PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
2024
Disampaikan oleh :
…………………………………..
PENGAWAS SEKOLAH AHLI MADYA
DISDIKBUDPORA KABUPATEN SEMARANG
KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN
Pada Jenjang SMP
(Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024)
TUJUAN KEGIATAN
Setelah mengikuti kegiatan diharapkan peserta mampu:
1. Memahami Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024
2. Mengetahui cakupan Kurikulum Satuan Pendidikan
3. Memahami kerangka dasar Kurikulum Satuan Pendidikan
4. Memahami struktur Kurikulum Satuan Pendidikan
5. Memahami sistematika Kurikulum Satuan Pendidikan
Pertanyaan Pemantik …
Jenjang SMP
REVIEW
PERMENDIKBUDRISTEK NO 12 TAHUN 2024
TENTANG
KURIKULUM PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG
PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN
MENENGAH
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu
(Pasal 1 Ayat 1 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah yang selanjutnya disebut
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang
memberi fleksibilitas dan berfokus pada materi
esensial untuk mengembangkan kompetensi
peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat
yang berkarakter Pancasila.
(Pasal 1 Ayat 2 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan
potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang,
dan jenis pendidikan tertentu.
(Pasal 1 Ayat 3 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru,
dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator,
dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi
dalam menyelenggarakan pendidikan.
(Pasal 1 Ayat 4 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang
menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal
pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
(Pasal 1 Ayat 5 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar
sesuai jadwal dan beban belajar pada struktur Kurikulum.
(Pasal 1 Ayat 6 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Kokurikuler adalah kegiatanpembelajaran yang dilaksanakan untuk
penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler
dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi Peserta Didik.
(Pasal 1 Ayat 7 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka
perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan
kemandirian Peserta Didik secara optimal yang dilakukan dengan
bimbingan dan pengawasan Satuan Pendidikan.
(Pasal 1 Ayat 8 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Capaian Pembelajaran adalah kompetensi pembelajaran yang
harus dicapai Peserta Didik di akhir setiap fase.
(Pasal 1 Ayat 9 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Fase adalah tahapan perkembangan belajar Peserta Didik.
(Pasal 1 Ayat 10 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan
atau hasil belajar Peserta Didik.
(Pasal 1 Ayat 11 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
CAKUPAN KURIKULUM MERDEKA
(Pasal 2 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
A. Kerangka Dasar Kurikulum
B. Struktur Kurikulum
Kerangka dasar Kurikulum merupakan rancangan
landasan utama dalam pengembangan struktur
Kurikulum. Kerangka dasar Kurikulum
sebagaimana dimaksud memuat:
a. tujuan;
b. prinsip;
c. karakteristik pembelajaran;
d. landasan filosofis;
e. landasan sosiologis; dan
f. landasan psikopedagogis.
(Pasal 3 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian atas
kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar.
Kompetensi merupakan kesatuan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan yang menunjukkan kemampuan Peserta Didik
sebagai hasil dari proses pembelajaran.
Muatan pembelajaran merupakan susunan materi atau isi yang
disampaikan pada proses pembelajaran, mencakup sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang diharapkan dikuasai oleh
Peserta Didik sesuai dengan kebutuhan belajar.
Beban belajar merupakan alokasi waktu pembelajaran untuk
mencapai kompetensi Peserta Didik.
(Pasal 5 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Struktur Kurikulum memuat:
a. Intrakurikuler; dan
b. Kokurikuler.
Struktur Kurikulum dapat memuat Ekstrakurikuler sesuai
dengan karakteristik Satuan Pendidikan.
(Pasal 7 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Intrakurikuler memuat:
a. Kompetensi;
b. Muatan pembelajaran; dan
c. Beban belajar.
(Pasal 8 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Kompetensi dirumuskan dalam bentuk Capaian
Pembelajaran.
Capaian Pembelajaran pada Fase D untuk kelas VII sampai
dengan kelas IX pada sekolah menengah pertama, madrasah
tsanawiyah, program paket B, atau bentuk lain yang
sederajat;
Capaian Pembelajaran disusun untuk mencapai kompetensi
Peserta Didik.
(Pasal 9 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Muatan pembelajaran pada jenjang pendidikan
menengah dirumuskan pelajaran.
(Pasal 13 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk alokasi
waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran.
(Pasal 15 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Kokurikuler memuat:
a. Kompetensi; b. Muatan pembelajaran; dan c. Beban belajar.
Kokurikuler dilaksanakan paling sedikit dalam bentuk projek penguatan
profil pelajar Pancasila.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran
kolaboratif lintas disiplin ilmu dalam mengamati, mengeksplorasi,
dan/atau merumuskan solusi terhadap isu atau permasalahan nyata
yang relevan bagi Peserta Didik.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan
memperhatikan ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan dan
Peserta Didik.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila dikembangkan oleh Satuan
Pendidikan mengacu pada panduan yang ditetapkan oleh pejabat
pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
(Pasal 16 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Kompetensi pada projek penguatan profil pelajar
Pancasila dirumuskan dalam bentuk ciri Peserta Didik
yang:
a. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia;
b. bergotong royong;
c. bernalar kritis;
d. berkebinekaan global;
e. mandiri; dan
f. kreatif.
Kompetensi ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi
madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
(Pasal 17 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Muatan pembelajaran pada projek penguatan profil pelajar Pancasila
memuat tema projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi rujukan bagi
Satuan Pendidikan untuk merumuskan topik projek penguatan profil
pelajar Pancasila yang relevan dengan konteks sosial budaya dan
karakteristik Peserta Didik.
Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila ditetapkan oleh pejabat
pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
(Pasal 18 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Beban belajar pada projek penguatan profil pelajar Pancasila
dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran.
(Pasal 19 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Ekstrakurikuler memuat:
a. Kompetensi; b. Muatan pembelajaran; dan c. Beban
belajar.
Ekstrakurikuler ditujukan untuk mengembangkan minat dan
bakat Peserta Didik.
Satuan Pendidikan dapat mengembangkan Ekstrakurikuler
mengacu pada:
a. komponen;
b. jenis dan format kegiatan;
c. prinsip pengembangan;
d. mekanisme;
e. evaluasi;
f. daya dukung; dan
g. pihak yang terlibat.
(Pasal 21 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Ekstrakurikuler dilaksanakan dengan memperhatikan
ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta
Didik.
(Pasal 23 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Keikutsertaan Peserta Didik dalam Ekstrakurikuler bersifat
sukarela.
(Pasal 24 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,
pejabat pimpinan tinggi madya sesuai tugas dan
fungsinya bertanggung jawab untuk:
a. menyediakan panduan implementasi Kurikulum Merdeka;
b. menyediakan buku teks utama;
c. menyediakan perangkat ajar selain buku teks utama yang
dapat langsung digunakan, dimodifikasi, atau dijadikan
referensi;
d. menyediakan sumber belajar dan pelatihan untuk
Pendidik dan tenaga kependidikan;
e. melakukan advokasi dan pendampingan implementasi
Kurikulum Merdeka; dan
f. melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.
(Pasal 25 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, Pemerintah
Daerah bertanggung jawab untuk:
a. menyusun dan menetapkan muatan lokal;
b. memfasilitasi pengembangan perangkat ajar muatan lokal;
c. menetapkan kualifikasi akademik dan kompetensi Pendidik
muatan lokal;
d. melaksanakan fasilitasi dan pendampingan implementasi
Kurikulum Merdeka ke Satuan Pendidikan;
e. memfasilitasi Pendidik dan kepala Satuan Pendidikan dalam
mempelajari dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan
f. memfasilitasi Pendidik dan kepala Satuan Pendidikan dalam
mengaktifkan komunitas belajar pada Satuan Pendidikan dan
antarsatuan pendidikan.
(Pasal 26 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, Satuan
Pendidikan bertanggung jawab untuk:
a. mengembangkan dan menetapkan Kurikulum Satuan Pendidikan
berdasarkan kerangka dasar Kurikulum dan struktur Kurikulum
yang ditetapkan oleh Kementerian;
b. menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai
dengan kondisi Peserta Didik berkebutuhan khusus bagi sekolah
yang menyelenggarakan layanan program kebutuhan khusus;
c. melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan implementasi
Kurikulum Satuan Pendidikan untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran; dan
d. berpartisipasi aktif dalam komunitas belajar pada Satuan
Pendidikan dan/atau antar Satuan Pendidikan.
(Pasal 27 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Satuan Pendidikan mengembangkan Kurikulum Satuan Pendidikan paling sedikit
memuat:
a. karakteristik Satuan Pendidikan;
b. visi, misi, dan tujuan Satuan Pendidikan;
c. pengorganisasian pembelajaran; dan
d. perencanaan pembelajaran.
Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dilakukan dengan prinsip diversifikasi
sesuai dengan Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan Peserta Didik.
Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dilakukan oleh Satuan Pendidikan atau
kelompok Satuan Pendidikan.
Pengembangan kurikulum Satuan Pendidikan melibatkan komite sekolah/madrasah di
bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama kabupaten/ kota.
Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dapat melibatkan masyarakat.
Panduan pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan ditetapkan oleh pejabat pimpinan
tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
(Pasal 29 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Kurikulum Satuan Pendidikan ditetapkan oleh kepala Satuan Pendidikan.
(Pasal 30 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku:
a. Satuan Pendidikan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar,
dan jenjang pendidikan menengah yang belum melaksanakan Kurikulum
Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan tahun ajaran
2025/2026 dan memulai penerapan Kurikulum Merdeka paling lambat tahun
ajaran 2026/2027; dan
b. Satuan Pendidikan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar,
dan jenjang pendidikan menengah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar
yang belum melaksanakan Kurikulum Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum
2013 sampai dengan tahun ajaran 2026/2027 dan memulai penerapan Kurikulum
Merdeka paling lambat tahun ajaran 2027/2028.
(Pasal 31 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
PenyusunanKurikulum
Satuan Pendidikan
Berbasis Data
Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan
Pendampingan Kurikulum Satuan Pendidikan
Berpusat pada peserta didik
pembelajaran harus memenuhi
keragaman potensi, kebutuhan
perkembangan dan tahapan belajar,
serta kepentingan peserta didik. Profil
Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan
pada semua tahapan dalam
penyusunan kurikulum operasional
sekolah.
Kontekstual
menunjukkan kekhasan dan sesuai
dengan karakteristik satuan pendidikan,
konteks social budaya dan lingkungan,
serta dunia kerja dan industri (khusus
SMK), dan menunjukkan karakteristik
atau kekhususan peserta didik
berkebutuhan khusus (khusus SLB)
PrinsipPenyusunan
Kurikulum SatuanPendidikan
Esensial
semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan oleh
para pemangku kepentingan tentang kurikulum yang digunakan
di satuan pendidikan dapat diperoleh di dokumen tersebut.
Bahasanya lugas dan mudah dipahami, tidak mengulang
naskah/kutipan yang sudah ada di naskah lain. Dokumen tidak
perlu memuat kembali misalnya lampiran Kepmendikbud seperti
CP, struktur, dll., dalam dokumen kurikulum operasional
Akuntabel
dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan
aktual
Melibatkanberbagai pemangku kepentingan.
Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite
satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara
lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan
dunia kerja untuk SMK,
di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor
kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
Penyusunan
Kurikulum Satuan
Pendidikan
apa Saja Yang
Diperlukan Dalam
Menyusun KSP?
Dimulai dengan memahami secara utuh kerangka
dasar kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah,
antara lain Tujuan Pendidikan Nasional, profil pelajar
Pancasila, SNP, Struktur Kurikulum, Prinsip
Pembelajaran dan Asesmen, serta Capaian
Pembelajaran.
Memahami prinsip penyusunan KSP
Khusus untuk SMK ditambah dengan memahami
kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait.
Bagi yang sudah memiliki dokumen Kurikulum Satuan
Pendidikan, dapat langsung melakukan peninjauan dan
revisi.
Siapa Saja Yang
Terlibat Dalam
Penyusunan Ksp?
Pemangku kepentingan internal
(pemimpin sekolah dan guru)
Pemangku kepentingan eksternal
(orang tua, komite satuan
pendidikan dan dinas Pendidikan)
Pemangku kepentingan lainnya
(organisasi, berbagai sentra, serta
industri dan dunia kerja untuk SMK).
Mengapa Perlu
Menyusun KSP?
Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan memiliki
fungsi utama sebagai dokumen hidup yang
membantu satuan pendidikan menyelenggarakan
pendidikan yang berkualitas.
Membantu dalam hal melakukan pengorganisasian
dan perencanaan pembelajarandengan lebih efektif
dan efisien sesuai dengan kondisi dari satuan
pendidikan berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi
berbasis data.
Membantu dalam hal melakukan diversifikasi
kurikulum berdasarkan hasil identifikasi potensi dan
karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta
didik. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat
ciri khas-nya dan membantu satuan pendidikan
untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya.
Bagaimana
Langkah/Proses
Penyusunan KSP
Proses penyusunan kurikulum
satuan pendidikan bersifat:
● TETaP (mengacu kepada
kerangka dasar kurikulum
yang ditetapkan oleh
pemerintah pusat), dan
● FLEKSIBEL/DINaMIS
(mengembangkan kurikulum
satuan pendidikan
berdasarkan kerangka dan
struktur kurikulum, sesuai
karakteristik dan kebutuhan
satuan pendidikan).
Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2
adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan
Program Keahlian’
Proses Penyusunan Kurikulum
Satuan Pendidikan
Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang belum pernah menyusun)
Berdasarkan diagram proses penyusunan
dan revisi KSP, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan:
• Langkah penyusunan KSP ini berbentuk
sebuah siklus yang berkesinambungan dan
berkelanjutan. Ini berarti proses evaluasi
dapat di akhir dan di awal siklus yang tidak
terpisah sebelum mulai melakukan
perencanaan.
• Evaluasi jangka per semester/per tahun
dapat menggunakan data seperti
observasi, diskusi dengan warga sekolah
(seperti guru, kepala sekolah, peserta
didik), dan rapor pendidikan. Hasil evaluasi
ini dapat membantu kepala satuan
pendidikan dan guru untuk memperbaiki
pengorganisasian pembelajaran dan
rencana pembelajaran sehingga kualitas
pembelajaran bisa meningkat.
Proses Peninjauan dan Revisi
Kurikulum Operasional di Satuan
Pendidikan
Langkah-Langkah
Penyusunan Kurikulum
Satuan Pendidikan (bagi
yang sudah pernah
menyusun)
Catatan: untuk SMK,
langkah nomor 2
adalah ‘Merumuskan
Visi, Misi, Tujuan
Program Keahlian’
Pendampingan
Penyusunan
Kurikulum Satuan
Pendidikan
PERAN PENGAWAS
Perdirjen GTK Nomor: 4831/B/HK.03.01/2023
Pasal 4 ayat (2) c, membersamai Kepala Sekolah dalam
mengembangkan kurikulum operasional Satuan
Pendidikan dan perencanaan pembelajaran sesuai profil
Satuan Pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Dalam rangka koordinasi dan supervisi pengembangan KSP:
Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan
melakukan refleksi, mengidentifikasi akar masalah, dan membuat
prioritas.
Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan
melakukan analisis karakteristik di lingkungan sekolah.
Pengawas sekolah atau penilik membantu atau mendorong sekolah
untuk mencari data atau informasi menyeluruh untuk analisis
karakteristik daerah (potensi dan tantangan daerah dan sekolah),
termasuk melibatkan komite satuan pendidikan.
Pengawas sekolah atau penilik membantu satuan pendidikan untuk
berjejaring memperkaya pembelajaran untuk intrakurikuler dan
kokurikuler projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Peran
Pengawas
Sekolah atau
Penilik
Satuan pendidikan menginformasikan ke dinas
melalui pengawas sekolah atau penilik bahwa
satuan pendidikan sudah mengembangkan dan
menetapkan Kurikulum Satuan Pendidikannya.
Dinas pendidikan diwakili pengawas sekolah atau
penilik melakukan supervisi terhadap satuan
pendidikan untuk memastikan dokumen KSP
sudah selaras dengan prinsip pengembangan dan
komponen minimum KSP.
Peran Koordinasi
Dan Supervisi
Jika belum selaras, maka pengawas
sekolah atau penilik perlu mendampingi
satuan pendidikan untuk
mengembangkan kurikulum sesuai
dengan komponen minimum.
Transformasi
Satuan
Pendidikan
Apa saja yang diketahui mengenai "transformasi
satuan pendidikan"?
Bagaimana/Apa saja yang bisa dan perlu dilakukan
dalam transformasi satuan pendidikan?
Mengapa perencanaan berbasis data itu penting
dalam transformasi satuan pendidikan?
Bagi partisipan kepala sekolah yang telah
mengembangkan KSP di sekolahnya, apakah sudah
menggunakan data? Jika iya, apa saja contoh
sumber data/datanya?
Transformasi
Satuan
Pendidikan
Perencanaan Berbasis
Data
Pemanfaatan data Rapor Pendidikan dan
data lain untuk refleksi kondisi layanan
dan perencanaan pembelajaran ke depan
Analisis Data Rapor Pendidikan dan data
lain mempengaruhi penyusunan
komponen KSP
Siklus kerja Kepala Sekolah
Indikator Capaian
Kemampuan literasi Kurang
Kemampuan numerasi Kurang
Karakter Baik
Iklim keamanan satuan pendidikan Sedang
Iklim kebinekaan Kurang
Kualitas pembelajaran Sedang
Contoh Penggunaan Rapor
Pendidikan Untuk Perencanaan
Pembelajaran di SMP A
Ringkasan kondisiSMP A
Dari seluruh capaian tahun ini, karakter SMP A menjadi indikator
pencapaian terbaik. Meski demikian, kemampuan literasi, numerasi, dan
iklim kebinekaan adalah indikator dengan pencapaian ‘kurang’.
Berdasarkan data tersebut, pembenahan yang
dilakukan oleh satuan pendidikan berdasarkan
akar permasalahannya dapat disusun untuk
membuat perencanaan pembelajaran di
beberapa mata pelajaran sebagai berikut:
Indikatoryang
perlu dibenahi Subindikator yang perlu ditingkatkan
Mata Pelajaran dan Projefi
PenguatanProfil Pelajar
Pancasila
Tindafi Lanjut
Kemampuan literasi
Kompetensi membaca teks sastra Bahasa Indonesia
Pembiasaan membaca hening buku cerita sastra selama 15 menit
sebelum pembelajaran dimulai dan diskusi sastra saat pembelajaran
berlangsung.
Kompetensi membaca teks informasi
Pendidikan Pancasila, IPA, IPS,
dan/atau Bahasa Indonesia
Pembiasaan berbagi informasi terkait pemaknaan isi teks yang relevan
bagi peserta didik dari berbagai sumber media informasi di dalam
kelompok sebelum pembelajaran dimulai dan saat pembelajaran
berlangsung.
Kemampuan
numerasi
Kompetensi pada Domain Aljabar Matematika
Pembiasaan mengerjakan soal cerita berisi permasalahan sehari-hari
yang sering dijumpai pada materi aljabar.
Kompetensi pada Domain Geometri Seni Rupa dan Matematika
Melakukan pembelajaran integrasi pada mata pelajaran Seni Rupa dan
Matematika berhubungan dengan geometri (garis, bangun, ruang).
Iklim kebinekaan
Komitmen kebangsaan
Pendidikan Pancasila, IPS, dan
projek penguatan profil pelajar
Pancasila
Memilih tema Bhinneka Tunggal Ika dan mengembangkan elemen
refleksi terhadap pengalaman kebinekaan.
Reflefisi:
Tetapkan prioritas
peningkatan
layanan yang
paling menjadi
kebutuhan
Benahi Implementasi:
Implementasi dan evaluasi
hasilnya secara berkala
Benahi
Perencanaan:
Rencanakan upaya
peningkatan layanan
Pengawas
dan Penilik
Satuan
Pendidikan
menjadi
pendamping
dan fasilitator
Satuan pendidikan perlu membuat perencanaan berbasis data untuk dapat mengorganisasikan
program pembelajaran secara efektif. Berikut contoh ilustrasi perencanaan berbasis data
dalam siklus kerja kepala satuan pendidikan.
Identifikasi:
Kumpulkan dan
maknai data
kondisi layanan
satuan pendidikan
Dalam implementasi, kepala
satuan pendidikan perlu
memiliki kompetensi dan alat
bantu untuk melakukan setiap
tahapan pada siklus ini.
Pengawas atau penilifi
satuan pendidikan yang
mumpuni dapat menjadi
pendamping bagi kepala
satuan pendidikan yang
memerlukannya.
Kepala satuan pendidikan memimpin
refleksi penentuan fokus peningkatan
layanan untufi setahun ke depan.
Kepala Satuan pendidikan memimpin
diskusi bersama warga satuan
pendidikan untuk mengidentifikasi
kondisi layanannya menggunakan Rapor
Pendidikan dan sumber data lain.
Mengikuti asesmen Nasional
sebagai upaya mendapatkan
data kondisi layanan.
Bersama warga satuan pendidikan,kepala
satuan pendidikanmemimpin penyusunan
pengorganisasian dan perencanaan
pembelajaran di tingkat satuan pendidikan
dengan menggunakan KurikulumMerdeka.
Hasilnya dituang dalam kalender akademik.
Memetakan kebutuhan peningkatan
kompetensi, agar pendidik dan tenaga
kependidikan mampu melaksanakan
perbaikan layanan.
Merekap program, kegiatan serta anggaran
di dalam rencana kegiatan tahunan dan
RKAS*.
* Bagi penerima BOSP, perubahan meliputi melaporkan
pemanfaatan dan rencana pemanfaatan anggaran
Revisi perencanaan dan
penganggaran berdasarkan hasil
reflefisi dan kebutuhanyang baru
diketahui setelah implementasi
berjalan.
02
01
03
04
05
0a
07
08
Implementasi rencana pada tahun
ajaran baru dan memanfaatkan
komunitas belajar untuk meningkatkan
kompetensi PTK.
Delapan aksi penjabaran siklus peningkatan kualitas layanan
satuan pendidikan sebagai contoh perencanaan berbasis data.
Komponen
Kurikulum Satuan
Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan
Visi, Misi, dan Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran
Komponen
analisis Karakteristik
Satuan Pendidikan
Analisis karakteristik satuan pendidikan secara
umum mencakup analisis kekhasan dan konteks sosial
budaya satuan pendidikan serta analisis analisis profil
peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga
kependidikan.
Untuk SMK, karakteristik melingkupi program
keahliannya. Untuk SLB, karakteristik satuan
pendidikan melingkupi keterampilan
Beberapa prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar
● Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan
● Menggunakan data-data yang diperoleh dari
● situasi nyata/kondisi satuan pendidikan
● Mengalokasikan waktu yang cukup untuk
pengumpulan, pengorganisasian, analisis, dan
dokumentasi data
● Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan
untuk mengembangkan strategi atau solusi
Komponen
analisis Karakteristik
Satuan Pendidikan
Beberapa pertanyaan refleksi dalam analisis lingkungan
belajar di satuan pendidikan
● Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk
dilestarikan?
● Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian
dari masyarakat setempat?
● Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat
dirasakan saat ini (baik oleh warga masyarakat maupun
warga satuan pendidikan itu sendiri)?
● Bagaimana peran satuan pendidikan dalam menyiapkan
peserta didik mencapai profil pelajar Pancasila?
● Untuk SMK dan SMALB: Apa potensi daerah dan
kondisi dunia kerja yang relevan?
Pilihan cara untuk mengumpulkan informasi:
● Kuesioner
● Wawancara
● Diskusi kelompok terpumpun/Focus Group
Discussion (FGD)
● Observasi
● Analisis Rapor Pendidikan
Selain cara di atas, satuan pendidikan juga dapat
menggunakan cara lain untukmengumpulkan informasi
untuk analisis karafiteristik satuan pendidikan.
Komponen Contoh analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
Analisis Rapor Pendidikan
1. Terkait mutu dan hasil belajar,
2. Relevansi pembelajaran,
3. Kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga
kependidikan, serta
4. Hasil rapor pendidikan juga dapat digunakan untuk
melakukan identifikasi masalah pada satuan
pendidikan, refleksi untuk mencari tahu akar
masalah, dan perbaikan kualitas satuan Pendidikan.
Kesimpulan analisis Rapor Pendidikan
1. Berdasarkan data tersebut, pembenahan yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan berdasarkan akar masalah
yaitu menyusun perencanaan pembelajaran yg lebih baik pada beberapa mata pelajaran yang sesuai dengan
indikator diatas/kebutuhan peserta didik.
2. Iklim kebinekaan dapat ditingkatkan melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila
3. Pengembangan Profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan
4. …….
Indikator Capaian
Kemampuan literasi Kurang
Kemampuan numerasi Kurang
Karakter Baik
Iklim keamanan satuan pendidikan Sedang
Iklim kebinekaan Kurang
Kualitas pembelajaran Sedang
Komponen
Kurikulum Satuan
Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan
Visi, Misi, dan Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran
Komponen
Visi, Misi, dan Tujuan
Satuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional
Komponen Visi, Misi, dan Tujuan
Satuan Pendidikan
Visi
➔
➔ Menggambarkan bagaimana
peserta didik menjadi subjek dalam
tujuan jangka panjang satuan
pendidikan dan nilai-nilai yang dituju
berdasarkan hasil analisis
karakteristik satuan pendidikan.
Visi juga mengandung nilai-nilai
yang mendasari penyelenggaraan
pembelajaran agar peserta didik
dapat mencapai profil pelajar
Pancasila yang mengacu pada
Standar Kompetensi Lulusan
(Standar Tingkat Pencapaian
Perkembangan Anak untuk PAUD).
Contoh:
1. Menanamkan keimanan dan ketqwaan melalui
pengenalan ajaran islam
2. Mengoptimalkan proses belajar dan bimbingan.
dst
Misi
➔ Menjawab bagaimana satuan
pendidikan mencapai visi.
➔ Dalam kalimat misi juga dijabarkan
nilai-nilai penting yang
diprioritaskan selama menjalankan
misi.
Contoh:
1. Melaksanakan pembinaan
Keagamaan yang
berkesinambungan melalui
kegiatan ...
2. Melaksanakan berbagai
program literasi dan budaya
melalui kegiatan ...
Tujuan
➔ Mendeskripsikan tujuan akhir dari
kurikulum satuan pendidikan yang
berdampak kepada peserta didik.
➔ Dalam kalimat tujuan juga mengandung
kompetensi/karakteristik yang menjadi
kekhasan lulusan suatu satuan pendidikan
dan selaras dengan profil pelajar
Pancasila.
➔ Tujuan juga menggambarkan
tahapan-tahapan (milestone) penting dan
selaras dengan misi.
Contoh:
Terwujudnya peserta didik yang beriman, cerdas ,
terampil, mandiri dan berwawasan global
Contoh:
1. Mengembangkan budaya sekolah yang religious
me;alui kegiatan keagamaan
2. Melaksanakan pendekatan pembelajaran yang
berpusat pada murid di semua mata Pelajaran
3. dst
Komponen
Kurikulum Satuan
Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan Visi,
Misi, dan Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran
Komponen Pengorganisasian
Pembelajaran
Satuan pendidikan menyusun pembelajaran yang meliputi:
Intrakurikuler Kokurikuler Projek penguatan
profil pelajar Pancasila
Ekstrakurikuler
Pembelajaran berisi muatan
mata pelajaran dan muatan
tambahan lainnya jika ada
(mulok), penetapan
konsentrasi, dan Praktik
Kerja Lapangan untuk SMK
dan SLB.
Kegiatan kokurikuler yang dirancang terpisah
dari intrakurikuler untuk menguatkan upaya
pencapaian kompetensi dan karakter sesuai
dengan profil pelajar Pancasila melalui tema
dan pengelolaan projek berdasarkan dimensi
dan fase.
Kegiatan ekstrakurikuler yang
dilakukan di luar jam belajar di
bawah bimbingan dan
pengawasan satuan pendidikan.
Ekskul pada PAUD dan
Kesetaraan bersifat opsional
Catatan: Khusus Pendidikan Kesetaraan, sejak
terbitnya Pemendifibud 12 Tahun 2024, maka
P5/kokurikuler pada Pendidikan kesetaraan
dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui Muatan
Pemberdayaan dan Keterampilan berbasis Profil
Pelajar Pancasila
Satuan pendidikan formal wajib
menyediakan layanan
ekstrakurikuler,
sekurang-kurangnya
ekstrakurikuler pramuka.
alternatif
Pendekatan
Pembelajaran
Komponen 1 Pendekatan mata
pelajaran
1. Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dengan
mapel lainnya.
2. Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah
jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing
satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah.
2 Pendekatan tematik
1. Pembelajaran disusun berdasarkan tema yang menaungi
kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran.
2. Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai
kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
3. SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik.
3 Pendekatan secara terintegrasi
1. Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkan secara
kolaboratif (team teaching).
2. Pendidik berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan, melaksanakan dan
melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran yang terpadu.
3. Sebagai contoh mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu
Pengetahuan Sosial secara terintegrasi.
4 Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah
1. Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan berbagai macam
pengelompokkan.
2. Sebagai contoh, mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan IPAS akan diajarkan
dari jam 07.00- 12.00 dalam semester 1. Contoh lain, mengajarkan muatan Ilmu
Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok
waktu yang terpisah.
1.Ini adalah beberapa contoh pendekatan pengorganisasian pembelajaran yang bisa dipakai oleh satuan pendidikan
2. Pemilihan pendekatan pengorganisasian pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan
3. Tidak ada satu pendekatan yang lebih "canggih" dari pendekatan lain.
alternatif
Pendekatan
Pembelajaran
Komponen
Komponen
Kurikulum Satuan
Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan
Visi, Misi, dan Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran
PerencanaanPembelajaran
Perencanaan
Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran
meliputi:
Memahami Capaian
Pembelajaran (CP)
Menyusun alur Tujuan
Pembelajaran (aTP)
dari TP
Merancang
Pembelajaran
Komponen
● Ruang lingkup satuan pendidikan - penyusunan alur tujuan pembelajaran atau
silabus. Dalam ruang lingkup satuan pendidikan, perumusan dan penyusunan alur dan
tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan satuan
pendidikan dalam merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi
pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara
sistematis, konsisten, dan terukur.
● Ruang lingkup kelas - penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan pembelajaran.
Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas, satuan
pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar
yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang
mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.
Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik
Kerja Lapangan (PKL) di SMK dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan
mitra dunia kerja.
Menyusun Tujuan
Pembelajaran (TP)
Evaluasi,
Pengembangan
Profesional dan
Pendampingan
Prinsip-prinsip melakukan evaluasi
1. Menetapkan tujuan evaluasi yang akan dilakukan.
2. Menetapkan data/informasi yang ingin didapatkan
dalam kegiatan peninjauan.
3. Menentukan bentuk asesmen yang akan dilakukan
untuk mendapatkan data/informasi yang diinginkan.
4. Merancang aktivitas evaluasi yang bersifat reflektif
dan dapat dijadikan pengembangan bagi pendidik
dan pelaksana program.
5. Menggunakan alat penilaian pencapaian yang jelas
dan terukur.
apa saja yang yang menjadi sumber
dalam evaluasi PEMBELAJARAN KSP
1. Hasil asesmen peserta didik per unit.
2. Artefak peserta didik: projek peserta didik,
portofolio peserta didik, pameran karya,
pertunjukan, dan sebagainya.
3. Survei lulusan
4. Refleksi proses belajar oleh pendidik
5. Observasi kepala satuan pendidikan
6. Rapor Pendidikan.
Prinsip Evaluasi Pembelajaran
dan Kurikulum Satuan Pendidikan
Kepala satuan pendidikan merancang dan melakukan proses
pendampingan dan pengembangan profesional sesuai kebutuhan
sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan
melibatkan pengawas. Aktivitasnya dapat berbentuk:
✔ Coaching
proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan
menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu
masalah.
✔ Mentoring
proses pendampingan dengan berbagi
pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala.
✔ Pelatihan
proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan
dan keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan
narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan
kemampuan satuan pendidikan). Misalnya: Pelatihan
tentang Pendekatan Pembelajaran (Tematik,
Integratif, dan Sistem Blok Waktu)
Pengembangan
Profesional dan
Pendampingan
Kontekstualisasi
Kurikulum
Tingkat Daerah
Konfigurasi Muatan Khas untuk Diversifikasi
Kurikulum
Kontekstualisasi
Merujuk Pada
Diversifikasi
● Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(UUSPN) menegaskan bahwa kurikulum pada
semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan
dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah, dan siswa.
● Diversifikasi kurikulum merupakan bagian dari
prinsip pengembangan dalam pelaksanaan
kurikulum. Pelaksanaan diversifikasi kurikulum
harus memperhatikan aspek kondisi di mana
kurikulum itu dilaksanakan.
● Permendikbudristekdikti N0.12 Pasal 29, ayat 2
Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan
dilakukan dengan prinsip diversifikasi sesuai
dengan Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan
peserta didik.
1. Potensi Daerah
Berbagai ragam potensi kearifan daerah dan keunggulan
daerah serta hal hal yang menjadi keunikan, ataupun
karakteristik baik budaya, ekonomi, pertanian, budi daya,
jasa maupun kemaritiman, serta Kondisi tertentu suatu
daerah digunakan sebagai dasar untuk menentukan
kebutuhan, penanganan, penguatan, program dan/atau
pengelolaan kurikulum satuan pendidikan secara
berdiversifikasi sesuai kondisi daerahnya
2. Potensi Sekolah
Sekolah menetapkan keunggulan, yang biasanya akan
tercantum dalam visi dan misi sekolah. Sekolah yang
potensial biasanya dipengaruhi oleh karakter geografis,
potensi guru, dan siswa. Karakter geografis, misalnya bila
sekolah itu berada di daerah pertanian, maka sekolah itu
dapat mengembangkan diversifikasi kurikulum melalui
keunggulan pertanian.
3. Bakat dan Minat Peserta Didik
Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang
sebagai bawaan sejak lahir. Contoh: seorang yang
berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan
pekerjaan lukisnya dibandingkan dengan seseorang yang
kurang berbakat.
Minat adalah suatu proses pengembangan dalam
mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk
mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang
diminatinya. Misalnya, minat vokasional (profesi,
komersial, dan kegiatan diluar sekolah) dan non
vokasional (kepuasan atau hobi).
Muatan Diversifikasi
Kurikulum
1. Intrakurikuler
● Sebagai kemasanintegrasi, menyatu (Blended); Sebagai
● konteks (pemerkaya); Mata Pelajaran Tersendiri
2. Kokurikuler
● Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan-kegiatan yang
dimaksudkan untuk lebih mendalami dan menghayati
materi pengajaran yang telah dipelajari padakegiatan
intrakurikuler di dalam kelas, baik yang tergolong mata
pelajaranprogram inti maupun program khusus.
● Diversifikasi juga masuk sebagai konteks dalam Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dalam Projek
Program Pemberdayaan dan Keterampilan BerbasisProfil
Pelajar Pancasila
3. Ekstrakurikuler
● Diversifikasi kurikulum sebagai kegiatan ekstrakurikuler
untuk mendukung muatan keunggulan sekolah,
potensi/kondisidaerah yang belum terakomodasi dalam
kegiatan lain untuk memperkaya khasanah diversifikasi.
4. Pembiasaan dan Pembudayaan Sekolah
● Program diversifikasikurikulum dengan menggunakan
pendekatan rutin melalui pengaturankegiatan siswa secara
terjadwal dan terus-menerus dengan penekanan pada
pembiasaan menjadi budaya sekolah. Beberapa kegiatan,
seperti berdoa bersama, sholat berjamaah, peringatan
● hari-hari besar, upacara,cara hidup demokrasi,kegiatan
● ekonomi produktif, kompetisi seni dan olahraga, kebersihan
● diri dan lingkungan, mengerjakan pra-karya, melaksanakan
kegiatan’hari krida’,dan seterusnya
Model Implementasi
Diversifikasi Kurikulum
Diversifikasi
Kurikulum
dalam KSP
1. Karakteristik Sekolah
2. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah
3. Pengorganisasian Pembelajaran
4. Perencanaan Pembelajaran
5. Evaluasi, Pengembangan
Profesional, dan Pendampingan
Sistematika Kurikulum
Jenjang SMP Kab. Semarang
Tahun Ajaran 2024/2025
Cover/Halaman Judul
• Logo sekolah dan/atau daerah
• Judul: Kurikulum Satuan Pendidikan SMP
....
• Tahun Ajaran
• NPSN
• Alamat Sekolah
Halaman Penetapan
• Rumusan kalimat penetapan
• Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap
sekolah
• Tanda tangan ketua komite dan stempel/cap
komite sekolah (Mengetahui)
• Tanggal Penetapan: 16 Juli 2024
Halaman Validasi
• Rumusan kalimat validasi
• Tanda tangan pengawas sekolah
• Tanggal validasi: 16 Juli 2024
Halaman Pengesahan
• Rumusan kalimat pengesahan
• Tanda tangan Plt Kepala DISDIKBUDPORA dan
stempel/cap dinas
• Tanggal pengesahan: 17 Juli 2024
PRAKATA
• Ucapan syukur
• Terimakasih
• Garis besar isi KSP
• Harapan
• Manfaat
• Permohonan saran dan kritik untuk perbaikan
DAFTAR ISI
• Perhatikan tata aturan penulisan Daftar Isi
• Cek kesesuaian antara halaman pada Daftar
Isi dengan halaman pada Dokumen Kurikulum
DAFTAR LAMPIRAN
• Perhatikan tata aturan penulisan Daftar
Lampiran
• Cek kesesuaian antara halaman pada Daftar
Lampiran dengan halaman pada Dokumen
Kurikulum
BAB I
ANALISIS KARAKERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
A. Analisis Karakteristik Peserta Didik
• Gaya belajar
• Bakat dan minat
• Latar belakang sosial ekonomi
• Latar belakang lingkungan tempat tinggal
B. Karakteristik Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
• Kualifikasi pendidikan
• Kualifikasi keahlian
• Sertifikasi pendidik
• Kegiatan PKB yang telah terlaksana
• Kegiatan peningkatan kompetensi & kinerja
C. Karakteristik Sosial dan Budaya Sekolah
• Letak geografis Satuan Pendidikan
• Kegiatan pembiasan sekolah
• Budaya prestasi
• Budaya literasi & numerasi
• Budaya tertib administrasi Satuan Pendidikan
• Budaya peduli lingkungan
• Budaya Refleksi
• Budaya iklim keamanan sekolah
BAB II
VISI, MISI, DAN TUJUAN
A. Visi
• Cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan,
yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan
pendidikan.
• Ringkas dan mudah dipahami berorientasi pembentukan Profil Pelajar
Pancasila.
• Menggambarkan masa depan yang ingin dicapai oleh satuan
pendidikan.
• Dapat memberikan panduan/arahan serta semangat, motivasi, dan
komitmen seluruh stakeholder satuan pendidikan untuk meningkatkan
kualitas proses dan hasil pendidikan.
• Harus tampak realistis, kredibel, dan atraktif.
• Mudah dipahami, relatif singkat, ideal, dan berfokus pada mutu serta
memotivasi setiap pemangku kepentingan.
B. Misi
• Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai
oleh satuan pendidikan.
• Memberikan arah dalam mewujudkan visi satuan pendidikan.
• Dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan, bukan
kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada
rumusan visi.
• Antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada
keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas (satu
indikator visi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi).
• Menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada
peserta didik.
C. Tujuan
• Harus serasi dan mendeskripsikan misi dan nilai-nilai
satuan pendidikan.
• Fokus pada hasil yang diinginkan pada peserta didik.
• Harus spesifik, terukur, dapat dicapai dalam jangka
waktu tertentu (SMART). Untuk mengetahui pencapaian
tujuan pendidikan, satuan pendidikan dapat melakukan
evaluasi.
BAB III
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Intrakurikuler
1. Tujuan
• Kegiatan pembelajaran setiap mata pelajaran dirancang agar peserta
didik dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian
pembelajaran.
• Berpusat pada peserta didik.
• Merupakan kegiatan utama.
• Mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tujuan akhir fase D.
A. Intrakurikuler
2. Metode
• Menggunakan berbagai metode pengajaran/pendekatan belajar
sebagai wujud ‘Merdeka Belajar, Merdeka Bermain’.
• Menggunakan berbagai instrumen asesmen yang bermakna dalam
menilai progres dan capaian peserta didik.
• Melibatkan pendidik dalam proses desain asesmen dan moderasi
hasil asesmen.
• Terjadwal.
• Dilaksanakan oleh guru mapel.
• Dilaksanakan di sekolah.
A. Intrakurikuler
3. Pendekatan Pembelajaran
• Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dan mapel
lainnya.
• Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah
jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing
satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah.
4. Hasil
• Bukti pencapaian capaian pembelajaran berupa portofolio/kumpulan
hasilpekerjaan peserta didik dari berbagai instrumen asesmen.
• Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar.
A. Intrakurikuler
5. Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran, muatan
lokal, dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam
satu tahun ajaran
• Struktur Kurikulum mengacu pada Lampiran II Permendikbudristek
Nomor 12 tahun 2024.
• Menggunakan sistem paket untuk kegiatan intrakurikuler dan
kegiatan projek pengutan profil pelajar Pancasila.
• Memuat alokasi waktu mapel per tahun.
• Memuat alokasi waktu mapel per minggu.
• Memuat alokasi waktu mapel P5 per tahun.
• Memuat total alokasi waktu mapel per tahun.
Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/SMP
Alokasi waktu mata pelajaran sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, atau bentuk lain yang
sederajat kelas VII-VIII (Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)
Mata Pelajaran
Alokasi Intrakurikuler
Per Tahun
Alokasi Projek Penguatan Profil
Pancasila Per Tahun
Total JP Per Tahun
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti a) 72 36 108
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti a) 72 36 108
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti a) 72 36 108
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti a) 72 36 108
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti a) 72 36 108
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti a) 72 36 108
Pendidikan Pancasila 72 36 108
Bahasa Indonesia 180 36 216
Matematika 144 36 180
Ilmu Pengetahuan Alam 144 36 180
Ilmu Pengetahuan Sosial 108 36 144
Bahasa Inggris 108 36 144
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 72 36 108
Informatika 72 36 108
Seni, Budaya, dan Prakarya b)
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
3. Seni Teater
4. Seni Tari
5. Prakarya Budi Daya
6. Prakarya Kerajinan
7. Prakarya Rekayasa
8. Prakarya Pengolahan
72 36 108
Muatan Lokal c) 72 - 72
Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/SMP
Alokasi waktu mata pelajaran sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, atau bentuk lain yang
sederajat kelas IX (Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)
Mata Pelajaran
Alokasi Intrakurikuler
Per Tahun
Alokasi Projek Penguatan Profil
Pancasila Per Tahun
Total JP Per Tahun
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti a) 64 32 96
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti a) 64 32 96
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti a) 64 32 96
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti a) 64 32 96
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti a) 64 32 96
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti a) 64 32 96
Pendidikan Pancasila 64 32 96
Bahasa Indonesia 160 32 192
Matematika 128 32 160
Ilmu Pengetahuan Alam 128 32 160
Ilmu Pengetahuan Sosial 96 32 128
Bahasa Inggris 96 32 128
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 64 32 96
Informatika 64 32 96
Seni, Budaya, dan Prakarya b)
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
3. Seni Teater
4. Seni Tari
5. Prakarya Budi Daya
6. Prakarya Kerajinan
7. Prakarya Rekayasa
8. Prakarya Pengolahan
64 32 96
Muatan Lokal c) 64 - 64
Keterangan
a) Pendidikan Agama: Diikuti oleh Peserta Didik sesuai dengan
agama masing-masing.
b) Seni Budaya dan Prakarya: Satuan Pendidikan
menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya
(seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/atau
prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau
prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau
prakarya).
c) Muatan Lokal: Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 64
(enam puluh empat) JP per tahun.
Penjelasan Umum
1. Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayat kepercayaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
2. Layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan mengenai Bimbingan dan Konseling.
3. Muatan lokal merupakan muatan pembelajaran tentang potensi dan keunikan
lokal berupa: a. seni budaya; b. prakarya; c. pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan; d. bahasa; dan/atau e. teknologi.
4. Muatan lokal dapat dilaksanakan pada Satuan Pendidikan melalui:
a. pengintegrasian ke dalam mata pelajaran lain;
b. pengintegrasian ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila;
dan/atau
c. mata pelajaran yang berdiri sendiri.
Penjelasan Umum
5. Kurikulum di Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di
sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, atau bentuk lain yang
sederajat menambahkan mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus
sesuai dengan kondisi Peserta Didik.
6. Peserta Didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dapat diberikan
percepatan pemenuhan beban belajar, dan/atau pendalaman dan
pengayaan Capaian Pembelajaran terkait Kurikulum Merdeka sebagai
layanan individual dan bukan dalam bentuk rombongan belajar.
7. Kelas khusus atau Satuan Pendidikan khusus olahraga atau seni dapat
menggunakan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila
sebagai penguatan kompetensi khusus keolahragaan atau kesenian
sesuai kebutuhan Peserta Didik.
B. Kokurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila
1. Tujuan
• Untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter
sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan SKL.
• Terdapat tema, topik, dimensi, elemen, alokasi waktu, dan koordinator
tiap Projek.
• Kompetensi dan tema mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP
Nomor 031/H/KR/2024.
• Melaksanakan 3 sampai 4 projek dalam 1 tahun.
• Terdapat modul P5 tiap Projek.
B. Kokurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila
2. Metode
• Mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil dan kontekstual dalam
bentuk projek dengan bobot sekitar 25% dari total beban belajar per
tahun.
• Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta didik untuk bekerja mandiri
dan fleksibel.
• Dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan
menyelenggarakan projek.
• Kegiatan dilaksanakan di luar intrakurikuler dalam minggu efektif.
• Melibatkan semua guru, lintas mapel, berkolaborasi.
• Perencanaan dilaksanakan di awal tahun ajaran.
• Terdapat total waktu yang dialokasikan untuk projek dalam satu tahun.
B. Kokurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila
3. Hasil
• Bukti dapat berupa hasil produk/projek dan jurnal kerja yang fokus
pada proses dan pencapaian tujuan projek.
• Satuan pendidikan menyediakan waktu khusus untuk peserta didik.
• Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar pada bagian
terpisah dengan intrakurikuler.
C. Ekstrakurikuler
1. Tujuan
• Untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan,
kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara
optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan
nasional.
• Diarahkan dalam rangka pembentukan karakter Profil Pelajar
Pancasila.
• Pengembangan Ekstrakurikuler mengacu pada Lampiran III
Pemendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.
C. Ekstrakurikuler
2. Metode
• Terdapat ektrakurikuler pilihan Pramuka disertai penjelasannya.
• Terdapat ekstrakurikuler pilihan lain disertai penjelasan prosedur
pemilihannya.
• Terdapat tabel yang memuat cabang, tujuan, sasaran, pelaksana, dan
karakter Profil Pelajar Pancasila.
• Terdapat tujuan, waktu, dan penanggung jawab serta dimensi/elemen
P3 tiap jenis ekstrakurikuler.
3. Hasil
• Bukti dapat berupa testimoni atau cerita dari peserta didik.
• Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar pada bagian
terpisah dengan intrakurikuler.
BAB IV
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. Rencana Pembelajaran Untuk Ruang Lingkup
Satuan Pendidikan
• Terdapat penjelasan mengenai prinsip-prinsip pembelajaran.
• Terdapat penjelasan mengenai prinsip-prinsip asesmen.
• Menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta.
• Capaian Pembelajaran mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor
032/H/KR/2024.
• Capaian pembelajaran diuraikan menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang bersifat
operasional dan konkret.
• Perumusan tujuan pembelajaran meliputi kompetensi dan lingkup materi.
• Ruang Lingkup Materi mengacu pada Permendikbudristek Nomor 8 Tahun 2024
Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan
Jenjang Pendidikan Menengah.
• Tujuan-tujuan pembelajaran diurutkan menjadi alur tujuan pembelajaran.
• Prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran: esensial, berkesinambungan,
kontekstual, dan sederhana.
B. Rencana Pembelajaran Untuk Ruang Lingkup
Kelas
• Menyusun modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan alur
tujuan pembelajaran masing-masing mata pelajaran.
• Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran memuat sekurang-kurangnya:
tujuan pembelajaran, langkah-langkah/kegiatan pembelajaran, dan asesmen.
• Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan contoh yang
disediakan pemerintah.
• Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran memodifikasi contoh yang
disediakan pemerintah.
• Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran mengembangkan berdasarkan
sumber yang beragam
BAB V
EVALUASI, PENDAMPINGAN, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
A. Rencana Evaluasi Pembelajaran
Penyusunan rencana evaluasi pembelajaran secara mandiri dan berkala oleh satuan
pendidikan dengan sasaran pendidik dan peserta didik yang bersifat reflektif dan dapat
dijadikan pengembangan bagi pendidik dalam peningkatan kulaitas pembelajaran.
B. Rencana Evaluasi Kurikulum Satuan Pendidikan
Penyusunan rencana evaluasi Kurikulum Satuan pendidikan secara mandiri dan berkala
oleh satuan pendidikan dengan sasaran PTK sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan
kemampuan satuan pendidikan.
C. Pendampingan Dan Pengembangan Profesional
Penyusunan rancangan pendampingan dan pengembangan profesional bagi pendidik
yang meliputi ruang lingkup, bentuk, jenis kegiatan, waktu, dan narasumber.
DAFTAR PUSTAKA
• Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling Pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
• Permendikbudristek Nomor 8 Tahun 2024 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
• Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
• Keputusan Kepala BSKAP Nomor 031/H/KR/2024 Tentang Kompetensi Dan Tema
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
• Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 Tentang Capaian Pembelajaran
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang
Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka
• Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa,
Sastra, Dan Aksara Jawa
• Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 Tahun 2013 Tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 Tentang
Bahasa, Sastra, Dan Aksara Jawa
LAMPIRAN
• CP satu mapel setiap jenjang
• ATP satu mapel setiap jenjang
• Modul Ajar/RPP satu mapel setiap jenjang
• Modul P5 salah satu tema
PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER
(lampiran III Permendikbudristek Nomor 12 tahun 2024)
A. Tujuan
Tujuan pelaksanaan Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan sebagai berikut.
a. Ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor
Peserta Didik.
b. Ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat, minat, dan potensi Peserta Didik dalam
upaya pembinaan pribadi menuju manusia seutuhnya.
B. Jenis dan Format Kegiatan
Jenis Ekstrakurikuler sebagai berikut:
1. krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja
(PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;
2. karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan
kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
3. latihan olah-bakat atau latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni
dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa,
dan lainnya;
4. keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al-Quran, retret; atau
5. bentuk kegiatan lainnya.
Ekstrakurikuler dapat diselenggarakan dalam berbagai format sebagai berikut.
1. Individual, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh
Peserta Didik secara perorangan.
2. Kelompok, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh
kelompok-kelompok Peserta Didik.
3. Klasikal, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh
Peserta Didik dalam 1 (satu) rombongan belajar.
4. Gabungan, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh
Peserta Didik antar rombongan belajar.
5. Lapangan, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh
seorang atau sejumlah Peserta Didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan
lapangan.
C. Prinsip Pengembangan
Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai
berikut.
1. Bersifat individual, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan
potensi, bakat, dan minat Peserta Didik masing-masing.
2. Bersifat pilihan, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat
dan diikuti oleh Peserta Didik secara sukarela.
3. Keterlibatan aktif, yakni bahwa Ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan Peserta
Didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
4. Menyenangkan,yakni bahwa Ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang
menggembirakan bagi Peserta Didik.
5. Membangun etos kerja, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan dan
dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat Peserta Didik untuk berusaha
dan bekerja dengan baik dan giat.
6. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan dan
dilaksanakan dengan memperhatikan dampak positifnya bagi masyarakat.
D. Mekanisme
1. Pengembangan
Ekstrakurikuler diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan bagi Peserta Didik sesuai
potensi, bakat, dan minat Peserta Didik. Pengembangan Ekstrakurikuler di Satuan
Pendidikan dapat dilakukan melalui tahapan:
1) analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan Ekstrakurikuler;
2) identifikasi kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik;
3) menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan, kompetensi, muatan
pembelajaran, beban belajar, dan indikator ketercapaiannya;
4) mengupayakan sumber daya sesuai pilihan Peserta Didik atau
menyalurkannya ke Satuan Pendidikan atau lembaga lainnya; dan
5) menyusun Program Ekstrakurikuler.
Satuan Pendidikan menyusun program Ekstrakurikuler yang merupakan bagian
dari Rencana Kerja Sekolah. Program Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan yang
dikembangkan dengan menggunakan sumber daya bersama difasilitasi
penggunaannya oleh Yayasan, Pemerintah, atau Pemerintah Daerah sesuai
kewenangannya. Program Ekstrakurikuler disosialisasikan kepada Peserta Didik dan
orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran.
Sistematika Program Ekstrakurikuler paling sedikit memuat:
a.rasional dan tujuan umum;
b.deskripsi setiap Ekstrakurikuler;
c.pengelolaan;
d.pendanaan; dan
e.evaluasi.
2. Pelaksanaan
Penjadwalan Ekstrakurikuler dirancang di awal tahun ajaran oleh pembina
Ekstrakurikuler di bawah supervisi kepala sekolah/ madrasah atau wakil kepala
sekolah/madrasah. Jadwal Ekstrakurikuler diatur agar tidak menghambat
pelaksanaan Intrakurikuler dan Kokurikuler.
3. Penilaian atau Asesmen
Kinerja Peserta Didik dalam Ekstrakurikuler perlu mendapat Penilaian atau asesmen
dan dideskripsikan dalam rapor. Kriteria keberhasilannya meliputi proses dan hasil
capaian kompetensi Peserta Didik dalam Ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian
atau asesmen dilakukan secara kualitatif.
E. Evaluasi
Evaluasi Ekstrakurikuler dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pada setiap
indikator yang telah ditetapkan dalam rencana pengembangan Ekstrakurikuler oleh
Satuan Pendidikan. Satuan Pendidikan hendaknya mengevaluasi setiap indikator
yang sudah tercapai maupun yang belum tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi,
Satuan Pendidikan dapat melakukan tindak lanjut berupa perbaikan pada
perencanaan siklus kegiatan berikutnya.
F. Daya Dukung
Daya dukung pengembangan dan pelaksanaan Ekstrakurikuler meliputi:
1. Kebijakan Satuan Pendidikan
Pengembangan dan pelaksanaan Ekstrakurikuler merupakan kewenangan dan tanggung jawab penuh
dari Satuan Pendidikan. Satuan Pendidikan menetapkan kebijakan pengembangan dan pelaksanaan
Ekstrakurikuler melalui rapat Satuan Pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah.
2. Ketersediaan Pembina Ekstrakurikuler
Pelaksanaan Ekstrakurikuler harus didukung dengan ketersediaan pembina Ekstrakurikuler. Satuan
Pendidikan dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan pembina Ekstrakurikuler.
3. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan
Pelaksanaan Ekstrakurikuler memerlukan dukungan berupa ketersediaan sarana dan prasarana di
Satuan Pendidikan. Sarana di Satuan Pendidikan mencakup segala kebutuhan fisik, sosial, dan kultural
yang diperlukan untuk mewujudkan proses pendidikan. Prasarana di Satuan Pendidikan mencakup
lahan, gedung/bangunan, prasarana olahraga, prasarana kesenian, dan prasarana lainnya.
G. Pihak Yang Terlibat
Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan Ekstrakurikuler antara lain:
1. Satuan Pendidikan
Kepala sekolah/madrasah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan pembina
Ekstrakurikuler bersama-sama mewujudkan keunggulan dalam ragam Ekstrakurikuler
sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh Satuan Pendidikan.
2. Komite Sekolah/Madrasah
Sebagai mitra sekolah, komite sekolah/madrasah memberikan dukungan, saran,
dan control dalam mewujudkan keunggulan ragam Ekstrakurikuler.
3. Orang tua
Memberikan kepedulian dan komitmen penuh terhadap keberhasilan
Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan.
REVIEW KOSP
TAHUN AJARAN 2023/2024
Diskusi kelompok …
Cover
Lembar Pengesahan
Lembar Validasi
Kata Pengantar
Daftar Pustaka
Lampiran
KELOMPOK 1
BAB I ANALISIS KARAKERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
KELOMPOK 2
A. Analisis Karakteristik Peserta Didik
B. Karakteristik Pendidik dan Tenaga Kependidikan
C. Karakteristik Sosial dan Budaya Sekolah
BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN
KELOMPOK 3
A. Visi
B. Misi
C. Tujuan
BAB III PENGORGANISASIAN PEMBELAJAAN
KELOMPOK 4
A. Intrakurikuler
B. Kokurikuler
C. Ekstrakurikuler
BAB IV PERENCANAAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK 5
A. Rencana Pembelajaran Untuk Ruang Lingkup Satuan
Pendidikan
B. Rencana Pembelajaran Untuk Ruang Lingkup Kelas
BAB V EVALUASI, PENDAMPINGAN, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
KELOMPOK 6
A. Rencana Evaluasi Pembelajaran
B. Rencana Evaluasi Kurikulum Merdeka
C. Pendampingan Dan Pengembangan Profesional
TERIMAKASIH

KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN_SMP KAB. SMG_Permendikbudristek 12 TH 2024 (1).pptx

  • 1.
    PUSAT KURIKULUM DANPEMBELAJARAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA 2024 Disampaikan oleh : ………………………………….. PENGAWAS SEKOLAH AHLI MADYA DISDIKBUDPORA KABUPATEN SEMARANG KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN Pada Jenjang SMP (Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024)
  • 2.
    TUJUAN KEGIATAN Setelah mengikutikegiatan diharapkan peserta mampu: 1. Memahami Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 2. Mengetahui cakupan Kurikulum Satuan Pendidikan 3. Memahami kerangka dasar Kurikulum Satuan Pendidikan 4. Memahami struktur Kurikulum Satuan Pendidikan 5. Memahami sistematika Kurikulum Satuan Pendidikan
  • 3.
  • 10.
    Jenjang SMP REVIEW PERMENDIKBUDRISTEK NO12 TAHUN 2024 TENTANG KURIKULUM PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
  • 11.
    Kurikulum adalah seperangkatrencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Ayat 1 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 12.
    Kurikulum pada PendidikanAnak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah yang selanjutnya disebut Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberi fleksibilitas dan berfokus pada materi esensial untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila. (Pasal 1 Ayat 2 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 13.
    Peserta Didik adalahanggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. (Pasal 1 Ayat 3 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. (Pasal 1 Ayat 4 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. (Pasal 1 Ayat 5 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 14.
    Intrakurikuler adalah kegiatanpembelajaran untuk mencapai tujuan belajar sesuai jadwal dan beban belajar pada struktur Kurikulum. (Pasal 1 Ayat 6 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Kokurikuler adalah kegiatanpembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi Peserta Didik. (Pasal 1 Ayat 7 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal yang dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan Satuan Pendidikan. (Pasal 1 Ayat 8 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 15.
    Capaian Pembelajaran adalahkompetensi pembelajaran yang harus dicapai Peserta Didik di akhir setiap fase. (Pasal 1 Ayat 9 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Fase adalah tahapan perkembangan belajar Peserta Didik. (Pasal 1 Ayat 10 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar Peserta Didik. (Pasal 1 Ayat 11 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 16.
    CAKUPAN KURIKULUM MERDEKA (Pasal2 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) A. Kerangka Dasar Kurikulum B. Struktur Kurikulum
  • 17.
    Kerangka dasar Kurikulummerupakan rancangan landasan utama dalam pengembangan struktur Kurikulum. Kerangka dasar Kurikulum sebagaimana dimaksud memuat: a. tujuan; b. prinsip; c. karakteristik pembelajaran; d. landasan filosofis; e. landasan sosiologis; dan f. landasan psikopedagogis. (Pasal 3 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 18.
    Struktur Kurikulum merupakanpengorganisasian atas kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar. Kompetensi merupakan kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan kemampuan Peserta Didik sebagai hasil dari proses pembelajaran. Muatan pembelajaran merupakan susunan materi atau isi yang disampaikan pada proses pembelajaran, mencakup sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang diharapkan dikuasai oleh Peserta Didik sesuai dengan kebutuhan belajar. Beban belajar merupakan alokasi waktu pembelajaran untuk mencapai kompetensi Peserta Didik. (Pasal 5 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 19.
    Struktur Kurikulum memuat: a.Intrakurikuler; dan b. Kokurikuler. Struktur Kurikulum dapat memuat Ekstrakurikuler sesuai dengan karakteristik Satuan Pendidikan. (Pasal 7 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Intrakurikuler memuat: a. Kompetensi; b. Muatan pembelajaran; dan c. Beban belajar. (Pasal 8 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 20.
    Kompetensi dirumuskan dalambentuk Capaian Pembelajaran. Capaian Pembelajaran pada Fase D untuk kelas VII sampai dengan kelas IX pada sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, program paket B, atau bentuk lain yang sederajat; Capaian Pembelajaran disusun untuk mencapai kompetensi Peserta Didik. (Pasal 9 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 21.
    Muatan pembelajaran padajenjang pendidikan menengah dirumuskan pelajaran. (Pasal 13 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Beban belajar dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran. (Pasal 15 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 22.
    Kokurikuler memuat: a. Kompetensi;b. Muatan pembelajaran; dan c. Beban belajar. Kokurikuler dilaksanakan paling sedikit dalam bentuk projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi Peserta Didik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dikembangkan oleh Satuan Pendidikan mengacu pada panduan yang ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum. (Pasal 16 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 23.
    Kompetensi pada projekpenguatan profil pelajar Pancasila dirumuskan dalam bentuk ciri Peserta Didik yang: a. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; b. bergotong royong; c. bernalar kritis; d. berkebinekaan global; e. mandiri; dan f. kreatif. Kompetensi ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum. (Pasal 17 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 24.
    Muatan pembelajaran padaprojek penguatan profil pelajar Pancasila memuat tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi rujukan bagi Satuan Pendidikan untuk merumuskan topik projek penguatan profil pelajar Pancasila yang relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik Peserta Didik. Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum. (Pasal 18 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Beban belajar pada projek penguatan profil pelajar Pancasila dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran. (Pasal 19 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 25.
    Ekstrakurikuler memuat: a. Kompetensi;b. Muatan pembelajaran; dan c. Beban belajar. Ekstrakurikuler ditujukan untuk mengembangkan minat dan bakat Peserta Didik. Satuan Pendidikan dapat mengembangkan Ekstrakurikuler mengacu pada: a. komponen; b. jenis dan format kegiatan; c. prinsip pengembangan; d. mekanisme; e. evaluasi; f. daya dukung; dan g. pihak yang terlibat. (Pasal 21 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 26.
    Ekstrakurikuler dilaksanakan denganmemperhatikan ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik. (Pasal 23 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Keikutsertaan Peserta Didik dalam Ekstrakurikuler bersifat sukarela. (Pasal 24 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 27.
    Dalam mendukung implementasiKurikulum Merdeka, pejabat pimpinan tinggi madya sesuai tugas dan fungsinya bertanggung jawab untuk: a. menyediakan panduan implementasi Kurikulum Merdeka; b. menyediakan buku teks utama; c. menyediakan perangkat ajar selain buku teks utama yang dapat langsung digunakan, dimodifikasi, atau dijadikan referensi; d. menyediakan sumber belajar dan pelatihan untuk Pendidik dan tenaga kependidikan; e. melakukan advokasi dan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka; dan f. melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. (Pasal 25 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 28.
    Dalam mendukung implementasiKurikulum Merdeka, Pemerintah Daerah bertanggung jawab untuk: a. menyusun dan menetapkan muatan lokal; b. memfasilitasi pengembangan perangkat ajar muatan lokal; c. menetapkan kualifikasi akademik dan kompetensi Pendidik muatan lokal; d. melaksanakan fasilitasi dan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka ke Satuan Pendidikan; e. memfasilitasi Pendidik dan kepala Satuan Pendidikan dalam mempelajari dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan f. memfasilitasi Pendidik dan kepala Satuan Pendidikan dalam mengaktifkan komunitas belajar pada Satuan Pendidikan dan antarsatuan pendidikan. (Pasal 26 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 29.
    Dalam mendukung implementasiKurikulum Merdeka, Satuan Pendidikan bertanggung jawab untuk: a. mengembangkan dan menetapkan Kurikulum Satuan Pendidikan berdasarkan kerangka dasar Kurikulum dan struktur Kurikulum yang ditetapkan oleh Kementerian; b. menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai dengan kondisi Peserta Didik berkebutuhan khusus bagi sekolah yang menyelenggarakan layanan program kebutuhan khusus; c. melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan d. berpartisipasi aktif dalam komunitas belajar pada Satuan Pendidikan dan/atau antar Satuan Pendidikan. (Pasal 27 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 30.
    Satuan Pendidikan mengembangkanKurikulum Satuan Pendidikan paling sedikit memuat: a. karakteristik Satuan Pendidikan; b. visi, misi, dan tujuan Satuan Pendidikan; c. pengorganisasian pembelajaran; dan d. perencanaan pembelajaran. Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dilakukan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan Peserta Didik. Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dilakukan oleh Satuan Pendidikan atau kelompok Satuan Pendidikan. Pengembangan kurikulum Satuan Pendidikan melibatkan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama kabupaten/ kota. Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dapat melibatkan masyarakat. Panduan pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum. (Pasal 29 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 31.
    Kurikulum Satuan Pendidikanditetapkan oleh kepala Satuan Pendidikan. (Pasal 30 Permendikbudristek No. 12 Th 2024) Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: a. Satuan Pendidikan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah yang belum melaksanakan Kurikulum Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan tahun ajaran 2025/2026 dan memulai penerapan Kurikulum Merdeka paling lambat tahun ajaran 2026/2027; dan b. Satuan Pendidikan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang belum melaksanakan Kurikulum Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan tahun ajaran 2026/2027 dan memulai penerapan Kurikulum Merdeka paling lambat tahun ajaran 2027/2028. (Pasal 31 Permendikbudristek No. 12 Th 2024)
  • 32.
    PenyusunanKurikulum Satuan Pendidikan Berbasis Data PenyusunanKurikulum Satuan Pendidikan Pendampingan Kurikulum Satuan Pendidikan
  • 33.
    Berpusat pada pesertadidik pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah. Kontekstual menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks social budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB) PrinsipPenyusunan Kurikulum SatuanPendidikan Esensial semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan tentang kurikulum yang digunakan di satuan pendidikan dapat diperoleh di dokumen tersebut. Bahasanya lugas dan mudah dipahami, tidak mengulang naskah/kutipan yang sudah ada di naskah lain. Dokumen tidak perlu memuat kembali misalnya lampiran Kepmendikbud seperti CP, struktur, dll., dalam dokumen kurikulum operasional Akuntabel dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual Melibatkanberbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
  • 34.
  • 35.
    apa Saja Yang DiperlukanDalam Menyusun KSP? Dimulai dengan memahami secara utuh kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain Tujuan Pendidikan Nasional, profil pelajar Pancasila, SNP, Struktur Kurikulum, Prinsip Pembelajaran dan Asesmen, serta Capaian Pembelajaran. Memahami prinsip penyusunan KSP Khusus untuk SMK ditambah dengan memahami kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait. Bagi yang sudah memiliki dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan, dapat langsung melakukan peninjauan dan revisi.
  • 36.
    Siapa Saja Yang TerlibatDalam Penyusunan Ksp? Pemangku kepentingan internal (pemimpin sekolah dan guru) Pemangku kepentingan eksternal (orang tua, komite satuan pendidikan dan dinas Pendidikan) Pemangku kepentingan lainnya (organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK).
  • 37.
    Mengapa Perlu Menyusun KSP? DokumenKurikulum Satuan Pendidikan memiliki fungsi utama sebagai dokumen hidup yang membantu satuan pendidikan menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Membantu dalam hal melakukan pengorganisasian dan perencanaan pembelajarandengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dari satuan pendidikan berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi berbasis data. Membantu dalam hal melakukan diversifikasi kurikulum berdasarkan hasil identifikasi potensi dan karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ciri khas-nya dan membantu satuan pendidikan untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya.
  • 38.
  • 39.
    Proses penyusunan kurikulum satuanpendidikan bersifat: ● TETaP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan ● FLEKSIBEL/DINaMIS (mengembangkan kurikulum satuan pendidikan berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan). Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’ Proses Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang belum pernah menyusun)
  • 40.
    Berdasarkan diagram prosespenyusunan dan revisi KSP, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: • Langkah penyusunan KSP ini berbentuk sebuah siklus yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Ini berarti proses evaluasi dapat di akhir dan di awal siklus yang tidak terpisah sebelum mulai melakukan perencanaan. • Evaluasi jangka per semester/per tahun dapat menggunakan data seperti observasi, diskusi dengan warga sekolah (seperti guru, kepala sekolah, peserta didik), dan rapor pendidikan. Hasil evaluasi ini dapat membantu kepala satuan pendidikan dan guru untuk memperbaiki pengorganisasian pembelajaran dan rencana pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran bisa meningkat. Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang sudah pernah menyusun) Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’
  • 41.
  • 42.
    PERAN PENGAWAS Perdirjen GTKNomor: 4831/B/HK.03.01/2023 Pasal 4 ayat (2) c, membersamai Kepala Sekolah dalam mengembangkan kurikulum operasional Satuan Pendidikan dan perencanaan pembelajaran sesuai profil Satuan Pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
  • 43.
    Dalam rangka koordinasidan supervisi pengembangan KSP: Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan melakukan refleksi, mengidentifikasi akar masalah, dan membuat prioritas. Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan melakukan analisis karakteristik di lingkungan sekolah. Pengawas sekolah atau penilik membantu atau mendorong sekolah untuk mencari data atau informasi menyeluruh untuk analisis karakteristik daerah (potensi dan tantangan daerah dan sekolah), termasuk melibatkan komite satuan pendidikan. Pengawas sekolah atau penilik membantu satuan pendidikan untuk berjejaring memperkaya pembelajaran untuk intrakurikuler dan kokurikuler projek penguatan profil pelajar Pancasila. Peran Pengawas Sekolah atau Penilik
  • 44.
    Satuan pendidikan menginformasikanke dinas melalui pengawas sekolah atau penilik bahwa satuan pendidikan sudah mengembangkan dan menetapkan Kurikulum Satuan Pendidikannya. Dinas pendidikan diwakili pengawas sekolah atau penilik melakukan supervisi terhadap satuan pendidikan untuk memastikan dokumen KSP sudah selaras dengan prinsip pengembangan dan komponen minimum KSP. Peran Koordinasi Dan Supervisi Jika belum selaras, maka pengawas sekolah atau penilik perlu mendampingi satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan komponen minimum.
  • 45.
    Transformasi Satuan Pendidikan Apa saja yangdiketahui mengenai "transformasi satuan pendidikan"? Bagaimana/Apa saja yang bisa dan perlu dilakukan dalam transformasi satuan pendidikan? Mengapa perencanaan berbasis data itu penting dalam transformasi satuan pendidikan? Bagi partisipan kepala sekolah yang telah mengembangkan KSP di sekolahnya, apakah sudah menggunakan data? Jika iya, apa saja contoh sumber data/datanya?
  • 46.
    Transformasi Satuan Pendidikan Perencanaan Berbasis Data Pemanfaatan dataRapor Pendidikan dan data lain untuk refleksi kondisi layanan dan perencanaan pembelajaran ke depan Analisis Data Rapor Pendidikan dan data lain mempengaruhi penyusunan komponen KSP Siklus kerja Kepala Sekolah
  • 47.
    Indikator Capaian Kemampuan literasiKurang Kemampuan numerasi Kurang Karakter Baik Iklim keamanan satuan pendidikan Sedang Iklim kebinekaan Kurang Kualitas pembelajaran Sedang Contoh Penggunaan Rapor Pendidikan Untuk Perencanaan Pembelajaran di SMP A Ringkasan kondisiSMP A Dari seluruh capaian tahun ini, karakter SMP A menjadi indikator pencapaian terbaik. Meski demikian, kemampuan literasi, numerasi, dan iklim kebinekaan adalah indikator dengan pencapaian ‘kurang’. Berdasarkan data tersebut, pembenahan yang dilakukan oleh satuan pendidikan berdasarkan akar permasalahannya dapat disusun untuk membuat perencanaan pembelajaran di beberapa mata pelajaran sebagai berikut: Indikatoryang perlu dibenahi Subindikator yang perlu ditingkatkan Mata Pelajaran dan Projefi PenguatanProfil Pelajar Pancasila Tindafi Lanjut Kemampuan literasi Kompetensi membaca teks sastra Bahasa Indonesia Pembiasaan membaca hening buku cerita sastra selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan diskusi sastra saat pembelajaran berlangsung. Kompetensi membaca teks informasi Pendidikan Pancasila, IPA, IPS, dan/atau Bahasa Indonesia Pembiasaan berbagi informasi terkait pemaknaan isi teks yang relevan bagi peserta didik dari berbagai sumber media informasi di dalam kelompok sebelum pembelajaran dimulai dan saat pembelajaran berlangsung. Kemampuan numerasi Kompetensi pada Domain Aljabar Matematika Pembiasaan mengerjakan soal cerita berisi permasalahan sehari-hari yang sering dijumpai pada materi aljabar. Kompetensi pada Domain Geometri Seni Rupa dan Matematika Melakukan pembelajaran integrasi pada mata pelajaran Seni Rupa dan Matematika berhubungan dengan geometri (garis, bangun, ruang). Iklim kebinekaan Komitmen kebangsaan Pendidikan Pancasila, IPS, dan projek penguatan profil pelajar Pancasila Memilih tema Bhinneka Tunggal Ika dan mengembangkan elemen refleksi terhadap pengalaman kebinekaan.
  • 48.
    Reflefisi: Tetapkan prioritas peningkatan layanan yang palingmenjadi kebutuhan Benahi Implementasi: Implementasi dan evaluasi hasilnya secara berkala Benahi Perencanaan: Rencanakan upaya peningkatan layanan Pengawas dan Penilik Satuan Pendidikan menjadi pendamping dan fasilitator Satuan pendidikan perlu membuat perencanaan berbasis data untuk dapat mengorganisasikan program pembelajaran secara efektif. Berikut contoh ilustrasi perencanaan berbasis data dalam siklus kerja kepala satuan pendidikan. Identifikasi: Kumpulkan dan maknai data kondisi layanan satuan pendidikan Dalam implementasi, kepala satuan pendidikan perlu memiliki kompetensi dan alat bantu untuk melakukan setiap tahapan pada siklus ini. Pengawas atau penilifi satuan pendidikan yang mumpuni dapat menjadi pendamping bagi kepala satuan pendidikan yang memerlukannya.
  • 49.
    Kepala satuan pendidikanmemimpin refleksi penentuan fokus peningkatan layanan untufi setahun ke depan. Kepala Satuan pendidikan memimpin diskusi bersama warga satuan pendidikan untuk mengidentifikasi kondisi layanannya menggunakan Rapor Pendidikan dan sumber data lain. Mengikuti asesmen Nasional sebagai upaya mendapatkan data kondisi layanan. Bersama warga satuan pendidikan,kepala satuan pendidikanmemimpin penyusunan pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran di tingkat satuan pendidikan dengan menggunakan KurikulumMerdeka. Hasilnya dituang dalam kalender akademik. Memetakan kebutuhan peningkatan kompetensi, agar pendidik dan tenaga kependidikan mampu melaksanakan perbaikan layanan. Merekap program, kegiatan serta anggaran di dalam rencana kegiatan tahunan dan RKAS*. * Bagi penerima BOSP, perubahan meliputi melaporkan pemanfaatan dan rencana pemanfaatan anggaran Revisi perencanaan dan penganggaran berdasarkan hasil reflefisi dan kebutuhanyang baru diketahui setelah implementasi berjalan. 02 01 03 04 05 0a 07 08 Implementasi rencana pada tahun ajaran baru dan memanfaatkan komunitas belajar untuk meningkatkan kompetensi PTK. Delapan aksi penjabaran siklus peningkatan kualitas layanan satuan pendidikan sebagai contoh perencanaan berbasis data.
  • 50.
    Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan Karakteristik SatuanPendidikan Visi, Misi, dan Tujuan Pengorganisasian Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran
  • 51.
    Komponen analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Analisiskarakteristik satuan pendidikan secara umum mencakup analisis kekhasan dan konteks sosial budaya satuan pendidikan serta analisis analisis profil peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Untuk SMK, karakteristik melingkupi program keahliannya. Untuk SLB, karakteristik satuan pendidikan melingkupi keterampilan Beberapa prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar ● Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan ● Menggunakan data-data yang diperoleh dari ● situasi nyata/kondisi satuan pendidikan ● Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis, dan dokumentasi data ● Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi
  • 52.
    Komponen analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Beberapapertanyaan refleksi dalam analisis lingkungan belajar di satuan pendidikan ● Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk dilestarikan? ● Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat setempat? ● Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini (baik oleh warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu sendiri)? ● Bagaimana peran satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik mencapai profil pelajar Pancasila? ● Untuk SMK dan SMALB: Apa potensi daerah dan kondisi dunia kerja yang relevan? Pilihan cara untuk mengumpulkan informasi: ● Kuesioner ● Wawancara ● Diskusi kelompok terpumpun/Focus Group Discussion (FGD) ● Observasi ● Analisis Rapor Pendidikan Selain cara di atas, satuan pendidikan juga dapat menggunakan cara lain untukmengumpulkan informasi untuk analisis karafiteristik satuan pendidikan.
  • 53.
    Komponen Contoh analisisKarakteristik Satuan Pendidikan Analisis Rapor Pendidikan 1. Terkait mutu dan hasil belajar, 2. Relevansi pembelajaran, 3. Kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta 4. Hasil rapor pendidikan juga dapat digunakan untuk melakukan identifikasi masalah pada satuan pendidikan, refleksi untuk mencari tahu akar masalah, dan perbaikan kualitas satuan Pendidikan. Kesimpulan analisis Rapor Pendidikan 1. Berdasarkan data tersebut, pembenahan yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan berdasarkan akar masalah yaitu menyusun perencanaan pembelajaran yg lebih baik pada beberapa mata pelajaran yang sesuai dengan indikator diatas/kebutuhan peserta didik. 2. Iklim kebinekaan dapat ditingkatkan melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila 3. Pengembangan Profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan 4. ……. Indikator Capaian Kemampuan literasi Kurang Kemampuan numerasi Kurang Karakter Baik Iklim keamanan satuan pendidikan Sedang Iklim kebinekaan Kurang Kualitas pembelajaran Sedang
  • 54.
    Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan Karakteristik SatuanPendidikan Visi, Misi, dan Tujuan Pengorganisasian Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran
  • 55.
    Komponen Visi, Misi, danTujuan Satuan Pendidikan Tujuan Pendidikan Nasional
  • 56.
    Komponen Visi, Misi,dan Tujuan Satuan Pendidikan Visi ➔ ➔ Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan pendidikan dan nilai-nilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan. Visi juga mengandung nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD). Contoh: 1. Menanamkan keimanan dan ketqwaan melalui pengenalan ajaran islam 2. Mengoptimalkan proses belajar dan bimbingan. dst Misi ➔ Menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi. ➔ Dalam kalimat misi juga dijabarkan nilai-nilai penting yang diprioritaskan selama menjalankan misi. Contoh: 1. Melaksanakan pembinaan Keagamaan yang berkesinambungan melalui kegiatan ... 2. Melaksanakan berbagai program literasi dan budaya melalui kegiatan ... Tujuan ➔ Mendeskripsikan tujuan akhir dari kurikulum satuan pendidikan yang berdampak kepada peserta didik. ➔ Dalam kalimat tujuan juga mengandung kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan suatu satuan pendidikan dan selaras dengan profil pelajar Pancasila. ➔ Tujuan juga menggambarkan tahapan-tahapan (milestone) penting dan selaras dengan misi. Contoh: Terwujudnya peserta didik yang beriman, cerdas , terampil, mandiri dan berwawasan global Contoh: 1. Mengembangkan budaya sekolah yang religious me;alui kegiatan keagamaan 2. Melaksanakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid di semua mata Pelajaran 3. dst
  • 57.
    Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan Karakteristik SatuanPendidikan Visi, Misi, dan Tujuan Pengorganisasian Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran
  • 58.
    Komponen Pengorganisasian Pembelajaran Satuan pendidikanmenyusun pembelajaran yang meliputi: Intrakurikuler Kokurikuler Projek penguatan profil pelajar Pancasila Ekstrakurikuler Pembelajaran berisi muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok), penetapan konsentrasi, dan Praktik Kerja Lapangan untuk SMK dan SLB. Kegiatan kokurikuler yang dirancang terpisah dari intrakurikuler untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila melalui tema dan pengelolaan projek berdasarkan dimensi dan fase. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Ekskul pada PAUD dan Kesetaraan bersifat opsional Catatan: Khusus Pendidikan Kesetaraan, sejak terbitnya Pemendifibud 12 Tahun 2024, maka P5/kokurikuler pada Pendidikan kesetaraan dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan berbasis Profil Pelajar Pancasila Satuan pendidikan formal wajib menyediakan layanan ekstrakurikuler, sekurang-kurangnya ekstrakurikuler pramuka.
  • 59.
    alternatif Pendekatan Pembelajaran Komponen 1 Pendekatanmata pelajaran 1. Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dengan mapel lainnya. 2. Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah. 2 Pendekatan tematik 1. Pembelajaran disusun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran. 2. Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. 3. SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik.
  • 60.
    3 Pendekatan secaraterintegrasi 1. Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkan secara kolaboratif (team teaching). 2. Pendidik berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan, melaksanakan dan melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran yang terpadu. 3. Sebagai contoh mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara terintegrasi. 4 Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah 1. Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan berbagai macam pengelompokkan. 2. Sebagai contoh, mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan IPAS akan diajarkan dari jam 07.00- 12.00 dalam semester 1. Contoh lain, mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah. 1.Ini adalah beberapa contoh pendekatan pengorganisasian pembelajaran yang bisa dipakai oleh satuan pendidikan 2. Pemilihan pendekatan pengorganisasian pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan 3. Tidak ada satu pendekatan yang lebih "canggih" dari pendekatan lain. alternatif Pendekatan Pembelajaran Komponen
  • 61.
    Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan Karakteristik SatuanPendidikan Visi, Misi, dan Tujuan Pengorganisasian Pembelajaran PerencanaanPembelajaran
  • 62.
    Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran meliputi: Memahami Capaian Pembelajaran(CP) Menyusun alur Tujuan Pembelajaran (aTP) dari TP Merancang Pembelajaran Komponen ● Ruang lingkup satuan pendidikan - penyusunan alur tujuan pembelajaran atau silabus. Dalam ruang lingkup satuan pendidikan, perumusan dan penyusunan alur dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan satuan pendidikan dalam merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, dan terukur. ● Ruang lingkup kelas - penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan pembelajaran. Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas, satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja. Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)
  • 63.
  • 64.
    Prinsip-prinsip melakukan evaluasi 1.Menetapkan tujuan evaluasi yang akan dilakukan. 2. Menetapkan data/informasi yang ingin didapatkan dalam kegiatan peninjauan. 3. Menentukan bentuk asesmen yang akan dilakukan untuk mendapatkan data/informasi yang diinginkan. 4. Merancang aktivitas evaluasi yang bersifat reflektif dan dapat dijadikan pengembangan bagi pendidik dan pelaksana program. 5. Menggunakan alat penilaian pencapaian yang jelas dan terukur. apa saja yang yang menjadi sumber dalam evaluasi PEMBELAJARAN KSP 1. Hasil asesmen peserta didik per unit. 2. Artefak peserta didik: projek peserta didik, portofolio peserta didik, pameran karya, pertunjukan, dan sebagainya. 3. Survei lulusan 4. Refleksi proses belajar oleh pendidik 5. Observasi kepala satuan pendidikan 6. Rapor Pendidikan. Prinsip Evaluasi Pembelajaran dan Kurikulum Satuan Pendidikan
  • 65.
    Kepala satuan pendidikanmerancang dan melakukan proses pendampingan dan pengembangan profesional sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan melibatkan pengawas. Aktivitasnya dapat berbentuk: ✔ Coaching proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah. ✔ Mentoring proses pendampingan dengan berbagi pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala. ✔ Pelatihan proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan kemampuan satuan pendidikan). Misalnya: Pelatihan tentang Pendekatan Pembelajaran (Tematik, Integratif, dan Sistem Blok Waktu) Pengembangan Profesional dan Pendampingan
  • 66.
  • 67.
    Konfigurasi Muatan Khasuntuk Diversifikasi Kurikulum
  • 68.
    Kontekstualisasi Merujuk Pada Diversifikasi ● Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) menegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan siswa. ● Diversifikasi kurikulum merupakan bagian dari prinsip pengembangan dalam pelaksanaan kurikulum. Pelaksanaan diversifikasi kurikulum harus memperhatikan aspek kondisi di mana kurikulum itu dilaksanakan. ● Permendikbudristekdikti N0.12 Pasal 29, ayat 2 Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dilakukan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
  • 69.
    1. Potensi Daerah Berbagairagam potensi kearifan daerah dan keunggulan daerah serta hal hal yang menjadi keunikan, ataupun karakteristik baik budaya, ekonomi, pertanian, budi daya, jasa maupun kemaritiman, serta Kondisi tertentu suatu daerah digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan, penanganan, penguatan, program dan/atau pengelolaan kurikulum satuan pendidikan secara berdiversifikasi sesuai kondisi daerahnya 2. Potensi Sekolah Sekolah menetapkan keunggulan, yang biasanya akan tercantum dalam visi dan misi sekolah. Sekolah yang potensial biasanya dipengaruhi oleh karakter geografis, potensi guru, dan siswa. Karakter geografis, misalnya bila sekolah itu berada di daerah pertanian, maka sekolah itu dapat mengembangkan diversifikasi kurikulum melalui keunggulan pertanian. 3. Bakat dan Minat Peserta Didik Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Contoh: seorang yang berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan pekerjaan lukisnya dibandingkan dengan seseorang yang kurang berbakat. Minat adalah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya. Misalnya, minat vokasional (profesi, komersial, dan kegiatan diluar sekolah) dan non vokasional (kepuasan atau hobi). Muatan Diversifikasi Kurikulum
  • 70.
    1. Intrakurikuler ● Sebagaikemasanintegrasi, menyatu (Blended); Sebagai ● konteks (pemerkaya); Mata Pelajaran Tersendiri 2. Kokurikuler ● Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan untuk lebih mendalami dan menghayati materi pengajaran yang telah dipelajari padakegiatan intrakurikuler di dalam kelas, baik yang tergolong mata pelajaranprogram inti maupun program khusus. ● Diversifikasi juga masuk sebagai konteks dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dalam Projek Program Pemberdayaan dan Keterampilan BerbasisProfil Pelajar Pancasila 3. Ekstrakurikuler ● Diversifikasi kurikulum sebagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung muatan keunggulan sekolah, potensi/kondisidaerah yang belum terakomodasi dalam kegiatan lain untuk memperkaya khasanah diversifikasi. 4. Pembiasaan dan Pembudayaan Sekolah ● Program diversifikasikurikulum dengan menggunakan pendekatan rutin melalui pengaturankegiatan siswa secara terjadwal dan terus-menerus dengan penekanan pada pembiasaan menjadi budaya sekolah. Beberapa kegiatan, seperti berdoa bersama, sholat berjamaah, peringatan ● hari-hari besar, upacara,cara hidup demokrasi,kegiatan ● ekonomi produktif, kompetisi seni dan olahraga, kebersihan ● diri dan lingkungan, mengerjakan pra-karya, melaksanakan kegiatan’hari krida’,dan seterusnya Model Implementasi Diversifikasi Kurikulum
  • 71.
    Diversifikasi Kurikulum dalam KSP 1. KarakteristikSekolah 2. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah 3. Pengorganisasian Pembelajaran 4. Perencanaan Pembelajaran 5. Evaluasi, Pengembangan Profesional, dan Pendampingan
  • 72.
    Sistematika Kurikulum Jenjang SMPKab. Semarang Tahun Ajaran 2024/2025
  • 73.
    Cover/Halaman Judul • Logosekolah dan/atau daerah • Judul: Kurikulum Satuan Pendidikan SMP .... • Tahun Ajaran • NPSN • Alamat Sekolah
  • 74.
    Halaman Penetapan • Rumusankalimat penetapan • Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap sekolah • Tanda tangan ketua komite dan stempel/cap komite sekolah (Mengetahui) • Tanggal Penetapan: 16 Juli 2024
  • 75.
    Halaman Validasi • Rumusankalimat validasi • Tanda tangan pengawas sekolah • Tanggal validasi: 16 Juli 2024
  • 76.
    Halaman Pengesahan • Rumusankalimat pengesahan • Tanda tangan Plt Kepala DISDIKBUDPORA dan stempel/cap dinas • Tanggal pengesahan: 17 Juli 2024
  • 77.
    PRAKATA • Ucapan syukur •Terimakasih • Garis besar isi KSP • Harapan • Manfaat • Permohonan saran dan kritik untuk perbaikan
  • 78.
    DAFTAR ISI • Perhatikantata aturan penulisan Daftar Isi • Cek kesesuaian antara halaman pada Daftar Isi dengan halaman pada Dokumen Kurikulum
  • 79.
    DAFTAR LAMPIRAN • Perhatikantata aturan penulisan Daftar Lampiran • Cek kesesuaian antara halaman pada Daftar Lampiran dengan halaman pada Dokumen Kurikulum
  • 80.
    BAB I ANALISIS KARAKERISTIKSATUAN PENDIDIKAN
  • 81.
    A. Analisis KarakteristikPeserta Didik • Gaya belajar • Bakat dan minat • Latar belakang sosial ekonomi • Latar belakang lingkungan tempat tinggal
  • 82.
    B. Karakteristik Pendidikdan Tenaga Kependidikan • Kualifikasi pendidikan • Kualifikasi keahlian • Sertifikasi pendidik • Kegiatan PKB yang telah terlaksana • Kegiatan peningkatan kompetensi & kinerja
  • 83.
    C. Karakteristik Sosialdan Budaya Sekolah • Letak geografis Satuan Pendidikan • Kegiatan pembiasan sekolah • Budaya prestasi • Budaya literasi & numerasi • Budaya tertib administrasi Satuan Pendidikan • Budaya peduli lingkungan • Budaya Refleksi • Budaya iklim keamanan sekolah
  • 84.
  • 85.
    A. Visi • Cita-citabersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan, yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan. • Ringkas dan mudah dipahami berorientasi pembentukan Profil Pelajar Pancasila. • Menggambarkan masa depan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan. • Dapat memberikan panduan/arahan serta semangat, motivasi, dan komitmen seluruh stakeholder satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan. • Harus tampak realistis, kredibel, dan atraktif. • Mudah dipahami, relatif singkat, ideal, dan berfokus pada mutu serta memotivasi setiap pemangku kepentingan.
  • 86.
    B. Misi • Menunjukkansecara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan. • Memberikan arah dalam mewujudkan visi satuan pendidikan. • Dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan, bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi. • Antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas (satu indikator visi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi). • Menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada peserta didik.
  • 87.
    C. Tujuan • Harusserasi dan mendeskripsikan misi dan nilai-nilai satuan pendidikan. • Fokus pada hasil yang diinginkan pada peserta didik. • Harus spesifik, terukur, dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu (SMART). Untuk mengetahui pencapaian tujuan pendidikan, satuan pendidikan dapat melakukan evaluasi.
  • 88.
  • 89.
    A. Intrakurikuler 1. Tujuan •Kegiatan pembelajaran setiap mata pelajaran dirancang agar peserta didik dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran. • Berpusat pada peserta didik. • Merupakan kegiatan utama. • Mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tujuan akhir fase D.
  • 90.
    A. Intrakurikuler 2. Metode •Menggunakan berbagai metode pengajaran/pendekatan belajar sebagai wujud ‘Merdeka Belajar, Merdeka Bermain’. • Menggunakan berbagai instrumen asesmen yang bermakna dalam menilai progres dan capaian peserta didik. • Melibatkan pendidik dalam proses desain asesmen dan moderasi hasil asesmen. • Terjadwal. • Dilaksanakan oleh guru mapel. • Dilaksanakan di sekolah.
  • 91.
    A. Intrakurikuler 3. PendekatanPembelajaran • Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dan mapel lainnya. • Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah. 4. Hasil • Bukti pencapaian capaian pembelajaran berupa portofolio/kumpulan hasilpekerjaan peserta didik dari berbagai instrumen asesmen. • Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar.
  • 92.
    A. Intrakurikuler 5. Pengaturanalokasi waktu per mata pelajaran, muatan lokal, dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam satu tahun ajaran • Struktur Kurikulum mengacu pada Lampiran II Permendikbudristek Nomor 12 tahun 2024. • Menggunakan sistem paket untuk kegiatan intrakurikuler dan kegiatan projek pengutan profil pelajar Pancasila. • Memuat alokasi waktu mapel per tahun. • Memuat alokasi waktu mapel per minggu. • Memuat alokasi waktu mapel P5 per tahun. • Memuat total alokasi waktu mapel per tahun.
  • 93.
    Struktur Kurikulum SekolahMenengah Pertama/SMP Alokasi waktu mata pelajaran sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, atau bentuk lain yang sederajat kelas VII-VIII (Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit) Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler Per Tahun Alokasi Projek Penguatan Profil Pancasila Per Tahun Total JP Per Tahun Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti a) 72 36 108 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti a) 72 36 108 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti a) 72 36 108 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti a) 72 36 108 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti a) 72 36 108 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti a) 72 36 108 Pendidikan Pancasila 72 36 108 Bahasa Indonesia 180 36 216 Matematika 144 36 180 Ilmu Pengetahuan Alam 144 36 180 Ilmu Pengetahuan Sosial 108 36 144 Bahasa Inggris 108 36 144 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 72 36 108 Informatika 72 36 108 Seni, Budaya, dan Prakarya b) 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari 5. Prakarya Budi Daya 6. Prakarya Kerajinan 7. Prakarya Rekayasa 8. Prakarya Pengolahan 72 36 108 Muatan Lokal c) 72 - 72
  • 94.
    Struktur Kurikulum SekolahMenengah Pertama/SMP Alokasi waktu mata pelajaran sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, atau bentuk lain yang sederajat kelas IX (Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit) Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler Per Tahun Alokasi Projek Penguatan Profil Pancasila Per Tahun Total JP Per Tahun Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti a) 64 32 96 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti a) 64 32 96 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti a) 64 32 96 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti a) 64 32 96 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti a) 64 32 96 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti a) 64 32 96 Pendidikan Pancasila 64 32 96 Bahasa Indonesia 160 32 192 Matematika 128 32 160 Ilmu Pengetahuan Alam 128 32 160 Ilmu Pengetahuan Sosial 96 32 128 Bahasa Inggris 96 32 128 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 64 32 96 Informatika 64 32 96 Seni, Budaya, dan Prakarya b) 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari 5. Prakarya Budi Daya 6. Prakarya Kerajinan 7. Prakarya Rekayasa 8. Prakarya Pengolahan 64 32 96 Muatan Lokal c) 64 - 64
  • 95.
    Keterangan a) Pendidikan Agama:Diikuti oleh Peserta Didik sesuai dengan agama masing-masing. b) Seni Budaya dan Prakarya: Satuan Pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya). c) Muatan Lokal: Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun.
  • 96.
    Penjelasan Umum 1. Muatanpelajaran kepercayaan untuk penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Bimbingan dan Konseling. 3. Muatan lokal merupakan muatan pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal berupa: a. seni budaya; b. prakarya; c. pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan; d. bahasa; dan/atau e. teknologi. 4. Muatan lokal dapat dilaksanakan pada Satuan Pendidikan melalui: a. pengintegrasian ke dalam mata pelajaran lain; b. pengintegrasian ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila; dan/atau c. mata pelajaran yang berdiri sendiri.
  • 97.
    Penjelasan Umum 5. Kurikulumdi Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, atau bentuk lain yang sederajat menambahkan mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus sesuai dengan kondisi Peserta Didik. 6. Peserta Didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dapat diberikan percepatan pemenuhan beban belajar, dan/atau pendalaman dan pengayaan Capaian Pembelajaran terkait Kurikulum Merdeka sebagai layanan individual dan bukan dalam bentuk rombongan belajar. 7. Kelas khusus atau Satuan Pendidikan khusus olahraga atau seni dapat menggunakan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai penguatan kompetensi khusus keolahragaan atau kesenian sesuai kebutuhan Peserta Didik.
  • 98.
    B. Kokurikuler ProjekPenguatan Profil Pelajar Pancasila 1. Tujuan • Untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan SKL. • Terdapat tema, topik, dimensi, elemen, alokasi waktu, dan koordinator tiap Projek. • Kompetensi dan tema mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 031/H/KR/2024. • Melaksanakan 3 sampai 4 projek dalam 1 tahun. • Terdapat modul P5 tiap Projek.
  • 99.
    B. Kokurikuler ProjekPenguatan Profil Pelajar Pancasila 2. Metode • Mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil dan kontekstual dalam bentuk projek dengan bobot sekitar 25% dari total beban belajar per tahun. • Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta didik untuk bekerja mandiri dan fleksibel. • Dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek. • Kegiatan dilaksanakan di luar intrakurikuler dalam minggu efektif. • Melibatkan semua guru, lintas mapel, berkolaborasi. • Perencanaan dilaksanakan di awal tahun ajaran. • Terdapat total waktu yang dialokasikan untuk projek dalam satu tahun.
  • 100.
    B. Kokurikuler ProjekPenguatan Profil Pelajar Pancasila 3. Hasil • Bukti dapat berupa hasil produk/projek dan jurnal kerja yang fokus pada proses dan pencapaian tujuan projek. • Satuan pendidikan menyediakan waktu khusus untuk peserta didik. • Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar pada bagian terpisah dengan intrakurikuler.
  • 101.
    C. Ekstrakurikuler 1. Tujuan •Untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. • Diarahkan dalam rangka pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. • Pengembangan Ekstrakurikuler mengacu pada Lampiran III Pemendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.
  • 102.
    C. Ekstrakurikuler 2. Metode •Terdapat ektrakurikuler pilihan Pramuka disertai penjelasannya. • Terdapat ekstrakurikuler pilihan lain disertai penjelasan prosedur pemilihannya. • Terdapat tabel yang memuat cabang, tujuan, sasaran, pelaksana, dan karakter Profil Pelajar Pancasila. • Terdapat tujuan, waktu, dan penanggung jawab serta dimensi/elemen P3 tiap jenis ekstrakurikuler. 3. Hasil • Bukti dapat berupa testimoni atau cerita dari peserta didik. • Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar pada bagian terpisah dengan intrakurikuler.
  • 103.
  • 104.
    A. Rencana PembelajaranUntuk Ruang Lingkup Satuan Pendidikan • Terdapat penjelasan mengenai prinsip-prinsip pembelajaran. • Terdapat penjelasan mengenai prinsip-prinsip asesmen. • Menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta. • Capaian Pembelajaran mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024. • Capaian pembelajaran diuraikan menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang bersifat operasional dan konkret. • Perumusan tujuan pembelajaran meliputi kompetensi dan lingkup materi. • Ruang Lingkup Materi mengacu pada Permendikbudristek Nomor 8 Tahun 2024 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. • Tujuan-tujuan pembelajaran diurutkan menjadi alur tujuan pembelajaran. • Prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran: esensial, berkesinambungan, kontekstual, dan sederhana.
  • 105.
    B. Rencana PembelajaranUntuk Ruang Lingkup Kelas • Menyusun modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan alur tujuan pembelajaran masing-masing mata pelajaran. • Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran memuat sekurang-kurangnya: tujuan pembelajaran, langkah-langkah/kegiatan pembelajaran, dan asesmen. • Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan contoh yang disediakan pemerintah. • Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran memodifikasi contoh yang disediakan pemerintah. • Modul ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran mengembangkan berdasarkan sumber yang beragam
  • 106.
    BAB V EVALUASI, PENDAMPINGAN,DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
  • 107.
    A. Rencana EvaluasiPembelajaran Penyusunan rencana evaluasi pembelajaran secara mandiri dan berkala oleh satuan pendidikan dengan sasaran pendidik dan peserta didik yang bersifat reflektif dan dapat dijadikan pengembangan bagi pendidik dalam peningkatan kulaitas pembelajaran. B. Rencana Evaluasi Kurikulum Satuan Pendidikan Penyusunan rencana evaluasi Kurikulum Satuan pendidikan secara mandiri dan berkala oleh satuan pendidikan dengan sasaran PTK sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan kemampuan satuan pendidikan. C. Pendampingan Dan Pengembangan Profesional Penyusunan rancangan pendampingan dan pengembangan profesional bagi pendidik yang meliputi ruang lingkup, bentuk, jenis kegiatan, waktu, dan narasumber.
  • 108.
  • 109.
    • Permendikbud Nomor111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah • Permendikbudristek Nomor 8 Tahun 2024 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah • Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah • Keputusan Kepala BSKAP Nomor 031/H/KR/2024 Tentang Kompetensi Dan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila • Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka • Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra, Dan Aksara Jawa • Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Bahasa, Sastra, Dan Aksara Jawa
  • 110.
  • 111.
    • CP satumapel setiap jenjang • ATP satu mapel setiap jenjang • Modul Ajar/RPP satu mapel setiap jenjang • Modul P5 salah satu tema
  • 112.
    PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER (lampiran IIIPermendikbudristek Nomor 12 tahun 2024)
  • 113.
    A. Tujuan Tujuan pelaksanaanEkstrakurikuler pada Satuan Pendidikan sebagai berikut. a. Ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor Peserta Didik. b. Ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat, minat, dan potensi Peserta Didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju manusia seutuhnya. B. Jenis dan Format Kegiatan Jenis Ekstrakurikuler sebagai berikut: 1. krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya; 2. karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya; 3. latihan olah-bakat atau latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya; 4. keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al-Quran, retret; atau 5. bentuk kegiatan lainnya.
  • 114.
    Ekstrakurikuler dapat diselenggarakandalam berbagai format sebagai berikut. 1. Individual, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh Peserta Didik secara perorangan. 2. Kelompok, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok Peserta Didik. 3. Klasikal, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh Peserta Didik dalam 1 (satu) rombongan belajar. 4. Gabungan, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh Peserta Didik antar rombongan belajar. 5. Lapangan, yakni Ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah Peserta Didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.
  • 115.
    C. Prinsip Pengembangan Ekstrakurikulerpada Satuan Pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut. 1. Bersifat individual, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat Peserta Didik masing-masing. 2. Bersifat pilihan, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh Peserta Didik secara sukarela. 3. Keterlibatan aktif, yakni bahwa Ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan Peserta Didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing. 4. Menyenangkan,yakni bahwa Ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi Peserta Didik. 5. Membangun etos kerja, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat Peserta Didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat. 6. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa Ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan memperhatikan dampak positifnya bagi masyarakat.
  • 116.
    D. Mekanisme 1. Pengembangan Ekstrakurikulerdiselenggarakan oleh Satuan Pendidikan bagi Peserta Didik sesuai potensi, bakat, dan minat Peserta Didik. Pengembangan Ekstrakurikuler di Satuan Pendidikan dapat dilakukan melalui tahapan: 1) analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan Ekstrakurikuler; 2) identifikasi kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik; 3) menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan, kompetensi, muatan pembelajaran, beban belajar, dan indikator ketercapaiannya; 4) mengupayakan sumber daya sesuai pilihan Peserta Didik atau menyalurkannya ke Satuan Pendidikan atau lembaga lainnya; dan 5) menyusun Program Ekstrakurikuler.
  • 117.
    Satuan Pendidikan menyusunprogram Ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah. Program Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan yang dikembangkan dengan menggunakan sumber daya bersama difasilitasi penggunaannya oleh Yayasan, Pemerintah, atau Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya. Program Ekstrakurikuler disosialisasikan kepada Peserta Didik dan orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran. Sistematika Program Ekstrakurikuler paling sedikit memuat: a.rasional dan tujuan umum; b.deskripsi setiap Ekstrakurikuler; c.pengelolaan; d.pendanaan; dan e.evaluasi.
  • 118.
    2. Pelaksanaan Penjadwalan Ekstrakurikulerdirancang di awal tahun ajaran oleh pembina Ekstrakurikuler di bawah supervisi kepala sekolah/ madrasah atau wakil kepala sekolah/madrasah. Jadwal Ekstrakurikuler diatur agar tidak menghambat pelaksanaan Intrakurikuler dan Kokurikuler. 3. Penilaian atau Asesmen Kinerja Peserta Didik dalam Ekstrakurikuler perlu mendapat Penilaian atau asesmen dan dideskripsikan dalam rapor. Kriteria keberhasilannya meliputi proses dan hasil capaian kompetensi Peserta Didik dalam Ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian atau asesmen dilakukan secara kualitatif. E. Evaluasi Evaluasi Ekstrakurikuler dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pada setiap indikator yang telah ditetapkan dalam rencana pengembangan Ekstrakurikuler oleh Satuan Pendidikan. Satuan Pendidikan hendaknya mengevaluasi setiap indikator yang sudah tercapai maupun yang belum tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi, Satuan Pendidikan dapat melakukan tindak lanjut berupa perbaikan pada perencanaan siklus kegiatan berikutnya.
  • 119.
    F. Daya Dukung Dayadukung pengembangan dan pelaksanaan Ekstrakurikuler meliputi: 1. Kebijakan Satuan Pendidikan Pengembangan dan pelaksanaan Ekstrakurikuler merupakan kewenangan dan tanggung jawab penuh dari Satuan Pendidikan. Satuan Pendidikan menetapkan kebijakan pengembangan dan pelaksanaan Ekstrakurikuler melalui rapat Satuan Pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah. 2. Ketersediaan Pembina Ekstrakurikuler Pelaksanaan Ekstrakurikuler harus didukung dengan ketersediaan pembina Ekstrakurikuler. Satuan Pendidikan dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan pembina Ekstrakurikuler. 3. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan Pelaksanaan Ekstrakurikuler memerlukan dukungan berupa ketersediaan sarana dan prasarana di Satuan Pendidikan. Sarana di Satuan Pendidikan mencakup segala kebutuhan fisik, sosial, dan kultural yang diperlukan untuk mewujudkan proses pendidikan. Prasarana di Satuan Pendidikan mencakup lahan, gedung/bangunan, prasarana olahraga, prasarana kesenian, dan prasarana lainnya.
  • 120.
    G. Pihak YangTerlibat Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan Ekstrakurikuler antara lain: 1. Satuan Pendidikan Kepala sekolah/madrasah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan pembina Ekstrakurikuler bersama-sama mewujudkan keunggulan dalam ragam Ekstrakurikuler sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh Satuan Pendidikan. 2. Komite Sekolah/Madrasah Sebagai mitra sekolah, komite sekolah/madrasah memberikan dukungan, saran, dan control dalam mewujudkan keunggulan ragam Ekstrakurikuler. 3. Orang tua Memberikan kepedulian dan komitmen penuh terhadap keberhasilan Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan.
  • 121.
    REVIEW KOSP TAHUN AJARAN2023/2024 Diskusi kelompok …
  • 122.
    Cover Lembar Pengesahan Lembar Validasi KataPengantar Daftar Pustaka Lampiran KELOMPOK 1
  • 123.
    BAB I ANALISISKARAKERISTIK SATUAN PENDIDIKAN KELOMPOK 2 A. Analisis Karakteristik Peserta Didik B. Karakteristik Pendidik dan Tenaga Kependidikan C. Karakteristik Sosial dan Budaya Sekolah
  • 124.
    BAB II VISI,MISI, DAN TUJUAN KELOMPOK 3 A. Visi B. Misi C. Tujuan
  • 125.
    BAB III PENGORGANISASIANPEMBELAJAAN KELOMPOK 4 A. Intrakurikuler B. Kokurikuler C. Ekstrakurikuler
  • 126.
    BAB IV PERENCANAANPEMBELAJARAN KELOMPOK 5 A. Rencana Pembelajaran Untuk Ruang Lingkup Satuan Pendidikan B. Rencana Pembelajaran Untuk Ruang Lingkup Kelas
  • 127.
    BAB V EVALUASI,PENDAMPINGAN, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL KELOMPOK 6 A. Rencana Evaluasi Pembelajaran B. Rencana Evaluasi Kurikulum Merdeka C. Pendampingan Dan Pengembangan Profesional
  • 128.

Editor's Notes

  • #53 Pada KSP 2022 cara pengumpulan informasi hanya data rapor Pendidikan terkait mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta mutu dan relevansi pembelajaran. Sedangkan di 2024 hasil analisisnya
  • #54 Pada kosp 2022 analisisnya mengacu pada analisis lingkungan belajar satuan pendidikan, visi-misi satuan pendidikan, dan tujuan dan strateginya.