KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG 
Disusun Oleh: 
Nama : Muhammad Fauzi 
NPM : 14412950 
Kelas : 3IB02 
Mata Kuliah : Ekonomi Teknik 
Dosen : Andi Asnur Pranata, ST.,MT 
TEKNIK ELEKTRO 
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR 
Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT yang telah memberikan rahmat taufik 
hidayahnya & melimpahkan ilmu, Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada 
Rasululla Muhammad SWT beserta keluarganya. 
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi Tugas Ekonomi Teknik Semester lima. 
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih 
jauh dari kesempurnaan sebab pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis terbatas, 
cukup banyak tantangan dan hambatan yang penulis temukan dalam menyusun makalah ini. 
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi 
pembaca pada umumnya. 
Depok, 27 November 2014 
Penulis
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1.Latar Belakang 
Sejarah kebangkitan industri modern dimulai pada tahun 1820-1830 atau sering disebut 
dengan revolusi industri. Kebangkitan ini mengakibatkan berkembangnya penemuan-penemuan 
baru dibidang teknologi, seperti pembangunan proses produksi sampai penggunaan computer. 
Dampak lebih lanjut dari perkembangan teknologi ini adalah perkembangan organisasi dan 
kegiatan bisnis di tahun 1990-an. Dengan demikian konsep persaingan juga ikut berubah. 
Sementara pada periode sebelum 1990-an persaingan merupakan kegiatan pembuatan produk 
sebanyak-banyaknya atau lebih dikenal dengan periode produksi masal, strategi kegiatan 
produksi lebih ditunjukan kearah internal perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh efisiensi 
produksi. Baik preferensi manajerial, perilaku maupun persepsi, semuanya berorentasi ke mental 
produksi. Dari asfek politik, strategi bisnis seperti ini memerlukan proteksi secara ketat terhadap 
serangan dari luar. 
Pada abad 21 dimana masing-masing Negara di planet bumi ini sudah tidak memiliki 
batas ruang dan waktu, kecenderungan orientasi bisnis akan berubah. Jika sebelumnya produsen 
dapat memaksakan kehendaknya kepada konsumen, maka yang terjadi selanjutnya adalah 
kebalikannya: konsumenlah yang justru memaksakan kehendaknya kepada produsen. Investasi 
mengalir ketempat yang paling menguntungkan. produsen dipaksa untuk membuat produk yang 
sesuai dengan nilai dan keinginan konsumen. Dengan demikian sangat terbukalah persaingan 
yang positif bagi persaingan usaha. Dan membuka peluang bagi usaha kecil untuk lebih 
berkembang. Dan sehingga perusahaan kecil sangat penting bagi kestabilan perekonomian 
Negara karena usaha kecil dinegara kita, paska krisis ekonomi 1998 ternyata mampu menyerap 
sumber daya manusia 99,4% dan sumbangan pada PDB 59,3%. 
Kedudukan dari usaha kecil di tengah-tengah kehidupan dunia usaha telah mendapat 
tempat yang mantap, banyak menyerap tenaga kerja, ikut melancarkan perekonomian Negara, 
dan mampu hidup berdampingan dan menopang perusahaan besar. Usaha kecil juga bersifat 
lincah dan mampu hidup disela-sela perusahaan besar dengan strategi membuat produk yang 
unik dan khusus sehingga tidak menghadapi perusahaan besar sebagai pesaing. 
Jenis usaha kecil dan menengah merupakan usaha yang mampu menggerakan 
perekonomian Indonesia itu tercermin disaat krisis global yang melanda ampir sebagian Negara-negara 
didunia, banyak perusahaan yang besar gulung tikar karena krisis global tersebut. Tetapi 
untuk usaha kecil krisis tersebut kurang terasa mengganggu kelangsungan usaha, itu terbukti dari 
badan pusat statistik 2010 yang menyatakan bahwa jenis usaha kecil dan menengah mengalami 
pertumbuhan sekitar 10 sampai 15% di Indonesia. Semua itu tidak terlepas dari program 
pemerintah yang sekarang lebih mengutamakan kepada sektor reel yaitu usaha kecil dan 
menengah dengan program seperti KUR, KUKM, KSM dsb. 
dalam negeri yang kualitas produknya mampu bersaing dengan produk-produk ternama. 
Oleh sebab itu peluang bisnis dibidang jasa industri garmen sangat bagus prospek kedepannya. 
1.1. Identifikasi Masalah 
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang diatas telah jelas masalah 
yang akan dihadapi oleh industri garmen disaat krisis global yang melanda hampir sebagian
Negara-negara didunia, banyak perusahaan yang besar gulung tikar karena krisis global tersebut. 
Tetapi untuk usaha kecil dibidang industri garmen krisis tersebut kurang terasa mengganggu 
kelangsungan usaha, itu terbukti dari badan pusat statistik 2010 yang menyatakan bahwa jenis 
usaha kecil dan menengah dibidang industri garmen mengalami pertumbuhan sekitar 10 sampai 
15% di Indonesia. 
Jenis usaha kecil dibidang industri garmen tumbuh subur, dan itu membuat daya saing 
menjadi leih kompleks. Kebutuhan konsumtif masyarakat akan meninggi karena daya beli 
masyarakat dapat terpenuhi dengan berbagai macam mode yang trendi dan juga haraga lebih 
ekonomis, masyarakat lebih tertarik membeli atau memesan produk dalam negeri yang kualitas 
produknya mampu bersaing dengan produk-produk ternama. 
1.3. Rumusan Masalah 
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini yaitu : 
Konsep nilai waktu dari uang 
1. Nilai yang akan datang 
2. Nilai sekarang 
3. Nilai masa datang dan nilai sekarang 
4. Peruusan Bunga
BAB II 
PEMBAHASAN TEORI 
2.1. Konsep Nilai Waktu Dari Uang 
Nilai Yang Akan Datang 
FUTURE VALUE : nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian 
pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku. 
Nilai Sekarang 
Pvo = Po = FVn / ( 1 + i ) n atau Po = FVn [1/(1 + i)n] 
PRESENT VALUE : nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian pembayaran 
yang dinilai pada tingkat bunga yang ditentukan. 
I = P.r.t 
Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut dengan 
present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh 
jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang dari uang 
sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan tingkat bunga adalah r, 
maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah : 
P + P.r.t = P(1+rt) 
dan uang setelah t tahun menjadi : 
P(1+rt) = A 
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendaang, maka 
Atau 
P = A/I + rt
2.2. Perumusan Bunga 
Bunga adalah jumlah yang dibayarkan akibat kita menggunakan uang pinjaman. Dalam suatu 
analisa kita dapat menggunakan notasi 
i = Interest atau bunga (%) 
n = jangka waktu (tahun) 
P = Present value (present worth) adalah nilai uang pada saat dimulai proyek (pada saat 
sekarang) yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali tahun ke–0 
F = Future value (future worth) adalah pembayaran pada saat periode yang akan datang 
yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali pada tahun ke-n 
A = Annual cashflow adalah pembayaran seri (tabungan) yaitu pembayaran yang terjadi 
berkali-kali tiap tahun dalam jumlah yang sama besar dilakukan tahun ke-1 sampai 
tahun ke-n sebesar A 
G = Gradient yaitu pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun naik dengan kenaikan 
yang sama atau menurun secara seragam [4] 
Perumusan bunga 
 Single Payment 
Persamaan yang digunakan dalam Single Payment adalah 
Dimana: 
I = Total bunga yang diperoleh/dibayarkan 
P = Jumlah yang dipinjam/dipinjamkan 
N = Jumlah peroide terhitung
i = Tingkat suku bunga per peroide 
Contoh kasus 
Ani menabungkan uangnya $500 di bank. Berapa jumlah uang yang akan ada di rekeningnya 
setelah 3 tahun. Uang tersebut ditabungnya dengan tingkat suku bunga 6%/tahun? (asumsi tidak 
ada transaksi lain selama 3 tahun tersebut) 
Penyelesaian 
 Uniform Payment 
Uniform Payment adalah pembayaran dalam jumlah yang sama pada setiap akhir periode selama 
N periode waktu tertentu. 
 Uniform series compound amount factor 
 Uniform series sinking fund factor 
Contoh kasus: 
Si Doel menyimpan uang di sebuah lembaga perkreditan sebesar $500 pada setiap akhir tahun. 
Bila tingkat suku bunga yang diberikan lemabag tersebut sebesar 5% per tahun, berapa jumlah 
simpanan si Doel pada akhir tahun ke-5? 
Penyelesaian
 Continous Compounding 
Pada Continous Compounding jumlah peroide perhitungan bunga per tahunnya tak terhingga. 
Jadi, bunga dihitung secara kontinu. 
dimana r = nominal interest rate / year 
Persamaan yang digunakan 
Contoh kasus 
Si Ade ingin menabung dalam jumlah yang sama selama 1 tahun, sehingga pada akhir tahun dia 
akan mempunyai uang $1000. Bila bank tempat ia menabung memberikan suku bunga nominal 
5%/tahun, berapa jumlah yang harus ditabung Ade per bulannya? 
Penyelesaian 
Jadi jumlah yang harus ditabung Ade setiap bulan adalah $81.07 
 Nominal & Effective Interest 
Pada nominal & effective interest terdapat notasi sebagai berikut 
r = (nominal interest rate per year) yaitu tingkat suku bunga tanpa mempertimbangkan pengaruh 
dari compounding
Contoh untuk r 
Bank membayar bunga 2.5% setiap 6 bulan, maka r-nya adalah 2 x 2.5% = 5% 
i = (effective interest rate per year) yaitu tingkat suku bunga tahunan yang memperhitungkan 
pengaruh dari compounding 
Contoh untuk i 
Si A mendepositokan uang di Bank dengan tingkat suku bunga 2.5% setiap ½ tahun. Bila uang A 
$100, berapa uang yang akan diperolehnya pada akhir tahun (setelah satu tahun)? 
Penyelesaian 
Contoh kasus 
Bila satu jenis tabungan di Bank ABC memberikan suku bunga 1.5% setiap tiga bulan, berapa 
tingkat suku bunga nominal dan tingkat suku bunga efektif yang berlaku pertahunnya? 
Penyelesaian 
 Arithmetic Gradient 
Arithmetic Gradient adalah ketika keadaan suatu cashflow dimana perubahan periode pada 
pembayaran atau pemasukan berdasarkan jumlah yang seragam (uniform amount) [5]. Terdapat 
beberapa persamaan yang dapat digunakan: 
Contoh kasus 
Mandra membeli sebuah mobil baru. Dia berharap untuk dapat menyisihkan sejumlah uang di 
rekening bank-nya guna keperluan pemeliharaan mobil tersebut untuk 5 tahun pertama. 
Diperkirakan biaya pemeliharaan / tahun tersebut sebagai berikut
Bila biaya tersebut dibutuhkan pada tiap akhir tahun dan suku bunga yang berlaku di bank 
tersebut 5%/tahun, tentukan berapa seharusnya jumlah simpanan Mandra sekarang ? 
Penyelesaian 
 Geometric Gradient 
Geometric Gradient adalah ketika keadaan suatu cashflow dimana perubahan periode pada 
pembayaran atau pemasukan berdasarkan kenaikan atau penurunan yang seragam (uniform rate) 
[5]. Persamaan yang digunakan: 
Contoh kasus 
Biaya pemeliharaan umtuk sebuah mobil baru pada tahun pertamanya sebesar $100 dan biaya ini 
meningkat sebesar 10%/tahunnya. Berapa nilai sekarang dari biaya pemeliharaan untuk 5 tahun 
pertama bila tingkat suku bunga yang berlaku 8%/tahun ? 
Penyelesaian 
Jadi nilai sekarang dari biaya pemeliharaan selama 5 tahun adalah $480.42 [2]
2.3. Pengertian Ekivalensi 
Nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan tetapi secara finansial 
mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial tersebut dapat ditunjukkan jika nilai uang 
dikonversikan (dihitung) pada satu waktu yang sama. 
hukum-hukum yang berlaku : 
Hukum komutatif : p Λ q ≡ q Λ p ; p v q ≡ q v p 
Hukum assosiatif : ( p Λ q ) Λ r ≡ p Λ ( q Λ r ) 
( p v q ) v r ≡ p v ( q v r ) 
Hukum distributif : p Λ (q v r) ≡ (p Λ q) v (p Λ r) 
p v (q Λ r) ≡ (p v q) Λ (p v q) 
Hukum Identitas : p Λ T ≡ p ; p v F ≡ p 
Hukum Ikatan : p v T ≡ T ; p Λ F ≡ F 
Hukum Negasi : p v ~ p ≡ T ; p Λ ~ p ≡ F 
Hukum Negasi Ganda : ~ (~ p) ≡ p 
Hukum Idempoten : p Λ p ≡ p ; p v p ≡ p 
Hukum de Morgan : ~ (p Λ q) ≡ ~ p v ~ q 
~ (p v q) ≡ ~ p Λ ~ q 
10. Hukum Absorbsi : p v (p Λ q) ≡ q 
p Λ (p Λ q) ≡ p 
11. Negasi T dan F : ~ T ≡ F ; ~ F ≡ T 
Dengan hukum-hukum tersebut, kalimat-kalimat yang kompleks dapat disederhanakan. 
Dalam membuktikan ekuivalensi P ≡ Q. 
2.4. Present Worth Analysis 
Present Worth adalah nilai ekuivalen pada saat sekarang (waktu 0). Metode PW ini seringkali 
dipakai terlebih dahulu daripada metode lain karena biasanya relatif lebih mudah menilai suatu 
proyek pada saat sekarang.
Fixed Input - Maximize the PW of Benefit 
Fixed Output - Minimize the PW of Cost 
Neither input nor output is fixed - Maximize (PW of Benefit – PW of Cost) or Maximize NPW 
Contoh 1: 
Perusahaan mempertimbangkan penambahan suatu alat pada mesin produksi guna mengurangi 
biaya pengeluaran, yakni penambahan alat A dan penambahan alat B. Kedua alat tersebut 
masing-masing $1.000 dan mempunyai umur efektif 5 tahun dengan tanpa nilai sisa. 
Pengurangan biaya dengan penambahan Alat A adalah $300 per tahun. Pengurangan biaya 
dengan penambahan alat B $400 pada tahun pertaman dan menurun $50 setiap tahunnya. Dengan 
i=7% alat mana yang dipilih? 
Penyelesaian: 
Harga masing-masing alat A dan B sama, sehingga tidak menjadi pertimbangan. Cashflow 
masing-masing alat: 
PW benefit of A = 300 (P/A,7%,5) = 300 (4,100) = $ 1.230 
PW benefit of B = 400 (P/A,7%,5) – 50 (P/G,7%,5) = 400 (4,100) – 50 (7,647) = $ 1.257,65 
Alat B menghasilkan benefit yang lebih besar sehingga untuk selama 5 tahun menjadi alternatif 
yang menguntungkan, bahkan di tahun pertama dan kedua menghasilkan return yang lebih besar 
dari alat A. 
Contoh 2: 
Pemerintah Kota Depok berencana membangun sebuah instalasi pengolahan air bersih. Ada dua 
alternatif dalam upaya realisasi proyek tersebut, yakni dengan pembangunan bertahap atau 
pembangunan langsung. Umur rencana yang di estimasikan adalah 50 tahun. Bila pembangunan 
dilakukan bertahap, maka pembangunan awal akan menghabiskan biaya $300.000.000, dan tahap 
berikutnya setelah 25 tahun yang akan datang dengan estimasi biaya menghabiskan 
$350.000.000. Dan bila pembangunan dilakukan sekali menghabiskan biaya $400.000.000. 
Dengan suku bunga 6% alternatif mana yang akan dipilih? 
Penyelesaian: 
Pembangunan Bertahap:
PW of Cost = $300.000.000 + $350.000.000 (P/F,6%,25) 
= $300.000.000 + $81.600.000 
= $381.600.000 
Pembangunan Tidak Bertahap: 
PW of Cost = $400.000.000 
Ternyata pembangunan bertahap menghabiskan biaya yang lebih kecil sehingga alternatif ini 
yang dipilih. 
2.5. Annual Worth Analysis 
Annual Worth atau nilai tahunan adalah sejumlah serial cash flow yang nilainya seragam setiap 
periodenya. Nilai tahunan diperoleh dengan mengkonversikan seluruh aliran kas ke dalam suatu nilai tahunan 
(anuitas) yang seragam. Menentukan nilai tahunan dari suatu Present Worth dapat dilakukan dengan 
mengalikan PW tersebut dengan Equal Payment Capital Recovery Factor. Sedangkan untu mengkonversikan 
nilai tahunan dari Nilai Future dilakukan dengan mengalikan FW dengan Equal Paymentseries Sinking Fund 
Factor. 
stilah Capital Recovery (CR) : CR adalah 
Nilai merata tahunan yang ekuivalen dengan modal yang diinvestasikan. 
CR = I(A/P, i, n) – S(A/F, i, n) 
CR = (I-S) (A/F, i, n) + I(i) 
CR = (I-S) (A/P, i, n) + S(i) 
Keterangan : 
· I : Investasi awal 
· S : Nilai sisa di akhir usia pakai 
· n : Usia pakai 
Rumus Annual Worth Analysis : 
AW = Revenue –Expences -CR 
Annual Worth Analysis dilakukan terhadap : 
a. Alternatif tunggal , layak jika AW > 0 
b. Beberapa alternatif dengan usia pakai sama 
c. Beberapa alternatif dengan usia pakai berbeda 
d. Periode analisis tak berhingga 
e. Untuk b,c, dan d : dipilih Annual Worth terbesar 
Contoh kasus 
Ø Annual Worth dengan usia pakai sama 
1. Sebuah mesin memiliki biaya awal sebesar 1 juta rupiah, dengan usia pakai 10 tahun. Nilai sisa pada akhir 
usia adalah 200 ribu rupiah. Dengan tingkat suku bunga 10% per tahun, tentukan besar capital recoverynya.
2. Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli peralatan baru seharga 30 juta rupiah. 
Dengan peralatan baru tersebut akan diperoleh penghematan sebesar 1 juta rupiah per tahun selama 8 
tahun. Pada akhir tahun ke-8 peralatan itu memiliki nilai jual 40 juta rupiah. Apabila tingkat suku bunga 12% 
per tahun, dengan Annual Worth Analysis, apakah pembelian peralatan tersebut menguntungkan? 
3. Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua 
alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan : 
· Mesin-x dengan harga beli 2,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 750 ribu rupiah, nilai sisa padaakhir usia 
manfaat 1 juta rupiah. 
· Mesin-y dengan harga beli 3,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 900 ribu rupiah, nilai sisa pada akhir usia 
manfaat sebesar 1,5 juta rupiah. 
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli? 
Ø Annual Worth denga usia pakai berbeda 
4. Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua 
alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan: 
· Mesin-x usia pakai 8 tahun dengan harga beli 2,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 750 ribu rupiah, 
nilai sisa padaakhir usia manfaat 1 juta rupiah. 
· Mesin-y usia pakai 9 tahun dengan harga beli 3,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 900 ribu rupiah, 
nilaisisa pada akhir usia manfaat sebesar 1,5 juta rupiah. 
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli? 
Ø Annual Worth dengan Analisis Tak berhingga 
5. Bandingkan tiga alternatif berikut menggunakan tingkat suku bunga 10% per tahun, lalu pilih alternatif 
terbaik : 
· Alternatif-A Investasi awal $1 juta, keuntungan tahunan $150 ribu, usia pakai tak berhingga. 
· Alternatif-B Investasi awal $1,5 juta, keuntungan tahunan $250 ribu, usia pakai 14 tahun. 
· Alternatif-C Investasi awal $2,5 juta, keuntungan tahunan $500 ribu, usia pakai 9 tahun. 
2.6. Future Worth Analysis 
Future Worth atau nilai kelak adalah nilai sejumlah uang pada masa yang akan datang, yang merupakan 
konversi sejumlah aliran kas dengan tingkat suku bunga tertentu. Untuk menghitung future worth dari aliran 
cash tunggal (single payment) dapat dikalikan dengan Single Payment Compounded Ammount Factor. 
Sedangkan untuk menghitung future worth dari aliran kas yang bersifat anuitas dapat dikalikan dengan 
Equal Payment-series Compound Amount Factor. 
Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis 
yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk 
alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi 
dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling 
menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif 
yang memiliki FW ≥ 0. 
a. Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh kasus : 
Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan 
baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, 
peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future 
worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan? 
Jawab : 
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8) – 30000000(F/P,12%,8) 
NPV = 40000000 + 1000000 (12,29969) – 30000000(2,47596) 
NPV = -21.979.110 
Kesimpulan : Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak 
menguntungkan. 
b. Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis 
Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan 
periode analisis yang sama dengan usia pakai alternatif. 
Contoh kasus : 
Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua 
alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan: 
Mesin Harga Beli (Rp.) 
Keuntungan per Tahun 
(Rp.) 
Nilai Sisa di Akhir Usia 
Pakai (Rp.) 
X 2500000 750000 1000000 
Y 3500000 900000 1500000 
Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli. 
Jawab : 
1. Mesin X 
FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 – 2500000(F/P,15%,8) 
FW X = 750000(13,72682) + 1000000 – 2500000(3,05902) 
FW X = 3647565 
2. Mesin Y 
FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,8) 
FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 – 3500000(3,05902) 
FW Y = 3147568 
Kesimpulan : pilih mesin X. 
c. Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis 
Sama dengan Present Worth Analysis. Dalam situasi ini dapat digunakan asumsi perulangan atau asumsi 
berakhir bersamaan, tergantung pada masalah yang dihadapi.
Contoh kasus : 
Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua 
alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan: 
Mesin Harga Beli (Rp.) 
Keuntungan per Tahun 
(Rp.) 
Nilai Sisa di Akhir Usia 
Pakai (Rp.) 
X 2500000 750000 1000000 
Y 3500000 900000 1500000 
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya dibeli. 
Jawab : 
1. Mesin X 
FW X = 750000(F/A,15%,16) + 1000000 + 1000000(P/F,15%,8) – 2500000(F/P,15%,8) - 
2500000(F/P,15%,16) 
FW X = 750000(55,71747) + 1000000 + 1000000(3,05902) – 2500000(3,05902) - 2500000(9,35762) 
FW X = 14805463 
2. Mesin Y 
FW Y = 900000(F/A,15%,16) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,16) 
FW Y = 900000(55,71747) + 1500000 – 3500000(9,35762) 
FW Y = 18894053 
Kesimpulan : FW mesin Y, Rp. 18.894.053, lebih besar dari FW mesin X, Rp. 14.805.463, maka pilih mesin 
Y.
BAB III 
DAFTAR PUSTAKA 
http://winggihjohansaputro.blogspot.com/2013/11/tugas-2-analisis-ekivalensi-cash-flow.html 
http://yogiefebryanekotek.blogspot.com/2012/02/present-worth-analysis.html 
http://nagasell.blogspot.com/2012/09/pengertian-ekuivalensi.html 
https://blognuade.wordpress.com/2010/01/03/konsep-nilai-waktu-dari-uang-time-value-of-money-ekuivalensi-dan- 
perumusan-bunga/

Konsep Nilai Waktu dari Uang

  • 1.
    KONSEP NILAI WAKTUDARI UANG Disusun Oleh: Nama : Muhammad Fauzi NPM : 14412950 Kelas : 3IB02 Mata Kuliah : Ekonomi Teknik Dosen : Andi Asnur Pranata, ST.,MT TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS GUNADARMA
  • 2.
    KATA PENGANTAR Segalapuji dan syukur hanyalah milik Allah SWT yang telah memberikan rahmat taufik hidayahnya & melimpahkan ilmu, Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasululla Muhammad SWT beserta keluarganya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi Tugas Ekonomi Teknik Semester lima. Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan sebab pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis terbatas, cukup banyak tantangan dan hambatan yang penulis temukan dalam menyusun makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Depok, 27 November 2014 Penulis
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Sejarah kebangkitan industri modern dimulai pada tahun 1820-1830 atau sering disebut dengan revolusi industri. Kebangkitan ini mengakibatkan berkembangnya penemuan-penemuan baru dibidang teknologi, seperti pembangunan proses produksi sampai penggunaan computer. Dampak lebih lanjut dari perkembangan teknologi ini adalah perkembangan organisasi dan kegiatan bisnis di tahun 1990-an. Dengan demikian konsep persaingan juga ikut berubah. Sementara pada periode sebelum 1990-an persaingan merupakan kegiatan pembuatan produk sebanyak-banyaknya atau lebih dikenal dengan periode produksi masal, strategi kegiatan produksi lebih ditunjukan kearah internal perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh efisiensi produksi. Baik preferensi manajerial, perilaku maupun persepsi, semuanya berorentasi ke mental produksi. Dari asfek politik, strategi bisnis seperti ini memerlukan proteksi secara ketat terhadap serangan dari luar. Pada abad 21 dimana masing-masing Negara di planet bumi ini sudah tidak memiliki batas ruang dan waktu, kecenderungan orientasi bisnis akan berubah. Jika sebelumnya produsen dapat memaksakan kehendaknya kepada konsumen, maka yang terjadi selanjutnya adalah kebalikannya: konsumenlah yang justru memaksakan kehendaknya kepada produsen. Investasi mengalir ketempat yang paling menguntungkan. produsen dipaksa untuk membuat produk yang sesuai dengan nilai dan keinginan konsumen. Dengan demikian sangat terbukalah persaingan yang positif bagi persaingan usaha. Dan membuka peluang bagi usaha kecil untuk lebih berkembang. Dan sehingga perusahaan kecil sangat penting bagi kestabilan perekonomian Negara karena usaha kecil dinegara kita, paska krisis ekonomi 1998 ternyata mampu menyerap sumber daya manusia 99,4% dan sumbangan pada PDB 59,3%. Kedudukan dari usaha kecil di tengah-tengah kehidupan dunia usaha telah mendapat tempat yang mantap, banyak menyerap tenaga kerja, ikut melancarkan perekonomian Negara, dan mampu hidup berdampingan dan menopang perusahaan besar. Usaha kecil juga bersifat lincah dan mampu hidup disela-sela perusahaan besar dengan strategi membuat produk yang unik dan khusus sehingga tidak menghadapi perusahaan besar sebagai pesaing. Jenis usaha kecil dan menengah merupakan usaha yang mampu menggerakan perekonomian Indonesia itu tercermin disaat krisis global yang melanda ampir sebagian Negara-negara didunia, banyak perusahaan yang besar gulung tikar karena krisis global tersebut. Tetapi untuk usaha kecil krisis tersebut kurang terasa mengganggu kelangsungan usaha, itu terbukti dari badan pusat statistik 2010 yang menyatakan bahwa jenis usaha kecil dan menengah mengalami pertumbuhan sekitar 10 sampai 15% di Indonesia. Semua itu tidak terlepas dari program pemerintah yang sekarang lebih mengutamakan kepada sektor reel yaitu usaha kecil dan menengah dengan program seperti KUR, KUKM, KSM dsb. dalam negeri yang kualitas produknya mampu bersaing dengan produk-produk ternama. Oleh sebab itu peluang bisnis dibidang jasa industri garmen sangat bagus prospek kedepannya. 1.1. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang diatas telah jelas masalah yang akan dihadapi oleh industri garmen disaat krisis global yang melanda hampir sebagian
  • 4.
    Negara-negara didunia, banyakperusahaan yang besar gulung tikar karena krisis global tersebut. Tetapi untuk usaha kecil dibidang industri garmen krisis tersebut kurang terasa mengganggu kelangsungan usaha, itu terbukti dari badan pusat statistik 2010 yang menyatakan bahwa jenis usaha kecil dan menengah dibidang industri garmen mengalami pertumbuhan sekitar 10 sampai 15% di Indonesia. Jenis usaha kecil dibidang industri garmen tumbuh subur, dan itu membuat daya saing menjadi leih kompleks. Kebutuhan konsumtif masyarakat akan meninggi karena daya beli masyarakat dapat terpenuhi dengan berbagai macam mode yang trendi dan juga haraga lebih ekonomis, masyarakat lebih tertarik membeli atau memesan produk dalam negeri yang kualitas produknya mampu bersaing dengan produk-produk ternama. 1.3. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini yaitu : Konsep nilai waktu dari uang 1. Nilai yang akan datang 2. Nilai sekarang 3. Nilai masa datang dan nilai sekarang 4. Peruusan Bunga
  • 5.
    BAB II PEMBAHASANTEORI 2.1. Konsep Nilai Waktu Dari Uang Nilai Yang Akan Datang FUTURE VALUE : nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku. Nilai Sekarang Pvo = Po = FVn / ( 1 + i ) n atau Po = FVn [1/(1 + i)n] PRESENT VALUE : nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian pembayaran yang dinilai pada tingkat bunga yang ditentukan. I = P.r.t Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut dengan present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang dari uang sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan tingkat bunga adalah r, maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah : P + P.r.t = P(1+rt) dan uang setelah t tahun menjadi : P(1+rt) = A Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendaang, maka Atau P = A/I + rt
  • 6.
    2.2. Perumusan Bunga Bunga adalah jumlah yang dibayarkan akibat kita menggunakan uang pinjaman. Dalam suatu analisa kita dapat menggunakan notasi i = Interest atau bunga (%) n = jangka waktu (tahun) P = Present value (present worth) adalah nilai uang pada saat dimulai proyek (pada saat sekarang) yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali tahun ke–0 F = Future value (future worth) adalah pembayaran pada saat periode yang akan datang yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali pada tahun ke-n A = Annual cashflow adalah pembayaran seri (tabungan) yaitu pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun dalam jumlah yang sama besar dilakukan tahun ke-1 sampai tahun ke-n sebesar A G = Gradient yaitu pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun naik dengan kenaikan yang sama atau menurun secara seragam [4] Perumusan bunga  Single Payment Persamaan yang digunakan dalam Single Payment adalah Dimana: I = Total bunga yang diperoleh/dibayarkan P = Jumlah yang dipinjam/dipinjamkan N = Jumlah peroide terhitung
  • 7.
    i = Tingkatsuku bunga per peroide Contoh kasus Ani menabungkan uangnya $500 di bank. Berapa jumlah uang yang akan ada di rekeningnya setelah 3 tahun. Uang tersebut ditabungnya dengan tingkat suku bunga 6%/tahun? (asumsi tidak ada transaksi lain selama 3 tahun tersebut) Penyelesaian  Uniform Payment Uniform Payment adalah pembayaran dalam jumlah yang sama pada setiap akhir periode selama N periode waktu tertentu.  Uniform series compound amount factor  Uniform series sinking fund factor Contoh kasus: Si Doel menyimpan uang di sebuah lembaga perkreditan sebesar $500 pada setiap akhir tahun. Bila tingkat suku bunga yang diberikan lemabag tersebut sebesar 5% per tahun, berapa jumlah simpanan si Doel pada akhir tahun ke-5? Penyelesaian
  • 8.
     Continous Compounding Pada Continous Compounding jumlah peroide perhitungan bunga per tahunnya tak terhingga. Jadi, bunga dihitung secara kontinu. dimana r = nominal interest rate / year Persamaan yang digunakan Contoh kasus Si Ade ingin menabung dalam jumlah yang sama selama 1 tahun, sehingga pada akhir tahun dia akan mempunyai uang $1000. Bila bank tempat ia menabung memberikan suku bunga nominal 5%/tahun, berapa jumlah yang harus ditabung Ade per bulannya? Penyelesaian Jadi jumlah yang harus ditabung Ade setiap bulan adalah $81.07  Nominal & Effective Interest Pada nominal & effective interest terdapat notasi sebagai berikut r = (nominal interest rate per year) yaitu tingkat suku bunga tanpa mempertimbangkan pengaruh dari compounding
  • 9.
    Contoh untuk r Bank membayar bunga 2.5% setiap 6 bulan, maka r-nya adalah 2 x 2.5% = 5% i = (effective interest rate per year) yaitu tingkat suku bunga tahunan yang memperhitungkan pengaruh dari compounding Contoh untuk i Si A mendepositokan uang di Bank dengan tingkat suku bunga 2.5% setiap ½ tahun. Bila uang A $100, berapa uang yang akan diperolehnya pada akhir tahun (setelah satu tahun)? Penyelesaian Contoh kasus Bila satu jenis tabungan di Bank ABC memberikan suku bunga 1.5% setiap tiga bulan, berapa tingkat suku bunga nominal dan tingkat suku bunga efektif yang berlaku pertahunnya? Penyelesaian  Arithmetic Gradient Arithmetic Gradient adalah ketika keadaan suatu cashflow dimana perubahan periode pada pembayaran atau pemasukan berdasarkan jumlah yang seragam (uniform amount) [5]. Terdapat beberapa persamaan yang dapat digunakan: Contoh kasus Mandra membeli sebuah mobil baru. Dia berharap untuk dapat menyisihkan sejumlah uang di rekening bank-nya guna keperluan pemeliharaan mobil tersebut untuk 5 tahun pertama. Diperkirakan biaya pemeliharaan / tahun tersebut sebagai berikut
  • 10.
    Bila biaya tersebutdibutuhkan pada tiap akhir tahun dan suku bunga yang berlaku di bank tersebut 5%/tahun, tentukan berapa seharusnya jumlah simpanan Mandra sekarang ? Penyelesaian  Geometric Gradient Geometric Gradient adalah ketika keadaan suatu cashflow dimana perubahan periode pada pembayaran atau pemasukan berdasarkan kenaikan atau penurunan yang seragam (uniform rate) [5]. Persamaan yang digunakan: Contoh kasus Biaya pemeliharaan umtuk sebuah mobil baru pada tahun pertamanya sebesar $100 dan biaya ini meningkat sebesar 10%/tahunnya. Berapa nilai sekarang dari biaya pemeliharaan untuk 5 tahun pertama bila tingkat suku bunga yang berlaku 8%/tahun ? Penyelesaian Jadi nilai sekarang dari biaya pemeliharaan selama 5 tahun adalah $480.42 [2]
  • 11.
    2.3. Pengertian Ekivalensi Nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan tetapi secara finansial mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial tersebut dapat ditunjukkan jika nilai uang dikonversikan (dihitung) pada satu waktu yang sama. hukum-hukum yang berlaku : Hukum komutatif : p Λ q ≡ q Λ p ; p v q ≡ q v p Hukum assosiatif : ( p Λ q ) Λ r ≡ p Λ ( q Λ r ) ( p v q ) v r ≡ p v ( q v r ) Hukum distributif : p Λ (q v r) ≡ (p Λ q) v (p Λ r) p v (q Λ r) ≡ (p v q) Λ (p v q) Hukum Identitas : p Λ T ≡ p ; p v F ≡ p Hukum Ikatan : p v T ≡ T ; p Λ F ≡ F Hukum Negasi : p v ~ p ≡ T ; p Λ ~ p ≡ F Hukum Negasi Ganda : ~ (~ p) ≡ p Hukum Idempoten : p Λ p ≡ p ; p v p ≡ p Hukum de Morgan : ~ (p Λ q) ≡ ~ p v ~ q ~ (p v q) ≡ ~ p Λ ~ q 10. Hukum Absorbsi : p v (p Λ q) ≡ q p Λ (p Λ q) ≡ p 11. Negasi T dan F : ~ T ≡ F ; ~ F ≡ T Dengan hukum-hukum tersebut, kalimat-kalimat yang kompleks dapat disederhanakan. Dalam membuktikan ekuivalensi P ≡ Q. 2.4. Present Worth Analysis Present Worth adalah nilai ekuivalen pada saat sekarang (waktu 0). Metode PW ini seringkali dipakai terlebih dahulu daripada metode lain karena biasanya relatif lebih mudah menilai suatu proyek pada saat sekarang.
  • 12.
    Fixed Input -Maximize the PW of Benefit Fixed Output - Minimize the PW of Cost Neither input nor output is fixed - Maximize (PW of Benefit – PW of Cost) or Maximize NPW Contoh 1: Perusahaan mempertimbangkan penambahan suatu alat pada mesin produksi guna mengurangi biaya pengeluaran, yakni penambahan alat A dan penambahan alat B. Kedua alat tersebut masing-masing $1.000 dan mempunyai umur efektif 5 tahun dengan tanpa nilai sisa. Pengurangan biaya dengan penambahan Alat A adalah $300 per tahun. Pengurangan biaya dengan penambahan alat B $400 pada tahun pertaman dan menurun $50 setiap tahunnya. Dengan i=7% alat mana yang dipilih? Penyelesaian: Harga masing-masing alat A dan B sama, sehingga tidak menjadi pertimbangan. Cashflow masing-masing alat: PW benefit of A = 300 (P/A,7%,5) = 300 (4,100) = $ 1.230 PW benefit of B = 400 (P/A,7%,5) – 50 (P/G,7%,5) = 400 (4,100) – 50 (7,647) = $ 1.257,65 Alat B menghasilkan benefit yang lebih besar sehingga untuk selama 5 tahun menjadi alternatif yang menguntungkan, bahkan di tahun pertama dan kedua menghasilkan return yang lebih besar dari alat A. Contoh 2: Pemerintah Kota Depok berencana membangun sebuah instalasi pengolahan air bersih. Ada dua alternatif dalam upaya realisasi proyek tersebut, yakni dengan pembangunan bertahap atau pembangunan langsung. Umur rencana yang di estimasikan adalah 50 tahun. Bila pembangunan dilakukan bertahap, maka pembangunan awal akan menghabiskan biaya $300.000.000, dan tahap berikutnya setelah 25 tahun yang akan datang dengan estimasi biaya menghabiskan $350.000.000. Dan bila pembangunan dilakukan sekali menghabiskan biaya $400.000.000. Dengan suku bunga 6% alternatif mana yang akan dipilih? Penyelesaian: Pembangunan Bertahap:
  • 13.
    PW of Cost= $300.000.000 + $350.000.000 (P/F,6%,25) = $300.000.000 + $81.600.000 = $381.600.000 Pembangunan Tidak Bertahap: PW of Cost = $400.000.000 Ternyata pembangunan bertahap menghabiskan biaya yang lebih kecil sehingga alternatif ini yang dipilih. 2.5. Annual Worth Analysis Annual Worth atau nilai tahunan adalah sejumlah serial cash flow yang nilainya seragam setiap periodenya. Nilai tahunan diperoleh dengan mengkonversikan seluruh aliran kas ke dalam suatu nilai tahunan (anuitas) yang seragam. Menentukan nilai tahunan dari suatu Present Worth dapat dilakukan dengan mengalikan PW tersebut dengan Equal Payment Capital Recovery Factor. Sedangkan untu mengkonversikan nilai tahunan dari Nilai Future dilakukan dengan mengalikan FW dengan Equal Paymentseries Sinking Fund Factor. stilah Capital Recovery (CR) : CR adalah Nilai merata tahunan yang ekuivalen dengan modal yang diinvestasikan. CR = I(A/P, i, n) – S(A/F, i, n) CR = (I-S) (A/F, i, n) + I(i) CR = (I-S) (A/P, i, n) + S(i) Keterangan : · I : Investasi awal · S : Nilai sisa di akhir usia pakai · n : Usia pakai Rumus Annual Worth Analysis : AW = Revenue –Expences -CR Annual Worth Analysis dilakukan terhadap : a. Alternatif tunggal , layak jika AW > 0 b. Beberapa alternatif dengan usia pakai sama c. Beberapa alternatif dengan usia pakai berbeda d. Periode analisis tak berhingga e. Untuk b,c, dan d : dipilih Annual Worth terbesar Contoh kasus Ø Annual Worth dengan usia pakai sama 1. Sebuah mesin memiliki biaya awal sebesar 1 juta rupiah, dengan usia pakai 10 tahun. Nilai sisa pada akhir usia adalah 200 ribu rupiah. Dengan tingkat suku bunga 10% per tahun, tentukan besar capital recoverynya.
  • 14.
    2. Sebuah perusahaansedang mempertimbangkan untuk membeli peralatan baru seharga 30 juta rupiah. Dengan peralatan baru tersebut akan diperoleh penghematan sebesar 1 juta rupiah per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8 peralatan itu memiliki nilai jual 40 juta rupiah. Apabila tingkat suku bunga 12% per tahun, dengan Annual Worth Analysis, apakah pembelian peralatan tersebut menguntungkan? 3. Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan : · Mesin-x dengan harga beli 2,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 750 ribu rupiah, nilai sisa padaakhir usia manfaat 1 juta rupiah. · Mesin-y dengan harga beli 3,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 900 ribu rupiah, nilai sisa pada akhir usia manfaat sebesar 1,5 juta rupiah. Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli? Ø Annual Worth denga usia pakai berbeda 4. Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan: · Mesin-x usia pakai 8 tahun dengan harga beli 2,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 750 ribu rupiah, nilai sisa padaakhir usia manfaat 1 juta rupiah. · Mesin-y usia pakai 9 tahun dengan harga beli 3,5 juta rupiah, keuntungan per tahun 900 ribu rupiah, nilaisisa pada akhir usia manfaat sebesar 1,5 juta rupiah. Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli? Ø Annual Worth dengan Analisis Tak berhingga 5. Bandingkan tiga alternatif berikut menggunakan tingkat suku bunga 10% per tahun, lalu pilih alternatif terbaik : · Alternatif-A Investasi awal $1 juta, keuntungan tahunan $150 ribu, usia pakai tak berhingga. · Alternatif-B Investasi awal $1,5 juta, keuntungan tahunan $250 ribu, usia pakai 14 tahun. · Alternatif-C Investasi awal $2,5 juta, keuntungan tahunan $500 ribu, usia pakai 9 tahun. 2.6. Future Worth Analysis Future Worth atau nilai kelak adalah nilai sejumlah uang pada masa yang akan datang, yang merupakan konversi sejumlah aliran kas dengan tingkat suku bunga tertentu. Untuk menghitung future worth dari aliran cash tunggal (single payment) dapat dikalikan dengan Single Payment Compounded Ammount Factor. Sedangkan untuk menghitung future worth dari aliran kas yang bersifat anuitas dapat dikalikan dengan Equal Payment-series Compound Amount Factor. Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki FW ≥ 0. a. Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
  • 15.
    Contoh kasus : Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan? Jawab : FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8) – 30000000(F/P,12%,8) NPV = 40000000 + 1000000 (12,29969) – 30000000(2,47596) NPV = -21.979.110 Kesimpulan : Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan. b. Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan periode analisis yang sama dengan usia pakai alternatif. Contoh kasus : Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan: Mesin Harga Beli (Rp.) Keuntungan per Tahun (Rp.) Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.) X 2500000 750000 1000000 Y 3500000 900000 1500000 Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli. Jawab : 1. Mesin X FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 – 2500000(F/P,15%,8) FW X = 750000(13,72682) + 1000000 – 2500000(3,05902) FW X = 3647565 2. Mesin Y FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,8) FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 – 3500000(3,05902) FW Y = 3147568 Kesimpulan : pilih mesin X. c. Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis Sama dengan Present Worth Analysis. Dalam situasi ini dapat digunakan asumsi perulangan atau asumsi berakhir bersamaan, tergantung pada masalah yang dihadapi.
  • 16.
    Contoh kasus : Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan: Mesin Harga Beli (Rp.) Keuntungan per Tahun (Rp.) Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.) X 2500000 750000 1000000 Y 3500000 900000 1500000 Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya dibeli. Jawab : 1. Mesin X FW X = 750000(F/A,15%,16) + 1000000 + 1000000(P/F,15%,8) – 2500000(F/P,15%,8) - 2500000(F/P,15%,16) FW X = 750000(55,71747) + 1000000 + 1000000(3,05902) – 2500000(3,05902) - 2500000(9,35762) FW X = 14805463 2. Mesin Y FW Y = 900000(F/A,15%,16) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,16) FW Y = 900000(55,71747) + 1500000 – 3500000(9,35762) FW Y = 18894053 Kesimpulan : FW mesin Y, Rp. 18.894.053, lebih besar dari FW mesin X, Rp. 14.805.463, maka pilih mesin Y.
  • 17.
    BAB III DAFTARPUSTAKA http://winggihjohansaputro.blogspot.com/2013/11/tugas-2-analisis-ekivalensi-cash-flow.html http://yogiefebryanekotek.blogspot.com/2012/02/present-worth-analysis.html http://nagasell.blogspot.com/2012/09/pengertian-ekuivalensi.html https://blognuade.wordpress.com/2010/01/03/konsep-nilai-waktu-dari-uang-time-value-of-money-ekuivalensi-dan- perumusan-bunga/