KETAHANAN
KELUARGA
Penduduk Indonesia Tahun 2010, 2014 dan 2015
(Terkait Pembangunan Keluarga)
0
2
12 10 8
2010
75+
70-74
65-69
60-64
55-59
50-54
45-49
40-44
35-39
30-34
25-29
20-24
15-19
10-14
5-9
0-4
6 4
Jutaan
0 2 4 6 8 10 12
Jutaan
Perempuan
Laki-laki
27,9 juta (2010)
28,0 juta PraKS/KS-I (2013)
18,0 juta (2010)
20,8 juta (2014)
21,7 juta (2015)
64,7 juta (2010)
65,7 juta (2014)
66,0 juta (2015)
45,9 juta anak & balita (2010)
47,2 juta (2014)
47,3 juta (2015)
23 juta (2010)
24 juta (2014)
24 juta (2015
Isu Strategis mencakup keadaan sepanjang siklus kehidupan manusia yang
terkait dengan Program PEMBANGUNAN KELUARGA
Bayi & Anak
Usia
Sekolah 4
3
2
Hamil
Usia Kerja
5
1
Nikah
6
Usia
Lanjut
Program PEMBANGUNAN KELUARGA
KETAHANAN DAN KESEJAHTERAAN
KELUARGA
Tujuan Pembangunan Keluarga
Meningkatkan pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga
untuk mengoptimalkan fungsi keluarga
Meningkatkan kualitas anak dengan pemberian akses informasi,
pendidikan, dan penyuluhan tentang perawatan, pengasuhan dan
perkembangan anak
Meningkatkan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi,
pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga.
Meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna
bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk
berperan dalam kehidupan berkeluarga
Meningkatkan akses dan peluang terhadap penerimaan informasi dan
sumberdaya ekonomi melalui usaha mikro keluarga
1
2
3
4
5
Mekanisme
Operasional
Program Pembangunan Keluarga
PUSAT
PROVINSI
KAB & KOTA
KECAMATAN
DESA/
KELURAHAN
PPKS
PPKS
PPKS
Pusat Pelayanan
Keluarga Sejahtera
PIK R/M BKR
GenRe
BKB BKL UPPKS
JALUR
PENDIDIKAN
BERBASIS
SEKOLAH
BERBASIS
MASYARAKAT
PROGRAMPEMBANGUNANKELUARGA
Balita
& Anak
• Orangtua Hebat
• 1000 Hari Pertama Kelahiran
• Generasi Berencana (GenRe)
Remaja
• Lansia Tangguh
Lansia
& Rentan
• Ekonomi Keluarga Kuat dan Mandiri
PEK
KEBIJAKAN & STRATEGI
1. Promosi
dan KIE
2.
Penguatan
Jejaring
Kemitraan
3.
Peningkatan
Akses
4.
Peningkatan
Kualitas
5. Monev
1. Advokasi kepada
stakeholder dan mitra kerja
ttg Ketahanan Keluarga
2. KIE melalui berbagai media
1. Peningkatan kualitas
SDM (pelatihan,
orientasi, sertifikasi)
2. Peningkatan sarana &
prasarana
3. Peningkatan
pembiayaan
1. Mendekatkan akses
pelayanan poktan, PPKS
& PIK
2. Penyediaan substansi
materi melalui berbagai
media
1. Peningkatan dukungan
politis/komitmen
2. Penguatan kerjasama
dgn mitra potensial (K/L,
swasta, PT, LSM,
organisasi pemuda, org
profesi, dll)
1. Monev terpadu
(komponen, sektor, &
mitra terkait)
2. Pemanfaatan hasil
penelitian, survey &
Pendataan Keluarga
3. Peningkatan
akuntabilitas program
Program Pengembangan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga
berdasarkan Siklus Hidup Manusia
8
Sub Program BKR
dan Pusat Informasi
Konseling
Remaja/Mahasiswa
S
UB PROGRAM
PEMBERDAYAAN EKONOMI
KELUARGA
S
UB PROGRAM BINA
KELUARGA BALITA
(BKB)
SUBPROGRAM
PEMBINAAN
KETAHANAN LANSIA
BKB (BINA KELUARGA BALITA)
BKB merupakan Wadah kegiatan
keluarga yang mempunyai balita-anak,
bertujuan meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan orang tua (Ayah dan Ibu)&
anggota keluarga lain untuk mengasuh &
membina tumbuh kembang anak melalui
kegiatan rangsangan fisik, mental,
intelektual, emosional, spiritual, sosial
dan moral untuk mewujudkan SDM yg
berkualitas dalam rangka meningkatkan
kesertaan, pembinaan, dan kemandirian
ber-KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS)
anggota kelompok kegiatan.
BKB (Bina Keluarga Balita)
PELAYANAN HOLISTIKINTEGRATIF (BKB-HI)
Merupakan pelayanan yang
dilakukan secara utuh, menyeluruh
dan terintegrasi antara kelompok
BKB, Posyandu, dan PAUD dalam
rangka memenuhi kebutuhan
dasar anak.
HI
BKB
POSYANDU
PAUD
9 Aspek Menjadi Orangtua Hebat dalam Mendidik Anak
1.
Bersiap-siap
menjadi
orangtua
2.
Memahami
peran
orangtua
3.
Memahami
konsep diri
orangtua
5.
Mendorong
tumbuh
kembang
8.
Menjaga
Kesehatan
reproduksi
balita
9.
Membentuk
Karakter Anak
sejak dini
7.
Menjaga
Anak dari
pengaruh
media
4.
Melibatkan
peran
ayah
6.
Membantu
tumbuh
kembang
Menjadi orang tua yang hebat demi mencapai keluarga yang berketahanan dan sejahtera
(Sumber: BKKBN,2015)

BERSIAP-SIAP MENJADI ORANGTUA
PERENCANAAN MEMBANGUN
KELUARGA
• Merencanakan usia pernikahan (20-30
tahun)
• Merencanakan kelahiran anak pertama
• Mengatur jarak kelahiran dengan
menggunakan kontrasepsi
• Berhenti melahirkan di usia 35 tahun
agar dapat merawat balita secara
optimal
• Keluarga melaksanakan fungsi 8
fungsi keluarga salah satnya fungsi
reproduksi: orangtua sepakat mengatur
jumlah anak serta jarak kelahiran
dan menjaga anak-anaknya terutama
yang sudah remaja untuk menjaga
kesehatan reproduksi secara sehat
dan menghindari kehamilan sebelum
menikah
Program Generasi BeRencana (GENRE)
Program yang dikembangkan
dalam rangka penyiapan
kehidupan berkeluarga bagi
remaja sehingga mereka mampu
melangsungkan :
• Jenjang pendidikan secara
terencana;
• Berkarir dalam pekerjaan secara
terencana;
• Serta menikah dengan penuh
perencanaan sesuai siklus
kesehatan reproduksi.
Tujuan Program GenRe
Meningkatkan pemahaman,
pengetahuan, serta sikap
dan perilaku positif remaja
tentang kesehatan dan
hak-hak reproduksi, guna
meningkatkan derajat
kesehatan reproduksinya
dan menyiapkan kehidupan
berkeluarga dalam upaya
peningkatan kualitas generasi
mendatang.
Sasaran Program GenRe
• Remaja (10-24 tahun) dan belum menikah
• Mahasiswa/mahasiswi belum menikah
• Keluarga
• Masyarakat peduli remaja
Substansi GenRe
Persiapan
Kehidupan
Berkeluarga
Kesehatan
Reproduksi
Remaja
Ketrampilan
Hidup
(LifeSkill/
SoftSkill)
• Pengendalian
Penduduk
• 8 Fungsi
Keluarga
• Usia menikah
ideal
• Jarak kehamilan
• KB/Alkon
• Penyiapan karir
• Alat/organ,
fungsi dan
sistem
reproduksi
• Hak-hak
reproduksi
• Percaya diri/Self
confidence
• Harga diri/Self
esteem
• Kemampuan
bernegosiasi
• Pengambilan
keputusan
Kependudukan
& Pembangunan
Keluarga


• Katakan Tidak Pada Menikah Dini
• Katakan Tidak Pada Seks Pra Nikah
• Katakan Tidak pada NAPZA
Arah Program GenRe
GenRe
PIK Remaja/
Mahasiswa
Kelompok
BKR
Remaja/
Mahasiswa
Keluarga





Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Meningkatkan pemberdayaan ekonomi
keluarga pra sejahtera peserta KB melalui
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga
Sejahtera (UPPKS)Kelompok UPPKS,
anggotanya adalah keluarga pra sejahtera
sampai keluarga sejahtera baik yang sudah
menjadi akseptor KB, PUS yang belum ber-
KB serta anggota masyarakat yang berminat
dalam rangka mewujudkan keluarga kecil
bahagia sejahtera.
Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
• Peningkatan kesejahteraan akan memberikan manfaat terhadap
program KKBPK.
• Pada daerah dengan partisipasi program KB rendah, UPPKS akan
mengungkit peningkatan partisipasi Program KB
• Pada daerah dengan partisipasi program KB tinggi, UPPKS akan
memberikan partisipasi terhadap keberlangsungan program KB
PPKS (PUSAT PELAYANAN KELUARGA
SEJAHTERA)
PPKS Memberikan standarisasi pelayanan konseling
keluarga yang komprehensif, dalam pemenuhan hak
informasi,akses,memilih,keamanan,privasi,kenyamanan,
kesinambungan, dan pemenuhan berpendapat.
Jenis Pelayanan PPKS
3.
Konseling keluarga
remaja & remaja
1.
Pelayanan informasi
dan dokumentasi
kependudukan dan KB
2.
Konseling
keluarga, balita & anak
4.
Konseling
Pranikah
Jenis Pelayanan PPKS
5.
Konseling
keluarga Lansia &
Lansia
6.
Konseling
KB & Kespro
7.
Konseling
keluarga harmonis
8.
Pembinaan usaha
ekonomi keluarga
KELOMPOK BINA KELUARGA LANSIA (BKL)
Adalah kelompok kegiatan (Poktan)
keluarga yang mempunyai Lansia yang
bertujuan meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan keluarga yang memiliki
lansia dan lansia itu sendiri untuk
meningkatkan kualitas hidup lansia
Kegiatan inti salah satunya penyuluhan
Kegiatan Pengembangan

7 Dimensi
Lansia Tangguh
Seseorang/kelompok Lansia yang
mampu beradaptasi terhadap proses
penuaan secara positif sehingga
mencapai masa tua berkualitas dalam
lingkungan yang nyaman

Sehat secara fisik, sosial dan mental
melalui siklus hidupnya, Aktif,
Produktif, dan Mandiri
(Diukur melalui indikator 7 dimensi
Lansia tangguh)
LANSIA TANGGUH
7 DIMENSI :
Spiritual, Intelektual,
Fisik, Emosional, Sosial
Kemasyarakatan,
Profesional Vokasional,
dan Lingkungan
SASARAN
• Keluarga yang punya
Lansia (+60 tahun)
• Lansianya sendiri
• Pra Lansia (+45 tahun)
KEGIATAN
• Penyuluhan
• T
emu keluarga
• Kunjungan rumah
OUTCOME PROGRAM
PEMBANGUNAN KELUARGA
LANSIA TANGGUH
BALITA
CERDAS
EKONOMI
KUAT DAN
MANDIRI
GENERASI
BERENCANA


KESIMPULAN
Melalui Program Pembangunan Keluarga yang
komprehensif bersama Mitra Kerja dapat meningkatkan
kualitas keluarga yang berkarakter dalam mewujudkan
LANSIA TANGGUH

Ketahanan Keluarga.pptx

  • 1.
  • 2.
    Penduduk Indonesia Tahun2010, 2014 dan 2015 (Terkait Pembangunan Keluarga) 0 2 12 10 8 2010 75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 6 4 Jutaan 0 2 4 6 8 10 12 Jutaan Perempuan Laki-laki 27,9 juta (2010) 28,0 juta PraKS/KS-I (2013) 18,0 juta (2010) 20,8 juta (2014) 21,7 juta (2015) 64,7 juta (2010) 65,7 juta (2014) 66,0 juta (2015) 45,9 juta anak & balita (2010) 47,2 juta (2014) 47,3 juta (2015) 23 juta (2010) 24 juta (2014) 24 juta (2015
  • 3.
    Isu Strategis mencakupkeadaan sepanjang siklus kehidupan manusia yang terkait dengan Program PEMBANGUNAN KELUARGA Bayi & Anak Usia Sekolah 4 3 2 Hamil Usia Kerja 5 1 Nikah 6 Usia Lanjut Program PEMBANGUNAN KELUARGA KETAHANAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
  • 4.
    Tujuan Pembangunan Keluarga Meningkatkanpembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga untuk mengoptimalkan fungsi keluarga Meningkatkan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, dan penyuluhan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak Meningkatkan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. Meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam kehidupan berkeluarga Meningkatkan akses dan peluang terhadap penerimaan informasi dan sumberdaya ekonomi melalui usaha mikro keluarga 1 2 3 4 5
  • 5.
    Mekanisme Operasional Program Pembangunan Keluarga PUSAT PROVINSI KAB& KOTA KECAMATAN DESA/ KELURAHAN PPKS PPKS PPKS Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera PIK R/M BKR GenRe BKB BKL UPPKS JALUR PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH BERBASIS MASYARAKAT
  • 6.
    PROGRAMPEMBANGUNANKELUARGA Balita & Anak • OrangtuaHebat • 1000 Hari Pertama Kelahiran • Generasi Berencana (GenRe) Remaja • Lansia Tangguh Lansia & Rentan • Ekonomi Keluarga Kuat dan Mandiri PEK
  • 7.
    KEBIJAKAN & STRATEGI 1.Promosi dan KIE 2. Penguatan Jejaring Kemitraan 3. Peningkatan Akses 4. Peningkatan Kualitas 5. Monev 1. Advokasi kepada stakeholder dan mitra kerja ttg Ketahanan Keluarga 2. KIE melalui berbagai media 1. Peningkatan kualitas SDM (pelatihan, orientasi, sertifikasi) 2. Peningkatan sarana & prasarana 3. Peningkatan pembiayaan 1. Mendekatkan akses pelayanan poktan, PPKS & PIK 2. Penyediaan substansi materi melalui berbagai media 1. Peningkatan dukungan politis/komitmen 2. Penguatan kerjasama dgn mitra potensial (K/L, swasta, PT, LSM, organisasi pemuda, org profesi, dll) 1. Monev terpadu (komponen, sektor, & mitra terkait) 2. Pemanfaatan hasil penelitian, survey & Pendataan Keluarga 3. Peningkatan akuntabilitas program
  • 8.
    Program Pengembangan Ketahanandan Kesejahteraan Keluarga berdasarkan Siklus Hidup Manusia 8 Sub Program BKR dan Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa S UB PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA S UB PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) SUBPROGRAM PEMBINAAN KETAHANAN LANSIA
  • 9.
    BKB (BINA KELUARGABALITA) BKB merupakan Wadah kegiatan keluarga yang mempunyai balita-anak, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua (Ayah dan Ibu)& anggota keluarga lain untuk mengasuh & membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan rangsangan fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral untuk mewujudkan SDM yg berkualitas dalam rangka meningkatkan kesertaan, pembinaan, dan kemandirian ber-KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS) anggota kelompok kegiatan.
  • 10.
  • 11.
    PELAYANAN HOLISTIKINTEGRATIF (BKB-HI) Merupakanpelayanan yang dilakukan secara utuh, menyeluruh dan terintegrasi antara kelompok BKB, Posyandu, dan PAUD dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar anak. HI BKB POSYANDU PAUD
  • 12.
    9 Aspek MenjadiOrangtua Hebat dalam Mendidik Anak 1. Bersiap-siap menjadi orangtua 2. Memahami peran orangtua 3. Memahami konsep diri orangtua 5. Mendorong tumbuh kembang 8. Menjaga Kesehatan reproduksi balita 9. Membentuk Karakter Anak sejak dini 7. Menjaga Anak dari pengaruh media 4. Melibatkan peran ayah 6. Membantu tumbuh kembang Menjadi orang tua yang hebat demi mencapai keluarga yang berketahanan dan sejahtera (Sumber: BKKBN,2015)
  • 13.
     BERSIAP-SIAP MENJADI ORANGTUA PERENCANAANMEMBANGUN KELUARGA • Merencanakan usia pernikahan (20-30 tahun) • Merencanakan kelahiran anak pertama • Mengatur jarak kelahiran dengan menggunakan kontrasepsi • Berhenti melahirkan di usia 35 tahun agar dapat merawat balita secara optimal • Keluarga melaksanakan fungsi 8 fungsi keluarga salah satnya fungsi reproduksi: orangtua sepakat mengatur jumlah anak serta jarak kelahiran dan menjaga anak-anaknya terutama yang sudah remaja untuk menjaga kesehatan reproduksi secara sehat dan menghindari kehamilan sebelum menikah
  • 14.
    Program Generasi BeRencana(GENRE) Program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mereka mampu melangsungkan : • Jenjang pendidikan secara terencana; • Berkarir dalam pekerjaan secara terencana; • Serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
  • 15.
    Tujuan Program GenRe Meningkatkanpemahaman, pengetahuan, serta sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan menyiapkan kehidupan berkeluarga dalam upaya peningkatan kualitas generasi mendatang.
  • 16.
    Sasaran Program GenRe •Remaja (10-24 tahun) dan belum menikah • Mahasiswa/mahasiswi belum menikah • Keluarga • Masyarakat peduli remaja
  • 17.
    Substansi GenRe Persiapan Kehidupan Berkeluarga Kesehatan Reproduksi Remaja Ketrampilan Hidup (LifeSkill/ SoftSkill) • Pengendalian Penduduk •8 Fungsi Keluarga • Usia menikah ideal • Jarak kehamilan • KB/Alkon • Penyiapan karir • Alat/organ, fungsi dan sistem reproduksi • Hak-hak reproduksi • Percaya diri/Self confidence • Harga diri/Self esteem • Kemampuan bernegosiasi • Pengambilan keputusan Kependudukan & Pembangunan Keluarga   • Katakan Tidak Pada Menikah Dini • Katakan Tidak Pada Seks Pra Nikah • Katakan Tidak pada NAPZA
  • 18.
    Arah Program GenRe GenRe PIKRemaja/ Mahasiswa Kelompok BKR Remaja/ Mahasiswa Keluarga     
  • 19.
    Program Pemberdayaan EkonomiKeluarga Meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga pra sejahtera peserta KB melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)Kelompok UPPKS, anggotanya adalah keluarga pra sejahtera sampai keluarga sejahtera baik yang sudah menjadi akseptor KB, PUS yang belum ber- KB serta anggota masyarakat yang berminat dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.
  • 20.
    Program Pemberdayaan EkonomiKeluarga • Peningkatan kesejahteraan akan memberikan manfaat terhadap program KKBPK. • Pada daerah dengan partisipasi program KB rendah, UPPKS akan mengungkit peningkatan partisipasi Program KB • Pada daerah dengan partisipasi program KB tinggi, UPPKS akan memberikan partisipasi terhadap keberlangsungan program KB
  • 21.
    PPKS (PUSAT PELAYANANKELUARGA SEJAHTERA) PPKS Memberikan standarisasi pelayanan konseling keluarga yang komprehensif, dalam pemenuhan hak informasi,akses,memilih,keamanan,privasi,kenyamanan, kesinambungan, dan pemenuhan berpendapat.
  • 22.
    Jenis Pelayanan PPKS 3. Konselingkeluarga remaja & remaja 1. Pelayanan informasi dan dokumentasi kependudukan dan KB 2. Konseling keluarga, balita & anak 4. Konseling Pranikah
  • 23.
    Jenis Pelayanan PPKS 5. Konseling keluargaLansia & Lansia 6. Konseling KB & Kespro 7. Konseling keluarga harmonis 8. Pembinaan usaha ekonomi keluarga
  • 24.
    KELOMPOK BINA KELUARGALANSIA (BKL) Adalah kelompok kegiatan (Poktan) keluarga yang mempunyai Lansia yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga yang memiliki lansia dan lansia itu sendiri untuk meningkatkan kualitas hidup lansia Kegiatan inti salah satunya penyuluhan Kegiatan Pengembangan  7 Dimensi Lansia Tangguh
  • 25.
    Seseorang/kelompok Lansia yang mampuberadaptasi terhadap proses penuaan secara positif sehingga mencapai masa tua berkualitas dalam lingkungan yang nyaman  Sehat secara fisik, sosial dan mental melalui siklus hidupnya, Aktif, Produktif, dan Mandiri (Diukur melalui indikator 7 dimensi Lansia tangguh) LANSIA TANGGUH 7 DIMENSI : Spiritual, Intelektual, Fisik, Emosional, Sosial Kemasyarakatan, Profesional Vokasional, dan Lingkungan
  • 26.
    SASARAN • Keluarga yangpunya Lansia (+60 tahun) • Lansianya sendiri • Pra Lansia (+45 tahun) KEGIATAN • Penyuluhan • T emu keluarga • Kunjungan rumah
  • 27.
    OUTCOME PROGRAM PEMBANGUNAN KELUARGA LANSIATANGGUH BALITA CERDAS EKONOMI KUAT DAN MANDIRI GENERASI BERENCANA  
  • 28.
    KESIMPULAN Melalui Program PembangunanKeluarga yang komprehensif bersama Mitra Kerja dapat meningkatkan kualitas keluarga yang berkarakter dalam mewujudkan LANSIA TANGGUH