaan selama tahun 2011: 
No. 
Jenis Transaksi 
262 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
- 
- 
- 
- 
Keterangan 
- 
- 
Jumlah 
Nominal 
- 
Pihak yang Terlibat 
Dalam Transaksi 
-
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kepatuhan atas Persyaratan Obligasi dan Peraturan Bursa 
Pada tanggal 13 Mei 2009, Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 
sejumlah Rp 500.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut: 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 tersebut dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang 
lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok Obligasi yang terhutang. Dana hasil Obligasi Adira 
Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 ini akan digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan 
bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 2 Juli 
2009, seluruh dana Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 telah digunakan seluruhnya dan 
telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 074/ADMF/VII/2009. Selama hutang 
Obligasi belum dilunasi, maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika Perusahaan lalai 
dalam membayar jumlah terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan pinjaman kepada 
afiliasi ataupun pihak ketiga lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak melebihi 
Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan 
usaha Perusahaan, melakukan penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset 
Perusahaan yang bukan merupakan piutang pembiayaan konsumen. 
Pada tanggal 29 Oktober 2010, Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 
2010 sejumlah Rp 2.000.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 263 
Nilai Pokok (Rupiah) 
Rp 46.000.000.000 
Rp 51.000.000.000 
Rp 403.000.000.000 
Bunga per Tahun 
12,55% 
13,55% 
14,60% 
Tanggal Jatuh Tempo 
18 Mei 2010 
13 Mei 2011 
13 Mei 2012 
Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
Nilai Pokok (Rp) 
Rp 229.000.000.000 
Rp 238.000.000.000 
Rp 577.000.000.000 
Rp 284.000.000.000 
Rp 672.000.000.000 
Bunga per Tahun 
7,60% 
8,25% 
8,70% 
9,00% 
9,25% 
Tanggal Jatuh Tempo 
29 April 2012 
29 Oktober 2012 
29 April 2013 
29 Oktober 2013 
29 Oktober 2014 
Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 
Seri E 
Festival Asmat - Papua
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 tersebut dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang 
lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok Obligasi yang terhutang. Dana hasil Obligasi Adira 
Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 ini akan digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan 
bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 
22 Desember 2010, seluruh dana Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 telah digunakan 
seluruhnya dan telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 178/ADMF/CS/XII/2010. 
Selama hutang Obligasi belum dilunasi, maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika 
Perusahaan lalai dalam membayar jumlah terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan 
pinjaman kepada afiliasi ataupun pihak ketiga lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak 
melebihi Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan 
kegiatan usaha Perusahaan, melakukan penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% 
aset Perusahaan yang bukan merupakan piutang pembiayaan konsumen. 
Pada tanggal 27 Mei 2011, Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 
sejumlah Rp 2.500.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut: 
Nilai Pokok (Rp) 
Rp 612.000.000.000 
Rp 160.000.000.000 
Rp 567.000.000.000 
Rp 1.161.000.000.000 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 tersebut dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang 
lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok Obligasi yang terhutang. Dana hasil Obligasi Adira 
Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 ini akan digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan 
bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 18 Juli 
2011, seluruh dana Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 telah digunakan seluruhnya dan 
telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 087/ADMF/CS/VII/2011. Selama hutang 
Obligasi belum dilunasi, maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika Perusahaan lalai 
dalam membayar jumlah terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan pinjaman kepada 
afiliasi ataupun pihak ketiga lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak melebihi 
Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan 
usaha Perusahaan, melakukan penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset 
Perusahaan yang bukan merupakan piutang pembiayaan konsumen. 
Pada tanggal 16 Desember 2011, Perusahaan melakukan penawaran umum berkelanjutan dengan nilai total 
Rp 6 triliun untuk jangka waktu 2 tahun. Untuk tahap pertama Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan 
I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 sejumlah Rp 2.523.000.000.000 dengan rincian sebagai 
berikut: 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 tersebut dijamin dengan jaminan 
fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 50% dari pokok Obligasi yang terhutang. 
Dana hasil Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 ini akan digunakan 
264 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Bunga per Tahun 
8,00% 
8,80% 
9,60% 
10,00% 
Tanggal Jatuh Tempo 
31 Mei 2012 
27 Mei 2013 
27 Mei 2014 
27 Mei 2015 
Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C 
Seri D 
Nilai Pokok (Rp) 
Rp 325.000.000.000 
Rp 665.000.000.000 
Rp 1.533.000.000.000 
Bunga per Tahun 
7,75% 
8,00% 
9,00% 
Tanggal Jatuh Tempo 
16 Desember 2013 
16 Desember 2014 
16 Desember 2016 
Obligasi 
Seri A 
Seri B 
Seri C
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan 
kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 13 Januari 2012, seluruh dana Obligasi Berkelanjutan I 
Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 telah digunakan seluruhnya dan telah dilaporkan kepada 
Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 003/ADMF/CS/I/2012. Selama hutang Obligasi belum dilunasi, 
maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika Perusahaan lalai dalam membayar jumlah 
terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan pinjaman kepada afiliasi ataupun pihak ketiga 
lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak melebihi Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang 
telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perusahaan, melakukan 
penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan yang bukan merupakan 
piutang pembiayaan konsumen. 
Selain itu, Perusahaan juga memastikan bahwa seluruh persyaratan pada obligasi dan peraturan bursa dapat 
terpenuhi dengan langkah-langkah sebagai berikut: 
• Membayar kupon bunga dan cicilan pokok Obligasi secara penuh dan tepat waktu. 
• Membayar lunas pokok Obligasi yang telah jatuh tempo secara penuh dan tepat waktu. 
• Memastikan rasio-rasio keuangan berada dalam batas-batas yang dipersyaratkan. 
• Memastikan Perusahaan mengikuti seluruh pembatasan sehubungan dengan penerbitan Obligasi. 
• Memberikan laporan daftar jaminan setiap bulan kepada wali amanat. 
• Pendaftaran jaminan 1 (satu) kali setiap tahun ke instansi yang berwenang sesuai ketentuan dan peraturan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 265 
perundang-undangan yang berlaku. 
• Menjaga rasio nilai jaminan untuk menjamin pelunasan Obligasi sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan. 
• Menyampaikan laporan keuangan triwulanan, laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan 
tahunan secara lengkap dan tepat waktu. 
• Melakukan pemeringkatan Perusahaan dan Obligasi-Obligasi Perusahaan 1 (satu) kali setiap tahun atau 
sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
Pembayaran kupon bunga dan cicilan pokok Obligasi yang dilakukan Adira Finance melalui PT Kustodian 
Sentral Efek Indonesia (KSEI) selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
Pembayaran 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 
2010 (Ke-1) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF III Tahun 
2009 (Ke-7) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF II Tahun 
2006(Ke-19) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 
2010 (Ke-2) 
Pelunasan Pokok Obligasi ADMF III Tahun 2009 
Seri B dan pembayaran Bunga Obligasi ADMF III 
Tahun 2009 seri C (Ke-8) 
Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran 
Bunga Obligasi ADMF II Tahun 2006 seri C (Ke-20) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 
2010 (Ke-3) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF III Tahun 
2009 (Ke-9) 
Tanggal 
28 Januari 2011 
11 Pebruari 2011 
7 Maret 2011 
28 April 2011 
12 Mei 2011 
7 Juni 2011 
28 Juli 2011 
12 Agustus 2011 
Jumlah Nominal (Rp) 
43.739.500.000 
16.437.125.000 
3.285.000.000 
43.739.500.000 
67.437.125.000 
93.285.000.000 
43.739.500.000 
14.709.500.000 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
7. 
8.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Pembayaran 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF V Tahun 
2011 (Ke-1) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 
2010 (Ke-4) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF III Tahun 
2009 seri C (Ke-10) 
Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF V Tahun 
2011 (Ke-2) 
Korespondensi Perusahaan kepada Bapepam dan LK selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 
266 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tanggal 
26 Agustus 2011 
28 Oktober 2011 
11 Nopember 2011 
25 Nopember 2011 
Jumlah Nominal (Rp) 
58.393.000.000 
43.739.500.000 
14.709.500.000 
58.393.000.000 
No. 
9. 
10. 
11. 
12. 
Nama Laporan 
Penyampaian Bukti Pembayaran Denda 
Keterlambatan 
Laporan Perubahan Susunan Dewan Komisaris 
Permohonan Perubahan Waktu Pembahasan 
Pengaduan Konsumen PT Adira Dinamika Multi 
Finance Tbk 
Penyampaian Bukti Pengumuman Laporan 
Keuangan Tahunan 2010 
Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan 2010 
Penyampaian Hasil Bukti Iklan Pemeringkatan 
Obligasi II Tahun 2006 Seri C dan Obligasi III 
Tahun 2009 Seri B 
Penyampaian Hasil dan Bukti Iklan Pemeringkatan 
Perusahaan, Obligasi II Tahun 2006 Seri C, 
Obligasi III Tahun 2009 Seri B dan Seri C serta 
Obligasi IV Tahun 2010 
Penyampaian Rencana RUPS Tahunan 2011 PT 
Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS Tahunan 2011 
Permohonan Penilaian Kemampuan dan 
Kepatutan atas Anggota Direksi 
Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS 
Tahunan 2011 
Penyampaian LaporanTahunan 2010 
Surat Tanggapan Mengenai Tambahan 
Kelengkapan Data 
Penyampaian Laporan Keuangan Interim untuk 
periode 3 bulan yang berakhir pada tanggal 31 
Maret 2011 
Pemberitahuan Hasil RUPS Tahunan PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
Penyampaian Iklan Hasil RUPS Tahunan PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
Penyampaian Laporan Perubahan Susunan 
Komite Audit 
Nomor Surat 
004/ADMF/CS/I/11 
006/ADMF/CS/I/11 
007/ADMF/CS/I/11 
009/ADMF/CS/II/11 
012/ADMF/CS/II/11 
025/ADMF/CS/II/11 
028/ADMF/CS/II/11 
032/ADMF/CS/III/11 
034/ADMF/CS/III/11 
011/ADMF/BOD/III/11 
036/ADMF/CS/IV/11 
037/ADMF/CS/IV/11 
064/ADMF/CS/IV/11 
066/ADMF/CS/IV/11 
068/ADMF/CS/V/11 
069/ADMF/CS/V/11 
074/ADMF/CS/V/11 
Tanggal Penyampaian 
12 Januari 2011 
21 Januari 2011 
26 Januari 2011 
4 Pebruari 2011 
4 Pebruari 2011 
11 Pebruari 2011 
28 Pebruari 2011 
22 Maret 2011 
29 Maret 2011 
30 Maret 2011 
13 April 2011 
13 April 2011 
26 April 2011 
26 April 2011 
2 Mei 2011 
2 Mei 2011 
4 Mei 2011 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
7. 
8. 
9. 
10. 
11. 
12. 
13. 
14. 
15. 
16. 
17.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 267 
Nama Laporan 
Penyampaian Laporan Perubahan Kepala Audit 
Internal 
Laporan Perubahan Susunan Dewan Komisaris 
Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi 
Pelunasan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II 
Tahun 2006 
Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana 
Hasil Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika 
Multi Finance V Tahun 2011 
Penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan 
yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2011 
Penyampaian Bukti Pengumuman Laporan 
Keuangan Tengah Tahunan yang Berakhir 
padaTanggal 30 Juni 2011 
Konfirmasi Atas Keterlambatan Penyampaian 
Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran 
Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V 
Tahun 2011 
Penyampaian Perubahan Pedoman Pelaksanaan 
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
Keterbukaan Informasi yang perlu diketahui Publik 
Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi 
yang Perlu Diketahui Publik 
Penyampaian Rencana Rapat Umum Pemegang 
Saham Luar Biasa (RUPSLB) 
Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS 
Luar Biasa (RUPSLB) 
Pemberitahuan Perubahan Sekretaris Perusahaan 
(Corporate Secretary) 
Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan Perubahan 
Sekretaris Perusahaan 
Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS Luar 
Biasa 
Penyampaian Iklan Hasil Rapat Umum Pemegang 
Saham Luar Biasa (RUPS Luar Biasa) PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
Pemberitahuan Hasil Rapat Umum Pemegang 
Saham Luar Biasa (RUPS Luar Biasa) PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
Laporan Pindah Alamat Kantor Cabang PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
Penyampaian Laporan Keuangan Interim untuk 
periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 
30 September 2011 
Nomor Surat 
075/ADMF/CS/V/11 
078/ADMF/CS/VI/11 
079/ADMF/CS/VI/11 
087/ADMF/CS/VII/11 
089/ADMF/CS/VII/11 
090/ADMF/CS/VII/11 
092/ADMF/CS/VIII/11 
093/ADMF/CS/VIII/11 
095/ADMF/CS/VIII/11 
096/ADMF/CS/VIII/11 
099/ADMF/CS/VIII/11 
101/ADMF/CS/VIII/11 
104/ADMF/CS/VIII/11 
105/ADMF/CS/VIII/11 
107/ADMF/CS/IX/11 
129/ADMF/CS/IX/11 
130/ADMF/CS/IX/11 
133/ADMF/CS/IX/11 
142/ADMF/CS/X/11 
Tanggal Penyampaian 
4 Mei 2011 
8 Juni 2011 
9 Juni 2011 
18 Juli 2011 
29 Juli 2011 
29 Juli 2011 
9 Agustus 2011 
10 Agustus 2011 
10 Agustus 2011 
11 Agustus 2011 
16 Agustus 2011 
23 Agustus 2011 
25 Agustus 2011 
25 Agustus 2011 
7 September 2011 
26 September 2011 
26 September 2011 
27 September 2011 
26 Oktober 2011 
No. 
18. 
19. 
20. 
21. 
22. 
23. 
24. 
25. 
26. 
27. 
28. 
29. 
30. 
31. 
32. 
33. 
34. 
35. 
36.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Nama Laporan 
Pemberitahuan Penerbitan Surat Berharga Jangka 
Menengah (Medium Term Note) MTN I Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk Tahun 2011 
Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi 
Yang Perlu Diketahui Publik 
Klarifikasi Alamat Kantor Cabang Makassar 2 PT 
Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
Penyampaian Bukti Iklan Informasi Tambahan 
dan/atau Perbaikan Prospektus Ringkas 
Penyampaian Bukti Iklan Informasi Kepastian 
Jumlah Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira 
Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga 
Tetap Tahap I Tahun 2011Nama Laporan 
Laporan-laporan yang disampaikan Perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2011 
adalah sebagai berikut: 
268 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Nomor Surat 
149/ADMF/CS/XI/11 
150/ADMF/CS/XI/11 
153/ADMF/CS/XI/11 
155/ADMF/CS/XII/11 
158/ADMF/CS/XII/11 
Nomor Surat 
Nomor Surat 
Tanggal Penyampaian 
11 Nopember 2011 
14 Nopember 2011 
1 Desember 2011 
12 Desember 2011 
15 Desember 2011 
Tanggal Penyampaian 
Tanggal Penyampaian 
No. 
37. 
38. 
39. 
40. 
41. 
No. 
No. 
Nama Laporan 
Penjelasan Kesiapan Menjelang Jatuh Tempo Obligasi 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Desember 2010 
Penyampaian Laporan Keuangan 2010 
Penyampaian Bukti Iklan Laporan Keuangan 2010 
Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Januari 2011 
Penyampaian Bukti Iklan 
Penyampaian Laporan Pemeringkatan dan Bukti Iklan 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Pebruari 2011 
Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS 
Tahunan 2011 
Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan Rencana 
RUPS Tahunan 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Maret 2011 
Panggilan RUPS Tahunan 2011 
Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS 
Tahunan 2011 
Pemberitahuan Rencana Public Expose Tahunan 
Penyampaian Materi Public Expose 
Penyampaian Laporan Keuangan Triwulan I 
Tahun 2011 
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham 
Penyampaian Bukti Iklan 
Pembagian Dividen Tunai Final 
Laporan Hasil Public Expose 
Nomor Surat 
002/ADMF/CS/I/11 
003/ADMF/CS/I/11 
018/ADMF/CS/II/11 
019/ADMF/CS/II/11 
021/ADMF/CS/II/11 
024/ADMF/CS/II/11 
026/ADMF/CS/II/11 
029/ADMF/CS/II/11 
030/ADMF/CS/III/11 
033/ADMF/CS/III/11 
035/ADMF/CS/III/11 
038/ADMF/CS/IV/11 
039/ADMF/CS/IV/11 
040/ADMF/CS/IV/11 
044/ADMF/CS/IV/11 
065/ADMF/CS/IV/11 
067/ADMF/CS/IV/11 
070/ADMF/CS/V/11 
071/ADMF/CS/V/11 
072/ADMF/CS/V/11 
073/ADMF/CS/V/11 
Tanggal Penyampaian 
11 Januari 2011 
11 Januari 2011 
4 Pebruari 2011 
4 Pebruari 2011 
10 Pebruari 2011 
10 Pebruari 2011 
11 Pebruari 2011 
28 Pebruari 2011 
11 Maret 2011 
23 Maret 2011 
29 Maret 2011 
12 April 2011 
13 April 2011 
13 April 2011 
15 April 2011 
25 April 2011 
27 April 2011 
2 Mei 2011 
2 Mei 2011 
2 Mei 2011 
2 Mei 2011 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
7. 
8. 
9. 
10. 
11. 
12. 
13. 
14. 
15. 
16. 
17. 
18. 
19. 
20. 
21.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 269 
Nama Laporan 
Laporan Perubahan Kepala Unit Internal Audit 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
April 2011 
Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi 
Pelunasan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II 
Tahun 2006 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Mei 2011 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Juni 2011 
Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana 
Hasil Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi 
Finance V Tahun 2011 
Penyampaian LaporanKeuangan Interim yang 
Tidak Diaudit 
Keterbukaan Informasi yang Perlu Diketahui Publik 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Juli 2011 
Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang 
Saham Luar Biasa 
Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan Rapat Umum 
Pemegang Saham Luar Biasa 
Perubahan Sekretaris Perusahaan 
Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 
Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS Luar Biasa 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Agustus 2011 
Tanggapan atas Permintaan untuk Meningkatkan 
Jumlah Kepemilikan Saham Publik Perseroan 
Penyampaian Hasil RUPS Luar Biasa 
Penyampaian Bukti Iklan Hasil RUPS Luar Biasa 
Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Berkaitan 
Dengan Rencana Pencatatan Obligasi Berkelanjutan I 
Adira Dinamika Multi Finance Tahap 1 Tahun 2011 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
September 2011 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Oktober2011 
Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi Yang 
Perlu Diketahui Publik 
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan 
Nopember 2011 
Penyampaian Bukti Iklan 
Penyampaian Bukti Iklan 
Nomor Surat 
076/ADMF/CS/V/11 
077/ADMF/CS/V/11 
080/ADMF/CS/VI/11 
081/ADMF/CS/VI/11 
085/ADMF/CS/VII/11 
088/ADMF/CS/VII/11 
091/ADMF/CS/VII/11 
097/ADMF/CS/VIII/11 
098/ADMF/CS/VIII/11 
102/ADMF/CS/VIII/11 
103/ADMF/CS/VIII/11 
106/ADMF/CS/VIII/11 
108/ADMF/CS/IX/11 
109/ADMF/CS/IX/11 
126/ADMF/CS/IX/11 
128/ADMF/CS/IX/11 
131/ADMF/CS/IX/11 
132/ADMF/CS/IX/11 
137/ADMF/CS/X/11 
138/ADMF/CS/X/11 
147/ADMF/CS/XI/11 
151/ADMF/CS/XI/11 
156/ADMF/CS/XII/11 
157/ADMF/CS/XII/11 
159/ADMF/CS/XII/11 
Tanggal Penyampaian 
5 Mei 2011 
11 Mei 2011 
9 Juni 2011 
13 Juni 2011 
12 Juli 2011 
25 Juli 2011 
29 Juli 2011 
11 Agustus 2011 
11 Agustus 2011 
23 Agustus 2011 
23 Agustus 2011 
25 Agustus 2011 
7 September 2011 
7 September 2011 
12 September 2011 
20 September 2011 
26 September 2011 
26 September 2011 
4 Oktober 2011 
12 Oktober 2011 
10 Nopember 2011 
14 Nopember 2011 
12 Desember 2011 
12 Desember 2011 
15 Desember 2011 
No. 
22. 
23. 
24. 
25. 
26. 
27. 
28. 
29. 
30. 
31. 
32. 
33. 
34. 
35. 
36. 
37. 
38. 
39. 
40. 
41. 
42. 
43. 
44. 
45. 
46. 
Pembelian Kembali Saham dan/atau Obligasi 
Selama tahun 2011, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham maupun obligasi Perusahaan.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
PENYEDIAAN DANA UNTUK PIHAK-PIHAK TERKAIT DAN NASABAH 
BESAR 
Mengenai penyediaan dana untuk pihak-pihak terkait dan nasabah besar Adira Finance dapat dilihat pada 
tabel di bawah ini: 
Penyediaan Dana 
Kepada Pihak Terkait 
Kepada Nasabah Inti: 
a. Individu 
b. Grup 
Keterangan: 
Penyediaan dana kepada pihak terkait adalah penyediaan dana dalam bentuk pinjaman, penempatan dana, 
penyertaan kepada perorangan atau perusahaan/badan yang mempunyai hubungan pengendalian dengan 
Perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui hubungan kepemilikan, kepengurusan 
dan/atau keuangan. Sedangkan penyediaan dana kepada nasabah inti adalah penyediaan dana kepada 50 
konsumen dengan baki debet terbesar, baik individu maupun grup. 
Penyediaan dana untuk pihak-pihak yang terkait dengan Perusahaan selama tahun 2011: 
No. 
1. 
PENYEDIAAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN KEGIATAN POLITIK 
A. Penyediaan dana untuk kegiatan sosial: 
Keterangan 
Bantuan sosial: 
- Bantuan untuk kemanusiaan dan korban bencana alam 
- Bakti sosial 
- Sumbangan ke Increso 
Kegiatan pengembangan ekonomi mikro 
Pemeliharaan dan pelestarian lingkungan 
- Kegiatan pemeliharaan lingkungan 
- Kegiatan pelestarian lingkungan 
Pengembangan keagamaan, pendidikan, kebudayaan dan olah raga: 
- Kegiatan keagamaan 
- Kegiatan pendidikan 
- Kegiatan Kebudayaan 
- Kegiatan olah raga 
No. 
1. 
2. 
Jumlah 
270 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah Pihak 
1 
50 
50 
Jumlah Nominal (Jutaan Rp) 
2.282.846 
61.818 
281.260 
No. 
1. 
2. 
Nama Pihak 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Hubungan dengan Perusahaan 
Pemegang Saham Pengendali 
Jumlah Nominal (Jutaan Rp) 
2.282.846 
B. Penyediaan dana untuk kegiatan politik: tidak ada. 
KONTRIBUSI KEPADA NEGARA 
Kontribusi kepada negara tercermin dari pembayaran pajak yang dilakukan oleh Perusahaan. 
Pada tahun 2011, pajak yang dibayarkan kepada Negara adalah sebagai berikut: 
Jumlah (Rp) 
150.000.000 
100.000.000 
1.800.000.000 
10.128.800.000 
647.500.000 
155.000.000 
612.500.000 
547.000.000 
780.000.000 
624.000.000 
15.544.800.000 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
Jumlah 
Keterangan 
Pajak Penghasilan Badan 
Pajak Penghasilan Karyawan 
Jumlah (Rp) 
427.545.675.250 
83.048.955.097 
510.594.630.347
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Tarian Tabot - Bengkulu 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 271 
RENCANA STRATEGIS 
A. Rencana Jangka Panjang 
Rencana jangka panjang Perusahaan dalam rangka mewujudkan Visi Perusahaan yaitu untuk menjadi 
perusahaan pembiayaan berkelas internasional. Visi tersebut dapat dijelaskan bahwa Adira Finance akan 
dikenal tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di luar negeri, sebagai perusahaan pembiayaan yang 
memiliki standar pelayanan berkelas dunia, yang didukung oleh sistem informasi terkini dan sumber daya 
manusia yang memiliki kemampuan yang juga diakui oleh standar internasional dan menjadi salah satu 
perusahaan pembiayaan di dunia yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi pihak-pihak lain di Indonesia 
maupun di luar negeri untuk menjalankan usaha pembiayaan. 
B. Rencana Jangka Menengah 
Dalam 3-5 tahun yang akan datang, Perusahaan berencana untuk memantapkan posisinya sebagai 
perusahaan pembiayaan yang terbesar di Indonesia dan menjadi lembaga keuangan yang setara dengan 
bank-bank papan atas nasional. Adapun rencana yang telah dipersiapkan Perusahaan adalah sebagai 
berikut: 
1. Memperluas wilayah jangkauan pelayanan usaha pembiayaan Perusahaan sampai ke tingkat 
kecamatan di seluruh Indonesia. 
2. Memperbesar jumlah pembiayaan yang diberikan hingga jumlah menyamai jumlah kredit yang 
diberikan oleh bank papan atas di Indonesia. 
3. Meningkatkan sinergi usaha dengan perusahaan afiliasi agar dapat menunjang peningkatan usaha 
pembiayaan Perusahaan, khususnya dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemegang 
saham pengendali Perusahaan, yang memiliki sumber pendanaan sangat luas dan memiliki jaringan 
usaha lebih dari 1.000 jaringan usaha. 
4. Melakukan optimalisasi usaha Perusahaan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya dan 
keunggulan-keunggulan yang dimiliki Perusahaan, termasuk diantaranya adalah pengembangan 
pembiayaan sewa guna usaha untuk mengakomodasi konsumen-konsumen yang memerlukan kredit 
atas barang modal. 
5. Mengembangkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik tidak hanya di dalam Perusahaan 
tetapi juga kepada semua mitra usaha Perusahaan. 
6. Meningkatkan kegiatan-kegiatan sebagai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
C. Rencana Jangka Pendek 
Untuk tahun 2012, Perusahaan memperkirakan bahwa industri pembiayaan Perusahaan masih cukup 
cerah dan menjanjikan, namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu antara lain: 
1. Tingkat persaingan usaha akan semakin ketat karena lembaga-lembaga keuangan besar dan 
internasional mulai masuk ke industri ini, karena telah terbukti bahwa industri pembiayaan memiliki 
prospek yang cerah di Indonesia. 
2. Sumber pendanaan akan semakin sulit mengimbangi pertumbuhan permintaan pembiayaan yang 
diprediksi akan meningkat cukup besar. 
3. Regulasi yang mengatur usaha jasa perusahaan pembiayaan masih belum secara rinci mengatur 
mengenai usaha pembiayaan, sehingga dapat menghambat ekspansi usaha dan pengembangan 
produk-produk pembiayaan Perusahaan. 
4. Birokrasi administrasi, khususnya berkaitan dengan administrasi kependudukkan. Hal ini cukup 
menghambat proses pemberian pembiayaan karena Perusahaan harus melakukan upaya lebih untuk 
memastikan pemohon pembiayaan memang layak untuk dibiayai. 
5. Infrastruktur yang perkembangannya tertinggal jauh dari pertumbuhan penduduk dan kendaraan, 
sehingga pertumbuhan kendaraan masih belum maksimal. 
6. Kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar bersubsidi dan harga bahan bakar non-subsidi yang 
cenderung mengalami kenaikan. 
7. Sistem transportasi khususnya di luar jawa masih kurang baik, sehingga menghampat pemberian 
pelayanan Perusahaan kepada para konsumen Perusahaan atau masyarakat yang memerlukan jasa 
pembiayaan Perusahaan. 
Dengan kondisi-kondisi seperti disebutkan di atas, Perusahaan pada tahun 2012 telah berencana untuk: 
1. Menambah jumlah jaringan usaha hingga mencapai 745 jaringan usaha, baik kantor cabang, kantor 
perwakilan, kios maupun dealer outlet. Karena dengan jumlah jaringan usaha yang semakin banyak, maka 
jangkauan pelayanan Perusahaan pun akan semakin luas. 
2. Meningkatkan jumlah pembiayaan baru Perusahaan menjadi sebesar Rp 35,0 triliun atau meningkat 
sebesar 8% dibandingkan dengan jumlah pembiayaan baru pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp 32,5 triliun. 
3. Untuk mendukung pertumbuhan usaha Perusahaan dan untuk menjamin kualitas aset yang baik, 
Perusahaan berencana untuk menambah jumlah karyawan baru sebanyak 1.500 karyawan. 
4. Meningkatkan jumlah konsumen hingga mencapai 3,63 juta konsumen. 
5. Meningkatkan portofolio pembiayaan mobil hingga mencapai 40% dari jumlah portofolio pembiayaan 
Adira Finance atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 39%. 
6. Menjaga risiko kredit Perusahaan pada tingkatan yang wajar yaitu pada kisaran 4%. 
7. Meningkatkan laba bersih Perusahaan sebesar 10 % dari laba bersih tahun 2011. 
272 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 273 
TRANSPARANSI 
Sekretaris Perusahaan 
Dalam struktur organisasi Perusahaan, Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Direktur 
Utama, yang mempunyai tugas utama mengelola hubungan dengan investor, publik, pihak internal dan 
mengelola data Perusahaan. 
Tugas-tugas Sekretaris Perusahaan antara lain sebagai berikut: 
1. Mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal 
dan mensosialisasikannya kepada Dewan Komisaris, Direksi dan pemangku kepentingan Perusahaan. 
2. Memberikan pelayanan kepada publik atas setiap informasi mengenai kondisi Perusahaan. 
3. Memberikan masukan kepada Direksi Perusahaan untuk mematuhi ketentuan Undang-Undang No. 8 
Tahun 1995 tentang pasar modal dan peraturan pelaksanaannya. 
4. Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pihak-pihak berwenang (Bapepam dan LK, BEI dan 
lainnya) serta publik. 
5. Memonitor dan memberikan masukan atas kepatuhan Perusahaan terhadap ketentuan dan peraturan 
perundang-undangan yang berlaku. 
6. Mempersiapkan dan menghadiri rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi, serta memastikan rapat-rapat 
tersebut dilakukan sesuai ketentuan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang 
berlaku. Selain itu juga memastikan bahwa hasil-hasil rapat dituangkan secara lengkap dalam suatu berita 
acara. 
7. Memastikan bahwa laporan-laporan yang wajib dilaporkan Perusahaan kepada instansi-instansi yang 
berwenang atau pihak lainnya dilakukan secara benar dan tepat waktu. 
8. Memelihara dan menjalin komunikasi yang intensif dengan para investor. Pada tahun 2011, Sekretaris 
Perusahaan bersama-sama dengan Direktur Keuangan Perusahaan telah melakukan 39 (tiga puluh 
sembilan) kali pertemuan dengan investor atau analis. 
Sejak tanggal 25 Agustus 2011, jabatan Sekretaris Perusahaan Adira Finance dijabat oleh I Dewa Made 
Susila. 
Divisi Sekretaris Perusahaan
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
274 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
I Dewa Made Susila 
Sekretaris Perusahaan Adira Finance 
Tempat/Tanggal lahir : 
Kewarganegaraan : 
Pendidikan Terakhir : 
Pengalaman Kerja : 
Pelatihan yang Diikuti : 
Bali/25 Desember 1970 
Indonesia 
• Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi 
Manajemen PPM (IPPM) pada tahun 1995 
• Sarjana Agrobisnis dari Institut Pertanian Bogor 
pada tahun 1993. 
• PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
sebagai Sekretaris Perusahaan pada tahun 
2011-sekarang. 
• PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai 
Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 
pada tahun 2010-sekarang. 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan 
menjabat Investor Relation & Subsidiaries 
Head pada tahun 2004-2010. 
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai 
Wakil Kepala Divisi Corporate Affair pada tahun 
2001-2003. 
• Badan Penyehatan Perbankan Nasional 
(BPPN) sebagai Senior Investment Officer Unit 
Asset Management Investment pada tahun 
1999-2001. 
• PT Pemeringkat Efek Indonesia Berbagai 
posisi senior dan terakhir sebagai Manager 
Divisi Pemeringkatan Lembaga Keuangan 
pada tahun 1995-1999. 
1. Danamon Leadership Academy yang 
diselenggarakan oleh INSEAD Singapura pada 
tahun 2007. 
2. Building the Business: Strategies for Asia 
Pacific Program yang diselenggarakan oleh 
INSEAD Singapura pada tahun 2004. 
3. In Undertaking Effective Valuation and 
Financing for Mergers & Acquisition yang 
diselenggarakan oleh Euromoney Singapura 
pada tahun 2002. 
4. The Law and Structural Analisys of Mergers 
& Acquisition yang diselenggarakan oleh 
Euromoney Singapura pada tahun 2000. 
5. Financial Insitution Ratings: Industry Risk 
Workshop yang diselenggarakan oleh Standard 
& Poor’s Siangapura pada tahun 1999. 
6. Asia Pacific Criteria Workshop: Economic Risk 
Workshop yang diselenggarakan oleh Standard 
& Poor’s Australia pada tahun 1998. 
7. A Framework for Credit Risk Analisys yang 
diselenggarakan oleh Standard & Poor’s 
University, New York, Amerika Serikat tahun 
1997.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 275 
I Dewa Made Susila 
Sekretaris Perusahaan 
Sylvanus Gani Mendrofa 
Kepala Divisi 
Corporate Secretary 
Budiana Prawitasari 
Wakil Kepala Divisi 
Corporate Secretary 
Jefry 
Kepala Departemen 
Investor Relation 
Andreas Dwi Kurniawan 
Kepala Departemen 
Corporate Secretary 
Yanti 
Wakil Kepala Departemen 
Investor Relation 
Arining Tiyas Listiyowati 
Kepala Seksi Departemen 
Corporate Secretary 
Struktur organisasi Sekretaris Perusahaan: 
Sekretaris Perusahaan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Kepatuhan dan memiliki 1 (satu) Kepala 
Divisi yang merupakan pelaksana tugas harian Sekretaris Perusahaan, 1 (satu) Wakil Kepala Divisi dan 2 (dua) 
departemen yaitu: 
1. Departemen Investor Relation yang memiliki tugas utama antara lain memastikan ketersediaan informasi 
umum dan khusus Perusahaan untuk kepentingan pihak eksternal dan internal, memenuhi kewajiban 
Perusahaan sebagai perusahaan publik, khususnya yang terkait dengan hubungan investor dan 
menyediakan informasi terkini mengenai informasi keuangan Perusahaan, pesaing dan industri serta 
peraturan & perundang-undangan yang berlaku. 
2. Departemen Corporate Secretary Perusahaan yang memiliki tugas utama untuk mendukung terlaksananya 
salah satu tugas Sekretaris Perusahaan sesuai ketentuan Bapepam dan LK serta Bursa Efek yaitu 
memberikan masukan kepada Direksi Perusahaan untuk mematuhi seluruh ketentuan sesuai dengan 
peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik Undang-Undang Perseroan Terbatas, Undang-Undang 
Pasar Modal, Keputusan Menteri Keuangan dan lain-lain serta untuk menjaga ketaatan Perusahaan 
kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik dalam bidang pasar modal maupun dalam 
bidang lainnya.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kegitan-kegiatan yang diselenggarakan Sekretaris Perusahaan sepanjang tahun 2011: 
1. Menyelenggarakan RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 dan RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 
September 2011. 
2. Menyelenggarakan Paparan Publik pada tanggal 21 April 2011, 28 April 2011 dan pada tanggal 16 
Nopember 2011. 
3. Menyelenggarakan temu wartawan dan temu analis. 
4. Menjalin komunikasi dengan Departemen Keuangan, Bapepam dan LK, Bank Indonesia, Bursa Efek 
Indonesia, KSEI, BAE dan lembaga-lembaga lainnya. 
5. Menghadiri setiap rapat Dewan Komisaris dan rapat Direksi serta membuat notulen atas rapat-rapat yang 
diselenggarakan. 
Penyerahan Laporan Berkala 
Akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu laporan berkala dan laporan tahunan senantiasa menjadi 
perhatian utama Perusahaan. Pada tahun 2011, Laporan Keuangan Tahunan 2010 yang telah Diaudit, Laporan 
Keuangan Triwulanan I Tahun 2011, Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2011 dan Laporan Keuangan 
Triwulanan III Tahun 2011 telah diserahkan sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK serta 
BEI. Perusahaan juga telah menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan yang telah Diaudit pada tanggal dan 
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 kepada Bapepam dan LK serta BEI pada tanggal 
21 Pebruari 2012. 
Selain laporan-laporan berkala sesuai dengan Peraturan Pasar Modal, Perusahaan sebagai perusahaan 
pembiayaan juga senantiasa menyampaikan laporan-laporan yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri 
Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006, antara lain laporan keuangan bulanan, 
laporan kegiatan usaha semesteran dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan 
Publik kepada Menteri Keuangan dan Bank Indonesia. 
Laporan keuangan dan laporan tahunan Perusahaan dapat diperoleh di kantor pusat Perusahaan melalui 
Sekretaris Perusahaan dan juga dapat diakses di situs Perusahaan di www.adira.co.id. 
276 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tari Sike Rabana - Jambi
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Publikasi Informasi Perusahaan 
Untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan, maka Perusahaan telah mempublikasikan berbagai 
informasi terkait Perusahaan selama tahun 2011, termasuk senantiasa mempublikasikan informasi material 
kepada publik sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No. X.K.1 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK 
No. Kep-86/PM/1996 tertanggal 24 Januari 1996) dan Peraturan Bursa Efek Jakarta No. I-E.IV (Keputusan 
Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004 tertanggal 19 Juli 2004). Pengungkapan 
informasi material dilakukan Perusahaan melalui laporan ataupun siaran pers. Dalam rangka meningkatkan 
penyebarluasan informasi material, seluruh informasi untuk pers dan laporan dibuat dalam dua bahasa yaitu 
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 
Selama tahun 2011, Perusahaan telah melakukan berbagai publikasi sebagai berikut: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 277 
Pengumuman 
Laporan Keuangan Tahunan 2010 
Pemberitahuan hasil pemeringkatan obligasi yang akan jatuh tempo 
oleh Pefindo 
Pemberitahuan hasil pemeringkatan Perusahaan 
Pemberitahuan rencana RUPS Tahunan 
Panggilan RUPS Tahunan 
Pengumuman Prospektus Ringkas Obligasi Adira Dinamika Multi Finance 
V Tahun 2011 
Pengumuman hasil RUPS Tahunan dan rencana pembagina dividen tunai 
dari laba bersih tahun 2010 sebesar Rp 954,14 per saham 
Pengumuman Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan Prospektus 
Ringkas Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 
Pemberitahuan Pelunasan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II 
Tahun 2006 
Pengumuman Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2011 
Pengumuman larangan untuk memberikan hadiah/bingkisan kepada 
pimpinan dan karyawan Perusahaan 
Pengumuman Keterbukaan Informasi peristiwa kebakaran Kantor Pusat 
Perusahaan 
Pemberitahuan rencana RUPS Luar Biasa 
Pengumuman Perubahan Sekretaris Perusahaan 
Panggilan RUPS Luar Biasa 
Pengumuman Hasil RUPS Luar Biasa 
Pemberitahuan Penerbitan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi 
Finance Tahun 2011 
Pengumuman Prospektus Ringkas Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika 
Multi Finance Tahap I Tahun 2011 
Pengumuman Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan Prospektus Ringkas 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 
pada tanggal 12 Desember 2011 
Nama Media 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Investor Daily Indonesia 
Harian Investor Daily 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Harian Investor Daily 
Indonesia 
Harian Ekonomi Neraca 
Harian Ekonomi Neraca 
Harian Kompas 
Harian Bisnis Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia dan 
Investor Daily Indonesia 
Harian Bisnis Indonesia 
Harian Investor Daily 
Tanggal 
4 Pebruari 2011 
11 Pebruari 2011 
28 Pebruari 2011 
29 Maret 2011 
13 April 2011 
18 April 2011 
3 Mei 2011 
16 Mei 2011 
9 Juni 2011 
29 Juli 2011 
10 Agustus 2011 
11 Agustus 2011 
23 Agustus 2011 
25 Agustus 2011 
7 September 2011 
26 September 2011 
14 Nopember 2011 
14 Nopember 2011 
12 Desember 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Perusahaan juga telah mempublikasikan Laporan Keuangan Tahunan yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2011 di Surat Kabar Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 
21 Pebruari 2012. 
Dalam rangka memberikan kesetaraan dalam penyebaran informasi, selain melapor kepada otoritas pasar 
modal, Perusahaan juga memberikan informasi kepada investor dan pemegang saham melalui media 
komunikasi investor (Investor Newsletter) secara triwulanan yang disajikan dalam Bahasa Inggris, antara 
lain menyediakan informasi secara rinci mengenai posisi dan kinerja usaha Perusahaan, kondisi ekonomi, 
informasi terkini, prospek dan kegiatan Perusahaan. Investor Newsletter triwulanan diterbitkan masing-masing 
pada tanggal 7 Pebruari 2011, 29 April 2011, 1 Agustus 2011 dan 27 Oktober 2010. 
Perusahaan juga memberikan informasi keuangan dan non keuangan (termasuk di dalamnya laporan 
kepatuhan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 
29 September 2006) yang lebih rinci setiap bulan kepada pemegang saham pengendali, serta melakukan 
pertemuan rutin untuk pembahasan informasi tersebut. 
Akses Informasi 
Perusahaan senantiasa memberikan informasi mengenai posisi, kondisi, kinerja dan prospek keuangan, serta 
hal-hal non keuangan lainnya, seperti perubahan struktur pemegang saham, peristiwa terkini dan lainnya 
untuk memungkinkan dilakukannya analisa terbuka oleh publik. Publik diharapkan dapat mengakses informasi 
tentang Perusahaan di situs yang memberikan informasi kompherensif tentang kegiatan operasional dan 
kinerja Perusahaan serta berbagai informasi lainnya yang berguna bagi pemegang saham dan pihak-pihak 
yang berkepentingan lainnya. Publik dapat mengakses informasi tentang Perusahaan di situs www.adira. 
co.id. 
Untuk keperluan internal Perusahaan maupun untuk berbagi informasi dan pengetahuan di antara karyawan, 
Perusahaan memiliki jaringan intranet yang menyediakan informasi tentang perkembangan operasional, 
keuangan dan administrasi di lingkungan Perusahaan. Jaringan intranet tersebut dapat diakses oleh seluruh 
karyawan Perusahaan. 
278 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kemilau pagi Papuma - Jember 
Paparan Publik 
Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan dan dialog terbuka rutin dengan pemegang saham, publik 
dan pers, Perusahaan telah melakukan 3 (tiga) kali paparan publik selama tahun 2011 yaitu paparan publik 
tahunan dan paparan publik dilakukan dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V 
Tahun 2011 dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011. 
Paparan publik tahunan dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan RUPS Tahunan pada tanggal 
28 April 2011 di Hotel Borobudur – Jakarta. Dalam paparan publik ini, Manajemen Perusahaan menyampaikan 
informasi penting kepada publik dan pers mengenai kondisi dan kinerja keuangan Perusahaan pada tanggal 
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. 
Pada tanggal 21 April 2011, Perusahaan melakukan paparan publik bertempat di The Ritz Carlton Pacific 
Place - Jakarta dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011, Perusahaan 
memaparkan kondisi Perusahaan (termasuk diantaranya kondisi keuangan, pemasaran, persaingan usaha 
dan lainnya), prospek usaha Perusahaan, latar belakang rencana penerbitan obligasi, penjelasan mengenai 
obligasi yang akan diterbitkan serta rencana penggunaan dana hasil obligasi. Sedangkan pada tanggal 
16 Nopember 2011 Perusahaan melakukan paparan publik bertempat di The Ritz Carlton Pacific Place - Jakarta 
dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011, Perusahaan 
memaparkan kondisi Perusahaan (termasuk diantaranya kondisi keuangan, pemasaran, persaingan usaha 
dan lainnya), prospek usaha Perusahaan, latar belakang rencana penerbitan obligasi, penjelasan mengenai 
obligasi yang akan diterbitkan serta rencana penggunaan dana hasil obligasi. 
Transaksi dengan Pihak Terafiliasi 
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Adira Finance melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang 
mempunyai hubungan istimewa, yaitu pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan baik secara langsung maupun 
tidak langsung dengan kepemilikan atau kepengurusan Perusahaan, sebagaimana yang dimaksud dalam 
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7 dan Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7 (Keputusan 
Ketua Bapepam dan LK No. Kep-06/PM/2000 tertanggal 13 Maret 2000) tentang Pedoman Penyajian Laporan 
Keuangan. Jenis transaksi dengan pihak terafiliasi meliputi kerjasama pembiayaan, penempatan dana pada 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 279
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
giro dan deposito berjangka, utang dealer, biaya perolehan pembiayaan konsumen, penyertaan saham, 
pembiayaan konsumen, kerjasama asuransi kendaraan pembiayaan konsumen dan pembelian obligasi. 
Seluruh pos dan sifat transaksi telah diungkapkan pada Catatan 29 dari Laporan Keuangan yang Diaudit 
pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Adapun 
hubungan istimewa mungkin mengakibatkan perlakuan atas transaksi tersebut tidak sama dengan transaksi 
lain yang dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Sampai dengan akhir tahun 
2011, tidak terdapat transaksi yang mempunyai benturan kepentingan yang belum disetujui oleh RUPS. 
Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus 
Untuk memenuhi ketentuan Pasal 50 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, 
Perusahaan senantiasa memelihara Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus, yang keberadaannya dapat 
membantu Manajemen Perusahaan dalam mengidentifikasi potensi transaksi perdagangan orang dalam dan 
transaksi benturan kepentingan. 
Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus disimpan oleh Sekretaris Perusahaan. Perusahaan mendapatkan 
Daftar Pemegang Saham dari KSEI setiap bulan. Sedangkan untuk Daftar Khusus dibuat oleh Perusahaan 
sendiri, yang mana Daftar Khusus tersebut memuat keterangan atas saham-saham yang dimiliki oleh setiap 
anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan maupun keluarganya, baik saham di dalam Perusahaan 
maupun pada perusahaan lain dan tanggal perolehan saham tersebut, serta diperbaharui setiap terjadi 
perubahan. 
Peringkat Adira Finance 
Pada tahun 2011 ini Perusahaan memperoleh 13 (tiga belas) sertifikat hasil pemeringkatan dengan data 
sebagai berikut: 
Perihal 
Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas 
Obligasi III Seri B Tahun 2009 PT Adira Dinamika Multi 
Finance Tbk Periode 4 Pebruari 2011 sampai dengan 
13 Mei 2011 
Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas 
Obligasi II Seri C Tahun 2006 PT Adira Dinamika Multi 
Finance Tbk Periode 4 Pebruari 2011 sampai dengan 
8 Juni 2011 
Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi V Tahun 2011 PT 
Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 
2011 sampai dengan 1 Pebruari 2012 
Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas 
Obligasi II Seri C Tahun 2006 PT Adira Dinamika Multi 
Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai dengan 
8 Juni 2011 
Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi III Seri C Tahun 
2009 dan Obligasi IV Tahun 2010 PT Adira Dinamika 
Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai 
dengan 1 Pebruari 2012 
280 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tanggal 
7 Pebruari 2011 
7 Pebruari 2011 
21 Pebruari 2011 
21 Pebruari 2011 
21 Pebruari 2011 
Hasil Pemeringkatan 
idAA 
(Double A; Stable Outlook) 
idAA 
(Double A; Stable Outlook) 
idAA+ 
(Double A Plus; Stable 
Outlook) 
idAA+ 
(Double A Plus; Stable 
Outlook) 
idAA+ 
(Double A Plus; Stable 
Outlook) 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 281 
Perihal 
Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas 
Obligasi III Seri B Tahun 2009 PT Adira Dinamika Multi 
Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai dengan 
13 Mei 2011 
Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 
sampai dengan 1 Pebruari 2012 
Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan 
I Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
Periode 23 September 2011 sampai dengan 1 
September 2012 
Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas Obligasi 
III Seri C Tahun 2009, Obligasi IV Tahun 2010 dan 
Obligasi V Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi 
Finance Tbk Periode 23 September 2011 sampai 
dengan 1 September 2012 
Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk Periode 23 September 
2011 sampai dengan 1 September 2012 
Sertifikat Pemeringkatan atas MTN I Tahun 2011 
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 18 
Nopember 2011 sampai dengan 1 Nopember 2012 
Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas Obligasi 
III Seri C Tahun 2009, Obligasi IV Tahun 2010 dan 
Obligasi V Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi 
Finance Tbk Periode 18 Nopember 2011 sampai 
dengan 1 Nopember 2012 
Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk Periode 18 Nopember 
2011 sampai dengan 1 Nopember 2012 
Tanggal 
21 Pebruari 2011 
21 Pebruari 2011 
23 September 2011 
23 September 2011 
23 September 2011 
18 Nopember 2011 
18 Nopember 2011 
18 Nopember 2011 
Hasil Pemeringkatan 
idAA+ 
(Double A Plus; Stable 
Outlook) 
idAA+ 
(Double A Plus; Stable 
Outlook) 
idAA+ 
(Double A Plus) 
idAA+ 
(Double A Plus) 
idAA+ 
(Double A Plus; Stable 
Outlook) 
idAA+ 
(Double A Plus) 
idAA+ 
(Double A Plus) 
idAA+ 
(Double A Plus; Stable 
Outlook) 
No. 
6. 
7. 
8. 
9. 
10. 
11. 
12. 
13. 
pada tahun 2011 “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) untuk surat hutang yang diterbitkan Perusahaan, 
meningkat dibandingkan hasil pemeringkatan pada tahun 2010 dengan hasil “idAA” (Double A; Stable 
Outlook) dan sepanjang pengetahuan kami merupakan peringkat tertinggi yang dicapai oleh suatu Perusahaan 
Pembiayaan di Indonesia. Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa Efek Hutang dengan peringkat “idAA+” 
memiliki kualitas kredit sedikit di bawah peringkat tertinggi, didukung oleh kemampuan obligor yang sangat 
kuat untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, relatif lebih 
kuat dibanding entitas Indonesia lainnya. 
Untuk pemeringkatan Perusahaan, Perusahaan juga memperoleh hasil “idAA+” (Double A Plus; Stable 
Outlook) meningkat dibandingkan hasil pemeringkatan pada tahun 2010 dengan hasil “idAA” (Double A; 
Stable Outlook). Hasil peringkat “idAA+“ ini menunjukkan bahwa Perusahaan memiliki kualitas kredit sedikit 
di bawah perusahaan dengan peringkat tertinggi, mencerminkan kemampuan Perusahaan yang kuat untuk 
mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan sepeda motor terbesar di Indonesia 
dan pada saat yang sama juga terus memperkokoh eksistensinya di pasar pembiayaan mobil. Peringkat
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
ini juga mencerminkan profitabilitas Perusahaan yang tinggi dan fundamental Perusahaan yang kuat, yang 
didukung oleh pengelolaan biaya operasional dan risiko yang baik, meskipun Perusahaan terus melakukan 
ekspansi jaringan usaha dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan telah berhasil mempertahankan 
peringkat tersebut di tengah kondisi ekonomi yang tidak kondusif di Indonesia dan terus menunjukkan grafik 
yang meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Manajemen Perusahaan mampu menjaga 
pertumbuhan Perusahaan secara baik dari waktu ke waktu. 
Grafik Pemeringkatan Perusahaan sejak bulan Mei 2002 dari PEFINDO: 
Mei 
2002 
id AA+ 
AA 
id AA-id 
id A+ 
A 
id A-id 
idBBB+ 
Feb 
2003 
Mei 
2004 
Hasil “idAA+” diberikan kepada Perusahaan sehubungan dengan adanya dukungan pendanaan yang kuat 
dan sinergi yang diberikan oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk kepada Adira Finance. Peringkat ini juga 
mempertimbangkan keterlibatan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam pengelolaan risiko Perusahaan. 
Dengan adanya dukungan tersebut, posisi pasar Adira Finance di masa datang diharapkan tetap kuat dan 
tetap mempertahankan kinerja keuangannya yang sehat. 
Sesuai data yang dimiliki Perusahaan, hasil pemeringkatan “idAA+” ini merupakan hasil tertinggi yang 
diberikan oleh Pefindo kepada perusahaan pembiayaan di Indonesia. 
Pengembalian Investasi Pemegang Saham 
Perusahaan mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembalikan investasi pemegang saham dalam 
bentuk dividen kas. Sejak Penawaran Saham Perdana, Perusahaan selalu membagikan dividen kepada para 
pemegang sahamnya setiap tahun dan juga telah menetapkan kebijakan dividen minimal sebesar 20%- 
25% dari laba bersih tahun berjalan pada Prospektus Penawaran Saham Perdana Perusahaan. Perusahaan 
akan terus berupaya untuk memberikan imbalan investasi yang terbaik kepada seluruh pemegang saham 
Perusahaan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dana Perusahaan di tahun berikutnya dan kebijakan 
dividen yang diambil oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk selaku pemegang saham pengendali. 
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan juga telah membagikan dividen kas kepada seluruh 
pemegang saham Perusahaan pada tahun 2011. Dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 
28 April 2011 telah disetujui untuk membagikan dividen sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 
sejumlah Rp 954,14 miliar atau sebesar Rp 954,14 per lembar saham. Pada tanggal pembayaran dividen, 
Perusahaan telah membayarkan seluruh hutang dividen kas tersebut kepada seluruh pemegang saham 
Perusahaan. 
282 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Feb 
2005 
Jul 
2005 
Apr 
2006 
Jan 
2007 
Mar 
2008 
Mar 
2009 
Apr 
2010 
Agst 
2010 
Peb 
2011 
Sep 
2011
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Keterangan 
Dividen kas per saham (dinyatakan dalam nilai penuh Rupiah) 
Rasio nilai dividen terhadap laba bersih 
Pertumbuhan nilai dividen dibanding tahun sebelumnya 
Selamat Pagi Bromo - Probolinggo 
Opsi Saham 
Sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk belum 
pernah memberikan opsi saham baik kepada anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun karyawan 
Perusahaan. 
Kasus Kecurangan 
Kecurangan adalah tindakan atau perbuatan yang menyimpang atau tidak benar yang mengakibatkan 
terjadinya kerugian atau risiko kerugian bagi pihak lain baik secara langsung maupun tidak langsung. 
Untuk mengurangi risiko kerugian akibat dari adanya kecurangan, maka Perusahaan telah melakukan 
berbagai langkah pencegahan selama tahun 2011, diantaranya dengan memperkuat budaya Perusahaan 
dan memperkecil peluang untuk terjadinya kecurangan. Selain pencegahan, Perusahaan juga melakukan 
langkah-langkah penindakan yang tegas pada para pelaku dengan tidak segan-segan untuk melakukan 
pemecatan secara tidak hormat, bahkan memprosesnya melalui prosedur hukum. 
Jumlah Kasus yang Dilakukan oleh: 
Pengurus Karyawan Tetap Karyawan Tidak Tetap 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 283 
Jumlah kecurangan yang terjadi dalam 1 tahun adalah sebagai berikut: 
2007 
Rp 232,00 
50,0% 
-2,5% 
2008 
Rp 280,00 
50,0% 
20,7% 
2009 
Rp 510,00 
50,0% 
82,1% 
2010 
Rp 242,48 
20,0% 
-52,45% 
2011 
Rp 954,14 
65,0% 
393,51% 
Kekurangan 
2011 2010 2009 2011 2010 2009 2011 2010 2009 
Jumlah Kecurangan 
Telah diselesaikan 
Dalam proses penyelesaian 
Belum diupayakan penyelesaiannya 
Di tindak lanjuti melalui proses hukum 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
4 
4 
- 
- 
1 
4 
5 
- 
- 
1 
6 
3 
- 
2 
1
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kasus Hukum 
Sepanjang pengetahuan Perusahaan, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan tahunan ini, 
Perusahaan menghadapi beberapa kasus hukum dan/atau tuntutan dari pihak ketiga yang nilainya tidak 
material. Sedangkan untuk anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perusahaan, sepanjang pengetahuan 
Perusahaan, sampai dengan diterbitkannya laporan tahunan ini tidak menghadapi tuntutan dari pihak ketiga 
atau terlibat sebagai pihak dalam kasus hukum. 
Kasus-kasus hukum baik perdata maupun pidana yang melibatkan Perusahaan sebagai pihak adalah sebagai 
berikut: 
No. Perkara 
No. 336/Pdt.G/2007/ PN.Jkt.Pst 
Tanggal 5 Oktober 2007 
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 
No. 25/Pdt.G/2009/PN Kendal 
Tanggal 23 Nopember 2009 
Pengadilan Negeri Kendal 
No. 2205/Pid.B/2009/PN Sby 
dan No. 2204/Pid.B/2009/PN 
Sby Tanggal 10 Juni 2009. 
Pengadilan Negeri Surabaya 
No. 127/Pid.B/2010/PT.SMG 
Tanggal 17 Maret 2010 
Pengadilan Negeri Kendal 
No. No.21/PDT.G/2009/PN.TK 
Tanggal 19 Februari 2009 
Pengadilan Negeri Tanjung 
Karang 
No. 01/Pen/BPSK-Mdn/2009 
Tanggal 14 Januari 2009 
Badan Penyelesaian Sengketa 
Konsumen 
No. 2583 K/PDT/2009 
Tanggal 21 Oktober 2009 
Pengadilan Negeri Makassar 
No. 341/Pdt. G/2010/PN.BDG 
Tanggal 25 Agustus 2010 
Pengadilan Negeri Bandung 
No. 459/Pdt.G/2010/PN.Mdn 
Tanggal 26 Oktober 2010 
Pengadilan Negeri Medan 
No. 312/Pdt.G/2011/PN.Smg 
Tanggal 3 Oktober 2011 
Pengadilan Negeri Semarang 
No. 10/Pdt.G/2011/PN.Tegal 
Tanggal 22 Maret 2011 
Pengadilan Negeri Tegal 
No. 14/Pdt.G/2011/PN.Tegal 
Tanggal 12 April 2011 Pengadilan 
Negeri Tegal 
No. 32/Pdt.G/2011/PN.Tegal 
Tanggal 14 Juni 2011 Pengadilan 
Negeri Tegal 
No. 72/Pdt.G/2011/PN.Tegal 
Tanggal 14 September 2011 
Pengadilan Negeri Tegal 
284 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah Gugatan 
Rp 500.000.000 
Rp 2.238.000.000 
Rp 556.500.000 
Rp 11.675.000 
Rp 6.180.389 
Rp 5.000.000 
Rp 122.000.000 
Rp 112.000.000 
Rp 10.715.358 
Rp 50.000.000 
Rp 142.056.640 
Rp 2.010.000.000 
Rp 56.404.989.000 
Rp 2.085.840.000 
Materi Perkara 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Wanprestasi 
Tindak Pidana 
Penipuan dan 
Pemalsuan 
Tindak Pidana 
Penggelapan 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Sengketa Konsumen 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Gugatan Keberatan 
Putusan BPSK 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Posisi 
Penggugat 
Penggugat 
Pelapor 
Pelapor 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Penggugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Melawan 
Kejaksaan Agung 
RI Cq. Kejaksaan 
Tinggi DKI Cq. Kejari 
Jakarta Pusat 
PT Tossa Shakti Float 
Glass Industries 
Untoro dan Priyono 
Aries Mustansir 
Sunarto 
Sri H. Ginting 
Hendra Mahendra 
Hery Wahryadi 
Elpianingsih 
Suryono 
Susminah 
Achmad edi 
Hermanto 
Sukohadi 
Risnani 
Status Perkara 
Kasasi 
Pengadilan Tinggi 
Banding 
Banding 
Kasasi 
Kasasi 
Kasasi 
Banding 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
7. 
8. 
9. 
10. 
11. 
12. 
13. 
14.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Kasus-kasus hukum baik perdata maupun pidana yang melibatkan anggota Dewan Komisaris sebagai pihak 
adalah sebagai berikut: 
Kasus-kasus hukum baik perdata maupun pidana yang melibatkan anggota Direksi sebagai pihak adalah 
sebagai berikut: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 285 
No. Perkara 
No. 76/Pdt.G/2011/PN.Tegal 
Tanggal 28 September 2011 
Pengadilan Negeri Tegal 
No. 55/Pdt.G/2011/PN.MTR 
Tanggal 9 Mei 2011 Pengadilan 
Negeri Mataram 
No. 26/Pdt.G/2011/PN.PKL 
Tanggal 1 Juli 2011 Pengadilan 
Negeri Pekalongan 
No. 42/Pdt.G/2011/PN.PKL 
Tanggal 22 Agustus 2011 
Pengadilan Negeri Pekalongan 
No. 54/Pdt.G/2011/PN.PKL 
Tanggal 23 September 2011 
Pengadilan Negeri Pekalongan 
No. 59/Pdt.G/2011/PN.PKL 
Tanggal 5 Oktober 2011 
Pengadilan Negeri Pekalongan 
No. 55/Pdt.G/2011/PN.PKL 
Tanggal 23 September 2011 
Pengadilan Negeri Pekalongan 
No. 140/Pdt.G/2011/PN.Mlg 
Tanggal 25 Agustus 2011 
Pengadilan Negeri Malang 
No. 28/Pdt.G/2011/PN.Kds 
Tanggal 26 April 2011 Pengadilan 
Negeri Kudus 
No. 33/Pdt.G/2011/PN.Kds 
Tanggal 25 Mei 2011 Pengadilan 
Negeri Kudus 
No. 49/Pdt.G/2011/PN.Kds 
Tanggal 18 Juli 2011 Pengadilan 
Negeri Kudus 
No. 26/Pdt.G/2011/PN.Cn 
Tanggal 25 April 2011 Pengadilan 
Negeri Cirebon 
No. 49/Pdt.G/2011/PN.Cn 
Tanggal 16 Agustus 2011 
Pengadilan Negeri Cirebon 
No. 275/Pdt.G/2011/PN.Mdn 
Tanggal 14 Juni 2011 Pengadilan 
Negeri Medan 
Jumlah Gugatan 
Rp 110.353.300 
Rp 2.191.000.000 
Rp 2.100.300.000 
Rp 143.227.000 
Rp 115.450.000 
Rp 122.770.000 
Rp 108.584.000 
Rp 2.121.190.000 
Rp 581.779.000 
Rp 100.440.000 
Rp 2.074.397.000 
Rp 2.063.650.000 
Rp 105.000.000 
Rp 6.810.000.000 
Jumlah Gugatan 
Materi Perkara 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Perbuatan Melawan 
Hukum 
Materi Perkara 
Posisi 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
Tergugat 
tergugat 
Posisi 
Melawan 
Wakhid 
Manai 
Bangsawan, SH 
Dedy Kurniawan 
Sri Wiyani 
Aditya Seko Mulyono 
Kusnadi dan 
kawan-kawan 
Toniyah 
Kristianto Yafet 
Harsono 
Ahmad Zarkoni dan 
kawan-kawan 
Imam Maliki 
H. Iskandar 
Agus Mulyadi 
Holid Azhari 
Jefry Sanita 
Melawan 
Status Perkara 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Pengadilan Negeri 
Banding 
Status Perkara 
No. 
15. 
16. 
17. 
18. 
19. 
20. 
21. 
22. 
23. 
24. 
25. 
26. 
27. 
28. 
No. 
Jumlah Gugatan 
- 
Jumlah Gugatan 
- 
Materi Perkara 
- 
Materi Perkara 
- 
Posisi 
- 
Posisi 
- 
Melawan 
- 
Melawan 
- 
Status Perkara 
- 
Status Perkara 
- 
No. Perkara 
- 
No. Perkara 
- 
No. 
- 
No. 
-
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Perubahan Peraturan Perundang-undangan yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Perusahaan 
Selama tahun 2011, tidak terdapat perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan 
terhadap jalannya usaha Perusahaan. 
286 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Tanggal Peraturan 
30 Maret 2011 
5 Juli 2011 
26 Juli 2011 
28 Nopember 2011 
Pengaruh Terhadap Perusahaan 
Tidak terdapat pengaruh signifikan 
terhadap kinerja maupun operasional usaha 
Perusahaan karena secara prinsip telah 
diterapkan di Perusahaan. 
Tidak terdapat pengaruh signifikan 
terhadap kinerja maupun operasional usaha 
Perusahaan karena secara prinsip telah 
diterapkan oleh Perusahaan. 
Tidak terdapat pengaruh signifikan 
terhadap kinerja maupun operasional usaha 
Perusahaan karena secara prinsip telah 
diterapkan oleh Perusahaan. 
Tidak terdapat pengaruh signifikan 
terhadap kinerja maupun operasional 
usaha Perusahaan karena secara prinsip 
telah diterapkan oleh Perusahaan dan 
sampai dengan akhir tahun buku 2011 
tidak terdapat transaksi material ataupun 
perubahan kegiatan usaha utama yang 
dilakukan oleh Perusahaan. 
Peraturan 
Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar 
Modal dan Lembaga Keuangan No. PER- 
05/BL/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan 
Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Perusahaan 
Pembiayaan. 
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar 
Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 
346/BL/2011 tentang Penyampaian Laporan 
Keuangan Berkala Emiten Atau Perusahaan 
Publik. 
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar 
Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 
395/BL/2011 tentang Publikasi Laporan 
Keuangan Tengah Tahunan Emiten Atau 
Perusahaan Publik. 
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar 
Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 
614/BL/2011 tentang Transaksi Material Dan 
Perubahan Kegiatan Usaha Utama. 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
Prajurit Keraton - Yogyakarta
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
PENILAIAN MANDIRI ATAS PRAKTIK TATA KELOLA PERUSAHAAN 
Untuk mendapatkan hasil yang obyektif terhadap penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang 
Baik, pada tahun 2011, Perusahaan kembali melakukan penilaian mandiri atas praktik Tata Kelola Perusahaan. 
A. Penilaian Mandiri dengan Format dari Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) 
Berdasarkan hasil penilaian mandiri yang dilakukan Perusahaan dengan menggunakan kriteria penilaian 
yang telah dipublikasikan oleh FCGI, yaitu: 
1. Hak Pemegang Saham; 
2. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan; 
3. Praktik-Praktik Tata Kelola Perusahaan; 
4. Pengungkapan; dan 
5. Audit. 
Perusahaan melakukan penilaian mandiri sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan 
Desember 2011. 
Tabel di bawah ini memperlihatkan hasil penilaian yang diperoleh pada penilaian bulan Juni 2011: 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
Aspek Penilaian 
Penghargaan atas Hak Pemegang Saham 
Kebijakan Tata Kelola Perusahaan 
Praktik-Praktik Tata Kelola Perusahaan 
Pengungkapan 
Audit 
Jumlah 
Nilai Perusahaan 
56 
94 
117 
40 
22 
Bobot 
20% 
15% 
30% 
20% 
15% 
Nilai Tertimbang 
15,55 
12,37 
24,79 
20,00 
15,00 
87,71 
Tabel di bawah ini memperlihatkan hasil penilaian yang diperoleh pada penilaian bulan Desember 2011: 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
Aspek Penilaian 
Penghargaan atas Hak Pemegang Saham 
Kebijakan Tata Kelola Perusahaan 
Praktik-Praktik Tata Kelola Perusahaan 
Pengungkapan 
Audit 
Jumlah 
Nilai Perusahaan 
56 
94 
117 
40 
22 
Bobot 
20% 
15% 
30% 
20% 
15% 
Nilai Tertimbang 
15,56 
12,37 
25,20 
20,00 
15,00 
88,13 
Berdasarkan hasil penilaian mandiri dengan menggunakan kuesioner yang dipublikasikan FCGI, nilai 
tertimbang yang diperoleh Perusahaan untuk penilaian bulan Juni dan Desember 2011 adalah sebesar 
87,92, yang mana nilai tersebut dapat diintepretasikan bahwa nilai Tata Kelola Perusahaan atas Adira 
Finance secara keseluruhan adalah “Sangat Baik”. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 287 
B. Penilaian Mandiri dengan Format dari BI 
Selain menggunakan kriteria penilaian yang telah dipublikasikan oleh FCGI, Perusahaan juga mencoba 
untuk melakukan penilaian mandiri dengan menggunakan metode penilaian sesuai dengan Peraturan 
Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tertanggal 5 Oktober 2006, meskipun terdapat beberapa persyaratan 
yang tidak dapat diaplikasikan sepenuhnya pada perusahaan pembiayaan.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Hasil dari penilaian yang dilakukan adalah sebagai berikut: 
Aspek 
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab 
Dewan Komisaris 
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab 
Direksi 
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite 
Penanganan Benturan Kepentingan 
Penerapan Fungsi Kepatuhan Perusahaan 
288 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Bobot 
10% 
20% 
10% 
10% 
5% 
Keterangan 
Jumlah, komposisi, integritas dan 
kompetensi anggota Dewan Komisaris 
sangat sesuai dengan ukuran dan 
kompleksitas usaha Perusahaan. 
Namun demikian, jumlah Komisaris 
Independen masih kurang dari 50%. 
Seluruh persyaratan tugas dan tanggung 
jawab serta independensi Dewan 
Komisaris telah sesuai dengan peraturan 
perundang-undangan yang berlaku. 
Jumlah, komposisi, integritas dan 
kompetensi anggota Dewan Komisaris 
sangat sesuai dengan ukuran dan 
kompleksitas usaha Perusahaan. Seluruh 
persyaratan tugas dan tanggung jawab 
serta independensi Direksi telah sesuai 
dengan peraturan perundang-undangan 
yang berlaku. Namun demikian, masih 
terdapat anggota Direksi yang memiliki 
rangkap jabatan sebagai Komisaris 
atau Direksi pada perusahaan dan/atau 
lembaga lain. 
Struktur, jumlah, kompetensi, kualifikasi 
dan tanggung jawab serta independensi 
Komite telah sesuai dengan peraturan 
perundang-undangan yang berlaku. 
Rekomendasi komite-komite sangat 
berguna dan dapat dipergunakan 
sebagai bahan acuan keputusan Dewan 
Komisaris. 
Perusahaan telah memiliki pedoman, 
sistem dan prosedur pencegahan dan 
penyelesaian benturan kepentingan 
yang berlaku bagi seluruh pemangku 
kepentingan sebagaimana dimuat dalam 
Anggaran Dasar Perusahaan, Pedomana 
Tata Kelola Perusahaan, Pedoman dan 
Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris, 
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, 
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite 
dan Peraturan Perusahaan. 
Perusahaan telah memenuhi kriteria 
kepatuhan sesuai dengan peraturan 
perundang-undangan yang berlaku 
dan komitmen kepada lembaga-lembaga 
yang berwenang. Namun 
demikian, perusahaan pembiayaan 
tidak mempunyai kewajiban mengenai 
laporan kepatuhan kepada pihak yang 
Peringkat 
2 
2 
1 
1 
2 
Nilai 
0,3 
0,4 
0,1 
0,1 
0,2 
No. 
1. 
2. 
3. 
4. 
5.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 289 
Aspek 
Penerapan Fungsi Audit Internal 
Penerapan Fungsi Audit Eksternal 
Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan 
Pengendalian Internal 
Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan 
Penyediaan Dana Skala Besar 
Transparansi Kondisi Keuangan dan Non 
Keuangan Perusahaan, Laporan Pelaksanaan 
Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan 
Laporan Internal 
Bobot 
5% 
5% 
7,5% 
7,5% 
15% 
Keterangan 
berwenang, sehingga Perusahaan tidak 
menyampaikan laporan kepatuhan 
kepada Bapepam dan LK. 
Pelaksanaan fungsi audit internal 
Perusahaan telah berjalan efektif dan 
memenuhi pedoman audit internal serta 
sesuai dengan standar minimum yang 
telah ditetapkan dalam Standard for the 
Professional Practice of Internal Auditing 
dari the Institute of Internal Auditors. 
Unit Audit Internal telah menjalankan 
fungsinya secara independen dan 
obyektif, yang mana kelembagaan Unit 
Audit Internal tidak terlibat langsung 
dalam satuan kerja operasional, dengan 
susunan organisasi yang langsung 
berada di bawah Direktur Utama. 
Pelaksanaan audit oleh akuntan publik 
yang terdaftar di Bapepam dan LK telah 
dilakukan secara efektif dan memenuhi 
ketentuan yang berlaku. Kualitas dan 
cakupan hasil audit akuntan publik 
sangat baik dan dilakukan oleh akuntan 
publik dengan sangat independen serta 
memenuhi kriteria yang ditetapkan. 
Penerapan manajemen risiko dan 
pengendalian internal sudah berjalan 
efektif sesuai dengan persyaratan yang 
ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. 
Perusahaan telah memiliki kebijakan, 
sistem dan prosedur untuk penyediaan 
dana kepada pihak terkait dan 
penyediaan dana bagi nasabah besar 
serta tidak terdapat penyediaan dana 
melebihi batas maksimum pemberian 
kredit (dengan menggunakan acuan 
ketentuan Batas Maksimum Pemberian 
Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh BI). 
• Perusahaan telah menyampaikan 
informasi keuangan dan non 
keuangan kepada publik secara 
transparan, termasuk diantaranya 
melalui media massa dan situs 
Perusahaan yang dapat diakses 
dengan mudah di www.adira.co.id; 
• Laporan pelaksanaan Tata Kelola 
Perusahaan selalu disampaikan 
dalam setiap Laporan Tahunan 
Perusahaan; dan 
Peringkat 
1 
1 
1 
1 
1 
Nilai 
0,1 
0,1 
0,1 
0,1 
0,1 
No. 
6. 
7. 
8. 
9. 
10.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Aspek 
Rencana Strategis Perusahaan 
Nilai Komposit 
290 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Peringkat 
2 
No. 
11. 
Nilai Komposit 
Bobot 
5% 
100% 
Nilai 
0,1 
1,6 
Keterangan 
• Seluruh laporan keuangan maupun 
non keuangan tersedia lengkap, 
akurat dan tepat waktu. 
Perusahaan memiliki rencana jangka 
panjang, jangka menengah dan jangka 
pendek yang disusun secara realistis 
dengan memperhitungkan kondisi 
ekternal dan internal. Namun masih 
terdapat kekurangan pada pembuatan 
rencana bisnis Perusahaan karena belum 
adanya ketentuan khusus yang mengatur 
rencana bisnis perusahaan pembiayaan. 
Kriteria Baik 
Predikat Komposit 
Sangat Baik 
Baik 
Cukup Baik 
Kurang Baik 
Tidak Baik 
Keterangan 
Nilai Komposit <1,5 
1,5 < Nilai Komposit < 2,5 
2,5 < Nilai Komposit < 3,5 
3,5 < Nilai Komposit < 4,5 
4,5 < Nilai Komposit < 5 
Kekuatan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Adira Finance dapat dilihat dari hasil penilaian 
yang dilakukan, yang mana Adira Finance termasuk dalam kategori ”Baik”. Adira Finance menyadari bahwa 
sebagai sebuah perusahaan penyedia jasa keuangan, Tata Kelola Perusahaan harus dilaksanakan dengan 
baik agar mendapatkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan. Kekuatan penerapan Tata Kelola 
Perusahaan yang Baik tersebut tercermin dari: 
1. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris telah dilaksanakan dengan efektif dan memenuhi prinsip-prinsip 
Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Anggota Dewan Komisaris mampu bertindak dan mengambil 
keputusan secara independen, memiliki kompetensi dan integritas sesuai dengan ukuran dan kompleksitas 
usaha Perusahaan serta telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Selain itu, Rapat Dewan Komisaris juga 
terselenggara secara efektif dan efisien. 
2. Tugas dan tanggung jawab Direksi telah dilaksanakan dengan baik, efektif dan memenuhi prinsip-prinsip 
Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Jumlah dan komposisi Direksi telah memenuhi ketentuan yang berlaku, 
yang mana anggota Direksi mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen, memiliki 
kompetensi dan integritas yang sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan. Selain itu, 
Rapat Direksi juga terselenggara secara efektif dan efisien. 
3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite dinilai baik mengingat pelaksanaan tugas-tugas Komite 
telah berjalan efektif, rekomendasi-rekomendasi Komite cukup bermanfaat dan dapat digunakan sebagai 
bahan acuan keputusan Dewan Komisaris, serta penyelenggaraan rapat-rapat Komite telah berjalan 
sesuai dengan pedoman kerja masing-masing Komite dan terselenggara secara efektif dan efisien. 
4. Penanganan benturan kepentingan telah dilaksanakan dengan sangat baik, yang mana setiap 
pengambilan keputusan atas benturan kepentingan dan pelaksanaannya senantiasa dilakukan sesuai 
dengan ketentuan yang berlaku, Anggaran Dasar Perusahaan, pedoman kerja Dewan Komisaris dan 
Direksi Perusahaan. Sampai dengan tanggal laporan ini dibuat, tidak terdapat benturan kepentingan yang 
merugikan/mengurangi keuntungan Perusahaan. 
5. Fungsi kepatuhan Perusahaan telah memenuhi kriteria kepatuhan sesuai dengan peraturan perundang-undangan 
yang berlaku dan komitmen kepada lembaga-lembaga yang berwenang.
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Tenung dayak - Kalimantan Barat 
6. Pelaksanaan fungsi audit internal Perusahaan telah berjalan sangan baik dan efektif. Perusahaan telah 
memiliki pedoman internal yang sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan oleh Bapepam dan 
LK serta dilakukan dengan memenuhi International Standards for the Professional Practice of Internal 
Auditing dari The Institute of Internal Auditors. 
7. Pelaksanaan fungsi audit eksternal telah berjalan dengan sangat efektif. Hal ini tercermin dari pelaksanaan 
audit oleh Kantor Akuntan Publik telah sesuai dengan persyaratan umum yang ditetapkan dalam ketentuan 
serta kualitas dan cakupan hasil audit yang sangat baik. Selain itu, Kantor Akuntan Publik bertindak 
independen dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. 
8. Penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian internal telah berjalan baik dan efektif sesuai 
dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan serta risiko-risiko yang dihadapinya. Dewan 
Komisaris dan Direksi telah melakukan pengawasan secara aktif terhadap pelaksanaan kebijakan dan 
strategi manajemen risiko. 
9. Penyediaan dana kepada pihak terkait (related party) dan penyediaan dana besar (large exposure) telah 
dilaksanakan dengan baik dan telah mengikuti peraturan yang berlaku. Pengambilan keputusan dalam 
penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar dilakukan secara independen dan 
sampai saat ini tidak pernah ada pelanggaran dan jumlah penyediaan dana ini dibandingkan dengan total 
penyediaan dana tidak signifikan. 
10. Perusahaan selalu transparan dalam menyampaikan laporan keuangan dan laporan non keuangan. 
Laporan-laporan tersebut disampaikan secara lengkap, akurat, relevan dan utuh serta tepat waktu sesuai 
dengan ketentuan yang berlaku. 
11. Rencana strategis Perusahaan sesuai dengan Visi dan Misinya, yang disusun dengan memperhatikan 
seluruh faktor eksternal dan internal, prinsip kehati-hatian dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga 
secara konsisten melaksanakan rencana strategis yang telah disusun tersebut untuk mencapai tujuan 
Perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 291
Laporan Tata Kelola 
Perusahaan 
Disamping kekuatan-kekuatan yang telah disampaikan diatas, masih terdapat kelemahan dalam pelaksanaan 
Tata Kelola Perusahaan yang Baik di dalam Adira Finance. Namun demikian, perbaikan-perbaikan terus 
diupayakan semaksimal mungkin. Kelemahan-kelemahan yang ada antara lain: 
1. Komposisi yang ideal antara jumlah anggota Dewan Komisaris dengan Direksi belum terpenuhi, yang mana 
jumlah anggota Dewan Komisaris masih lebih banyak dari pada jumlah anggota Direksi. 
2. Peraturan perundang-undangan atau ketentuan yang mengatur prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang 
Baik bagi perusahaan pembiayaan masih belum ada, sehingga pedoman yang dipakai oleh Adira Finance 
masih merupakan pedoman dari KNKG dan BI yang kemungkinan masih terdapat beberapa perbedaan 
dengan bidang usaha Perusahaan. 
Penghargaan 
Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya juga mengikuti acara Annual Report Award. Pada tahun 2011 
ini, Perusahaan mendapatkan pencapaian terbaik sejak mengikuti ajang Annual Report Award ini, yaitu 
menempati posisi Kedua untuk kategori Private Keuangan Listed dan posisi keenam untuk kategori Umum. 
Berdasarkan data yang kami miliki, pencapaian ini merupakan pencapaian terbaik yang diperoleh oleh sebuah 
perusahaan pembiayaan sejak Annual Report Award diselenggarakan. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan 
bagi Perusahaan dan menjadi pendorong untuk dapat berbuat lebih baik di tahun-tahun yang akan datang. 
Rencana Peningkatan Tata Kelola Perusahaan pada Tahun 2012 
Perusahaan merencanakan peningkatan Tata Kelola Perusahaan pada tahun 2012 melalui berbagai rencana, 
antara lain: 
• Melakukan evaluasi dan penyesuaian atas Pedoman Tata Kelola Perusahaan agar dapat menyesuaikan 
dengan kondisi terkini. 
• Peningkatan pemantauan atas kepatuhan seluruh organ Perusahaan. 
• Pemeringkatan Tata Kelola Perusahaan secara reguler, yang mengacu kepada metode pemeringkatan 
yang dilakukan oleh lembaga nasional untuk menganalisa efektifitas penerapan tata kelola perusahaan. 
• Mengikutsertakan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dalam uji kemampuan dan 
kepatutan yang dilaksanakan oleh Bapepam dan LK, kecuali anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang 
telah lulus uji kemampuan dan kepatutan dari Bank Indonesia. 
• Peningkatan sistem pengendalian internal yang menyeluruh dan handal. 
• Peningkatan dan penyempurnaan kebijakan anti kecurangan agar dapat mencegah dan mendeteksi 
terjadinya kecurangan sejak dini. 
• Data dan informasi dalam situs Perusahaan akan diperbaharui setiap terdapat perubahan, sehingga 
publik akan selalu mendapatkan informasi yang terkini. 
292 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Kampung Bena adalah perkampungan tradisional dengan bangunan-bangunan megalitik yang terletak di Desa Tiworiwu, Kecamatan 
Aimere, Ngada, Flores, yang berada di lembah dan diapit dua gunung, Inerie dan Surelaki. Rumah-rumah tradisional beratap tinggi yang 
terbuat dari daun ilalang ini disusun seperti bentuk perahu, melambangkan keberadaan leluhur yang berjuang dengan perahu mengarungi 
lautan hingga ke lokasi tersebut. Di halaman luas yang disebut kisanatha, terdapat dua bangunan sakral yaitu ‘ngadhu’, berbentuk 
payung, melambangkan wajah leluhur laki-laki, dan ‘bagha’ berbentuk miniatur rumah, sebagai lambang wajah leluhur perempuan.
Manajemen 
294 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Risiko
Pacu jawi (sapi) di Limapuluh Kota dan Payakumbuh yang biasanya diadakan sebelum masa tanam padi memiliki keunikan 
tersendiri, karena yang berlomba lari bukan hanya sapinya saja, melainkan juga orang yang mengiringinya. Dua hari sebelum 
perlombaan mulai, masyarakat dan jawi yang akan berlomba diarak sampai ke arena lomba dan masyarakat yang mengarak 
harus berpakaian adat dan membunyikan alat-alat musik tradisional Minang seperti talempong dan sarunai dari batang padi. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 295
Manajemen Risiko 
Manajemen risiko adalah proses pengukuran atau penilaian risiko serta pengembangan strategi 
pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah menghindari risiko, memindahkan risiko, 
mengurangi efek negatif risiko dan menampung sebagian atau seluruh konsekuensi atas risiko tertentu. 
Secara umum, setiap perusahaan tentunya memiliki kesadaran akan adanya risiko dan kesadaran pengelolaan 
atas risiko tersebut. Pengertian risiko sendiri adalah kekhawatiran adanya suatu peristiwa di masa depan yang 
kemungkinan akan berdampak negatif terhadap pencapaian sasaran yang sudah ditentukan perusahaan. 
Sebelum peristiwa tersebut terjadi, manajemen setiap perusahaan akan melakukan dan mempersiapkan 
langkah-langkah antisipasi, baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya, maupun untuk memitigasi 
dampaknya. 
Sasaran yang sudah ditetapkan menjadi hal yang sangat penting bagi Adira Finance dan keberhasilan 
Perusahaan dalam mencapai sasaran tersebut tergantung antara lain pada seberapa baik kemampuan 
Perusahaan mengelola risiko-risiko yang dihadapi. 
Adira Finance dalam Prinsip Mengelola Risiko 
Perusahaan secara berkesinambungan melakukan langkah penyempurnaan implementasi manajemen risiko 
pada tahun 2011 dengan strategi sebagai berikut: 
1. Penyempurnaan Implementasi Manajemen Risiko 
a. Perusahaan terus menyesuaikan kebijakan dan prosedur pengelolaan risiko sesuai dengan 
perkembangan terkini. 
b. Penyempurnaan implementasi manajemen risiko dilakukan sesuai kaidah sistem manajemen mutu, 
yang mencakup kebijakan, prosedur dan instruksi kerja manajemen risiko. 
296 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Direktorat Manajemen Risiko
Manajemen Risiko 
c. Enterprise Risk Management adalah proses manajemen risiko yang diawali dengan pendefinisian risk 
appetite dan risk tolerance oleh Manajemen Perusahaan. Pendefinisian ini merupakan aktivitas yang 
menjadi satu kesatuan di dalam proses perencanaaan bisnis Perusahaan, baik perencanaan tahunan 
maupun perencanaan jangka panjang. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 297 
2. Penggunaan Perangkat Lunak Manajemen Risiko 
Untuk menunjang kelancaran arus informasi dan komunikasi risiko, Perusahaan mengimplementasikan 
perangkat lunak manajemen risiko dan terus mengembangkannya sesuai dengan dinamika usaha 
Perusahaan. Dengan adanya perangkat lunak manajemen risiko diharapkan proses pengelolaan risiko 
menjadi melekat dalam kegiatan sehari-hari oleh pihak yang terkait. 
Kultur Perusahaan 
Salah satu kultur Adira Finance adalah “Striving for Excellence”, yang mana Perusahaan selalu berusaha 
menjadi yang terbaik di dalam industrinya. Hal ini bisa terlihat dari kinerja Perusahaan yang terus mengalami 
pertumbuhan, sehingga risk exposure level harus terus dipantau. Untuk itu, Perusahaan telah merumuskan 
beberapa prinsip dalam mengelola risiko, yang terus dikembangkan dan telah melekat menjadi budaya di 
dalam Perusahaan: 
• Early alert - identifikasi risiko sedini mungkin sehingga proses pencegahan dan tata kelola risiko dapat 
ditentukan dan dilaksanakan secara tepat sasaran; 
• Kehati-hatian - prinsip kehati-hatian dan pertimbangan yang matang dalam seleksi pendahuluan terhadap 
calon konsumen sehingga dapat menekan tingkat risiko ke tingkat yang bisa diterima; 
• Zero tolerance - sikap tidak ada toleransi terhadap tindakan-tindakan yang dapat berdampak negatif 
terhadap Perusahaan; dan 
• Akuntabilitas - pengambilan risiko tetap mengikuti batasan-batasan yang telah ditetapkan, sesuai dengan 
kapasitas masing-masing komponen Perusahaan dan pertanggungjawaban yang jelas atas tindakan-tindakan 
yang diambil kepada Manajemen Perusahaan dan instansi berwenang. 
Keempat prinsip diatas tergambar dengan jelas dalam nilai korporat yang ditanamkan dalam Perusahaan, 
salah satu contohnya adalah melalui penanaman akan nilai “Proud not to Fraud” sedini mungkin, misalkan 
dalam orientasi karyawan baru, kesadaran akan bahaya dari kecurangan itu sendiri dan dorongan agar 
karyawan melakukan tindakan proaktif terkait hal ini melalui slogan Kecurangan: Kenali, Laporkan dan 
Hentikan! Langkah lain yang dilakukan adalah inisiatif dari Divisi Hukum dalam melakukan pendistribusian 
e-mail berupa renungan anti-fraud dalam upaya mendorong seluruh karyawan untuk bertindak sesuai norma 
dan etika profesional. Upaya ini diharapkan akan dapat menindaklanjuti pelatihan awal yang telah diterima 
ketika karyawan pertama kali bergabung dengan Perusahaan, bahkan semakin dikokohkan selama karyawan 
berkarya dalam Perusahaan. 
Adira Finance dalam Penerapan Manajemen Risiko 
Mengingat bahwa penerapan praktik manajemen risiko yang baik dapat mendukung kinerja dari perusahaan 
pembiayaan, maka manajemen risiko selalu menjadi elemen pendukung penting bagi Adira Finance dalam 
menjalankan roda bisnisnya. Sasaran dan tujuan utama dari diterapkannya praktik manajemen risiko di 
Adira Finance adalah untuk menjaga dan melindungi Perusahaan melalui pengelolaan risiko kerugian yang 
mungkin timbul dari berbagai aktivitasnya serta menjaga tingkat risiko agar sesuai dengan arahan yang sudah 
ditetapkan oleh Perusahaan.
Manajemen Risiko 
Strategi untuk mendukung sasaran dan tujuan dari manajemen risiko diwujudkan dengan pembentukan dan 
pengembangan budaya risiko yang kuat, penerapan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, pelestarian 
nilai-nilai kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur yang memadai, serta proses kerja yang terstruktur 
dan sehat. Budaya risiko yang kuat ini diciptakan dengan membangun kesadaran risiko yang kuat dimulai 
dari Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Senior sampai kepada seluruh karyawan Perusahaan. Tata Kelola 
Perusahaan yang Baik disosialisasikan dan dikembangkan secara menyeluruh pada semua komponen dan 
aktivitas Perusahaan serta dilaksanakan dengan tanpa kompromi, nilai-nilai kepatuhan terhadap peraturan 
yang ada dan berlaku harus dibudayakan dan melekat pada semua karyawan Perusahaan yang dipimpin oleh 
jajaran Manajemen Perusahaan, infrastruktur risiko dibangun melalui tersedianya kebijakan dan proses yang 
tepat dan sesuai dengan kondisi terkini, pengembangan sistem dan database risiko yang berkelanjutan, serta 
teknik dan metodologi pengelolaan yang modern. Membangun proses dan kemampuan risiko yang sehat dan 
kuat adalah sebuah pengkajian yang berkesinambungan terhadap tujuan daripada penanganan risiko serta 
berbagai aktivitas yang menyangkut penanganan risiko, seperti identifikasi, pengukuran, pemantauan dan 
pengendalian risiko. 
Fungsi manajemen risiko juga berkewajiban untuk menjaga arahan risiko yang dapat diterima dan disetujui 
oleh Dewan Komisaris dan Direksi dengan tetap berpedoman dan mampu menyesuaikan diri dengan 
perkembangan usaha. Tahun 2011 ini merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya terkait dengan 
“Penerapan Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap 
Perusahaan Anak”, yang mana Adira Finance melaksanakan dalam kapasitasnya sebagai Perusahaan Anak 
dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, pemegang saham pengendali Perusahaan. Aktivitas ini mengacu 
kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006, yang mana penerapan 
manajemen risiko Perusahaan merupakan pendekatan terpadu dan konsisten dalam melakukan penelaahan, 
pengukuran, pemantauan dan pengelolaan risiko terhadap seluruh komponen kelompok Perusahaan. 
Lebih lanjut, kemitraan antara Perusahaan dengan Perusahaan Induk merupakan hal yang sangat penting, 
mengingat keduanya menghadapi tantangan regional dan global yang sama dalam mengelola pertumbuhan 
bisnis yang cepat dan dalam suasana kompetisi yang ketat, namun pada saat yang bersamaan harus tetap 
mampu menyelenggarakan praktek bisnis tersebut berdasar dan mengacu kepada prinsip kehati-hatian. 
298 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Rumah Tradisional Bajo, Wakatobi - Sulawesi Utara
Manajemen Risiko 
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, Manajemen Adira Finance memiliki komitmen 
penuh untuk menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang secara esensi mencakup kecukupan 
kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Perusahaan tetap dapat 
terarah dan terkendali pada batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap menguntungkan Perusahaan. 
Direktorat Manajemen Risiko yang berperan secara aktif dalam mengkoordinasikan tindakan-tindakan 
pencegahan, proaktif dan responsif dengan seluruh karyawan dari berbagai tingkatan yang ada di dalam 
Perusahaan untuk mendukung penerapan manajemen risiko ini, karena semua bagian di dalam Perusahaan 
masing-masing akan memainkan peranan penting. 
Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan menyadari pentingnya untuk memiliki sebuah mekanisme 
yang memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang dihadapi oleh Perusahaan. Adira Finance memiliki 
suatu mekanisme yang bertumpu pada 4 (empat) pilar manajemen risiko, yang dapat diuraikan sebagai 
berikut: 
PILAR III 
Identifikasi, Pengukuran, 
Pengawasan dan Sistem 
Informasi Manajemen 
Pilar I: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi 
Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak perencanaan bisnis tahunan, yang mencakup: 
• Menyetujui dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko secara berkala; 
• Melakukan evaluasi dan menyetujui aktivitas yang memerlukan persetujuan dari Dewan Komisaris atau 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 299 
Direksi; 
• Menetapkan kebijakan dan strategi manajemen risiko termasuk penetapan otoritas dalam pemberian 
batasan serta tinjauan atas kualitas portofolio secara berkala; 
PILAR II 
Kebijakan dan 
Penerapan Batasan 
PILAR I 
Pengawasan Aktif dari 
Dewan Komisaris dan 
Direksi 
PILAR IV 
Pengendalian Internal 
PENERAPAN 
MANAJEMEN 
RISIKO
Manajemen Risiko 
• Terdapatnya Komite Audit dan Manajemen Risiko sebagai organ Dewan Komisaris dalam melaksanakan 
fungsi pengawasannya; dan 
• Membentuk komite yang terkait dengan penerapan manajemen risiko yaitu Komite Manajemen Risiko. 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terselenggara mengingat terdapatnya wakil 
dari Perusahaan Induk dalam jajaran Dewan Komisaris Perusahaan. Kerangka tersebut juga dilaksanakan 
melalui pemeriksaan kinerja secara berkala oleh Perusahaan Induk terhadap Adira Finance, menyangkut 
kinerja keuangan, pengawasan sistem informasi akuntansi, serta tingkat kesehatan dan profil risiko dari aset 
pembiayaan Perusahaan. 
Pilar II: Kebijakan dan Penerapan Batasan 
Perusahaan menyusun kebijakan-kebijakan terkait manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan 
selalu disesuaikan dengan keadaan usaha terkini. Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam Prosedur 
Operasi Standar dan Memo Internal yang disosialisasikan kepada seluruh karyawan. Perusahaan juga 
memiliki kebijakan-kebijakan mengenai batasan persetujuan/otorisasi untuk transaksi kredit maupun yang 
bukan transaksi kredit. 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terselenggara mengingat Perusahaan 
mendapatkan persetujuan dari Perusahaan Induk untuk pengajuan batasan baru maupun adanya proses 
pemeriksaan tahunan atas program kredit. Kebijakan pencadangan kerugian piutang Perusahaan juga sejalan 
dengan kebijakan pencadangan pada Perusahaan Induk yang sesuai dan patuh terhadap Peraturan Bank 
Indonesia (selaku regulator Perusahaan Induk). 
Pilar III: Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan dan Sistem Informasi Manajemen 
Adira Finance memiliki perangkat untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengawasi risiko terutama risiko 
kredit dan risiko operasional melalui mekanisme pelaporan dan sistem informasi manajemen yang ada serta 
melalui pertemuan berkala Komite Audit dan Manajemen Risiko Adira Finance. Selain itu, sistem teknologi 
informasi utama Perusahaan (Ad1Sys) mampu menyediakan data/informasi secara cepat dan akurat kepada 
pihak Manajemen, Perusahaan Induk atau pihak ketiga yang terkait lainnya. 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terlaksana melalui penyampaian paparan 
risiko Perusahaan yang ada secara berkala kepada Komite Manajemen Risiko Perusahaan Induk, termasuk 
penyampaian laporan berkala terkait aspek kepatuhan, hukum dan lainnya kepada Perusahaan Induk. 
Pilar IV: Pengendalian Internal 
Adira Finance memiliki Divisi Audit Internal yang secara independen melaporkan proses dan hasil 
pemeriksaannya kepada Dewan Komisaris dan Direktur Utama. Akuntabilitas dari Divisi Audit Internal 
mencakup: 
• Menyediakan penilaian atas kecukupan dan efektifitas dari semua proses yang ada di dalam Perusahaan; 
• Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait dengan proses pengendalian aktivitas-aktivitas di 
dalam Perusahaan termasuk perbaikan yang potensial terhadap proses-proses tersebut; dan 
• Koordinasi dengan fungsi pengendali dan pengawasan lainnya (manajemen risiko, kepatuhan, hukum dan 
audit eksternal). 
300 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Manajemen Risiko 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk dicerminkan dengan dilaksanakannya 
juga audit reguler/audit Teknologi Informasi/audit terintegrasi kepada unit-unit di Adira Finance oleh Satuan 
Kerja Audit Internal (SKAI) Perusahaan Induk. 
Adira Finance dan Risiko-Risiko yang Dihadapi 
Dalam aktivitas usaha Perusahaan terdapat proses-proses identifikasi, pengukuran, pengelolaan, pengawasan 
dan kontrol atas risiko yang material, yang didukung oleh Sistem Informasi Manajemen Perusahaan yang 
dapat diandalkan. 
Sebagai perusahaan pembiayaan, Adira Finance menyadari bahwa penerapan manajemen risiko adalah hal 
yang mutlak harus dilakukan demi kebaikan dan keuntungan Perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan. 
Dalam penerapannya, Perusahaan banyak mengadopsi dan mengakomodasi pola yang diterapkan oleh 
sektor perbankan sebagai sektor usaha di Indonesia yang dianggap paling mapan dan lebih berpengalaman 
dalam penerapan konsep manajemen risiko, mengingat juga perlu diterapkannya kerangka konsolidasi 
manajemen risiko antara Perusahaan dengan Perusahaan Induk, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan 
Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006. Perusahaan menghadapi tantangan terhadap 
beberapa risiko, baik yang merupakan faktor internal maupun eksternal, diantaranya adalah: 
1. Risiko Kredit 
Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen, 
yang mana Perusahaan menawarkan jasa kredit bagi masyarakat yang hendak memiliki kendaraan 
bermotor. Secara langsung, Perusahaan menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu 
memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara 
konsumen dengan Perusahaan. 
Risiko kredit merupakan risiko yang tidak bisa dihindari, namun dapat dikelola hingga pada batasan 
yang bisa diterima. Perusahaan telah memiliki kebijakan dalam menghadapi risiko ini. Dimulai dari proses 
awal penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang mana 
aplikasi kredit akan melalui proses survei dan analisa kredit untuk kemudian disetujui oleh Komite Kredit. 
Perusahaan juga menerapkan Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang diatur oleh Peraturan 
Menteri Keuangan No. 45/KMK.06/2003 tanggal 30 Januari 2003 tentang Penerapan Prinsip Mengenal 
Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank, yang telah dirubah dengan Peraturan Menteri Keuangan 
No. 74/PMK.012/2006 tanggal 31 Agustus 2006 dan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan 
No. Kep-2833/LK/2003 tanggal 12 Mei 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal 
Nasabah pada Lembaga Keuangan Non Bank. 
Hasil dari pengelolaan risiko ini, dapat dilihat dari tren tingkat kredit bermasalah Perusahaan yang 
stabil terlihat pada tahun 2009, 2010 dan 2011 masing-masing sebesar 0,9%; 1,2% dan 1,3%. Hal ini 
membuktikan bahwa strategi dan budaya risiko yang dibentuk dan dibangun sejalan dengan tujuan serta 
perilaku usaha Perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 301 
2. Risiko Operasional 
Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya 
proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi 
operasional perusahaan. Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung 
maupun tidak langsung dan kerugian potensial atas hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan.
Manajemen Risiko 
Perusahaan sangat perduli terhadap risiko operasional, karena jika terdapat permasalahan yang timbul 
sehubungan dengan risiko ini bisa berdampak dan berpengaruh luas bagi kinerja Perusahaan secara 
keseluruhan. Secara umum, penanganan risiko operasional dalam Adira Finance dapat diilustrasikan dengan 
diagram sebagai berikut: 
Ketiga langkah di atas merupakan satu kesatuan proses yang tidak terpisahkan. Langkah di atas telah 
diterjemahkan Perusahaan dalam mekanisme manajemen risiko operasional sebagai berikut: 
• Risk Control Self Assessment (RCSA) 
RCSA merupakan suatu konsep manajemen risiko yang dibentuk berdasarkan Prosedur Operasi Standar 
yang berlaku dalam Perusahaan untuk menelaah dan mengukur besarnya potensi risiko-risiko yang 
berlangsung selama proses internal untuk menghasilkan status risiko operasional dan dilaporkan secara 
periodik (triwulanan) kepada Perusahaan Induk. Unit kerja yang telah ditetapkan di dalam Perusahaan 
akan melakukan Self Assessment (Unit SA) dengan menggunakan data Internal Control Self Assessment 
(ICSA) yang diolah menjadi Laporan Quantitative Self Assessment Result (QSAR). 
• Operational Risk Management System (ORMS) 
ORMS merupakan implementasi dari kewajiban Perusahaan sebagai Perusahaan Anak dari PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk untuk melakukan pengendalian risiko operasional dengan cara melakukan 
pencatatan kejadian berisiko pada saat terjadinya kejadian berisiko tersebut, seperti yang diatur di dalam 
Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 perihal “Penerapan Manajemen 
Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap Perusahaan Anak”. ORMS 
adalah sebuah aplikasi intranet berbasis web yang digunakan sebagai alat bantu pengelola risiko 
operasional yang dirancang agar pencatatan kejadian berisiko dapat dilakukan pada saat terjadinya 
kejadian berisiko tersebut dan merekamnya ke dalam database. Laporan yang terekam melalui menu 
laporan tersebut kemudian akan dipindahkan ke dalam aplikasi ORMS Perusahaan Induk sebagai bentuk 
dari perwujudan konsolidasi Laporan Risiko Operasional Bank. 
302 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Identifikasi 
Risiko 
Pengukuran 
Risiko 
Pengelolaan 
Pengawasan & 
Pengendalian 
Risiko 
Identifikasi semua risiko yang 
melekat dalam setiap produk dan 
aktivitas operasional. 
Tindakan proaktif 
terhadap risiko 
sehingga kerugian 
operasional yang 
terjadi tidak melewati 
batasan yang telah 
ditentukan dan 
tidak mengganggu 
jalannya usaha 
Perusahaan. 
Mengukur profil 
risiko Perusahaan 
agar mendapatkan 
gambaran dari 
efektifitas penerapan 
manajemen risiko serta 
tingkat kepatuhan 
terhadap prosedur 
dan kebijakan yang 
tersedia.
Manajemen Risiko 
Ilustrasi dari kerangka Manajemen Risiko Perusahaan terkait dengan 2 (dua) jenis risiko utama di atas adalah 
sebagai berikut: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 303 
Manajemen 
Risiko 
(Optimalisasi Risiko vs Pendapatan) 
Proses & Perangkatnya 
Manajemen 
Risiko Kredit 
Membuat program produk/kredit 
Penetapan kebijakan kredit 
Analisis portofolio dan sistem 
manajemen informasi 
Tinjauan dan pengawasan kinerja 
portofolio secara rutin 
Pendelegasian wewenang 
persetujuan kredit 
Manajemen 
Risiko Operasional 
Pelaksanaan Risk Control 
Self Assessment 
Pengelolaan kecurangan 
Tinjauan terhadap kebijakan-kebijakan 
dan prosedur operasi standar 
secara rutin 
Menetapkan pedoman 
pengelolaan kelangsungan 
usaha 
Usaha Operasi 
Kredit 
Penagihan & 
Pemulihan 
Cabang 
& 
Wilayah 
Operasi & 
Teknologi 
Informasi 
Keuangan 
& Akuntansi 
Hukum & 
Kepatuhan 
3. Risiko Pasar 
Risiko Pasar merupakan risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar dari portofolio yang 
dimiliki oleh perusahaan, yang dapat merugikan perusahaan (adverse movement). Yang dimaksud dengan 
variabel pasar adalah tingkat bunga dan nilai tukar. 
Dalam perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perusahaan 
adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga. 
Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat 
bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sehingga dapat menyebabkan risiko 
kredit Perusahaan meningkat. Untuk itu, Perusahaan menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara 
konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana.
Manajemen Risiko 
Sedangkan untuk sumber pendanaan, salah satunya Perusahaan menerbitkan efek utang. Adapun jangka 
waktu tertimbang dari efek utang yang masih menjadi kewajiban Perusahaan adalah selama 32 bulan, 
36 bulan dan 37 bulan masing-masing untuk posisi 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Sedangkan 
sumber pendanaan Perusahaan yang terbesar berasal dari skema pembiayaan bersama dengan 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu yang sama dengan 
piutang pembiayaan konsumen, dari ekuitas Perusahaan serta sejumlah pinjaman dari bank swasta 
nasional. 
Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan Perusahaan saat ini, risiko pasar Perusahaan adalah 
minimal. Perusahaan tidak mempunyai kegiatan usaha pembiayaan konsumen dalam bentuk maupun 
menggunakan mata uang asing. 
4. Risiko Likuiditas 
Risiko Likuiditas adalah risiko yang antara lain disebabkan perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban 
yang telah jatuh tempo. Risiko likuiditas dapat dikategorikan sebagai berikut: 
a) Risiko Likuiditas Pasar yaitu risiko yang timbul karena perusahaan tidak mampu melakukan offsetting 
posisi tertentu dengan harga pasar karena kondisi likuiditas pasar yang tidak memadai atau terjadi 
gangguan di pasar (market disruption); 
b) Risiko Likuiditas Pendanaan yaitu risiko yang timbul karena perusahaan tidak mampu mencairkan 
asetnya atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain. 
Secara umum risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan 
yang mencukupi untuk memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo. Mengingat Perusahaan 
memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Perusahaan Induk melalui skema pembiayaan bersama, 
maka risiko ini dapat dikelola dengan baik. 
Selama ini, Perusahaan memiliki rasio likuiditas yang sangat sehat. Hal ini dapat dilihat dari solvabilitas 
yakni kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya 
yang cenderung masih stabil. Perbandingan kewajiban terhadap ekuitas Perusahaan pada tahun 
2011 dibandingkan dengan tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 2,8; 1,0 dan 0,6. Dalam hal 
perbandingan kewajiban terhadap jumlah aset untuk tahun 2011, 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 
0,7; 0,5 dan 0,4. 
5. Risiko Hukum 
Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain 
disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung, atau 
kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak 
sempurna. 
Perusahaan memiliki Divisi Hukum yang bertanggung jawab melakukan pengelolaan risiko hukum yang 
antara lain, meliputi penanganan dan pengelolaan seluruh aspek hukum terkait dengan aktivitas dan 
operasional Perusahaan, memberikan pertimbangan hukum kepada Manajemen, serta menjalankan fungsi 
pengawasan dan pengendalian terkait dengan paparan risiko hukum bagi Perusahaan. Dalam struktur 
organisasi, Divisi Hukum bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama Perusahaan, dengan 
harapan Divisi Hukum dapat lebih leluasa dalam melakukan pengelolaan risiko hukum Perusahaan. 
304 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Manajemen Risiko 
Festival Asmat - Papua 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 305 
6. Risiko Kepatuhan 
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan karena Perusahaan tidak mematuhi atau tidak 
melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. 
Perusahaan memiliki Divisi Sekretaris Perusahaan yang melakukan pengawasan dan melaporkan semua 
masalah yang terkait dengan risiko kepatuhan, antara lain memastikan Rapat Umum Pemegang Saham 
Tahunan dan/atau Luar Biasa dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar Perusahaan dan ketentuan Bapepam 
dan LK, memastikan bahwa Perusahaan selalu patuh dengan hukum dan peraturan yang berlaku sebagai 
perusahaan pembiayaan, memastikan Perusahaan patuh terhadap ketentuan-ketentuan mengenai 
Pasar Modal dan Obligasi, menyiapkan pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan mengawasi 
pelaksanaannya, menyiapkan pedoman mengenai Prinsip Mengenal Nasabah dan mengawasi 
pelaksanaannya, serta menyiapkan rambu-rambunya. 
7. Risiko Reputasi dan Risiko Strategis 
Risiko reputasi merupakan risiko yang disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan 
kegiatan usaha Perusahaan atau persepsi negatif terhadap Perusahaan. Sedangkan risiko Strategis 
merupakan risiko akibat tidak tepatnya penetapan dan pelaksanaan strategi Perusahaan, termasuk 
kurang responsifnya Perusahaan terhadap perubahan eksternal. 
Mengingat pengelolaan risiko reputasi dan risiko strategis bersifat multidimensi dan mencakup 
keseluruhan tahapan aktivitas usaha, Manajemen Perusahaan membentuk suatu kelompok kerja 
khusus yang anggotanya terdiri dari jajaran Pejabat Senior Perusahaan untuk membantu Direksi dalam 
mengidentifikasi, mengukur, mengelola, termasuk memantau dan mengendalikan kedua jenis risiko 
tersebut dalam Perusahaan.
Manajemen Risiko 
Pengembangan Manajemen Risiko di Masa yang Akan Datang 
Pada saat Perusahaan terus membangun kapasitasnya dan mengembangkan bisnisnya di dalam berbagai 
aspek, hal ini secara otomatis juga akan menambah tantangan Perusahaan terhadap risiko, baik tantangan 
terhadap risiko-risiko yang saat ini telah ada, maupun risiko-risiko baru yang muncul. Namun Perusahaan 
tetap yakin, dengan tersedianya mekanisme pengelolaan risiko yang dinamis, yang dapat sejalan dengan 
perkembangan Perusahaan dan faktor-faktor eksternal akan membuat Perusahaan selalu tanggap dan siap 
dalam mengantisipasi dan mengelola setiap risiko yang ada. 
Mekanisme yang sudah berjalan ini tetap harus terus dikembangkan dan didukung agar penerapannya akan 
semakin efektif dan efisien, serta beberapa inisiatif strategis telah ditetapkan untuk keperluan tersebut, 
dengan rincian sebagai berikut: 
• Mengembangkan infrastruktur teknologi informasi secara berkesinambungan, yang mampu 
mengakomodasi aktivitas pengelolaan manajemen risiko; 
• Pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia di berbagai lapisan dalam aspek kompetensi 
untuk mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun langkah penanggulangan dan pencegahan risiko; 
• Terus membangun sinergi dengan Perusahaan Induk, salah satunya dalam Pengelolaan Keberlangsungan 
Usaha yaitu dengan mengantisipasi dan meresponi kondisi tidak terduga, seperti bencana alam ataupun 
kondisi usaha yang tidak kondusif; 
• Pengembangan dan perbaikan proses operasional internal yang berkesinambungan; dan 
• Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam pengelolaan Perusahaan, dengan mengikuti ketentuan-ketentuan 
yang telah ditetapkan oleh instansi berwenang. 
Kondisi ekonomi di Indonesia memang diprediksi akan terus melanjutkan pertumbuhan pada tahun 2012, 
namun Perusahaan akan tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi terutama yang terkait dengan 
risiko yang mempengaruhi kapasitas individu atau pelaku usaha dalam melakukan suatu transaksi atau 
pembayaran angsuran. Dalam mengantisipasinya, Adira Finance tetap akan melaksanakan dan melanjutkan 
langkah-langkah terkait manajemen risiko yang telah diimplementasikan, yang mana terbukti berhasil dalam 
menjaga tingkat risiko Perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut: 
• Mempertajam tingkat seleksi calon konsumen dengan penerapan kebijakan dan metodologi yang telah 
disesuaikan dengan kondisi yang akan dihadapi pada tahun 2012 dengan tujuan menjaga kualitas kredit 
Perusahaan; 
• Meningkatkan kapasitas serta intensitas penanganan proses pembayaran konsumen dan penanganan 
kredit bermasalah; dan 
• Mengembangkan instrumen-instrumen pengukuran risiko dengan tujuan agar nilai antisipasi Perusahaan 
terhadap kondisi usaha dan persaingan terkini selalu dapat dikendalikan secara optimal. 
306 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Rumah adat Timor yang atapnya berbentuk kerucut bulat pada umumnya ini terbuat dari alang-alang. 
Rumah tradisional Timor bentuknya bundar, tidak memiliki jendela, dan pintu masuknya bertiang pendek, sehingga 
untuk memasukinya pengunjung harus membungkuk. Ukuran pintu yang kecil ini memiliki falsafah bahwa manusia 
perlu rendah hati, hidup sederhana dan mengagungkan Uis Neno (Tuhan) sebagai penguasa langit.
308 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Laporan 
Berkelanjutan
Tao-tao adalah patung pahat yang merupakan replika wajah bangsawan Toraja yang telah 
meninggal. Biasanya Tao-Tao ini diletakkan di depan makam batu pahat (kuburan batu Paa’) 
di dinding bukit-bukit yang tinggi, di mana semakin tinggi letak jenazah ditempatkan, berarti 
semakin tinggi pula status orang tersebut. Makam batu seperti ini banyak terdapat di Lemo. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 309
Laporan Berkelanjutan 
310 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Berkelanjutan 
Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan nasional menyadari bahwa 
kelangsungan usaha Perusahaan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di 
sekitar lokasi usaha Perusahaan. Untuk membantu menciptakan kondisi yang 
kondusif di lingkungan usaha Perusahaan, Adira Finance secara konsisten 
telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Tanggung Jawab Sosial 
Perusahaan. Untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai kegiatan-kegiatan 
Tanggung Jawab Sosial yang telah dilaksanakan oleh Perusahaan, 
maka sebagaimana pada tahun sebelumnya, untuk laporan tahun 2011 ini 
juga kami sajikan secara terpisah. 
Laporan Berkelanjutan merupakan ringkasan laporan Perusahaan 
mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh Adira Finance dalam rangka 
mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan yang pada akhirnya 
akan memberikan kontribusi kepada lingkungan di sekitarnya dan seluruh 
pemangku kepentingan Perusahaan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 311
Analisis dan 
Pembahasan 
Manajemen 
312 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Tarian Asmat ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Festival Budaya Asmat yang terdiri dari 
pentas seni budaya, lomba tari, lomba seni mengukir dan lomba menganyam. Festival Asmat ini diselenggarakan 
setiap bulan Oktober di Agats, kota di kabupaten Asmat di selatan Papua yang menghadap ke laut Arafura. 
Festival Asmat ini ditutup dengan lelang karya seni ukiran Asmat. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 313
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Tinjauan Umum 
Kinerja perekonomian Indonesia selama tahun 2011 yang lalu tercapai sesuai dengan target yang telah 
ditetapkan Pemerintah. Produk Domestik Bruto (PDB) triwulanan dapat terjaga pada tingkat 6,5% sesuai 
dengan ekspektasi. Bank Indonesia menurunkan BI Rate sebanyak tiga kali hingga ditutup pada level 5,75% 
pada penghujung tahun. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terbilang stabil dengan kurs tengah selama 
tahun 2011 berkisar antara Rp 8.508-Rp 9.068. Inflasi tahunan pun jauh lebih rendah dari tahun 2010 yakni 
ditutup pada level 3,79% (2010: 6,96%), melebihi target Pemerintah yang sebesar 5%±1%. Ditambah 
dengan PDB per kapita yang mencapai US$ 3.542 dan investment-grade rating yang diperoleh pada tahun 
2011 walaupun pada saat yang sama disertai dengan dampak yang mulai dirasakan dari krisis utang Eropa. 
Dengan kondisi-kondisi makro ekonomi di atas, industri otomotif masih mampu mencatatkan pertumbuhan, 
walaupun tidak sebesar pertumbuhan yang terjadi pada tahun 2010 mengingat tahun tersebut adalah 
tahun recovery dari pertumbuhan negatif di tahun 2009. Pada tahun 2011, para produsen otomotif masih 
meningkatkan investasi di pabrikannya guna meningkatkan kapasitas produksi sertabeberapa produsen 
otomotif baru juga melihat Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Pada penutupan tahun 2011, tercatat 
jumlah penjualan nasional sepeda motor baru mencapai 8,0 juta unit dan jumlah penjualan nasional mobil 
baru mencapai 894 ribu unit. 
Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru Pada Tahun 2011 
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 
Penjualan nasional sepeda motor baru mencatat pertumbuhan yang masih dalam kisaran ekspektasi para 
pelaku industri, yakni tumbuh sebesar 8,7%. Sebelumnya terdapat proyeksi AISI yang menetapkan target 
penjualan sepeda motor baru pada tahun 2011 sebanyak 8,2 juta unit. Namun dengan adanya beberapa 
bencana alam yang melanda Jepang dan Thailand yang terjadi pada tahun 2011, sedikit banyak telah 
mengganggu pasokan atas kendaraan bermotor merek Jepang, baik atas unit kendaraan yang diimpor 
secara utuh maupun terurai, serta atas spare part. 
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 
314 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Unit) 
463.431 
643.271 
723.906 717.514 
681.444 
740.121 
661.304 
713.672 709.177 709.122 
613.449 
667.124 
73.987 
69.589 
82.163 
60.726 61.053 
70.154 
89.056 
73.279 
79.832 
86.345 
67.655 
80.325 
Penjualan Nasional Mobil Baru Pada Tahun 2011 
(Dalam Unit) 
Sumber: Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) 
Sumber: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO)
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Untuk penjualan mobil yang semulanya diperkirakan tumbuh antara 10%-12% pada tahun 2011 dan 
mencapai 825 ribu unit, justru bertumbuh sebesar 17,1% menjadi 894 ribu unit. Dan sesuai proyeksi para 
analis dan pelaku usaha, memperkirakan level 1 juta unit mobil baru akan tercapai pada tahun 2013, seiring 
dengan bertumbuhnya GDP perkapita Indonesia. 
Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha 
Adira Finance didirikan pada tahun 1990 dan memperoleh izin usaha dalam bidang usaha Lembaga 
Pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan 
Republik Indonesia No. 253/KMK.013/1991 tanggal 4 Maret 1991. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar 
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang perusahaan pembiayaan meliputi 
sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan usaha kartu kredit. Pada saat ini, Perusahaan 
terutama bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen yaitu pembiayaan konsumen sepeda motor dan 
mobil. 
Adira Finance memulai tahun 2011 dengan perolehan pembiayaan baru yang stabil, yang mana Perusahaan 
secara konsisten mencatat pertumbuhan penjualan sepeda motor bulanan, dibandingkan dengan bulan yang 
sama tahun 2010 rata-rata tumbuh pada kisaran 1,2%. Bila pembiayaan baru sepeda motor triwulanan pada 
tahun 2010 menunjukkan tren positif (triwulan I: 314.006 unit, triwulan II: 404.702 unit, triwulan III: 480.353 
unit dan triwulan IV: 438.550 unit), hal yang sama pun terjadi pada tahun 2011 (triwulan I: 421.014 unit, 
triwulan II: 467.157 unit, triwulan III: 551.739 unit dan triwulan IV: 481.724 unit). 
Penjualan Baru Sepeda Motor Adira Finance Pada Tahun 2011 
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 
Penjualan Baru Mobil Adira Finance Pada Tahun 2011 
8.575 
9.182 8.893 
9.334 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 315 
(Dalam Unit) 
138.710 129.415 
152.889 146.632 
158.145 162.380 
184.931 
197.289 
169.519 167.125 
151.233 
163.366 
(Dalam Unit) 
7.374 
6.567 
7.718 7.370 
7.961 8.205 
9.178 
9.848 
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Tren yang positif juga terjadi dalam pembiayaan mobil pada tahun 2010 (triwulan I: 14.708 unit, triwulan 
II: 17.788 unit, triwulan III: 20.810 unit dan triwulan IV: 22.620 unit). Begitu juga dengan pembiayaan mobil 
secara triwulanan yang mengalami tren positif selama tahun 2011 (triwulan I: 21.659 unit, triwulan II: 23.536 
unit, triwulan III: 27.601 unit dan triwulan IV: 27.409 unit). 
Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Laba Bersih 
1.658.347 
1.931.723 
316 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah) 
2.111.539 
1.212.400 
1.467.906 
Laba Sebelum Pajak Penghasilan Laba Bersih 
1.583.321 
2009 2010 2011 
Perusahaan mencatat laba bersih masing-masing sebesar Rp 1.212 miliar, Rp 1.468 miliar dan Rp 1.583 
miliar atau meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya masing-masing sebesar 18,8%, 21,1% dan 
7,9% pada tahun 2009, 2010 dan 2011. 
Pembahasan Umum 
Perusahaan melakukan pembiayaan atas kepemilikan sepeda motor dan mobil, baik baru maupun bekas. 
Sampai dengan akhir tahun 2011, Perusahaan memiliki 139 kantor cabang, 365 kantor perwakilan, 126 kios 
dan 23 dealer outlet yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, 
Jabodetabekser, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejak berdirinya, Perusahaan menetapkan 
konsentrasi usahanya pada jasa pembiayaan konsumen khususnya produk kendaraan bermotor. Berbeda 
dengan perusahaan pembiayaan konsumen lainnya yang hanya mengkhususkan kepada suatu merek atau 
kendaraan bermotor tertentu, Perusahaan menyediakan pembiayaan atas berbagai jenis merek kendaraan 
bermotor roda dua dan roda empat, baik baru maupun bekas dengan tujuan diversifikasi produk. 
Analisis Laporan Keuangan 
Analisis dan pembahasan oleh manajemen dibawah ini, khususnya untuk bagian-bagian yang menyangkut 
informasi keuangan Perusahaan, dijabarkan berdasarkan laporan keuangan Perusahaan pada tanggal dan 
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 yang telah diaudit oleh Kantor 
Akuntan Publik Siddharta & Widjaja, sebelumnya bernama Kantor Akuntan Publik Siddharta Siddharta & 
Widjaja (a member firm of KPMG International), dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporannya 
masing-masing tertanggal 3 Pebruari 2012, 11 April 2011 dan 1 Pebruari 2010. Laporan auditor independen 
tertanggal 3 Pebruari 2012 memuat paragraf penjelasan bahwa Perusahaan telah menerapkan beberapa 
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011,
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
TPI Kranji - Lamongan 
baik secara prospektif maupun retrospektif. Laporan auditor independen tertanggal 11 April 2011 memuat 
paragraf penjelasan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar 
Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” 
dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” secara prospektif dan 
penerbitan kembali laporan auditor independen tertanggal 1 Pebruari 2011 sehubungan dengan penerbitan 
kembali laporan keuangan Perusahaan tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 
2010 untuk menyesuaikan penyajiannya dengan peraturan pasar modal, dalam rangka Penawaran Umum 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 dengan Tingkat Bunga Tetap. Beberapa akun dalam 
laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 telah direklasifikasi 
agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 
31 Desember 2011. 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 317 
Keterangan 
Jumlah Pendapatan 
Jumlah Beban 
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 
Beban Pajak Penghasilan 
Laba Bersih 
2011 
5.303.513 
3.191.974 
2.111.539 
528.218 
1.583.321 
Δ% 
-1,2% 
-14,0% 
16,5% 
4,0% 
21,1% 
2009 
3.944.766 
2.286.419 
1.658.347 
445.947 
1.212.400 
Δ% 
36,1% 
62,4% 
9,3% 
13,9% 
7,9% 
2010 
3.897.185 
1.965.462 
1.931.723 
463.817 
1.467.906 
a. Pendapatan 
Pendapatan operasional Perusahaan terutama berasal dari pendapatan pembiayaan konsumen, 
pendapatan administrasi dan pendapatan lain-lain, yang untuk tahun 2009-2011 dapat dilihat pada 
tabel dibawah ini: 
Keterangan 
Pembiayaan Konsumen1) 
Administrasi 
Sub total 
Lain-lain 
Jumlah 
1) Penurunan pendapatan pembiayaan konsumen pada tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 disebabkan oleh perbedaan klasifikasi pembukuan 
untuk beban perolehan pembiayaan. 
Δ% 
-23,7% 
67,7% 
-3,2% 
18,7% 
-1,2% 
2009 
2.777.866 
802.093 
3.579.959 
364.807 
3.944.766 
2011 
3.008.350 
1.804.061 
4.812.411 
491.102 
5.303.513 
Δ% 
42,0% 
34,1% 
38,9% 
13,4% 
36,1% 
2010 
2.118.888 
1.345.211 
3.424.099 
433.086 
3.897.185
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Pagi Merona di Pantai Kenjeran - Surabaya 
Pembiayaan Sepeda Motor 
Perusahaan terus mengembangkan kegiatan pembiayaan sepeda motor dari berbagai merek, baik 
untuk sepeda motor baru maupun sepeda motor bekas. Porsi pembiayaan untuk sepeda motor bekas 
meningkat dari 21% menjadi 24% dari seluruh pembiayaan sepeda motor. Peningkatan pembiayaan 
sepeda motor bekas tersebut akan menjadi peluang yang terus dioptimalkan, di tengah penjualan 
sepeda motor baru nasional yang pertumbuhan per tahunnya diperkirakan mencapai level yang telah 
stabil (2011: 8,7%). 
Keterangan 
Sepeda Motor Baru 
Penjualan Nasional atas Sepeda Motor Baru 
Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) 
Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) 
Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan 
Pangsa Pasar Sepeda Motor Baru 
Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan 
Sepeda Motor Bekas 
Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) 
Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) 
Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan 
Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan 
Untuk sepeda motor baru, rincian pembiayaan Perusahaan berdasarkan merek untuk tahun 2009- 
2011 adalah sebagai berikut: 
Unit 
% 
Unit 
% 
Unit 
% 
Pangsa pasar Perusahaan untuk sepeda motor baru pada tahun 2011 telah stabil dan sedikit meningkat 
menjadi 15,8% (2010: 15,7%). 
318 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
2010 
7.398.644 
1.160.132 
13.608.197 
50,0% 
15,7% 
28%-31% 
477.479 
3.595.291 
68,5% 
33%-38% 
2011 
8.043.535 
1.267.292 
15.497.068 
9,2% 
15,8% 
27%-31% 
654.342 
4.909.583 
36,6% 
31%-36% 
2009 
5.851.541 
773.395 
8.604.554 
-8,4% 
13,2% 
30%-34% 
289.776 
2.133.310 
14,5% 
36%-41% 
Merek 
Honda 
Yamaha 
Suzuki 
Kawasaki 
Kymco 
Kanzen 
Lain-lain 
Jumlah 
2009 
266.791 
349.365 
72.533 
10.618 
64 
144 
73.880 
773.395 
34,5% 
45,2% 
9,4% 
1,4% 
0,0% 
0,0% 
9,5% 
100,0% 
2010 
460.482 
513.608 
97.575 
15.376 
- 
5 
73.086 
1.160.132 
39,7% 
44,3% 
8,4% 
1,3% 
- 
0,0% 
6,3% 
100,0% 
2011 
561.437 
516.750 
100.303 
21.270 
- 
- 
67.532 
1.267.292 
44,3% 
40,8% 
7,9% 
1,7% 
- 
- 
5,3% 
100,0%
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Pembiayaan Mobil 
Fasilitas pembiayaan Perusahaan untuk kepemilikan mobil memiliki kecenderungan meningkat dari 
komposisi keseluruhan jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh Perusahaan. Hal tersebut terlihat 
dari peningkatan pangsa pasar Perusahaan. Pada tahun 2011, Perusahaan kembali mencatatkan 
peningkatan pangsa pasar menjadi sebesar 6,6% (2010: 5,2%). Pencapaian pangsa pasar ini juga 
didukung oleh kondisi makro ekonomi nasional yang kondusif, peningkatan PDB per kapita dan 
tingginya permintaan nasional atas mobil baru. 
Pergerakan pembiayaan baru untuk mobil baru maupun bekas Perusahaan untuk tahun 2009-2011 
adalah sebagai berikut: 
Berdasarkan merek, rincian pembiayaan mobil baru Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah 
sebagai berikut: 
Unit 
% 
Unit 
% 
Unit 
% 
Peningkatan pangsa pasar mobil baru Perusahaan selama 3 tahun terakhir merupakan hasil dari 
inisiatif Perusahaan dalam melakukan ekspansi untuk mengembangkan portofolio pembiayaan mobil 
yang telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya, yang mana beberapa inisiatif yang dilakukan 
adalah dengan membuka jaringan usaha khusus cabang mobil, memberikan tingkat bunga yang lebih 
terjangkau, didukung dengan kondisi sumber pendanaan yang lebih kondusif. Secara gabungan mobil 
baru dan mobil bekas, jumlah pembiayaan yang dikucurkan untuk portofolio mobil selama tahun 2011 
meningkat 39% menjadi Rp 12,2 triliun (2010: Rp 8,7 triliun). 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 319 
Keterangan 
Mobil Baru 
Penjualan Nasional atas Mobil Baru 
Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) 
Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) 
Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan 
Pangsa Pasar Mobil Baru 
Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan 
Mobil Bekas 
Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) 
Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) 
Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan 
Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan 
2010 
57,1% 
39.887 
5.786.874 
170,4% 
5,2% 
13% - 16% 
36.039 
2.947.546 
77,3% 
15% - 20% 
2011 
763.751 
59.097 
8.368.147 
44,6% 
6,6% 
12%-16% 
41.108 
3.788.197 
28,5% 
14%-20% 
2009 
486.056 
16.651 
2.140.198 
8,9% 
3,4% 
18% - 21% 
24.188 
1.662.900 
17,4% 
20% - 25% 
Merek 
Mitsubishi 
Daihatsu 
Suzuki 
Toyota 
Isuzu 
Honda 
Nissan 
Lainnya 
Jumlah 
2009 
6.020 
3.546 
3.706 
2.043 
322 
90 
81 
843 
16.651 
36,1% 
21,3% 
22,3% 
12,3% 
1,9% 
0,5% 
0,5% 
5,1% 
100,0% 
2010 
11.842 
9.737 
7.910 
4.464 
1.746 
577 
234 
3.377 
39.887 
29,7% 
24,4% 
19,8% 
11,2% 
4,4% 
1,4% 
0,6% 
8,5% 
100,0% 
2011 
18.542 
12.344 
14.727 
5.845 
3.129 
342 
160 
4.008 
59.097 
31,4% 
20,9% 
24,9% 
9,9% 
5,3% 
0,6% 
0,2% 
6,8% 
100,0%
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
2009 2010 2011 
Sepeda Motor Baru Sepeda Motor Bekas Mobil Baru Mobil Bekas 
19.134 
Komposisi Piutang Pembiayaan Perusahaan 
Berdasarkan Produk (Dalam Miliar Rupiah) 
11% 
21% 
10% 13% 
16% 
13% 
61% 
2009 2010 2011 
320 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
32.563 
17.203 
60% 
78% 
19% 
26% 
130% 
29% 
10.738 
3.803 
8.734 
20.407 
12.156 
25.937 
14.541 
Penyaluran Baru Pembiayaan Kendaraan Bermotor 
(Dalam Miliar Rupiah) 
Mobil Sepeda Motor 
Terkait meningkatnya penyaluran baru pembiayaan kendaraan bermotor selama tahun 2011, 
Perusahaan melaporkan peningkatan piutang pembiayaan konsumen yang dikelola - bersih sebesar 
34% dari Rp 30,6 triliun menjadi Rp 41,2 triliun. Menurut segmen usaha, berikut merupakan rincian 
komposisi piutang pembiayaan yang dikelola selama tahun 2009-2011: 
41.203 
30.656 
11% 
27% 
13% 
55% 49% 
Atas keseluruhan piutang pembiayaan konsumen yang dikelola (managed receivables) tersebut, 
Perusahaan dapat menggunakan baik merupakan pendanaan sendiri (non-joint financing atau own 
borrowing), maupun pendanaan dari skema pembiayaan bersama (joint financing). Pada tahun 2011, 
terdapat penambahan signifikan atas piutang pembiayaan konsumen yang menggunakan pendanaan 
sendiri (non-joint financing). Rincian dan komposisinya sebagai berikut:
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Berdasarkan Sumber Pendanaan (Dalam Miliar Rupiah) 
41.203 
33% 
Komposisi Piutang Pembiayaan Perusahaan 
Joint Financing Non-Joint Financing 
2009 2010 2011 
2011 
3.548.807 
1.235.611 
1.146.192 
591.127 
6.521.737 
3.513.387 
3.008.350 
Δ% 
17,5% 
33,9% 
67,4% 
33,9% 
28,7% 
19,1% 
42,0% 
2010 
3.019.198 
922.954 
684.844 
441.442 
5.068.438 
2.949.550 
2.118.888 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 321 
30.656 
19.134 
67% 
22% 
14% 
86% 
78% 
Pendapatan Pembiayaan Konsumen 
Rincian pendapatan pembiayaan konsumen Perusahaan berdasarkan produk atau portofolio untuk 
tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Keterangan 
Sepeda Motor Baru 
Sepeda Motor Bekas 
Mobil Baru 
Mobil Bekas 
Sub-Jumlah 
Dikurangi: Bagian pendapatan pembiayaan konsumen 
yang dibiayai bank sehubungan dengan transaksi 
pembiayaan bersama 
Jumlah 
2009 
3.339.070 
824.472 
529.190 
393.144 
5.085.876 
2.308.010 
2.777.866 
Δ% 
-9,6% 
11,9% 
29,4% 
12,3% 
-0,3% 
27,8% 
-23,7% 
Pendapatan pembiayaan konsumen pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp 889 miliar atau sebesar 
42% menjadi Rp 3.008 miliar (2010: Rp 2.119 miliar). Kenaikan pendapatan pembiayaan konsumen 
terutama disebabkan oleh meningkatnya pembiayaan baru dari semua portofolio pembiayaan, yang 
merupakan hasil dari penambahan jaringan usaha, serta meningkatnya relasi dan kepercayaan dengan 
dealer dan konsumen. 
Pendapatan Administrasi 
Pendapatan administrasi merupakan pendapatan sehubungan dengan beban operasional yang 
dikeluarkan oleh Perusahaan untuk menghasilkan perjanjian pembiayaan konsumen. Pendapatan 
administrasi diakui pada saat perjanjian pembiayaan konsumen ditandatangani, yang besarnya 
berbeda untuk sepeda motor ataupun mobil. 
Kenaikan pada jumlah unit pembiayaan baru sepeda motor yang sebesar 17% dan pembiayaan baru 
mobil yang sebesar 32% pada tahun 2011 telah memberikan dampak pada peningkatan pendapatan 
administrasi sebesar Rp 459 miliar atau sebesar 34% menjadi Rp 1.804 miliar.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Pantai Pacer Plewangan Puger - Jember 
Analisa Pendapatan Usaha 
Dengan membuat rekapitulasi bersih yang mengaitkan pendapatan usaha dan pengurang pendapatan 
(yang lebih jauh dijelaskan di bagian beban lain-lain), berikut adalah perhitungan pendapatan usaha 
(diluar pendapatan lain-lain) untuk tahun 2009-2011: 
322 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Jika dibandingkan dengan pendapatan pembiayaan konsumen pada tahun 2009, terdapat penjelasan 
khusus terkait PSAK No. 55 (Revisi 2006) bahwa sejak 1 Januari 2010, pos pendapatan pembiayaan 
konsumen disajikan secara bersih setelah dikurangi dengan amortisasi beban yang terkait langsung 
dengan perolehan pembiayaan konsumen (biaya transaksi) sehubungan dengan penerapan standar 
akuntansi yang baru. Apabila dilakukan perbandingan yang komparatif untuk 3 (tiga) tahun terakhir, 
maka pendapatan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar 31% dari tahun 2009 dan pada tahun 
2011 meningkat sebesar 30% dari tahun 2010. 
Pendapatan Lain-lain 
Pendapatan lain-lain terutama berasal dari denda keterlambatan angsuran oleh konsumen, pendapatan 
pinalti karena pelunasan sebelum waktunya, pemulihan dari piutang yang dihapusbukukan, pendapatan 
jasa giro, bunga deposito berjangka dan lain-lain. Rincian dari pendapatan lain-lain untuk tahun 2009- 
2011 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Keterangan 
Pembiayaan Konsumen 
Administrasi 
Subtotal Pendapatan 
Perolehan Pembiayaan Konsumen 
Beban Bunga dan Keuangan 
Subtotal Pengurang Pendapatan 
Pendapatan Bersih 
2011 
3.008.350 
1.804.061 
4.812.411 
- 
(533.215) 
(533.215) 
4.279.196 
2009 
2.777.866 
802.093 
3.579.959 
(949.821) 
(123.624) 
(1.073.445) 
2.506.514 
Δ% 
42,0% 
34,1% 
38,9% 
- 
295,0% 
295,0% 
30,1% 
Δ% 
-23,7% 
67,7% 
-3,2% 
-100,0% 
9,2% 
-87.4% 
31,2% 
2010 
2.118.888 
1.345.211 
3.424.099 
- 
(134.991) 
(134.991) 
3.289.108 
Keterangan 
Denda Keterlambatan 
Pinalti 
Pemulihan dari Piutang yang dihapusbukukan 
Jasa Giro 
Bunga Deposito Berjangka 
Lain-lain 
Jumlah Pendapatan Lain-lain 
2011 
318.116 
80.112 
42.841 
13.376 
57 
36.600 
491.102 
2009 
208.053 
35.080 
78.276 
2.505 
21.871 
19.022 
364.807 
Δ% 
23,0% 
36,4% 
-53,4% 
61,0% 
26,7% 
137,2% 
13,4% 
Δ% 
24,3% 
67,5% 
17,4% 
231,7% 
-99,8% 
-18,9% 
18,7% 
2010 
258.671 
58.745 
91.886 
8.310 
45 
15.429 
433.086
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
2011 
1.318.487 
618.940 
1.937.427 
1.254.547 
3.191.974 
Δ% 
34,6% 
39,8% 
36,2% 
130,9% 
62,4% 
2010 
979.506 
442.598 
1.422.104 
543.358 
1.965.462 
2011 
1.227.852 
49.201 
41.434 
1.318.487 
28.272 
26.332 
Δ% 
32,9% 
24,3% 
157,1% 
34,6% 
15,9% 
30,5% 
2010 
923.795 
39.592 
16.119 
979.506 
24.392 
20.175 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 323 
b. Beban 
Beban Perusahaan dapat dipisahkan antara a) beban operasional dan b) beban lainnya. Beban 
operasional terdiri dari beban gaji dan tunjangan, serta beban umum dan administrasi (General and 
Administration/G&A). 
Rincian beban untuk tahun 2009-2011 dapat dilihat dari tabel dibawah ini: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Keterangan 
Gaji dan Tunjangan 
Umum dan Administrasi 
Beban Operasional 
Beban Lain-lain 
Jumlah 
2009 
732.102 
351.020 
1.083.122 
1.203.297 
2.286.419 
Δ% 
33,8% 
26,1% 
31,3% 
-54,8 
-14,0% 
Beban Gaji dan Tunjangan 
Beban gaji dan tunjangan meningkat karena kenaikan jumlah gaji dan tunjangan sebesar 33% seiring 
dengan kenaikan jumlah rata-rata karyawan sebesar 15,9% sehubungan dengan penambahan 103 
jaringan usaha Perusahaan pada tahun 2011. Pada tahun 2011, komposisi jaringan usaha Perusahaan 
adalah sebesar 43% berada di wilayah Jawa, sedangkan sisanya sebesar 57% terletak di luar wilayah 
Jawa. 
Kenaikan imbalan pasca kerja karyawan sebesar 24% disebabkan oleh kenaikan jumlah karyawan 
dan masa kerja karyawan yang diestimasi berdasarkan perhitungan PT Towers Watson Purbajaga 
(dahulu bernama PT Watson Wyatt Purbajaga), aktuaris independen, dengan menggunakan metode 
projected-unit-credit. 
Perusahaan juga memprioritaskan peningkatan anggaran atas pelatihan dan pendidikan, yang tumbuh 
sebesar 157% dengan berbagai program pelatihan seiring dengan bertambahnya jumlah karyawan 
baru di dalam Perusahaan. 
Rincian beban gaji dan tunjangan Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Keterangan 
Gaji dan Tunjangan 
Imbalan Pasca-kerja Karyawan 
Pelatihan dan Pendidikan 
Jumlah 
Jumlah Karyawan 
Rata-Rata Jumlah Karyawan 
2009 
689.829 
30.510 
11.763 
732.102 
15.957 
15.018 
Δ% 
33,9% 
29,8% 
37,0% 
33,8% 
52,9% 
34,3% 
Beban Umum dan Administrasi 
Beban umum terdiri dari beban kantor, sewa, penyusutan aset tetap. Selain itu, beban administrasi 
juga dikontribusikan oleh jasa penerimaan angsuran, perbaikan dan pemeliharaan, transportasi, 
percetakan dan dokumentasi, perangko dan materai, administrasi bank, yang jumlahnya meningkat 
seiring kenaikan unit pembiayaan dan kenaikan jumlah jaringan usaha.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Rincian beban umum dan administrasi Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
Keterangan 
Beban Kantor 
Beban Sewa 
Penyusutan Aset Tetap 
Jasa Penerimaan Angsuran 
Perbaikan dan Pemeliharaan 
Perangko dan Materai 
Percetakan dan Dokumentasi 
Transportasi 
Administrasi Bank 
Lain-lain 
Jumlah 
Keterangan 
1. Perolehan Pembiayaan Konsumen 
2. Beban Bunga dan Keuangan 
3. Penyisihan Kerugian Penurunan 
Piutang Pembiayaan Konsumen 
4. Pemasaran 
5. Lain-lain 
Jumlah 
324 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
2009 
116.190 
56.122 
37.372 
31.229 
27.211 
17.205 
16.946 
17.374 
4.600 
26.771 
351.020 
Δ% 
19,3% 
27,9% 
11,7% 
24,9% 
31,2% 
30,0% 
59,1% 
56,4% 
19,2% 
26,0% 
26,1% 
Beban Lain-lain 
Rincian beban lain-lain dapat diberikan keterangan sebagai berikut: 
2011 
196.712 
92.390 
55.371 
51.349 
48.298 
45.599 
39.267 
38.432 
6.536 
44.986 
618.940 
Δ% 
41,9% 
28,7% 
32,6% 
31,6% 
35,3% 
103,9% 
45,6% 
41,5% 
19,2% 
33,4% 
39,8% 
(Dalam Jutaan Rupiah) 
2009 
949.821 
123.624 
32.679 
50.528 
46.645 
1.203.297 
2010 
- 
134.991 
193.466 
170.445 
44.456 
543.358 
2011 
- 
533.215 
456.339 
110.599 
154.394 
1.254.547 
1. Beban Perolehan Pembiayaan Konsumen (Acquisition Cost) 
2010 
138.648 
71.763 
41.763 
39.013 
35.705 
22.358 
26.967 
27.168 
5.482 
33.731 
442.598 
Catatan 
Terkait klasifikasi pencatatan dan 
strategi pendanaan di neraca (baik 
melalui mekanisme Joint Financing 
maupun Non-Joint Financing) 
Terkait percadangan 
Terkait promosi dealer dan 
konsumen 
Pengeluaran lainnya 
Beban ini merupakan beban yang dikeluarkan oleh Perusahaan sehubungan dengan perolehan 
pembiayaan yang terkait langsung dan dapat diatribusikan (attributable) dengan suatu akuisisi 
pembiayaan baru, sehingga jumlahnya akan diamortisasi selama jangka waktu pembiayaan 
berdasarkan tingkat bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen terkait. Biaya yang 
dapat diatribusikan tersebut terdiri dari beban komisi dan subsidi ke konsumen. 
Seiring dengan penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Perusahaan mengadopsi kebijakan 
akuntansi untuk mengakui perolehan pembiayaan konsumen yang dibebankan ke laporan 
laba rugi selama jangka waktu pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat bunga efektif dari 
piutang pembiayaan konsumen terkait. Untuk kontrak yang dihapusbukukan atau pelunasan 
dipercepat, jumlah tersisa dari beban yang terkait langsung dengan perolehan pembiayaan 
konsumen tersebut akan dibebankan seluruhnya pada laporan laba rugi tahun berjalan. Sejak 
tahun 2010, amortisasi beban ini tidak akan muncul secara terpisah karena sudah disajikan 
secara bersih sebagai pengurang terhadap Pendapatan Pembiayaan Konsumen. Pada tahun 
2011, amortisasi biaya transaksi yang diakui sebagai pengurang dari pendapatan pembiayaan 
konsumen adalah sebesar Rp 1.882 miliar (2010: 1.335 miliar).
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Topeng Tradisional - Bali 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 325 
Keterangan 
Bunga atas Efek Utang yang Diterbitkan 
Obligasi 
Medium Term Notes 
Bunga atas Pinjaman yang Diterima 
Beban Provisi dan Administrasi 
Amortisasi Beban Emisi Obligasi 
Jumlah Beban Bunga dan Keuangan 
2011 
396.593 
4.967 
131.655 
- 
- 
533.215 
2009 
107.283 
- 
13.761 
730 
1.850 
123.624 
Δ% 
232,6% 
100,0% 
736,2% 
- 
- 
295,0% 
Δ% 
11,1% 
- 
14,4% 
-100,0% 
-100,0% 
9,2% 
2010 
119.247 
- 
15.744 
- 
- 
134.991 
Keterangan 
Pinjaman yang Diterima 
Efek Utang yang Diterbitkan 
Medium Term Notes-Bersih 
Utang Obligasi-Bersih 
Jumlah Pinjaman dan Efek Utang 
2009 
225.000 
- 
676.854 
901.854 
2011 
2.956.654 
399.011 
7.405.932 
10.761.597 
Δ% 
5.813,3% 
100,0% 
192,1% 
316,3% 
Δ% 
-77,8% 
- 
274,6% 
186,7% 
2010 
50.000 
- 
2.535.232 
2.585.232 
2. Beban Bunga dan Keuangan 
Beban ini merupakan beban bunga (cost of funds) dari pinjaman modal kerja bank, bunga atas 
utang obligasi dan beban provisi bank. Besarnya peningkatan beban bunga dan keuangan 
yang sangat signifikan pada tahun 2011, sangat terkait dengan strategi dan diversifikasi 
sumber pendanaan Perusahaan. Karena itu, penyajian secara bersih dengan mengkaitkannya 
dengan pendapatan pembiayaan konsumen, akan lebih memperjelas struktur marjin (Net 
Interest Margin) Perusahaan. 
Peningkatan pada pinjaman dan efek utang yang diterbitkan sebesar 316% pada tahun 2011 
menjadi Rp 10,7 triliun (2010: Rp 2,6 triliun), menyebabkan beban bunga dan keuangan yang 
meningkat sebesar 295% menjadi Rp 533 miliar (2010: Rp 125 miliar). 
Rincian beban bunga dan keuangan Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai 
berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Rincian jumlah pinjaman dan efek utang yang diterbitkan Perusahaan yang dikenakan beban 
bunga dan keuangan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %)
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
3. Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen 
Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen merupakan 
kerugian atas penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen. Sejak tanggal 1 Januari 2010, 
penyisihan kerugian penurunan nilai dibentuk berdasarkan evaluasi secara kolektif apakah 
terdapat bukti obyektif bahwa piutang pembiayaan konsumen mengalami penurunan nilai 
(loss vintage method). Sebelum tanggal 1 Januari 2010, beban penyisihan kerugian penurunan 
nilai ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap akun piutang pembiayaan konsumen pada 
akhir tahundenganmempertimbangkan umur piutang pembiayaan konsumen dan tingkat 
kolektibilitasnya. 
Karena perubahan metode penyisihan tersebut, pada tahun 2010 dan 2011 Perusahaan 
membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan sebesar 2,9%-3,0% 
dari jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen yang tercatat di neraca (2009: 1,6%). Beban yang 
diakui pada tahun 2011 meningkat sebesar 136% menjadi Rp 456,3 miliar seiring dengan 
meningkatnya piutang pembiayaan non-joint financing (sebelum dikurangi penyisihan kerugian 
penurunan nilai) yang juga meningkat sebesar 103% dari Rp 6,7 triliun pada tahun 2010 menjadi 
Rp 13,7 triliun pada tahun 2011. Rinciannya adalah sebagai berikut: 
Keterangan 
Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang 
Pembiayaan Konsumen 
Jumlah Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang 
Pembiayaan Konsumen 
Jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen 
% Jumlah Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai 
Piutang Pembiayaan Konsumen / Jumlah Piutang 
Pembiayaan Konsumen 
326 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
4. Beban Pemasaran 
2011 
456.339 
414.529 
13.655.401 
3,0% 
2009 
32.679 
41.113 
2.603.027 
1,6% 
Δ% 
135,9% 
111,4% 
102,6% 
0,1% 
Δ% 
492,0% 
377,0% 
158,9% 
1,3% 
2010 
193.466 
196.121 
6.739.947 
2,9% 
Beban promosi baik dalam cakupan nasional, regional ataupun cabang tertentu, termasuk 
beban kerjasama promosi dengan dealer maupun dengan perusahaan asuransi tidak 
mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2011, dimana Perusahaan mencatat beban sebesar 
Rp 110,6 miliar (2010: Rp 170,4 miliar), mengingat Perusahaan berusaha membuat program 
pemasaran yang lebih efektif dan efisien, sambil melanjutkan strategi atau program Adira Club 
Member (ACM) antara lain grebek pasar, iklan televisi, bioskop keliling dan lainnya. 
5. Beban Lain-Lain 
Beban lain-lain merupakan pengeluaran sumber daya Perusahaan diluar beban-beban utama, 
yang terutama terdiri dari kerugian atas penghapusan piutang lain-lain, beban pengurusan 
piutang lain-lain dan penyisihan/(pemulihan) kerugian penurunan nilai piutang lain-lain. Pada 
tahun 2011, Perusahan mencatat adanya beban lain-lain sebesar Rp 154,4 miliar (2010: Rp 44,5 
miliar) antara lain disebabkan oleh beban pengurusan piutang lain-lain, serta meningkatnya 
piutang pembiayaan non-joint financing sebesar 103% dari Rp 6,7 triliun pada tahun 2010 
menjadi Rp 13,7 triliun pada tahun 2011.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 327
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
c. Laba Bersih 
Keterangan 
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 
Beban Pajak Penghasilan 
% Beban Pajak Penghasilan / Laba Sebelum Pajak 
Penghasilan 
Tarif Pajak Maksimal 
328 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Keterangan 
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 
Beban Pajak Penghasilan 
Laba Bersih 
2011 
2.111.539 
(528.218) 
1.583.321 
2009 
1.658.347 
(445.947) 
1.212.400 
Δ% 
9,3% 
13,9% 
7,9% 
Δ% 
16,5% 
4,0% 
21,1% 
2010 
1.931.723 
(463.817) 
1.467.906 
Laba Bersih 
(Dalam Miliar Rupiah) 
1.583 
1.468 
1.212 
2009 2010 2011 
Laba sebelum pajak penghasilan Perusahaan pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp 179,8 miliar atau 
sebesar 9% menjadi Rp 2.111,5 miliar (2010: 1.931,7 miliar). Beban pajak penghasilan Perusahaan 
tahun 2011 meningkat sebesar 14% pada menjadi sebesar Rp 528,2 miliar (2010: Rp 463,8 miliar). 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
2010 
1.931.723 
463.817 
24,0% 
25,0% 
2011 
2.111.539 
528.218 
25,0% 
25,0% 
2009 
1.658.347 
445.947 
26,9% 
28,0% 
Tabel diatas memaparkan bahwa selama tahun 2009-2011, tarif pajak efektif Perusahaan yang 
merupakan perbandingan antara beban pajak penghasilan terhadap laba sebelum pajak penghasilan 
relatif sama dengan tarif pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan. 
Penyajian dan Perbandingan Laba Rugi secara Umum 
Laporan keuangan Perusahaan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di 
Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 tentang “Pedoman 
Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP- 
06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan perubahannya, Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-554/ 
BL/2010 tanggal 30 Desember 2010. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep nilai historis dan 
atas dasar akrual, kecuali dinyatakan secara khusus. 
Mengingat Perusahaan bergerak dalam bidang khusus yakni pembiayaan konsumen, maka untuk 
kepentingan Laporan Tahunan, Perusahaan berusaha menampilkan laporan dengan mengikuti 
penyajian dari industri umum lainnya, dengan angka yang diekstrak dari laporan keuangan Perusahaan 
yang telah diaudit.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Keterangan: Laporan keuangan Perusahaan yang telah diaudit tidak memuat klasifikasi untuk tabel diatas, pengklasifikasian tersebut diatas adalah 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 329 
Keterangan 
Pendapatan Usaha1) 
Beban Pokok 2) 
Laba Kotor 
Beban Usaha 3) 
Laba Usaha 
Pendapatan (Beban) Lain-Lain 4) 
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 
Beban Pajak Penghasilan 
Laba Bersih 
2011 
4.812.411 
(533.215) 
4.279.196 
(1.937.427) 
2.341.769 
(230.230) 
2.111.539 
(528.218) 
1.583.321 
2009 
3.579.959 
(1.073.445) 
2.506.514 
(1.083.122) 
1.423.392 
234.955 
1.658.347 
(445.947) 
1.212.400 
Δ% 
38,9% 
295,0% 
28,5% 
36,2% 
22,8% 
N/M 
9,3% 
13,9% 
7,9% 
Δ% 
-3,2% 
-87,4% 
32,8% 
31,3% 
34,0% 
-89,5% 
16,5% 
4,0% 
21,1% 
2010 
3.464.099 
(134.991) 
3.329.108 
(1.422.104) 
1.907.004 
24.719 
1.931.723 
(463.817) 
1.467.906 
Laba bersih Perusahaan pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp115 miliar atau sebesar 8% menjadi 
sebesar Rp 1.583 miliar (2010: 1.468 miliar). 
d. Aset 
Pada akhir tahun 2011, Perusahaan mencatat jumlah aset sebesar Rp 16,9 triliun atau meningkat 
sebesar 122% dibandingkan tahun sebelumnya (2010: Rp 7,6 triliun). Peningkatan aset terutama 
disebabkan kenaikan yang signifikan pada Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih, yang merupakan 
hasil dari strategi pendanaan Perusahaan. Sebelumnya, Perusahaan lebih memfokuskan sumber 
pendanaan melalui skema pembiayaan bersama (joint financing) dengan PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk. Dengan strategi diversifikasi pendanaan, Perusahaan mencatat kenaikan porsi 
pendanaan sendiri (own borrowing) sebesar Rp 6,9 triliun, sehingga posisi pendanaan sendiri 
meningkat menjadi 33% dari total piutang pembiayaan konsumen yang dikelola (2010: 22%). 
Rincian jumlah aset Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
berdasarkan pemahaman terbaik Perusahaan. 
1) Pendapatan Usaha terdiri dari Pendapatan Pembiayaan Konsumen dan Administrasi. 
2) Beban Pokok terdiri dari Beban Bunga dan Keuangan,serta Perolehan Pembiayaan Konsumen. 
3) Beban Usaha terdiri dari Beban Gaji dan Tunjangan, serta Umum dan Administrasi. 
4) Selisih dari Pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Denda Keterlambatan, Pinalti, Pemulihan dari Piutang yang Dihapusbukukan, Jasa Giro, Bunga 
deposito Berjangka dan Lain-Lain dengan Beban yang terdiri dari Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen, Beban 
Pemasaran dan Lain-Lain. 
Keterangan 
Kas dan Setara Kas 
Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih 
Beban Dibayar Dimuka 
Beban Tangguhan - Bersih 
Piutang Lain-Lain - Bersih 
Aset Derivatif untuk Tujuan Manajemen Risiko 
Investasi dalam Saham 
Aset Tetap - Nilai Buku 
Aset Tak Berwujud - Bersih 
Aset Lain-Lain - Bersih 
Jumlah 
2010 2011 
11,2% 
59,2% 
1,7% 
22,7% 
0,5% 
- 
0,0% 
3,3% 
1,0% 
0,3% 
100,0% 
487.007 
2.561.914 
74.655 
982.280 
21.226 
- 
650 
144.667 
43.847 
13.303 
4.329.549 
8,1% 
86,1% 
1,8% 
- 
0,4% 
- 
0,0% 
2,5% 
0,5% 
0,6% 
100,0% 
618.529 
6.543.826 
135.744 
- 
31.400 
- 
650 
191.360 
34.843 
43.263 
7.599.615 
16,5% 
78,4% 
1,4% 
0,0% 
0,7% 
0,1% 
0,0% 
1,5% 
0,2% 
1,2% 
100,0% 
2.793.446 
13.240.872 
234.341 
- 
122.701 
10.205 
650 
263.440 
28.513 
195.284 
16.889.452 
2009
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
4.330 
Keterangan 
Managed Receivables 
Non-Joint Financing 
Joint Financing 
Total Managed Receivables 
Komposisi : 
Non-Joint Financing 
Joint Financing 
Total % piutang 
330 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Jumlah Aset (Dalam Miliar Rupiah) 
16.889 
7.600 
2009 2010 2011 
Piutang pembiayaan konsumen - bersih merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian 
pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan kerugian 
penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen. 
Dalam memberikan fasilitas pembiayaan konsumen, selain mempergunakan dana sendiri dan pinjaman 
dari pihak luar baik pinjaman modal kerja maupun dari efek utang yang diterbitkan, Perusahaan 
membina kerjasama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam bentuk fasilitas pembiayaan 
bersama (joint financing) tanpa tanggung renteng (without recourse), yang mana hanya porsi jumlah 
angsuran piutang yang dibiayai Perusahaan yang dicatat sebagai piutang pembiayaan konsumen di 
laporan posisi keuangan (pendekatan neto). Dalam skema pembiayaan bersama tersebut, PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk akan memberikan fasilitas pembiayaan sebesar 99,0% dari nilai pembiayaan, 
sedangkan sisanya dibiayai oleh Perusahaan. Bagi Perusahaan, dengan adanya kerjasama ini 
memberikan tingkat perlindungan atas ketersediaan dana yang terus-menerus bagi perkembangan 
usaha. 
Jumlah piutang pembiayaan konsumen yang dikelola Perusahaan sebelum dikurangi dengan 
penyisihan kerugian piutang pada tanggal 31 Desember 2009-2011 sebagaimana tercermin pada 
tabel berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 
2011 
13.655.401 
27.547.687 
41.203.088 
33,1% 
66,9% 
100,0% 
2009 
2.603.027 
16.530.641 
19.133.668 
13,6% 
86,4% 
100,0% 
Δ% 
103% 
15% 
34% 
11,2% 
-11,2% 
0,0% 
Δ% 
159% 
45% 
60% 
8,4% 
-8,4% 
0,0% 
2010 
6.739.947 
23.915.802 
30.655.749 
22,0% 
78,0% 
100,0% 
Jumlah piutang pembiayaan konsumen - bersih Perusahaan (setelah dikurangi penyisihan kerugian 
penurunan nilai piutang) meningkat sebesar Rp6.697 miliar atau sebesar 102% atau menjadi 
Rp 13.241 miliar pada tanggal 31 Desember 2011(2010: Rp 6.544 miliar).
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Peningkatan terjadi karena Perusahaan memaksimalkan pendanaan yang ada, baik dari kas internal, 
ekuitas, pembiayaan bersama dengan Induk Perusahaan, maupun perolehan pendanaan dari 
penerbitan Obligasi Adira Finance V dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I pada tahun 
2011. 
Piutang Pembiayaan Konsumen 
Piutang Pembiayaan Konsumen yang Dikelola - Bersih Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih 
13.241 
Kualitas piutang pembiayaan konsumen dapat terlihat pada piutang bermasalah (Non-Performing 
Loan/NPL) yang terjaga masing-masing pada tingkat 1,2% dan 1,3% pada tahun 2010 dan 2011. 
Perusahaan mampu menjaga rasio NPL dengan menerapkan prinsip manajemen risiko yang penuh 
kehati-hatian, yang mana piutang bermasalah senantiasa dapat ditekan melalui strategi-strategi yang 
inovatif dalam melakukan seleksi pengajuan pembiayaan yang wajar, namun tidak mengurangi kualitas 
serta melalui mekanisme kebijakan yang efektif dan tepat dalam melakukan proses penagihan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 331 
(Dalam Miliar Rupiah) 
41.203 
6.544 
2.562 30.656 
19.134 
2009 2010 2011 
Tingkat Kolektibilitas Piutang Perusahaan 
Perusahaan mengklasifikasikan kolektibilitas piutang pembiayaan konsumen - bruto setelah dikurangi 
pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui berdasarkan jumlah hari tunggakan. 
Analisa umur piutang pembiayaan konsumen yang dikelola-bruto untuk tahun 2009-2011 adalah 
sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Keterangan 
Belum Jatuh Tempo 
Tunggakan 1-30 hari 
Tunggakan 31-60 hari 
Tunggakan 61-90 hari 
Tunggakan >90 hari 
Jumlah Kategori Tunggakan 
Jumlah Piutang Pembiayaan Bruto 
% Jumlah Tunggakan / Jumlah Piutang Pembiayaan Bruto 
2010 
32.070.782 
6.167.936 
533.746 
200.311 
489.110 
7.391.103 
39.461.885 
18,7% 
2011 
42.829.764 
7.901.069 
579.759 
247.007 
652.667 
9.380.502 
52.210.266 
18,0% 
2009 
20.810.837 
3.936.778 
343.737 
103.046 
240.836 
4.624.397 
25.435.234 
18,2%
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
0,9% 1,2% 
332 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Kualitas Aset 
(Dalam Miliar Rupiah, Kecuali%) 
Piutang Bermasalah - Bruto (Konsolidasi) Kredit Bermasalah 
1,3% 
653 
489 
241 
2009 2010 2011 
Aset Derivatif untuk Tujuan Manajemen Risiko 
Perusahaan mengadakan perjanjian cross currency swap dengan tujuan lindung nilai atas risiko 
fluktuasi arus kas yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan tingkat suku bunga atas pinjaman yang 
diterima dari PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd.- cabang Jakarta sebesar USD 25 juta (nilai penuh) 
dengan tingkat suku bunga mengambang. Periode kontrak dimulai sejak tanggal 25 Juli 2011 dan 
jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, aset derivatif untuk tujuan manajemen risiko yang dimiliki Perusahaan 
dari kontrak cross currency swap adalah sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan jumlah aset derivatif untuk 
tujuan manajemen risiko yang dimiliki Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing 
adalah sebesar nil. 
Investasi dalam Saham 
Investasi dalam saham merupakan penyertaan pada PT Adira Quantum Multifinance dengan 
persentase kepemilikan sebesar 1,0%, sebesar Rp 650 juta pada posisi tanggal 31 Desember 2011, 
yang mana tidak ada perubahan posisi sejak akhir tahun 2009. 
Aset Tetap - Nilai Buku 
Aset tetap Perusahaan meningkat sebesar Rp 72 miliar atau sebesar 38% sepanjang tahun 2011, 
menjadi Rp 263 miliar (2010: Rp 191miliar). Peningkatan ini terutama disebabkan karena penambahan 
103 jaringan usaha selama tahun 2011. 
e. Liabilitas 
Jumlah liabilitas Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp 8,7 triliun atau 
sebesar 228% menjadi sebesar Rp 12,5 triliun (2010: Rp 3,8 triliun). Hal ini terutama disebabkan oleh 
peningkatan bersih pada pinjaman bank dan penerbitan surat utang yang mencakup obligasi dan 
MTN.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Rincian jumlah liabilitas Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Pinjaman yang Diterima 
Salah satu strategi diversifikasi pendanaan yang dilakukan Perusahaan adalah dengan memanfaatkan 
fasilitas pinjaman dari perbankan, sehingga jumlah pinjaman yang diterima Perusahaan menjadi 
sebesar Rp 2.957 miliar pada tanggal 31 Desember 2011. 
Rincian jumlah pinjaman yang diterima Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Efek Utang Yang Diterbitkan 
Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Finance V sebesar Rp 2,50 triliun pada bulan Mei 2011 dan 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I sebesar Rp 2,52 triliun pada bulan Desember 2011. 
Selain itu pada bulan Desember 2011 juga, Perusahaan menerbitkan Medium Term Notes I Adira 
Finance sebesar Rp 400 miliar. Kronologis efek utang yang diterbitkan Perusahaan dapat dilihat lebih 
rinci pada bagian Ikhtisar Saham dan Obligasi di dalam Laporan Tahunan ini. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 333 
Keterangan 
Pinjaman yang Diterima 
Beban yang Masih Harus Dibayar 
Efek Utang yang Diterbitkan 
Medium Term Notes - Bersih 
Utang Obligasi - Bersih 
Utang Lain-lain 
Utang Pajak 
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih 
Jumlah 
2010 2011 
13,4% 
21,1% 
- 
40,4% 
9,0% 
3,0% 
13,1% 
100,0% 
225.000 
353.852 
- 
676.854 
151.452 
51.004 
218.984 
1.677.146 
1,3% 
16,2% 
- 
66,6% 
6,5% 
1,4% 
8,0% 
100,0% 
50.000 
618.286 
- 
2.535.232 
245.057 
53.479 
302.802 
3.804.856 
23,7% 
6,0% 
3,2% 
59,4% 
4,0% 
0,5% 
3,2% 
100,0% 
2.956.654 
745.302 
399.011 
7.405.932 
495.580 
62.129 
403.475 
12.468.083 
2009 
Jumlah Liabilitas 
(Dalam Miliar Rupiah) 
12.468 
3.805 
1.677 
2009 2010 2011 
Keterangan 
PT Bank Panin Tbk 
Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. 
PT Bank Central Asia Tbk 
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk 
The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. 
Jumlah 
2011 
1.500.000 
499.961 
499.714 
250.000 
206.979 
2.956.654 
2009 
150.000 
- 
75.000 
- 
- 
225.000 
Δ% 
2.900,0% 
100,0% 
100,0% 
100,0% 
100,0% 
5.813,3% 
Δ% 
-66,7% 
- 
-100,0% 
- 
- 
-77,8% 
2010 
50.000 
- 
- 
- 
- 
50.000
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Pagi Menjelang Pantai Papuma - Jember 
Rincian jumlah efek utang yang diterbitkan Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
Keterangan 
Medium Term Notes 
Nilai Nominal 
Beban Emisi yang Belum Diamortisasi 
Medium Term Notes - Bersih 
Utang Obligasi 
Nilai Nominal 
Obligasi Adira Finance II 
Obligasi Adira Finance III 
Obligasi Adira Finance IV 
Obligasi Adira Finance V 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I 
Beban Emisi yang Belum Diamortisasi 
Utang Obligasi - Bersih 
Jumlah 
334 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
Rasio Kemampuan Membayar Utang dan Liabilitas Perusahaan 
Rasio solvabilitas mengukur kemampuan Perusahaan dalam membayar hutang yang dimiliki dengan 
aset atau ekuitasnya. Solvabilitas ekuitas ditentukan dengan membandingkan jumlah ekuitas dengan 
jumlah liabilitas. Solvabilitas aset ditentukan dengan membandingkan jumlah aset dengan jumlah 
liabilitas. 
Rasio likuiditas mengukur kemampuan Perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya 
dengan aset lancar. Aset lancar yang dimaksud mencakup kas dan setara kas ditambah jumlah 
piutang pembiayaan konsumen - bersih, beban dibayar dimuka, piutang lain-lain - bersih dan aset lain-lain, 
sedangkan liabilitas jangka pendek yang dimaksud adalah pinjaman yang diterima Perusahaan 
beserta efek utang yang diterbitkan. 
2011 
400.000 
(989) 
399.011 
- 
403.000 
2.000.000 
2.500.000 
2.523.000 
(20.068) 
7.405.932 
7.804.943 
2009 
- 
- 
- 
180.000 
500.000 
- 
- 
- 
(3.146) 
676.854 
676.854 
Δ% 
100,0% 
-100,0% 
100,0% 
-100,0% 
-11,2% 
0,0% 
100,0% 
100,0% 
128,9% 
217,6% 
207,9% 
Δ% 
- 
- 
- 
-50,0% 
-9,2% 
- 
- 
- 
178,7% 
119,5% 
274,6% 
2010 
- 
- 
- 
90.000 
454.000 
2.000.000 
- 
- 
(8.768) 
2.535.232 
2.535.232
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Direktorat Keuangan dan Direktorat Kepatuhan 
Perhitungan rasio solvabilitas aset, solvabilitas ekuitas dan likuiditas Perusahaan untuk tahun 2009- 
2011 adalah sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Solvabilitas Aset dan Solvabilitas Ekuitas) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 335 
Keterangan 
Jumlah Aset 
Jumlah Liabilitas 
Jumlah Ekuitas 
Solvabilitas Aset (X) 
Solvabilitas Ekuitas (X) 
Kas dan Setara Kas 
Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih 
Beban Dibayar Dimuka 
Piutang lain-lain - bersih 
Aset Lain-Lain 
Jumlah Aset Lancar 
Pinjaman yang Diterima 
Efek Utang Yang Diterbitkan 
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 
Rasio Likuiditas (X) 
2010 
7.599.615 
3.804.856 
3.794.759 
2,0 
1,0 
618.529 
6.543.826 
135.744 
31.400 
43.263 
7.372.762 
50.000 
2.535.232 
2.585.232 
2,9 
2011 
16.889.452 
12.468.083 
4.421.369 
1,4 
0,4 
2.793.446 
13.240.872 
234.341 
122.701 
195.284 
16.586.644 
2.956.654 
7.804.943 
10.761.597 
1,5 
2009 
4.329.549 
1.677.146 
2.652.403 
2,6 
1,6 
487.007 
2.561.914 
74.655 
21.226 
13.303 
3.158.105 
225.000 
676.854 
901.854 
3,5 
Pada tanggal 31 Desember 2011, rasio solvabilitas aset Perusahaan adalah sebesar 1,4 kali (2010: 
2,0 kali), rasio solvabilitas ekuitas adalah sebesar 0,4 kali (2010: 1,0 kali) dan rasio likuiditas adalah 
sebesar 1,5 kali (2010: 2,9 kali). Sebelumnya, Perusahaan belum intensif melakukan diversifikasi 
pendanaan karena kondisi pasar uang dan pasar modal yang masih dibayangi oleh krisis likuiditas 
global. Sejak tahun 2011, Perusahaan mulai memanfaatkan peluang untuk mendapatkan dana dari 
pinjaman dan pasar modal dengan tingkat bunga yang kompetitif.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Semua rasio diatas menunjukkan parameter Perusahaan yang dalam kondisi pengelolaan yang 
baik. Khusus industri pembiayaan, terdapat sebuah parameter yang ditentukan oleh regulator yang 
membatasi jumlah pinjaman dibanding modal, atau disebut rasio Debt to Equity, yaitu maksimum 
sebesar 10 kali. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, rasio Debt to Equity yang dimiliki Perusahaan hanya sebesar 2,4 kali 
yang masih jauh dibawah syarat maksimum jumlah pinjaman yang diperbolehkan. 
f. Ekuitas 
Jumlah ekuitas Perusahaan meningkat sebesar Rp 627 miliar atau sebesar 16,5%, menjadi sebesar 
Rp 4,4 triliun pada tanggal 31 Desember 2011 (2010: Rp 3,8 triliun), yang disebabkan oleh kenaikan 
jumlah laba bersih Perusahaan pada tahun 2011. 
Rincian jumlah ekuitas Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: 
Keterangan 
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 
Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya 
Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya 
Kerugian Kumulatif atas Instrumen Derivatif untuk 
Lindung Nilai Arus Kas - Bersih 
Jumlah 
2.652 
2009 2010 2011 
336 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 
2010 2011 
3,8% 
1,2% 
95,0% 
- 
100,0% 
2009 
100.000 
32.810 
2.519.593 
- 
2.652.403 
2,6% 
1,2% 
96,2% 
- 
100,0% 
100.000 
44.934 
3.649.825 
- 
3.794.759 
2,3% 
1,4% 
96,4% 
-0,1% 
100,0% 
100.000 
59.613 
4.264.327 
(2.571) 
4.421.369 
Jumlah Ekuitas 
(Dalam Miliar Rupiah) 
4.421 
3.795 
Penjelasan lebih rinci atas modal ditempatkan dan disetor penuh beserta komposisi pemegang saham 
dan perubahannya dapat dilihat pada bagian Ikhtisar Saham dan Obligasi dalam Laporan Tahunan ini. 
Dividen 
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2011 pada tanggal 28 April 2011, para pemegang 
saham menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 
sejumlah Rp 954,14 miliar atau sebesar Rp 954,14 per lembar saham. Pada tanggal pembayaran 
dividen, Perusahaan telah membayarkan seluruh utang dividen kas tersebut kepada seluruh pemegang 
saham Perusahaan.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Anak-anak desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur 
2010 
(9.504.615) 
(87.386) 
9.723.523 
2011 
(9.906.904) 
(135.728) 
12.217.549 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 337 
g. Arus Kas 
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus 
kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, untuk tahun 2009-2011 dengan rincian 
sebagai berikut: 
(Dalam Jutaan Rupiah) 
Keterangan 
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Operasi 
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi 
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 
2009 
(1.480.291) 
(33.717) 
1.526.820 
Arus kas bersih selama tahun 2011 adalah sebesar Rp 2,2 triliun, yang mana sebagian besar berasal 
dari aktivitas pendanaan. 
Pada tahun tersebut, Perusahaan memperoleh arus kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar 
Rp 12,2 triliun yang berasal dari pinjaman perbankan dan penerbitan efek utang dalam bentuk obligasi 
dan medium term notes. Dana tersebut kemudian digunakan untuk aktivitas operasi berupa penyaluran 
pembiayaan konsumen, pembayaran bunga pembiayaan bersama, serta gaji dan tunjangan dan 
beban umum lainnya sebesar Rp 9,9 triliun. Perusahaan juga menggunakan arus kas bersih untuk 
aktivitas investasi sehubungan dengan penambahan jaringan usaha dan peningkatan infrastruktur dan 
teknologi pada tahun 2011 sebesar Rp 136 miliar. 
h. Imbal Hasil Investasi 
Rasio imbal hasil investasi Perusahaan pada tahun 2011 adalah sebesar 9,4% (2010: 19,3%). Fluktuasi 
rasio ini terjadi karena adanya peningkatan pada jumlah aset Perusahaan dari pendanaan sendiri 
melalui pinjaman perbankan yang diterima, efek utang yang diterbitkan dan ekuitas Perusahaan. 
i. Imbal Hasil Ekuitas 
Rasio imbal hasil ekuitas Perusahaan pada tahun 2011 adalah sebesar 35,8% (2010: 38,7%). Rasio 
ini mengalami sedikit penurunan karena pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan 
dengan pertumbuhan ekuitas.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
j. Kebijakan Akuntansi Perusahaan 
Pembahasan mengenai kebijakan akuntansi Perusahaan dapat dilihat pada Catatan 2 atas Laporan 
Keuangan Perusahaan yang telah diaudit di dalam Laporan Tahunan ini. 
k. Pengeluaran Barang Modal 
Selama tahun 2011, pengeluaran barang modal Perusahaan adalah sebesar Rp 143 miliar (2010: 
Rp 91 miliar). Pengeluaran barang modal tersebut sebagian besar digunakan untuk penambahan 
jaringan usaha dan pengembangan infrakstruktur teknologi informasi dengan tujuan untuk menunjang 
pertumbuhan usaha Perusahaan. 
Lebih lanjut, Perusahaan tidak mempunyai ikatan yang material untuk investasinya pada barang 
modal. 
l. Dampak Perubahan Harga Terhadap Perusahaan dan Laba Usaha Perusahaan 
Kondisi keuangan dan makro ekonomi yang relatif stabil pada tahun 2011, ditandai dengan suku 
bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang turun hampir sebesar 75 bps secara bertahap sejak dinaikkan 
pada bulan Pebruari 2011. Kondisi ini secara tidak langsung mempengaruhi penurunan suku bunga 
perbankan dan pasar modal. Untuk menstimulasi pertumbuhan bisnis di industri pembiayaan, 
perusahaan pembiayaan juga menyesuaikannya dengan melakukan penurunan tingkat bunga yang 
dikenakan pada konsumen. 
Pada semester I tahun 2011, Perusahaan telah menurunkan suku bunga kredit antara 0,25%-1,0% 
agar dapat memiliki tingkat bunga yang lebih kompetitif dan lebih terjangkau bagi masyarakat yang 
memerlukan pembiayaan kendaraan bermotor. Sebagai dampak dari tindakan manajemen dan kondisi 
pasar, tingkat pengembalian (yield) juga akan turun namun terkompensasi pada beban bunga dan 
keuangan yang juga menyesuaikan. 
Tentunya, strategi pemasaran dan pendekatan komunitas yang dikemas dengan atraktif, lebih 
membuat pembiayaan pada konsumen baru meningkat sebesar 19% untuk sepeda motor dan 39% 
untuk mobil. Dan secara keseluruhan Perusahaan telah berhasil mencapai pertumbuhan laba bersih 
sebesar 7,9%. 
Dampak perubahan suku bunga di pasar keuangan, maupun perubahan harga on-the-road (OTR) 
kendaraan bermotor akan menyebabkan dampak pertumbuhan terhadap nilai pembiayaan baru yang 
dicatat Perusahaan. Namun pada umumnya, penurunan suku bunga yang dinikmati Perusahaan 
akan diteruskan dalam bentuk penurunan tingkat bunga pembiayaan yang akan dibebankan pada 
konsumen. Dengan demikian, pergerakan pendapatan bersih Perusahaan lebih banyak disebabkan 
oleh kenaikan volume bisnis dan pertumbuhan aset produktif Perusahaan. 
m. Informasi Keuangan yang Telah Dilaporkan yang Mengandung Kejadian yang Sifatnya Luar 
Biasa atau Jarang Terjadi 
Tidak terdapat kejadian yang sifatnya luar biasa atau jarang terjadi, yang berpengaruh pada keuangan 
Perusahaan. 
338 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Festival Cap Go Meh Singkawang - Kalimantaan Barat 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 339 
n. Ikatan Material atas Investasi Barang Modal 
Tidak terdapat ikatan material atas investasi barang modal yang terjadi setelah tanggal laporan 
akuntan yang perlu diungkapkan Perusahaan pada tahun 2009-2011. 
o. Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan dan Transaksi dengan Pihak yang 
Mempunyai Hubungan Istimewa 
Selama tahun 2009-2011, Perusahaan tidak memiliki transaksi yang bersifat berbenturan kepentingan. 
Penjelasan terkait dengan transaksi yang mengandung benturan kepentingan dan transaksi dengan 
pihak yang mempunyai hubungan istimewa dapat dilihat pada bagian Laporan Tata Kelola Perusahaan 
di dalam Laporan Tahunan ini. 
Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa juga telah diungkapkan pada 
Laporan Keuangan Perusahaan yang telah diaudit di dalam Laporan Tahunan ini. 
p. Struktur Modal dan Likuiditas 
Pada tahun 2010 dan 2011, dari keseluruhan aset yang dikelola Perusahaan, sebesar 10% dibiayai 
dari ekuitas dan 90% dibiayai dari kewajiban-kewajiban lain, baik liabilitas on-balance sheet seperti 
pinjaman bank dan efek utang, maupun liabilitas off-balance sheet (dalam hal ini mengacu pada porsi 
99% atas skema pembiayaan bersama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk). 
Sejalan dengan peran Perusahaan untuk memberikan layanan pembiayaan konsumen khususnya atas 
kendaraan bermotor dengan tingkat bunga yang terjangkau dan menarik, maka Perusahaan berusaha 
untuk mendapatkan sumber pendanaan dari modal internal dikombinasikan dengan sumber eksternal 
yang diharapkan tersedia dengan konsisten, pada tingkat bunga yang kompetitif, maupun alternatif 
sumber lain yang membuka peluang kerjasama jangka panjang yang menguntungkan bagi para pihak. 
Maka sesuai dengan strategi dan kebijakan Perusahaan untuk mencari diversifikasi sumber dana, 
pada tahun 2011 terdapat tambahan 10% piutang pembiayaan konsumen yang dikelola (managed 
receivables) yang dibiayai dengan surat utang yang diterbitkan, baik dengan obligasi maupun medium 
term notes.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Keterangan 
Ekuitas (Internal) 
- Modal 
- Saldo Laba 
• Telah Ditentukan Penggunaannya 
• Belum Ditentukan Penggunaannya 
Kas dan Setara Kas (Internal) 
Pinjaman Yang Diterima (Eksternal) 
Efek Utang Yang Diterbitkan 
Medium Term Notes - Bersih 
Utang Obligasi - Bersih 
Pembiayaan Bersama1 
Keterangan 
Penambahan Bersih Jaringan Usaha 
Total Pengeluaran Barang Modal dan Aktiva Tak Berwujud untuk 
Kantor Pusat dan Jaringan Usaha (dalam Jutaan Rupiah) 
340 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Struktur Modal (Dalam Jutaan Rp) 
2010 
100.000 
44.934 
3.649.825 
618.529 
50.000 
- 
2.535.232 
23.915.802 
2011 
100.000 
59.613 
4.264.327 
2.793.446 
2.956.654 
399.011 
7.405.932 
27.547.687 
2009 
100.000 
32.810 
2.519.593 
487.007 
225.000 
- 
676.854 
16.530.641 
1 Pembiayaan bersama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
q. Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi, Restrukturisasi Utang 
(Modal) 
Selama tahun 2010-2011, Perusahaan tidak melakukan tambahan kegiatan investasi, divestasi, 
akuisisi atau restrukturisasi hutang. 
Sebelumnya, sejak bulan April 2009 Perusahaan telah melakukan investasi pada saham pada 
PT Adira Quantum Multifinance senilai Rp 650 juta, yang mana penjelasan atas transaksi tersebut 
dapat dilihat pada Analisis dan Pembahasan Manajemen poin yang membahas mengenai Aset - 
Investasi dalam saham. Jumlah investasi tersebut tidak mengalami perubahan hingga akhir tahun 
2011. 
Sepanjang tahun 2009-2011, Perusahaan melakukan ekspansi dalam hal penambahan jaringan 
usaha, yang mana penjelasan atas kegiatan ini dapat dilihat pada bagian Laporan Usaha di dalam 
Laporan Tahunan ini. 
r. Likuiditas dan Sumber Pendanaan 
2010 
231 
(91.270) 
2011 
103 
(143.167) 
2009 
318 
(39.737) 
Arus kas masuk Perusahaan yang utama diperoleh dari penerimaan angsuran konsumen dan 
penerimaan fasilitas pembiayaan bersama dengan bank. Arus kas keluar Perusahaan yang utama 
adalah untuk membayar transaksi pembiayaan konsumen kepada dealer dan bank terkait dengan 
pembiayaan bersama serta membayar beban usaha dan pajak penghasilan Perusahaan. 
Perusahaan mengelola likuiditasnya melalui kebijakan keuangan yang terpusat dan konsisten, 
disamping penyelarasan waktu antara sumber pendanaan dan piutang pembiayaan. Sumber 
pendanaan Perusahaan berasal dari pembiayaan bersama dengan bank, penerbitan obligasi, 
pinjaman bank dan modal sendiri. Saat ini, Perusahaan tidak melihat adanya permasalahan 
dalam sumber pendanaan dikarenakan dukungan dan komitmen penuh dari PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk sebagai Perusahaan Induk yang terus-menerus menyediakan pendanaan bagi 
Perusahaan dalam mendapatkan pembiayaan baru.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
Lukisan Batu di dalam Goa Leang Leang - Sulawesi Utara 
Pada tahun 2011, rasio likuiditas Perusahaan tercatat sebesar 1,5 kali. Perusahaan juga memiliki 
likuiditas yang kuat, yang terlihat dari saldo kas dan setara kas sebesar Rp 2.793 miliar pada tanggal 
31 Desember 2011. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 341 
Tahun 
2010 
2011 
Transaksi Lindung Nilai 
Tidak ada 
Cross currency swap atas 
pinjaman bank senilai USD 25 juta 
Keterangan 
- 
Rugi yang timbul dari 
perubahan nilai wajar instrumen 
derivatif untuk tahun berakhir 
31 Desember 2011 sebesar 
Rp 2.571 juta disajikan 
sebagai “Kerugian kumulatif 
atas instrumen derivatif untuk 
lindung nilai arus kas” sebagai 
bagian “Ekuitas” pada laporan 
posisi keuangan dan akan 
diakui dalam laporan laba 
rugi komprehensif pada saat 
realisasinya. 
Jumlah (Dalam Jutaan Rupiah) 
- 
10.205 
s. Transaksi Lindung Nilai 
Perusahaan tidak memiliki transaksi lindung nilai pada tahun 2009-2010. Namun pada tahun 2011, 
Perusahaan mengadakan perjanjian cross currency swap dengan tujuan lindung nilai atas risiko 
fluktuasi arus kas yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan tingkat suku bunga atas pinjaman yang 
diterima dari PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd.- cabang Jakarta sebesar USD 25 juta (nilai penuh) 
dengan tingkat suku bunga mengambang. Periode kontrak dimulai sejak tanggal 25 Juli 2011 dan 
jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. Pada tanggal 31 Desember 2011, aset derivatif untuk 
tujuan manajemen risiko yang dimiliki Perusahaan dari kontrak cross currency swap adalah sebesar 
Rp 10.205 juta.
Analisis dan 
Pembahasan Manajemen 
t. Perubahan Peraturan Perundang-Undangan 
Penjelasan terkait dengan perubahan peraturan Perundang-undangan dan dampaknya terhadap 
Perusahaan dapat dilihat pada bagian Laporan Tata Kelola Perusahaan di dalam Laporan Tahunan ini. 
u. Kewajiban Kontinjensi 
Perusahaan tidak memiliki kewajiban kontinjensi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2009- 
2011. 
v. Komitmen 
Perusahaan tidak memiliki komitmen yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2009-2011. 
w. Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan 
Tidak terdapat informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan yang perlu 
diungkapkan Perusahaan untuk tahun 2009-2011. 
x. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca 
Sampai dengan tanggal laporan tahunan ini diselesaikan oleh Direksi Perusahaan, tidak terdapat 
peristiwa setelah tanggal neraca yang signifikan. 
y. Standar Akuntansi Baru 
Terdapat beberapa standar akuntansi yang sudah diterbitkan tetapi belum efektif pada tanggal 
31Desember 2011 dan belum diterapkan di dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan ini, 
yang selengkapnya dapat dilihat pada Catatan 40 atas Laporan Keuangan Perusahaan yang telah 
diaudit di dalam Laporan Tahunan ini. 
342 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Festival Cap Go Meh Singkawang - Kalimantaan Barat
Danau vulkanik berukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera 
Utara ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau 
vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau ini terbentuk dari letusan gunung supervulcano purba, yaitu Gunung 
Toba, yang terjadi 73.000 – 75.000 tahun yang lalu, yang penyebaran debunya terekam hingga ke Kutub Utara.
Menyongsong 
Tahun 2012 
344 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia yang telah ada berabad-abad sebelum agama Hindu 
masuk ke pulau Jawa. Walaupun cerita wayang merupakan adaptasi karya sastra India Mahabarata dan 
Ramayana namun tetap disesuaikan konsep filsafat Jawa, seperti penciptaan tokoh Punakawan untuk 
mengatakan bahwa di dunia ini setiap mahluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 345
Menyongsong Tahun 2012 
Tahun 2011 kembali menjadi periode yang baik bagi industri otomotif maupun industri pembiayaan, dimana 
penjualan otomotif nasional kembali berhasil mengukir rekor tertinggi untuk sepeda motor dan mobil. Sampai 
saat ini, sekitar 70%-80% penjualan kendaraan bermotor dilakukan dengan skema kredit atau pembiayaan, 
sehingga peran dari perusahaan pembiayaan sangat dominan dan menyokong industri otomotif nasional. 
Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan, Adira Finance kembali mampu menepati komitmennya untuk 
terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Melalui berbagai strategi dan inovasi yang telah 
disusun dan dijalankan dengan baik dalam memasuki tahun 2011, Adira Finance berhasil membukukan 
pembiayaan baru sebesar Rp 32,6 triliun, yang melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 
sebesar Rp 30,7 triliun. Dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1.583 miliar, yang mana merupakan 
laba bersih tertinggi diantara perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor lainnya, Adira Finance juga telah 
membuktikan kemampuannya selama empat tahun berturut-turut dalam menembus laba bersih sebesar 
Rp 1 triliun. Kinerja cemerlang pada tahun 2011 tersebut, ditambah pondasi yang kuat dalam internal 
Perusahaan serta keinginan dan komitmen untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan 
kesejahteraan masyarakat telah memacu optimisme Perusahaan dalam menyongsong tahun 2012. 
Prospek Tahun 2012 
Pada saat penyusunan Laporan Tahunan 2011 ini, Pemerintah telah mengumumkan wacana untuk 
menyesuaikan harga bahan bakar premium dari sebesar Rp 4.500 per liter, seiring dengan kenaikan harga 
minyak mentah dunia. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi subsidi BBM yang 
jumlahnya melonjak cukup signifikan selama lebih dari satu dekade ini, dari sebesar Rp 2,8 triliun (0,3% PDB) 
pada tahun 1996, membengkak sampai menjadi Rp 165,2 triliun (atau sekitar 3% PDB) pada tahun 2011, 
seiring kenaikan harga minyak mentah yang dalam tahun 2011 rata-rata mencapai US$ 111,5/barel, lebih 
tinggi dari asumsi APBN 2011 sebesar US$ 95/barel. 
Meskipun kebijakan kenaikan harga bahan bakar premium tersebut (sebelumnya diperkirakan sebesar 33%) 
akan turut memberi tekanan terhadap penjualan kendaraan bermotor di Indonesia, namun berdasarkan data-data 
historis sejak tahun 1997-2011, terdapat perbedaan mendasar dalam kondisi perekonomian Indonesia 
saat ini yang jauh lebih baik dari periode sebelumnya. Akibatnya, penurunan penjualan kendaraan bermotor 
di pasar domestik diperkirakan tidak akan berkepanjangan, dibanding situasi tahun 2008 ketika terdapat 
kenaikan rata-rata harga BBM sebesar 59%, ataupun di tahun 2005 sebesar rata-rata 91%, dan di tahun 
1998 sebesar rata-rata 71%. 
346 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Perahu Tradisional Pantai Kranji - lamongan
Menyongsong Tahun 2012 
Kondisi Makroekonomi Indonesia 1997-2011 
8.991 9.068 
10.358 
11.092 
9.376 
2,0 
17,1 11,1 
4,6 6,5 
700 
1,200 
1,000 1,050 1,050 
1,646 1,810 1,810 
1.801 
1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 
Pada tahun 1998, terdapat penurunan terbesar atas volume penjualan tahunan mobil dan motor di Indonesia, 
masing-masing sebesar 85% untuk mobil dan 76% untuk motor sebagai akibat dampak kenaikan harga BBM 
sebesar 71%, di mana saat itu di Indonesia terdapat krisis ekonomi sebagai imbas krisis keuangan di Asia, 
yang kemudian berkembang menjadi krisis multi-dimensi. 
Pada tahun 2005, kondisi ekonomi Indonesia relatif telah lebih baik dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di 
kisaran 5,7% harga BBM dinaikkan sebesar 91%, dan dampak susulannya tercermin dengan kenaikan harga 
barang-barang secara umum, sehingga inflasi menjadi dua digit, ditutup pada level 17,1% pada tahun 2005. 
Sebagai akibat lebih lanjut dari kebijakan tersebut adalah menurunnya volume penjualan mobil sebesar 40% 
dan motor sebesar 13% pada tahun 2006. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 347 
9.020 
9.920 9.830 
8.465 
8.940 
10.400 
9.595 
77,6 
4,7 
-13,1 
0,8 
9,4 
12,6 
10,0 6,4 
6,6 
6,4 
7,0 
3,8 
6,2 
2,8 
6,0 
6,6 
5,7 5,5 
5,0 
5,2 
3,3 3,7 4,1 4,9 
11,1 
7.100 
8.000 
5.005 
1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 
Nilai Tukar Rp/US$ (Rp) Pertumbuhan Ekonomi (%) Inflasi (%) 
Harga premium dan jumlah penjualan mobil dan sepeda motor 1997 – 2011 
Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru (Ribuan Unit) Penjualan Nasional Mobil Baru (Ribuan Unit) 
Harga BBM (Premium) (Rp/Liter) 
Sumber: 
1. Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia-Bank Indonesia; 
2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; 
3. Badan Pusat Statistik Indonesia; 
4. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI); dan 
5. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). 
3,450 3,450 3,450 
5,500 
4,500 4,500 4,500 
8.044 
7.399 
5.852 
6.216 
4.688 
4.428 
5.074 
3.899 
2.810 
2.265 
1.576 
864 
301 300 318 354 483 534 319 433 608 486 
765 894 
387 434 488 
58 94
Menyongsong Tahun 2012 
Pada tahun 2008, industri otomotif bereaksi lebih lunak dengan penurunan volume penjualan mobil sebesar 
20% dan motor sebesar 6% pada tahun 2009, sebagai dampak atas kenaikan harga BBM sebesar 59% yang 
disusul dengan tingkat inflasi yang meningkat menjadi 11,1% dan nilai Rupiah yang melemah sampai 18% 
terhadap US$ dan ditutup pada nilai Rp 11.092 sebagai akibat imbas krisis keuangan di negara-negara maju. 
Sementara itu, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2011 mencapai 6,5% dan diperkirakan 
setidaknya akan kembali mencapai level yang sama di tahun 2012 (Kementerian Keuangan RI menargetkan 
pertumbuhan ekonomi 6,7% untuk tahun 2012), diiringi dengan ekspektasi laju inflasi yang dijaga di kisaran 
5,3 % (jika harga BBM tidak jadi naik) sampai dengan sekitar 7% (jika terdapat kenaikan harga BBM tahun 
2012), serta nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika yang diperkirakan dapat dipertahankan cukup stabil 
di kisaran Rp 8.800–Rp 9.000, diharapkan mampu memberikan kondisi yang lebih kondusif bagi permintaan 
pasar otomotif domestik. Tekanan penurunan penjualan otomotif, terutama pada semester kedua tahun 
2012, diharapkan tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. 
Dengan tujuan untuk mengurangi risiko kredit Perbankan di bidang kredit konsumsi, baik di sektor properti 
maupun kepemilikan kendaraan bermotor, serta mencegah pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) 
dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang berlebihan, berturut-turut Bank Indonesia dan Kementerian 
Keuangan Republik Indonesia pada bulan Maret 2012 mengeluarkan peraturan mengenai uang muka kredit 
(Down Payment) atas Kredit Kendaraan Bermotor sebagai berikut : 
Jenis Kendaraan 
Kendaraan Bermotor Roda Dua (2-wheeler) 
Kendaraan Bermotor Roda Empat untuk tujuan Produktif 
(4-wheeler for productive use), yaitu : 
1. kendaraan angkutan orang atau barang yang memiliki 
ijin pihak berwenang untuk melakukan kegiatan 
usaha tertentu; 
2. kendaraan milik perorangan atau badan hukum 
yang memiliki ijin usaha tertentu dari pihak yang 
berwenang dan digunakan untuk mendukung 
kegiatan operasional usaha yang dimiliki. 
Kendaraan Bermotor Roda Empat untuk tujuan non-produktif 
(4-wheeler for non-productive use) 
Surat Edaran Bank Indonesia 
(No 14/10/DPNP) 
Peraturan yang efektif berlaku pada tanggal 15 Juni 2012 tersebut terutama diperkirakan akan berdampak 
lebih besar terhadap penurunan penjualan kendaraan bermotor roda dua, dibandingkan dengan koreksi yang 
akan terjadi terhadap penjualan mobil, mengingat saat ini perusahaan pembiayaan di Indonesia melakukan 
pembiayaan sepeda motor dengan uang muka sebesar 12%–18% dari harga jual kendaraan, serta kondisi 
dimana rata-rata 70%-80% kepemilikan kendaraan bermotor roda dua di Indonesia dibiayai dengan kredit. 
Bagi para pemain industri pembiayaan kendaraan bermotor secara keseluruhan, dalam jangka pendek 
kebijakan tersebut diperkirakan akan menurunkan volume penjualan kendaraan bermotor baru sebesar 
20%–30% sampai terjadinya normalisasi dan perubahan perilaku dari calon konsumen pembiayaan untuk 
mengakumulasi besaran uang muka kredit yang diperlukan. 
348 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
20% 
20% 
25% 
25% 
20% 
30% 
Peraturan Menteri Keuangan 
Nomor 43/PMK.010/2012 
1. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/10/DPNP tertanggal 15 Maret 2012 Perihal Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit 
Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor; dan 
2. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 43/PMK.010/2012 tertanggal 15 Maret 2012 Tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen untuk Kendaraan 
Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan.
Menyongsong Tahun 2012 
Proses Tenun - Sumba Barat 
Perbedaan aturan uang muka kredit yang membedakan untuk tujuan produktif dan non-produktif, akan 
mengurangi dampak jangka pendek atas penurunan pembiayaan yang dialami Adira Finance, karena sebagian 
besar pembiayaan kendaraan roda empat yang dilakukan Perusahaan, lebih ditujukan untuk kendaraan 
segmen komersial dan Perusahaan telah menetapkan ketentuan pengaturan uang muka yang lebih tinggi. 
Selain hal tersebut, di sisi produsen otomotif nasional mungkin berpandangan bahwa pada tahap awal 
pemberlakuan ketentuan tersebut, para produsen akan melakukan berbagai pendekatan langkah-langkah 
persuasif dengan sedikit mengorbankan marjin keuntungannya demi menjaga pangsa pasar yang tetap stabil 
bagi pertumbuhan usahanya dalam jangka panjang. 
Pandangan yang positif terhadap masih cerahnya prospek industri otomotif di Indonesia dalam tahun 2012 ini 
antara lain tercermin dari minat produsen-produsen utama pasar otomotif nasional seperti Toyota, Mitsubishi, 
Honda dan Daihatsu yang menginvestasikan dana sekitar Rp 5 triliun dalam tahun 2012 ini, bagi penambahan 
kapasitas produksi kendaraan bermotornya di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, telah 
tercatat bahwa sektor otomotif di Indonesia masih merupakan industri-industri utama yang diminati pemodal 
asing, dengan minat investasi modal asing (PMA) tahun 2012 tercatat sebesar US$ 70,80 juta (setara 
Rp 637,2 miliar). Sikap otimisme para pelaku pasar di Indonesia yang ditunjang oleh kondisi makroekonomi 
yang tetap kondusif tersebut, diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan sektor otomotif di Indonesia 
sebesar 0%–10% di tahun 2012. 
Berkenaan dengan usaha-usaha Pemerintah untuk lebih menyehatkan industri pembiayaan nasional, maka 
Perusahaan beranggapan bahwa regulasi Pemerintah akan lebih tepat sasaran jika menekankan pada 
perbaikan dan pemberlakuan standar-standar akuntansi atas pelaporan keuangan, penerapan manajemen 
risiko yang terstandarisasi, ataupun diaturnya batasan atau threshold atas non-performing loans dan indikator 
manajemen risiko lainnya dalam rangka mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih baik, dibandingkan 
regulasi mengenai uang muka kredit. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 349
Menyongsong Tahun 2012 
Adira Finance Menyongsong Tahun 2012 
Fokus dari Perusahaan pada tahun 2012 adalah menjaga posisi yang terdepan dengan terus menekankan 
team synergy yang kokoh dan terus menghargai kultur budaya Perusahaan yang mendorong penerapan 
prinsip-prinsip tata kelola yang baik. “Leading Through Strong Culture and Team Synergy” telah menjadi 
slogan Perusahaan untuk tahun 2012 dan telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan Perusahaan pada 
tanggal 11 Januari 2012. Perusahaan akan terus-menerus mempertajam strateginya dalam menyongsong 
tahun 2012 dan beberapa diantaranya adalah: 
• Komitmen Terhadap Konsumen 
Adira Finance menyadari bahwa komitmen terhadap konsumen merupakan suatu bentuk keunggulan 
yang dapat diperjuangkan dan dipertahankan. Adira Finance akan terus berusaha agar komitmen yang 
terbentuk dapat diwujudkan sampai dengan tahap tertinggi yaitu tahap ownership, yang mana pada tahap 
ini konsumen merasa bahwa ikatannya begitu kuat dengan Perusahaan sehingga konsumen merasa 
mereka juga memiliki Perusahaan. 
• Kepuasan Konsumen dan Pengukuran Kepuasan Konsumen 
Adira Finance terus berusaha untuk meningkatkan kepuasan konsumennya dengan berbagai program 
dan manfaat yang ditawarkan saat menjadi konsumen Adira Finance. Dengan pengukuran kepuasan 
konsumen, setiap umpan balik dan evaluasi akan menjadi masukan bagi Adira Finance untuk dapat terus 
meningkatkan dan memberikan kepuasan konsumennya. 
• Optimalisasi Jaringan Usaha 
Perusahaan melihat adanya potensi untuk melakukan optimalisasi dari jaringan usaha yang telah dibuka 
pada tahun 2011. Pada tahun sebelumnya, Perusahaan telah mengembangkan 103 jaringan usaha baru 
di beberapa kota potensial, baik di pulau Jawa dan Bali maupun diluar daerah pulau Jawa dan Bali. 
Jaringan usaha yang makin meluas akan makin mendekatkan Adira Finance dengan dealer, konsumen 
dan calon konsumen. 
350 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Menyongsong Tahun 2012 
Rumah Adat Suku Baduy - Banten 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 351 
• Sumber Daya Manusia 
Perusahaan akan mengutamakan untuk mencari sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai 
visi maupun misi yang sejalan dengan Perusahaan, selain tetap mengembangkan sumber daya manusia 
yang sudah dimiliki untuk dapat terus ditingkatkan kualitasnya. Pada tahun 2012, Perusahaan juga 
akan menjalankan hasil dari Employee Engagement Survey yang sudah diadakan pada tahun-tahun 
sebelumnya. 
• Inovasi Produk dan Pelayanan 
Adira Finance yakin bahwa hanya perusahaan yang terus berinovasi yang akan mampu bertumbuh dan 
menjadi yang terbaik. Dengan berbekal keyakinan tersebut, Adira Finance berusaha memberikan inovasi 
atas produk dan pelayanan kepada konsumen dan rekan usaha. 
• Diversifikasi Sumber Pendanaan 
Selain melalui pengeluaran surat utang atau penerbitan obligasi, Perusahaan juga membuka kesempatan 
kepada perbankan dan institusi keuangan lainnya untuk bekerja sama dalam pemberian pinjaman sesuai 
kebutuhan Perusahaan. Dengan adanya dukungan penuh dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai 
Perusahaan Induk yang secara terus-menerus mendukung Perusahaan dalam hal pendanaan telah 
semakin memperkokoh posisi Adira Finance dalam industri pembiayaan nasional. 
• Peningkatan Efisiensi melalui Pengembangan pada Proses yang Berkesinambungan 
Perusahaan akan terus menerapkan pemantauan akan efisiensi dari setiap proses usaha yang dijalankan, 
dalam mengantisipasi peningkatan beban operasional yang disebabkan oleh inflasi dan penambahan 
biaya akibat dari ekspansi Perusahaan. 
• Peningkatkan Kualitas Hubungan dengan Dealer dan Konsumen 
Adira Finance percaya bahwa hubungan yang kuat dan erat dengan dealer dan konsumen merupakan 
salah satu kunci kesuksesan Perusahaan. Tujuan dari pelayanan ini adalah untuk memberikan dukungan 
bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan akan alat transportasi, yang mana Perusahaan yakin dapat 
memberikan nilai tambah bagi konsumen.
Menyongsong Tahun 2012 
• Teknologi Informasi yang Dinamis 
Teknologi informasi adalah salah satu faktor pendukung yang krusial bagi Perusahaan, karena teknologi 
informasi yang dinamis, yang mengikuti perkembangan aktivitas Perusahaan akan memberikan 
dukungan yang maksimal terhadap operasional Perusahaan untuk meningkatkan nilai ekonomi, efisiensi 
dan efektifitas. Keuntungan dari pemakaian teknologi yang lebih maju dan dinamis adalah agar dapat 
mendukung proses dan aktivitas dalam Perusahaan menjadi lebih efisien dan efektif, seperti dalam proses 
survei atau dalam aktivitas pencatatan akuntansi. 
• Penerapan Manajemen Risiko yang Seimbang 
Perusahaan terus bergerak melalui berbagai strategi pengembangan, namun ini semua tetap diimbangi 
dengan penerapan dari prinsip kehati-hatian untuk memastikan keberlangsungan Perusahaan. Dengan 
penerapan manajemen risiko yang seimbang maka akan menghasilkan kualitas aset Perusahaan yang 
baik. Penerapan dari prinsip kehati-hatian ini merupakan bagian dari Manajemen Risiko di Perusahaan. 
Prinsip kehati-hatian yang dijalankan oleh Perusahaan ini adalah suatu keseimbangan dalam memacu 
pertumbuhan untuk mencapai kinerja yang optimal, namun tetap dievaluasi secara berkesinambungan, 
yang mana evaluasi ini berfungsi untuk menjaga agar keinginan untuk memacu pertumbuhan tidak 
mengakibatkan kenaikan risiko yang melewati batas yang dapat diterima oleh Perusahaan. Di sisi lain, 
Perusahaan akan terus berusaha mengoptimalkan tingkat toleransinya terhadap sisi risiko pembiayaan 
yang dapat dilakukannya tanpa mengorbankan stabilitas beban pendanaannya dalam jangka panjang. 
Dengan kapasitas yang telah ada dalam Perusahaan dan kemampuan Perusahaan dalam menangkap setiap 
kesempatan, maka Perusahaan yakin bahwa Perusahaan akan tetap dapat menjalankan misinya dan dapat 
tetap menjadi pilihan utama karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, karyawan 
dan pemangku kepentingan Perusahaan. 
Perusahaan akan berusaha mempertahankan kinerjanya yang sudah sangat baik ini di tahun-tahun yang akan 
datang. Lebih lanjut, Perusahaan menargetkan untuk meningkatkan lagi pembiayaan barunya menjadi sekitar 
Rp 35 triliun pada tahun 2012. Adira Finance mempunyai komitmen yang kuat untuk terus bertumbuh di masa 
yang akan datang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk memenuhi harapan pemegang saham dan 
pemangku kepentingan Perusahaan. 
352 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Menyongsong Tahun 2012 
Proses tenun ikat Sumba Timur - NTT 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 353
354 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Data 
Perusahaan 
PROFIL DEWAN KOMISARIS DAN 
KOMITE-KOMITE DI BAWAH DEWAN 
KOMISARIS DAN PROFIL DIREKSI
Tari Abimanyu Duta: Tokoh pahlawan muda dari epik Mahabharata, putra Arjuna dan dewi Subadra ini, 
sebenarnya adalah penerus Yudistira raja Kuru, yang tertua dari pihak Pandawa, namun ia gugur dalam usia 
enam belas tahun dalam pertempuran besar di Kurukshetra melawan pasukan Korawa. (Tari Abimanyu Duta) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 355
Warga Negara Malaysia, 57 tahun. Memperoleh gelar Master in 
Business Administration dari Mc Gill University, Amerika Serikat, pada 
tahun 1980. 
Pengalaman Kerja 
2011 - sekarang 
2010 - sekarang 
2010 - sekarang 
2010 - 2011 
2009 - 2010 
2004 - 2009 
2002 - 2003 
1996 - 2001 
1994 - 1995 
1992 - 1994 
Komisaris Utama Perusahaan 
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi 
Perusahaan 
Direktur Utama di PT Bank Danamon Indonesia 
Tbk 
Komisaris Perusahaan 
Managing Director di Temasek Holdings (Private) 
Ltd., Singapura 
Presiden Direktur di PT Bank International 
Indonesia Tbk 
General Manager dan Group Head di Saudi 
American Bank, Riyadh, Arab Saudi 
Chief Country Officer di Citibank, N.A., Bangkok, 
Thailand 
Pan Asia Corporate Head di Citibank, N.A., 
Singapura 
Country Risk Officer di Citibank, N.A., Kuala 
Lumpur, Malaysia 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
Anggota Dewan Pembina di Yayasan Danamon Peduli yang bergerak 
di bidang sosial dan pendidikan. 
Ho Hon Cheong 
Komisaris Utama & 
Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi 
Perusahaan 
356 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Adira Untuk Indonesia
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 357 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
Djoko Sudyatmiko 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen, Ketua Komite Audit, 
Anggota Komite Manajemen Risiko & 
Anggota Komite Nominasi dan 
Remunerasi Perusahaan 
Warga Negara Indonesia, 67 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Muda 
di bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 
1968. 
Pengalaman Kerja 
2010 - sekarang 
2008 - sekarang 
2004 - sekarang 
2004 - sekarang 
2003 - sekarang 
2003 - 2010 
2003 - 2010 
2003 - 2009 
2003 - 2008 
2002 - 2004 
1990 - 2000 
1989 - 1995 
1986 - 1989 
1971 - 1992 
1992 - 1997 
Ketua Komite Audit Perusahaan 
Anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan 
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi 
Perusahaan 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Perseroan 
Komisaris di PT Pakoakuina - Automotive Wheel 
Rim Manufacturer 
Komisaris di PT Inkoasku 
Komisaris di PT Palingda 
Komisaris di PT Adira Sarana Armada 
Komisaris di PT Asuransi Adira Dinamika 
Komisaris Utama Perusahaan 
Komisaris di PT Kharaba Unggul/PT Makro 
Indonesia 
Komisaris di PT Dharma Sarana Perdana 
Komisaris di PT Astra Graphia Tbk 
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan 
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI 
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat 
(MPR) RI 
Penghargaan 
Satya Lencana Penegak dari Pemerintah RI pada tahun 1971. 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
• Anggota Pembina Yayasan Trisakti dari tahun 2005 sampai 
sekarang. 
• Pendiri dan anggota Pengurus Yayasan Bea Siswa Trisakti dari 
tahun 2002 sampai sekarang. 
• Anggota Dewan Pengurus Yayasan Trisakti dari tahun 1990 sampai 
tahun dengan 2005. 
• Anggota Dewan Penyantun Universitas Katolik Atmajaya Jakarta 
dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000. 
• Anggota Dewan Penasehat Yayasan Rumah Sakit Karya Bhakti di 
Bogor dari tahun 1988 sampai dengan tahun 1998. 
• Anggota Dewan Pengawas Yayasan Universitas Panca Bhakti di 
Pontianak dari tahun 1982 sampai dengan tahun 1997.
358 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Warga Negara Singapura, 65 tahun. Memperoleh gelar Bachelor of 
Commerce di bidang Akuntansi dari University of New South Wales, 
Australia, pada tahun 1969 dan menjadi Anggota dari the Institute of 
Chartered Accountants di Australia sejak tahun 1971. 
Pengalaman Kerja 
2010 - sekarang 
2010 - sekarang 
2009 - sekarang 
2009 - sekarang 
2008 - sekarang 
2008 - sekarang 
2008 - sekarang 
2007 - sekarang 
2007 - 2010 
2007 - sekarang 
2006 - sekarang 
2005 - sekarang 
2004 - sekarang 
1996 - 2005 
1985 - 1996 
1982 - 1983 
1980 - 1982 
1976 - 1980 
1972 - 1976 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Perusahaan 
Wakil Ketua Eksekutif di Hup Soon Global Corp. 
Ltd., Singapura 
Direktur di Singapore Health Services Pte. Ltd., 
Singapura 
Direktur di The Hour Glass Ltd., Singapura 
Direktur di Hektar Asset Management Sdn. Bhd., 
Malaysia 
Direktur di NTUC Income, Singapura 
Direktur di OpenNet Pte. Ltd., Singapura 
Anggota Komite Audit dan Komite Manajemen 
Risiko Perusahaan 
Komisaris Perusahaan 
Duta Besar Tidak Tetap Singapura untuk Yunani 
dan Siprus 
Ketua di Frasers Centrepoint Asset Management 
Ltd., Singapura 
Wakil Ketua di MCL Land Ltd., Singapura 
Direktur di Chinese Development Assistance 
Council, Singapura 
Group Managing Director di Jardine Cycle & 
Carriage Ltd., Singapura 
Corporate Secretary di Cycle & Carriage Ltd., 
Singapura 
General Manager di General Credit Corporation, 
Singapura 
Corporate Secretary di Rheem Hume Industries, 
Singapura 
Direktur Keuangan di Bank O’Connors, 
Singapura 
Audit Manager di PriceWaterhouseCoopers, 
Singapura 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
• Anggota Accounting Standards Council (ASC). 
• Anggota Dewan Gubernur dan Ketua Komite Pengembangan 
Kampus di Duke-NUS Graduate Medical School, Singapura, sejak 
tahun 2008 sampai sekarang. 
• Wakil Ketua Network Indonesia (International Enterprise Singapore) 
dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2011. 
Eng Heng Nee Philip 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen, 
Ketua Komite Manajemen Risiko & 
Anggota Komite Audit Perusahaan
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 359 
Pande Radja Silalahi 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen, 
Anggota Komite Audit & 
Anggota Komite Manajemen Risiko 
Perusahaan 
Warga Negara Indonesia, 62 tahun. Memperoleh gelar Ph.d di bidang 
Public Finance dari Kobe University of Commerce, Jepang pada tahun 
1980. 
Pengalaman Kerja 
2011 - sekarang 
2011 - sekarang 
2010 - sekarang 
2000 - 2006 
1997 - sekarang 
1995 - sekarang 
1993 - 2005 
1990 - sekarang 
1990 - 1993 
1986 - 1993 
1980 - 1986 
1980 - 1986 
1980 - 1986 
1980 - 1986 
1973 - sekarang 
Komisaris merangkap Komisaris Independen 
Perusahaan 
Anggota Komite Audit dan Komite Manajemen 
Risiko 
Pengajar mata kuliah Hukum Persaingan dan 
penguji bagi mahasiswa Paska Sarjana di 
Universitas Indonesia 
Anggota dan pengurus di Komisi Pengawas 
Persaingan Usaha (KPPU) 
Anggota LP3E di Kamar Dagang Indonesia 
(Kadin) 
Pengajar di Sekolah Bisnis Prasetya Mulya, 
Jakarta 
Pengajar di Paska Sarjana Lembaga Administrasi 
Negara 
Pengajar di Pusat Kajian Jepang, Universitas 
Indonesia, Jakarta 
Rektor di Universitas Katholik Parahyangan, 
Bandung 
Dekan Dan Pengajar Fakultas Ekonomi 
Universitas Katholik Parahyangan, Bandung 
Anggota Kelompok Kerja Bidang Ekonomi di 
Lembaga Pertahanan Nasional, Jakarta 
Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 
Universitas Indonesia, Jakarta 
Pengajar di Universitas Sumatera Utara, Medan 
Pengajar di Universitas Nomensen, Medan 
Staff di Centre for Strategic and International 
Studies (CSIS), Jakarta 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
:
360 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Warga Negara Indonesia, 52 tahun. Memperoleh gelar Master in 
Business Administration dari Massachusetts Institute of Technology, 
Amerika Serikat, pada tahun 1998 dan gelar Sarjana Akuntasi dari 
Universitas Indonesia pada tahun 1984. 
Pengalaman Kerja 
2010 – sekarang 
: 
2010 – sekarang 
: 
1999 – sekarang 
: 
1989 – 1999 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
1988 – 1989 
1987 – 1988 
1985 – 1987 
1984 – 1985 
1983 – 1984 
Komisaris Perusahaan 
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi 
Direktur di PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Berbagai posisi senior di PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
Deputy Group Head di PT Bank Lippo Tbk 
Direktur Keuangan di PT Indopanca Garmen 
Finance Manager di PT Asuransi Lippo Life Tbk 
Manager di PT Sepatu Bata Indonesia Tbk 
MAS Association 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
Anggota Dewan Pengawas di Yayasan Danamon Peduli yang bergerak 
di bidang sosial dan pendidikan. 
Muliadi Rahardja 
Komisaris & 
Anggota Komite Nominasi dan 
Remunerasi Perusahaan
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 361 
Vera Eve Lim 
Komisaris, 
Anggota Komite Audit & 
Anggota Komite Manajemen Risiko 
Perusahaan 
Warga Negara Indonesia, 46 tahun. Memperoleh gelar Sarjana 
Akuntansi dari Universitas Tarumanagara pada tahun 1989. 
Pengalaman Kerja 
2010 – sekarang 
2010 – sekarang 
2008 – sekarang 
2006 – sekarang 
2004 – 2006 
2003 – 2006 
1990 – 2003 
Komisaris Perusahaan 
Anggota Komite Audit dan Komite Manajemen 
Risiko 
Wakil Komisaris Utama di PT Asuransi Adira 
Dinamika 
Direktur di PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Komisaris Perusahaan 
Chief Financial Officer di PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
Berbagai posisi senior di PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
Penghargaan 
• Sebagai salah satu Indonesia Future Business Leader 2011yang 
diselenggarakan oleh Majalah SWA pada tahun 2011. 
• Peringkat ketiga CFO Terbaik 2010 yang diselenggarakan oleh 
Majalah SWA pada tahun 2010.
362 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Warga Negara India, 48 tahun. Memperoleh gelar Master in Business 
Administration dari Indian Institute of Management, Ahmedabad, 
India, pada tahun 1987 dan gelar Bachelor in Mechanical Engineering 
dari Indian Institute of Technology, New Delhi, India, pada tahun 1985. 
Pengalaman Kerja 
2010 - sekarang 
2009 - sekarang 
2009 - sekarang 
2008 - sekarang 
2008 - sekarang 
2006 - sekarang 
2006 - sekarang 
2003 - 2006 
2002 - 2003 
2000 - 2002 
1996 - 2000 
1996 - 2000 
1995 - 1996 
1993 - 1994 
1990 - 1993 
1988 - 1990 
1987 - 1988 
Komisaris Perusahaan 
Anggota Global Advisory Board di The University 
of Chicago Booth School of Business, USA 
Direktur di Fullerton India Credit Corporation, 
India 
Direktur Eksekutif di Dunia Finance LLC, Uni 
Emirat Arab 
Direktur di Fullerton Securities & Wealth Advisors 
Ltd., India 
Anggota Global Management Board di Fullerton 
Financial Holding Pte. Ltd., Singapura 
Executive Vice President - Consumer Banking 
& Regional, Head Central & Eastern Europe, 
Middle East & Africa 
(CEEMA) di Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. 
Regional Head dan CEO di Citibank, N.A., 
wilayah Turki,Timur Tengah dan Afrika 
Cluster Country Head & CEO Turki, Mesir & Israel 
di Citibank, N.A., Istambul, Turki 
Country Head & CEO - Global Customer Bank di 
Citibank, N.A., Kairo, Mesir 
Pendiri CEO & Managing Director di Citicorp 
Maruti Finance Ltd., India 
Business Head - Auto Finance di Citibank, N.A., 
New Delhi, India 
Marketing Director - Global Consumer Bank di 
Citibank, N.A., Chennai, India 
Marketing Director, Non Resident Indian Banking 
di Citibank, N.A., Bombay, India 
Branch Banking Business Head - Northern India 
di Citibank, N.A., New Delhi, India 
Operation Head-Eastern India di Citibank, N.A., 
Kalkuta, India 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
• CEO of the Year dalam acara CEO Middle East Award 2009 pada 
tahun 2009. 
• “Lifetime Learning and Building Success Towards Globalization” 
dari Emirates Institute for Banking and Financial Studies (EIBFS), 
penghargaan khusus sebagai pengakuan atas usahanya dalam 
mendukung pengembangan potensi di Uni Emirat Arab pada 
tahun 2009. 
Rajeev Kakar 
Komisaris, 
Anggota Komite Audit & 
Anggota Komite Manajemen Risiko 
Perusahaan
Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Memperoleh gelar Sarjana 
Ekonomi dari Universitas Tarumanagara pada tahun 1994. 
Pengalaman Kerja 
2011 – sekarang 
2008 – 2011 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 363 
1992 – sekarang 
Anggota Komite Audit Perusahaan 
Anggota Komite Audit dan Manajemen Risiko 
Perusahaan 
Partner di Kantor Akuntan Publik Johan Malonda 
Astika & Rekan (an independent member of 
Baker Tilly International) 
: 
: 
: 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
• Anggota Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). 
• Anggota The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia). 
Harry Kusnady 
Anggota Komite Audit Perusahaan
Diyah Sasanti 
Anggota Komite Audit Perusahaan 
364 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Memperoleh gelar Magister 
Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2006, 
Master of Business Administration dari Newport University, California, 
Amerika Serikat, pada tahun 1998 dan Sarjana Hukum dari Universitas 
Jember pada tahun 1989. 
Pengalaman Kerja 
2011 - sekarang 
2008 - 2011 
2011 - sekarang 
2010 - sekarang 
2010 - sekarang 
2008 - 2010 
2007 - 2008 
2006 - 2007 
2000 - 2006 
1998 - 1999 
1997 - 1998 
1994 - 1996 
1991 - 1994 
1990 - 1991 
1989 - 1990 
Anggota Komite Audit Perusahaan 
Anggota Komite Audit dan Manajemen Risiko 
Perusahaan 
Komisaris PT DISA 
Advisor WSJ International SDN BHD 
Advisor PT Total Sinergy Interational 
Director di PT Darmex Agro 
Advisor di PT Pembangunan Perumahan 
Advisor di PT Lippo E-Net Tbk 
Sekretaris Perusahaan di PT Lippo E-Net Tbk 
(sebelumnya dikenal sebagai PT Lippo Life Tbk) 
Director di PT Asuransi AIG Lippo 
Sekretaris Perusahaan dan Kepala Divisi Legal di 
PT Lippo Life Tbk 
Kepala Divisi Legal di PT Lippo Life Tbk 
Staff Sekretaris Perusahaan di PT Bank Lippo 
Tbk 
Internal Audit di PT Bank Lippo Tbk 
Account Officer di PT Bank Lippo Tbk 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
: 
:
LLLLLaaaaapppppooooorrrrraaaaannnnn TTTTTaaaaahhhhhuuuuunnnnnaaaaannnnn AAAAAdddddiiiiirrrrraaaaa FFFFFiiiiinnnnnaaaaannnnnccccceeeee 22222000001111111111 ||||| 333336666655555 
Tenun Bali
366 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Tradisi Lompat Batu (Fahombo Batu) setinggi setidaknya 2 meter dengan ketebalan 40 cm dapat ditemukan 
di Nias Selatan, Khususnya di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari). Lompat Batu ini pada jaman dahulu 
merupakan tanda ketangkasan seorang pemuda Nias dalam menghadapi perang, namun saat ini lebih 
dimaksudkan sebagai ritual budaya untuk mengukur tahap kedewasaan dan keberanian seorang Pemuda. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 367
368 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Stanley Setia Atmadja 
Direktur Utama 
Warga Negara Indonesia, 55 tahun. Memperoleh gelar Master of Business Administration 
dari University of La Verne, Amerika Serikat, pada tahun 1985. 
Pengalaman Kerja 
1991 - sekarang 
Direktur Utama Perusahaan 
1988 - 1990 
Direktur di PT Citicorp Leasing Indonesia 
1985 - 1986 
Berbagai posisi senior di Citibank, N.A., Jakarta 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 369 
: 
: 
: 
Penghargaan 
• Meraih penghargaan Top Executive of Multifinance Company 2011 dalam acara 
Awards Dinner & Presentation Majalah Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 
2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor. 
• Meraih penghargaan 20 Indonesia Most Admired CEO 2011 dari Majalah Warta 
Ekonomi. 
• Meraih penghargaan dan The Life Time Achievement in Multifinance Industry dalam 
acara Pertemuan Anggota & Apresiasi APPI yang diselenggarakan oleh Asosiasi 
Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) pada tahun 2010. 
• Mendapatkan nominasi sebagai Top Executive of Multifinance 2010 dalam acara 
Tokoh Finansial Indonesia 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor. 
• Meraih peringkat kedua dalam acara The Best CEO 2009 Award yang diselenggarakan 
oleh Majalah SWA yang bekerjasama dengan Synovate dan Dunamis Organization 
Services pada tahun 2009. 
• Terpilih sebagai CEO terbaik dalam Anugerah Business Review Tahun 2008 yang 
diselenggarakan oleh Majalah Business Review pada tahun 2008. 
• Terpilih sebagai salah satu dari Delapan Chief Executive Officer (CEO) Idaman dari 
majalah SWA pada tahun 2008. 
• Penghargaan Outstanding Entrepreneur Award dalam Asia Pacific Entrepreneurship 
Award yang diadakan oleh Enterprise Asia pada tahun 2008. 
• Indonesian Financial Figure 2004 dari Investor Media Group pada tahun 2004. 
• Special Award for Entrepreneurial Spirit 2002 dari Ernst & Young pada tahun 2002. 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
• Bersama-sama dengan Theodore Permadi Rachmat, mendirikan Perkumpulan 
Increso yang bergerak dalam bidang sosial, khususnya membantu pengobatan bagi 
masyarakat yang memerlukan bantuan. 
• Sebagai ketua umum di Indonesia Classic Car Owner Club (ICCOC). 
Karya Tulis 
Pada tahun 2009, buku hasil karya beliau berjudul “Making Giant Leap, How to Unleash 
the Extraordinary Human Potential” diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Jakarta.
Marwoto Soebiakno 
Direktur Pemasaran Pembiayaan 
Sepeda Motor 
Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Manajemen dari Universitas 
Kristen Duta Wacana pada tahun 1990. 
Pengalaman Kerja 
2001 - sekarang 
1997 - 2001 
1990 - 1997 
1988 - 1990 
1987 - 1989 
Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Perusahaan 
Berbagai posisi senior di Perusahaan 
Marketing Manager Honda Sales Operation di PT Astra 
International Tbk 
Universitas Kristen Duta Wacana 
Yos & Co., Business and Management Consultant 
: 
: 
: 
: 
: 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
• Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang sosial, 
khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. 
• Pengurus APPI untuk periode tahun 2010-2013 sebagai Sekretaris Bidang Regulasi 
dan Hubungan dengan Pemerintahan. 
370 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 371
372 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Hafid Hadeli 
Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 
Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Memperoleh sertifikasi Chartered Financial 
Analyst (CFA) pada tahun 2002. Mendapatkan gelar sarjana Akuntansi dari 
Universitas Trisakti pada tahun 1988. 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang 
sosial, khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan 
bantuan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 373 
Pengalaman Kerja 
2010 - sekarang 
2006 - 2010 
2002 - 2005 
2001 - 2002 
1988 - 2001 
1985 - 1988 
Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil Perusahaan 
Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan Perusahaan 
Direktur PT Broadband Multimedia Tbk 
Wakil Direktur Utama di PT Bank Lippo Tbk 
Berbagai posisi senior di Citibank, N.A., Jakarta 
Auditor di Arthur Andersen & Co. 
: 
: 
: 
: 
: 
:
Ho Lioeng Min 
Direktur Manajemen Risiko 
Warga Negara Indonesia, 43 tahun. Memperoleh gelar Magister Manajemen dari 
Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006 dan gelar Sarjana Teknik dari Universitas 
Indonesia pada tahun 1992. 
Pengalaman Kerja 
2009 - sekarang 
2006 - 2009 
2004 - 2006 
2002 - 2004 
1994 - 2002 
Direktur Manajemen Risiko Perusahaan 
Wakil Direktur Manajemen Risiko Perusahaan 
Kepala Divisi Kredit Perusahaan 
Kepala Divisi Keuangan di PT Adira Quantum Multifinance 
Berbagai posisi senior di PT Bank Prima Express 
: 
: 
: 
: 
: 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang sosial, 
khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. 
374 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 375
376 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
I Dewa Made Susila 
Direktur Keuangan dan 
Direktur Kepatuhan 
Warga Negara Indonesia, 41 tahun. Memperoleh sertifikasi Chartered Financial 
Analyst (CFA) pada tahun 2003. Mendapatkan gelar Magister Manajemen dari 
Sekolah Tinggi Manajemen PPM (IPPM) pada tahun 1995 dan gelar Sarjana 
Agrobisnis dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1993. 
Pengalaman Kerja 
2010 - sekarang 
2004 - 2010 
2001 - 2004 
1999 - 2001 
1995 - 1999 
Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan Perusahaan 
Executive Vice President / Kepala Divisi Investor Relations & 
Subsidiaries Supports di PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Vice President / Wakil Kepala Divisi Corporate Affairs di PT 
Bank Danamon Indonesia Tbk 
Assistant Vice President / Senior Investment Officer Unit Asset 
Management Investment di Badan Penyehatan Perbankan 
Nasional (BPPN) 
Berbagai posisi senior dan terakhir sebagai Manager Divisi 
Pemeringkatan Lembaga Keuangan di PT Pemeringkat Efek 
Indonesia (Pefindo) 
: 
: 
: 
: 
: 
Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan 
Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang 
sosial, khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan 
bantuan. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 377 
Penghargaan 
Indonesian Best CFO 2011 oleh Majalah SWA
Tanggung Jawab 
Atas Laporan 
Tahunan Dan 
Laporan Keuangan 
378 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Tari Sisampek merupakan tari penyambutan untuk acara-acara besar di Kuansing Riau. 
Dilakukan dengan arak-arakan sisampek, yaitu rangka bambu atau batang pisang yang dihiasi 
bunga-bunga yang ditusuk lidi daun kelapa yang diselipkan dengan kue dan penganan kecil. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 379
Tanggung Jawab atas 
Laporan Tahunan dan 
Laporan Keuangan 
Pengurus PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Perusahaan”) bertanggung jawab atas Laporan Tahunan, 
termasuk Laporan Kegiatan Pengurusan, Laporan Kegiatan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Tata 
Kelola Perusahaan dan penyajian Laporan Keuangan Perusahaan yang diaudit pada tanggal dan untuk tahun 
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 serta atas informasi lainnya pada 
Laporan Tahunan ini. 
Laporan Keuangan disiapkan dan disajikan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 
Laporan keuangan tersebut beserta informasi lainnya pada Laporan Tahunan ini mengacu pada persyaratan 
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) atas Laporan Tahunan Perusahaan 
Publik dan Bab V dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas perihal Rencana 
Kerja, Laporan Tahunan dan Penggunaan Laba. 
Laporan Keuangan beserta informasi lainnya pada Laporan Tahunan ini menyajikan perkiraan yang didasari 
estimasi terbaik oleh Pengurus atas berbagai hasil atau kemungkinan di kemudian hari dari kegiatan maupun 
kejadian saat ini, dengan memperhatikan segi materialitasnya. Hasil di masa depan mungkin berbeda secara 
material dari perkiraan saat ini yang informasinya telah disajikan pada Laporan Tahunan ini. 
Dalam memenuhi pertanggungjawaban atas keandalan laporan keuangan tersebut, Pengurus Perusahaan 
menjalankan dan mengandalkan sistem pengendalian internal serta audit internal. Sistem ini termasuk 
peraturan tertulis mengenai kebijakan dan prosedur Perusahaan mencakup kegiatan usaha dan manajemen 
risiko, perencanaan usaha, pembagian tugas, pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban personal, 
pemilihan dan pelatihan karyawan serta kebijakan akuntansi yang memadai. Selain itu, sistem, pengendalian 
dan audit juga memberikan suatu keyakinan bahwa Perusahaan memiliki catatan keuangan yang dapat 
diandalkan dalam penyusunan laporan keuangan; aset dijaga dan diawasi dari penyalahgunaan; kewajiban 
diakui dan terutama sekali, Perusahaan mematuhi seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. 
Laporan Keuangan yang diaudit beserta informasi yang terkait pada Laporan Tahunan ini merupakan 
tanggung jawab Pengurus Perusahaan dan telah disetujui oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi 
Perusahaan yang membubuhkan tanda-tangannya pada Pernyataan Dewan Komisaris dan Pernyataan 
Direksi. 
380 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Pasar Terapung - Kalimantan Selatan
Tanggung Jawab atas 
Laporan Tahunan dan 
Laporan Keuangan 
Pernyataan Dewan Komisaris 
Kami, Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, telah menyetujui dan bertanggungjawab penuh 
atas Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011. 
Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011, termasuk Laporan Kegiatan Pengawasan Dewan Komisaris, 
Laporan Tata Kelola Perusahaan dan Laporan Keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang 
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 381 
Dewan Komisaris 
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
Djoko Sudyatmiko 
Komisaris merangkap 
Komisaris Independen 
Pande Radja Silalahi 
Komisaris 
Vera Eve Lim 
Komisaris 
Ho Hon Cheong 
Komisaris Utama 
Eng Heng Nee Philip 
Komisaris merangkap 
Komisaris Independen 
Muliadi Rahardja 
Komisaris 
Rajeev Kakar 
Komisaris
Tanggung Jawab atas 
Laporan Tahunan dan 
Laporan Keuangan 
Stanley Setia Atmadja 
Direktur Utama 
382 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Marwoto Soebiakno 
Direktur 
Ho Lioeng Min 
Direktur 
Hafid Hadeli 
Direktur 
I Dewa Made Susila 
Direktur 
Pernyataan Direksi 
Kami, Direksi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, telah menyetujui dan bertanggungjawab penuh atas 
Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011. 
Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011, termasuk Laporan Kegiatan Pengurusan, Laporan Tata 
Kelola Perusahaan dan Laporan Keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 
tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. 
Direksi 
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk
Tanggung Jawab atas 
Laporan Tahunan dan 
Laporan Keuangan 
Reog Ponorogo - Jawa Timur 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 383
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS 
TAHUN BERAKHIR/YEARS ENDED 
31 DESEMBER/DECEMBER 2011, 2010 DAN/AND 2009 
384 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 385 
ISI 
HAL/ 
PAGE CONTENTS 
SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG 
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN 
KEUANGAN ------------------------------------------- 1 
DIRECTORS’ STATEMENT REGARDING 
THE RESPONSIBILITY FOR THE 
------------------------- FINANCIAL STATEMENTS 
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ------------------- 2 - 3 ------------------ INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT 
LAPORAN POSISI KEUANGAN 
31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 -------- 4 - 5 
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 
---------- 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 
2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 6 
STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 
------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 
2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 7 - 8 
STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 
------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 
LAPORAN ARUS KAS 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 
2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 9 
STATEMENTS OF CASH FLOWS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 
------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 
2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 10 - 101 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 
------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009
386 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 387
388 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
ASET ASSETS 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 389 
Catatan/ 
Notes 2011 2010 2009 
4 
2d,2e,4, 
Kas dan setara kas 31,32,34 Cash and cash equivalents 
Kas 1 13,885 4 0,692 26,295 Cash on hand 
Kas di bank dan setara kas Cash in banks and cash equivalents 
Pihak ketiga 3 96,715 2 28,766 183,426 Third parties 
Pihak berelasi 2c,30 2 ,282,846 3 49,071 277,286 Related party 
Piutang pembiayaan konsumen - Consumer financing receivables - 
setelah dikurangi penyisihan kerugian net of allowance for impairment 
penurunan nilai sebesar Rp 414.529 losses of Rp 414,529 
pada tanggal 31 Desember 2011 2d,2f,2g, as at 31 December 2011 (2010: 
(2010: Rp 196.121; 2009: Rp 41.113) 2h,5,31,32 Rp 196,121; 2009: Rp 41,113) 
Pihak ketiga 1 3,240,556 6 ,543,673 2,561,914 Third parties 
Pihak berelasi 2c,30 316 153 - Related party 
Beban dibayar dimuka 2j,6 234,341 135,744 74,655 Prepaid expenses 
Beban tangguhan - bersih 2k,7 Deferred charges - net 
Pihak ketiga - - 976,006 Third parties 
Pihak berelasi 2c,30 - - 6,274 Related parties 
2d,2l,8,31, 
Piutang lain-lain - bersih 32 Other receivables - net 
Pihak ketiga 1 13,333 2 9,826 18,929 Third parties 
Pihak berelasi 2c,30 9,368 1,574 2,297 Related party 
Aset derivatif untuk tujuan manajemen 2d,2i,9,31, Derivative assets held for risk 
risiko 32 10,205 - - management 
2c,2d,2m, 
Investasi dalam saham, pihak berelasi 10,30,31,32 650 650 650 Investment in shares, related party 
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi Fixed assets - net of accumulated 
penyusutan sebesar Rp 226.338 depreciation of Rp 226,338 
pada tanggal 31 Desember 2011 as at 31 December 2011 (2010: 
(2010: Rp 191.061; 2009: Rp 158.018) 2n,11 263,440 191,360 144,667 Rp 191,061; 2009: Rp 158,018) 
Aset takberwujud - bersih 2o 28,513 34,843 43,847 Intangible assets - net 
2d,2f,12, 
Aset lain-lain - bersih 31,32 1 95,284 4 3,263 13,303 Other assets - net 
JUMLAH ASET 1 6,889,452 7 ,599,615 4,329,549 TOTAL ASSETS 
- - - 
LIABILITAS LIABILITIES 
2d,13,31,32, 
Pinjaman yang diterima 34 2 ,956,654 5 0,000 225,000 Borrowings 
2d,2q,14, 
Beban yang masih harus dibayar 29c,31,32 Accrued expenses 
Pihak ketiga 7 36,312 6 14,391 351,450 Third parties 
Pihak berelasi 2c,30 8 ,990 3 ,895 2,402 Related parties 
2d,2r,15, 
Efek utang yang diterbitkan 31,32 Debt securities issued 
Medium term notes - bersih 399,011 - - Medium term notes - net 
Utang obligasi - bersih Bonds payable - net 
Pihak ketiga 6 ,888,932 2 ,314,232 550,854 Third parties 
Pihak berelasi 2c,30 5 17,000 2 21,000 126,000 Related parties 
Utang lain-lain 2d,16,31,32 Other payables 
Pihak ketiga 2 83,302 1 63,335 109,075 Third parties 
Pihak berelasi 2c,30 212,278 81,722 42,377 Related parties 
Utang pajak 2s,17a 6 2,129 5 3,479 51,004 Taxes payable 
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 2s,17c 4 03,475 3 02,802 218,984 Deferred tax liabilities - net 
JUMLAH LIABILITAS 1 2,468,083 3 ,804,856 1,677,146 TOTAL LIABILITIES 
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak 
terpisahkan dari laporan keuangan. 
The accompanying notes to financial statements form an 
integral part of these financial statements. 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN POSISI KEUANGAN 
31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 
31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated)
EKUITAS EQUITY 
Modal saham - nilai nominal Share capital - par value 
Rp 100 (nilai penuh) per saham Rp 100 (full amount) per share 
Modal dasar Authorized capital 
4.000.000.000 saham 4,000,000,000 shares 
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid 
penuh 1.000.000.000 saham 18 100,000 100,000 100,000 1,000,000,000 shares 
Saldo laba 19 Retained earnings 
Telah ditentukan penggunaannya 59,613 44,934 32,810 Appropriated 
Belum ditentukan penggunaannya 4,264,327 3,649,825 2,519,593 Unappropriated 
Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif Cumulative losses on derivative 
untuk lindung nilai arus kas - bersih 2i,9 (2,571) - - instrument for cash flows hedges - net 
JUMLAH EKUITAS 4 ,421,369 3 ,794,759 2,652,403 TOTAL EQUITY 
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1 6,889,452 7 ,599,615 4,329,549 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 
390 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Catatan/ 
Notes 2011 2010 2009 
5 
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak 
terpisahkan dari laporan keuangan. 
The accompanying notes to financial statements form an 
integral part of these financial statements. 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 
31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued) 
31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated)
PENDAPATAN INCOME 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 391 
Catatan/ 
Notes 2011 2010 2009 
6 
2c,2f,2g, 
Pembiayaan konsumen 2p,21,30 3,008,350 2,118,888 2,777,866 Consumer financing 
2c,2d,2f, 
2n,2p,2u, 
Lain-lain 11,22,30 2,295,163 1,778,297 1,166,900 Others 
JUMLAH PENDAPATAN 5,303,513 3,897,185 3,944,766 TOTAL INCOME 
BEBAN EXPENSES 
Gaji dan tunjangan 2c,2q,23,30 (1,318,487) (979,506) (732,102) Salaries and benefits 
Umum dan administrasi 2n,24 (618,940) (442,598) (351,020) General and administrative 
Penyisihan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on 
piutang pembiayaan konsumen 2c,2h,5,30 (456,339) (193,466) (32,679) consumer financing receivables 
2c,2p,15, 
Beban bunga dan keuangan 25,30 (533,215) (134,991) (123,624) Interest expense and financing charges 
Pemasaran 26 (110,599) (170,445) (50,528) Marketing 
Perolehan pembiayaan konsumen 2c,27,30 - - (949,821) Acquisition cost of consumer financing 
Lain-lain 2l,28 (154,394) (44,456) (46,645) Others 
JUMLAH BEBAN (3,191,974) (1,965,462) (2,286,419) TOTAL EXPENSES 
LABA SEBELUM PAJAK 
PENGHASILAN 2,111,539 1,931,723 1,658,347 INCOME BEFORE INCOME TAX 
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2s,17b (528,218) (463,817) (445,947) INCOME TAX EXPENSE 
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 1,583,321 1,467,906 1,212,400 NET INCOME FOR THE YEAR 
PENDAPATAN OTHER COMPREHENSIVE 
KOMPREHENSIF LAIN 2i,9 (2,571) - - INCOME 
JUMLAH PENDAPATAN 
KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE 
TAHUN BERJALAN 1,580,750 1,467,906 1,212,400 INCOME FOR THE YEAR 
LABA BERSIH PER SAHAM - DASAR EARNINGS PER SHARE - BASIC 
(dinyatakan dalam nilai Rupiah penuh) 2t,20 1,583 1,468 1,212 (expressed in full amount of Rupiah) 
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak 
terpisahkan dari laporan keuangan. 
The accompanying notes to financial statements form an 
integral part of these financial statements. 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated)
392 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
7 
Kerugian kumulatif 
atas instrumen 
Saldo laba - derivatif untuk 
Saldo laba - belum lindung nilai arus 
telah ditentukan ditentukan kas - bersih/ 
Modal penggunaannya/ penggunaannya/ Cumulative losses 
saham/ Retained Retained on derivative 
Catatan/ Share earnings - earnings - instrument for cash Jumlah/ 
Notes capital appropriated unappropriated flow hedges - net Total 
Saldo pada tanggal 1 Januari 2009 100,000 22,608 1,827,395 - 1,950,003 Balance as at 1 January 2009 
Dividen kas 19 - - (510,000) - (510,000) Cash dividends 
Penyisihan saldo laba untuk 
cadangan umum 19 - 10,202 (10,202) - - Appropriation for general reserve 
Jumlah pendapatan komprehensif Total comprehensive income 
tahun berjalan - - 1,212,400 - 1,212,400 for the year 
Saldo pada tanggal 31 Desember 2009 100,000 3 2,810 2,519,593 - 2,652,403 Balance as at 31 December 2009 
Saldo pada tanggal 1 Januari 2010 100,000 32,810 2,519,593 - 2,652,403 Balance as at 1 January 2010 
Dampak penerapan awal PSAK Effect of first adoption of SFAS 
No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 50 (2006 Revision) and 
No. 55 (Revisi 2006) 2d,37 - - ( 83,070) - (83,070) SFAS No.55 (2006 Revision) 
Saldo pada tanggal 1 Januari 2010 Balance as at 1 January 2010 after 
setelah penerapan awal PSAK first adoption of SFAS No. 50 
No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK (2006 Revision) and SFAS 
No. 55 (Revisi 2006) 100,000 32,810 2,436,523 - 2,569,333 No. 55 (2006 Revision) 
Dividen kas 19 - - (242,480) - (242,480) Cash dividends 
Penyisihan saldo laba untuk 
cadangan umum 19 - 12,124 (12,124) - - Appropriation for general reserve 
Jumlah pendapatan komprehensif Total comprehensive income 
tahun berjalan - - 1,467,906 - 1,467,906 for the year 
Saldo pada tanggal 31 Desember 2010 1 00,000 4 4,934 3 ,649,825 - 3,794,759 Balance as at 31 December 2010 
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan 
keuangan. 
The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial 
statements. 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated)
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 393 
8 
Kerugian kumulatif 
atas instrumen 
Saldo laba - derivatif untuk 
Saldo laba - belum lindung nilai arus 
telah ditentukan ditentukan kas - bersih/ 
Modal penggunaannya/ penggunaannya/ Cumulative losses 
saham/ Retained Retained on derivative 
Catatan/ Share earnings - earnings - instrument for cash Jumlah/ 
Notes capital appropriated unappropriated flow hedges - net Total 
Saldo pada tanggal 1 Januari 2011 100,000 44,934 3,649,825 - 3,794,759 Balance as at 1 January 2011 
Dividen kas 19 - - (954,140) - (954,140) Cash dividends 
Penyisihan saldo laba untuk 
cadangan umum 19 - 14,679 (14,679) - - Appropriation for general reserve 
Jumlah pendapatan komprehensif Total comprehensive income 
tahun berjalan for the year 
Laba bersih tahun berjalan - - 1,583,321 - 1,583,321 Net income for the year 
Bagian yang efektif dari lindung Effective portion of cash flows 
nilai arus kas, bersih 2i,9 - - - (2,571) (2,571) hedges, net 
- - 1,583,321 ( 2,571) 1,580,750 
Saldo pada tanggal 31 Desember 2011 100,000 59,613 4,264,327 ( 2,571) 4,421,369 Balance as at 31 December 2011 
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan 
keuangan. 
The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial 
statements. 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (lanjutan) 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY (continued) 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING 
OPERASI: ACTIVITIES: 
Penerimaan kas dari: Cash received from: 
Transaksi pembiayaan konsumen 32,158,129 23,787,156 18,405,868 Consumer financing transactions 
Bunga bank dan deposito berjangka 8,491 8,255 25,193 Interest from banks and time deposits 
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for: 
Transaksi pembiayaan konsumen (34,600,062) (27,588,924) (15,380,057) Consumer financing transactions 
Bunga pembiayaan bersama (3,378,355) (2,909,247) (2,291,206) Interest on joint financing 
Gaji dan tunjangan (1,351,155) (955,871) (677,376) Salaries and benefits 
Premi asuransi (1,026,854) (811,280) (462,387) Insurance premiums 
Beban umum dan administrasi (598,331) (418,117) (288,992) General and administrative expenses 
Pajak penghasilan (558,626) (481,609) (676,952) Income taxes 
Beban bunga efek utang yang 
diterbitkan 25 (360,607) (88,380) (102,991) Interest on debt securities issued 
Tantiem Dewan Komisaris Tantiem for Boards of 
dan Direksi (23,831) (17,814) (15,594) Commissioners and Directors 
Beban bunga dan provisi bank (124,386) (23,052) (19,518) Interest and bank provision expenses 
Penerimaan/(pengeluaran) kas dari/(untuk) Cash received from/(disbursements for) 
lain-lain - bersih (51,317) (5,732) 3,721 others - net 
Kas bersih digunakan untuk Net cash used in operating 
aktivitas operasi (9,906,904) (9,504,615) (1,480,291) activities 
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING 
INVESTASI: ACTIVITIES: 
Hasil penjualan aset tetap 11 7,136 3,884 6,670 Proceeds from sale of fixed assets 
Penerimaan dividen kas 22 303 - - Proceeds of cash dividends 
Pembelian aset tetap 11 (135,608) (86,578) (29,770) Acquisition of fixed assets 
Pembelian aset takberwujud (7,559) (4,692) (9,967) Acquisition of intangible assets 
Investasi dalam saham 10 - - (650) Investment in shares 
Kas bersih digunakan untuk Net cash used in investing 
aktivitas investasi (135,728) (87,386) (33,717) activities 
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING 
PENDANAAN: ACTIVITIES: 
Penerimaan pinjaman bank dan Proceeds from borrowings and joint 
pembiayaan bersama 25,091,831 22,524,856 13,541,387 financing 
Penerimaan dari penerbitan efek utang 15 5,423,000 2,000,000 500,000 Proceeds from issuance of debt securities 
Pembayaran pinjaman bank dan Payments of borrowings and joint 
pembiayaan bersama (17,202,142) (14,422,853) (11,434,567) financing 
Pembayaran dividen kas 19 (954,140) (242,480) (510,000) Payments of cash dividends 
Pembayaran pokok efek utang Payments of principal on debt securities 
yang diterbitkan 15 (141,000) (136,000) (570,000) issued 
Kas bersih diperoleh dari aktivitas Net cash provided by financing 
pendanaan 12,217,549 9,723,523 1,526,820 activities 
KENAIKAN BERSIH KAS DAN NET INCREASE IN CASH AND 
SETARA KAS 2,174,917 131,522 12,812 CASH EQUIVALENTS 
KAS DAN SETARA KAS, CASH AND CASH EQUIVALENTS, 
AWAL TAHUN 618,529 487,007 474,195 AT THE BEGINNING OF YEAR 
KAS DAN SETARA KAS, CASH AND CASH EQUIVALENTS, 
AKHIR TAHUN 4 2,793,446 618,529 487,007 AT THE END OF YEAR 
AKTIVITAS INVESTASI NON-KAS: NON-CASH INVESTING ACTIVITY: 
Pembelian aset tetap yang masih Acquisition of fixed assets which is 
terutang 11,16 6,662 8,181 2,581 still payable 
394 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
Notes 2011 2010 2009 
9 
Catatan/ 
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak 
terpisahkan dari laporan keuangan. 
The accompanying notes to financial statements form an 
integral part of these financial statements. 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
LAPORAN ARUS KAS 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
STATEMENTS OF CASH FLOWS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION 
a. Pendirian dan informasi umum Perseroan a. Establishment and general information of the 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 395 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
10 
Company 
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Perseroan”) 
didirikan pada tanggal 13 Nopember 1990 berdasarkan 
akta notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 131. Akta 
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman 
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan 
No. C2-19.HT.01.01.TH.91 tanggal 8 Januari 1991 dan 
telah diumumkan dalam Tambahan No. 421 pada 
Berita Negara Republik Indonesia No. 12 tanggal 
8 Pebruari 1991. 
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa 
kali perubahan, perubahan terakhir dilakukan dengan 
akta notaris Sinta Dewi Sudarsana, S.H., No. 2 tanggal 
13 Maret 2009, mengenai Perubahan Anggaran Dasar 
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk untuk 
menyesuaikan dengan ketentuan Keputusan Ketua 
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga 
Keuangan (Bapepam-LK) No. Kep-179/BL/2008 
tertanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok 
Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan 
Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan 
Perusahaan Publik. Perubahan ini diterima oleh 
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik 
Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan 
No. AHU-AH.01.10-03555 tanggal 13 April 2009 dan 
telah diumumkan dalam Tambahan No. 603 pada 
Berita Negara Republik Indonesia No. 61 tanggal 
31 Juli 2009. 
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (the “Company”) 
was established on 13 November 1990 based on 
Notarial Deed No. 131 of Misahardi Wilamarta, S.H. 
The deed of establishment was approved by the 
Ministry of Justice of the Republic of Indonesia in its 
Decision Letter No. C2-19.HT.01.01.TH.91 dated 
8 January 1991 and was published in Supplement 
No. 421 to the State Gazette of the Republic of 
Indonesia No. 12 dated 8 February 1991. 
The Company’s Articles of Association had been 
amended several times with the latest amendment was 
effected by Notarial Deed of Sinta Dewi Sudarsana, 
S.H., No. 2 dated 13 March 2009, concerning the 
Amendment of the Articles of Association of PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk in order to conform with 
Decision Decree of the Chairman of the Capital Market 
and Financial Institution Supervisory Board (Bapepam- 
LK) No. Kep-179/BL/2008 dated 14 May 2008 
regarding the Principles of Articles of Association of 
Companies Conducting an Equity Securities Public 
Offering and Public Company. This amendment was 
received by the Ministry of Law and Human Rights of 
the Republic of Indonesia in its Acceptance Letter of 
the Announcement No. AHU-AH.01.10-03555 dated 
13 April 2009 and was published in Supplement 
No. 603 to the State Gazette of the Republic of 
Indonesia No. 61 dated 31 July 2009. 
Perseroan memperoleh izin usaha sebagai 
perusahaan pembiayaan dari Menteri Keuangan dalam 
Surat Keputusan No. 253/KMK.013/1991 tanggal 
4 Maret 1991. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar 
Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan dalam 
bidang perusahaan pembiayaan meliputi sewa guna 
usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan 
usaha kartu kredit. Pada saat ini, Perseroan terutama 
bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen. 
Perseroan berdomisili di Graha Adira Lantai 10-12, 
Jalan Menteng Raya No. 21, Jakarta Pusat dan 
memiliki 653 jaringan usaha yang terdiri dari kantor 
cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet yang 
tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perseroan 
memulai operasi komersialnya pada tahun 1991. 
The Company obtained its license to operate as 
a financing company from the Ministry of Finance 
based on Decision Letter No. 253/KMK.013/1991 
dated 4 March 1991. As stated in Article 3 of the 
Company’s Articles of Association, the scope of the 
Company’s activities comprises of financing company 
which include leasing, factoring, consumer financing 
and credit card business. Currently, the Company 
mainly engages in consumer financing activities. 
The Company's registered office is located at the 10- 
12th Floor of Graha Adira, Jalan Menteng Raya No. 21, 
Central Jakarta and the Company has 653 business 
networks which consist of branch offices, 
representative offices, kiosks and dealer outlets 
throughout Indonesia. The Company started its 
commercial operations in 1991.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) 
396 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
11 
a. Pendirian dan informasi umum Perseroan 
(lanjutan) 
a. Establishment and general information of the 
Company (continued) 
Sejak Januari 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
menjadi pemegang saham pengendali Perseroan. 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan anak 
perusahaan dari Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., 
dimana pemegang saham akhir adalah Temasek 
Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang 
berkedudukan di Singapura dan sepenuhnya dimiliki 
oleh Pemerintah Singapura. 
Since January 2004, PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk has been the Company’s controlling 
shareholder. PT Bank Danamon Indonesia Tbk is a 
subsidiary of Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., 
which the ultimate shareholder is Temasek Holding 
Pte. Ltd., an investment holding company based in 
Singapore and wholly owned by the Government of 
Singapore. 
b. Penawaran umum saham Perseroan b. Public offering of the Company’s shares 
Pada tanggal 23 Maret 2004, Perseroan melakukan 
Penawaran Umum Perdana atas 100.000.000 saham 
dengan nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham 
dengan harga penawaran sebesar Rp 2.325 
(nilai penuh) per saham. Seluruh saham ini telah 
tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek 
Surabaya pada tanggal 31 Maret 2004. 
Pada tanggal 30 Nopember 2007, Bursa Efek Jakarta 
dan Bursa Efek Surabaya telah bergabung menjadi 
Bursa Efek Indonesia. 
Seluruh saham yang ditawarkan melalui Penawaran 
Umum Perdana ini merupakan saham divestasi milik 
pemegang saham pendiri. Dengan demikian, 
Perseroan tidak menerima dana hasil penjualan 
saham. 
On 23 March 2004, the Company conducted an Initial 
Public Offering (IPO) of 100,000,000 shares with par 
value of Rp 100 (full amount) per share with offering 
value of Rp 2,325 (full amount) per share. These 
shares were all listed at Jakarta Stock Exchange and 
Surabaya Stock Exchange on 31 March 2004. 
On 30 November 2007, Jakarta Stock Exchange and 
Surabaya Stock Exchange have merged into 
Indonesia Stock Exchange. 
All shares offered through this IPO were divestment 
shares owned by the founder shareholders. Therefore, 
the Company did not receive any funds from sale of 
shares. 
c. Penawaran umum efek utang Perseroan c. Public offering of the Company’s debt securities 
Pada bulan Mei 2003, Perseroan menerbitkan Obligasi 
Adira Dinamika Multi Finance I Tahun 2003 (Obligasi I) 
melalui Bursa Efek Surabaya (sekarang bernama Bursa 
Efek Indonesia, lihat Catatan 1b) dengan nilai nominal 
seluruhnya sebesar Rp 500.000 dengan tingkat suku 
bunga tetap sebesar 14,125% per tahun. Obligasi I 
yang terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A sebesar 
Rp 63.000 dan Seri B sebesar Rp 437.000, telah jatuh 
tempo dan dilunasi pada tanggal 6 Mei 2008. 
In May 2003, the Company issued Adira Dinamika 
Multi Finance Bonds I Year 2003 (Bonds I) through 
the Surabaya Stock Exchange (now namely Indonesia 
Stock Exchange, see Note 1b) with a total nominal 
value of Rp 500,000, and bear fixed interest rate of 
14.125% per annum. Bonds I which consist of two 
series, i.e. Serial A amounting to Rp 63,000 and Serial 
B amounting to Rp 437,000, was matured and fully 
repaid on 6 May 2008.
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) 
c. Penawaran umum efek utang Perseroan (lanjutan) c. Public offering of the Company’s debt securities 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 397 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
12 
(continued) 
Pada bulan Juni 2006, Perseroan menerbitkan Obligasi 
Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 (Obligasi 
II) melalui Bursa Efek Surabaya (sekarang bernama 
Bursa Efek Indonesia, lihat Catatan 1b) dengan nilai 
nominal seluruhnya sebesar Rp 750.000. Obligasi II ini 
terbagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A sebesar 
Rp 570.000 yang telah jatuh tempo dan dilunasi pada 
tanggal 8 Juni 2009 dengan tingkat suku bunga tetap 
sebesar 14,40% per tahun, Seri B sebesar Rp 90.000 
yang telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 
8 Juni 2010 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 
14,50% per tahun dan Seri C sebesar Rp 90.000 yang 
telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 8 Juni 
2011 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 14,60% 
per tahun. 
In June 2006, the Company issued Adira Dinamika 
Multi Finance Bonds II Year 2006 (Bonds II) through 
the Surabaya Stock Exchange (now namely Indonesia 
Stock Exchange, see Note 1b) with a total nominal 
value of Rp 750,000. Bonds II consist of three series, 
i.e. Serial A amounting to Rp 570,000 was matured 
and fully repaid on 8 June 2009 and bear a fixed 
interest rate of 14.40% per annum, Serial B amounting 
to Rp 90,000 was matured and fully repaid on 8 June 
2010 and bear a fixed interest rate of 14.50% per 
annum and Serial C amounting to Rp 90,000 which 
was matured and fully repaid on 8 June 2011 and bear 
a fixed interest rate of 14.60% per annum. 
Pada bulan Mei 2009, Perseroan menerbitkan Obligasi 
Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 (Obligasi 
III) melalui Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal 
seluruhnya sebesar Rp 500.000. Obligasi III ini terbagi 
menjadi tiga seri, yaitu Seri A sebesar Rp 46.000 yang 
telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 18 Mei 
2010 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 12,55% 
per tahun, Seri B sebesar Rp 51.000 yang telah jatuh 
tempo dan dilunasi pada tanggal 13 Mei 2011 dengan 
tingkat suku bunga tetap sebesar 13,55% per tahun 
dan Seri C sebesar Rp 403.000 yang akan jatuh tempo 
pada tanggal 13 Mei 2012 dengan tingkat suku bunga 
tetap sebesar 14,60% per tahun. 
In May 2009, the Company issued Adira Dinamika 
Multi Finance Bonds III Year 2009 (Bonds III) through 
the Indonesia Stock Exchange with a total nominal 
value of Rp 500,000. Bonds III consist of three series, 
i.e. Serial A amounting to Rp 46,000 which was 
matured and fully repaid on 18 May 2010 and bear 
a fixed interest rate of 12.55% per annum, Serial B 
amounting to Rp 51,000 which was matured and fully 
repaid on 13 May 2011 and bear a fixed interest rate of 
13.55% per annum and Serial C amounting to 
Rp 403,000 which will mature on 13 May 2012 and 
bear a fixed interest rate of 14.60% per annum. 
Pada bulan Oktober 2010, Perseroan menerbitkan 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 
(Obligasi IV) melalui Bursa Efek Indonesia dengan nilai 
nominal seluruhnya sebesar Rp 2.000.000. Obligasi IV 
ini terbagi menjadi lima seri, yaitu Seri A sebesar 
Rp 229.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 
29 April 2012 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 
7,60% per tahun, Seri B sebesar Rp 238.000 yang 
akan jatuh tempo pada tanggal 29 Oktober 2012 
dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,25% per 
tahun, Seri C sebesar Rp 577.000 yang akan jatuh 
tempo pada tanggal 29 April 2013 dengan tingkat suku 
bunga tetap sebesar 8,70% per tahun, Seri D sebesar 
Rp 284.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 
29 Oktober 2013 dengan tingkat suku bunga tetap 
sebesar 9,00% per tahun, dan Seri E sebesar 
Rp 672.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 
29 Oktober 2014 dengan tingkat suku bunga tetap 
sebesar 9,25% per tahun. 
In October 2010, the Company issued Adira Dinamika 
Multi Finance Bonds IV Year 2010 (Bonds IV) through 
the Indonesia Stock Exchange with a total nominal 
value of Rp 2,000,000. Bonds IV consist of five series, 
i.e. Serial A amounting to Rp 229,000 which will 
mature on 29 April 2012 and bear a fixed interest rate 
of 7.60% per annum, Serial B amounting to 
Rp 238,000 which will mature on 29 October 2012 and 
bear a fixed interest rate of 8.25% per annum, Serial C 
amounting to Rp 577,000 which will mature on 29 April 
2013 and bear a fixed interest rate of 8.70% per 
annum, Serial D amounting to Rp 284,000 which will 
mature on 29 October 2013 and bear a fixed interest 
rate of 9.00% per annum, and Serial E amounting to 
Rp 672,000 which will mature on 29 October 2014 and 
bear a fixed interest rate of 9.25% per annum.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) 
c. Penawaran umum efek utang Perseroan (lanjutan) c. Public offering of the Company’s debt securities 
398 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
13 
(continued) 
Pada bulan Mei 2011, Perseroan menerbitkan Obligasi 
Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 (Obligasi 
V) melalui Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal 
seluruhnya sebesar Rp 2.500.000. Obligasi V ini terbagi 
menjadi empat seri, yaitu Seri A sebesar Rp 612.000 
yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Mei 2012 
dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,00% per 
tahun, Seri B sebesar Rp 160.000 yang akan jatuh 
tempo pada tanggal 27 Mei 2013 dengan tingkat suku 
bunga tetap sebesar 8,80% per tahun, Seri C sebesar 
Rp 567.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 
27 Mei 2014 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 
9,60% per tahun, dan Seri D sebesar Rp 1.161.000 
yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2015 
dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,00% per 
tahun. 
In May 2011, the Company issued Adira Dinamika 
Multi Finance Bonds V Year 2011 (Bonds V) through 
the Indonesia Stock Exchange with a total nominal 
value of Rp 2,500,000. Bonds V consist of four series, 
i.e. Serial A amounting to Rp 612,000 which will 
mature on 31 May 2012 and bear a fixed interest rate 
of 8.00% per annum, Serial B amounting to 
Rp 160,000 which will mature on 27 May 2013 and 
bear a fixed interest rate of 8.80% per annum, Serial C 
amounting to Rp 567,000 which will mature on 27 May 
2014 and bear a fixed interest rate of 9.60% per 
annum, and Serial D amounting to Rp 1,161,000 which 
will mature on 27 May 2015 and bear a fixed interest 
rate of 10.00% per annum. 
Pada bulan Nopember 2011, Perseroan menerbitkan 
Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance 
Tahun 2011 (MTN I) dengan nilai nominal seluruhnya 
sebesar Rp 400.000 dan menunjuk PT NISP Sekuritas 
sebagai arranger. MTN I ini terbagi menjadi dua seri, 
yaitu Seri A sebesar Rp 200.000 yang akan jatuh 
tempo pada tanggal 10 Mei 2013 dengan tingkat suku 
bunga tetap sebesar 8,40% per tahun dan Seri B 
sebesar Rp 200.000 yang akan jatuh tempo pada 
tanggal 10 Nopember 2013 dengan tingkat suku bunga 
tetap sebesar 8,65% per tahun. 
In November 2011, the Company issued Adira 
Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I Year 
2011 (MTN I) with a total nominal value of Rp 400,000 
and appointed PT NISP Sekuritas as arranger. MTN I 
consist of two series, i.e. Serial A amounting to 
Rp 200,000 which will mature on 10 May 2013 and 
bear a fixed interest rate of 8.40% per annum, Serial B 
amounting to Rp 200,000 which will mature on 
10 November 2013 and bear a fixed interest rate of 
8.65% per annum. 
Pada bulan Desember 2011, Perseroan menerbitkan 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance 
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 
(Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) melalui Bursa Efek 
Indonesia dengan nilai nominal seluruhnya sebesar 
Rp 2.523.000. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini 
terbagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A sebesar 
Rp 325.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 
16 Desember 2013 dengan tingkat suku bunga tetap 
sebesar 7,75% per tahun, Seri B sebesar Rp 665.000 
yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 
2014 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,00% 
per tahun, dan Seri C sebesar Rp 1.533.000 yang akan 
jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2016 dengan 
tingkat suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun. 
In December 2011, the Company issued Adira 
Dinamika Multi Finance Sustainable Bonds I with Fixed 
Interest Rate Phase I Year 2011 (Sustainable Bonds I 
Phase I) through the Indonesia Stock Exchange with a 
total nominal value of Rp 2,523,000. Sustainable 
Bonds I Phase I consist of three series, i.e. Serial A 
amounting to Rp 325,000 which will mature on 
16 December 2013 and bear a fixed interest rate of 
7.75% per annum, Serial B amounting to Rp 665,000 
which will mature on 16 December 2014 and bear a 
fixed interest rate of 8.00% per annum, and Serial C 
amounting to Rp 1,533,000 which will mature on 
16 December 2016 and bear a fixed interest rate of 
9.00% per annum.
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) 
d. Dewan Komisaris dan Direksi d. Boards of Commissioners and Directors 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 399 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
14 
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 
tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 
The composition of the Company’s Boards of 
Commissioners and Directors as at 31 December 2011 
was as follows: 
Komisaris Utama Ho Hon Cheong President Commissioner 
Komisaris merangkap Komisaris 
Commissioner concurrently as 
Independen Djoko Sudyatmiko 
Independent Commissioner 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen Eng Heng Nee Philip 
Commissioner concurrently as 
Independent Commissioner 
Komisaris merangkap Komisaris 
Independen Pande Radja Silalahi 
Commissioner concurrently as 
Independent Commissioner 
Komisaris Muliadi Rahardja Commissioner 
Komisaris Vera Eve Lim Commissioner 
Komisaris Rajeev Kakar Commissioner 
Direktur Utama Stanley Setia Atmadja President Director 
Direktur Pemasaran Pembiayaan 
Motorcycle Financing Marketing 
Sepeda Motor Marwoto Soebiakno 
Director 
Direktur Pemasaran Pembiayaan 
Mobil Hafid Hadeli 
Car Financing Marketing 
Director 
Direktur Manajemen Risiko Ho Lioeng Min Risk Management Director 
Direktur Keuangan dan Direktur 
Finance Director and Compliance 
Kepatuhan I Dewa Made Susila 
Director 
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 
tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: 
The composition of the Company’s Boards of 
Commissioners and Directors as at 31 December 2010 
was as follows: 
Komisaris Utama dan 
Independen Theodore Permadi Rachmat 
President and Independent 
Commissioner 
Komisaris Independen Djoko Sudyatmiko Independent Commissioner 
Komisaris Independen Eng Heng Nee Philip Independent Commissioner 
Komisaris Ho Hon Cheong Commissioner 
Komisaris Muliadi Rahardja Commissioner 
Komisaris Vera Eve Lim Commissioner 
Komisaris Rajeev Kakar Commissioner 
Direktur Utama Stanley Setia Atmadja President Director 
Direktur Operasi Erida Gunawan Operation Director 
Direktur Pemasaran Pembiayaan 
Motorcycle Financing Marketing 
Sepeda Motor Marwoto Soebiakno 
Director 
Direktur Pemasaran Pembiayaan 
Mobil Hafid Hadeli 
Car Financing Marketing 
Director 
Direktur Manajemen Risiko Ho Lioeng Min Risk Management Director 
Direktur Keuangan dan Kepatuhan I Dewa Made Susila Finance and Compliance Director
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) 
d. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) d. Boards of Commissioners and Directors (continued) 
400 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
15 
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 
tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: 
The composition of the Company’s Boards of 
Commissioners and Directors as at 31 December 2009 
was as follows: 
Komisaris Utama Theodore Permadi Rachmat President Commissioner 
Wakil Komisaris Utama Juan Eugenio Sebastian Paredes Muirragui Vice President Commissioner 
Komisaris Independen Djoko Sudyatmiko Independent Commissioner 
Komisaris Independen Marwoto Hadi Soesastro Independent Commissioner 
Komisaris Sng Eng Chua Commissioner 
Komisaris Eng Heng Nee Philip Commissioner 
Direktur Utama Stanley Setia Atmadja President Director 
Direktur Operasi dan 
Operation and 
Pembiayaan Mobil Erida Gunawan 
Car Financing Director 
Direktur Pembiayaan Sepeda Motor Marwoto Soebiakno Motorcycle Financing Director 
Direktur Keuangan dan Kepatuhan Hafid Hadeli Finance and Compliance Director 
Direktur Manajemen Risiko Ho Lioeng Min Risk Management Director 
e. Komite Audit dan Manajemen Risiko e. Audit and Risk Management Committee 
Susunan Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2011 
adalah sebagai berikut: 
The composition of the Audit Committee as at 
31 December 2011 was as follows: 
Ketua Djoko Sudyatmiko Chairman 
Anggota Eng Heng Nee Philip Member 
Anggota Pande Radja Silalahi Member 
Anggota Vera Eve Lim Member 
Anggota Rajeev Kakar Member 
Anggota Harry Kusnady Member 
Anggota Diyah Sasanti Member 
Susunan Komite Manajemen Risiko pada tanggal 
31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 
The composition of the Risk Management 
Committee as at 31 December 2011 was as follows: 
Ketua Eng Heng Nee Philip Chairman 
Anggota Djoko Sudyatmiko Member 
Anggota Pande Radja Silalahi Member 
Anggota Vera Eve Lim Member 
Anggota Rajeev Kakar Member 
Susunan Komite Audit dan Manajemen Risiko pada 
tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: 
The composition of the Audit and Risk Management 
Committee as at 31 December 2010 was as follows: 
Ketua Djoko Sudyatmiko Chairman 
Anggota Eng Heng Nee Philip Member 
Anggota Harry Kusnady Member 
Anggota Diyah Sasanti Member 
Susunan Komite Audit dan Manajemen Risiko pada 
tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: 
The composition of the Audit and Risk Management 
Committee as at 31 December 2009 was as follows: 
Ketua Marwoto Hadi Soesastro Chairman 
Anggota Djoko Sudyatmiko Member 
Anggota Sng Eng Chua Member 
Anggota Eng Heng Nee Philip Member 
Anggota Harry Kusnady Member 
Anggota Diyah Sasanti Member
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 401 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
16 
f. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
No. 030/ADMF/BOD/CS/VIII/11 tanggal 25 Agustus 
2011, Sekretaris Perusahaan pada tanggal 
31 Desember 2011 adalah I Dewa Made Susila. 
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk No. 087/ADMF/CS/VIII/09 
tanggal 24 Agustus 2009, Sekretaris Perusahaan pada 
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah Yuky 
Hondojono. 
f. Based on Directors’ Decision Letter of PT Adira 
Dinamika Multi Finance Tbk 
No. 030/ADMF/BOD/CS/VIII/11 dated 25 August 2011, 
Corporate Secretary as at 31 Desember 2011 is 
I Dewa Made Susila. Based on Directors’ Decision 
Letter of PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 
No. 087/ADMF/CS/VIII/09 dated 24 August 2009, 
Corporate Secretary as at 31 Desember 2010 and 
2009 is Yuky Hondojono. 
g. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan 
Dewan Komisaris Perseroan No. 017/ADMF/BOD/IV/11 
tanggal 29 April 2011, Kepala Unit Audit Internal 
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah 
Ingrid Sri Komala Dewi. Berdasarkan Surat Keputusan 
Bersama Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan 
No. 025/ADMF/BOD/CS/XI/09 tanggal 24 Nopember 
2009, Kepala Unit Audit Internal Perseroan pada 
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah Suang 
Siang Susanto. 
g. Based on Joint Decision Letter of the Board of 
Directors and Commissioners of the Company No. 
017/ADMF/BOD/IV/11 dated 29 April 2011, the Head 
of Internal Audit Unit as at 31 December 2011 is Ingrid 
Sri Komala Dewi. Based on Joint Decision Letter of the 
Board of Directors and Commissioners of the 
Company No. 025/ADMF/BOD/CS/XI/09 dated 
24 November 2009, the Head of Internal Audit Unit as 
at 31 December 2010 and 2009 is Suang Siang 
Susanto. 
h. Pada tanggal 31 Desember 2011 Perseroan 
mempunyai 20.138 (2010: 16.246; 2009: 11.135) 
karyawan tetap; serta 8.134 (2010: 8.146; 2009: 4.822) 
karyawan tidak tetap. 
h. As at 31 December 2011 the Company had 20,138 
(2010: 16,246; 2009: 11,135) permanent employees; 
also 8,134 (2010: 8,146; 2009: 4,822) non-permanent 
employees. 
i. Laporan keuangan Perseroan disusun oleh Direksi dan 
diotorisasi untuk terbit pada tanggal 3 Pebruari 2012. 
i. The financial statements of the Company were 
prepared by the Board of Directors and authorized 
for issue on 3 February 2012. 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES 
Kebijakan akuntansi yang signifikan, yang diterapkan 
dalam penyusunan laporan keuangan Perseroan pada 
tanggal dan untuk tahun berakhir 31 Desember 2011, 2010 
dan 2009 adalah sebagai berikut: 
The significant accounting policies, applied in the 
preparation of the Company’s financial statements as of 
and for the years ended 31 December 2011, 2010 and 
2009 were as follows: 
a. Pernyataan kepatuhan a. Statement of compliance 
Laporan keuangan untuk tahun berakhir 31 Desember 
2011, 2010 dan 2009 disusun sesuai dengan Standar 
Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterbitkan oleh 
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan 
Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian 
Laporan Keuangan” yang terdapat dalam Lampiran 
Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/PM/2000 
tanggal 13 Maret 2000 dan perubahannya, Keputusan 
Ketua Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 tanggal 
30 Desember 2010. 
The financial statements for the years ended 
31 December 2011, 2010 and 2009 are prepared in 
accordance with Indonesian Financial Accounting 
Standards as issued by the Indonesian Institute of 
Accountants and the Bapepam-LK Regulation 
No. VIII.G.7 regarding “Financial Statements 
Presentation Guidelines” as included in the Appendix 
of the Decision Decree of the Chairman of Bapepam 
No. KEP-06/PM/2000 dated 13 March 2000 and its 
amendment, the Decision Decree of the Chairman of 
Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 dated 
30 December 2010.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
402 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
17 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
b. Dasar penyusunan laporan keuangan b. Basis for preparation of the financial statements 
Laporan keuangan disusun atas dasar akrual dan 
berdasarkan konsep nilai historis, kecuali untuk 
instrumen keuangan derivatif yang diukur pada nilai 
wajar dan utang atas kewajiban imbalan pasti yang 
diakui sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti 
dikurangi dengan kerugian aktuaria yang belum diakui 
ditambah beban jasa lalu yang belum diakui. 
The financial statements were prepared on the accrual 
basis and under the historical cost concept, except for 
derivative financial instruments which are measured at 
fair value and the liability for defined benefit obligations 
which is recognized as the present value of the defined 
benefit obligations less the unrecognized actuarial 
losses, plus unrecognized past service cost. 
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan 
metode langsung dengan mengelompokkan arus kas 
ke dalam kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. 
The statements of cash flows are prepared based on 
the direct method by classifying cash flows on the 
basis of operating, investing and financing activities. 
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan 
menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang 
terdekat, kecuali dinyatakan secara khusus. 
Figures in the financial statements are rounded to and 
expressed in millions of Rupiah, unless otherwise 
stated. 
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan 
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dibutuhkan 
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang 
mempengaruhi: 
The preparation of financial statements in conformity 
with Indonesian Financial Accounting Standards 
requires the use of judgments, estimates and 
assumptions that affect: 
- penerapan kebijakan akuntansi; 
- jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan 
pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi 
pada tanggal laporan keuangan; 
- jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan 
selama periode pelaporan. 
- the application of accounting policies; 
- the reported amounts of assets and liabilities and 
disclosure of contingent assets and liabilities at 
the date of the financial statements; 
- the reported amounts of income and 
expenses during the reporting period. 
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan 
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan 
tindakan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan 
jumlah yang diestimasi semula. 
Although these estimates are based on management’s 
best knowledge of current events and activities, actual 
results may differ from those estimates. 
Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara 
berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi 
diakui pada periode dimana estimasi tersebut direvisi 
dan periode-periode yang akan datang yang 
dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut. 
Estimates and underlying assumptions are reviewed 
on an ongoing basis. Revisions to accounting 
estimates are recognized in the period in which the 
estimate is revised and in any future periods affected. 
Secara khusus, informasi mengenai hal-hal penting 
yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan 
pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan 
akuntansi yang memiliki dampak yang signifikan 
terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan 
dijelaskan dalam Catatan 3. 
In particular, information about significant areas of 
estimation uncertainty and critical judgments in 
applying accounting policies that have significant effect 
on the amount recognized in the financial statements 
are described in Note 3.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 403 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
18 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
c. Perubahan kebijakan akuntansi c. Changes in accounting policies 
Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku 
efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 
Standards, amendments and interpretations which 
became effective starting 1 January 2011 
Berikut ini adalah standar, perubahan dan interpretasi 
yang berlaku efektif sejak tanggal 
1 Januari 2011 dan relevan bagi Perseroan: 
The following standards, amendments and 
interpretations, which became effective starting 
1 January 2011, are relevant to the Company: 
- PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan 
Keuangan”. 
- SFAS No. 1 (2009 Revision), “Presentation of 
Financial Statements”. 
- PSAK No. 2 (Revisi 2009), “Laporan Arus Kas”. - SFAS No. 2 (2009 Revision), “Statement of Cash 
Flows”. 
- PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. - SFAS No. 5 (2009 Revision), “Operating 
Segments”. 
- PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak 
Berelasi”. 
- SFAS No. 7 (2010 Revision), “Related Parties 
Disclosures”. 
- PSAK No. 8 (Revisi 2010), “Peristiwa Setelah 
Periode Pelaporan”. 
- SFAS No. 8 (2010 Revision), “Events After the 
Reporting Period”. 
- PSAK No. 19 (Revisi 2010), “Aset Takberwujud”. - SFAS No. 19 (2010 Revision), “Intangible Assets”. 
- PSAK No. 23 (Revisi 2010), “Pendapatan”. - SFAS No. 23 (2010 Revision), “Revenue”. 
- PSAK No. 25 (Revisi 2009), “Kebijakan Akuntansi, 
Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”. 
- SFAS No. 25 (2009 Revision), “Accounting 
Policies, Changes in Accounting Estimates, and 
Errors”. 
- PSAK No. 48 (Revisi 2009), “Penurunan Nilai Aset”. - SFAS No. 48 (2009 Revision), “Impairment of 
Assets”. 
- PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas 
Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”. 
- SFAS No. 57 (2009 Revision), “Provisions, 
Contingent Liabilities and Contingent Assets”. 
- ISAK No. 9, “Perubahan atas Liabilitas Aktivitas 
Purnaoperasi, Restorasi dan Liabilitas Serupa”. 
- IFAS No. 9, “Changes in Existing 
Decommissioning, Restoration and Similar 
Liabilities.” 
Dampak dari perubahan kebijakan akuntansi Perseroan 
sehubungan dengan implementasi dari standar 
akuntansi baru di atas tidak signifikan kecuali untuk hal-hal 
berikut ini: 
The impacts from the changes in the Company’s 
accounting policies in response to the above new 
accounting standards implementation are not 
significant except for the following areas: 
i. Penyajian laporan keuangan i. Presentation of financial statements 
Perseroan menerapkan PSAK No. 1 (Revisi 2009), 
“Penyajian Laporan Keuangan”, yang berlaku efektif 
sejak tanggal 1 Januari 2011. Perubahan signifikan 
dari standar akuntansi tersebut terhadap Perseroan 
adalah sebagai berikut: 
The Company applies SFAS No. 1 (2009 Revision), 
“Presentation of Financial Statements”, which 
became effective as of 
1 January 2011. The significant changes of this 
accounting standard to the Company are as 
follows:
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
404 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
19 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
c. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) c. Changes in accounting policies (continued) 
Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku 
efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan) 
Standards, amendments and interpretations which 
became effective starting 1 January 2011 
(continued) 
i. Penyajian laporan keuangan (lanjutan) i. Presentation of financial statements (continued) 
• Laporan keuangan Perseroan terdiri dari laporan 
posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, 
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, 
catatan atas laporan keuangan dan penambahan 
laporan posisi keuangan yang menunjukkan 
saldo awal (dalam hal dimana terjadi reklasifikasi 
atau penyajian kembali). Sedangkan 
sebelumnya, laporan keuangan terdiri dari 
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan 
ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas 
laporan keuangan. 
• The Company’s financial statements comprise of 
statement of financial position, statement of 
comprehensive income, statement of changes in 
equity, statement of cash flows, notes to the 
financial statements and additional statement of 
financial position showing beginning balance (in 
case of reclassification or restatement). While 
previously, the financial statements comprise of 
balance sheet, statement of income, statement of 
changes in equity, statement of cash flows and 
notes to the financial statements. 
• Penambahan pengungkapan diperlukan seperti 
pertimbangan untuk menerapkan kebijakan 
akuntansi dan manajemen modal. 
• Additional disclosures required, among others, 
consideration in determination of applying 
accounting policy and capital management. 
Informasi komparatif telah disajikan kembali agar 
sesuai dengan standar tersebut. Karena perubahan 
pada kebijakan akuntansi hanya mempengaruhi 
aspek pengungkapan, maka tidak ada dampak 
terhadap laba per saham. 
Comparative information has been re-presented so 
that it also in conformity with the revised standard. 
Since the change in accounting policy only impacts 
presentation aspects, there is no impact on 
earnings per share. 
ii. Penyajian segmen operasi ii. Presentation of operating segments 
Sejak tanggal 1 Januari 2011, Perseroan 
menentukan dan menyajikan segmen operasi 
berdasarkan informasi yang secara internal 
diberikan kepada pengambil keputusan operasional. 
Perubahan kebijakan akuntansi disebabkan karena 
implementasi PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen 
Operasi”. Sebelumnya, segmen operasi ditentukan 
dan disajikan sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 
2000), “Pelaporan Segmen”. Kebijakan akuntansi 
baru sehubungan dengan pengungkapan atas 
segmen operasi disajikan dibawah ini. 
Starting 1 January 2011, the Company determines 
and presents operating segments based on the 
information that internally is provided to the chief 
operating decision maker. This change in 
accounting policy is due to the adoption of SFAS 
No. 5 (2009 Revision), “Operating Segments”. 
Previously operating segments were determined 
and presented in accordance with SFAS No. 5 
(2000 Revision), “Segment Reporting”. The new 
accounting policy in respect of operating segment 
disclosures is presented below.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 405 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
20 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
c. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) c. Changes in accounting policies (continued) 
Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku 
efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan) 
Standards, amendments and interpretations which 
became effective starting 1 January 2011 
(continued) 
ii. Penyajian segmen operasi (lanjutan) ii. Presentation of operating segments (continued) 
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas 
yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana 
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, 
termasuk pendapatan dan beban terkait dengan 
transaksi dengan komponen lain dari entitas yang 
sama, yang hasil operasinya dikaji ulang secara 
reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk 
membuat keputusan tentang sumber daya yang 
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai 
kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang 
dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan 
kepada pengambil keputusan operasional termasuk 
item yang dapat diatribusikan secara langsung 
kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan 
dengan basis yang wajar. 
An operating segment is a component of the entity that 
engages in business activities from which it may earn 
revenues and incur expenses, including revenues and 
expenses that relate to transactions with any of the 
entity’s components, whose operating results are 
reviewed regularly by the chief operating decision 
maker to make decisions about resources allocated to 
the segment and assess its performance, and for which 
discrete financial information is available. Segment 
results that are reported to the chief operating decision 
maker include items directly attributable to a segment 
as well as those that can be allocated on a reasonable 
basis. 
Informasi segmen komparatif telah disajikan kembali 
agar sesuai dengan ketentuan transisi dari standar 
tersebut. Karena perubahan kebijakan akuntansi 
hanya berdampak terhadap aspek penyajian dan 
pengungkapan, maka tidak ada dampak terhadap 
laba per saham. 
Comparative segment information has been re-presented 
in conformity with the transitional 
requirements of this standard. Since the change in 
accounting policy only impacts presentation and 
disclosure aspects, there is no impact on earnings per 
share. 
iii. Pengungkapan transaksi dengan pihak berelasi iii.Related parties disclosures 
Perseroan melakukan transaksi dengan pihak 
berelasi. Dalam laporan keuangan ini, istilah pihak 
berelasi sesuai dengan ketentuan Pernyataan 
Standar Akuntansi Keuangan No. 7 (Revisi 2010), 
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. 
The Company entered into transactions with related 
parties. In these financial statements, the term 
related parties is used as defined in the Statement 
of Financial Accounting Standards No. 7 (2010 
Revision), “Related Party Disclosures”. 
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak 
berelasi, baik yang dilaksanakan dengan ataupun 
tidak dilaksanakan dengan syarat serta kondisi 
normal yang sama untuk pihak yang bukan berelasi, 
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 
The nature of transactions and balances of accounts 
with related parties, whether or not transacted at 
normal terms and conditions similar to those with 
non-related parties, are disclosed in the notes to the 
financial statements. 
Sejak tanggal 1 Januari 2011, Perseroan 
mengungkapkan jumlah kompensasi yang 
dibayarkan oleh Perseroan kepada karyawan kunci 
sebagaimana yang disyaratkan dalam PSAK No. 7 
(Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak 
Berelasi”. Kompensasi yang diungkapkan dalam 
laporan keuangan Perseroan mencakup imbalan 
kerja jangka pendek, imbalan pasca kerja, imbalan 
kerja jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan 
kontrak kerja dan pembayaran berbasis saham. 
Since 1 January 2011, the Company disclosed the 
amount of compensation paid by the Company to 
key personnels as required in SFAS No. 7 (2010 
Revision), “Related Parties Disclosures”. The 
compensation disclosed in the Company's financial 
statements include the short-term employee 
benefits, post-employment benefits, other long-term 
employee benefits, termination benefits and share-based 
payments. 
Karena perubahan pada kebijakan akuntansi hanya 
mempengaruhi aspek pengungkapan, maka tidak 
ada dampak terhadap laba per saham. 
Since the change in accounting policy only impacts 
presentation aspects, there is no impact on earnings 
per share.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
406 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
21 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
d. Aset dan liabilitas keuangan d. Financial assets and liabilities 
Aset keuangan Perseroan terdiri dari kas dan setara 
kas, piutang pembiayaan konsumen, aset lain-lain 
(investasi sewa pembiayaan), piutang lain-lain (piutang 
karyawan, piutang klaim asuransi, piutang bunga 
deposito), derivatif untuk tujuan manajemen risiko dan 
investasi dalam saham. Liabilitas keuangan Perseroan 
terdiri dari pinjaman yang diterima, bunga yang masih 
harus dibayar, efek utang yang diterbitkan (medium 
term notes dan utang obligasi) dan utang lain-lain 
(utang kepada dealer dan utang premi asuransi). 
The Company’s financial assets consist of cash and 
cash equivalents, consumer financing receivables, 
other assets (investment in financing leases), other 
receivables (employee receivables, insurance claims 
receivable, interest receivables from time deposits), 
derivative held for risk management and investment in 
shares. The Company’s financial liabilities consist of 
borrowings, accrued interest, debt securities issued 
(medium term notes and bonds payable) and other 
payables (payable to dealers and insurance premiums 
payable). 
Perseroan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006) 
“Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” 
dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: 
Pengakuan dan Pengukuran” efektif sejak tanggal 
1 Januari 2010. 
The Company adopted SFAS No. 50 (2006 Revision) 
“Financial Instruments: Presentation and Disclosures” 
and SFAS No. 55 (2006 Revision) “Financial 
Instruments: Recognition and Measurement” with 
effect from 1 January 2010. 
Dampak penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) 
dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dijelaskan pada 
Catatan 37. 
The effect of first adoption of SFAS No. 50 (2006 
Revision) and SFAS No. 55 (2006 Revision) is 
discussed in Note 37. 
d.1. Klasifikasi d.1. Classification 
Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada saat 
pengakuan awal, Perseroan mengelompokkan 
seluruh aset keuangannya (kecuali derivatif untuk 
tujuan manajemen risiko dan investasi dalam 
saham) sebagai pinjaman yang diberikan dan 
piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang 
adalah aset keuangan non-derivatif dengan 
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak 
mempunyai kuotasi di pasar aktif. 
Starting 1 January 2010, at initial recognition, the 
Company classifies all of its financial assets 
(except derivative held for risk management and 
investment in shares) as loans and receivables. 
Loans and receivables are non-derivative 
financial assets with fixed or determinable 
payments that are not quoted in an active market. 
Aset keuangan Perseroan berupa investasi dalam 
saham dikelompokkan sebagai aset keuangan 
tersedia untuk dijual. Aset keuangan tersedia 
untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif 
yang ditetapkan sebagai kelompok tersedia untuk 
dijual atau tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman 
yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki 
hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang 
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. 
The Company’s financial asset in the form of 
investment in shares is classified as available-for-sale 
financial asset. Available-for-sale financial 
assets are non-derivative financial assets that are 
designated as available-for-sale or are not 
classified as loans and receivables, held-to-maturity 
investments or financial assets at fair 
value through profit or loss. 
Pada saat pengakuan awal, seluruh liabilitas 
keuangan Perseroan dikelompokkan sebagai 
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya 
perolehan diamortisasi. 
At initial recognition, all of the Company’s 
financial liabilities are classified as financial 
liabilities measured at amortized cost. 
d.2. Pengakuan d.2. Recognition 
Perseroan pada awalnya mengakui aset 
keuangan dan liabilitas keuangan pada tanggal 
perolehan. 
The Company initially recognizes financial assets 
and financial liabilities on the date of origination.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 407 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
22 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) 
d.2. Pengakuan (lanjutan) d.2. Recognition (continued) 
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau 
liabilitas keuangan Perseroan diukur pada nilai 
wajar ditambah biaya transaksi yang dapat 
diatribusikan secara langsung atas perolehan 
aset keuangan atau penerbitan liabilitas 
keuangan. Pengukuran aset keuangan dan 
liabilitas keuangan setelah pengakuan awal 
tergantung pada klasifikasi aset keuangan dan 
liabilitas keuangan tersebut. 
At initial recognition, the Company’s financial 
assets or financial liabilities are measured at fair 
values plus transaction costs that are directly 
attributable to the acquisition of financial assets or 
issuance of financial liabilities. The subsequent 
measurement of financial assets and financial 
liabilities depends on their classification. 
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang 
dapat diatribusikan secara langsung untuk 
perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan 
suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya 
tambahan yang tidak akan terjadi apabila 
instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau 
diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi 
ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal 
pengakuan aset, sedangkan untuk liabilitas 
keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari 
jumlah utang yang diakui pada awal pengakuan 
kewajiban (sebelum tanggal 1 Januari 2010, 
biaya transaksi dicatat pada akun beban 
tangguhan dan bukan merupakan bagian dari 
piutang pembiayaan konsumen). Biaya transaksi 
tersebut diamortisasi selama umur instrumen 
berdasarkan metode suku bunga efektif dan 
dicatat sebagai bagian dari pendapatan 
pembiayaan konsumen untuk biaya transaksi 
sehubungan dengan aset keuangan dan sebagai 
bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi 
sehubungan dengan liabilitas keuangan (sebelum 
tanggal 1 Januari 2010, amortisasi biaya 
transaksi dicatat sebagai bagian dari beban 
perolehan pembiayaan konsumen atau sebagai 
pengurang dari pendapatan pembiayaan 
konsumen, tergantung skema biaya transaksi). 
Transaction costs include only those costs that 
are directly attributable to the acquisition of a 
financial asset or issuance of a financial liability 
and they are incremental costs that would not 
have been incurred if the instrument had not been 
acquired or issued. In the case of financial 
assets, transaction costs are added to the 
amount recognized initially, while for financial 
liabilities, transaction costs are deducted from the 
amount of debt recognized initially (prior to 
1 January 2010, such transaction costs were 
recorded in deferred charges account and were 
not included as part of consumer financing 
receivables). Such transaction costs are 
amortized over the terms of the instruments 
based on the effective interest method and are 
recorded as part of consumer financing income 
for transaction costs related to financial assets 
and as part of interest expenses for transaction 
costs related to financial liabilities (prior to 
1 January 2010, the amortization of such costs 
were recorded as part of acquisition cost of 
consumer financing or as a reduction to 
consumer financing income, depending on the 
scheme). 
Setelah pengakuan awal, pinjaman yang 
diberikan dan piutang dicatat pada biaya 
perolehan diamortisasi (lihat Catatan 2d.5) 
dengan menggunakan metode suku bunga 
efektif, sedangkan aset keuangan tersedia untuk 
dijual yang tidak memiliki harga kuotasi dicatat 
pada biaya perolehan. 
Subsequent to initial recognition, loans and 
receivables are measured at amortized cost (see 
Note 2d.5) using the effective interest method, 
and available-for-sale of unquoted financial 
assets are measured at cost. 
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan 
dicatat pada biaya perolehan diamortisasi (lihat 
Catatan 2d.5) dengan menggunakan metode 
suku bunga efektif. 
Subsequent to initial recognition, financial 
liabilities are measured at amortized cost (see 
Note 2d.5) using the effective interest method.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
408 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
23 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) 
d.3. Penghentian pengakuan d.3. Derecognition 
Perseroan menghentikan pengakuan aset 
keuangan pada saat hak kontraktual atas arus 
kas yang berasal dari aset keuangan tersebut 
kadaluwarsa, atau pada saat Perseroan 
mentransfer seluruh hak untuk menerima arus 
kas kontraktual dari aset keuangan dalam 
transaksi dimana Perseroan secara substansial 
telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas 
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. 
Setiap hak atau kewajiban atas aset keuangan 
yang ditransfer yang timbul atau yang masih 
dimiliki oleh Perseroan diakui sebagai aset atau 
liabilitas secara terpisah. 
The Company derecognizes a financial asset 
when the contractual rights to the cash flows from 
the asset expire, or when the Company transfers 
the rights to receive the contractual cash flows on 
the financial asset in a transaction in which 
substantially all the risks and rewards of 
ownership of the financial asset are transferred. 
Any interest in transferred financial assets that is 
created or retained by the Company is recognized 
as a separate asset or liability. 
Perseroan menghentikan pengakuan liabilitas 
keuangan pada saat kewajiban yang ditetapkan 
dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau 
kadaluwarsa. 
The Company derecognizes a financial liability 
when its contractual obligations are discharged or 
cancelled or expired. 
Dalam transaksi dimana Perseroan secara 
substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer 
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset 
keuangan, Perseroan menghentikan pengakuan 
aset tersebut jika Perseroan tidak lagi memiliki 
pengendalian atas aset tersebut. Hak dan 
kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki 
dalam transfer tersebut diakui secara terpisah 
sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer 
dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, 
Perseroan tetap mengakui aset yang ditransfer 
tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan, yang 
ditentukan oleh besarnya perubahan nilai aset 
yang ditransfer. 
In transactions where the Company neither 
retains nor transfers substantially all the risks and 
rewards of ownership of a financial asset, the 
Company derecognizes the asset if it does not 
retain control over the asset. The rights and 
obligations retained in the transfer are recognized 
separately as assets and liabilities as appropriate. 
In transfers where control over the asset is 
retained, the Company continues to recognize the 
asset to the extent of its continuing involvement, 
determined by the extent to which it is exposed to 
changes in the value of the transferred asset. 
Perseroan menghapusbukukan saldo piutang 
pembiayaan konsumen pada saat Perseroan 
menentukan bahwa aset tersebut tidak dapat 
ditagih lagi. Penerimaan atau pemulihan kembali 
atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan 
diakui sebagai pendapatan lain-lain. 
The Company writes off a consumer financing 
receivable when the Company determines that 
the asset is uncollectible. Collection or recovery of 
financial assets which had been written-off is 
recorded as other income. 
d.4. Saling hapus d.4. Offsetting 
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling 
hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan 
posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perseroan 
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk 
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah 
diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan 
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan 
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. 
Financial assets and financial liabilities shall be 
offset and the net amount is presented in the 
statement of financial position when and only 
when, the Company has a legal enforceable right 
to set off the amounts and intends either to settle 
on a net basis or to realize the asset and settle 
the liability simultaneously.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 409 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
24 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) 
d.4. Saling hapus (lanjutan) d.4. Offsetting (continued) 
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah 
bersih hanya jika diperkenankan oleh standar 
akuntansi. 
Income and expense are presented on a net 
basis only when permitted by accounting 
standards. 
d.5. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi d.5. Amortized cost measurement 
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan 
atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau 
liabilitas keuangan yang diukur pada saat 
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, 
ditambah atau dikurangi dengan amortisasi 
kumulatif dengan menggunakan metode suku 
bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai 
awal dan nilai jatuh temponya, dikurangi 
penyisihan kerugian penurunan nilai. 
The amortized cost of a financial asset or financial 
liability is the amount at which the financial asset 
or liability is measured at initial recognition, minus 
principal repayments, plus or minus the 
cumulative amortization using the effective 
interest method of any difference between the 
initial amount recognized and the maturity 
amount, minus any reduction for impairment. 
d.6. Pengukuran nilai wajar d.6. Fair value measurement 
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat 
dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan 
antara pihak yang memahami dan berkeinginan 
untuk melakukan transaksi wajar (arm's length 
transaction) pada tanggal pengukuran. 
Fair value is the amount for which an asset could 
be exchanged, or a liability settled, between 
knowledgeable, willing parties in an arm's length 
transaction on the measurement date. 
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar 
instrumen keuangan dengan menggunakan harga 
kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut. 
Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi 
sewaktu-waktu dan secara berkala tersedia dan 
mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan 
rutin dalam suatu transaksi yang wajar. 
When available, the Company measures the fair 
value of an instrument using quoted prices in an 
active market for that instrument. A market is 
regarded as active if quoted prices are readily and 
regularly available and represent actual and 
regularly occurring market transactions on an 
arm's length basis.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
410 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
25 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) 
d.6. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) d.6. Fair value measurement (continued) 
Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak 
aktif, Perseroan menentukan nilai wajar dengan 
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian 
mencakup penggunaan transaksi pasar terkini 
yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak 
yang memahami, berkeinginan, dan jika tersedia, 
referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain 
yang secara substansial sama, penggunaan 
analisa arus kas yang didiskonto dan 
penggunaan model penetapan harga opsi (option 
pricing model). Teknik penilaian yang dipilih 
memaksimalkan penggunaan input pasar, dan 
meminimalkan penggunaan taksiran yang bersifat 
spesifik dari Perseroan, memasukkan semua 
faktor yang akan dipertimbangkan oleh para 
pelaku pasar dalam menetapkan suatu harga dan 
konsisten dengan metodologi ekonomi yang 
diterima dalam penetapan harga instrumen 
keuangan. Input yang digunakan dalam teknik 
penilaian secara memadai mencerminkan 
ekspektasi pasar dan ukuran atas faktor risiko 
dan pengembalian (risk-return) yang melekat 
pada instrumen keuangan. Perseroan 
mengkalibrasi teknik penilaian dan menguji 
validitasnya dengan menggunakan harga-harga 
dari transaksi pasar terkini yang dapat 
diobservasi untuk instrumen yang sama atau atas 
dasar data pasar lainnya yang tersedia yang 
dapat diobservasi. 
If a market for a financial instrument is not active, 
the Company establishes fair value using 
a valuation technique. Valuation techniques 
include using recent arm's length transactions 
between knowledgeable and willing parties, and if 
available, reference to the current fair value of 
other instruments that are substantially the same, 
discounted cash flows analysis and option pricing 
models. The chosen valuation technique makes 
maximum use of market inputs, relies as little as 
possible on estimates specific to the Company, 
incorporates all factors that market participants 
would consider in setting a price, and is 
consistent with accepted economic 
methodologies for pricing financial instruments. 
Inputs to valuation techniques reasonably 
represent market expectations and measures of 
the risk-return factors inherent in the financial 
instrument. The Company calibrates valuation 
techniques and tests them for validity using prices 
from observable current market transactions in 
the same instrument or based on other available 
observable market data. 
Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan 
pada saat pengakuan awal adalah harga 
transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang 
diberikan atau diterima, kecuali jika nilai wajar 
dari instrumen keuangan tersebut ditentukan 
dengan perbandingan dengan transaksi pasar 
terkini yang dapat diobservasi dari suatu 
instrumen yang sama (yaitu tanpa modifikasi atau 
pengemasan ulang), atau berdasarkan suatu 
teknik penilaian yang variabelnya hanya 
menggunakan data dari pasar yang dapat 
diobservasi. Jika harga transaksi memberikan 
bukti terbaik atas nilai wajar pada saat 
pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada 
awalnya diukur pada harga transaksi dan selisih 
antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya 
diperoleh dari model penilaian diakui dalam 
laporan laba rugi komprehensif setelah 
pengakuan awal tergantung pada masing-masing 
fakta dan keadaaan dari transaksi tersebut 
namun tidak lebih lambat dari saat penilaian 
tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar 
yang dapat diobservasi atau saat transaksi 
ditutup. 
The best evidence of the fair value of a financial 
instrument at initial recognition is the transaction 
price, i.e, the fair value of the consideration given 
or received, unless the fair value of that 
instrument is evidenced by comparison with the 
other observable current market transactions in 
the same instrument (i.e., without modification or 
repackaging), or based on a valuation technique 
whose variables include only data from 
observable markets. When transaction price 
provides the best evindence of fair value at initial 
recognition, the financial instrument is initially 
measured at the transaction price and any 
difference between this price and the value 
initially obtained from a valuation model is 
subsequently recognized in the statement of 
comprehensive income depending on the 
individual facts and circumstances of the 
transaction but not later than when the valuation 
is supported wholly by observable market data or 
the transaction is closed out.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 411 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
26 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) 
d.6. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) d.6. Fair value measurement (continued) 
Nilai wajar mencerminkan risiko kredit atas 
instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian 
yang dilakukan untuk memasukkan risiko kredit 
Perseroan dan pihak lawan, mana yang lebih 
sesuai. Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari 
model penilaian akan disesuaikan untuk 
mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, seperti 
risiko likuiditas atau ketidakpastian model 
penilaian, sepanjang Perseroan yakin bahwa 
keterlibatan suatu pasar pihak ketiga akan 
mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam 
penetapan harga suatu transaksi. 
Fair values reflect the credit risk of the financial 
instruments and include adjustments to take 
account of the credit risk of the Company and 
counterparty where appropriate. Fair value 
estimates obtained from models are adjusted for 
any other factors, such as liquidity risk or model 
uncertainties, to the extent that the Company 
believes a third-party market participation would 
take them into account in pricing a transaction. 
e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents 
Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan 
deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 
3 bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, 
sepanjang deposito berjangka tersebut tidak digunakan 
sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima, serta 
tidak dibatasi penggunaannya. 
Cash and cash equivalents consist of cash on hand, 
cash in banks and time deposits with a maturity period 
of 3 months or less since the date of placement, as 
long as these time deposits are not pledged as 
collaterals for borrowings nor restricted. 
f. Akuntansi pembiayaan konsumen dan sewa f. Accounting for consumer financing and leases 
f.1. Akuntansi pembiayaan konsumen f.1. Accounting for consumer financing 
Sebelum tanggal 1 Januari 2010, piutang 
pembiayaan konsumen merupakan jumlah 
piutang setelah dikurangi dengan bagian 
pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan 
konsumen yang belum diakui dan penyisihan 
kerugian penurunan nilai. 
Prior to 1 January 2010, consumer financing 
receivables are stated at net of joint financing, 
unearned consumer financing income and 
allowance for impairment losses. 
Sejak tanggal 1 Januari 2010, piutang 
pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai 
pinjaman yang diberikan dan piutang, dan setelah 
pengakuan awal, dicatat pada biaya perolehan 
diamortisasi dengan menggunakan metode suku 
bunga efektif (lihat Catatan 2d.5). 
Starting 1 January 2010, consumer financing 
receivables are classified as loans and 
receivables, and subsequent to initial recognition, 
are carried at amortized cost using the effective 
interest method (see Note 2d.5). 
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum 
diakui merupakan selisih antara jumlah 
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan 
diterima dari konsumen dan jumlah pokok 
pembiayaan, yang diakui sebagai pendapatan 
selama jangka waktu kontrak berdasarkan tingkat 
suku bunga efektif dari piutang pembiayaan 
konsumen. 
Unearned consumer financing income represents 
the difference between total installments to be 
received from the consumer and the principal 
amount financed, which is recognized as income 
over the term of the contract based on effective 
interest rate of the related consumer financing 
receivable.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
412 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
27 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
f. Akuntansi pembiayaan konsumen dan sewa 
(lanjutan) 
f. Accounting for consumer financing and leases 
(continued) 
f.1. Akuntansi pembiayaan konsumen (lanjutan) f.1. Accounting for consumer financing 
(continued) 
Piutang pembiayaan konsumen yang pembayaran 
angsurannya menunggak lebih dari 90 hari 
diklasifikasikan sebagai piutang bermasalah dan 
pendapatan pembiayaan konsumen diakui pada 
saat pendapatan tersebut diterima (cash basis). 
Bila terjadi wanprestasi, piutang pembiayaan 
konsumen dapat diselesaikan dengan menjual 
kendaraan yang dibiayai oleh Perseroan, seperti 
yang dijelaskan pada Catatan 2l. 
Consumer financing receivables which 
installments are overdue for more than 90 days 
are classified as non-performing receivables and 
the related consumer financing income is 
recognized only when it is actually collected (cash 
basis). In the events of default, consumer 
financing receivables could be settled by selling 
their motor vehicle that financed by the Company, 
as stated in Note 2l. 
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan 
konsumen berakhir diperlakukan sebagai 
pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan 
keuntungan yang timbul diakui dalam laporan laba 
rugi komprehensif tahun berjalan. 
Early termination of a contract is treated as 
a cancellation of an existing contract and the 
resulting gain is recognized in the current year 
statement of comprehensive income. 
Piutang pembiayaan konsumen akan 
dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 
210 hari. Penerimaan dari piutang yang telah 
dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain 
pada saat diterima. 
Consumer financing receivables will be written-off 
when they are overdue for more than 210 days. 
Recoveries from written-off receivables are 
recognized as other income upon receipt. 
f.2. Akuntansi sewa f.2. Accounting for leases 
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa 
pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan 
secara substansial seluruh risiko dan manfaat 
yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa 
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa 
tidak mengalihkan secara substansial seluruh 
risiko dan manfaat yang terkait dengan 
kepemilikan aset. 
Leases are classified as finance leases if the 
leases transfer substantially all the risks and 
rewards incindetal to ownership of the leased 
assets. Leases are classified as operating leases 
if the leases do not transfer substantially all the 
risks and rewards incindetal to ownership of the 
leased assets. 
Perseroan mengakui aset berupa piutang sewa 
pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar 
jumlah yang sama dengan investasi sewa bersih. 
Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai 
pembayaran pokok dan penghasilan sewa 
pembiayaan. Pengakuan penghasilan sewa 
pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang 
mencerminkan suatu tingkat pengembalian 
periodik yang konstan atas investasi bersih 
Perseroan sebagai lessor dalam sewa 
pembiayaan. 
The Company recognized assets held under a 
financing lease in its statement of financial 
position and present them as a receivable at an 
amount equal to the net investment in the lease. 
Lease payment receivable is treated as 
repayment of principal and financing lease 
income. The recognition of financing lease 
income is based on a pattern reflecting a constant 
periodic rate of return on the Company’s net 
investment in the financing lease.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 413 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
28 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
g. Pembiayaan bersama g. Joint financing 
Dalam pembiayaan bersama antara Perseroan dan 
penyedia fasilitas pembiayaan bersama, Perseroan 
berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi 
kepada konsumen dibandingkan tingkat bunga yang 
ditetapkan dalam perjanjian pembiayaan bersama 
dengan penyedia fasilitas pembiayaan bersama. 
In joint financing arrangements between the Company 
and the joint financing facility provider, the Company 
has the right to set higher interest rates to the 
consumers than the interest rates stated in the joint 
financing agreement with the joint financing facility 
provider. 
Seluruh kontrak pembiayaan bersama yang dilakukan 
oleh Perseroan merupakan pembiayaan bersama 
tanpa tanggung renteng (without recourse) dimana 
hanya porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai 
Perseroan yang dicatat sebagai piutang pembiayaan 
konsumen di laporan posisi keuangan (pendekatan 
neto). Pendapatan pembiayaan konsumen disajikan di 
laporan laba rugi komprehensif setelah dikurangi 
dengan bagian yang merupakan hak pihak-pihak lain 
yang berpartisipasi pada transaksi pembiayaan 
bersama tersebut. 
All joint financing contracts entered by the Company 
are joint financing without recourse in which only the 
Company’s financing portion of the total installments 
are recorded as consumer financing receivables in the 
statement of financial position (net approach). 
Consumer financing income is presented in the 
statement of comprehensive income after deducting 
the portions belong to other parties participated to 
these joint financing transactions. 
h. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset 
keuangan 
h. Allowance for impairment losses of financial asset 
Sebelum tanggal 1 Januari 2010, Perseroan 
menetapkan penyisihan kerugian penurunan nilai 
piutang pembiayaan konsumen berdasarkan 
penelaahan secara keseluruhan terhadap keadaan 
akun piutang pada akhir tahun, dengan 
mempertimbangkan umur piutang pembiayaan 
konsumen. Berkaitan dengan implementasi 
manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang 
melakukan pengendalian terhadap anak perusahaan 
(peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tanggal 
30 Januari 2006), Perseroan juga menghitung jumlah 
penyisihan kerugian penurunan nilai atas portofolio 
piutang pembiayaan konsumen berdasarkan peraturan 
Bank Indonesia tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank 
Umum untuk tujuan kepatuhan induk perusahaannya 
(PT Bank Danamon Indonesia Tbk) terhadap peraturan 
Bank Indonesia tersebut di atas. 
Prior to 1 January 2010, the Company provides an 
allowance for impairment losses of consumer financing 
receivables based on an overall review of receivables 
at the end of the year, with consideration of the aging 
of consumer financing receivables. In connection with 
the implementation of consolidated risk management 
for banks which exercised control over subsidiaries 
(Bank Indonesia regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 30 
January 2006), the Company also calculated the 
amounts of allowance for impairment losses on its 
consumer financing receivables portfolio in 
accordance with Bank Indonesia regulation concerning 
Assets Quality Rating for Commercial Banks for the 
purpose of its parent company (PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk) complying with the above Bank 
Indonesia regulation. 
Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada setiap tanggal 
pelaporan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat 
bukti obyektif telah terjadinya penurunan nilai atas aset 
keuangan Perseroan. Aset keuangan mengalami 
penurunan nilai jika bukti obyektif menunjukkan bahwa 
peristiwa yang merugikan telah terjadi setelah 
pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut 
berdampak pada arus kas masa datang atas aset 
keuangan yang dapat diestimasi secara handal. 
Starting 1 January 2010, at each reporting date, the 
Company assesses whether there is objective 
evidence that the Company's financial assets are 
impaired. Financial assets are impaired when objective 
evidence demonstrates that a loss event has occurred 
after the initial recognition of the financial assets, and 
that loss event has an impact on the future cash flows 
on the financial assets that can be estimated reliably.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
414 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
29 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
h. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset 
keuangan (lanjutan) 
h. Allowance for impairment losses of financial asset 
(continued) 
Bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami 
penurunan nilai meliputi wanprestasi atau tunggakan 
pembayaran oleh debitur, restrukturisasi piutang oleh 
Perseroan dengan persyaratan yang tidak mungkin 
diberikan jika debitur tidak mengalami kesulitan 
keuangan, indikasi bahwa debitur akan dinyatakan 
pailit, atau data yang dapat diobservasi lainnya yang 
terkait dengan kelompok aset keuangan seperti 
memburuknya status pembayaran debitur dalam 
kelompok tersebut, atau kondisi ekonomi yang 
berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam 
kelompok tersebut. 
Objective evidence that financial assets are impaired 
can include default or delinquency by a borrower, 
restructuring of a loan or advance by the Company on 
terms that the Company would not otherwise consider, 
indications that a borrower will enter into bankruptcy, or 
other observable data relating to a group of assets such 
as adverse changes in the payment status of borrowers 
in the group, or economic conditions that correlate with 
defaults in the group. 
Perseroan menentukan bukti penurunan nilai atas 
piutang pembiayaan konsumennya secara kolektif 
karena manajemen yakin bahwa piutang pembiayaan 
konsumen ini memiliki karakteristik risiko kredit yang 
serupa. 
The Company determines evidence of impairment for 
consumer financing receivables at a collective level 
because the management believes that these 
consumer financing receivables have similar credit risk 
characteristics. 
Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, 
Perseroan menggunakan model statistik dari tren 
historis atas probabilitas wanprestasi, waktu pemulihan 
kembali dan jumlah kerugian yang terjadi, yang 
disesuaikan dengan pertimbangan manajemen 
mengenai apakah kondisi ekonomi dan kredit terkini 
sedemikian rupa sehingga dapat mengakibatkan 
kerugian aktual yang jumlahnya akan lebih besar atau 
lebih kecil daripada jumlah yang ditentukan oleh model 
historis. Tingkat wanprestasi, tingkat kerugian dan 
waktu yang diharapkan untuk pemulihan di masa 
datang akan diperbandingkan secara berkala terhadap 
hasil aktual untuk memastikan estimasi tersebut masih 
memadai. 
In assessing collective impairment, the Company uses 
statistical modeling of historical trends of the probability 
of default, timing of recoveries and the amount of loss 
incurred, adjusted for management's judgment as to 
whether current economic and credit conditions are 
such that the actual losses are likely to be greater or 
less than suggested by historical modeling. Default 
rates, loss rates and the expected timing of future 
recoveries are regularly benchmarked against actual 
outcomes to ensure that they remain appropriate. 
Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai 
diakui menyebabkan kerugian penurunan nilai 
berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya 
diakui harus dipulihkan dan pemulihan tersebut diakui 
pada laporan laba rugi komprehensif. 
When a subsequent event causes the amount of 
impairment loss to decrease, the impairment loss is 
reversed through statement of comprehensive income. 
i. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko i. Derivative instrument held for risk mangement 
Seluruh instrumen derivatif yang dimiliki Perseroan 
digunakan untuk tujuan manajemen risiko. Instrumen 
derivatif ini digunakan untuk lindung nilai eksposur 
risiko suku bunga dan risiko mata uang Perseroan. 
Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko 
diukur pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan. 
Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai, 
beberapa kriteria tertentu harus dipenuhi, termasuk 
adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai. 
All derivative instruments held by the Company are for 
risk management purposes. These derivative 
instruments are used to hedge the Company’s 
exposures to interest rate risk and currency risk. 
Derivative instruments held for risk management are 
measured at fair value in the statement of financial 
position. To qualify for hedge accounting, certain 
criteria are to be met, including formal documentation 
to be in place at the inception of the hedge.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 415 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
30 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
i. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko 
(lanjutan) 
i. Derivative instrument held for risk management 
(continued) 
Pada penetapan awal lindung nilai, Perseroan 
mendokumentasikan secara formal hubungan antara 
instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai, 
termasuk tujuan manajemen risiko dan strategi dalam 
melaksanakan transaksi lindung nilai, bersamaan 
dengan metode yang akan digunakan untuk menilai 
efektivitas hubungan lindung nilai. Perseroan menilai, 
pada awal hubungan lindung nilai dan juga secara 
berkesinambungan, apakah instrumen lindung nilai 
diharapkan akan ‘sangat efektif’ dalam rangka saling 
hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus 
kas dari item yang dilindung nilai sepanjang periode 
dimana lindung nilai tersebut ditetapkan, dan apakah 
hasil aktual dari setiap lindung nilai berada dalam 
kisaran 80-125 persen. 
On initial designation of the hedge, the Company 
formally documents the relationship between the 
hedging instruments and hedged items, including the 
risk management objective and strategy in undertaking 
the hedge transaction, together with the method that will 
be used to assess the effectiveness of the hedging 
relationship. The Company makes an assessment, both 
at the inception of the hedge relationship as well as on 
an ongoing basis, whether the hedging instruments are 
expected to be ‘highly effective’ in offsetting the 
changes in the fair value or cash flows of the respective 
hedges items during the period for which the hedge is 
designated, and whether the actual results of each 
hedge are within a range of 80-125 percent. 
Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak 
memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan 
laba rugi komprehensif tahun yang bersangkutan. Jika 
instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat 
akuntansi lindung nilai, perubahan nilai wajar yang 
berkaitan dengan lindung nilai diakui sebagai 
penyesuaian terhadap item yang dilindungi nilainya 
dalam laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan 
atau disajikan dalam ekuitas, tergantung pada jenis 
transaksi dan efektivitas dari lindung nilai tersebut. 
Changes in fair value of derivative instruments that do 
not qualify for hedge accounting are recognized in the 
current year statement of comprehensive income. If 
derivative instruments are designated and qualify for 
hedge accounting, changes in fair value of derivative 
instruments are recorded as adjustments to the items 
being hedged in the current year statement of 
comprehensive income or in the equity, depending on 
the type of hedge transaction represented and the 
effectiveness of the hedge. 
Perseroan menetapkan derivatif sebagai instrumen 
lindung nilai atas arus kas apabila instrumen tersebut 
melindungi nilai variabilitas arus kas yang dapat 
diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan 
aset atau liabilitas yang telah diakui atau prakiraan 
transaksi yang kemungkinan besar terjadi. Bagian 
efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang 
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai atas arus 
kas dalam hubungan lindung nilai yang memenuhi 
kualifikasi ditangguhkan pada keuntungan/(kerugian) 
kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai 
arus kas, yang merupakan bagian dari ekuitas. Bagian 
yang tidak efektif diakui secara langsung pada laporan 
laba rugi komprehensif. Jumlah yang ditangguhkan 
dalam ekuitas direklasifikasi ke dalam laporan laba rugi 
komprehensif dalam periode yang sama dimana arus 
kas yang dilindung nilai mempengaruhi laba atau rugi, 
dan pada item yang sama dalam laporan laba rugi 
komprehensif. 
The Company designates derivatives as the hedging 
instruments of cash flows hedges where the instrument 
hedges the variability in cash flows attributable to a 
particular risk associated with of a recognized asset or 
liability, or a highly probable forecast transaction that 
could affect profit or loss. The effective portion of 
changes in the fair value of derivatives designated as 
hedging instruments of cash flows hedges in qualifying 
hedging relationships is deferred to the cumulative 
gains/(losses) on derivative instruments for cash flows 
hedges, which forms part of equity. Any ineffective 
portion is recognized immediately in the statement of 
comprehensive income. Amounts deferred in equity are 
reclassified to statements of comprehensive income as 
a reclassification adjustment in the same period as the 
hedged cash flows affect profit or loss, and in the same 
line item in the statement of comprehensive income.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
416 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
31 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
i. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko 
(lanjutan) 
i. Derivative instrument held for risk management 
(continued) 
Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, 
dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi 
kriteria akuntansi lindung nilai, keuntungan atau 
kerugian kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap 
diakui pada keuntungan (kerugian) kumulatif atas 
instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas dan 
direklasifikasi ke laporan laba rugi komprehensif ketika 
item yang dilindung nilai diakui dalam laporan laba rugi 
komprehensif. 
When the hedging instrument expires or sold, 
terminated, exercised, or no longer qualifies for hedge 
accounting, the cumulative amount deferred in equity 
remains in the cumulative gains (losses) on derivative 
instruments for cash flows hedges, and is subsequently 
transferred to the statement of comprehensive income 
when the hedged item is recognized in the statement of 
comprehensive income. 
Ketika suatu prakiraan transaksi akan dilindung nilai 
tidak lagi diharapkan akan terjadi, jumlah yang 
ditangguhkan dalam ekuitas diakui segera dalam 
laporan laba rugi komprehensif. 
When a forecast hedged transaction is no longer 
expected to occur, the amount deferred in equity is 
recognized immediately in the statement of 
comprehensive income. 
j. Beban dibayar dimuka j. Prepaid expenses 
Beban dibayar dimuka dibebankan selama masa 
manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. 
Prepaid expenses are amortized over the period of 
benefits using the straight-line method. 
Beban dibayar dimuka berupa sewa dan partisi dan 
interior bangunan sewa diamortisasi selama masa 
sewa. 
Prepaid expenses of rent and building improvements for 
rental offices are amortized during the period of rent. 
k. Beban tangguhan k. Deferred charges 
Sebelum 1 Januari 2010, beban yang terkait langsung 
dengan perolehan pembiayaan konsumen terdiri dari 
komisi, subsidi dan promosi langsung yang diberikan 
berdasarkan pencapaian perolehan pembiayaan 
konsumen, dicatat sebagai beban tangguhan (lihat 
Catatan 2d.2). 
Prior to 1 January 2010, costs directly incurred in 
acquiring consumer financing which consists of 
commission, subsidy and direct promotion which are 
paid based on the achievement of consumer financing 
acquisition are recorded as deffered charges (see Note 
2d.2). 
l. Piutang lain-lain l. Other receivables 
Salah satu bagian dari piutang lain-lain merupakan 
piutang yang berasal dari jaminan kendaraan milik 
konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan 
konsumen, yang dinyatakan sebesar nilai terendah 
antara nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen 
terkait atau nilai realisasi bersih dari jaminan 
kendaraan milik konsumen tersebut. Selisih antara nilai 
tercatat dan nilai realisasi bersih piutang dicatat 
sebagai penyisihan kerugian penurunan nilai piutang 
lain-lain dan dibebankan pada laporan laba rugi 
komprehensif tahun berjalan. 
A part of other receivables represents receivables 
derived from motor vehicle collaterals owned by 
customers for settlement of their consumer financing 
receivables, which is presented at the lower of the 
carrying value of the related consumer financing 
receivables or the net realizable value of the motor 
vehicle collaterals. The difference between the carrying 
value and the net realizable value of receivables is 
recorded as allowance for impairment losses of other 
receivables and is charged to the current year statement 
of comprehensive income. 
Perseroan menerima kendaraan dari konsumen dan 
membantu untuk menjual kendaraan tersebut sehingga 
konsumen dapat melunasi utang pembiayaan 
konsumennya. 
The Company receives motor vehicles from customers 
and assists them in selling their motor vehicles so that 
the customers are able to settle their consumer financing 
payables.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 417 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
32 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
l. Piutang lain-lain (lanjutan) l. Other receivables (continued) 
Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan untuk 
menjual kendaraan ataupun melakukan tindakan 
lainnya dalam upaya penyelesaian piutang 
pembiayaan konsumen bila terjadi wanprestasi 
terhadap perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak 
atas selisih lebih antara nilai penjualan dengan saldo 
piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih 
kurang, kerugian yang terjadi dibebankan pada laporan 
laba rugi komprehensif tahun berjalan. 
The customers give the right to the Company to sell the 
motor vehicles or take any other actions to settle the 
outstanding consumer financing receivables in the 
events of default. Customers are entitled to the positive 
difference between the proceeds from sale of the motor 
vehicles and the outstanding consumer financing 
receivables. If the difference is negative, the resulting 
loss is charged to the current year statement of 
comprehensive income. 
m. Investasi dalam saham m. Investment in shares 
Sebelum tanggal 1 Januari 2010, penyertaan pada 
perusahaan dimana perseroan mempunyai persentase 
hak suara kurang dari 20 % dicatat dengan metode 
biaya. 
Prior to 1 January 2010, investment where the company 
has an ownership interest less than 20 % were 
recorded based on the cost method. 
Sejak tanggal 1 Januari 2010, investasi dalam saham 
yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia 
untuk dijual (lihat Catatan 2d.1) dicatat sebesar biaya 
perolehan setelah pengakuan awalnya karena terdiri 
dari efek ekuitas tanpa harga kuotasi yang nilai 
wajarnya tidak dapat diukur secara handal. 
Starting 1 January 2010, Investment in shares classified 
as available-for-sale financial asset (see Note 2d.1) is 
carried at cost after its initial recognition as it consists of 
unquoted equity securities whose fair value cannot be 
reliably measured. 
Dividen kas (kecuali dividen saham) yang diterima atas 
investasi dalam saham diakui sebagai pendapatan lain-lain. 
Cash dividend (except stock dividend) received from 
investment in shares is recognized as other income. 
n. Aset tetap n. Fixed assets 
Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar harga 
perolehan. Setelah pengukuran awal, aset tetap diukur 
dengan model biaya, dicatat pada harga perolehan 
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi 
penurunan nilai. 
Fixed assets are initially recognized at acquisition cost. 
After initial measurement, fixed assets are measured 
using the cost model, carried at its cost less any 
accumulated depreciation and accumulated impairment 
losses. 
Harga perolehan mencakup harga pembelian dan 
semua beban yang terkait secara langsung untuk 
membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang 
diperlukan untuk memungkinkan aset tersebut 
beroperasi sebagaimana ditentukan oleh manajemen. 
Acquisition cost includes purchase price and any costs 
directly attributable to bring the assets to the location 
and condition necessary for it to be capable of 
operating in the manner intended by management. 
Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak 
disusutkan. 
Land is stated at cost and not depreciated. 
Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung dengan 
menggunakan metode garis lurus untuk 
mengalokasikan harga perolehan hingga mencapai 
nilai sisa sepanjang estimasi masa manfaatnya 
sebagai berikut: 
Depreciation on fixed assets other than land are 
calculated on the straight-line method to allocate their 
cost to their residual values over their estimated useful 
lives as follows:
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
418 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
33 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
n. Aset tetap (lanjutan) n. Fixed assets (continued) 
Tahun/Years 
Bangunan 20 Buildings 
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor 5 Furniture, fixtures and office equipment 
Kendaraan bermotor 5 Motor vehicles 
Partisi dan interior 5 Building improvements 
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke 
dalam laporan laba rugi komprehensif selama tahun 
dimana beban-beban tersebut terjadi. Pengeluaran 
yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang 
memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi 
dan disusutkan. 
Repairs and maintenance are charged to the 
statement of comprehensive income during the year in 
which they are incurred. Expenditures that extend the 
future life of assets or provide further economic 
benefits are capitalized and depreciated. 
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, 
maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya 
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan 
keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam 
laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. 
When fixed assets are retired or disposed of, their 
carrying values and the related accumulated 
depreciation are removed from the statement of 
financial position, and the resulting gains or losses are 
recognized in the current year statement of 
comprehensive income. 
Akumulasi beban konstruksi aset tetap dikapitalisasi 
sebagai aset dalam penyelesaian. Beban tersebut 
direklasifikasi ke aset tetap pada saat proses konstruksi 
selesai dan siap digunakan. Penyusutan mulai 
dibebankan pada tanggal yang sama. 
The accumulated costs of the construction of fixed 
assets are capitalized as construction in progress. 
These costs are reclassified to fixed assets when the 
construction is completed and ready for their intended 
use. Depreciation is charged from such date. 
Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai 
yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset 
tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat 
diperoleh kembali, yang ditentukan sebagai nilai 
tertinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai. 
When the carrying amount of fixed assets is greater 
than its estimated recoverable amount, it is written 
down to its recoverable amount which is determined at 
the higher of net selling price or value in use. 
o. Aset takberwujud o. Intangible assets 
Aset takberwujud berupa perangkat lunak yang dibeli 
oleh Perseroan, sesuai dengan PSAK No. 19 (Revisi 
2010): “Aset Takberwujud”, dicatat sebesar biaya 
perolehannya dikurangi akumulasi amortisasi dan 
akumulasi kerugian penurunan nilai. 
Intangible assets which consist of software acquired 
by the Company, according to SFAS No. 19 (2010 
Revision), “Intangible Asset”, are stated at cost less 
accumulated amortization and accumulated 
impairment losses. 
Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan 
dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut 
menambah manfaat ekonomi di masa mendatang untuk 
aset yang bersangkutan. Semua pengeluaran lainnya 
dibebankan pada saat terjadinya. 
Subsequent expenditure on software assets is 
capitalized only when it increases the future economic 
benefits embodied in the specific asset to which it 
relates. All other expenditures are expensed as 
incurred. 
Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif 
dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang 
estimasi masa manfaatnya, dimulai dari tanggal 
perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. 
Estimasi masa manfaat perangkat lunak adalah lima 
tahun. 
Amortization is recognized in the statement of 
comprehensive income on a straight-line method over 
the estimated useful life of software, from the date that 
it is available for use. The estimated useful life of 
software is five years.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 419 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
34 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
o. Aset takberwujud (lanjutan) o. Intangible assets (continued) 
Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai 
residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan dan 
disesuaikan jika dianggap tepat. 
Amortization methods, useful lives and residual values 
are reviewed at each financial year-end and adjusted if 
appropriate. 
p. Pengakuan pendapatan dan beban p. Income and expense recognition 
p.1. Pendapatan pembiayaan konsumen, 
pendapatan bunga dan beban bunga 
p.1. Consumer financing income, interest income 
and interest expenses 
Pendapatan pembiayaan konsumen, 
pendapatan bunga dan beban bunga diakui 
dengan menggunakan metode suku bunga 
efektif. 
Consumer financing income, interest income and 
interest expense are recognized using the 
effective interest method. 
Pengakuan beban provisi yang dibayar dimuka 
sehubungan dengan pinjaman yang diterima dan 
biaya emisi efek utang yang diterbitkan 
ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka 
waktu pinjaman yang diterima dan efek utang 
yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan 
metode suku bunga efektif (menggunakan 
metode garis lurus pada tahun 2009) dan dicatat 
sebagai bagian dari beban bunga dan 
keuangan. 
Upfront fees related to the borrowings and debt 
securities issued issuance costs are deferred and 
amortized over the terms of the related 
borrowings and debt securities issued using the 
effective interest method (using straight-line 
method in 2009) and are recorded as part of 
interest expense and financing charges. 
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang 
secara tepat mendiskontokan estimasi 
pembayaran dan penerimaan kas di masa 
datang selama perkiraan umur dari aset 
keuangan atau liabilitas keuangan (atau, jika 
lebih tepat, digunakan periode yang lebih 
singkat) untuk memperoleh nilai tercatat dari aset 
keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat 
menghitung suku bunga efektif, Perseroan 
mengestimasi arus kas di masa datang dengan 
mempertimbangkan seluruh persyaratan 
kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, 
tetapi tidak mempertimbangkan kerugian di masa 
mendatang. 
The effective interest rate is the rate that exactly 
discounts the estimated future cash payments 
and receipts through the expected life of the 
financial asset or financial liability (or, where 
appropriate, a shorter period) to the carrying 
amount of the financial asset or financial liability. 
When calculating the effective interest rate, the 
Company estimates future cash flows considering 
all contractual terms of the financial instrument, 
but not future credit losses. 
Perhitungan suku bunga efektif mencakup 
seluruh fees dan bentuk lain yang dibayarkan 
atau diterima yang merupakan bagian tak 
terpisahkan dari suku bunga efektif, termasuk 
biaya transaksi. 
The calculation of the effective interest rate 
includes all fees and points paid or received that 
are an integral part of the effective interest rate, 
including transaction costs. 
p.2. Pendapatan lain-lain p.2. Other income 
Pendapatan administrasi diakui pada saat 
perjanjian pembiayaan konsumen 
ditandatangani. 
Administration income is recognized at the time 
the consumer financing contracts are signed. 
Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti 
diakui pada saat denda keterlambatan dan 
pinalti diterima. 
Late charges and penalty income are recognized 
when the late charges and penalty are received.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
420 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
35 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
q. Imbalan kerja q. Employees’ benefits 
Imbalan kerja jangka pendek 
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang 
kepada karyawan berdasarkan metode akrual. 
Short-term employees’ benefits 
Short-term employees’ benefits are recognized when 
they are owed to the employees based on an accrual 
method. 
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan 
pasca-kerja 
Long-term and post-employment benefits 
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja, 
seperti pensiun, uang pesangon, uang penghargaan 
dan imbalan lainnya, dihitung berdasarkan “Peraturan 
Perseroan” yang telah sesuai dengan Undang-Undang 
Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003”). 
Long-term and post-employment benefits, such as 
pension, severance pay, service pay and other 
benefits, are calculated in accordance with “Company 
Regulation” which is in line with Labour Law No. 
13/2003 (“Law 13/2003”). 
Kewajiban imbalan pasca-kerja yang diakui di laporan 
posisi keuangan dihitung berdasarkan nilai kini dari 
estimasi kewajiban imbalan pasca-kerja di masa depan 
yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh 
karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi 
dengan nilai wajar aset bersih dana pensiun. 
Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen 
dengan metode projected-unit-credit. 
The obligation for post-employment benefits 
recognized in the statement of financial position is 
calculated at present value of estimated future benefits 
that the employees have earned in return for their 
services in the current and prior years, deducted by 
any plan assets. The calculation is performed by an 
independent actuary using the projected-unit-credit 
method. 
Ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi kenaikan 
atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa 
yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu 
dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba 
rugi komprehensif dengan menggunakan metode garis 
lurus (straight-line method) selama rata-rata sisa masa 
kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi 
hak karyawan (vested). Imbalan pasca-kerja yang telah 
menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban 
dalam laporan laba rugi komprehensif. 
When the benefits of a plan change, the portion of the 
increased or decreased benefits relating to past 
services by employees is charged or credited to the 
statement of comprehensive income on a straight-line 
method over the average remaining service period 
until the benefits become vested. To the extent that the 
benefits vest immediately, the expense is recognized 
immediately in the statement of comprehensive 
income. 
Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai 
pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan 
atau kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada 
akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari 
nilai kini imbalan pasca-kerja pada tanggal tersebut. 
Keuntungan atau kerugian diakui dengan 
menggunakan metode garis lurus selama sisa masa 
kerja rata-rata karyawan. Jika tidak, keuntungan atau 
kerugian aktuaria tidak diakui. 
Actuarial gains or losses are recognized as income or 
expense when the net cumulative unrecognized 
actuarial gains or losses at the end of the previous 
reporting year exceeded 10% of the present value of 
the defined benefit obligation at that date. These gains 
or losses are recognized on a straight-line method 
over the average remaining working lives of the 
employees. Otherwise, the actuarial gains or losses 
are not recognized. 
Perseroan telah memiliki program iuran pasti yang 
mana Perseroan membayar iuran ke dana pensiun 
lembaga keuangan yang dihitung berdasarkan 
persentase tertentu dari penghasilan tetap yang 
diterima karyawan yang sudah memenuhi kriteria yang 
ditetapkan Perseroan. Iuran dibebankan ke dalam 
laporan laba rugi komprehensif pada saat terhutang. 
The Company has a defined contribution program 
where the Company pays contributions to a financial 
institution pension plan which is calculated at a certain 
percentage of fixed income of employees who meet 
the Company’s criteria. The contributions are charged 
to the statement of comprehensive income as they 
become payable.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 421 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
36 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employees’ benefits (continued) 
Imbalan kerja jangka panjang lainnya Other long-term employment benefits 
Perseroan memberikan imbalan kerja jangka panjang 
lainnya berupa tunjangan cuti besar yang ditentukan 
sesuai dengan Peraturan Perseroan. Perkiraan beban 
imbalan ini dihitung dan diakui sepanjang masa kerja 
karyawan dengan menggunakan metode yang 
diterapkan dalam menghitung kewajiban imbalan 
pasca-kerja. Kewajiban ini dihitung minimum satu 
tahun sekali oleh aktuaris independen. Imbalan kerja 
jangka panjang lainnya yang telah menjadi hak 
karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan 
laba rugi komprehensif. 
The Company provides other long-term employment 
benefits in the form of long service leave award which 
is determined in compliance with the Company’s 
Regulation. The expected costs of these benefits are 
calculated and recognized over the year of 
employment, using a method which is applied in 
calculating obligation for post-employment benefits. 
These obligations are calculated minimum once a year 
by an independent actuary. Other long term 
employment benefits that are vested, are recognized 
as expense immediately in the statement of 
comprehensive income. 
Pesangon pemutusan kontrak kerja Termination benefits 
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika 
karyawan dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia 
pensiun normal. Perseroan mengakui pesangon ketika 
Perseroan menunjukkan komitmennya untuk 
memutuskan kontrak kerja dengan karyawan 
berdasarkan suatu rencana formal terperinci yang 
kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Pesangon 
yang akan dibayarkan dalam waktu lebih dari 12 bulan 
setelah tanggal laporan posisi keuangan didiskontokan 
untuk mencerminkan nilai kini. 
Termination benefits are payable when the 
employment of an employee is terminated before the 
normal retirement age. The Company recognizes 
termination benefits when it demonstrates its 
commitment to terminate the employment of 
employees according to a detailed formal plan and the 
possibility to withdraw the plan is remote. Benefits 
falling due more than 12 months after the statement of 
financial position date are discounted to reflect its 
present value. 
r. Efek utang yang diterbitkan r. Debt securities issued 
Efek utang yang diterbitkan meliputi medium term 
notes dan utang obligasi. 
Debt securities issued consist of medium term notes 
and bonds payable. 
Efek utang yang diterbitkan dicatat sebesar nilai 
nominal dikurangi saldo diskonto yang belum 
diamortisasi. Biaya emisi sehubungan dengan 
penerbitan efek utang diakui sebagai diskonto dan 
dikurangkan langsung dari hasil emisi untuk 
menentukan hasil emisi bersih efek utang yang 
diterbitkan tersebut. 
Debt securities issued are presented at nominal value 
net of unamortized discounts. Issuance costs in 
connection with the debt securities issuance are 
recognized as discounts and directly deducted from 
the proceeds of debt securities issuance to determine 
the net proceeds of the debt securities issued. 
Sebelum tanggal 1 Januari 2010, diskonto diamortisasi 
selama jangka waktu efek utang yang diterbitkan 
tersebut dengan menggunakan metode garis lurus. 
Prior to 1 January 2010, the discounts are amortized 
over the period of the debt securities issued using the 
straight-line method. 
Sejak tanggal 1 Januari 2010, efek utang yang 
diterbitkan diukur pada biaya perolehan diamortisasi 
dengan menggunakan metode suku bunga efektif 
setelah pengakuan awalnya. Diskonto diamortisasi 
selama jangka waktu efek utang yang diterbitkan 
tersebut dengan menggunakan metode suku bunga 
efektif (lihat Catatan 2p.1). 
Since 1 January 2010, debt securities issued are 
measured at amortized cost using effective interest 
method after initial recognition. The discounts are 
amortized over the period of the debt securities issued 
using the effective interest method (see Note 2p.1).
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
422 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
37 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
s. Perpajakan s. Taxation 
Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban 
pajak tangguhan. Beban pajak diakui pada laporan 
laba rugi komprehensif kecuali untuk item yang 
langsung diakui di komponen ekuitas lainnya, dimana 
beban pajak yang terkait dengan item tersebut diakui 
di pendapatan komprehensif lain. 
Income tax expense comprises current and deferred 
tax. Income tax expense is recognized in the 
statement of comprehensive income except to the 
extent it relates to items recognized directly in other 
equity components, in which case it is recognized in 
other comprehensive income. 
Beban pajak kini adalah hutang pajak yang ditentukan 
berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang 
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak 
yang berlaku atau yang secara substansial telah 
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. 
Current tax is the expected tax payable on the taxable 
income for the current year, using tax rates enacted or 
substantively enacted at the statement of financial 
position date. 
Perseroan menerapkan metode aset dan liabilitas 
dalam menghitung beban pajaknya. Dengan metode 
ini, aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui setiap 
tanggal pelaporan sebesar perbedaan temporer aset 
dan liabilitas untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. 
Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat 
pajak di masa akan datang, seperti kompensasi rugi 
fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di 
masa mendatang cukup besar (probable). Tarif pajak 
yang berlaku atau yang secara substansial telah 
berlaku digunakan dalam menentukan pajak 
penghasilan tangguhan. 
The Company adopts the asset and liability method in 
determining its income tax expense. Under this 
method, deferred tax assets and liabilities are 
recognized at each reporting date for temporary 
differences between the financial and tax bases of 
assets and liabilities. This method also requires the 
recognition of future tax benefits, such as tax loss 
carryforwards, to the extent that realization of such 
benefits is probable. Currently enacted or substantially 
enacted tax rates are used in the determination of 
deferred income tax. 
Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat 
kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada 
masa datang akan memadai untuk mengkompensasi 
perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak 
tangguhan tersebut. 
Deferred tax assets are recognized to the extent that it 
is probable that future taxable profit will be available to 
compensate the temporary differences which resulted 
in such deferred tax assets. 
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat 
pada saat diterimanya surat ketetapan, atau apabila 
dilakukan keberatan dan/atau banding, ketika hasil 
keberatan dan/atau banding sudah diputuskan. 
Amendments to taxation obligations are recorded 
when an assessment is received, or if an objection 
and/or appeal is applied, when the results of the 
objection and/or appeal are determined. 
t. Laba bersih per saham t. Earnings per share 
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih 
dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah lembar 
saham yang beredar selama tahun berjalan. 
Earnings per share is computed by dividing net income 
with the weighted average number of outstanding 
shares during the current year. 
u. Penjabaran mata uang asing u. Foreign currency translation 
Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan 
ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang 
berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal 
pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata 
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan 
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal laporan 
posisi keuangan. 
Transactions denominated in foreign currencies are 
translated into Rupiah at the exchange rates prevailing 
at the date of the transaction. At the reporting date, 
monetary assets and liabilities denominated in foreign 
currencies are translated into Rupiah using the 
exchange rates prevailing at the statement of financial 
position date.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 423 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
38 
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 
SIGNIFIKAN (lanjutan) 
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING 
POLICIES (continued) 
u. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) u. Foreign currency translation (continued) 
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari 
transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran 
aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, 
diakui pada laporan laba rugi komprehensif tahun 
berjalan. 
Exchange gains and losses arising from transactions 
in foreign currencies and from the translation of foreign 
currency monetary assets and liabilities are recognized 
in the current year statement of comprehensive 
income. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, kurs 
nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Reuters 
sebesar masing-masing Rp 9.068 (nilai penuh), 
Rp 9.010 (nilai penuh) dan Rp 9.395 (nilai penuh) 
untuk 1 Dolar Amerika Serikat (USD). 
As at 31 December 2011, 2010 and 2009, the 
exchange rates used are Reuters’ middle rate of 
Rp 9,068 (full amount), Rp 9,010 (full amount) and 
Rp 9,395 (full amount) respectively, for 1 United States 
Dollar (USD). 
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGMENTS 
Pengungkapan ini merupakan tambahan atas 
pembahasan tentang manajemen risiko keuangan (lihat 
Catatan 31). 
These disclosures supplement the commentary on 
financial risk management (see Note 31). 
a. Sumber utama ketidakpastian estimasi a. Key sources of estimation uncertainty 
a.1. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset 
keuangan 
a.1. Allowance for impairment losses of financial 
assets 
Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset 
keuangan yang dicatat pada biaya perolehan 
diamortisasi dijelaskan di Catatan 2h. 
Evaluation for impairment on financial assets 
accounted for at amortized cost are described in 
Note 2h. 
Evaluasi penyisihan kerugian penurunan nilai 
secara kolektif mencakup kerugian kredit yang 
melekat pada portofolio piutang pembiayaan 
konsumen dengan karakteristik ekonomi yang 
serupa ketika terdapat bukti obyektif bahwa 
telah terjadi penurunan nilai piutang dalam 
portofolio tersebut, namun penurunan nilai 
secara individu belum dapat diidentifikasi. 
Dalam menentukan perlunya untuk membentuk 
penyisihan kerugian penurunan nilai secara 
kolektif, manajemen mempertimbangkan 
beberapa faktor seperti kualitas kredit, besarnya 
portofolio, konsentrasi kredit dan faktor-faktor 
ekonomi. Dalam mengestimasi penyisihan yang 
dibutuhkan, asumsi-asumsi dibuat untuk 
menentukan model kerugian bawaan dan untuk 
menentukan parameter input yang diperlukan, 
berdasarkan pengalaman historis dan keadaan 
ekonomi saat ini. Ketepatan dari penyisihan ini 
bergantung pada asumsi model dan parameter 
yang digunakan dalam penentuan penyisihan 
kerugian penurunan nilai secara kolektif. 
Evaluation on collective impairment allowance 
cover credit losses inherent in portfolios of 
consumer financing receivables with similar 
economic characteristics when there is objective 
evidence to suggest that they contain impaired 
receivables, but the individual impaired items 
cannot yet be identified. In assessing the need for 
allowance for collective impairment losses, 
management considers several factors such as 
credit quality, portfolio size, credit concentrations 
and economic factors. In order to estimate the 
required allowance, assumptions are made to 
define the way inherent losses are modeled and 
to determine the required input parameters, 
based on historical experience and current 
economic conditions. The accuracy of the 
allowances depends on the model assumptions 
and parameters used in determining allowance for 
collective impairment losses.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
424 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
39 
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN 
(lanjutan) 
3. USE OF ESTIMATES AND JUDGMENTS 
(continued) 
a. Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan) a. Key sources of estimation uncertainty (continued) 
a.2. Penentuan nilai wajar a.2. Determining fair values 
Dalam menentukan nilai wajar atas aset 
keuangan dan liabilitas keuangan dimana tidak 
terdapat harga pasar yang dapat diobservasi, 
Perseroan harus menggunakan teknik penilaian 
seperti dijelaskan pada Catatan 2d.6. Untuk 
instrumen keuangan yang jarang 
diperdagangkan dan tidak memiliki harga yang 
transparan, nilai wajarnya menjadi kurang 
obyektif dan karenanya, membutuhkan tingkat 
pertimbangan (judgment) yang beragam, 
tergantung pada likuiditas, konsentrasi, 
ketidakpastian faktor pasar, asumsi penentuan 
harga dan risiko lainnya yang mempengaruhi 
instrumen tertentu. 
In determining the fair value for financial assets 
and financial liabilities for which there is no 
observable market price, the Company must use 
the valuation techniques as described in Note 
2d.6. For financial instruments that trade 
infrequently and have little price transparency, fair 
value is less objective, and requires varying 
degrees of judgment depending on liquidity, 
concentration, uncertainty of market factors, 
pricing assumptions and other risks affecting the 
specific instrument. 
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam 
menetapkan kebijakan akuntansi Perseroan 
b. Critical accounting judgments in applying the 
Company’s accounting policies 
Pertimbangan akuntansi yang penting dalam 
menetapkan kebijakan akuntansi Perseroan meliputi 
penilaian instrumen keuangan. 
Critical accounting judgments made in applying the 
Company’s accounting policies include valuation of 
financial instruments. 
Kebijakan akuntansi Perseroan untuk pengukuran 
nilai wajar dibahas di Catatan 2d.6. 
The Company’s accounting policy on fair value 
measurements is discussed in Note 2d.6. 
Perseroan mengukur nilai wajar dengan menggunakan 
hirarki dari metode berikut ini: 
The Company measures fair values using the following 
hierarchy of methods: 
• Harga kuotasi di pasar yang aktif untuk instrumen 
keuangan yang sejenis. 
• Quoted market price in an active market for 
an identical instrument. 
• Teknik penilaian berdasarkan input yang dapat 
diobservasi. Termasuk dalam kategori ini adalah 
instrumen keuangan yang dinilai dengan 
menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk 
instrumen yang serupa; harga kuotasi untuk 
instrumen keuangan yang serupa di pasar yang 
kurang aktif; atau teknik penilaian lainnya dimana 
seluruh input signifikan yang digunakan dapat 
diobservasi secara langsung ataupun tidak 
langsung dari data yang tersedia di pasar. 
• Valuation techniques based on observable inputs. 
This category includes instruments valued using 
quoted market prices in active markets for similar 
instruments; quoted prices for similar instruments 
in markets that are considered less than active; or 
other valuation techniques where all significant 
inputs are directly or indirectly observable from 
market data.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 425 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
40 
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN 
(lanjutan) 
3. USE OF ESTIMATES AND JUDGMENTS 
(continued) 
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam 
menetapkan kebijakan akuntansi Perseroan 
(lanjutan) 
b. Critical accounting judgments in applying the 
Company’s accounting policies (continued) 
Nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan 
yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada 
kuotasi harga pasar. Untuk seluruh instrumen 
keuangan lainnya, Perseroan menentukan nilai wajar 
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian 
termasuk model nilai tunai dan arus kas yang 
didiskontokan, dan perbandingan dengan instrumen 
yang serupa dimana terdapat harga pasar yang dapat 
diobservasi. Asumsi dan input yang digunakan dalam 
teknik penilaian dapat termasuk suku bunga bebas 
risiko (risk-free) dan suku bunga acuan, credit spread 
dan variabel lainnya yang digunakan dalam 
mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi, kurs 
mata uang asing, serta tingkat kerentanan dan korelasi 
harga yang diharapkan. Tujuan dari teknik penilaian 
adalah penentuan nilai wajar yang mencerminkan 
harga dari instrumen keuangan pada tanggal 
pelaporan yang akan ditentukan oleh para partisipan di 
pasar dalam suatu transaksi yang wajar. 
Fair values of financial assets and financial liabilities 
that are traded in active markets are based on quoted 
market prices. For all other financial instruments, the 
Company determines fair values using valuation 
techniques. Valuation techniques include net present 
value and discounted cash flow models, and 
comparison to similar instruments for which market 
observable prices exist. Assumptions and inputs used in 
valuation techniques may include risk-free and 
benchmark interest rates, credit spreads and other 
premia used in estimating discount rates, bond prices, 
foreign currency exchange rates, and expected price 
volatilities and correlations. The objective of valuation 
techniques is to arrive at a fair value determination that 
reflects the price of the financial instrument at the 
reporting date that would have been determined by 
market participants acting at arm’s length.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS 
Kas Cash on hand 
Rupiah 113,885 40,692 26,295 Rupiah 
Kas di bank dan setara kas Cash in banks and cash equivalents 
Pihak ketiga Third parties 
Kas di bank Cash in banks 
Rupiah Rupiah 
PT Bank Central Asia Tbk 313,819 175,985 141,912 PT Bank Central Asia Tbk 
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia 
(Persero) Tbk 26,292 13,926 11,910 (Persero) Tbk 
PT Bank Mega Tbk 24,572 18,184 15,771 PT Bank Mega Tbk 
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia 
(Persero) Tbk 10,239 6,813 891 (Persero) Tbk 
PT Bank Panin Tbk 8,887 3,827 1,090 PT Bank Panin Tbk 
The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai Banking 
Banking Corporation Ltd. 5,110 5,178 7,280 Corporation Ltd. 
PT Bank Pembangunan Daerah 2,856 2,224 1,229 PT Bank Pembangunan Daerah 
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,901 1,302 613 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 
PT Bank Barclays Indonesia PT Bank Barclays Indonesia 
(sebelumnya PT Bank Akita) - - 787 (formerly PT Bank Akita) 
426 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
41 
Lain-lain (masing-masing di bawah 
Rp 500) 277 81 361 Others (each below Rp 500) 
393,953 227,520 181,844 
Dolar Amerika Serikat United States Dollar 
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk 
(lihat Catatan 34) 2,762 1,246 1,582 (see Note 34) 
396,715 228,766 183,426 
Pihak berelasi Related party 
Kas di bank Cash in bank 
Rupiah Rupiah 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2,282,846 348,071 277,286 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Setara kas - deposito berjangka Cash equivalents - time deposit 
Rupiah Rupiah 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 1 ,000 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
2,282,846 349,071 277,286 
2,793,446 618,529 487,007 
Tingkat suku bunga setahun untuk kas di bank berkisar 
0,10% - 2,15% pada tahun 2011 (2010: 0,10% - 2,25%; 
2009: 0,10% - 1,25%). 
Interest rate per annum for cash in banks ranging from 
0.10% - 2.15% in 2011 (2010: 0.10% - 2.25%; 2009: 0.10% 
- 1.25%). 
Jangka waktu deposito berjangka adalah tiga bulan dengan 
tingkat suku bunga setahun berkisar 7,00% - 7,25% pada 
tahun 2011 (2010: 6,00% - 7,00%; 2009: 6,60% - 13,25%). 
The term of time deposit was three months and earned 
interest rate per annum ranging from 7.00% - 7.25% in 
2011 (2010: 6.00% - 7.00%; 2009: 6.60% - 13.25%). 
Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun 
adalah 0,92% pada tanggal 31 Desember 2011 (2010: 
1,25%). 
The weighted average effective interest rate per annum 
was 0.92%, as at 31 December 2011 (2010: 1.25%). 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar kas dan 
setara kas diungkapkan pada Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value 
of cash and cash equivalents was disclosed in Note 32.
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES 
Piutang pembiayaan konsumen - bruto Consumer financing receivables - gross 
Pihak ketiga 52,209,898 39,461,714 25,435,234 Third parties 
Pihak berelasi 368 171 - Related party 
Pendapatan pembiayaan konsumen 
yang belum diakui Unearned consumer financing income 
Pihak ketiga (11,007,128) (8,806,118) (6,301,566) Third parties 
Pihak berelasi (50) (18) - Related party 
Dikurangi: Less: 
Bagian piutang pembiayaan konsumen Portion of consumer financing receivables 
yang dibiayai pihak berelasi - bersih (27,547,687) (23,915,802) (16,530,641) financed by a related party - net 
Penyisihan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses 
Pihak ketiga (414,527) (196,121) (41,113) Third parties 
Pihak berelasi (2) - - Related party 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 427 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
52,210,266 39,461,885 25,435,234 
(11,007,178) (8,806,136) (6,301,566) 
41,203,088 30,655,749 19,133,668 
13,655,401 6,739,947 2,603,027 
(414,529) (196,121) (41,113) 
13,240,872 6,543,826 2,561,914 
2011 2010 2009 
42 
Pada tanggal 31 Desember 2011, piutang pembiayaan 
konsumen - bruto termasuk biaya transaksi yang terkait 
langsung dengan pemberian pembiayaan konsumen 
sebesar Rp 2.023.422 (2010: Rp 1.549.835) (lihat Catatan 
2d.2). 
As at 31 December 2011, consumer financing receivables - 
gross include transaction costs directly attributable to the 
origination of consumer financing accounts amounted to Rp 
2,023,422 (2010: Rp 1,549,835) (see Note 2d.2). 
Angsuran piutang pembiayaan konsumen - bruto yang 
akan diterima dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh 
temponya adalah sebagai berikut: 
The installments of consumer financing receivables - gross, 
which will be collected from consumers in accordance with 
the due dates were as follows: 
2011 2010 2009 
< 1 tahun 29,864,489 22,435,356 15,216,844 < 1 year 
1 - 2 tahun 15,605,077 11,848,546 7,485,735 1 - 2 years 
> 2 tahun 6,740,700 5,177,983 2,732,655 > 2 years 
Jumlah piutang pembiayaan konsumen - bruto 52,210,266 39,461,885 25,435,234 Total consumer financing receivables - gross 
Suku bunga kontraktual setahun untuk pembiayaan 
konsumen adalah sebagai berikut: 
Contractual interest rates per annum for consumer financing 
were as follows: 
Mobil 14.93% -20.01% 14.73% -21.57% 17.52% -28.05% Cars 
Sepeda motor 29.23% -35.14% 29.23% -37.73% 31.36% -41.54% Motorcycles
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES 
428 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
43 
(continued) 
Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun 
pada tanggal 31 Desember 2011 adalah 13,98% untuk 
mobil (2010: 14,32%) dan 21,15% untuk sepeda motor 
(2010: 21,86%). 
The weighted average effective interest rate per annum as 
at 31 December 2011 was 13.98% for cars (2010 : 14.32%) 
and 21.15% for motorcycles (2010: 21.86%). 
Pengelompokan piutang pembiayaan konsumen - bruto 
menurut jumlah hari tunggakan adalah sebagai berikut: 
Classification of consumer financing receivables - gross 
based on overdue days was as follows: 
2011 2010 2009 
Tidak ada tunggakan 42,829,764 32,070,782 20,810,837 No past due 
1-90 hari 8,727,835 6,901,993 4,383,561 1-90 days 
91-120 hari 192,094 154,171 76,020 91-120 days 
121-180 hari 318,180 237,838 117,050 121-180 days 
> 180 hari 142,393 97,101 47,766 > 180 days 
Piutang pembiayaan konsumen - bruto 52,210,266 39,461,885 25,435,234 Consumer financing receivables - gross 
Rincian pendapatan pembiayaan konsumen yang belum 
diakui adalah sebagai berikut: 
Details of unearned consumer financing income were as 
follows: 
2011 2010 2009 
Dibiayai pihak berelasi 7,995,095 7,468,327 5,625,141 Financed by a related party 
Pembiayaan sendiri 3,012,083 1,337,809 676,425 Self financing 
11,007,178 8,806,136 6,301,566 
Perubahan penyisihan kerugian penurunan nilai adalah 
sebagai berikut: 
The movement of the allowance for impairment losses were 
as follows: 
2011 2010 2009 
Saldo pada awal tahun Balance at the beginning of year 
Pihak ketiga 196,121 41,113 36,280 Third parties 
Pihak berelasi - - 53 Related party 
196,121 41,113 36,333 
Penyesuaian terhadap saldo laba - 
belum ditentukan penggunaannya Adjustment to retained earnings - 
(lihat Catatan 37) - 83,070 - unappropriated (see Note 37) 
196,121 124,183 36,333 
Penyisihan/(pemulihan) selama tahun berjalan Allowance/(reversal) during the year 
Pihak ketiga 456,337 193,466 32,732 Third parties 
Pihak berelasi 2 - (53) Related party 
456,339 193,466 32,679 
6 52,460 317,649 6 9,012 
Penghapusan piutang (237,931) (121,528) (27,899) Written-off receivables 
Saldo pada akhir tahun 414,529 1 96,121 41,113 Balance at the end of year
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 429 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
44 
(continued) 
Sebelum tanggal 1 Januari 2010, untuk tujuan kepatuhan 
induk perusahaannya (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) 
terhadap Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 
tanggal 30 Januari 2006 (lihat Catatan 2h), maka 
Perseroan juga membentuk penyisihan kerugian piutang 
pembiayaan konsumen dari pihak berelasi. 
Prior to 1 January 2010, for the purpose of its parent 
company (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) complying with 
Bank Indonesia Regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 
30 January 2006 (see Note 2h), the Company also 
provided allowance for possible losses on consumer 
financing receivables from related party. 
Sejak 1 Januari 2010, piutang pembiayaan konsumen 
dievaluasi untuk penurunan nilai atas dasar seperti yang 
dijelaskan pada Catatan 2h. 
Starting 1 January 2010, consumer financing receivables are 
evaluated for impairment on a basis described in Note 2h. 
Piutang pembiayaan konsumen yang telah direstrukturisasi 
pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 96.032 (2010: 
Rp 64.593; 2009: Rp 63.424). 
Restructured consumer financing receivables as at 
31 December 2011 amounting to Rp 96,032 (2010: 
Rp 64,593; 2009: Rp 63,424). 
Piutang pembiayaan konsumen pada tanggal 31 Desember 
2011 sebesar Rp 507.797 (2010: Rp 50.000; 2009: 
Rp 240.000) digunakan sebagai jaminan atas pinjaman 
yang diterima (lihat Catatan 13); dan sebesar 
Rp 3.812.550, (2010: Rp 926.400; 2009: Rp 408.000) 
digunakan sebagai jaminan efek utang yang diterbitkan 
(lihat Catatan 15). 
Consumer financing receivables as at 31 December 2011 
amounting to Rp 507,797 (2010: Rp 50,000; 2009: 
Rp 240,000) were used as collateral to borrowings (see 
Note 13); and amounting to Rp 3,812,550 (2010: 
Rp 926,400; 2009: Rp 408,000) were used as collateral to 
debt securities issued (see Note 15). 
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan konsumen yang 
diberikan, Perseroan menerima jaminan dari konsumen 
berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (“BPKB”) atas 
kendaraan bermotor yang dibiayai Perseroan. 
As the collateral to the consumer financing receivables, the 
Company receives the Certificates of Ownership (“BPKB”) of 
the motor vehicles financed by the Company. 
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan 
kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup untuk 
menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak 
tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. 
Management believes that the allowance for impairment 
losses is adequate to cover possible losses arising from 
uncollectible consumer financing receivables. 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions with 
related parties. 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar piutang 
pembiayaan konsumen diungkapkan pada Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value of 
consumer financing receivables was disclosed in Note 32. 
6. BEBAN DIBAYAR DIMUKA 6. PREPAID EXPENSES 
2011 2010 2009 
Sewa 129,332 77,781 49,472 Rent 
Partisi dan interior bangunan sewa 62,315 45,032 15,946 Building improvements for rental offices 
Tunjangan karyawan 37,547 9,816 6,120 Employees’ allowances 
Lain-lain 5,147 3,115 3,117 Others 
234,341 135,744 74,655
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
7. BEBAN TANGGUHAN 7. DEFERRED CHARGES 
Pihak ketiga Third parties 
Beban tangguhan - bruto - - 1,983,035 Deferred charges - gross 
Dikurangi: akumulasi amortisasi - - (1,007,029) Less: accumulated amortization 
Beban tangguhan - bersih - - 976,006 Deferred charges - net 
Pihak berelasi Related parties 
Beban tangguhan - bruto - - 14,395 Deferred charges - gross 
Dikurangi: akumulasi amortisasi - - (8,121) Less: accumulated amortization 
Beban tangguhan - bersih - - 6,274 Deferred charges - net 
430 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
- - 982,280 
45 
Amortisasi beban tangguhan yang dicatat sebagai beban 
perolehan pembiayaan konsumen selama tahun 2009 
sebesar Rp 949.821; sedangkan jumlah yang dicatat 
sebagai pengurang pendapatan pembiayaan konsumen 
sebesar Rp 27.006 (lihat Catatan 21 dan 27). 
Amortization of deferred charges which was recorded as 
acquisition cost of consumer financing during 2009 
amounted to Rp 949,821; while the amount recorded as 
a deduction of consumer financing income amounted to 
Rp 27,006 (see Notes 21 and 27). 
Sejak tanggal 1 Januari 2010, biaya transaksi ditambahkan 
pada jumlah yang diakui pada pengakuan awal piutang 
pembiayaan konsumen (lihat Catatan 2d.2 dan 5). 
Starting 1 January 2010, transaction costs are added to the 
initial recognized amount of consumer financing receivables 
(see Notes 2d.2 and 5). 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
8. PIUTANG LAIN-LAIN 8. OTHER RECEIVABLES 
2011 2010 2009 
Pihak ketiga Third parties 
Piutang karyawan 33,899 4,329 4,926 Employee receivables 
Klaim asuransi 12,570 7,656 3,231 Insurance claims 
Lain-lain - bersih 66,864 17,841 10,772 Others - net 
113,333 29,826 18,929 
Pihak berelasi Related party 
Piutang karyawan 9,368 1,574 2,297 Employee receivables 
122,701 31,400 21,226 
Termasuk dalam Lain-lain - bersih adalah piutang dari 
jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang 
pembiayaan konsumen pada tanggal 31 Desember 2011 
sebesar Rp 31.124 (2010: Rp 8.090; 2009: Rp 4.027). 
Included in Others - net are receivables from motor vehicles 
collateral owned by customers for settlement of consumer 
financing receivables as at 31 December 2011 amounted to 
Rp 31,124 (2010: Rp 8,090; 2009: Rp 4,027). 
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian 
penurunan nilai atas piutang lain-lain - pihak ketiga yang 
dimasukkan sebagai “lain-lain” pada tanggal 31 Desember 
2011 sebesar Rp 13.106 (2010: Rp 3.798; 2009: Rp 2.506) 
cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul akibat 
tidak tertagihnya piutang lain-lain - pihak ketiga. 
Management believes that allowance for impairment losses 
of other receivables - third parties included in “others” as at 
31 December 2011 amounted to Rp 13,106 (2010: 
Rp 3,798; 2009: Rp 2,506) are adequate to cover possible 
losses from uncollectible receivables from other receivables 
- third parties. 
Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang lain-lain 
dapat tertagih. 
Management believes that all of other receivables can be 
fully collectible.
8. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan) 8. OTHER RECEIVABLES (continued) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 431 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
46 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar piutang 
karyawan dan piutang klaim asuransi diungkapkan pada 
Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value 
of employee receivables and insurance claims receivables 
was disclosed in Note 32. 
9. ASET DERIVATIF UNTUK TUJUAN MANAJEMEN 
RISIKO 
9. DERIVATIVE ASSETS HELD FOR RISK 
MANAGEMENT 
Perseroan mengadakan perjanjian cross currency swap 
dengan tujuan lindung nilai atas risiko fluktuasi arus kas 
yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan tingkat suku 
bunga atas pinjaman yang diterima dari PT Bank of Tokyo- 
Mitsubishi UFJ Ltd. - cabang Jakarta sebesar 
USD 25.000.000 (nilai penuh) dengan tingkat suku bunga 
mengambang. Periode kontrak dimulai sejak tanggal 25 Juli 
2011 dan jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. 
The Company entered into cross currency swap contracts 
to hedge the risk of fluctuations in cash flows arising from 
exchange rates and interest rates on its borrowing from PT 
Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. - Jakarta branch 
amounting to USD 25,000,000 (full amount) and bears 
floating interest rate. The period of contract starting on 
25 July 2011 and maturing on 2 August 2014. 
Perseroan menyetujui untuk membayar bunga dengan 
tingkat suku bunga tetap setahun untuk mata uang Rupiah 
sebesar 7,88% dan menerima bunga dengan tingkat suku 
bunga mengambang untuk mata uang USD dengan 
berpatokan pada BTMU SIBOR 3 bulan ditambah dengan 
tingkat margin sebesar 1,25%. 
The Company agreed to pay interest at fixed rate per 
annum for Rupiah currency at 7.88% and receive interest 
with a floating rate for USD currency with benchmark on 
BTMU 3-month SIBOR plus margin rate at 1.25%. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, aset derivatif untuk tujuan 
manajemen risiko yang dimiliki Perseroan dari kontrak cross 
currency swap adalah sebesar Rp 10.205. 
As at 31 December 2011, the Company’s derivative assets 
held for risk management from the cross currency swap 
contract is Rp 10,205. 
Rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar instrumen 
derivatif untuk tahun berakhir 31 Desember 2011 sebesar 
Rp 2.571 disajikan sebagai “Kerugian kumulatif atas 
instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas” sebagai 
bagian “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan dan akan 
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat 
realisasinya. 
The losses arising from the changes in fair values of the 
derivative instruments for the year ended 31 Desember 
2011 amounted to Rp 2,571 was presented as “Cumulative 
losses on derivative instruments for cash flows hedges” 
under the “Equity” section in the statement of financial 
position and will be recognized in the statement of 
comprehensive income upon its realization. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, saldo atas pinjaman yang 
diterima dari PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. - 
cabang Jakarta adalah sebesar USD 22.916.667 (nilai 
penuh). 
As at 31 December 2011, outstanding borrowing from PT 
Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. - Jakarta branch 
amounting to USD 22,916,667 (full amount). 
10. INVESTASI DALAM SAHAM 10. INVESTMENT IN SHARES 
Pada bulan April 2009, Perseroan melakukan investasi 
dalam saham pada PT Adira Quantum Multifinance, pihak 
berelasi, sebesar Rp 100, dengan persentase kepemilikan 
sebesar 1%. 
In April 2009, the Company invested in shares of stocks of 
PT Adira Quantum Multifinance, a related party, amounting 
to Rp 100, representing 1% ownership interest. 
Pada bulan Juli 2009, para pemegang saham PT Adira 
Quantum Multifinance memutuskan untuk meningkatkan 
modal ditempatkan dan modal disetor penuh menjadi 
sebesar Rp 100.000 dan membagikan dividen saham 
sebesar Rp 35.000. Perseroan memperoleh dividen saham 
sebesar Rp 350 dan melakukan penambahan investasi 
dalam saham pada PT Adira Quantum Multifinance sebesar 
Rp 550. 
In July 2009, PT Adira Quantum Multifinance‘s shareholders 
decided to increase its issued and fully paid shares to 
Rp 100,000 and agreed to declare stock dividends 
amounting to Rp 35,000. The Company obtained stock 
dividends amounting to Rp 350 and made an additional 
investment in shares of stocks of PT Adira Quantum 
Multifinance amounting to Rp 550.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
10. INVESTASI DALAM SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENT IN SHARES (continued) 
432 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 
47 
Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, 
persentase kepemilikan saham pada PT Adira Quantum 
Multifinance adalah sebesar 1%. 
As at 31 December 2011, 2010 and 2009, percentage 
ownership interest in PT Adira Quantum Multifinance is 1%. 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar investasi 
dalam saham diungkapkan pada Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value 
of investment in shares was disclosed in Note 32. 
11. ASET TETAP 11. FIXED ASSETS 
1 Januari/ Penambahan/ Pelepasan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ 
1 January Additions Disposals Reclassifications 31 December 
Harga perolehan Acquisition cost 
Tanah 30,913 256 - - 31,169 Land 
Bangunan 32,141 - - 473 32,614 Buildings 
Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and 
dan peralatan kantor 262,656 114,928 (14,316) - 363,268 office equipment 
Kendaraan bermotor 32,669 18,432 (12,416) - 38,685 Motor vehicles 
Partisi dan interior 24,042 - - - 24,042 Building improvements 
382,421 133,616 (26,732) 473 489,778 
Aset dalam penyelesaian - 473 - (473) - Construction in progress 
382,421 134,089 (26,732) - 489,778 
Akumulasi Accumulated 
penyusutan depreciation 
Bangunan (9,876) (1,586) - - (11,462) Buildings 
Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and 
dan peralatan kantor (146,050) (46,540) 14,091 - (178,499) office equipment 
Kendaraan bermotor (13,044) (6,786) 6,003 - (13,827) Motor vehicles 
Partisi dan interior (22,091) (459) - - (22,550) Building improvements 
(191,061) (55,371) 20,094 - (226,338) 
Nilai buku bersih 191,360 263,440 Net book value
11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued) 
2010 
1 Januari/ Penambahan/ Pelepasan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ 
1 January Additions Disposals Reclassifications 31 December 
Harga perolehan Acquisition cost 
Tanah 30,913 - - - 30,913 Land 
Bangunan 32,141 - - - 32,141 Buildings 
Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and 
dan peralatan kantor 181,799 79,026 (5,285) 7,116 262,656 office equipment 
Kendaraan bermotor 28,147 11,679 (7,157) - 32,669 Motor vehicles 
Partisi dan interior 22,369 7 (1) 1,667 24,042 Building improvements 
295,369 90,712 (12,443) 8,783 382,421 
Aset dalam penyelesaian 7,316 1,467 - (8,783) - Construction in progress 
302,685 92,179 (12,443) - 382,421 
Akumulasi Accumulated 
penyusutan depreciation 
Bangunan (8,269) (1,607) - - (9,876) Buildings 
Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and 
dan peralatan kantor (117,889) (33,380) 5,219 - (146,050) office equipment 
Kendaraan bermotor (10,915) (5,629) 3,500 - (13,044) Motor vehicles 
Partisi dan interior (20,945) (1,147) 1 - (22,091) Building improvements 
(158,018) (41,763) 8,720 - (191,061) 
Nilai buku bersih 144,667 191,360 Net book value 
2009 
1 Januari/ Penambahan/ Pelepasan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ 
1 January Additions Disposals Reclassifications 31 December 
Harga perolehan Acquisition cost 
Tanah 25,392 - (1,705) 7,226 30,913 Land 
Bangunan 39,602 146 (381) (7,226) 32,141 Buildings 
Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and 
dan peralatan kantor 166,347 17,031 (3,161) 1,582 181,799 office equipment 
Kendaraan bermotor 27,563 1,369 (5,140) 4,355 28,147 Motor vehicles 
Partisi dan interior 26,552 312 (4,800) 305 22,369 Building improvements 
285,456 18,858 (15,187) 6,242 295,369 
Aset dalam penyelesaian 2,526 11,032 - (6,242) 7,316 Construction in progress 
287,982 29,890 (15,187) - 302,685 
Akumulasi Accumulated 
penyusutan depreciation 
Bangunan (8,882) (1,688) 2,301 - (8,269) Buildings 
Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and 
dan peralatan kantor (92,602) (28,323) 3,036 - (117,889) office equipment 
Kendaraan bermotor (7,640) (5,292) 2,017 - (10,915) Motor vehicles 
Partisi dan interior (23,663) (2,069) 4,787 - (20,945) Building improvements 
(132,787) (37,372) 12,141 - (158,018) 
Nilai buku bersih 155,195 144,667 Net book value 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 433 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
48
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued) 
434 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
49 
Rincian aset dalam penyelesaian pada tanggal 
31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: 
Details of construction in progress as at 31 December 2009 
were as follows: 
Estimasi tahun 
penyelesaian/ 
Jumlah/ Estimated year 
Amount of completion 
Instalasi dalam penyelesaian 7,101 2010 75% -80% Installation in progress 
Renovasi dan peralatan dalam penyelesaian Renovation and equipment in progress 
untuk pembukaan jaringan usaha baru 215 2010 for new business networks 
7,316 
95% 
2009 
Persentase 
Penyelesaian/ 
Percentage of 
completion 
Hak atas tanah berupa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) 
dengan jangka waktu masa penggunaan akan berakhir 
antara tahun 2013 sampai dengan tahun 2033. Manajemen 
berpendapat bahwa hak kepemilikan atas tanah tersebut 
dapat diperbaharui atau diperpanjang pada saat jatuh 
tempo. 
The land rights are in the form of certificate of Hak Guna 
Bangunan (HGB), which will be due ranging from 2013 to 
2033. Management believes that the land rights can be 
renewed or extended upon expiration. 
Rincian keuntungan atas pelepasan aset tetap adalah 
sebagai berikut: 
Details of gain on disposal of fixed assets were as follows: 
2011 2010 2009 
Hasil pelepasan aset tetap 7,136 3,884 6,670 Proceeds from disposal of fixed assets 
Nilai buku aset tetap (6,638) (3,723) (5,135) Book value of fixed assets 
Laba atas pelepasan aset tetap 4 98 1 61 1,535 Gain on disposal of fixed assets 
Keuntungan atas pelepasan aset tetap diakui sebagai 
bagian dari “Pendapatan Lain-lain” pada laporan laba rugi 
komprehensif. 
Gain on disposal of fixed assets is recognized as part of 
“Other Income” in the statement of comprehensive income. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, aset tetap, kecuali 
tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Adira 
Dinamika, pihak berelasi, terhadap risiko kerugian 
kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya dengan nilai 
pertanggungan sejumlah Rp 250.981 (2010: Rp 170.552; 
2009: Rp 156.707). Manajemen berpendapat bahwa nilai 
pertanggungan tersebut sudah memadai untuk menutupi 
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 
As at 31 December 2011, fixed assets, except for land, 
were insured with PT Asuransi Adira Dinamika, a related 
party, against losses arising from fire, flood and other risks 
with a total insurance coverage amounting to Rp 250,981 
(2010: Rp 170,552; 2009: Rp 156,707). Management 
believes that the coverage is adequate to cover possible 
losses from such risks. 
Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan pada tanggal 
31 Desember 2011, 2010 dan 2009. 
There were no fixed assets pledged as collateral as at 
31 December 2011, 2010 and 2009. 
Tidak ada beban bunga pinjaman yang dikapitalisasi 
sebagai aset tetap pada tahun 2011, 2010 dan 2009. 
There were no interest expenses from borrowings which 
were capitalized as fixed assets in 2011, 2010 and 2009.
12. ASET LAIN-LAIN 12. OTHER ASSETS 
Investasi sewa pembiayaan - bersih 158,777 19,360 - Investment in finance leases - net 
Uang muka 30,382 20,910 11,432 Advance payments 
Uang jaminan 5,892 1,687 1,245 Security deposits 
Lain-lain 233 1,306 626 Others 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 435 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
195,284 43,263 13,303 
50 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar investasi 
sewa pembiayaan - bersih diungkapkan pada Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value 
of investment in finance lease - net was disclosed in Note 
32. 
13. PINJAMAN YANG DITERIMA 13. BORROWINGS 
2011 2010 2009 
PT Bank Panin Tbk 1,500,000 50,000 150,000 PT Bank Panin Tbk 
Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. 499,961 - - Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. 
PT Bank Central Asia Tbk 499,714 - 75,000 PT Bank Central Asia Tbk 
PT Bank Jabar Tbk 250,000 - - PT Bank Jabar Tbk 
The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. 206,979 - - The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. 
2,956,654 50,000 225,000 
Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun atas 
pinjaman yang diterima pada tanggal 31 Desember 2011 
adalah 8,08% (2010: 13,00%). 
The weighted average effective interest rate per annum on 
borrowings as at 31 December 2011 was 8.08% (2010: 
13.00%) 
PT Bank Panin Tbk PT Bank Panin Tbk 
Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari 
PT Bank Panin Tbk dengan batas maksimum kredit 
sejumlah Rp 200.000 (fasilitas I) dan Rp 1.500.000 
(fasilitas II). Fasilitas II merupakan fasilitas pinjaman modal 
kerja berulang. Jangka waktu fasilitas I dimulai sejak tanggal 
29 Juni 2009 dan jatuh tempo pada tanggal 29 September 
2011 dengan tingkat suku bunga kontraktual setahun 
sebesar 13,00% pada tahun 2011, 2010 dan 2009. Fasilitas 
II dimulai sejak tanggal 30 Maret 2011 dan jatuh tempo 
berkisar pada tanggal 5 Januari 2012 sampai dengan 
30 Maret 2012 dengan tingkat suku bunga kontraktual 
setahun berkisar antara 7,80% - 9,00% pada tahun 2011. 
The Company has working capital facilities from PT Bank 
Panin Tbk with a maximum credit limit amounting to 
Rp 200,000 (facility I) and Rp 1,500,000 (facility II). 
Facility II represents a revolving working capital facility. 
The periods of facility I starting on 29 June 2009 and 
maturing on 29 September 2011 with contractual interest 
rates per annum was at 13.00% in 2011, 2010 and 2009. 
Facility II starting on 30 March 2011 and maturing ranging 
from 5 January 2012 up to 30 March 2012 with contractual 
interest rates per annum ranging from 7.80% - 9.00% in 
2011. 
Fasilitas I dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen 
dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar 100% dan 
fasilitas II tidak dijamin oleh jaminan khusus (lihat Catatan 
5). Rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak 
melebihi rasio 7,5:1 (fasilitas I) dan 10:1 (fasilitas II). 
Facility I is secured by consumer financing receivables 
with a minimum amount of 100% and facility II is 
unsecured loan (see Note 5). Debt to equity ratio not to 
exceed 7.5:1 (facility I) and 10:1 (facility II). 
Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak 
diperkenankan antara lain, melakukan penggabungan 
usaha atau mengikat diri sebagai penjamin, kecuali dengan 
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Panin Tbk. 
During the period that the loans are still outstanding, the 
Company is not allowed to, among others, enter into a 
merger or act as a guarantor, except with prior written 
consent from PT Bank Panin Tbk. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam 
perjanjian fasilitas pinjaman ini. 
As at 31 December 2011, the Company has complied with 
all the requirements mentioned in this loan facility 
agreement.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued) 
Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. (Citibank) Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. (Citibank) 
Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari 
Citibank dengan batas maksimum kredit sejumlah 
Rp 500.000, dimulai sejak tanggal 21 Juli 2011 dan jatuh 
tempo pada tanggal 3 Januari 2012. Tingkat suku bunga 
kontraktual setahun sebesar 6,75% pada tahun 2011. 
436 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
51 
The Company has a working capital facility from Citibank 
with a maximum credit limit amounting to Rp 500,000, 
starting on 21 July 2011 and maturing on 3 January 
2012. Contractual interest rate per annum was at 6.75% 
in 2011. 
Fasilitas pinjaman ini tidak dijamin oleh jaminan khusus. This loan facility is unsecured loan. 
Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak 
diperkenankan antara lain, membuat hak jaminan melebihi 
20% dari total pendapatan dan aset, mengikat diri sebagai 
penjamin atau melakukan penggabungan usaha, kecuali 
dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Citibank. 
During the period that the loan is still outstanding, the 
Company is not allowed to, among others, make any 
encumbrance exceeding 20% of the total revenue and 
assets, act as a guarantor or enter into a merger, except 
with prior written consent from Citibank. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam 
perjanjian fasilitas pinjaman ini. 
As at 31 December 2011, the Company has complied with 
all the requirements mentioned in this loan facility 
agreement. 
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) 
Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari BCA 
dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 75.000 
(fasilitas I) dan Rp 500.000 (fasilitas II). Fasilitas I 
merupakan fasilitas pinjaman modal kerja berulang. Jangka 
waktu fasilitas I dimulai sejak tanggal 14 Maret 2003 dan 
jatuh tempo pada tanggal 14 Maret 2012 dengan tingkat 
suku bunga kontraktual setahun sebesar 10,50% pada 
tahun 2011 (2010: 10,50% - 11,00%; 2009: 11,50% - 
14,00%). Fasilitas II dimulai sejak tanggal 12 Agustus 2011 
dan jatuh tempo berkisar pada tanggal 15 Pebruari 2012 
sampai dengan 14 Maret 2012 dengan tingkat suku bunga 
kontraktual setahun sebesar 7,95% pada tahun 2011. 
The Company has working capital facilities from BCA with 
a maximum credit limit amounting to Rp 75,000 (facility I) 
and Rp 500,000 (facility II). Facility I represents a 
revolving working capital facility. The periods of facility I 
starting on 14 March 2003 and maturing on 14 March 
2012 with contractual interest rates per annum was at 
10.50% in 2011 (2010: 10.50% - 11.00%; 2009: 11.50% - 
14.00%). Facility II starting on 12 August 2011 and 
maturing ranging from 15 February 2012 up to 14 March 
2012 with contractual interest rates per annum was at 
7.95% in 2011. 
Fasilitas-fasilitas pinjaman ini dijamin dengan piutang 
pembiayaan konsumen dengan nilai sekurang-kurangnya 
sebesar 60% dari jumlah saldo pinjaman yang diterima (lihat 
Catatan 5). 
This loan facilities are secured by consumer financing 
receivables with a minimum amount of 60% of total 
outstanding borrowing (see Note 5). 
Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak 
diperkenankan antara lain, melakukan investasi melebihi 
25% dari modal disetor perusahaan investee, mengikat diri 
sebagai penjamin atau melakukan penggabungan usaha, 
kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari 
BCA. 
During the period that the loan is still outstanding, the 
Company is not allowed to, among others, make an 
investment exceeding 25% of the paid-up capital of the 
investee, act as a guarantor or enter into a merger, except 
with prior written consent from BCA. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan belum 
melakukan penarikan kembali atas fasilitas I pinjaman ini. 
As at 31 December 2011, the Company has not 
re drawdown the loan facility I. 
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten 
Tbk (Bank BJB) 
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten 
Tbk (Bank BJB) 
Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari Bank 
BJB dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 250.000, 
dimulai sejak tanggal 25 Maret 2011 dan jatuh tempo pada 
tanggal 25 September 2012. Tingkat suku bunga kontraktual 
setahun berkisar antara 9,00% - 9,10% pada tahun 2011. 
The Company has a working capital facility from Bank BJB 
with a maximum credit limit amounting to Rp 250,000, 
starting on 25 March 2011 and maturing on 25 September 
2012. Contractual interest rate per annum ranging from 
9.00% - 9.10% in 2011.
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 437 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
52 
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten 
Tbk (Bank BJB) (lanjutan) 
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten 
Tbk (Bank BJB) (continued) 
Fasilitas pinjaman ini tidak dijamin oleh jaminan khusus. 
Rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi 
rasio 10:1, dan rasio aset lancar terhadap utang lancar tidak 
melebihi rasio 1,2:1. 
This loan facility is unsecured loan. Debt to equity ratio not 
to exceed 10:1 and current asset to current liability ratio 
not to exceed 1.2:1. 
Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak 
diperkenankan antara lain, melakukan investasi, 
membagikan dividen atau mengikat diri sebagai penjamin, 
kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari 
Bank BJB. 
During the period that the loan is still outstanding, the 
Company is not allowed to, among others, making an 
investment, declare dividend or act as a guarantor, except 
with prior written consent from Bank BJB. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam 
perjanjian fasilitas pinjaman ini. 
As at 31 December 2011, the Company has complied with 
all the requirements mentioned in this loan facility 
agreement. 
The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. (BTMU) - 
Cabang Jakarta 
The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. (BTMU) - 
Jakarta Branch 
Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari 
BTMU dengan batas maksimum kredit sejumlah 
USD 25.000.000 (nilai penuh), dimulai sejak tanggal 25 Juli 
2011 dan jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. 
Pembayaran pokok pinjaman ini dibayarkan setiap tiga 
bulan sekali. Tingkat suku bunga kontraktual setahun 
berpatokan pada BTMU 3 bulan SIBOR ditambah dengan 
tingkat margin sebesar 1,25% pada tahun 2011. 
The Company has a working capital facility from BTMU 
with a maximum credit limit amounting to USD 25,000,000 
(full amount), starting on 25 July 2011 and maturing on 
2 August 2014. Principal of this loan is paid on a quarterly 
basis. The contractual interest rate per annum is 
benchmarked on BTMU 3-month SIBOR plus margin rate 
at 1.25% in 2011. 
Fasilitas pinjaman ini dijamin oleh piutang pembiayaan 
konsumen dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar 100% 
dari jumlah saldo pinjaman yang diterima. Rasio jumlah 
utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 7,5:1, 
dan rasio jumlah pendapatan terhadap jumlah beban 
keuangan tidak kurang dari rasio 2:1. 
This loan facilities are secured by consumer financing 
receivables with a minimum amount of 100% of total 
outstanding borrowing. Debt to equity ratio not to exceed 
7.5:1 and total revenue to total financial charge ratio at 
least 2:1. 
Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak 
diperkenankan antara lain, melakukan investasi atau 
mengikat diri sebagai penjamin, kecuali dengan persetujuan 
tertulis terlebih dahulu dari BTMU. 
During the period that the loan is still outstanding, the 
Company is not allowed to, among others, making an 
investment or act as a guarantor, except with prior written 
consent from BTMU. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam 
perjanjian fasilitas pinjaman ini. 
As at 31 December 2011, the Company has complied with 
all the requirements mentioned in this loan facility 
agreement. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, amortisasi beban provisi 
dan administrasi atas fasilitas pinjaman ini yang dibebankan 
ke laporan laba rugi komprehensif adalah sebesar Rp 259, 
sedangkan bagian yang belum diamortisasi sebesar Rp 818 
dikurangkan dari jumlah nilai nominal fasilitas pinjaman ini . 
As at 31 December 2011, amortization of provision and 
administration expenses of this loan facility are charged to 
the statement of comprehensive income amounted to 
Rp 259, while the unamortized portion amounted to 
Rp 818 is deducted from balance of this loan facility 
nominal value. 
Saldo pinjaman yang diterima dalam mata uang Dolar 
Amerika Serikat sebesar USD 22.916.667 pada tanggal 
31 Desember 2011, termasuk bunganya, telah dilindung 
nilai dengan kontrak cross currency swap (lihat Catatan 9). 
The outstanding balance of the borrowings denominated 
in United State Dollar amounting to USD 22,916,667 as at 
31 Desember 2011, including the interest, were hedged by 
cross currency swap (see Note 9).
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
14. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 14. ACCRUED EXPENSES 
Pihak ketiga Third parties 
Kesejahteraan karyawan 266,195 215,082 148,682 Employees' welfare 
Perolehan pembiayaan konsumen 163,808 169,823 85,206 Acquisition cost of consumer financing 
Imbalan pasca-kerja (lihat Catatan 29) 117,127 85,935 60,781 Post-employment benefits (see Note 29) 
Bunga 93,451 36,174 8,963 Interest 
Promosi 37,056 78,827 29,232 Promotion 
Lain-lain 58,675 28,550 18,586 Others 
Pihak berelasi Related parties 
Bunga 7,470 3,895 2,402 Interest 
Premi asuransi aset tetap 1,520 - - Insurance premium of fixed assets 
438 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
736,312 614,391 351,450 
8 ,990 3,895 2,402 
745,302 618,286 353,852 
53 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar beban bunga 
yang masih harus dibayar diungkapkan pada Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value 
of accrued interest expenses was disclosed in Note 32. 
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN 15. DEBT SECURITIES ISSUED 
Medium Term Notes (MTN) Medium Term Notes (MTN) 
Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance 
Tahun 2011 (MTN I) 
Adira Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I 
Year 2011 (MTN I) 
Pada tanggal 9 Nopember 2011, Perseroan menerbitkan 
Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 
2011 (MTN I) dengan nilai nominal sebesar Rp 400.000 
terbagi atas Seri A dan Seri B. 
On 9 November 2011, the Company issued Adira 
Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I Year 2011 
(MTN I) with a nominal value of Rp 400,000 which consist 
of Serial A and Serial B. 
Pembayaran bunga MTN I dibayarkan setiap tiga bulan sekali 
dengan pembayaran pertama pada tanggal 10 Pebruari 2012 
dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok 
masing-masing seri MTN I. Dalam perjanjian 
perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang 
harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan 
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen 
sebesar Rp 240.000 pada tanggal 31 Desember 2011 (lihat 
Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak 
melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok MTN belum 
dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain 
melakukan penggabungan usaha serta menjual atau 
mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan 
piutang pembiayaan konsumen. 
Interest on MTN I is paid on a quarterly basis with the first 
payment on 10 February 2012 and the last payment 
together with payment of principal of each serial of the 
MTN I. The trustee agreement provides several negative 
covenants to the Company, among others, collateral with 
fiduciary transfer of consumer financing receivables 
amounting to Rp 240,000 as at 31 December 2011 (see 
Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. 
Moreover, during the year that the bonds principals are still 
outstanding, the Company is not allowed to, among others, 
merge and sell or assign more than 40% of the Company’s 
non-consumer financing receivables assets. 
MTN 
Nilai nominal/ 
Nominal value 
Tingkat bunga tetap/ 
Fixed interest rate 
Jatuh tempo/ 
Due date 
Cicilan pokok MTN/ 
MTN principal installment 
Seri/Serial A Rp 200,000 8.40% 10 Mei/May 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial B Rp 200,000 8.65% 10 Nopember/ 
November 2013 
Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
Medium Term Notes (MTN) (lanjutan) Medium Term Notes (MTN) (continued) 
Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance 
Tahun 2011 (MTN I) (lanjutan) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 439 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
54 
Adira Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I 
Year 2011 (MTN I) (continued) 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam 
perjanjian perwaliamanatan. 
As at 31 December 2011, the Company had complied with 
all the requirements mentioned in trustee agreement. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, MTN I mendapat 
peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia 
(Pefindo). 
As at 31 December 2011, MTN I is rated at idAA+ by 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 
Pada tanggal 31 Desember 2011, amortisasi biaya emisi 
MTN yang dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif 
adalah sebesar Rp 41, sedangkan bagian yang belum 
diamortisasi sebesar Rp 989 dikurangkan dari jumlah nilai 
nominal MTN. 
As at 31 December 2011, amortization of MTN issuance 
costs charged to the statement of comprehensive income 
amounted to Rp 41, while the unamortized portion 
amounted to Rp 989 is deducted from balance of MTN 
nominal value. 
Beban bunga atas MTN pada tahun 2011 sebesar 
Rp 4.967. 
The interest expenses of MTN in 2011 amounted to 
Rp 4,967.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
Utang Obligasi Bonds Payable 
Nilai nominal: Nominal value: 
Obligasi II Bonds II 
Pihak ketiga - 90,000 175,000 Third parties 
Pihak berelasi - - 5,000 Related party 
Obligasi III Bonds III 
Pihak ketiga 282,000 333,000 379,000 Third parties 
Pihak berelasi 121,000 121,000 121,000 Related party 
Obligasi IV Bonds IV 
Pihak ketiga 1,740,000 1,900,000 - Third parties 
Pihak berelasi 260,000 100,000 - Related parties 
Obligasi V Bonds V 
Pihak ketiga 2,364,000 - - Third parties 
Pihak berelasi 136,000 - - Related parties 
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Sustainable Bonds I Phase I 
Pihak ketiga 2,523,000 - - Third parties 
Pihak berelasi - - - Related parties 
Dikurangi: Less: 
Biaya emisi obligasi yang belum 
diamortisasi (20,068) (8,768) (3,146) Unamortized bonds issuance costs 
Jumlah - bersih 7,405,932 2,535,232 676,854 Total - net 
Dikurangi: Less: 
Bagian yang jatuh tempo dalam 
waktu satu tahun ( 1,480,209) (140,885) (135,818) Current portion 
Bagian yang jatuh tempo lebih dari 
satu tahun 5,925,723 2,394,347 541,036 Non-current portion 
Amortisasi biaya emisi obligasi yang Amortization of bonds issuance costs 
dibebankan ke laporan laba rugi charged to the statements of 
komprehensif (lihat Catatan 25) 6,022 2 ,043 1,850 comprehensive income (see Note 25) 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 Adira Dinamika Multi Finance Bonds II Year 2006 
440 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
- 90,000 180,000 
403,000 454,000 500,000 
2,000,000 2,000,000 - 
2,500,000 - - 
2,523,000 - - 
55 
Obligasi/ 
Bonds 
Nilai nominal/ 
Nominal value 
Tingkat bunga tetap/ 
Fixed interest rate 
Jatuh tempo/ 
Due date 
Cicilan pokok obligasi/ 
Bonds principal installment 
Seri/Serial A Rp 570,000 14.40% 8 Juni/June 2009 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial B Rp 90,000 14.50% 8 Juni/June 2010 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial C Rp 90,000 14.60% 8 Juni/June 2011 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 
(lanjutan) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 441 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
56 
Adira Dinamika Multi Finance Bonds II Year 2006 
(continued) 
Pada tanggal 24 Mei 2006, Perseroan telah memperoleh 
pernyataan efektif dari Bapepam melalui surat 
No. S-137/BL/2006 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi 
Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 (Obligasi II) 
dengan nilai nominal sebesar Rp 750.000 terbagi atas 
Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di Bursa Efek 
Surabaya (sekarang bernama Bursa Efek Indonesia, lihat 
Catatan 1b) pada tanggal 8 Juni 2006. Wali amanat 
sehubungan dengan penawaran umum Obligasi II ini adalah 
PT Bank Permata Tbk. 
On 24 May 2006, the Company received the effective 
notification from Bapepam based on its letter 
No. S-137/BL/2006 in conjunction with the Public Offering 
of Adira Dinamika Multi Finance Bonds II Year 2006 
(Bonds II) with a nominal value of Rp 750,000 which 
consist of Serial A, Serial B and Serial C and were listed at 
Surabaya Stock Exchange (now namely Indonesia Stock 
Exchange, see Note 1b) on 8 June 2006. PT Bank 
Permata Tbk is the trustee in connection with the public 
offering of Bonds II. 
Pembayaran bunga Obligasi II dibayarkan setiap tiga bulan 
sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 
8 September 2006 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan 
pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi II. Dalam 
perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan 
yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan 
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen pada 
tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 54.000 (2009: 
Rp 108.000) (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman 
terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 7,5:1. Selain itu, selama 
pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak 
diperkenankan, antara lain membagi dividen selama 
Perseroan lalai dalam membayar jumlah terutang obligasi, 
melakukan penggabungan usaha serta menjual atau 
mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan 
piutang pembiayaan konsumen. 
Interest on Bonds II is paid on a quarterly basis with the 
first payment on 8 September 2006 and the last payment 
together with payment of principal of each serial of the 
Bonds II. The trustee agreement provides several negative 
covenants to the Company, among others, collateral with 
fiduciary transfer of consumer financing receivables as at 
31 December 2010 amounting to Rp 54,000 (2009: 
Rp 108,000) (see Note 5) and debt to equity ratio not to 
exceed 7.5:1. Moreover, during the year that the bonds 
principals are still outstanding, the Company is not allowed 
to, among others, declare dividends in the event that the 
Company is in default on its bonds obligations, merge and 
sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer 
financing receivables assets. 
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) 
untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan 
ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan 
setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 
The Company can buy back part or all of the bonds 
isssued under a condition that such action can only be 
conducted after the first anniversary since the issuance 
date. 
Perseroan melunasi seluruh utang pokok Obligasi II Seri A, 
Seri B dan Seri C masing-masing pada tanggal 8 Juni 
2009, 2010 dan 2011. 
The Company fully paid the outstanding principal of Bonds 
II Serial A, Serial B and Serial C on 8 June 2009, 2010 and 
2011, respectively. 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 Adira Dinamika Multi Finance Bonds III Year 2009 
Obligasi/ 
Bonds 
Nilai nominal/ 
Nominal value 
Tingkat bunga tetap/ 
Fixed interest rate 
Jatuh tempo/ 
Due date 
Cicilan pokok obligasi/ 
Bonds principal installment 
Seri/Serial A Rp 46,000 12.55% 18 Mei/May 2010 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial B Rp 51,000 13.55% 13 Mei/May 2011 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial C Rp 403,000 14.60% 13 Mei/May 2012 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 
(lanjutan) 
442 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
57 
Adira Dinamika Multi Finance Bonds III Year 2009 
(continued) 
Pada tanggal 4 Mei 2009, Perseroan telah memperoleh 
pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui surat 
No. S-3485/BL/2009 dalam rangka Penawaran Umum 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 
(Obligasi III) dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 
terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di 
Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Mei 2009. Wali 
amanat sehubungan dengan penawaran umum Obligasi III ini 
adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 
On 4 May 2009, the Company received the effective 
notification from Bapepam-LK based on its letter 
No. S-3485/BL/2009 in conjunction with the Public Offering 
of Adira Dinamika Multi Finance Bonds III Year 2009 
(Bonds III) with a nominal value of Rp 500,000 which 
consist of Serial A, Serial B and Serial C and were listed at 
Indonesia Stock Exchange on 14 May 2009. PT Bank 
Negara Indonesia (Persero) Tbk is the trustee in 
connection with the public offering of Bonds III. 
Pembayaran bunga Obligasi III dibayarkan setiap tiga bulan 
sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 13 Agustus 
2009 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan 
pokok masing-masing seri Obligasi III. Dalam perjanjian 
perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang 
harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan 
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen 
sebesar Rp 241.800 pada tanggal 31 Desember 2011 (2010: 
Rp 272.400; 2009: Rp 300.000) (lihat Catatan 5) dan rasio 
jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. 
Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan 
tidak diperkenankan, antara lain membagi dividen selama 
Perseroan lalai dalam membayar jumlah terutang obligasi, 
melakukan penggabungan usaha serta menjual atau 
mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan 
piutang pembiayaan konsumen. 
Interest on Bonds III is paid on a quarterly basis with the 
first payment on 13 August 2009 and the last payment 
together with payment of principal of each serial of the 
Bonds III. The trustee agreement provides several 
negative covenants to the Company, among others, 
collateral with fiduciary transfer of consumer financing 
receivables amounting to Rp 241,800 as at 31 December 
2011 (2010: Rp 272,400; 2009: Rp 300,000), respectively 
(see Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. 
Moreover, during the year that the bonds principals are still 
outstanding, the Company is not allowed to, among others, 
declare dividends in the event that the Company is in 
default on its bonds obligations, merge and sell or assign 
more than 40% of the Company’s non-consumer financing 
receivables assets. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
melakukan pembayaran bunga obligasi sesuai dengan 
jatuh tempo yang telah ditetapkan dalam perjanjian 
perwaliamanatan dan telah memenuhi seluruh persyaratan 
yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. 
As at 31 December 2011, the Company had paid the 
bonds interest on schedule as stated in the trustee 
agreement and complied with all the requirements 
mentioned in the trustee agreement. 
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) 
untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan 
ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan 
setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 
The Company can buy back part or all of the bonds 
isssued under a condition that such action can only be 
conducted after the first anniversary since the issuance 
date. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi III mendapat 
peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia 
(Pefindo). 
As at 31 December 2011, Bonds III is rated at idAA+ by 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 
Perseroan melunasi seluruh utang pokok Obligasi III Seri A 
dan Seri B masing-masing pada tanggal 18 Mei 2010 dan 
13 Mei 2011. 
The Company fully paid the outstanding principal of 
Bonds III Serial A and Serial B on 18 May 2010 and 
13 May 2011, respectively.
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 Adira Dinamika Multi Finance Bonds IV Year 2010 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 443 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
58 
Obligasi/ 
Bonds 
Nilai nominal/ 
Nominal value 
Tingkat bunga tetap/ 
Fixed interest rate 
Jatuh tempo/ 
Due date 
Cicilan pokok obligasi/ 
Bonds principal installment 
Seri/Serial A Rp 229,000 7.60% 29 April 2012 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial B Rp 238,000 8.25% 29 Oktober/ 
October 2012 
Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial C Rp 577,000 8.70% 29 April 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial D Rp 284,000 9.00% 29 Oktober/ 
October 2013 
Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial E Rp 672,000 9.25% 29 Oktober/ 
October 2014 
Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Pada tanggal 21 Oktober 2010, Perseroan telah memperoleh 
pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui surat 
No. S-9564/BL/2010 dalam rangka Penawaran Umum 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 
(Obligasi IV) dengan nilai nominal sebesar Rp 2.000.000 
terbagi atas Seri A, Seri B, Seri C, Seri D dan Seri E yang 
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 Nopember 
2010. Wali amanat sehubungan dengan penawaran umum 
Obligasi IV ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) 
Tbk. 
On 21 October 2010, the Company received the effective 
notification from Bapepam-LK based on its letter 
No. S-9564/BL/2010 in conjunction with the Public Offering 
of Adira Dinamika Multi Finance Bonds IV Year 2010 
(Bonds IV) with a nominal value of Rp 2,000,000 which 
consist of Serial A, Serial B, Serial C, Serial D and Serial E 
and were listed at Indonesia Stock Exchange on 
1 November 2010. PT Bank Negara Indonesia (Persero) 
Tbk is the trustee in connection with the public offering of 
Bonds IV. 
Pembayaran bunga Obligasi IV dibayarkan setiap tiga bulan 
sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 29 Januari 
2011 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan 
pokok masing-masing seri Obligasi IV. Dalam perjanjian 
perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang 
harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan 
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen 
sebesar Rp 1.200.000 pada tanggal 31 Desember 2011 
(2010: Rp 600.000) (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah 
pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain 
itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak 
diperkenankan, antara lain membagi dividen selama 
Perseroan lalai dalam membayar jumlah terutang obligasi, 
melakukan penggabungan usaha serta menjual atau 
mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan 
piutang pembiayaan konsumen. 
Interest on Bonds IV is paid on a quarterly basis with the 
first payment on 29 January 2011 and the last payment 
together with payment of principal of each serial of the 
Bonds IV. The trustee agreement provides several 
negative covenants to the Company, among others, 
collateral with fiduciary transfer of consumer financing 
receivables amounting to Rp 1,200,000 as at 31 December 
2011 (2010: Rp 600,000), respectively (see Note 5) and 
debt to equity ratio not to exceed 10:1. Moreover, during 
the year that the bonds principals are still outstanding, the 
Company is not allowed to, among others, declare 
dividends in the event that the Company is in default on its 
bonds obligations, merge and sell or assign more than 
40% of the Company’s non-consumer financing 
receivables assets. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
melakukan pembayaran bunga obligasi sesuai dengan 
jatuh tempo yang telah ditetapkan dalam perjanjian 
perwaliamanatan dan telah memenuhi seluruh persyaratan 
yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. 
As at 31 December 2011, the Company had paid the 
bonds interest on schedule as stated in the trustee 
agreement and complied with all the requirements 
mentioned in trustee agreement. 
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) 
untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan 
ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan 
setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 
The Company can buy back part or all of the bonds 
isssued under a condition that such action can only be 
conducted after the first anniversary since the issuance 
date. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi IV mendapat 
peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia 
(Pefindo). 
As at 31 December 2011, Bonds IV is rated at idAA+ by 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 Adira Dinamika Multi Finance Bonds V Year 2011 
444 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
59 
Obligasi/ 
Bonds 
Nilai nominal/ 
Nominal value 
Tingkat bunga tetap/ 
Fixed interest rate 
Jatuh tempo/ 
Due date 
Cicilan pokok obligasi/ 
Bonds principal installment 
Seri/Serial A Rp 612,000 8.00% 31 Mei/May 2012 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial B Rp 160,000 8.80% 27 Mei/May 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial C Rp 567,000 9.60% 27 Mei/May 2014 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial D Rp 1,161,000 10.00% 27 Mei/May 2015 Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Pada tanggal 18 Mei 2011, Perseroan telah memperoleh 
pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui surat 
No. S-5474/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum 
Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 
(Obligasi V) dengan nilai nominal sebesar Rp 2.500.000 
terbagi atas Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D yang 
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 30 Mei 
2011. Wali amanat sehubungan dengan penawaran umum 
Obligasi V ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) 
Tbk. 
On 18 May 2011, the Company received the effective 
notification from Bapepam-LK based on its letter 
No. S-5474/BL/2011 in conjunction with the Public Offering 
of Adira Dinamika Multi Finance Bonds V Year 2011 
(Bonds V) with a nominal value of Rp 2,500,000 which 
consist of Serial A, Serial B, Serial C and Serial D and 
were listed at Indonesia Stock Exchange on 30 May 2011. 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk is the trustee in 
connection with the public offering of Bonds V. 
Pembayaran bunga Obligasi V dibayarkan setiap tiga bulan 
sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 27 Agustus 
2011 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan 
pokok masing-masing seri Obligasi V. Dalam perjanjian 
perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang 
harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan 
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen 
sebesar Rp 1.500.000 pada tanggal 31 Desember 2011 (lihat 
Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak 
melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum 
dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain 
melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada 
bidang usaha yang sama serta menjual atau mengalihkan 
lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang 
pembiayaan konsumen. 
Interest on Bonds V is paid on a quarterly basis with the 
first payment on 27 August 2011 and the last payment 
together with payment of principal of each serial of the 
Bonds V. The trustee agreement provides several negative 
covenants to the Company, among others, collateral with 
fiduciary transfer of consumer financing receivables 
amounting to Rp 1,500,000 as at 31 December 2011, 
respectively (see Note 5) and debt to equity ratio not to 
exceed 10:1. Moreover, during the year that the bonds 
principals are still outstanding, the Company is not allowed 
to, among others, merged unless performed on the same 
business and to sell or assign more than 40% of the 
Company’s non-consumer financing receivables assets. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah 
melakukan pembayaran bunga obligasi sesuai dengan 
jatuh tempo yang telah ditetapkan dalam perjanjian 
perwaliamanatan dan telah memenuhi seluruh persyaratan 
yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. 
As at 31 December 2011, the Company had paid the 
bonds interest on schedule as stated in the trustee 
agreement and complied with all the requirements 
mentioned in trustee agreement. 
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) 
untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan 
ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan 
setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 
The Company can buy back part or all of the bonds 
isssued under a condition that such action can only be 
conducted after the first anniversary since the issuance 
date. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi V mendapat 
peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia 
(Pefindo). 
As at 31 December 2011, Bonds V is rated at idAA+ by 
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance 
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 445 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
60 
Adira Dinamika Multi Finance Sustainable Bonds I with 
Fixed Interest Rate Phase I Year 2011 
Obligasi/ 
Bonds 
Nilai nominal/ 
Nominal value 
Tingkat bunga tetap/ 
Fixed interest rate 
Jatuh tempo/ 
Due date 
Cicilan pokok obligasi/ 
Bonds principal installment 
Seri/Serial A Rp 325,000 7.75% 16 Desember/ 
December 2013 
Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial B Rp 665,000 8.00% 16 Desember/ 
December 2014 
Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Seri/Serial C Rp 1.533,000 9.00% 16 Desember/ 
December 2016 
Pembayaran penuh pada saat jatuh 
tempo/Bullet payment on due date 
Pada tanggal 9 Desember 2011, Perseroan telah 
memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui 
surat No. S-13197/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum 
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance dengan 
Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 (Obligasi 
Berkelanjutan I Tahap I) dengan nilai nominal sebesar 
Rp 2.523.000 terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang 
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 
19 Desember 2011. Wali amanat sehubungan dengan 
penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini adalah 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 
On 9 December 2011, the Company received the effective 
notification from Bapepam-LK based on its letter 
No. S-13197/BL/2011 in conjunction with the Public 
Offering of Adira Dinamika Multi Finance Sustainable 
Bonds I with Fixed Interest Rate Phase I Year 2011 
(Sustainable Bonds I Phase I) with a nominal value of 
Rp 2,523,000 which consist of Serial A, Serial B and Serial 
C and were listed at Indonesia Stock Exchange on 
19 December 2011. PT Bank Negara Indonesia (Persero) 
Tbk is the trustee in connection with the public offering of 
Sustainable Bonds I Phase I. 
Pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan I Tahap I 
dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran 
pertama pada tanggal 16 Maret 2012 dan terakhir dilakukan 
bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri 
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I. Dalam perjanjian 
perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang 
harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan 
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen 
sebesar Rp 630.750 pada tanggal 31 Desember 2011 (lihat 
Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak 
melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum 
dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain 
melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada 
bidang usaha yang sama serta menjual atau mengalihkan 
lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang 
pembiayaan konsumen. 
Interest on Sustainable Bonds I Phase I is paid on a 
quarterly basis with the first payment on 16 March 2012 
and the last payment together with payment of principal of 
each serial of the Sustainable Bonds I Phase I. The trustee 
agreement provides several negative covenants to the 
Company, among others, collateral with fiduciary transfer 
of consumer financing receivables amounting to 
Rp 630,750 as at 31 December 2011, respectively (see 
Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. 
Moreover, during the year that the bonds principals are still 
outstanding, the Company is not allowed to, among others, 
merged unless performed on the same business and to 
sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer 
financing receivables assets. 
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) 
untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan 
ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan 
setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 
The Company can buy back part or all of the bonds 
isssued under a condition that such action can only be 
conducted after the first anniversary since the issuance 
date. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi Berkelanjutan I 
Tahap I mendapat peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat 
Efek Indonesia (Pefindo). 
As at 31 December 2011, Sustainable Bonds I Phase I is 
rated at idAA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia 
(Pefindo). 
Beban bunga atas utang obligasi pada tahun 2011 adalah 
sebesar Rp 396.593 (2010: Rp 119.247; 2009: 
Rp 107.283). 
The interest expenses of bonds payable in 2011 amounted 
to Rp 396,593 (2010: Rp 119,247; 2009: Rp 107,283).
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 
446 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
61 
Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun 
atas efek utang yang diterbitkan pada tanggal 
31 Desember 2011 adalah 9,17% (2010: 9,98%). 
The weighted average effective interest rate per annum on 
debt securities issued as at 31 December 2011 was 
9.17% (2010: 9.98%). 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar efek utang 
yang diterbitkan diungkapkan pada Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value 
of debt securities issued was disclosed in Note 32. 
16. UTANG LAIN-LAIN 16. OTHER PAYABLES 
2011 2010 2009 
Pihak ketiga Third parties 
Utang kepada dealer 245,698 118,559 84,372 Payables to dealers 
Titipan konsumen 15,180 14,554 9,361 Customers deposits 
Perolehan aset tetap 6,662 8,181 2,581 Fixed assets acquisition 
Lain-lain 15,762 22,041 12,761 Others 
283,302 163,335 109,075 
Pihak berelasi Related parties 
Premi asuransi 89,952 80,800 41,848 Insurance premium 
Pemulihan dari piutang yang 
dihapusbukukan 11,784 - - Recovery on written-off receivables 
Denda keterlambatan 6,080 - - Late charges 
Utang kepada dealer 1,501 922 529 Payables to dealers 
Lain-lain 102,961 - - Others 
212,278 81,722 42,377 
495,580 245,057 151,452 
Utang kepada dealer merupakan liabilitas Perseroan 
kepada dealer atas nasabah-nasabah yang telah 
memperoleh persetujuan kredit dari Perseroan dan pihak 
dealer telah menyerahkan kendaraan yang dibiayai kepada 
konsumen tersebut. 
Payables to dealers represent the Company’s liabilities to 
dealers for the approved consumer financing contracts and 
the dealers have delivered the vehicles to the customers. 
Utang lain-lain sebesar Rp 102.961 merupakan liabilitas 
terkait transaksi pembiayaan bersama (lihat Catatan 30). 
Others payable amounting to Rp 102,961 was liabilities 
related to joint financing transactions (see Notes 30). 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar utang kepada 
dealer dan utang premi asuransi diungkapkan pada 
Catatan 32. 
Information with respect to the classification and fair value 
of payables to dealers and insurance premium payables 
was disclosed in Note 32.
a. Utang pajak a. Taxes payable 
Pajak penghasilan badan 1,012 159 551 Corporate income tax 
Pajak penghasilan lainnya Other income taxes 
Pasal 21 19,245 17,775 12,431 Article 21 
Pasal 23 dan 26 670 548 375 Articles 23 and 26 
Pasal 25 39,485 34,764 36,838 Article 25 
Pasal 4(2) 1,717 233 809 Article 4(2) 
b. Beban pajak penghasilan b. Income tax expense 
Kini 427,545 379,999 435,030 Current 
Tangguhan 100,673 83,818 10,917 Deferred 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 447 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
17. PAJAK PENGHASILAN 17. INCOME TAX 
2011 2010 2009 
62,129 53,479 51,004 
2011 2010 2009 
528,218 463,817 445,947 
62
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) 
b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense (continued) 
448 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
63 
Rekonsiliasi antara laba akuntansi sebelum pajak, 
sebagaimana yang disajikan dalam laporan laba rugi 
komprehensif dengan laba kena pajak adalah sebagai 
berikut: 
Reconciliation between accounting income before tax, 
as shown in the statements of comprehensive income 
and taxable income was as follows: 
2011 2010 2009 
Laba akuntansi sebelum pajak 
penghasilan 2,111,539 1,931,723 1,658,347 Accounting income before income tax 
Beda temporer: Temporary differences: 
Amortisasi biaya transaksi terkait Amortization of transaction costs related 
perolehan piutang pembiayaan to acquisition of consumer financing 
konsumen 2,041,056 1,423,898 978,885 receivables 
Penyisihan/(pemulihan) kerugian Allowance for/(reversal of) impairment 
penurunan nilai piutang losses from consumer financing 
pembiayaan konsumen 80,732 17,458 (71,324) receivables 
Imbalan kerja karyawan 31,192 25,154 11,982 Employees’ benefits 
Kesejahteraan karyawan 19,587 38,443 20,444 Employees’ welfare 
Amortisasi beban dibayar dimuka Amortization of prepaid expenses related 
atas administrasi dan provisi to administration and provision 
pinjaman yang diterima 3,624 858 730 fees of borrowings 
Penyisihan/(pemulihan) kerugian Allowance for/(reversal of) impairment 
penurunan nilai piutang lain-lain 9,309 2,597 (648) losses from other receivables 
Biaya transaksi terkait perolehan Transaction costs related to acquisition 
piutang pembiayaan konsumen (2,487,093) (1,911,698) (1,028,186) of consumer financing receivables 
Penghapusan piutang pembiayaan Write-off of consumer financing 
konsumen (42,548) (87,952) (11,536) receivables 
Promosi (41,772) 78,827 - Promotion 
Penyusutan aset tetap (11,330) (5,815) 96 Depreciation of fixed assets 
Penyisihan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses from 
sewa pembiayaan (1,102) 268 - finance leases 
Beban dibayar dimuka atas provisi 
dan administrasi pinjaman Prepaid expenses related to administration 
yang diterima (4,344) (380) (1,538) and provision fees of borrowings 
Dividen saham - - 350 Stock dividend 
1,708,850 1,513,381 1,557,602 
Beda permanen: Permanent differences: 
Beban yang tidak dapat dikurangkan 14,766 14,969 20,452 Non-deductible expenses 
Pendapatan jasa giro dan deposito Interest income from current accounts and 
berjangka (13,433) (8,355) (24,376) time deposits 
1,333 6,614 (3,924) 
Laba kena pajak 1,710,183 1,519,995 1,553,678 Taxable income 
Beban pajak penghasilan 427,545 379,999 435,030 Income tax expense 
Dikurangi: pajak dibayar dimuka (426,533) (379,840) (434,479) Less: prepaid taxes 
1,012 159 551 
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun 
2011 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat 
untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada saat 
Perseroan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) 
Tahunan PPh Badan. 
The corporate income tax calculation for 2011 was a 
preliminary estimate made for accounting purposes 
and its subject to revision when the Company lodged 
its Annual Corporate Income Tax Return. 
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun 
2010 dan 2009 sesuai dengan SPT Perseroan. 
The calculation of corporate income tax for 2010 and 
2009 conforms with the Company’s Annual Tax 
Returns.
17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) 
b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense (continued) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 449 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
64 
Rekonsiliasi atas beban pajak penghasilan dengan 
perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan 
dan tarif pajak maksimum yang berlaku adalah sebagai 
berikut: 
The reconciliation between income tax expense and 
the accounting income before income tax multiplied by 
the maximum marginal tax rate was as follows: 
2011 2010 2009 
Laba sebelum pajak penghasilan 2,111,539 1,931,723 1,658,347 Income before income tax 
Dikurangi: pendapatan bunga yang 
dikenakan pajak final (13,433) (8,355) (24,376) Less: net interest income subjected to final tax 
2,098,106 1,923,368 1,633,971 
Tarif pajak maksimum 25% tahun 2011 Marginal statutory income tax rate of 25% 
(2010: 25%; 2009: 28%) 524,526 480,842 457,511 in 2011 (2010: 25%; 2009: 28%) 
Penyesuaian tarif pajak - - (17,291) Adjustment of tax rate 
Perbedaan permanen dengan tarif 
pajak 25% pada tahun 2011 Permanent differences at 25% tax rate 
(2010: 25%; 2009: 28%) 3,692 3,742 5,727 in 2011 (2010: 25%; 2009: 28%) 
Penyesuaian lainnya - (20,767) - Other adjustment 
Beban pajak penghasilan 528,218 463,817 445,947 Income tax expense 
Pada bulan September 2008, Undang-Undang No. 36 
tahun 2008 tentang perubahan keempat atas Undang- 
Undang No. 7 tahun 1983 atas Pajak Penghasilan 
telah disahkan. Undang-Undang ini berlaku efektif 
sejak 1 Januari 2009. Perubahan signifikan yang 
diatur dalam Undang-Undang ini, salah satunya 
adalah perubahan tarif pajak penghasilan badan 
menjadi tarif tunggal, yaitu sebesar 28% untuk tahun 
fiskal 2009 dan sebesar 25% untuk tahun fiskal 2010 
dan seterusnya. Perseroan telah membukukan 
pengaruh dari perubahan tarif pajak penghasilan 
terhadap kewajiban pajak tangguhan - bersih di dalam 
laporan keuangan pada tanggal dan tahun berakhir 
31 Desember 2009 sebesar (Rp 17.291). 
In September 2008, Law No. 36 year 2008 which is 
a fourth amendment of Law No. 7 year 1983 regarding 
income tax has been approved. The law is effective 
starting 1 January 2009. One of significant changes 
stipulated in the Law is changing of corporate income 
tax rate to single rate, which is 28% for the year 2009 
and which is 25% for the year 2010 onwards. The 
Company has charged the impact of the change of 
corporate income tax rate to its net deferred tax 
liabilities in its financial statements as of and for the 
year ended 31 December 2009 of (Rp 17,291).
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) 
c. Liabilitas pajak tangguhan - bersih c. Deferred tax liabilities - net 
2011 
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets: 
Kesejahteraan karyawan 
yang masih harus dibayar 28,841 4,897 33,738 Accrued employees’ welfare 
Imbalan kerja yang masih 
harus dibayar 21,484 7,798 29,282 Accrued employees’ benefits 
Promosi 19,707 (10,443) 9,264 Promotion 
Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses 
nilai piutang lain-lain 3,164 2,327 5,491 from other receivables 
Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses 
nilai atas piutang pembiayaan from consumer financing 
konsumen 2,592 9,270 11,862 receivables 
Dividen saham 88 - 88 Stock dividend 
Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liabilities: 
450 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
(Dibebankan)/ 
dikreditkan ke 
laporan laba rugi 
komprehensif/ 
(Charged)/ 
credited to 
Saldo awal/ statement of Saldo akhir/ 
Beginning comprehensive Ending 
balance income balance 
75,876 13,849 89,725 
65 
Transaction costs related to 
Biaya transaksi terkait perolehan acquisition of consumer 
piutang pembiayaan konsumen (367,520) (111,509) (479,029) financing receivables 
Penyusutan aset tetap (11,053) (2,832) (13,885) Depreciation of fixed assets 
Beban dibayar dimuka atas Prepaid expenses related to 
administrasi dan provisi administration and provision 
pinjaman yang diterima (105) (181) (286) fees of borrowings 
(378,678) (114,522) (493,200) 
(302,802) (100,673) (403,475)
17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) 
c. Liabilitas pajak tangguhan - bersih (lanjutan) c. Deferred tax liabilities - net (continued) 
2010 
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets: 
Kesejahteraan karyawan 
yang masih harus dibayar 19,231 9,610 28,841 Accrued employees’ welfare 
Imbalan kerja yang masih 
harus dibayar 15,195 6,289 21,484 Accrued employees’ benefits 
Promosi - 19,707 19,707 Promotion 
Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses 
nilai piutang lain-lain 2,515 649 3,164 from other receivables 
Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses 
nilai atas piutang pembiayaan from consumer financing 
konsumen (619) 3,211 2,592 receivables 
Dividen saham 88 - 88 Stock dividend 
36,410 39,466 75,876 
Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liabilities: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 451 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
(Dibebankan)/ 
dikreditkan ke 
laporan laba rugi 
komprehensif/ 
(Charged)/ 
credited to 
Saldo awal/ statement of Saldo akhir/ 
Beginning comprehensive Ending 
balance income balance 
66 
Transaction costs related to 
Biaya transaksi terkait perolehan acquisition of consumer 
piutang pembiayaan konsumen (245,570) (121,950) (367,520) financing receivables 
Penyusutan aset tetap (9,599) (1,454) (11,053) Depreciation of fixed assets 
Beban dibayar dimuka atas Prepaid expenses related to 
administrasi dan provisi administration and provision 
pinjaman yang diterima (225) 120 (105) fees of borrowings 
(255,394) (123,284) (378,678) 
(218,984) (83,818) (302,802)
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) 
c. Liabilitas pajak tangguhan - bersih (lanjutan) c. Deferred tax liabilities - net (continued) 
2009 
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets: 
Kesejahteraan karyawan 
yang masih harus dibayar 15,447 3,784 19,231 Accrued employees’ welfare 
Imbalan kerja yang masih 
harus dibayar 12,283 2,912 15,195 Accrued employees’ benefits 
Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses 
nilai piutang lain-lain 2,462 53 2,515 from other receivables 
Dividen saham - 88 88 Stock dividend 
Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liabilities: 
452 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
(Dibebankan)/ 
dikreditkan ke 
laporan laba rugi 
komprehensif/ 
(Charged)/ 
credited to 
Saldo awal/ statement of Saldo akhir/ 
Beginning comprehensive Ending 
balance income balance 
30,192 6,837 37,029 
67 
Transaction costs related to 
Biaya transaksi terkait perolehan acquisition of consumer 
piutang pembiayaan konsumen (251,166) 5,596 (245,570) financing receivables 
Penyusutan aset tetap (9,784) 185 (9,599) Depreciation of fixed assets 
Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses 
nilai atas piutang pembiayaan from consumer financing 
konsumen 22,717 (23,336) (619) receivables 
Beban dibayar dimuka atas Prepaid expenses related to 
administrasi dan provisi administration and provision 
pinjaman yang diterima (26) (199) (225) fees of borrowings 
(238,259) (17,754) (256,013) 
(208,067) (10,917) (218,984) 
d. Pemeriksaan pajak d. Tax assessments 
Pada tahun 2007, Perseroan menerima Surat 
Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dengan 
jumlah Rp 483 atas pajak penghasilan pasal 21 dan 23 
untuk tahun fiskal 2005. Perseroan melunasi seluruh 
kekurangan tersebut pada tahun 2008. Namun 
demikian, dari SKPKB tersebut, Perseroan tidak 
menyetujui jumlah sebesar Rp 412 dan mengajukan 
keberatan. Atas pengajuan keberatan tersebut, 
Direktorat Jenderal Pajak telah mengeluarkan surat 
keputusan No. KEP-94/WPJ.32/BD.06/2008 yang 
menerima sebagian keberatan sebesar Rp 150 
Perseroan mengajukan banding atas sisa kelebihan 
pembayaran sebesar Rp 262. Atas pengajuan banding 
tersebut, Pengadilan Pajak telah mengabulkan 
sebagian permohonan banding tersebut melalui surat 
keputusan No. Put. 19367/PP/M.VIII/10/2009 tanggal 
12 Agustus 2009 sebesar Rp 227. Perseroan tidak 
mengajukan banding lagi atas jumlah yang tersisa 
sebesar Rp 35. 
In 2007, the Company received a tax assessment letter 
confirming underpayment (SKPKB) for a total amount 
of Rp 483 of income taxes articles 21 and 23 of fiscal 
year 2005. The Company paid such underpayment in 
2008. However, of the above mentioned tax 
assessment, the Company disagreed with an amount 
of Rp 412 and submitted an objection. In relation with 
the objection, Directorate General of Taxes issued a 
decision letter No. KEP-94/WPJ.32/BD.06/2008 to 
accept part of the objection amounting to Rp 150. The 
Company submitted an appeal for the remaining 
amount of Rp 262. In relation with the appeal, Tax 
Court approved parts of that appeal through decision 
letter No. Put. 19367/PP/M.VIII/10/2009 dated 
12 August 2009 amounting to Rp 227. The Company 
no longer appeal for the remaining amount of Rp 35.
17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) 
d. Pemeriksaan pajak (lanjutan) d. Tax assessments (continued) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 453 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
68 
Pada tahun 2009, Perseroan menerima Surat Tagihan 
Pajak (STP) atas kewajiban pajak penghasilan 
pasal 25 Masa Pajak Juli-September 2009 
No. 00070/106/09/054/09 tertanggal 20 Oktober 2009 
sebesar Rp 41.248. Pada tanggal 9 Nopember 2009, 
Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan surat 
keputusan No. KEP-00091/WPJ.07/KP.0803/2009 
tentang pembetulan atas penerbitan STP 
No. 00070/106/09/054/09 tertanggal 20 Oktober 2009 
dan menetapkan jumlah pajak yang harus dibayar 
menjadi Rp 18.639 (termasuk sanksi bunga). 
Perseroan telah melunasi STP tersebut dan telah 
mengkreditkan pembayaran pokok dari STP tersebut di 
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) 2009 pada tahun 
2009. 
In 2009, the Company received a Tax Collection Notice 
(STP) of income tax article 25 for fiscal period July- 
September 2009 No. 00070/106/09/054/09 dated 
20 October 2009 amounting to Rp 41,248. On 
9 November 2009, Directorate General of Taxes issued 
decision letter No. KEP00091/WPJ.07/KP.0803/2009 
regarding revision of STP No.00070/106/09/054/09 
dated 20 October 2009 and confirming tax payable to 
become Rp 18,639 (including interest penalty). The 
Company had paid such revised STP and credited the 
principal payment of such STP in annual corporate 
income tax return (SPT) 2009 in 2009. 
e. Administrasi e. Administration 
Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, 
Perseroan melaporkan/menyetorkan pajak 
berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat 
menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut 
dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan 
yang berlaku. 
Under the taxation laws of Indonesia, the Company 
submits tax returns on the basis of self-assessment. 
The tax authorities may assess or amend taxes within 
the statute of limitations, under prevailing regulations. 
18. MODAL SAHAM 18. SHARE CAPITAL 
Pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 
2011, 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: 
The Company’s shareholders as at 31 December 2011, 
2010 and 2009 were as follows: 
2011, 2010 dan/and 2009 
Pemegang saham 
Jumlah saham 
yang ditempatkan 
dan disetor penuh/ 
Number of shares 
issued and 
fully paid 
Persentase 
kepemilikan/ 
Percentage of 
ownership 
Jumlah/ 
Total Shareholders 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 950,000,000 95.00% 95,000 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
PT Asuransi Adira Dinamika 4,433,500 0.44% 443 PT Asuransi Adira Dinamika 
Lain-lain (masing-masing dengan 
kepemilikan dibawah 5%) 45,566,500 4.56% 4,557 Others (each owns below 5%) 
1,000,000,000 100.00% 100,000 
Pada bulan April 2009, Mega Value Profits Limited, British 
Virgin Island, meningkatkan kepemilikan saham di Perseroan 
menjadi 20% atau sebanyak 200.000.000 saham. 
On April 2009, Mega Value Profits Limited, British Virgin 
Island, has increased its share ownership in the Company 
to 20% or 200,000,000 shares. 
Pada tanggal 9 Juli 2009, PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
telah menggunakan opsi belinya untuk membeli 20% 
saham Perseroan atau sebanyak 200.000.000 saham dari 
Mega Value Profits Limited, British Virgin Island. Dengan 
demikian, PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah 
meningkatkan kepemilikan saham di Perseroan menjadi 
95%. 
On 9 July 2009, PT Bank Danamon Indonesia Tbk has 
exercised the call option to purchase 20% shares of the 
Company or 200,000,000 shares from Mega Value Profits 
Limited, British Virgin Island. As the result, PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk has increased its share ownership 
in the Company to 95%.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
18. MODAL SAHAM (lanjutan) 18. SHARE CAPITAL (continued) 
454 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
69 
Dari komposisi pemegang saham Perseroan di atas, tidak 
terdapat kepemilikan saham oleh Komisaris dan Direksi 
Perseroan. 
From the Company’s shareholders composition above, 
there is no ownership of shares by Commissioners and 
Directors of the Company. 
19. PENGGUNAAN LABA BERSIH 19. APPROPRIATION OF NET INCOME 
Pada tanggal 28 April 2011, para pemegang saham 
menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar 
Rp 954.140 atau Rp 954 (nilai penuh) per saham dan 
menambah cadangan umum sebesar Rp 14.679. Dividen 
kas dibayarkan pada tanggal 28 Juni 2011. 
On 28 April 2011, the shareholders agreed to declare cash 
dividends amounting to Rp 954,140 or Rp 954 (full 
amount) per share and to add to the general reserve of 
Rp 14,679. Cash dividends were paid on 28 June 2011. 
Pada tanggal 7 April 2010, para pemegang saham 
menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar 
Rp 242.480 atau Rp 242 (nilai penuh) per saham dan 
menambah cadangan umum sebesar Rp 12.124. Dividen 
kas dibayarkan pada tanggal 16 Juni 2010. 
On 7 April 2010, the shareholders agreed to declare cash 
dividends amounting to Rp 242,480 or Rp 242 (full 
amount) per share and to add to the general reserve of 
Rp 12,124. Cash dividends were paid on 16 June 2010. 
Pada tanggal 1 April 2009, para pemegang saham 
menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar 
Rp 510.000 atau Rp 510 (nilai penuh) per saham dan 
menambah cadangan umum sebesar Rp 10.202. Dividen 
kas dibayarkan pada tanggal 8 Mei 2009. 
On 1 April 2009, the shareholders agreed to declare cash 
dividends amounting to Rp 510,000 or Rp 510 (full amount) 
per share and to add to the general reserve of Rp 10,202. 
Cash dividends were paid on 8 May 2009. 
Pada tanggal 31 Desember 2011 Perseroan telah membentuk 
cadangan umum sejumlah Rp 59.613 (2010: Rp 44.934; 2009: 
Rp 32.810) sesuai dengan Undang-Undang Republik 
Indonesia No. 1/1995 yang telah digantikan dengan Undang- 
Undang No. 40/2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 tentang 
Perseroan Terbatas, yang mengharuskan perseroan di 
Indonesia untuk membuat penyisihan cadangan umum 
sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang 
ditempatkan dan disetor penuh. Undang-Undang tersebut tidak 
mengatur jangka waktu untuk penyisihan cadangan umum 
minimum tersebut. 
As at 31 December 2011 the Company had a general 
reserve of Rp 59,613 (2010: Rp 44,934; 2009: Rp 32,810) 
in accordance with Law of the Republic of Indonesia 
No. 1/1995 which had been replaced with the Law 
No. 40/2007 effective on 16 August 2007 regarding the 
Limited Liability Company, which requires Indonesian 
companies to set up a general reserve amounting to at 
least 20% of the Company’s issued and paid up share 
capital. There is no set period of time over which this 
amount should be provided. 
20. LABA PER SAHAM - DASAR 20. EARNINGS PER SHARE - BASIC 
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih kepada 
pemegang saham dengan rata-rata tertimbang jumlah lembar 
saham yang beredar pada periode bersangkutan. 
Earnings per share is calculated by dividing net income 
attributable to shareholders by the weighted average 
number of shares outstanding during the period. 
2011 2010 2009 
Laba bersih tahun berjalan 1,583,321 1,467,906 1,212,400 Net income for the year 
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang Weighted average number of shares 
beredar 1,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000,000 outstanding 
Laba bersih per saham - dasar Earnings per share - basic 
(dinyatakan dalam nilai Rupiah penuh) 1 ,583 1,468 1,212 (expressed in full amount of Rupiah)
21. PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN 21. CONSUMER FINANCING INCOME 
Pendapatan pembiayaan konsumen Consumer financing income 
Pihak ketiga 6,521,705 5,068,426 5,085,669 Third parties 
Pihak berelasi 32 12 207 Related parties 
Dikurangi: 
Bagian pendapatan yang dibiayai bank Less: 
sehubungan dengan transaksi Portion of funds financed by bank in 
pembiayaan bersama (3,513,387) (2,949,550) (2,308,010) relation to joint financing 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 455 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
3,008,350 2,118,888 2,777,866 
70 
Pada tahun 2011, amortisasi biaya transaksi yang diakui 
sebagai pengurang dari pendapatan pembiayaan 
konsumen adalah sebesar Rp 1.882.340 (2010: 
Rp 1.334.565). 
In 2010, the amortization of transaction costs recognized 
as a reduction to consumer financing income was 
Rp 1,882,340 (2010: Rp 1,334,565). 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
22. PENDAPATAN LAIN-LAIN 22. OTHER INCOME 
2011 2010 2009 
Pihak ketiga Third parties 
Administrasi 1,804,061 1,345,211 802,093 Administration 
Denda keterlambatan 318,116 258,671 208,053 Late charges 
Pinalti 80,112 58,745 35,080 Penalty 
Pemulihan dari piutang yang 
dihapusbukukan 42,841 91,886 78,276 Recovery on written-off receivables 
Jasa giro 3,932 2,229 1,668 Interest on current accounts 
Lain-lain 36,297 15,429 19,022 Others 
2,285,359 1,772,171 1,144,192 
Pihak berelasi Related party 
Jasa giro 9,444 6,081 837 Interest on current accounts 
Dividen 303 - - Dividend 
Bunga deposito berjangka 57 45 21,871 Interest on time deposits 
9,804 6,126 22,708 
2,295,163 1,778,297 1,166,900 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
23. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN 23. SALARIES AND BENEFITS EXPENSES 
Pihak ketiga Third parties 
Gaji dan tunjangan 1,126,005 813,302 608,210 Salaries and allowance 
Imbalan pasca-kerja karyawan 47,121 38,284 28,877 Post-employment benefits 
Pelatihan dan pendidikan 41,434 16,119 11,763 Training and education 
Pihak berelasi Related party 
Gaji dan tunjangan 101,847 110,493 81,619 Salaries and allowance 
Imbalan pasca-kerja karyawan 2,080 1,308 1,633 Post-employment benefits 
456 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
1,214,560 867,705 648,850 
103,927 111,801 83,252 
1,318,487 979,506 732,102 
71 
Pada tahun 2011, gaji dan manfaat kompensasi lainnya 
yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris sejumlah 
Rp 3.122 (2010: Rp 3.883; 2009: Rp 4.806); kepada Direksi 
Perseroan sejumlah Rp 47.249 (2010: Rp 47.847; 2009: 
Rp 28.801); dan kepada Komite Audit dan Manajemen 
Risiko Perseroan sejumlah Rp 267 (2010: Rp 267; 2009: 
Rp 291). 
In 2011, salaries and other compensation benefits that 
have been paid to the Company’s Boards of 
Commissioners amounting to Rp 3,122 (2010: Rp 3,883; 
2009: Rp 4,806); the Company’s Boards of Directors 
amounting to Rp 47,249 (2010: Rp 47,847; 2009: 
Rp 28,801); and to the Company’s Audit and Risk 
Management Committee amounting to Rp 267 (2010: 
Rp 267; 2009: Rp 291). 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 24. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES 
2011 2010 2009 
Beban kantor 196,712 138,648 116,190 Office expenses 
Beban sewa 92,390 71,763 56,122 Rental expenses 
Penyusutan aset tetap (lihat Catatan 11) 55,371 41,763 37,372 Depreciation of fixed assets (see Note 11) 
Jasa penerimaan angsuran 51,349 39,013 31,229 Installment receiving fees 
Perbaikan dan pemeliharaan 48,298 35,705 27,211 Repair and maintenance 
Perangko dan materai 45,599 22,358 17,205 Postage and stamp duties 
Percetakan dan dokumentasi 39,267 26,967 16,946 Printing and documentation 
Transportasi 38,432 27,168 17,374 Transportation 
Administrasi bank 6,536 5,482 4,600 Bank administration 
Lain-lain 44,986 33,731 26,771 Others 
618,940 442,598 351,020
25. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN 25. INTEREST EXPENSE AND FINANCING CHARGES 
Pihak ketiga Third parties 
Bunga atas efek utang yang Interest on debt securities issued 
diterbitkan (lihat Catatan 15) (see Note 15) 
Obligasi 356,010 99,726 94,742 Bonds 
Medium term notes 4,967 - - Medium term notes 
Bunga atas pinjaman yang diterima 131,655 15,744 13,761 Interest on borrowings 
Amortisasi biaya emisi efek utang Amortization of debt securities issuance 
yang diterbitkan (lihat Catatan 15) costs (see Note 15) 
Obligasi - - 1,850 Bonds 
Beban provisi dan administrasi - - 730 Provision and administration expenses 
Pihak berelasi Related parties 
Bunga atas utang obligasi Interest on bonds payable 
(lihat Catatan 15) 40,583 19,521 12,541 (see Note 15) 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 457 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
492,632 115,470 111,083 
533,215 134,991 123,624 
72 
Amortisasi biaya emisi efek utang yang diterbitkan pada 
tahun 2011 sebesar Rp 6.063 (2010: Rp 2.043) dicatat 
sebagai bagian dari bunga atas efek utang yang diterbitkan, 
sedangkan amortisasi beban provisi atas pinjaman yang 
diterima pada tahun 2011 sebesar Rp 3.684 (2010: Rp 858) 
dicatat sebagai bagian dari bunga atas pinjaman yang 
diterima. 
The amortization of debt securities issuance costs in 2011 
amounting to Rp 6,063 (2010: Rp 2,043) were recorded as 
part of interest on debt securities issued, while provision 
expenses on borrowings in 2010 amounting to Rp 3,684 
(2010: Rp 858) were recorded as part of interest on 
borrowings. 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
26. BEBAN PEMASARAN 26. MARKETING EXPENSES 
2011 2010 2009 
Promosi dealer 67,883 117,908 17,724 Dealer promotion 
Promosi konsumen 42,716 52,537 32,804 Customer promotion 
110,599 170,445 50,528 
27. BEBAN PEROLEHAN PEMBIAYAAN KONSUMEN 27. ACQUISITION COST OF CONSUMER FINANCING 
2011 2010 2009 
Pihak ketiga Third parties 
Komisi - - 495,926 Commission 
Subsidi - - 387,602 Subsidy 
Promosi langsung - - 58,759 Direct promotion 
- - 942,287 
Pihak berelasi Related parties 
Komisi - - 6,596 Commission 
Promosi langsung - - 938 Direct promotion 
- - 7,534 
- - 949,821
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
458 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
73 
27. BEBAN PEROLEHAN PEMBIAYAAN KONSUMEN 
(lanjutan) 
27. ACQUISITION COST OF CONSUMER FINANCING 
(continued) 
Sejak tanggal 1 Januari 2010, amortisasi dari beban yang 
terkait langsung dengan perolehan pembiayaan konsumen 
(“biaya transaksi”) dicatat sebagai bagian dari pendapatan 
pembiayaan konsumen (lihat Catatan 21). 
Starting 1 January 2010, the amortization of costs directly 
attributable to acquisition of consumer financing business 
(“transaction costs”) were recorded as part of consumer 
financing income (see Note 21). 
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan 
pihak berelasi. 
Refer to Note 30 for details of balances and transactions 
with related parties. 
28. BEBAN LAIN-LAIN 28. OTHER EXPENSES 
2011 2010 2009 
Kerugian atas penghapusan piutang 
lain-lain 87,886 17,723 19,662 Loss from written-off other receivables 
Expense from arrangement of other 
Beban pengurusan piutang lain-lain 51,095 21,565 23,434 receivables 
Penyisihan/(pemulihan) kerugian penurunan Allowance for/(reversal of) impairment 
nilai piutang lain-lain 8,789 2,534 (722) losses from other receivables 
Lain-lain 6,624 2,634 4,271 Others 
154,394 44,456 46,645 
29. IMBALAN PASCA-KERJA 29. POST-EMPLOYMENT BENEFITS 
Sejak 16 Mei 2007, Perseroan menyelenggarakan program 
pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang sudah 
memenuhi kriteria yang ditetapkan Perseroan, dimana 
program pensiun iuran pasti ini dikelola dan 
diadministrasikan oleh PT Asuransi Jiwa Manulife 
Indonesia. 
Since 16 May 2007, the Company has defined contribution 
pension program covering its qualified permanent 
employees who meets the Company’s criteria, where the 
contribution pension program is defined and administered 
by PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, iuran 
karyawan yang dibayarkan oleh Perseroan adalah sebesar 
3% dari penghasilan tetap karyawan. 
As at 31 December 2011, 2010 and 2009, the employees’ 
contribution paid by the Company was 3% of the 
employees’ base salaries. 
Pada tahun 2011, iuran pasti yang sudah dibayarkan 
Perseroan ke PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia adalah 
sebesar Rp 8.697 (2010: Rp 6.717; 2009: Rp 5.968). 
In 2011, the defined contributions paid by the Company to 
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia amounted to Rp 8,697 
(2010: Rp 6,717; 2009: Rp 5,968). 
Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia 
No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, Perseroan wajib 
memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya 
pada saat pemutusan hubungan kerja atau pada saat 
karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca-kerja 
ini diberikan terutama berdasarkan masa kerja dan 
kompensasi karyawan pada saat pemutusan hubungan 
kerja atau selesainya masa kerja. 
In accordance with Law of the Republic of Indonesia 
No. 13/2003 relating to labor regulations, the Company is 
required to provide post-employment benefits to its 
employees when their employment is terminated or when 
they retire. These benefits are primarily based on years of 
service and the employees’ compensation at termination or 
retirement. 
Imbalan kerja jangka panjang dan pasca-kerja meliputi 
pensiun, cuti berimbalan jangka panjang, uang pisah, uang 
penghargaan dan kompensasi lainnya dihitung oleh 
PT Tower Watson Purbajaga, aktuaris independen, dengan 
menggunakan metode projected-unit-credit. 
Long-term and post-employment benefits, such as pension, 
long service leave, severance pay and other benefits are 
calculated by PT Tower Watson Purbajaga, the independent 
actuary, using the projected-unit-credit method. 
Asumsi-asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris 
independen adalah sebagai berikut: 
The major assumptions used by the independent actuary 
were as follows:
29. IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan) 29. POST-EMPLOYMENT BENEFITS (continued) 
Asumsi ekonomi: Economic assumptions: 
Tingkat diskonto per tahun 7.25% 9% 11% Annual discount rate 
Tingkat kenaikan penghasilan 
dasar per tahun 8% 8% 7% untuk tahun 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 459 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 2010 2009 
74 
2010 dan 8% 
sesudahnya/ 
7% for year 2010 
and 8% afterward 
Annual salary growth rate 
Kewajiban imbalan pasca-kerja Perseroan untuk tahun 
yang berakhir 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 telah 
sesuai dengan laporan aktuaris independen masing-masing 
tertanggal 18 Januari 2012, 7 Januari 2011 dan 
4 Januari 2010. 
The Company’s obligation for post-employment benefits for 
the years ended 31 December 2011, 2010 and 2009 was in 
accordance with the independent actuary report dated 
18 January 2012, 7 January 2011 and 4 January 2010. 
a. Kewajiban imbalan pasca-kerja a. Obligation for post-employment benefits 
2011 2010 2009 
Present value of obligation for post- 
Nilai kini kewajiban imbalan pasca-kerja 211,083 128,416 75,140 employment benefits 
Kerugian aktuaria yang belum diakui (99,467) (48,413) (20,712) Unrecognized actuarial losses 
Beban jasa lalu yang belum diakui - 
non-vested 5,511 5,932 6,353 Unrecognized past service cost - non-vested 
Kewajiban imbalan pasca-kerja yang Obligation for post-employment benefits 
dicatat di dalam laporan posisi recognized in the statement of financial 
keuangan (lihat Catatan 14) 117,127 85,935 60,781 position (see Note 14) 
b. Beban imbalan pasca-kerja b. Post-employment benefits expenses 
2011 2010 2009 
Beban jasa kini 24,431 16,055 10,775 Current service cost 
Beban bunga 12,358 9,587 6,073 Interest expense 
Amortisasi atas kerugian aktuarial 1,955 4,506 1,686 Amortization of actuarial losses 
Pemulihan atas beban jasa lalu - 
non-vested (421) (421) (421) Reversal of past service cost - non-vested 
Beban yang diakui pada tahun berjalan 38,323 29,727 18,113 Expense to be recognized in the current year 
c. Perubahan kewajiban imbalan pasca-kerja c. Movement of obligation for post-employment 
benefits 
2011 2010 2009 
Kewajiban imbalan pasca-kerja, Obligation for post-employment benefits, 
awal tahun 85,935 60,781 48,799 beginning of year 
Beban imbalan pasca-kerja Post-employment benefits expense for 
pada tahun berjalan 38,323 29,727 18,113 the current year 
Pembayaran imbalan pasca-kerja Payment of employees' benefits during 
selama tahun berjalan (7,131) (4,573) (6,131) the current year 
Kewajiban imbalan pasca-kerja, Obligation for post-employment benefits, 
akhir tahun (lihat Catatan 14) 117,127 85,935 60,781 end of year (see Note 14)
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
460 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
75 
30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 
BERELASI 
30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED 
PARTIES 
Berikut adalah rincian sifat hubungan dengan pihak 
berelasi: 
The nature of relationship with related parties is 
summarized as follows: 
Pihak berelasi/ 
Related parties 
Sifat dari hubungan/ 
Nature of relationship 
Sifat dari transaksi/ 
Nature of transaction 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Pemegang saham pengendali/ 
Controlling shareholder 
Kerjasama pembiayaan dan penempatan dana 
giro dan deposito berjangka/Financing 
cooperation and placement in current accounts 
and time deposits 
PT Daya Adira Mustika dan/and 
Grup/Group 
Afiliasi dengan Komisaris Utama/ 
Affiliate with President 
Commissioner 
Utang dealer, biaya perolehan pembiayaan 
konsumen/Dealer payable, acquisition cost of 
consumer financing 
PT Asco Dinamika Mobilindo dan/and 
Grup/Group 
Manajemen kunci yang sama/The 
same key management 
Utang dealer, biaya perolehan pembiayaan 
konsumen/Dealer payable, acquisition cost of 
consumer financing 
PT Adira Quantum Multifinance Dimiliki oleh pemegang saham 
pengendali yang sama /Owned by 
the same controlling shareholder 
Investasi dalam saham/Investment in shares 
PT Asuransi Adira Dinamika Dimiliki oleh pemegang saham 
pengendali yang sama, manajemen 
kunci yang sama dan pemegang 
saham/Owned by the same 
controlling shareholder, the same 
key management and shareholder 
Kerjasama asuransi kendaraan pembiayaan 
konsumen dan pembelian obligasi/Insurance 
cooperation in respect of motor vehicles under 
consumer financing and purchase of bonds 
PT Adira Sarana Armada Manajemen kunci yang sama/The 
same key management 
Pembiayaan konsumen/Consumer financing 
Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai 
berikut: 
Balances and transactions with related parties are as 
follows: 
− Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama pada 
tanggal 30 April 2004 dan diubah pada tanggal 9 Juli 
2004, Perseroan dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
setuju untuk melakukan kerjasama pemberian fasilitas 
pembiayaan bersama kepada konsumen. Porsi 
pembiayaan PT Bank Danamon Indonesia Tbk adalah 
maksimal sebesar 99% dari jumlah pembiayaan dan 
porsi Perseroan minimum sebesar 1% dari jumlah 
pembiayaan. PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
menentukan tingkat bunga setahun pada tahun 2011 
sebesar 12,49% - 17,49% (2010: 9,63% - 13,80%; 
2009: 16,61% - 17,04%); dan menunjuk Perseroan 
sebagai pengelola piutang, antara lain mengelola dan 
menatausahakan piutang, menyimpan dokumen dan 
memberikan jasa administrasi kepada setiap 
konsumen. PT Bank Danamon Indonesia Tbk berhak 
mendapatkan porsi denda keterlambatan sebesar 10% 
dari pendapatan denda yang sudah diterima Perseroan 
dari pembiayaan konsumen yang dibiayai dengan 
fasilitas pembiayaan bersama; dan porsi pemulihan dari 
piutang yang dihapusbukukan maksimal sebesar sisa 
pokok porsi pembiayaan bersama dari pendapatan 
pemulihan yang sudah diterima Perseroan dari 
pembiayaan konsumen yang pernah dibiayai dengan 
fasilitas pembiayaan bersama. 
− Based on the joint financing agreement dated 30 April 
2004, which was amended on 9 July 2004, the 
Company and PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
agreed to enter into a joint financing facility agreement 
for consumer financing. The portion of receivables 
financed by PT Bank Danamon Indonesia Tbk is 
maximum at 99% of the balance to be financed and 
the portion of receivables financed by the Company is 
minimum at 1% of the balance to be financed. 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk charged interest 
rates per annum in 2011 at 12.49% - 17.49% (2010: 
9.63% - 13.80%; 2009: 16.61% - 17.04%); and 
assigned the Company to manage the receivables, 
which includes managing and administering the 
receivables, safekeeping of documents and providing 
administrative services to each customer. PT Bank 
Danamon Indonesia Tbk has right to earn 10% of late 
charges, which have been received by the Company 
from consumer financing that are financed with joint 
financing facility; and portion of recovery on written-off 
receivables maximum of outstanding principal from 
joint financing portion, which have been received by 
the Company from consumer financing that were 
financed with joint financing facility. 
Perseroan menempatkan dana giro dan deposito 
berjangka pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 
The Company maintains current accounts and time 
deposits at PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 461 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
76 
30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 
BERELASI (lanjutan) 
30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED 
PARTIES (continued) 
− PT Asuransi Adira Dinamika dan Perseroan 
mengadakan perjanjian kerjasama, dimana Perseroan 
telah menunjuk PT Asuransi Adira Dinamika untuk 
menyediakan perlindungan asuransi atas kendaraan 
bermotor yang dibeli konsumen dengan pembiayaan 
Perseroan. 
− PT Asuransi Adira Dinamika and the Company 
entered into a cooperation agreement, whereby the 
Company appointed PT Asuransi Adira Dinamika to 
obtain insurance coverage for consumers’ motor 
vehicles which are financed by the Company. 
− Perseroan memberikan pembiayaan konsumen kepada 
PT Adira Sarana Armada dengan syarat dan kondisi 
normal yang sama dengan pihak ketiga. 
− The Company provided consumer financing to PT 
Adira Sarana Armada with the same terms and 
conditions given to third parties. 
Transaksi dengan pihak berelasi, kecuali pinjaman kepada 
personil manajemen kunci, diperlakukan sama dengan 
transaksi dengan pihak lainnya. 
Transactions with related parties, except for loans to key 
management personnels, are on normal commercial 
terms. 
a. Kas dan setara kas (lihat Catatan 4) a. Cash and cash equivalents (see Note 4) 
2011 2010 2009 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2,282,846 3 49,071 277,286 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
Persentase terhadap jumlah aset 13.52% 4.59% 6.40% Percentage of total assets 
b. Piutang pembiayaan konsumen (lihat Catatan 5) b. Consumer financing receivables (see Note 5) 
2011 2010 2009 
Personil manajemen kunci Key management personnels 
Piutang pembiayaan konsumen - bruto 368 171 - Consumer financing receivables - gross 
Pendapatan pembiayaan konsumen 
yang belum diakui (50) (18) - Unearned consumer financing income 
Penyisihan kerugian piutang ( 2) - - Allowance for impairment losses 
316 153 - 
Persentase terhadap jumlah aset 0.00% 0.00% - Percentage of total assets 
c. Beban tangguhan (lihat Catatan 7) c. Deferred charges (see Note 7) 
2011 2010 2009 
PT Daya Adira Mustika dan Grup - - 5,451 PT Daya Adira Mustika and Group 
PT Asco Dinamika Mobilindo dan Grup - - 823 PT Asco Dinamika Mobilindo and Group 
- - 6,274 
Persentase terhadap jumlah aset - - 0.14% Percentage of total assets 
d. Piutang lain-lain (lihat Catatan 8) d. Other receivables (see Note 8) 
2011 2010 2009 
Personil manajemen kunci 9,368 1,574 2,297 Key management personnels 
Persentase terhadap jumlah aset 0.06% 0.02% 0.05% Percentage of total assets 
Tidak terdapat kerugian penurunan nilai atas piutang 
No impairment losses of other receivables from key 
lain-lain dari personil manajemen kunci selama tahun 
management personnel during the year, and no specific 
berjalan, dan tidak ada penyisihan khusus yang dibuat 
allowance has been made for impairment losses of 
untuk kerugian penurunan nilai atas piutang lain-lain 
other receivables from key management personnel and 
dari personil manajemen kunci dan kerabat dekat 
their immediate relatives at the end of the year. 
mereka pada akhir tahun.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
462 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
77 
30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 
BERELASI (lanjutan) 
30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED 
PARTIES (continued) 
e. Investasi dalam saham (lihat Catatan 10) e. Investment in shares (see Note 10) 
2011 2010 2009 
PT Adira Quantum Multifinance 650 650 650 PT Adira Quantum Multifinance 
Persentase terhadap jumlah aset 0.00% 0.01% 0.02% Percentage of total assets 
f. Beban yang masih harus dibayar (lihat Catatan 14) f. Accrued expenses (see Note 14) 
2011 2010 2009 
PT Asuransi Adira Dinamika 5,861 3,895 2,402 PT Asuransi Adira Dinamika 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 3,129 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
8,990 3,895 2,402 
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.07% 0.10% 0.14% Percentage of total liabilities 
g. Utang obligasi (lihat Catatan 15) g. Bonds payable (see Note 15) 
2011 2010 2009 
PT Asuransi Adira Dinamika 282,000 221,000 126,000 PT Asuransi Adira Dinamika 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 235,000 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
517,000 221,000 126,000 
Persentase terhadap jumlah liabilitas 4.15% 5.81% 7.51% Percentage of total liabilities 
h. Utang lain-lain (lihat Catatan 16) h. Other payables (see Note 16) 
2011 2010 2009 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 120,825 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
PT Asuransi Adira Dinamika 89,952 80,800 41,848 PT Asuransi Adira Dinamika 
PT Asco Dinamika Mobilindo dan Grup 1,501 308 - PT Asco Dinamika Mobilindo and Group 
PT Daya Adira Mustika dan Grup - 614 529 PT Daya Adira Mustika and Group 
212,278 81,722 42,377 
Persentase terhadap jumlah liabilitas 1.70% 2.15% 2.53% Percentage of total liabilities 
i. Pendapatan pembiayaan konsumen 
(lihat Catatan 21) 
i. Consumer financing income (see Note 21) 
2011 2010 2009 
Personil manajemen kunci 32 12 - Key management personnels 
PT Adira Sarana Armada - - 207 PT Adira Sarana Armada 
32 12 207 
Persentase terhadap jumlah pendapatan 0.00% 0.00% 0.01% Percentage of total income
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 463 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
78 
30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 
BERELASI (lanjutan) 
30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED 
PARTIES (continued) 
j. Pendapatan lain-lain (lihat Catatan 22) j. Other income (see Note 22) 
2011 2010 2009 
Bunga jasa giro di Interest income from current accounts at 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 9,444 6,081 837 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
PT Adira Quantum Multifinance 303 - - PT Adira Quantum Multifinance 
Bunga deposito berjangka di Interest income from time deposits at 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 57 45 21,871 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
9,804 6,126 22,708 
Persentase terhadap jumlah pendapatan 0.18% 0.16% 0.58% Percentage of total income 
k. Beban gaji dan tunjangan (lihat Catatan 23) k. Salaries and benefits expenses (see Note 23) 
2011 2010 2009 
Personil manajemen kunci Key management personnels 
Imbalan kerja jangka pendek 93,780 93,475 81,619 Short-term employees' benefits 
Imbalan kerja jangka-panjang lainnya 6,582 16,043 - Other long-term employees' benefits 
Pesangon pemutusan kontrak kerja 1,589 939 1,323 Termination benefits 
Pembayaran berbasis saham 1,485 975 - Stock plan compensation 
Imbalan pasca-kerja 491 369 310 Post-employment benefits 
103,927 111,801 83,252 
Persentase terhadap jumlah beban 3.26% 5.69% 3.64% Percentage of total expenses 
l. Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang 
pembiayaan konsumen (lihat Catatan 5) 
l. Allowance for impairment losses on consumer 
financing receivables (see Note 5) 
2011 2010 2009 
Personil manajemen kunci 2 - - Key management personnels 
PT Adira Sarana Armada - - (53) PT Adira Sarana Armada 
2 - (53) 
Persentase terhadap jumlah beban 0.00% - 0.00% Percentage of total expenses 
m. Beban bunga dan keuangan (lihat Catatan 25) m. Interest expense and financing charges 
(see Note 25) 
2011 2010 2009 
PT Asuransi Adira Dinamika 29,417 19,521 12,541 PT Asuransi Adira Dinamika 
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 11,166 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
40,583 19,521 12,541 
Persentase terhadap jumlah beban 1.27% 0.99% 0.55% Percentage of total expenses
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
464 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
79 
30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 
BERELASI (lanjutan) 
30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED 
PARTIES (continued) 
n. Beban perolehan pembiayaan konsumen (lihat 
Catatan 27) 
n. Acquisition cost of consumer financing (see 
Note 27) 
2011 2010 2009 
PT Daya Adira Mustika dan Grup - - 6,818 PT Daya Adira Mustika and Group 
PT Asco Dinamika Mobilindo dan Grup - - 716 PT Asco Dinamika Mobilindo and Group 
- - 7,534 
Persentase terhadap jumlah beban - - 0.33% Percentage of total expenses 
o. Premi asuransi kepada PT Asuransi Adira Dinamika 
untuk perlindungan asuransi atas kendaraan bermotor 
yang dibeli konsumen melalui pembiayaan Perseroan 
dan aset tetap Perseroan pada tahun 2011 sebesar 
Rp 1.031.435 (2010: Rp 836.662; 2009: Rp 479.072). 
o. Insurance premiums to PT Asuransi Adira Dinamika to 
cover the insurance for customers’ motor vehicles 
which are financed by the Company and the 
Company’s fixed assets in 2011 amounted to 
Rp 1,031,435 (2010: Rp 836,662; 2009: Rp 479,072). 
31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT 
Pendahuluan dan gambaran umum Introduction and overview 
Perseroan memiliki eksposur terhadap risiko-risiko atas 
instrumen keuangan sebagai berikut: 
The Company has exposure to the following risks from 
financial instruments: 
• Risiko pasar 
• Risiko kredit 
• Risiko likuiditas 
• Risiko operasional 
• Market risk 
• Credit risk 
• Liquidity risk 
• Operational risk 
Kerangka manajemen risiko Risk management framework 
Mengingat bahwa penerapan praktik manajemen risiko 
yang baik dapat mendukung kinerja dari perusahaan 
pembiayaan, maka manajemen risiko selalu menjadi 
elemen pendukung penting bagi Perseroan dalam 
menjalankan bisnisnya. Sasaran dan tujuan utama dari 
diterapkannya praktik manajemen risiko di Perseroan 
adalah untuk menjaga dan melindungi Perseroan melalui 
pengelolaan risiko kerugian yang mungkin timbul dari 
berbagai aktivitasnya serta menjaga tingkat risiko agar 
sesuai dengan arahan yang ditetapkan oleh Perseroan. 
Considering that implementation of good risk management 
practices could support the performance of a finance 
company, risk management would always be an important 
supporting element for the Company in conducting its 
business. The target and main purpose of the 
implementation of risk management practices in the 
Company is to maintain and protect the Company through 
managing the risk of losses, which could arise from its 
various activities as well as maintaining risk level in order 
to match with the direction established by implementation 
of the Company.
31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) 
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) 
Strategi untuk mendukung sasaran dan tujuan dari 
manajemen risiko diwujudkan dengan pembentukan dan 
pengembangan budaya risiko yang kuat, penerapan 
praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, pelestarian 
nilai-nilai kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur yang 
memadai, serta proses kerja yang terstruktur dan sehat. 
Budaya risiko yang kuat ini diciptakan dengan membangun 
kesadaran risiko yang kuat dimulai dari Dewan Komisaris, 
Direksi sampai kepada seluruh karyawan Perseroan. Tata 
Kelola Perusahaan yang Baik disosialisasikan dan 
dikembangkan secara menyeluruh pada semua komponen 
dan aktivitas Perseroan serta dilaksanakan dengan tanpa 
kompromi. Nilai-nilai kepatuhan terhadap peraturan yang 
ada dan berlaku harus dibudayakan dan melekat pada 
semua karyawan Perseroan yang dipimpin oleh jajaran 
Manajemen Perseroan. Infrastruktur risiko dibangun 
melalui tersedianya kebijakan dan proses yang tepat dan 
sesuai dengan kondisi terkini, pengembangan sistem dan 
database risiko yang berkelanjutan, serta teknik dan 
metodologi pengelolaan yang modern. Membangun proses 
dan kemampuan risiko yang sehat dan kuat adalah sebuah 
pengkajian yang berkesinambungan terhadap tujuan 
penanganan risiko serta berbagai aktivitas yang 
menyangkut penanganan risiko, seperti identifikasi, 
pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 465 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
80 
Strategies to support the goals and objectives of risk 
management is developed through the formation and 
development of a strong risk culture, the implementation 
of Good Corporate Governance practices, preserving the 
values of compliance with regulations, adequate 
infrastructure, as well as structured and healthy working 
processes. This strong risk culture is created by building a 
strong awareness of risk starting from the Board of 
Commissioners, Board of Directors and to the entire 
employees of the Company. Good Corporate Governance 
is socialized and developed thoroughly in all components 
and activities within the Company and being implemented 
without compromise. The values of compliance to the 
existing and prevailing regulations should be cultivated 
and embedded into all employees of the Company, led by 
the management of the Company. Risk infrastructure is 
built through the availability of appropriate policies and 
processes and in line with current conditions, continuous 
development of systems and risk database, as well as 
modern management techniques and methodologies. 
Building strong and healthy processes as well as risk 
capabilities is a continuous assessment on objectives of 
risks handling as well as various activities involving risks 
handling, such as identification, measurement, monitoring 
and controlling risk. 
Fungsi manajemen risiko juga berkewajiban untuk 
menjaga arahan risiko yang dapat diterima dan disetujui 
oleh Dewan Komisaris dan Direksi dengan tetap 
berpedoman dan mampu menyesuaikan diri dengan 
perkembangan usaha. Tahun ini merupakan kelanjutan 
dari tahun-tahun sebelumnya terkait dengan “Penerapan 
Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang 
Melakukan Pengendalian terhadap Perusahaan Anak”, 
yang dilaksanakan Perseroan dalam kapasitasnya sebagai 
Perusahaan Anak dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, 
pemegang saham pengendali Perseroan. Aktivitas ini 
mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia 
No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006, yang mana 
penerapan manajemen risiko Perseroan merupakan 
pendekatan terpadu dan konsisten dalam melakukan 
penelaahan, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan 
risiko terhadap seluruh komponen kelompok Perseroan. 
Lebih lanjut, kemitraan antara Perseroan dengan 
Perusahaan Induk merupakan hal yang sangat penting, 
mengingat keduanya menghadapi tantangan regional dan 
global yang sama dalam mengelola pertumbuhan bisnis 
yang cepat dan dalam suasana kompetisi yang ketat, 
namun pada saat yang bersamaan Perseroan harus tetap 
mampu menyelenggarakan praktik bisnis tersebut 
berdasarkan dan mengacu kepada prinsip kehati-hatian. 
Risk management’s function is also obliged to maintain 
the direction of risk that is acceptable and approved by the 
Boards of Commissioners and Directors so that it would 
remain guided and capable of adapting with business 
development. This year is a continuation of previous years 
in terms of the "Implementation of Consolidated Risk 
Management for Banks Performing Control on Subsidiary 
Companies", which is implemented by the Company in its 
capacity as the Subsidiary of PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk, the controlling shareholder of the 
Company. This activity refers to Bank Indonesia 
Regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 30 January 2006, in 
which the implementation of Company’s risk management 
is an integrated and consistent approach in conducting 
review, measurement, monitoring and management of 
risks to the entire components of the Company’s group. 
Furthermore, the partnership between the Company and 
its Parent Company is an important matter, considering 
both companies face the same regional and global 
challenges in managing rapid business growth and 
intense competition atmosphere; however, at the same 
time the Company must remain capable of conducting the 
business practices, based upon and in reference to the 
prudence principle.
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) 
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) 
Sebagai Perseroan yang bergerak di bidang pembiayaan, 
Manajemen Perseroan memiliki komitmen penuh untuk 
menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang 
secara esensi mencakup kecukupan kebijakan, prosedur 
dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan 
usaha Perseroan tetap dapat terarah dan terkendali pada 
batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap 
menguntungkan Perseroan. Direktorat Manajemen Risiko 
yang berperan secara aktif dalam mengkoordinasikan 
tindakan-tindakan pencegahan, proaktif dan responsif 
dengan seluruh karyawan dari berbagai tingkatan yang 
ada di dalam Perseroan untuk mendukung penerapan 
manajemen risiko ini, karena semua bagian di dalam 
Perseroan masing-masing akan memainkan peranan 
penting. 
466 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
81 
As a company engages in financing activities, the 
Company’s Management is fully committed to implement 
risk management comprehensively, which essentially 
covers the adequacy of policies, procedures and risk 
management methodology; hence, the Company's 
business activities could remain be directed and controlled 
at an acceptable risk limit, at the same time the Company 
can still be profitable. Risk Management Directorate is 
playing an active role in coordinating preventive, proactive 
and responsive actions with all employees from various 
levels within the Company in order to support the 
implementation of risk management, because all divisions 
of the Company will play their respective important roles. 
Dalam penerapan manajemen risiko, Perseroan menyadari 
pentingnya untuk memiliki sebuah mekanisme yang 
memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang 
dihadapi oleh Perseroan. Perseroan memiliki suatu 
mekanisme yang bertumpu pada 4 (empat) pilar 
manajemen risiko, yang dapat diuraikan sebagai berikut: 
In the implementation of risk management, the Company 
realizes the importance of having an adequate mechanism 
to accommodate the risks faced by the Company. The 
Company has a mechanism that is based upon 4 (four) 
risk management pillars, which could be described as 
follows: 
Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Pillar 1: Active Supervision by Boards of 
Commissioners and Directors 
Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak perencanaan 
bisnis tahunan, yang mencakup: 
Active supervision is reflected since the planning of annual 
business plan, which includes: 
• Menyetujui dan melakukan evaluasi kebijakan 
manajemen risiko secara berkala; 
• Approving and evaluating risk management policies 
on a regular basis; 
• Melakukan evaluasi dan menyetujui aktivitas yang 
memerlukan persetujuan dari Dewan Komisaris atau 
Direksi; 
• Menetapkan kebijakan dan strategi manajemen risiko 
termasuk penetapan otoritas dalam pemberian batasan 
serta tinjauan atas kualitas portofolio secara berkala; 
• Terdapatnya Komite Audit dan Komite Manajemen 
Risiko sebagai organ Dewan Komisaris dalam 
melaksanakan fungsi pengawasannya; dan 
• Membentuk komite yang terkait dengan penerapan 
manajemen risiko, yaitu Komite Manajemen Risiko. 
• Evaluating and approving activities that require 
approval from the Board of Commissioners or Board 
of Directors; 
• Establishing risk management policies and strategies, 
which include determining the authorization in limits 
and reviewing the quality of portfolio on a regular 
basis; 
• The presence of the Audit Committee and Risk 
Management Committee as an organ of the Board of 
Commissioners in carrying out their supervisory 
functions; and 
• Establishing committees in relation to the 
implementation of risk management, i.e. the Risk 
Management Committee. 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan 
Perusahaan Induk dibentuk dengan menempatkan wakil 
dari Perusahaan Induk dalam jajaran Dewan Komisaris 
Perseroan. Kerangka tersebut juga dilaksanakan melalui 
pemeriksaan kinerja secara berkala oleh Perusahaan 
Induk terhadap Perseroan, menyangkut kinerja keuangan, 
pengawasan sistem informasi akuntansi, serta tingkat 
kesehatan dan profil risiko dari piutang pembiayaan 
konsumen. 
The consolidated risk management framework with Parent 
Company is established through placing representatives 
from Parent Company in the Board of Commissioners. 
The framework is also implemented through regular 
performance assessment by the Parent Company on the 
Company, concerning the financial performance, 
monitoring on accounting information system, as well as 
the level of soundness and risk profile of the Company’s 
consumer financing receivables.
31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) 
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) 
Pilar 2: Kebijakan dan Penerapan Batasan Pillar 2: Policy and Implementation of Limits 
Perseroan menyusun kebijakan-kebijakan terkait 
manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan 
selalu disesuaikan dengan keadaan usaha terkini. 
Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam Prosedur 
Operasi Standar dan Memo Internal yang disosialisasikan 
kepada seluruh karyawan. Perseroan juga memiliki 
kebijakan-kebijakan mengenai batasan 
persetujuan/otorisasi untuk transaksi kredit maupun yang 
bukan transaksi kredit. 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 467 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
82 
The Company develops policies related to risk 
management, which are assessed periodically and aligned 
constantly to fit the most recent business situation. The 
policy is translated into Standard Operating Procedures 
and Internal Memo, which are being socialized to all 
employees. The Company also has policies regarding 
limitation on approval/authorization for both credit and 
non-credit transactions. 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan 
Perusahaan Induk terselenggara mengingat Perseroan 
mendapatkan persetujuan dari Perusahaan Induk untuk 
pengajuan batasan baru maupun adanya proses 
pemeriksaan tahunan atas program kredit. Kebijakan 
penyisihan kerugian penurunan nilai piutang Perseroan 
juga mengikuti kebijakan penyisihan pada Perusahaan 
Induk yang sejalan dan patuh terhadap Standar Akuntansi 
Keuangan di Indonesia. 
The consolidated risk management framework with Parent 
Company is established as the Company obtains approval 
from Parent Company for proposal of new limits and 
annual assessment process for credit programs is in 
place. The Company’s policy in relation with allowance for 
impairment losses on receivables should also follow the 
Parent Company's policy, which is in line and in 
compliance with Indonesian Financial Accounting 
Standards. 
Pilar 3: Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan dan 
Sistem Informasi Manajemen 
Pillar 3: Identification, Measurement, Monitoring and 
Management Information System 
Perseroan memiliki perangkat untuk mengidentifikasi, 
mengukur dan mengawasi risiko terutama risiko kredit dan 
risiko operasional melalui mekanisme pelaporan dan 
sistem informasi manajemen yang ada serta melalui 
pertemuan berkala Komite Audit dan Manajemen Risiko 
Perseroan. Selain itu, sistem teknologi informasi utama 
Perseroan mampu menyediakan data/informasi secara 
cepat dan akurat kepada pihak Manajemen, Perusahaan 
Induk atau pihak ketiga yang terkait lainnya. 
The Company has a set of tools to identify, measure and 
monitor risks, especially credit risk and operational risk 
through the existing reporting and management 
information system mechanism, as well as through the 
regular meetings of the Company’s Audit and Risk 
Management Committee. In addition, the Company’s 
major information technology system is capable of 
providing data/information instantly and accurately for the 
Management, Parent Company or related third parties. 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan 
Perusahaan Induk terlaksana melalui penyampaian 
paparan risiko Perseroan yang ada secara berkala kepada 
Komite Manajemen Risiko Perusahaan Induk, termasuk 
penyampaian laporan berkala terkait aspek kepatuhan, 
hukum dan lainnya kepada Perusahaan Induk. 
The consolidated risk management framework with Parent 
Company is conducted through the reporting of the 
Company's risk exposure periodically to Parent 
Company’s Risk Management Committee, including the 
periodic reporting in relation to the compliance, legal and 
other aspects to the Parent Company. 
Pilar 4: Pengendalian Internal Pillar 4: Internal Control 
Perseroan memiliki Divisi Audit Internal yang secara 
independen melaporkan proses dan hasil pemeriksaannya 
kepada Dewan Komisaris dan Direktur Utama. 
Akuntabilitas dari Divisi Audit Internal mencakup: 
The Company has the Internal Audit Division which 
independently reports on the process and results of 
assessment to the Board of Commissioners and President 
Director. The accountability of the Internal Audit Division 
includes: 
• Menyediakan penilaian atas kecukupan dan 
efektivitas dari semua proses yang ada di dalam 
Perseroan; 
• Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait 
dengan proses pengendalian aktivitas-aktivitas di 
dalam Perseroan, termasuk perbaikan yang potensial 
terhadap proses-proses tersebut; dan 
• Providing assessment on the adequacy and 
effectiveness of all existing processes within the 
Company; 
• Reporting on important issues related to the control 
process of activities within the Company, including 
potential improvements to these processes; and
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) 
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) 
Pilar 4: Pengendalian Internal (lanjutan) Pillar 4: Internal Control (continued) 
• Koordinasi dengan fungsi pengendali dan 
468 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
83 
pengawasan lainnya (manajemen risiko, kepatuhan, 
hukum dan audit eksternal). 
• Coordinating with other controlling and supervisory 
functions (risk management, compliance, legal and 
external audit). 
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan 
Perusahaan Induk juga dicerminkan dengan 
dilaksanakannya audit reguler/audit Teknologi 
Informasi/audit terintegrasi atas unit-unit di Perseroan oleh 
Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Perusahaan Induk. 
The consolidated risk management framework with Parent 
Company is also reflected in the implementation of regular 
audit/Information Technology audit/integrated audit on the 
business units in the Company by Parent Company’s 
Internal Audit Unit (SKAI). 
Risiko pasar Market risk 
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan 
karena perubahan tingkat suku bunga, nilai tukar mata 
uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau 
pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi Perseroan. 
Dalam perencanaan usaha Perseroan, risiko pasar yang 
memiliki dampak langsung kepada Perseroan adalah 
dalam hal pengelolaan tingkat bunga. 
Market risk is the risk which is primarily caused by the 
changes in interest rates, exchange rate of Rupiah 
currency, commodity prices and the price of capital or 
loans, which could expose to the Company. In the 
Company's business planning, market risk with direct 
impact to the Company is in terms of interest rates 
management. 
Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada 
saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga 
dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perseroan 
sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perseroan 
meningkat. Untuk itu, Perseroan menerapkan pengelolaan 
tingkat bunga tetap secara konsisten dengan 
menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga 
pinjaman dan beban dana. 
Changes in interest rates would become a risk at the point 
of change, especially when the interest rate is raised, 
which would cause losses to the Company, hence 
resulting in increased Company's credit risk. Therefore, 
the Company consistently implements fixed interest rate 
management by doing adjustment on lending interest rate 
and cost of funds. 
Sumber pendanaan Perseroan yang terbesar berasal dari 
skema pembiayaan bersama dengan PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk dengan tingkat bunga tetap dan jangka 
waktu yang sama dengan piutang pembiayaan konsumen. 
Perseroan juga menerbitkan obligasi dan medium term 
notes yang sebagian besar mempunyai jangka waktu yang 
panjang, yaitu 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga tetap 
serta sejumlah kecil pinjaman dari bank swasta nasional 
dengan tingkat bunga mengambang. 
The largest source of funding for the Company comes 
from a joint financing scheme with PT Bank Danamon 
Indonesia Tbk with fixed interest rate and same period 
with the consumer financing receivables. The Company’s 
funding source is also from the issuance of bonds and 
medium term notes mostly for long-term, i.e. for 3 (three) 
years, with fixed interest rates and as well as a small 
number of loans from the national private banks with 
floating interest rates. 
Untuk mengantisipasi risiko tingkat suku bunga dan risiko 
kurs mata uang, Perseroan telah menerapkan kebijakan 
lindung nilai untuk pinjaman yang diterima dalam mata 
uang asing dan memiliki tingkat suku bunga mengambang. 
To anticipate interest rate risk and currency risk, the 
Company has applied hedging policy to borrowings 
denominated in foreign currencies and have floating 
interest rate. 
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan memiliki 
liabilitas keuangan dalam mata uang asing berupa 
pinjaman yang diterima sebesar USD 22.916.667 (nilai 
penuh) atau setara dengan Rp 207.797 yang telah 
dilindung nilai melalui instrumen derivatif seperti kontrak 
cross currency swap (lihat Catatan 9). 
As at 31 December 2011, the Company had financial 
liability denominated in foreign currency for borrowings 
amounting to USD 22,916,667 (full amount) or equivalent 
to Rp 207,797 that had been hedged by derivative 
instrument such as cross currency swap contract (see 
Notes 9). 
Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan Perseroan 
saat ini, risiko pasar Perseroan adalah minimal. Perseroan 
tidak mempunyai kegiatan usaha pembiayaan konsumen 
dalam mata uang asing. 
With the pattern of business activity currently operated by 
the Company, the market risk of the Company is minimal. 
The Company does not have consumer financing 
business in foreign currency.
31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) 
Risiko pasar (lanjutan) Market risk (continued) 
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan liabilitas 
keuangan Perseroan yang dikelompokkan menurut mana 
yang lebih awal antara tanggal repricing atau tanggal 
jatuh tempo kontraktual untuk melihat dampak perubahan 
tingkat suku bunga: 
Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 469 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 
2010 DAN 2009 
(Dalam jutaan Rupiah, 
kecuali dinyatakan lain) 
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk 
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 
2010 AND 2009 
(Expressed in millions of Rupiah, 
unless otherwise stated) 
2011 
Tingkat bunga mengambang/ 
Floating rate Tingkat bunga tetap/Fixed rate 
2010 
Tingkat bunga mengambang/ 
Floating rate Tingkat bunga tetap/Fixed rate 
84 
The following table summarizes the Company’s financial 
assets
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011
Laporan tahunan-adira-finance-2011

Laporan tahunan-adira-finance-2011

  • 1.
    Menjadi Yang Terdepan Melalui Budaya Perusahaan Yang Kokoh Dan Transparan Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 2.
    Jika Pembaca hanyamemiliki waktu beberapa menit saja untuk membaca Laporan Tahunan ini, silakan membuka Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 1 halaman 4 dari Laporan Tahunan ini atau bagian Ringkasan Laporan Tahunan 2011.
  • 3.
    Daftar Isi Misi,Visi dan Filosofi VISI , MISI DAN FILOSOFI RINGKASAN LAPORAN TAHUNAN 2011 MENJADI YANG TERDEPAN MELALUI BUDAYA PERUSAHAAN YANG KOKOH DAN TRANSPARAN SAMBUTAN DARI MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TESTIMONI KONSUMEN TESTIMONI DISTRIBUTOR STRATEGI PERUSAHAAN NILAI-NILAI PERUSAHAAN SEKILAS ADIRA FINANCE POKOK-POKOK KINERJA 2011 IKHTISAR KEUANGAN IKHTISAR SAHAM DAN OBLIGASI RANGKAIAN KEGIATAN DAN PENGHARGAAN 2011 LAPORAN DARI KOMISARIS UTAMA LAPORAN DARI DIREKTUR UTAMA 2 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 3 5 8 12 18 24 30 34 38 42 46 54 88 98 106 120 136 140 164 174 184 294 308 312 344 354 356 368 378 488 508 510 528 TINJAUAN PASAR DAN STRATEGI LAPORAN USAHA • Operasional, Pemasaran dan dan Jaringan Usaha • Teknologi Informasi • Sumber Daya Manusia LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN MANAJEMEN RISIKO LAPORAN BERKELANJUTAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN MENYONGSONG TAHUN 2012 DATA PERUSAHAAN • Profil Dewan Komisaris dan Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris • Profil Direksi TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN DAN LAPORAN KEUANGAN PEJABAT SENIOR STRUKTUR ORGANISASI ALAMAT JARINGAN USAHA PERUSAHAAN REFERENSI PERATURAN BAPEPAM DAN LK NO. X.K.6
  • 4.
    Daftar Isi Misi,Visi dan Filosofi Misi: Mewujudkan impian esok pada hari ini untuk masyarakat Sebagai salah satu perusahaan yang menjalankan usahanya pada bidang industri jasa keuangan, khususnya jasa pembiayaan konsumen membuat Adira Finance mempunyai hubungan usaha yang sangat erat dengan masyarakat yang secara langsung menjadi konsumen Perusahaan. Adira Finance menyediakan fasilitas pembiayaan konsumen kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki kendaraan bermotor pada hari ini, tanpa harus menunggu hari esok. Masyarakat mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui Adira Finance untuk kepemilikan kendaraan bermotor, yang mana mereka tidak perlu menunggu hingga dana milik mereka tercukupi untuk memiliki kendaraan bermotor. Dengan adanya pembiayaan yang hanya membutuhkan uang muka yang relatif ringan dan terjangkau, masyarakat dapat mewujudkan impian mereka pada saat ini juga dalam memiliki kendaraan bermotor. Visi: Menjadi Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia Adira Finance bertekad untuk menjadi “Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia” yang keberadaannya sangat diperhitungkan baik oleh pesaing maupun pasar. Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia saat ini, Adira Finance terus berusaha mewujudkan impiannya untuk menjadi “Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia”, yang mana Perusahaan telah mempunyai rencana strategis jangka pendek, menengah dan panjang untuk mewujudkan impian tersebut. Adira Finance terus berbenah diri, dimulai dari aspek pelayanan kepada konsumen, sumber daya manusia, teknologi informasi, kemampuan diversifikasi hingga kecukupan pendanaan untuk pembiayaan kosumen. Aspirasi Adira Finance adalah menjadi pilihan utama untuk berkarya bagi dan yang dihormati oleh konsumen, rekan usaha, karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan. Dengan perencanaan dan proses yang telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan sampai saat ini, Adira Finance yakin dapat menjadi Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia, yang mana Adira Finance tidak hanya dikenal dan disegani sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, namun juga sebagai perusahaan pembiayaan bertaraf internasional dengan sistem pembiayaan dan pelayanan kelas dunia, sehingga Adira Finance dapat turut memberikan kontribusi dan menjadi kebanggaan bagi Bangsa. Filosofi: Adira Finance percaya bahwa kerjasama yang berdasarkan saling percaya dan saling menghormati Untuk memberikan hasil kerja yang terbaik dan berkomitmen melalui kerjasama yang berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat akan memberikan hasil kerja yang optimal bagi seluruh karyawannya dan secara keseluruhan akan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 3 memberikan kinerja yang terbaik bagi Perusahaan. Filosofi ini harus melekat pada seluruh karyawan dan menjadi kultur dalam lingkungan kerja Adira Finance, sehingga seluruh karyawan mempunyai kesamaan tekad dalam mencapai hasil kerja terbaik dan berkomitmen.
  • 5.
    Ringkasan Laporan Tahunan2011 4 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 6.
    Topeng atau bendayang dipakai di atas wajah, umumnya digunakan untuk menghormati sesembahan, berhubungan dengan roh-roh leluhur, ataupun memperjelas beragam watak manusia dalam suatu kesenian. Seni topeng telah masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke -16. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 5
  • 7.
    Ringkasan Laporan Tahunan2011 Jika Bapak/Ibu hanya memiliki waktu beberapa menit saja untuk membaca Laporan Tahunan ini, maka berikut ini kami sajikan ringkasan Laporan Tahunan Adira Finance Tahun 2011. KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN Susunan Kepengurusan Adira Finance mengalami perubahan yaitu dengan pengunduran diri Erida Gunawan dalam susunan Direksi sebagai Direktur dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011. Susunan Dewan Komisaris Perusahaan mengalami perubahan, yang mana dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011, Theodore Permadi Rachmat telah mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perusahaan, posisinya sebagai Komisaris Utama digantikan oleh Ho Hon Cheong yang sebelumnya adalah Komisaris Perusahaan. Selain itu, terdapat anggota baru dalam jajaran anggota Dewan Komisaris Perusahaan yaitu Pande Radja Silalahi sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan. Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan pada saat ini adalah: Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Komisaris Komisaris Utama Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris Komisaris Komisaris KINERJA KEUANGAN Didukung oleh upaya yang kuat dan tiada henti untuk memberikan hasil terbaik yang ditandai dengan pencapaian: • Piutang pembiayaan konsumen yang dikelola manajemen meningkat sebesar 34,4% menjadi Rp 41,2 triliun. • Jumlah pembiayaan baru Adira Finance juga mengalami kenaikan sebesar 25,5% dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu mencapai Rp 32,6 triliun. • Piutang pembiayaan konsumen bermasalah dapat dijaga pada tingkat yang wajar sebesar 1,3%. • Laba bersih Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 7,9% menjadi Rp 1,583 triliun. KINERJA OPERASIONAL • Jumlah jaringan usaha meningkat menjadi 653 jaringan usaha. • Jumlah konsumen baru tumbuh sebesar 23,2% atau mencapai lebih dari 3,5 juta konsumen. • Jumlah karyawan meningkat menjadi lebih dari 28.000 karyawan HARGA SAHAM Rata-rata harga saham ADMF di Bursa Efek Indonesia meningkat sebesar 19,3% pada akhir tahun 2011 dari rata-rata harga penutupan tahun 2010. Rata-rata volume perdagangan bulanan saham ADMF turun sebesar 16,9% menjadi 541.250 transaksi dari 651.667 transaksi pada tahun 2010. 6 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 : Stanley Setia Atmadja : Marwoto Soebiakno : Hafid Hadeli : Ho Lioeng Min : I Dewa Made Susila : Ho Hon Cheong : Djoko Sudyatmiko : Eng Heng Nee Philip : Pande Radja Silalahi : Muliadi Rahardja : Vera Eve Lim : Rajeev Kakar
  • 8.
    Ringkasan Laporan Tahunan2011 KEBIJAKAN DIVIDEN Adira Finance telah berkomitmen untuk memberikan pengembalian investasi para pemegang saham dengan melakukan pembayaran dividen dengan jumlah sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 atau sebesar Rp 954,14 per saham. Pembagian dividen telah dilakukan Perusahaan pada tanggal 28 Juni 2011. TATA KELOLA PERUSAHAAN Adira Finance telah berupaya secara terus-menerus untuk meningkatkan penerapan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik berdasarkan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Selama tahun 2011, Perusahaan telah melaksanakan beberapa upaya untuk meningkatkan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, termasuk menyiapkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan mensosialisasikannya kepada seluruh karyawan di dalam organisasi Perusahaan serta melakukan penilaian atas penerapan prinsip-prinsip Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 7 Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Untuk menjamin diterapkannya prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Direksi telah memiliki Komite Manajemen Risiko dan Komite Kepatuhan. Komite-komite ini beranggotakan anggota Direksi dan juga pejabat-pejabat senior Perusahaan. Selama tahun 2011, komite-komite ini telah memberikan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya, Adira Finance telah secara aktif melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial melalui berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan. Sebagai salah satu wujud dari komitmen Adira Finance atas tanggung jawab sosial Perusahaan, maka Laporan Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan kembali disajikan secara khusus dalam Laporan Tahunan 2011 ini. PROSPEK USAHA Adira Finance memiliki optimisme yang cukup tinggi terhadap pertumbuhan dan perkembangan usaha Perusahaan. Optimisme tersebut didukung dengan perekonomian Indonesia yang relatif stabil, dengan pertumbuhan pada tahun 2012 yang diperkirakan akan mencapai 6% serta situasi politik dan keamanan yang sangat terjaga. Kondisi tersebut diperkirakan akan memicu potensi pertumbuhan dalam berbagai sektor industri pada tahun 2012, termasuk salah satunya adalah industri otomotif. Perkiraan akan kondisi makro ekonomi tersebut disambut dengan positif dan telah menumbuhkan optimisme dari pelaku usaha di industri otomotif, yang mana banyak dari kalangan pelaku usaha di industri otomotif memperkirakan penjualan nasional atas sepeda motor akan bertumbuh hingga mencapai 8,4 juta unit dan penjualan nasional atas mobil akan meningkat hingga sekitar 950 ribu unit pada tahun 2012. Dengan semakin tumbuhnya pasar kendaraan bermotor akan memberikan peluang bagi Perusahaan untuk terus mengembangkan usahanya. Selain peningkatan pasar kendaraan bermotor, kecenderungan penurunan suku bunga kredit perbankan juga memberikan peluang tambahan bagi Perusahaan. Dengan strategi yang telah disiapkan, didukung oleh kapasitas yang telah ada dalam Perusahaan dan kemampuan Perusahaan dalam menangkap setiap kesempatan, maka kami yakin bahwa Perusahaan akan tetap dapat menjalankan misinya untuk “Mewujudkan Impian Esok pada Hari ini bagi Masyarakat” dan dapat tetap menjadi pilihan utama karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan.
  • 9.
    Menjadi Yang Terdepan 8 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Melalui Budaya Perusahaan yang Kokoh Dan Transparan
  • 10.
    Tarian ini merupakansatu diantara rangkaian acara pada festival hari jadi kota Solok yang menampilkan budaya adat “baralek gadang” (pesta akbar) dari 13 adat dan budaya Solok termasuk Pawai Budaya dan Makan Baronjin, “batunduak”(sungkeman) dan seni tradisional lainnya seperti “saluang”, “gambus”dan “gamad”. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 9
  • 11.
    Menjadi Yang TerdepanMelalui Budaya Perusahaan yang Kokoh dan Transparan Pencapaian pertumbuhan ekonomi dan daya tahan perekonomian Indonesia yang solid pada tahun 2011, tercermin dari indikator makro ekonomi yang membaik dan peringkat layak investasi dari Fitch Rating Agency dan Moody’s Rating dengan outlook ‘Stabil’. Hal ini tidak terlepas dari dukungan permintaan domestik yang sangat kuat serta prospek pertumbuhan masing-masing industri yang masih cukup cerah di Indonesia, juga didukung oleh kepercayaan para investor yang makin meningkat terhadap kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya perusahaan-perusahaan publik. Pada sisi lainnya, segala perbaikan kondisi investasi di Indonesia tersebut, telah menuntut makin ditingkatkannya penerapan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik secara berkesinambungan, yang di Indonesia didasarkan pada prinsip-prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Tanggung Jawab, Independensi, dan Kewajaran. Tema laporan kami pada tahun 2011 ini mencoba mengedepankan prinsip Transparansi (Keterbukaan), yang telah menjadi salah satu landasan bagi Adira Finance untuk melaksanakan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yang juga telah menjadi budaya Perusahaan sejak dikembangkannya lebih dari dua dekade lalu. Melalui penerapan prinsip-prinsip keterbukaan yang tertanam di dalam budaya Perusahaan yang menghargai berbagai dinamika perubahan di dalam organisasi, namun tetap memiliki team synergy yang kokoh yang didasarkan atas nilai–nilai Culture Collective Leaders yang berkesinambungan dan sistem komunikasi yang telah berjalan baik secara internal dan eksternal, maka Adira Finance telah berhasil mengukir berbagai pertumbuhan yang membanggakan. Di sisi pasar, meningkatnya pilihan konsumen terhadap produk-produk jasa pembiayaan yang disediakan Perusahaan antara lain tercermin dari peningkatan jumlah asset kredit yang dikelola Perusahaan sebesar lebih dari 67 kali lipat menjadi Rp 41,2 Triliun sepanjang periode 2000 - 2011, serta jumlah jaringan usaha yang bertumbuh lebih dari 16 kali lipat, mencapai 653 jaringan usaha. Pertumbuhan jangkauan penjualan ini telah berkontribusi terhadap peningkatan keuntungan bersih Perusahaan sebesar lebih dari 176 kali lipat menjadi lebih dari Rp 1,58 Triliun pada akhir tahun 2011. Pertumbuhan Aset dan Keuntungan yang tetap meningkat secara konsisten tersebut telah menjadikan Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor multi-brand terbesar di pasar domestik saat ini. 10 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 12.
    Menjadi Yang TerdepanMelalui Budaya Perusahaan yang Kokoh dan Transparan Melanjutkan berbagai keunggulan nilai-nilai budaya Perusahaan yang tercermin dalam berbagai pencapaian dan telah mendapat kepercayaan dan sambutan baik dari masyarakat sampai saat ini, merupakan landasan utama bagi Manajemen Perusahaan untuk terus mengembangkan penyajian informasi finansial dan non-finansial yang makin berkualitas dan dapat dipercaya, bagi kepentingan para Pemangku Kepentingan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 11 (Stakeholders). Manajemen Perusahaan telah menyadari fungsi pelaksanaan prinsip Transparansi (Keterbukaan) bagi kepentingan para Pemangku Kepentingan untuk makin meningkatkan nilai Perusahaan di masa mendatang : • Pelaksanaan standar Keterbukaan yang tinggi pada akhirnya akan membantu menurunkan biaya investasi modal dan tersedianya informasi yang terpercaya akan meningkatkan kepercayaan para pengambil keputusan di dalam organisasi Perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan keuntungan Perusahaan; • Tersedianya informasi Perusahaan yang terpercaya juga akan membantu para Pemegang Saham, Investor dan Kreditor dalam memilih jenis investasi yang dapat mereka lakukan di Perusahaan dengan pemahaman yang tepat akan setiap resiko investasi tersebut; • Sebagai Perusahaan publik yang berpegang pada ketentuan otoritas Pasar Modal, maka Perusahaan juga akan senantiasa membantu konsumennya untuk mendapatkan berbagai informasi korporasi, termasuk perkembangan kebijakan pendanaan Perusahaan yang saling menguntungkan dan dapat membantu konsumen merealisasikan impian mereka untuk memperoleh kendaraan bermotor dengan cara yang mudah namun tetap berhati-hati; • Pelaksanaan prinsip keterbukaan informasi tentang kegiatan tanggung-jawab sosial yang selama ini dilakukan dan akan tetap dikembangkan Perusahaan juga akan membantu Komunitas di sekitar lingkungan operasional Perusahaan untuk memahami standar-standar etika serta memberi dukungan untuk tetap melestarikan lingkungan; dan • Pengembangan standar-standar manajemen resiko dan auditing yang baik yang telah dilakukan oleh Perusahaan dan tetap dikomunikasikan melalui pelaporan finansial dan non-finansial juga akan makin meningkatkan kemampuan Manajemen Perusahaan dalam mengenali setiap resiko atas kegiatan operasionalnya dan makin meningkatkan kompetensi Perusahaan sebagai Perusahaan yang terpercaya di pasar pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia.
  • 13.
    Sambutan Dari Menteri 12 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia
  • 14.
    Tenun tradisional DayakKalimantan Barat terdapat di beberapa daerah: 1. Tenun Sambas, 2. Tenun Belitang di Kumpang Ilong Kabupaten Sekadau, 3. Tenun Ensaid Panjang Kabupaten Sintang dan 4. Tenun Kapuas Hulu. Setiap tahapan pembuatan kain tenun dan pakaian adat telah melalui ritual-ritual tertentu. Motif-motif kain tenun Dayak tersebut berasal dari inspirasi, mimpi dan pengetahuan dari leluhur untuk memberi nasihat, pantangan dan semangat hidup. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 13
  • 15.
    1144 || LLaappoorraannTTaahhuunnaann AAddiirraa FFiinnaannccee 22001111 Mari Elka Pangestu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia 14 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 16.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 15
  • 17.
    16 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 18.
    Air Terjun(Curug) Cikaso,berada di kawasan Wisata Ujung Genteng, antara daerah Jampang Kulon dan Surade, dimana Cikaso adalah nama sungai yang mengalir di hulu air terjun ini yaitu di Sukabumi Utara, dan bermuara di pantai Selatan kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Dari hulu hingga muaranya, air sungai Cikaso ini mengaliri beberapa tebing sungai, sehingga membentuk curahan air terjun yang menakjubkan.
  • 19.
    18 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Testimoni Konsumen
  • 20.
    Merak Hijau atauMerak Jawa (Pavo Muticus) adalah satu dari tiga spesies merak dengan bulu-bulu Indah yang dipamerkan burung jantan saat musim berbiak. Burung carnivore yang pandai terbang dan jantan dewasanya dapat mencapai 300cm ini tersebar di hutan padang rumput terbuka di China, Indocina dan Jawa, Indonesia. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 19
  • 21.
    Testimoni Konsumen 20| Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Faozanolo Zebua Pekerjaan: Pemilik Koperasi Cipta Usaha Mandiri Guna operasional usaha koperasi yang saya miliki, saya membutuhkan kendaraan bermotor untuk mencari nasabah, dan Adira Finance menjadi pilihan yang terbaik. Pelayanan yang diberikan Adira Finance Kantor Cabang Kelapa Gading sangat memuaskan, mudah dan sangat cepat. Proses pembayaran juga tidak sulit, apalagi kini saya bisa membayar melalui Kantor Pos, sehingga semakin memudahkan saya. Terima kasih Adira Finance, sukses selalu. Misbah Pekerjaan: Wirausaha Peralatan Memasak Bekerjasama dengan Adira Finance merupakan pilihan yang tepat bagi saya untuk mendukung usaha saya yang terus berkembang dengan pesat. Berkat Adira Finance, saat ini saya telah memiliki 7 unit sepeda motor dan 1 unit mobil untuk mendukung operasional usaha saya. Saya sangat puas dan terbantu dengan pelayanan Adira Finance, khususnya cabang Bandung selama ini. Setiarto Pekerjaan: Pedagang Tikar Untuk membantu perkembangan usaha saya berjualan tikar, saya mengajukan kredit sepeda motor di Adira Finance Ambarawa. Berkat sepeda motor tersebut, saya bisa memperbesar usaha saya hingga produk yang saya jual laku dipasarkan di beberapa kota di pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu, dengan kemudahan fasilitas kredit dari Adira Finance, saya pun mengajukan kredit mobil sebagai alat transportasi untuk membawa barang dagangan lebih banyak. Berkat kemitraan yang baik dengan Adira Finance, omset usaha saya terus meningkat. Siapapun bisa meraih impian, seperti saya bersama-sama Adira Finance! Pulang dan pergi bekerja dengan menggunakan transportasi umum memang membutuhkan biaya yang besar, karena itu, saya mempertimbangkan untuk membeli sepeda motor sendiri sehingga bisa lebih hemat, baik dari segi waktu maupun biaya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil pembiayaan sepeda motor di Adira Finance karena proses persetujuan yang cepat, bunga yang terjangkau dan saya tahu BPKB pasti aman. Proses pembayaran angsuran pun mudah, bisa melalui kantor pos, mesin ATM, maupun di kasir kantor cabang Adira Finance. Saya pun menerima kartu ACM (Adira Club Member) yang bilamana digunakan di bengkel saat servis kendaraan ataupun ketika bertransaksi di merchant rekanan, saya bisa mendapatkan potongan harga. Semoga Adira Finance dapat meningkatkan lagi pelayanannya yang sudah baik sehingga dapat menjadi perusahaan terbesar dan nomor satu di Indonesia, serta semakin sukses. The best untuk Adira Finance! Maria Ulfa Pekerjaan: Karyawati Swasta
  • 22.
    Testimoni Konsumen H.Gufron Pekerjaan: Pengusaha Songkok Sebagai pengusaha songkok, selama ini saya harus bergantung kepada jasa pengiriman untuk membeli bahan dan mendistribusikan songkok. Hingga satu waktu, saya memutuskan untuk membeli kendaraan sendiri guna mempercepat proses pengiriman. Saya membeli kendaraan bermotor dengan menggunakan pembiayaan melalui Adira Finance dan saya mengajukan aplikasi kepada Adira Finance yang ada di Gresik. Ternyata mengajukan pembiayaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 21 Tata Kustiawan Pekerjaan: Pemilik Toko Kelontong “Toko Abah Yaya” Saya sangat berterima kasih kepada Adira Finance yang selama ini sangat membantu usaha toko saya yang menjadi sangat berkembang. Pelayanan dengan hati, keramahan para karyawan dan kedekatan yang sudah terjalin selama ini membuat saya sangat nyaman bekerjasama dengan Adira Finance. Terima kasih Adira Finance, semoga semakin maju dan bisa membantu lebih banyak lagi para pengusaha kecil seperti saya. kendaraan bermotor di Adira Finance merupakan keputusan yang tepat, proses aplikasi dan survei dijalankan dengan cepat dan tidak bertele-tele. Hingga saat ini, saya telah membeli dua kendaraan melalui jasa pembiayaan Adira Finance. Akhirnya usaha saya bisa lebih berkembang dengan adanya kendaraan sendiri sehingga pesanan yang saya terima pun bertambah karena semakin dipercaya oleh pembeli karena mampu mengantar pesanan tepat waktu. Adira Finance telah mengubah nasib saya, dari seorang penjual baju di pinggir pasar menjadi seorang pemilik 4 toko pakaian jadi, “Toko Fin Fik”. Berkat mengajukan kredit sepeda motor di Adira Finance, selama kurang lebih 9 tahun usaha saya berkembang pesat. Bagi saya, Adira Finance-Tegal khususnya adalah mitra usaha kerja yang terbaik. Pelayanan yang ramah, hubungan baik yang selama ini terjalin membuat saya menganggap Adira Finance adalah bagian dari keluarga saya sendiri. Terima kasih Adira Finance, sukses dan maju bersama selalu! Yardi Efi Pekerjaan: Pemilik Toko Pakaian “Toko Fin Fik”
  • 23.
    Testimoni Konsumen 22| Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Runiek Andjarwani Pekerjaan: Pengusaha Properti “Terpercaya”, itulah opini saya mengenai Adira Finance, karena Adira Finance adalah salah satu perusahaan pembiayaan yang maju sehingga saya merasa aman menjadi nasabah Adira. Pelayanan yang saya terima dari Adira Finance Cabang Tangerang selama beberapa tahun menjadi nasabah Adira Finance pun sangat cepat dan tidak bertele-tele, sehingga di tengah kesibukan saya sebagai pemilik perusahaan yang bergerak di bidang properti menjadi sangat terbantu. Harapan saya bagi Adira Finance: maju terus! Damiri Pekerjaan: Pemilik Usaha Krupuk “SMG Mulia” Untuk menjalankan roda usaha saya, “SMG Mulia” (usaha krupuk), saya memberikan kepercayaan penuh kepada Adira Finance sebagai mitra dalam pengembangan usaha saya. Sejak tahun 2001 hingga saat ini, saya telah mengambil kredit kendaraan bermotor sebanyak 16 kali dengan catatan pembayaran yang baik yang merupakan bukti kepercayaan saya kepada Adira Finance. Bersama dengan Adira Finance, saya akan terus “bergandengan tangan” demi mencapai kesuksesan yang lebih besar. Adira Finance adalah salah satu perusahaan pembiayaan Sepeda motor dan mobil terbesar saat ini dan saya sebagai seorang pengusaha kecil-menengah sangat terbantu dengan keberadaan Adira Finance. Pada saat saya membutuhkan kendaraan operasional berupa Mitsubihi Pick Up T120ss, Adira Finance membantu saya mewujudkan keinginan memiliki kendaraan operasional yang baru tersebut sehingga mendukung bisnis saya di bidang material kayu bekas dan kusen. Menurut saya, pelayanan di Adira Finance Cabang Alam Sutera sangat profesional dan sangat membantu serta ringkas sehingga saya dapat memperoleh kendaraan operasional dalam waktu yang singkat pula. Harapan saya, tetap dipertahankan pelayanan yang sudah baik ini secara konsisten agar Adira Finance terus maju. Saya sangat berterima kasih kepada Adira Finance yang telah membantu saya. Deni Atmaja Pekerjaan: Pedagang Material Kayu Bekas Titin Sumarni Pekerjaan: Pemilik Toko Kelontong Mengelola toko kelontong tanpa kendaraan sendiri bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membeli sepeda motor secara kredit untuk berbelanja. Saat membeli kendaraan, saya memutuskan untuk mengajukan permohonan pembiayaan kepada Adira Finance karena Perusahaan ini mempunyai nama baik yang terpercaya. Selain itu, prosesnya pun terbilang cepat dan tidak berbelit-belit. Kantor Adira Finance-Bandung 5 pun cukup dekat, sehingga memudahkan saya dalam membayar angsuran bulanan. Harapan saya, Adira Finance dapat semakin maju dan meningkatkan pelayanannya yang sudah sangat baik saat ini. Semoga sukses.
  • 24.
    Testimoni Konsumen Asmat- Handycraft Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 23
  • 25.
    Testimoni Distributor 24| Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 26.
    Rumah adat asliToraja berupa rumah panggung dari kayu disebut ‘Tongkonan’, artinya ‘duduk bersama-sama’, dan selalu dibuat menghadap ke utara, yang dipercaya sebagai sumber kehidupan. Atap tongkonan yang berbentuk perahu melambangkan nenek moyang orang Toraja yang datang dari Cina ke pulau Sulawesi dan di atap dipasang tanduk-tanduk kerbau yang melambangkan jumlah upacara penguburan yang pernah dilakukan keluarga pemilik tongkonan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 25
  • 27.
    Testimoni Distributor 26| Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Johannes Loman Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) Adira Finance adalah salah satu perusahaan yang sudah memiliki wisdom Saya melihat Adira Finance adalah salah satu perusahaan yang sudah memiliki wisdom, tahu mau kemana, tahu apa kekuatan dan kelemahannya, sehingga selalu me-refresh kekuatannya dan mengurangi atau mengeliminir kelemahannya. Dari sisi risk management, saya akui Adira Finance adalah salah satu yang terbaik. Saya melihat coverage Adira Finance dari tahun ke tahun semakin baik, yang tadinya lebih konsentrasi di pulau Jawa dan di daerah-daerah tertentu saja, sekarang sudah ke luar pulau Jawa. Performance dan pelayanan Adira Finance tidak berfluktuasi, tetapi konsisten ke arah yang lebih baik Kami hampir tidak pernah mendapat keluhan-keluhan yang berarti mengenai pelayanan dari Adira Finance, karena Adira Finance sudah punya wisdom, maka boleh dibilang dari segi performance dan pelayanannya itu tidak berfluktuasi tetapi konsisten ke arah yang lebih baik. Sepeda motor merupakan produk yang menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk transportasi yang murah. Oleh sebab itu, kami dari pabrik berusaha membuat produk semenarik mungkin. Dengan kiat berusaha sekompetitif mungkin, kami pun butuh dukungan dari finance company yang sejalan, artinya memiliki competitiveness, memiliki pelayanan yang baik, sehingga bisa mencapai filosofi ‘One Heart’ kami bersama dengan finance company. Bersama memberikan yang terbaik bagi pelanggan Harapan saya, kerjasama ini langgeng dan intinya bisa saling mengerti, artinya saling mendukung. Apa yang menjadi kekuatan Adira Finance bisa menjadi kekuatan Honda. Sehingga sama-sama kita bisa memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Mengenai AHM AHM merupakan ATPM sepeda motor Honda di Indonesia yang didirikan pada tanggal 11 Juni 1971 dengan nama PT Federal Motor dan berganti nama menjadi AHM pada tahun 2000. Komposisi kepemilikan saham AHM yaitu sebesar 50,0% dimiliki oleh PT Astra International Tbk dan sebesar 50,0% dimiliki oleh Honda Motor Co., Jepang. Saat ini, AHM merupakan pemimpin pasar sepeda motor Indonesia dengan jumlah karyawan sekitar 19.455 orang. Kapasitas produksi yang dimiliki di 3 fasilitas pabrik perakitan mencapai 4,3 juta per tahun dengan didukung 1.774 showroom dealer penjualan, 3.682 layanan service atau bengkel resmi AHASS (Astra Honda Authorized Service Station), serta 7.310 gerai suku cadang, yang siap melayani jutaan pengguna sepeda motor Honda di seluruh Indonesia, ditambah 146 pemasok serta ribuan jaringan lainnya. AHM akan terus berkarya dalam menghasilkan sepeda motor yang stylish, advance technology, dan hemat bahan bakar serta ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hingga akhir tahun 2011, AHM sudah memproduksi sekitar 33 juta unit sepeda motor.
  • 28.
    Testimoni Distributor LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 27 Dyonisius Beti President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing - Yamaha Motor Kencana Indonesia (YIMM-YMKI) Adira Finance memberikan dukungan secara konsisten kepada rekan usaha Kerjasama Yamaha dengan Adira Finance sudah berlangsung cukup lama, dan selama ini kami melihat kerjasama ini betul-betul saling menguntungkan. Hal utama yang kami lihat adalah Adira Finance secara konsisten terus-menerus, dari waktu ke waktu mendukung Yamaha. Meskipun kondisi pasar itu bisa turun dan naik, tetapi Adira Finance tetap konsisten mendukung Yamaha. Adira Finance memiliki coverage area yang merata ke seluruh Indonesia Keunggulan yang dimiliki Adira Finance ialah coverage area yang bukan hanya menjamur di kota besar saja, tetapi merata ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke pelosok-pelosok area, sehingga 1.500 dealer Yamaha yang tersebar di seluruh Indonesia bisa bekerjasama dengan Adira secara penuh. Adira Finance memberikan kerjasama yang melebihi ekspektasi Selama tahun 2011 ini, kerjasama Yamaha dengan Adira Finance benar-benar melebihi ekspektasi kami, sebab hasil yang kami peroleh bisa melebihi target yang telah kami tetapkan di tahun 2010. Semoga kerjasama Yamaha dan Adira Finance bisa semakin terjalin dengan baik, sebab Yamaha membutuhkan dukungan, sebaliknya Adira Finance membutuhkan keuntungan dan kualitas konsumen yang baik. Mengenai YIMM-YMKI YIMM-YMKI merupakan ATPM dan Marketing sepeda motor Yamaha di Indonesia yang mulai beroperasi pada tanggal 6 Juli 1974. Kepemilikan sahamnya dikuasai oleh Yamaha Motor Co., Ltd. dan Mitsui & Co., Ltd. Dengan kapasitas penjualan sebanyak 3,4 juta unit per tahun yang akan ditingkatkan menjadi 3,7 juta unit pada tahun 2012. Dengan dukungan oleh sekitar 1.500 jaringan dealer 3S di seluruh Indonesia, Yamaha siap memberikan kepuasan konsumennya melebihi ekspetasinya. Selain memproduksi untuk kebutuhan domestik, YIMM-YMKI juga mengekspor produksi sepeda motor ke 26 negara. Prestasi demi prestasi telah diraih oleh YIMM-YMKI, yang mana kesemuanya tersebut tidak terlepas dari strategi YIMM-YMKI serta penerapan “Tujuh Komitmen Yamaha” untuk menuju kesempurnaan dalam memenangi persaingan. Salah satu jurus andalan YIMM-YMKI yaitu dengan terus berinovasi sehingga menciptakan produk berkualitas dengan standar dunia. YIMM-YMKI selalu meningkatkan pelayanan pasca jual dan memberikan beberapa fasilitas kemudahan yang lain demi kepuasan konsumen.
  • 29.
    Testimoni Distributor 28| Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Davy Tuilan Director Sales & Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Paulus S. Firmanto Director Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Adira Finance selalu memiliki win-win solution selama bekerjasama dengan dealer Menurut kami, beberapa kunci sukses yang dimiliki Adira Finance dalam pembiayaan otomotif di Indonesia adalah jaringan penjualan, human resources, inovasi, kecepatan layanan, serta membangun relationship yang baik dengan dealer, dimana Adira Finance selalu memiliki win-win solution selama bekerjasama dengan dealer. Boleh dikatakan jaringan penjualan Adira Finance adalah yang terluas jika dibandingkan dengan yang lain. Keunggulan yang dimiliki Adira Finance tersebut tidak hanya sekedar fakta, tetapi juga dibuktikan dengan angka Beberapa keunggulan yang dimiliki Adira Finance tersebut tidak hanya sekedar fakta, tetapi juga dibuktikan dengan angka. Selain itu, sikap yang dimiliki karyawan Adira Finance pun selalu positif. Program-program dari ATPM tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya dukungan atau respon yang baik dari lembaga pembiayaan. Adira Finance perlu lebih memperhatikan penjualan di beberapa daerah seperti Indonesia Timur Seiring dengan makin meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih kondusif dikisaran 6% pada tahun 2012, Adira Finance perlu lebih memperhatikan penjualan di beberapa kawasan Indonesia lainnya seperti Indonesia Timur. Adira Finance harus lebih jeli lagi dalam mengamati peluang yang ada. Sebab peluang pertumbuhan tersebut tentunya juga akan diikuti dengan kompetisi yang akan semakin ketat. Tetapi saya yakin Adira Finance pasti unggul karena memiliki base customer yang cukup besar dan database yang cukup kuat. Mengenai SIS SIS adalah distributor kendaraan bermotor merek Suzuki, baik untuk kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Dahulu perusahaan ini bernama PT Indomobil Niaga International dan sejak tahun 2008 berubah menjadi PT Suzuki Indomobil Sales, dengan pemegang saham utama adalah Suzuki Motor Corporation, Jepang. Adapun sebagai pabrikan dan ATPM dari produk Suzuki adalah PT Suzuki Indomobil Motor dengan pemegang saham utama yang sama dengan SIS.
  • 30.
    Testimoni Distributor LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 29 Nobutaka Otani Director of Marketing & Dealer Development PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Adira Finance merupakan mitra bisnis yang tepat Pada dasarnya Adira Finance memiliki pola bisnis yang kuat, dan selama ini kami sangat puas bekerjasama dengan Adira Finance. Dukungan Adira Finance terhadap perusahaan kami sangat besar. Adira Finance mampu mengontrol proses pembiayaan produk kami oleh pelanggan dengan baik. Karena itu, kami percaya bahwa Adira Finance merupakan mitra bisnis yang tepat bagi kemajuan perusahaan kami. Adira Finance dapat merangkul dealer di wilayah Indonesia Timur Selama ini Adira Finance telah merangkul sejumlah dealer kami yang berada di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi dengan sangat baik. Dan kami pun puas akan dukungan yang diberikan Adira Finance hingga saat ini. Adira Finance memberi dukungan sejalan dengan perkembangan ATPM Kami berharap di masa mendatang Adira Finance bisa semakin mendukung kami yang sejalan dengan perkembangan dealer kami, baik di wilayah Kalimantan, Sumatera, maupun seluruh jaringan atau cabang kami. Terlebih kami memiliki target adanya kenaikan 40% dari penjualan kami pada tahun 2012, kami sangat membutuhkan dukungan dari Adira Finance. Mengenai HMSI HMSI memulai operasinya secara komersial pada bulan Desember 1982 dengan nama PT Hino Indonesia Manufacturing dan mulai berganti nama menjadi HMSI sejak bulan April 2003. Bisnis utama HMSI adalah sebagai distributor utama dari kendaraan dan suku cadang di Indonesia serta memberikan layanan purna jual. HMSI terus berusaha memberikan produk dan layanan terbaik untuk mejamin mutu, kehandalan, efisiensi dan kepuasan kepada para pengguna produk HMSI. Dukungan layanan purna jual dan teknisi HMSI di seluruh Indonesia yang dapat diandalkan menjadikan investasi dari seluruh pemilik produk HMSI menjadi lebih bernilai. Sebagai perusahaan pembuat truk dan bus yang terdepan, HMSI menjadi pelopor produksi kendaraan ramah lingkungan. Karenanya, semua model HMSI di Indonesia telah menggunakan mesin standar EURO2 sejak bulan Januari 2007. Saat ini, HMSI didukung oleh 140 karyawan dan komposisi kepemilikan saham dimiliki oleh Hino Motors, Ltd., Jepang sebesar 40%, PT Indomobil Sukses International Tbk sebesar 40% dan Sumitomo Corporation, Jepang sebesar 20%.
  • 31.
    30 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Strategi Perusahaan
  • 32.
    Pada awalnya tarianini diciptakan untuk memberi persembahan kepada para dewa saat masa panen namun setelah masuknya agama Islam, tarian yang telah ada sejak jaman kerajaan Sriwijaya ini, lebih dilakukan saat terdapat acara penyambutan para raja atau pembesar negara, dan kemudian juga ditarikan saat upacara pernikahan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 31
  • 33.
    STRATEGI PERUSAHAAN Fokuskepada Portofolio dengan Tingkat Pengembalian yang Tinggi Perusahaan memfokuskan aktivitas pembiayaannya pada aset dengan tingkat pengembalian yang tinggi, dengan tetap memperhatikan kualitas dari aset tersebut. Penerapan Manajemen Risiko Secara Hati‑Hati Kajian secara menyeluruh atas kemampuan finansial dari setiap calon konsumen dan mewajibkan pembayaran minimum atas uang muka. Komitmen untuk Produktifitas dan Efisiensi Penyempurnaan sistem dan prosedur secara terus menerus untuk meningkatkan produktifitas, mendukung aktivitas keuangan dan meningkatkan efisiensi. Hubungan yang Kuat dan Erat Perusahaan sangat menyadari bahwa hubungan yang kuat dan erat dengan konsumen dan rekan usaha merupakan salah satu kunci kesuksesan Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan senantiasa berupaya menjaga hubungan baik serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan baik bagi konsumen maupun rekan usaha. Perluasan Jaringan Usaha Dalam upaya untuk menjangkau dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen dan rekan usaha, Perusahaan terus mengembangkan jaringan usahanya agar dapat semakin dekat dengan konsumen dan rekan usaha. Pengembangan Teknologi Informasi dan Sumber Daya Manusia Perusahaan sangat memahami bahwa teknologi informasi dan sumber daya manusia memegang peranan penting untuk mendukung pertumbuhan Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan senantiasa berupaya untuk mengembangkan teknologi informasi dan sumber daya manusianya secara berkesinambungan. Sinergi dengan Perusahaan Induk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk Produk-produk gabungan, perluasan jaringan dan potensi usaha berbasis konsumen dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah menciptakan sinergi usaha yang strategis. Diversifikasi Sumber Pendanaan yang Seimbang Perusahaan selalu berusaha dalam mencari sumber pendanaan yang stabil dan kompetitif dalam mencukupi kebutuhan pendanaan, selain dengan dukungan penuh dari Induk Perusahaan, Adira Finance juga bergerak ke arah diversifikasi ke berbagai pilihan yang tersedia dalam pasar modal dalam upaya menangkap peluang bisnis yang ada sehingga akan terus terjaga struktur pendanaan yang efektif dan seimbang. 32 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 34.
    Festival Pasola adalahfestival tahunan antar kampung di Sumba Barat, berupa adu ketangkasan berkuda sambil melempar tombak menyambut masa tanam dan memprediksi hasil panen. Festival yang dirayakan di tiga kecamatan yaitu Wanokaka, Lamboya dan Gaura ini didahului dengan tradisi ritual Pajura, yaitu adu tinju dengan sarung tinju terbuat dari alang-alang sampai berdarah, yang dilakukan dini hari. Semakin banyak darah keluar saat Pajura dan Pasola, diyakini akan memberi hasil panen yang semakin banyak pula.
  • 35.
    34 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Nilai-Nilai Perusahaan
  • 36.
    Terdapat beragam rumahadat Batak Toba, Karo, Simalungun dan Nias menurut keunikan bentuk arsitektur dan ragam motif hiasnya. Dinding rumah Batak yang miring menengadah berbentuk perahu menggambarkan nenek moyang suku Batak yang menggunakan perahu ke pulau Sumatera. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 35
  • 37.
    Nilai-Nilai Perusahaan ...ADIRATOP selalu menjadi bagian dari nilai-nilai pribadi setiap karyawan Adira Finance dan merupakan suatu budaya yang menggerakkan aktivitas bisnis Perusahaan... (Advance) Keunggulan • Satu langkah lebih baik dan lebih cepat dibandingkan orang lain pada umumnya atau pesaing; • Mempunyai gambaran ke depan yang jelas dan terarah; dan • Handal mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dalam segala keadaaan. (Discipline) Disiplin • Mengarah kepada sesuatu yang lebih baik melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan perbaikan secara terus-menerus; • Cara berpikir dan cara bersikap yang sesempurna mungkin; dan • Bersikap disiplin sesuai dengan norma organisasi. (Integrity) Integritas • Berkomitmen yang disertai dengan sikap yang konsisten; • Dapat dipercaya (jujur dan tulus); • Dapat menjaga etika usaha; • Mempunyai rasa memiliki yang tinggi; dan • Menjadi panutan bagi karyawan lainnya. (Reliable) Dapat Diandalkan • Mempunyai mental seorang juara, yang tercermin dari perilaku yang senantiasa berpikir positif dan cerdas; dan • Rasa tanggung jawab yang penuh terhadap segala sesuatu yang dilakukan. (Accountable) Akuntabilitas • Menyampaikan sesuatu berlandaskan pada data fakta; dan • Keterbukaan yang obyektif dan bijaksana. (Teamwork) Kerjasama • Sinergi; • Bersedia berkorban satu sama lain; dan • Tidak saling menyalahkan satu sama lain. (Obsessed) Motivasi Tinggi • Bekerja dengan proses yang benar dan berorientasi pada hasil yang optimal; • Motivasi yang tinggi dalam bentuk bersedia melakukan pekerjaan lebih dan bersikap proaktif; • Meningkatkan keahlian; dan • Saling menjaga atau memelihara satu sama lain. (Professional) Profesional • Berorientasi kepada konsumen; • Kemampuan memimpin yang handal; dan • Mempunyai jiwa kewirausahaan yang mampu mengkalkulasikan risiko, inovatif dan kreatif. 36 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 38.
    Nilai-Nilai Perusahaan AAAdddiiirrraaaCCCiiinnntttaaa IIInnndddooonnneeesssiiiaaa LLLaaapppooorrraaannn TTTaaahhhuuunnnaaannn AAAdddiiirrraaa FFFiiinnnaaannnccceee 222000111111 ||| 333777 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 37 Mengalirlah seperti Air, Pacet - Mojokerto
  • 39.
    38 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Sekilas Adira Finance
  • 40.
    Tarian Lenggok Jakartamemiliki karakteristik hampir mirip dengan tarian sunda, mengandalkan gerak penari yang lincah dengan lenggok-lenggokan badan namun yang khas dari tarian betawi ini adalah ayunan serta seblakan selendangnya juga topeng yang seringkali menghiasi beberapa tarian. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 39
  • 41.
    Sekilas Adira Finance …Adira Finance mengoperasikan 653 jaringan usaha 40 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 di seluruh Indonesia... …menyentuh hati untuk menanamkan kebanggaan dan integritas dalam aktivitas bekerja… Dibangun dengan tekad yang kuat untuk menjadi perusahaan terbaik dan terpercaya di sektor pembiayaan konsumen kendaraan bermotor, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance” atau “Perusahaan”) yang didirikan sejak tahun 1990, telah menjadi perusahaan pembiayaan terbesar saat ini untuk pembiayaan berbagai merek otomotif di Indonesia berdasarkan ukuran pencapaian laba bersih, pencapaian pangsa pasar secara keseluruhan dan jumlah aset yang dikelola. Pada bulan Maret 2004, Adira Finance melakukan penawaran saham perdana, yang diikuti dengan pengalihan sebesar 75,0% kepemilikan saham dari pemegang saham pendiri melalui penempatan terbatas kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”), salah satu bank swasta nasional terbesar yang dimiliki oleh Grup Temasek dari Singapura. Pada bulan Juli 2009, Bank Danamon mengeksekusi opsi belinya atas saham Perusahaan sebesar 20,0% kepemilikan saham dari Mega Value Profits Limited sehingga kepemilikan Bank Danamon terhadap Adira Finance menjadi sebesar 95,0% kepemilikan saham. Dengan dukungan penuh dari Bank Danamon, Perusahaan terus mengembangkan usahanya dengan menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi, baik bagi konsumen, dealer, rekan usaha maupun pemangku kepentingan Perusahaan. Sejalan dengan kemampuan utama Perusahaan dalam mengelola risiko pembiayaan secara retail, Adira Finance lebih memfokuskan pembiayaannya pada aset dengan tingkat pengembalian yang tinggi. Dengan dukungan dana yang besar dari Bank Danamon, serta profesionalisme dan dedikasi yang tinggi dari Manajemen dan seluruh karyawan, ditambah dengan kondisi ekonomi yang kondusif, maka Perusahaan kembali memecahkan rekor pembiayaan baru menjadi Rp 32,6 triliun, sebesar 62,7% berasal dari pembiayaan sepeda motor dan sebesar 37,3% berasal dari pembiayaan mobil. Perusahaan membiayai sebesar 15,8% dari seluruh penjualan nasional atas sepeda motor baru dan 6,6% dari seluruh penjualan nasional atas mobil baru di Indonesia selama tahun 2011. Kinerja tersebut diatas merupakan hal yang membanggakan, ditengah kondisi industri otomotif internasional yang terkonsolidasi sebagai imbas dari gangguan di sisi penawaran akibat tsunami Jepang dan bencana banjir di Thailand. Untuk membangun karyawan yang mempunyai kompetensi dan loyalitas yang tinggi tersebut, Perusahaan telah menerapkan suatu budaya, yang kami sebut “manajemen dengan hati” yaitu melalui komunikasi antar manajemen ataupun personel inti yang berkesinambungan dan kekeluargaan dengan karyawan, pemberian kompensasi yang memadai serta program pelatihan yang berkesinambungan yang menyentuh hati karyawan, rekan usaha dan komunitas secara umum. Keseluruhan upaya ini menghasilkan kebanggaan dan kecintaan terhadap Perusahaan. Adira Finance terus melebarkan sayapnya dengan terus melakukan inovasi atas produk-produk pembiayaan baru dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen, serta memperkokoh posisinya sebagai perusahaan pembiayaan yang dapat membiayai berbagai merek otomotif. Strategi ini terbukti efektif seiring dengan terus berkembangnya industri otomotif. Dengan dukungan lebih dari 28.000 karyawan dan 653 jaringan usaha yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, Adira Finance telah memantapkan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan konsumen kendaraan bermotor terkemuka di Indonesia.
  • 42.
    Sekilas Adira Finance AAAdddiiirrraaa CCCiiinnntttaaa IIInnndddooonnneeesssiiiaaa LLLLaaaappppoooorrrraaaannnn Laporan TTTTaaaahhhhuuuunnnnaaaannnn Tahunan AAAAddddiiiirrrraaaa Adira FFFFiiiinnnnaaaannnncccceeee Finance 2222000011111111 2011 |||| | 44441111 41
  • 43.
    Pokok-Pokok Kinerja 2011 42 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 44.
    Kampung Waitabar adalahsatu diantara tiga perkampungan adat di pulau Sumba dengan keaslian arsitektur rumah kayu beratap alang-alang dengan kubur batu di sekelilingnya. Rumah-rumah adat yang dapat menampung 60 orang ini terdiri dari tiga bagian; bagian paling bawah adalah kandang hewan peliharaan, diatasnya merupakan rumah tinggal dan di atap setinggi 8 meter terdapat ruangan untuk menyimpan cadangan makanan dan peralatan upacara. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 43
  • 45.
    Pokok-Pokok Kinerja 2011 Jumlah total pembiayaan baru meningkat sebesar 25,5% menjadi 44 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 sebesar Rp 32,6 triliun. Jumlah pembiayaan baru untuk sepeda motor meningkat sebesar 18,6% menjadi sebesar Rp 20,4 triliun, sedangkan jumlah pembiayaan baru untuk mobil meningkat sebesar 39,2% menjadi sebesar Rp 12,2 triliun. Jumlah piutang pembiayaan konsumen yang dikelola manajemen meningkat sebesar 34,4% menjadi sebesar Rp 41,2 triliun. Piutang pembiayaan konsumen bermasalah (NPL) dapat dipertahankan pada tingkat yang relatif rendah yaitu sebesar 1,3%. Pangsa pasar dapat dipertahankan pada tingkat 15,8% untuk sepeda motor baru, sedangkan pangsa pasar untuk mobil baru meningkat dari sebesar 5,2% menjadi sebesar 6,6%. Laba bersih meningkat sebesar 7,9% dari sebesar Rp 1,47 triliun menjadi Rp 1,58 triliun. Jumlah jaringan usaha bertambah dari 550 Jaringan Usaha menjadi sebanyak 653 jaringan usaha. Jumlah konsumen tumbuh sebesar 23,2% mendekati 3,5 juta konsumen.
  • 46.
    Defile para abdidalem prajurit Keraton Yogyakarta dengan diiringi musik umumnya dilakukan saat Upacara Sekaten sebagai kewajiban Sultan untuk menyebarkan dan melindungi agama Islam. Acara yang diadakan tiga kali dalam setahun ini disertai dengan upacara Grebeg, yaitu gunungan berkat bagi rakyat. Ada tiga kali upacara Grebeg: Grebeg Syawal, Grebeg Maulud dan Grebeg Besar.
  • 47.
    46 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Ikhtisar Keuangan
  • 48.
    Pantai Burung Mandiadalah satu-satunya pantai berpasir putih di Pulau Belitung yang dilatarbelakangi Gunung di timur laut Belitung. Keunikan lainnya adalah hamparan pasir putih dan ratusan pohon pinus, kita tidak menemukan satupun batu granit di pantai ini. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 47
  • 49.
    Ikhtisar Keuangan Tabelberikut menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 2010, 2009, 2008 dan 2007, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja, sebelumnya bernama Kantor Akuntan Publik Siddharta Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International), dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporannya masing-masing tertanggal 3 Pebruari 2012, 11 April 2011, 1 Pebruari 2010, 22 April 2009 dan 4 Pebruari 2008. 48 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Miliar Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2007 3.301,82 2.077,21 1.224,61 3.301,82 1.239,23 - 1.726,53 758,02 2.484,55 1.683,73 800,82 241,11 559,71 560 2008 3.592,02 1.642,02 1.950,00 3.592,02 1.957,06 - 2.330,76 1.048,55 3.379,30 1.959,98 1.419,32 399,09 1.020,23 1.020 2009 4.329,55 1.677,15 2.652,40 4.329,55 2.682,87 0,65 2.777,87 1.166,90 3.944,77 2.286,42 1.658,35 445,95 1.212,40 1.212 2010 7.599,62 3.804,86 3.794,76 7.599,62 3.871,36 0,65 2.118,89 1.778,30 3.897,19 1.965,46 1.931,72 463,82 1.467,91 1.468 Keterangan NERACA Jumlah Aset Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Modal Kerja Bersih 1) Jumlah Investasi 2) LAPORAN LABA RUGI Pembiayaan Konsumen Pendapatan lainnya Jumlah Pendapatan Beban Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan Laba Bersih Tahun Berjalan Laba Bersih Per Saham (Dinyatakan Dalam Nilai Penuh Rupiah) 2011 16.889,45 12.468,08 4.421,37 16.889,45 4.532,89 0,65 3.008,35 2.295,16 5.303,51 3.191,97 2.111,54 528,22 1.583,32 1.583 Keterangan: 1) Modal Kerja Bersih adalah selisih Jumlah Aset (tidak termasuk Aset Tetap - Nilai Buku dan Aset Tak Berwujud) dengan Jumlah Liabilitas (tidak termasuk Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih). 2) Investasi adalah investasi dalam saham yang dilakukan oleh Perusahaan. Investasi dalam saham yang dilakukan Perusahaan pada tahun 2009, 2010 dan 2011 adalah investasi dalam saham di PT Adira Quantum Multifinance. Pulau Lengkuas Belitung
  • 50.
    Ikhtisar Keuangan 100,0% 100,0% 100,0% Masyarakat Ir. Willy Suwandi 67,4% 32,6% Catatan: Informasi Struktur grup Perusahaan selain tentang informasi Perusahaan, diambil dari laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Asuransi Adira Dinamika, PT Adira Quantum Multifinance, masing-masing yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011dan prospektus obligasi berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I dengan tingkat bunga tetap tahap I Tahun 2011 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2011. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 49 Temasek Holding Private Limited Fullerton Management Private Limited Fullerton Financial Holdings Private Limited Asia Financial (Indonesia) Private Limited Dharma PT Asuransi Adira Dinamika PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk PT Adira Quantum Multifinance 90,0% 99,0% 10,0% 95,0% 4,6% 0,4% 1,0% Struktur Grup Perusahaan
  • 51.
    Ikhtisar Keuangan Rasio-RasioKeuangan Secara Umum Dan Yang Relevan Dengan Industri Perusahaan Jumlah Aset (Rp Miliar) 16.889 3.592 4.330 3.302 2007 2008 2009 2010 2011 50 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 2007 17,0% 45,7% 22,5% 1,0% 0,4 1,1 1,7 2008 28,4% 52,3% 30,2% 0,8% 0,2 0,4 0,8 2009 28,0% 45,7% 30,7% 0,9% 0,2 0,3 0,6 2010 19,3% 38,7% 37,7% 1,2% 0,3 0,7 1,0 Keterangan Profitabilitas Imbal Hasil Investasi Imbal Hasil Ekuitas Laba Bersih / Jumlah Pendapatan Aset Produktif Piutang Pembiayaan Konsumen Bermasalah / Piutang Pembiayaan Konsumen (NPL) Likuiditas Pinjaman yang Diterima dan Efek Utang Yang Diterbitkan - Bersih / Jumlah Aset (X) Risiko Penjaminan / Jumlah Ekuitas (Gearing Ratio) (X) Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas (X) 2011 9,4% 35,8% 29,9% 1,3% 0,6 2,4 2,8 7.600 Jumlah Kewajiban (Rp Miliar) 12.468 3.805 1.677 1.642 2.077 2007 2008 2009 2010 2011
  • 52.
    Ikhtisar Keuangan TanjungTinggi, Belitung Jumlah EKUITAS (Rp Miliar) 4.421 3.795 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 51 2.652 1.950 1.225 2007 2008 2009 2010 2011 Laba Bersih per Saham - Dasar (Rp) 1.583 1.468 1.212 1.020 560 2007 2008 2009 2010 2011
  • 53.
    Ikhtisar Keuangan ModalKerja Bersih (Rp Miliar) 4.533 52 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 3.871 2.683 1.957 1.239 2007 2008 2009 2010 2011
  • 54.
    Ikhtisar Keuangan HarimauSumatera dengan populasi liar antara 400-500 ekor merupakan hewan yang tangguh mampu hidup di manapun, di dataran rendah atau pegunungan dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Laporan LLLLaaaappppoooorrrraaaannnn Tahunan TTTTaaaahhhhuuuunnnnaaaannnn AAAAddddiiiirrrraaaa Adira FFFFiiiinnnnaaaannnncccceeee Finance 2011 2222000011111111 |||| | 55553333 53
  • 55.
    54 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Ikhtisar Saham dan Obligasi
  • 56.
    Tari Rejang atauNgeremas atau Sutri - Bali merupakan salah satu bentuk tarian sakral saat upacara dan ditarikan oleh gadis-gadis remaja dengan pakaian upacara putih kuning dan gerakan sederhana. Jenis-jenisnya: tari Rejang Palak, Rejang Ayodpadi, Rejang Galuh, Rejang Dewa. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 55
  • 57.
    Ikhtisar Saham danObligasi Pergerakan Saham ADMF Tahun 2011 Dalam Grafik Jumlah Transaksi Harian (Jutaan Rupiah) 5,0 56 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah Transaksi (Jutaan Saham) Harga Saham (Rp) Harga Saham (Rp) 16.000 14.000 12.000 10.000 8.000 6.000 4.000 2.000 Jan 09 Mar 09 Mei 09 Jul 09 Sep 09 Nop 09 Jan 10 Mar 10 Mei 10 Jul 10 Sep 10 Nop 10 Jan 11 Mar 11 Mei 11 Jul 11 Sep 11 Nop 11 Des 11 4,5 4,0 3,5 3,0 2,5 2,0 1,5 1,0 0,5 Kronologis Pergerakan Saham Perusahaan Tahun 2011 merupakan tahun yang dinamis bagi pasar saham di Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapatkan begitu banyak tenaga yang membuat kinerjanya terus menanjak pada semester pertama tahun 2011, namun setelah itu IHSG sempat terhempas, yang selanjutnya berhasil stabil kembali pada kuartal akhir tahun 2011. Hal tersebut merupakan dampak dari krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara benua Eropa yang masih terus berlanjut semenjak dua tahun lalu. Pada akhir tahun 2011, IHSG ditutup pada posisi 3.821 atau mengalami peningkatan tipis sebesar 3,2% jika dibandingkan penutupan pada akhir tahun 2010 yang berada pada posisi 3.704. Meskipun dengan kinerja ini, IHSG masih menjadi salah satu indeks terbaik di dunia. Peningkatan IHSG tersebut tentunya berdampak positif bagi harga saham di Indonesia, termasuk harga saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang mempunyai kode emiten ADMF. Harga saham ADMF tetap stabil, bahkan juga mencetak peningkatan sebesar 19,2% selama tahun 2011. Kinerja saham ADMF ini bahkan lebih tinggi dibandingkan kinerja IHSG. Rata-rata harga saham ADMF masing-masing ditutup sebesar Rp 11.788 dan Rp 9.888 pada akhir tahun 2011 dan tahun 2010. Kisaran harga saham ADMF berada antara Rp 9.200 sampai dengan Rp 15.000 dengan jumlah transaksi rata-rata sebanyak 541.250 transaksi per bulan selama tahun 2011. Saham ADMF merupakan salah satu saham yang memberikan potensi keuntungan tertinggi di Bursa Efek Indonesia melalui kenaikan harga saham dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan kepercayaan investor yang tinggi atas kinerja dan pertumbuhan Perusahaan serta sebagai bukti keberhasilan Perusahaan dalam mengembangkan usahanya di industri pembiayaan konsumen. Namun demikian, jumlah transaksi pada saham ADMF relatif kecil dibandingkan dengan saham perusahaan lain karena jumlah saham ADMF yang mengambang hanya sebanyak 50 juta saham dan sebagian besar investor atau pemegang saham ADMF lebih berorientasi pada investasi jangka panjang.
  • 58.
    Ikhtisar Saham danObligasi Harga Penutupan Jumlah Transaksi Pergerakan Saham Perusahaan Selama Tahun 2011 Harga Saham per Triwulan Untuk Tahun 2007-2011 Tahun (Unit) 2007 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 57 Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Tertinggi (Rp) 12.100 12.000 11.300 12.700 14.800 15.000 14.200 13.550 11.500 12.000 13.000 12.700 Terendah (Rp) 11.250 10.250 10.500 11.150 12.450 12.800 13.300 10.600 9.200 9.350 10.650 10.700 Harga Penutupan (Rp) 11.500 10.500 11.250 12.500 14.600 13.200 13.600 11.100 10.000 11.000 11.450 12.700 Jumlah Transaksi (Unit) 203.500 181.500 145.500 386.000 1.390.500 823.500 774.000 1.034.500 603.000 271.500 336.000 345.500 Nilai Transaksi (Rp) 2.326.400.000 1.965.900.000 1.559.700.000 4.715.500.000 18.686.000.000 11.641.100.000 10.717.350.000 12.132.550.000 6.208.250.000 2.813.575.000 4.090.775.000 3.912.975.000 Frekuensi (X) 116 147 74 223 1.142 712 464 679 321 289 214 203 Kapitalisasi Pasar (Rp) 11.500.000.000.000 10.500.000.000.000 11.250.000.000.000 12.500.000.000.000 14.600.000.000.000 13.200.000.000.000 13.600.000.000.000 11.100.000.000.000 10.000.000.000.000 11.000.000.000.000 11.450.000.000.000 12.700.000.000.000 Jumlah Pemegang Saham 346 358 345 344 438 453 421 465 453 449 420 430 Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumber: BEI Tertinggi (Rp) 2.600 2.800 2.625 2.400 3.000 2.800 2.400 1.900 2.775 5.000 4.650 6.950 8.300 9.650 11.000 13.450 12.100 15.000 14.200 13.000 Triwulan I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV Terendah (Rp) 2.200 2.325 1.900 2.000 2.075 2.000 1.900 1.250 1.320 2.725 3.400 4.200 6.800 8.000 9.250 10.000 10.500 11.150 9.200 9.350 2.350 2.475 2.300 2.200 2.750 2.025 1.900 1.450 2.750 3.550 4.500 6.850 8.100 9.350 10.100 12.000 11.250 13.200 10.000 12.700 (Rp) 1.105.500 3.310.000 10.014.000 1.264.000 1.486.500 10.214.000 4.044.500 2.081.500 1.037.000 15.603.000 3.623.000 4.524.500 1.433.000 4.567.500 693.000 1.126.500 530.500 2.600.000 2.411.500 953.000 2008 2009 2010 2011 Tidak Terdapat Harga Saham Sebelum Perubahan Permodalan Terakhir Yang Wajib Disesuaikan Dalam Hal Terjadi Antara Lain Karena Pemecahan Saham, Dividen Saham dan Saham Bonus Selain Perkembangan Struktur Modal dan Kepemilikan Saham Perusahaan Yang Dijelaskan Di Bawah Ini.
  • 59.
    Ikhtisar Saham danObligasi Tahun 2004 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Seluruh Pemegang Saham PT Adira Dinamika Multi Finance No. 13 tanggal 26 Januari 2004, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah: (i) disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya No. C-02207 HT 01.04 TH 2004 tanggal 29 Januari 2004 dan telah dilaporkan kepada Menteri yang sama sebagaimana dinyatakan dalam Surat Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk No. C-02208 HT 01.04 TH 2004 tanggal 29 Januari 2004, (ii) didaftarkan pada tanggal 6 Pebruari 2004 dalam Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09.03.1.66.10384 pada Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kodya Jakarta Selatan selaku Kantor Pendaftaran Perusahaan Daerah Tingkat II No. 112 RUB.09.03/II/2004 dan (iii) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) No. 16 tanggal 24 Pebruari 2004, Tambahan No. 1990 (selanjutnya disebut “Akta No. 13/2004”), para pemegang saham Perusahaan pada tanggal 26 Januari 2004 antara lain telah menyetujui: (i) peningkatan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 100.000.000.000 menjadi sebesar Rp 400.000.000.000 dan (ii) pengubahan nilai nominal saham Perusahaan dari sebesar Rp 1.000 setiap saham menjadi sebesar Rp 100 setiap saham. Dengan demikian, struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan menjadi sebagai berikut: Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Berdasarkan Akta No. 13/2004, para pemegang saham Perusahaan pada tanggal 26 Januari 2004 antara lain juga telah menyetujui penjualan saham Perusahaan milik Theodore Permadi Rachmat yaitu sebesar 90,0% dari seluruh saham yang dimilikinya atau sebanyak 810.000.000 saham dan penjualan saham Perusahaan milik Stanley Setia Atmadja yaitu sebesar 10,0% dari seluruh saham yang dimilikinya atau sebanyak 90.000.000 saham kepada investor strategis. Selanjutnya, berdasarkan Conditional Sale and Purchase Agreement tanggal 26 Januari 2004 (“CSPA”), yang dibuat di bawah tangan oleh Theodore Permadi Rachmat dan Stanley Setia Atmadja, keduanya selaku pihak penjual (“Para Penjual”) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, selaku pihak pembeli (“Pembeli”), segera setelah dicatatkannya saham-saham Perusahaan di BEJ dan BES (Company Listing) dan dipenuhinya prasyarat-prasyarat yang disepakati oleh Para Penjual dan Pembeli (termasuk diantaranya persetujuan Bank Indonesia kepada Pembeli), maka Para Penjual akan mengalihkan sebagian sisa kepemilikan saham mereka dalam Perusahaan yaitu sebanyak 750.000.000 saham yang mewakili 75,0% dari seluruh saham yang telah diambil bagian dan disetor penuh dalam Perusahaan kepada Pembeli melalui mekanisme penjualan secara langsung di luar bursa (Direct Placement). Estimasi nilai pengalihan saham tersebut sesuai dengan CSPA tersebut adalah sebesar Rp 850 miliar. Pada bulan Maret 2004, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Saham yaitu sebanyak 100.000.000 saham yang merupakan saham yang dimiliki oleh para pemegang saham Perusahaan (saham divestasi) atau mewakili 10,0% dari seluruh saham yang telah diambil bagian dan disetor penuh dalam Perusahaan dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham. Saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Saham ini terdiri dari saham yang dimiliki oleh Theodore Permadi Rachmat sebanyak 90.000.000 saham dan Stanley Setia Atmadja sebanyak 10.000.000 saham. 58 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Rp 400.000.000.000, terbagi atas 4.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rp 100.000.000.000, terbagi atas 1.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. : :
  • 60.
    Ikhtisar Saham danObligasi Sesuai dengan Pengumuman BES No. JKT-343/LIST-PENG/BES/III/2004 tanggal 29 Maret 2004, yang menunjuk surat Perusahaan No. 071/ADMF/CS/III/04 tanggal 25 Maret 2004 perihal Pencatatan Saham Perdana dan surat BES No. JKT-028/LIST-EMITEN/BES/III/2004 tanggal 29 Maret 2004 perihal Persetujuan Pencatatan Awal Saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, jumlah saham dalam Penawaran Umum Saham yang dicatatkan pada tanggal 31 Maret 2004 dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan adalah sebagai berikut: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: • Theodore Permadi Rachmat • Stanley Setia Atmadja • Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Jumlah Saham 4.000.000.000 810.000.000 90.000.000 100.000.000 1.000.000.000 3.000.000.000 Nilai Nominal (Rp) 400.000.000.000 81.000.000.000 9.000.000.000 10.000.000.000 100.000.000.000 300.000.000.000 % 81,0 9,0 10,0 100,0 Jumlah Saham yang Diperdagangkan (Dicatatkan) dan Pengunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham Saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk didaftarkan dan ditawarkan untuk pertama kalinya kepada publik pada tanggal 31 Maret 2004 yang tercatat di BEJ dan BES dengan kode emiten ADMF sebanyak 100.000.000 saham, dengan harga perdana sebesar Rp 2.325 per saham dari jumlah saham seluruhnya yang diterbitkan sebanyak 1.000.000.000 saham. Seluruh saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Saham ini merupakan saham divestasi milik pemegang saham pendiri, sehingga Perusahaan tidak menerima dana hasil penjualan saham. Saham Perusahaan tercatat di BEJ dan BES. Pada tanggal 30 Nopember 2007, BEJ dan BES bergabung menjadi BEI. Sampai dengan saat ini, saham ADMF diperdagangkan kepada publik melalui BEI sebanyak 100.000.000 saham. 100.000.000 saham 900.000.000 saham 1.000.000.000 saham Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 59 Kronologis Pencatatan Saham • Saham yang berasal dari divestasi pemegang saham pendiri melalui Penawaran Umum Saham pada tahun 2004 • Saham pendiri Jumlah Lebih lanjut, sesuai dengan Pengumuman BES No. JKT-166/LIST-PENG/BES/IV/2004 tanggal 13 April 2004 yang mengumumkan laporan Perusahaan berdasarkan Surat No. 080/ADMF/CS/IV/04 tanggal 13 April 2004 perihal Keterbukaan Informasi Sehubungan Dengan Pengambilalihan Saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk pada tanggal 8 April 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk melakukan pengambilalihan melalui mekanisme penjualan secara langsung di luar bursa (Direct Placement) atas 750.000.000 saham dalam Perusahaan atau seluruhnya bernilai nominal sebesar Rp 75.000.000.000 atau mewakili 75,0% dari keseluruhan saham yang diterbitkan oleh Peusahaan, dari Theodore Permadi Rachmat dan Stanley Setia Atmadja berdasarkan Conditional Sale and Purchase Agreement tanggal 26 Januari 2004, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut:
  • 61.
    Ikhtisar Saham danObligasi Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: • PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Theodore Permadi Rachmat • Stanley Setia Atmadja • Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel 60 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 75,0% Masyarakat 7,6% Jumlah Saham 4.000.000.000 750.000.000 135.000.000 15.000.000 100.000.000 1.000.000.000 3.000.000.000 Nilai Nominal (Rp) 400.000.000.000 75.000.000.000 13.500.000.000 1.500.000.000 10.000.000.000 100.000.000.000 300.000.000.000 % 75,0 13,0 2,0 10,0 100,0 Sesuai dengan Pengumuman BES No. JKT-160/LIST-PENG/BES/I/2005 tanggal 12 Januari 2005 yang mengumumkan laporan Perusahaan berdasarkan Surat No. 002/ADMF/CS/I/05 tanggal 10 Januari 2005, Mega Value Profits Limited, suatu perusahaan yang didirikan dan dijalankan menurut hukum British Virgin Islands, membeli 150.000.000 saham dalam Perusahaan yang terdiri 135.000.000 saham milik Theodore Permadi Rachmat dan 15.000.000 saham milik Stanley Setia Atmadja, serta mengambil porsi kepemilikan saham masyarakat sebanyak 24.193.500 saham pada tanggal 5 Oktober 2004. Dengan demikian, Mega Value Profits Limited menjadi pemegang 174.193.500 saham dalam Perusahaan atau seluruhnya bernilai nominal sebesar Rp 17.419.350.000 atau mewakili 17,42% dari keseluruhan saham yang diterbitkan oleh Perusahaan, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: • PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Mega Value Profits Limited • Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Jumlah Saham 4.000.000.000 750.000.000 174.193.500 75.806.500 1.000.000.000 3.000.000.000 Nilai Nominal (Rp) 400.000.000.000 75.000.000.000 17.419.350.000 7.580.650.000 100.000.000.000 300.000.000.000 % 75,0 17,4 7,6 100,0 Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2004 Mega Value Profits Limited 17,4%
  • 62.
    Ikhtisar Saham danObligasi Melaut Pantai Papuma - Jember, Jawa Timur Tahun 2006 Tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor penuh, kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2006. PT Asuransi Adira Dinamika, perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa, membeli saham Perusahaan sebanyak 1.055.000 lembar dari masyarakat melalui BEJ pada tahun 2006, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: • PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Mega Value Profits Limited • PT Asuransi Adira Dinamika • Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2006 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 61 PT Asuransi AdiraDinamika Masyarakat 7,5% 0,1% PT Bank Danamon Indonesia Tbk 75,0% Mega Value Profits Limited 17,4% Jumlah Saham 4.000.000.000 750.000.000 174.193.500 1.055.000 74.751.500 1.000.000.000 3.000.000.000 Nilai Nominal (Rp) 400.000.000.000 75.000.000.000 17.419.350.000 105.500.000 7.475.150.000 100.000.000.000 300.000.000.000 % 75,0 17,4 0,1 7,5 100,0
  • 63.
    Ikhtisar Saham danObligasi Tahun 2008 Tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor penuh, kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2008. PT Asuransi Adira Dinamika, perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa, kembali membeli saham Perusahaan sebanyak 3.257.000 lembar dari masyarakat melalui BEI pada tahun 2008, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: • PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Mega Value Profits Limited • PT Asuransi Adira Dinamika • Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2008 PT Asuransi AdiraDinamika 62 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah Saham 4.000.000.000 750.000.000 174.193.500 4.312.000 71.494.500 1.000.000.000 3.000.000.000 Nilai Nominal (Rp) 400.000.000.000 75.000.000.000 17.419.350.000 431.200.000 7.149.450.000 100.000.000.000 300.000.000.000 % 75,0 17,4 0,4 7,2 100,0 Masyarakat 7,2% 0,4% PT Bank Danamon Indonesia Tbk 75,0% Mega Value Profits Limited 17,4% Hening Pagi di Pantai Kenjeran - Surabaya
  • 64.
    Ikhtisar Saham danObligasi Tahun 2009 Tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor penuh, kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2009. Selama periode bulan Januari-Juni 2009, Mega Value Profits Limited menambah kepemilikan saham ADMF dari sebesar 17,4% menjadi sebesar 20,0%, yang mana penambahan kepemilikan saham tersebut merupakan pembelian saham dari masyarakat melalui BEI. Penambahan tersebut menyebabkan perubahan kepemilikian saham Perusahaan, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: • PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Mega Value Profits Limited • PT Asuransi Adira Dinamika • Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 30 Juni 2009 PT Asuransi AdiraDinamika Pada tanggal 9 Juli 2009, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengeksekusi hak opsi belinya untuk membeli sebesar 20,0% kepemilikan saham ADMF atau setara dengan 200.000.000 saham dari Mega Value Profits Limited. Atas transaksi tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menambah kepemilikan saham Perusahaan dari sebesar 75,0% menjadi sebesar 95,0%. Jumlah transaksi pembelian saham tersebut sejumlah Rp 1.614 miliar (atau Rp 8.070 per saham) dengan premi opsi beli atau pembayaran dimuka yang telah dibayarkan sebesar Rp 187 miliar. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 63 Masyarakat 4,6% 0,4% PT Bank Danamon Indonesia Tbk 75,0% Mega Value Profits Limited 20,0% Jumlah Saham 4.000.000.000 750.000.000 200.000.000 4.312.000 45.688.000 1.000.000.000 3.000.000.000 Nilai Nominal (Rp) 400.000.000.000 75.000.000.000 20.000.000.000 431.200.000 4.568.800.000 100.000.000.000 300.000.000.000 % 75,0 20,0 0,4 4,6 100,0
  • 65.
    Ikhtisar Saham danObligasi Lebih lanjut, PT Asuransi Adira Dinamika, perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa, kembali membeli saham Perusahaan sebanyak 121.500 lembar dari masyarakat melalui BEI selama periode bulan Juni-Desember 2009. Transaksi yang terjadi tersebut telah menyebabkan kenaikan yang signifikan pada harga saham ADMF, yang mana melambung pada titik harga tertinggi sebesar Rp 3.975 per saham pada bulan Juli 2009. Memasuki bulan Oktober 2009, harga saham ADMF secara konsisten terus meningkat karena kinerja Perusahaan yang semakin membaik dan kepercayaan investor yang semakin pulih serta iklim investasi di Indonesia yang semakin kondusif, menyebabkan terjadinya aliran dana investasi yang signifikan ke dalam negeri, sehingga harga saham ADMF mencapai titik harga tertinggi selama tahun 2009 yakni sebesar Rp 6.950 per saham pada tanggal 14 Desember 2009. Lebih lanjut, harga saham ADMF ditutup sebesar Rp 6.850 per saham pada tanggal 31 Desember 2009, yang mana mengalami peningkatan sebesar 372,4% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2008 yang hanya sebesar Rp 1.450 per saham. Penambahan saham oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Asuransi Adira Dinamika tersebut menyebabkan perubahan kepemilikan saham Perusahaan, sehingga susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perusahaan berubah menjadi sebagai berikut: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: • PT Bank Danamon Indonesia Tbk • PT Asuransi Adira Dinamika • Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel PT Asuransi AdiraDinamika 64 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah Saham 4.000.000.000 950.000.000 4.433.500 45.566.500 1.000.000.000 3.000.000.000 Nilai Nominal (Rp) 400.000.000.000 95.000.000.000 443.350.000 4.556.650.000 100.000.000.000 300.000.000.000 % 95,0 0,4 4,6 100,0 Masyarakat 4,6% 0,4% PT Bank Danamon Indonesia Tbk 95,0% Komposisi Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2009
  • 66.
    Ikhtisar Saham danObligasi Tahun 2011 Pada tanggal 31 Desember 2011, komposisi pemegang saham Perusahaan tidak mengalami perubahan dan masih tetap sama dengan komposisi pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010. Selanjutnya, tidak terdapat transaksi yang berkaitan dengan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor penuh, kecuali transaksi yang diperdagangkan secara normal di bursa efek selama tahun 2011. Berdasarkan laporan No. LBE-01/ADMF/012012 perihal Laporan Bulanan Tentang Komposisi Pemegang Saham Perseroan dari PT Adimitra Transferindo (Biro Administrasi Efek) pada tanggal 6 Januari 2012, kepemilikan saham Perusahaan oleh Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) selain kepemilikan oleh PT Asuransi Adira Dinamika adalah sebesar 4,6%. Berdasarkan laporan yang sama, kepemilikan saham tersebut dengan jumlah saham sebesar 0,10% atau lebih, dimiliki antara lain oleh J.P. Morgan Ireland (Nominees) Ltd. (2,38%), PT Prudential Life Assurance (0,19%) , DB Singapore-OCS S/A Pangolin Invest Management Pte. Ltd. (0,23%), Caceis Bank Lux-Client Account (0,24%), Rahadi Santoso (0,13%) dan RBH Boston S/A Brightsia Genesis Asean Opportunities (0,13%). Lebih lanjut, dalam laporan tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada anggota Dewan Komisaris ataupun Direksi yang memiliki saham Perusahaan. Hingga saat Laporan Tahunan 2011 ini diterbitkan, Perusahaan hanya memiliki satu jenis efek saham yang diterbitkan dan dicatat pada BEI. Sate Padang - Sumatera Barat Ikan Woku - Sulawesi Utara Ikan Papuyu Babanam - Kalimantan Selatan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 65
  • 67.
    Ikhtisar Saham danObligasi Struktur Pemegang Saham Perusahaan Pada Tanggal 31 Desember 2011 100,0% 100,0% 100,0% Masyarakat Ir. Willy Suwandi 67,4% 32,6% Catatan: Informasi struktur pemegang saham Perusahaan selain tentang informasi Perusahaan, diambil dari laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, laporan keuangan PT Asuransi Adira Dinamika yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan prospektus Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance dengan tingkat bunga tetap Tahap I tahun 2011 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2011. 66 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Temasek Holding Private Limited Fullerton Management Private Limited Fullerton Financial Holdings Private Limited Asia Financial (Indonesia) Private Limited Dharma PT Asuransi Adira Dinamika PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 90,0% 10,0% 95,0% 4,6% 0,4%
  • 68.
    Ikhtisar Saham danObligasi Keterangan Singkat Mengenai PT Bank Danamon Indonesia Tbk Pada saat Laporan Tahunan ini diterbitkan, Perusahaan mempunyai satu pemegang saham utama yang berbentuk badan hukum yaitu PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Akta Pendirian PT Bank Danamon Indonesia Tbk berkedudukan di Jakarta, didirikan pada tanggal 16 Juli 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia berdasarkan akta notaris Meester Raden Soedja, S.H., No. 134. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/40/8 tanggal 24 April 1957 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 664, pada BNRI No. 46 tanggal 7 Juni 1957. PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperoleh izin usaha sebagai bank umum, bank devisa dan bank yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah masing-masing berdasarkan surat keputusan dari Menteri Keuangan No. 161259/U.M.II tanggal 30 September 1958, surat keputusan Direksi Bank Indonesia No. 21/10/ Dis/UPPS tanggal 5 Nopember 1988 dan Surat Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan No. 3/744/ DPIP/Prz tanggal 31 Desember 2001. PT Bank Danamon Indonesia Tbk sudah beroperasi usahanya semenjak izin usaha sudah diperoleh. Pada tanggal 8 Desember 1989, berdasarkan izin Menteri Keuangan No. SI-066/SHM/MK.10/1989 tertanggal 24 Oktober 1989, PT Bank Danamon Indonesia Tbk melakukan Penawaran Umum Perdana atas 12.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Seluruh saham ini telah dicatatkan di BEJ (sekarang bernama BEI). Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2011, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 67 Dewan Komisaris Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama (Independen) Komisaris (Independen) Komisaris (Independen) Komisaris Komisaris (Independen) Komisaris Komisaris Direksi Direktur Utama Direktur Operasional Direktur Perbankan Korporasi dan Usaha Kecil, Menengah dan Komersial Direktur Syariah Direktur Keuangan Direktur Bidang Risiko Direktur Teknologi dan Informasi Direktur Kepatuhan dan Hukum Direktur Tresuri & Pasar Modal, Lembaga Keuangan & Transaksi Perbankan Direktur Retail Banking dan Kartu Kredit Direktur Usaha Perbankan Mikro Direktur Sumber daya Manusia Ng Kee Choe Johanes Berchmans Kristiadi Pudjosukanto Milan Robert Shuster Harry Arief Soepardi Sukadis Gan Chee Yen Manggi Taruna Habir Ernest Wong Yuen Weng Benedictus Raksaka Mahi Henry Ho Hon Cheong Muliadi Rahardja Ali Rukmijah (Ali Yong) Herry Hykmanto Vera Eve Lim Satinder Pal Singh Ahluwalia Kanchan Keshav Nijasure Fransiska Oei Lan Siem Pradip Chhadva Michellina Laksmi Triwardhanny Khoe Minhari Handikusuma Joseph Bataona : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :
  • 69.
    Ikhtisar Saham danObligasi Struktur Modal dan Komposisi Pemegang Saham Struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk berdasarkan laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan bagian dari Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., dimana pemegang saham akhir adalah Temasek Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan di Singapura dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura. Asia Financial (Indonesia) Private Limited didirikan berdasarkan Company Registry No. 199005540H tanggal 10 Nopember 1990, dahulu dikenal dengan nama ENV Corporation Private Limited dan berubah nama sejak tanggal 15 April 2003. Asia Financial (Indonesia) Private Limited merupakan perusahaan investment holding dengan pemegang saham pengendali adalah Fullerton Financial Holdings Private Limited Fullerton Financial Holdings Private Limited adalah suatu perusahaan induk investasi (investment holding), yang secara tidak langsung dimiliki seluruhnya oleh anak perusahaan Temasek Holdings Private Limited dengan kepemilikan saham di berbagai bank dan lembaga keuangan termasuk PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Fullerton India Credit Corporation di India, Alliance Bank di Malaysia dan NIB Bank di Pakistan. Ruang Lingkup Kegiatan Usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PT Bank Danamon Indonesia Tbk, ruang lingkup kegiatan PT Bank Danamon Indonesia Tbk adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku, dan melakukan kegiatan perbankan lainnya berdasarkan prinsip Syariah. PT Bank Danamon Indonesia Tbk mulai melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah tersebut sejak tahun 2002. Sejak Maret 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mulai melakukan kegiatan usaha mikro dengan nama Danamon Simpan Pinjam. Pada tanggal 31 Desember 2011, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mempunyai 79 kantor cabang domestik, 1.529 kantor cabang pembantu domestik dan Danamon Simpan Pinjam dan 65 kantor cabang dan kantor cabang pembantu Syariah serta mempunyai 45.249 karyawan tetap, 17.017 karyawan tidak tetap dan 8.683 karyawan outsource termasuk karyawan anak perusahaan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 68 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 % 67,4 6,2 26,1 0,3 100,0 Jumlah Saham Saham Seri A Saham Seri B 22.400.000 - - 22.400.000 - 22.400.000 - 17.760.000.000 6.457.558.472 594,295,388 2.484.519.233 25.870.272 9.562.243.365 8.197.756.635 Jumlah Nilai Nominal (Rp) Seri A @ Rp 50.000 Seri B @ Rp 500 1.120.000.000.000 - - 1.120.000.000.000 - 1.120.000.000.000 - 8.880.000.000.000 3.228.779.236.000 297.147.694.000 1.242.259.616.500 12.935.136.000 4.781.121.682.500 4.098.878.317.500 Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. JPMCB - Franklin Templeton Investment Funds Masyarakat Komisaris dan Direksi PT Bank Danamon Indonesia Tbk Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Dalam Portepel
  • 70.
    Ikhtisar Saham danObligasi Catatan: Informasi terkait PT Bank Danamon Indonesia Tbk diambil dari laporan keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan prospektus obligasi berkelanjutan I Perusahaan dengan tingkat bunga tetap tahap I tahun 2011 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2011. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 69 Alamat Kantor Pusat PT Bank Danamon Indonesia Tbk Menara Bank Danamon Lantai 5 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. E4 No. 6, Mega Kuningan Jakarta 12950 Telepon: +62 21-57991001-3 Facs: +62 21-57991160 Website: www.danamon.co.id Keterangan Singkat Mengenai PT Asuransi Adira Dinamika Pada saat laporan tahunan ini diterbitkan, Perusahaan mengetahui satu pemegang saham minoritas yang berbentuk badan hukum yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan, selain PT Bank Danamon Indonesia Tbk yaitu PT Asuransi Adira Dinamika. Akta Pendirian PT Asuransi Adira Dinamika, dahulu bernama PT Asuransi Kerugian Nexus, didirikan di Jakarta berdasarkan akta notaris Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., No. 106 tanggal 17 Juli 1996. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2- 10988.HT.01.01.TH’96 tanggal 12 Desember 1996 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 26 tanggal 31 Maret 2000, Tambahan No. 1631. Pengurusan dan Pengawasan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Asuransi Adira Dinamika pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Stanley Setia Atmadja Wakil Komisaris Utama : Vera Eve Lim Komisaris Independen : Manggi Taruna Habir Komisaris Independen : Suhandoko Tjondromulyo Direksi Direktur Utama : Willy Suwandi Dharma Wakil Direktur Utama : Indra Baruna Direktur : Pratomo Struktur Modal dan Komposisi Pemegang Saham Struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham PT Asuransi Adira Dinamika berdasarkan laporan keuangan PT Asuransi Adira Dinamika yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
  • 71.
    Ikhtisar Saham danObligasi Struktur Modal, Jumlah Saham Beredar dan Pembayaran Dividen Perusahaan Selama 5 Tahun Terakhir 70 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 % 90,0 10,0 100,0 Nilai Nominal Rp 1.000.000 per saham Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) 400.000 90.000 10.000 100.000 300.000 400.000.000.000 90.000.000.000 10.000.000.000 100.000.000.000 300.000.000.000 Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: PT Bank Danamon Indonesia Tbk Ir. Willy Suwandi Dharma Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Dalam Portepel Sejak Januari 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjadi pihak pengendali PT Asuransi Adira Dinamika. PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan bagian dari Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., dimana pemegang saham akhir adalah Temasek Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan di Singapura dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura. Ruang Lingkup Kegiatan Usaha PT Asuransi Adira Dinamika PT Asuransi Adira Dinamika memperoleh izin operasi dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusan No. KEP.462/KMK.017/1997 tanggal 8 September 1997. PT Asuransi Adira Dinamika memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1997. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PT Asuransi Adira Dinamika, ruang lingkup kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT Asuransi Adira Dinamika adalah menjalankan usaha dalam bidang asuransi kerugian dan aktivitas kaitannya. Sejak 2004, PT Asuransi Adira Dinamika mengeluarkan produk asuransi syariah. Pada tanggal 31 Desember 2011, PT Asuransi Adira Dinamika memiliki 8 kantor cabang yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Pekanbaru, Balikpapan dan Makassar; 1 kantor cabang khusus syariah yang berlokasi di Jakarta dan 29 kantor pemasaran yang berlokasi di beberapa kota di Indonesia serta mempunyai 841 karyawan. Catatan: Informasi terkait PT Asuransi Adira Dinamika diambil dari Laporan Keuangan PT Asuransi Adira Dinamika yang telah diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. 2007 174 4.000.000.000 400.000.000.000 1.000.000.000 100.000.000.000 3.000.000.000 300.000.000.000 1.000.000.000 232 560 50,0% -2,5% 21 Mei 2007 5 Juli 2007 2008 208 4.000.000.000 400.000.000.000 1.000.000.000 100.000.000.000 3.000.000.000 300.000.000.000 1.000.000.000 280 1.020 50,0% 20,7% 9 April 2008 21 Mei 2008 2009 245 4.000.000.000 400.000.000.000 1.000.000.000 100.000.000.000 3.000.000.000 300.000.000.000 1.000.000.000 510 1.212 50,0% 82,1% 1 April 2009 8 Mei 2009 2010 370 4.000.000.000 400.000.000.000 1.000.000.000 100.000.000.000 3.000.000.000 300.000.000.000 1.000.000.000 242,48 1.468 20,0% -52,5% 7 April 2010 16 Juni 2010 2011 430 4.000.000.000 400.000.000.000 1.000.000.000 100.000.000.000 3.000.000.000 300.000.000.000 1.000.000.000 954,14 1.583 65,0% 293,5% 28 April 2011 28 Juni 2011 Keterangan Jumlah Pemegang Saham Modal Dasar • Jumlah Saham • Jumlah Nominal (Rp) Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh • Jumlah Saham • Jumlah Nominal (Rp) Saham Belum Diterbitkan • Jumlah Saham • Jumlah Nominal (Rp) Saham yang Diterbitkan • Nominal Rp 100 per Saham Dividen Tunai • Atas Laba Bersih Tahun Sebelumnya (Rp) • Laba Bersih per Saham Dasar (Rp) • Persentase Dividen Kas Terhadap Laba Bersih Tahun Sebelumnya • Pertumbuhan Dividen Kas • Tanggal RUPS • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai
  • 72.
    Ikhtisar Saham danObligasi Kebijakan Pembagian Dividen Tunai Perusahaan Kebijakan pembagian dividen tunai Perusahaan telah disebutkan dan dijelaskan di dalam prospektus Penawaran Umum Saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2004. Kebijakan pembagian dividen tunai Perusahaan seperti yang disebutkan dalam prospektus tersebut adalah sebagai berikut: • Seluruh saham Perusahaan yang telah diambil bagian dan disetor penuh, termasuk saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2004, mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, termasuk hak atas dividen tunai. • Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, pembayaran dividen tunai harus disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perusahaan. • Dengan memperhatikan laba Perusahaan, kondisi likuiditas tahun berjalan serta dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Aggaran Dasar Perusahaan, manajemen Perusahaan akan membagikan dividen tunai minimal sebesar 20,0% dari laba bersih tahun berjalan. Pada pelaksanaannya, Perusahaan sudah memenuhi kebijakan pembagian dividen yang sudah disebutkan yaitu dengan membagikan dividen tunai minimal sebesar 20,0% dari laba bersih tahun berjalan, seperti yang dijelaskan dibawah ini: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 71 Dividen per saham (Rp) 232,0 per saham 280,0 per saham 510,0 per saham 242,5 per saham 954,1 per saham Rasio Pembayaran Dividen 50% 50% 50% 20% 65% Tanggal Pembayaran Tunai 5 Juli 2007 29 Mei 2008 8 Mei 2009 16 Juni 2010 28 Juni 2011 Tahun Laba tahun 2006 Laba tahun 2007 Laba tahun 2008 Laba tahun 2009 Laba tahun 2010 Tanggal Persetujuan RUPS 21 Mei 2007 9 April 2008 1 April 2009 7 April 2010 28 April 2011 Jumlah Dividen (dalam Jutaan Rp) 232.000 juta 280.000 juta 510.000 juta 242.480 juta 954.140 juta Tindakan Korporasi Perusahaan Selama Tahun 2011 Mei 2011 Penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2011 Pada tanggal 31 Mei 2011, Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011, yang dicatat pada BEI. Jumlah obligasi yang diterbitkan sebesar Rp 2 triliun. Nopember 2011 Penerbitan Medium-Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011 (MTN I) September 2011 RUPS Luar Biasa Pada tanggal 10 Nopember 2011, Perusahaan menerbitkan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi FinanceI Tahun 2011. Jumlah MTN I yang diterbitkan sebesar Rp 400 miliar. Juni 2011 Pembayaran Dividen Tunai Pada tanggal 28 Juni 2011, Perusahaan membayar dividen tunai sebesar Rp 954,14 miliar atau Rp 954,14 per saham. Pada tanggal 22 September 2011, Perusahaan mengadakan RUPS Luar Biasa untuk meminta persetujuan dari pemegang saham untuk menjaminkan piutang di atas 50% dari nilai ekuitas dari laporan keuangan audit yang terakhir. Adapun tujuan dari permintaan persetujuan adalah untuk meningkatkan pendanaan guna mencapai target pembiayaan pada tahun berjalan. Pada tanggal 28 April 2011, melalui RUPS, para pemegang saham menyetujui perubahan Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, pembagian dividen tunai sebesar Rp 954,14 per saham, yang merupakan 65,0% dari laba bersih Perusahaan pada tahun 2010 dan menambah cadangan umum sebesar Rp 14.679 juta. Pada tanggal 28 April 2010, Perusahaan menyelenggarakan Paparan Publik di Hotel Borobudur, Jakarta, untuk memaparkan kinerja dan laporan keuangan Perusahaan pada tahun 2010. April 2011 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Paparan Publik Desember 2011 Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 Pada tanggal 16 Desember 2011, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011, yang dicatat pada BEI. Jumlah obligasi yang diterbitkan sebesar Rp 2.523 miliar.
  • 73.
    Ikhtisar Saham danObligasi Jumlah Obligasi / Obligasi Konvertible Yang Diterbitkan Adira Finance Yang Masih Beredar Jumlah Nominal Seri (Rp) A B A B C A B C A B C D E A B C D A B C No. Terhutang (Rp) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Obligasi Adira Finance I Adira Finance II Adira Finance III Adira Finance IV Adira Finance V Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I 63.000.000.000 437.000.000.000 570.000.000.000 90.000.000.000 90.000.000.000 46.000.000.000 51.000.000.000 403.000.000.000 229.000.000.000 238.000.000.000 577.000.000.000 284.000.000.000 672.000.000.000 612.000.000.000 160.000.000.000 567.000.000.000 1.161.000.000.000 325.000.000.000 665.000.000.000 1.533.000.000.000 Jumlah Medium Term Notes (MTN) Yang Diterbitkan Adira Finance Yang Masih Beredar Nama MTN MTN1 Seri A B Jumlah Nominal Rp 200.000.000.000 200.000.000.000 Tingkat Bunga 8,40% 8,65% Jumlah MTN Terhutang Sampai Dengan 31 Desember 2011 Nilai Nominal Rp 570.000 juta Rp 90.000 juta Rp 90.000 juta Jangka Waktu 18 Bulan 24 Bulan Tingkat Bunga Tetap Tanggal Penerbitan 10 Nopember 2011 10 Nopember 2011 Peringkat idAA+ idAA+ Jatuh Tempo 8 Juni 2009 8 Juni 2010 8 Juni 2011 No. 1. Jumlah Terhutang (Rp) 200.000.000.000 200.000.000.000 400.000.000.000 Jatuh Tempo 10 Mei 2013 10 Nopember 2013 Obligasi Cicilan Pokok Obligasi Seri A Seri B Seri C 72 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tingkat Bunga 14,125% 14,125% 14,40% 14,50% 14,60% 12,55% 13,55% 14,60% 7,60% 8,25% 8,70% 9,00% 9,25% 8,00% 8,80% 9,60% 10,00% 7,75% 8,00% 9,00% Jangka Waktu 60 Bulan 60 Bulan 36 Bulan 48 Bulan 60 Bulan 370 Hari 24 Bulan 36 Bulan 18 Bulan 24 Bulan 30 Bulan 36 Bulan 48 Bulan 370 Hari 24 Bulan 36 Bulan 48 Bulan 24 Bulan 36 Bulan 60 Bulan Peringkat idA-idA-idA idA idA idAA-idAA-idAA-idAA idAA idAA idAA idAA idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ Tanggal Efektif Bapepam-LK 23 April 2003 23 April 2003 24 Mei 2006 24 Mei 2006 24 Mei 2006 4 Mei 2009 4 Mei 2009 4 Mei 2009 21 Oktober 2010 21 Oktober 2010 21 Oktober 2010 21 Oktober 2010 21 Oktober 2010 18 Mei 2011 18 Mei 2011 18 Mei 2011 18 Mei 2011 9 Desember 2011 9 Desember 2011 9 Desember 2011 Jatuh Tempo 6 Mei 2008 6 Mei 2008 8 Juni 2009 8 Juni 2010 8 Juni 2011 18 Mei 2010 13 Mei 2011 13 Mei 2012 29 April 2012 29 Oktober 2012 29 April 2013 29 Oktober 2013 29 Oktober 2014 31 Mei 2012 27 Mei 2013 27 Mei 2014 27 Mei 2015 16 Desember 2013 16 Desember 2014 16 Desember 2016 - - - - - - - Jumlah 403.000.000.000 229.000.000.000 238.000.000.000 577.000.000.000 284.000.000.000 672.000.000.000 612.000.000.000 160.000.000.000 567.000.000.000 1.161.000.000.000 325.000.000.000 665.000.000.000 1.533.000.000.000 Jumlah Obligasi Terhutang Sampai Dengan 31 Desember 2011 7.426.000.000.000 Perusahaan telah beberapa kali menerbitkan obligasi dan medium term notes yang digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor. Walaupun Perusahaan mendapatkan dukungan penuh atas pendanaan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, pemegang saham pengendali, namun Perusahaan tetap berupaya untuk melakukan diversifikasi pendanaannya. Salah satunya melalui penerbitan obligasi dan medium term notes dengan tujuan untuk menjaga hubungan baik dengan investor obligasi dan medium term notes Adira Finance. Kronologis pencatatan obligasi dan medium term notes Adira Finance dapat dilihat lebih rinci pada bagian dibawah ini. Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance II Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 14,40% 14,50% 14,60% Pada tanggal 24 Mei 2006, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam melalui surat No. S-137/BL/2006 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 (Obligasi Adira Finance II) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 750.000.000.000, terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di BES (sekarang digabung menjadi BEI) pada tanggal 9 Juni 2006. Dana yang diterima dari penerbitan Obligasi Adira Finance II telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor dan dilaporkan ke Bapepam sesuai dengan surat No. 149/ADMF/IX/2006 pada tanggal
  • 74.
    Ikhtisar Saham danObligasi 14 September 2006. Atas penerbitan Obligasi Adira Finance II, Pefindo memberikan peringkat “idA” (Single A; Stable Outlook) pada tanggal 18 April 2006 melalui surat No. 128/PEF-Dir/IV/2006. Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance II dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama pada tanggal 8 September 2006 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi Adira Finance II. Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance II Seri A (Rp) Keterangan Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance II Tanggal Pembayaran 8 Juni 2009 8 Juni 2010 8 Juni 2011 Seri B (Rp) Seri B (Rp) Seri A (Rp) Seri C (Rp) Seri C (Rp) Jumlah Pembayaran (Rp) Jumlah Pembayaran (Rp) Keterangan Perusahaan telah melunasi Obligasi Adira Finance II pada tanggal 8 Juni 2011, dengan pembayaran pokok obligasi terakhir yaitu untuk Obligasi Adira Finance II Seri C sejumlah Rp 90.000.000.000 beserta pembayaran terakhir atas bunga Obligasi Adira Finance II Seri C sebesar Rp 3.285.000.000 dengan menggunakan dana kas internal Perusahaan. Atas pelunasan Obligasi Adira Finance II ini, Perusahaan menerima surat tanda pelunasan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia pada tanggal 8 Juni 2011. Obligasi Cicilan Pokok Obligasi Seri A Seri B Seri C Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 73 Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance III - 90.000.000.000 - 90.000.000.000 570.000.000.000 - - 570.000.000.000 - - 90.000.000.000 90.000.000.000 570.000.000.000 90.000.000.000 90.000.000.000 750.000.000.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Jumlah Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Nilai Nominal Rp 46.000 juta Rp 51.000 juta Rp 403.000 juta Tingkat Bunga Tetap 12,55% 13,55% 14,60% Jatuh Tempo 18 Mei 2010 13 Mei 2011 13 Mei 2012 Tanggal Pembayaran 8 September 2006 8 Desember 2006 8 Maret 2007 8 Juni 2007 8 September 2007 8 Desember 2007 8 Maret 2008 8 Juni 2008 8 September 2008 8 Desember 2008 8 Maret 2009 8 Juni 2009 8 September 2009 8 Desember 2009 8 Maret 2010 8 Juni 2010 8 September 2010 8 Desember 2010 8 Maret 2011 8 Juni 2011 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 3.262.500.000 - - - - 52.200.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 3.285.000.000 65.700.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 20.520.000.000 - - - - - - - - 246.240.000.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.656.250.000 17.378.164.063 17.100.078.125 16.821.992.188 16.543.906.250 16.265.820.313 15.987.734.375 15.709.648.438 345.338.593.752 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-5 Pembayaran ke-6 Pembayaran ke-7 Pembayaran ke-8 Pembayaran ke-9 Pembayaran ke-10 Pembayaran ke-11 Pembayaran ke-12 Pembayaran ke-13 Pembayaran ke-14 Pembayaran ke-15 Pembayaran ke-16 Pembayaran ke-17 Pembayaran ke-18 Pembayaran ke-19 Pembayaran ke-20 Jumlah
  • 75.
    Ikhtisar Saham danObligasi Pada tanggal 4 Mei 2009, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK melalui surat No. S-3485/BL/2009 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 (Obligasi Adira Finance III) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 500.000.000.000, terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di BEI pada tanggal 14 Mei 2009. Dana yang diterima dari penerbitan Obligasi Adira Finance III telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor dan dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 074/ADMF/CS/VII/2009 pada tanggal 2 Juli 2009. Atas penerbitan Obligasi Adira Finance III, Pefindo memberikan peringkat “idAA-” (Double A minus; Stable Outlook) pada tanggal 16 Maret 2009 melalui surat No. 259/PEF-Dir/III/2009. Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance III dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama pada tanggal 13 Agustus 2009 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi Adira Finance III. Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance III Tanggal Pembayaran 13 Agustus 2009 13 Nopember 2009 13 Pebruari 2010 13 Mei 2010 18 Mei 2010 13 Agustus 2010 13 Nopember 2010 13 Pebruari 2011 13 Mei 2011 13 Agustus 2011 13 Nopember 2011 13 Pebruari 2012 13 Mei 2012 Seri B (Rp) Seri C (Rp) Seri A (Rp) Jumlah Pembayaran (Rp) Keterangan Seri B (Rp) Seri A (Rp) Seri C (Rp) Jumlah Pembayaran (Rp) Keterangan Perusahaan telah melunasi Obligasi Adira Finance III Seri A pada tanggal 18 Mei 2010 sejumlah Rp 46.000.000.000 beserta pembayaran terakhir atas bunga Obligasi Adira Finance III Seri A sebesar Rp 1.523.430.760 dan Obligasi Adira Finance III Seri B pada tanggal 13 Mei 2011 sejumlah Rp 51.000.000.000 beserta pembayaran terakhir atas bunga Obligasi Adira Finance III Seri B sebesar Rp 1.727.625.000 dengan menggunakan dana kas internal Perusahaan. Dengan pelunasan Obligasi Adira Finance III Seri A dan B, maka untuk Obligasi Adira Finance III yang tersisa adalah Seri C sejumlah Rp 403.000.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2012. Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Adira Finance III mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen 74 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 1.727.625.000 1.727.625.000 1.727.625.000 1.727.625.000 - 1.727.625.000 1.727.625.000 1.727.625.000 1.727.625.000 - - - - 13.821.000.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 - 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 176.514.000.000 1.443.250.000 1.443.250.000 1.443.250.000 - 1.523.430.760 - - - - - - - - 5.853.180.760 17.880.375.000 17.880.375.000 17.880.375.000 16.437.125.000 1.523.430.760 16.437.125.000 16.437.125.000 16.437.125.000 16.437.125.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 14.709.500.000 196.188.180.760 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-5 Pembayaran ke-6 Pembayaran ke-7 Pembayaran ke-8 Pembayaran ke-9 Pembayaran ke-10 Pembayaran ke-11 Pembayaran ke-12 Jumlah Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance III Tanggal Pembayaran 18 Mei 2010 13 Mei 2011 13 Mei 2012 - 51.000.000.000 - 51.000.000.000 46.000.000.000 - - 46.000.000.000 - - 403.000.000.000 403.000.000.000 46.000.000.000 51.000.000.000 403.000.000.000 500.000.000.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Jumlah
  • 76.
    Ikhtisar Saham danObligasi Pasar Beringharjo - Jogja sebesar 60% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan konsumen. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi Adira Finance III sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi Adira Finance III sebelum tanggal jatuh tempo pelunasan pokok obligasi tersebut, dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. Nilai Nominal Rp 229.000 juta Rp 238.000 juta Rp 577.000 juta Rp 284.000 juta Rp 672.000 juta Tingkat Bunga Tetap Jatuh Tempo 29 April 2012 29 Oktober 2012 29 April 2013 29 Oktober 2013 29 Oktober 2014 Obligasi Cicilan Pokok Obligasi Seri A Seri B Seri C Seri D Seri E Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 75 Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance IV 7,60% 8,25% 8,70% 9,00% 9,25% Pada tanggal 21 Oktober 2010, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK melalui surat No. S-9564/BL/2010 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 (Obligasi Adira Finance IV) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 2.000.000.000.000, terbagi atas Seri A, Seri B, Seri C, Seri D dan Seri E yang dicatatkan di BEI pada tanggal 29 Oktober 2010. Dana yang diterima dari penerbitan Obligasi Adira Finance IV telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor dan dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 177/ADMF/CS/XII/10 pada tanggal 22 Desember 2010. Atas penerbitan Obligasi Adira Finance IV, Pefindo memberikan peringkat “idAA” (Double A; Stable Outlook) pada tanggal 6 Agustus 2010 melalui surat No. 1063/PEF-Dir/VIII/2010. Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance IV dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama pada tanggal 29 Januari 2011 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi Adira Finance IV.
  • 77.
    Ikhtisar Saham danObligasi Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance IV Tanggal Pembayaran 29 Januari 2011 29 April 2011 29 Juli 2011 29 Oktober 2011 29 Januari 2012 29 April 2012 29 Juli 2012 29 Oktober 2012 29 Januari 2013 29 April 2013 29 Juli 2013 29 Oktober 2013 29 Januari 2014 29 April 2014 29 Juli 2014 29 Oktober 2014 Keterangan Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance IV Keterangan Kronologis Pencatatan Obligasi Adira Finance V Nilai Nominal Rp 612.000 juta Rp 160.000 juta Rp 567.000 juta Rp 1.161.000 juta Tingkat Bunga Tetap Jatuh Tempo 31 Mei 2012 27 Mei 2013 27 Mei 2014 27 Mei 2015 Obligasi Cicilan Pokok Obligasi Seri A Seri B Seri C Seri D 76 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Seri B (Rp) 4.908.750.000 4.908.750.000 4.908.750.000 4.908.750.000 4.908.750.000 4.908.750.000 4.908.750.000 4.908.750.000 - - - - - - - - 39.270.000.000 Seri C (Rp) 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 12.549.750.000 - - - - - - 125.497.500.000 Seri D (Rp) 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 6.390.000.000 - - - - 76.680.000.000 Seri E (Rp) 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 248.640.000.000 Seri A (Rp) 4.351.000.000 4.351.000.000 4.351.000.000 4.351.000.000 4.351.000.000 4.351.000.000 - - - - - - - - - - 26.106.000.000 Jumlah Pembayaran (Rp) 43.739.500.000 43.739.500.000 43.739.500.000 43.739.500.000 43.739.500.000 43.739.500.000 39.388.500.000 39.388.500.000 34.479.750.000 34.479.750.000 21.930.000.000 21.930.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 15.540.000.000 516.193.500.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-5 Pembayaran ke-6 Pembayaran ke-7 Pembayaran ke-8 Pembayaran ke-9 Pembayaran ke-10 Pembayaran ke-11 Pembayaran ke-12 Pembayaran ke-13 Pembayaran ke-14 Pembayaran ke-15 Pembayaran ke-16 Jumlah Tanggal Pembayaran 29 April 2012 29 Oktober 2012 29 April 2013 29 Oktober 2013 29 Oktober 2014 - Seri B (Rp) 238.000.000.000 - - - 238.000.000.000 - - Seri C (Rp) 577.000.000.000 - - 577.000.000.000 - - - Seri D (Rp) 284.000.000.000 - 284.000.000.000 - - - - Seri E (Rp) 672.000.000.000 672.000.000.000 Seri A (Rp) 229.000.000.000 - - - - 229.000.000.000 Jumlah Pembayaran (Rp) 229.000.000.000 238.000.000.000 577.000.000.000 284.000.000.000 672.000.000.000 2.000.000.000.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-5 Jumlah Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Adira Finance IV mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan konsumen. Pada tanggal 21 Pebruari 2011, Pefindo menaikkan peringkat Obligasi Adira Finance III dan IV serta peringkat Perusahaan dari “idAA” (Double A; Stable Outlook) menjadi “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) masing-masing melalui surat No. 217/PEF-Dir/II/2011 dan No. 221/PEF-Dir/II/2011. Peringkat “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo kepada perusahaan pembiayaan di Indonesia. Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 8,00% 8,80% 9,60% 10,00% Pada tanggal 18 Mei 2011, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK melalui surat No. S-5474/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 (Obligasi Adira Finance V) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 2.500.000.000.000, terbagi atas
  • 78.
    Ikhtisar Saham danObligasi Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D yang dicatatkan di BEI pada tanggal 30 Mei 2011. Dana yang diterima dari penerbitan Obligasi Adira Finance V telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor dan dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 087/ADMF/CS/VII/2011 pada tanggal 18 Juli 2011. Atas penerbitan Obligasi Adira Finance V, Pefindo memberikan peringkat “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) pada tanggal 21 Pebruari 2011 melalui surat No. 217/PEF-Dir/II/2011. Penawaran Umum atas Obligasi Adira Finance V dibantu oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal, antara lain sebagai berikut: • Wali Amanat Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 77 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi BNI Building Lantai 16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 Telepon: +62 21-5728256 Facs.: +62 21-2511311 Website: www.bni.co.id • Notaris Notaris Fathiah Helmi, SH Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 Telepon: +62 21-52907304 Facs.: +62 21-5261136 E-mail: fhchozie@gmail.com • Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) Wisma GKBI Lantai 33 Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 Telepon: +62 21-5742333 Facs.: +62 21-5741777 Website: www.kpmg.co.id • Konsultan Hukum Thamrin & Rachman Graha Niaga Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 Telepon: +62 21-52971779 Facs.: +62 21-52971787 E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id • Pemeringkat Efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Panin Tower Senayan City Lantai 17 Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 Telepon: +62 21-72782380 Facs.: +62 21-72782370 E-mail: corpcom@pefindo.co.id
  • 79.
    Ikhtisar Saham danObligasi Perusahaan sampai saat ini masih berkerjasama dengan seluruh lembaga dan/atau profesi penunjang pasar modal diatas, kecuali dengan Notaris dan Konsultan Hukum. Pembayaran bunga Obligasi Adira Finance V dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama pada tanggal 27 Agustus 2011 dan terakhir dilaku dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi Adira Finance V. Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Adira Finance V Tanggal Pembayaran 27 Agustus 2011 27 Nopember 2011 27 Pebruari 2012 27 Mei 2012 31 Mei 2012 27 Agustus 2012 27 Nopember 2012 27 Pebruari 2013 27 Mei 2013 27 Agustus 2013 27 Nopember 2013 27 Pebruari 2014 27 Mei 2014 27 Agustus 2014 27 Nopember 2014 27 Pebruari 2015 27 Mei 2015 Seri B (Rp) Seri C (Rp) Seri D (Rp) Seri A (Rp) Jumlah Pembayaran (Rp) Keterangan Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Adira Finance V Seri B (Rp) Seri C (Rp) Seri D (Rp) Seri A (Rp) Jumlah Pembayaran (Rp) Keterangan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Adira Finance V mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan konsumen. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi Adira Finance V sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi Adira Finance V sebelum tanggal jatuh tempo pelunasan pokok obligasi tersebut, dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. 78 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 3.520.000.000 3.520.000.000 3.520.000.000 3.520.000.000 - 3.520.000.000 3.520.000.000 3.520.000.000 3.520.000.000 - - - - - - - 28.160.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 - 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 13.608.000.000 - - - 163.296.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 - 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 464.400.000.000 12.240.000.000 12.240.000.000 12.240.000.000 - 12.784.000.000 - - - - - - - - - 49.504.000.000 58.393.000.000 58.393.000.000 58.393.000.000 46.153.000.000 12.784.000.000 46.153.000.000 46.153.000.000 46.153.000.000 46.153.000.000 42.633.000.000 42.633.000.000 42.633.000.000 42.633.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 29.025.000.000 705.360.000.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-5 Pembayaran ke-6 Pembayaran ke-7 Pembayaran ke-8 Pembayaran ke-9 Pembayaran ke-10 Pembayaran ke-11 Pembayaran ke-12 Pembayaran ke-13 Pembayaran ke-14 Pembayaran ke-15 Pembayaran ke-16 Jumlah Tanggal Pembayaran 31 Mei 2012 27 Mei 2013 27 Mei 2014 27 Mei 2015 - 160.000.000.000 - - 160.000.000.000 - - 567.000.000.000 - 567.000.000.000 - - - 1.161.000.000.000 1.161.000.000.000 612.000.000.000 - - - 612.000.000.000 612.000.000.000 160.000.000.000 567.000.000.000 1.161.000.000.000 2.500.000.000.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Jumlah
  • 80.
    Ikhtisar Saham danObligasi Udang Selingkuh, Lembah Baliem, Papua Kronologis Pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I Obligasi Cicilan Pokok Obligasi Seri A Seri B Seri C Pada tanggal 9 Desember 2011, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan LK melalui surat No. S-13196/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 (Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 2.523.000.000.000, terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di BEI pada tanggal 19 Desember 2011. Dana yang diterima dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor dan dilaporkan ke Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 003/ADMF/CS/I/2012 pada tanggal 13 Januari 2012. Atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I, Pefindo memberikan peringkat “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) pada tanggal 23 September 2011 melalui surat No. 1215/PEF-Dir/ IX/2011. Penawaran Umum atas Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I dibantu oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal pada saat itu, antara lain sebagai berikut: • Wali Amanat Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 79 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi BNI Building Lantai 16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 Telepon: +62 21-5728256 Facs.: +62 21-2511311 Website: www.bni.co.id Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Nilai Nominal Rp 325.000 juta Rp 665.000 juta Rp 1.533.000 juta Tingkat Bunga Tetap 7,75% 8,00% 9,00% Jatuh Tempo 16 Desember 2013 16 Desember 2014 16 Desember 2016
  • 81.
    Ikhtisar Saham danObligasi • Notaris Notaris Fathiah Helmi, SH Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 Telepon: +62 21-52907304 Facs.: +62 21-5261136 E-mail: fhchozie@gmail.com • Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) Wisma GKBI Lantai 33 Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 Telepon: +62 21-5742333 Facs.: +62 21-5741777 Website: www.kpmg.co.id • Konsultan Hukum Thamrin & Rachman Graha Niaga Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 Telepon: +62 21-52971779 Facs.: +62 21-52971787 E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id • Pemeringkat Efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Panin Tower Senayan City Lantai 17 Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 Telepon: +62 21-72782380 Facs.: +62 21-72782370 E-mail: corpcom@pefindo.co.id 80 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 82.
    Ikhtisar Saham danObligasi Perusahaan sampai saat ini masih berkerjasama dengan seluruh lembaga dan/atau profesi penunjang pasar modal diatas, kecuali dengan Notaris dan Konsultan Hukum. Pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama pada tanggal 16 Maret 2012 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I. Seri C (Rp) Jumlah Pembayaran (Rp) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 81 Tabel Pembayaran Bunga Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I Tanggal Pembayaran 16 Maret 2012 16 Juni 2012 16 September 2012 16 Desember 2012 16 Maret 2013 16 Juni 2013 16 September 2013 16 Desember 2013 16 Maret 2014 16 Juni 2014 16 September 2014 16 Desember 2014 16 Maret 2015 16 Juni 2015 16 September 2015 16 Desember 2015 16 Maret 2016 16 Juni 2016 16 September 2016 16 Desember 2016 Seri B (Rp) 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 13.300.000.000 - - - - - - - - 159.600.000.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 689.850.000.000 Seri A (Rp) 6.296.875.000 6.296.875.000 6.296.875.000 6.296.875.000 6.296.875.000 6.296.875.000 6.296.875.000 6.296.875.000 - - - - - - - - - - - - 50.375.000.000 54.089.375.000 54.089.375.000 54.089.375.000 54.089.375.000 54.089.375.000 54.089.375.000 54.089.375.000 54.089.375.000 47.792.500.000 47.792.500.000 47.792.500.000 47.792.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 34.492.500.000 899.825.000.000 Keterangan Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-5 Pembayaran ke-6 Pembayaran ke-7 Pembayaran ke-8 Pembayaran ke-9 Pembayaran ke-10 Pembayaran ke-11 Pembayaran ke-12 Pembayaran ke-13 Pembayaran ke-14 Pembayaran ke-15 Pembayaran ke-16 Pembayaran ke-17 Pembayaran ke-18 Pembayaran ke-19 Pembayaran ke-20 Jumlah Pulau Lengkuas - Belitung
  • 83.
    Ikhtisar Saham danObligasi Tabel Pembayaran Pokok Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I Tanggal Pembayaran 16 Desember 2013 16 Desember 2014 16 Desember 2016 Keterangan Kronologis Pencatatan Medium Term Notes I MTN I Seri A Seri B Jatuh Tempo 10 Mei 2013 10 Nopember 2013 Nilai Nominal Tingkat Bunga Tetap Cicilan Pokok MTN Rp 200.000 juta Rp 200.000 juta 82 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 - Seri B (Rp) 665.000.000.000 - 665.000.000.000 Seri A (Rp) 325.000.000.000 - - 325.000.000.000 - - Seri C (Rp) 1.533.000.000.000 1.533.000.000.000 Jumlah Pembayaran (Rp) 325.000.000.000 665.000.000.000 1.533.000.000.000 2.523.000.000.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Jumlah Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 50% dari pokok obligasi yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah terutang obligasi belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain untuk membagikan dividen pada tahun buku yang bersangkutan, melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan konsumen. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perusahaan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I sebelum tanggal jatuh tempo pelunasan pokok obligasi tersebut, dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. Pada tanggal 31 Desember 2011, peringkat atas Perusahaan serta Obligasi Adira Finance III, IV, V dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I yang diberikan oleh Pefindo adalah “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook). Efek hutang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek hutang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat. Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo 8,40% 8,65% Pada tanggal 9 Nopember 2011, Perusahaan telah menerbitkan Medium Term Notes I–ADMF Tahun 2011 (MTN I) dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 400.000.000.000, terbagi atas Seri A dan Seri B. Dana yang diterima dari penerbitan MTN I telah digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor. Atas penerbitan MTN I, Pefindo memberikan peringkat “idAA+” (Double A plus; Stable Outlook) pada tanggal 18 Nopember 2011 melalui surat No. 1461/PEF-Dir/XI/2011.
  • 84.
    Ikhtisar Saham danObligasi Penerbitan MTN I dibantu oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal pada saat itu, antara lain sebagai berikut: • Agen Pemantau Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 83 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi BNI Building Lantai 16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 Telepon: +62 21-5728256 Facs.: +62 21-2511311 Website: www.bni.co.id • Notaris Notaris Fathiah Helmi, SH Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 Telepon: +62 21-52907304 Facs.: +62 21-5261136 E-mail: fhchozie@gmail.com • Konsultan Hukum Thamrin & Rachman Graha Niaga Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 Telepon: +62 21-52971779 Facs.: +62 21-52971787 E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id • Pemeringkat Efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Panin Tower Senayan City Lantai 17 Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 Telepon: +62 21-72782380 Facs.: +62 21-72782370 E-mail: corpcom@pefindo.co.id Pengrajin gerabah, Pulutan - Sulawesi Utara
  • 85.
    Ikhtisar Saham danObligasi Tanjung Binga - Belitung Perusahaan sampai saat ini sudah tidak berkerjasama dengan seluruh lembaga dan/atau profesi penunjang pasar modal diatas, kecuali dengan Agen Pemantau. Pembayaran bunga MTN I dibayarkan setiap triwulanan, dengan pembayaran pertama pada tanggal 10 Pebruari 2012 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri MTN I. Tabel Pembayaran Bunga MTN I Tanggal Pembayaran 10 Pebruari 2012 10 Mei 2012 10 Agustus 2012 10 Nopember 2012 10 Pebruari 2013 10 Mei 2013 10 Agustus 2013 10 Nopember 2013 Keterangan Tabel Pembayaran Pokok MTN I Tanggal Pembayaran 10 Mei 2013 10 Nopember 2013 Keterangan 84 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Seri B (Rp) 4.325.000.000 4.325.000.000 4.325.000.000 4.325.000.000 4.325.000.000 4.325.000.000 4.325.000.000 4.325.000.000 34.600.000.000 - Seri B (Rp) 200.000.000.000 200.000.000.000 Seri A (Rp) 4.200.000.000 4.200.000.000 4.200.000.000 4.200.000.000 4.200.000.000 4.200.000.000 - - 25.200.000.000 Seri A (Rp) 200.000.000.000 - 200.000.000.000 Jumlah Pembayaran (Rp) 8.525.000.000 8.525.000.000 8.525.000.000 8.525.000.000 8.525.000.000 8.525.000.000 4.325.000.000 4.325.000.000 59.800.000.000 Jumlah Pembayaran (Rp) 200.000.000.000 200.000.000.000 400.000.000.000 Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Pembayaran ke-3 Pembayaran ke-4 Pembayaran ke-5 Pembayaran ke-6 Pembayaran ke-7 Pembayaran ke-8 Jumlah Pembayaran ke-1 Pembayaran ke-2 Jumlah Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011 mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain untuk memberikan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok MTN I yang terhutang dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama jumlah pokok terutang MTN I belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain untuk melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan tanpa termasuk piutang lancar pembiayaan konsumen. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011.
  • 86.
    Ikhtisar Saham danObligasi Pada tanggal 31 Desember 2011, peringkat atas MTN I yang diberikan oleh Pefindo adalah “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook). Efek hutang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek hutang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat. Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. INSTITUSI-INSTITUSI YANG BEKERJASAMA DALAM PENCATATAN SAHAM DAN PENERBITAN OBLIGASI PERUSAHAAN Akuntan Perusahaan Pada saat ini, Perusahaan bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja, dahulu bernama Kantor Akuntan Publik Siddharta Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) yang melakukan audit atas laporan keuangan tahunan Perusahaan dengan rincian sebagai berikut: Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) Wisma GKBI Lantai 33 Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 Telepon: +62 21-5742333 Facs.: +62 21-5741777 Website: www.kpmg.co.id Tahun 2011 adalah tahun kelima bagi Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagai auditor independen eksternal Perusahaan, yang mana biaya untuk jasa audit profesional tersebut adalah sebesar US$ 90.000 masing-masing untuk tahun 2011 dan 2010, sedangkan pada tahun 2009, 2008 dan 2007, masing-masing adalah sebesar, US$ 83.600, US$ 83.600 dan US$ 76.000. Selain itu, Perusahaan juga menggunakan jasa audit profesional Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagai auditor independen untuk memeriksa dan memberikan opini atas laporan keuangan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 dengan beban jasa audit masing-masing sebesar US$ 50.000 dan US$ 48.000, serta sebagai profesi penunjang pasar modal dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Finance III, yang mana jasa profesional yang dibayarkan Perusahaan adalah sebesar US$ 45.000, sedangkan dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Finance IV, V dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I, jasa profesional yang dibayarkan adalah masing-masing sebesar US$ 35.000. Lebih lanjut Perusahaan juga bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagai auditor independen, yang mana biaya untuk jasa pelaksanaan prosedur yang disepakati dalam sehubungan dengan pembayaran kewajiban kepada kreditur pinjaman yang diterima dan obligasi yang diterbitkan dalam rangka penawaran umum berkelanjutan untuk Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance tersebut adalah sebesar US$ 1.500. Akuntan Publik yang mewakili pelaksanaan audit laporan keuangan tahun 2011, 2009, 2008 dan 2007 (atau 4 tahun), laporan keuangan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011, penerbitan Obligasi Adira Finance III serta Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I dan prosedur yang disepakati yang disebutkan diatas adalah Kusumaningsih Angkawijaya, CPA, sedangkan untuk audit laporan keuangan tahun 2010 (atau 1 tahun), laporan keuangan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 serta Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 85
  • 87.
    Ikhtisar Saham danObligasi penerbitan Obligasi Adira Finance IV dan V adalah Elisabeth Imelda, CPA. Penjelasan yang lebih rinci dapat dilihat pada bagian Laporan Tata Kelola Perusahaan. Selain itu, institusi lainnya yang masih bekerjasama dengan Perusahaan dalam pencatatan saham, penerbitan obligasi dan MTN Perusahaan hingga tahun buku 2011 adalah sebagai berikut: • Biro Administrasi Efek PT Adimitra Transferindo Komplek Pertokoan Pulo Mas Blok VIII No. 1 Jl. Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur 13210 Telepon: +62 21-47881515 Facs.: +62 21-4709697 E-mail: adimitra-opr@adimitra-transferindo.co.id • Wali Amanat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Divisi Jasa Keuangan dan Dana Institusi BNI Building Lantai 16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 Telepon: +62 21-5728256 Facs.: +62 21-2511311 Website: www.bni.co.id • Notaris Notaris Fathiah Helmi, SH Graha Irama Lantai 6, Ruang 6C Jl. HR Rasuna Said X-1, Kav 1 dan 2, Kuningan, Jakarta 12950 Telepon: +62 21-52907304 Facs.: +62 21-5261136 E-mail: fhchozie@gmail.com • Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) Wisma GKBI Lantai 33 Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta 10210 Telepon: +62 21-5742333 Facs.: +62 21-5741777 Website: www.kpmg.co.id • Konsultan Hukum Thamrin & Rachman Graha Niaga Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190 Telepon: +62 21-52971779 Facs.: +62 21-52971787 E-mail: thamrinrachman@trlaw.co.id 86 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 88.
    Ikhtisar Saham danObligasi Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 87 • Pemeringkat Efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Panin Tower Senayan City Lantai 17 Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270 Telepon: +62 21-72782380 Facs.: +62 21-72782370 E-mail: corpcom@pefindo.co.id • Agen Pembayaran (Saham dan Obligasi Tercatat serta MTN) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lantai 5 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 Telepon: +62 21-52991099 Facs.: +62 21-52991199 Website: www.ksei.co.id • Saham dan Obligasi Tercatat PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 Telepon: +62 21-5210077 Facs.: +62 21-5210078 Website: www.idx.co.id Menumbuk jagung - Pulau Timor
  • 89.
    88 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Rangkaian Kegiatan DAN Penghargaan 2011
  • 90.
    Kesenian asal baratlaut Jawa Timur dan Ponorogo ini sarat dengan mistik dan ilmu kebatinan. Alur cerita pementasan Reog adalah tarian Warok yang dibawakan oleh 6-8 orang pria gagah berani bersosok singa dengan pakaian hitam, disusul Jatilan yaitu 6-8 gadis yang menaiki kuda dan Bujangganong, baru kemudian disusul adegan inti Singa Barong dengan topeng kepala singa dengan berat 50-60kg yang dibawa penarinya dengan kekuatan gigi. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 89
  • 91.
    JANUARI 14 Januari- Pelaksanaan kegiatan Adira Improvement Research (AIR), sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi kerja dan terus mengasah ide-ide kreatif dari para karyawan dalam menentukan suatu solusi perbaikan yang tepat guna dan sasaran, sehingga dapat menghasilkan benefit yang optimal bagi kemajuan Adira Finance. 14 Januari - Penganugerahan penghargaan dan apresiasi kepada para karyawan yang telah menorehkan prestasi dan kinerja terbaik selama tahun 2011 melalui kegiatan Malam Penghargaan Admaxx 2011. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memacu para karyawan untuk terus berkarya, berprestasi, dan senantiasa membawa Perusahaan untuk menjadi yang terdepan dan nomor 1. PEBRUARI 9 & 17 Pebruari – kegiatan silaturahmi dan berkumpul antara Manajemen dengan para karyawan 90 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 dilaksanakan melalui sebuah kegiatan Gemba, yang berlangsung di 2 (dua) area berbeda yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan wadah dan media komunikasi sehingga segala permasalahan dan kekurangan baik dari Perusahaan maupun pribadi karyawan Adira Finance dapat tersampaikan 16 Pebruari- Kompetisi bagi para frontliner Adira Finance pada kegiatan Adira Frontliner Idol (AFI) 2011. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memotivasi serta meningkatkan kesadaran dan penerapan nilai-nilai CARE oleh jajaran karyawan frontliner di Kantor Cabang Adira Finance dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan setiap harinya APRIL 21 April - Dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011, Perusahaan mengadakan Paparan Publik dan Due Diligence Meeting di Hotel Ritz Carlton.
  • 92.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 91 26 April - Sebagai wujud kepedulian Adira Finance dalam hal perkembangan otomotif dan hasil karya anak negeri, Perusahaan turut serta mendukung penuh kegiatan pameran karya seni anak bangsa pada sebuah kegiatan yang bertajuk “The 1st Indonesia Art Motoring 2011” yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. 28 April - Guna menjalin hubungan baik antara Adira Finance dengan para dealer, Perusahaan mengadakan sebuah kegiatan olahraga Golf yang bertajuk “Adira Golf Club” di kota Bogor 28 April - Perusahaan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik Tahunan yang bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta. Di hari yang bersamaan, Perusahaan juga melakukan pembayaran bunga ke-2 Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 MEI 7 Mei - Perusahaan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kecerdasan para karyawan dari berbagai sisi, salah satunya dari sisi spiritual melalui kegiatan New Me di Kota Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh para karyawan Adira Finance yang beragama Kristiani 20 - 21 Mei - Pelaksanaan Spritual Quotient Program for Hindu di Hotel Nikko, Bali, sebuah kegiatan untuk peningkatan sisi spiritual para karyawan khususnya bagi yang beragama Hindu 21 Mei - Bersama dengan Danamon Group, perusahaan melaksanakan kegiatan peduli lingkungan yang bertemakan “Pantaiku bersih, Hijau, Sehat, Sejahtera”. Pada kegiatan ini ada 100 tempat sampah yang disebar di sekitar Pantai Kuta, 800 benih pohon yang ditanam, 50 sapu sisir, serta 55 tukik yang dilepaskan di Pantai Kuta
  • 93.
    JUNI 6 Juni- Seluruh Manager Area Nasional dan HO berkumpul dan menghadiri kegiatan National Meeting Marketing. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kerjasama serta koordinasi yg lebih baik dari seluruh Manager, Kepala Wilayah, Kepala Divisi hingga jajaran Direktur. 13 Juni - Perusahaan terus melaksanan kegiatan yang dapat meningkatkan ilmu dan pengetahuan seluruh karyawan. Salah satunya ialah kegiatan sharing knowledge dengan Hasnul Suhaimi, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk di Gedung Adira Training Centre 24 Juni - Sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada seluruh nasabah, Adira Finance meluncurkan DERING ADIRA sebagai layanan call center Perusahaan. Cukup dengan menghubungi 500511, maka seluruh nasabah dapat menghubungi Custumer Service Adira Finance secara langsung 92 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 24 Juni – Adira Finance bersama Yayasan Increso dan PMI – DKI Jakarta mengadakan kegiatan sosial “Donor Darah” sebagai wujud kepedulian Perusahaan kepada masyarakat JULI 27 Juli – Perusahaan senantiasa memberikan apresiasi atas dedikasi tinggi para anggota Faculty Member Adira (trainer) yang tak kenal pamrih memberikan waktu, tenaga, serta pikirannya untuk mentransfer ilmu kepada para karyawan Adira dalam pelatihan-pelatihan internal Perusahaan. Apresiasi ini diberikan pada kegiatan “Celebrating Excellence Faculty Member Adira (FMA) Awards” yang berlangsung di Gedung Adira Training Centre (ATC) 29 Juli - Peluncuran website www. adirafacesofindonesia.com sebagai dukungan Perusahaan dalam mempopulerkan pariwisata Indonesia serta sebagai wujud Adira Cinta Indonesia.
  • 94.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 93 SEPTEMBER 22 September - Bertempatkan di Hotel Nikko, Perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang beragendakan persetujuan untuk menjadikan jaminan utang kekayaan Perseroan yang merupakan lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih Perseroan. OKTOBER 15 Oktober - “Berbagi Kasih Bagi Bangsaku” merupakan tema Bakti Sosial tahun ini yang dilaksanakan oleh Adira Finance bekerja sama dengan Yayasan Increso. Kegiatan ini dilangsungkan di kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan NOPEMBER 10 Nopember - Penerbitan Medium Term Notes dengan nilai Rp 400 miliar oleh Perusahaan 13 Nopember – Perayaan ulang tahun Perusahaan yang telah memasuki usia 21 tahun 16 Nopember - Paparan Publik dan Due Diligence Meeting yang berlangsung di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011. 16 Nopember – Sebagai wujud kepedulian Perusahaan kepada masyarakat yang kurang mampu, Perusahaan bersama dengan Yayasan Increso mengadakan bakti sosial yang bertajuk “Baksos Operasi Katarak Massal” yang berlangsung di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta DESEMBER 16 Desember - Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011.
  • 95.
    94 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 96.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 95
  • 97.
    FEBRUARI - PenghargaanPerusahaan Idaman 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi - Penghargaan TOP BRAND AWARD 2011 untuk kategori 2 & 4 Wheels Automotive Leasing Company yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi MEI - Service Quality Golden Award 2011 untuk kategori Automotive Financing 2 & 4 Wheels Services yang diselenggarakan oleh Centre for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) bersama dengan Majalah Service Excellence - Penghargaan Automotive Finance Company of The Year dalam acara Frost & Sullivan Indonesia Automotive & Transportations Award yang diselenggarakan oleh Frost & Sullivan Indonesia JUNI - Penghargaan SWA 100: Indonesia Best Public Companies 2011 Based on WAITM (Wealth Added Index) Method untuk kategori Overall dan Diversified Financials yang diselenggarakan oleh Majalah SWA - Penghargaan The Best All Criteria, The Best for Employee net Promotor Score untuk kategori Financial Industry dan The Best Human Capital Index untuk kategori Financial Industry dalam acara Indonesia Human Capital Study Award JULI - Penghargaan sebagai Leasing Motor dan Leasing Mobil Terbaik dalam acara Solo Best Brand Index (SBBI) 2011 yang diselenggarakan oleh Harian Solo Pos - Penghargaan Indonesia Best Brand 2011 untuk kategori Car Financing yang diselenggarakan oleh Majalah SWA bekerjasama dengan Mars Consultant 96 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 98.
    SEPTEMBER - Peringkatkedua untuk kategori Private Keuangan Listed dan peringkat kelima dalam kategori umum dalam Annual Report Award 2010 yang diselenggarakan oleh Bapepam dan LK, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Negara BUMN, Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) - Golden Trophy Award klasifikasi Multifinance Beraset Rp 1 Triliun ke atas Selama 5 Tahun Berturut-turut dan Multifinance dengan Kinerja Keuangan “Sangat Bagus” 2006-2010 dalam acara The 7th Infobank Multifinance Award 2011 OKTOBER - Penghargaan sebagai The Best in Achieving Total Customer Satisfaction untuk kategori 2-Wheelers Automotive Leasing Company pada acara Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011 - Net Promoter Leader 2011 untuk kategori Leasing Motorcycle yang diselenggarakan oleh Majalah SWA, Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 97 Net Promoter dan Hachiko DESEMBER - Peringkat ketiga Perusahaan Pembiayaan Terbaik untuk kategori Perusahaan Pembiayaan dengan aset diatas Rp 500 miliar dalam acara Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI 2011 - Penghargaan Penerbit Obligasi Terbaik 2011 Sektor Keuangan untuk Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Seri C dalam acara Majalah Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2011 - Penghargaan untuk Good Corporate Governance (GCG) pada kategori Best Right Equitable Treatment of Shareholders, yang dinilai oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), dengan score tertinggi dalam pengambilan keputusan sehingga memungkinkan partisipasi pemegang saham secara efektif.
  • 99.
    Laporan Dari Komisaris 98 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Utama
  • 100.
    Masjid Agung Palembangdidirikan pada tahun 1738 dan terletak di kawasan 19 Ilir Palembang dengan pengaruh arsitektur Indonesia, China dan Eropa, luas bangunan 5.520m2 dengan kapasitas 7.750 orang. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 99
  • 101.
    Laporan Dari KomisarisUtama 100 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Ho Hon Cheong Komisaris Utama
  • 102.
    Laporan Dari KomisarisUtama Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 101 Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat, Pada tahun 2011, Dewan Komisaris Perusahaan telah memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi Perusahaan agar selalu konsisten dalam menerapkan strategi yang telah ditetapkan Perusahaan, baik untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, sehingga kinerja Perusahaan terus meningkat dan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan tetap terjaga. Kepercayaan yang tinggi dan dukungan yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan telah menempatkan Adira Finance sebagai salah satu perusahaan jasa keuangan terkemuka di Indonesia. Adira Finance telah menapaki tahun 2011 dengan cukup menggembirakan, baik dari segi pertumbuhan pembiayaan baru maupun laba bersih yang masih meningkat. Sejalan dengan makin meningkatnya perkembangan usaha Adira Finance tersebut, kami Dewan Komisaris Perusahaan menyadari akan makin beratnya tugas pengawasan yang harus dilakukan. Namun demikian, berkat dukungan dari semua pihak, dapat kami sampaikan bahwa pelaksanaan seluruh tugas dan tanggung jawab kami selaku Dewan Komisaris Perusahaan telah berjalan dengan baik selama tahun 2011. Pada tahun 2011, kami selaku Dewan Komisaris Perusahaan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas untuk mengawasi dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam melakukan pengelolaan terhadap Perusahaan. Dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan, kami mengadakan rapat rutin Dewan Komisaris dan rapat gabungan dengan Direksi, yang mana juga dihadiri oleh seluruh anggota Direksi Perusahaan. Sebagai bagian dari upaya Dewan Komisaris untuk terus meningkatkan kualitas tugasnya, kami juga membentuk Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris yang terus bekerja keras untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Untuk menyesuaikan dengan tantangan yang semakin tinggi dan kompleks, maka pada tahun 2011, Dewan Komisaris telah memutuskan untuk memisahkan Komite Audit dan Manajemen Risiko menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko agar masing-masing Komite dapat berkonsentrasi kepada tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan pedoman kerja yang telah ditetapkan. Komite Audit telah membantu Dewan Komisaris dalam melakukan evaluasi atas sistem laporan keuangan dan pengawasan internal selama tahun berjalan, sedangkan Komite Manajemen Risiko telah membantu Dewan Komisaris dalam melakukan evaluasi atas pengelolaan atau manajemen risiko yang diterapkan oleh Perusahaan, sementara itu Komite Nominasi dan Remunerasi telah membantu Dewan Komisaris dalam menominasikan calon anggota Komisaris atau Direksi Perusahaan dan menentukan besarnya kompensasi untuk seluruh anggota Direksi. Kami berharap agar praktik terbaik seperti ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya di masa yang akan datang dalam rangka memelihara kepercayaan dari para pemegang saham dan para pemangku kepentingan. KINERJA USAHA ADIRA FINANCE Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Adira Finance juga terus mencatatkan perkembangan yang menggembirakan pada tahun 2011 ini. Nilai pembiayaan baru tumbuh 26% dan mencapai Rp 32,6 triliun pada akhir tahun 2011 dengan jumlah pembiayaan yang dikelola mencapai Rp 41,2 triliun. Hal ini telah menempatkan Adira Finance sebagai salah satu pemain besar di industri pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia. Pangsa pasar Perusahaan terus berkembang dan mencapai 15,8% untuk pembiayaan sepeda motor baru dan 6,6% untuk pembiayaan mobil baru, suatu pencapaian yang membanggakan.
  • 103.
    Laporan Dari KomisarisUtama Kegiatan usaha Adira Finance berkembang pesat pasca akuisisi saham mayoritas dari pendiri perusahaan ke PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) pada awal tahun 2004. Sinergi usaha dari bank komersial dengan kemampuan pendanaan yang kuat dengan Adira Finance yang memiliki pengalaman dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor selama bertahun-tahun, telah menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. Akuisisi Adira Finance merupakan salah satu prioritas strategis Bank Danamon dalam membangun dan mengembangkan bisnis-bisnis mass-market, selain melalui pembiayaan mikro dan pembiayaan elektronik. Bisnis mass-market ini sejalan dengan visi Bank Danamon untuk membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini berada di lapisan mass-market. Saat ini bisnis mass-market Bank Danamon telah menjadi bagian yang penting dan telah berkontribusi signifikan kepada kinerja Bank Danamon dan Adira Finance dengan posisi pasarnya yang dominan, akan senantiasa berperan penting bagi pengembangan bisnis Bank Danamon kedepannya. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO Seiring dengan makin meningkatnya perkembangan usaha Adira Finance tersebut, Dewan Komisaris berpandangan bahwa pengelolaan risiko pada Perusahaan harus semakin ditingkatkan. Oleh karena itu, pada tahun 2011, Dewan Komisaris mendapatkan laporan secara periodik berkaitan dengan penerapan manajemen risiko Perusahaan melalui Komite Manajemen Risiko yang melakukan pertemuan rutin dengan Komite Manajemen Risiko di bawah Direksi Perusahaan, Direktur Manajemen Risiko dan pejabat fungsional lainnya. Hasil laporan mengenai manajemen risiko Perusahaan tersebut untuk selanjutnya kami bahas dengan Direksi Perusahaan pada rapat Dewan Komisaris dan rapat gabungan dengan Direksi. Selama tahun 2011, kami melihat upaya manajemen untuk menjaga kualitas aktivanya yang sehat dengan menerapkan secara ketat praktik terbaik dalam manajemen risiko. Adira Finance mengacu pada kebijakan standar perbankan yang penuh kehati-hatian dalam memelihara kualitas aktivanya, yang mencerminkan bahwa Perusahaan telah satu langkah lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Upaya ini terbukti sukses karena Perusahaan berhasil menjaga tingkat kredit bermasalahnya (NPL) pada tingkat yang terjaga yaitu sebesar 1,3% pada akhir tahun 2011. SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL Dalam rangka pengawasan audit internal Perusahaan, Komite Audit telah bekerjasama dengan erat dengan Unit Audit Internal Perusahaan, yang mana hasil pembahasannya dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan. Selama tahun 2011, penerapan pengendalian internal Perusahaan yang dilakukan oleh Divisi Audit Internal telah dilakukan secara baik dan dapat mengurangi atau mengantisipasi risiko-risiko kerugian bagi Perusahaan. DIVIDEN Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada tanggal 28 April 2011 menyetujui pembagian dividen sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 atau sebesar Rp 954,14 per saham. Pembagian dividen telah dilakukan Perusahaan pada tanggal 15 Juni 2011. Pembayaran dividen ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Adira Finance untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan jangka pendek untuk memberikan imbalan kepada pemegang saham, dengan kepentingan jangka panjang untuk tetap berinvestasi dalam bisnis ini, serta menunjukkan eksistensi Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang kuat dalam industri jasa keuangan di Indonesia. 102 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 104.
    Laporan Dari KomisarisUtama PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Pencapaian kinerja Perusahaan ini didukung dengan komitmen untuk memegang teguh prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Kami melihat penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik selama tahun 2011 telah dilaksanakan dengan sangat baik. Dewan Komisaris juga selalu memberikan dukungan sepenuhnya kepada Direksi untuk melakukan penilaian atas penerapan Tata Kelola Perusahaan secara konsisten. Dengan penilaian ini, kami berharap dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai tingkat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang telah dicapai saat ini dan untuk selanjutnya dapat dilakukan peningkatan di masa yang akan datang. Pada tahun 2011, Perusahaan secara konsisten melakukan penilaian mandiri (self-assessment) atas Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yang bermanfaat untuk mengetahui tingkat ketaatan Perusahaan kepada prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Penilaian mandiri ini dilakukan dengan menggunakan kriteria penilaian yang telah dipublikasikan oleh FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia), yang dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember 2011, dengan hasil nilai tertimbang yang diperoleh Perusahaan adalah sebesar 87,92 yang mana nilai tersebut dapat diintepretasikan bahwa nilai Tata Kelola Perusahaan secara keseluruhan adalah “Sangat Baik”. Perusahaan juga melakukan penilaian mandiri dengan menggunakan metode penilaian sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/ PBI/2006 tertanggal 5 Oktober 2006, walaupun terdapat beberapa persyaratan yang tidak dapat diaplikasikan sepenuhnya pada perusahaan pembiayaan. Hasil yang diperoleh dari penilaian dengan standar perbankan ini, Perusahaan mendapatkan nilai komposit 1,6 yang mana nilai tersebut termasuk dalam kategori “Baik”. Kami melaporkan bahwa Manajemen Adira Finance telah mematuhi hampir seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku yang telah dikeluarkan oleh pihak yang berwenang selama tahun 2011. Usaha yang terus dilakukan secara konsisten oleh Perusahaan telah mendapatkan hasilnya dengan diperolehnya posisi kedua dalam kategori Private Keuangan Listed dan posisi keenam untuk kategori Umum dalam Annual Report Award 2010. Pencapaian ini, berdasarkan data yang kami miliki juga merupakan pencapaian terbaik yang pernah diperoleh sebuah perusahaan pembiayaan sejak Annual Report Award diselenggarakan. Tentu ini menjadi kebanggaan dan menjadi pendorong bagi Perusahaan untuk dapat berbuat lebih baik lagi di tahun yang akan datang. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Dewan Komisaris Adira Finance menyadari bahwa sumber daya manusia adalah faktor penting yang harus mendapatkan perhatian lebih dalam kegiatan usaha Perusahaan. Oleh sebab itu selama tahun 2011, kami telah memberikan persetujuan atas keputusan-keputusan Direksi Perusahaan dalam bidang sumber daya manusia yang kami yakini akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Perusahaan, termasuk diantaranya penyesuaian gaji para karyawan, pemberian insentif berupa bonus yang dikaitkan dengan hasil penilaian masing-masing karyawan, program-program pelatihan dan kegiatan lainnya. PROSPEK USAHA Di tengah krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat pada tahun 2007 sampai 2008 dan kemudian melanda Eropa pada tahun 2011, perekonomian Indonesia telah menunjukan kinerja yang membanggakan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5%. Pertumbuhan ekonomi sebesar itu telah menempatkan Indonesia dalam tiga negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia bersama dengan Cina dan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 103
  • 105.
    Laporan Dari KomisarisUtama India. Produk Domestik Bruto (PDB) nominal perkapita Indonesia tahun 2011 telah mencapai US$ 3,716 per tahun, berdasarkan data yang diumumkan oleh UNDP, atau sebesar kurang lebih Rp 3 juta perbulan bagi tiap penduduk Indonesia. Kondisi demografi Indonesia berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik pada tahun 2011 menunjukan bahwa 50% dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun, dengan kelas menengah baru yang berdaya beli tinggi mencapai lebih dari 40% dan angka kemiskinan yang terus menurun dari tahun ke tahun. Hal ini merupakan peluang yang sangat besar bagi Adira Finance untuk terus mengembangkan usahanya. Saat ini Adira Finance telah menjadi bagian penting dari bisnis mass-market Bank Danamon. Ke depannya, Bank Danamon akan terus memperkuat kepemimpinan di bisnis mass-market, termasuk pembiayaan kendaraan melalui Adira Finance. Selama ini sinergi Adira Finance dengan Bank Danamon telah berjalan dengan baik, terutama dalam hal pendanaan dimana Bank Danamon mendanai lebih dari 70% pembiayaan Adira Finance tahun 2011. Dengan melihat prospek bisnis pembiayaan kendaraan di masa yang akan datang, dan posisi pasar Adira Finance saat ini, kami optimis bahwa Adira Finance memiliki kesempatan untuk terus berkembang di masa yang akan datang. Saat ini Adira Finance berkontribusi sekitar 40% dari total kredit yang disalurkan Bank Danamon. Meskipun demikian masih banyak yang harus dikerjakan agar Adira Finance dapat mempertahankan dan meningkatkan posisinya di pasar. Peningkatan pelayanan kepada nasabah dan mitra usaha terutama dealer harus terus ditingkatkan. Efisiensi biaya operasional menjadi keharusan ditengah tekanan terhadap marjin seiring dengan peningkatan persaingan di bisnis ini. Penerapan manajemen resiko yang berhati-hati harus terus dipertajam untuk menjaga kelangsungan usaha dan profitabilitas dari bisnis ini. Sinergi dengan perusahaan induk, selain melalui pembiayaan bersama, harus terus digali untuk terus meningkatkan daya saing di pasar dan menjadi faktor yang membuat Adira lebih unggul dibanding dengan pesaing lainnya. Dengan kapasitas yang dimiliki Perusahaan yang didukung oleh lebih dari 650 jaringan usaha dan lebih dari 28.000 karyawan serta kemampuan Perusahaan dalam menangkap setiap kesempatan, maka Dewan Komisaris memiliki keyakinan bahwa Perusahaan akan tetap dapat berkembang untuk menjalankan misinya yaitu “Mewujudkan Impian Esok pada Hari ini bagi Masyarakat” dan dapat tetap menjadi pilihan utama karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan. Melalui kombinasi dari strategi yang terfokus, peningkatan produktivitas serta efisiensi dan efektivitas dalam proses, kemampuan internal yang terbaik disertai inovasi atas produk dan pelayanan, dukungan penuh dan sinergi dengan Perusahaan Induk, ekspansi jaringan usaha di sertai hubungan baik dan erat dengan dealer serta penerapan teknologi informasi yang dinamis dan penerapan manajemen risiko yang seimbang, Adira Finance akan mampu untuk terus meningkatkan kinerjanya ditengah situasi perekonomian di Indonesia yang diperkirakan masih kondusif pada tahun 2012. Adira Finance mempunyai komitmen yang kuat untuk terus bertumbuh di masa yang akan datang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk memenuhi harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan Perusahaan. PERUBAHAN SUSUNAN DEWAN KOMISARIS Pada tahun 2011, terdapat perubahan susunan dan keanggotaan dari Dewan Komisaris Perusahaan. Dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011, Theodore Permadi Rachmat telah mengundurkan diri dari jabatan selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perusahaan. Kami mengucapkan 104 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 106.
    Laporan Dari KomisarisUtama selamat datang kepada anggota baru dalam jajaran anggota Dewan Komisaris Perusahaan yaitu Pande Radja Silalahi, sebagai Komisaris Independen. Kami atas nama Dewan Komisaris Perusahaan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Theodore Permadi Rachmat atas jasa-jasa yang telah diberikan kepada Perusahaan selama menjabat di Perusahaan. Teriring doa, semoga diberikan kesuksesan selalu. UCAPAN TERIMA KASIH Pada saat yang baik ini, kami atas nama Dewan Komisaris mengucapkan banyak terima kasih kepada para anggota Komite di bawah Dewan Komisaris yang telah berkerja keras dan banyak membantu tugas pengawasan Dewan Komisaris atas pengelolaan Perusahaan. Kami mengucapkan banyak terima kasih juga kepada Direksi, termasuk juga kepada Erida Gunawan yang telah mengundurkan diri dari jabatannya selaku Direktur Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011, karena Perusahaan telah dikelola dengan sangat baik hingga meraih kinerja yang baik pada tahun 2011. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pejabat Senior dan seluruh karyawan Adira Finance yang telah bekerja keras untuk memberikan kinerja yang luar biasa bagi Perusahaan. Ucapan terima kasih khusus juga diberikan kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemegang saham mayoritas Perusahaan, karena pencapaian ini juga merupakan hasil dari sinergi Perusahaan dengan Perusahaan Induk, yang telah secara konsisten memberikan dukungan penuh dalam bentuk pendanaan yang stabil dan dapat diandalkan bagi Perusahaan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapepam dan LK, Bank Indonesia dan regulator lainnya, sehingga Adira Finance dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan baik dan dapat tumbuh berkembang sampai dengan saat ini. Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada para konsumen, rekan usaha dan pemangku kepentingan Perusahaan yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Adira Finance hingga dapat mewujudkan kinerja usaha yang terbaik. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 105 Untuk dan atas nama Dewan Komisaris Ho Hon Cheong Komisaris Utama
  • 107.
    Laporan Dari Direktur 106 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Utama
  • 108.
    Bermula dari sifatnyayang sakral sebagai alat penghubung dengan roh nenek moyang, seni topeng Jawa mulai berkembang menjadi sarana kesenian sejak tahun 1586 oleh Sunan Kalijaga, putra Bupati Tuban yang gemar akan kesenian dan akhirnya menjadi salah seorang dari Wali Sanga. Pertunjukan topeng banyak mengambil tema lakon dari cerita Panji yang ditulis pada abad ke XIV. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 107
  • 109.
    Laporan Dari DirekturUtama 108 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Stanley Setia Atmadja Direktur Utama
  • 110.
    Laporan Dari DirekturUtama Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 109 Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Tidak terasa kita telah melewati tahun 2011 dan Adira Finance telah berbisnis selama lebih dari dua dekade dalam perjalanan waktu yang dinamis dan diwarnai berbagai prestasi sejak berdirinya di tahun 1990. Perjalanan Adira Finance bila dapat digambarkan, telah mengalami tiga langkah besar atau Giant Leap. Diawali dengan periode Survival and Growth dari awal berdiri sampai dengan tahun 2000 sebagai Giant Leap yang pertama, periode Journey to Excellence pada tahun 2001 sampai dengan 2008 sebagai Giant Leap yang kedua, dan periode Built to Last sejak tahun 2009 dan seterusnya sebagai Giant Leap yang ketiga. Pada awal berdirinya di tahun 1990, Adira Finance berfokus pada pembiayaan mobil. Adira Finance merupakan bagian dari Group Adira yang mengikuti dinamika pasar pada saat itu. Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang juga menjalar menjadi krisis multidimensi. Sebagai salah satu perusahaan di bidang keuangan, Adira Finance juga terkena dampak negatif dari krisis tersebut. Pasca krisis Moneter tahun 1998 Adira terus mengembangkan usahanya untuk menjadi perusahaan keuangan terbaik di sektor multifinance. Bermodalkan dukungan yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, disertai kerja keras seluruh pimpinan dan karyawan Perusahaan yang tetap terjaga, maka pada tahun 2011 Adira Finance kembali menunjukkan kinerja usaha yang tetap baik, dengan pencapaian laba bersih tertinggi yaitu hampir mendekati Rp 1,6 triliun. Kita harus bersyukur kepada Tuhan YME karena atas berkat rahmat serta karuniaNya juga maka Adira Finance dapat menjadi besar seperti saat ini. Dengan berbagai kondisi perekonomian negara Indonesia serta kondisi persaingan bisnis yang terjadi, Adira Finance dapat melaluinya dengan sangat gemilang. Hal ini terlihat dari pencapaian Perusahaan dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2000 hingga tahun 2011, besar aset kredit yang dikelola tumbuh hampir 68 kali lipat mencapai total hampir Rp 41,2 triliun, jumlah jaringan usaha yang bertumbuh lebih dari 16 kali lipat mencapai 653 jaringan usaha, jumlah karyawan yang bertumbuh hampir 28,6 kali mencapai lebih dari 28 ribu karyawan, kualitas pembiayaan atau Non-Performing Loan yang cukup stabil di kisaran 1,0%-1,3%, sehingga dapat diperoleh laba bersih yang meningkat hampir 177 kali lipat mendekati Rp 1,6 triliun di tahun 2011. Kinerja perusahaan yang terus meningkat tersebut juga telah menarik investor asing untuk mengakuisisi Adira Finance agar dapat berkembang lebih jauh lagi. Dengan dukungan dari pemegang saham yang memiliki kemampuan pendanaan yang lebih kuat, Adira Finance menetapkan visinya yang baru untuk menjadi perusahaan pembiayaan kelas dunia. Segala pencapaian dan kinerja perusahaan yang semakin meningkat untuk menjadi perusahaan kelas dunia tersebut dapat terjadi karena didukung oleh Culture Collective Leaders, suatu culture yang sangat kondusif sehingga menghasilkan Real Team Synergy yang sangat luar biasa. Culture yang sangat kondusif ini terjadi karena semua pemimpin di Adira Finance mengimplementasikan prinsip leadership berlandaskan Trust, Respect, Empowerment, Reward dan Punishment. Hasil dari kesinambungan real team synergy yang sangat baik tersebut tercermin pada kinerja perusahaan yang tetap terjaga baik pada tahun 2011 yang dapat kami laporkan sebagai berikut : • Jumlah pembiayaan sepeda motor maupun mobil baru pada tahun 2011 tumbuh 18% dari 1,7 juta unit menjadi 2,0 juta unit. Ini menempatkan Adira sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar baik di roda dua maupun roda empat dengan market share masing-masing sebesar 15,8% untuk pembiayaan
  • 111.
    Laporan Dari DirekturUtama motor baru dan 6,6% untuk pembiayaan mobil baru. Dari sisi nilai pembiayaan, pembiayaan baru tumbuh 26% menjadi Rp 32,6 triliun. Karenanya, jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen yang dikelola Perusahaan meningkat sebesar 34,4% menjadi Rp 41.2 triliun pada akhir 2011. • Dengan pertumbuhan pembiayaan baru ini, maka Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 31% menjadi Rp 4.423 miliar dan laba bersih sebesar Rp 1.583 milyar, meningkat 8% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya. Dengan demikian, Imbal Hasil atas Aset (ROAA) dan Imbal Hasil atas Ekuitas (ROAE) masing-masing menjadi sebesar 14% dan 40%. Pencapaian laba bersih ini sepanjang yang kami ketahui, juga merupakan laba bersih tertinggi yang pernah dicapai oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia. • Jumlah konsumen baru tumbuh sebesar 23,2% atau mencapai hampir 3,5 juta konsumen, yang menunjukkan tingginya kepercayaan konsumen atau masyarakat kepada Perusahaan. • Piutang pembiayaan konsumen bermasalah dapat dijaga pada tingkat yang cukup rendah sebesar 1,3%, yang menunjukkan penerapan kebijakan manajemen risiko Perusahaan yang tetap dapat berjalan dengan baik, walaupun pembiayaan baru Perusahaan meningkat signifikan. Perkembangan Kegiatan Operasional Perusahaan Selama Tahun 2011 Jasa Pembiayaan Salah satu faktor yang menyumbang kesuksesan kami adalah jaringan usaha yang luas serta hubungan yang erat dan sehat dengan para konsumen serta rekan usaha. Posisi kami untuk tetap independen dan tidak terafiliasi dengan salah satu prinsipal dalam industri otomotif, memungkinkan kami untuk lebih leluasa dalam melayani konsumen. Kami terus menerapkan sistem manajemen hubungan konsumen, yang mana sistem tersebut dapat diandalkan dan telah teruji di pasar. Sementara itu, meskipun terdapat peningkatan jumlah pembiayaan baru seiring dengan adanya peningkatan jaringan usaha, kami terus melanjutkan penerapan syarat yang ketat untuk setiap pengajuan kredit dan melakukan penilaian secara akurat dalam rangka mempertahankan kualitas aset Perusahaan. Hasilnya cukup menggembirakan karena kami berhasil menjaga tingkat kerugian atas agunan yang diambil alih, kredit bermasalah dan penghapusan piutang pada tingkat yang wajar selama tahun berjalan. Pelayanan Kepada Konsumen Pelayanan kepada Konsumen merupakan prioritas kami, oleh karena itu pada tahun 2011 kami terus melanjutkan usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada konsumen. Untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada Konsumen, pada tahun 2011 kami telah membuka layanan call center “DERING ADIRA” yang mana hanya dengan menekan nomor tunggal 500511 (021-500511 dari telepon seluler), maka Konsumen yang berada diseluruh wilayah Indonesia dapat berhubungan dengan pelayanan konsumen kami dengan biaya lokal. Dengan membuka layanan ini, maka diharapkan akan semakin mendekatkan Konsumen dengan Perusahaan. Selain itu, untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen, kami telah membuka jaringan usaha baru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selama tahun 2011, kami telah membuka 103 jaringan usaha baru atau 18,7% lebih banyak dari jumlah jaringan usaha pada tahun 2010, dengan tujuan agar pelayanan pembiayaan kami dapat dengan mudah dijangkau oleh konsumen dan rekan usaha kami. Suatu jumlah jaringan usaha yang sangat besar dan hampir menyamai jumlah kantor cabang yang dimiliki oleh bank-bank papan atas di Indonesia. 110 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 112.
    Laporan Dari DirekturUtama Selain melakukan upaya untuk lebih dekat dengan konsumen, kami juga melakukan inovasi-inovasi baru pada produk pembiayaan kami dan melakukan investasi besar untuk meningkatkan sistem teknologi informasi agar usaha Perusahaan dapat lebih efisien dan efektif. Manajemen Resiko Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pembiayaan, pengelolaan resiko adalah suatu keharusan. Manajemen Adira Finance memiliki komitmen penuh untuk menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang secara esensi adalah kecukupan kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Perusahaan tetap terarah dan terkendali pada batas risiko yang dapat diterima serta tetap menguntungkan Perusahaan. Pada tahun 2011, kami tetap mempertahankan kebijakan penerapan manajemen risiko yang bertumpu kepada 4 (empat) pilar manajemen risiko, karena kebijakan ini telah menunjukkan hasil yang sangat baik pada tahun-tahun sebelumnya. Penerapan kebijakan ini telah menghasilkan piutang pembiayaan konsumen bermasalah dapat terjaga pada tingkat yang cukup rendah. Kami akan terus meningkatkan sistem manajemen risiko ini sesuai dengan tantangan yang akan dihadapi Perusahaan di tahun yang akan datang. Manajemen Sumber Daya Manusia Adira Finance menyadari bahwa perusahaan akan terus tumbuh berkembang menjadi semakin besar apabila dioperasikan dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya. Seluruh jajaran pimpinan Adira Finance telah berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan dan menjaga sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional yang akan didedikasikan sepenuhnya bagi pelayanan yang terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. Sejalan dengan pengembangan budaya perusahaan di seluruh organisasi Adira Finance, kami senantiasa memperkuat talenta karyawan yang kami miliki dan menginvestasikannya untuk masa depan. Pada tahun 2011, kami terus berkonsentrasi pada pengembangan keahlian karyawan baik melalui pelatihan-pelatihan internal maupun eksternal. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka Perusahaan telah membuka Adira Training Center pada bulan Januari 2011. Jumlah karyawan meningkat seiring pertumbuhan Perusahaan dari sekitar 24 ribu karyawan pada tahun 2010 menjadi lebih dari 28 ribu karyawan pada tahun 2011. Kami yakin dengan kapasitas yang kuat dalam sumber daya manusia dapat menjadikan dasar yang kuat bagi kami untuk menjadi lebih baik. Selain itu, karyawan kami juga memiliki jenjang karir yang jelas dan transparan. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Selama tahun 2011, Perusahaan telah melaksanakan beberapa upaya untuk meningkatkan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, termasuk menyiapkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan mensosialisasikannya kepada seluruh karyawan di dalam organisasi Perusahaan serta melakukan penilaian atas penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Untuk menjamin diterapkannya prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Direksi telah memiliki Komite Manajemen Risiko dan Komite Kepatuhan. Komite-komite ini beranggotakan anggota Direksi dan juga pejabat-pejabat senior Perusahaan. Selama tahun 2011, komite-komite ini telah memberikan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 111 Baik.
  • 113.
    Laporan Dari DirekturUtama Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Adira Finance, maka Manajemen Perusahaan merasa perlu melakukan penilaian mandiri secara konsisten atas praktik Tata Kelola Perusahaan di Adira Finance. Penilaian mandiri ini dilakukan dengan menggunakan kriteria penilaian yang telah dipublikasikan oleh FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Aspek penilaian meliputi antara lain penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan Tata Kelola Perusahaan, praktik-praktik Tata Kelola Perusahaan, pengungkapan (transparansi) dan sistem pengendalian (audit). Selama tahun 2011, penilaian telah dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada bulan Juni dan Desember 2011 dengan hasil nilai tertimbang yang diperoleh Perusahaan adalah sebesar 87,92, yang mana nilai tersebut dapat diintepretasikan bahwa nilai Tata Kelola Perusahaan Perusahaan secara keseluruhan adalah “Sangat Baik”. Hasil nilai tertimbang ini sedikit lebih baik dibandingkan dengan hasil pada tahun sebelumnya, yang menunjukkan Perusahaan terus berusaha meningkatkan kualitas dari Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Selain itu, Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk, juga berusaha untuk memenuhi standar Tata Kelola Perusahaan yang berlaku bagi bank sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tertanggal 5 Oktober 2006, walaupun dalam penilaian tersebut terdapat beberapa persyaratan yang tidak dapat diaplikasikan sepenuhnya pada perusahaan pembiayaan. Aspek yang dinilai sesuai Peraturan Bank Indonesia tersebut antara lain pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite, penanganan benturan kepentingan, penerapan fungsi kepatuhan Perusahaan, penerapan fungsi audit internal, penerapan fungsi audit eksternal, penerapan fungsi manajemen risiko dan pengendalian internal, penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana skala besar, transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Perusahaan, laporan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan laporan internal, serta rencana strategis Perusahaan. Hasil yang diperoleh dari penilaian secara mandiri dengan standar perbankan ini mendapatkan nilai komposit 1,6, yang mana termasuk dalam kategori “Baik”. Nilai tersebut menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, mengingat Perusahaan menggunakan standar perbankan dalam penilaian tersebut. Namun demikian, kami yakin dapat terus meningkatkan nilai komposit tersebut di tahun-tahun yang akan datang. 112 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 114.
    Laporan Dari DirekturUtama Asmat - Handycraft Selama tahun 2011, kami laporkan bahwa Perusahaan maupun Manajemen Adira Finance telah mematuhi hampir seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku yang telah dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya, Adira Finance telah secara aktif melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial yang secara garis besar terbagi dalam bidang sosial, pendidikan dan budaya, bidang ekonomi dan bidang lingkungan hidup. Bidang Sosial, Pendidikan dan Budaya Pada tahun 2011, Adira Finance telah melakukan kegiatan sosial membantu masyarakat yang terkena musibah bencana, termasuk diantaranya melanjutkan bantuan bagi korban bencana alam letusan gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Perusahaan juga terus mendorong para Direksi, Manajemen dan karyawan Perusahaan untuk ikut aktif dalam kegiatan “Increso”, suatu lembaga kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial. Dalam bidang pendidikan, Perusahaan telah menyediakan bantuan bagi rehabilitasi sekolah-sekolah di daerah yang kurang layak digunakan, selain itu juga membantu menyediakan beasiswa dan peralatan penunjang pendidikan. Sedangkan kontribusi Perusahaan dalam mengembangkan kebudayaan nasional dilakukan antara lain dengan membuka website www.adirafacesofindonesia.com untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia dan menjadi sponsor utama beberapa pagelaran acara seni budaya daerah-daerah di Indonesia. Bidang Ekonomi Tanggung jawab sosial Perusahaan di bidang ekonomi ditunjukkan dengan memberikan kontribusi yang besar kepada pengembangan ekonomi kemasyarakatan dalam bentuk kemitraan dengan dealer yang merupakan kelompok pengusaha menengah dan kecil. Selain itu, Adira Finance juga menyampaikan laporan mengenai kontribusinya kepada Negara dalam bentuk pembayaran pajak. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 113
  • 115.
    Laporan Dari DirekturUtama Bidang Lingkungan Hidup Untuk kepentingan jangka panjang, Adira Finance terus melanjutkan program-program pemeliharaan dan pelestarian lingkungan. Program pemeliharaan lingkungan dilaksanakan dengan melaksanakan bakti sosial kebersihan di seluruh jaringan usaha Perusahaan. Program pelestarian lingkungan dilakukan antara lain dengan terus menggalakkan penghijauan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, melaksanakan pembuatan biopori dan juga mengkampanyekan penggunaan kendaraan umum untuk mengurangi tingkat kepadatan kendaraan di DKI Jakarta. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, Perusahaan juga mengajak rekan-rekan usaha Perusahaan untuk ikut serta, sehingga diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anggota masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa. Sebagai salah satu wujud dari komitmen Adira Finance atas tanggung jawab sosial Perusahaan, maka Laporan Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan disajikan secara khusus dalam Laporan Tahunan 2011 ini. PROSPEK USAHA PADA TAHUN 2012 Peluang Memasuki Tahun 2012, kami memiliki optimisme yang cukup tinggi bahwa usaha Perusahaan masih akan terus bertumbuh mengikuti momentum pertumbuhan industri otomotif nasional yang masih terus berlanjut. Optimisme tersebut didukung oleh perkiraan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang relatif masih cukup stabil di kisaran 6% pada tahun 2012, suku bunga perbankan yang dipertahankan tetap rendah dengan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 5,75% saat ini, nilai tukar Rupiah per Dollar Amerika yang stabil di kisaran Rp 8.800 – 8.900, nilai inflasi yang dijaga tetap terkendali, serta didukung pula oleh situasi politik dan keamanan yang tetap terjaga. Perkiraan kondisi makro ekonomi yang masih cukup kondusif tersebut telah menumbuhkan optimisme pelaku usaha di industri otomotif nasional, yang memperkirakan penjualan sepeda motor domestik akan bertumbuh hingga mencapai sekitar 8,4 juta unit dan penjualan nasional atas mobil akan meningkat menjadi sekitar 950 ribu unit pada tahun 2012. Makin tumbuhnya pasar kendaraan bermotor akan memberikan peluang bagi Perusahaan untuk terus mengembangkan usahanya. Tantangan Walaupun momentum pertumbuhan industri otomotif nasional diperkirakan akan terus berlanjut sampai beberapa tahun ke depan, perusahaan pembiayaan yang berfokus pada pembiayaan otomotif akan menghadapi beberapa tantangan kedepannya. Persaingan di sektor pembiayaan kendaraan bermotor diperkirakan akan semakin ketat seiring dengan masuknya pemain-pemain baru yang didukung oleh pemegang saham yang kuat sehingga hal tersebut akan terus menekan marjin dari bisnis ini. Saat ini kebutuhan pendanaan bagi perusahaan pembiayaan sangat tergantung dari pasar obligasi dan pinjaman bank. Hal ini membuat biaya dana (cost of fund) perusahaan pembiayaan akan relatif lebih tinggi dari perbankan. Disamping itu ketersediaan likuiditas akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar. Saat ini sekitar 70% - 80% penjualan otomotif nasional dibiayai oleh kredit, terutama oleh perusahaan pembiayaan dan bank. Dengan demikian pertumbuhan bisnis pembiayaan otomotif sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan otomotif nasional. Seiring dengan peningkatan pendapatan konsumen (PDB per kapita), tingkat kenaikan atau pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua diperkirakan akan lebih melambat 114 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 116.
    Laporan Dari DirekturUtama dan kondisi tersebut akan terus berlanjut, karena dua hal: 1. Penetrasi pasar yang relatif sudah cukup tinggi, dan 2. Pergeseran pendapatan masyarakat yang diperkirakan telah mencapai US$ 3,500. Namun demikian di sisi lain, peningkatan pendapatan masyarakat per kapita tersebut juga memberi peluang bagi peningkatan penjualan kendaraan roda empat yang jangkauan pasarnya masih rendah, terutama di daerah luar Jawa. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan sehingga sebagian besar masyarakat (mass market) memiliki daya beli untuk membeli kendaraan bermotor terutama roda dua. Namun demikian, lapisan masyarakat ini masih rentan terhadap peningkatan biaya hidup karena pendapatannya yang relatif masih rendah. Resiko Resiko usaha yang dihadapi Perusahaan pada tahun 2012 adalah persaingan usaha yang semakin ketat, menurunnya kualitas aset piutang yang diberikan kepada konsumen, khususnya yang berada di segmen mass market, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kredit bermasalah (NPL). Selain hal tersebut, perubahan kebijakan Pemerintah, termasuk kebijakan perbankan yang dapat menghambat laju pertumbuhan kredit konsumsi, khususnya kredit kendaraan bermotor. Menghadapi tantangan dan resiko usaha pada tahun 2012, Perusahaan tetap konsisten memfokuskan perkembangan usahanya dengan mengambil tema: “Terdepan Melalui Budaya yang Kuat dan Sinergi Tim” (Leading Through Strong Culture and Team Synergy). Slogan perusahaan pada tahun 2012, yakni “Leading Through Strong Culture and Team Synergy” telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan pada tanggal 11 Januari 2012. Dan selanjutnya, Perusahaan akan terus-menerus mempertajam strateginya dalam menyongsong tahun 2012 dan beberapa diantaranya adalah penambahan jaringan usaha, terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, inovasi produk dan pelayanan, diversifikasi sumber pendanaan, peningkatan efisiensi melalui pengembangan pada proses yang berkesinambungan, meningkatkan kualitas hubungan dengan dealer dan konsumen, teknologi informasi yang dinamis dan penerapan manajemen risiko yang seimbang. Dengan strategi-strategi ini, didukung oleh kapasitas yang telah ada dalam Perusahaan dan kemampuan Perusahaan dalam menangkap setiap kesempatan, maka kami yakin bahwa Perusahaan akan tetap dapat menjalankan misinya untuk “Mewujudkan Impian Esok pada Hari ini bagi Masyarakat” dan dapat tetap menjadi pilihan utama konsumen karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan. PENGHARGAAN Pada tahun 2011 ini, kami kembali mendapatkan berbagai penghargaan dan posisi yang baik dalam beberapa penilaian, sebagai penghargaan atas prestasi kami di berbagai bidang selama tahun 2011. Antara lain, kami terpilih sebagai Perusahaan Idaman 2010 dalam acara pemilihan Perusahaan Idaman 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi, memperoleh penghargaan sebagai Top Brand Award 2011 untuk kategori 2 Wheels Automotive Leasing Company dan kategori 4 Wheels Automotive Leasing Company dalam acara Top Brand Award 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group, memperoleh penghargaan untuk kategori Automotive Financing 4W Services dan Automotive Financing 2W Services dalam acara Service Quality Golden Award 2011 yang diselenggarakan oleh Centre for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) bersama dengan Majalah Service Excellence, memperoleh penghargaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 115
  • 117.
    Laporan Dari DirekturUtama sebagai Automotive Finance Company of The Year dalam acara Frost & Sullivan Indonesia Automotive & Transportations Award yang diselenggarakan oleh Frost & Sullivan Indonesia, meraih penghargaan SWA 100: Indonesia Best Public Companies 2011 Based on WAITM (Wealth Added Index) Method untuk kategori Overall dan Diversified Financials dalam acara Indonesia SWA 100 Best Wealth Creators 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA, meraih penghargaan The Best All Criteria, The Best for Employee net Promotor Score untuk kategori Financial Industry dan The Best Human Capital Index untuk kategori Financial Industry dalam acara Indonesia Human Capital Study Award yang diselenggarakan oleh Majalah Bussines Review bersama dengan Dunamis Human Capital, meraih penghargaan sebagai Leasing Motor dan Leasing Mobil Terbaik dalam acara Solo Best Brand Index (SBBI) 2011 yang diselenggarakan oleh Harian Solo Pos, meraih penghargaan Indonesia Best Brand 2011 untuk kategori Car Financing dalam acara Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA bekerjasama dengan Mars Consultant, meraih penghargaan Golden Trophy Award klasifikasi Multifinance Beraset Rp 1 Triliun ke atas Selama 5 Tahun Berturut-turut dan Multifinance dengan Kinerja Keuangan “Sangat Bagus” 2006-2010 dalam acara The 7th Infobank Multifinance Award 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank, meraih penghargaan sebagai The Best in Achieving Total Customer Satisfaction untuk kategori 2-Wheelers Automotive Leasing Company dan 4-Wheelers Automotive Leasing Company pada acara Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Swa dan Frontier Consulting Group, meraih penghargaan Net Promoter Leader 2011 untuk kategori Leasing Motorcycle dalam acara Customer Loyality Award Net Promoter Leader 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA, Net Promoter dan Hachiko, meraih penghargaan Master Service Award 2011 untuk kategori Pembiayaan Motor dalam acara Master Service Award 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Makassar Terkini, meraih peringkat ketiga Perusahaan Pembiayaan Terbaik untuk kategori Perusahaan Pembiayaan dengan aset diatas Rp 500 miliar dalam acara Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI 2011 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, meraih penghargaan sebagai Penerbit Obligasi Terbaik 2011 Sektor Keuangan untuk Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Seri C dalam acara Majalah Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor, dan meraih peringkat kedua untuk kategori Private Keuangan Listed dan peringkat keenam dalam kategori umum dalam Annual Report Award 2010 yang diselenggarakan oleh Bapepam dan LK, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Negara BUMN, Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 116 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Lukisan prasejarah, Teluk Triton - Papua Barat
  • 118.
    Laporan Dari DirekturUtama Penghargaan-penghargaan tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi Perusahaan, namun kebanggaan itu tidak akan membuat kami berhenti melakukan peningkatan dan penyempurnaan dalam operasional dan kinerja Perusahaan, justru penghargaan tersebut menjadi pendorong bagi kami untuk dapat berbuat lebih baik di tahun-tahun yang akan datang. Selain itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menaikkan peringkat atas Perusahaan dan obligasi Perusahaan dari tingkat “idAA” (Double A; Stable Outlook) menjadi “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook), yang mana sesuai data yang kami miliki merupakan hasil pemeringkatan tertinggi yang pernah dikeluarkan Pefindo untuk perusahaan pembiayaan sampai dengan saat diterbitkannya Laporan Tahunan ini. PERUBAHAN SUSUNAN DIREKSI DI TAHUN 2011 Pada tahun 2011, susunan Direksi Perusahaan mengalami perubahan yaitu dengan pengunduran diri Erida Gunawan dari jabatannya selaku Direktur Operasional Perusahaan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada tanggal 28 April 2011. Atas nama Direksi, kami mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan kepada Perusahaan, dan atas legacy-nya dalam penyusunan kekuatan operasional, mengembangkan potensi dan menciptakan values di dalam team operasional Adira Finance. HARAPAN KE DEPAN Ke depannya saya memiliki harapan bahwa Pemerintah dan masyarakat akan terus mendukung bisnis pembiayaan ini. Industri pembiayaan ini menyerap banyak tenaga kerja dan pada akhir tahun 2011 Adira Finance sendiri mempekerjakan sekitar 28.272 karyawan. Saat ini sekitar 50% dari nasabah Adira adalah wirausaha (self-employed) yang membeli kendaraan untuk membantu usaha mereka ataupun untuk kebutuhan hidup, yaitu sebagai alat transportasi ke tempat kerja. UCAPAN TERIMA KASIH Pada saat yang baik ini, kami atas nama Direksi mengucapkan banyak terima kasih kepada Dewan Komisaris dan para anggota Komite Perusahaan atas pengawasan yang telah dilakukan, sehingga Perusahaan dapat terjaga dengan baik. Kami juga menyampaikan terima kasih atas upaya terbaik dari seluruh jajaran Direksi, Pejabat Senior dan seluruh karyawan Adira Finance yang telah bekerja keras untuk memberikan kinerja yang luar biasa bagi Perusahaan. Ucapan terima kasih khusus juga diberikan kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemegang saham mayoritas Perusahaan, karena pencapaian ini juga merupakan hasil dari sinergi Perusahaan dengan Perusahaan Induk, yang telah secara konsisten memberikan dukungan penuh dalam bentuk pendanaan yang stabil dan dapat diandalkan bagi Perusahaan. Kami atas nama Direksi juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusinya kepada Perusahaan dan rasa kehilangan atas pengunduran diri Bapak Theodore Permadi Rachmat dari jabatannya selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perusahaan pada RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011. Kami juga mengucapkan selamat bergabung kepada Bapak Pande Radja Silalahi yang telah diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011. Bapak Pande Radja Silalahi memiliki pengalaman yang sangat luas dalam bidang ekonomi dan keuangan, diharapkan senantiasa memberikan kontribusi terbaik kepada Perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 117
  • 119.
    Laporan Dari DirekturUtama Kami juga secara khusus ingin menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu, atas kesediaannya memberikan sambutan khusus dalam Laporan Tahunan 2011 Adira Finance ini, dan sebagai gambaran kecil atas Indonesia (‘Faces of Indonesia’) melalui berbagai program pengenalan budaya Indonesia, Adira Finance berupaya untuk terus mendukung kemajuan sektor pariwisata Indonesia dan menghargai warisan budaya Indonesia yang demikian beragam dan tidak ternilai harganya. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapepam dan LK, Bank Indonesia dan regulator lainnya, sehingga Adira Finance dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan baik dan dapat tumbuh berkembang sampai dengan saat ini. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang terdalam kepada seluruh konsumen, rekan usaha dan pemangku kepentingan Perusahaan yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Adira Finance hingga tetap dapat mewujudkan kinerja usaha yang terbaik. Dengan dukungan dari seluruh pihak, kami percaya bahwa melalui collective leaders yang telah terbina selama ini, maka kepengurusan Perusahaan akan tetap dapat dilaksanakan dengan baik, bahkan ditingkatkan, sehingga Adira Finance tetap menjadi perusahaan yang terbaik dan terbesar di dalam industrinya. Semoga Tuhan memberkati! 118 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Untuk dan atas nama Direksi Stanley Setia Atmadja Direktur Utama
  • 120.
    Tarian penabuh tifaini merupakan bagian dari acara Festival Asmat. Tifa merupakan identitas kaum lelaki, dan hanya boleh ditabuh oleh kaum lelaki saja. Alat musik tradisional Asmat ini bentuknya mirip gendang, terbuat dari kayu gelondongan dengan potongan bulat memanjang dan penutup salah satu sisinya terbuat dari kulit hewan biawak, dengan pegangannya berupa pola ukiran patung Bis, patung tersakral bagi suku Asmat.
  • 121.
    120 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Tinjauan Pasar Dan Strategi
  • 122.
    Tarian yang dilakukanseirama dengan iringan alat-alat musik tradisional seperti gondang, suling, terompet batak ini merupakan bagian acara ritual pemanggilan roh-roh leluhur yang masuk ke patung-patung batu. Setidaknya ada tiga jenis tari tor tor, yaitu tor tor Pangurason (pembersihan) saat pesta akbar, tor tor Sipitu Cawan saat pengukuhan raja, dan tor tor Tunggal Panaluan untuk mengatasi musibah yang melanda desa. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 121
  • 123.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Tinjauan Umum Tahun 2011 merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun sebelumnya, dimana Indonesia berhasil menjadi salah satu negara dengan kondisi perekonomian terbaik, yang mampu bertahan melewati krisis keuangan global yang terjadi pada akhir tahun 2008 hingga saat ini. Pemerintah berhasil menjaga kinerja perekonomian yang sangat baik pada tahun 2011 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%. Di tahun itu, tingkat bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) relatif stabil sebesar 6,0% pada akhir tahun 2011, serta nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga dapat dipertahankan sebesar Rp 9.068, serta inflasi mencapai level yang terendah sebesar 3,79% sejak krisis tahun 2008. PDB per kapita pun bertumbuh 17% dari tahun sebelumnya mencapai USD 3.520 dan semakin memberikan outlook makro ekonomi yang positif pada tahun ini. Kesemua indikator tersebut diatas telah menjadi generator pemacu roda perekonomian Indonesia di berbagai sektor industri, yang kemudian turut meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan daya beli masyarakat akan berdampak positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional. Hal ini karena bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kendaraan bermotor merupakan kebutuhan hidup, baik untuk kelancaran usaha maupun sebagai alat transportasi utama, mengingat belum optimalnya ketersediaan dan kondisi infrastruktur transportasi umum di Indonesia. Industri Sepeda Motor Indonesia -20.4% Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru (Dalam Ribuan Unit) Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) 25.6% 25.8% Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru 12.7% 6.0% Pertumbuhan penjualan sepeda motor di Indonesia pada tahun 2011 sebesar 8,7% memang tidak sebesar tahun sebelumnya, namun pada tahun tersebut, penjualan nasional sepeda motor baru mencapai tingkat tertinggi yang melebihi 8,0 juta unit. 122 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 8,044 7,399 5,852 6.216 4,688 4,428 5,074 3.899 2,810 2.265 1.801 1.576 1.377 984 457 574 722 36.3% 39.9% 30.9% -76.0% 125.4% 64.4% 26.4% 22.9% 38.4% 30.5% -12.8% 32.7% -5.9% 26.4% 8.7% 864 434 488 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Sumber: Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)
  • 124.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru Tahun 2010 dan 2011 Penjualan Tahun 2010 (Dalam Ribuan Unit) Penjualan Tahun 2011 (Dalam Ribuan Unit) Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) Pertumbuhan Bulanan Tahun 2011 (Dalam %) 32,6% 22,9% 503 667 14,0% 17,4% -8,0% 538 16,3% 714 3,3% -1,6% 51,1% 6,2% -0,9% 724 8,2% 10,8% -0,6% 0,0% 1,4% -6,7% 11,9% 5,9% -6,9% -7,9% -10,3% -14,6% -28,0% Sejak akhir tahun 2011, para pelaku usaha dalam industri otomotif telah memberikan pandangan yang positif terkait pertumbuhan penjualan nasional sepeda motor baru. Perekonomian nasional yang positif tercermin dalam pergerakan penjualan nasional sepeda motor baru, yang mana rata-rata pertumbuhan tahunan atas sepeda motor mencapai 8,7%, dengan rata-rata penjualan bulanan atas sepeda motor mencapai 670 ribu unit. Bahkan pada bulan Juli 2011, penjualan bulanan mencapai tingkat penjualan bulanan tertinggi baru yaitu sebanyak 740 ribu unit. Selama tahun 2011 ini, permintaan terhadap sepeda motor baru masih mengalami peningkatan yang cukup baik. Para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) menangkap peluang tersebut dan terus berupaya meningkatkan pangsa pasarnya, baik dengan jalan meningkatkan kapasitas produksi atas varian-varian yang sudah ada atau merilis varian-varian baru. Begitu responsifnya pasar, sehingga menjelang Lebaran terdapat beberapa varian, terutama sepeda motor tipe skuter otomatis, yang mengalami inden yang cukup lama. Berikut kapasitas unit produksi yang sudah atau akan terpasang dari empat ATPM sepeda motor asal Jepang (Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki) yang mewakili sekitar 99,0% dari seluruh penjualan sepeda motor baru di Indonesia: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 123 Sumber: AISI 608 656 640 652 661 669 740 732 681 479 695 718 654 643 543 463 709 709 613 Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Merek Honda Yamaha Suzuki Kawasaki Jumlah 2007 2.500.000 2.000.000 800.000 200.000 5.500.000 Δ % 16,0 20,0 - - 14,5 Δ % 3,5 25,0 25,0 - 14,3 Δ % 20,0 6,7 40,0 - 16,7 Δ % 11,1 12,5 - 50,0 10,7 2008 2.900.000 2.400.000 800.000 200.000 6.300.000 2009 3.000.000 3.000.000 1.000.000 200.000 7.200.000 2010 3.600.000 3.200.000 1.400.000 200.000 8.400.000 2011 4.000.000 3.600.000 1.400.000 300.000 9.300.000 2012 4.400.000 3.960.000 2.400.000 450.000 11.210.000 Δ % 10,0 10,0 71,4 50,0 20,5 Sumber: 1. Tahun 2012: www.republika.co.id dan www.datacon.co.id 2. Tahun 2011: www.motor-modif.com dan www.bataviase.co.id 3. Tahun 2007-2010: Diolah dari berbagai sumber (Dalam Unit)
  • 125.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Merujuk dari tabel diatas terlihat optimisme ATPM yang cukup tinggi terhadap industri otomotif di Indonesia untuk tahun 2011 dan tahun 2012. Beberapa ATPM telah meningkatkan penanaman modalnya untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik, sebut saja PT Astra Honda Motor yang merupakan ATPM untuk sepeda motor merek Honda. ATPM tersebut telah meningkatkan kapasitas produksinya dari sebanyak 3,0 juta unit pada tahun 2009 menjadi sebanyak 4,0 juta unit pada tahun 2011 dan akan ditingkatkan kembali menjadi sebanyak 4,4 juta unit pada tahun 2012. PT Yamaha Motor Kencana Indonesia juga tidak mau ketinggalan, yang mana ATPM Yamaha akan meningkatkan kapasitas produksi pada tahun 2012 menjadi sebanyak 3,96 juta unit, diikuti dengan ATPM Suzuki yakni PT Suzuki Indomobil Motor dan ATPM Kawasaki yakni PT Kawasaki Motor Indonesia masing-masing dengan kapasitas produksinya sebanyak 2,4 juta unit dan 0,45 juta unit. Pada tahun 2010, TVS yang merupakan anggota AISI termuda dan merupakan sepeda motor dengan merek India juga mulai merambah ke pasar Indonesia. Bahkan, Piaggio yang sempat menarik diri pun telah kembali memasuki pasar Indonesia dan berencana untuk menambah jumlah distributor dan dealer pada tahun 2012 mendatang. Sebagai perbandingan, tabel dibawah adalah penjualan sepeda motor baru di beberapa negara anggota ASEAN berdasarkan data dari ASEAN Automotive Federation (AAF) dan penjualan sepeda motor baru di Indonesia berdasarkan data dari AISI adalah sebagai berikut: Negara Indonesia Malaysia Filipina Singapura Thailand Jumlah Tahun 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y Jan 667.124 502.944 32,6% 39.249 38.860 1,0% 53.241 59.234 -10,1% 823 781 5,4% 161.623 153.312 5,4% 922.060 755.131 22,1% Peb 613.449 538.172 14,0% 35.329 31.619 11,7% 57.786 59.463 -2,8% 537 601 -10,6% 167.331 143.683 16,5% 874.432 773.538 13,0% Mar 713.672 608.151 17,4% 48.228 41.165 17,2% 77.313 70.473 9,7% Menggeliatnya industri sepeda motor baru Tanah Air selama tahun 2011 ini telah membawa Indonesia menjadi pasar sepeda motor baru terbesar ketiga di dunia setelah China dan India, sedangkan di regional Asia Tenggara, Indonesia tetap berada pada posisi pertama. Bahkan, pangsa pasar sepeda motor Indonesia di regional Asia Tenggara (berdasarkan tabel diatas) meningkat menjadi sebesar 71,3% pada tahun 2011 dari sebelumnya sebesar 70,6% pada tahun 2010. 124 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 658 778 -15,4% 192.124 169.420 13,4% 1.031.995 889.987 16,0% Apr 709.177 655.513 8,2% 43.737 41.250 6,0% 54.079 58.816 -8,1% 571 710 -19,6% 150.213 134.516 11,7% 957.777 890.805 7,5% Mei 709.122 639.994 10,8% 40.172 35.527 13,1% 65.850 64.146 2,7% 637 650 -2,0% 187.778 149.677 25,5% 1.003.559 889.994 12,8% Jun 661.304 652.488 1,4% 47.603 35.324 34,8% 75.148 65.417 14,9% 657 666 -1,4% 221.837 182.607 21,5% 1.006.549 936.502 7,5% Jul 740.121 698.863 5,9% 43.395 42.753 1,5% 66.747 62.956 6,0% 674 780 -13,6% 178.069 156.525 13,8% 1.029.006 961.877 7,0% Ags 681.444 731.832 -6,9% 44.552 44.544 0,0% 65.512 56.807 15,3% 688 703 -2,1% 190.720 162.516 17,4% 982.916 996.402 -1,4% Sep 723.906 479.240 51,1% 41.390 34.569 19,7% 59.138 72.079 -18,0% 737 682 8,1% 172.176 152.365 13,0% 997.347 738.935 35,0% Okt 717.514 694.885 3,3% 40.316 45.068 -10,5% 55.816 58.243 -4,2% 684 631 8,4% 134.811 139.150 -3,1% 949.141 937.977 1,2% Nop 643.271 653.732 -1,6% 36.312 32.077 13,2% 45.167 56.737 -20,4% 644 605 6,4% 128.324 144.220 -11,0% 853.718 887.371 -3,8% Des 463.431 542.830 -14,6% 34.303 45.419 -24,5% 55.333 75.478 -26,7% 736 694 6,1% 122.377 158.006 -22,5% 676.180 822.427 -17,8% Jumlah 8.043.535 7.398.644 8,7% 494.586 468.175 5,6% 731.130 759.849 -3,8% 8.046 8.281 -2,8% 2.007.383 1.845.997 8,7% 11.284.680 10.480.946 7,7% Sumber: AAF dan AISI (Dalam Unit) Sungai Liat - Bangka
  • 126.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Pangsa Pasar Penjualan Sepeda Motor Baru ASEAN Industri sepeda motor baru nasional secara konsisten mencatat pertumbuhan penjualan, khususnya selama tahun 2000-2011 (walaupun pada tahun 2006 dan 2009 sempat mengalami penurunan). Penjualan sepeda motor baru di Indonesia sebelumnya lebih didominasi oleh merek-merek Jepang, namun kini semakin disemarakkan oleh masuknya sepeda motor buatan China dan India. Adapun pertumbuhan industri sepeda motor baru berdasarkan merek pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: Merek 2007 2008 2009 2010 2011 Pada tahun 2011, Honda masih mendominasi pasar sepeda motor baru nasional dengan pangsa pasar sebesar 53,2% dari jumlah pangsa pasar yang dikuasai oleh 8 merek yang tergabung di AISI. Yamaha dan Suzuki menempati urutan kedua dan ketiga dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 39,1% dan 6,1%. Semenjak tahun 2007, persaingan antar merek sepeda motor di Indonesia juga terus mengalami persaingan yang semakin ketat. Berdasarkan pangsa pasar, terlihat bahwa persaingan antara merek Honda dan Yamaha kian ketat. Penjualan skutik di Indonesia tumbuh signifikan, yang mana dari pangsa pasar sebesar 38,7% pada tahun 2009 terus meningkat menjadi sebesar 45,6% pada tahun 2010 dan sebesar 51,6% pada tahun 2011. Hal ini menyebabkan pangsa pasar sepeda motor bebek menurun dari sebesar 53,1% pada tahun 2009 menjadi hanya sebesar 47,4% pada tahun 2010 dan sebesar 40,4% pada tahun 2011. Untuk sepeda motor sport, pangsa pasarnya terlihat meningkat dari 7,0% pada tahun 2010 menjadi 8,0% pada tahun 2011. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 125 Thailand 17,6% Indonesia 70,6% Singapura 0,1% Filipina 7,6% Malaysia 4,5% Thailand 17,8% Indonesia 71,3% Singapura 0,1% Filipina 7,6% Malaysia 4,4% Tahun 2010 Tahun 2011 Sumber: AAF dan AISI Honda Yamaha Suzuki Kawasaki TVS 1) Kanzen Kymco Piaggio Jumlah 2.116.878 1.853.718 637.036 41.164 - 29.137 10.211 119 4.688.263 45,2 39,5 13,6 0,9 - 0,6 0,2 0,0 100,0 Unit % 2.874.576 2.465.546 797.290 44.672 - 32.128 5.106 61 6.219.379 46,2 39,7 12,8 0,7 - 0,5 0,1 0,0 100,0 Unit % 2.695.085 2.656.111 436.722 60.343 - 3.280 - - 5.851.541 46,1 45,4 7,5 1,0 - 0,0 - - 100,0 Unit % 3.418.632 3.345.680 526.003 87.004 19.435 1.890 - - 7.398.644 46,2 45,2 7,1 1,2 0,3 0,0 - - 100,0 Unit % 4.276.136 3.147.873 494.481 100.673 - - 382 23.990 8.043.535 53,2 39,1 6,1 1,3 - - 0,0 0,3 100,0 Unit % Sumber: AISI 1) TVS baru bergabung dengan AISI pada tahun 2010.
  • 127.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Pertumbuhan sepeda motor berdasarkan jenis sepeda motor pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: Jenis Bebek Skutik Sport Jumlah 2007 3.445.873 873.894 368.496 4.688.263 2008 2009 2010 2011 Prospek Usaha Sepeda Motor Peningkatan pada penjualan nasional sepeda motor baru sangat didukung oleh pendanaan dari lembaga keuangan non bank, yang biasanya adalah perusahaan pembiayaan. Diperkirakan sekitar 70-75% pembelian kendaraan bermotor menggunakan mekanisme kredit yang sebagian besar dibiayai oleh perusahaan pembiayaan. Hal tersebut didukung dengan tingkat bunga acuan yang cukup rendah dan stabil sepanjang tahun dan adanya desakan dari Pemerintah kepada perbankan untuk menurunkan bunga pinjamannya yang telah memberikan ruang bagi perusahaan pembiayaan menurunkan tingkat bunga kredit yang diberikan kepada konsumen. Penurunan tingkat bunga tersebut telah meningkatkan daya beli masyarakat untuk memiliki sepeda motor dengan mekanisme kredit melalui perusahaan pembiayaan. Pada tahun 2012, penjualan sepeda motor baru diramalkan tetap bertumbuh, walaupun mungkin tidak setinggi pertumbuhan pada tahun 2011 yang lalu. Berbagai pihak memperkirakan bahwa kondisi makro ekonomi Indonesia akan tetap kondusif walaupun terdapat beberapa kekhawatiran seperti kenaikan harga BBM, kenaikan inflasi, dan perubahan kebijakan Pemerintah. Namun demikian, penjualan sepeda motor nasional diperkirakan masih akan bertumbuh sekitar 5-8% dari penjualan nasional pada tahun 2011. Menangkap momentum pertumbuhan diatas, Adira Finance meneruskan strategi usahanya sebagai perusahaan pembiayaan untuk berbagai merek kendaraan bermotor. 126 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 73,5 18,6 7,9 100,0 Unit % 3.977.653 1.613.661 628.065 6.219.379 64,0 25,9 10,1 100,0 Unit % 3.106.727 2.273.017 473.797 5.851.541 53,1 38,7 8,2 100,0 Unit % 3.503.298 3.376.541 518.805 7.398.644 47,4 45,6 7,0 100,0 Unit % 3.245.597 4.150.614 647.324 8.043.535 40,4 51,6 8,0 100,0 Unit % Sumber: AISI Tanjung Tinggi - Belitung
  • 128.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Industri Mobil Indonesia Penjualan industri mobil di Indonesia secara umum mengalami tren peningkatan tiap tahunnya, walaupun terdapat penurunan penjualan pada tahun 1998-1999 sebagai imbas krisis ekonomi dunia, dan pada tahun 2006 ketika terjadi kenaikan harga BBM yang cukup signifikan. Penurunan penjualan yang cukup tajam juga terjadi di tahun 2009 sebagai akibat dari krisis keuangan dunia di tahun 2008. Namun demikian, seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat sejak tahun 2010, penjualan mobil nasional terus meningkat dari 764 ribu unit menjadi 894 ribu unit pada tahun 2011. Penjualan ini juga melebihi target penjualan nasional mobil baru yang ditetapkan oleh GAIKINDO pada akhir tahun 2010 yang lalu yaitu sekitar 820 ribu unit. Penjualan Nasional Mobil Baru (Dalam Ribuan Unit) Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) 894 765 486 608 433 319 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 127 Penjualan Nasional Mobil Baru 534 483 354 301 300 318 58 94 387 323 388 326 172 204 17,1% 57,2% -20,1% 35,7% 40,4% -40,3% 10,6% 36,4% 6,0% 11,7% 4,9% 223,9% 51,7% -85,1% 20,4% -16,8% 19,0% 59,8% 18,6% -32,3% 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Sumber: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Pulau Burung - Belitung
  • 129.
    Tinjauan Pasar DanStrategi 40,0% 25,0% 25,4% 6,9% -5,9% 74 53 Sumber: GAIKINDO Tanjung Kelayang - Belitung Penjualan Nasional Mobil Baru Tahun 2010 dan 2011 Penjualan Tahun 2010 (Dalam Ribuan Unit) Penjualan Tahun 2011 (Dalam Ribuan Unit) Pertumbuhan Tahunan (Dalam %) Pertumbuhan Bulanan Tahun 2011 (Dalam %) -6,9% 0,9% -26,1% 18,1% 128 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 14,9% -0,3% 70 70 0,5% 61 61 61 65 82 66 70 56 16,1% 18,7% 80 -2,3% -21,6% 62,4% 24,9% 8,9% 8,2% 69 69 69 80 49 23,5% 13,2% -17,7% 73 26,9% 89 72 65 86 68 Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Penjualan bulanan selama tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang signifikan. Mulai dari awal tahun 2011 hingga penutupannya, penjualan bulanan mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 18,5% dan rata-rata pertumbuhan bulanan sebesar 2,7%. Sama halnya dengan penjualan sepeda motor baru yang mencapai puncak penjualan pada bulan Juli 2011, puncak penjualan mobil baru pun terjadi pada bulan tersebut. Permintaan akan mobil baru untuk tahun 2011 ini memang menguat dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan alasan yang sama dengan peningkatan pada penjualan sepeda motor baru yaitu karena menguatnya daya beli masyarakat dan membaiknya harga komoditas di daerah-daerah. Para ATPM menangkap peluang ini dengan terus merilis beragam varian baru maupun melakukan facelift atas varian-varian yang sudah ada. Pada tahun 2011, penjualan nasional mobil baru berhasil mencapai 894 ribu unit atau meningkat sebesar 17,1% dibandingkan dengan tahun 2010. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2011, penjualan mobil baru masih didominasi oleh mobil-mobil buatan Jepang, yang mana penjualannya mencapai lebih dari 90% dari seluruh penjualan mobil baru di Indonesia.
  • 130.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Pulau Lengkuas - Belitung Tabel penjualan mobil baru di Indonesia untuk tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: 2010 2011 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 129 Merek Toyota Daihatsu Mitsubishi Suzuki Nissan Honda Isuzu Hyundai Lain-lain Jumlah 2007 150.631 51.957 61.548 58.095 21.145 40.000 18.270 5.182 25.755 432.583 34,8 12,0 14,2 13,4 4,9 9,3 4,2 1,2 6,0 100,0 Unit % 2008 211.911 78.041 87.524 73.066 33.274 52.500 25.325 5.823 40.196 607.660 34,9 12,8 14,4 12,0 5,5 8,6 4,2 1,0 6,6 100,0 Unit % 2009 186.687 39.570 77.513 61.741 15.236 44.689 21.440 2.667 36.513 486.056 38,4 16,0 12,7 9,2 4,4 8,1 3,1 0,6 7,5 100,0 Unit % 280.680 118.591 106.483 71.210 37.242 61.336 24.012 3.700 60.497 763.751 36,8 15,5 13,9 9,3 4,9 8,0 3,2 0,5 7,9 100,0 Unit % 309.846 136.394 133.405 94.428 56.427 49.267 28.766 4.786 80.845 894.164 34,7 15,3 14,9 10,6 6,3 5,5 3,2 0,5 9,0 100,0 Unit % Sumber: GAIKINDO dan http://www.kompas.com Hingga tahun 2011 ini, Toyota masih menempati posisi pertama dalam perolehan pangsa pasar penjualan nasional mobil baru dengan menguasai 34,7% pangsa pasar. Sedangkan, Daihatsu dan Mitsubishi berhasil menempati posisi kedua dan ketiga dengan menguasai 15,3% dan 14,9% pangsa pasar. Posisi keempat dan kelima ditempati oleh Suzuki dan Nissan yang masing-masing menguasai 10,6% dan 6,3% pangsa pasar. Berikut adalah 10 (sepuluh) mobil segmen penumpang terlaris selama tahun 2011: Keterangan Jumlah Terjual (Unit) Toyota Avanza Daihatsu Xenia Toyota Innova Suzuki APV Nissan Grand Livina Toyota Rush Daihatsu Terios Honda Jazz Toyota Yaris Nissan March Sumber: http://www.detik.com 162.367 66.835 54.762 30.089 25.324 25.012 22.416 19.440 16.448 12.345 Berdasarkan tipe mobil, kendaraan serbaguna atau multi-purpose vehicle (MPV) masih memimpin dalam penguasaan pangsa pasar, yang diikuti oleh tipe hatchback dan sport utility vehicle (SUV).
  • 131.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Prospek Usaha Mobil Setelah sempat terpukul karena krisis keuangan global pada tahun 2009, industri otomotif di Indonesia bangkit kembali pada tahun 2010 dan terus bertumbuh pada tahun 2011. Perekonomian Indonesia yang kondusif dan kondisi politik yang stabil sepanjang tahun 2011 telah menempatkan Indonesia menduduki posisi pertama dalam regional Asia Tenggara dan menyalip Thailand, yang selama ini selalu menduduki posisi teratas. Tabel penjualan nasional mobil baru pada tahun 2010 dan 2011 di negara-negara ASEAN adalah sebagai berikut: Negara Brunei Indonesia Malaysia Filipina Singapura Thailand Vietnam Jumlah Tahun 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y 2011 2010 Y-O-Y Jan 1.100 1.002 9,8% 73.987 52.831 40,0% 54.781 50.622 8,2% 11.046 11.763 -6,1% 3.769 7.247 -48,0% 68.398 49.560 38,0% 10.424 6.961 49,7% 223.505 179.986 24,2% Peb 981 869 12,9% 69.589 55.688 25,0% 40.387 40.654 -0,7% 11.472 12.573 -8,8% 2.311 4.712 -51,0% 77.213 54.175 42,5% 7.889 5.030 56,8% 209.842 173.701 20,8% Mar 1.307 1.078 21,2% 82.163 65.555 25,3% 63.264 56.139 12,7% 13.775 14.373 -4,2% 3.651 5.614 -35,0% 93.008 63.067 47,5% 9.513 9.298 2,3% 266.681 215.124 24,0% Walaupun penjualan nasional mobil baru berhasil tumbuh secara signifikan dan menduduki posisi teratas di dalam regional ASEAN, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk dapat mempertahankan posisi tersebut terhadap negara-negara tetangga yang bersaing ketat dengan Indonesia yaitu Thailand dan Malaysia. Industri otomotif Thailand sempat terpukul karena bencana banjir yang terjadi pada kuartal keempat tahun 2011, sehingga mengakibatkan industri otomotif Thailand sempat terhenti. Namun demikian, Thailand tetap mencatatkan penjualan nasional mobil baru sebesar 30,6% pangsa pasar ASEAN (berdasarkan tabel diatas), sedangkan Malaysia di posisi ketiga dengan kontribusi sebesar 23,1% dari pangsa pasar ASEAN selama tahun 2011. Ketiga negara ini pun terus bersaing dalam menjadi negara pilihan basis produksi utama berbagai merek-merek besar dalam industri otomotif. 130 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Apr 1.267 1.159 9,3% 60.726 65.232 -6,9% 50.936 48.812 4,4% 11.816 14.254 -17,1% 3.781 4.284 -11,7% 67.283 57.128 17,8% 9.409 9.551 -1,5% 205.218 200.420 2,4% Mei 1.023 1.215 -15,8% 61.053 60.520 0,9% 46.045 50.883 -9,5% 10.913 13.995 -22,0% 3.440 3.812 -9,8% 55.851 62.205 -10,2% 7.661 9.386 -18,4% 185.986 202.016 -7,9% Jun 1.043 1.230 -15,2% 70.154 70.388 -0,3% 41.790 54.005 -22,6% 10.978 15.189 -27,7% 4.119 4.479 -8,0% 70.259 70.557 -0,4% 7.611 10.052 -24,3% 205.954 225.900 -8,8% Jul 1.205 1.113 8,3% 89.056 72.100 23,5% 50.252 53.483 -6,0% 11.550 15.972 -27,7% 3.550 4.088 -13,2% 72.902 65.672 11,0% 8.544 9.439 -9,5% 237.059 221.867 6,8% Ags 1.742 1.385 25,8% 73.279 64.779 13,1% 58.382 55.208 5,7% 11.558 14.335 -19,4% 2.792 3.712 -24,8% 79.043 65.724 20,3% 9.518 8.775 8,5% 236.314 213.918 10,5% Sep 1.258 1.139 10,4% 79.832 49.147 62,4% 44.407 43.443 2,2% 12.555 14.447 -13,1% 3.145 3.753 -16,2% 87.012 68.261 27,5% 10.031 9.141 9,7% 238.240 189.331 25,8% Okt 1.043 1.122 -7,0% 86.345 69.160 24,8% 53.615 52.297 2,5% 13.489 14.317 -5,8% 3.090 3.580 -13,7% 42.873 72.012 -40,5% 9.258 10.421 -11,2% 209.713 222.909 -5,9% Nop 1.217 1.082 12,5% 67.655 69.249 -2,3% 48.310 44.845 7,7% 12.090 13.523 -10,6% 2.961 3.113 -4,9% 25.664 78.874 -67,5% 8.865 11.198 -20,8% 166.762 221.884 -24,8% Des 1.369 1.195 14,6% 80.325 70.061 14,7% 47.954 54.765 -12,4% 10.374 13.749 -24,5% 2.961 3.497 -15,3% 54.575 93.122 -41,4% 10.937 12.485 -12,4% 208.495 248.874 -16,2% Jumlah 14.555 13.589 7,1% 894.164 764.710 16,9% 600.123 605.156 -0,8% 141.616 168.490 -15,9% 39.570 51.891 -23,7% 794.081 800.357 -0,8% 109.660 111.737 -1,9% 2.593.769 2.515.930 3,1% Sumber: AAF dan GAIKINDO Tanjung Binga - Belitung
  • 132.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Pangsa Pasar Penjualan Mobil Baru ASEAN Vietnam 4,4% Vietnam 4,2% Perusahaan Pembiayaan Pertumbuhan industri otomotif memiliki korelasi langsung dengan usaha pembiayaan konsumen di Indonesia, mengingat sebagian besar pembelian kendaraan bermotor di Indonesia, baik untuk sepeda motor maupun mobil, baik untuk tujuan pribadi maupun komersial, masih melalui pembelian secara kredit. Lebih lanjut, kondisi makro ekonomi dan tingkat bunga acuan merupakan faktor yang cukup sensitif bagi industri otomotif dan usaha pembiayaan konsumen. Perusahaan pembiayaan telah meningkat cukup pesat dengan munculnya perusahaan pembiayaan baru pada tahun 2011 ini, baik yang terafiliasi dengan perbankan, ATPM maupun yang independen. Melihat hal ini, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dari Kementerian Keuangan, yang berfungsi untuk memantau lembaga keuangan non bank memandang perlu untuk menertibkan perusahaan pembiayaan yang lalai dalam mentaati ketentuan yang diatur oleh Pemerintah. Salah satunya adalah melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan. Hingga akhir tahun 2011, tidak sedikit perusahaan pembiayaan telah dicabut izin usahanya oleh Bapepam dan LK. Hal ini merupakan langkah yang dipandang perlu untuk diambil mengingat pertumbuhan pesat yang sedang dialami oleh perusahaan pembiayaan nasional. Menurut data dari Bank Indonesia, hingga akhir tahun 2011 saja, aset perusahaan pembiayaan telah bertumbuh sebesar 24,3% dari sebesar Rp 230,3 triliun pada akhir tahun 2010 menjadi sebesar Rp 286,2 triliun pada akhir tahun 2011. Pertumbuhan aset perusahaan pembiayaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Triliun Rupiah, kecuali %) Dari besaran pemberian kredit oleh perusahaan pembiayaan, sektor pembiayaan konsumen dalam lima tahun terakhir ini rata-rata bertumbuh sebesar 22% per tahun (CAGR). Dan pada akhir tahun 2011, khusus sektor pembiayaan konsumen mencatat aset senilai Rp 164,8 Triliun, atau setara 67% terhadap keseluruhan kredit dari perusahaan pembiayaan dan masih merupakan bisnis yang dominan bagi perusahaan pembiayaan di Indonesia. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 131 Thailand 31,8% Indonesia 30,4% Malaysia 24,1% Singapura 2,1% Tahun 2010 Filipina 6,7% Brunei 0,5% Thailand 30,6% Indonesia 34,5% Malaysia 23,1% Singapura 1,5% Tahun 2011 Filipina 5,5% Brunei 0,6% Keterangan Aset 2007 127,3 Δ% 32,4 Δ % 3,6 2008 168,5 Δ % 32,0 2009 174,4 Sumber: Bank Indonesia (BI) Δ % 24,3% 2010 230,3 2011 286,2 Sumber: AAF dan GAIKINDO
  • 133.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Komposisi pemberian kredit perusahaan pembiayaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: Keterangan Pembiayaan Konsumen Sewa Guna Usaha Anjak Piutang Kartu Kredit Jumlah Rp Keterangan Bank dalam negeri Bank luar negeri Obligasi Non bank dalam negeri Non bank luar negeri Pinjaman Subordinasi dalam negeri Pinjaman Subordinasi luar negeri Jumlah Sumber: BI Rp 36,7 29,7 12,8 3,8 6,7 0,1 0,5 90,3 132 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Triliun Rupiah, kecuali %) Sumber: BI 2007 67,6 36,5 2,2 1,4 107,7 % 62,8 33,9 2,0 1,3 100,0 2008 Rp 83,2 50,7 2,2 1,1 137,2 % 60,6 37,0 1,6 0,8 100,0 2009 Rp 93,1 46,5 2,0 0,9 142,5 % 65,3 32,6 1,4 0,7 100,0 2010 Rp 130,0 53,2 2,3 0,9 186,4 % 69,8 28,5 1,2 0,5 100,0 2011 Rp 164,8 76,6 3,9 0,0 245,3 % 67,2 31,2 1,6 0,0 100,0 Sumber pendanaan perusahaan pembiayaan umumnya didominasi oleh pinjaman bank dan non bank (baik asing maupun domestik) dan obligasi. Sumber pendanaan yang diterima oleh perusahaan pembiayaan mengalami peningkatan dari sebesar Rp 163,7 triliun pada tahun 2010 menjadi sebesar Rp 217,9 triliun pada tahun 2011 atau meningkat sebesar 33,1%. Pinjaman dari bank dalam negeri telah memberikan kontribusi sebesar 46,5% dari jumlah pendanaan yang diterima oleh perusahaan pembiayaan. Selain itu, perusahaan pembiayaan pun melihat penerbitan obligasi maupun medium-term notes (MTN) sebagai sumber pendanaan yang potensial. Seiring dengan menurunnya suku bunga pinjaman pada tahun 2011, sumber pendanaan ini meningkat dari sebesar Rp 18,4 triliun pada tahun 2010 menjadi sebesar Rp 30,3 triliun pada tahun 2011 atau meningkat sebesar 64,7%. Komposisi pendanaan perusahaan pembiayaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Triliun Rupiah, kecuali %) 2007 % 40,6 32,9 14,2 4,2 7,4 0,1 0,6 100,0 2008 Rp 52,0 43,0 11,5 3,4 10,5 0,1 0,8 121,3 % 42,9 35,4 9,5 2,8 8,7 0,1 0,6 100,0 2009 Rp 53,1 36,1 13,6 3,8 8,2 0,1 0,6 115,5 % 45,9 31,3 11,8 3,3 7,1 0,1 0,5 100,0 2010 Rp 79,3 53,1 18,4 5,6 6,8 0,2 0,3 163,7 % 48,4 32,4 11,3 3,4 4,2 0,1 0,2 100,0 2011 Rp 101,4 70,3 30,3 7,2 8,3 0,2 0,1 217,9 % 46,5 32,3 13,9 3,3 3,8 0,1 0,0 100,0 Peraturan Pemerintah Dalam Industri Otomotif Untuk mendukung sektor otomotif domestik, Pemerintah Indonesia saat ini menerapkan kebijakan yang lebih kondusif bagi pengembangan industri otomotif nasional, yaitu melalui pengurangan atas pembatasan kepemilikan asing, seperti halnya di Cina. Selain itu, kelonggaran kebijakan mengenai penggunaan muatan lokal dan insentif muatan lokal juga merangsang investor asing untuk melakukan usaha di Indonesia. Seperti yang diberitakan di berbagai media massa, dijelaskan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenprin) terus mempersiapkan insentif khusus untuk mendorong pengembangan mobil hemat energi dan ramah lingkungan (eco car) dalam upaya meningkatkan daya saing industri otomotif nasional. Skema yang dipertimbangkan oleh Kemenprin adalah pemberian insentif fiskal, pembebasan Pajak Penjualan atas Barang
  • 134.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Mewah (PPnBM) dan bea masuk barang modal, bahan baku serta komponen yang akan dibutuhkan dalam industri. Adapun, program yang dicanangkan oleh Kemenprin pada tahun 2011 adalah antara lain: • Mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri dan memfasilitasi pengembangan desain Keterangan Tarif Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 133 kendaraan bermotor buatan lokal; • Memfasilitasi pengembangan kendaraan serta peralatan hemat energi dan ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau; dan • Memfasilitasi pemberian insentif fiskal, pembebasan PPnBM dan bea masuk barang modal, bahan baku dan komponen yang dibutuhkan industri. Selain itu, Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) pun mulai diberlakukan efektif sejak tahun 2011. Dalam perjanjian tersebut, ATPM dari Jepang akan mendapat hak untuk mengimpor mobil yang memiliki kapasitas mesin di atas 3.000cc yang diproduksi di Jepang dengan 40,0% komponen Jepang dan dikenakan pajak hanya sebesar 4,0%, yang mana akan menjadi bebas pajak pada tahun 2012. Pemerintah provinsi dan daerah pun mulai memberlakukan berbagai peraturan baru yang bertujuan untuk mengendalikan kepadatan kendaraan bermotor dan polusi di Indonesia terutama di Jakarta dan pada saat yang sama juga meningkatkan penerimaan pajak daerah, yang setelahnya dana yang didapat akan digunakan salah satunya untuk membangun infrastruktur transportasi umum. Adapun, dasar hukum ketiga peraturan tersebut adalah Undang-Undang No. 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah diubah menjadi Undang-Undang No. 28 Tahun 2009. Peraturan-peraturan yang mulai diberlakukan di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 1 Januari 2011 adalah sebagai berikut: • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) BBNKB merupakan tarif yang diberlakukan atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor lebih dari 12 bulan karena kegiatan jual-beli, tukar-menukar, hibah, warisan atau pemasukan ke dalam badan usaha. Besaran pajak yang dikenakan adalah perkalian tarif dengan harga jual kendaraan, yang mana penyerahan atas kendaraan pertama akan dikenakan tarif 10,0% dan untuk kendaraan kedua serta selanjutnya sebesar 1,0%. Sedangkan untuk kendaraan bermotor alat berat dan besar yang tidak menggunakan jalan umum akan dikenakan tarif sebesar 0,75% pada penyerahan pertama dan sebesar 0,075% untuk penyerahan selanjutnya. • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) PKB dikenakan secara progresif dan dibayarkan setiap tahun. Dasar pengenaan pajak adalah perkalian nilai jual kendaraan bermotor dan persentase tarif. Tarif kepemilikan kendaraan pertama adalah sebagai berikut: Kendaraan pribadi Kendaraan pertama 1,50% Kendaraan kedua 1,75% Kendaraan ketiga 2,50% Kendaraan keempat dan selanjutnya 4,00% Kendaraan milik badan hukum 1,50% Kendaraan TNI, Polri, Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah 0,50% Kendaraan angkutan umum, ambulans, mobil pemadam kebakaran, mobil jenazah dan kendaraan organisasi sosial keagamaan 0,50% Kendaraan bermotor alat berat 0,20% Sumber: www.mediaindonesia.com
  • 135.
    Tinjauan Pasar DanStrategi • Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) PBBKB dibebankan kepada pegelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) saat membeli bahan bakar kepada PT Pertamina (Persero) Tbk. Adapun, besaran pajak yang dikenakan adalah sebesar 5,0%. Namun demikian, persentase ini dapat berubah jika terjadi kenaikan hingga mencapai sebesar 130,0% dari asumsi harga minyak dunia yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan. Meskipun berbagai peraturan diatas akan mempengaruhi penjualan sepeda motor dan mobil baru, namun diperkirakan hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena kendaraan bermotor masih merupakan kebutuhan konsumsi masyarakat yang dominan, baik untuk menjalankan usaha maupun sebagai alat transportasi utama. Prospek Usaha di Luar Negeri Hingga saat ini, Adira Finance belum melihat adanya prospek usaha untuk melakukan ekspansi ke luar Indonesia. Salah satu alasannya adalah Perusahaan melihat penjualan nasional kendaraan bermotor di Indonesia, baik sepeda motor maupun mobil masih sangat menjanjikan. Dengan sekitar 70-75% dari penjualan nasional kendaraan bermotor yang masih menggunakan mekanisme pembiayaan, maka Perusahaan yakin bahwa pembiayaan baru yang dapat diperoleh Perusahaan setiap tahun masih sangat besar. Hal lain, Perusahaan terus bertekad untuk membuat infrastruktur yang sangat kuat di Indonesia agar tetap dapat menjadi yang terdepan dan memiliki daya saing dengan kompetitor lokal di Indonesia. Adira Finance Menjadi Jawaban Bagi Masyarakat sebagai Penyedia Pembiayaan Berbagai Merek Kendaraan Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk dapat memiliki kendaraan bermotor, Adira Finance selalu berusaha melakukan inovasi dalam menawarkan produknya. Selain itu, Adira Finance juga mencari cara agar dapat selalu memberikan kemudahan-kemudahan di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor. Salah satu cara yaitu dengan menerapkan strategi diversifikasi portofolio atas kepemilikan kendaraan bermotor berbagai merek baik baru maupun bekas, baik untuk sepeda motor maupun mobil. Dengan menerapkan strategi ini dalam melayani kebutuhan masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor, Adira Finance dapat menjadi fleksibel dan tidak perlu tergantung pada salah satu merek tertentu atau salah satu industri otomotif tertentu. Lebih lanjut, hal ini dimaksudkan juga, agar masyarakat dapat memiliki banyak pilihan di dalam memenuhi kebutuhannya untuk memiliki kendaraan bermotor. Memahami bahwa kebutuhan kendaraan bermotor tidak hanya dialami oleh masyarakat di pulau Jawa, maka Adira Finance saat ini meningkatkan portofolio pembiayaan kendaraan bermotornya dari 45% menjadi 50% untuk konsumen diluar pulau Jawa, yang daya belinya meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan dari sektor komoditas. Pada tahun 2011, jumlah outlet di luar Jawa meningkat sebesar 20,4% dari 309 menjadi 372. Namun demikian, Perusahaan tetap melaksanakan tanggung jawabnya dalam menjaga kualitas aset dengan mengimplementasikan manajemen risiko yang seimbang sehingga kepentingan berbagai pemangku kepentingan Perusahaan akan tetap terjaga dengan baik. 134 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 136.
    Tinjauan Pasar DanStrategi Proses tenun ikat Sumba Timur, NTT Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 135
  • 137.
    136 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Laporan Usaha
  • 138.
    Jembatan Ampera palembangdiresmikan tahun 1965 oleh Presiden Soekarno dengan panjang 1.117 meter, lebar 22 meter, tinggi 62 meter, menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 137
  • 139.
    Laporan Usaha LAPORANOPERASI Ikhtisar Operasional Perusahaan Adira Finance masih mencatatkan tren pertumbuhan pada tahun 2011, walaupun Industri otomotif sempat dikhawatirkan oleh dua kejadian yang berimbas pada industri ini yaitu bencana tsunami yang terjadi di Jepang pada bulan Maret 2011 dan bencana banjir besar yang terjadi di Thailand pada bulan Oktober hingga Nopember 2011. Akibat kedua bencana tersebut, pasokan baik dalam bentuk kendaraan utuh, terurai maupun suku cadang sempat terbatas, namun kondisi tersebut dapat segera pulih. Dengan industri otomotif yang kembali mencatatkan pertumbuhan tertinggi, begitupun pembiayaan baru yang dicatatkan oleh Adira Finance. Pada tahun 2011, Perusahaan berhasil mencatatkan kembali kinerja yang gemilang. Keberhasilan tersebut tidak hanya disebabkan aktivitas bisnis di Perusahaan yang sangat baik, namun juga berkat didukung oleh kinerja Pemerintah dan daya ekonomi di pasar dalam negeri yang cukup kuat Perusahaan berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan konsumen yang memiliki kriteria reputasi terbaik di Indonesia, baik dari sisi kinerja keuangan, pengelolaan aset dan lainnya. Untuk dapat terus mendukung perkembangan Perusahaan di masa mendatang, Perusahaan melanjutkan dalam menerapkan beberapa strategi operasional sebagai berikut: - Melanjutkan pengembangan terhadap pengendalian operasional yang terintegrasi; - Melanjutkan implementasi manajemen risiko dengan prinsip kehati-hatian terkait persetujuan pembiayaan konsumen serta manajemen piutang pembiayaan konsumen yang akurat dan kompeten; dan - Terus menjaga integritas dan kualitas dari seluruh karyawan. 138 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Rambu Solo, Toraja - Sulawesi Selatan
  • 140.
    Laporan Usaha PortofolioPembiayaan Adira Finance Pada tahun 2011 ini, Adira Finance masih berfokus pada strategi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu menyediakan jasa pembiayaan untuk kendaraan bermotor roda dua baik baru maupun bekas dan kendaraan bermotor roda empat baik baru maupun bekas untuk beragam merek. Strategi ini dipandang sebagai strategi yang masih relevan untuk dijalankan dan memampukan Perusahaan untuk beradaptasi secara fleksibel dalam mengikuti perkembangan industri otomotif pada umumnya. Hingga saat ini, portofolio sepeda motor masih merupakan portofolio terbesar yang mana kombinasi sepeda motor baru dan bekas telah memberikan kontribusi sebesar dari total 61,8% dan sisanya merupakan portofolio mobil baru dan bekas sebesar 38,2%. Sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, Perusahaan memahami adanya risiko pembiayaan yang mungkin terjadi dalam kegiatan usaha. Oleh sebab itu, Perusahaan terus mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko tersebut, salah satunya dengan melakukan diversifikasi pembiayaan konsumen berdasarkan wilayah, jenis profesi konsumen dan tingkat penghasilan. Berikut dibawah ini adalah komposisi jumlah konsumen berdasarkan wilayah selama tiga tahun terakhir. Wilayah Komposisi Jumlah Konsumen Sumatera Kalimantan Sulawesi Bali dan Nusa Tenggara Jabodetabekser Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jumlah Nasabah 2009 17,9% 7,2% 5,8% 4,1% 15,6% 13,1% 16,6% 19,7% 2.226.418 2010 18,1% 7,3% 6,5% 4,2% 16,1% 12,1% 15,7% 19,9% 2.838.285 2011 14,1% 8,4% 13,4% 4,0% 17,4% 11,9% 16,9% 13,9% 3.496.460 Pada tahun 2011 ini, kegiatan pembiayaan Perusahaan sudah semakin bergeser ke daerah luar pulau Jawa, yang mana pada tahun-tahun sebelumnya memang lebih terfokus di pulau Jawa. Hal ini terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang memang mulai terjadi di kawasan tersebut karena adanya potensi dari hasil alam, terutama komoditas seperti kelapa sawit dan karet. Berdasarkan wilayah, dapat dilihat bahwa komposisi terbesar konsumen Adira Finance terdapat di wilayah Jabodetabekser sebesar 17,4%, diikuti dengan wilayah Jawa Tengah sebesar 16,9%, wilayah Sumatera sebesar 14,1%. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 139 Sedangkan, komposisi jumlah konsumen berdasarkan profesi adalah sbb: Jenis Komposisi Jumlah Konsumen Karyawan Wiraswasta Lain-lain Jumlah 2009 43,9% 52,4% 3,7% 2.226.418 2010 44,1% 52,4% 3,5% 2.838.285 2011 43,6% 53,4% 3,0% 3.496.460 Dalam memberikan pembiayaan konsumen, Perusahaan juga menganalisa jenis profesi yang beragam dari konsumen. Perusahaan akan selalu menjaga agar profesi yang dijalani konsumen merupakan profesi yang sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan. Terlihat bahwa sebagian besar konsumen Perusahaan masuk di dalam profesi wiraswasta.
  • 141.
    Laporan Usaha FestivalCap Go Meh Singkawang - Kalimantan Barat Lebih lanjut, komposisi jumlah konsumen berdasarkan tingkat pendapatan adalah sbb: Tingkat Pendapatan Per Bulan > Rp 10.000.000 Rp 5.000.000 < dan ≥ Rp 10.000.000 ≤ Rp 5.000.000 Jumlah Komposisi Jumlah Konsumen Salah satu indikator yang dijadikan kriteria dalam menyetujui aplikasi pembiayaan adalah tingkat pendapatan konsumen, sehingga risiko gagal bayar akan dapat dikendalikan dengan baik. Melalui penerapan manajemen risiko yang pruden, risiko ini dapat terjaga pada tingkat yang bisa diterima oleh Perusahaan. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Adira Finance didukung oleh berbagai fungsi-fungsi yang memainkan peranan sangat penting, yang menempatkan Perusahaan pada posisi terbaik saat ini. Adapun, fungsi-fungsi pendukung tersebut dapat dilihat pada bagian Struktur Organisasi Perusahaan. Namun secara umum, fungsi-fungsi tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Operasional; 2. Pemasaran; 3. Teknologi Informasi; dan 4. Sumber Daya Manusia. 140 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 2009 3,8% 6,9% 89,3% 2.226.418 2010 4,7% 8,3% 87,0% 2.838.285 2011 5,6% 10,0% 84,4% 3.496.460
  • 142.
    Laporan Usaha Operasional,Pemasaran, Teknologi Informasi dan Sumber Daya Manusia PROSES PERSETUJUAN APLIKASI PEMBIAYAAN BARU Initial Data Entry Kegiatan operasional Perusahaan menerapkan kebijakan pemisahan fungsi pemasaran oleh MO dan fungsi pemeriksa oleh CFO, yang mana MO memusatkan perhatian pada upaya mendapatkan pembiayaan baru dari dealer atau lainnya, sedangkan CFO fokus kepada upaya mendapatkan informasi yang memadai atas calon konsumen untuk mendukung analisa kelayakan kredit. Dalam pelaksanaannya, calon konsumen akan mendatangi dealer ataupun jaringan usaha Perusahaan untuk bertemu dengan MO dan kemudian mengisi Formulir Aplikasi Pengajuan Kredit yang berisi informasi mengenai data calon konsumen, kondisi pembiayaan dan rincian atas kendaraan bermotor yang akan dibiayai. Setelah lengkap, MO akan mengajukan Formulir Aplikasi Pengajuan Kredit ke cabang Adira Finance untuk dilakukan proses initial data entry sehingga dapat dilakukan pemeriksaan melalui sistem untuk melihat apakah calon konsumen masuk dalam daftar hitam (black list) Bank Indonesia (BI). Jika calon konsumen tidak termasuk ke dalam daftar hitam, cabang akan menugaskan CFO untuk melaksanakan proses survei (Survey Assignment) setelah terlebih dahulu membuat janji pertemuan dengan calon konsumen. CFO akan melakukan survei atas kebenaran data calon konsumen dengan mengunjungi tempat tinggal atau kantor/ tempat usahanya agar mendapatkan informasi yang memadai, yang akan digunakan untuk mendukung analisa kelayakan kredit. CFO juga akan mengumpulkan salinan dokumen persyaratan kredit yang diperlukan dari calon konsumen, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), bukti kepemilikan rumah dan bukti penghasilan. Hasil survei tersebut akan dimasukkan oleh CFO ke dalam perangkat elektronik yang bernama MS2 (Marketing Survey Mobile System) dan dapat diambil melalui sistem yang ada di kantor cabang secara real time. Kemudian Komite Kredit akan menganalisa kelayakan calon konsumen berdasarkan hasil Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 141 OPERASIONAL Secara umum, kegiatan operasional pembiayaan baru Perusahaan dapat digambarkan sebagai berikut: Proses survei oleh Petugas Kredit Lapangan (CFO) Persetujuan Kredit oleh Komite Kredit Calon Konsumen Petugas Pemasaran (MO) di Dealer/ Jaringan Usaha Adira Finance
  • 143.
    Laporan Usaha surveiyang di-generate oleh sistem, memberikan rekomendasi dan keputusan apakah permohonan disetujui atau ditolak. Adira Finance menetapkan kebijakan bahwa persetujuan kredit diberikan oleh Komite Kredit yang memiliki kewenangan berjenjang (di cabang terdiri dari Analis Kredit dan Kepala Cabang). Atas dasar persetujuan dari Kredit Komite maka Perusahaan dapat mengeluarkan surat pesanan pembelian yang diberikan kepada dealer untuk pembiayaan kendaraan tersebut. Dalam rangka meningkatkan pelayanan, efisiensi dan kecepatan proses, Perusahaan telah memiliki Divisi Pengembangan Operasi. Namun seiring dengan semakin berkembangnya kegiatan usaha Adira Finance, Perusahaan memandang adalah perlu untuk lebih lagi melakukan perkembangan untuk mengikuti kondisi saat ini dan kedepannya. Untuk itu, pada pertengahan tahun 2010, sebuah divisi baru telah dibentuk yang merupakan pemisahan fungsi dari Divisi Pengembangan Operasi yang sudah ada yaitu Divisi Dukungan Operasi Bisnis untuk lebih meningkatkan pelayanan kantor pusat kepada cabang-cabang Adira Finance selaku garda terdepan bisnis kita. Sejak saat itu, pembagian tugas menjadi lebih spesifik bagi kedua divisi tersebut, yang mana Divisi Pengembangan Operasi dapat fokus pada fungsi utamanya yaitu mengembangkan proses usaha sehingga dapat tetap dinamis mengikuti pertumbuhan usaha, sedangkan Divisi Dukungan Operasi Bisnis bertanggung jawab di dalam mendukung operasional melalui pembuatan dan pengkinian standar administrasi kebijakan dan prosedur serta peningkatan pelayanan kepada konsumen. Hal ini sangat membantu fungsi lainnya yang terdapat dalam Perusahaan, terutama fungsi pemasaran agar dapat memusatkan perhatiannya secara penuh dalam mendapatkan pembiayaan baru. Hasil dari pemisahan fungsi tersebut dapat terlihat dari operasional Perusahaan yang dapat semakin ditingkatkan efisiensinya. Dalam hal komunikasi, upaya yang telah dilakukan antara lain: • Perluasan Call Center Adira Finance yang tidak hanya terbatas pada melayani konsumen, namun juga untuk melayani dealer dan mitra usaha lainnya; • Peningkatan fitur SMS Gateway untuk menyampaikan informasi kepada calon konsumen, konsumen dan dealer; • Pembangunan Dealer Gateway beserta fitur yang dibutuhkan untuk secara instan melayani kebutuhan dealer, baik itu berupa transaksi bisnis maupun penyampaian informasi yang real time; • Pembangunan Digital Community yang meliputi komunikasi melalui Web, Social Networking dan Instant Messaging untuk meningkatkan efektifitas komunikasi antara Adira Finance dengan seluruh anggota komunitasnya; dan • Pembangunan knowledge center dalam internal Perusahaan serta pengaplikasian Customer Relationship Management dalam setiap aspek relasi sebagai dasar bagi pencapaian tujuan perusahaan untuk memberikan layanan yang terbaik. Selain itu, Perusahaan terus menyederhanakan proses persetujuan kredit, antara lain dengan cara memangkas proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah, melakukan otomisasi serta mempercepat pemberian informasi kepada dealer mengenai status aplikasi calon konsumen yang mengajukan pembiayaan dari dealer yang bersangkutan. Semua ini dapat dimungkinkan dengan diterapkannya teknologi informasi yang semakin canggih dan dinamis, yang selama ini telah teruji dalam membantu proses operasional Perusahaan. Lebih lanjut, Perusahaan juga memberikan perlakuan khusus kepada dealer-dealer tertentu yang sudah sangat membantu dan memberikan kontribusi besar bagi Perusahaan. Perlakuan khusus ini diberikan dalam bentuk kemudahan bagi calon konsumen tertentu yang berasal dari dealer tersebut, misalnya persyaratan yang lebih mudah dan lain sebagainya. 142 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 144.
    Laporan Usaha 1 2 1. Divisi Dukungan Operasi Bisnis 2. Divisi Pengembangan Operasi Pelayanan Konsumen yang Terbaik Perusahaan menyadari bahwa pelayanan yang terbaik bagi konsumen merupakan salah satu kunci penting dalam usaha peningkatan kinerja. Oleh sebab itu, Perusahaan merumuskan beberapa inisiatif kunci untuk mencapai pelayanan terbaik sebagai berikut: 1. Nilai-nilai Pelayanan – CARE Nilai adalah fondasi dari kebudayaan yang hendak dibangun. Perusahaan menanamkan prinsip CARE yang merupakan singkatan dari Cekatan, Antusias, Ramah dan Empati. Nilai ini merupakan pencerminan dari pelayanan yang hendak diberikan bagi konsumen. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 143
  • 145.
    Laporan Usaha 2.Strategi Pelayanan Berdasarkan visi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sepanjang jangka waktu kreditnya, maka terdapat 3 strategi pelayanan, yang mana Perusahaan bertumpu pada pembiayaan kendaraan bermotor secara retail sebagai bisnis inti dan mendiferensiasikan diri terhadap perusahaan lain dalam bentuk diferensiasi dari produk yang dibiayai yaitu kendaran bermotor dari berbagai merek (multi brand) baik kendaraan bermotor baru maupun bekas, diferensiasi dari pendekatan terhadap kosumen yaitu dari, dengan dan untuk konsumen serta diferensiasi dari sisi infrastruktur yaitu sumber daya manusia, teknologi informasi dan fasilitas pendukung lainnya. 3. Cetak Biru Pelayanan Untuk memastikan adanya standarisasi pelayanan dari seluruh Front-liner (MO, Collector, Customer Service, Surveyor dan Teller) di seluruh jaringan usaha Adira Finance, Perusahaan telah menyusun dan mengkomunikasikan cetak biru pelayanan ke seluruh jaringan usaha, yang mana cetak biru pelayanan tersebut telah dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari. 4. Pelatihan Pelayanan Sebelum mengimplementasikan nilai-nilai, strategi dan cetak biru pelayanan, Perusahaan menyediakan pelatihan yang memadai, mencakup modul pelayanan terbaik, nilai–nilai pelayanan, komunikasi dan cetak biru pelayanan sebagai bentuk dukungan yang diberikan oleh Manajemen Perusahaan kepada seluruh Front liner dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. 5. Titik Pertemuan dengan Konsumen Perusahaan melihat bahwa titik pertemuan dengan konsumen merupakan titik-titik yang dilalui oleh konsumen atau titik-titik, yang mana terjadi interaksi antara konsumen dengan Perusahaan dan harus diperhatikan. Perusahaan telah membuat standarisasi atas kebersihan dan kerapihan di seluruh jaringan usaha Adira Finance serta etika yang baik dalam menerima telepon untuk bagian yang bersangkutan. Penampilan yang rapi dan tempat pelayanan yang bersih akan dapat membuat konsumen merasa nyaman pada saat dibantu dengan ramah oleh karyawan Adira Finance. 6. Ketersediaan Pelayanan Perusahaan berusaha untuk selalu bisa hadir bagi konsumen maupun calon konsumen dimanapun juga. Untuk itu, Perusahaan terus mengembangkan inovasi untuk semakin mendekatkan diri kepada konsumen ataupun calon konsumen. Hal ini jelas terlihat dengan adanya penambahan dan perubahan status jaringan usaha konvensional (cabang, kantor perwakilan dan titik pelayanan), pembayaran secara on-line melalui lebih dari 12 ribu mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri), ribuan gerai dari kantor pos, ratusan dealer dan merchant di seluruh Indonesia serta inovasi baru dalam konsep outlet yang mulai dikembangkan sejak tahun 2009 yakni kios dan dealer outlet. 7. SMS CARE Layanan Pesan Singkat (SMS) merupakan salah satu alternatif komunikasi yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Perusahaan memanfaatkan hal ini dalam mengkomunikasikan berbagai informasi kepada konsumen dan rekan usaha, misalkan untuk menyampaikan persetujuan permohonan pembiayaan, informasi pengambilan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan jumlah Point Reward bagi dealer. Perusahaan menyediakan SMS CARE ini melalui nomor +628118115811. 144 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 146.
    Laporan Usaha LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 145 8. Pusat Panggilan Kepuasan konsumen dan rekan usaha adalah fokus utama Adira Finance. Untuk itu, Perusahaan menyediakan wadah untuk menampung keluhan maupun menyediakan informasi melalui pusat panggilan. Konsumen, rekan usaha dan pihak lainnya dapat menghubungi nomor pusat panggilan Perusahaan melalui nomor +628041811811. 9. Operation Help-Desk Kendala ataupun permasalahan dalam aktifitas operasional yang dapat ditangani dengan baik akan memberikan andil bagi kesuksesan Perusahaan. Untuk itu, Perusahaan melanjutkan strategi untuk menyediakan fasilitas Operation Help Desk pada tahun 2011, yang merupakan sistem untuk memantau progress penyelesaian permasalahan operasional yang ada di cabang. 10. Tingkat Pelayanan Internal Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen, Adira Finance juga sudah memaksimalkan sistem pelayanan dari masing-masing karyawan (tingkat pelayanan internal) agar semua karyawan Perusahaan dapat bekerja secara lebih efisien, efektif dan berkualitas serta menerapkan nilai-nilai pelayanan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dalam seluruh interaksi guna menjalankan tanggung jawab masing-masing. 11. Adira Front liner Idol (AFI), Super Care Branch dan Super Care Division Sebagai langkah untuk mensosialisasikan secara internal nilai-nilai pelayanan, cetak biru pelayanan dan standar-standar dari titik-titik pertemuan dengan konsumen serta untuk membangun antusiasme pada setiap fungsional Perusahaan dalam memberikan pelayanan konsumen yang terbaik, maka Perusahaan mengadakan beberapa acara, diantaranya adalah AFI untuk memberikan penghargaan bagi Front liner terbaik Perusahaan secara nasional, Super Care Branch sebagai penghargaan bagi cabang yang paling baik di dalam mengimplementasikan standar-standar dari titik-titik pertemuan dengan konsumen dan cetak biru pelayanan serta Super Care Division bagi divisi-divisi di kantor pusat dalam menyediakan pelayanan yang terbaik kepada cabang serta semua bagian terkait. 12. Pelayanan Desk Collection Terpusat Salah satu upaya Perusahaan dalam menjaga tingkat kolektabilitas piutang dapat dilihat dari proses penagihan yang diimplementasikan dalam Adira Finance. Adapun proses penagihan telah dimulai sejak angsuran telah jatuh tempo pada hari pertamanya. Perusahaan melakukan penanganan terhadap setiap angsuran yang sudah jatuh tempo yang dibagi dalam beberapa periode berdasarkan tingkat kolektabilitasnya dengan sistem yang berbeda-beda untuk setiap periodenya. Untuk angsuran yang telah jatuh tempo selama 1-3 hari, Perusahaan memiliki personel Desk Collection yang akan menangani angsuran tersebut, yang mana selama ini dibawahi oleh masing-masing kantor cabang. Dalam meningkatkan profesionalisme dan standar pelayanan dalam penanganan Desk Collection, diselenggarakan layanan Desk Collection secara terpusat, oleh dua Desk Collection Center Adira Finance yaitu di Jakarta dan di Surabaya. Penyediaan Alternatif Fasilitas Pembayaran Angsuran Saat ini, Perusahaan telah memiliki 653 jaringan usaha yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya, konsumen perlu melakukan pembayaran angsuran di jaringan usaha yang terdekat dengan lokasi konsumen. Perusahaan terus mengembangkan alternatif untuk sistem pembayaran angsuran tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Sampai saat ini, Perusahaan memiliki beberapa fasilitas pembayaran angsuran yakni melalui:
  • 147.
    Laporan Usaha 1.EDC Perusahaan bekerjasama dengan dealer-dealer terpilih dengan menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC) di tempat dealer-dealer tersebut, selain juga menyediakan mesin EDC di jaringan usaha Perusahaan. Dengan memanfaatkan jasa layanan ini, konsumen dapat melakukan pembayaran angsuran pembiayaan secara akurat, aman dan tepat waktu di dealer atau jaringan usaha yang terdekat. Jumlah transaksi EDC mengalami peningkatan pada tahun 2011 yaitu sebanyak 1.577.504 transaksi dari sebelumnya sebanyak 603.962 transaksi pada tahun 2010. Jumlah dealer terpilih dan jaringan usaha yang telah mempergunakan mesin EDC untuk melayani konsumen sudah mencapai 400 unit pada tahun 2011 ini dari yang sebelumnya sebanyak 297 unit pada tahun 2010. 2. ATM Perusahaan juga memperluas kerjasama dengan beberapa bank ternama dalam menyediakan jasa pembayaran angsuran melalui ATM seperti PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, konsumen dapat melakukan pembayaran angsuran kapanpun dan dimanapun melalui mesin ATM dari bank-bank tersebut. Saat ini, konsumen Perusahaan sudah merasakan kemudahan atas penggunaan layanan ini. Hal ini terbukti dari peningkatan transaksi yang melakukan pembayaran angsuran dengan menggunakan mesin ATM menjadi sebanyak 1.179.370 transaksi pada tahun 2011 dari yang sebelumnya sebanyak 833.910 transaksi pada tahun 2010. 3. Kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) Perusahaan juga tetap bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk melayani konsumen Perusahaan yang secara lokasi bisa dijangkau oleh kantor pos, baik secara on-line maupun off-line tergantung pada tersedianya infrastruktur di wilayah tersebut. Volume penggunaan layanan pembayaran angsuran melalui PT Pos Indonesia (Persero) juga mengalami kenaikan yang signifikan. Jumlah transaksi yang dilakukan konsumen meningkat menjadi sebanyak 10.366.875 transaksi pada tahun 2011 dari sebelumnya sebanyak 8.117.101 transaksi pada tahun 2010. Keterangan Jenis Transaksi ATM EDC Kantor Pos Fasilitas EDC: Dealer Jaringan Usaha Transaksi 146 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 2009 733.264 86.581 6.648.415 Jumlah Mesin 115 7 833.910 603.962 8.117.101 Jumlah Mesin 167 130 Δ% 13,7% 597,6% 22,1% Δ% 45,2% 1.757,1% 2010 Transaksi Δ% 41,4% 161,2% 27,7% Δ% 19,8% 53,8% Transaksi 1.179.370 1.577.504 10.366.875 Jumlah Mesin 200 200 2011
  • 148.
    Laporan Usaha UpayaPengembangan Operasional Pada Tahun 2012 Kedekatan kepada nasabah maupun rekan usaha merupakan salah satu kunci yang paling penting bagi Adira Finance untuk menjadi yang terdepan dalam persaingan usaha dalam industri pembiayaan ini. Oleh karena itu, walaupun saat ini Perusahaan telah memiliki jaringan usaha yang sudah cukup banyak dan tersebar di pulau-pulau besar Indonesia, namun Adira Finance percaya bahwa masih terdapat ruang yang dapat dikembangkan dalam hal operasional. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 147 1. Pengembangan Sentra Pelayanan Dengan pertumbuhan bisnis yang sedemikian tinggi, konfigurasi cabang yang ada pada saat ini dipandang perlu untuk dikembangkan menjadi unit-unit yang disebut Sentra Pelayanan agar semua proses pelayanan yang diberikan (baik bagi dealer maupun bagi nasabah) dapat dilaksanakan sedekat mungkin dan secepat mungkin dengan pihak yang dilayani. Pengembangan yang telah direncanakan dan mulai dikembangkan dari tahun sebelumnya terus disempurnakan pada tahun 2012 ini. Hal ini sekaligus juga bertujuan untuk membentuk fungsi pemasaran yang semakin dinamis dalam mengembangkan bisnis dan menangkap peluang-peluang yang ada. Kombinasi antara kekuatan yang dinamis dari fungsi pemasaran dan kecepatan serta kedekatan proses dari fungsi pelayanan adalah hal yang ingin dicapai dalam rangka memberikan yang terbaik bagi rekan bisnis dan nasabah Adira Finance. 2. Penambahan Titik Pembayaran (Payment Point) Adira Finance selalu berupaya untuk menjawab kebutuhan mitra usaha dan nasabahnya. Salah satu upaya yang dipandang perlu adalah dengan menambah payment points untuk memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran angsuran, namun pada saat yang sama tetap efisien dalam biaya. Perluasan jaringan payment point dengan menggunakan teknologi tepat guna dan biaya minimal merupakan pengembangan yang dikerjakan pada tahun 2012. Tujuannya adalah agar nasabah dapat menjadi selangkah lebih dekat dalam melakukan pembayaran angsuran. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, Perusahaan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan ataupun mitra-mitra usaha yang bersinergi dengan Perusahaan selama ini. KOMUNITAS ADIRA FINANCE Pada bulan Pebruari 2009, Adira Finance meluncurkan kartu Adira Club Member (ACM), yang merupakan sebuah kartu yang diberikan kepada anggota komunitas Adira Finance sebagai bukti identitas keanggotaan dan berfungsi sebagai media untuk memperoleh kemudahan dan keuntungan yang disediakan oleh Adira Finance dan mitra-mitra Adira Club Member bagi setiap anggotanya. Ini merupakan salah satu langkah penting yang telah dikembangkan oleh Perusahaan untuk menjamin pertumbuhan Perusahaan di masa yang akan datang, yakni dengan mentransformasikan setiap nasabah agar dapat menjadi anggota Komunitas Adira Finance atau biasa disebut Adira Club Member. Lebih lanjut, Adira Club Member juga merupakan suatu brand community yang melingkupi antara lain Adira Finance, nasabah, dealer, Induk Perusahaan, perusahaan afiliasi serta mitra-mitra Adira Club Member, baik mitra strategis, mitra nasional maupun mitra lokal. Di dalam komunitas Adira Finance ini, Perusahaan berperan sebagai penghubung, koordinator dan fasilitator untuk membentuk kerjasama yang saling menguntungkan yang pada akhirnya akan terus-menerus memberikan berbagai kemudahan dan keuntungan kepada setiap nasabah. Bagi nasabah Adira Finance, kartu Adira Club Member dapat digunakan untuk memperoleh berbagai diskon dan melakukan transaksi pembayaran, khususnya di tempat-tempat yang terpasang mesin Electronic Data Captured (EDC) sesuai dengan ketentuan Perusahaan yang berlaku. Sedangkan keuntungan bagi mitra Adira Club Member adalah dapat menarik anggota komunitas untuk melakukan transaksi di outlet-outlet mitra
  • 149.
    Laporan Usaha AdiraClub Member melalui berbagai program promosi bersama. Sampai dengan akhir tahun 2011, sudah terdapat lebih dari 14 ribu mitra baik mitra strategis, mitra nasional maupun mitra lokal yang telah bergabung di dalam komunitas Adira Club Member ini, sedangkan pemilik kartu Adira Club Member sudah berjumlah lebih dari 4 juta nasabah . Untuk memastikan komunitas Adira Finance ini dikelola dengan lebih fokus, efisien dan efektif Perusahaan berinisiatif membentuk Divisi Komunitas yang saat ini bernaung di bawah Direktorat Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor dan Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil. Divisi ini berperan untuk mewujudkan komitmen serta kepedulian Perusahaan untuk secara berkesinambungan memberikan berbagai kemudahan dan keuntungan kepada semua pihak yang terjalin di dalam komunitas Adira Finance ini terutama kepada para nasabah. Adapun fungsi utama dari Divisi Komunitas adalah untuk mengembangkan kerjasama dengan mitra-mitra Adira Club Member atau perusahaan-perusahaan lain, kemudian memperbesar jumlah nasabah yang bergabung menjadi anggota komunitas, serta melakukan komunikasi secara terintegrasi dan intensif melalui media-media promosi dan kegiatan (event) Adira Club Member. Lebih lanjut, semua komunikasi dan kegiatan dalam Adira Club member tersebut akan melibatkan baik anggota komunitas Adira Finance maupun komunitas lainnya yang relevan serta masyarakat umum. Tujuan akhir yang ingin dicapai melalui Adira Club Member adalah untuk menunjang peningkatan usaha dan kesejahteraan bagi seluruh pihak yang tergabung dalam Adira Club Member serta membangun loyalitas nasabah dan menarik nasabah baru untuk melakukan pembiayaan kendaraan bermotor di Adira Finance. Melalui berbagai media publikasi, program promosi dan kegiatan menarik pun diselenggarakan dalam upaya mengkomunikasikan manfaat dari komunitas Adira Finance, yang merupakan wujud apresiasi kepada nasabah dan masyarakat, diantaranya adalah: 1. Kegiatan (event) Pada dasarnya setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Perusahaan didasarkan atas empat hal, yaitu Branding, Selling, Entertainment & Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 148 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Divisi Komunitas
  • 150.
    Laporan Usaha −Pesta Hiburan Rakyat yang diadakan pada 85 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan diikuti oleh lebih dari 1.300 dealer, 800 mitra Adira Club Member dan sekitar 1.000 pengunjung sampai dengan 3.000 pengunjung turut serta pada setiap kegiatannya; − Grebek Nusantara yang diadakan pada 48 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan stasiun televisi MNC TV dan diikuti oleh sekitar 3.000 pengunjung sampai dengan 5.000 pengunjung pada setiap kegiatannya; − Indonesia Super League yang diadakan pada 10 Lokasi yang diikuti oleh sekitar 10.000 pengunjung Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 149 sampai dengan15.000 pengunjung pada setiap kegiatannya; − Solo International Performing Arts (SIPA) yang diadakan di Kota Solo dan diikuti oleh sekitar 15.000 pengunjung per hari. 2. Promosi Bersama Adira Finance juga bekerjasama dengan mitra-mitra Adira Club Member dalam memberikan nilai tambah kepada nasabah serta mitra usahanya. Adapun beberapa promosi bersama yang dilakukan antara lain dengan restoran cepat saji McDonald’s melalui program penjualan ‘Itung Itung Beruntung’, dengan Pertamina dalam program ‘Diskon 20% Oli Enduro Pertamina’, serta dengan mitra-mitra otomotif lainnya dalam program ‘Otovaganza’. 3. Sales Booster Program Pada tahun 2011 ini juga telah dilakukan uji coba untuk membuat program berbasis komunitas yang bisa menunjang peningkatan usaha mitra-mitra Adira Club Member dan telah memberikan hasil yang cukup baik. Program yang telah dijalankan adalah program ‘Oli Gratis Setahun’ melalui kerjasama dengan dealer-dealer mobil bekas yang selama ini telah menjadi rekan Adira Finance dan Oli Top 1. Program ini telah dilaksanakan bersama sekitar 180 dealer mobil bekas yang tersebar di Jakarta dan Bekasi. Selain itu, program uji coba yang kedua adalah program ‘Adira Beri Untung 2 Milyar’ yang merupakan program penjualan kepada nasabah Adira Finance di cabang-cabang Adira Finance di kota Bandung. 4. Media Publikasi Perusahaan memanfaatkan berbagai media publikasi dalam mengkomunikasikan berbagai manfaat Adira Club Member. Adapun media utama yang digunakan selama tahun 2011 antara lain: - TV Adira yang saat ini sudah dipasang di kantor cabang dan kantor perwakilan Adira Finance yang tersebar seluruh Indonesia - Program TV Adira Motomaxx yang ditayangkan di stasiun televise swasta AN TV; - Majalah Adira Motomaxx; - Menyedikan sponsor untuk program televisi di beberapa stasiun televisi nasional papan atas; - Mini billboard; dan - Surat kabar, terutamanya surat kabar lokal. Perencanaan Adira Club Member Pada Tahun 2012 Pada tahun 2012 mendatang, Perusahaan masih terus mengembangkan komunitas ini. Adapun pengembangan terutama akan difokuskan pada program-program sebagai berkut : • Menjalankan program-program berbasis komunitas untuk menunjang pemasaran pembiayaan secara langsung, seperti program ‘Adira Beri Untung 2 Milyar’; • Menjalankan program-program untuk meningkatkan loyalitas di antara nasabah; • Menjalankan program-program Promosi Bersama dengan mitra Adira Club Member; • Terus melakukan aktifitas-aktifitas ‘Branding & CSR’ secara berkesinambungan; dan • Meluncurkan Adira Club Member Website dan social media.
  • 151.
    Laporan Usaha PEMASARAN Kegiatan pemasaran memegang peranan sangat penting dalam upaya memperluas basis konsumen, mempertahankan pangsa pasar dan menghadapi persaingan di masa yang akan datang. Dalam melaksanakan kegiatan pemasarannya, Perusahaan mengimplementasikan beberapa strategi: 1. Dealer Relationship Management Langkah pemasaran atas produk pembiayaan Perusahaan yang terutama adalah pemasaran melalui referensi dealer. Langkah ini memberikan kontribusi paling besar dari seluruh fasilitas pembiayaan yang dibukukan Perusahaan. Maka Perusahaan berupaya untuk terus menjalin hubungan yang baik dan erat dengan dealer melalui berbagai macam program insentif yang diberikan kepada dealer. Program-program ini antara lain meliputi pemberian cindera mata kepada konsumen melalui dealer untuk setiap pembiayaan kendaraan pada periode tertentu, paket wisata ke luar negeri, gathering dengan dealer, komisi, insentif dan reward untuk dealer karena telah mencapai target tertentu yang telah ditentukan sejak awal oleh Perusahaan, serta pemberian subsidi kepada konsumen yang diberikan melalui dealer. Selain itu, Perusahaan juga memberikan pelatihan untuk karyawan dealer tentang bagaimana cara melakukan analisa survei yang baik. 2. Penambahan dan Perubahan Status Jaringan Usaha Penambahan jaringan usaha dan perubahan status cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet bertujuan untuk dapat mencakup jaringan dealer yang lebih luas, terutama dealer sepeda motor dan mobil yang bekerjasama dengan Perusahaan. Perusahaan melakukan strategi ini dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah yaitu dengan memfokuskan penambahan jumlah jaringan usaha lebih banyak di wilayah luar pulau Jawa dibandingkan dengan wilayah pulau Jawa. 3. Pembangunan Database atas Pasar yang Ditarget Sebagai bagian dari manajemen risiko, Perusahaan membangun database yang dimaksudkan untuk mampu mencakup berbagai aspek pasar, kemudian diolah menjadi source data untuk memberikan gambaran yang menyeluruh untuk pasar yang dapat menjadi fokus Perusahaan. Selain menganalisa kualitas konsumen dari wilayah yang menjadi target pemasaran, Perusahaan juga menganalisa tipe kendaraan dan sensitivitas pasar terhadap tingkat uang muka. Proses ini kemudian akan memberikan gambaran kepada Perusahaan bagaimana melakukan pendekatan yang paling optimal dalam pemasaran dan melakukan penyesuaian produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Hal ini memampukan Perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara membangun pangsa pasar dan kualitas aset Perusahaan. Dari sisi struktur fungsional, Adira Finance memisahkan beberapa fungsi di dalam organisasinya yang ditentukan berdasarkan besarnya pembiayaan dari masing-masing merek. Saat ini, Adira Finance memiliki Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Honda, Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Yamaha, Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Suzuki, Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Beragam Merek, Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Bekas, Divisi Pemasaran Pembiayaan Mobil, Divisi Pemasaran Pembiayaan Komersial, Divisi Pemasaran Pembiayaan Non Dealer dan Divisi Pengembangan Pemasaran. Pemisahan fungsi tersebut dimaksudkan agar masing-masing fungsi dapat lebih fokus terhadap pembiayaan dari masing-masing merek dan jenis pembiayaan, termasuk menjaga hubungan yang baik dan erat dengan dealer secara konsisten. 150 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 152.
    Laporan Usaha DirektoratPemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Berdasarkan merek, rincian pembiayaan baru sepeda motor pada tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: Keterangan 2009 Sepeda Motor Baru Honda Yamaha Suzuki Lainnya Jumlah Sepeda Motor Baru Jumlah Sepeda Motor Bekas Jumlah Sepeda Motor Unit 266.791 349.365 72.533 84.706 773.395 289.776 1.063.171 Rp Miliar 3.114 3.815 873 803 8.605 2.133 10.738 2010 Unit 460.482 513.608 97.575 88.467 1.160.132 477.479 1.637.611 Rp Miliar 5.456 5.961 1.227 964 13.608 3.595 17.203 Unit Rp Miliar Sebagai sebuah perusahaan pembiayaan yang menyediakan jasa pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance selalu berusaha meningkatkan kinerja pemasarannya untuk setiap portofolio dan merek. Perusahaan fokus dalam pembiayaan sepeda motor baik sepeda motor baru maupun bekas. Selain itu, Perusahaan juga melayani pembiayaan untuk setiap merek dari sepeda motor. Pada tahun 2011 ini, Perusahaan memang mencatat pertumbuhan kinerja yang membanggakan. Terlihat dari pangsa pasar sepeda motor baru Adira Finance, yang setelah sempat menurun pada tahun 2009 sebesar 13,2%, namun pada tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi sebesar 15,7% dan dapat dipertahankan pada tahun 2011 yaitu sebesar 15,8%. 15,8% 6,6% Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 151 Pangsa Pasar Adira Finance Sepeda Motor Baru Mobil Baru 13,2% 15,7% 3,4% 5,2% 2009 2010 2011 Keterangan: Perhitungan pangsa pasar pembiayaan baru Adira Finance dibandingkan dengan penjualan industri berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) untuk sepeda motor baru dan Gabungan Industri Kendaraah Bermotor Indonesia (GAIKINDO) untuk mobil baru. 2011 561.446 516.764 100.303 88.779 1.267.292 654.342 1.921.634 6.731 6.354 1.328 1.084 15.497 4.910 20.407
  • 153.
    Laporan Usaha Lebihlanjut, Perusahaan tetap melakukan inisiatif-inisiatif dalam melakukan ekspansi untuk mengembangkan portofolio pembiayaan sepeda motor baik sepeda motor baru maupun bekas, yang mana salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu dengan menawarkan paket pembiayaan yang inovatif dan beragam. Perusahaan juga mengembangkan aspek relationship management dengan dealer, mengadakan acara dealer summit dan menerapkan kebijakan untuk meningkatkan loyalitas konsumen serta memperluas cakupan jaringan usaha yang sudah ada. Sedangkan untuk pembiayaan mobil, Perusahaan juga sudah mulai mengembangkannya kembali sejak tahun 2003. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mendiversifikasikan lini usaha Perusahaan. Pembiayaan mobil akan terus dimaksimalkan agar dapat mengimbangi pembiayaan sepeda motor, karena Perusahaan bertujuan agar masyarakat Indonesia juga akan mengenal Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaan mobil. Saat ini, Adira Finance sudah mulai memaksimalkan pembiayaan mobil dan akan terus ditingkatkan. Salah satu cara yaitu meningkatkan kerjasama baru dengan banyak ATPM mobil. Perusahaan menyediakan pembiayaan untuk setiap merek mobil, baik mobil baru maupun mobil bekas. Pengembangan lainnya adalah melalui pembentukan jaringan usaha khusus untuk mobil. Pada tahun 2011 sudah terdapat 31 jaringan usaha khusus mobil, yang mana meningkat sebanyak 13 jaringan usaha jika dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu 18 jaringan usaha khusus mobil, sedangkan tahun 2009 sebanyak 13 jaringan usaha khusus mobil. Perusahaan mengetahui bahwa konsumen untuk pembiayaan mobil memiliki kebutuhan yang berbeda dengan konsumen sepeda motor antara lain kebutuhan akan pelayanan yang lebih profesional, namun tetap cepat dan aman. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut, maka Perusahaan berusaha mengimbangi dengan berbagai inovasi antara lain pelayanan secara terpisah melalui pembentukan jaringan usaha khusus untuk konsumen pembiayaan mobil. Namun demikian, bila dijumlahkan dengan jaringan usaha yang melayani baik pembiayaan sepeda motor maupun mobil, maka jumlah jaringan usaha yang melayani pembiayaan mobil adalah sebanyak 106 jaringan usaha pada akhir tahun 2011, sedangkan di akhir tahun 2010 yaitu 92 jaringan usaha. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 14 jaringan usaha. Sedangkan pada akhir tahun 2009 tercatat sebanyak 75 jaringan usaha. 152 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil
  • 154.
    Laporan Usaha Lebihlanjut, dalam menjawab kebutuhan calon konsumen maupun dealer rekanan yang sangat beragam, Adira Finance senantiasa berinovasi untuk menyediakan program yang dapat tepat sasaran pada kebutuhan-kebutuhan tersebut. Diluar pembiayaan kendaraan bermotor reguler, Perusahaan menawarkan program khusus, baik bagi calon konsumen maupun dealer, antara lain Program Dana Oto yang merupakan program kerjasama antara Adira Finance dan Induk Perusahaan (PT Bank Danamon Indonesia Tbk), dimana PT Bank Danamon Indonesia Tbk memberikan pinjaman modal kerja dalam bentuk kredit berjangka kepada dealer rekanan sepeda motor bekas Adira Finance, dimana masing-masing pemilik sepeda motor dan pemilik mobil perorangan dapat menjual kendaraannya kepada calon pembeli dengan Adira Finance sebagai perusahaan pembiayaannya. Rp Miliar Unit Rp Miliar Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 153 Keterangan 2009 Mobil Baru Mitsubishi Suzuki Daihatsu Toyota Isuzu Honda Nissan Lainnya Jumlah Mobil Baru Jumlah Mobil Bekas Jumlah Mobil 6.020 3.706 3.546 2.043 322 90 81 843 Unit 16.651 24.188 40.839 Rp Miliar 853 340 397 292 56 17 13 172 2.140 1.663 3.803 2010 Unit 11.842 7.910 9.737 4.464 1.746 577 234 3.377 39.887 36.039 75.926 1.768 818 1.183 682 355 127 39 815 5.787 2.948 8.735 2011 18.542 14.727 12.344 5.845 3.129 342 160 4.008 59.097 41.108 100.205 2.531 1.431 1.500 960 692 74 27 1.153 8.368 3.788 12.156 Berdasarkan merek, rincian pembiayaan baru mobil pada tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: Pembiayaan mobil Perusahaan bertumbuh secara signifikan, yang mana pangsa pasar untuk mobil baru Perusahaan mengalami peningkatan. Pada tahun 2009, pangsa pasar Adira Finance atas pembiayaan mobil baru adalah sebesar 3,4% dan meningkat menjadi sebesar 5,2% pada akhir tahun 2010, kemudian meningkat kembali menjadi sebesar 6,6% pada akhir tahun 2011. Pencapaian baik untuk portofolio sepeda motor maupun mobil ini merupakan hasil dari inisiatif-inisiatif Perusahaan, baik melalui ekspansi infrastruktur dan tingkat bunga yang lebih terjangkau yang terlihat pada rata-rata tingkat bunga efektif. Hal lain yang mendukung pencapaian Perusahaan adalah upaya Perusahaan untuk terus melanjutkan konsolidasi internal, seperti mempererat relationship management dengan dealer melalui berbagai aktivitas yang tidak hanya berupa reward bagi dealer, namun juga yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara dealer dan Adira Finance serta mempertajam competitive advantage dealer rekanan Adira Finance. Adapun inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan selama ini antara lain: 1. Dealer gathering sebagai apresiasi Adira Finance menyadari bahwa dealer merupakan salah satu rekan bisnis yang memiliki peranan signifikan dalam mendukung lini usaha Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan mengadakan aktivitas dealer summit secara berkala. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sebuah wujud apresiasi Adira Finance kepada dealer yang telah memberikan kontribusi signifikan kepada Perusahaan, namun juga menjadi suatu wadah untuk meningkatkan sinergi antara dealer dan Adira Finance. 2. Komunitas bagi dealer Adira Finance menyadari bahwa komunitas dapat memberikan identitas dan sense of belonging yang positif bagi anggota di dalamnya. Oleh karena itu, Adira Finance membentuk suatu komunitas bagi dealer
  • 155.
    Laporan Usaha rekanannyayang disebut Adira Golf Club dan Adira Mokas Community. Kedua komunitas yang telah dimulai sejak tahun 2010 ini tidak hanya berperan sebagai suatu wadah aktivitas bersama bagi dealer anggotanya. Komunitas ini juga menjadi forum diskusi serta knowledge sharing bagi dealer dan Adira Finance yang bertujuan untuk memberikan keuntungan mutual dalam memajukan usaha bersama. Selain kedua inisiatif yang disebutkan di atas, Adira Finance terus berinovasi dalam mempererat hubungan dengan dealer, baik melalui kegiatan bersama maupun dukungan-dukungan lainnya yang disediakan bagi dealer rekanan. Diantaranya adalah dengan menyediakan sistem untuk melayani kebutuhan dealer secara instan baik itu berupa transaksi bisnis maupun penyampaian informasi yang real-time; mengadakan ajang kompetisi yang bersifat menyenangkan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha dealer rekanan; mendukung pengembangan infrastruktur dealer rekanan, terutamanya yang tergabung dalam komunitas Adira finance, dalam hal presentasi showroom ataupun kendaraan operasional dealer. Strategi Pemasaran Pada Tahun 2012 Dengan kondisi persaingan yang semakin meningkat di industri pembiayaan kendaraan bermotor pada saat ini, Adira Finance menyadari pentingnya menjaga kinerja penyaluran pembiayaannya, yang mana strategi yang diterapkan tidak hanya fokus pada cara konvensional seperti strategi pricing, namun diperlukan juga strategi yang dinamis dan adaptif pada kondisi pasar maupun ekonomi. Sejauh ini, Adira Finance melihat bahwa langkah yang dilakukan selama ini telah konsisten dengan pencapaian yang ditetapkan, sehingga pada tahun 2012 ini, Perusahaan memutuskan untuk terus mengembangkan strategi-strategi yang sudah ada sehingga efisiensi dan efektifitas dapat terus dikejar antara lain dengan: • Terus membangun database pangsa pasar baik dalam hal permintaan pasar, kondisi geografi dan demografi untuk mendukung proses analisa pemasaran yang tajam sehingga memampukan Perusahaan untuk dapat meletakkan fokus pada peluang dengan profitabilitas yang tinggi dan kualitas yang terjaga; • Membangun hubungan melalui pendekatan interpersonal dan komunikasi yang semakin intensif dengan dealer rekanan oleh perwakilan-perwakilan Perusahaan hingga mencapai tahap pengertian dan mendukung yang bersifat mutual; dan • Meningkatkan kualitas individu tenaga pemasaran Perusahaan, yang tidak hanya mampu mengejar kuantitas, juga mampu menjaga kualitas pembiayaan secara efektif dan efisien. Dengan kondisi infrastruktur transportasi di Indonesia yang masih terus dikembangkan oleh Pemerintah, ketergantungan masyarakat akan kendaraan bermotor pribadi memang masih terbilang signifikan. Adira Finance berusaha untuk memposisikan diri sebagai jembatan antara dealer dan konsumen kendaraan bermotor, yang mana Perusahaan tidak hanya memperhatikan pertumbuhan kinerja Perusahaan saja, namun berupaya memberikan kerjasama yang akan memberikan kebaikan yang mutual kepada dealer rekanan juga, pada saat yang sama memfasilitasi masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor pribadi. Hal ini secara tidak langsung telah memampukan aktivitas produktif masyarakat dapat terus bergulir dan memperkokoh ekonomi dalam negeri. 154 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 156.
    Laporan Usaha SubDirektorat Operasi dan Kepala Wilayah Keterangan 2011 139 365 126 23 653 2010 121 306 103 20 550 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 155 JARINGAN USAHA Sebagai perusahaan pembiayaan yang terutama membidik segmen retail atau perorangan sebagai target usaha, Adira Finance berupaya untuk terus mengembangkan jaringan usaha yang dimilikinya dengan pengembangan cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet setiap tahunnya. Sampai saat ini, Perusahaan telah memiliki 139 cabang, 365 kantor perwakilan, 126 kios dan 23 dealer outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Proporsi jaringan usaha untuk wilayah Jawa dibandingkan dengan wilayah luar Jawa adalah sebesar 43% berbanding 57%. Perkembangan jaringan usaha Perusahaan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir disajikan dalam tabel sebagai berikut: Cabang Kantor Perwakilan Kios Dealer Outlet Jumlah Jaringan Usaha 2009 121 185 7 6 319 Selama tahun 2009, Adira Finance terus melakukan rasionalisasi dan pengembangan jaringan usaha dalam rangka memastikan keberadaan jaringan usahanya di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Perusahaan membuka 22 jaringan usaha baru di beberapa kota potensial, sementara di sisi lain menghentikan operasional dari 3 jaringan usaha yang kurang maksimal bagi Perusahaan. Dari jumlah jaringan usaha baru yang dibuka, sebanyak 10 jaringan usaha berada di wilayah Jawa dan Bali, sedangkan sebanyak 12 jaringan usaha berada di luar wilayah Jawa dan Bali. Jaringan usaha yang berhenti beroperasi pada tahun 2009 sebanyak 2 jaringan usaha di wilayah Jawa dan Bali, serta 1 jaringan usaha di luar wilayah Jawa dan Bali. Kemudian, sepanjang tahun 2010, Adira Finance terus melakukan penambahan jaringan usaha sebagai salah satu strategi ekspansinya. Hanya saja, Perusahaan lebih memfokuskan pada penambahan jaringan usaha yang lebih kecil yaitu kios dan dealer outlet. Selama tahun 2010, penambahan bersih jaringan usaha Perusahaan adalah sebanyak 231 jaringan usaha. Lebih lanjut, selama tahun 2011, Adira Finance terus melakukan pengembangan jaringan usaha dalam rangka memastikan keberadaan jaringan usahanya di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.
  • 157.
    Laporan Usaha Perusahaanmembuka 103 jaringan usaha baru di beberapa kota potensial, yang mana penambahan jaringan usaha baik di pulau Jawa dan Bali maupun di luar daerah pulau Jawa dan Bali dilakukan dengan seimbang. Saat ini, seluruh cabang yang dimiliki Perusahaan telah memiliki ijin operasional. Rincian lokasi dari seluruh jaringan usaha yang terdiri dari cabang, kantor perwakilan, titik pelayanan, kios dan dealer outlet pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Wilayah Jabotabekser Jabar Kantor Cabang Jakarta I (Mampang) Ciledug Ciputat Jakarta 2 (Kelapa Gading) Jakarta 3 (Ketapang) Daan Mogot Jakarta 4 (Mobil) Pd Indah Jakarta 5 (Mobil)/ Kemayoran Cikarang Bekasi 1 Pondok Gede Bekasi 2 (Bekasi Timur) Bekasi 3 Mobil Alam Sutra 1 Cikupa Tangerang (Pasar Baru) Serang Rangkasbitung Cileungsi Depok Bogor 1 (Tajur) Bogor 2 (Mobil) Cibinong Bandung 1 (Suk-Hatta)/ Non Honda Bandung 2/Honda Bandung 3 ( Mobil) Bandung 4 Bandung 5/Ujung Berung Sumedang Subang Karawang 1 Karawang 2 (Purwakarta) Karawang 3 (Mobil) 156 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Kantor Perwakilan Jakarta Barat (Mobil) Jakarta Timur (Mobil) Bekasi 4 Bekasi 5 Alam Sutra 2 (Mobil) Cilegon Labuan Malingping Cimanggis Bogor 3 Soreang Banjaran Majalaya Bandung 6 (Mobil) Bandung 7 Tanjung Sari Pamanukan Rengasdengklok Cikampek Kios Kramat Jati (PGC) CBD Pulogadung Trade Center Palmerah (Mangga Dua Mall) Mal Taman Palem Sentra Grosir Cikarang Mega Bekasi Hypermall (Giant) Plaza Taman Harapan Baru TAMINI Square Bekasi Trade Center Beringin Raya (Metropolis Mall) Pamulang Pasar Curug Kragilan Baros Cipanas Pandeglang Plasa Cibubur Jonggol ITC Depok Plaza Jambu Dua Bogor Trade Mall Leuwiliang ITC Cibinong Cilewer ITC Kebon Kelapa Soreang Bandung Trade Center Banjaran Mal Cimahi Jatinangor Town Square Sukamandi Kosambi Plered Dealer Outlet Anugrah Sejahtera, CV Jumlah 2 2 1 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 4 2 1 4 5 3 2 6 2 3 4 4 1 2 5 2 3 3 3 1
  • 158.
    Laporan Usaha LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 157 Wilayah Jateng Kantor Cabang Tasikmalaya Garut Banjar Cirebon Indramayu/Jatibarang Sukabumi Semarang 1 Kendal Ambarawa Semarang 2 (Mobil) Kudus Pati Purwodadi Tegal Pekalongan Purwokerto Solo Sragen Klaten Yogyakarta 1 Magelang Kantor Perwakilan Ciawi Singaparna Karang Nunggal Pameungpeuk Limbangan Ciamis Pangandaran Ciledug Majalengka Kuningan Patrol Pelabuhan ratu Cianjur Tanggeung Demak Boja Weleri Limpung Ungaran Salatiga Semarang 3 Jepara Rembang Blora Gubug Bumiayu Ketanggungan Brebes Pemalang Kajen Purbalingga Banjarnegara Cilacap Majenang Wonogiri Karang Anyar Boyolali Wonosari Yogyakarta 2 Yogyakarta 3 (Mobil) Temanggung Purworejo Wonosobo Kebumen Muntilan Kios Mayasari Plaza Arcade Bungbulang Wanaraja Kawali Pagongan Indramayu Supermall Cicurug Sindangbarang Mranggen Mijen Kaliwungu Gunung Pati Banyumanik ADA Swalayan Bangsri Tayu Juwana Lasem Godong Cepu Wirosari Rita Mall Dedy Jaya Plaza Brebes Dedy Jaya Plaza Losari Slawi Plasa Pekalongan Batang Kedungwuni Pasar Ajibarang Pasar Wangon Pusat Grosir Solo Sukoharjo Gemolong Karangpandan Pedan Wates Gombong Dealer Outlet Jumlah 5 5 4 5 3 7 4 5 5 2 4 5 6 8 6 7 4 4 3 5 7
  • 159.
    Laporan Usaha Wilayah Jatim Sumatera Kantor Cabang Surabaya 1 (Diponegoro) Pamekasan Surabaya 2 Surabaya 3 (Mobil) Sidoarjo Gresik Tuban Bojonegoro Mojokerto Jember Situbondo Lumajang Banyuwangi Kediri Madiun Ponorogo Tulungagung Blitar Malang 1 Kepanjen Pasuruan Aceh Meulaboh Medan 1 ( Kota ) Binjai 158 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Kantor Perwakilan Sumenep Sampang Bangkalan Krian Lamongan Jatirogo Purwosari Mojoagung Jombang Balung Mayang Bondowoso Besuki Probolinggo Genteng Nganjuk Ngawi Magetan Pacitan Trenggalek Wlingi Batu Malang 2 (Mobil) Turen Pandaan Lhokseumawe Bireun Sigli Idi Phanton Labu Kuala Simpang Langsa Lhoksukun Blangpidi Calang Subulussalam Tembung Kampung Lalang Marelan Kabanjahe Titi Kuning Pangkalan Brandan Stabat Bahorok Kios Kapas Krampung Plaza Dukuh Kupang Rungkut Waru BG Junction Mall Jembatan Merah City Of Tomorrow (CITO) Suncity Mall Babat Paragon Plaza Rengel Sumberrejo Mojosari Tanggul Kalisat Asembagus Diva Kraksaan Pasirian Jajag Kertosono Caruban Ngendingan (Ngawi) Nawangan Pulung Ngunut Srengat Malang Town Square (MATOS) Plaza Dieng Pakisaji Bangil Setiabudi Dealer Outlet Panji Perkasa Perdana Roda Mas, CV Gading Sakti Motor Sinar Baru, UD Cahya Persada Motor Eka Karunia Tirto Agung Krian CV Cahaya Bonanza Abadi CV Ramayana Cahya Sengkala UD Timbul Jaya Motor Cahya Jaya Sentosa Cahya Mitra Pratama Armada Pagora Jaya Motor Jumlah 6 6 6 1 5 6 4 3 4 5 4 4 3 5 6 4 4 3 5 3 3 9 4 7 4
  • 160.
    Laporan Usaha LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 159 Wilayah Kantor Cabang Medan 2 (Mobil) Lubuk Pakam Kisaran Pematang Siantar Rantau Prapat Pekanbaru Rengat Bangkinang Dumai Kantor Perwakilan Tanjung Morawa Indrapura Galang Sei Rampah Tebing Tinggi Dolok Masihul Lima Puluh Sei Piring Tanjung Balai Asahan Balige Perdagangan Panguruan Serbelawan Kota Pinang Padang Sidempuan Sibuhuan Panyabungan Aek Kanopan Langga Payung Gunung Tua Koto Kampar Panam Perawang Pangkalan Kerinci Siak Ukui Sei Pakning Lubuk Dalam Sorek Pekanbaru 2 (Mobil) Taluk kuantan Belilas Air Molek Peranap Tembilahan Baserah Lubuk Jambi Ujung Batu Rokan Pasir Pangarayan Dalu-dalu Flamboyan Lipat Kain Kotogaro Kabun Rantau Kasai Bagan Batu Duri Bengkalis Ujung Tanjung Kandis Balam Pujud Pinggir Bukit Kapur Kios Kampung Pajak Tanjung Sarang Elang Dealer Outlet Graha Auto Perkasa Jumlah 1 7 4 5 10 11 8 9 10
  • 161.
    Laporan Usaha Wilayah Kantor Cabang Batam Padang 1 Pasaman Padang 2 (Mobil) Solok Bukit tinggi Jambi 1 Muara Bungo Palembang 160 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Kantor Perwakilan Tanjung Pinang Tanjung Uban Painan Lubuk Alung Airhaji Lunang Lubuk Basung Tarusan Bawan Indropuro Tiku Kambang Pariaman Panti Ujung Gading Kinali Lubuk Sikaping Desa Baru Sawah Lunto (Pulau Punjung) Muara Laboh Kotobaru Sangir Sijunjung Alahan Batusangkar Payakumbuh Pangkalan Lintau Padang Panjang Muara Bulian Sorolangun Sungaibahar Mandiangin (Tembesi) Kuala tungkal Sangeti Merlung Tempino Kumpeh Singkut Jambi 2 (Mobil) Bangko Muaratebo Kuamang Kuning Hitam Ulu Jujuhan Rimbo Bujang Tugumulyo Sekayu Pkl Balai Kayu Agung Sungai Lilin Pendopo Indralaya Prabumulih Kios Lubuk Buaya Wiltrop Trade Center (WTC Palembang Trade Centre (PTC) Dealer Outlet Dealer Yamaha (Surantih) Jumlah 4 14 6 1 7 6 13 7 10
  • 162.
    Laporan Usaha LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 161 Wilayah Kantor Cabang Batu Raja Palembang 2 (Mobil) Bangka/P.Pinang Bengkulu 1 Lubuk Linggau Lampung 1 Lampung 2 (Mobil) Bandar Jaya Samarinda 1 Balikpapan Tarakan Banjarmasin 1 Kantor Perwakilan Muara Enim Lahat Blitang Muara Dua Pagar Alam Belitung Sungai Liat Muntok Toboali Argamakmur Manna Muko-muko Curup Ketahun Kepahiang Muara Aman Bengkulu 2 (Mobil) Tebing Tinggi Kalianda Tanjung Bintang Kota Agung Sidomulyo Pringsewu Tulang Bawang Rumbia Daya Murni Rawajitu Way Kanan Kalirejo Liwa Kotabumi Mandala Brantasena Mesuji Krui Way Jepara Metro Bontang Tenggarong Melak Sangatta Samarinda 2 (Mobil) Petung Grogot Handil Simpang Pait Berau Nunukan Tanjung Selor Malinau Pelaihari Kapuas Marabahan Banjarmasin 2 (Mobil) Martapura Kios Plaza Mille Plaza Muara Rapak Landasan Ulin Dealer Outlet Jumlah 6 1 5 9 2 7 1 15 6 6 5 7 Kalimantan
  • 163.
    Laporan Usaha Wilayah Sulawesi Kantor Cabang Palangkaraya Sampit Barabai/Hulu sungai Tanjung Batu Licin Pontianak 1 Singkawang Sintang Sanggau Ketapang Makassar 1 Makassar 2 (Mobil) Palopo Pare-pare 1 Kendari Palu 1 162 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Kantor Perwakilan Kasongan Pulang Pisau Kuala Kurun Pangkalan Bun Parenggean Seruyan Pangkalan Banteng Rantau Amuntai Ampah Buntok Muara Teweh Kotabaru Sungai Danau Sungai Pinyuh Rasau Jaya Pontianak 2 (Mobil) Sambas Bengkayang Nangapinoh Ngabang Sekadau Sosok Pangkep Maros Bone Bulukumba Sinjai Bantaeng Makassar 3 Takalar Makassar 4 (Mobil) Mangkutanah Toraja Belopa Masamba Sidrap Pinrang Barru Enrekang Pare-pare 2 (Mobil) Sengkang Soppeng Kolaka Bau - Bau Kolaka Utara Raha Konawe Konawe Selatan Parigi Toli-toli Pasangkayu Sibayu Beteleme Tentena Kios Tamiang Layang Matahari Pontianak Indah Mall Pasar Daya Tatura Dealer Outlet Sahuri Berlian Motor Sekura Jumlah 5 4 3 5 3 4 1 4 2 4 1 8 4 5 8 7 11
  • 164.
    Laporan Usaha Total139 365 126 23 653 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 163 Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Kantor Cabang Luwuk Manado Gorontalo Mamuju Ambon Jayapura Denpasar 1 Tabanan Gianyar Singaraja Denpasar 2 ( Mobil ) Lombok/Mataram Kupang Maumere (Flores) Kantor Perwakilan Kotaraya Palu 2 (Mobil) Poso Toili Bunta Ampana Kotamobagu Bitung Tomohon Airmadidi Tondano Dumoga Lolak Amurang Manado 2 (Mobil) Buol Marisa Kwandang Isimu Tilamuta Polmas Topoyo Majene Mamasa Sungai Piru Masohi Ternate Nusa Dua Kerobokan Negara Karangasem Klungkung Praya Tanjung Selong Soe Bima Sumbawa Ende Kios Mambal Mengwi Kesiman Bajera Melaya Sukawati Kintamani Seririt Kubutambahan Narmada Gerung Dealer Outlet Kintamani Putra Perkasa Waja Hayam Wuruk Bisma Tunas Jaya Sahabat Motor Waja Motor Jumlah 4 10 6 5 4 1 9 5 6 3 1 6 4 2 Perusahaan terus-menerus berupaya untuk meningkatkan efektifitas jaringan usahanya dengan membentuk Divisi Distribusi Jaringan. Salah satu tugas utama divisi ini adalah melakukan pengkajian, analisa dan survei atas lokasi-lokasi jaringan usaha, baik jaringan usaha yang baru akan ditentukan maupun yang saat ini sudah beroperasi, yang mana kedepannya diharapkan akan dapat mengembangkan jaringan usaha Perusahaan menjadi lebih luas dan produktif.
  • 165.
    Laporan Usaha TeknologiInformasi Perusahaan menyadari bahwa seiring dengan berkembangnya era teknologi, juga untuk bisa selangkah lebih maju dari yang lainnya dan dalam mencapai target Perusahaan untuk menjadi perusahaan pembiayaan kelas dunia, maka Perusahaan perlu menjadi sebuah Information Technology (IT)-Driven Company. Maka sejak tahun 2004, Adira Finance melakukan pengembangan bidang teknologi informasi secara lebih intensif dari sebelumnya untuk menunjang seluruh proses usaha. Persaingan diantara perusahaan pembiayaan yang semakin tinggi menuntut kemudahan dalam berinteraksi dengan mitra-mitra usaha Adira Finance yang loyal serta kecepatan pengambilan keputusan dalam menetapkan produk usaha yang tepat dan dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan termasuk institusi perbankan, merchant, bengkel, asuransi, pertokoan, rumah makan serta komunitas. Kebutuhan tersebut tertuang dalam cetak biru strategi teknologi informasi lima tahunan yang selalu diperbaharui secara berkala dan disesuaikan dengan strategi Perusahaan yang telah diseleksi berdasarkan urutan prioritas yang telah disepakati. Strategi tersebut meliputi pengembangan dan pemeliharaan aplikasi, infrastruktur, layanan teknis setelah peluncuran produk, data, keamanan, organisasi, anggaran biaya serta manajemen risikonya. Cetak biru strategi teknologi informasi tersebut memetakan seluruh inisiatif yang terkumpul di Perusahaan terhadap perkembangan dan ketersediaan teknologi informasi jangka panjang dan jangka pendek. Untuk merealisasi rencana-rencana yang telah tertuang di dalam cetak biru teknologi informasi tersebut, Subdirektorat Teknologi Informasi Adira Finance telah membangun organisasi yang lengkap dan kuat sehingga pengguna jasa dan produk teknologi informasi dapat menikmati produk dan layanan yang maksimal dalam waktu yang cepat. Seiring dengan perkembangan ragam dan kompleksitas pekerjaan yang mutlak harus ada di dalam organisasi, maka Subdirektorat Teknologi Informasi telah berkembang dan dapat disejajarkan dengan tingkatan Direktorat dengan 6 (enam) peran sub fungsi yang kritikal yaitu Business Support, Architecture & Planning, Solution, Services, Infrastructure dan Asset & Desktop Management. Seluruh fungsi dan kontrol yang berada dalam Subdirektorat Teknologi Informasi ini telah dibangun mengacu pada standar yang diterapkan 164 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Sub Direktorat Teknologi Informasi
  • 166.
    Laporan Usaha untukbank yakni Control Objective for Information and related Technology (COBIT), Information Technology Library (ITIL) dan PBI No. 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Secara umum, seluruh jaringan usaha Perusahaan terhubung dengan kantor pusat melalui media komunikasi dari beberapa perusahaan telekomunikasi dengan kapasitas sejumlah 45Mb, yang diyakini mampu mendukung operasi di seluruh jaringan usaha perusahaan. Jaringan komunikasi data ini memungkinkan pengguna sistem untuk mengakses berbagai aplikasi kantor yang tersedia secara terpusat termasuk dukungan untuk melakukan transaksi tunai di jaringan usaha maupun melalui berbagai jaringan pembayaran seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari pihak bank yang bekerjasama, PT Pos Indonesia (Persero) maupun melalui perangkat EDC (Electronic Data Capture) yang tersebar di seluruh jaringan usaha Perusahaan. Disamping itu, jaringan komunikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyediakan data cadangan atas data jaringan usaha di pusat data kantor pusat yang selanjutnya digunakan untuk keperluan transaksi ke pihak penyedia dana dan juga sebagai bahan analisa Manajemen. Dukungan Subdirektorat Teknologi Informasi terhadap Aplikasi Usaha Aplikasi usaha yang digunakan di seluruh cabang Adira diberi nama Ad1Sys yang diinspirasi dari kata Adira One System dipisahkan menjadi dua aplikasi menurut kebutuhanya yaitu Ad1sys.HQ dan Ad1sys.Online. Ad1sys.HQ merupakan aplikasi usaha lain yang digunakan oleh kantor pusat untuk melakukan pengolahan data terkait sumber pendanaan. Sedangkan Ad1sys.Online merupakan aplikasi in-house yang terintegrasi dengan data terpusat yang khusus dibangun untuk menunjang kebutuhan utama (core business) Adira Finance dan digunakan di seluruh kantor cabang Adira Finance. Aplikasi ini menyederhanakan proses di cabang melalui otomasi seluruh rantai proses usaha (supply chain process) pengelolaan kredit, memudahkan pencatatan dan pelaksanaan pada proses akuisisi serta simulasi kredit, proses verikasi dan persetujuan kredit, proses pelunasan dealer, proses pemantauan data pelunasan konsumen, proses penagihan, sampai pada proses penyimpanan kolateral. Berbagai fitur dan modul baru telah dikembangkan untuk membantu menyederhanakan proses usaha sekaligus untuk meningkatkan produktifitas kerja termasuk penggunaan sistem mobile, sistem bar code untuk Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), sistem antrian untuk pembayaran konsumen di jaringan usaha, sistem Pesan Singkat (SMS) gateway untuk pemberitahuan kepada konsumen dan dealer serta Gapura Gateway untuk integrasi ke agen penagihan, seperti bank dan lainnya. Managemen teknologi informasi Adira Finance senantiasa membangun kerjasama dengan perusahaan-perusahaan pendukung sarana infrastruktur teknologi informasi yang digunakan dan memastikan diperolehnya layanan yang optimal. Subdirektorat Teknologi Informasi Adira Finance bekerja sama dengan beberapa operator telekomunikasi untuk menjamin kelangsungan layanan teknologi informasi kepada usaha di seluruh pelosok Tanah Air dan telah berhasil mengimplementasikan mobile system untuk petugas lapangan di bagian pemasaran dan surveyor sehingga mampu meningkatkan efisiensi layanan secara signifikan pada proses pengajuan aplikasi kredit baru untuk semua jenis produk kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Mobile system ini telah merubah cara kerja petugas marketing dan surveyor di lapangan menjadi lebih efektif dan memungkinkan pengisian data aplikasi konsumen dilakukan di luar jaringan usaha Perusahaan yang ada. Hasil pengisian data dapat segera dikirim melalui media komunikasi Global Positioning Receiving Satelite (GPRS) dari setiap telepon genggam yang dimiliki petugas lapangan di bagian pemasaran ke petugas surveyor yang selanjutnya mengirim hasil survei ke bagian Credit Analyst yang akan melakukan persetujuan berdasarkan usulan dari sistem scoring untuk mempercepat pengambilan keputusan. Sistem ini telah berhasil mempercepat layanan kepada konsumen untuk memperoleh kendaraan bermotor dalam waktu yang sangat cepat. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 165
  • 167.
    Laporan Usaha GETFOLD 166 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 168.
    Laporan Usaha AplikasiAd1sys.Online dibangun di atas platform database pilihan (state-of-the-art) yang mampu mengikuti perubahan aplikasi yang terjadi karena mengikuti dinamika masing-masing divisi di Perusahaan yang selalu berusaha untuk bisa kompetitif dalam menghadapi persaingan pasar. Didukung oleh infrastruktur yang sesuai, seluruh kombinasi sistem yang dirancang oleh Subdirektorat Teknologi Informasi yang kompak ini, telah memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bisa mendukung rencana Perusahaan untuk agresif dalam menambah jumlah aset yang dikelola seiring dengan penambahan jumlah jaringan usaha Perusahaan. Ad1Sys.Online memiliki kelengkapan fitur yang dibutuhkan oleh cabang untuk melakukan transaksi harian dan pelaporan rutin yang bermanfaat untuk melakukan analisa pendapatan dan risiko. Lebih lanjut, sistem, modul-modul dan fitur penting di dalam Ad1Sys.Online lainnya dijabarkan sebagai berikut: • Modul Account Acquisition, Account Management, Collection Management, Collateral Management dan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 167 General Ledger yang terintegrasi; • Sistem Antrian (Queuing System) yang mengatur antrian konsumen yang akan melakukan pembayaran di cabang dan merekam kinerja pelayanan karyawan di kantor pelayanan; dan • Aplikasi MS2 (Marketing Survey Mobile System) merupakan aplikasi on-line yang dirancang dan dikembangkan dengan memanfaatkan perpaduan teknologi telepon genggam dan teknologi infrastruktur/ jaringan komunikasi GPRS yang mampu memberikan jangkauan komunikasi yang cukup luas di seluruh wilayah Indonesia. Berbasis teknologi tersebut, aplikasi MS2 memungkinkan setiap petugas pemasaran di luar cabang untuk mengirim aplikasi atas permintaan konsumen yang diterimanya langsung ke petugas koordinator di lokasi cabang untuk ditindaklanjuti oleh pihak pemeriksa, serta dalam waktu singkat dapat memperoleh jawaban atas hasil penilaian aplikasi tersebut untuk segera disampaikan kepada konsumen yang bersangkutan. Penggunaan MS2 di seluruh cabang MS2 telah mampu meningkatkan efisiensi proses Order-to-Purchase Order dengan tetap menjaga kualitas aset. Dukungan sistem yang berbasis web dan data yang tersentralisasi telah memungkinkan pembukaan jaringan usaha dilakukan dengan biaya yang relatif kecil. Subdirektorat Teknologi Informasi bekerjasama dengan Divisi Pengembangan Operasi dalam mengimplementasikan program Dealer Outlet yang menitikberatkan pada kegiatan pemasaran, survei dan penerimaan angsuran di premis dealer. Aplikasi serupa lainnya adalah Ad1Gate yang menyederhanakan rantai proses akuisisi untuk memproses kredit pembiayaan. Aplikasi yang berbasis web ini dapat digunakan secara on-line oleh dealer untuk mengajukan permintaan pembiayaan kendaraan bermotor sendiri langsung ke Adira Finance termasuk pemantauan proses verifikasi dan persetujuan atas setiap permintaannya, dalam hal ini aplikasi pembiayaan calon konsumen. Ad1Gate memperpendek rantai proses akuisisi kredit dengan memberi kemudahan dan kenyamanan kepada dealer untuk melakukan permintaan pembiayaan tanpa melalui petugas pemasaran maupun surveyor dari Adira Finance. Melalui aplikasi ini, Purchase Order (PO) tidak perlu dicetak oleh cabang sehingga dapat menghemat kertas, tinta, tenaga dan waktu, bahkan pengiriman PO dapat dilakukan secara real time pada saat permintaan disetujui oleh Komite Kredit, dan PO tidak perlu dikirimkan secara manual melalui kurir, MO atau CMO sehingga menghemat biaya, tenaga dan waktu pegiriman. Lebih lanjut, untuk membantu proses pengambilan keputusan oleh manajemen di tingkat kantor cabang maupun kantor pusat, Subdirektorat Teknologi Informasi telah mengimplementasi Decision Support System untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan. Decision Support System mengolah transactional data menjadi bentuk informasi yang mudah untuk dianalisa dan membantu dalam melakukan pengambilan keputusan berdasarkan fakta atau data yang tepat dan terkini. Manfaat lain yang dapat dirasakan penggunaannya antara lain sebagai berikut:
  • 169.
    Laporan Usaha 1.Memberikan dan menjadikan satu sumber data dan informasi yang dapat diandalkan (reliable data and information) untuk kepentingan pelaporan Manajemen dan aktivitas analisa; 2. Menyediakan data dan informasi secara tepat waktu (timely and up-to-date data & information) dengan meyakinkan ketersediaan data dan informasi yang terkini dan kemudahan memperoleh data dan informasi kapanpun dibutuhkan. Proses pembuatan laporan mulai dari kantor cabang, kantor area sampai dengan kantor pusat dapat dilakukan secara sistem dan tidak perlu membutuhkan waktu yang relatif lama serta hanya dibutuhkan beberapa karyawan saja untuk menyelesaikan proses ini; 3. Menyediakan pemahaman data dan informasi yang sama (universal view) dengan standardisasi bentuk, struktur dan cara penyampaian data dan informasi di dalam Perusahaan. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan pemahaman dan penyampaian data dan informasi dapat dipahami dan diterima pada saat bersamaan oleh setiap karyawan; dan 4. Merubah paradigma dalam proses pembuatan laporan dimana kantor pusat menjadi pihak penyedia dan perancang laporan untuk digunakan oleh cabang memanfaatkan kemudahan akses serta kontrol data dan informasi yang terpusat. Decision Support System Cabang dan Decision Support System Korporasi, keduanya merupakan hasil dari sistem informasi manajemen yang dimiliki dan dikelola oleh Perusahaan. Ruang lingkup data dan informasi Decision Support System mencakup keseluruhan data tingkat nasional, area dan cabang yang memuat kumpulan laporan yang telah disusun dan disajikan dalam suatu rangkaian analisa (analytical guideline reports). Analisa ini dapat diakses dan dinikmati oleh seluruh jajaran manajerial Perusahaan untuk membantu dalam setiap pengambilan keputusan taktis dan operasional. Dukungan Subdirektorat Teknologi Informasi Terhadap Aplikasi Pendukung Untuk memenuhi kebutuhan operasional pada fungsi-fungsi pendukung usaha, Subdirektorat Teknologi Informasi membangun dan mengimplementasi aplikasi-aplikasi pendukung yang secara arsitektur terintegrasi dengan dengan aplikasi utama, beberapa diantaranya antara lain sebagai berikut: • Aplikasi Ad1Suites, merupakan aplikasi kolaborasi antara content publishing dan workflow. Fasilitas content publishing yang dimiliki oleh aplikasi ini dapat dengan mudah digunakan dan dimanfaatkan oleh seluruh fungsi atau divisi untuk berbagi informasi. Layanan yang bersifat self service ini dapat digunakan untuk berbagi informasi mengenai program-program pemasaran yang baru, program-program pengembangan, foto-foto kegiatan karyawan dan kelompok kerja baik yang ada di kantor pusat maupun diseluruh kantor cabang. Aplikasi workflow yang dibangun di atasnya memungkinkan untuk dilakukannya proses permohonan dan pemantauan proses persetujuan yang berjenjang secara on-line dengan sistem alert yang langsung dikirim ke alamat email penerima dokumen. Sistem workflow secara on-line ini telah berhasil menekan penggunaan kertas yang semula dibutuhkan pada proses-proses manual tanpa menghilangkan fungsi pengendalian. Hal ini telah menjadi bukti keseriusan Adira Finance dalam mendukung penghijauan (Go Green). Sistem ini juga telah berhasil mengotomasi proses-proses administrasi yang menyangkut pemberian kompensasi karyawan yang semakin beragam seiring dengan bertambahnya jumlah karyawan serta variasi dari posisi dan jabatannya. • FAMS (Sistem Pengelolaan Aset Tetap), merupakan aplikasi untuk membantu proses pengadaan secara on-line mencakup proses pengajuan pembelian, pengadaan, pemeliharaan, proses mutasi dan perhitungan depresiasi aset tetap. Aplikasi procurement berbasis workflow ini dikemas dengan teknologi barcode scanner yang dapat memvalidasi unit dengan cepat dengan tingkat kesalahan yang sangat rendah. Integrasi sistem FAMS dan barcode scanner memungkinkan proses perhitungan nilai aktiva tetap dan pengkinian data dilakukan dengan cara yang sangat efisien. 168 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 170.
    Laporan Usaha MatahariTerbenam di Pulau Mahoro - Sulawesi Utara • E-admaxx, merupakan portal intranet Perusahaan yang dibangun untuk menampung kebutuhan seluruh divisi dalam hal bertukar data, informasi dan dokumentasi. Selain itu, E-admaxx juga dapat digunakan bagi seluruh pengguna intranet Perusahaan untuk penyimpanan dokumen, memberi informasi terkini mengenai kegiatan-kegiatan termasuk sebagai sarana diskusi di masing-masing divisi. • ServiceDesk, merupakan aplikasi berbasis web untuk menghubungkan karyawan pengguna produk dan jasa teknologi informasi (user) dengan penyedia jasa dan produk di Subdirektorat Teknologi Informasi. Melalui aplikasi ini, karyawan dapat berkonsultasi dan mengajukan permohonan bantuan maupun berkomunikasi dengan petugas Help Desk. Melalui catatan dan database permohonan yang masuk, Subdirektorat Teknologi Informasi dapat mengetahui setiap gejala permasalahan yang dihadapi oleh user. Melalui catatan (history) penangangan masalah yang tersimpan, Help Desk dapat dengan cepat melihat solusi yang disarankan dan mengkomunikasikannya kepada user. • Call Center. Adira Finance saat ini didukung oleh suatu sistem informasi yang akurat dan real time, yang memudahkan konsumen dalam mencari informasi terkait status aplikasi pembayarannya melalui telepon. Melalui layanan Call Center ini, konsumen Adira Finance cukup menghubungi call center untuk mengetahui status Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), angsuran, denda atau informasi untuk melakukan pelunasan dipercepat. • SMS Care Center, merupakan suatu media informasi dan komunikasi melalui SMS (Short Message Service). SMS Care Centre digunakan untuk pengiriman informasi kepada dealer dan konsumen atau calon konsumen terkait status aplikasi pembiayaan. Juga digunakan sebagai media komunikasi bagi konsumen untuk meminta informasi terkait transaksi pembiayaan atau menyampaikan keluhan pelayanan yang diterima. Lebih lanjut, SMS Care Center juga telah dimanfaatkan untuk mendukung Divisi Manajemen Pemulihan Aktiva untuk melacak dan menindaklanjuti aset pembiayaan yang berstatus hapus buku. • DRM (Dealer Relationship Management) menjadi bagian penting dalam strategi usaha pembiayaan, khususnya di Adira Finance. Menggunakan solusi dynamic software dari Microsoft, Adira Finance memulai proses CRM dari dealer yang merupakan bagian terpenting dalam usaha rantai proses pembiayaan perusahaan. • Ad1Flow, merupakan aplikasi workflow yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan dalam meningkatkan efisiensi proses yang terkait dengan permintaan persetujuan. Melalui implementasi aplikasi ini proses yang semula dilakukan secara manual selama ini (paper-based approval processes) dapat Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 169
  • 171.
    Laporan Usaha digantikandengan sistem termasuk proses persetujuan berjenjangnya. Secara keseluruhan, sistem workflow ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kontrol dan efisiensi karena seluruh prosesnya dilakukan secara elektronik sehingga transparan dan termonitor. Proses ini sangat membantu proses administrasi di seluruh divisi maupun departemen di Adira Finance dalam menyelesaikan proses persetujuan berjenjang yang melibatkan banyak divisi dan departemen. Ad1Flow telah terintegrasi baik dengan sistem Ad1Sys.Online dan Ad1Sys.HQ, sehingga proses jurnal sudah berjalan secara otomatis berdasarkan data yang dihasilkan oleh sistem workflow. Ad1Flow telah digunakan di Adira Finance untuk membantu kelancaran proses-proses sebagai berikut: - Proses Pengajuan Biaya (Payment Voucher Centralize) operasional kantor cabang; - Proses approval berjenjang pada pengajuan kebijakan internal; - Layanan ServiceDesk untuk seluruh permintaan terkait layanan yang diberikan oleh Divisi Dukungan Operasi dan Divisi Keuangan yang memungkinkan semua permintaan user ke Divisi Dukungan Operasi dan Divisi Keuangan dapat dimonitor secara jelas dan cepat. Setiap permintaan beserta solusinya akan tersimpan dan bermanfaat sebagai referensi untuk menangani permasalahan-permasalahan operasional yang terjadi di kantor cabang lainnya; - Proses pengawasan oleh Operation Risk Management System yang dirancang untuk mencatat dan mengawasi data mengenai kejadian-kejadian berisiko (Risk/Loss Event) oleh petugas yang bertanggung jawab, kepala bagian terkait, Internal Control/Quality Asssurance di area dan Unit Audit Internal; dan - Proses pengawasan secara terintegrasi oleh unit Quality Assurance dengan metode pengisian dan pelaporan hasil melalui sistem dan on-line berbasis web untuk merekam dan mengawasi secara nasional atas hal-hal yang memberi dampak terhadap kualitas produk dan layanan Adira Finance termasuk kejadian berisiko, ketidaksesuaian dokumen dan ketentuan Perusahaan yang dilanggar. Ketersediaan data tersebut akan menjadi alat analisa mengenai permasalahan yang terjadi sehingga bisa dirumuskan tindakan perbaikannya. Pencapaian atas proses-proses workflow telah berhasil menghemat biaya dalam jumlah yang signifikan, mempersingkat eksekusi proses pengajuan/permintaan dari masing-masing divisi serta mempersingkat waktu untuk menyelesaikan proses persetujuan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Service Level Standard yang disepakati. 170 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Proses tenun ikat Sumba Timur - NTT
  • 172.
    Laporan Usaha Untukkelancaran operasional Perusahaan, beberapa aplikasi pendukung lainnya juga telah diterapkan dengan baik misalnya Sistem Informasi Sumber Daya Manusia untuk pengelolaan tenaga kerja, Sistem Pemeliharaan Dokumen untuk mendukung pengelolaan BPKB, Clementine untuk mendukung pembuatan model risiko yang terintegrasi, Sistem Informasi Eksekutif berbasis web dan tempat penyimpanan data, akses yang dapat berpindah-pindah dan sebagainya. Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum dengan didukung oleh Subdirektorat Teknologi Informasi telah bekerjasama dalam mengembangkan fasilitas baru yaitu Ad1SAP-ESS, yang berfungsi sebagai media penyedia informasi mengenai karyawan dan untuk melakukan penilaian kinerja secara on-line. Dengan fasilitas ini, memungkinkan pelaksanaan proses konsolidasi hasil secara terpusat dan menjadi sangat efisien. Setiap karyawan dapat melakukan akses dan mengetahui detil dari data-data tentang karyawan yang bersangkutan di Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum, serta dapat memperbaharuinya bilamana terdapat kekeliruan dari data tersebut. Sebelumnya, karyawan harus melaporkan terlebih dahulu kepada Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum secara manual. Inisiatif Membangun Enterprise Architecture Adanya tantangan dalam pertumbuhan usaha yang semakin meningkat, peningkatan produktifitas, ketersediaan layanan teknologi informasi dan tata kelola teknologi informasi (IT Governance) yang diiringi dengan tantangan pada penurunan risiko usaha, cost per account dan kompleksitas yang relatif rendah, hal ini menuntut Adira Finance untuk membangun pondasi untuk strategi transformasi guna mencapai keunggulan operasional, konsolidasi aplikasi dan informasi, serta simplikasi teknologi infrastruktur. Pembangunan pondasi ini dilakukan melalui pengembangan Enterprises Architecture (EA) periode tahun 2012-2014 yang merefleksikan semua key issue & initiatives selama periode tersebut diantaranya adalah perubahan arsitektur usaha, Core Application Systems Overhaul, Services Oriented Architecture, Predictive Enterprise, 3 DC Configurations, Lean Report Generation Process, Data Integration Improvement, Document Management System, Single Identification Management, Business Process Management, IT Information blue-print, Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 171 Virtual Desktop dan Live SLA. Strategi transformasi yang dibangun ini bertujuan guna mencapai keunggulan operasional, kelincahan teknologi melalui standarisasi proses, konsolidasi aplikasi dan informasi, penyederhanaan infrastruktur teknologi, mengembangkan roadmap strategis dan solusi arsitektur yang memberdayakan usaha dan arah teknologi informasi, mengembangkan EA roadmap yang dapat meminimalisasi risiko, meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan mengakselerasikan waktu terhadap nilai (time to value) untuk solusi enterprise yang sesuai perkembangan usaha (business driven), mengembangkan bentuk arsitektur masa depan yang konsisten dan berkualitas, mengeksplorasi semua area arsitektur yang relevan guna identifikasi atau mitigasi risiko dan menilai pengaruh terjadinya perubahan terhadap usaha, serta menyediakan panduan di awal untuk secara efisien bergerak maju dari visi arsitektur ke realisasi. Rencana Pemulihan Kerusakan Untuk menjaga kelangsungan usaha operasional Perusahaan dari bencana yang mungkin terjadi, baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun karena gangguan atau kerusakan yang terjadi pada sistem produksi, maka Subdirektorat Teknologi Informasi telah membangun beberapa alternatif sistem pengaman yang antara lain dijabarkan sebagai berikut:
  • 173.
    Laporan Usaha •Membangun konfigurasi server dan database yang handal dengan sistem clustering yang secara pintar mampu berjalan di saat sebagian perangkat tidak berfungsi normal; • Merancang redundant concept untuk hardware atau infrastruktur yang kritikal; • Membangun Pusat Pemulihan terhadap Bencana (Disaster Recovery Center) di lokasi dengan jarak dan kondisi menurut Standar Keamanan Perusahaan (ISO 27001) yang didukung oleh pelaksanaan ujicoba perencanaan pemulihan secara berkala yang memungkinkan diaktifkannya sarana cadangan di lokasi pemulihan dalam toleransi waktu yang telah disepakati; dan • Membangun rencana kelangsungan usaha untuk melindungi seluruh aset teknologi informasi termasuk personil dan mengujicobanya secara berkala. Keamanan dan Sentralisasi Sistem Sebagai komitmen Subdirektorat Teknologi Informasi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan atas jasa penyediaan data dan informasi kepada seluruh user, maka Subdirektorat Teknologi Informasi melakukan pengembangan dan perbaikan arsitektur jaringan Perusahaan dan mengimplementasikan sejumlah perangkat pengaman jaringan dengan kualitas yang memenuhi standar keamanan ISO 27001. Subdirektorat Teknologi Informasi juga telah bekerjasama dengan konsultan keamanan sistem terkemuka untuk mencapai tingkat keamanan jaringan yang ditentukan. Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan pengawasan, Subdirektorat Teknologi Informasi bekerjasama dengan Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Audit Internal PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Subdirektorat Teknologi Informasi juga secara aktif menyediakan informasi terkait cyber crime yang sedang marak saat ini. Dari waktu ke waktu, informasi terkait perkembangan kriminalitas ini dan langkah-langkah dalam menghindarinya akan disebarkan kepada karyawan Perusahaan melalui fasilitas e-mail. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan akan membangun kesadaran karyawan untuk lebih berhati-hati sehingga dapat menghindari kerugian yang mungkin bisa terjadi baik kepada karyawan pribadi maupun Perusahaan. Terkait dengan proses sentralisasi data yang sudah berjalan dengan sempurna, Subdirektorat Teknologi Informasi secara berkesinambungan melakukan pemantauan atas proses tersebut. Dengan proses sentralisasi data ini, maka kemudahan, kecepatan dan ketepatan dalam beberapa prosedur seperti proses analisa kredit, pembiayaan baru, akuntansi dan lainnya akan dapat berjalan dengan lebih efisien. Sentralisasi yang sudah berjalan dengan baik ini telah memudahkan dan mempercepat proses-proses yang dilakukan di dalam Perusahaan dan juga dapat meningkatkan kualitas pekerjaan yang dilakukan masing-masing karyawan yang terlibat. Lebih lanjut, Perusahaan juga terus mengembangkan situs web yang dimiliki dengan menambahkan fitur-fitur baru yang dapat memberikan informasi dan kemudahan bagi masyarakat untuk mengetahui mengenai kondisi Perusahaan. Secara umum, situs web Perusahaan ini berguna dalam memberikan informasi mengenai posisi, kondisi, kinerja dan prospek keuangan serta hal-hal bukan keuangan lainnya, seperti perubahan struktur pemegang saham dan pedoman etika untuk memungkinkan dilakukannya analisa terbuka oleh masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat diharapkan dapat mengakses situs web tersebut yang bisa memberikan informasi kompherensif mengenai kegiatan operasional, kinerja Perusahaan dan berbagai informasi lainnya yang juga berguna bagi masyarakat, pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Masyarakat umum dapat mengakses informasi tentang Perusahaan di situs web www.adira.co.id. Untuk keperluan internal Perusahaan maupun untuk berbagi informasi dan pengetahuan diantara karyawan, Perusahaan memiliki jaringan intranet yang menyediakan informasi mengenai perkembangan operasional, keuangan dan administrasi di lingkungan Perusahaan. Jaringan intranet Perusahaan dapat diakses oleh seluruh karyawan Perusahaan. 172 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 174.
    Laporan Usaha SinarSang Surya Tanjung Papuma - Jember Lebih lanjut, Perusahaan sudah menerapkan proses pelaporan dan pembayaran pajak yang dilakukan secara terpusat. Dengan teknologi informasi terkini, Perusahaan yang dibantu oleh konsultan eksternal telah melakukan kemudahan di dalam pelaporan dan pembayaran pajak kepada Negara melalui fasilitas sistem dokumentasi elektronik. Sejalan dengan penggunaan sistem dokumentasi elektronik yang telah berjalan sempurna, Perusahaan juga melakukan terobosan baru dalam pelaporan tahunan pajak kepada Negara melalui sistem elektronik SPT (e-SPT). Penggunaan sistem ini juga dibantu oleh konsultan eksternal. Seperti halnya dengan sistem dokumentasi elektronik, Perusahaan juga telah merasakan banyak manfaat dengan digunakannya sistem e-SPT ini, antara lain yaitu aktivitas menjadi lebih mudah, selain ketepatan waktu dan keakuratan angka menjadi lebih terjamin dengan satu langkah lebih maju di bidang teknologi informasi ini. Karyawan yang menangani proses perpajakan Perusahaan juga telah merasakan kemudahan penggunaan e-SPT ini. Perusahaan juga telah melakukan perubahan proses pelaporan perpajakan atas seluruh cabang yang dimiliki dengan menggunakan sistem TaxXpert. Dengan menggunakan sistem ini, seluruh pelaporan dapat diolah dan dikerjakan secara bersamaan oleh karyawan-karyawan di Departemen Pajak dan hasilnya kemudian dapat langsung dilaporkan kepada Direktorat Jendreral Pajak (DJP) melalui internet (e-filing). Kemudian Perusahaan sudah mengaplikasikan suatu sistem baru yang disebut e-tax yaitu suatu sistem yang mendukung dan memberikan keamanan, kemudahan dan keakuratan di dalam proses pembayaran seluruh kewajiban perpajakan Perusahaan melalui internet. Sistem e-tax ini merupakan hasil dari kerjasama Perusahaan dengan PT Bank OCBC NISP Tbk, yang dilakukan dengan mengakses langsung ke dalam modul yang sudah dipersiapkan oleh PT Bank OCBC NISP Tbk melalui web page Bank tersebut, yang selanjutnya pajak terhutang akan dibayarkan langsung kepada Kas Negara. Sistem baru ini telah memberikan manfaat di dalam proses penyelesaian kewajiban perpajakan Perusahaan, baik semenjak penyusunan dokumen pembayaran yaitu Surat Setoran Pajak (SSP) yang bersifat klerikal sampai dengan penyelesaian pembayaran kewajiban perpajakan, yang dapat dilakukan dari komputer saja tanpa beranjak dari tempat duduk. Semua proses tersebut dilakukan hanya dalam waktu 1 hari kerja, dimana sebelumnya proses tersebut memerlukan waktu 3 hari kerja (termasuk proses menunggu kembalinya SSP dari bank). Pencapaian lainnya yang didukung oleh Subdirektorat Teknologi Informasi adalah proses sentralisasi pembayaran ke dealer. Subdirektorat Teknologi Informasi telah menyiapkan aplikasi tambahan yang dapat mendukung kemudahan, kecepatan dan keakuratan di dalam pembayaran kepada sekitar 15.000 dealer yang menjalin kerjasama dengan Perusahaan. Sebelumnya, Perusahaan melakukan pembayaran ke dealer dengan mekanisme desentralisasi di cabang. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 173
  • 175.
    Laporan Usaha 174| Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Sub Direktorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum Sumber Daya Manusia Dalam 5 tahun terakhir ini, saldo piutang pembiayaan konsumen yang dikelola Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 32%, sedangkan secara laba bersih bertumbuh sebesar 30%. Walaupun suatu perusahaan mungkin memiliki strategi korporat yang efektif, struktur organisasi yang paling tepat dan sistem terkini, namun semua hal ini tetap perlu digerakkan oleh sumber daya manusia yang berkompeten dengan loyalitas yang tinggi. Perusahaan menyadari bahwa pengembangan sumber daya manusia memiliki korelasi langsung dengan pengembangan Perusahaan, maka sejak awal, Perusahaan telah memberikan perhatian yang besar dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Secara garis besar, Perusahaan melihat adanya beberapa elemen penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut: • Leader-driven Enterprise, yang mana Perusahaan percaya bahwa collective leaders seharusnya tersebar merata di setiap tingkatan dalam Perusahaan. Perusahaan berupaya dalam membangun pemimpin sebanyak mungkin dan para pemimpin ini akan bekerjasama dalam menjalankan visi, misi dan filosofi Perusahaan; • Managing by Values, yang mana nilai-nilai budaya Perusahaan yang kokoh menjadi pegangan dan dilaksanakan oleh segenap karyawan sebagai perilaku keseharian dalam bekerja. Proses pengembangan sumber daya manusia dalam Adira Finance dimulai dari dasar yaitu penanaman nilai dan prinsip, yang ketika terbentuk dalam setiap individu tidak hanya membawa manfaat bagi Perusahaan, tetapi juga bagi individu itu sendiri. Filosofi dasar Perusahaan adalah “untuk memberikan hasil kerja yang sempurna dan berkomitmen melalui kerjasama yang berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat”, yang kemudian dijabarkan dalam 8 Prinsip dasar yakni Advance, Discipline, Integrity, Reliability, Accountability, Teamwork, Obsessed dan
  • 176.
    Laporan Usaha Professionalism(disingkat ADIRA TOP). Prinsip dasar ini kemudian membentuk sistem dan perilaku di tempat kerja, yang seiring dengan berjalannya waktu menjadi kebudayaan Perusahaan; • The Power of Team Synergy, yang hendak dibangun oleh Perusahaan adalah suatu tim yang kuat, karena dengan bekerjasama sebagai sebuah tim, hasil kerja akan jauh lebih baik dan lebih optimal dibandingkan dengan hasil kerja secara individu; • People-focused Execution, yang mana strategi harus ditindaklanjuti dengan eksekusi. Di dalam Perusahaan, eksekusi harus dikerjakan oleh setiap orang, baik pemimpin maupun orang yang dipimpin. Eksekusi harus ditopang oleh kekuatan potensi sumber daya manusia; • Winning Spirit, yang mana Perusahaan membangun orang-orang dengan mentalitas seorang pemenang. Perusahaan menanamkan keberanian di dalam lingkungan kerja untuk mengeksplorasi hal baru, umpan balik yang jujur dan tidak dibuat-buat serta keterbukaan; dan • Human Empathy, yang mana Perusahaan berusaha dalam memfasilitasi terwujudnya kehidupan yang seimbang bagi setiap karyawan. Peran Perusahaan adalah menjembatani agar karyawan tetap bisa beraktualisasi secara proporsional di seluruh kehidupan. Perusahaan selalu menjunjung tinggi persamaan kesempatan bagi seluruh karyawannya. Pengertian persamaan kesempatan adalah setiap karyawan diperlakukan secara profesional dan wajar di dalam upaya setiap karyawan untuk memperlihatkan hasil kerjanya demi mengembangkan dan meningkatkan karir dari karyawan yang bersangkutan. Lebih lanjut, Perusahaan tidak membedakan setiap karyawannya baik berdasarkan suku, ras, agama dan jenis kelamin melainkan perusahaan akan menilai hasil kerjanya sebagai dasar kenaikan karir karyawan yang bersangkutan. Bahkan, Perusahaan selalu memberikan dukungan dalam menunjang setiap karyawan untuk meningkatkan karirnya. Salah satu prakarsa penting yang terus dilanjutkan pada tahun 2011 adalah penerapan program talent management dan retensi karyawan. Dalam talent management, telah dipilih karyawan yang potensial dengan prestasi terbaik dan kepada mereka diberikan program pengembangan dan pelatihan khusus untuk pembekalan mereka sebagai penerus masa depan. Lebih lanjut, Perusahaan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk dapat dipromosikan ke jabatan/posisi yang lebih tinggi. Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum juga memastikan bahwa karyawan terpilih akan menerima remunerasi yang kompetitif dibandingkan dengan pasar tenaga kerja dan hal inilah yang dijalankan dalam program retensi karyawan. Di dalam program ini, karyawan yang terpilih diharapkan dapat meningkatkan loyalitas dan produktivitas mereka, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi kinerja Perusahaan. Rekrutmen dan Kualitas Sumber Daya Manusia Seiring dengan pengembangan struktur organisasi yang lebih fokus pada masing-masing fungsi, penambahan jaringan usaha dan banyaknya perubahan fungsi jaringan usaha, maka jumlah karyawan Adira Finance mengalami pertumbuhan bersih sebanyak 3.880 karyawan selama tahun 2011, sehingga jumlah karyawan Perusahaan telah mencapai lebih dari 28.272 ribu karyawan dengan beragam tingkat pendidikan, dengan mayoritas karyawan Perusahaan mempunyai gelar diploma dan sarjana. Proses rekrutmen di Adira Finance dilakukan secara sistematis di bawah sistem kerja yang disebut Strategic Human Capital and Organization Development. Dengan sistem kerja ini, diharapkan Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 175
  • 177.
    Laporan Usaha dapatmenjamin integrasi dan konsistensi yang berkelanjutan antara seluruh kebijakan maupun aktivitas pengembangan sumber daya manusia dengan kebijakan-kebijakan strategis Perusahaan. Pelatihan dan Potensi Untuk mempercepat pencapaian pengetahuan dasar Perusahaan yang efektif, Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum menyadari pentingnya pelatihan dan pengembangan karyawan melalui peningkatan kompetensi yang berkesinambungan serta membentuk kelompok pembelajaran. Pembentukan kelompok pembelajaran ini diharapkan dapat menganalisa serta mengidentifikasikan kebutuhan Perusahaan dan karyawan, juga memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menyiapkan pelatihan yang dibutuhkan antara lain pelatihan bidang kredit, operasional dan teknologi informasi, serta kepemimpinan dan manajerial. Perusahaan sangat percaya bahwa karyawan yang kompeten, profesional, disiplin, mempunyai integritas dan motivasi yang tinggi akan menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan Perusahaan. Sejalan dengan strategi jangka panjang yang telah ditetapkan, pemberdayaan pembelajaran dalam rangka peningkatan kompetensi dan daya saing Perusahaan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari masing-masing kepala departemen/divisi, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh individu yang ada di dalam Perusahaan. Proses ini dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsisten melalui program pelatihan serta pengembangan yang tepat dan terstruktur. Pada akhirnya, kelompok pembelajaran yang terbentuk bersama dengan Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum diharapkan mampu menciptakan kultur belajar yang berkesinambungan dan akan terus berjalan secara efektif dan efisien di dalam kegiatan sehari-hari oleh masing-masing karyawan. Lebih lanjut, Adira Finance telah berhasil membangun struktur pengembangan karyawan dan manajemen karir baru yang telah diterapkan sejak tahun 2006. Perusahaan telah merestrukturisasi Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum, yang saat ini memfokuskan pada bidang ini dengan pembentukan departemen terkait yaitu Departemen Pengembangan Manajemen Karir. Selama 3 tahun ini, Perusahaan terus menyelenggarakan program pengembangan dan pelatihan karyawannya, dengan rincian jumlah karyawan yang dilatih dan beban pelatihan sebagai berikut: Keterangan 2011 Jumlah peserta dalam total pelatihan Beban pelatihan dan pendidikan (dalam Miliar Rupiah) Perusahaan secara konsisten meningkatkan pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia untuk mengasah kemampuan dari tiap karyawan dan membangun karakter kepemimpinan dari tiap karyawan yang akhirnya akan melahirkan pemimpin yang kompeten. Pelatihan internal yang diadakan Perusahaan selama tahun 2011 antara lain adalah: 1. Pelatihan Wajib (Orientasi Karyawan Baru dan Fungsi Baru) Merupakan pelatihan yang diperuntukkan bagi seluruh karyawan baru atau fungsi yang baru di lingkungan Adira Finance. Pelatihan ini telah dilaksanakan sebanyak 6 batch untuk tingkat staff dan 2 batch untuk tingkat kepala departemen ke atas. 2. Pelatihan Fungsional Merupakan pelatihan mengenai teknikal sesuai dengan bidang pekerjaan/fungsi pekerjaan dan tingkat jabatan, seperti Customer Service, Interviewing Skill, Basic Excel, Train The Trainer, Motivational Training dan lainnya. 176 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 30.012 41,4 2010 32.485 16,1 2009 8.546 11,8
  • 178.
    Laporan Usaha Rumahtradisional suku Bajo - Gorontalo Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 177 3. Pelatihan Kualifikasi Merupakan pelatihan untuk menempati posisi baru yang lebih tinggi (promosi) melalui jalur Business Development Officer Training (BDOT) dan Adira Management Development Program (AMDP). 4. Pelatihan Tambahan Berupa pelatihan umum untuk menambah pengetahuan dan wawasan karyawan yang berhubungan dengan industri Perusahaan dan pelatihan leadership untuk memperkuat aspek kepemimpinan bagi karyawan tingkat penyelia ke atas. Pelatihan tersebut, antara lain adalah: Emotional Spiritual Quotient (ESQ), Adversity Spiritual Quotient (ASQ), Pria Sejati, Wanita Bijak, Bahasa Inggris, Perencanaan Keuangan, Growing People dan lainnya. Adira Finance memiliki talent management yang merupakan suatu proses untuk menciptakan pemimpin di setiap tingkat dan memastikan adanya keahlian memimpin yang memadai untuk mendorong kinerja usaha dan memenangkan persaingan. Perusahaan juga menyadari mengenai kebutuhan akan pimpinan-pimpinan berkualitas di dalam memenuhi kebutuhan operasional Perusahaan yang terus berkembang, maka Perusahaan membuat suatu acuan mengenai standardisasi program promosi kaderisasi untuk tingkatan manajer. Hal ini dilakukan untuk terus menciptakan manajer yang berkualitas, tidak hanya dari sisi hard skill tetapi juga untuk memiliki kualitas kepemimpinan (leadership) yang handal. Pengembangan karir di Adira Finance disusun dengan menggunakan roadmap yang memberikan gambaran rinci mengenai pelatihan yang dibutuhkan terkait pengembangan karir sebagai tujuan utama. Adira Finance memberikan peluang untuk berkembang melalui beberapa program manajemen karir yang disebut ‘Program Pengembangan Karir Individu’ sebagai salah satu bagian dari penerapan talent management. Program ini menggambarkan pelatihan yang dibutuhkan agar dapat mendukung pelaksanaan kerja dan meningkatkan kemampuan dan kapabilitas masing-masing karyawan. Perusahaan juga telah mengembangkan dan menerapkan program kaderisasi (Management Trainee) yang berkesinambungan sejak tahun 2003 untuk memberikan peluang karir bagi karyawan yang berpotensi dan berprestasi, guna menciptakan pemimpin-pemimpin di masa depan bagi Perusahaan. Melalui program kaderisasi tersebut, Adira Finance telah melahirkan lebih dari 312 pemimpin baru.
  • 179.
    Laporan Usaha Perusahaanmelaksanakan program Adira Management Development Program (AMDP) yang terus disempurnakan dari tahun ke tahun yaitu pelatihan yang bersifat kualifikasi yang ditujukan untuk kenaikan jabatan atau promosi, yang mana pelatihan ini merupakan pembekalan dasar untuk karyawan-karyawan yang akan dipromosikan ke tingkat manajer. Kualitas pelatihan dan pembelajaran selalu dievaluasi secara berkala dan mengacu pada standar pengembangan sumber daya manusia serta keseluruhan investasi pelatihan dan pembelajaran yang terus dipantau untuk memastikan efektivitasnya, terutama dalam menciptakan iklim pelatihan dan pembelajaran yang kondusif. Lebih lanjut, Perusahaan juga terus mendukung para karyawan untuk ikut berpatisipasi dalam program Quality Control Circle (QCC) dalam rangka menyempurnakan proses internal secara berkesinambungan demi peningkatan produktifitas karyawan. Jumlah karyawan yang terlibat QCC untuk tahun 2011 sebanyak 3.464 karyawan yang terkelompok menjadi 597 tim. Pada tahun 2011, tim QCC Adira Finance kembali diikutsertakan dalam Indonesia Quality Convention (IQC) pada bulan Desember 2011 di Balikpapan, yang mana perwakilan Perusahaan berhasil meraih 2 (dua) medali emas dalam ajang QCC tersebut. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Perusahaan telah menggunakan sistem HRIS-MSS (Human Resources Information System - Manage Self Service) dalam operasionalnya. Dengan sistem ini, karyawan dapat mengakses langsung data karyawan dan struktur organisasi yang ada saat ini di Perusahaan. Selain itu, Manajemen Perusahaan dapat melakukan penilaian untuk memilih orang yang berkualitas untuk ditempatkan pada posisi tertentu dan mengelola pengembangan karir bagi karyawan serta menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan yang tepat untuk mereka. Sistem ini membantu Manajemen Perusahaan dalam melaksanakan penggantian atau suksesi pimpinan yang merupakan unsur sangat penting bagi Perusahaan dalam memenuhi misinya. Dengan adanya perangkat ini, Perusahaan mampu menjalankan strateginya dengan baik untuk mengatasi persaingan yang semakin sengit. Dalam rangka mengembangkan manajemen sumber daya manusia Perusahaan, Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum memperkenalkan sistem Ad1Sap-ESS/MSS. Adanya sistem ini akan semakin mempermudah karyawan dalam memperoleh informasi mengenai dirinya sendiri yang terkait dengan data yang ada di divisi tersebut. Penilaian Kinerja Karyawan Perusahaan melakukan penilaian karyawan secara rutin setiap 6 bulan. Penilaian akhir dari masing-masing karyawan ditentukan dengan menghitung rata-rata dari penilaian semester pertama dan kedua pada tahun tersebut. Pedoman untuk mencapai prestasi-prestasi tertentu melalui Key Performance Indicator (KPI) ditentukan setiap awal tahun dan diinformasikan kepada masing-masing karyawan sesuai dengan fungsinya. Selanjutnya, seluruh Pejabat Senior akan melakukan pertemuan tahunan untuk menganalisa KPI yang diberikan kepada bawahan agar sesuai dengan kondisi saat ini dan relevan dalam 1 tahun ke depan. Seluruh kriteria di KPI disusun dengan pendekatan kuantitatif, yang mana seluruh kriteria yang disajikan dapat benar-benar objektif bagi setiap karyawan. 178 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 180.
    Laporan Usaha RumahPanjang - Kalimantan Barat Penilaian dilakukan oleh masing-masing karyawan (self assessment), yang kemudian didiskusikan dengan atasannya melalui mekanisme Counseling. Dalam Counseling tersebut, atasan dari karyawan tersebut akan memberikan pengarahan dan nasihat kepada karyawan terkait untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Hal ini sangat diperlukan untuk saling memahami antara atasan dan bawahan terkait pekerjaan yang dilakukan guna mencapai proses dan hasil pekerjaan terbaik, meningkatkan kerjasama bawahan dan atasan dalam melakukan serta meningkatkan kualitas proses dan hasil pekerjaan. Karyawan juga diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian kepada atasannya masing-masing. Hal ini menjadi nilai tambah dalam sistem penilaian kinerja Perusahaan karena atasan dan bawahan dapat saling menilai untuk memastikan komunikasi dan kerjasama antara atasan dan bawahan selalu terjalin dengan baik. Prestasi karyawan pada akhirnya akan menuju pada suatu kurva normal yang terbentuk dengan sendirinya. Hal ini terwujud bilamana KPI yang diberikan masih dapat diandalkan dan relevan, sehingga mencapai suatu tingkat objektivitas yang wajar. Penghargaan Karyawan dan Sanksi Adira Finance berupaya untuk menciptakan keselarasan antara kepentingan karyawan dengan kepentingan Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan berupaya untuk menyempurnakan kebijakan remunerasi yang ada dan menyesuaikan dengan kondisi pasar terutama pada industri yang sejenis. Kenaikan remunerasi ditentukan berdasarkan tingkat inflasi dan prestasi sesuai dengan indikator kinerja masing-masing bagian. Sebagian komponen remunerasi diterapkan dengan sistem insentif dan bonus yang mengacu pada kinerja dari setiap karyawan sehingga karyawan yang berprestasi akan memperoleh penghargaan yang sesuai dengan kinerja mereka, yang juga akan mendorong karyawan lain untuk mengikuti langkah mereka. Tunjangan-tunjangan karyawan lainnya, seperti tunjangan kesehatan, transportasi, komunikasi dan lainnya juga akan disesuaikan mengikuti kondisi yang ada saat ini. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 179
  • 181.
    Laporan Usaha Padatahun 2011, Perusahaan telah mencadangkan kewajiban atas imbalan kerja karyawan sebesar Rp 117,1 miliar, yang perhitungannya dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Sebagian dari cadangan juga telah dialokasikan untuk dana pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kepastian atas ketersediaan dana imbalan kerja kepada karyawan Perusahaan pada saat mereka pensiun. Perusahaan juga memberikan penghargaan Tunjangan Jasa Jangka Panjang bagi karyawan yang telah berdedikasi terhadap Perusahaan untuk masa kerja lebih dari 6 tahun. Selain itu, Perusahaan juga memberikan sanksi kepada karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan Perusahaan maupun kepada karyawan yang tidak berprestasi. Sanksi diberikan dalam bentuk surat peringatan, penurunan pangkat sampai dengan pemutusan hubungan kerja. Selama 3 tahun terakhir, sanksi yang telah diberikan Perusahaan adalah sebagai berikut: Keterangan 2011 Surat Peringatan Penurunan Pangkat Pemutusan Hubungan Kerja Perubahan Struktur Organisasi Selama tahun 2011, Perusahaan masih terus melakukan beberapa penyempurnaan dalam struktur organisasinya dengan pengembangan atau perubahan nama pada divisi atau departemen terkait. Untuk menunjang peranan fungsional, dibentuklah beberapa subdirektorat dengan dikepalai oleh wakil direktur, yang mana telah dilakukan penambahan atas dua subdirektorat yaitu Subdirektorat Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 3 untuk pembiayaan sepeda motor bekas dan Subdirektorat Kredit. Lebih lanjut, dilakukan juga pemisahan fungsi pemantauan kredit antara portofolio sepeda motor dan mobil menjadi 2 divisi yaitu Divisi Kredit Sepeda Motor dan Divisi Kredit Mobil. Pada tahun 2011 ini, dilakukan perubahan pada jalur pelaporan juga untuk meningkatkan efektifitas operasional yaitu Divisi Pemasaran Pembiayaan Non Dealer yang semula bertanggung jawab langsung kepada Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor dan Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil saat ini berada di bawah naungan Divisi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Bekas. Divisi Manajemen Pemulihan Aset, Divisi Pemulihan dan Divisi Penagihan yang semula berada di bawah naungan Direktorat Operasi saat ini menjadi bagian dari Direktorat Manajemen Risiko. Divisi Komunitas yang semula merupakan bagian dari Direktorat Operasi saat ini menjadi berada di bawah naungan Direktorat Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor dan Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil. Pencapaian Selama Tahun 2011 Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum melakukan pengembangan secara berkesinambungan. Dalam upaya mengembangkan pelayanan yang dapat disediakan kepada internal karyawan Perusahaan, Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum telah memiliki sistem on-line yang disebut Ad1SAP yang dapat diakses oleh karyawan Perusahaan secara nasional. Melalui sistem ini, beberapa aktivitas sudah berjalan saat ini adalah melihat data pribadi karyawan yang tersimpan di data Perusahaan, melihat slip gaji bulanan, penilaian kinerja, pengajuan izin, cuti, dan lain-lain. Beberapa pengembangan sistem Ad1SAP antara lain fitur pengelolaan password karyawan, fitur pengelolaan data pribadi dan status pajak, serta fitur klaim tunjangan karyawan telah dilakukan melalui sistem, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses. 180 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 1.904 107 60 2010 2.146 43 110 2009 1.345 48 109
  • 182.
    Laporan Usaha AdiraTraining Center pun telah didirikan pada tahun 2011. Wadah ini memberikan berbagai pelatihan seperti on-the-job training , e-learning, hand book dan tools kit yang berhubungan dengan kompetensi utama (core competency) dan kompetensi teknis (technical competency) yang telah ditetapkan pada masing-masing fungsi. Survei atas Sumber Daya Manusia Adira Finance Pada tahun 2011, Perusahaan menerima hasil survey Employee Opinion Survey (EOS) yang telah dilakukan pada tahun 2010, yang mana hasil dari laporan yang diperoleh adalah saran peningkatan dalam aspek penghargaan antara sesama karyawan. Untuk itu, Subdirektorat HRDGA telah menginisiatifkan tindak lanjut atas hasil survey tersebut dengan mendorong setiap karyawan Perusahaan untuk memberikan apresiasi terhadap rekan kerjanya melalui lembar appreciation card yang dibagikan kepada semua karyawan Perusahaan. Pada akhir bulan Desember 2011, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk yang bekerjasama dengan institusi penyedia jasa konsultasi berskala internasional yaitu GALLUP, menyelenggarakan survei yang dilaksanakan di semua perusahaan yang tergabung dalam grup PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Adapun, survei yang dilaksanakan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Survei kali ini disebut Employee Engagement Survey (EES). Fokus dari survei ini terutama untuk melihat bagaimana karyawan dapat meningkatkan keterikatan di dalam unit kerja dan organisasi secara keseluruhan yang pada akhirnya diharapkan akan dapat memperbaiki lingkungan kerja dan meningkatkan kinerja organisasi. Hingga akhir tahun 2011, proses pengolahan hasil survei tersebut masih terus berlanjut. Manajemen percaya bahwa salah satu kunci pendorong berkembangnya kinerja positif adalah karena adanya keterbukaan dan kebebasan menyampaikan gagasan dan kritik secara terbuka di dalam organisasi, kesempatan yang sama yang diberikan oleh Perusahaan kepada setiap karyawan tanpa unsur diskriminasi, kerjasama tim yang solid, visi dan misi yang diterapkan sebagai panduan pembuatan keputusan dalam organisasi serta keteladanan atasan yang membangun integritas. Perusahaan juga berusaha dalam memberikan penghargaan kepada karyawan melalui sistem remunerasi yang berdasarkan pada kinerja karyawan. Atmosfir dan lingkungan kerja yang positif, kultur perusahaan yang kuat dan sehat, ruang untuk berkembang dan penghargaan yang seimbang menjadi motivasi bagi karyawan untuk memberikan kinerja yang maksimal dan menjadi salah satu aset penting Perusahaan. Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Tahun 2012 Di tahun 2012 mendatang, sesuai dengan tema yang dicanangkan dalam Perusahaan yaitu “Leading Through Strong Culture and Team Synergy”, Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum akan terus melanjutkan dan mengembangkan program pembentukan budaya Perusahaan dan sinergi tim untuk mempertahankan budaya kerja yang telah terbentuk dengan baik di Adira Finance, diantaranya melalui: • pelaksanaan program culture and team synergy (CTS) di setiap tingkatan organisasi yang dimulai dari Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 181 manajemen atas, manajemen tingkat menengah hingga staff; • Kegiatan Gerakan Manajemen Turun ke Bawah atau biasanya disingkat Gemba yang dijalankan di sembilan area di seluruh Indonesia guna memperoleh timbal balik dari karyawan; • pelaksanaan kegiatan management team building di seluruh divisi; • melaksanakan program regular culture development di kantor pusat dan seluruh jaringan usaha seperti doa pagi bersama, pemutaran video ADIRA TOP Sharing dari Manajemen; dan • kegiatan menghidupkan lingkungan kerja yang profesional namun tetap menyenagkan.
  • 183.
    Laporan Usaha Tahun2012 juga merupakan tahun Produktifitas, dimana dalam strategi Perusahaan, dicanangkan bahwa salah satu kegiatan utama yang hendak diimplementasikan adalah bagaimana seluruh divisi dapat mengembangkan program peningkatan produktifitas sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sejalan dengan program tersebut, Subdirektorat Sumber Daya Manusia & Bagian Umum terus melakukan pemantauan terhadap produktifitas karyawan, menelaah dan membangun sistem reward and punishment yang berhubungan langsung dengan produktifitas karyawan, melakukan penelaaahan organisasi bersama dengan seluruh divisi untuk membuat suatu rancangan organisasi yang lebih efisien dan efektif. Lebih lanjut, dalam upaya mendukung bisnis Perusahaan pada tahun 2012, talent management di Adira Finance akan lebih disempurnakan dengan lebih mengarahkan kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program kaderisasi untuk membentuk pemimpin-pemimpin masa depan di Adira Finance akan terus ditingkatkan, baik dari kandidat internal maupun eksternal. Walaupun tetap mengutamakan kandidat internal dalam pengisian organisasi, namun kandidat eksternal tetap diberikan kesempatan untuk memperkaya wawasan dan memberi warna lain dalam organisasi. Adapun rasio kandidat internal dan eksternal dalam program kaderisasi tersebut adalah 85% internal berbanding 15% eksternal. Penghargaan yang Diterima oleh Adira Finance Terkait Fungsi-Fungsi Pendukungnya Adira Finance yakin bahwa dengan berkarya untuk memberikan hasil kerja yang sempurna dan berkomitmen terhadap segenap pemangku kepentingan, melalui kerjasama yang berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat baik terhadap internal maupun eksternal Perusahaan. Selain kinerja secara keuangan terus bertumbuh, kualitas pelayanan dan fungsional pendukung Adira Finance pun menerima beberapa penghargaan terkait pencapaiannya yang dinilai membangun. Kultur dalam bekerja inilah yang kembali membawa Adira Finance untuk memenangkan penghargaan di bidang sumber daya manusia pada tahun 2011 ini. Pada tanggal 30 Juni 2011, Perusahaan meraih penghargaan dalam acara Indonesia Human Capital Study Award yang diselenggarakan oleh Majalah Business Review bersama dengan Dunamis Human Capital: • The Best All Criteria untuk kategori Financial Industry • The Best for Employee net Promotor Score untuk kategori Financial Industry • The Best Human Capital Index untuk kategori Financial Industry Dalam ajang yang sama, Stanley Setia Atmadja selaku presiden direktur Adira Finance pun menerima penghargaan The Best CEO Commitment. 182 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Festival Asmat - Papua
  • 184.
    Laporan Usaha TingkatPendidikan Sarjana Diploma SLTA dan Sederajat Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 183 Direksi Wakil Direktur & Kepala Divisi Manajer Supervisor Staff Jabatan > 55 Th Usia 46 - 55 Th 36 - 45 Th 26 - 35 Th 18 - 25 Th SD, SLTP dan Sederajat 13.178 82,6% 2009 2.260 14,2% 464 2,9% 50 5 0,3% 0,0% 2009 2.630 16,5% 2 0,0% 46 0,3% 2009 10.125 63,5% 2.277 14,3% 40 0,3% 31 0,2% 19 0,2% 20,420 83,7% 2010 3.314 13,6% 593 2,4% 59 0,3% 0,06% 2010 17,753 72,8% 2.233 9,2% 2 0,0% 70 0,3% 5.521 22,6% 2010 15.491 63,5% 3.349 13,7% 2011 4.285 15,2% 665 2,4% 70 5 0,2% 0,0% 2011 3.274 11,6% 4.219 17,7% 3 0,0% 125 0,4% 2011 4.355 15,4% 11.826 74,1% 4.334 17,7% 3.515 22,0% 1.453 9,1% 23.247 82,2% 20.651 73,0% 6.496 23,0% 17.402 61,6%
  • 185.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 184 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 186.
    Ada 7 jenisTari Baris di seluruh daerah di Bali. Dari kata “Babarisan”atau pasukan, merupakan tari kepahlawanan dan tari upacara yang ditarikan 4 sampai 40 penari laki-laki dengan membawa tombak poleng (tangkainya hitam dan putih). Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 185
  • 187.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 186 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tari Piring Lampu Togok - Sumatera Barat Adira Finance telah menerapkan standar yang tinggi dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan, karena menyadari bahwa sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa keuangan, keberlanjutan usaha Perusahaan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan dukungan yang tinggi dari seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. Untuk mewujudkan tingkat kepercayaan dan dukungan yang tinggi tersebut, Perusahaan berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik secara terus menerus. Standar penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik terus ditingkatkan untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini dan diterapkan secara berkesinambungan serta dengan melakukan evaluasi secara periodik untuk mendapatkan gambaran yang obyektif mengenai tingkat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Adira Finance. Seluruh pimpinan dan karyawan Perusahaan juga wajib menjunjung tinggi kode etik dan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Penerapan standar tata kelola perusahaan yang tinggi di Adira Finance terbukti dapat menunjang pencapaian kinerja Perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan telah meningkatkan nilai Perusahaan di mata para investor lokal maupun internasional. Perapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dimaksudkan untuk dapat dipergunakan sebagai petunjuk dan rujukan praktis bagi setiap komponen di seluruh tingkatan Perusahaan dalam mengimplementasikan Tata Kelola Perusahaan yang Baik melalui hal-hal berikut ini: • Menetapkan tujuan strategis dan serangkaian nilai perusahaan yang dikomunikasikan dan diimplementasikan di seluruh organisasi perusahaan; • Menetapkan batasan-batasan tanggung jawab dan akuntabilitas yang jelas bagi organ-organ dalam perusahaan; • Menetapkan pedoman untuk aplikasi standar etika, nilai-nilai, tujuan, strategi dan lingkungan pengawasan; • Menyediakan pedoman sistem pengendalian internal yang kuat, termasuk fungsi audit internal dan eksternal, dengan fungsi manajemen risiko dan kepatuhan yang independen dari unit-unit bisnis dan dengan penerapan mekanisme checks and balances yang sesuai; • Menyediakan petunjuk pemantauan khusus atas risiko-risiko, dimana terdapat kemungkinan terjadinya benturan kepentingan, termasuk hubungan bisnis dengan afiliasi, para pemegang saham, para komisaris, para direktur dan para pejabat senior.
  • 188.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Semua yang disebutkan diatas dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: • Mengoptimalkan nilai-nilai perusahaan kepada setiap pimpinan dan karyawan Perusahaan melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, independensi dan kesetaraan serta kewajaran yang bertujuan untuk membantu Perusahaan mencapai tingkat kompetisi yang lebih baik di tingkat nasional maupun internasional, serta melalui penciptaan lingkungan yang kondusif bagi investasi; • Meningkatkan manajemen organisasi yang lebih profesional, transparan dan efisien, serta memperkuat semua fungsi dan meningkatkan sifat tidak berpihak kepada Dewan Komisaris, Direksi dan Rapat Umum Pemegang Saham sehingga dapat meningkatkan kinerja Perusahaan; • Mendorong para pemegang saham, para anggota Dewan Komisaris dan Direksi, dalam pengambilan keputusan dan tindakan, untuk menerapkan nilai moral yang tinggi dan ketaatan pada semua peraturan perundangan serta kesadaran mengenai tugas sosial perusahaan terhadap para pemangku kepentingan. • Mewujudkan kepuasan bagi seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. Selama ini, Perusahaan juga telah menjadikan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik sebagai salah satu indikator prestasi kerja, serta berupaya terus-menerus untuk menumbuhkan penerapan kode etik dan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik sebagai nilai dan budaya Perusahaan yang melekat pada seluruh karyawan Perusahaan. PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA PERUSAHAAN ADIRA FINANCE Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik Adira Finance disahkan pada tahun 2007. Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik Adira Finance disusun dengan memperhatikan pedoman tata kelola perusahaan yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) revisi tahun 2006, peraturan perundang-undangan tentang perseroan terbatas, peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan, peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang relevan dengan kegiatan usaha Perusahaan serta dengan mengadopsi nilai-nilai Perusahaan yaitu ADIRA TOP. Sudah sejak lama Perusahaan menyadari bahwa peranan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam perkembangan Perusahaan sangat penting. Oleh sebab itu mulai dari tahun 2004, Perusahaan telah menerapkan kode etik yang harus ditaati oleh seluruh karyawan Perusahaan yang dinamakan “ADIRA TOP”. Kode etik tersebut harus dibaca, dimengerti dan ditandatangani oleh setiap karyawan Perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 187 Prinsip-prinsip dasar ADIRA TOP adalah sebagai berikut: 1. Advance Setiap anggota Manajemen dan karyawan dalam bersikap, melakukan kegiatan dan berpikir harus memiliki sikap mental yang “one step ahead” (mampu untuk berpikir dan mewujudkan satu langkah lebih baik serta lebih cepat dibandingkan orang lain pada umumnya atau pesaing); “visionary” (selalu memiliki visi/ gambaran ke depan yang jelas dan terarah yang menjadi pemicu untuk maju); “execution ability” (handal mengambil keputusan dalam segala keadaan dengan cepat dan tepat sehingga dapat mengurangi atau meniadakan efek samping yang buruk). 2. Discipline Setiap anggota Manajemen dan karyawan dalam menjalankan kewajibannya harus mampu menerapkan sikap yang selalu “Plan, Do, Check and Action (PDCA) to improvement” (mengarah kepada sesuatu yang lebih baik melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan perbaikan secara terus-menerus),
  • 189.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan disertai dengan cara berpikir dan cara bersikap yang sesempurna mungkin dan bersikap disiplin sesuai dengan norma organisasi. 3. Integrity Setiap anggota Manajemen dan karyawan dalam seluruh kegiatan harus memiliki sikap yang selalu memegang teguh komitmen yang disertai dengan sikap yang konsisten, dapat dipercaya (jujur dan tulus), memiliki rasa memiliki yang tinggi dan mampu menjaga etika usaha sehingga dapat menjadi panutan bagi karyawan lainnya. 4. Reliable Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus mampu mencerminkan sikap mental seorang juara, yang tercermin dari perilaku yang senantiasa berpikir positif dan cerdas serta didukung oleh rasa tanggung jawab penuh terhadap segala sesuatu yang dilakukannya. 5. Accountability Seluruh tindakan yang dilakukan harus berlandaskan pada data fakta dan dilakukan dengan asas keterbukaan yang obyektif dan bijaksana. 6. Team Work Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus memiliki keinginan untuk memperoleh hasil yang optimal secara bersama-sama, yang dilandasi oleh keinginan berkorban, tidak saling menyalahkan satu sama lain dan berupaya mencari solusi yang dilakukan dengan sinergi yang baik. 7. Obsessed Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus bekerja dengan proses yang benar dan berorientasi pada hasil yang optimal, memiliki motivasi yang tinggi dalam bentuk bersedia melakukan pekerjaan lebih dan bersikap proaktif, selalu berupaya untuk meningkatkan keahlian serta saling menjaga atau memelihara satu sama lain. 8. Professional Setiap anggota Manajemen dan karyawan harus memiliki sikap mental yang mencerminkan jiwa kewirausahaan, yaitu mampu mengkalkulasikan risiko, inovatif dan kreatif, serta memiliki kemampuan memimpin yang handal dan berorientasi kepada konsumen. ADIRA TOP mewajibkan setiap anggota Manajemen dan karyawan Perusahaan untuk selalu mentaati hukum yang berlaku dalam menjalankan usahanya, baik hukum negara, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan/atau hukum adat yang berlaku di daerah Perusahaan melakukan kegiatan usahanya. ADIRA TOP juga mengatur tanggung jawab dari anggota Manajemen dan karyawan Perusahaan. Perusahaan memberikan kesempatan kepada setiap karyawannya untuk menyampaikan laporan mengenai apa yang mungkin merupakan pelanggaran atas budaya dan etika Perusahaan (whistle blower), baik kepada masing-masing manajer, audit internal, sumber daya manusia, hukum, sekretaris perusahaan ataupun kepada manajemen yang lebih tinggi. ADIRA TOP juga mengatur mekanisme yang harus dilakukan untuk setiap laporan yang masuk. 188 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 190.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan KODE ETIK Untuk memberikan pedoman yang lebih jelas kepada karyawan, maka Perusahaan telah memiliki kode etik yang berlaku baik bagi seluruh anggota Manajemen maupun karyawan Perusahaan. Kode etik ini dimuat dalam Buku Peraturan Perusahaan yang dibagikan kepada seluruh karyawan Perusahaan dan juga terdapat di intranet Perusahaan. Pengenalan terhadap kode etik dan budaya Perusahaan diberikan kepada seluruh karyawan baru Perusahaan. Selain itu setiap 2 (dua) tahun, tiap karyawan akan dibagikan buku yang sudah diperbaharui dan diwajibkan untuk menandatangani pernyataan komitmen untuk mematuhi kode etik yang berlaku. Status Disumbangkan kepada anak terlantar di Bekasi, Jawa Barat Disumbangkan disumbangkan masing-masing kepada Panti Asuhan Ma’hadul Aitam dan Yayasan Yatim Al Habibah serta tukang bakso, yang kesemuanya berada di Sidoarjo. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 189 Kode Etik tersebut antara lain mengatur: Larangan Menerima Hadiah Seluruh karyawan Perusahaan dilarang menerima uang, barang, tip, komisi atau fasilitas lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dari konsumen, rekan usaha atau pihak lain yang memiliki potensi terciptanya benturan kepentingan. Seperti yang telah dilakukan Perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya, maka Perusahaan kembali melakukan sosialisasi atas larangan ini kepada seluruh rekan usaha, konsumen dan masyarakat, melalui harian surat kabar yang memiliki peredaran luas di Indonesia, yaitu melalui iklan di Surat Kabar Harian KOMPAS pada tanggal 10 Agustus 2011 serta pemberitahuan melalui surat elektronik kepada seluruh karyawan Perusahaan. Langkah ini mendapatkan tanggapan yang positif dari rekan usaha dan konsumen, yang terbukti dari dukungan yang disampaikan oleh sebagian besar rekan usaha kepada Perusahaan dengan tidak memberikan bingkisan atau hadiah serta laporan penerimaan bingkisan yang disampaikan kepada Sekretaris Perusahaan. Meskipun sosialisasi larangan menerima hadiah ini telah dilakukan secara luas dan berkelanjutan, Perusahaan masih menemukan rekan usaha yang memberikan hadiah/bingkisan kepada karyawan Perusahaan sehingga Perusahaan merasa perlu melakukan tindakan pencegahan lainnya, yaitu dengan mewajibkan setiap karyawan yang menerima hadiah/bingkisan ataupun bentuk lainnya untuk mengembalikannya tanpa batasan nilai atau harga dari hadiah/bingkisan tersebut. Jumlah hadiah/bingkisan yang diterima Perusahaan pada tahun 2011 jauh menurun dibandingkan pada tahun 2010. Daftar hadiah/bingkisan yang diterima Perusahaan selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Unit Penerima Divisi Keuangan Kantor Cabang Sidoarjo Jenis dan Jumlah 1 (satu) bingkisan makanan 5 (lima) bingkisan makanan No 1. 2. Selain dari daftar hadiah/bingkisan yang sudah disebutkan tersebut diatas, sebagian besar dari hadiah/ bingkisan tersebut berhasil dikembalikan oleh jaringan usaha, divisi atau departemen fungsional Perusahaan di Kantor Pusat. Pengembalian hadiah/bingkisan tersebut dilakukan dengan memberikan pengertian kepada pengirim sehingga hubungan usaha yang sudah terjalin baik dan erat selama ini dapat terus berlangsung.
  • 191.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Nepotisme Larangan melibatkan diri dalam pengambilan keputusan atas suatu transaksi, apabila karyawan memiliki hubungan saudara dengan rekan usaha, konsumen atau karyawan lainnya yang terlibat dalam transaksi tersebut. Jika karyawan memiliki hubungan keluarga dengan karyawan lain, maka karyawan yang bersangkutan wajib melapor kepada Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum yang akan mengatur masalah tersebut agar tidak terjadi benturan kepentingan. Usaha Pribadi Kegiatan yang berhubungan dengan usaha pribadi harus dihindari karena akan mengganggu aktivitas kerja di kantor dan berpotensi pada penyalahgunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Kerahasiaan Setiap karyawan wajib merahasiakan seluruh informasi rahasia Perusahaan, termasuk rencana dan strategi Perusahaan, informasi mengenai konsumen, informasi keuangan, kegiatan operasional dan informasi lainnya yang dianggap penting oleh Perusahaan. Kewajiban tersebut timbul sejak karyawan masih dalam masa pelatihan, yang dilanjutkan selama bekerja pada Perusahaan dan setelah tidak menjadi karyawan Perusahaan. Persaingan yang Sehat Perusahaan mendukung adanya persaingan usaha yang sehat dalam melaksanakan seluruh kegiatan usahanya. Seluruh kegiatan usaha dan kegiatan karyawan harus berdasarkan persaingan yang sehat dan berlandaskan etika. Dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha yang sehat, Perusahaan senantiasa membuat berbagai pernyataan, baik yang terkait produk, jasa maupun kegiatan lainnya dalam bentuk iklan, berita atau bentuk lainnya. Karyawan wajib berupaya agar pernyataan tersebut dilaksanakan dan diwujudkan sesuai dengan apa yang telah diungkapkan karena pernyataan tersebut dapat mempengaruhi reputasi dan pertumbuhan Perusahaan. Pencegahan Praktik Pencucian Uang Sebagai perusahaan penyedia jasa keuangan, Perusahaan telah menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah (PMN) sesuai dengan peraturan perundang-undangan termasuk Peraturan Menteri Keuangan No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank. 190 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Rumah Tradisional Banggai - Sulawesi
  • 192.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Struktur Organisasi PMN di Adira Finance adalah sebagai berikut: Direktur Utama Stanley Setia Atmadja Pejabat PMN Sigit Hendra Gunawan Kepala Departemen PMN Daniel Adrian Kepala Departemen PMN Andreas Dwi Kurniawan Pejabat PMN ditunjuk oleh Direksi dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama. Pejabat PMN memiliki tugas antara lain: 1. Menyusun dan memelihara Kebijakan dan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. 2. Memastikan adanya pengembangan sistem dan prosedur identifikasi nasabah dan transaksi yang mencurigakan, termasuk memastikan bahwa formulir yang berkaitan dengan nasabah telah mencakup item data yang diharuskan oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank. 3. Memantau pengkinian data dan profil nasabah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank. 4. Melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 191 Mengenal Nasabah oleh unit-unit kerja terkait. 5. Menerima dan melakukan analisis atas laporan transaksi yang mencurigakan yang akan disampaikan kepada Menteri Keuangan atau Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK). 6. Memantau, menganalisis dan merekomendasikan kebutuhan pelatihan tentang Prinsip Mengenal Nasabah bagi para pejabat dan pegawai Perseroan. Selama tahun 2011, dalam rangka pelaksanaan PMN, Perusahaan telah melakukan: • Revisi terhadap Kebijakan dan Pedoman Pelaksanaan Penerapan PMN untuk disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan No. 30/PMK.010/2010 tertanggal 10 Pebruari 2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank dan Peraturan ketua Bapepam dan LK No. PER-05/BL/2011 tertanggal 30 Maret 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Perusahaan Pembiayaan.
  • 193.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan • Memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh kepala cabang di Wilayah Sulawesi dan Jawa Barat. • Menyampaikan laporan atas transaksi keuangan mencurigakan yang ditemukan oleh Unit Khusus PMN Perusahaan, yang mana pada tahun 2011 terdapat 3 (tiga) transaksi keuangan mencurigakan yang telah dilaporkan kepada PPATK. Selain itu, Perusahaan juga telah beberapa kali mengikutsertakan karyawannya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar yang diadakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Departemen Keuangan dan pihak lainnya. Hal ini bertujuan agar penerapan kebijakan pencegahan praktik pencucian uang di Perusahaan selalu mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Untuk mengawasi penerapan PMN di Perusahaan, pembahasan mengenai transaksi keuangan yang mencurigakan selalu menjadi salah satu agenda dalam setiap rapat Dewan Komisaris maupun rapat Direksi Perusahaan. Hal ini adalah bentuk tanggung jawab dari Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dalam penerapan PMN. Untuk melakukan pemantauan tingkat kepatuhan Adira Finance dalam menerapkan PMN, PPATK telah melakukan pemeriksaan pada bulan Maret 2011. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, PPATK memberikan penilaian tingkat kepatuhan Adira Finance dalam penerapan PMN pada tingkat “sedang”. Whistle Blower Untuk mendeteksi adanya pelanggaran yang dilakukan atas Kode Etik dan Peraturan Perusahaan serta tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Perusahaan telah menyiapkan sistem Whistle Blower. Sistem pengaduan ini sangat efektif untuk mendeteksi adanya pelanggaran atau kecurangan yang terjadi di dalam Perusahaan. Untuk setiap pengaduan atas terjadinya pelanggaran atau kecurangan, pihak manapun dapat menyampaikan pengaduannya ke alamat e-mail fraud@adira.co.id atau af.corsec@adira.co.id. Selain pengaduan melalui e-mail, pengaduan dapat pula disampaikan melalui telepon, faksimili ataupun surat. Selain itu, Direksi dan Dewan Komisaris juga dapat menerima pengaduan secara tertulis maupun melalui sarana telekomunikasi lainnya mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan usaha Perusahaan, termasuk juga pengaduan dugaan terjadinya pelanggaran atau kecurangan. Seluruh pengaduan yang masuk akan ditindaklanjuti ke bagian terkait dan dilaporkan kepada Komite Audit dan Manajemen Risiko Perusahaan secara periodik. Pihak pelapor akan dilindungi kerahasiaan keamanannya. Pada tahun 2011, jumlah pengaduan yang masuk dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Jenis Pengaduan Dugaan Kecurangan Lainnya Keterangan: • Pengaduan lainnya adalah pengaduan yang ternyata setelah diteliti tidak temasuk dalam kategori dugaan kecurangan, misalnya menyangkut layanan tenaga operasional di lapangan, penagihan dan lainnya. • Untuk pengaduan yang masih dalam proses adalah pengaduan yang sampai saat Laporan Tahunan ini diterbitkan sedang dalam proses penelitian lapangan untuk mencari fakta dan bukti yang diperlukan dalam menentukan cara penyelesaiannya. 192 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah 6 3 Telah Diselesaikan 2 3 Masih dalam Proses 4 -
  • 194.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Pedoman Penanganan Pelanggaran Untuk menangani setiap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh karyawan, Manajemen Perusahaan telah membuat ketentuan tertulis mengenai pedoman penanganan pelanggaran. Di dalam pedoman tersebut diatur mengenai penanganan pelanggaran yang dilakukan karwayan yang ditangani oleh atasan langsung karyawan, Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum dan Divisi Hukum. Setiap proses penanganan pelanggaran selalu dilaporkan kepada Direksi dan disampaikan pula kepada Unit Audit Internal, Divisi Hukum dan Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum. Ketentuan ini telah disampaikan dan disosialisasikan kepada seluruh karyawan, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan. Pengaduan Konsumen Perusahaan menyadari bahwa konsumen adalah bagian yang sangat penting dari jalannya usaha Perusahaan. Oleh karena itu, untuk menjamin pelayanan yang diberikan kepada konsumen tetap terjaga dengan baik, Perusahaan telah membuat sistem pengaduan konsumen. Atas setiap keluhan atau pengaduan yang akan disampaikan, konsumen dapat menyampaikannya secara langsung melalui Customer Service yang ada di setiap kantor Cabang atau dengan menghubungi layanan Dering Adira melalui nomor telepon 500511 (021-500511 dari ponsel) yang dapat dihubungi 6 hari dalam satu minggu (Senin–Jumat: 08.30–17.00 WIB dan Sabtu: 08.30–13.00 WIB). Permintaan informasi dan keluhan konsumen dapat pula disampaikan melalui email care (customercare@adira.co.id) dan layanan SMS CARE Adira Finance yang tersedia 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu, melalui nomor 0811-811- 5811. Setiap pengaduan yang masuk akan secara otomatis direkam, sehingga proses tindak lanjut dan penyelesaiannya dapat selalu dimonitor setiap saat. Adanya sistem ini juga telah membantu Perusahaan untuk melakukan evaluasi atas kinerja pelayanan Perusahaan untuk selalu diperbaiki atau ditingkatkan di masa yang akan datang. Berikut ini adalah data pengaduan konsumen yang diterima Perusahaan pada tahun 2011: Jenis Pengaduan Berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan Tidak berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan Jumlah Jumlah Pengaduan 1.746 675 2.421 Jumlah yang Telah Diselesaikan 1.746 675 2.421 Keterangan: 1. Pengaduan yang berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan misalnya adalah keterlambatan survey, Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 193 keterlambatan pencairan, proses pembayaran dan lainnya. 2. Pengaduan yang tidak berkaitan dengan jasa pembiayaan perusahaan misalnya klaim asuransi atau kesalahan pengaduan karena kemiripan nama Perusahaan atau merek dagang. Untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap tingkat pelayanan di seluruh unit usaha Perusahaan dengan cara menghitung waktu yang diperlukan oleh setiap unit untuk menyelesaikan proses di unit tersebut sejak tahun 2010. Hasil penilaian ini disampaikan kepada seluruh unit usaha setiap bulannya. Dari hasil penilaian ini telah memberikan dorongan kepada seluruh unit usaha Perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya, baik dengan memperbaiki sistem yang ada maupun juga memberikan pelatihan-pelatihan yang relevan kepada karyawannya. Pada tahun 2011, biaya yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen dengan menggunakan jasa pihak ketiga yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam pelayanan konsumen mencapai sebesar Rp 1,4 Miliar. Jumlah ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Perusahaan untuk selalu memenuhi harapan dari para konsumennya.
  • 195.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan GETFOLD 194 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 196.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Organ Perusahaan Memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perusahaan. Organ Perusahaan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan serta memberi nasehat kepada Direksi. Organ Perusahaan yang berwenang dan bertanggungjawab penuh atas pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 195 STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perusahaan, maka struktur Tata Kelola Perusahaan Adira Finance terdiri dari: Rapat Umum Pemegang Saham Dewan Komisaris Direksi RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi Perusahaan yang memiliki wewenang antara lain untuk menyetujui perubahan Anggaran Dasar, mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui laporan tahunan Perusahaan, menunjuk auditor eksternal, menentukan penggunaan laba bersih Perusahaan dan lain-lain, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perusahaan. Selama tahun 2011, Perusahaan telah melaksanakan 1 (satu) kali RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 dan 1 (satu) kali RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 September 2011. Proses Pelaksanaan RUPS RUPS Tahunan maupun RUPS Luar Biasa yang telah dilaksanakan dalam tahun 2011 telah dilaksanakan sesuai dengan perundang-undangan dan anggaran dasar Perusahaan yang berlaku, yaitu: RUPS Tahunan 1. Pemberitahuan ke Bapepam dan LK disampaikan pada tanggal 22 Maret 2011 atau 7 hari kalender sebelum pengumuman rencana RUPS dilakukan oleh Perusahaan. 2. Pengumuman rencana RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada
  • 197.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan tanggal 29 Maret 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pemanggilan RUPS dilakukan, tanpa memperhitungkan tanggal pengumuman dan tanggal pemanggilan. 3. Pemanggilan RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 13 April 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pelaksanaan RUPS, tanpa memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal pelaksanaan RUPS. 4. Hasil RUPST disampaikan kepada Bapepam dan LK dan diumumkan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 2 Mei 2011 atau 2 hari kerja setelah pelaksanaan RUPS. RUPS Luar Biasa 1. Pemberitahuan ke Bapepam dan LK disampaikan pada tanggal 16 Agustus 2011 atau 7 hari kalender sebelum pengumuman rencana RUPS dilakukan oleh Perusahaan. 2. Pengumuman rencana RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pemanggilan RUPS dilakukan, tanpa memperhitungkan tanggal pengumuman dan tanggal pemanggilan. 3. Pemanggilan RUPS diiklankan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 7 September 2011 atau 14 hari kalender sebelum tanggal pelaksanaan RUPS, tanpa memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal pelaksanaan RUPS. 4. Hasil RUPST disampaikan kepada Bapepam dan LK dan diumumkan di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 26 September 2011 atau 2 hari kerja setelah pelaksanaan RUPS. Hasil RUPS RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut: Acara pertama Rapat: 1. menyetujui laporan tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010; 2. mengesahkan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagaimana dimuat dalam Laporan Auditor Independen Nomor L.10 3263-11/II.01.001 tertanggal 1 Pebruari 2011 dan diterbitkan kembali dalam Laporan Auditor Independen Nomor L.10-3263-11/IV-11.002 tertanggal 11 April 2011, keduanya dengan pendapat wajar tanpa pengecualian; 3. mengesahkan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan tahun buku 2010; dan 4. memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (“volledig acquit et decharge”) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan yang dilakukan selama tahun buku 2010, sejauh tindakan kepengurusan dan pengawasan tersebut tercermin dalam laporan tahunan Perseroan tahun buku 2010. Acara kedua Rapat: Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2010 sebesar Rp 1.467.905.886.757 dengan rincian sebagai berikut: 1. sekitar 1% dari laba bersih atau sebesar Rp 14.679.000.000 disisihkan sebagai Dana Cadangan yang hingga kini masih sejumlah Rp 44.934.000.000, sehingga seluruh Dana Cadangan Perseroan menjadi sejumlah Rp 59.613.000.000; 2. sebesar Rp 954,14 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 954.140.000.000 yang merupakan sekitar 65% dari laba bersih Perseroan, dibayarkan sebagai dividen tahun buku 2010, dengan ketentuan sebagai berikut: 196 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 198.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan a. dividen akan dibayarkan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 14 Juni 2011 Pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (selanjutnya disebut sebagai “Tanggal Pencatatan”) dan akan dibayarkan pada tanggal 28 Juni 2011 (selanjutnya disebut sebagai “Tanggal Pembayaran”); b. atas dividen tahun buku 2010 tersebut, Direksi akan memotong pajak dividen sesuai dengan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 197 peraturan perpajakan yang berlaku terhadap pemegang saham; c. Direksi dengan ini diberi kuasa dan wewenang untuk menetapkan hal-hal yang mengenai atau berkaitan dengan pelaksanaan pembayaran dividen tahun buku 2010; 3. sisa laba bersih Perseroan yang belum ditentukan penggunaannya yaitu sebesar Rp 499.086.886.757, dicatat sebagai Laba Ditahan Perseroan. Acara ketiga Rapat: Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) untuk melakukan audit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2011 serta menetapkan jumlah honorarium dan persyaratan lain penunjukkan akuntan publik tersebut. Acara keempat Rapat: 1. a. menerima baik pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dari jabatannya sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perseroan dan Erida Gunawan dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan efektif terhitung sejak tanggal ditutupnya Rapat ini, dengan mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang telah diberikan selama beliau menjabat jabatan tersebut; b. memberhentikan dengan hormat Ho Hon Cheong dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini; 2. menyetujui pengangkatan: a) Ho Hon Cheong selaku Komisaris Utama Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini; b) Pande Radja Silalahi selaku Komisaris merangkap Komisaris Independen Perseroan efektif terhitung sejak tanggal lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh Bapepam dan Lembaga Keuangan, sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut: Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Komisaris Komisaris Utama Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris Komisaris Komisaris : Stanley Setia Atmadja : Marwoto Soebiakno : Hafid Hadeli : Ho Lioeng Min : I Dewa Made Susila : Ho Hon Cheong : Djoko Sudyatmiko : Eng Heng Nee Philip : Pande Radja Silalahi : Muliadi Rahardja : Vera Eve Lim : Rajeev Kakar
  • 199.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan dengan masa jabatan yang akan berakhir sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan ke-3 (tiga) yaitu tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, yang dilaksanakan paling lambat bulan Juni 2012, dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikannya (mereka) sewaktu-waktu. 3. memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan keputusan Rapat ini dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat yang dibuat di hadapan Notaris dan menyampaikan pemberitahuan perubahan data Perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Acara kelima Rapat: 1. menyetujui pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan tunjangan serta tantieme untuk tahun buku 2011 bagi masing masing anggota Direksi Perseroan berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan Nomor 001/ADMF/KNR/IV/11 tertanggal 30 Maret 2011; 2. a. menetapkan besarnya gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantieme seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2011 adalah sebesar Rp 3.134.559.156; dan b. memberikan wewenang kepada Komisaris Utama Perseroan untuk menetapkan pembagian jumlah gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantieme tersebut, bagi masing-masing anggota Dewan Komisaris Perseroan berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Nomor 002/ADMF/KNR/IV/11 tertanggal 30 Maret 2011; 3. pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara anggota Direksi Perseroan ditetapkan berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan. Acara keenam Rapat: Laporan perubahan susunan Komite Audit Perseroan sebagai berikut: Ketua : Djoko Sudyatmiko Anggota : Eng Heng Nee Philip Anggota : Pande Radja Silalahi Anggota : Vera Eve Lim Anggota : Rajeev Kakar Anggota : Harry Kusnady Anggota : Diyah Sasanti Untuk tahun 2011 ini, RUPS Tahunan rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 7 Mei 2012. Lebih lanjut, paparan publik juga akan diselenggarakan pada tanggal yang sama dengan tanggal penyelenggaraan RUPS Tahunan tersebut. RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 September 2011 menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut: 1. memberi persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk menjadikan jaminan utang kekayaan Perseroan berupa piutang Perseroan yang merupakan lebih dari 50% (lima puluh persen) akan tetapi tidak boleh melebihi 150% (seratus lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih Perseroan, guna menjamin pembayaran Obligasi yang akan diterbitkan Perseroan serta hutang lainnya dengan catatan bahwa asset pembiayaan bersama (joint financing) antara Perseroan dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk tidak termasuk di dalam aset yang dijaminkan; 2. bahwa tindakan tersebut tidak melanggar ketentuan dan syarat yang termaktub dalam perjanjian-perjanjian antara Perseroan dengan pihak ketiga; dan 198 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 200.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 3. memberi wewenang kepada Direksi Perseroan untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan sehubungan penjaminan piutang/tagihan Perseroan tersebut, termasuk akan tetapi tidak terbatas pada menandatangani akta jaminan fidusia di hadapan Notaris. Hak-Hak Pemegang Saham Pemegang saham memiliki hak untuk mengajukan usulan agenda dalam setiap RUPS Tahunan yang akan dilakukan oleh Perusahaan; mengusulkan dan mengangkat anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perusahaan dalam suatu RUPS; mendapatkan informasi-informasi yang terkait Perusahaan, terutama untuk tindakan-tindakan Perusahaan yang memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mendapatkan pemberitahuan dan panggilan untuk pelaksanaan RUPS, termasuk juga agenda yang akan dibicarakan dalam RUPS tersebut. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 199 DEWAN KOMISARIS Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris 1. Dewan Komisaris memiliki tugas utama untuk melakukan pengawasan atas jalannya kepengurusan Perusahaan yang dilakukan oleh Direksi dan memberikan nasihat kepada Direksi termasuk mengenai rencana kerja, pengembangan usaha, pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Anggaran Dasar Perusahaan, keputusan-keputusan RUPS Tahunan dan/atau RUPS Luar Biasa serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, keputusan-keputusan RUPS Tahunan dan/atau RUPS Luar Biasa serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Menjaga kepentingan Perusahaan dengan memperhatikan kepentingan para pemegang saham dan bertanggung jawab kepada RUPS. 4. Meneliti dan menelaah laporan tahunan dan rencana kerja tahunan yang disiapkan oleh Direksi serta menandatangani laporan tahunan dan rencana kerja tahunan tersebut. 5. Memberikan pendapat dan saran atas rencana kerja dan anggaran tahunan yang diusulkan Direksi dan mengesahkannya sesuai ketentuan Anggaran Dasar. Upacara Adat Melastri - Bali
  • 201.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Anggota Dewan Komisaris 1. Ho Hon Cheong sebagai Komisaris Utama Ho Hon Cheong memiliki tugas utama mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan dengan: • Strategi dan pengembangan usaha Perusahaan; • Kebijakan nominasi dan remunerasi Perusahaan; • Mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan nominasi dan remunerasi atas Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan; serta • Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 2. Djoko Sudyatmiko sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Djoko Sudyatmiko memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan dengan: • Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; • Regulasi dan hubungan dengan Pemerintah; • Kebijakan nominasi dan remunerasi; • Mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan nominasi dan remunerasi atas Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan; serta • Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 3. Eng Heng Nee Philip sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Eng Heng Nee Philip memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan dengan: • Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; • Manajemen risiko; • Kegiatan operasional; dan • Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 4. Pande Radja Silalahi sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Pande Radja Silalahi memiliki tugas utama mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan dengan: • Strategi dan pengembangan usaha Perusahaan; • Kebijakan nominasi dan remunerasi Perusahaan; • Mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan nominasi dan remunerasi atas Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan; serta • Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 5. Muliadi Rahardja sebagai Komisaris Muliadi Rahardja memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan dengan: • Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; • Kegiatan operasional; dan • Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 6. Vera Eve Lim sebagai Komisaris Vera Eve Lim memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan dengan: 200 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 202.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 201 • Masalah-masalah ekonomi dan keuangan; • Manajemen risiko; • Kegiatan operasional; dan • Masalah anggaran. 7. Rajeev Kakar sebagai Komisaris Rajeev Kakar memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Direksi berkaitan dengan: • Masalah-masalah ekonomi dan keuangan global; dan • Manajemen risiko. Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris Pengangkatan dan pemberhentian para anggota Dewan Komisaris dilakukan melalui RUPS. Masa jabatan masing-masing anggota Dewan Komisaris berakhir pada penutupan RUPS Tahunan ketiga setelah tanggal pengangkatan, tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan anggota Dewan Komisaris sewaktu-waktu sebelum berakhirnya masa jabatannya. Persyaratan Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris Perusahaan wajib memenuhi seluruh persyaratan kemampuan dan kepatutan, sesuai dengan Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 tertanggal 30 Juni 2008. Persyaratan kemampuan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: • Memiliki pengetahuan yang memadai dan relevan dengan jabatannya. • Memiliki pemahaman tentang peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan dan peraturan perundang-undangan lain yang berhubungan dengan perusahaan pembiayaan. • Memiliki pengalaman di bidang perusahaan pembiayaan dan/atau bidang lainnya yang relevan dengan jabatannya. • Memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan perusahaan pembiayaan yang sehat. Persyaratan kepatutan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: • Memiliki akhlak dan moral yang baik. • Tidak pernah melakukan praktik-praktik tercela di bidang usaha pembiayaan dan/atau jasa keuangan lainnya. • Tidak pernah melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang usaha pembiayaan dan/ atau jasa keuangan lainnya. • Tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. • Tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. • Tidak pernah melanggar komitmen yang telah disepakati dengan instansi pembina dan pengawas perusahaan pembiayaan. • Tidak pernah memberikan keuntungan dan/atau manfaat lain secara tidak wajar kepada pemegang saham, direksi, komisaris, pegawai dan/atau pihak lainnya yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan konsumen dan/atau perusahaan pembiayaan. • Lulus uji kemampuan dan kepatutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • 203.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Selain itu, seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan juga harus memahami peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Kewajiban Pelaporan Dewan Komisaris Para anggota Dewan Komisaris harus melaporkan kepada Perusahaan secara periodik ataupun pada saat terjadinya perubahan dalam: • Kepemilikan saham mereka maupun keluarganya sebesar 5% atau lebih, baik dalam Adira Finance maupun pada perusahaan lain yang berdomisili di Indonesia ataupun di luar negeri. • Jabatan-jabatan yang dirangkapnya, baik dalam Adira Finance maupun pada perusahaan atau lembaga lain. Struktur, Komposisi dan Independensi Dewan Komisaris Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, struktur Dewan Komisaris Perusahaan minimal terdiri dari 3 (tiga) orang anggota Dewan Komisaris dengan susunan sebagai berikut: • 1 (satu) orang Komisaris Utama; • 2 (dua) orang Komisaris atau lebih, dengan ketentuan bahwa dari antara para anggota Dewan Komisaris, 1 (satu) orang dapat diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama dan dari para anggota Dewan Komisaris dapat merangkap selaku Komisaris Independen yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lainnya. Dewan Komisaris Perusahaan saat ini ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa pada tanggal 9 April 2008, RUPS Tahunan pada tanggal 1 April 2009, RUPS Tahunan pada tanggal 7 April 2010, RUPS Luar Biasa pada tanggal 2 Desember 2010 dan RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011, terdiri dari 7 (tujuh) orang anggota dengan komposisi Dewan Komisaris sebagai berikut: • 1 (satu) orang Komisaris Utama dan 6 (enam) orang Komisaris. • 5 (lima) orang anggota dari 7 (tujuh) orang anggota Dewan Komisaris berdomisili di Indonesia. • 3 (tiga) orang anggota dari 7 (tujuh) orang anggota Dewan Komisaris atau 42,86% dari seluruh jumlah anggota Dewan Komisaris merupakan Komisaris Independen, yang mana telah sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 (Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004) dan Peraturan Bursa Efek Jakarta No. I-A tertanggal 19 Juli 2004. 202 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Festival Baralek Solok - Sumatera Barat
  • 204.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Susunan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: Nama Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 203 Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi *) Muljadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Domisili Jakarta Jakarta Singapura Jakarta Jakarta Jakarta Uni Emirat Arab Jabatan Komisaris Utama Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Anggota Sejak 2011 2008 2008 2011 2010 2010 2010 Tahun Berakhir 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 Jabatan Lain di Luar Perusahaan • Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Komisaris PT Pakoakuina • Komisaris di PT Sarana Raharja Makmur • Wakil Ketua Eksekutif Hup Soon Global Corp. Ltd., Singapura • Direktur Singapore Health Services Pte. Ltd., Singapura • Direktur di Hup Soon Global Corp. Ltd., Singapura • Direktur di Hektar Asset Management Sdn. Bhd., Malaysia • Direktur di NTUC Income, Singapura • Direktur di OpenNet Pte. Ltd., Singapura • Ketua di Frasers Centrepoint Asset Management Ltd., Singapura • Ketua di MDR Ltd., Singapura • Direktur di Chinese Development Assistance Counsel, Singapura • Pengajar pada Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Jakarta • Pengajar pada Sekolah Bisnis Prasetya Mulya, Jakarta • Pengajar pada Pusat Kajian Jepang, Universitas Indonesia, Jakarta • Staf pada Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta • Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk • Wakil Komisaris Utama PT Asuransi Adira Dinamika • Executive Vice President Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa (CEEMA) di Fullerton Financial Holdings Pte., Ltd. Keterangan: *) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 2011 dan efektif menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Bapepam dan LK pada tanggal 20 Juli 2011.
  • 205.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Status kelulusan Uji Kemampuan dan Kepatutan Anggota Dewan Komisaris pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: Nama Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi *) Muljadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Tanggal Lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan Keterangan: *) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 2011 dan efektif menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Bapepam dan LK pada tanggal 20 Juli 2011. Pada tahun 2011, terdapat satu kali perubahan anggota Dewan Komisaris Perusahaan yaitu sebagai berikut: Pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dari posisinya sebagai Komisaris Utama dan pengangkatan Ho Hon Cheong sebagai Komisaris Utama serta bergabungnya Pande Radja Silalahi sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 2011, sehingga susunan Dewan Komisaris Perseroan sejak ditutupnya RUPS Tahunan menjadi sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris Komisaris Komisaris 204 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 24 Juni 2010 - - 20 Juli 2011 21 Desember 1999 26 Juni 2006 1 Juni 2010 Keterangan Penyelenggara uji kemampuan dan kepatutan adalah Bank Indonesia, yang mana sesuai ketentuan Pasal 23 Ayat 1 Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER- 03/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan. Anggota Dewan Komisaris telah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sebelum Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan diterbitkan, sehingga anggota Dewan Komisaris dalam kelompok ini tidak wajib mengikuti uji kemampuan dan kepatutan. Penyelenggara uji kemampuan dan kepatutan adalah Bapepam dan LK. Penyelenggara uji kemampuan dan kepatutan adalah Bank Indonesia, yang mana sesuai ketentuan Pasal 23 Ayat 1 Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan. Penyelenggara uji kemampuan dan kepatutan adalah Bapepam dan LK. : Ho Hon Cheong : Djoko Sudyatmiko : Eng Heng Nee Philip : Pande Radja Silalahi : Muliadi Rahardja : Vera Eve Lim : Rajeev Kakar
  • 206.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Hubungan Keluarga dan Keuangan Dewan Komisaris Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Dewan Komisaris Perusahaan dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan Keterangan Dewan Komisaris Theodore Permadi Rachmat*) Ho Hon Cheong**) Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi Muliadi Rahardja ***) Vera Eve Lim ***) Rajeev Kakar ****) Dewan Komisaris Ya - - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ Pemegang Saham Lainnya Ya Tidak - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ Dewan Komisaris Ya - - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak - √ √ - - √ - √ - √ √ - √ - √ - Keterangan: *) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang Kepengurusan dan Kepemilikan Saham pada Perusahaan Pembiayaan Lainnya oleh Dewan Komisaris Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, anggota Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan dilarang menjadi anggota Dewan Komisaris di lebih dari 2 perusahaan pembiayaan lainnya atau menjadi anggota Direksi di lebih dari 1 perusahaan pembiayaan lainnya. Tabel dibawah ini menunjukkan hubungan kepengurusan dan kepemilikan anggota Dewan Komisaris Perusahaan di perusahaan pembiayaan lain pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain Sebagai Pemegang Saham Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 205 diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011 **) Ho Hon Cheong menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. ***) Muliadi Rahardja dan Vera Eve Lim menjabat sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. ****) Rajeev Kakar menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa di Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. yang masih merupakan bagian dari Grup Temasek dan pemegang saham pengendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Keterangan Dewan Komisaris Theodore Permadi Rachmat *) Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Ho Hon Cheong Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Pande Radja Silalahi Sebagai Anggota Dewan Komisaris Ya - - - - - - - - Sebagai Anggota Direksi Keterangan: *) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011 Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ Ya - - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ Ya - - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ Penjelasan Rinci Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan kepengurusan dan kepemilikan di perusahaan pembiayaan lain.
  • 207.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Grafik perbandingan jumlah Komisaris Independen dibanding Komisaris biasa: Komisaris 4 Orang 57% 206 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Komisaris Independen 3 Orang 43% Komisaris Komisaris Independen Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: • Seluruh anggota Dewan Komisaris sejumlah 7 (tujuh) orang telah melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan. • Seluruh anggota Dewan Komisaris telah memenuhi persyaratan peraturan perusahaan pembiayaan. • Jumlah Anggota Dewan Komisaris melebihi jumlah anggota Direksi Perusahaan. • Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau hubungan darah sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi Perusahaan. • 3 (tiga) anggota Dewan Komisaris yaitu Ho Hon Cheong, Muliadi Rahardja dan Vera Eve Lim memiliki hubungan keuangan dengan pemegang saham pengendali karena menjabat sebagai anggota Direksi pemegang saham pengendali Perusahaan. • Komisaris Independen Perusahaan yaitu Djoko Sudyatmiko, Eng Heng Nee Philip dan Pande Radja Silalahi tidak memiliki hubungan keluarga atau hubungan darah sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi Perusahaan, tidak memiliki hubungan keuangan dan kepengurusan dengan pemegang saham, sehingga telah memenuhi persyaratan untuk menjadi komisaris independen. • Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki jabatan rangkap baik sebagai anggota Dewan Komisaris, sebagai Direksi maupun sebagai pemegang saham di perusahaan pembiayaan lain. • Komposisi jumlah Komisaris Independen sebesar 42,9%, yang mana telah memenuhi jumlah minimal yang disyaratkan dalam Peraturan Bapepam dan LK yaitu minimal 30% dari jumlah keseluruhan anggota Dewan Komisaris. Rapat Dewan Komisaris Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan sekurang-kurangnya setahun sekali, kecuali apabila dianggap perlu oleh 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris, atau atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Direksi, atau atas permintaan 1 (satu) pemegang saham atau lebih bersama-sama memiliki 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perusahaan dengan hak suara yang sah. Rapat Dewan Komisaris hanya sah dan dapat mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 bagian dari jumlah anggota Komisaris hadir atau diwakili dalam rapat tersebut.
  • 208.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Gusung Are - Belitung Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan suara setuju lebih dari 1/2 bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat tersebut. Apabila suara yang setuju dan suara yang tidak setuju seimbang, maka usulan dianggap ditolak. Setiap anggota Dewan Komisaris yang hadir dalam rapat tersebut berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lainnya yang diwakilinya. Setiap anggota Dewan Komisaris yang secara pribadi dengan cara apapun baik langsung maupun tidak langsung mempunyai kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau usulan kontrak, yang mana Perusahaan menjadi salah satu pihaknya harus menyatakan sifat kepentingannya tersebut dalam suatu Rapat Dewan Komisaris dan tidak berhak untuk ikut dalam pengambilan suara terkait hal-hal yang berhubungan dengan transaksi atau kontrak tersebut, kecuali jika Rapat Dewan Komisaris menentukan lain. Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Dewan Komisaris, dengan ketentuan bahwa seluruh anggota Dewan Komisaris telah memberikan persetujuan atas usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Dewan Komisaris. Selama tahun 2011, Dewan Komisaris telah melakukan Rapat Dewan Komisaris sebanyak 4 (empat) kali, dengan tingkat kehadiran Komisaris rata-rata mencapai 100%. Tingkat kehadiran ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan. Seluruh rapat juga dihadiri oleh seluruh anggota Direksi Perusahaan dengan tingkat kehadiran mencapai 100%. Daftar hadir Rapat Dewan Komisaris selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Nama Theodore Permadi Rachmat 1) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Pande Radja Silalahi 2) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 207 27 Jan √ √ √ √ √ √ √ 28 Apr √ √ √ √ √ √ √ 28 Jul √ √ √ √ √ √ √ 24 Okt √ √ √ √ √ √ √
  • 209.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Jumlah kehadiran para anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Dewan Komisaris selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Rencana Rapat Dewan Komisaris Pada Tahun 2012 Untuk tahun 2012, Dewan Komisaris berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Dewan Komisaris tanggal 24 Oktober 2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Dewan Komisaris Perusahaan. 208 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah Rapat 2 4 4 4 4 4 4 2 Jumlah Kehadiran 2 4 4 4 4 4 4 2 % Kehadiran 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Nama Theodore Permadi Rachmat 1) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Pande Radja Silalahi 2) Alasan Ketidakhadiran - - - - - - - - Theodore Permadi Rachmat 1) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Pande Radja Silalahi 2) 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Keterangan: 1) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011. 2) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011 dan efektif menjabat setelah lulus uji kemampuan dan Kepatutan dari Bapepam dan LK pada tanggal 20 Juli 2011. Pelatihan/Seminar Dewan Komisaris Jenis - Waktu - Nama - Biaya -
  • 210.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Proses Tenun Samarinda Seberang - Kalimantan Timur Sebagian besar dari anggota Dewan Komisaris masih menjabat sebagai Direksi atau Komisaris di perusahaan lainnya sehingga untuk pelatihan/seminar dilakukan oleh perusahaan lain tersebut. Keputusan-Keputusan Dewan Komisaris pada tahun 2011 1. Keputusan Dewan Komisaris tentang penetapan remunerasi bagi anggota Direksi Perusahaan untuk Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 209 tahun buku 2011 tertanggal 28 April 2011. 2. Keputusan Dewan Komisaris tentang Susunan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi tertanggal 28 April 2011. 3. Keputusan Dewan Komisaris tentang Pemisahan Komite Audit dan Manajemen Risiko menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko tertanggal 28 April 2011. 4. Keputusan Rapat Dewan Komisaris tentang penunjukkan Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) untuk memeriksa pembukuan Perusahaan untuk tahun buku 2011 tertanggal 24 Oktober 2011. Persetujuan-Persetujuan Dewan Komisaris pada tahun 2011 1. Persetujuan Dewan Komisaris atas penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 tertanggal 27 Januari 2011. 2. Persetujuan Dewan Komisaris atas perubahan Kepala Unit Audit Internal Perusahaan tertanggal 28 April 2011. 3. Persetujuan Dewan Komisaris kepada Direksi yang berkaitan dengan batas kewenangan Direksi sesuai Pasal 12 Ayat 4 Anggaran Dasar Perusahaan tertanggal 28 Juli 2011. 4. Persetujuan Dewan Komisaris atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance tertanggal 22 September 2011. Rekomendasi-Rekomendasi Dewan Komisaris pada tahun 2011 1. Memberikan rekomendasi atas rencana anggaran dan rencana tahunan yang diajukan Direksi. 2. Memberikan rekomendasi atas pengembangan sumber daya manusia dan teknologi informasi Perusahaan. 3. Memberikan rekomendasi kepada Komite Audit, Komite Manajemen Risiko dan Komite Nominasi & Remunerasi Perusahaan agar kinerja dan peranan Komite-Komite tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu. 4. Memberikan rekomendasi atas revisi Kebijakan dan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. 5. Memberikan rekomendasi atas pencalonan anggota baru Dewan Komisaris Perusahaan.
  • 211.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) Komite yaitu: a. Komite Audit. b. Komite Manajemen Risiko. c. Komite Nominasi dan Remunerasi. Komisaris Utama : Ho Hon Cheong Komisaris merangkap Komisaris Independen : Djoko Sudyatmiko Komisaris merangkap Komisaris Independen : Eng Heng Nee Philip Komisaris merangkap Komisaris Independen : Pande Radja Silalahi Komisaris : Muliadi Rahardja Komisaris : Vera Eve Lim Komisaris : Rajeev kakar 210 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 DEWAN KOMISARIS KOMITE AUDIT Ketua : Anggota : Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) Vera Eve Lim (Komisaris) Rajeev Kakar (Komisaris) Harry Kusnady (Pihak Independen) Diyah Sasanti (Pihak Independen) Komite Manajemen Risiko Ketua : Anggota : Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) Vera Eve Lim (Komisaris) Rajeev Kakar (Komisaris) Komite Nominasi dan Remunerasi Ketua : Anggota : Ho Hon Cheong (Komisaris Utama) Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) Muliadi Rahardja (Komisaris) Laporan dari masing-masing komite dapat dilihat pada halaman berikutnya.
  • 212.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan : Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) : Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) : Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) : Vera Eve Lim (Komisaris) : Rajeev Kakar (Komisaris) : Harry Kusnady (Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang akuntansi, keuangan) : Diyah Sasanti (Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang tata kelola perusahaan, pasar modal dan hukum) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 211 LAPORAN KOMITE AUDIT Kepada Yth., Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Dalam rangka menjalankan fungsi kami sebagai salah satu komite yang membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasannya terhadap kinerja Perusahaan, yang merupakan salah satu pilar utama dalam penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, seperti yang telah digariskan dalam Piagam (Tata Kerja) Komite Audit dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 (Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004) tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004, Peraturan Bursa Efek Jakarta No. 1-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa dan Lampiran Keputusan Ketua Bursa Efek Jakarta No. Kep 305/BEJ/07/2004 tertanggal 19 Juli 2004 tentang Komite Audit. Pembentukan Komite Audit Perusahaan Komite Audit Perusahaan dibentuk pertama kali pada tanggal 30 Agustus 2004 dalam suatu Rapat Dewan Komisaris Perusahaan. Pada tanggal 29 Nopember 2005 berdasarkan keputusan Dewan Komisaris Perusahaan, Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko digabungkan menjadi Komite Audit dan Manajemen Risiko. Dengan semakin berkembangnya usaha Perusahaaan dan semakin besarnya tantangan yang harus dihadapai oleh Komite Audit, maka dirasakan perlu adanya pemisahan Komite Audit dan Manajemen Risiko. Maka berdasarkan pertimbangan tersebut, pada tanggal 28 April 2011, Komite Audit dan Manajemen Risiko Perusahaan dipisahkan menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko. Perubahan Keanggotaan Pada tahun 2011, sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris tertanggal 28 April 2011, susunan Komite Audit adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Independensi Komite Audit Untuk mengetahui independensi anggota Komite Audit Perusahaan, dapat dilihat dari data hubungan keluarga, keuangan, kepengurusan dan kepemilikan dari masing-masing anggota Komite Audit.
  • 213.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Komite Audit dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: Keterangan: *) Vera Eve Lim menjabat sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. **) Rajeev Kakar menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa di Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. yang masih merupakan bagian dari Grup Temasek dan pemegang saham pengendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Grafik perbandingan anggota Komite Audit Perusahaan: 212 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan Keterangan Komite Audit Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi Vera Eve Lim *) Rajeev Kakar **) Harry Kusnady Diyah Sasanti Dewan Komisaris Ya - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ Pemegang Saham Lainnya Ya Tidak - √ - √ - √ - √ - √ - √ - √ Dewan Komisaris Ya - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak - √ - √ - √ √ - √ - - √ - √ Komisaris Biasa 2 Orang 29% Komisaris Independen dan Pihak Independen 5 Orang 71% Komisaris Biasa Komisaris Independen dan Pihak Independen
  • 214.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kemilau di pagi hari tanjung Papuma - Jember Tabel dibawah ini menunjukkan hubungan kepengurusan dan kepemilikan anggota Komite Audit Perusahaan di perusahaan lain: Keterangan Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain Sebagai Anggota Dewan Komisaris Sebagai Anggota Direksi Sebagai Pemegang Saham Masa Tugas Komite Audit Sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.5 (Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004), periode jabatan anggota Komite Audit tidak boleh lebih panjang dari periode jabatan anggota Dewan Komisaris dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode masa jabatan berikutnya. Apabila Ketua Komite Audit berhenti sebelum masa tugasnya, Komisaris Independen lain akan menggantikannya. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Komite Audit harus melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan. Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat profesional yang independen kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris serta mengidentifikasikan hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, yang antara lain meliputi: 1. Membuat rencana kegiatan tahunan yang disetujui oleh Dewan Komisaris. 2. Melakukan penelaahan informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perusahaan seperti laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya serta meyakinkan bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 213 Komite Audit Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi Vera Eve Lim Rajeev Kakar Harry Kusnady Diyah Sasanti Ya - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ Ya - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ Ya - - - - - - - Tidak √ √ √ √ √ √ √ Penjelasan Rinci Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki hubungan kepengurusan dan kepemilikan di perusahaan pembiayaan lain.
  • 215.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 3. Menganalisa atas ketaatan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan. 4. Mengevaluasi dan menganalisa rencana audit Perusahaan dan implementasinya. Memastikan bahwa audit telah dilaksanakan dalam frekuensi dan lingkup yang sesuai serta mengawasi tindak lanjut dari laporan-laporan audit. 5. Menganalisa independensi dan obyektivitas akuntan publik serta kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan standar audit yang berlaku. 6. Menganalisa kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP untuk memastikan semua risiko penting telah dipertimbangkan. 7. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tindak lanjut Direksi atas hasil temuan Unit Audit Internal, KAP dan hasil pengawasan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK), guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. 8. Komite wajib memberikan rekomendasi mengenai penunjukan akuntan publik dan KAP kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS. 9. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Perusahaan. 10. Menjaga kerahasiaan seluruh dokumen, data dan informasi Perusahaan yang dimilikinya. 11. Membuat, mengkaji dan memperbaharui Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Audit. 12. Menyelenggarakan dan memberikan kewenangan untuk melakukan investigasi dalam ruang lingkup tugasnya. 13. Menjalin kerjasama dengan konsultan dari luar, akuntan atau pihak eksternal lainnya yang memberikan saran kepada Komite Audit atau memberi pengarahan sehubungan dengan investigasi, mencari berbagai informasi terkait dari karyawan, dari pihak-pihak yang bekerjasama atas dasar permintaan Komite Audit. Persyaratan Anggota Komite Audit 1. Memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang memadai sesuai dengan latar belakang pendidikan serta mampu berkomunikasi dengan baik. 2. Salah seorang dari anggota Komite Audit harus memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan keuangan. 3. Memiliki pengetahuan yang cukup untuk membaca dan memahami laporan keuangan. 4. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup dalam bidang manajemen risiko. 5. Memiliki pengetahuan yang memadai tentang peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. 6. Bukan merupakan orang dalam kantor akuntan publik, kantor konsultan hukum atau pihak lain yang memberi jasa audit, jasa non audit dan/atau jasa konsultasi lain kepada Perusahaan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris. 7. Bukan merupakan orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin atau mengendalikan kegiatan Perusahaan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris, kecuali bagi Komisaris Independen. 8. Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan. 9. Tidak mempunyai: a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pemegang Saham Pengendali Perusahaan; dan/atau b. Hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perusahaan. 214 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 216.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Wewenang Komite Audit 1. Mengakses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadap informasi tentang karyawan, dana, aset serta sumber daya Perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. 2. Dalam melaksanakan wewenangnya, Komite Audit wajib bekerjasama dengan Unit Audit Internal dan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 215 unit-unit lainnya yang dipandang perlu. Etika Kerja Setiap anggota Komite Audit wajib memiliki integritas, akhlak dan moral yang baik. Prosedur Pemilihan Anggota Komite Audit yang bukan berasal dari anggota Dewan Komisaris Perusahaan 1. Ketua Komite Audit atau Direksi berhak mengusulkan nama-nama calon anggota Komite Audit yang berasal dari luar anggota Dewan Komisaris Perusahaan kepada Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan. Calon yang diajukan harus memenuhi persyaratan kompetensi dan independensi yang diperlukan sebagai anggota Komite Audit. 2. Komite Nominasi dan Remunerasi akan melakukan wawancara dan meneliti persyaratan calon yang diajukan. Setelah melakukan wawancara dan penilitian atas persyaratan calon, maka Komite Nominasi dan Remunerasi akan menyampaikan rekomendasi atas calon yang akan diangkat sebagai anggota Komite Audit kepada Dewan Komisaris. 3. Dewan Komisaris akan mempelajari rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Jika rekomendasi disetujui, maka Dewan Komisaris akan menerbitkan surat pengangkatan sebagai anggota Komite Audit. Tembusan surat pengangkatan tersebut disampaikan juga kepada Direksi Perusahaan. 4. Pengangkatan anggota baru Komite Audit akan dilaporkan oleh Ketua Komite Audit dalam RUPS pertama setelah pengangkatan dilakukan. Barong - Bali
  • 217.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Komite Audit 216 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 RUPS Dewan Komisaris Komite Nominasi dan Remunerasi 4. Laporan Perubahan Keanggotaan 2. Rekomendasi 1. Usulan Calon 1. Usulan Calon 3. Pengangkatan Rapat Komite Audit Ketentuan mengenai Rapat Komite Audit Perusahaan: • Komite Audit akan menyelenggarakan Rapat sesuai dengan kebutuhan atau sekurang-kurangnya sama dengan ketentuan minimal Rapat Dewan Komisaris yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan. • Rapat Komite Audit hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 51% dari seluruh jumlah anggota termasuk satu orang Komisaris Independen dan satu Pihak Independen. • Keputusan Rapat Komite diambil berdasarkan musyawarah mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. • Rapat Komite Audit dipimpin oleh Ketua Komite. • Jika Ketua Komite Audit tidak hadir, maka salah satu anggota Komite Audit yang hadir dalam Rapat ditunjuk untuk memimpin Rapat Komite Audit. • Hasil Rapat Komite Audit wajib dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara baik. • Perbedaan pendapat yang terjadi dalam Rapat Komite Audit wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat beserta alasan perbedaan tersebut. Selama tahun 2011, Komite Audit telah melakukan 4 (empat) kali pertemuan dengan tingkat kehadiran anggota Komite Audit mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Komite Audit Perusahaan. Daftar hadir rapat Komite Audit selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Nama 27 Jan Djoko Sudyatmiko √ Eng Heng Nee Philip √ Pande Radja Silalahi *) Vera Eve Lim *) Rajeev Kakar *) Harry Kusnady √ Diyah Sasanti √ 28 Apr √ √ √ √ 28 Jul √ √ √ √ √ √ √ 24 Okt √ √ √ √ √ √ √ DIREKSI
  • 218.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Orang Utan, Pulau Kaja, Kalimantan Tengah Jumlah kehadiran anggota Komite Audit dalam Rapat Komite Audit dan Manajemen Risiko selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 217 Jumlah Rapat 4 4 2 2 2 4 4 Jumlah Kehadiran 4 4 2 2 2 4 4 % Kehadiran 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Nama Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi *) Vera Eve Lim *) Rajeev Kakar *) Harry Kusnady Diyah Sasanti Alasan Ketidakhadiran - - - - - - - Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi *) Vera Eve Lim *) Rajeev Kakar *) Harry Kusnady Diyah Sasanti 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Keterangan: *) Pande Radja Silalahi, Vera Eve Lim dan Rajeev Kakar diangkat menjadi anggota Komite Audit Perusahaan pada tanggal 28 April 2011.
  • 219.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan singkat aktivitas Komite Audit selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 27 Januari 2011, membahas antara lain: a. Laporan keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International). Komite melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dipublikasikan oleh Perusahaan, termasuk laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan informasi keuangan lainnya, termasuk penelaahan atas kesesuaiannya dengan PSAK serta Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7. b. Temuan-temuan dari hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal selama tahun 2010. Komite menerima, mengkaji dan memberikan saran serta rekomendasi terhadap aktivitas dari Divisi Audit Internal. c. Penjelasan dari Corporate Secretary mengenai rencana penggantian Kepala Unit Audit Internal Perusahaan yang semula dijabat oleh Suang Siang Susanto digantikan oleh Ingrid Sri Komala Dewi dan rencana pemisahan Komite Audit dan Manajemen Risiko. 2. Pada tanggal 27 April 2011, membahas antara lain: a. Penjelasan atas temuan-temuan dari hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal. Divisi Audit Internal menjelaskan mengenai pemeriksaan pada jaringan usaha Perusahaan serta kerjasama antara Divisi Audit Internal dengan Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam pemeriksaan fungsional tertentu sampai dengan bulan April 2011. b. Penjelasan dari Divisi Akuntansi mengenai kebutuhan pendanaan Perusahaan untuk tahun 2011 dan sumber pendanaan yang telah dan akan dipergunakan oleh Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 3. Pada tanggal 28 Juli 2011, membahas antara lain: Penjelasan atas hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal. Divisi Audit Internal juga menjelaskan tentang perkembangan dan hasil audit yang dilakukan sampai dengan bulan Juli 2010, yang mana Unit Audit Internal telah melakukan 39 (tiga puluh sembilan) penugasan audit. 4. Pada tanggal 24 Oktober 2011, membahas antara lain: a. Komite menerima, mengkaji dan memberikan saran serta rekomendasi terhadap aktivitas dari Divisi Audit Internal dan temuan-temuan dari hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal sampai dengan bulan September 2011. b. Komite membahas mengenai rencana rapat Komite yang akan dilaksanakan pada tahun 2012. Seluruh temuan, catatan dan rekomendasi dari hasil pelaksanaan kegiatan, penelaahan dan analisa Komite Audit dan Manajemen Risiko selama tahun 2011 telah dikomunikasikan dan didiskusikan dengan Manajemen Perusahaan dan Auditor Eksternal Independen, serta telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan untuk perbaikan dan tindak lanjut dari Manajemen Perusahaan. Rencana Rapat Komite Audit Pada Tahun 2012 Untuk tahun 2012, Komite Audit berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Komite Audit tanggal 24 Oktober 2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Komite Audit Perusahaan. 218 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 220.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 219 Jakarta, 12 Maret 2012 Komite Audit Djoko Sudyatmiko Ketua Eng Heng Nee Philip Anggota Pande Radja Silalahi Anggota Vera Eve Lim Anggota Diyah Sasanti Anggota Harry Kusnady Anggota Rajeev Kakar Anggota
  • 221.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan LAPORAN KOMITE MANAJEMEN RISIKO Kepada Yth., Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Dalam rangka menjalankan fungsi kami sebagai salah satu komite yang membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasannya terhadap kinerja Perusahaan, yang merupakan salah satu pilar utama dalam penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, seperti yang telah digariskan dalam Piagam (Tata Kerja) Komite Manajemen Risiko. Pembentukan Komite Manajemen Risiko Perusahaan Komite Manajemen Risiko Perusahaan dibentuk pertama kali pada tanggal 30 Agustus 2004 berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris Perusahaan. Pada tanggal 29 Nopember 2005 berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisaris Perusahaan, Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko digabungkan menjadi Komite Audit dan Manajemen Risiko. Dengan semakin berkembangnya usaha Perusahaaan dan semakin besarnya tantangan yang harus dihadapai oleh Komite Manajemen Risiko, maka dirasakan perlu adanya pemisahan Komite Audit dan Manajemen Risiko. Maka berdasarkan pertimbangan tersebut, pada tanggal 28 April 2011, Komite Audit dan Manajemen Risiko Perusahaan dipisahkan menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko. Perubahan Keanggotaan Pada tahun 2011, sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris tertanggal 28 April 2011, susunan Komite Manajemen Risiko adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota : Eng Heng Nee Philip (Komisaris merangkap Komisaris Independen) : Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) : Pande Radja Silalahi (Komisaris merangkap Komisaris Independen) : Vera Eve Lim (Komisaris) : Rajeev Kakar (Komisaris) 220 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Ukiran Dayak - Kalimantan Timur
  • 222.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Independensi Komite Manajemen Risiko Untuk mengetahui independensi anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan, dapat dilihat dari data hubungan keluarga, keuangan, kepengurusan dan kepemilikan dari masing-masing anggota Komite Manajemen Risiko. Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Komite Manajemen Risiko dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: Keterangan: *) Vera Eve Lim menjabat sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. **) Rajeev Kakar menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa di Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. yang masih merupakan bagian dari Grup Temasek dan pemegang saham pengendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Keterangan Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain Sebagai Anggota Dewan Komisaris Sebagai Anggota Direksi Sebagai Pemegang Saham Masa Jabatan Komite Manajemen Risiko Sesuai dengan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Manajemen Risiko Perusahaan tanggal 28 April 2011, periode jabatan anggota Komite Manajemen Risiko tidak boleh lebih panjang dari periode jabatan anggota Dewan Komisaris dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode masa jabatan berikutnya. Apabila Ketua Komite berhenti sebelum masa tugasnya, Komisaris Independen lain akan menggantikannya. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Manajemen Risiko Komite Manajemen Risiko memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan manajemen risiko Perusahaan. Komite Manajemen Risiko bertugas untuk memberikan pendapat profesional yang independen kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris serta mengidentifikasikan hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, yang antara lain meliputi: 1. Membuat rencana kegiatan tahunan yang disetujui oleh Dewan Komisaris. 2. Melakukan evaluasi atas kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko Perusahaan dengan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 221 pelaksanaannya. Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan Keterangan Komite Manajemen Risiko Eng Heng Nee Philip Djoko Sudyatmiko Pande Radja Silalahi Vera Eve Lim Rajeev Kakar Dewan Komisaris Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Pemegang Saham Lainnya Ya Tidak - √ - √ - √ - √ - √ Dewan Komisaris Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak - √ - √ - √ √ - √ - Komite Manajemen Risiko Eng Heng Nee Philip Djoko Sudyatmiko Pande Radja Silalahi Vera Eve Lim Rajeev Kakar Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Penjelasan Rinci Seluruh anggota Komite Manajemen Risiko tidak memiliki hubungan kepengurusan dan kepemilikan di perusahaan pembiayaan lain.
  • 223.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 3. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan manajemen risiko Perusahaan guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. 4. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang dihadapi Perusahaan dan penerapan manajemen risiko oleh Direksi. 5. Mengevaluasi kebijakan manajemen risiko Perusahaan, sekurang-kurangnya sekali setahun. 6. Melakukan evaluasi pertanggungjawaban pelaksanaan kebijakan manajemen risiko Direksi, sekurang-kurangnya secara triwulanan. 7. Menjaga kerahasiaan seluruh dokumen, data dan informasi Perusahaan yang dimilikinya. 8. Membuat, mengkaji dan memperbaharui Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Manajemen Risiko. 9. Menyelenggarakan dan memberikan kewenangan untuk melakukan investigasi dalam ruang lingkup tugasnya. 10. Menjalin kerjasama dengan konsultan dari luar, akuntan atau pihak eksternal lainnya yang memberikan saran kepada Komite atau memberikan pengarahan sehubungan dengan investigasi, mencari berbagai informasi terkait dari karyawan dari pihak-pihak yang bekerjasama atas dasar permintaan Komite Manajemen Risiko. 11. Tugas-tugas lain, selain disebutkan diatas yang diberikan oleh Dewan Komisaris kepada Komite Manajemen Risiko sesuai dengan fungsi dan tugasnya dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan. Wewenang Komite Manajemen Risiko 1. Komite Manajemen Risiko Perusahaan berwenang untuk mengakses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadap informasi tentang karyawan, dana, aset serta sumber daya Perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. 2. Dalam melaksanakan wewenangnya, Komite Manajemen Risiko wajib bekerjasama dengan unit manajemen risiko Perusahaan dan unit-unit lainnya yang dipandang perlu. Rapat Komite Manajemen Risiko Ketentuan mengenai Rapat Komite Manajemen Risiko Perusahaan: • Komite Manajeme Risiko akan menyelenggarakan Rapat sesuai dengan kebutuhan atau sekurang-kurangnya sama dengan ketentuan minimal Rapat Dewan Komisaris yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan. • Rapat Komite Manajemen Risiko hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 51% dari seluruh jumlah anggota termasuk satu orang Komisaris Independen. • Keputusan Rapat Komite diambil berdasarkan musyawarah mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. • Rapat Komite Manajemen Risiko dipimpin oleh Ketua Komite. • Jika Ketua Komite Audit tidak hadir, maka salah satu anggota Komite Manajemen Risiko yang hadir dalam Rapat ditunjuk untuk memimpin Rapat Komite Manajemen Risiko. • Hasil Rapat Komite Manajemen Risiko wajib dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara baik. • Perbedaan pendapat yang terjadi dalam Rapat Komite Manajemen Risiko wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat beserta alasan perbedaan tersebut. Selama tahun 2011, Komite Manajemen Risiko telah melakukan 4 (empat) kali pertemuan dengan tingkat kehadiran anggota Komite Manajemen Risiko mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan. 222 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 224.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Daftar hadir rapat Komite Manajemen Risiko selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Nama Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi *) Vera Eve Lim *) Rajeev Kakar *) 27 Jan √ √ 28 Apr √ √ 28 Jul √ √ √ √ √ 24 Okt √ √ √ √ √ Jumlah kehadiran anggota Komite Manajemen Risiko dalam Rapat Komite Manajemen Risiko selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Jumlah Rapat 4 4 2 2 2 Jumlah Kehadiran 4 4 2 2 2 % Kehadiran 100% 100% 100% 100% 100% Nama Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi *) Vera Eve Lim *) Rajeev Kakar *) Alasan Ketidakhadiran Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi *) Vera Eve Lim *) Rajeev Kakar *) 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Keterangan: *) Pande Radja Silalahi, Vera Eve Lim dan Rajeev Kakar diangkat menjadi anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan pada tanggal 28 April 2011. Laporan singkat aktivitas Komite Manajemen Risiko selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 27 Januari 2011, membahas antara lain: - - - - - a. Komite melakukan diskusi dan pembahasan dengan Manajemen Risiko Perusahaan, yang mana dijelaskan oleh Ho Lioeng Min selaku Direktur Manajemen Risiko Perusahaan mengenai kinerja manajemen risiko Perusahaan sampai dengan bulan Desember 2011. b. Penjelasan dari Sekretaris Perusahaan mengenai rencana pemisahan Komite Audit dan Manajemen Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 223 Risiko menjadi Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko. 2. Pada tanggal 27 April 2011, membahas antara lain: Penjelasan atas manajemen risiko Perusahaan, yang mana dibahas tentang manajemen risiko Adira Finance sampai dengan bulan Maret 2011.
  • 225.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 3. Pada tanggal 28 Juli 2011, membahas antara lain: a. Penjelasan atas manajemen risiko Perusahaan, yang mana dibahas mengenai posisi risiko kredit Perusahaan dalam Semester 1 tahun 2011 serta kegiatan-kegiatan yang telah dan sedang dilakukan oleh Manajemen Risiko Perusahaan. b. Penjelasan dari Unit Khusus Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) mengenai pelaksanaan prinsip mengenal nasabah di Perusahaan termasuk diantaranya penjelasan mengenai pemeriksaan/ audit yang telah dilakukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), yang mana berdasarkan pemeriksaan/audit tersebut, PPATK memberikan penilaian tingkat kepatuhan Perusahaan pada tingkat yang “sedang”. Hasil ini sama dengan hasil pemeriksaan/audit pada tahun 2006 dan berdasarkan informasi yang kami miliki merupakan tingkat yang paling tinggi yang dapat dicapai oleh suatu perusahaan pembiayaan di Indonesia sampai saat ini. 4. Pada tanggal 24 Oktober 2011, membahas antara lain: a. Penjelasan atas manajemen risiko Perusahaan, yang mana dibahas mengenai manajemen risiko Perusahaan sampai dengan bulan Oktober 2011 dan analisa-analisa yang telah dilakukan oleh Manajemen Risiko Perusahaan mengenai risiko-risiko yang akan dihadapi Perusahaan. Seluruh temuan, catatan dan rekomendasi dari hasil pelaksanaan kegiatan, penelaahan dan analisa Komite Manajemen Risiko selama tahun 2011 telah dikomunikasikan dan didiskusikan dengan Manajemen Perusahaan, serta telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan untuk perbaikan dan tindak lanjut dari Manajemen Perusahaan. Rencana Rapat Komite Manajemen Risiko Pada Tahun 2012 Untuk tahun 2012, Komite Manajemen Risiko berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Komite Manajemen Risiko tanggal 24 Oktober 2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan. 224 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jakarta, 12 Maret 2012 Komite Manajemen Risiko Eng Heng Nee Philip Ketua Djoko Sudyatmiko Anggota Pande Radja Silalahi Anggota Vera Eve Lim Anggota Rajeev Kakar Anggota
  • 226.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain Sebagai Pemegang Saham Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 225 LAPORAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI Kepada Yth., Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Komite Nominasi dan Remunerasi terdiri dari 3 (tiga) orang anggota Dewan Komisaris yang diketuai oleh Komisaris Utama Perusahaan dan 1 (satu) orang anggota adalah Komisaris Independen. Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi sejak tanggal 28 April 2011 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota Terdapat perubahan dalam susunan keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan pada tahun 2011, yaitu dengan pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dan pengangkatan Muliadi Rahardja sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Sehingga sejak tanggal 28 April 2011 sampai dengan saat ini adalah sebagai telah disampaikan di atas. Independensi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Untuk mengetahui independensi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan, dapat dilihat dari data hubungan keluarga, keuangan, kepengurusan dan kepemilikan dari masing-masing anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan Keterangan Komite Nominasi dan Remunerasi Ho Hon Cheong *) Djoko Sudyatmiko Muliadi Rahardja *) Dewan Komisaris Ya - - - Tidak √ √ √ Direksi Ya - - - Tidak √ √ √ Pemegang Saham Lainnya Ya Tidak - √ - √ - √ Dewan Komisaris Ya - - - Tidak √ √ √ Direksi Ya - - - Tidak √ √ √ Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak √ - - √ √ - Keterangan: *) Ho Hon Cheong dan Muliadi Rahardja masing-masing menjabat sebagai Direktur Utama dan Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. Keterangan Komite Nominasi dan Remunerasi Ho Hon Cheong *) Djoko Sudyatmiko Muliadi Rahardja *) Sebagai Anggota Dewan Komisaris Ya - - - Tidak √ √ √ Sebagai Anggota Direksi Ya - - - Tidak √ √ √ Ya - - - Tidak √ √ √ Penjelasan Rinci Seluruh anggota Komite Nominasi dan Remunerasi tidak memiliki hubungan kepengurusan dan kepemilikan di perusahaan pembiayaan lain. : Ho Hon Cheong (Komisaris Utama) : Djoko Sudyatmiko (Komisaris merangkap Komisaris Independen) : Muliadi Rahardja (Komisaris)
  • 227.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi Tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut: 1. Menominasikan calon anggota Direksi Perusahaan. 2. Menjabarkan petunjuk dan program pendidikan untuk Direksi. 3. Memastikan agar Direksi menyetujui sistem yang berlaku dan penerapan prosedur untuk memfasilitasi sistem penilaian terhadap: a. Direktur Utama b. Direktur-Direktur c. Direksi secara keseluruhan 4. Menetapkan kriteria anggota Direksi, keahlian yang diperlukan dan jumlah anggota Direksi. 5. Menyiapkan rekomendasi kepada Direksi terkait dengan remunerasi yang memadai baik dari segi jumlah maupun komposisi untuk Direktur Utama dan direktur-direktur lainnya. 6. Memastikan bahwa tingkat remunerasi disusun dengan memperhatikan risiko keuangan, permintaan dan persyaratan dari setiap tanggung jawab pada industri terkait. 7. Merekomendasikan paket remunerasi Direksi berupa program insentif, seperti skema pembagian bonus Perusahaan. 8. Mengelola serta memonitor kebijakan dan program remunerasi yang memadai. 9. Memastikan bahwa keterbukaan informasi yang telah diketahui oleh publik sesuai dengan tujuan Perusahaan dan memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku dan akurat untuk rencana rekrutmen. 10. Menyampaikan setiap rekomendasi dan laporan-laporan pelaksanaan kegiatan Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Persyaratan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi 1. Memiliki integritas dan akhlak yang baik. 2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia. 3. Memiliki pengetahuan yang memadai tentang peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Wewenang Komite Nominasi dan Remunerasi 1. Mengakses catatan atau informasi tentang karyawan, dana, aset serta sumber daya Perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. 2. Memanggil dan meminta keterangan dari calon anggota Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Direksi dan/atau pejabat senior Perusahaan lainnya untuk dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dan kelayakan calon anggota Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Direksi dan/atau pejabat senior Perusahaan. 3. Berhak untuk merekomendasikan atau menolak Dewan Komisaris dan/atau calon anggota Direksi dan/ atau pejabat senior Perusahaan yang diusulkan oleh pihak manapun juga. Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Selama tahun 2011, Komite Nominasi dan Remunerasi telah melakukan 3 (tiga) kali pertemuan dengan tingkat kehadiran mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan. Pada pertemuan tersebut, Komite melakukan evaluasi dan pengkajian atas nominasi calon anggota Komisaris dan/atau Direksi, sistem remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi, serta kepatuhan atas anggaran remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi yang telah disetujui dalam RUPS Tahunan. 226 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 228.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Daftar hadir rapat Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Nama Theodore Permadi Rachmat *) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Muliadi Rahardja **) Jumlah kehadiran dalam rapat Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Laporan singkat aktivitas Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 27 Januari 2011, membahas antara lain: a. Evaluasi pelaksanaan tugas Komite sepanjang tahun 2010. b. Membahas mengenai pengunduran diri Juan Eugenio Sebastian Paredes Muirragui dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama dan Sng Eng Chua dari jabatannya sebagai Komisaris Perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 227 2. Pada tanggal 13 Maret 2011, membahas antara lain: a. Merekomendasikan honorarium, tunjangan dan tantiem tahun 2011 bagi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan yang akan diusulkan dalam RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011. b. Membahas mengenai pengunduran diri Theodore Permadi Rachmat dari jabatannya selaku Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen Perusahaan dan Erida Gunawan dari jabatannya selaku Direktur Perusahaan. c. Membahas mengenai pencalonan Pande Radja Silalahi sebagai calon Komisaris Independen Perusahaan yang akan diusulkan dalam RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011. 3. Pada tanggal 6 Desember 2011, membahas antara lain: a. Anggaran pelatihan atas seluruh anggota Direksi untuk tahun 2012. b. Melakukan penilaian atas kinerja individual anggota Direksi dan Dewan Komisaris selama tahun 2011. c. Gaji/honorarium, tunjangan, bonus dan tantiem atas seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh karyawan Perusahaan untuk tahun anggaran 2012. 27 Jan √ √ √ 13 Mar √ √ √ 6 Des √ √ √ Jumlah Rapat 2 3 3 1 Jumlah Kehadiran 2 3 3 1 % Kehadiran 100% 100% 100% 100% Nama Theodore Permadi Rachmat *) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Muliadi Rahardja **) Alasan Ketidakhadiran - - - - Theodore Permadi Rachmat *) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Muliadi Rahardja**) - 20% 40% 60% 80% 100% Keterangan: *) Theodore Permadi Rachmat mengundurkan diri sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi pada tanggal 28 April 2011. **) Muliadi Rahardja menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan sejak tanggal 28 April 2011.
  • 229.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Seluruh laporan dan rekomendasi dari hasil pelaksanaan kegiatan, penelaahan dan analisa Komite Audit dan Manajemen Risiko selama tahun 2011 telah dikomunikasikan dan didiskusikan dengan Manajemen Perusahaan dan telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan untuk tindak lanjut dari Manajemen Perusahaan. Rencana Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Pada Tahun 2012 Untuk tahun 2012, Komite Nominasi dan Remunerasi berencana mengadakan 2 (dua) kali rapat yaitu pada: 1. Hari Selasa tanggal 3 April 2012. 2. Hari Selasa tanggal 11 Desember 2012. Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 6 Desember 2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan. 228 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jakarta, 12 Maret 2012 Komite Nominasi dan Remunerasi Ho Hon Cheong Ketua Djoko Sudyatmiko Anggota Muliadi Rahadja Anggota
  • 230.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 229 DIREKSI Direksi sesuai ketentuan Pasal 12 Ayat 1 Anggaran Dasar Perusahaan adalah bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Setiap anggota Direksi wajib, dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab, menjalankan tugasnya dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perusahaan. Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Anggota Direksi 1. Direktur Utama • Mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perusahaan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Keputusan-Keputusan RUPS Perusahaan dengan mengindahkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Mengkoordinasikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan unit-unit di dalam Perusahaan yang terdiri dari Direktorat Operasi, Direktorat Pemasaran Pembiayaan Motor, Direktorat Pemasaran Pembiayaan Mobil, Direktorat Manajemen Risiko, Direktorat Keuangan dan Direktorat Kepatuhan. • Mengarahkan dan mengawasi pengurusan yang dilakukan oleh unit-unit usaha Perusahaan agar tetap pada jalur strategi jangka panjang Perusahaan. • Mengarahkan proses-proses perbaikan dan perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan usaha dengan mendorong setiap unit usaha untuk mengembangkan produk-produk yang inovatif dan kompetitif. • Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Perusahaan. • Memimpin dan mengarahkan kebijakan program tanggung jawab sosial Perusahaan. • Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. • Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan tugas-tugas dari Unit Audit Internal, Divisi Pengembangan Infrastruktur, Divisi Hukum dan Divisi Biro Direksi. Direktur Utama saat ini dijabat oleh Stanley Setia Atmadja. Asmat Handycraft - Papua
  • 231.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 2. Direktur Operasi • Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan dalam bidang operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi. • Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. • Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi. • Memimpin dan mengarahkan kegiatan operasional, sumber daya manusia dan teknologi informasi sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah ditetapkan. Sejak pengunduran diri Erida Gunawan dalam RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 sampai dengan tanggal Laporan Tahunan ini dibuat, tugas-tugas Direktur Operasional dirangkap oleh Direktur Utama. 3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor • Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan dalam bidang pemasaran pembiayaan sepeda motor. • Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran pembiayaan sepeda motor untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. • Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan pemasaran pembiayaan sepeda motor. • Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan pengembangan produk-produk pembiayaan sepeda motor yang terbaik dan memastikan bahwa produk yang dikembangkan tersebut akan mampu bersaing di pasar pembiayaan. • Memimpin dan mengkoordinasikan secara efektif kegiatan promosi produk pembiayaan sepeda motor sesuai dengan hasil survei dan segmen pasar. • Memimpin dan mengarahkan kegiatan pemasaran sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah ditetapkan dalam pemasaran pembiayaan sepeda motor secara benar. • Memimpin dan mengarahkan kebijakan program kemitraan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. • Memelihara hubungan baik dengan rekan usaha Perusahaan. Direktur Pemasaran Pembiayaan Motor saat ini dijabat oleh Marwoto Soebiakno. 4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil • Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan dalam bidang pemasaran pembiayaan mobil. • Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran pembiayaan mobil untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. • Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan pemasaran pembiayaan mobil. • Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan pengembangan produk-produk pembiayaan mobil yang terbaik dan memastikan bahwa produk yang dikembangkan tersebut akan mampu bersaing di pasar pembiayaan. • Memimpin dan mengkoordinasikan secara efektif kegiatan promosi produk pembiayaan mobil sesuai dengan hasil survei dan segmen pasar. 230 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 232.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan • Memimpin dan mengarahkan kegiatan pemasaran sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 231 ditetapkan dalam pemasaran pembiayaan mobil secara benar. • Memimpin dan mengarahkan kebijakan program kemitraan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. • Memelihara hubungan baik dengan rekan usaha Perusahaan. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil saat ini dijabat oleh Hafid Hadeli. 5. Direktur Manajemen Risiko • Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat Manajemen Risiko. • Memimpin dan mengkoordinasikan rumusan kebijakan yang berhubungan dengan manajemen risiko. • Mengembangkan organisasi kerja manajemen risiko sehingga Perusahaan memiliki kebijakan, prosedur dan metode yang handal dalam menerapkan manajemen risiko. • Memonitor kepatuhan dan pelaksanaan pengawasan melekat pada semua unit kerja organisasi manajemen risiko. • Mengarahkan proses perbaikan dan perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan pasar agar Perusahaan dapat memasarkan jasa pembiayaannya dengan dinamis dan kompetitif. • Memimpin dan mengarahkan kegiatan manajemen risiko sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah ditetapkan dalam pengelolaan manajemen risiko secara benar. Direktur Manajemen Risiko saat ini dijabat oleh Ho Lioeng Min. 6. Direktur Keuangan • Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi dalam bidang keuangan. • Memimpin dan mengarahkan penyusunan strategi usaha, tujuan dan target keuangan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perusahaan. • Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembukuan dan pelaporan keuangan Perusahaan agar memiliki sistem keuangan dengan pengawasan, kebijakan dan prosedur yang tepat untuk dapat menghasilkan informasi keuangan yang lengkap, konsisten, handal dan tepat waktu. • Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembelian dan pengadaan barang agar efektif dan efisien serta memastikan dokumen pembelian dan pengadaan tersimpan dengan aman dan tertib. • Memimpin dan mengarahkan aktifitas untuk mengekplorasi sumber-sumber pendanaan yang paling menguntungkan bagi dukungan jalannya usaha Perusahaan. • Memimpin dan mengarahkan kegiatan pengelolaan keuangan sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah ditetapkan dalam pengelolaan keuangan secara benar. Direktur Keuangan saat ini dijabat oleh I Dewa Made Susila. 7. Direktur Kepatuhan • Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi serta sosialisasi tugas Direktorat Kepatuhan. • Memimpin dan mengarahkan penyusunan pedoman-pedoman yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas-tugas direktorat Kepatuhan. • Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. • Memantau dan menjaga agar kegiatan usaha Perusahaan tidak menyimpang dari ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Memantau dan menjaga agar kepatuhan Perusahaan terhadap seluruh perjanjian atau komitmen yang telah dibuat Perusahaan dengan pihak eksternal.
  • 233.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan • Memantau tindak lanjut temuan dan rekomendasi dari auditor eksternal, hasil pengawasan Bapepam- LK dan/atau pengawasan otoritas lainnya. • Memimpin dan mengarahkan penerapan pelaksanaan prinsip mengenal nasabah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Memimpin dan mengarahkan kegiatan kepatuhan sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan fungsi kepatuhan secara benar. Direktur Kepatuhan saat ini dijabat oleh I Dewa Made Susila. Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi Pengangkatan dan pemberhentian para anggota Direksi dilakukan melalui RUPS. Masa jabatan masing-masing anggota Direksi berakhir pada penutupan RUPS Tahunan ketiga setelah tanggal pengangkatan, tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan anggota Direksi sewaktu-waktu sebelum berakhirnya masa jabatannya. Persyaratan Direksi Anggota Direksi Perusahaan wajib memenuhi seluruh persyaratan kemampuan dan kepatutan, sesuai dengan Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 tertanggal 30 Juni 2008. Persyaratan kemampuan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Direksi adalah sebagai berikut: • Memiliki pengetahuan yang memadai dan relevan dengan jabatannya. • Memiliki pemahaman tentang peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan serta peraturan perundang-undangan lain yang berhubungan dengan perusahaan pembiayaan. • Memiliki pengalaman di bidang perusahaan pembiayaan dan/atau bidang lainnya yang relevan dengan jabatannya. • Memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan perusahaan pembiayaan yang sehat. Persyaratan kepatutan yang harus dipenuhi oleh seorang anggota Direksi adalah sebagai berikut: • Memiliki akhlak dan moral yang baik. • Tidak pernah melakukan praktik-praktik tercela di bidang usaha pembiayaan dan/atau jasa keuangan lainnya. • Tidak pernah melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang usaha pembiayaan dan/ atau jasa keuangan lainnya. • Tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. • Tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. • Tidak pernah melanggar komitmen yang telah disepakati dengan instansi pembina dan pengawas perusahaan pembiayaan. • Tidak pernah memberikan keuntungan dan/atau manfaat lain secara tidak wajar kepada pemegang saham, direksi, komisaris, pegawai dan/atau pihak lainnya yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan konsumen dan/atau perusahaan pembiayaan. • Lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, seluruh anggota Direksi Perusahaan juga harus memahami peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. 232 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 234.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kewajiban Pelaporan Direksi Para anggota Direksi harus melaporkan kepada Perusahaan secara periodik ataupun pada saat terjadinya Jabatan Lain di Luar Perusahaan • Direktur Utama PT Asco Automotive • Direktur PT Asco Capital • Komisaris Utama PT Asuransi Adira - - - - Dinamika Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 233 perubahan dalam: • Kepemilikan saham mereka maupun keluarganya sebesar 5% atau lebih, baik dalam Adira Finance maupun pada perusahaan lain yang berdomisili di Indonesia ataupun di luar negeri. • Jabatan-jabatan yang dirangkapnya, baik dalam Adira Finance maupun pada perusahaan atau lembaga lain. Struktur, Susunan dan Independensi Direksi Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, struktur Direksi minimal terdiri dari 3 (tiga) orang anggota Direksi dengan susunan sebagai berikut: • 1 (satu) orang Direktur Utama; • 2 (dua) orang Direktur atau lebih, dengan ketentuan bahwa dari antara para anggota Direksi, 1 (satu) orang dapat diangkat sebagai Wakil Direktur Utama. Direksi Perusahaan saat ini ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa pada tanggal 9 April 2008, RUPS Tahunan pada tanggal 1 April 2009, RUPS Tahunan pada tanggal 7 April 2010 dan RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011, terdiri dari 5 (lima) orang anggota dengan komposisi Direksi sebagai berikut: • 1 (satu) orang Direktur Utama dan 4 (empat) orang Direktur. • Seluruh anggota Direksi berdomisili di Indonesia. • Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman dalam bidang keuangan atau perbankan lebih dari 5 (lima) tahun. Susunan Direksi Perusahaan pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: Nama Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Domisili Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jabatan Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Anggota Sejak 2008 2008 2008 2009 2010 Tahun Berakhir 2012 2012 2012 2012 2012 Status kelulusan Uji Kemampuan dan Kepatutan Anggota Direksi pada tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini adalah sebagai berikut: Nama Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Tanggal Lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan - - - 21 April 2009 6 Juli 2010 Keterangan Anggota Direksi telah menjabat sebagai Direktur Perseroan sebelum Peraturan Ketua Bapepam dan LK No. PER-03/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan diterbitkan, sehingga anggota Direksi dalam kelompok ini tidak wajib mengikuti uji kemampuan dan kepatutan. Penyelenggara uji kemampuan dan kepatutan adalah Bapepam dan LK.
  • 235.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Hubungan Keluarga dan Keuangan Direksi Hubungan keluarga dan keuangan dari anggota Direksi dengan sesama anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris serta pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: Kepengurusan dan Kepemilikan Saham pada Perusahaan Pembiayaan Lainnya oleh Direksi Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan anggota Direksi Perusahaan Pembiayaan dilarang menjadi anggota Dewan Komisaris di lebih dari 1 perusahaan pembiayaan lainnya atau menjadi anggota Direksi di perusahaan pembiayaan lainnya. Tabel dibawah ini menunjukkan hubungan kepengurusan dan kepemilikan anggota Dewan Komisaris Perusahaan di perusahaan pembiayaan lain: Keterangan Kepengurusan dan Kepemilikan Saham Perusahaan Pembiayaan Lain Sebagai Anggota Dewan Komisaris Sebagai Anggota Direksi Sebagai Pemegang Saham Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: • Seluruh anggota Direksi sejumlah 5 (lima) orang telah melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan. • Seluruh anggota Direksi telah memenuhi persyaratan peraturan perusahaan pembiayaan. • Jumlah Anggota Direksi lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah anggota Dewan Komisaris Perusahaan. • Setiap anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga atau hubungan darah sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi Perusahaan. • Setiap anggota Direksi tidak memiliki jabatan rangkap baik sebagai anggota Dewan Komisaris, sebagai Direksi maupun sebagai pemegang saham di perusahaan pembiayaan lain. Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Direksi bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perusahaan untuk memenuhi kepentingan dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan baik di dalam maupun di luar Pengadilan. Dengan demikian, Direksi memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan pengurusan dan mengikat Perusahaan dengan pihak lain. 234 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Hubungan Keluarga dengan Hubungan Keuangan dengan Keterangan Direksi Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Dewan Komisaris Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Pemegang Saham Lainnya Ya Tidak - √ - √ - √ - √ - √ Dewan Komisaris Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Direksi Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak - √ - √ - √ - √ - √ Direksi Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Ya - - - - - Tidak √ √ √ √ √ Penjelasan Rinci Seluruh anggota Direksi tidak memiliki hubungan kepengurusan dan kepemilikan di perusahaan pembiayaan lain.
  • 236.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Penari Reog Ponorogo - Jawa Timur Rapat Direksi Rapat Direksi dapat diadakan sekurang-kurangnya setahun sekali, kecuali apabila dianggap perlu oleh 1 (satu) orang anggota Direksi, atau atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Komisaris, atau atas permintaan tertulis 1 (satu) pemegang saham atau lebih bersama-sama memiliki 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perusahaan dengan hak suara yang sah. Rapat Direksi hanya sah dan dapat mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 bagian dari jumlah anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat tersebut. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan suara setuju lebih dari 1/2 bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat tersebut. Apabila suara yang setuju dan suara yang tidak setuju seimbang, maka usulan dianggap ditolak. Setiap anggota Direksi yang hadir dalam rapat tersebut berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Direksi lainnya yang diwakilinya. Setiap anggota Direksi yang secara pribadi dengan cara apapun baik langsung maupun tidak langsung mempunyai kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan, yang mana Perusahaan menjadi salah satu pihaknya harus menyatakan sifat kepentingannya tersebut dalam suatu Rapat Direksi dan tidak berhak untuk ikut dalam pengambilan suara terkait hal-hal yang berhubungan dengan transaksi atau kontrak tersebut, kecuali jika Rapat Direksi menentukan lain. Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Direksi, dengan ketentuan bahwa seluruh anggota Direksi telah memberikan persetujuan atas usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi. Selama tahun 2011, Direksi telah melakukan Rapat Direksi sebanyak 12 (dua belas) kali, dengan tingkat kehadiran mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang maksimal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Direksi Perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 235
  • 237.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Daftar kehadiran dalam Rapat Direksi pada tahun 2011: Nama Stanley Setia Atmadja Erida Gunawan*) Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila 12 Jan √ √ √ √ √ √ Jumlah kehadiran para anggota Direksi dalam Rapat Direksi selama tahun 2010 adalah sebagai berikut: 236 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 12 Jul √ √ √ √ √ 12 Apr √ √ √ √ √ √ 11 Okt √ √ √ √ √ 8 Peb √ √ √ √ √ √ 16 Ags √ √ √ √ √ 10 Mei √ √ √ √ √ 15 Nop √ √ √ √ √ 13 Des √ √ √ √ √ 8 Mar √ √ √ √ √ √ 13 Sep √ √ √ √ √ 14 Jun √ √ √ √ √ Jumlah Rapat 12 4 12 12 12 12 Jumlah Kehadiran 12 4 12 12 12 12 % Kehadiran 100% 100% 100% 100% 100% 100% Nama Stanley Setia Atmadja Erida Gunawan*) Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Alasan Ketidakhadiran - - - - - - 0% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Stanley Setia Atmadja Erida Gunawan*) Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Keterangan: *) Erida Gunawan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Perusahaan dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011.
  • 238.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Rencana Rapat Direksi Pada Tahun 2012 Untuk tahun 2012, Direksi berencana mengadakan 12 (dua belas) kali rapat yaitu pada: 1. Hari Selasa tanggal 10 Januari 2012. 2. Hari Selasa tanggal 7 Pebruari 2012. 3. Hari Selasa tanggal 13 Maret 2012. 4. Hari Selasa tanggal 10 April 2012. 5. Hari Selasa tanggal 8 Mei 2012. 6. Hari Selasa tanggal 12 Juni 2012. 7. Hari Selasa tanggal 10 Juli 2012. 8. Hari Selasa tanggal 7 Agustus 2012. 9. Hari Selasa tanggal 11 September 2012. 10. Hari Selasa tanggal 9 Oktober 2012. 11. Hari Selasa tanggal 13 Nopember 2012. 12. Hari Selasa tanggal 11 Desember 2012. Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat Direksi tanggal 13 Desember 2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika terdapat permintaan dari mayoritas anggota Direksi Perusahaan. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Secara ringkas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi pada tahun 2011 antara lain sebagai berikut: Bidang kepengurusan: 1. Melakukan evaluasi dan selanjutnya menyusun laporan tahunan tahun buku 2010 untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris dan kepada RUPS dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011. 2. Membuat dan menetapkan rencana kerja dan rencana anggaran tahun 2011. 3. Melakukan pengembangan produk dan jasa layanan Perusahaan. 4. Malakukan pengembangan jaringan usaha Perusahaan. 5. Melakukan pengembangan organisasi Perusahaan untuk menyesuaikan dengan strategi usaha dan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 237 pengembangan jaringan usaha Perusahaan. Bidang Manajemen Risiko: 1. Melakukan evaluasi dan penyempurnaan atas kebijakan manajemen risiko yang diterapkan Perusahaan. 2. Menerapkan secara konsisten sistem manajemen risiko yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan risiko yang akan dihadapi Perusahaan. 3. Menyiapkan pengembangan sumber daya untuk menjalankan sistem manajemen risiko Perusahaan. Bidang Pengendalian: 1. Melakukan pengendalian internal dengan mengefektifkan kinerja Unit Audit Internal dan Unit Kepatuhan Perusahaan. 2. Memberikan arahan tindak lanjut atas hasil pengawasan yang dilakukan Unit Audit Internal dan Unit Kepatuhan Perusahaan dan memonitor penyelesaiannya. 3. Melakukan komunikasi yang baik dengan Auditor Eksternal yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris Perusahaan, termasuk melakukan pembahasan-pembahasan atas temuan-temuan dari Auditor Eksternal. 4. Menindaklanjuti setiap temuan dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh Auditor Eksternal maupun pihak otoritas yang berwenang untuk mengawasi Perusahaan. 5. Menyelesaikan setiap pelanggaran yang dilakukan di dalam Perusahaan.
  • 239.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Pakaian Tradisional Toraja - Sulawesi Selatan Bidang Tata Kelola: 1. Melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab tata kelola perusahaan sesuai dengan pedoman Tata Kelola Perusahaan yang telah ditetapkan bersama dengan Dewan Komisaris Perusahaan. 2. Memastikan dilakukannya sosialisasi atas prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik kepada semua karyawan Perusahaan. Bidang Tanggung Jawab Sosial: 1. Mengarahkan pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan agar dapat menyentuh seluas mungkin pemangku kepentingan Perusahaan. 2. Menetapkan strategi dan kebijakan pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan usaha Perusahaan. 3. Melakukan evaluasi atas setiap pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan untuk melakukan perbaikan atau peningkatan di masa yang akan datang. Pelatihan/Seminar Direksi Nama Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila 238 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jenis • Sebagai pembicara dalam Seminar CEO Forum yang diselenggarakan oleh ESQ pada tanggal 20 Juli 2011. • Sebagai nara sumber dalam HR Cafe Forum yang diselenggarakan oleh PT Kubik Kreasi Sisilain pada tanggal 17 Mei 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. • Seminar Nasional Peluang dan Tantangan Refinancing Dalam Industri Multifinance yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) pada tanggal 26 Oktober 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Hasnul Suhaimi pada tanggal 13 Juni 2011. • Knowledge sharing dengan pembicara Jamil Azzani pada tanggal 27 Juli 2011.
  • 240.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 239 DIREKSI Komite Kredit 1. Direktur Utama 2. Direktur Operasi 3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 5. Direktur Manajemen Risiko 6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 7. Wakil Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 8. Wakil Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 9. Wakil Direktur Kredit 10. Kepala Divisi Kredit 11. Kepala Divisi Manajemen Risiko 12. Kepala Divisi Hukum 13. Kepala Divisi Keuangan KOMITE EKSEKUTIF Komite Manajemen Risiko 1. Direktur Utama 2. Direktur Operasi 3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 5. Direktur Manajemen Risiko 6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 7. Kepala Divisi Manajemen Risiko 8. Kepala Unit Audit Internal 9. Kepala Divisi Hukum 10. Sekretaris Perusahaan Komite Sumber Daya Manusia 1. Direktur Utama 2. Direktur Operasi 3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 5. Direktur Manajemen Risiko 6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 7. Wakil Direktur Sumber Daya Manusia & Bagian Umum Komite Kepatuhan 1. Direktur Utama 2. Direktur Manajemen Risiko 3. Direktur Kepatuhan 4. Kepala Unit Audit Internal 5. Sekretaris Perusahaan Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Direksi dibantu oleh 4 (empat) Komite Eksekutif yaitu: a. Komite Manajemen Risiko Komite Manajemen Risiko bertanggung jawab untuk memantau proses persetujuan pembiayaan dan mendukung peran pengawasan dari manajemen operasional senior. Komite ini menelusuri data permohonan pembiayaan, tingkat kemampuan pengembalian, jenis pembiayaan dan riwayat kredit dari pemohon. Komite Manajemen Risiko Perusahaan terdiri dari: 1. Direktur Utama 2. Direktur Operasi 3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil
  • 241.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 5. Direktur Manajemen Risiko 6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 7. Kepala Divisi Manajemen Risiko 8. Kepala Unit Audit Internal 9. Kepala Divisi Hukum 10. Sekretaris Perusahaan Komite Manajemen Risiko berkewajiban membuat laporan bulanan mengenai risiko keuangan dan operasional di seluruh jajaran dan jaringan organisasi. Manajemen akan menelaah laporan tersebut untuk kemudian mengambil langkah dan tindakan yang perlu untuk mengawasi dan menekan risiko usaha Perusahaan. Selama tahun 2011, Komite ini telah berhasil menjaga risiko-risiko usaha Perusahaan, sehingga tingkat risiko atas piutang bermasalah di Perusahaan dapat berada pada tingkat yang wajar. Selain itu, Komite juga dapat menjaga keseimbangan agar jumlah pembiayaan yang bermasalah (non-performing loan) tetap terjaga dengan tetap memperhatikan pertumbuhan pembiayaan Perusahaan. Hal ini, terlihat dari saldo piutang pembiayaan yang bermasalah yang dapat dipertahankan pada akhir tahun 2011 sebesar 1,3% dengan kenaikan pembiayaan baru sebesar 25,5%. b. Komite Kredit Komite Kredit berfungsi untuk melakukan perbaikan, penyempurnaan dan penyederhanaan proses dan prosedur pemberian pembiayaan. Berbagai laporan harian dibuat untuk mempermudah pemantauan kualitas pembiayaan serta untuk memformulasikan produk pembiayaan yang baru. Perusahaan selanjutnya menelaah kembali portofolio yang telah dikonsolidasikan, baik di kantor pusat maupun cabang dan juga dealer dengan kontrak yang telah ada. Divisi Kredit Adira Finance melakukan evaluasi terhadap risiko Perusahaan secara menyeluruh dengan Direksi, seluruh Kepala Wilayah dan Kepala Divisi terkait setiap bulan. Lebih lanjut, Divisi Kredit Adira Finance bersama dengan Divisi Kredit PT Bank Danamon Indonesia Tbk juga melakukan pertemuan secara berkala untuk memantau seluruh risiko dari portofolio pembiayaan. Dari berbagai kegiatan tersebut, selanjutnya Divisi Kredit Adira Finance menyusun dan menyajikan laporan kepada Direktur terkait untuk memastikan pengendalian yang memadai atas seluruh risiko yang mungkin terjadi. Komite Kredit terdiri dari: 1. Direktur Utama 2. Direktur Operasi 3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 5. Direktur Manajemen Risiko 6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 7. Wakil Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 8. Wakil Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 9. Wakil Direktur Kredit 10. Kepala Divisi Kredit 11. Kepala Divisi Manajemen Risiko 12. Kepala Divisi Hukum 13. Kepala Divisi Keuangan 240 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 242.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Selama tahun 2011, Komite ini telah menghasilkan berbagai kebijakan dalam pemberian pembiayaan dari Perusahaan kepada konsumen, termasuk diantaranya melakukan evaluasi atas prosedur dan tata cara penerimaan konsumen, penyederhanaan formulir dan prosedur, tingkat bunga dan lainnya. Perusahaan berhasil meningkatkan jumlah pembiayaannya secara signifikan yaitu naik sebesar 25,5% dibandingkan pada tahun 2010 dan menjaga risiko kreditnya secara keseluruhan yaitu sebesar 4,9% pada tahun 2011, sehingga secara keseluruhan kinerja laba bersih Perusahaan dapat dipertahankan dengan kenaikan sebesar 8%. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 241 c. Komite Kepatuhan Komite Kepatuhan bertanggung jawab untuk merumuskan pedoman etika kerja dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Selain itu, Komite ini juga bertugas untuk memonitor pelaksanaan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan kepatuhan Perusahaan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komite Kepatuhan terdiri dari: 1. Direktur Utama 2. Direktur Kepatuhan 3. Direktur Manajemen Risiko 4. Sekretaris Perusahaan 5. Kepala Unit Audit Internal Selama tahun 2011, Komite ini telah melakukan sosialisasi atas peraturan-peraturan baru dan mendistribusikan peraturan-peraturan baru tersebut kepada pihak-pihak terkait serta melakukan pemantauan atas pelaksanaannya. Komite ini juga selalu memantau posisi kepatuhan Perusahaan atas ketentuan perundang-undangan dan melaporkannya kepada Direksi secara bulanan. Pencapaian yang diperoleh pada tahun 2011 adalah tidak terdapat sanksi yang nilainya signifikan dari instansi yang berwenang, yang diakibatkan oleh ketidaktaatan Perusahaan. d. Komite Sumber Daya Manusia Komite Sumber Daya Manusia berfungsi untuk menetapkan sasaran dan kebijakan sumber daya manusia Perusahaan, yang mana tugasnya antara lain merumuskan, memantau dan mengevaluasi program-program sumber daya manusia agar tetap sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Komite ini berwenang untuk menetapkan rencana sumber daya manusia, termasuk juga promosi, pelatihan maupun perekrutan jabatan-jabatan penting di dalam Perusahaan. Komite Sumber Daya Manusia terdiri dari: 1. Direktur Utama 2. Direktur Operasi 3. Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor 4. Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil 5. Direktur Manajemen Risiko 6. Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan 7. Wakil Direktur Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum
  • 243.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Selama tahun 2011, Komite ini telah menetapkan berbagai kebijakan sumber daya manusia Perusahaan, termasuk diantaranya kebijakan penggajian, insentif, bonus, tunjangan, penghargaan, penilaian individual dan rekrutmen. Selain itu, Komite juga telah mengambil keputusan untuk memberikan sanksi kepada karyawan-karyawan yang telah melakukan pelanggaran, sesuai dengan Peraturan Perusahaan dan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Lebih lanjut, Divisi Sumber Daya Manusia & Bagian Umum bersama dengan Komite Sumber Daya Manusia PT Bank Danamon Indonesia Tbk juga melakukan pertemuan secara rutin untuk menyelaraskan kebijakan Sumber Daya Manusia Adira Finance dengan kebijakan Sumber Daya Manusia PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Keanggotaan Direksi dalam Komite Eksekutif adalah sebagai berikut: Nama Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Komite Manajemen Risiko Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Komite Kredit Komite Kepatuhan Komite Sumber Daya Manusia Persentase kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Komite Eksekutif selama tahun 2010 adalah sebagai berikut: Nama Komite Manajemen Risiko Komite Kredit Komite Kepatuhan Komite Sumber Daya Manusia Alasan Ketidakhadiran RAPAT GABUNGAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing memiliki kewajiban yang sama yaitu menjaga keberlanjutan usaha Perusahaan. Keberhasilan pelaksanaan kewajiban tersebut dapat dilihat dari: 1. Terpeliharanya kinerja Perusahaan yang tercermin dari laporan keuangan yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dan dipublikasikan kepada publik. 2. Sistem pengendalian berjalan dengan baik dan manajemen risiko Perusahaan juga dapat dikelola dengan baik. 3. Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik telah diterapkan oleh seluruh unit Perusahaan dengan baik dan konsisten. 4. Kinerja usaha Perusahaan dapat dinikmati juga oleh pemegang saham dalam bentuk pembagian dividen oleh Perusahaan. 5. Kepentingan semua pemangku kepentingan dapat dijaga secara seimbang dan wajar. 242 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Ketua Bukan Anggota Bukan Anggota Bukan Anggota Anggota Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Bukan Anggota Bukan Anggota Bukan Anggota 100% 100% 100% 100% 100% 100% - - - - -
  • 244.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Untuk menjamin terpeliharanya keberlanjutan usaha Perusahaan, Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan secara rutin melakukan rapat bersama/rapat gabungan untuk membicarakan kinerja Perusahaan dan membahas masalah-masalah yang timbul atau diperkirakan akan timbul agar dapat menemukan jalan keluar terbaik secara bersama. Sepanjang tahun 2011, Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan telah melakukan 4 (empat) kali rapat gabungan, dengan tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris dan Direksi mencapai 100%. Tingkat kehadiran yang tinggi ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Adapun daftar kehadiran dalam rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut: Jumlah kehadiran para anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 243 Nama Theodore Permadi Rachmat 1) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi 2) Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Stanley Setia Atmadja Erida Gunawan 1) Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila 24 Okt √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 28 Jul √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 28 Apr √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 27 Jan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jumlah Rapat 2 4 4 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 Jumlah Kehadiran 2 4 4 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 % Kehadiran 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Nama Theodore Permadi Rachmat 1) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi 2) Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Stanley Setia Atmadja Erida Gunawan 1) Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Alasan Ketidakhadiran - - - - - - - - - - - - - -
  • 245.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Theodore Permadi Rachmat 1) Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi 2) Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Stanley Setia Atmadja Erida Gunawan 1) Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila 244 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 0% 20% 40% 60% 80% 100% Keterangan: 1) Theodore Permadi Rachmat dan Erida Gunawan mengundurkan diri dari jabatan masing-masing selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen dan Direktur Perusahaan pada RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011. 2) Pande Radja Silalahi diangkat sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan dalam RUPS Tahunan Perusahaan pada tanggal 28 April 2011 dan efektif menjabat Rencana Rapat Gabungan Pada Tahun 2012 Untuk tahun 2012, Dewan Komisaris dan Direksi berencana mengadakan 4 (empat) kali rapat yaitu pada: 1. Hari Kamis tanggal 26 Januari 2012. 2. Hari Kamis tanggal 7 Mei 2012. 3. Hari Kamis tanggal 26 Juli 2012. 4. Hari Kamis tanggal 25 Oktober 2012. Rencana rapat tersebut telah disetujui pada rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi tanggal 24 Oktober 2011. Namun demikian, rencana rapat tersebut dapat berubah jika ada permintaan dari mayoritas anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan.
  • 246.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Komite Nominasi dan Remunerasi mengumpulkan informasi mengenai standar remunerasi untuk jabatan dan industri sejenis di pasaran. Selanjutnya, Komite Nominasi dan Remunerasi membuat rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Dewan Komisaris mempelajari rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi untuk selanjutnya mengusulkan remunerasi Dewan Komisaris kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan memberikan kuasa kepada Komisaris Utama untuk pelaksanaan distribusinya. Komisaris Utama melaksanakan pembagian remunerasi sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 245 KEBIJAKAN REMUNERASI Remunerasi Dewan Komisaris Mekanisme pemberian kompensasi bagi Dewan Komisaris ditentukan sebagai berikut: • Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan melakukan penelaahan atas kompensasi yang diberikan di pasar untuk pekerjaan yang bersangkutan pada perusahaan lainnya dengan bidang usaha dan status yang sama. • Dengan memperhitungkan kinerja dan kontribusi individu, kemudian dilakukan pembahasan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi untuk menyiapkan rekomendasi. • Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dilakukan pembahasan lanjutan dan persetujuan. • Usulan remunerasi anggota Dewan Komisaris disampaikan kepada pemegang saham untuk pembahasan dan persetujuan dalam RUPS Tahunan. • RUPS Tahunan akan menentukan dan menetapkan remunerasi Dewan Komisaris. • Untuk pelaksanaan distribusi remunerasi, RUPS Tahunan dapat menunjuk Komisaris Utama untuk melakukan distribusi remunerasi bagi setiap anggota Dewan Komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris Rapat Umum Pemegang Saham Komisaris Utama Pada tahun 2011, RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011 telah menetapkan jumlah gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantiem yang dibayarkan kepada anggota Dewan Komisaris adalah sejumlah Rp 3.134.559.156. RUPS Tahunan juga menunjuk Komisaris Utama untuk menentukan pembagian jumlah gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantiem tersebut kepada masing-masing anggota Dewan Komisaris sesuai dengan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi.
  • 247.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Rincian remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris Perusahaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: Jenis Remunerasi Honorarium Tantiem Tunjangan lain Jumlah 2011 2010 2009 2008 2007 7 7 7 Jumlah Anggota Dewan Komisaris Dewan Komisaris 246 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Jumlah Anggota) 7 7 7 6 6 6 6 6 6 6 6 6 Jumlah Remunerasi Dewan Komisaris 2011 2010 2009 2008 2007 1.621 521 980 3.122 2.627 1.080 176 3.883 3.583 1.080 143 4.806 3.112 843 452 4.407 1.860 478 1.224 3.562 Remunerasi Direksi Mekanisme pemberian kompensasi bagi Direksi ditentukan sebagai berikut: • Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan melakukan penelaahan atas kompensasi yang diberikan di pasar untuk pekerjaan sebagai anggota Direksi pada perusahaan lainnya dengan bidang usaha dan status yang sama. • Dengan memperhitungkan kinerja usaha Perusahaan dan kontribusi individu, kemudian dilakukan pembahasan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi untuk menyiapkan rekomendasi. • Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dilakukan pembahasan lanjutan dan persetujuan. • Usulan remunerasi anggota Direksi disampaikan kepada pemegang saham untuk pembahasan dan persetujuan dalam RUPS Tahunan. • RUPS Tahunan dapat menentukan dan menetapkan memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Rapat Umum Pemegang Saham Komisaris Utama Komite Nominasi dan Remunerasi mengumpulkan informasi mengenai standar remunerasi untuk jabatan dan industri sejenis di pasaran. Selanjutnya, Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan evaluasi atas pencapaian kinerja usaha Perusahaan dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris . Dewan Komisaris mempelajari rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi untuk selanjutnya mengusulkan remunerasi Direksi kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi dan memberikan kuasa kepada Komisaris Utama untuk pelaksanaan distribusinya. Dewan Komisaris melaksanakan pembagian remunerasi sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Komite Nominasi dan Remunerasi
  • 248.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Pada tahun 2011, RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 April 2011 telah memberikan wewenang kepada Komisaris Utama untuk menentukan pembagian jumlah gaji atau honorarium dan tunjangan serta tantiem bagi masing-masing anggota Direksi sesuai dengan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Rincian remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi Perusahaan pada tahun 2007-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Jumlah Anggota) Honorarium Tantiem Tunjangan lain Jumlah 5 5 5 6 6 6 5 5 5 4 4 4 4 4 4 6.990 21.997 18.261 47.248 10.210 30.272 7.569 48.051 8.721 14.514 5.566 28.801 Remunerasi Anggota Komite di bawah Dewan Komisaris Mekanisme pemberian kompensasi bagi anggota Komite di bawah Dewan Komisaris ditentukan sebagai berikut: • Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan melakukan penelaahan atas kompensasi yang diberikan di pasar untuk pekerjaan sebagai anggota Komite pada perusahaan lainnya dengan bidang usaha dan status yang sama. • Dengan memperhitungkan kinerja dan kontribusi individu, kemudian dilakukan pembahasan oleh Komite Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 247 Nominasi dan Remunerasi untuk menyiapkan rekomendasi. • Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dilakukan pembahasan lanjutan dan persetujuan. • Usulan remunerasi anggota Komite diputuskan oleh Dewan Komisaris Perusahaan. 8.909 14.000 4.690 27.559 4.748 9.270 6.803 20.821 Jenis Remunerasi Jumlah Anggota Direksi 2011 2010 2009 2008 2007 Jumlah Remunerasi Direksi 2011 2010 2009 2008 2007 Dewan Komisaris Komite Nominasi dan Remunerasi Komite Nominasi dan Remunerasi mengumpulkan informasi mengenai standar remunerasi untuk jabatan dan industri sejenis di pasaran. Selanjutnya, Komite Nominasi dan Remunerasi membuat rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Dewan Komisaris mempelajari rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi untuk selanjutnya menentukan bagi anggota Komite yang berada di bawah Dewan Komisaris. Pelaksanakan pembagian remunerasi sesuai dengan hasil keputusan Dewan Komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi
  • 249.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Rincian remunerasi anggota Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris (tidak termasuk anggota Komite yang merangkap sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan) pada tahun 2007–2011 adalah sebagai berikut: Jenis Remunerasi Honorarium Tantiem Tunjangan lain Jumlah 2011 2010 2009 2008 2007 2 2 2 Remunerasi Per orang anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Remunerasi per Orang dalam 1 (satu) Tahun Di atas Rp 5 miliar Di atas Rp 1 miliar-Rp 5 miliar Di bawah Rp 1 miliar 248 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Jumlah Anggota) Jumlah Anggota Komite 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Remunerasi Anggota Komite 2011 2010 2009 2008 2007 240 - 27 267 240 - 27 267 260 - 31 291 173 - - 173 260 - 21 281 Dewan Komisaris Direksi Pihak Independen - - 7 Jumlah Anggota 1 5 - - - 3 Keterangan: 1. Remunerasi terdiri dari honorarium, tantiem, tunjangan perumahan, tunjangan transport, tunjangan kesehatan dan tunjangan handphone. 2. Termasuk honorarium dan tantiem bagi 1 anggota Dewan Komisaris dan 1 anggota Direksi yang mengundurkan diri pada tahun 2011. 3. Pihak Independen adalah pihak di luar Perusahaan yang merupakan anggota komite-komite di bawah Dewan Komisaris, namun tidak termasuk anggota komite yang merangkap sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan. Pihak Independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
  • 250.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS, DIREKSI DAN PEJABAT SENIOR A. Penilaian Kinerja Dewan Komisaris Penilaian kinerja Dewan Komisaris dilakukan oleh pemegang saham pengendali dalam hal ini adalah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Indikator penilaian kinerja Dewan Komisaris pada tahun 2011 adalah: 1. Kontribusi dan dukungan Dewan Komisaris terhadap penerapan dan pelaksanaan budaya Perusahaan, Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 249 visi, misi, filosofi, anggaran dan rencana kerja Perusahaan. 2. Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. 3. Pembentukan dan terlaksananya tugas-tugas Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris. 4. Pemberian nasihat-nasihat dan saran-saran yang baik dan efektif kepada Direksi. 5. Pemberian keputusan penting secara cepat, namun tetap dengan dasar pertimbangan yang terbaik. 6. Penilaian dari para pemegang saham atas kinerja Dewan Komisaris. 7. Tingkat kehadiran dalam rapat, baik dalam rapat Dewan Komisaris dan rapat Gabungan dengan Direksi. B. Penilaian Kinerja Direksi Penilaian kinerja masing-masing anggota Direksi dilakukan oleh Direktur Utama, dengan menggunakan kriteria antara lain: 1. Konsisten dalam meningkatkan pengembalian investasi bagi pemegang saham. 2. Kontribusi yang bermanfaat bagi strategi Perusahaan. 3. Tingkat pemahaman terhadap risiko utama yang mempengaruhi Perusahaan. 4. Memberikan arahan yang jelas kepada karyawan untuk mencapai tujuan Perusahaan. 5. Kerja sama di antara sesama anggota Direksi. 6. Komitmen atas waktu yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya dengan baik. 7. Profesionalitas dan kemauan untuk mendengarkan dan menghormati ide dari direktur lain dan pejabat senior lainnya. Tenun Pandai Sikek - Sumatera Barat
  • 251.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Penilaian kinerja Direktur Utama dan Direksi secara keseluruhan dilakukan oleh Dewan Komisaris dengan kriteria antara lain: 1. Kontribusi dan peran aktif Direksi terhadap penerapan dan pelaksanaan budaya Perusahaan, visi, misi, filosofi, anggaran dan rencana kerja Perusahaan. 2. Tingkat pencapaian target dan tujuan Perusahaan. 3. Tingkat produktivitas rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. 4. Hubungan yang erat antara Direksi dan pejabat senior. 5. Pemberian keputusan penting secara cepat, dengan dasar pertimbangan yang terbaik. 6. Tingkat kehadiran dan efektifitas dalam rapat, kertas kerja Direksi dan dukungan di bidang pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan. C. Penilaian Kinerja Pejabat Senior Untuk penilaian pejabat senior Perusahaan dilakukan oleh Direksi. Indikator yang dipergunakan oleh Direksi adalah target pencapaian yang sudah ditetapkan Direksi sebelumnya, seperti laba bersih, jumlah pembiayaan baru, tingkat pelayanan kepada rekan usaha dan konsumen, serta tingkat risiko kredit bermasalah. KONTRAK MANAJEMEN Kontrak manajemen adalah kontrak pengelolaan Perusahaan oleh Direksi yang dibuat dan ditandatangani oleh Direktur Utama dengan pemegang saham pengendali. Sedangkan untuk anggota Direksi lainnya menandatangi kontrak manajemen dengan Direktur Utama. Kontrak manajemen tersebut berlaku sejak RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 1 April 2009 sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tahun 2012. Kontrak manajemen tersebut antara lain berisi kewajiban-kewajiban dari Direksi yang harus dipenuhi sampai dengan masa berlakunya kontrak, misalnya target laba bersih, kondisi kesehatan Perusahaan dan lainnya. Selain itu, kontrak manajemen juga mengatur hak-hak dan wewenang yang diberikan kepada Direksi. PERNYATAAN PENGENDALIAN INTERNAL Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi Dewan Komisaris dan Direksi berkomitmen untuk memastikan bahwa praktik-praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik dijalankan dengan baik sebagai dasar pencapaian tujuan untuk menjaga dan meningkatkan nilai Perusahaan. Salah satu implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik adalah memastikan bahwa sistem pengendalian internal telah dilaksanakan dengan memadai. Direksi memiliki tanggung jawab untuk menerapkan sistem pengendalian internal yang baik untuk mencapai tujuan Perusahaan. Sistem pengendalian internal Perusahaan dijalankan oleh Direksi, pejabat senior, Audit Internal dan seluruh karyawan Perusahaan. Sedangkan Dewan Komisaris memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan dalam rangka memastikan terselenggaranya pengendalian internal dalam setiap kegiatan usaha Perusahaan pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Walaupun Perusahaan menyadari bahwa tidak terdapat sistem pengendalian internal yang dapat menghilangkan seluruh risiko usaha yang ada, akan tetapi Perusahaan berusaha untuk dapat mengelola dan mengendalikan risiko tersebut seminimal mungkin. Selama tahun 2011, Perusahaan menganggap bahwa sistem pengendalian internal yang telah diterapkan Perusahaan sudah sesuai dengan kebutuhan Perusahaan 250 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 252.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan untuk menjamin tercapainya tujuan Perusahaan. Hal ini terlihat dari hasil penilaian dan rekomendasi dari Divisi Audit Internal yang menunjukkan perkembangan yang lebih baik, kecuali hasil pemeriksaan Divisi Audit Internal atas jaringan usaha Perusahaan yang baru berdiri, yang mana sampai saat ini masih dalam proses perbaikan dan penyempurnaan prosedur. Audit Internal Direksi Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membuat laporan keuangan dan mengatur proses pelaporannya. Disamping itu, Direksi juga bertanggung jawab dalam merancang sistem audit internal terhadap proses pelaporan internal yang mencakup mekanisme menyeluruh dari prosedur operasi standar, jalur pelaporan dan struktur akuntabilitas. Pedoman Unit Audit Internal yang direvisi pada tahun 2009 telah sesuai ketentuan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal (Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008 tertanggal 28 Nopember 2008). Pedoman Unit Audit Internal Adira Finance telah disahkan oleh Direksi Perusahaan dan disetujui oleh Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 24 Nopember 2009. Di dalam Pedoman Unit Audit Internal Perusahaan diatur antara lain: • Misi Unit Audit Internal yaitu memberikan keyakinan yang independen dan obyektif serta memberikan jasa konsultasi untuk menambah nilai dan meningkatkan kinerja operasional Perusahaan, melalui pendekatan yang sistematis dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas dari proses manajemen risiko, pengendalian dan proses tata kelola perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 251 • Tujuan diadakannya Unit Audit Internal yaitu untuk dapat: a Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko signifikan serta memberikan kontribusi terhadap pengelolaan risiko dan sistem pengendalian internal; a Memelihara pengendalian internal yang efektif; a Menilai dan memberikan rekomendasi yang sesuai untuk meningkatkan proses tata kelola perusahaan; a Membantu meningkatkan dan memperkuat lingkungan pengendalian di Perusahaan untuk mencegah terjadinya kecurangan, melalui pengujian kecukupan dan keefektifan sistem pengendalian internal; a Memberikan pandangan yang independen kepada Manajemen dan Dewan Komisaris Perusahaan terhadap kecukupan pengendalian internal dan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur; dan a Menyediakan jasa konsultasi yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kinerja operasional Perusahaan. • Independensi Unit Audit Internal, yang mana Unit Audit Internal dianggap independen apabila dapat melaksanakan tugasnya secara bebas dan obyektif. • Pertanggungjawaban Unit Audit Internal, yang mana Unit Audit Internal mempertanggungjawabkan seluruh kegiatannya kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris melalui Komite Audit • Ruang Lingkup Unit Audit Internal, yang mana meliputi seluruh entitas audit (cabang, gudang, wilayah dan seluruh fungsional di kantor pusat). • Kewenangan Unit Audit Internal, yang mana Unit Audit Internal diberi akses yang tidak terbatas terhadap seluruh fungsi, pencatatan, kekayaan dan karyawan Perusahaan. • Tanggung Jawab Unit Audit Internal, antara lain: a Mengembangkan rencana audit tahunan yang fleksibel dengan metodologi berbasis risiko yang tepat, termasuk risiko dan pengendalian yang diidentifikasi oleh Manajemen dan menyerahkan rencana audit kepada Dewan Komisaris melalui Komite Audit untuk ditelaah dan disetujui sekaligus disempurnakan secara periodik;
  • 253.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan a Mengimplementasikan rencana audit tahunan yang disetujui; a Membuat laporan hasil audit dan laporan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan tersebut; dan a Menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris serta pihak eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada seluruh tingkatan Manajemen. • Kode Etik Unit Audit Internal yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh anggota dari Unit Audit Internal, kode etik ini meliputi integritas, obyektifitas, kerahasiaan dan kecakapan. • Persyaratan untuk menjadi anggota dari Unit Audit Internal, yaitu: a Memiliki perilaku yang profesional, independen, jujur dan obyektif; a Memiliki pengetahuan, keahlian dan kemampuan lain untuk melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing; a Memiliki kecakapan untuk berinteraksi dan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan dengan efektif; a Wajib memenuhi kode etik audit internal; a Wajib menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan; a Memiliki pemahaman tentang prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik; dan a Bersedia secara terus-menerus meningkatkan kemahiran, efektifitas dan kualitas dari pekerjaannya. • Standar Pelaksanaan Audit Internal, yang mana dalam menjalankan tugasnya, Unit Audit Internal akan memenuhi atau melebihi standar sebagaimana dijabarkan dalam Standard for the Professional Practice of Internal Auditing dari the Institute of Internal Auditors. Penanggung jawab utama dari Audit Internal Perusahaan adalah Direktur Utama yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh Unit Audit Internal. 252 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tenun Mandar - Sulawesi Barat
  • 254.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Pengangkatan Kepala Unit Audit Internal Perusahaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal (Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008 tertanggal 28 Nopember 2008) dan Pedoman Unit Audit Internal Perusahaan yaitu diangkat oleh Direktur Utama pada tanggal 29 April 2011 setelah disetujui oleh Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 28 April 2011 serta dilaporkan kepada Bapepam dan LK pada tanggal 4 Mei 2011. Kepala Divisi Audit Internal Perusahaan saat ini dijabat oleh Inggrid Sri Komala Dewi. Ingrid Sri Komala Dewi Kepala Unit Audit Internal Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 253 Tempat/Tanggal Lahir : Kewarganegaraan : Pendidikan Terakhir : Pengalaman Kerja : Pelatihan yang Diikuti : Sebagai Instruktur : Lampung/19 Mei 1971 Indonesia Sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanagara pada tahun 1995 • PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Kepala Unit Audit Internal pada tahun 2011-sekarang. • PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Wakil Kepala Divisi Recovery dan Asset Management pada tahun 2009-2011. • PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Kepala Departemen pada Unit Audit Internal pada tahun 2003-2009. • Kantor Akuntan Publik Ernst & Young pada tahun 1999-2000. • Kantor Akuntan Publik Deloitte Touche Tohmatsu pada tahun 1995-1999. • Training mengenai Prinsip Dasar Audit Internal, Teknik Interview dan Deteksi Fraud yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Internal Audit pada tahun 20085. • Risk Based Audit Training yang diselenggarakan Bright Consulting pada tahun 2005. • Team Mate Programme Training yang diselenggarakan Kantor Akuntan Publik Price Waterhouse Coopers pada tahun 2005 dan 2006. • Know Your Customer – Adira Finance Training yang diselenggarakan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. pada tahun 2006. • Fraud Mitigation & Investigation Training yang diselenggarakan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. pada tahun 2007. Berbagai program pelatihan yang diselenggarakan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk pada tahun 2003-sekarang.
  • 255.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Dalam melaksanakan tugasnya, Divisi Audit Internal melaksanakan berbagai kegiatan antara lain audit operasional cabang, gudang, kustodian, wilayah dan fungsional lainnya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa praktik manajemen risiko telah dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur tertulis Perusahaan serta peraturan eksternal. Divisi Audit Internal juga membantu menyempurnakan dan memperkuat pengendalian dan menyediakan jasa konsultasi untuk memberikan nilai tambah dan memperbaiki operasional organisasi. Cakupan kegiatan audit yang dilakukan meliputi evaluasi menyeluruh mulai dari validasi perjanjian kerjasama dengan dealer, aplikasi kredit, persetujuan kredit, pengelolaan jaminan, proses penagihan, pemulihan kredit or bermasalah dan proses pemasaran kembali, sampai dengan proses pembiayaan dan akuntansi termasuk sistem dokumentasi. Audit tersebut dilakukan dengan sistem matrik, yang mana untuk unit yang dinilai memiliki risiko tinggi, maka apapun hasil pemeriksaannya akan dilakukan audit 1 (satu) kali dalam setahun, untuk unit yang hasil pemeriksaan sebelumnya tidak memuaskan maka audit akan dilakukan 1 (satu) kali dalam setahun apapun tingkat risikonya, sedangkan unit yang memperoleh hasil pemeriksaan menengah atau berisiko rendah serta tidak termasuk dalam kategori tidak memuaskan maka akan diaudit setiap 2 (dua) tahun sekali. Struktur organisasi Unit Audit Internal adalah sebagai berikut: Komite Audit Dani Rachman Kepala Dept Audit Umum 1 Eka Ratnawati Kepala Seksi Audit Umum 1 Stanley Setia Atmadja Direktur Utama Inggrid Sri Komala Dewi Kepala Unit Audit Internal Perencanaan dan realisasi Audit Internal pada tahun 2011 adalah sebagai berikut: A. Rencana Audit Internal Kepala Dept Jaminan Kualitas & Pengembangan Audit Kepala Seksi Manajemen Sistem Informasi & Admin Audit Berdasarkan urutan prioritas untuk tahun 2011, Audit Internal merencanakan 94 (sembilan puluh empat) penugasan audit, yang terdiri dari: 1. 76 (tujuh puluh enam) cabang; 2. 5 (lima) wilayah 3. 1 (satu) kustodian; dan 4. 12 (dua Belas) gudang. 254 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tutuk Andiartika Supriadi Al Atmo Sampurno Hadi Kepala Seksi Jaminan Kualitas & Pengembangan Audit Tongan Tovendi Sihite Kepala Dept Audit Umum 2 Erik Oktario Rachmat Kepala Seksi Audit Umum 2 Tutuk Andiartika Kepala Dept Audit Umum 3 Kries Prihantoro Nugroho Kepala Seksi Audit Umum 3
  • 256.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 255 B. Realisasi Audit Internal Realisasi audit selama tahun 2011 mencapai 94 (sembilan puluh empat) penugasan audit atau mencapai 100% dari target audit 2011 sebanyak 94 (sembilan puluh empat) penugasan, yang terdiri dari: 1. 76 (tujuh puluh enam) cabang; 2. 5 (lima) wilayah 3. 1 (satu) Custodian; dan 4. 12 (dua Belas) gudang. C. Hasil Temuan Audit Dari pelaksanaan audit, terdapat hasil temuan audit antara lain adalah sebagai berikut: - Terdapat keterlambatan melakukan kunjungan ke nasabah yang terlambat membayar angsuran lebih dari 7 hari. - Hasil kunjungan ke nasabah tidak dicatat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. - Administrasi pencatatan Surat Tugas Penarikan dan Surat Kuasa Penarikan yang kurang rapi. - Kesalahan pencatatan data BPKB. Setiap laporan hasil audit disampaikan kepada Manajemen Perusahaan dan pihak yang diaudit dilengkapi dengan rencana tindakan perbaikan, termasuk sanksi/pinalti apabila diperlukan. Kemajuan tindakan tersebut harus dilaporkan oleh pihak yang diaudit kepada Divisi Audit Internal setiap bulan untuk memastikan agar setiap pihak yang diaudit selalu berupaya melakukan penyempurnaan atau perbaikan. Sebagai anak perusahaan dari sebuah Bank, maka Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) PT Bank Danamon Indonesia Tbk juga telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa divisi fungsional di Adira Finance. Temuan-temuan yang dihasilkan dari pemeriksaan ini juga dilaporkan kepada Direktur Utama Perusahaan, yang selanjutnya juga disampaikan kepada Divisi Audit Internal Perusahaan untuk ditindaklanjuti. Pada tahun 2011, SKAI PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah melakukan pemeriksaan atas 9 (sembilan) divisi fungsional di kantor pusat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak terdapat temuan yang berpengaruh secara material atau signifikan terhadap kinerja dan operasional Perusahaan. Auditor Eksternal Independen RUPS Tahunan yang memiliki hak untuk menunjuk Auditor Eksternal Independen, telah memberi kuasa kepada Komisaris untuk menunjuk Auditor Independen Eksternal dengan rekomendasi dari Komite Audit pada RUPS Tahunan tanggal 28 April 2011. Auditor Independen Eksternal yang ditunjuk tidak boleh berada dibawah kendali Dewan Komisaris, Direksi atau pihak-pihak berkepentingan lainnya dalam bentuk apapun. Auditor Eksternal Independen yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan memberikan rekomendasi perbaikan atas pengendalian internal yang lemah di Perusahaan. Berdasarkan Rapat Dewan Komisaris pada tanggal 27 Juli 2011, Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) telah ditunjuk sebagai Auditor Independen Eksternal Perusahaan. Tugas Auditor Independen Eksternal adalah memeriksa dan memberikan opininya atas laporan keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. Tahun 2011 adalah tahun kelima bagi Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagai Auditor Independen Eksternal Perusahaan, yang mana biaya untuk jasa audit profesional tersebut adalah sebesar US$ 90.000, sedangkan pada tahun 2010, 2009, 2008 dan 2007, masing-
  • 257.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan masing adalah sebesar US$ 90.000, US$ 83.600, US$ 83.600 dan US$ 76.000. Selain itu, Perusahaan juga menggunakan jasa audit profesional Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International) sebagai profesi penunjang pasar modal dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011, yang mana jasa profesional yang dibayarkan Perusahaan masing-masing adalah US$ sebesar 45.000 dan US$ 35.000. Akuntan Publik yang mewakili pelaksanaan audit laporan keuangan tahun 2011 dan penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 adalah Kusumaningsih Angkawijaya, CPA. Laporan keuangan tahun 2010 dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 serta penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 yang disebutkan diatas adalah Elizabeth Imelda, CPA. Sedangkan untuk audit laporan keuangan tahun 2009, 2008 dan 2007 serta penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 adalah Kusumaningsih Angkawijaya, CPA. Dalam menjalankan tugasnya, Auditor Independen Eksternal menyatakan tidak terjadi benturan kepentingan dalam pelaksanaan audit. KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SERTA HUBUNGAN DENGAN PEMASOK Untuk pengadaan barang dan jasa serta hubungan dengan pemasok, maka Adira Finance telah menerapkan kebijakan sebagai berikut: 1. Menerapkan Memo Internal dan Sistem Prosedur Operasional untuk pengadaan barang dan jasa di Perusahaan. 2. Semua proses pengadaan barang telah dilakukan secara on-line untuk mempermudah proses dan untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman barang. 3. Bagi pemasok utama, baik pemasok barang meupun jasa, diwajibkan untuk menyerahkan dokumen legalitas perusahaan secara lengkap, untuk menjamin bahwa pemasok barang dan jasa Perusahaan adalah benar-benar perusahaan yang memiliki kredibilitas yang baik dan bertanggung jawab. 4. Dalam Kode Etik dan Peraturan Perusahaan telah diatur larangan bagi setiap karyawan untuk menerima janji atau pemberian dalam bentuk apapun dari pemasok. 5. Perusahaan telah menyampaikan surat tertulis kepada semua pemasok untuk tidak memberikan janji atau hadiah kepada siapapun di Perusahaan. Jika terdapat pihak di dalam Perusahaan yang meminta imbalan atau hadiah, maka pihak tersebut diminta untuk menghubungi Sekretaris Perusahaan agar dapat ditindaklanjuti. Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut maka: 1. Pengadaan barang telah dilakukan sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dibutuhkan, harga yang kompetitif, pengiriman yang tepat waktu dan pelayanan purna jual yang baik. 2. Seluruh proses pengadaan barang dan proses pembayaran kepada pemasok dapat dimonitor, sehingga tetap terjaga dan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Pada tahun 2011, waktu yang diperlukan bagi Perusahaan untuk menyelesaikan pembayaran kepada pemasok secara rata-rata adalah sebanyak 9 (sembilan) hari kerja sejak dokumen diterima secara lengkap oleh Perusahaan. 256 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 258.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Tari Petik Pala, Bandaneira - Maluku ASURANSI HARTA KEKAYAAN PERUSAHAAN Perusahaan menyadari bahwa dalam pengelolaan usaha selalu ada risiko yang akan dihadapi, khususnya berkaitan dengan harta kekayaan Perusahaan. Untuk mengurangi risiko kerugian atau kehilangan atas harta kekayaan Perusahaan, maka Perusahaan telah mengasuransikan harta kekayaan Perusahaan kepada perusahaan asuransi. Pada tahun 2011, Perusahaan mengasuransikan harta kekayaan Perusahaan berupa benda-benda bergerak maupun benda-benda tidak bergerak kepada PT Asuransi Adira Dinamika dengan rincian sebagai berikut: 1. Polis Semua Risiko atas Properti Polis ini menjamin risiko yang mungkin terjadi atas perabotan dan peralatan kantor Perusahaan yang terletak di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 257 2. Polis Gempa Bumi Polis ini menjamin risiko kerugian akibat gempa bumi atas perabotan, peralatan kantor dan bangunan yang terletak di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia, yang mana tidak termasuk dalam polis semua risiko atas properti. 3. Polis Semua Risiko atas Barang Bergerak Polis ini menjamin risiko kehilangan atau kerusakan atas bermacam-macam benda bergerak Perusahaan (termasuk handphone, infocus, kamera dan lain-lain) yang terletak di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia. 4. Polis kendaraan bermotor Polis ini menjamin risiko kerugian atau kehilangan atas kendaraan-kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat yang dimiliki dan/atau dikuasai oleh Perusahaan, yang terletak di Kantor Pusat maupun di seluruh jaringan usaha Perusahaan di seluruh Indonesia.
  • 259.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan PT Asuransi Adira Dinamika dan Perusahaan adalah anak perusahaan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Namun demikian, Perusahaan tetap mendapatkan perlakuan yang wajar atau dengan syarat dan kondisi yang sama apabila dibandingkan dengan Perusahaan mengasuransikan kepada pihak ketiga. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI) Perusahaan memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang telah di daftarkan di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, yaitu: Judul/Nama HAKI Nomor/Tanggal Pendaftaran Nomor dan Tanggal Sertipikat Jangka Waktu Berlakunya KEPATUHAN Tujuan utama dari kepatuhan adalah agar setiap bagian di Adira Finance selalu memenuhi dan mematuhi peraturan-peraturan, hukum, etika bisnis dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Hal ini merupakan budaya Perusahaan yang telah ada sejak Perusahaan berdiri pada tahun 1990. Sebagai perwujudan atas perhatian yang besar dari Perusahaan untuk selalu memelihara kepatuhan, maka Perusahaan telah memiliki Direktorat Kepatuhan sejak tahun 2006. Melalui kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Perusahaan akan dapat terus meningkatkan praktik Tata kelola Perusahaan yang Baik di seluruh aspek operasionalnya. Anggaran Dasar Sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-179/BL/2008 tertanggal 14 Mei 2009 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, maka Perusahaan telah melakukan penyesuaian Anggaran Dasar Perusahaan sebagaimana tertuang dalam Akta No. 2 tertanggal 13 Maret 2009. Akta Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diterima pemberitahuannya oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasar PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk No. AHU-AH.01.10-03555 tertanggal 13 April 2009 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 61 Tambahan No. 603 tertanggal 31 Juli 2009. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Untuk melindungi kepentingan pemegang saham, Perusahaan memastikan bahwa RUPS Tahunan dan/atau Luar Biasa diselenggarakan pada waktunya dan dipersiapkan sesuai dengan ketentuan Pasal 21 Anggaran Dasar Perusahaan dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.I.1 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-60/PM/1996 tertanggal 17 Januari 1996). Ketaatan Sebagai Perusahaan Pembiayaan Sebagai Perusahaan Pembiayaan yang telah berdiri sejak tahun 1990, Perusahaan senantiasa taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan saat ini diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan. 258 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jenis Merek No. 1. 532178/13-03-2003 “Adira Finance” JOO-02-04280 dan 13-03-2003 10 tahun sejak tanggal 07-03-2002
  • 260.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Tari Rapii Geleng - Aceh Dalam peraturan Menteri Keuangan tersebut terdapat beberapa ketentuan yang harus ditaati Perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut: Perusahaan melakukan analisa secara bulanan untuk memastikan bahwa Perusahaan tetap mengikuti Peraturan Menteri Keuangan tersebut. Perusahaan juga menyiapkan laporan analisa bulanan yang diberikan kepada pemegang saham pengendali, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Hal ini merupakan bukti nyata atas niat dan tanggung jawab yang kuat dari Perusahaan untuk selalu tunduk dan patuh pada setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 259 Status Memenuhi ketentuan Memenuhi ketentuan Memenuhi ketentuan Memenuhi ketentuan Memenuhi ketentuan Memenuhi ketentuan Keterangan Modal disetor minimum Modal sendiri minimum Pembatasan jabatan untuk Direktur Pembatasan jabatan untuk Komisaris Jumlah minimum piutang pembiayaan Jumlah pinjaman dibanding modal sendiri Catatan Modal disetor Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp 100 miliar, telah sesuai dengan syarat modal disetor minimum sebesar Rp 100 miliar untuk perusahaan swasta nasional atau patungan. Modal sendiri Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah 4.435,0% dari modal disetor, ini jauh di atas syarat minimum modal sendiri yaitu sebesar 50% dari modal disetor. Berdasarkan dokumen dan data yang ada pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi syarat pembatasan jabatan untuk Direktur, karena tidak ada Direktur Perusahaan yang merangkap jabatan di perusahaan pembiayaan lain atau tidak menjadi Komisaris di lebih dari 1 (satu) perusahaan pembiayaan lain. Berdasarkan dokumen dan data yang ada pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan telah memenuhi syarat pembatasan jabatan untuk Komisaris, karena dari seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan tidak ada yang merangkap jabatan di lebih dari 3 (tiga) perusahaan pembiayaan lain. Jumlah piutang pembiayaan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar 79,2% dari jumlah aset. Rasio tersebut berada di atas syarat minimum jumlah piutang pembiayaan yang harus dimiliki yaitu sekurang-kurangnya 40% dari jumlah aset. Jumlah pinjaman yang dimiliki Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011 hanya sebesar 2,4 kali dari modal sendiri, masih jauh di bawah syarat maksimum jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan yaitu maksimum 10 kali, baik untuk pinjaman luar negeri maupun dalam negeri.
  • 261.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan-laporan yang disampaikan Perusahaan kepada Bapepam dan LK serta BI sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan adalah sebagai berikut: Nama Laporan Penyampaian Bukti Iklan Laporan Keuangan Tahunan 2010 Laporan Keuangan Tahunan 2010 Laporan Bulanan untuk bulan Januari 2011 Laporan Bulanan untuk bulan Pebruari 2011 Laporan Bulanan untuk bulan Maret 2011 Laporan Bulanan untuk bulan April 2011 Laporan Perubahan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Laporan Bulanan untuk bulan Mei 2011 Laporan Bulanan untuk bulan Juni 2011 Laporan Kegiatan Usaha Semesteran untuk Semester 1 tahun 2011 Penyampaian Perubahan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Laporan Bulanan untuk bulan Juli 2011 Laporan Bulanan untuk bulan Agustus 2011 Laporan Bulanan untuk bulan September 2011 Laporan Bulanan untuk bulan Oktober 2011 Laporan Bulanan untuk bulan Nopember 2011 Laporan Bulanan untuk bulan Desember 2011 260 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Instansi Menteri Keuangan Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam- LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI Menteri Keuangan c.q. Bapepam dan LK serta BI No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Tanggal Penyampaian 4 Pebruari 2011 4 Pebruari 2011 10 Pebruari 2011 10 Maret 2011 11 April 2011 10 Mei 2011 8 Juni 2011 10 Juni 2011 11 Juli 2011 28 Juli 2011 9 Agustus 2011 10 Agustus 2011 12 September 2011 10 Oktober 2011 10 Nopember 2011 9 Desember 2011 10 Januari 2011
  • 262.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kepemilikan Saham oleh Pengurus Pada tanggal 31 Desember 2011, tidak terdapat kepemilikan saham Perusahaan baik oleh anggota Dewan Komisaris maupun Direksi (Pengurus). Daftar kepemilikan saham oleh Pengurus pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan Anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi lainnya dan/atau Pemegang Saham Pengendali Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang memiliki hubungan keuangan dengan pemegang saham pengendali Perusahaan yaitu PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) adalah sebagai berikut: Selain Ho Hon Cheong, Muliadi Rahardja dan Vera Eve Lim yang memiliki hubungan keuangan dengan pemegang saham pengendali, seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Adira Finance tidak memiliki hubungan keuangan maupun hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali Perusahaan. Benturan Kepentingan Untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009 tertanggal 25 Nopember 2009) tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, di dalam Anggaran Dasar Perusahaan telah mengatur beberapa ketentuan untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, yaitu antara lain: • Dalam Pasal 12 Ayat 9 Anggaran Dasar Perusahaan diatur bahwa apabila Perusahaan memiliki kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan pribadi salah satu anggota Direksi, maka yang berhak mewakili Perusahaan adalah anggota Direksi lainnya. Apabila Perusahaan memiliki kepentingan yang berbeda dengan kepentingan seluruh anggota Direksi, maka Perusahaan akan diwakili oleh Komisaris. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 261 Jabatan Komisaris Utama Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris merangkap Komisaris Independen Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Jumlah Saham - - - - - - - - - - - - % Kepemilikan Saham - - - - - - - - - - - - Nama Ho Hon Cheong Djoko Sudyatmiko Eng Heng Nee Philip Pande Radja Silalahi Muliadi Rahardja Vera Eve Lim Rajeev Kakar Stanley Setia Atmadja Marwoto Soebiakno Hafid Hadeli Ho Lioeng Min I Dewa Made Susila Jabatan di Adira Finance Komisaris Utama Komisaris Komisaris Jabatan di Bank Danamon Direktur Utama Direktur Direktur Nama Ho Hon Cheong Muliadi Rahardja Vera Eve Lim
  • 263.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan • Dalam Pasal 13 Ayat 10 huruf b Anggaran Dasar Perusahaan diatur bahwa anggota Direksi yang memiliki kepentingan atas suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan, tidak diperbolehkan untuk ikut dalam pengambilan suara terkait dengan hal yang berhubungan dengan transaksi tersebut, kecuali jika Rapat Direksi menentukan lain. • Dalam Pasal 16 Paragraph 10 huruf b Anggaran Dasar Perusahaan diatur bahwa anggota Dewan Komisaris yang memiliki kepentingan suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan, tidak diperbolehkan untuk ikut dalam pengambilan suara terkait dengan hal yang berhubungan dengan transaksi tersebut, kecuali jika Rapat Dewan Komisaris menentukan lain. Perusahaan selalu melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya benturan kepentingan atas setiap transaksi yang akan dilakukan, termasuk diantaranya dengan menerapkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yang mana di dalamnya terdapat ketentuan-ketentuan untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan. Pedoman ini berlaku baik bagi karyawan, pejabat senior, Direksi maupun Dewan Komisaris Perusahaan tanpa ada pengecualian. Selain itu dalam melakukan usahanya, untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, Perusahaan telah mengambil kebijakan untuk menggunakan jasa penilai dan konsultan independen untuk melakukan penilaian secara independen atas transaksi yang akan dilakukan antara pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan, yang dikhawatirkan mengandung benturan kepentingan. Tabel dibawah ini menjelaskan transaksi yang mengandung benturan kepentingan yang dilakukan oleh Perusahaan selama tahun 2011: Nama & Jabatan yang Memiliki Benturan Kepentingan - No. - Keterangan Jenis Transaksi Nama & Jabatan Pengambil Keputusan Transaksi Material Selama tahun 2011, Perusahaan tidak melakukan transaksi: • Pembelian saham termasuk dalam rangka pengambilalihan; • Penjualan saham; • Penyertaan dalam badan usaha, proyek dan/atau kegiatan usaha tertentu; • pembelian, penjualan, pengalihan, tukar-menukar atas segmen usaha atau aset selain saham; • sewa-menyewa aset; • Pinjam-meminjam dana; • Menjaminkan aset; dan/atau • Memberikan jaminan perusahaan; yang nilainya sama atau lebih besar dari 20% dari ekuitas, sebagaimana dimaksudkan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-413/BL/2009 tertanggal 25 Nopember 2009) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Tabel dibawah ini menjelaskan transaksi yang material yang dilakukan oleh Perusahaan selama tahun 2011: No. Jenis Transaksi 262 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 - - - - Keterangan - - Jumlah Nominal - Pihak yang Terlibat Dalam Transaksi -
  • 264.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kepatuhan atas Persyaratan Obligasi dan Peraturan Bursa Pada tanggal 13 Mei 2009, Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 sejumlah Rp 500.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut: Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 tersebut dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok Obligasi yang terhutang. Dana hasil Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 ini akan digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 2 Juli 2009, seluruh dana Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 telah digunakan seluruhnya dan telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 074/ADMF/VII/2009. Selama hutang Obligasi belum dilunasi, maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika Perusahaan lalai dalam membayar jumlah terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan pinjaman kepada afiliasi ataupun pihak ketiga lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak melebihi Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perusahaan, melakukan penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan yang bukan merupakan piutang pembiayaan konsumen. Pada tanggal 29 Oktober 2010, Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 sejumlah Rp 2.000.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 263 Nilai Pokok (Rupiah) Rp 46.000.000.000 Rp 51.000.000.000 Rp 403.000.000.000 Bunga per Tahun 12,55% 13,55% 14,60% Tanggal Jatuh Tempo 18 Mei 2010 13 Mei 2011 13 Mei 2012 Obligasi Seri A Seri B Seri C Nilai Pokok (Rp) Rp 229.000.000.000 Rp 238.000.000.000 Rp 577.000.000.000 Rp 284.000.000.000 Rp 672.000.000.000 Bunga per Tahun 7,60% 8,25% 8,70% 9,00% 9,25% Tanggal Jatuh Tempo 29 April 2012 29 Oktober 2012 29 April 2013 29 Oktober 2013 29 Oktober 2014 Obligasi Seri A Seri B Seri C Seri D Seri E Festival Asmat - Papua
  • 265.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 tersebut dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok Obligasi yang terhutang. Dana hasil Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 ini akan digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 22 Desember 2010, seluruh dana Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 telah digunakan seluruhnya dan telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 178/ADMF/CS/XII/2010. Selama hutang Obligasi belum dilunasi, maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika Perusahaan lalai dalam membayar jumlah terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan pinjaman kepada afiliasi ataupun pihak ketiga lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak melebihi Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perusahaan, melakukan penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan yang bukan merupakan piutang pembiayaan konsumen. Pada tanggal 27 Mei 2011, Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 sejumlah Rp 2.500.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut: Nilai Pokok (Rp) Rp 612.000.000.000 Rp 160.000.000.000 Rp 567.000.000.000 Rp 1.161.000.000.000 Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 tersebut dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 60% dari pokok Obligasi yang terhutang. Dana hasil Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 ini akan digunakan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 18 Juli 2011, seluruh dana Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 telah digunakan seluruhnya dan telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 087/ADMF/CS/VII/2011. Selama hutang Obligasi belum dilunasi, maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika Perusahaan lalai dalam membayar jumlah terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan pinjaman kepada afiliasi ataupun pihak ketiga lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak melebihi Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perusahaan, melakukan penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan yang bukan merupakan piutang pembiayaan konsumen. Pada tanggal 16 Desember 2011, Perusahaan melakukan penawaran umum berkelanjutan dengan nilai total Rp 6 triliun untuk jangka waktu 2 tahun. Untuk tahap pertama Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 sejumlah Rp 2.523.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut: Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 tersebut dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang lancar pembiayaan konsumen sebesar 50% dari pokok Obligasi yang terhutang. Dana hasil Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 ini akan digunakan 264 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Bunga per Tahun 8,00% 8,80% 9,60% 10,00% Tanggal Jatuh Tempo 31 Mei 2012 27 Mei 2013 27 Mei 2014 27 Mei 2015 Obligasi Seri A Seri B Seri C Seri D Nilai Pokok (Rp) Rp 325.000.000.000 Rp 665.000.000.000 Rp 1.533.000.000.000 Bunga per Tahun 7,75% 8,00% 9,00% Tanggal Jatuh Tempo 16 Desember 2013 16 Desember 2014 16 Desember 2016 Obligasi Seri A Seri B Seri C
  • 266.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan seluruhnya untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor sesuai dengan kegiatan usaha utama dan kebijakan keuangan Perusahaan. Pada tanggal 13 Januari 2012, seluruh dana Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 telah digunakan seluruhnya dan telah dilaporkan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan surat No. 003/ADMF/CS/I/2012. Selama hutang Obligasi belum dilunasi, maka Perusahaan tidak diperkenankan membagikan dividen jika Perusahaan lalai dalam membayar jumlah terhutang Obligasi pada saat jatuh temponya, memberikan pinjaman kepada afiliasi ataupun pihak ketiga lainnya yang mana keseluruhan jumlah pinjaman tersebut tidak melebihi Rp 50 miliar kecuali pinjaman yang telah ada sebelumnya atau pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perusahaan, melakukan penggabungan usaha dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perusahaan yang bukan merupakan piutang pembiayaan konsumen. Selain itu, Perusahaan juga memastikan bahwa seluruh persyaratan pada obligasi dan peraturan bursa dapat terpenuhi dengan langkah-langkah sebagai berikut: • Membayar kupon bunga dan cicilan pokok Obligasi secara penuh dan tepat waktu. • Membayar lunas pokok Obligasi yang telah jatuh tempo secara penuh dan tepat waktu. • Memastikan rasio-rasio keuangan berada dalam batas-batas yang dipersyaratkan. • Memastikan Perusahaan mengikuti seluruh pembatasan sehubungan dengan penerbitan Obligasi. • Memberikan laporan daftar jaminan setiap bulan kepada wali amanat. • Pendaftaran jaminan 1 (satu) kali setiap tahun ke instansi yang berwenang sesuai ketentuan dan peraturan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 265 perundang-undangan yang berlaku. • Menjaga rasio nilai jaminan untuk menjamin pelunasan Obligasi sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan. • Menyampaikan laporan keuangan triwulanan, laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan secara lengkap dan tepat waktu. • Melakukan pemeringkatan Perusahaan dan Obligasi-Obligasi Perusahaan 1 (satu) kali setiap tahun atau sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran kupon bunga dan cicilan pokok Obligasi yang dilakukan Adira Finance melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: Pembayaran Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 2010 (Ke-1) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF III Tahun 2009 (Ke-7) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF II Tahun 2006(Ke-19) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 2010 (Ke-2) Pelunasan Pokok Obligasi ADMF III Tahun 2009 Seri B dan pembayaran Bunga Obligasi ADMF III Tahun 2009 seri C (Ke-8) Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi ADMF II Tahun 2006 seri C (Ke-20) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 2010 (Ke-3) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF III Tahun 2009 (Ke-9) Tanggal 28 Januari 2011 11 Pebruari 2011 7 Maret 2011 28 April 2011 12 Mei 2011 7 Juni 2011 28 Juli 2011 12 Agustus 2011 Jumlah Nominal (Rp) 43.739.500.000 16.437.125.000 3.285.000.000 43.739.500.000 67.437.125.000 93.285.000.000 43.739.500.000 14.709.500.000 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
  • 267.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Pembayaran Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF V Tahun 2011 (Ke-1) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF IV Tahun 2010 (Ke-4) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF III Tahun 2009 seri C (Ke-10) Pembayaran Dana Bunga Obligasi ADMF V Tahun 2011 (Ke-2) Korespondensi Perusahaan kepada Bapepam dan LK selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 266 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tanggal 26 Agustus 2011 28 Oktober 2011 11 Nopember 2011 25 Nopember 2011 Jumlah Nominal (Rp) 58.393.000.000 43.739.500.000 14.709.500.000 58.393.000.000 No. 9. 10. 11. 12. Nama Laporan Penyampaian Bukti Pembayaran Denda Keterlambatan Laporan Perubahan Susunan Dewan Komisaris Permohonan Perubahan Waktu Pembahasan Pengaduan Konsumen PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Penyampaian Bukti Pengumuman Laporan Keuangan Tahunan 2010 Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan 2010 Penyampaian Hasil Bukti Iklan Pemeringkatan Obligasi II Tahun 2006 Seri C dan Obligasi III Tahun 2009 Seri B Penyampaian Hasil dan Bukti Iklan Pemeringkatan Perusahaan, Obligasi II Tahun 2006 Seri C, Obligasi III Tahun 2009 Seri B dan Seri C serta Obligasi IV Tahun 2010 Penyampaian Rencana RUPS Tahunan 2011 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS Tahunan 2011 Permohonan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas Anggota Direksi Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS Tahunan 2011 Penyampaian LaporanTahunan 2010 Surat Tanggapan Mengenai Tambahan Kelengkapan Data Penyampaian Laporan Keuangan Interim untuk periode 3 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Pemberitahuan Hasil RUPS Tahunan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Penyampaian Iklan Hasil RUPS Tahunan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Penyampaian Laporan Perubahan Susunan Komite Audit Nomor Surat 004/ADMF/CS/I/11 006/ADMF/CS/I/11 007/ADMF/CS/I/11 009/ADMF/CS/II/11 012/ADMF/CS/II/11 025/ADMF/CS/II/11 028/ADMF/CS/II/11 032/ADMF/CS/III/11 034/ADMF/CS/III/11 011/ADMF/BOD/III/11 036/ADMF/CS/IV/11 037/ADMF/CS/IV/11 064/ADMF/CS/IV/11 066/ADMF/CS/IV/11 068/ADMF/CS/V/11 069/ADMF/CS/V/11 074/ADMF/CS/V/11 Tanggal Penyampaian 12 Januari 2011 21 Januari 2011 26 Januari 2011 4 Pebruari 2011 4 Pebruari 2011 11 Pebruari 2011 28 Pebruari 2011 22 Maret 2011 29 Maret 2011 30 Maret 2011 13 April 2011 13 April 2011 26 April 2011 26 April 2011 2 Mei 2011 2 Mei 2011 4 Mei 2011 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.
  • 268.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 267 Nama Laporan Penyampaian Laporan Perubahan Kepala Audit Internal Laporan Perubahan Susunan Dewan Komisaris Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi Pelunasan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 Penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2011 Penyampaian Bukti Pengumuman Laporan Keuangan Tengah Tahunan yang Berakhir padaTanggal 30 Juni 2011 Konfirmasi Atas Keterlambatan Penyampaian Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 Penyampaian Perubahan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Keterbukaan Informasi yang perlu diketahui Publik Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi yang Perlu Diketahui Publik Penyampaian Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) Pemberitahuan Perubahan Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan Perubahan Sekretaris Perusahaan Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS Luar Biasa Penyampaian Iklan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS Luar Biasa) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Pemberitahuan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS Luar Biasa) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Laporan Pindah Alamat Kantor Cabang PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Penyampaian Laporan Keuangan Interim untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 Nomor Surat 075/ADMF/CS/V/11 078/ADMF/CS/VI/11 079/ADMF/CS/VI/11 087/ADMF/CS/VII/11 089/ADMF/CS/VII/11 090/ADMF/CS/VII/11 092/ADMF/CS/VIII/11 093/ADMF/CS/VIII/11 095/ADMF/CS/VIII/11 096/ADMF/CS/VIII/11 099/ADMF/CS/VIII/11 101/ADMF/CS/VIII/11 104/ADMF/CS/VIII/11 105/ADMF/CS/VIII/11 107/ADMF/CS/IX/11 129/ADMF/CS/IX/11 130/ADMF/CS/IX/11 133/ADMF/CS/IX/11 142/ADMF/CS/X/11 Tanggal Penyampaian 4 Mei 2011 8 Juni 2011 9 Juni 2011 18 Juli 2011 29 Juli 2011 29 Juli 2011 9 Agustus 2011 10 Agustus 2011 10 Agustus 2011 11 Agustus 2011 16 Agustus 2011 23 Agustus 2011 25 Agustus 2011 25 Agustus 2011 7 September 2011 26 September 2011 26 September 2011 27 September 2011 26 Oktober 2011 No. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.
  • 269.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Nama Laporan Pemberitahuan Penerbitan Surat Berharga Jangka Menengah (Medium Term Note) MTN I Adira Dinamika Multi Finance Tbk Tahun 2011 Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi Yang Perlu Diketahui Publik Klarifikasi Alamat Kantor Cabang Makassar 2 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Penyampaian Bukti Iklan Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan Prospektus Ringkas Penyampaian Bukti Iklan Informasi Kepastian Jumlah Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011Nama Laporan Laporan-laporan yang disampaikan Perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2011 adalah sebagai berikut: 268 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Nomor Surat 149/ADMF/CS/XI/11 150/ADMF/CS/XI/11 153/ADMF/CS/XI/11 155/ADMF/CS/XII/11 158/ADMF/CS/XII/11 Nomor Surat Nomor Surat Tanggal Penyampaian 11 Nopember 2011 14 Nopember 2011 1 Desember 2011 12 Desember 2011 15 Desember 2011 Tanggal Penyampaian Tanggal Penyampaian No. 37. 38. 39. 40. 41. No. No. Nama Laporan Penjelasan Kesiapan Menjelang Jatuh Tempo Obligasi Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Desember 2010 Penyampaian Laporan Keuangan 2010 Penyampaian Bukti Iklan Laporan Keuangan 2010 Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Januari 2011 Penyampaian Bukti Iklan Penyampaian Laporan Pemeringkatan dan Bukti Iklan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Pebruari 2011 Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS Tahunan 2011 Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan Rencana RUPS Tahunan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Maret 2011 Panggilan RUPS Tahunan 2011 Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS Tahunan 2011 Pemberitahuan Rencana Public Expose Tahunan Penyampaian Materi Public Expose Penyampaian Laporan Keuangan Triwulan I Tahun 2011 Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Penyampaian Bukti Iklan Pembagian Dividen Tunai Final Laporan Hasil Public Expose Nomor Surat 002/ADMF/CS/I/11 003/ADMF/CS/I/11 018/ADMF/CS/II/11 019/ADMF/CS/II/11 021/ADMF/CS/II/11 024/ADMF/CS/II/11 026/ADMF/CS/II/11 029/ADMF/CS/II/11 030/ADMF/CS/III/11 033/ADMF/CS/III/11 035/ADMF/CS/III/11 038/ADMF/CS/IV/11 039/ADMF/CS/IV/11 040/ADMF/CS/IV/11 044/ADMF/CS/IV/11 065/ADMF/CS/IV/11 067/ADMF/CS/IV/11 070/ADMF/CS/V/11 071/ADMF/CS/V/11 072/ADMF/CS/V/11 073/ADMF/CS/V/11 Tanggal Penyampaian 11 Januari 2011 11 Januari 2011 4 Pebruari 2011 4 Pebruari 2011 10 Pebruari 2011 10 Pebruari 2011 11 Pebruari 2011 28 Pebruari 2011 11 Maret 2011 23 Maret 2011 29 Maret 2011 12 April 2011 13 April 2011 13 April 2011 15 April 2011 25 April 2011 27 April 2011 2 Mei 2011 2 Mei 2011 2 Mei 2011 2 Mei 2011 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.
  • 270.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 269 Nama Laporan Laporan Perubahan Kepala Unit Internal Audit Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan April 2011 Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi Pelunasan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Mei 2011 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Juni 2011 Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 Penyampaian LaporanKeuangan Interim yang Tidak Diaudit Keterbukaan Informasi yang Perlu Diketahui Publik Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Juli 2011 Pemberitahuan Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perubahan Sekretaris Perusahaan Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS Luar Biasa Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Agustus 2011 Tanggapan atas Permintaan untuk Meningkatkan Jumlah Kepemilikan Saham Publik Perseroan Penyampaian Hasil RUPS Luar Biasa Penyampaian Bukti Iklan Hasil RUPS Luar Biasa Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Berkaitan Dengan Rencana Pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap 1 Tahun 2011 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan September 2011 Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Oktober2011 Penyampaian Bukti Iklan Keterbukaan Informasi Yang Perlu Diketahui Publik Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Bulan Nopember 2011 Penyampaian Bukti Iklan Penyampaian Bukti Iklan Nomor Surat 076/ADMF/CS/V/11 077/ADMF/CS/V/11 080/ADMF/CS/VI/11 081/ADMF/CS/VI/11 085/ADMF/CS/VII/11 088/ADMF/CS/VII/11 091/ADMF/CS/VII/11 097/ADMF/CS/VIII/11 098/ADMF/CS/VIII/11 102/ADMF/CS/VIII/11 103/ADMF/CS/VIII/11 106/ADMF/CS/VIII/11 108/ADMF/CS/IX/11 109/ADMF/CS/IX/11 126/ADMF/CS/IX/11 128/ADMF/CS/IX/11 131/ADMF/CS/IX/11 132/ADMF/CS/IX/11 137/ADMF/CS/X/11 138/ADMF/CS/X/11 147/ADMF/CS/XI/11 151/ADMF/CS/XI/11 156/ADMF/CS/XII/11 157/ADMF/CS/XII/11 159/ADMF/CS/XII/11 Tanggal Penyampaian 5 Mei 2011 11 Mei 2011 9 Juni 2011 13 Juni 2011 12 Juli 2011 25 Juli 2011 29 Juli 2011 11 Agustus 2011 11 Agustus 2011 23 Agustus 2011 23 Agustus 2011 25 Agustus 2011 7 September 2011 7 September 2011 12 September 2011 20 September 2011 26 September 2011 26 September 2011 4 Oktober 2011 12 Oktober 2011 10 Nopember 2011 14 Nopember 2011 12 Desember 2011 12 Desember 2011 15 Desember 2011 No. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. Pembelian Kembali Saham dan/atau Obligasi Selama tahun 2011, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham maupun obligasi Perusahaan.
  • 271.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan PENYEDIAAN DANA UNTUK PIHAK-PIHAK TERKAIT DAN NASABAH BESAR Mengenai penyediaan dana untuk pihak-pihak terkait dan nasabah besar Adira Finance dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait Kepada Nasabah Inti: a. Individu b. Grup Keterangan: Penyediaan dana kepada pihak terkait adalah penyediaan dana dalam bentuk pinjaman, penempatan dana, penyertaan kepada perorangan atau perusahaan/badan yang mempunyai hubungan pengendalian dengan Perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui hubungan kepemilikan, kepengurusan dan/atau keuangan. Sedangkan penyediaan dana kepada nasabah inti adalah penyediaan dana kepada 50 konsumen dengan baki debet terbesar, baik individu maupun grup. Penyediaan dana untuk pihak-pihak yang terkait dengan Perusahaan selama tahun 2011: No. 1. PENYEDIAAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN KEGIATAN POLITIK A. Penyediaan dana untuk kegiatan sosial: Keterangan Bantuan sosial: - Bantuan untuk kemanusiaan dan korban bencana alam - Bakti sosial - Sumbangan ke Increso Kegiatan pengembangan ekonomi mikro Pemeliharaan dan pelestarian lingkungan - Kegiatan pemeliharaan lingkungan - Kegiatan pelestarian lingkungan Pengembangan keagamaan, pendidikan, kebudayaan dan olah raga: - Kegiatan keagamaan - Kegiatan pendidikan - Kegiatan Kebudayaan - Kegiatan olah raga No. 1. 2. Jumlah 270 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah Pihak 1 50 50 Jumlah Nominal (Jutaan Rp) 2.282.846 61.818 281.260 No. 1. 2. Nama Pihak PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hubungan dengan Perusahaan Pemegang Saham Pengendali Jumlah Nominal (Jutaan Rp) 2.282.846 B. Penyediaan dana untuk kegiatan politik: tidak ada. KONTRIBUSI KEPADA NEGARA Kontribusi kepada negara tercermin dari pembayaran pajak yang dilakukan oleh Perusahaan. Pada tahun 2011, pajak yang dibayarkan kepada Negara adalah sebagai berikut: Jumlah (Rp) 150.000.000 100.000.000 1.800.000.000 10.128.800.000 647.500.000 155.000.000 612.500.000 547.000.000 780.000.000 624.000.000 15.544.800.000 No. 1. 2. 3. 4. Jumlah Keterangan Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Karyawan Jumlah (Rp) 427.545.675.250 83.048.955.097 510.594.630.347
  • 272.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Tarian Tabot - Bengkulu Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 271 RENCANA STRATEGIS A. Rencana Jangka Panjang Rencana jangka panjang Perusahaan dalam rangka mewujudkan Visi Perusahaan yaitu untuk menjadi perusahaan pembiayaan berkelas internasional. Visi tersebut dapat dijelaskan bahwa Adira Finance akan dikenal tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di luar negeri, sebagai perusahaan pembiayaan yang memiliki standar pelayanan berkelas dunia, yang didukung oleh sistem informasi terkini dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang juga diakui oleh standar internasional dan menjadi salah satu perusahaan pembiayaan di dunia yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi pihak-pihak lain di Indonesia maupun di luar negeri untuk menjalankan usaha pembiayaan. B. Rencana Jangka Menengah Dalam 3-5 tahun yang akan datang, Perusahaan berencana untuk memantapkan posisinya sebagai perusahaan pembiayaan yang terbesar di Indonesia dan menjadi lembaga keuangan yang setara dengan bank-bank papan atas nasional. Adapun rencana yang telah dipersiapkan Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Memperluas wilayah jangkauan pelayanan usaha pembiayaan Perusahaan sampai ke tingkat kecamatan di seluruh Indonesia. 2. Memperbesar jumlah pembiayaan yang diberikan hingga jumlah menyamai jumlah kredit yang diberikan oleh bank papan atas di Indonesia. 3. Meningkatkan sinergi usaha dengan perusahaan afiliasi agar dapat menunjang peningkatan usaha pembiayaan Perusahaan, khususnya dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemegang saham pengendali Perusahaan, yang memiliki sumber pendanaan sangat luas dan memiliki jaringan usaha lebih dari 1.000 jaringan usaha. 4. Melakukan optimalisasi usaha Perusahaan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Perusahaan, termasuk diantaranya adalah pengembangan pembiayaan sewa guna usaha untuk mengakomodasi konsumen-konsumen yang memerlukan kredit atas barang modal. 5. Mengembangkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik tidak hanya di dalam Perusahaan tetapi juga kepada semua mitra usaha Perusahaan. 6. Meningkatkan kegiatan-kegiatan sebagai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
  • 273.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan C. Rencana Jangka Pendek Untuk tahun 2012, Perusahaan memperkirakan bahwa industri pembiayaan Perusahaan masih cukup cerah dan menjanjikan, namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu antara lain: 1. Tingkat persaingan usaha akan semakin ketat karena lembaga-lembaga keuangan besar dan internasional mulai masuk ke industri ini, karena telah terbukti bahwa industri pembiayaan memiliki prospek yang cerah di Indonesia. 2. Sumber pendanaan akan semakin sulit mengimbangi pertumbuhan permintaan pembiayaan yang diprediksi akan meningkat cukup besar. 3. Regulasi yang mengatur usaha jasa perusahaan pembiayaan masih belum secara rinci mengatur mengenai usaha pembiayaan, sehingga dapat menghambat ekspansi usaha dan pengembangan produk-produk pembiayaan Perusahaan. 4. Birokrasi administrasi, khususnya berkaitan dengan administrasi kependudukkan. Hal ini cukup menghambat proses pemberian pembiayaan karena Perusahaan harus melakukan upaya lebih untuk memastikan pemohon pembiayaan memang layak untuk dibiayai. 5. Infrastruktur yang perkembangannya tertinggal jauh dari pertumbuhan penduduk dan kendaraan, sehingga pertumbuhan kendaraan masih belum maksimal. 6. Kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar bersubsidi dan harga bahan bakar non-subsidi yang cenderung mengalami kenaikan. 7. Sistem transportasi khususnya di luar jawa masih kurang baik, sehingga menghampat pemberian pelayanan Perusahaan kepada para konsumen Perusahaan atau masyarakat yang memerlukan jasa pembiayaan Perusahaan. Dengan kondisi-kondisi seperti disebutkan di atas, Perusahaan pada tahun 2012 telah berencana untuk: 1. Menambah jumlah jaringan usaha hingga mencapai 745 jaringan usaha, baik kantor cabang, kantor perwakilan, kios maupun dealer outlet. Karena dengan jumlah jaringan usaha yang semakin banyak, maka jangkauan pelayanan Perusahaan pun akan semakin luas. 2. Meningkatkan jumlah pembiayaan baru Perusahaan menjadi sebesar Rp 35,0 triliun atau meningkat sebesar 8% dibandingkan dengan jumlah pembiayaan baru pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp 32,5 triliun. 3. Untuk mendukung pertumbuhan usaha Perusahaan dan untuk menjamin kualitas aset yang baik, Perusahaan berencana untuk menambah jumlah karyawan baru sebanyak 1.500 karyawan. 4. Meningkatkan jumlah konsumen hingga mencapai 3,63 juta konsumen. 5. Meningkatkan portofolio pembiayaan mobil hingga mencapai 40% dari jumlah portofolio pembiayaan Adira Finance atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 39%. 6. Menjaga risiko kredit Perusahaan pada tingkatan yang wajar yaitu pada kisaran 4%. 7. Meningkatkan laba bersih Perusahaan sebesar 10 % dari laba bersih tahun 2011. 272 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 274.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 273 TRANSPARANSI Sekretaris Perusahaan Dalam struktur organisasi Perusahaan, Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama, yang mempunyai tugas utama mengelola hubungan dengan investor, publik, pihak internal dan mengelola data Perusahaan. Tugas-tugas Sekretaris Perusahaan antara lain sebagai berikut: 1. Mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal dan mensosialisasikannya kepada Dewan Komisaris, Direksi dan pemangku kepentingan Perusahaan. 2. Memberikan pelayanan kepada publik atas setiap informasi mengenai kondisi Perusahaan. 3. Memberikan masukan kepada Direksi Perusahaan untuk mematuhi ketentuan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal dan peraturan pelaksanaannya. 4. Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pihak-pihak berwenang (Bapepam dan LK, BEI dan lainnya) serta publik. 5. Memonitor dan memberikan masukan atas kepatuhan Perusahaan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. Mempersiapkan dan menghadiri rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi, serta memastikan rapat-rapat tersebut dilakukan sesuai ketentuan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu juga memastikan bahwa hasil-hasil rapat dituangkan secara lengkap dalam suatu berita acara. 7. Memastikan bahwa laporan-laporan yang wajib dilaporkan Perusahaan kepada instansi-instansi yang berwenang atau pihak lainnya dilakukan secara benar dan tepat waktu. 8. Memelihara dan menjalin komunikasi yang intensif dengan para investor. Pada tahun 2011, Sekretaris Perusahaan bersama-sama dengan Direktur Keuangan Perusahaan telah melakukan 39 (tiga puluh sembilan) kali pertemuan dengan investor atau analis. Sejak tanggal 25 Agustus 2011, jabatan Sekretaris Perusahaan Adira Finance dijabat oleh I Dewa Made Susila. Divisi Sekretaris Perusahaan
  • 275.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan 274 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 I Dewa Made Susila Sekretaris Perusahaan Adira Finance Tempat/Tanggal lahir : Kewarganegaraan : Pendidikan Terakhir : Pengalaman Kerja : Pelatihan yang Diikuti : Bali/25 Desember 1970 Indonesia • Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM (IPPM) pada tahun 1995 • Sarjana Agrobisnis dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1993. • PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Sekretaris Perusahaan pada tahun 2011-sekarang. • PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan pada tahun 2010-sekarang. • PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan menjabat Investor Relation & Subsidiaries Head pada tahun 2004-2010. • PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai Wakil Kepala Divisi Corporate Affair pada tahun 2001-2003. • Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai Senior Investment Officer Unit Asset Management Investment pada tahun 1999-2001. • PT Pemeringkat Efek Indonesia Berbagai posisi senior dan terakhir sebagai Manager Divisi Pemeringkatan Lembaga Keuangan pada tahun 1995-1999. 1. Danamon Leadership Academy yang diselenggarakan oleh INSEAD Singapura pada tahun 2007. 2. Building the Business: Strategies for Asia Pacific Program yang diselenggarakan oleh INSEAD Singapura pada tahun 2004. 3. In Undertaking Effective Valuation and Financing for Mergers & Acquisition yang diselenggarakan oleh Euromoney Singapura pada tahun 2002. 4. The Law and Structural Analisys of Mergers & Acquisition yang diselenggarakan oleh Euromoney Singapura pada tahun 2000. 5. Financial Insitution Ratings: Industry Risk Workshop yang diselenggarakan oleh Standard & Poor’s Siangapura pada tahun 1999. 6. Asia Pacific Criteria Workshop: Economic Risk Workshop yang diselenggarakan oleh Standard & Poor’s Australia pada tahun 1998. 7. A Framework for Credit Risk Analisys yang diselenggarakan oleh Standard & Poor’s University, New York, Amerika Serikat tahun 1997.
  • 276.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 275 I Dewa Made Susila Sekretaris Perusahaan Sylvanus Gani Mendrofa Kepala Divisi Corporate Secretary Budiana Prawitasari Wakil Kepala Divisi Corporate Secretary Jefry Kepala Departemen Investor Relation Andreas Dwi Kurniawan Kepala Departemen Corporate Secretary Yanti Wakil Kepala Departemen Investor Relation Arining Tiyas Listiyowati Kepala Seksi Departemen Corporate Secretary Struktur organisasi Sekretaris Perusahaan: Sekretaris Perusahaan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Kepatuhan dan memiliki 1 (satu) Kepala Divisi yang merupakan pelaksana tugas harian Sekretaris Perusahaan, 1 (satu) Wakil Kepala Divisi dan 2 (dua) departemen yaitu: 1. Departemen Investor Relation yang memiliki tugas utama antara lain memastikan ketersediaan informasi umum dan khusus Perusahaan untuk kepentingan pihak eksternal dan internal, memenuhi kewajiban Perusahaan sebagai perusahaan publik, khususnya yang terkait dengan hubungan investor dan menyediakan informasi terkini mengenai informasi keuangan Perusahaan, pesaing dan industri serta peraturan & perundang-undangan yang berlaku. 2. Departemen Corporate Secretary Perusahaan yang memiliki tugas utama untuk mendukung terlaksananya salah satu tugas Sekretaris Perusahaan sesuai ketentuan Bapepam dan LK serta Bursa Efek yaitu memberikan masukan kepada Direksi Perusahaan untuk mematuhi seluruh ketentuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik Undang-Undang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Pasar Modal, Keputusan Menteri Keuangan dan lain-lain serta untuk menjaga ketaatan Perusahaan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik dalam bidang pasar modal maupun dalam bidang lainnya.
  • 277.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kegitan-kegiatan yang diselenggarakan Sekretaris Perusahaan sepanjang tahun 2011: 1. Menyelenggarakan RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 dan RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 September 2011. 2. Menyelenggarakan Paparan Publik pada tanggal 21 April 2011, 28 April 2011 dan pada tanggal 16 Nopember 2011. 3. Menyelenggarakan temu wartawan dan temu analis. 4. Menjalin komunikasi dengan Departemen Keuangan, Bapepam dan LK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, KSEI, BAE dan lembaga-lembaga lainnya. 5. Menghadiri setiap rapat Dewan Komisaris dan rapat Direksi serta membuat notulen atas rapat-rapat yang diselenggarakan. Penyerahan Laporan Berkala Akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu laporan berkala dan laporan tahunan senantiasa menjadi perhatian utama Perusahaan. Pada tahun 2011, Laporan Keuangan Tahunan 2010 yang telah Diaudit, Laporan Keuangan Triwulanan I Tahun 2011, Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2011 dan Laporan Keuangan Triwulanan III Tahun 2011 telah diserahkan sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK serta BEI. Perusahaan juga telah menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan yang telah Diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 kepada Bapepam dan LK serta BEI pada tanggal 21 Pebruari 2012. Selain laporan-laporan berkala sesuai dengan Peraturan Pasar Modal, Perusahaan sebagai perusahaan pembiayaan juga senantiasa menyampaikan laporan-laporan yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006, antara lain laporan keuangan bulanan, laporan kegiatan usaha semesteran dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik kepada Menteri Keuangan dan Bank Indonesia. Laporan keuangan dan laporan tahunan Perusahaan dapat diperoleh di kantor pusat Perusahaan melalui Sekretaris Perusahaan dan juga dapat diakses di situs Perusahaan di www.adira.co.id. 276 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tari Sike Rabana - Jambi
  • 278.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Publikasi Informasi Perusahaan Untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan, maka Perusahaan telah mempublikasikan berbagai informasi terkait Perusahaan selama tahun 2011, termasuk senantiasa mempublikasikan informasi material kepada publik sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No. X.K.1 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-86/PM/1996 tertanggal 24 Januari 1996) dan Peraturan Bursa Efek Jakarta No. I-E.IV (Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004 tertanggal 19 Juli 2004). Pengungkapan informasi material dilakukan Perusahaan melalui laporan ataupun siaran pers. Dalam rangka meningkatkan penyebarluasan informasi material, seluruh informasi untuk pers dan laporan dibuat dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selama tahun 2011, Perusahaan telah melakukan berbagai publikasi sebagai berikut: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 277 Pengumuman Laporan Keuangan Tahunan 2010 Pemberitahuan hasil pemeringkatan obligasi yang akan jatuh tempo oleh Pefindo Pemberitahuan hasil pemeringkatan Perusahaan Pemberitahuan rencana RUPS Tahunan Panggilan RUPS Tahunan Pengumuman Prospektus Ringkas Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 Pengumuman hasil RUPS Tahunan dan rencana pembagina dividen tunai dari laba bersih tahun 2010 sebesar Rp 954,14 per saham Pengumuman Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan Prospektus Ringkas Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 Pemberitahuan Pelunasan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 Pengumuman Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2011 Pengumuman larangan untuk memberikan hadiah/bingkisan kepada pimpinan dan karyawan Perusahaan Pengumuman Keterbukaan Informasi peristiwa kebakaran Kantor Pusat Perusahaan Pemberitahuan rencana RUPS Luar Biasa Pengumuman Perubahan Sekretaris Perusahaan Panggilan RUPS Luar Biasa Pengumuman Hasil RUPS Luar Biasa Pemberitahuan Penerbitan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011 Pengumuman Prospektus Ringkas Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 Pengumuman Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan Prospektus Ringkas Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 pada tanggal 12 Desember 2011 Nama Media Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Investor Daily Indonesia Harian Investor Daily Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Harian Bisnis Indonesia Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Harian Investor Daily Indonesia Harian Ekonomi Neraca Harian Ekonomi Neraca Harian Kompas Harian Bisnis Indonesia Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Harian Bisnis Indonesia Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia Harian Bisnis Indonesia Harian Investor Daily Tanggal 4 Pebruari 2011 11 Pebruari 2011 28 Pebruari 2011 29 Maret 2011 13 April 2011 18 April 2011 3 Mei 2011 16 Mei 2011 9 Juni 2011 29 Juli 2011 10 Agustus 2011 11 Agustus 2011 23 Agustus 2011 25 Agustus 2011 7 September 2011 26 September 2011 14 Nopember 2011 14 Nopember 2011 12 Desember 2011
  • 279.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Perusahaan juga telah mempublikasikan Laporan Keuangan Tahunan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 di Surat Kabar Harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily Indonesia pada tanggal 21 Pebruari 2012. Dalam rangka memberikan kesetaraan dalam penyebaran informasi, selain melapor kepada otoritas pasar modal, Perusahaan juga memberikan informasi kepada investor dan pemegang saham melalui media komunikasi investor (Investor Newsletter) secara triwulanan yang disajikan dalam Bahasa Inggris, antara lain menyediakan informasi secara rinci mengenai posisi dan kinerja usaha Perusahaan, kondisi ekonomi, informasi terkini, prospek dan kegiatan Perusahaan. Investor Newsletter triwulanan diterbitkan masing-masing pada tanggal 7 Pebruari 2011, 29 April 2011, 1 Agustus 2011 dan 27 Oktober 2010. Perusahaan juga memberikan informasi keuangan dan non keuangan (termasuk di dalamnya laporan kepatuhan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tertanggal 29 September 2006) yang lebih rinci setiap bulan kepada pemegang saham pengendali, serta melakukan pertemuan rutin untuk pembahasan informasi tersebut. Akses Informasi Perusahaan senantiasa memberikan informasi mengenai posisi, kondisi, kinerja dan prospek keuangan, serta hal-hal non keuangan lainnya, seperti perubahan struktur pemegang saham, peristiwa terkini dan lainnya untuk memungkinkan dilakukannya analisa terbuka oleh publik. Publik diharapkan dapat mengakses informasi tentang Perusahaan di situs yang memberikan informasi kompherensif tentang kegiatan operasional dan kinerja Perusahaan serta berbagai informasi lainnya yang berguna bagi pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Publik dapat mengakses informasi tentang Perusahaan di situs www.adira. co.id. Untuk keperluan internal Perusahaan maupun untuk berbagi informasi dan pengetahuan di antara karyawan, Perusahaan memiliki jaringan intranet yang menyediakan informasi tentang perkembangan operasional, keuangan dan administrasi di lingkungan Perusahaan. Jaringan intranet tersebut dapat diakses oleh seluruh karyawan Perusahaan. 278 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 280.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kemilau pagi Papuma - Jember Paparan Publik Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan dan dialog terbuka rutin dengan pemegang saham, publik dan pers, Perusahaan telah melakukan 3 (tiga) kali paparan publik selama tahun 2011 yaitu paparan publik tahunan dan paparan publik dilakukan dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011. Paparan publik tahunan dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan RUPS Tahunan pada tanggal 28 April 2011 di Hotel Borobudur – Jakarta. Dalam paparan publik ini, Manajemen Perusahaan menyampaikan informasi penting kepada publik dan pers mengenai kondisi dan kinerja keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Pada tanggal 21 April 2011, Perusahaan melakukan paparan publik bertempat di The Ritz Carlton Pacific Place - Jakarta dalam rangka penerbitan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011, Perusahaan memaparkan kondisi Perusahaan (termasuk diantaranya kondisi keuangan, pemasaran, persaingan usaha dan lainnya), prospek usaha Perusahaan, latar belakang rencana penerbitan obligasi, penjelasan mengenai obligasi yang akan diterbitkan serta rencana penggunaan dana hasil obligasi. Sedangkan pada tanggal 16 Nopember 2011 Perusahaan melakukan paparan publik bertempat di The Ritz Carlton Pacific Place - Jakarta dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011, Perusahaan memaparkan kondisi Perusahaan (termasuk diantaranya kondisi keuangan, pemasaran, persaingan usaha dan lainnya), prospek usaha Perusahaan, latar belakang rencana penerbitan obligasi, penjelasan mengenai obligasi yang akan diterbitkan serta rencana penggunaan dana hasil obligasi. Transaksi dengan Pihak Terafiliasi Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Adira Finance melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yaitu pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan kepemilikan atau kepengurusan Perusahaan, sebagaimana yang dimaksud dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7 dan Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7 (Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-06/PM/2000 tertanggal 13 Maret 2000) tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Jenis transaksi dengan pihak terafiliasi meliputi kerjasama pembiayaan, penempatan dana pada Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 279
  • 281.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan giro dan deposito berjangka, utang dealer, biaya perolehan pembiayaan konsumen, penyertaan saham, pembiayaan konsumen, kerjasama asuransi kendaraan pembiayaan konsumen dan pembelian obligasi. Seluruh pos dan sifat transaksi telah diungkapkan pada Catatan 29 dari Laporan Keuangan yang Diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Adapun hubungan istimewa mungkin mengakibatkan perlakuan atas transaksi tersebut tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Sampai dengan akhir tahun 2011, tidak terdapat transaksi yang mempunyai benturan kepentingan yang belum disetujui oleh RUPS. Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus Untuk memenuhi ketentuan Pasal 50 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Perusahaan senantiasa memelihara Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus, yang keberadaannya dapat membantu Manajemen Perusahaan dalam mengidentifikasi potensi transaksi perdagangan orang dalam dan transaksi benturan kepentingan. Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus disimpan oleh Sekretaris Perusahaan. Perusahaan mendapatkan Daftar Pemegang Saham dari KSEI setiap bulan. Sedangkan untuk Daftar Khusus dibuat oleh Perusahaan sendiri, yang mana Daftar Khusus tersebut memuat keterangan atas saham-saham yang dimiliki oleh setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan maupun keluarganya, baik saham di dalam Perusahaan maupun pada perusahaan lain dan tanggal perolehan saham tersebut, serta diperbaharui setiap terjadi perubahan. Peringkat Adira Finance Pada tahun 2011 ini Perusahaan memperoleh 13 (tiga belas) sertifikat hasil pemeringkatan dengan data sebagai berikut: Perihal Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas Obligasi III Seri B Tahun 2009 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 4 Pebruari 2011 sampai dengan 13 Mei 2011 Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas Obligasi II Seri C Tahun 2006 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 4 Pebruari 2011 sampai dengan 8 Juni 2011 Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi V Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai dengan 1 Pebruari 2012 Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas Obligasi II Seri C Tahun 2006 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai dengan 8 Juni 2011 Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi III Seri C Tahun 2009 dan Obligasi IV Tahun 2010 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai dengan 1 Pebruari 2012 280 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tanggal 7 Pebruari 2011 7 Pebruari 2011 21 Pebruari 2011 21 Pebruari 2011 21 Pebruari 2011 Hasil Pemeringkatan idAA (Double A; Stable Outlook) idAA (Double A; Stable Outlook) idAA+ (Double A Plus; Stable Outlook) idAA+ (Double A Plus; Stable Outlook) idAA+ (Double A Plus; Stable Outlook) No. 1. 2. 3. 4. 5.
  • 282.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 281 Perihal Sertifikat Pemantauan Kesiapan Pembayaran atas Obligasi III Seri B Tahun 2009 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai dengan 13 Mei 2011 Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 21 Pebruari 2011 sampai dengan 1 Pebruari 2012 Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 23 September 2011 sampai dengan 1 September 2012 Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas Obligasi III Seri C Tahun 2009, Obligasi IV Tahun 2010 dan Obligasi V Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 23 September 2011 sampai dengan 1 September 2012 Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 23 September 2011 sampai dengan 1 September 2012 Sertifikat Pemeringkatan atas MTN I Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 18 Nopember 2011 sampai dengan 1 Nopember 2012 Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas Obligasi III Seri C Tahun 2009, Obligasi IV Tahun 2010 dan Obligasi V Tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 18 Nopember 2011 sampai dengan 1 Nopember 2012 Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Periode 18 Nopember 2011 sampai dengan 1 Nopember 2012 Tanggal 21 Pebruari 2011 21 Pebruari 2011 23 September 2011 23 September 2011 23 September 2011 18 Nopember 2011 18 Nopember 2011 18 Nopember 2011 Hasil Pemeringkatan idAA+ (Double A Plus; Stable Outlook) idAA+ (Double A Plus; Stable Outlook) idAA+ (Double A Plus) idAA+ (Double A Plus) idAA+ (Double A Plus; Stable Outlook) idAA+ (Double A Plus) idAA+ (Double A Plus) idAA+ (Double A Plus; Stable Outlook) No. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. pada tahun 2011 “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) untuk surat hutang yang diterbitkan Perusahaan, meningkat dibandingkan hasil pemeringkatan pada tahun 2010 dengan hasil “idAA” (Double A; Stable Outlook) dan sepanjang pengetahuan kami merupakan peringkat tertinggi yang dicapai oleh suatu Perusahaan Pembiayaan di Indonesia. Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa Efek Hutang dengan peringkat “idAA+” memiliki kualitas kredit sedikit di bawah peringkat tertinggi, didukung oleh kemampuan obligor yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, relatif lebih kuat dibanding entitas Indonesia lainnya. Untuk pemeringkatan Perusahaan, Perusahaan juga memperoleh hasil “idAA+” (Double A Plus; Stable Outlook) meningkat dibandingkan hasil pemeringkatan pada tahun 2010 dengan hasil “idAA” (Double A; Stable Outlook). Hasil peringkat “idAA+“ ini menunjukkan bahwa Perusahaan memiliki kualitas kredit sedikit di bawah perusahaan dengan peringkat tertinggi, mencerminkan kemampuan Perusahaan yang kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan sepeda motor terbesar di Indonesia dan pada saat yang sama juga terus memperkokoh eksistensinya di pasar pembiayaan mobil. Peringkat
  • 283.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan ini juga mencerminkan profitabilitas Perusahaan yang tinggi dan fundamental Perusahaan yang kuat, yang didukung oleh pengelolaan biaya operasional dan risiko yang baik, meskipun Perusahaan terus melakukan ekspansi jaringan usaha dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan telah berhasil mempertahankan peringkat tersebut di tengah kondisi ekonomi yang tidak kondusif di Indonesia dan terus menunjukkan grafik yang meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Manajemen Perusahaan mampu menjaga pertumbuhan Perusahaan secara baik dari waktu ke waktu. Grafik Pemeringkatan Perusahaan sejak bulan Mei 2002 dari PEFINDO: Mei 2002 id AA+ AA id AA-id id A+ A id A-id idBBB+ Feb 2003 Mei 2004 Hasil “idAA+” diberikan kepada Perusahaan sehubungan dengan adanya dukungan pendanaan yang kuat dan sinergi yang diberikan oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk kepada Adira Finance. Peringkat ini juga mempertimbangkan keterlibatan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam pengelolaan risiko Perusahaan. Dengan adanya dukungan tersebut, posisi pasar Adira Finance di masa datang diharapkan tetap kuat dan tetap mempertahankan kinerja keuangannya yang sehat. Sesuai data yang dimiliki Perusahaan, hasil pemeringkatan “idAA+” ini merupakan hasil tertinggi yang diberikan oleh Pefindo kepada perusahaan pembiayaan di Indonesia. Pengembalian Investasi Pemegang Saham Perusahaan mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembalikan investasi pemegang saham dalam bentuk dividen kas. Sejak Penawaran Saham Perdana, Perusahaan selalu membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya setiap tahun dan juga telah menetapkan kebijakan dividen minimal sebesar 20%- 25% dari laba bersih tahun berjalan pada Prospektus Penawaran Saham Perdana Perusahaan. Perusahaan akan terus berupaya untuk memberikan imbalan investasi yang terbaik kepada seluruh pemegang saham Perusahaan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dana Perusahaan di tahun berikutnya dan kebijakan dividen yang diambil oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk selaku pemegang saham pengendali. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan juga telah membagikan dividen kas kepada seluruh pemegang saham Perusahaan pada tahun 2011. Dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2011 telah disetujui untuk membagikan dividen sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 sejumlah Rp 954,14 miliar atau sebesar Rp 954,14 per lembar saham. Pada tanggal pembayaran dividen, Perusahaan telah membayarkan seluruh hutang dividen kas tersebut kepada seluruh pemegang saham Perusahaan. 282 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Feb 2005 Jul 2005 Apr 2006 Jan 2007 Mar 2008 Mar 2009 Apr 2010 Agst 2010 Peb 2011 Sep 2011
  • 284.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Keterangan Dividen kas per saham (dinyatakan dalam nilai penuh Rupiah) Rasio nilai dividen terhadap laba bersih Pertumbuhan nilai dividen dibanding tahun sebelumnya Selamat Pagi Bromo - Probolinggo Opsi Saham Sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Tahunan ini, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk belum pernah memberikan opsi saham baik kepada anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun karyawan Perusahaan. Kasus Kecurangan Kecurangan adalah tindakan atau perbuatan yang menyimpang atau tidak benar yang mengakibatkan terjadinya kerugian atau risiko kerugian bagi pihak lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk mengurangi risiko kerugian akibat dari adanya kecurangan, maka Perusahaan telah melakukan berbagai langkah pencegahan selama tahun 2011, diantaranya dengan memperkuat budaya Perusahaan dan memperkecil peluang untuk terjadinya kecurangan. Selain pencegahan, Perusahaan juga melakukan langkah-langkah penindakan yang tegas pada para pelaku dengan tidak segan-segan untuk melakukan pemecatan secara tidak hormat, bahkan memprosesnya melalui prosedur hukum. Jumlah Kasus yang Dilakukan oleh: Pengurus Karyawan Tetap Karyawan Tidak Tetap Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 283 Jumlah kecurangan yang terjadi dalam 1 tahun adalah sebagai berikut: 2007 Rp 232,00 50,0% -2,5% 2008 Rp 280,00 50,0% 20,7% 2009 Rp 510,00 50,0% 82,1% 2010 Rp 242,48 20,0% -52,45% 2011 Rp 954,14 65,0% 393,51% Kekurangan 2011 2010 2009 2011 2010 2009 2011 2010 2009 Jumlah Kecurangan Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian Belum diupayakan penyelesaiannya Di tindak lanjuti melalui proses hukum - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 4 - - 1 4 5 - - 1 6 3 - 2 1
  • 285.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kasus Hukum Sepanjang pengetahuan Perusahaan, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan tahunan ini, Perusahaan menghadapi beberapa kasus hukum dan/atau tuntutan dari pihak ketiga yang nilainya tidak material. Sedangkan untuk anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perusahaan, sepanjang pengetahuan Perusahaan, sampai dengan diterbitkannya laporan tahunan ini tidak menghadapi tuntutan dari pihak ketiga atau terlibat sebagai pihak dalam kasus hukum. Kasus-kasus hukum baik perdata maupun pidana yang melibatkan Perusahaan sebagai pihak adalah sebagai berikut: No. Perkara No. 336/Pdt.G/2007/ PN.Jkt.Pst Tanggal 5 Oktober 2007 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 25/Pdt.G/2009/PN Kendal Tanggal 23 Nopember 2009 Pengadilan Negeri Kendal No. 2205/Pid.B/2009/PN Sby dan No. 2204/Pid.B/2009/PN Sby Tanggal 10 Juni 2009. Pengadilan Negeri Surabaya No. 127/Pid.B/2010/PT.SMG Tanggal 17 Maret 2010 Pengadilan Negeri Kendal No. No.21/PDT.G/2009/PN.TK Tanggal 19 Februari 2009 Pengadilan Negeri Tanjung Karang No. 01/Pen/BPSK-Mdn/2009 Tanggal 14 Januari 2009 Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen No. 2583 K/PDT/2009 Tanggal 21 Oktober 2009 Pengadilan Negeri Makassar No. 341/Pdt. G/2010/PN.BDG Tanggal 25 Agustus 2010 Pengadilan Negeri Bandung No. 459/Pdt.G/2010/PN.Mdn Tanggal 26 Oktober 2010 Pengadilan Negeri Medan No. 312/Pdt.G/2011/PN.Smg Tanggal 3 Oktober 2011 Pengadilan Negeri Semarang No. 10/Pdt.G/2011/PN.Tegal Tanggal 22 Maret 2011 Pengadilan Negeri Tegal No. 14/Pdt.G/2011/PN.Tegal Tanggal 12 April 2011 Pengadilan Negeri Tegal No. 32/Pdt.G/2011/PN.Tegal Tanggal 14 Juni 2011 Pengadilan Negeri Tegal No. 72/Pdt.G/2011/PN.Tegal Tanggal 14 September 2011 Pengadilan Negeri Tegal 284 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah Gugatan Rp 500.000.000 Rp 2.238.000.000 Rp 556.500.000 Rp 11.675.000 Rp 6.180.389 Rp 5.000.000 Rp 122.000.000 Rp 112.000.000 Rp 10.715.358 Rp 50.000.000 Rp 142.056.640 Rp 2.010.000.000 Rp 56.404.989.000 Rp 2.085.840.000 Materi Perkara Perbuatan Melawan Hukum Wanprestasi Tindak Pidana Penipuan dan Pemalsuan Tindak Pidana Penggelapan Perbuatan Melawan Hukum Sengketa Konsumen Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Gugatan Keberatan Putusan BPSK Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Posisi Penggugat Penggugat Pelapor Pelapor Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Penggugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Melawan Kejaksaan Agung RI Cq. Kejaksaan Tinggi DKI Cq. Kejari Jakarta Pusat PT Tossa Shakti Float Glass Industries Untoro dan Priyono Aries Mustansir Sunarto Sri H. Ginting Hendra Mahendra Hery Wahryadi Elpianingsih Suryono Susminah Achmad edi Hermanto Sukohadi Risnani Status Perkara Kasasi Pengadilan Tinggi Banding Banding Kasasi Kasasi Kasasi Banding Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.
  • 286.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Kasus-kasus hukum baik perdata maupun pidana yang melibatkan anggota Dewan Komisaris sebagai pihak adalah sebagai berikut: Kasus-kasus hukum baik perdata maupun pidana yang melibatkan anggota Direksi sebagai pihak adalah sebagai berikut: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 285 No. Perkara No. 76/Pdt.G/2011/PN.Tegal Tanggal 28 September 2011 Pengadilan Negeri Tegal No. 55/Pdt.G/2011/PN.MTR Tanggal 9 Mei 2011 Pengadilan Negeri Mataram No. 26/Pdt.G/2011/PN.PKL Tanggal 1 Juli 2011 Pengadilan Negeri Pekalongan No. 42/Pdt.G/2011/PN.PKL Tanggal 22 Agustus 2011 Pengadilan Negeri Pekalongan No. 54/Pdt.G/2011/PN.PKL Tanggal 23 September 2011 Pengadilan Negeri Pekalongan No. 59/Pdt.G/2011/PN.PKL Tanggal 5 Oktober 2011 Pengadilan Negeri Pekalongan No. 55/Pdt.G/2011/PN.PKL Tanggal 23 September 2011 Pengadilan Negeri Pekalongan No. 140/Pdt.G/2011/PN.Mlg Tanggal 25 Agustus 2011 Pengadilan Negeri Malang No. 28/Pdt.G/2011/PN.Kds Tanggal 26 April 2011 Pengadilan Negeri Kudus No. 33/Pdt.G/2011/PN.Kds Tanggal 25 Mei 2011 Pengadilan Negeri Kudus No. 49/Pdt.G/2011/PN.Kds Tanggal 18 Juli 2011 Pengadilan Negeri Kudus No. 26/Pdt.G/2011/PN.Cn Tanggal 25 April 2011 Pengadilan Negeri Cirebon No. 49/Pdt.G/2011/PN.Cn Tanggal 16 Agustus 2011 Pengadilan Negeri Cirebon No. 275/Pdt.G/2011/PN.Mdn Tanggal 14 Juni 2011 Pengadilan Negeri Medan Jumlah Gugatan Rp 110.353.300 Rp 2.191.000.000 Rp 2.100.300.000 Rp 143.227.000 Rp 115.450.000 Rp 122.770.000 Rp 108.584.000 Rp 2.121.190.000 Rp 581.779.000 Rp 100.440.000 Rp 2.074.397.000 Rp 2.063.650.000 Rp 105.000.000 Rp 6.810.000.000 Jumlah Gugatan Materi Perkara Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum Materi Perkara Posisi Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat Tergugat tergugat Posisi Melawan Wakhid Manai Bangsawan, SH Dedy Kurniawan Sri Wiyani Aditya Seko Mulyono Kusnadi dan kawan-kawan Toniyah Kristianto Yafet Harsono Ahmad Zarkoni dan kawan-kawan Imam Maliki H. Iskandar Agus Mulyadi Holid Azhari Jefry Sanita Melawan Status Perkara Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Banding Status Perkara No. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. No. Jumlah Gugatan - Jumlah Gugatan - Materi Perkara - Materi Perkara - Posisi - Posisi - Melawan - Melawan - Status Perkara - Status Perkara - No. Perkara - No. Perkara - No. - No. -
  • 287.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Perubahan Peraturan Perundang-undangan yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Perusahaan Selama tahun 2011, tidak terdapat perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap jalannya usaha Perusahaan. 286 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Tanggal Peraturan 30 Maret 2011 5 Juli 2011 26 Juli 2011 28 Nopember 2011 Pengaruh Terhadap Perusahaan Tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja maupun operasional usaha Perusahaan karena secara prinsip telah diterapkan di Perusahaan. Tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja maupun operasional usaha Perusahaan karena secara prinsip telah diterapkan oleh Perusahaan. Tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja maupun operasional usaha Perusahaan karena secara prinsip telah diterapkan oleh Perusahaan. Tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja maupun operasional usaha Perusahaan karena secara prinsip telah diterapkan oleh Perusahaan dan sampai dengan akhir tahun buku 2011 tidak terdapat transaksi material ataupun perubahan kegiatan usaha utama yang dilakukan oleh Perusahaan. Peraturan Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. PER- 05/BL/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Perusahaan Pembiayaan. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 346/BL/2011 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten Atau Perusahaan Publik. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 395/BL/2011 tentang Publikasi Laporan Keuangan Tengah Tahunan Emiten Atau Perusahaan Publik. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 614/BL/2011 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. No. 1. 2. 3. 4. Prajurit Keraton - Yogyakarta
  • 288.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan PENILAIAN MANDIRI ATAS PRAKTIK TATA KELOLA PERUSAHAAN Untuk mendapatkan hasil yang obyektif terhadap penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, pada tahun 2011, Perusahaan kembali melakukan penilaian mandiri atas praktik Tata Kelola Perusahaan. A. Penilaian Mandiri dengan Format dari Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) Berdasarkan hasil penilaian mandiri yang dilakukan Perusahaan dengan menggunakan kriteria penilaian yang telah dipublikasikan oleh FCGI, yaitu: 1. Hak Pemegang Saham; 2. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan; 3. Praktik-Praktik Tata Kelola Perusahaan; 4. Pengungkapan; dan 5. Audit. Perusahaan melakukan penilaian mandiri sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember 2011. Tabel di bawah ini memperlihatkan hasil penilaian yang diperoleh pada penilaian bulan Juni 2011: No. 1. 2. 3. 4. 5. Aspek Penilaian Penghargaan atas Hak Pemegang Saham Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Praktik-Praktik Tata Kelola Perusahaan Pengungkapan Audit Jumlah Nilai Perusahaan 56 94 117 40 22 Bobot 20% 15% 30% 20% 15% Nilai Tertimbang 15,55 12,37 24,79 20,00 15,00 87,71 Tabel di bawah ini memperlihatkan hasil penilaian yang diperoleh pada penilaian bulan Desember 2011: No. 1. 2. 3. 4. 5. Aspek Penilaian Penghargaan atas Hak Pemegang Saham Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Praktik-Praktik Tata Kelola Perusahaan Pengungkapan Audit Jumlah Nilai Perusahaan 56 94 117 40 22 Bobot 20% 15% 30% 20% 15% Nilai Tertimbang 15,56 12,37 25,20 20,00 15,00 88,13 Berdasarkan hasil penilaian mandiri dengan menggunakan kuesioner yang dipublikasikan FCGI, nilai tertimbang yang diperoleh Perusahaan untuk penilaian bulan Juni dan Desember 2011 adalah sebesar 87,92, yang mana nilai tersebut dapat diintepretasikan bahwa nilai Tata Kelola Perusahaan atas Adira Finance secara keseluruhan adalah “Sangat Baik”. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 287 B. Penilaian Mandiri dengan Format dari BI Selain menggunakan kriteria penilaian yang telah dipublikasikan oleh FCGI, Perusahaan juga mencoba untuk melakukan penilaian mandiri dengan menggunakan metode penilaian sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tertanggal 5 Oktober 2006, meskipun terdapat beberapa persyaratan yang tidak dapat diaplikasikan sepenuhnya pada perusahaan pembiayaan.
  • 289.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Hasil dari penilaian yang dilakukan adalah sebagai berikut: Aspek Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite Penanganan Benturan Kepentingan Penerapan Fungsi Kepatuhan Perusahaan 288 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Bobot 10% 20% 10% 10% 5% Keterangan Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan Komisaris sangat sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan. Namun demikian, jumlah Komisaris Independen masih kurang dari 50%. Seluruh persyaratan tugas dan tanggung jawab serta independensi Dewan Komisaris telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan Komisaris sangat sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan. Seluruh persyaratan tugas dan tanggung jawab serta independensi Direksi telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian, masih terdapat anggota Direksi yang memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris atau Direksi pada perusahaan dan/atau lembaga lain. Struktur, jumlah, kompetensi, kualifikasi dan tanggung jawab serta independensi Komite telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rekomendasi komite-komite sangat berguna dan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan keputusan Dewan Komisaris. Perusahaan telah memiliki pedoman, sistem dan prosedur pencegahan dan penyelesaian benturan kepentingan yang berlaku bagi seluruh pemangku kepentingan sebagaimana dimuat dalam Anggaran Dasar Perusahaan, Pedomana Tata Kelola Perusahaan, Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris, Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite dan Peraturan Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi kriteria kepatuhan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan komitmen kepada lembaga-lembaga yang berwenang. Namun demikian, perusahaan pembiayaan tidak mempunyai kewajiban mengenai laporan kepatuhan kepada pihak yang Peringkat 2 2 1 1 2 Nilai 0,3 0,4 0,1 0,1 0,2 No. 1. 2. 3. 4. 5.
  • 290.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 289 Aspek Penerapan Fungsi Audit Internal Penerapan Fungsi Audit Eksternal Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Internal Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Skala Besar Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Perusahaan, Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan Laporan Internal Bobot 5% 5% 7,5% 7,5% 15% Keterangan berwenang, sehingga Perusahaan tidak menyampaikan laporan kepatuhan kepada Bapepam dan LK. Pelaksanaan fungsi audit internal Perusahaan telah berjalan efektif dan memenuhi pedoman audit internal serta sesuai dengan standar minimum yang telah ditetapkan dalam Standard for the Professional Practice of Internal Auditing dari the Institute of Internal Auditors. Unit Audit Internal telah menjalankan fungsinya secara independen dan obyektif, yang mana kelembagaan Unit Audit Internal tidak terlibat langsung dalam satuan kerja operasional, dengan susunan organisasi yang langsung berada di bawah Direktur Utama. Pelaksanaan audit oleh akuntan publik yang terdaftar di Bapepam dan LK telah dilakukan secara efektif dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Kualitas dan cakupan hasil audit akuntan publik sangat baik dan dilakukan oleh akuntan publik dengan sangat independen serta memenuhi kriteria yang ditetapkan. Penerapan manajemen risiko dan pengendalian internal sudah berjalan efektif sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Perusahaan telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur untuk penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana bagi nasabah besar serta tidak terdapat penyediaan dana melebihi batas maksimum pemberian kredit (dengan menggunakan acuan ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh BI). • Perusahaan telah menyampaikan informasi keuangan dan non keuangan kepada publik secara transparan, termasuk diantaranya melalui media massa dan situs Perusahaan yang dapat diakses dengan mudah di www.adira.co.id; • Laporan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan selalu disampaikan dalam setiap Laporan Tahunan Perusahaan; dan Peringkat 1 1 1 1 1 Nilai 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 No. 6. 7. 8. 9. 10.
  • 291.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Aspek Rencana Strategis Perusahaan Nilai Komposit 290 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Peringkat 2 No. 11. Nilai Komposit Bobot 5% 100% Nilai 0,1 1,6 Keterangan • Seluruh laporan keuangan maupun non keuangan tersedia lengkap, akurat dan tepat waktu. Perusahaan memiliki rencana jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek yang disusun secara realistis dengan memperhitungkan kondisi ekternal dan internal. Namun masih terdapat kekurangan pada pembuatan rencana bisnis Perusahaan karena belum adanya ketentuan khusus yang mengatur rencana bisnis perusahaan pembiayaan. Kriteria Baik Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Keterangan Nilai Komposit <1,5 1,5 < Nilai Komposit < 2,5 2,5 < Nilai Komposit < 3,5 3,5 < Nilai Komposit < 4,5 4,5 < Nilai Komposit < 5 Kekuatan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Adira Finance dapat dilihat dari hasil penilaian yang dilakukan, yang mana Adira Finance termasuk dalam kategori ”Baik”. Adira Finance menyadari bahwa sebagai sebuah perusahaan penyedia jasa keuangan, Tata Kelola Perusahaan harus dilaksanakan dengan baik agar mendapatkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan. Kekuatan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik tersebut tercermin dari: 1. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris telah dilaksanakan dengan efektif dan memenuhi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Anggota Dewan Komisaris mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen, memiliki kompetensi dan integritas sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan serta telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Selain itu, Rapat Dewan Komisaris juga terselenggara secara efektif dan efisien. 2. Tugas dan tanggung jawab Direksi telah dilaksanakan dengan baik, efektif dan memenuhi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Jumlah dan komposisi Direksi telah memenuhi ketentuan yang berlaku, yang mana anggota Direksi mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen, memiliki kompetensi dan integritas yang sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan. Selain itu, Rapat Direksi juga terselenggara secara efektif dan efisien. 3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite dinilai baik mengingat pelaksanaan tugas-tugas Komite telah berjalan efektif, rekomendasi-rekomendasi Komite cukup bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan acuan keputusan Dewan Komisaris, serta penyelenggaraan rapat-rapat Komite telah berjalan sesuai dengan pedoman kerja masing-masing Komite dan terselenggara secara efektif dan efisien. 4. Penanganan benturan kepentingan telah dilaksanakan dengan sangat baik, yang mana setiap pengambilan keputusan atas benturan kepentingan dan pelaksanaannya senantiasa dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Anggaran Dasar Perusahaan, pedoman kerja Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Sampai dengan tanggal laporan ini dibuat, tidak terdapat benturan kepentingan yang merugikan/mengurangi keuntungan Perusahaan. 5. Fungsi kepatuhan Perusahaan telah memenuhi kriteria kepatuhan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan komitmen kepada lembaga-lembaga yang berwenang.
  • 292.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Tenung dayak - Kalimantan Barat 6. Pelaksanaan fungsi audit internal Perusahaan telah berjalan sangan baik dan efektif. Perusahaan telah memiliki pedoman internal yang sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK serta dilakukan dengan memenuhi International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing dari The Institute of Internal Auditors. 7. Pelaksanaan fungsi audit eksternal telah berjalan dengan sangat efektif. Hal ini tercermin dari pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik telah sesuai dengan persyaratan umum yang ditetapkan dalam ketentuan serta kualitas dan cakupan hasil audit yang sangat baik. Selain itu, Kantor Akuntan Publik bertindak independen dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. 8. Penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian internal telah berjalan baik dan efektif sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan serta risiko-risiko yang dihadapinya. Dewan Komisaris dan Direksi telah melakukan pengawasan secara aktif terhadap pelaksanaan kebijakan dan strategi manajemen risiko. 9. Penyediaan dana kepada pihak terkait (related party) dan penyediaan dana besar (large exposure) telah dilaksanakan dengan baik dan telah mengikuti peraturan yang berlaku. Pengambilan keputusan dalam penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar dilakukan secara independen dan sampai saat ini tidak pernah ada pelanggaran dan jumlah penyediaan dana ini dibandingkan dengan total penyediaan dana tidak signifikan. 10. Perusahaan selalu transparan dalam menyampaikan laporan keuangan dan laporan non keuangan. Laporan-laporan tersebut disampaikan secara lengkap, akurat, relevan dan utuh serta tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 11. Rencana strategis Perusahaan sesuai dengan Visi dan Misinya, yang disusun dengan memperhatikan seluruh faktor eksternal dan internal, prinsip kehati-hatian dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga secara konsisten melaksanakan rencana strategis yang telah disusun tersebut untuk mencapai tujuan Perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 291
  • 293.
    Laporan Tata Kelola Perusahaan Disamping kekuatan-kekuatan yang telah disampaikan diatas, masih terdapat kelemahan dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di dalam Adira Finance. Namun demikian, perbaikan-perbaikan terus diupayakan semaksimal mungkin. Kelemahan-kelemahan yang ada antara lain: 1. Komposisi yang ideal antara jumlah anggota Dewan Komisaris dengan Direksi belum terpenuhi, yang mana jumlah anggota Dewan Komisaris masih lebih banyak dari pada jumlah anggota Direksi. 2. Peraturan perundang-undangan atau ketentuan yang mengatur prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi perusahaan pembiayaan masih belum ada, sehingga pedoman yang dipakai oleh Adira Finance masih merupakan pedoman dari KNKG dan BI yang kemungkinan masih terdapat beberapa perbedaan dengan bidang usaha Perusahaan. Penghargaan Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya juga mengikuti acara Annual Report Award. Pada tahun 2011 ini, Perusahaan mendapatkan pencapaian terbaik sejak mengikuti ajang Annual Report Award ini, yaitu menempati posisi Kedua untuk kategori Private Keuangan Listed dan posisi keenam untuk kategori Umum. Berdasarkan data yang kami miliki, pencapaian ini merupakan pencapaian terbaik yang diperoleh oleh sebuah perusahaan pembiayaan sejak Annual Report Award diselenggarakan. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi Perusahaan dan menjadi pendorong untuk dapat berbuat lebih baik di tahun-tahun yang akan datang. Rencana Peningkatan Tata Kelola Perusahaan pada Tahun 2012 Perusahaan merencanakan peningkatan Tata Kelola Perusahaan pada tahun 2012 melalui berbagai rencana, antara lain: • Melakukan evaluasi dan penyesuaian atas Pedoman Tata Kelola Perusahaan agar dapat menyesuaikan dengan kondisi terkini. • Peningkatan pemantauan atas kepatuhan seluruh organ Perusahaan. • Pemeringkatan Tata Kelola Perusahaan secara reguler, yang mengacu kepada metode pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga nasional untuk menganalisa efektifitas penerapan tata kelola perusahaan. • Mengikutsertakan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dalam uji kemampuan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh Bapepam dan LK, kecuali anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang telah lulus uji kemampuan dan kepatutan dari Bank Indonesia. • Peningkatan sistem pengendalian internal yang menyeluruh dan handal. • Peningkatan dan penyempurnaan kebijakan anti kecurangan agar dapat mencegah dan mendeteksi terjadinya kecurangan sejak dini. • Data dan informasi dalam situs Perusahaan akan diperbaharui setiap terdapat perubahan, sehingga publik akan selalu mendapatkan informasi yang terkini. 292 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 294.
    Kampung Bena adalahperkampungan tradisional dengan bangunan-bangunan megalitik yang terletak di Desa Tiworiwu, Kecamatan Aimere, Ngada, Flores, yang berada di lembah dan diapit dua gunung, Inerie dan Surelaki. Rumah-rumah tradisional beratap tinggi yang terbuat dari daun ilalang ini disusun seperti bentuk perahu, melambangkan keberadaan leluhur yang berjuang dengan perahu mengarungi lautan hingga ke lokasi tersebut. Di halaman luas yang disebut kisanatha, terdapat dua bangunan sakral yaitu ‘ngadhu’, berbentuk payung, melambangkan wajah leluhur laki-laki, dan ‘bagha’ berbentuk miniatur rumah, sebagai lambang wajah leluhur perempuan.
  • 295.
    Manajemen 294 |Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Risiko
  • 296.
    Pacu jawi (sapi)di Limapuluh Kota dan Payakumbuh yang biasanya diadakan sebelum masa tanam padi memiliki keunikan tersendiri, karena yang berlomba lari bukan hanya sapinya saja, melainkan juga orang yang mengiringinya. Dua hari sebelum perlombaan mulai, masyarakat dan jawi yang akan berlomba diarak sampai ke arena lomba dan masyarakat yang mengarak harus berpakaian adat dan membunyikan alat-alat musik tradisional Minang seperti talempong dan sarunai dari batang padi. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 295
  • 297.
    Manajemen Risiko Manajemenrisiko adalah proses pengukuran atau penilaian risiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah menghindari risiko, memindahkan risiko, mengurangi efek negatif risiko dan menampung sebagian atau seluruh konsekuensi atas risiko tertentu. Secara umum, setiap perusahaan tentunya memiliki kesadaran akan adanya risiko dan kesadaran pengelolaan atas risiko tersebut. Pengertian risiko sendiri adalah kekhawatiran adanya suatu peristiwa di masa depan yang kemungkinan akan berdampak negatif terhadap pencapaian sasaran yang sudah ditentukan perusahaan. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, manajemen setiap perusahaan akan melakukan dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya, maupun untuk memitigasi dampaknya. Sasaran yang sudah ditetapkan menjadi hal yang sangat penting bagi Adira Finance dan keberhasilan Perusahaan dalam mencapai sasaran tersebut tergantung antara lain pada seberapa baik kemampuan Perusahaan mengelola risiko-risiko yang dihadapi. Adira Finance dalam Prinsip Mengelola Risiko Perusahaan secara berkesinambungan melakukan langkah penyempurnaan implementasi manajemen risiko pada tahun 2011 dengan strategi sebagai berikut: 1. Penyempurnaan Implementasi Manajemen Risiko a. Perusahaan terus menyesuaikan kebijakan dan prosedur pengelolaan risiko sesuai dengan perkembangan terkini. b. Penyempurnaan implementasi manajemen risiko dilakukan sesuai kaidah sistem manajemen mutu, yang mencakup kebijakan, prosedur dan instruksi kerja manajemen risiko. 296 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Direktorat Manajemen Risiko
  • 298.
    Manajemen Risiko c.Enterprise Risk Management adalah proses manajemen risiko yang diawali dengan pendefinisian risk appetite dan risk tolerance oleh Manajemen Perusahaan. Pendefinisian ini merupakan aktivitas yang menjadi satu kesatuan di dalam proses perencanaaan bisnis Perusahaan, baik perencanaan tahunan maupun perencanaan jangka panjang. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 297 2. Penggunaan Perangkat Lunak Manajemen Risiko Untuk menunjang kelancaran arus informasi dan komunikasi risiko, Perusahaan mengimplementasikan perangkat lunak manajemen risiko dan terus mengembangkannya sesuai dengan dinamika usaha Perusahaan. Dengan adanya perangkat lunak manajemen risiko diharapkan proses pengelolaan risiko menjadi melekat dalam kegiatan sehari-hari oleh pihak yang terkait. Kultur Perusahaan Salah satu kultur Adira Finance adalah “Striving for Excellence”, yang mana Perusahaan selalu berusaha menjadi yang terbaik di dalam industrinya. Hal ini bisa terlihat dari kinerja Perusahaan yang terus mengalami pertumbuhan, sehingga risk exposure level harus terus dipantau. Untuk itu, Perusahaan telah merumuskan beberapa prinsip dalam mengelola risiko, yang terus dikembangkan dan telah melekat menjadi budaya di dalam Perusahaan: • Early alert - identifikasi risiko sedini mungkin sehingga proses pencegahan dan tata kelola risiko dapat ditentukan dan dilaksanakan secara tepat sasaran; • Kehati-hatian - prinsip kehati-hatian dan pertimbangan yang matang dalam seleksi pendahuluan terhadap calon konsumen sehingga dapat menekan tingkat risiko ke tingkat yang bisa diterima; • Zero tolerance - sikap tidak ada toleransi terhadap tindakan-tindakan yang dapat berdampak negatif terhadap Perusahaan; dan • Akuntabilitas - pengambilan risiko tetap mengikuti batasan-batasan yang telah ditetapkan, sesuai dengan kapasitas masing-masing komponen Perusahaan dan pertanggungjawaban yang jelas atas tindakan-tindakan yang diambil kepada Manajemen Perusahaan dan instansi berwenang. Keempat prinsip diatas tergambar dengan jelas dalam nilai korporat yang ditanamkan dalam Perusahaan, salah satu contohnya adalah melalui penanaman akan nilai “Proud not to Fraud” sedini mungkin, misalkan dalam orientasi karyawan baru, kesadaran akan bahaya dari kecurangan itu sendiri dan dorongan agar karyawan melakukan tindakan proaktif terkait hal ini melalui slogan Kecurangan: Kenali, Laporkan dan Hentikan! Langkah lain yang dilakukan adalah inisiatif dari Divisi Hukum dalam melakukan pendistribusian e-mail berupa renungan anti-fraud dalam upaya mendorong seluruh karyawan untuk bertindak sesuai norma dan etika profesional. Upaya ini diharapkan akan dapat menindaklanjuti pelatihan awal yang telah diterima ketika karyawan pertama kali bergabung dengan Perusahaan, bahkan semakin dikokohkan selama karyawan berkarya dalam Perusahaan. Adira Finance dalam Penerapan Manajemen Risiko Mengingat bahwa penerapan praktik manajemen risiko yang baik dapat mendukung kinerja dari perusahaan pembiayaan, maka manajemen risiko selalu menjadi elemen pendukung penting bagi Adira Finance dalam menjalankan roda bisnisnya. Sasaran dan tujuan utama dari diterapkannya praktik manajemen risiko di Adira Finance adalah untuk menjaga dan melindungi Perusahaan melalui pengelolaan risiko kerugian yang mungkin timbul dari berbagai aktivitasnya serta menjaga tingkat risiko agar sesuai dengan arahan yang sudah ditetapkan oleh Perusahaan.
  • 299.
    Manajemen Risiko Strategiuntuk mendukung sasaran dan tujuan dari manajemen risiko diwujudkan dengan pembentukan dan pengembangan budaya risiko yang kuat, penerapan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, pelestarian nilai-nilai kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur yang memadai, serta proses kerja yang terstruktur dan sehat. Budaya risiko yang kuat ini diciptakan dengan membangun kesadaran risiko yang kuat dimulai dari Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Senior sampai kepada seluruh karyawan Perusahaan. Tata Kelola Perusahaan yang Baik disosialisasikan dan dikembangkan secara menyeluruh pada semua komponen dan aktivitas Perusahaan serta dilaksanakan dengan tanpa kompromi, nilai-nilai kepatuhan terhadap peraturan yang ada dan berlaku harus dibudayakan dan melekat pada semua karyawan Perusahaan yang dipimpin oleh jajaran Manajemen Perusahaan, infrastruktur risiko dibangun melalui tersedianya kebijakan dan proses yang tepat dan sesuai dengan kondisi terkini, pengembangan sistem dan database risiko yang berkelanjutan, serta teknik dan metodologi pengelolaan yang modern. Membangun proses dan kemampuan risiko yang sehat dan kuat adalah sebuah pengkajian yang berkesinambungan terhadap tujuan daripada penanganan risiko serta berbagai aktivitas yang menyangkut penanganan risiko, seperti identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. Fungsi manajemen risiko juga berkewajiban untuk menjaga arahan risiko yang dapat diterima dan disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi dengan tetap berpedoman dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan usaha. Tahun 2011 ini merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya terkait dengan “Penerapan Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap Perusahaan Anak”, yang mana Adira Finance melaksanakan dalam kapasitasnya sebagai Perusahaan Anak dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, pemegang saham pengendali Perusahaan. Aktivitas ini mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006, yang mana penerapan manajemen risiko Perusahaan merupakan pendekatan terpadu dan konsisten dalam melakukan penelaahan, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan risiko terhadap seluruh komponen kelompok Perusahaan. Lebih lanjut, kemitraan antara Perusahaan dengan Perusahaan Induk merupakan hal yang sangat penting, mengingat keduanya menghadapi tantangan regional dan global yang sama dalam mengelola pertumbuhan bisnis yang cepat dan dalam suasana kompetisi yang ketat, namun pada saat yang bersamaan harus tetap mampu menyelenggarakan praktek bisnis tersebut berdasar dan mengacu kepada prinsip kehati-hatian. 298 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Rumah Tradisional Bajo, Wakatobi - Sulawesi Utara
  • 300.
    Manajemen Risiko Sebagaiperusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, Manajemen Adira Finance memiliki komitmen penuh untuk menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang secara esensi mencakup kecukupan kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Perusahaan tetap dapat terarah dan terkendali pada batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap menguntungkan Perusahaan. Direktorat Manajemen Risiko yang berperan secara aktif dalam mengkoordinasikan tindakan-tindakan pencegahan, proaktif dan responsif dengan seluruh karyawan dari berbagai tingkatan yang ada di dalam Perusahaan untuk mendukung penerapan manajemen risiko ini, karena semua bagian di dalam Perusahaan masing-masing akan memainkan peranan penting. Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan menyadari pentingnya untuk memiliki sebuah mekanisme yang memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang dihadapi oleh Perusahaan. Adira Finance memiliki suatu mekanisme yang bertumpu pada 4 (empat) pilar manajemen risiko, yang dapat diuraikan sebagai berikut: PILAR III Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan dan Sistem Informasi Manajemen Pilar I: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak perencanaan bisnis tahunan, yang mencakup: • Menyetujui dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko secara berkala; • Melakukan evaluasi dan menyetujui aktivitas yang memerlukan persetujuan dari Dewan Komisaris atau Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 299 Direksi; • Menetapkan kebijakan dan strategi manajemen risiko termasuk penetapan otoritas dalam pemberian batasan serta tinjauan atas kualitas portofolio secara berkala; PILAR II Kebijakan dan Penerapan Batasan PILAR I Pengawasan Aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi PILAR IV Pengendalian Internal PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
  • 301.
    Manajemen Risiko •Terdapatnya Komite Audit dan Manajemen Risiko sebagai organ Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasannya; dan • Membentuk komite yang terkait dengan penerapan manajemen risiko yaitu Komite Manajemen Risiko. Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terselenggara mengingat terdapatnya wakil dari Perusahaan Induk dalam jajaran Dewan Komisaris Perusahaan. Kerangka tersebut juga dilaksanakan melalui pemeriksaan kinerja secara berkala oleh Perusahaan Induk terhadap Adira Finance, menyangkut kinerja keuangan, pengawasan sistem informasi akuntansi, serta tingkat kesehatan dan profil risiko dari aset pembiayaan Perusahaan. Pilar II: Kebijakan dan Penerapan Batasan Perusahaan menyusun kebijakan-kebijakan terkait manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan selalu disesuaikan dengan keadaan usaha terkini. Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam Prosedur Operasi Standar dan Memo Internal yang disosialisasikan kepada seluruh karyawan. Perusahaan juga memiliki kebijakan-kebijakan mengenai batasan persetujuan/otorisasi untuk transaksi kredit maupun yang bukan transaksi kredit. Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terselenggara mengingat Perusahaan mendapatkan persetujuan dari Perusahaan Induk untuk pengajuan batasan baru maupun adanya proses pemeriksaan tahunan atas program kredit. Kebijakan pencadangan kerugian piutang Perusahaan juga sejalan dengan kebijakan pencadangan pada Perusahaan Induk yang sesuai dan patuh terhadap Peraturan Bank Indonesia (selaku regulator Perusahaan Induk). Pilar III: Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan dan Sistem Informasi Manajemen Adira Finance memiliki perangkat untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengawasi risiko terutama risiko kredit dan risiko operasional melalui mekanisme pelaporan dan sistem informasi manajemen yang ada serta melalui pertemuan berkala Komite Audit dan Manajemen Risiko Adira Finance. Selain itu, sistem teknologi informasi utama Perusahaan (Ad1Sys) mampu menyediakan data/informasi secara cepat dan akurat kepada pihak Manajemen, Perusahaan Induk atau pihak ketiga yang terkait lainnya. Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terlaksana melalui penyampaian paparan risiko Perusahaan yang ada secara berkala kepada Komite Manajemen Risiko Perusahaan Induk, termasuk penyampaian laporan berkala terkait aspek kepatuhan, hukum dan lainnya kepada Perusahaan Induk. Pilar IV: Pengendalian Internal Adira Finance memiliki Divisi Audit Internal yang secara independen melaporkan proses dan hasil pemeriksaannya kepada Dewan Komisaris dan Direktur Utama. Akuntabilitas dari Divisi Audit Internal mencakup: • Menyediakan penilaian atas kecukupan dan efektifitas dari semua proses yang ada di dalam Perusahaan; • Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait dengan proses pengendalian aktivitas-aktivitas di dalam Perusahaan termasuk perbaikan yang potensial terhadap proses-proses tersebut; dan • Koordinasi dengan fungsi pengendali dan pengawasan lainnya (manajemen risiko, kepatuhan, hukum dan audit eksternal). 300 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 302.
    Manajemen Risiko Kerangkakonsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk dicerminkan dengan dilaksanakannya juga audit reguler/audit Teknologi Informasi/audit terintegrasi kepada unit-unit di Adira Finance oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Perusahaan Induk. Adira Finance dan Risiko-Risiko yang Dihadapi Dalam aktivitas usaha Perusahaan terdapat proses-proses identifikasi, pengukuran, pengelolaan, pengawasan dan kontrol atas risiko yang material, yang didukung oleh Sistem Informasi Manajemen Perusahaan yang dapat diandalkan. Sebagai perusahaan pembiayaan, Adira Finance menyadari bahwa penerapan manajemen risiko adalah hal yang mutlak harus dilakukan demi kebaikan dan keuntungan Perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan. Dalam penerapannya, Perusahaan banyak mengadopsi dan mengakomodasi pola yang diterapkan oleh sektor perbankan sebagai sektor usaha di Indonesia yang dianggap paling mapan dan lebih berpengalaman dalam penerapan konsep manajemen risiko, mengingat juga perlu diterapkannya kerangka konsolidasi manajemen risiko antara Perusahaan dengan Perusahaan Induk, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006. Perusahaan menghadapi tantangan terhadap beberapa risiko, baik yang merupakan faktor internal maupun eksternal, diantaranya adalah: 1. Risiko Kredit Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen, yang mana Perusahaan menawarkan jasa kredit bagi masyarakat yang hendak memiliki kendaraan bermotor. Secara langsung, Perusahaan menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara konsumen dengan Perusahaan. Risiko kredit merupakan risiko yang tidak bisa dihindari, namun dapat dikelola hingga pada batasan yang bisa diterima. Perusahaan telah memiliki kebijakan dalam menghadapi risiko ini. Dimulai dari proses awal penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang mana aplikasi kredit akan melalui proses survei dan analisa kredit untuk kemudian disetujui oleh Komite Kredit. Perusahaan juga menerapkan Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 45/KMK.06/2003 tanggal 30 Januari 2003 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank, yang telah dirubah dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 74/PMK.012/2006 tanggal 31 Agustus 2006 dan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan No. Kep-2833/LK/2003 tanggal 12 Mei 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah pada Lembaga Keuangan Non Bank. Hasil dari pengelolaan risiko ini, dapat dilihat dari tren tingkat kredit bermasalah Perusahaan yang stabil terlihat pada tahun 2009, 2010 dan 2011 masing-masing sebesar 0,9%; 1,2% dan 1,3%. Hal ini membuktikan bahwa strategi dan budaya risiko yang dibentuk dan dibangun sejalan dengan tujuan serta perilaku usaha Perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 301 2. Risiko Operasional Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional perusahaan. Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung dan kerugian potensial atas hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan.
  • 303.
    Manajemen Risiko Perusahaansangat perduli terhadap risiko operasional, karena jika terdapat permasalahan yang timbul sehubungan dengan risiko ini bisa berdampak dan berpengaruh luas bagi kinerja Perusahaan secara keseluruhan. Secara umum, penanganan risiko operasional dalam Adira Finance dapat diilustrasikan dengan diagram sebagai berikut: Ketiga langkah di atas merupakan satu kesatuan proses yang tidak terpisahkan. Langkah di atas telah diterjemahkan Perusahaan dalam mekanisme manajemen risiko operasional sebagai berikut: • Risk Control Self Assessment (RCSA) RCSA merupakan suatu konsep manajemen risiko yang dibentuk berdasarkan Prosedur Operasi Standar yang berlaku dalam Perusahaan untuk menelaah dan mengukur besarnya potensi risiko-risiko yang berlangsung selama proses internal untuk menghasilkan status risiko operasional dan dilaporkan secara periodik (triwulanan) kepada Perusahaan Induk. Unit kerja yang telah ditetapkan di dalam Perusahaan akan melakukan Self Assessment (Unit SA) dengan menggunakan data Internal Control Self Assessment (ICSA) yang diolah menjadi Laporan Quantitative Self Assessment Result (QSAR). • Operational Risk Management System (ORMS) ORMS merupakan implementasi dari kewajiban Perusahaan sebagai Perusahaan Anak dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk untuk melakukan pengendalian risiko operasional dengan cara melakukan pencatatan kejadian berisiko pada saat terjadinya kejadian berisiko tersebut, seperti yang diatur di dalam Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 perihal “Penerapan Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap Perusahaan Anak”. ORMS adalah sebuah aplikasi intranet berbasis web yang digunakan sebagai alat bantu pengelola risiko operasional yang dirancang agar pencatatan kejadian berisiko dapat dilakukan pada saat terjadinya kejadian berisiko tersebut dan merekamnya ke dalam database. Laporan yang terekam melalui menu laporan tersebut kemudian akan dipindahkan ke dalam aplikasi ORMS Perusahaan Induk sebagai bentuk dari perwujudan konsolidasi Laporan Risiko Operasional Bank. 302 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Identifikasi Risiko Pengukuran Risiko Pengelolaan Pengawasan & Pengendalian Risiko Identifikasi semua risiko yang melekat dalam setiap produk dan aktivitas operasional. Tindakan proaktif terhadap risiko sehingga kerugian operasional yang terjadi tidak melewati batasan yang telah ditentukan dan tidak mengganggu jalannya usaha Perusahaan. Mengukur profil risiko Perusahaan agar mendapatkan gambaran dari efektifitas penerapan manajemen risiko serta tingkat kepatuhan terhadap prosedur dan kebijakan yang tersedia.
  • 304.
    Manajemen Risiko Ilustrasidari kerangka Manajemen Risiko Perusahaan terkait dengan 2 (dua) jenis risiko utama di atas adalah sebagai berikut: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 303 Manajemen Risiko (Optimalisasi Risiko vs Pendapatan) Proses & Perangkatnya Manajemen Risiko Kredit Membuat program produk/kredit Penetapan kebijakan kredit Analisis portofolio dan sistem manajemen informasi Tinjauan dan pengawasan kinerja portofolio secara rutin Pendelegasian wewenang persetujuan kredit Manajemen Risiko Operasional Pelaksanaan Risk Control Self Assessment Pengelolaan kecurangan Tinjauan terhadap kebijakan-kebijakan dan prosedur operasi standar secara rutin Menetapkan pedoman pengelolaan kelangsungan usaha Usaha Operasi Kredit Penagihan & Pemulihan Cabang & Wilayah Operasi & Teknologi Informasi Keuangan & Akuntansi Hukum & Kepatuhan 3. Risiko Pasar Risiko Pasar merupakan risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar dari portofolio yang dimiliki oleh perusahaan, yang dapat merugikan perusahaan (adverse movement). Yang dimaksud dengan variabel pasar adalah tingkat bunga dan nilai tukar. Dalam perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga. Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perusahaan meningkat. Untuk itu, Perusahaan menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana.
  • 305.
    Manajemen Risiko Sedangkanuntuk sumber pendanaan, salah satunya Perusahaan menerbitkan efek utang. Adapun jangka waktu tertimbang dari efek utang yang masih menjadi kewajiban Perusahaan adalah selama 32 bulan, 36 bulan dan 37 bulan masing-masing untuk posisi 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Sedangkan sumber pendanaan Perusahaan yang terbesar berasal dari skema pembiayaan bersama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu yang sama dengan piutang pembiayaan konsumen, dari ekuitas Perusahaan serta sejumlah pinjaman dari bank swasta nasional. Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan Perusahaan saat ini, risiko pasar Perusahaan adalah minimal. Perusahaan tidak mempunyai kegiatan usaha pembiayaan konsumen dalam bentuk maupun menggunakan mata uang asing. 4. Risiko Likuiditas Risiko Likuiditas adalah risiko yang antara lain disebabkan perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. Risiko likuiditas dapat dikategorikan sebagai berikut: a) Risiko Likuiditas Pasar yaitu risiko yang timbul karena perusahaan tidak mampu melakukan offsetting posisi tertentu dengan harga pasar karena kondisi likuiditas pasar yang tidak memadai atau terjadi gangguan di pasar (market disruption); b) Risiko Likuiditas Pendanaan yaitu risiko yang timbul karena perusahaan tidak mampu mencairkan asetnya atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain. Secara umum risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo. Mengingat Perusahaan memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Perusahaan Induk melalui skema pembiayaan bersama, maka risiko ini dapat dikelola dengan baik. Selama ini, Perusahaan memiliki rasio likuiditas yang sangat sehat. Hal ini dapat dilihat dari solvabilitas yakni kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya yang cenderung masih stabil. Perbandingan kewajiban terhadap ekuitas Perusahaan pada tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 2,8; 1,0 dan 0,6. Dalam hal perbandingan kewajiban terhadap jumlah aset untuk tahun 2011, 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 0,7; 0,5 dan 0,4. 5. Risiko Hukum Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung, atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna. Perusahaan memiliki Divisi Hukum yang bertanggung jawab melakukan pengelolaan risiko hukum yang antara lain, meliputi penanganan dan pengelolaan seluruh aspek hukum terkait dengan aktivitas dan operasional Perusahaan, memberikan pertimbangan hukum kepada Manajemen, serta menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian terkait dengan paparan risiko hukum bagi Perusahaan. Dalam struktur organisasi, Divisi Hukum bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama Perusahaan, dengan harapan Divisi Hukum dapat lebih leluasa dalam melakukan pengelolaan risiko hukum Perusahaan. 304 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 306.
    Manajemen Risiko FestivalAsmat - Papua Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 305 6. Risiko Kepatuhan Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan karena Perusahaan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Perusahaan memiliki Divisi Sekretaris Perusahaan yang melakukan pengawasan dan melaporkan semua masalah yang terkait dengan risiko kepatuhan, antara lain memastikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan/atau Luar Biasa dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar Perusahaan dan ketentuan Bapepam dan LK, memastikan bahwa Perusahaan selalu patuh dengan hukum dan peraturan yang berlaku sebagai perusahaan pembiayaan, memastikan Perusahaan patuh terhadap ketentuan-ketentuan mengenai Pasar Modal dan Obligasi, menyiapkan pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan mengawasi pelaksanaannya, menyiapkan pedoman mengenai Prinsip Mengenal Nasabah dan mengawasi pelaksanaannya, serta menyiapkan rambu-rambunya. 7. Risiko Reputasi dan Risiko Strategis Risiko reputasi merupakan risiko yang disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Perusahaan atau persepsi negatif terhadap Perusahaan. Sedangkan risiko Strategis merupakan risiko akibat tidak tepatnya penetapan dan pelaksanaan strategi Perusahaan, termasuk kurang responsifnya Perusahaan terhadap perubahan eksternal. Mengingat pengelolaan risiko reputasi dan risiko strategis bersifat multidimensi dan mencakup keseluruhan tahapan aktivitas usaha, Manajemen Perusahaan membentuk suatu kelompok kerja khusus yang anggotanya terdiri dari jajaran Pejabat Senior Perusahaan untuk membantu Direksi dalam mengidentifikasi, mengukur, mengelola, termasuk memantau dan mengendalikan kedua jenis risiko tersebut dalam Perusahaan.
  • 307.
    Manajemen Risiko PengembanganManajemen Risiko di Masa yang Akan Datang Pada saat Perusahaan terus membangun kapasitasnya dan mengembangkan bisnisnya di dalam berbagai aspek, hal ini secara otomatis juga akan menambah tantangan Perusahaan terhadap risiko, baik tantangan terhadap risiko-risiko yang saat ini telah ada, maupun risiko-risiko baru yang muncul. Namun Perusahaan tetap yakin, dengan tersedianya mekanisme pengelolaan risiko yang dinamis, yang dapat sejalan dengan perkembangan Perusahaan dan faktor-faktor eksternal akan membuat Perusahaan selalu tanggap dan siap dalam mengantisipasi dan mengelola setiap risiko yang ada. Mekanisme yang sudah berjalan ini tetap harus terus dikembangkan dan didukung agar penerapannya akan semakin efektif dan efisien, serta beberapa inisiatif strategis telah ditetapkan untuk keperluan tersebut, dengan rincian sebagai berikut: • Mengembangkan infrastruktur teknologi informasi secara berkesinambungan, yang mampu mengakomodasi aktivitas pengelolaan manajemen risiko; • Pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia di berbagai lapisan dalam aspek kompetensi untuk mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun langkah penanggulangan dan pencegahan risiko; • Terus membangun sinergi dengan Perusahaan Induk, salah satunya dalam Pengelolaan Keberlangsungan Usaha yaitu dengan mengantisipasi dan meresponi kondisi tidak terduga, seperti bencana alam ataupun kondisi usaha yang tidak kondusif; • Pengembangan dan perbaikan proses operasional internal yang berkesinambungan; dan • Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam pengelolaan Perusahaan, dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh instansi berwenang. Kondisi ekonomi di Indonesia memang diprediksi akan terus melanjutkan pertumbuhan pada tahun 2012, namun Perusahaan akan tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi terutama yang terkait dengan risiko yang mempengaruhi kapasitas individu atau pelaku usaha dalam melakukan suatu transaksi atau pembayaran angsuran. Dalam mengantisipasinya, Adira Finance tetap akan melaksanakan dan melanjutkan langkah-langkah terkait manajemen risiko yang telah diimplementasikan, yang mana terbukti berhasil dalam menjaga tingkat risiko Perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut: • Mempertajam tingkat seleksi calon konsumen dengan penerapan kebijakan dan metodologi yang telah disesuaikan dengan kondisi yang akan dihadapi pada tahun 2012 dengan tujuan menjaga kualitas kredit Perusahaan; • Meningkatkan kapasitas serta intensitas penanganan proses pembayaran konsumen dan penanganan kredit bermasalah; dan • Mengembangkan instrumen-instrumen pengukuran risiko dengan tujuan agar nilai antisipasi Perusahaan terhadap kondisi usaha dan persaingan terkini selalu dapat dikendalikan secara optimal. 306 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 308.
    Rumah adat Timoryang atapnya berbentuk kerucut bulat pada umumnya ini terbuat dari alang-alang. Rumah tradisional Timor bentuknya bundar, tidak memiliki jendela, dan pintu masuknya bertiang pendek, sehingga untuk memasukinya pengunjung harus membungkuk. Ukuran pintu yang kecil ini memiliki falsafah bahwa manusia perlu rendah hati, hidup sederhana dan mengagungkan Uis Neno (Tuhan) sebagai penguasa langit.
  • 309.
    308 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Laporan Berkelanjutan
  • 310.
    Tao-tao adalah patungpahat yang merupakan replika wajah bangsawan Toraja yang telah meninggal. Biasanya Tao-Tao ini diletakkan di depan makam batu pahat (kuburan batu Paa’) di dinding bukit-bukit yang tinggi, di mana semakin tinggi letak jenazah ditempatkan, berarti semakin tinggi pula status orang tersebut. Makam batu seperti ini banyak terdapat di Lemo. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 309
  • 311.
    Laporan Berkelanjutan 310| Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 312.
    Laporan Berkelanjutan AdiraFinance sebagai perusahaan pembiayaan nasional menyadari bahwa kelangsungan usaha Perusahaan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitar lokasi usaha Perusahaan. Untuk membantu menciptakan kondisi yang kondusif di lingkungan usaha Perusahaan, Adira Finance secara konsisten telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai kegiatan-kegiatan Tanggung Jawab Sosial yang telah dilaksanakan oleh Perusahaan, maka sebagaimana pada tahun sebelumnya, untuk laporan tahun 2011 ini juga kami sajikan secara terpisah. Laporan Berkelanjutan merupakan ringkasan laporan Perusahaan mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh Adira Finance dalam rangka mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada lingkungan di sekitarnya dan seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 311
  • 313.
    Analisis dan Pembahasan Manajemen 312 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 314.
    Tarian Asmat inimerupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Festival Budaya Asmat yang terdiri dari pentas seni budaya, lomba tari, lomba seni mengukir dan lomba menganyam. Festival Asmat ini diselenggarakan setiap bulan Oktober di Agats, kota di kabupaten Asmat di selatan Papua yang menghadap ke laut Arafura. Festival Asmat ini ditutup dengan lelang karya seni ukiran Asmat. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 313
  • 315.
    Analisis dan PembahasanManajemen Tinjauan Umum Kinerja perekonomian Indonesia selama tahun 2011 yang lalu tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan Pemerintah. Produk Domestik Bruto (PDB) triwulanan dapat terjaga pada tingkat 6,5% sesuai dengan ekspektasi. Bank Indonesia menurunkan BI Rate sebanyak tiga kali hingga ditutup pada level 5,75% pada penghujung tahun. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terbilang stabil dengan kurs tengah selama tahun 2011 berkisar antara Rp 8.508-Rp 9.068. Inflasi tahunan pun jauh lebih rendah dari tahun 2010 yakni ditutup pada level 3,79% (2010: 6,96%), melebihi target Pemerintah yang sebesar 5%±1%. Ditambah dengan PDB per kapita yang mencapai US$ 3.542 dan investment-grade rating yang diperoleh pada tahun 2011 walaupun pada saat yang sama disertai dengan dampak yang mulai dirasakan dari krisis utang Eropa. Dengan kondisi-kondisi makro ekonomi di atas, industri otomotif masih mampu mencatatkan pertumbuhan, walaupun tidak sebesar pertumbuhan yang terjadi pada tahun 2010 mengingat tahun tersebut adalah tahun recovery dari pertumbuhan negatif di tahun 2009. Pada tahun 2011, para produsen otomotif masih meningkatkan investasi di pabrikannya guna meningkatkan kapasitas produksi sertabeberapa produsen otomotif baru juga melihat Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Pada penutupan tahun 2011, tercatat jumlah penjualan nasional sepeda motor baru mencapai 8,0 juta unit dan jumlah penjualan nasional mobil baru mencapai 894 ribu unit. Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru Pada Tahun 2011 Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Penjualan nasional sepeda motor baru mencatat pertumbuhan yang masih dalam kisaran ekspektasi para pelaku industri, yakni tumbuh sebesar 8,7%. Sebelumnya terdapat proyeksi AISI yang menetapkan target penjualan sepeda motor baru pada tahun 2011 sebanyak 8,2 juta unit. Namun dengan adanya beberapa bencana alam yang melanda Jepang dan Thailand yang terjadi pada tahun 2011, sedikit banyak telah mengganggu pasokan atas kendaraan bermotor merek Jepang, baik atas unit kendaraan yang diimpor secara utuh maupun terurai, serta atas spare part. Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 314 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Unit) 463.431 643.271 723.906 717.514 681.444 740.121 661.304 713.672 709.177 709.122 613.449 667.124 73.987 69.589 82.163 60.726 61.053 70.154 89.056 73.279 79.832 86.345 67.655 80.325 Penjualan Nasional Mobil Baru Pada Tahun 2011 (Dalam Unit) Sumber: Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sumber: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO)
  • 316.
    Analisis dan PembahasanManajemen Untuk penjualan mobil yang semulanya diperkirakan tumbuh antara 10%-12% pada tahun 2011 dan mencapai 825 ribu unit, justru bertumbuh sebesar 17,1% menjadi 894 ribu unit. Dan sesuai proyeksi para analis dan pelaku usaha, memperkirakan level 1 juta unit mobil baru akan tercapai pada tahun 2013, seiring dengan bertumbuhnya GDP perkapita Indonesia. Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha Adira Finance didirikan pada tahun 1990 dan memperoleh izin usaha dalam bidang usaha Lembaga Pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 253/KMK.013/1991 tanggal 4 Maret 1991. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang perusahaan pembiayaan meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan usaha kartu kredit. Pada saat ini, Perusahaan terutama bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen yaitu pembiayaan konsumen sepeda motor dan mobil. Adira Finance memulai tahun 2011 dengan perolehan pembiayaan baru yang stabil, yang mana Perusahaan secara konsisten mencatat pertumbuhan penjualan sepeda motor bulanan, dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2010 rata-rata tumbuh pada kisaran 1,2%. Bila pembiayaan baru sepeda motor triwulanan pada tahun 2010 menunjukkan tren positif (triwulan I: 314.006 unit, triwulan II: 404.702 unit, triwulan III: 480.353 unit dan triwulan IV: 438.550 unit), hal yang sama pun terjadi pada tahun 2011 (triwulan I: 421.014 unit, triwulan II: 467.157 unit, triwulan III: 551.739 unit dan triwulan IV: 481.724 unit). Penjualan Baru Sepeda Motor Adira Finance Pada Tahun 2011 Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Penjualan Baru Mobil Adira Finance Pada Tahun 2011 8.575 9.182 8.893 9.334 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 315 (Dalam Unit) 138.710 129.415 152.889 146.632 158.145 162.380 184.931 197.289 169.519 167.125 151.233 163.366 (Dalam Unit) 7.374 6.567 7.718 7.370 7.961 8.205 9.178 9.848 Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
  • 317.
    Analisis dan PembahasanManajemen Tren yang positif juga terjadi dalam pembiayaan mobil pada tahun 2010 (triwulan I: 14.708 unit, triwulan II: 17.788 unit, triwulan III: 20.810 unit dan triwulan IV: 22.620 unit). Begitu juga dengan pembiayaan mobil secara triwulanan yang mengalami tren positif selama tahun 2011 (triwulan I: 21.659 unit, triwulan II: 23.536 unit, triwulan III: 27.601 unit dan triwulan IV: 27.409 unit). Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Laba Bersih 1.658.347 1.931.723 316 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah) 2.111.539 1.212.400 1.467.906 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Laba Bersih 1.583.321 2009 2010 2011 Perusahaan mencatat laba bersih masing-masing sebesar Rp 1.212 miliar, Rp 1.468 miliar dan Rp 1.583 miliar atau meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya masing-masing sebesar 18,8%, 21,1% dan 7,9% pada tahun 2009, 2010 dan 2011. Pembahasan Umum Perusahaan melakukan pembiayaan atas kepemilikan sepeda motor dan mobil, baik baru maupun bekas. Sampai dengan akhir tahun 2011, Perusahaan memiliki 139 kantor cabang, 365 kantor perwakilan, 126 kios dan 23 dealer outlet yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabekser, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejak berdirinya, Perusahaan menetapkan konsentrasi usahanya pada jasa pembiayaan konsumen khususnya produk kendaraan bermotor. Berbeda dengan perusahaan pembiayaan konsumen lainnya yang hanya mengkhususkan kepada suatu merek atau kendaraan bermotor tertentu, Perusahaan menyediakan pembiayaan atas berbagai jenis merek kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, baik baru maupun bekas dengan tujuan diversifikasi produk. Analisis Laporan Keuangan Analisis dan pembahasan oleh manajemen dibawah ini, khususnya untuk bagian-bagian yang menyangkut informasi keuangan Perusahaan, dijabarkan berdasarkan laporan keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta & Widjaja, sebelumnya bernama Kantor Akuntan Publik Siddharta Siddharta & Widjaja (a member firm of KPMG International), dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporannya masing-masing tertanggal 3 Pebruari 2012, 11 April 2011 dan 1 Pebruari 2010. Laporan auditor independen tertanggal 3 Pebruari 2012 memuat paragraf penjelasan bahwa Perusahaan telah menerapkan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011,
  • 318.
    Analisis dan PembahasanManajemen TPI Kranji - Lamongan baik secara prospektif maupun retrospektif. Laporan auditor independen tertanggal 11 April 2011 memuat paragraf penjelasan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” secara prospektif dan penerbitan kembali laporan auditor independen tertanggal 1 Pebruari 2011 sehubungan dengan penerbitan kembali laporan keuangan Perusahaan tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 untuk menyesuaikan penyajiannya dengan peraturan pasar modal, dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 dengan Tingkat Bunga Tetap. Beberapa akun dalam laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 317 Keterangan Jumlah Pendapatan Jumlah Beban Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan Laba Bersih 2011 5.303.513 3.191.974 2.111.539 528.218 1.583.321 Δ% -1,2% -14,0% 16,5% 4,0% 21,1% 2009 3.944.766 2.286.419 1.658.347 445.947 1.212.400 Δ% 36,1% 62,4% 9,3% 13,9% 7,9% 2010 3.897.185 1.965.462 1.931.723 463.817 1.467.906 a. Pendapatan Pendapatan operasional Perusahaan terutama berasal dari pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan administrasi dan pendapatan lain-lain, yang untuk tahun 2009-2011 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Keterangan Pembiayaan Konsumen1) Administrasi Sub total Lain-lain Jumlah 1) Penurunan pendapatan pembiayaan konsumen pada tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 disebabkan oleh perbedaan klasifikasi pembukuan untuk beban perolehan pembiayaan. Δ% -23,7% 67,7% -3,2% 18,7% -1,2% 2009 2.777.866 802.093 3.579.959 364.807 3.944.766 2011 3.008.350 1.804.061 4.812.411 491.102 5.303.513 Δ% 42,0% 34,1% 38,9% 13,4% 36,1% 2010 2.118.888 1.345.211 3.424.099 433.086 3.897.185
  • 319.
    Analisis dan PembahasanManajemen Pagi Merona di Pantai Kenjeran - Surabaya Pembiayaan Sepeda Motor Perusahaan terus mengembangkan kegiatan pembiayaan sepeda motor dari berbagai merek, baik untuk sepeda motor baru maupun sepeda motor bekas. Porsi pembiayaan untuk sepeda motor bekas meningkat dari 21% menjadi 24% dari seluruh pembiayaan sepeda motor. Peningkatan pembiayaan sepeda motor bekas tersebut akan menjadi peluang yang terus dioptimalkan, di tengah penjualan sepeda motor baru nasional yang pertumbuhan per tahunnya diperkirakan mencapai level yang telah stabil (2011: 8,7%). Keterangan Sepeda Motor Baru Penjualan Nasional atas Sepeda Motor Baru Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan Pangsa Pasar Sepeda Motor Baru Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan Sepeda Motor Bekas Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan Untuk sepeda motor baru, rincian pembiayaan Perusahaan berdasarkan merek untuk tahun 2009- 2011 adalah sebagai berikut: Unit % Unit % Unit % Pangsa pasar Perusahaan untuk sepeda motor baru pada tahun 2011 telah stabil dan sedikit meningkat menjadi 15,8% (2010: 15,7%). 318 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 2010 7.398.644 1.160.132 13.608.197 50,0% 15,7% 28%-31% 477.479 3.595.291 68,5% 33%-38% 2011 8.043.535 1.267.292 15.497.068 9,2% 15,8% 27%-31% 654.342 4.909.583 36,6% 31%-36% 2009 5.851.541 773.395 8.604.554 -8,4% 13,2% 30%-34% 289.776 2.133.310 14,5% 36%-41% Merek Honda Yamaha Suzuki Kawasaki Kymco Kanzen Lain-lain Jumlah 2009 266.791 349.365 72.533 10.618 64 144 73.880 773.395 34,5% 45,2% 9,4% 1,4% 0,0% 0,0% 9,5% 100,0% 2010 460.482 513.608 97.575 15.376 - 5 73.086 1.160.132 39,7% 44,3% 8,4% 1,3% - 0,0% 6,3% 100,0% 2011 561.437 516.750 100.303 21.270 - - 67.532 1.267.292 44,3% 40,8% 7,9% 1,7% - - 5,3% 100,0%
  • 320.
    Analisis dan PembahasanManajemen Pembiayaan Mobil Fasilitas pembiayaan Perusahaan untuk kepemilikan mobil memiliki kecenderungan meningkat dari komposisi keseluruhan jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh Perusahaan. Hal tersebut terlihat dari peningkatan pangsa pasar Perusahaan. Pada tahun 2011, Perusahaan kembali mencatatkan peningkatan pangsa pasar menjadi sebesar 6,6% (2010: 5,2%). Pencapaian pangsa pasar ini juga didukung oleh kondisi makro ekonomi nasional yang kondusif, peningkatan PDB per kapita dan tingginya permintaan nasional atas mobil baru. Pergerakan pembiayaan baru untuk mobil baru maupun bekas Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: Berdasarkan merek, rincian pembiayaan mobil baru Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: Unit % Unit % Unit % Peningkatan pangsa pasar mobil baru Perusahaan selama 3 tahun terakhir merupakan hasil dari inisiatif Perusahaan dalam melakukan ekspansi untuk mengembangkan portofolio pembiayaan mobil yang telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya, yang mana beberapa inisiatif yang dilakukan adalah dengan membuka jaringan usaha khusus cabang mobil, memberikan tingkat bunga yang lebih terjangkau, didukung dengan kondisi sumber pendanaan yang lebih kondusif. Secara gabungan mobil baru dan mobil bekas, jumlah pembiayaan yang dikucurkan untuk portofolio mobil selama tahun 2011 meningkat 39% menjadi Rp 12,2 triliun (2010: Rp 8,7 triliun). Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 319 Keterangan Mobil Baru Penjualan Nasional atas Mobil Baru Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan Pangsa Pasar Mobil Baru Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan Mobil Bekas Jumlah Pembiayaan Adira Finance (Unit) Jumlah Pembiayaan (Jutaan Rupiah) Pertumbuhan Jumlah Pembiayaan Rata-Rata Tingkat Bunga Efektif Tahunan 2010 57,1% 39.887 5.786.874 170,4% 5,2% 13% - 16% 36.039 2.947.546 77,3% 15% - 20% 2011 763.751 59.097 8.368.147 44,6% 6,6% 12%-16% 41.108 3.788.197 28,5% 14%-20% 2009 486.056 16.651 2.140.198 8,9% 3,4% 18% - 21% 24.188 1.662.900 17,4% 20% - 25% Merek Mitsubishi Daihatsu Suzuki Toyota Isuzu Honda Nissan Lainnya Jumlah 2009 6.020 3.546 3.706 2.043 322 90 81 843 16.651 36,1% 21,3% 22,3% 12,3% 1,9% 0,5% 0,5% 5,1% 100,0% 2010 11.842 9.737 7.910 4.464 1.746 577 234 3.377 39.887 29,7% 24,4% 19,8% 11,2% 4,4% 1,4% 0,6% 8,5% 100,0% 2011 18.542 12.344 14.727 5.845 3.129 342 160 4.008 59.097 31,4% 20,9% 24,9% 9,9% 5,3% 0,6% 0,2% 6,8% 100,0%
  • 321.
    Analisis dan PembahasanManajemen 2009 2010 2011 Sepeda Motor Baru Sepeda Motor Bekas Mobil Baru Mobil Bekas 19.134 Komposisi Piutang Pembiayaan Perusahaan Berdasarkan Produk (Dalam Miliar Rupiah) 11% 21% 10% 13% 16% 13% 61% 2009 2010 2011 320 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 32.563 17.203 60% 78% 19% 26% 130% 29% 10.738 3.803 8.734 20.407 12.156 25.937 14.541 Penyaluran Baru Pembiayaan Kendaraan Bermotor (Dalam Miliar Rupiah) Mobil Sepeda Motor Terkait meningkatnya penyaluran baru pembiayaan kendaraan bermotor selama tahun 2011, Perusahaan melaporkan peningkatan piutang pembiayaan konsumen yang dikelola - bersih sebesar 34% dari Rp 30,6 triliun menjadi Rp 41,2 triliun. Menurut segmen usaha, berikut merupakan rincian komposisi piutang pembiayaan yang dikelola selama tahun 2009-2011: 41.203 30.656 11% 27% 13% 55% 49% Atas keseluruhan piutang pembiayaan konsumen yang dikelola (managed receivables) tersebut, Perusahaan dapat menggunakan baik merupakan pendanaan sendiri (non-joint financing atau own borrowing), maupun pendanaan dari skema pembiayaan bersama (joint financing). Pada tahun 2011, terdapat penambahan signifikan atas piutang pembiayaan konsumen yang menggunakan pendanaan sendiri (non-joint financing). Rincian dan komposisinya sebagai berikut:
  • 322.
    Analisis dan PembahasanManajemen Berdasarkan Sumber Pendanaan (Dalam Miliar Rupiah) 41.203 33% Komposisi Piutang Pembiayaan Perusahaan Joint Financing Non-Joint Financing 2009 2010 2011 2011 3.548.807 1.235.611 1.146.192 591.127 6.521.737 3.513.387 3.008.350 Δ% 17,5% 33,9% 67,4% 33,9% 28,7% 19,1% 42,0% 2010 3.019.198 922.954 684.844 441.442 5.068.438 2.949.550 2.118.888 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 321 30.656 19.134 67% 22% 14% 86% 78% Pendapatan Pembiayaan Konsumen Rincian pendapatan pembiayaan konsumen Perusahaan berdasarkan produk atau portofolio untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Keterangan Sepeda Motor Baru Sepeda Motor Bekas Mobil Baru Mobil Bekas Sub-Jumlah Dikurangi: Bagian pendapatan pembiayaan konsumen yang dibiayai bank sehubungan dengan transaksi pembiayaan bersama Jumlah 2009 3.339.070 824.472 529.190 393.144 5.085.876 2.308.010 2.777.866 Δ% -9,6% 11,9% 29,4% 12,3% -0,3% 27,8% -23,7% Pendapatan pembiayaan konsumen pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp 889 miliar atau sebesar 42% menjadi Rp 3.008 miliar (2010: Rp 2.119 miliar). Kenaikan pendapatan pembiayaan konsumen terutama disebabkan oleh meningkatnya pembiayaan baru dari semua portofolio pembiayaan, yang merupakan hasil dari penambahan jaringan usaha, serta meningkatnya relasi dan kepercayaan dengan dealer dan konsumen. Pendapatan Administrasi Pendapatan administrasi merupakan pendapatan sehubungan dengan beban operasional yang dikeluarkan oleh Perusahaan untuk menghasilkan perjanjian pembiayaan konsumen. Pendapatan administrasi diakui pada saat perjanjian pembiayaan konsumen ditandatangani, yang besarnya berbeda untuk sepeda motor ataupun mobil. Kenaikan pada jumlah unit pembiayaan baru sepeda motor yang sebesar 17% dan pembiayaan baru mobil yang sebesar 32% pada tahun 2011 telah memberikan dampak pada peningkatan pendapatan administrasi sebesar Rp 459 miliar atau sebesar 34% menjadi Rp 1.804 miliar.
  • 323.
    Analisis dan PembahasanManajemen Pantai Pacer Plewangan Puger - Jember Analisa Pendapatan Usaha Dengan membuat rekapitulasi bersih yang mengaitkan pendapatan usaha dan pengurang pendapatan (yang lebih jauh dijelaskan di bagian beban lain-lain), berikut adalah perhitungan pendapatan usaha (diluar pendapatan lain-lain) untuk tahun 2009-2011: 322 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Jika dibandingkan dengan pendapatan pembiayaan konsumen pada tahun 2009, terdapat penjelasan khusus terkait PSAK No. 55 (Revisi 2006) bahwa sejak 1 Januari 2010, pos pendapatan pembiayaan konsumen disajikan secara bersih setelah dikurangi dengan amortisasi beban yang terkait langsung dengan perolehan pembiayaan konsumen (biaya transaksi) sehubungan dengan penerapan standar akuntansi yang baru. Apabila dilakukan perbandingan yang komparatif untuk 3 (tiga) tahun terakhir, maka pendapatan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar 31% dari tahun 2009 dan pada tahun 2011 meningkat sebesar 30% dari tahun 2010. Pendapatan Lain-lain Pendapatan lain-lain terutama berasal dari denda keterlambatan angsuran oleh konsumen, pendapatan pinalti karena pelunasan sebelum waktunya, pemulihan dari piutang yang dihapusbukukan, pendapatan jasa giro, bunga deposito berjangka dan lain-lain. Rincian dari pendapatan lain-lain untuk tahun 2009- 2011 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Keterangan Pembiayaan Konsumen Administrasi Subtotal Pendapatan Perolehan Pembiayaan Konsumen Beban Bunga dan Keuangan Subtotal Pengurang Pendapatan Pendapatan Bersih 2011 3.008.350 1.804.061 4.812.411 - (533.215) (533.215) 4.279.196 2009 2.777.866 802.093 3.579.959 (949.821) (123.624) (1.073.445) 2.506.514 Δ% 42,0% 34,1% 38,9% - 295,0% 295,0% 30,1% Δ% -23,7% 67,7% -3,2% -100,0% 9,2% -87.4% 31,2% 2010 2.118.888 1.345.211 3.424.099 - (134.991) (134.991) 3.289.108 Keterangan Denda Keterlambatan Pinalti Pemulihan dari Piutang yang dihapusbukukan Jasa Giro Bunga Deposito Berjangka Lain-lain Jumlah Pendapatan Lain-lain 2011 318.116 80.112 42.841 13.376 57 36.600 491.102 2009 208.053 35.080 78.276 2.505 21.871 19.022 364.807 Δ% 23,0% 36,4% -53,4% 61,0% 26,7% 137,2% 13,4% Δ% 24,3% 67,5% 17,4% 231,7% -99,8% -18,9% 18,7% 2010 258.671 58.745 91.886 8.310 45 15.429 433.086
  • 324.
    Analisis dan PembahasanManajemen 2011 1.318.487 618.940 1.937.427 1.254.547 3.191.974 Δ% 34,6% 39,8% 36,2% 130,9% 62,4% 2010 979.506 442.598 1.422.104 543.358 1.965.462 2011 1.227.852 49.201 41.434 1.318.487 28.272 26.332 Δ% 32,9% 24,3% 157,1% 34,6% 15,9% 30,5% 2010 923.795 39.592 16.119 979.506 24.392 20.175 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 323 b. Beban Beban Perusahaan dapat dipisahkan antara a) beban operasional dan b) beban lainnya. Beban operasional terdiri dari beban gaji dan tunjangan, serta beban umum dan administrasi (General and Administration/G&A). Rincian beban untuk tahun 2009-2011 dapat dilihat dari tabel dibawah ini: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Keterangan Gaji dan Tunjangan Umum dan Administrasi Beban Operasional Beban Lain-lain Jumlah 2009 732.102 351.020 1.083.122 1.203.297 2.286.419 Δ% 33,8% 26,1% 31,3% -54,8 -14,0% Beban Gaji dan Tunjangan Beban gaji dan tunjangan meningkat karena kenaikan jumlah gaji dan tunjangan sebesar 33% seiring dengan kenaikan jumlah rata-rata karyawan sebesar 15,9% sehubungan dengan penambahan 103 jaringan usaha Perusahaan pada tahun 2011. Pada tahun 2011, komposisi jaringan usaha Perusahaan adalah sebesar 43% berada di wilayah Jawa, sedangkan sisanya sebesar 57% terletak di luar wilayah Jawa. Kenaikan imbalan pasca kerja karyawan sebesar 24% disebabkan oleh kenaikan jumlah karyawan dan masa kerja karyawan yang diestimasi berdasarkan perhitungan PT Towers Watson Purbajaga (dahulu bernama PT Watson Wyatt Purbajaga), aktuaris independen, dengan menggunakan metode projected-unit-credit. Perusahaan juga memprioritaskan peningkatan anggaran atas pelatihan dan pendidikan, yang tumbuh sebesar 157% dengan berbagai program pelatihan seiring dengan bertambahnya jumlah karyawan baru di dalam Perusahaan. Rincian beban gaji dan tunjangan Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Keterangan Gaji dan Tunjangan Imbalan Pasca-kerja Karyawan Pelatihan dan Pendidikan Jumlah Jumlah Karyawan Rata-Rata Jumlah Karyawan 2009 689.829 30.510 11.763 732.102 15.957 15.018 Δ% 33,9% 29,8% 37,0% 33,8% 52,9% 34,3% Beban Umum dan Administrasi Beban umum terdiri dari beban kantor, sewa, penyusutan aset tetap. Selain itu, beban administrasi juga dikontribusikan oleh jasa penerimaan angsuran, perbaikan dan pemeliharaan, transportasi, percetakan dan dokumentasi, perangko dan materai, administrasi bank, yang jumlahnya meningkat seiring kenaikan unit pembiayaan dan kenaikan jumlah jaringan usaha.
  • 325.
    Analisis dan PembahasanManajemen Rincian beban umum dan administrasi Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: Keterangan Beban Kantor Beban Sewa Penyusutan Aset Tetap Jasa Penerimaan Angsuran Perbaikan dan Pemeliharaan Perangko dan Materai Percetakan dan Dokumentasi Transportasi Administrasi Bank Lain-lain Jumlah Keterangan 1. Perolehan Pembiayaan Konsumen 2. Beban Bunga dan Keuangan 3. Penyisihan Kerugian Penurunan Piutang Pembiayaan Konsumen 4. Pemasaran 5. Lain-lain Jumlah 324 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 2009 116.190 56.122 37.372 31.229 27.211 17.205 16.946 17.374 4.600 26.771 351.020 Δ% 19,3% 27,9% 11,7% 24,9% 31,2% 30,0% 59,1% 56,4% 19,2% 26,0% 26,1% Beban Lain-lain Rincian beban lain-lain dapat diberikan keterangan sebagai berikut: 2011 196.712 92.390 55.371 51.349 48.298 45.599 39.267 38.432 6.536 44.986 618.940 Δ% 41,9% 28,7% 32,6% 31,6% 35,3% 103,9% 45,6% 41,5% 19,2% 33,4% 39,8% (Dalam Jutaan Rupiah) 2009 949.821 123.624 32.679 50.528 46.645 1.203.297 2010 - 134.991 193.466 170.445 44.456 543.358 2011 - 533.215 456.339 110.599 154.394 1.254.547 1. Beban Perolehan Pembiayaan Konsumen (Acquisition Cost) 2010 138.648 71.763 41.763 39.013 35.705 22.358 26.967 27.168 5.482 33.731 442.598 Catatan Terkait klasifikasi pencatatan dan strategi pendanaan di neraca (baik melalui mekanisme Joint Financing maupun Non-Joint Financing) Terkait percadangan Terkait promosi dealer dan konsumen Pengeluaran lainnya Beban ini merupakan beban yang dikeluarkan oleh Perusahaan sehubungan dengan perolehan pembiayaan yang terkait langsung dan dapat diatribusikan (attributable) dengan suatu akuisisi pembiayaan baru, sehingga jumlahnya akan diamortisasi selama jangka waktu pembiayaan berdasarkan tingkat bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen terkait. Biaya yang dapat diatribusikan tersebut terdiri dari beban komisi dan subsidi ke konsumen. Seiring dengan penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Perusahaan mengadopsi kebijakan akuntansi untuk mengakui perolehan pembiayaan konsumen yang dibebankan ke laporan laba rugi selama jangka waktu pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen terkait. Untuk kontrak yang dihapusbukukan atau pelunasan dipercepat, jumlah tersisa dari beban yang terkait langsung dengan perolehan pembiayaan konsumen tersebut akan dibebankan seluruhnya pada laporan laba rugi tahun berjalan. Sejak tahun 2010, amortisasi beban ini tidak akan muncul secara terpisah karena sudah disajikan secara bersih sebagai pengurang terhadap Pendapatan Pembiayaan Konsumen. Pada tahun 2011, amortisasi biaya transaksi yang diakui sebagai pengurang dari pendapatan pembiayaan konsumen adalah sebesar Rp 1.882 miliar (2010: 1.335 miliar).
  • 326.
    Analisis dan PembahasanManajemen Topeng Tradisional - Bali Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 325 Keterangan Bunga atas Efek Utang yang Diterbitkan Obligasi Medium Term Notes Bunga atas Pinjaman yang Diterima Beban Provisi dan Administrasi Amortisasi Beban Emisi Obligasi Jumlah Beban Bunga dan Keuangan 2011 396.593 4.967 131.655 - - 533.215 2009 107.283 - 13.761 730 1.850 123.624 Δ% 232,6% 100,0% 736,2% - - 295,0% Δ% 11,1% - 14,4% -100,0% -100,0% 9,2% 2010 119.247 - 15.744 - - 134.991 Keterangan Pinjaman yang Diterima Efek Utang yang Diterbitkan Medium Term Notes-Bersih Utang Obligasi-Bersih Jumlah Pinjaman dan Efek Utang 2009 225.000 - 676.854 901.854 2011 2.956.654 399.011 7.405.932 10.761.597 Δ% 5.813,3% 100,0% 192,1% 316,3% Δ% -77,8% - 274,6% 186,7% 2010 50.000 - 2.535.232 2.585.232 2. Beban Bunga dan Keuangan Beban ini merupakan beban bunga (cost of funds) dari pinjaman modal kerja bank, bunga atas utang obligasi dan beban provisi bank. Besarnya peningkatan beban bunga dan keuangan yang sangat signifikan pada tahun 2011, sangat terkait dengan strategi dan diversifikasi sumber pendanaan Perusahaan. Karena itu, penyajian secara bersih dengan mengkaitkannya dengan pendapatan pembiayaan konsumen, akan lebih memperjelas struktur marjin (Net Interest Margin) Perusahaan. Peningkatan pada pinjaman dan efek utang yang diterbitkan sebesar 316% pada tahun 2011 menjadi Rp 10,7 triliun (2010: Rp 2,6 triliun), menyebabkan beban bunga dan keuangan yang meningkat sebesar 295% menjadi Rp 533 miliar (2010: Rp 125 miliar). Rincian beban bunga dan keuangan Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Rincian jumlah pinjaman dan efek utang yang diterbitkan Perusahaan yang dikenakan beban bunga dan keuangan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %)
  • 327.
    Analisis dan PembahasanManajemen 3. Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen merupakan kerugian atas penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen. Sejak tanggal 1 Januari 2010, penyisihan kerugian penurunan nilai dibentuk berdasarkan evaluasi secara kolektif apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang pembiayaan konsumen mengalami penurunan nilai (loss vintage method). Sebelum tanggal 1 Januari 2010, beban penyisihan kerugian penurunan nilai ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap akun piutang pembiayaan konsumen pada akhir tahundenganmempertimbangkan umur piutang pembiayaan konsumen dan tingkat kolektibilitasnya. Karena perubahan metode penyisihan tersebut, pada tahun 2010 dan 2011 Perusahaan membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan sebesar 2,9%-3,0% dari jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen yang tercatat di neraca (2009: 1,6%). Beban yang diakui pada tahun 2011 meningkat sebesar 136% menjadi Rp 456,3 miliar seiring dengan meningkatnya piutang pembiayaan non-joint financing (sebelum dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai) yang juga meningkat sebesar 103% dari Rp 6,7 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 13,7 triliun pada tahun 2011. Rinciannya adalah sebagai berikut: Keterangan Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen Jumlah Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen Jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen % Jumlah Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen / Jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen 326 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 4. Beban Pemasaran 2011 456.339 414.529 13.655.401 3,0% 2009 32.679 41.113 2.603.027 1,6% Δ% 135,9% 111,4% 102,6% 0,1% Δ% 492,0% 377,0% 158,9% 1,3% 2010 193.466 196.121 6.739.947 2,9% Beban promosi baik dalam cakupan nasional, regional ataupun cabang tertentu, termasuk beban kerjasama promosi dengan dealer maupun dengan perusahaan asuransi tidak mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2011, dimana Perusahaan mencatat beban sebesar Rp 110,6 miliar (2010: Rp 170,4 miliar), mengingat Perusahaan berusaha membuat program pemasaran yang lebih efektif dan efisien, sambil melanjutkan strategi atau program Adira Club Member (ACM) antara lain grebek pasar, iklan televisi, bioskop keliling dan lainnya. 5. Beban Lain-Lain Beban lain-lain merupakan pengeluaran sumber daya Perusahaan diluar beban-beban utama, yang terutama terdiri dari kerugian atas penghapusan piutang lain-lain, beban pengurusan piutang lain-lain dan penyisihan/(pemulihan) kerugian penurunan nilai piutang lain-lain. Pada tahun 2011, Perusahan mencatat adanya beban lain-lain sebesar Rp 154,4 miliar (2010: Rp 44,5 miliar) antara lain disebabkan oleh beban pengurusan piutang lain-lain, serta meningkatnya piutang pembiayaan non-joint financing sebesar 103% dari Rp 6,7 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 13,7 triliun pada tahun 2011.
  • 328.
    Analisis dan PembahasanManajemen Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 327
  • 329.
    Analisis dan PembahasanManajemen c. Laba Bersih Keterangan Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan % Beban Pajak Penghasilan / Laba Sebelum Pajak Penghasilan Tarif Pajak Maksimal 328 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Keterangan Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan Laba Bersih 2011 2.111.539 (528.218) 1.583.321 2009 1.658.347 (445.947) 1.212.400 Δ% 9,3% 13,9% 7,9% Δ% 16,5% 4,0% 21,1% 2010 1.931.723 (463.817) 1.467.906 Laba Bersih (Dalam Miliar Rupiah) 1.583 1.468 1.212 2009 2010 2011 Laba sebelum pajak penghasilan Perusahaan pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp 179,8 miliar atau sebesar 9% menjadi Rp 2.111,5 miliar (2010: 1.931,7 miliar). Beban pajak penghasilan Perusahaan tahun 2011 meningkat sebesar 14% pada menjadi sebesar Rp 528,2 miliar (2010: Rp 463,8 miliar). (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 2010 1.931.723 463.817 24,0% 25,0% 2011 2.111.539 528.218 25,0% 25,0% 2009 1.658.347 445.947 26,9% 28,0% Tabel diatas memaparkan bahwa selama tahun 2009-2011, tarif pajak efektif Perusahaan yang merupakan perbandingan antara beban pajak penghasilan terhadap laba sebelum pajak penghasilan relatif sama dengan tarif pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan. Penyajian dan Perbandingan Laba Rugi secara Umum Laporan keuangan Perusahaan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP- 06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan perubahannya, Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-554/ BL/2010 tanggal 30 Desember 2010. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep nilai historis dan atas dasar akrual, kecuali dinyatakan secara khusus. Mengingat Perusahaan bergerak dalam bidang khusus yakni pembiayaan konsumen, maka untuk kepentingan Laporan Tahunan, Perusahaan berusaha menampilkan laporan dengan mengikuti penyajian dari industri umum lainnya, dengan angka yang diekstrak dari laporan keuangan Perusahaan yang telah diaudit.
  • 330.
    Analisis dan PembahasanManajemen (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Keterangan: Laporan keuangan Perusahaan yang telah diaudit tidak memuat klasifikasi untuk tabel diatas, pengklasifikasian tersebut diatas adalah Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 329 Keterangan Pendapatan Usaha1) Beban Pokok 2) Laba Kotor Beban Usaha 3) Laba Usaha Pendapatan (Beban) Lain-Lain 4) Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan Laba Bersih 2011 4.812.411 (533.215) 4.279.196 (1.937.427) 2.341.769 (230.230) 2.111.539 (528.218) 1.583.321 2009 3.579.959 (1.073.445) 2.506.514 (1.083.122) 1.423.392 234.955 1.658.347 (445.947) 1.212.400 Δ% 38,9% 295,0% 28,5% 36,2% 22,8% N/M 9,3% 13,9% 7,9% Δ% -3,2% -87,4% 32,8% 31,3% 34,0% -89,5% 16,5% 4,0% 21,1% 2010 3.464.099 (134.991) 3.329.108 (1.422.104) 1.907.004 24.719 1.931.723 (463.817) 1.467.906 Laba bersih Perusahaan pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp115 miliar atau sebesar 8% menjadi sebesar Rp 1.583 miliar (2010: 1.468 miliar). d. Aset Pada akhir tahun 2011, Perusahaan mencatat jumlah aset sebesar Rp 16,9 triliun atau meningkat sebesar 122% dibandingkan tahun sebelumnya (2010: Rp 7,6 triliun). Peningkatan aset terutama disebabkan kenaikan yang signifikan pada Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih, yang merupakan hasil dari strategi pendanaan Perusahaan. Sebelumnya, Perusahaan lebih memfokuskan sumber pendanaan melalui skema pembiayaan bersama (joint financing) dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dengan strategi diversifikasi pendanaan, Perusahaan mencatat kenaikan porsi pendanaan sendiri (own borrowing) sebesar Rp 6,9 triliun, sehingga posisi pendanaan sendiri meningkat menjadi 33% dari total piutang pembiayaan konsumen yang dikelola (2010: 22%). Rincian jumlah aset Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) berdasarkan pemahaman terbaik Perusahaan. 1) Pendapatan Usaha terdiri dari Pendapatan Pembiayaan Konsumen dan Administrasi. 2) Beban Pokok terdiri dari Beban Bunga dan Keuangan,serta Perolehan Pembiayaan Konsumen. 3) Beban Usaha terdiri dari Beban Gaji dan Tunjangan, serta Umum dan Administrasi. 4) Selisih dari Pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Denda Keterlambatan, Pinalti, Pemulihan dari Piutang yang Dihapusbukukan, Jasa Giro, Bunga deposito Berjangka dan Lain-Lain dengan Beban yang terdiri dari Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan Konsumen, Beban Pemasaran dan Lain-Lain. Keterangan Kas dan Setara Kas Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih Beban Dibayar Dimuka Beban Tangguhan - Bersih Piutang Lain-Lain - Bersih Aset Derivatif untuk Tujuan Manajemen Risiko Investasi dalam Saham Aset Tetap - Nilai Buku Aset Tak Berwujud - Bersih Aset Lain-Lain - Bersih Jumlah 2010 2011 11,2% 59,2% 1,7% 22,7% 0,5% - 0,0% 3,3% 1,0% 0,3% 100,0% 487.007 2.561.914 74.655 982.280 21.226 - 650 144.667 43.847 13.303 4.329.549 8,1% 86,1% 1,8% - 0,4% - 0,0% 2,5% 0,5% 0,6% 100,0% 618.529 6.543.826 135.744 - 31.400 - 650 191.360 34.843 43.263 7.599.615 16,5% 78,4% 1,4% 0,0% 0,7% 0,1% 0,0% 1,5% 0,2% 1,2% 100,0% 2.793.446 13.240.872 234.341 - 122.701 10.205 650 263.440 28.513 195.284 16.889.452 2009
  • 331.
    Analisis dan PembahasanManajemen 4.330 Keterangan Managed Receivables Non-Joint Financing Joint Financing Total Managed Receivables Komposisi : Non-Joint Financing Joint Financing Total % piutang 330 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Jumlah Aset (Dalam Miliar Rupiah) 16.889 7.600 2009 2010 2011 Piutang pembiayaan konsumen - bersih merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen. Dalam memberikan fasilitas pembiayaan konsumen, selain mempergunakan dana sendiri dan pinjaman dari pihak luar baik pinjaman modal kerja maupun dari efek utang yang diterbitkan, Perusahaan membina kerjasama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam bentuk fasilitas pembiayaan bersama (joint financing) tanpa tanggung renteng (without recourse), yang mana hanya porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai Perusahaan yang dicatat sebagai piutang pembiayaan konsumen di laporan posisi keuangan (pendekatan neto). Dalam skema pembiayaan bersama tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk akan memberikan fasilitas pembiayaan sebesar 99,0% dari nilai pembiayaan, sedangkan sisanya dibiayai oleh Perusahaan. Bagi Perusahaan, dengan adanya kerjasama ini memberikan tingkat perlindungan atas ketersediaan dana yang terus-menerus bagi perkembangan usaha. Jumlah piutang pembiayaan konsumen yang dikelola Perusahaan sebelum dikurangi dengan penyisihan kerugian piutang pada tanggal 31 Desember 2009-2011 sebagaimana tercermin pada tabel berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2011 13.655.401 27.547.687 41.203.088 33,1% 66,9% 100,0% 2009 2.603.027 16.530.641 19.133.668 13,6% 86,4% 100,0% Δ% 103% 15% 34% 11,2% -11,2% 0,0% Δ% 159% 45% 60% 8,4% -8,4% 0,0% 2010 6.739.947 23.915.802 30.655.749 22,0% 78,0% 100,0% Jumlah piutang pembiayaan konsumen - bersih Perusahaan (setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang) meningkat sebesar Rp6.697 miliar atau sebesar 102% atau menjadi Rp 13.241 miliar pada tanggal 31 Desember 2011(2010: Rp 6.544 miliar).
  • 332.
    Analisis dan PembahasanManajemen Peningkatan terjadi karena Perusahaan memaksimalkan pendanaan yang ada, baik dari kas internal, ekuitas, pembiayaan bersama dengan Induk Perusahaan, maupun perolehan pendanaan dari penerbitan Obligasi Adira Finance V dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I pada tahun 2011. Piutang Pembiayaan Konsumen Piutang Pembiayaan Konsumen yang Dikelola - Bersih Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih 13.241 Kualitas piutang pembiayaan konsumen dapat terlihat pada piutang bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang terjaga masing-masing pada tingkat 1,2% dan 1,3% pada tahun 2010 dan 2011. Perusahaan mampu menjaga rasio NPL dengan menerapkan prinsip manajemen risiko yang penuh kehati-hatian, yang mana piutang bermasalah senantiasa dapat ditekan melalui strategi-strategi yang inovatif dalam melakukan seleksi pengajuan pembiayaan yang wajar, namun tidak mengurangi kualitas serta melalui mekanisme kebijakan yang efektif dan tepat dalam melakukan proses penagihan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 331 (Dalam Miliar Rupiah) 41.203 6.544 2.562 30.656 19.134 2009 2010 2011 Tingkat Kolektibilitas Piutang Perusahaan Perusahaan mengklasifikasikan kolektibilitas piutang pembiayaan konsumen - bruto setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui berdasarkan jumlah hari tunggakan. Analisa umur piutang pembiayaan konsumen yang dikelola-bruto untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Keterangan Belum Jatuh Tempo Tunggakan 1-30 hari Tunggakan 31-60 hari Tunggakan 61-90 hari Tunggakan >90 hari Jumlah Kategori Tunggakan Jumlah Piutang Pembiayaan Bruto % Jumlah Tunggakan / Jumlah Piutang Pembiayaan Bruto 2010 32.070.782 6.167.936 533.746 200.311 489.110 7.391.103 39.461.885 18,7% 2011 42.829.764 7.901.069 579.759 247.007 652.667 9.380.502 52.210.266 18,0% 2009 20.810.837 3.936.778 343.737 103.046 240.836 4.624.397 25.435.234 18,2%
  • 333.
    Analisis dan PembahasanManajemen 0,9% 1,2% 332 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Kualitas Aset (Dalam Miliar Rupiah, Kecuali%) Piutang Bermasalah - Bruto (Konsolidasi) Kredit Bermasalah 1,3% 653 489 241 2009 2010 2011 Aset Derivatif untuk Tujuan Manajemen Risiko Perusahaan mengadakan perjanjian cross currency swap dengan tujuan lindung nilai atas risiko fluktuasi arus kas yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan tingkat suku bunga atas pinjaman yang diterima dari PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd.- cabang Jakarta sebesar USD 25 juta (nilai penuh) dengan tingkat suku bunga mengambang. Periode kontrak dimulai sejak tanggal 25 Juli 2011 dan jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. Pada tanggal 31 Desember 2011, aset derivatif untuk tujuan manajemen risiko yang dimiliki Perusahaan dari kontrak cross currency swap adalah sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan jumlah aset derivatif untuk tujuan manajemen risiko yang dimiliki Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar nil. Investasi dalam Saham Investasi dalam saham merupakan penyertaan pada PT Adira Quantum Multifinance dengan persentase kepemilikan sebesar 1,0%, sebesar Rp 650 juta pada posisi tanggal 31 Desember 2011, yang mana tidak ada perubahan posisi sejak akhir tahun 2009. Aset Tetap - Nilai Buku Aset tetap Perusahaan meningkat sebesar Rp 72 miliar atau sebesar 38% sepanjang tahun 2011, menjadi Rp 263 miliar (2010: Rp 191miliar). Peningkatan ini terutama disebabkan karena penambahan 103 jaringan usaha selama tahun 2011. e. Liabilitas Jumlah liabilitas Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp 8,7 triliun atau sebesar 228% menjadi sebesar Rp 12,5 triliun (2010: Rp 3,8 triliun). Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan bersih pada pinjaman bank dan penerbitan surat utang yang mencakup obligasi dan MTN.
  • 334.
    Analisis dan PembahasanManajemen Rincian jumlah liabilitas Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Pinjaman yang Diterima Salah satu strategi diversifikasi pendanaan yang dilakukan Perusahaan adalah dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman dari perbankan, sehingga jumlah pinjaman yang diterima Perusahaan menjadi sebesar Rp 2.957 miliar pada tanggal 31 Desember 2011. Rincian jumlah pinjaman yang diterima Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Efek Utang Yang Diterbitkan Perusahaan menerbitkan Obligasi Adira Finance V sebesar Rp 2,50 triliun pada bulan Mei 2011 dan Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I sebesar Rp 2,52 triliun pada bulan Desember 2011. Selain itu pada bulan Desember 2011 juga, Perusahaan menerbitkan Medium Term Notes I Adira Finance sebesar Rp 400 miliar. Kronologis efek utang yang diterbitkan Perusahaan dapat dilihat lebih rinci pada bagian Ikhtisar Saham dan Obligasi di dalam Laporan Tahunan ini. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 333 Keterangan Pinjaman yang Diterima Beban yang Masih Harus Dibayar Efek Utang yang Diterbitkan Medium Term Notes - Bersih Utang Obligasi - Bersih Utang Lain-lain Utang Pajak Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih Jumlah 2010 2011 13,4% 21,1% - 40,4% 9,0% 3,0% 13,1% 100,0% 225.000 353.852 - 676.854 151.452 51.004 218.984 1.677.146 1,3% 16,2% - 66,6% 6,5% 1,4% 8,0% 100,0% 50.000 618.286 - 2.535.232 245.057 53.479 302.802 3.804.856 23,7% 6,0% 3,2% 59,4% 4,0% 0,5% 3,2% 100,0% 2.956.654 745.302 399.011 7.405.932 495.580 62.129 403.475 12.468.083 2009 Jumlah Liabilitas (Dalam Miliar Rupiah) 12.468 3.805 1.677 2009 2010 2011 Keterangan PT Bank Panin Tbk Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. Jumlah 2011 1.500.000 499.961 499.714 250.000 206.979 2.956.654 2009 150.000 - 75.000 - - 225.000 Δ% 2.900,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 5.813,3% Δ% -66,7% - -100,0% - - -77,8% 2010 50.000 - - - - 50.000
  • 335.
    Analisis dan PembahasanManajemen Pagi Menjelang Pantai Papuma - Jember Rincian jumlah efek utang yang diterbitkan Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: Keterangan Medium Term Notes Nilai Nominal Beban Emisi yang Belum Diamortisasi Medium Term Notes - Bersih Utang Obligasi Nilai Nominal Obligasi Adira Finance II Obligasi Adira Finance III Obligasi Adira Finance IV Obligasi Adira Finance V Obligasi Berkelanjutan I Adira Finance Tahap I Beban Emisi yang Belum Diamortisasi Utang Obligasi - Bersih Jumlah 334 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) Rasio Kemampuan Membayar Utang dan Liabilitas Perusahaan Rasio solvabilitas mengukur kemampuan Perusahaan dalam membayar hutang yang dimiliki dengan aset atau ekuitasnya. Solvabilitas ekuitas ditentukan dengan membandingkan jumlah ekuitas dengan jumlah liabilitas. Solvabilitas aset ditentukan dengan membandingkan jumlah aset dengan jumlah liabilitas. Rasio likuiditas mengukur kemampuan Perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya dengan aset lancar. Aset lancar yang dimaksud mencakup kas dan setara kas ditambah jumlah piutang pembiayaan konsumen - bersih, beban dibayar dimuka, piutang lain-lain - bersih dan aset lain-lain, sedangkan liabilitas jangka pendek yang dimaksud adalah pinjaman yang diterima Perusahaan beserta efek utang yang diterbitkan. 2011 400.000 (989) 399.011 - 403.000 2.000.000 2.500.000 2.523.000 (20.068) 7.405.932 7.804.943 2009 - - - 180.000 500.000 - - - (3.146) 676.854 676.854 Δ% 100,0% -100,0% 100,0% -100,0% -11,2% 0,0% 100,0% 100,0% 128,9% 217,6% 207,9% Δ% - - - -50,0% -9,2% - - - 178,7% 119,5% 274,6% 2010 - - - 90.000 454.000 2.000.000 - - (8.768) 2.535.232 2.535.232
  • 336.
    Analisis dan PembahasanManajemen Direktorat Keuangan dan Direktorat Kepatuhan Perhitungan rasio solvabilitas aset, solvabilitas ekuitas dan likuiditas Perusahaan untuk tahun 2009- 2011 adalah sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Solvabilitas Aset dan Solvabilitas Ekuitas) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 335 Keterangan Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Solvabilitas Aset (X) Solvabilitas Ekuitas (X) Kas dan Setara Kas Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih Beban Dibayar Dimuka Piutang lain-lain - bersih Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lancar Pinjaman yang Diterima Efek Utang Yang Diterbitkan Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Rasio Likuiditas (X) 2010 7.599.615 3.804.856 3.794.759 2,0 1,0 618.529 6.543.826 135.744 31.400 43.263 7.372.762 50.000 2.535.232 2.585.232 2,9 2011 16.889.452 12.468.083 4.421.369 1,4 0,4 2.793.446 13.240.872 234.341 122.701 195.284 16.586.644 2.956.654 7.804.943 10.761.597 1,5 2009 4.329.549 1.677.146 2.652.403 2,6 1,6 487.007 2.561.914 74.655 21.226 13.303 3.158.105 225.000 676.854 901.854 3,5 Pada tanggal 31 Desember 2011, rasio solvabilitas aset Perusahaan adalah sebesar 1,4 kali (2010: 2,0 kali), rasio solvabilitas ekuitas adalah sebesar 0,4 kali (2010: 1,0 kali) dan rasio likuiditas adalah sebesar 1,5 kali (2010: 2,9 kali). Sebelumnya, Perusahaan belum intensif melakukan diversifikasi pendanaan karena kondisi pasar uang dan pasar modal yang masih dibayangi oleh krisis likuiditas global. Sejak tahun 2011, Perusahaan mulai memanfaatkan peluang untuk mendapatkan dana dari pinjaman dan pasar modal dengan tingkat bunga yang kompetitif.
  • 337.
    Analisis dan PembahasanManajemen Semua rasio diatas menunjukkan parameter Perusahaan yang dalam kondisi pengelolaan yang baik. Khusus industri pembiayaan, terdapat sebuah parameter yang ditentukan oleh regulator yang membatasi jumlah pinjaman dibanding modal, atau disebut rasio Debt to Equity, yaitu maksimum sebesar 10 kali. Pada tanggal 31 Desember 2011, rasio Debt to Equity yang dimiliki Perusahaan hanya sebesar 2,4 kali yang masih jauh dibawah syarat maksimum jumlah pinjaman yang diperbolehkan. f. Ekuitas Jumlah ekuitas Perusahaan meningkat sebesar Rp 627 miliar atau sebesar 16,5%, menjadi sebesar Rp 4,4 triliun pada tanggal 31 Desember 2011 (2010: Rp 3,8 triliun), yang disebabkan oleh kenaikan jumlah laba bersih Perusahaan pada tahun 2011. Rincian jumlah ekuitas Perusahaan untuk tahun 2009-2011 adalah sebagai berikut: Keterangan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saldo Laba Telah Ditentukan Penggunaannya Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya Kerugian Kumulatif atas Instrumen Derivatif untuk Lindung Nilai Arus Kas - Bersih Jumlah 2.652 2009 2010 2011 336 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali %) 2010 2011 3,8% 1,2% 95,0% - 100,0% 2009 100.000 32.810 2.519.593 - 2.652.403 2,6% 1,2% 96,2% - 100,0% 100.000 44.934 3.649.825 - 3.794.759 2,3% 1,4% 96,4% -0,1% 100,0% 100.000 59.613 4.264.327 (2.571) 4.421.369 Jumlah Ekuitas (Dalam Miliar Rupiah) 4.421 3.795 Penjelasan lebih rinci atas modal ditempatkan dan disetor penuh beserta komposisi pemegang saham dan perubahannya dapat dilihat pada bagian Ikhtisar Saham dan Obligasi dalam Laporan Tahunan ini. Dividen Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2011 pada tanggal 28 April 2011, para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 65% dari laba bersih Perusahaan tahun 2010 sejumlah Rp 954,14 miliar atau sebesar Rp 954,14 per lembar saham. Pada tanggal pembayaran dividen, Perusahaan telah membayarkan seluruh utang dividen kas tersebut kepada seluruh pemegang saham Perusahaan.
  • 338.
    Analisis dan PembahasanManajemen Anak-anak desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur 2010 (9.504.615) (87.386) 9.723.523 2011 (9.906.904) (135.728) 12.217.549 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 337 g. Arus Kas Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, untuk tahun 2009-2011 dengan rincian sebagai berikut: (Dalam Jutaan Rupiah) Keterangan Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Operasi Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 2009 (1.480.291) (33.717) 1.526.820 Arus kas bersih selama tahun 2011 adalah sebesar Rp 2,2 triliun, yang mana sebagian besar berasal dari aktivitas pendanaan. Pada tahun tersebut, Perusahaan memperoleh arus kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 12,2 triliun yang berasal dari pinjaman perbankan dan penerbitan efek utang dalam bentuk obligasi dan medium term notes. Dana tersebut kemudian digunakan untuk aktivitas operasi berupa penyaluran pembiayaan konsumen, pembayaran bunga pembiayaan bersama, serta gaji dan tunjangan dan beban umum lainnya sebesar Rp 9,9 triliun. Perusahaan juga menggunakan arus kas bersih untuk aktivitas investasi sehubungan dengan penambahan jaringan usaha dan peningkatan infrastruktur dan teknologi pada tahun 2011 sebesar Rp 136 miliar. h. Imbal Hasil Investasi Rasio imbal hasil investasi Perusahaan pada tahun 2011 adalah sebesar 9,4% (2010: 19,3%). Fluktuasi rasio ini terjadi karena adanya peningkatan pada jumlah aset Perusahaan dari pendanaan sendiri melalui pinjaman perbankan yang diterima, efek utang yang diterbitkan dan ekuitas Perusahaan. i. Imbal Hasil Ekuitas Rasio imbal hasil ekuitas Perusahaan pada tahun 2011 adalah sebesar 35,8% (2010: 38,7%). Rasio ini mengalami sedikit penurunan karena pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekuitas.
  • 339.
    Analisis dan PembahasanManajemen j. Kebijakan Akuntansi Perusahaan Pembahasan mengenai kebijakan akuntansi Perusahaan dapat dilihat pada Catatan 2 atas Laporan Keuangan Perusahaan yang telah diaudit di dalam Laporan Tahunan ini. k. Pengeluaran Barang Modal Selama tahun 2011, pengeluaran barang modal Perusahaan adalah sebesar Rp 143 miliar (2010: Rp 91 miliar). Pengeluaran barang modal tersebut sebagian besar digunakan untuk penambahan jaringan usaha dan pengembangan infrakstruktur teknologi informasi dengan tujuan untuk menunjang pertumbuhan usaha Perusahaan. Lebih lanjut, Perusahaan tidak mempunyai ikatan yang material untuk investasinya pada barang modal. l. Dampak Perubahan Harga Terhadap Perusahaan dan Laba Usaha Perusahaan Kondisi keuangan dan makro ekonomi yang relatif stabil pada tahun 2011, ditandai dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang turun hampir sebesar 75 bps secara bertahap sejak dinaikkan pada bulan Pebruari 2011. Kondisi ini secara tidak langsung mempengaruhi penurunan suku bunga perbankan dan pasar modal. Untuk menstimulasi pertumbuhan bisnis di industri pembiayaan, perusahaan pembiayaan juga menyesuaikannya dengan melakukan penurunan tingkat bunga yang dikenakan pada konsumen. Pada semester I tahun 2011, Perusahaan telah menurunkan suku bunga kredit antara 0,25%-1,0% agar dapat memiliki tingkat bunga yang lebih kompetitif dan lebih terjangkau bagi masyarakat yang memerlukan pembiayaan kendaraan bermotor. Sebagai dampak dari tindakan manajemen dan kondisi pasar, tingkat pengembalian (yield) juga akan turun namun terkompensasi pada beban bunga dan keuangan yang juga menyesuaikan. Tentunya, strategi pemasaran dan pendekatan komunitas yang dikemas dengan atraktif, lebih membuat pembiayaan pada konsumen baru meningkat sebesar 19% untuk sepeda motor dan 39% untuk mobil. Dan secara keseluruhan Perusahaan telah berhasil mencapai pertumbuhan laba bersih sebesar 7,9%. Dampak perubahan suku bunga di pasar keuangan, maupun perubahan harga on-the-road (OTR) kendaraan bermotor akan menyebabkan dampak pertumbuhan terhadap nilai pembiayaan baru yang dicatat Perusahaan. Namun pada umumnya, penurunan suku bunga yang dinikmati Perusahaan akan diteruskan dalam bentuk penurunan tingkat bunga pembiayaan yang akan dibebankan pada konsumen. Dengan demikian, pergerakan pendapatan bersih Perusahaan lebih banyak disebabkan oleh kenaikan volume bisnis dan pertumbuhan aset produktif Perusahaan. m. Informasi Keuangan yang Telah Dilaporkan yang Mengandung Kejadian yang Sifatnya Luar Biasa atau Jarang Terjadi Tidak terdapat kejadian yang sifatnya luar biasa atau jarang terjadi, yang berpengaruh pada keuangan Perusahaan. 338 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 340.
    Analisis dan PembahasanManajemen Festival Cap Go Meh Singkawang - Kalimantaan Barat Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 339 n. Ikatan Material atas Investasi Barang Modal Tidak terdapat ikatan material atas investasi barang modal yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan yang perlu diungkapkan Perusahaan pada tahun 2009-2011. o. Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan dan Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Selama tahun 2009-2011, Perusahaan tidak memiliki transaksi yang bersifat berbenturan kepentingan. Penjelasan terkait dengan transaksi yang mengandung benturan kepentingan dan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dapat dilihat pada bagian Laporan Tata Kelola Perusahaan di dalam Laporan Tahunan ini. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa juga telah diungkapkan pada Laporan Keuangan Perusahaan yang telah diaudit di dalam Laporan Tahunan ini. p. Struktur Modal dan Likuiditas Pada tahun 2010 dan 2011, dari keseluruhan aset yang dikelola Perusahaan, sebesar 10% dibiayai dari ekuitas dan 90% dibiayai dari kewajiban-kewajiban lain, baik liabilitas on-balance sheet seperti pinjaman bank dan efek utang, maupun liabilitas off-balance sheet (dalam hal ini mengacu pada porsi 99% atas skema pembiayaan bersama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk). Sejalan dengan peran Perusahaan untuk memberikan layanan pembiayaan konsumen khususnya atas kendaraan bermotor dengan tingkat bunga yang terjangkau dan menarik, maka Perusahaan berusaha untuk mendapatkan sumber pendanaan dari modal internal dikombinasikan dengan sumber eksternal yang diharapkan tersedia dengan konsisten, pada tingkat bunga yang kompetitif, maupun alternatif sumber lain yang membuka peluang kerjasama jangka panjang yang menguntungkan bagi para pihak. Maka sesuai dengan strategi dan kebijakan Perusahaan untuk mencari diversifikasi sumber dana, pada tahun 2011 terdapat tambahan 10% piutang pembiayaan konsumen yang dikelola (managed receivables) yang dibiayai dengan surat utang yang diterbitkan, baik dengan obligasi maupun medium term notes.
  • 341.
    Analisis dan PembahasanManajemen Keterangan Ekuitas (Internal) - Modal - Saldo Laba • Telah Ditentukan Penggunaannya • Belum Ditentukan Penggunaannya Kas dan Setara Kas (Internal) Pinjaman Yang Diterima (Eksternal) Efek Utang Yang Diterbitkan Medium Term Notes - Bersih Utang Obligasi - Bersih Pembiayaan Bersama1 Keterangan Penambahan Bersih Jaringan Usaha Total Pengeluaran Barang Modal dan Aktiva Tak Berwujud untuk Kantor Pusat dan Jaringan Usaha (dalam Jutaan Rupiah) 340 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Struktur Modal (Dalam Jutaan Rp) 2010 100.000 44.934 3.649.825 618.529 50.000 - 2.535.232 23.915.802 2011 100.000 59.613 4.264.327 2.793.446 2.956.654 399.011 7.405.932 27.547.687 2009 100.000 32.810 2.519.593 487.007 225.000 - 676.854 16.530.641 1 Pembiayaan bersama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk q. Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi, Restrukturisasi Utang (Modal) Selama tahun 2010-2011, Perusahaan tidak melakukan tambahan kegiatan investasi, divestasi, akuisisi atau restrukturisasi hutang. Sebelumnya, sejak bulan April 2009 Perusahaan telah melakukan investasi pada saham pada PT Adira Quantum Multifinance senilai Rp 650 juta, yang mana penjelasan atas transaksi tersebut dapat dilihat pada Analisis dan Pembahasan Manajemen poin yang membahas mengenai Aset - Investasi dalam saham. Jumlah investasi tersebut tidak mengalami perubahan hingga akhir tahun 2011. Sepanjang tahun 2009-2011, Perusahaan melakukan ekspansi dalam hal penambahan jaringan usaha, yang mana penjelasan atas kegiatan ini dapat dilihat pada bagian Laporan Usaha di dalam Laporan Tahunan ini. r. Likuiditas dan Sumber Pendanaan 2010 231 (91.270) 2011 103 (143.167) 2009 318 (39.737) Arus kas masuk Perusahaan yang utama diperoleh dari penerimaan angsuran konsumen dan penerimaan fasilitas pembiayaan bersama dengan bank. Arus kas keluar Perusahaan yang utama adalah untuk membayar transaksi pembiayaan konsumen kepada dealer dan bank terkait dengan pembiayaan bersama serta membayar beban usaha dan pajak penghasilan Perusahaan. Perusahaan mengelola likuiditasnya melalui kebijakan keuangan yang terpusat dan konsisten, disamping penyelarasan waktu antara sumber pendanaan dan piutang pembiayaan. Sumber pendanaan Perusahaan berasal dari pembiayaan bersama dengan bank, penerbitan obligasi, pinjaman bank dan modal sendiri. Saat ini, Perusahaan tidak melihat adanya permasalahan dalam sumber pendanaan dikarenakan dukungan dan komitmen penuh dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai Perusahaan Induk yang terus-menerus menyediakan pendanaan bagi Perusahaan dalam mendapatkan pembiayaan baru.
  • 342.
    Analisis dan PembahasanManajemen Lukisan Batu di dalam Goa Leang Leang - Sulawesi Utara Pada tahun 2011, rasio likuiditas Perusahaan tercatat sebesar 1,5 kali. Perusahaan juga memiliki likuiditas yang kuat, yang terlihat dari saldo kas dan setara kas sebesar Rp 2.793 miliar pada tanggal 31 Desember 2011. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 341 Tahun 2010 2011 Transaksi Lindung Nilai Tidak ada Cross currency swap atas pinjaman bank senilai USD 25 juta Keterangan - Rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar instrumen derivatif untuk tahun berakhir 31 Desember 2011 sebesar Rp 2.571 juta disajikan sebagai “Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas” sebagai bagian “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan dan akan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat realisasinya. Jumlah (Dalam Jutaan Rupiah) - 10.205 s. Transaksi Lindung Nilai Perusahaan tidak memiliki transaksi lindung nilai pada tahun 2009-2010. Namun pada tahun 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian cross currency swap dengan tujuan lindung nilai atas risiko fluktuasi arus kas yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan tingkat suku bunga atas pinjaman yang diterima dari PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd.- cabang Jakarta sebesar USD 25 juta (nilai penuh) dengan tingkat suku bunga mengambang. Periode kontrak dimulai sejak tanggal 25 Juli 2011 dan jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. Pada tanggal 31 Desember 2011, aset derivatif untuk tujuan manajemen risiko yang dimiliki Perusahaan dari kontrak cross currency swap adalah sebesar Rp 10.205 juta.
  • 343.
    Analisis dan PembahasanManajemen t. Perubahan Peraturan Perundang-Undangan Penjelasan terkait dengan perubahan peraturan Perundang-undangan dan dampaknya terhadap Perusahaan dapat dilihat pada bagian Laporan Tata Kelola Perusahaan di dalam Laporan Tahunan ini. u. Kewajiban Kontinjensi Perusahaan tidak memiliki kewajiban kontinjensi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2009- 2011. v. Komitmen Perusahaan tidak memiliki komitmen yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2009-2011. w. Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan Tidak terdapat informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan yang perlu diungkapkan Perusahaan untuk tahun 2009-2011. x. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca Sampai dengan tanggal laporan tahunan ini diselesaikan oleh Direksi Perusahaan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal neraca yang signifikan. y. Standar Akuntansi Baru Terdapat beberapa standar akuntansi yang sudah diterbitkan tetapi belum efektif pada tanggal 31Desember 2011 dan belum diterapkan di dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan ini, yang selengkapnya dapat dilihat pada Catatan 40 atas Laporan Keuangan Perusahaan yang telah diaudit di dalam Laporan Tahunan ini. 342 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Festival Cap Go Meh Singkawang - Kalimantaan Barat
  • 344.
    Danau vulkanik berukuranpanjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau ini terbentuk dari letusan gunung supervulcano purba, yaitu Gunung Toba, yang terjadi 73.000 – 75.000 tahun yang lalu, yang penyebaran debunya terekam hingga ke Kutub Utara.
  • 345.
    Menyongsong Tahun 2012 344 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 346.
    Budaya wayang merupakanbudaya asli Indonesia yang telah ada berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke pulau Jawa. Walaupun cerita wayang merupakan adaptasi karya sastra India Mahabarata dan Ramayana namun tetap disesuaikan konsep filsafat Jawa, seperti penciptaan tokoh Punakawan untuk mengatakan bahwa di dunia ini setiap mahluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 345
  • 347.
    Menyongsong Tahun 2012 Tahun 2011 kembali menjadi periode yang baik bagi industri otomotif maupun industri pembiayaan, dimana penjualan otomotif nasional kembali berhasil mengukir rekor tertinggi untuk sepeda motor dan mobil. Sampai saat ini, sekitar 70%-80% penjualan kendaraan bermotor dilakukan dengan skema kredit atau pembiayaan, sehingga peran dari perusahaan pembiayaan sangat dominan dan menyokong industri otomotif nasional. Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan, Adira Finance kembali mampu menepati komitmennya untuk terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Melalui berbagai strategi dan inovasi yang telah disusun dan dijalankan dengan baik dalam memasuki tahun 2011, Adira Finance berhasil membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 32,6 triliun, yang melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar Rp 30,7 triliun. Dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1.583 miliar, yang mana merupakan laba bersih tertinggi diantara perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor lainnya, Adira Finance juga telah membuktikan kemampuannya selama empat tahun berturut-turut dalam menembus laba bersih sebesar Rp 1 triliun. Kinerja cemerlang pada tahun 2011 tersebut, ditambah pondasi yang kuat dalam internal Perusahaan serta keinginan dan komitmen untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat telah memacu optimisme Perusahaan dalam menyongsong tahun 2012. Prospek Tahun 2012 Pada saat penyusunan Laporan Tahunan 2011 ini, Pemerintah telah mengumumkan wacana untuk menyesuaikan harga bahan bakar premium dari sebesar Rp 4.500 per liter, seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi subsidi BBM yang jumlahnya melonjak cukup signifikan selama lebih dari satu dekade ini, dari sebesar Rp 2,8 triliun (0,3% PDB) pada tahun 1996, membengkak sampai menjadi Rp 165,2 triliun (atau sekitar 3% PDB) pada tahun 2011, seiring kenaikan harga minyak mentah yang dalam tahun 2011 rata-rata mencapai US$ 111,5/barel, lebih tinggi dari asumsi APBN 2011 sebesar US$ 95/barel. Meskipun kebijakan kenaikan harga bahan bakar premium tersebut (sebelumnya diperkirakan sebesar 33%) akan turut memberi tekanan terhadap penjualan kendaraan bermotor di Indonesia, namun berdasarkan data-data historis sejak tahun 1997-2011, terdapat perbedaan mendasar dalam kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang jauh lebih baik dari periode sebelumnya. Akibatnya, penurunan penjualan kendaraan bermotor di pasar domestik diperkirakan tidak akan berkepanjangan, dibanding situasi tahun 2008 ketika terdapat kenaikan rata-rata harga BBM sebesar 59%, ataupun di tahun 2005 sebesar rata-rata 91%, dan di tahun 1998 sebesar rata-rata 71%. 346 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Perahu Tradisional Pantai Kranji - lamongan
  • 348.
    Menyongsong Tahun 2012 Kondisi Makroekonomi Indonesia 1997-2011 8.991 9.068 10.358 11.092 9.376 2,0 17,1 11,1 4,6 6,5 700 1,200 1,000 1,050 1,050 1,646 1,810 1,810 1.801 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Pada tahun 1998, terdapat penurunan terbesar atas volume penjualan tahunan mobil dan motor di Indonesia, masing-masing sebesar 85% untuk mobil dan 76% untuk motor sebagai akibat dampak kenaikan harga BBM sebesar 71%, di mana saat itu di Indonesia terdapat krisis ekonomi sebagai imbas krisis keuangan di Asia, yang kemudian berkembang menjadi krisis multi-dimensi. Pada tahun 2005, kondisi ekonomi Indonesia relatif telah lebih baik dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,7% harga BBM dinaikkan sebesar 91%, dan dampak susulannya tercermin dengan kenaikan harga barang-barang secara umum, sehingga inflasi menjadi dua digit, ditutup pada level 17,1% pada tahun 2005. Sebagai akibat lebih lanjut dari kebijakan tersebut adalah menurunnya volume penjualan mobil sebesar 40% dan motor sebesar 13% pada tahun 2006. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 347 9.020 9.920 9.830 8.465 8.940 10.400 9.595 77,6 4,7 -13,1 0,8 9,4 12,6 10,0 6,4 6,6 6,4 7,0 3,8 6,2 2,8 6,0 6,6 5,7 5,5 5,0 5,2 3,3 3,7 4,1 4,9 11,1 7.100 8.000 5.005 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Nilai Tukar Rp/US$ (Rp) Pertumbuhan Ekonomi (%) Inflasi (%) Harga premium dan jumlah penjualan mobil dan sepeda motor 1997 – 2011 Penjualan Nasional Sepeda Motor Baru (Ribuan Unit) Penjualan Nasional Mobil Baru (Ribuan Unit) Harga BBM (Premium) (Rp/Liter) Sumber: 1. Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia-Bank Indonesia; 2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; 3. Badan Pusat Statistik Indonesia; 4. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI); dan 5. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). 3,450 3,450 3,450 5,500 4,500 4,500 4,500 8.044 7.399 5.852 6.216 4.688 4.428 5.074 3.899 2.810 2.265 1.576 864 301 300 318 354 483 534 319 433 608 486 765 894 387 434 488 58 94
  • 349.
    Menyongsong Tahun 2012 Pada tahun 2008, industri otomotif bereaksi lebih lunak dengan penurunan volume penjualan mobil sebesar 20% dan motor sebesar 6% pada tahun 2009, sebagai dampak atas kenaikan harga BBM sebesar 59% yang disusul dengan tingkat inflasi yang meningkat menjadi 11,1% dan nilai Rupiah yang melemah sampai 18% terhadap US$ dan ditutup pada nilai Rp 11.092 sebagai akibat imbas krisis keuangan di negara-negara maju. Sementara itu, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2011 mencapai 6,5% dan diperkirakan setidaknya akan kembali mencapai level yang sama di tahun 2012 (Kementerian Keuangan RI menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,7% untuk tahun 2012), diiringi dengan ekspektasi laju inflasi yang dijaga di kisaran 5,3 % (jika harga BBM tidak jadi naik) sampai dengan sekitar 7% (jika terdapat kenaikan harga BBM tahun 2012), serta nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika yang diperkirakan dapat dipertahankan cukup stabil di kisaran Rp 8.800–Rp 9.000, diharapkan mampu memberikan kondisi yang lebih kondusif bagi permintaan pasar otomotif domestik. Tekanan penurunan penjualan otomotif, terutama pada semester kedua tahun 2012, diharapkan tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Dengan tujuan untuk mengurangi risiko kredit Perbankan di bidang kredit konsumsi, baik di sektor properti maupun kepemilikan kendaraan bermotor, serta mencegah pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang berlebihan, berturut-turut Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada bulan Maret 2012 mengeluarkan peraturan mengenai uang muka kredit (Down Payment) atas Kredit Kendaraan Bermotor sebagai berikut : Jenis Kendaraan Kendaraan Bermotor Roda Dua (2-wheeler) Kendaraan Bermotor Roda Empat untuk tujuan Produktif (4-wheeler for productive use), yaitu : 1. kendaraan angkutan orang atau barang yang memiliki ijin pihak berwenang untuk melakukan kegiatan usaha tertentu; 2. kendaraan milik perorangan atau badan hukum yang memiliki ijin usaha tertentu dari pihak yang berwenang dan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional usaha yang dimiliki. Kendaraan Bermotor Roda Empat untuk tujuan non-produktif (4-wheeler for non-productive use) Surat Edaran Bank Indonesia (No 14/10/DPNP) Peraturan yang efektif berlaku pada tanggal 15 Juni 2012 tersebut terutama diperkirakan akan berdampak lebih besar terhadap penurunan penjualan kendaraan bermotor roda dua, dibandingkan dengan koreksi yang akan terjadi terhadap penjualan mobil, mengingat saat ini perusahaan pembiayaan di Indonesia melakukan pembiayaan sepeda motor dengan uang muka sebesar 12%–18% dari harga jual kendaraan, serta kondisi dimana rata-rata 70%-80% kepemilikan kendaraan bermotor roda dua di Indonesia dibiayai dengan kredit. Bagi para pemain industri pembiayaan kendaraan bermotor secara keseluruhan, dalam jangka pendek kebijakan tersebut diperkirakan akan menurunkan volume penjualan kendaraan bermotor baru sebesar 20%–30% sampai terjadinya normalisasi dan perubahan perilaku dari calon konsumen pembiayaan untuk mengakumulasi besaran uang muka kredit yang diperlukan. 348 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 20% 20% 25% 25% 20% 30% Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.010/2012 1. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/10/DPNP tertanggal 15 Maret 2012 Perihal Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor; dan 2. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 43/PMK.010/2012 tertanggal 15 Maret 2012 Tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen untuk Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan.
  • 350.
    Menyongsong Tahun 2012 Proses Tenun - Sumba Barat Perbedaan aturan uang muka kredit yang membedakan untuk tujuan produktif dan non-produktif, akan mengurangi dampak jangka pendek atas penurunan pembiayaan yang dialami Adira Finance, karena sebagian besar pembiayaan kendaraan roda empat yang dilakukan Perusahaan, lebih ditujukan untuk kendaraan segmen komersial dan Perusahaan telah menetapkan ketentuan pengaturan uang muka yang lebih tinggi. Selain hal tersebut, di sisi produsen otomotif nasional mungkin berpandangan bahwa pada tahap awal pemberlakuan ketentuan tersebut, para produsen akan melakukan berbagai pendekatan langkah-langkah persuasif dengan sedikit mengorbankan marjin keuntungannya demi menjaga pangsa pasar yang tetap stabil bagi pertumbuhan usahanya dalam jangka panjang. Pandangan yang positif terhadap masih cerahnya prospek industri otomotif di Indonesia dalam tahun 2012 ini antara lain tercermin dari minat produsen-produsen utama pasar otomotif nasional seperti Toyota, Mitsubishi, Honda dan Daihatsu yang menginvestasikan dana sekitar Rp 5 triliun dalam tahun 2012 ini, bagi penambahan kapasitas produksi kendaraan bermotornya di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, telah tercatat bahwa sektor otomotif di Indonesia masih merupakan industri-industri utama yang diminati pemodal asing, dengan minat investasi modal asing (PMA) tahun 2012 tercatat sebesar US$ 70,80 juta (setara Rp 637,2 miliar). Sikap otimisme para pelaku pasar di Indonesia yang ditunjang oleh kondisi makroekonomi yang tetap kondusif tersebut, diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan sektor otomotif di Indonesia sebesar 0%–10% di tahun 2012. Berkenaan dengan usaha-usaha Pemerintah untuk lebih menyehatkan industri pembiayaan nasional, maka Perusahaan beranggapan bahwa regulasi Pemerintah akan lebih tepat sasaran jika menekankan pada perbaikan dan pemberlakuan standar-standar akuntansi atas pelaporan keuangan, penerapan manajemen risiko yang terstandarisasi, ataupun diaturnya batasan atau threshold atas non-performing loans dan indikator manajemen risiko lainnya dalam rangka mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih baik, dibandingkan regulasi mengenai uang muka kredit. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 349
  • 351.
    Menyongsong Tahun 2012 Adira Finance Menyongsong Tahun 2012 Fokus dari Perusahaan pada tahun 2012 adalah menjaga posisi yang terdepan dengan terus menekankan team synergy yang kokoh dan terus menghargai kultur budaya Perusahaan yang mendorong penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. “Leading Through Strong Culture and Team Synergy” telah menjadi slogan Perusahaan untuk tahun 2012 dan telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan Perusahaan pada tanggal 11 Januari 2012. Perusahaan akan terus-menerus mempertajam strateginya dalam menyongsong tahun 2012 dan beberapa diantaranya adalah: • Komitmen Terhadap Konsumen Adira Finance menyadari bahwa komitmen terhadap konsumen merupakan suatu bentuk keunggulan yang dapat diperjuangkan dan dipertahankan. Adira Finance akan terus berusaha agar komitmen yang terbentuk dapat diwujudkan sampai dengan tahap tertinggi yaitu tahap ownership, yang mana pada tahap ini konsumen merasa bahwa ikatannya begitu kuat dengan Perusahaan sehingga konsumen merasa mereka juga memiliki Perusahaan. • Kepuasan Konsumen dan Pengukuran Kepuasan Konsumen Adira Finance terus berusaha untuk meningkatkan kepuasan konsumennya dengan berbagai program dan manfaat yang ditawarkan saat menjadi konsumen Adira Finance. Dengan pengukuran kepuasan konsumen, setiap umpan balik dan evaluasi akan menjadi masukan bagi Adira Finance untuk dapat terus meningkatkan dan memberikan kepuasan konsumennya. • Optimalisasi Jaringan Usaha Perusahaan melihat adanya potensi untuk melakukan optimalisasi dari jaringan usaha yang telah dibuka pada tahun 2011. Pada tahun sebelumnya, Perusahaan telah mengembangkan 103 jaringan usaha baru di beberapa kota potensial, baik di pulau Jawa dan Bali maupun diluar daerah pulau Jawa dan Bali. Jaringan usaha yang makin meluas akan makin mendekatkan Adira Finance dengan dealer, konsumen dan calon konsumen. 350 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 352.
    Menyongsong Tahun 2012 Rumah Adat Suku Baduy - Banten Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 351 • Sumber Daya Manusia Perusahaan akan mengutamakan untuk mencari sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai visi maupun misi yang sejalan dengan Perusahaan, selain tetap mengembangkan sumber daya manusia yang sudah dimiliki untuk dapat terus ditingkatkan kualitasnya. Pada tahun 2012, Perusahaan juga akan menjalankan hasil dari Employee Engagement Survey yang sudah diadakan pada tahun-tahun sebelumnya. • Inovasi Produk dan Pelayanan Adira Finance yakin bahwa hanya perusahaan yang terus berinovasi yang akan mampu bertumbuh dan menjadi yang terbaik. Dengan berbekal keyakinan tersebut, Adira Finance berusaha memberikan inovasi atas produk dan pelayanan kepada konsumen dan rekan usaha. • Diversifikasi Sumber Pendanaan Selain melalui pengeluaran surat utang atau penerbitan obligasi, Perusahaan juga membuka kesempatan kepada perbankan dan institusi keuangan lainnya untuk bekerja sama dalam pemberian pinjaman sesuai kebutuhan Perusahaan. Dengan adanya dukungan penuh dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai Perusahaan Induk yang secara terus-menerus mendukung Perusahaan dalam hal pendanaan telah semakin memperkokoh posisi Adira Finance dalam industri pembiayaan nasional. • Peningkatan Efisiensi melalui Pengembangan pada Proses yang Berkesinambungan Perusahaan akan terus menerapkan pemantauan akan efisiensi dari setiap proses usaha yang dijalankan, dalam mengantisipasi peningkatan beban operasional yang disebabkan oleh inflasi dan penambahan biaya akibat dari ekspansi Perusahaan. • Peningkatkan Kualitas Hubungan dengan Dealer dan Konsumen Adira Finance percaya bahwa hubungan yang kuat dan erat dengan dealer dan konsumen merupakan salah satu kunci kesuksesan Perusahaan. Tujuan dari pelayanan ini adalah untuk memberikan dukungan bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan akan alat transportasi, yang mana Perusahaan yakin dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen.
  • 353.
    Menyongsong Tahun 2012 • Teknologi Informasi yang Dinamis Teknologi informasi adalah salah satu faktor pendukung yang krusial bagi Perusahaan, karena teknologi informasi yang dinamis, yang mengikuti perkembangan aktivitas Perusahaan akan memberikan dukungan yang maksimal terhadap operasional Perusahaan untuk meningkatkan nilai ekonomi, efisiensi dan efektifitas. Keuntungan dari pemakaian teknologi yang lebih maju dan dinamis adalah agar dapat mendukung proses dan aktivitas dalam Perusahaan menjadi lebih efisien dan efektif, seperti dalam proses survei atau dalam aktivitas pencatatan akuntansi. • Penerapan Manajemen Risiko yang Seimbang Perusahaan terus bergerak melalui berbagai strategi pengembangan, namun ini semua tetap diimbangi dengan penerapan dari prinsip kehati-hatian untuk memastikan keberlangsungan Perusahaan. Dengan penerapan manajemen risiko yang seimbang maka akan menghasilkan kualitas aset Perusahaan yang baik. Penerapan dari prinsip kehati-hatian ini merupakan bagian dari Manajemen Risiko di Perusahaan. Prinsip kehati-hatian yang dijalankan oleh Perusahaan ini adalah suatu keseimbangan dalam memacu pertumbuhan untuk mencapai kinerja yang optimal, namun tetap dievaluasi secara berkesinambungan, yang mana evaluasi ini berfungsi untuk menjaga agar keinginan untuk memacu pertumbuhan tidak mengakibatkan kenaikan risiko yang melewati batas yang dapat diterima oleh Perusahaan. Di sisi lain, Perusahaan akan terus berusaha mengoptimalkan tingkat toleransinya terhadap sisi risiko pembiayaan yang dapat dilakukannya tanpa mengorbankan stabilitas beban pendanaannya dalam jangka panjang. Dengan kapasitas yang telah ada dalam Perusahaan dan kemampuan Perusahaan dalam menangkap setiap kesempatan, maka Perusahaan yakin bahwa Perusahaan akan tetap dapat menjalankan misinya dan dapat tetap menjadi pilihan utama karena mampu memberikan nilai lebih dalam berkarya bagi konsumen, karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan. Perusahaan akan berusaha mempertahankan kinerjanya yang sudah sangat baik ini di tahun-tahun yang akan datang. Lebih lanjut, Perusahaan menargetkan untuk meningkatkan lagi pembiayaan barunya menjadi sekitar Rp 35 triliun pada tahun 2012. Adira Finance mempunyai komitmen yang kuat untuk terus bertumbuh di masa yang akan datang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk memenuhi harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan Perusahaan. 352 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 354.
    Menyongsong Tahun 2012 Proses tenun ikat Sumba Timur - NTT Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 353
  • 355.
    354 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Data Perusahaan PROFIL DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE-KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS DAN PROFIL DIREKSI
  • 356.
    Tari Abimanyu Duta:Tokoh pahlawan muda dari epik Mahabharata, putra Arjuna dan dewi Subadra ini, sebenarnya adalah penerus Yudistira raja Kuru, yang tertua dari pihak Pandawa, namun ia gugur dalam usia enam belas tahun dalam pertempuran besar di Kurukshetra melawan pasukan Korawa. (Tari Abimanyu Duta) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 355
  • 357.
    Warga Negara Malaysia,57 tahun. Memperoleh gelar Master in Business Administration dari Mc Gill University, Amerika Serikat, pada tahun 1980. Pengalaman Kerja 2011 - sekarang 2010 - sekarang 2010 - sekarang 2010 - 2011 2009 - 2010 2004 - 2009 2002 - 2003 1996 - 2001 1994 - 1995 1992 - 1994 Komisaris Utama Perusahaan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan Direktur Utama di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Komisaris Perusahaan Managing Director di Temasek Holdings (Private) Ltd., Singapura Presiden Direktur di PT Bank International Indonesia Tbk General Manager dan Group Head di Saudi American Bank, Riyadh, Arab Saudi Chief Country Officer di Citibank, N.A., Bangkok, Thailand Pan Asia Corporate Head di Citibank, N.A., Singapura Country Risk Officer di Citibank, N.A., Kuala Lumpur, Malaysia : : : : : : : : : : Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan Anggota Dewan Pembina di Yayasan Danamon Peduli yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Ho Hon Cheong Komisaris Utama & Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan 356 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Adira Untuk Indonesia
  • 358.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 357 : : : : : : : : : : : : : : : Djoko Sudyatmiko Komisaris merangkap Komisaris Independen, Ketua Komite Audit, Anggota Komite Manajemen Risiko & Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan Warga Negara Indonesia, 67 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Muda di bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1968. Pengalaman Kerja 2010 - sekarang 2008 - sekarang 2004 - sekarang 2004 - sekarang 2003 - sekarang 2003 - 2010 2003 - 2010 2003 - 2009 2003 - 2008 2002 - 2004 1990 - 2000 1989 - 1995 1986 - 1989 1971 - 1992 1992 - 1997 Ketua Komite Audit Perusahaan Anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan Komisaris merangkap Komisaris Independen Perseroan Komisaris di PT Pakoakuina - Automotive Wheel Rim Manufacturer Komisaris di PT Inkoasku Komisaris di PT Palingda Komisaris di PT Adira Sarana Armada Komisaris di PT Asuransi Adira Dinamika Komisaris Utama Perusahaan Komisaris di PT Kharaba Unggul/PT Makro Indonesia Komisaris di PT Dharma Sarana Perdana Komisaris di PT Astra Graphia Tbk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Penghargaan Satya Lencana Penegak dari Pemerintah RI pada tahun 1971. Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan • Anggota Pembina Yayasan Trisakti dari tahun 2005 sampai sekarang. • Pendiri dan anggota Pengurus Yayasan Bea Siswa Trisakti dari tahun 2002 sampai sekarang. • Anggota Dewan Pengurus Yayasan Trisakti dari tahun 1990 sampai tahun dengan 2005. • Anggota Dewan Penyantun Universitas Katolik Atmajaya Jakarta dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000. • Anggota Dewan Penasehat Yayasan Rumah Sakit Karya Bhakti di Bogor dari tahun 1988 sampai dengan tahun 1998. • Anggota Dewan Pengawas Yayasan Universitas Panca Bhakti di Pontianak dari tahun 1982 sampai dengan tahun 1997.
  • 359.
    358 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Warga Negara Singapura, 65 tahun. Memperoleh gelar Bachelor of Commerce di bidang Akuntansi dari University of New South Wales, Australia, pada tahun 1969 dan menjadi Anggota dari the Institute of Chartered Accountants di Australia sejak tahun 1971. Pengalaman Kerja 2010 - sekarang 2010 - sekarang 2009 - sekarang 2009 - sekarang 2008 - sekarang 2008 - sekarang 2008 - sekarang 2007 - sekarang 2007 - 2010 2007 - sekarang 2006 - sekarang 2005 - sekarang 2004 - sekarang 1996 - 2005 1985 - 1996 1982 - 1983 1980 - 1982 1976 - 1980 1972 - 1976 Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan Wakil Ketua Eksekutif di Hup Soon Global Corp. Ltd., Singapura Direktur di Singapore Health Services Pte. Ltd., Singapura Direktur di The Hour Glass Ltd., Singapura Direktur di Hektar Asset Management Sdn. Bhd., Malaysia Direktur di NTUC Income, Singapura Direktur di OpenNet Pte. Ltd., Singapura Anggota Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko Perusahaan Komisaris Perusahaan Duta Besar Tidak Tetap Singapura untuk Yunani dan Siprus Ketua di Frasers Centrepoint Asset Management Ltd., Singapura Wakil Ketua di MCL Land Ltd., Singapura Direktur di Chinese Development Assistance Council, Singapura Group Managing Director di Jardine Cycle & Carriage Ltd., Singapura Corporate Secretary di Cycle & Carriage Ltd., Singapura General Manager di General Credit Corporation, Singapura Corporate Secretary di Rheem Hume Industries, Singapura Direktur Keuangan di Bank O’Connors, Singapura Audit Manager di PriceWaterhouseCoopers, Singapura : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan • Anggota Accounting Standards Council (ASC). • Anggota Dewan Gubernur dan Ketua Komite Pengembangan Kampus di Duke-NUS Graduate Medical School, Singapura, sejak tahun 2008 sampai sekarang. • Wakil Ketua Network Indonesia (International Enterprise Singapore) dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2011. Eng Heng Nee Philip Komisaris merangkap Komisaris Independen, Ketua Komite Manajemen Risiko & Anggota Komite Audit Perusahaan
  • 360.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 359 Pande Radja Silalahi Komisaris merangkap Komisaris Independen, Anggota Komite Audit & Anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan Warga Negara Indonesia, 62 tahun. Memperoleh gelar Ph.d di bidang Public Finance dari Kobe University of Commerce, Jepang pada tahun 1980. Pengalaman Kerja 2011 - sekarang 2011 - sekarang 2010 - sekarang 2000 - 2006 1997 - sekarang 1995 - sekarang 1993 - 2005 1990 - sekarang 1990 - 1993 1986 - 1993 1980 - 1986 1980 - 1986 1980 - 1986 1980 - 1986 1973 - sekarang Komisaris merangkap Komisaris Independen Perusahaan Anggota Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko Pengajar mata kuliah Hukum Persaingan dan penguji bagi mahasiswa Paska Sarjana di Universitas Indonesia Anggota dan pengurus di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Anggota LP3E di Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pengajar di Sekolah Bisnis Prasetya Mulya, Jakarta Pengajar di Paska Sarjana Lembaga Administrasi Negara Pengajar di Pusat Kajian Jepang, Universitas Indonesia, Jakarta Rektor di Universitas Katholik Parahyangan, Bandung Dekan Dan Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Katholik Parahyangan, Bandung Anggota Kelompok Kerja Bidang Ekonomi di Lembaga Pertahanan Nasional, Jakarta Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia, Jakarta Pengajar di Universitas Sumatera Utara, Medan Pengajar di Universitas Nomensen, Medan Staff di Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta : : : : : : : : : : : : : : :
  • 361.
    360 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Warga Negara Indonesia, 52 tahun. Memperoleh gelar Master in Business Administration dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, pada tahun 1998 dan gelar Sarjana Akuntasi dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. Pengalaman Kerja 2010 – sekarang : 2010 – sekarang : 1999 – sekarang : 1989 – 1999 : : : : : : 1988 – 1989 1987 – 1988 1985 – 1987 1984 – 1985 1983 – 1984 Komisaris Perusahaan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Direktur di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Berbagai posisi senior di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Deputy Group Head di PT Bank Lippo Tbk Direktur Keuangan di PT Indopanca Garmen Finance Manager di PT Asuransi Lippo Life Tbk Manager di PT Sepatu Bata Indonesia Tbk MAS Association Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan Anggota Dewan Pengawas di Yayasan Danamon Peduli yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Muliadi Rahardja Komisaris & Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan
  • 362.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 361 Vera Eve Lim Komisaris, Anggota Komite Audit & Anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan Warga Negara Indonesia, 46 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanagara pada tahun 1989. Pengalaman Kerja 2010 – sekarang 2010 – sekarang 2008 – sekarang 2006 – sekarang 2004 – 2006 2003 – 2006 1990 – 2003 Komisaris Perusahaan Anggota Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko Wakil Komisaris Utama di PT Asuransi Adira Dinamika Direktur di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Komisaris Perusahaan Chief Financial Officer di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Berbagai posisi senior di PT Bank Danamon Indonesia Tbk : : : : : : : Penghargaan • Sebagai salah satu Indonesia Future Business Leader 2011yang diselenggarakan oleh Majalah SWA pada tahun 2011. • Peringkat ketiga CFO Terbaik 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA pada tahun 2010.
  • 363.
    362 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 Warga Negara India, 48 tahun. Memperoleh gelar Master in Business Administration dari Indian Institute of Management, Ahmedabad, India, pada tahun 1987 dan gelar Bachelor in Mechanical Engineering dari Indian Institute of Technology, New Delhi, India, pada tahun 1985. Pengalaman Kerja 2010 - sekarang 2009 - sekarang 2009 - sekarang 2008 - sekarang 2008 - sekarang 2006 - sekarang 2006 - sekarang 2003 - 2006 2002 - 2003 2000 - 2002 1996 - 2000 1996 - 2000 1995 - 1996 1993 - 1994 1990 - 1993 1988 - 1990 1987 - 1988 Komisaris Perusahaan Anggota Global Advisory Board di The University of Chicago Booth School of Business, USA Direktur di Fullerton India Credit Corporation, India Direktur Eksekutif di Dunia Finance LLC, Uni Emirat Arab Direktur di Fullerton Securities & Wealth Advisors Ltd., India Anggota Global Management Board di Fullerton Financial Holding Pte. Ltd., Singapura Executive Vice President - Consumer Banking & Regional, Head Central & Eastern Europe, Middle East & Africa (CEEMA) di Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. Regional Head dan CEO di Citibank, N.A., wilayah Turki,Timur Tengah dan Afrika Cluster Country Head & CEO Turki, Mesir & Israel di Citibank, N.A., Istambul, Turki Country Head & CEO - Global Customer Bank di Citibank, N.A., Kairo, Mesir Pendiri CEO & Managing Director di Citicorp Maruti Finance Ltd., India Business Head - Auto Finance di Citibank, N.A., New Delhi, India Marketing Director - Global Consumer Bank di Citibank, N.A., Chennai, India Marketing Director, Non Resident Indian Banking di Citibank, N.A., Bombay, India Branch Banking Business Head - Northern India di Citibank, N.A., New Delhi, India Operation Head-Eastern India di Citibank, N.A., Kalkuta, India : : : : : : : : : : : : : : : : : Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan • CEO of the Year dalam acara CEO Middle East Award 2009 pada tahun 2009. • “Lifetime Learning and Building Success Towards Globalization” dari Emirates Institute for Banking and Financial Studies (EIBFS), penghargaan khusus sebagai pengakuan atas usahanya dalam mendukung pengembangan potensi di Uni Emirat Arab pada tahun 2009. Rajeev Kakar Komisaris, Anggota Komite Audit & Anggota Komite Manajemen Risiko Perusahaan
  • 364.
    Warga Negara Indonesia,42 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara pada tahun 1994. Pengalaman Kerja 2011 – sekarang 2008 – 2011 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 363 1992 – sekarang Anggota Komite Audit Perusahaan Anggota Komite Audit dan Manajemen Risiko Perusahaan Partner di Kantor Akuntan Publik Johan Malonda Astika & Rekan (an independent member of Baker Tilly International) : : : Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan • Anggota Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). • Anggota The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia). Harry Kusnady Anggota Komite Audit Perusahaan
  • 365.
    Diyah Sasanti AnggotaKomite Audit Perusahaan 364 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Memperoleh gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2006, Master of Business Administration dari Newport University, California, Amerika Serikat, pada tahun 1998 dan Sarjana Hukum dari Universitas Jember pada tahun 1989. Pengalaman Kerja 2011 - sekarang 2008 - 2011 2011 - sekarang 2010 - sekarang 2010 - sekarang 2008 - 2010 2007 - 2008 2006 - 2007 2000 - 2006 1998 - 1999 1997 - 1998 1994 - 1996 1991 - 1994 1990 - 1991 1989 - 1990 Anggota Komite Audit Perusahaan Anggota Komite Audit dan Manajemen Risiko Perusahaan Komisaris PT DISA Advisor WSJ International SDN BHD Advisor PT Total Sinergy Interational Director di PT Darmex Agro Advisor di PT Pembangunan Perumahan Advisor di PT Lippo E-Net Tbk Sekretaris Perusahaan di PT Lippo E-Net Tbk (sebelumnya dikenal sebagai PT Lippo Life Tbk) Director di PT Asuransi AIG Lippo Sekretaris Perusahaan dan Kepala Divisi Legal di PT Lippo Life Tbk Kepala Divisi Legal di PT Lippo Life Tbk Staff Sekretaris Perusahaan di PT Bank Lippo Tbk Internal Audit di PT Bank Lippo Tbk Account Officer di PT Bank Lippo Tbk : : : : : : : : : : : : : : :
  • 366.
    LLLLLaaaaapppppooooorrrrraaaaannnnn TTTTTaaaaahhhhhuuuuunnnnnaaaaannnnn AAAAAdddddiiiiirrrrraaaaaFFFFFiiiiinnnnnaaaaannnnnccccceeeee 22222000001111111111 ||||| 333336666655555 Tenun Bali
  • 367.
    366 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 368.
    Tradisi Lompat Batu(Fahombo Batu) setinggi setidaknya 2 meter dengan ketebalan 40 cm dapat ditemukan di Nias Selatan, Khususnya di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari). Lompat Batu ini pada jaman dahulu merupakan tanda ketangkasan seorang pemuda Nias dalam menghadapi perang, namun saat ini lebih dimaksudkan sebagai ritual budaya untuk mengukur tahap kedewasaan dan keberanian seorang Pemuda. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 367
  • 369.
    368 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 370.
    Stanley Setia Atmadja Direktur Utama Warga Negara Indonesia, 55 tahun. Memperoleh gelar Master of Business Administration dari University of La Verne, Amerika Serikat, pada tahun 1985. Pengalaman Kerja 1991 - sekarang Direktur Utama Perusahaan 1988 - 1990 Direktur di PT Citicorp Leasing Indonesia 1985 - 1986 Berbagai posisi senior di Citibank, N.A., Jakarta Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 369 : : : Penghargaan • Meraih penghargaan Top Executive of Multifinance Company 2011 dalam acara Awards Dinner & Presentation Majalah Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2011 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor. • Meraih penghargaan 20 Indonesia Most Admired CEO 2011 dari Majalah Warta Ekonomi. • Meraih penghargaan dan The Life Time Achievement in Multifinance Industry dalam acara Pertemuan Anggota & Apresiasi APPI yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) pada tahun 2010. • Mendapatkan nominasi sebagai Top Executive of Multifinance 2010 dalam acara Tokoh Finansial Indonesia 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor. • Meraih peringkat kedua dalam acara The Best CEO 2009 Award yang diselenggarakan oleh Majalah SWA yang bekerjasama dengan Synovate dan Dunamis Organization Services pada tahun 2009. • Terpilih sebagai CEO terbaik dalam Anugerah Business Review Tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Majalah Business Review pada tahun 2008. • Terpilih sebagai salah satu dari Delapan Chief Executive Officer (CEO) Idaman dari majalah SWA pada tahun 2008. • Penghargaan Outstanding Entrepreneur Award dalam Asia Pacific Entrepreneurship Award yang diadakan oleh Enterprise Asia pada tahun 2008. • Indonesian Financial Figure 2004 dari Investor Media Group pada tahun 2004. • Special Award for Entrepreneurial Spirit 2002 dari Ernst & Young pada tahun 2002. Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan • Bersama-sama dengan Theodore Permadi Rachmat, mendirikan Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang sosial, khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. • Sebagai ketua umum di Indonesia Classic Car Owner Club (ICCOC). Karya Tulis Pada tahun 2009, buku hasil karya beliau berjudul “Making Giant Leap, How to Unleash the Extraordinary Human Potential” diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Jakarta.
  • 371.
    Marwoto Soebiakno DirekturPemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Kristen Duta Wacana pada tahun 1990. Pengalaman Kerja 2001 - sekarang 1997 - 2001 1990 - 1997 1988 - 1990 1987 - 1989 Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Perusahaan Berbagai posisi senior di Perusahaan Marketing Manager Honda Sales Operation di PT Astra International Tbk Universitas Kristen Duta Wacana Yos & Co., Business and Management Consultant : : : : : Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan • Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang sosial, khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. • Pengurus APPI untuk periode tahun 2010-2013 sebagai Sekretaris Bidang Regulasi dan Hubungan dengan Pemerintahan. 370 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 372.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 371
  • 373.
    372 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 374.
    Hafid Hadeli DirekturPemasaran Pembiayaan Mobil Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Memperoleh sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA) pada tahun 2002. Mendapatkan gelar sarjana Akuntansi dari Universitas Trisakti pada tahun 1988. Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang sosial, khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 373 Pengalaman Kerja 2010 - sekarang 2006 - 2010 2002 - 2005 2001 - 2002 1988 - 2001 1985 - 1988 Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil Perusahaan Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan Perusahaan Direktur PT Broadband Multimedia Tbk Wakil Direktur Utama di PT Bank Lippo Tbk Berbagai posisi senior di Citibank, N.A., Jakarta Auditor di Arthur Andersen & Co. : : : : : :
  • 375.
    Ho Lioeng Min Direktur Manajemen Risiko Warga Negara Indonesia, 43 tahun. Memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006 dan gelar Sarjana Teknik dari Universitas Indonesia pada tahun 1992. Pengalaman Kerja 2009 - sekarang 2006 - 2009 2004 - 2006 2002 - 2004 1994 - 2002 Direktur Manajemen Risiko Perusahaan Wakil Direktur Manajemen Risiko Perusahaan Kepala Divisi Kredit Perusahaan Kepala Divisi Keuangan di PT Adira Quantum Multifinance Berbagai posisi senior di PT Bank Prima Express : : : : : Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang sosial, khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. 374 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 376.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 375
  • 377.
    376 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 378.
    I Dewa MadeSusila Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan Warga Negara Indonesia, 41 tahun. Memperoleh sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA) pada tahun 2003. Mendapatkan gelar Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM (IPPM) pada tahun 1995 dan gelar Sarjana Agrobisnis dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1993. Pengalaman Kerja 2010 - sekarang 2004 - 2010 2001 - 2004 1999 - 2001 1995 - 1999 Direktur Keuangan dan Direktur Kepatuhan Perusahaan Executive Vice President / Kepala Divisi Investor Relations & Subsidiaries Supports di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Vice President / Wakil Kepala Divisi Corporate Affairs di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Assistant Vice President / Senior Investment Officer Unit Asset Management Investment di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Berbagai posisi senior dan terakhir sebagai Manager Divisi Pemeringkatan Lembaga Keuangan di PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) : : : : : Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan Anggota Dewan Pembina di Perkumpulan Increso yang bergerak dalam bidang sosial, khususnya membantu pengobatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 377 Penghargaan Indonesian Best CFO 2011 oleh Majalah SWA
  • 379.
    Tanggung Jawab AtasLaporan Tahunan Dan Laporan Keuangan 378 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 380.
    Tari Sisampek merupakantari penyambutan untuk acara-acara besar di Kuansing Riau. Dilakukan dengan arak-arakan sisampek, yaitu rangka bambu atau batang pisang yang dihiasi bunga-bunga yang ditusuk lidi daun kelapa yang diselipkan dengan kue dan penganan kecil. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 379
  • 381.
    Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Pengurus PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Perusahaan”) bertanggung jawab atas Laporan Tahunan, termasuk Laporan Kegiatan Pengurusan, Laporan Kegiatan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Tata Kelola Perusahaan dan penyajian Laporan Keuangan Perusahaan yang diaudit pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 serta atas informasi lainnya pada Laporan Tahunan ini. Laporan Keuangan disiapkan dan disajikan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan tersebut beserta informasi lainnya pada Laporan Tahunan ini mengacu pada persyaratan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) atas Laporan Tahunan Perusahaan Publik dan Bab V dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas perihal Rencana Kerja, Laporan Tahunan dan Penggunaan Laba. Laporan Keuangan beserta informasi lainnya pada Laporan Tahunan ini menyajikan perkiraan yang didasari estimasi terbaik oleh Pengurus atas berbagai hasil atau kemungkinan di kemudian hari dari kegiatan maupun kejadian saat ini, dengan memperhatikan segi materialitasnya. Hasil di masa depan mungkin berbeda secara material dari perkiraan saat ini yang informasinya telah disajikan pada Laporan Tahunan ini. Dalam memenuhi pertanggungjawaban atas keandalan laporan keuangan tersebut, Pengurus Perusahaan menjalankan dan mengandalkan sistem pengendalian internal serta audit internal. Sistem ini termasuk peraturan tertulis mengenai kebijakan dan prosedur Perusahaan mencakup kegiatan usaha dan manajemen risiko, perencanaan usaha, pembagian tugas, pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban personal, pemilihan dan pelatihan karyawan serta kebijakan akuntansi yang memadai. Selain itu, sistem, pengendalian dan audit juga memberikan suatu keyakinan bahwa Perusahaan memiliki catatan keuangan yang dapat diandalkan dalam penyusunan laporan keuangan; aset dijaga dan diawasi dari penyalahgunaan; kewajiban diakui dan terutama sekali, Perusahaan mematuhi seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Laporan Keuangan yang diaudit beserta informasi yang terkait pada Laporan Tahunan ini merupakan tanggung jawab Pengurus Perusahaan dan telah disetujui oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan yang membubuhkan tanda-tangannya pada Pernyataan Dewan Komisaris dan Pernyataan Direksi. 380 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Pasar Terapung - Kalimantan Selatan
  • 382.
    Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Pernyataan Dewan Komisaris Kami, Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, telah menyetujui dan bertanggungjawab penuh atas Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011. Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011, termasuk Laporan Kegiatan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Tata Kelola Perusahaan dan Laporan Keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 381 Dewan Komisaris PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Djoko Sudyatmiko Komisaris merangkap Komisaris Independen Pande Radja Silalahi Komisaris Vera Eve Lim Komisaris Ho Hon Cheong Komisaris Utama Eng Heng Nee Philip Komisaris merangkap Komisaris Independen Muliadi Rahardja Komisaris Rajeev Kakar Komisaris
  • 383.
    Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Stanley Setia Atmadja Direktur Utama 382 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Marwoto Soebiakno Direktur Ho Lioeng Min Direktur Hafid Hadeli Direktur I Dewa Made Susila Direktur Pernyataan Direksi Kami, Direksi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, telah menyetujui dan bertanggungjawab penuh atas Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011. Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun 2011, termasuk Laporan Kegiatan Pengurusan, Laporan Tata Kelola Perusahaan dan Laporan Keuangan Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Direksi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk
  • 384.
    Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Reog Ponorogo - Jawa Timur Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 383
  • 385.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS TAHUN BERAKHIR/YEARS ENDED 31 DESEMBER/DECEMBER 2011, 2010 DAN/AND 2009 384 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011
  • 386.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 385 ISI HAL/ PAGE CONTENTS SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN ------------------------------------------- 1 DIRECTORS’ STATEMENT REGARDING THE RESPONSIBILITY FOR THE ------------------------- FINANCIAL STATEMENTS LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ------------------- 2 - 3 ------------------ INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 -------- 4 - 5 STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION ---------- 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 6 STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME YEARS ENDED 31 DECEMBER ------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 7 - 8 STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY YEARS ENDED 31 DECEMBER ------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 LAPORAN ARUS KAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 9 STATEMENTS OF CASH FLOWS YEARS ENDED 31 DECEMBER ------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 ----------------------------- 10 - 101 NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER ------------------------------- 2011, 2010 AND 2009 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009
  • 387.
    386 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 388.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 387
  • 389.
    388 | LaporanTahunan Adira Finance 2011
  • 390.
    ASET ASSETS LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 389 Catatan/ Notes 2011 2010 2009 4 2d,2e,4, Kas dan setara kas 31,32,34 Cash and cash equivalents Kas 1 13,885 4 0,692 26,295 Cash on hand Kas di bank dan setara kas Cash in banks and cash equivalents Pihak ketiga 3 96,715 2 28,766 183,426 Third parties Pihak berelasi 2c,30 2 ,282,846 3 49,071 277,286 Related party Piutang pembiayaan konsumen - Consumer financing receivables - setelah dikurangi penyisihan kerugian net of allowance for impairment penurunan nilai sebesar Rp 414.529 losses of Rp 414,529 pada tanggal 31 Desember 2011 2d,2f,2g, as at 31 December 2011 (2010: (2010: Rp 196.121; 2009: Rp 41.113) 2h,5,31,32 Rp 196,121; 2009: Rp 41,113) Pihak ketiga 1 3,240,556 6 ,543,673 2,561,914 Third parties Pihak berelasi 2c,30 316 153 - Related party Beban dibayar dimuka 2j,6 234,341 135,744 74,655 Prepaid expenses Beban tangguhan - bersih 2k,7 Deferred charges - net Pihak ketiga - - 976,006 Third parties Pihak berelasi 2c,30 - - 6,274 Related parties 2d,2l,8,31, Piutang lain-lain - bersih 32 Other receivables - net Pihak ketiga 1 13,333 2 9,826 18,929 Third parties Pihak berelasi 2c,30 9,368 1,574 2,297 Related party Aset derivatif untuk tujuan manajemen 2d,2i,9,31, Derivative assets held for risk risiko 32 10,205 - - management 2c,2d,2m, Investasi dalam saham, pihak berelasi 10,30,31,32 650 650 650 Investment in shares, related party Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi Fixed assets - net of accumulated penyusutan sebesar Rp 226.338 depreciation of Rp 226,338 pada tanggal 31 Desember 2011 as at 31 December 2011 (2010: (2010: Rp 191.061; 2009: Rp 158.018) 2n,11 263,440 191,360 144,667 Rp 191,061; 2009: Rp 158,018) Aset takberwujud - bersih 2o 28,513 34,843 43,847 Intangible assets - net 2d,2f,12, Aset lain-lain - bersih 31,32 1 95,284 4 3,263 13,303 Other assets - net JUMLAH ASET 1 6,889,452 7 ,599,615 4,329,549 TOTAL ASSETS - - - LIABILITAS LIABILITIES 2d,13,31,32, Pinjaman yang diterima 34 2 ,956,654 5 0,000 225,000 Borrowings 2d,2q,14, Beban yang masih harus dibayar 29c,31,32 Accrued expenses Pihak ketiga 7 36,312 6 14,391 351,450 Third parties Pihak berelasi 2c,30 8 ,990 3 ,895 2,402 Related parties 2d,2r,15, Efek utang yang diterbitkan 31,32 Debt securities issued Medium term notes - bersih 399,011 - - Medium term notes - net Utang obligasi - bersih Bonds payable - net Pihak ketiga 6 ,888,932 2 ,314,232 550,854 Third parties Pihak berelasi 2c,30 5 17,000 2 21,000 126,000 Related parties Utang lain-lain 2d,16,31,32 Other payables Pihak ketiga 2 83,302 1 63,335 109,075 Third parties Pihak berelasi 2c,30 212,278 81,722 42,377 Related parties Utang pajak 2s,17a 6 2,129 5 3,479 51,004 Taxes payable Liabilitas pajak tangguhan - bersih 2s,17c 4 03,475 3 02,802 218,984 Deferred tax liabilities - net JUMLAH LIABILITAS 1 2,468,083 3 ,804,856 1,677,146 TOTAL LIABILITIES Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
  • 391.
    EKUITAS EQUITY Modalsaham - nilai nominal Share capital - par value Rp 100 (nilai penuh) per saham Rp 100 (full amount) per share Modal dasar Authorized capital 4.000.000.000 saham 4,000,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid penuh 1.000.000.000 saham 18 100,000 100,000 100,000 1,000,000,000 shares Saldo laba 19 Retained earnings Telah ditentukan penggunaannya 59,613 44,934 32,810 Appropriated Belum ditentukan penggunaannya 4,264,327 3,649,825 2,519,593 Unappropriated Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif Cumulative losses on derivative untuk lindung nilai arus kas - bersih 2i,9 (2,571) - - instrument for cash flows hedges - net JUMLAH EKUITAS 4 ,421,369 3 ,794,759 2,652,403 TOTAL EQUITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1 6,889,452 7 ,599,615 4,329,549 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 390 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Catatan/ Notes 2011 2010 2009 5 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued) 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
  • 392.
    PENDAPATAN INCOME LaporanTahunan Adira Finance 2011 | 391 Catatan/ Notes 2011 2010 2009 6 2c,2f,2g, Pembiayaan konsumen 2p,21,30 3,008,350 2,118,888 2,777,866 Consumer financing 2c,2d,2f, 2n,2p,2u, Lain-lain 11,22,30 2,295,163 1,778,297 1,166,900 Others JUMLAH PENDAPATAN 5,303,513 3,897,185 3,944,766 TOTAL INCOME BEBAN EXPENSES Gaji dan tunjangan 2c,2q,23,30 (1,318,487) (979,506) (732,102) Salaries and benefits Umum dan administrasi 2n,24 (618,940) (442,598) (351,020) General and administrative Penyisihan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on piutang pembiayaan konsumen 2c,2h,5,30 (456,339) (193,466) (32,679) consumer financing receivables 2c,2p,15, Beban bunga dan keuangan 25,30 (533,215) (134,991) (123,624) Interest expense and financing charges Pemasaran 26 (110,599) (170,445) (50,528) Marketing Perolehan pembiayaan konsumen 2c,27,30 - - (949,821) Acquisition cost of consumer financing Lain-lain 2l,28 (154,394) (44,456) (46,645) Others JUMLAH BEBAN (3,191,974) (1,965,462) (2,286,419) TOTAL EXPENSES LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 2,111,539 1,931,723 1,658,347 INCOME BEFORE INCOME TAX BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2s,17b (528,218) (463,817) (445,947) INCOME TAX EXPENSE LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 1,583,321 1,467,906 1,212,400 NET INCOME FOR THE YEAR PENDAPATAN OTHER COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF LAIN 2i,9 (2,571) - - INCOME JUMLAH PENDAPATAN KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE TAHUN BERJALAN 1,580,750 1,467,906 1,212,400 INCOME FOR THE YEAR LABA BERSIH PER SAHAM - DASAR EARNINGS PER SHARE - BASIC (dinyatakan dalam nilai Rupiah penuh) 2t,20 1,583 1,468 1,212 (expressed in full amount of Rupiah) Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
  • 393.
    392 | LaporanTahunan Adira Finance 2011 7 Kerugian kumulatif atas instrumen Saldo laba - derivatif untuk Saldo laba - belum lindung nilai arus telah ditentukan ditentukan kas - bersih/ Modal penggunaannya/ penggunaannya/ Cumulative losses saham/ Retained Retained on derivative Catatan/ Share earnings - earnings - instrument for cash Jumlah/ Notes capital appropriated unappropriated flow hedges - net Total Saldo pada tanggal 1 Januari 2009 100,000 22,608 1,827,395 - 1,950,003 Balance as at 1 January 2009 Dividen kas 19 - - (510,000) - (510,000) Cash dividends Penyisihan saldo laba untuk cadangan umum 19 - 10,202 (10,202) - - Appropriation for general reserve Jumlah pendapatan komprehensif Total comprehensive income tahun berjalan - - 1,212,400 - 1,212,400 for the year Saldo pada tanggal 31 Desember 2009 100,000 3 2,810 2,519,593 - 2,652,403 Balance as at 31 December 2009 Saldo pada tanggal 1 Januari 2010 100,000 32,810 2,519,593 - 2,652,403 Balance as at 1 January 2010 Dampak penerapan awal PSAK Effect of first adoption of SFAS No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 50 (2006 Revision) and No. 55 (Revisi 2006) 2d,37 - - ( 83,070) - (83,070) SFAS No.55 (2006 Revision) Saldo pada tanggal 1 Januari 2010 Balance as at 1 January 2010 after setelah penerapan awal PSAK first adoption of SFAS No. 50 No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK (2006 Revision) and SFAS No. 55 (Revisi 2006) 100,000 32,810 2,436,523 - 2,569,333 No. 55 (2006 Revision) Dividen kas 19 - - (242,480) - (242,480) Cash dividends Penyisihan saldo laba untuk cadangan umum 19 - 12,124 (12,124) - - Appropriation for general reserve Jumlah pendapatan komprehensif Total comprehensive income tahun berjalan - - 1,467,906 - 1,467,906 for the year Saldo pada tanggal 31 Desember 2010 1 00,000 4 4,934 3 ,649,825 - 3,794,759 Balance as at 31 December 2010 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
  • 394.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 393 8 Kerugian kumulatif atas instrumen Saldo laba - derivatif untuk Saldo laba - belum lindung nilai arus telah ditentukan ditentukan kas - bersih/ Modal penggunaannya/ penggunaannya/ Cumulative losses saham/ Retained Retained on derivative Catatan/ Share earnings - earnings - instrument for cash Jumlah/ Notes capital appropriated unappropriated flow hedges - net Total Saldo pada tanggal 1 Januari 2011 100,000 44,934 3,649,825 - 3,794,759 Balance as at 1 January 2011 Dividen kas 19 - - (954,140) - (954,140) Cash dividends Penyisihan saldo laba untuk cadangan umum 19 - 14,679 (14,679) - - Appropriation for general reserve Jumlah pendapatan komprehensif Total comprehensive income tahun berjalan for the year Laba bersih tahun berjalan - - 1,583,321 - 1,583,321 Net income for the year Bagian yang efektif dari lindung Effective portion of cash flows nilai arus kas, bersih 2i,9 - - - (2,571) (2,571) hedges, net - - 1,583,321 ( 2,571) 1,580,750 Saldo pada tanggal 31 Desember 2011 100,000 59,613 4,264,327 ( 2,571) 4,421,369 Balance as at 31 December 2011 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY (continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
  • 395.
    ARUS KAS DARIAKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING OPERASI: ACTIVITIES: Penerimaan kas dari: Cash received from: Transaksi pembiayaan konsumen 32,158,129 23,787,156 18,405,868 Consumer financing transactions Bunga bank dan deposito berjangka 8,491 8,255 25,193 Interest from banks and time deposits Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for: Transaksi pembiayaan konsumen (34,600,062) (27,588,924) (15,380,057) Consumer financing transactions Bunga pembiayaan bersama (3,378,355) (2,909,247) (2,291,206) Interest on joint financing Gaji dan tunjangan (1,351,155) (955,871) (677,376) Salaries and benefits Premi asuransi (1,026,854) (811,280) (462,387) Insurance premiums Beban umum dan administrasi (598,331) (418,117) (288,992) General and administrative expenses Pajak penghasilan (558,626) (481,609) (676,952) Income taxes Beban bunga efek utang yang diterbitkan 25 (360,607) (88,380) (102,991) Interest on debt securities issued Tantiem Dewan Komisaris Tantiem for Boards of dan Direksi (23,831) (17,814) (15,594) Commissioners and Directors Beban bunga dan provisi bank (124,386) (23,052) (19,518) Interest and bank provision expenses Penerimaan/(pengeluaran) kas dari/(untuk) Cash received from/(disbursements for) lain-lain - bersih (51,317) (5,732) 3,721 others - net Kas bersih digunakan untuk Net cash used in operating aktivitas operasi (9,906,904) (9,504,615) (1,480,291) activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING INVESTASI: ACTIVITIES: Hasil penjualan aset tetap 11 7,136 3,884 6,670 Proceeds from sale of fixed assets Penerimaan dividen kas 22 303 - - Proceeds of cash dividends Pembelian aset tetap 11 (135,608) (86,578) (29,770) Acquisition of fixed assets Pembelian aset takberwujud (7,559) (4,692) (9,967) Acquisition of intangible assets Investasi dalam saham 10 - - (650) Investment in shares Kas bersih digunakan untuk Net cash used in investing aktivitas investasi (135,728) (87,386) (33,717) activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING PENDANAAN: ACTIVITIES: Penerimaan pinjaman bank dan Proceeds from borrowings and joint pembiayaan bersama 25,091,831 22,524,856 13,541,387 financing Penerimaan dari penerbitan efek utang 15 5,423,000 2,000,000 500,000 Proceeds from issuance of debt securities Pembayaran pinjaman bank dan Payments of borrowings and joint pembiayaan bersama (17,202,142) (14,422,853) (11,434,567) financing Pembayaran dividen kas 19 (954,140) (242,480) (510,000) Payments of cash dividends Pembayaran pokok efek utang Payments of principal on debt securities yang diterbitkan 15 (141,000) (136,000) (570,000) issued Kas bersih diperoleh dari aktivitas Net cash provided by financing pendanaan 12,217,549 9,723,523 1,526,820 activities KENAIKAN BERSIH KAS DAN NET INCREASE IN CASH AND SETARA KAS 2,174,917 131,522 12,812 CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS, CASH AND CASH EQUIVALENTS, AWAL TAHUN 618,529 487,007 474,195 AT THE BEGINNING OF YEAR KAS DAN SETARA KAS, CASH AND CASH EQUIVALENTS, AKHIR TAHUN 4 2,793,446 618,529 487,007 AT THE END OF YEAR AKTIVITAS INVESTASI NON-KAS: NON-CASH INVESTING ACTIVITY: Pembelian aset tetap yang masih Acquisition of fixed assets which is terutang 11,16 6,662 8,181 2,581 still payable 394 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 Notes 2011 2010 2009 9 Catatan/ Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN ARUS KAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk STATEMENTS OF CASH FLOWS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
  • 396.
    1. INFORMASI UMUM1. GENERAL INFORMATION a. Pendirian dan informasi umum Perseroan a. Establishment and general information of the Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 395 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 10 Company PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tanggal 13 Nopember 1990 berdasarkan akta notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 131. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-19.HT.01.01.TH.91 tanggal 8 Januari 1991 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 421 pada Berita Negara Republik Indonesia No. 12 tanggal 8 Pebruari 1991. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dilakukan dengan akta notaris Sinta Dewi Sudarsana, S.H., No. 2 tanggal 13 Maret 2009, mengenai Perubahan Anggaran Dasar PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk untuk menyesuaikan dengan ketentuan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. Kep-179/BL/2008 tertanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Perubahan ini diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-03555 tanggal 13 April 2009 dan telah diumumkan dalam Tambahan No. 603 pada Berita Negara Republik Indonesia No. 61 tanggal 31 Juli 2009. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (the “Company”) was established on 13 November 1990 based on Notarial Deed No. 131 of Misahardi Wilamarta, S.H. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C2-19.HT.01.01.TH.91 dated 8 January 1991 and was published in Supplement No. 421 to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 12 dated 8 February 1991. The Company’s Articles of Association had been amended several times with the latest amendment was effected by Notarial Deed of Sinta Dewi Sudarsana, S.H., No. 2 dated 13 March 2009, concerning the Amendment of the Articles of Association of PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk in order to conform with Decision Decree of the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Board (Bapepam- LK) No. Kep-179/BL/2008 dated 14 May 2008 regarding the Principles of Articles of Association of Companies Conducting an Equity Securities Public Offering and Public Company. This amendment was received by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Acceptance Letter of the Announcement No. AHU-AH.01.10-03555 dated 13 April 2009 and was published in Supplement No. 603 to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 61 dated 31 July 2009. Perseroan memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan dari Menteri Keuangan dalam Surat Keputusan No. 253/KMK.013/1991 tanggal 4 Maret 1991. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan dalam bidang perusahaan pembiayaan meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan usaha kartu kredit. Pada saat ini, Perseroan terutama bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen. Perseroan berdomisili di Graha Adira Lantai 10-12, Jalan Menteng Raya No. 21, Jakarta Pusat dan memiliki 653 jaringan usaha yang terdiri dari kantor cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perseroan memulai operasi komersialnya pada tahun 1991. The Company obtained its license to operate as a financing company from the Ministry of Finance based on Decision Letter No. 253/KMK.013/1991 dated 4 March 1991. As stated in Article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of the Company’s activities comprises of financing company which include leasing, factoring, consumer financing and credit card business. Currently, the Company mainly engages in consumer financing activities. The Company's registered office is located at the 10- 12th Floor of Graha Adira, Jalan Menteng Raya No. 21, Central Jakarta and the Company has 653 business networks which consist of branch offices, representative offices, kiosks and dealer outlets throughout Indonesia. The Company started its commercial operations in 1991.
  • 397.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) 396 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 11 a. Pendirian dan informasi umum Perseroan (lanjutan) a. Establishment and general information of the Company (continued) Sejak Januari 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjadi pemegang saham pengendali Perseroan. PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan dari Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., dimana pemegang saham akhir adalah Temasek Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan di Singapura dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura. Since January 2004, PT Bank Danamon Indonesia Tbk has been the Company’s controlling shareholder. PT Bank Danamon Indonesia Tbk is a subsidiary of Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., which the ultimate shareholder is Temasek Holding Pte. Ltd., an investment holding company based in Singapore and wholly owned by the Government of Singapore. b. Penawaran umum saham Perseroan b. Public offering of the Company’s shares Pada tanggal 23 Maret 2004, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana atas 100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 2.325 (nilai penuh) per saham. Seluruh saham ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 31 Maret 2004. Pada tanggal 30 Nopember 2007, Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia. Seluruh saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Perdana ini merupakan saham divestasi milik pemegang saham pendiri. Dengan demikian, Perseroan tidak menerima dana hasil penjualan saham. On 23 March 2004, the Company conducted an Initial Public Offering (IPO) of 100,000,000 shares with par value of Rp 100 (full amount) per share with offering value of Rp 2,325 (full amount) per share. These shares were all listed at Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock Exchange on 31 March 2004. On 30 November 2007, Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock Exchange have merged into Indonesia Stock Exchange. All shares offered through this IPO were divestment shares owned by the founder shareholders. Therefore, the Company did not receive any funds from sale of shares. c. Penawaran umum efek utang Perseroan c. Public offering of the Company’s debt securities Pada bulan Mei 2003, Perseroan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance I Tahun 2003 (Obligasi I) melalui Bursa Efek Surabaya (sekarang bernama Bursa Efek Indonesia, lihat Catatan 1b) dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 500.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 14,125% per tahun. Obligasi I yang terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A sebesar Rp 63.000 dan Seri B sebesar Rp 437.000, telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 6 Mei 2008. In May 2003, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Bonds I Year 2003 (Bonds I) through the Surabaya Stock Exchange (now namely Indonesia Stock Exchange, see Note 1b) with a total nominal value of Rp 500,000, and bear fixed interest rate of 14.125% per annum. Bonds I which consist of two series, i.e. Serial A amounting to Rp 63,000 and Serial B amounting to Rp 437,000, was matured and fully repaid on 6 May 2008.
  • 398.
    1. INFORMASI UMUM(lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) c. Penawaran umum efek utang Perseroan (lanjutan) c. Public offering of the Company’s debt securities Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 397 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 12 (continued) Pada bulan Juni 2006, Perseroan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 (Obligasi II) melalui Bursa Efek Surabaya (sekarang bernama Bursa Efek Indonesia, lihat Catatan 1b) dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 750.000. Obligasi II ini terbagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A sebesar Rp 570.000 yang telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 8 Juni 2009 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 14,40% per tahun, Seri B sebesar Rp 90.000 yang telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 8 Juni 2010 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 14,50% per tahun dan Seri C sebesar Rp 90.000 yang telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 8 Juni 2011 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 14,60% per tahun. In June 2006, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Bonds II Year 2006 (Bonds II) through the Surabaya Stock Exchange (now namely Indonesia Stock Exchange, see Note 1b) with a total nominal value of Rp 750,000. Bonds II consist of three series, i.e. Serial A amounting to Rp 570,000 was matured and fully repaid on 8 June 2009 and bear a fixed interest rate of 14.40% per annum, Serial B amounting to Rp 90,000 was matured and fully repaid on 8 June 2010 and bear a fixed interest rate of 14.50% per annum and Serial C amounting to Rp 90,000 which was matured and fully repaid on 8 June 2011 and bear a fixed interest rate of 14.60% per annum. Pada bulan Mei 2009, Perseroan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 (Obligasi III) melalui Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 500.000. Obligasi III ini terbagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A sebesar Rp 46.000 yang telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 18 Mei 2010 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 12,55% per tahun, Seri B sebesar Rp 51.000 yang telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 13 Mei 2011 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 13,55% per tahun dan Seri C sebesar Rp 403.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2012 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 14,60% per tahun. In May 2009, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Bonds III Year 2009 (Bonds III) through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of Rp 500,000. Bonds III consist of three series, i.e. Serial A amounting to Rp 46,000 which was matured and fully repaid on 18 May 2010 and bear a fixed interest rate of 12.55% per annum, Serial B amounting to Rp 51,000 which was matured and fully repaid on 13 May 2011 and bear a fixed interest rate of 13.55% per annum and Serial C amounting to Rp 403,000 which will mature on 13 May 2012 and bear a fixed interest rate of 14.60% per annum. Pada bulan Oktober 2010, Perseroan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 (Obligasi IV) melalui Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 2.000.000. Obligasi IV ini terbagi menjadi lima seri, yaitu Seri A sebesar Rp 229.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 April 2012 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 7,60% per tahun, Seri B sebesar Rp 238.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Oktober 2012 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,25% per tahun, Seri C sebesar Rp 577.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 April 2013 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,70% per tahun, Seri D sebesar Rp 284.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Oktober 2013 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun, dan Seri E sebesar Rp 672.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Oktober 2014 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,25% per tahun. In October 2010, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Bonds IV Year 2010 (Bonds IV) through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of Rp 2,000,000. Bonds IV consist of five series, i.e. Serial A amounting to Rp 229,000 which will mature on 29 April 2012 and bear a fixed interest rate of 7.60% per annum, Serial B amounting to Rp 238,000 which will mature on 29 October 2012 and bear a fixed interest rate of 8.25% per annum, Serial C amounting to Rp 577,000 which will mature on 29 April 2013 and bear a fixed interest rate of 8.70% per annum, Serial D amounting to Rp 284,000 which will mature on 29 October 2013 and bear a fixed interest rate of 9.00% per annum, and Serial E amounting to Rp 672,000 which will mature on 29 October 2014 and bear a fixed interest rate of 9.25% per annum.
  • 399.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) c. Penawaran umum efek utang Perseroan (lanjutan) c. Public offering of the Company’s debt securities 398 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 13 (continued) Pada bulan Mei 2011, Perseroan menerbitkan Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 (Obligasi V) melalui Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 2.500.000. Obligasi V ini terbagi menjadi empat seri, yaitu Seri A sebesar Rp 612.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Mei 2012 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,00% per tahun, Seri B sebesar Rp 160.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2013 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,80% per tahun, Seri C sebesar Rp 567.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2014 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,60% per tahun, dan Seri D sebesar Rp 1.161.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2015 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,00% per tahun. In May 2011, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Bonds V Year 2011 (Bonds V) through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of Rp 2,500,000. Bonds V consist of four series, i.e. Serial A amounting to Rp 612,000 which will mature on 31 May 2012 and bear a fixed interest rate of 8.00% per annum, Serial B amounting to Rp 160,000 which will mature on 27 May 2013 and bear a fixed interest rate of 8.80% per annum, Serial C amounting to Rp 567,000 which will mature on 27 May 2014 and bear a fixed interest rate of 9.60% per annum, and Serial D amounting to Rp 1,161,000 which will mature on 27 May 2015 and bear a fixed interest rate of 10.00% per annum. Pada bulan Nopember 2011, Perseroan menerbitkan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011 (MTN I) dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 400.000 dan menunjuk PT NISP Sekuritas sebagai arranger. MTN I ini terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A sebesar Rp 200.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Mei 2013 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,40% per tahun dan Seri B sebesar Rp 200.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Nopember 2013 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,65% per tahun. In November 2011, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I Year 2011 (MTN I) with a total nominal value of Rp 400,000 and appointed PT NISP Sekuritas as arranger. MTN I consist of two series, i.e. Serial A amounting to Rp 200,000 which will mature on 10 May 2013 and bear a fixed interest rate of 8.40% per annum, Serial B amounting to Rp 200,000 which will mature on 10 November 2013 and bear a fixed interest rate of 8.65% per annum. Pada bulan Desember 2011, Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) melalui Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 2.523.000. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini terbagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A sebesar Rp 325.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2013 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 7,75% per tahun, Seri B sebesar Rp 665.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2014 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,00% per tahun, dan Seri C sebesar Rp 1.533.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2016 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun. In December 2011, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Sustainable Bonds I with Fixed Interest Rate Phase I Year 2011 (Sustainable Bonds I Phase I) through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of Rp 2,523,000. Sustainable Bonds I Phase I consist of three series, i.e. Serial A amounting to Rp 325,000 which will mature on 16 December 2013 and bear a fixed interest rate of 7.75% per annum, Serial B amounting to Rp 665,000 which will mature on 16 December 2014 and bear a fixed interest rate of 8.00% per annum, and Serial C amounting to Rp 1,533,000 which will mature on 16 December 2016 and bear a fixed interest rate of 9.00% per annum.
  • 400.
    1. INFORMASI UMUM(lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) d. Dewan Komisaris dan Direksi d. Boards of Commissioners and Directors Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 399 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: The composition of the Company’s Boards of Commissioners and Directors as at 31 December 2011 was as follows: Komisaris Utama Ho Hon Cheong President Commissioner Komisaris merangkap Komisaris Commissioner concurrently as Independen Djoko Sudyatmiko Independent Commissioner Komisaris merangkap Komisaris Independen Eng Heng Nee Philip Commissioner concurrently as Independent Commissioner Komisaris merangkap Komisaris Independen Pande Radja Silalahi Commissioner concurrently as Independent Commissioner Komisaris Muliadi Rahardja Commissioner Komisaris Vera Eve Lim Commissioner Komisaris Rajeev Kakar Commissioner Direktur Utama Stanley Setia Atmadja President Director Direktur Pemasaran Pembiayaan Motorcycle Financing Marketing Sepeda Motor Marwoto Soebiakno Director Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil Hafid Hadeli Car Financing Marketing Director Direktur Manajemen Risiko Ho Lioeng Min Risk Management Director Direktur Keuangan dan Direktur Finance Director and Compliance Kepatuhan I Dewa Made Susila Director Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: The composition of the Company’s Boards of Commissioners and Directors as at 31 December 2010 was as follows: Komisaris Utama dan Independen Theodore Permadi Rachmat President and Independent Commissioner Komisaris Independen Djoko Sudyatmiko Independent Commissioner Komisaris Independen Eng Heng Nee Philip Independent Commissioner Komisaris Ho Hon Cheong Commissioner Komisaris Muliadi Rahardja Commissioner Komisaris Vera Eve Lim Commissioner Komisaris Rajeev Kakar Commissioner Direktur Utama Stanley Setia Atmadja President Director Direktur Operasi Erida Gunawan Operation Director Direktur Pemasaran Pembiayaan Motorcycle Financing Marketing Sepeda Motor Marwoto Soebiakno Director Direktur Pemasaran Pembiayaan Mobil Hafid Hadeli Car Financing Marketing Director Direktur Manajemen Risiko Ho Lioeng Min Risk Management Director Direktur Keuangan dan Kepatuhan I Dewa Made Susila Finance and Compliance Director
  • 401.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) d. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) d. Boards of Commissioners and Directors (continued) 400 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: The composition of the Company’s Boards of Commissioners and Directors as at 31 December 2009 was as follows: Komisaris Utama Theodore Permadi Rachmat President Commissioner Wakil Komisaris Utama Juan Eugenio Sebastian Paredes Muirragui Vice President Commissioner Komisaris Independen Djoko Sudyatmiko Independent Commissioner Komisaris Independen Marwoto Hadi Soesastro Independent Commissioner Komisaris Sng Eng Chua Commissioner Komisaris Eng Heng Nee Philip Commissioner Direktur Utama Stanley Setia Atmadja President Director Direktur Operasi dan Operation and Pembiayaan Mobil Erida Gunawan Car Financing Director Direktur Pembiayaan Sepeda Motor Marwoto Soebiakno Motorcycle Financing Director Direktur Keuangan dan Kepatuhan Hafid Hadeli Finance and Compliance Director Direktur Manajemen Risiko Ho Lioeng Min Risk Management Director e. Komite Audit dan Manajemen Risiko e. Audit and Risk Management Committee Susunan Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: The composition of the Audit Committee as at 31 December 2011 was as follows: Ketua Djoko Sudyatmiko Chairman Anggota Eng Heng Nee Philip Member Anggota Pande Radja Silalahi Member Anggota Vera Eve Lim Member Anggota Rajeev Kakar Member Anggota Harry Kusnady Member Anggota Diyah Sasanti Member Susunan Komite Manajemen Risiko pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: The composition of the Risk Management Committee as at 31 December 2011 was as follows: Ketua Eng Heng Nee Philip Chairman Anggota Djoko Sudyatmiko Member Anggota Pande Radja Silalahi Member Anggota Vera Eve Lim Member Anggota Rajeev Kakar Member Susunan Komite Audit dan Manajemen Risiko pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: The composition of the Audit and Risk Management Committee as at 31 December 2010 was as follows: Ketua Djoko Sudyatmiko Chairman Anggota Eng Heng Nee Philip Member Anggota Harry Kusnady Member Anggota Diyah Sasanti Member Susunan Komite Audit dan Manajemen Risiko pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: The composition of the Audit and Risk Management Committee as at 31 December 2009 was as follows: Ketua Marwoto Hadi Soesastro Chairman Anggota Djoko Sudyatmiko Member Anggota Sng Eng Chua Member Anggota Eng Heng Nee Philip Member Anggota Harry Kusnady Member Anggota Diyah Sasanti Member
  • 402.
    1. INFORMASI UMUM(lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 401 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 16 f. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk No. 030/ADMF/BOD/CS/VIII/11 tanggal 25 Agustus 2011, Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah I Dewa Made Susila. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk No. 087/ADMF/CS/VIII/09 tanggal 24 Agustus 2009, Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah Yuky Hondojono. f. Based on Directors’ Decision Letter of PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk No. 030/ADMF/BOD/CS/VIII/11 dated 25 August 2011, Corporate Secretary as at 31 Desember 2011 is I Dewa Made Susila. Based on Directors’ Decision Letter of PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk No. 087/ADMF/CS/VIII/09 dated 24 August 2009, Corporate Secretary as at 31 Desember 2010 and 2009 is Yuky Hondojono. g. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan No. 017/ADMF/BOD/IV/11 tanggal 29 April 2011, Kepala Unit Audit Internal Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah Ingrid Sri Komala Dewi. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan No. 025/ADMF/BOD/CS/XI/09 tanggal 24 Nopember 2009, Kepala Unit Audit Internal Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah Suang Siang Susanto. g. Based on Joint Decision Letter of the Board of Directors and Commissioners of the Company No. 017/ADMF/BOD/IV/11 dated 29 April 2011, the Head of Internal Audit Unit as at 31 December 2011 is Ingrid Sri Komala Dewi. Based on Joint Decision Letter of the Board of Directors and Commissioners of the Company No. 025/ADMF/BOD/CS/XI/09 dated 24 November 2009, the Head of Internal Audit Unit as at 31 December 2010 and 2009 is Suang Siang Susanto. h. Pada tanggal 31 Desember 2011 Perseroan mempunyai 20.138 (2010: 16.246; 2009: 11.135) karyawan tetap; serta 8.134 (2010: 8.146; 2009: 4.822) karyawan tidak tetap. h. As at 31 December 2011 the Company had 20,138 (2010: 16,246; 2009: 11,135) permanent employees; also 8,134 (2010: 8,146; 2009: 4,822) non-permanent employees. i. Laporan keuangan Perseroan disusun oleh Direksi dan diotorisasi untuk terbit pada tanggal 3 Pebruari 2012. i. The financial statements of the Company were prepared by the Board of Directors and authorized for issue on 3 February 2012. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES Kebijakan akuntansi yang signifikan, yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun berakhir 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: The significant accounting policies, applied in the preparation of the Company’s financial statements as of and for the years ended 31 December 2011, 2010 and 2009 were as follows: a. Pernyataan kepatuhan a. Statement of compliance Laporan keuangan untuk tahun berakhir 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan perubahannya, Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010. The financial statements for the years ended 31 December 2011, 2010 and 2009 are prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards as issued by the Indonesian Institute of Accountants and the Bapepam-LK Regulation No. VIII.G.7 regarding “Financial Statements Presentation Guidelines” as included in the Appendix of the Decision Decree of the Chairman of Bapepam No. KEP-06/PM/2000 dated 13 March 2000 and its amendment, the Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 dated 30 December 2010.
  • 403.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 402 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Dasar penyusunan laporan keuangan b. Basis for preparation of the financial statements Laporan keuangan disusun atas dasar akrual dan berdasarkan konsep nilai historis, kecuali untuk instrumen keuangan derivatif yang diukur pada nilai wajar dan utang atas kewajiban imbalan pasti yang diakui sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti dikurangi dengan kerugian aktuaria yang belum diakui ditambah beban jasa lalu yang belum diakui. The financial statements were prepared on the accrual basis and under the historical cost concept, except for derivative financial instruments which are measured at fair value and the liability for defined benefit obligations which is recognized as the present value of the defined benefit obligations less the unrecognized actuarial losses, plus unrecognized past service cost. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. The statements of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali dinyatakan secara khusus. Figures in the financial statements are rounded to and expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated. Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dibutuhkan pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: The preparation of financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of judgments, estimates and assumptions that affect: - penerapan kebijakan akuntansi; - jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan; - jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. - the application of accounting policies; - the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements; - the reported amounts of income and expenses during the reporting period. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates. Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada periode dimana estimasi tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut. Estimates and underlying assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognized in the period in which the estimate is revised and in any future periods affected. Secara khusus, informasi mengenai hal-hal penting yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan dijelaskan dalam Catatan 3. In particular, information about significant areas of estimation uncertainty and critical judgments in applying accounting policies that have significant effect on the amount recognized in the financial statements are described in Note 3.
  • 404.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 403 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 18 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Perubahan kebijakan akuntansi c. Changes in accounting policies Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 Standards, amendments and interpretations which became effective starting 1 January 2011 Berikut ini adalah standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 dan relevan bagi Perseroan: The following standards, amendments and interpretations, which became effective starting 1 January 2011, are relevant to the Company: - PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan”. - SFAS No. 1 (2009 Revision), “Presentation of Financial Statements”. - PSAK No. 2 (Revisi 2009), “Laporan Arus Kas”. - SFAS No. 2 (2009 Revision), “Statement of Cash Flows”. - PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. - SFAS No. 5 (2009 Revision), “Operating Segments”. - PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. - SFAS No. 7 (2010 Revision), “Related Parties Disclosures”. - PSAK No. 8 (Revisi 2010), “Peristiwa Setelah Periode Pelaporan”. - SFAS No. 8 (2010 Revision), “Events After the Reporting Period”. - PSAK No. 19 (Revisi 2010), “Aset Takberwujud”. - SFAS No. 19 (2010 Revision), “Intangible Assets”. - PSAK No. 23 (Revisi 2010), “Pendapatan”. - SFAS No. 23 (2010 Revision), “Revenue”. - PSAK No. 25 (Revisi 2009), “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”. - SFAS No. 25 (2009 Revision), “Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates, and Errors”. - PSAK No. 48 (Revisi 2009), “Penurunan Nilai Aset”. - SFAS No. 48 (2009 Revision), “Impairment of Assets”. - PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”. - SFAS No. 57 (2009 Revision), “Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets”. - ISAK No. 9, “Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi dan Liabilitas Serupa”. - IFAS No. 9, “Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities.” Dampak dari perubahan kebijakan akuntansi Perseroan sehubungan dengan implementasi dari standar akuntansi baru di atas tidak signifikan kecuali untuk hal-hal berikut ini: The impacts from the changes in the Company’s accounting policies in response to the above new accounting standards implementation are not significant except for the following areas: i. Penyajian laporan keuangan i. Presentation of financial statements Perseroan menerapkan PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan”, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011. Perubahan signifikan dari standar akuntansi tersebut terhadap Perseroan adalah sebagai berikut: The Company applies SFAS No. 1 (2009 Revision), “Presentation of Financial Statements”, which became effective as of 1 January 2011. The significant changes of this accounting standard to the Company are as follows:
  • 405.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 404 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 19 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) c. Changes in accounting policies (continued) Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan) Standards, amendments and interpretations which became effective starting 1 January 2011 (continued) i. Penyajian laporan keuangan (lanjutan) i. Presentation of financial statements (continued) • Laporan keuangan Perseroan terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan dan penambahan laporan posisi keuangan yang menunjukkan saldo awal (dalam hal dimana terjadi reklasifikasi atau penyajian kembali). Sedangkan sebelumnya, laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. • The Company’s financial statements comprise of statement of financial position, statement of comprehensive income, statement of changes in equity, statement of cash flows, notes to the financial statements and additional statement of financial position showing beginning balance (in case of reclassification or restatement). While previously, the financial statements comprise of balance sheet, statement of income, statement of changes in equity, statement of cash flows and notes to the financial statements. • Penambahan pengungkapan diperlukan seperti pertimbangan untuk menerapkan kebijakan akuntansi dan manajemen modal. • Additional disclosures required, among others, consideration in determination of applying accounting policy and capital management. Informasi komparatif telah disajikan kembali agar sesuai dengan standar tersebut. Karena perubahan pada kebijakan akuntansi hanya mempengaruhi aspek pengungkapan, maka tidak ada dampak terhadap laba per saham. Comparative information has been re-presented so that it also in conformity with the revised standard. Since the change in accounting policy only impacts presentation aspects, there is no impact on earnings per share. ii. Penyajian segmen operasi ii. Presentation of operating segments Sejak tanggal 1 Januari 2011, Perseroan menentukan dan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang secara internal diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Perubahan kebijakan akuntansi disebabkan karena implementasi PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. Sebelumnya, segmen operasi ditentukan dan disajikan sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000), “Pelaporan Segmen”. Kebijakan akuntansi baru sehubungan dengan pengungkapan atas segmen operasi disajikan dibawah ini. Starting 1 January 2011, the Company determines and presents operating segments based on the information that internally is provided to the chief operating decision maker. This change in accounting policy is due to the adoption of SFAS No. 5 (2009 Revision), “Operating Segments”. Previously operating segments were determined and presented in accordance with SFAS No. 5 (2000 Revision), “Segment Reporting”. The new accounting policy in respect of operating segment disclosures is presented below.
  • 406.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 405 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 20 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) c. Changes in accounting policies (continued) Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan) Standards, amendments and interpretations which became effective starting 1 January 2011 (continued) ii. Penyajian segmen operasi (lanjutan) ii. Presentation of operating segments (continued) Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional termasuk item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan dengan basis yang wajar. An operating segment is a component of the entity that engages in business activities from which it may earn revenues and incur expenses, including revenues and expenses that relate to transactions with any of the entity’s components, whose operating results are reviewed regularly by the chief operating decision maker to make decisions about resources allocated to the segment and assess its performance, and for which discrete financial information is available. Segment results that are reported to the chief operating decision maker include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis. Informasi segmen komparatif telah disajikan kembali agar sesuai dengan ketentuan transisi dari standar tersebut. Karena perubahan kebijakan akuntansi hanya berdampak terhadap aspek penyajian dan pengungkapan, maka tidak ada dampak terhadap laba per saham. Comparative segment information has been re-presented in conformity with the transitional requirements of this standard. Since the change in accounting policy only impacts presentation and disclosure aspects, there is no impact on earnings per share. iii. Pengungkapan transaksi dengan pihak berelasi iii.Related parties disclosures Perseroan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Dalam laporan keuangan ini, istilah pihak berelasi sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. The Company entered into transactions with related parties. In these financial statements, the term related parties is used as defined in the Statement of Financial Accounting Standards No. 7 (2010 Revision), “Related Party Disclosures”. Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilaksanakan dengan ataupun tidak dilaksanakan dengan syarat serta kondisi normal yang sama untuk pihak yang bukan berelasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. The nature of transactions and balances of accounts with related parties, whether or not transacted at normal terms and conditions similar to those with non-related parties, are disclosed in the notes to the financial statements. Sejak tanggal 1 Januari 2011, Perseroan mengungkapkan jumlah kompensasi yang dibayarkan oleh Perseroan kepada karyawan kunci sebagaimana yang disyaratkan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Kompensasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan Perseroan mencakup imbalan kerja jangka pendek, imbalan pasca kerja, imbalan kerja jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan kontrak kerja dan pembayaran berbasis saham. Since 1 January 2011, the Company disclosed the amount of compensation paid by the Company to key personnels as required in SFAS No. 7 (2010 Revision), “Related Parties Disclosures”. The compensation disclosed in the Company's financial statements include the short-term employee benefits, post-employment benefits, other long-term employee benefits, termination benefits and share-based payments. Karena perubahan pada kebijakan akuntansi hanya mempengaruhi aspek pengungkapan, maka tidak ada dampak terhadap laba per saham. Since the change in accounting policy only impacts presentation aspects, there is no impact on earnings per share.
  • 407.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 406 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 21 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Aset dan liabilitas keuangan d. Financial assets and liabilities Aset keuangan Perseroan terdiri dari kas dan setara kas, piutang pembiayaan konsumen, aset lain-lain (investasi sewa pembiayaan), piutang lain-lain (piutang karyawan, piutang klaim asuransi, piutang bunga deposito), derivatif untuk tujuan manajemen risiko dan investasi dalam saham. Liabilitas keuangan Perseroan terdiri dari pinjaman yang diterima, bunga yang masih harus dibayar, efek utang yang diterbitkan (medium term notes dan utang obligasi) dan utang lain-lain (utang kepada dealer dan utang premi asuransi). The Company’s financial assets consist of cash and cash equivalents, consumer financing receivables, other assets (investment in financing leases), other receivables (employee receivables, insurance claims receivable, interest receivables from time deposits), derivative held for risk management and investment in shares. The Company’s financial liabilities consist of borrowings, accrued interest, debt securities issued (medium term notes and bonds payable) and other payables (payable to dealers and insurance premiums payable). Perseroan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” efektif sejak tanggal 1 Januari 2010. The Company adopted SFAS No. 50 (2006 Revision) “Financial Instruments: Presentation and Disclosures” and SFAS No. 55 (2006 Revision) “Financial Instruments: Recognition and Measurement” with effect from 1 January 2010. Dampak penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dijelaskan pada Catatan 37. The effect of first adoption of SFAS No. 50 (2006 Revision) and SFAS No. 55 (2006 Revision) is discussed in Note 37. d.1. Klasifikasi d.1. Classification Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada saat pengakuan awal, Perseroan mengelompokkan seluruh aset keuangannya (kecuali derivatif untuk tujuan manajemen risiko dan investasi dalam saham) sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Starting 1 January 2010, at initial recognition, the Company classifies all of its financial assets (except derivative held for risk management and investment in shares) as loans and receivables. Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Aset keuangan Perseroan berupa investasi dalam saham dikelompokkan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual. Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai kelompok tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. The Company’s financial asset in the form of investment in shares is classified as available-for-sale financial asset. Available-for-sale financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified as loans and receivables, held-to-maturity investments or financial assets at fair value through profit or loss. Pada saat pengakuan awal, seluruh liabilitas keuangan Perseroan dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. At initial recognition, all of the Company’s financial liabilities are classified as financial liabilities measured at amortized cost. d.2. Pengakuan d.2. Recognition Perseroan pada awalnya mengakui aset keuangan dan liabilitas keuangan pada tanggal perolehan. The Company initially recognizes financial assets and financial liabilities on the date of origination.
  • 408.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 407 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 22 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) d.2. Pengakuan (lanjutan) d.2. Recognition (continued) Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau liabilitas keuangan Perseroan diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut. At initial recognition, the Company’s financial assets or financial liabilities are measured at fair values plus transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial assets or issuance of financial liabilities. The subsequent measurement of financial assets and financial liabilities depends on their classification. Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada awal pengakuan kewajiban (sebelum tanggal 1 Januari 2010, biaya transaksi dicatat pada akun beban tangguhan dan bukan merupakan bagian dari piutang pembiayaan konsumen). Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan pembiayaan konsumen untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset keuangan dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas keuangan (sebelum tanggal 1 Januari 2010, amortisasi biaya transaksi dicatat sebagai bagian dari beban perolehan pembiayaan konsumen atau sebagai pengurang dari pendapatan pembiayaan konsumen, tergantung skema biaya transaksi). Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or issuance of a financial liability and they are incremental costs that would not have been incurred if the instrument had not been acquired or issued. In the case of financial assets, transaction costs are added to the amount recognized initially, while for financial liabilities, transaction costs are deducted from the amount of debt recognized initially (prior to 1 January 2010, such transaction costs were recorded in deferred charges account and were not included as part of consumer financing receivables). Such transaction costs are amortized over the terms of the instruments based on the effective interest method and are recorded as part of consumer financing income for transaction costs related to financial assets and as part of interest expenses for transaction costs related to financial liabilities (prior to 1 January 2010, the amortization of such costs were recorded as part of acquisition cost of consumer financing or as a reduction to consumer financing income, depending on the scheme). Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi (lihat Catatan 2d.5) dengan menggunakan metode suku bunga efektif, sedangkan aset keuangan tersedia untuk dijual yang tidak memiliki harga kuotasi dicatat pada biaya perolehan. Subsequent to initial recognition, loans and receivables are measured at amortized cost (see Note 2d.5) using the effective interest method, and available-for-sale of unquoted financial assets are measured at cost. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi (lihat Catatan 2d.5) dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Subsequent to initial recognition, financial liabilities are measured at amortized cost (see Note 2d.5) using the effective interest method.
  • 409.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 408 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 23 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) d.3. Penghentian pengakuan d.3. Derecognition Perseroan menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluwarsa, atau pada saat Perseroan mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Perseroan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau kewajiban atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perseroan diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah. The Company derecognizes a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when the Company transfers the rights to receive the contractual cash flows on the financial asset in a transaction in which substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset are transferred. Any interest in transferred financial assets that is created or retained by the Company is recognized as a separate asset or liability. Perseroan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. The Company derecognizes a financial liability when its contractual obligations are discharged or cancelled or expired. Dalam transaksi dimana Perseroan secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Perseroan menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perseroan tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perseroan tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan, yang ditentukan oleh besarnya perubahan nilai aset yang ditransfer. In transactions where the Company neither retains nor transfers substantially all the risks and rewards of ownership of a financial asset, the Company derecognizes the asset if it does not retain control over the asset. The rights and obligations retained in the transfer are recognized separately as assets and liabilities as appropriate. In transfers where control over the asset is retained, the Company continues to recognize the asset to the extent of its continuing involvement, determined by the extent to which it is exposed to changes in the value of the transferred asset. Perseroan menghapusbukukan saldo piutang pembiayaan konsumen pada saat Perseroan menentukan bahwa aset tersebut tidak dapat ditagih lagi. Penerimaan atau pemulihan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain. The Company writes off a consumer financing receivable when the Company determines that the asset is uncollectible. Collection or recovery of financial assets which had been written-off is recorded as other income. d.4. Saling hapus d.4. Offsetting Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perseroan memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Financial assets and financial liabilities shall be offset and the net amount is presented in the statement of financial position when and only when, the Company has a legal enforceable right to set off the amounts and intends either to settle on a net basis or to realize the asset and settle the liability simultaneously.
  • 410.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 409 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) d.4. Saling hapus (lanjutan) d.4. Offsetting (continued) Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi. Income and expense are presented on a net basis only when permitted by accounting standards. d.5. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi d.5. Amortized cost measurement Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai. The amortized cost of a financial asset or financial liability is the amount at which the financial asset or liability is measured at initial recognition, minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between the initial amount recognized and the maturity amount, minus any reduction for impairment. d.6. Pengukuran nilai wajar d.6. Fair value measurement Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm's length transaction) pada tanggal pengukuran. Fair value is the amount for which an asset could be exchanged, or a liability settled, between knowledgeable, willing parties in an arm's length transaction on the measurement date. Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi sewaktu-waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. When available, the Company measures the fair value of an instrument using quoted prices in an active market for that instrument. A market is regarded as active if quoted prices are readily and regularly available and represent actual and regularly occurring market transactions on an arm's length basis.
  • 411.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 410 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) d.6. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) d.6. Fair value measurement (continued) Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Perseroan menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami, berkeinginan, dan jika tersedia, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan model penetapan harga opsi (option pricing model). Teknik penilaian yang dipilih memaksimalkan penggunaan input pasar, dan meminimalkan penggunaan taksiran yang bersifat spesifik dari Perseroan, memasukkan semua faktor yang akan dipertimbangkan oleh para pelaku pasar dalam menetapkan suatu harga dan konsisten dengan metodologi ekonomi yang diterima dalam penetapan harga instrumen keuangan. Input yang digunakan dalam teknik penilaian secara memadai mencerminkan ekspektasi pasar dan ukuran atas faktor risiko dan pengembalian (risk-return) yang melekat pada instrumen keuangan. Perseroan mengkalibrasi teknik penilaian dan menguji validitasnya dengan menggunakan harga-harga dari transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi untuk instrumen yang sama atau atas dasar data pasar lainnya yang tersedia yang dapat diobservasi. If a market for a financial instrument is not active, the Company establishes fair value using a valuation technique. Valuation techniques include using recent arm's length transactions between knowledgeable and willing parties, and if available, reference to the current fair value of other instruments that are substantially the same, discounted cash flows analysis and option pricing models. The chosen valuation technique makes maximum use of market inputs, relies as little as possible on estimates specific to the Company, incorporates all factors that market participants would consider in setting a price, and is consistent with accepted economic methodologies for pricing financial instruments. Inputs to valuation techniques reasonably represent market expectations and measures of the risk-return factors inherent in the financial instrument. The Company calibrates valuation techniques and tests them for validity using prices from observable current market transactions in the same instrument or based on other available observable market data. Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan atau diterima, kecuali jika nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan perbandingan dengan transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi dari suatu instrumen yang sama (yaitu tanpa modifikasi atau pengemasan ulang), atau berdasarkan suatu teknik penilaian yang variabelnya hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi. Jika harga transaksi memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada awalnya diukur pada harga transaksi dan selisih antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya diperoleh dari model penilaian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif setelah pengakuan awal tergantung pada masing-masing fakta dan keadaaan dari transaksi tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup. The best evidence of the fair value of a financial instrument at initial recognition is the transaction price, i.e, the fair value of the consideration given or received, unless the fair value of that instrument is evidenced by comparison with the other observable current market transactions in the same instrument (i.e., without modification or repackaging), or based on a valuation technique whose variables include only data from observable markets. When transaction price provides the best evindence of fair value at initial recognition, the financial instrument is initially measured at the transaction price and any difference between this price and the value initially obtained from a valuation model is subsequently recognized in the statement of comprehensive income depending on the individual facts and circumstances of the transaction but not later than when the valuation is supported wholly by observable market data or the transaction is closed out.
  • 412.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 411 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) d. Financial assets and liabilities (continued) d.6. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) d.6. Fair value measurement (continued) Nilai wajar mencerminkan risiko kredit atas instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian yang dilakukan untuk memasukkan risiko kredit Perseroan dan pihak lawan, mana yang lebih sesuai. Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari model penilaian akan disesuaikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model penilaian, sepanjang Perseroan yakin bahwa keterlibatan suatu pasar pihak ketiga akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam penetapan harga suatu transaksi. Fair values reflect the credit risk of the financial instruments and include adjustments to take account of the credit risk of the Company and counterparty where appropriate. Fair value estimates obtained from models are adjusted for any other factors, such as liquidity risk or model uncertainties, to the extent that the Company believes a third-party market participation would take them into account in pricing a transaction. e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, sepanjang deposito berjangka tersebut tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima, serta tidak dibatasi penggunaannya. Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and time deposits with a maturity period of 3 months or less since the date of placement, as long as these time deposits are not pledged as collaterals for borrowings nor restricted. f. Akuntansi pembiayaan konsumen dan sewa f. Accounting for consumer financing and leases f.1. Akuntansi pembiayaan konsumen f.1. Accounting for consumer financing Sebelum tanggal 1 Januari 2010, piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan kerugian penurunan nilai. Prior to 1 January 2010, consumer financing receivables are stated at net of joint financing, unearned consumer financing income and allowance for impairment losses. Sejak tanggal 1 Januari 2010, piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, dan setelah pengakuan awal, dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (lihat Catatan 2d.5). Starting 1 January 2010, consumer financing receivables are classified as loans and receivables, and subsequent to initial recognition, are carried at amortized cost using the effective interest method (see Note 2d.5). Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok pembiayaan, yang diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu kontrak berdasarkan tingkat suku bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen. Unearned consumer financing income represents the difference between total installments to be received from the consumer and the principal amount financed, which is recognized as income over the term of the contract based on effective interest rate of the related consumer financing receivable.
  • 413.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 412 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 27 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Akuntansi pembiayaan konsumen dan sewa (lanjutan) f. Accounting for consumer financing and leases (continued) f.1. Akuntansi pembiayaan konsumen (lanjutan) f.1. Accounting for consumer financing (continued) Piutang pembiayaan konsumen yang pembayaran angsurannya menunggak lebih dari 90 hari diklasifikasikan sebagai piutang bermasalah dan pendapatan pembiayaan konsumen diakui pada saat pendapatan tersebut diterima (cash basis). Bila terjadi wanprestasi, piutang pembiayaan konsumen dapat diselesaikan dengan menjual kendaraan yang dibiayai oleh Perseroan, seperti yang dijelaskan pada Catatan 2l. Consumer financing receivables which installments are overdue for more than 90 days are classified as non-performing receivables and the related consumer financing income is recognized only when it is actually collected (cash basis). In the events of default, consumer financing receivables could be settled by selling their motor vehicle that financed by the Company, as stated in Note 2l. Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan keuntungan yang timbul diakui dalam laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. Early termination of a contract is treated as a cancellation of an existing contract and the resulting gain is recognized in the current year statement of comprehensive income. Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 210 hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat diterima. Consumer financing receivables will be written-off when they are overdue for more than 210 days. Recoveries from written-off receivables are recognized as other income upon receipt. f.2. Akuntansi sewa f.2. Accounting for leases Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Leases are classified as finance leases if the leases transfer substantially all the risks and rewards incindetal to ownership of the leased assets. Leases are classified as operating leases if the leases do not transfer substantially all the risks and rewards incindetal to ownership of the leased assets. Perseroan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa bersih. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan penghasilan sewa pembiayaan. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih Perseroan sebagai lessor dalam sewa pembiayaan. The Company recognized assets held under a financing lease in its statement of financial position and present them as a receivable at an amount equal to the net investment in the lease. Lease payment receivable is treated as repayment of principal and financing lease income. The recognition of financing lease income is based on a pattern reflecting a constant periodic rate of return on the Company’s net investment in the financing lease.
  • 414.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 413 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Pembiayaan bersama g. Joint financing Dalam pembiayaan bersama antara Perseroan dan penyedia fasilitas pembiayaan bersama, Perseroan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada konsumen dibandingkan tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian pembiayaan bersama dengan penyedia fasilitas pembiayaan bersama. In joint financing arrangements between the Company and the joint financing facility provider, the Company has the right to set higher interest rates to the consumers than the interest rates stated in the joint financing agreement with the joint financing facility provider. Seluruh kontrak pembiayaan bersama yang dilakukan oleh Perseroan merupakan pembiayaan bersama tanpa tanggung renteng (without recourse) dimana hanya porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai Perseroan yang dicatat sebagai piutang pembiayaan konsumen di laporan posisi keuangan (pendekatan neto). Pendapatan pembiayaan konsumen disajikan di laporan laba rugi komprehensif setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak pihak-pihak lain yang berpartisipasi pada transaksi pembiayaan bersama tersebut. All joint financing contracts entered by the Company are joint financing without recourse in which only the Company’s financing portion of the total installments are recorded as consumer financing receivables in the statement of financial position (net approach). Consumer financing income is presented in the statement of comprehensive income after deducting the portions belong to other parties participated to these joint financing transactions. h. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan h. Allowance for impairment losses of financial asset Sebelum tanggal 1 Januari 2010, Perseroan menetapkan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen berdasarkan penelaahan secara keseluruhan terhadap keadaan akun piutang pada akhir tahun, dengan mempertimbangkan umur piutang pembiayaan konsumen. Berkaitan dengan implementasi manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang melakukan pengendalian terhadap anak perusahaan (peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006), Perseroan juga menghitung jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai atas portofolio piutang pembiayaan konsumen berdasarkan peraturan Bank Indonesia tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum untuk tujuan kepatuhan induk perusahaannya (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) terhadap peraturan Bank Indonesia tersebut di atas. Prior to 1 January 2010, the Company provides an allowance for impairment losses of consumer financing receivables based on an overall review of receivables at the end of the year, with consideration of the aging of consumer financing receivables. In connection with the implementation of consolidated risk management for banks which exercised control over subsidiaries (Bank Indonesia regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 30 January 2006), the Company also calculated the amounts of allowance for impairment losses on its consumer financing receivables portfolio in accordance with Bank Indonesia regulation concerning Assets Quality Rating for Commercial Banks for the purpose of its parent company (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) complying with the above Bank Indonesia regulation. Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada setiap tanggal pelaporan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif telah terjadinya penurunan nilai atas aset keuangan Perseroan. Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika bukti obyektif menunjukkan bahwa peristiwa yang merugikan telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut berdampak pada arus kas masa datang atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Starting 1 January 2010, at each reporting date, the Company assesses whether there is objective evidence that the Company's financial assets are impaired. Financial assets are impaired when objective evidence demonstrates that a loss event has occurred after the initial recognition of the financial assets, and that loss event has an impact on the future cash flows on the financial assets that can be estimated reliably.
  • 415.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 414 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 29 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) h. Allowance for impairment losses of financial asset (continued) Bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi wanprestasi atau tunggakan pembayaran oleh debitur, restrukturisasi piutang oleh Perseroan dengan persyaratan yang tidak mungkin diberikan jika debitur tidak mengalami kesulitan keuangan, indikasi bahwa debitur akan dinyatakan pailit, atau data yang dapat diobservasi lainnya yang terkait dengan kelompok aset keuangan seperti memburuknya status pembayaran debitur dalam kelompok tersebut, atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut. Objective evidence that financial assets are impaired can include default or delinquency by a borrower, restructuring of a loan or advance by the Company on terms that the Company would not otherwise consider, indications that a borrower will enter into bankruptcy, or other observable data relating to a group of assets such as adverse changes in the payment status of borrowers in the group, or economic conditions that correlate with defaults in the group. Perseroan menentukan bukti penurunan nilai atas piutang pembiayaan konsumennya secara kolektif karena manajemen yakin bahwa piutang pembiayaan konsumen ini memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa. The Company determines evidence of impairment for consumer financing receivables at a collective level because the management believes that these consumer financing receivables have similar credit risk characteristics. Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, Perseroan menggunakan model statistik dari tren historis atas probabilitas wanprestasi, waktu pemulihan kembali dan jumlah kerugian yang terjadi, yang disesuaikan dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah kondisi ekonomi dan kredit terkini sedemikian rupa sehingga dapat mengakibatkan kerugian aktual yang jumlahnya akan lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah yang ditentukan oleh model historis. Tingkat wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu yang diharapkan untuk pemulihan di masa datang akan diperbandingkan secara berkala terhadap hasil aktual untuk memastikan estimasi tersebut masih memadai. In assessing collective impairment, the Company uses statistical modeling of historical trends of the probability of default, timing of recoveries and the amount of loss incurred, adjusted for management's judgment as to whether current economic and credit conditions are such that the actual losses are likely to be greater or less than suggested by historical modeling. Default rates, loss rates and the expected timing of future recoveries are regularly benchmarked against actual outcomes to ensure that they remain appropriate. Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui menyebabkan kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dan pemulihan tersebut diakui pada laporan laba rugi komprehensif. When a subsequent event causes the amount of impairment loss to decrease, the impairment loss is reversed through statement of comprehensive income. i. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko i. Derivative instrument held for risk mangement Seluruh instrumen derivatif yang dimiliki Perseroan digunakan untuk tujuan manajemen risiko. Instrumen derivatif ini digunakan untuk lindung nilai eksposur risiko suku bunga dan risiko mata uang Perseroan. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko diukur pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai, beberapa kriteria tertentu harus dipenuhi, termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai. All derivative instruments held by the Company are for risk management purposes. These derivative instruments are used to hedge the Company’s exposures to interest rate risk and currency risk. Derivative instruments held for risk management are measured at fair value in the statement of financial position. To qualify for hedge accounting, certain criteria are to be met, including formal documentation to be in place at the inception of the hedge.
  • 416.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 415 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko (lanjutan) i. Derivative instrument held for risk management (continued) Pada penetapan awal lindung nilai, Perseroan mendokumentasikan secara formal hubungan antara instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai, termasuk tujuan manajemen risiko dan strategi dalam melaksanakan transaksi lindung nilai, bersamaan dengan metode yang akan digunakan untuk menilai efektivitas hubungan lindung nilai. Perseroan menilai, pada awal hubungan lindung nilai dan juga secara berkesinambungan, apakah instrumen lindung nilai diharapkan akan ‘sangat efektif’ dalam rangka saling hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas dari item yang dilindung nilai sepanjang periode dimana lindung nilai tersebut ditetapkan, dan apakah hasil aktual dari setiap lindung nilai berada dalam kisaran 80-125 persen. On initial designation of the hedge, the Company formally documents the relationship between the hedging instruments and hedged items, including the risk management objective and strategy in undertaking the hedge transaction, together with the method that will be used to assess the effectiveness of the hedging relationship. The Company makes an assessment, both at the inception of the hedge relationship as well as on an ongoing basis, whether the hedging instruments are expected to be ‘highly effective’ in offsetting the changes in the fair value or cash flows of the respective hedges items during the period for which the hedge is designated, and whether the actual results of each hedge are within a range of 80-125 percent. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif tahun yang bersangkutan. Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat akuntansi lindung nilai, perubahan nilai wajar yang berkaitan dengan lindung nilai diakui sebagai penyesuaian terhadap item yang dilindungi nilainya dalam laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan atau disajikan dalam ekuitas, tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari lindung nilai tersebut. Changes in fair value of derivative instruments that do not qualify for hedge accounting are recognized in the current year statement of comprehensive income. If derivative instruments are designated and qualify for hedge accounting, changes in fair value of derivative instruments are recorded as adjustments to the items being hedged in the current year statement of comprehensive income or in the equity, depending on the type of hedge transaction represented and the effectiveness of the hedge. Perseroan menetapkan derivatif sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas apabila instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas yang telah diakui atau prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi. Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas dalam hubungan lindung nilai yang memenuhi kualifikasi ditangguhkan pada keuntungan/(kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas, yang merupakan bagian dari ekuitas. Bagian yang tidak efektif diakui secara langsung pada laporan laba rugi komprehensif. Jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas direklasifikasi ke dalam laporan laba rugi komprehensif dalam periode yang sama dimana arus kas yang dilindung nilai mempengaruhi laba atau rugi, dan pada item yang sama dalam laporan laba rugi komprehensif. The Company designates derivatives as the hedging instruments of cash flows hedges where the instrument hedges the variability in cash flows attributable to a particular risk associated with of a recognized asset or liability, or a highly probable forecast transaction that could affect profit or loss. The effective portion of changes in the fair value of derivatives designated as hedging instruments of cash flows hedges in qualifying hedging relationships is deferred to the cumulative gains/(losses) on derivative instruments for cash flows hedges, which forms part of equity. Any ineffective portion is recognized immediately in the statement of comprehensive income. Amounts deferred in equity are reclassified to statements of comprehensive income as a reclassification adjustment in the same period as the hedged cash flows affect profit or loss, and in the same line item in the statement of comprehensive income.
  • 417.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 416 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 31 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen risiko (lanjutan) i. Derivative instrument held for risk management (continued) Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada keuntungan (kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas dan direklasifikasi ke laporan laba rugi komprehensif ketika item yang dilindung nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. When the hedging instrument expires or sold, terminated, exercised, or no longer qualifies for hedge accounting, the cumulative amount deferred in equity remains in the cumulative gains (losses) on derivative instruments for cash flows hedges, and is subsequently transferred to the statement of comprehensive income when the hedged item is recognized in the statement of comprehensive income. Ketika suatu prakiraan transaksi akan dilindung nilai tidak lagi diharapkan akan terjadi, jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas diakui segera dalam laporan laba rugi komprehensif. When a forecast hedged transaction is no longer expected to occur, the amount deferred in equity is recognized immediately in the statement of comprehensive income. j. Beban dibayar dimuka j. Prepaid expenses Beban dibayar dimuka dibebankan selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over the period of benefits using the straight-line method. Beban dibayar dimuka berupa sewa dan partisi dan interior bangunan sewa diamortisasi selama masa sewa. Prepaid expenses of rent and building improvements for rental offices are amortized during the period of rent. k. Beban tangguhan k. Deferred charges Sebelum 1 Januari 2010, beban yang terkait langsung dengan perolehan pembiayaan konsumen terdiri dari komisi, subsidi dan promosi langsung yang diberikan berdasarkan pencapaian perolehan pembiayaan konsumen, dicatat sebagai beban tangguhan (lihat Catatan 2d.2). Prior to 1 January 2010, costs directly incurred in acquiring consumer financing which consists of commission, subsidy and direct promotion which are paid based on the achievement of consumer financing acquisition are recorded as deffered charges (see Note 2d.2). l. Piutang lain-lain l. Other receivables Salah satu bagian dari piutang lain-lain merupakan piutang yang berasal dari jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan konsumen, yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen terkait atau nilai realisasi bersih dari jaminan kendaraan milik konsumen tersebut. Selisih antara nilai tercatat dan nilai realisasi bersih piutang dicatat sebagai penyisihan kerugian penurunan nilai piutang lain-lain dan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. A part of other receivables represents receivables derived from motor vehicle collaterals owned by customers for settlement of their consumer financing receivables, which is presented at the lower of the carrying value of the related consumer financing receivables or the net realizable value of the motor vehicle collaterals. The difference between the carrying value and the net realizable value of receivables is recorded as allowance for impairment losses of other receivables and is charged to the current year statement of comprehensive income. Perseroan menerima kendaraan dari konsumen dan membantu untuk menjual kendaraan tersebut sehingga konsumen dapat melunasi utang pembiayaan konsumennya. The Company receives motor vehicles from customers and assists them in selling their motor vehicles so that the customers are able to settle their consumer financing payables.
  • 418.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 417 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 32 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Piutang lain-lain (lanjutan) l. Other receivables (continued) Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan untuk menjual kendaraan ataupun melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian piutang pembiayaan konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai penjualan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. The customers give the right to the Company to sell the motor vehicles or take any other actions to settle the outstanding consumer financing receivables in the events of default. Customers are entitled to the positive difference between the proceeds from sale of the motor vehicles and the outstanding consumer financing receivables. If the difference is negative, the resulting loss is charged to the current year statement of comprehensive income. m. Investasi dalam saham m. Investment in shares Sebelum tanggal 1 Januari 2010, penyertaan pada perusahaan dimana perseroan mempunyai persentase hak suara kurang dari 20 % dicatat dengan metode biaya. Prior to 1 January 2010, investment where the company has an ownership interest less than 20 % were recorded based on the cost method. Sejak tanggal 1 Januari 2010, investasi dalam saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual (lihat Catatan 2d.1) dicatat sebesar biaya perolehan setelah pengakuan awalnya karena terdiri dari efek ekuitas tanpa harga kuotasi yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Starting 1 January 2010, Investment in shares classified as available-for-sale financial asset (see Note 2d.1) is carried at cost after its initial recognition as it consists of unquoted equity securities whose fair value cannot be reliably measured. Dividen kas (kecuali dividen saham) yang diterima atas investasi dalam saham diakui sebagai pendapatan lain-lain. Cash dividend (except stock dividend) received from investment in shares is recognized as other income. n. Aset tetap n. Fixed assets Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengukuran awal, aset tetap diukur dengan model biaya, dicatat pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Fixed assets are initially recognized at acquisition cost. After initial measurement, fixed assets are measured using the cost model, carried at its cost less any accumulated depreciation and accumulated impairment losses. Harga perolehan mencakup harga pembelian dan semua beban yang terkait secara langsung untuk membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk memungkinkan aset tersebut beroperasi sebagaimana ditentukan oleh manajemen. Acquisition cost includes purchase price and any costs directly attributable to bring the assets to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan. Land is stated at cost and not depreciated. Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan harga perolehan hingga mencapai nilai sisa sepanjang estimasi masa manfaatnya sebagai berikut: Depreciation on fixed assets other than land are calculated on the straight-line method to allocate their cost to their residual values over their estimated useful lives as follows:
  • 419.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 418 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 33 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) n. Aset tetap (lanjutan) n. Fixed assets (continued) Tahun/Years Bangunan 20 Buildings Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor 5 Furniture, fixtures and office equipment Kendaraan bermotor 5 Motor vehicles Partisi dan interior 5 Building improvements Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi komprehensif selama tahun dimana beban-beban tersebut terjadi. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi dan disusutkan. Repairs and maintenance are charged to the statement of comprehensive income during the year in which they are incurred. Expenditures that extend the future life of assets or provide further economic benefits are capitalized and depreciated. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. When fixed assets are retired or disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the statement of financial position, and the resulting gains or losses are recognized in the current year statement of comprehensive income. Akumulasi beban konstruksi aset tetap dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Beban tersebut direklasifikasi ke aset tetap pada saat proses konstruksi selesai dan siap digunakan. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama. The accumulated costs of the construction of fixed assets are capitalized as construction in progress. These costs are reclassified to fixed assets when the construction is completed and ready for their intended use. Depreciation is charged from such date. Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai. When the carrying amount of fixed assets is greater than its estimated recoverable amount, it is written down to its recoverable amount which is determined at the higher of net selling price or value in use. o. Aset takberwujud o. Intangible assets Aset takberwujud berupa perangkat lunak yang dibeli oleh Perseroan, sesuai dengan PSAK No. 19 (Revisi 2010): “Aset Takberwujud”, dicatat sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Intangible assets which consist of software acquired by the Company, according to SFAS No. 19 (2010 Revision), “Intangible Asset”, are stated at cost less accumulated amortization and accumulated impairment losses. Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut menambah manfaat ekonomi di masa mendatang untuk aset yang bersangkutan. Semua pengeluaran lainnya dibebankan pada saat terjadinya. Subsequent expenditure on software assets is capitalized only when it increases the future economic benefits embodied in the specific asset to which it relates. All other expenditures are expensed as incurred. Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi masa manfaatnya, dimulai dari tanggal perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. Estimasi masa manfaat perangkat lunak adalah lima tahun. Amortization is recognized in the statement of comprehensive income on a straight-line method over the estimated useful life of software, from the date that it is available for use. The estimated useful life of software is five years.
  • 420.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 419 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 34 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) o. Aset takberwujud (lanjutan) o. Intangible assets (continued) Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan dan disesuaikan jika dianggap tepat. Amortization methods, useful lives and residual values are reviewed at each financial year-end and adjusted if appropriate. p. Pengakuan pendapatan dan beban p. Income and expense recognition p.1. Pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan bunga dan beban bunga p.1. Consumer financing income, interest income and interest expenses Pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan bunga dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Consumer financing income, interest income and interest expense are recognized using the effective interest method. Pengakuan beban provisi yang dibayar dimuka sehubungan dengan pinjaman yang diterima dan biaya emisi efek utang yang diterbitkan ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu pinjaman yang diterima dan efek utang yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode suku bunga efektif (menggunakan metode garis lurus pada tahun 2009) dan dicatat sebagai bagian dari beban bunga dan keuangan. Upfront fees related to the borrowings and debt securities issued issuance costs are deferred and amortized over the terms of the related borrowings and debt securities issued using the effective interest method (using straight-line method in 2009) and are recorded as part of interest expense and financing charges. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perseroan mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian di masa mendatang. The effective interest rate is the rate that exactly discounts the estimated future cash payments and receipts through the expected life of the financial asset or financial liability (or, where appropriate, a shorter period) to the carrying amount of the financial asset or financial liability. When calculating the effective interest rate, the Company estimates future cash flows considering all contractual terms of the financial instrument, but not future credit losses. Perhitungan suku bunga efektif mencakup seluruh fees dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, termasuk biaya transaksi. The calculation of the effective interest rate includes all fees and points paid or received that are an integral part of the effective interest rate, including transaction costs. p.2. Pendapatan lain-lain p.2. Other income Pendapatan administrasi diakui pada saat perjanjian pembiayaan konsumen ditandatangani. Administration income is recognized at the time the consumer financing contracts are signed. Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti diakui pada saat denda keterlambatan dan pinalti diterima. Late charges and penalty income are recognized when the late charges and penalty are received.
  • 421.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 420 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 35 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) q. Imbalan kerja q. Employees’ benefits Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual. Short-term employees’ benefits Short-term employees’ benefits are recognized when they are owed to the employees based on an accrual method. Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja Long-term and post-employment benefits Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja, seperti pensiun, uang pesangon, uang penghargaan dan imbalan lainnya, dihitung berdasarkan “Peraturan Perseroan” yang telah sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003”). Long-term and post-employment benefits, such as pension, severance pay, service pay and other benefits, are calculated in accordance with “Company Regulation” which is in line with Labour Law No. 13/2003 (“Law 13/2003”). Kewajiban imbalan pasca-kerja yang diakui di laporan posisi keuangan dihitung berdasarkan nilai kini dari estimasi kewajiban imbalan pasca-kerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai wajar aset bersih dana pensiun. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan metode projected-unit-credit. The obligation for post-employment benefits recognized in the statement of financial position is calculated at present value of estimated future benefits that the employees have earned in return for their services in the current and prior years, deducted by any plan assets. The calculation is performed by an independent actuary using the projected-unit-credit method. Ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi komprehensif dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama rata-rata sisa masa kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan laba rugi komprehensif. When the benefits of a plan change, the portion of the increased or decreased benefits relating to past services by employees is charged or credited to the statement of comprehensive income on a straight-line method over the average remaining service period until the benefits become vested. To the extent that the benefits vest immediately, the expense is recognized immediately in the statement of comprehensive income. Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasca-kerja pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui dengan menggunakan metode garis lurus selama sisa masa kerja rata-rata karyawan. Jika tidak, keuntungan atau kerugian aktuaria tidak diakui. Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting year exceeded 10% of the present value of the defined benefit obligation at that date. These gains or losses are recognized on a straight-line method over the average remaining working lives of the employees. Otherwise, the actuarial gains or losses are not recognized. Perseroan telah memiliki program iuran pasti yang mana Perseroan membayar iuran ke dana pensiun lembaga keuangan yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penghasilan tetap yang diterima karyawan yang sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan Perseroan. Iuran dibebankan ke dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terhutang. The Company has a defined contribution program where the Company pays contributions to a financial institution pension plan which is calculated at a certain percentage of fixed income of employees who meet the Company’s criteria. The contributions are charged to the statement of comprehensive income as they become payable.
  • 422.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 421 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 36 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employees’ benefits (continued) Imbalan kerja jangka panjang lainnya Other long-term employment benefits Perseroan memberikan imbalan kerja jangka panjang lainnya berupa tunjangan cuti besar yang ditentukan sesuai dengan Peraturan Perseroan. Perkiraan beban imbalan ini dihitung dan diakui sepanjang masa kerja karyawan dengan menggunakan metode yang diterapkan dalam menghitung kewajiban imbalan pasca-kerja. Kewajiban ini dihitung minimum satu tahun sekali oleh aktuaris independen. Imbalan kerja jangka panjang lainnya yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan laba rugi komprehensif. The Company provides other long-term employment benefits in the form of long service leave award which is determined in compliance with the Company’s Regulation. The expected costs of these benefits are calculated and recognized over the year of employment, using a method which is applied in calculating obligation for post-employment benefits. These obligations are calculated minimum once a year by an independent actuary. Other long term employment benefits that are vested, are recognized as expense immediately in the statement of comprehensive income. Pesangon pemutusan kontrak kerja Termination benefits Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal. Perseroan mengakui pesangon ketika Perseroan menunjukkan komitmennya untuk memutuskan kontrak kerja dengan karyawan berdasarkan suatu rencana formal terperinci yang kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Pesangon yang akan dibayarkan dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan didiskontokan untuk mencerminkan nilai kini. Termination benefits are payable when the employment of an employee is terminated before the normal retirement age. The Company recognizes termination benefits when it demonstrates its commitment to terminate the employment of employees according to a detailed formal plan and the possibility to withdraw the plan is remote. Benefits falling due more than 12 months after the statement of financial position date are discounted to reflect its present value. r. Efek utang yang diterbitkan r. Debt securities issued Efek utang yang diterbitkan meliputi medium term notes dan utang obligasi. Debt securities issued consist of medium term notes and bonds payable. Efek utang yang diterbitkan dicatat sebesar nilai nominal dikurangi saldo diskonto yang belum diamortisasi. Biaya emisi sehubungan dengan penerbitan efek utang diakui sebagai diskonto dan dikurangkan langsung dari hasil emisi untuk menentukan hasil emisi bersih efek utang yang diterbitkan tersebut. Debt securities issued are presented at nominal value net of unamortized discounts. Issuance costs in connection with the debt securities issuance are recognized as discounts and directly deducted from the proceeds of debt securities issuance to determine the net proceeds of the debt securities issued. Sebelum tanggal 1 Januari 2010, diskonto diamortisasi selama jangka waktu efek utang yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode garis lurus. Prior to 1 January 2010, the discounts are amortized over the period of the debt securities issued using the straight-line method. Sejak tanggal 1 Januari 2010, efek utang yang diterbitkan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif setelah pengakuan awalnya. Diskonto diamortisasi selama jangka waktu efek utang yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode suku bunga efektif (lihat Catatan 2p.1). Since 1 January 2010, debt securities issued are measured at amortized cost using effective interest method after initial recognition. The discounts are amortized over the period of the debt securities issued using the effective interest method (see Note 2p.1).
  • 423.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 422 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 37 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) s. Perpajakan s. Taxation Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tangguhan. Beban pajak diakui pada laporan laba rugi komprehensif kecuali untuk item yang langsung diakui di komponen ekuitas lainnya, dimana beban pajak yang terkait dengan item tersebut diakui di pendapatan komprehensif lain. Income tax expense comprises current and deferred tax. Income tax expense is recognized in the statement of comprehensive income except to the extent it relates to items recognized directly in other equity components, in which case it is recognized in other comprehensive income. Beban pajak kini adalah hutang pajak yang ditentukan berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Current tax is the expected tax payable on the taxable income for the current year, using tax rates enacted or substantively enacted at the statement of financial position date. Perseroan menerapkan metode aset dan liabilitas dalam menghitung beban pajaknya. Dengan metode ini, aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui setiap tanggal pelaporan sebesar perbedaan temporer aset dan liabilitas untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa akan datang, seperti kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa mendatang cukup besar (probable). Tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku digunakan dalam menentukan pajak penghasilan tangguhan. The Company adopts the asset and liability method in determining its income tax expense. Under this method, deferred tax assets and liabilities are recognized at each reporting date for temporary differences between the financial and tax bases of assets and liabilities. This method also requires the recognition of future tax benefits, such as tax loss carryforwards, to the extent that realization of such benefits is probable. Currently enacted or substantially enacted tax rates are used in the determination of deferred income tax. Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut. Deferred tax assets are recognized to the extent that it is probable that future taxable profit will be available to compensate the temporary differences which resulted in such deferred tax assets. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan, atau apabila dilakukan keberatan dan/atau banding, ketika hasil keberatan dan/atau banding sudah diputuskan. Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received, or if an objection and/or appeal is applied, when the results of the objection and/or appeal are determined. t. Laba bersih per saham t. Earnings per share Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah lembar saham yang beredar selama tahun berjalan. Earnings per share is computed by dividing net income with the weighted average number of outstanding shares during the current year. u. Penjabaran mata uang asing u. Foreign currency translation Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Transactions denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at the exchange rates prevailing at the date of the transaction. At the reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah using the exchange rates prevailing at the statement of financial position date.
  • 424.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 423 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 38 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) u. Foreign currency translation (continued) Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. Exchange gains and losses arising from transactions in foreign currencies and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognized in the current year statement of comprehensive income. Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, kurs nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Reuters sebesar masing-masing Rp 9.068 (nilai penuh), Rp 9.010 (nilai penuh) dan Rp 9.395 (nilai penuh) untuk 1 Dolar Amerika Serikat (USD). As at 31 December 2011, 2010 and 2009, the exchange rates used are Reuters’ middle rate of Rp 9,068 (full amount), Rp 9,010 (full amount) and Rp 9,395 (full amount) respectively, for 1 United States Dollar (USD). 3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGMENTS Pengungkapan ini merupakan tambahan atas pembahasan tentang manajemen risiko keuangan (lihat Catatan 31). These disclosures supplement the commentary on financial risk management (see Note 31). a. Sumber utama ketidakpastian estimasi a. Key sources of estimation uncertainty a.1. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan a.1. Allowance for impairment losses of financial assets Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan di Catatan 2h. Evaluation for impairment on financial assets accounted for at amortized cost are described in Note 2h. Evaluasi penyisihan kerugian penurunan nilai secara kolektif mencakup kerugian kredit yang melekat pada portofolio piutang pembiayaan konsumen dengan karakteristik ekonomi yang serupa ketika terdapat bukti obyektif bahwa telah terjadi penurunan nilai piutang dalam portofolio tersebut, namun penurunan nilai secara individu belum dapat diidentifikasi. Dalam menentukan perlunya untuk membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai secara kolektif, manajemen mempertimbangkan beberapa faktor seperti kualitas kredit, besarnya portofolio, konsentrasi kredit dan faktor-faktor ekonomi. Dalam mengestimasi penyisihan yang dibutuhkan, asumsi-asumsi dibuat untuk menentukan model kerugian bawaan dan untuk menentukan parameter input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman historis dan keadaan ekonomi saat ini. Ketepatan dari penyisihan ini bergantung pada asumsi model dan parameter yang digunakan dalam penentuan penyisihan kerugian penurunan nilai secara kolektif. Evaluation on collective impairment allowance cover credit losses inherent in portfolios of consumer financing receivables with similar economic characteristics when there is objective evidence to suggest that they contain impaired receivables, but the individual impaired items cannot yet be identified. In assessing the need for allowance for collective impairment losses, management considers several factors such as credit quality, portfolio size, credit concentrations and economic factors. In order to estimate the required allowance, assumptions are made to define the way inherent losses are modeled and to determine the required input parameters, based on historical experience and current economic conditions. The accuracy of the allowances depends on the model assumptions and parameters used in determining allowance for collective impairment losses.
  • 425.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 424 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 39 3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan) 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued) a. Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan) a. Key sources of estimation uncertainty (continued) a.2. Penentuan nilai wajar a.2. Determining fair values Dalam menentukan nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan dimana tidak terdapat harga pasar yang dapat diobservasi, Perseroan harus menggunakan teknik penilaian seperti dijelaskan pada Catatan 2d.6. Untuk instrumen keuangan yang jarang diperdagangkan dan tidak memiliki harga yang transparan, nilai wajarnya menjadi kurang obyektif dan karenanya, membutuhkan tingkat pertimbangan (judgment) yang beragam, tergantung pada likuiditas, konsentrasi, ketidakpastian faktor pasar, asumsi penentuan harga dan risiko lainnya yang mempengaruhi instrumen tertentu. In determining the fair value for financial assets and financial liabilities for which there is no observable market price, the Company must use the valuation techniques as described in Note 2d.6. For financial instruments that trade infrequently and have little price transparency, fair value is less objective, and requires varying degrees of judgment depending on liquidity, concentration, uncertainty of market factors, pricing assumptions and other risks affecting the specific instrument. b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menetapkan kebijakan akuntansi Perseroan b. Critical accounting judgments in applying the Company’s accounting policies Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menetapkan kebijakan akuntansi Perseroan meliputi penilaian instrumen keuangan. Critical accounting judgments made in applying the Company’s accounting policies include valuation of financial instruments. Kebijakan akuntansi Perseroan untuk pengukuran nilai wajar dibahas di Catatan 2d.6. The Company’s accounting policy on fair value measurements is discussed in Note 2d.6. Perseroan mengukur nilai wajar dengan menggunakan hirarki dari metode berikut ini: The Company measures fair values using the following hierarchy of methods: • Harga kuotasi di pasar yang aktif untuk instrumen keuangan yang sejenis. • Quoted market price in an active market for an identical instrument. • Teknik penilaian berdasarkan input yang dapat diobservasi. Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen keuangan yang dinilai dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen yang serupa; harga kuotasi untuk instrumen keuangan yang serupa di pasar yang kurang aktif; atau teknik penilaian lainnya dimana seluruh input signifikan yang digunakan dapat diobservasi secara langsung ataupun tidak langsung dari data yang tersedia di pasar. • Valuation techniques based on observable inputs. This category includes instruments valued using quoted market prices in active markets for similar instruments; quoted prices for similar instruments in markets that are considered less than active; or other valuation techniques where all significant inputs are directly or indirectly observable from market data.
  • 426.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 425 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 40 3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan) 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued) b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menetapkan kebijakan akuntansi Perseroan (lanjutan) b. Critical accounting judgments in applying the Company’s accounting policies (continued) Nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada kuotasi harga pasar. Untuk seluruh instrumen keuangan lainnya, Perseroan menentukan nilai wajar menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian termasuk model nilai tunai dan arus kas yang didiskontokan, dan perbandingan dengan instrumen yang serupa dimana terdapat harga pasar yang dapat diobservasi. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian dapat termasuk suku bunga bebas risiko (risk-free) dan suku bunga acuan, credit spread dan variabel lainnya yang digunakan dalam mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi, kurs mata uang asing, serta tingkat kerentanan dan korelasi harga yang diharapkan. Tujuan dari teknik penilaian adalah penentuan nilai wajar yang mencerminkan harga dari instrumen keuangan pada tanggal pelaporan yang akan ditentukan oleh para partisipan di pasar dalam suatu transaksi yang wajar. Fair values of financial assets and financial liabilities that are traded in active markets are based on quoted market prices. For all other financial instruments, the Company determines fair values using valuation techniques. Valuation techniques include net present value and discounted cash flow models, and comparison to similar instruments for which market observable prices exist. Assumptions and inputs used in valuation techniques may include risk-free and benchmark interest rates, credit spreads and other premia used in estimating discount rates, bond prices, foreign currency exchange rates, and expected price volatilities and correlations. The objective of valuation techniques is to arrive at a fair value determination that reflects the price of the financial instrument at the reporting date that would have been determined by market participants acting at arm’s length.
  • 427.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Kas Cash on hand Rupiah 113,885 40,692 26,295 Rupiah Kas di bank dan setara kas Cash in banks and cash equivalents Pihak ketiga Third parties Kas di bank Cash in banks Rupiah Rupiah PT Bank Central Asia Tbk 313,819 175,985 141,912 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 26,292 13,926 11,910 (Persero) Tbk PT Bank Mega Tbk 24,572 18,184 15,771 PT Bank Mega Tbk PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 10,239 6,813 891 (Persero) Tbk PT Bank Panin Tbk 8,887 3,827 1,090 PT Bank Panin Tbk The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai Banking Banking Corporation Ltd. 5,110 5,178 7,280 Corporation Ltd. PT Bank Pembangunan Daerah 2,856 2,224 1,229 PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,901 1,302 613 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Barclays Indonesia PT Bank Barclays Indonesia (sebelumnya PT Bank Akita) - - 787 (formerly PT Bank Akita) 426 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 41 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 500) 277 81 361 Others (each below Rp 500) 393,953 227,520 181,844 Dolar Amerika Serikat United States Dollar PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk (lihat Catatan 34) 2,762 1,246 1,582 (see Note 34) 396,715 228,766 183,426 Pihak berelasi Related party Kas di bank Cash in bank Rupiah Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2,282,846 348,071 277,286 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Setara kas - deposito berjangka Cash equivalents - time deposit Rupiah Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 1 ,000 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2,282,846 349,071 277,286 2,793,446 618,529 487,007 Tingkat suku bunga setahun untuk kas di bank berkisar 0,10% - 2,15% pada tahun 2011 (2010: 0,10% - 2,25%; 2009: 0,10% - 1,25%). Interest rate per annum for cash in banks ranging from 0.10% - 2.15% in 2011 (2010: 0.10% - 2.25%; 2009: 0.10% - 1.25%). Jangka waktu deposito berjangka adalah tiga bulan dengan tingkat suku bunga setahun berkisar 7,00% - 7,25% pada tahun 2011 (2010: 6,00% - 7,00%; 2009: 6,60% - 13,25%). The term of time deposit was three months and earned interest rate per annum ranging from 7.00% - 7.25% in 2011 (2010: 6.00% - 7.00%; 2009: 6.60% - 13.25%). Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun adalah 0,92% pada tanggal 31 Desember 2011 (2010: 1,25%). The weighted average effective interest rate per annum was 0.92%, as at 31 December 2011 (2010: 1.25%). Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar kas dan setara kas diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of cash and cash equivalents was disclosed in Note 32.
  • 428.
    5. PIUTANG PEMBIAYAANKONSUMEN 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES Piutang pembiayaan konsumen - bruto Consumer financing receivables - gross Pihak ketiga 52,209,898 39,461,714 25,435,234 Third parties Pihak berelasi 368 171 - Related party Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui Unearned consumer financing income Pihak ketiga (11,007,128) (8,806,118) (6,301,566) Third parties Pihak berelasi (50) (18) - Related party Dikurangi: Less: Bagian piutang pembiayaan konsumen Portion of consumer financing receivables yang dibiayai pihak berelasi - bersih (27,547,687) (23,915,802) (16,530,641) financed by a related party - net Penyisihan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses Pihak ketiga (414,527) (196,121) (41,113) Third parties Pihak berelasi (2) - - Related party Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 427 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 52,210,266 39,461,885 25,435,234 (11,007,178) (8,806,136) (6,301,566) 41,203,088 30,655,749 19,133,668 13,655,401 6,739,947 2,603,027 (414,529) (196,121) (41,113) 13,240,872 6,543,826 2,561,914 2011 2010 2009 42 Pada tanggal 31 Desember 2011, piutang pembiayaan konsumen - bruto termasuk biaya transaksi yang terkait langsung dengan pemberian pembiayaan konsumen sebesar Rp 2.023.422 (2010: Rp 1.549.835) (lihat Catatan 2d.2). As at 31 December 2011, consumer financing receivables - gross include transaction costs directly attributable to the origination of consumer financing accounts amounted to Rp 2,023,422 (2010: Rp 1,549,835) (see Note 2d.2). Angsuran piutang pembiayaan konsumen - bruto yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh temponya adalah sebagai berikut: The installments of consumer financing receivables - gross, which will be collected from consumers in accordance with the due dates were as follows: 2011 2010 2009 < 1 tahun 29,864,489 22,435,356 15,216,844 < 1 year 1 - 2 tahun 15,605,077 11,848,546 7,485,735 1 - 2 years > 2 tahun 6,740,700 5,177,983 2,732,655 > 2 years Jumlah piutang pembiayaan konsumen - bruto 52,210,266 39,461,885 25,435,234 Total consumer financing receivables - gross Suku bunga kontraktual setahun untuk pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut: Contractual interest rates per annum for consumer financing were as follows: Mobil 14.93% -20.01% 14.73% -21.57% 17.52% -28.05% Cars Sepeda motor 29.23% -35.14% 29.23% -37.73% 31.36% -41.54% Motorcycles
  • 429.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES 428 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 43 (continued) Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun pada tanggal 31 Desember 2011 adalah 13,98% untuk mobil (2010: 14,32%) dan 21,15% untuk sepeda motor (2010: 21,86%). The weighted average effective interest rate per annum as at 31 December 2011 was 13.98% for cars (2010 : 14.32%) and 21.15% for motorcycles (2010: 21.86%). Pengelompokan piutang pembiayaan konsumen - bruto menurut jumlah hari tunggakan adalah sebagai berikut: Classification of consumer financing receivables - gross based on overdue days was as follows: 2011 2010 2009 Tidak ada tunggakan 42,829,764 32,070,782 20,810,837 No past due 1-90 hari 8,727,835 6,901,993 4,383,561 1-90 days 91-120 hari 192,094 154,171 76,020 91-120 days 121-180 hari 318,180 237,838 117,050 121-180 days > 180 hari 142,393 97,101 47,766 > 180 days Piutang pembiayaan konsumen - bruto 52,210,266 39,461,885 25,435,234 Consumer financing receivables - gross Rincian pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui adalah sebagai berikut: Details of unearned consumer financing income were as follows: 2011 2010 2009 Dibiayai pihak berelasi 7,995,095 7,468,327 5,625,141 Financed by a related party Pembiayaan sendiri 3,012,083 1,337,809 676,425 Self financing 11,007,178 8,806,136 6,301,566 Perubahan penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: The movement of the allowance for impairment losses were as follows: 2011 2010 2009 Saldo pada awal tahun Balance at the beginning of year Pihak ketiga 196,121 41,113 36,280 Third parties Pihak berelasi - - 53 Related party 196,121 41,113 36,333 Penyesuaian terhadap saldo laba - belum ditentukan penggunaannya Adjustment to retained earnings - (lihat Catatan 37) - 83,070 - unappropriated (see Note 37) 196,121 124,183 36,333 Penyisihan/(pemulihan) selama tahun berjalan Allowance/(reversal) during the year Pihak ketiga 456,337 193,466 32,732 Third parties Pihak berelasi 2 - (53) Related party 456,339 193,466 32,679 6 52,460 317,649 6 9,012 Penghapusan piutang (237,931) (121,528) (27,899) Written-off receivables Saldo pada akhir tahun 414,529 1 96,121 41,113 Balance at the end of year
  • 430.
    5. PIUTANG PEMBIAYAANKONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 429 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 44 (continued) Sebelum tanggal 1 Januari 2010, untuk tujuan kepatuhan induk perusahaannya (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) terhadap Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 (lihat Catatan 2h), maka Perseroan juga membentuk penyisihan kerugian piutang pembiayaan konsumen dari pihak berelasi. Prior to 1 January 2010, for the purpose of its parent company (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) complying with Bank Indonesia Regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 30 January 2006 (see Note 2h), the Company also provided allowance for possible losses on consumer financing receivables from related party. Sejak 1 Januari 2010, piutang pembiayaan konsumen dievaluasi untuk penurunan nilai atas dasar seperti yang dijelaskan pada Catatan 2h. Starting 1 January 2010, consumer financing receivables are evaluated for impairment on a basis described in Note 2h. Piutang pembiayaan konsumen yang telah direstrukturisasi pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 96.032 (2010: Rp 64.593; 2009: Rp 63.424). Restructured consumer financing receivables as at 31 December 2011 amounting to Rp 96,032 (2010: Rp 64,593; 2009: Rp 63,424). Piutang pembiayaan konsumen pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 507.797 (2010: Rp 50.000; 2009: Rp 240.000) digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima (lihat Catatan 13); dan sebesar Rp 3.812.550, (2010: Rp 926.400; 2009: Rp 408.000) digunakan sebagai jaminan efek utang yang diterbitkan (lihat Catatan 15). Consumer financing receivables as at 31 December 2011 amounting to Rp 507,797 (2010: Rp 50,000; 2009: Rp 240,000) were used as collateral to borrowings (see Note 13); and amounting to Rp 3,812,550 (2010: Rp 926,400; 2009: Rp 408,000) were used as collateral to debt securities issued (see Note 15). Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan konsumen yang diberikan, Perseroan menerima jaminan dari konsumen berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (“BPKB”) atas kendaraan bermotor yang dibiayai Perseroan. As the collateral to the consumer financing receivables, the Company receives the Certificates of Ownership (“BPKB”) of the motor vehicles financed by the Company. Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. Management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses arising from uncollectible consumer financing receivables. Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar piutang pembiayaan konsumen diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of consumer financing receivables was disclosed in Note 32. 6. BEBAN DIBAYAR DIMUKA 6. PREPAID EXPENSES 2011 2010 2009 Sewa 129,332 77,781 49,472 Rent Partisi dan interior bangunan sewa 62,315 45,032 15,946 Building improvements for rental offices Tunjangan karyawan 37,547 9,816 6,120 Employees’ allowances Lain-lain 5,147 3,115 3,117 Others 234,341 135,744 74,655
  • 431.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 7. BEBAN TANGGUHAN 7. DEFERRED CHARGES Pihak ketiga Third parties Beban tangguhan - bruto - - 1,983,035 Deferred charges - gross Dikurangi: akumulasi amortisasi - - (1,007,029) Less: accumulated amortization Beban tangguhan - bersih - - 976,006 Deferred charges - net Pihak berelasi Related parties Beban tangguhan - bruto - - 14,395 Deferred charges - gross Dikurangi: akumulasi amortisasi - - (8,121) Less: accumulated amortization Beban tangguhan - bersih - - 6,274 Deferred charges - net 430 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 - - 982,280 45 Amortisasi beban tangguhan yang dicatat sebagai beban perolehan pembiayaan konsumen selama tahun 2009 sebesar Rp 949.821; sedangkan jumlah yang dicatat sebagai pengurang pendapatan pembiayaan konsumen sebesar Rp 27.006 (lihat Catatan 21 dan 27). Amortization of deferred charges which was recorded as acquisition cost of consumer financing during 2009 amounted to Rp 949,821; while the amount recorded as a deduction of consumer financing income amounted to Rp 27,006 (see Notes 21 and 27). Sejak tanggal 1 Januari 2010, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada pengakuan awal piutang pembiayaan konsumen (lihat Catatan 2d.2 dan 5). Starting 1 January 2010, transaction costs are added to the initial recognized amount of consumer financing receivables (see Notes 2d.2 and 5). Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. 8. PIUTANG LAIN-LAIN 8. OTHER RECEIVABLES 2011 2010 2009 Pihak ketiga Third parties Piutang karyawan 33,899 4,329 4,926 Employee receivables Klaim asuransi 12,570 7,656 3,231 Insurance claims Lain-lain - bersih 66,864 17,841 10,772 Others - net 113,333 29,826 18,929 Pihak berelasi Related party Piutang karyawan 9,368 1,574 2,297 Employee receivables 122,701 31,400 21,226 Termasuk dalam Lain-lain - bersih adalah piutang dari jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan konsumen pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 31.124 (2010: Rp 8.090; 2009: Rp 4.027). Included in Others - net are receivables from motor vehicles collateral owned by customers for settlement of consumer financing receivables as at 31 December 2011 amounted to Rp 31,124 (2010: Rp 8,090; 2009: Rp 4,027). Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang lain-lain - pihak ketiga yang dimasukkan sebagai “lain-lain” pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 13.106 (2010: Rp 3.798; 2009: Rp 2.506) cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang lain-lain - pihak ketiga. Management believes that allowance for impairment losses of other receivables - third parties included in “others” as at 31 December 2011 amounted to Rp 13,106 (2010: Rp 3,798; 2009: Rp 2,506) are adequate to cover possible losses from uncollectible receivables from other receivables - third parties. Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih. Management believes that all of other receivables can be fully collectible.
  • 432.
    8. PIUTANG LAIN-LAIN(lanjutan) 8. OTHER RECEIVABLES (continued) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 431 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 46 Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar piutang karyawan dan piutang klaim asuransi diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of employee receivables and insurance claims receivables was disclosed in Note 32. 9. ASET DERIVATIF UNTUK TUJUAN MANAJEMEN RISIKO 9. DERIVATIVE ASSETS HELD FOR RISK MANAGEMENT Perseroan mengadakan perjanjian cross currency swap dengan tujuan lindung nilai atas risiko fluktuasi arus kas yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan tingkat suku bunga atas pinjaman yang diterima dari PT Bank of Tokyo- Mitsubishi UFJ Ltd. - cabang Jakarta sebesar USD 25.000.000 (nilai penuh) dengan tingkat suku bunga mengambang. Periode kontrak dimulai sejak tanggal 25 Juli 2011 dan jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. The Company entered into cross currency swap contracts to hedge the risk of fluctuations in cash flows arising from exchange rates and interest rates on its borrowing from PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. - Jakarta branch amounting to USD 25,000,000 (full amount) and bears floating interest rate. The period of contract starting on 25 July 2011 and maturing on 2 August 2014. Perseroan menyetujui untuk membayar bunga dengan tingkat suku bunga tetap setahun untuk mata uang Rupiah sebesar 7,88% dan menerima bunga dengan tingkat suku bunga mengambang untuk mata uang USD dengan berpatokan pada BTMU SIBOR 3 bulan ditambah dengan tingkat margin sebesar 1,25%. The Company agreed to pay interest at fixed rate per annum for Rupiah currency at 7.88% and receive interest with a floating rate for USD currency with benchmark on BTMU 3-month SIBOR plus margin rate at 1.25%. Pada tanggal 31 Desember 2011, aset derivatif untuk tujuan manajemen risiko yang dimiliki Perseroan dari kontrak cross currency swap adalah sebesar Rp 10.205. As at 31 December 2011, the Company’s derivative assets held for risk management from the cross currency swap contract is Rp 10,205. Rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar instrumen derivatif untuk tahun berakhir 31 Desember 2011 sebesar Rp 2.571 disajikan sebagai “Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas” sebagai bagian “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan dan akan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat realisasinya. The losses arising from the changes in fair values of the derivative instruments for the year ended 31 Desember 2011 amounted to Rp 2,571 was presented as “Cumulative losses on derivative instruments for cash flows hedges” under the “Equity” section in the statement of financial position and will be recognized in the statement of comprehensive income upon its realization. Pada tanggal 31 Desember 2011, saldo atas pinjaman yang diterima dari PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. - cabang Jakarta adalah sebesar USD 22.916.667 (nilai penuh). As at 31 December 2011, outstanding borrowing from PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. - Jakarta branch amounting to USD 22,916,667 (full amount). 10. INVESTASI DALAM SAHAM 10. INVESTMENT IN SHARES Pada bulan April 2009, Perseroan melakukan investasi dalam saham pada PT Adira Quantum Multifinance, pihak berelasi, sebesar Rp 100, dengan persentase kepemilikan sebesar 1%. In April 2009, the Company invested in shares of stocks of PT Adira Quantum Multifinance, a related party, amounting to Rp 100, representing 1% ownership interest. Pada bulan Juli 2009, para pemegang saham PT Adira Quantum Multifinance memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor penuh menjadi sebesar Rp 100.000 dan membagikan dividen saham sebesar Rp 35.000. Perseroan memperoleh dividen saham sebesar Rp 350 dan melakukan penambahan investasi dalam saham pada PT Adira Quantum Multifinance sebesar Rp 550. In July 2009, PT Adira Quantum Multifinance‘s shareholders decided to increase its issued and fully paid shares to Rp 100,000 and agreed to declare stock dividends amounting to Rp 35,000. The Company obtained stock dividends amounting to Rp 350 and made an additional investment in shares of stocks of PT Adira Quantum Multifinance amounting to Rp 550.
  • 433.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 10. INVESTASI DALAM SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENT IN SHARES (continued) 432 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 47 Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, persentase kepemilikan saham pada PT Adira Quantum Multifinance adalah sebesar 1%. As at 31 December 2011, 2010 and 2009, percentage ownership interest in PT Adira Quantum Multifinance is 1%. Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar investasi dalam saham diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of investment in shares was disclosed in Note 32. 11. ASET TETAP 11. FIXED ASSETS 1 Januari/ Penambahan/ Pelepasan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ 1 January Additions Disposals Reclassifications 31 December Harga perolehan Acquisition cost Tanah 30,913 256 - - 31,169 Land Bangunan 32,141 - - 473 32,614 Buildings Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and dan peralatan kantor 262,656 114,928 (14,316) - 363,268 office equipment Kendaraan bermotor 32,669 18,432 (12,416) - 38,685 Motor vehicles Partisi dan interior 24,042 - - - 24,042 Building improvements 382,421 133,616 (26,732) 473 489,778 Aset dalam penyelesaian - 473 - (473) - Construction in progress 382,421 134,089 (26,732) - 489,778 Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Bangunan (9,876) (1,586) - - (11,462) Buildings Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and dan peralatan kantor (146,050) (46,540) 14,091 - (178,499) office equipment Kendaraan bermotor (13,044) (6,786) 6,003 - (13,827) Motor vehicles Partisi dan interior (22,091) (459) - - (22,550) Building improvements (191,061) (55,371) 20,094 - (226,338) Nilai buku bersih 191,360 263,440 Net book value
  • 434.
    11. ASET TETAP(lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued) 2010 1 Januari/ Penambahan/ Pelepasan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ 1 January Additions Disposals Reclassifications 31 December Harga perolehan Acquisition cost Tanah 30,913 - - - 30,913 Land Bangunan 32,141 - - - 32,141 Buildings Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and dan peralatan kantor 181,799 79,026 (5,285) 7,116 262,656 office equipment Kendaraan bermotor 28,147 11,679 (7,157) - 32,669 Motor vehicles Partisi dan interior 22,369 7 (1) 1,667 24,042 Building improvements 295,369 90,712 (12,443) 8,783 382,421 Aset dalam penyelesaian 7,316 1,467 - (8,783) - Construction in progress 302,685 92,179 (12,443) - 382,421 Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Bangunan (8,269) (1,607) - - (9,876) Buildings Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and dan peralatan kantor (117,889) (33,380) 5,219 - (146,050) office equipment Kendaraan bermotor (10,915) (5,629) 3,500 - (13,044) Motor vehicles Partisi dan interior (20,945) (1,147) 1 - (22,091) Building improvements (158,018) (41,763) 8,720 - (191,061) Nilai buku bersih 144,667 191,360 Net book value 2009 1 Januari/ Penambahan/ Pelepasan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ 1 January Additions Disposals Reclassifications 31 December Harga perolehan Acquisition cost Tanah 25,392 - (1,705) 7,226 30,913 Land Bangunan 39,602 146 (381) (7,226) 32,141 Buildings Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and dan peralatan kantor 166,347 17,031 (3,161) 1,582 181,799 office equipment Kendaraan bermotor 27,563 1,369 (5,140) 4,355 28,147 Motor vehicles Partisi dan interior 26,552 312 (4,800) 305 22,369 Building improvements 285,456 18,858 (15,187) 6,242 295,369 Aset dalam penyelesaian 2,526 11,032 - (6,242) 7,316 Construction in progress 287,982 29,890 (15,187) - 302,685 Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Bangunan (8,882) (1,688) 2,301 - (8,269) Buildings Perabotan, perlengkapan Furniture, fixtures and dan peralatan kantor (92,602) (28,323) 3,036 - (117,889) office equipment Kendaraan bermotor (7,640) (5,292) 2,017 - (10,915) Motor vehicles Partisi dan interior (23,663) (2,069) 4,787 - (20,945) Building improvements (132,787) (37,372) 12,141 - (158,018) Nilai buku bersih 155,195 144,667 Net book value Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 433 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 48
  • 435.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued) 434 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 49 Rincian aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: Details of construction in progress as at 31 December 2009 were as follows: Estimasi tahun penyelesaian/ Jumlah/ Estimated year Amount of completion Instalasi dalam penyelesaian 7,101 2010 75% -80% Installation in progress Renovasi dan peralatan dalam penyelesaian Renovation and equipment in progress untuk pembukaan jaringan usaha baru 215 2010 for new business networks 7,316 95% 2009 Persentase Penyelesaian/ Percentage of completion Hak atas tanah berupa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu masa penggunaan akan berakhir antara tahun 2013 sampai dengan tahun 2033. Manajemen berpendapat bahwa hak kepemilikan atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang pada saat jatuh tempo. The land rights are in the form of certificate of Hak Guna Bangunan (HGB), which will be due ranging from 2013 to 2033. Management believes that the land rights can be renewed or extended upon expiration. Rincian keuntungan atas pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut: Details of gain on disposal of fixed assets were as follows: 2011 2010 2009 Hasil pelepasan aset tetap 7,136 3,884 6,670 Proceeds from disposal of fixed assets Nilai buku aset tetap (6,638) (3,723) (5,135) Book value of fixed assets Laba atas pelepasan aset tetap 4 98 1 61 1,535 Gain on disposal of fixed assets Keuntungan atas pelepasan aset tetap diakui sebagai bagian dari “Pendapatan Lain-lain” pada laporan laba rugi komprehensif. Gain on disposal of fixed assets is recognized as part of “Other Income” in the statement of comprehensive income. Pada tanggal 31 Desember 2011, aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Adira Dinamika, pihak berelasi, terhadap risiko kerugian kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 250.981 (2010: Rp 170.552; 2009: Rp 156.707). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut sudah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. As at 31 December 2011, fixed assets, except for land, were insured with PT Asuransi Adira Dinamika, a related party, against losses arising from fire, flood and other risks with a total insurance coverage amounting to Rp 250,981 (2010: Rp 170,552; 2009: Rp 156,707). Management believes that the coverage is adequate to cover possible losses from such risks. Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. There were no fixed assets pledged as collateral as at 31 December 2011, 2010 and 2009. Tidak ada beban bunga pinjaman yang dikapitalisasi sebagai aset tetap pada tahun 2011, 2010 dan 2009. There were no interest expenses from borrowings which were capitalized as fixed assets in 2011, 2010 and 2009.
  • 436.
    12. ASET LAIN-LAIN12. OTHER ASSETS Investasi sewa pembiayaan - bersih 158,777 19,360 - Investment in finance leases - net Uang muka 30,382 20,910 11,432 Advance payments Uang jaminan 5,892 1,687 1,245 Security deposits Lain-lain 233 1,306 626 Others Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 435 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 195,284 43,263 13,303 50 Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar investasi sewa pembiayaan - bersih diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of investment in finance lease - net was disclosed in Note 32. 13. PINJAMAN YANG DITERIMA 13. BORROWINGS 2011 2010 2009 PT Bank Panin Tbk 1,500,000 50,000 150,000 PT Bank Panin Tbk Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. 499,961 - - Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. PT Bank Central Asia Tbk 499,714 - 75,000 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Jabar Tbk 250,000 - - PT Bank Jabar Tbk The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. 206,979 - - The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. 2,956,654 50,000 225,000 Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun atas pinjaman yang diterima pada tanggal 31 Desember 2011 adalah 8,08% (2010: 13,00%). The weighted average effective interest rate per annum on borrowings as at 31 December 2011 was 8.08% (2010: 13.00%) PT Bank Panin Tbk PT Bank Panin Tbk Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank Panin Tbk dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 200.000 (fasilitas I) dan Rp 1.500.000 (fasilitas II). Fasilitas II merupakan fasilitas pinjaman modal kerja berulang. Jangka waktu fasilitas I dimulai sejak tanggal 29 Juni 2009 dan jatuh tempo pada tanggal 29 September 2011 dengan tingkat suku bunga kontraktual setahun sebesar 13,00% pada tahun 2011, 2010 dan 2009. Fasilitas II dimulai sejak tanggal 30 Maret 2011 dan jatuh tempo berkisar pada tanggal 5 Januari 2012 sampai dengan 30 Maret 2012 dengan tingkat suku bunga kontraktual setahun berkisar antara 7,80% - 9,00% pada tahun 2011. The Company has working capital facilities from PT Bank Panin Tbk with a maximum credit limit amounting to Rp 200,000 (facility I) and Rp 1,500,000 (facility II). Facility II represents a revolving working capital facility. The periods of facility I starting on 29 June 2009 and maturing on 29 September 2011 with contractual interest rates per annum was at 13.00% in 2011, 2010 and 2009. Facility II starting on 30 March 2011 and maturing ranging from 5 January 2012 up to 30 March 2012 with contractual interest rates per annum ranging from 7.80% - 9.00% in 2011. Fasilitas I dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar 100% dan fasilitas II tidak dijamin oleh jaminan khusus (lihat Catatan 5). Rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 7,5:1 (fasilitas I) dan 10:1 (fasilitas II). Facility I is secured by consumer financing receivables with a minimum amount of 100% and facility II is unsecured loan (see Note 5). Debt to equity ratio not to exceed 7.5:1 (facility I) and 10:1 (facility II). Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan antara lain, melakukan penggabungan usaha atau mengikat diri sebagai penjamin, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Panin Tbk. During the period that the loans are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, enter into a merger or act as a guarantor, except with prior written consent from PT Bank Panin Tbk. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini. As at 31 December 2011, the Company has complied with all the requirements mentioned in this loan facility agreement.
  • 437.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued) Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. (Citibank) Citicorp Investment Bank (Singapore) Ltd. (Citibank) Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari Citibank dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 500.000, dimulai sejak tanggal 21 Juli 2011 dan jatuh tempo pada tanggal 3 Januari 2012. Tingkat suku bunga kontraktual setahun sebesar 6,75% pada tahun 2011. 436 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 51 The Company has a working capital facility from Citibank with a maximum credit limit amounting to Rp 500,000, starting on 21 July 2011 and maturing on 3 January 2012. Contractual interest rate per annum was at 6.75% in 2011. Fasilitas pinjaman ini tidak dijamin oleh jaminan khusus. This loan facility is unsecured loan. Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan antara lain, membuat hak jaminan melebihi 20% dari total pendapatan dan aset, mengikat diri sebagai penjamin atau melakukan penggabungan usaha, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Citibank. During the period that the loan is still outstanding, the Company is not allowed to, among others, make any encumbrance exceeding 20% of the total revenue and assets, act as a guarantor or enter into a merger, except with prior written consent from Citibank. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini. As at 31 December 2011, the Company has complied with all the requirements mentioned in this loan facility agreement. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari BCA dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 75.000 (fasilitas I) dan Rp 500.000 (fasilitas II). Fasilitas I merupakan fasilitas pinjaman modal kerja berulang. Jangka waktu fasilitas I dimulai sejak tanggal 14 Maret 2003 dan jatuh tempo pada tanggal 14 Maret 2012 dengan tingkat suku bunga kontraktual setahun sebesar 10,50% pada tahun 2011 (2010: 10,50% - 11,00%; 2009: 11,50% - 14,00%). Fasilitas II dimulai sejak tanggal 12 Agustus 2011 dan jatuh tempo berkisar pada tanggal 15 Pebruari 2012 sampai dengan 14 Maret 2012 dengan tingkat suku bunga kontraktual setahun sebesar 7,95% pada tahun 2011. The Company has working capital facilities from BCA with a maximum credit limit amounting to Rp 75,000 (facility I) and Rp 500,000 (facility II). Facility I represents a revolving working capital facility. The periods of facility I starting on 14 March 2003 and maturing on 14 March 2012 with contractual interest rates per annum was at 10.50% in 2011 (2010: 10.50% - 11.00%; 2009: 11.50% - 14.00%). Facility II starting on 12 August 2011 and maturing ranging from 15 February 2012 up to 14 March 2012 with contractual interest rates per annum was at 7.95% in 2011. Fasilitas-fasilitas pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar 60% dari jumlah saldo pinjaman yang diterima (lihat Catatan 5). This loan facilities are secured by consumer financing receivables with a minimum amount of 60% of total outstanding borrowing (see Note 5). Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan antara lain, melakukan investasi melebihi 25% dari modal disetor perusahaan investee, mengikat diri sebagai penjamin atau melakukan penggabungan usaha, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA. During the period that the loan is still outstanding, the Company is not allowed to, among others, make an investment exceeding 25% of the paid-up capital of the investee, act as a guarantor or enter into a merger, except with prior written consent from BCA. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan belum melakukan penarikan kembali atas fasilitas I pinjaman ini. As at 31 December 2011, the Company has not re drawdown the loan facility I. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari Bank BJB dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 250.000, dimulai sejak tanggal 25 Maret 2011 dan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2012. Tingkat suku bunga kontraktual setahun berkisar antara 9,00% - 9,10% pada tahun 2011. The Company has a working capital facility from Bank BJB with a maximum credit limit amounting to Rp 250,000, starting on 25 March 2011 and maturing on 25 September 2012. Contractual interest rate per annum ranging from 9.00% - 9.10% in 2011.
  • 438.
    13. PINJAMAN YANGDITERIMA (lanjutan) 13. BORROWINGS (continued) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 437 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 52 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) (lanjutan) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) (continued) Fasilitas pinjaman ini tidak dijamin oleh jaminan khusus. Rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 10:1, dan rasio aset lancar terhadap utang lancar tidak melebihi rasio 1,2:1. This loan facility is unsecured loan. Debt to equity ratio not to exceed 10:1 and current asset to current liability ratio not to exceed 1.2:1. Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan antara lain, melakukan investasi, membagikan dividen atau mengikat diri sebagai penjamin, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank BJB. During the period that the loan is still outstanding, the Company is not allowed to, among others, making an investment, declare dividend or act as a guarantor, except with prior written consent from Bank BJB. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini. As at 31 December 2011, the Company has complied with all the requirements mentioned in this loan facility agreement. The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. (BTMU) - Cabang Jakarta The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. (BTMU) - Jakarta Branch Perseroan memiliki fasilitas pinjaman modal kerja dari BTMU dengan batas maksimum kredit sejumlah USD 25.000.000 (nilai penuh), dimulai sejak tanggal 25 Juli 2011 dan jatuh tempo pada tanggal 2 Agustus 2014. Pembayaran pokok pinjaman ini dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Tingkat suku bunga kontraktual setahun berpatokan pada BTMU 3 bulan SIBOR ditambah dengan tingkat margin sebesar 1,25% pada tahun 2011. The Company has a working capital facility from BTMU with a maximum credit limit amounting to USD 25,000,000 (full amount), starting on 25 July 2011 and maturing on 2 August 2014. Principal of this loan is paid on a quarterly basis. The contractual interest rate per annum is benchmarked on BTMU 3-month SIBOR plus margin rate at 1.25% in 2011. Fasilitas pinjaman ini dijamin oleh piutang pembiayaan konsumen dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar 100% dari jumlah saldo pinjaman yang diterima. Rasio jumlah utang terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi rasio 7,5:1, dan rasio jumlah pendapatan terhadap jumlah beban keuangan tidak kurang dari rasio 2:1. This loan facilities are secured by consumer financing receivables with a minimum amount of 100% of total outstanding borrowing. Debt to equity ratio not to exceed 7.5:1 and total revenue to total financial charge ratio at least 2:1. Selama pinjaman belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan antara lain, melakukan investasi atau mengikat diri sebagai penjamin, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BTMU. During the period that the loan is still outstanding, the Company is not allowed to, among others, making an investment or act as a guarantor, except with prior written consent from BTMU. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas pinjaman ini. As at 31 December 2011, the Company has complied with all the requirements mentioned in this loan facility agreement. Pada tanggal 31 Desember 2011, amortisasi beban provisi dan administrasi atas fasilitas pinjaman ini yang dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif adalah sebesar Rp 259, sedangkan bagian yang belum diamortisasi sebesar Rp 818 dikurangkan dari jumlah nilai nominal fasilitas pinjaman ini . As at 31 December 2011, amortization of provision and administration expenses of this loan facility are charged to the statement of comprehensive income amounted to Rp 259, while the unamortized portion amounted to Rp 818 is deducted from balance of this loan facility nominal value. Saldo pinjaman yang diterima dalam mata uang Dolar Amerika Serikat sebesar USD 22.916.667 pada tanggal 31 Desember 2011, termasuk bunganya, telah dilindung nilai dengan kontrak cross currency swap (lihat Catatan 9). The outstanding balance of the borrowings denominated in United State Dollar amounting to USD 22,916,667 as at 31 Desember 2011, including the interest, were hedged by cross currency swap (see Note 9).
  • 439.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 14. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 14. ACCRUED EXPENSES Pihak ketiga Third parties Kesejahteraan karyawan 266,195 215,082 148,682 Employees' welfare Perolehan pembiayaan konsumen 163,808 169,823 85,206 Acquisition cost of consumer financing Imbalan pasca-kerja (lihat Catatan 29) 117,127 85,935 60,781 Post-employment benefits (see Note 29) Bunga 93,451 36,174 8,963 Interest Promosi 37,056 78,827 29,232 Promotion Lain-lain 58,675 28,550 18,586 Others Pihak berelasi Related parties Bunga 7,470 3,895 2,402 Interest Premi asuransi aset tetap 1,520 - - Insurance premium of fixed assets 438 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 736,312 614,391 351,450 8 ,990 3,895 2,402 745,302 618,286 353,852 53 Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar beban bunga yang masih harus dibayar diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of accrued interest expenses was disclosed in Note 32. 15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN 15. DEBT SECURITIES ISSUED Medium Term Notes (MTN) Medium Term Notes (MTN) Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011 (MTN I) Adira Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I Year 2011 (MTN I) Pada tanggal 9 Nopember 2011, Perseroan menerbitkan Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011 (MTN I) dengan nilai nominal sebesar Rp 400.000 terbagi atas Seri A dan Seri B. On 9 November 2011, the Company issued Adira Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I Year 2011 (MTN I) with a nominal value of Rp 400,000 which consist of Serial A and Serial B. Pembayaran bunga MTN I dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 10 Pebruari 2012 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri MTN I. Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp 240.000 pada tanggal 31 Desember 2011 (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok MTN belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan konsumen. Interest on MTN I is paid on a quarterly basis with the first payment on 10 February 2012 and the last payment together with payment of principal of each serial of the MTN I. The trustee agreement provides several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of consumer financing receivables amounting to Rp 240,000 as at 31 December 2011 (see Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. Moreover, during the year that the bonds principals are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, merge and sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer financing receivables assets. MTN Nilai nominal/ Nominal value Tingkat bunga tetap/ Fixed interest rate Jatuh tempo/ Due date Cicilan pokok MTN/ MTN principal installment Seri/Serial A Rp 200,000 8.40% 10 Mei/May 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial B Rp 200,000 8.65% 10 Nopember/ November 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date
  • 440.
    15. EFEK UTANGYANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) Medium Term Notes (MTN) (lanjutan) Medium Term Notes (MTN) (continued) Medium Term Notes I Adira Dinamika Multi Finance Tahun 2011 (MTN I) (lanjutan) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 439 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 54 Adira Dinamika Multi Finance Medium Term Notes I Year 2011 (MTN I) (continued) Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. As at 31 December 2011, the Company had complied with all the requirements mentioned in trustee agreement. Pada tanggal 31 Desember 2011, MTN I mendapat peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). As at 31 December 2011, MTN I is rated at idAA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pada tanggal 31 Desember 2011, amortisasi biaya emisi MTN yang dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif adalah sebesar Rp 41, sedangkan bagian yang belum diamortisasi sebesar Rp 989 dikurangkan dari jumlah nilai nominal MTN. As at 31 December 2011, amortization of MTN issuance costs charged to the statement of comprehensive income amounted to Rp 41, while the unamortized portion amounted to Rp 989 is deducted from balance of MTN nominal value. Beban bunga atas MTN pada tahun 2011 sebesar Rp 4.967. The interest expenses of MTN in 2011 amounted to Rp 4,967.
  • 441.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) Utang Obligasi Bonds Payable Nilai nominal: Nominal value: Obligasi II Bonds II Pihak ketiga - 90,000 175,000 Third parties Pihak berelasi - - 5,000 Related party Obligasi III Bonds III Pihak ketiga 282,000 333,000 379,000 Third parties Pihak berelasi 121,000 121,000 121,000 Related party Obligasi IV Bonds IV Pihak ketiga 1,740,000 1,900,000 - Third parties Pihak berelasi 260,000 100,000 - Related parties Obligasi V Bonds V Pihak ketiga 2,364,000 - - Third parties Pihak berelasi 136,000 - - Related parties Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Sustainable Bonds I Phase I Pihak ketiga 2,523,000 - - Third parties Pihak berelasi - - - Related parties Dikurangi: Less: Biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi (20,068) (8,768) (3,146) Unamortized bonds issuance costs Jumlah - bersih 7,405,932 2,535,232 676,854 Total - net Dikurangi: Less: Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun ( 1,480,209) (140,885) (135,818) Current portion Bagian yang jatuh tempo lebih dari satu tahun 5,925,723 2,394,347 541,036 Non-current portion Amortisasi biaya emisi obligasi yang Amortization of bonds issuance costs dibebankan ke laporan laba rugi charged to the statements of komprehensif (lihat Catatan 25) 6,022 2 ,043 1,850 comprehensive income (see Note 25) Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 Adira Dinamika Multi Finance Bonds II Year 2006 440 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 - 90,000 180,000 403,000 454,000 500,000 2,000,000 2,000,000 - 2,500,000 - - 2,523,000 - - 55 Obligasi/ Bonds Nilai nominal/ Nominal value Tingkat bunga tetap/ Fixed interest rate Jatuh tempo/ Due date Cicilan pokok obligasi/ Bonds principal installment Seri/Serial A Rp 570,000 14.40% 8 Juni/June 2009 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial B Rp 90,000 14.50% 8 Juni/June 2010 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial C Rp 90,000 14.60% 8 Juni/June 2011 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date
  • 442.
    15. EFEK UTANGYANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 (lanjutan) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 441 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 56 Adira Dinamika Multi Finance Bonds II Year 2006 (continued) Pada tanggal 24 Mei 2006, Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam melalui surat No. S-137/BL/2006 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance II Tahun 2006 (Obligasi II) dengan nilai nominal sebesar Rp 750.000 terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (sekarang bernama Bursa Efek Indonesia, lihat Catatan 1b) pada tanggal 8 Juni 2006. Wali amanat sehubungan dengan penawaran umum Obligasi II ini adalah PT Bank Permata Tbk. On 24 May 2006, the Company received the effective notification from Bapepam based on its letter No. S-137/BL/2006 in conjunction with the Public Offering of Adira Dinamika Multi Finance Bonds II Year 2006 (Bonds II) with a nominal value of Rp 750,000 which consist of Serial A, Serial B and Serial C and were listed at Surabaya Stock Exchange (now namely Indonesia Stock Exchange, see Note 1b) on 8 June 2006. PT Bank Permata Tbk is the trustee in connection with the public offering of Bonds II. Pembayaran bunga Obligasi II dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 8 September 2006 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi II. Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 54.000 (2009: Rp 108.000) (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 7,5:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain membagi dividen selama Perseroan lalai dalam membayar jumlah terutang obligasi, melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan konsumen. Interest on Bonds II is paid on a quarterly basis with the first payment on 8 September 2006 and the last payment together with payment of principal of each serial of the Bonds II. The trustee agreement provides several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of consumer financing receivables as at 31 December 2010 amounting to Rp 54,000 (2009: Rp 108,000) (see Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 7.5:1. Moreover, during the year that the bonds principals are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, declare dividends in the event that the Company is in default on its bonds obligations, merge and sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer financing receivables assets. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. The Company can buy back part or all of the bonds isssued under a condition that such action can only be conducted after the first anniversary since the issuance date. Perseroan melunasi seluruh utang pokok Obligasi II Seri A, Seri B dan Seri C masing-masing pada tanggal 8 Juni 2009, 2010 dan 2011. The Company fully paid the outstanding principal of Bonds II Serial A, Serial B and Serial C on 8 June 2009, 2010 and 2011, respectively. Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 Adira Dinamika Multi Finance Bonds III Year 2009 Obligasi/ Bonds Nilai nominal/ Nominal value Tingkat bunga tetap/ Fixed interest rate Jatuh tempo/ Due date Cicilan pokok obligasi/ Bonds principal installment Seri/Serial A Rp 46,000 12.55% 18 Mei/May 2010 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial B Rp 51,000 13.55% 13 Mei/May 2011 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial C Rp 403,000 14.60% 13 Mei/May 2012 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date
  • 443.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 (lanjutan) 442 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 57 Adira Dinamika Multi Finance Bonds III Year 2009 (continued) Pada tanggal 4 Mei 2009, Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui surat No. S-3485/BL/2009 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance III Tahun 2009 (Obligasi III) dengan nilai nominal sebesar Rp 500.000 terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Mei 2009. Wali amanat sehubungan dengan penawaran umum Obligasi III ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. On 4 May 2009, the Company received the effective notification from Bapepam-LK based on its letter No. S-3485/BL/2009 in conjunction with the Public Offering of Adira Dinamika Multi Finance Bonds III Year 2009 (Bonds III) with a nominal value of Rp 500,000 which consist of Serial A, Serial B and Serial C and were listed at Indonesia Stock Exchange on 14 May 2009. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk is the trustee in connection with the public offering of Bonds III. Pembayaran bunga Obligasi III dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 13 Agustus 2009 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi III. Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp 241.800 pada tanggal 31 Desember 2011 (2010: Rp 272.400; 2009: Rp 300.000) (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain membagi dividen selama Perseroan lalai dalam membayar jumlah terutang obligasi, melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan konsumen. Interest on Bonds III is paid on a quarterly basis with the first payment on 13 August 2009 and the last payment together with payment of principal of each serial of the Bonds III. The trustee agreement provides several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of consumer financing receivables amounting to Rp 241,800 as at 31 December 2011 (2010: Rp 272,400; 2009: Rp 300,000), respectively (see Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. Moreover, during the year that the bonds principals are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, declare dividends in the event that the Company is in default on its bonds obligations, merge and sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer financing receivables assets. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah melakukan pembayaran bunga obligasi sesuai dengan jatuh tempo yang telah ditetapkan dalam perjanjian perwaliamanatan dan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. As at 31 December 2011, the Company had paid the bonds interest on schedule as stated in the trustee agreement and complied with all the requirements mentioned in the trustee agreement. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. The Company can buy back part or all of the bonds isssued under a condition that such action can only be conducted after the first anniversary since the issuance date. Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi III mendapat peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). As at 31 December 2011, Bonds III is rated at idAA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perseroan melunasi seluruh utang pokok Obligasi III Seri A dan Seri B masing-masing pada tanggal 18 Mei 2010 dan 13 Mei 2011. The Company fully paid the outstanding principal of Bonds III Serial A and Serial B on 18 May 2010 and 13 May 2011, respectively.
  • 444.
    15. EFEK UTANGYANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 Adira Dinamika Multi Finance Bonds IV Year 2010 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 443 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 58 Obligasi/ Bonds Nilai nominal/ Nominal value Tingkat bunga tetap/ Fixed interest rate Jatuh tempo/ Due date Cicilan pokok obligasi/ Bonds principal installment Seri/Serial A Rp 229,000 7.60% 29 April 2012 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial B Rp 238,000 8.25% 29 Oktober/ October 2012 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial C Rp 577,000 8.70% 29 April 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial D Rp 284,000 9.00% 29 Oktober/ October 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial E Rp 672,000 9.25% 29 Oktober/ October 2014 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Pada tanggal 21 Oktober 2010, Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui surat No. S-9564/BL/2010 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance IV Tahun 2010 (Obligasi IV) dengan nilai nominal sebesar Rp 2.000.000 terbagi atas Seri A, Seri B, Seri C, Seri D dan Seri E yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 Nopember 2010. Wali amanat sehubungan dengan penawaran umum Obligasi IV ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. On 21 October 2010, the Company received the effective notification from Bapepam-LK based on its letter No. S-9564/BL/2010 in conjunction with the Public Offering of Adira Dinamika Multi Finance Bonds IV Year 2010 (Bonds IV) with a nominal value of Rp 2,000,000 which consist of Serial A, Serial B, Serial C, Serial D and Serial E and were listed at Indonesia Stock Exchange on 1 November 2010. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk is the trustee in connection with the public offering of Bonds IV. Pembayaran bunga Obligasi IV dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 29 Januari 2011 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi IV. Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp 1.200.000 pada tanggal 31 Desember 2011 (2010: Rp 600.000) (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain membagi dividen selama Perseroan lalai dalam membayar jumlah terutang obligasi, melakukan penggabungan usaha serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan konsumen. Interest on Bonds IV is paid on a quarterly basis with the first payment on 29 January 2011 and the last payment together with payment of principal of each serial of the Bonds IV. The trustee agreement provides several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of consumer financing receivables amounting to Rp 1,200,000 as at 31 December 2011 (2010: Rp 600,000), respectively (see Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. Moreover, during the year that the bonds principals are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, declare dividends in the event that the Company is in default on its bonds obligations, merge and sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer financing receivables assets. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah melakukan pembayaran bunga obligasi sesuai dengan jatuh tempo yang telah ditetapkan dalam perjanjian perwaliamanatan dan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. As at 31 December 2011, the Company had paid the bonds interest on schedule as stated in the trustee agreement and complied with all the requirements mentioned in trustee agreement. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. The Company can buy back part or all of the bonds isssued under a condition that such action can only be conducted after the first anniversary since the issuance date. Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi IV mendapat peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). As at 31 December 2011, Bonds IV is rated at idAA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
  • 445.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 Adira Dinamika Multi Finance Bonds V Year 2011 444 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 59 Obligasi/ Bonds Nilai nominal/ Nominal value Tingkat bunga tetap/ Fixed interest rate Jatuh tempo/ Due date Cicilan pokok obligasi/ Bonds principal installment Seri/Serial A Rp 612,000 8.00% 31 Mei/May 2012 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial B Rp 160,000 8.80% 27 Mei/May 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial C Rp 567,000 9.60% 27 Mei/May 2014 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial D Rp 1,161,000 10.00% 27 Mei/May 2015 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Pada tanggal 18 Mei 2011, Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui surat No. S-5474/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Adira Dinamika Multi Finance V Tahun 2011 (Obligasi V) dengan nilai nominal sebesar Rp 2.500.000 terbagi atas Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 30 Mei 2011. Wali amanat sehubungan dengan penawaran umum Obligasi V ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. On 18 May 2011, the Company received the effective notification from Bapepam-LK based on its letter No. S-5474/BL/2011 in conjunction with the Public Offering of Adira Dinamika Multi Finance Bonds V Year 2011 (Bonds V) with a nominal value of Rp 2,500,000 which consist of Serial A, Serial B, Serial C and Serial D and were listed at Indonesia Stock Exchange on 30 May 2011. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk is the trustee in connection with the public offering of Bonds V. Pembayaran bunga Obligasi V dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 27 Agustus 2011 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi V. Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp 1.500.000 pada tanggal 31 Desember 2011 (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang usaha yang sama serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan konsumen. Interest on Bonds V is paid on a quarterly basis with the first payment on 27 August 2011 and the last payment together with payment of principal of each serial of the Bonds V. The trustee agreement provides several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of consumer financing receivables amounting to Rp 1,500,000 as at 31 December 2011, respectively (see Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. Moreover, during the year that the bonds principals are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, merged unless performed on the same business and to sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer financing receivables assets. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan telah melakukan pembayaran bunga obligasi sesuai dengan jatuh tempo yang telah ditetapkan dalam perjanjian perwaliamanatan dan telah memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian perwaliamanatan. As at 31 December 2011, the Company had paid the bonds interest on schedule as stated in the trustee agreement and complied with all the requirements mentioned in trustee agreement. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. The Company can buy back part or all of the bonds isssued under a condition that such action can only be conducted after the first anniversary since the issuance date. Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi V mendapat peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). As at 31 December 2011, Bonds V is rated at idAA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
  • 446.
    15. EFEK UTANGYANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) Utang Obligasi (lanjutan) Bonds Payable (continued) Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 445 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 60 Adira Dinamika Multi Finance Sustainable Bonds I with Fixed Interest Rate Phase I Year 2011 Obligasi/ Bonds Nilai nominal/ Nominal value Tingkat bunga tetap/ Fixed interest rate Jatuh tempo/ Due date Cicilan pokok obligasi/ Bonds principal installment Seri/Serial A Rp 325,000 7.75% 16 Desember/ December 2013 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial B Rp 665,000 8.00% 16 Desember/ December 2014 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Seri/Serial C Rp 1.533,000 9.00% 16 Desember/ December 2016 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/Bullet payment on due date Pada tanggal 9 Desember 2011, Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui surat No. S-13197/BL/2011 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) dengan nilai nominal sebesar Rp 2.523.000 terbagi atas Seri A, Seri B dan Seri C yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 Desember 2011. Wali amanat sehubungan dengan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. On 9 December 2011, the Company received the effective notification from Bapepam-LK based on its letter No. S-13197/BL/2011 in conjunction with the Public Offering of Adira Dinamika Multi Finance Sustainable Bonds I with Fixed Interest Rate Phase I Year 2011 (Sustainable Bonds I Phase I) with a nominal value of Rp 2,523,000 which consist of Serial A, Serial B and Serial C and were listed at Indonesia Stock Exchange on 19 December 2011. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk is the trustee in connection with the public offering of Sustainable Bonds I Phase I. Pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada tanggal 16 Maret 2012 dan terakhir dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok masing-masing seri Obligasi Berkelanjutan I Tahap I. Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp 630.750 pada tanggal 31 Desember 2011 (lihat Catatan 5) dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang usaha yang sama serta menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan konsumen. Interest on Sustainable Bonds I Phase I is paid on a quarterly basis with the first payment on 16 March 2012 and the last payment together with payment of principal of each serial of the Sustainable Bonds I Phase I. The trustee agreement provides several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of consumer financing receivables amounting to Rp 630,750 as at 31 December 2011, respectively (see Note 5) and debt to equity ratio not to exceed 10:1. Moreover, during the year that the bonds principals are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, merged unless performed on the same business and to sell or assign more than 40% of the Company’s non-consumer financing receivables assets. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi yang diterbitkan dengan ketentuan bahwa hal tersebut hanya dapat dilaksanakan setelah ulang tahun pertama sejak tanggal emisi. The Company can buy back part or all of the bonds isssued under a condition that such action can only be conducted after the first anniversary since the issuance date. Pada tanggal 31 Desember 2011, Obligasi Berkelanjutan I Tahap I mendapat peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). As at 31 December 2011, Sustainable Bonds I Phase I is rated at idAA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Beban bunga atas utang obligasi pada tahun 2011 adalah sebesar Rp 396.593 (2010: Rp 119.247; 2009: Rp 107.283). The interest expenses of bonds payable in 2011 amounted to Rp 396,593 (2010: Rp 119,247; 2009: Rp 107,283).
  • 447.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. EFEK UTANG YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. DEBT SECURITIES ISSUED (continued) 446 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 61 Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif setahun atas efek utang yang diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah 9,17% (2010: 9,98%). The weighted average effective interest rate per annum on debt securities issued as at 31 December 2011 was 9.17% (2010: 9.98%). Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar efek utang yang diterbitkan diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of debt securities issued was disclosed in Note 32. 16. UTANG LAIN-LAIN 16. OTHER PAYABLES 2011 2010 2009 Pihak ketiga Third parties Utang kepada dealer 245,698 118,559 84,372 Payables to dealers Titipan konsumen 15,180 14,554 9,361 Customers deposits Perolehan aset tetap 6,662 8,181 2,581 Fixed assets acquisition Lain-lain 15,762 22,041 12,761 Others 283,302 163,335 109,075 Pihak berelasi Related parties Premi asuransi 89,952 80,800 41,848 Insurance premium Pemulihan dari piutang yang dihapusbukukan 11,784 - - Recovery on written-off receivables Denda keterlambatan 6,080 - - Late charges Utang kepada dealer 1,501 922 529 Payables to dealers Lain-lain 102,961 - - Others 212,278 81,722 42,377 495,580 245,057 151,452 Utang kepada dealer merupakan liabilitas Perseroan kepada dealer atas nasabah-nasabah yang telah memperoleh persetujuan kredit dari Perseroan dan pihak dealer telah menyerahkan kendaraan yang dibiayai kepada konsumen tersebut. Payables to dealers represent the Company’s liabilities to dealers for the approved consumer financing contracts and the dealers have delivered the vehicles to the customers. Utang lain-lain sebesar Rp 102.961 merupakan liabilitas terkait transaksi pembiayaan bersama (lihat Catatan 30). Others payable amounting to Rp 102,961 was liabilities related to joint financing transactions (see Notes 30). Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar utang kepada dealer dan utang premi asuransi diungkapkan pada Catatan 32. Information with respect to the classification and fair value of payables to dealers and insurance premium payables was disclosed in Note 32.
  • 448.
    a. Utang pajaka. Taxes payable Pajak penghasilan badan 1,012 159 551 Corporate income tax Pajak penghasilan lainnya Other income taxes Pasal 21 19,245 17,775 12,431 Article 21 Pasal 23 dan 26 670 548 375 Articles 23 and 26 Pasal 25 39,485 34,764 36,838 Article 25 Pasal 4(2) 1,717 233 809 Article 4(2) b. Beban pajak penghasilan b. Income tax expense Kini 427,545 379,999 435,030 Current Tangguhan 100,673 83,818 10,917 Deferred Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 447 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 17. PAJAK PENGHASILAN 17. INCOME TAX 2011 2010 2009 62,129 53,479 51,004 2011 2010 2009 528,218 463,817 445,947 62
  • 449.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense (continued) 448 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 63 Rekonsiliasi antara laba akuntansi sebelum pajak, sebagaimana yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut: Reconciliation between accounting income before tax, as shown in the statements of comprehensive income and taxable income was as follows: 2011 2010 2009 Laba akuntansi sebelum pajak penghasilan 2,111,539 1,931,723 1,658,347 Accounting income before income tax Beda temporer: Temporary differences: Amortisasi biaya transaksi terkait Amortization of transaction costs related perolehan piutang pembiayaan to acquisition of consumer financing konsumen 2,041,056 1,423,898 978,885 receivables Penyisihan/(pemulihan) kerugian Allowance for/(reversal of) impairment penurunan nilai piutang losses from consumer financing pembiayaan konsumen 80,732 17,458 (71,324) receivables Imbalan kerja karyawan 31,192 25,154 11,982 Employees’ benefits Kesejahteraan karyawan 19,587 38,443 20,444 Employees’ welfare Amortisasi beban dibayar dimuka Amortization of prepaid expenses related atas administrasi dan provisi to administration and provision pinjaman yang diterima 3,624 858 730 fees of borrowings Penyisihan/(pemulihan) kerugian Allowance for/(reversal of) impairment penurunan nilai piutang lain-lain 9,309 2,597 (648) losses from other receivables Biaya transaksi terkait perolehan Transaction costs related to acquisition piutang pembiayaan konsumen (2,487,093) (1,911,698) (1,028,186) of consumer financing receivables Penghapusan piutang pembiayaan Write-off of consumer financing konsumen (42,548) (87,952) (11,536) receivables Promosi (41,772) 78,827 - Promotion Penyusutan aset tetap (11,330) (5,815) 96 Depreciation of fixed assets Penyisihan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses from sewa pembiayaan (1,102) 268 - finance leases Beban dibayar dimuka atas provisi dan administrasi pinjaman Prepaid expenses related to administration yang diterima (4,344) (380) (1,538) and provision fees of borrowings Dividen saham - - 350 Stock dividend 1,708,850 1,513,381 1,557,602 Beda permanen: Permanent differences: Beban yang tidak dapat dikurangkan 14,766 14,969 20,452 Non-deductible expenses Pendapatan jasa giro dan deposito Interest income from current accounts and berjangka (13,433) (8,355) (24,376) time deposits 1,333 6,614 (3,924) Laba kena pajak 1,710,183 1,519,995 1,553,678 Taxable income Beban pajak penghasilan 427,545 379,999 435,030 Income tax expense Dikurangi: pajak dibayar dimuka (426,533) (379,840) (434,479) Less: prepaid taxes 1,012 159 551 Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun 2011 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada saat Perseroan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan. The corporate income tax calculation for 2011 was a preliminary estimate made for accounting purposes and its subject to revision when the Company lodged its Annual Corporate Income Tax Return. Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun 2010 dan 2009 sesuai dengan SPT Perseroan. The calculation of corporate income tax for 2010 and 2009 conforms with the Company’s Annual Tax Returns.
  • 450.
    17. PAJAK PENGHASILAN(lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense (continued) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 449 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 64 Rekonsiliasi atas beban pajak penghasilan dengan perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak maksimum yang berlaku adalah sebagai berikut: The reconciliation between income tax expense and the accounting income before income tax multiplied by the maximum marginal tax rate was as follows: 2011 2010 2009 Laba sebelum pajak penghasilan 2,111,539 1,931,723 1,658,347 Income before income tax Dikurangi: pendapatan bunga yang dikenakan pajak final (13,433) (8,355) (24,376) Less: net interest income subjected to final tax 2,098,106 1,923,368 1,633,971 Tarif pajak maksimum 25% tahun 2011 Marginal statutory income tax rate of 25% (2010: 25%; 2009: 28%) 524,526 480,842 457,511 in 2011 (2010: 25%; 2009: 28%) Penyesuaian tarif pajak - - (17,291) Adjustment of tax rate Perbedaan permanen dengan tarif pajak 25% pada tahun 2011 Permanent differences at 25% tax rate (2010: 25%; 2009: 28%) 3,692 3,742 5,727 in 2011 (2010: 25%; 2009: 28%) Penyesuaian lainnya - (20,767) - Other adjustment Beban pajak penghasilan 528,218 463,817 445,947 Income tax expense Pada bulan September 2008, Undang-Undang No. 36 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas Undang- Undang No. 7 tahun 1983 atas Pajak Penghasilan telah disahkan. Undang-Undang ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2009. Perubahan signifikan yang diatur dalam Undang-Undang ini, salah satunya adalah perubahan tarif pajak penghasilan badan menjadi tarif tunggal, yaitu sebesar 28% untuk tahun fiskal 2009 dan sebesar 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Perseroan telah membukukan pengaruh dari perubahan tarif pajak penghasilan terhadap kewajiban pajak tangguhan - bersih di dalam laporan keuangan pada tanggal dan tahun berakhir 31 Desember 2009 sebesar (Rp 17.291). In September 2008, Law No. 36 year 2008 which is a fourth amendment of Law No. 7 year 1983 regarding income tax has been approved. The law is effective starting 1 January 2009. One of significant changes stipulated in the Law is changing of corporate income tax rate to single rate, which is 28% for the year 2009 and which is 25% for the year 2010 onwards. The Company has charged the impact of the change of corporate income tax rate to its net deferred tax liabilities in its financial statements as of and for the year ended 31 December 2009 of (Rp 17,291).
  • 451.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) c. Liabilitas pajak tangguhan - bersih c. Deferred tax liabilities - net 2011 Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets: Kesejahteraan karyawan yang masih harus dibayar 28,841 4,897 33,738 Accrued employees’ welfare Imbalan kerja yang masih harus dibayar 21,484 7,798 29,282 Accrued employees’ benefits Promosi 19,707 (10,443) 9,264 Promotion Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses nilai piutang lain-lain 3,164 2,327 5,491 from other receivables Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses nilai atas piutang pembiayaan from consumer financing konsumen 2,592 9,270 11,862 receivables Dividen saham 88 - 88 Stock dividend Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liabilities: 450 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) (Dibebankan)/ dikreditkan ke laporan laba rugi komprehensif/ (Charged)/ credited to Saldo awal/ statement of Saldo akhir/ Beginning comprehensive Ending balance income balance 75,876 13,849 89,725 65 Transaction costs related to Biaya transaksi terkait perolehan acquisition of consumer piutang pembiayaan konsumen (367,520) (111,509) (479,029) financing receivables Penyusutan aset tetap (11,053) (2,832) (13,885) Depreciation of fixed assets Beban dibayar dimuka atas Prepaid expenses related to administrasi dan provisi administration and provision pinjaman yang diterima (105) (181) (286) fees of borrowings (378,678) (114,522) (493,200) (302,802) (100,673) (403,475)
  • 452.
    17. PAJAK PENGHASILAN(lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) c. Liabilitas pajak tangguhan - bersih (lanjutan) c. Deferred tax liabilities - net (continued) 2010 Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets: Kesejahteraan karyawan yang masih harus dibayar 19,231 9,610 28,841 Accrued employees’ welfare Imbalan kerja yang masih harus dibayar 15,195 6,289 21,484 Accrued employees’ benefits Promosi - 19,707 19,707 Promotion Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses nilai piutang lain-lain 2,515 649 3,164 from other receivables Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses nilai atas piutang pembiayaan from consumer financing konsumen (619) 3,211 2,592 receivables Dividen saham 88 - 88 Stock dividend 36,410 39,466 75,876 Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liabilities: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 451 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) (Dibebankan)/ dikreditkan ke laporan laba rugi komprehensif/ (Charged)/ credited to Saldo awal/ statement of Saldo akhir/ Beginning comprehensive Ending balance income balance 66 Transaction costs related to Biaya transaksi terkait perolehan acquisition of consumer piutang pembiayaan konsumen (245,570) (121,950) (367,520) financing receivables Penyusutan aset tetap (9,599) (1,454) (11,053) Depreciation of fixed assets Beban dibayar dimuka atas Prepaid expenses related to administrasi dan provisi administration and provision pinjaman yang diterima (225) 120 (105) fees of borrowings (255,394) (123,284) (378,678) (218,984) (83,818) (302,802)
  • 453.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 17. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) c. Liabilitas pajak tangguhan - bersih (lanjutan) c. Deferred tax liabilities - net (continued) 2009 Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets: Kesejahteraan karyawan yang masih harus dibayar 15,447 3,784 19,231 Accrued employees’ welfare Imbalan kerja yang masih harus dibayar 12,283 2,912 15,195 Accrued employees’ benefits Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses nilai piutang lain-lain 2,462 53 2,515 from other receivables Dividen saham - 88 88 Stock dividend Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liabilities: 452 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) (Dibebankan)/ dikreditkan ke laporan laba rugi komprehensif/ (Charged)/ credited to Saldo awal/ statement of Saldo akhir/ Beginning comprehensive Ending balance income balance 30,192 6,837 37,029 67 Transaction costs related to Biaya transaksi terkait perolehan acquisition of consumer piutang pembiayaan konsumen (251,166) 5,596 (245,570) financing receivables Penyusutan aset tetap (9,784) 185 (9,599) Depreciation of fixed assets Penyisihan kerugian penurunan Allowance for impairment losses nilai atas piutang pembiayaan from consumer financing konsumen 22,717 (23,336) (619) receivables Beban dibayar dimuka atas Prepaid expenses related to administrasi dan provisi administration and provision pinjaman yang diterima (26) (199) (225) fees of borrowings (238,259) (17,754) (256,013) (208,067) (10,917) (218,984) d. Pemeriksaan pajak d. Tax assessments Pada tahun 2007, Perseroan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dengan jumlah Rp 483 atas pajak penghasilan pasal 21 dan 23 untuk tahun fiskal 2005. Perseroan melunasi seluruh kekurangan tersebut pada tahun 2008. Namun demikian, dari SKPKB tersebut, Perseroan tidak menyetujui jumlah sebesar Rp 412 dan mengajukan keberatan. Atas pengajuan keberatan tersebut, Direktorat Jenderal Pajak telah mengeluarkan surat keputusan No. KEP-94/WPJ.32/BD.06/2008 yang menerima sebagian keberatan sebesar Rp 150 Perseroan mengajukan banding atas sisa kelebihan pembayaran sebesar Rp 262. Atas pengajuan banding tersebut, Pengadilan Pajak telah mengabulkan sebagian permohonan banding tersebut melalui surat keputusan No. Put. 19367/PP/M.VIII/10/2009 tanggal 12 Agustus 2009 sebesar Rp 227. Perseroan tidak mengajukan banding lagi atas jumlah yang tersisa sebesar Rp 35. In 2007, the Company received a tax assessment letter confirming underpayment (SKPKB) for a total amount of Rp 483 of income taxes articles 21 and 23 of fiscal year 2005. The Company paid such underpayment in 2008. However, of the above mentioned tax assessment, the Company disagreed with an amount of Rp 412 and submitted an objection. In relation with the objection, Directorate General of Taxes issued a decision letter No. KEP-94/WPJ.32/BD.06/2008 to accept part of the objection amounting to Rp 150. The Company submitted an appeal for the remaining amount of Rp 262. In relation with the appeal, Tax Court approved parts of that appeal through decision letter No. Put. 19367/PP/M.VIII/10/2009 dated 12 August 2009 amounting to Rp 227. The Company no longer appeal for the remaining amount of Rp 35.
  • 454.
    17. PAJAK PENGHASILAN(lanjutan) 17. INCOME TAX (continued) d. Pemeriksaan pajak (lanjutan) d. Tax assessments (continued) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 453 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 68 Pada tahun 2009, Perseroan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) atas kewajiban pajak penghasilan pasal 25 Masa Pajak Juli-September 2009 No. 00070/106/09/054/09 tertanggal 20 Oktober 2009 sebesar Rp 41.248. Pada tanggal 9 Nopember 2009, Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan No. KEP-00091/WPJ.07/KP.0803/2009 tentang pembetulan atas penerbitan STP No. 00070/106/09/054/09 tertanggal 20 Oktober 2009 dan menetapkan jumlah pajak yang harus dibayar menjadi Rp 18.639 (termasuk sanksi bunga). Perseroan telah melunasi STP tersebut dan telah mengkreditkan pembayaran pokok dari STP tersebut di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) 2009 pada tahun 2009. In 2009, the Company received a Tax Collection Notice (STP) of income tax article 25 for fiscal period July- September 2009 No. 00070/106/09/054/09 dated 20 October 2009 amounting to Rp 41,248. On 9 November 2009, Directorate General of Taxes issued decision letter No. KEP00091/WPJ.07/KP.0803/2009 regarding revision of STP No.00070/106/09/054/09 dated 20 October 2009 and confirming tax payable to become Rp 18,639 (including interest penalty). The Company had paid such revised STP and credited the principal payment of such STP in annual corporate income tax return (SPT) 2009 in 2009. e. Administrasi e. Administration Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Perseroan melaporkan/menyetorkan pajak berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Under the taxation laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self-assessment. The tax authorities may assess or amend taxes within the statute of limitations, under prevailing regulations. 18. MODAL SAHAM 18. SHARE CAPITAL Pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: The Company’s shareholders as at 31 December 2011, 2010 and 2009 were as follows: 2011, 2010 dan/and 2009 Pemegang saham Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh/ Number of shares issued and fully paid Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership Jumlah/ Total Shareholders PT Bank Danamon Indonesia Tbk 950,000,000 95.00% 95,000 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Asuransi Adira Dinamika 4,433,500 0.44% 443 PT Asuransi Adira Dinamika Lain-lain (masing-masing dengan kepemilikan dibawah 5%) 45,566,500 4.56% 4,557 Others (each owns below 5%) 1,000,000,000 100.00% 100,000 Pada bulan April 2009, Mega Value Profits Limited, British Virgin Island, meningkatkan kepemilikan saham di Perseroan menjadi 20% atau sebanyak 200.000.000 saham. On April 2009, Mega Value Profits Limited, British Virgin Island, has increased its share ownership in the Company to 20% or 200,000,000 shares. Pada tanggal 9 Juli 2009, PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah menggunakan opsi belinya untuk membeli 20% saham Perseroan atau sebanyak 200.000.000 saham dari Mega Value Profits Limited, British Virgin Island. Dengan demikian, PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah meningkatkan kepemilikan saham di Perseroan menjadi 95%. On 9 July 2009, PT Bank Danamon Indonesia Tbk has exercised the call option to purchase 20% shares of the Company or 200,000,000 shares from Mega Value Profits Limited, British Virgin Island. As the result, PT Bank Danamon Indonesia Tbk has increased its share ownership in the Company to 95%.
  • 455.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. MODAL SAHAM (lanjutan) 18. SHARE CAPITAL (continued) 454 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 69 Dari komposisi pemegang saham Perseroan di atas, tidak terdapat kepemilikan saham oleh Komisaris dan Direksi Perseroan. From the Company’s shareholders composition above, there is no ownership of shares by Commissioners and Directors of the Company. 19. PENGGUNAAN LABA BERSIH 19. APPROPRIATION OF NET INCOME Pada tanggal 28 April 2011, para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 954.140 atau Rp 954 (nilai penuh) per saham dan menambah cadangan umum sebesar Rp 14.679. Dividen kas dibayarkan pada tanggal 28 Juni 2011. On 28 April 2011, the shareholders agreed to declare cash dividends amounting to Rp 954,140 or Rp 954 (full amount) per share and to add to the general reserve of Rp 14,679. Cash dividends were paid on 28 June 2011. Pada tanggal 7 April 2010, para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 242.480 atau Rp 242 (nilai penuh) per saham dan menambah cadangan umum sebesar Rp 12.124. Dividen kas dibayarkan pada tanggal 16 Juni 2010. On 7 April 2010, the shareholders agreed to declare cash dividends amounting to Rp 242,480 or Rp 242 (full amount) per share and to add to the general reserve of Rp 12,124. Cash dividends were paid on 16 June 2010. Pada tanggal 1 April 2009, para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 510.000 atau Rp 510 (nilai penuh) per saham dan menambah cadangan umum sebesar Rp 10.202. Dividen kas dibayarkan pada tanggal 8 Mei 2009. On 1 April 2009, the shareholders agreed to declare cash dividends amounting to Rp 510,000 or Rp 510 (full amount) per share and to add to the general reserve of Rp 10,202. Cash dividends were paid on 8 May 2009. Pada tanggal 31 Desember 2011 Perseroan telah membentuk cadangan umum sejumlah Rp 59.613 (2010: Rp 44.934; 2009: Rp 32.810) sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 1/1995 yang telah digantikan dengan Undang- Undang No. 40/2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang mengharuskan perseroan di Indonesia untuk membuat penyisihan cadangan umum sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-Undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk penyisihan cadangan umum minimum tersebut. As at 31 December 2011 the Company had a general reserve of Rp 59,613 (2010: Rp 44,934; 2009: Rp 32,810) in accordance with Law of the Republic of Indonesia No. 1/1995 which had been replaced with the Law No. 40/2007 effective on 16 August 2007 regarding the Limited Liability Company, which requires Indonesian companies to set up a general reserve amounting to at least 20% of the Company’s issued and paid up share capital. There is no set period of time over which this amount should be provided. 20. LABA PER SAHAM - DASAR 20. EARNINGS PER SHARE - BASIC Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih kepada pemegang saham dengan rata-rata tertimbang jumlah lembar saham yang beredar pada periode bersangkutan. Earnings per share is calculated by dividing net income attributable to shareholders by the weighted average number of shares outstanding during the period. 2011 2010 2009 Laba bersih tahun berjalan 1,583,321 1,467,906 1,212,400 Net income for the year Rata-rata tertimbang jumlah saham yang Weighted average number of shares beredar 1,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000,000 outstanding Laba bersih per saham - dasar Earnings per share - basic (dinyatakan dalam nilai Rupiah penuh) 1 ,583 1,468 1,212 (expressed in full amount of Rupiah)
  • 456.
    21. PENDAPATAN PEMBIAYAANKONSUMEN 21. CONSUMER FINANCING INCOME Pendapatan pembiayaan konsumen Consumer financing income Pihak ketiga 6,521,705 5,068,426 5,085,669 Third parties Pihak berelasi 32 12 207 Related parties Dikurangi: Bagian pendapatan yang dibiayai bank Less: sehubungan dengan transaksi Portion of funds financed by bank in pembiayaan bersama (3,513,387) (2,949,550) (2,308,010) relation to joint financing Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 455 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 3,008,350 2,118,888 2,777,866 70 Pada tahun 2011, amortisasi biaya transaksi yang diakui sebagai pengurang dari pendapatan pembiayaan konsumen adalah sebesar Rp 1.882.340 (2010: Rp 1.334.565). In 2010, the amortization of transaction costs recognized as a reduction to consumer financing income was Rp 1,882,340 (2010: Rp 1,334,565). Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. 22. PENDAPATAN LAIN-LAIN 22. OTHER INCOME 2011 2010 2009 Pihak ketiga Third parties Administrasi 1,804,061 1,345,211 802,093 Administration Denda keterlambatan 318,116 258,671 208,053 Late charges Pinalti 80,112 58,745 35,080 Penalty Pemulihan dari piutang yang dihapusbukukan 42,841 91,886 78,276 Recovery on written-off receivables Jasa giro 3,932 2,229 1,668 Interest on current accounts Lain-lain 36,297 15,429 19,022 Others 2,285,359 1,772,171 1,144,192 Pihak berelasi Related party Jasa giro 9,444 6,081 837 Interest on current accounts Dividen 303 - - Dividend Bunga deposito berjangka 57 45 21,871 Interest on time deposits 9,804 6,126 22,708 2,295,163 1,778,297 1,166,900 Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties.
  • 457.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 23. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN 23. SALARIES AND BENEFITS EXPENSES Pihak ketiga Third parties Gaji dan tunjangan 1,126,005 813,302 608,210 Salaries and allowance Imbalan pasca-kerja karyawan 47,121 38,284 28,877 Post-employment benefits Pelatihan dan pendidikan 41,434 16,119 11,763 Training and education Pihak berelasi Related party Gaji dan tunjangan 101,847 110,493 81,619 Salaries and allowance Imbalan pasca-kerja karyawan 2,080 1,308 1,633 Post-employment benefits 456 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 1,214,560 867,705 648,850 103,927 111,801 83,252 1,318,487 979,506 732,102 71 Pada tahun 2011, gaji dan manfaat kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris sejumlah Rp 3.122 (2010: Rp 3.883; 2009: Rp 4.806); kepada Direksi Perseroan sejumlah Rp 47.249 (2010: Rp 47.847; 2009: Rp 28.801); dan kepada Komite Audit dan Manajemen Risiko Perseroan sejumlah Rp 267 (2010: Rp 267; 2009: Rp 291). In 2011, salaries and other compensation benefits that have been paid to the Company’s Boards of Commissioners amounting to Rp 3,122 (2010: Rp 3,883; 2009: Rp 4,806); the Company’s Boards of Directors amounting to Rp 47,249 (2010: Rp 47,847; 2009: Rp 28,801); and to the Company’s Audit and Risk Management Committee amounting to Rp 267 (2010: Rp 267; 2009: Rp 291). Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. 24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 24. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES 2011 2010 2009 Beban kantor 196,712 138,648 116,190 Office expenses Beban sewa 92,390 71,763 56,122 Rental expenses Penyusutan aset tetap (lihat Catatan 11) 55,371 41,763 37,372 Depreciation of fixed assets (see Note 11) Jasa penerimaan angsuran 51,349 39,013 31,229 Installment receiving fees Perbaikan dan pemeliharaan 48,298 35,705 27,211 Repair and maintenance Perangko dan materai 45,599 22,358 17,205 Postage and stamp duties Percetakan dan dokumentasi 39,267 26,967 16,946 Printing and documentation Transportasi 38,432 27,168 17,374 Transportation Administrasi bank 6,536 5,482 4,600 Bank administration Lain-lain 44,986 33,731 26,771 Others 618,940 442,598 351,020
  • 458.
    25. BEBAN BUNGADAN KEUANGAN 25. INTEREST EXPENSE AND FINANCING CHARGES Pihak ketiga Third parties Bunga atas efek utang yang Interest on debt securities issued diterbitkan (lihat Catatan 15) (see Note 15) Obligasi 356,010 99,726 94,742 Bonds Medium term notes 4,967 - - Medium term notes Bunga atas pinjaman yang diterima 131,655 15,744 13,761 Interest on borrowings Amortisasi biaya emisi efek utang Amortization of debt securities issuance yang diterbitkan (lihat Catatan 15) costs (see Note 15) Obligasi - - 1,850 Bonds Beban provisi dan administrasi - - 730 Provision and administration expenses Pihak berelasi Related parties Bunga atas utang obligasi Interest on bonds payable (lihat Catatan 15) 40,583 19,521 12,541 (see Note 15) Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 457 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 492,632 115,470 111,083 533,215 134,991 123,624 72 Amortisasi biaya emisi efek utang yang diterbitkan pada tahun 2011 sebesar Rp 6.063 (2010: Rp 2.043) dicatat sebagai bagian dari bunga atas efek utang yang diterbitkan, sedangkan amortisasi beban provisi atas pinjaman yang diterima pada tahun 2011 sebesar Rp 3.684 (2010: Rp 858) dicatat sebagai bagian dari bunga atas pinjaman yang diterima. The amortization of debt securities issuance costs in 2011 amounting to Rp 6,063 (2010: Rp 2,043) were recorded as part of interest on debt securities issued, while provision expenses on borrowings in 2010 amounting to Rp 3,684 (2010: Rp 858) were recorded as part of interest on borrowings. Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. 26. BEBAN PEMASARAN 26. MARKETING EXPENSES 2011 2010 2009 Promosi dealer 67,883 117,908 17,724 Dealer promotion Promosi konsumen 42,716 52,537 32,804 Customer promotion 110,599 170,445 50,528 27. BEBAN PEROLEHAN PEMBIAYAAN KONSUMEN 27. ACQUISITION COST OF CONSUMER FINANCING 2011 2010 2009 Pihak ketiga Third parties Komisi - - 495,926 Commission Subsidi - - 387,602 Subsidy Promosi langsung - - 58,759 Direct promotion - - 942,287 Pihak berelasi Related parties Komisi - - 6,596 Commission Promosi langsung - - 938 Direct promotion - - 7,534 - - 949,821
  • 459.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 458 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 73 27. BEBAN PEROLEHAN PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 27. ACQUISITION COST OF CONSUMER FINANCING (continued) Sejak tanggal 1 Januari 2010, amortisasi dari beban yang terkait langsung dengan perolehan pembiayaan konsumen (“biaya transaksi”) dicatat sebagai bagian dari pendapatan pembiayaan konsumen (lihat Catatan 21). Starting 1 January 2010, the amortization of costs directly attributable to acquisition of consumer financing business (“transaction costs”) were recorded as part of consumer financing income (see Note 21). Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 30 for details of balances and transactions with related parties. 28. BEBAN LAIN-LAIN 28. OTHER EXPENSES 2011 2010 2009 Kerugian atas penghapusan piutang lain-lain 87,886 17,723 19,662 Loss from written-off other receivables Expense from arrangement of other Beban pengurusan piutang lain-lain 51,095 21,565 23,434 receivables Penyisihan/(pemulihan) kerugian penurunan Allowance for/(reversal of) impairment nilai piutang lain-lain 8,789 2,534 (722) losses from other receivables Lain-lain 6,624 2,634 4,271 Others 154,394 44,456 46,645 29. IMBALAN PASCA-KERJA 29. POST-EMPLOYMENT BENEFITS Sejak 16 Mei 2007, Perseroan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan Perseroan, dimana program pensiun iuran pasti ini dikelola dan diadministrasikan oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Since 16 May 2007, the Company has defined contribution pension program covering its qualified permanent employees who meets the Company’s criteria, where the contribution pension program is defined and administered by PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, iuran karyawan yang dibayarkan oleh Perseroan adalah sebesar 3% dari penghasilan tetap karyawan. As at 31 December 2011, 2010 and 2009, the employees’ contribution paid by the Company was 3% of the employees’ base salaries. Pada tahun 2011, iuran pasti yang sudah dibayarkan Perseroan ke PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia adalah sebesar Rp 8.697 (2010: Rp 6.717; 2009: Rp 5.968). In 2011, the defined contributions paid by the Company to PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia amounted to Rp 8,697 (2010: Rp 6,717; 2009: Rp 5,968). Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, Perseroan wajib memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya pada saat pemutusan hubungan kerja atau pada saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca-kerja ini diberikan terutama berdasarkan masa kerja dan kompensasi karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja atau selesainya masa kerja. In accordance with Law of the Republic of Indonesia No. 13/2003 relating to labor regulations, the Company is required to provide post-employment benefits to its employees when their employment is terminated or when they retire. These benefits are primarily based on years of service and the employees’ compensation at termination or retirement. Imbalan kerja jangka panjang dan pasca-kerja meliputi pensiun, cuti berimbalan jangka panjang, uang pisah, uang penghargaan dan kompensasi lainnya dihitung oleh PT Tower Watson Purbajaga, aktuaris independen, dengan menggunakan metode projected-unit-credit. Long-term and post-employment benefits, such as pension, long service leave, severance pay and other benefits are calculated by PT Tower Watson Purbajaga, the independent actuary, using the projected-unit-credit method. Asumsi-asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris independen adalah sebagai berikut: The major assumptions used by the independent actuary were as follows:
  • 460.
    29. IMBALAN PASCA-KERJA(lanjutan) 29. POST-EMPLOYMENT BENEFITS (continued) Asumsi ekonomi: Economic assumptions: Tingkat diskonto per tahun 7.25% 9% 11% Annual discount rate Tingkat kenaikan penghasilan dasar per tahun 8% 8% 7% untuk tahun Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 459 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 2010 2009 74 2010 dan 8% sesudahnya/ 7% for year 2010 and 8% afterward Annual salary growth rate Kewajiban imbalan pasca-kerja Perseroan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 telah sesuai dengan laporan aktuaris independen masing-masing tertanggal 18 Januari 2012, 7 Januari 2011 dan 4 Januari 2010. The Company’s obligation for post-employment benefits for the years ended 31 December 2011, 2010 and 2009 was in accordance with the independent actuary report dated 18 January 2012, 7 January 2011 and 4 January 2010. a. Kewajiban imbalan pasca-kerja a. Obligation for post-employment benefits 2011 2010 2009 Present value of obligation for post- Nilai kini kewajiban imbalan pasca-kerja 211,083 128,416 75,140 employment benefits Kerugian aktuaria yang belum diakui (99,467) (48,413) (20,712) Unrecognized actuarial losses Beban jasa lalu yang belum diakui - non-vested 5,511 5,932 6,353 Unrecognized past service cost - non-vested Kewajiban imbalan pasca-kerja yang Obligation for post-employment benefits dicatat di dalam laporan posisi recognized in the statement of financial keuangan (lihat Catatan 14) 117,127 85,935 60,781 position (see Note 14) b. Beban imbalan pasca-kerja b. Post-employment benefits expenses 2011 2010 2009 Beban jasa kini 24,431 16,055 10,775 Current service cost Beban bunga 12,358 9,587 6,073 Interest expense Amortisasi atas kerugian aktuarial 1,955 4,506 1,686 Amortization of actuarial losses Pemulihan atas beban jasa lalu - non-vested (421) (421) (421) Reversal of past service cost - non-vested Beban yang diakui pada tahun berjalan 38,323 29,727 18,113 Expense to be recognized in the current year c. Perubahan kewajiban imbalan pasca-kerja c. Movement of obligation for post-employment benefits 2011 2010 2009 Kewajiban imbalan pasca-kerja, Obligation for post-employment benefits, awal tahun 85,935 60,781 48,799 beginning of year Beban imbalan pasca-kerja Post-employment benefits expense for pada tahun berjalan 38,323 29,727 18,113 the current year Pembayaran imbalan pasca-kerja Payment of employees' benefits during selama tahun berjalan (7,131) (4,573) (6,131) the current year Kewajiban imbalan pasca-kerja, Obligation for post-employment benefits, akhir tahun (lihat Catatan 14) 117,127 85,935 60,781 end of year (see Note 14)
  • 461.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 460 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 75 30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES Berikut adalah rincian sifat hubungan dengan pihak berelasi: The nature of relationship with related parties is summarized as follows: Pihak berelasi/ Related parties Sifat dari hubungan/ Nature of relationship Sifat dari transaksi/ Nature of transaction PT Bank Danamon Indonesia Tbk Pemegang saham pengendali/ Controlling shareholder Kerjasama pembiayaan dan penempatan dana giro dan deposito berjangka/Financing cooperation and placement in current accounts and time deposits PT Daya Adira Mustika dan/and Grup/Group Afiliasi dengan Komisaris Utama/ Affiliate with President Commissioner Utang dealer, biaya perolehan pembiayaan konsumen/Dealer payable, acquisition cost of consumer financing PT Asco Dinamika Mobilindo dan/and Grup/Group Manajemen kunci yang sama/The same key management Utang dealer, biaya perolehan pembiayaan konsumen/Dealer payable, acquisition cost of consumer financing PT Adira Quantum Multifinance Dimiliki oleh pemegang saham pengendali yang sama /Owned by the same controlling shareholder Investasi dalam saham/Investment in shares PT Asuransi Adira Dinamika Dimiliki oleh pemegang saham pengendali yang sama, manajemen kunci yang sama dan pemegang saham/Owned by the same controlling shareholder, the same key management and shareholder Kerjasama asuransi kendaraan pembiayaan konsumen dan pembelian obligasi/Insurance cooperation in respect of motor vehicles under consumer financing and purchase of bonds PT Adira Sarana Armada Manajemen kunci yang sama/The same key management Pembiayaan konsumen/Consumer financing Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: Balances and transactions with related parties are as follows: − Berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama pada tanggal 30 April 2004 dan diubah pada tanggal 9 Juli 2004, Perseroan dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk setuju untuk melakukan kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama kepada konsumen. Porsi pembiayaan PT Bank Danamon Indonesia Tbk adalah maksimal sebesar 99% dari jumlah pembiayaan dan porsi Perseroan minimum sebesar 1% dari jumlah pembiayaan. PT Bank Danamon Indonesia Tbk menentukan tingkat bunga setahun pada tahun 2011 sebesar 12,49% - 17,49% (2010: 9,63% - 13,80%; 2009: 16,61% - 17,04%); dan menunjuk Perseroan sebagai pengelola piutang, antara lain mengelola dan menatausahakan piutang, menyimpan dokumen dan memberikan jasa administrasi kepada setiap konsumen. PT Bank Danamon Indonesia Tbk berhak mendapatkan porsi denda keterlambatan sebesar 10% dari pendapatan denda yang sudah diterima Perseroan dari pembiayaan konsumen yang dibiayai dengan fasilitas pembiayaan bersama; dan porsi pemulihan dari piutang yang dihapusbukukan maksimal sebesar sisa pokok porsi pembiayaan bersama dari pendapatan pemulihan yang sudah diterima Perseroan dari pembiayaan konsumen yang pernah dibiayai dengan fasilitas pembiayaan bersama. − Based on the joint financing agreement dated 30 April 2004, which was amended on 9 July 2004, the Company and PT Bank Danamon Indonesia Tbk agreed to enter into a joint financing facility agreement for consumer financing. The portion of receivables financed by PT Bank Danamon Indonesia Tbk is maximum at 99% of the balance to be financed and the portion of receivables financed by the Company is minimum at 1% of the balance to be financed. PT Bank Danamon Indonesia Tbk charged interest rates per annum in 2011 at 12.49% - 17.49% (2010: 9.63% - 13.80%; 2009: 16.61% - 17.04%); and assigned the Company to manage the receivables, which includes managing and administering the receivables, safekeeping of documents and providing administrative services to each customer. PT Bank Danamon Indonesia Tbk has right to earn 10% of late charges, which have been received by the Company from consumer financing that are financed with joint financing facility; and portion of recovery on written-off receivables maximum of outstanding principal from joint financing portion, which have been received by the Company from consumer financing that were financed with joint financing facility. Perseroan menempatkan dana giro dan deposito berjangka pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. The Company maintains current accounts and time deposits at PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
  • 462.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 461 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 76 30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) − PT Asuransi Adira Dinamika dan Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama, dimana Perseroan telah menunjuk PT Asuransi Adira Dinamika untuk menyediakan perlindungan asuransi atas kendaraan bermotor yang dibeli konsumen dengan pembiayaan Perseroan. − PT Asuransi Adira Dinamika and the Company entered into a cooperation agreement, whereby the Company appointed PT Asuransi Adira Dinamika to obtain insurance coverage for consumers’ motor vehicles which are financed by the Company. − Perseroan memberikan pembiayaan konsumen kepada PT Adira Sarana Armada dengan syarat dan kondisi normal yang sama dengan pihak ketiga. − The Company provided consumer financing to PT Adira Sarana Armada with the same terms and conditions given to third parties. Transaksi dengan pihak berelasi, kecuali pinjaman kepada personil manajemen kunci, diperlakukan sama dengan transaksi dengan pihak lainnya. Transactions with related parties, except for loans to key management personnels, are on normal commercial terms. a. Kas dan setara kas (lihat Catatan 4) a. Cash and cash equivalents (see Note 4) 2011 2010 2009 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2,282,846 3 49,071 277,286 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Persentase terhadap jumlah aset 13.52% 4.59% 6.40% Percentage of total assets b. Piutang pembiayaan konsumen (lihat Catatan 5) b. Consumer financing receivables (see Note 5) 2011 2010 2009 Personil manajemen kunci Key management personnels Piutang pembiayaan konsumen - bruto 368 171 - Consumer financing receivables - gross Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui (50) (18) - Unearned consumer financing income Penyisihan kerugian piutang ( 2) - - Allowance for impairment losses 316 153 - Persentase terhadap jumlah aset 0.00% 0.00% - Percentage of total assets c. Beban tangguhan (lihat Catatan 7) c. Deferred charges (see Note 7) 2011 2010 2009 PT Daya Adira Mustika dan Grup - - 5,451 PT Daya Adira Mustika and Group PT Asco Dinamika Mobilindo dan Grup - - 823 PT Asco Dinamika Mobilindo and Group - - 6,274 Persentase terhadap jumlah aset - - 0.14% Percentage of total assets d. Piutang lain-lain (lihat Catatan 8) d. Other receivables (see Note 8) 2011 2010 2009 Personil manajemen kunci 9,368 1,574 2,297 Key management personnels Persentase terhadap jumlah aset 0.06% 0.02% 0.05% Percentage of total assets Tidak terdapat kerugian penurunan nilai atas piutang No impairment losses of other receivables from key lain-lain dari personil manajemen kunci selama tahun management personnel during the year, and no specific berjalan, dan tidak ada penyisihan khusus yang dibuat allowance has been made for impairment losses of untuk kerugian penurunan nilai atas piutang lain-lain other receivables from key management personnel and dari personil manajemen kunci dan kerabat dekat their immediate relatives at the end of the year. mereka pada akhir tahun.
  • 463.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 462 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 77 30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) e. Investasi dalam saham (lihat Catatan 10) e. Investment in shares (see Note 10) 2011 2010 2009 PT Adira Quantum Multifinance 650 650 650 PT Adira Quantum Multifinance Persentase terhadap jumlah aset 0.00% 0.01% 0.02% Percentage of total assets f. Beban yang masih harus dibayar (lihat Catatan 14) f. Accrued expenses (see Note 14) 2011 2010 2009 PT Asuransi Adira Dinamika 5,861 3,895 2,402 PT Asuransi Adira Dinamika PT Bank Danamon Indonesia Tbk 3,129 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 8,990 3,895 2,402 Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.07% 0.10% 0.14% Percentage of total liabilities g. Utang obligasi (lihat Catatan 15) g. Bonds payable (see Note 15) 2011 2010 2009 PT Asuransi Adira Dinamika 282,000 221,000 126,000 PT Asuransi Adira Dinamika PT Bank Danamon Indonesia Tbk 235,000 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 517,000 221,000 126,000 Persentase terhadap jumlah liabilitas 4.15% 5.81% 7.51% Percentage of total liabilities h. Utang lain-lain (lihat Catatan 16) h. Other payables (see Note 16) 2011 2010 2009 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 120,825 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Asuransi Adira Dinamika 89,952 80,800 41,848 PT Asuransi Adira Dinamika PT Asco Dinamika Mobilindo dan Grup 1,501 308 - PT Asco Dinamika Mobilindo and Group PT Daya Adira Mustika dan Grup - 614 529 PT Daya Adira Mustika and Group 212,278 81,722 42,377 Persentase terhadap jumlah liabilitas 1.70% 2.15% 2.53% Percentage of total liabilities i. Pendapatan pembiayaan konsumen (lihat Catatan 21) i. Consumer financing income (see Note 21) 2011 2010 2009 Personil manajemen kunci 32 12 - Key management personnels PT Adira Sarana Armada - - 207 PT Adira Sarana Armada 32 12 207 Persentase terhadap jumlah pendapatan 0.00% 0.00% 0.01% Percentage of total income
  • 464.
    Laporan Tahunan AdiraFinance 2011 | 463 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 78 30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) j. Pendapatan lain-lain (lihat Catatan 22) j. Other income (see Note 22) 2011 2010 2009 Bunga jasa giro di Interest income from current accounts at PT Bank Danamon Indonesia Tbk 9,444 6,081 837 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Adira Quantum Multifinance 303 - - PT Adira Quantum Multifinance Bunga deposito berjangka di Interest income from time deposits at PT Bank Danamon Indonesia Tbk 57 45 21,871 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 9,804 6,126 22,708 Persentase terhadap jumlah pendapatan 0.18% 0.16% 0.58% Percentage of total income k. Beban gaji dan tunjangan (lihat Catatan 23) k. Salaries and benefits expenses (see Note 23) 2011 2010 2009 Personil manajemen kunci Key management personnels Imbalan kerja jangka pendek 93,780 93,475 81,619 Short-term employees' benefits Imbalan kerja jangka-panjang lainnya 6,582 16,043 - Other long-term employees' benefits Pesangon pemutusan kontrak kerja 1,589 939 1,323 Termination benefits Pembayaran berbasis saham 1,485 975 - Stock plan compensation Imbalan pasca-kerja 491 369 310 Post-employment benefits 103,927 111,801 83,252 Persentase terhadap jumlah beban 3.26% 5.69% 3.64% Percentage of total expenses l. Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen (lihat Catatan 5) l. Allowance for impairment losses on consumer financing receivables (see Note 5) 2011 2010 2009 Personil manajemen kunci 2 - - Key management personnels PT Adira Sarana Armada - - (53) PT Adira Sarana Armada 2 - (53) Persentase terhadap jumlah beban 0.00% - 0.00% Percentage of total expenses m. Beban bunga dan keuangan (lihat Catatan 25) m. Interest expense and financing charges (see Note 25) 2011 2010 2009 PT Asuransi Adira Dinamika 29,417 19,521 12,541 PT Asuransi Adira Dinamika PT Bank Danamon Indonesia Tbk 11,166 - - PT Bank Danamon Indonesia Tbk 40,583 19,521 12,541 Persentase terhadap jumlah beban 1.27% 0.99% 0.55% Percentage of total expenses
  • 465.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 464 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 79 30. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 30. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) n. Beban perolehan pembiayaan konsumen (lihat Catatan 27) n. Acquisition cost of consumer financing (see Note 27) 2011 2010 2009 PT Daya Adira Mustika dan Grup - - 6,818 PT Daya Adira Mustika and Group PT Asco Dinamika Mobilindo dan Grup - - 716 PT Asco Dinamika Mobilindo and Group - - 7,534 Persentase terhadap jumlah beban - - 0.33% Percentage of total expenses o. Premi asuransi kepada PT Asuransi Adira Dinamika untuk perlindungan asuransi atas kendaraan bermotor yang dibeli konsumen melalui pembiayaan Perseroan dan aset tetap Perseroan pada tahun 2011 sebesar Rp 1.031.435 (2010: Rp 836.662; 2009: Rp 479.072). o. Insurance premiums to PT Asuransi Adira Dinamika to cover the insurance for customers’ motor vehicles which are financed by the Company and the Company’s fixed assets in 2011 amounted to Rp 1,031,435 (2010: Rp 836,662; 2009: Rp 479,072). 31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Pendahuluan dan gambaran umum Introduction and overview Perseroan memiliki eksposur terhadap risiko-risiko atas instrumen keuangan sebagai berikut: The Company has exposure to the following risks from financial instruments: • Risiko pasar • Risiko kredit • Risiko likuiditas • Risiko operasional • Market risk • Credit risk • Liquidity risk • Operational risk Kerangka manajemen risiko Risk management framework Mengingat bahwa penerapan praktik manajemen risiko yang baik dapat mendukung kinerja dari perusahaan pembiayaan, maka manajemen risiko selalu menjadi elemen pendukung penting bagi Perseroan dalam menjalankan bisnisnya. Sasaran dan tujuan utama dari diterapkannya praktik manajemen risiko di Perseroan adalah untuk menjaga dan melindungi Perseroan melalui pengelolaan risiko kerugian yang mungkin timbul dari berbagai aktivitasnya serta menjaga tingkat risiko agar sesuai dengan arahan yang ditetapkan oleh Perseroan. Considering that implementation of good risk management practices could support the performance of a finance company, risk management would always be an important supporting element for the Company in conducting its business. The target and main purpose of the implementation of risk management practices in the Company is to maintain and protect the Company through managing the risk of losses, which could arise from its various activities as well as maintaining risk level in order to match with the direction established by implementation of the Company.
  • 466.
    31. MANAJEMEN RISIKOKEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) Strategi untuk mendukung sasaran dan tujuan dari manajemen risiko diwujudkan dengan pembentukan dan pengembangan budaya risiko yang kuat, penerapan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, pelestarian nilai-nilai kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur yang memadai, serta proses kerja yang terstruktur dan sehat. Budaya risiko yang kuat ini diciptakan dengan membangun kesadaran risiko yang kuat dimulai dari Dewan Komisaris, Direksi sampai kepada seluruh karyawan Perseroan. Tata Kelola Perusahaan yang Baik disosialisasikan dan dikembangkan secara menyeluruh pada semua komponen dan aktivitas Perseroan serta dilaksanakan dengan tanpa kompromi. Nilai-nilai kepatuhan terhadap peraturan yang ada dan berlaku harus dibudayakan dan melekat pada semua karyawan Perseroan yang dipimpin oleh jajaran Manajemen Perseroan. Infrastruktur risiko dibangun melalui tersedianya kebijakan dan proses yang tepat dan sesuai dengan kondisi terkini, pengembangan sistem dan database risiko yang berkelanjutan, serta teknik dan metodologi pengelolaan yang modern. Membangun proses dan kemampuan risiko yang sehat dan kuat adalah sebuah pengkajian yang berkesinambungan terhadap tujuan penanganan risiko serta berbagai aktivitas yang menyangkut penanganan risiko, seperti identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 465 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 80 Strategies to support the goals and objectives of risk management is developed through the formation and development of a strong risk culture, the implementation of Good Corporate Governance practices, preserving the values of compliance with regulations, adequate infrastructure, as well as structured and healthy working processes. This strong risk culture is created by building a strong awareness of risk starting from the Board of Commissioners, Board of Directors and to the entire employees of the Company. Good Corporate Governance is socialized and developed thoroughly in all components and activities within the Company and being implemented without compromise. The values of compliance to the existing and prevailing regulations should be cultivated and embedded into all employees of the Company, led by the management of the Company. Risk infrastructure is built through the availability of appropriate policies and processes and in line with current conditions, continuous development of systems and risk database, as well as modern management techniques and methodologies. Building strong and healthy processes as well as risk capabilities is a continuous assessment on objectives of risks handling as well as various activities involving risks handling, such as identification, measurement, monitoring and controlling risk. Fungsi manajemen risiko juga berkewajiban untuk menjaga arahan risiko yang dapat diterima dan disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi dengan tetap berpedoman dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan usaha. Tahun ini merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya terkait dengan “Penerapan Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap Perusahaan Anak”, yang dilaksanakan Perseroan dalam kapasitasnya sebagai Perusahaan Anak dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, pemegang saham pengendali Perseroan. Aktivitas ini mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006, yang mana penerapan manajemen risiko Perseroan merupakan pendekatan terpadu dan konsisten dalam melakukan penelaahan, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan risiko terhadap seluruh komponen kelompok Perseroan. Lebih lanjut, kemitraan antara Perseroan dengan Perusahaan Induk merupakan hal yang sangat penting, mengingat keduanya menghadapi tantangan regional dan global yang sama dalam mengelola pertumbuhan bisnis yang cepat dan dalam suasana kompetisi yang ketat, namun pada saat yang bersamaan Perseroan harus tetap mampu menyelenggarakan praktik bisnis tersebut berdasarkan dan mengacu kepada prinsip kehati-hatian. Risk management’s function is also obliged to maintain the direction of risk that is acceptable and approved by the Boards of Commissioners and Directors so that it would remain guided and capable of adapting with business development. This year is a continuation of previous years in terms of the "Implementation of Consolidated Risk Management for Banks Performing Control on Subsidiary Companies", which is implemented by the Company in its capacity as the Subsidiary of PT Bank Danamon Indonesia Tbk, the controlling shareholder of the Company. This activity refers to Bank Indonesia Regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 30 January 2006, in which the implementation of Company’s risk management is an integrated and consistent approach in conducting review, measurement, monitoring and management of risks to the entire components of the Company’s group. Furthermore, the partnership between the Company and its Parent Company is an important matter, considering both companies face the same regional and global challenges in managing rapid business growth and intense competition atmosphere; however, at the same time the Company must remain capable of conducting the business practices, based upon and in reference to the prudence principle.
  • 467.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) Sebagai Perseroan yang bergerak di bidang pembiayaan, Manajemen Perseroan memiliki komitmen penuh untuk menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang secara esensi mencakup kecukupan kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Perseroan tetap dapat terarah dan terkendali pada batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap menguntungkan Perseroan. Direktorat Manajemen Risiko yang berperan secara aktif dalam mengkoordinasikan tindakan-tindakan pencegahan, proaktif dan responsif dengan seluruh karyawan dari berbagai tingkatan yang ada di dalam Perseroan untuk mendukung penerapan manajemen risiko ini, karena semua bagian di dalam Perseroan masing-masing akan memainkan peranan penting. 466 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 81 As a company engages in financing activities, the Company’s Management is fully committed to implement risk management comprehensively, which essentially covers the adequacy of policies, procedures and risk management methodology; hence, the Company's business activities could remain be directed and controlled at an acceptable risk limit, at the same time the Company can still be profitable. Risk Management Directorate is playing an active role in coordinating preventive, proactive and responsive actions with all employees from various levels within the Company in order to support the implementation of risk management, because all divisions of the Company will play their respective important roles. Dalam penerapan manajemen risiko, Perseroan menyadari pentingnya untuk memiliki sebuah mekanisme yang memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan. Perseroan memiliki suatu mekanisme yang bertumpu pada 4 (empat) pilar manajemen risiko, yang dapat diuraikan sebagai berikut: In the implementation of risk management, the Company realizes the importance of having an adequate mechanism to accommodate the risks faced by the Company. The Company has a mechanism that is based upon 4 (four) risk management pillars, which could be described as follows: Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Pillar 1: Active Supervision by Boards of Commissioners and Directors Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak perencanaan bisnis tahunan, yang mencakup: Active supervision is reflected since the planning of annual business plan, which includes: • Menyetujui dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko secara berkala; • Approving and evaluating risk management policies on a regular basis; • Melakukan evaluasi dan menyetujui aktivitas yang memerlukan persetujuan dari Dewan Komisaris atau Direksi; • Menetapkan kebijakan dan strategi manajemen risiko termasuk penetapan otoritas dalam pemberian batasan serta tinjauan atas kualitas portofolio secara berkala; • Terdapatnya Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko sebagai organ Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasannya; dan • Membentuk komite yang terkait dengan penerapan manajemen risiko, yaitu Komite Manajemen Risiko. • Evaluating and approving activities that require approval from the Board of Commissioners or Board of Directors; • Establishing risk management policies and strategies, which include determining the authorization in limits and reviewing the quality of portfolio on a regular basis; • The presence of the Audit Committee and Risk Management Committee as an organ of the Board of Commissioners in carrying out their supervisory functions; and • Establishing committees in relation to the implementation of risk management, i.e. the Risk Management Committee. Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk dibentuk dengan menempatkan wakil dari Perusahaan Induk dalam jajaran Dewan Komisaris Perseroan. Kerangka tersebut juga dilaksanakan melalui pemeriksaan kinerja secara berkala oleh Perusahaan Induk terhadap Perseroan, menyangkut kinerja keuangan, pengawasan sistem informasi akuntansi, serta tingkat kesehatan dan profil risiko dari piutang pembiayaan konsumen. The consolidated risk management framework with Parent Company is established through placing representatives from Parent Company in the Board of Commissioners. The framework is also implemented through regular performance assessment by the Parent Company on the Company, concerning the financial performance, monitoring on accounting information system, as well as the level of soundness and risk profile of the Company’s consumer financing receivables.
  • 468.
    31. MANAJEMEN RISIKOKEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) Pilar 2: Kebijakan dan Penerapan Batasan Pillar 2: Policy and Implementation of Limits Perseroan menyusun kebijakan-kebijakan terkait manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan selalu disesuaikan dengan keadaan usaha terkini. Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam Prosedur Operasi Standar dan Memo Internal yang disosialisasikan kepada seluruh karyawan. Perseroan juga memiliki kebijakan-kebijakan mengenai batasan persetujuan/otorisasi untuk transaksi kredit maupun yang bukan transaksi kredit. Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 467 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 82 The Company develops policies related to risk management, which are assessed periodically and aligned constantly to fit the most recent business situation. The policy is translated into Standard Operating Procedures and Internal Memo, which are being socialized to all employees. The Company also has policies regarding limitation on approval/authorization for both credit and non-credit transactions. Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terselenggara mengingat Perseroan mendapatkan persetujuan dari Perusahaan Induk untuk pengajuan batasan baru maupun adanya proses pemeriksaan tahunan atas program kredit. Kebijakan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang Perseroan juga mengikuti kebijakan penyisihan pada Perusahaan Induk yang sejalan dan patuh terhadap Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. The consolidated risk management framework with Parent Company is established as the Company obtains approval from Parent Company for proposal of new limits and annual assessment process for credit programs is in place. The Company’s policy in relation with allowance for impairment losses on receivables should also follow the Parent Company's policy, which is in line and in compliance with Indonesian Financial Accounting Standards. Pilar 3: Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan dan Sistem Informasi Manajemen Pillar 3: Identification, Measurement, Monitoring and Management Information System Perseroan memiliki perangkat untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengawasi risiko terutama risiko kredit dan risiko operasional melalui mekanisme pelaporan dan sistem informasi manajemen yang ada serta melalui pertemuan berkala Komite Audit dan Manajemen Risiko Perseroan. Selain itu, sistem teknologi informasi utama Perseroan mampu menyediakan data/informasi secara cepat dan akurat kepada pihak Manajemen, Perusahaan Induk atau pihak ketiga yang terkait lainnya. The Company has a set of tools to identify, measure and monitor risks, especially credit risk and operational risk through the existing reporting and management information system mechanism, as well as through the regular meetings of the Company’s Audit and Risk Management Committee. In addition, the Company’s major information technology system is capable of providing data/information instantly and accurately for the Management, Parent Company or related third parties. Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk terlaksana melalui penyampaian paparan risiko Perseroan yang ada secara berkala kepada Komite Manajemen Risiko Perusahaan Induk, termasuk penyampaian laporan berkala terkait aspek kepatuhan, hukum dan lainnya kepada Perusahaan Induk. The consolidated risk management framework with Parent Company is conducted through the reporting of the Company's risk exposure periodically to Parent Company’s Risk Management Committee, including the periodic reporting in relation to the compliance, legal and other aspects to the Parent Company. Pilar 4: Pengendalian Internal Pillar 4: Internal Control Perseroan memiliki Divisi Audit Internal yang secara independen melaporkan proses dan hasil pemeriksaannya kepada Dewan Komisaris dan Direktur Utama. Akuntabilitas dari Divisi Audit Internal mencakup: The Company has the Internal Audit Division which independently reports on the process and results of assessment to the Board of Commissioners and President Director. The accountability of the Internal Audit Division includes: • Menyediakan penilaian atas kecukupan dan efektivitas dari semua proses yang ada di dalam Perseroan; • Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait dengan proses pengendalian aktivitas-aktivitas di dalam Perseroan, termasuk perbaikan yang potensial terhadap proses-proses tersebut; dan • Providing assessment on the adequacy and effectiveness of all existing processes within the Company; • Reporting on important issues related to the control process of activities within the Company, including potential improvements to these processes; and
  • 469.
    PT ADIRA DINAMIKAMULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued) Pilar 4: Pengendalian Internal (lanjutan) Pillar 4: Internal Control (continued) • Koordinasi dengan fungsi pengendali dan 468 | Laporan Tahunan Adira Finance 2011 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 83 pengawasan lainnya (manajemen risiko, kepatuhan, hukum dan audit eksternal). • Coordinating with other controlling and supervisory functions (risk management, compliance, legal and external audit). Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk juga dicerminkan dengan dilaksanakannya audit reguler/audit Teknologi Informasi/audit terintegrasi atas unit-unit di Perseroan oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Perusahaan Induk. The consolidated risk management framework with Parent Company is also reflected in the implementation of regular audit/Information Technology audit/integrated audit on the business units in the Company by Parent Company’s Internal Audit Unit (SKAI). Risiko pasar Market risk Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat suku bunga, nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi Perseroan. Dalam perencanaan usaha Perseroan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perseroan adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga. Market risk is the risk which is primarily caused by the changes in interest rates, exchange rate of Rupiah currency, commodity prices and the price of capital or loans, which could expose to the Company. In the Company's business planning, market risk with direct impact to the Company is in terms of interest rates management. Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perseroan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perseroan meningkat. Untuk itu, Perseroan menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana. Changes in interest rates would become a risk at the point of change, especially when the interest rate is raised, which would cause losses to the Company, hence resulting in increased Company's credit risk. Therefore, the Company consistently implements fixed interest rate management by doing adjustment on lending interest rate and cost of funds. Sumber pendanaan Perseroan yang terbesar berasal dari skema pembiayaan bersama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu yang sama dengan piutang pembiayaan konsumen. Perseroan juga menerbitkan obligasi dan medium term notes yang sebagian besar mempunyai jangka waktu yang panjang, yaitu 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga tetap serta sejumlah kecil pinjaman dari bank swasta nasional dengan tingkat bunga mengambang. The largest source of funding for the Company comes from a joint financing scheme with PT Bank Danamon Indonesia Tbk with fixed interest rate and same period with the consumer financing receivables. The Company’s funding source is also from the issuance of bonds and medium term notes mostly for long-term, i.e. for 3 (three) years, with fixed interest rates and as well as a small number of loans from the national private banks with floating interest rates. Untuk mengantisipasi risiko tingkat suku bunga dan risiko kurs mata uang, Perseroan telah menerapkan kebijakan lindung nilai untuk pinjaman yang diterima dalam mata uang asing dan memiliki tingkat suku bunga mengambang. To anticipate interest rate risk and currency risk, the Company has applied hedging policy to borrowings denominated in foreign currencies and have floating interest rate. Pada tanggal 31 Desember 2011, Perseroan memiliki liabilitas keuangan dalam mata uang asing berupa pinjaman yang diterima sebesar USD 22.916.667 (nilai penuh) atau setara dengan Rp 207.797 yang telah dilindung nilai melalui instrumen derivatif seperti kontrak cross currency swap (lihat Catatan 9). As at 31 December 2011, the Company had financial liability denominated in foreign currency for borrowings amounting to USD 22,916,667 (full amount) or equivalent to Rp 207,797 that had been hedged by derivative instrument such as cross currency swap contract (see Notes 9). Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan Perseroan saat ini, risiko pasar Perseroan adalah minimal. Perseroan tidak mempunyai kegiatan usaha pembiayaan konsumen dalam mata uang asing. With the pattern of business activity currently operated by the Company, the market risk of the Company is minimal. The Company does not have consumer financing business in foreign currency.
  • 470.
    31. MANAJEMEN RISIKOKEUANGAN (lanjutan) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko pasar (lanjutan) Market risk (continued) Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan liabilitas keuangan Perseroan yang dikelompokkan menurut mana yang lebih awal antara tanggal repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk melihat dampak perubahan tingkat suku bunga: Laporan Tahunan Adira Finance 2011 | 469 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2011 Tingkat bunga mengambang/ Floating rate Tingkat bunga tetap/Fixed rate 2010 Tingkat bunga mengambang/ Floating rate Tingkat bunga tetap/Fixed rate 84 The following table summarizes the Company’s financial assets