MISKE
ISMARIANI
            INDRIANI
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency
Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan gejala akibat
menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena
seseorang terinfeksi virus HIV. HIV adalah singkatan dari
Human Immunodeficiency Virus. Orang yang terinfeksi virus
ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi penyakit lain
karena sistem kekebalan tubuhnya menurun terus secara
drastis. AIDS termasuk PMS, karena salah satu penularannya
adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang telah
terinfeksi HIV.
GLOBAL
nasional
   Kasus AIDS secara Nasional sampai dengan 2010 adalah 19.973
    kasus dari 32 propinsi yang melaporkan dan dari 214
    Kabupaten/Kota se Indonesia.
   Kasus AIDS yang dilaporkan telah meninggal adalah 3.846
   Tahun 1997 : Kasus AIDS pertama kali ditemukan (RS Bethesda
    Tomohon)
   Sampai            dengan            Mei           2011         :
    - Kasus AIDS terus bertambah berjumlah 859 kasus, meninggal 124
                                   orang.
    - Kasus HIV/AIDS tersebar di 13 Kabupaten/Kota Propinsi Sulut.
 Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan menempati urutan ke
  delapan setelah Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Selatan dan
  Papua. Apalagi Sulsel merupakan mata rantai di Kawasan Timur
  Indonesia (KTI) dan jumlah penduduk yang banyak. Sementara
  modus penularan terbesar melalui jarum suntik dan transmisi
  seksual.

 Menurut    H   M   Saleh   Radjab   MM,   Sekertaris   Komisi
  Penanggulangan AIDS SulSel, kasus HIV/AIDS per September
  2011 sebanyak 4.908 di 24 Kab/Kota di Sulsel. Di Kabupaten
  Maros terdapat 44 kasus dan Maros menempati urutan keenam
  setelah Makassar, Parepare, Gowa dan Bulukumba.
BIOLOGICAL


  SOSIAL
• Penipisan diding vagina yang dapat membuat wanita rentan
1      terserang virus.

    • Bentuk organ kelamin wanita yang memiliki permukaan (mukosa) alat kelamin
      yang lebih luas sehingga cairan sperma mudah terpapar ketika hubungan
2     seksual


     • Virus HIV lebih banyak hidup di cairan Sperma
3
    • Terdapat banyak lipatan membuat permukaan menjadi luas dan dinding vagina sendiri memiliki lapisan
      tipis yang mudah terluka,memudahkan air mani bertahan lebih lama dalam rongga vagina bila terjadi
4     infeksi,sehingga air mani yang terinveksi dapat segera menulari perempuan tersebut


    • Kecenderungan perempuan untuk tidak mengalami gejala pada waktu menderita sebuah
      penyakit menular seksual. (ini menjadi pintu bagi HIV, terutama jika telah
5     menyebabkan luka atau ulcer)
SOSIAL BUDAYA


@
      • Perempuan dikonstruksikan untuk bersikap penurut,pasif,sabar dan setia sedangkan laki-
        laki dominan,agresif dan mengambil inisiatif dalam hubungan seksual.
      • Adanya persepsi dilingkungan masyarakat bahwa hal yang wajar jika seorang laki-laki
        memiliki lebih dari satu pasangan




@
      •Perempuan menjadi rentan karena dituntut untuk menjalankan peran sebagai pengasuh,perawat
       apabila suami,anak,atau keluarga edang sakit,sedangkan jika dirinya sendiri sakit seringkali
       terabaikan.
      •Tradisi yang merugikan perempuan seperti dijodohkan,dipaksa menikah,dipaksa jadi PSK,tradisi
       turun ranjang di Sumatra Utara




@
      •Stigma ganda,yaitu perempuan adalah makhluk kelas dua yang cenderung disalahkan atas apa yang
       terjadi terhadap dirinya sendiri.
      •Stigma yang mendiskriminasi kaum perempuan bahwa semestinya mereka dapat menjaga
       diri,suami,dan keluarganya agar tidak terinfeksi HIV/AIDS


     •Pandangan terhadap wanita yang terinfeksi HIV/AIDS adalah wanita tidak baik prilakunya dan
      tidak bermoral,suatu keadaan yang memalukan dan koto,sehingga menyebabkan sebagian wanita

@     malu untuk mengakses informasi dan segan untuk memeriksakan diri.
     •Perempuan disosialisasikan sedemikian rupa untuk menomorduakan kebutuhan kesehatan sesudah
      anggota keluarga.
EKONOMI

Ketidaksetaraan ekonomi antara perempuan dan laki-laki sering kali memaksa perempuan dalam peran
patuh dan tergantung pada laki-laki. Kerentaranan perempuan secara ekonomi seringkali terjadi
dikarenakan perempuan tidak memiliki penghasilan sendiri, sehingga tergantung pada orang lain,dalam hal
ini suami atau pasangan dalam menafkahi hidupnya.



 Wanita yang lemah dalam hal ekonomi tidak memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri



Bargaining power mengakibatkan keengganan wanita meminta informasi kepada suaminya tentang
status kesehatan pasangan seksualnya tersebut dan tidak berani menegur bahkan bertanya
terkait kehidupan atau aktivitas suaminya diluar rumah


Masalah ekonomi menjadikan sebagian perempuan tidak bisa memilih dengan siapa dia akan
menikah: kapan,dengan siapa,dan bagaimana dia melakukan hubungan seksual.


Faktor tergantung terhadap suami menyebabkan mereka tidak bisa menolak hubungan seksual
meskipun dia mengetahui suaminya memiliki hubungan dengan sejumlah perempuan lain diluar
pernikahannya


Banyak perempuan yang akhirnya harus menjadi PSK dimana ini sangat berpotensial terinfeksi
HIV,seperti di negara miskin atau kota-kota besar      sebagian kaum perempuan tidak memiliki
pilihan lain selain menukarkan tubuhnya dengan uang untuk tetap bertahan hidup.
PendIdIkan

Kurangnya pengetahuan wanita mengenai perubahan tubuh khususnya yang
berhubungan dengan organ reproduksinya


      Minimnya pengetahuan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu merawat
      organ intinya dan suami akan lebih mudah berpaling mencari kepuasan sex
      dengan wanita lain.

             Tidak adanya informasi yang mereka ketahui terhadap bahaya
             HIV/AIDS,inilah salah satu faktor mereka enggan melakukan pemeriksaan
             meskipun ternyata telah melakukan perbuatan yang beresiko.


              Kurang meratanya akses informasi,konsultasi maupun bimbingan
              yang didapatkan oleh perempuan dan ibu-ibu rumah tangga.



                     Akses pendidikan dan pelayanan kesehatan kurang sehingga
                     perempuan tidak mengerti akan masalah kesehatan
                     reproduksinya termasuk persoalan seputar HIV/AIDS.


                            Sebagian dari mereka yang telah terinfeksi selalu menjadikan kondom sebagai
                            solusi untuk mencegah penularan padahal menurut beberapa penelitian
                            kegagalan kondom dalam pencegahan HIV/AIDS mencapai 33%,itu dikarenakan
                            ukuran pori-pori kondom terkecil adalah 5 mikron sedangkan ukuran virus
                            HIV/AIDS yakni sebesar 0,1 mikron, maka pori-pori kondom sangat mudah
                            dilewati. Ini seperti kelereng yang melewati gorong-gorong.
Ada 3 cara yang bisa dijadikan pilihan agar tidak terinfeksi HIV melalui
hubungan seks, yaitu:
A : Anda puasa seks
B : Bersikap saling setia dalam satu pasangan, dimana kedua orang
pasangan ini sama-sama HIV-nya negatif
C : Condom. Gunakan kondom secara benar dan terus menerus, bila
salah satu atau kedua pasangan ini pernah berperilaku risiko tinggi.
Jangan menyangkal perilaku seks Anda karena bisa berakibat fatal
pada diri Anda, pasangan dan calon bayi Anda!!
Kerentanan HIV pada Perempuan
Kerentanan HIV pada Perempuan

Kerentanan HIV pada Perempuan

  • 2.
  • 4.
    AIDS adalah singkatandari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi penyakit lain karena sistem kekebalan tubuhnya menurun terus secara drastis. AIDS termasuk PMS, karena salah satu penularannya adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
  • 5.
  • 6.
    nasional Kasus AIDS secara Nasional sampai dengan 2010 adalah 19.973 kasus dari 32 propinsi yang melaporkan dan dari 214 Kabupaten/Kota se Indonesia.  Kasus AIDS yang dilaporkan telah meninggal adalah 3.846  Tahun 1997 : Kasus AIDS pertama kali ditemukan (RS Bethesda Tomohon)  Sampai dengan Mei 2011 : - Kasus AIDS terus bertambah berjumlah 859 kasus, meninggal 124 orang. - Kasus HIV/AIDS tersebar di 13 Kabupaten/Kota Propinsi Sulut.
  • 7.
     Di luarPulau Jawa, Sulawesi Selatan menempati urutan ke delapan setelah Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Selatan dan Papua. Apalagi Sulsel merupakan mata rantai di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan jumlah penduduk yang banyak. Sementara modus penularan terbesar melalui jarum suntik dan transmisi seksual.  Menurut H M Saleh Radjab MM, Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS SulSel, kasus HIV/AIDS per September 2011 sebanyak 4.908 di 24 Kab/Kota di Sulsel. Di Kabupaten Maros terdapat 44 kasus dan Maros menempati urutan keenam setelah Makassar, Parepare, Gowa dan Bulukumba.
  • 8.
  • 9.
    • Penipisan didingvagina yang dapat membuat wanita rentan 1 terserang virus. • Bentuk organ kelamin wanita yang memiliki permukaan (mukosa) alat kelamin yang lebih luas sehingga cairan sperma mudah terpapar ketika hubungan 2 seksual • Virus HIV lebih banyak hidup di cairan Sperma 3 • Terdapat banyak lipatan membuat permukaan menjadi luas dan dinding vagina sendiri memiliki lapisan tipis yang mudah terluka,memudahkan air mani bertahan lebih lama dalam rongga vagina bila terjadi 4 infeksi,sehingga air mani yang terinveksi dapat segera menulari perempuan tersebut • Kecenderungan perempuan untuk tidak mengalami gejala pada waktu menderita sebuah penyakit menular seksual. (ini menjadi pintu bagi HIV, terutama jika telah 5 menyebabkan luka atau ulcer)
  • 10.
    SOSIAL BUDAYA @ • Perempuan dikonstruksikan untuk bersikap penurut,pasif,sabar dan setia sedangkan laki- laki dominan,agresif dan mengambil inisiatif dalam hubungan seksual. • Adanya persepsi dilingkungan masyarakat bahwa hal yang wajar jika seorang laki-laki memiliki lebih dari satu pasangan @ •Perempuan menjadi rentan karena dituntut untuk menjalankan peran sebagai pengasuh,perawat apabila suami,anak,atau keluarga edang sakit,sedangkan jika dirinya sendiri sakit seringkali terabaikan. •Tradisi yang merugikan perempuan seperti dijodohkan,dipaksa menikah,dipaksa jadi PSK,tradisi turun ranjang di Sumatra Utara @ •Stigma ganda,yaitu perempuan adalah makhluk kelas dua yang cenderung disalahkan atas apa yang terjadi terhadap dirinya sendiri. •Stigma yang mendiskriminasi kaum perempuan bahwa semestinya mereka dapat menjaga diri,suami,dan keluarganya agar tidak terinfeksi HIV/AIDS •Pandangan terhadap wanita yang terinfeksi HIV/AIDS adalah wanita tidak baik prilakunya dan tidak bermoral,suatu keadaan yang memalukan dan koto,sehingga menyebabkan sebagian wanita @ malu untuk mengakses informasi dan segan untuk memeriksakan diri. •Perempuan disosialisasikan sedemikian rupa untuk menomorduakan kebutuhan kesehatan sesudah anggota keluarga.
  • 11.
    EKONOMI Ketidaksetaraan ekonomi antaraperempuan dan laki-laki sering kali memaksa perempuan dalam peran patuh dan tergantung pada laki-laki. Kerentaranan perempuan secara ekonomi seringkali terjadi dikarenakan perempuan tidak memiliki penghasilan sendiri, sehingga tergantung pada orang lain,dalam hal ini suami atau pasangan dalam menafkahi hidupnya. Wanita yang lemah dalam hal ekonomi tidak memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri Bargaining power mengakibatkan keengganan wanita meminta informasi kepada suaminya tentang status kesehatan pasangan seksualnya tersebut dan tidak berani menegur bahkan bertanya terkait kehidupan atau aktivitas suaminya diluar rumah Masalah ekonomi menjadikan sebagian perempuan tidak bisa memilih dengan siapa dia akan menikah: kapan,dengan siapa,dan bagaimana dia melakukan hubungan seksual. Faktor tergantung terhadap suami menyebabkan mereka tidak bisa menolak hubungan seksual meskipun dia mengetahui suaminya memiliki hubungan dengan sejumlah perempuan lain diluar pernikahannya Banyak perempuan yang akhirnya harus menjadi PSK dimana ini sangat berpotensial terinfeksi HIV,seperti di negara miskin atau kota-kota besar sebagian kaum perempuan tidak memiliki pilihan lain selain menukarkan tubuhnya dengan uang untuk tetap bertahan hidup.
  • 12.
    PendIdIkan Kurangnya pengetahuan wanitamengenai perubahan tubuh khususnya yang berhubungan dengan organ reproduksinya Minimnya pengetahuan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu merawat organ intinya dan suami akan lebih mudah berpaling mencari kepuasan sex dengan wanita lain. Tidak adanya informasi yang mereka ketahui terhadap bahaya HIV/AIDS,inilah salah satu faktor mereka enggan melakukan pemeriksaan meskipun ternyata telah melakukan perbuatan yang beresiko. Kurang meratanya akses informasi,konsultasi maupun bimbingan yang didapatkan oleh perempuan dan ibu-ibu rumah tangga. Akses pendidikan dan pelayanan kesehatan kurang sehingga perempuan tidak mengerti akan masalah kesehatan reproduksinya termasuk persoalan seputar HIV/AIDS. Sebagian dari mereka yang telah terinfeksi selalu menjadikan kondom sebagai solusi untuk mencegah penularan padahal menurut beberapa penelitian kegagalan kondom dalam pencegahan HIV/AIDS mencapai 33%,itu dikarenakan ukuran pori-pori kondom terkecil adalah 5 mikron sedangkan ukuran virus HIV/AIDS yakni sebesar 0,1 mikron, maka pori-pori kondom sangat mudah dilewati. Ini seperti kelereng yang melewati gorong-gorong.
  • 13.
    Ada 3 carayang bisa dijadikan pilihan agar tidak terinfeksi HIV melalui hubungan seks, yaitu: A : Anda puasa seks B : Bersikap saling setia dalam satu pasangan, dimana kedua orang pasangan ini sama-sama HIV-nya negatif C : Condom. Gunakan kondom secara benar dan terus menerus, bila salah satu atau kedua pasangan ini pernah berperilaku risiko tinggi. Jangan menyangkal perilaku seks Anda karena bisa berakibat fatal pada diri Anda, pasangan dan calon bayi Anda!!