Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengatur dana alokasi khusus tahun 2022 untuk mendukung percepatan pencegahan stunting, dengan target menurunkan prevalensi dari 27,7% menjadi 14% pada 2024. Pendanaan ini melibatkan berbagai sumber, di mana pentingnya konvergensi dan koordinasi antar sektor akan meningkatkan efektivitas intervensi. Kebijakan ini juga menekankan perlunya pelatihan dan pemantauan yang terintegrasi di tingkat daerah untuk mencapai hasil yang optimal.